Automasi Automasi (automation) menurut oxford dictionary of English berarti : “the use or introduction of automatic equipment in a manufacturing or other

process or facility” atau penggunaan peralatan otomatis dalam proses manufaktur atau proses lainya. Menurut Automation Federation,automasi adalah : “kreasi dan aplikasi teknologi untuk mengawasi dan mengontrol proses produksi dan pengiriman barang dan jasa”. Istilah otomasi (automation) sendiri pertama kali digunakan di industri mobil Ford’s di Detroit, sebagai substitusi kata otomatis/automatic, sehingga pada awalnya dikenal sebagai Otomasi Detroit.Automasi Industri bertujuan untuk mengurangi waktu,mengurangi error/kesalahan,menyeragamkan,mengurangi biaya pekerja pada proses produksi. Karena persaingan dunia industri yang selalu menuntut optimalisasi dan efisiensi produksi maka dari sejak peralatan otomasi pertama ditemukan sampai sekarang, otomasi sudah berkembang seiring berkembangnya teknologi,dari governor nya James watt sampai dengan PLC dan smart relay,dengan tujuan yang sama,yaitu untuk meningkatkan efisiensi industry. James Watt (1769) --> governor sentrifugal untuk kontrol kecepatan mesin uap.

Ganbar 1 Governor Sentrifugal

membahas disain servomekanik relai yang mampu mengikuti perubahan input dengan kesalahan kecil. mulainya digunakan komputer sebagai alat bantu control proses. keluaran-tunggal (single input single output = SISO). dan menunjukkan bagaimana stabilitas dapat ditentukan dari persamaan diferensial sistem. dan arithmetic process. counter. sistem kendali adatif (yang mempunyai kemampuan untuk beradaptasi). sampai dengan sistem kendali komputer (computer control system). Teknologi Otomasi semakin berkembang dengan pesat sejak munculnya mikroprosesor pada tahun 1973. tenaga teknik General Motor mulai memperkenalkan konsep komputer yang mudah diprogram. dan komunikasi antar kontroler. Hazen (1934) --> memperkenalkan servomekanik untuk kontrol posisi.Minorsky (1922) --> kontrol otomatis untuk pengemudian kapal. yang berdasarkan pada teorema probabilitas). Perkembangan selanjutnya telah semakin cepat setelah ditemukannya komponen mikroelektronik dalam bentuk IC (Integrated Circuit) pada awal tahun 1960–an. Sistem kendali modern diawali pada tahun 1960. Bode (1940) --> metoda analisis fungsi frekuensi masukan-tunggal. sistem kendali yang mampu untuk belajar (learning control system) yang merupakan metoda dalam intelegensia buatan. Tahun 1974 dikenalkan penggunaan beberapa prosesor untuk fungsi timer. sejak itu teknolologi otomasi telah memasuki . Pertengahan 1950. Tahun 1976 dikenalkan sistem kontrol dengan I/O jarak jauh. Selanjutnya secara berangsur angsur mulai memanfaatkan komponen elektronik-mekanik seperti relay. tapi saat itu harga komputer masih sangat mahal dan kecepatan prosesnya masih lambat. 1 kbyte memori dan 128 titik I/O. yaitu untuk masukan-jamak keluaran-jamak (multi input multi output = MIMO) yang berdasarkan pada teorema vektor matriks. output analog maupun digital. sistem stokastik (tak tentu. Tahun 1980 dikenalkan modul-modul intelligent untuk input analog maupun digital. Tahun 1968. Tahun 1969 bentuk riil dari dari perangkat keras berupa CPU untuk controller dengan instruksi logika. dan komponen elektronik seperti transistor. Disusul dengan berkembangnya sistem kendali optimal (yang memenuhi kriteria-kriteria tambahan). Nyquist (1932) --> metoda analisis kepekaan.

akan dibahas lebih jauh teknologi otomasi yang diterapkan dalam industri pengolahan serta pemesinan logam. Meski dengan jumlah karyawan yang sedikit namun mampu menghasilkan produk yang banyak dan dengan kualitas yang sama baiknya. Pengaturan yang akan dikembangkan berbasisi pada sistem kontrol pneumatik. Engineering. dan sebagainya. yaitu fixed automation (otomasi tetap) dan flexible Automation (otomasi fleksibel). Proses produksi industri manufaktur mobil maupun sepeda motor di Indonesia sudah semakin pesat. Kontruksi fixed automation biasanya masih menggunakan peralatan mekanik. Dalam aplikasinya kegiatan proses produksi kedua cakupan pengertian di atas pada dasarnya sangat banyak digunakan. Pada dasarnya teknologi otomasi dibedakan menjadi dua. Sales dan Marketing. Inventory Control. Industrial Engineering banyak yang lebih berupa pengolahan secara otomatis data elektronis. juga penggunaan mesin perkakas CNC. maupun secara umum dalam berbagai bentuk barang yang ada di sekeliling kita seperti Telefak. Sedangkan fleksibel automation sudah menggunakan sistem pengatur berbasis komputer. Sistem pengatur berbasis komputer dirancang agar mudah dirubah sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh penggunaan robot industri. pengering tangan otomatik. Pemanfaatan teknologi otomasi dalam proses produksi merupakan sebagian kecil saja dari penggunaan teknologi tersebut. Pengertian teknologi otomasi yang didefisinikan sebagai penggunaan sistem pengatur yang mampu menggerakkan suatu manipulator atau kontruksi mekanik secara mandiri tanpa campur tangan manusia melahirkan suatu disiplin ilmu baru yang disebut sebagai mekatronika.berbagai sektor kegiatan manusia. Sebagian besar aplikasinya dimanfaatkan secara luas dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Production Planning dan Control. Teknologi Otomasi yang pada awalnya banyak diartikan sebagai pemakaian suatu sistem pengatur yang mampu menggerakan suatu kontruksi mekanik (manipulator) secara mandiri tanpa campur tangan manusia. Mesin suci dan sebagianya. elektrik. gerakan robot dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan. . Pembahasan akan lebih diarahkan pada teknologi otomasi dalam bentuk pengaturan gerak manipolator atau konstruksi mekanik yang terdapat dalam berbagai bentuk peralatan pabrik. baik yang secara khusus misalnya di dalam dunia manufaktur. hidrolik. sedangkan teknolgi otomasi yang banyak di terapkan adalah dalam bidang produksi. Pemanfaatan teknologi otomasi pada proses produksi meliputi bidang yang sangat luas. Proses otomasi yang dapat kita lihat sehari-hari antara lain: mesin cuci otomatik. Dalam pembahasan selanjutnya. dewasa ini makin berkembang dengan dimasukkannya pengertian tentang kemampuan untuk mengatur pengolahan data secara mandiri. sistem pengisian tandon otomatik. sehingga proses pencuciannya dapat deprogram seperti yang diharapkan. Teknologi modern ditandai dengan penggunaan fleksible automation yang semakin meluas. dan juga mekanik. Mesin cuci modern biasanya menggunakan system otomasi loop tertutup. Fleksible Automation akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan mikroeletronika yang mendasar. dari kegiatan seperti pada bagian Product Design.

Rancangan konstruksi dari berbagai peralatan di atas ada yang dapat dibuat secara umum sehingga dapat diproduksi secara masal. AGV dsb nya. berbagai jenis conveyor. Gambar 2 Contoh Penggunaan Robot Dalam Sistem Automasi pada Industri . seperti mesin perkakas CNC robot industri. tanpa melakukan penggantian peralatan yang salah tersebut secara keseluruhan. Pemilihan peralatan yang sesuai dengan proses produksi yang hendak dilakukan merupakan tahap awal yang sangat menentukan tinggi rendahnya effisiensi proses produk tersebut. Jiq dan Fixtures. namun ada pula yang harus dirancang secara khusus untuk jenis pemakian tertentu seperti mesin-mesin khusus. Pemilihan yang salah merupakan cacat bawaan yang akan sukar untuk diperbaiki nantinya.

Perkembangan dewasa ini pada dasarnya dilakukan agar memenuhi dan memberikan solusi bagi kebutuhan pasar yang sangat luas. Gambar 4.Gambar 3 Penggunaan Robot dalam Sistem Automasi Industri Mobil PLC Secara historis PLC (Programmable Logic Controllers) pertama kali dirancang oleh Perusahaan General Motor (GM) sekitar pada tahun tahun 1968. PLC . PLC awalnya merupakan sebuah kumpulan dari banyak relay yang pada proses sekuensial dirasakan tidak fleksibel dan berbiaya tinggi dalam proses otomatisai dalam suatu industri. Namun dalam perkembangannya PLC merupakan sistem yang dapat dikendalikan secara terprogram. Selanjutnya hasil rancangan PLC mulai berbasis pada bentuk komponen solid state yang memiliki fleksibelitas tinggi. Perusahaan PLC saat ini sudah memulai memproduksi PLC dengan beberapa ukuran. instruksi dan kemampuan lainya yang beragam. Pada saat itu PLC penggunaannya masih terbatas pada fungsi-fungsi kontrol relay saja. seperti jumlah input/output. Kerja tersebut dilakukan karena adanya prosesor pada PLC yang memproses program sistem yang dinginkan. Sehingga mampu untuk menjawab permasalahan kebutuhan kontrol yang komplek dengan jumlah input/output mencapai ribuan.

Gambar 5 PLC pada Industri .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful