P. 1
Rab _ Proses Pembuatan Rab (Estimasi Biaya)

Rab _ Proses Pembuatan Rab (Estimasi Biaya)

|Views: 48|Likes:
Published by HeruSutono

More info:

Published by: HeruSutono on Aug 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

RAB : PROSES PEMBUATAN RAB (ESTIMASI BIAYA

)
A. UMUM Pembiayaan pembangunan bangunan gedung Negara digolongkan kepada pembiayaan pembangunan untuk pekerjaan standar ( yang ada standar harga satuan tertingginya) dan pembiayaan pembangunan untuk pekerjaan non standar ( yang belum tersedia standar harga satuan tertingginya). Pembiayaan bangunan gedung Negara dituangkan dalam Dokumen Pembiayaan yang terdiri atas komponen-komponen biaya untuk kegiatan pelaksanaan konstruksi, kegiatan pengawasan konstruksi atau manajemen konstruksi, kegiatan perencanaan konstruksi, dan kegiatan pengelolaan proyek. B. STANDAR HARGA SATUAN TERTINGGI Standar Harga Satuan Tertinggi merupakan biaya per-m2 k onstruk si fisik mak simum untuk pembangunan bangunan gedung Negara, khususnya untuk pekerjaan standar bangunan gedung Negara. Yang meliputi pekerjaan struktur, arsitektur dan finishing, serta utilitas bangunan gedung Negara . Standar Harga Satuan Tertinggi pembangnuan gedung Negara ditetapkan secara berkala untuk setiap Kabupaten / Kota oleh Bupati / Walikota setempat. Standar Harga Satuan Tertinggi ditetapkan untuk biaya pelaksanaan konstruksi fisik per-m2 pembangunan bangunan gedung Negara dan diberlakukan sesuai dengan klasifikasi, lokasi, dan tahun pembangunannya yang terdiri atas :

1.

HARGA SATUAN PER M2 TERTINGGI SEDERHANADAN TIDAK SEDERHANA

UNTUK PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG NEGARA KLASIFIKASI

Harga satuan tertinggi untuk grdung Negara dibedakan untuk setiap klasifikasi gedung sederhana dan tidak sederhana, lokasi kabupaten / kotanya, dan untuk bangunan yang bertingkat dan yang tidak bertingkat. Di samping itu juga diberlakukan koefisien / faktor pengali untuk bangunan gedung bertingkat, dan koefisien / faktor pengali untuk bangunan / ruang dengan fungsi khusus . 2. HARGA SATUAN PER M2 TERTINGGI UNTUK PEMBANGUNAN BANGUNAN RUMAH NEGARA Harga satuan per m2 tertinggi untuk bangunan rumah negara dibedakan untuk setiap tipe rumah Negara dan lokasi Kabupaten / Kotanya. Untuk harga satuan per m2 tertinggi untuk pembangunan rumah susun harga satuan kabupaten / kotanya. ( pekerjaan standar), menggunakan pedoman per m2 tertinggi untuk pembangunan gedung pemerintahan bertingkat tidak sederhana, sesuai dengan lokasi

3. HARGA SATUAN PER M2 TERTINGGI UNTUK PEMBANGUNAN PAGAR BANGUNAN GEDUNG NEGARA a. b. Harga satuan per m2 tertinggi pembangunan pagar bangunan gedung Negara ditetapkan sesuai klasifikasi bangunan gedung, letak pagar serta lokasi Kabupaten / Kotanya Harga satuan per m2 tertinggi untuk pembangunan pagar rumah Negara, sesuai dengan tipe rumah, letak pagar, dan lokasi Kabupaten / Kotanya.

c. Harga satuan per m2 tersebut, dengan ketentuan tinggi pagar sebagai berikut: 1. Pagar depan dengan tinggi minimum 1,5 m 2. Pagar samping dengan tinggi minimum 2 m 3. Pagar belakang dengan tinggi minimum 2 m Atau berdasarkan ketentuan Peraturan Daerah setempat. Harga satuan tertinggi untuk bangunan gedung Negara dengan klasifikasi bangunan khusus , ditetapkan berdasarkan rincian anggaran biaya (RAB) yang dihitung sesuai dengan kebutuhan dan kewajaran harga yang berlaku. C. KOMPONEN BIAYA PEMBANGUNAN Anggaran biaya pembangunan bangunan gedung Negara ialah anggaran yang tersedia dalam Dokumen Pembiayaan yang berupa Daftar isian proyek (DIP) / DIP Suplemen, atau Rencana Anggaran lainnya, yang terdiri atas komponen biaya konstruksi fisik, biaya manajemen / pengawasan konstruksi biaya perencanaan konstruksi, dan biaya pengelolaan proyek. 1. BIAYA KONSTRUKSI FISIK Yaitu besarnya biaya yang dapat digunakan untuk membiayai pelaksanaan konstruksi fisik bangunan gedung Negara yang dilaksanakan oleh pemborong secara kontraktual dari hasil pelelangan , penunjukan langsung, atau pemilihan langsung. Penggunaan biaya konstruksi fisik selanjutnya diatur sebagai berikut :

maupun penunjukan langsung pekerjaan yang bersangkutan. b. Pajak dan iuran daerah lainnya. yang IMB-nya telah mulai diproses oleh pengelola proyek dengan bantuan konsultan perencana konstruksi dan /atau konsultan manajemen konstruksi 4. Biaya manajemen konstruksi dibebankan pada biaya untuk komponen kegiatan manajemen konstruksi proyek yang bersangkutan b. penunjukan langsung.d. Pembayaran biaya konstruksi fisik dapat dibayarkan secara bulanan atau tahapan tertentu yang didasarkan pada prestasi / kemajuan pekerjaan fisik di lapangan. BIAYA MANAJEMEN KONSTRUKSI Yaitu besarnya biaya maksimum yang dapat digunakan untuk membiayai Kegiatan manajemen konstruksi pembangunan bangunan gedung Negara. tenaga. biaya rapat-rapat 6.a. Untuk biaya manajemen konstruksi pekerjaan-pekerjaan yang belum ada pedoman harga satuan tertingginya ( non standar). Asuransi / pertanggungan ( liability Insurance ) 9. Biaya konstruksi fisik dibebankan pada biaya untuk komponen kegiatan konstruksi fisik proyek yang bersangkutan.Pembayaran biaya manajemen konstruksi didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan dan konstruksi fisik di lapangan yaitu ( maksimum) : 1. Perjalanan ( local maupun luar kota) 7. Biaya manajemen konstruksi ditetapkan dari hasil pelelangan / pemilihan langsung. Biaya konstruksi fisik maksimum untuk pekerjaan standar. serah terima pertama pekerjaan 80 % 3. d. maksimunm sebesar biaya konstruksi yang tercantum dalam dokumen pembiayaan bangunan gedung Negara yang bersangkutan. Penggunaan biaya manajemen konstruksi selanjutnya diatur sebagai berikut : a. c. dan alat ) 2. Tahap persiapan / pengadaan konsultan perencana 5% 2. Jasa dan overhead pemborong 3. Tahap review rencana teknis sampai dengan serah terima dokumen perancangan 10 % 3. Biaya konstruksi fisik ditetapkan dari hasil pelelangan pekerjaan yang bersangkutan. Pajak dan iuran daerah lainya e. yang akan dicantumkan dalam kontrak. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang 2. dan 5. atau pemilihan langsung. Izin Mendirikan Bangunan ( IMB). Tahap konstruksi fisik yang dibayarkan berdasarkan prestasi pekerjaan konnstruksi fisik dilapangan s. besarnya biaya manajemen konstruksinya dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang bias diganti. c. yang akan dicantumkan dalam kontrak. 2. dihitung dari hasil perkalian total luas bangunan gedung Negara dengan standar harga satua per m2 tertinggi yang berlaku. dihitung dengan rincian kebutuhan nyata dan dikonsultasikan dengan instansi teknis setempat. Besarnya nilai biaya manajemen konstruksi maksimum dihitung berdasarkan prosentase biaya manajemen konstruksi terhadap nilai biaya konstruksi fisik bangunan yang tercantum dalam table B2 dan B3. Untuk biaya konstruksi fisik pekerjaan-pekerjaan yang belum ada pedoman harga satuannya ( non standar ). Biaya asuransi selama pelaksanaan konstruksi e. Pelaksanaan pekerjaan dilapangan ( material. yang dilakukan oleh konsultan manajemen konstruksi secara kontraktual dari hasil pelelangan. sewa kendaraan 5. Jasa dan overhead manajemen konstruksi 8. sesuai dengan ketentuan billing rate yang berlaku. d. Materi dan pengadaan laporan 3. Tahap pelelangan Pemborong 5% 4. BIAYA PERENCANAAN KONSTRUKSI Yaitu besarnya biaya maksimum yang dapat digunakan untuk membiayai . Pembelian dan atau sewa peralatan 4. termasuk biaya untuk : 1. yang didalamnya termasuk biaya untuk: 1.

d. asuransi/pertanggunan (liability insurance) 9. Untuk biaya pengawasan pekerjaan-pekerjaan yang belum ada pedoman harga satuan tertingginya (non-standar). sewa kendaraan e. e. sesuai dengan ketentuan billing rateyang berlaku. sesuai dengan ketentuan billing rateyang berlaku. BIAYA PENGELOLAAN PROYEK Yaitu besarnya biaya maksimum yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pengelolaan proyek bangunan gedung negara. b. materi dan pengadaan laporan c. tahap pengawasan berkala 15 % 4. Biaya perencanaan ditetapkan dari hasil pelelangan /pemilihan langsung. asuransi/pertanggungan (liability insurance) i. atau pemilihan langsung. Biaya pengawasan dibebankan pada biaya untuk komponen kegiatan pengawasan proyek yang bersangkutan. pajak dan iuran daerah lainnya. tahap pengembangan rancangan 25 % 4. biaya rapat-rapat f. penunjukan langsung. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang b. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang 2. Besarnya nilai biaya pengawasan maksimum dihitung berdasarkan prosentase biaya pengawasan konstruksi terhadap nilai konstruksi fisik bangunan yang tercantum dalam Tabel B1 dan B2. jasa dan overhead manajemen konstruksi 8. Penggunaan biaya perencanaan selanjutnya diatur sebagi berikut: a. penunjukan langsung. jasa dan overhead manajemen konsruksi h. biaya rapat-rapat 6. atau pemilihan langung. maupun penunjukan langsung pekerjaan yang bersangkutan. Untuk biaya perencanaan pekerjaan-pekerjaan yang belum ada pedoman harga satuan tertingginya (non standar). 5. c. Prosentase besarnya niali komponen biaya pengelolaan proyek dihitung berdasarkan nilai keseluruhan bangunan. tahap konsep rancangan 10 % 2. perjalanan (local maupun luar kota) 7. BIAYA PENGAWASAN KONSRTUKSI Yaitu besarnya biaya maksimum yang dapat digunakan untuk membiayai pengawasan pambangunan bangunan gedung Negara yang dilakukan oleh konsultan pengawas secara kontraktual dari hasil pelelangan. Biaya pengawasan ditetapkan dari hasil pelelangan/pemilihan langsung. d. perjalanan (local maupun luar kota) g. besarnya biaya pengawasan dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang bias diganti. c. Pembayaran biaya pengawasan dapat dibayarkan secara bulanan atau tahapan tertentu yang didasarkan pada pencapaian prestasi/kemajuan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan. Besarnya nilai biaya perencaan maksimum dihitung berdasarkan prosentase biaya perencanaan konstruksi terhadap niali biaya konstruksi fisik bangunan yang tercantum pada Tabel B1. sewa kendaraan 5. Biaya pengelolaan proyek dibebankan pada biaya untuk komponen kegiatan pengelolaan proyek dari proyek yang bersangkutan. Pembayaran biaya perencanaan didasarkan pada pencapaian pada pencapaian prestasi/kemajuan perencanaan setiapnya. yang dilakukan oleh konsultan perencana secara kontraktual dari hasil pelelangan . B2 dan B3. yang akan dicantumkan dalam kontrak tersebut biaya untuk: a. pajak dan iuran daerah lainnya. Besarnya niali biaya pengelolaan proyek maksimum dihitung berdasarkan prosentase biaya pengelolaan proyek terhadap . tahap pelelangan 5% 6. Besarnya biaya perencanaan dihitung berdasarkan nilai total keseluruhan bangunan . b. tahap pra-rangan 15 % 3. Penggunaan biaya pengawasan selanjutnya diatur sebagai berikut: a. yang akan dicantumkan dalam kontrak termasuk biaya untuk: 1. materi dan pengadaan laporan 3. besarnya biaya perencanaan dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang bias diganti. maupun penunjukan langsung pekerjaan yang bersangkutan. Biaya perencanaan dibebankan pada biaya untuk komponen kegiatan perencanaan proyek yag bersangkutan b. Penggunaan biaya pengelolaan proyek selanjutnya diatur sebagai berikut: a. atau penyelesaian tugas dan kewajiban pengawasan. pembelian dan atau sewa peralatan d. tahap rancangan gambar detail 30 % 5. e. yaitu (maksimum): 1.perencanaan bangunan gedung Negara . pembelian dan atau sewa peralatan 4.

perjalanan dinas transport local. PEMBIAYAAN BANGUNAN / KOMPNEN BANGUNAN TERTENTU 1. untuk keperluan Honorarium staf dan panitia lelang.090 standar harga gedung bertingkat 1. yang terncantum dalam Tabel B1. rapat-rapat. c. koorniasai dan pengelolaan proyek ke lokasi proyek tersebut. pengawasan berkala. Biaya operasional unsur Pengelola Teknis. B2 dan B3. Biaya operasionol unsur Penelola adalah sebesar 35 % dari biaya Pengelolaan Proyek yang bersangkutan. koefisien / factor pengali dikonsultasikan dengan instansi teknis setempat. Kelebihan biaya berupa penghematan yang didapat dari bagian perencanaan. 2. di luar prosentase bagi pengelolaan proyek. honorarium tenaga ahli (apabila diperlukan).265 standar harga gedung bertingkat Untuk bangunan yang lebih dari 8 lantai. bahan dan alat yang berkaitan dengan pengelolaan proyek sesuai dengan pentahanpannya. Biaya operasional unsure Pemegang Mata Anggaran Biaya operasional unsur Pemegang Mata anggaran adalah sebesar 65 % dari biaya Pengelolaan Proyek yang bersangkutan. yang dipergunakan untuk keperluan honorarium Pengelola Teknis. HARGA SATUAN TERTINGGI RATA-RATA PER M2 BANGUNAN BERTINGKAT UNTUK BANGUNAN GEDUNG NEGARA Harga satuan tertinggi rata-rata per-m2 bangunan gedung bertingkat adalah didasarkan ada harga pada harga satuan lantai dasar tertinggi per m2 untuk bangunan gedung bertingkat.10 standar harga bangunan rumah sakit . 2. 3. aanwijzing. HARGA SATUAN TERTINGGI RATA-RATA PER M2 BANGUNAN DENGAN FUNGSI KHUSUS UNTUK BANGUNAN GEDUNG NEGARA Untuk bangunan / ruang yang mempunyai fungsi khusus. biaya rapat. perjalanan dinas. Perincian penggunaan biaya pengelolaan proyek adalah sebagai berikut. dengan melakukan revisi Dokumen Pembiayaan. manajemen konstruksi atau pengawasan dapat digunakan langsung untuk peningkatan mutu atau penambuahn kegiatan konstruksi fisik. opname lapangan. serta persiapan dan pengiriman kelengkapan administrasi/dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara. b. d. Perencanaan pelaksanaan konstruksi). dapat diajukan sebagai biaya non standar.120 standar harga gedung bertingkat 1. Besarnya honorarium mengikuti ketentuan yang berlaku. kemudian dikalikan dengan koefisien / factor pengali untuk jumlah lantai yang bersangkutan adalah sebagai berikut : Jumlah lantai bangunan Bangunan 2 lantai Bangunan 3 lantai Bangunan 4 lantai Bangunan 5 lantai Bangunan 6 lantai Bangunan 7 lantai Bangunan 8 lantai Harga Satuan per m2 tertinggi 1. proses pelelangan.162 standar harga gedung bertingkat 1. maka persyaratannya memerlukan penyelesaian khusus. a.135 standar harga gedung bertingkat 1. biaya pembelian/penyewaan bahan dan alat yang bersangkutan dengan proyek yang bersangkutan sesuai dengan pentahapannya. D. 1. harga satuan tertinggi per m2 nya didasarkan pada harga satuan tertinggi untuk lokasi bangunan yang bersangkutan setelah dikalikan koefisien sebagai berikut : Fungsi Bangunan / ruang ICU/ICCU/UGD/ CMU Harga satuan per m2 tertinggi 1. Di dalam masing-masing komponen biaya pembangunan tersebut termasuk semua beban pajak dan biaya perijinan yang berkiatan dengan pembangunan bangunan gedung Negara sesuai ketentuan yang berlaku. Realisasi pembiayaan pengelolaan proyek dapat dilakukan Secara bertahap sesuai kemajuan pekerjaan (persiapan.197 standar harga gedung bertingkat 1. Pembiayaan diajukan oleh Instansi Teknis setempat kepada pemimpin proeyk/bagian proyek.nilai biaya konstruksi fisik bangunan yang tercantum dalam table B1 dan B2.263 standar harga gedung bertingkat 1. Untuk pekerjaan yang berada di wilayah yang sukar pencapaiannya/sukar dijangkau transportasi (renote area) kebutuhan biaya untuk transportasi/perjalanan dinas dalam rangka survey.

2. peralatan telepon PABX. Bangunan-bangunan khusus 6.10 standar harga bangunan rumah sakit 1. Penyusunan Studi Analisa mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL) e. yang dalam penyusunan anggarannya.25 standar harga bangunan rumah sakit 1. keselamatan.100 standar harga bangunan rumah sakit 1. Besarnya biaya-biaya untuk pekerjaan tersebut dihitung berdasarkan rincian volume kebutuhan nyata dan harga pasar yang wajar serta pajak-pajak yang berlaku. Pekerjaan pondasi dalam yang lebih dari 5 m atau 1/ w>20 3. peralatan penangkal petir khusus. E. Peningkatan Arsitektur atau struktur bangunan : penampilan keamanan. Pekerjaan basement/ bangunan di bawah permukaan tanah 4. lampu penerangan luar. air bersih. penyambungan listrik dari PLN. dengan terlebih dulu berkonsultasi kepada instansi Teknis yang bertanggung jawab dari pembinaan bangunan gedung setempat b. pembuatan tandatanda lahan. perabotan dan instalasi khusus bangunan. pompa listrik. jaringan utilitas kompleks ( saluran drainase. aksesibilitas serta kenyamanan gedung Negara. Bangunan selasar penghubung.10 standar harga bangunan rumah sakit 1.50 % dari X 20 %.15 standar harga bangunan 1. l.50 standar harga bangunan klasifikasi yang sama Untuk bangunan gedung / ruang yang mempunyai fungsi khusus.20 standar harga bangunan rumah sakit 1. ataupun karena luas lahan k.Ruang operasi Ruang Radiologiy Laundray/ CSSD Perawatan / Dapur Asrama Perawat Laboratorium RS Workshop Power House Lab. Biaya konsultan VE. listrik.30 % dari X . kesehatan. g. penyambungan gas dari perusahaan gas. c. BIAYA NON STANDAR 1. Penyelidikan tanah yang terperinci 2. Biaya konsultan studi penyusunan program pembangunan bangunan gedung Negara. hidran kebakaran). perinciannya antara lain dpat berpedoman pada prosentase sebagai berikut : Jenis Pekerjaan Tata Udara ( AC ) Elevator / Escalator Biaya Tertinggi 25 %. pembersihan lahan. lansekap / taman. Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan d.25 standar harga bangunan 1. dan pembongkaran b.100 standar harga bangunan 1. peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. pagar fungsi khusus dan tempat parker. manajemen konstruksi / pengawasan pekerjaan non-standar. Perizinan-perizinan khusus karena sifat bangunan. f. dihitung berdasarkan billing rate sesuai ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri keuangan dan Ketua Bapenas yang berlaku c. limbah kotoran . PEMBIAYAAN PEKERJAAN NON-STANDAR a. Fasilitas aksesibilitas untuk kepentingan penyandang cacat 5.00 standar harga bangunan rumah sakit 1. agar pada tahap penyusunan anggaran berkonsultasi dengan instansi teknis setempat . apabila Proyek menghendaki pelaksanaan dilakukan oleh konsultan independent. PEKERJAAN / KEGIATAN YANG DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI PEKERJAAN NON STANDAR a. Pekerjaan-pekerjaan lain seperti: 1. Pekerjaan khusus kelengkapan bangunan seperti : peralatan tata udara. Pematangan lahan yang meliputi : pembuatan jalan dan jembatan dalam kompleks. Total biaya pekerjaan non standar maksimum sebesar 250 % dari total biayapekerjaan standar bangunan gedung Negara yang bersangkutan.05 standar harga bangunan 1. pencegahan dan penanggulangan bahaya serangga dan jamur. bangunan tritisan / emperan khusus yang sejenis i. lokasi / letak bangunan. generator. SMP / SMU UGB & Prasarananya Selasar luar beratap bangunan 1. Penyiapan lahan yang meliputi : pembentukan kualitas permukaan tanah / lahan sesuai dengan rancangan . penyambungan telepon dari Telkom h. Besarnya biaya perencanaan. untuk banguna gedung yang penyusunannya memerlukan keahlian konsultan. Penyambungan yang meliputi : penyambungan air dari PAM / PDAM. Pengelolaan proyek / perjalanan dinas untuk wilayah yang sukar pencapaiannya / dijangkau oleh sarana transportasi ( remote area ) j.

Tata Suara Telepon dan PABX Elektrikal ( termasuk genset) Instalansi Pencegahan penggulangan kebakaran Pencegahan bahaya rayap Sewerage Treatment Plan Interior ( termasuk Furniture ) Pondasi Dalam Fasilitas Penyandang Cacat Penangkal petir khusus Sarana /prasarana lingkungan Basement (per m2) Peningkatan mutu *) 7 %.12 % dari X 2 %. sebagai pedoman penyusunan anggaran pembangunan yang lebih dari satu tahun anggaran dan peningkatan mutu dapat berpedoman pada prosentase komponen-komponen pekerjaan sebagai berikut: Komponen Pondasi Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing Komponen Pondasi Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing Gedung Negara 5 %.7 % 20 %.15 % 10 %. PROSENTASE KOMPONEN PEKERJAAN BANGUNAN GEDUNG NEGARA Untuk pekerjaan standar bangunan gedung dan rumah Negara.5 % dari X 4 -10 % dari X 150 % dari Y 15 %.10 % 6 %-8 % 8 %-10 % 5%-8 % 10 %-15 % Gedung Negara 3 %.40 % dari X 10 %.30 % dari X dan 17 %.30 % dari X 2 %.25 % 10 %.15 % dari X 17 %.6 % dari X 5 %.30 % dari Z penjelasan yang secara teknis dapat diterima dan Catatan *) = Peningkatan mutu hanya dapat dilakukan dengan memberikan harus mendapatkan rekomendasi dari instansi teknis X = Total biaya konstruksi fisik pekerjaan standar Y = Z = Standar harga satuan tertinggi per m2 Total biaya komponen pekerjaan yang ditingkatkan mutunya F.15 % dari X 5 %.15 % 8 %-10 % 10 %-15 % 8 %-10 % 15 %-20 % Khusus untuk bangunan rumah Negara berpedoman pada prosentase komponen-komponen pekerjaan sebagai berikut: .10 % 25 %.10 % 7 %.10 % dari X 30 %.15 % dari X 7 %.35 % 5 %.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->