MAPALA AKAMPA Sekretariat : Kampus Universitas Majalengka

Jl. K.H. Abdul Halim No.103 Majalengka, Telp/FAX: (0233) 281496

MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR

SEJARAH PECINTA ALAM INDONESIA Sejarah kepecintaalaman di Indonesia mulai dikenal sejak tahun 1964 ditandai dengan berdirinya sebuah himpunan dan pendaki gunung WANADRI di Bandung. Pada decade 80-an perkembangan sangat pesat. Hamper seluruh Universitas dan SLTA mempunyai kelompok pecinta alam pada masa awal 80 kegiatan para pendaki gunung di Indonesia masih sebatas regional dan nasional,kalaupun ada yang keluar negri baru sebats survey dan penjajagan awal. Tantangan prestasi pada massa ini sudah mulai merambah dalam lingkup yang lebih luas sampai sekarang. Para pendaki Indonesia mulai melakukan pendakian diluar kawasan Indonesia. Ekspedisi-ekspedisi dalam skala yang lebih luas mulai banyak dilakukan, kegiatanya sudah sangat beragam dan banyak kegiatan yang lebih menarik ketimabng melakukan pendakian gunung, muatan ilmiah dan wawasan lingkungan lebih mendapat perhatian, kegiatannya memiliki efek samping yang lebih positif pada profesi (pekerjaan) dan mengarah pada sikap kerja yang lebih professional. Sejak awal organisasi kepecintaalaman mengarah pada pola pembentukan kepribadian. Sampai sekarang hal tersebut masih dominant dalam setiap proses regenerasi sudah menjadi ciri khas bahwa pecinta alam adalah pribadi yang teguh dan kuat mempertahankan prinsip dan nilai-nilai yang mereka anggap benar, tidak mudah tersentuh oleh berbagai pihak yang bias mencoba menguasai kepentingan mereka atau mencoba mengembankan hegemoni (mempengaruhi) pemikiran dan pendekatan baru atas eksistensinya. Para perintis itu telah terbukti menjadi katalisator (penggerak) dalam menentang kebijakan konvensional. Kini giliran kita!!!!. Pengenalan Organisasi Jiwa muda yang selalu haus akan sebuah tantangan menjadikan mereka memilih kegiatan yang cenderung bersifat non formal dan penuh tantangan sebagai alternative kegiatan untuk mengekspresikan luapan jiwa mereka. Dari sinilah muncul kelompok-kelompok yang menamakan pendaki gunung, penempuh rimba, pemanjat tebing, penelusur goa, pecinta lingkungan, dan petualang ke dalam satu wadah yang sering dikenal dengan pecinta alam. Dalam pengertian awam, kelompok pecinta alam lebih di kenal sebagai kelompok hura-hura yang berambut gondrong, cara berpakaian seenaknya, yang melawan segala bentuk kemapanan, tidak mau terikat dengan tata karma, yang nggak pernah mandi, dan sebagainya. Pendeknya ecinta alam adalah kelompok yang semau gue. Benarkah demikian??? Lalu bagaimana dengan mahasiswa pecinta alam atau MAPALA??? Organisasi kepecitalaman yang berada di lingkup perguruan tinggi dikenal dengan mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA),Himpunan mahasiswa pecinta Alam( IMPALA) Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam(IMPALA) dan sebagainya. Seorang MAPALA tidak mau dituntut untuk bersikap lebih. Predikat yang melekat padanya adalah jaminan terhadap sebuahy kerja yang lebih baik. Mampu melakukan penelitian pengabdian masyarakat serta kegiatan lain sesuai dengan latar belakang dan disiplin ilmu masing-masing. Denagn kata lain, bagaimana kita mengemas kegiatan yang mungkin sudah umum dilakukan orang tetapi dengan cara mahasiswa. Syukur lagi jika kita bias menciptakan suatu aktifitas baru yang lebih bermanfaat untuk lingkungan dan orang banyak. Kemampuan personal akan sangat mendukung dan dibutuhkan untuk mencapai hasil yang kita harapkan.
NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA

2

MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR

Struktur organisasi MAPALA secara umum menggambarkan aktifitasnya. Dari sinilah luas tidaknya lingkupbidang kegiatan pecinta alam di tingkat Perguruan Tinggi dapat dilihat. Struktur masing-masing organisasi MAPALA belum tentu sama, tetapi secara global terdiri dari dua kegiatan, yaitu teknis dan non teknis. Atau dapat dibedakan lagi menjadi kegiatan internal dan eksternal. Bidang Aktifitas Pecinta Alam 1. Pendidikan Dan Latihan : Proses transfer ilmu kecakapan serta pendidikan dan pengembangan. 2. Petualangan Dan Ekspedisi : aktivitas petualangan dan ekspedisi antara alain : pendakian gunung, penempuh rimba, penyusuran sungai dan pantai, olah raga arus deras, panjat tebing, petualangan goad an lain-lain. 3. Observasi : Pengamatan atau study masyarakat suku terasing, desa tertinggal, sosiologi pedesaan dan karakter lainya. 4. Lingkungan : Pengamatan dan penyelamatan lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), konservasi sumber daya alam(KSDA), panghijauan dan lainlain. 5. Kemanusiaan : partisipasi bakti masyarakat penyelenggaraan kegiatan alikasi teknologi terapan, partisipasi dalam aktivitas Search And Rescue (SAR), bantuan bencana alam dan lain-lain. 6. Pengembangan Organisasi dan SDM : aktivitas ilmiah, sarasehan, diskusi panel, seminar, lokakarya, mengikuti maupun menyelenggrakan berbagai kegiatan alam bebas dan lain-lain. 7. Hubungan : Melakukan hubungan dengan instansi/badan dan organisasi yang bergerak dalam bidang ilmuiah, organisasi-organisasi sejenis dan badan-badan yang terkait. Klasifikasi perjalanan • • FUN ADVENTURE CULTURE HIGH RISK ADVENTURE

Sasaran Adventure • • • • HUTAN DANAU TEBING GUNUNG RAWA UDARA SUNGAI PANTAI LAUT GOA FLORA FAUNA

SUKU PEDALAMAN MITOS DAN LEGENDA

PENINGGALAN PURBA

NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA

3

Karstens. Selain sebagai kegiatan yang kian diminati saat ini pendakian gunung juga memberikan kontribusi pada berbagai kegiatan ilmiah. Gardiner. hobi bahkan telah menjadi sebuah profesi. • 1985 . Namun hal ini bukan berarti kita tidak dapat melakukan petualangan di daerah keras seperti gunung. Walker. Untuk dapat melakukannya kita harus melatih dengan baik dan terus melakukan hingga memiliki berbagai pengalaman yang cukup. menyaksikan pemandangan sebuah kota dari puncak bangunan atau juga membangun menara-menara yang berhubungan dengan pengamatan cuaca dan geologi. Yang bisa didapatkan dari hal seperti ini adalah keakraban dengan alam dan tidak perlu dilakukan dengan tergesa-gesa bahkan banyak kegiatan bisa dilakukan di dalamnya. • 1953 . Kegiatan pendakian gunung membutuhkan kekuatan fisik dan mental hingga persiapan logistik yang baik untuk bisa berhasil.Norgay dan Hillary mencapai puncak gunung tertinggi di dunia: Mount Everest di Nepal. Apakah menggapai tempat-tempat tertinggi telah mengispirasi kegiatan pembangunan manusia selanjutnya seperti pembangunan altar untuk roh.Dick Bass mencapai Mount Everest dan menjadi orang pertama yang mencapai seluruh Seven Summits. • 1913 . karena murni berjalan di jalur-jalur yang jelas di gunung dengan tujuan menjelajahi dan menikmati alam. Sottajev dan Knubel mencapai puncak gunung tertinggi di Eropa: Elbrus. Saat ini. Tidak semua orang dilahirkan untuk daerah yang keras seperti gunung. Peralatan yang paling mahal tidak akan memberikan kompensasi jadi pastikan kita terus membangun pengalaman pendakian kita. Tatum dan Stuck mencapai puncak gunung tertinggi di Amerika Utara: Gunung McKinley (Gunung Denali). hal ini haruslah dimaklumi karena kegiatan ini telah dimulai manusia dimana saat itu teknologi tidaklah seperti yang terlihat saat ini. Berikut adalah beberapa catatan penting dalam sejarah pendakian gunung : • 1874 . Hiking.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR SEJARAH PENDAKIAN GUNUNG Meneliti kembali sejarah pendakian gunung akan kembali membuka berbagai catatan yang tidak cukup jelas. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 4 . pendakian gunung merupakan bagian dari olahraga. “Because it is there” jika boleh meminjam kutipan kata dari sang legendaris George Mallory ketika ditanya alasannya mengapa mendaki gunung.Grove. Harper. merupakan komponen yang lebih lembut dari pendakian gunung (Mountainering). Oleh karenanya banyak tulisan tentang para pelaku sejarah pendakian gunung hanya berupa catatan kecil dan banyak penulis hanya mereka-reka tentang apa yang sebenarnya dipikirkan oleh mereka dalam tujuannya menggapai tempat-tempat tertinggi di dunia.

dan sebaliknya bila kita pahami akan memberikan kenikmatan berpetualang pada penggiatnya. mulai dari pendakian gunung. Tujuan haruslah disesuaikan dana yang telah tersedia. Hal lain yang harus diperhatikan adalah musim pada saat pelaksanaan perjalanan alam bebas tsb. penyusuran pantai . Perjalanan tsb dilakukan dengan berbagai tujuan mulai dari eksplorasi. antara lain kemungkinan situasi ekonomi negara kita. tetapi yang lebih penting lagi adalah yang mampu mengkoordinasi pendakian tsb. seperti bidang dana. survey maupun hanya untuk berjalan-jalan. logistik. TUJUAN Merumuskan suatu tujuan haruslah berdasarkan realita. Dia tidak harus seorang pendaki yang hebat. medis dll. publikasi dan dokumentasi. ANGGARAN KEUANGAN Dalam menyusun keuangan. dan waktu. Agar perjalanan di alam bebas dapat berjalan sesuai dengan rencana kita. mis bendahara atau pemimpin perjalanan. 3. ada beberapa hal yang perlu dilakukan : 1. pengalaman dan minat peserta bekerjasama eegentk sesuai dengan ae iitanuyan' iklnpdnlak k untuk menentukan itu semua maka seleksi haruslah dilakukan. beberapa hal harus diperhitungkan. Buatlah anggaran yang terperinci untuk setiap bidang. tidak boleh terlalu ambisius. subkoordinasi. mengingat kegiatan di alam bebas seperti ini menghadapkan kita pada berbagai kondisi alam yang apabila tidak kita ketahui dengan baik akan menghadapkan kita pada keadaan yang dapat membahayakan jiwa kita. Sebagai contoh ekspedisi Indonesia ke Himalaya beberapa tahun yang lalu tidak jadi berangkat hanya beberapa hari sebelum pemberangkatan karena terjadi inflasi. 4. perubahan kurs mata uang asing. WAKTU Apakah waktu yang ditetapkan bisa diikuti oleh semua anggota ? perencanaan perjalanan alam bebas harus pula memperhitungkan kalender kuliah atau pekerjaan anggota-anggotanya. seperti inflasi.Alokasi dana atau perjalanan harus tepat dan masuk akal. dll. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 5 .MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN PERJALANAN DI ALAM BEBAS ( Manajemen Perjalanan/ Manajemen Expedisi ) PENDAHULUAN Dorongan untuk melakukan petualangan di alam bebas menyebabkan para penggiatnya melakukan berbagai kegiatan perjalanan. hal ini untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin akan terjadi. 2. Tentukan koordinator perjalanan (leader). Setiap anggota harus mengetahui dengan jelas tujuan perjalanannya. Koordinator perjalanan haruslah dipilih dari orang-orang yang berwibawa dan punya pengalaman sebagai pemimpin. Pengeluaran dan pemasukan uang hanya berhak dilakukan oleh satu orang. kemampuan anggota. Kemungkinan lain adalah tidak tercapainya dana yang dibutuhkan. pengarungan sungai berarus deras. Semua perjalanan tsb memerlukan persiapan yang baik. PESERTA Jumlah anggota yang ikut haruslah ditetapkan dengan beberapa pertimbangan. bidang-bidang koordinasi. perlengkapan akomodasi. berapa orang yang dapat dilibatkan dengan fasilitas transportasi yang ada ? berapa orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tujuan berdasarkan keahlian.

temperatur. Pastikan tiap anggota membawa P3K dan obat-obatan pribadi. majalah. Lakukanlah pengecekan dan konfirmasi seluruh informasi apa yang telah masuk. Izin ini tergantung juga pada sifat ekspedisi yang akan dilakukan : untuk penelitian. atau petualangan. membaca buku atau mempelajari peta. Kalau memang memungkinkan ada baiknya mengirimkan satu kelompok pendahulu untuk dilakukan survey lokasi. serta strategi yang akan digunakan dan rute yang akan ditempuh. SPONSOR DAN PUBLIKASI Adakalanya pencantuman seorang penasehat atau pelindung dalam organisasi perjalanan dilakukan dengan pertimbangan diplomatis. pembuatan film.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 5. Dia harus pandai berhubungan dengan pihak luar dan menarik minat pers untuk menyiarkan ekspedisi ini baik di koran. 6. Publikasi di media massa seringkali penting dan berkaitan erat dengan usaha pengumpulan dana. PENELITIAN DAN PERENCANAAN PERJALANAN Perencanaan terperinci harus dilakukan oleh setiap bidang. Team survey harus juga mencari informasi tentang camp induk yang akan didirikan dan untuk melapor pada pejabat setempat. 8. PERENCANAAN DI LAPANGAN Kegiatan di lapangan harus sudah jauh-jauh hari disiapkan. Seorang yang bertanggung jawab atas publikasi perlu ditunjuk. adat istiadat penduduk setempat. Tinggi gunung. tumbuh-tumbuhan yang ada. kalau perjalanan itu dilakukan pada masa liburan mis. bagaimana prosedurnya haruslah diperhitungkan. Checklist perlengkapan disesuaikan dengan kondisi lokasi. semua informasi tsb haruslah diketahui. 9. yang bertugas mencari informasi tentang lokasi. Dengan terkumpulnya seluruh informasi kita dapat merencanakan perjalanan sematang mungkin. wisata. pembukuan harus dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum kehabisan tiket . Susunlah rencana itu dalam suatu jadwal khusus hari per hari. arus sungai. yaitu untuk mendukung organisasi itu dalam usaha untuk mencari kemudahan fasilitas atau lainnya. Demikian pula apabila perjalanan itu gabungan dengan pihak luar negeri. 7. Kalau suatu lembaga memastikan akan memberikan bantuan transportasi tentulah kita tidak akan kesulitan tinggal menentukan tanggal keberangkatan yang pasti. Tetapkanlah waktu yang diperlukan untuk mencapai target/ tujuan perjalanan. serta tempat menginap/ bivoak. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 6 . PEMBUKUAN PERJALANAN Pembukuan sebaiknya dilakukan secepatnya. Dirumuskan secara terperinci dalam schedule. tidak lupa menghubungi puskesmas atau dokter setempat (untuk bekerja sama apabila ada kecelakaan dalam perjalanan). buatlah daftar peralatan yang harus dibawa oleh individu atau kelompok. radio maupun televisi. PERIJINAN Setiap daerah atau negara mempunyai peraturan perijinan yang berbeda. Siaran pers harus disiapkan secara menarik lengkap dengan foto atau gambar. Bila survey tidak bisa dilaksanakan pencarian informasi bila dilakukan dengan bertanya kepada orang yang sudah pernah berekspedisi ke sana.

Pimpinan harus pandai menekankan kepada anggota-anggotanya bahwa keberhasilan suatu perjalanan ditentukan oleh kemampuan setiap anggota untuk belajar tinggal dan bekerjasama sebagai suatu kelompok yang utuh. Pada kesempatan ini. Berilah kesempatan setiap bidang untuk melaporkan setiap kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. CHECK KESEHATAN Pastikan semua anggota telah melakukan check kesehatan. lokasi.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 10. sehingga kegiatannya seringkali terulur-ulur. kalau perlu dalam kesempatan ini diadakan pula ceramah oleh para ahli untuk menjelaskan tentang lokasi dari segi geologi atau antropologi.BRIEFING Seluruh anggota perjalanan akhirnya dikumpulkan untuk menerima briefing. pada setiap kesempatan lakukanlah pertemuan untuk mengadakan evaluasi dan diskusi mengenai masalah-masalah yang dihadapi. 11. Kalau memungkinkan kirimkanlah ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran perjalanan. metode dan strategi di lapangan dsb. sehingga setiap anggota akan dapat mengetahuinya. PELAKSANAAN DI LAPANGAN Dalam tahap ini pemimpin perjalanan langsung menangani pelaksanaan perjalanan. pimpinan perjalanan menjelaskan segala sesuatu yang berkenaan dengan perjalanan antara lain : tujuan. Usahakan mendapat vaksinasi untuk mencegah demam. kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. 13. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 7 . tuberculoses. Kesempatan ini juga dapat dilaksanakan untuk mengenal dan mengadakan latihan pemakaian peralatan baru. serta anti tetanus. bahkan tak jarang dilupakan. Baiknya membuat laporan perjalanan. SETELAH PERJALANAN Tahap ini adalah anti klimaks. 12.

tali-temali dan kekuatan fisik. Hill Walking/Fell Walking Perjalanan mendaki bukit yang relative landai dan tidak membutuhkan peralatan teknis pendakian yang rumit. Gunung api strato(bentuk campuran) tersusun atas perselingan lelehan lava erupsi efusif dengan bahan lepas hasil erupsi eksplosif. Mountenaineering. mental. Climbing Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik mendaki.Hasil letusan ini berupa suatu lubang kawah yang landai. contoh : Gunung Tangkuban perahu 2. Berdasar bentuknya dibagi menjadi 1. landai dalam arti kemiringan sudut tanah tidak lebih dari 45mdpl. Gunung api perisai : bentuk ini tersusun terutama oleh perlapisan lelehan atau lelehan lava encer. persiapan fisik dan peralatan mendaki juga diperlukan tentang manajemen pendakian.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR MOUNTAINERING Pada garis besar gunung terbagi menjadi 2. c. Climbing. bagi pemula tali kadang harus dipasang sebagai pengaman. Peralatan teknis dibutuhkan untuk pengaman. Gunung api kaldera: Terjadi sebagai akibat dari suatu erupsi eksplosif yang dahsyat sehingga puncak dari kerucut gunung api runtuh. b. Sudut kemiringan tanah dalam pendakian jenis climbing ini berkisar lebih dari 72 mdpl. Adapun uraiannya sebagai berikut: a.Sehingga lava encer ini menghasilkan kubah landai. Scrambling Pendakian pada tebing-tebing batu yang tidak begitu terjal sekitar kemiringan 45x72mdpl. yaitu gunung berapi/aktif dan tidak aktif. Gunung ini terjadi karena suatu erupsi eksplosif yang berlangsung relatif singkat pada gunung api baru yang terbentuk. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 8 .kawah ini biasanya kemudian terisi air dan merupakan suatu danau kawah 3. Tangan kadang-kadang diperlukan hanya untuk keseimbangan.dan terbantuk kawah raksasa dengan tebing yang terjal dan mempunyai garis tengah kaldera antara 2 km sampai dengan lebih dari 10 km Contoh : Gunung Tambora di Nusa Tenggara dan Gunung Tengger di Jawa Timur Jenis Perjalanan/Pendakian Mountenaineering dalam arti luas berarti suatu perjalanan yang meliputi dari Hill Walking/Fell Walking. d. Scrambling. Mountenaineering Gabungan dari semua bentuk pendakian diatas dimana selain dibutuhkan pengetahuan teknik mendaki.Contohnya : Gunung Mauna Loa di Hawaii Gunung api maar. ketenangan serta keberanian.

• Keras bagian depannya. Kaos kaki • • Menyerap keringat Menghindari lecet pada kaki 3.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR PERLENGKAPAN DAN PERBEKALAN Keberhasilan suatu perjalanan di alam bebas ditentukan juga oleh perencanaan perlengkapan dan perbekalan yang tepat. • Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku • Ada lubang ventilasi bersekat halus. PERLENGKAPAN DASAR Perlengkapan jalan (untuk medan hutan gunung) 1. untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. Sepatu • Melindungi tapak kaki sampai mata kaki • Kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri. Perhitungan beban total untuk perorangan tidak boleh melebihi sepertiga berat badan (sekitar 15 – 20 kg). maka kita dapat memilih perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin. lembut. 2. ringan. Celana lapangan • Kuat. bila basah kaki menyerap keringat tidak menambah berat NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 9 . mis : obat-obatan tertentu. tetapi bebannya tidak melebihi kemampuan membawanya. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain : • Tujuan • Jenis medan • Lama perjalanan • Keterbatasan kemampuan membawa • Hal-hal khusus. Setelah mengetahui hal-hal tsb. praktis • Tidak menggangu gerakan • Terbuat dari bahan yang • Mudah kering.

peta. Peralatan navigasi Kompas. 8. tidak menggangu pergerakan • Terbuat dari bahan yang menyerap keringat • Praktis. nyaman dipakai dan praktis. ringan. Ransel (carriel) Ringan. Ikat pinggang/Gesper Terbuat dari bahan yang kuat. Lampu senter • Water proof • Bola lampu dan dilapisi karet dan batery cadangan NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 10 . terutama kepala bagian belakang • Kuat dan tidak mudah robek 6. penggaris. Baju Lapangan • Melindungi tubuh dari kondisi sekitar • Kuat. tempat air minum dll.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 4. kuat. pensil dll. Kegunaan ikat pinggang selain menjaga agar celana tidak melorot juga untuk meletakkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau . tidak kaku dan tidak menghalangi pergerakan 7. mudah kering 5. dengan kepala yang tidak terlalu besar tapi teguh. sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan. seperti pisau pinggang. busur derajat. 9. 10. Topi lapangan • Melindungi kepala dari kemungkinan akibat duri • Melindungi kepala dari curahan hujan. Sarung tangan cidera Sebaiknya terbuat dari kulit.

parafin. Lamanya perjalanan yang akan dilakukan 11 UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA . 4. piring. dll) Vedples (tempat air) PERENCANAAN PERBEKALAN Yang perlu diperhatikan : NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA 1. spirtus. Perlengkapan masak dan makan : Alat masak lapangan (misting) Alat bantu makan lainnya (sendok. 3. Peluit 12. 14. dll) Alat pembuat api (lilin. 2. Pisau • • • Pisau saku serba guna Pisau pinggang Golok tebas • • • • • 13. Perlengkapan tidur : Satu set pakaian tidur Kaus kaki untuk tidur Sleeping bag (kantong tidur) Matras Tenda/ ponco/ plastik untuk bivak 1.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 11.

alat P3K. bagaimana kita menumpukan berat beban pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki dapat bekerja secara efisien. Sekali lagi. mempunyai komposisi gizi. ada beberapa syarat yang harus diperhatikan : • • • Cukup mengandung kalori. pakaian dalam. mudah dan sederhana dalam penangannya Sebaiknya makanan yang siap pakai PACKING Dalam penyusunan. pakaian tidur) ditempatkan di bagian bawah. kertaskertas.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 2. Pertimbangan : 1. buatlah check list dari semua perlengkapan. fisik. Keadaan medan yang akan dihadapi Sehubungan dengan hal di atas. Dalam batas-batas tertentu. Barang-barang yang relatif lebih ringan (sleeping bag. Tempatkan barang-barang yang lebih berat paling atas dan sedekat mungkin dengan badan. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 12 . Namun bagaimanapun desain ransel yang dimiliki akan sedikit artinya apabila anda tidak mampu menyusun barang-barang anda dengan baik. Rangka ini membuat posisi tubuh lebih menyenangkan saat menggendong beban. 2. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : • Keadaan alam (cuaca dan medan) • Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan) • Keadaan diri sendiri (mental. tahan lama. dan kesehatan) • Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. kamera. Letakkan barang-barang yang sewaktu-waktu diperlukan pada bagian paling atas atau pada kantong luar ransel (ponco. Kalau mungkin dengan beratnya agar dapat dengan mudah menyusunnya SURVIVAL Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. rangka yang dimiliki oleh ransel banyak memberikan kenyamanan. Aktivitas yang akan dilakukan 3. dll) 3. terutama pakaian tidur/ cadangan. Kelompokkan barang-barang dan masukkan ke dalam kantong-kantong plastik yang tidak tembus air. yang menjadi dasar adalah keseimbangan beban. serta tidak asing di lidah Terlindung dari kerusakan.

slumun. Sikap mental • • • • • Semangat untuk tetap hidup Kepercayaan diri Akal sehat Disiplin dan rencana matang Kemampuan belajar dari pengalaman 2. agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Definisi Survival Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi. slaman. Pengetahuan • Cara membuat bivak • Cara memperoleh air • Cara mendapatkan makanan • Cara membuat api • Pengetahuan orientasi medan • Cara mengatasi gangguan binatang • Cara mencari pertolongan 3. selain faktor keberuntungan (nasib baik/pertolongan Tuhan tentunya). yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam S : Sadar dalam keadaan gawat darurat U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah R : Rasa takut dan putus asa hilangkan V : Vitalitas tingkatkan I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya V : Variasi alam bisa dimanfaatkan A : Asal mengerti. berlatih dan tahu caranya L : Lancar. Pengalaman dan latihan • Latihan mengidentifikasikan tanaman • Latihan membuat trap. ingat-ingatlah arti survival tsb. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah "STOP" yang artinya : S : Stop & seating / berhenti dan duduklah T : Thingking / berpikirlah O : Observe / amati keadaan sekitar P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan Kebutuhan survival Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan survival. dll NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 13 . yaitu: 1. slamet Jika anda tersesat atau mengalami musibah.

kering.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 4. lapar. dll. haus. takut. Mengatasi Gangguan Binatang a. Kemauan belajar • • • • • • • • • • Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat : • • • • • • • • • Mengkoordinasi anggota Melakukan pertolongan pertama Melihat kemampuan anggota Mengadakan orientasi medan Mengadakan penjatahan makanan Membuat rencana dan pembagian tugas Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar Membuat jejak dan perhatian Mendapatkan pertolongan Bahaya-bahaya dalam survival Ada beberapa permasalahan yang akan kita hadapi. masalah yang menyangkut diri kita sendiri (bahaya subyektif). 2. dll. autan. dll. 3. dingin. Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival: 1. Fisiologis : sakit. kesepian. vegetasi. fauna. Psikologis : panik. cermin kecil Peluit Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air Tablet garam. Nyamuk Obat nyamuk. lelah. bingung. hujan. luka. norit Obat-obatan pribadi Jarum + benang + peniti 5. Lingkungan : panas. tertekan. cemas. angin. Survival kit( alat untuk melakukan survival ) Perlengkapan memancing Pisau Tali kecil Senter Cermin suryakanta. yaitu masalah / bahaya yang ada di alam (bahaya obyektif). dll Bunga kluwih dibakar Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk • Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk • • • NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 14 .

Kalajengking dan lipan • Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar • Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit • Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka • Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka • Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan Air Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan. tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 . Laron • Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan c. Semut • Gosokkan obat gosok pada luka gigitan • Letakkan cabe merah pada jalan semut • Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut f. Air yang tidak perlu dimurnikan : 1.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR b. Lebah Apabila disengat lebah : • • • • Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali Tempelkan tanah basah/liat di atas luka Jangan dipijit-pijit Tempelkan pecahan genting panas di atas luka d. Hujan Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 15 . Lintah Apabila digigit lintah : • Teteskan air tembakau pada lintahnya • Taburkan garam di atas lintahnya • Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya • Taburkan abu rokok di atas lintahnya e.5 hari saja tanpa air.

caranya dengan menggali lubang di bawah batuan 5. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut) 4. seperti sabun kecuali sawo • Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir lidah. air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut 3. Dari tanaman rambat/rotan Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 2. Air sungai tergenang 3. Air sungai besar 2. biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan Makanan Patokan memilih makanan : • Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia • Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok • Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih. caranya tebang batang pohon pisang. Air di daerah sungai yang kering. singkong NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 16 . tunggu sesaat. Air dari batang pisang. sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar. talas. Dari tanaman Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu : 1. Apabila aman bisa dimakan • Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan • Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit • Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan • Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak Tumbuhan yang dapat dimakan Dari batangnya : • Batang pohon pisang (putihnya) • Bambu yang masih muda (rebung) • Pakis dalamnya berwarna putih • Sagu dalamnya berwarna putih • Tebu Dari daunnya : • Selada air • Rasamala (yang masih muda) • Daun mlinjo • Singkong Akar dan umbinya : • Ubi jalar.

Dapat dilakukan dengan dua benda yang sejenis ataupun dengan dua benda yang berbeda jenis. jamur kayu Ciri-ciri jamur beracun : • Mempunyai warna mencolok • Baunya tidak sedap • Bila dimasukkan ke dalam nasi. Salah satu caranya adalah dengan memaku kayu bidang datar hingga yang NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 17 . Mematik Cara ini dilakukan dengan membenturkan atau menggesekan dua benda keras. madu • Siput • Kadal : bagia belakang dan ekor • Katak hijau • Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya • Binatang besar lainnya Binatang yang tidak bisa dimakan • Mengandung bisa : lipan dan kalajengking • Mengandung racun : penyu laut • Mengandung bau yang khas : sigung Teknik Membuat Api Bunga api adalah tahap awal dalam pembuatan api. asam jawa. yang penting adalah dapat menimbulkan bunga api. 1.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Buahnya : • Arbei. Selanjutnya ialah mengusahakan untuk menangkap bunga api dengan kawul atau ranting dan daun kering. nasinya menjadi kuning • Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan • Bila diraba mudah hancur • Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya • Tumbuh dari kotoran hewan • Mengeluarkan getah putih Binatang yang bisa dimakan • Belalang • Jangkrik • Tempayak putih (gendon) • Cacing • Jenis burung • Laron • Lebah . Cara yang dapat digunakan bermacam-macam. juwet Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya : • Jamur merang. larva.

Metodanya seperti menggergaji kayu dengan kayu lainnya. Maka dari itu pembuatan trap biasanya dalam bentuk yang sederhana tetapi mempunyai kekuatan yang baik. Membuat trap kadangkala memerlukan bahan lainya. Kulit rotan tersebut dililitkan pada sebatang pohon yang empuk.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR tampak bagian kepalanya saja. seperti : karet. atau dedaunan kering yang siap menangkap bunga api. Dalam pembuatan trap. Fire Thong Fire Thong adalah cara mendapatkan api dari sehelai kulit kayu atau rotan kering yang ditarik menyilang di atas sepotong kayu atau rotan kering. Kemudian gesekan/benturkan batu atau logam ke arah kepala paku tersebut. kawul. Trap ini digunakan survivor untuk menangkap binatang untuk diambil dagingnya untuk dimakan. Gergaji Api (Fire Saw) Cara ini membutuhkan tenaga yang cukup besar dan kuat. Gesekan dengan sedikit ditekan dan agak cepat hingga menimbulkan bunga api. 4. tali. 2. Pada bagian bawahnya diberi sabut. lalu ditarik oleh tangan kanan dan kiri secara bergantian. Perlu diingat bahwa trap akan sia-sia jika binatang yang telah terperangkap dapat meloloskan diri. hendaknya diketahui hewan apa saja yang biasa lewat atau tinggal di daerah itu. sehingga menimbulkan bunga api. 3. Cara ini memanfaatkan efek panas akibat gesekan kayu. Kemudian bunga api tersebut dapat ditangkap dengan sabut kering dan sebagainya. dan sebagainya. kawat. Jejak/Trap Salah satu keterampilan yang mendukung dalam melakukan kegiatan survival adalah keahlian membuat trap. Dengan mengetahui hewan apa yang akan ditangkap. Kayu yang dipilih adalah kayu yang empuk sehingga tidak terlalu sulit dalam melakukan penggergajian. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 18 . Maka dari itu barang-barang tersebut tersedia di dalam survival kit. Biasanya kayu yang digunakan berbeda antara kayu satu dengan kayu yang lainya. kita dapat menyesuaikan jenis trap apa yang akan dibuat.

Ada beberapa definisi / pengertian survival ini. b) Patok yang diberi lekukan dan dihubungkan dengan tali. Salah satu permasalahan yang sering di hadapi adalah masalah alam (cuaca. Kita akan membahas lima jenis trap yang sering digunakan. dan lain lain. Trap Menggantung (Hanging Snare) Perangkap model menggantung ini biasanya memanfaatkan : a) Kelenturan dahan pohon. Perangkap ini ditujukan untuk menangkap binatang yang cukup besar seperti : kelinci. hingga akhirnya tali akan menjerat. c) Tali laso yang lalu menghubungkan dahan pohon yang lentur dengan patok. 1. karena dalam pembuatan trap tergnatung kepada kreasi survivor. keadaan medan dan lain-lain) NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 19 . sehingga apabila laso goyang maka tali pada patok akan lepas dan dahan pohon akan menarik. Membaca Jejak/Trap Jenis : Jejak buatan : dibuat oleh manusia Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan Jejak alami biasanya menyatakan tentang : • Jenis binatang yang lewat • Arah gerak binatang • Besar kecilnya binatang • Cepat lambatnya gerak binatang Membaca jejak alami dapat diketahui dari : • Kotoran yang tersisa • Pohon atau ranting yang patah • Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput • • BIVOACK/ SHELTER Pengetahuan dasar yang harus dimiliki untuk setiap kegiatan lapangan (kegiatan di lama bebas) adalah pengetahua tentang “survival” (asal kata survive). ayam. Survival adalah tindakan paling awal yang di lakukan setiap mahluk hidup untuk mempertahankan hidupnya dari berbagai ancaman. b.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Trap sangat banyak jenis dan macamnya. Survival adalah perjuangan untuk memperjuangkan bertahan hidup. antara lain : a. Salah satu permasalahan / Problema yang dihadapi dan bagaimana tindakan yang harus di lakukan bila kita dalam keadaan survival. bebek.

Bivoack dengan menggunakan dahan kayu / pohon Bivoack dari akar Akar yang berserabut dan kuat pada pohon membuat rintangan yang bagus dari angina dam badai. terutama factor “dingin”. hujan. Membuat perlindungan sementara dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dengan mengingat hal-hal sebagai berikut ini : • • • • • • Hindari daerah aliran air Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh Bukan sarang nyamuk/serangga Bahan kuat Jangan terlalu merusak alam sekitar Terlindung langsung dari angina Bivoack sistem cepat Jika tidak ada bahan-bahan tesedia untuk mendirikan bivoackgunakan penutup atau pelindung yang tersedia. angin) di perlukan pengetahuan perlngkapan yang di gunakan dan cara membuat perlindungan sementara. Suhu tubuh normal berkisar antara 36 – 37derajat Celcius. panas. jika mereka pada sudut yang tepat terhadap angin. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 20 . Pada tempat yang benar-benar datar. Pengisian pada tempat antara akar biasanya membuat bvoack lebih efektif. Cara membuat perlindungan sementara dalam perjalana ini diknal pula dengan istilah membuat BIVOACK yang di uraikan dalam materi ini.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Masalah alam ternyata juga dapat membahayakan jiwa manusia dan menyebabkan kematian. misalnya : batu karang yang menggantung/ miring dan menonjol yang dapat menolong dari angin dan hujan. Tindakan yang harus kita lakukan untuk melindungi tubuh kita dari pengaruh cuaca (dingin. Dingin terjadi karena temperatur di alam lebih rendah dari pada temperature tubuh kita. Tetapi yang di maksud dengan dingin sebagai penyebab dari kematian adalah penurunan suhu tubuh kita yang I kenal dengan nama “ Hypothermia”. Penurunan suhu tubuh ini iasanya terjadinya tanpa kita sadari. dan mendukung untuk mendirikan bivoack yang lebih nyata dari bahan-bahan yang lain. arahkan punggung anda pada angin dan susun peralatan di belkang anda untuk menaan angin. penurunan sekitar 1-2 C saja dapat menyebabkan gangguan fungsi vital dari tubuh kita.

NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 21 .MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Menggunakan lubang Bivoack dari batang yang roboh Batu rintangan penghalang Bivoack dengan pohon muda Bivoack Sheet Tepee . Tepee parasut.

MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Dinding batang kayu dan layer (penutup) Bivoack terbuka yang berbentuk miring Cara memasang atap/samping bivoack Bambu Tanaman berbatang besar ini. atap dan didnding. lantai. Bambu raksasa yang berukuran lebih dari 30 meter (100kaki) dan diameter 30cm (satu kaki) adal tanaman asia yang ditemukan didaerah lembab dari India sampai ke Cina yaitupada dataran rendah dan lereng gunung. tetapi tetapi ada jenis asli yang berasal dari Afrika dan Australia dan dua jenis di temukan dibagian selatan Amerika Serikat NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 22 . adalah merupakan bahan yang bia berubah-ubah dan dapat digunakan untuk bagian atas. sesungguhnya rumput.

Bambu yang di belah bisa menjadi tajam dan dapat menyebabkan luka yang serius. Ratakan bamboo yang sudah dibelah itu untuk dinding.25cm (setengah inci) Lembaran kertas pada bongkol bamboo dapat juga di gunakan sebagai bahan atap. • • FLORA DAN FAUNA YANG BERMANFAAT DAN BERBAHAYA Keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan di Indonesia cukup tinggi sehingga pengenalan dan pemilihan jenis yang dapat dimakan dan sebagai obat perlu diketahui. Batang yang sudah dibelah. 1. Roboh dengan kuat. Tumbuhan Hutan Sebagai Sumber Makanan Yang perlu diperlu diperhatikan dalam memilih makanan yang bersumber dari sekian banyak tumbuhan hutan adalah : 1. sebab ada beberapa jenis tumbuhan yang beracun dan ada beberapa jenis hewan yang berbisa sehingga kesalahan memilih dapat berakibat fatal. lantai atau papan dengan memotong secara vertical dengan ukuran 1.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR • belahan bambu secara vertical untuk membuat atap dan selokan untuk menampung air hujan.Beberapa batang dibawah menekan ketika di potong. Tumbuhan tersebut sudah dikenal dan biasa dimakan NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 23 . bambu tumbuh di rumput yang sering kali merupakan kumpulan yang tidak teratur. Kulit bagian bawah pada bambu terdapat semacam bulu / rambut halus yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Peringatan : Hati-hati ketika mengumpulkan bambu. direbahkan secara bersusun satu sama lain. Demikian pula apabila memakan satu jenis hewan atau tumbuhan. pecah menjadi serpihan-serpihan yang tajam. tetapi adapula bagian dari tumbuhan atau hewan yang mengandung racun. tidak semua bagian dapat dimakan selain rasa dan kandungan nutrisi. membentuk sederhana seperti genteng menahan air.

pisang hutan(Musa sp) yang dapat dimakan yaitu :buah. sintrong(Gynura arrantiaca). jantung. markisa atau konyal(Passiflora quadrangularis) dan ceplukan(Physalis angilata) 3. Jenis jamur yang bisa dimakan dan mengandung protein tinggi yaitu jamur kuping(Aircularia judae) dan jamur tiram(Pleuretus ostratus). Tumbuhan tersebut tidak berwarna menyolok. arbei hutan(Rubus sp). poh-pohan atau banyon(Pileamelastomoides). bibir dan lidah 5. batang bagian dalamk dan bongkol pisang muda. 2. Biji muda sengon(Albizia lophanta) dan kaliandra(Caliandra cathartica) 4. daun muda dan umbut atau batang muda. rasamala(Altingia excelsa). rumput teki(Cyperus rotundus). batang muda ketebon(Genostegia hirta}. Adapula beberapa jenis tumbuhan yang dapat dimank bunganya Jenis tumbuhan yang dapat dimakan antara lain : 1. Jangan memakan jenis tumbuhan yang terasa gatak atau panas pada kulit. Hati-hatilah bila memakan jamur. dan antanan atau gagan atau kaki kuda(Cantella asiatica) 5. bunga turi(Sesbania glandiflora). selada air(Nasturtium officinale). 7. tidak bergetah susu dan berbau kurang sedap 4. Sebaiknya dimasak dulu sebelum dimakan Bagian tumbuhan yang dapat dimakan dan memberikan energi cukup adalah umbi kemudian buah. Bunga honje dan kecombrang(Nicolaria sp).MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 2. Jangan memakan satu jenis tumbuhan saja 6. Daun muda paku tiang(Alsophia glauca). Umbi talas(Colocasia sp). uwi atau gadung(Dioscorea hispida) dan ganyong(Canna hybrida) 2. Buah senggani atau herendong(Malastoma polyantum). Umbut paku tiang. umbut palem muda(Fam palmae). Tumbuhan tersebut tidak hidup menyendiri (soliter) 3. Manfaat Lain Dari Tumbuhan Hutan NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 24 . batang daun begonia(Begonia sp) dan rebung bambu(Bambosa sp) 6. karena banyak yang beracundan bila tidak mengenali lebih baik menghindar.

Adapula jenis-jenis tumbuhan obat yang ditanam disela-sela hutan produksi dan disebut empon-empon. daun palem hutan. Untuk membuat atap bivoak Daun anggrek tanah atau congkok. Beberapa jenis tumbuhan obat yang ditemui di hutan yaitu : • • • • • • • Lumut hati. 1. Penyimpan air NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 25 . daun pandan hutan. Pengenalan dan pemanfaatan obat masih secara trsisional dan disampaikan secara turun-temurun pada masyarakat Indonesia. 3. dapat sebagai obat sakit perut. Masih banyak jenis tumbuhan obat yang berasal dari hutan. jenis tumbuhan herba yang daunnya dapat digunakan untuk sakit panas dan sakit perut Kiurat. daunnya untuk obat luar. tetapi untuk penggunaannya harus dicampur dan diolah bersama jenis tumbuhan lainnya sehingga menjadi jamu untuk mengobati sakit tertentu 2. Sebagai tumbuhan obat Tumbuham obat atau simplisia nabati banyak terdapat di Indonesia tetapi masihkurang dikenal dan diketahui khasiatnya oleh umum. batuk. daun pisang. Untuk bahan bakar Kayu dan ranting kering. bila diamakan dapat sebagai obat hepatitis(penyakit hati) Antanan atau gagan atau kaki kuda daunnya bila dimakan atau dilalap. daunnya dihaluskan untuk obat lika Getah kamboja. getah damar dan getah pinus yang mengandung terpetin.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Dalam keadaan survival dimana seorang dihadapkan pada kondisi sulit. seperti luka dan salah urat(keseleo) Numpong. daun aren dan daun paku sarang burung yang biasa menempel pada hutan besar 4. dau dan biji mudanya dapat sebagai obat sariawan Sembung manis. untuk menghilangkan bengkak. daun honje. asma dan sariawan Kaliandra. untuk membuat tempat berlindung dan tempat mencari air. bahan bakar. dapat memanfaatkan tumbuhan selain untuk makanan dapat pula sebagai obat.

bambu. buang air besar dan kepala pusing 2. Pangi atau picung. Microglossum rufum 4. Gomphus bonarii. mengandung philosibin yang menyebabkan halusinasi 6. Jamur jenis lain yang mengandung racun : Amanita muscaria. seluruh pohonnya mengandung asam sianida yang sangat beracun 3. mengandung meskarin yang dapat mematikan hewan maupun manusia 5. Rarawean atau raweh. kelopak polongnya mempunyai rambut yang membuat kulit gatal 4. Rengas atau ingas. Tumbuhan Yang Berbahaya Dan Beracun Beberapa jenis tumbuhan dapat berpengaruh buruk terhadap manusia jika dimakan maupun melalui kontak langsung dengan kulit. Tumbuhan juga dapat dimanfaatkan untuk membuat peralatan dan dijadikan arah pergerakan survivor 3. Jamur Psilocybe sp. Kemadu atau pulus. Jenis hewan tersebut 2. Aren. rotan dan tali air atu liana yang biasa menggantung dari pohon ke pohon. Kecubung. getahnya dapat menimbulkan iritasi kulit dan dapat merusak jaringan kulit 2. Jarak. buah aren mentah dapat menyebabkan gatal Jenis tumbhan beracun jika dimakan yaitu : 1. racun pada bijinya menyebabkan muntah. Corprinus sp. daun dan bunganya mengandung atropin yang menyebabkan halusinasi 4. Jamur amannita verna. bulu daunnya bila tersentuh menyebabkan gatal dan panas 3. Tempat hidup atau habitat nya NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 26 . Hewan Sebagai Sumber Makanan Yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan makanan yang bersumber dari hewan yaitu : 1. Jenis ini kebanyakan mempunyai karekteristik tersendiri terlihat dari bentuk mofologisnya Jenis tumbuhan yang berbahaya bila kontak langsung dengan kulit : 1.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Tumbuhan palem. Hygrophorus miniatus.

ukuran tubuh dan populasi hewan pada suatu daerah. selain dengan melihat langsung juga bisa dengan melihat kotoran dan jejak kaki hewan tersebut. isi perutnya perlu dibersihkan dahulu. Makanannya 5. Ukuran tubuhnya 4. Ada hewan yang keluar dari tempat persembunyian \nya dan mencari makan pada malam hari (noctural). 3. Hampir semua jenis hewan dapat dimakan tetapi dalam menagkap hewan tersebut harus hati-hati karena ada beberapa jenis hewan yang berbahaya dan berbisa dan diperlukan keterampilan untuk untuk menangkap atau menjerat hewan tersebut. Untuk mengetahui jenis. Dibeberapa tempat juga dijumpai ulat serangga yang mengandung protein tinggi. Maka mendapatkannya lebih sulit dibanding tumbuhan. Situasi dan kondisi lingkungan juga mempengaruhi sifat dan tingkah laku hewan trsebut. adapula yang keluar siang hari saja (diurnal). Siput umumnya hidup disemak dalam hutan. Annelida Yang termasuk dalam kelompok ini adalah cacing dan lintah.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 3. Cacing dapat diperoleh dengan cara menggali tanah atau disarang burung pada pohon. Crutascea Yang termasuk jenis hewan ini adalah kepiting dan udang. sehingga siang hari sulit ditemukan. seperti ulat sagu dan ulat jati. 4. Jika akan dimanfaatkan. Pola tingkah laku hewan tersebut Banyak jenis hewan yang dapat dijadikan bahan makanan dalam keadaan survival. sedangkan kerang umumnya hidup disaluran-saluran air atau terbenam dalam Lumpur 2. Hewan yang dapat dimakan antara lain : 1. tetapi karena sifat hewan yang mobile. Hewan ini dapat dijumpai pada aliran air yang mengalir dipegunungan. terutama didaerah pinggiran sungai yang berbatu NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 27 . Cacing yang mempunyai ukuran yang cukup besar adalah cacing Sonari. Insecta (berbagai macam serangga) Jenis serangga yang sering dimanfaatkan adalah jenis belalang karena mudah dijumpai didaerah berumput. Mollusca Yang termasuk kelompok ini adalah berbagai macam siput dan kerang.

Nyamuk malaria. sungai dan danau. Kalimantan dan Sulawesi banyak ditemukan jenis (rana macrodont) yang merupakan jenis katak beukuran besar yang bisa dimakan 7. Reptilia (berbagai jenis hewan melata) Yang termasuk kelompok ini adalah ular. Adapula jenis hewan. rusa. Di hutan Sumatra. yang dapat dijerat. ikan juga sering dijumpai didaerah aliran air di pegunungan. tetapi bagian kepala dan isi perytnya harus dibuang karena dikepala terdapat kelenjar bisa 8. cicak dan sebagainya.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 5. Amphibia (berbagai jenis katak) Banyak dijumpai dekat aliran air dihutan terutama pada malam hari. karena katak bersifat noctural. Aves (berbagai jenis burung) Yang termasuk kelompok ini adalah aym hutan. • Nyamuk ini merupakan vector dari bakteri Plasmodium malariae NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 28 . kadal. Daging dari jenis ular berbisa dapat dimakan. Disampin berbahaya karena lilitannya yang kuat. Katak yang bisa dimakan jenis (rana sp). karena air merupakan habitat ikan 6. 5. Hewan Yang Berbahaya Dan Berbisa Beberapa jenis hewan dapat menimbulkan bahay bagi manusia salah satu sebabnya karena terganggu dan dengan alat pembelaan dirinya maka hewan tesebut menyerang. Didaerah hutan merupakan hunian ular besar seperti ular sanca. terutama hewan pengisap darah dan hewan carnivora besar yang memanfaatkan kehadiran manusia sebagai sumber makanannya Jenis hewan yang berbahay dan berbisa antara lain adalah : 1. ular sanca tidak berbisa dan dapat dimakan. tikus dan sebagainya. Pisces Sama hal nya dengan udang. Untuk mendapatkan hewan ini cukup sulit karena gerakannya yang lincah sehingga dibutuhkan jerat untuk menagkapnya 9. Mamalia (berbagai jenis hewan menyusui) Yang termasuk kelompok hewan ini adalah kelinci. seadngkan jenis burung lainnya sulit didapat karena kemampuan tebangnya.

Kalajengking • Sengatan kalajengking menyebabkan bengkak dan sakit sekali. Kalimantan. ular cabe dan ular pucuk. Kelabang • Sengatannya menyebabkan bengkak dan sakit sekali 6. ular belang. Semut api • Hewan ini hidupnya diatas permukaan tanah merayap diantara guguran daun. Harimau dan Macan Kumbang • 9. ular hijau. Agas • Sejenis nyamuk yang hidupnya bergerombol di hutan atau rawa. sakit dan menimbulkan demam bagi penderita 5. Gigitan semut ini menyebabkan panas dan perih pada kulit 4. Buaya • 10. Hewan ini mempunyai capit. ular tanah. Sulawesi dan Irian Jaya Kedua jenis hewan ini masih terdapat di hutan Sumatra NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 29 . masing-masing mempunyai karekteristik tersendiri Terdapat dimuara sungai dan rawa Sumatra. Tawon atau Lebah • Sengatan hewan ini bisa menyababkan bengkak. Gigitan hewan ini dapat menyebabkan gatal dan panas 3.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 2. akan tetapi yang berbahaya adalah ekornya (talson) 7. Pacet dan Lintah • Kedua jenis hewan ini mempunyai alat penghisap darah yang mengandung zat anti pembeku darah 8. Ular • Beberapa jenis ular berbisa seperti ular cobra.

Renevable. apabila terpaksa unatuk memanfaatkannya sebagai bahan makanan. serta seluruh gejala keunikan alam. Sedangkan sumber dalam alam sendiri merupakan salah satu unsur dari liungkungan hidup yang terdiri dari sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati. Hal ini untuk menjaga kemungkinan buruk akibat ular tersebut KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM ( KSDA ) Ditinjau dari bahasa. batubara. Mempunyai kelenjar dan gigi bisa pada bagian kepala Gigitan ular berbisa dapat berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian. tetapi ular yang kepalanya bebentuk segitiga adalah ular berbisa. yaitu sumber daya alam yang dapat dipakai kembali setelah diadakan beberapa proses. Perlindungan sistem penyangga kehidupan 2. Sisik dibawah cloaca ular berbisa membentuk lempengan tunggal. 3. Dari sedikit uraian tersebut diatas. Pada bagian punggungnya berlunas sehingga membentuk garis punggung dari mulai dari belakang kepala sampai ekor 3. maka konservasi sumber daya alam dapat diartikan sebagai pengelolaan sumber daya alam yang dapat menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan menjamin kesinambungan pertsediaannyadengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragamannya. Emas dll. yaitu sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui/ dipulihkan apabila dipakai terus menerus akan habis dan tidaka dapat diperbarui. Tidak semua ular berbisa kepalanya berbentuk segitiga. Menurut kemungkinan pemulihannya. dengan pokok kata to conserve (Bhs inggris) yang artinya menjaga agar bermanfaat. maka langsung saja dibunuh menggunakan alat dan jangan berusaha menangkapnya. sedangkan pada ular tidak berbisa membentuk lempengan membelah 2. pohon. Contoh : minyak bumi. Pemanfaatan secara lestari bagi terjaminnya sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. yaitu : 1.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Beberapa petunjuk untuk mengidentifikasi ular berbisa : 1. Pengertian konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya dapat mengandung tiga aspek. Pengawetan dan pemeliharaan keanekaragaman. sumber daya alam yang dapat dipulihkan/ diperbaharui. Contoh : air. Anrenevable. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 30 . konservasi berasal dari kata conservation. tidak punah/lenyap atau merugikan. hewan dll 2. semua ini merupakan unsur pembentuk lingkungan hidup yang kehadirannya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. kita mengenal 2 (dua) macam sumber daya alam. yaitu : 1. Hindarilah jika berjumpa ular berbisa. jenis baik flora dan fauna beserta ekosistemnya.

Penyempurnaan peraturan perundang-undanagn dibidang konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kemajuan teknologi :Kemajuan teknologi yang cukup pesat akan menyerap kekayaan (eksploitasi sumber daya alam) dan kurangnya aparat pengawasan serta terbatasnya sarana prasarana. 5. hal ini dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah dan pendapatan yang belum memadai. suatu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa usaha konservasi sumber daya alam tersebut harus dapat terlihat memberikan keuntungan kepada masyarakat luas. Agar usaha pembangunan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia dapat mencapai harapan yang telah ditetapkan secara garis besar perlu ditempuh upaya sebagai berikut : 1. Oleh karena itu usaha-usaha konservasi di Indonesia haruslah tetap memegang peranan penting dimasa yang akan datang. 8. Jumlah penduduk Indonesia yang padat sehingga kebutuhan akan sumber daya alam meningkat. 6. Recruitment dan peningkatan ketrampilan personel melalui pendidikan dan latihan. Peningkatan sarana dan prasarana yang memadai. Peraturan dan perundang-undangan Peraturan perundang-undangan yang ada saat ini belum cukup mendukung pembentukan kawasan konservasi khususnya laut (perairan). Peningkatan kerjasama dengan isntansi lain didalam dan luar negeri. 6. Tingkat kesadaran ekologis dari masyarakat masih rendah. hal ini penting untuk mendapat dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. 5. Tingkat kesadaran 4. 3. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 31 . Intensifikasi pengelolaan kawasan konservasi 2. 3. Peningkatan dan perluasan kawasan konservasi sehingga mewakili tipe-tipe ekosistem yang ada.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Kendala / permasalahan dan upaya penanggulangannya dalam konservasi lingkungan. dan ekosistemnya masih ditemui kendala pada umumnya diakibatkan oleh : 1. 7. Memasyarakatkan konservasi ke seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat berperan serta dalam upaya konservasi sumber daya alam dan lingkungan Kawasan konservasi adalah merupakan salah satu sumber kehidupan yang dapat meningkatkan kesejahtreraan masyarakat Indonesia. Tekanan penduduk 2. Dalam melaksanakan pembangunan konservasi sumber daya alam. 4. Peningkatan pengamanan dan pengawasan terhadap kawasan konservasi (dengan pemberian pal-pal batas) peradaran flora dan fauna. Sebagai contoh beberapa kawasan konservasi yang telah ditetapkan banyak mengalami kerusakan akibat perladangan liar / berpindah-pindah.

adalah seseorang atau sekelompk orang yang telah terdidik atau ditetapkan oleh isntansi pemerintah atau lembaga non pemerintah yang secara sukarela sebagai penerus upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Konservasi sumber daya alam hayati. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. adalah sistem hubungan timbal balik antara unsur dalam alam baik hayati maupun non hayati yang saling ketergantungan dan pengaruh mempengaruhi. Kader konservasi dan pecinta alam. PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD) Sehari-hari dimana saja dan kapan saja. Ekosistem sumber daya alam hayati. Sumber Daya Alam Hayati adalah unsur-unsur hayati dialam yang terdiri dari sumber alam nabati (tumbuhan) dan sumber daya alam hewani (satwa) yang bersama unsur non hayati disekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Definisi-definisi 1. Mountain Sicknes ( Penyakit yang sering terjadi saat melakukan pendakian ) antara lain: 1. Menilik dari hal tersebut. bersedia serta mampu menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat. adalah kawasan dengan ciri khas tertentu baik didarat maupun diperairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan. tidak jarang kita jumpai berbagai macam kecelakan. 7. adalah kawasan dengan ciri khas tertentu baik didarat dan diperairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan. Kawasan pelestarian alam. dan ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah penyangga kehidupan. Kawasan suaka alam. 5. satwa. diharapkan kita dapat menguasai dan menerapkan pengetahuan tentang pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan.Pencegahan : • Sering berlatih • Berpikir positif dan optimis • Persiapan fisik dan mental NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 32 . Ketegangan dan panik . 2. adalah hutan suaka alam yang berhubungan dengan keadaan alam yang khas termasuk alam hewani dan alam nabati yang perlu dilindungi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Cagar alam. 4. 3. adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjaga kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. serta pemanfaatannya secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. dengan akibat luka ringan maupun berat. 6.

bisa pingsan. Kehausan ( Dehidrasi ) 9.Malaria 4.Typus . kurang dapat berpikir dengan baik. Membatasi kegiatan 7.Demam .Disentri ( diare ) .Kejang panas . Pingsan 12. Keletihan amat sangat Pencegahan : Makan makanan berkalori.Sengatan panas Pencegahan keadaan panas : • Aklimitasi • Persedian air • Mengurangi aktivitas • Garam dapur 3. Terkilir (Reptura Tendo) 14. Dislokasi (sendi meleset) 15. kadang-kadang mencret. Keracunan 17.Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah. Kemerosotan mental ( Drop ) . Shock 11. nyeri dan kejang perut. histeris .Banyak berlatih 5. Matahari / kepanasan ( Hipoksia ) . Bahaya binatang beracun dan berbisa . Lecet 10. lesu. Serangan penyakit .Keracunan • Gejala : Pusing dan muntah. Keadaan lingkungan mencekam .Kelelahan panas . Kelaparan 8. Kejang otot ( kram ) 13.Gejala : Lemah. kejang-kejang seluruh badan.Pencegahan : Usahakan tenang.  Penyebab : Makanan dan minuman beracun  Pencegahan : Air garam di minum Minum air sabun mandi panas Minum teh pekat Di tohok anak tekaknya 6. Patah Tulang 16.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 2. Kedinginan ( Hypotermia ) NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 33 .

Kemampuan membaca dan memahami peta. • Jenis Peta berdasarkan penggunaan 1) Peta Dasar : Dibuat untuk membuat peta turunan. Berikut beberapa pemahaman dasar yang dapat digunakan untuk mempelajari dan berlatih lebih lanjut mengenai ilmu medan. Umumnya menggunakan peta topografi 2) Peta Tematik : Menyajikan isi dan untuk kepentingan tertentu dengan menggunakan peta dasar untuk meletakan info tematiknya • Jenis Peta Berdasarkan Isi. perencanaan maupun pengembangan wilayah. menampilkan informasi kedalaman dan keadaan dasar laut serta info lainnya untuk kepentingan pelayaran 3) Peta Geologi.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Untuk penurunan suhu tubuh < 30° C bisa menyebabkan kematian Navigasi Darat "The world is a book. yang berada di atas atau bawah permukaan bumi dan digambarkan pada bidang datar dengan proyeksi tertentu dalam ukuran yang diperkecil yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan secara visual maupun matematis. menampilkan informasi keadaan geologis NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 34 . menggunakan alat navigasi untuk menentukan posisi serta menganalisa dan memberikan asumsi awal terhadap medan yang dilalui merupakan salah satu dari keahlian dasar yang perlu dimiliki oleh setiap penggiat alam bebas. adalah bagian dari ilmu untuk menentukan posisi suatu objek dan arah perjalanan baik pada medan sebenarnya maupun pada peta. peta dan kompas (IMPK) : 1. Hal tersebut merupakan bekal awal dalam merencanakan dan melakukan kegiatan di alam terbuka maupun dalam usaha pencarian atau penyelamatan korban kecelakaan / tersesat. menampilkan Menampilkan sebagian unsur buatan manusia dan unsur alam dengan proyeksi tertentu 2) Peta Hidrografi. and those people who do not travel. only read a page" Navigasi darat. seperti : 1) Peta Topografi (Topographic Map). Peta adalah gambaran unsur – unsur alam dan atau buatan manusia.

000 2) Peta Skala Sedang. dll • Jenis Peta Berdasarkan Skala : 1) Peta Skala Besar. drainase. lanyard untuk memasang kompas di pinggang. yaitu arah utara magnetis bumi yang disebabkan oleh sifat kemagnetisannya. garis skala untuk ukuran jarak peta sepanjang satu atau lebih ujung dari baseplate. dengan skala kecil dari 1 : 100.000 5) Peta Kadaster. * Kompas Orienteering 1) Baseplate / Kompas Protactor.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 4) Peta Geografi. tetapi sebagian belahan eropa menggunakan 400°). lubang berbentuk lingkaran dan segitiga untuk menandai jalur orienteering diatas peta. menampilkaninformasi jaringan jalan 8) Peta Kota. Tanda dibagian dasar rumah kompas (panah dan garis paralel di dalam panah). dengan skala lebih besar dari 1 : 10. saran kota.000 2. menampilkan informasi jaringan irigasi 7) Peta Jalan. Menampilkan informasi ikshtisar peta dengan skala kecil dari 1 : 100. cermin untuk membaca peta secara detail. menampilkan informasi jaringan transportasi. terdiri atas rectangular baseplate (panah warna merah sepanjang axis).000 3) Peta Skala Kecil. maka dalam penggunaannya jauhkan kompas dari pengaruh benda-benda yang terbuat dari baja atau besi. karena akan menyebabkan penunjukkan yang salah pada jarumnya. lingkaran kompas (0. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 35 . dengan skala kecil dari 1 : 10. menampilkan informasi kepemilikan tanah dan batas nya 6) Peta irigasi. Karena sifatini.000. ditemukan Kjellstrom bersaudara. hampir di seluruh dunia untuk lingkaran penuh adalah 360° . besar dari 1 : 100. Kompas Adalah alat penunjuk arah.

Interpretasi NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 36 . Lebih dalam mengenai topik ini dapat dilihat pada tulisan Global Positioning System. adalah sudut yang sangat akurat sesuai kompas sangat sulit diambil. ketinggian. kecepatan dan waktu dengan mengukur jarak kita dengan satelit. samping) tentu akan menghasilkan gambar yang berbeda beda. belakang. Sistem Proyeksi peta Adalah penggambaran sistematis garis – garis sebagian / seluruh bola bumi di atas permukaan bidang datar dengan menggambarkan garis paralel dari lintang dan garis meridian dari bujur. dipasang di jempol tangan kiri. GPS Receiver Adalah bagian dari sistem radio navigasi berbasis satelit yang secara terus-menerus mentransmisikan informasi dalam bentuk kode. Protactor 4. sehingga memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan lokasi / posisi. diletakkan yang juga dipegang dengang tangan kiri dari model ini adalah peta dan kompas dalam satu unit. Kekurangan nya dengan sudut Ibujari. peta menjadi lebih mudah ditambah satu tangan bebas bergerak.Proyeksi dapat dianalogikan dengan terminasi berikut : jika 3 orang yang belum pernah melihat gajah diminta untuk menggambar seekor gajah dari sudut yang berbeda pada selembar kertas (depan. Organisasi dari Swedia membuat dengan mempertajam baseplate dan untuk memasang kompas tsb di jempol. Demikian juga dengan peta dan bumi. Kompas Bidik 1) Kompas Prismatik 2) Kompas Lensa 3.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 2) Kompas orienteering top kompas baru membuat lubang Kompas ini lalu di atas kompas pula. Keuntungan selalu di baca di baca dan cepat. 5.

Beberapa paparan dasar mengenai sistem proyeksi peta yang umum digunakan : • Cilindrical Projection • Geographical Projection Lambert Conformal Conic Projection • Azimuthal Projection • Tra nsve rse NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 37 .MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR permukaan bumi yang merupakan objek berbentuk elipsoid (3 dimensi) kedalam peta (2 dimensi) perlu menggunakan teknik tertentu agar gambar yang dihasilkan memiliki distorsi minimum dan mampu memberikan informasi mengenai gambaran kondisi sebenarnya (berdasarkan skala dan perspektif tertentu).

NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 38 . garis bujur tergambar sedikit melengkung dan garis lintang tegak lurus. Pada sistem ini. • Universal Transverse Mercator (UTM). Jadi setiap zona memiliki Start longitude / SL dan End Longitude (EL) + 6°. merupakan model proyeksi berbasis TM namun secant. Bidang silinder memotong bola bumi pada 1 garis bujur disebut meridian standar. 3) Mereduksi distorsi proyeksi pada area menuju kutub bumi Pembagian zona pada Proyeksi UTM Lebar setiap Zona 6° dihitung dari 180° BB / logitude -180° dengan nomor zona 1 (disebut Start Longitude / SL) hingga 180° BT dengan nomor zona 60 ( disebut Eng Longitude / EL). masing – masing nya disebut dengan zona. Kelebihan proyeksi ini: 1) Proyeksi simetris untuk setiap zona sebesar 6° 2) Transformasi tiap zona dapat dikerjakan dengan rumus yang sama untuk tiap zona diseluruh dunia. traversal. merupakan sistem proyeksi silinder. Masing – masingnya memiliki garis bujur tengah / zone central longitude (ZCL). tangen. konform. Sistem ini mendefenisikan 60 posisi dengan proyeksi silender transverse mercator dan meridian sentral berbeda.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Mercator (TM) (Gauss Conformal / Guass-Krüger / Transverse Cylindrical Orthomorphic).

Skala Peta.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Sehingga dapat disebutkan bahwa 1 zona memiliki batas longitude (Long) -180° hingga -174° (didapatkan dari -180° + 6° = -174°) dengan ZCL -177° (didapatkan dari -180° + 6°/2 = -177°).2. Bidang referensi digunakan spheroid GRS 1967 (Geodetic Reference System)Lebih dalam mengenai topik ini dapat dilihat pada tulisan Sistem Proyeksi Peta. M.1. Sudut Adalah besaran selisih derajat yang dibentuk oleh 2 buah garis. melakukan pengecekkan arah perjalanan. Lebar satu zone adalah 8° dengan batas parallel atas 84°U dan batas parallel bawah 80°S. 2) Sudut Back Azimuth Sudut arah dari suatu garis dilihat menurut arah kebalikkan. dengan panjang tiap zone yang 6° terletak pada meridian 90° BT – 144° BT. 1) Sudut Azimuth Sudut mendatar yang besarnya dihitung sesuai dengan arah jarum jam dari arah utara. maka back azimuth sama dengan azimuth dikurangi 180º. dan P. 6. 6. Batas garis paralel 10° LU . Batas zone berikutnya dihitung dengan cara : SL zone [X+1] = SL zone [X] + 6° EL zone [X] = SL zone [X] + 6° ZCL zone [X+1] = ZCL zone [X] + 6° Indonesia terbagi dalam 9 zone. Istilah Dasar 6. dinyatakan dengan angka Contoh : NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 39 . Cara menghitung nya : Jika azimuth lebih dari 180º. Azimuth ditujukkan untuk menentukan arah di medan atau di peta. Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º. jarak antara titik di peta dengan jarak mendatar pada medan sebenarnya. maka back azimuthnya sama dengan 180º ditambah azimuth. Pusat koordinat terletak pada perpotongan garis lintang dan bujur tengah yang disebut paralel tengah. karena garis yang membentuk sudut kompas tsb adalah arah lintasan yang menghubungkan titik awal dan akhir perjalanan kita. 1) Skala Numerik. N. dimana yung satu menuju ke utara magnetis dan yang lain menuju ke sasaran.15°L S dengan 4 satuan daerah zona L.

000 berarti 1 cm = 50. garis mendatar diinformasikan terlebih dahulu lalu garis tegak. Sistem Koordinat Adalah titik yang terbentuk berdasarkan sistem sumbu yaitu dari perpotongan garis koordinat horizontal / absis dan vertikal / ordinat yang terdapat dipeta. UP / GN) diberi simbol GN. menit . dan detik dari garis lintang (Utara dan Selatan) dan bujur (Barat dan Timur) 2) Grid / UTM (Grid Coordinat) Menyatakan posisi suatu titik dalam ukuran jarak (meter) dari perpotongan antara sumbu absis (x) dengan ordinalt(y) pada koordinat grid sebelah selatan ke utara dan barat ke timur dari titik acuan. Arah Utara • • Utara Sebenarnya / Utara Geografi (Truth North / Geographical North.000 cm atau 1 cm = 500 m atau 2 cm = 1 km 2) Skala Grafis. US / TN) diberi symbol * . berguna ketika terjadi perubahan ukuran peta pada saat penggandaan /info skala numerik tidak tercantum 6. Penyebutan dengan koordinat grid dapat dilakukan dengan 4 Angka. Garis Koordinat ini membagi peta dalam kotak – kotak (karvak). arah utara yang ditunjukan garis koordinat tegak peta ke arah atas NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 40 .MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 1:50. Sistem Koordinat yang lazim digunakan yaitu : 1) Geografi / gratikul (Geographical Coordinat) Menyatakan posisi suatu titik dalam satuan derajat .4. Koordinat peta berguna untuk menunjukan suatu posisi pada permukaan bumi di peta. arah utara yang ditunjukan garis bujur (meridian) dan menuju ke kutub utara bumi atau titik pertemuan garis bujur bumi. atau 8 Angka. dinyatakan dengan unit batang disertai nilai.3. 6. 6 Angka. Utara peta / Utara Grid (Grid North. Pada penyebutan.

6. Kontur garis khayal diatas permukaan bumi yang menghubungkan titik.7.6. jarak tegak 2 garis kontur yang berdekatan / jaran bidang datar yang berdekatan. Rumus : Interval kontur atau Ci = 1/2000 x skala peta Namun rumus ini tidak selamanya dapat digunakan karena garis kontur pada daerah terjal berbeda dengan daerah landai • Indeks Kontur.titik yang tingginya sama sehingga dapat mengetahui bentuk medan yang sebenarnya (menunjukan ketinggian. merupakan sudut yang dibentuk utara sebenarnya dengan utara magnetic Iktilaf Utra Peta – Utara Magnetik / Deviasi. perbedaan ketinggian. proyeksi 3D).MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR • Utara magnetik (Magnetic North. kemiringan. UM) diberi simbol T (anak panah separuh) . Iktilaf • • • Iktilaf Peta / Konvergensi Meredian. 1 Rumus : i = 25 / jumlah cm dalam km NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 41 . merupakan sudut yang dibentuk utara peta dengan utara magnetis 6. Jika variasi magnetis ini bertambah maka disebuti Increase dan jika berkurang maka disebut Decrease.5. arah utara yang ditunjukan jarum kompas menuju kutub utara magnetik bumi 6. garis kontur yang penyajiannya ditonjolkan setiapinterval kontur tertentu untuk memudahkan pembacaan medan. Variasi Magnetik yaitu perbedaan besarikhtilaf magnetik pada waktu yang berlainan. Terdapat istilah penting : • Interval Kontur. merupakan sudut yang dibentuk utara sebenarnya dengan utara peta Iktilaf Magnetik / Deklinasi.

menunjukan nomor dan nama lembar peta terhadap peta sekelilingnya. Pada peta BAKOSURTANAL meliputi Judul Peta (biasanya merupakan nama daerah adminsist ratif. terdiri dari sistem proyeksi. dengan n (0. sistem grid. Titik ini digunakan oleh jawatan topografi untuk menentukan tinggi suatu tempat atau letak suatu tempat dalam pengukuran secara ilmu pasti pada waktu pembuatan peta.2. Tinggi mutlak digunakan untuk menentukan tinggi sebenarnya dari permukaan laut. merupakan petunjuk tanda atau simbol konvensional yang digunakan pada peta disertai warna dan deskribsi Keterangan Riwayat Peta Petunjuk Pembacaan Koordinat Pembagian Daerah Administrasi Skala Singkatan / Kesamaan Arti Utara Sebenarnya.1. Pengetahuan Peta 7. Utara Grid. • Titik Triangulasi adalah titik atau tanda yang merupakan pilar / tonggak yang menyatakan tinggi mut lak suatu empat dari permukaan laut .MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR i = n log tan a. Nama Lembar dan Edisi / terbitan. Lokasi. biasanya diukur dari permukaan tanah. • Tinggi Nisbi adalah tinggi yang diukur dari tempat dimana bendaitu berada. 7. Sistem Penomoran Peta Penomoran Peta Topografi Jawatan Geologi Nasional NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 42 . bagian yang menyatakan identitas peta. satuan tinggi dan selang kontur Pembuat dan Penerbit Peta informasi Nama dan Nomor Lembar Peta Legenda. Utara Magnetik • • • • • • • • • • • • 7. datum horizontal. Letak Peta dan Diagram Lokasi Petunjuk Letak Peta. Skala. datum vertikal. Biasanya dalam bentuk matrikini berukuran 3 x 3.01 S + 1)1/2 m 6. Titik Ketinggian • Tinggi Mutlak adalah tinggi yang diukur dari pemukaan laut. tempat terkenal dll) . Nomor Lembar Peta. Bagian – Bagian Peta • Judul Peta. Sistem Penomoran Peta perlu diketahui untuk membantu dalam mencari peta tertentu. merupakan standarisasi pengukuran.8. menunjukan letak peta pada ara yang lebih luas Sistem Referensi.

2) Lembar Peta skala 1 : 50.000 • Ukuran 1 lembar peta adalah 5’ bujur x 5’ lintang. lembar ke XLII vertikal dari atas.000 • • Ukuran 1 lembar peta adalah 10’ bujur x 10’ lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 100. 3) Le m ba r Peta skala 1 : 25. lembar ke 2 dari pojok kanan bawah berlawanan arah jarum jam. Contoh penomoran : 58/ XLII f berarti lembar ke 58 mendatar dari kiri. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 43 . Selatan : 11° LS.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Peta Topografi ini menggunakan sistem proyeksi LCO dan sistem koordinat geografis. Penomoran dimulai dari meridian 0 di jakarta yaitu 106° 48’ 27.000. Timur : 141° BT. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 100.000. lembar ke XLIi vertikal dari atas peta 1 : 100. Penomoran tiap 20’ lintang dari 94° 30' BT . lembar ke 6 dari pojok kanan atas searah jarum jam. Contoh penomoran : 58/XLII – B berarti lembar ke 58 mendatar dari kiri.29 ” BT (12° barat bujur 106° 40’ 27. Utara : 6° LU. Sehingga terdapat 7089 Lembar Petaindonesia skala 1 : 100.29 timur green wich) 1) Lembar Peta skala 1 : 100. lembar ke XLII vertikal dari atas peta 1 : 100.000.141° BT dengan angka latin 1-139 Penomoran tiap 2’ bujur dari 11° LU . Batas peta wilayah indonesia yaitu : Barat : 94° 40’.6° LU dengan huruf latini – LI Contoh penomoran : 58/XLII berarti lembar ke 58 mendatar dari kiri.000 Penomoran dengan huruf latin A – D mulai pojok kanan bawah berlawanan arah jarum jam.000 terdapat 3 x 3 = 9 lembar peta skala 1 : 25.000 terdapat 2 x 2 = 4 lembar peta skala 1 : 50.000 (Peta induk) • • • Ukuran 1 lembar peta adalah 20’ bujur x 20’ lintang.000 • Penomoran dengan huruf latin a – q tanpa huruf i mulai dari pojok kanan atas searah jarum jam.

000 • • Ukuran 1 lembar peta adalah 15’ bujur x 15’ lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 250.141° BT dengan angka latin 1-94 Penomoran tiap 30’ lintang dari 6° LU . Timur : 141° BT.000 • • • Penomoran tiap 6° bujur dari 180° BB – 180° BT dengan angka latin 1 – 60 Penomoran tiap 8° lintang dari 84° LU . Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 100.000 • • • Ukuran 1 lembar peta adalah 1° 30’ bujur x 1° 30’ lintang.000 indonesia ( Peta Induk) • • Ukuran 1 lembar peta adalah 30’ bujur x 30’ lintang.P mulai 15° LS – 10° LU 2) Lembar Peta skala 1 : 250. Sehingga terdapat 4 x 8 = 32 lembar peta wilayah indonesia skala 1 : 250.X tanpa huruf I dan O.000.000 Penomoran dengan angka romawii –iV mulai dari pokok kanan atas searah jarum jam Contoh penomoran : 2145-IV berarti lembar 2145.M. Selatan : 12° LS 1) Lembar Peta UTM global skala 1 : 1. dengan pusat koordinat pada garis lintang dan garis bujur tengah yang disebut paralel tengah) Dengan penomoran seperti ini (885 km x 665 km) maka indonesia berada pada zona 46 dengan bujur sentral 93° BT hingga zona 54 dengan bujur sentral 1410° BT serta arah lintang L.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Sistem Penomoran Peta Topografi UTM/AMS Peta Topografi ini menggunakan sistem proyeksi UTM dan sistem koordinat Grid / UTM.00 Penomoran tiap 1.141° BT dengan angka latin 1-31 Penomoran tiap 1° lintang dari 6° LU .000 NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 44 . (80 x 60 atau 885 km x 665 km. Utara : 6° LU.000 terdapat 2 x 3 = 6 lembar peta skala 1 : 100.000 Penomoran tiap 30’ bujur dari 94 ° 30' BT .12° LS dengan angka romawii – XVII 3) Lembar Peta skala 1 : 100. 5) Lembar Peta skala 1 : 25. Batas peta wilayah indonesia yaitu : Barat : 94 ° 30’ BT.5° bujur dari 94° 30' BT .N.11° LS dengan angka latin 1-36 Contoh penomoran : 2145 berarti lembar ke 21 mendatar dari 45 vertikal.000 terdapat 2 x 2 = 2 lembar peta skala 1 : 50. urutan ke 4 dari pojok kanan atas searah jarum jam.80° LS dengan huruf latin dari huruf C . 4) Lembar Peta skala 1 : 50.

000 terdapat 2 x 2 = 2 lembar peta skala 1 : 25.000 Penomoran dengan huruf latin a – d mulai dari pokok kanan atas searah jarum jam Contoh penomoran : 2145-IVa berarti lembar 2145. urutan ke 4 dari pojok kanan atas searah jarum jam dan pertama dari pojok kanan atas searah jarum jam. Batas peta wilayah Indonesia yaitu : Barat : 94° 30' BT.000. Selatan : 15° LS 1) Lembar Peta skala 1 : 1.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR • • Ukuran 1 lembar peta adalah 7’30” bujur x 7’30” lintang. Timur : 141° BT. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 50.000 NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 45 . Utara : 6° LU. Sistem Penomoran Peta Topografi BAKOSURTANAL Peta Topografi ini menggunakan sistem proyeksi UTM dan sistem koordinat geografis dan grid / UTM.

000 terdapat 2 x 2 = 2 lembar peta skala 1 : 250.141° BT dengan angka latin 1-31 • Penomoran tiap 1° bujur dari 6° LU . NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 46 .000 indonesia ( Peta Induk) • Ukuran 1 lembar peta adalah 1° bujur x 1° 30’ lintang. A). urutan ke 1 dari pojok kiri bawah ber lawanan arah jarum jam. Karena peta BAKOSURTANAL mengikuti proyeksi UTM. 2) Lembar Peta skala 1 : 500.11° LS dengan angka latin 1 – 17 4) Lembar Peta skala 1 : 100.000 indonesia Ukuran 1 lembar peta adalah 2° bujur x 3° lintang. B) .5° lintang dari 94° 30' BT . maka maka tiap 4° bujur dibagi menjadi 2 penomoran lagi : A dan B. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 500.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Ukuran 1 lembar peta adalah 4° bujur x 6° lintang. Untuk arah lintang Selatan makin besar ke bawah (A.000 3) Lembar Peta skala 1 : 250.000 • • Ukuran 1 lembar peta adalah 30’ bujur x 30’ lintang.000 Penomoran dengan angka latin 1 – 6 mulai dari pojok kiri bawah berlawanan arah jarum jam Contoh penomoran : 2145-1 berarti lembar ke 21 mendatar dari 45 vertikal. utk lintang Utara makin kecil ke bawah (B. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 1.000 • Penomoran tiap 1.000. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 250.000 terdapat 2 x 2 = 2 lembar peta skala 1 : 500.000 terdapat 3 x 2 = 6 lembar peta skala 1: 100.

000 • • Ukuran 1 lembar peta adalah 15’ bujur x 15’ lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 100. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 50.000 Penomoran dengan angka latin 1 – 9 mulai dari pojok kiri bawah berlawanan arah jarum jam Contoh penomoran : 1209 hingga 1209-6229 NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 47 . Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 50.000 terdapat 2 x 2 = 4 lembar peta skala 1 : 25.000 • • Ukuran 1 lembar peta adalah 2’30” bujur x 2’30” lintang.000 terdapat 2 x 2 = 4 lembar peta skala 1 : 50.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 5) Lembar Peta skala 1 : 50.000 Penomoran dengan angka latin 1 – 4 mulai dari pojok kiri bawah berlawanan arah jarum jam 6) Lembar Peta skala 1 : 25.000 Penomoran dengan angka latin 1 – 4 mulai dari pojok kiri bawah berlawanan arah jarum jam 7) Lembar Peta skala 1 : 10.000 • • Ukuran 1 lembar peta adalah 7’30” bujur x 7’30” lintang.000 terdapat 3 x 3 = 9 lembar peta skala 1 : 10.

dan temukan tandatanda medan tersebut di peta. 9. Cari tanda. Jadi minimal diketahui secara kasar posisi. usahakan untuk mengenal dulu tanda. Ingat tanda. 2. 4. Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda.tanda medan yang paling menonjol disekitar anda. minimal 2 buah 3) Bidik tanda. tarik garis lurus dari titik acuan tersebut 5) Lakukan langkah 2 – 4 pada titik acuan lain NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 48 . Langkah-langkah melakukan resection: 1) Lakukan orientasi medan 2) Cari objek / titik yang mudah dikenali pada medan sebenarnya dan pada peta. Sebelum Memulai orientasi peta. Orientasi peta ini berfungsi untuk meyakinkan perkiraan posisi anda adalah benar. Langkah-langkah orientasi peta: 1.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 8.tanda medan yang menyolok.tanda tersebut. desa dll. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan 5. Orientasi Peta Adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya atau menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.tanda medan tersebut dari posisi saat ini (azimuth) 4) Hitung hasil backazimuth. sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya 3. Siapkan kompas dan peta anda. Cross Bearing Technic : a. dengan berpatokan pada kompas. bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. letakkan pada bidang datar Utarakan peta. Resection Yaitu menentukan posisi dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. sungai.tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta dengan pencocokan bentuk puncakan.

MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR

6) Perpotongan garis yang ditarik dari back azimuth titik acuan tersebut adalah posisi kita dipeta.

b. Intersection Yaitu menentukan posisi suatu titik (benda) pada peta dengan menggunakan 2 atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan dan dipeta. Langkah- langkah melakukan intersection adalah: 1) Lakukan orientasi medan dan resection untuk memastikan posisi kita di peta. 2) Bidik obyek yang kita amati 3) Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta 4) Bergerak ke posisi lain dan lakukan langkah 1-3 5) Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud. Semakin banyak titik bidik untuk menarik garis perpotongan, semakin akurat hasil yang didapatkan. Sudut terbaik antara titik bidik untuk melakukan intersection adalah 90 derajat

NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA

49

MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR

10. Metode Pergerakan Sudut Kompas ( Passing Compass / Man to Man) Yaitu membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) Tentukan titik awal dan titik akhir perjalanan dan plot pada peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan / azimuth dan back azimuth nya. Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui. Bidikkan kompas seusai dengan azimuth, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan / titik bidik sebagai penunjuk. Pergi ke tanda medan di tersebut, dan bidik kembali ke titik awal tadi. Jika arah perjalanan benar maka sudut ini akan sama dengan back azimuth.

Sering terjadi tidak ada benda / tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda (Man to Man) . 11. Interpretasi dan Analisa Peta Topografi Sebelum melakukan perjalanan untuk memahami kondisi medan sebenarnya berdasarkan informasi pada peta sehingga dapat digunakan sebagai asumsi awal dalam penyusunan rencana perjalanan.

Interpretasi dan analisa peta ini dapat dilakukan dari : a. Informasi dasar peta seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta, lokasi daerah dan titik ekstrim seperti perkampungan (nama daerah, nama jalan, nama sungai, nama gunung dan bentukan alam lain), perpotongan sungai, jalan, ketinggian suatu titik, kerapatan kontur berdasarkan pemahaman tentang sifat kontur yang dapat digunakan untuk memperkirakan jarak dan waktu tempuh, karakter medan / kemiringan (terjal / landai), vegetasi, dll. b. Tanda Medan Melakukan analisa bentuk kontur yang tergambar pada peta untuk mendapatkan gambaran medan sebenarnya. Mengenali tanda medan ini dapat dilakukan berdasarkan sifat garis kontur yaitu :
NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA

50

MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR

1) Perbedaan tinggi antara 2 kontur adalah setengah dari angka ribuan pada skala yang dinyatakan dalam satuan meter (biasanya tertera pada setiap peta topografi) 2) kontur yang rendah selalu mengelilingi kontur yang lebih tinggi, kecuali untuk kawah 3) antar kontur tidak akan saling berpotongan, kecuali berhimpit pada lembah yang sangat curam dimana terdapat air terjun 4) kontur yang bebentuk seperti huruf V dari pusat kontur merupakan punggungan dan yang berbentuk seperti huruf V terbalik dari pusat kontur adalah lembahan.

5) Kontur terputus-putus menyatakan ketinggian setengah atau lebih dari perbedaan tinggi antara 2 buah kontur berurut. 6) Makin rapat kontur, menunjukkan daerah yang makin terjal/curam. 7) Saddle adalah daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian 8) Pass adalah celah memanjang yang membelah suatu ketinggian 9) Bentukan sungai dapat terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian tingkat kontur, biasanya terdapat pada lembahan dan namanya tertera mengikuti alur sungai.

Dalam kondisi sebenarnya, sering kali teknik cross bearing tidak selalu dapat dilakukan seperti karena faktor cuaca atau tidak terlihatnya titik ekstrim yang dapat dijadikan acuan. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam kondisi seperti ini adalah dengan melakukan analisa dan interpretasi peta untuk kemudian dapat dibandingkan hasilnya dengan medan sekitar, serta merunutnya dari titik awal perjalanan. Oleh karena itu, biasakan untuk mempelajari, menandai dan melakukan sebanyak mungkin analisa medan selama perjalanan serta melakukan cross check perkiraan awal tadi dengan fakta yang didapatkan dilapangan. Semakin banyak kita mengetahui tanda – tanda medan yang dilalui, semakin memahami pula kita tentang sifat dan tingkat kesulitan medan tersebut yang akan sangat berguna selama melakukan perjalanan dan dalam situasi darurat.
NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA

UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA

51

sungai. Orientasi peta adalah meng Utarakan peta atau dengan kata lain menyesuaikan letak peta dengan benatng alam yang sebenarnya kita hadapi. Keterangan mengenai hal ini dapat diketahui dgn membaca keterangan pada peta atau mungkin bertanya ke pada penduduk. garis penyesuai. Geser/ putar-putarkan peta tanpa merubah posisi kompas sampai jarum kompas dengan tanda panah penyesuai sejajar dengan sumbu Y peta. Bila semua tahapan tersebut telah dilakukan dengan benar.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Namun. dan sebagainya. Dengan kompas silva 1. garis bantu. Navigasi darat adalah ilmu praktis. pelat yg bercahaya dengan garis tanda dan garis rambut 4. kaca kompas yg dapat diputar dengan pembagian derajat 3. Letakkan peta pada bidang datar 2. bukan menjamin kemampuan navigasi darat seseorang. Langkah langkah dalam orientasi peta : a. Memahami Peta Kompas Sebelum masuk ke medan yang sebenarnya kita harus mengetahui dan memahami tanda tanda medan pada peta. kotak kompas dengan pembagian arah angin dan cincin karet 2. garis tanda yg bercahaya di bibir pelindung NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 52 . jurang. 4. Misalnya nama puncak bukit. Bentangkan kompas di atas peta 3. Pemahaman mengenai teori dan konsep hanyalah membantu untuk memahami ilmu navigasi. Geser/ putar putarkan peta tanpa posisi kompas. sampai jarum kompas dengan garis rambut sejajar dengan sumbu Y Peta. yang hanya dapat terasah jika dipraktekkan langsung pada kondisi sebenarnya. garis rambut. tutup kompas dengan kaca. kompas prima nama bagian-bagiannya 1. Langkah selanjutnya adalah orientasi peta. kemudian letakkan di atas peta 3. Dengan kompas prisma 1. lingkaran kompas dengan pembagian derajat dan jarum kompas yg bercahaya 6. sehingga sejajar dengan sumbu Y peta. Himpitkan tanda panah penyesuai. gelang kaca dari tembaga 7. Setel piringan kompas dengan pembagian derajat pada posisi 0°. garis petunjuk yg bercahaya 5. Himpitkan garis rambut pada kompas dan takik pada cincin jempol dengan sumbu Y peta 4. berarti peta telah terorientasi. Letakkan peta pada bidang datar 2. b.

sekrup pengapit 10. pelindung kaca 9. dengan lubang tempat melihat dan cincin jempol dengan takik NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 53 .MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 8. prisma yg dapat disetel.

MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 54 .

Kekuatan: 55% (normal).Figure-of-Nine simpul yang dapat digunakan sebagai alternatif dari figure-of-Eight. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 55 . Ini adalah alternatif untuk menggunakan rapi setengah-halangan untuk mengamankan akhir tali dan simpul yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan Figure-of-eigth. It is a little bulkier dari angka-of-delapan besar tapi memiliki kekuatan. Figure-of-Eight ini sangat fleksibel simpul paling sering digunakan untuk melampirkan ke tali jangkar poin. Sangat mirip dengan Figure-of-delapan dengan hanya sebuah tambahan berbelok sebelum menyelesaikan simpul. 55% (abnormal) 3. 40% (abnormal) 2. membuatnya satu ini. Kekuatan: 70% (normal). Jika Anda hanya belajar satu simpul.Bowline ini dapat digunakan untuk mengikat pada tali di sekitar belay tetapi yang paling sering digunakan untuk Tying/mengikat akhir baris tali keselamatan orang sekitar ketika mereka membuat belaying atau naik tangga. Kebanyakan hal-hal yang dapat dilakukan dengan pemelihara knots (misalnya double loop knot untuk Y-belay) juga dapat dilakukan sesuai dengan kombinasi angka dari eights.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR SIMPUL 1. Kekuatan: 50% (normal) 4. Simpul ini memiliki kecenderungan untuk melepaskan dan dapat datang dibatalkan sehingga adalah ide yang baik untuk digunakan setengah halangan untuk mengamankan 'ekor' dari simpul ke lingkaran. Yosemith Bowline Ini adalah varian dari dasar bowline yang mendapat sekitar masalah dari simpul loosening sendiri dengan akhir tali threading dan kembali melalui simpul.

9. 6. Alpine Butterfly simpul yang baik untuk rebelays atau Tying/mengikat suatu titik poin dari tali. Cara ini bagus pertengahan-simpul tali dan baik untuk rebelays karena memiliki kekuatan yang lebih besar dari figur-of-eight jika rebelay gagal.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 5. Memiliki keuntungan yang agak sedikit lebih besar dari Figur-of-Eigth sedikit di teluk. Keuntungan yang utama adalah bahwa dua strands dari tali yang muncul dari simpul berada di 180 derajat satu sama lain daripada muncul dalam arah yang sama seperti dalam zigure-of-delapan misalnya. Juga dapat digunakan untuk memberikan Bar dan halus naik dari piring stitcht (IMHO). Clove Hitch (simpul pangkal) NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 56 . 7. Bowline on the bight Ini adalah satu lagi double loop knot cocok untuk Rigging Y-belays. 8.Double Figure-of-eight on the bight Ini double loop knot ini paling sering digunakan untuk laberang Ybelays. Ini adalah salah satu nilai pembelajaran bagi semua orang kesempatan bila Anda lupa Stitcht Plate atau descender.Italian/Munter Hitch Yang sangat baik diri reversing gesekan simpul cocok untuk belaying orang atau naik bila menggunakan tangga. Sifat dari simpul berarti bahwa cukup mudah untuk menyesuaikan loops oleh tali bergerak dari salah satu loops ke yang lain.

Double Fisherman's standar untuk Tying/mengikat dua simpul tali bersama. satu lingkaran simpul seperti Figure-of-Eight harus terikat menjadi salah satu 'ekor' dari simpul untuk keamanan selama simpul lulus. Dua knot yang menenangkan ganda nelayan tidak boleh mirror gambar dari satu sama lain (yaitu mereka yang sama harus memiliki 'hati') jika mereka tidak akan susunan benar. Tarik bagian tengah baru (b) sampai dengan bentuk lingkaran 5. 12.anyplace satu lingkaran yang mengarah kedua cara . Metode untuk meletakkan dalam kesederhanaan itu sendiri adalah: Mengambil tiga berubah dari tali sepanjang tangan Anda. 13. untuk rebelays.Tape/Water Knot Simpul utama ini digunakan untuk Tying/mengikat webing menjadi slings untuk caving atau panjat tebing. karena banyaknya dari berbagai jenis . Untuk sebagian besar hasil memuaskan. Dapat digunakan untuk tambatan karena sifatnya yang anti sloping/tidak gampang loss. 3. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 57 .Di beri nama "constrictor simpul'. maka: 1. 2. Jika digunakan di tengah sebuah pitch. Hal ini secara sangat besar tahan terhadap gesekan. 4. tangan menghapus sebelum hadiah atau memuat simpul. Memindahkan pusat bagian baru (a) bagian kanan atas. serta dapat digunakan untuk Clamp/penahan suatu object. 10. Memindahkan pusat bagian (b) bagian kanan atas.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR simpul sederhana ini sangat berguna ketika anda memerlukan cepat belay sekitar obyek atau meskipun sebuah krab. 11. Memindahkan pusat bagian baru (c) bagian kiri atas.Constrictor Knot Simpul baru dan berguna untuk cavers maupun climbers adalah awal abad ini .Farmers hitch Simpul ini adalah sangat baik untuk Tying/mengikat di tengah sebuah pendakian tali.

tetapi akan mengurangi kesempatan slipping off the tape/webbing. Prusik knot simpul prusik ditampilkan di sebelah kiri. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 58 . sedikit lebih pendek daripada tali untuk dinaiki. beserta lainnya prusik knot. dan Kleimheist simpul prusik di sebelah kanan. Tali yang digunakan untuk-prusik loop harus yang seimbang panjangnya.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Ujung webbing muncul dari simpul harus diamankan ke webbing menggunakan setengah lingkaran hitches atau insulating tape. 14. Baik ini. dapat digunakan untuk membuat tali prusik. 15.Larks-foot ( Simpul Jangkar) Sering digunakan untuk mendapatkan tape/webbing lebih aman di sekitar stalagmit atau kolom. Simpul ini terikat sehingga beban bearing tape muncul dari sisi berlawanan dari simpul sehingga secara alami akan kencang bila terbebani . Simpul adalah hanya satu lingkaran di sekitar objek tape.

Kekuatan kaki jadi factor utama suksesnya suatu perjalanan. Es/ snow climbing hamper sama dengan halnya rock climbing. Untuk rock climbing. juga berfungsi untuk menambah ketinggian. Fred Athaboe. tidak dengan bantuan alat. Klasifikasi Panjat Tebing Dalam panjat tebing terdapat 2 klasifikasi yaitu: 1. dan juga merupakan awal mula sejarah pendakian gunung di Indonesia. merupakan tonggak sejarah panjat tebing di Indonesia. Sejarah Panjat Tebing Indonesia Berawal dari mereka yang mempunyai mata pencaharian sebagai pengunduh sarang burung wallet gua di tebing. Hill walking merupakan perjalanan biasa melewati serangkaian hutan dan perbukitan dengan berbekl pengetahuan peta/kompas dan survival. hanya disini kita menghadai medan yang khusus. Pada tahun 1964 beberapa pendaki Jepang serta3 orang ABRI. Dalam Free Climbing alat digunakan hanya sebatas pengaman. Free Climbing adalah suatu tipe pemanjatan dimana si pemanjat menambah ketinggian dengan menggunakan kemampuan dirinya sendiri.tebing Kalimantan Timur atau Karang Bolong Jateng. Pada tahun ini pula perkumpulan pendaki gunung tertua yaitu Mapala UI di Jakarta dan Wanadri di Bandung. Sport Climbing adalah suatu pemanjatan yang lebih menekankan pada factor olah raganya. Sudarto dan Sugirin yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih berhasil mencapai puncak Cartensz(4884 mdpl) di Irian. Dalam sport climbing. yaitu untuk menjaga kesehatan. bukan sebagai alat untuk penambah ketinggian. Perbedaan yang kedua adalah sport climbing dengan adventure climbing. Rock Climbing dan Ice/Snow Climbing. medan yang dihadapi berua perbukitanm atau tebing dimana sudah diperlukan bantuan tangan untuk menjaga keseimbangan tubuh atau untuk menambah ketinggian. Mountaineering dapat dibagi menjadi : hill walking. pemanjatan dipandang seperti halnya olah raga yang lain. namun medan yang dihadapi adalah perbukitan atau tebing ice salju. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 59 . Bedanya dengan artificial climbing. suatu perjalanan petualang ke tempat-tempat yang tinggi ). dimana alat selain digunakan sebagai pengaman. kemudian pada tahun 1958 lapangan terbang perintis dibuka pada beberapa lokasi di Irian membangkitkan semangat para pendaki gunung Untuk mencoba Cartensz sang perawan salju di Khatulistiwa. 2. Sedangkan pada adventuring. Dengan membedakan daerah atau medan yang di lalui. yang itekankan adalah lebih pada nilai petualangnya.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR MATERI ROCK CLIMBING Pada dasarnya Rock Climbing dari mountaineering ( kegiatan mendaki gunung. Pembedayaan yang pertama adalah free climbing dengan Artificial Climbing.

pengetahuan tentang peralatan harus diketahui lebih dahulu mengenai nama dan bentuk peralatan kemudian paham fungsi alat tersebut serta yang terakhir yang tidak kala pentingnya dapat mempraktekkan peralatan tersebut sesuai dengan teori yang perna didapat/sesuai standar prosodur pemakaian. Belayer juga bertugas mengamankan Belayer dari resiko jatuh atau yang lainnya. Bila belayer dan Leader telah siap melakukan pemanjatan. perlengkapan teknis diatur sedemikian rupa agar mudah untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu gerakan. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 60 . Tugasnya adalah membantu Leader baik dengan aba-aba maupun dengan tali yang dipakai Leader. segera memberi aba-aba pemanjatan Bila Leader sampai ketinggian 1 pitch (tali habis) ian harus memasang ancor. Leader yang sudah memasang ancor diatas. selanjutnya berfungsi sebagai Belayer untuk mengamankan pemenjat berikutnya.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR PROSEDUR PEMANJATAN Tahapan-tahapan dalam pemanjatan hendaknya dimulai dari langkah-langkh sebagai berikut : • • • mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dicapai. memasang ancor dan merapikan alat-alat. dengan langkah awal yaitu meneliti penganman yang dipakai Leader. Menyiapkan peralatan yang akan dibutuhkan Untuk Leader. Untuk Belayer. Tugas dari Leader sendiri adalah membuat lintasan yang akan dilaluinya dan pemanjat berikutnya. • • • • Pengenalan Alat Dan pengenalan panjat tebing Sebelum mengenal lebih dalam lagi tentang olahraga panjat tebing.

dan 11 m. Karamantel yang baik dan masih layak dipakai bila ditekuk tidak terjadi patahan/masi membentuk lubang . static b. Digunakan untuk pemanjatan ( ebagai pengaman uatama ) yang menghubungkan pemanjat dengan pengaman. Screw gate Non Screw gate NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 61 . pnampilan ini biasanya berwarna gelap ( satu warna ). 9mm.5 mm. Screw carabiner lebih besar kegunaannya daripada non screw gate. diameter standar yang digunaan adalah 10.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR ROPE Tali yang biasa digunakan dalam pemanjatan adalah jenis karamantel yang secara umum terdapat dua macam: 1. 2. ada dua macam carabiner yaitu screw gate dan non screw gate. CARABINER Carabier adalah cincin kait yang terbuatn dari almuniam alloy yang memeliki gate. Karnmantel dynamic. Ijin maksimal beban pada tali ini hingga tali tersebut merentang pada titik adalah 25% s/d 50%. Daya lentur tali ini ingga 25% yang berfungsi sebagai peredam kejut Jika jatuh. karnmantle static Ada dua jenis karnmatel static a. Dimeter yang biasa digunakan adalah 8. super static jenis tali ini memunyai daya lentur antara 6% s/d 0%.8 mm. berfungsi sebagai pengkait dan dikaitkan. biasanya digunakan sebagai tali tetap ( fixed rope ) yang akan digunakan untuk ascending maupun descending. sedangkan yang diameter 7 mm biasanya digunakan untuk tali transfer. karena sifatnya yang static maka jenis tali ini aga keras atau kaku dibandingkan dengan jenis dyamic.

Jenis descender banyak dan pada umumnya banyak yang menggunakan jenis figure of eight atau auto stop Descender/figure of eigh Descender auto Stop Alat mekanik untuk saja dan secara otomatis mengunci.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR DESCENDER Peralatan yang digunakan untuk meniti tali keatas ( peralatan tambahan ) dan kebawah ( memberikan gesekan pada tali sehingga kecepatan turun dapat di kontrol ) serta mengemankan leader disaat membuat jalur. jenis ascender yang banyak dipakai adalah jumar dan croll. Seat Harness Full Body Harness CHALK BAG Sbagai tempat MgCo3 ( magnesium carbonat ). HARNESS ASCENDER meniti tali ke atas Peralatan yang digunakan dipakai oleh pemanjat ( leader/belayer ) untuk mengamankan tubuh ( leader/blayer ) dan akan lebih aman lagi apabila dihubungkan dengan pengaman utama ( main rope ). Ada dua macam harness yaitu full body harness dan seat harness. yang berfungsi agar tangan tidak licin karena berkeringat sehingga akan dapat membantu dalam pemanjatan. SEPATU PANJAT Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan yaitu: NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 62 .

pengaman tubuh. CHOCK STOPPER NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 63 . Biasanya terbuat dari bahan plastic khusus yang ringan an tebal. Ada beberapa jenis Pulley di antaranya Pulley mini dan Pulley Tandem. WEBBING Merupakan alat panjat yang bentuknya pipih tidak terlau kaku dan lentur dalam penggunaanya dapat berfariasi misalnya: etreyer. Pulley Mini Pulley Tandem HELMET Berfungsi untuk melindungi/mengamankan bagian kepala pemanjat. sehingga gaya tumpuannya dapat tertahan oleh bagian sepatu. sehingga dalam pemanjatan lebih aman. Soft ( lentur ) Hard ( keras ) PULLEY Mirip katrol. 2. Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya dan tajam atau tebing dengan tanggatangga kecil. sling runner. kecil dan ringan tetapi memiliki kemampuan dalam beban yang berat. Hard ( keras ) Jenis sepatu ini pada bagian bawah /telapak kaki tidak terlalu lentur/agak kaku. sling. Soft ( lentur dan fleksibel ) bagian bawahnya terbuat dari karet yang kuat dan memiliki kelenturan untuk menolong pada pijakan-pijakan yang minim di permukaan tebing dan mempunyai daya friksi yang baik.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 1.

celah pada lintasan menggantung ( over hang ) dan celah pada lintasan atap ( roof ). hanya berlainan bentuk. PAKU PITON Juga termasuk pengaman sisip yang berguna sebagai pasak. Chock ini membentuk pipih.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Merupakan pengaman sisip yang mulai dipasarkan tahun 1950-an. lebih dikenal dengan nama friend karena penggunaannya sangat mudah dan tingkat keamanannya dapat diandalkan sebagai teman pada saat memanjat. karena tipisnya pijakan dan pegangan. FRIEND Prinsip kerja alat ini jika diberi beban keeping-kepingnya akan mengembang keluar sehingga akan menimbulkan gaya tekan ke smping yang besarnya dua kali lipat gaya beban yang diterimanya. Prinsip kerjanya dimasukan kedalam celah baik yang vertical maupun yang horizontal. pada kaitnya terbuat dari wire. HEXA Secara prinsip cara kerjanya sama dengan chock stopper. Digunakan untuk celah fertikal yang menyempit kebawah. maka etrier ini sangat membantu untuk menambah NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 64 . ETRIER (TANGGA) Bila rute yang akan dilalui ternyata sulit. celah menyamping. Untuk pengaman sisip ini biasanya berbentuk round ( bulat ) dan hexagonal. Friend ini digunakan untuk menghadapi jenis-jenis celah vertical yang menyempit ke atas. celah yang melebar keluar. Prinsip kerjanya menjepit pada celah yang membentuk sudut atau menyempit. seling webbing atau karnmantle static.

NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 65 . Pada Atrificial Climbing. Berdasarkan pemakaian alat maka abseiling dapat dibagi atas : teknik tanpa karabiner (classic method) dan teknik dengan karabiner (crab method). Karenanya alat sangat diperlukan pada saat turun tebing (abseiling/rapeling). Inilah sebabnya mengapa turun lebih sulit dari pada mendaki. sehingga tanpa alat ini seorang pendaki akan sulit sekali untuk menambah ketinggian. pandangan pendaki tidak seluas atau sebebas ketika mendaki. etrier menjadi sangat vital. Cara turun dengan menggunakan tali melalui gerakan atau sistem friksi sehingga laju luncur pendaki dapat terkontrol.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR ketinggian. persoalan berikutnya adalah bagaimana turun kembali. Pada saat turun. Abseiling (Rapeling) Setelah mencapai puncak tebing.

Pembuatan waduk biasanya berkaitan dengan kepentingan pengadaan listrik tenaga air. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 66 . danau Michigan dan danau Ontario. Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Airnya asam atau payau. Akibat gempa terjadi proses patahan (fault) pada permukaan tanah. Kedung Ombo dan Gajah Mungkur di Jawa Tengah. adalah danau yang sengaja dibuat oleh manusia. dan danau Takengon di Sumatera.5. Rawa Pening. 3) Danau Tektono-Vulkanik. yaitu danau yang terdapat di daerah berbatu kapur. dan danau Towuti di Sulawesi. Contoh danau jenis ini adalah danau Toba di Sumatera Utara. kurang bagus untuk mengairi tanaman dan tidak dapat dijadikan air minum.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR BUANA AIR a. 5) Danau Glasial. b. Riam Kanan dan Riam Kiri di Kalimantan Selatan. Danau 1) Danau Tektonik. Danau jenis ini terjadi akibat adanya erosi atau pelarutan batu kapur. Ketika gunung berapi meletus. danau Tempe. Permukaan tanah yang patah mengalami pemerosotan atau ambles (subsidence) dan menjadi cekung. Danau jenis ini disebut juga Doline. danau Batur di Bali danau Kerinci di Sumatera Barat serta Kawah gunung Kelud. Rawa 1) Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian. Contoh danau jenis ini terdapat di perbatasan antara Amerika dengan Kanada yaitu danau Superior. danau Tondano. Ketika gunung meletus batuan yang menutup kawasan kepunden rontok dan meninggalkan bekas lubang di sana. yaitu danau yang terjadi akibat adanya peristiwa tektonik seperti gempa. maka tidak banyak organisme (hewan maupun tumbuhtumbuhan) yang hidup. Sedangkan rawa jenis kedua memiliki pintu pelepasan air sehingga airnya berganti. Bekas erosi membentuk cekungan dan cekungan terisi air sehingga terbentuklah danau. Contoh danau jenis ini misalnya Saguling. perikanan. danau Maninjau. yaitu danau yang terdapat pada kawah lubang kepunden bekas letusan gunung berapi. Pencairan es akibat erosi mengisi cekungan-cekungan yang dilewati sehingga terbentuk danau. berwarna merah. Rawa jenis pertama tidak memiliki pintu pelepasan air sehingga airnya selalu tergenang. 6) Waduk atau Bendungan. Danau Singkarak. 2) Danau Vulkanik atau danau Kawah. sebagian tanah/batuan yang menutupi gunung patah dan merosot membentuk cekungan. Selanjutnya cekungan tersebut terisi air dan terbentuklah danau. Contoh danau jenis ini ialah danau Kelimutu di Flores. Ketika terjadi hujan lubang tersebut terisi air dan membentuk sebuah danau. danau yang terjadi karena adanya erosi gletser. pertanian dan rekreasi. 4) Danau Karst. yaitu danau yang terjadi akibat proses gabungan antara proses vulkanik dengan proses tektonik. Selanjutnya bagian yang cekung karena ambles tersebut terisi air dan terbentuklah danau. danau gunung Lamongan di Jawa Timur. dan 2) Rawa yang airnya selalu mengalami pergantian. 2) Karena airnya asam. Kawah Bromo. Danau jenis ini contohnya danau Poso. Citarum dan Jatiluhur di Jawa Barat. Kadar keasaman air (pH) mencapai 4.

sungai resekuen dan sungai insekuen. sungai subsekuen. adalah sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. dan dari sumber mata air. Sedangkan rawa yang airnya mengalami pergantian memiliki ciri-ciri yang sebaliknya yaitu: o Airnya tidak terlalu asam. Berdasarkan debit airnya (volume airnya). b. adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es (gletser). c. Sungai Campuran. adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan atau sumber mata air. adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak. Kahayan. dari hujan. Batanghari dan Indragiri di Sumatera. ikan serta tumbuhtumbuhan rawa seperti eceng gondok.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR 3) Pada bagian dasar rawa umumnya tertutup gambut yang tebal. manfaat rawa bagi kehidupan kita antara lain: Sungai dan Jenis-jenisnya a. b. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba. a. Keberadaan rawa banyak manfaatnya bagi kehidupan kita. Barito dan Mahakam di Kalimantan. namun pada bagian hulu sungai Gangga di India (yang berhulu di Peg. dan sungai ephemeral. Sungai Permanen. Sungai Gletser. d. b. Sungai Episodik. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 67 . Himalaya) dan hulu sungai Phein di Jerman (yang berhulu di Pegunungan Alpen) dapat dikatakan sebagai contoh jenis sungai ini. sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. sungai periodik. Sungai Ephemeral. sungai dibedakan menjadi 4 macam yaitu sungai permanen. adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es. dan sungai Opak di Jawa Tengah. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Digul dan sungai Mamberamo di Papua (Irian Jaya). adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak. a. Contohnya adalah sungai-sungai yang ada di pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Sungai Subsekuen atau strike valley adalah sungai yang aliran airnya mengikuti strike batuan. Sungai Musi. Sungai Hujan. sungai obsekuen. sungai episodik. pohon rumbia dan lain-lain. adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal. o Dapat diolah menjadi lahan pertanian. c. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas. o Banyak organisme yang hidup seperti cacing tanah. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo. Sungai Konsekuen. Berdasarkan asal kejadiannya (genetikanya) sungai dibedakan menjadi 5 jenis yaitu sungai konsekuen. Contoh sungai yang airnya benar-benar murni berasal dari pencairan es saja (ansich) boleh dikatakan tidak ada. Sungai Periodik.

struktur dan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yang menutupinya. Sungai Anteseden adalah sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walaupun ada struktur geologi (batuan) yang melintang. Pola alirannya seperti pohon. jenis ini dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Radial sentrifugal. Berdasarkan pola alirannya sungai dibedakan menjadi a. Radial atau menjari. sehingga mampu menembus batuan yang merintanginya. a.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR c. adalah pola aliran yang menyirip seperti daun. Sungai Obsekuen. c. adalah sungai yang melintang. adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen. e. adalah pola aliran yang mengumpul menuju ke pusat. di mana sungai induk memperoleh aliran dari anak sungainya. Pola ini terdapat di daerah basin (cekungan) b. adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bermuara di sungai subsekuen. Sungai Superposed. Jenis ini biasanya terdapat di daerah datar atau daerah dataran pantai. adalah pola aliran yang tidak teratur. adalah pola aliran yang menyebar meninggalkan pusatnya. 2) Radial sentripetal. d. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 68 . Trellis. Dendritik. d. Berdasarkan struktur geologinya sungai dibedakan menjadi dua yaitu sungai anteseden dan sungai sungai superposed. adalah pola aliran yang membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku 90°. Rektangular. Pola aliran ini terdapat di daerah gunung yang berbentuk kerucut. Hal ini terjadi karena kekuatan arusnya. Sungai Resekuen. b. adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litologi maupun struktur geologi. Sungai Insekuen.

c. Daerah Aliran Sungai (DAS) Daerah Aliran Sungai sering disebut dengan Drainage Area. Cara lainnya yaitu tidak mendirikan bangunan di areal DAS sebagai tempat pemukiman atau keperluan lainnya. di bagian muara kadang-kadang terjadi delta serta palungnya lebar. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 69 . arah erosinya (terutama bagian dasar sungai) vertikal. adalah pola aliran di mana muara-muara anak sungainya membentuk sudut lancip. Pinate. mulai terjadi pengendapan (sedimentasi) dan sering terjadi meander yaitu kelokan sungai yang mencapai 180° atau lebih. yaitu DAS yang relatif tidak luas sehingga daya tampung airnya kecil. Bagian-bagian Sungai dan Ciri-cirinya a. adalah pola aliran sungai yang membentuk lingkaran. Bagian Hilir Bagian hilir memiliki ciri-ciri: arusnya tenang.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR e. apabila terjadi turun hujan di daerah tersebut. daya erosi kecil dengan arah ke samping (horizontal). arah erosi ke bagian dasar dan samping (vertikal dan horizontal). Sungai dengan DAS seperti ini. Tuliskan jawabanmu. DAS kurus. Bagian Tengah Bagian tengah mempunyai ciri-ciri: arusnya tidak begitu deras. b. airnya cenderung meluap bila di bagian hulu terjadi hujan deras. Anular. a. yaitu suatu DAS yang luas sehingga memiliki daya tampung air yang besar. kadang-kadang terdapat air terjun atau jeram dan tidak terjadi pengendapan. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan DAS itu. daya erosinya besar. b. 3. DAS gemuk. Sungai dengan DAS semacam ini luapan airnya tidak begitu hebat ketika bagian hulunya terjadi hujan lebat. Bagian Hulu Bagian hulu memiliki ciri-ciri: arusnya deras. daya erosinya mulai berkurang. 2. palung sungai berbentuk U (konkaf). f. atau Rivers basin atau Watershed. airnya mengalir ke sungai yang bersangkutan. banyak terjadi pengendapan. kemudian cocokkan jawaban Anda dengan jawaban berikut ini: DAS adalah daerah yang berada di sekitar sungai. Cara menjaga kelestarian DAS antara lain tidak menggunduli hutan/tanaman-tanam an di areal DAS. Sebagai tempat penampungan air hujan DAS harus kita jaga kelestariannya. Palung sungai berbentuk V dan lerengnya cembung (convecs).

h. Sumber tenaga (energy) Perairan darat dapat kita manfaatkan sebagai sumber tenaga. e. g. Contohnya lubuk Sulu. dan b. Jenis Laut a. selam. adalah laut yang terjadi karena adanya penurunan tanah di dasar laut. rawa. Pemanfaatan Perairan Darat a. akan terbentuk delta sungai. Di sekitar DAS menjadi tempat pemukiman penduduk yang padat. Lingkungan DAS semakin bertambah gundul. Majunya usaha perikanan darat di samping meningkatkan penghasilan juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat. c. Contohnya banyak sungai-sungai di pulau Kalimantan dan Sumatera yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. sehingga bagian-bagian daratan yang rendah tergenang air laut. b.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR Kerusakan DAS dapat terlihat dari adanya tanda-tanda yang berupa: a. nila dan lainlain) dapat kita jalankan berkat adanya sistem perairan darat. dan c. f. Contoh laut jenis ini adalah laut Jawa. misalnya untuk pembangkit listrik tenaga air dan sebagai sarana transportasi. Rekreasi Waduk-waduk. Contoh lainnya PT. dataran pantai (tempat bermuaranya sungai) bertambah luas. Air Minum Air yang kita minum sehari-hari baik yang berasal dari air sumur. Perikanan Darat Berbagai usaha produksi perikanan darat (seperti ikan mas. sering terjadi banjir. air PAM. lele. Perubahan permukaan ini terjadi karena naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun. b. 1. kano dan lain-lain. laut Arafuru dan laut Utara. Lubuk laut atau basin adalah penurunan di dasar laut yang berbentuk bulat. Perubahan ini terjadi pada zaman es. Olah raga air dimanfaatkan sebagai sarana olah raga seperti renang. Oleh karena itu laut ini juga sering disebut laut tanah turun. Dengan demikian kita dapat melakukan berbagai usaha pertanian dan perkebunan. air danau atau sungai dan lain-lain merupakan bagian dari perairan darat. b. Laut Transgresi (laut yang meluas). belut. lubuk Sulawesi. Bahan baku industri Pemanfaatan air sebagai bahan baku industri misalnya dalam memproduksi listrik tenaga air. Inalum di Sumatera Utara memanfaatkan air sungai Asahan dalam proses produksi aluminiumnya. 4. danau ataupun sumber-sumber air panas merupakan tempat yang dapat kita jadikan sebagai sarana rekreasi yang menarik. d. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut dan palung laut. air sungai meluap. Laut Ingresi. terjadi karena adanya perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas). Selain itu gejala alam yang akan terjadi bila DAS rusak adalah: a. lubuk Banda NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 70 . Sarana Transportasi Sistem perairan darat dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. Irigasi Perairan darat dapat kita manfaatkan sebagai sarana irigasi.

Pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga pada wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jenis kehidupan baik hewan maupun tumbuhtumbuhan. a. laut Es Utara di antara benua Asia dengan Amerika dan lain-lain. NAPAK ALAM AKAMPA NAPAK ALAM AKAMPA UNIVERSITAS MAJALENGKA UNIVERSITAS MAJALENGKA 71 . Sedangkan Palung Laut atau trog adalah penurunan di dasar laut yang bentuknya memanjang. Contohnya laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia dan kepulauan Filipina. Jenis hewan yang dapat hidup di wilayah ini sangat terbatas. adalah laut-laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan.450 m. Laut tepi (laut pinggir). d. adalah laut yang menyempit. yaitu wilayah laut yang memiliki kedalaman di atas 1800 m. Laut pedalaman. palung Jepang yang dalamnya 9. adalah laut yang terletak di antara benua-benua. adalah wilayah pantai atau pesisir atau shore. Wilayah ini tidak dapat tertembus sinar matahari. yaitu dari batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m. dan lubuk Karibia. Zona Lithoral.683 m (terdalam di dunia). Di wilayah ini pada saat air pasang tergenang air dan pada saat air laut surut berubah menjadi daratan.433 m serta palung Mariana yang dalamnya 10. b. Laut Regresi. laut Hitam dan laut Mati. Lautnya dalam dan mempunyai gugusan pulau-pulau. a. Berdasarkan kedalamannya. Zona Bathyal (wilayah laut dalam). palung Sunda yang dalamnya 7.MATERI DIKLATSAR MATERI DIKLATSAR c. Laut pertengahan. adalah laut yang terletak di tepi benua (kontinen) dan seolah-olah terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah. b. Di wilayah ini suhunya sangat dingin dan tidak ada tumbuh-tumbuhan. Zona Neritic (wilayah laut dangkal). Zone Abyssal (wilayah laut sangat dalam). Penyempitan laut banyak terjadi di pantai utara pulau Jawa.085 m. Penyempitan terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan (pasir. c. Oleh karena itu wilayah ini sering juga disebut wilayah pasang-surut. Menurut letaknya. adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman antara 150 m hingga 1800 m. lumpur dan lain-lain) yang dibawa oleh sungaisungai yang bermuara di laut tersebut. laut Natuna.Asia dan Eropa. Contohnya palung Mindanau yang dalamnya 1. c. Contohnya laut Tengah di antara benua Afrika. Contohnya laut Kaspia. oleh karena itu kehidupan organismenya tidak sebanyak yang terdapat di wilayah Neritic. selat Malaka dan laut-laut di sekitar kepulauan Riau. Contohnya laut Jawa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful