P. 1
Tht

Tht

|Views: 7|Likes:
Published by Alex Phopo
THT
THT

More info:

Published by: Alex Phopo on Aug 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2014

pdf

text

original

Otolaringologi adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus meneliti diagnosis dan pengobatan penyakit telinga, hidung, tenggorok

serta kepala dan leher. Di Indonesia, cabang kedokteran ini populer dengan nama Ilmu Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher atau THT-KL. Otolaringologi terdiri dari beberapa cabang yaitu:          Otologi: ilmu yang mempelajari tentang telinga dan kelainan serta operasi mikro telinga. Rinologi: ilmu tentang hidung dan sinus paranasal sehingga saat ini sering juga disebut rinologi dan sinusologi Laringofaringologi: ilmu tentang tenggorok Onkologi Bedah Kepala Leher: Subbagian yang menangani tumor di THT Kepala dan leher Neurotologi Bronkoesofagologi Plastik Rekonstruksi Alergi Imunologi THT-Komunitas Sebelum memperdalam ilmu THT ini perlu diketahui anatomi dan fisiologi dari masing masing orang tersebut agar dapat juga dengan mudah melakukan suat pemeriksaan fisik THT dan juga tindakan tindakan yang perlu dilakukan dalam mengatasi penyakitpenyakit yang berhubungan dengan telinga, hidung dan tenggorokan. 1.2 Tujuan Makalah dibuat dengan tujuan agar mahasiswa kedokteran memahami anatomi dan fungsi dari masing-masing organ telinga, hidung, dan tenggorokan.

1

BAB 2 PEMBAHASAN 2.1. Anatomi dan Fisiologi Telinga Anatomi telinga dibagi atas telinga luar,telinga tengah,telinga dalam: 1,2,3,5 2.1.1 Telinga Luar Telinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai membran tympani. Telinga luar atau pinna merupakan gabungan dari tulang rawan yang diliputi kulit. Daun telinga terdiri dari tulang rawan elastin dan kulit. Liang telinga (meatus akustikus eksternus) berbentuk huruf S, dengan rangka tulang rawan pada sepertiga bagian luar, di sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat banyak kelenjar serumen (modifikasikelenjar keringat = Kelenjar serumen) dan rambut. Kelenjar keringat terdapat pada seluruh kulit liang telinga. Pada dua pertiga bagian dalam hanya sedikit dijumpai kelenjar serumen, dua pertiga bagian dalam rangkanya terdiri dari tulang. Panjangnya kira-kira 2,5 - 3 cm. Meatus dibatasi oleh kulit dengan sejumlah rambut, kelenjar sebasea, dan sejenis kelenjar keringat yang telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar seruminosa, yaitu kelenjar apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang menghasilkan zat lemak setengah padat berwarna kecoklat-coklatan yang dinamakan serumen (minyak telinga). Serumen berfungsi menangkap debu dan mencegah infeksi.

2

tingkap lonjong (oval window). kanalis fasialis.3 2. Pars flaksida hanya berlapis dua. seperti epitel mukosa saluran napas. : Tegmen timpani (meningen / otak ) : Berturut-turut dari atas ke bawah kanalis semi sirkularis horizontal. Membran timpani berbentuk bundar dan cekung bila dilihat dari arah liang telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang telinga. telinga tengah. Pars tensa mempunyai 3 . kanalis fasialis pars vertikalis. Potongan Frontal Telinga 1. telinga dalam.1.2. Bagian atas disebut Pars flaksida (Membran Shrapnell).tingkap bundar (round window) dan promontorium.1 : Telinga luar.Gambar 2. yaitu bagian luar ialah lanjutan epitel kulit liang telinga dan bagian dalam dilapisi oleh sel kubus bersilia.2 Telinga Tengah Telinga tengah berbentuk kubus dengan :  Batas luar  Batas depan  Batas Bawah  Batas belakang  Batas atas  Batas dalam : Membran timpani : Tuba eustachius : Vena jugularis (bulbus jugularis) : Aditus ad antrum. sedangkan bagian bawah Pars Tensa (membrane propia).

satu lapis lagi ditengah. Prosesus longus maleus melekat pada membrane timpani. Didalam telinga tengah terdapat tulang-tulang pendengaran yang tersusun dari luar kedalam. Ditempat ini terdapat aditus ad antrum. Dalam telinga tengah terdapat dua otot kecil yang melekat pada maleus dan stapes yang mempunyai fungsi konduksi suara. sehingga didapatkan bagian atas-depan. maleus. Serabut inilah yang menyebabkan timbulnya reflek cahaya yang berupa kerucut.3 4 . dan stapes diliputi oleh epitel selapis gepeng. bawahdepan serta bawah belakang. Pada pars flaksida terdapat daerah yang disebut atik. Gambar 2. sirkuler dan radier. maleus melekat pada inkus dan inkus melekat pada stapes. yaitu maleus. Hubungan antar tulang-tulang pendengaran merupakan persendian. dan stapes. Telinga tengah dibatasi oleh epitel selapis gepeng yang terletak pada lamina propria yang tipis yang melekat erat pada periosteum yang berdekatan. yaitu lubang yang menghubungkan telinga tengah dengan antrum mastoid.2. untuk menyatakan letak perforasi membrane timpani. Membran timpani dibagi dalam 4 kuadran dengan menarik garis searah dengan prosesus longus maleus dan garis yang tegak lurus pada garis itu di umbo. Dimembran timpani terdapat 2 macam serabut. Bayangan penonjolan bagian bawah maleus pada membrane timpani disebut umbo. inkus. Tulang pendengaran didalam telinga tengah saling berhubungan . atas-belakang. Tuba eustachius termasuk dalam telinga tengah yang menghubungkan daerah nasofaring dengan telinga tengah.2 : Membran Timpani 1. inkus. yaitu lapisan yang terdiri dari serat kolagen dan sedikit serat elastin yang berjalan secara radier dibagian luar dan sirkuler pada bagian dalam. Stapes terletak pada tingkap lonjong yang berhubungan dengan koklea.

sehingga menghasilkan tekanan yang sama antara permukaan dalam dan permukaan luar membran tympani. Skala vestibuli dan skala timpani berisi perilimfa. yang membentuk organ corti. Pada irisan melintang koklea tampak skala vestibuli sebelah atas. Karena ketika mulut terbuka. sel rambut luar dan kanalis corti. sedangkan skala media berisi endolimfa. Pada membran ini terletak organ corti.Telinga tengah berhubungan dengan rongga faring melalui saluran eustachius (tuba auditiva). Dasar skala vestibuli disebut sebagai membrane vestibuli (Reissner’s membrane) sedangkan dasar skala media adalah membrane basalis. menghubungkan perilimfa skala timpani dengan skala vestibuli. dan pada membran basal melekat sel rambut yang terdiri dari sel rambut dalam. Kanalis semi sirkularis saling berhubungan secara tidak lengkap dan membentuk lingkaran yang tidak lengkap. 2. Ketika terjadi suara yang sangat keras. skala timpani sebelah bawah dan skala media (duktus koklearis) diantaranya. 5 . Ujung atau puncak koklea disebut holikotrema. Pada skala media terdapat bagian yang berbentuk lidah yang disebut membran tektoria.1. membuka mulut merupakan usaha yang baik untuk mencegah pecahnya membran tympani.3 Telinga Dalam Telinga dalam terdiri dari koklea (rumah siput) yang berupa dua setengah lingkaran dan vestibuler yang terdiri dari 3 buah kanalis semisirkularis. tuba auditiva membuka dan udara akan masuk melalui tuba auditiva ke telinga tengah. Tuba auditiva akan membuka ketika mulut menganga atau ketika menelan makanan. yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan antara kedua sisi membrane tympani.

lamina spiralis membranasea bagian bawah 3. terbentuk saluran yang dibatasi oleh: 1. Mulai dari pertemuan antara lamina spiralis membranasea kearah perifer atas. Ruang di dalam koklea bagian tulang dibagi dua oleh dinding (septum). Sumbu ini dinamakan modiolus.3 : Gambar labirin bagian membrane labirin bagian tulang. koklea bagian tulang membentuk 2. Bagian luarnya terdiri dari anyaman penyambung. Ruang yang mengandung perilimf ini dibagi menjadi : skala vestibule (bagian atas) dan skala timpani (bagian bawah). lamina spiralis membranasea.5 bagian koklea labirin adalah suatu saluran melingkar yang pada manusia panjangnya 35mm. membrane reissner bagian atas 2. Bagian dalam dari septum ini terdiri dari lamina spiralis ossea.3.Gambar 2. yang terdiri dari pembuluh darah dan saraf. dinding luar koklea 6 . Tempat ini dinamakan helicotrema.2. Kedua skala ini bertemu pada ujung koklea. Pada pertemuan kedua lamina ini. Skala vestibule bermula pada fenestra ovale dan skala timpani berakhir pada fenestra rotundum.5 kali putaran yang mengelilingi sumbunya. terdapat membrane yang dinamakan membrane reissner. Telinga Dalam Koklea 1.

terdapat suatu membrane.4 : Koklea 2.saluran ini dinamakan duktus koklearis atau koklea bagian membrane yang berisi endolimf. sel-sel persepsi yang mengandung rambut.3 Pada bagian atas organ korti.000 serabut saraf. Sebaliknya nada rendah berpengaruh dibagian atas (ujung) dari koklea. yaitu membrane tektoria. Membrane ini berpangkal pada Krista spiralis dan berhubungan dengan alat persepsi pada alat korti. Pada membarana basilaris (lamina spiralis membranasea) terdapat alat korti. Dinding luar koklea ini dinamakan ligamentum spiralis. GAMBAR 2. Nada dengan frekuensi tinggi berpengaruh pada basis koklea.disini.5 : Organ korti 2. Pada alat korti dapat ditemukan sel-sel penunjang. 7 . tempat terbentuknya endolimf.3 Didalam lamina membranasea terdapat 20. Lebarnya membrane basilaris dari basis koklea sampai keatas bertambah dan lamina spiralis ossea berkurang. Antara sel-sel korti ini terdapat ruangan (saluran) yang berisi kortilimf. Gambar 2. terdapat stria vaskularis.

Vestibulum Vestibulum letaknya diantara koklea dan kanalis semisirkularis yang juga berisi perilimf. Sedangkan pada utrikulus. Kanalis semisirkularis vertikal (posterior) berbatasan dengan fossa crania media dan tampak pada permukaan atas os petrosus sebagai tonjolan.Duktus koklearis berhubungan dengan sakkulus dengan peralatan duktus reunions. Saluran ini buntu. Didalam kanalis semisirkularis membranasea terdapat endolimf. Gelembung-gelembung sakkulus dan utrikulus berhubungan satu sama lain dengan perantaraan duktus utrikulosakkularis. terdapat lubang (foramen ovale) yang berhubungan dengan membrane timpani. Kanalis semisirkularis posterior tegak lurus dengan kanalis semi sirkularis superior. Kanalis semisirkularisanlis Di kedua sisi kepala terdapat kanalis-kanalis semisirkularis yang tegak lurus satu sama lain. didalam kanalis tulang. Pada vestibulum bagian depan. Kanalis semisirkularis membranasea letaknya didalam kanalis semisirkularis ossea. terdapat macula sakkuli. terdapat kanalis bagian membran yang terbenam dalam perilimf. Diantara kedua kanalis ini terdapat ruang berisi perilimf. Bagian ini dinamakan ampulla. 8 . Pada tempat melebarnya kanalis semisirkularis ini terdapat sel-sel persepsi. yang bercabang melalui duktus endolimfatikus yang berakhir pada suatu lilpatan dari duramater. Sel-sel persepsi disini sebagai sel-sel rambut yang di kelilingi oleh sel-sel penunjang yang letaknya pada macula. tempat melekatnya telapak (foot plate) dari stapes. Pada sakkulus. Kanalis semisirkularis horizontal berbatasan dengan antrum mastoideum dan tampak sebagai tonjolan. eminentia arkuata. Bagian dasar koklea yang terletak pada dinding medial cavum timpani menimbulkan penonjolan pada dinding ini kearah cavum timpani. Lipatan ini dinamakan sakkus endolimfatikus. Kedua ujung yang tidak melebar dari kedua kanalis semisirkularis yang letaknya vertikal bersatu dan bermuara pada vestibulum sebagai krus komunis. Tonjolan ini dinamakan promontorium. yang terletak pada bagian belakang os piramidalis. Di dalam vestibulum. dinamakan macula utrikuli. tonjolan kanalis semisirkularis horizontalis (lateralis). terdapat gelembung-gelembung bagian membrane sakkulus dan utrikulus.

suatu organ gelatinous yang mencapai atap dari ampulla sehingga dapat menutup seluruh ampulla. Gambar 2. Keadaan ini menimbulkan proses depolarisasi sel rambut. sehingga kanal ion terbuka dan terjadi penglepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. Rambut-rambut dari sel persepsi ini mengenai organ yang dinamakan kupula. Getaran diteruskan melalui membrane Reissner yang mendorong endolimfa. 2.3. sehingga melepaskan neurotransmiter ke dalam sinapsis yang akan menimbulkan potensial aksi pada saraf auditorius. sehingga akan menimbulkan gerak relative antara membran basilaris dan membran tektoria.1.6 : Fisiologi Pendengaran 1.2.4 9 . Proses ini merupakan rangsang mekanik yang menyebabkan terjadinya defleksi stereosilia sel-sel rambut. Energi getar yang telah diamplifikasi ini akan diteruskan ke stapes yang menggerakkan tingkap lonjong sehingga perilimfa pada skala vestibule bergerak.Sel-sel persepsi yang ditunjang oleh sel-sel penunjang letaknya pada Krista ampularis yang menempati 1/3 dari lumen ampulla. Getaran tersebut menggetarkan membran timpani diteruskan ketelinga tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang akan mengimplikasi getaran melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian perbandingan luas membran timpani dan tingkap lonjong.4 Fisiologi pendengaran 1.4. lalu dilanjutkan ke nucleus auditorius sampai ke korteks pendengaran (area 39-40) di lobus temporalis.5 Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energy bunyi oleh daun telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang kekoklea.

2.6 Hidung luar dibentuk oleh kerangka tulang dan tulang rawan yang dilapisi oleh kulit.7 : Anatomi hidung Hidung merupakan organ penting yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari biasanya dan hidung merupakan salah satu organ pelindung tubuh terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Yang disebut kolumela membranosa mulai dari apeks.2. Hidung terdiri atas hidung luar dan hidung dalam. Agak keatas dan belakang dari apeks disebut batang hidung (dorsum nasi). struktur hidung luar dapat dibedakan atas tiga bagian yaitu: paling atas kubah tulang yang tak dapat digerakkan. Titik pertemuan kolumela dengan bibir atas dikenal sebagai dasar hidung. Disini bagian bibir atas membentuk cekungan dangkal memanjang dari atas kebawah yang disebut filtrum. jaringan ikat dan beberapa otot kecil yang berfungsi untuk melebarkan atau menyempitkan 10 . Hidung luar menonjol pada garis tengah diantara pipi dengan bibir atas. yaitu diposterior bagian tengah pinggir dan terletak sebelah distal dari kartilago septum.6 Bagian puncak hidung biasanya disebut apeks. yang berlanjut sampai kepangkal hidung dan menyatu dengan dahi. dibawahnya terdapat kubah kartilago yang sedikit dapat digerakkan dan yang paling bawah adalah lobolus hidung yang mudah digerakkan.2 Anatomi dan fisiologi hidung 2. Sebelah menyebelah kolumela adalah nares anterior atau nostril(Lubang hidung)kanan dan kiri. sebelah latero-superior dibatasi oleh ala nasi dan sebelah inferior oleh dasar hidung.1 Anatomi hidung Gambar 2.

Disini terdapat muara dari sinus maksilla. Septum nasi ini dibentuk oleh tulang dan tulang rawan. sedangkan konka media. Konka inferior merupakan tulang tersendiri yang melekat pada os maksila dan labirin etmoid. 11 . dinding lateral terdapat konkha superior. konkha media dan konkha inferior. Dibalik bagian anterior konka media yang letaknya menggantung. yang berbentuk pyramid iregular dengan dasarnya menghadap ke fossa nasalis dan puncaknya kearah apek prosesus zigomatikus os maksilla. Yang terbesar dan letaknya paling bawah ialah konkha inferior. Bahagian hidung dalam terdiri atas struktur yang membentang dari os internum disebelah anterior hingga koana di posterior. frontalis dan sphenoid. Bagian dari kavum nasi yang letaknya sesuai ala nasi. etmoid. Celah antara konka inferior dengan dasar hidung dinamakan meatus inferior. Dinding medial hidung ialah septum nasi. lateral. disebut dengan vestibulum. Dinding inferior dan medial infundibulum membentuk tonjolan yang berbentuk seperti laci dan dikenal sebagai prosesus unsinatus. superior dan suprema merupakan bagian dari labirin etmoid. Ada suatu muara atau fisura yang berbentuk bulan sabit menghubungkan meatus medius dengan infundibulum yang dinamakan hiatus semilunaris. inferior dan superior. kemudian yang lebih kecil adalah konka media.Vestibulum ini dilapisi oleh kulit yang banyak kelenjar sebasea dan rambut-rambut panjang yang disebut dengan vibrise.lubang hidung. yang memisahkan rongga hidung dari nasofaring. sinus frontal dan bahagian anterior sinus etmoid. dipisahkan oleh septum nasi dibagian tengahnya menjadi kavum nasi kanan dan kiri.6 Meatus medius merupakan salah satu celah yang penting dan merupakan celah yang lebih luas dibandingkan dengan meatus superior. tepat dibelakang nares anterior. Pintu atau lubang masuk kavum nasi bagian depan disebut nares anterior dan lubang belakang disebut nares posterior (koana)yang menghubungkan kavum nasi dengan nasofaring.6 Di bagian atap dan lateral dari rongga hidung terdapat sinus yang terdiri atas sinus maksilla. sedangkan yang terkecil ialah konka suprema dan konka suprema biasanya rudimenter. Dan sinus maksilla merupakan sinus paranasal terbesar diantara lainnya. Rongga hidung atau kavum nasi berbentuk terowongan dari depan kebelakang. berikutnya celah antara konkha media dan inferior disebut meatus media dan sebelah atas konkha media disebut meatus superior. yang lebih kecil lagi konka superior.6 Tiap kavum nasi mempunyai 4 buah dinding yaitu dinding medial. pada dinding lateral terdapat celah yang berbentuk bulat sabit yang dikenal sebagai infundibulum.

8 : Sistem Vaskularisasi Hidung Bagian bawah rongga hidung mendapat pendarahan dari cabang arteri maksilaris interna.Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale da os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. arteri etmoid anterior. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. yang disebut pleksus kieesselbach (little’s area). Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius. 12 . diantaranya ialah ujung arteri palatina mayor dan arteri sfenopalatina yang keluar dari foramen sfenopalatina bersama nervus sfenopalatina dan memasuki rongga hidung dibelakang ujung posterior konka media. cabang terminal arteri maksilaris interna yang berasal dari arteri karotis eksterna. sehingga sering menjadi sumber epistaksis. Pada bagian depan septum terdapat anastomosis dari cabang-cabang arteri sfenopalatina. arteri labialis superior dan arteri palatina mayor. Arteri Etmoidalis posterior cabang dari arteri oftalmika 3. mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. Membrana mukosa olfaktorius. Arteri Etmoidalis anterior 2. Bagian depan hidung mendapat pendarahan dari cabang-cabang arteri fasialis.6  Perdarahan hidung Secara garis besar perdarahan hidung berasal dari 3 sumber utama yaitu:6 1. Gambar 2. Arteri Sfenopalatina. Pleksus Kiesselbach letaknya superfisialis dan mudah cedera oleh truma.

Rongga hidung lainnya. dan disini terbagi lagi menjadi cabang nasalis internus medial dan lateral. selain memberi persarafan sensoris. 13 .  Persyarafan hidung Gambar 2. juga memberikan persarafan vasomotor atau otonom untuk mukosa hidung. yang merupakan cabang dari nervus nasosiliaris. Ganglion sfenopalatinum terletak dibelakang dan sedikit diatas ujung posterior konkha media. Ganglion sfenopalatina.9 :PersarafanHidung Bagian depan dan atas rongga hidung mendapat persarafan sensoris dari nervus etmoidalis anterior. Nervus Olfaktorius turun melalui lamina kribosa dari permukaan bawah bulbus olfaktorius dan kemudian berakhir pada sel-sel reseptor penghidupada mukosa olfaktorius di daerah sepertiga atas hidung. Vena divestibulum dan struktur luar hidung bermuara ke vena oftalmika yang berhubungan dengan sinus kavernesus. yang berasal dari nervus oftalmikus. Cabang pertama nervus trigeminus yaitu nervus oftalmikus memberikan cabang nervus nasosiliaris yang kemudian bercabang lagi menjadi nervus etmoidalis anterior dan etmoidalis posterior dan nervus infratroklearis.Serabut parasimpatis dari nervus petrosus profundus. Nervus etmoidalis anterior berjalan melewati lamina kribrosa bagian anterior dan memasuki hidung bersama arteri etmoidalis anterior melalui foramen etmoidalis anterior.Vena-vena hidung mempunyai nama yang sama dan berjalan berdampingan dengan arterinya. sebagian besar mendapat persarafan sensoris dari nervus maksila melalui ganglion sfenopalatinum. Ganglion ini menerima serabut serabut sensorid dari nervus maksila. Saraf sensoris untuk hidung terutama berasal dari cabang oftalmikus dan cabang maksilaris nervus trigeminus.

Fungsi filtrasi. hidung memiliki epitel olfaktorius berlapis semu yang berwarna kecoklatan yang mempunyai tiga macam sel-sel syaraf yaitu sel penunjang.2 Epitel Epitel mukosa hidung terdiri dari beberapa jenis.3. epitel transisional terletak tepat di belakang vestibulum dan epitel kolumnar berlapis semu bersilia pada sebagian mukosa respiratorius.3. Epitel kolumnar sebagian besar 14 . yaitu epitel skuamous kompleks pada vestibulum. epitel kolumnar berlapis semu bersilia. Sebagian besar dilapisi oleh mukosa respiratorius. mukosa hidung terdiri dari palut lendir (mucous blanket).2. Partikel yang besarnya 5-6 mikrometer atau lebih.10 :gambaranhistologimukosahidung 2.Secara histologis.2. Sebagai fungsi penghidu. memanaskan dan melembabkan udara inspirasi akan melindungi saluran napas dibawahnya dari kerusakan. lapisan media dan lapisan kelenjar profunda.2 Fisiologi hidung Hidung berfungsi sebagai indra penghidu . membrana basalis.3 Sistem Mukosiliar 2. (5) Untuk resonansi suara.2. (3) Penyaring udara.2. Fungsi hidung terbagi atas beberapa fungsi utama yaitu (1)Sebagai jalan nafas. Gambar2.2. lamina propria yang terdiri dari lapisan subepitelial. menyiapkan udara inhalasi agar dapat digunakan paru serta fungsi filtrasi. (6) Turut membantuproses bicara. Histologi mukosa6 Luas permukaan kavum nasi kurang lebih 150 cm2 dan total volumenya sekitar 15 ml. (2) Alat pengatur kondisi udara. (4) Sebagai indra penghidu. 85 % -90% disaring didalam hidung dengan bantuan TMS. sel basal dan sel olfaktorius.1.(7) Reflek nasal.7 2.

Kavum nasi bagian anterior pada tepi bawah konka inferior 1 cm dari tepi depan memperlihatkan sedikit silia (10%) dari total permukaan. Mikrovilia merupakan penonjolan dengan panjang maksimal 2 μm dan diameternya 0. ATP berada di lengan dinein yang menghubungkan mikrotubulus dalam pasangannya. Sel goblet merupakan kelenjar uniseluler yang menghasilkan mukus. Struktur silia terbentuk dari dua mikrotubulus sentral tunggal yang dikelilingi sembilan pasang mikrotubulus luar. dibungkus oleh membran sel dan bersifat mobile. Sedangkan antarapasangan yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan bahan elastis yang diduga neksin. Mikrovilia tidak bergerak seperti silia.1 μm atau 1/3 diameter silia. Jumlah silia dapat mencapai 200 buah pada tiap sel. Sel goblet atau kelenjar mukus merupakan sel tunggal. Masingmasing mikrotubulus dihubungkan satu sama lain oleh bahan elastis yang disebut neksin dan jari-jari radial. Dengan demikian gerakan silia seolaholah menyerupai ayunan tangan seorang perenang. Tiap silia tertanam pada badan basal yang letaknya tepat dibawah permukaan sel.memiliki silia. Kemudian silia bergerak kembali lebih lambat dengan ujung tidak mencapai lapisan tadi (recovery stroke). Bentuknya panjang. Perbandingan durasi geraknya kira-kira 1 : 3. Lebih kebelakang epitel bersilia menutupi 2/3 posterior kavum nasi. Sumber energinya ATP yang berasal dari mitokondria. Mitokondria ini merupakan sumber energi utama sel yang diperlukan untuk kerja silia. Panjangnya antara 2-6 μm dengan diameter 0. Sel-sel bersilia ini memiliki banyak mitokondria yang sebagian besar berkelompok pada bagian apeks sel. Distribusi dan kepadatan sel goblet tertinggi di daerah konka inferior sebanyak 11. Pola gerakan silia yaitu gerakan cepat dan tiba-tiba ke salah satu arah (active stroke) dengan ujungnya menyentuh lapisan mukoid sehingga menggerakan lapisan ini. Gerak silia terjadi karena mikrotubulus saling meluncur satu sama lainnya. Silia merupakan struktur yang menonjol dari permukaan sel. menghasilkan protein polisakarida yang membentuk lendir dalam air. Silia ini tidak bergerak secara serentak.000 sel/mm2 dan terendah di septum nasi sebanyak 5700 sel/mm2. Sel basal tidak pernah mencapai permukaan. Sel kolumnar pada lapisan epitel ini tidak semuanya memiliki silia. sedangkan sel basal merupakan sel primitif yang merupakan sel bakal dari epitel dan sel goblet. tetapi berurutan seperti efek domino (metachronical waves) pada satu area arahnya sama.3 μm. Semua epitel kolumnar bersilia atau tidak bersilia memiliki mikrovilia pada permukaannya. Jumlahnya mencapai 15 .. ATP berasal dari pemecahan ADP oleh ATPase.

maka ujung silia tidak akan mencapai lapisan superfiasial yang dapat mengakibatkan kekuatan aktivitas silia terbatas atau terhenti sama sekali (Sakakura 1994). kelenjar seromukus dan kelenjar lakrimal.3. protein sekresi dengan berat molekul rendah. Dengan demikian mencegah kekeringan permukaaan sel. Kedalaman cairan perisiliar sangat penting untuk mengatur interaksi antara silia dan palut lendir. Mikrovilia bukan merupakan bakal silia. Palut lendir Palut lendir merupakan lembaran yang tipis. gas atau aerosol yang terinhalasi serta menginaktifkan virus yang terperangkap. karena sebagian besar batang silia berada dalam lapisan ini. serta sangat menentukan pengaturan transportasi mukosiliar.4. 2. Diduga mukoglikoprotein ini yang menangkap partikel terinhalasi dan dikeluarkan oleh gerakan mukosiliar. Lapisan ini lebih tipis dan kurang lengket. kelembaban rendah. Di bawah lapisan rangkap ini terdapat lapisan yang lebih tebal yang terdiri dari atas kolagen dan fibril retikulin. 2. lengket dan liat. Membrana basalis Membrana basalis terdiri atas lapisan tipis membran rangkap dibawah epitel. protein serum. Pada lapisan perisiliar yang dangkal. yang menambah luas permukaan sel.2. Mikrovilia ini membantu pertukaran cairan dan elektrolit dari dan ke dalam sel epitel. Lapisan ini juga berfungsi sebagai pelindung pada temperatur dingin. Mikrovilia merupakan perluasan membran sel. Lapisan superfisial yang lebih tebal utamanya mengandung mukus.2. merupakan bahan yang disekresikan oleh sel goblet.3.300-400 buah tiap sel. Lapisan ini sangat berperanan penting pada gerakan silia. menelan dan bersin. 16 . maka lapisan superfisial yang pekat akan masuk ke dalam ruang perisiliar. Kedua adalah lapisan superfisial yang lebih kental (gel layer) yang ditembus oleh batang silia bila sedang tegak sepenuhnya.3. Lapisan superfisial ini merupakan gumpalan lendir yang tidak berkesinambungan yang menumpang pada cairan perisiliar dibawahnya. Cairan perisiliar mengandung glikoprotein mukus. Terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan yang menyelimuti batang silia dan mikrovili (sol layer) yang disebut lapisan perisiliar. sedangkan denyutan silia terjadi di dalam cairan ini. Sebaliknya pada keadaan peningkatan perisiliar. sehingga menjaga kelembaban yang lebih baik dibanding dengan sel epitel gepeng. Tiap sel panjangnya sama.

Silia lebih banyak dekat ostium. Epitel toraknya berlapis semu bersilia. 17 . Diantara semua sinus paranasal. Transportasi mukosiliar disebut juga clearance mukosiliar. pembuluh darah dan saraf. Merupakan fungsi pertahanan lokal pada mukosa hidung. Transportasi mukosilia yang bergerak secara aktif ini sangat penting untuk kesehatan tubuh. Imunoglobulin G (Ig G) dan interferon dapat juga ditemukan pada sekret hidung sewaktu serangan akut infeksi virus. Lamina propria ini terdiri dari sel jaringan ikat. Mukosanya lebih tipis dan kelenjarnya lebih sedikit. Bila sistem ini tidak bekerja secara sempurna maka materi yang terperangkap oleh palut lendir akan menembus mukosa dan menimbulkan penyakit. Transportasi mukosiliar terdiri dari dua sistem yang merupakan gabungan dari lapisan mukosa dan epitel yang bekerja secara simultan.3. gerakannya akan mengalirkan lendir ke arah hidung melalui ostium masing-masing. dengan ditambah beberapa zat imunologik yang berasal dari sekresi sel. tetapi mekanismenya belum diketahui secara pasti. substansi dasar. Enzim tersebut sangat mirip dengan imunoglobulin A (Ig A). serabut jaringan ikat.6 Transportasi mukosiliar Transportasi mukosiliar hidung adalah suatu mekanisme mukosa hidung untuk membersihkan dirinya dengan mengangkut partikel-partikel asing yang terperangkap pada palut lendir ke arah nasofaring. Cairan perisilia dibawahnya akan dialirkan ke arah posterior oleh aktivitas silia. Lamina propria Lamina propria merupakan lapisan dibawah membrana basalis. Ujung silia tersebut dalam keadaan tegak dan masuk menembus gumpalan mukus kemudian menggerakkannya ke arah posterior bersama materi asing yang terperangkap didalamnya ke arah faring. lapisan media yang banyak sinusoid kavernosus dan lapisan kelenjar profundus. bertumpu pada membran basal yang tipis dan lamina propria yang melekat erat dengan periosteum dibawahnya.5. lapisan kelenjar superfisial. 2. Lapisan mukosa mengandung enzim lisozim (muramidase).2. Mukosa pada sinus paranasal merupakan lanjutan dari mukosa hidung. kelenjar.2. Lapisan ini dibagi atas empat bagian yaitu lapisan subepitelial yang kaya akan sel.2.3. maka sinus maksila mempunyai kepadatan sel goblet yang paling tinggi. dimana enzim ini dapat merusak beberapa bakteri. Sistem ini tergantung dari gerakan aktif silia yang mendorong gumpalan mukus.

kemudian melalui posteroinferior orifisium tuba eustachius menuju nasofaring. batuk dan bersin. teflon. 2. Zat yang bisa larut seperti sakarin.3.7 Pemeriksaan fungsi mukosiliar Fungsi pembersih mukosiliar atau transportasi mukosiliar dapat diperiksa dengan menggunakan partikel. Kecepatan gerakan silia bertambah secara progresifsaat mencapai ostium.Karena pergerakan silia lebih aktif pada meatus media dan inferior maka gerakan mukus dalam hidung umumnya ke belakang.2. Dari rongga nasofaring mukus turun kebawah oleh gerakan menelan. Uji sakarin cukup ideal untuk penggunaan di klinik. Kecepatan gerakan mukus oleh kerja silia berbeda di berbagai bagian hidung. Penderita duduk dengan posisi kepala fleksi 10 derajat. 18 . Waktu dari mulai sakarin diletakkan di bawah konka inferior sampai merasakan manis dicatat dan disebut sebagai waktu transportasi mukosiliar atau waktu sakarin. Penderita di periksa dalam kondisi standar dan diminta untuk tidak menghirup. kemudian penderita diminta untuk menelan secara periodik tertentu kira-kira 1/2-1 menit sampai penderita merasakan manis. sekitar 1 hingga 20 mm/menit. obat topikal. baik yang larut maupun tidak larut dalam air. silia cenderung akan menarik lapisan mukus dari meatus komunis ke dalam celah-celah ini. sedangkan yang tidak larut adalah lamp black. Sedangkan arah gerakan silia pada sinus seperti spiral. 600-um alluminium disc atau substansi radioaktif seperti human serum albumin. Sebagai pengganti partikel dapat digunakan sakarin yang disebut uji sakarin. dimulai dari tempat yang jauh dari ostium. Setengah mm sakarin diletakkan 1 cm di belakang batas anterior konka inferior. bismuth trioxide. atau gas inhalasi. Uji ini telah dilakukan oleh Anderson dan kawan pada tahun 1974dan sampai sekarang banyak dipakai untuk pemeriksaan rutin. Sekret yang berasal dari sinus etmoid posterior dan sfenoid akan bergabung di resesus sfenoetmoid. dan pada daerah ostium silia tersebut berputar dengan kecepatan 15 hingga 20 mm/menit. Pada dinding lateral rongga hidung sekret dari sinus maksila akan bergabung dengan sekret yang berasal dari sinus frontal dan etmoid anterior di dekat infundibulum etmoid. Dengan menggunakan bahan celupan. warna dapat dilihat di orofaring. Pada segmen hidung anterior kecepatan gerakan silianya mungkin hanya 1/6 segmen posterior. makan atau minum. kemudian melalui anteroinferior orifisium tuba eustachius akan dialirkan ke arah nasofaring. colloid sulfur.

celah palatum terdapat garis tengah belakang tetapi dapat terjadi kearah maksila depan. Vermilion berwarna merah karena ditutupi lapisan sel skuamosa. ini menutup jika ada makanan dan minuman yang lewat dan menuju esophagus. Duktus sub mandibularis dilalui oleh saraf lingualis. Faring bagian dari leher dan tenggorokan bagian belakang mulut. Ruangan diantara mukosa pipi bagian dalam dan gigi adalah vestibulum oris.3. terdiri dari faring dan laring. oleh karena itu.Transportasi mukosiliar normal sangat bervariasi. Faring adalah suatu kantong fibromuskuler yang bentuknya seperti corong. dan palatum posterior baik palatum durum dan palatum mole. Rongga mulut terletak di depan batas bebas palatum mole. Saraf glosofaringeus mempersarafi rasa dari sepertiga lidah bagian belakang. Saraf fasialis melekat pada kelenjar parotis. Mahakit (1994) mendapatkan waktu transportasi mukosiliar normal adalah 12 menit. Bagian terpenting dari tenggorokan adalah epiglottis. arkus faringeus anterior dan dasar lidah. Otot lidah berasal dari miotom posbrankial yang bermigrasi sepanjang duktus tiroglosus ke leher. Kelenjar liur tumbuh sebagai kantong dari epitel mulut yang terletak dekat sebelah depan saraf-saraf penting.6 ± 7 menit.08 menit untuk pria.1 Anatomi Tenggorokan8 Tenggorokan merupakan bagian dari leher depan dan kolumna vertebra. yang besar di bagian atas dan sempit 19 . Elynawaty (2002) dalam penelitian mendapatkan nilai normal pada kontrol adalah 7. dibentuk olehgabungan dari prosesus palatum. Palatum dibentuk oleh dua bagian: premaksila yang berisi gigi seri dan berasal prosesusnasalis media.3 Anatomi dan fisiologi tenggorokan 2. waktu transportasi mukosiliar adalah 16. 2. Lidah bagian depan terutamaberasal dari daerah brankial pertama dan dipersarafi oleh nervus lingualis dengan cabang kordatimpani dari saraf fasialis yang mempersarafi cita rasa dan sekresi kelenjar submandibula.61 menit untuk wanita dan 9. Waguespack (1995) mendapatkan nilai rata-rata adalah 12-15 menit. Sedangkan pada penderita sinusitis. Bibir dan pipi terutama disusun oleh sebagian besar otot orbikularis oris yang dipersarafi oleh nervus fasialis. Rongga mulut dan faring dibagi menjadi beberapa bagian. Lidah dibentuk dari beberapa tonjolan epitel didasar mulut.

Faring terbagi atas nasofaring.dibagian bawah. Kantong ini mulai dari dasar tengkorak terus menyambung ke esophagus setinggivertebra servikalis ke enam. Semua dipersarafi oleh pleksus faringeus.glossofaringeus.vagus berisi serabut motorik.Panjang dinding posterior faring pada orang dewasa kurang lebih empat belas centimeter. Dari pleksus faring yang ekstensif ini keluar untuk otot-otot faring kecuali m. Didepan tonsila. Disamping. arcus faring anterior disusun oleh otot palatoglossus. dan dibelakang dari arkus faring posterior disusun oleh otot palatofaringeus. pembungkus otot dan sebagian fasia bukofaringeal. 20 . Cabang faring dari n.1. Orofaring kearah depan berhubungan dengan rongga mulut. otot-otot ini membantu menutupnya orofaring bagian posterior. dan laringofaring (hipofaring).3. Yang utama berasal daricabang a. Pleksus ini dibentuk oleh cabang dari n.3.1 Vaskularisasi. cabang dari n. fasia faringobasiler. dan vertebra servikalis lain. orofaring.stilofaringeus yang dipersarafi langsung oleh cabang n.glosofaringeus dan serabut simpatis. Pada mukosa dinding belakang faring terdapat dasar tulang oksiput inferior. merupakan otot yang menegangkan palatum dan membuka tuba eustachius masuk ke faring melalui ruangan ini. Karotis ekstern serta dari cabang a.8 Berasal dari beberapa sumber dan kadang-kadang tidak beraturan. 2. muara tuba eustachius kartilaginosa terdapat didepan lekukan yangdisebut fosa rosenmuller. bagian ini merupakan bagian dinding faring yang terpanjang.ke depan berhubungan dengan rongga mulut melalui isthmus orofaring.maksilaris interna yakni cabang palatine superior. faring berhubungan dengan rongga hidung melalui koana. sedangkan dengan laring dibawah berhubungan melalui aditus laring dan kebawah berhubungan dengan esophagus. adenoid terletak pada mukosa atap nasofaring. kemudianbagian depan tulang atas dan sumbu badan. Superior.2 Persarafan8 Persarafan motorik dan sensorik daerah faring berasal dari pleksus faring yang ekstensif. Ke atas. Nasofaring membuka kearah depan hidung melalui koana posterior. 2.1. Dinding faring dibentuk oleh selaput lender.vagus. Otot tensor velipalatini. Tonsila faringeal dalamkapsulnya terletak pada mukosa pada dinding lateral rongga mulut.

11. Anatomi faring dan struktur sekitarnya 2. konka foramen jugulare. tonsil 21 .media dan inferior. Nasofaring Berhubungan erat dengan beberapa struktur penting misalnya adenoid. Struktur yang terdapat dirongga orofaring adalah dinding posterior faring. 9 Gambar 2.3.5 Orofaring Disebut juga mesofaring dengan batas atasnya adalah palatum mole. yang merupakan invaginasi struktur embrional hipofisis serebri.1. Berdasarkan letak.2. Saluran limfe media mengalir ke kelenjar getah bening jugulodigastrik dan kelenjar getah bening servikal dalam atas. nervus vagus dan nervus asesorius spinal saraf kranial dan vena jugularis interna bagian petrosus os. batas bawahnya adalah tepi atas epiglotis kedepan adalah rongga mulut sedangkan kebelakang adalah vertebra servikal. kantong rathke. Saluran limfe superior mengalir ke kelenjar getah bening retrofaring dan kelenjar getah bening servikal dalam atas. faring dibagi atas: 2.3.3 Kelenjar Getah Bening8 Aliran limfe dari dinding faring dapat melalui 3 saluran yaitu superior. suatu refleksi mukosa faring diatas penonjolan kartilago tuba eustachius. yang dilalui oleh nervus glosofaring.4.tempolaris dan foramen laserum dan muara tuba eustachius. torus tubarius.3.1. sedangkan saluran limfe inferior mengalir ke kelenjar getah bening servikal dalam bawah. jaringan limfoid pada dinding lareral faring dengan resessus faring yang disebut fosa rosenmuller.1.

9 Permukaan medial tonsil bentuknya beraneka ragam dan mempunyai celah yang disebut kriptus. Batas lateralnya adalah m. Fosa ini berisi jaringan ikat jarang dan biasanya merupakan tempat nanah memecah ke luar bila terjadi abses. Tonsil palatina yang biasanya disebut tonsil saja terletak di dalam fosa tonsil.vagus. tonsil palatina dan tonsil lingual yang ketiga-tiganya membentuk lingkaran yang disebut cincin waldeyer. Epitel yang melapisi tonsil ialah epitel skuamosa yang juga meliputi kriptus. epitel yang terlepas. Pada kutub atas tonsil seringkali ditemukan celah intratonsil yang merupakan sisa kantong faring yang kedua. tonsil lingual dan foramen sekum. Fosa tonsil diliputi oleh fasia yang merupakan bagian dari fasia bukofaring dan disebu kapsul yang sebenarbenarnya bukan merupakan kapsul yang sebena-benarnya. Pada batas atas yang disebut kutub atas (upper pole) terdapat suatu ruang kecil yang dinamakan fossa supratonsil. uvula. sehingga mudah dilakukan diseksi pada 22 .9 c.9 Terdapat macam tonsil yaitu tonsil faringal (adenoid). Tonsil Tonsil adalah massa yang terdiri dari jaringan limfoid dan ditunjang oleh jaringan ikat dengan kriptus didalamnya. limfosit. Kutub bawah tonsil biasanya melekat pada dasar lidah. Kapsul ini tidak melekat erat pada otot faring.9 Permukaan lateral tonsil melekat pada fasia faring yang sering juga disebut kapsul tonsil.9 a. abses retrofaring. Dinding Posterior Faring Secara klinik dinding posterior faring penting karena ikut terlibat pada radang akut atau radang kronik faring.palatina fosa tonsil serta arkus faring anterior dan posterior. bakteri dan sisa makanan. serta gangguan otot bagian tersebut. Fosa tonsil Fosa tonsil dibatasi oleh arkus faring anterior dan posterior.konstriktor faring superior. Di dalam kriptus biasanya biasanya ditemukan leukosit. Gangguan otot posterior faring bersama-sama dengan otot palatum mole berhubungan dengan gangguan n.9 b.

Dalam perkembangannya.lingualis dorsal. cabang tonsil a.faring ascendens dan a. epiglotis ini dapat menjadi demikian lebar dan tipisnya sehingga pada pemeriksaan laringoskopi tidak langsung tampak menutupi pita suara.maksila eksterna. maka struktur pertama yang tampak di bawah dasar lidah ialah valekula. a.6 Laringofaring (hipofaring)9 Batas laringofaring disebelah superior adalah tepi atas yaitu dibawah valekula epiglotis berfungsi untuk melindungi glotis ketika menelan minuman atau bolus makanan pada saat bolus tersebut menuju ke sinus piriformis (muara glotis bagian medial dan lateral terdapat ruangan) dan ke esofagus. Bagian ini merupakan dua buah cekungan yang dibentuk oleh ligamentum glosoepiglotika medial dan ligamentum glosoepiglotika lateral pada tiap sisi.Tonsil mendapat darah dari a. Di garis tengah. Tempat ini kadang-kadang menunjukkan penjalaran duktus tiroglosus dan secara klinik merupakan tempat penting bila ada massa tiroid lingual (lingual thyroid) atau kista duktus tiroglosus. Pada bayi epiglotis ini berbentuk omega dan perkembangannya akan lebih melebar. pada saat bolus tersebut menuju ke sinus piriformis 23 . sebab pada beberapa orang.9 Infeksi dapat terjadi di antara kapsul tonsila dan ruangan sekitar jaringan dan dapat meluas keatas pada dasar palatum mole sebagai abses peritonsilar.9 Tonsil lingual terletak di dasar lidah dan dibagi menjadi dua oleh ligamentum glosoepiglotika.tonsilektomi.1.palatina ascendens. Lebih ke bawah lagi terdapat otot-otot dari lamina krikoid dan di bawahnya terdapat muara esofagus. meskipun kadang-kadang bentuk infantil (bentuk omega) ini tetap sampai dewasa. kadang-kadang bila menelan pil akan tersangkut disitu.3. Batas anteriornya adalah laring. Dibawah valekula terdapat epiglotis.palatina minor. yaitu sudut yang terbentuk oleh papila sirkumvalata. di sebelah anterior massa ini terdapat foramen sekum pada apeks. Epiglotis berfungsi juga untuk melindungi (proteksi) glotis ketika menelan minuman atau bolus makanan. Valekula disebut juga ³ kantong pil´ ( pill pockets).9 2. a. nervus laring superior berjalan dibawah dasar sinus piriformis pada tiap sisi laringofaring. batas inferior adalah esofagus serta batas posterior adalah vertebra servikal. Sinus piriformis terletak di antara lipatan ariepiglotika dan kartilago tiroid. Bila laringofaring diperiksa dengan kaca tenggorok pada pemeriksaan laring tidak langsung atau dengan laringoskop pada pemeriksaan laring langsung.

Gerakan penutupan ini terjadi sangat cepat dan melibatkan mula-mula m.konstriktor faring superior.3. resonasi suara dan untuk artikulasi.palatofaring (bersama m. 2. jalannya bolus melalui esofagus. keduanya secara involunter.palatofaring. kemudian m. waktu menelan. Hal ini penting untuk diketahui pada pemberian anestesia lokal di faring dan laring pada tindakan laringoskopi langsung.salpingofaring) oleh kontraksi aktif m.levator veli palatini menarik palatum mole ke atas belakang hampir mengenai dinding posterior faring.2 Nervus laring superior berjalan dibawah dasar sinus piriformis pada tiap sisi laringofaring. gerakan dibantu oleh kontraksi otot konstriktor faringis media dan superior. Mungkin kedua gerakan ini bekerja tidak pada waktu bersamaan. Jarak yang tersisa ini diisi oleh tonjolan (fold of) Passavant pada dinding belakang faring yang terjadi akibat 2 macam mekanisme. Gerakan yang kuat dari lidah bagian belakang akan mendorong makanan kebawah melalui orofaring.8  Proses menelan Proses penelanan dibagi menjadi tiga tahap. yaitu pengangkatan faring sebagai hasil gerakan m.2 Fisiologi Tenggorokan Fungsi faring yang terutama ialah untuk respirasi. Bolus dibawa melalui introitus esofagus ketika otot konstriktor faringis inferior berkontraksi dan otot krikofaringeus berelaksasi.9 Ada yang berpendapat bahwa tonjolan Passavant ini menetap pada periode fonasi. transport makanan melalui faring dan tahap ketiga.salpingofaring dan m. Pertama gerakan makanan dari mulut ke faring secara volunter. Otot supra hiod berkontraksi. tetapi ada pula pendapat yang mengatakan tonjolan ini timbul dan hilang secara cepat bersamaan dengan gerakan palatum. Tahap kedua. Langkah yang sebenarnya adalah: pengunyahan makanan dilakukan pada sepertiga tengah lidah.levator veli palatine bersama-sama m. Pada gerakan penutupan nasofaring m. Gerakan ini antara lain berupa pendekatan palatum mole kearah dinding belakang faring. Elevasi lidah dan palatum mole mendorong bolus ke orofaring. Peristaltik dibantu oleh gaya berat.konstriktor faring superior. menggerakkan makanan melalui esofagus dan masuk ke lambung. elevasi tulang hioid dan laring intrinsik berkontraksi dalam gerakan seperti sfingter untuk mencegah aspirasi.9 24 .9  Proses Berbicara Pada saat berbicara dan menelan terjadi gerakan terpadu dari otot-otot palatum dan faring.dan ke esofagus.

google. Andrianto.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://webschools olutions.1986.Bashiruddin Jenny.G. Soetirto Indro.Jakarta.com/patts/systems/ear.halaman 9-15.Edisi IV.Bramantyo Brastho.htm 4.L. Adams. Anatomi fisiologi telinga.pdf 7.Penerbit FK-UI.7576. 5.Gangguan pendengaran Akibat Obat ototoksik.co.com/doc/36494895/difteri-tonsil 25 . Available from : http://repository.EGC.EGC.com/doc/44244704/Refrat-Difteri-Sari 9. Difteri tonsil.ac. Available from http://www. Available from : http://arispurnomo.Buku ajar Ilmu Kesehatan Telinga .wordpress.usu. Difteri.com/2008/07/16/anatomi-dan-fisiologi-sistempernapasan/ 8.Tenggorok Kepala & Leher.Petrus.DAFTAR PUSTAKA 1.Dalam:Boies.Hidung .scribd. Available from http://www.Jakarta 6. Anatomi dan fisiologi hidung. Available from : http://translate.id/bitstream/123456789/21283/4/Chapter%20II.Obat-obatan ototoksik.hal.com/anatomifisiologi-telinga 3. Telinga : Pendengaran dan sistem vestibular. Anatomi dan fisiologi system pernapasan.Hidung dan Tenggorokan. Available from : http://fraxawant.Buku Ajar Penyakit THT.Penyakit Telinga.129.scribd. 2.53-56.jakarta 2007.1997.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->