pengertian longsor

Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut. Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.

Macam - macam longsoran. Klasifikasi longsoran dapat dibedakan dari tipe gerakan dan material tanah penyusunnya : a. Tipe gerakannya

Luncuran ( Slide) Rayapan (Creep)

Longsoran ( Slump) Ambrukan (Topple)

Jatuhan (Fall) Aliran ( Flow) b.langkah mitigasi. seperti penerapan sistem  peringatan dini dan pengkajian tingkat resiko longsor pada kebijakan pertanahan. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut lereng.   Material yang bergerak 1) Batuan dasar (BedRock) 2) Lapisan Tanah (Soil) dalam ukuran kasar dan halus Pemantauan Kawasan Rawan Longsor dan Langkah Mitigasi Kegiatan pemantauan kawasan rawan longsor dilaksanakan melalui survei . seperti peta geomorfologis dan peta geologis tentang jenis . Kegiatan yang dilaksanakan antara lain seperti pengamatan kemiringan lahan (diturunkan dari data topografi dan kontur). air beban serta kestabilan tanah.jenis bebatuan dan karakteristiknya. Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari pada gaya penahan yang dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Ini dilakukan dengan pengukuran geofisika dan geologi. dapat dihasilkan produk peta . klasifikasi umum jenis tanah yang dapat dilakukan secara langsung menggunakan tehnik penginderaan jauh (remote sensing).pola gerakan tanah di kawasan di mana longsor diperkirakan terjadi. deteksi aliran air permukaan. Penyebab terjadinya tanah longsor. Dari suvei di atas peta . dengan memasang alat-alat ukur gerakan tanah. .peta tematis.survei yang  dilakukan untuk mengidentifikasi pola .kawasan contoh (sampling) yang digunakan untuk pemetaan kawasan luas dengan tehnik pengolahan citra hasil penginderaan jauh.peta rawan bencana yang menjadi dasar bagi penataan ruang dan langkah . Hal ini akan menjamin berlangsungnya proses yang tepat pada pembangunan kawasan-kawasan baru dengan mengkaji hal-hal yang terkait dengan kestabilan lereng. Sebagian lainnya dilakukan dengan memadukan pekerjaan survei lapangan dan interpretasi citra satelit untuk mengambil kawasan . Penataan ruang untuk pembangunan diarahkan pada kawasan dengan resiko ketidakstabilan longsor rendah atau sangat rendah.

penggalian. Peningkatan kandungan air dalam lereng. yang diiringi dengan penggenangan tanah oleh air dari bawah tanah). air kolam/selokan yang bocor atau air sawah kedalam lereng. Peningkatan kandungan air ini sering disebabkan oleh meresapnya air hujan. Peningkatan beban yang melampaui daya dukung tanah atau kuat geser tanah. Getaran pada lereng akibat gempa bumi ataupun ledakan. Beban yang berlebihan ini dapat berupa beban bangunan ataupun pohon-pohon yang terlalu rimbun dan rapat yang ditanam pada lereng lebih curam dari 40 dera . sehingga terjadi akumulasi air yang merenggangkan ikatan antar butir tanah dan akhirnya mendorong butir-butir tanah untuk longsor. getaran alat/kendaraan. Gempa bumi pada tanah pasir dengan kandungan air sering mengakibatkan liquefaction (tanah kehilangan kekuatan geser dan daya dukung.Proses pemicu longsoran dapat berupa : a. c. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful