P. 1
Pengertian Sejarah

Pengertian Sejarah

|Views: 191|Likes:
Nota
Nota

More info:

Published by: Velmurugan Subramaniam on Aug 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2015

pdf

text

original

Home

Seputar Tokoh

MENU AWAL
       

Pengertian Sejarah dan Ruang Lingkup Pengertian Sejarah dan Ruang Lingkup A.Pengertian Sejarah

Saturday, 14. April 2012

Home About Me Seputar SMAN 1 Seputar Tokoh Zodiak - Ku Puisi - Ku Cerita Sedih Gallery Foto

  

1.Pengertian sejarah ditinjau dari asal kata Menurut Jan Romein, kata “sejarah” memiliki arti yang sama dengan kata “history” (Inggris), “geschichte” (Jerman) dan “geschiedenis” (Belanda), semuanya mengandung arti yang sama, yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Sementara menurut sejarawan William H. Frederick, kata sejarah diserap dari bahasa Arab, “syajaratun” yang berarti M A T E R I S E J A R A H “pohon” atau “keturunan” atau “asal-usul” yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu “syajarah”. Dalam bahasa Indonesia menjadi “sejarah”. Menurutnya kata Kelas X syajarah atau sejarah dimaksudkan sebagai gambaran Kelas XI silsilah atau keturunan. Kelas XII 2.Rumusan batasan pengertian sejarah Ada banyak rumusan pendapat yang diberikan para sejarawan terkait dengan pengertian sejarah. Dari DOWNLOAD berbagai pendapat yang ada dalam arti yang luas sejarah dapat diartikan sebagai gambaran tentang peristiwaT U G A S D A N N I L A I peristiwa atau kejadian masa lampau yang dialami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu Lihat Nilai tertentu, diberi tafsiran dan analisa kritis sehingga mudah Kirim Tugas dimengerti dan dipahami. BAHAN AJAR TEST ONLINE B.Ruang Lingkup Studi Sejarah 1.Sejarah sebagai cerita Berbicara tentang sejarah, biasanya akan segera menghubungkannya dengan cerita, yaitu cerita tentang pengalaman-pengalaman manusia di waktu yang lampau. Bahwasanya sejarah pada hakekatnya adalah sebuah cerita kiranya tidak bisa disangkal lagi. Ucapan teoritikusteoritikus sejarah seperti Renier: “nothing but a story”; Trevelyan: “the historian’s first duty is to tell the story”; Huizinga: “the story of something that has happened”, semuanya mencerminkan gagasan bahwa sejarah itu hakekatnya adalah tidak lain sebagai suatu bentuk cerita. Kendati begitu, hal yang perlu sekali disadari adalah kenyataan bahwa sebagai cerita, sejarah bukanlah

 

  

TEST 1 TEST 2 TEST 3 KOLOM CURHAT

  

SAMPAIKAN SALAM CURHAT - KU DUNIA CEWEK DATA PENGUNJUNG

Today Yesterday This week Last week

29 456 3353 3867

This month 7220 Last month 34114 All 635835

sembarang cerita. Cerita sejarah tidaklah sama dengan dongeng ataupun novel. Ia adalah cerita yang didasarkan pada fakta-fakta dan disusun dengan metode yang khusus yang bermula dari pencarian dan penemuan jejak-jejak sejarah, mengujji jejak-jejak tersebut dengan metode kritik yang ketat (kritik sejarah) dan diteruskan dengan interpretasi fakta-fakta untuk akhirnya disusun dengan cara-cara tertentu pula menjadi sebuah cerita yang menarik tentang pengalaman masa lampau manusia itu.

Online (20 minutes ago): 2.Sejarah sebagai ilmu 11 Sejarah dapat digolongkan sebagai ilmu apabila ia memiliki Your IP: 112.137.166.34 syarat-syarat dari suatu ilmu pengetahuan atau syaratSAFARI 535.18, syarat ilmiah. Syarat-syarat keilmuan yang dimaksud WINDOWS adalah: Now is: 2012-04-14 •Ada objek masalahnya 01:37 •Memiliki metode Visitors Counter 1.6 •Tersusun secara sistematis •Menggunakan pemikiran yang rasional •Memiliki kebenaran yang objektif Karena sejarah memiliki kesemua syarat keilmuan tersebut, termasuk memiliki metode sendiri dalam memecahkan masalah, maka tidak ragu lagi akan unsurunsur keilmuan dari sejarah. Pendapat ahli sejarah Bury bahwa “history is a science, no less and no more” kiranya memberikan penegasan akan hal itu. Meski demikian dalam kenyataannya banyak pihak yang masih menyangsikan keberadaan sejarah sebagai sebuah disiplin ilmu. Dilihat dari cara kerja ilmiah, dua tahapan terakhir dalam metode sejarah yaitu interpretasi dan historiografi masih sering dianggap sebagai titik-titik lemah. Interpretasi misalnya, dimana di dalamnya terdapat unsur menyeleksi fakta sehingga sesuai dengan keseluruhan yang hendak disusun, terkadang unsur subjektivitas penulis atau sejarawan seperti kecenderungan pribadinya (personal bias), prasangka kelompoknya (group prejudice), teoriteori interpretasi historis yang saling bertentangan (conflicting theories of historical interpretation) dan pandangan hidupnya sangat mempengaruhi terhadap proses interpretasi tersebut. Semuanya itu bisa membawa sejarawan pada sikap subjektif yang dalam bentuknya yang ekstrim menjurus pada sikap emosional, bahkan mungkin irasional yang kurang bisa dipertanggung jawabkan seperti kecenderungan mengorbankan fakta sejarah atau

artinya melukiskan.Beda sejarah dengan fiksi. Ilmu sosial itu nomotetis artinya berusaha mengemukakan hukum-hukum. sehingga sejarawan sangat dituntut untuk melakukan penelitian sejarah yang seobjektif mungkin atau setidaknya sebagai suatu ideal. hanya berlaku pada sesuatu. memaparkan.Kaidah kedua: sejarah itu diakronik. Renier. Sebaliknya ilmu sosial akan menyelidiki revolusi-revolusi dan berusaha mencari hukum-hukum yang umum berlaku dalam semua revolusi. Revolusi Fisik di Indonesia. Revolusi Indonesia tidak terjadi di tempat lain dan hanya terjadi sekali pada waktu itu. tidak terulang lagi. sedangkan fiksi menyuguhkan khayalan. Topik-topik sejarah misalnya Revolusi Indonesia. . Penelitian sejarah akan mencari hal-hal yang unik.Kaidah pertama: sejarah itu fakta Perbedaan pokok antara sejarah dengan fiksi adalah bahwa sejarah itu menyuguhkan fakta. b. ideografis dan unik •Sejarah itu diakronik (menekankan proses). •Sejarah itu ideografis. “we must not cheat”. Masyarakat Desa. J. Sedang topik-topik ilmu sosial misalnya Sosiologi Revolusi. dari waktu A sampai waktu B. sedangkan ilmu sosial itu sinkronik (menekankan struktur). Revolusi di Pesantren “X”. Revolusi di Desa atau Kota “Y”. Sejarah akan membicarakan satu peristiwa tertentu dengan tempat tertentu. 3. •Sejarah itu unik sedang ilmu sosial itu generik. 1911-1920. sejarah dianggap berhasil bila ia dapat melukiskan sebuah revolusi secara menditil hingga hal-hal yang kecil. Daerah Perkotaan yang hanya menerangkan hukum-hukum umum terjadinya proses tersebut. Sejarah berupaya melihat segala sesuatu dari sudut rentang waktu. sedangkan ilmu sosial meluas dalam ruang. menggambarkan. Sejarah menulis hal-hal yang tunggal dan hanya sekali terjadi. imajinasi atau fantasi. di situ (di tempat itu dan waktu itu). Terjadinya Perang Diponegaro. Revolusi di Surabaya. ilmu sosial dan ilmu agama a. atau menceritakan saja. Artinya sejarah itu memanjang dalam waktu. Pokoknya yang penting bagi sejarawan adalah seperti yang pernah dikemukakan G. Memang sulit untuk menghindar dari subjektivitas. Contoh: Perkembangan Sarekat Islam di Solo. Misalnya sama-sama menulis tentang revolusi.memanipulasikannya demi suatu teori. khas. 19451949. pandangan hidup yang dipercayai secara berlebihan atau keberpihakan pada penguasa. 1925-1930. Gerakan Zionisme 1897-1948 dan sebagainya.

yang tercantum dalam Kitab Suci masing-masing agama. ia berdasarkan pengalaman manusia yang sebenarnya. yang dipercaya sebagai yang diwahyukan oleh Tuhan. Sejarah itu empiris. mengikuti kaidah-kaidah hukum yang sudah ada. .Kaidah ketiga: sejarah itu empiris Inilah antara lain yang membedakan antara sejarah dengan ilmu agama. sedang ilmu agama itu lebih bersifat normatif.c.

Hingga kini.[3] Terdapat dua aliran yang telah mempengaruhi pengertian sejarah ialah Aliran rasionalisme dan aliran emperisme. Hakikatnya. menurut Edward Hallet Carr bahawa fakta-fakta yang dikumpul oleh ahli sejarah dari dokumen-dokumen. Sejarawan akan mengumpulkan fakta-fakta sejarah dan menghasilkannya dalam bentuk penulisan atau pensejarahan.G. Aliran rasionalisme bersifat subjektif dan didokong tokoh-tokoh seperti Benedetto Croce dari Itali. Sejarawan itu memungut ikan itu. Persoalan yang menjadi isu paling penting dalam perbahasan para sejarawan ialah mengenai keupayaan ahli-ahli sejarah untuk menghasilkan penulisan yang bersifat objektif. Collingwood dari England. Bury dari England.PERSOALAN OBJEKTIVITI DAN SUBJEKTIVITI DALAM ILMU SEJARAH Pengenalan Bidang Sejarah adalah merupakan bidang yang amat mementing aktiviti penelitian ke atas fakta-fakta sejarah (peristiwa) dengan penuh bertanggungjawab demi mencari dan mewujudkan kebenaran mengenai kehidupan pada masa telahpun berlalu atau yang lampau. iaitu konsep objektiviti dan konsep subjektiviti dalam pensejarahan. sejarah yang tulen ialah sejarah yang mempunyai pemisah mutlak di antara pengkaji dan kajiannya. ramai sejarawan tidak merasa senang dengan persoalan ini menyebabkan tidak wujud penyelesaiannya yang muktamad. sejarawan menghadapi dua bentuk konsep yang menjadi penghalang (straitjackets) kepada segala usaha penelitian sejarahnya. memasak dan menghidangkannya dalam apa cara yang menarik baginya. surat-surat dan sebagainya adalah ibarat “ikan di atas papan penyiang si penjaja ikan'. Arnold Tonybee dan R. perbahasan sudah berlarutan mengenai sama ada sejarah itu sewajarnya objektif atau subjektif. Manakala aliran emperisme bersifat objektif dan didokong oleh tokoh-tokoh seperti Leopold Von Ranke dari Jerman. Pengertian Konsep objektiviti Objetiviti timbul dari kata asal „objektif‟. Kamus Dewan memberi maksudnya sebagai suatu kenyataan atau fakta sebenar yang tidak dipengaruhi atau dikuasai oleh perasaan atau prasangka sendiri. Dalam membicarakan persoalan “objektiviti” dan “subjektiviti” di sini. membawanya pulang. Iaitu sama ada dia harus terikat (attached) atau terpisah (detached) daripada kajiannya.B.[1] Ini kerana.[2] Justeru itu. permasalahan yang pertama perlu ditekankan ialah keterlibatan (involvement) seseorang sejarawan terhadap penyelidikannya atau kajiannya.[4] . Lord Acton dan J. Maka dari sinilah.

Ini kerana ia dianggap sebagai sifat sejarah itu sendiri. Pengertian yang kedua adalah lebih kontrovesi dan memerlukan perbincangan yang lebih luas serta mendalam lagi. kesempumaan di dalam menyampaikan bukti. beliau mendefinisikan sejarah objektif sebagai sejarah sebagaimana terjadinya(histoire-realite). Bagi mencerminkan sifat objektif di dalam penulisan sejarah. seseorang sejarawan haruslah menyingkirkan sifat subjektif di dalam hasil penulisannya. Maknanya ialah untuk apa atau siapa sejarah itu dikaji? Sebagai contoh ialah Tun Seri Lanang telah memperbaiki semula 'Hikayat Melayu' yang dibawa daripada Goa dan dinamakan Sulalatus Salatin dengan tujuan untuk memenuhi permintaan Sultan Abdullah Ma'ayah Syah serta menyukakan hati baginda untuk teladan serta iktibar bagi keturunan yang akan datang. Pengertian yang pertama ialah objektif itu bermakna tujuan atau sasaran sesuatu sejarah itu dikaji atau ditulis. Leopold Von Ranke adalah sebagai pengasas agung aliran sejarah objektif ini. struktur logikal yang berkesan serta kelancaran persembahan. Objektif adalah dianggap sebagai sains tulin yang menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang mutlak dan tepat. Empat perkara dasar yang dilihat di dalam penulisan sejarah ialah ketepatan dan kesahihan di dalam fakta. iaitu wie es eigentlich gewesen[6] yang bermaksud „seperti sebenarnya ia berlaku‟. Karya sejarah yang dikatakan bersifat objektif ini pada asasnya adalah suatu penulisan yang merupakan tafsiran atau penerangan terhadap sesuatu peristiwa sejarah dengan berdasarkan kepada sumbemya yang masih kekal. [5] Pandangan ini selari dengan teori terkenal oleh Leopold Von Ranke. Sebagai satu istilah ilmu sejarah. Muhd Yusof lbrahim mendefinisikan konsep objektif sebagai salah satu daripada beberapa sifat atau hakikat sejarah itu sendiri dan ia merupakan persoalan yang hakiki bagi sejarah dan pensejarahan. Menurut Barzun dan Graf dalam karya mereka bertajuk The Modern Researcher (1970) bahawa objektif adalah apa yang semua orang menyetujuinya atau pandangan yang benar.Menurut pandangan Abdul Rahman Haji Abdullah dalam penulisan bertajuk Pengantar Ilmu Sejarah (1994). Hasil itu haruslah dipertahankan kebenarannya untuk sementara waktu sehinggalah wujudnya pentafsiran baru yang akan mengambil alih tempat tersebut.[7] Aliran objektif ini didasari oleh tradisi emperisme John Locke dan positivesme Aguste Comte yang melihat adanya pemisahan di antara subjek dan objek. la adalah merupakan persoalan yang intrinsik bagi sejarah dan pensejarahan. . maka konsep objektif itu biasanya dilihat daripada dua sudut pengertian yang berbeza.

Di dalam mewujudkan hasil karya sejarah yang bersifat objektif. sejarawan seharusnya berusaha untuk membuat satu persembahan tulen fakta-fakta yang berpandukan kepada penyelidikan rapi ke atas peristiwa-peristiwa lepas yang khusus dan nyata. Tafsiran itu pula haruslah menggambarkan kebenaran tanpa memasukkan unsur pengadilan terhadap sesuatu peristiwa sejarah yang dikajinya itu. Pengertian Konsep subjektif . Aliran objektif ini adalah berasaskan kepada keyakinan tentang kemampuan memperolehi fakta sejarah secara muktamad. d. c. Tidak ada bias tetapi adil dan berkecuali di dalam penulisan. Dalam kata-kata aluannya. Harus mencerminkan sikap yang jujur.[9] Pada tahun 1896. beberapa perkara harus diambil kira iaitu.1902) telah melancarkan projek penulisan yang terkenal bertajuk "Cambridge Modern History" untuk melahirkan karya sejarah objektif. e. biarlah gambaran para sejarawan tentang sesuatu peristi\va itu serupa sahaja dan memuaskan hati setiap pihak tanpa sebarang perasaan subjektif atau sikap berat sebelah (bias). beliau menyatakan bahawa. tafsiran atau penerangan yang objektif adalah menjadi matlamat seseorang sejarawan yang tulen. Lord Acton (1834 . Selain daripada itu. sejarah adalah sejenis sains dan ia mampu menghasilkan karya sejarah yang bersifat saintifik dan objektif. "historisme" bermakna menjauhkan diri dari pengadilan. Seorang sejarawan haruslah menggunakan sumber yang secukupnya untuk mendapatkan fakta dan maklumat yang membolehkan ia membuat tafsiran secara adil dan saksama atau bersikap kritis. Kita juga sedar bahawa. b. f. Menurut Pieter Gayl.[10] Kesimpulannya ialah penulisan sejarah. penerimaan atau pengakuan yang tidak ada darjah-darjah kecuali apa yang dibekalkan oleh proses sejarah itu sendiri. Perlu memahami kaedah penyelidikan sejarah dan mengamalkannya di dalam penulisan. a.[8] Tradisi emperisme John Locke dan positivisme Aguste Comte telah menjadi asas kepada aliran sejarah objektif yang diperjuangkan oleh Leopold Von Ranke (1795 -1886). dan berasaskan kepada tafsiran sumbersumber yang asli dan kemasukkan unsur moral hanya mendedahkan sejarah kepada prasangka dan berat sebelah yang boleh menggugat kewibawaannya sebagai satu bidang ilmu yang sahih. Sejarawan tidak boleh membuat pentafsiran secara sesuka hati mengikut perasaannya demi untuk menyukakan sesuatu pihak atau mendapatkan keuntungan dan kepentingan. matlamat pengajian sejarah adalah untuk menggambarkan kejadian-kejadian sebagaimana yang berlaku.Ranke berpendapat bahawa.

Subjektiviti pula timbul dari kata dasar „subjektif‟.[13] Pembentukan aliran sejarah subjektif adalah disebabkan oleh dua perkara. berkemungkinan besar bersikap subjektif. Maka penulisannya akan bersifat memihak. Yusof Ibrahim ialah merujuk kepada pensejarahan tradisi yang ditulis secara bebas atau sesuka hati sejarawan sahaja. Seorang ahli falsafah Jerman bernama G. menyerapkan nilai budaya atau 'world-view". Penulisan-penulisan mereka adalah bersifat memihak dan bertujuan menyanjung atau memperbesarkan tokoh atau peristiwa yang dikaji. yang bertujuan menyanjung atau memperbesarkan tokoh atau peristiwa yang mereka kaji. mahupun ideologi serta memuatkan pelbagai unsur kesusasteraan. Tun Seri Lanang telah memperbaiki semula „Hikayat Melayu‟ yang dibawa dari Goa dan seterusnya menamakannya Sulalatus Salatin dengan tujuan memenuhi perintah Sultan Abdullah Ma'ayah Syah serta menyukakan hati baginda untuk teladan serta iktibar bagi keturunan akan datang. . Litchenberg menyatakan bahawa. manusia mempunyai sifat memihak. menyerapkan nilai budaya atau world-view. Sejarah dikatakan subjektif kerana ia ditulis oleh seorang penulis atau sejarawan dengan rekaan atau diciptakan sendiri. Manakala. orang itu termasuk di dalam golongan tidak memihak yang merupakan suatu pilihan. Dengan kata lainnya. ideologi dan unsur kesusasteraan. lagenda dan lain-lain unsur kesusasteraan untuk mengindahkan lagi hasil penulisan. Faktor ini dapat membentuk pegangan dan tindakan seseorang. hakikat bahawa penulisan sejarah subjektif tidak dapat dielakkan dan ia dianggap sebagai suatu yang penting dan unggul.[11] Konsep subjektif menurut Muhd. Kamus Dewan memberi makudnya sebagai sesuatu yang terbit daripada atau berasaskan pandangan orang atau pihak yang melihat atau menilai (tidak pada ciri-ciri sebenar sesuatu yang dilihat atau dinilai). Walau bagaimanapun. Jika tidak memihak. faktor yang kedua pula ialah faktor agama dan ideologi. Ini adalah disebabkan manusia mempunyai sifat semulajadi iaitu kita akan memihak kepada sesuatu yang kita minat dan juga yang kita anggap penting. Manusia yang semakin kuat komitmennya. Penulisan mereka bersifat memihak.[12] Pensejarahan subjektif dapat dilihat dengan jelas di dalam pensejarahan tradisional. konsep sejarah subjektif ialah sejarah yang ditulis dan telah diolah oleh pengarang dengan memasukkan unsur mitos. Perkara yang pertama ialah faktor naluri atau kecenderungan semulajadi manusia itu sendiri yang suka memilih (select). Kita sendiri sedar bahawa manusia akan memilih sesuatu yang penting dan mengenepikan sesuatu yang dianggap tidak penting.

dengan sebab itulah penulisan sejarah itu dicampuradukkan dengan unsur-unsur sastera seperti mitos. 1988. Winsted dan lain-lain lagi telah mencemuh dan memperkecilkan peristiwa-peristiwa sejarah. Mereka menghuraikan dengan terperinci tentang semangat yang ada pada diri J. Melalui dongengan ini.R.J. hasrat sejarawan untuk memberi iktibar akan lebih mudah lagi untuk mencapai objektifnya. Secara tidak langsung.W. 105. 105. The Historian at Work. Mat Kilau. Sehubungan dengan perbincangan tadi dapat disimpulkan di sini bahawa persoalan subjektiviti dalam sejarah ialah merujuk kepada bentuk hasil sejarah yang ditulis dengan memasukkan unsur-unsur penambahan yang pada pandangan sejarawan itu adalah penting. 7. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. peranan dan tokoh-tokoh tempatan. Edisi Ketiga. Pengaruh nilai. penulisan sejarah ini. Bagi mereka. R. 1980. 276. Hlm. [2] E. Masalah bias adalah merupakan kesan terpenting yang wujud hasil daripada tercetusnya penulisan secara subjektif ini. Hlm. Sejarawan Barat seperti R. Kita tahu bahawa salah satu sebab yang menyebabkan penulisan sejarah subjektif ialah tiada kesedaran yang jelas dan luas tentang sejarah Sejarawan tersebut hanya tahu bahawa fungsi sejarah adalah untuk mendapat pengajaran sahaja. mereka ini ialah penjajah yang datang menjajah ke negeri kita dan mengaut segala hasil kekayaan negara kita. Birch. [3] John Cannon. Tok Janggut. Siri Pendidikan Jarak Jauh: Pengantar Ilmu Sejarah . Sejarawan dan Pensejarahan. Tokoh-tokoh Barat diperkenalkan kepada masyarakat kita dan watak mereka itu diperhebatkan. Datuk Bahaman dan lain-lain pejuang nasionalisme dianggap penderhaka.Penulis aliran subjektif tidak bertujuan untuk mengenepikan kebenaran sejarah. tetapi mereka kurang mementingkan konsep kebenaran yang objektif. [4] Kamus Dewan. 4. Apakah Sejarah?. Hlm. 939. Abdul Rahman Hj Abdullah. boleh digunakan untuk melakukan serangan psikologi bagi bangsa yang terjajah. Sir Francis Light dan lain-lain lagi yang bagi kita. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. lagenda dan lain-lain. Wilkinson.O. [1] . 1989. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas melalui karya-karya sejarah tokoh-tokoh penjajah terhadap sejarah tanah air kita. [5] Abdul Rahman Hj Abdullah. budaya dan adanya kepentingan yang hendak ditonjolkan juga merupakan salah satu sebab kepada kewujudan penulisan sejarah subjektif. Ketokohan dan Karya.W. 1994. Konsep sejarah subjektif boleh dijadikan ikhtibar yakni alat untuk melakukan serangan psikologi untuk menegakkan keunggulan sesuatu kuasa atau bangsa ke atas sesuatu yang lain. Hlm.Carr. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Hlm. 1994. Pulau Pinang: Pusat Pengajian Luar Kampus. (Terjemahan). Maka. London: George Allen & Unwin. Hlm. [6] Muhd Yusuf Ibrahim & Mahayuddin Hj Yahya.

Barzun & H. Hlm. Kuala Lumpur: Marican & Sons (M) Sdn. The Modern Researcher. Hlm. Inc. Pengenalan kepada Sejarah. Hlm. Hlm. 106. [12] Abdul Rahman Hj Abdullah. 1308.Bhd. 231. Hlm. [10] Ibid. 107. [13] Muhd Yusuf Ibrahim & Mahayuddin Hj Yahya. Hlm. [9] Abdul Rahman Hj Abdullah. Hlm. 120. 165. [11] Kamus Dewan. 1970. Brace & World.[7] J. R. [8] .F. Suntharalingam. 1985. 107.Graff. New York: Harcout.

arsip nasional. dan benda atau bangunan sejarah atau benda-benda arkeologi (sumber benda) a. keterangan yang diberikan oleh orang-orang yang mengalami sendiri atau menyaksikan terjadinya suatu peristiwa. 2. Dalam penulisan sejarah. alat-alat atau benda-benda budaya (kapak. tidak semua peristiwa masa lampau dapat diungkap secara lengkap karena terbatasnya sumber sejarah. arsip daerah sebagai tempat untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan subjek sejarah yang akan ditulis. yakni orang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan. dokumen. . manik-manik. dan sebagainya). tugu peringatan. Sumber primer ini dapat berupa kesaksian langsung dari pelaku sejarah (sumber lisan).Sumber sekunder Yaitu kesaksian dari siapa pun yang bukan merupakan saksi pandangan mata. Sumber sejarah merupakan bahan utama yang dipakai untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan subjek sejarah. tombak. yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. secara umum sumber sejarah dibedakan menjadi dua.D.Pengertian Sumber Sejarah Sejarah sebagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau. bangunan. dapat diungkap kembali oleh para ahli sejarah berdasarkan sumber-sumber sejarah yang dapat ditemukan.Sumber primer Yaitu sumber yang berkaitan langsung dengan peristiwa yang diceritakan. Sumber tertulis merupakan sumber sejarah yang paling baik. Fosil. dan sebagainya merupakan peninggalan sejarah yang sangat penting.Sumber tulisan Sumber tulisan adalah keterangan tentang peristiwa pada masa lampau yang diperoleh melalui prasasti. Meskipun demikian. yang termasuk dalam sumber sekunder lainnya adalah buku-buku tangan kedua dari penulis sejarah lain. Ditinjau dari wujudnya. perhiasan. gerabah. dokumen-dokumen. peran atau keberadaan sumber sejarah menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan.Sumber lisan Sumber lisan adalah keterangan tentang peristiwa pada masa lampau yang diperoleh secara langsung dari para pelaku atau saksi peristiwa tersebut. naskah perjanjian. terutama bagi masyarakat pra-aksara. perpustakaan. Untuk memperolehnya seseorang dapat memanfaatkan museum. 1. arsip (sumber tertulis). naskah. Disamping berupa kesaksian dari orang yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa sejarah. b. c.Sumber benda Sumber benda adalah keterangan tentang peristiwa pada masa lampau yang diperoleh melalui benda-benda peninggalan. dan rekaman suatu kejadian. Misalnya.

b. PRINSIP SEBAB AKIBAT DALAM PENELITIAN SEJARAH Dalam ilmu sejarah prinsip sebab akibat ini disebut dengan istilah determinisme atau .Penulisan atau penyusunan cerita sejarah Apabila ide-ide yang membangun keterkaitan antar fakta sejarah berhasil dirumuskan. Dalam tahap inilah salah satu masalah krusial dalam historiografi muncul. Dalam metodologi sejarah. Untuk tujuan tersebut (mewujudkan suatu rangkaian peristiwa yang bermakna) sejarawan atau penulis sejarah perlu memiliki kemampuan untuk melakukan interpretasi terhadap fakta. Bukti-bukti tersebut selanjutnya dikelompokkan atau diklasifikasikan sesuai urutan waktu terjadinya peristiwa. Metode yang dipakai dalam penelitian sejarah mencakup empat langkah berikut: 1. Inilah yang dimaksud dengan kritik sejarah. Dengan kata lain. disini diuraikan berbagai jenis penulisan sejarah. dalam artian menunjukkan kesesuaian satu sama lainnya. kesamaan cerita. dan sebagainya) pada masa lampau yang menunjukkan bahwa benar-benar telah terjadi peristiwa yang dimaksud. kritik. konsep dan sumber sejarah. B.Kritik eksternal Kritik eksternal ditujukan untuk menjawab beberapa pertanyaan pokok berikut: •Apakah sumber yang telah kita peroleh tersebut betul-betul sumber yang kita kehendaki. melalui kegiatan interpretasi. interpretasi dan penyajian sejarah. 2. Ini terkait dengan objektivitas dan subjektivitas sejarawan. Masalah interpretasi berkaitan erat dengan dua hal ini. Dengan demikian upaya pencarian jejak-jejak sejarah berkaitan dengan penemuan bukti-bukti sejarah. maka langkah selanjutnya adalah melakukan penulisan atau penyusunan cerita sejarah. teori. Jadi heuristik adalah upaya mencari sumber atau bukti sejarah yang terkait dengan masalah atau peristiwa tertentu yang akan ditulis atau diteliti. Proses kritik sejarah itu sendiri meliputi dua hal. Dalam metodologi sejarah langkah-langkah ini disebut dengan historiografi. Pertama adalah kritik eksternal dan kedua adalah kritik internal. permasalahan. 3. rangkaian fakta itu harus menunjukkan diri sebagai suatu rangkaian “bermakna” dari kehidupan masa lalu suatu masyarakat atau bangsa. Dengan demikian metode sejarah adalah petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis tentang bahan.Interpretasi fakta Fakta-fakta sejarah yang berhasil dikumpulkan dan telah menjalani kritik sejarah perlu dihubung-hubungkan dan dikait-kaitkan antara satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga antara fakta yang satu dengan yang lainnya kelihatan sebagai suatu rangkaian yang masuk akal.Heuristik Heuristik (heureskein dalam bahasa Yunani) adalah upaya mencari atau menemukan jejakjejak sejarah (traces). Kritik internal ditujukan untuk menjawab pertanyaan: Apakah kesaksian yang diberikan oleh sumber itu memang dapat dipercaya. sosial budaya. 4. langkah selanjutnya adalah menyeleksi dan menguji jejak-jejak tersebut sebagai upaya untuk menemukan sumber sejarah yang sebenarnya (yang sesuai dengan yang diperlukan dan merupakan sumber yang asli atau autentik). Jejak sejarah sendiri adalah apa-apa yang ditinggalkan oleh aktivitas manusia (baik aktivitas politik.Kritik sejarah Setelah jejak (bukti) atau sumber berhasil ditemukan. •Apakah sumber itu sesuai dengan aslinya atau tiruannya •Apakah sumber tersebut masih utuh atau telah mengalami perubahan.Kritik internal Dilakukan setelah dilakukan kritik eksternal. unit kajian. Untuk itu yang harus dilakukan adalah membandingkan kesaksian antar berbagai sumber (cross examination). ekonomi.Metodologi Sejarah METODOLOGI SEJARAH Metodologi atau science of methods adalah ilmu yang membicarakan tentang cara. dan jenis sumbernya. a.

Di rumah Maeda hadir para anggota PPKI. PRINSIP KRONOLOGI DALAM PENELITIAN SEJARAH Pengertian kronologi disini mengandung dua maksud. B. Diah. yaitu berdasarkan urutan waktu dan berdasarkan urutan peristiwa atau kejadian. Proklamasi 56) Jakarta. Disepakati pula yang meandatangani naskah proklamasi kemerdekaan itu ialah Soekarno dan Hatta. Soekarno menuliskan naskah proklamasi itu pada secarik kertas bergaris. yang berada di Jl.M. Sayuti Melik. seperti Nishijima. Laksamana Muda Maeda. yaitu kata “pemindahan”. Soekarni. Soediro. Pemilihan tempat itu dengan maksud atau atas dasar pertimbangan keamanan dan supaya tidak menyinggung perasaan Saiko Sikikan (Panglima Angkatan darat ke-16 di Jawa) Jenderal Yuichiro Nagano dan Gunseikan (Kepala Pemerintahan) Jenderal Yamamoto. Sayuti Melik yang mengetik naskah proklamasi itu mengadakan tiga perubahan yaitu kata “tempoh” diganti menjadi “tempo”. Menurut konsep sebab akibat sejarah bahwa suatu peristiwa sejarah diterangkan oleh peristiwa sejarah yang mendahuluinya.historicisme. tokoh-tokoh pemuda seperti Chairul Saleh. sebagai penguasa yang berkewajiban memelihara status quo di seluruh wilayah yang diduduki dengan melarang semua kegiatan politik sejak tanggal 16 Agustus 1945 jam 12 siang. “penyerahan” dan “diusahakan”. Diah dan Soedirio. yaitu memanjang dalam waktu yang berisikan tentang suatu peristiwa yang ditulis berdasakan proses terjadinya peristiwa tersebut dari misalnya . Prinsip sebab akibat ini menurut Sartono Kartodirjo (1993) pengertiannya adalah bahwa suatu peristiwa sejarah hendaknya diterangkan dengan melihat peristiwa sejarah yang mendahuluinya. Naskah proklamasi itu kemudian diperdebatkan untuk mendapatkan kesempurnaan.M. Hal ini terbukti dari adanya tiga coretan. Dalam melakukan penelitian sejarah. Pertanyaan yang bisa muncul diantaranya adalah: bagaimana naskah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu dirumuskan? Mengapa naskah proklamasi kemerdekaan itu dibacakan dengan mengambil tempat di rumah pribadi Soekarno? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang dapat dikemukakan seputar pembacaan naskah proklamasi itu. Pembacaan naskah proklamasi itu disepakati pula akan dilakukan di rumah pribadi Soekarno di Jl. B. Dengan kata lain semua akibat itu berawal dari adanya sebuah atau beberapa sebab yang sebelumnya terjadi. pada jam 10 WIB. Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. sedangkan bagian akhir “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti dengan “atas nama bangsa Indonesia”. Cara menulis tanggal diubah sedikit menjadi “Djakarta. Sebagai contohnya dapat dikemukakan tentang peristiwa pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh Ir. Imam Bonjol 1 Jakarta. dan orang-orang Jepang dari Angkatan Darat. Hatta dan Ahmad Soebardjo. Mohammad Hatta di rumah kediaman pribadi Soekarno. Yoshizumi dan Myoshi. Dalam hal ini peristiwa sejarah yang mendahului pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan yang mengambil tempat di rumah pribadi Ir. hari 17 boelan 8 tahoen 05”. Hal itu disebabkan karena sifat sejarah sendiri yang diakronik. Pengetikan naskah proklamasi dilakukan oleh Sayuti Melik atas permintaan Soekarni. seorang peneliti harus memperhatikan dua kaidah tersebut. Soekarno yang didampingi oleh Drs. maka naskah proklamasi tulisan tangan itu dibawa ke ruang tengah rumah Laksamana Muda Maeda. Soekarno itu adalah peristiwa yang terjadi sebelumnya. Perumusan naskah proklamasi kemerdekaan dilakukan oleh Soekarno. Setelah mendapat kesepakatan bersama. yaitu perumusan naskah proklamasi yang mengambil tempat di rumah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang. Naskah yang sudah diketik itu kemudian ditanda tangani oleh Soekarno dan Hatta dengan disaksikan oleh semua yang hadir di rumah Laksamana Muda Maeda. C. yang disaksikan oleh Soekarni.

Diposkan oleh dHanii_aNtiKa di 00:56 . baik dengan pola sebab akibat maupun akibat sebab. Dengan demikian peristiwa yang ditulis bersifat runtut.tahun tertentu sampai tahun tertentu yang lain.

pengetahuan. Dalam bahasa Inggris yaitu History. yaitu Geschichteberarti sesuatu yang telah terjadi. dapat pula diartikan Ilmu.serba sejarah HOME | ABOUT | ARKEOLOGI | CANDI | PEDAGOGIK | INFORMASI GEOGRAFI | DOWNLOAD MATERI | SOFTWARE DOWNLOAD | search here. sejarah mengandung 3 pengertian:    Sejarah adalah silsilah atau asal-usul. 4. Istor dalam bahasa Yunani artinya orang pandai Istoria artinya ilmu yang khusus untuk menelaah gejala-gejala dalam urutan kronologis. go Sinopsis Sejarah Indonesia | Cultuurstelsel | Darwinisme | Teori Evolusi | Folklor | Sejarah Pers | Foto | Jalan-jalan | Info Beasiswa | KTSP | Pendidikan Karakter Pengertian Sejarah.. yang berarti terjadi. 4. Dengan sejarah kita tidak sekedar mengingat data-data dan fakta-fakta yang ada tetapi lebih memaknainya dengan mengetahui mengapa peristiwa tersebut terjadi. artinya pohon silsilah. Kata History sebenarnya diturunkan dari bahasa latin dan Yunani yaitu Historia artinya informasi/pencarian. Sejarah adalah ilmu. 2. 3. Pengertian sejarah Secara etimologi atau asal katanya Sejarah diambil dari berbagai macam istilah. Jadi pengertian sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Peristiwa yang terjadi di masa lampau tersebut dapat dijadikan pedoman dan acuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di masa kini dan yang akan datang. Sejarah adalah catatan peristiwa masa lampau. 5. kebebasan dan keputusan daya rohani. 1. Diantaranya adalah: 1. Kata dalam bahasa Arab yaitu syajaratun artinya pohon. Sedangkan secara luas. dan cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau. Berdasarkan asal kata tersebut maka sejarah dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah terjadi pada waktu lampau dalam kehidupan umat manusia. Sejarah merupakan gambaran kehidupan masyarakat di masa lampau. artinya masa lampau umat manusia. sejarah adalah setiap peristiwa (kejadian). Hal ini dijadikan elemen utama dalam kisah sejarah pada masa awal. A. Mereka mengenal juga kata syajarah annasab. Dikatakan sebagai pohon sebab pohon akan terus tumbuh dan berkembang dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih kompleks/maju.. 3. Konsep Dasar Sejarah Sejarah mempunyai sifat yang khas dibanding ilmu yang lain. Dalam bahasa Jerman. studi tentang sebab dan akibat. B.yaitu: . Sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Sejarah sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa karena: 1. 2. Sejarah seperti pohon yang terus berkembang dari akar sampai ke ranting yang terkecil. Sejarah kita adalah cerita hidup kita. Konsep dan Ciri Sejarah secara sempit adalah sebuah peristiwa manusia yang bersumber dari realisasi diri. Hal ini menunjukkan bahwa pengkajian sejarah sepenuhnya bergantung kepada penyelidikan terhadap perkara-perkara yang benar-benar pernah terjadi. Sejarah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia dan bahkan berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih maju atau modern. Dalam bahasa Belanda yaitu Geschiedenis. Dengan sejarah kita dapat lebih mengetahui peristiwa/kejadian yang terjadi di masa lampau. Pohon dalam hal ini dihubungkan dengan keturunan atau asal usul keluarga raja/dinasti tertentu. Berdasarkan bahasa Indonesia.

Memperhatikan dimensi ruang dan waktu (kapan dan dimana) Peristiwa tersebut dapat dikaitkan dengan peristiwa yang lain Contoh: peristiwa ekonomi yang terjadi bisa disebabkan oleh aspek politik. Perkembangan sejarah manusia akan mempengaruhi perkembangan masyarakat masa kini dan masa yang akan datang. Peristiwa sejarah menyangkut tiga dimensi waktu yaitu masa lampau. who. dan masa yang akan Ada hubungan sebab akibat atau kausalitas dari peristiwa tersebut 4. perubahan. Karena peristiwa tersebut tidak berubah-ubah. Sejarah dari berbagai sudut pandang Sejarah dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Sehingga. C. Oleh karena itulah maka peristiwa tersebut atas tetap dikenang sepanjang masa. Sejarah sebagai Peristiwa Sejarah merupakan peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Ciri utama dari Sejarah sebagai peristiwa adalah sebagai berikut. Sejarah sebagai peristiwa merupakan suatu kejadian di masa lampau yang hanya sekali terjadi serta tidak bisa diulang. dan kesinambungan atau when. Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Karena peristiwa yang terjadi tersebut mempunyai arti bagi seseorang bahkan dapat pula menentukan kehidupan orang banyak. manusia. Agar sebuah peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah maka harus memenuhi ciri-ciri berikut ini. Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji secara sistematis keseluruhan perkembangan proses perubahan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupannya yang terjadi di masa lampau. Sebuah kenyataan sejarah dapat diketahui melalui bukti-bukti sejarah yang dapat menjadi saksi terhadap peristiwa yang telah terjadi.   Unik. terhenti. . Masa Lampau merupakan masa yang telah dilewati oleh masyarakat suatu bangsa dan masa lampau itu selalu terkait dengan konsep-konsep dasar berupa waktu. Peristiwa tersebut tidak dapat diulang jika ingin diulang tidak akan sama persis. Sehingga sejarah sebagai peristiwa yaitu peristiwa yang sebenarnya telah terjadi/berlangsung pada waktu lampau. why. what. masa lampau manusia bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja sebab sejarah itu berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Kebenaran dari peristiwa sejarah bersifat sementara (merupakan hipotesis) yang akan gugur apabila ditemukan data pembuktian yang baru. Adanya masa lalu yang berdasarkan urutan waktu atau kronologis. 2. Penting. 1. Peristiwa tersebut berhubungan dengan kehidupan manusia baik sebagai individu maupun kelompok. dan how. Kejadian yang menyangkut kehidupan manusia merupakan unsur penting dalam sejarah yang menempati rentang waktu. dan tertutup. Tidak semua peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah. 2. yaitu : 1. Sejarah melihat sebagaimana/ seperti apa yang seharusnya terjadi (histoir realite).1. masa kini. sosial dan budaya. Tetapi. sejarah dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan masa yang akan datang. Sehingga. 3. Adanya hubungan sebab-akibat dari peristiwa tersebut. where. Karena peristiwa itu hanya terjadi satu kali. Sebuah peristiwa yang sudah terjadi dan tidak akan berubah ataupun diubah. Waktu akan memberikan makna dalam kehidupan dunia yang sedang dijalani sehingga selama hidup manusia tidak dapat lepas dari waktu karena perjalanan hidup manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri. datang 3. Masa lampau itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. dalam sejarah. 1. masa lampau bukan merupakan suatu masa yang final.  Abadi. ruang.

gaya penyampaian. Contoh: Seorang pencerita biasanya akan lebih menonjolkan perannya sendiri dalam suatu peristiwa. . Peristiwa-peristiwa sejarah tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek kehidupan manusia seperti peristiwa politik. 1. Kenyataan ini dapat dilihat dari fakta-fakta sejarahnya. sejarah merupakan ilmu pengetahuan ilmiah yang memiliki seperangkat metode dan teori yang dipergunakan untuk meneliti dan menganalisa serta menjelaskan kerangka masa lampau yang dipermasalahkan. sosial. Hal tersebut dapat terlihat dari kelengkapan kisah yang akan disampaikan. Sejarah sebagai Ilmu Sejarah merupakan ilmu yang mempelajari masa lampau manusia. sejarah mempelajari aktivitas manusia dalam konteks waktu. ekonomi. Selain itu. Sejarah sebagai Kisah Sejarah sebagai kisah merupakan rekonstruksi dari suatu peristiwa yang dituliskan maupun diceritakan oleh seseorang.   Bentuk lisan. Untuk mewujudkan sejarah sebagai kisah diperlukan fakta-fakta yang diperoleh atau dirumuskan dari sumber sejarah. Kepentingan tersebut dapat berupa kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok.  Kelompok sosial dimana dia berada Dalam hal ini adalah lingkungan tempat ia bergaul. Peristiwa sejarah yang terjadi merupakan sebuah perubahan dalam kehidupan. 1. ekonomi. Hal ini akan sangat bergantung pada kemampuan bahasa si penutur kisah sejarah. adalah sebagai berikut. Bentuk tulisan. Perubahan tersebut dapat meliputi berbagai aspek kehidupan seperti politik. Contoh penuturan secara lisan baik yang dilakukan oleh seorang maupun kelompok tentang peristiwa yang telah terjadi.  Kepentingan yang diperjuangkannya Faktor kepentingan dapat terlihat dalam cara seseorang menuliskan dan menceritakan kisah/peristiwa sejarah. Misalnya. Sejarah sebagai kisah sifatnya akan subjektif karena tergantung pada interpretasi atau penafsiran yang dilakukan oleh penulis sejarah. seorang pejuang akan menceritakan kehebatanya dalam menghadapai penjajah. 1. Sejarawan harus menulis apa yang sesungguhnya terjadi sehingga sejarah akan menjadi objektif. Sebagai ilmu sejarah bersifat empiris dan tetap berupaya menjaga objektiviatsnya sekalipun tidak dapat sepenuhnya menghilangkan subjektifitas.Adanya hubungan sebab akibat baik karena faktor dari dalam maupun dari luar peristiwa tersebut. Subjektivitas terjadi lebih banyak diakibatkan oleh faktor-faktor kepribadian si penulis atau penutur cerita. Peristiwa adalah kenyataan yang bersifat absolut atau mutlak dan objektif. Darimana asal pencerita sejarah tersebut juga mempengaruhi cara penulisan sejarah. kesan. atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi pada waktu lampau. ditulis oleh siapapun dan kapan saja. tujuan dan metode. dan interpretasinya atas peristiwa sejarah yang akan dikisahkannya. berhubungan dengan sesama pekerjaannya atau statusnya. dan budaya. Sejarah sebagai ilmu memiliki objek. dan sosial. Faktor yang harus diperhatikan dan mempengaruhi dalam melihat sejarah sebagai kisah. Hal ini disebabkan karena sejarah pada hakekatnya adalah sebuah perubahan dalam kehidupan manusia. Sebagai ilmu. Contoh: Seorang sejarawan akan menulis sejarah dengan menggunakan kaidah akademik ilmu sejarah sedang seorang wartawan akan menulis sejarah dengan bahasa wartawan. dapat berupa kisah yang ditulis dalam buku-buku sejarah. Sejarah sebagai kisah dapat diulang. Sejarah sebagai kisah dapat berupa narasi yang disusun berdasarkan memori. Penyebab adalah hal yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi.  Kemampuan bahasa yang dimilikinya Pengaruh kemampuan bahasa seorang penutur/pencerita sejarah sebagai kisah terlihat dari hasil rekonstruksi penuturan kisah sejarah. Sejarah melihat manusia tertentu yang mempunyai tempat dan waktu tertentu serta terlibat dalam kejadian tertentu sejarah tidak hanya melihat manusia dalam gambaran dan angan-angan saja.  Perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya Pengetahuan dan latar belakang kemampuan ilmu yang dimiliki pencerita sejarah juga mempengaruhi kisah sejarah yang disampaikan. Tetapi tidak semua fakta sejarah dapat diangkat dan dikisahkan hanya peristiwa penting yang dapat dikisahkan. Sejarah sebagai sebuah kisah dapat berbentuk lisan dan tulisan. Sejarah sebagai peristiwa merupakan suatu kenyataan yang objektif artinya kenyataan yang benar-benar ada dan terjadi dalam kehidupan masyarakat manusia.

Seperti seni. Teori sejarah diajarkan sesuai dengan keperluan peradaban masing-masing tradisi. 4. Sejarah sebagai Seni Sejarah sebagai seni merupakan suatu kemampuan menulis yang baik dan menarik mengenai suatu kisah/ peristiwa di masa lalu. pengulangan. Tujuan dalam ilmu sejarah adalah menjelaskan perkembangan atau perubahan kehidupan masyarakat. a. eksplanasi. penalaran yang teratur dan sistematika yang runtut. Metode dalam ilmu sejarah diperlukan untuk menjelaskan perkembangan atau perubahan secara benar. Dengan melibatkan emosi. Dalam penelitian untuk menentukan sesuatu sejarawan membutuhkan intuisi dan untuk mendapatkannya ia harus bekerja keras dengan data yang ada. Sejarah membicarakan manusia dari segi waktu yang artinya sejarah memperhatikan perkembangan. d. c. 2. waktunya berubah. 5. 6. Kesimpulan tersebut menjadi kesimpulan umum atau generalisasi. sejarah berpegangan pada teorinya sendiri. emosi dan gaya bahasa. objektivitas. dan adanya pengaruh dari luar. sejarah juga membutuhkan intuisi. Manusia tetap ingin tahu yang terjadi di masa lampau. dalam menarik kesimpulan umumnya dapat juga sebagai koreksi terhadap ilmu-ilmu lain. Memiliki Objek: Objek sejarah yaitu perubahan atau perkembangan aktivitas manusia dalam dimensi waktu (masa lampau). Sejarah hanya meninggalkan jejak berupa dokumen. Waktu dalam hal ini adalah waktu lampau sehingga asal mula maupun latar belakang menjadi pembahasan utama dalam kajian sejarah. Teori dalam sejarah berisi satu kumpulan tentang kaidah-kaidah pokok suatu ilmu. Emosi: Emosi merupakan luapan perasaan yang berkembang. kesinambungan. percobaan. 1. harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang terjadi sesudahnya. dan perubahan. pengamatan yang dilakukan. Teori tersebut ditemukan dalam setiap tradisi sejarah. Bersifat empiris sebab sejarah melakukan kajian pada peristiwa yang sungguh terjadi di masa lampau. Sejarah juga mempunyai metode sendiri yang sifatnya terbuka dan hanya tunduk pada fakta. Setiap ilmu tentu memiliki tujuan. Teori tersebut diajarkan berdasarkan keperluan peradaban. Sehingga seorang sejarawan harus lebih berhati-hati dalam menarik kesimpulan jangan terlalu berani tetapi sewajarnya saja. serta konsep yang jelas. e. Dalam meneliti objeknya. Tetapi jika terlalu mementingkan aspek seni maka akan menjadi kehilangan fakta yang harus diungkap. penulisan yang baik. mengajak pembaca seakan-akan hadir dan menyaksikan sendiri peristiwa itu. lancar. Memiliki Metode: Metode merupakan cara yang teratur dan terpikir baik untuk mencapai suatu maksud. Jadi generalisasi merupakan sebuah kesimpulan umum dari pengamatan dan pemahaman penulis. Seni dibutuhkan dalam penulisan karya sejarah karena:      Jika hanya mementingkan data-data maka akan sangat kaku dalam berkisah. Bersifat Empiris: Empiris berasal dari kata Yunani emperia artinya pengalaman. Dalam sejarah dikenal metode sejarah guna mencari kebenaran sejarah. Emosi diperlukan guna mewariskan nilai-nilai tertentu asalkan penulisan itu tetap setia pada fakta. 4.Menurut Kuntowijoyo. terdapat : Intuisi: Intuisi merupakan kemampuan mengetahui dan memahami sesuatu secara langsung mengenai suatu topik yang sedang diteliti. 5. Berbeda dengan seorang seniman jika ingin menulis mungkin ia akan berjalan-jalan sambil menunggu ilham sebelum melanjutkan proses kreatifnya. Ciri sejarah sebagai seni. Rekonstruksi sejarah yang dilakukan mengenal adanya teori yang berkaitan dengan sebab akibat. 3. 3. imajinasi. ciri-ciri atau karakteristik sejarah sebagai ilmu adalah sebagai berikut. Untuk selanjutnya dokumen tersebut diteliti oleh para sejarawan untuk menemukan fakta yang akan diinterpretasi/ditafsirkan menjadi tulisan sejarah. dan mengalir. dan subjektivitas. Memiliki Teori: Teori merupakan pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa. Ilmu pengetahuan sosial sifatnya selalu berubah dan mudah terjadi sebab kondisi setempat berubah. 2. . Sejarah berbeda dengan ilmu sosial/ kemanusiaan yang lain seperti antropologi dan sosiologi sebab : 1. b. penemuan. Sehingga seni dibutuhkan untuk memperindah penuturan/ pengisahan suatu cerita. Seorang sejarawan sebaiknya mampu mengkombinasikan antara pengisahan (yang mementingkan detail dan fakta-fakta) dengan kemampuannya memanfaatkan intuisi dan imajinasinya sehingga dapat menyajikan peristiwa yang objektif. Seorang sejarawan harus tetap ingat akan data-datanya. Waktu merupakan unsur penting dalam sejarah. Mempunyai Generalisasi: Studi dari suatu ilmu selalu ditarik suatu kesimpulan. Sejarah akan sangat tergantung pada pengalaman dan aktivitas nyata manusia yang direkam dalam dokumen. Sejarah membutuhkan riset. Sejarah juga mempunyai generalisasi.

dan suasana. apa yang sedang terjadi. Gaya bahasa diperlukan sejarawan guna menuliskan sebuah peristiwa. pengamatan dan penyerapan. karena akan terus diperbaharui sejauh orang mampu menemukan bukti-bukti yang ada. Contoh: Peristiwa G30SPKI hanya terjadi sekali dan tidak dapat diulang kembali untuk diperbaiki. Imajinasi: Imajinasi merupakan daya pikiran untuk membayangkan kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang (khayalan). Ilmu Alam: Objek dalam ilmu alam adalah semua makhluk hidup Ilmu Sejarah: Objek dalam sejarah adalah segala peristiwa dalam aktivitas manusia Ilmu Alam: Hukum-hukum berlaku secara tetap tanpa memandang orang. Perbedaan sejarah dengan ilmu-ilmu alam: Ilmu Alam: Percobaan dalam ilmu alam dapat diulang-ulang Ilmu Sejarah: Percobaannya tidak dapat diulang sebab hanya sekali terjadi. Ilmu Alam: Tujuan untuk menemukan hukum-hukum yang bersifat umum dan Nomotheis (berupa pendapat tunggal) Sejarah: Tujuannya untuk menuliskan hal-hal yang bersifat khas dan bersifat ideografis (berupa banyak pendapat yang saling berkaitan) Ilmu Alam: Kesimpulan umum (Generalisasi) untuk ilmu alam biasanya diakui kebenarannya dimana-mana (semua orang) Sejarah: Kesimpulan terlihat dari kebenaran suatu pola/kecenderungan dari suatu peristiwa sehingga dapat digunakan untuk memperkirakan melihat masa yang akan datang. waktu. D. Sehingga kesimpulan dari sejarah tidak bisa langsung diakui oleh banyak orang. serta apa yang akan terjadi. Imajinasi diperlukan sejarawan untuk membayangkan apa yang sebenarnya terjadi. Sama-sama memiliki dasar teori dan metode. Sejarah: Hukumnya sangat bergantung pada pengalaman manusia yang telah direkam sebagai dokumen untuk diteliti sejarawan guna menemukan fakta sejarah. . Persamaan dan Perbedaan Sejarah dan Ilmu Alam Persamaan sejarah dengan ilmu alam: Sama-sama berdasarkan pengalaman. tempat.Gaya Bahasa: Gaya bahasa merupakan cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan atau lisan. Gaya bahasa yang baik yaitu yang dapat menggambarkan detail-detail sejarah secara lugas dan tidak berbelit-belit.

Seseorang penyelidik sejarah harus memiliki ilmu-ilmu bantu untuk menggarap sumbersumber tersebut. Sesuatu sumber yang diperolehi itu tidak semestinya sumber yang tulen. jika tidak. Kritikan luaran dijalankan dengan membuat beberapa persoalan terhadap sesuatu sumber itu iaitu. seseorang penyelidik sejarah perlu mencari sumber-sumber dan bertolak dari andaian bahawa bahan-bahan yang dikutip itu seharusnya diuji kebenarannya. sumber itu palsu. sumber itu tulen. Tanpa sumber. Pendapat ini dipersetujui oleh Collingwood dan menyifatkan kaedah tersebut sebagai 'sejarah kritikal'. Sumber perlu dikritik untuk menentukan ketulenan bukti atau sumber itu. perakam atau pemetik maklumat-maklumat sahaja. misalnya (1) bila sumber itu dicatat atau direkodkan? (2) di mana ia dihasilkan? (3) siapa yang menghasilkannya? (4) daripada bahan apa ia dihasilkan? dan (5) dari bentuk apa asalnya ia dihasilkannya? Sasaran utama kritikan luaran ini adalah untuk menentukan ketulenan dan keaslian (authentic and genuine) sesuatu sumber sejarah itu. Dewasa ini. tidaklah dapat diketahui sejarah kerana sumber adalah bahanbahan yang menyediakan bukti berkenaan sesuatu peristiwa yang dikaji. Tugas ini ada berkaitan dengan timbulnya perbuatan memalsukan sumber-sumber. Beberapa contoh permasalahan yang berkaitan dengan kritikan sumber boleh ditunjukkan seperti berikut: . Kritikan terhadap sesuatu suniber itu mempunyai dua kaedah atau proses utama iaitu. Oleh kerana itu ilmu sejarah tidak dapat berdiri tanpa sumber atau bukti. Tujuan Kritikan Sumber Bagi menyempurnakan sesuatu kajian. Ia bukanlah satu pendirian secara mental mengenai sesuatu isu. iaitu penilaian untuk mempastikan sesuatu objek (sumber) dan maklumat (data) dalam sumber yang digunakan itu benar ataupun palsu. Oleh kerana kritikan sumber bertujuan untuk memastikan sama ada yang dikatakan asal sumber itu adalah asal yang sebenar ataupun tidak. Kritikan Luaran Kritikan luaran dapat dinyatakan sebagai usaha mengesahkan ketulenan atau keaslian sesuatu sumber asli itu. Seandainya yang dipercayai. Ianya bertujuan untuk mnemastikan sama ada sesuatu sumber itu tulen atau palsu.KRITIKAN SUMBER Dalam usaha penyelidikan sejarah. Kritikan sumber juga boleh diertikan sebagai tafsiran sumber. Menurut Marc Bloch. Jadi di sini. (i) Kritikan Luaran dan (ii) Kritikan dalaman. Pemalsuan ini mungkin disengajakan ataupun tidak disengajakan. kritikan sumber tidak lagi dipandang sebagai suatu pendirian secara mental yang negatif semata-mata tetapi sebagai satu ujian untuk kebenaran. Istilah 'kritikan' merujuk kepada proses pentafsiran bukti iaitu satu ujian mendapatkan kebenaran. penyelidik sejarah tidaklah berperanan sebagai penyalin. biasanya terdapat dua keperluan asas yang harus dimiliki iaitu sumber (sources) dan bukti (evidences) sumber. kritikan ialah menguji kebenaran sesuatu sumber kerana berpunca dari kesangsian terhadap fakta.

bapa dan roh kudus. ditegaskan bahawa agama Kristian hanyalah khusus untuk kaum Yahudi sahaja. selepas kitab Al-Quran (yang berada pada Imam Ghaib). Bagi golongan Sunni. Bukan sahaja Al-Kulaini.Mark tidak menulisnya.000 ayat). malah Imam Khoemeini juga percaya bahawa Al-Quran yang berada di dalam tangan umat Islam ialah Al-Quran yang sudah diubah. Kemudian baru diikuti oleh tokoh-tokoh hadith lain seupama Nasai. ayat ini dianggap suatu pemalsuan yang disengajakan malah untuk kesemua 25 ayat dalam fasal 21 Injil St. Abu Daud dan lain-lainnya. Tetapi dalam kitab Al-kafi oleh Al-Kulaini. Dalam rangkaian kitab-kitab hadith yang ada. sebuah kitab yang menjadi pegangan utama golongan Syiah. Golongan Syiah dikatakan mempunyai Al-Quran lain di samping Mushaf Othmani yang ada kini. telah sepakat di kalangan umat Islam bahawa hadithhadith riwayat Bukhari dan Muslim merupakan yang tertinggi darjat kesahihannya. Perbezaan faham antara golongan Sunni dengan golongan Syiab lebih hebat lagi berlaku dalam persoalan tentang sumber Hadith. Mathews. Catholic Edition Revised Standard Version.a. iaitu anak.Mark. 1966). Jadi kalau ayatayat Al-Quran yang ada kini adalah lebih kurang 6. Begitu juga dalam Injil St.w. maka ketiganya menjadi satu. Mereka menolak hadith-hadith Bukhari dan Muslim. Nelson. . dikurangi atau ditambah. dikatakan yang ada kemungkinan St. Samalah halnya dengan kesangsiaan mereka terhadap kitab Al-Quran. Tetapi ini ditolak oleh para penganut Kristian yang menganggap ianya bersifat universal. oleh kerana ia dihimpun pada zaman Abu Bakar dan Umar iaitu tokoh-tokoh sahabat yang turut menjadi sasaran serangan mereka. Bagi kalangan Sunni. iii. Al-Razi dan Al-Tusi. Tetapi bagi golongan Syiah. Charles Francis Potter. Contoh yang terkemuka sekali tentang berlakunya perubahan adalah pada ayat yang dikenali sebagai Comma Johannium atau tiga kesaksian langit menjadi tiga yang menjadi saksi di syurga. Keraguan tentang ketulenan juga timbul dikalangan umat Islam. Dr. maka kitab Injillah yang menjadi sasaran kritikan yang utama. Menurut Rev. Tarmizi.000 ayat. ditegaskan bahawa fasal ini ditambah kemudian. ii.a. sama ada seorang penyebar agama Kristian atau oleh seorang murid Nabi Isa s. Sesuai dengan sejarah pertumbuhannya sendiri. iaitu Mushaf Fatimah yang menurut Al-Kulaini adalah tiga kali lebih tebal daripada Mushaf Othmani. iaitu di kalangan golongan Sunni dan golongan Syiah.000 ayat. Di sini yang menjadi persoalan ialah apakah kitab Injil yang ada sekarang adalah yang tulen (sebenar) atau yang sudah mengalami perubahan dan pindaan di sana sini. Anehnya menurut jemaah penyunting yang sama. kitab AlQuran yang ada kini adalah yang sebenarnya. tanpa sebarang penambahan atau pengurangan. mereka berpegang kepada kitab-kitab lain seperti karya Al-Kulaini tersebut. Al-Quran yang beredar itu hilang sejumlah dua pertiga daripada ayat keseluruhannya (17. berasaskan bukti dan Injil St. ini bererti yang dianggap hilang ialah hampir 11. sumber kedua selepas kitab Al-Quran jalah hadith-hadith nabi s.w.john itu yang sunting oleh jemaah penyunting (The Holy Bible. oleh kerana ia diriwayatkan oleh tokoh-tokoh sahabat yang ditolak dan malah dikafirkan oleh mereka.i.

Ujian Bahasa: Ujian bahasa ini adalah untuk melihat ketulenan sesuatu dokumen dengan disahkan melalui bahasa. Kesangsian juga berlaku dalam sejarah falsafah klasik. baik yang bercorak sastera rakyat mahupun yang bercorak Hindu. Beliau tidak meninggalkan sebarang tulisan. Manuskrip jurnal yang disimpan oleh Frank Swettenham yang mengandungi catatan dari bulan April 1894 hingga Februari 1876 boleh disahkan tulen oleh seseorang pakar kimia yang dapat menguji sama ada kertas dari dakwat yang digunakan itu sememangnya berumur lebib kurang 100 tahun. baik Al-Quran mahupun hadith yang mereka terima. Bukan sahaja Penulisnya. Kaedah-kaedah dalam Kritikan Luaran Cara-cara untuk mengatasi masalah kepalsuan sumber-sumber sejarah atau memastikan ketulenan sesuatu dokumen adalah seperti berikut.Pendek kata. terutamanya tentang tokoh besar yang dipersoalkan iaitu Socrates. struktur ayat. Ujian Kimia: Tujuannya adalah untuk menentukan umur atau tarikh sebenar sesuatu dokumen iaitu dari segi keadaan kertas. Meskipun kesemua sumber yang ada itu masih dipergunakan secara kritikal. Contoh. Garraghan pula melihat kepentingan ujian bahasa seperti berikut. Sebagai contoh. Masalah-masalah seperti inilah yang menjadi bidang garapan kritikan luaran iaitu untuk menentukan ketulenan atau keaslian sesuatu sumber yang tertentu selagi masalah pengarang atau penulisnya yang sebenar tidak diatasi terlebih dulu. di mana. Di Nusantara pula masalah ketiadaan nama pengarang sudah menjadi ciri umum dalam teks-teks sastera klasik. bahkan juga masalah bila. Pakar-pakar kimia boleh memastikan sama ada sesuatu dokumen itu benar-benar dikeluarkan pada masa yang didakwa oleh pihak-pihak yang memilikinya. v. iaitu keluarga Rasullullah. Gaya tulisan Latin oleh Livy pada abad yang pertama tidaklah serupa dengan gaya tulisan Latin oleh Einhara pada abad ke-9. ujian kimia. iv. terutamanya Plato. serta dari bahan apa karya itu ditulis. Hikayat Melayu-Islam. Keterangan daripada Plato lebih dipercayai dalam meriwayatkan hidup dan pemikiran Socrates. sudah tentu kesimpulan muktamad tidak dapat dibuat dalam kajian yang dilakukan. tanda baca dan sebagainya. istilah. hanyalah yang diriwayatkan oleh mereka yang dikatakan sebagai ahli bait. dan ujian bahan-bahan dalam buatan dokumen itu. dakwat dan cap di dalam sesebuah dokumen. Malah sastera Islam pun menghadapi masalah yang sama iaitu tiada nama pengarangnya dan kandungannya pula banyak yang merupakan rekaan dan tambahan kemudian. ujian bahasa. bagaimana mungkin dapat diketahui riwayat dan pemikirannya yang sebenarnya. ejaan. Sebagaimana yang kita maklum gaya bahasa sentiasa berubah-berubah dari sudut nahu. Kebenaran hal ini boleh juga dibuktikan jika kita menyemak gaya tulisan Bahasa Malaysia dalam awal tahun 1960an . Kebanyakkan tentang ketokohannya diketahui daripada anak-anak muridnya. semuannya harus dikritik agar mendapat kepastian tentang kedudukan sumber yang sebenar. yang akan berubah-ubah mengikut peredaran masa. ujian tulisan tangan.

boleh dikatakan bahawa dokumen itu adalah palsu kerana pada masa itu hanya kulit kambing digunakan sebagai alat tempat menulis. bahasa atau linguistik dan lain-lain. Misalnya. maka masalah-masalah tentang kepalsuan sumber itu dapat dikurangi. rasional atau logik. Hakikat bahawa tulisan berubah mengikut masa menjadikannya sulit bagi seseorang yang berniat memalsukan sesebuah karya atau dokumen yang didakwa sebagai tua atau lama. Dari segi asal-usulnya. Ujian Bahan-Bahan Yang Digunakan: Akhirnya ketulenan sesuatu dokumen boleh juga dipastikan dengan menentukan sama ada bahan-bahan yang digunakan dalam menghasilkan dokumen itu memang sudah wujud pada masa yang ditarikhkan dalam dokumen itu sendiri.berbanding dengan gaya tulisan masa kini. kerana teknik percetakan hanya diperkenalkan pada abad ke-15. Ujian Tulisan Tangan: Ujian tulisan tangan ini hanya dapat dijalankan terhadap dokumen yang ditulis tangan dan bukan ditaip atau dicetak. Pemalsuan buku harian Hitler juga dapat dibongkarkan dengan mendedahkan bahawa benang-benang yang digunakan dalam penjilidan buku hanya mula digunakan selepas tahun 1945. Kesulitan ini akan bertambah jika karya atau dokumen yang dipalsukan itu didakwa sebagai tulisan seorang tokoh terkenal seperti Napolean. Sebagaimana diutarakan oleh Garraghan. tulisan tangan adalah mempunyai cirinya yang tersendiri dan pakar-pakar dalam bidang ini boleh mendedahkan perbuatan untuk meniru tulisan tangan orang lain. Bismarck. Misalnya. Keputusan yang sama juga boleh dibuat tentang sebuah dokumen yang bercetak yang ditarikkan pada tahun 1350. Walaupun dari segi kritikan luaran sumber itu mungkin asli dan tulen. Di sinilah timbulnya kepentingan ilmu-ilmu bantu seperti ilmu kimia. jika dinyatakan kertas yang digunakan sebelum tahun 1150 T. numismatik. Kritikan Dalaman Kritikan dalaman yang dimaksudkan adalah tentang kemunasabahan (credibility) atau perihal boleh dipercayai ataupun kewarasan isi isi kandungan sesuatu sumber itu. yang termasuk menurunkan tandatangan Hitler pada tiap-tiap muka halaman. iaitu selepas kematian Hitler. tentunya tidak harus dijadikan sumber lagi. para pakar telah menguji ketulenan dokumen-dokumen lain yang ditulis oleh Hitler. Dengan kombinasi ilmu-ilmu seperti ini. kalaupun tidak dapat diatasi sama sekali. timbulnya perhatian kepada kepentingan mengkaji sama . apakah kandungannya itu benar. Persoalannya. arkeologi. namun jikalau kandungannya tidak munasabab atau tidak waras. Malah klasifikasi sekarang pun sudah menjadi Bahasa Melayu. Lincoln atau Churchill kerana tokoh-tokoh ini mempunyai gaya penulisan yang tidak mudah ditiru orang lain. dalam kes pemalsuan buku harian Hitler. Apa yang ketara ialah perbezaan dalam gaya tulisan Bahasa Malaysia adalah lebih ketara jika kita membandingkan keadaan kini dengan gaya tulisan teks klasik Sejarah Melayu.M.

Charles Blount (1654-1693). Entah pada hari keesokannya tiba-tiba pula kembali semula kepada kerm yang asal. Justeru bergemalah semula pekikan atau gelaran 'pembohong' terhadap sumber yang sama. Jean Mabillon misalnya. Di kalangan para penyelidik nampaknya terdapat perbezaan sikap dalam menghadapi persoalan seperti ini. serta Thomas Jefferson yang kemudiannya mempersembahkan Injilnya sendiri melalui karya The Jefferson Bible. Antara tokoh-tokoh aliran ini ialah Jeans Astruc (16841776) dan Julius Welhauson (1844-1918). oleh kerana ia banyak dipengaruhi oleh sikap subjektif penyelidiknya.dan John Toland (1670-1722). tetapi kini sudah tergolong di dalam kem yang lain atau baru. yang dapat berubah-ubah dan malah boleh bercanggah dengan pendirian sendiri sebelumnya. Sumber yang tulen dengan sendirinya mengandungi isi yang tulen dan benar. malah merupakan mitos dan dongengan belaka. nescaya nilai sesuatu sumber 'partisan' atau beraliran politik tertentu akan meletakkan sumber tertentu sebagai benar dan penting. akan lebih jelaslah tentang realiti perubaban nilai ini.ada isi kandungannya itu waras atau tidak adalah akibat daripada sikap skeptik kepada kitab-kitab suci. Jika kebenaran itu diukur berdasarkan pemikiran subjektif para penyelidik sejarah terhadapnya. Sebab itulah timbulnya konsep nilai yang relatif. tanpa berlaku sebarang perubahaan. memang diakui masalah subjektiviti pengkajiannya dengan adanya perbezaan sikap dan nilai terhadap sesuatu. Dari sinilah terbentuknya aliran Higher Criticism yang mendakwa bahawa isi kandungan Injil adalah bertentangan (contradictory) antara satu sama lain. Dalam konteks ini memang sukar mencapai kata sepakat terhadap kebenaran sesuatu sumber itu. baik pihak akbar maupun fakta-fakta sejarah lainnya adalah begitu tetap sifatnya. Sumber sejarah yang objektif. Jika persoalan ini dikaitkan dengan kepentingan politik peribadi. sedangkan yang beraliran politik yang lama pula akan mengganggap sumber berkenaan sebagai tidak benar dan tidak penting. Juga termasuk Thomas Paine (1737-1809) dengan bukunya yang terkenal. iaitu yang berbeza dan berubah-ubah mengikut ruang dan waktu tertentu. Di samping golongan ini terdapat golongan Deist yang menundukkan Injil di bawah kuasa akal seperti Herbert of Cherbury (1583-1684). kini diterima sebagai benar dan sahih belaka. baik Perjanjian Lama (Taurat) mahupun Perjanjian Baru (Injil). sama ada sumber itu tulen atau palsu tidaklah menjadi masalah menurutnya. lalu timbullah kesimpulan bahawa isi kandungan ini tidak sahih lagi kerana bertentangan dengan akal waras. Sebab itu penyelidik sejarah yang adil seharusnya . Tetapi sikap subjektif manusia yang menilainya sahaja yang berubah-ubah. Setiap manusia memiliki kepentingannya sendiri. yang lebih diutamakan ialah kemunasabahan kandungannya. Dalam usaha menentukan kebenaran atau kemunasabahan sesuatu sumber sejarah. terutama sekali perubahaan sikap atau sentimen politiknya. Sebabnya adalah kerana dulunya kita berada di dalam kem yang lain. The Age of Reason. Dengan kebangkitan aliran rasionalisme dengan tokoh-tokoh seperti Benedict Spinoza dan Immanuel Kant. lebih menumpukan perhatian kepada ketulenan sumber. Sebaliknya bagi Fustel De Coulages. Sumber akhbar misalnya. yang dulunya ditolak mentah-mentah kerana kebohongannya.

Manakala dalaman ialah unsur fikiran iaitu apa yang difikirkan oleh Puntum ketika dia hendak membunuh Birch. i) Untuk keuntungan kewangan ii) Kerana keangkuhan kesarjanaan iii) Kerana cemburu iv) Kerana kepentingan parti v) Kerana kegiatan keagamaan yang tidak berperaturan. Collingwood mengatakan bahawa tindakan manusia yang rasional yang mempunyai dua unsur iaitu luaran dan walaupun demikian penyelidik sejarah tidak berminat mengkaji tindakan peribadi manusia yang lahir daripada naluri makan. agar kajiannya benar-benar adil dan tidak berat sebelah (bias). Unsur luaran ialah tindakan lahiriah manusia itu. John Tosh mengatakan bahawa. Once historians have become immersed in the sources of their period and have mastered its characteristic turn of phrase and appropriate technical vocabulary. tindakan Si Puntum menikam Birch yang sedang mandi itu. Benedetto berpandangan bahawa penyelidik sejarah seharusnya mengkritik dan membandingkan sumbersumber supaya dapat memberikan maklumat yang benar. ia merupakan rumusan atau kesimpulan yang berasaskan data dan fakta-fakta yang kukuh dan sahih. Kalau kelihatan berat sebelah. Terdapat beberapa motif mengapa seseorang melakukan pemalsuan adalah seperti berikut. questions of meaning are unlikely to worry them very often. Kepentingan Kritikan Sumber Kritikan sumber ini sangat mustahak kerana wujud usaha-usaha memalsukan sumber.memerhati realiti dan hakikat ini. kegiatan seks dan sebagainya. Kritikan sumber bukan sahaja bertujuan memastikan kebenaran bukti tetapi juga mencari maklurmat tambahan yang tidak disediakan secara nyata oleh saksi (sumber). Ia membantu penyelidik sejarah memastikan sama ada kajian-kajian lepas itu seratus peratus benar atau . pernah diusulkan agar kebenaran dan kemunasabahannya diukur berdasarkan lunas-lunas rasionalisme dan naturalisme. Ia dapat membantu dalam menentukan keaslian dan kesahihan sesuatu sumber. Oleh itu seorang penyelidik perlulah mempunyai sikap yang lebih kritis terhadap sesuatu sumber dan tidak sekadar menyalin. sekira fakta-fakta sejarah itu tidak bertentangan dengan hukum-hukum akal. vi) Untuk mencari nama dengan melakukan kejahatan. maka ia dapatlah diterima sebagai benar dan munasabab. Pada zaman Peralihan (Renaissance) terdapat banyak kerja yang dipalsukan dengan tujuan mengejar publisiti dan kemasyhuran boleh dikatakan setiap zaman mempunyai masalah ini. Contohnya. minum. Kritikan sumber juga penting kerana ia membantu mengelakkan kekeliruan fakta. merakam atau memetik maklumat yang disampaikan oleh sumber-sumber. Persoalannya. Dalam usaha mencari kesepakatan nilai terhadap sesuatu sumber itu. Kritikan sumber ini amat mustahak untuk mengelakan pemalsuan. Aktiviti kritikan sumber ini akan mengelakkan penggunaan sumber-sumber yang tidak sahih dan menghasilkan kajian yang benar.

dapatlah dinyatakan bahawa kritikan sumber merupakan satu aspek penting dalam penyelidikan sejarah. Kepentingan kaedah kritikan sumber kepada seorang penyelidik sejarah amat bermakna agar sumber-sumber yang digunakan itu betul-betul tulen dan tidak bercanggah atau palsu. Kritikan sumber ini secara langsung atau tidak lansung dapat menghasilkan sesuatu dokumen atau karangan sejarah yang tulen dari segi sumber. Penyelidik sejarah tidak seharusnya menerima bulat-bulat sesuatu kenyataan itu walaupun telab dipercayai oleh orang ramal atan telahpun dibuktikan benar oleh orang lain. Secara keseluruhannya. Dengan kritikan.Collingwood mengatakan bahawa sumber dalain sejarab segai berbisu dan penyelidik sejarah perlu menggarapnya untuk mendapatkan idea yang jelas mengenai perstiwa yang telah berlaku.bercanggah. Seperti kata Longlois dan Seigojos. Kemudian barulah penyelidik dapat menghasilkan suatu penulisan yang tulen dan benar seperti kata Ranke bahawa sejarah adalah suatu yang harus dikaji seperti yang sebenarnya berlaku). iaitu semua yang disahkan seorang penyelidik sejarah perlulah diteliti dengan kaedah yang lebih teliti. seseorang penyelidik dapat membuat analisis sesuatu yang tidak dipaparkan secara nyata dalam sumbersumber. Kritikan sumber juga penting untuk menentukan sama ada sesuatu sumber itu adalah lama atau masih muda. . Penyelidik sejarah haruslah sentiasa sangsi terhadap sesuatu sumber yang diperolehinya sebelum merealisasikannya. Jadi di sini sesuaatu sumber itu dapat dinyatakan kebenarannya sama ada tulen atau tidak. penyelidik sejarah mestilah bermula dengan Methodical doubt (kesangsian metode). Setiap kenyataan mestilab disangsikan terlebih dahulu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->