P. 1
PP 53 Th 2010.ppt

PP 53 Th 2010.ppt

|Views: 124|Likes:
Published by p2hp

More info:

Published by: p2hp on Aug 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL

Disampaikan Oleh:

Kedeputian SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara

Malang, 22 Desember 2010

1

PERATURAN PEMERINTAH NO. 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PNS
 Pasal 1  Ketentuan Umum
 Pasal 2  Berlaku bagi PNS dan CPNS • PP No 98 Tahun 2000 Pasal 18 huruf f “CPNS yang dijatuhi hukuman disiplin sedang atau berat diberhentikan”  Pasal 3  Kewajiban berjumlah 17 butir; Inti: a. Menaati peraturan perundang-undangan b. Menaati ketentuan jam kerja dan masuk kerja c. Menaati ketentuan kedinasan d. Bekerja dengan jujur, cermat untuk kepentingan negara 2

 Pasal 4  Larangan berjumlah 15 butir;

Inti: a. Menyalahgunakan wewenang b. Menjadi perantara untuk kepentingan orang lain / diri sendiri dengan menggunakan kewenangan orang lain c. Menerima hadiah yang berhubungan dengan jabatan Penambahan Kewajiban / Larangan :  Masuk kerja dan menaati ketentuan kerja  Penambahan kewajiban mencapai sasaran kerja  Penambahan larangan dalam dukung mendukung Capres / Cawapres / Calon Legislatif

3

 Menambahkan ketentuan mengenai kewajiban untuk masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja, sebagai berikut:  PNS yang tidak masuk kerja selama 5 s/d 15 hari kerja dikenai hukuman ringan;  PNS yang tidak masuk kerja selama 16 s/d 30 hari kerja dikenai hukuman sedang;  PNS yang tidak masuk kerja selama 31 hari kerja keatas dikenai hukuman berat;

4

NO

TINGKAT HUKUMAN

WAKTU KETIDAKHADIRAN
5 hari

KETERANGAN

1

HUKUMAN RINGAN
a. Teguran Lisan 5 – 15 hari kerja

b. Teguran Tertulis
c. Pernyataan Tidak Puas Secara Tertulis

6 – 10 hari
11 – 15 hari

2

HUKUMAN SEDANG
a. Penundaan KGB b. Penundaan KP c. Penurunan Pangkat paling lama 1 tahun 16 – 20 hari 21 – 25 hari 26 – 30 hari 16 – 30 hari kerja

3

HUKUMAN BERAT
a. Penurunan Pangkat paling lama 3 tahun b. Penurunan Jabatan c. Pembebasan Jabatan d. Pemberhentian 31 – 35 hari 36 – 40 hari 41 – 45 hari 46 Hari kerja keatas 31 hari kerja keatas

5

 Pasal 6  Dengan tidak mengesampingkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana, PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin.

6

 Pasal 7  Tingkat dan jenis hukuman a. Hukuman Disiplin Ringan 1. Teguran lisan 2. Teguran tertulis 3. Pernyataan tidak puas secara tertulis b. Hukuman Disiplin Sedang 1. Penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun 2. Penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun 3. Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun c. Hukuman Disiplin berat 1. Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun 2. Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah 3. Pembebasan dari jabatan 4. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri 5. Pemberhentian tidak dengan hormat

7

 Pasal 8  Klasifikasi Pelanggaran dan Jenis Hukuman 1. Jumlah ketidak hadiran 2. Sifat silakukannya pelanggaran a. Tidak sengaja – R b. Sengaja – S 3. Dampak negatif yang timbul akibat pelanggaran a. Ke unit kerja – R b. Ke instansi – S c. Ke pemerintah / negara – B 4. Pelanggaran terkait dengan: a. Penyalahgunaan wewenang – B b. Menerima hadiah/pemberian yang berhubungan dengan jabatan – B 5. Pelanggaran yang terkait dengan pelayanan, hukuman disiplin ditetapkan sesuai Peraturan Perundang-undangan 8

 Pasal 14  Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan.  Keterlambatan dihitung secara kumulatif dan dikonversi 1 (satu) hari kerja = 7 ½ jam

9

Pejabat yang Berwenang Menghukum
1. Pasal 15 Presiden bagi pejabat struktural Eselon I dan jabatan lain yang pengangkatan dan pemberhentiannya menjadi kewenangan Presiden untuk jenis hukuman disiplin berat Pasal 7 ayat (4) huruf b, c, d, dan e 2. Pasal 16 s/d Pasal 20 a. Pejabat Pembina Kepegawaian (Menteri, Kepala LPND, Sekjen Lembaga Negara, Gubernur, Bupati, Walikota) bagi :  Eselon I untuk jenis hukuman disiplin Pasal 7 ayat (4) huruf a, ayat (2) dan ayat (3)  Eselon II, III, IV, V, pejabat fungsional tertentu, pejabat fungsional umum, untuk jenis hukuman disiplin Pasal 7 ayat (3) c dan Pasal 7 ayat (4)
10

b. Gubernur selaku wakil pemerintah  Bagi Sekda Kabupaten/Kota yang dijatuhi hukuman disiplin Pasal 7 ayat (4) b, c, d, e (lingkup provinsi)  Bagi Sekda Kabupaten/Kota yang dijatuhi hukuman disiplin Pasal 7 ayat (4) b dan c (luar provinsi) c. Kepala Perwakilan RI di luar negeri, bagi PNS di lingkungannya untuk jenis hukuman disiplin Pasal 7 ayat (2) dan ayat (4) b, c

d. Pejabat struktural Eselon I s/d Eselon IV, V, dan pejabat setara dengan ketentuan :  Jenis hukuman sedang, Pasal 7 ayat (3) huruf a dan b dengan ketentuan dua tingkat / jenjang kebawah Contoh: Eselon I menjatuhkan hukuman untuk Eselon III  Jenis hukuman ringan, Pasal 7 ayat (2) dengan ketentuan satu tingkat / jenjang kebawah Contoh: Eselon II menjatuhkan hukuman untuk Eselon III 11

 Pejabat setara adalah PNS (jabatan fungsional) yang diberi tugas tambahan untuk memimpin satuan unit kerja tertentu antara lain Rektor, Dekan, Ketua Pengadilan, Kepala Sekolah.

Pejabat Struktural Eselon I yang diturunkan jabatannya menjadi pejabat eselon II, untuk pengangkatan dalam jabatan struktural eselon II ditetapkan oleh PPK.

 Dalam rangka memperpendek jalur birokrasi untuk penjatuhan hukuman disiplin Pasal 7 ayat (3) huruf c bagi pejabat eselon V kebawah, jabatan fungsional tertentu jenjang pertama dan pelaksana lanjutan dan pegawai golongan IIId kebawah menjadi kewenangan eselon II (Kepala Kantor Wilayah dan sejenis).

12

 Pasal 21  Sanksi  Sanksi bagi pejabat yang berwenang menghukum apabila tidak menjatuhkan hukuman disiplin dikenai hukuman sama dengan jenis hukuman disiplin yang seharusnya dijatuhkan.  Apabila tidak terdapat pejabat yang berwenang menghukum maka kewenangan menjatuhkan hukuman disiplin menjadi kewenangan pejabat yang lebih tinggi.

13

 Pasal 23  Pemanggilan a. PNS yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dipanggil secara tertulis oleh atasan langsung b. Pemanggilan dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum pemeriksaan c. Apabila yang bersangkutan tidak hadir, dilakukan pemangilan kedua, paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal yang seharusnya yang bersangkutan diperiksa d. Apabila yang bersangkutan tidak hadir juga, pejabat yang berwenang menghukum menjatuhkan hukuman berdasarkan alat bukti dan keterangan yang ada tanpa dilakukan pemeriksaan

14

 Pasal 24  Pemeriksaan a. Sebelum dijatuhi hukuman, setiap atasan langsung wajib memeriksa yang bersangkutan terlebih dahulu, dilakukan secara tertutup dan dituangkan dalam BAP b. Apabila merupakan kewenangan Presiden, yang melakukan pemeriksaan PPK c. PPK dapat mendelegasikan ke pejabat dengan pangkat / jabatan tidak boleh rendah dari yang diperiksa d. Apabila berdasarkan hal pemeriksaan, kewenangan untuk menjatuhkan hukuman disiplin merupakan kewenangan: 1. atasan langsung, maka atasan langsung wajib menjatuhkan hukuman disiplin 2. pejabat yang lebih tinggi, maka atasan langsung wajib melaporkan secara hierarki disertai BAP
15

 Pasal 25  Tim Pemeriksa : a. Khusus untuk pelanggaran disiplin yang ancaman hukumannya Sedang dan Berat dapat di bentuk Tim Pemeriksa b. Tim Pemeriksa terdiri atas: 1. Atasan langsung 2. Unsur pengawasan 3. Unsur kepegawaian, atau pejabat yang ditunjuk c. Tim Pemeriksa dibentuk oleh PPK atau Pejabat lain yang ditunjuk

16

 Pasal 27  Pembebasan Sementara dari Tugas Jabatan : a. Untuk kelancaran pemeriksaan dan kemungkinan akan dijatuhi hukuman disiplin berat yang bersangkutan dapat dibebaskan sementara dari tugas jabatannya oleh atasan langsung b. Pembebasan sementara dari tugas jabatan berlaku sampai dengan ditetapkannya keputusan hukuman disiplin c. Yang bersangkutan tetap mendapatkan hak-hak kepegawaian d. Apabila tidak ada atasan langsung, pembebasan dilakukan oleh atasan yang lebih tinggi

17

 Pasal 28  Berita Acara Pemeriksaan a. BAP ditandatangani oleh pejabat yang memeriksa dan PNS yang bersangkutan b. Apabila yang bersangkutan tidak mau tanda tangan, BAP tetap dijadikan sebagai dasar penjatuhan hukuman c. PNS yang bersangkutan berhak mendapatkan copy BAP  Pasal 29  Penjatuhan Hukuman a. Berdasarkan pemeriksaan, pejabat yang berwenang menghukum menjatuhkan hukuman disiplin b. Dalam keputusan hukuman disiplin harus disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh PNS
18

 PNS melakukan beberapa pelanggaran disiplin hanya dapat dijatuhi satu jenis hukuman terberat  PNS yang pernah dijatuhi hukuman disiplin kemudian melakukan pelanggaran disiplin yang sifatnya sama, dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat  Nebis in idem  PNS dpk / dpb di lingkungannya akan dijatuhi hukuman disiplin tapi bukan kewenangannya maka pimpinan instansi usulkan penjatuhan hukuman disiplin kepada PPK induknya disertai BAP

19

 Setiap penjatuhan hukuman disiplin ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang menghukum  Keputusan disampaikan secara tertutup oleh pejabat yang berwenang menghukum atau pejabat lain yang ditunjuk kepada PNS yang bersangkutan dengan tembusan kepada pejabat instansi terkait  Penyampaian keputusan hukuman disiplin dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak keputusan ditetapkan  PNS yang bersangkutan tidak hadir pada saat penyampaian putusan, keputusan dikirim kepada yang bersangkutan.

20

 Pasal 32 s/d 34  Upaya Administratif
1. Keberatan 2. Banding Administratif

Pasal 34 ayat (2)

 Banding Administratif
1. Pasal 7 ayat (4) huruf d dan e yang dijatuhkan oleh PPK 2. Pasal 7 ayat (4) huruf d dan e yang dijatuhkan oleh Gubernur

 Pasal 35  Keberatan
Hukuman disiplin yang dapat diajukan keberatan: 1. Penundaan kenaikan gaji berkala (Pasal 7 ayat (3) huruf a); 2. Penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun (Pasal 7 ayat (3) huruf b) Yang dijatuhkan oleh: 1. Pejabat struktural eselon I dan pejabat yang setara kebawah 2. Sekda / pejabat struktural eselon II Kabupaten / Kota kebawah / Pejabat setara 3. Pejabat struktural eselon II kebawah di lingkungan instansi vertikal

21

Hukuman disiplin yang tidak dapat diajukan upaya administratif adalah hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh: 1. Presiden, Pasal 7 ayat (4) huruf b, c, dan e 2. PPK, Pasal 7 ayat (2), ayat (3), ayat (4) huruf a, b, c 3. Gubernur, Pasal 7 ayat (4) huruf b dan c 4. Kepala Perwakilan RI di luar negeri, Pasal 7 ayat (2) dan ayat (4) huruf b dan c 5. Pejabat yang berwenang menghukum, Pasal 7 ayat (2)

UU NO. 43 / 1999
(1) Sengketa kepegawaian diselesaikan melalui Peradilan TUN (2) Sengketa Kepegawaian sebagai akibat pelanggaran terhadap peraturan disiplin PNS diselesaikan melalui BAPEK Penjelasan : PNS yang dijatuhi hukuman disiplin berupa PDHTAPS dan PTDH dapat mengajukan banding administrasi ke BAPEK 22

 Pasal 35 s/d 37  Prosedur Keberatan
 Diajukan secara tertulis kepada atasan dari PYBM dengan memuat alasan keberatan dengan tembusan kepada PYBM 1. Diajukan dalam jangka waktu 14 hari mulai tanggal yang bersangkutan menerima putusan hukuman disiplin 2. PYBM harus memberikan tanggapan tertulis kepada atasan dari PYBM dalam jangka waktu 6 hari kerja mulai yang bersangkutan terima tembusan keberatan 3. Dalam jangka waktu 6 hari tidak ada tanggapan maka atasan dari PYBM mengambil keputusan berdasarkan data yang ada 4. Atasan dari PYBM wajib mengambil keputusan dalam jangka waktu 21 hari kerja terhitung mulai yang bersangkutan menerima keberatan 5. Atasan dari PYBM dapat memperkuat, memperingan, memperberat atau membatalkan, ditetapkan dengan keputusan atasan dari PYBM 6. Dalam jangka waktu 21 hari kerja atasan dari PYBM tidak mengambil keputusan atas keberatan maka keputusan PYBM batal demi hukum 23

 Pasal 39  PNS yang mengajukan banding administratif, gaji tetap dibayarkan sepanjang yang bersangkutan tetap melaksanakan tugas  Tidak mengajukan banding administratif gaji mulai diberhentikan terhitung mulai bulan berikut sejak hari ke-15 keputusan hukum disiplin diterima  Penentuan dapat tidaknya yang bersangkutan melaksanakan tugas menjadi kewenangan PPK dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan kerja

24

 Pasal 40  PNS meninggal dunia sebelum ada keputusan upaya administratif, diberhentikan dengan hormat dan diberikan hak-hak kepegawaian  PNS yang capai BUP sebelum ada keputusan atas: a. Keberatan, dianggap telah selesai jalani hukuman disiplin, diberhentikan dengan hormat dan hak-hak kepegawaian b. Banding administratif, dihentikan pembayaran gajinya sampai dengan ditetapkannya banding administrasi
 Pasal 42  PNS yang sedang proses pemeriksaan karena pelanggaran disiplin atau sedang ajukan upaya administratif tidak dapat disetujui untuk pindah instansi
25

 Pasal 43 s/d 46  Berlakunya Hukuman Disiplin 1. Jenis hukuman disiplin yang tidak dapat diajukan upaya administrasi mulai berlaku sejak tanggal keputusan ditetapkan 2. Jenis hukuman disiplin sedang (Pasal 7 ayat (3) huruf a dan b) oleh pejabat yang berwenang menghukum, yang tidak diajukan keberatan mulai berlaku pada hari 15 (ke limabelas) setelah keputusan hukuman disiplin diterima 3. Angka 2 (dua) apabila diajukan keberatan mulai berlaku pada tanggal ditetapkan keputusan atas keberatan 4. Jenis hukuman disiplin Pasal 7 ayat (4) huruf d dan e, apabila tidak diajukan banding administrasi sanksi berlaku pada hari ke-15 (ke lima belas) setelah putusan diterima
26

5. Angka 4 (empat) apabila diajukan banding administratif mulai berlaku pada tanggal ditetapkan keputusan atas banding administratif. 6. Apabila PNS yang dijatuhi hukuman tidak hadir pada waktu penyampaian keputusan maka hukuman disiplin mulai berlaku pada hari ke-15 (ke limabelas) sejak tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan.

 Pasal 47  Dokumentasi Keputusan Hukuman (Pasal 47) Dipakai sebagai salah satu bahan penilaian dan pembinaan PNS yang bersangkutan.

27

 Pasal 48  Ketentuan Peralihan  Hukuman disiplin yang telah dijatuhkan sebelum berlakunya keputusan ini dan sedang dijalani dinyatakan tetap berlaku  Keberatan yang diajukan kepada atasan PYBM atau banding administratif kepada BAPEK sebelum berlakunya PP ini diselesaikan sesuai dengan PP 30 Tahun 1980  Apabila terjadi pelanggaran disiplin dan telah dilakukan pemeriksaan sebelum berlakunya PP ini, maka hasil pemeriksaan tetap berlaku dan proses selanjutnya berlaku ketentuan PP ini  Apabila terjadi pelanggaran disiplin sebelum berlakunya PP ini dan belum dilakukan pemeriksaan maka berlaku ketentuan PP ini  Pasal 51  PP mulai berlaku pada tanggal diundangkan (6 – 6 – 2010) 28

29

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->