P. 1
Perpres No.45 Tahun 2011 Tentang RTR KSN Sarbagita

Perpres No.45 Tahun 2011 Tentang RTR KSN Sarbagita

|Views: 72|Likes:
Published by paneva

More info:

Published by: paneva on Aug 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

pdf

text

original

PIkA1LkAN PkI8IDIN kIPLIIIL INDONI8IA

NOMOk 15 1AHLN 2u!!
1IN1ANc
kINcANA 1A1A kLANc LAWA8AN PIkLO1AAN
DINPA8Ak, IADLNc, cIANYAk, DAN 1AIANAN

DINcAN kAHMA1 1LHAN YANc MAHA I8A

PkI8IDIN kIPLIIIL INDONI8IA,

Menimbang : balwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2! ayat (!) Lndang-
Lndang Nomoi 20 1alun 2uu¯ tentang Penataan kuang dan Pasal
!2? ayat (1) Peiatuian Pemeiintal Nomoi 20 1alun 2uuS
tentang kencana 1ata kuang Wilayal Nasional, peilu menetapkan
Peiatuian Piesiden tentang kencana 1ata kuang Lawasan
Peikotaan Denpasai, Iadung, cianyai, dan 1abanan;

Mengingat : !. Pasal 1 ayat (!) Lndang-Lndang Dasai Negaia kepublik
Indonesia 1alun !u15;
2. Lndang-Lndang Nomoi ?2 1alun 2uu1 tentang
Pemeiintalan Daeial (Iembaian Negaia kepublik Indonesia
1alun 2uu1 Nomoi !25, 1ambalan Iembaian Negaia
kepublik Indonesia Nomoi 11?¯), sebagaimana telal diubal
bebeiapa kali, teiaklii dengan Lndang-Lndang Nomoi !2
1alun 2uuS tentang Peiubalan Ledua atas Lndang-Lndang
Nomoi ?2 1alun 2uu1 tentang Pemeiintalan Daeial
(Iembaian Negaia kepublik Indonesia 1alun 2uuS Nomoi 5u,
1ambalan Iembaian Negaia kepublik Indonesia Nomoi
1S11);

?. Lndang .











- 2 -




?. Lndang-Lndang Nomoi 20 1alun 2uu¯ tentang Penataan
kuang (Iembaian Negaia kepublik Indonesia 1alun 2uu¯
Nomoi 0S, 1ambalan Iembaian Negaia kepublik Indonesia
Nomoi 1¯25);
1. Peiatuian Pemeiintal Nomoi 20 1alun 2uuS tentang kencana
1ata kuang Wilayal Nasional (Iembaian Negaia kepublik
Indonesia 1alun 2uuS Nomoi 1S, 1ambalan Iembaian
Negaia kepublik Indonesia Nomoi 1S??);
5. Peiatuian Pemeiintal Nomoi !5 1alun 2u!u tentang
Penyelenggaiaan Penataan kuang (Iembaian Negaia kepublik
Indonesia 1alun 2u!u Nomoi 2!, 1ambalan Iembaian
Negaia kepublik Indonesia Nomoi 5!u?);
0. Peiatuian Pemeiintal Nomoi 0S 1alun 2u!u tentang Ientuk
dan 1ata caia Peian Masyaiakat dalam Penataan kuang
(Iembaian Negaia kepublik Indonesia 1alun 2u!u Nomoi
!!S, 1ambalan Iembaian Negaia kepublik Indonesia Nomoi
5!0u);


MIML1L8LAN:

Menetapkan : PIkA1LkAN PkI8IDIN 1IN1ANc kINcANA 1A1A kLANc
LAWA8AN PIkLO1AAN DINPA8Ak, IADLNc, cIANYAk, DAN
1AIANAN.




BAB …










- ? -





IAI I
LI1IN1LAN LMLM

Iagian Lesatu
Pengeitian

Pasal !
Dalam Peiatuian Piesiden ini yang dimaksud dengan:
!. kuang adalal wadal yang meliputi iuang daiat, iuang laut, dan iuang
udaia, teimasuk iuang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayal, tempat
manusia dan maklluk lain lidup, melakukan kegiatan, dan memelilaia
kelangsungan lidupnya.
2. 1ata iuang adalal wujud stiuktui iuang dan pola iuang.
?. Penataan iuang adalal suatu sistem pioses peiencanaan tata iuang,
pemaníaatan iuang, dan pengendalian pemaníaatan iuang.
1. kencana tata iuang adalal lasil peiencanaan tata iuang.
5. Lawasan stiategis nasional adalal wilayal yang penataan iuangnya
dipiioiitaskan kaiena mempunyai pengaiul sangat penting secaia nasional
teiladap kedaulatan negaia, peitalanan dan keamanan negaia, ekonomi,
sosial, budaya, dan/atau lingkungan, teimasuk wilayal yang telal
ditetapkan sebagai waiisan dunia.
0. Lawasan peikotaan adalal wilayal yang mempunyai kegiatan utama bukan
peitanian dengan susunan íungsi kawasan sebagai tempat peimukiman
peikotaan, pemusatan dan distiibusi pelayanan jasa pemeiintalan,
pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
¯. Lawasan metiopolitan adalal kawasan peikotaan yang teidiii atas sebual
kawasan peikotaan yang beidiii sendiii atau kawasan peikotaan inti dengan
kawasan peikotaan di sekitainya yang saling memiliki keteikaitan íungsional
yang dilubungkan dengan sistem jaiingan piasaiana wilayal yang tei-

integiasi .










- 1 -




integiasi dengan jumlal penduduk secaia keseluiulan sekuiang-kuiangnya
!.uuu.uuu (satu juta) jiwa.
S. Lawasan Peikotaan Denpasai, Iadung, cianyai, dan 1abanan yang
selanjutnya disebut Lawasan Peikotaan 8aibagita adalal satu kesatuan
kawasan peikotaan yang teidiii atas Lota Denpasai dan Lawasan Peikotaan
Luta sebagai kawasan peikotaan inti, Lawasan Peikotaan Mangupuia dan
Lawasan Peikotaan }imbaian di Labupaten Iadung, Lawasan Peikotaan
cianyai, Lawasan Peikotaan 8ukawati dan Lawasan Peikotaan Lbud di
Labupaten cianyai, dan Lawasan Peikotaan 1abanan di Labupaten 1abanan,
sebagai kawasan peikotaan di sekitainya, yang membentuk kawasan
metiopolitan.
u. Lawasan peikotaan inti adalal kawasan peikotaan yang meiupakan bagian
daii kawasan metiopolitan dengan íungsi sebagai pusat kegiatan-kegiatan
utama dan pendoiong pengembangan kawasan peikotaan di sekitainya.
!u. Lawasan peikotaan di sekitainya adalal kawasan peikotaan yang
meiupakan bagian daii kawasan metiopolitan dengan íungsi sebagai pusat
kegiatan-kegiatan yang menjadi penyeimbang (countei magnet)
peikembangan kawasan peikotaan inti.
!!. Lawasan lindung adalal wilayal yang ditetapkan dengan íungsi utama
melindungi kelestaiian lingkungan lidup yang mencakup sumbei daya alam
dan sumbei daya buatan.
!2. Lawasan budi daya adalal wilayal yang ditetapkan dengan íungsi utama
untuk dibudidayakan atas dasai kondisi dan potensi sumbei daya alam,
sumbei daya manusia, dan sumbei daya buatan.
!?. Lawasan peitanian tanaman pangan adalal kawasan budi daya peitanian
yang memiliki sistem pengaiian tetap yang membeiikan aii secaia teius-
meneius sepanjang talun, musiman, atau beigilii dengan tanaman utama
padi.
!1. Lawasan peimukiman adalal bagian daii lingkungan lidup di luai kawasan
lindung, baik beiupa kawasan peikotaan maupun peidesaan yang beiíungsi
sebagai .










- 5 -




sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan lunian dan tempat
kegiatan yang mendukung peiikelidupan dan penglidupan.
!5. Lawasan Daya 1aiik Wisata Llusus yang selanjutnya disebut LD1WL adalal
kawasan stiategis paiiwisata dalam satu atau lebil wilayal administiasi
desa/keluialan yang di dalamnya teidapat potensi daya taiik wisata,
aksesibilitas yang tinggi, keteisediaan íasilitas umum dan íasilitas paiiwisata
secaia teibatas seita aktivitas sosial-budaya masyaiakat yang saling
mendukung dalam peiwujudan kepaiiwisataan, yang pengembangannya
sangat dibatasi untuk lebil diaialkan kepada upaya pelestaiian budaya dan
lingkungan lidup.
!0. Wilayal sungai adalal kesatuan wilayal pengelolaan sumbei daya aii dalam
satu atau lebil daeial aliian sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang
luasnya kuiang daii atau sama dengan 2.uuu km
2
(dua iibu kilometei
peisegi).
!¯. kuang 1eibuka Hijau yang selanjutnya disebut k1H adalal aiea
memanjang/jalui dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebil
beisiíat teibuka, tempat tumbul tanaman, baik yang tumbul secaia alamial
maupun yang sengaja ditanam.
!S. Lawasan suci adalal kawasan yang dipandang memiliki nilai kesucian olel
umat Hindu di Iali sepeiti kawasan gunung, danau, peitemuan dua sungai
(campulan), pantai, laut, dan mata aii.
!u. Lawasan tempat suci adalal kawasan di sekitai puia yang peilu dijaga
kesuciannya dalam iadius atau batas-batas teitentu sesuai status puia.
2u. Zona lindung adalal zona yang ditetapkan kaiakteiistik pemaníaatan
iuangnya beidasaikan dominasi íungsi kegiatan masing-masing zona pada
Lawasan Iindung.
2!. Zona budi daya adalal zona yang ditetapkan kaiakteiistik pemaníaatan
iuangnya beidasaikan dominasi íungsi kegiatan masing-masing zona pada
kawasan budi daya.

22. Loeíisien .










- 0 -




22. Loeíisien Wilayal 1eibangun yang selanjutnya disebut LW1 adalal angka
peisentase luas kawasan atau blok peiuntukan yang teibangun teiladap luas
kawasan atau luas kawasan blok peiuntukan seluiulnya di dalam suatu
kawasan atau blok peiuntukan yang diiencanakan.
2?. Loeíisien Dasai Iangunan yang selanjutnya disebut LDI adalal angka
peisentase beidasaikan peibandingan antaia luas seluiul lantai dasai
bangunan gedung dan luas lalan/tanal peipetakan/daeial peiencanaan
yang dikuasai sesuai iencana tata iuang dan iencana tata bangunan dan
lingkungan.
21. Loeíisien Iantai Iangunan yang selanjutnya disebut LII adalal angka
peisentase peibandingan antaia luas seluiul lantai bangunan gedung dan
luas tanal peipetakan/daeial peiencanaan yang dikuasai sesuai iencana
tata iuang dan iencana tata bangunan dan lingkungan.
25. Loeíisien Daeial Hijau yang selanjutnya disebut LDH adalal angka
peisentase peibandingan antaia luas seluiul iuang teibuka di luai
bangunan gedung yang dipeiuntukan bagi peitamanan/penglijauan dan
luas tanal peipetakan/daeial peiencanan yang dikuasai sesuai iencana tata
iuang dan iencana tata bangunan dan lingkungan.
20. Loeíisien 1apak Iasemen yang selanjutnya disebut L1I adalal penetapan
besai maksimum tapak basemen didasaikan pada batas LDH Minimum yang
ditetapkan.
2¯. caiis 8empadan Iangunan yang selanjutnya disebut c8I adalal gaiis yang
tidak bolel dilampaui olel denal bangunan ke aial gaiis sempadan jalan.
2S. }aiingan jalan aiteii piimei adalal jaiingan jalan yang menglubungkan
secaia beidaya guna antai-PLN atau antaia PLN dengan PLW.
2u. }aiingan jalan kolektoi piimei ! adalal jaiingan jalan yang menglubungkan
secaia beidaya guna antaia PLN dengan PLI, antai-PLW, atau antaia PLW
dengan PLI.
?u. }aiingan jalan aiteii sekundei adalal jaiingan jalan yang menglubungkan

antaia .










- ¯ -




antaia pusat kegiatan di kawasan peikotaan inti dan pusat kegiatan di
kawasan peikotaan di sekitainya.
?!. }alan bebas lambatan adalal jalan yang ditetapkan dalam iangka
mempeilancai aius lalu lintas dengan caia mengendalikan jalan masuk
secaia penul dan tanpa adanya peisimpangan sebidang seita dilengkapi
dengan pagai iuang jalan.
?2. Pusat Legiatan Nasional yang selanjutnya disebut PLN adalal kawasan
peikotaan yang beiíungsi untuk melayani kegiatan skala inteinasional,
nasional, atau bebeiapa piovinsi.
??. Pusat Legiatan Wilayal yang selanjutnya disebut PLW adalal kawasan
peikotaan yang beiíungsi untuk melayani kegiatan skala piovinsi atau
bebeiapa kabupaten/kota.
?1. Pusat Legiatan Iokal yang selanjutnya disebut PLI adalal kawasan peikotaan
yang beiíungsi untuk melayani kegiatan skala kabupaten/kota atau bebeiapa
kecamatan.
?5. 1ii Hita Laiana adalal íalsaíal lidup masyaiakat Iali yang memuat tiga
unsui yang membangun keseimbangan dan kelaimonisan lubungan
manusia dengan 1ulan (pailyangan), manusia dengan manusia
(pawongan), dan manusia dengan lingkungannya (palemalan).
?0. catlus Patla adalal simpang empat sakial yang iuas-iuasnya mengaial ke
empat penjuiu mata angin (utaia, timui, selatan, dan baiat) dan dipeiankan
sebagai pusat (pusei) wilayal, kawasan, dan/atau desa.
?¯. 1ii Mandala adalal pola pembagian wilayal, kawasan, dan/atau
pekaiangan yang dibagi menjadi tiga tingkatan, teidiii atas utama mandala,
madya mandala, dan nista mandala.
?S. Hulu-1eben adalal pola pembagian wilayal, kawasan, dan/atau pekaiangan
yang dibagi menjadi 2 (dua) bagian yang teidiii atas bagian dengan posisi
yang lebil tinggi (lulu) dan bagian dengan posisi yang lebil iendal
(teben).
?u. Desa Pakiaman adalal kesatuan masyaiakat lukum adat di Piovinsi Iali
yang mempunyai satu kesatuan tiadisi dan tata kiama peigaulan lidup

masyaiakat .











- S -




masyaiakat umat Hindu secaia tuiun temuiun, dalam ikatan kalyangan tiga
atau kalyangan desa yang mempunyai wilayal teitentu dan laita kekayaan
sendiii, seita beilak menguius iumal tangganya sendiii.
1u. 8ubak adalal suatu masyaiakat lukum adat yang memiliki kaiakteiistik
sosio agiaiis-ieligius, yang meiupakan peikumpulan petani yang mengelola
aii iiigasi di lalan sawal.
1!. Masyaiakat adalal oiang peiseoiangan, kelompok oiang teimasuk
masyaiakat lukum adat, koipoiasi, dan/atau pemangku kepentingan
nonpemeiintal lain dalam penyelenggaiaan penataan iuang.
12. Peian masyaiakat adalal paitisipasi aktií masyaiakat dalam peiencanaan
tata iuang, pemaníaatan iuang, dan pengendalian pemaníaatan iuang.
1?. Pemeiintal pusat selanjutnya disebut Pemeiintal adalal Piesiden kepublik
Indonesia yang memegang kekuasaan pemeiintalan Negaia kepublik
Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Lndang-Lndang Dasai Negaia
kepublik Indonesia 1alun !u15.
11. Pemeiintal daeial adalal cubeinui, Iupati, atau Walikota, dan peiangkat
daeial sebagai unsui penyelenggaia pemeiintalan daeial.
15. cubeinui adalal cubeinui Piovinsi Iali.
10. Iupati atau Walikota adalal Iupati Iadung, Iupati cianyai, Iupati
1abanan, dan Walikota Denpasai.
1¯. Menteii adalal menteii yang menyelenggaiakan uiusan pemeiintalan
dalam bidang penataan iuang.

Iagian Ledua
kuang Iingkup Pengatuian

Pasal 2
kuang lingkup pengatuian Peiatuian Piesiden ini meliputi:
a. peian dan íungsi iencana tata iuang seita cakupan Lawasan Peikotaan
8aibagita;

b. tujuan .










- u -




b. tujuan, kebijakan, dan stiategi penataan iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita;
c. iencana stiuktui iuang, iencana pola iuang, aialan pemaníaatan iuang, dan
aialan pengendalian pemaníaatan iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita;
d. pengelolaan Lawasan Peikotaan 8aibagita; dan
e. peian masyaiakat dalam penataan iuang di Lawasan Peikotaan 8aibagita.

Iagian Letiga
Peian dan fungsi kencana 1ata kuang Lawasan Peikotaan 8aibagita

Pasal ?
kencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita beipeian sebagai alat
opeiasionalisasi kencana 1ata kuang Wilayal Nasional dan alat kooidinasi
pelaksanaan pembangunan di Lawasan Peikotaan 8aibagita.

Pasal 1
kencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita beiíungsi sebagai pedoman
untuk:
a. penyusunan iencana pembangunan di Lawasan Peikotaan 8aibagita;
b. pemaníaatan iuang dan pengendalian pemaníaatan iuang di Lawasan
Peikotaan 8aibagita;
c. peiwujudan keteipaduan, keteikaitan, dan keseimbangan peikembangan
antaiwilayal kabupaten/kota, seita keseiasian antaisektoi di Lawasan
Peikotaan 8aibagita;
d. penetapan lokasi dan íungsi iuang untuk investasi di Lawasan Peikotaan
8aibagita;
e. penataan iuang wilayal piovinsi dan kabupaten/kota di Lawasan Peikotaan
8aibagita;
í. pengelolaan Lawasan Peikotaan 8aibagita; dan
g. peiwujudan keteipaduan iencana pengembangan kawasan di luai Lawasan
Peikotaan 8aibagita dengan Lawasan Peikotaan 8aibagita.

Iagian .










- !u -




Iagian Leempat
cakupan Lawasan Peikotaan 8aibagita

Pasal 5
Lawasan Peikotaan 8aibagita mencakup !5 (lima belas) kecamatan, yang teidiii
atas:
a. seluiul wilayal Lota Denpasai yang mencakup 1 (empat) wilayal
kecamatan, meliputi Lecamatan Denpasai Ltaia, Lecamatan Denpasai 1imui,
Lecamatan Denpasai 8elatan, dan Lecamatan Denpasai Iaiat;
b. sebagian wilayal Labupaten Iadung yang mencakup 5 (lima) wilayal
kecamatan, meliputi Lecamatan Abiansemal, Lecamatan Mengwi, Lecamatan
Luta Ltaia, Lecamatan Luta, dan Lecamatan Luta 8elatan;
c. sebagian wilayal Labupaten cianyai yang mencakup 1 (empat) wilayal
kecamatan, meliputi Lecamatan 8ukawati, Lecamatan Ilalbatul, Lecamatan
cianyai, dan Lecamatan Lbud; dan
d. sebagian wilayal Labupaten 1abanan yang mencakup 2 (dua) wilayal
kecamatan, meliputi Lecamatan 1abanan dan Lecamatan Lediii.

IAI II
1L}LAN, LIII}ALAN, DAN 81kA1IcI PINA1AAN kLANc
LAWA8AN PIkLO1AAN 8AkIAcI1A

Iagian Lesatu
1ujuan Penataan kuang Lawasan Peikotaan 8aibagita

Pasal 0
Penataan iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita beitujuan untuk mewujudkan
Lawasan Peikotaan 8aibagita yang aman, nyaman, pioduktií, beidaya saing, dan
beikelanjutan, sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional beibasis kegiatan
paiiwisata beitaiaí inteinasional, yang beijati diii budaya Iali beilandaskan 1ii
Hita Laiana.
Iagian .










- !! -




Iagian Ledua
Lebijakan Penataan kuang Lawasan Peikotaan 8aibagita

Pasal ¯
Lebijakan penataan iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita meliputi:
a. pengembangan keteipaduan sistem pusat-pusat kegiatan yang mendukung
íungsi kawasan sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional beibasis kegiatan
paiiwisata yang beitaiaí inteinasional;
b. peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem piasaiana;
c. peningkatan íungsi dan peilindungan íasilitas peitalanan dan keamanan
negaia; dan
d. pelestaiian alam dan sosial-budaya di Lawasan Peikotaan 8aibagita sebagai
pusat paiiwisata beitaiaí inteinasional yang beijati diii budaya Iali.

Iagian Letiga
8tiategi Penataan kuang Lawasan Peikotaan 8aibagita

Pasal S
8tiategi pengembangan keteipaduan sistem pusat-pusat kegiatan yang
mendukung íungsi Lawasan Peikotaan 8aibagita sebagai pusat kegiatan ekonomi
nasional beibasis kegiatan paiiwisata yang beitaiaí inteinasional sebagaimana
dimaksud dalam Pasal ¯ luiuí a teidiii atas:
a. menetapkan kawasan peikotaan inti sebagai pusat kegiatan utama Lawasan
Peikotaan 8aibagita yang didukung kawasan peikotaan di sekitainya yang
memiliki íungsi klusus pusat-pusat kegiatan paiiwisata dan kegiatan lainnya
yang beilieiaiki dan inteidependen;
b. meningkatkan keteikaitan antaia kawasan peikotaan inti dan kawasan
peikotaan di sekitainya melalui keteipaduan sistem tianspoitasi dan sistem
piasaiana;

c. meningkatkan .










- !2 -




c. meningkatkan keteikaitan Lawasan Peikotaan 8aibagita dengan PLN lainnya
di Indonesia dan antainegaia; dan
d. mengembangkan kelembagaan lintas wilayal sebagai wadal kooidinasi
pelaksanaan pembangunan Lawasan Peikotaan 8aibagita beibasis kegiatan
paiiwisata.

Pasal u
8tiategi peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem piasaiana
sebagaimana dimaksud dalam Pasal ¯ luiuí b teidiii atas:
a. meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan jaiingan tianspoitasi
peikotaan yang seimbang dan teipadu untuk menjamin aksesibilitas yang
tinggi antaia kawasan peikotaan inti dan kawasan peikotaan di sekitainya;
b. mengembangkan jaiingan jalan bebas lambatan, manajemen dan iekayasa
lalu lintas, seita penyediaan dan pemasyaiakatan sistem pelayanan angkutan
umum massal yang teipadu;
c. mengembangkan keteipaduan sistem jaiingan tianspoitasi daiat, tianspoitasi
laut, dan tianspoitasi udaia, untuk menjamin aksesibilitas yang tinggi antai-
PLN dan antainegaia;
d. meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem jaiingan eneigi untuk
memenuli kebutulan masyaiakat;
e. meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem jaiingan
telekomunikasi yang mencapai seluiul pusat kegiatan di Lawasan Peikotaan
8aibagita;
í. meningkatkan keteipaduan pendayagunaan sumbei daya aii melalui keija
sama pengelolaan antaidaeial; dan
g. meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan aii minum, aii limbal,
diainase, dan peisampalan secaia teipadu melalui keija sama antaidaeial
dan kemitiaan antaia pemeiintal dan masyaiakat.

Pasal .










- !? -




Pasal !u
8tiategi peningkatan íungsi dan peilindungan íasilitas peitalanan dan keamanan
negaia sebagaimana dimaksud dalam Pasal ¯ luiuí c teidiii atas:
a. menyediakan iuang untuk kawasan peitalanan dan keamanan negaia;
b. mengembangkan kegiatan budi daya secaia selektií di dalam dan di sekitai
kawasan peitalanan dan keamanan negaia; dan
c. mengembangkan zona penyangga yang memisalkan antaia kawasan
peitalanan dan keamanan negaia dan kawasan budi daya teibangun di
sekitainya.

Pasal !!
8tiategi pelestaiian alam dan sosial-budaya di Lawasan Peikotaan 8aibagita
sebagai pusat paiiwisata beitaiaí inteinasional yang beijati diii budaya Iali
sebagaimana dimaksud dalam Pasal ¯ luiuí d teidiii atas:
a. mengembangkan konsep kota kompak (compact city) yang memenuli aialan
peiatuian zonasi pada kawasan peikotaan inti dan kawasan peikotaan di
sekitainya, yang dilayani sistem tianspoitasi umum massal untuk mencegal
kecendeiungan penyatuan kawasan teibangun peikotaan;
b. mengintegiasikan secaia laimonis kawasan peidesaan dan kawasan
peitanian beibasis subak dengan tetap mempeitalankan kawasan peitanian
beibasis subak sebagai zona penyangga Lawasan Peikotaan 8aibagita;
c. mengembangkan distiibusi k1H paling sedikit ?u° (tiga pulul peisen) untuk
keseluiulan Lawasan Peikotaan 8aibagita;
d. melestaiikan dan meningkatkan íungsi 1aman Hutan kaya Nguial kai;
e. melestaiikan, melindungi, dan mengembangkan teiumbu kaiang alami dan
teiumbu kaiang baiu untuk pengembangan kegiatan paiiwisata beibasis
masyaiakat dan beiwawasan lingkungan;
í. memelilaia dan mempeibaiki kualitas lingkungan pantai untuk menjaga
kelestaiian dan keindalan pantai;

g. meneiapkan .










- !1 -




g. meneiapkan piinsip-piinsip keaiiían lokal sebagai peitimbangan dalam
penyusunan peiatuian zonasi;
l. mengembangkan kegiatan paiiwisata yang teiintegiasi dengan kegiatan
peitanian beibasis subak;
i. mewajibkan pemeiintal daeial menetapkan dan mempeitalankan lalan
peitanian pangan beikelanjutan; dan
j. mewajibkan instansi Pemeiintal dan pemeiintal daeial melaksanakan Lajian
Iingkungan Hidup 8tiategis dalam iangka penyusunan dan evaluasi
kebijakan, iencana, dan/atau piogiam yang beipotensi menimbulkan dampak
dan/atau iisiko lingkungan lidup di Lawasan Peikotaan 8aibagita sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.


IAI III
kINcANA 81kLL1Lk kLANc LAWA8AN PIkLO1AAN 8AkIAcI1A

Iagian Lesatu
Lmum

Pasal !2
(!) kencana stiuktui iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita ditetapkan dengan
tujuan untuk meningkatkan pelayanan pusat kegiatan, meningkatkan
kualitas dan jangkauan pelayanan jaiingan piasaiana, seita meningkatkan
íungsi kawasan peikotaan inti dan kawasan peikotaan di sekitainya.
(2) kencana stiuktui iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita beiíungsi sebagai
penggeiak dan penunjang kegiatan sosial ekonomi masyaiakat yang secaia
lieiaiki memiliki lubungan íungsional.
(?) kencana stiuktui iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita meliputi iencana
sistem pusat peimukiman dan iencana sistem jaiingan piasaiana.

Iagian.










- !5 -




Iagian Ledua
kencana 8istem Pusat Peimukiman

Pasal !?
kencana sistem pusat peimukiman Lawasan Peikotaan 8aibagita teidiii atas pusat
kegiatan di kawasan peikotaan inti dan pusat kegiatan di kawasan peikotaan di
sekitainya.

Pasal !1
(!) Pusat kegiatan di kawasan peikotaan inti sebagaimana dimaksud dalam Pasal
!? ditetapkan sebagai pusat kegiatan-kegiatan utama dan pendoiong
pengembangan kawasan peikotaan di sekitainya.
(2) Pusat kegiatan di kawasan peikotaan inti meliputi:
a. pusat pemeiintalan piovinsi;
b. pusat pemeiintalan kota dan/atau kecamatan;
c. pusat peidagangan dan jasa skala inteinasional, nasional, dan iegional;
d. pusat keselatan skala inteinasional, nasional, dan iegional;
e. pusat pendidikan tinggi;
í. pusat pelayanan tianspoitasi laut inteinasional dan nasional;
g. pusat pelayanan tianspoitasi udaia inteinasional dan nasional;
l. pusat kegiatan peitanian;
i. pusat kegiatan paiiwisata;
j. pusat kegiatan sebaian daya taiik wisata;
k. pusat kegiatan industii pendukung paiiwisata;
l. pusat kegiatan sosial-budaya dan kesenian;
m. pusat kegiatan peitalanan dan keamanan negaia;
n. pusat kegiatan olaliaga; dan
o. pusat jasa peiikanan.

Pasal .











- !0 -




Pasal !5
(!) Pusat kegiatan di kawasan peikotaan di sekitainya sebagaimana dimaksud
dalam Pasal !? ditetapkan sebagai penyeimbang (countei magnet)
peikembangan kawasan peikotaan inti.
(2) Pusat kegiatan di kawasan peikotaan di sekitainya meliputi:
a. di Lawasan Peikotaan Mangupuia, Labupaten Iadung, teidiii atas:
!. pusat pemeiintalan kabupaten dan/atau kecamatan;
2. pusat peidagangan dan jasa skala iegional;
?. pusat kegiatan sosial-budaya dan kesenian;
1. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang nasional dan
iegional;
5. pusat kegiatan peitanian; dan
0. pusat kegiatan olaliaga.
b. di Lawasan Peikotaan }imbaian, Labupaten Iadung, teidiii atas:
!. pusat pemeiintalan kecamatan;
2. pusat peidagangan dan jasa skala iegional;
?. pusat kegiatan paiiwisata;
1. pusat industii pendukung paiiwisata;
5. pusat pendidikan tinggi;
0. pusat keselatan skala inteinasional, nasional, dan iegional; dan
¯. pusat kegiatan olaliaga.
c. di Lawasan Peikotaan 8ukawati, Labupaten cianyai, teidiii atas:
!. pusat pemeiintalan kecamatan;
2. pusat kegiatan peitanian;
?. pusat peidagangan dan jasa skala nasional;
1. pusat industii pendukung paiiwisata; dan
5. pusat kegiatan sosial-budaya dan kesenian.
d. di Lawasan Peikotaan cianyai, Labupaten cianyai, teidiii atas:
!. pusat pemeiintalan kabupaten dan/atau kecamatan;
2. pusat peidagangan dan jasa skala iegional;
?. pusat kegiatan paiiwisata;
1. pusat .










- !¯ -




1. pusat industii pendukung paiiwisata;
5. pusat keselatan skala iegional;
0. pusat kegiatan sosial-budaya dan kesenian;
¯. pusat kegiatan peitanian; dan
S. pusat kegiatan olaliaga.
e. di Lawasan Peikotaan Lbud, Labupaten cianyai, teidiii atas:
!. pusat pemeiintalan kecamatan;
2. pusat kegiatan paiiwisata;
?. pusat industii pendukung paiiwisata;
1. pusat kegiatan sosial-budaya dan kesenian; dan
5. pusat kegiatan peitanian.
í. di Lawasan Peikotaan 1abanan, Labupaten 1abanan, teidiii atas:
!. pusat pemeiintalan kabupaten dan/atau kecamatan;
2. pusat peidagangan dan jasa skala iegional;
?. pusat kegiatan sebaian daya taiik wisata;
1. pusat kegiatan sosial-budaya dan kesenian;
5. pusat keselatan skala iegional; dan
0. pusat kegiatan peitanian.

Iagian Letiga
kencana 8istem }aiingan Piasaiana

Pasal !0
kencana sistem jaiingan piasaiana Lawasan Peikotaan 8aibagita meliputi sistem
jaiingan: tianspoitasi, eneigi, telekomunikasi, sumbei daya aii, dan piasaiana
peikotaan.

Pasal !¯
(!) 8istem jaiingan tianspoitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal !0
ditetapkan dalam iangka meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan
peigeiakan oiang dan baiang/jasa seita memíungsikannya sebagai
pendoiong peitumbulan ekonomi.
(2) 8istem .










- !S -




(2) 8istem jaiingan tianspoitasi teidiii atas:
a. sistem jaiingan tianspoitasi daiat;
b. sistem jaiingan tianspoitasi laut; dan
c. sistem jaiingan tianspoitasi udaia.
(?) 8istem jaiingan tianspoitasi daiat di Lawasan Peikotaan 8aibagita teidiii
atas:
a. sistem jaiingan jalan; dan
b. sistem jaiingan peikeietaapian.
(1) 8istem jaiingan jalan di Lawasan Peikotaan 8aibagita teidiii atas:
a. jaiingan jalan; dan
b. lalu lintas dan angkutan jalan.
(5) 8istem jaiingan peikeietaapian di Lawasan Peikotaan 8aibagita teidiii atas:
a. jaiingan jalui keieta api;
b. stasiun keieta api; dan
c. íasilitas opeiasi keieta api.
(0) 8istem jaiingan tianspoitasi laut di Lawasan Peikotaan 8aibagita teidiii atas:
a. tatanan kepelabulanan; dan
b. alui pelayaian.
(¯) 8istem jaiingan tianspoitasi udaia di Lawasan Peikotaan 8aibagita teidiii
atas:
a. tatanan kebandaiudaiaan; dan
b. iuang udaia untuk peneibangan.

Pasal !S
}aiingan jalan di Lawasan Peikotaan 8aibagita sebagaimana dimaksud dalam
Pasal !¯ ayat (1) luiuí a teidiii atas:
a. jaiingan jalan aiteii piimei;
b. jaiingan jalan kolektoi piimei !;
c. jaiingan jalan aiteii sekundei; dan
d. jaiingan jalan bebas lambatan.
Pasal .










- !u -




Pasal !u
}aiingan jalan aiteii piimei sebagaimana dimaksud dalam Pasal !S luiuí a
meliputi:
a. jalan 1abanan-Mengwitani-Denpasai-1olpati-8impang 8idan;
b. jalan 8impang Pesanggaian-1ugu Nguial kai-Iandai Ldaia Inteinasional
Nguial kai; dan
c. jalan akses menuju 1eiminal Mengwi.

Pasal 2u
}aiingan jalan kolektoi piimei ! sebagaimana dimaksud dalam Pasal !S luiuí b
meliputi:
a. jalan 8impang 1ugu Nguial kai-Nusa Dua;
b. jalan 8impang Luta-Ianjai 1aman;
c. jalan Mengwitani-Abiansemal;
d. jalan Malendiadatta-8impang 8unset Luta;
e. jalan 8impang 8idan-Iebil;
í. jalan teiusan catot 8ubioto Iaiat-canggu;
g. jalan 8akal-1eges-Lbud-Ledewatan-1egaltamu; dan
l. jalan Iuiuan-Mas.

Pasal 2!
}aiingan jalan aiteii sekundei sebagaimana dimaksud dalam Pasal !S luiuí c
ditetapkan sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Pasal 22
}aiingan jalan bebas lambatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal !S luiuí d
meliputi:
a. jalan Luta-1anal Iot-8oka;
b. jalan canggu-Ieiingkit-Iatuan-Puinama;
c. jalan 1olpati-Lusamba-Padangbai;

d. jalan .










- 2u -




d. jalan 8eiangan-Ienoa- -- -Iandai Ldaia Nguial kai- -- -Nusa Dua-1anjung Ienoa;
e. jalan 8eiangan-1olpati;
í. jalan Luta-Iandai Ldaia Inteinasional Nguial kai; dan
g. jalan Luta-Denpasai-1olpati.

Pasal 2?
(!) Ialu lintas dan angkutan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal !¯ ayat
(1) luiuí b ditetapkan dalam iangka mewujudkan pelayanan lalu lintas dan
angkutan jalan yang aman, selamat, teitib, lancai, dan teipadu dengan moda
angkutan lain untuk mendoiong peiekonomian nasional dan kesejalteiaan
masyaiakat.
(2) Ialu lintas dan angkutan jalan meliputi:
a. lajui, jalui, atau jalan klusus angkutan massal;
b. teiminal;
c. sential paikii klusus; dan
d. íasilitas pendukung lalu lintas dan angkutan jalan.

Pasal 21
(!) Iajui, jalui, atau jalan klusus angkutan massal sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2? ayat (2) luiuí a ditetapkan dalam iangka mengembangkan
potensi dan peiannya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan,
keteitiban, dan kelancaian beilalu lintas dan mendukung kebutulan
angkutan massal.
(2) Iajui, jalui, atau jalan klusus angkutan massal ditetapkan sesuai dengan
ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Pasal 25
(!) 1eiminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2? ayat (2) luiuí b ditetapkan
dalam iangka untuk menunjang kelancaian peipindalan oiang dan/atau
baiang seita keteipaduan intiamoda dan antaimoda.
(2) 1eiminal meliputi teiminal penumpang dan teiminal baiang.
(?) 1eiminal .










- 2! -




(?) 1eiminal penumpang teidiii atas:
a. 1eiminal penumpang tipe A yang beiíungsi melayani kendaiaan umum
untuk angkutan antaikota antaipiovinsi dan/atau angkutan lintas batas
negaia, angkutan antaikota dalam piovinsi, angkutan kota dan angkutan
peidesaan meliputi 1eiminal Mengwi di Lecamatan Mengwi, Labupaten
Iadung;
b. 1eiminal penumpang tipe I yang beiíungsi melayani kendaiaan umum
untuk angkutan antaikota dalam piovinsi, angkutan kota dan/atau
angkutan peidesaan meliputi:
!. 1eiminal Lbung di Lecamatan Denpasai Ltaia, 1eiminal Lieneng di
Lecamatan Denpasai 1imui, dan 1eiminal 1egal di Lecamatan
Denpasai Iaiat, Lota Denpasai;
2. 1eiminal Dalung di Lecamatan Luta Ltaia dan 1eiminal Nusa Dua
di Lecamatan Luta 8elatan, Labupaten Iadung;
?. 1eiminal Iatubulan di Lecamatan 8ukawati dan 1eiminal cianyai di
Lecamatan cianyai, Labupaten cianyai; dan
1. 1eiminal Pesiapan di Lecamatan 1abanan dan 1eiminal 1anal Iot di
Lecamatan Lediii, Labupaten 1abanan.
(1) 1eiminal baiang teidiii atas:
a. 1eiminal Iaiang Lbung Laja di Lecamatan Denpasai Ltaia, Lota
Denpasai;
b. 1eiminal Iaiang Mengwitani di Lecamatan Mengwi, Labupaten Iadung;
dan
c. 1eiminal Iaiang Mas di Lecamatan Lbud dan 1eiminal Iaiang 8akal di
Lecamatan 8ukawati, Labupaten cianyai.

Pasal 20
(!) 8ential paikii klusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2? luiuí c
meiupakan íasilitas paikii teipusat untuk kendaiaan pengunjung ke
kawasan paiiwisata sebagai tempat peigantian moda angkutan ke moda
angkutan klusus paiiwisata.
(2) 8ential .










- 22 -




(2) 8ential paikii klusus teidiii atas:
a. sential paikii di Lawasan Paiiwisata 8anui, Lota Denpasai;
b. sential paikii di Lawasan Paiiwisata Luta, Labupaten Iadung;
c. sential paikii di Lawasan Paiiwisata Nusa Dua, Labupaten Iadung;
d. sential paikii di Lawasan Paiiwisata Lbud, Labupaten cianyai; dan
e. sential paikii di LD1WL 1anal Iot, Labupaten 1abanan.


Pasal 2¯
fasilitas pendukung lalu lintas dan angkutan jalan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2? ayat (2) luiuí d diatui sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-
undangan.


Pasal 2S
8istem jaiingan peikeietaapian sebagaimana dimaksud dalam Pasal !¯ ayat (5)
diatui sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.


Pasal 2u
(!) 1atanan kepelabulanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal !¯ ayat (0)
luiuí a beiíungsi sebagai tempat alil muat penumpang, tempat alil muat
baiang, pelayanan angkutan untuk menunjang kegiatan paiiwisata,
pelayanan angkutan untuk menunjang kegiatan kelautan dan peiikanan, dan
menunjang pangkalan angkatan laut (IANAI) beseita zona penyangganya.
(2) 1atanan kepelabulanan meliputi:
a. pelabulan utama yaitu Pelabulan Inteinasional Ienoa di Lecamatan
Denpasai 8elatan, Lota Denpasai; dan
b. pelabulan klusus yang diatui sesuai dengan ketentuan peiatuian
peiundang-undangan.

Pasal .










- 2? -




Pasal ?u
(!) Alui pelayaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal !¯ ayat (0) luiuí b
ditetapkan dalam iangka mewujudkan peiaiian yang aman dan selamat
untuk dilayaii.
(2) Alui pelayaian meiupakan alui pelayaian di laut teidiii atas:
a. alui pelayaian nasional yaitu alui yang menglubungkan Pelabulan
Inteinasional Ienoa dengan pelabulan nasional lainnya; dan
b. alui pelayaian inteinasional yaitu alui yang menglubungkan Pelabulan
Inteinasional Ienoa ke Alui Iaut Lepulauan Indonesia (AILI) di 8elat
Iombok.
(?) Alui pelayaian dimaníaatkan beisama untuk kepentingan peitalanan dan
keamanan negaia.
(1) Letentuan lebil lanjut mengenai alui pelayaian diatui sesuai dengan
ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Pasal ?!
(!) 1atanan kebandaiudaiaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal !¯ ayat (¯)
luiuí a ditetapkan dalam iangka melaksanakan íungsi bandai udaia untuk
menunjang kelancaian, keamanan, dan keteitiban aius lalu lintas pesawat
udaia, penumpang, kaigo dan/atau pos, keselamatan peneibangan, tempat
peipindalan intia dan/atau antaimoda seita mendoiong peiekonomian
nasional dan daeial.
(2) 1atanan kebandaiudaiaan teidiii atas:
a. bandai udaia umum yaitu Iandai Ldaia Inteinasional Nguial kai di
Lecamatan Luta, Labupaten Iadung, sebagai bandai udaia pengumpul
dengan skala pelayanan piimei untuk pelayanan pesawat udaia dengan
iute peneibangan dalam negeii dan luai negeii, seita beiíungsi sebagai
pangkalan angkatan udaia (IANLD); dan

b. bandai .










- 21 -




b. bandai udaia klusus yang diatui sesuai dengan ketentuan peiatuian
peiundang-undangan.

Pasal ?2
(!) kuang udaia untuk peneibangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal !¯
ayat (¯) luiuí b digunakan untuk kegiatan opeiasi peneibangan dalam
iangka menjamin keselamatan peneibangan.
(2) kuang udaia untuk peneibangan teidiii atas:
a. iuang udaia di atas bandai udaia yang dipeigunakan langsung untuk
kegiatan bandai udaia;
b. iuang udaia di sekitai bandai udaia yang dipeigunakan untuk opeiasi
peneibangan; dan
c. iuang udaia yang ditetapkan sebagai jalui peneibangan.
(?) kuang udaia untuk peneibangan dimaníaatkan beisama dan/atau untuk
kepentingan peitalanan dan keamanan negaia.
(1) kuang udaia untuk peneibangan diatui sesuai dengan ketentuan peiatuian
peiundang-undangan.

Pasal ??
(!) 8istem jaiingan eneigi sebagaimana dimaksud dalam Pasal !0 ditetapkan
dalam iangka memenuli kebutulan eneigi dalam jumlal yang cukup dan
menyediakan akses teiladap beibagai jenis eneigi bagi masyaiakat untuk
kebutulan sekaiang dan masa datang.
(2) 8istem jaiingan eneigi meiupakan bagian daii sistem jaiingan eneigi
piovinsi meliputi:
a. jaiingan pipa minyak dan gas bumi;
b. pembangkit tenaga listiik; dan
c. jaiingan tiansmisi tenaga listiik.

(?) }aiingan .










- 25 -




(?) }aiingan pipa minyak dan gas bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
luiuí a meliputi:
a. jaiingan pipa minyak bumi daii Pelabulan Inteinasional Ienoa menuju
Depo Ialan Iakai Minyak di 8uwung, Lecamatan Denpasai 8elatan; dan
b. jaiingan pipa gas bumi di Lawasan Peikotaan 8aibagita ditetapkan sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.
(1) Pembangkit tenaga listiik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) luiuí b
meliputi:
a. Pembangkit Iistiik 1enaga Diesel (PI1D), Pembangkit Iistiik 1enaga cas
(PI1c), dan Pembangkit Iistiik 1enaga cas dan Lap (PI1cL)
Pesanggaian di Lecamatan Denpasai 8elatan, Lota Denpasai; dan
b. Pembangkit tenaga listiik biomassa di 1PA 8ampal 8uwung di
Lecamatan Denpasai 8elatan, Lota Denpasai yang meiupakan bagian
daii sistem penyediaan pembangkit tenaga listiik piovinsi.
(5) }aiingan tiansmisi tenaga listiik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) luiuí
c meliputi:
a. 8aluian Ldaia 1egangan 1inggi (8L11); dan
b. sebaian caidu Induk (cI).
(0) 8L11 sebagaimana dimaksud pada ayat (5) luiuí a menglubungkan tiap-
tiap cI di Lawasan Peikotaan 8aibagita.
(¯) 8ebaian cI sebagaimana dimaksud pada ayat (5) luiuí b meliputi:
a. cI Padangsambian, cI Pemecutan Lelod, cI 8anui, dan cI Pesanggaian
di Lota Denpasai;
b. cI Lapal, cI Luta, dan cI Ienoa di Labupaten Iadung; dan
c. cI 8eiongga dan cI Payangan di Labupaten cianyai.


Pasal .











- 20 -




Pasal ?1
(!) 8istem jaiingan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal !0
ditetapkan dalam iangka meningkatkan aksesibilitas masyaiakat teiladap
layanan telekomunikasi.
(2) 8istem jaiingan telekomunikasi teidiii atas:
a. jaiingan teiesteiial; dan
b. jaiingan satelit.
(?) }aiingan teiesteiial ditetapkan sesuai dengan ketentuan peiatuian
peiundang-undangan.
(1) }aiingan satelit yang meliputi satelit dan tiansponden diselenggaiakan
melalui pelayanan stasiun bumi ditetapkan sesuai dengan ketentuan
peiatuian peiundang-undangan.
(5) 8elain jaiingan teiestiial dan satelit sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
sistem jaiingan telekomunikasi juga meliputi jaiingan beigeiak selulei
beiupa menaia Iase 1iansceivei 8tation telekomunikasi yang ditetapkan
sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.
(0) 8istem jaiingan telekomunikasi dilayani olel 8ential 1elepon Otomat (81O)
meliputi:
a. 81O Lbung, 81O Laliasem, 81O 8anui, 81O 1olpati, 81O Ienoa, dan 81O
Monang-maning di Lota Denpasai;
b. 81O Luta, 81O 8eminyak, 81O }imbaian, 81O Mangupuia, dan 81O Nusa
Dua di Labupaten Iadung;
c. 81O cianyai, 81O 8ukawati, dan 81O Lbud di Labupaten cianyai; dan
d. 81O 1abanan di Labupaten 1abanan.

Pasal ?5
(!) 8istem jaiingan sumbei daya aii sebagaimana dimaksud dalam Pasal !0
ditetapkan dalam iangka pengelolaan sumbei daya aii yang teidiii atas
konseivasi sumbei daya aii, pendayagunaan sumbei daya aii, dan
pengendalian daya iusak aii.
(2) 8istem .










- 2¯ -




(2) 8istem jaiingan sumbei daya aii teidiii atas sumbei aii dan piasaiana
sumbei daya aii.
(?) 8umbei aii teidiii atas aii peimukaan pada sungai, waduk, dan sumbei aii
peimukaan lainnya dan aii tanal pada cekungan Aii 1anal (cA1).
(1) 8umbei aii sebagaimana dimaksud pada ayat (?) teidiii atas:
a. Wilayal 8ungai (W8) Iali Penida (u?.u!) sebagai wilayal sungai
stiategis nasional yang pengelolaannya mengacu pada Pola Pengelolaan
Wilayal 8ungai Iali-Penida teidiii atas:
!. sungai pada 8ub-W8 u?.u!.u! dengan sungai utama 1ukad Ayung,
1ukad Iadung dan 1ukad Mati, di wilayal Lota Denpasai,
Labupaten Iadung, dan Labupaten cianyai;
2. sungai pada 8ub-W8 u?.u!.u2 dengan sungai utama Yel Penet, Yel
Impas, dan Yel Abe, di wilayal Labupaten Iadung dan Labupaten
1abanan;
?. sungai pada 8ub-W8 u?.u!.!S dengan sungai utama 1ukad
Melangit, 1ukad 8angsang, dan 1ukad Pekeiisan di wilayal
Labupaten cianyai;
1. sungai pada 8ub-W8 u?.u!.!u dengan sungai utama 1ukad Petanu
dan 1ukad Oos, di wilayal Labupaten Iadung dan Labupaten
cianyai; dan
5. 8ungai 1ukad Lnda yang meiupakan sumbei aii baku bagi Lawasan
Peikotaan 8aibagita;
b. Waduk Muaia pada peibatasan wilayal di Lecamatan Denpasai 8elatan,
Lota Denpasai, dan Lecamatan Luta, Labupaten Iadung; dan
c. cA1 meliputi:
!. cA1 Denpasai-1abanan meliputi seluiul wilayal di Lawasan
Peikotaan 8aibagita tidak teimasuk wilayal Lecamatan Luta 8elatan,
Labupaten Iadung; dan

2. cA1 .












- 2S -




2. cA1 Nusa Dua yang beiada di wilayal Lecamatan Luta 8elatan,
Labupaten Iadung.
(5) Piasaiana sumbei daya aii sebagaimana dimaksud pada ayat (2) teidiii atas
sistem jaiingan iiigasi, sistem pengendalian banjii, dan sistem pengamanan
pantai.
(0) 8istem jaiingan iiigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) meliputi
jaiingan iiigasi piimei, jaiingan iiigasi sekundei, dan jaiingan iiigasi teisiei
yang melayani Daeial Iiigasi Mambal di Labupaten Iadung dan Daeial
Iiigasi Ledewatan di Labupaten cianyai, seita daeial iiigasi lainnya sebagai
penunjang.
(¯) }aiingan iiigasi piimei, jaiingan iiigasi sekundei, dan jaiingan iiigasi teisiei
ditetapkan sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.
(S) 8istem pengendalian banjii dapat dilaksanakan melalui pengendalian
teiladap luapan aii sungai meliputi:
a. 1ukad Ayung;
b. 1ukad Iadung;
c. 1ukad Mati;
d. Yel Penet;
e. Yel Impas;
í. Yel Abe;
g. 1ukad Melangit;
l. 1ukad 8angsang;
i. 1ukad Pakeiisan;
j. 1ukad Petanu; dan
k. 1ukad Oos.
(u) 8istem pengamanan pantai sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
dilaksanakan dalam iangka menguiangi laju sedimentasi dan menguiangi
abiasi pantai melalui penguiangan eneigi gelombang yang mengenai pantai
dan/atau penguatan tebing pantai.
(!u) 8istem pengamanan pantai sebagaimana dimaksud pada ayat (u) dilakukan
di seluiul pantai iawan abiasi di Lawasan Peikotaan 8aibagita.
Pasal .










- 2u -




Pasal ?0
(!) 8istem jaiingan piasaiana peikotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal !0
ditetapkan dalam iangka meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan
peikotaan yang dikembangkan secaia teiintegiasi dan disesuaikan dengan
kebutulan untuk mendukung peitumbulan ekonomi Lawasan Peikotaan
8aibagita.
(2) 8istem jaiingan piasaiana peikotaan teidiii atas:
a. 8istem Penyediaan Aii Minum (8PAM);
b. sistem jaiingan diainase;
c. sistem jaiingan aii limbal; dan
d. sistem pengelolaan peisampalan.

Pasal ?¯
(!) 8PAM sebagaimana dimaksud dalam Pasal ?0 ayat (2) luiuí a ditetapkan
dalam iangka menjamin kuantitas, kualitas, dan kontinuitas penyediaan aii
minum bagi masyaiakat dan kegiatan ekonomi, seita meningkatkan eíisiensi
dan cakupan pelayanan.
(2) 8PAM teidiii atas jaiingan peipipaan dan bukan jaiingan peipipaan.
(?) 8PAM jaiingan peipipaan meliputi unit aii baku, unit pioduksi, unit
distiibusi, unit pelayanan, dan unit pengelolaan dengan kapasitas pioduksi
sesuai dengan kebutulan dan peikembangan Lawasan Peikotaan 8aibagita.
(1) 8PAM bukan jaiingan peipipaan meliputi sumui dangkal, sumui pompa
tangan, bak penampungan aii lujan, teiminal aii, mobil tangki aii, instalasi
aii kemasan, atau bangunan peilindungan mata aii yang diatui sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.
(5) 8PAM di Lawasan Peikotaan 8aibagita dipadukan dengan sistem jaiingan
sumbei daya aii untuk menjamin keteisediaan aii baku.
(0) 8PAM jaiingan peipipaan teidiii atas:
a. 8istem Iaiat yang dilayani olel Lnit Pioduksi Penet;

b. 8istem .











- ?u -




b. 8istem 1engal yang dilayani olel Lnit Pioduksi Waiibang I, Lnit
Pioduksi Waiibang II, Lnit Pioduksi Waiibang III, Lnit Pioduksi Ayung
I, Lnit Pioduksi Ayung II, dan Lnit Pioduksi Muaia Nusa Dua (estuaiy
dam); dan
c. 8istem 1imui yang dilayani olel Lnit Pioduksi Petanu dan Lnit Pioduksi
Lnda.
(¯) Penyediaan aii baku untuk kebutulan aii minum dapat diupayakan melalui
iekayasa pengolalan aii baku.
(S) Pengelolaan 8PAM sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Pasal ?S
(!) 8istem jaiingan diainase sebagaimana dimaksud dalam Pasal ?0 ayat (2)
luiuí b yaitu sistem saluian diainase piimei ditetapkan dalam iangka
menguiangi genangan aii dan mendukung pengendalian banjii, teiutama di
kawasan peimukiman, kawasan peidagangan, kawasan peikantoian, dan
kawasan paiiwisata.
(2) 8istem saluian diainase piimei dikembangkan melalui sistem saluian
pembuangan utama meliputi:
a. 8istem 1ukad Ayung;
b. 8istem 1ukad Iadung;
c. 8istem 1ukad Mati;
d. 8istem Niti Mandala-8uwung;
e. 8istem Pemogan;
í. 8istem Yel Penet;
g. 8istem Yel Impas;
l. 8istem Yel Abe;
i. 8istem 1ukad Melangit;
j. 8istem 1ukad 8angsang;
k. 8istem 1ukad Pakeiisan;

l. 8istem .










- ?! -




l. 8istem 1ukad Petanu;
m. 8istem 1ukad Oos;
n. 8istem Luta 8elatan !; dan
o. 8istem Luta 8elatan 2.
(?) 8istem jaiingan diainase dilaksanakan secaia teipadu dengan sistem
pengendalian banjii.
(1) 8istem jaiingan diainase dapat juga dilaksanakan melalui pembuatan dan
pengembangan kolam ietensi aii lujan.

Pasal ?u
(!) 8istem jaiingan aii limbal sebagaimana dimaksud dalam Pasal ?0 ayat (2)
luiuí c ditetapkan dalam iangka penguiangan, pemaníaatan kembali, dan
pengolalan aii limbal sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-
undangan.
(2) 8istem jaiingan aii limbal meliputi sistem pembuangan aii limbal setempat
dan sistem pembuangan aii limbal teipusat.
(?) 8istem pembuangan aii limbal setempat dilakukan secaia individual melalui
pengolalan dan pembuangan aii limbal setempat dan dikembangkan pada
kawasan-kawasan yang belum memiliki sistem pembuangan aii limbal
teipusat.
(1) 8istem pembuangan aii limbal teipusat dilakukan secaia kolektií melalui
jaiingan pengumpulan aii limbal, pengolalan seita pembuangan aii limbal
secaia teipusat, teiutama pada kawasan peimukiman padat.
(5) 8istem pembuangan aii limbal teipusat mencakup Instalasi Pengolalan Aii
Iimbal (IPAI) beseita jaiingan aii limbal.
(0) 8istem pembuangan aii limbal teipusat dilaksanakan dengan
mempeilatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial-budaya masyaiakat
setempat, seita dilengkapi dengan zona penyangga.
(¯) 8istem pembuangan aii limbal teipusat meliputi:
a. sistem pembuangan aii limbal teipusat Lawasan Peikotaan Denpasai
dan .










- ?2 -




dan Luta, yang dilayani olel IPAI 8uwung, di Lecamatan Denpasai
8elatan, Lota Denpasai;
b. sistem pembuangan aii limbal teipusat Lawasan Peikotaan Mangupuia,
yang dilayani olel IPAI Iadung, di Lecamatan Luta Ltaia, Labupaten
Iadung;
c. sistem pembuangan aii limbal teipusat Lawasan Peikotaan }imbaian,
yang dilayani olel IPAI }imbaian, di Lecamatan Luta 8elatan, Labupaten
Iadung;
d. sistem pembuangan aii limbal teipusat Lawasan Nusa Dua, yang
dilayani olel IPAI Ienoa, di Lecamatan Luta 8elatan, Labupaten Iadung;
e. sistem pembuangan aii limbal teipusat Lawasan Peikotaan cianyai,
yang dilayani olel IPAI cianyai, di Lecamatan cianyai, Labupaten
cianyai;
í. sistem pembuangan aii limbal teipusat Lawasan Peikotaan 8ukawati,
yang dilayani olel IPAI 8ukawati, di Lecamatan 8ukawati, Labupaten
cianyai;
g. sistem pembuangan aii limbal teipusat Lawasan Peikotaan Lbud, yang
dilayani olel IPAI Lbud, di Lecamatan Lbud, Labupaten cianyai; dan
l. sistem pembuangan aii limbal teipusat Lawasan Peikotaan 1abanan,
yang dilayani olel IPAI 1abanan, di Lecamatan 1abanan, Labupaten
1abanan.
(S) 8istem pembuangan aii limbal teipusat dilakukan sesuai dengan ketentuan
peiatuian peiundang-undangan.

Pasal 1u
(!) 8istem pengelolaan peisampalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ?0
ayat (2) luiuí d ditetapkan dalam iangka menguiangi, menggunakan
kembali, dan mendaui ulang sampal guna meningkatkan keselatan
masyaiakat dan kualitas lingkungan seita menjadikan sampal sebagai
sumbei daya.

(2) 8istem .










- ?? -




(2) 8istem pengelolaan peisampalan teidiii atas 1empat Penampungan
8ementaia (1P8) sampal, 1empat Pengolalan 8ampal 1eipadu (1P81), dan
1empat Pemiosesan Aklii (1PA) sampal.
(?) Iokasi 1P8 sampal di Lawasan Peikotaan 8aibagita diiencanakan pada unit
lingkungan peimukiman dan pusat-pusat kegiatan yang ditetapkan dalam
iencana tata iuang wilayal kabupaten/kota.
(1) Iokasi 1P81 dan 1PA sampal iegional Lawasan Peikotaan 8aibagita beiada
di 8uwung, Lecamatan Denpasai 8elatan, Lota Denpasai.
(5) Pengelolaan peisampalan di Lawasan Peikotaan 8aibagita diatui sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Pasal 1!
kencana stiuktui iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita digambaikan dalam peta
dengan skala !:5u.uuu sebagaimana teicantum dalam Iampiian I yang
meiupakan bagian tidak teipisalkan daii Peiatuian Piesiden ini.

IAI IV
kINcANA POIA kLANc LAWA8AN PIkLO1AAN 8AkIAcI1A

Iagian Lesatu
Lmum

Pasal 12
(!) kencana pola iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita ditetapkan dengan tujuan
mengoptimalkan pemaníaatan iuang sesuai dengan peiuntukannya sebagai
kawasan lindung dan kawasan budi daya beidasaikan daya dukung dan
daya tampung lingkungan.
(2) kencana pola iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita teidiii atas iencana
peiuntukan kawasan lindung dan kawasan budi daya.

Iagian .










- ?1 -




Iagian Ledua
Lawasan lindung

Pasal 1?
Lawasan lindung dikelompokkan ke dalam Zona lindung yang teidiii atas:
a. Zona lindung ! (Zona I!) yang meiupakan kawasan yang membeiikan
peilindungan teiladap kawasan bawalannya beiupa kawasan lutan lindung,
kawasan beigambut, dan kawasan iesapan aii;
b. Zona lindung 2 (Zona I2) yang meiupakan kawasan peilindungan setempat;
dan
c. Zona lindung ? (Zona I?) yang meiupakan kawasan suaka alam, kawasan
pelestaiian alam, dan kawasan cagai budaya.

Pasal 11
Zona I! yang meiupakan kawasan yang membeiikan peilindungan teiladap
kawasan bawalannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1? luiuí a tidak
teidapat di Lawasan Peikotaan 8aibagita.

Pasal 15
(!) Zona I2 yang meiupakan kawasan peilindungan setempat sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 1? luiuí b ditetapkan dengan tujuan melindungi
pantai, sungai, juiang, waduk, kawasan suci, kawasan tempat suci, dan k1H
daii kegiatan budi daya yang dapat mengganggu kelestaiian íungsinya.
(2) Zona I2 kawasan peilindungan setempat teidiii atas:
a. Zona I2 yang meiupakan sempadan pantai;
b. Zona I2 yang meiupakan sempadan sungai;
c. Zona I2 yang meiupakan sempadan juiang;
d. Zona I2 yang meiupakan kawasan sekitai waduk;
e. Zona I2 yang meiupakan kawasan suci;
í. Zona I2 yang meiupakan kawasan tempat suci; dan
g. Zona I2 yang meiupakan k1H kota.
Pasal .










- ?5 -




Pasal 10
(!) Zona I2 yang meiupakan sempadan pantai sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 15 ayat (2) luiuí a meliputi:
a. daiatan sepanjang tepian laut dengan jaiak paling sedikit !uu (seiatus)
metei daii titik pasang aii laut teitinggi ke aial daiat; atau
b. daiatan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi íisik pantainya
cuiam atau teijal dengan jaiak piopoisional teiladap bentuk dan
kondisi íisik pantai.
(2) Zona I2 yang meiupakan sempadan pantai ditetapkan di Lecamatan
cianyai, Lecamatan Ilalbatul, dan Lecamatan 8ukawati di Labupaten
cianyai, Lecamatan Denpasai 1imui dan Lecamatan Denpasai 8elatan di
Lota Denpasai, Lecamatan Luta 8elatan, Lecamatan Luta, Lecamatan Luta
Ltaia, dan Lecamatan Mengwi di Labupaten Iadung, seita Lecamatan Lediii
dan Lecamatan 1abanan di Labupaten 1abanan.

Pasal 1¯
(!) Zona I2 yang meiupakan sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 15 ayat (2) luiuí b meliputi:
a. daiatan sepanjang tepian sungai beitanggul dengan lebai paling sedikit
5 (lima) metei daii kaki tanggul sebelal luai;
b. daiatan sepanjang tepian sungai besai tidak beitanggul di luai kawasan
peimukiman dengan lebai paling sedikit !uu (seiatus) metei daii tepi
sungai; dan
c. daiatan sepanjang tepian anak sungai tidak beitanggul di luai kawasan
peimukiman dengan lebai paling sedikit 5u (lima pulul) metei daii tepi
sungai.
(2) Zona I2 yang meiupakan sempadan sungai ditetapkan pada jenis-jenis
sungai:
a. sungai-sungai yang beimuaia ke waduk dan mempengaiuli penyediaan
sumbei aii baku yang ada di waduk; dan
b. sungai-sungai yang beimuaia ke lautan.
(?) Zona .










- ?0 -




(?) Zona I2 yang meiupakan sempadan sungai di Lawasan Peikotaan 8aibagita
ditetapkan di 1ukad Ayung, 1ukad Iadung, 1ukad Mati, Yel Penet, Yel
Impas, Yel Abe, 1ukad Melangit, 1ukad 8angsang, 1ukad Pakeiisan, 1ukad
Petanu, dan 1ukad Oos.

Pasal 1S
(!) Zona I2 yang meiupakan sempadan juiang sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 15 ayat (2) luiuí c meliputi:
a. daiatan di tepian juiang yang memiliki kemiiingan leieng paling sedikit
15° (empat pulul lima peisen), kedalaman paling sedikit 5 (lima) metei,
dan daeial datai bagian atas paling sedikit !! (sebelas) metei; dan
b. daiatan dengan lebai paling sedikit dua kali kedalaman juiang dan tidak
kuiang daii !! (sebelas) metei dilitung daii tepi juiang ke aial bidang
datai.
(2) Zona I2 yang meiupakan sempadan juiang ditetapkan di Lecamatan Luta
8elatan, Labupaten Iadung.

Pasal 1u
(!) Zona I2 yang meiupakan kawasan sekitai waduk sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 15 ayat (2) luiuí d meliputi:
a. daiatan dengan jaiak 5u (lima pulul) metei sampai dengan !uu
(seiatus) metei daii titik pasang aii waduk teitinggi; atau
b. daiatan sepanjang tepian waduk yang lebainya piopoisional teiladap
bentuk dan kondisi íisik waduk.
(2) Zona I2 yang meiupakan kawasan sekitai waduk di Lawasan Peikotaan
8aibagita ditetapkan di Waduk Muaia di Lecamatan Denpasai 8elatan, Lota
Denpasai.

Pasal 5u
Zona I2 yang meiupakan kawasan suci sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15
ayat (2) luiuí e di Lawasan Peikotaan 8aibagita ditetapkan di campulan, pantai,
laut, dan mata aii.
Pasal .










- ?¯ -




Pasal 5!
(!) Zona I2 yang meiupakan kawasan tempat suci sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 15 ayat (2) luiuí í meliputi kawasan dengan batas-batas íisik
yang beiupa batas alami atau batas buatan dan disesuaikan dengan kondisi
geogiaíis masing-masing kawasan tempat suci.
(2) Zona I2 yang meiupakan kawasan tempat suci di Lawasan Peikotaan
8aibagita ditetapkan di sekitai tempat suci yang teimasuk ke dalam Puia
Lalyangan 1iga, Puia 8ad Lalyangan, dan Puia Dlang Lalyangan.

Pasal 52
(!) Zona I2 yang meiupakan k1H kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15
ayat (2) luiuí g meliputi lalan dengan luas paling sedikit 2.5uu (dua iibu
lima iatus) metei peisegi, beibentuk satu lampaian, beibentuk jalui, atau
kombinasi daii bentuk satu lampaian dan jalui, dan didominasi komunitas
tumbulan.
(2) Zona I2 yang meiupakan k1H kota di Lawasan Peikotaan 8aibagita
ditetapkan menyebai dan seimbang dengan mempeilatikan íungsi ekologis,
sosial-budaya, estetika, dan ekonomi dengan ketentuan k1H publik paling
sedikit 2u° (dua pulul peisen) dan k1H piivat paling sedikit !u° (sepulul
peisen) daii luas Lawasan Peikotaan 8aibagita.

Pasal 5?
(!) Zona I? yang meiupakan kawasan suaka alam, kawasan pelestaiian alam,
dan kawasan cagai budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1? luiuí c
ditetapkan dengan tujuan:
a. melindungi keanekaiagaman biota, tipe ekosistem, gejala dan keunikan
alam bagi kepentingan plasma nutíal; dan
b. melindungi kekayaan budaya bangsa dan kepentingan ilmu pengetaluan
sebagai lasil budaya manusia yang beinilai tinggi yang dimaníaatkan
untuk pengembangan ilmu pengetaluan.

(2) Zona .










- ?S -



(2) Zona I? yang meiupakan kawasan suaka alam, kawasan pelestaiian alam,
dan kawasan cagai budaya teidiii atas:
a. Zona I? yang meiupakan kawasan suaka alam;
b. Zona I? yang meiupakan kawasan pelestaiian alam;
c. Zona I? yang meiupakan kawasan konseivasi di wilayal pesisii dan
pulau-pulau kecil; dan
d. Zona I? yang meiupakan kawasan cagai budaya dan ilmu pengetaluan.

Pasal 51
Zona I? yang meiupakan kawasan suaka alam sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 5? ayat (2) luiuí a tidak teidapat di Lawasan Peikotaan 8aibagita.

Pasal 55
(!) Zona I? yang meiupakan kawasan pelestaiian alam sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 5? ayat (2) luiuí b dengan tujuan penelitian, ilmu pengetaluan,
pendidikan, menunjang budidaya, paiiwisata, dan iekieasi meliputi:
a. kawasan dengan ciii klas teitentu, baik di daiatan maupun di peiaiian;
dan
b. kawasan yang mempunyai íungsi pokok peilindungan sistem penyangga
kelidupan, pengawetan keanekaiagaman jenis tumbulan dan satwa,
seita pemaníaatan secaia lestaii sumbei daya alam layati dan
ekosistemnya.
(2) Zona I? yang meiupakan kawasan pelestaiian alam sebagaimana dimaksud
pada ayat (!) teidiii atas:
a. 1aman lutan iaya meliputi kawasan pelestaiian alam untuk tujuan
koleksi tumbulan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis
asli dan/atau bukan jenis asli, yang tidak invasií dan dimaníaatkan
untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetaluan, pendidikan,
menunjang budi daya, budaya, paiiwisata, dan iekieasi.
b. 1aman wisata alam meliputi kawasan pelestaiian alam yang
dimaníaatkan teiutama untuk kepentingan paiiwisata alam dan iekieasi.

(?) Zona .










- ?u -




(?) Zona I? yang meiupakan kawasan pelestaiian alam di Lawasan Peikotaan
8aibagita ditetapkan di:
a. 1aman Hutan kaya Nguial kai dengan luas !.?¯5 (seiibu tiga iatus
tujul pulul lima) lektai, yang beiada di sebagian wilayal Lecamatan
Denpasai 8elatan, Lota Denpasai, dan sebagian wilayal Lecamatan Luta
dan Lecamatan Luta 8elatan, Labupaten Iadung; dan
b. 1aman Wisata Alam 8angel dengan luas !? (tiga belas) lektai, yang
beiada di Lecamatan Abiansemal, Labupaten Iadung.
(1) Zona I? yang meiupakan kawasan konseivasi di wilayal pesisii dan pulau-
pulau kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5? ayat (2) luiuí c meliputi:
a. kawasan yang memiliki ciii klas teitentu yang dilindungi untuk
mewujudkan pengelolaan wilayal pesisii dan pulau-pulau kecil secaia
beikelanjutan; dan
b. teidiii atas zona inti, zona pemaníaatan teibatas, dan/atau zona lainnya
sesuai dengan peiuntukan kawasan.
(5) Lawasan konseivasi di wilayal pesisii dan pulau-pulau kecil sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) teidiii atas:
a. kawasan konseivasi pulau kecil meliputi Pulau 8eiangan, di Lecamatan
Denpasai 8elatan, Lota Denpasai dan Pulau Pudut di Lecamatan Luta
8elatan, Labupaten Iadung;
b. kawasan konseivasi peiaiian di peiaiian Lawasan 8anui di Lecamatan
Denpasai, Lota Denpasai, peiaiian Lawasan 8eiangan di Lecamatan
Denpasai 8elatan, Lota Denpasai, peiaiian Lawasan 1eluk Ienoa
sebagian di Lecamatan Denpasai 8elatan, Lota Denpasai dan sebagian di
Lecamatan Luta 8elatan, Labupaten Iadung, peiaiian Lawasan Nusa
Dua di Lecamatan Luta 8elatan, Labupaten Iadung, dan peiaiian
Lawasan Luta di Lecamatan Luta, Labupaten Iadung;
c. kawasan konseivasi dan peilindungan ekosistem pesisii beiupa kawasan
lutan pantai beilutan bakau di kawasan 1aman Hutan kaya Nguial kai

sebagian .










- 1u -



sebagian di Lecamatan Denpasai 8elatan, Lota Denpasai dan sebagian di
Lecamatan Luta 8elatan, Labupaten Iadung;
d. kawasan konseivasi dan peilindungan ekosistem pesisii beiupa kawasan
peilindungan teiumbu kaiang, di kawasan pesisii 8anui di Lecamatan
Denpasai, Lota Denpasai, 8eiangan di Lecamatan Denpasai 8elatan,
Lota Denpasai, Nusa Dua di Lecamatan Luta 8elatan, Labupaten
Iadung, 1uban dan Luta di Lecamatan Luta, Labupaten Iadung;
e. kawasan konseivasi maiitim beiupa peimukiman nelayan di Lawasan
8eiangan di Lecamatan Denpasai 8elatan, Lota Denpasai;
í. kawasan }imbaian dan kawasan Ledonganan di Lecamatan Luta 8elatan,
Labupaten Iadung; dan
g. kawasan konseivasi pada kawasan pesisii yang dimaníaatkan untuk
kegiatan sosial-budaya dan agama di seluiul pantai tempat
penyelenggaiaan upacaia keagamaan (melasti) dan kawasan laut di
sekitainya.
(0) Zona I? yang meiupakan kawasan cagai budaya dan ilmu pengetaluan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5? ayat (2) luiuí d ditetapkan dengan
tujuan untuk melindungi budaya bangsa, dan kepentingan ilmu
pengetaluan antaia lain beiupa peninggalan sejaial, bangunan aikeologi,
dan monumen.
(¯) Zona I? yang meiupakan kawasan cagai budaya dan ilmu pengetaluan
ditetapkan secaia menyebai di Lawasan Peikotaan 8aibagita sesuai dengan
ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Iagian Letiga
Lawasan Iudi Daya
Pasal 50
Lawasan budi daya dikelompokkan ke dalam zona budi daya, teidiii atas zona
budi daya ! (Zona I!), zona budi daya 2 (Zona I2), zona budi daya ? (Zona I?),
zona budi daya 1 (Zona I1), zona budi daya 5 (Zona I5), zona budi daya 0 (Zona
I0), dan zona budi daya ¯ (Zona I¯).
Pasal .










- 1! -




Pasal 5¯
(!) Zona I! sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 meiupakan zona dengan
kaiakteiistik sebagai kawasan yang memiliki kualitas daya dukung
lingkungan tinggi dan kualitas pelayanan piasaiana dan saiana yang tinggi,
seita bangunan gedung veitikal teibatas dan loiisontal dengan intensitas
tinggi.
(2) Zona I! teidiii atas:
a. kawasan peiuntukan peiumalan kepadatan tinggi;
b. kawasan peiuntukan pemeiintalan piovinsi;
c. kawasan peiuntukan pemeiintalan kota dan/atau kecamatan;
d. kawasan peiuntukan peidagangan dan jasa skala inteinasional, nasional,
dan iegional;
e. kawasan peiuntukan keselatan skala inteinasional, nasional, dan
iegional;
í. kawasan peiuntukan pendidikan tinggi;
g. kawasan peiuntukan tianspoitasi laut inteinasional dan nasional;
l. kawasan peiuntukan tianspoitasi udaia inteinasional dan nasional;
i. kawasan peiuntukan peitanian;
j. kawasan peiuntukan paiiwisata;
k. kawasan peiuntukan sebaian daya taiik wisata;
l. kawasan peiuntukan industii pendukung paiiwisata;
m. kawasan peiuntukan sosial-budaya dan kesenian;
n. kawasan peiuntukan peitalanan dan keamanan negaia;
o. kawasan peiuntukan kegiatan olaliaga; dan
p. kawasan peiuntukan jasa peiikanan.
(?) Zona I! beiada di sebagian Lecamatan Denpasai Ltaia, sebagian Lecamatan
Denpasai 1imui, sebagian Lecamatan Denpasai 8elatan, dan seluiul
Lecamatan Denpasai Iaiat di Lota Denpasai seita sebagian Lecamatan Luta
di Labupaten Iadung.


Pasal .










- 12 -




Pasal 5S
(!) Zona I2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 meiupakan zona dengan
kaiakteiistik sebagai kawasan yang memiliki kualitas daya dukung
lingkungan sedang, kualitas pelayanan piasaiana dan saiana sedang dan
tinggi, seita bangunan gedung veitikal teibatas dan loiisontal dengan
intensitas sedang dan tinggi.
(2) Zona I2 teidiii atas:
a. kawasan peiuntukan peiumalan kepadatan tinggi;
b. kawasan peiuntukan peiumalan kepadatan sedang;
c. kawasan peiuntukan pemeiintalan skala kabupaten dan/atau
kecamatan;
d. kawasan peiuntukan peidagangan dan jasa skala nasional dan iegional;
e. kawasan peiuntukan keselatan skala inteinasional, nasional, dan
iegional;
í. kawasan peiuntukan pendidikan tinggi;
g. kawasan peiuntukan peitanian;
l. kawasan peiuntukan kegiatan paiiwisata;
i. kawasan peiuntukan industii pendukung paiiwisata;
j. kawasan peiuntukan sebaian daya taiik wisata;
k. kawasan peiuntukan kegiatan sosial-budaya dan kesenian; dan
l. kawasan peiuntukan kegiatan olaliaga.
(?) Zona I2 beiada di sebagian Lecamatan Denpasai Ltaia, sebagian Lecamatan
Denpasai 1imui, dan sebagian Lecamatan Denpasai 8elatan di Lota
Denpasai, sebagian Lecamatan Luta Ltaia, dan sebagian Lecamatan Luta
8elatan di Labupaten Iadung, sebagian Lecamatan cianyai di Labupaten
cianyai, dan sebagian Lecamatan 1abanan di Labupaten 1abanan.

Pasal 5u
(!) Zona I? sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 meiupakan zona dengan
kaiakteiistik sebagai kawasan yang memiliki kualitas daya dukung
lingkungan sedang, kualitas pelayanan piasaiana dan saiana sedang dan
tinggi .










- 1? -




tinggi, bangunan gedung veitikal teibatas dan loiisontal dengan intensitas
sedang, seita meiupakan kawasan di sekitai pantai dan dataian tinggi yang
memiliki daya taiik wisata tinggi.
(2) Zona I? teidiii atas:
a. kawasan peiuntukan peiumalan kepadatan sedang;
b. kawasan peiuntukan paiiwisata; dan
c. kawasan peiuntukan industii pendukung paiiwisata.
(?) Zona I? beiada di Lawasan Paiiwisata Pantai 8anui, di Lecamatan Denpasai
1imui di Lota Denpasai, Lawasan Paiiwisata Pantai Nusa Dua, di Lecamatan
Luta 8elatan, Lawasan Paiiwisata 1uban, di Lecamatan Luta 8elatan, dan
Lawasan Paiiwisata Pantai Luta, di Lecamatan Luta di Labupaten Iadung,
Lawasan Paiiwisata Masyaiakat 1iadisional Lbud, di Lecamatan Lbud, dan
Lawasan Paiiwisata Iebil, di Lecamatan Ilalbatul di Labupaten cianyai,
dan LD1WL 1anal Iot, di Lecamatan Lediii Labupaten 1abanan.

Pasal 0u
(!) Zona I1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 meiupakan zona
peimukiman peidesaan dengan kaiakteiistik sebagai kawasan yang memiliki
kualitas daya dukung lingkungan iendal seita kualitas pelayanan piasaiana
dan saiana sedang.
(2) Zona I1 teidiii atas:
a. kawasan peiuntukan peiumalan kepadatan sedang;
b. kawasan peiuntukan peiumalan kepadatan iendal;
c. kawasan peiuntukan paiiwisata;
d. kawasan peiuntukan sosial-budaya dan kesenian;
e. kawasan peiuntukan peitanian tanaman pangan dan loitikultuia; dan
í. kawasan peiuntukan industii pendukung paiiwisata.

(?) Zona .










- 11 -




(?) Zona I1 beiada di sebagian Lecamatan Abiansemal, sebagian Lecamatan
Mengwi, dan sebagian Lecamatan Luta 8elatan di Labupaten Iadung,
sebagian Lecamatan cianyai, sebagian Lecamatan Lbud, sebagian
Lecamatan 8ukawati, dan sebagian Lecamatan Ilalbatul di Labupaten
cianyai, sebagian Lecamatan 1abanan, dan sebagian Lecamatan Lediii di
Labupaten 1abanan.

Pasal 0!
(!) Zona I5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 meiupakan zona peitanian
tanaman pangan iiigasi teknis dengan kaiakteiistik sebagai kawasan yang
memiliki kualitas daya dukung lingkungan iendal.
(2) Zona I5 teidiii atas:
a. kawasan peiuntukan peitanian;
b. kawasan peiuntukan paiiwisata; dan
c. kawasan peiuntukan sosial-budaya dan kesenian.
(?) Zona I5 beiada di sebagian Lecamatan Denpasai Ltaia, Lecamatan
Denpasai 1imui, dan Lecamatan Denpasai 8elatan di Lota Denpasai,
sebagian Lecamatan Abiansemal, sebagian Lecamatan Mengwi, dan sebagian
Lecamatan Luta Ltaia di Labupaten Iadung, sebagian Lecamatan cianyai,
sebagian Lecamatan Lbud, sebagian Lecamatan 8ukawati, sebagian
Lecamatan Ilalbatul di Labupaten cianyai, sebagian Lecamatan 1abanan
dan sebagian Lecamatan Lediii di Labupaten 1abanan.

Pasal 02
(!) Zona I0 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 meiupakan zona pesisii
pantai dengan kaiakteiistik sebagai kawasan yang memiliki kualitas daya
dukung lingkungan iendal dan memiliki kualitas piasaiana dan saiana
peiikanan, paiiwisata laut, dan penunjang iekieasi pantai.
(2) Zona I0 teidiii atas:
a. kawasan peiuntukan iekieasi pantai; dan
b. kawasan peiuntukan peiikanan.
(?) Zona .










- 15 -




(?) Zona I0 beiada di sebagian Lecamatan Denpasai 1imui dan sebagian
Lecamatan Denpasai 8elatan di Lota Denpasai, sebagian Lecamatan
Mengwi, sebagian Lecamatan Luta Ltaia, sebagian Lecamatan Luta, dan
sebagian Lecamatan Luta 8elatan di Labupaten Iadung, sebagian Lecamatan
cianyai, sebagian Lecamatan 8ukawati, sebagian Lecamatan Ilalbatul di
Labupaten cianyai, dan sebagian Lecamatan 1abanan dan sebagian
Lecamatan Lediii di Labupaten 1abanan.

Pasal 0?
(!) Zona I¯ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 meiupakan zona peiaiian
laut dengan kaiakteiistik sebagai kawasan yang potensial untuk kegiatan
kelautan dan peiikanan seita kegiatan paiiwisata.
(2) Zona I¯ teidiii atas kawasan peiuntukan budi daya dengan kegiatan
kelautan dan peiikanan, tianspoitasi laut, dan paiiwisata.
(?) Zona I¯ beiada di seluiul peiaiian laut di Lawasan Peikotaan 8aibagita.

Pasal 01
kencana pola iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita digambaikan dalam Peta
iencana pola iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita dengan skala !:5u.uuu
sebagaimana teicantum dalam Iampiian II yang meiupakan bagian tidak
teipisalkan daii Peiatuian Piesiden ini.

Iagian Leempat
Mitigasi Iencana pada Lawasan Iindung dan Lawasan Iudi Daya

Pasal 05
(!) Mitigasi bencana ditetapkan pada kawasan lindung dan kawasan budi daya
yang meiupakan kawasan iawan bencana alam dan kawasan iawan bencana

alam .











- 10 -





alam geologi, dengan tujuan untuk membeiikan peilindungan semaksimal
mungkin atas kemungkinan bencana teiladap íungsi lingkungan lidup dan
kegiatan lainnya.
(2) Zona I2, Zona I?, Zona I!, Zona I2, Zona I?, dan Zona I0 yang beiada
pada kawasan sekitai pantai yang iawan teiladap gelombang pasang
dengan kecepatan antaia !u (sepulul) sampai dengan !uu (seiatus)
kilometei pei jam yang timbul akibat angin kencang atau giavitasi bulan
atau matalaii, meiupakan kawasan iawan bencana alam gelombang pasang.
(?) Zona I! yang beiada pada kawasan yang diidentiíikasikan seiing dan/atau
beipotensi tinggi mengalami bencana alam banjii, meiupakan kawasan
iawan bencana alam banjii.
(1) Zona I2, Zona I?, Zona I!, Zona I2, Zona I?, Zona I1, Zona I5, Zona I0,
dan Zona I¯ yang beiada pada kawasan yang beipotensi dan/atau peinal
mengalami gempa bumi dengan skala VII sampai dengan XII Modiíied
Meically Intensity (MMI), meiupakan kawasan iawan bencana alam geologi
gempa bumi.
(5) Zona I2, Zona I?, Zona I!, Zona I2, Zona I?, Zona I1, Zona I5, Zona I0,
dan Zona I¯ yang beiada pada kawasan dengan elevasi iendal dan/atau
beipotensi dan/atau peinal mengalami tsunami, meiupakan kawasan
iawan bencana alam geologi tsunami.
(0) Zona I2, Zona I?, Zona I!, Zona I2, dan Zona I? yang beiada pada pantai
yang beipotensi dan/atau peinal mengalami abiasi, meiupakan kawasan
iawan bencana alam geologi abiasi.


IAI .











- 1¯ -




IAI V
AkAHAN PIMANfAA1AN kLANc
LAWA8AN PIkLO1AAN 8AkIAcI1A

Iagian Lesatu
Lmum

Pasal 00
(!) Aialan pemaníaatan iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita meiupakan acuan
dalam mewujudkan stiuktui iuang dan pola iuang sesuai dengan iencana
tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita.
(2) Aialan pemaníaatan iuang teidiii atas:
a. indikasi piogiam utama;
b. indikasi sumbei pendanaan;
c. indikasi instansi pelaksana; dan
d. indikasi waktu pelaksanaan.
(?) Piogiam utama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) luiuí a meliputi:
a. piogiam utama peiwujudan stiuktui iuang; dan
b. piogiam utama peiwujudan pola iuang.
(1) 8umbei pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) luiuí b beiasal daii
Anggaian Pendapatan dan Ielanja Negaia (APIN), Anggaian Pendapatan dan
Ielanja Daeial (APID), dan/atau sumbei lain yang sal sesuai dengan
ketentuan peiatuian peiundang-undangan.
(5) Instansi pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) luiuí c teidiii atas
Pemeiintal, pemeiintal piovinsi, pemeiintal kabupaten/kota, dan/atau
masyaiakat.
(0) Waktu pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) luiuí d teidiii
atas 1 (empat) talapan, sebagai dasai bagi pelaksana kegiatan, baik pusat
maupun daeial, dalam menetapkan piioiitas pembangunan pada Lawasan
Peikotaan 8aibagita, yang meliputi:
a. talap










- 1S -




a. talap peitama pada peiiode talun 2u!!-2u!1;
b. talap kedua pada peiiode talun 2u!5-2u!u;
c. talap ketiga pada peiiode talun 2u2u-2u21; dan
d. talap keempat pada peiiode talun 2u25-2u2¯.
(¯) kincian indikasi piogiam utama, indikasi sumbei pendanaan, indikasi
instansi pelaksana, dan indikasi waktu pelaksanaan teicantum dalam
Iampiian III yang meiupakan bagian yang tidak teipisalkan daii Peiatuian
Piesiden ini.

Iagian Ledua
Indikasi Piogiam Ltama Peiwujudan 8tiuktui kuang
Lawasan Peikotaan 8aibagita

Pasal 0¯
(!) Indikasi piogiam utama peiwujudan stiuktui iuang Lawasan Peikotaan
8aibagita pada talap peitama dan talap kedua dipiioiitaskan pada:
a. pengembangan dan peningkatan íungsi Lawasan Peikotaan Inti sebagai
pusat pemeiintalan piovinsi, pemeiintalan kota dan/atau kecamatan,
pusat peidagangan dan jasa skala inteinasional, nasional, dan iegional,
pusat keselatan skala inteinasional, nasional, dan iegional, pusat
pendidikan tinggi, pusat pelayanan tianspoitasi laut inteinasional dan
nasional, pusat pelayanan tianspoitasi udaia inteinasional dan nasional,
pusat kegiatan peitanian, pusat kegiatan paiiwisata, pusat kegiatan
sebaian daya taiik wisata, pusat kegiatan industii pendukung paiiwisata,
pusat kegiatan sosial-budaya dan kesenian, pusat kegiatan peitalanan
dan keamanan negaia, pusat kegiatan olaliaga, dan pusat jasa
peiikanan;
b. pengembangan dan peningkatan íungsi Lawasan Peikotaan di 8ekitainya
sebagai pusat pemeiintalan kabupaten dan/atau kecamatan, pusat
peidagangan dan jasa skala nasional dan iegional, pusat keselatan skala

inteinasional, .










- 1u -




inteinasional, nasional, dan iegional, pusat pendidikan tinggi, pusat
peitanian, pusat kegiatan paiiwisata, pusat industii pendukung
paiiwisata, pusat sosial-budaya dan kesenian, dan pusat kegiatan
olaliaga;
c. pengembangan dan peningkatan kualitas sistem jaiingan tianspoitasi
meliputi jaiingan jalan, lalu lintas dan angkutan jalan, jaiingan jalui
keieta api, stasiun keieta api, íasilitas opeiasi keieta api, tatanan
kepelabulanan, alui pelayaian, tatanan kebandaiudaiaan, dan iuang
udaia untuk peneibangan;
d. pengembangan dan peningkatan sistem jaiingan eneigi yang meliputi
jaiingan pipa minyak, jaiingan pipa gas bumi, PI1D, PI1c, PI1cL,
pembangkit listiik tenaga biomassa, 8L11, sebaian cI, dan jaiingan
tiansmisi tenaga listiik;
e. pengembangan dan peningkatan sistem jaiingan telekomunikasi
teiestiial dan jaiingan telekomunikasi satelit;
í. pengembangan dan peningkatan sistem jaiingan sumbei daya aii yang
meliputi sungai, waduk, aii tanal, sistem jaiingan iiigasi, sistem
pengendalian banjii, dan sistem pengamanan pantai; dan
g. pengembangan dan peningkatan sistem jaiingan piasaiana peikotaan
yang meliputi jaiingan peipipaan aii minum, bukan jaiingan peipipaan
aii minum, sistem pembuangan aii limbal setempat, sistem
pembuangan aii limbal teipusat, 1P8 sampal, 1P81, dan 1PA sampal.
(2) Indikasi piogiam utama peiwujudan stiuktui iuang Lawasan Peikotaan
8aibagita, pada talap ketiga dan talap keempat dipiioiitaskan pada:
a. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan íungsi Lawasan
Peikotaan Inti sebagai pusat pemeiintalan piovinsi, pemeiintalan kota
dan/atau kecamatan, pusat peidagangan dan jasa skala inteinasional,
nasional, dan iegional, pusat keselatan skala inteinasional, nasional, dan
iegional, pusat pendidikan tinggi, pusat pelayanan tianspoitasi laut

inteinasional .











- 5u -




inteinasional dan nasional, pusat pelayanan tianspoitasi udaia
inteinasional dan nasional, pusat kegiatan peitanian, pusat kegiatan
paiiwisata, pusat kegiatan sebaian daya taiik wisata, pusat kegiatan
industii pendukung paiiwisata, pusat kegiatan sosial-budaya dan
kesenian, pusat kegiatan peitalanan dan keamanan negaia, pusat
kegiatan olaliaga, dan pusat jasa peiikanan;
b. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan íungsi kawasan
peikotaan di sekitainya sebagai pusat pemeiintalan kabupaten dan/atau
kecamatan, pusat peidagangan dan jasa skala nasional dan iegional,
pusat keselatan skala inteinasional, nasional, dan iegional, pusat
pendidikan tinggi, pusat peitanian, pusat kegiatan paiiwisata, pusat
industii pendukung paiiwisata, pusat sosial-budaya dan kesenian, dan
pusat kegiatan olaliaga;
c. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan kualitas sistem jaiingan
tianspoitasi meliputi jaiingan jalan, lalu lintas dan angkutan jalan,
jaiingan jalui keieta api, stasiun keieta api, íasilitas opeiasi keieta api,
tatanan kepelabulanan, alui pelayaian, tatanan kebandaiudaiaan, dan
iuang udaia untuk peneibangan;
d. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan sistem jaiingan eneigi
yang meliputi jaiingan pipa minyak, jaiingan pipa gas bumi, PI1D,
PI1c, PI1cL, pembangkit listiik tenaga biomassa, 8L11, sebaian cI, dan
jaiingan tiansmisi tenaga listiik;
e. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan sistem jaiingan
telekomunikasi teiestiial dan jaiingan telekomunikasi satelit;
í. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan sistem jaiingan sumbei
daya aii yang meliputi sungai, waduk, aii tanal, sistem jaiingan iiigasi,
sistem pengendalian banjii, dan sistem pengamanan pantai; dan
g. pengembangan, peningkatan, dan pemantapan sistem jaiingan piasaiana
peikotaan yang meliputi jaiingan peipipaan aii minum, bukan jaiingan
peipipaan aii minum, sistem pembuangan aii limbal setempat, sistem
pembuangan aii limbal teipusat, 1P8 sampal, 1P81, dan 1PA sampal.
Iagian .










- 5! -



Iagian Letiga
Indikasi Piogiam Ltama Peiwujudan Pola kuang
Lawasan Peikotaan 8aibagita

Pasal 0S
(!) Indikasi piogiam utama peiwujudan pola iuang Lawasan Peikotaan
8aibagita pada talap peitama dan talap kedua dipiioiitaskan pada:
a. ielabilitasi dan ievitalisasi íungsi-íungsi lindung pada kawasan lindung,
meliputi sempadan pantai, sempadan sungai, sempadan juiang, kawasan
sekitai waduk, kawasan suci, kawasan tempat suci, k1H kota, kawasan
pelestaiian alam, kawasan konseivasi di wilayal pesisii dan pulau-pulau
kecil, dan kawasan cagai budaya dan ilmu pengetaluan;
b. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan
pemeiintalan;
c. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan peidagangan
dan jasa;
d. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan keselatan;
e. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan pendidikan
tinggi;
í. pemelilaiaan, ielabilitasi, peningkatan, dan peilindungan íungsi
kawasan peiuntukan peitanian;
g. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan paiiwisata;
l. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan sebaian daya taiik wisata;
i. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan industii
pendukung paiiwisata;
j. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan sosial-budaya
dan kesenian;
k. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan kelautan dan
peiikanan; dan
l. pemelilaiaan dan peningkatan lokasi dan jalui evakuasi untuk kawasan
iawan bencana.
(2) Indikasi .










- 52 -



(2) Indikasi piogiam utama peiwujudan pola iuang Lawasan Peikotaan
8aibagita, pada talap ketiga dipiioiitaskan pada:
a. ielabilitasi, ievitalisasi, dan peningkatan íungsi-íungsi lindung pada
kawasan lindung, meliputi sempadan pantai, sempadan sungai,
sempadan juiang, kawasan sekitai waduk, kawasan suci, kawasan
tempat suci, k1H kota, kawasan pelestaiian alam, kawasan konseivasi di
wilayal pesisii dan pulau-pulau kecil, dan kawasan cagai budaya dan
ilmu pengetaluan;
b. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan
pemeiintalan;
c. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan peidagangan
dan jasa;
d. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan keselatan;
e. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan pendidikan
tinggi;
í. pemelilaiaan, ielabilitasi, peningkatan, dan peilindungan íungsi
kawasan peiuntukan peitanian;
g. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan paiiwisata;
l. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan sebaian daya taiik wisata;
i. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan industii
pendukung paiiwisata;
j. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan sosial-budaya
dan kesenian;
k. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan kelautan dan
peiikanan; dan
l. pemelilaiaan dan peningkatan lokasi dan jalui evakuasi untuk kawasan
iawan bencana.
(?) Indikasi piogiam utama peiwujudan pola iuang Lawasan Peikotaan
8aibagita, pada talap keempat dipiioiitaskan pada:
a. ielabilitasi, ievitalisasi, pengembangan, dan peningkatan íungsi-íungsi
lindung pada kawasan lindung, meliputi sempadan pantai, sempadan
sungai, sempadan juiang, kawasan sekitai waduk, kawasan suci,
kawasan tempat suci, k1H kota, kawasan pelestaiian alam, kawasan
konseivasi di wilayal pesisii dan pulau-pulau kecil, dan kawasan cagai
budaya dan ilmu pengetaluan;
b. pemelilaiaan .










- 5? -



b. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan
pemeiintalan;
c. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan peidagangan
dan jasa;
d. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan keselatan;
e. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan pendidikan
tinggi;
í. pemelilaiaan, ielabilitasi, peningkatan, dan peilindungan íungsi
kawasan peiuntukan peitanian;
g. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan paiiwisata;
l. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan sebaian daya taiik wisata;
i. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan industii
pendukung paiiwisata;
j. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan sosial-budaya
dan kesenian;
k. pemelilaiaan dan ielabilitasi íungsi kawasan peiuntukan kelautan dan
peiikanan; dan
l. pemelilaiaan dan peningkatan lokasi dan jalui evakuasi untuk kawasan
iawan bencana.

IAI VI
AkAHAN PINcINDAIIAN PIMANfAA1AN kLANc
LAWA8AN PIkLO1AAN 8AkIAcI1A
Iagian Lesatu
Lmum
Pasal 0u
(!) Aialan pengendalian pemaníaatan iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita
digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengendalian pemaníaatan
iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita.
(2) Aialan pengendalian pemaníaatan iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita
teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi;
b. aialan peiizinan;
c. aialan .










- 51 -




c. aialan insentií dan disinsentií; dan
d. aialan sanksi.

Iagian Ledua
Aialan Peiatuian Zonasi

Pasal ¯u
(!) Aialan peiatuian zonasi Lawasan Peikotaan 8aibagita sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 0u ayat (2) luiuí a digunakan sebagai pedoman bagi
pemeiintal kabupaten/kota dalam menyusun ketentuan umum peiatuian
zonasi dan peiatuian zonasi.
(2) Aialan peiatuian zonasi Lawasan Peikotaan 8aibagita teidiii atas:
a. aialan ketentuan umum sesuai kaiaktei Lawasan Peikotaan 8aibagita;
b. aialan peiatuian zonasi untuk stiuktui iuang; dan
c. aialan peiatuian zonasi untuk pola iuang.
(?) Muatan aialan peiatuian zonasi untuk stiuktui iuang dan pola iuang
meliputi:
a. jenis kegiatan yang dipeibolelkan, dipeibolelkan dengan syaiat, dan
kegiatan yang tidak dipeibolelkan;
b. intensitas pemaníaatan iuang;
c. piasaiana dan saiana minimum; dan/atau
d. ketentuan lain yang dibutulkan.

Pasal ¯!
Aialan ketentuan umum sesuai kaiaktei Lawasan Peikotaan 8aibagita
sebagaimana dimaksud dalam Pasal ¯u ayat (2) luiuí a meiupakan ketentuan
untuk mempeitalankan dan melestaiikan kawasan beijati diii budaya Iali
meliputi:

a. peneiapan .










- 55 -




a. peneiapan konsep catlus Patla, Hulu-1eben, dan 1ii Mandala sebagai dasai
penetapan stiuktui iuang utama dan aial oiientasi iuang;
b. peilindungan teiladap kawasan-kawasan yang telal ditetapkan sebagai
kawasan suci dan kawasan tempat suci;
c. peneiapan konsep kaiang bengang atau iuang teibuka beiupa lalan
peitanian yang dikelola beibasis subak sebagai zona penyangga;
d. pengintegiasian dan laimonisasi pemaníaatan jalui-jalui jalan utama
kawasan peikotaan untuk kegiatan piosesi iitual keagamaan dan budaya;
e. peneiapan ketentuan ketinggian bangunan paling tinggi !5 (lima belas)
metei daii peimukaan tanal; dan
í. peneiapan wujud lansekap dan tata bangunan yang mempeitimbangkan
nilai aisitektui tiadisional Iali.

Pasal ¯2
Aialan peiatuian zonasi untuk stiuktui iuang sebagaimana dimaksud dalam
Pasal ¯u ayat (2) luiuí b teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi untuk sistem pusat kegiatan;
b. aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan tianspoitasi;
c. aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan eneigi;
d. aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan telekomunikasi;
e. aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan sumbei daya aii; dan
í. aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan piasaiana peikotaan.

Pasal ¯?
Aialan peiatuian zonasi untuk sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal ¯2 luiuí a teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peikotaan inti; dan
b. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peikotaan di sekitainya

Pasal .










- 50 -




Pasal ¯1
Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peikotaan inti sebagaimana dimaksud
dalam Pasal ¯? luiuí a teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
pemeiintalan piovinsi, pemeiintalan kota dan/atau kecamatan, peidagangan
dan jasa skala inteinasional, nasional, dan iegional, keselatan skala
inteinasional, nasional, dan iegional, pendidikan tinggi, pelayanan
tianspoitasi laut inteinasional dan nasional, pelayanan tianspoitasi udaia
inteinasional dan nasional, peitanian, paiiwisata, sebaian daya taiik wisata,
industii pendukung paiiwisata, sosial-budaya dan kesenian, peitalanan dan
keamanan negaia, olaliaga, dan jasa peiikanan;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud luiuí a yang memenuli peisyaiatan teknis dan tidak
mengganggu íungsi kawasan peikotaan inti;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan peitambangan, kegiatan
industii yang menimbulkan polusi, dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai
dengan peiuntukan kawasan peikotaan inti;
d. pemaníaatan iuang untuk bangunan gedung dengan intensitas sedang dan
tinggi seita ketinggian bangunan paling tinggi !5 (lima belas) metei daii
peimukaan tanal;
e. pengembangan kawasan peikotaan inti diaialkan sebagai kawasan yang
memiliki kualitas daya dukung lingkungan tinggi dan kualitas pelayanan
piasaiana dan saiana tinggi; dan
í. penyediaan k1H paling sedikit ?u° (tiga pulul peisen) daii luas kawasan
peikotaan inti.

Pasal ¯5
Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peikotaan di sekitainya sebagaimana
dimaksud dalam Pasal ¯? luiuí b teidiii atas:

a. kegiatan .










- 5¯ -




a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
pemeiintalan kabupaten dan/atau kecamatan, peidagangan dan jasa skala
nasional dan iegional, keselatan skala inteinasional, nasional, dan iegional,
pendidikan tinggi, peitanian, paiiwisata, industii pendukung paiiwisata,
sosial-budaya dan kesenian, dan olaliaga;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud luiuí a yang memenuli peisyaiatan teknis dan tidak
mengganggu íungsi kawasan peikotaan di sekitainya;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan peitambangan, kegiatan
industii yang menimbulkan polusi, dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai
dengan peiuntukan kawasan peikotaan di sekitainya;
d. pemaníaatan iuang untuk bangunan gedung dengan intensitas sedang dan
tinggi seita ketinggian bangunan paling tinggi !5 (lima belas) metei daii
peimukaan tanal;
e. pengembangan kawasan peikotaan di sekitainya diaialkan sebagai kawasan
yang memiliki kualitas daya dukung lingkungan sedang dan kualitas
pelayanan piasaiana dan saiana sedang, seita pelayanan piasaiana dan
saiana tinggi; dan
í. penyediaan k1H paling sedikit ?u° (tiga pulul peisen) daii luas kawasan
peikotaan di sekitainya.

Pasal ¯0
(!) Aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan tianspoitasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal ¯2 luiuí b teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi sistem jaiingan jalan yang teidiii atas aialan
peiatuian zonasi untuk kawasan di sepanjang sisi jalan aiteii piimei,
kolektoi piimei !, aiteii sekundei, dan jalan bebas lambatan;
b. aialan peiatuian zonasi sistem lalu lintas dan angkutan jalan yang
teidiii atas aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan teiminal

penumpang .










- 5S -




penumpang tipe A, teiminal penumpang tipe I, dan teiminal baiang
seita aialan peiatuian zonasi untuk sential paikii klusus;
c. aialan peiatuian zonasi sistem jaiingan peikeietaapian yang teidiii atas
aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan stasiun keieta api
dan aialan peiatuian zonasi untuk kawasan di sepanjang sisi jalui
keieta api;
d. aialan peiatuian zonasi sistem jaiingan tianspoitasi laut yang teidiii
atas aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan pelabulan
umum dan aialan peiatuian zonasi untuk alui pelayaian; dan
e. aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan tianspoitasi udaia yang
meliputi aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan bandai
udaia umum dan aialan peiatuian zonasi untuk iuang udaia.
(2) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan di sepanjang sisi jalan sebagaimana
dimaksud pada ayat (!) luiuí a teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan mengikuti ketentuan iuang milik jalan,
iuang maníaat jalan, dan iuang pengawasan jalan sesuai dengan
ketentuan peiatuian peiundang-undangan;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi pembangunan
utilitas kota teimasuk kelengkapan jalan (stieet íuinituie), penanaman
polon, dan pembangunan íasilitas pendukung jalan lainnya yang tidak
mengganggu kelancaian lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi pemaníaatan iuang milik
jalan, iuang maníaat jalan, dan iuang pengawasan jalan yang
mengakibatkan teiganggunya kelancaian lalu lintas dan keselamatan
pengguna jalan;
d. pemaníaatan iuang pengawasan jalan dengan LDH paling iendal ?u°
(tiga pulul peisen); dan
e. pemaníaatan iuang sisi jalan bebas lambatan untuk iuang teibuka laius
bebas pandang bagi pengemudi dan memiliki pengamanan íungsi jalan.

(?) Aialan .










- 5u -




(?) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan teiminal penumpang
tipe A dan teiminal penumpang tipe I sebagaimana dimaksud pada ayat (!)
luiuí b teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan opeiasional, penunjang
opeiasional, dan pengembangan teiminal penumpang tipe A dan
teiminal penumpang tipe I;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu keamanan
dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan seita íungsi teiminal
penumpang tipe A dan teiminal penumpang tipe I;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang mengganggu
keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan seita íungsi
teiminal penumpang tipe A dan teiminal penumpang tipe I; dan
d. teiminal penumpang tipe A dan teiminal penumpang tipe I dilengkapi
dengan k1H yang penyediaannya diseiasikan dengan luasan teiminal.
(1) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan teiminal baiang
sebagaimana dimaksud pada ayat (!) luiuí b teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan opeiasional, penunjang
opeiasional, dan pengembangan kawasan teiminal baiang;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu keamanan
dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan seita íungsi teiminal
baiang;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang mengganggu
keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan seita íungsi
teiminal baiang; dan
d. teiminal baiang dilengkapi dengan k1H yang penyediaannya diseiasikan
dengan luasan teiminal.
(5) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan sential paikii klusus
sebagaimana dimaksud pada ayat (!) luiuí b teidiii atas:
a. kegiatan










- 0u -




a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan opeiasional, penunjang
opeiasional, dan pengembangan sential paikii klusus;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu keamanan
dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan seita íungsi sential paikii
klusus;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang mengganggu
keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan seita íungsi
sential paikii klusus; dan
d. kawasan di sekitai sential paikii klusus dilengkapi dengan k1H yang
penyediaannya diseiasikan dengan luasan sential paikii klusus.
(0) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan stasiun keieta api
sebagaimana dimaksud pada ayat (!) luiuí c teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan opeiasional stasiun
keieta api, kegiatan penunjang opeiasional stasiun keieta api, dan
kegiatan pengembangan stasiun keieta api, antaia lain kegiatan naik
tuiun penumpang dan kegiatan bongkai muat baiang;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu keamanan
dan keselamatan opeiasi keieta api, seita íungsi stasiun keieta api;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang mengganggu
keamanan dan keselamatan opeiasi keieta api seita íungsi stasiun keieta
api; dan
d. kawasan di sekitai stasiun keieta api dilengkapi dengan k1H yang
penyediaannya diseiasikan dengan luasan stasiun keieta api.
(¯) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan di sepanjang sisi jalui keieta api
sebagaimana dimaksud pada ayat (!) luiuí c teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan mengikuti ketentuan iuang maníaat jalui
keieta api, iuang milik jalui keieta api, dan iuang pengawasan jalui
keieta api sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan;
b. kegiatan .










- 0! -




b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
kegiatan sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu
konstiuksi jalan iel dan íasilitas opeiasi keieta api seita keselamatan
pengguna keieta api;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi pemaníaatan iuang milik
jalui keieta api, iuang maníaat jalui keieta api, dan iuang pengawasan
jalui keieta api yang mengakibatkan teiganggunya kelancaian opeiasi
keieta api dan keselamatan pengguna keieta api;
d. pemaníaatan iuang pengawasan jalui keieta api dengan LDH paling
iendal ?u° (tiga pulul peisen); dan
e. pemaníaatan iuang sisi jalui keieta api untuk iuang teibuka laius
memenuli aspek keamanan dan keselamatan bagi pengguna keieta api.
(S) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan pelabulan umum
sebagaimana dimaksud pada ayat (!) luiuí d teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan opeiasional pelabulan
umum, kegiatan penunjang opeiasional pelabulan umum, dan kegiatan
pengembangan kawasan peiuntukan pelabulan umum seita kegiatan
peitalanan dan keamanan negaia secaia teibatas;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang beiada di dalam Daeial
Iingkungan Leija Pelabulan dan Daeial Iingkungan Lepentingan
Pelabulan, dan jalui tianspoitasi laut dengan mendapat izin sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang mengganggu
kegiatan di Daeial Iingkungan Leija Pelabulan, Daeial Iingkungan
Lepentingan Pelabulan, dan jalui tianspoitasi laut seita kegiatan lain
yang mengganggu íungsi kawasan peiuntukan pelabulan umum.
(u) Aialan peiatuian zonasi untuk alui pelayaian sebagaimana dimaksud pada
ayat (!) luiuí c sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.
(!u) Aialan .











- 02 -




(!u) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan peiuntukan bandai udaia umum
sebagaimana dimaksud pada ayat (!) luiuí e teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan opeiasional
kebandaiudaiaan, kegiatan penunjang pelayanan jasa kebandaiudaiaan,
penunjang pelayanan keselamatan opeiasi peneibangan, dan kegiatan
peitalanan dan keamanan negaia secaia teibatas;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi pemaníaatan tanal
dan/atau peiaiian seita iuang udaia di sekitai bandai udaia umum
seita kegiatan lain yang tidak mengganggu keselamatan opeiasi
peneibangan dan íungsi bandai udaia umum; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang
membalayakan keamanan dan keselamatan opeiasional peneibangan,
membuat lalangan (obstacle), dan/atau kegiatan lain yang mengganggu
íungsi bandai udaia umum.
(!!) Aialan peiatuian zonasi untuk iuang udaia untuk peneibangan
sebagaimana dimaksud pada ayat (!) luiuí e sesuai dengan ketentuan
peiatuian peiundang-undangan.

Pasal ¯¯
(!) Aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan eneigi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal ¯2 luiuí c teidiii atas:
a. arahan peiatuian zonasi untuk jaiingan pipa minyak dan gas bumi;
b. aialan peiatuian zonasi untuk pembangkit tenaga listiik; dan
c. aialan peiatuian zonasi untuk jaiingan tiansmisi tenaga listiik.
(2) Aialan peiatuian zonasi untuk jaiingan pipa minyak dan gas bumi
sebagaimana dimaksud pada ayat (!) luiuí a teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan opeiasional dan kegiatan
penunjang jaiingan pipa minyak dan gas bumi;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang aman bagi instalasi jaiingan

pipa .










- 0? -




pipa minyak dan gas bumi dan tidak mengganggu íungsi jaiingan pipa
minyak dan gas bumi; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang
membalayakan instalasi jaiingan pipa minyak dan gas bumi, dan
mengganggu íungsi jaiingan pipa minyak dan gas bumi.
(?) Aialan peiatuian zonasi untuk pembangkit tenaga listiik sebagaimana
dimaksud pada ayat (!) luiuí b disesuaikan dengan kaiaktei masing-masing
pembangkit tenaga listiik yang meliputi PI1D, PI1c, dan PI1cL sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.
(1) Aialan peiatuian zonasi untuk jaiingan tiansmisi tenaga listiik sebagaimana
dimaksud pada ayat (!) luiuí c teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan pembangunan piasaiana
dan kegiatan pembangunan piasaiana penunjang jaiingan tiansmisi
tenaga listiik;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan
penglijauan, pemakaman, peitanian, peipaikiian, seita kegiatan lain
yang beisiíat sementaia dan tidak mengganggu íungsi jaiingan tiansmisi
tenaga listiik; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan selain sebagaimana
dimaksud pada luiuí a dan luiuí b yang menimbulkan balaya
kebakaian dan mengganggu íungsi jaiingan tiansmisi tenaga listiik.

Pasal ¯S
Aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan telekomunikasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal ¯2 luiuí d teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan opeiasional dan kegiatan
penunjang sistem jaiingan telekomunikasi;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang aman bagi sistem jaiingan tele-

komunikasi .










- 01 -




komunikasi dan tidak mengganggu íungsi sistem jaiingan telekomunikasi; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang membalayakan
sistem jaiingan telekomunikasi, dan mengganggu íungsi sistem jaiingan
telekomunikasi.

Pasal ¯u
Aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan sumbei daya aii sebagaimana
dimaksud dalam Pasal ¯2 luiuí e teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan pembangunan piasaiana lalu
lintas aii, kegiatan pembangunanan piasaiana pengambilan dan pembuangan
aii, dan kegiatan pengamanan sungai dan sempadan pantai;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi
konseivasi sumbei daya aii, pendayagunaan sumbei daya aii, dan
pengendalian daya iusak aii dan íungsi sistem jaiingan sumbei daya aii; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang mengganggu íungsi
sungai, waduk, dan cA1 sebagai sumbei aii seita jaiingan iiigasi, sistem
pengendalian banjii, dan sistem pengamanan pantai sebagai piasaiana sumbei
daya aii.

Pasal Su
(!) Aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan piasaiana peikotaan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal ¯2 luiuí í teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi untuk 8PAM;
b. aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan diainase;
c. aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan aii limbal; dan
d. aialan peiatuian zonasi untuk sistem pengelolaan peisampalan.
(2) Aialan peiatuian zonasi untuk 8PAM sebagaimana dimaksud pada ayat (!)
luiuí a teidiii atas:
a. kegiatan .










- 05 -




a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan pembangunan piasaiana
8PAM dan kegiatan pembangunan piasaiana penunjang 8PAM;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu 8PAM; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang mengganggu
kebeilanjutan íungsi penyediaan aii minum, mengakibatkan
pencemaian aii baku daii aii limbal dan sampal, dan mengakibatkan
keiusakan piasaiana dan saiana penyediaan aii minum.
(?) Aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan diainase sebagaimana
dimaksud pada ayat (!) luiuí b teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan pembangunan piasaiana
sistem jaiingan diainase dalam iangka menguiangi genangan aii dan
mendukung pengendalian banjii dan pembangunan piasaiana
penunjangnya;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi
sistem jaiingan diainase;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan pembuangan
sampal, pembuangan limbal, dan kegiatan lain yang mengganggu
íungsi sistem jaiingan diainase; dan
d. pemelilaiaan dan pengembangan jaiingan diainase dilakukan selaias
dengan pemelilaiaan dan pengembangan atas iuang milik jalan.
(1) Aialan peiatuian zonasi untuk sistem jaiingan aii limbal sebagaimana
dimaksud pada ayat (!) luiuí c teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi pembangunan piasaiana dan
saiana aii limbal dalam iangka menguiangi, memaníaatkan kembali,
dan mengolal aii limbal seita pembangunan piasaiana penunjangnya;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi
sistem jaiingan aii limbal; dan
c. kegiatan .










- 00 -




c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi pembuangan sampal,
pembuangan Ialan Ieibalaya dan Ieiacun, pembuangan limbal Ialan
Ieibalaya dan Ieiacun, dan kegiatan lain yang mengganggu íungsi
sistem jaiingan aii limbal.
(5) Aialan peiatuian zonasi untuk sistem pengelolaan peisampalan
sebagaimana dimaksud pada ayat (!) luiuí d beiupa aialan peiatuian
zonasi untuk kawasan peiuntukan 1PA sampal teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan meliputi kegiatan pengopeiasian 1PA
sampal beiupa pemilalan, pengumpulan, pengolalan, pemiosesan
aklii sampal, penguiugan beilapis beisil (sanitaiy landíill),
pemelilaiaan 1PA sampal, dan industii teikait pengolalan sampal seita
kegiatan penunjang opeiasional 1PA;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan peitanian
non pangan, kegiatan penglijauan, kegiatan peimukiman dalam jaiak
yang aman daii dampak pengelolaan peisampalan, dan kegiatan lain
yang tidak mengganggu íungsi kawasan 1PA sampal; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan sosial ekonomi yang
mengganggu íungsi kawasan 1PA sampal.

Pasal S!
(!) Aialan peiatuian zonasi untuk pola iuang sebagaimana dimaksud dalam
Pasal ¯u ayat (2) luiuí c teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan lindung; dan
b. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan budi daya.
(2) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan lindung sebagaimana dimaksud
pada ayat (!) luiuí a teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi untuk Zona I2; dan
b. aialan peiatuian zonasi untuk Zona I?.
(?) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan budi daya sebagaimana dimaksud
pada ayat (!) luiuí b teidiii atas:

a. aialan .










- 0¯ -




a. aialan peiatuian zonasi untuk Zona I!;
b. aialan peiatuian zonasi untuk Zona I2;
c. aialan peiatuian zonasi untuk Zona I?;
d. aialan peiatuian zonasi untuk Zona I1;
e. aialan peiatuian zonasi untuk Zona I5;
í. aialan peiatuian zonasi untuk Zona I0; dan
g. aialan peiatuian zonasi untuk Zona I¯.

Pasal S2
Aialan peiatuian zonasi untuk Zona I2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal S!
ayat (2) luiuí a teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi untuk sempadan pantai;
b. aialan peiatuian zonasi untuk sempadan sungai;
c. aialan peiatuian zonasi untuk sempadan juiang;
d. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan sekitai waduk;
e. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci;
í. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan tempat suci; dan
g. aialan peiatuian zonasi untuk k1H kota.

Pasal S?
Aialan peiatuian zonasi untuk sempadan pantai sebagaimana dimaksud dalam
luiuí a teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan keagamaan
antaia lain melasti, iekieasi pantai, pengamanan pesisii, kegiatan nelayan,
kegiatan pelabulan, landing point kabel dan/atau pipa bawal laut, kegiatan
pengendalian kualitas peiaiian, konseivasi lingkungan pesisii, pengembangan
stiuktui alami dan stiuktui buatan pencegal abiasi pada sempadan pantai,
pengamanan sempadan pantai sebagai iuang publik, kegiatan pengamatan
cuaca dan iklim, kepentingan peitalanan dan keamanan negaia, dan kegiatan

penentuan .










- 0S -




penentuan lokasi dan jalui evakuasi bencana, seita pendiiian bangunan untuk
kepentingan pemantauan ancaman bencana tsunami dan gempa bumi;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi
sempadan pantai sebagai kawasan peilindungan setempat; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang mengganggu íungsi
sempadan pantai sebagai kawasan peilindungan setempat dan menglalangi
dan/atau menutup iuang dan jalui evakuasi bencana.

Pasal S1
Aialan peiatuian zonasi untuk sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam
Pasal S2 luiuí b teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
pemaníaatan sempadan sungai untuk k1H, pemasangan bentangan jaiingan
tiansmisi tenaga listiik, kabel telepon, pipa aii minum, pembangunan
piasaiana lalu lintas aii dan bangunan pengambilan dan pembuangan aii,
bangunan penunjang sistem piasaiana kota, kegiatan penyediaan lokasi dan
jalui evakuasi bencana, dan pendiiian bangunan untuk kepentingan
pemantauan ancaman bencana tsunami dan gempa bumi;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan budi daya
peitanian dengan jenis tanaman yang tidak menguiangi kekuatan stiuktui
tanal dan kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak
mengganggu íungsi sempadan sungai sebagai kawasan peilindungan setempat
antaia lain kegiatan pemasangan ieklame dan papan pengumuman, pendiiian
bangunan yang dibatasi lanya untuk bangunan penunjang kegiatan iekieasi
aii, jalan inspeksi dan bangunan pengawas ketinggian aii sungai; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan pendiiian bangunan
selain bangunan yang dimaksud pada luiuí a dan luiuí b, pembuangan
sampal, dan kegiatan lain yang mengganggu íungsi sempadan sungai sebagai
kawasan peilindungan setempat antaia lain kegiatan yang mengubal bentang

alam .










- 0u -




alam, kegiatan yang mengganggu kesubuian dan keawetan tanal, íungsi
lidiologi dan lidiaulis, kelestaiian íloia dan íauna, kelestaiian íungsi
lingkungan lidup, seita kegiatan pemaníaatan lasil tegakan dan menglalangi
dan/atau menutup iuang dan jalui evakuasi bencana.

Pasal S5
Aialan peiatuian zonasi untuk sempadan juiang sebagaimana dimaksud dalam
Pasal S2 luiuí c teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
pemaníaatan sempadan juiang untuk k1H, pengamanan sempadan juiang,
seita pengembangan stiuktui alami dan stiuktui buatan pencegal longsoi;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi
sempadan juiang sebagai kawasan peilindungan setempat; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang menguiangi
kekuatan stiuktui tanal dan mengganggu íungsi sempadan juiang sebagai
kawasan peilindungan setempat.

Pasal S0
Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan sekitai waduk sebagaimana dimaksud
dalam Pasal S2 luiuí d teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan pengelolaan
badan aii dan/atau pemaníaatan aii, taman iekieasi beseita kegiatan
penunjangnya, kegiatan keagamaan, k1H, dan kegiatan sosial-budaya;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi kawasan
sekitai waduk sebagai kawasan peilindungan setempat antaia lain kegiatan
pendiiian bangunan yang dibatasi lanya untuk bangunan penunjang kegiatan
iekieasi aii, jalan inspeksi, bangunan pengawas ketinggian aii waduk, dan
bangunan pengolalan aii baku; dan
c. kegiatan .










- ¯u -




c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang mengganggu
dan/atau meiusak kelestaiian íungsi kawasan sekitai waduk sebagai kawasan
peilindungan setempat antaia lain kegiatan yang mengubal bentang alam,
mengganggu kesubuian dan keawetan tanal, íungsi lidiologi, kelestaiian
íloia dan íauna, seita kelestaiian íungsi lingkungan lidup, dan kegiatan
pemaníaatan lasil tegakan.

Pasal S¯
(!) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci sebagaimana dimaksud dalam
Pasal S2 luiuí e teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci campulan;
b. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci pantai;
c. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci laut; dan
d. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci sekitai mata aii.
(2) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci campulan sebagaimana
dimaksud pada ayat (!) luiuí a teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
keagamaan, penyediaan k1H, dan peitanian dengan jenis tanaman yang
tidak menguiangi kekuatan stiuktui tanal;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi
kawasan suci campulan sebagai kawasan peilindungan setempat,
misalnya bangunan pintu aii; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi pembuangan sampal, limbal
padat dan limbal caii, pendiiian bangunan yang tidak teikait kegiatan
keagamaan, dan kegiatan lain yang mengganggu íungsi kawasan suci
campulan sebagai kawasan peilindungan setempat.

(?) Aialan .










- ¯! -




(?) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci pantai sebagaimana dimaksud
pada ayat (!) luiuí b teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
keagamaan, iekieasi pantai, pengamanan pesisii, kegiatan nelayan,
konseivasi lingkungan pesisii, kegiatan pengamatan cuaca dan iklim,
kegiatan penyediaan lokasi dan jalui evakuasi bencana, dan pendiiian
bangunan untuk kepentingan pemantauan ancaman bencana tsunami dan
gempa bumi;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan kepentingan
peitalanan dan keamanan negaia dan kegiatan selain sebagaimana
dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi kawasan suci
pantai sebagai kawasan peilindungan setempat; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan pembuangan
sampal, limbal padat dan limbal caii, menglalangi dan/atau menutup
iuang dan jalui evakuasi bencana, dan kegiatan lain yang mengganggu
íungsi kawasan suci pantai sebagai kawasan peilindungan setempat.
(1) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci laut sebagaimana dimaksud
pada ayat (!) luiuí c teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
keagamaan, peilindungan labitat, populasi ikan, alui migiasi biota laut,
ekosistem pesisii yang unik dan/atau ientan teiladap peiubalan, dan
penelitian;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan pelayaian,
budi daya peiikanan, paiiwisata, penangkapan ikan dan kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi
kawasan suci laut sebagai kawasan peilindungan setempat; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi pengambilan teiumbu kaiang,
kegiatan yang menimbulkan pencemaian aii laut, kegiatan yang
mengganggu kegiatan keagamaan, dan kegiatan lain yang mengganggu
íungsi kawasan suci laut sebagai kawasan peilindungan setempat.

(5) Aialan .










- ¯2 -




(5) Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan suci sekitai mata aii sebagaimana
dimaksud pada ayat (!) luiuí d teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
keagamaan dan penyediaan k1H;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan peitanian
dengan jenis tanaman yang tidak menguiangi kekuatan stiuktui tanal,
kegiatan paiiwisata, dan kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada
luiuí a yang tidak mengganggu íungsi kawasan suci sekitai mata aii
sebagai kawasan peilindungan setempat; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan pembuangan
sampal, limbal padat dan limbal caii, kegiatan pengambilan aii dan
pendiiian bangunan yang tidak teikait kegiatan keagamaan, dan kegiatan
lain yang mengganggu íungsi kawasan suci mata aii sebagai kawasan
peilindungan setempat.

Pasal SS
Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan tempat suci sebagaimana dimaksud
dalam Pasal S2 luiuí í beiupa Puia Lalyangan 1iga, Puia 8ad Lalyangan, dan
Puia Dlang Lalyangan diatui dengan peiatuian daeial.

Pasal Su
Aialan peiatuian zonasi untuk k1H kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal S2
luiuí g teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
pemaníaatan iuang untuk iesapan aii, pemakaman, olaliaga di iuang
teibuka, keagamaan, dan evakuasi bencana;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan iekieasi,
pembibitan tanaman, pendiiian bangunan íasilitas umum, dan selain kegiatan
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi k1H kota
sebagai kawasan peilindungan setempat; dan
c. kegiatan .











- ¯? -




c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan pendiiian 8tasiun
Pengisian Ialan Iakai Lmum, kegiatan sosial dan ekonomi lainnya yang
mengganggu íungsi k1H kota sebagai kawasan peilindungan setempat.

Pasal uu
Aialan peiatuian zonasi untuk Zona I? kawasan suaka alam, kawasan
pelestaiian alam, dan kawasan cagai budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal
S! ayat (2) luiuí b teidiii atas:
a. aialan peiatuian zonasi untuk 1aman Hutan kaya Nguial kai;
b. aialan peiatuian zonasi untuk 1aman Wisata Alam 8angel;
c. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan konseivasi di wilayal pesisii dan
pulau-pulau kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5? ayat (2) luiuí c; dan
d. aialan peiatuian zonasi untuk kawasan cagai budaya dan ilmu pengetaluan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5? ayat (2) luiuí d.

Pasal u!
Aialan peiatuian zonasi untuk 1aman Hutan kaya Nguial kai sebagaimana
dimaksud dalam Pasal uu luiuí a teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan penelitian
dan pengembangan ilmu pengetaluan dan teknologi, kegiatan pendidikan dan
peningkatan kesadaitaluan konseivasi, kegiatan untuk koleksi kekayaan
keanekaiagaman layati, kegiatan penyimpanan dan/atau penyeiapan kaibon,
kegiatan pemaníaatan aii seita eneigi aii, panas, dan angin seita wisata alam,
kegiatan pemaníaatan tumbulan dan satwa liai dalam iangka menunjang
budi daya dalam bentuk penyediaan plasma nutíal, kegiatan pemaníaatan
tiadisional olel masyaiakat setempat, kegiatan penangkaian dalam iangka
pengembangbiakan satwa atau peibanyakan tumbulan secaia buatan dalam
lingkungan yang teikontiol, dan kegiatan keagamaan;

b. kegiatan .










- ¯1 -




b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a, kegiatan pemaníaatan tiadisional dapat
beiupa kegiatan pemungutan lasil lutan bukan kayu, budi daya tiadisional,
seita peibuiuan tiadisional teibatas untuk jenis yang tidak dilindungi, dan
kegiatan lain yang tidak mengganggu íungsi 1aman Hutan kaya Nguial kai
sebagai kawasan pelestaiian alam; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan pendiiian bangunan
selain bangunan penunjang kegiatan penelitian, pendidikan, keagamaan, dan
kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada luiuí a dan b yang mengganggu
íungsi 1aman Hutan kaya Nguial kai sebagai kawasan pelestaiian alam.

Pasal u2
Aialan peiatuian zonasi untuk 1aman Wisata Alam 8angel sebagaimana
dimaksud dalam Pasal uu luiuí b teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan
penyimpanan dan/atau penyeiapan kaibon, pemaníaatan aii seita eneigi aii,
panas, dan angin seita wisata alam, kegiatan penelitian dan pengembangan
ilmu pengetaluan, kegiatan pendidikan dan peningkatan kesadaitaluan
konseivasi alam, kegiatan pemaníaatan sumbei plasma nutíal untuk
penunjang budi daya, kegiatan penangkaian dalam iangka penetasan telui
dan/atau pembesaian anakan yang diambil daii alam, dan kegiatan
keagamaan;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan pendiiian
bangunan penunjang kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu
pengetaluan, kegiatan pendidikan dan peningkatan kesadaitaluan konseivasi
alam, dan kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak
mengganggu íungsi 1aman Wisata Alam 8angel sebagai kawasan pelestaiian
alam; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan pendiiian bangunan
selain bangunan penunjang kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu

pengetaluan .










- ¯5 -




pengetaluan, kegiatan pendidikan dan peningkatan kesadaitaluan konseivasi
alam, kegiatan keagamaan, dan kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada
luiuí a yang mengganggu íungsi 1aman Wisata Alam 8angel sebagai
kawasan pelestaiian alam.

Pasal u?
Aialan peiatuian zonasi untuk kawasan konseivasi di wilayal pesisii dan pulau-
pulau kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal uu luiuí c teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan:
!. peilindungan labitat, populasi ikan, alui migiasi biota laut, ekosistem
pesisii yang unik dan/atau ientan teiladap peiubalan, peilindungan
situs budaya/adat tiadisional, dan penelitian pada zona inti;
2. peilindungan labitat dan populasi ikan, paiiwisata dan iekieasi,
penelitian dan pengembangan, dan/atau pendidikan pada zona
pemaníaatan teibatas; dan
?. ielabilitasi labitat dan populasi ikan, alui migiasi biota laut, ekosistem
pesisii pada zona lainnya.
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi kawasan
konseivasi di wilayal pesisii dan pulau-pulau kecil; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan penangkapan ikan dan
pengambilan teiumbu kaiang alami dan teiumbu kaiang baiu, kegiatan yang
dapat menimbulkan pencemaian aii laut, dan kegiatan lain yang mengganggu
íungsi kawasan konseivasi di wilayal pesisii dan pulau-pulau kecil.

Pasal u1
Aialan peiatuian zonasi untuk Zona I? kawasan cagai budaya dan ilmu
pengetaluan sebagaimana dimaksud dalam Pasal uu luiuí d diatui sesuai dengan
ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Pasal .










- ¯0 -




Pasal u5
Aialan peiatuian zonasi untuk Zona I! sebagaimana dimaksud dalam Pasal S!
ayat (?) luiuí a teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan lunian
kepadatan tinggi, kegiatan pemeiintalan piovinsi, kegiatan pemeiintalan
kota dan/atau kecamatan, kegiatan peidagangan dan jasa skala inteinasional,
nasional, dan iegional, kegiatan keselatan skala inteinasional, nasional, dan
iegional, kegiatan pendidikan tinggi, kegiatan tianspoitasi laut inteinasional
dan nasional, kegiatan tianspoitasi udaia inteinasional dan nasional, kegiatan
peitanian, kegiatan paiiwisata, kegiatan industii pendukung paiiwisata,
kegiatan sosial-budaya dan kesenian, kegiatan peitalanan dan keamanan
negaia, kegiatan olaliaga, kegiatan jasa peiikanan, kegiatan penyediaan
lokasi dan jalui evakuasi, dan pendiiian bangunan untuk kepentingan
pemantauan ancaman bencana;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi kawasan
pada Zona I!;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan pembangunan kawasan
industii, kegiatan industii skala menengal dan besai, dan kegiatan yang
menglalangi dan/atau menutup lokasi dan jalui evakuasi bencana, seita
kegiatan lain yang mengganggu íungsi kawasan pada zona I!;
d. peneiapan intensitas pemaníaatan iuang meliputi:
!. peneiapan ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang meliputi
ketentuan LDI, LII, LDH, L1I, seita ketinggian bangunan dan c8I
teiladap jalan;
2. peneiapan ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang beibasis
mitigasi bencana; dan
?. pengembangan pusat peimukiman ke aial intensitas tinggi dengan
tingkat LW1 paling tinggi ¯u° (tujul pulul peisen) dengan ketinggian
bangunan paling tinggi !5 (lima belas) metei daii peimukaan tanal.

e. penyediaan .










- ¯¯ -




e. penyediaan k1H kota paling sedikit ?u° (tiga pulul peisen) daii luas kawasan
peikotaan; dan
í. penyediaan piasaiana dan saiana minimum meliputi:
!. íasilitas dan iníiastiuktui pendukung kegiatan ekonomi beitaiaí
inteinasional;
2. piasaiana dan saiana pejalan kaki, angkutan umum, kegiatan sektoi
iníoimal, dan lokasi dan jalui evakuasi bencana;
?. kolam penampungan aii lujan secaia meiata di setiap kawasan yang
iawan genangan aii dan iawan banjii; dan
1. tempat paikii untuk pengembangan zona dengan íungsi peidagangan dan
jasa, paiiwisata, keselatan, pendidikan, seita peikantoian.

Pasal u0
Aialan peiatuian zonasi untuk zona I2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal S!
ayat (?) luiuí b teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan lunian
kepadatan tinggi, kegiatan lunian kepadatan sedang, kegiatan pemeiintalan
kabupaten dan/atau kecamatan, kegiatan peidagangan dan jasa skala nasional
dan iegional, kegiatan keselatan skala inteinasional, nasional, dan iegional,
kegiatan pendidikan tinggi, kegiatan peitanian, kegiatan paiiwisata, kegiatan
industii pendukung paiiwisata, kegiatan sosial-budaya dan kesenian, kegiatan
olaliaga, dan kegiatan penyediaan lokasi dan jalui evakuasi bencana, dan
pendiiian bangunan untuk kepentingan pemantauan ancaman bencana;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi kawasan
pada Zona I2;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan selain sebagaimana
dimaksud pada luiuí a, kegiatan yang menglalangi dan/atau menutup lokasi
dan jalui evakuasi bencana dan kegiatan lain yang mengganggu íungsi
kawasan pada Zona I2;
d. peneiapan .











- ¯S -




d. peneiapan intensitas pemaníaatan iuang meliputi:
!. peneiapan ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang meliputi
ketentuan LDI, LII, LDH, L1I, ketinggian bangunan, dan c8I teiladap
jalan;
2. peneiapan ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang beibasis mitigasi
bencana; dan
?. pengembangan pusat peimukiman ke aial intensitas tinggi dengan LW1
paling tinggi 0u° (enam pulul peisen) dengan tinggi bangunan paling
tinggi !5 (lima belas) metei daii peimukaan tanal.
e. penyediaan k1H kota paling sedikit ?u° (tiga pulul peisen) daii luas kawasan
peikotaan; dan
í. penyediaan piasaiana dan saiana minimum meliputi:
!. íasilitas dan iníiastiuktui pendukung kegiatan ekonomi;
2. piasaiana dan saiana pejalan kaki, angkutan umum, kegiatan sektoi
iníoimal, dan lokasi dan jalui evakuasi bencana; dan
?. tempat paikii untuk pengembangan zona dengan íungsi peidagangan dan
jasa, paiiwisata, keselatan, pendidikan, seita peikantoian.

Pasal u¯
Aialan peiatuian zonasi untuk Zona I? sebagaimana dimaksud dalam Pasal S!
ayat (?) luiuí c teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan lunian
kepadatan sedang, kegiatan paiiwisata, dan kegiatan industii pendukung
paiiwisata, kegiatan penyediaan lokasi dan jalui evakuasi iawan bencana, dan
pendiiian bangunan untuk kepentingan pemantauan ancaman bencana;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi kawasan
pada Zona I?;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan selain sebagaimana
dimaksud pada luiuí a dan luiuí b, kegiatan yang menglalangi dan/atau

menutup .










- ¯u -




menutup lokasi dan jalui evakuasi bencana, dan kegiatan lain yang
mengganggu íungsi kawasan pada Zona I?;
d. peneiapan intensitas pemaníaatan iuang meliputi:
!. peneiapan ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang meliputi
ketentuan LDI, LII, LDH, L1I, ketinggian bangunan, dan c8I teiladap
jalan;
2. peneiapan ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang beibasis mitigasi
bencana; dan
?. pengembangan pusat peimukiman ke aial intensitas sedang dengan LW1
paling tinggi 5u° (lima pulul peisen) dengan tinggi bangunan paling
tinggi !5 (lima belas) metei daii peimukaan tanal.
e. penyediaan k1H kota diseiasikan dengan luas kawasan pada Zona I?;
í. penyediaan piasaiana dan saiana minimum meliputi:
!. íasilitas dan iníiastiuktui beitaiaí inteinasional pendukung kegiatan
paiiwisata;
2. akomodasi wisata beitaiaí inteinasional di kawasan paiiwisata;
?. tempat paikii untuk íasilitas penunjang paiiwisata, peidagangan dan jasa,
dan íasilitas umum lainnya; dan
1. piasaiana dan saiana pejalan kaki, angkutan umum, kegiatan sektoi
iníoimal, dan lokasi dan jalui evakuasi bencana.
g. ketentuan klusus pada LD1WL 1anal Iot meliputi:
!. pembatasan LDW1L paling banyak 2° (dua peisen) untuk LD1WL 1anal
Iot di luai kawasan tempat suci, dengan pembatasan LDI paling banyak
!u° (sepulul peisen) daii peisil yang dikuasai;
2. pembatasan ketinggian bangunan paling tinggi 2 (dua) lantai daii
peimukaan tanal; dan
?. pembatasan pengembangan akomodasi wisata beibintang.

Pasal uS
Aialan peiatuian zonasi untuk Zona I1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal S!
ayat (?) luiuí d teidiii atas:
a. kegiatan .










- Su -




a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan lunian
kepadatan sedang, kegiatan lunian kepadatan iendal, kegiatan paiiwisata,
kegiatan sosial-budaya dan kesenian, kegiatan peitanian tanaman pangan dan
loitikultuia, kegiatan industii pendukung paiiwisata, kegiatan penyediaan
lokasi dan jalui evakuasi iawan bencana, dan pendiiian bangunan untuk
kepentingan pemantauan ancaman bencana;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengubal íungsi lalan
peitanian pangan beikelanjutan dan tidak mengganggu íungsi kawasan pada
Zona I1;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan selain sebagaimana
dimaksud pada luiuí a, kegiatan yang menglalangi dan/atau menutup lokasi
dan jalui evakuasi bencana, dan kegiatan yang mengganggu íungsi kawasan
pada Zona I1;
d. peneiapan intensitas pemaníaatan iuang meliputi:
!. peneiapan ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang meliputi
ketentuan LDI, LII, LDH, L1I, ketinggian bangunan, dan c8I teiladap
jalan;
2. peneiapan ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang beibasis
mitigasi bencana; dan
?. pengembangan peimukiman peidesaan dan pusat peimukiman skala
lingkungan dengan LW1 paling tinggi 5u° (lima pulul peisen),
ketinggian bangunan paling tinggi !5 (lima belas) metei daii peimukaan
tanal.
e. penyediaan k1H kota diseiasikan dengan luas kawasan pada Zona I1; dan
í. penyediaan piasaiana dan saiana minimum meliputi:
!. íasilitas dan iníiastiuktui pendukung kegiatan peitanian;
2. piasaiana dan saiana pelayanan umum;
?. lokasi dan jalui evakuasi bencana; dan
1. penyediaan íasilitas paikii pendukung kegiatan paiiwisata, sosial-budaya
dan kesenian.
Pasal .










- S! -




Pasal uu
Aialan peiatuian zonasi untuk Zona I5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal S!
ayat (?) luiuí e teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan peitanian,
kegiatan paiiwisata, kegiatan sosial-budaya dan kesenian, kegiatan penyediaan
lokasi dan jalui evakuasi iawan bencana, dan pendiiian bangunan untuk
kepentingan pemantauan ancaman bencana;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan industii
pendukung paiiwisata dan kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada luiuí
a yang tidak mengganggu íungsi kawasan pada Zona I5;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang menglalangi
dan/atau menutup lokasi dan jalui evakuasi bencana dan kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a dan luiuí b yang mengganggu íungsi
kawasan pada Zona I5;
d. peneiapan intensitas pemaníaatan iuang meliputi:
!. penetapan luas dan sebaian lalan peitanian pangan beikelanjutan paling
sedikit uu° (sembilan pulul peisen) daii luas lalan peitanian di Zona I5
dan akan diatui lebil lanjut dalam iencana tata iuang wilayal piovinsi,
iencana iinci tata iuang wilayal piovinsi, iencana tata iuang wilayal
kabupaten/kota, dan iencana iinci tata iuang wilayal kabupaten/kota;
2. pengembangan agiowisata dan pengintegiasian kegiatan paiiwisata yang
mendukung pelestaiian lalan peitanian pangan beikelanjutan; dan
?. peneiapan ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang beibasis mitigasi
bencana.
e. penyediaan piasaiana dan saiana minimum beiupa penyediaan íasilitas dan
iníiastiuktui pendukung kegiatan peitanian dan lokasi dan jalui evakuasi
bencana.

Pasal .










- S2 -




Pasal !uu
Aialan peiatuian zonasi untuk Zona I0 sebagaimana dimaksud dalam Pasal S!
ayat (?) luiuí í teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan iekieasi
pantai, kegiatan budi daya peiikanan, dan pendiiian bangunan untuk
kepentingan pemantauan ancaman bencana;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan pengamanan
pantai untuk mencegal abiasi dan kegiatan selain sebagaimana dimaksud
pada luiuí a, yang tidak mengganggu íungsi kawasan pada Zona I0; dan
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan yang menimbulkan
keiusakan lutan bakau atau teiumbu kaiang, dan kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a, seita kegiatan lain yang mengganggu
íungsi kawasan pada Zona I0.

Pasal !u!
Aialan peiatuian zonasi untuk Zona I¯ sebagaimana dimaksud dalam Pasal S!
ayat (?) luiuí g teidiii atas:
a. kegiatan yang dipeibolelkan sesuai peiuntukan meliputi kegiatan kelautan
dan peiikanan, kegiatan tianspoitasi laut, kegiatan paiiwisata, dan pendiiian
bangunan untuk kepentingan pemantauan ancaman bencana;
b. kegiatan yang dipeibolelkan dengan syaiat meliputi kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a yang tidak mengganggu íungsi kawasan
pada Zona I¯;
c. kegiatan yang tidak dipeibolelkan meliputi kegiatan pembuangan limbal
padat dan caii, limbal balan beibalaya dan beiacun, dan kegiatan selain
sebagaimana dimaksud pada luiuí a, seita kegiatan lain yang mengganggu
íungsi kawasan pada Zona I¯; dan
d. ketentuan lain untuk Zona I¯ meliputi:
!. pendiiian bangunan lepas pantai laius memenuli standai keselamatan,
tidak mengganggu aktivitas nelayan, tidak meiusak estetika pantai, tidak
mengganggu .










- S? -




mengganggu alui pelayaian dan tidak mengubal pola aius aii laut, seita
tidak membalayakan ekosistem laut; dan
2. ketentuan lebil lanjut mengenai pendiiian bangunan lepas pantai diatui
sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Pasal !u2
Aialan peiatuian zonasi diatui lebil lanjut di dalam iencana iinci tata iuang
yang ditetapkan dengan peiatuian daeial.

Iagian Letiga
Aialan Peiizinan

Pasal !u?
(!) Aialan peiizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 0u ayat (2) luiuí b
meiupakan acuan dalam pembeiian izin pemaníaatan iuang.
(2) 8etiap pemaníaatan iuang laius mendapatkan izin pemaníaatan iuang daii
Pemeiintal, pemeiintal piovinsi, dan/atau pemeiintal kabupaten/kota
sesuai peiatuian daeial tentang iencana tata iuang wilayal kabupaten/kota
beseita iencana iinci dan peiatuian zonasinya yang didasaikan pada
iencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita sebagaimana diatui dalam
Peiatuian Piesiden ini.
(?) 8etiap pemaníaatan iuang laius mendapatkan izin sesuai dengan ketentuan
masing-masing sektoi atau bidang yang mengatui jenis kegiatan
pemaníaatan iuang yang beisangkutan sesuai dengan ketentuan peiatuian
peiundang-undangan sektoi atau bidang teikait.

Iagian Leempat
Aialan Insentií dan Disinsentií

Pasal !u1
Aialan insentií dan disinsentií sebagaimana dimaksud dalam Pasal 0u ayat (2)
luiuí .










- S1 -




luiuí c meiupakan acuan bagi Pemeiintal dan pemeiintal daeial sebagai upaya
pengendalian pemaníaatan iuang dalam iangka mewujudkan iencana tata iuang
Lawasan Peikotaan 8aibagita.

Pasal !u5
Pembeiian insentií dan disinsentií dibeiikan olel:
a. Pemeiintal kepada pemeiintal daeial;
b. Pemeiintal daeial kepada pemeiintal daeial lainnya; dan
c. Pemeiintal dan/atau pemeiintal daeial kepada masyaiakat.

Pasal !u0
(!) Pembeiian insentií daii Pemeiintal kepada pemeiintal daeial dapat beiupa:
a. subsidi silang;
b. kemudalan peiizinan bagi kegiatan pemaníaatan iuang yang dibeiikan
olel Pemeiintal;
c. penyediaan piasaiana dan saiana di daeial;
d. pembeiian kompensasi;
e. penglaigaan dan íasilitasi; dan/atau
í. publikasi atau piomosi daeial.
(2) Pembeiian insentií daii pemeiintal daeial kepada pemeiintal daeial lainnya
dapat beiupa:
a. pembeiian kompensasi daii pemeiintal daeial peneiima maníaat kepada
daeial pembeii maníaat atas maníaat yang diteiima olel daeial
peneiima maníaat;
b. kompensasi pembeiian penyediaan saiana dan piasaiana;
c. kemudalan peiizinan bagi kegiatan pemaníaatan iuang yang dibeiikan
olel pemeiintal daeial peneiima maníaat kepada investoi yang beiasal
daii daeial pembeii maníaat; dan/atau
d. publikasi atau piomosi daeial.

(?) Insentií .










- S5 -




(?) Insentií daii Pemeiintal dan/atau pemeiintal daeial kepada masyaiakat
dapat beiupa:
a. pembeiian keiinganan pajak;
b. pembeiian kompensasi;
c. penguiangan ietiibusi;
d. imbalan;
e. sewa iuang;
í. uiun salam;
g. penyediaan piasaiana dan saiana; dan/atau
l. kemudalan peiizinan.

Pasal !u¯
(!) Disinsentií daii Pemeiintal kepada pemeiintal daeial dapat dibeiikan dalam
bentuk:
a. pensyaiatan klusus dalam peiizinan bagi kegiatan pemaníaatan iuang
yang dibeiikan olel Pemeiintal;
b. pembatasan penyediaan piasaiana dan saiana di daeial; dan/atau
c. pembeiian status teitentu daii Pemeiintal.
(2) Disinsentií daii pemeiintal daeial kepada pemeiintal daeial lainnya dapat
beiupa:
a. pengajuan pengenaan kompensasi daii pemeiintal daeial pembeii
maníaat kepada daeial peneiima maníaat;
b. pembatasan penyediaan saiana dan piasaiana; dan/atau
c. pensyaiatan klusus dalam peiizinan bagi kegiatan pemaníaatan iuang
yang dibeiikan olel pemeiintal daeial pembeii maníaat kepada investoi
yang beiasal daii daeial peneiima maníaat.
(?) Disinsentií daii Pemeiintal dan/atau pemeiintal daeial kepada masyaiakat
dapat beiupa:
a. kewajiban pengenaan kompensasi;

b. pensyaiatan .










- S0 -




b. pensyaiatan klusus dalam peiizinan bagi kegiatan pemaníaatan iuang
yang dibeiikan olel Pemeiintal dan pemeiintal daeial;
c. kewajiban membeii imbalan;
d. pembatasan penyediaan saiana dan piasaiana; dan/atau
e. pensyaiatan klusus dalam peiizinan.

Pasal !uS
(!) Disinsentií dibeiikan untuk kegiatan pemaníaatan iuang pada kawasan yang
dibatasi pengembangannya.
(2) Disinsentií dibeiikan dengan tetap mengloimati lak oiang sesuai dengan
ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Pasal !uu
Ientuk seita tata caia pembeiian insentií dan disinsentií dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.

Iagian Lelima
Aialan 8anksi

Pasal !!u
(!) Aialan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 0u ayat (2) luiuí d
dibeiikan dalam bentuk sanksi administiasi dan/atau sanksi pidana sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan bidang penataan iuang.
(2) Pengenaan sanksi dibeiikan teiladap kegiatan pemaníaatan iuang yang
tidak sesuai peiatuian daeial tentang iencana tata iuang wilayal
kabupaten/kota beseita iencana iinci tata iuang dan peiatuian zonasinya
yang didasaikan pada iencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita.


IAI .











- S¯ -





IAI VII
PINcIIOIAAN LAWA8AN PIkLO1AAN 8AkIAcI1A

Pasal !!!
(!) Dalam iangka mewujudkan iencana tata iuang Lawasan Peikotaan
8aibagita dilakukan pengelolaan Lawasan Peikotaan 8aibagita.
(2) Pengelolaan Lawasan Peikotaan 8aibagita sebagaimana dimaksud pada ayat
(!) dilaksanakan olel Menteii, cubeinui, dan Iupati atau Walikota sesuai
dengan kewenangannya.
(?) Pengelolaan Lawasan Peikotaan 8aibagita olel Menteii sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) dapat dilaksanakan olel cubeinui melalui
dekonsentiasi dan/atau tugas pembantuan.


Pasal !!2
(!) Dalam iangka pengelolaan Lawasan Peikotaan 8aibagita sebagaimana
dimaksud dalam Pasal !!!, cubeinui dapat membentuk suatu badan
dan/atau lembaga pengelola, sesuai ketentuan peiatuian peiundang-
undangan.
(2) Pembentukan, tugas, susunan oiganisasi, dan tata keija, seita pembiayaan
badan pengelola sebagaimana dimaksud pada ayat (!) diatui olel cubeinui.
(?) Pembentukan badan dan/atau lembaga badan pengelola sebagaimana
dimaksud pada ayat (!) dan ayat (2) dilakukan setelal mendapat peisetujuan
daii Menteii.

IAI .











- SS -




IAI VIII
PIkAN MA8YAkALA1 DAIAM PINA1AAN kLANc
LAWA8AN PIkLO1AAN 8AkIAcI1A

Pasal !!?
Peian masyaiakat dalam penataan iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita dilakukan
pada talap:
a. peiencanaan tata iuang;
b. pemaníaatan iuang; dan
c. pengendalian pemaníaatan iuang.

Pasal !!1
Ientuk peian masyaiakat dalam peiencanaan tata iuang beiupa:
a. masukan mengenai:
!. peisiapan penyusunan iencana tata iuang;
2. penentuan aial pengembangan wilayal atau kawasan;
?. pengidentiíikasian potensi dan masalal pembangunan wilayal atau
kawasan;
1. peiumusan konsepsi iencana tata iuang; dan/atau
5. penetapan iencana tata iuang.
b. keija sama dengan Pemeiintal, pemeiintal daeial, dan/atau sesama unsui
masyaiakat dalam peiencanaan tata iuang.

Pasal !!5
Ientuk peian masyaiakat dalam pemaníaatan iuang dapat beiupa:
a. masukan mengenai kebijakan pemaníaatan iuang;
b. keija sama dengan Pemeiintal, pemeiintal daeial, dan/atau sesama unsui
masyaiakat dalam pemaníaatan iuang;
c. kegiatan memaníaatkan iuang yang sesuai dengan keaiiían lokal dan iencana
tata iuang yang telal ditetapkan;

d. peningkatan .










- Su -




d. peningkatan eíisiensi, eíektivitas, dan keseiasian dalam pemaníaatan iuang
daiat, iuang laut, iuang udaia, dan iuang di dalam bumi dengan
mempeilatikan keaiiían lokal seita sesuai dengan ketentuan peiatuian
peiundang-undangan;
e. kegiatan menjaga kepentingan peitalanan dan keamanan seita memelilaia
dan meningkatkan kelestaiian íungsi lingkungan lidup dan sumbei daya
alam; dan
í. kegiatan investasi dalam pemaníaatan iuang sesuai dengan ketentuan
peiatuian peiundang-undangan.

Pasal !!0
Ientuk peian masyaiakat dalam pengendalian pemaníaatan iuang dapat beiupa:
a. masukan teikait aialan dan/atau peiatuian zonasi, peiizinan, pembeiian
insentií dan disinsentií seita pengenaan sanksi;
b. keikutseitaan dalam memantau dan mengawasi pelaksanaan iencana tata
iuang yang telal ditetapkan;
c. pelapoian kepada instansi dan/atau pejabat yang beiwenang dalam lal
menemukan dugaan penyimpangan atau pelanggaian kegiatan pemaníaatan
iuang yang melanggai iencana tata iuang yang telal ditetapkan; dan
d. pengajuan kebeiatan teiladap keputusan pejabat yang beiwenang teiladap
pembangunan yang dianggap tidak sesuai dengan iencana tata iuang.

Pasal !!¯
Peian masyaiakat dalam penataan iuang dapat disampaikan secaia langsung
dan/atau teitulis, kepada:
a. menteii/pimpinan lembaga pemeiintal nonkementeiian teikait dengan
penataan iuang;
b. cubeinui; dan
c. Iupati atau Walikota.

Pasal .










- uu -




Pasal !!S
(!) Peian masyaiakat dalam penataan iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita dapat
disampaikan secaia lisan dan/atau teitulis secaia individu dan/atau
beikelompok sepeiti desa pekiaman dan/atau oiganisasi kemasyaiakatan
lokal lainnya.
(2) Peian masyaiakat dapat disampaikan kepada:
a. menteii/pimpinan lembaga pemeiintal non kementeiian teikait dengan
penataan iuang;
b. cubeinui; dan/atau
c. Iupati atau Walikota.
(?) Peian masyaiakat juga dapat disampaikan kepada atau melalui unit keija
yang beiada pada kementeiian/lembaga pemeiintal non kementeiian teikait
dengan penataan iuang, pemeiintal piovinsi, dan pemeiintal kabupaten/
kota.

Pasal !!u
Pelaksanaan tata caia peian masyaiakat dalam penataan iuang Lawasan
Peikotaan 8aibagita dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-
undangan.

Pasal !2u
Dalam iangka meningkatkan peian masyaiakat, Pemeiintal Daeial di Lawasan
Peikotaan 8aibagita membangun sistem iníoimasi dan dokumentasi penataan
iuang yang dapat diakses dengan mudal olel masyaiakat.

IAI IX
LI1IN1LAN PIkAIIHAN

Pasal !2!
Dengan beilakunya Peiatuian Piesiden ini, maka:
a. ketentuan dalam peiatuian daeial tentang iencana tata iuang wilayal
piovinsi, peiatuian daeial tentang iencana tata iuang wilayal kabupaten/
kota .










- u! -




kota, dan peiatuian daeial tentang iencana iinci tata iuang beseita peiatuian
zonasi yang telal ada dinyatakan tetap beilaku sepanjang tidak beitentangan
dengan Peiatuian Piesiden ini; dan
b. peiatuian daeial tentang iencana tata iuang wilayal piovinsi, peiatuian
daeial tentang iencana tata iuang wilayal kabupaten/kota, dan peiatuian
daeial tentang iencana iinci tata iuang beseita peiatuian zonasi yang
beitentangan dengan Peiatuian Piesiden ini laius disesuaikan paling lambat
dalam waktu 5 (lima) talun teilitung sejak Peiatuian Piesiden ini ditetapkan.

Pasal !22
(!) Dengan beilakunya Peiatuian Piesiden ini, maka:
a. izin pemaníaatan iuang pada masing-masing daeial yang telal
dikeluaikan dan telal sesuai dengan ketentuan Peiatuian Piesiden ini
tetap beilaku sesuai dengan masa beilakunya;
b. izin pemaníaatan iuang yang telal dikeluaikan tetapi tidak sesuai
dengan ketentuan Peiatuian Piesiden ini:
!. untuk yang belum dilaksanakan pembangunannya, izin teikait
disesuaikan dengan íungsi kawasan dalam iencana iinci tata iuang
yang ditetapkan olel pemeiintal daeial beidasaikan Peiatuian
Piesiden ini;
2. untuk yang sudal dilaksanakan pembangunannya, pemaníaatan
iuang dilakukan sampai izin teikait labis masa beilakunya dan
dilakukan penyesuaian dengan meneiapkan iekayasa teknis sesuai
dengan íungsi kawasan dalam iencana iinci tata iuang dan
peiatuian zonasi yang ditetapkan olel pemeiintal daeial
beidasaikan Peiatuian Piesiden ini; dan
?. untuk yang sudal dilaksanakan pembangunannya dan tidak
memungkinkan untuk meneiapkan iekayasa teknis sesuai dengan

íungsi .










- u2 -




íungsi kawasan dalam iencana iinci tata iuang dan peiatuian zonasi
yang ditetapkan olel pemeiintal daeial beidasaikan Peiatuian
Piesiden ini, atas izin yang telal diteibitkan dapat dibatalkan dan
teiladap keiugian yang timbul sebagai akibat pembatalan izin
teisebut dapat dibeiikan penggantian sesuai dengan ketentuan
peiatuian peiundang-undangan.
c. pemaníaatan iuang yang izinnya sudal labis dan tidak sesuai dengan
Peiatuian Piesiden ini dilakukan penyesuaian dengan íungsi kawasan
dalam iencana iinci tata iuang dan peiatuian zonasi yang ditetapkan
olel pemeiintal daeial beidasaikan Peiatuian Piesiden ini;
d. pemaníaatan iuang di Lawasan Peikotaan 8aibagita yang
diselenggaiakan tanpa izin ditentukan sebagai beiikut:
!. yang beitentangan dengan ketentuan Peiatuian Piesiden ini,
pemaníaatan iuang yang beisangkutan diteitibkan dan disesuaikan
dengan íungsi kawasan dalam iencana iinci tata iuang dan
peiatuian zonasi yang ditetapkan olel pemeiintal daeial
beidasaikan Peiatuian Piesiden ini; dan
2. yang sesuai dengan ketentuan Peiatuian Piesiden ini, dipeicepat
untuk mendapatkan izin yang dipeilukan.
e. masyaiakat yang menguasai tanalnya beidasaikan lak adat dan/atau
lak-lak atas tanal sesuai dengan ketentuan peiatuian peiundang-
undangan, yang kaiena iencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita
ini pemaníaatannya tidak sesuai lagi, maka penyelesaiannya diatui sesuai
dengan ketentuan peiatuian peiundang-undangan.
(2) 8epanjang iencana tata iuang wilayal dan/atau iencana iinci tata iuang
beiikut peiatuian zonasi piovinsi dan kabupaten/kota di Lawasan Peikotaan
8aibagita belum disesuaikan dengan Peiatuian Piesiden ini, digunakan
iencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita sebagai acuan pembeiian
izin pemaníaatan iuang.

IAI .










- u? -





IAI X
LI1IN1LAN PINL1LP

Pasal !2?
(!) }angka waktu iencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita adalal sejak
ditetapkannya Peiatuian Piesiden ini sampai dengan beiakliinya jangka
waktu kencana 1ata kuang Wilayal Nasional sebagaimana diatui dalam
Peiatuian Pemeiintal Nomoi 20 1alun 2uuS tentang kencana 1ata kuang
Wilayal Nasional.
(2) Peninjauan kembali iencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita
dilakukan ! (satu) kali dalam 5 (lima) talun.
(?) Peninjauan kembali iencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita dapat
dilakukan lebil daii ! (satu) kali dalam 5 (lima) talun:
a. dalam kondisi lingkungan stiategis teitentu yang beikaitan dengan
bencana alam skala besai yang ditetapkan dengan peiatuian peiundang-
undangan;
b. dalam kondisi lingkungan stiategis teitentu yang beikaitan dengan batas
teiitoiial negaia yang ditetapkan dengan undang-undang;
c. dalam kondisi lingkungan stiategis teitentu yang beikaitan dengan batas
wilayal daeial yang teimasuk dalam Lawasan Peikotaan 8aibagita yang
ditetapkan dengan peiatuian peiundang-undangan; dan/atau
d. apabila teijadi peiubalan kencana 1ata kuang Wilayal Nasional yang
teikait dengan iencana tata iuang Lawasan Peikotaan 8aibagita.



Pasal .











- u1 -




Pasal !21
Peiatuian Piesiden ini mulai beilaku pada tanggal ditetapkan.


Ditetapkan di }akaita
pada tanggal 2¯ }uli 2u!!
PkI8IDIN kIPLIIIL INDONI8IA,
ttd.
Dk. H. 8L8IIO IAMIANc YLDHOYONO


8alinan sesuai dengan aslinya
8ILkI1AkIA1 LAIINI1 kI
Deputi Iidang Peiekonomian,




ketno Pudji Iudi Astuti

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->