TUGAS PENGANTAR INDUSTRI PETRO DAN OLEO KIMIA

KATALTIK REFORMING Oleh ALI THAMRIN ( 0607120480 ) MUHAMMAD RIFAI ( 0607131303 )
oleho iiiiii

Jurusan Teknik Kimia S1 Fakultas Teknik Universitas Riau Pekanbaru 2008
tugas pengantar industri petro dan oleo kimia

1

Dehirogenasi Naftan ( Alkali siklo heksan) menjadi aromatik. b. tergantung dari apa yang digunakan dalam penyempurnaan atau untuk petrokimia. Reaksi yang Terlibat Untuk mendapatkan bilangan oktan yang tinggi dari pencampuranpencampuran hidrokarbon. Dehidrosiklisasi Parafin dan isoparafin menjadi aromatik. Pada awalnya prosesnya menitik beratkan pada regulasi pencemaran dan perpindahan parsial dari gasolin. tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 2 . optimasi dari produksi benzen. pertumbuhan untuk daya yang lebih tinggi dari gasolin. yang lebih cepat dari benzen. mereka menggunakan reformer operasi yang lebih tinggi. yang mana dengan ekstensif dijelaskan dalam spesialisasi kerja. konversi diperoleh dari reaksi masuk.KATALITIK REFORMING Katalitik reforming awalnya dibuat dalam dua cara yang berbeda. tetapi dengan stabillitas operasi yang besar dan mengubah yield gasolin. Penambahan isomerisasi dari parafin menjadi isoparafin dan alkil siklo heksan. Sehingga. dalam petrokimia. Dengan meningkatnya keperluan energi maka pabrik-pabrik akan mencoba lagi mengembangkan proses yang lebih spesifik. Karakteristik fisika-kimia reforming A. toluen dan xilen dalam industri kimia. berhunbungan dengan kondisi operasi. katalitik reforming yang penting adalah proses penyempurnaan. Dalam penyempurnaan. aromatik dihasilkan dari reaksi : a. dan juga karena kebutuhan energi yang semlkin meningkat dari peroleum cuts. toluen dan xilen (BTX) aromatik digunakan reaktor temperatur tinggi. dengan kata lain peningkatan dalam kandungan aromatik dan perubahan-perubahan lain. kekentalan. I. Perbedaan ini. Di sini kita hanya menjelaskan aspek-aspek utama dan spesifik bentuk aplikasi untuk memproduksi stok umpan petrokimia. dan karena keperluan untuk meningkatkan bilangan oktan.

1). Demetanasi. Hidrocracking parafin dan naftan. tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 3 .Angka dari reaksi juga diperoleh. formasi kokas. Dapat menguap dengan tekanan tinggi dan tekanan lebih rendah. Dehidrosiklisasi parafin lebih endotermik dan eksentropik dari pada dehidrogenasi (∆H = 250 Kj / mol). Ini sangat penting jika kondisi operasi dinaikkan ( temperatur ditingkatkan pada tekanan rendah ). Laju raksi menurun dengan meningkatnya jumlah atom karbon dalam umpan. b. b. B. Angka yang paling adalah : a. tetapi substansinya lebih tinggi daripada reaksi yang lain yang meningkat karena jumlah atom karbon. c. dehidrogenasi naftan menjadi aromatik adalah reaksi endotermik yang tinggi (∆H =210kj/mol) dan eksotropik. sehingga dehirosiklisasi lebih lambat daripada dehidrogenasi dan tidak menurunkan laju reaksi. Ini menguap dengan kenaikan temperatur dan tekanan rendah. Reaksinya sedikit isotermik (∆H = 10 – 12 Kj / mol ) sangat cepat pada kondisi operasi biasa. Isomerisasi dari n-parafin menjadi isoparafin dan dari alkil silklo pentana menjadi alkil siklo heksana. Bagaimanapun perbandingan kinetik diantara desired dan side reaksi memberikan kenaikan untuk pemilihan kondisi operasi yang sepesifik untuk memperoleh konversi: a. Kesetimbangan termodinamika dari isomerisasi konstant dari reaksi masuk. jadi operasi pada suhu kira-kira 300oC. c. Oleh karena itu tidak berpengaruh terhadap temperatur dan tekanan. Temodinamika Dan Kinetika Reaksi Stabilitas aromatik dalam perbandingan dengan hidrokarbon lain dapat ditingkatkan dengan menaikan temperatur ( fig 2. tetapi berpengaruh terhadap bentuk aromatik dari dehidrosiklisasi.

. konversi menjadi sangat penting dibandingkan isomerisasi dan hidrogenasi. Aktivitas Katalis Reaksi A. hidrocracking meninngkat dengan cepat dengan kenaikan konsentrasi aromatik. Hidrocracking memiliki termodinamika yang kompleks dalam kondisi operasi yang biasa tetapi laju reaksi lambat.d.. Tipe-tipe katalis tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 4 . operasi memerlukan tekanan parsial yang tinggi dan hidrogen.1 perhitungan termodinamika Dalam teori. toluen +4H2. Kokas diperkecil dengan mempertahankan tekanan hidrogen yang dimasukkan ke reaksi pada hidrocracking. pada reaksi pemecahan atau pembentukan kokas merupakan excess... sehingga reaksi akan aromatik-aromatik yang memiliki selektivitas aktiv... Pada temperature tinggi..1 x 106 Pa dan temperatur tidak melebihi 3500C. benzen +3H2.. II.40 Kj / mol ). Kisetimbangan T (oC) untuk konversi 90% 0. benzen + 4H2. Pada menghasilkan kasus ini selektivitas operasi diperkecil. Pembentukan kokas merupakan suatu yang paling menggangu reaksi karena kokas menurunkan aktivitas katalis yang digunakan.5x106 pa 5x106 pa 294 315 354 248 305 355 391 487 320 428 355 492 562 356 496 487 540 623 385 550 tabel... Hidrocracking adalah reaksi isotermis (∆H = . toluen +3H2.. yang menguap dengan temperatur tinggi dan tekanan rendah. Pembentukan kokas dihasilkan dari intensif cracking hidrokarbon. e. kondisi vapor terjadi pada tekanan 0. Dengan kata lain. Pertimbangan ini diilustrasikan dengan perhitungan termodinamika beberapa hasilnya diberikan pada tabel.1 Reaksi Cyaloheksan metalicloropentan n-heksan n-heptane metalicloroheksan benzen + H2.1x106 pa 1x106 pa 2.

Katalis yang terdiri dari logam yang baik.2 – 0. Oksida dan sulfida awalnya digunkan karena tidak berpengaruh terhadap senyawa-senyawa sulfur dalam stock umpan. 2. untuk memulai menggunakan rhenium membantu untuk setabilitas performance yang basar terhadap waktu. b. dengan luas permukaan spesifik 200 m2/gr atau membulat pada sistem generatif. atau kombinasi dari keduanya yang menghasilakn produk dalam bentuk Extradates diameternya kira-kira 1. Ini berarti sistem katallis digunkan multi fungsi dan secara teori reaksinya adalah sebagai berikut : a. terdiri dari senyawasenyawa halogen seperti klorida. Fungsi hirogenasi / dehidrogenasi dilengkapi dengan penggunaaan logam. rasio hidrogen rendah dan temperatur tinggi). tetapi menurunkan selektiviatas. Logam yang baik seperti platinum dengan batas 0. Pengasaman harus dikontrol dengan hidrocracking modern. Mo. Katalis yang paling baik digunakan adalah katalis dari logam dibandingkan dari senyawa oksida dan sulfida. Support biasnya terdiri dari γ Aluminium. Katalis yang terdiri dari oksida-oksida dan sulfida seperti Cr.Reaksi-reaksi dengan katalis akan lebih untuk menguapkan isomerisasi dan siklisasi lebih baik dari dehidrogenasi.5 mm. dengan tau tanpa penambahan senyawa-senyawa halogen. dengan isomerisasi uap dan reaksi siklisasi untuk macam-macam reaksi. Ada dua tipe katalis yang sering digunakan : 1.8 % berat. flourida. dan W. b. tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 5 . elemen ini harus aktiv dan stabil pada reaksi-reaksi panas ( ≈≈ 500 0C ) dan harus diawasi untuk mencegah tau memeperkecil demetanisasi reaksi. Katalis BI “ dan multi metalik telah saat ini banyak digunakan untuk: a. katalis ini menunjukkan karakteristik sebagai berikut : a. Fungsi asam dilengkapi dengan support. biasanya platinum murni atau dikombinasikan dengan substan logam lainnya. untuk sistem konvensional. Hasil kemungkinan lebih banyak dalam operasi yang lebih tinggi (tekanan rendah. dilanjutkan dengan membiarkan pembentukan kokas.

Pembentukan deposit kokas selama perlakuan yang berubah dari regenerasi.b. bisa digunakan dalam dalam Bi atau kombinasi multimetalik ( Re. digunakan oksigen yang diperoleh dari 2-15 % volum. Hukum dari penambahan ini. Berikutnya menggunakan bermacam-macam prometer lain yang juga dihasilkan dalam selektifitas instrinsik yang lebih baik(rasio n-heptan aromatisasi dan laju craking) Perubahan ini diturunkan dalam aktivitas .14 % berat katalis tergantung dari kondisi dan tipe reaktor. dan lain-lain ) yang susah dipahami. dan meningkatkan hidrogen atau ratio hidrokarbon dalam reaktor. Regenerasi dengan pembakaran dicapai perlahan-lahan di bawah suhu 500 0C. Ru. Ir. dan dan dalam polisiklik hidrokarbon dan molekul-molekul panjang. membantu untuk menambah bagain platinum dalam bagian dispersi yang tepat. kenaikan tekanan. Menggunakan kokas berakibat mengurangi atau memperkecil tegangan permukaan dari katalis karena besarnya konversi. Pembentukan kokas juga tergantung dari tipe stock umpan. operasi harus dihentikan untuk regenerasi. temperatur harus ditingkatkan. Setelah nitrogen menyebar. Ge. dan untuk menyesuaikan karakter asam dari support. Uu. Ketika temperatur maksimum telah dicapai oleh katalis. Jumlah kokas berkisar antara 1. offset dari kenaikan temperatur dengan perbandingan stabilitas dan hasil ( yield ) yang tinggi. Ag. tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 6 . 1. Kokas yang dihasilkan kecil. b. B.2 % berat. Aktivitas katalis Aktivitas katalis berkurang karena dua faktor yaitu : a. Penunjukkan dalam stock umpan dari racun-racun yanng merubah praperlakuan. maksimum 0. Ini menunjukkan perbandingan dari katalis metalik terhadap pembentukan alloy atau sekelompok polimetalik. Untuk mengembalikan keadaan ini. Pembentukan kokas Pembentukan kokas tidak menjadi senyawa olefin dan diolefin dipengaruhi oleh temperatur rendah. untuk menghindari hot spot yang merugkan dalam sistem katalis.

Operasi ini lebih baik dengan multikatalis. 2. masing-masing impuriti sebelum dan sesudah treatment stock umpan d.4 % berat H2S dalam stock umpan. Ini membuat proses pemurnian stock umpan diperlukan. sementara di eksploitasi dengan katalis baru. Sulfur dan senyawa-senyawa sulfur membentuk H2S. sebagai contoh maksimum hasil ynag diperoleh dari masing-masing impuriti sebelum dan sesudah treatment stock umpan diberikan dalam tabel 2. dimana perubahan additives ( penambahan ) dari sublimasi atau penghancuran dapat dicegah.2-0. tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 7 . dan air raksa. : impurity Arsenic Lead Copper Nitrogen Water (pbb) (pbb) (pbb) (ppm) (ppm) conten Before pretreatmen After pretreatmen 50 20 50 50 2 2 30 20 20 1 0. Racun. yang menghalangi hidrogenasi / fungsi dehidrogenasi dari sistem katalis dengan adsorpsi pada platinum.racun katalis Katalis platinum angat sensitiv terhadap racun. nitrogen. disebabkan oleh : b. untuk mecegah pembentukan kokas yang tidak sempurna. c. lead. dan golongan halogen. yang aktivitas excessnya dibatasi oleh pemasukan 0. Reversibel terhadap beleranng. air.1 4 Organic chlorine (ppm) Sulfur (ppm) 200-1000 10-5 tabel 2. Sistem Bi metalik lebih sensitiv daripada platinum sendiri untuk menimbulkan racun dalam stock umpan ( terutama sulfur). tembaga. permanen terhadap logam : Arsenik.

05 ppm saat pemasukan reaktor).001 ppm. selektifitas terhadap racun-racun permanen adalah sama untuk tipe-tipe untuk katalis yang berbeda(AS<0. Kandungan air yang optimal dalam recycle gas harus pada lie antara 5 dan 60 ppm. Cu atau Hg <0. Setelah itu dibawa ke seperator drum pada bagian atas. tapi beberapa katalias dapat beroperasi lebih dari 5 ppm. biasanya dengan hidrosulfurisasi dari stok umpan. Prossesnya dapat dilihat pada Fig 1 tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 8 . f.Semi-regenerative units Treatment ini secara in-situ selama periode shutdown tiap 6 bulan sampai 1 tahun Umpan dimsukan kedalam tungku perapian. III. Industri Katalytic Reforming 1. kemudian diumpankan kedalam sebuah reaktor. Perlakuan awal adalah bentuk utama untuk menggantikan senyawa sulfur. Air dalam excess karena halogen stripping dan menurun dalam isomerisasi dan aktivitas cracking dari katalis.Spesifikasi yang diharapkan normalnya kecil dari 3 ppm. ini berlangsung secara kontinu sampai melibatkan 3 tungku perapian dan 3 reaktor. Berdasarkan tipe katalis yang digunakan perbandingan dapat diatur dengan penambahan air atau halogen-halogen (sebagai contoh dalam CCl4) dibatasi dengan masing-masing kejadian spesifik. Nitrogen dan turunannya dihasilkan dari produksi amonia. e. bb . d. Sangat sedikit air dalam pembentukan metana. yang menghalangi fungfsi katalis asam. tergantung dari stabilisasinya untuk memisahkan bentuk H2S oprasi ini menguntungkan terhadap perubahan secara si multan terhadap kotoran lain. bagian yang tidak diinginkan di recycle ke pretreatement sedangkan H 2 yang berlebih disahkan sebelum masuk ke proses pretreatement. Dan hasil yang dinginkan dipompakan ke stabilzation colum sampai diperoleh stabilzed reformate. Air dan senyawa halogen.

Fig 1 Semi-regenerative units 2. Bahan baku diumpankan ke bagian pertama furmace. tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 9 .regenerative process by UOP process Prinsip teknologi yang regenerative dikenal dengan UOP dan IFP Di dalam proses UOP. namun yang membedakannya hanya pada penggunaan reaktor swing yang ditambahkan pada 3. hasil dari furmace bagian pertama kemudian dibawa ke reaktor 1.keluaran dari reaktor ini diumpankan ke furnace bagian 2 begitu seterusnya sampai keluaran furnace 4 diproses ke reaktor 4. Ada 2 prinsip proses yang bisa digunakan : a).Regenerative processes Proses ini merupakan pengembangan berupa sistem katalis multi logam.Proses ini hampir sama substansialnya dengan proses ini. untuk lebih lengkapnya dapat dilhat pada Fig 2. terdiri dari empat radial-flow reaktor yang berurut. Semi-regenerative units. keluaran dari reaktor 4 diproses lebih lajut sapai diperoleh stabilization.Cyclic regenerative units Dengan menggunakan ‘reaktor swing’ tambahan untuk tempat regenerasi.

3) hampir sama dengan proses regenerative process by UOP process yang memiliki empat reaktor terpisah dan dengan jenis aliran intermediate/antara feedstock melalui suatu furnace baru diumpankan ke reaktor pertama. Fig 3 Regenerative reforming process by IFP process tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 10 .Fig 2 regenerative process by UOP process b).Regenerative reforming process by IFP process IFP proses ( Fig. Seperti pada Fig 3. ke 2 dan seterusnya sampai diperoleh effluent.

5 510 to 540 4 to 5 Regenerative processes 1 510 to 540 3 to 4 tugas pengantar industri petro dan oleo kimia 11 . 1 to 4 3.Adapun perbedaan masing-masing proses dapat dilihat pada table berikut : Process Semi-regenerative units Pressure ( 106 Pa) Temperature (oC )at start and end of run H2/hydrocarbon mole ratio in feedstock LHSV ( h-1 ) IV.7 to 4 480 to 550 3 to 10 Cyclic regenerative units 1.5 to 4 0. nitrogen and metals.5 to 2. Pretreatment process Proses ini berfungsi menghilangkan substan-substan yang dapat mengurangi kinerja dari katalis seperti sulfur.5 to 4 1.