1.

Data Tunggal Soal: Diketahui data sebagai berikut : 70, 40, 85, 55, 90, 50, 70  Mean ̅ ̅ ̅ ̅

Median (Me)

Urutan data :

40, 50, 55, 70,70, 85, 90

Modus (Mo)

40, 50, 55, 70,70, 85, 90

1

 Quartil (Q) Urutan Data: 40. 70.70. 90 n =7 Letak Q1 = Jadi Q1 = 50 - Letak Q2 = Jadi Q2 = 70 - Letak Q3 = Jadi Q3 = 85   Persentil (P) Urutan Data: 40. LATAR BELAKANG MASALAH Kegiatan pendidikan merupakan kegiatan antar manusia. 85. 85. Oleh karena itu pembicaraan tentang pendidikan tidak pernah 2 . 55. 50. 50. 70. 55. oleh manusia dan untuk manusia. 90 BAB I PENDAHULUAN A.70.

status ekonomi. dan dari generasi ke generasi.lepas dari unsur manusia. tidak lepas dari keterbatasan-keterbatasan yang dapat melekat pada peserta didik. serta pada lingkungan dan sarana pendidikan. Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki kecakapan hidup (life skills) sehingga mendorong tegaknya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Pendidik yang baik adalah yang memiliki kemampuan atau kompetensi yang bisa diberikan kepada anak didik. Dalam praktek penyelenggaraan pendidikan tidak sedikit ditemukan penyimpangan. Ia menjadi orang yang paling menentukan dalam perancangan dan penyiapan proses pendidikan dan pembelajarana di kelas. Pendidikan sebagai gejala manusiawi sekaligus usaha sadar. Dari beberapa pendapat tentang pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli disepakati bahwa pendidikan itu diberikan atau diselenggarakan dalam rangka mengembangkan seluruh potensi manusia ke arah yang positif. Memang penyimpangan tersebut tidak begitu langsung tetapi dalam jangka panjang bahkan dalam skala nasional dapat menimbulkan kerugian bukan hanya secara material tapi juga spiritual. paling menentukan dalam pengaturan kelas dan pengendalian siswa. suku. interaksi pendidik. Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial. Guru merupakan pelaku utama dalam pendidikan. etnis. Penyelenggaraan pendidikan yang 3 . Pendidikan pada dasarnya adalah proses komunikasi yang didalamnya mengandung transformasi pengetahuan. yang terjadi di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat (life long process). dan berperan pula dalam penilaian hasil pendidikan dan pembelajaran yang dicapai siswa. Pendidik merupakan sosok yang memiliki kedudukan yang sangat penting bagi pengembangan segenap potensi peserta didik. agama. dan gender. nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan. pendidik. selain peserta didik.

3. Bagaimanakah Pendidikan menurut Undang-Undang RI No. B. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen? C. TUJUAN 1. Mengemukakan mengenai Pendidikan menurut Undang-Undang RI No. 2. Mengemukakan mengenai pengertian landasan hukum pendidikan. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional? 4. Para pendidik dan tenaga kependidikan perlu memahami berbagai landasan hukum sistem pendidikan nasional dan menjadikannya sebagai titik tolak pelaksanaan peranan yang diembannya. Bagaimanakah Pendidikan menurut Undang-Undang RI No.sangat komersial dan instan dapat merusak pendidikan sebagai proses pembentukan watak dan kepribadian bangsa sehingga dalam jangka panjang menjadikan pendidikan bukan sebagai sarana rekonstruksi sosial tetapi dekonstruksi sosial. Bagaimanakah Pendidikan menurut Undang-Undang Dasar 1945? 3. 4 . Itulah sebabnya pendidikan harus dilandasi dengan dasar hukum untuk sanksi. Apakah pengertian landasan hukum pendidikan? 2. Dengan demikian diharapkan akan tercipta ketertiban penyelenggaraan sistem pendidikan nasional yang menjadi salah satu prasyarat untuk dapat tercapainya tujuan pendidikan nasional. RUMUSAN MASALAH 1. Landasan hukum bukan semata-mata landasan bagi penyelenggaraan pendidikan namun sekaligus dijadikan alat untuk mengatur sehingga penyelenggaraan pendidikan yang menyimpang. Mengemukakan Pendidikan menurut Undang-Undang Dasar 1945.

Mengemukakan mengenai Pendidikan menurut Undang-Undang RI No.4. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. D. MANFAAT Memberikan penjelasan mengenai landasan hukum pendidikan. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Undang-Undang RI No. Pengertian Landasan Hukum 5 . dan Undang-Undang RI No. BAB II PEMBAHASAN A. baik menurut Undang-Undang Dasar 1945.

mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Ketiga. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya. Pertama. Bila dilanggar akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Itulah sebabnya pendidikan harus dilandasi dengan dasar hukum untuk sanksi. begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi. Dengan demikian landasan hukum pendidikan adalah peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan pendidikan.Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Sementara itu kata hukum dapat dipandang sebagai aturan baku yang patut ditaati. dan memberikan sanksi yang sesuai dengan ketentuan bagi yang melanggar. mempersiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang. Kedua. sesuai dengan peranan yang diharapkan. Hewan juga “belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instingnya. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa pandidikan bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Pandangan klasik tentang pendidikan pada umumnya dikatakan sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. mentransfer pengetahuan. Landasan pendidikan merupakan salah satu kajian yang dikembangkan dalam kaitannya dengan dunia pendidikan. Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Landasan hukum sistem pendidikan nasional bersumber dari Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 (UUD 1945). Aturan baku ini sudah disahkan oleh pemerintah. Kata landasan berarti dasar atau titik tolak. para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen. 6 . Landasan hukum pendidikan berfungsi sebagai dasar pijakan atau titik tolak praktek pendidikan atau studi pendidikan yang mengikat setiap manusia dalam menjalankan proses pendidikan. sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti.

mulai dari UUD 1945. Semuanya mengandung hukum yang harus ditaati. Dalam UUD 1945 dijelaskan cita-cita nasional mengenai pendidikan dan amanat UUD 1945 mengenai penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. UU.Undang-Undang RI No. Negara Republik Indonesia mempunyai berbagai peraturan perundangundangan yang bertingkat. B. yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Peraturan Pemerintah. 7 . Pasal 31 Ayat 1 berbunyi: tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang RI No. Semua tindakan yang dilakukan di Negara itu didasarkan pada perundang-undangan tersebut. Pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersirat cita-cita nasional di bidang pendidikan. Begitu pula halnya bila kebudayaan maju berarti pendidikan ikut maju. Bila pendidikan maju maka kebudayaan juga akan maju. Dengan demikian upaya memajukan kebudayaan berarti juga sebagai upaya memajukan pendidikan. yaitu pasal 31 dan pasal 32. Pasal 32 UUD 1945 bermaksud memajukan kebudayaan nasional serta memberi kebebebasan kepada masyarakat untuk mengembangkannya dan ayat 2 menyatakan negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai bagian dari budaya nasional. Ketetapan dan Surat Keputusan. Pasal-pasal yang berkaitan dengan pendidikan dalam Undang-Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal. Undang-Undang Dasar 1945 merupakan hukum tertinggi di Indonesia. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Yang satu menceritakan tentang pendidikan dan yang satu menceritakan tentang kebudayaan. Kebudayaan dan pendidikan adalah dua unsur yang saling mendukung satu sama lain. dan ayat 3 berbunyi: pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Pendidikan Menurut Undang-Undang dasar 1945 Tiap-tiap Negara memiliki peraturan perundang-undangan sendiri. ayat 2 berbunyi: setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. karena kebuyaan yang banyak aspeknya akan mendukung program dan pelaksanaan pendidikan.

hak dan kewajiban warga negara. mengejar ketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan dengan perubahan global serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. akhlak mulia. Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia. serta wajib belajar. orang tua. kepribadian. masyarakat. pendidikan nasional. strategi pendidikan nasional. juga dipedomani bagi penyelenggaran pendidikan secara utuh yang berlaku untuk seluruh tanah air. Adapun sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara 8 . dan prinsip penyelenggaraan pendidikan. 20 Tahun 2003). negara danpemerintah. Pendidikan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-undang merupakan tumpuan pembangunan pendidikan nasional yang menunjukkan bahwa pendidikan sangat penting sebagai penjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia. dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang R. Undang-undang ini disebut UU RI No. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (Pasal 1 ayat 2 UU RI No. masyarakat. dan sistem pendidikan nasional. pengendalian diri. 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. bangsa Indonesia melalui DPR dan Presiden pada tanggal 11 Juni 2003 telah mengesahkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru. sebagai pengganti Undang-undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989. 20 tahun 2003. tujuan. Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari 22 Bab dan 77 pasal berisi pengertian pendidikan. Undang-Undang No. dasar. fungsi. visi. misi. Pendidikan Nasional dan Sistem Pendidikan Nasional. No.I.C. bangsa dan negara. kecerdasan.

5.terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (Pasal 1 ayat 3 UU RI No. Visi Pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.I. 20 Tahun 2003. 2. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional). keterampilan . dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional. pengalaman. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI (Penjelasan atas UU RI No. Tersurat dalam Pasal 2 Undang-Undang R. 20 Tahun 2003). pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut: 1. Dasar Pendidikan Nasional. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Visi dan Misi Pendidikan Nasional. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. No. 3. serta berdasarkan visi dan misi tersebut di atas. Sebagaimana termaktub dalam pasal 3 UU RI No. sikap. Dengan visi pendidikan tersebut. Adapun tujuan pendidikan nasional adalah untuk “berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman 9 . 4. 20 Tahun 2003 bahwa: “Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.

cakap. mandiri. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. 11. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. sehat. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. 9. Pemberdayaan peran masyarakat. berilmu. 13. Strategi Pembangunan Pendidikan Nasional. ditegaskan agar penyelenggaraan pendidikan didasarkan kepada prinsipprinsip sebagai berikut: 1. Adapun strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi: 1. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan 6. akreditasi. Pelaksanaan wajib belajar. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multi makna. Penyediaan sarana belajar yang mendidik. 2. 20 tahun 2003). Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia. 3. 12. 10 . 7. nilai keagamaan. kreatif. 8. Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan. Dalam konteks sistem pendidikan nasional. 10. 4. berakhlak mulia. Pembaharuan sistem pendidikan memerlukan strategi tertentu. dan kemajemukan bangsa. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (Pasal 3 dan Penjelasan atas UU RI No. Proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional (Penjelasan atas UU RI No. 2. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. Evaluasi. 2 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional). nilai kultural. 5.dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.

sosial. Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. emosional. 20 Tahun 2003). Selanjutnya dalam Pasal 5 UU RI No. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Hak dan Kewajiban Warga Negara.d. 20 Tahun 2003 menyatakan: 1. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. 6. 4. mental. 11 . 5. intelektual. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 3. 5. 2. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan (Pasal 4 UU RI No. Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. 4. Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Pasal 32 UU RI No. mental. Warga negara yang mempunyai kelainan fisik. dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. menulis. 20 Tahun 2003. membangun kamauan. 20 Tahun 2003 dijabarkan lagi bahwa: 1. Berkenaan dengan Pasal 5 ayat (2) s. ayat (4) UU RI No. emosional. Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus. Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 memberikan jaminan bahwa: “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan.3.

2. berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya. Hak dan kewajiban masyarakat termaktub pada pasal 8 dan pasal 9 UU RI Tahun 2003. Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 mengamanatkan agar: “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan 12 . Hak dan Kewajiban Masyarakat.2. Hak dan kewajiban orang tua termaktub pada pasal 7 UU RI No. Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. Adapun pasal 9 menyatakan bahwa: “Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan”. pengawasan. pelaksanaan. Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. 3. Di samping mempunyai berbagai hak tersebut di atas. Hak dan Kewajiban Orang Tua. Kewajiban Negara. 2. dan evaluasi program pendidikan”. Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. Selanjutnya Pasal 6 UU RI Tahun 2003 menyatakan: 1. yaitu: 1. Orang tua berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. 20 tahun 2003. dan/atau mengalami bencana alam. Pasal 8 menyatakan: “Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan. dan tidak mempu dari segi ekonomi. Ketentuan mengenai pelaksanaan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya” (Pasal 31 ayat (2) UUD 1945). bencana sosial. Orangtua dari anak usia wajib belajar. masyarakat adat yang terpencil.

20 Tahun 2003 bahwa: 1. serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. pemerintah juga mempunyai berbagai kewajiban. Di samping mempunyai berbagai hak tersebut. dan masyarakat. Setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar. Wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan pemerintah. 2. 2003 menyatakan: 1. Ketenetuan mengenai wajib belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1).belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku” (Pasal 10 UU RI No. Adapun Pasal 31 ayat (5) UUD 1945 mengamanatkan agar:“Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan Teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”. pemerintah daerah. membantu. 4. ayat (2). membimbing. “Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan. Pasal 34 UU RI No. 2. Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. maka dapat dipahami bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk membiayai pendidikan dasar bagi setiap warga negara. 3. Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Hak dan Kewajiban Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 20 Tahun 2003). Apabila Anda mengkaji kembali Pasal 31 ayat (2) UUD 1945. Selanjutnya menurut Pasal 11 UU RI No. 13 .

kompetensi. d. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap berakhlak mulia. fungsi dan tujuan. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. penghargaan dan perlindungan. Undang-Undang No. prinsip profesionalitas. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Undang-Undang ini menjelaskan landasan hukum tentang guru sebagai pendidik profesional yang meliputi: kedudukan. a. Kompetensi Sosial 14 . Kompetensi Profesi Kompetensi professional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. sehat jasmani dan rohani. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran”. kompetensi kepribadian. c. pada pasal 8 berbunyi: guru wajib memiliki kualifikasi akademik. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik. hak dan kewajiban. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. organisasi profesi dan kode etik guru. kompetensi. cuti. Menurut UU No. penempatan. pembinaan dan pengembangan. arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. kompetensi sosial. kualifikasi. sertifikasi pendidik. Di dalam Undang-Undang RI No. b. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. dan sertifikasi. pengangkatan. dan pemberhentian. dan kemampuan melakukan penilaian.D. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar.

Ketentuan ini bermaksud menjaga mutu kualifikasi guru. beserta tunjangan yang melekat pada gaji. Ini berarti sertifikasi tidak boleh dikeluarkan oleh badan-badan atau lembaga-lembaga lain selain seperti tersebut di atas. asuransi pendidikan beasiswa. Selanjutnya pasal 49 menyebutkan guru besar yang memiliki karya ilmiah atau karya monumental sangat istimewa dalam 15 . Melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru. Maksud aturan ini adalah agar semua guru besar memiliki kualifikasi yang bagus. 3. Dengan demikian dosen nondoktor tidak diizinkan mengusul menjadi guru besar. layanan kesehatan. Pada pasal 42 menguraikan tentang organisasi profesi guru yang memiliki kewenangan sebagai berikut: 1. berupa kesejahteraan seperti tunjangan pendidikan. 2. persyaratan untuk dosen tidak banyak berbeda dengan persyaratan guru seperti kualifikasi. Guru diberi cuti seperti pegawai biasa dan tugas belajar (pasal 40). dan penghargaan-penghargaan tertentu. yaitu gaji pokok. Memberikan bantuan hukum kepada guru. kompetensi. Yang dimaksud maslahat tambahan tertuang pada pada pasal 19. Bagi guru yang berkualitas memunhi persyaratan tersebut di atas diberi imbalan seperti tertuang pada pasal 15. tunjangan profesi.Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. Memberikan perlindungan profesi guru. Memajukan pendidikan nasional. sesama guru. dan masyarakat sekitar. Secara umum. 5. Pada pasal 48 disebutkan persyaratan untuk menduduki jabatan guru besar harus memiliki ijasah doktor. Menetapkan dan menegakkan kode etik guru. tunjangan fungsional dan tunjangan khusus dan maslahat tambahan. Sertifikasi diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah (pasal 11). dan sertifikasi juga dipersyaratkan bagi dosen. 4. orangtua/wali peserta didik. Pasal 46 menyatakan dosen minimal lulusan magister untuk mengajar di program diploma dan sarjana dan lulusan program doktor untuk mengajar di pasacasarjana.

Yang dimaksud dengan tunjangan kehormatan adalah tunjangan yang hanya diberikan kepada dosen yang menjabat guru besar setelah berdinas dua tahun. Menurut UUD 1945. Pasal 31 UUD 1945 membahas mengenai pendidikan dan pasal 32 UUD 1945 membahas mengenai kebudayaan. tunjangan kehormatan. Sama dengan guru. 2. tunjangan khusus. Disamping imbalan tersebut di atas para dosen juga diberi hak cuti seperti pegawai pada umumnya dan cuti untuk studi atau melakukan penelitian dengan tetap mendapat gaji penuh. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. ada dua dasar yang barhubungan dengan pendidikan yakni pasal 31 dan pasal 32. 16 . Landasan hukum pendidikan adalah peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. dan maslahat tambahan. tunjangan fungsional. KESUMPULAN 1.bidangnya dan dapat diakui secara internasional dapat diangkat menjadi professor paripurna. para dosen ini juga dapat imbalan bagi yang memenuhi semua persyaratan. Imbalan yang dimaksud adalah gaji pokok beserta tunjangan yang melekat pada gaji tunjangan profesi.

penempatan. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen membahas mengenai kedudukan. orang tua. pengangkatan. SARAN Diharapkan kepada seluruh pembaca untuk mengkaji ulang pasal-pasal yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945. 4. penghargaan dan perlindungan terhadap guru. Jakarta: Rineka Cipta. pembinaan dan pengembangan guru. sistem pendidikan nasional. dan sertifikasi guru.mozilla:en US:official&clie nt= firefox-beta#hl=id&client=firefox-beta&hs=EsX&rls=org. DAFTAR PUSTAKA Pidarta.co . Landasan Yuridis Sistem Pendidikan Nasional. fungsi dan tujuan guru. 2007. UU No. 20 Tahun 2003. masyarakat. fungsi. hak dan kewajiban guru. . Landasan kependidikan. UU No. visi. prinsip profesionalitas. serta wajib belajar. pendidikan nasional. tujuan. cuti. M.id/search?q=landasan+hukum+pendidikan+menurut+UU+RI++no+20+th un+2003&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:enUS%3Aofficial&sclient=psy-ab&q=landasan+yuridis+sistem+pendidikan 17 . prinsip penyelenggaraan pendidikan. dasar. Undang-Undang No. strategi pendidikan nasional. negara danpemerintah. misi. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional membahas mengenai pengertian pendidikan. hak dan kewajiban warga negara. dan pemberhentian guru. B. organisasi profesi dan kode etik guru.google. kualifikasi. 14 Tahun dan mengamalkan isi serta kandungan dari UUD dan UU tersebut. Undang-Undang No.3. kompetensi. http://www.

23.38..0.9.1c.r_qf.7068.483.5.1.1.7.r_gc.Hv5yhVViXj8 &pbx=1& bav=on.0.6.23.171613.1..1.212j7j4..16759 1.0i30l4.2.or..+nasional&oq=landasan+yuridis+sis&gs_l=serp. 18 .146667.0.r_pw. Diakses pada tanggal 20 September 2012.&fp=5258ccf912511c1c&biw=128 0&bih=599.pdf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful