P. 1
Penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif {Ptk}

Penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif {Ptk}

|Views: 120|Likes:
Published by whie_cha1556

More info:

Published by: whie_cha1556 on Aug 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

1

BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang.
Pada tahun pelajaran 2010 – 2011 sekarang ini SMA Negeri 1 Gunung Sugih
merupakan tahun ketiga dalam pelaksanaan Rintisan Sekolah berstandar Nasional
(RSSN) ,sehingga pada pelaksanaan pengajaran yang dilakukan perlu adanya
penelitian agar didapatkan pengajaran yang paling efektif untuk digunakan baik
pada kesempatan yang sekarang maupun yang akan datang.
Pada kesempatan ini peneliti mengadakan penelitian tentang rendahnya
penguasaan siswa pada materi Matriks , dan yang menjadi fokus pada penelitian
ini adalah tidak efektifnya pengajaran yang dilakukan oleh guru dalam
mengajarkan materi Matriks tersebut.
Tidak efektifnya pengajaran yang dilakukan guru tersebut diduga akibat
kurang tepatnya guru dalam menggunakan strategi pembelajaran. Hal ini ditandai
adanya kecenderungan guru dalam mengajarkan materi tersebut dengan metode
ceramah secara klasikal.
Dilandasi keinginan untuk mencari strategi pembelajaran yang tepat dan
efisien untuk meningkatkan hasil nilai penguasaan materi Matriks dari siswa
Kelas XII IPS SMA Negeri 1 Gunung Sugih inilah, maka peneliti merasa perlu
mengadakan penelitian tindakan kelas ini.

2

Peningkatan hasil belajar pada materi Matriks dan efetifitas pembelajaran
yang diharapkan oleh peneliti adalah dengan langkah mengarahkan pembelajaran
siswa aktif secara kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Selain harapan
yang telah disampaikan diatas penelitian ini diharapkan dapat merubah
paradigma guru dalam melakukan pembelajaran dari guru sebagai pusat belajar
agar beralih ke siswa.
Guna mewujudkan harapan yang diinginkan oleh peneliti seperti di atas maka
peneliti menerapkan strategi pembelajaran aktif dengan menggunakan teknik
pembelajaran kelompok besar dan pembelajaran kelompok kecil
B Rumusan Masalah.
Rumusan masalah yang akan dikaji pada penelitian ini adalah :
1 Apakah melalui strategi pembelajaran aktif dapat meningkatkan penguasaan
materi Matriks bagi siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Gunung Sugih ?
2 Apakah strategi pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang efektif
untuk mengajarkan materi Matriks bagi siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1
Gunung Sugih ?
C Tujuan Penelitian.
Tujuan dari pada penelitian yang dilakukan pada kelas XII IPS program di
SMA Negeri 1 Gunung Sugih ini adalah :
1 Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan
penguasaan materi Matriks bagi siswa kelas XII IPS .
3

2 Mencari pengajaran yang efektif untuk mengajarkan materi Matriks bagi
siswa kelas XII IPS
3 Meningkatkan penguasaan materi Matriks bagi siwa kelas XII IPS di SMA
negeri 1 Gunung Sugih tahun pelajaran 2010 – 2011 dengan menggunakan
strategi pembelajaran aktif.
D Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian yang dilakukan ini adalah :
1. siswa dapat meningkatkan penguasaan materi Matriks melalui strategi
pembelajaran aktif.
2. siswa dapat mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penguasaan materi
Matriks tersebut dengan secara aktif dalam pembelajaran.
3. guru mendapatkan suatu strategi pembelajaran yang efektif untuk
mengajarkan materi Matriks bagi siswa kelas XII IPS.

















4

BAB II
KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A Kajian Teori
1 Strategi Belajar dan Mengajar.
Pada setiap pengajaran ada tujuan yang harus dicapai dan untuk
pencapaian tujuan tersebut kita perlu menyampaikan topik – topik yang
didalamnya ada konsep – konsep yang harus sampai pada siswa, dan untuk itu
diperlukan pendekatan tertentu seperti pemecahan masalah , latiahan soal ,
latih – hafal dan mungkin dengan pendekatan yang lainnya.
Andi Hakim Nasution ( 1988 : 243 ) menyatakan bahwa dalam suatu
pengajaran yang berkaitan dengan suatu materi kurikulum tertentu prinsip
keterlaksanaan dipenggaruhi oleh empat komponen pokok yaitu pembawa
materi , penyaji materi , pendekatan dan penerima materi. Pengaturan materi
kurikulum tersebut dinamakan strategi belajar mengajar.
Pada pengajaran matematika sampai sekarang ini masih menggunakan
strategi belajar mengajar langsung dan sempit. Maksudnya adlah materi
pelajaran yang dibawakan guru itu sempit ( dikumpulkan oleh guru itu sendiri
) , penyajinya guru itu sendiri pendekatan yang digunakan deduktif dan siswa
yang menerimanya adalah kelompok besar, padahal bila dilihat dari
kombinasi yang ada dalam strategi pembelajaran paling tidak ada 81
kombinasi yang dapat dilaksanakan dalam pengajaran.

5

2 Strategi Pembelajaran Aktif
a. Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif
Strategi merupakan istilah lain dari pendekatan, metode atau cara. Di
dalam kepustakaan pendidikan istilah-istilah tersebut di atas sering
digunakan secara bergantian. Menurut Udin S. Winataputra & Tita Rosita
( 1995: 124) istilah strategi secara harfiah adalah akal atau siasat.
Sedangkan strategi pembelajaran diartikan sebagai urutan langkah atau
prosedur yang digunakan guru untuk membawa siswa dalam suasana
tertentu untuk mencapai tujuan belajarnya.
Sedangkan pembelajaran aktif menurut Hisyam Zaini, Bermawy
Munthe & Sekar Ayu Aryani (2007:xvi) adalah suatu pembelajaran yang
mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Ketika peserta didik
belajar dengan aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas
pembelajaran. Di sisi lain, Silberman (2006:35-41) menyatakan
lingkungan fisik dalam kelas dapat mendukung atau menghambat kegiatan
belajar aktif. Sehingga dari pernyataan tersebut perlengkapan kelas perlu
disusun ulang untuk menciptakan formasi tertentu yang sesuai dengan
kondisi belajar siswa. Namun begitu di tidak ada satu susunan atau tata
letak yang mutlak ideal, namun ada banyak pilihan yang tersedia. Sepuluh
kemungkinan susunan tata letak meja dan kursi yang disarankan sebagai
berikut: bentuk U, gaya tim, meja konferensi, lingkaran, kelompok pada
kelompok, ruang kerja, pengelompokan berpencar, formasi tanda pangkat,
6

ruang kelas tradisional, auditorium. Sejalan dengan pendapat tersebut,
Syamsu Mappa dan Anisa Basleman (1994:46) menyatakan penggunaan
meja, kursi dan papan tulis berroda lebih memungkinkan berlangsungnya
proses interaksi belajar dan membelajarkan yang bergairah.
Aktifitas siswa belajar di kelas terwujud bila terjadi interaksi antar
warga kelas. Boakes dalam Mar’at (1984:110) menyatakan bahwa di
dalam interaksi ada aktifitas yang bersifat resiprokal (timbal balik) dan
berdasarkan atas kebutuhan bersama, ada aktifitas daripada pengungkapan
perasaan, dan ada hubungan untuk tukar-menukar pengetahuan yang
didasarkan take and give, yang semuanya dinyatakan dalam bentuk
tingkah laku dan perbuatan. Lebih lanjut, Syamsu Mappa dan Anisa
Basleman (1994:46) menyatakan hubungan timbal balik antar warga kelas
yang harmonis dapat merangsang terwujudnya masyarakat kelas yang
gemar belajar. Dengan demikian, upaya mengaktifkan siswa belajar dapat
dilakukan dengan mengupayakan timbulnya interaksi yang harmonis antar
warga di dalam kelas. Interaksi ini akan terjadi bila setiap warga kelas
melihat dan merasakan bahwa kegiatan belajar tersebut sebagai sarana
memenuhi kebutuhannya. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran,
berdasarkan teori kebutuhan Maslow, Silberman (2006:30) menyatakan
kebutuhan akan rasa aman harus dipenuhi sebelum bisa dipenuhinya
kebutuhan untuk mencapai sesuatu, mengambil resiko, dan menggali hal-
hal baru.
7

Dari pembahasan di atas, tip – tip dibawah ini dapat digunakan
guru untuk mengarah pada strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan
siswa dalam belajar:
1) Selalu berpenampilan menarik dan penuh wibawa.
Kesan pertama siswa saat bertemu gurunya adalah fisik dari guru
tersebut. dengan penampilan yang menarik dan penuh wibawa akan
membuat kesan yang positif dari siswa, sehingga dengan mudah guru
akan dapat membawa siswa kedalam suasana belajar yang guru
inginkan.
2) Manfaatkan pertemuan pertama dengan siswa untuk perkenalan antar
warga kelas, tunjukkan cara-cara belajar matematika yang baik,
buatlah kesepakatan (kontrak) terkait norma-norma yang harus
dipatuhi oleh warga kelas.
3) Buatlah formasi tata letak meja, kursi, pajangan dinding, dan perabot
kelas yang lain sesuai dengan kesepakatan warga kelas dan kebutuhan.
4) Siapkan semua peralatan yang akan digunakan di dalam ruang kelas
sebelum memulai pembelajaran.
5) Mulailah proses belajar mengajar dengan materi yang ringan tetapi
menantang yang dapat merangsang siswa turut aktif berfikir.
Kemudian masuk pada materi yang akan kita ajarkan dengan
senantiasa melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar. Misalkan
senantiasa mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang
8

kita ajarkan agar siswa lebih mudah memahami materi yang kita
berikan.
6) Selalu memulai dan mengakhiri pembelajaran tepat waktu serta
dengan salam yang menghangatkan, yaitu salam penuh kasih dan
hormat.
7) Gunakan bahasa yang santun, hormat, dan dengan nada bicara yang
lembut.
8) Memahami dan menghormati berbagai perbedaan yang ada.
9) Menghormati kerahasiaan setiap siswa
10) Tidak merendahkan dan mencemooh siswa
11) Memberi kesempatan yang sama kepada semua siswa untuk bicara dan
jangan mengintrupsi pembicaraan siswa
12) Bila seorang siswa mengemukakan pendapat, jadilah pendengar yang
baik dan selanjutnya berikan kesempatan kepada siswa lain untuk
memahaminya dan memberikan komentarnya.
13) Memahami dan menghormati pendapat setiap siswa, bila perlu
melancarkan kritik: gunakan bahasa yang mengayomi, dan bila kritik
bersifat pribadi seyogyanya dilakukan di ruang khusus.
14) Sekali waktu, berilah kesempatan kepada siswa untuk memberikan
saran atau kritik guna perbaikan proses pembelajaran.
15) Sediakan waktu untuk berkomunikasi dengan siswa di luar kelas.

9

b. Prosedur Pembelajaran Aktif
Proses pembelajaran di kelas dapat dipandang sebagai tiga bagian
kegiatan yang terurut, yaitu: kegiatan awal (pendahuluan), kegiatan inti,
dan kegiatan akhir (penutup). Dengan demikian, strategi pembelajaran
aktif dapat dirumuskan sebagai prosedur kegiatan yang mengaktifkan
siswa pada setiap bagian kegiatan secara terurut. Prosedur tersebut dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1) Prosedur Mengaktifkan Siswa Belajar Matematika Pada Awal
Pembelajaran
Dimensi pertama dalam peristiwa belajar matematika adalah
membangun sikap dan persepsi positif terhadap belajar dan
matematika sebagai obyek belajar. Kesiapan mental untuk terlibat
dalam pembelajaran mutlak dicapai dalam mengaktifkan siswa belajar
matematika, oleh karenanya kegiatan membangunkan sikap dan
persepsi positif siswa harus dilakukan sejak awal dimulainya
pembelajaran. Hal yang harus dilakukan guru pada awal pembelajaran
adalah membangunkan minat, membangunkan rasa ingin tahu, dan
merangsang siswa untuk berfikir. Bila minat siswa, rasa ingin tahu
siswa telah bangkit, serta siswa telah terangsang untuk berfikir ini
berarti siswa telah siap secara mental untuk terlibat secara aktif dalam
pembelajaran matematika, dan bila terjadi sebaliknya berarti secara
mental siswa belum siap terlibat dalam pembelajaran.
10

Dengan memodifikasi strategi berbagi pengetahuan secara aktif,
Silberman (2006:100-102), mengawali kegiatan pembelajaran aktif
dengan prosedur sebagai berikut:
a) Tentukan rentang waktu yang pasti untuk kegiatan awal
pembelajaran.
b) Ucapkan salam pembuka yang menghangatkan siswa.
c) Sediakan daftar pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran
matematika yang akan diajarkan. Misalnya:
(1) kata-kata untuk didefinisikan,
(2) soal-soal sederhana dari aplikasi rumus yang telah dikenal,
(3) pertanyaan tentang aplikasi matematika sederhana dalam
kehidupan sehari-hari.
b) Perintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu
sebaik yang mereka bisa dan dalam waktu yang telah ditentukan.
c) Perintahkan siswa untuk menyebar di kelas, menanyakan kepada
temannya jawaban pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu
jawabannya, Doronglah siswa untuk saling membantu.
d) Perintahkan untuk kembali ke tempat semula dan gunakan teknik
tanya jawab untuk membahas jawaban yang mereka dapatkan.
e) Gunakan pertanyaan-pertanyaan arahan sebagai upaya merangsang
berfikir siswa menjawab pertanyaan yang tak satupun siswa bisa
menjawab.
11

f) Gunakan informasi-informasi yang diperoleh dalam kegiatan ini
sebagai sarana untuk memperkenalkan topik-topik penting materi
pelajaran dalam kegiatan inti.
Secara umum, manusia tidak menyukai suatu kegiatan yang
kurang bervariasi. Oleh karenanya perlu dipilih kegiatan lain
sebagai variasi kegiatan di atas. Berikut ini dapat menjadi alternatif
pilihan.
(1) Daftar pertanyaan dapat diganti dengan menyediakan kartu
indeks dan perintahkan siswa untuk menuliskan satu informasi
yang menurut siswa akurat tentang materi yang akan diajarkan.
(2) Kegiatan menyebar dapat diganti dengan merotasi pertukaran
pendapat antar kelompok belajar di kelas.
2) Prosedur Mengaktifkan Siswa Belajar Matematika Pada Kegiatan
Inti Pembelajaran
Telah dikemukakan di atas bahwa pendidikan matematika di segala
jenjang dimaksudkan untuk membangun pengetahuan, keterampilan
dan sikap terkait dengan matematika. Pembelajaran aktif dalam
pendidikan matematika dapat berlangsung dalam proses penyelidikan
atau proses bertanya. Siswa dikondisikan dalam sikap mencari (aktif)
bukan sekedar menerima (reaktif). Kondisi ini terjadi jika siswa
dilibatkan dalam tugas dan kegiatan yang secara halus mendesak
mereka untuk berfikir, bekerja, dan merasakan.
12

Berdasarkan pendapat di atas, upaya yang harus dilakukan guru untuk
mengaktifkan siswa belajar matematika adalah: (1) mengkondisikan
situasi belajar matematika menjadi kegiatan siswa mengupayakan
pemecahan masalah atau mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan,
baik masalah atau pertanyaan yang diajukan guru maupun siswa; (2)
mendorong ketertarikan siswa untuk mendapatkan informasi atau
menguasai keterampilan melalui pemecahan masalah atau mencari
jawaban atas pertanyaan; (3) mendesak siswa secara halus untuk
bergerak mengkaji atau menilai suatu jawaban pertanyaan, suatu
pendapat (gagasan), atau suatu penyelesaian masalah. Guru dapat
menggunakan berbagai strategi dengan berbagai teknik untuk
mengaktifkan siswa dalam kegiatan inti. Dengan memodifikasi
pendapat Silberman (2006:117-206), strategi berikut ini dapat
digunakan guru untuk mengaktifkan siswa belajar matematika:
a) Menstimulir rasa ingin tahu siswa
Prosedur
(1) Ajukan pertanyaan/masalah yang kompleks (njelimet) atau
yang mempunyai beberapa kemungkinan jawaban untuk
menstimulasi keingintahuan siswa tentang materi yang akan
diajarkan.
Pertanyaan yang disajikan haruslah merupakan pertanyaan
yang menurut guru ada beberapa siswa yang mengetahui
13

jawabannya atau bagian dari jawaban. Pertanyaan dapat berupa
pertanyaan sehari-hari, cara melakukan sesuatu, definisi, cara
kerja (prosedur).
(2) Doronglah siswa untuk berfikir, membuat skema atau diagram,
dan membuat dugaan umum.
Gunakan frase semisal “ coba tebak” atau “coba jawab”
(3) Jangan buru-buru memberikan tanggapan. Tampung semua
dugaan siswa. Ciptakan rasa penasaran tentang jawaban yang
sesungguhnya.
Sebagai variasi, buatlah siswa berpasangan dan membuat
dugaan secara kolektif.
(4) Gunakan pertanyaan itu untuk mengarahkan siswa kepada apa
yang hendak diajarkan. Anda perlu memastikan bahwa siswa
lebih menaruh perhatian terhadap pelajaran dibanding
biasanya.

b) Menstimulir siswa untuk belajar mandiri
Prosedur
(1) Bagikan kepada siswa bahan ajar, disertai beberapa
pertanyaan/masalah yang terurut dari yang sederhana sampai
yang kompleks.
14

(2) Perintahkan siswa untuk mempelajari bahan ajar secara
mandiri atau berpasangan.
(3) Perintahkan siswa untuk membubuhkan tanda tanya pada
materi yang belum mereka pahami. Anjurkan untuk
menyisipkan tanda tanya sebanyak mungkin. Perintahkan
siswa untuk menyusun pertanyaan sebanyak mungkin terkait
dengan tanda tanya yang mereka bubuhkan
(4) Perintahkan siswa untuk mengemukakan pertanyaan secara
tertulis. Beri kesempatan siswa lain untuk menanggapinya.
Lakukan seterusnya sehingga semua pertanyaan siswa dibahas.
(5) Berikan penjelasan sebagai sarana pemantapan dari jawaban
atas pertanyaan siswa.
(6) Perintahkan siswa menyelesaikan masalah dalam bahan ajar
secara mandiri atau berpasangan.
(7) Perintahkan siswa untuk mengemukakan jawaban masalah.
Berikan kesempatan siswa lain memberikan komentar atau
mengemukakan kemungkinan jawaban lain.
(8) Berikan pemantapan jawaban atas pertanyaaan
Jika guru merasa bahwa siswa akan mengalami kesulitan
mempelajari sendiri bahan ajar, berikan sejumlah informasi
yang mengarahkan mereka.

15

c) Menstimulir siswa untuk belajar bersama dalam kelompok.
Prosedur
(1) Perintahkan siswa secara mandiri mempelajari bahan ajar
(2) Perintahkan untuk menuliskan hal yang belum diketahui dalam
bentuk pertanyaan.
(3) Perintahkan untuk membentuk kelompok. Perintahkan masing-
masing kelompok memberi nama kelompok dengan nama
dalam matematika, misalnya: kelompok aljabar, kelompok
Phytagoras dan sebagainya.
(4) Diskusikan pertanyaan-pertanyaan dari masing-masing anggota
kelompok.
(5) Berikan tugas memecahkan masalah, dengan petunjuk yang
jelas. misalnya: tuliskan rumus, gambarkan, buat skema atau
diagram yang kamu gunakan untuk menjawab.
(6) Berikan peran pada anggota kelompok. Misalnya: fasilitator,
pencatat, juru bicara, pengatur waktu.
(7) Berikan kesempatan masing-masing kelompok untuk
menyajikan hasil diskusi di depan kelas.
(8) Perintahkan siswa untuk kembali ke posisi semula dan lakukan
salah salah satu berikut:
(a) Membahas materi secara bersama
(b) Dapatkan pertanyaan dari siswa
16

(c) Beri siswa pertanyaan kuis
(d) Sediakan latihan penerapan atau kuis bagi siwa untuk
menguji pemahaman mereka.
d) Belajar berpasangan
Prosedur:
(1) Berikan kepada siswa, satu atau beberapa permasalahan yang
memerlukan perenungan dan pemikiran.
(2) Perintahkan siswa untuk menyelesaikan masalah secara
perseorangan.
(3) Setelah semua siswa menyelesaikan masalah, aturlah menjadi
sejumlah pasangan dan perintahkan mereka untuk berbagi
jawaban satu sama lain.
(4) Perintahkan pasangan untuk membuat jawaban baru bagi tiap
masalah, memperbaiki tiap jawaban perseorangan
(5) Bila semua pasangan telah menuliskan jawaban baru,
bandingkan jawaban dari tiap pasangan dengan pasangan lain
di dalam kelas.
(6) Perintahkan seluruh siswa untuk memilih jawaban yang tepat
untuk tiap pertanyaan.
Untuk menghemat waktu, bagilah seluruh siswa dalam 4
kelompok besar berilah nama kelompok. Berikan
permasalahan yang berbeda pada masing-masing kelompok
17

Pada akhir sesi, perintahkan masing-masing kelompok untuk
menyajikan jawaban terbaiknya. Berikan hadiah pada jawaban
terbaik.
e) Turnamen belajar
Prosedur:
(1) Bagilah siswa menjadi sejumlah tim beranggotakan 2 hingga 8
siswa. Pastikan bahwa tim memiliki jumlah anggota yang
sama. Perintahkan untuk memberi nama kelompok masing-
masing.
(2) Berikan bahan ajar kepada tim untuk dipelajari bersama.
(3) Buat beberapa pertanyaan yang dapat menguji aspek ingatan
dan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Gunakan
format yang memudahkan penilaian sendiri. Misalnya: pilihan
ganda, melengkapi, benar-salah, atau definisi istilah,
menyatakan rumus atau teorema.
(4) Perintahkan siswa untuk menjawab secara perseorangan.
Pastikan hal ini dilakukan oleh masing-masing siswa.
(5) Setelah semua siswa menyelesaikan jawaban mereka, aturlah
menjadi sejumlah pasangan dan perintahkan mereka untuk
berbagi jawaban satu sama lain.
(6) Lakukan diskusi kelas untuk menentukan jawab pertanyaan.
18

(7) Perintahkan siswa untuk menghitung jumlah pertanyaan yang
mereka jawab dengan benar, dan mintalah mereka untuk
memberikan skor.
(8) Perintahkan siswa untuk menyatukan skor mereka dengan
anggota tim mereka untuk mendapatkan skor tim. Umumkan
skor dari tiap tim. Berikan hadiah atau berilah tepuk tangan
pada tim yang memperoleh skor tertinggi. Sebutlah ini sebagai
“ronde satu”.
(9) Perintahkan mereka untuk belajar lagi untuk ronde ke dua
dalam turnamen. Kemudian ajukan pertanyaan tes lagi sebagai
bagian dari “ronde kedua”. Perintahkan siswa dengan prosedur
seperti ronde satu.
Turnamen ini dapat dilakukan dengan jumlah ronde bervariasi
dan waktu tiap ronde dapat dilakukan bervariasi, namun
pastikan bahwa setiap ronde siswa menjalani sesi belajar.
Dengan kesepakatan siswa, guru dapat memberikan penalti
(hukuman) kepada siswa yang memberikan jawaban salah
dengan pengurangan nilai (misal -1 atau -2) dan memberikan
nilai 0 pada siswa yang tidak menjawab.
f) Menstimulir pembelajaran antar siswa
Prosedur
19

(1) Bentuklah kelompok dengan jumlah kelompok sesuai dengan
topik (sub pokok bahasan) yang akan dipelajari siswa. Topik
dipilih yang saling terkait.
(2) Beri setiap kelompok sejumlah informasi, konsep, atau
keterampilan untuk diajarkan kepada siswa lain.
(3) Perintahkan setiap kelompok untuk menyusun cara dalam
menyajikan atau mengajarkan topik mereka kepada siswa lain.
Sarankan mereka untuk menghindari cara ceramah atau
semacam pembacaan laporan. Doronglah mereka untuk
menjadikan pengalaman belajar sebagai pengalaman yang aktif
bagi siswa
(4) Kemukakan beberapa saran berikut ini:
(a) sediakan media visual
(b) berikan kesempatan temanmu untuk membaca materi
terlebih dahulu.
(c) gunakan contoh atau analogi untuk menyajikan poin-poin
pengajaran
(d) libatkan temanmu dalam diskusi atau tanya jawab.
(e) berikan kesempatan pada temanmu untuk bertanya
(f) Berikan waktu yang cukup untuk merencanakan dan
mempersiapkan (baik di dalam maupun di luar kelas).
20

Kemudian perintahkan tiap kelompok untuk menyajikan
pelajaran mereka. Beri tepuk tangan atas usaha mereka.
Sebagai alternatif dari pengajaran model ini adalah perintahkan
siswa untuk mengajarkan atau memberi bimbingan kepada
siswa lain secara individual atau dalam kelompok kecil.
3) Strategi menutup pembelajaran matematika
Pada kegiatan menutup pembelajaran dapat dimanfaatkan guru untuk:
a) memberikan kesempatan bagi siswa merangkum atau membuat
ikhtisar dari pelajaran pada hari itu,
b) memotivasi siswa untuk mempelajari ulang bahan ajar dan atau
menyelesaikan tugas rumah secara mandiri atau kelompok,
c) memberikan informasi bahan ajar pertemuan berikutnya,
d) mendapatkan penilaian dari siswa guna perbaikan proses
pembelajaran, dan
e) memberikan salam penutup.
Cara yang baik untuk membelajarkan membuat ikhtisar bahan ajar
adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat ikhtisar
dan menyajikan ikhtisar kepada siswa lain. Strategi berikut dapat
digunakan guru:
Prosedur
a) Jelaskan kepada siswa bahwa bila guru yang membuat ikhtisar
pelajaran, itu bertentangan dengan prinsip belajar aktif.
21

b) Bagilah siswa menjadi kelompok beranggotakan dua hingga 4
orang.
c) Perintahkan setiap kelompok untuk membuat ikhtisar pelajaran
pada hari itu. Doronglah setiap kelompok untuk membuat uraian
singkat guna disampaikan pada kelompok lain. Gunakan
pertanyaan panduan, misalnya:
(1) Apa judul materi yang baru saja dipelajari?
(2) Tuliskan definisi atau rumus yang baru saja dipelajari secara
terurut!
(3) Digunakan dalam masalah apa saja rumus yang baru di
pelajari?
3 Pembelajaran Efektif.
Dalam proses belajar mengajar agar didapatkan suatu hasil yang maksimal
maka diperlukan suatu teknik pembelajaran yang efisien dan afektif sehingga
tidak mengahabiskan waktu yang lama dan bertele-tele yang kadang hasilnya
kurang memuaskan, apalagi untuk siswa didik yang mengikuti program
akselerasi yang waktu belajarnya relatif lebih cepat dibanding dengan siswa
didik yang duduk di kelas reguler . Menurut Daniel Muijs dan David
Reynolds (2008 : 65 – 66) Suatu pengajaran klasikal agar efektif maka harus
jauh dari sekedar menyampaikan isi pelajaran dengan gaya ceramah kepada
murid. Hampir semua peneliti sepakat tentang pentingnya interaksi antara
guru dan siswa.
22

Didalam studinya terhadap siswa sekolah dasar di Inggris ( Daniel Muijs ,
1999) menemukan efek - efek positif dari seringnya menggunkaan tanya
jawab , komunikasi dengan kelas dan menggunakan petanyaan dan pernyataan
tingkat tinggi selain itu perlu pentingnya interaksi untuk pengajaran yang
efektif.
Peneliti – peneliti di Amerika telah menunjukkan pentingnya interaksi, di
dalam penelitian – penelitian mereka sebelum studi – studi yang dilakukan di
eropa. Rosenshine dan Furst ( 1973 ) menemukan penggunaan beragam
pertanyaan sebagai sebuah faktor krusial di dalam penelitian mereka yang
dimulai tahun 1960 sampai dengan 1970.
Karena pentingnya interaksi dan tanya jawab sebagai elemen yang paling luas
diteliti dalam peneltian tentang mengajar. Oleh karena itu perlu diketahui
dalam tanya jawab yang efektif dan interaksi yang efektif dalam
pembelajaran.
Tanya jawab dapat digunakan untuk memeriksa pemahaman siswa untuk
memberikan dasar pada pembelajaran siswa, untuk membantu siswa dalam
mengklarifikasikan dan memverbalisasikan pikiran mereka, dan membantu
siswa mengembangkan sense of mastery ( perasaan menguasai sesuatu ).
Tanya jawab yang efektif dapat terjadi bila penguasaan diri yang solid
tentang strategi – strategi mana yang paling efektif.
Di dalam pembelajaran yang mengunakan pembelajaran langsung , berbagai
pertanyaan perlu dilontarkan pada awal pelajaran , ketika topik dari pelajaran
23

sebelumnya diulas. Agar tanya jawab efektif tercapai maka seorang pengajar
perlu mencampur pertanyaan tingkat tinggi dan tingkat rendah mencakup
produk dan proses serta pertanyaan terbuka dan tertutup , namun seorang
pengajar harus memastikan bahwa ada cukup banyak pertanyaan proses
tingkat tinggi dan terbuka.
Dalam tanya jawab yang efektif dalam pembelajaran langsung bila siswa
menjawab benar diberikan respon positif namun impersonal dan bila seorang
siswa memberikan jaaban yang kurang sepenuhnya benar , maka pengajar
poerlu memberikan prompt kepadanya untuk menemukan jawaban yang
benar.
Bentuk interaksi lain yang efektif dalam pembelajaran adalah diskusi kelas,
namun suatu diskusi agar efektif perlu disiapkan dengan seksama. Pengajar
perlu memberikan pedoman yang jelas kepada siswa tentang apa yang
didiskusikan. Selama diskusi siswa perlu dipastikan untuk tetap pada
tugasnya, dan guru perlu menuliskan poin – poin utama yang muncul selama
diskusi. Setelah diskusi poin-poin utama ( produk diskusi ) ini dapat
dirangkum dan siswa diminta untuk meberikan komentar tentang seberapa
baik diskusi itu tersebut berjalan ( proses diskusi ).
Agar pembelajaran afektif guru juga harus memastikan bahwa siswa – siswa
yang pemalu yang mungkin kurang aktif untuk diberikan kesempatan dalam
keterlibatannya dalam proses belajar mengajar.

24

4 Hasil belajar Matematika.
Penekanan pembelajaran matematika lebih diutamakan pada proses
dengan tidak melupakan pencapaian tujuan. Proses ini lebih ditekankan pada
proses belajar matematika seseorang. Tujuan yang paling utama dalam
pembelajaran matematika adalah mengatur jalan pikiran untuk memecahkan
masalah bukan hanya menguasai konsep dan perhitungan walaupun sebagian
besar belajar matematika adalah belajar konsep struktur ketrampilan
menghitung dan menghubungkan konsep-konsep tersebut. Andi Hakim
Nasution (1982:12 ) mengemukakan bahwa dengan menguasai matematika
orang akan belajar menambah kepandaiannya.
Sementara itu Nana Sudjana (1995:22 ) mengemukakan bahwa hasil
belajar matematika adalah kemampuan–kemampuan yang dimiliki siswa
setelah ia memperoleh pengalaman belajarnya. Gagne ( 1977:47-48 )
mengelompokkan hasil belajar menjadi lima bagian dalam bentuk kapabilitas
yakni ketrampilan intelektual strategi kognitif , informasi verbal , ketrampilan
motorik dan sikap.
Gagne dan Briggs (1978:49-55) menerangkan bahwa hasil belajar
yang berkaitan dengan lima kategori tersebut adalah : (1) ketrampilan
intelektual adalah kecakapan yang berkenaan dengan pengetahuan prosedural
yang terdiri atas deskriminasi jamak, konsep konkret dan terdefinisi kaidah
serta prinsip, (2) strategi kognitif adalah kemampuan untuk memecahkan
masalah–masalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing –
25

masing individu dalam memperlihatkan, mengingat dan berfikir, (3) informasi
verbal adalah kemampuan untuk mendiskripsikan sesuatu dengan kata-kata
dengan jalan mengatur informasi –informasi yang relevan, (4) ketrampilan
motorik adalah kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan
gerakan–gerakan yang berhubungan dengan otot, (5) sikap merupakan
kemampuan internal yang berperan dalam mengambil tindakan untuk
menerima atau menolak berdasarkan penilaian terhadap obyek tersebut.
Bloom (1976:201-207) membagi hasil belajar menjadi kawasan yaitu kognitif,
afektif dan psikomotor. Kawasan kognitif berkenaan dengan ingatan atau
pengetahuan dan kemampuan intelektual serta ketrampilan- ketrampilan.
Kawasan afektif menggambarkan sikap-sikap, minat dan nilai serta
pengembangan pengertian atau pengetahuan dan penyesuaian diri yang
memadai. Kawasan psikomotor adalah kemampuan–kemampuan
menggiatkan dan mengkoordinasikan gerak. Kawasan kognitif dibagi atas
enam macam kemampuan intelektual mengenai lingkungan yang disusun
secara hirarkis dari yang paling sederhana sampai kepada yang paling
kompleks, yaitu (1) pengetahuan adalah kemampuan mengingat kembali hal-
hal yang telah dipelajari, (2) pemahaman adalah kemampuan menangkap
makna atau arti suatu hal, (3) penerapan adalah kemampuan mempergunakan
hal – hal yang telah dipelajari untuk menghadapi situasi–situasi baru dan
nyata, (4) analisis adalah kemampuan menjabarkan sesuatu menjadi bagian–
bagian sehingga struktur organisasinya dapat dipahami, (5) sintesis adalah
26

kemampuan untuk memadukan bagian–bagian menjadi satu keseluruhan yang
berarti, (6) penilaian adalah kemampuan memberi harga sesuatu hal
berdasarkan kriteria intern atau kelompok atau kriteria ekstern atapun yang
ditetapkan lebih dahulu.
Berdasarkan pandangan-pandangan dari para ahli tersebut diatas maka
yang dimaksud dengan hasil belajar matematika dalam penelitian ini adalah
hasil dari seorang siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar matematika
yang diukur dari kemampuan siswa tersebut dalam menyelesaikan suatu
permasalahan matematika
B Hasil Penelitan yang Relevan.
Sudah cukup banyak penelitian yang membahas tentang prestasi belajar
matematika di SMA namun masih sedikit peneliti yang meneliti berkaitan dengan
materi matematika pada suatu pokok bahasan. Sepengetahuan peneliti belum ada
peneliti yang meneliti tentang penggunaan strategi pembelajaran aktif untuk
meningkatkan efektifitas pembelajaran materi logaritma pada kelas program
akselerasi.
C Kerangka Pemikiran.
Dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif maka seorang siswa akan
selalu terlibat secara langsung dalam pembelajaran , sehingga dengan keterlibatan
ini materi yang dibahas akan selalu teringat dalam pemikirannya dan konsep yang
harus dikuasai siswa akan mudah diterimanya hal ini sesuai dengan prinsip
27

learning by doing yang menytakan bahwa pembelajaran akan cepat dikuasai siswa
dengan siswa tersebut ikut aktif dalam pembelajaran.
Bertolak dari pemikiran bahwa membawa siswa aktif dalam pembelajaran
akan memudahkan siswa menerima konsep yang harus dikuasainya maka secara
otomatis langkah membawa siswa aktif dalam belajar ini merupakan suatu
langkah yang efektif untuk menyampaiakan suatu materi ajar.
Secara grafis pemikiran yang dilakukan oleh peneliti dapat digambarkan
dengan bentuk diagram sebagai berikut :

























Gambar 1
Diagram kerangka berfikir
Kondisi
Awal
Guru belum
melaksanakan
pembelajaran aktif
Siswa kelas XII IPS
dlm menguasai
materi Matriks
rendah
Tindakan yang
dilakukan
Kondisi Akhir
yang diharapkan
Guru melaksanakan
pembelajaran aktif
Siklus I
Melaksanakan
pembelajaran aktif
pada kelompok
besar
Siklus II
Melaksanakan
pembelajaran aktif
pada kelompok kecil
Hipotesis
Melalui strategi
pembelajaran aktif
dapat meningkatkan
penguasaan materi
Dugaan bahwa
pembelajaran aktif
dapat meningkatkan
penguasaan materi
28

D Hipotesis Tindakan
Dari uraian pada kajian teori yang telah dipaparkan maka dapat disusun hipotesis
tindakan sebagai berikut: ” Melalui strategi pembelajaran aktif dapat
meningkatkan efektifitas pembelajaran materi Matriks bagi siswa kelas XII IPS p
di SMA Negeri 1 Gunung Sugih tahun pelajaran 2010 – 2011 ”































29

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Diskripsi Awal.
Sebelum penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan , maka peneliti mengadakan
observasi dan pengumpulan data dari kondisi awal kelas yang akan diberi
tindakan , yaitu kelas XII IPS SMA Negeri 1 Gunung Sugih , tahun pelajaran
2010 – 2011 .
Pengetahuan awal ini perlu diketahui agar kiranya penelitian ini sesuai dengan
apa yang diharapkan oleh peneliti, apakah benar kiranya kelas ini perlu diberi
tindakan yang sesuai dengan apa yang akan diteliti oleh peneliti yaitu penerapan
strategi pembelajaran aktif untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran materi
Matriks.
Untuk mengungkap kondisi awal dari kelas yang menjadi objek tindakan kelas ini
maka peneliti melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1 Perencanaan.
Untuk mengetahui kondisi awal dari kelas XII IPS SMA Negeri 1
Gunung sugih tahun 2010 – 2011 maka peneliti merencanakan observasi
langsung pada pengajaran yang dilakukan oleh guru pengajar matematika
pada saat mengajarkan materi Matriks.
Observasi langsung pada pengajaran yang dilakukan guru dilakukan
untuk mengetahui strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru pengajar
saat menyampaikan materi Matriks
30

Peneliti membantu guru pengajar menyiapkan alat tes yang akan
digunakan sebagai alat untuk mengukur kemapuan penguasaan awal materi
Matriks dari siswa.
2 Pelaksanaan.
Pelaksanaan untuk mengukur kemampuan awal siswa dilaksanakan
pada hari Selasa , tanggal 2 September 2010 di awali pengajaran yang
dilakukan oleh guru Pengajar Matematika kelas XII IPS SMA Negeri 1
Gunung Sugih yang mengajarkan materi Matriks dengan menggunakan
metode ceramah. Pada pembelajaran ini peneliti mengamati kejadian –
kejadian yang terjadi secara rinci pada saat guru memaparkan materi Matriks.










Dalam menyampaikan materi sifat – sifat logaritma guru memerlukan
waktu 1 jam pelajaran dan 15 menit untuk pemberian contoh, selanjutnya guru

Gambar 2 Situasi pembelajaran dengan metode ceramah oleh Guru
31

memberikan posttest dengan menggunakan soal yang telah dirancang
sebelumnya
Pada pelaksanaan ini peneliti dan guru pengajar bersama – sama mengawasi
kerja siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan , sehingga keakuratan dari
hasil pengawasan dapat dipertanggung jawabkan.
Pada pelaksanaan posttest ini siswa mengerjakan soal yang diberikan selama
30 menit.
3 Hasil Pengamatan.
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti didapatkan bahwa pada
pengajaran yang dilakukan, guru masih menggunakan cara pengajaran yang
tradisional yaitu guru sebagai pusat pembelajaran dan pengajaran materi
Matriks tersebut diajarkan dengan menggunakan metode ceramah. Pada
pembelajaran berlangsung terlihat siswa asyik dengan kegiatannya sendiri
yang tidak ada kaitannya dengan apa yang disampaikan guru. Justru masih
terlihat anak – anak yang bermain – main dengan temannya tanpa
memperdulikan apa yang disampaikan oleh guru pengajar.
Dan dari hasil pengerjaan siswa pada alat tes yang telah dirancang oleh guru
setelah diadakan koreksi maka didapatkan hasil yang kurang memuaskan.
Hasil koreksi tes awal dari 28 siswa didik yang ada di kelas tersebut
didapatkan hasil, 5 siswa mendapatkan nilai kurang dari 60 , 8 siswa
mendapatkan nilai antara 60 hingga 70, sedangkan siswa yang telah tuntas
atau mendapatkan nilai di atas batas ketuntasan minimal ada 15 siswa . Dari
32

paparan hasil nilai yang didapatkan siswa maka tampak bahwa yang mencapai
ketuntasan belajar hanya 53,57 %
4 Refleksi.
Dari kondisi awal yang ada tersebut maka perlu diadakan suatu
tindakan untuk mengangkat kemampuan penguasaan materi Matriks dari
siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Gunung Sugih
Berdasarkan tanya jawab yang dilakukan peneliti terhadap siswa,,
terungkap bahwa siswa mempunyai kelemahan pada pengembangan skill
pengerjaan suatu masalah logaritma karena kurangnya siswa diberi
kesempatan untuk berlatih dalam menyelesaikan masalah – masalah, sehingga
siswa minta untuk diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah sebelum
guru pengajar menyelesaikannya.
Bertolak dari kondisi awal tersebut maka peneliti merencanakan
tindakan penelitian dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif pada
pembelajaran materi Matriks di kelas XII IPS dengan memperlakukan
pembelajarn aktif pada kelompok besar.
B. Deskripsi Siklus I.
1 Perencanaan.
Untuk melakukan penelitian pada siklus I ini peneliti beserta guru pengajar
merencanakan tindakan yang meliputi :
1 Membuat silabus materi pembelajaran Matriks.
33

2 Membuat rancangan program pengajaran yang diperuntukkan untuk
pengajaran pada kelompok besar. Rancangan program yang dibuat
digunakan untuk pengajaran 2 x 45 menit dengan rincian (1) apersepsi 10
menit (2) Kegiatan inti berisi pengerjaan lembar kerja dan mengaktifkan
siswa dengan metode tanya jawab selama 40 menit (3) Penutup 5 menit
(4) evaluasi 35 menit
3 Membuat lembar kerja siswa yang digunakan untuk mengaktifkan siswa
dalam belajar dengan penyusunan tahap demi tahap yang membawa siswa
dalam penemuan masalah atau penyelesaian suatu masalah.
4 Membuat alat evaluasi yang digunakan untuk mendapatkan data
kemampuan siswa setelah mendapatkan tindakan dengan menggunakan
strategi pembelajaran aktif yang diperuntukkan untuk kelompok besar
5 Membuat solusi dan langkah untuk disampaikan pada siswa berkaitan
kelemahan siswa dalam menyelesaikan masalah yang telah di ujikan oleh
guru. pengajar
2 Pelaksanaan Tindakan.
Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan pada hari Selasa
tanggal 2 September 2010, peneliti melakukan kegiatan sesuai dengan apa
yang telah direncanakan, dimulai dengan penjelasan pada siswa tentang
kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa dalam mengikuti kegiatan.
Berdasarkan informasi yang telah didapatkan peneliti pada saat observasi
pengajaran yang dilakukan oleh guru pengajar maka peneliti menyampaikan
34

kelemahan dan kekurangan – kekurangan yang dilakukan siswa dalam
menyelesaikan materi logaritma yang diujikan dengan menggunakan metode
tanya jawab.
Peneliti membagikan lembar kerja yang telah dirancang oleh peneliti untuk
diselesaikan siswa secara keseluruhan dan peneliti berkeliling untuk
mengamati cara kerja siswa serta membantu siswa yang mengalami masalah
dalam menyelesaikan lembar kerja yang dibagikan.










Gambar 3 Situasi siswa dalam mengerjakan lembar kerja kelompok besar
Pada saat pelaksanaan menyelesaikan lembar kerja siswa tampak beberapa
siswa saling komunikasi dengan teman terdekatnya tentang cara penyelesaian
dari lembar kerja yang dibagikan.

35

Sambil berkeliling peneliti mencatat hambatan – hambatan yang terjadi pada
saat siswa mengerjakan lembar kerja tersebut selain itu peneliti juga mencatat
siswa – siswa yang aktif dan mampu dalam menyelesaikan masalah yang
diberikan oleh peneliti.
Peneliti memerintahkan pada siswa yang telah mampu memecahkan masalah
yang masih menjadi masalah pada sebagian besar siswa , untuk dijelaskan
pada temannya cara memecahkan masalah tersebut.
Pada akhir pengajaran yaitu 35 menit terakhir dari pembelajaran peneliti
memberikan post test yang harus diselesaikan oleh seluruh siswa secara
individual.
3 Hasil Pengamatan.
Setelah lembar kerja yang mengarahkan siswa untuk menemukan suatu
masalah Matriks dibagikan maka tampak siswa antusias dalam mengerjakan
lembar kerja tersebut.
Pada pengerjaan lembar kerja yang dibagikan ini tak terlihat adanya siswa
yang bermain – main ataupun asyik mengerjakan pekerjaan yang lain,
semuanya asyik dalam mengerjakan lembar kerja yang dibagikan.
Pada pelaksanaan pengerjaan lembar kerja tersebut tampak adanya siswa yang
mengalami hambatan dalam menyelesaikan bertanya pada teman terdekatnya ,
namun ada pula siswa yang mengalami hambatan dalam mengerjakan lembar
kerja tersebut langsung bertanya kepada peneliti dan guru pengajar.
36

Pada pengerjaan lembar kerja ditemukan siswa yang belum memahami
konsep dasar logaritma bahwa
a
b
b
n
n
a
log
log
log = serta
2 2
log log b b
a a
=
Pada post test yang diberikan setelah dikoreksi oleh guru pengajar dan peneliti
didapatkan hasil sebagai berikut :
Dari 28 siswa yang ada , 4 siswa mendapatkan nilai kurang dari 60 , sedang
19 siswa telah mendapatkan nilai diatas batas tuntas, hal ini berarti 67,86 %
siswa telah mampu
4 Refleksi.
Dengan melihat titik lemah yang terjadi pada sebagian kecil siswa berkenaan
konsep dasar logaritma maka perlu diadakan penjelasan yang mendasar pada
anak – anak yang mengalami hambatan dengan memanfaatkan teman yang
telah memahami konsep dasar logaritma tersebut untuk menjelaskannya.
Mendata siswa yang punya kemampuan lebih dan mampu untuk
menyampaikan materi yang dikuasainya kepada temannya.
Perlunya dibentuk kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 4 siswa. untuk
berkolaborasi dalam belajar dan dipimpin oleh anak yang punya kemampuan
lebih dan mempu menyampaikan materi yang dikuasainya.
Perlu dibuat suatu catatan – catatan dasar yang siswa sering salah dalam
mengartikan seperti
2 2
log log b b
a a
= untuk ditindak lanjuti pada tindakan
berikutnya.
C Deskripsi Siklus II.
37

1 Perencanaan.
Pada perencanaan siklus II ini peneliti dan guru merencanakan tindakan
sebagai berikut :
a. Membuat kelompok kecil yang terdiri dari 4 anak dan masing – masing
kelompok dipimpin oleh anak yang dipilih dari anak yang punya
kemampuan lebih dan mampu memimpin..
b. Membuat rancangan pembelajaran materi Matriks sub bahasan persamaan
logaritma sederhana untuk kelompok kecil yang dipergunakan bagi
pengajaran selama 90 menit.
c. Membuat 2 lembar kerja yang dipergunakan untuk diskusi kelompok
d. Merencanakan alat evaluasi yang berupa soal tes yang digunakan untuk
mengukur kemampuan siswa.
2 Pelaksanaan Tindakan.
Seperti yang telah direncanakan maka peneliti melaksanaan tindakan siklus II
pada hari senin 8 September 2010 dengan materi bahasan persamaan
logaritma sederhana, pada tindakan di siklus II ini diawali penjelasan kepada
siswa tentang prosedur yang akan dilaksanakan pada pembelajaran untuk
kelompok kecil.
Peneliti membagi kelompok yang terdiri dari 4 siswa dan menentukan ketua
dari masing – masing kelompok tersebut, selanjutnya siswa berkumpul
menurut kelompok masing – masing.
38

Setelah siswa telah berkumpul dengan kelompoknya maka peneliti
membagikan lembar kerja siswa untuk didiskusikan bersama dari masing –
masing kelompok , pada saat siswa mulai berdiskusi peneliti berkeliling untuk
mencatat kesalahan – kesalahan yang dilakukan kelompok untuk dibimbing
serta mencatat siswa – siswa yang pasif agar bisa diajak aktif oleh
kelompoknya.











Setelah waktu yang ditentukan pada lembar kerja habis maka peneliti
meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain diminta menanggapi apa yang telah dipresentasikan, pada
kesempatan ini peneliti memandu jalannya diskusi dan bersama – sama siswa
merumuskan jawaban.

Gambar 4 Situasi pengerjaan lembar kerja pada kelompok kecil
39

Pada hari Selasa tanggal 9 September 2010 pada siswa diberikan evaluasi
tentang penguasaan materi persamaan logaritma sederhana dalam waktu 1 jam
pelajaran atau 45 menit
3 Hasil Pengamatan
Pada pelaksanaan siklus II ini tampak sekali bahwa siswa sangat antusias
dalam mengerjakan tugas kelompok, semua siswa terlihat aktif bersama
kelompoknya dalam menyelesaikan lembar kerja yang diberikan peneliti.
Pada saat diskusi pembahasan materi yang diberikan satu kelompok untuk
ditanggapi oleh kelompok lain, kadang terlihat perbedaan pola berfikir dari
masing – masing individu dalam menyampaikan ide pemecahan masalah yang
diberikan.
Berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan setelah dikoreksi didapatkan hasil
yang sesuai dengan indikator pencapaian hasil yang diharapkan karena dari 28
siswa yang ada dalam kelas XII IPS tersebut hanya terdapat 2 siswa yang
mendapatkan nilai dibawah batas ketuntasan minimal, sehingga prosentasi
siswa yang telah tuntas adalah 92,85 %.

4 Refleksi
Dari hasil evaluasi yang diberikan selama 1 jam pelajaran atau 45 menit
tenyata 26 siswa telah mampu mendapatkan nilai di atas batas ketuntasan
minimal namun masih terlihat kesalahan yang dibuat oleh siswa dikarenakan
faktor kekurang telitian siswa dalam bekerja.
40

Masalah skill dan kecermatan dalam mengambil langkah pengerjaan masih
perlu ditingkatkan agar penguaasaan materi Matriks dapat lebih baik lagi.
Keaktifan dari siswa secara keseluruhan telah sesuai yang diharapkan oleh
peneliti karena dalam mengerjakan lembar kerja secara kelompok ini 99 %
telah aktif dalam pembahasan lembar kerja yang diberikan.
D Deskripsi Antar Siklus.
Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan mulai pemantauan keadaan awal hingga
pelaksanaan tindakan pada siklus II maka dapat digambarkan seperti dibawah :
No Indikator
Persentasi yang dicapai
Awal Siklus I Siklus II
1 Siswa dapat menyatakan
Sifat – Sifat logaritma
53,57 % 71,43 % 96,43 %
2 Siswa dapat menggunakan
sifat – sifat logaritma untuk
menyelesaikan masalah
67,85 % 89,29 %
3 Siswa dapat menyelesaikan
Persamaan logaritma
sederhana
92,85 %

41

E Pembahasan dan Kesimpulan
Dari tabel antar siklus diatas tampak adanya hasil dari masing – masing
indikator yang harus dikuasai siswa setelah diberi tindakan mengalami
peningkatan yang sangat luar biasa. Peningkatan hasil penguasaan materi
logaritma ini bila dilihat dari tindakan yang dilakukan telah sesuai dengan
pendapat Vygotsky, aktivitas kalaboratif (perpaduan) di antara anak-anak akan
mendukung dan membantu dalam pertumbuhan mereka, karena anak-anak yang
seusia lebih senang bekerja dengan orang yang satu zone (zone of proximal
development, zpd) dengan yang lain, artinya proses muncul ketika ada
ketertarikan antar sesama anggota kelompok yang seusia. Jika anak nyaman
dalam belajarnya maka akan diperoleh hasil belajar yang baik. Dalam hal ini
sebagian besar aktivitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari
materi pembelajaran, berdiskusi untuk memecahkan masalah atau tugas. Dengan
interaksi yang efektif dimungkinkan semua anggota kelompok dapat menguasai
materi pada tingkat setara.











42

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan.
Dari penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan pada siswa kelas XII
IPS SMA Negeri 1 Gunung Sugih ini , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
1. Dengan membawa siswa aktif dalam pembelajaran akan dapat
meningkatkan penguasaan materi Matriks dari siswa yang
bersangkutan.
2. Pembelajaran aktif merupakan strategi yang efektif untuk
menyampaikan materi Matriks bagi siswa program akselerasi.
3. Pembelajaran dalam kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan
penguasaan materi matematika dari siswa , selain itu dengan
kelompok kecil ini kerjasama diantara siswa dapat tercipta dengan
lebih baik.
4. Penggunaan lembar kerja untuk membawa siswa agar aktif dalam
belajar merupakan langkah yang efektif bagi siswa yang mengambil
program akselerasi karena siswa dapat bersosialisai dan saling tukar
informasi dan ide atau langkah – langkah kerja untuk menyelesaikan
suatu masalah dengan teman sebayanya, hal ini sesuai dengan
pendapat dari Vygotsky , aktivitas kalaboratif (perpaduan) di antara
anak-anak akan mendukung dan membantu dalam pertumbuhan
43

mereka, karena anak-anak yang seusia lebih senang bekerja dengan
orang yang satu zone (zone of proximal development, zpd) dengan
yang lain, artinya proses muncul ketika ada ketertarikan antar sesama
anggota kelompok yang seusia
B. Saran.
Setelah mengadakan penelitian tindakan kelas pada siswa program akselerasi
ini maka disarankan pada :
1. Guru dalam mengajar perlu memperhatikan paradigma- paradigma
baru sehingga dalam mengajar tidak monoton.
2. Guru perlu merancang pembelajaran dengan sebaik-baiknya dengan
menggunkan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi
siswa yang akan diberi pelajaran.
3. Guru dalam mengajar perlu menjadikan siswa sebagai jiwa dengan
potensi yang lebih , sehingga guru cukup sebagai fasilitator agar siswa
dapat mengembangkan kemampuannya dengan sebaik-baiknya.
4. Guru perlu mencari strategi yang efektif untuk mengajarkan materi
tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dari siswa dan materi yang
akan diajarkan.

44

DAFTAR PUSTAKA


Daniel Muijs dan David Reynolds 2008. EffectiveTteaching Teori dan Aplikasi (
Edisi ke -2 ) Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Russeffendi 1988. Pengantar kepada membantu guru mengembangkan
kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk
meningkatkan CBSA. Bandung : Tarsito

Nana Sudjana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya.

Andi Hakim Nasution. 1982. Landasan Matematika. Jakarta : Bharata Karya Aksara.

Gagne, Robert M and Leslie J. Briggs, 1978. Principles of Instructional Design. 2
nd

Ed, New York : Holt Rinehart and Winstons.

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani, 2007, Strategi
PembelajaranAktif, CTSD,IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta














45

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1
( RPP 1 )


Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Pangkat, Akar dan Logaritma
Sub Pokok Bahasan : Logaritma
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 x 45’ (1 x pertemuan)
Standar Kompetensi :
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar dan logaritma
Kompetensi Dasar :
1.1 Menggunakan aturan pangkat, akar dan logaritma.
1.2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat,
akar dan logaritma.
Materi Pokok :
Aplikasi sifat-sifat operasi logaritma
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. menerapkan sifat-sifat operasi logaritma dalam penyelesaian soal.
2. menyelesaikan soal-soal Post Test
46

Sumber Belajar :
Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Modul Belajar Matematika SMA Kelas X
semester 1
Kegiatan Pembelajaran :
No Kegiatan Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan Awal
a Guru memberi salam pembuka dan bersama siswa
mengingat kembali tentang sifat-sifat operasi logaritma.

15’ b Guru memberikan informasi tentang materi, tujuan dan
teknis pembelajaran yang akan dilakukan.
2 Kegiatan Inti
a Siswa dengan dipandu guru secara klasikal
menyelesaikan contoh-contoh soal tentang aplikasi
sifat-sifat operasi logaritma sambil mengingat kembali
sifat-sifat operasi logaritma.
10’
b Meminta beberapa siswa untuk mengerjakan soal di
papan tulis, siswa lain mengamati dan guru memantau
serta mengarahkan jika kurang tepat langkah
pengerjaannya.
10’
c Siswa secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Siswa
1 (LKS 1) , guru memantau kerja siswa.
20’
d Siswa dipandu guru memberikan jawaban soal-soal
yang telah dikerjakan.
5’
e Siswa mengerjakan soal Pos Tes 1, guru mengawasi
agar tidak saling bekerja sama anatar siswa
30’
3 Kegiatan Penutup
a Guru bersama siswa mencocokkan jawaban dari soal
Post Test dan hasilnya dikumpulkan.

5’ b Guru memberi informasi tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan berikutnya.
c Guru memberi salam penutup

Alat dan Bahan:
47

1. Papan tulis dan alat tulis
2. Lembar Kerja Siswa (LKS)
3. Alat Evaluasi (Post Tes)

LEMBAR KERJA SISWA 1
( LKS 1 )
Petunjuk :
Kerjakan soal-soal berikut pada tempat yang tersedia.
1. Sederhanakan bentuk-bentuk berikut :
a. |
.
|

\
|
+
9
16
log 12 log
4 2

b. ( ) ( ) 625 log 9 log
3 5
×
c. 6 log 2 2 log 2 9 log
6 6 6
÷ +
d.
2
3
log
log
x
x
a
a

Jawab :
a.

b.

c.

d.
48

2. Jika a dan b adalah bilangan-bilangan real positif yang lebih besar dari 1,
tunjukkan bahwa 0 log log
1
= + b b
a
a
.
Jawab :

3. Hitunglah :
a.
6 log
6 log
5 . 0
2
b.
2 log
3 log
3
2
9
1
16 ×
Jawab :





4. Diketahui a = 3 log
2
dan b = 5 log
2
, nyatakan tiap-tiap bentuk berikut dalam a dan
b.
a. 50 log
6
b. 20 log
18

Jawab :




49

PEMBAHASAN LEMBAR KERJA SISWA 1 (LKS 1)

1. Sederhanakan bentuk-bentuk berikut :
a.
|
.
|

\
|
+
9
16
log 12 log
4 2

b. ( ) ( ) 625 log 9 log
3 5
×
c. 6 log 2 2 log 2 9 log
6 6 6
÷ +
d.
2
3
log
log
x
x
a
a

Jawab :
a. ( ) ( )
4 2 log 4 log
4 4 log 3 4 12 log
3 log 4 log 12 log 3 log 4 log 12 log
4 2 2
2 2
2 2 2 2 2 2 2 2
2 2
= = =
× = ÷ × =
÷ + = ÷ +
a

b. ( ) 8 5 log 8 5 log 3 log 4 2 5 log 4 3 log 2 5 log 3 log
5 3 5 3 5 4 3 2 5
= = × × = × = ×
c. ( ) 0 2 2 2 6 log 2 4 9 log 2 2 log 9 log
2 6 6 2 6 6
= ÷ = ÷ = ÷ × = ÷ +
d.
6
1
log
2
log log
log
log
3
1
3
1
3
2
3
2 2
= = = = x x x
x
x
x x x
a
a

2. Jika a dan b adalah bilangan-bilangan real positif yang lebih besar dari 1,
tunjukkan bahwa 0 log log
1
= + b b
a
a
.
Jawab : ( ) 0 log 1 log log log log log
1
1
= ÷ + = + = +
÷
b b b b b b
a a a a
a
a
, terbukti.
3. Hitunglah :
50

a.
6 log
6 log
5 . 0
2
b.
2 log
3 log
3
2
9
1
16 ×
Jawab : a.
( )
( ) 1 2 log log
2 log
5 . 0 log
1 2
2
1
2
6
6
÷ = = =
÷

b. ( ) ( )
4
81
81 2 3 3 2 2
4
1
2 4 2 log 3
2 log
9
1
3 log
4
2 3 4 2
3
2
= × = × = × = ×
÷
÷
lo

4. Diketahui a = 3 log
2
dan b = 5 log
2
, nyatakan tiap-tiap bentuk berikut dalam a dan
b.
a. 50 log
6
b. 20 log
18

Jawab : a.
( )
( ) 1
1 2
1 3 log
1 5 log 2
2 log 3 log
2 log 5 log
2 3 log
2 25 log
6 log
50 log
2
2
2 2
2 2 2
+
+
=
+
+
=
+
+
=
×
×
=
a
b

b.
( )
( ) 1 2
2
2 log 3 log
5 log 2 log
2 3 log
5 2 log
18 log
20 log
2 2 2
2 2 2
2
2
+
+
=
+
+
=
×
×
=
a
b

Penilaian Proses
Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam belajar aplikasi sifat-sifat logaritma,
dapat dilihat secara klasikal rata-rata nilai dari hasil mengerjakan LKS dengan
penskoran sebagai berikut:
No. Soal Skor maksimal
1
2
3
4
10
15
20
25
Jumlah 70


51

SOAL POST TES 1

Petunjuk
1. Tuliskan nama, kelas dan nomer absen pada tempat yang tersedia
2. Kerjakan soal-soal berikut dengan singkat dan benar!

Nama : .....................................................................
Kelas/No. : .....................................................................

SOAL
1. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut:
a) 7 128 log
) 1 (
=
+ x

b) ( ) x =
32
1
8
log
c)
2
3 9
3 log ÷ = x (skor 15)
2. Sederhanakan bentuk berikut:
a) 5 , 0 log . 27 log . 7 log
7 4 3

b)
3 log
27 log
25
5

c)
9 log
1
5 log
25
3
÷
d) 2 2 log
2 16

e)
4 log
8 log 8 log
3
9
3 3
+
(skor 25)
3. Jika a = 3 log
2
dan b = 5 log
3
, tentukan hasil berikut dalam a dan b:
a) 18 log
10

b) 15 log
75 , 0
(skor 15)
52

4. Tentukanlah nilai dari
a) ) 2 log 5 log ( ) 10 log )( 10 log (
5 2 5 2
+ ÷
b) ) 4 log 2 log )( 3 log 9 log (
9 3 8 2
+ + (skor 25)


Penilaian Akhir
Berdasar skor dari masing-masing soal di atas, maka nilai maksimal dari pos tes
tersebut adalah 80




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2
( RPP 2 )
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Pangkat, Akar dan Logaritma
Sub Pokok Bahasan : Logaritma
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 x 45’ (1 x pertemuan)
Standar Kompetensi :
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar dan
logaritma
Kompetensi Dasar :
53

1.1 Menggunakan aturan pangkat, akar dan logaritma.
1.2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat,
akar dan logaritma.
Materi Pokok :
1. Persamaan logaritma sederhana.
2. Penyelesaian soal-soal logaritma yang lebih kompleks.
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. menyelesaikan persamaan logaritma sederhana.
2. menyelesaikan soal-soal logaritma yang lebih kompleks.
Sumber Belajar :
Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Modul Belajar Matematika SMA Kelas X Semester 1
Kegiatan Pembelajaran :
No Kegiatan Pembelajaran Waktu
1 Kegiatan Awal
a Guru memberi salam pembuka dan bersama siswa
mengingat kembali tentang sifat-sifat operasi logaritma.

15’ b Guru memberikan informasi tentang materi, tujuan dan
teknis pembelajaran yang akan dilakukan.
2 Kegiatan Inti
a Membuat kelompok, masing-masing terdiri dari 4 siswa. 10’
b Meminta setiap kelompok mengerjakan LKS 2 .
(Selama siswa berkelompok, guru memantau kerja
setiap kelompok dan mengarahkan/membantu siswa
yang mengalami kesulitan).
10’
54

c Meminta beberapa perwakilan kelompok untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, sedangkan
kelompok yang lainnya memberi tanggapan. (Guru
memandu jalannya diskusi dan bersama siswa
merumuskan jawaban yang benar)
15’
d Siswa mengerjakan soal pos tes 2 secara individual
dipantau oleh guru
30’
e Guru bersama siswa mencocokkan jawaban dari hasil
pos tes dan hasilnya dikumpulkan.
5’
3 Kegiatan Penutup
a Guru bersama siswa mengingat kembali persamaan
logaritma sederhana.

5’ b Guru memberi informasi tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan berikutnya, memberi tugas
untuk mengerjakan soal yang ada di modul siswa secara
individual.
c Guru memberi salam penutup
Alat dan Bahan:
1. Papan tulis dan alat tulis 3. Alat Evaluasi ( Post Tes )
2. Lembar Kerja Siswa (LKS)
LEMBAR KERJA SISWA 2
( LKS 2)

Identitas :
Kelompok : ...........................
Anggota : 1. .........................................................
2. .........................................................
3. ..........................................................
4. .........................................................
Petunjuk :
Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
55

1. Jika , log log c b
a a
= maka .... = b
2. Jika ( ) , log log b x f
a a
= maka ...... = .........
3. Jika ( ) ( ), log log x g x f
a a
= maka ..........=..........., dengan syarat ) (x f >0 dan ) (x g
>0
Selesaikan soal-soal berikut:
4. Jika ( ) , 9 log 1 2 log
4 2
= + x tentukan nilai x.
Jawab:




5. Carilah nilai x yang memenuhi persamaan ( )
|
.
|

\
|
+
= ÷ +
1 3
1
log 5 2 log
3
1
2 3
x
x x .
Jawab:



6. Tentukan himpunan penyelesaian dari ) 9 6 log( ) 1 log(
2 25 5
+ + = + x x x .
Jawab:








56




Penilaian Proses
Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam belajar aplikasi sifat-sifat logaritma,
dapat dilihat secara klasikal rata-rata nilai dari hasil mengerjakan LKS dengan
penskoran sebagai berikut:
No. Soal Skor maksimal
1
2
3
4
5
5
5
5
5
20
25
20
Jumlah 80





PEMBAHASAN LEMBAR KERJA SISWA 2

1. Jika , log log c b
a a
= maka c b =
2. Jika ( ) , log log b x f
a a
= maka ( ) b x f =
3. Jika ( ) ( ), log log x g x f
a a
= maka ( ) ( ) x g x f = , dengan syarat ) (x f >0 dan ) (x g >0
4. Jika ( ) , 9 log 1 2 log
4 2
= + x maka ( )
2 2 2
3 log 1 2 log
2
= + x
( ) 3 log 1 2 log
2 2
= + x
57


( )
1
3 1 2
=
= +
x
x

5. Jika ( ) ,
1 3
1
log 5 2 log
3
1
2 3
|
.
|

\
|
+
= ÷ +
x
x x maka :

( ) ( )
( ) ( )
( ) ( ) 0 2 3
0 6
1 3 5 2
1 3 log 5 2 log
1 3 log 5 2 log
2
2
3 2 3
1 3 2 3
1
= + × ÷
= ÷ ÷
+ = ÷ +
+ = ÷ +
+ = ÷ +
÷
÷
x x
x x
x x x
x x x
x x x

3
1
= x , atau 2
2
÷ = x
Kemudian x
1
dan x
2
masing-masing disubstitusikan ke ( ) 5 2
2
÷ + x x dan ( ) 1 3 + x ,
jika ( ) 5 2
1
2
1
÷ + x x >0 dan ( ) 1 3
1
+ x >0 maka x
1
merupakan penyelesaian, dengan
cara yang sama untuk x
2
.
Hasil Substitusi
1
x ke ( ) ( ) 10 5 6 9 5 2
2
= ÷ + = ÷ + x x dan ( ) 7 1 6 1 3 = + = + x jadi
3
1
= x merupakan penyelesaian.
Hasil substitusi
2
x ke ( ) 5 5 4 4 5 2
2
÷ = ÷ ÷ = ÷ + x x dan( ) 5 1 6 1 3 ÷ = + ÷ = + x jadi
2
2
÷ = x bukan merupakan penyelesaian.
6. Jika ), 9 6 log( ) 1 log(
2 25 5
+ + = + x x x maka :

0 ) 1 )( 2 (
0 2
3 1 2 ) 3 ( ) 1 (
) 3 log( ) 1 log(
) 3 log( ) 1 log(
2
2 2
5 2 5
2 5 5
2
2
1
= ÷ +
= ÷ +
+ = + + · + = +
+ = +
+ = +
x x
x x
x x x x x
x x
x x

2
1
÷ = x , atau 1
2
= x
58

Kemudian
1
x dan
2
x disubstitusi ke soal semula yaitu masing-masing ke (x+1)
dan ( ) 9 6
2
+ + x x , jika kedua-duanya hasilnya positif maka merupakan
penyelesaian.
Jika 2
1
÷ = x , di substitusi ke (-2+1) =-1 dan (4-12+9) =1 ,maka
1
x =-2 bukan
penyelesaian.
Jika
2
x

= 1, disubstitusikan ke (1+1) = 2 dan (1+6+9) = 16, maka
2
x =1 merupakan
penyelesaian.







POST TES 2

Identitas :
Nama : ...............................................
Kelas/No. : ..............................................
Petunjuk :
Kerjakan soal-soal berikut dengan singkat dan benar!
1. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut :
a. 4 log ) 2 log( ) 1 log(
a a a
x x = ÷ + +
b.
5 9
3 7 3 7 log( ) log( ) x x ÷ = ÷
c.
1
1 2
1
6 2 x
x
x
x
x
+
+ ÷ = +
log
log( )
log
(skor 15)
59

2. Jika x
1
dan x
2
adalah akar-akar persamaan ( ) , 1
2
3
9
10
log ÷ = |
.
|

\
|
+ ÷ x
x
tentukan nilai
2
2
2
1
x x + .
(skor 15)
3. Jika 2 16 log
2 2
= ÷ x , tentukan nilai 2 log
x
. (skor 10)
4. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan : 9 log log 2
3 2
= + x x .
(skor 20)

Penilaian Akhir
Berdasar skor dari masing-masing soal di atas, maka nilai maksimal dari pos tes tersebut
adalah 60





NILAI HASIL POST TEST DARI KONDISI AWAL HINGGA SIKLUS II
KELAS X PROGRAM AKSELERASI SMA NEGER1 1 SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2008 – 2009

NO NIS NAMA AWAL SIKLUS SIKLUS
I II
1 19145 AISA RAHMAWATI 67 75 80
2 19146 AISYA FIKRITAMA ADITYA 80 83 85
3 19147 AMANDA KIRARA RAHAYU 52 54 73
4 19148 ANDRE SYAH WICAKSANA 50 57 57
5 19149 ANNA WAHIDATI RAHMA 64 67 75
6 19150 ARIZA FAUZI 90 92 97
7 19151 DANANG PRIMAADI W. 79 82 90
8 19152 DANISH DAVINA SEKAR L. 77 78 87
9 19153 DARUMAS NUR AKBARI PK 68 75 81
60

10 19154 DESI DWI HARJANI 86 87 88
11 19155 DYAH MUSTIKANINGTYAS 67 68 79
12 19156 FAISAL HAFIDH 64 69 74
13 19157 FAIZAH NIA ERNAWATI 49 55 74
14 19158 HERLIENA DYAH I. 87 89 95
15 19159 KURNIA HARI KUSUMA 79 82 90
16 19160 LANANG SUKMA AJI 91 92 99
17 19161 LIA DWI NUR FITRI ASTUTI 84 87 90
18 19162 MARATUSSHOLIKHAH N. 65 68 79
19 19163 NITA RISKANINGTYAS A. 76 80 83
20 19164 OVI ANNISA QURROTU A. 78 81 86
21 19165 QUEEN ANALISA S. 52 66 76
22 19166 RIDHA AMELIA 67 73 80
23 19167 RISYA YOGA SURYAWAN 78 83 87
24 19168 SHAFIRA FITRIASTUTI R. 84 85 89
25 19169 SINTIN KHOTIJAH P 82 87 94
26 19170 TAUFIK ILHAM 81 85 90
27 19171 USWATUN HASANAH 65 77 85
28 19172 VICKY ELITA PUDI A. 56 57 58
JUMLAH NILAI 2018 2134 2321
NILAI RATA-RATA 72,07 76,21 82,89
NILAI MAKSIMUM 91,00 92,00 99,00
NILAI MINIMUM 49,00 54,00 57,00
JUMLAH ANAK YANG TUNTAS 15 19 26
PROSENTASE KETUNTASAN 53,57% 67,86% 92,86%

NILAI HASIL PERKEMBANGAN PENGUASAN KOMPETENSI DASAR
KELAS X PROGRAM AKSELERASI SMA NEGER1 1 SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2008 – 2009

NO NIS NAMA KD 1 KD 1 KD 2
Siklus 1 Siklus 2 Siklus 2
1 19145 AISA RAHMAWATI 74 75 80
2 19146 AISYA FIKRITAMA ADITYA 80 83 85
3 19147 AMANDA KIRARA RAHAYU 60 76 73
4 19148 ANDREW SYAH W. 50 72 57
5 19149 ANNA WAHIDATI RAHMA 76 78 75
61

6 19150 ARIZA FAUZI 90 92 97
7 19151 DANANG PRIMAADI W. 79 82 90
8 19152 DANISH DAVINA SEKAR L. 77 78 87
9 19153 DARUMAS NUR AKBARI PK 68 75 81
10 19154 DESI DWI HARJANI 86 87 88
11 19155 DYAH MUSTIKANINGTYAS 67 76 79
12 19156 FAISAL HAFIDH 79 75 74
13 19157 FAIZAH NIA ERNAWATI 60 76 74
14 19158 HERLIENA DYAH I. 87 89 95
15 19159 KURNIA HARI KUSUMA 79 82 90
16 19160 LANANG SUKMA AJI 91 92 99
17 19161 LIA DWI NUR FITRI ASTUTI 84 87 90
18 19162 MARATUSSHOLIKHAH N. 75 78 79
19 19163 NITA RISKANINGTYAS A. 76 80 83
20 19164 OVI ANNISA QURROTU A. 78 81 86
21 19165 QUEEN ANALISA S. 74 77 76
22 19166 RIDHA AMELIA 67 73 80
23 19167 RISYA YOGA SURYAWAN 78 83 87
24 19168 SHAFIRA FITRIASTUTI R. 84 85 89
25 19169 SINTIN KHOTIJAH P 82 87 94
26 19170 TAUFIK ILHAM 81 85 90
27 19171 USWATUN HASANAH 65 77 85
28 19172 VICKY ELITA PUDI A. 56 60 58
JUMLAH NILAI 2103 2241 2321
NILAI RATA-RATA 75,11 80,04 82,89
NILAI MAKSIMUM 91,00 92,00 99,00
NILAI MINIMUM 50,00 60,00 57,00
JUMLAH ANAK YANG TUNTAS 20 27 26
PROSENTASE KETUNTASAN 71,43% 96,43 % 92,86 %











62



















You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->