P. 1
Makalah Stratifikasi Sosial

Makalah Stratifikasi Sosial

|Views: 126|Likes:
Published by Iin Agustian
SMAN 3 Benteng
SMAN 3 Benteng

More info:

Published by: Iin Agustian on Aug 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masyarakat manusia terdiri dari beragam kelompok-kelompok orang yang ciri-ciri pembedanya bisa berupa warna kulit, tinggi badan, jenis kelamin, umur, tempat tinggal, kepercayaan agama atau politik, pendapatan atau pendidikan. Pembedaan ini sering kali dilakukan bahkan mungkin diperlukan. Semua manusia dilahirkan sama seperti yang selama ini kita tahu, melalui pendapat para orang-orang bijak dan orang tua kita atau bahkan orang terdekat kita. Pendapat demikian ternyata tidak lebih dari omong kosong belaka yang selalu ditanamkan kepada setiap orang entah untuk apa mereka selalu menanamkan hal ini kepada kita. Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari, kenyataan itu adalah ketidaksamaan. Beberapa pendapat sosiologis mengatakan dalam semua masyarakat dijumpai ketidaksamaan di berbagai bidang misalnya saja dalam dimensi ekonomi: sebagian anggota masyarakat mempunyai kekayaan yang berlimpah dan kesejahteraan hidupnya terjamin, sedangkan sisanya miskin dan hidup dalam kondisi yang jauh dari sejahtera. Dalam dimensi yang lain misalnya kekuasaan: sebagian orang mempunyai kekuasaan, sedangkan yang lain dikuasai. Suka atau tidak suka inilah realitas masyarakat, setidaknya realitas yang hanya bisa ditangkap oleh panca indera dan kemampuan berpikir manusia. Pembedaan anggota masyarakat ini dalam kita sosiologi melihat dinamakan startifikasi sosial. Seringkali dalam pengalaman sehari-hari fenomena sosial seperti seseorang yang tadinya mempunyai status tertentu di kemudian hari memperoleh status yang lebih tinggi dari pada status sebelumnya. Hal demikian disebut mobilitas sosial. Sistem Stratifikasi diatas tadi menuruf sifatnya dapat digolongkan menjadi yang disebutkan straifikasi terbuka dan stratifikasi tertutup, contoh merupakan contoh

dari stratifikasi terbuka dimana

mobilitas sosial dimungkinkan. Suatu sistem stratifikasi dinamakan

argumentasi ketidaksamaan ini yang kemudian berubah menjadi ketidakadilan. mendominasi merupakan Berbagai macam dan sumber didominasi. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Sebab-sebab terjadinya stratifikasi sosial. 4. Perbedaan yang terlihat di dalam masyarakat implikasinya kehidupan sehari-hari.tertutup manakala setiap anggota masyarakat tetap pada status yang sama dengan orang tuanya. Oleh karena itu penulis tertarik dengan mengangkat fenomena yang terjadi di lapisan masyarakat yaitu Pengaruh Stratifikasi Sosial Terhadap Masyarakat. Hal ini telah menarik para perintis sosiologi awal untuk memperhatikan diferensiasi sosial. . 3.hak istimewa dalam masyarakat yang pada dasarnya hak istimewa tersebut merupakan hasil dari rampasan dan penguasaan secara paksa oleh yang satu terhadap yang lainya. Sifat stratifikasi sosial. yang ternyata juga memiliki berbagai macam termasuk juga dalam stratifikasi sosial. pun yang diajukan pada guna akhirnya menjelaskan dari ketidaksamaan di dalam masyarakat. Macam-macam stratifikasi sosial. Berdasarkan hal tersebut maka diferensiasi sosial yang tidak hanya berarti peningkatan perbedaan status secara horizontal maupun vertical. B. bisa lebih tinggi atau lebih rendah. pendidikan dan pekerjaan misalnya adalah salah satu faktor yang mungkin dapat meyebabkan perpindahan status ini. Perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat sejak jaman perbudakan sampai revolusi industri hingga sekarang secara mendasar dan menyeluruh telah memperlihatakan pembagian kerja dalam masyarakat. Apa yang di maksud dengan stratifikasi sosial. sedangkan dinamakan terbuka karena setiap anggota masyarakat menduduki status berbeda dengan orang tuanya. Banyak sebab yang dapat memungkinkan individu atau kelompok berpindah status. 2. Status yang diperoleh kemudian menjadi kunci akses kesegala macam hak. Mobilitas Sosial yang disebut tadi berarti perpindahan status dalam stratifikasi sosial.

2. Hubungan pendidikan dengan stratifikasi sosial. 7. Tujuan Penulisan Adapun tujuan berikut: 1. Pandangan tentang stratifikasi sosial. 6. Untuk mengetahui sebab sebab terjadinya stratifikasi sosial. Mengetahui hubungan pendidikan dengan stratifikasi sosial. Untuk mengetahui dan memahami stratifikasi sosial. Mobilitas dalam stratifikasi sosial. 8. 7. C. Untuk mengetahui macam-macam stratifikasi sosial. 5. penyusunan makalah ini adalah sebagai . 3. 4. Mengetahui mobilitas dalam stratifikasi sosial. Unsur-unsur stratifikasi sosial. Mengetahui pandangan tentang stratifikasi sosial. Untuk mengetahui sifat stratifikasi sosial. Untuk mengetahui unsur-unsur stratifikasi sosial.5. 6. 8.

Senada dengan pengertian tersebut. Sebab Sebab Terjadinya Stratifiksasi Sosial Setiap masyarakat mempunyai sesuatu yang dihargai. Kata stratifikasi berasal dari bahasa latin yaitu stratum (jamaknya: strata) yang berarti lapisan atau tingkat masyarakat. dan penghargaan kekuasaan. kata sosial adalah sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat. Sorokin mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarki). Kata sosial Oxford Advanced Learner’s Dictionary. kekayaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. B. Sedangkan secara terminologi. Pengertian Stratifikasi Sosial Secara etimologi stratifikasi sosial berasal dari dua kata yaitu stratifikasi dan sosial. stratifikasi sosial artinya pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan. berasal dari kata social yang artinya concerning the organization of and relations between people and communities. Vander Zanden mendefinisikan. terhadap profesi. social stratification is a structured rangking of individuals and groups-their grading into horizontal layers or strata.BAB II PEMBAHASAN A. yang keaslian manusia dimiliki keanggotaan masyarakat membeda-bedakan sebagainya. bisa berupa kepandaian. hak-hak istimewa dan prestise. Selama sesuatu . Max Weber mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan dan prestise. stratifikasi adalah struktur tingkat individu dan kelompok yang digolongkan ke dalam lapisan-lapisan tertentu. Jadi. Sedangkan James W. Pitirim A. Tesaurus Bahasa Indonesia juga mengartikan dalam stratifikasi Kamus sebagai pelapisan atau penjenjangan.

maka mereka mempunyai kedudukan dan lapisan yang rendah. keturunan. angkatan bersenjata. Sedangkan tujuan stratifikasi sosial yang dalam terjadi dengan sengaja untuk kekuasaan dan bersama dilakukan pembagian wewenang yang resmi dalam organisasi-organisasi formal. Semakin banyak kepemilikan. jenis kelamin. dua tipe penyebab terjadinya stratifikasi sosial.tersebut. seorang sarjana lebih tinggi tingkatannya daripada seorang lulusan SMA. Ukuran ini banyak dijumpai pada pada masyarakat tradisional. Misalnya saja presiden. Beberapa kriteria yang menyebabkan terjadinya stratifikasi sosial adalah sebagai berikut. cara berpakaian. Sebaliknya bagi mereka yang hanya mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali. partai politik. 2. . semakin tinggi kedudukan atau lapisannya. sifat keaslian keanggotaan seseorang dalam masyarakat. Ada pertama. terjadi dengan sendirinya. 1. 3. Ukuran ilmu pengetahuan Seseorang yang memiliki derajat pendidikan yang tinggi menempati posisi teratas dalam masyarakat. pemerintah provinsi. pemerintah kabupaten. Ukuran kekayaan Seseorang yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam lapisan teratas. Misalnya usia. Biasanya mereka adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa. kecakapan masyarakat atau seseorang terhadap sesuatu yang dihargai. perkumpulan. Misalnya. mobil pribadi. kedua. perusahaan. seperti: pemerintahan. terjadi secara sengaja. dan sebagainya. Ukuran kehormatan Orang yang paling disegani dan dihormati biasanya mendapatkan tempat paling tinggi. menteri. Ukuran kekuasaan Seseorang yang memiliki wewenang terbesar menempati lapisan paling atas. Kekayaan tersebut dapat dilihat melalui ukuran rumah. Stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya disebabkan oleh faktorfaktor yang dibawa individu sejak lahir. pasti akan menimbulkan lapisan-lapisan dalam masyarakat. 4. hingga ketua RT.

Ukuran-ukuran diatas stratifikasi sosial masyarakat. maupun menstabilkan tidaklah bersifat limitatif. Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification) Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Seorang yang rendah tingkat pendidikannya dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dengan usaha yang gigih. 3. Stratifikasi Sosial Campuran menurunkan. 1. ukuran tersebut kadang menyebabkan terjadinya efek negatif karena ternyata bukan mutu ilmu pengetahuannya yang menjadi ukuran. Setiap orang memiliki kesempatan berusaha untuk menaikkan. baik vertikal maupun horizontal. Sifat Stratifikasi Sosial Menurut Soerjono Soekanto. atau sebaliknya. dan sistem pelapisan sosial campuran. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial. Dalam sistem ini. Masih banyak ukuran-ukuran lain yang dapat digunakan untuk menentukan .Akan tetapi. melainkan ukuran gelar kesarjanaannya. Contoh: Sistem kasta di India. Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih. sistem pelapisan sosial terbuka. 2. statusnya. pelapisan sosial dibedakan menjadi sistem pelapisan sosial tertutup. Contoh: Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya. Rasialis. satu-satunya kemungkinan untuk masuk pada status tinggi dan terhormat dalam masyarakat adalah karena kelahiran atau keturunan. Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification) Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas (perpindahan) dari satu lapisan ke lapisan sosial yang lain. C. Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana. dilihat dari sifatnya.

tertentu dari kebutuhan dasar. Menurut Gaetano Mosca. menengah. seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali. yaitu stratifikasi yang didasarkan pada kekuasaan seseorang dalam suatu masyarakat. Maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta. Misalnya. yaitu stratifikasi yang didasarkan pada penguasaan barang atau jasa. BPS selalu mengeluarkan batasan perbedaan pendapatan per kapita per tahun. yaitu: 1.34% (7. di dalam suatu masyarakat selalu terdapat dua kelas penduduk yaitu kelas yang menguasai dan kelas yang dikuasai. memonopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan yang diberikan oleh kekuasaan tersebut. didasarkan pembagian kehormatan dan Stratifikasi dalam bentuk ini membagi masyarakat ke dalam dua . masyarakat digolongkan menjadi beberapa kategori yaitu kategori kaya. Hal tersebut mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS). dan miskin. Di Indonesia.53% (6. namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh. pada tahun 2003 jumlah penduduk miskin tercatat meningkat dari 19. D. dan dibedakan antara wilayah pedesaan dengan perkotaan. Standar tersebut disebut dengan garis kemiskinan. yaitu stratifikasi status yang sosial. diatur dan dikendalikan oleh kelas yang pertama. ia memperoleh kedudukan rendah. 3. Hierarki Status pada (Status Hierarchies). Macam-Macam Stratifikasi Sosial Jeffris dan Ransford berpendapat bahwasanya stratifikasi sosial di dalam masyarakat terbagi menjadi tiga macam. kemiskinan adalah ketidakmampuan untuk memenuhi standar maupun makanan.Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Kelas pertama yang jumlahnya selalu lebih kecil bertugas menjalankan semua fungsi politik. Di Jawa Timur misalnya. Hierarki Kekuasaan (Power Hierarchies). Yang dimaksud dengan kekuasaan adalah kemampuan untuk mepengaruhi individu-individu lain dan mepengaruhi pmbuatan keputusan kolektif. 2. Hierarki Kelas (Class Hierarchies). baik makanan Menurut non BPS. Sedangkan kelas kedua yang jumlahnya jauh lebih besar.1 juta jiwa).8 juta jiwa) menjadi 20.

b. dan lain sebagainya. pekerjaan. misalnya sebagai dokter. Di Inggris pernah terjadi polemik ketika Pangeran Charles yang mewarisi tahta kerajaan Inggris memilih menikah dengan Putri Diana yang berasal dari kalangan rakyat biasa. yaitu kedudukan (status) dan peranan (role). Di lingkungan kerajaan yang berdarah biru lazimnya menganggap suatu hal yang menyimpang bila ada anggota keluarganya yang menikah dengan orang biasa. Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah. dan lain-lain. seorang kasta Brahmana juga akan memperolah kedudukan yang sama. usia. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan. Ascribed Status Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin. dan lain-lain. Kedudukan dan peranan merupakan dua unsur yang memiliki arti penting bagi sistem sosial. kedudukan seorang anak bangsawan adalah bangsawan pula. Kelompok masyarakat yang menduduki posisi terhormat biasanya memiliki gaya hidup yang eksklusif. suku. tingkat pendidikan. golongan. 1 Kedudukan (Status) Status sosial menurut Ralph Linton adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. keturunan.kelompok. yaitu kelompok masyarakat yang disegani atau terhormat dan kelompok masyarakat biasa. Unsur-Unsur Stratifiksi Sosial Stratifikasi sosial terdiri dari dua unsur. Achieved Status Achieved status adalah status sosial yang didapat seseorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Biasanya diwujudkan dalam bentuk pembatasan terhadap pergaulan erat dengan orang yang statusnya lebih rendah. buruh. Status pekerjaan. dosen. sangat menentukan . E. Contoh lainnya yaitu kedudukan laki-laki yang lebih tinggi daripada perempuan dalam suatu keluarga. kasta. Misalnya. ras. Ada tiga macam status sosial dalam masyarakat: a.

maka ia akan memiliki status yang lebih tinggi di masyarakat. sesepuh. 2. Peranan yang diharapkan (expected roles). ketua RT. Peran lebih menjurus pada fungsi seseorang dalam masyarakat. yaitu: a. misalnya peranan sebagai nenek. sebagainya. Seorang sarjana tentu dipandang lebih tinggi statusnya dari pada orang yang hanya lulus sekolah dasar. keduanya tak dapat dipisahkan karena satu dengan yang lainnya saling berhubungan. peranan dibedakan menjadi dua. yaitu peranan yang diperoleh atas keputusannya sendiri. kesalahan seseorang dalam beragama termasuk di dalamnya. dan sebagainya. yaitu peranan yang diperoleh secara otomatis. Berdasarkan pelaksanaannya. Peranan bawaan (ascribed roles). Peranan (Role) Sedangkan peran sosial merupakan aspek yang lebih dinamis dibandingkan dengan kedudukan. yaitu: a. Berdasarkan cara memperolehnya. Peranan pilihan (achieve roles). Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala ketua adat. Dalam hal ini. b. peranan sosial dapat dibedakan menjadi dua. Masyarakat menghendaki secernat-cermatnya dan peranan tersebut dilaksanakan tidak dapat ditawar dan harus . dan suku. Hal itu merupakan hasil dari usaha keras yang telah dilakukannya.status seseorang dalam masyarakat. Status sosial merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu dalam organisasi masyarakat. misalnya seseorang memutuskan untuk memilih Fakultas FISIP Ilmu Komunikasi di Universitas MUHAMMADIYAH Tangerang. Jika seseorang memiliki pengetahuan agama yang dalam. Meskipun demikian. anak. yaitu cara ideal dalam pelaksanaan peranan menurut penilaian masyarakat. c. Begitu juga dengan tingkat pendidikan yang telah ditempuh seseorang. bukan karena usaha. Assigned Status Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat.

karena peran dapat berfungsi sebagai. pewarisan tradisi. mobilitas sosial berarti perpindahan status dalam stratifikasi sosial. Suatu peranan dapat membimbing seseorang dalam berperilaku. Peranan yang disesuaikan (actual roles). Seseorang yang pandai berorganisasi dalam dunia politik dapat menaikkan statusnya melalui partisipasinya sebagai anggota DPR. Mobilitas Dalam Stratifikasi Sosial Dalam sosiologi. Menurut Haditono. Keempat. norma. memberi arah pada proses sosialisasi. dapat mempersatukan kelompok atau masyarakat. lembaga politik. nilai. yang dimaksud mobilitas sosial ialah perpindahan seseorang atau sekelompok orang dari kedudukan satu ke kedudukan yang lain. Contoh mengenai mobilitas sosial individu ialah perubahan status seseorang dari seorang tukang menjadi seorang dokter. yaitu cara bagaimana sebenarnya peranan tersebut dijalankan. Mobilitas vertikal mengacu pada mobilitas ke atas atau ke bawah dalam stratifikasi sosial. Melalui lembaga pendidikan seseorang dapat mengubah statusnya menjadi status yang lebih tinggi. Sedangkan melalui lembaga keagamaan. Adapun melalui organisasi ekonomi. b. pertama. F. organisasi bersenjata.dilaksanakan seperti yang telah ditentukan. yaitu angkatan pendidikan. dan organisasi ekonomi. diplomatik. perusahaan barang maupun jasa memberikan kesempatan seluas-luasnya . dan sebagainya. Misalnya. Bisa jadi status prajurit tersebut naik. untuk menaikkan statusnya. seseorang yang memiliki kedalaman agama dinilai lebih tinggi statusnya daripada yang tidak. Pitirim A. menghidupkan sistem pengendali dan kontrol sehingga dapat melestarikan kehidupan masyarakat. Ketiga. peranan hakim. Kedua. dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu. dan pengetahuan. bahkan memperoleh kekuasaan dan wewenang. kepercayaan. Sorokin menyatakan bahwa mobilitas sosial secara vertikal dapat dilakukan melalui beberapa hal. Dalam keadaan perang di mana setiap negara menghendaki kemenangan maka jasa seorang prajurit akan dihargai dalam masyarakat. lembaga keagamaan. Peranan ini pelaksanaannya lebih dinamis.

masyarakat tidak akan terangsang untuk menekuni pekerjaan-pekerjaan sulit atau pekerjaanpekerjaan yang membutuhkan proses yang lama dan mahal. Meskipun tingkat pendidikan sosial seseorang tidak bisa sepenuhnya diramalkan melalui kedudukan sosialnya. Hubungan Pendidikan Dengan Stratifikasi Sosial 1. Golongan Sosial dan Tingkat Pendidikan Menurut penelitian. G. Marx mengungkapkan merupakan bentuk penindasan suatu kelas tinggi kepada kelas yang lebih rendah.karena organisasi ini sifatnya relatif terbuka. terdapat korelasi yang tinggi antara kedudukan sosial seseorang dengan tingkat pendidikan yang ditempuhnya. para pemiliki sarana produksi (kelas atas) melakukan tekanan dan pemaksaan kontrol kepada kelas buruh yang posisinya lebih rendah. Para penganut pendekatan fungsionalis biasanya menganggap bahwa stratifikasi sosial merupakan hal yang penting bagi kelangsungan sistem sosial. namun pendidikan sosial yang tinggi sejalan dengan kedudukan . melainkan karena mereka masyarakat terpaksa menerima perbedaan karena sering mereka tidak memiliki bahwa kemampuan stratifikasi untuk sosial menentangnya. Sedangkan pendekatan konflik yang dipelopori Karl Marx berpandangan bahwa adanya pelapisan sosial bukan sebagai hasil dari konsensus (semua anggota masyarakat menyetujui dan membutuhkan hal itu). di dalam masyarakat kapitalis. H. Pandangan Tentang Stratifiksi Sosial Ada dua pendapat mengenai pentingnya keberadaan stratifikasi sosial. Menurutnya. Kingsley fungsionalis Davis dan Wilbert Moore. pelopor pendekatan demi menyatakan bahwa stratifikasi dibutuhkan bahwa timbulnya pelapisan sosial merupakan ulah kelompok elit masyarakat atas yang kelangsungan hidup masyarakat yang membutuhkan berbagai jenis pekerjaan. Hal tersebut bertolak belakang dengan penganut pendekatan konflik yang menyatakan berusaha mempertahankan dominasinya. Tanpa adanya stratifikasi ini.

Pendidikan dipandang sebagai sebuah kesempatan untuk beralih dari suatu golongan ke golongan tinggi. Siswa sendiri cenderung lebih memilih sekolah menengah umum daripada sekolah kejuruan. seseorang dapat melakukan perpindahan dari status rendah ke status tinggi maupun sebaliknya. Anak golongan rendah kebanyakan tidak melanjutkan studinya hingga ke perguruan tinggi. Hal tersebut terjadi karena faktor biaya pendidikan yang tergolong mahal.sosial yang tinggi pula. Menurut Beteille. pendidikannya di HIS . Mobilitas Sosial dan Pendidikan Dalam sistem stratifikasi sosial terbuka (opened social stratification). cenderung menyekolahkan anaknya di sekolah menengah Sedangkan orang tua yang memiliki keterbatasan keuangan. pendidikan merupakan sesuatu hal yang sangat berharga karena dapat memberikan akses untuk jabatan dengan bayaran yang lebih baik. tuanya mampu. Pada jaman penjajahan Belanda misalnya. 3. Banyak contoh yang dapat diamati tentang seseorang yang statusnya meningkat berkat orang yang mampu menyelesaikan pendidikan yang ditempuhnya. Sedangkan orang golongan tinggi cenderung menginginkan anaknya untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Dapat diduga bahwa sekolah kejuruan lebih banyak menampung siswa golongan rendah daripada golongan tinggi. Umumnya. cenderung memilih sekolah kejuruan bagi anaknya. Sekalipun sekolah kejuruan dapat memberikan jaminan yang lebih baik untuk langsung terjun di lapangan pekerjaan. Perpindahan status ini disebut dengan mobilitas sosial. Pendidikan secara merata memberi kesamaan dasar pendidikan dan mengurangi perbedaan antara golongan tinggi dan rendah. 2. anak-anak yang orang umum sebagai persiapan studi di universitas. Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk melakukan mobilitas yang lebih sosial tersebut. Golongan Sosial dan Jenis Pendidikan Golongan sosial juga menentukan jenis pendidikan yang dipilih oleh orang tua siswa. Karena itulah dapat timbul pendapat bahwasanya status sekolah umum lebih tinggi daripada sekolah kejuruan.

maka semakin besar peluangnya mendapatkan kedudukan yang baik dan masuk golongan sosial menengah atas. AMS (Algemene Middlebare School). belajar sungguh-sungguh sehingga kedudukannya Sebaliknya. Sekolah dapat membuka kesempatan untuk meningkatkan status sosial anak-anak golongan bawah. guru juga dapat menghambat proses apabila guru memandang rendah dan tidak mobilitas sosial yakin akan kemampuan anak-anak golongan bawah. Faktor sekolah.(Hollands-Indlandsche School) mempunyai harapan untuk menjadi pegawai dan mendapat kedudukan sosial yang terhormat. Terlebih jika ia berhasil lulus MULO (Meer Uitgebreid Lager Oderwijs). diajar oleh guru yang sama. Para guru dapat mendorong anak didiknya untuk meningkatkan status sosialnya melalui prestasi yang tinggi. . b. Guru tersebut juga dapat menjadi model mobilitas sosial berkat usahanya meningkat. atau perguruan tinggi. Faktor guru. a. ada juga beberapa faktor lain yang mempengaruhi mobilitas sosial di bidang pendidikan. Di samping itu. Di sekolah memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang sama. mempelajari buku yang sama. bahkan berpakaian seragam yang sama dengan anak golongan tinggi.

untuk jatuh dari lapisan yang atas ke lapisan di bawahnya. atau bagi mereka yang tidak beruntung. . setiap anggota masyarakat kesempatan mempunyai untuk berusaha dengan kecakapan sendiri naik lapisan. Selama dalam satu masyarakat ada sesuatu yang dihargai.BAB III PENUTUP A. baik gerak pindahnya itu ke atas atau kebawah. Saran Masyarakat diharapkan tidak bersifat tertutup. yang bersifat tertutup tidak memungkinkan dalam pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Sifat Sistem lapisan dalam masyarakat dapat tertutup dan dapat pula terbuka. dapat dibuat sebuah kesimpulan sebagai berikut: 1. Sistem lapisan dalam masyarakat dalam sosiologi dikenal dengan stratification pembedaan penduduk atau nasyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (secara hirarkis). Kesimpulan Setelah membahas dan memahami uraian di atas. B. Sistem lapisan dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya (dalam proses pertubuhan masyarakat itu) tetapi ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. 2. namun lebih bersifat terbuka dalam melakukan gerak sosial agar tercipta kehidupan sosial yang selaras tanpa adanya diskriminasi. dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan istilah socil adanya sistem lapisan dalam yang merupakan masyarakat. Sebaliknya di system terbuka.

E............ C................. i ii iii 1 2 3 4 4 6 7 8 F...... Kesimpulan . B.............................................................................. BAB I PENDAHULUAN A......................... Saran .................. Pandangan Tentang Stratifiksi Sosial .......DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ......................................... D.................................................................... Sebab Sebab Terjadinya Stratifiksasi Sosial ............ B.............. Pengertian Stratifikasi Sosial ....... 10 H................................................ BAB II PEMBAHASAN A.................................................. Rumusan Masalah ......................................................................... Tujuan Penulisan ..................... KATA PENGANTAR . Latar Belakang .................................................... B............................................... Mobilitas Dalam Stratifikasi Sosial .................................................. C............................................................. 11 BAB III PENUTUP A..... 10 G........................ 13 13 . Hubungan Pendidikan Dengan Stratifikasi Sosial ................................ DAFTAR ISI ............................................ Macam-Macam Stratifikasi Sosial ............................ Sifat Stratifikasi Sosial ........................ Unsur-Unsur Stratifiksi Sosial ............................

Akhir kata. keluarga. dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. tidak sedikit hambatan yang penyusun hadapi. Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin. Wb Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat-Nyalah maka penulis dapat menyelesaikan Makalah Sosiologi yang berjudul tentang “Pengaruh Stratifikasi Sosial Terhadap Masyarakat” ini dengan baik. Semoga materi dalam makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan. Dalam penyusunan materi makalah ini. dorongan dan bimbingan orang tua serta teman-teman. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat penulis ucapkan satu persatu. Wb. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan. penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Tak lupa pula sholawat dan salam terkirim kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Wassalamu’alaikum Wr. sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi alhamdulillah dapat teratasi walaupun masih belum sempurna. beserta sahabat yang telah memberikan petunjuk bagi umat-Nya untuk senantiasa melakukan hal terbaik dalam hidupnya dengan menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Penulis .

KRISNO 4. MELDA 3. YOSIN Guru Pembimbing : Sri Mala Dewi. LESMI FEBRIANTI 2. NETI 5.MAKALAH SOSIOLOGI PENGARUH STRATIFIKASI SOSIAL TERHADAP MASYARAKAT Oleh: 1. 12 Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun Ajaran 2013-2014 . S.Pd PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMA NEGERI 03 PONDOK KELAPA Jalan Raya Pasar Pedati Km.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->