1.

Konsep Berfikir Kritis Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan

membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan masalah tersebut, setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda. Akan tetapi apabila setiap orang mampu berpikir secara kritis,masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya.Oleh karena itu manusia diberikan akal dan pikiran untuk senantiasa berpikir bagaimana menjadikan hidupnya lebih baik dan mampu menjalani suatu masalah sepelik apapun yang di berikan kepadanya. Ciri-ciri Berfikir kritis:  Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan  Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan.  Dapat menelaah dan menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis.  Berani menyampaikan kebenaran meskipun berat dilaksanakan .

2.

Konsep Belajar.

1. Pengertian Pembelajaran

melatih. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Pembelajaran juga diartikan sebagai usaha sistematis yang memungkinkan terciptanya pendidikan. dan atau mengatur serta memfasilitasi berbagai hal kepada peserta didik agar bisa belajar sehingga tercapai tujuan pendidikan. perbuatan. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. .Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”. penguasaan kemahiran dan tabiat.Proses Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu rangkaian interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam rangka mencapai tujuannya. membimbing. cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. yang berarti proses. memberi contoh. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang di dalamnya terdapat proses mengajar. Dengan kata lain. (KBBI) Dengan kata lain.

meskipun informasi dengan mudah dapat diperoleh. mengevaluasi dan membimbing dalam kegiatan pembelajaran. dan waktu. orang dapat melihat: . Dengan kata lain. dan ketrampilan dari padanya. majalah. surat kabar. dapat mempermudah belajar. ia terlebih dahulu hendaknya memahami dengan seksama hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran. agar para pendidik mampu menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Cepatnya informasi lewat radio. kondisi. Pendekatan pembelajaran dapat berarti anutan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif. afekif. dan psikomotorik peserta didik dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar. pengalaman. wisatawan. 3. Dalam belajar tentang pendekatan pembelajaran tersebut. Konsep Dasar Pembelajaran Dalam pembelajaran.2. Pendekatan atau Model dalam Pembelajaran Belajar dapat dilakukan diberbagai tempat. film. tidak dengan sendirinya seseorang terdorong untuk memperoleh pengetahuan. melaksanakan. Pendidik profesional memerlukan pengetahuan dan ketrampilan pendekatan pembelajaran agar mampu mengelola berbagai pesan sehingga peserta didik berkebiasaan belajar sepanjang hayat. televisi. pendidik mempunyai tugas-tugas pokok antara lain bahwa ia harus mampu dan cakap merencanakan.

Pada ketiga keorganisasian peserta didik tersebut tujuan pengajaran. Pada ketiga pengorganisasian peserta didik tersebut peserta didik tersebut seyogyanya digunakan untuk membelajarkan peserta didik yang menghadapi kecepatan informasi pada masa kini. . dan strategi inkuiri. pendidik dapat menggunakan strategi ekspositori. dan c pemerolehan kemampuan dalam pembelajaran. sehingga ia dapat menemukan. dan merasa senang. dan strategi inkuiri. Sehubungan dengan posisi pendidik-peserta didik dalam pengolahan pesan. Strategi discovery dan inkuiri terpusat ada peserta didik. Pada tempatnya pendidik menggunakan strategi discovery dan inkuiri yang sesuai dengan pendekatan CBSA. strategi discovery. dan disiplin belajar berbedabeda. b pembelajaran secara kelompok. Strategi ekpositori. Pendekatan pembelajaran dengan pengorganisasian peserta didik dapat dilakukan dengan: a pambelajaran secara individual. bekerja secara ilmu pengetahuan.a Pengorganisasian peserta didik. Dalam kedua strategi ini peserta didik dirancang aktif belajar. b Posisi pendidik-peserta didik dalam pengolahan pesan. dan c pembelajaran secara klasikal. Strategi ekspositori masih terpusat pada pendidik. strategi discovery. peran pendidik dan peserta didik. oleh karena itu seyogianya dikurangi. program pembelajaran.

dan uji kebenaran generalisasi atau suatu teori tersebut. Semula. Dalam usaha pembelajaran pendidik dapat menggunakan pengolahan pesan secara deduktif atau induktif tergantung pada karakteristik bidang studinya. pemahaman Brunner. Pengolahan pesan secara deduktif dimulai dari generalisasi atau suatu teori yang benar. Dari sisi pendidik. motivasi . Selain pendekatan atau model belajar individual. pencarian data. Tokoh penguatan Pavlov. masih terdapat banyak model belajar yang lain. penyusunan konsepkonsep. Bandura Cognitivisme Daya ingat. ia meningkatkan tingkat atau memperbaiki tingkat ranah-ranah kognitif. perhatian. afektif.Dalam pembelajaran pada pebelajar terjadi peningkatan kemampuan. Keputusan tentang perbaikan tingkat ranah tersebut didasarkan atas evaluasi pendidik dan unjuk kerja peserta didik dalam pemecahan masalah. dan psikomotorik. proses pemerolehan pengalaman peserta didik atau proses pengolahan pesan tersebut dapat dilakuikan dengan cara dedukatif dan induktif. Skinner. Di antaranya: Teori belajar Yang ditekankan respon. Pada pengolahan pesan secara induktif kegiatan bermula dari adanya fakta atau peristiwa khusus. ia memiliki kemampuan pra-belajar. dalam proses belajar pada kegiatan belajar hal tertentu. kelompok dan klasikal. Behaviorisme (tingkah laku) Stimulus.

proses informasi Konstruktivisme Pengalaman. Vygotsky. Piaget. dan berbagai macam perbedaan peserta didik yang lain. Oleh karena itu. Setiap peserta didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menerima pelajaran. menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. perasaan. ada pula yang baik pada psikomotorik namun kurang pada kognitifnya. Peran Pendidik Dalam Kegiatan Pembelajaran Peran pendidik dalam pembelajaran yaitu membuat desain instruksional. Ada yang mempunyai kemampuan baik di bidang kognitif tetapi kurang pada afektifnya. organisasi gagasan. yaitu pendidik bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk. koreksi atau penilaian yang dilakukan bersifat menyeluruh dari segi kognitif. hendaknya pendidik tidak hanya memberikan penilaian dari satu aspek saja. Ausubel Jean Piaget. dalam memberikan penilaian. . afektif.mendalam. nilai-nilai 4. komunikasi yang John Miler terbuka. bertindak mengajar atau membelajarkan. dan psikomotorik. Tanggung jawab pendidik atau lebih luasnya pendidik adalah sebagai: a Korektor. mengevaluasi hasil belajar yang berupa dampak pengajaran. interaksi Humanisme Emosi.

1994). Dengan peserta didik yang dibekali pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu pendidik harus mampu mengelola kegiatan akademik (belajar). Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. mendorong. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. maka peserta didik tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi. petunjuk bagaimana cara belajar yang baik. memberikan arah. yaitu pendidik harus mampu mendorong peserta didik agar bergairah dan aktif belajar. yaitu pendidik menjadi inspirator atau ilham bagi kemajuan belajar peserta didik atau mahapeserta didik. Motivasilah yang mendorong peserta didik ingin melakukan kegiatan belajar. Sehingga peserta didik tidak akan tertinggal di era global ini. (karena motivasi intrinsik bertahan relatif lebih lama) . hingga tercipta kegiatan pembelajaran yang tertib dan menyenangkan. yaitu pendidik harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar peserta didik.b Inspirator. d Organisator. Motivasi dari pendidik merupakan motivasi ekstrinsik. e Motivator. serta member masukan dalam menyelesaikan masalah lainnya. Meskipun dalam proses belajar. c Informator. motivasi intrinsik atau motivasi yang berasal dari dalam diri individu memiliki pengaruh yang lebih efektif.

karena sesuatu yang didemonstrasikan melibatkan aspek audio dan visual. yaitu pendidik dapat memberikan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar. Oleh karena itu. Hal yang harus dilakukan pendidik adalah memberikan contoh yang baik pada peserta didik dan mengarahkannya. Melalui berbagai macam pengalaman yang didapatkan pendidik selama di kelas. Peserta didik akan lebih mudah memahami suatu materi jika materi tersebut didemonstrasikan. pendidik hendaknya memberikan ide-ide demi kemajuan pembelajaran. Oleh karena itu. karena membimbing seseorang tanpa memberikan teladan yang baik adalah sia-sia. f Inisiator. minimal untuk kemajuan pembelajaran di kelas yang dibimbing.namun motivasi ekstrinsik juga tetap dibutuhkan. pendidik sebagai salah satu motivasi ekstrinsik hendaknya selalu memberikan motivasi pada peserta didiknya. i Demonstrator. pendidik hendaknya selalu menjaga sikap dan perilaku. yaitu jika diperlukan pendidik bisa mendemonstrasikan bahan pelajaran yang susah dipahami. Karena kurangnya respons dari lingkungan secara positif akan mempengaruhi semangat belajar seseorang. yaitu pendidik harus mampu membimbing peserta didik menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab. sehingga lebih mudah untuk dipahami peserta didik. yaitu pendidik menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pembelajaran. h Pembimbing. g Fasilitator. .

yaitu pendidik harus mampu mengelola kelas untuk menunjang interaksi edukatif. sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik setiap harinya. sehingga tiaptiap peserta didik dapat mengetahui . m Evaluator. Setiap selesai proses pembelajaran. yaitu pendidik dituntut menjadi evaluator yang baik dan jujur. Pendidik diharapkan bisa berlaku adil dan jujur dalam setiap proses evaluasi. kemudian mengajak dialog peserta didik mengenai materi yang telah diberikan sebelumnya. yaitu pendidik hendaknya dapat memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pembelajaran. yaitu pendidik menjadi media yang berfungsi sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses interaktif edukatif. apabila terdapat kekurangan. maka ia akan mencari sumber kekurangan tersebut dan memperbaikinya. bukan hanya penyampaian materi dari satu arah atau dari pendidik saja. maka proses pembelajaran dapat berjalan dengan tertib. k Mediator.j Pengelola kelas. pendidik yang baik akan menilai proses pembelajaran yang telah berlangsung. peserta didik hendaknya turut aktif dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan proses interaksi. atau dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang akan dibahas. dan dengan adanya pendidik maka diharapkan proses interaktif edukatif tersebut tercipta di kelas. Jika kelas dikelola dengan baik. Dalam hal ini biasanya pendidik cukup memberikan sedikit materi di awal. l Supervisor.

kemampuannya. ikut menentukan menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. karena hal tersebut merupakan pembodohan peserta didik dan mengajarkan ketidakjujuran pada peserta didik. . jelaslah bahwa kata “pendidik” dalam perspektif pendidikan yang selama ini berkembang di masyarakat memiliki makana yang lebih luas. Membantu peserta didik ketika menghadapi ujian bukanlah hal yang tepat dilakukan oleh seorang pendidik. berkelanjutan. koordinatif dan advokatif. dengan tugas. Oleh karena itu. dan tanggung jawabnya adalah mendidik peserta didik agar tumbuh dan berkembang potensinya kearah yang lebih sempurna Konsep Keperawatan Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan. Dan hal tersebut juga membuat peserta didik tidak akan pernah merasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya. peran. Tenaga keperawatan secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada. Sejarah Keperawatan dengan baik. Keperawatan sebagai suatu profesi menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan standart dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat lanjut A. dimana keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatif.

Konsep keperawatan dari abad ke abad terus berkembang. Animisme Manusia pada tahap ini memiliki keyakinan bahwa keadaan sakit adalah disebabkan oleh arwah/roh halus yang ada pada manusia yang telah meninggal atau pada manusia yang hidup atau pada alam ( batu besar. Mother Instink Pekerjaan keperawatan sudah ada sejak manusia diciptakan. gunung. 3. para dukun mengupayakan proses penyembuhan dengan berusaha mencari pengetahuan tentang roh dari sesuatu yang mempengaruhi kesehatan orang yang sakit. pohon. manusia yang sakit disebabkan oleh kemarahan dewa. sungai. keperawatan ada sebagai suatu naluri (instink). dll). menggurangi stimulus kurang menyengkan. berikut adalah perkembangan keperawatan di dunia : 1. keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban teknologi dan kebudayaan. 4. Untuk membantu penyembuhan orang yang sakit dilakukan pemujaan kepada para dewa di tempat pemujaan (kuil). 2. para dukun berupaya mengusir roh dengan menggunakan mantra-mantra atau obat-obatan yang berasal dari alam. merawat anak. Ketabiban . api. dengan demikian dapat dikatakan bahwa kuil adalah tempat pelayanan kesehatan. Setelah dirasa mendapatkan kemampuan.Keperawatan sebagai suatu pekerjaan sudah ada sejak manusia ada di bumi ini. Untuk mengupayakan penyembuhan atau perawatan bagi manusia yang sakit maka roh jahat harus di usir. Keperawatan penyakit akibat kemarahan para dewa Pada tahap ini manusia sudah memiliki kepercayaan tentang adanya dewa-dewa. Setiap manusia pada tahap ini menggunakan akal pikirannya untuk menjaga kesehatan. menyusui anak dan perilaku masih banyak perilaku lainnya.

Florence Nightingale (1820-1910) adalah tokoh yang berjasa dalam pengembangan ilmu keperawatan. hygiene umum. Perkembangan ilmu kedokteran Islam Pada tahun 632 Masehi. pada masa ini telah dikenal teknik pembidaian. Philantop adalah kelompok yang mengasingkan diri dari keramaian dunia. Perawat Profesional (abad 18 – 19) Perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat sejak abad ini termasuk ilmu kedokteran dan keperawatan. 7. Thomas . Selain menyebarkan ajaran agama beliau juga menyebarkan ilmu pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pengobatan terhadap penyakit (kedokteran). dimana mereka merupakan tenaga inti yang memberikan pelayanan di pusat pelayanan kesehatan (RS) pada masa itu. Pada awalnya perawat terdidik diseleksi dari para pengikut agama dimana tenaga mereka diperbantukan dalam kegiatan perawatan paska terjadinya perang salib. Diakones dan Philantrop Berkembang sejak ± 400 SM. Agama Islam melalui Nabi Muhamad SAW dan para pengikutnya menyebarkan agama Islam keseluruh pelosok dunia. Perawat terdidik ( 600 – 1583 ) Pada masa ini pendidikan keperawatan mulai muncul. anatomi manusia. 6. Pendidikan keperawatan diawali di Hotel Dien dan Lion Prancis yang kemudian berkembang menjadi rumah sakit terbesar disana. beliau mendirikan sekolah keperawatan moderen pada tahun 1960 di RS St. 5. tugas mereka adalah membantu pendeta memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pada masa ini merupakan cikal bakal berkembangnya ilmu keperawatan kesehatan masyarakat. dimana program itu menghasilkan perawat-perawat terdidik. 8.Mulai berkembang kemungkinan sejak ± 14 abad SM. para diakones memberikan pelayanan perawatan yang diberikan dari rumah ke rumah. Tokoh perawat yang terkenal pada saat (1182 – 1226) itu adalah St Fransiscas dari Asisi Italia.

2. melainkan pekerjaan yang hanya pantas dilakukan oleh prajurit yang bertugas pada kompeni. Mengikuti perkembangan keperawatan di dunia. Tugas perawat pada saat itu adalah memasak dan membersihkan bagsal (domestik work). kemudian berkembang menjadi aliran animisme. menjaga pasien agar tidak lari/pasien gangguan kejiwaan. tenaga perawat diambil dari putra pertiwi. . pendidikan diberikan melalui pelatihan-pelatihan model vokasional dan dipadukan dengan latihan kerja. Seperti halnya perkembangan keperawatan di dunia. 3. mengontol pasien. Pekerjaan perawat pada saat itu bukan pekerjaan dermawan atau intelektual. Model keperawatan kuratif (1920) Pelayanan pengobatan menyeluruh bagi masyarakat dilakukan oleh perawat seperti imunisasi/vaksinasi. keperawatan di Indonesia juga terus berkembang. tenaga kesehatan yang melayani adalah para dokter bedah. Model keperawatan Vokasional (abad 19) Berkembangnya pendidikan keperawatan non formal.di London. adapun perkembangannya adalah sebagai berikut : 1. Melihat perkembangan keperawatan di dunia dengan kemajuannya dari tahap yang paling klasik sampai dengan terciptanya tenaga keperawatan yang professional dan diakui oleh dunia internasional tentu dapat dijadikan cerminan bagi perkembangan keperawatan di Indonesia. dan pengobatan penyakit seksual. Binnen Hospital adalah RS pertama yang didirikan tahun 1799. 4. Penjaga orang sakit (POS/zieken oppasser) Sejak masuknya Vereenigge oost Indische Compagine di Indonesia mulai didirikan rumah sakit. dan orang bijak beragama. di Indonesia pada awalnya pelayanan perawatan masih didasarkan pada naluri.

Menuju keperawatan profesional sejak Indonesia merdeka (1945) perkembangan keperawatan mulai nyata dengan berdirinya sekolah pengatur rawat (SPR) dan sekolah bidan di RS besar yang bertujuan untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pendidikan-pendidikan dasar keperawatan dengan sistem magang selama 4 tahun bagi lulusan sekolah dasar mulai bermunculan. disamping itu juga didirikan sekolah bagi guru perawat dan bidan untuk menjadi guru di SPR. Keperawatan profesional Melalui lokakarya nasional keprawatan dengan kerjasama antara Depdikbud RI.5. Perkembangan keperawatan semakin nyata dengan didirikannya organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia tahun 1974. ditetapkan definisi. Pada tahun 1937 didirikan sekolah mantri higene di Purwokerto. menjadikan tenaga keperawatan dipacu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang keperawatan. Depkes RI dan DPP PPNI. . 7. Diilhami dari hasil lokakarya itu maka didirikanlah akademi keperawatan. Keperawatan preventif Pemerintahan belana menganggap perlunya hygiene dan sanitasi serta penyuluhan dalam upaya pencegahan dan pengendalian wabah. kemudian disusul pendirian PSIK FK-UI (1985) dan kemudian didirikan pula program paska sarjana (1999). pendidikan ini terfokus pada pelayanan kesehatan lingkungan dan bukan merupakan pengobatan. tugas. pemerintah juga menyadari bahwa tindakan kuratif hanya berdampak minimal bagi masyarakat dan hanya ditujukan bagi mereka yang sakit. Pendidikan itu diberuntukan bagi mereka lulusan SLTP ditambah pendidikan selama 3 tahun. Keperawatan semi profesional Tuntutan kebutuhan akan pelayanan kesehatan (keperawatan) yang bermutu oleh masyarakat. 6. fungsi dan kompetensi tenaga perawat professional di Indonesia. 8.

Tyalor C Lillis C Lemone (1989) mendefinisikan perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat atau memelihara. Pengertian Keperawatan Pada lokakarya nasional 1983 telah disepakati pengertian keperawatan sebagai berikut. kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. keperawatan adalah menempatkan pasien alam kondisi paling baik bagi alam dan isinya untuk bertindak. holistic berdasarkan ilmu dan kiat.B. Calilista Roy (1976) mendefinisikan keperawatan merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien. Florence Nightingale (1895) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut. luka dan proses penuaan. No. standart pelayanan dengan berpegang teguh kepada kode etik yang melandasi perawat professional secara mandiri atau memalui upaya kolaborasi. 23 tahun 1992 tentang kesehatan. Definisi Perawat Definisi perawat menurut UU RI. perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan. perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan yang memenuhi syarat serta berwenang di negeri bersangkutan untuk . Definisi perawat menurut ICN (international council of nursing) tahun 1965. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa keperawatan adalah upaya pemberian pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic dan professional. membantu dengan melindungi seseorang karena sakit. berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu. C. keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan.

kemampuan intelektual dan teknik serta peka terhadap aspek social budaya. Kondisi itu berpengaruh kepada pelayanan kesehatan dimana masyarakat yang kritis menghendaki pelayanan yang bermutu dan diberikan oleh tenaga yang profesional. Pada masyarakat yang menuju ke arah moderen. dunia khususnya bangsa Indonesia memasuki era globalisasi. terjadi peningkatan kesempatan untuk meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi. memiliki wawasan yang luas dan menguasi perkembangan Iptek. pencemaran. . Keadaan itu menyebabkan berbagai macam dampak pada aspek kehidupan masyarakat khususnya aspek kesehatan baik yang berupa masalah urbanisaasi. peningkatan pendapatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan menjadikan masyarakat lebih kritis. memiliki kemampuan professional.memberikan pelayanan keperawatan yan bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan. Pergeseran pola nilai dalam keluarga dan umur harapan hidup yang meningkat juga menimbulkan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kelompok lanjut usia serta penyakit degeneratif. pada tahun 2003 era dimulainya pasar bebas ASEAN dimana banyak tenaga professional keluar dan masuk ke dalam negeri. Keadaan ini memberikan implikasi bahwa tenaga kesehatan khususnya keperawatan dapat memenuhi standart global internasional dalam memberikan pelayanan kesehatan/keperawatan. D. disamping meningkatnya angka kejadian penyakit klasik yang berhubungan dengan infeksi. Pada masa itu mulai terjadi suatu masa transisi/pergeseran pola kehidupan masyarakat dimana pola kehidupan masyarakat tradisional berubah menjadi masyarakat yang maju. dan kurangnya pemukiman sehat bagi penduduk. kecelakaan. kurang gizi. Tren Keperawatan Setelah tahun 2000. pencegahan penyakit dan pelayanan penderita sakit.

maka solusi yang harus ditempuh adalah : 1. lisensi ). lahan praktik dan sarana serta prasarana penunjang pendidikan. Memantapkan system pelayanan perawatan professional Depertemen Kesehatan RI sampai saat ini sedang menyusun registrasi. Sampai saat ini jenjang ini masih terus ditata dalam hal SDM pengajar. lisensi dan sertifikasi praktik keperawatan. banyak factor yang dapat menyebabkan masih rendahnya peran perawat professional. 2. pembinaan profesi dan pendidikan keperawatan berkelanjutan. 2. Sistem pendidikan tinggi keperawatan sangat penting dalam pengembangan perawatan professional. Keterlambatan pengembangan pendidikan perawat professional. pengembangan teknologi keperawatan. diantaranya : 1.. Menyadari peran profesi keperawatan yang masih rendah dalam dunia kesehatan akan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi tercapainya tujuan kesehatan “ sehat untuk semua pada tahun 2010 “. Selain itu semua penerapan model praktik keperawatan professional dalam memberikan asuhan keperawatan harus segera di lakukan untuk menjamin kepuasan konsumen/klien. sedangkan di negara barat pada tahun 1869. bentuk praktik keperawatan. Keterlambatan system pelayanan keperawatan. 3.Namun demikian upaya untuk mewujudkan perawat yang professional di Indonesia masih belum menggembirakan. Penyempurnaan organisasi keperawatan . ( standart. Akademi Keperawatan merupakan pendidikan keperawatan yang menghasilkan tenaga perawatan professional dibidang keperawatan. Tahun 1985 pendidikan S1 keperawatan pertama kali dibuka di UI. Pengembangan pendidikan keperawatan. 3. Keterlambatan pengakuan body of knowledge profesi keperawatan.

1994) . Aspek moral yang harus menjadi landasan perilaku perawat adalah : a. Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan) 3. komitmen moral dan tanggung jawab etik. Beneficience selalu mengupayakan keputusan dibuat berdasarkan keinginan melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien. 2. Body of Knowledge 2. Menurut Beauchamp & Walters (1989) pelayanan professional terhadap masyarakat memerlukan integritas. Nilai professional yang melandasi praktik keperawatan dapat di kelompokkan 1. Nilai komitmen moral Pelayanan keperawatan diberikan dengan konsep altruistic. Komitmen perawat guna memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu baik secara mandiri ataupun melalui jalan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sangat penting dalam terwujudnya pelayanan keperawatan professional. dan memperhatikan kode etik keperawatan. Menggunakan pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif. Nilai dalam : intelektual Nilai intelektual dalam prtaktik keperawatan terdiri dari 1.Organisasi profesi keperawatan memerlukan suatu perubahan cepat dan dinamis serta kemampuan mengakomodasi setiap kepentingan individu menjadi kepentingan organisasi dan mengintegrasikannya menjadi serangkaian kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya. (Johnstone. Restrukturisasi organisasi keperawatan merupakan pilihan tepat guna menciptakan suatu organisasi profesi yang mandiri dan mampu menghidupi anggotanya melalui upaya jaminan kualitas kinerja dan harapan akan masa depan yang lebih baik serta meningkat.

kasih sayang. kesedian mengambil resiko dan tanggung jawab serta tanggung gugat terhadap tindakannya sendiribegitupula sebagai pengatur dan penentu diri sendiri. Otonomi melibatkan kemandirian. selalu berusaha menepati janji. Hak otonomi merujuk kepada pengendalian kehidupan diri sendiri yang berarti bahwa perawat memiliki kendali terhadap fungsi mereka. ras. 3. c. Tanggung gugat berarti perawat bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukannya terhadap klien . Bagi profesi keperawatan. Otonomi. Fair Tidak mendeskriminasikan klien berdasarkan agama. tetapi memprlakukan klien sebagai individu yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki. Fidelity Berperilaku caring (peduli. harus ada kewenangan untuk mengendalikan praktik. keadaan ekonomi dan sebagainya. social budaya. memberikan harapan yang memadahi. perasaan ingin membantu). komitmen moral serta memperhatikan kebutuhan spiritual klien. Kendali mempunyai implikasi pengaturan atau pengarahan terhadap sesuatu atau seseorang. menetapkan peran. kendali dan tanggung gugat Otonomi merupakan kebebasan dan kewenangan untuk melakukan tindakan secara mandiri.b. fungsi dan tanggung jawab anggota profesi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful