P. 1
ALAT-ALAT LABORATORIUM

ALAT-ALAT LABORATORIUM

|Views: 2,206|Likes:
Published by Brent Lynn

More info:

Published by: Brent Lynn on Aug 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2015

pdf

text

original

PENDAHULUAN Pendahuluan: Mata kuliah ini dimaksudkan untuk membekali mahasiswa supaya mampu melakukan managemen alat laboratorium

klinik dasar yang ada di rumah sakit. Pembahasan dalam mata kuliah ini mencakup materi pengertian konsep dasar pengoperasian, cara pemeliharaan, cara kalibrasi pada alat alat laboratorium. Mata kuliah ini diberikan diberikan dalam 1 sks teori dan 2 sks praktek. Alat yang dibahas adalah timbangan, mikroskop, alat putar, alat pemanas, Ph meter dan blood gas analiser. Sebelum mata kuliah ini mahasiswa harus mengikuti mata kuliah dasar elektronika, kimia, anatomi fisiologi, rangkaian listrik, instalasi listrik, tehnik digital dan elektronika lanjut. Pada mata kuliah ini dilakukan teori dan praktek dimana untuk pelaksanaan praktek pada latihan tiap pokok bahasan yang menyangkut materi pelaksanaan pengoperasian langsung, pemeliharaan langsung dan perbaikan alat secara langsung. Pada perbaikan alat dilakukan oleh instruktur atau dosen praktek sesuai kondisi alat jika memungkinkan.Sedangkan pelaksanaan kalibrasi dilakukan jika tersedia peralatan kalibrasi. Tujuan pembelajaran: Umum Setelah menyelesaikan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu melakukan managemen alat laboratorium klinik diantaranya mikroskop, incubator amuba, waterbath, timbangan, alat pengaduk, sentrifuge, PH meter dan blood gas analiser. Khusus. Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa dapat. 1. Memahami prinsip kerja alat laboratorium klinik dasar. 2. Melakukan pengoperasian dan pemeliharaan alat laboratorium klinik 3. Melakukan kalibrasi alat laboratorium klinik 4 Melakukan analisa kerusakan alat laboratorium klinik 5. Melakukan perbaikan alat laboratorium klinik. Pokok bahasan dan sub pokok bahasan 1.Mikroskop a. Pengertian b. prinsip kerja c. pengoperasian d. pemeliharaan e. kalibrasi dan perbaikan 2. Timbangan analitik a. Pengertian b. prinsip kerja c. pengoperasian

1

d. pemeliharaan e. kalibrasi dan perbaikan 3. Incubator amuba dan waterbath a. Pengertian b. prinsip kerja c. pengoperasian d. pemeliharaan e. kalibrasi dan perbaikan 4. Sentrifuse a. Pengertian b. prinsip kerja c. pengoperasian d. pemeliharaan e. kalibrasi dan perbaikan 5. Stirer a. Pengertian b. prinsip kerja c. pengoperasian d. pemeliharaan e. kalibrasi dan perbaikan 6. Ph meter. a. Pengertian b. prinsip kerja c. pengoperasian d. pemeliharaan e. kalibrasi dan perbaikan 7. Blood Gas Analizer a. Pengertian b. prinsip kerja c. pengoperasian d. pemeliharaan e. kalibrasi dan perbaikan

2

POKOK BAHASAN 1 TIMBANGAN 1. Pengertian

Neraca dipergunakan untuk mengukur masa sebuah benda. Setiap benda mempunyai masa, dan juga mempunyai bobot atau gaya berat akibat daya tarik bumi. Kian besar masa sebuah benda kian besar pula gaya berat benda itu dan karena itu masa sebuah benda yang belum diketahui dapat diukur. Kita mengukur gaya F 1 yang bekerja pada sebuah masa m1 lalu diperbandingkan dengan gaya F2 yang bekerja pada masa m2 yang telah ditera. Membandingkan dua buah gaya tersebut disebut menimbang. Neraca adalah aparat yangdapat dipergunakan untuk membandingkan gaya yang sudah diketahui dengan gaya yang belum diketahui. 2. Jenis Neraca. Ada berbagai jenis Neraca 1. Berdasarkan kegunaannya neraca bisa dibagi: a. Neraca kasar, yaitu neraca yang dipakai untuk umum dan biasa dipakai dipasaran. b. Neraca halus atau neraca analitik yaitu neraca yang biasa digunakan dilaboratorium. Neraca ini sangat sensitip dan bisa digunakan untuk menimbang dari 0,1 mg sampai maksimum 200 g. 2. Berdasarkan konstruksi dan cara kerjanya : a. Neraca Pegas. Neraca ini membandingkan gaya tarik balik sebuah pegas yang timbul apabila pegas diregangkan. Dengan cara ini maka semakin besar bobot sebuah benda, semakin besar pula renggangan yang terjadi pada sebuah pegas. Tetapi neraca ini mempunyai beberapa kelemahan : 1. Gaya tarik bumi terhadap sebuah benda tergantung pada tempatnya di bumi Gaya tarik bumi tidak sama disetiap tempat. Sedangkan besarnya gaya pegas tetap sama di suatu tempat. 2. pegas itu sendiri apabila terus menerus digunakan gayanya akan semakin lemah. Jadi sebagai akibatnya untuk sebuah masa tertentu, ditempat berlainan, neraca pegas tidak menunjukkan bobot yang sama. Dengan demikian untuk tiap tiap tempat neraca pegas

3

perlu harus dan harus ditera kembali. Begitu pula untuk neraca yang sudah lama dipakai harus ditera kembali sebab kemungkinan pegasnya sudah semakin menjadi lemah. b. Neraca Ungkit. Neraca ini merupakan penerapan hukum ungkitan. Sebuah pengungkit akan seimbang apabila jumlah momen semua gaya terhadap titik topang sama dengan nol. Ada dua neraca ungkit 1). Neraca ungkit sama lengan. Cara kerjanya adalah dengan membandingkan dua gaya yang praktis dapat dikatakan sejajar. Dua gaya tidak dapat dibandingkan secara langsung tetapi dapat dibandingkan melalui momen gayanya yaitu dengan menghubungkan kedua gaya, melalui dua lengan pengungkit dengan titik putar persekutuan atau titik tumpu. Jadi yang diperbandingkan bukan F 1 dan F 2 secara langsung tetapi L 1 x F 1 dengan L 2 x F 2. Tetapi karena F = m x g maka : F 1 x L1 = F 2 x L 2 m1 x g x L 1 = m 2 x g x L 2 karena g keduanya sama maka m1x L1=m2 x L2 Dimana : F = Gaya m = masa g = percepatan gaya grafitasi. Dengan demikian maka ternyata bahwa masa yang belum diketahui dapat diukur dengan membandingkan dengan masa lain yang telah diketaui ( standart) dengan memakai alat yang disebut neraca. Pada prinsipnya antara neraca sama lengan dan beda lengan adalah sama. Yang berbeda adalah tehnik pembuatan berdasarkan kebutuhannya. Untuk neraca sama lengan m 1 x L 1 = m 1 x L 2 dan L1 = L 2 Sedangkan neraca beda lengan L 1 tidak sama dengan L 2.

4

2). Neraca Elektronik.. Neraca elektronik sebenarnya adalah pengembangan lebih lanjut dari neraca listrik. Pada neraca listrik tehnologinya masih sangat sederhana, sedangkan pada neraca elektronik tehnologinya sudah sangat maju dan sempurna. Pada dasarnya prinsip neraca elektronik ialah menggunakan tenaga elektromagnetik. Caranya yaitu neraca diberi beban, maka sebuah sistem elektromagnetik akan yang akan mengembalikan neraca ke posisi semual( nol). menimbulkangaya reaksi

Sedangkan gaya reaksi yang timbul merupakan ukuran bagi masa suatu benda yang ditimbang. Seperti terlihat pada Gambar 1.1 serta gambar 1.2.

Gambar 1.1. Anak timbangan 3. Prosedure tetap pengoperasian a.Timbangan analitik 3.1.Prasarat 1). SDM terlatih dan siap 2.) Alat laik pakai. 3.) Permukaan meja /dudukan rata ( water level) 4).Anak timbangan lengkap dan memenuhi sarat. 5

3.2. Persiapan 1).Lepaskan penutup debu. 2.) Tempatkan alat pada meja kerja. 3. )Siapkan anak timbangan. 3.3 Pelaksanaan 1).Perhatikan protap pelayanan. 2.) Sebelum neraca digunakan, neraca harus ditempatkan pada suatu tempat yang tertutup agar tidak ada gangguan angin dari luar. Selain tu neraca harus ditempatkan atau didudukkan pada tempat statis. Misalnya pada meja beton atau pada meja timbang khusus dari kayu yang tengahnya diberi pemberat sehingga tidak mudah goyang. 3). Neraca harus distel rata air agar betul betul rata dan horizontal. Pada tiap tiap kaki dilengkapi dengan dipendekkan. 4). Mencari titik nol neraca tanpa beban. Caranya dengan melihat pada penunjuk skala kesetimbangan untuk menentukan titik nol. 5) Selanjutnya dilakukan penimbangan Sedangkan fungsi tombol timbangan sartorius seperti gambar 1.2.sebagai berikut A = Kontrol Penunjuk massa (0-9 gr) B = Kontrol Penunjuk massa (0-15 gr) C = Kontrol Penunjuk massa (0-95 gr) D = Kontrol kalibrasi E = Saklar pengukuran halus dan kasar F = Saklar penunjukan massa benda yang di timbang G = Water pass H = Mengatur keseimbangan neraca I = Pinggan Cara pengukuran beban dengan timbangan sartorius. 1).Penentuan berat. - Periksa titik nol. Tempatkan sample pada tempat neraca dan atur pada posisi atas sampai posisi sebelum penimbangan. Penimbangan secara kasar sampai penimbangan dengan ulir, yang berfungsi untuk diputar dipanjangkan atau

6

terdekat. Sekarang ditunjukkan pada skala optis. Baca angka kebawah penunjukan penimbangan : 72 gram -Tombol pemilihan penimbangan pada nomor ini terbaca kebawah dengan tanda angka. -Tepatkan posisi penimbangan. Setelah skala optis berhenti atur tombol mikrometer sampai tanda menunjukkan tepat pada skala optis. Contoh : penunjukkan penimbangan : 72,5234 gram. Neraca siap digunakan. 2) Kondisi penimbangan sebelum diatur beratnya pada skala. - Tentukan berat dari skala sesuai dengan gambar 1.2. - Contoh : berat pada skala Sebelum penimbangan Total penimbangan 40,7245 gram 2,4645 gram 42,2090 gram.

- Atur penunjukan penimbangan pada :43 “ atur mikrometer pada 90 atur skala pada posisi yang tepat. Tambahkan dengan hati hati contoh benda sampai proyeksi skala membaca “ 20 “. Pembacaan skala penimbangan sudah tepat.

F

E B A D I

C

H

. Gambar 1.2. Timbangan Sartorius . 3.4. Pengemasan 1)Bersihkan permukaan peralatan/ piringan/plate. 2.)Simpan anak timbangan dan anlitik balance pada tempatnya. 7

3.)Pasang penutup debu. 4.)Catat beban kerja alat dalam jumlah penimbangan. b. Timbangan elektronik Fungsi tombol timbangan elektronik seperti gambar 1.2 A ON / Rezero B Off D Print. : Untuk menghidupkan alat dan mengembalikan : Untuk mengakhiri penggunaan alat. keposisi nol. C Mode / Update : Untuk memilih skala satuan.

D

C

B

A

Gambar 1.3. Timbangan elektronik Pengoperasian alat 1). Tekan Mode / Update untuk memilih satuan pengukuran, yaitu: g c = gram = carat

Oz = ounces avoirdupois Ozt = ounces troy dwt = denny weight lb . = decimal pounds pc = parts country C u = custom unit 2) Berikan supplay tegangan 220 v AC

8

3) Turn on main switch (on / rezero) maka pada display akan menunjukkan angka 4) Letakkan benda yang ingin diukur massanya tepat ditengah – tengah cawan. Kemudian display akan menunjukkan berat dari benda tersebut. 5) Tekan switch off jika penggunaan alat telah selesai. Catatan : Beban yang berlebih dari batas maximum pada display akan terbaca Error. 4. Beberapa contoh neraca yang biasa digunakan dilaboratorium 1). Neraca analitik sama lengan. 2) Neraca beda lengan atau neraca substituís 3). Neraca mettler ( neraca listrik ) 4) Neraca elektronik. 5. Prosedure tetap pemeliharaan timbangan 5.1.Prasarat 1).SDM dan tehnisi terlatih. 2) Peralatan kerja lengkap. 3).Dokumen tehnis penyerta lengkap. 4).Bahan pemeliharaan dan material bantu tersedia. 5). Mekanisme kerja jelas. 5.2 Persiapan 1). Siapkan perintah kerja. 2). Siapkan formulir laporan kerja. 3).Siapkan dokumen teknis penyerta: Servis manual 4).Siapkan peralatan kerja : - Tool set mekanik. - Water pas - Mata timbangan standart. 5).Siapkan bahan pemeliharaan dan material bantu: - Contact cleaner. -cairan pembersih -Kain lap/ kertas tissue -Kuas -Pelumas

9

2.6. Pemberitahuan kepada user 5.3.Pelaksanaan a.Timbangan analitik 1) Neraca sebaiknya tidak dipindah pindahkan tempatnya supaya tidak berubah sifat datarnya. 2) Anak batu timbang harus disimpan dalam keadaan tertutup. 3) Apabila terdapat kotoran baik dipinggan , rumah neraca maupun pada anak timbangan harus segera dibersihkan. 4) Tiap tiap neraca apabila dalam keadaan tidak terpakai harus disimpan dalam keadaan terkunci. 5) Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat proses penimbangan 6) Tidak boleh terkena benturan benda 7) Obat-obatan dan cairan tidak boleh langsung ditimbang pada pinggan, tetapi gunakanlah tempat khusus untuk menimbang. 8) Benda yang masih panas tidak boleh ditimbang. 9) Saat neraca hendak dipindahkan gunakan skrup pengunci agar lebih aman. 10) Skrup untuk kalibrasi internal harus senantiasa dipantau. 11) Neraca diusahakan berada pada ruangan dengan temperature 25 derajat dan kelembaban 60-5% b. Timbangan elektronik Dengan cara mematikan alat bila sudah tidak digunakan lagi juga dengan membersihkan piringan timbang agar tidak ada debu atau kotoran yang menempel diatasnya dan memperhatikan beban yang akan digunakan supaya tidak melebihi beban maximum 5.4 waktu pemeliharaan No 1. 2. 3. 4. Kegiatan pemeliharaan Cek dan bersihkan seluruh bagian alat Cek sistem catu daya, perbaiki bila perlu posisi rata air Cek posisi skala meter pada kondisi nol dengan mengatur zero 3 bulan Periode 3 bulan 3 bulan

Lakukan pengaturan pada kaki kaki body peralatan agar berada pada 3 bulan

10

adjusment 5. 6 Cek ketepatan pengukuran dengan menggunakan mata balance 3 bulan standart Lakukan uji kerja alat 3 bulan

5.5 Pencatatan 1). Isi kartu pemeliharan alat. 2). Isi formulir laporan kerja. 3) pengguna menanda tangani laporan kerja dan alat diserahkan kembali pada user 5.6 Pengemasan alat kerja dan dokumen tehnis penyerta. 1).cek alat kerja dan sesuaikan dengan catatan 2)Cek dan rapikan dokumen tehnis penyerta. 3). Kembalikan alat kerja dan dokumen tehnis penyerta ke tempat semula. 5.7 Pelaporan Laporkan hasil pekerjaan kepada pemberi tugas. 6. Kalibrasi alat. Timbangan analitik Kalibrasi sebaiknya diadakan secara rutin, baik pada waktu pemeliharaan maupun pada waktu neraca belum digunakan untuk menimbang. Yang harus dikalibrasi 1) Neracanya sendiri, tertutama harus ditetapkan titik nolnya sehingga tidak melebihi 3 -45 strip. 2) Batu timbang harus ditera. Bisa dibandingkan dengan batu timbangan yang masih dalam keadaan standart atau harus dibawa ke kantor tera ( metrologi). 3) Pemfokusan skala proyeksi dan pengaturan intensitas cahaya. Yaitu pengaturan intensitas cahaya dengan memutar baut dan setel tempat lampu sampai intensitas cahaya paling ternag tercapai pada skala proyeksi. Putar kembali baut dan pindahkan pada posisi “ 1 “ agar neraca siap digunakan. 4) Penyetelan titik nol pada sistem sebelum penimbangan: atur tombol penahan sampai posisi “2 “. Sebelum penimbangan sekarang tekan switch on. Jika angka pembacaan tidak tepat dengan garis nol pada proyeksi skala, naikkan tombol operasi dan buka

11

penutup besi. Atur baut pengatur pada penunjukan kurang pada penunjukan lebih sampai pembacaan tepat dengan garis nol pada skala proyeksi . Penimbangan siap dilakukan. Selanjutnya set display dengan jelas dan atur titik nol dengan memutar tombol kalibrasi titik nol sampai tanda terbaca tepat dengan garis nol pada skala optis. Dan neraca siap digunakan. Jika penyetelan tidak tepat, atur tombol kalibrasi titik nol sampai titik tengah. Putar selektor pada keadaan penunjukan minus dan posisis keadaan plus. Tahan posisis penimbangan garis nol pada skala proyeksi selanjutnya sekarang menjadi mendekati pembacaan. Tempatkan penyetelan akhir dengan tombol kalibrasi titik nol. Pasang penutup besi kembali dan atur semua tombol. Neraca siap digunakan. 5) Pengaturan sensitivitas yaitu tempatkan berat 1 gram pada tempat neraca dan putar tombol penunjuk skala pada posisi “1” atur sehingga neraca tepat, kalibrasi titik nol dengan menyetel tombol kalibrasi dan neraca siap digunakan. Selanjutnya putar tombol penunjukan dari 1 ke 0 tahan posisi penimbangan. Skala proyeksi harus menunjukkan skala 100. Neraca siap digunakan 6) Jika “ 100 “ tidak ditunjukkan dengan tepat lalu sensitivitas harus dikalibrasi. Atur semua tombol operasi dan naikkan penutup besi penunjukakan dibawah 100 dan diatas 100. 7. Latihan 1) Lakukan pengoperasian sesuai protap. 2). Lakukan pemeliharaan sesuia protap. 3) Lakukan pengaturan posisi rata tanah . 4). Periksalah pengawatan dari timbangan dan buatkan pengganti saklar. 5). Kalibrasikan sehingga display menunjukkan angka nol dan timbangan siap digunakan. 6) Gambarkan rangkaian timbangan elektronik dan jelaskan cara kerjanya. 7) Modifikasikan power suplai timbangan 8) Pada neraca elektronik ada yang rusak yaitu pada switch yang harus diganti gantinya karena switch ini sudah tidak lagi dipasaran sehingga pada saat di ZERO tidak dapat menunjukkan angka nol buatkan rangkaian peng sehingga timbangan siap digunakan.. atur posisi seperti pada

12

8. Rangkuman . Neraca adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk membandingkan gaya yang belum diketahui dengan gaya yang sudah diketahui harus diperhatikan prosedure tetap pada saat menimbang dan pemeliharaan. Perhatikan waktu pemeliharaan yang dianjurkan.

13

POKOK BAHASAN 2 MIKROSKOP 1. Pengertian Mikroskop adalah suatu alat yang digunakan untuk melihat benda-benda kecil atau tidak terlihat dengan mata telanjang. Nilai kemampuan sebuah mikroskop ditentukan oleh daya perbesaran bayangan dari objek. Makin tinggi daya perbesaran makin tinggi pula nilai sebuah mikroskop. Perbesaran Mikroskop sangat bervariasi tergantung pada kekuatan objektif dan okuler. Sedangkan penyinaran benda yang diamati tergantung pada kepadatan objek dan faktor perbesaran. Penemuan mikroskop pertama kali oleh Zacharias Jansen di Middleburg,holland, sekitar tahun 1595. Pembagian mikroskop menurut perkembangan fisika dan elektronika: 1.mikroskop cahaya. 2. mikroskop elektron Mikroskop cahaya. a.Berdasarkan kwalitas dan kesempurnaan 1) Mikroskop mahasiswa 2) Mikroskop tehnik 3) Mikroskop peneliti b.Berdasarkan konstuksi dan kegunaan 1) mikroskop biologi. 2) Mikroskop stereo 3) Mikroskop metalurgi 4) Mikroskop fotografi. c.Berdasarkan cahaya yang melewati mikroskop 1) Mikroskop stereo 2) Mikroskop medan gelap. 3) Mikroskop flourosensi 4) Mikroskop fase kontras.

14

5) Mikroskop interferensi. 6) Mikroskop interferensi. 7) Mikroskop polarisasi. 8) Mikroskop ultraviolet. 2. Prinsip kerja mikroskop Lensa cekung menangkap cahaya dari luar yang dipantulkan ke lensa kondenser, dimana pada lensa kondensor ini gunanya untuk menyinari objek. Kemudian menembus diafragma, diafragma dapat diatur besar kecilnya kolimator yang mempengaruhi fokus bayangan. Setelah itu cahaya menembus objek yang terletak pada spesimen yang bayangannya akan diterima oleh lensa objektif bayangan dapat diperbesar hingga beberapa kali (4x, 10x, 40x) kemudian bayangan jatuh pada lensa okuler. Pada lensa okuler ini kita dapat melihat perbesaran objek yang telah diatur sesuai keinginan. Seperti pada Gambar 2.1. 1). Bagian bagian mikroskop a.Obyektif kebanyakan mikroskop mempunyai tiga sampai empat buah obyektif yag dipasang pada bagian bawah body tabung. Obyektif pada mikroskop sewaktu waktu bisa diganti dengan memutar mutar dudukannya sesuai dengan kebutuhan. Pada objektif terdapat angka 5x, 10x, 20x, 40x, dan 100x (menunjukkan perbesaran) khusus untuk perbesaran 100x, dalam pemakaiannya mempergunakan minyak imersi (immersion oil) yang diteteskan pada objek gelas. Selain itu pada obyektif sering juga dicantumkan 16 mm artinya sama dengan x 10, 4 mm, x 43 sedangkan 1,8 mm = 100. Kadang kadang dicantumkan panjang lensa dalam inci, misalnya 2/3, 1/6, 1/12 artinya ekivalen dengan 10 x, 40 x dan x100. Angka lain yang sering tercantum pada obyektif adalah N.A. (Numerical Aperture ) lensa obyektif yang tidak menggunakan mnyak imersi mempunyai maksimun NA satu. Sedangkan yang menggunakan minyak imersi mempunyai NA maksimum !,5. N A didefinisikan. N A = n sin a n = indeks bias medium antara obyektif dan benda yang diamati. A = sudut tengah kerucut cahaya yang memenuhi bidang depan lensa obyektif. Harga N A dari obyektif erat hubungannya dengan resolving power. Seperti pada Gambar 2.1

15

b.Okuler. Okuler biasa disebut juga eye piece, yang terletak pada bagian atas dari mikroskop. Gunanya untuk melihat bayangan yang dibentuk dari okuler. Pada okuler tertera 5x, 10x, 15x (perbesaran) fungsi okuler yaitu untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh obyektif. Total dari perbesaran bayangan adalah hasil perkalian antara perbesaran objektif dan okuler. Seperti pada Gambar 2.2 dan Gambar 2.3. .

Gambar 2.1. Blok mikroskop 16

c. Tabung badan mikroskop. Tabung badan mikroskop disebut juga tabung gambar mikroskop, tabung badan mikroskop akan berfungsi dengan baik apabila mempnyai panjag tertentu. Seperti gambar 2.4. Tabung ini dibagi menjadi 2 macam: a) Tabung mekanis, mempunyai panjang 160mm b). Tabung optik, mempunyai panjang kurang dari 160mm

Gambar. 2. 2. Obyektif

Gambar. 2. 3. Okuler 17

Gambar 2.4.Tabung.

Gambar 2.5. Cermin.

18

d. Cermin. Guna cermin adalah untuk menangkap cahaya dan merefleksikan cahaya tersebut ke kondensor. Biasanya sebuah mikroskop dilengkapi dengan 2 cermin, yaitu cermin datar dan cermin cekung. Seperti Gambar 2.5. e. Kondenser dan diafragma iris. Gunanya untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke kondensor agar tepat mengenai benda yang diamati sehingga benda seolah-olah bercahaya. Cara ini disebut penyinaran kritis (critical illumination). Tipe kondensor ada 4: a. Paraboloid b. Konsentris c. Sferis d. Refleksi

Gambar 2.6. Diafragma f. Alat pengatur fokus secara kasar (coarse adjustment) dan secara halus (fine adjusment) Adalah alat untuk naik turunnya tabung badan mikroskop, agar bayangan bias

19

fokuskan dengan baik dan jelas. Seperti gambar 2.7. Untuk mencari fokus sebaiknya coarse / fine adjust diputar dari bawah keatas secara pelan pelan agar tidak mengenai obyek gelas dan pecah. g. Diopter Ring Berfungsi untuk mengatur ketajaman gambar dengan cara mengatur ring atau lingkaran pada diopter tersebut h. Illuminator. Memberikan penyinaran pada objek yang sedang diamati. Biasanya menggunakan lampu dengan daya 120V/ 20W/ atau 240V / 20W. i. Brightness Control Dial Berfungsi untuk mengatur ketajaman penyinaran atau untuk mengatur terang atau redupnya cahaya lampu dengan memutar knob-nya j. Stage Medan atau lintasan untuk meletakkan cover glass untuk mengamati specimen. k. Specimen Retainer Berfungsi untuk mengencangkan atau mengunci cover glass.

Gambar. 2.7. Pengatur fokus

20

Gambar 2.8. Tempat spesimen. g. Koreksi terhadap aberasi atau sesatan lensa mikroskop lensa mikroskop biasanya terjadi aberasi kromatik dan sferis. Hal ini disebabkan oleh adanya pembiasan yang tidak sama diantara sinar sinar yang menyusun sinar putih pada lensa. Untuk menghilangkan kesalahan ini baik pada lensa obyektif maupun pada okuler biasanya dikoreksi dengan cara menggabungkan beberapa lensa. Sedemikian rupa sehingga aberasi dari satu lensa bisa diperbaiki dengan lensa yang lain. Masing masing lensa dibuat dengan bahan tertentu dengan indek bias tertentu pula. 3. Jenis alat mikroskop. 1). Confocal Microscopy Merupakan mikroskop laser. Cahaya laser digunakan untuk menerangi berkas pada spesimen dan komputer akan menghasilkan gambaran 3 dimensi. Seperti pada gambar 2.9

21

Gambar 2.9. Blok diagram mikroskop confocal. 2) Scanning Electron Microscope Secara umum sistem penyinaran dan lensa pada mikroskop elektron sama dengan mikroskop cahaya. Pada mikroskop elektron ada elektron gun yang menghasilkan elektron. Elektron elektron ini ekuivalen dengan cahaya pada mikroskop cahaya. Elektron ini dipercepat tegangan tinggi ( 40.000 sampai 100.000 volt) dan melewati lensa kondenser yang terdiri dari dua lensa magnetik. Dengan cara ini berkas elektron dikonsentrasikan pada spesimen dan oleh lensa obyektif bayangan diperbesar dan terahir akan diproyeksikan pada layar yang berlapiskan fosfor sehingga diamati. Lensa pengamat pada mikroskop elektron ekuivalen dengan eye piece okuler pada mikroskop cahaya yang disebut lensa proyektor. Pada mikroskop elektron, elektron gun berada diatas sedangkan layar berada dibawah. Untuk melihat gambar bayangan spesimen bisa dilihat melalui jendela pada layar. Tempat yang dilewati elektron disebut ”columna” dan disebut vacum agar elektron elektron yang melewati tidak terjadi peristiwa hambayran ”scattered”. Seperti gambar 2.10. 3). Transmission Electron Microscope Pada mikroskop elektron transmisi electron didefraksi oleh specimen contoh dan selanjutnya oleh lensa magnetic berikutnya difokuskan pada layer. Spesimen bias menyerap electron sehingga mempengaruhi kecepatan electron dan menghasilkan aberasi kromatik hasil gambaran terbatas pada dua dimensi. Spesimen harus diletakkan diatas “collodion” atau film dengan ketebalan tertentu. Seperti gambar 2.11.

22

Gambar.2.10. scanning Elektron Mikroskop

Gambar .2.11. Tranmission Elektron Mikroskop 4. Prosedur tetap pengoperasian mikroskop. 4.1.Prasarat. 1) SDM terlatih dan siap 23

2) Catu daya sesuai kebutuhan alat. 3) Kotak kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian 4). alat laik pakai 5) Aksesoris lengkap dan baik. 4.2.Persiapan 1) lepaskan penutup debu. 2) Siapkan akesoris. 4.3.Pemanasan 1) Hubungakan alat dengan catu daya. 2) Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisis ON 3)lakukan pemanasan secukupnya. 4) cek pergerakan stage. 5) Lakukan pengecekan fungsi iluminasi dan pembesaran

4.4 Pelaksanaan 1). Letakkan specimen yang akan diamati pada cover glass 2) Atur posisi cover glass agar posisi specimen berada pada titik tengah objektif. Dengan mengatur kesamping kiri atau kanan (sebelumnya cover glass dikencangkan terlebih dahulu dengan penguncinya). 3) Kemudian sambungkan kabel power ke jala-jala PLN 4) Atur saklar pada posisi ON 5) Untuk mendapatkan penyinaran atau gambar yang sempurna atau jelas, atur ondensor agar cahaya yang masuk tepat mengenai benda yang diamati. 6). Agar cahaya yang dihasilkan baik, aturlah brightness control dial 7). Untuk mendapatkan focus yang jelas maka aturlah coarse dan fine adjustment dengan cara memutar knob-nya. (sebaiknya diputar secara perlahan-lahan dari bawah keatas) 8) Agar penglihatan mata kita nyaman, aturlah okuler sesuai dengan jarak antara kedua mata kita, dengan mengaturnya kesebelah kiri atau kanan.

24

9) Perbesaran dari specimen yang kita amati dapat diatur dengan merubah objektifnya sesuai dengan yang kita inginkan. Biasanya perbesaran yang tersedia 4X, 10X, 40X, 100X. 4.5.pengemasan dan penyimpanan 1). Kembaikan tombol ke posisis minimum nol 2) matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisis OFF 3) Bersihkan alat. 4) Pasang penutup debu 5) kembalikan alat ke tempat penyimpanan 6) catat beban kerja alat dalam jumlah tindakan 5. Prosedur tetap pemeliharaan mikroskop 5.1 Prasarat. 1) SDM, tehnisi terlatih 2) Peralatan kerja lengkap 3) Dokumen tehnis penyerta lengkap 4) Bahan pemeliharaan dan material bantu tersedia. 5) mekanisme kerja jelas. 5.2. Persiapan 1). Siapkanperintah kerja 2) Siapkan formulir laporan kerja. 3) Siapkan dokuymen tehnis penyerta. - Servis manual. - Wiring diagram 4) Siapkan peralatan kerja. -Tool set elektrik - Tool set mekanik -multimeter. -Leakage Current meter. 5) Siapkan bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu: -lampu iluminator. -Contact cleaner

25

-kain lap halus dan kapas. -Kuas dan alkohol - Cairan pembersih lensa -Kertas pembersih lensa. 6) Pemberitahuan kepada pengguna. 5.3 Pelaksanaan 1). Cek dan bersihkan seluruh bagian alat satu (1 ) bulan 2) Cek sistem catu daya, perbaiki bila perlu satu (1 ) bulan 3) Cek fungsi selektor, tombol/switch, perbaiki bila perlu satu(1 ) bulan 4) Lakukan pelumasan pada bagian yang bergerak tiga(3 ) bulan 5). Cek pada illuminator, ganti bila perlu tiga (3 )bulan 6). Cek sistem perbesaran dan lakukan perbersihan pada bagian lensa dengan cairan dan kertas pembersih lensa tiga (3 ) bulan 7). Lakukan pengukuran arus bocor satu(1) tahun 8) Lakukan pengukuran tahanan kabel pembumian alat satu (1) tahun 9) Lakukan kinerja alat tiga (3) bulan 5.4.Pencatatan 1) Isi kartu pemeliharaan alat 2) Isi formulir laporan kerja 3) pengguna mennada tangani laporan kerja dan alat diserahkan kembali kepada pengguna untuk siap dipakai kembali. 5.5.Pengemasan alat kerja dan dokumen tehnis penyerta. 1) cek alat kerja dan disesuaikan dengan catatan 2) cek dan rapihkan dokumen tehnis penyerta. 3) kembalikan alat kerja dan dokumen tehnis penyerta ke tempat semula. 5.6. Pelaporan Laporkan hasil pekerjaan kepada pemberi tugas. 6. Latihan 1)Lakukan pengoperasian alat sesuai protap. 2).Lakukan pemeliharaan alat sesuai protap. 3).Lakukan perbaikan jika terjadi hasil pengamatan atau penglihatan

26

kurang jelas atau kotor. 4.)Berikan analisa dan lakukan perbaikan jika terjadi penglihatan kurang terang. 5.)Buatlah laporan hasil analisa dan perbaikannya. 7. Rangkuman. Mikroskop bermacam macam jenis tergantung kegunaan yang akan dilihat. Pembesaran mikroskop tergantung dari lat dan spesifikasi alat. Sebaiknya mikroskop harus dipelihara kebersihannya. Karena kebersihan dari mikroskop sangat diperlukan untuk ketelitian hasil gambar.

27

POKOK BAHASAN 3 SENTRIFUSE 1 Pendahuluan . Sentrifuge adalah suatu alat yang digunakan untuk memisahkan suatu larutan dengan berat molekul yang berbeda berdasarkan gaya centrifugal . Stirer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengaduk /mencampur suatu larutan dengan larutan yang lain sehingga bersifat homogen . shaker alah suatu alat yang fungsinya sama dengan stirer tetap motor berbeda hanya bergerak satu arah ,atau yang lain. . 2 Prinsip kerja Centrifuse 1).Sentrifuge banyak digunakan pada laboratorium klinik. Biasanya dipergunakan untuk memisahkan serum dari darah beku. Tetapi secara umum sentrifuge digunakanuntuk memisahkan suatu larutan atau emulsi yang mempunyai berat molekul yang berbeda.Caranya yaitu berdasarkan gaya sentrifugal yang timbul apabila suatu benda diputar dari suatu titik. Makin tinggi kecepatan putaran yang diberikan maka makin besar gaya sentrifugal yang dihasilkan. Bgaimana cara kerja sebenarnya dari sentrifuge, bisa dilihat dari berapa besarnya gaya sentrifuge yang bekerja pada sebuah partikel yang mempunyai masa m dan berputar dengan kecepatan 3000 permenit ( 50 setiap detik). Selanjutnya hal inibisa dihitung sebagai berikut; Misalnya bobot partikel =F1
2

berkerjanya

Gaya sentrifuge = F Karena Dimana F 1 = m.g dan

dan F 2 = m. ( V 2/ r )

Percepatan gaya berat (grafitasi) = g

V = kecepatan linier r = jarak ujung tabung sampai titik pusat pada poros, dan seandainya r = 15 cm

maka

V = S / t = 2Π r / T

( T = masa/waktu putaran)

F 2 : F 1 = V 2 / r : g atau

F2:F1=(2Πr)2/rT2 28

2).Bagian bagian sentrifuge a. Motor: Kecepatan motor yang tinggi akan menghasilkan gaya sentrifugal yang tinggi pula. b. Speed Control :Untuk mengatur kecepatan motor agar sesuai dengan kebutuhan Tanpa speed Control, motor akan berputar dengan kecepatan maksimum c. Timer :berfungsi untuk mengatur lamanya alat bekerja d. Brake system:Pengereman motor diperlukan agar putaran motor dapat dengan segera dihentikan. 3). Hal yang perlu diperhatikan pada sentrifuge. a. Pada waktu mengerjakan memutar tabung dengan sentrifuge, jumlah tabung harus genap. Apabila terpaksa memutar tabung dengan jumlah ganjil, maka harus ditambah dengan satu tabung lagi yang diisi dengan air sama tinggi, gunanya unuk sebagai penyeimbang dan diletakkan bersebarangan. Semakin tinggi kecepatan sentrifuge pengisiian cairan pada tabung harus semakin diperhatikan dengan seksama. Terutama tabung tabung yang saling berhadapan agar setimbang dan beban harus merata. b.Sentrifuge yang sedang berputar tidak boleh dihentikan dengan tangan, karena akan timbul kisaran pada endapan. c. Rotor pada sentrifuge harus dirawat baik baik, agar tidak kotor atau cacat. Sebab apabila terjadi cacat pada rotor maka putaran rotor menjadi tidak seimbang dan kemungkinan tabung yang diputar akan pecah. d. Beban rotor harus dibagi rata agar setimbang pada sekiling poros rotor, hal ini sangat penting agar putaran tidak bising. Untuk mengatasi ini biasanya rotor dibuat sangat berat, dengan demikian bobot tabung bisa diabaikan. e. Apabila rotor berkecepatan tinggi maka perubahan harga g sepanjang tabung dari atas sampai bawah sangat tinggi. Suhu pada cairan akan naik, hal ini disebabkan karena adanya gesekan gesekan pada molekul. Oleh sebab itu sentrifuge yang bekerja secara terus menerus dalam waktu yang lama harus dlengkapi dengan pendingin. Lebih lebih kalau cairan yang dipisahkan hanya stabil pada suhu yang rendah. 3. Jenis alat centrifuse 1).Centrifuge sederhana kecepatan mencapai 7000 rpm.

29

2).centrifuge kecepatan tinggi lebih tinggi 7000 rpm. 3).centrifuge ultra ,kecepatannya mencapai 60.000 sampai 100.000 rpm. 4. Blok diagram sentrifuge.

Power Supply

Setting Waktu

Setting Kecepatan

Moto r

Gambar.3.1. Blok diagram sentrifuge. Saat diberi supply atur waktu dan kecepatan sesuai yang dikehendaki. Setelah itu motor kerja dan memutar kuvet dengan percepatan tetap. Saat berputar akan timbul gaya tegang pada pengait besi (sentripetal), dan pada kuvet timbul gaya berlawanan dengan gaya sentripetal yaitu gaya sentrifugal. Prinsip kerja alat ini adalah melakukan putaran sesuai dengan yang dikehendaki sebagai fungsi dari centrifuge, dengan memanfaatkan gaya sentrifugal untuk memisahkan partikel yang memiliki berat molekul berbeda. Jadi sebenarnya yang membuat partikel-partikel yang berat molekulnya berbeda menjadi terpisah adalah gaya sentrifugal. Semakin tinggi putaran motor semakin besar gaya sentrifugal yang dihasilkan.

4.1.Top Centrifuge PLC Series
Spesifikasi Merk Produksi Buatan Serial Tegangan Frekuensi Fuse : Table Top Centrifuge PLC Series : Gemmy Industrial Corp : Taiwan : 9166130 : 230 VAC : 50 Hz : 0,65 A

30

Gambar 3.2. Centrifuge PLC 01. 4.2.Fungsi tombol 1.Lampu indikator untuk indikasi lamanya motor bekerja atau centrifuge bekerja 2.Switch Timer berfungsi untuk menentukan lamanya waktu operasi. 3.Pengaturan kecepatan berfungsi untuk mengatur kecepatan motor. 4..Tempat untuk meletakkan cuvet yang berisi sample yang akan dipisahkan antara serum dan samplenya. 5. 5.1. Prasarat 1) SDM terlatih dan siap 2) Catu daya sesuai kebutuhan alat. 3) Kotak kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian 4). alat laik pakai 5) Aksesoris lengkap dan baik 5.2.Persiapan 1) tempatkan alat pada ruangan pemeriksaan 2) lepaskan penutup debu 3) Siapkan aksesoris. 5.3. Pemanasan 1) Hubungkan alat dengan catu daya. 2) Hidupkan alat dengan menekan memutar tombol ON/OFF ke posisi ON Posedur tetap pengoperasian centrifuge

31

3) Cek sistem pengereman. 5.4. Pelaksanaan 1). Cara pengoperasian alat . a. Periksa spesifikasi elektrik alat untuk mengetahui tegangan yang dibutuhkan b. Hubungkan pesawat dengan jala-jala PLN c. Letakkan sampel didalam alat dengan posisi diagonal (berhadapan) untuk menjaga keseimbangan rotor d. Tutup kembali pintu pesawat / tutup pintu tempat sampel e. Atur kecepatan yang digunakan. f. Tentukan waktu yang dibutuhkan dengan tombol swicth timer untuk menghidupkan alat maka indikator akan menyala. g. Alat akan berhenti bekerja sesuai dengan timer yang ditentukan h. Jika alat selesai digunakan cabut alat dari hubungan jala- jala PLN

G F C A D B E

Gambar 3.3.Hemofuse 2). Fungsi tombol: A . Pemilihan kecepatan dan disertai tampilan kecepatan danketika pintu terbuka maka akan tampil (Open door ) B Tampilan timer

32

C. Tombol pada saat pintu akan dibuka. D .Penambahan kecepatan bisa dilakukan dengan menekan tombol quik run. E . Tombol untuk menghidupkan dan mematikan haemofuse. f. tampilan pemilihan waktu untuk menambah. G . Tampilan pemilihan waktu untuk mengurangi/turun. 3). Cara pengoperasian haemofuse dengan spesifikasi sbb: Nama Alat – – – – – – Buatan Serial Tahun Tegangan frekuensi : Haemofuge Merk :HeraeusSepatech : Jerman : 186557 : 1992 : 220 - 240 VAC 50/60 Hz Indication and Key Board

PL N Radio Interfere nce

PS 5V

Drive FET’s

CPU

C M

Gambar 3.4. Blok diagram haemofuge Prinsip Kerja Haemofuge ini bekerja dengan system electronic, yang terdiri dari :

33

Rangkaian Radio Interference: Rangkaian pem-blok frekuensi, agar frekuensi dari PLN tidak mengganggu rangkaian (komponen) pada Haemofuge. Rangkaian PS 5 V Rangkaian driver FET Rangkaian Key Board Rangkaian CPU kemudian diberikan ke driver 6 . Prosedur tetap pemeliharaan alat 6.1.Prasarat 1) SDM, tehnisi terlatih 2) Peralatan kerja lengkap 3) Dokumen tehnis penyerta lengkap 4) Bahan pemeliharaan dan material bantu tersedia. 5) mekanisme kerja jelas. 6.2. Persiapan 1). Siapkanperintah kerja 2) Siapkan formulir laporan kerja. 3) Siapkan dokumen tehnis penyerta. - Servis manual. - Wiring diagram 4) Siapkan peralatan kerja. -Tool set elektronik - Tool set mekanik -multimeter. -Leakage Current meter. -Tachometer - Stop watch 5) Siapkan bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu: : Rangkaian yang menyuplai rangkaian lain , dengan tegangan stabil 5V. : Rangkaian pengendali motor, yang menggunakan Transistor FET ( field effect transistor ). : Rangkaian untuk pemberian perintah ke CPU. : Rangkaian yang memproses perintah dari keyboard, yang

34

-Sikat arang. -Contact cleaner -kain lap halus dan kapas. -Kuas -Amplas. 6) Pemberitahuan kepada pengguna. 5.3 Pelaksanaan. 1.) Cek dan bersihkan seluruh bagian alat waktu pemeliharaan setiap1( satu) bulan 2.) Pengecekan sistem pengereman dan pengunci setiap satu bulan sekali. 3.) Pengecekan putaran motor pada setiap step dan ganti sikat aarang bila perlu setiap 3 bulan. 4.) Pengecekan tomer setiap 6 bulan sekali. 5.) Lakukan pengukuran araus bocor setiap satu tahun. 6.) Lakukan pengukuran tahanan kabel pembumian alat setiap satu tahun 7.) Lakukan uji kinerja alat dalam 6 bulan sekali. 1) Jangan menggunakan alat sentrifuge terlalau lama, karena alat ini menggunakan motor yang kumparannya mudah sekali terbakar atau rusak 2) Gunakan alat ini dengan baik dan benar sesuai standar kerja alat . 7) Baca petunjuk pengoperasian 8) Setelah menggunakan bersihkan kembali bagian body alat dengan kuas kering untuk membersihkan debu yg menempel. Apabila cairan tumpah didalam centrifuge maka segera dibersihkan dan buka bagian dalam apabila ada komponen yang tertumpah maka segera dibersihkan dan dikeringkan. 6.4. Pencatatan 1) Isi kartu pemeliharaan alat. 2) isi formulir laporan kerja. 3) User menanda tangani laporan kerja dan alat diserahkan kembali kepada user. 6.5.Pengemasan alat kerja dan dokumen tehnis penyerta. 1) Cek alat kerja dan sesuaikan dengan catatan 2) Cek dan rapihkan dokumen tehnis penyerta. 3) kembalikan alat kerja dan dokumen tehnis penyerta ke tempat semula.

35

6.6. Pelaporan Laporkan hasil pekerjaan kepada pemberi tugas. 7. Latihan 1). Lakukan pengoperasian sesuai protap. 2). Lakukan pemeliharaan sesuai protap. 3). Lakukan perbaikan alat yang terjadi kerusakan pada sentrifuge 4).Gambarkan rangkaian pengatur kecepatan pada alat tersebut. 5.)Tuliskan spesifikasi alat.. 6.)Bagaimana analisa anda terhadap keadaan alat tersebut. 7.)Apa yang anda lakukan sesuai dengan analisa. 8 )Buatlah laporan tentang alat sentrifuge. 8. Rangkuman 1). Fungsi centrifuge:suatu alat yang digunakan untuk memisahkan larutan yang mempunyai berat molekul yang berbeda dengan gaya centrifugal. 2). Bagian bagian sentrifuge antara lain a.switch on/off. b.pengatur kecepatan . c. pengatur waktu. 3). Pengoperasian sentrifuge, melihat buku petunjuk pengoperasian dan perlu dibuatkan. 4). Pemeliharaan sentrifuge, harus diperhatikan sumber tegangan yang ada dan rapikan kembali alat setelah digunakan.

36

POKOK BAHASAN 4 STIRER 1. Pengertian Stirrer adalah suatu alat yang berguna untuk mengaduk agar suatu campuran cepat merata dan menjadi campuran homogen. Pengaduk digunakan untuk menggerakkan cairan agar timbul arus kisaran, sehingga zat terlarut cepat larut dan campuran menjadi homogen. 2. Prinsip kerja 1). Pengaduk elektrik Pengaduk elektrik digerakakan oleh sebuah motor listrik( elektromotor) motornya biasanya dipasang pada sebuah statif. Sedangkan pengaduknya yang seperti baling baling dipasang pada perpanjangan dari poros dari elektromotor tersebut. Batang pengaduk bisa diganti ganti sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan cara pemasangan nya sama dengan memasang mata bor pada bornya. Untuk mendapatkan hasil adukan digerakkan oleh motor listrik ,motor dipasang pada sebuah batang statif 2).Mixer : pengaduk elektrik tetapi perbedaannya pada mekanisme alat ,disediakan batang pengaduk yang terbuat dari karet .alat pemegang dihubungkan dengan poros elektromotor sehingga motor berputar maka pemegang juga berputar . 3). Stirer magnetik Terdiri dari sebuah elektromotor yang berputar dengan kecepatan putar konstan dimana sumbu motor dihubungkan dengan magnit melalui tranmisi mekanik.Tranmisi mekanik bisa berfungsi untuk mengatur kecepatan. Pengaduk magnetik diletakkan didalam tabung berisi cairan ,berupa besi lunak yang dibungkus dengan porselin atau teflon, sehingga tidak bereaksi dengan cairan. Jika motor berputar maka magnit juga berputar sehingga larutan juga berputar dan bercampur. Terdapat juga pengaturan kecepatan motor sesuai larutan yang akan dicampur. Apabila elektromotor berputar maka magnit yang dihubungkan langsung ikut berputar. Begitu pula batang magnit didalam tabung yang berisi cairan juga berputar mengikuti magnit pada sumbu elektromotor dengan kecepatan yang sama. Jadi dengan demikian batang magnit berungsi sebagai batang pengaduk untuk mengaduk cairan. Kelebihan dari pengaduk magnetik ini tidak ada kontak langsung antara sistem pengaduk dengan cairan. Pada waktu sekarang tersedia pengaduk magnetik

37

yang diperlengkapi

dengan elemen pemanas. Dengan demikian masalah pemanasan

dapat dilakukan bersama sama dengan proses pengadukan telah dapat diatasi. Kedua pengolahan ini serempak dari bawah labu. Suatu termostat menjaga panas cairan supaya larutan tetap suhunya juga mengatur besarnya panas yang diperlukan oleh larutan. Dengan mengaduk dalam labu yang dasarnya bulat, dipakai sebatang pengaduk berbentuk telur terbut dari bahan teflon dan didalamnya terdapat sebatang magnet kecil. Kalau hendak mengeluarkan pengaduk berbentuk telur ini, kita harus mempergunakan magnet terlepas dari luar dinding labu untuk menarik magnit ke mulut labu. 4). Stirer pneumatik. Digunakan untuk mengaduk atau mencampur bahan bahan yang mudah terbakar yang mengandung bahaya kebakaran sehingga pemakain pengaduk yang bebas bunga api merupakan keharusan. Motor dihubungkan dengan roda bersirip yang digunakan sebagai pengaduk. Keuntungannya tidak terjadi hubungan langsung dengan bahan yang akan dicampur sehingga keamanan motor teratasi akibat beban dari bahan. 3. Rangkaian Stirer Cara kerja rangkaian Stirer.

38

Pertama ataur waktu yang akan digunakan, ataur kecepatan dan tempatkan bahan yang akan dicampur. Hidupkan sakelar on/off. Seperti terlihat pada gambar 4.1.

M

X T

THER

E

X

X

Gambar 4.1. Rangkaian Stirer.

Gambar 4.2. bentuk phisik

Prinsip Kerja
 Pada saat switch pertama (1) on maka yang bekerja adalah motor dan elemen pemanas sedangkan timer belum bekerja.

39

Pada saat switch kedua (2) on maka timer bekerja dan akan mematikan motor dan pemanas sesuai dengan waktu yang ditentukan. Pada thermostat diatur sesuai dengan suhu yang kita inginkan dan lampu indikator elemen ( pemanas) akan menyala dan akan mati jika suhu sudah mencapai yang di inginkan.

4. Pengoperasian Stirer 1). SDM terlatih dan siap 2.) Catu daya sesuai kebutuhan alat 3). Kotak kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian 4). Alat layak pakai 5.) Aksesoris alat lengkap dan baik Persiapan 1.Tempatkan alat pada ruangan pemeriksaan 2.Lepaskan penutup debu 3.Siapkan aksesoris Pemanasan 1.Hubungkan alat dengan catu daya 2.Hidupkan dengan cara menekan tombol On Pelaksaanaan 1.Masukkan bahan yang akan dicampur 2.Tentukan kecepatan yang akan diatur 3.Tentukan lamanya pengoperasian (memutar timer) 4.Lakukan proses pencampuran 5.Ambil bahan yang telah dicampur setelah waktu dan kecepatannya tercapai 5. Pemeliharaan Alat 1).Pemeriksaan motor satu bulan sekali 2.) Pemeriksaan timer satu bulan sekali 3.) Pemeriksaan rangkaian-rangkaian pendukung satu bulan sekali 6.Latihan 1) Lakukan pengoperasian alat sesuai protap. 2). Lakukan pemeliharaan alat sesuai protap. 40

3). Lakukan pencatatan pemeliharaan sesuai protap. 4) Lakukan perbaikan sehingga alat siap digunakan dan buatkan analisanya. 5).Buatlah gambar rangkaian simulasi motor dengan timer. 6) Ukur kecepatan motor tanpa beban. 7) Ukur kecepatan motor dengan beban. 8) Ukur timer dengan jam standar. Rangkuman Stirrer adalah alat yang dipakai untuk mencampurkan suatu bahan agar cepat menyatu dan merata (homogen)

POKOK BAHASAN 5 ALAT PEMANAS 1.Pengertian Alat pemanas yaitu suatu alat yang digunakan untk menempatkan suatu larutan atau bahan yang mempunyai suhu yang konstan. Biasanya panas yang dipakai menggunakan element. Suhu dalam ruangan dibuat konstan atau tidak berubah dan dipakai bimetal. Supaya ruangan panas tidak kebadan dari alat maka dipasang peredam panas ( glass wool ) salah satu contohnya atau bahan lain. 2.Jenis jenis pemanas 1). Rendaman air termostatik.

41

Redaman air digunakan untuk memanaskan cairan secara teratur. Selain itu juga dipergunakan untuk segala macampengolahan atau reaksi yang harus dilakukan pada suhu yang konstan. Ada bermacam macam redaman air, ukuran berbeda beda dengan jangkauan temperatur yan g berlaian dan dengan ketelitian yang berlaianan. Ketelitian bergantung pada: a.Sensor panas. b. Ketelitrian relai c.Kemampuan pemanas. d. Sirkulasi air. f. Keadaan isolasi. Temperatur redaman yang dikehendaki diatur dengan pemilihan panas atau dengan bimetal yang dapat disetelkan dengan tombol yang dipasang pada sebuah pada panelnya. Bimetal dihubungkan dengan relai. Dalam tempat pemanas ditempatkan sebuah pemanas spiral elektrik yang dijalankan dan dihentikan oleh relai. Mula mula pemenasnya disetel pada maximum supaya air cepat menjadi panas. Kemudian apabila suhu yang diinginkan sudah tercapai pemanasnya bil;a mungkin dikurangi. Dewngan cara demikian suhunya dapat lebih mudah dipertahankan supaya konstan. Suhunya dapat dikontrol dengan termometer. Sirkulasi yang baikdapat diperoleh dengan menempatkan temperatur dekat kepada alat pemanas dan dengan mempergunakan pompa atau alt pengaduk mekanis. Dengan jalan demikian, dapat diperoleh suhu yang konstan dalam rendaman. Supaya panasnya tidak terlampau banyak yang terbuang, redaman air dibuat dengan dinding yang ganda. Ketinggian air dalam pasu perlu dikontrol secara teratur karena airnya menguap. Lebih lebih bilamana temperaturnya tinggi. Rendaman air yang besar biasanya mempergunakan air ledeng. Pada rendaman ini dipasangkan alat untuk menjaga supaya ketinggian airnya konstan Gambar 4.1. Alat ini dihubungkan dengan dengan saluran air ledeng. Perlu diketahui pemancuran jangan dibuka secara lebar. Rendaman air biasanya mempunyai pelindung terhadap bahaya kekeringan. Sebuah bimetal yang dipasangkan pada dasar rendaman akan menghentikan pemanasan apabila rendaman terancam kekeringan. Yang harus diperiksa lebih dulu apabila rendaman tidak berfungsi ialah apakah tombol pengamannya sudah ditekankan. Pada rendaman air kondensatnya dapat mengalir kembali melalui dinding kadalam pasu.

42

Apabila mengguynakan rendaman besar yang terbuka pada suhu yang tinggi ( 80 sampai 100
o

o

C), permukaan airnya dapat dipersempit memakai bola kecil kecil dari

propena atau memakai minyak. Denga cara begitu dapat mencegah penguapan air yang terlampau cepat. Redaman air sedapat mungkin harus diisi dengan air destilat guna menghindarkan terjadinya batu ketel pada elemen pemanas 2). Tanur kering. Digunakan untuk menguapkan zat cair dan menginkubasi bakteri. Suhu dalam tanur dijaga supaya konstan dengan sensor panas berupa bimetal atau sensor yang lain. Elemen pemanasnya dihubungkan dengan sebuah relai yang berfungsi untuk menjalankan dan menghentikan. Apabila dilakukan untuk pengeringan pada kl 150 o C, dalam tanur tidak boleh ada benda lain yang terbuat dari gelas. Misalnya, karet dan plastik yang tidak tahan terhadap suhu yang terlalu tinggi. Jangan sekali kali mengeringkan pipet dan labu pengukur dalam tanur karena volumenya berubah sangat perlahan lahan bila terkena panas. Pada tanur perlu dipergunakan kisi untuk mengeluarkan uap. 3. Prinsip kerja 1). Rendaman air termostatik Pada gambar 5.1 blok diagram dapat dijelaskan sebagai berikut: Pemilihan suhu digunakan untuk mengatur suhu yang dikehendaki sesuai penggunaannya. Sensor suhu digunakan untuk mengetahui panas yang telah dicapai pada rtuangan rendaman dimana sensor diletakkan dalam ruangan yang tertutup. Antara pemilihan suhu dan sensor suhu hasil keduanya akan dibandingkan yang nantinya digunakan untuk mengerjakan atau mematikan heater yang digerakkan oleh relai

Pemilihan suhu Sensor suhu pembanding Heater

blower Ps

43

Gambar 5.1.Blok diagram rendaman air termostatik. Supaya panas yang dihasilkan heater merata maka perlu dipasang blower kalau heater yang digunakan jenis lempengan tetapi jika menggunakan heater spiral yang sudah menempel diseluruh body pesawat maka tidak diperlukan blower. Sehingga blower digunakan tergantung dari bentuk heaternya. Didalam wadah diisi air karena sesuai dengan wadah yan g diperlukan. Pemilihan suhu yang diperlukan seperti pada tabel 4.1 Tabel 5.1. Pemilihan suhu sample. No 1 2 3 4 5 Sample Serum dan plasma Serum, plasma dan urine Serum dan plasma Serum, plasma dan urine Serum dan plasma Pemeriksaan Albumin Calsium Cholesterol urea chloride Suhu 20 – 37 0 C 25 0 C 37 0 C 25/37 0 C 25/30/37 0 C

2). Incubator amuba Pada gambar 5.2 blok diagram incubator dapat dijelaskan sebagai berikut: Terdapat perbedaan blok diagram pada incubator yaitu adanya pemilihan waktu yang diperlukan dan bisa juga tanpa pemilihan waktu juga perbedaan pada ruangan yang digunakan. Pada incubator menggunakan ditempatkan dalam inkubator. tempat atau ruangan tanpa media air.

Sedangkan pengaturan suhu juga tergantung bahan apa yang dikembang biakan atau

Pemilihan suhu

pembanding

Heater

Sensor Suhu Ps

Timer

Gambar5.2. Blok digram incubator amuba.

44

4.Prosedur tetap pengoperasian alat 4.1. Prasarat 1) SDM terlatih dan siap 2) Catu daya sesuai kebutuhan alat. 3) Kotak kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian 4). alat laik pakai 5) Aksesoris lengkap dan baik 4.2.Persiapan 1) tempatkan alat pada meja kerja 2) lepaskan penutup debu 3) Siapkan aksesoris 4) Siapkan bahan aksesoris. 5) Hubungkan alat ke terminal pembumian. 4.3. Pemanasan a.Thermostat imertion 1) masukkan air ke dalam tempatnya. 2) Hubungkan alat dengan catu daya. 3) Hidupkan alat dengan menekan memutar tombol ON/OFF ke posisi ON 4) Periksa fungsi heater dan blower jika menggunakan 4.4. Pelaksanaan 1) .Atur suhu yang diperlukan putar tombol C 2).Atur suhu pengaman tombol E dengan pemilihan suhu lebih besar dari suhu yang diperlukan 3).Tekan tombol D sebagai ON/Of untuk menghidupkan alat Pesawat bekerja sestelah tombol D ditekan, selanjutnya lampu indikator A akan menyala sampai suhu yang dikehendaki tercapai. Pada saat suhu tercapai maka lampu indikator A akan berkedip dan heater akan terhubung dan terputus dengan suplai tegangan dengan adanya relai. Jika terjadi kekeliruan dalam pemilihan suhu maka lampu indikator merah B akan menyala dan lampu indikator A mati. Kekeliruan terjadi misalnya jika pemilihan suhu pengaman lebih kecil dari pengaturan suhu.

45

Pada saat tombol D ditekan maka bersaman pul;a blower dalam alat berputar dan berfungsi untuk meratakan suhu air dalam wadah. b. Incubator amuba. 1).Atur suhu yang dikehendaki dengan mengatur tombol A. 2).Atur waktu yang diperlukan dengan mengatur tombol E satuan dalam jam. 3).Perhatikan bahwa alat dalam kondisi tertutup atur tombol I pada keadaan 0. 4).Tekan tombol C berarti tegangan diberikan ke alat. Setelah tombol C ditekan lampu indikator hijau menyala maka heater dapat tegangan dan alat mulai terjadi kenaikan suhu dan sampai suhu yang dikehendaki. Pada saat suhu ruangan dapat dilihat pada termometer belum mencapai suhu yang sesuai maka indikator lampu kuning menyala dan setelah suhu sudah mencapai maka lampu indikator kuning akan kondisinya berkedip selama waktu yang ditentukan. Pada saat waktu yang ditentukan sudah selesai maka heater akan mati dan lampu indikator kuning mati tetapi lampu hijau tetap menyala. Terjadi penurunan panas. Untuk mengambil bahan yang ada dalam inkubator maka atur tombol I ke posisi 10. 4.5. Pengemasan dan penyimpanan 1) matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi off 2) lepaskan hubungan alat dengan catu daya. 3) lepaskan hubungan alat dari terminal pembumian. 4) buang air dari alat. 5) baersihkan alat. 6) Pasang penutup debu. 7) kembalikan alat ke tempat penyimpanan 8) Catat beban kerja dalam jumlah jam. 4.6 Spesifikasi alat 1). Rendaman air termostatik. Data spesifikasi alat termostatik pada gambar 5.3.: Nama Alat Merk Type No produksi : Thermostat Immertion : Lauda : D -6970 Lauda 1251. : PO7001

46

Serial Tegangan Frekuensi Arus Fungsi Tombol

: DIN 12879 : 230 Volt : 50/60 Hz : 8A

A . Indicator pengatur suhu ( kuning ) B . Indicator heater bekerja ( merah) C . Selector pengatur suhu D. Tombol ON/OFF E. Pemilihan pengaman batas suhu F. Elemen b.. Incubator amuba. Data spesifikasi alat seperti Gambar 4.4 adalah sbb Nama alat Merk No. Seri Daya Fungsi Tombol A .Pemilihan suhu yang diperlukan. B. Lampu indikator a. Kuning dan b. Hijau. C. tombol ON/OF dan pemilihan menggunakan timer atau tanpa timer. D. Termometer. E. Pemilihan waktu yang diperlukan. F. Lubang sdirkulasi udara. G. Elemen. H. Rak tempat bahan diinkubasi. I. Pengaturan sirkulasi udara. : Incubator Amuba. : Memmert. : 802 202 : 1400 Watt

Tegangan Input : 220 V

47

Termometer A B C

D E

F

Gambar.5.3. Thermostat Immertion

I

A

B C D

E

48

F

G H

Gambar 5.4. Incubator Memmert 5. Prosedur pemeliharaan alat.

5.1.Prasarat 1) SDM, tehnisi terlatih 2) Peralatan kerja lengkap 3) Dokumen tehnis penyerta lengkap 4) Bahan pemeliharaan dan material bantu tersedia. 5) mekanisme kerja jelas. 5.2. Persiapan 1). Siapkanperintah kerja 2) Siapkan formulir laporan kerja. 3) Siapkan dokumen tehnis penyerta. - Servis manual. - Wiring diagram 4) Siapkan peralatan kerja. -Tool set elektronik - Tool set mekanik

49

-multimeter. -Leakage Current meter. -Termometer 5) Siapkan bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu: -Sikat arang. -Contact cleaner -kain lap halus dan kapas. -Kuas -Amplas. - lampu indikator 6) Pemberitahuan kepada pengguna. 5.3.Pelaksanaan a .Thermostat Imertion 1). Pastikan elemen pada saat digunakan terendam air. 2). Bersihkan elemen hingga kering setelah digunakan dan bersihkan sisa larutan. 3). Periksa termostat dalam kondisi akurat. 4).. Menggunakan air destilasi untuk perendamannya. b. Incubator Amuba. 1) .Bersihkan alat setelah digunakan . 2)..Pastikan elemen bekerja . 3)..Memeriksa smbungan pengawatannya. 4)..Periksa termostat pastikan dalam kondisi akurat. 5.4. Waktu peleksanaan No 1 2. 3. 4. 5. 6. Kegiatan pemeliharaa Cek dan bersihkan seluruh bagian alat Cek sistem catu daya, perbaiki bila perlu Cek sambungan kabel dan soket soket perbaiki bila perlu. perbaiki bila perlu Cek fungsi pemanas, perbaiki bila perlu Cek motor sirkulasi, perbaiki bila perlu 3 bulan 3 bulan Periode 3 bulan 3 bulan 3 bulan

Cek tombol, switch, indikator, display dari kerusakan dan keausan 3 bulan

50

7. 8 9. 10 11

Cek kestabilan suhu cairan, perbaiki bila perlu Cek pewaktu perbaiki bila perlu Lakukan pengukuran tahanan kabel pembumian alat Lakukan pengukuran arus bocor Lakukan uji kinerja alat

3 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun 3 bulan

5.5.Pencatatan 1). Isi kartu pemeliharaan alat 2). Isi formulir laporan kerja. 3). User menanda tangani laporan kerja dan alat siserahkan kembali ke pengguna. 5.6. Pengemasan alat kerja dan dokumen tehnis penyerta. 1). Cek alat kerja dan sesuaikan dengan catatan. 2). Cek dan rapikan dokumen tehnis penyerta. 3). Kembalikan alat kerja dan dokumen tehnis penyerta ke tempat semula. 5.7. Pelaporan Laporkan hasil pekerjaan kepada pemberi tugas. 6.Kalibrasi Lakukan pengecekan pengaturan suhu dan suhu yang sebenarnya dengan termometer 7. Latihan. 1).Lakukan pengoperasian sesuai protap pada thermostat imertion dan incubator amuba.. 2). Lakukan pemeliharaan sesuai protap pada thermostat imertion dan incubator amuba 3).Lakukan pencatatan pemeliharan sesuai protap pada thermostat imertion dan incubator amuba. 4).Perbaiki alat thermostat imertion dan incubator amuba sehingga berfungsi dan buatkan laporan analisa perbaikan. 5). Kalibrasikan alat thermostat imertion dan incubator amuba. Sesuai protap sehingga alat siap digunakan. 6). Lakukanb modifikasi rangkaian elektronik dari pemilihan suhu dan timer 8. Rangkuman

51

1).Termostat imertion digunakan untuk meletakkan suatu wadah yang mempunyai suhu yang stabil dengan media air dan elemen harus terendam air.. 2.) Air yang digunakan harus air destilat agar tidak terjadi ketel pada elemen. 3). Pada incubator amuba harus dijaga kestabilan suhu.. 4). Baik incubator maupun thermostat imertion tiap produksi berbeda spesifikasinya dan cara pengoprasionalnya.

POKOK BAHASAN 6 PH METER 1.Pengertian

52

Derajat asam suatu larutan dapat diukur dengan PH meter. Pengukurannya didasarkan pada hubungan antara selisih potensial dengan PH. PH suatu larutan ada hubungannya dengan konsentrasi H + pH = - log H + H + = konsentrasi hidrogen ion dalam mol/l. Pada larutan buffer, ph ada hubungannya dengan konsentrasi asam yang tidak terdisosiasi, dan ada hubungannya dengan anion.hubungan dapat dilihat dibawah ini. [H+ ]= Ka. garam [H+ ] = log Ka + Log garam -log H + = Log Ka -, Log asam – Log Garam - Log H + = pH pH = pKa + Log dan - Log Ka = pKa +
garam asam
asam asam

Ada hubungan antara H + dengan tekanan atau potensial listrik. Pada elektrode gas hidrogen, denmgan tekana gas 1 atm EH2=
RT H+ ln nF H2

H+ = aktivitas ion [H +] H2 = aktivitas gas H 2. n = valensi atom H = 1 Karena H 2 dalam elektrode tekanan konstan = 1 at, jadi dengan demikian :
RT RT ln a H + = ln a H + nF F

E H2 =

Jadi dari rumus tersebut jelas ada hubungan antara E dengan [ H +] Sifat dari suatu larutan bukan ditentukan oleh konsentarasi melainkan oleh aktivitas. Aktifitas ion H3O+ bergantung pada faktor faktor: a.Konsentrasi larutan. b.Temperatur larutan. 53

c. Ion ion lain yang hadir dalam larutan. Oleh karenapengaruh ion ion lain tidak bisa dipisahkan dari ion ion hidronium H3 O + maka: Aktivitas H3O + sebenarnya sukar diukur, suatu harga absolut tidak mungkin ditemukan oleh karena itu pesawat pH meter harus ditera dengan larutan standart. Dengan demikian hasil yang diperoleh dari pH suatu larutan, merupakan selisih dari derajat asam dua larutan. Untuk menentukan skala pH, kita bertolak dari cairan netral yaitu air murni yang berdissosiasi menurut persamaan: 2H2O H3O + + OH – -Ka = - Log [ H 3 O + ] - Log [ OH - ] Untuk konsentrasi yang rendah berlaku: - Log [ H 3 O + ] = - Log a
H3O+

= pH

Karena [ H 3 O + ] = [ OH -] maka pH = pOH = 7 dengan demikian skala praktis pH mulai dari 0 sampai 14. Pengukuran pH didasarkan pada pengukuran selisih potensial yang terdapat antara suatu logam dengan suatu larutan yang mengandung ion logam tersebut. Dalam hal ini memang terjadi pertukaran ion logam yaiu antara yang ada dalam logam dengan yang ada dalam larutan. Besarnya selisih potensial oleh Nerns’t ditemukan dengan rumus: E = E0 +
RT nF

ln [ M + ] T = Temperatur absolut E 0 = Normal potensial [ M + ] = konsentrasi ion logam

Dimana , R = konsentrasi gas ( hkm Boyle – Gay Lussac ) F = Bilangan faraday. n =Valensi logam.

Untuk gas hidrogen maka hidrogen bisa dainggap sebagai logam hidrogen sehingga rumus tersebut menjadi : E = E 0 + [ RT / nF ] . ln [ H 3 O + ] Setelah harga harga konstanta disubstitusikan, dan kalau T = 273 o K

54

E = E 0 + 0,05816 Log [ H 3 O + ] Selisih potensial dapat dihitung langsung dari selisih dalam pH perdefinisi, normal potensial hidrogen pada setiap temperatur = 0 Volt, sehingga pada 20 o C E = 0,05816. Log [ H 3 O + ] Atau E = - 0,05816. pH ( pada suhu 20 0 C) 2.Jenis elektrode 1). Reference Elektrode Elektrode reference adalah elektrode yang tegangannya tetap jika dimasukkan dalam larutan baik asam maupun basa, tidak berubah dengan adanya larutan. a .Kalomel Elektrode Tegangan terjadi akibat sentuhan pasta Hg /Hcl .dengan larutan Kcl jenuh sebagai jembatan garam. Dalam jarum kalomel terdapat kawat platina yang dilelehkan dalam gelas dan dihubungkan denagnkawat kepesawat pengukur. Kontak antara zat yang diukur dengan jembatan garam meresap melalui diafragma yang terbuat dari keramik poris( meduk). Kekurangan dari kalomel tidak dapat dipergunakan diatas temperatur 80 o C. Merupakan elektrode standart seperti pada gambar 6.1 elektrode kalomel yang terbuat dari air raksa dan hasil reaksi sebagai berikut:
Hg 2 Cl 2 (s) + 2 e - ⇔2 Hg (l) + 2 Cl - (aq) E o = 268 mV (relative to S.H.E) E (sat. KCl) = 241 mV (relative to S.H.E) E =E0 − RT ln [Cl - ]2 nF

55

Gambar.6.1. Elektrode kalomel. b.Ag / Ag Cl Elektrode Terdiri atas sepotong kawat platina yang ujngnya ditutup dengan lapisan Ag Cl dan dibenamkan dalam larutan KCl yang jenuh.Elektrode Ag /Ag Cl mempunyai potensial yang konstan sampai mencapai suhu 135 o C. Diatas temperatur ini Ag Cl juga tidak tahan panas terhadap panas. Kekurangannya pada elektrode ini hanya bisa digunakan waktu terbatas. Karena Ag Cl lama kelamaan dapat larut dalam KCl membentuk ion komplek Ag Cl . Kadang kadang untuk menghindari terjadinya hal ini dipakai cairan jembatan yang lain untuk menghindari terjadinya aksi tersebut. Akan tetapi kadang kadang justru akan timbul efek buruk pada difusi potensial.

Gambar.6.2.Elektrode Ag/Ag Cl. c. Talium /Talium amalgam Elektrode. Bentuknya hampir sama dengan kalomel elektrode, hanya jarumnya terdiri atas talium amalgama9 logam talium dicampur dengan air raksa) dan talium klorida. Pada elektrode ini cairan jembatan juga dipakai larutan KCl. 2). Elektrode Ukur. Elektrode ukur adalah elektrode yang mempunyai beda potensial tidak tetap terhadap lar utan lingkungan. a.Hidrogen Elektrode. Hidrogen elektrode terdiri dari kawat platina yang dipatrikan pada ujung ujung tabung gelas. Ujung platina yang tidak tertanam ditutup dengan jelaga platina( serbuk platina) . melalui ujung ini dialirkan gas hidrogen. Karena lapisan jelaga platina tersebut sangat

56

poris( meduk) maka permukaannya menjadi luas dan mudah mengabsorbsi gas hidrogen. Karena itu pada elektrde akan terjadi reaksi reversibel. Potensial hidrogen elektrode normal merupakan fungsi dari aktifitas ion H 3 O + [ a H3O+]

Gambar .6.3. Elektrode hidrogen. b.Elektrode Gelas Elektrode gelas tidak peka terhadap oksidasi dan reduksi dengan demikian elektrode gelas lebih baik dari pada elekrode logam dan elektrode hidrogen. Elektrode gelas harus senantiasa dibenamkan dalam H2O supaya permukaan gelas senantiasa tertutup lapisan air. Dengan demikian akan selalu terjadi kesetimbangan antara logam atau ion ion alkali dari gelas dengan ion ion H3O+ dalam air dapat dipertahankan. Sifat dari elektrode gelas tergantung pada komposisi dari gelas itu sendiri yang mengandung logam logam alkali misalnya Li +, K+, dan Rb+. Pembentukan potensial sebenarnya hanya tergantung pada ion ion H3O+, tetapi kadang kadang logam logam alkali yang bervalensi satu dalam keadaan tertentu dapat menggangu. Pada konsentrasi ion H3O+ yang rendah dengan konsentrasi alkali yang tinggi akan terjadi penyimpangan penyimpangan yang sangat bervariasi antara 0,05 dan1,00 pH.

57

Gambar.6.4.Elektrode Gelas. c. Elektrode Kombinasi ektrode kombinasi semakin banyak digunakan dalam praktek, karenaselain lebih mudah dan praktis digunakan juga lebih singkat pada waktu persiapan serta pemakaiannya. Elektrode kombinasi adalah penggabungan dari elektrode gelas dengan elektrode referensi menjadi satu elektrode. Pada elektrode ini biasanya menggunakan referensi elektrode dari Ag/ Ag Cl elektrode. Sedangkan untuk cairan jembatan yang paling ideal pada elektrode ini yaitu menggunakan larutan KCl 3,3 M yang dijenuhkan dengan Ag Cl. Keuntungan dari elektrode kombinasi selain bisa untuk mengukur pH dengan jumlah larutan sedikit, juga dalam segi pemakaiannya lebih praktis. Seperti terlihat pada gambar 6.4.

58

Gambar. 6. 5. Elektrode Kombinasi.

Gambar.6.6. ISE ( ISFET) d. Ion selective elektrode. Merupakan suatu ISE bereaksi terhadap beberapa jenis larutan yang menyebabkan suatu voltase yang diberikan pada elektrode yang tidak sesuai dari ion atau bahan kimia. Bahan yang terbuat dari ISFET yaitu berupa FET seperti terlihat pada gambar 6.6.

59

3.Prinsip kerja Kejelasan prinsip kerja pH meter dapat dilihat pada blok diagram 6.7.

Am p Comparator

Elektrode referen

Elektroda Ukur Gambar .6.7. Blok diagram pH meter. DISPLAY (5)

ELEKTRODA (1)

R.INTEGRATOR (2)

R.BUFFER (3)

R.ADC (4)

Penguat Differensial (6) Refferensi (7) Gambar 6.8.. Blok diagram rangkaian Ph meter. Keluaran tegangan dari elektrode ukur berubah tergantung dari konsentrasi larutan ion hidrogen yang diukur. Sedangkan keluaran tegangan elektrode refernsi tetap tidak berubah terhadap larutan yaitu tetap 0 Volt. Dari hasil penjumlahan dari kedua elektrode sangat kecil tegangannya sehingga perlu dikuatkan jika tampilannya menggunakan meter.

60

Sedangakan jika tampilan berupa dikit maka dari hasil penjumlahan tegangan ke dua elektrode langsung amasuk ke rangkaian digital dan ditampilkan. Pada larutan sangat berpengaruh terhadap suhu larutan sehingga suhu larutan harus diukur dan disesuaikan dengan rangkaian elektroniknya. 4. Pengoperasian Ph meter yang digunakan dalam praktek seperti pada gambar 6.8.

A . E

B

C

D

F

G

Gambar.6.9. pH meter Fungsi tombol pada PH meter. A .tombol kalibrasi PH 4. B .Tombol pengaturan temperatur . C . Tombolkalibrasi PH 7. D .Tampilan suhu,PH dan mV. E .Selektor pemilihan suhu, pH dan mV. F . Tempat elektrode. G .Elektrode 61

Pengoperasian alat. 1. Hidupkan alat dengan memilih pH, mV dan temperatur. 2. Atur tombol E pada suhu. 3. Masukkan elektrode ke F dan elektrode dimasukkan ke larutan pH 7. 4. Atur tombol B ke suhu yang dikehendaki dengan melihat tampilan. 5. Atur tombol E pada posisi pH dan lihat tampilan. 6. Jika tampilan menunjukkan pH kurang 7 maka atur tombol C sampai tampilan menunjukkan angka 7 dan alat sudah terkalibrasi . 7 Selanjutnya cuci elektrode dengan air ganti larutan pH 4. 8. Atur posisi tombol A sampai tampilan menunjukkan angka 4. 9. Cuci elektrode dengan air dan masukkan elektrode pada larutan yang akan diukur lihat tampilan . 5.Pemeliharaan Alat Pemeliharaan Mingguan Untuk membersihkan probe dan wadah sample yang penuh, buka pitu sample ke posisi 1 dan bersihkan wadah. Kemudian buka pintu ke posisi 2 dan bersihkan probe dan daerah sekelilingnya dengan kain lembab. Ketika selesai tutup pintu sample.Jika analyzer menampilkan percobaan analisa sample, NO SAMPEL akan terlihat pada display, dan unit akan kembali ke posisi READY. Permukaan luarnya harus dibersihkan dengan kain yang lembut dan basah. a. Pemeliharaan Bulanan Pemeliharaan bulanan dilakukan dengan cara membersihkan dan mengecek level pH filling solution pada elektroda referensi. Untuk melakukan hal ini dimulai dengan menekan NO SAMPLE, pada layer tertera ELEKTRODE CLEANING? Kemudian tekan YES hingga pada layer tertera PERFORM AUTO CLEANING? b. Pemeliharaan 6 Bulanan Setiap 6 bulan pipa peristaltic perlu diganti. Untuk mengganti pipa buka tutup alat pada bagian depan lalu buka pipa yang terletak di roda. Kemudian lepaskan satu pipa dari platnya dan pasang pipa yang baru. Tekan NO hingga pada layer tertera CALIBRATION? Tekan YES kemudian NO untuk memulai kalibrasi. c. Pemeliharaan sewaktu-watu dan pemeliharaan oleh operator

62

 Membersihkan elektode Alat ini tidak memerlukan pemeliharaan harian. Wadah sample secara otomatis dibersihkan tiap 24 jam / 40 sampel.  Mengganti Elektrode pH Buka ruang pengukuran sampai terkunci. Lepaskan pegangan elektroda bagian kiri dengan menggerakkannya ke depan. Pindahkan elektrode dari ruang pengukuran. Ambil elektroda yang baru dari kotak. Perhatikan cincin-O pada sisi bagian kiri elektrode. Temukan pin Ag/AgCl dan pH filling solution. Letakkan bagian dasar,kemudian masukan pin Ag/AgCl ke tempatnya. Install elektrode ke ruang pengukuran. Sesuaikan dengan bentuk lingkaran hingga didapat posisi yang sesuai. d. Siapkan paket cairan yang baru secara hati-hati lepaskan strip pelindungnya.Letakan bagian depannya hingga menutupi konektor. Tulis tanggal penginstall pada label yang baru. e. Masukan paket cairan yang baru dibagian kiri alat f. Tekan YES yang menandakan paket baru telah terpasang. Pada layar akan tampil ARE YOU SURE? g. Tekan YES, maka alat secara otomatis mereset counter 100 % dan sistem terkalibrasi Alat pH meter secara umum dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu pH meter dengan display digital dan pH meter dengan display analog. Kedua display ini samasama berfungsi untuk menampilkan pH larutan yang terukur. Pada pesawat pH meter ini pH larutan yang terukut ditampilkan menggunakan display digital.

Setelah menggunakan alat ini elektrode dicuci dengan air netral dan masukkan kedalam tempat lektrode dan harus terendam air dalam wadah tersebut. Setiap awal penggunaan pH meter harus selalu dikalibrasi baik pH 4 ataupun pH 7. 6. Latihan. 1).Lakukan pengoperasian sesuai protap.

63

2). Lakukan pemeliharaan sesuai protap. 3).Lakukan pencatatan sesuai formulir didalam protap. 4). Ukur larutan dengan berbagai larutan 5). Gambarkan grafik hubungan antara tegangan dengan mV untuk suhu ruangan dan suhu yang lain. 6). Tampilan tidak terlihat, perbaiki. 7. Rangkuman 1. pH meter bekerja berdasarkan tegangan dan tergantung suhu suatu larutan. 2. pH meter jika akan digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu baik dengan pH 4 atau pH 7. 3 destilasi. . Setelah mengukur larutan maka elektrode harus dicuci dengan larutan

POKOK BAHASAN 7 BLOOD GAS ANALISER 1.Pengertian

64

Blood gas analiser adalah suatu alat laboratorium yang berfungsi untuk mengukur pH, PCO2, PO2, HCO3, BE ( base Exess) dan O2 saturasi dalam darah. Blood gas analiser disebut juga denagn ABG yaitu Arterial Blood Gas hal ini karena darah yang diambil untuk diperiksa biasanya dari arteri. Pada blood gas analiser yang terpenting ada tiga pengukuran parameter yang terpisah dan pada alat tersebut dilengkapi dengan tiga elektrode yang berguna untuk mengukur PH, PCO2, dan PO2. Tetapi disamping itu juga dilengkapi dengankolorimeter/spektrofotometer untuk mengukur kadar Hb yang ada hubungannya dengan kadar O2 dalam darah. Sedangkan untuk HCO3, BE dan O2 saturasi bisa diketahui karena ada hubungan langsung dengan hasil pengukuran dari PH, PCO2 dan PO2 2. Macam macam elektrode 1) Elektroda Referensi Elektroda yang digunakan adalah elektroda kalomel sebagai eksternal elektroda yang terbuat dari metal merkuri (Hg) dilapisi dengan kolamel (Hg2Cl2) dan terendam dalam larutan elektrolit yang mengandung ion Cl- dan Hg+. Elektroda kolamel dipakai sebagai elektroda referensi untuk pengukuran pH. Dan sebagai elektroda internal dipergunakan elektroda perak/perak klorida yang terdiri dari sepotong kawat perak yang dilapisi dengan perak klorida dan direndam dalam larutan AgCl jenuh. Elektroda Ag/AgCl ini sebagai elektroda referensi untuk pengukuran pO2 dan pCO2. Potensial energi dari ke 2 elektroda ini tergantung dari aktifitas ion Cl- dalam larutan KCl. 2) Elektroda pH Elektroda yang dipergunakan adalah elektroda gelas yang terdiri dari tabung membran yang sensitif terhadap ion H+. Elektroda gelas ini harus senantiasa dibenamkan dalam H2O agar permukaan gelas senantiasa tertutup air sehingga akan selalu terjadi kesetimbangan antara logam atau ion alkali dari gelas dengan ion-ion H3O+ dalam air dapat dipertahankan. Menurut Handerson Haselbalch ada hubungan antara pH, PCO2, HCO3 dan BE dalam darah. CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3

65

PH = pKa + Log HCO 3/ 0,03 x P CO2 Dengan demikian jelas bahwa ada hubungan antara derajat keasaman ph dengan factor elektris. Cara pengukurannya sama dengan mengukur ph suatu larutan. Elektrode reference yang dipakai biasanya electrode Ag/AgCl. Sedangkan electrode pengukur biasanya memakai electrode gelas pada cantoh gambar digunakan electrode lithium.

Gambar.7.1. PH Elektrode. 3) Elektroda pCO2 Elektroda ini terdiri dari elektroda pH gelas yang dipisahkan dari sampel dengan menggunakan larutan jenuh dari suatu elektrolit dan membran permeabel dengan elektroda referensi Ag/AgCl. Untuk pengukuran jumlah CO2 dalam darah. Cara pengukuran PCO2 dilakukan dengan electrode PCO2 khusus, berdasarkan metode dari “ Stow dan Severinghous”. Electrode PCO2 terdiri dari glas PH electrode yang dipisahkan dari sample oleh spacer saturated ( larutan jenuh) reference electrode dan membrance semipermiable sebagai reference electrode digunakan electrode Ag/Ag Cl . Ph filing solution akan mengubah PCO2 dari sample darah secara difusi melalui permeable membrance, sehingga merubah ph didalam larutan jenuh. Output dari PCO2 elektrode kemudian dikalibrasi dengan standart gas CO2 yang telah diketahui .Seperti pada Gambar 7.1.

66

Gambar.7.2.Pco2 Elektrode 4) Elektroda pO2 Elektroda ini terdiri dari katoda yang berupa sepotong platinum tipis 25 mikro dan anoda yang berupa sepotong perak/perak klorida yang direndam pada larutan buffer phospat dan KCl. Katoda ini menjaga agar potensial tetap –0,6 volt terhadap anoda yang dipisahkan dari sampel oleh membran pemeabel O2. Fungsi dari elektroda ini tergantung dari reduksi O2 pada katoda. Cara kerjanya Potensial listrik yang dihasilkan antara kedua electrode kurang 700 mV Oksigen dari darah melalui membrance permeable masuk kedalam filling solution dan ini akan mengurangi tegangan yang dihasilkan oleh katoda. Begitu pula yang terjadi pada anoda. Ag akan dioksidasi. Besarnya arus yang dihasilkan menunjukkan tergantung dari jumlah tekanan partial O2 dalam darah sample.

67

Gambar.7.3. PO2 Elektrode. pH » » l pO2 » » » l pCO2 » » » l HCO3 » » » » 3 Prosedur tetap pengoperasian (7.35 - 7.45) acidemia alkalemia (80 - 100 mm Hg) hypoxemia infants 60 y.o.. normal respiratory acidosis respiratory alkalosis (22 - 26 mm Hg) normal metabolic acidosis metabolic alkalosis (40 - 70 mm Hg) (80 - (Hgb - age greater than 60)

(35 - 45 mm Hg)

3.1. Prasarat 1) SDM terlatih dan siap 2) Catu daya sesuai kebutuhan alat. 3) Kotak kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian 4). alat laik pakai 5) Aksesoris lengkap dan baik 6) Bahan operasional tersedia 3.2.Persiapan 1) tempatkan alat pada meja kerja 2) lepaskan penutup debu

68

3) Siapkan aksesoris 4) Siapkan bahan aksesoris. 5) Hubungkan alat ke terminal pembumian. 3.3.Pemanasan 1) Hubungkan alat dengan catu daya. 2) Hidupkan alat dengan menekan memutar tombol ON/OFF ke posisi ON 3) Lakukan pemanasan secukupnya. 3.4. Pelaksanaan 1).Copotlah reference cap dan referensi internal eletroda dengan memakai cateter tubing yang diletakkan pada syringe, sedotlah dan buang cairan dari dalam reference shell assy. 2) Isilah reference shell assy dan cairan 4M KCl yang baru sebanyak 0,4 cc, kemudian kembalikan kedua reference tersebut ke tempatnya. 3) Periksa aliran dari kedua gas. 4) Gantilah membran pH reference shell assy. 5) Suntikkan elektroda cleanning solution ke dalam sampel chamber selama 5-10 menit. 6) Cek permukaan air di dalam humidifer, bila perlu tambahkan. 7) Membran pCO2 dan pO2 elektroda hendaknya diganti sebulan sekali. 8) Pada Blood Gas Analyzer tipe 165, harus dilakukan pengecekan vacuum sistemnya. 3.5.Pengemasan dan penyimpanan 1) matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF 2) Lepaskan kuvet yang berisi sample dari tempatnya. 3) lepaskan hubungan alat dari catu daya. 4) lepaskan hubungan alat dari terminal pembumian 5) bersihkan alat. 6) Pasang penutup debu. 7) kembaikan alat ke tempat penyimpanan. 8). Catat beban kerja alat dalam jumlah pemeriksaan. 4.Prosedur tetap pemeliharaan alat 4.1.Prasarat

69

1) SDM, tehnisi terlatih 2) Peralatan kerja lengkap 3) Dokumen tehnis penyerta lengkap 4) Bahan pemeliharaan dan material bantu tersedia. 5) mekanisme kerja jelas. 4.2. Persiapan 1). Siapkan perintah kerja 2) Siapkan formulir laporan kerja. 3) Siapkan dokumen tehnis penyerta. - Servis manual. - Wiring diagram 4) Siapkan peralatan kerja. -Tool set elektronik - Tool set mekanik -multimeter. -Leakage Current meter. -Vacum cleaner 5) Siapkan bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu: - Contact cleaner -kain lap halus dan kapas. -Cairan pembersih -Amplas. - lampu indikator - Cairan standart 6) Pemberitahuan kepada pengguna. 4.3. Pelaksanaan No 1. 2 3 Kegiatan pemeliharaan Cek dan bersihkan seluruh bagian alat Cek sistem catu daya, perbaiki bila perlu Cek kipas angin, indikator, display, tranduser dari kerusakan dan keausan, perbaiki bila perlu. Periode 1 bulan 3 bulan 3 bulan

70

4 5 6 7 8 9 10 11

Cek fungsi alat perekam. Cek dan periksa sistem alarm, perbaiki bila perlu. Cek sistem pendingin kipas angin dan filter, lakukan pembersihan dan pelumasan seperlunya. Cek dan bersihkan dan lumasi kabel slide dan kontrol bila menggunakan sistem perekam. Cek ketepatan operasonal seluruh fungsi moda. Lakukan pengukuran tahanan kabel pembumian alat. Lakukan pengukuran arus bocor. Lakukan uji kinerja alat.

3 bulan 3 bulan 3 bulan 6 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 3 bulan

4.4. Pencatatan 1). Isi kartu pemeliharaan alat. 2). Isi formulir laporan kerja. 3). Pengguna menanda tangani laporan kerja dan alat diserahkan kembali pada pengguna. 4.5.Pengemasan alat dan dokumen tehnis penyerta. 1) cek alat kerja dan sesuaikan dengan catatan. 2). Cek dan rapihkan dokumen tehnis penyerta. 3). Kembalikan alat kerja dan dokumen tehnis penyerta ke tempat semula. 4.6.Pelaporan 1). Laporkan hasil pekerjaan kepada pemberi petugas . 4. Latihan. 1). Lakukan pemeliharaan sesuai protap. 2). Lakukan pengoperasian sesuai protap. 3.Lakukan pencatatan pemeliharan sesuai formulir 4). Sebutkan jenis pengukuran pada BGA. 5). Jelaskan kerja BGA. 6). Lakukan pengoperasian BGA di rumah sakit jika diperbolehkan

71

7). Lakukan pemeliharaan BGA pada saat PKL 8) Tidak dilakukan perbaikan dikarenakan alat sudah komputerisasi

Gambar 7.4.blood gas analiser

DAFTAR PUSTAKA American Hospital Association, Th 2000,. Maintenance Management for Medical Equipment, Chicago Bayer, Centrifuge Microcentrifuge Operation Manual, 800 Series,

72

Instructons, Osteode. Manual , Osteode. -

Heraeus Sepatech, june 1991, Biofuge 13 Haemofuge Operating Heraeus Sepatech, june 1991, Biofuge 13 Haemofuge Service www.osha.gov/ www.cdc.gov/niosh/homepage.html www.epa.gov/iaq/ www.safety-fl.org/ www.acgih.org/ "http://commons.wikimedia.org/wiki/Centrifuge www.biostad.com Email: anc@mitedu.freeserve.co.uk http://www.glast.slac.stanford.edu/IntegrationTest/EnvironmentalT E-mail : tes@ms9.hinet.net

est/Meetings/2004-10--TIMatNRL/LAT_TVAC_Test_Requirements.ppt. : http://www.oka.com.tw http://www.tecpel.com Lauda, th 1992., Tehnical description and Operating Instructions Imersion Thermostats T /B Compact Thermostats. Jakarta Edisi 1. . John G, Webster, Th 1998, Medical Instrumentation Aplication O.G.Brink, R.J.Flink, Soebandi Ir, Dasar Dasar Ilmu Instrumen , Sartorius GMBH, Sartorius Instruction for instalation and Warsito Drs. MSc , Th 2000, Pengantar Laboratorium Dasar, and Design, , New York,.Third Edition,John Wiley and Sons INC.

Operation, Goettingen , Federal Republik Germany., Weender Landstrasse.

PENUTUP 1.Test formatif.

73

I Pilihlah jawaban yang saudara anggap benar dengan memberi lang pada lembar jawaban yang tersedia. 1.Yang termasuk alat putar kecuali: a.mixer. b.pneumatik stirer. c.blender. d.magnetik stirer.

2.Alat yang dapat mencampur larutan yang mudah terbakar yaitu: a.mixer. b.pneumatik stirer. c.blender. d.magnetik stirer. 3.Alat yang dapat mencampur larutan secara homogen dan sebagai pengaduknya berupa logam dilapisi teflon : a.mixer. b.pneumatik stirer. c.blender. d.magnetik stirer. 4.perbedaan stirer dengan shaker yang prinsip adalah. a.kecepatan b.bentuk fisik. C.kegunaan. 5.kecepatan shaker berkisar antara:; a.1000 rpm b.300 rpm c.500 rpm d.60 rpm. d.reagentnya.

6.Salah satu sebab yang menggangu pada spektrofotometer: a.letak kuvet yang tepat. b.penggunaan filter yang tidak tepat. c arus listrik PLN yang tidak stabil 7. Pada incubator amuba terdapat beberapa komponen kecuali: a. Timer. b.Elemen. c.Bimetal air raksa. d.air sebagai media. 8.Elektroda pada BGA ada: a.2 buah b.1 buah c.3 buah. D.4 buah. e 9.Pada alat hemofuse terdapat tombol pemilihan kecuali : a.Waktu. b.gas. c. Kecepatan d.star dan stop. 10.Digunakan untuk mengukur tekanan CO2 : a.PCO2 b.CO2 c.PO2 d.PO2. c.tekanan O2

11.PO2 digunakan untuk mengukur: a.O2 dalam darah b.O2 saturasi dlm darah d.tekanan O2 saturasi

12.Potensial listrik yang dihasilkan antara kedua elektrode pada PO2: a.650 mv b.750 mv c.700 mv. D.800 mv. 13.Jenis elektrode referensi :

74

a.elektrode kombinasi.

B.e.hidrogen.

c.e.talium amalgam.

d.e.gelas

14.jika elektrode talium amalgam dimasukkan kedalam larutan asam, maka keluaran tegangan dari elektrode : a.150 mv b.-150 mv c.0 volt. d. 200 mv. 15.Jika elektrode gelas dimasukkan dalam larutan basa ,maka tegangan elektrode adalah; a.150 mv b.-150 mv c.0 volt. d. 200 mv. 16.Tegangan elektrode pada PH meter tergantung kecuali: a.Konsentrasi larutan b.suhu larutan .c.tekanan larutan. 17.Pengaturan suhu pada waterbath dilakukan secara ,kecuali: a.elektronik. b.digital. c.program. d.tekanan.. 18.Timbangan analitik digunakan untuk mengukur berat beban dengan membandingkan dengan a batu standar b.anak timbangan. c. Bahan yang lain. d. Tekanan dari bahan. . II Jawablah dengan singkat pada lembar jawaban yang tersedia. 1.sebutkan kegunaan BGA. 2.sebutkan macam macam elektrode yang digunakan pada BGA. 3.Sebutkan macam macam elektrode pada Ph meter. 4.Sebutkan komponen yang ada pada incubator amuba. 5,gas kromatograp dapat digunakan untuk mengukur apa saja. 6.sebutkan komponen yang ada pada thermostat imertion. 7.sebutkan jenis jenis elektrode ukur. 8.Sebutkan jenis jenis elektrode referensi/standart. 9.Sebutkan jenis jenis stirer. 10.Sebutkan komponen pada stirer magnetik. 11. Sebutkan bagian bagian shaker. 12.Sebutkan kecepatan motor pada shaker 13. Sebutkan jenis jenis timbangan berdasarkan prinsipkerjanya. 14.Sebutkan rumus tentang pengaruh suhu pada Ph meter. 15.sebutkan macam macam sentrifuse. III.Uraian singkat. 1.Gambarkan dan jelaskan blok diagram Hydrolik system BGA. 2 Gambarkan dan jelaskan blok diagram PH meter 3. Gambarkan dan jelaskan blok diagram sentrifuse. 4. Gambarkan dan jelaskan blok diagram mikroskop scanning elektron. 5. Gambarkan dan jelaskan blok diagram timbangan elektronik. d. Kadar oksigen.

75

2. Umpan balik dan tindak lanjut Keuntungan :

Kerugian :

Saran-saran :

3. Kunci jawaban dan justifikasi Latihan Penilaian berdasar pengamatan keterampilan, nilai dapat dibedakan berdasarkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan latihan Tes formatip (teoritis) Lihat pada lampiran

Kunci jawaban sentrifuge 1). Spesifikasi Merek : MLW Veb Zentrifugenbau Engelsdorf

76

Made In : Jerman Type Daya : TH 12 : 200 Watt

Frekuensi : 50 Hz Tegangan : 229 Volt No. Seri • • • • • : 29061 2). Fungsi Tombol Saklar ON / OFF Lampu indikator. Motor Timer Tempat kuvet diletakkan

3) .Perbaikan alat. a. Rangkaian alat.

LID

1 (PINTU TUTUP) 2 (PINTU BUKA)

L1 PLN S1

L2 M T

• Analisa alat kondisi awal Pesawat tidak dpt bekerja, alasan : - Kabel banyak yang tidak terhubung dan belum di rangkai seperti, kabel timer tidak terhubung, push button On/Off tidak terhubung. • Setelah dilakukan perbaikkan, dengan cara : - Menghubungkan kabel & merangkai kembali sesuai dengan rangkaian yang dibuat. 77

• Hasil : Pesawat dpt bekerja kembali, namun belum dpt maksimal krn setelah diukur kec.nya manggunakan tacometer dlm satuan waktu tertentu, kec.nya berubah- ubah.

Incubator amuba tindakannya perbaiki alat..

Kunci jawaban

1. keluhan lampu indikator tidak menyala, analisanya tegangan ke pes tidak amasuk 2. Lampu indikator menyala tapi elemen tidak panas, analisanya kabel yang menuju elemen putus tindakannya perbaiki pengawatan. 3. Suhu tidak sesuai pemilihan analisa termostat tidak standart tindakannya ganti termostat. Thermostat imerstion KeluhanKemungkinan KerusakanPerbaikanPesawat tidak menyala • • • • • • • • • • Supply tidak masuk Fuse putus Periksa tegangan PLN Ganti fuse dengan yang baru. Lampu rusak Lampu pemasangannya tidak benar Ganti lampu Betulkan pemasangannya. Heater rusak Ganti heater kunci jawaban

Lampu indicator tidak menyala

Heater tidak panas

78

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->