BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Agar dapat mempertahankan kesehatan dan kehidupannya, manusia membutuhkan cairan dan elektrolit dalam jumlah dan proporsi yang tepat diberbagai jaringan tubuh hal ini disebut dengan serangkaian manuver fisika kimia yang kompleks. Air menempati proporsi yang besar dalam tubuh seseorang dengan berat badan 70 kg bisa memiliki sekitar 50 liter air dalam tubuhnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit yaitu usia fariasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh, metabolisme yang diperlukan dan berat badan. Temperatur lingkungan panas yang berlebih mengakibatkan berkeringat, seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15 – 30 gram/hari. Diet pada saat tubuh kekurangan nutrisi, tubuh akan memecah cadangan energi, proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari intestial ke intra seluler. Stress dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel, konsentrasi darah dan glikolisin otot. Mekanisme ini dapat menimbulkan referensi sodium dan air proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine.

B. Tujuan 1. Tujuan umum Mahasiswa dapat asuhan keperawatan pada pasien sesuai dengan manajemen keperawatan menurut Helen Varney. 2. Tujuan Khusus Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. ”A” dengan Hemoroid diharapkan mahasiswa mampu. a. Melakukan pengkajian data b. Mengidentifikasi diagnosa masalah dan kebutuhan c. Merumuskan suatu tindakan yang komprehensif d. Melaksanakan suatu tindakan sesuai rencana e. Mengevaluasi pelaksanaan asuhan kebidanan

C. Manfaat Penulis a. Bagi klien Agar mereka mengetahui bahwa hemoroid merupakan masalah dalam tubuh karena dapat mempertinggi resiko infeksi b. Bagi penulis Mendapat pengalaman serta dapat menerapkan teori manajemen menurut Helen Varney dalam praktik kebidanan c. Bagi institusi Sebagai bahan kepustakan bai yang membutuhkan asuhan keperawatan dan perbandingan pada penanganan kasus hemoroid.

D. Cara pengumpulan data a. Wawancara Wawancara langsung dengan pasien b. Studi dokumentasi Melengkapi data sesuai dengan format yang ada c. Observasi Melakukan pengamatan langsung dan pemeriksaan fisik pada pasien

metabolisme yang diperlukan dan berat badan. seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15 – 30 g/hari c. Temperatur lingkungan Panas yang berlebih menyebabkan berkeringat. Mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air proses ini dapat meningkatkan produksi ADH. Definisi Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespon terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Cairan dan elektrolit saling berhubungan. tubuh akan memecah cadangan energi. 2007 : 71) C. Stress Stress dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel. Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh. Wahid Iqbal Mubarok. Tarwoto dan Martonah. (Kebutuhan Dasar Manusia. Air menempati proporsi yang besar dalam tubuh seseorang dengan berat badan 70 kg bisa memiliki sekitar 50 l air dalam tubuhnya. manusia membutuhkan cairan dan elektrolit dalam jumlah dan proporsi yang tepat di berbagai jaringan tubuh hal ini disebut dengan serangkaian manuver fisika kimia yang komplek. proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstial ke intraseluler.BAB II TINJAUAN PUSTAKA KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT A. . Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit a. ketidakseimbangan yang terdiri sendiri jarang terjadi dalam bentuk kelebihan dan kekurangan. b. 2007 : 70) B. Wahid Iqbal Mubarok. 2003 : 29) Agar dapat mempertahankan kesehatan dan kehidupan. (Kebutuhan Dasar Manusia. Diet Pada saat tubuh kekurangan nutrisi. Pengaturan Volume Cairan Keseimbangan cairan dalam tubuh dihitung dalam keseimbangan antara jumlah cairan yang masuk dan jumlah cairan yang keluar. (Kebutuhan Dasar Manusia. konsentrasi darah dan glikolisis otot. d.

Cairan dalam ginjal disaring pada glomerulus dan dalam tubulus ginjal untuk kemudian diserap kembali ke dalam aliran darah hasil ekskresi. maka curah jantung menurun. reseptor atrium jantung kiri dan kanan mengirim impuls ke otak. sebanyak + 1500 cc/hari pada orang dewasa. Asupan Cairan Asupan cairan untuk kondisi normal pada orang dewasa adalah + 2500 cc/hari. Hal ini juga dihubungkan dengan banyaknya asupan air melalui mulut dan pengeluaran air dari ginjal mudah diukur. 2. . Jumlah air yang paling banyak keluar berasal dari ekskresi ginjal (berupa urine). asam laktat. dalam kondisi normal adalah + 2300 cc. menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah. Keringat Keringat terbentuk bila tubuh menjadi panas akibat pengaruh suhu yang panas. asupan cairan dapat berlangsung berupa cairan / ditambah dari makanan lain. Pengeluaran cairan dapat dilakukan pula melalui kulit dan saluran pencernaan (berupa feses). urea. khususnya pasien luka bakar atau luka besar lainnya. Diperlukan adanya perhatian khusus.a. b. Proses ini merupakan proses pengeluaran tubuh yan utama. Pada kasus seperti ini bila volume urine yang dikeluarkan < 500 cc/hari. Hasil-hasil pengeluaran cairan adalah : 1. jumlah pengeluaran cairan (melalui penguapan) meningkat sehingga sulit diukur. Apabila terjadi ketidakseimbangan cairan tubuh dimana asupan kurang/adanya perdarahan. Jika terjadi penurunan volume dalam sirkulasi darah. Urine Pembentukan urine terjadi di ginjal dan dikeluarkan melalui vesika urinaria (kandung kemih). kemudian otak kembali ke ginjal dan memroduksi ADH sehingga mempengaruhi pengeluaran urine. Pengeluaran cairan Pengeluaran cairan sebagai bagian dalam mengimbangi asupan cairan pada orang dewasa. Terakhir proses ini adalah urine. Pengeluaran cairan dapat dikategorikan pula sebagai pengeluaran cairan yang tidak dapat diukur. Pengaturan mekanisme keseimbangan cairan ini menggunakan mekanisme haus yang berpusat pada hipotalamus. Keringat banyak mengandung garam. dan ion kalium.

maka pemberian plasma akan mempertahankan volume darah. kalori yang terdapat pada cairan nutrien dapat berkisar 200 – 1500 kalori / liter. Lemak contoh : lipomul dan liposyn 2. Pergerakan cairan tubuh Mekanisme pengeluaran cairan tubuh melalui 3 proses yaitu : a) Difusi adalah proses dimana partikel yang terdapat dalam cairan bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sampai terjadi keseimbangan. melalui membran semi permiebel dari larutan yang berkonsentrasi lebih rendah kekonsentrasi lebih tinggi yang sifatnya menarik. . konsentrasi larutan dan konsentrasi. c) Transport aktif. Karbohidrat dan air contoh : dextrose (glikosa). Jenis Cairan 1. 2007 : 72) D. c. aminosol dan travanim c. a. Asam amino. Apabila keadaan darah sudah tidak sesuai. Blood volume expenders Merupakan bagian dari jenis cairan yang berfungsi meningkatkan volume pembuluh darah setelah kehilangan darah atau plasma. Jika cairan yang keluar melalui feses jumlahnya berlebihan. b) Osmosis adalah bergeraknya pelarut bersih seperti air. Pengeluaran air melalui feses merupakan pengelaran cairan yang paling sedikit jumlahnya. maka dapat mengakibatkan tubuh menjadi lemas dengan ratarata pengeluaran cairan melalui feses adalah 100 mil/hari.3. Cairan dan elektrolit didfusikan menembus membran sel. bahan bergerak dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi karena adanya daya tarik dari tubuh seperti pompa jantung (Kebutuhan Dasar Manusia. Wahid Iqbal Mubarok. contoh : amigen. cairan nutrien (zat gizi) melalui intravena dapat memenuhi kalori ini dalam bentuk karbohidrat. Cairan nutrien Pasien yang istirahat di tempat tidur memerlukan sebanyak 450 kalori setiap harinya. cairan nutiren terdiri dari. Feses Feses yang keluar mengandung air dan sisanya berbentuk padat. kecepatan difusi dipengaruhi oleh ukuran molekul. misalnya pasien dalam kondisi perdarahan berat. nitrogen dan vitamin yang penting untuk metabolisme. levalose (fruktosa) invert (sugar) (1/2 dextrose dan ½ levulose) b.

5 mEg / liter 5. karena ion K+ dapat diubah menjadi ion hidrogen 3. Wahid Iqbal Mubarok. Chlorida Terdapat pada cairan ekstrasel dan intrasel normalnya sekitar 95 – 105 Eg/liter. pengaturan keseimbangan asam basa. pembekuan darah dan pembentukan tulang dan gigi. tubuh akan mengalirkan cairan keluar sel. Hipovolemi atau dehidrasi Kekurangan cairan eksternal terjadi karena penurunan asupan cairan dan kelebihan pengeluaran cairan. 2007 : 75) F. aldosteron dan pengeluaran urine normalnya sekitar 35 – 45 mEg/lt 2. Pengaturan elektrolit 1. 6. Natrium (sodium) Merupakan kation paling banyak yang terdapat pada cairan ekstrasel Na+ mempengaruhi keseimbangan air.5 – 2. Fosfat Merupakan amnion buffer dalam cairan intrasel dan ekstrasel Berfungsi untuk meningkatkan kegiatan neuromuskuler Pengaturan oleh hormon parathyroid (Kebutuhan Dasar Manusia. sintesa protein. konduksi jantung. hantaran impuls saraf dan konsentrasi otot Sodium diatur oleh intake garam. Kalsium Berguna untuk integritas kulit dan struktur sel. . Magnesium Merupakan kation terbanyak kedua pada cairan intrasel Sangat penting untuk aktivitas enzim neurochemia dan muscular excibility nilai normalnya sekitar 1. Kalium (Postassium) Merupakan kation utama cairan intrasel Berfungsi sebagai excitability neuromuskuler dan kontraksi otot Diperlukan untuk pembentukan glikogen. Tubuh akan merespons kekurangan cairan tubuh dengan mengosongkan cairan vasculer sebagai kompensasi akibat penurunan cairan interstial. Masalah Keseimbangan Cairan a. Bikarbonat HCO3 adalah bufer kimia utama dalam tubuh dan terdapat pada cairan ekstrasel dan intrasel Bikarbonat diatur oleh ginjal 7.E. 4.

Kehilangan cairan mencapai > 10% BB 2.Pengosongan cairan ini terjadi pada pasien diare dan muntah. Hipervolume atau overdehidrasi Terdapat dua manifestasi yang ditimbulkan akibat kelebihan cairan yaitu hipervolume (peningkatan volume darah dan edema (kelebihan cairan pada interstial). Dehidrasi ringan. pitting edema merupakan edema yang berada pada darah perifer atau akan berbentuk cekung setelah ditekan pada daerah yang bengkok. Mata cekung 3. Dehidrasi sedang. tetapi sering karena infeksi dan trauma yang menyebabkan membekunay cairan pada permukaan jaringan. Turgor kulit gemuk e. Nadi dan pernapasan meningkat g. tetapi elsatsi dan hanya terdapat diantara jaringan. Dehidrasi isotonik. Serum natrium mencapai 152 – 158 mEg/liter c. Dehidrasi berat dengan ciri-ciri a. terjadi jika tubuh kehilangan sejumlah cairan secara seimbang 2. hal ini disebabkan oleh perpindahan cairan ke jaringan melalui titik tekan. Kelebihan cairan vasculer meningkatkan hidrostatik cairan dan akan menekan cairan ke permukaan interstitial. Oliguria f. nonpitting edema tidak menunjukkan tanda kelebihan cairan ekstrasel. Kehilangan cairan 2 – 4 liter atau antara 5 – 10% BB b. Dehidrasi hipertonik. Dehidrasi hipotonik. terjadi jika tubuh kehilangan lebih banyak air daripada elektrolit 3. (Kebutuhan Dasar Manusiam Wahid Iqbal Mubaroq. dengan ciri-ciri a. Cairan dalam jaringan yang edema tidak digerakkan ke permukaan lain dengan penekanan jari. Ada 3 macam kekurangan volume cairan interstial yaitu : 1.5 – 2 liter b. dengan ciri-ciri kehilangan cairan mencapai 5% BB atau 1. Pengeluaran atau kehilangan cairan sebanyak 4 – 6 liter b. Serum natrium mencapai 159 – 166 mEg/liter c. terjadi jika tubuh kehilangan lebih banyak elektrolit dari pada air Macam-macam dehidrasi berdasarkan derajatnya : 1. 2007 : 70) . Hipotensi d. Normalnya cairan interstial tidak terikat dengan air.

yaitu hemoroid internal. Terdapat berbagai tipe tindakan nonoperatif untuk hemoroid. laksatif yang berfungsi mengobservasi air saat melewati usus dapat membantu. untuk meletakkan mukosa ke otot yang mendasarnya.. Keperawatan Medical Bedah. Injeksi larutan sklerosan juga efektif untuk hemoroid berukuran kecil dan berdarah. Hemoroid eksternal dihubungkan dengan nyeri hebat akibat inflamasi dan edema yang disebabkan oleh trombosisi. prosedur ini mencegah prolaps. dan sering menyebabkan perdarahan berwarna merah terang saat defekasi. 2002 : 56) C. Keperawatan Medical Bedah. Tindakan bedah konservatif hemoroid internal adalah prosedur ligasi pita karet. Hemoroid internal tidak selalu menimbukan nyeri sampai hemoroid ini membesar dan menimbulkan perdarahan atau prolaps.HEMOROID A. Penatalaksanaan Gejala hemoroid dan ketidaknyamanan dapat dihilangkan dengan hygiene personal yang baik dan menghindari mengejan berlebihan selama devekasi. Fotokoagulasi inframerah. Terjadi fribosis dan mengakibatkan mukosa anal bawah turun dan . Manifestasi klinis Hemoroid menyebabkan rasa gatal dan nyeri. Hemoroid diklasifikasikan menjadi dua tipe. Bagian distal jaringan pada pita karet menjadi nekrotik beberapa hari dan lepas. Diet tinggi serat yang mengandung buah sekam mungkin satu-satunya tindakan yang diperlukan : bila tindakan ini gagal.Suzzane C. yaitu hemoroid yang terjadi diatas sfinter anal sedangkan yang muncul diluar sfingter anal disebut hemoroid eksternal. rendah duduk dengan saleb. Prolaksimal di atas garis mukokutan dipegang dengan alat pita karet kecil kemudian diselipkan di atas hemoroid. 2002 : 55) B. Pengertian Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal. (Smoltzer. Hemoroid sangat umum terjadi pada usia 50-an. Trombosis adalah pembekuan darah dalam hemoroid ini dapat menimbulkan nyeri sampai hemoroid ini membesar dan menimbulkan iskemia pada urea tersebut dan nekrosis. (Smoltzer. dan suposutoria yang mengandung anestesi astrigen dan tirah baring adalah tindakan yang memungkinkan pembesaran berkurang. 50% individu mengalami berbagai tipe hemoroid berdasarkan luasnya vena yang terkena.Suzzane C. Hemoroid dilihat melalui anosob dan bagian. diatermi bipolar.. Kehamilan diketahui mengalami atau memperberat adanya hemoroid.

yang harus diatasi dengan bedah. Setelah prosedur operatif selesai.com E. Jenis-jenis atau Macam-macam Wasir / Hemoroid Wasir atau ambien ada 2 macam. dapat dilakukan untuk mengangkat yang tidak begitu luas. selama pembedahan. Metode pengobatan hemoroid tidak efektif untuk vena trombosis luas. Biasanya wasir ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan pada pinggri anus yang terasa sakit dan gatal. Sedangkan wasir luar merupakan varises di bawah otot yang umurnya berhubungan dengan kulit. selang kecil dimasukkan melalui sfingter untuk memungkinkan keluarnya flatus dan darah. (Keperawatan Medikal Bedah. dapat dilakukan untuk mengangkat semua jaringan sisa yang terlibat dalam proses ini. Hemonodektomi krioslurgi adalah metode untuk mengangkat hemoroid dengan cara membekukan jaringan hemoroid selama waktu tertentu sampai timbul nikrosis. Hemoreidektomi atau eksisi bedah. Diare menahun . namun pasien lain merasakan tindakan ini menyebabkan nyeri dan mengakibatkan hemoroid sekunder dan infeksi perianal. Hal-hal atau faktor pemicu yang menyebabkan terjadinya hemoroid atau wasir Wasir dapat diakibatkan oleh hal-hal sebagai berikut sehingga perlu diwaspadai dan dehidrasi 1. Terlalu banyak duduk 2. penempatan gelfoan atau kasa oxygen dapat diberikan di atas luka anal. Pada wasir dalam terdapat pembuluh darah pada anus yang ditutupi oleh selaput lendir yang basah. Meskipun hal ini relatif kurang menimbulkan nyeri.melekat pada otot dasar meskipun tindakan ini memuaskan bagi beberapa pasien. www. wasir dalam dan wasir luar. prosedur ini tidak digunakan dengan luas karena menyebabkan keluarnya rabas yang berbau sangat menyengat dan luka yang ditimbulkan lama sembuhnya. sfingter nektal biasanya didilatasi secara digital dan hemoroid diangkat dengan klem dan kater atau dengan ligasi dan kemudian dieksisi. Bruner dan Suddarth) D.midewife-zietralmart-zone. Tindakan ini cepat dan kurang menimbulkan nyeri hemoragi dan abses jarang menjadi komplikasi pada periode pasca operatif. Laser Nd : YAG telah digunakan saat ini dalam mengeksisi hemoroid eksternal. Jika tidak ditangani bisa terlihat muncul menonjol keluar seperti wasir.

Hubungan sex yang tidak lazim 6.3. Jangan menahan kencing dan berak 8. Jalankan pola hidup sehat 2. Kehamilan ibu hamil yang diakibatkan perubahan hormon 4. Jangan suka menggosok anus berlebihan 9. minum-minuman keras. Hindari terlalu banyak duduk atau nongkrong di WC / toilet 5.midewife-zietralmart-zone. Penyakit yang membuat mengejan penderita 7. Penekanan kembali aliran darah vena (www. Mengatasi.com) F. Jangan merokok. Keturunan penderita wasir 5. Makan-makanan berserat 4. Minum air yang cukup 7.midewife-zietralmart-zone. Minum obat sesuai anjuran dokter (www.com) . Sembelit / konstipasi. mengobati dan menyembuhkan wasir / hemoroid Untuk menghilangkan wasir secara total sebaiknya anda menjalankan beberapa tips menyembuhkan wasir serta melakukan konsultasi dengan dokter 1. obstipasi menahun 8. Olahraga secara teratur 3. narkoba dan lain-lain 6.

Pengkajian Keperawatan 1. 2. klorida. lidah. seperti sistem intergumen (status turgor kulit. Diagnosis Keperawatan 1. sistem penglihatan (kondisi dan cairan mata) sistem neurologi (gangguan sensorik atau motorik. 3. seperti sakit. kalium. berat. dan adanya reflek) dan sistem gastrointestinal (keadaan mukosa mulut. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan : Pengeluaran urine secara berlebnihan akibat penyakit diabetes mellitus atau lainnya Peningkatan permeabilitas kapiler dan hilangnya evaporasi pada pasien luka bakar atau meningkatnya kecepatan metabolisme Pengeluaran cairan secara berlebihan Asupan cairan yang tidak adekuat Perdarahan 2. panentreal. muntah atau pengeluaran lainnya. Riwayat Keperawatan Pengkajian keperawatan pada masalah kebutuhan cairan dan elektrolit meliputi jumlah asupan cairan yang dapat diukur mellaui jumlah pemasukan secara oral. Faktor yang berhubungan Faktor yang berhubungan melalui faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kebutuhan cairan. fases. lingkungan dan penggunaan obat. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan : Penurunan mekanisme regulator akibat kelainan pada ginjal . Pemeriksaan laboratorium atau diagnostik lainnya Pemeriksaan laboratorium dan diagnostik lainnya dapat berupa pemeriksaan kadar elektrolit (natrium. status kesadaran. dan edema) sistem kardiovaskuler (adanya distensi vena jugularis). diet. dan bising usus) 4. analisis gas darah dan lain-lain) B. Pengkajian fisik Pengkajian fisik meliputi sistem yang berhubungan dengan masalah cairan dan elektrolit. status kehilanbgan atau kelebihan cairan. dan perubahan berat badan yang dapat menentukan tingkat dehidrasi. jumlah pengeluaran dapat diukur melalui jumlah produksi urine. atau enteral. jenis urine.ASUHAN KEPERAWATAN MENURUT TEORI A. tekanan darah dan bunyi jantung.

Anjurkan cara mempertahankan keseimbangan cairan D. maka anjurkan pasien untuk istirahat dengan posisi telentang. urine. Lakukan mobilisasi melalui pengaturan posisi 4. kreatinin. lakukan : Pengurangan faktor penyebab kelebihan volume cairan dengan cara melihat kondisi penyakit pasien terlebih dahulu. Apabila akibat bendungan aliran pembuluh darah. kecuali ada kontra indikasi Kurangi kontradikis pembuluh darah seperti pada penggunaan kaos lalki yang ketat 3. hematrokit dan Hb Hilangkan faktor penyebab kekurangan volume cairan. posisi kaki ditinggikan. Perencanaan Keperawatan Tujuan : Mempertahankan volume cairan dalam keadaan seimbang Rencana tindakan : 1. Pemberian cairan melalui infus Pemberian cairan melalui infus merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan dengan cara memasukkan cairan melalui intravena dengan bantuan infus set. seperti muntah dengan cara memberikan minum secara sedikit-sedikit tapi sering atau dengan memberikan teh Bila kelebihan volume cairan. serum. Pelaksanaan (Tindakan) Keperawatan 1.- Penurunan curah jantung akibat penyakit jantung Gangguan aliran balik vena akibat penyakit vaskuler periver atau trombus Retensi natrium dan air akibat terapi kortikosteroid Tekanan osmetik koloid yang rendah C. bertujuan memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit serta sebagai tindfakan pengobatan dan pemberian makan . Monitor jumlah asupan dan pengeluaran cairan serta perubahan status keseimbangan cairan 2. atau tinggikan ekstrimitas yang mengalami edema diatas posisi) jantung. osmolaritas. Pertahankan keseimbangan cairan Bila kekurangan volume cairan lakukan : Rehidrasi oral atau parenteral sesuai dengan kebutuhan Monitor kadar elektrolit darah seperti uria netrogen darah.

tarik jarum infus dan hubungkan dengan selang infus 12. desinfeksi daerah yang akan ditusuk 9. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 3. isi cairan ke dalam infus set dengan menekan bagian ruang tetesan hingga selang terisi dan udaranya keluarga 5. gunakan sarung tangan 8.Alat dan bahan 1) standat infus 2) infus set 3) cairan sesuai dengan kebtuhan pasien 4) jarum infus / abocath atau sejenisnya sesuai dengan ukuran 5) pengalas 6) pembendung 7) kapas alkohol 70% 8) plester 9) gunting 10) kasa steril 11) BetadineTM Prosedur kerja : 1. Dewasa Tetesan/menit = Contoh : jumlah cairan yang masuk lamanya inf us ( jam) x3 . lakukan pembendungan dengan tormiquet 7. cek apakah sudah mengenai vena (cirinya adalah darah keluar melalui jarum infus dan hubungkan dengan selang infus) 11. cuci tangan cara menghitung tetesan infus 1. lakukan desinfeksi dengan betadineTM dan tutup dengan kasa steril 14. beri tanggal dan jam pelaksanaan infus pada plester 15. Hubungkan cairan dan infus set dengan menusukkan ke dalam botol infus (cairan) 4. buka tetesan 13. Cuci tangan 2. lakukan penusukan dengan arah jarum ke atas 10. letakkan pengalas 6.

maka tetesan per menit adalah : Jumlah tetesan/menit = 2. maka tetesan per menit adalah : Jumlah tetesan/menit = 2.Seorang pasien dewasa memerlukan rehidrasi dengan 500 ml (1 botol) infus dalam satu hari. Kasa steril 12.9% dan transfusi set dengan cara menusukkan 250 = 125 tetes mikro / menit 2 jumlah cairan yang masuk lama inf us ( jam) 500 = 7 tetes / menit 24 x3 . Plester 11. Darah sesuai dengan kebutuhan pasien 5. NaCl 0. Jarum infus /abocath atau sejenisnya sesuai dengan ukuran 6.9% 4. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 3. Pembendung 8. Anak Tetesan/menit = Contoh : Seorang pasien neonatus memerlukan rehidrasi dengan 250 ml infus dalam waktu 2 jam. Alkohol 70% 10. Transfusi darah Transfusi darah merupakan tindakan keperawatran yang dilakukan pada pasien yang membutuhkan darah dengan cara memasukkan darah melalui vena dengan menggunakan alat transfusi sel. Alat dan bahan 1. Transfusi set 3. sarung tangan Prosedur kerja 1. Kapas 9. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan darah dan memperbaiki perfusi jaringan. betadine 13. Standar infus 2. Cuci tangan 2. Pengalas 7. Hubungkan cairan NaCl 0.

Evaluasi Keperawatan Evaluasi terhadap gangguan kebutuhan cairan dan elektrolit secara umum dapat dinilai dan adanya kemampuan dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit dengan ditunjukkan oleh adanya keseimbangan antara jumlah asupan dan pengeluaran. Letakkan pengalas 6. Lakukan desinfeksi dengan betadine dan tutup dengan kasa steril 14. (Kebutuhan Dasar Manusia. kurang lebih 15 menit. Lakukan penusukan dengan arah jarum ke atas 10. Tarik jarum infus dan hubungkan selang infus dengan selang transfusi 12. Cek apakah sudah mengenal vena (cirinya adalah darah keluar melalui jarum infus / abocath) 11. tidak terjadi. ganti dengan darah yang sudah disiapkan 16. jenis golongan darah dan tanggal kadaluwarsa 17. dan lain-lain. berat badan sesuai dengan tinggi badan atau tidak ada penurunan. Setelah nacl 0. Azis Alimul H. A. identitas pasien. Lakukan observasi tanda-tanda vital selama pemakaian transfusi 18. Gunakan sarung tangan 8. Buka tetesan 13. turgor kulit baik. Sebelum dimasukkan terlebih dahulu cek warna darah. Beri tanggal dan jam pelaksanaan infus pada plester 15. Lakukan pembendung dengan tourniquet 7.4.9% ke dalam transfusi set dengan menekan bagian ruang tetesan hingga ruangan tetesan terisi sebagian dan buka penutup hingga selang terisi dan udaranya keluar 5. 2006 : 31) . Isi cairan NaCl 0.9% masuk. edema. nilai elektrolit dalam batas normal. Cuci tangan E. Desinfeksi daerah yang akan ditusuk 9.

jam 16. Identitas Klien Nama Umur Pendidikan Status Agama Suku / bangsa Alamat MRS No. : Penanggalan.00 Penanggung Jawab (suami) : Tn.00 WIB b. Riwayat Kesehatan sekarang Pasien mengatakan nyeri pada perut dan nyeri pada anus pada tanggal 10 Juli 2009 Jam 14. HIV. Riwayat kesehatan keluarga Pasien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menahun. hipertensi dan lain-lain. Mojoagung Jombang . 3. menurun dan menular seperti TBC. HIV. menurun dan menular seperti TBC. PENGKAJIAN A. saat BAB dan kemudian dibawa ke puskesmad Mojoagung pada tanggal 10 Juli 2009 karena pasien mual dan muntah pasien dirujuk ke Bapelkes RSD Jombang pada tanggal 10 Juli 2009.BAB III TINJAUAN KASUS I. c. jantung dan lain-lain. jantung. “A” : 51 tahun : SD : menikah : Islam : Jawa / Indonesia : Penaggalan Mojoagung Jombang : 10 Juli 2009 : 235939 : 17 Juli 2009 Jam : 11. Riwayat Kesehatan Yang Lalu Pasien mengatakan tidak pernah menderita penyakit menahun. Riwayat Kesehatan a. DM.00 WIB. MRS Tanggal Pengkajian : Ny. Data Subyektif 1. Keluhan Utama Pasien mengatakan tidak nafsu makan disertai mual muntah. DM.00 WIB Jam : 16. ”K” Alamat 2.

menu nasi. Pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah menggunakan obatobatan terlarang 5. Pola eliminasi Saat sehat : BAK BAB Saat sakit : BAK : 3-4x/hari. Pasien mengatakan tidak pernah merokok b. lauk.4. lauk. menu nasi. Pola Nutrisi Saat sehat : makan minum Saat sakit : makan sedang minum 8. bau khas. menu nasi. lauk. porsi . teh) : 3x/hari. porsi sedang : + 7 jam dengan kualitas tidur nyenyak tentu kadang tidak bisa tidur karena merasakan nyeri pada anus 7. Pasien mengatakan tidak pernah minum alkohol c. keras : 2-3x/hari. Pola Aktivitas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aktivitas Mandi Berpakaian/dandan Mobilisasi di tempat tidur Pindah Ambulasi Naik tangga Belanja Memasak Merapikan tempat tidur Skala ADL Keterangan : 0 1 2 3 4 : mandiri : dibantu sebagian : perlu bantuan orang lain : perlu bantuan orang lain dan alat : tergantung / tidak mampu 0 Saat sehat 1 2 3 4 0 Saat sakit 1 2 3 4 Jumlah : 0 Jumlah : 3 6. warna kuning jernih : 1x/hari. warna kuning jernih : 6-7 gelas/hari (air putih) : 3x/hari. sayur. Pola Istirahat dan Tidur Saat sehat : makan malam Saat sakit : tidak : + 3x/hari. warna kuning. Pola fungsi kesehatan a. porsi sedang : 3-4 gelas/hari (air putih.

ganti baju. Konsep diri Pasien menerima keadaannya dengan ikhlas Ideal diri Pasien percaya bahwa sakitnya akan sembuh Peran Selama sakit pasien kehilangan perannya sebagai ibu Harga diri Selama sakit harga diri menurn karena tidak bisa menjalankan peranannya dengan baik Identitas diri Pasien adalah seorang ibu rumah tangga b. Psikososial a. ganti baju 1x/hari 10. Data Objektif 1. gosok gigi 1x/hari beliau pernah keramas. Pemeriksaan fisik a. Personal hygiene Saat sehat : 2x/hari. Keadaan umum Kesadaran 2. hijau konsistensi : mandi 2x/hari. gosok gigi 2x/hari. Inspeksi Kepala : rambut hitam beruban. Tanda-tanda vital Tekanan darah Nadi Suhu Respirasi 3. keramas 1x/2 hari. pakaian dalam 2x/hari Saat sakit : mandi diseka pagi dan sore. Sosial interaksi Interaksi dengan lingkungan baik Gaya hidup sederhana B.6oC : 20x/menit : lemah : composmentis . warna kuning. penyebaran rambut merata Muka : tidak oedem : 100/80 mmHg : 86x/menit : 35.BAB lunak 9.

Jam 08. Auskultasi Dada Abdomen d. Palpasi Kepala Leher Abdomen Intergumen c. tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi Dada Axilla Genetalia : mukosa bibir.00 WIB dan Tanggal 15 Juli 2009 Jam 09. tidak ada benjolan : tidak ada benjolan : tidak terpasang kateter mengeluarkan urine berwarna kuning. sedikit kotor. Data Penunjang a. tidak ada kelumpuhan b.7 g/dl 4700-10.Mata : simetris. benjolan pada anus Intergumen : simetris.000 c/mm : kembung : tidak ada ronchi dan tidak ada wheezing : kembung : tidak ada nyeri tekan.000 nilai normal 11.00 WIB Hasil Hemoglobin Lekosit LED Trombosit b.4 5. W : 20 mm/jam 150. terpasang infus di tangan kanan Intergumen : warna sawo matang. tidak ada benjolan : simetris tidak ada benjolan kelenjar tyroid : nyeri tekan pada abdomen bagian kiri : penurunan turgor kulit . tidak bersekret. lembab Ekstrimitas bawah : tidak ada oedem.500 70/120 238. Terapi pengobatan Infus RL 1000 cc / hari 20 tetes/menit Transfusi darah golongan B 2x. kurang bersih. gigi kotor : simetris. Hasil laboratorium Tanggal 14 Juli 2009.300/cnm P < 15. Perkusi Reflek patella +/+ Abdomen C.4 – 17.00 WIB 7. tanggal 14 Juli 2009 Jam 14. konjungtiva pucat. tidak ada oedem.000-350. kelopak mata bisa mmebuka dan menutup secara spontan Hidung : simetris.

00 WIB II.4 dl Pemeriksaan Fisik Inspeksi Mata Ekstrimitas atas Genetalia : konjungtiva pucat : terpasang infus RL tangan kanan : tidak terpasang kateter mengeluarkan urine berwarna kuning.6oC : 20x/menit : lemah : komposmentis Hasil laboratorium Hemoglobin 7. benjolan pada anus Masalah : kurangnya kebutuhan cairan dan elektrolit sehubungan dengan output berlebih III. Intervensi Diagnosa : Gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sehubungan dengan hemoroid Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan masalah teratasi Kriteria hasil : Keadaan umum : baik Mual muntah berkurang BAB lancar .Cefotaxime 3 x 1 gr Pronalges (ketoprafen 100 mg) 1 x tanggal 15 Juli 2009 Jam 21. Identifikasi Diagnosa Masalah dan Kebutuhan Diagnosa : Gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sehubungan dengan hemoroid Ds : Pasien mengatakan tidak nafsu makan disertai mual muntah dan BAB disertai darah Do : Keadaan umum Kesadaran TTV : TD N S RR : 100/80 mmHg : 86x/menit : 35.

Menganjurkan pasien untuk minum banyak 4. Observasi TTV 3. Implementasi Nama Tanggal Jam Diagnosa : : : : Ny “A” 17 Juli 2009 11. hati. Memberikan terapi yang tepat untuk mempercepat penyembuhan IV. Melakukan pendekatan dengan pasien 2. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga 2. buah-buahan dan sayur-sayuran.5oC : 18 – 24 x/menit Intervensi : 1. .30 WIB Gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sehubungan dengan hemoroid Implementasi : 1. Untuk memenuhi kebtuhan cairan 4. Membantu dalam menentukan penyebab distrosgaster 6. Membina hubungan saling percaya antara pasien dan tenaga kesehatan 2. Anjurkan pasien untuk minum banyak 4. bayam. Pemeriksaan dapat mendeteksi lebih awal adanya resiko dan komplikasi 3. Kolaborasi dengan tim medis Rasional 1. Anjurkan pasien untuk makan makanan yang banyak mengandung zat besi dan serat seperti buah-buahan dan sayur. Mencatat karakteristik muntah 6. Mengobservasi TTV 3. Menganjur pasien untuk makan makanan yang mengandung zat besi dan serat seperti sayur bayam. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan serat 5.TTV normal TD N S RR : 120/80 mmHg : 80x/menit : 36. hati dan lain –lain 5.

CATATAN PERKEMBANGAN. Pasien mendengar tapi belum mengikuti anjuran perawat 5. Pasien patuh dan mau diberi obat sesuai dengan anjuran dokter. Hasil : TD N : 110/80 mmHg : 86 x/menit S RR : 35.00 WIB : Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit Sehubungan Dengan Hemoroid.Cefotaxime .2 c : baik : Composmentis RR : 20 x/menit A P : : Masalah Teratasi Sebagian Intervensi dilanjutkan . Pasien mendengar dan mau mengikuti anjuran perawat 4.Infus RL 1000 cc/hari .Dulcolax 3 x 1 gr 2 x 1 gr . Evaluasi S O : : : Pasien Mengatakan Masih Merasa Lemah Keadaan umum Kesadaran TTV TD : 110/60 mmHg N S : 80 x/menit : 35. sefotaxime 3x1 gr dulcolax 2x1 pronalges ketoprofen 100 mg Respons : 1. Kolaborasi dengan tim medis dalam memberikan terapi infuse Rl 1000 cc/hari Tranfusi darah 2x tanggal 14 juli 2009 dan tanggal 15 juli 2009.6oC : 20 x/menit 3.5. Nama Tanggal Jam Diagnosa : Ny “A” : 18 Juli 2009 : 15. Pasien kooperatif terhadap tindakan perawat 2.

5 c : 22 x/menit : baik : Composmentis Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit Sehubungan Dengan Hemoroid A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dihentikan ( pasien rawat jalan ) Kontrol 1 minggu lagi . sudah tidak mual muntah. anus sudah tidak sakit O : Keadaan umum Kesadaran TTV TD N S RR : 110/80 mmHg : 78 x/menit : 36.30 WIB No 1 Diagnosa Keperawatan Gangguan Pemenuhan S Evaluasi : pasien mengatakan bahwa sudah merasa baikan.EVALUASI Nama Tanggal Jam : Ny “A” : 19 Juli 2009 : 11.

. Evaluasi tanggal 19 Juli 2009 berjalan dengan baik.kemudian pasien dibawa kepuskesmas Mojoagung pada tanggal 10 juli 2009 karena pasien mual – muntah yang berlebihan pasien dirijuk ke BAPELKES RSD Jombang pada tanggal 10 Juli 2009. Kesimpulan Asuhan keperawatan pada Ny “A” dengan Hemoroid sehubungan dengan gangguan kebutuhan cairan dan elektrolit.jam 16. Bagi pasien Hendaklah pasien bisa bekerjasama dengan tenaga kesehatan dalam melakukan asuhan keperawatan dapat dilakukan dengan baik dan teliti.Bapak merasa mual – muntah dan tidak nafsu makan. Saran 1. 2.00 WIB.BAB III PENUTUP A. B. Bagi mahasiswa Mahasiswa dapat melaksanakan teori manajemen keperawatan dalam praktek keperawatan.

EGC. Salemba Medika : Jakarta Mubarrok wahid iqbal. 2006. www. Jakarta . Smoltzer.2007.Suzzane C. 2003. Aziz.com. Salemba Medika : Jakarta - Alimul. Kebutuhan Dasar Manusia. Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan. 2002.midewife-zietralmart-zone. Kebutuhan dasar manusia EGC.DAFTAR PUSTAKA - Tarwoto dan Wartonah.Jakarta. Keperawatan Medical Bedah.