P. 1
Manajemen Pengawasan Dan Kondisi Higiene Sanitasi Dan Hubungan Dengan Kualitas Bakteriologis Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah

Manajemen Pengawasan Dan Kondisi Higiene Sanitasi Dan Hubungan Dengan Kualitas Bakteriologis Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah

|Views: 845|Likes:
Published by Chandra Saja

More info:

Published by: Chandra Saja on Jun 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

MANAJEMEN PENGAWASAN DAN KONDISI HIGIENE SANITASI DAN HUBUNGAN DENGAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR MINUM PADA DEPOT

AIR MINUM ISI ULANG DI KABUPATEN MOROWALI PROPINSI SULAWESI TENGAH Oleh: Eflin 24946/111.2/3930/06 Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta 2008

ABSTRAK

Latar belakang: Keberadaan Depot Air Minum isi ulang saat ini sangat menjamur, bahkan sampai merambah ke pelosok-pelosok pemukiman, hal ini terjadi karena pasar untuk pengembangan usaha air minum isi ulang sangatlah menjanjikan disamping dari segi harga sangat ekonimis dan terjangkau bagi masyarakat kecil. Sama seperti keberadaan DAM di daerah lain, Kabupaten Morowali sebagai Kabupaten yang baru dimekarkan, memiliki beberapa DAM. Depot Air Minum (DAM) semula dikenal sebagai DAMIU (Depot Air Minum Isi Ulang)adalah: Badan usaha yang mengelola air minum untuk keperluan masyarakat dalam bentuk curah. Air minum yang dijual pada depot sangat rawan terjadi pencemaran karena faktor lokasi, penyajian dan pewadahan yang dilakukan secara terbuka dengan menggunakan wadah botol(gallon) air minum kemasan isi ulang. Oleh sebab itu diperlukan upaya pembinaan dan pengawasan higiene sanitasi yang memadai agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan konsumen. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan antara manajemen pengawasan, kondisi higiene sanitasi depot dan tingkat pengetahuan konsumen dengan kualitas bakteriologis air minum pada DAM di Kabupaten Morowali. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Obyek penelitian adalah 9 DAM yang terdapat di Kabupaten Morowali, dan tersebar pada 4 kecamatan. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket pada konsumen dan lembar observasi DAM. Sementara data kualitas air minum diperoleh melalui hasil pemeriksaan laboratorium dengan metode fermentasi tabung ganda. Hasil penelitian: Menunjukan: (1) Ada hubungan positif yang signifikan antara manajemen pengawasan, dengan kualitas bakteriologis air minum diperoleh nilai p=<0,05 dengan nilai koefisien korelasi atau r=0,783. (2) Ada hubungan positif yang signifikan antara kondisi higiene

dan sanitasi DAM, dengan kualitas bakteriologis air minum diperoleh nilai p=<0,05 dengan nilai koefisien korelasi atau r=0,899. (3) Ada hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan konsumen dengan kualitas bakteriologis air minum diperoleh nilai p=<0,05 dengan nilai koefisien korelasi atau r=0,784. Kata kunci: Air minum-Manajemen-Pengawasan-Bakteriologi-Pengetahuan.

 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->