PANDUAN IDENTIFIKASI PASIEN RS.

ROYAL PRIMA MEDAN

RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA MEDAN Jln. Ayahanda No. 68A Telp.061-80013181 Website : www.royalprima.com Email : contact@royalprima.com Medan – Sumatera Utara - Indonesia

pasien dalam keadaan terbius.BAB I DEFINISI IDENTIFIKASI PASIEN Identifikasi adalah pengumpulan data dan pencatatan segala keterangan tentang bukti-bukti dari seseorang sehingga kita dapat menetapkan dan mempersamakan keterangan tersebut dengan individu seseorang. kesalahan medikasi. Jadi identifikasi pasien adalah pengumpulan data dan pencatatan segala keterangan tentang bukti diri seorang pasien untuk membedakan antara pasien satu dengan yang lain sehingga memperlancar atau mempermudah dalam pemberian pelayanan kepada pasien. Selain itu. RS. Royal Prima Medan berusaha untuk melakukan kegiatan identifikasi pasien untuk meminimalisir terjadinya kesalahan yang sering terjadi di rumah sakit seperti dalam keadaan. Identifikasi pasien dilakukan untuk mendapatkan pelayanan atau pengobatan yang tepat dan untuk mencocokkan pelayanan atau pengobatan terhadap pasien tersebut. dengan kata lain bahwa dengan identifikasi kita dapat mengetahui identitas seseorang dan dengan identitas tersebut kita dapat mengenal seseorang dengan membedakan dari orang lain. sebagai berikut : 1. kesalahan transfusi dan kesalahan pemeriksaan diagnostik. Identifikasi pasien dibutuhkan di Rumah Sakit untuk dapat memaksimalkan pelayanan terutama yang berbasis kepada keselamatan pasien. Identifikasi pasien memerlukan 4 hal. Mengenali secara fisik : a. Melihat wajah/ fisik seseorang secara umum Membandingkan seseorang dengan gambar/foto Nama Memperoleh keterangan pribadi : . a. 2. identifikasi pasien bertujuan untuk mengurangi kejadian/kesalahan yang berhubungan dengan salah identifikasi yang dapat berupa. kesalahan prosedur. b. salah pasien. pasien yang mungkin mengalami disabilitas sensori atau akibat situasi lain. Kegiatan identifikasi pasien ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadinya kesalahan dalam identifikasi pasien selama perawatan di rumah sakit. pasien mengalami disorientasi atau tidak sadar. mungkin bertukar tempat tidur atau bertukar kamar.

Gelang berwarna pink artinya untuk pasien berjenis kelamin perempuan. f. c. d. Gelang berwarna biru artinya untuk pasien berjenis kelamin laki-laki. 3. d. e. Gelang berwarna kuning artinya untuk pasien dengan resiko jatuh. SIM. dsb.b. dsb. e. Mengadakan penggabungan antara pengenalan fisik dengan keterangan pribadi dari penggabungan tersebut. Gelang berwarna merah artinya untuk pasien dengan alergi obat. Alamat Agama Tempat/tanggal lahir Tanda tangan Nama orang tua/Suami/Istri. Pasport. Gelang berwarna ungu artinya untuk pasien yang menolak pelayanan tindakan resusitasi (DNR). c. b. 4. . biasanya yang paling dapat dipercaya berupa : KTP. Pemasangan Gelang Identifikasi Pasien Sebagai Berikut : a.

Selain itu. dan staf pendukung yang bekerja di rumah sakit.gelang identifikasi pasien harus diganti. 4. staf administratif. pengambilan darah. b. Kepala Instalasi/ Kepala Ruangan a. b. Memastikan gelang identifikasi pasien terpasang dengan baik. 3. b. Memahami dan menerapkan prosedur identifikasi pasien. . dan bebas coretan. Adapun kewajiban dan tanggung jawab pelaksana identifikasi pasien antara lain: 1. Memastikan seluruh staf di instalasi memahami prosedur identifikasi pasien dan menerapkannya. Melaporkan kejadian salah identifikasi pasien. termasuk hilangnya gelang pengenal. Manajer a. c. darah. Menjaga standarisasi dalam menerapkan panduan identifikasi pasien. atau pemberian pengobatan atau tindakan lain. bidan dan tenaga kesehatan lainnya). Memantau dan memastikan panduan identifikasi pasien dikelola dengan baik oleh Kepala Instalasi b. pelaksana panduan kegiatan ini adalah para tenaga kesehatan (medis. Memastikan identifikasi pasien yang benar ketika pemberian obat. atau produk darah. pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pasien yang akan menjalani suatu prosedur. Menyelidiki semua insiden salah identifikasi pasien dan memastikan terlaksananya suatu tindakan untuk mencegah terulangnya kembali insiden tersebut. Jika terdapat kesalahan data. farmasi. staf di ruang rawat. Bertanggungjawab memakaikan gelang identifikasi dan memastikan kebenaran data yang tercatat di gelang identifikasi pasien. dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis. perawat. Perawat yang bertugas (perawat penanggung jawab pasien) a. Seluruh staf rumah sakit a.BAB II RUANG LINGKUP Panduan identifikasi pasien mempunyai ruang lingkup yang cukup luas serta diterapkan kepada semua pasien rawat inap. 2.

SIM dsb. Pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas dapat menimbulkan kesalahfahaman sehingga data yang diperoleh kurang akurat/kurang jelas. Pasport. dalam membuat format isian buatlah pertanyaan-pertanyaan yang jelas sehingga mudah diisi dan tidak ragu-ragu. Ruang lingkup panduan identifikasi pasien adalah sebagai berikut: 1. 2. Data identifikasi bisa tidak akurat/benar karena memang dibuat tidak benar untuk tujuan tertentu. c. Pengumpulan data identifikasi Pengumpulan data identifikasi di rumah sakit sebaiknya dilakukan dengan cara wawancara dan pengisian formulir dan akan lebih baik bila didukung dengan keterangan-keterangan lain yang bersifat legal. seperti :  Pada saat kapan identifikasi pasien dilakukan?  Siapa yang melakukan identifikasi pasien?  Data apa yang perlu dikumpulkan dan dicatat pada saat melakukan identifikasi pasien?  Alat yang digunakan untuk melakukan identifikasi pasien?  Kategori gelang identifikasi pasien? b. biasanya sebelum wawancara dimulai sudah disiapkan pertanyaan-pertanyaan yang diperlukan. . Setiap berkas rekam medis pasien dirumah sakit pasti memuat data identifikasi pasien oleh karena itu dapat dibayangkan betapa sangat banyaknya tersimpan data identifikasi pasien di rumah sakit. b. Wawancara langsung dengan sumbernya atau dengan orang lain yang mengenal sumber informasi. Gabungan wawancara dengan mengisi formulir. Pengumpulan data identifikasi pasien dapat dilakukan dengan cara : a.Identifikasi pasien di rumah sakit terdokumentasi di status rekam medis pasien yang mampu menjelaskan identitas pasien untuk mengenali pasien secara menyeluruh. setelah formulir diisi maka dilanjutkan dengan wawancara untuk meyakinkan isian yang telah dibuat sehingga informasi yang diperoleh akan lebih akurat. misalnya : KTP. Mengisi formulir identifikasi oleh orang yang bersangkutan. Unit rekam medis sangat bertanggung jawab atas kelengkapan data identifikasi setiap pasien. Keakuratan data identifikasi a.

atau karena situasi tertentu sehingga seseorang takut/malu mengungkapkan identitas. .

Identifikasi Pada Saat Pendaftaran Untuk identifikasi pasien pada saat pendaftaran. serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. TATA LAKSANA PENCATATAN DATA IDENTIFIKASI PASIEN 1. Membandingkan seseorang dengan gambar/foto b. Pada gelang identitas pasien dapat berisi nama pasien. B. hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : a. pengobatan yang telah diberikan. Memperoleh keterangan pribadi Untuk dapat mencatat keterangan pribadi yang dimaksud antara lain: .BAB III TATA LAKSANA A. hasil pemeriksaan. 3. Mengenali secara fisik Dalam mengidentifikasi pasien secara fisik dapat dilakukan dengan • • Melihat wajah/fisik seseorang secara umum. KIB merupakan bukti bahwa pasien telah mendaftar dan sudah tercatat sebagai pasien rumah sakit. Gelang Identifikasi Pasien Pasien di Rumah Sakit umumnya diberikan gelang identifikasi jika dirawat agar memudahkan proses identifikasi pasien. Data-data yang harus dimasukkan dalam rekam medis dibedakan untuk pasien yang diperiksa di unit rawat jalan dan rawat inap dan gawat darurat. IDENTIFIKASI PASIEN Identifikasi pasien dapat dilakukan melalui: 1. dan nomor rekam medis. Rekam Medis Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien. Kartu Identitas Berobat Pasien (KIB) Kartu Identitas Berobat Pasien (KIB) dapat berisi identitas pasien dan nomor rekam medis pasien. tanggal lahir. 2.

6. misalnya . 3. • Agama 1. dan tahun. Nama pasien sendiri dan nama harus lengkap (Bukan Nama Panggilan). 5.dengan mencatat nama jalan. Apabila dengan wawancara. tanggal. 2. kabupaten atau kota madya dan kode pos. kelurahan. Ny. kecamatan. dsb. Penulisan nama harus dengan huruf cetak atau kapital dan harus sesuai dengan EYD.• Nama 1. • Tempat/Tanggal lahir Dicatat selengkap mungkin dari tempat kelahiran. Nama marga ditulis dibelakang nama sendiri. dsb. 5. Ny. 3. dr. bulan. Saskia Bahtera... ditulis dengan nama sendiri baru diikuti nama suami. 4. ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam penulisan nama. penyebutan nama sebaiknya dengan dieja. 6. Gelar ditulis dibelakang nama. nomor rumah. Kawin . misalnya . Islam Kristen katolik Protestan Hindu Budha Lainnya • Status perkawinan 1. 2. SE. Bagi pasien wanita yang bersuami. Lia Nasution. 4. • Alamat Penulisan alamat sebaliknya ditulis alamat tinggal sekarang (sesuai KTP). Budi Kusuma. misalnya : Gunawan.

SIM dsb. 7. 4. Istri. 4. • • Belum/Tidak tamat SD SD SLTP SLTA Akademi S1 S2 S3 Suku bangsa Ditulis sesuai dengan sukunya Nama Keluarga Terdekat/ Nama Penanggung Jawab Pasien Tulislah nama dan alamat dengan lengkap serta hubungan keluarga dengan pasien (Orang Tua. 3. Identifikasi pasien pada saat pendaftaran dilakukan oleh petugas pendaftaran (Receptionist) untuk mengetahui status pasien. Pasport. Tanda tangan Mengadakan penggabungan antara pengenalan fisik dengan keterangan pribadi. dari penggabungan tersebut biasanya yang paling dapat dipercaya berupa : KTP. Anak. selain itu hal ini juga bertujuan untuk memudahkan petugas pendaftaran mengarahkan pelayanan yang akan dilakukan oleh pasien. 2. 6. Adik. dan seterusnya) • c. Ketika melakukan identifikasi pada saat pendaftaran. Suami.2. 3. • Belum/Tidak Kawin Duda Janda Pekerjaan Pekerjaan dan alamat tempat bekerja pasien ditulis lengkap dengan nomor telepon/HP. • Pendidikan 1. 8. . Hal ini berfungsi untuk mempermudah petugas pendaftaran dalam mencetak kartu Berobat pasien dan status pasien agar tidak tidak terjadi penggandaan. apakah pernah berobat sebelumnya apakah baru pertama kali berobat. 5.

Gelang warna merah : Untuk pasien dengan alergi obat d. Gelang warna biru : Untuk pasien berjenis kelamin perempuan : Untuk pasien berjenis kelamin laki-laki c. . dll.sebaiknya keterangan-keterangan dapat diminta langsung kepada pasien sendiri. Gelang berwarna ungu : Untuk pasien yang menolak pelayanan tindakan resusitasi (DNR) Pada saat pemasangan gelang hal yang perlu diperhatikan petugas adalah sebagai berikut : a. melepas. Pemberian darah / produk darah c. 2. Jelaskan manfaat gelang pasien. Gelang warna kuning : Untuk pasien dengan resiko jatuh e. Identifikasi Pasien Pada Saat Menjalani Pelayanan Rawat Inap Untuk mengidentifikasi pasien pada saat menjalani pelayanan rawat inap adalah dengan memperhatikan gelang pasien. Pemberian obat b. Jelaskan bahaya untuk pasien yang menolak. memberikan pengobatan tidak menkonfirmasi nama dan mengecek ke gelang. Gelang warna pink b. b. Identifikasi dengan menggunakan gelang pasien ini dilakukan pada saat : a. c. Pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis d. Sebelum memberikan pengobatan e. tetapi bila tidak mungkin dapat dimintakan keterangan kepada famili atau teman terdekat yang ada. Sebelum memberikan tindakan Identifikasi pada saat pasien menjalani pelayanan rawat inap dilakukan dengan menggunakan gelang pasien. Adapun pengkategorian gelang pasien tersebut adalah sebagai berikut : a. Minta pasien untuk mengingatkan petugas bila akan melakukan tindakan atau memberi obat. Kegiatan ini dilakukan oleh perawat dan petugas pelayanan penunjang medis. menutupi gelang.

Kemudian. maka dalam memperoleh data identifikasi pasien harus diperoleh data selengkap mungkin sehingga dalam proses pelayanan kesehatan selanjutnya akan berjalan dengan baik. Petugas harus teliti dalam mencatat data identitas pasien. 2. Pasien baru akan diterima di tempat pendaftaran dan akan diwawancarai oleh petugas pendaftaran. unit rekam medis sangat bertanggung jawab atas kelengkapan data identifikasi setiap pasien. sehingga perawat ruangan lain mengetahui indikasi – indikasi pasien tersebut. HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN DALAM MENERIMA PASIEN 1. sopan dalam menghadapi pasien. Sehingga jika ada penambahan gelang identitas pasien dari ruangan lain. 3. D. Petugas harus tenang. Untuk Pasien Baru a. seperti cara penulisan nama gelar dan sebagainya. LANGKAH-LANGKAH IDENTIFIKASI PASIEN Langkah-langkah dalam identifikasi pasien dapat dilakukan dengan: 1. Dalam hal identifikasi pasien.Gelang identitas pasien tersebut dibuat oleh petugas recepsionist dengan koordinasi dari setiap unit pelayanan medis dan penunjang medis. sehingga kemungkinan emosinya kadang tidak terkontrol dan kesan pertama pasien kepada rumah sakit terletak pada pelayanan di tempat penerimaan pasien (admission office). mendengarkan dengan penuh perhatian dan sabar menjelaskan hal-hal yang ditanyakan perlu diingat bahwa orang yang datang dirumah sakit adalah orang yang dalam kesusahan. maka perawat ruangan harus mengkonfirmasi kepada receptionist untuk membuatnya. penambahan gelang identitas pasien tersebut ditambahkan ke dalam medical record. ramah. C. . Harus ada petunjuk tertulis tentang tata cara pencatatan atau penulisan yang harus diikuti oleh semua petugas.

SIM. Pasport. Untuk Pasien Lama a. Kartu Identitas Berobat (KIB) akan dikembalikan kepada pasien. Pasien baru yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya akan diberikan gelang identifikasi dengan barcode untuk memudahkan identifikasi pasien selama proses pelayanan kesehatan. Apabila pasien tidak membawa Kartu Identitas Berobat (KIB). Pasport. SIM. alamat pasien) dan mencocokkan identitas tersebut dengan KTP. b. Berkas rekam medis pasien akan dikirimkan oleh petugas pendaftaran ke setiap unit pelayanan kesehatan yang dibutuhkan pasien. Data identitas pasien akan diperoleh oleh petugas pendaftaran akan dicatat pada form identitas pasien dan diinput ke komputer. c. f. 2. Setiap pasien baru yang telah memiliki nomor rekam medis yang telah dibuat oleh petugas pendaftaran akan memperoleh Kartu Identitas Berobat (KIB) yang harus dibawa pada setiap kunjungan berikutnya ke rumah sakit.b. maka petugas akan menanyakan kembali identitas pasien dan disesuaikan dengan KTP. Pasien lama adalah pasien yang sebelumnya pernah berobat ke rumah sakit baik pasien dengan perjanjian maupun atas kemauan sendiri akan dilayani secara berurut oleh petugas pendaftaran. Petugas akan meminta dan meneliti Kartu Identitas Berobat (KIB) pasien untuk mengambil dokumen rekam medisnya. tanggal lahir. ataupun lainnya milik pasien dan mencari nomor rekam medisnya dalam komputer. d. Petugas pendaftaran menanyakan identitas pasien (nama. e. f. Berkas rekam medis pasien akan dikirimkan oleh petugas pendaftaran ke setiap unit pelayanan kesehatan yang dibutuhkan pasien. e. ataupun lainnya milik pasien. d. c. Pasien lama yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya akan diberikan gelang identifikasi dengan barcode .

Dalam hal ini seluruh data pasien yang dapat menjadi sumber identifikasi seorang pasien. selengkap-lengkapnya dan dengan benar. Dalam mencatat data identitas pasien sebaiknya diusahakan sebanyakbanyaknya.untuk memudahkan identifikasi pasien selama proses pelayanan kesehatan BAB III DOKUMENTASI Identifikasi pasien dilakukan dan berkaitan dengan segala aktifitas lanjutan dari pelayanan yang ada di RS Royal Prima terhadap pasien. jika dalam mencari data pasien dapat diperoleh dengan selengkap mungkin dan benar serta dapat .

SPO Pemasangan Gelang Identifikasi Pasien (terlampir) f. Panduan Pemasangan Gelang Identifikasi Pasien d. Dokumen implementasi a.dipertanggung jawabkan maka dengan bukti-bukti itu kita dapat menetapkan jati diri seseorang dengan tepat. Dokumen yang berkaitan dengan identifikasi pasien adalah sebagai berikut: 1. Kebijakan RS dalam Mengidentifikasi Pasien b. Dokumen Regulasi a. Panduan Identifikasi Pasien c. SPO Assesment Risiko Jatuh (terlampir) h. SPO Pemberian Komponen Darah (terlampir) k. dengan terbitnya Buku Panduan Indentifikasi Pasien RS. Daftar Obat dengan efek kantuk (terlampir) 2. SPO Pengambilan Darah (terlampir) i. Royal Prima Medan ini maka segala pelayanan identifikasi pasien wajib berlandaskan buku panduan ini terhitung setelah ditandatangani oleh Direktur RS. Ditetapkan di : Medan Pada Tanggal : . SPO Pemasangan Gelang Pasien Jatuh (terlampir) g. Royal Prima Medan. SPO Identifikasi Risiko Keselamatan (terlampir) l. SPO Penerimaan Pasien (terlampir) e. Medical Record (terlampir) Demikian buku panduan ini dibuat untuk memberikan petunjuk dalam pelayanan identifikasi pasien. sehingga didalam pelayanan identifikasi pasien dapat berjalan baik dan sesuai standart yang telah ditetapkan oleh undang-undang kesehatan yang berlaku. SPO Pengambilan Spesimen Lain (terlampir) j.

MAR S .Direktur RS Royal Prima Medan Dr. Deli Theo. SpPk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful