‫السالم عليكم ورحمة هللا وبركاته‬

DASAR- DASAR ONTOLOGI DALAM ILMU PENGETAHUAN

‫بـــــــــــــــم هللا الرحمن الرحـــــــــــيم‬  Kelompok 6  Anisah khoirul umami  Julia hartati  Mar’atussholihah  Nurningsih .

. dan Aristoteles . Ontologi berasal dari Yunani yang mebahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret .Pengertian Ontologi.. Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales. Plato.

seberapa jauh kita ingin tahu. . sesuatu pengkajian mengenai teori tentang “ada”.. atau.  Ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui..Count. dengan perkataan lain.

Kenyataan & realitas dalam ontologi  Ada dua macam sudut pandang: 1. kuantitatif. seperti misalnya daunyang memiliki warna kehijauan. . yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak? 2. Kualitatif. bunga mawar yang berbau harum. yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan (realitas) tersebut memiliki kualitas tertentu.

mis : biologi. alam. yaitu obyek materi dan obyek formal. kedokteran. fakta dari aspek ontologi dapat dinyatakan kebenaran definisinya dan dapat dipandang dari dua obyek. faal. dll . dll Obyek formal : bidang kajian semua pengetahuan.  Obyek materi : Seluruh fakta kenyataan. misalnya : manusia.

 Probabilitas  dan Asumsi.Dasar ontologi ilmu  Ada 3 hal yang berkaitan dalam mempelajari ontologi ilmu. . yaitu:  Metafisika.

namun yang menjadi objek pemikirannya bukanlah manusia dengan segala aspeknya. apa tujuannya. termasuk pengalamannya yang dapat ditangkap oleh indra. dan untuk apa hidup di dunia ini.  Metafisika mempelajari siapa manusia. .METAFISIKA  Metafisika mempelajari manusia. dari mana asal manusia.

maka dasar statistika adalah teori peluang .PELUANG  suatu ilmu menawarkan kepada kita suatu jawaban yang berupa peluang.  terdapat kemungkin bernilai benar juga mengandung kemungkinan yang bernilai salah.  Statistika merupakan metode yang menyatakan hubungan probabilistik antara gejala-gejala dalam penelaahan keilmuan. Sesuai dengan peranannya dalam kegiatan ilmu.

artinya sifat-sifat pokok dari suatu benda tidak berubah dalam jangka waktu tertentu . sifat dan sebagainya  kedua adalah anggapan bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu ilmu hanya menuntut adanya kelestarian yang relatif. struktur.  pertama menganggap objek-objek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain  Contoh : hal bentuk.ASUMSI Tiga asumsi mengenai objek empiris.

..Count.  Ketiga.determinisme merupakan ilmu asumsi.. melainkan mengatakan X mempunyai kemungkinan (peluang) yang besar untuk mengakibatkan terjadinya Y. ilmu tidak menuntut adanya hubungan sebab akibat yang mutlak sehingga suatu kejadian tertentu harus selalu diikuti oleh suatu kejadian yang lain. Ilmu tidak mengemukakan bahwa X selalu mengakibatkan Y.

ILMU DAN PENGETAHUAN  Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu. kebenaran dimuai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya  Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang objek telaahnya adalah dunia empiris dan proses pendapatkan pengetahuannya sangat ketat yaitu menggunakan metode ilmiah .

. kebenaran yang ditawarkan ilmu adalah bersifat peluang dengan berlandaskan kepada asumsi-asumsi tertentu..  bahwa ilmu tidak pernah ingin untuk mendapatkan kebenaran yang mutlak.Kesimpulan..

 TERIMA KASIH .

.. tapi yang dibahas bukan manusia ? (hanan) .  Apa bedanya probabilistik dengan determinisme? ( dita)  Metafisika studi tentang manusia.Pertanyaan.