P. 1
DBD TEORI

DBD TEORI

|Views: 96|Likes:
kajian karya tulis ilmiah
kajian karya tulis ilmiah

More info:

Categories:Topics
Published by: Erfan Zitni Amrulloh on Aug 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Sikap 2.1.1 Pengertian Sikap Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi sikap tidak dapat langsung dapat dilihat tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu melalui perilaku tertutup. Newcomb, salah seorang ahli psikologi mengatakan bahwa sikap itu merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksana motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka. Sikap juga dapat dikatakan sebagai kesiapan untuk bereaksi terhadap objek dilingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek (Notoatmodjo, 2007). Sikap berasal dari pengalaman atau dari orang dekat dengan kita. Mereka dapat mengakrabkan diri kepada sesuatu atau menyebabkan kita menolaknya. Sikap berfungsi menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan, mengatur tingkah laku seseorang, mengatur perlakuan dan pernyataan kepribadian seseorang (Notoatmodjo 2007). Menurut Thurstone 1928 dan Likert 1932 (dalam Azwar 2011) sikap adalah suatu bentuk evaluasi, reaksi perasaan yang mendukung,

6

7

memihak maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak pada objek tersebut. Sedangkan Menurut Secord & Backman 1964 (dalam Azwar 2011) sikap sebagai keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi), dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya. Sikap adalah kondisi mental yang kompleks yang melibatkan keyakinan dan perasaan, serta disposisi untuk bertindak dengan cara tertentu (Ramdhani, 2008). Sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan, yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua obyek dan situasi yang berkaitan dengannya. Sikap itu dinamis/tidak statis (Widayatun, 2009). Diagram di bawah ini dapat lebih menjelaskan uraian tersebut.

Stimulus rangsangan

Proses stimulus

Reaksi tingkah laku (terbuka)

Sikap (tertutup)

Gambar 2.1 Proses terbentuknya sikap dan reaksi Sumber : Notoadmojo,(2007)

8

2.1.2 Komponen Pokok Sikap Menurut Allport 1954 (dalam Notoadmojo, 2007), menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokok yaitu : 1. Kepercayaan (keyakinan), ide dan konsep terhadap suatu obyek. 2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu obyek. 3. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave). Ketiga komponen itu secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). Dalam penentuan sikap yang utuh ini, pengetahuan, berfikir, keyakinan, dan emosi memegang peranan penting. Suatu contoh misalnya, seorang ibu telah mendengar tentang penyakit polio (penyebabnya, akibatnya, pencegahannya, dan

sebagainya). Pengetahuan ini akan membawa ibu untuk berpikir dan berusaha supaya anaknya tidak terkena polio. Dalam berpikir ini komponen emosi dan keyakinan ikut bekerja sehingga ibu tersebut berniat mengimunisasikan anaknya untuk mencegah supaya anaknya tidak terkena polio. Ibu ini mempunyai sikap tertentu terhadap objek yang berupa penyakit polio. Azwar (2011) menyatakan bahwa sikap memiliki 3 komponen yaitu: 1. Komponen kognitif Komponen kognitif merupakan komponen yang berisi

kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap.

Namun.9 2. 2011). 1975 h. dan objek sikap lainnya). kelompok sosial. Afek Respon syaraf simpatik Pernyataan lisan tentang afek Stimuli (individu. Sikap kognisi Respon perseptual Pernyataan lisan tentang keyakinan Perilaku Tindakan yang tampak Pernyataan lisan mengenai perilaku Gambar 2. Secara umum. pengertian perasaan pribadi seringkali sangat berbeda perwujudannya bila dikaitkan dengan sikap. 340) Sumber : (Azwar. Komponen perilaku Komponen perilaku atau komponen konatif dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya. 3. komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu.2 konsepsi Skematik Rosenberg & Hovland mengenai sikap (diadaptasi dari Fishbein & Ajzen. situasi. Komponen afektif Komponen afektif merupakan komponen yang menyangkut masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu objek sikap. isyu sosial. .

3. Menghargai (valuing) Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah. . Bertanggung jawab (responsible) Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko (Notoatmodjo. dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. 4. adalah berarti orang menerima ide tersebut. Karena dengan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan. 2007). Misalnya sikap orang terhadap intervensi keperawatan dapat dilihat dari kesediaan dan perhatian orang itu terhadap ceramah–ceramah tentang intervensi keperawatan atau dengan kata lain orang atau subjek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (objek). diantaranya adalah : 1. Menerima (receiving) Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau menerima dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek). 2. Merespon (responding) Memberikan jawaban apabila ditanya. lepas pekerjaan itu benar atau salah.1. tingkatan sikap terbagi menjadi 4 bagian utama.3 Tingkatan Sikap Menurut Notoatmodjo (2007). mengerjakan.10 2.

Kadang-kadang kepercayaan itu terbentuk justru dikarenakan kurang atau tidak adanya informasi . komponen afektif (afektif). dan kebutuhan emosional kita sendiri merupakan determinan utama dalam terbentuknya kepercayaan.1.4 Struktur dan Pembentukan Sikap Menurut Azwar (2011). dan komponen konatif (conative). Berdasarkan apa yang telah kita lihat. apa yang diceritakan orang lain. Pengalaman pribadi. Komponen Kognitif Komponen kognitif merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap. Mann 1969 (dalam Azwar 2011) menjelaskan bahwa komponen kognitif berisi persepsi. 1. Kepercayaan datang dari apa yang telah kita lihat atau apa yang telah kita ketahui. kepercayaan dan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu. kepercayaan dapat terus berkembang. Pengalaman pribadi yang digeneralisasikan ini lalu terbentuk stereotype.11 2. sikap terdiri atas tiga komponen yang saling menunjang yaitu komponen kognitif (cognitive). Kepercayaan sebagai komponen kognitif tidak selalu akurat. kemudian terbentuk suatu ide atau gagasan mengenai sifat atau karakteristik umum suatu obyek. Sikap yang didasari pola stereotype sangat sulit menerima perubahan.

yang turut mempengaruhi pola perilaku masing-masing individu sebagai anggota masyarakat. Secara umum. selaras dengan kepercayaan dan perasaan ini membentuk sikap individual. Komponen Konatif/perilaku Komponen konatif dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan perilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapinya. Komponen Afektif Komponen afektif merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional. Individu bereaksi membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai obyek psikologis yang dihadapi. Sikap sosial terbentuk dari adanya interaksi sosial yang dialami Oleh individu. reaksi emosional yang merupakan komponen afektif ini banyak dipengaruhi oleh kepercayaan atau apa yang kita percayai sebagai suatu yang benar dan berlaku bagi obyek yang termaksud. Pada umumnya. Karena itu logis untuk mengharapkan bahwa sikap seseorang akan dicerminkan dalam bentuk tendensi perilaku terhadap obyek. Kecenderungan berperilaku secara konsisten. komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu.12 2. . Dalam interaksi sosial terjadi hubungan saling mempengaruhi diantara individu yang satu dengan yang lain. 3. terjadi hubungan timbal balik.

teman kerja. dan lain-lain. serta faktor emosi dalam diri individu. Pengalaman pribadi Middlebrook (dalam Azwar. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut. cenderung akan membentuk sikap negatif terhadap objek tersebut.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap Azwar (2011). Sikap akan lebih mudah terbentuk jika yang dialami seseorang terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor emosional.1. individu cenderung untuk memiliki sikap yang konformis atau searah dengan sikap orang yang dianggapnya penting.13 2. media massa. Situasi yang melibatkan emosi akan menghasilkan pengalaman yang lebih mendalam dan lebih lama membekas. teman sebaya. 1. institusi atau lembaga pendidikan dan lembaga agama. teman dekat. Diantara orang yang biasanya dianggap penting bagi individu adalah orang tua. Pengaruh orang lain yang dianggap penting Pada umumnya. orang lain yang dianggap penting. kebudayaan. . 2. menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah pengalaman pribadi. guru. orang yang status sosialnya lebih tinggi. 2011) mengatakan bahwa tidak adanya pengalaman yang dimiliki oleh seseorang dengan suatu objek psikologis. isteri atau suami.

Media massa memberikan pesan-pesan yang sugestif yang mengarahkan opini seseorang. Kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap individu terhadap berbagai masalah. garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kepribadian merupakan pola perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah penguat (reinforcement) yang kita alami (Hergenhan 1982 dalam Azwar. 4. pesan-pesan sugestif akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu. 2011). Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai sesuatu sistem mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. 5. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. majalah dan lain-lain mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan individu. Pemahaman akan baik dan buruk. surat kabar. Media Massa Berbagai bentuk media massa seperti televisi. Jika cukup kuat. radio. Konsep . diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaran-ajarannya.14 3. seperti yang dikutip Azwar sangat menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk pribadi seseorang. Kebudayaan memberikan corak pengalaman bagi individu dalam suatu masyarakat. Pengaruh Kebudayaan Burrhus Frederic Skinner.

Dalam hal seperti itu. Faktor internal Faktor ini berasal dari dalam diri individu. yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustrasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Dalam hal ini individu menerima. Sikap demikian dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu begitu frustrasi telah hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan bertahan lama. pada umumnya orang akan mencari informasi lain untuk memperkuat posisi sikapnya atau mungkin juga orang tersebut tidak mengambil sikap memihak.15 moral dan ajaran agama sangat menetukan sistem kepercayaan sehingga tidaklah mengherankan kalau pada gilirannya kemudian konsep tersebut ikut berperan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal. dan memilih segala sesuatu yang datang dari luar. Menurut Bimo Walgito 2001 (dalam Sunaryo. 6. serta menentukan mana yang akan diterima dan mana yang tidak. mengolah. Apabila terdapat sesuatu hal yang bersifat kontroversial. ajaran moral yang diperoleh dari lembaga pendidikan atau lembaga agama sering kali menjadi determinan tunggal yang menentukan sikap. 2004) pembentukan dan perubahan sikap akan ditentukan oleh dua faktor. . Faktor Emosional Suatu bentuk sikap terkadang didasari oleh emosi. yaitu : 1.

4. seperti Gerungan (1996). Sikap tidak berdiri sendiri. Sarlito Wirawan Sarwono (2000).16 2. Sikap dapat tertuju pada satu objek ataupun dapat tertuju pada sekumpulan atau banyak objek. 5. 3. misalnya individu dengan individu. berupa stimulus untuk membentuk dan mengubah sikap. Sikap dapat berubah-ubah dalam situasi yang memenuhi syarat untuk itu sehingga dapat dipelajari. 2. seperti : alat komunikasi dan media masa baik elektronik maupun nonelektronik.1. Abu Ahmadi (1999). . tetapi dipelajari (learnabilitiy) dan dibentuk berdasarkan pengalaman dan latihan sepanjang perkembangan individu dalam berhubungan dengan objek. Stimulus tersebut dapat bersifat langsung. individu dengan kelompok. Bimo Walgito (2001) dalam Sunaryo (2004) pada intinya sama yaitu: 1. 2. Sikap tidak dibawa sejak lahir. yaitu melalui perantara. Sikap dapat berlangsung lama atau sebentar. Faktor eksternal Faktor ini berasal dari luar individu. Dapat juga bersifat tak langsung.6 Ciri-ciri Sikap Ciri-ciri sikap sebagaimana dikemukakan oleh para ahli. tetapi selalu berhubungan dengan objek sikap.

menyetujui.7 Pembagian Sikap secara garis besar. menerima. serta melaksanakan norma-norma yang berlaku dimana individu itu berbeda. Sikap mempunyai arah. 2. masalah pengukuran sikap akan mendapat perhatian khusus dalam pembahasan kita. Sikap mengandung faktor perasaan dan motivasi sehingga membedakan dengan pengetahuan. artinya sikap terpilah pada dua arah kesetujuan yaitu apakah setuju atau tidak setuju. (Niven. Sikap positif Sikap yang menunjukkan atau mempertahankan.1.8 Pengukuran Sikap Salah satu aspek yang sangat penting guna memahami sikap dan perilaku manusia adalah masalah pengungkapan (assessment) atau pengukuran (measurement) sikap. 2. sikap dapat dibedakan menjadi 2: 1. apakah memihak atau tidak memihak terhadap sesuatu atau seseorang sebagai objek. 2002 dalam Putra. Beberapa karakteriktik dan dimensi sikap yaitu : 1.17 6. Oleh karena itu. mengakui. apakah mendukung atau tidak mendukung. 2009). Orang . memperlihatkan penolakan atau tidak menyetujui terhadap norma-norma yang berlaku dimana individu itu berada.1. 2. Sikap negatif Sikap yang menunjukkan.

yaitu menyangkut sejauh mana kesiapan individu untuk menyatakan sikapnya secara spontan.18 yang setuju. pengungkapan langsung. sikap harus bertahan dalam diri individu untuk waktu yang relatif panjang. mendukung atau memihak terhadap sustu objek sikap berarti memiliki sikap yang arahnya positif sebaliknya mereka yang tidak setuju atau tidak mendukung dikatakan sebagai memiliki sikap yang arahnya negatif. 2. 4. artinya kedalaman atau kekuatan sikap terhadap sesuatu belum tentu sama walaupun arahnya mungkin tidak berbeda. Sikap memiliki intensitas. penanyaan langsung. 5. 1980 (dalam Azwar. Sikap juga memiliki konsistensi. 2011). maksudnya kesetujuan atau ketidak setujuan terhadap suatu objek sikap dapat mengenai hanya aspek yang sedikit dan sangat spesifik akan tetapi dapat pula mencakup banyak sekali aspek yang ada pada objek sikap. Berikut adalah uraian mengenai beberapa diantara banyak metode pengungkapan sikap yang secara historik telah dilakukan orang yaitu observasi perilaku. Konsistensi sikap diperlihatkan oleh kesesuaian sikap antar waktu. . Sax . Karakteristik sikap yang terakhir adalah spontanitasnya. 3. maksudnya adalah kesesuaian antara pernyataan sikap yang dikemukakan dengan responnya terhadap objek sikap termaksud. Untuk dapat konsisten. Sikap juga memiliki keluasan.

b. sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono. Berbagai skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi. pendapat.9 Tipe Skala pengukuran sikap Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur. 2010). Dalam penelitian. Kadang-kadang . yang dapat berupa kata-kata antara lain: a. maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel.19 2. dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. pendidikan dan sosial antara lain adalah : 1. fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti. yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Sangat setuju Setuju Ragu-ragu a. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Dengan skala likert. Skala Likert Skala likert digunakan untuk mengukur sikap. c.1. Selalu b. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pernyataan. Sering c.

Sangat Setuju/selalu/sangat positif diberi skor = 5 . Tidak pernah a. yaitu T = 50 + 10 { Keterangan: X : skor responden pada skala sikap yang hendak dirubah menjadi skor T ̅ = Mean skor kelompok s = deviasi standar kelompok ̅ } Untuk mengetahui sikap relatif lebih positif bila nilai T > mean T sedangakan pada sikap relatif negatif bila T ≤ mean T. Untuk keperluan analisis kuantitatif. sikap negatif jika T skor ≤ 50 (Azwar 2011). yaitu sikap positif jika T skor > 50. Sangat posotif Positif Negatif Sangat negatif a. misalnya : 1. Tidak setuju Sangat tidak setuju d. Salah satu skor standar yang biasanya digunakan dalam skala model likert adalh skor T. Sangat tidak baik Tingkatan sikap dinilai dari hasil jawaban kuesioner dengan model skala likert yang dikategorikan menjadi sikap positif dan negatif. Agar perbandingan itu mempunyai arti haruslah dinyatakan dalam satuan deviasi standar kelompok itu sendiri yang berarti harus merubah skor individual menjadi skor standar. e. b. c.20 d. Sangat baik b. Tidak baik d. d. maka jawaban itu dapat diberi skor. Baik c.

tetapi tersusun dalam satu garis kontinu yang jawaban “sangat positifnya” terletak di bagian kanan garis. dan jawaban “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis. . maka pada Skala Guttman hanya ada dua interval yaitu „setuju‟ atau „tidak setuju‟. diantaranya : „ya‟ dan „tidak‟.2. dari kata „sangat setuju‟ sampai „sangat tidak setuju‟. Skala Guttman Skala pengukuran dengan tipe ini akan didapatkan jawaban yang tegas.21 2. Semantic Differential Skala pengukuran yang berbentuk Semantic Differensial dikembangkan oleh Osgood. Data yang diperoleh adalah data interval. 3. Setuju/sering/postif diberi skor Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi skor = = 4 3 Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif diberi skor = 2 Sangat tidak setuju/tidakpernah/diberi skor = 1 2.3. dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang. Penelitian menggunakan Skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.5 interval. 5. „benar-salah‟. 4. Jadi. 3. atau sebaliknya.4. Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap. dan lainlain. kalau pada Skala Likert terdapat 1. hanya bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikotomi (dua alternatif).

2 Struktur Keluarga Efendi. Nasrul (1998) Struktur keluarga terdiri dari bermacam macam.22 4. Rating Scale Dari ke tiga skala pengukuran seperti yang telah dikemukakan.2 Konsep Dasar Keluarga 2. Zaidin (2009).2. data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Nasrul (1998) mengatakan keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah. 2.2. hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan. mengatakan bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdari atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. 2. Tetapi dengan Rating Scale.1 Definisi Keluarga Menurut Departemen Kesehatan RI (1988) yang di kutip oleh Ali. Menurut Salvicion G Bailon dan Aracelis Maglaya (1989) dalam Efendi. diantaranya adalah: . data yang diperoleh semuanya adalah data kualitatif yang kemudian dikuantitatifkan.

2. 2. 4.3 Ciri Ciri Struktur Keluarga Menurut Anderson Carter dalam Efendi. Patrilokal : adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami. Terorganisasi : saling berhubungan. Ada keterbatasan :setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing masing. 2. Matrilokal : adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri. 3. Nasrul (1998) sebagai berikut: 1. 2.23 1. saling ketergantungan antara anggota keluarga. Ada perbedaan dan kekhususan: Setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing masing . 5. dimana hubungan ini disusun melalui jalur garis ayah. Matrilineal : adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu. Keluarga kawinan : adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri. Patrilineal : adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi. 3.

Three generation family. 2. 7. yang masing masing pernah menikah dan membawa anak hasil perkawinan terdahulu.2.5 Pemegang Kekuasan dalam Keluarga . Keluarga yang terdiri dari sapasang suami istri paruh baya. Bentuk keluarga yang hanya terdiri dari satu orang dewasa yang hidup dalam rumahnya. 6.4 Tipe Keluarga Menurut Friedman dalam Ali. Nuclear dyed.24 2. Terdiri dari orang tua dan anak yang masih menjadi tanggungannya dan tinggal dalam satu rumah. Keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri tanpa anak. Keluarga yang terdiri dari tiga generasi. yaitu kakek. 4. Single perent family. 5. Blended family. 2. Satu keluarga yang dikepalai oleh satu kepala dan hidup bersama anak-anak yang masih bergantung kepadanya. Middel age atau elderly couple. Single adult living alone. Zaidin (2009) membagi tipe keluarga sebagai berikut 1. ibu. Suatu keluarga yang terbentuk dari perkawinan pasangan. bapak. dan anak dalam satu rumah. terpisah dari sanak keluarga lainnya. 8. Keluarga Inti (Nuclear family). nenek. Satu keluarga yang terdiri dari satu atau dua keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah dan saling menunjang satu sama lain 3. tinggal dalam satu rumah yang sama.2. Keluarga Besar (Extended family).

2. 2. yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ibu. b. sebagai kepala keluarga. sifat. sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Peranan Ayah: Ayah sebagai suami dari istri dan anak anak. 3.6 Peranan Keluarga. kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. pelindung dan sebagai . sebagai pengasuh dan pendidik anak anaknya. yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ayah. Patriakal. pelindung.(1998) adalah: Effendi. 1. dan pemberi rasa aman. berperan sebagai pencari nafkah. yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu. Effendi. pendidik. Nasrul (1998): Peranan keluarga mengambarkan seperangkat prilaku interpersonal. dan masyarakat. Matriakal.25 Pemegang Kekuasan dalam Keluarga menurut Nasrul. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola prilaku dari keluarga. Equalitarian. Peranan Ibu : sebagai istri dan ibu dari anak anaknya. Berbagai peranan yang terdapat didalam keluarga adalah sebagai berikut: a. 2. ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga. kelompok.

Fungsi Ekonomi . Peranan Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psiko-sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik. Untuk meneruskan keturunan. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga. (Efendi. c.2. Memberikan identitas keluarga.26 salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Memelihara dan membesarkan anak. Fungsi Psikologis a. Membentuk norma norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak. disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluargannya.7 Fungsi Keluarga. Fungsi Sosialisasi a. 4. Memberikan kasih sayang dan rasa aman. c. c. Meneruskan nilai nilai budaya keluarga. d. mental sosial dan spiritual. Membina sosialisasi pada anak b. c. Memberikan perhataian diantara anggota keluarga. b. Memelihara dan merawat anggota keluarga. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga. b. 3. Nasrul: 1998): Ada beberapa fungsi yang dapat di jalankan keluarga sebagai berikut: 1. 2. d. 2. Fungsi Biologis a.

Effendi. 2.27 a. Nasrul (1998): 1. Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan. pemeliharan fisik keluarga dan para anggotanya. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa. 2.2. jaminan hari tua dan sebagainya. Pengaturan jumlah anggota keluarga.kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang misalnya pendidikan anak-anak. pemeliharaan sumber sumber daya yang ada dalam kelurga. Mencari sumber-sumber penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga b. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga c. c. 3. 5. 5. Pembagaian tugas masing masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing masing. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga. Menabung untuk memenuhi kebutuhan.8 Tugas-tugas Keluarga. 6. keterampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilkinya. Fungsi Pendidikan a. . Sosialisasi antar anggota keluarga. 4. b. Mendidik anak sesuai dengan tingkat tingkat perkembangannya.

Hanya nyamuk betina yang menggigit dan menghisap darah serta memilih darah manusia untuk mematangkan telurnya. Kemampuan terbang berkisar antara 40 – 100 meter dari tempat berkembang biaknya. dll. famili flaviviridae.1 Definisi DHF Dengue haemorrhagic fever atau sering disebut demam berdarah dengue adalah penyakit yang ditemukan didaerah tropis.28 7. air tempayan/gentong.4 Konsep DHF 2. Tempat istirahat yang disukainya adalah benda benda yang tergantung yang ada didalam rumah. Perkembangan hidup nyamuk ini dari telur hingga dewasa memerlukan waktu sekitar 10-12 hari. seperti gordyn. kaleng dan ban bekas. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk aedes aegypti. kelambu. A 2009) . Nyamuk aedes ini hidup dan berkembang biak pada tempat tempat penampungan air bersih yang tidak berhubungan langsung dengan tanah seperti: bak mandi / Wc.4. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas. penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus flavivirus. baju/ pakaian dikamar yang gelap dan lembab (Addin. 2. minuman burung. 8. nyamuk jantan hidup dari sari bunga tumbuh tumbuhan. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggota keluarga.

gangguan rasa mengecap. sakit kepala yang hebat. nyeri pada pergerakan bola mata. demam bifasik. yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama.2 Etiologi Virus dengue termasuk group B arthropod borne virus (arboviruses) dan sekarang dikenal genus flavivirus. Di indonesia. dan petekie spontan. Sindrom renjatan dengue (dengue shock syndrome. Demam berdarah dengue (atau dengue haemorragic fever selanjutnya disingkat DBD) ialah penyakit yang terdapat pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam. selanjutnya disingkat DSS) ialah penyakit DBD yang disertai renjatan. nyeri otot dan/ nyeri sendi yang disertai leukopenia. famili flaviviridae.29 Demam dengue (dengue fever selanjutnya disingkat DD) adalah penyakit yang terutama terdapat pada anak dan remaja atau orang dewasa dengan tanda tanda klinis berupa demam. seseorang yang tinggal didaerah endemis dengue dapat terinfeksi dengan 3 atau bahkan 4 serotipe selama hidupnya. Arif: 2008) 2. dan den-4.(Mansjoer. yang mempunyai 4 jenis serotipe yaitu den-1. den-3. nyeri otot dan sendi. trombositopenia ringan. Infeksi dengan salah satu serotipe yang bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe yang lain. den-2.4. Keempat jenis serotipe virus dengue dapat ditemukan diberbagai daerah di indonesia. pengamatan virus dengue yang yang dilakukan sejak tahun 1975 dibeberapa rumah sakit menunjukan bahwa keempat serotipe ditemukan dan bersirkulasi . dan limfadenopati. dengan/ tanpa ruam.

30 sepanjang tahun. torniquet test yang positif dan mudah mengalami memar. Ruam timbul pada 6-12 jam sebelum suhu naik pertama kali yaitu pada hari sakit ke 3-5 berlangsung sampai 3-4 hari ruam bersifat makulopapular yang menghilang pada tekanan. Serotipe den-3 merupakan yang dominan dan banyak berhubungan dengan kasus berat (Soedarmo. Perembesan plasma tampak dari peningkatan hematokrit yang berlangsung secara cepat. Awal penyakit biasanya mendadak. Kehilangan plasma secara signifikan pada gilirannya dapat bermuara pada syok hipovolemik dan kematian.Demam dengue (dengue fever) Masa tunas berkisar 3-5 hari(pada umumnya 5-8 hari). nyeri berbagai bagian tubuh.3 Patofisiologi Patofisologi DBD ditandai oleh perembesan plasma dan hemostatis yang abnormal. D: 2005) 2. nyeri pada anggota badan dan timbulnya ruam (rash). 2008). menyebar keanggota gerak dan muka. Dijumpai trias sindrom yaitu demam tinggi. .4. anoreksia. (Djunaedi.4. Soedarmo (2008 a.4 Manifestasi klinis. serta trombositopenia dan koagulopati. Ruam terdapat di dada.rasa menggigil dan malaise. disertai gejala prodromal seperti nyeri kepala. Gangguan hemostatis melibatkan perubahan vaskuler. tubuh serta abdoment. 2. asites hiponatremia dan penurunan volume plasma. efusi pleura.

Anak tampak lesu. Hal ini dapat diterangkan dengan hipotesis peningkatan reaksi imunologis (the imunological enhancement hypotesis). Demam berdarah dengue Demam berdarah dengue ditandai oleh 4 manifestasi klinis. Perbedaan gejala antara DBD dengan DD tertera pada tabel dibawah ini. Fenomena patifisiologi utama yang menentukan derajat penyakit dan membedakan DBD dari DD ialah peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah. nadi menjadi cepat dan lambut.31 b. Pada sebagian besar kasus ditemukan tanda kegagalan peredaran darah. dan diatesis hemoragik. . dan kegagalan peredaran (circulatory failure). menurunya volume plasma. setelah demam berlangsung selama beberapa hari keadaan umum tiba tiba memburuk hal ini biasanya terjadi pada saat atau setelah demam menurun. yaitu demam tinggi. yaitu diantara hari sakit ke 3-7. sianosis sekitar mulut. perdarahan. gelisah. terutama perdarahan kulit. dan secara cepat masuk dalam face syok. Sindrom dengue syok Pada DBD syok. hepatomegali. kulit teraba lembab dan dingin. trombositopenia. c. Pasien sering mengeluh nyeri di daerah perut sesaat sebelum syok (Soedarmo: 2008).

Syok yang ditandai oleh nadi lemah dan cepat disertai tekanan nadi menurun (≤ 20 mmHg) tekanan darah menurun (tekanan sistolik ≤ 80 mmHg) disertai kulit yang teraba dingin dan lembab terutama . Demam Dengue Gejala Klinis Demam Dengue Berdarah ++ Nyeri Kepala + +++ Muntah ++ + Mual + ++ Nyeri Otot + ++ Ruam Kulit + ++ Diare + + Batuk + + Pilek + ++ Limfadenopati + + Kejang + 0 Kesadaran Menurun ++ 0 Obstipasi + + Uji Tourniquit Positif ++ ++++ Petekie +++ 0 Perdarahan Saluran Cerna + ++ Hepatomegali +++ + Nyeri Perut +++ ++ Trombositopenia ++++ 0 Syok +++ Keterangan : (+): 25% (++): 50% (+++): 75% (++++): 100% Patokan diagnosis DBD (WHO. purpura. perdarahan gusi.32 Tabel 2.) hematemesis dan atau melena 2.epistaksis. ekimosis.4: Perbedaan Gejala Klinis Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue (Soedarmo. minimal uji torniquet positif dan salah satu bentuk perdarahan lain (petekie. Manifestasi perdarahan. 1997 dalam soedarmo: 2008) berdasarkan gejala klinis: 1. Pembesaran hati 3. 2008).

reverse alkali menurun. serum glutamik piruvat transaminase (SGPT). : Nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak dapat SGOT. pasien menjadi gelisah. 2.4.33 pada ujung hidung. Darah.IX dan XII. jari dan kaki. mungkin ditemukan albuminuria ringan. pasien menjadi gelisah. hipokloremia.V. masa perdarahan biasanya memanjang.VII. dapat ditemukan penurunan faktor II. 2. dan pH darah mungkin meningkat. Who (1975) dalam soedarmo (2008) membagi derajat penyakit DBD dalam 4 derajat yaitu: Derajat I : demam disertai gejala tidak khas dan satu satunya manifestasi Perdarahan adalah uji torniquet positif Derajat II : derajat satu I disertai perdarahan spontan dikulit dan atau perdarahan lain. Masa pembekuan masih normal. Derajat IV diukur. Derajat III : Ditemukannya tanda kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lembut tekanan nadi menurun (≤ 20 mmHg) disertai kulit yang teraba dingin dan lembab terutama pada ujung hidung. . Pada pemeriksaan kimia darah tampak hipoproteinemia. ureum. dan timbul sianosis disekitar mulut. Air seni. hiponatrimia.5 Pemeriksaan Penunjang 1. pada demam dengue leukopenia pada hari ke-2 atau hari ke-3 Pada DBD dijumpai trombositopenia dan hemokonsentrasi. jari dan kaki. dan timbul sianosis disekitar mulut.

yang diperiksa adalah darah pasien dan jaringan (Mansjoer. Pada pasien dengan tanda renjatan adalah: . Isolasi virus.6 Penatalaksanaan Penatalaksanaan DD atau DBD tanpa penyulit adalah 1. 3. Uji serologi memakai serum tunggal. yaitu uji pengikatan komplemen (PK). Antibiotik diberi bila terdapat kemungkinan terjadi infeksi skunder. kemudian menjadi hiperseluler pada hari ke-5 dengan gangguan maturasi dan pada hari ke -10 sudah kembali normal untuk semua sistem 4. b. 2. Medikamentosa yang bersifat simtomatis.34 3. Sumsum tulang. Tirah baring 2. eukinin atau dipiron dan jangan diberi asetosal karena bahaya perdarahan. Uji serologi a. uji netralisasi (NT). yaitu uji dengue blot yang mengukur antibodi antidengue tanpa memandang kelas anti bodinya. 4. Pada awal sakit biasanya hiposeluler. yaitu serum diambil pada masa akut dan konvalesen.air dengan gula.4. atau sirop) atau air tawar di tambah garam. Untuk hipepireksia dapat diberi kompres antipiretik golongan asetaminofen. dan uji dengue blot. 2008). Pada uji ini yang dicari adalah ada tidaknya atau titer tertentu antibodi antidengue 5. Pada uji ini di cari kenaikan antibodi antidengue sebanyak minimal empat kali. Arif.5 – 2 liter dalam 24 jam (susu. Uji serologi memakai serum ganda. uji IgM antidengue yang mengukur hanya antibodi dari kelas IgM. Makanan lunak dan bila belum nafsu makan diberi minum 1.

2. Pemberantasan Vektor pada dasarnya merupakan pemberantasan jentik atau mencegah agar yamuk tidak berkembang tidak dapat berkembang. serta Hb dan Ht tiap 4-6 jam pada hari pertama selanjutnya tiap 24 jam. ringer laktat yang dipertahankan selama 12-48 jam setelah renjatan teratasi. seperti NaCl. Menguras bak mandi dan tempat-tempat panampungan air sekurangkurangnya seminggu sekali. komponen penularan terdiri dari virus Ae. suhu. Bila tak tampak perbaikan dapat diberikan plasma atau plasma expander atau dekstran atau preparat hemasel sejumlah 15 -29 ml/kg berat badan dan dipertahankan selama 12-48 jam setelah rejatan teratasi. Hal ini dapat dilakukan dengan: 1. Bila pada pemeriksaan didapatkan penurunan kadar Hb dan Ht maka diberi tranfusi darah (Mansjoer. 2. Pemasangan infus dan dipertahankan selama 12 – 48 jam setelah renjatan diatasi. maka pemberantasan ditujukan kapada manusia dan terutama pada vektornya. Arif: 2008).5 Pencegahan dan Pemberantasan Pencegahan dan Pemberantasan DHF seperti juga penyakit menular lainnya yaitu didasarkan atas pemutusan rantai penularan.35 1. Karena sampai saat ini belum terdapat vaksin yang efektif terhadap virus itu. nadi tekanan darah. dan pernapasan tiap jam. 2. Observasi keadaan umum. Aegypti dan manusia. Dalam hal DHF.. ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa perkembangan telur agar berkembang menjadi nyamuk adalah 7-10 hari. Pada pasien DSS diberi cairan intravena yang diberikan dengan diguyur. .

Munutup lubang-lubang pada pohon terutama pohon bambu dangan menggunakan tanah. Mengganti air pada vas bunga dan tempat minum burung setidaknya seminggu sekali. Memutuskan lingkaran penularan dengan menahan kepadatan vektor pada tingkat sangat rendah untuk memberikan kesempatan penderita viremia sembuh secara spontan. botol pecah. 4. Memanfaatkan perubahan keadaan nyamuk akibat pengaruh alamiah dengan melaksanakan pemberantasan vektor pada saat sedikit terdapatnya kasus DHF. dan tempat air lain dengan tujuan agar nyamuk tidak dapat bertelur pada tempat-tempat tersebut. Pengendalian secara biologis adalah pengandalian perkambangan nyamuk dan jentiknya dengan menggunakan hewan atau tumbuhan. drum. 7. dan ember plastik 5. Pada intinya Prinsip yang tepat dalam pencegahan DHF ialah sebagai berikut: 1. Menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan. Membersihkan pekarangan dan halaman rumah dari barang-barang bekas terutama yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk seperti sampah kaleng.36 2. 2. 2009). seperti memelihara ikan cupang dan ikan nila pada kolam atau bak mandi (Agung. 3. . Membersihkan air yang tergenang di atap rumah serta membersihkan salurannya kembali jika salurannya tersumbat oleh sampah-sampah dari daun. 6.

aegypti adalah dengan prinsip 3M (menutup. Dinding bagian dalam bak . Seperti yang telah diterangkan. Mengusahakan pemberantasan vektor di semua daerah berpotensi penularan tinggi. 4. botol ban dan semua yang mungkin dapat menjadi tempat nyamuk bersarang.37 3. c. Memberikan cahaya matahari langsung lebih banyak. Pemberantasan vektor jangka panjang. menguras dam mengubur). 2. Cara lain yang dapat dilakukan adalah : a. cara terbaik adalah pemasangan kasa penolak nyamuk. pemberantasaan DHF didasarakan atas pemutusan rantai penularan yang dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: 1. Perlindungan perorangan untuk mencegah gigitan Ae aegypti yang dapat dilakukan dengan jalan meniadakan sarang nyamuk dalam rumah. pembasmian sarang nyamuk dengan jalan membuang secara baik kaleng. b. Cara yang dilakukan harus terus menerus untuk meniadakan Ae. Menggunakan mosquito repllent dan insektisida dalam bentuk semprotan. d. Mengusahakan pemberantasan vektor di pusat daerah penyebaran yaitu disekolah dan rumah sakit termasuk pula daerah penyangga disekitarnya. Penderita DHF yang dirawat dirumah sakit diberikan tempat tidur dengan kelambu. Menuangkan air panas pada saat bak mandi berisi air sedikit. Vas bunga satu minggu sekali ditukar airnya.

b. Dan akhirnya penyuluhan kesehatan masyrakat.38 mandi dan tempat penyimpanan air lain digosok secara teratur pada saat permukaan air rendah untuk menyingkirkan telur nyamuk. Pemberantasan vektor dapat dibantu dengan menggunakan bahan kimia. yaitu 10 gram untuk 100 liter air. . Melakukan “foging” dengan melation atau fenitrotion dalam dosis 438 gram/ ha. dilakukan dalam rumah dan disekitar rumah dengan menggunakan larutan 4% dalam solar atau minyak tanah. usaha menggunkan bahan kimia seyogyanya dilaksanakan beberapa saat sebelum mulainya masa penularan yang diperkirakan saat yang cocok untuk keadaan di Indonesia ialah pada permualaan musim hujan atau segera sebelum mulainya musim hujan dengan memberikan prioritas utama pada daerah denagan kapadatan vektor tertinggi disertai riwayat adanya wabah DHF pada masa-masa yang lampau. 3. Untuk menghemat biaya. tempat penyimpanan air sebaiknya dikosongkan terlebih dahulu untuk menyingkirkan larva. Membunuh larva dengan butir butir abate SG 1% pada tempat penyimpanan air dengan dosis 1 ppm (part per-milion). Beberapa cara yang dapat dipakai ialah seperti dibawah ini: a. Sebelum mengisi kembali. Cara ini sebaiknya diulangi dalam jangka waktu 2 – 3 bulan.

. sekolah penderita dan sekitarnya Latif. rumah sakit tempat penderita dirawat dan sekitarnya.39 Dengan adanya wabah usaha pemberantasan vektor jangka panjang perlu ditingkatkan sedangkan foging dilaksanakan sekurang kurangnya 2 kali dengan jarak antara 10 hari di rumah penderita dan 100 meter sekelilingnya. Abdul dkk (2005).

1 Kerangka Konsep Kerangka konsep adalah abstraksi dari suatu realitas agar dapat dikomunikasikan dan membentuk suatu teori yang menjelaskan suatu keterkaitan antar variabel (Nursalam. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap 1.40 3. 3.4: Kerangka Konsep Sikap Keluarga dalam pencegahan DHF di Dusun Tanggungan Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Kognitif 3. Prilaku yang dan BAIK BURUK Keterangan: : tidak diteliti : diteliti Gambar 2. . Pengalaman pribadi Pengaruh orang lain dianggap penting Pengaruh Kebudayaan Media Massa Lembaga Pendidikan Lembaga Agama Faktor Emosional Sikap Keluarga dalam pencegahan DHF Komponen sikap 1. 4. 5. 2. Afektif 2. 2011). 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->