1.

Data Tunggal Soal: Diketahui data sebagai berikut : 70, 40, 85, 55, 90, 50, 70  Mean ̅ ̅ ̅ ̅

Median (Me)

Urutan data :

40, 50, 55, 70,70, 85, 90

Modus (Mo)

40, 50, 55, 70,70, 85, 90

1

 Quartil (Q) Urutan Data: 40. Oleh karena itu pembicaraan tentang pendidikan tidak pernah 2 . 55.70. 55. 50. 85.70. LATAR BELAKANG MASALAH Kegiatan pendidikan merupakan kegiatan antar manusia. 50. oleh manusia dan untuk manusia. 90 BAB I PENDAHULUAN A. 90 n =7 Letak Q1 = Jadi Q1 = 50 - Letak Q2 = Jadi Q2 = 70 - Letak Q3 = Jadi Q3 = 85   Persentil (P) Urutan Data: 40. 70. 70. 85.

dan berperan pula dalam penilaian hasil pendidikan dan pembelajaran yang dicapai siswa. paling menentukan dalam pengaturan kelas dan pengendalian siswa. Memang penyimpangan tersebut tidak begitu langsung tetapi dalam jangka panjang bahkan dalam skala nasional dapat menimbulkan kerugian bukan hanya secara material tapi juga spiritual. Penyelenggaraan pendidikan yang 3 . etnis. Dalam praktek penyelenggaraan pendidikan tidak sedikit ditemukan penyimpangan. Guru merupakan pelaku utama dalam pendidikan. tidak lepas dari keterbatasan-keterbatasan yang dapat melekat pada peserta didik.lepas dari unsur manusia. interaksi pendidik. agama. dan dari generasi ke generasi. pendidik. Pendidikan pada dasarnya adalah proses komunikasi yang didalamnya mengandung transformasi pengetahuan. dan gender. Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki kecakapan hidup (life skills) sehingga mendorong tegaknya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. yang terjadi di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat (life long process). status ekonomi. Pendidik yang baik adalah yang memiliki kemampuan atau kompetensi yang bisa diberikan kepada anak didik. serta pada lingkungan dan sarana pendidikan. Ia menjadi orang yang paling menentukan dalam perancangan dan penyiapan proses pendidikan dan pembelajarana di kelas. suku. Pendidikan sebagai gejala manusiawi sekaligus usaha sadar. nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan. Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial. Dari beberapa pendapat tentang pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli disepakati bahwa pendidikan itu diberikan atau diselenggarakan dalam rangka mengembangkan seluruh potensi manusia ke arah yang positif. selain peserta didik. Pendidik merupakan sosok yang memiliki kedudukan yang sangat penting bagi pengembangan segenap potensi peserta didik.

Landasan hukum bukan semata-mata landasan bagi penyelenggaraan pendidikan namun sekaligus dijadikan alat untuk mengatur sehingga penyelenggaraan pendidikan yang menyimpang. 2. Mengemukakan mengenai Pendidikan menurut Undang-Undang RI No. TUJUAN 1. Dengan demikian diharapkan akan tercipta ketertiban penyelenggaraan sistem pendidikan nasional yang menjadi salah satu prasyarat untuk dapat tercapainya tujuan pendidikan nasional. Bagaimanakah Pendidikan menurut Undang-Undang Dasar 1945? 3. Para pendidik dan tenaga kependidikan perlu memahami berbagai landasan hukum sistem pendidikan nasional dan menjadikannya sebagai titik tolak pelaksanaan peranan yang diembannya. Bagaimanakah Pendidikan menurut Undang-Undang RI No. Mengemukakan Pendidikan menurut Undang-Undang Dasar 1945. Itulah sebabnya pendidikan harus dilandasi dengan dasar hukum untuk sanksi.sangat komersial dan instan dapat merusak pendidikan sebagai proses pembentukan watak dan kepribadian bangsa sehingga dalam jangka panjang menjadikan pendidikan bukan sebagai sarana rekonstruksi sosial tetapi dekonstruksi sosial. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen? C. Bagaimanakah Pendidikan menurut Undang-Undang RI No. 3. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional? 4. 4 . RUMUSAN MASALAH 1. Apakah pengertian landasan hukum pendidikan? 2. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. Mengemukakan mengenai pengertian landasan hukum pendidikan. B.

14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Pengertian Landasan Hukum 5 . BAB II PEMBAHASAN A.4. dan Undang-Undang RI No. Mengemukakan mengenai Pendidikan menurut Undang-Undang RI No. Undang-Undang RI No. baik menurut Undang-Undang Dasar 1945. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. MANFAAT Memberikan penjelasan mengenai landasan hukum pendidikan. D.

Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya. begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi. Hewan juga “belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instingnya. mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. sesuai dengan peranan yang diharapkan. Kata landasan berarti dasar atau titik tolak. sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. mentransfer pengetahuan. Pandangan klasik tentang pendidikan pada umumnya dikatakan sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. 6 . Bila dilanggar akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Itulah sebabnya pendidikan harus dilandasi dengan dasar hukum untuk sanksi. Ketiga. dan memberikan sanksi yang sesuai dengan ketentuan bagi yang melanggar. Pertama. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa pandidikan bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. mempersiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang. Landasan hukum pendidikan berfungsi sebagai dasar pijakan atau titik tolak praktek pendidikan atau studi pendidikan yang mengikat setiap manusia dalam menjalankan proses pendidikan. Sementara itu kata hukum dapat dipandang sebagai aturan baku yang patut ditaati. Aturan baku ini sudah disahkan oleh pemerintah.Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Kedua. Landasan hukum sistem pendidikan nasional bersumber dari Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 (UUD 1945). para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen. Dengan demikian landasan hukum pendidikan adalah peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Landasan pendidikan merupakan salah satu kajian yang dikembangkan dalam kaitannya dengan dunia pendidikan.

ayat 2 berbunyi: setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Peraturan Pemerintah. Pasal-pasal yang berkaitan dengan pendidikan dalam Undang-Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal. Ketetapan dan Surat Keputusan. karena kebuyaan yang banyak aspeknya akan mendukung program dan pelaksanaan pendidikan.Undang-Undang RI No. Negara Republik Indonesia mempunyai berbagai peraturan perundangundangan yang bertingkat. Dalam UUD 1945 dijelaskan cita-cita nasional mengenai pendidikan dan amanat UUD 1945 mengenai penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. yaitu pasal 31 dan pasal 32. dan ayat 3 berbunyi: pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Yang satu menceritakan tentang pendidikan dan yang satu menceritakan tentang kebudayaan. Pasal 31 Ayat 1 berbunyi: tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. Dengan demikian upaya memajukan kebudayaan berarti juga sebagai upaya memajukan pendidikan. B. Semuanya mengandung hukum yang harus ditaati. UU. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang RI No. yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kebudayaan dan pendidikan adalah dua unsur yang saling mendukung satu sama lain. Pasal 32 UUD 1945 bermaksud memajukan kebudayaan nasional serta memberi kebebebasan kepada masyarakat untuk mengembangkannya dan ayat 2 menyatakan negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai bagian dari budaya nasional. Bila pendidikan maju maka kebudayaan juga akan maju. 7 . Begitu pula halnya bila kebudayaan maju berarti pendidikan ikut maju. Pendidikan Menurut Undang-Undang dasar 1945 Tiap-tiap Negara memiliki peraturan perundang-undangan sendiri. Semua tindakan yang dilakukan di Negara itu didasarkan pada perundang-undangan tersebut. Undang-Undang Dasar 1945 merupakan hukum tertinggi di Indonesia. Pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersirat cita-cita nasional di bidang pendidikan. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. mulai dari UUD 1945.

misi. No. dan sistem pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. masyarakat. serta wajib belajar. kepribadian. tujuan. fungsi. dasar. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (Pasal 1 ayat 2 UU RI No. orang tua. Undang-undang ini disebut UU RI No. kecerdasan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. mengejar ketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan dengan perubahan global serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara 8 . pengendalian diri. juga dipedomani bagi penyelenggaran pendidikan secara utuh yang berlaku untuk seluruh tanah air. dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang R. Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama. masyarakat. 20 Tahun 2003). 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-undang merupakan tumpuan pembangunan pendidikan nasional yang menunjukkan bahwa pendidikan sangat penting sebagai penjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Pendidikan. pendidikan nasional. dan prinsip penyelenggaraan pendidikan. strategi pendidikan nasional.I. akhlak mulia. Pendidikan Nasional dan Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari 22 Bab dan 77 pasal berisi pengertian pendidikan. bangsa Indonesia melalui DPR dan Presiden pada tanggal 11 Juni 2003 telah mengesahkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru. hak dan kewajiban warga negara. Undang-Undang No. visi. bangsa dan negara. 20 tahun 2003.C. negara danpemerintah. sebagai pengganti Undang-undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989.

2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. keterampilan . 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional). 20 Tahun 2003. 5. Visi Pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Dengan visi pendidikan tersebut. Sebagaimana termaktub dalam pasal 3 UU RI No. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. sikap. Dasar Pendidikan Nasional. Tersurat dalam Pasal 2 Undang-Undang R. Adapun tujuan pendidikan nasional adalah untuk “berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman 9 . 20 Tahun 2003 bahwa: “Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”. 4. pengalaman. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. Visi dan Misi Pendidikan Nasional. 3. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. No.terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (Pasal 1 ayat 3 UU RI No. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional. pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut: 1. 20 Tahun 2003).I. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI (Penjelasan atas UU RI No. serta berdasarkan visi dan misi tersebut di atas.

akreditasi. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (Pasal 3 dan Penjelasan atas UU RI No. sehat. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. 4. Penyediaan sarana belajar yang mendidik. kreatif. cakap. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan 6. Pembaharuan sistem pendidikan memerlukan strategi tertentu. Proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis. 8. 13. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. Dalam konteks sistem pendidikan nasional. Evaluasi. 7. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia. 20 tahun 2003). 10 . 11. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Strategi Pembangunan Pendidikan Nasional. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. berakhlak mulia. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multi makna. 12. 3. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional (Penjelasan atas UU RI No. 2 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional). berilmu. Adapun strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi: 1. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pelaksanaan wajib belajar. 10. 2. 2. ditegaskan agar penyelenggaraan pendidikan didasarkan kepada prinsipprinsip sebagai berikut: 1. nilai keagamaan. Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan. 9. dan kemajemukan bangsa. Pemberdayaan peran masyarakat. 5. nilai kultural. mandiri.dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Warga negara yang mempunyai kelainan fisik. Berkenaan dengan Pasal 5 ayat (2) s. Pasal 32 UU RI No. 5. menulis. Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus.3. 2. 5. Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 memberikan jaminan bahwa: “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. emosional. mental. 20 Tahun 2003 dijabarkan lagi bahwa: 1. mental. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. membangun kamauan. intelektual. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. sosial. Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. 11 . 4. 6. 4. Hak dan Kewajiban Warga Negara. ayat (4) UU RI No. Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. 3. 20 Tahun 2003). Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan (Pasal 4 UU RI No. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. emosional. Selanjutnya dalam Pasal 5 UU RI No.d. 20 Tahun 2003. 20 Tahun 2003 menyatakan: 1. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus.

berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya. Orang tua berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. Hak dan kewajiban orang tua termaktub pada pasal 7 UU RI No. yaitu: 1. Hak dan Kewajiban Orang Tua. 2. Di samping mempunyai berbagai hak tersebut di atas. Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. 20 tahun 2003. Pasal 8 menyatakan: “Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan. dan evaluasi program pendidikan”. Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Hak dan kewajiban masyarakat termaktub pada pasal 8 dan pasal 9 UU RI Tahun 2003. dan/atau mengalami bencana alam. Adapun pasal 9 menyatakan bahwa: “Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan”. Orangtua dari anak usia wajib belajar. masyarakat adat yang terpencil.2. Kewajiban Negara. Ketentuan mengenai pelaksanaan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan tidak mempu dari segi ekonomi. 3. pelaksanaan. Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 mengamanatkan agar: “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan 12 . Selanjutnya Pasal 6 UU RI Tahun 2003 menyatakan: 1. 2. bencana sosial. pengawasan. “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya” (Pasal 31 ayat (2) UUD 1945). Hak dan Kewajiban Masyarakat.

3. Selanjutnya menurut Pasal 11 UU RI No. 2003 menyatakan: 1. Hak dan Kewajiban Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. 20 Tahun 2003 bahwa: 1. Wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan pemerintah. membantu. 13 . 2. Ketenetuan mengenai wajib belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Di samping mempunyai berbagai hak tersebut. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. 2. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku” (Pasal 10 UU RI No. Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan. ayat (2). Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. Pasal 34 UU RI No. pemerintah juga mempunyai berbagai kewajiban. dan masyarakat. pemerintah daerah. 20 Tahun 2003). maka dapat dipahami bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk membiayai pendidikan dasar bagi setiap warga negara. Adapun Pasal 31 ayat (5) UUD 1945 mengamanatkan agar:“Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan Teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”. Apabila Anda mengkaji kembali Pasal 31 ayat (2) UUD 1945. 4. membimbing. “Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan. Setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar. Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.

Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap berakhlak mulia. kompetensi. kompetensi kepribadian. c. Kompetensi Profesi Kompetensi professional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. prinsip profesionalitas. kualifikasi. kompetensi. pembinaan dan pengembangan. Undang-Undang No. hak dan kewajiban. penghargaan dan perlindungan. a. sertifikasi pendidik. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. organisasi profesi dan kode etik guru. dan sertifikasi. d. kompetensi sosial. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran”. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. b. Menurut UU No. penempatan.D. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. dan kemampuan melakukan penilaian. cuti. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Undang-Undang ini menjelaskan landasan hukum tentang guru sebagai pendidik profesional yang meliputi: kedudukan. Di dalam Undang-Undang RI No. fungsi dan tujuan. sehat jasmani dan rohani. pada pasal 8 berbunyi: guru wajib memiliki kualifikasi akademik. pengangkatan. Kompetensi Sosial 14 . dan pemberhentian.

orangtua/wali peserta didik. Pasal 46 menyatakan dosen minimal lulusan magister untuk mengajar di program diploma dan sarjana dan lulusan program doktor untuk mengajar di pasacasarjana. 3. Selanjutnya pasal 49 menyebutkan guru besar yang memiliki karya ilmiah atau karya monumental sangat istimewa dalam 15 . 4. Bagi guru yang berkualitas memunhi persyaratan tersebut di atas diberi imbalan seperti tertuang pada pasal 15. Yang dimaksud maslahat tambahan tertuang pada pada pasal 19. Melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru. Memberikan bantuan hukum kepada guru. tunjangan profesi. tunjangan fungsional dan tunjangan khusus dan maslahat tambahan. Pada pasal 48 disebutkan persyaratan untuk menduduki jabatan guru besar harus memiliki ijasah doktor. Secara umum. Maksud aturan ini adalah agar semua guru besar memiliki kualifikasi yang bagus. dan masyarakat sekitar. beserta tunjangan yang melekat pada gaji. Dengan demikian dosen nondoktor tidak diizinkan mengusul menjadi guru besar. asuransi pendidikan beasiswa. kompetensi.Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. 5. berupa kesejahteraan seperti tunjangan pendidikan. Memajukan pendidikan nasional. Menetapkan dan menegakkan kode etik guru. layanan kesehatan. Ketentuan ini bermaksud menjaga mutu kualifikasi guru. Sertifikasi diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah (pasal 11). sesama guru. dan penghargaan-penghargaan tertentu. Memberikan perlindungan profesi guru. Guru diberi cuti seperti pegawai biasa dan tugas belajar (pasal 40). Pada pasal 42 menguraikan tentang organisasi profesi guru yang memiliki kewenangan sebagai berikut: 1. dan sertifikasi juga dipersyaratkan bagi dosen. persyaratan untuk dosen tidak banyak berbeda dengan persyaratan guru seperti kualifikasi. yaitu gaji pokok. Ini berarti sertifikasi tidak boleh dikeluarkan oleh badan-badan atau lembaga-lembaga lain selain seperti tersebut di atas. 2.

Landasan hukum pendidikan adalah peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. tunjangan kehormatan. ada dua dasar yang barhubungan dengan pendidikan yakni pasal 31 dan pasal 32. Pasal 31 UUD 1945 membahas mengenai pendidikan dan pasal 32 UUD 1945 membahas mengenai kebudayaan. tunjangan khusus. Menurut UUD 1945.bidangnya dan dapat diakui secara internasional dapat diangkat menjadi professor paripurna. Sama dengan guru. Disamping imbalan tersebut di atas para dosen juga diberi hak cuti seperti pegawai pada umumnya dan cuti untuk studi atau melakukan penelitian dengan tetap mendapat gaji penuh. dan maslahat tambahan. 16 . para dosen ini juga dapat imbalan bagi yang memenuhi semua persyaratan. 2. Yang dimaksud dengan tunjangan kehormatan adalah tunjangan yang hanya diberikan kepada dosen yang menjabat guru besar setelah berdinas dua tahun. KESUMPULAN 1. Imbalan yang dimaksud adalah gaji pokok beserta tunjangan yang melekat pada gaji tunjangan profesi. tunjangan fungsional.

penghargaan dan perlindungan terhadap guru. fungsi dan tujuan guru. M. 20 Tahun 2003.mozilla:enUS%3Aofficial&sclient=psy-ab&q=landasan+yuridis+sistem+pendidikan 17 . pengangkatan. dasar. misi. orang tua.id/search?q=landasan+hukum+pendidikan+menurut+UU+RI++no+20+th un+2003&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org. organisasi profesi dan kode etik guru. Undang-Undang No. . strategi pendidikan nasional.3. sistem pendidikan nasional. tujuan. visi. Landasan kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen membahas mengenai kedudukan. dan pemberhentian guru. 4. serta wajib belajar. DAFTAR PUSTAKA Pidarta. cuti. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional membahas mengenai pengertian pendidikan. hak dan kewajiban warga negara. UU No.google.co . prinsip penyelenggaraan pendidikan. negara danpemerintah. penempatan. 2007. masyarakat. Undang-Undang No. 14 Tahun dan mengamalkan isi serta kandungan dari UUD dan UU tersebut. kompetensi. B. UU No. Landasan Yuridis Sistem Pendidikan Nasional. prinsip profesionalitas. pendidikan nasional. kualifikasi. SARAN Diharapkan kepada seluruh pembaca untuk mengkaji ulang pasal-pasal yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945. fungsi.mozilla:en US:official&clie nt= firefox-beta#hl=id&client=firefox-beta&hs=EsX&rls=org. pembinaan dan pengembangan guru. hak dan kewajiban guru. http://www. dan sertifikasi guru.

7068.23.. Diakses pada tanggal 20 September 2012.pdf..23.9.+nasional&oq=landasan+yuridis+sis&gs_l=serp.171613.or..r_qf.0.483.146667.38..0i30l4.r_pw.0.1.212j7j4.6. 18 .1.Hv5yhVViXj8 &pbx=1& bav=on.2.0.16759 1.r_gc.&fp=5258ccf912511c1c&biw=128 0&bih=599.1c.5.7.1.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful