P. 1
Askep Pada Anak Dengan Retinoblastoma 3

Askep Pada Anak Dengan Retinoblastoma 3

|Views: 211|Likes:
Published by Ady Chyglenn
nbk
nbk

More info:

Published by: Ady Chyglenn on Aug 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2015

pdf

text

original

ASKEP PADA ANAK DENGAN RETINOBLASTOMA

BAB I

TINJAUAN TEORITIS

A. Anatomi dan Fisiologi Retina

Anatomi Retina Retina adalah selembar tipis jaringan saraf yang semitransparan dan multilapis yang melapisi bagian dalam 2/3 posterior dinding bola mata. Retina membentang kedepan hamper sama jauhnya dengan corpus sillier, dan berakhir di tepi ora serrata. Retina mempunyai tebal 0,1 mm pada kutub posterior. Di tengah-tengah retina posterior.

Fisiologi Retina

Retina adalah jaringan paling kompleks di mata. Untuk melihat, mata harus berfungsi sebagai suatu alat optis, sebagai suatu reseptor kompleks, dan sebagai suatu trasdunces yang efektif. Sel-sel batang dan kerucut dilapisan fotoreseptor mampu mengubah rangsangan cahaya memjadi suatu impuls saraf yang dihantarkan oleh lapisan, serta saraf retina melalui saraf optikus dan akhirnya ke korteks penglihatan.

B.

Pengertian

ü Retinoblastoma merupakan tumor ganas intraokular yang ditemukan pada anak-anak, terutama pada usia dibawah lima tahun. Tumor berasal dari jaringan retino embrional (Mansjoer, 2005). ü Retinoblastoma adalah Tumor ganas dalam bola mata pada anak dan bayi sampai 5 tahun ( Sidarta Ilyas, 2002 ).

ü Retinoblastoma adalah suatu neoplasma yang berasal dari neuroretina (sel kerucut sel batang) atau sel glia yang bersifat ganas. yang berfungsi sebagai supresor pembentukan tumor. Dapat terjadi unilateral (70%) dan bilateral (30%). yang terletak pada lengan panjang kromosom 13 pada locus 14 (13q14) dan kode protein pRB. Jadi dari beberapa pengertian diatas disimpulakan bahwa retinoblastoma adalah penyakit kanker mata (retina) pada anak usia kurang dari 5 tahun Merupakan tumor ganas intraokuler yang ditemukan pada anak-anak. pRB adalah nukleoprotein yang terikat pada DNA (Deoxiribo Nucleid Acid) dan mengontrol siklus sel pada transisi dari fase G1 sampai fase S. Retinoblastoma normal yang terdapat pada semua orang adalah suatu gen supresor atau anti-onkogen. Tumor berasal dari jaringan retina embrional. terutama pada usia dibawah lima tahun. Pada beberapa kasus terjadi penyembuhan secara spontan. D. Sering terjadi perubahan degeneratif. Jadi mengakibatkan perubahan keganasan dari sel retina primitif sebelum diferensiasi berakhir. ü Retinoblastoma adalah tumor retina yang terdiri atas sel neuroblastik yang tidak berdiferensiasi dan merupakan tumor ganas retina pada anak. Pewarisan ke saudara sebesar 4-7%. Pasien yang selamat memiliki kemungkinan 50% menurunkan anak dengan retinoblastoma. Patofisiologi Teori tentang histogenesis dari Retinoblastoma yang paling banyak dipakai umumnya berasal dari sel prekursor multipotensial (mutasi pada lengan panjang kromosom pita 13. kedua alel gen Retinoblastoma normal di sel retina yang sedang tumbuh diinaktifkan oleh mutasi spontan. apabila alel pasangannya di sel retina yang sedang tumbuh mengalami mutasi spontan. diikuti nekrosis dan kalsifikasi. Sebagian besar kasus bilateral bersifat herediter yang diwariskan melalui kromosom. terbentuklah tumor. Massa tumor diretina dapat tumbuh kedalam vitreus (endofitik) dan tumbuh menembus keluar (eksofitik). Etiologi Retinoblastoma disebabkan oleh mutasi gen RB1. yaitu 13q14 yang dapat . Individu dengan penyakit yang herediter memiliki satu alel yang terganggu di setiap sel tubuhnya. Pada bentuk penyakit yang nonherediter. C.

dan ditemukan pada anak yang berumur lebih dari 5 tahun. gumpalan besar sel vitreous dan tumor yang menginfiltrasi retina. Pola Penyebaran Tumor Pola pertumbuhan Retinoblastoma Intraokular dapat menampakkan sejumlah pola pertumbuhan. nonherediter. karena masa tumor yang dijumpai tidak jelas. yang mengenai pembuluh darah retina dan sering kali terjadi peningkatan diameter pembuluh darah dengan warna lebih pekat. Dengan penyebaran tumor sepanjang ruang sub arachnoid ke otak. anterior chamber seeding. Retinoblastoma eksofitik.berkembang pada beberapa sel retina dalam atau luar. tumor tersebut dapat memperlihatkan berbagai pola pertumbuhan yang akan dipaparkan di bawah ini.vitreous seeding mungkin juga memasuki bilik mata depan. Pada tumor dijumpai adanya injeksi conjunctiva. Sel Retinoblastoma paling sering keluar dari mata dengan menginvasi saraf optikus dan meluas kedalam ruang sub arachnoid. Retinoblastoma eksofitik ini dapat pula menyebabkan retinal detachment. pseudohypopyon. berasal dari lapisan luar retina dan meluas ke koroid menyebabkan solid RD. yang dapat berkumpul di iris membentuk nodule atau menempati bagian inferior membentuk Pseudohypopyon Tumor Eksofitik biasanya kuning keputihan dan terjadi pada ruang subretinal. ini tampak sebagai gambaran massa putih sampai coklat muda yang menembus membran limitan interna. Vitreous seeding sebagian kecil meluas memberikan gambaran klinis mirip endopthalmitis. Pada intraokular. Retinoblastoma Endofitik kadang berhubungan dengan vitreus seeding. diagnosis sering dikacaukan . Diffuse infiltration retina Pola yang ketiga adalah Retinoblastoma yang tumbuh menginfiltrasi luas yang biasanya unilateral. pada pola pertumbuhan endofitik. dapat meluas hingga ke sklera. Sel-sel dari Retinoblastoma yang masih dapat hidup terlepas dalam vitreous dan ruang sub retina dan biasanya dapat menimbulkan perluasan tumor melalui mata. Invasi saraf optikus.

v Stadium IV: ditemukan metastase jauh ke dalam otak. E. tulang distal. diikuti nekrosis dan klasifikasi. otak dan tulang. Pada bilik mata depan. terbagi atas IV stadium. Kemudian timbul kelenjar limfe preauricular dan cervical yang dapat teraba. paru. otak. Pasien yang selamat memiliki kemungkinan 50 % menurunkan anak dengan retinoblastoma. Tumor mata ini. Tanda dan Gejala . v Stadium III: terdapat perluasan ekstra okuler regional.dengan keadaan inflamasi seperti pada uveitis intermediate yang tidak diketahui etiologinya. jarang dijumpai dengan metastasis sistemik dan perluasan intrakranial. baik yang melampaui ujung nervus optikus yang dipotong saat enuklasi. Penyebaran metastasis ke kelenjar limfe regional. Di Amerika Serikat. Perluasan ekstraokular dapat mengakibatkan proptosis sebagaimana tumor tumbuh dalam orbita. memberi jalan masuk ke limphatik conjunctiva. Tempat metastasis Retinoblastoma yang paling sering pada anak mengenai tulang kepala. Glaukoma sekunder dan Rubeosis Iridis terjadi pada sekitar 50% kasus. sel tumor menginvasi trabecular messwork. vertebra. sering terjadi perubahan degeneratif. kelenjar limphe dan viscera abdomen. Sel tumor mungkin juga melewati kanal atau melalui slera untuk masuk ke orbita. pada saat diagnosis pasien. masing-masing: v Stadium I: menunjukkan tumor masih terbatas pada retina (stadium tenang) v Stadium II: tumor terbatas pada bola mata. Pada beberapa kasus terjadi penyembuhan secara spontan.

Bila letak tumor dimakula. Pada fundus terlihat bercak kuning mengkilat. dapat terlihat gejala awal strabismus. uveitis. Bila sel-sel tumor terlepas dan masuk ke segmen anterior mata . melalui sclera ke jaringan orbita dan sinus paranasal. akan terjadi gejala pandangan berat. di dalam bilik mata depan. F. 7. Pada tumor yang besar. Warna iris tidak normal. Bola mata menjadi besar. Di permukaan terdapat neovaskularisasi dan perdarahan. Pertumbuhan tumor ini dapat menyebabkan metastasis dengan invasi tumor melalui nervus optikus ke otak. 3. 4. Massa tumor yang semakin membesar akan memperlihatkan gejala leukokoria. Penyebaran secara limfogen. maka mengisi seluruh rongga badan kaca sehingga badan kaca terlihat benjolan berwarna putih kekuning-kuningan dengan pembuluh darah di atasnya. 2. ataupun suatu panoftalmitis. hematogen. terutama hati. Bila terjadi nekrosis tumor. Manifestasi Klinis Gejala retinoblastoma dapat menyerupai penyakit lain dimata. 5. dan metastasis jauh ke sumsum tulang melalui pembuluh darah. tanda-tanda peradangan di vitreus (Vitreous seeding) yang menyerupai endoftalmitis. Nyeri 8. akan menyebabkan glaucoma atau tanda-tanda peradangan berupa hipopion atau hifema. Tumor dengan ukuran sedang akan memberikan gejala hipopion. endoftalmitis. mata merah atau terdapatnya warna iris yang tidak normal. dapat menonjol kebadan kaca. Leukokoria merupakan keluhan dan gejala yang paling sering ditemukan. Tajam penglihatan sangat menurun. 6. . Tanda dini retinoblastoma adalah mata juling. bila tumor sudah menyebar luas di dalam bola mata.1. ke kelenjar limfe preaurikular dan submandibula dan. ke sumsum tulang dan visera.

A. Golongan IV ü Tumor multiple sampai ora serata ü Prognisis tidak baik 5. Golongan III ü Tumor ada didepan ekuator atau tumor soliter berukuran >10 diameter papil ü Prognosis meragukan 4. katarak. Golongan II ü Satu atau beberapa tumor berukuran 4-10 diameter papil ü Prognosis baik 3. dan ablasi retina. ü Terdapat pada atau dibelakang ekuator ü Prognosis sangat baik 2. Golongan I ü Tumor soliter/multiple kurang dari 4 diameter papil.G. displasia retina . endoftalmitis nematoda. Diagnosis Banding Fibroplasia retrolental. Klasifikasi 1. Prognosis . Golongan V ü Setengah retina terkena benih di badan kaca ü Prognosis buruk H.

Harus diingat bahwa pemberian radioterapi pada anak < 2 tahun tidak dianjurkan.Tumor mempunyai prognosis baik bila ditemukan dini dan intraokuler.Untuk tumor bilateral tindakan pengobatan sesuai dengan masing-masing stadium tumor. Bila hasil pemeriksaan patologi anatomi pada RB unilateral menunjukkan tumor telah menembus sklera atau infiltrasi difus kekoroid atau korpus. Pemeriksaan Penunjang Ultrasonografi dan tomografi komputer dilakukan terutama untuk pasien dengan metastasis ke luar. Lanjut : stadium 4 dan 5 intraokular dan tajam penglihatan nol dilakukan tindakan bedah pengangkatan bola mata (enukleasi). B. Dini : besar tumor < 4 disc diameter dan tebal < 2. Bila hasil PA menunjukkan perluasan ekstratraokular pengobatan dilanjutkan dengan kemoterapi dengan atau tanpa radioterapi. bola mata dipertahankan tanpa dilakukan enukleasi dengan cara kemoreduksi pemberian kemoterapi kombinasi Carboplatin etoposide dan vitreuos sebanyak 2 siklus untuk mengecilkan massa tumor dilanjutkan fokal terapi dengan fotokoagulasi atau terapikrio. J. Khusus untuk kasus dengan infiltrasi N. Pengobatan selanjutnya tergantung dari pemeriksaan patologi anatomi. Tumor intraocular A. Tumor dapat masuk ke dalam otak melalui saraf optik yang terkena infiltrasi sel tumor. Penatalaksanaan Tujuan pengobatan dari retinoblastoma telah berubah secara dramatis sejak beberapatahun belakangan sehubungan dengan evolusi dari kemajuan teknik operasi.optikus post laminar pengobatan dilanjutkan dengan radioterapi dan kemoterapi. Tumor ekstraokular . pengobatan dilanjutkan dengan kemoterapi.5 mm tergantung lokasi tumor dapat dilakukan tindakan fotoagulasi dan atau krioterapi. K. Tujuan dari terapi adalah diutamakan untuk menyelamatkan hidup pasien dan juga mata pasien. Untuk tumor lanjut intraokular yang belum terjadi vitreous seeding. Prognosis sangat buruk bila sudah tersebar ekstra ocular pada saat pemeriksaan pertama. misalnya dengan gejala proptosis bola mata.

Tumor dengan metastasis jauh pada stadium lanjut ini gambaran kliniknya dapat sangat bervariasi pada masing-masing penderita. oleh karenanya pengobatan berdasarkan penilaian secara tersendiri kasus demi kasus ialah kemoterapi dan radioterapi dapat dipertimbangkan kemudian. dan sejauhmana perhatian klien dan keluarganya terhadap masalah yang dialami. Trauma sebelumnya dapat juga memberikan kelainan pada mata tersebut sebelum meminta pertolongan. Tumor disertai pembesaran kelenjar regional. Penting untuk mengetahui perkembangan penyakitnya.perluasan intrakranial dalam (-). Retinoblastoma bersifat herediter yang diwariskan melalui kromosom. 2) Riwayat trauma sebelum atau sesudah ada keluhan Trauma dapat memberikan kerusakan pada seluruh lapis kelopak ataupun bola mata. Retinoblastoma mempunyai prognosis baik bila ditemukan dini. 3) Apakah ada keluarga yang menderita penyakit yang sama sebelumnya. . metastasis jauh ( BMP / LP ) ( -) . atau metastase intrakranial dengan atau tanpa metastase jauh. Bila secara radiologi pada RB unilateral tidak ditemukan destruksi tulang orbita. protein yang selamat memiliki kemungkinan 50 % menurunkan anak dengan retinoblastoma. Pengkajian 1) Pengkajian yang penting untuk retinoblastoma Sejak kapan sakit mata dirasakan. dilakukan tindakan bedah mengangkat seluruh isi rongga mata (eksenterasi orbita).Klinis dengan protopsis : A. tidak perlu dilakukan tindakan bedah dan diberikan : radioterapi ( usia > 2 tahun ) dan kemoterapic. B. penderita diberikan pengobatan: radiasi ( >2 tahun ) pada orbita dan kelenjar limfe yang membesar dilanjutkan dengan kemoterapid. Bila secara radiologis pada RB unilateral ditemukan destruksi dinding orbita. BAB II TINJAUAN ASUHAN KEPERAWATAN A. dilanjutkan dengan radioterapi ( usia > 2 tahun ) dan kemoterapi.

IV. Retinoblastoma umumnya ditemukan pada anak-anak. Pemeriksaan tajam penglihatan Pada retinoblastoma. takut. terutama pada usia di bawah 5 tahun. b.4) Apakah pasien merasakan adanya perubahan dalam matanya. 7) Penyakit lain yang sedang diderita Bila sedang menderita penyakit lain dengan keadaan yang buruk. Pemeriksaan gerakan bola mata Pembesaran tumor dalam rongga mata akan menekan saraf dan bahkan dapat merusak saraf tersebut dan apabila mengenai saraf III. dan VI maka akan menyebabkan mata juling. gelisah. 6) Penyakit mata sebelumnya Kadang-kadang dengan mengetahui riwayat penyakit mata sebelumnya akan dapat menerangkan tambahan gejala-gejala penyakit yang dikeluhkan penderita. sering menangis. 5) Apakah ada keluhan lain yang menyertai Keluhan sakit kepala merupakan keluhan paling sering diberikan oleh penderita. 10) Mekanisme koping 11) Pemeriksaan Fisik Umum Diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya keadaan umum yang dapat merupakan penyebab penyakit mata yang sedang diderita. Pemeriksaan susunan mata luar dan lakrimal . tumor dapat menyebar luas di dalam bola mata sehingga dapat merusak semua organ di mata yang menyebabkan tajam penglihatan sangat menurun. sering bertanya. Retinoblastoma dapat menyebabkan bola mata menjadi besar. c. Adanya keluhan pada organ lain juga bisa diakibatkan oleh tumor yang bermetastase. 12) Pemeriksaan Khusus Mata a. 9) Riwayat Psikologi Reaksi pasien dana keluarganya terhadap gangguan penglihatan yang dialami pasien: cemas. dapat pula memperburuk keadaan klien 8) Usia penderita Dikenal beberapa jenis penyakit yang terjadi pada usia tertentu.

Pada retinoblastoma didapatkan: d. sistem lakrimal. papil saraf optik. Hipopion. iris. bilik mata depan. Pemeriksaan tekanan bola mata Pertumbuhan tumor ke dalam bola mata menyebabkan tekanan bola mata meningkat. dan retina. konjungtiva. Yaitu terdapatnya darah di bilik mata depan Pemeriksaan Pupil Leukokoria (refleks pupil yang berwarna putih) merupakan keluhan dan gejala yang paling sering ditemukan pada penderita dengan retinoblastoma. f. B. Leukokoria. e. Data Objektif · · · · Mata juling (strabismus) Mata merah Bola mata besar Aktivitas kurang . kornea. Yaitu terdapatnya nanah di bilik mata depan. Pemeriksaan funduskopi Menggunakan oftalmoskopi untuk pemeriksaan media. Pengelompokan Data 1. Yaitu reflek pupil yang berwarna putih. Refleksi tak ada (atau gelap) akibat perdarahan yang banyak dalam badan kaca. lensa dan pupil. Hifema. Data Subjektif · · · · Mengeluh nyeri pada mata Sulit melihat dengan jelas Mengeluh sakit kepala Merasa takut 2.Pemeriksaan dimulai dari kelopak mata. Yaitu terdapatnya darah di bilik mata depan Uveitis.

Nyeri b/d proses penyakit. Intervensi Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional . 2. 3. Diagnose 1. 4. 5.· · · · · · · · · · · Tekanan bola mata meningkat Gelisah Refleks pupil berwarna putih (leukokoria) Tajam penglihatan menurun Sering menangis Keluarga sering bertanya Ekspresi meringis Tak akurat mengikuti instruksi Keluarga nampak murung Keluarga nampak gelisah Pertanyaan/pernyataan keluarga salah konsepsi C. inflamasi Gangguan persepsi sensori : visual b/d gangguan penerimaan sensori Resiko cedera b/d keterbatasan lapang pandang Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d status hipermetabolik Ansietas b/d perubahan status kesehatan Gangguan harga diri b/d kecacatan bedah A. 6.

1. pasien menghadapi kemungkinan atau mengalami kehilangan . · Sementara intervensi dini mencegah kebutaan. durasi dan intensitas (skala 0-10) · Evaluasi / sadari terapi tertentsu mis : pembedahan. visualisasi) tertawa. music. radiasi. frekuensi. inflamasi · Melaporkan kehilangan nyeri · Tentukan riwayat nyeri mis : lokasi nyeri. · Dorong mengekspresikan perasaan tentang kehilangan/kemumgkinan kehilangan penglihatan · Mempengaruhi harapan masa depan pasien dan pilihan intervensi. · Berikan tindakan kenyamanan dasar dan aktivitas hiburan · Dorong penggunaan keterampilan manajemen nyeri (mis : tekhnik relaksasi. Nyeri b/d proses penyakit. kemoterapi. sentuhan terapeutik · Kolaborasi : berikan analgesic sesuai indikasi · Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan keefektivan intervensi · Ketidaknyamanan rentang luas adalah umum (mis : nyeri insisi) · Meningkatkan relaksasi dan membantu menfokuskan kembali perhatian · Memungkinkan pasien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa control · Nyeri adalah komplikasi sering dari kanker. Gangguan persepsi sensori : visual b/d gangguan penerimaan sensori · Mengenal · Pastikan gangguan sensori dan derajat/tipe kehilangan berkompensasi terhadap penglihatan perubahan · Mengidentifikasi/ memperbaikipotensial bahaya dalam lingkungan. meskipun respon individual bebeda 2.

untuk mencegah pertumbuhan tumor akan mempertahankan visus. contoh kurangi kekacauan. menggaruk mata.penglihatan · Tunjukan pemberian tetes mata. perbaiki sinar suram dan masalah penglihatan malam · Kolaborasi : Siapkan intervensi bedah sesuai indikasi: enuklasi · Mengontrol TIO. membungkuk. contoh menghitung tetesan. tidak salah dosis · Lakukan tindakan untuk membantu pasien menangni keterbatasan penglihatan . dilakukan apabila tumor sudah mencapai seluruh vitreous dan visus nol. fotokoagulasi laser. mengikuti jadwal. dilakukan untuk mencegah tumor bermetastasis lebih jauh. . mencegah kehilangan penglihatan lanjut · Menurunkan bahaya keamanan sehubungan dengan perubahan lapang pandang/kehilangan penglihatan dan akomodasi pupil terhadap sinar lingkungan · Pelaksanaan krioterapi. · Menurunkan stress pada area operasi atau menurunkan tekanan intraokuler 3. · Dilakukan apabila tumor masih intraokuler. · Mengubah · Batasi aktivitas seperti menggerakkan kepala tiba-tiba. atau kombinasi sitostatik. · Pengangkatan bola mata. Resiko cedera b/d keterbatasan lapang pandang · Menyatakan pemahaman factor yang terlibat dalam kemungkinan cedera.

misalnya: acetaminophen (tyenol). meningkatkan istirahat/mencegah gelisah. Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d status hipermetabolik · Mendemostrasikan · Pantau masukan berat badan stabil makanan setiap hari · Bebas tanda malnutrisi · Ukur tinggi. · Arahkan semua alat mainan yang dibutuhkan klien pada tempat · Menurunkan resiko memecahkan mainan dan jatuh dari tempat tidur · Pemberian analgesik. dengan masukan cairan adekuat · Identifikasi pasien yang mengalami mual/muntah yang diantisipasi · Mual muntah psikogenik terjadi sebelum kemoterapi . · Digunakan untuk mengatasi ketidaknyamanan. · Dorong pasien untuk makan diet tinggi kalori kaya nutrient. 4. khususnya bila berat badan dan pengukuran antropometrik · Kebutuhan jaringan metabolic ditingkatkan begitu juga cairan. · Memfokuskan lapang pandang dan mencegah cedera pada saat berusaha untuk menjangkau mainan. empirin dengan kodein. dan pertahankan pagar tempat tidur.lingkungan sesuai indikasi untuk meningkatkan keamanan · Anjurkan keluarga memberikan mainan yang aman (tidak pecah). berat badan dan ketebalan lipatan kulit trisep · Mengidentifikasi kekuatan/defisiensi nutrisi · Membantu dalam identifikasi malnutrisi protein-kalori.

derajat pengalaman nyeri dan pengetahuan kondisi saat ini. · Menurunkan ansietas sehubungan dengan ketidaktahuan/harapan yang akan datang · Membantu memastikan masalah untuk memulai proses pemecahan masalah 6. Ansietas b/d perubahan status kesehatan · Ansietas menurun sampai pada tingkat yang dapat diatasi · Menggunakan sumber secara efektif · Kaji tingkat ansietas. · Sering sebagai sumber distress emosi. · Berikan informasi yang akurat dan jujur. · Dorong pasien untuk mengakui masalah dan mengekspresikan perasaan.· Dorang komunikasi terbuka mengenai masalah anoreksia mulai secara umum tidak berespon terhadap obat antiemetic. Bila pasien menolak. Gangguan · Mengungkapakan harga diri b/d pemahaman mekanisme kecacatan bedah koping untuk menghadapi masalah secara efektif · Dikskusikan dengan pasien/orang terdekat/orang tua bagaimana diagnosis dan pengobatan yang mempengaruhi . khususnya untuk orang terdekat yang menginginkan untuk memberi makan pasien dengan sering. · Mempengaruhi persepsi pasien terhadap ancaman diri. orang terdekat dapat merasakan ditolak/frustasi 5. dapat mempengaruhi upaya medic untuk mengontrol TIO · Memberikan kesempatan pasien untuk menerima situasi nyata.

banyak memerlukan dukungan tambahan selama periode ini · Pastikan individualitas dan penerimaan penting dalam menurunkan perasaan pasien tentang ketidakamanan dan keraguan diri · Gunakan sentuhan selam interaksi. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta. Edisi 17. Edisi 3. et. Jakarta. F. . E.. Ganong. 1998. EGC.. EGC. Marilynn. William..kehidupan pribadi pasien/rumah dan akivitas bermain · Evaluasi struktur yang ada dan digunakan oleh pasien/orang terdekat · Berikan dukungan emosi untuk pasien/orang terdekat selama tes diagnostic dan fase pengobatan · Membantu merencanakan perawatan saat di Rumah Sakit serta setelah pulang · Meskipun beberapa pasien beradaptasi diri dengan efek kanker atau efek samping terapi. Bila dapat diterima pada pasien dan mempertahankan kontak mata DAFTAR PUSTAKA Doenges. al.

2009. Kapita Selekta Kedokteran. dkk. 123 Penyakit dengan Gangguan Pada Anak. Cetakan IV.Mansjoer. Oswari hanifah.. Jilid I. Media Aekulapius. Edisi III. et. al. A. Jakarta. BIP : Jakarta . 2001. FKUI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->