P. 1
makalah adat jawa

makalah adat jawa

|Views: 172|Likes:
school
school

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Maiisurina Muthiaranii on Aug 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2016

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Assalamu‟alaikum wr.wb Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat kepada saya dalam menyelesaikan susunan makalah ini. Shalawat serta salam terlimpah kepada nabi besar kita Muhammad SAW. Tujuan utama pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari bidang studi Seni Budaya yang membahas tentang „Adat Istiadat Daerah „, tujuan selanjutnya untuk para pembaca agar lebih paham dan mengetahui lagi aneka keragaman adat istiadat di indonesia dari berbagai daerah yang berbeda. Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari teknik penulisan maupun pembahasannya. Tidak lupa penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun dan menjadikan suatu motivasi dalam penulisan makalah ini. Semoga bermanfaat bagi diri penulis maupun masyarakat pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, begitu kata pepatah. Tak ada sesuatu yang tiada cela. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, dan tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Wassalamu‟alaikum wr.wb

Penulis

Maisurina Muthiarani

Adapun makna dan maksud benda-benda tersebut adalah : a. tata upacara pernikahan adat Jawa adalah sebagai berikut : 1. maka sebulan sebelum akad nikah. berupa cincin. melalui acara-acara sebagai berikut : 1. baik oleh pihak laki-laki maupun perempuan. makanan tradisional. Menurut Sumarsono (2007). 1. c. Perhiasan yang terbuat dari emas. dan minum jamu Jawa agar tubuh ideal dan singset. Seperangkat busana putri bermakna masing-masing pihak harus pandai menyimpan rahasia terhadap orang lain. Babak II (Tahap Kesaksian) Babak ini merupakan peneguhan pembicaaan yang disaksikan oleh pihak ketiga. Srah-srahan Yaitu menyerahkan seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan pelaksanaan acara sampai hajat berakhir. daun sirih dan uang. . yaitu warga kerabat dan atau para sesepuh di kanan-kiri tempat tinggalnya. yaitu pengurutan perut untuk menempatkan rahim dalam posisi yang tepat agar dalam persetubuhan pertama memperoleh keturunan. mulai dari pembicaraan pertama sampai tingkat melamar dan menentukan hari penentuan (gethok dina). buahbuahan. Hal ini dikenal dengan istilah diulik. seperangkat busana putri. Guna melakukan prosesi pernikahan. orang Jawa selalu mencari hari baik. ada beberapa prosesi yang harus dilakukan. maka perlu dimintakan pertimbangan dari ahli penghitungan hari baik berdasarkan patokan Primbon Jawa. intan dan berlian mengandung makna agar calon pengantin putri selalu berusaha untuk tetap bersinar dan tidak membuat kecewa. b. secara fisik calon pengantin perempuan disiapkan untuk menjalani hidup pernikahan.Tata Cara Upacara Adat Pernikahan Jawa Timur Pernikahan adalah suatu rangkaian upacara yang dilakukan sepasang kekasih untuk menghalalkan semua perbuatan yang berhubungan dengan kehidupan suami-istri guna membentuk suatu keluarga dan meneruskan garis keturunan. Cincin emas yang dibuat bulat tidak ada putusnya. Untuk itu diadakan simbol-simbol barang-barang yang mempunyai arti dan makna khusus. Babak I (Tahap Pembicaraan) Yaitu tahap pembicaraan antara pihak yang akan punya hajat mantu dengan pihak calon besan.Setelah ditemukan hari baik. maknanya agar cinta mereka abadi tidak terputus sepanjang hidup. dengan cara diurut perutnya dan diberi jamu oleh ahlinya. Sebelum pernikahan dilakukan.1.

bertepatan. dan sesudah hajatan. 2. Beras ketan sebelum dimasak hambur. tanggal. 2. menjadi lengket. jenang. handai taulan. Kumbakarnan Pertemuan membentuk panitia hajatan mantu. biasanya dimintakan saran kepada orang yang ahli dalam perhitungan Jawa. Gethok dina Menetapkan kepastian hari untuk ijab qobul dan resepsi. Peningsetan Lambang kuatnya ikatan pembicaraan untuk mewujudkan dua kesatuan yang ditandai dengan tukar cincin antara kedua calon pengantin. Buah-buahan bermakna penuh harap agar cinta mereka menghasilkan buah kasih yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. 4. e. 1. Untuk mencari hari. Daun sirih Daun ini muka dan punggungnya berbeda rupa. Hal ini bermakna satu hati. 1. keluarga. lapis. pemberitahuan dan permohonan bantuan kepada sanak saudara. . tetapi setelah dimasak. semoga cinta kedua calon pengantin selalu lengket selama-lamanya. Makanan tradisional terdiri dari jadah. tetangga. dengan cara : a. b.d. adanya rincian program kerja untuk panitia dan para pelaksana. berbulat tekad tanpa harus mengorbankan perbedaan. dan kenalan. tetapi kalau digigit sama rasanya. semuanya terbuat dari beras ketan. Begitu pula harapan yang tersirat. Asok tukon Hakikatnya adalah penyerahan dana berupa sejumlah uang untuk membantu meringankan keuangan kepada keluarga pengantin putri. Sedhahan Yaitu cara mulai merakit sampai membagi undangan. 3. wajik. yang akan punya hajat mengundang para sesepuh dan sanak saudara untuk membentuk panitia guna melaksanakan kegiatan acara-acara pada waktu sebelum. f. bulan. Babak III (Tahap Siaga) Pada tahap ini.

kolak ketan dan apem. kanthil dan mawar merah putih. artinya memberi tanda di Kantor Pencatatan Sipil akan ada hajatan mantu. yaitu : 1. 2. Jika pawiwahan telah selesai. Jenggolan atau Jonggolan Saatnya calon pengantin sekalian melapor ke KUA (tempat domisili calon pengantin putri). Nanas dua buah. Bambu aur untuk penusuk (sujen). untuk hiasan. e. Ada beberapa acara dalam tahap ini. Tata cara ini sering disebut tandhakan atau tandhan. secukupnya. dengan cara ijab. c. ± 4 pelepah. Daun-daunan: daun kemuning. Pasang tratag dan tarub Pemasangan tratag yang dilanjutnya dengan pasang tarub digunakan sebagai tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu dirumah yang bersangkutan. dan kadang disertai dengan ubarampe berupa nasi uduk (nasi gurih). Barang-barang untuk kembar mayang adalah : a. daun apa-apa. d. f. 3. 1. Biasanya diberi alas dari tabung yang terbuat dari kuningan. Bunga melati. 3. lambang kebahagiaan dan keselamatan. nasi asahan. b. Adapun ciri kahs tarub adalah dominasi hiasan daun kelapa muda (janur). mencukupi segala kerepotan dan keperluan selama hajatan. Pasang tuwuhan (pasren) . daun girang dan daun andong. g. pilih yang sudah masak dan sama besarnya. Babak IV (Tahap Rangkaian Upacara) Tahap ini bertujuan untuk menciptakan nuansa bahwa hajatan mantu sudah tiba. Kembar mayang Berasal dari kata kembar artinya sama dan œmayang artinya bunga pohon jambe atau sering disebut Sekar Kalpataru Dewandaru. Batang pisang. beringin beserta ranting-rantingnya. nasi golong. Kelapa muda dua buah. Bawahnya dibuat rata atau datar agar kalau diletakkan tidak terguling dan air tidak tumpah. Tarub dibuat menjelang acara inti. Janur kuning. sungai atau laut dengan maksud agar pengantin selalu ingat asal muasal hidup ini yaitu dari bapak dan ibu sebagai perantara Tuhan Yang Maha Kuasa.c. hiasan warnawarni. dikupas kulitnya dan airnya jangan sampai tumpah. 2-3 potong. d. kembar mayang dilabuh atau dibuang di perempatan jalan. pemberitahuan tentang pelaksanaan hajatan serta telah selesainya pembuatan undangan.

semakin ringan kaki dan tangannya. tidak tengok kanan-kiri lagi. Cengkir gadhing Air kelapa muda (banyu degan). tenang tidak ada gangguan apa pun. Seuntai padi (pari sewuli) Melambangkan semakin berisi semakin merunduk. e. Daun kluwih Semoga hajatan tidak kekurangan sesuatu. Diharapkan semakin berbobot dan berlebih hidupnya. jika sudah mantap menentukan pilihan sebagai suami atau istri. f. b. Kembang setaman dibokor (bunga setaman yang ditanam di air dalam bokor) . Tuwuhan biasanya berupa tumbuh-tumbuhan yang masing-masing mempunyai makna : a. h. artinya harapan. adalah air suci bersih. d. Daun beringin dan ranting-rantingnya Diambil dari kata œinginâ. teduh. j. dan papan. jika mungkin malah dapat lebih (luwih) dari yang diperhitungkan. cita-cita atau keinginan yang didambakan mudah-mudahan selalu terlaksana. Janur Harapannya agar pengantin memperoleh nur atau cahaya terang dari Yang Maha Kuasa. Selalu pas. damai. Setundhun gedang raja suluhan (setandan pisang raja) Semoga kelak mempunyai sifat seperti raja hambeg para marta. mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. dengan lambang ini diharapkan cinta mereka tetap suci sampai akhir hayat. c. Daun dadap serep Berasal dari suku kata œrep artinya dingin. tetapi tidak pas-pasan. Tebu wulung watangan (batang tebu hitam) Kemantapan hati (anteping kalbu).Tuwuhan dipasang di pintu masuk menuju tempat duduk pengantin. i. dan selalu siap membantu sesama yang kekurangan. pangan. sejuk. g. Kembang lan woh kapas (bunga dan buah kapas) Harapannya agar kedua pengantin kelak tidak kekurangan sandang.

yaitu malam melepas masa lajang bagi kedua calon pengantin. Begitu air kendi habis. Saat akad nikah. 4. 6.calon pengantin mohon doa restu kepada kedua orangtuanya. tidak memakai subang atau giwang guna memperlihatkan keprihatinan mereka sehubungan dengan peristiwa menikahkan atau ngentasake anak. Adol dhawet Upacara ini dilaksanakan setelah siraman. ibu dari kedua pihak. lalu menjadi œmidodareni yang berarti membuat keadaan calon pengantin seperti bidadari. Dalam dunia pewayangan.calon mantu duduk di tikar pandan tempat siraman. Ijab qobul Peristiwa penting dalam hajatan mantu adalah ijab qobul dimana sepasang calon pengantin bersumpah di hadapan naib yang disaksikan wali. . Upacara ini mengandung harapan agar nanti pada saat upacara panggih dan resepsi. Dalam acara ini ada acara nyantrik untuk memastikan calon pengantin laki-laki akan hadir dalam akad nikah dan sebagai bukti bahwa keluarga calon pengantin perempuan benar-benar siap melakukan prosesi pernikahan di hari berikutnya. . nanging mecah pamore anakku wadon. orangtuanya dan beberapa wakil yang ditunjuk. Midodareni Midodareni adalah malam sebelum akad nikah. banyak tamu dan rezeki yang datang. 5. kepala. pinisepuh dan orang tua kedua belah pihak serta beberapa tamu undangan. Upacara panggih Adapun tata urutan upacara panggih adalah sebagai berikut : . Pembelinya adalah para tamu dengan uang pecahan genting (kreweng). Penjualnya adalah ibu calon pengantin putri yang dipayungi oleh bapak. Acara ini dilakukan di rumah calon pengantin perempuan.yang terakhir disiram dengan air kendi oleh bapak ibunya dengan mengucurkan ke muka. Babak V (Tahap Puncak Acara) 1. 1. kecantikan dan ketampanan calon pengantin diibaratkan seperti Dewi Kumaratih dan Dewa Kumajaya. kendi lalu dipecah sambil berkata Niat ingsun ora mecah kendi. 2. dan tubuh calon pengantin.calon pengatin disiram oleh pinisepuh. .Harapannya agar kehidupan kedua pengantin selalu cerah ibarat bunga di taman. Tahapan upacara siraman adalah sebagai berikut : . Siraman Ubarampe yang harus disiapkan berupa air bunga setaman. Midodareni berasal dari kata œwidodareni (bidadari). yaitu air yang diambil dari tujuh sumber mata air yang ditaburi bunga setaman yang terdiri dari mawar. melati dan kenanga.

Masuk ke pasangan Bermakna pengantin yang telah menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban. di sana dilangsungkan tata upacara adat Jawa. Maksudnya pengantin siap menghadapi tantangan hidup dengan semangat berani karena benar. g. dengan harapan semoga semua godaan akan hilang terkena lemparan itu. h. kaki kanan diduduki pengantin putra. Gantal Daun sirih digulung kecil diikat benang putih yang saling dilempar oleh masing-masing pengantin. b. Kacar-kucur . rasa dan karsa untuk mersama-sama mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan. artinya pantang menyerah atau pantang mundur. yaitu : i. Pengantin putri mencuci kaki pengantin putra Mencuci dengan air bunga setaman dengan makna semoga benih yang diturunkan bersih dari segala perbuatan yang kotor. Liron kembar mayang Saling tukar kembar mayang antar pengantin. Minum air degan Air ini dianggap sebagai lambang air hidup. air suci. bermakna menyatukan cipta. Dialog singkat antara Bapak dan Ibu pengantin putri berisi pernyataan bahwa masing-masing pengantin sudah seimbang. Setelah melalui tahap panggih. c. Di-kepyok dengan bunga warna-warni Mengandung harapan mudah-mudahan keluarga yang akan mereka bina dapat berkembang segala-galanya dan bahagia lahir batin. Ngidak endhog Pengantin putra menginjak telur ayam sampai pecah sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya. d. air mani (manikem). Sindur Sindur atau isin mundur. f.a. j. e. pengantin diantar duduk di sasana riengga. kaki kiri diduduki pengantin putri. Timbangan Bapak pengantin putri duduk diantara pasangan pengantin.

tumpeng tunggarana : agar selalu ingat kepada yang memberi hidup. . ibu yang sedang hamil tujuh bulan dimandikan dengan air kembang setaman.Pengantin putra mengucurkan penghasilan kepada pengantin putri berupa uang receh beserta kelengkapannya. Dalam upacara dulangan ada makna tutur adilinuwih (seribu nasihat yang adiluhung) dilambangkan dengan sembilan tumpeng yang bermakna : . berjongkok dengan sikap seperti orang menyembah. Caranya. . dan pada kehamilan pertama. Bermakna mohon doa restu. Hal ini mengandung kiasan laku memadu kasih diantara keduanya (simbol seksual). k. disertai dengan doa-doa khusus. . Tata Cara Pelaksanaan Upacara Tingkepan  Siraman dilakukan oleh sesepuh sebanyak tujuh orang.tumpeng sangga langit : berbakti kepada orang tua. Upacara Adat Saat Usia Kandungan 7 Bulan (Tingkepan) Upacara tingkepan disebut juga mitoni berasal dari kata pitu yang artinya tujuh. baru kemudian kepada bapak dan ibu pengantin putra.tumpeng kidang soka : menjadi besar dari kecil. . supaya suci lahir dan batin. mulai dari pengantin putri diikuti pengantin putra.tumpeng bedhah negara : bersatunya pria dan wanita. sehingga upacara mitoni dilakukan pada saat usia kehamilan tujuh bulan.tumpeng manggada : segala yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi. Sungkeman Sungkeman adalah ungkapan bakti kepada orang tua.tumpeng puput : berani mandiri. . air kendi tujuh mata air . . 3. Mengandung arti pengantin pria akan bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarganya. Setelah upacara siraman selesai. . Dulangan Antara pengantin putra dan putri saling menyuapi. menyentuh lutut orang tua pengantin perempuan. serta mohon doa restu.tumpeng pangruwat : berbaktilah kepada mertua.tumpeng pangapit : suka duka adalah wewenang Tuhan Yang Maha Esa. 2.tumpeng kesawa : nasihat agar rajin bekerja. . Dalam pelaksanaan upacara tingkepan.

yaitu berbahagia dan disegani karena kewibawaannya. Diharapkan dapat mikul dhuwur mendhem jero. setelah air dalam kendi habis.Udan riris. Kain putih sebagai dasar pakaian pertama. kendi dipecah. hal ini merupakan simbul harapan supaya bayi lahir dengan lancar. . artinya menjunjung harkat dan martabat orang tua serta mengharumkan nama baik keluarga. Petunjuk dan perlindungan dari Nya . Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang mukti wibawa. Maknanya agar anak menjadi orang yang sopan dan berbudi pekerti luhur. Maknanya agar anak memiliki rasa cinta kasih kepada sesama layaknya cinta kasih Rama dan Sinta pada rakyatnya. .Sidomukti. .” Sampai yang terakhir ke tujuh kali dengan kain sederhana di jawab “pantes. enak dipandang.Sidoluhur. dan menyenangkan siapa saja yang bergaul dengannya. yang melambangkan bahwa bayi yang akan dilahirkan adalah suci.Wahyu Tumurun Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu mendapat. .Truntum.Sido Asih Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang selalu di cintai dan dikasihi oleh sesama serta mempunyai sifat belas kasih .Semen romo. disertai kain putih. . . dan mendapatkan berkah dari Tuhan YME. Maknanya agar keluhuran budi orangtuanya menurun (tumaruntum) pada sang bayi. Berganti Nyamping sebanyak tujuh kali secara bergantian. Diiringi dengan pertanyaan sudah “pantas apa belum”. Maknanya agar anak memiliki kecerdasan bagai tajamnya parang dan memiliki ketangkasan bagai parang yang sedang dimainkan pesilat tangguh. sampai ganti enam kali dijawab oleh ibu-ibu yang hadir “belum pantas. Memasukkan telur ayam kampung ke dalam kain (sarung) calon ibu oleh suami melalui perut sampai pecah.” Adapun nyamping yang dipakaikan secara urut dan bergantian berjumlah tujuh dan diakhiri dengan motif yang paling sederhana sebagai berikut : – Sidoluhur – Sidomukti – Truntum – Wahyu Tumurun – Udan Riris – Sido Asih – Lasem sebagai Kain – Dringin sebagai Kemben Makna nyamping yang biasa dipakai secara berganti-ganti pada upacara mitoni mempunyai beberapa pilihan motif yang semuanya dapat dimaknai secara baik antara lain sebagai berikut : .Parangkusumo. Maknanya agar anak dapat membuat situasi yang menyegarkan. tanpa suatu halangan.dipergunakan untuk mencuci muka.

makanan kecil) . Tumpeng Kuat . dapat menghidupi keluarganya dan banyak amal.Jika suatu saat keluarga tersebut bahagia sejahtera dengan berbagai fasilitas atau kekayaan atau memiliki kedudukan maka hatinya tetap bersih tidak sombong atau congkak. dan berguna antar sesama. Setelah itu dilanjutkan dengan upacara jual dawet dan rujak. diterima (ditampani) oleh calon nenek. tanpa kesulitan. Pemutusan Lawe atau janur kuning yang dilingkarkan di perut calon ibu. termasuk bubur Procot. bermakna semoga anak dapat bergaul. 3.buah. Hidangan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan YME. Bermotif garis vertikal. pembayaran dengan pecahan genting (kreweng). Sebelumnya kelapa gading diteroboskan dari atas ke dalam kain yang dipakai calon ibu lewat perut. maknanya bayi yang akan dilahirkan nanti sehat dan kuat. Jajan Pasar. . Upacara memilih nasi kuning yang diletak di dalam takir sang suami. bermasyarakat. dengan maksud bahwa segala perilaku calon ibu senantiasa dilambari dengan hati bersih.. yang dibentuk bulat.Lasem. Mori dipakai sebagai busana dasar sebelum berganti-ganti nyamping. Calon nenek dari pihak calon ibu. terus ke bawah.Grompol. sehingga kebutuhan hidupnya tercukupi. Hasil penjualan dikumpulkan dalam kuali yang terbuat dari tanah liat. . Calon ayah memecah kelapa. syaratnya harus beli di pasar (Kue. Tujuh Macam Bubur. 2. tidak bercerai-berai akibat ketidakharmonisan keuarga (nggrompol : berkumpul). menggendong kelapa gading dengan ditemani oleh ibu besan.Cakar ayam. Bermotif garis horisontal. dengan maksud agar bayi dalam kandungan akan lahir dengan mudah. Maknanya agar anak yang dilahirkan banyak mendapat rejeki. dilakukan calon ayah menggunakan keris Brojol yang ujungnya diberi rempah kunir. seolah-olah seperti uang logam. serta senantiasa bertakwa kepada Tuhan YME. dengan memilih salah satu kelapa gading yang sudah digambari Kamajaya dan Kamaratih atau Harjuna dan Wara Sembodro atau Srikandi. maknanya agar bayi dapat lahir dengan mudah. Maknanya semoga keluarga tetap bersatu. telur ayam rebus dan lauk yang dihias). . yang disediakan dalam upacara Tingkepan antara lain : 1. bermakna semoga anak senantiasa bertakwa pada Tuhan YME. Kwali yang berisi uang kreweng dipecah di depan pintu.Dringin. (Tumpeng dengan Urab-urab tanpa cabe. Maknanya agar anak pandai mencari rezeki bagai ayam yang mencari makan dengan cakarnya karena rasa tanggung jawab atas kehidupan anak-anaknya. syukur bisa kaya dan berlebihan.

Bahan bahan tersebut untuk lambaran waktu siraman.00 sampai dengan pukul 11. dihidangkan sebaik-baiknya supaya rujaknya enak. daun alang-alang. Di atasnya ditutup lagi dengan bangun tolak. Keleman Semacam umbi-umbian. dan menjadi anak yang cerdas.00-16. 7. 6. Sebutir telur ayam kampung dibungkus plastik Dua cengkir gading yang digambari Kamajaya dan Kamaratih atau Arjuna dan Dewi Wara Sembodro. Kira-kira pukul 15. menurut kepercayaan pada jam-jam itulah bidadari turun mandi. undangan sebaiknya dicantumkan lebih awal pukul 14. tanggal 14 dan 15 tanggal jawa.4. dimasukkan ke dalam periuk untuk dimasak bersama-sama Kronologis Upacara Tingkepan Waktu Pelaksanaan Antara pukul 9.bermakna anak yang dilahirkan menyenangkan dalam keluarga 5. kain sindur. Upacara dipimpin oleh ibu yang sudah berpengalaman. Pelaksana yang menyirami/memandikan Para Ibu yang jumlahnya tujuh orang.kemudian dikukus kembali dan diberi kelapa yang telah diparut. macamnya : Nasi Kuning berbentuk kerucut    Enten-enten. Perlengkapan lainnya         Bokor di isi air tujuh mata air. Dawet. Yuyu sekandang. upacara tingkepan dapat dimulai.30 WIB Hari Pelaksanaan Biasanya dipilih hari Rabu atau hari Sabtu. menurut kepercayaan agar bayi yang dilahirkan memiliki cahaya yang bersinar.00. gula kelapa dimasak secara utuh. supaya menyegarkan. yang terdiri dari sesepuh terdekat.00 Calon ibu mandi dan cuci rambut yang bersih. Nasi loyang. kain lurik. dibuat untuk kelahiran setelah kelahiran anak pertama dan seterusnya. daun kluwih. Bubur procot yaitu tepung beras. yaitu kelapa yang telah diparut dicampur dengan gula kelapa dimasak sampai kering. sebanyak tujuh macam. Perlengkapan yang diperlukan : Satu meja yang ditutup dengan kain putih bersih. mayang mekak atau letrek. . daun dadap srep. Dua anduk kecil untuk menyeka dan mengeringkan badan setelah siraman Dua setengah meter kain mori dipergunakan setelah selesai siraman. santan secukupnya. nasi kuning yang direndam dalam air. Batok (tempurung) sebagai gayung siraman (Ciduk) Boreh untuk mengosok badan penganti sabun. Rujak buah-buahan tujuh macam. dan kembang setaman untuk siraman. Sajen Medikingan. Kendi dipergunakan untuk memandikan paling akhir. mencerminkan kemauan yang suci dan bersih.

Calon ayah dan ibu berpakain komplet kejawen.   Busana Nyamping aneka ragam. dua meter lawe atau janur kuning Baju dalam dan nampan untuk tempat kebaya dan tujuh nyamping. calon ibu dengan rambut terurai dan tanpa perhiasan. . dan stagen diatur rapi. Perlengkapan Kejawen kakung dengan satu pasang kain truntum.

Akhirnya.PENUTUP Assalamu‟alaikum wr. Kami menyadari pada makalah ini masih terdapat kekurangan. makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. makalah ini menjadi lebih lengkap dan lebih bermanfaat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kritik dan masukan yang membangundari saudara / saudari.wb Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karna berkat ialah saya bisa menyelesaikan makalah ini.wb . Wassalamu‟alaikum wr. Oleh karena itu saya senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca demi menyempurnakan makalah ini pada penulisan berikutnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->