P. 1
Kajian Batik Klasik Keraton Solo

Kajian Batik Klasik Keraton Solo

3.5

|Views: 14,713|Likes:
Published by aksaraini

More info:

Published by: aksaraini on Jun 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

Motif Lung-lungan ini merupakan motif turunan dari semen. Namun jika dalam
semen sawat yang digunakan berbentuk lengkap dengan kedua sayap dan
ekornya, dalam motif Lung-lungan ornamen sawat hanya muncul sebagai lar
atau mirong. Selain itu, pada motif lung-lungan ini tidak selalu terdapat Meru,
yang menjadi karakteristik dari motif semen.

Sebaliknya, motif ini kaya dengan unsur tumbuhan, baik itu tumbuhan sulur
taupun pohon hayat. Dari hal ini, dapat dilihat bahwa motif Lung-lungan

a

bih kepada dunia flora.

a
memiliki kesamaan pula dengan motif Alas-alasan. Bedanya, jika dalam motif
Alas-alasan ornamen yang dominan adalah hewan-hewannya karena
merepresentasikan dunia fauna, maka dalam motif Lung-lungan tendensiny
le

GAMBAR 3.26
POLA LUNG-LUNGAN BABON ANGREM

SUMBER

: BATIK, PENGARUH ZAMAN DAN LINGKUNGAN

77

Dari kesluruhan pola non
e

geometrik yang diterapkan dalam batik klasik
eraton ini, maka dapat diklasifikasikan dengan tabel berikut ini :

ORNAMEN YANG SERING MUNCUL PADA BATIK KERATON POLA NON GEOMETRIK BESERTA

K

TABEL 3.6

PEMAKNAANNYA

SUMBER

: SUSANTO DAN VELDHUISEN

No. Nama

Arti

1.

Sawat atau Garuda

mentari yang berarti keperkasaan dan kesaktian.

2.

meru

tempat para dewa

3.

pohon hayat

kehidupan

4.

lidah api

api, kesaktian dan bakti

5.

burung

umur panjang

6.

binatang berkaki empat

keperkasaan dan kesaktian

7.

kapal

cobaan

8.

Pusaka

Wahyu, kegembiraan dan ketenangan

9.

Naga

kesaktian dan kesuburan

10. Kupu-kupu

kebahagiaan dan kemujuran

11. Dampar

Keramat, tempat raja

Sedangkan menurut Wiyoso Yudoseputro dalam Pengenalan Ragam Hias Jawa I
B (1983 :93)98

bahwa beberapa motif yang sering digunakan dalam batik

mempunyai lambang tertentu seperti :

TABEL 3.7
ORNAMEN YANG SERING MUNCUL PADA BATIK KERATON POLA NON GEOMETRIK BESERTA
PEMAKNAANNYA

SUMBER

: WIYOSO YUDOSEPUTRO

No. Ornamen batik

arti

1.

Meru

Tanah, bumi atau gunung tempat para dewa

2.

Lidah Api

Api, Dewa api, lambang kesaktian

3.

burung

Alam atas

4.

Pohon hayat

Alam tengah

5.

Barito

Air, dunia bawah

6.

Pusaka

Kegembiraan, ketenangan

7.

Garuda

Kendaraan dewa Wisnu, matahari

Sehingga bila ornamen tersebut dikelompokkan berdasarkan wilayah alam
berdasarkan falsafah Jawa, maka akan menjadi

:

98

Ibid halaman 88

78

TABEL 3.8

SUMBER

: SUSANTO DAN VENDHIUSEN

KLASIFIKASI ORNAMEN BERDASARKAN PELAMBANGAN DAN MAKNA

lam atas

Alam tengah

Alam bawah

A

Garuda (burung)

Pohon ha

Perahu

yat

Kupu-kupu

Meru

Naga

Lidah api

Bangu

Ular

nan

Dampar

natang

ng air lain

Bi

berkaki empat

Binata

Pusaka

Barito

Di ba

i akan ditampilkan be

otif pada batik klasik keraton

ak

ewakili tiap pe

dunia tersebut

la

AS

AMEN BATIK KERATO

DASARKAN PEMBAGIAN

SUMB

3

wah in

berapa contoh m

Surarta yang m

mbagian dunia. Ketiga dunia

adah :

GAMBAR 3.27

KLIFIKASI ORN

N POLA NON GEOMETRIS BER
TIGA DUNIA

ER

: PUJIANTO

.6

Dunia Bawah

79

3.7

Dunia Tengah

80

3.8

Dunia Atas

81

BAB IV
ANALISA VISUALISASI BATIK KERATON KLASIK
SURAKARTA

Dalam bab ini penulis akan membahas visualisasi dari batik keraton klasik
Surakarta. Melalui analisa ini, Penulis mengharapkan dapat memberi
interpretasi baru sebuah karya batik keraton. Pembagian Pola yang dianalisa
diklasifikasikan sesuai bentuk geometris dan non geometris beserta turunannya.

4.1 Motif Geometris

Motif geometris seperti yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya adalah
motif yang mengikuti kaidah ilmu ukur. Motif ini biasanya bertendensi pada
sesuatu yang berhubungan dengan kekuasaan dan pemerintahan, seperti halnya
motif parang rusak, cemungkiran atau ceplok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->