P. 1
JARINGAN TULANG SEJATI.docx

JARINGAN TULANG SEJATI.docx

|Views: 1,009|Likes:
Published by Anindita Fauziah
jaringan tulang sejati
ciri - ciri jaringan tulang sejati
jaringan tulang sejati
ciri - ciri jaringan tulang sejati

More info:

Published by: Anindita Fauziah on Sep 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2014

pdf

text

original

JARINGAN TULANG SEJATI

Jaringan tulang sejati ini tersusun oleh sel-sel tulang yang disebut osteosit. Matriksnya padat dan banyak terjadi pengapuran, antara lain kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Proses pengapuran ini disebut kalsifikasi. Jaringan tulang ini banyak terdapat di dalam tubuh menyusun rangka. Fungsinya adalah melindungi organ-organ tubuh dalam yang lemah dan mengikat otot-otot. Berdasarkan jumlah matriksnya jaringan tulang sejati dibedakan menjadi dua. Tulang keras, lebih keras daripada tulang rawan karena matriksnya sebagian besar (70%) terdiri atas garam-garam anorganik terutama kalsium sulfat, 30% terdiri atas zat organik terutama serabut kolagen. Sel pembentuk tulang disebut osteoblas, yang menyekresikan bahan organik dan garam fosfat serta karbonat. Setelah sekeliling osteoblas menjadi keras, osteoblas dinamai osteosit. Berdasarkan susunan matriksnya, jaringan tulang keras dibedakan menjadi jaringan tulang kompak dan jaringan tulang spons (bunga karang). d. Jaringan tulang sejati Jaringan tulang sejati terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks. Matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka. 2) Jaringan Tulang Sejati Jaringan tulang sejati disebut pula dengan jaringan tulang dewasa. Jaringan tulang sejati tersusun atas sel-sel tulang yang dinamakan osteosit. Osteosit di bentuk oleh osteoblas. Osteoblas berasal dari fi broblas. Oleh karena itu, osteoblas berperan penting dalam proses pembentukan tulang. Osteosit tersusun dalam lapisan kon sentris yang disebut lamela. Lamela yang mengelilingi kapiler disebut saluran Havers. Di dalam saluran Havers ditemukan kapiler, vena, dan arteri. Diantara lamela terdapat ruang tempat osteosit yang disebut lakuna. Sementara, antar saluran Havers dihubungkan oleh sebuah saluran yang dinamakan saluran Volkman. Osteosit yang satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh kapiler kanalikuli. Saat mengalami kematian, osteosit ini akan diserap oleh suatu bagian yang disebut osteoklas. Agar kalian paham mengenai jaringan tulang sejati, simak Gambar 3.19. Tulang mengandung senyawa kalsium klorida (CaCl2), kalsium fosfat (Ca2PO4), magnesium klorida (MgCl2), dan barium sulfat (BaSO4). Bagi tubuh, tulang ini berfungsi sebagai penyokong, tempat melekatnya otot, dan pelindung organ yang lunak. Tulang sejati berbeda dengan tulang rawan, sebab tulang sejati mengalami mineralisasi yaitu proses perubahan penyusunan materi organik menjadi materi anorganik. Mineral yang dominan pada tulang ini adalah kalsium dan fosfat. Di dalam tubuh, tulang sejati dikelompokkan menjadi tulang kompak dan tulang spongiosa. Tulang kompak mempunyai ciri tidak berongga, sedangkan tulang spongiosa (spons) memiliki struktur yang berongga. d. Jaringan tulang sejati (osteon) Jaringan tulang terdiri atas sel-sel tulang (osteosit) dan matriks tulang. Osteosit dibentuk oleh osteoblas (sel yang bertanggung jawab dalam sintesis komponen organik matriks tulang). Sedangkan, matriks terdiri atas zat pelekat kolagen dan endapan garam-garam mineral (terutama garam kapur atau kalsium). Usia manusia atau hewan yang makin bertambah akan menurunkan kadar kolagen dan meningkatkan kadar zat kapur, proses ini disebut pengapuran. Jaringan tulang berfungsi memberi sokongan pada tubuh, melindungi organ-organ tubuh, dan tempat melekatnya otot rangka. Berdasarkan susunan matriksnya, jaringan tulang dibagi menjadi dua macam, yaitu tulang kompak dan tulang spon. Jaringan tulang kompak matriksnya rapat dan tidak berongga. Sedangkan, jaringan

Gambar 2. 2) Jaringan tulang keras Jaringan ini tersusun atas sel-sel osteoblast. Havers terdiri atas lamella-lamella yang tersusun melingkari suatu saluran. dan bahan-bahan anorganik.tulang spons matriksnya berongga. Hubungan ini berfungsi sebagai transportasi nutrisi. Satu osteon terdiri atas sejumlah lamella konsentris yang mengelilingi kanal havers. Sel-sel osteoblast yang terjebak dalam sekretnya sendiri disebut osteosit. Matriks tulang kompak terdiri atas kolagen yang dihasilkan oleh osteoblas. yaitu: a) Tulang Kompak Pada tulang kompak terdapat matriks yang banyak. Struktur tulang kompak dapat dilihat pada Gambar 2. Struktur mikroskopis tulang panjang menunjukkan adanya saluran-saluran memanjang yang saling berhubungan yang disebut Kanalis Havers. Sel-sel osteoblast terletak di dalam lakuna.32.21 merupakan penampang melintang jaringan tulang kompak. Jaringan tulang kompak terdapat di sepanjang tulang pipa. Saluran Havers juga mengandung pembuluh limfe dan serabut saraf yang terbungkus oleh jaringan ikat. Di dalam setiap sistem Harvers terdapat pembuluh darah sebagai penyuplai zat makanan bagi tulang Tulang sejati dapat dibagi menjadi 2 macam. Pembuluh darah inilah yang menyuplai makanan kepada sel-sel tulang. Saluran ini mengandung pembuluh darah yang berhubungan dengan pembuluh darah di dalam saluran Havers. serta zat-zat sisa dari dan ke osteosit. Substansi mineral disimpan dalam lapisan tipis yang disebut lamela. rapat. disebut demikian karena memiliki matriks yang padat. Tulang kompak. b) Tulang Spons (Bunga Karang) . dan padat. Di daerah ini terdapat saluran Volkman. Antara osteosit yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli. Pada lamela terdapat sejumlah lakuna berisi osteosit. Pada permukaan luar periostium dan permukaan dalam tulang. Di dalam saluran Havers terdapat pembuluh darah yang mengangkut nutrisi. Selsel tulang terdapat pada lamella di dalam ruang yang disebut lakuna. lamela tidak membentuk lingkaran. Pada gambar tampak sejumlah lamela konsentris mengelilingi sebuah saluran Havers. yang di tengahnya terdapat pembuluh darah dan saraf. gas pernapasan. Dari tiap lakuna memancar sejumlah saluran halus berisi sitoplasma disebut kanalikuli yang menghubungkan lacuna yang satu dengan lakuna yang lain. Matriksnya lebih keras daripada tulang kompak karena mengandung 75% bahan anorganik. Jaringan tulang keras ini tersusun atas unit-unit yang dinamakan sistem Harvers. Contoh dapat dijumpai pada tulang-tulang pipa. Jaringan yang memiliki komposisi hampir sama dengan tulang kompak adalah dentin yang terletak di antara email dan pulpa gigi. Kombinasi antara zat organic dan zat anorganik menghasilkan sebuah struktur yang kuat.

tulang pipih. Contohnya pada tulang-tulang pipih. Pada tulang spons tidak terdapat sistem Havers. Tulang spons (bunga karang) memiliki matriks yang mengandung lebih sedikit bahan anorganik (60-65%) dibandingkan dengan tulang kompak. . Matriksnya berongga.Matriks pada tulang spons tersusun tidak rapat dan berongga. berisi sumsum merah yang memproduksi sel-sel darah. dan tulang pendek. Tulang spons terdapat pada epifisis tulang pipa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->