P. 1
Metode Pengembangan Dakwah

Metode Pengembangan Dakwah

4.0

|Views: 7,385|Likes:
Published by Namakoe
Metode Pengembangan Dakwah, Pengertian Dakwah , Definisi Dakwah, Hukum Dakwah ,Tujuan Dakwah, Dalil Dakwah, Contoh Dakwah dari Nabi Muhammad SAW, Metode Dakwah, Prinsip Umum Tentang Metode Dakwah Islam, Tahapan Metode Dakwah, Materi Dakwah, Obyek dan Subyek Dakwah,
Metode Pengembangan Dakwah, Pengertian Dakwah , Definisi Dakwah, Hukum Dakwah ,Tujuan Dakwah, Dalil Dakwah, Contoh Dakwah dari Nabi Muhammad SAW, Metode Dakwah, Prinsip Umum Tentang Metode Dakwah Islam, Tahapan Metode Dakwah, Materi Dakwah, Obyek dan Subyek Dakwah,

More info:

Published by: Namakoe on Jun 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah

Metode Pengembangan Dakwah












Oleh : Hadi Wijaya
NIM : 2001710129


Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan
Jurusan Kesehatan Masyarakat
Program Studi Administrasi Kebijakan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2009
2

Contents

Pendahuluan ................................................................................................................... 3
Pengertian Dakwah ......................................................................................................... 4
Secara Etimologi .......................................................................................................... 4
Menurut Istilah (Terminologi) ...................................................................................... 5
Definisi Dakwah Menurut Ahli ..................................................................................... 8
Hukum Dakwah ............................................................................................................... 8
Tujuan Dakwah ............................................................................................................. 14
Dalil Dakwah ................................................................................................................. 15
Contoh Dakwah dari Nabi Muhammad SAW ................................................................. 16
Metode Dakwah............................................................................................................ 17
Tiga Prinsip Umum Tentang Metode Dakwah Islam................................................ 18
Tiga Tahapan Metode................................................................................................ 19
Materi Dakwah ............................................................................................................. 20
Obyek dan Subyek Dakwah ........................................................................................... 21
Daftar Pustaka .............................................................................................................. 25









3

Pendahuluan

Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil
orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala sesuai dengan
garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata
benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.
Ilmu dakwah adalah suatu ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk
menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau
melaksanakan suatu ideologi, agama, pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang
yang menyampaikan dakwah disebut "Da'i" sedangkan yang menjadi obyek
dakwah disebut "Mad'u". Setiap Muslim yang menjalankan fungsi dakwah Islam
adalah "Da'i".
Pengertian dakwah bagi umat Islam merupakan suatu istilah yang tidak
asing, namun dikalangan masyarakat pemahamannya mengalami pendangkalan
dan tidak semua dapat dimengerti secara baik dan benar, seolah-olah dakwah itu
hanya berceramah di atas mimbar. Padahal pengertian dakwah bukan itu saja,
maka untuk mendapatkan pengertian yang jelas dan cermat akan ditinjau dari tiga
segi (etimologi), secara istilah (terminologi) dan menurut para ahli (ulama).




4

Pengertian Dakwah

Pengertian dakwah di bedakan menjadi tiga macam, pengertian dakwah
menurut bahasa (etimologi), menurut istilah (terminologi), dan pengertian dakwah
menurut pendapat para ahli.
Secara Etimologi
Secara etimologi, kata dakwah sebagai bentuk mashdar dari kata do’a (fi’il madhi)
dan yad’u (fi’il mudhari’) yang artinya memanggil (to call). Mengundang ( to in
vite), menggaak (to summer), menyeru (to propo), mendorong (to urge) dan
memohon (to pray). Dakwah dalam pengertian ini dapat dijumpai dalam Al
Qur’an yaitu pada surat Yusuf:33 dan Surat Yunus:25.
_!· .´¸ >.l¦ ´.>¦ ´_|| !´.. _. ..`s.. «.l| N|´. .¸`.. _¯.s ´>..´ ´..¦
´.¯.l| ´¦´. ´. _.l±.>'¦ ¯¯
Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka
kepadaku. dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan
cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku Termasuk orang-orang yang
bodoh." (QS Yusuf : 33)
´<¦´ . ¦.`s.. _|| ¸¦ : ..l´.l¦ _.¯.´.´. . '.!:· _|| 1´¸. ..1.`.¯. ''
5

“Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya
kepada jalan yang Lurus (Islam”
1
) (QS Yunus : 25)
Menurut Istilah (Terminologi)
Secara termologis pengertian dakwah dimanai dari aspek positif ajakan tersebut,
yatu ajakan kepada kebaikan dan keselamatan dunia dan akhirat.
Dalam Al Qur’an, dakwah dalam arti mengajak ditemukan sebanyak 46 kali, 39
kali dalam arti mengajak kepada Isalam dan kebaikan, 7 kali kepada neraka dan
kejahatan.
Beberapa dari ayat tersebut:
1. Mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran ( QS. Ali
Imran:104)
>.l´ . ¯.>.. «.¦ _.`s.. _|| ¸¯.>'¦ _.`,`.!.´. ..`,- !. _¯.±..´ . s ,>..l¦
i..l`.¦´. `.> _.>l±.l¦ ¸¸'
dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh
kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar
2
; merekalah orang-orang yang beruntung.





1
Arti kalimat darussalam Ialah: tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. pimpinan
(hidayah) Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat
2
Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala
perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya
6

2. Mengajak manusia kepada jalan Allah (QS an-Nahl:125)
~:¦ _|| _... i.´¸ «.>>'!. «Ls¯..l¦´. «´..>'¦ .±l.. >´. _.l!. ´_> .>¦ _|
i`.´¸ ´.> `.ls¦ .. _. s .... ´.>´. `.ls¦ _·..±.l!. ¸''
serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah
3
dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui
tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.

3. Mengajak manusia kepada agama Islam (QS as-Shaf:7)
.´. `.lL¦ ´.. _´¸ .·¦ _ls ´<¦ ´..>l¦ ´.>´. ´_..`. _|| ..l`.N¦ ´<¦´. N _.¯.´.
»¯.1l¦ _..¹.Ll¦ ¯
dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan Dusta terhadap Allah
sedang Dia diajak kepada Islam? dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

4. Mengaak manusia kepada jalan yang lurus (QS al-Mukminun:73)
i.|´ . ¯.>.`s..l _|| 1´¸. .,1.`.¯. ¯¯
dan Sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.

3
Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan
yang bathil.
7


5. Memutuskan perkara dalam kehidupan umat manusia, kittabullah dan
sunnaturrasul (QS an-Nur:48 dan 51, serta QS Ali Imran:23)
¦:|´ . ¦.`s: _|| ´<¦ ...´ ¸´. ´.>`>´,l ¯.',´... ¦:| _.,· .·... _..,-¯. '¯
dan apabila mereka dipanggil kepada Allah
4
dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum (mengadili)
di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.
`.l¦ ,. _|| _·¦ ¦...¦ !´.,.. ´. ...÷l¦ _¯.s.`. _|| ...é ´<¦ ´.>`>´,l
`.±... ¯.. _|´... _.,· `.±.. .>´. _..,-¯. '¯
tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian Yaitu Al kitab (Taurat),
mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian
sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).

6. Menggajak kesurga (QS al-Baqarah:122)
_.... _..´¸`.| ¦.`,´:¦ ´_..-. _.l¦ ·.-.¦ ¯>.l. _.¦´. `.>.l. · _ls _..l.-l¦ ¸''
Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan aku telah
melabihkan kamu atas segala umat
5
.

4
Maksudnya: dipanggil utnuk bertahkim kepada Kitabullah.
5
Maksudnya: umat yang semasa dengan Bani Israil.
8

Definisi Dakwah Menurut Ahli
Para ahli memiliki definisi yang berbeda beda tentang pengertian dakwah,
walaupun persepsi dan pendapat mereka berbeda namun tujuannya tentang
pengertian dakwah adalah sama. Dengan demikian Dr. H. K. Suheimi
menyimpulkan bahwa dakwah adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan
oleh seseorang atau organisasi secara sadar dan penuh keyakinan untuk mengajak
orang lain agar mentaati ajaran Islam dan berbuat serta bertingkah laku sesuai
dengan petunjuk Al-qur'an dan Sunnah. Dengan sendirinya pengertian dakwah itu
sangat luas yang menyangkut segala segi kehidupan manusia baik itu dibidang
politik, ekonomi, sosial, kesehatan dan sebagainya.
Hukum Dakwah

Adapun hukumnya, ada sejumlah dalil dari Kitabullah dan as-Sunnah yang
menunjukkan atas wajibnya berdakwah kepada Allah Azza wa Jalla, dan
bahwasanya dakwah itu termasuk kewajiban serta dalil-dalil tentangnya sangatlah
banyak. Diantaranya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
>.l´ . ¯.>.. «.¦ _.`s.. _|| ¸¯.>'¦ _.`,`.!.´. ..`,- !. _¯.±..´ . s ,>..l¦
i..l`.¦´. `.> _.>l±.l¦ ¸¸'
9

”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh
kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang
beruntung.” (QS Ali ’Imran : 104)
Firman-Nya Jalla wa ’Ala :
~:¦ _|| _... i.´ ¸ «.>>'!. «Ls¯..l¦´. «´..>'¦ .±l.. >´. _.l!. ´_> .>¦ _|
i`.´¸ ´.> `.ls¦ .. _. s .... ´.>´. `.ls¦ _·..±.l!. ¸''
”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS an-Nahl : 125)
Allah Subhanahu menjelaskan bahwa para pengikut
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam, mereka adalah para du’at yang menyeru
kepada Allah dan mereka adalah ahlul basho`ir (orang-orang yang memiliki
hujjah yang nyata, pent.). Maka merupakan kewajiban –sebagaimana telah
maklum- adalah mengikuti beliau dan meniti di atas manhaj beliau ’alaihi ash-
Sholatu was Salam, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
.1l _l´ ¯.>l _· _..´ ¸ ´<¦ :´.`.¦ «´..> .l _l´ ¦.`>¯,. ´<¦ »¯.´.l¦´ . ,>N¦ ,´:´.
´<¦ ¦¸.:´ '¸
10

”Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut
Allah.” (QS al-Ahzaab : 21)
Para ulama menerangkan bahwa dakwah kepada Allah Azza wa Jalla itu
hukumnya fardhu kifayah, selama negeri-negeri itu memiliki para du’at yang
tinggal di dalamnya. Karena sesungguhnya setiap negeri dan wilayah,
memerlukan dakwah dan memerlukan antusiasme di dalam dakwah. Dengan
demikian, dakwah hukumnya fardhu kifayah apabila telah ada orang yang
menegakkannya dan jika telah memadai maka gugur kewajiban dakwah bagi
lainnya dan dakwah pada saat itu menjadisunnah mu’akkadah dan termasuk
amal shalih yang mulia.
Apabila para penduduk suatu wilayah atau negeri tertentu belum dapat
menegakkan dakwah secara sempurna, maka semuanya berdosa dan hukumnya
menjadi wajib atas seluruhnya, dan wajib bagi setiap orang untuk menegakkan
dakwah sebatas kemampuan dan sebisanya.
Adapun tinjauan terhadap negeri-negeri secara umum,
maka wajiblah kiranya ada sekelompok orang yang memiliki andil di dalam
menegakkan dakwah kepada Allah Jalla wa ’Ala di seluruh penjuru dunia, yang
menyampaikan risalah Allah dan menerangkan perintah Allah Azza wa
Jalla dengan segala cara yang memungkinkan. Karena Rasulullah Shallallahu
’alaihi wa Salam telah mengutus para delegasi dan mengirim surat-surat kepada
manusia, kepada kerajaan-kerajaan dan para pembesar, beliau mengajak mereka
kepada Allah Azza wa Jalla.
11

Terkadang berdakwah itu hukumnya menjadi fardhu ’ain apabila anda
berada di suatu tempat yang tidak ada seorang pun yang melaksanakannya kecuali
anda. Seperti amar ma’ruf dan nahi munkar, maka hukumnya adalah fardhu
’ain dan acap kali dakwah itu berubah hukumnya menjadi fardhu kifayah.
Apabila anda bersemangat dan berantusias di dalam dakwah, maka anda dengan
demikian telah berlomba-lomba di dalam kebaikan dan berlomba-lomba di dalam
ketaatan. Diantara dalil yang dijadikan sebagai hujjah bahwa dakwah itu fardhu
kifayah adalah firman Allah Jalla wa ’Ala :
>.l´ . ¯.>.. «.¦ _.`s.. _|| ¸¯.>'¦ _.`,`.!.´. ..`,- !. _¯.±..´ . s ,>..l¦
i..l`.¦´. `.> _.>l±.l¦ ¸¸'
”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.” (QS Ali
’Imran : 104)
Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata menjelaskan ayat ini yang maknanya
sebagai berikut : Hendaklah ada diantara kalian sekumpulan orang yang
memberikan andil di dalam urusan yang agung ini, menyeru kepada Allah dan
menyebarkan agama-Nya serta menyampaikan perintah-Nya Subhanahu wa
Ta’ala.
Di saat sedikitnya para du’at dan banyaknya kemungkaran serta
mendominasinya kebodohan – sebagaimana keadaan kita pada hari ini-, maka
dakwah menjadi fardhu ’ain atas setiap orang sebatas kemampuannya.
12

Apabila seseorang berada di suatu tempat yang terbatas (kecil) seperti di
suatu desa, kota atau semisalnya, dan ia mendapatkan adanya orang yang
menjalankan dakwah di dalamnya, yang menegakkan dan menyampaikan perintah
Allah, maka hal ini telah memadai dan hukum tabligh bagi orang itu
adalah sunnah. Karena hujjah telah ditegakkan dan perintah Allah telah
ditunaikan melalui upaya orang selain dirinya.
Akan tetapi, berkenaan dengan bumi Allah dan manusia lainnya, maka
wajib bagi para ulama dan para penguasa dengan segenap kemampuan mereka,
menyampaikan perintah Allah ke setiap negeri dan setiap orang sebisanya, dan hal
ini merupakan fardhu ’ain atasnya sebatas kemampuannya.
Dengan demikian, dapatlah diketahui bahwa dakwah itu bisa jadi
berhukum fardhu ’ain dan bisa jadi fardhu kifayah. Hal ini adalah suatu hal
yang nisbi (relatif) yang berbeda-beda. Dakwah kadang kala menjadi fardhu
’ain atas suatu kaum atau individu, dan terkadang pula menjadi sunnah atas
individu atau kaum lainnya, dikarenakan didapatkan di tempat atau daerah mereka
ada orang yang menegakkan dakwah sehingga telah mencukupi bagi mereka.
Adapun yang berkaitan dengan para penguasa dan orang-orang yang
memiliki kemampuan yang lebih luas, maka kewajiban atas mereka lebih banyak.
Wajib bagi mereka menyebarkan dakwah ke negeri-negeri yang mereka sanggupi,
dengan segenap kemampuan dan dengan segala cara yang memungkinkan, dengan
bahasa sehari-hari yang manusia berbicara dengannya. Wajib bagi mereka
menyampaikan perintah Allah dengan bahasa-bahasa tersebut, sehingga
13

tersampaikan agama Allah kepada semua orang dengan bahasa yang difahaminya,
baik dengan bahasa Arab atau selainnya.
Mencermati penyebaran dakwah yang menyeru kepada ideologi yang
membinasakan dan kepada ilhad (penistaan agama), yang mengingkari eksistensi
Rabb semua makhluk, mengingkari risalah kenabian dan mengingkari akhirat,
serta mencermati penyebaran dakwah kristiani di banyak negara dan dakwah-
dakwah lain yang menyesatkan. Mencermati ini semua, maka sesungguhnya
dakwah kepada Allah Azza wa Jalla pada hari ini adalah wajib secara umum :
wajib bagi seluruh ulama dan para penguasa yang beragama Islam, wajib atas
mereka menyampaikan agama Allah dengan segenap kemampuan dan kekuatan,
baik dengan tulisan maupun lisan, dengan media informasi dan semua sarana yang
mereka sanggupi, dan janganlah mereka bersikap pasif dan melemparkan
tanggung jawab ini kepada Zaid atau ’Amr, karena sesungguhnya yang
diperlukan, bahkan sangat mendesak dibutuhkan pada hari ini, adalah adanya
ta’awun (saling bekerjasama) dan berserikat serta saling bahu membahu di dalam
urusan yang agung ini, lebih banyak daripada sebelumnya.
Karena sesungguhnya musuh-musuh Allah, mereka saling bahu membahu
dan bekerjasama dengan segala sarana yang ada untuk menghalang-halangi dari
jalan Allah, menyebarkan keragu-raguan tentang agama Allah dan mengajak
manusia untuk keluar dari agama Allah Azza wa Jalla.

14

Tujuan Dakwah

Jamaluddin Kafie memberikan beberapa dari tujuan dakwah :
1. Tujuan utama dari dakwah itu adalah untuk membangun akhlaq seseorang,
akhlaq masyarakat, akhlaq negara dan akhlaq manusia.
2. Tujuan hakiki dari dakwah adalah untuk mengenal tuhan dan
mempercayainya sekaligus mengikuti jalan-Nya.
3. Tujuan umum untuk menyeru manusia kepada mengindahkan seruan Allah
serta memenuhi panggilan-Nya di dunia dan akhirat.
4. Tujuan khusus dari dakwah adalah menginginkan dan berusaha bagaimana
membentuk suatu tatanan masyarakat Islam yang utuh.
5. Tujuan urgen adalah agar tingkah laku manusia yang berakhlaq secara
eksis tercermin dalam fakta hidup dan lingkungannya serta dapat
mempengaruhi pikirannya.
6. Tujuan insidental adalah untuk meringankan beban manusia dengan jalan
memberikan pemecahan permasalahan yang sedang berkembang atau
memberikan jawaban atas berbagai persoalan hidup.
7. Tujuan final dari dakwah adalah amar ma'ruf nahi munkar.

Dengan demikian tujuan dakwah itu mengajak manusia ke jalan tuhan
yaitu Islam. Disamping itu dakwah juga bertujuan untuk mempengaruhi cara
berfikir manusia, cara merasa, cara bersikap dan cara bertingkah laku agar
manusia bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Dan juga tujuan dakwah
15

itu untuk meringankan beban manusia dengan jalan memberikan pemecahan-
pemecahan permasalahan yang sedang dihadapi dari berbagai persoalan hidup.
Yang pada akhirnya manusia itu memiliki akhlaq dan moral yang tinggi serta
mampu untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar yang merupakan tujuan
akhir dari dakwah Islam.
Dalil Dakwah


Menurut Syaikh Abdul ’Aziz bin Abdullah bin Baaz dalil-dalil dakwah sangatlah
banyak, diantaranya :
>.l´ . ¯.>.. «.¦ _.`s.. _|| ¸¯.>'¦ _.`,`.!.´. ..`,- !. _¯.±..´ . s ,>..l¦
i..l`.¦´. `.> _.>l±.l¦ ¸¸'
“dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh
kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
(QS Ali ’Imran : 104)
~:¦ _|| _... i.´¸ «.>>'!. «Ls¯..l¦´. «´..>'¦ .±l.. >´. _.l!. ´_> .>¦ _|
i`.´¸ ´.> `.ls¦ .. _. s .... ´.>´. `.ls¦ _·..±.l!. ¸''
16

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui
tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (QS an-Nahl : 125)

Masih menurut beliau Allah Subhanahu menjelaskan bahwa para pengikut
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam, mereka adalah para du’at yang menyeru
kepada Allah dan mereka adalah ahlul basho`ir (orang-orang yang memiliki
hujjah yang nyata). Maka merupakan kewajiban – sebagaimana telah maklum-
adalah mengikuti beliau dan meniti di atas manhaj beliau ’alaihi ash-Sholatu was
Salam, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
.1l _l´ ¯.>l _· _..´ ¸ ´<¦ :´.`.¦ «´..> .l _l´ ¦.`>¯,. ´<¦ »¯.´.l¦´ . ,>N¦ ,´:´.
´<¦ ¦¸.:´ '¸
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut
Allah.” (QS al-Ahzaab : 21)
Contoh Dakwah dari Nabi Muhammad SAW


Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan
berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya,
17

keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat
itu. Di antara raja-raja yang mendapat surat atau risalah Nabi SAW adalah kaisar
Heraklius dari Byzantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dari Persia (Iran) dan Raja
Najasyi dari Habasyah (Ethiopia).
Metode Dakwah


Metode dakwah Rasulullah SAW pada awalnya dilakukan melalui
pendekatan individual (personal approach) dengan mengumpulkan kaum
kerabatnya di bukit Shafa. Kemudian berkembang melalui pendekatan kolektif
seperti yang dilakukan saat berdakwah ke Thaif dan pada musim haji.
Metode dakwah adalah cara mencapai tujuan dakwah, untuk
mendapatkan gambaran tentang prinsip-prinsip metode dakwah harus
mencermati firman Allah Swt, dan Hadits Nabi Muhammad Saw :
~:¦ _|| _... i.´¸ «.>>'!. «Ls¯..l¦´. «´..>'¦ .±l.. >´. _.l!. ´_> .>¦ _|
i`.´¸ ´.> `.ls¦ .. _. s .... ´.>´. `.ls¦ _·..±.l!. ¸''
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui
tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (QS an-Nahl : 125)
18

Tiga Prinsip Umum Tentang Metode Dakwah Islam
Dari ayart tersebut dapat difahami prinsip umum tentang metode
dakwah Islam yang menekankan ada tiga prinsip umum metode dakwah
yaitu ; Metode hikmah, metode mau’izah khasanah, dan meode mujadalah
billati hia ahsan, banyak penafsiran para Ulama terhadap tiga prinsip metode
tersebut antara lain :
1. Metode hikmah menurut Syeh Mustafa Al-Maroghi dalam tafsirnya
mengatakan bahwa hikmah yaitu; Perkataan yang jelas dan tegas
disertai dengan dalil yang dapat mempertegas kebenaran, dan dapat
menghilangkan keragu-raguan.
2. Metode mau‟izah khasanah menurut Ibnu Syayyidiqi adalah memberi
ingat kepada orang lain dengan fahala dan siksa yang dapat menaklukkan
hati.
3. Metode mujadalah dengan sebaik-baiknya menurut Imam Ghazali dalam
kitabnya Ikhya Ulumuddin menegaskan agar orang-orang yang
melakukan tukar fikiran itu tidak beranggapan bahwa yang satu
sebagai lawan bagi yang lainnya, tetapi mereka harus menganggap
bahwa para peserta mujadalah atau diskusi itu sebagai kawan yang saling
tolong-menolong dalam mencapai kebenaran.

Demikianlah antara lain pendapat sebagian Mufassirin tentang tiga
prinsip metode tersebut.

19

Tiga Tahapan Metode
Selain metode tersebut Nabi Muhammad Saw bersabda:

“Siapa di antara kamu melihat kemunkaran, ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu,
ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu, ubahlah dengan hatinya, dan yang terakhir inilah
selemah-lemah iman.” [ H.R. Muslim ].

Dari hadis tersebut terdapat tiga tahapan metode yaitu ;
a. Metode dengan tangan [bilyadi], tangan di sini bisa difahami
secara tektual ini terkait dengan bentuk kemunkaran yang dihadapi, tetapi
juga tangan bisa difahami dengan kekuasaan atau power, dan metode
dengan kekuasaan sangat efektif bila dilakukan oleh penguasa yang
berjiwa dakwah.
b. Metode dakwah dengan lisan [billisan], maksudnya dengan
kata kata yang lemah lembut, yang dapat difahami oleh mad'u,
bukan dengan kata-kata yang keras dan menyakitkan hati.
c. Metode dakwah dengan hati [bilqolb], yang dimaksud dengan
metode dakwah dengan hati adalah dalam berdakwah hati tetap ikhlas,
dan tetap mencintai mad'u dengan tulus, apabila suatu saat mad'u atau
objek dakwah menolak pesan dakwah yang disampaikan, mencemooh,
mengejek bahkan mungkin memusuhi dan membenci da'i atau muballigh,
maka hati da'i tetap sabar, tidak boleh membalas dengan kebencian,
20

tetapi sebaliknya tetap mencintai objek, dan dengan ikhlas hati da’i
hendaknya mendo’akan objek supaya mendapatkan hidayah dari Allah
SWT.

Selain dari metode tersebut, metode yang lebih utama lagi adalah bil
uswatun hasanah, yaitu dengan memberi contoh prilaku yang baik dalam
segala hal. Keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW banya ditentukan
oleh akhlaq belia yang sangat mulia yang dibuktikan dalam realitas
kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Seorang muballigh harus menjadi
teladan yang baik dalam kehidupan sehar-hari.
Materi Dakwah


Menurut Prof. Dr. Achmad Mubarok MA, jika yang dimaksud materi
dakwah itu tentang apa, maka begitu luas materi dakwah karena ajaran Islam
sangat luasnya. Tetapi jika yang dimaksud sumbernya itu apa maka materi
dakwah tak lain adalah ajaran al Qur’an dan hadis. Ia bisa inaturanya (ayat-ayat
dan matan hadis) bisa juga yang sudah diramu dalam bentuk ilmu yang sitematis,
bisa juga dalam bentuk nasehat dan maqalah, bisa juga dalam bentuk kisah-kisah
masyarakat yang diteropong dengan kacamata Qur’an hadis. Jika materi itu
dimisalkan makanan, ada lapisan asyarakat yang tertarik dengan beras untuk
dimasak sendiri, tetapi ada juga yang tidak mau repot-repot mengetahui bahannya
apa, yang penting dalam sajian makanan yang menarik dan enak. Mereka tidak
21

tertarik dengan teks Al Qur’an, tetapi sangat bergairah terhadap tamsil-tamsil dan
maqolah yang indah.
Sedangkan menurut dr. H. K. Suheimi materi dakwah merupakan bahan-
bahan yang akan disampaikan kepada mad'u. Materi dakwah yang diberikan harus
sesuai dengan situasi dan kondisi objek dakwah. Apabila keadaan objek dakwah
sudah diketahui, maka seorang da'i tinggal mempersiapkan materi yang sesuai,
sudah barang tentu saja gaya bahasa maupun materi hendaknya dapat dipahami
dan diteirma oleh objek dakwah.
Dengan demikian materi dakwah itu bersumberkan kepada Al-qur'an dan
Sunnah yang berisikan tentang masalah aqidah, syari'ah dan akhlaq yang
dijabarkan dan dipaparkan kepada objek dakwah dengan berbagai cabang ilmu
dan seorang da'i itu dalam menyampaikan materi dakwah harus sesuai dengan
bidang keahliannya.
Obyek dan Subyek Dakwah


Salah satu hal terpenting dalam dakwah adalah memahami siapa pelaku
(subyek) dan ladang garap (obyek) dakwah. Ini berkaitan dengan tujuan yang
hendak dicapai dan cara dakwah yang akan ditempuh.
Secara ringkas, pelaku atau subyek dakwah bisa dibagi menjadi tiga,
yakni: individu, jamaah dan daulah (negara). Sedang ladang garap (obyek)
dakwah ada dua: orang kafir (sebagai individu dan negara) dan muslim.
22

Dakwah kepada individu kafir bertujuan untuk mengubah aqidahnya
menjadi aqidah Islam. Dakwah seperti ini bisa dilakukan oleh individu muslim
dengan mengajak secara langsung individu kafir, melalui berbagai cara, untuk
masuk Islam. Dakwah semacam ini akan lebih efektif bila dilakukan oleh sebuah
jamaah. Dengan jumlah orang dan sumber daya (dana, pikiran dan tenaga) yang
lebih besar, kemampuan untuk melakukan dakwah kepada orang-orang kafir tentu
lebih besar pula. Hasilnya juga tentu akan lebih baik ketimbang dakwah yang
dilakukan sendiri. Tapi yang paling efektif adalah dilakukan oleh negara. Melalui
penerapan hukum Islam di tengah masyarakat, orang kafir yang hidup dalam
masyarakat Islam sebagai ahludz dzimmah -- orang kafir yang dibiarkan dalam
kekafirannya tapi hidup dalam daulah Islam sebagaimana warga negara muslim
yang lain -- akan melihat secara langsung kehidupan Islam dan merasakan sendiri
kerahmatannya. Sementara, penjelasan terus menerus yang dilakukan oleh negara
melalui media massa tentang ajaran Islam dan kesalahan aqidah kufur, ditambah
dengan pendekatan yang dilakukan oleh orang-orang Islam secara individual dan
kegiatan jamaah dakwah yang ada, membuat ahludz dzimmah akan menilai
aqidah yang dipeluknya untuk kemudian terdorong menggantinya dengan aqidah
Islam. Sekalipun begitu, andai ia tidak juga mau berubah, tetap saja tidak boleh
dipaksa untuk memeluk Islam. Sementara, dakwah kepada kaum kufar sebagai
negara tentu saja hanya bisa dilakukan oleh negara. Daulah Islam melalui para
dutanya, akan mengajak para pemimpin dari berbagai negara kufur untuk masuk
Islam. Juga kepada para penduduk negeri itu, melalui para da'i yang resmi sebagai
utusan negara ataupun bukan, diserukan untuk memeluk Islam. Dijelaskan kepada
23

mereka dengan hujjah (argumen) yang nyata, dalil yang kuat dan bukti yang tak
terbantah tentang kebenaran Islam, sehingga menggugah akal mereka, menyentuh
perasaan dan menggetarkan jiwa mereka. Bila mereka menolak untuk masuk
Islam, mereka diminta tunduk kepada daulah Islam sebagai ahludz dzimmah
dengan kewajiban membayar jizyah. Mereka diperlakukan sama dengan orang
Islam. Bila ajakan untuk membayar jizyah dan tunduk kepada daulah juga ditolak,
barulah mereka diperangi.

¦.l..· _·¦ N _.`..¡`. ´<!. N´. .¯.´.l!. ,>N¦ N´. _.`.¯,>´ !. »¯,>
´<¦ .`..´ ¸´. N´. _.`.... _·: ´_>l¦ ´. _·¦ ¦...¦ ...÷l¦ _.> ¦.L-`.
«.,>l¦ s .. ¯.>´. _.`,-.. ''
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari
Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan
tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-
Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah
6
dengan patuh sedang mereka dalam
Keadaan tunduk.”
Sedang dakwah kepada orang Islam bertujuan untuk meningkatkan iman
dan taqwanya, mempertinggi kualitas kepribadian (syakhsiyyah) Islamnya serta
memperkuat ketundukannya pada aturan Islam. Dakwah ini dapat dilakukan oleh
individu muslim melalui dakwah fardiyah, baik dengan pendekatan personal
maupun kelompok dalam berbagai forum. Tapi, sama seperti dakwah kepada

6
Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan
Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka.
24

orang kafir, akan lebih efektif bila dilakukan secara berjamaah. Dan yang paling
efektif tentu saja dilakukan oleh negara.
Dakwah oleh negara kepada setiap muslim dilaksanakan dengan cara
menerapkan hukum Islam secara murni dan konsekuen, disertai penjelasan
tentang berbagai asperk ajaran Islam secara terus menerus melalui berbagai media
massa dan contoh para pemimpin Islam. Maka, setiap muslim akan melihat secara
langsung kehidupan Islam dan merasakan sendiri kerahmatannya. Kebaikan,
kemuliaan dan kerahmatan ajaran Islam akan terujud secara nyata. Sementara
terlihat pula para pemimpin Islam adalah figur-figur yang pantas diteladani,
karena mereka juga konsekuen dengan keIslaman mereka. Ini juga merupakan
dakwah buat siapa saja di seluruh penjuru dunia, yang mendengar dan melihat
kehidupan Islam melalui media massa. Secara demikian umat Islam akan semakin
mantap memeluk Islam dan bergairah hidup secara Islamy. Dan orang-orang yang
hidup di luar daulah Islam tergerak hatinya untuk hidup dalam kehidupan Islam
itu. Wallahu 'alam bi al-shawab.








25

Daftar Pustaka

Drs. H. E. Dachlan, HMA, Teori Praktis Reorika Dan Manajemen Dakwah,
Mitrah Amanah, Jakarta, 1993.

Sunarto, Tuntunan Dakwah Dan Pembina Pribadi Muslim, Pustaka Amani
Jakarta 1983.

Pengertian dan Objek Kajian Filsafat Dakwah
http://www.scribd.com/doc/2911007/Pengertian-dan-Objek-Kajian-Filsafat-Dakwah

Al-Ustaz Mustafa Masyhur, Jalan Dakwah, KONSIS Media, 1997
http://www.scribd.com/doc/2672756/Jalan-Dakwah-Mustafa-Masyhur

Modul Dan Kurikulum Pendidikan Dakwah Transformatif, PP LAKPESDAM
NU, 2006
http://www.scribd.com/doc/7398953/Modul-Dan-Kurikulum-Pendidikan-Dakwah-Transform-at-If

Taufik Irpansyah, Ilmu Dakwah Dilihat Dari Segi Ontologi, Epistimologi, Dan
Aksiologi, Institut Agama Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, 2004.
http://www.scribd.com/doc/3011593/Filsafat-Dakwah

Sudirman, Metode Dakwah; Solusi Untuk Menghadapi Problematika Dakwah
Masa Kini, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
http://www.uinsuska.info/dakwah/attachments/093_08metodedakwah.pdf

dr. H. K. Suheimi, Dakwah Suheimi
http://ksuheimi.blogspot.com/2008/08/dakwah-suheimi_23.html

Prof. Dr. Achmad Mubarok MA , Tentang Materi Dakwah
http://mubarok-institute.blogspot.com/2007/07/tentang-materi-dakwah.html

Dakwah
http://id.wikipedia.org/wiki/Dakwah

Syekh Ali Abdul Halim Mahmud, Dakwah Ilallah bagi Muslimah, 2009.
http://arsip.kotasantri.com/duniamuslimah.php?aksi=Cetak&sid=302

Metode Dakwah Rasulullah SAW
http://ardy46.wordpress.com/2009/01/30/metode-dakwah-rasulullah-saw/

Obyek Dan Subyek Dakwah, 2009.
http://asyari-agama-online.blogspot.com/2009/02/obyek-dan-subyek-dakwah.html

Pengertian Dakwah, 2007.
26

http://tri1405.blogsome.com/2007/05/07/apengertian-dakwah/

Hukum Dakwah
http://norashidaahmad.blogspot.com/2007/04/hukum-dakwah.html

Syaikh Abdul ’Aziz bin Abdullah bin Baaz, Hukum Dakwah, 2008.
http://belajarislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=171:hu
kum-dakwah&catid=3:belajar-dakwah&Itemid=136

A. Mustofa Bisri (Gus Mus), Hukum Dakwah, 2006.
http://www.gusmus.net/page.php?mod=interaksi&sub=1&id=143

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->