PRAKTIKUM KIMIA SEDERHANA BERBASIS LINGKUNGAN Das Salirawati, M.

Si
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan kebutuhan primer pada saat ini, apalagi sebagian besar masyarakat sudah menyadari pentingnya pendidikan dalam menata masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu setiap negara senantiasa berusaha memajukan bidang pendidikan, disamping bidang yang lain dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas serta berusaha mengejar kemajuan negara lain. Satu dari sekian banyak masalah di era global yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah di bidang pendidikan. Masalah yang belum teratasi pada saat ini terutama masalah yang berhubungan dengan kualitas hasil pendidikan (Suyanto, 2007). Adanya kebijakan sertifikasi guru adalah salah satu upaya nyata Pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme guru agar guru sebagai aktor utama dalam pendidikan umumnya dan pembelajaran khususnya dapat meningkatkan kompetensinya. Seorang guru penting untuk menciptakan paradigma baru untuk menghasilkan praktik terbaik dalam proses pembelajaran (Carolin Rekar Munro, 2005). Oleh karena itu, ketika terjadi perubahan kurikulum dan terjadi pergeseran tuntutan hasil pendidikan yang berkaitan dengan tuntutan pasar kerja, maka gurulah yang harus berperan mewujudkan harapan itu. Ronald Brandt (1993) menyatakan bahwa hampir semua usaha reformasi dalam pendidikan, seperti pembaharuan kurikulum dan penerapan metode pembelajaran baru akhirnya tergantung kepada guru. Tanpa guru yang mampu menguasai bahan ajar dan strategi belajar-mengajar, maka segala upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan mencapai hasil yang optimal. Hal ini berarti seorang guru tidak hanya diharapkan mampu menguasai bidang ilmu yang diajarkan, tetapi juga menguasai strategi belajar-mengajar. Ilmu Kimia merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mempelajari tentang sifat-sifat zat, struktur zat, susunan / komposisi zat, perubahan zat, dan energi yang menyertai perubahan zat. Dengan demikian objek yang dibahas dalam ilmu kimia adalah zat atau materi. Ilmu kimia tidak hanya membahas tentang zat-zat secara teoretis, tetapi juga mencoba membahas secara empiris. Hal ini disebabkan ilmu kimia merupakan ilmu yang diperoleh melalui kerja ilmiah, sehingga dalam mempelajari ilmu kimia ada dua hal yang harus dipelajari, yaitu aspek produk (fakta, konsep, prinsip, teori, hukum) dan aspek empiris.
*) Makalah disampaikan pada Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kerjasama yang berjudul ”Pelatihan Pengelolaan Laboratorium Kimia untuk Guru-guru Kimia Kabupaten Sleman” di SMA 1 Kalasan, tanggal 15 – 22 Juni 2010. **) Dosen Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY Yogyakarta

1

maka melalui praktikum mereka dapat memperoleh jawaban dari rasa ingin tahunya secara nyata. Padahal praktikum merupakan kegiatan wajib yang harusnya menyertai setiap pembelajaran materi di kelas. Bagi peserta didik diadakannya praktikum selain dapat melatih bagaimana penggunaan alat dan bahan yang tepat. bagi peserta didik yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. sikap dan nilai ilmiah (Depdiknas. Selain itu. Oleh karena itu. yaitu hanya bergantung pada alat dan bahan yang tersedia. juga sangat perlu untuk mempelajari bagaimana proses penemuan produk ilmu kimia tersebut (proses penemuan konsep. sehingga seorang guru kimia juga dituntut untuk memiliki kompetensi kerja ilmiah. Dengan berlakunya KTSP saat ini. Namun demikian tidak semua SMA memiliki laboratorium yang memadai. maka penting bagi guru kimia untuk dibekali pengetahuan mengenai bagaimana cara mengembangkan praktikum yang berbasis lingkungan.Oleh karena itu selain kita mempelajari produk-produk ilmu kimia. Berdasarkan kenyataan di lapangan. Dalam pembelajaran kimia sangat memerlukan kegiatan penunjang berupa praktikum maupun eksperimen di laboratorium. Hal ini dikarenakan metode praktikum adalah salah satu bentuk pendekatan keterampilan proses. komunikasi ilmiah. pengembangan kreativitas & pemecahan masalah. seorang guru dituntut untuk dapat menyajikan materi ajar dengan berbagai pendekatan dan strategi yang kesemuanya diharapkan mampu mengaktifkan peserta didik. teori. sehingga kendala fasilitas laboratorium yang tidak memadai dapat diatasi dengan baik. Untuk melaksanakan praktikum yang berkaitan dengan materi pokok yang diajarkan di kelas diperlukan seperangkat alat dan bahan yang kadang-kadang sulit dipenuhi oleh sekolah. Ketiadaan alat dan bahan kimia sering menjadi kendala tidak dilakukannya praktikum. Berkaitan dengan hal itu. Adapun kerja imiah yang dimaksud meliputi aspek penyelidikan/penelitian. guru harus kreatif dan inovatif menciptakan 2 . Pada kesempatan ini akan disajikan beberapa contoh praktikum kimia sederhana dengan menggunakan alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar. 2003 : 2). Dengan demikian pelaksanaan praktikum tidak bergantung pada fasilitas laboratorium yang ada di sekolah. sebagian besar guru kimia relatif hanya sedikit melakukan kegiatan praktikum. sehingga tidak semua konsep kimia yang diajarkan diikuti praktikum di laboratorium. KOMPETENSI KERJA ILMIAH Seperti diketahui ilmu kimia menyangkut aspek empiris. atau hukum). prinsip. Oleh karena itu sangat diperlukan kreativitas guru kimia dalam mencari alternatif bahan dan alat lain yang dapat digunakan agar praktkum tetap dapat dilaksanakan. tetapi cukup menggunakan bahan dan alat yang dengan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. juga membantu pemahaman mereka terhadap materi kimia yang diajarkan di kelas. meskipun guru pengampu memiliki petunjuk praktikumnya.

Namun demikian. Sweeney & Jeffrey A. dan kepribadian. yaitu kompetensi profesional.berbagai kegiatan yang tidak hanya dilakukan di dalam kelas. 2002 : 1). Phelps & Cherin Lee (2003) yang dilakukan dari tahun 1990 – 2000 terhadap guru-guru baru yang mengajar kimia menunjukkan bahwa semua guru tersebut setuju bahwa mengajar kimia tidak dapat dilakukan tanpa laboratorium. Penelitian yang dilakukan Amy J. Menurut John W. Nah . setiap guru akan memiliki tingkat kepekaan yang berbeda. menciptakan percobaan sederhana yang dapat dilakukan peserta didik di rumah sebagai bentuk kreativitasnya.. Hansen & Gerald G. mengenai kepekaan ini. tetapi juga dapat ditinjau dari bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi ilmiah. hendaknya mampu melihat lingkungan sebagai sumber inspirasi yang diamati dan dapat dibawa ke ruang kelas. dan juga sikap dan nilai ilmiah yang ditunjukkan dalam kesehariannya. saya paham (Mel Silberman. termasuk kimia. maka peserta didik akan memahaminya secara lebih baik. dimana guru harus lebih banyak memberikan kegiatan aktif kepada peserta didik. sehingga tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan tugas mengajarnya. Confucius menyatakan bahwa “ what I do. tergantung kesadaran dan 3 . Di Amerika Serikat sebuah institusi penghasil guru (semacam LPTK) menetapkan standar persyaratan bagi mahasiswanya untuk lulus dalam pelatihan laboratorium sebagai bekal ketika mereka nanti mengajar (Aldrin E. kompetensi kerja ilmiah seorang guru tidak hanya dapat diamati melalui cara mengajar atau cara guru mendemonstrasikan suatu percobaan di laboratorium. sehingga pemahaman peserta didik terhadap materi ajar akan lebih efektif. sosial. Selain memiliki bekal bagaimana mengajar sains yang baik. 2003). artinya seseorang akan belajar efektif bila ia melakukan. tetapi di luar kelas dan laboratorium. Lovedahl (2004) ”belajar dengan melakukan” merupakan sarana belajar yang efektif. artinya ketika seorang guru banyak memberikan aktivitas yang bersifat keterampilan. pedagogik. Hal ini sesuai dengan yang diharapkan KTSP. guru juga perlu memiliki keterampilan laboratorium sebagai penunjang pelaksanaan tugas di lapangan serta kemampuan pemecahan masalah. Lebih lanjut dikatakan bahwa laboratorium adalah esensial untuk mengajar sains.. Menurut Sylvia Kerr & Olaf Runquist (2005) seorang guru sebaiknya selalu berusaha meningkatkan kualitas profesionalismenya. I understand” (apa yang saya lakukan. seorang guru senantiasa dapat berbuat dan berkreasi merancang kegiatan praktikum bagi peserta didiknya meskipun dalam kondisi sarana dan prasarana laboratorium yang serba kekurangan. Paradis. Dimanapun ia berada. KIAT MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEBAGAI BAHAN PRAKTIKUM Selain dituntut memiliki empat kompetensi. Dengan keterampilan laboratorium yang baik dan kemampuan memecahkan masalah. guru diharapkan juga memiliki kepekaan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar.

mengikuti seminar. psikologis. sosial budaya. lingkungan yang kondusif. sangat jarang dijumpai ada seorang guru yang demikian maju pola pikirnya berada di tengah-tengah teman dan lingkungan sekolah yang tidak kondusif. membuka internet. yaitu guru dan peserta didik memikirkan jalan keluarnya. Hal ini bukan berarti ada guru yang ½ guru. tetapi kesadaran tersebut juga dipengaruhi oleh berbagai faktor. membaca buku. maka keberadaan praktikum sebagai metode pembelajaran bidang studi sains / IPA merupakan suatu keharusan. yaitu elektron dapat dilakukan percobaan sederhana sbb : 4 . ¼ guru. seperti sering diskusi dengan sesama teman dari sekolah lain. artinya segala yang ada di dunia ini tidak terlepas dari aspek kimiawi. MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEBAGAI SARANA PRAKTIKUM / EKSPERIMEN Sesuai dengan anjuran Kurikulum yang sekarang dianut oleh dunia pendidikan di negara kita. Kekurangan atau tidak tersedianya berbagai bahan dan alat kimia seringkali menjadi kendala tidak berlangsungnya suatu topik praktikum. latar belakang pendidikan. Struktur Atom dan Ikatan Kimia Untuk membuktikan bahwa dalam atom terdapat partikel penyusun atom yang dapat bergerak. 1. Namun demikian kita tidak perlu berkecil hati. dan sebagainya. bahwasanya diharapkan peserta didik bukan lagi sebagai objek pembelajaran tetapi juga sebagai subjek pembelajaran. sudah saatnya bagi kita yang berkecimpung di dunia pendidikan terutama mereka yang terkait dalam proses pembelajaran. Hal ini memberikan inspirasi bagi kita bahwa lingkungan sekitar sebenarnya merupakan sarana untuk belajar kimia dan untuk menunjukkan fenomena-fenomena kimiawi seperti yang tertulis dalam materi pelajaran kimia yang diajarkan di kelas. tetapi kita tidak tahu atau tidak menyadari bahwa bahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan praktikum sederhana. karena kepekaan dapat dilatih dan diasah melalui berbagai aktivitas yang mengarah ke sana. Menghadapi kendala seperti ini. Sebagai contoh.keinginannya untuk benar-benar menjadi “guru secara total”. seperti usia. Seperti diketahui. Melalui praktikum peserta didik belajar menemukan konsep sendiri bersama-sama dengan teman sekerjanya dalam kelompok. Berikut ini akan diberikan contoh berbagai bahan kimia yang dengan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. sekaligus membantu pemahaman konsep yang diajarkan di kelas. bahwa “dunia kita adalah dunia kimia”. menjalin hubungan dengan pakar di PT.

Percobaan ini sekaligus dapat menunjukkan pada kita bahwa yang dapat bergerak dan berikatan dengan atom lain adalah elektron. Tiap atom memiliki inti atom yang bermuatan positif dan elektron yang mengelilinginya yang bermuatan negatif. lalu celupkan diantara dua tusuk gigi yang berhadapan tadi. Percobaan ini membuktikan bahwa meskipun molekul tidak dapat dilihat tetapi keberadaannya dapat diamati dari gejala yang ditimbulkan. Ketika balon yang “bermuatan” negatif didekatkan pada potongan kertas. yang meliputi konsentrasi. Gerakan saling menjauh ini akibat tali ikatan antar molekul air putus. 2. maka dapat dilakukan percobaan sederhana sbb : Letakkan 2 tusuk gigi secara berhadapan di atas permukaan air dalam sebuah mangkuk. dan katalisator. sehingga menyebabkan balon terkena pengaruh muatan negatif elektron. Dengan menggosokkan balon ke rambut. maka dapat dilakukan percobaanpercobaan sbb : a. Keberadaan Molekul Untuk mengetahui bahwa air terdiri dari molekul-molekul air. Konsentrasi : mereaksikan asam cuka dengan soda kue. Laju Reaksi Untuk menunjukkan factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. 5 . Celupkan tusuk gigi yang lain dalam larutan sabun. maka elektron pada rambut akan terlepas. cangkang telur dengan asam cuka. suhu. dimana konsentrasi asam cuka divariasi.Kertas adalah contoh sebuah materi yang terdiri dari atom-atom. Gaya tarik antara muatan negatif dan positif ini mampu mengatasi gravitasi bumi sehingga potongan kertas melompat ke atas dan menempel pada balon. 3. Tusuk gigi yang ujungnya dicelupkan ke dalam cairan sabun mampu mematahkan gaya tarik-menarik antar molekul air. bukan proton maupun neutron. sehingga molekul-molekul air satu sama lain saling menjauh. maka muatan positif kertas akan tertarik balon. luas permukaan.

Indikator ini (terutama daun kubis ungu) memberikan perubahan warna yang tegas ketika titik akhir titrasi tercapai. hal ini dapat ditunjukkan dengan cara meletakkan es batu dalam kaleng lalu menambahkan sedikit air dan garam. dimana garam inggris dipanas-kan pada berbagai suhu. yaitu menentukan kadar asam cuka di pasaran dengan pentiter NaOH. Luas permukaan : mereaksikan cangkang telur yang dihancurkan dan utuh dengan asam cuka. sehingga akan memberikan akurasi data yang sama ketika menggunakan indikator pp. Katalisator : menyalakan gula batu dengan bantuan abu gosok/abu rokok sebagai katalisator. Dengan menggunakan termometer akan nampak bahwa suhu sebelum dan sesudah ditambah garam akan mengalami penurunan.b. seperti daun kubis ungu. c. 7. terkadang kita tidak memilii indikator pp. Penurunan Titik Beku Adanya zat terlarut yang non volatil menyebabkan larutan mengalami penurunan titik beku. Peserta didik dapat melakukan titrasi alkali-metri. kunyit. proses korosi tidak akan terjadi. rhoeo discolor. 6. kita mengatakan bahwa terjadinya korosi pada besi diakibatkan teroksidasi oksigen di udara. gelas yang satu diisi air sedangkan yang satunya diisi air garam. Titrasi Asam-Basa (Asidi – Alkalimetri) Untuk melakukan titrasi asam-basa. d. dsbnya. Suhu : mereaksikan garam inggris dengan ammonia. maka dapat dilakukan percobaan sbb : Sediakan dua gelas. Udara Mengandung Uap Air Ketika membahas tentang korosi. 4. Tekanan Osmosis Untuk mengetahui terjadinya tekanan osmosis pada materi sifat koligatif larutan. Namun sebenarnya tanpa adanya uap air di udara yang menyebabkan udara menjadi lembab. Amati yang terjadi setelah 24 jam. Masukkan ke dalam kedua gelas wortel yang masih segar dengan ukuran sama. 5. Untuk membuktikan bahwa udara mengandung uap air adalah : 6 . secang. maka dapat dilakukan dengan mengunakan indikator alami.

Garam menurunkan suhu air es yang berakibat suhu kaleng turun dan membekukan embun yang ada di sekeliling kaleng. apakah ada endapan. Keberadaan Zat Besi pada Buah-buahan Untuk mengetahui adanya zat besi pada beberapa buah-buahan. dan akan mendingin ketika bersentuhan dengan kaleng. Pelarut Organik Melarutkan Senyawa Organik Alkohol adalah salah satu contoh pelarut organik (non polar) yang banyak digunakan untuk mengekstraksi senyawa organik (non polar) di laboratorium. Tambahkan sejumlah yang sama teh kental yang telah didiamkan kira-kira 1 jam. Jumlah dan kecepatan terbentuknya endapan menandakan banyaknya zat besi di dalam buah tersebut. Angkat dan lihat di dasar gelas. Susu merupakan contoh koloid. lalu tuangi dengan alkohol sampai merendam seluruh cengkeh. sehingga berubah menjadi air (embun). tambahkan 2 sendok makan cuka dan aduk. nanas. 8. diamkan selama 7 hari. Nampak bahwa embun di luar kaleng itu membeku. 10. Koloid Koloid merupakan campuran antara zat terdispersi dan zat pendispersi. Setelah permukaan luar kaleng mengembun. lalu tuangkan sedikit pada gelas bening. dapat dilakukan percobaan sbb : Siapkan jus buah-buahan yang akan diteliti. seperti anggur. adanya cuka yang ditambahkan ke dalamnya menyebabkan partikel terdispersi melekat satu sama lain membentuk benda padat yang disebut dadih yang berwarna putih. Diamkan selama 5 – 10 menit. Aduk dan biarkan sekitar 20 menit.Isi kaleng dengan es batu. tambahkan 3 sendok garam ke dalam air es tersebut. Tutup rapat. dan lihat kembali dasar gelas. 7 . 9. arbei. Bila belum ada. tambahkan secangkir air. Untuk membuktikan bahwa sifat pelarut non polar melarutkan senyawa non polar juga. Udara mengandung molekul air dalam bentuk gas. biarkan sebentar. dimana ukuran partikel terdispersinya lebih kecil dari suspensi tetapi lebih besar dari larutan. apel. Setelah itu cobalah mengoleskan campuran tersebut di atas punggung tangan. dapat dilakukan sbb : Letakkan sekitar 15 buah cengkeh ke dalam gelas. maka akan tercium bau wangi. sehingga cairannya menjadi bening. Bau tersebut merupakan hasil pelarutan minyak berbau harum yang terkandung dalam cengkeh. Endapan yang terbentuk merupakan zat besi yang terkandung dalam buah yang bereaksi dengan zat kimia dalam teh. biarkan lagi beberapa saat. Percobaan tentang koloud dapat dilakukan sbb : Isi gelas dengan susu segar. Biarkan 2 – 3 menit.

sedangkan volum air pada gelas 2 tinggal 98 ml. Masukkan ke dalam wadah tertutup dan simpan selama 1 hari lalu ukur volum yang ada. pH Buffer Untuk membuktikan fungsi ion fosfat dalam berbagai minuman bersoda sebagai buffer. Uji Amilum Untuk mengetahui ada tidaknya amilum dalam berbagai jenis makanan. Ternyata setelah didiamkan 1 hari ternyata volum larutan pada gelas 1 yang berisi larutan garam tinggal 99 ml. Hal ini karena asam karbonat merupakan jenis asam tak stabil (mudah terurai). yaitu memasukkan garam ke salah satu gelas yang berisi air dan dibandingkan terhadap yang hanya berisi air. maka dapat dilakukan dengan cara percobaan sederhana.11. habisnya busa menunjukkan bahwa dalam minuman bersoda tersebut tinggal ada buffer fosfat. maka harusnya tidak mengalami perubahan pH. sebab adanya busa menunjukkan bahwa asam karbonat (H2CO3) yang ada dalam minuman berubah menjadi H2O dan CO2. maupun pengenceran. Jika dihasilkan warna biru / ungu berarti sampel mengandung amilum. Penurunan Tekanan Uap Untuk membandingkan penguapan larutan garam dengan air dapat dilakukan percobaan sederhana. basa. Jadi. sehingga gas CO2 terlepas ke udara dan H2O tetap tinggal di minuman. 12. dapat dilakukan dengan menggunakan larutan iodin atau lugol. 8 . yaitu mengukur pH minuman bersoda tersebut sebelum dan sesudah ditambah sedikit asam. maka ketika ditambah sedikit asam. atau diencerkan (hanya 10 kali). basa (hanya 1 mL). 13. Pengukuran pH awal / mula-mula dari buffer fosfat dilakukan setelah busa minuman tersebut hilang. Jika benar bahwa minuman bersoda mengandung buffer fosfat.

Amy J. Carolin Rekar Munro. 80 (7). tugas Pemerintah untuk memberikan pendidikan dan menyediakan sarana prasarana sekolah yang lengkap menjadi sangat berat. Oleh karena kita sudah memilih pekerjaan mulia sebagai guru. The power of practice : what students learn from how we teach. 80 (2). Phelps & Cherin Lee. (1993). Semoga profesi guru merupakan profesi pilihan yang dapat digunakan sebagai sarana berbuat kebajikan kepada sesama (Amiiin). The College Quarterly. 9 . (1995). Spiel das wisen schafft. Educational Leadership.Demikianlah beberapa contoh praktikum yang berbasis penggunaan berbagai bahan dan alat yang ada di lingkungan. tetapi lebih berpikir bagaimana dengan kondisi yang serba sederhana dan cenderung terbatas sarana prasarana ini kita dapat menyikapi dengan bijak. Peran aktif guru memang sangat diharapkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. salah satu pilihan adalah menjadi makhluk Tuhan yang berguna bagi orang banyak. Ronald. Bergembira dengan sains. maka sudah sewajarnya kita tidak berpikir untuk selalu mengharap uluran tangan dari Pemerintah bila ingin memajukan anak didik kita. Hidup ini banyak pilihan. (2005). Brandt. sehingga memungkinkan untuk dilakukan di sekolah dengan kondisi yang minim sekalipun. 1 – 7. Terjemahan : Hardjapamekas. Journal of Chemical Education. “Best Practices” in teaching and learning : Challenging current paradigms and redefining their role in education. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Paradis. M. Sweeney & Jeffrey A. maka mau tidak mau kita harus mengemban tugas tersebut dengan baik. Addressing the professional preparation of future science teachers to teach hands – on science : a pilot study of a laboratory model. Djajang. PENUTUP Dengan jumlah SMA/MA yang demikian besar. Harapannya. 829 – 832. March. What do you mean professional . Nomor 6 50. 8 (3). 171 – 173. Dalam kondisi yang demikian. Bapak / Ibu Guru dapat mengembangkan lebih jauh berdasarkan contoh di atas. Bandung : Titian Ilmu. P. (2003). (2003). Aldrin E.

(2002). 20 – 32. Yogyakarta : Yappendis. 15 (2). 231 – 239. Jakarta : Depdiknas. Pidato Dies UNY 27 Mei 2007. Developing technology teachers : questioning the industrial tool use model. Bandung : Pakar Raya. Jakarta : Temprint. Yogyakarta : UNY. Journal of Chemical Education. Active learning : 101 Strategi pembelajaran aktif . Suyanto. Percobaan-percobaan yang menakjubkan. Hansen & Gerald G. (2004). (2003). (1991). Are we serious about preparing chemists for the 21st century workplace or are we just teaching chemistry ? . Janice Pratt VanCleave.Depdiknas. Janice Pratt VanCleave. John W. (2005). Standar kompetensi mata pelajaran sains. Sylvia Kerr & Olaf Runquist. 82 (2). Journal of Technology Education. 10 . (2003). Tantangan profesional guru di era global. Lovedahl. (2007). Gembira bermain dengan ilmu kmia : 101 Percobaan yang Pasti Berhasil. Mel Silberman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful