P. 1
GANGGUAN KOGNITIF

GANGGUAN KOGNITIF

|Views: 38|Likes:
Published by ayukarina

More info:

Published by: ayukarina on Aug 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2014

pdf

text

original

GANGGUAN KOGNITIF

HAROLD AHMAD RABU, 27 JUNI 2012

BABI PENDAHULUAN A. Definisi Gangguan Kognitif Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional,termasuk proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan (Stuart&Sundeen,1987). Gangguan kognitif merupakan respon maladaptive yang ditandai oleh daya ingat terganggu, disonentasi, inkoheren dan sukar bepikir logis. Gangguan kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak, karena kemampuan pasien untuk berpikir akan dipengaruhi oleh keadaan otak. a). Etiologi 1. Faktor Predisposisi Gangguan kognitif umumnya disebabkan oleh gangguan fungsi susunan saraf pusat (SSP). SSP memerlukan nutrisi untuk berfungsi, setiap gangguan pengiriman nutrisi mengakibatkan gangguan fungsi SSP. Faktor yang dapat menyebabkan adalah penyakit infeksi sistematik, gangguan peredaran darah, keracunan zat (Beck, Rawlins dan Williams, 1984, hal 871). Banyak faktor lain yang menurut beberapa ahli dapat menimbulkan gangguan kognitif, seperti kekurangan vitamin, malnutrisi, gangguan jiwa fungsional. 2. Faktor Presipitasi Setiap kejadian diotak dapat berakibat gangguan kognitif. Hipoksia dapat berupa anemia Hipoksia, Hitoksik Hipoksia, Hipoksemia Hipoksia, atau Iskemik Hipoksia. Semua Keadaan ini mengakibatkan distribusi nutrisi ke otak berkurang. Gangguan metabolisme sering mengganggu fungsi mental, hipotiroidisme, hipoglikemia. Racun, virus dan virus menyerang otak mengakibatkan gangguan fungsi otak, misalnya sifilis. Perubahan struktur otak akibat trauma atau tumor juga mengubah fungsi otak. Stimulus yang kurang atau berlebihan dapat mengganggu fungsi kognitif. Misalnya ruang ICU dengan cahaya, bunyi yang konstan merangsang dapat mencetuskan disorientasi, delusi dan halusinasi, namun belum ada penelitian yang tepat. b). Akibat gangguan kognitif 1. diulang). 2. Proses pikir yang tidak tertata, misalnya tidak relevan atau inkoheren. Menurun kemampuan konsentrasi terhadap stimulus (misalnya, pertanyaan harus

Gangguan tidur. tidak dapat mengingat hal baru. tidur berjalan dan insomnia atau ngatuk pada siang hari. waktu. tempat. Meningkat atau Menurun aktivitas psikomotor.Penyakit lever kronik. Neurobiologi • Penyakit Alzheimer’s • Gangguan metabolik : .Histotoksik hipoksia . Ilusi. Disorientasi.Hipoksemia hipopoksik . Gangguan daya ingat. . misalnya nama beberapa benda setelah lima menit.Malnutrisi • Anorexia nervosa • Bulimia nervosa c.GGK . Hipoksia : .Gangguan pengiriman nutrisi .Iskemia hipoksik = Suplai darah ke otak menurun/berkurang b.Anemia hipoksik . Stressor Presipitasi a.Devisit vitamin .3.Ganggua peredaran darah a. B. Genetik : Penyakit otak degeneratif herediter ( Huntington’s Chorea) 2. Gangguan persepsi. - Minimal 2 dari yang berikut : Menurunkan tingkat kesadaran.Gangguan fungsi susunan saraf pusat . Pengkajian 1. Gangguan metabolisme . halusinasi. orang. Penuaan • Kumulatif degeneratif jaringan otak = penuaan • Racun dalam jaringan otak • Kimia toksik/logam berat = Respon kognitif maladaptif b. Faktor Predisposisi Penyebab : .

Stimulasi Sensori .Malfungsi endokrin : Underproduct / Overproduct Hormon . Delirium.Hipertiroidisme . pikiran dan orientasi. Insomnia I.Gagal ginjal . berpikir abstrak.Hipotiroidisme .Aids Dement Comp d. BAB II PEMBAHASAN A. penilaian. sleep-maintenance insomnia adalah kondisi terkait umur dan membuat penderitanya lemah (Bootzin.Stimulasi berlebih Lingkungan yang stimulusai berkurang / atau lebih = halusinasi Penerangan dan aktifitas di ICU yang konstan = bingung.Trauma e. Perilaku Delirum: Suatu keadaan proses pikir yang terganggu. Demensia 3.Tumor .Hipoglikemia c. delusi.Stimulasi sensori berkurang . dan Hazelwood). Infeksi . ditandai dengan: Gangguan perhatian. Demensia Dan Insomnia Pada gangguan kognitif. Delirium 1) Pengertan Delirium . halusinasi 3. Racun. Perubahan Struktur . diagnosa medis yang sering dihadapi adalah : 1. Delirium 2. Insomnia: Insomnia/sulit tidur adalah masalah yang lazim dialami lansia. EngleFriedman. memori.Syphilis . Demensia: Suatu keadaan respon kognitif maladaptif yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intelektual/ kerusakan memori.

pada siang hari mengantuk tapi pada malam hari terjadi agitasi dan gangguan sikap. Kata “delirium” berasal dari bahasa latin yang artinya lepas jalur. berkabut yang dimanifestasikan oleh lama konsentrasi yang rendah. b. alkohol.lysergic acid diethylamide atau LSD. atau akibat usia tua. Hal yang mendukung teori ini adalah bahwa obat antikolinergik diketahui sebagai penyebab keadaan bingung. Delirium campuran: pada pasien dengan gangguan tidur.Delirium adalah suatu kondisi yang dikarakterisasi dengan adanya perubahan kognitif akut (defisit memori. Delirium didefinisikan sebagai disfungsi cerebral yang reversible. yaitu: 1. Delirium hipoaktif: didapatkan pada pasien pada keadaan hepatic encephalopathy dan hipercapnia. 1987). depresi. disorientasi. depresi. mania. Mekanisme penyebab delirium masih belum dipahami secara seutuhnya. 3) Berikut faktor-faktor penyebab Delirium: a. 2) Terdapat 3 tipe delirium. Sindrom ini pernah dilaporkan pada masa Hippocrates dan pada tahun 1813 Sutton mendeskripsikan sebagai delirium tremens. gangguan berbahasa) dan gangguaan pada sistem kesadaran manusia. 3. persepsi yang salah.pada pasien dengan transmisi kolinergik yang terganggu juga muncul gejala ini. mania. Delirium menyebabkan variasi yang luas terhadap gangguan structural dan fisiologik. Delirium hiperaktif: didapatkan pada pasien dengan gejala putus substansi antara lain. Dopamine . schizophrenia akut. Pada pasien post operatif delirium serum antikolinergik juga meningkat.amfetamin. sering salah diintrepretasikan dengan demensia.kemudian Wernicke menyebutnya sebagai Encephalopathy Wernicke. hal ini dapat terjadi karena gejala dan tanda dari delirium juga muncul pada demensia. Neuropatologi dari delirium telah dipelajari pada pasien dengan hepatic encephalopathy dan pada pasien dengan putus alcohol. Delirium. Hipotesis utama yaitu gangguan metabolisme oksidatif yang reversibel dan abnormalitas dari multipel neurotransmiter. Delirium bukanlah suatu penyakit melainkan suatu sindrom dengan penyebab multipel yang terdiri atas berbagai macam pasangan gejala akibat dari suatu penyakit dasar. Asetilkolin data studi mendukung hipotesis bahwa asetilkolin adalah salah satu dari neurotransmiter yang penting dari pathogenesis terjadinya delirium.akut dan bermanifestasi klinis pada abnormalitas neuropsikiatri. Delirium adalah fungsi kognitif yang kacau ditandai dengan Kesadaran. psikosis dll. 2. gangguan piker (Stuart dan Sundeen.

gangguan berbahasa ) 3.mempertahankan atau mengganti perhatian. Trauma kepala dan iskemia. Formatio reticularis dan jalurnya memainkan peranan penting dari bangkitan delirium.dengan penurunan kemampuan untuk fokus. Pada delirium muncul aktivitas berlebih dari dopaminergik. Kerusakan pada sawar darah otak juga dapat menyebabkan delirium. terdapat peningkatan serotonin pada pasien dengan encephalopati hepatikum. seperti interleukin-1 dan interleukin-6. 2.Pada otak. pada pasien dengan hepatic encephalopati.hubungan muncul antara aktivitas kolinergik dan dopaminergik. Mengikuti setelah terjadinya infeksi yang luas dan paparan toksik. e. Perubahan kognitif ( defisit memori.mekanismenya karena dapat menyebabkan agen neuro toksik dan sel-sel peradangan (sitokin) untuk menembus otak. Mekanisme peradangan/inflamasi Studi terkini menyatakan bahwa peran sitokin. Gangguan perkembangan dalam periode waktu yang singkat. yang sering dihubungkan dengan delirium.yang menyebabkan peningkatan pada asam amino glutamat dan glutamine (kedua asam amino ini merupakan precursor GABA). Penurunan level GABA pada susunan saraf pusat juga ditemukan pada pasien yang mengalami gejala putus benzodiazepine dan alkohol. disorientasi. GABA (Gamma-Aminobutyric acid).peningkatan inhibitor GABA juga ditemukan. Jalur tegmentum dorsal diproyeksikan dari formation retikularis mesensephalon ke tectum dan thalamus adalah struktur yang terlibat pada delirium. Neurotransmitter lainnya Serotonin . 4) Kriteria diagnostik untuk delirium : 1. Mekanisme struktural Pada pembelajaran terhadap MRI terdapat data yang mendukung hipotesis bahwa jalur anatomi tertentu memainkan peranan yang lebih penting daripada anatomi yang lainnya. Bukti dari riwayat penyakit. Peningkatan level ammonia terjadi pada pasien hepatic encephalopati. Mekanisme reaksi stress Stress psikososial dan gangguan tidur mempermudah terjadinya delirium. pemeriksaan fisik atau pemeriksaan laboratorium yang mengindikasikan bahwa gangguan disebabkan oleh konsekuensi fisiologik langsung atau akibat kondisi medis yang umum.pengobatan simptomatis muncul pada pemberian obat antipsikosis seperti haloperidol dan obat penghambat dopamine. c.bahan pirogen endogen seperti interleukin-1 dilepaskan dari sel. .dapat menyebabkan delirium. Penurunan kesadaran terhadap lingkungan sekitar . d. f.terdapat hubungan respon otak yang dimediasi oleh interleukin-1 dan interleukin 6. Gangguan kesadaran.

penyakit atau zatzat racun (misalnya karbon monoksida) menyebabkan hancurnya sel-sel otak. . Usia lanjut yang menderita depresi juga mengalami pseudodemensia. Langkah pertama pada tata laksana pasien dengan delirium adalah melakukan pemeriksaan yang hati hati terhadap riwayat penderita. dan lain-lain. maka perubahan di dalam otak bisa menyebabkan hilangnya beberapa ingatan (terutama ingatan jangka pendek) dan penurunan beberapa kemampuan belajar. demensia bisa terjadi secara mendadak jika cedera hebat. Pada usia muda. penyakit Creutzfeldt-Jakob.Pengobatan terutama pada pasien delirium adalah untuk mengkoreksi kondisi medis yang menyebabkan gangguan-gangguan utama. sedangkan pada demensia sejati. Alzheimer. sering hal tersebut menjadi tidak terkendali. Oleh sebab itu mereka lambat laun kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional. Orang yang menderita cedera kepala berulang (misalnya petinju) seringkali mengalami demensia pugilistika (ensefalopati traumatik progresif kronik). seperti stroke. walaupun pikun itu sendiri belum berarti indikasi terjadinya demensia. Demensia bukan berupa penyakit dan bukanlah sindrom. Tetapi demensia biasanya timbul secara perlahan dan menyerang usia diatas 60 tahun. 2. Pengertian Demensia Demensia merupakan istilah digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak. Hidrosefalus ini menyebabkan demensia yang tidak biasa. Informasi dari pasien tentang riwayat pasien terdahulu maupun status penderita sekarang sangat membantu para praktisi medis untuk melakukan tata laksana yang baik untuk mengobati delirium. Sejalan dengan bertambahnya umur. Orang-orang yang menderita demensia sering tidak dapat berpikir dengan baik dan berakibat tidak dapat beraktivitas dengan baik. Penyakit Pick. dimana tidak hanya menyebabkan hilangnya fungsi mental tetapi juga terjadi inkontinensia air kemih dan kelainan berjalan. Parkinson. beberapa diantaranya juga menderita hidrosefalus. Faktor Penyebab Demensia Banyak penyakit/sindrom menyebabkan demensia. Pikun merupakan gejala umum demensia. Namun demensia bukan merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Mereka jarang makan dan tidur serta sering mengeluh tentang ingatannya yang berkurang. AIDS. Demesia juga dapat diinduksi oleh defisiensi niasin. Huntington. II. Demensia 1. pemeriksaan laboratorium. penderita sering memungkiri hilangnya ingatan mereka. Perubahan normal ini tidak mempengaruhi fungsi.pemeriksaan fisik.

Mereka menghindari aktivitas yang rumit (misalnya membaca atau bekerja). awal dan perkembangan gejala serta adanya penyakit lain (misalnya tekanan darah tinggi atau kencing manis). Pada akhirnya penderita tidak dapat menjalankan fungsi sosialnya. Demensia biasanya dimulai secara perlahan dan makin lama makin parah. Dilakukan pemeriksaan kimia darah standar. Mengendalikan tekanan darah tinggi dan kencing manis kadang dapat mencegah stroke berikutnya dan kadang terjadi penyembuhan ringan. riwayat keluarga. . kemampuan untuk mengingat waktu dan kemampuan untuk mengenali orang. kemudian agak membaik dan selanjutnya akan memburuk kembali ketika stroke yang berikutnya terjadi. Terjadi perubahan ringan dalam pola berbicara. penurunan emosi atau perubahan kepribadian lainnya. Penderita yang tidak berhasil merubah hidupnya bisa mengalami frustasi karena ketidakmampuannya melakukan tugas sehari-hari. dengan memperhatikan usia penderita. c. Diagnosa Diagnosis demensia ditegakkan berdasarkan penilaian menyeluruh.       Gejalanya memburuk secara tiba-tiba. sehingga keadaan ini pada mulanya tidak disadari. hidrosefalus atau stroke. tangga. Beberapa penderita bisa menyembunyikan kekurangan mereka dengan baik.      Terjadi penurunan dalam ingatan. tetapi bisa juga bermula sebagai depresi. kecemasan. Penderita memiliki kesulitan dalam menemukan dan menggunakan kata yang tepat dan dalam pemikiran abstrak (misalnya dalam pemakaian angka). menggunakan kata-kata yang tidak tepat atau tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat. tempat dan benda.   Ketidakmampuan mengartikan tanda-tanda bisa menimbulkan kesulitan dalam mengemudikan kendaraan. ketakutan. Gejala Demensia a. Demensia karena penyakit Alzheimer biasanya dimulai secara samar. penderita menggunakan kata-kata yang lebih sederhana. Penderita lupa untuk melakukan tugasnya yang penting atau salah dalam melakukan tugasnya. Pemeriksaan CT scan dan MRI dimaksudkan untuk menentukan adanya tumor. 4. Sering terjadi perubahan kepribadian. Gejala awal biasanya adalah lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi.3. Demensia karena stroke kecil memiliki perjalanan penyakit dengan pola seperti menuruni b.

6. Demensia karena stroke yang berturut-turut tidak dapat diobati. makan.Jika pada seorang lanjut usia terjadi kemunduran ingatan yang terjadi secara bertahap. Memarahi atau menghukum penderita tidak akan membantu. Jika hilangnya ingatan disebabakan oleh depresi. tetapi perkembangannya bisa diperlambat atau bahkan dihentikan dengan mengobati tekanan darah tinggi atau kencing manis yang berhubungan dengan stroke. bahkan akan memperburuk keadaan. Diagnosis penyakit Alzheimer terbukti hanya jika dilakukan otopsi terhadap otak. Membantu penderita demensia dan keluarganya: Mempertahankan lingkungan yang familiar akan membantu penderita tetap memiliki orientasi. Tetapi obat ini kurang efektif dan menimbulkan efek samping yang serius.  Untuk mengendalikan agitasi dan perilaku yang meledak-ledak. Kalender yang besar. bisa memberikan rasa keteraturan kepada penderita. yang menunjukkan banyaknya sel saraf yang hilang. Pengobatan  Sebagian besar kasus demensia tidak dapat disembuhkan. tetapi menyebabkan efek samping yang serius. diberikan obat anti-depresi.   Ibuprofen juga bisa memperlambat perjalanan penyakit ini. Menjalani kegiatan mandi. Metode diagnostik yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini adalah pemeriksaan pungsi lumbal dan PET (positron emission tomography). yang merupakan pemerisaan skening otak khusus.  Obat takrin membantu penderita dengan penyakit Alzheimer. Obat ini paling baik jika diberikan pada stadium dini. cahaya yang terang. Jika didiagnosis secara dini. tidur dan aktivitas lainnya secara rutin. maka diduga penyebabnya adalah penyakit Alzheimer. jam dinding dengan angka-angka yang besar atau radio juga bisa membantu penderita tetap memiliki orientasi. Takrin telah digantikan oleh donepezil. yang menyebabkan lebih sedikit efek samping dan memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer selama 1 tahun atau lebih. . 5. maka demensia karena hidrosefalus bertekanan normal kadang dapat diatasi dengan membuang cairan yang berlebihan di dalam otak melalui selang drainase (shunting). yang bisa menyertai demensia stadium lanjut. Obat anti-psikotik efektif diberikan kepada penderita yang mengalami halusinasi atau paranoia. Sel yang tersisa tampak semrawut dan di seluruh jaringan otak tersebar plak yang terdiri dari amiloid (sejenis protein abnormal).    Menyembunyikan kunci mobil dan memasang detektor pada pintu bisa membantu mencegah terjadinya kecelekaan pada penderita yang senang berjalan-jalan. sering digunakanobat anti-psikosa (misalnya tioridazin dan haloperidol).

Kebanyakan orang bisa kehilangan waktu tidur tanpa mengakibatkan masalah kesehatan. bantuan tidur olah raga. komponen terapi kognitif yang diadaptasi untuk imsomnia juga dapat ditambahkan. terapis mengajari klien tentang perubahan-perubahan tidur terkait umur. Perbedaan Delirium dan Demensia . Dalam sleep education. III. efek kafein. Menantang keyakinan dan sikap maladaptifnya tentang tidur dan dampak kehilangan jam tidur pada fungsinya disiang hari. 1. dan Hazelwood). Ini membantu klien dalam. akan sangat membantu. 3. sleep-maintenance insomnia adalah kondisi terkait umur dan membuat penderitanya lemah (Bootzin. Mengganti pikiran-pikiran itu dengan alternative-alternatif yang lebih realistis. alkohol. dan efek minimal dari deprivasi/kekurangan tidur bagi kebanyakan orang. Engle-Friedman. 2. Bagi sebagian klien. dan nutrisi. Meminta bantuan organisasi yang memberikan pelayanan sosial dan perawatan. Mengidentifikasi pikiran-pikiran atau kekhawatiran-kekhawatiran disfungsionalnya. Insomnia Insomnia/sulit tidur adalah masalah yang lazim dialami lansia. nikotin. B.

erat hubungannnya dengan gangguan mental organik.S.membahayakan keselamatan pasien.  Stuart.wikipedia. Jakarta : EGC  Google: http://id. Keperawatan Jiwa. (1992). M. C.J (1995). California : Addison Wesley Nursing. Psychiatric Mental Health Nursing: Concept of Care.wikipedia. J. Philadelphia. juga keterlibatan keluarga dalam melakukan perawatan sangat penting untuk mencapai kesembuhan pasien. Sehinngga intervensi yang diberikan tepat dan sesuai untuk mengatasi masalah pasien. Gw. . Davis Company. 1995. and Sundeen S. Psychiatric Nursing .BAB III PENUTUP A. Berdasarkan hal diatas masalah dengan gangguan kognitif sangat penting diketahui apa penyebab terjadinya .  Wilson. 2nd. H. Akhirnya pasien diharapkan dapat seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhannya dan terhindar dari kecelakaan yang .St. and Kneils. Depresi dan Demensia. DAFTAR PUSTAKA  Stuart.C (1993). 27 Oktober 2011).louis: Mosby year book  Towsend.org/wiki/Delirium (Diakses: 2:47. Hal ini terlihat dari gambaran secara umum perilaku/ gejala yang timbul akan dipengaruhi pada bagian otak yang mengalami gangguan. Perbandingan Delirium. Pendekatan secara individu dan kelompok. Gail Wiscarz.R . Kesimpulan Gangguan kognitif pada pasien yang mengalami gangguan jiwa. Sundeen. 27 Oktober 2011). Dari intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah pasien .org/wiki/Demensia (Diakses: 3:22. hal utama yang dilakukan adalah: selalu menerapkan tehnik komunikasi terapeutik.  Google: http://id. Sandra.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->