1.

Konsep Berfikir Kritis Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan

membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan masalah tersebut, setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda. Akan tetapi apabila setiap orang mampu berpikir secara kritis,masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya.Oleh karena itu manusia diberikan akal dan pikiran untuk senantiasa berpikir bagaimana menjadikan hidupnya lebih baik dan mampu menjalani suatu masalah sepelik apapun yang di berikan kepadanya. Ciri-ciri Berfikir kritis:  Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan  Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan.  Dapat menelaah dan menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis.  Berani menyampaikan kebenaran meskipun berat dilaksanakan .

2.

Konsep Belajar.

1. Pengertian Pembelajaran

pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. dan atau mengatur serta memfasilitasi berbagai hal kepada peserta didik agar bisa belajar sehingga tercapai tujuan pendidikan. kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang di dalamnya terdapat proses mengajar.Proses Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu rangkaian interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam rangka mencapai tujuannya. perbuatan. melatih.Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. memberi contoh. cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. membimbing. (KBBI) Dengan kata lain. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. penguasaan kemahiran dan tabiat. . yang berarti proses. Dengan kata lain. Pembelajaran juga diartikan sebagai usaha sistematis yang memungkinkan terciptanya pendidikan.

mengevaluasi dan membimbing dalam kegiatan pembelajaran. majalah. televisi. 3. tidak dengan sendirinya seseorang terdorong untuk memperoleh pengetahuan. Cepatnya informasi lewat radio. Pendekatan atau Model dalam Pembelajaran Belajar dapat dilakukan diberbagai tempat. film. Pendidik profesional memerlukan pengetahuan dan ketrampilan pendekatan pembelajaran agar mampu mengelola berbagai pesan sehingga peserta didik berkebiasaan belajar sepanjang hayat. meskipun informasi dengan mudah dapat diperoleh. Dalam belajar tentang pendekatan pembelajaran tersebut. dan ketrampilan dari padanya. ia terlebih dahulu hendaknya memahami dengan seksama hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran. surat kabar.2. wisatawan. melaksanakan. afekif. pendidik mempunyai tugas-tugas pokok antara lain bahwa ia harus mampu dan cakap merencanakan. dapat mempermudah belajar. agar para pendidik mampu menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain. Konsep Dasar Pembelajaran Dalam pembelajaran. orang dapat melihat: . kondisi. dan psikomotorik peserta didik dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar. Pendekatan pembelajaran dapat berarti anutan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif. dan waktu. pengalaman.

Pada ketiga keorganisasian peserta didik tersebut tujuan pengajaran. Dalam kedua strategi ini peserta didik dirancang aktif belajar. dan c pemerolehan kemampuan dalam pembelajaran. bekerja secara ilmu pengetahuan. sehingga ia dapat menemukan. dan strategi inkuiri. Strategi ekpositori. Pendekatan pembelajaran dengan pengorganisasian peserta didik dapat dilakukan dengan: a pambelajaran secara individual. Pada ketiga pengorganisasian peserta didik tersebut peserta didik tersebut seyogyanya digunakan untuk membelajarkan peserta didik yang menghadapi kecepatan informasi pada masa kini. b pembelajaran secara kelompok. Strategi discovery dan inkuiri terpusat ada peserta didik. strategi discovery. b Posisi pendidik-peserta didik dalam pengolahan pesan. dan strategi inkuiri. oleh karena itu seyogianya dikurangi. dan disiplin belajar berbedabeda. Strategi ekspositori masih terpusat pada pendidik. program pembelajaran. dan merasa senang. Sehubungan dengan posisi pendidik-peserta didik dalam pengolahan pesan. Pada tempatnya pendidik menggunakan strategi discovery dan inkuiri yang sesuai dengan pendekatan CBSA. pendidik dapat menggunakan strategi ekspositori. dan c pembelajaran secara klasikal. peran pendidik dan peserta didik. . strategi discovery.a Pengorganisasian peserta didik.

Skinner. perhatian. Behaviorisme (tingkah laku) Stimulus. kelompok dan klasikal. dan psikomotorik. Di antaranya: Teori belajar Yang ditekankan respon. proses pemerolehan pengalaman peserta didik atau proses pengolahan pesan tersebut dapat dilakuikan dengan cara dedukatif dan induktif. pencarian data.Dalam pembelajaran pada pebelajar terjadi peningkatan kemampuan. penyusunan konsepkonsep. Bandura Cognitivisme Daya ingat. Pengolahan pesan secara deduktif dimulai dari generalisasi atau suatu teori yang benar. dalam proses belajar pada kegiatan belajar hal tertentu. afektif. Selain pendekatan atau model belajar individual. Semula. ia memiliki kemampuan pra-belajar. masih terdapat banyak model belajar yang lain. Dari sisi pendidik. pemahaman Brunner. Keputusan tentang perbaikan tingkat ranah tersebut didasarkan atas evaluasi pendidik dan unjuk kerja peserta didik dalam pemecahan masalah. dan uji kebenaran generalisasi atau suatu teori tersebut. Tokoh penguatan Pavlov. ia meningkatkan tingkat atau memperbaiki tingkat ranah-ranah kognitif. motivasi . Pada pengolahan pesan secara induktif kegiatan bermula dari adanya fakta atau peristiwa khusus. Dalam usaha pembelajaran pendidik dapat menggunakan pengolahan pesan secara deduktif atau induktif tergantung pada karakteristik bidang studinya.

Tanggung jawab pendidik atau lebih luasnya pendidik adalah sebagai: a Korektor. afektif. Ada yang mempunyai kemampuan baik di bidang kognitif tetapi kurang pada afektifnya. proses informasi Konstruktivisme Pengalaman.mendalam. koreksi atau penilaian yang dilakukan bersifat menyeluruh dari segi kognitif. yaitu pendidik bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk. ada pula yang baik pada psikomotorik namun kurang pada kognitifnya. hendaknya pendidik tidak hanya memberikan penilaian dari satu aspek saja. mengevaluasi hasil belajar yang berupa dampak pengajaran. Ausubel Jean Piaget. perasaan. bertindak mengajar atau membelajarkan. Peran Pendidik Dalam Kegiatan Pembelajaran Peran pendidik dalam pembelajaran yaitu membuat desain instruksional. dan psikomotorik. menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. komunikasi yang John Miler terbuka. organisasi gagasan. Setiap peserta didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menerima pelajaran. dan berbagai macam perbedaan peserta didik yang lain. dalam memberikan penilaian. Oleh karena itu. interaksi Humanisme Emosi. . Vygotsky. Piaget. nilai-nilai 4.

b Inspirator. memberikan arah. mendorong. Dengan peserta didik yang dibekali pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. hingga tercipta kegiatan pembelajaran yang tertib dan menyenangkan. yaitu pendidik harus mampu mendorong peserta didik agar bergairah dan aktif belajar. 1994). yaitu pendidik harus mampu mengelola kegiatan akademik (belajar). yaitu pendidik harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar peserta didik. d Organisator. petunjuk bagaimana cara belajar yang baik. e Motivator. Meskipun dalam proses belajar. serta member masukan dalam menyelesaikan masalah lainnya. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. (karena motivasi intrinsik bertahan relatif lebih lama) . c Informator. Motivasi dari pendidik merupakan motivasi ekstrinsik. maka peserta didik tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi. Sehingga peserta didik tidak akan tertinggal di era global ini. yaitu pendidik menjadi inspirator atau ilham bagi kemajuan belajar peserta didik atau mahapeserta didik. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. Motivasilah yang mendorong peserta didik ingin melakukan kegiatan belajar. motivasi intrinsik atau motivasi yang berasal dari dalam diri individu memiliki pengaruh yang lebih efektif.

h Pembimbing. pendidik hendaknya selalu menjaga sikap dan perilaku. f Inisiator.namun motivasi ekstrinsik juga tetap dibutuhkan. i Demonstrator. Peserta didik akan lebih mudah memahami suatu materi jika materi tersebut didemonstrasikan. pendidik hendaknya memberikan ide-ide demi kemajuan pembelajaran. sehingga lebih mudah untuk dipahami peserta didik. Oleh karena itu. Melalui berbagai macam pengalaman yang didapatkan pendidik selama di kelas. minimal untuk kemajuan pembelajaran di kelas yang dibimbing. Karena kurangnya respons dari lingkungan secara positif akan mempengaruhi semangat belajar seseorang. karena sesuatu yang didemonstrasikan melibatkan aspek audio dan visual. yaitu pendidik harus mampu membimbing peserta didik menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab. Hal yang harus dilakukan pendidik adalah memberikan contoh yang baik pada peserta didik dan mengarahkannya. yaitu jika diperlukan pendidik bisa mendemonstrasikan bahan pelajaran yang susah dipahami. Oleh karena itu. . g Fasilitator. yaitu pendidik dapat memberikan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar. karena membimbing seseorang tanpa memberikan teladan yang baik adalah sia-sia. pendidik sebagai salah satu motivasi ekstrinsik hendaknya selalu memberikan motivasi pada peserta didiknya. yaitu pendidik menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pembelajaran.

maka ia akan mencari sumber kekurangan tersebut dan memperbaikinya. sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik setiap harinya. sehingga tiaptiap peserta didik dapat mengetahui . Pendidik diharapkan bisa berlaku adil dan jujur dalam setiap proses evaluasi. bukan hanya penyampaian materi dari satu arah atau dari pendidik saja. pendidik yang baik akan menilai proses pembelajaran yang telah berlangsung. yaitu pendidik hendaknya dapat memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pembelajaran. peserta didik hendaknya turut aktif dalam proses pembelajaran.j Pengelola kelas. dan dengan adanya pendidik maka diharapkan proses interaktif edukatif tersebut tercipta di kelas. maka proses pembelajaran dapat berjalan dengan tertib. k Mediator. l Supervisor. atau dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang akan dibahas. Jika kelas dikelola dengan baik. yaitu pendidik harus mampu mengelola kelas untuk menunjang interaksi edukatif. m Evaluator. apabila terdapat kekurangan. yaitu pendidik dituntut menjadi evaluator yang baik dan jujur. Setiap selesai proses pembelajaran. Dalam hal ini biasanya pendidik cukup memberikan sedikit materi di awal. Proses pembelajaran merupakan proses interaksi. yaitu pendidik menjadi media yang berfungsi sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses interaktif edukatif. kemudian mengajak dialog peserta didik mengenai materi yang telah diberikan sebelumnya.

Tenaga keperawatan secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada. berkelanjutan. dan tanggung jawabnya adalah mendidik peserta didik agar tumbuh dan berkembang potensinya kearah yang lebih sempurna Konsep Keperawatan Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan. Membantu peserta didik ketika menghadapi ujian bukanlah hal yang tepat dilakukan oleh seorang pendidik. Oleh karena itu. karena hal tersebut merupakan pembodohan peserta didik dan mengajarkan ketidakjujuran pada peserta didik. peran. ikut menentukan menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Sejarah Keperawatan dengan baik. Keperawatan sebagai suatu profesi menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan standart dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat lanjut A. dimana keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatif. Dan hal tersebut juga membuat peserta didik tidak akan pernah merasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya. dengan tugas. jelaslah bahwa kata “pendidik” dalam perspektif pendidikan yang selama ini berkembang di masyarakat memiliki makana yang lebih luas. koordinatif dan advokatif. .kemampuannya.

api. para dukun berupaya mengusir roh dengan menggunakan mantra-mantra atau obat-obatan yang berasal dari alam. Untuk membantu penyembuhan orang yang sakit dilakukan pemujaan kepada para dewa di tempat pemujaan (kuil). Setiap manusia pada tahap ini menggunakan akal pikirannya untuk menjaga kesehatan. para dukun mengupayakan proses penyembuhan dengan berusaha mencari pengetahuan tentang roh dari sesuatu yang mempengaruhi kesehatan orang yang sakit. dll). Untuk mengupayakan penyembuhan atau perawatan bagi manusia yang sakit maka roh jahat harus di usir. 3. gunung. merawat anak. manusia yang sakit disebabkan oleh kemarahan dewa.Keperawatan sebagai suatu pekerjaan sudah ada sejak manusia ada di bumi ini. keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban teknologi dan kebudayaan. keperawatan ada sebagai suatu naluri (instink). Mother Instink Pekerjaan keperawatan sudah ada sejak manusia diciptakan. Keperawatan penyakit akibat kemarahan para dewa Pada tahap ini manusia sudah memiliki kepercayaan tentang adanya dewa-dewa. 4. menyusui anak dan perilaku masih banyak perilaku lainnya. pohon. 2. Konsep keperawatan dari abad ke abad terus berkembang. Setelah dirasa mendapatkan kemampuan. dengan demikian dapat dikatakan bahwa kuil adalah tempat pelayanan kesehatan. sungai. berikut adalah perkembangan keperawatan di dunia : 1. Ketabiban . menggurangi stimulus kurang menyengkan. Animisme Manusia pada tahap ini memiliki keyakinan bahwa keadaan sakit adalah disebabkan oleh arwah/roh halus yang ada pada manusia yang telah meninggal atau pada manusia yang hidup atau pada alam ( batu besar.

7.Mulai berkembang kemungkinan sejak ± 14 abad SM. pada masa ini telah dikenal teknik pembidaian. Selain menyebarkan ajaran agama beliau juga menyebarkan ilmu pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pengobatan terhadap penyakit (kedokteran). Diakones dan Philantrop Berkembang sejak ± 400 SM. tugas mereka adalah membantu pendeta memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pada masa ini merupakan cikal bakal berkembangnya ilmu keperawatan kesehatan masyarakat. Thomas . 6. Pada awalnya perawat terdidik diseleksi dari para pengikut agama dimana tenaga mereka diperbantukan dalam kegiatan perawatan paska terjadinya perang salib. Perawat terdidik ( 600 – 1583 ) Pada masa ini pendidikan keperawatan mulai muncul. Perawat Profesional (abad 18 – 19) Perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat sejak abad ini termasuk ilmu kedokteran dan keperawatan. anatomi manusia. Philantop adalah kelompok yang mengasingkan diri dari keramaian dunia. Perkembangan ilmu kedokteran Islam Pada tahun 632 Masehi. dimana program itu menghasilkan perawat-perawat terdidik. dimana mereka merupakan tenaga inti yang memberikan pelayanan di pusat pelayanan kesehatan (RS) pada masa itu. Florence Nightingale (1820-1910) adalah tokoh yang berjasa dalam pengembangan ilmu keperawatan. Tokoh perawat yang terkenal pada saat (1182 – 1226) itu adalah St Fransiscas dari Asisi Italia. 8. para diakones memberikan pelayanan perawatan yang diberikan dari rumah ke rumah. beliau mendirikan sekolah keperawatan moderen pada tahun 1960 di RS St. hygiene umum. 5. Pendidikan keperawatan diawali di Hotel Dien dan Lion Prancis yang kemudian berkembang menjadi rumah sakit terbesar disana. Agama Islam melalui Nabi Muhamad SAW dan para pengikutnya menyebarkan agama Islam keseluruh pelosok dunia.

Melihat perkembangan keperawatan di dunia dengan kemajuannya dari tahap yang paling klasik sampai dengan terciptanya tenaga keperawatan yang professional dan diakui oleh dunia internasional tentu dapat dijadikan cerminan bagi perkembangan keperawatan di Indonesia. di Indonesia pada awalnya pelayanan perawatan masih didasarkan pada naluri. 2. tenaga perawat diambil dari putra pertiwi. Model keperawatan kuratif (1920) Pelayanan pengobatan menyeluruh bagi masyarakat dilakukan oleh perawat seperti imunisasi/vaksinasi. Binnen Hospital adalah RS pertama yang didirikan tahun 1799. adapun perkembangannya adalah sebagai berikut : 1.di London. kemudian berkembang menjadi aliran animisme. keperawatan di Indonesia juga terus berkembang. mengontol pasien. Model keperawatan Vokasional (abad 19) Berkembangnya pendidikan keperawatan non formal. Penjaga orang sakit (POS/zieken oppasser) Sejak masuknya Vereenigge oost Indische Compagine di Indonesia mulai didirikan rumah sakit. Seperti halnya perkembangan keperawatan di dunia. dan orang bijak beragama. melainkan pekerjaan yang hanya pantas dilakukan oleh prajurit yang bertugas pada kompeni. dan pengobatan penyakit seksual. tenaga kesehatan yang melayani adalah para dokter bedah. Mengikuti perkembangan keperawatan di dunia. Pekerjaan perawat pada saat itu bukan pekerjaan dermawan atau intelektual. Tugas perawat pada saat itu adalah memasak dan membersihkan bagsal (domestik work). pendidikan diberikan melalui pelatihan-pelatihan model vokasional dan dipadukan dengan latihan kerja. menjaga pasien agar tidak lari/pasien gangguan kejiwaan. 3. 4. .

6. Pendidikan itu diberuntukan bagi mereka lulusan SLTP ditambah pendidikan selama 3 tahun. menjadikan tenaga keperawatan dipacu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang keperawatan. Menuju keperawatan profesional sejak Indonesia merdeka (1945) perkembangan keperawatan mulai nyata dengan berdirinya sekolah pengatur rawat (SPR) dan sekolah bidan di RS besar yang bertujuan untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. . 8. tugas. Keperawatan preventif Pemerintahan belana menganggap perlunya hygiene dan sanitasi serta penyuluhan dalam upaya pencegahan dan pengendalian wabah. Diilhami dari hasil lokakarya itu maka didirikanlah akademi keperawatan. pendidikan ini terfokus pada pelayanan kesehatan lingkungan dan bukan merupakan pengobatan. Perkembangan keperawatan semakin nyata dengan didirikannya organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia tahun 1974. Keperawatan semi profesional Tuntutan kebutuhan akan pelayanan kesehatan (keperawatan) yang bermutu oleh masyarakat. ditetapkan definisi. Pada tahun 1937 didirikan sekolah mantri higene di Purwokerto. Pendidikan-pendidikan dasar keperawatan dengan sistem magang selama 4 tahun bagi lulusan sekolah dasar mulai bermunculan. kemudian disusul pendirian PSIK FK-UI (1985) dan kemudian didirikan pula program paska sarjana (1999). disamping itu juga didirikan sekolah bagi guru perawat dan bidan untuk menjadi guru di SPR. Keperawatan profesional Melalui lokakarya nasional keprawatan dengan kerjasama antara Depdikbud RI. 7. pemerintah juga menyadari bahwa tindakan kuratif hanya berdampak minimal bagi masyarakat dan hanya ditujukan bagi mereka yang sakit.5. fungsi dan kompetensi tenaga perawat professional di Indonesia. Depkes RI dan DPP PPNI.

kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. holistic berdasarkan ilmu dan kiat. 23 tahun 1992 tentang kesehatan. No. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa keperawatan adalah upaya pemberian pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic dan professional. luka dan proses penuaan. Florence Nightingale (1895) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut. Tyalor C Lillis C Lemone (1989) mendefinisikan perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat atau memelihara.B. perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan. keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu. membantu dengan melindungi seseorang karena sakit. Definisi perawat menurut ICN (international council of nursing) tahun 1965. standart pelayanan dengan berpegang teguh kepada kode etik yang melandasi perawat professional secara mandiri atau memalui upaya kolaborasi. Calilista Roy (1976) mendefinisikan keperawatan merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien. C. perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan yang memenuhi syarat serta berwenang di negeri bersangkutan untuk . Definisi Perawat Definisi perawat menurut UU RI. Pengertian Keperawatan Pada lokakarya nasional 1983 telah disepakati pengertian keperawatan sebagai berikut. keperawatan adalah menempatkan pasien alam kondisi paling baik bagi alam dan isinya untuk bertindak.

kurang gizi. peningkatan pendapatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan menjadikan masyarakat lebih kritis. Keadaan ini memberikan implikasi bahwa tenaga kesehatan khususnya keperawatan dapat memenuhi standart global internasional dalam memberikan pelayanan kesehatan/keperawatan. kecelakaan. dunia khususnya bangsa Indonesia memasuki era globalisasi. terjadi peningkatan kesempatan untuk meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi. Pergeseran pola nilai dalam keluarga dan umur harapan hidup yang meningkat juga menimbulkan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kelompok lanjut usia serta penyakit degeneratif. memiliki wawasan yang luas dan menguasi perkembangan Iptek. Pada masyarakat yang menuju ke arah moderen. pencemaran. disamping meningkatnya angka kejadian penyakit klasik yang berhubungan dengan infeksi. pencegahan penyakit dan pelayanan penderita sakit. pada tahun 2003 era dimulainya pasar bebas ASEAN dimana banyak tenaga professional keluar dan masuk ke dalam negeri. Tren Keperawatan Setelah tahun 2000. Pada masa itu mulai terjadi suatu masa transisi/pergeseran pola kehidupan masyarakat dimana pola kehidupan masyarakat tradisional berubah menjadi masyarakat yang maju. . Kondisi itu berpengaruh kepada pelayanan kesehatan dimana masyarakat yang kritis menghendaki pelayanan yang bermutu dan diberikan oleh tenaga yang profesional. kemampuan intelektual dan teknik serta peka terhadap aspek social budaya. D.memberikan pelayanan keperawatan yan bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan. memiliki kemampuan professional. Keadaan itu menyebabkan berbagai macam dampak pada aspek kehidupan masyarakat khususnya aspek kesehatan baik yang berupa masalah urbanisaasi. dan kurangnya pemukiman sehat bagi penduduk.

Penyempurnaan organisasi keperawatan . pengembangan teknologi keperawatan. diantaranya : 1. banyak factor yang dapat menyebabkan masih rendahnya peran perawat professional. Menyadari peran profesi keperawatan yang masih rendah dalam dunia kesehatan akan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi tercapainya tujuan kesehatan “ sehat untuk semua pada tahun 2010 “. maka solusi yang harus ditempuh adalah : 1. Memantapkan system pelayanan perawatan professional Depertemen Kesehatan RI sampai saat ini sedang menyusun registrasi. Keterlambatan pengakuan body of knowledge profesi keperawatan. 2. Tahun 1985 pendidikan S1 keperawatan pertama kali dibuka di UI. Pengembangan pendidikan keperawatan. 3. 2. sedangkan di negara barat pada tahun 1869. ( standart. 3. bentuk praktik keperawatan.. lahan praktik dan sarana serta prasarana penunjang pendidikan. lisensi ). pembinaan profesi dan pendidikan keperawatan berkelanjutan. Sampai saat ini jenjang ini masih terus ditata dalam hal SDM pengajar.Namun demikian upaya untuk mewujudkan perawat yang professional di Indonesia masih belum menggembirakan. Keterlambatan system pelayanan keperawatan. Akademi Keperawatan merupakan pendidikan keperawatan yang menghasilkan tenaga perawatan professional dibidang keperawatan. lisensi dan sertifikasi praktik keperawatan. Sistem pendidikan tinggi keperawatan sangat penting dalam pengembangan perawatan professional. Keterlambatan pengembangan pendidikan perawat professional. Selain itu semua penerapan model praktik keperawatan professional dalam memberikan asuhan keperawatan harus segera di lakukan untuk menjamin kepuasan konsumen/klien.

dan memperhatikan kode etik keperawatan. Restrukturisasi organisasi keperawatan merupakan pilihan tepat guna menciptakan suatu organisasi profesi yang mandiri dan mampu menghidupi anggotanya melalui upaya jaminan kualitas kinerja dan harapan akan masa depan yang lebih baik serta meningkat. Body of Knowledge 2. Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan) 3. Menggunakan pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif. Komitmen perawat guna memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu baik secara mandiri ataupun melalui jalan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sangat penting dalam terwujudnya pelayanan keperawatan professional. Nilai komitmen moral Pelayanan keperawatan diberikan dengan konsep altruistic. Nilai dalam : intelektual Nilai intelektual dalam prtaktik keperawatan terdiri dari 1. 2. Nilai professional yang melandasi praktik keperawatan dapat di kelompokkan 1. Beneficience selalu mengupayakan keputusan dibuat berdasarkan keinginan melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien.Organisasi profesi keperawatan memerlukan suatu perubahan cepat dan dinamis serta kemampuan mengakomodasi setiap kepentingan individu menjadi kepentingan organisasi dan mengintegrasikannya menjadi serangkaian kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya. Menurut Beauchamp & Walters (1989) pelayanan professional terhadap masyarakat memerlukan integritas. (Johnstone. Aspek moral yang harus menjadi landasan perilaku perawat adalah : a. komitmen moral dan tanggung jawab etik. 1994) .

Kendali mempunyai implikasi pengaturan atau pengarahan terhadap sesuatu atau seseorang. perasaan ingin membantu). c. keadaan ekonomi dan sebagainya. kesedian mengambil resiko dan tanggung jawab serta tanggung gugat terhadap tindakannya sendiribegitupula sebagai pengatur dan penentu diri sendiri. menetapkan peran. harus ada kewenangan untuk mengendalikan praktik. Fidelity Berperilaku caring (peduli. kendali dan tanggung gugat Otonomi merupakan kebebasan dan kewenangan untuk melakukan tindakan secara mandiri. Tanggung gugat berarti perawat bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukannya terhadap klien . Hak otonomi merujuk kepada pengendalian kehidupan diri sendiri yang berarti bahwa perawat memiliki kendali terhadap fungsi mereka. tetapi memprlakukan klien sebagai individu yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki. fungsi dan tanggung jawab anggota profesi. kasih sayang.b. memberikan harapan yang memadahi. 3. selalu berusaha menepati janji. Otonomi. komitmen moral serta memperhatikan kebutuhan spiritual klien. Otonomi melibatkan kemandirian. social budaya. Fair Tidak mendeskriminasikan klien berdasarkan agama. Bagi profesi keperawatan. ras.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful