P. 1
Studi Kebijakan Pariwisata Kota Kediri Jatim

Studi Kebijakan Pariwisata Kota Kediri Jatim

5.0

|Views: 6,988|Likes:
Published by made bram
Studi ini membahas tentang potensi pariwisata Kota Kediri Provinsi Jawa Timur Indonesia serta kajian tentang kebijakan pengembangannya. Berdasarkan studi ini aktivitas kepariwisataan yang berpotensi dikembangkan di Kota Kediri adalah pariwisata budaya, wisata kuliner, wisata belanja, dan wisata olah raga. Pemanfaatan teknologi informasi dapat digunakan untuk mempromosikan objek-objek wisata tersebut.
Studi ini membahas tentang potensi pariwisata Kota Kediri Provinsi Jawa Timur Indonesia serta kajian tentang kebijakan pengembangannya. Berdasarkan studi ini aktivitas kepariwisataan yang berpotensi dikembangkan di Kota Kediri adalah pariwisata budaya, wisata kuliner, wisata belanja, dan wisata olah raga. Pemanfaatan teknologi informasi dapat digunakan untuk mempromosikan objek-objek wisata tersebut.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: made bram on Jun 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

23

Berdasarkan uraian McIntosh tersebut Soekadijo (2000 : 38) membuat

sejumlah subkelas motif wisata dan tipe aktivitas wisatanya, yaitu:

1. Motif bersenang-senang atau tamasya : wisatawan tipe ini ingin

mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya, mendengarkan, dan

menikmati apa saja yang menarik perhatiannya.

2. Motif rekreasi : kegiatan-kegiatannya dapat berupa olah raga, tamasya,

atau sekadar bersantai menikmati hari libur.

3. Motif kebudayaan : dalam tipe wisata kebudayaan, orang tidak hanya

menyaksikan dan menikmati atraksi, namun juga mengadakan

penelitian tentang keadaan setempat.

4. Wisata Olah raga : merupakan pariwisata di mana wisatawan

mengadakan perjalanan karena motif olah raga, baik untuk

melaksanakan kegiatan berolah raga maupun untuk menyaksikan suatu

event olah raga.

5. Wisata Bisnis : bentuknya berupa kunjungan, pertemuan, pameran,

yang membuat kontak dalam kegiatan ini berkembang menjadi

hubungan bisnis yang mantap.

6. Wisata Konvensi : bentuknya berupa pertemuan-pertemuan berskala

nasional, global untuk membicarakan suatu masalah tertentu.

Pertemuan ini ada yang diselenggarakan secara rutin oleh suatu

organisasi profesi.

24

7. Motif Spiritual: merupakan tipe wisata yang tertua. Sebelum orang

mengadakan perjalanan untuk rekreasi dan bisnis orang sudah

mengadakan perjalanan untuk berziarah atau untuk keperluan

keagamaan lainnya. Wisata ziarah merupakan bagian dari aktivitas

wisata spiritual ini.

8. Motif Interpersonal: suatu aktivitas perjalanan wisata yang didorong

oleh keinginan untuk bertemu orang lain

9. Motif Kesehatan : suatu bentuk perjalanan wisata yang berorientasi

pada penyembuhan dari suatu penyakit

Faktor mendasar yang mendorong wisatawan melakukan perjalanan wisata

adalah daya tarik yang dimiliki suatu destinasi. Inskeep (1991: 77)

mengelompokkan daya tarik wisata ke dalam tiga kategori yaitu :

a. Daya tarik alam, yang berdasarkan pada kondisi lingkungan alam.

b. Daya tarik budaya, yang berdasar pada aktivitas manusia.

c. Daya tarik khusus, yang merupakan buatan manusia.

Daya tarik alamiah tersebut seperti dijelaskan Inskeep, meliputi iklim,

pemandangan indah seperti pantai dan lautan, flora dan fauna, bentangan alam

khusus, taman nasional dan wilayah konservasi. Daya tarik budaya mencakup

beberapa hal seperti situs arkeologis, situs bersejarah, budaya lokal yang khas,

kesenian, kerajinan tangan, aktivitas ekonomi yang menarik, wilayah perkotaan

yang bagus, museum, fasilitas budaya lainnya, festival budaya, dan keramah-

tamahan penduduk. Daya tarik khusus tersebut tidak terkait dengan daya tarik

alam atau budaya, melainkan dirancang oleh manusia sehingga memiliki nilai

25

daya tarik. Yang termasuk dalam daya tarik khusus ini misalnya taman hiburan,

sirkus, pusat perbelanjaan, pertemuan, konferensi dan pameran, acara-acara

khusus, kasino, hiburan, rekreasi dan olah raga.

Di samping berbagai daya tarik yang telah disebutkan tadi, fasilitas-

fasilitas penunjang aktivitas kepariwisataan juga dapat menjadi daya tarik bagi

wisatawan. Fasilitas wisatawan yang khas dan luar biasa juga dapat menjadi

sumber daya tarik, misalnya hotel dan resort dengan desain yang indah. Mode

transportasi yang unik dan khas pun dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Selain itu, makanan juga termasuk faktor yang tidak dapat ditinggalkan sebagai

daya tarik. Ini terjadi bila makanan tersebut disajikan dengan sangat baik dan

bercita rasa tinggi. Tidak itu saja, masih ada banyak faktor lainnya yang perlu

diperhitungkan sebagai sumber daya tarik suatu destinasi, seperti asosiasi

keagamaan, suku bangsa, dan nostalgia. Di luar faktor-faktor tersebut, stabilitas

politik, kesehatan dan keselamatan publik turut menjadi pertimbangan bagi daya

tarik wisatawan. Yang tidak kalah penting, besarnya biaya yang harus dikeluarkan

untuk melakukan perjalanan juga menjadi faktor penting.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->