P. 1
Makalah Diskusi Kel 5 TPB 2 Kasus Produksi dan Pengolahan Benih Kedelai

Makalah Diskusi Kel 5 TPB 2 Kasus Produksi dan Pengolahan Benih Kedelai

|Views: 55|Likes:
Published by Bondan Eddyana

More info:

Published by: Bondan Eddyana on Aug 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/12/2013

$0.99

USD

MAKALAH DISKUSI TEKNOLOGI PERBENIHAN II “KASUS PRODUKSI DAN PENGOLAHAN BENIH KEDELAI”

Disusun untuk memenuhi mata kuliah Teknologi Perbenihan II Semester Genap Tahun 2010 Kelompok 5 Martha Christy Muthia Syafika Haq Raden Bondan E B Viktor 150110080209 150110080083 150110080162 150110080167

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI F FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJAJARAN JATINANGOR

BAB I PENDAHULUAN Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian telah melepas sejumlah varietas unggul kedelai, tetapi baru sebagian yang dimanfaatkan petani. Varietas-varietas unggul tersebut memiliki keragaman potensi hasil, umur panen, ukuran biji, warna biji, dan wilayah adaptasi. Keragaman sifat varietas-varietas unggul ini berperan penting dalam pengembangan kedelai mengingat beragamnya kondisi daerah pengembangan dan preferensi konsumen. Keberhasilan pengembangan varietas unggul kedelai ditentukan oleh berbagai aspek, terutama ketersediaan benih dan mutu benih itu sendiri. Penggunaan benih bermutu tinggi merupakan prasyarat utama dalam budi daya kedelai. Oleh karena itu, pengembangan varietas unggul menuntut penyediaan benih yang bermutu tinggi dalam jumlah yang cukup dan tersedia tepat waktu. Untuk mendukung upaya peningkatan produksi kedelai, Badan Litbang Pertanian pada tahun 2007 telah memperbanyak benih sumber kedelai. Benih unggul tersebut diperuntukkan bagi para penangkar dan institusi perbenihan untuk diperbanyak dan dikembangkan lebih lanjut.

BAB II PEMBAHASAN Berdasarkan fungsi dan cara produksi, benih kedelai terdiri atas benih inti (nucleous seed - NS), benih sumber, dan benih sebar. Benih inti dihasilkan melalui proses pemuliaan tanaman dan digunakan untuk perbanyakan benih penjenis (breeder seed - BS). Benih sumber terdiri atas tiga kelas, yaitu benih penjenis, benih dasar (foundation seed - FS), dan benih pokok (stock seed - SS). Benih penjenis merupakan perbanyakan dari benih inti, yang selanjutnya digunakan untuk perbanyakan benih kelas-kelas selanjutnya, yaitu benih dasar dan benih pokok. Benih sebar (extension seed - ES) disebut benih komersial karena merupakan turunan dari benih pokok yang akan ditanam oleh petani untuk tujuan konsumsi. Benih Penjenis Benih penjenis diproduksi di bawah pengawasan pemulia tanaman yang merakit atau peneliti yang diberi kewenangan untuk mengembangkan benih dari varietas tersebut. Saat ini benih penjenis kedelai dikelola oleh Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) yang berkedudukan di Malang, Jawa Timur. Dalam sertifikasi, benih penjenis kedelai diberi label berwarna putih (rencananya akan diganti dengan label berwarna kuning) yang ditandatangani oleh pemulia dan Kepala Institusi penyelenggara pemuliaan varietas dari benih yang diproduksi. Benih Dasar Benih dasar diproduksi oleh produsen benih, seperti Balai Benih Induk (BBI), Balai Benih Utama (BBU), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), perusahaan benih BUMN, swasta atau penangkar profesional, dan pengendalian mutunya melalui sertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) atau Sistem Manajemen Mutu Benih. Benih dasar digunakan untuk perbanyakan benih pokok. Benih Pokok Benih pokok diproduksi oleh produsen atau penangkar benih dan pengendalian mutunya melalui sertifikasi oleh BPSB atau Sistem Manajemen Mutu Benih. Dibandingkan dengan benih padi dan jagung, harga benih kedelai relatif murah dan proses produksinya relatif lebih sulit. Hal ini menjadi salah satu penyebab tidak atau belum berkembangnya sistem penangkaran benih kedelai. Dewasa ini produksi benih kedelai berlangsung melalui sistem “Jalur Benih Antar- Lapang dan Musim” atau lebih populer disebut Jabalsim. Dalam sistem Jabalsim, produsen atau sumber benih adalah penangkar berskala usaha kecil yang jumlah masih terbatas dan petani yang menanam kedelai untuk tujuan konsumsi. Sistem Jabalsim berperan penting dalam penyediaan benih kedelai mengingat benih yang diproduksi tidak perlu disimpan lama, sehingga risiko menurunnya daya tumbuh benih dapat dihindari dan sumber benih dekat dengan lokasi pengembangan kedelai. Ke depan, untuk memenuhi kebutuhan benih kedelai yang tepat varietas,

tidak bocor. biji dibersihkan dari kotoran dan disortasi untuk menyingkirkan biji yang berkualitas jelek. Benih kemudian disimpan pada ruangan yang kondusif (tidak lembab. Studi Kasus Benih Kedelai . pada pukul 08. Oleh sebab itu. dan penyimpanan benih kedelai. dengan cara digeblok atau menggunakan threser pada putaran tidak lebih dari 400 rpm (putaran per menit). Benih dikemas dalam kantong plastik dengan ketebalan 0. Panen dilakukan pada saat tanaman kedelai telah mencapai masak fisiologis. sistem Jabalsim perlu dikembangkan melalui pembinaan para penangkar benih atau dalam sistem produksi benih berbasis komunitas (Community based seed production). Biji yang terpilih untuk dijadikan benih dijemur kembali menggunakan alas berupa tikar. selama 2-3 hari. Teknologi Produksi Badan Litbang Pertanian juga telah menghasilkan teknologi produksi. terpal. Pada periode tersebut. di samping jumlah biji yang menjadi benih lebih sedikit karena fisiknya yang buruk dan terinfeksi penyakit. penangkar benih tidak mengalami kesulitan dalam proses pascapanen. khususnya dalam pengeringan benih dengan sinar matahari. yang ditandai oleh sebagian besar daunnya telah gugur dan 95% polong telah berwarna kecoklatan atau kehitaman. Untuk skala besar. atau plastik dengan ketebalan benih 2-3 cm. prosesing.00-12. aman dari gangguan hama). benih dapat disimpan pada ruangan ber-AC. tepat tempat.tepat jumlah. brangkasan kedelai segera dikeringkan di bawah sinar matahari dengan ketebalan sekitar 25 cm. terutama di Jawa.08 mm dan kapasitas 5 kg per kemasan. Kemudian. bergantung pada cuaca. kantong plastik yang berisi benih tersebut ditaruh pada balok kayu agar tidak menyentuh lantai semen atau lantai tanah. Brangkasan segera dirontok apabila kadar air biji telah mencapai 14%. Di tempat penyimpanan.00 selama 2-3 hari hingga berkadar air 9-10%. tepat mutu. Setelah dipanen. dan tepat waktu. benih kedelai hendaknya diproduksi pada musim kemarau. Benih yang dihasilkan dari pertanaman musim hujan memiliki daya kecambah yang rendah. atau pada periode AprilOktober.

BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->