P. 1
KEJAHATAN SEKSUAL

KEJAHATAN SEKSUAL

|Views: 192|Likes:
Published by Hafizah Fz
adsfdgf
adsfdgf

More info:

Published by: Hafizah Fz on Aug 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

PEMERIKSAAN KEDOKTERAN FORENSIK PADA KORBAN KEJAHATAN SEKSUAL

OLEH

dr. Iwan Aflanie, M. Kes, Sp.F

Kejahatan seksual (sexual offences), sebagai

salah satu bentuk dari kejahatan yang menyangkut tubuh, kesehatan dan nyawa manusia  mempunyai kaitan yang erat dengan Ilmu Kedokteran. Khususnya Ilmu Kedokteran Forensik; yaitu di dalam upaya pembuktian bahwa kejahatan tersebut memang telah terjadi.

.

.

KEJAHATAN SEKSUAL  DELIK KESUSILAAN • MERUPAKAN PERKARA HUKUM YANG MENYANGKUT KEJAHATAN SUSILA • DAPAT MEMPENGARUHI KESEHATAN FISIK. PSIKIS. BAHKAN HILANGNYA NYAWA SESEORANG .

KEJAHATAN SUSILA/SEKSUAL PRIA WANITA AKTIFITAS SEKSUAL ( mengandung unsur pelanggaran hukum ) Dapat dengan atau tanpa pemaksaan fisik/psikis .

baik telah terjadi persetubuhan ataupun tidak.KEKERASAN SEKSUAL Setiap penyerangan yang bersifat seksual terhadap perempuan. tanpa memperdulikan hubungan antara pelaku dengan korban .

Kekerasan seksual .

dengan atau tanpa terjadinya persetubuhan dikategorikan sebagai kekerasan seksual. • Setiap penyerangan dengan motivasi seksual terhadap perempuan. .KEKERASAN SEKSUAL • Pemaksaan pada kejahatan susila dapat berupa kekerasan fisik maupun berupa ancaman kekerasan.

lemah tak berdaya akibat sakit • Membawa dampak psikologis di kemudian hari .KEJAHATAN SEKSUAL TANPA PEMAKSAAN • Pada umumnya dilakukan dengan bujukan/akal-akalan • Banyak terjadi pada wanita yg belum/tidak mempunyai penalaran yang baik. mis. di bawah umur.

maka kejahatan ini dikategorikan sebagai PERCABULAN ( KUHP ps 289 ) .KEJAHATAN SEKSUAL DG PAKSAAN • Dikategorikan sebagai PERKOSAAN ( KUHP ps 285 ) • Harus memenuhi unsur adanya : – kekerasan/ancaman kekerasan – Persetubuhan – pelaku dan korban bukan suami-istri • Jika salah satu unsur ini tidak ada.

termasuk: Pemaksaan seksual menyimpang suami pada istri Kasus pedofili Sesama jenis dengan paksaan Kurangnya unsur dugaan perkosaan • • • • .PERBUATAN CABUL Segala perbuatan yg sengaja dilakukan untuk membangkitkan dan memuaskan birahi.

SEBAGAI PEMBANDING AKTIFITAS SEKSUAL SUKA SAMA SUKA – Pria dengan wanita dewasa asuhannya ( KUHP ps 294 ) – Melakukan gendak ( KUHP ps 284 ) – Berakibat si wanita mengalami luka atau bahkan wafat ( KUHP ps 288. 291 ) – Sesama jenis yang salah satu pasangannya belum dewasa ( KUHP ps 292 ) .

BUKTI ADANYA PERSETUBUHAN PADA KEKERASAN SEKSUAL Perlu dilakukan pemeriksaan ginekologis untuk: .Menemukan tanda kekerasan pada vulva seperti hematom.dll .Menemukan ejakulat (sperma) sebagai tanda pasti persetubuhan dengan swab vagina . lecet. robekan.Membuktikan adanya tanda penetrasi. umumnya deflorasi hymen pada kasus kekerasan seksual pada lokasi jam 5 – 7 sampai dasar .

Tes antigen spesifik prostat (PSA) . .Tes asam fosfatase .Ditemukannya spermatozoa secara mikroskopik.Pemeriksaan Laboratorium .

dapat berupa memar. mulut. bahu. leher • Memar pd bagian dalam paha dan ano-genital • Darah korban: positif substansi memingsankan .BUKTI ADANYA KEKERASAN • Ditemukan luka tanda perlawanan. dada • Bekas kuku sering ditemukan di sekitar pergelangan tangan. bekas gigitan • Tak jarang ditemukan jejas jerat pada pergelangan tangan dan kaki • Lokasi bekas gigitan umumnya di sekitar bibir. leher. luka lecet bekas kuku.

lecet.PEMBUKTIAN ANAL-ORAL SEKS • Pada kekerasan anal-seks. dapat dibuktikan jika ditemukan ejakulat pada pemeriksaan lendir mulut. . mis robek. jika diperiksa colok dubur tidak terasa adanya tahanan • Ditemukan ejakulat pd swab distal rektum • Pada kekerasan oral-seks. memar pada mukosa • Pada yang sudah sering/berulang melakukan maka spinkter ani rusak dan anus-rektum berbentuk corong. spinkter ani dapat mengalami perlukaan.

Menurut KUHAP telah berusia 15 tahun .I/1974 telah berusia 16 tahun .PANTAS DIKAWIN • Pelaku kejahatan kesusilaan dapat dituntut hukuman berganda bila korbannya masih di bawah umur.Siap secara medis ( sudah mendapat haid ) .Menurut UU Perkawinan No. • Cukup umur atau di bawah umur di rangkum dalam istilah hukum PANTAS DIKAWIN. • Seorang wanita pantas dikawin bila: .

• Rambut pelaku sering tertinggal pada TKP maupun tubuh korban • Kemudian dilakukan pelacakan dengan lacak medik. mis mikroskopis bentuk rambut dan lacak DNA . biasanya berupa serpihan kulit dan bercak darah yang tertinggal pada sela kuku jari korban saat mencakar.MELACAK PELAKU • Dapat dilakukan dengan menemukan benda biologis pelaku.

KEDEWASAAN SECARA MEDIS • • • • Gigi molar II tumbuh pada sekitar usia 12 tahun Gigi molar III tumbuh pada sekitar usia 17 – 25 tahun Haid pertama rata-rata terjadi pada usia 12 tahun Munculnya tanda kelamin sekunder mulai pada sekitar usia 12 – 15 tahun .

DNA. ditekan dengan pengoles yang dibasahi air steril Golongan darah dan profil DNA 5 – 10 ml darah vena di daerah fossa antecubital Kuantitatif analisa obat dan alkohol Minimal 5. partikel dan serat D. diambil dengan bahan kering lubrikan Bila kering. darah dan DNA. Deteksi semen. 10 – 25 rambut yang di cabut dengan tangan sampai ke akarnya Pengambilan spesimen Kulit Darah (EDTA) Urine preservatif Na flourida dan K oksalat Urine preservative Na flourida Swab vulva Deteksi saliva.10 darah vena dari daerah fossa antecubiti Kuantitatif analisa obat dan alkohol A. gunakan pengoles yang sudah dibasahi air hubung melalui vagina steril Deteksi saliva dan analisa DNA B. Rambut yang menggumpal karena adanya secret C. Jika basah. DNA dari akar rambut sebagai contoh referensi (bukan rambut pubis) Metode A. Mendeteksi rambut asing. 10 -25 rambut dipotong dekat akar diberbagai lokasi kepala B. Swab vagina bawah Swab vagina atas Swab endoservikal Swab anal eksternal Deteksi semen dan analisa DNA jika hubungan seksual terjadi kurang dari 7 hari atau 3 hari pada hubungan anal Deteksi semen dan analisa DNA jika hubungan seksual terjadi kurang dari 7 hari atau 3 hari pada hubungan anal Deteksi semen dan analisa DNA bila hubungan seksual lebih dari 48 jam saat pemeriksaan Deteksi semen dan DNA jika hubungan secara anal kurang dari 3 hari Masukkan pengoles kering pada vagina bawah Menggunakan spekulum unlibrikasi atau batang kapas Menggunakan spekulum unlibrikasi Swab daerah tengah anal dan kulit disekitarnya . digunakan pengoles kering yang diusapkan terjadi ejakulasi pada perineum atau diseluruh daerah vulva Jika kering. feses. Deteksi semen dan analisa DNA jika Jika basah. lubrikan dll C. semen.Bahan Rambut Alasan pemeriksaan A. Sisir khusus D. Pembanding dengan rambut lain B.

perhatikan juga apakah korban telah cukup umur atau belum. gigitan. bekas pukulan dan sebagainya. bercak pada kain.Secara ringkas tindakan pada kasus atau disangka kasus perkosaan atau perzinahan yang dapat dilakukan adalah : •Perhatikan apakah korban memerlukan pertolongan pertama akibat kekerasan yang dideritanya. hal ini untuk mengawasi dan mencari tanda-tanda kehamilan akibat persetubuhan yang diduga. •Perhatikan caranya mengundang gairah. sprei dan lain-lain •Perhatikan sikap korban. berpakaian dan berhias. •Amankan tempat kejadian dan barang-barang bukti •Kumpulkan barang bukti sebaik-baiknya seperti noda darah. adakah berlebihan atau •Kirimkan korban/tersangka korban ke rumah sakit pemerintah dengan formulir visum et repertum tanpa diperkenankan membersihkan badan dahulu. gelisah. . apakah takut. korban diantar oleh polisi •Jelaskan kepada ahli kebidanan atau dokter yang bertugas tentang maksud pemeriksaan ini. •Bila dipandang perlu maka korban dapat diisolasi dan diobservasi dirumah sakit selama 8 minggu dengan pengawasan ketat dan tidak boleh ditemui seorangpun atau berhubungan dengan tamu atau keluarga. celana. tanda-tanda kekerasan •Perhatikan apakah pada tubuh korban terdapat misalnya bekas kuku. atau tenang-tenang saja. . malu.

status emosi tampak depresi.CONTOH KESIMPULAN VISUM ET REPERTUM KASUS KEKERASAN SEKSUAL • Telah diperiksa seorang wanita. keadaan umum lemah. terdapat luka-luka memar akibat kekerasan tumpul di bagian dalam paha serta bekas gigitan pada pipi dan leher. • Ditemukan cairan dan sel mani pada apusan liang senggama . umur lebih dari 25 tahun. terdapat memar pada bagian luar kelamin. belum pernah melahirkan. robekan selaput dara jam 5-7 hingga dasar. acak-acakan.

menurut keterangannya (atau dari polisi pengantar) berumur …. tidak terdapat di bawah pengaruh alkohol/obat bius/pbat tidur. kuman penyakit kelamin ada/tidak. sel mani positif/negatif dalam sediaan apusan pintu liang senggama/liang senggama/mulut rahim. pada jam….. belum / sudah kawin dan belum / sudah pernah bersalin dalam keadaan emosional/tenang/sedih dan menangis. tidak terdapat/terdapat luka di… yang disebebabkan oleh kekerasan…. tahun. ditemukan tanda kehamilan/tidak.CONTOH KESIMPULAN VISUM ET REPERTUM KASUS KEKERASAN SEKSUAL • Telah diperiksa seorang wanita dewasa. . selaput dara utuh robek baru/lama di bagian…. tanda sek sekunder berkembang/belum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->