P. 1
Analisa an Jumlah Tabungan Britama

Analisa an Jumlah Tabungan Britama

4.67

|Views: 3,145|Likes:
Published by fachrez

More info:

Published by: fachrez on Jun 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original

1. Tabungan Britama

Saldo minimal pembukaan rekening tabungan Rp. 200.000

Setiap kelipatan saldo minimal per Rp. 1.000.000 mendapat

poin undian berhadiah

Perhitungan bunga atas dasar bunga harian

Biaya administrasinya Rp. 7.000/bulan

Sistem jaringan (link) nasional

2. Tabungan Simpedes

Penarikan undian berhadiah dilaksanakan 5 kali dalam

setahun

Saldo minimal pembukaan rekening tabungan sebesar Rp.

100.000

Setiap kelipatan saldo minimal Rp. 100.000 mendapat point

undian berhadiah

Perhitungan bunga, dihitung berdasarkan saldo terendah pada

transaksi satu bulan tersebut

Biaya administrasinya Rp. 3.000/bulan

12

BAB III

DATA DAN PEMBAHASAN

3.1 Gambaran Umum BRI Cabang Mataram

3.1.1 Sejarah Singkat dari PT BRI, Tbk Mataram

Dalam tahun 1894, seorang guru penduduk Banyumas

mengadakan pesta tayuban secara besar-besaran dalam rangka

mengkhitankan anaknya. Seorang Patih Banyuwangi, Raden Bei

Aria Wiraatmaja (selanjutnya disebut Patih Wiraatmaja) yang

menghadiri hajatan tersebut merasa heran, mengapa seorang guru

bisa mengadakan pesta begitu besar dan meriah. Ternyata guru

tersebut berhutang kepada seorang Tionghoa untuk membiaya

pestanya dengan bunga yang sangat tinggi.

Bahkan, kemudian diketahui bahwa beban pelunasan

hutangnya sangat tinggi di luar kemampuan dari guru tersebut. Patih

Wiraatmajdja menawarkan bantuan kepada guru tersebut

memberikan pinjaman dengan bunga rendah guna melunasi utang

guru tersebut, jangka waktu pelunasannya pun cukup panjang yakni

20 bulan, sehingga cicilan bulanannya sangat ringan dan terjangkau

oleh kemampuan sang guru.

Dengan senang hati guru tersebut menyetujui tawaran patih

Wiraatmadja. Patih menggunakan uang pribadinya untuk melunasi

hutang guru tersebut, sehingga hutang beralih pada sang patih

13

dengan uluran tangan patih, guru itu terbebas dari jeratan hutang.

Lalu patih juga menduga bukan hanya guru tersebut yang terjerat

hutang dan sang patih tidak ingin hanya menolong guru itu saja.

Setelah melakukan penelitian secara seksama ternyata kenyataannya

memperihatinkan, banyak diantara pejabat pangeran Praja atau

pegawai negeri Indonesia banyak yang terlibat hutang dengan bunga

tinggi dan menghadapi kesulitan dalam pengangsurannya.

Sehingga dikenal sebagai pegawai dan ahli keuangan yang

baik, maka patih Wiraatmaja mendapat kepercayaan untuk

mengelola keuangan kas masjid yang jumlahnya bulan April

mencapai F.4000,- (empat ribu gulden/rupiah Belanda). Dengan izin

dari E. Sieburgh, patih Wiraatmaja memperluas penggunaan kas

masjid itu untuk pinjaman kepada para pegawai negeri, para petani,

dan tukang-tukang yang terjerat hutang.

Untuk menampung angsuran dari para peminjam uang kas

masjid itu, patih pun membentuk Lembaga semacam “DEPOER

WOKERTOI CHE HULPEN SPAARBANK DER INLANDSCHE

HOOFDEN” (Bank Bantuan dan Simpan Pinjam Milik Pribumi

Purwokerto). Dengan demikian uluran tangan patih Wiraatmaja

berupa pemberian pinjaman pribadi dan kas masjid dengan angsuran

ringan tersebut mulai menimpakan bentuknya sebagai kegiatan

perbankan dan menjadi awal kegiatan “Bank Perkreditan Rakyat”

pertama di Indonesia dengan nama “HULP EN SPAARBANK DER

14

INLANDSCHE BESTUURS AMBTENAREN” (Bank Bantuan dan

Simpanan milik Pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi).

Bank tersebut kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan

tanggal 16 Desember 1895 dijadikan sebagai kelahiran BRI. Atas

jasanya tersebut diatas, maka Patih Wiraatmaja dikenal sebagai

“Bapak Perkreditan Rakyat”.

3.1.2 Struktur Organisasi PT. BRI (Persero) Tbk Cabang Mataram

Pelaksanaan kegiatan BRI Cabang Mataram akan dapat

berjalan dengan baik jika ditetapkan fungsi manajemen dengan tepat

yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,

pengawasan. Hal ini dengan adanya struktur organisasi yang

merupakan acuan atau pedoman dalam rangka memfungsikan tugas

maupun tanggung jawab masing-masing bagian dalam organisasi.

Adapun struktur organisasi BRI Cabang Mataram dapat

dilihat pada skema berikut:

15

Skema Struktur Organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Mataram

Keterangan :
( - - - ) Formasi belum terisi
- MP
- MO
- AMBM ( 1 orang)
- Teller (1 orang)
- Pegawai cadangan (1 orang)
- Petugas ADK Konsumer (1 orang)
- SPV DJS (1 orang)

AO Komersial

1. Pergianto / G.7
2. Bgs. Mariadi / G.6
3. Gde Agus S. / G.6
4. Ngr. Swariasa / G.6
5. Eka Septina
6. Irfan Firmansyah
7. Herchan BP
8. Ketut Wenten / G.6
9. L. Arfi W.
10. Kt. Iwan S/ G.5

AO Konsumer

1. Irwansyah D/G.5
2. Gde Budi W / G.5

Funding Officer

1. I D N Astawa / G.7

PEMIMPIN CABANG

M. Syafri Rozi / G.12

ADK Komersial

1. I Md. Suardana / G.4
2. SAF Putruhena / G.4
3. Eko Wijayanto / G.3

ADK Konsumer

1. Ngh Nuadi / G.4
2. Tony / Outsource
3. -

Spv. Adm. Kredit

I Kt. Santha / G.7

Spv. Pelayanan Intern

I G. Gde Narung / G.7

Sekretariat SDM

1. Rita W./Outsoure
2. B. Puji A / G.3

Logistik

H. Supratman / G.4

Arsip, IT, Laporan

Andi Anianto / G.3

Satpam PKSS

1. Mushab
2. Abd. Hamdi
3. Mutawasir
4. Kriswanto
5. Marzoan
6. Wayan Sudarma

Pengemudi PKSS

1. L. Wiraning
2. Ngh. Swarjaya
3. Solihin
4. L. Sofyan
5. Rudi Erwanto

Pramubhakti PKSS

M. Shaleh

Spv. Pelayanan DJS

Joko S/G. 5 (Pjs)

Spv. Pelayanan Kas

Joko S/G. 5 (Pjs)

Customer Service

1. Dwi Ratna / G.3
2. H. Evon K / G.4
3. Farida / Outsourc
4. Yuvun / Outsourc

Petugas Kliring

1. Istiqomah / G.4

Petugas ADM DJS

H.M. Aminullah / G.5

Teller Tunai

1. Suciati Kd. / G.4
2. Nuraeni / G.4
3. Irani Apriyanti / G.4
4. Anna Dwi A / Outsourc
5. Febriyanti / G.4
6. Ribia / G.3
7. IGA Adi S. / G.3
8. Joko S (Pjs Spv DJS)
9. -

Teller TKK

1. Riswadi / G.4
2. I Komang S / G.4

Ptgs. Adm. Unit

I Cening S / G.3

PRU

Priyono .W / G.3

Pegawai Cadangan

1. Md. Sujana / G.3
2. -

Penilik

1. L.Hasannudin/G.8
2. A. Supardi / G.8
3. W. Adi S. / G.8
4. Azhar / G. 8

BRI Unit

1. Narmada
2. Gerung
3. Bagik Polak
4. Cakranegara
5. Ampenan
6. Gunungsari
7. Airlangga
8. Kediri
9. Sweta
10. Tanjung
11. Pemenang
12. Mandalika
13. Kebok Roek
14. Pagesangan

Manager Pemasaran

- - -

Manger Operasional

- - -

Ass. Manager Operasional

I Made Rasna Tanaya / G.9

Ass. Manger Bisnis
Mikro

1. H. Rusdi / G. 9
2. -

Sumber : PT. BRI (Persero) Tbk Cabang Mataram 2009

16

Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing

bagian dalam Struktur Organisasi di atas adalah:

1. Pimpinan Kantor Cabang

Tugas dan wewenang :

a. Mempersiapkan, mengusulkan, melakukan negosiasi,

merevisi dan mengupayakan pencapaian RKA.

b. Menciptakan dan menjamin kelancaran pelayanan

operasional di kantor cabang, kanca pembantu dan BRI unit.

c. Mengidentifikasi potensi ekonomi di wilayah kerjanya,

sehingga dapat mendukung penyusunan pasar sasaran (PS),

kriteria nasabah yang dapat diterima (KND) dan rencana

pemasaran tahunan (RPT).

d. Melakukan pembinaan secara aktif dalam meningkatkan

kemampuan pegawai di Kanca, Kancapem dan BRI Unit

untuk meningkatkan kualitas setiap fungsi, seperti: fungsi

marketing, operasional dan support.

e. Menjamin bahwa seluruh transaksi yang disetujui / disahkan

telah sesuai dengan kewenangannya.

f. Menjamin ketepatan dan kebenaran pembukuan dan laporan.

g. Membina dan mengawasi kegiatan operasional di Kanca,

Kancapem, dan BRI Unit.

h. Mengelola dan mengawasi kebutuhan logistik secara efisien.

17

i. Melakukan pembinaan dan hubungan dengan nasabah

penyimpan dan peminjam Kanca, Kancapem, BRI Unit.

j. Mengembangkan bisnis perkreditan di Kanca, Kancapem dan

BRI Unit.

k. Memantau keragaan portofolio dan menetapkan tindak lanjut.

2. Manager Pemasaran

Tugas dan wewenang:

a. Mengidentifikais potensi ekonomi di wilayah kerjanya,

sehingga dapat mendukung penyusunan pasar sasaran (PS),

kriteria nasbah yang dapat diterima (KND) dan rencana

pemasaran tahunan (RPT) kanca.

b. Menyusun RPT yang menjadi tanggung jawabnya sesuai

rencana kerja anggaran (RKA), PS, dan KND Kanca.

c. Menerapkan proses kredit sesuai dengan kebijakan umum

perkreditan (KUP) BRI dan pedoman pelaksanaan Kredit

(PPK).

d. Menjamin KUP (Kebijakan Umum Perkreditan) dan PPK

(Pedoman Pelaksanaan Kredit) dilaksanakan secara benar

dan konsisten untuk mencapai keuntungan yang maksimal

dan resiko sekecil-kecilnya serta menciptakan pelayanan

yang prima.

e. Berperan serta secara aktif dalam strategi pengembangan

bisnis pelayanan Kanca.

18

f. Melaporkan masalah-masalah perkreditan kepada Pinca.

g. Berperan sebagai anggota tim penyelamatan dan

penyelesaian kredit bermasalah.

h. Melakukan pembinaan dan hubungan baik dengan nasbah

penyimpan besar dan nasabah inti kerjasama (NIK).

i. Memonitor Account Officer (AO) dalam melengkapi

dokumen-dokumen kredit yang tertunda sesuai PPKB.

3. Manajer Operasional

Tugas dan tanggung jawab:

a. Memastikan bahwa tidak terjadi transaksi dalam kurun waktu

setelah close system pada hari kerja sebelumnya sampai

dengan awal hari kerja berikutnya.

b. Memastikan bahwa semua pegawai dibawahnya telah siap

ditempatnya masing-msing dan melaksankaan flag

operational (mengaktifkan atau menonaktifkan terminal

user).

c. Mengelola kas Kanca (Rupiah dan Valas)

d. Melaksanakan tambahan kas awal hari / selama jam

pelayanan kas bagi supervisor / Teller (bagi Kanca yang

tidak ada Supervisor) dan ATM serta menerima setoran kas

dari teller / supervisor.

4. Fungsi Pelayanan Kas (Supervisor)

Tugas dan tanggung jawab:

19

a. Menyiapkan kwitansi tambahan kas Supervisor dan ATM

serta menerima uang dari AMO.

b. Menyetujui tambahan kas awal teller, membukukan dan

mendistribusikan uangnya kepada Teller.

c. Memelihara dan mengerjakan kas induk.

d. Mengisi kas ATM bersama petugas yang ditunjuk.

e. Menerima kwitansi tambahan kas atau setoran kas beserta

uangnya dari Kanca pembantu dan BRI unit yang diterima di

Kanca.

f. Meneliti keabsahan bukti kas yang diterima.

g. Membukukan seotran kas Teller pada akhir hari dan

melakukan opname kas.

h. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan

atasannya.

5. Teller

Tugas dan tanggung jawab:

a. Membuat aplikasi tambahan kas awal dan menerima uang

dari Supervisor / AMO.

b. Menerima uang setoran dari nasabah dan mencocokkan

dengan tanda setoran.

c. Meneliti keabsahan bukti kas yang diterima masuk

kelengkapan MCS sebesar dibayarkan kepada yang berhak.

20

d. Mengesahkan dalam OLSIB dan menandatangani bukti kas

atas transaksi yang melebihi batas wewenangnya.

e. Memenita pengesahan / flat bayar kepada pejabat yang

berwenang atas transaksi yang melebihi batas wewenangnya.

f. Mengelola dan menyetorkan uang fisik kas kepada

Supervisor baik selama pelayanan kas mupun akhir hari.

g. Memelihara kerjakan register perincian sisa kas.

h. Membayarkan biaya-biaya hutang, realisasi kredit dan

transaksi lainnya yang kwitansinya telah disahkan oleh

pejabat yang berwenang.

6. Fungsi Pelayanan Intern (Supervisor)

Tugas dan tanggung jawab:

a. Memastikan bahwa tugas-tugas dibidang personalia, logistik

dan keamanan di Kanca telah dilaksanakan secara efektif dan

efisien sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Mengadministrasikan semua jenis barang di Kanca dan

Kanca lain dan menyiapkan perhtingan dan bukti

pembukuannya.

c. Menyiapkan data pembayaran gaji pejabat / pegawai Kanca

lain dari PC SIM – SDM dan mengirimkan data pegawai

Kanca lain, kegiatan Kanca lain.

21

d. Memeliharakan register; aktiva tetap, penyusutan aktifa tetap,

biaya-biaya inventaris kantor yang dibeli dengan biaya

eksploitasi, kas porti dan lain-lain. Sesuai ketentuan.

e. Menindak lanjuti semua temuan audit, baik dari intern

maupun ekstern BRI.

f. Membina dan menilai kinerja semua yang menjadi

bawahannya.

g. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan

atasan.

7. Fungsi Sekretariat

Tugas dan tanggung jawab:

a. Mengagendakan surat-surat keluar dan surat-surat masuk

dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku.

b. Mengatur lalu lintas pembicaraan melalui telepon

c. Mendistribusikan semua surat-surat masuk kepada pejabat-

pejabat yang berwenang di Kanca.

d. Menyiapkan surat-surat keluar untuk diserahkan kepada

petugas ekspedisi.

e. Mengatur agenda kerja Pinca.

f. Melayani tamu-tamu yang akan bertemu dengan Pinca.

g. Mengirim surat/berita penting lainnya melalui telex /

facsimile atas perintah Pinca.

22

h. Menyiapkan konsep dan mengetik surat-surat sesuai perintah

Pinca.

i. Menyiapkan SK, SE, BPO dan lain-lain yang merupakan

arsip Kanca dan dijaga kelengkapannya.

j. Menindaklanjuti semua temuan audit, baik dari intern

maupun ekstern BRI khususnya yang berkaitan dengan

tugasnya.

k. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan

atasannya.

8. Fungsi Logistik

Tugas dan tanggung jawab:

a. Memenuhi kebutuhan logistik / supplies kepada pegawai

sesuai kebutuhan.

b. Memenuhi kebutuhan bensin, penggantian suku cadang

kendaraan dinas dan kebutuhan logistik lainnya sesuai

dengan ketentuan berlaku.

c. Mengadministrasikan semua aktiva tetap Kanca dengan tertib

dan benar.

d. Melakukan penyusunan aktiva tetap sesuai dengan ketentuan

berlaku.

e. Menyiapkan laporan-laporan di bidang logistik sesuai

permintaan Kanwil / Kanpus.

23

f. Menindaklanjuti semua temuan audit, baik dari interen

maupun ekstern BRI.

g. Melakukan tugas-tugas lain sesuai dengan instruksi dari

atasan.

9. Manajer Bisnis Mikro (MBM)

Tugas dan tanggung jawab:

a. Mengidentifikasi potensi ekonomi di wilayah kerjanya untuk

mendukung pencapaian target.

b. Membuat rencana kerja anggaran (RKA) BRI Unit.

c. Berperan serta secara aktif dalam strategi pengembangan

bisnis dan pelayanan BRI Unit, serta menjalin hubungan

secara professional dengan debitur dan pihak ketiga yang

terkait.

d. Memastikan bahwa pelayanan dan semua keluhan nasabah

atas pelayanan yang diberikan sudah ditindaklanjuti.

e. Memastikan semua laporan untuk kepentingan intern dan

ekstern telah dibuat sesuai ketentuan.

f. Melaporkan masalah-masalah perkreditan di BRI Unit

kepada Pinca.

g. Melakukan pembinaan, pengawasan dan monitoring kredit

BRI Unit yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari kredit

dicairkan sampai dengan kredit dilunasi.

h. Melakukan kegiatan pemsaran kredit, dana dan jasa.

24

3.1.3 Kegiatan Pokok PT. BRI (Persero) Tbk Cabang Mataram

Kegiatan pokok usaha yang dilakukan oleh PT. BRI

(Persero) Tbk Cabang Mataram sampai saat ini hanya 2 (dua) bentuk

usaha, antara lain:

1. Menghimpun dana dari masyarakat, yang berupa:

a. Tabungan

yaitu simpanan dari pihak ketiga kepada Bank yang

penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat-syarat

tertentu.

Adapun jenis tabungan yang diberikan oleh BRI

Cabang Mataram kepada masyarakat, antara lain:

1) Tabungan Britama

yaitu tabungan pihak ke-III yang penyetoran dan

penarikannya bebas dan transaksi uker asal / uker lain.

2) Tabungan Simpedes

yaitu simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan dalam

mata uang rupiah yang dilayani di BRI Unit / KCP /

Kanca BRI yang penyetorannya dapat dilakukan setiap

saat dimana frekuensi serta jumlah pengambilan tidak

dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.

b. Deposito

yaitu simpanan dari pihak ke-III kepada bank dimana

penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat

25

tertentu yang disepakati, tetapi tidak ditarik dengan cek,

bilyet giro dan atau lainnya yang dapat dipersamakan dengan

itu.

Adapun jenis deposito yang diberikan oleh BRI

Cabang Mataram kepada masyarakat, antara lain:

1) Deposito rupiah

yaitu simpanan berjangka dalam mata uang rupiah yang

dikeluarkan oleh BRI, dimana penarikannya hanya dapat

dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

2) Deposito Valas

yaitu siimpanan pihak ke-III berupa deposito dalam mata

uang asing yng hanya dapat diambil dalam jangka waktu

tertentu.

c. Giro

yaitu simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap

saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah

pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

Adapun jenis giro yang diberikan oleh PT. BRI

Cabang Mataram kepada masyarakat antara lain:

1) Giro BRI Rupiah

yaitu simpanan pihak ketiga dalam mata uang rupiah

yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu

26

dengan menggunakan warkat cek / bilyet giro atau surat

perintah penarikan lainnya.

2) Giro BRI Valas

yaitu simpanan dalam valuta asing pihak ketiga pada BRI

yang setiap saat dapat diambil alih oleh pemegang

rekening yang bersangkutan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->