Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kegagalan dan Kesuksesan Pembangunan Sistem Informasi di Perusahaan

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Gustiyan Taufik Mahardika P056111501.48

PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012
0

........................... DAFTAR GAMBAR ..............................................1.................................................. 13 0 i ............................................................................................................... PENUTUP 4................ 3.....1 Sistem Informasi Manajemen .... Kesimpulan .......... DAFTAR PUSTAKA ...... I.............................1 Latar Belakang .................. TINJAUAN PUSTAKA 2............................................... i ii 1 1 2 6 8 9 IV........................................... III....................................................... 1........................... II................................................................................................................. PENDAHULUAN 1........ 12 V................... ...1 Kesuksesan Sistem Informasi ................................................................DAFTAR ISI DATAR ISI ................................................................... PEMBAHASAN 3.................2 Peranan Sistem Informasi dalam Bisnis .......2 Kegagalan Sistem Informasi ..................................................2 Tujuan ...... 2......................................................................

.DAFTAR GAMBAR Gambar Nomor Halaman 4 Gambar 1.......... 0 ii ........... Komponen-komponen dalam SI ..............................

Penerapan sistem informasi dalam dunia bisnis banyak dimanfaatkan untuk mendukung kecepatan dan ketepatan proses bisnis tersebut. ERP merupakan salah satu bagian dari komponen sistem manajemen informasi. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai faktor-faktor yang dapat memperlancar atau menghambat pengintegrasian SI ke dalam perusahaan.1. 1 . Menjelaskan mengenai hubungan SI dengan perusahaan. Namun dalam penerapan sistem informasi di dalam suatu perusahaan pasti terdapat faktor-faktor yang dapat menghambat atau melancarkan penerapan sistem informasi tersebut.Tujuan Penulisan makalah ini bertujuan untuk: 1. dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap. PENDAHULUAN 1. 3.I. maka solusi untuk masalah tersebut dapat ditemukan. informasi.Latar Belakang Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen. Berharap dengan diidentifikasinya masalah yang terjadi. Menjelaskan tentang Sistem Informasi Manajemen beserta komponenkomponennya secara sederhana 2. 1. ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya.2.

dan tujuan lain yang diinginkan manajemen. pengendalian. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah. termasuk perencanaan. Tujuan Umum Sistem Informasi Manajemen :    Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa. Banyak organisasi yang 2 . Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan. Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuantertentu dalam suatu kegiatan manajemen. dan perbaikan berkelanjutan. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan. pengevaluasian.1. menyelesaikan masalah. pengendalian dan pengambilan keputusan).II.Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer. Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. produk. karena tidak semuainformasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis. TINJAUAN PUSTAKA 2. Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen. dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen. Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwamanajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya.

meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat. Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM. maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.gagal membangun SIM karena :1. mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat. Prinsip utama perancangan SIM: SIM harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama. Kurangnya perencanaan yang memadai 3. Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancangsistem. cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh. Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan komputer. SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya.Kurang organisasi yang wajar 2. Kurang personil yang handal 4. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika 3 .

Gambar 1. komponen output. 2) Komponen model Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur. 2007) Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok). komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. dan komponen jaringan. komponen basis data. yang terdiri dari komponen input. Komponen-komponen dalam SI (Sumber: O’Brien. komponen hardware. 3) Komponen output 4 . yang dapat berupa dokumendokumen dasar. logika. komponen teknologi. komponen model. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan. komponen software. 1) Komponen input Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

api.menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem. seperti bencana alam.peratur. menyimpan dan mengakses data. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. menjalankan model. tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. debu. 7) Komponen basis data Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain. te. air. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. 4) Komponen teknologi Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi. kecurangan-kecurangan. 6) Komponen software Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah. 5) Komponen hardware Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. sabotase dan lain sebagainya. Teknologi digunakan untuk menerima input. ketidak efisienan. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal 5 . 8) Komponen kontrol Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi. neghasilkan dan mengirimkan keluaran. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System). Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri.

9) Komponen Jaringan Untuk menghubungkan komputer-komputer perangkat keras dalam sebuah kesatuan diperlukan media untuk menghubungi antara hardware dan software sistem informasi yang digunakan di suatu perusahaan.2. bridge. Mendukung strategi untuk memperoleh keunggulan kompetitif Kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi ditentukan oleh level manajemen dan pihak non-manajemen yang akan menggunakan informasi. Ada tiga bagian utama dari sistem informasi:  Data yang mendukung informasi  Prosedur bagaimana mengoperasikan sistem informasi  Orang yang membuat produk. Peranan Sistem Informasi dalam Bisnis Sistem informasi adalah suatu sistem yang saling berinteraksi dengan lingkungan dan melalui suatu siklus yang disebut siklus sistem informasi. Hardware komponen jaringan berupa kartu penghubung jaringan (Network Interface Card). media penghubung jaringan. membuat keputusan dan menggunakan sistem informasi Sistem informasi. Mendukung proses bisnis dan operasional 2. baik mulai pada tahap operasional (pemrosesan transaksi) hingga penggunaan internet (e-commerce/e-business) mempunyai tiga peran utama: 1. 2. dan router. HUB (konsentrator). Komponen jaringan terdiri dari hardware dan software jaringan. memecahkan masalah. network adapter drive. dan protokol jaringan. process. Siklus IPO menggambarkan bagaimana sistem memperoleh input dari luar dan kemudian diproses sehingga menghasilkan suatu output. sistem informasi yang dibangun atau dipakai dalam sebuah organisasi perlu 6 . dan output (IPO). Mendukung pengambilan keputusan oleh karyawan dan manajemen 3.yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi. Komponen software jaringan berupa sistem operasi jaringan. Output yang dihasilkan akan dikembalikan sebagai information service. Siklus tersebut terdiri dari input. repeater. Oleh karena itu.

Para pegawai non-manajemen adalah semua pegawai yang tidak termasuk dalam manajemen. arus informasi dalam perusahaan mengalir secara vertikal dan horisontal. sasaran. dan pegawai non-manajemen. Namun sebelum membicarakan sistem informasi seperti itu.mengakomodasi kebutuhan pemakai berdasarkan level manajemen. manajemen tingkat bawah. Di dalam organisasi tradisional umumnya terdapat 4 kelompok. dan pengarahan. Arus informasi vertikal ke atas berupa ringkasan kinerja organisasi. Di dalam organisasi. manajemen tingkat menengah. Arus informasi vertikal ke bawah berupa strategi. yaitu manajemen tingkat atas. yaitu keputusan-keputusan yang mengimplementasikan sasaran-sasaran strategis suatu organisasi. 7 . Manajemen tingkat atas (atau sering disebut manajemen strategis) adalah manajemen pada level paling atas yang menangani keputusan-keputusan strategis. berbagai level manajemen dalam suatu organisasi akan dibahas terlebih dulu. Manajemen tingkat bawah adalah manajemen yang bertanggung jawab terhadap kegiatankegiatan operasional dalam suatu organisasi. Fokus utama kejadian-kejadian sehari-hari. Manajemen tingkat menengah (atau disebut manajemen taktis) adalah manajemen yang bertanggung jawab terhadap keputusan-keputusan taktis. Arus informasi vertikal dibedakan menjadi arus informasi vertikal ke atas dan vertikal ke bawah. Keputusan strategis adalah keputusan yang sangat kompleks dan jarang sekali menggunakan prosedur yang telah ditentukan. dan melakukan tindakan-tindakan koreksi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

yaitu pengumpulan hasil survei dan analisa untuk merancang rekomendasi bagi revisi sistem yang telah ada atau mengembangkan suatu sistem baru. Kegagalan tersebut bisa berarti proyeknya tidak selesai ataupun telah diimplementasikan namun penggunaannya tidak efektif. 8 . 3. Salah satu tantangan yang dihadapi sistem informasi adalah teknologi dan keadaan perusahaan yang terus mengalami perkembangan sehingga menimbulkan masalah-masalah yang lebih kompleks.III. analisa tersebut mencoba untuk mengetahui apa masalah-masalah utama yang terdapat dalam sistem yang telah ada.1. Fuadi (1995) menyebutkan empat langkah-langkah yang perlu diketahui perusahaan untuk penyempurnaan suatu sistem informasi. Seringkali penerapan sistem informasi. penerapan tersebut bisa berhasil ataupun tidak. maka sebaiknya dalam pembuatan sistem informasi harus melalui proses yang tepat. PEMBAHASAN Dengan adanya komputer untuk membantu teknologi informasi. Selanjutnya. Langkah pertama adalah analisa sistem. Meskipun suatu organisasi telah menerapkan sistem informasi untuk menunjang aktivitasnya. Pada langkah ini dilakukan survei intensif atas sistem yang ada dan kebutuhan pengolahan data informasi di masa depan. akan diketahui kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem tersebut. terutama yang berbasis IT menjadi gagal. Selanjutnya. berbagai organisasi telah mangalokasikan dana yang cukup besar untuk sistem informasi. Analisa tersebut harus mencakup evaluasi mengenai kebutuhan informasi bagi para manajer dan para pemakai sistem lainnya. Kesuksesan Sistem Informasi Peluang kegagalan penerapan sistem informasi terutama yang berbasis komputer sangat besar. Dengan begitu. dilakukan sintese system. Suatu analisa dilakukan atas informasi yang diperoleh dalam survei. Oleh karena itu perusahaan perlu mengetahui langkah-langkah yang tepat agar sistem informasi bisa terus diterapkan dengan sukses mengikuti perkembangan perusahaan. Untuk itu diperlukan analisa mengenai faktor-faktor apa saja yang menunjang sistem informasi yang bagus.

Untuk itu. Kegagalan Sistem Informasi Tidak perlu diragukan lagi bahwa sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem yang dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di 9 . Hal ini dilakukan supaya hal-hal kecil yang mungkin tidak tampak atau tidak jelas saat penggantian sistem dapat diketahui. Terkadang review akan menunjukkan modifikasi besar atau penggantian yang perlu dilakukan dan prosesnya akan dimulai lagi seperti pada langkah pertama. Setelah itu dilakukan pengujian terhadap prosedur baru dan bila perlu dilakukan modifikasi. bila perlu. serta frekuensi laporan dan dokumen. Selain itu. Review tersebut harus dilakukan secara periodik. Desain sistem harus dimulai dengan spesifikasi output sistem yang diperlukan yang mencakup isi. Pertama-tama dilakukan perencanaan dan penjadwalan aktivitas implementasi agar dapat dikordinasi dengan baik. Penggunaan sistem baru dan sistem lama dapat dilakukan secara simultan untuk periode yang singkat dan hasilnya kemudian dibandingkan untuk meyakinkan bahwa sistem baru tidak mempunayi kelemahan seperti sistem lama. Tahap akhir dari implementasi adalah mengganti sistem lama dengan sistem baru. Review tersebut dilakukan tidak lama setelah sistem baru dioperasikan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada dan mengoreksinya. Desain sistem merupakan proses penyiapan spesifikasi yang terperinci untuk pengembangan suatu sistem baru.Langkah kedua dalam penyempurnaan sistem informasi adalah desain sistem. dan pengendalian. Dokumentasi sistem yang lengkap perlu dibuat. Langkah ketiga dalam penyempurnaan sistem informasi adalah implementasi sistem. volume. Serta kegiatan untuk menyiapkan suatu sistem implementasi sistem yang baru. dilakukan penerimaan pegawai baru dan pelatihan kepada pegawai baru baru serta realokasi pegawai-pegawai yang ada. 3. prosedur-prosedur. Standar dan pengendalian atas sistem yang baru harus diciptakan. harus dibuat rencana pengembangan yang disiapkan pada langkah analisa sistem.2. Selanjutnya menentukan isi dan format input sistem dan file. format. Setelah itu dilakukan desain mengenai langkahlangkah pengolahan. Langkah keempat dalam penyempurnaan sistem informasi adalah review sistem.

Hal ini dapat menjadi faktor penghambat atau kegagalan dalam penerapan SI dalam suatu perusahaan yang besar. dan enggan untuk mempelajari sistem informasi yang baru atau mereka tidak mengerti sama sekali. Hal ini menyebabkan sistem yang akan dijalankan menjadi tidak terarah sesuai dengan tujuan perusahaan. transfer informasi. Inkompetensi secara teknologi Kurangnya keterampilan dari tenaga-tenaga yang digunakan oleh perusahaan untuk menjalankan TI dan kurangnya inisiatif dan keaktifan SDM dalam mensosialisasikan keuntungan dan kemudahan dari sistem informasi yang ada akan menyebabkan sistem yang diterapkan tidak akan 10 . Hal ini menyebabkan banyak perusahan mengeluarkan dana yang sangat besar untuk investasi dalam pengembangan dan penerapan sistem informasi. Hal ini diakibatkan karena rasa kurang memilki terhadap sistem informasi yang diterapkan oleh perusahaan. 2. Kurangnya dukungan dari pihak eksekutif atau manajemen Pihak eksekutif perusahaan menyerahkan seluruh penerapan sistem informasi pada bagian TI. dan data perusahaan. Hal ini akan menyebabkan banyak satuan kerja dalam perusahaan belum dapat mengoptimalkan fungsi dan potensi SI untuk mempermudah komunikasi antar satuan kerja.perusahaan lebih meningkat dan perusahaan akan memperoleh keuntungan yang besar dari penerapan sistem informasi tersebut. Berikut kegagalan penerapan sistem informasi menurut Rosemary Cassafo dalam O’Brien (1999): 1. 3. serta sharing pengetahuan dan teknologi yang bertujuan untuk memajukan perusahaan. Tidak memiliki perencanaan memadai mengenai tahapan dan arahan yang harus dilakukan Dalam hal ini penerapan sistem informasi dalam perusahan tidak didukung dengan perencanaan yang matang dan tidak dapat menjembatani keinginan dan kepentingan orang-orang dalam perusahaan dengan pihak yang mengerti dan membuat sistem informasi tersebut.

berjalan seperti yang diinginkan. misi. 11 . Tanpa strategi dan tujuan yang jelas maka apapun yang dilakukan menjadi tidak terarah karena tidak ada batasan dimana sistem yang digunakan dapat dianggap berhasil ataupun tidak. Strategi dan tujuan tidak jelas ketika akan menerapkan sistem informasi Kebanyakan pimpinan perusahaan tidak mengetahui apa visi. mempermudah pengelolaan sumber daya perusahaan dan penerapan teknologi dalam perusahaan. padahal SDM tersebut belum mampu. Hal ini sering terjadi terutama pada perusahaan yang pengetahuan di bidang TI-nya masih rendah. Kesalahannya adalah perusahaan sering memaksakan SDM yang ada untuk menjalankan investasi TI. 4. Strategi dan tujuan merupakan faktor penting yang menjadi penentu seberapa besar pencapaian yang diinginkan ketika perusahaan akan melakukan sesuatu. Tidak jelasnya kebutuhan terhadap sistem Mengidentifikasi kebutuhan terhadap sistem dalam suatu perusahaan merupakan bagian dari perencanaan sistem informasi yang merupakan komponen penting dalam perencanaan perusahaan. Implementasi sistem tertentu harus dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya yaitu memperkuat bisnis. memberikan keunggulan kompetitif. 5. strategi ataupun rencana bisnis yang berkenaan dengan implementasi sistem informasi pada perusahaannya.

dalam penerapan sistem informasi juga terdapat kegagalan. 12 . Maka. dan ketidakcocokan TI yang dikembangkan oleh teknisi dengan tujuan perusahaan akibat ketidaktahuan manajer perusahaan mengenai TI yang ingin dikembangkan. namun pengerjaan yang telah mengikuti kaidah akan mendekatkan kepada hasil yang lebih baik. Langkah-langkah ini harus dilakukan dalam sebuah cara yang sistematis dan mengikuti kaidah-kaidah yang ada. Kesimpulan Penerapan sistem informasi dalam suatu perusahaan tidak selalu berhasil dengan baik. profesional.IV PENUTUP 4. Walaupun hal ini tidak menjamin kesuksesan pengimplementasian sebuah sistem informasi ke dalam perusahaan. Selain kesuksesan.1. untuk memastikan bahwa pengimplementasian TI dan SI dapat berhasil dengan baik dibutuhkan partisipasi oleh pihak perusahaan dan mempekerjakan tenaga TI yang handal. ketidakmampuan teknisi TI yang dipekerjakan oleh perusahaan. Kegagalan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yang penting adalah rasa memiliki perusahaan yang kurang bersama. dan beretika. Supaya dapat berhasil dengan baik maka perusahaan harus melakukan langkah-langkah yang tepat ketika akan mengimplementasikan sistem informasi.

Management Information Systems: Managing Information Tecnology in The Networked Enterprice. No. JA and George Marakas 2009. 13 . O’Brien. Boston. James A. A. 02/XIX/23. McGraw-Hill. A. McGraw Hill O’Brien. Langkah-Langkah Menuju Penyempurnaan Sistem Informasi. Management Information System. Management Information Sistem. USA. Kroenke. David M. Windarto. McGraw Hill. Majalah Swa(sembada). 2003. 1999.DAFTAR PUSTAKA Fuadi. Pengantar Sistem Informasi. Management Information System. O’Brien. Ninth Edition. 1994. Mantra Baru Investasi Teknologi Informasi.Inc. 2008. Edisi September-Oktober. IRWIN. O’Brian dan Marakas. Edisi 23 Januari-5 Februari 2003. James A. Salemba Empat. 1995. Majalah Manajemen. forth Edition. Jakarta. 2002.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful