P. 1
EKOLOGI PRATIKUM

EKOLOGI PRATIKUM

|Views: 9,964|Likes:
Published by krisman_siahaan
LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI

More info:

Published by: krisman_siahaan on Jun 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2015

pdf

text

original

DISUSUN OLEH:

BENNY ARDI
DWI UTAMI
KRISMAN HAMONANGAN SIAHAAN
NANDA ANDREAN
RAHMAWATI NINGSIH

POLITEKNIK KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN JAKARTA II
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TA. 2007-2008

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Latar belakang dari pembuatan laporan ini adalah guna mengevaluasi
hasil praktikum mata kuliah Ekologi Kesehatan yakni tentang Ekosistem
buatan Air tawar. Habitat air sebagai tempat hidup dari organisme perairan
memiliki porsi relative lebih kecil dibandingkan dengan daratan dan
lautan,namun di lihat kepentingan bagi mahluk hidup sangat lah besar. Air
tawar yang relative lebih muda untuk dimanfaatkan terutama berasal dari air
permukaan (sungai, danau, rawa) dan air tanah. Kebutuhan akan air dari
waktu – waktu semakin meningkat. Di dalam ekosistem terjadi suatu interaksi
dan keseimbangan antara komponen satu dengan yang lainnya. Ekosistem
buatan ini menggambarkan senagian kecil dari ekosistem air tawar yang ada
di biosfer ini. Itulah sebabnya kita semestinya bagaimana interaksi yang
terjadi, salah satu bentuk itu kita melakukan pratikum ini.

B. MASALAH

Permasalahan yang difokuskan dalam pratikum ini adalah tentang
interaksi dan perilaku masing – masing kehidupan air tawar yang di
gambarkan melalui aquarium buatan ini.

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

C. TUJUAN

Tujuan daripada pratikum ini adalah sebagai berikut :
a. Mengetahui interaksi dan perlaku dari masing – masing
komponen yang ada di dalam ekosistem aquarium (biotic dan
abiotik)
b. Mengetahui keseimbangan antara komponen satu dengan yang
lainnya
c. Mengetahui perubahan suhu dan pH dalam aquarium sebagai
akibat dari adanya perombakan bagan organic.

D. MANFAAT

Adapun manfaat daripada pratikum ini adalah kita dapat mengetahui
kehidupan biota air tawar dari interaksi, penyesuaian, persaingan.

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

BAB II

LANDASAN TEORITIS

Latar belakang dari pembuatan laporan ini adalah guna mengevaluasi
hasil praktikum mata kuliah Ekologi Kesehatan yakni tentang Ekosistem
buatan Air tawar. Habitat air sebagai tempat hidup dari organisme perairan
memiliki porsi relative lebih kecil dibandingkan dengan daratan dan
lautan,namun di lihat kepentingan bagi mahluk hidup sangat lah besar. Air
tawar yang relative lebih muda untuk dimanfaatkan terutama berasal dari air
permukaan (sungai, danau, rawa) dan air tanah. Kebutuhan akan air dari
waktu – waktu semakin meningkat, sementara itu kenyataan yang di hadapi
bahwa kuantitas sumber daya air tidak mungkin ditingkatkan sedangkan
kualitasnya semakin lama semakin menurun.
Ekosistem air tawar dibagi kedalam dua golongan besar yaitu habitat
lentik (tenang) seperti danau, kolam dan rawa dan habitat mengalir seperti
sungai dan selokan (parit). Pada ekosistem air tawar terdapat beberapa
factor pembatas yang mempengaruhi kehidupan dari organisme, yaitu :
1. temperature, perubahan temperature air memiliki variasi yang
kecil dibandingkan dengan perubahan di udara. Namun bagi biota
perairan, perubahan ini akan berdampak penting, sebab banyak
biota yang tidak toleran terhadap perubahan temperature.
2. kebeningan (transparensi), kebeningan suatu perairan akan
mempengaruhi penetrasi cahaya kedalam ekosistem perairan,
sehingga semakin benng suatu perairan, maka cahaya dapat
menembus semakin dalam, sehingga proses fotosintesis oleh
tumbuhan hijau dapat berlangsung dengan baik. Proses erosi
tanah dan kepadatan organisme perairan dapat menurunkan
derajat kebeningan suatu perairan. Kekeruhan yang disebabkan

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

oleh banyaknya organisme perairan merupakan petunjuk tingkat
kesuburan perairan tersebut.
3. arus air, merupakan factor pembatas bagi ekosistem air mengalir
(stream), karena dengan adanya arus mempengaruhi distribusi
gas, garam dan organisme kecil. Selain itu adanya arus air ini
menyebabkan organisme harus menyesuaikan diri dengan arus air.
Misalnya organisme tersebut dilengkapi dengan alat penempel
yang mampu meletakkan dirinya di batu. Kadar oksigen pada
ekosistem perairan ini cukup berlimpah sehinga kebanyakan
mahluk hidupnya sangat peka terhadap kekurangan oksigen.
4. kosentrasi gas – gas pernafasan (respirasi), di dalam ekosistem
air tawar kosentrasi oksigen dan karbon dioksida merupakan factor
pembatas bagi organisme perairan. Oksigen dibutuhkan untuk
proses pernafasan, sedangkan karbondioksida dubutuhkan oleh
tumbuhan hijau dalam proses fotosintesis.
5. kosentrasi garam biogenic, kandungan nitrat dan fosfat di dalam
perairan menunjukkan pula tingkat kesuburan suatu perairan.
Dalam beberapa kepentingan manusi. Kesuburan perairan yang
tinggi tidak di inginkan, misalnya air tersebut digunakan untuk
pembangkit tenaga listrik, selain itu perairan subur dapat
mempercepat proses pendangkalan.
Ekosistem kolam yang cukup dalam seperti digambarkan pada
aquarium buatan memiliki komponen – komponen yang mebangun ekosistem
tersebut. Seperti produsen, konsumen dan pengurai sebagai komponen biotic
dan factor fisik kimia sebagai komponen abiotiknya.
Didalam ekosistem lapangan yang lengkap seperti yang di ilustrasikan,
memiiki emoat komponen ekosistem yaitu produsen, konsumen, decomposer
yang ketiganya termasuk ke dalam komponen biotic, serta factor fisik kima
sebagai komponen abiotik

Ekosistem air tawar di bagi menjadi dua :

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

a. ekosistem air tawar lotik

memiliki ciri – ciri airnya berarus. Contoh ekosistem ini adalah kali dan
sungai. Organisme yang hidup pada ekosistem ini dapat menyesuaikan
diri dengan arus air, contoh nya ikan belida, serangga air, dan diatom
yang dapat menempel pada batu. Produsen utama pada ekosistem ini
adalah ganggang. Tetapi umumnya organisme lotik memakan detritus
yang berasal daru ekosistem darat dan sekitarnya.

b. ekosistem air tawar lentik

memiliki ciri airnya tidak berarus. Ekosistem air tawar lentik meliputi rawa
air tawar, rawa gambut, padang rumput rawa, kolam dan danau. Rawa
didominasi oleh vegetasi berkayu. Rawa gambut didominasi oleh lumut
Sphagnum. Ekosistem danau dan kolam terdiri dari tiga wilayah
horizontal, yaitu litoral, limtetik, dan profundal.

1. wilayah litoral

wilayah tepi danau dan kolam. Organisme litoral antara
lain : teratai, hydrilla,hydra, capung, katak, burung, dan tikus.
Vegetasi pada wilayah litoral didominasi oleh tumbuhan yang
mengapung atau tenggelam.

2. wilayah limnetik

wilayah perairan terbuka yang masih dapat ditembus
cahaya matahari. Pada wilayah ini banyak mengandung
fitoplankton dan zooplankton. Karena banyak mengandung
plankton, pada wilayah limtetik dan litoral terdapat banyak ikan

3. wilayah profundal

daerah yang dalam dengan berbagai dekomposer pada bagian
dasarnya. Contoh danau di Indonesia yaitu danau singkarak
dan danau maninjau di sumatra barat, serta danau Toba di
Sumatera Utara

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

BAB III

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

I. Materi:

Ekosistem air tawar buatan (Aquarium Air Tawar)

II. Alat :

1. Aquarium ukuran 30cm x 40cm
2. Aerator
3. Lampu Anti Kuman dan Tahan air
4. Saringan
5. Gayung
6. Ember
7. Kertas pH
8. Thermometer

III. Bahan

:
1. Ikan

c. Black yellow

: 3 ekor

d. Lemon : 3 ekor
e. Blue silver : 3 ekor
f. Golden : 1 ekor
g. Buntal

: 1 ekor

2. Kura – kura

: 1 ekor

3. Udang

: 2 ekor

4. Hydrilla

: 5 tumbuhan

5. Pasir malang

: 4 bungkus

6. Kayu jati

: 1 biji

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

IV. Cara Kerja :

1. Bersihkan aquarium, pasir dan kayu yang akan dimaksukkan
2. Masukkan pasir kedalam aquarium dan ratakan sedalam 2 cm
3. Masukkan kayu jati dan di tata sedemikian rupa
4. Rangkaikan aerator yang di lengket kan pada dinding aquarium
5. Isi air secara perlahan kedalam aquarium dengan
menggunakan kertas Koran agar pasir tidak terangkat
6. Ukur pH dan suhu air aquarium
7. Masuk kan hydrilla dan ikan, kura – kura, serta udang kedalam
aquarium
8. Ukur pH dan suhu setiap hari rabu dan sabtu (setiap hari)

V. Hasil Pengamatan

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

TANGGAL HARI p

H KONDISI FISIK AIR SUHU

KOMPONEN
AQUARIUM

KETERANGAN

30 APRIL

2OO8 RABU 7 JERNIH / BENING

38,70

O

C

KURA - KURA : 1
EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN BLACK
YELLOW : 3 EKOR KONDISI SEHAT
IKAN BLUE SILVER:
3 EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN LEMON : 3
EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN BUNTAL : 2
EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN GOLDEN : 1
EKOR

KONDISI SEHAT

UDANG : 2
EKOR

KONDISI SEHAT

HIDRYLLA : 5
TUMBUHAN

KONDISI SEHAT

IKAN KOI :
15 EKOR

KONDISI KURANG
SEHAT

2 MEI
2OO8 JUM'A

T 7

36,57

O

C

KURA - KURA : 1
EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN BLACK
YELLOW : 3 EKOR KONDISI SEHAT
IKAN BLUE SILVER
: 3 EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN LEMON
: 3 EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN BUNTAL : 2
EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN GOLDEN : 1
EKOR

KONDISI SEHAT

UDANG : 2
EKOR

KONDISI SEHAT

HIDRYLLA : 5
TUMBUHAN

KONDISI SEHAT

IKAN KOI :
15 EKOR

MATI
SEMUA,DIMANGSA
IKAN LAIN DITAMBAH
KONDISI AWAL YANG
KURANG SEHAT DALAM
PERJALANAN MENUJU
KAMPUS

5 MEI
2OO8 SENIN 7 JERNIH,SEDIKIT BAU
AMIS DAN BERLENDIR 36,57

O

C

KURA - KURA : 1
EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN BLACK
YELLOW : 3 EKOR KONDISI SEHAT
IKAN BLUE SILVER
: 3 EKOR

MATI 1 EKOR,
DIMANGSA IKAN LAIN,
JUMLAH SISA 2 EKOR

IKAN LEMON : 3
EKOR

KONDISI SEHAT

IKAN BUNTAL : 2
EKOR

MATI 1 EKOR,
DIMANGSA IKAN
LAIN, JUMLAH SISA 1
EKOR

IKAN GOLDEN : 1
EKOR

KONDISI SEHAT

UDANG : 2
EKOR

KONDISI SEHAT

HIDRYLLA : 5

KONDISI SEHAT

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

BAB V

KESIMPULAN

1. dari hasil pengamatan dapat diketahui interaksi dan perilaku dari
masing – masing komponen dalam aquarium antara abiotik dan biotic
2. dari perubahan suhu dan pH, dan mengganggu keseimbangan dan
interaksi ekosistem. Ini disebabkan akibat perubahan bahan organic
3. dalam beberapa hari perubahan yang terjadi yaitu : tumbuhan air mulai
tampak layu, habis, kematian, volume air berkurang,timbulnya lendir
dan berbau amis.

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
KRISMAN SIAHAAN,RAHMAWATI N,BENNY ARDY,DWI UTAMI,NANDA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->