KELAINAN PAYUDARA

PENDAHULUAN Anatomi payudara Lokasi dan Deskripsi Mamma merupakan kelenjar asesori kulit yang berfungsi menghasilkan susu. Mamma terdapat pada laki-laki dan perempuan. Bentuk mamma sama pada lakilaki dan perempuan yang belum dewasa. Papilla mammaria kecil dan dikelilingi oleh daerah kulit yang berwarna lebih gelap, di sebut areola mamma. Jaringan mamma disusun atas sekelompok kecil sistem saluran yang terdapat didalam jaringan penyambung dan bermuara didaerah areola. Pada masa pubertas, glandula mammaria perempuan lambat laun membesar dan akan membentuk seperti setengah lingkaran. Pembesabran ini diduga disebabkan oleh pengaruh hormon-hormon ovarium. Salurannya memanjang, meskipun demikian pembesaran kelenjar disebabkan karena penimbunan lemak. Dasar mamma terbentang dari iga kedua sampai ke enam dan pinggir lateral sternum sampai linea axillaries media. Sebagian besar glandula mammaria terletak didalam fascia superfisialis. Sebagian kecil, yang disebut processus axilaris , meluas keatas dan lateral, menembus fascia profunda pada punggir kaudal musculus pectoralis major, dan sampai ke axila. Setiap payudara terdiri dari 15-20 lobus, yang tersusun radier dan berpusat pada papila mammaria. Saluran utama setiap lobus bermuara dipapila mammaria, dan mempunyai ampula yang melebar tepat sebelum diujungnya. Dasar pappila mammaria dikelilingi oleh areola. Tonjolan-tonjolan halus pada areola diakibatkan oleh kelenjar areola dibawahnya. Lobus-lobus kelenjar dipisahkan oleh septa fibrosa. Septa dibagian atas kelenjar berkembang dengan baik dan terbentang dari kulit sampai ke fascia profunda. Dan berfungsi sebagai ligamentum suspensorium. Glandula mammaria dipisahkan dari fascia profunda yang membungkus otot-otot dibawahnya oleh spatium retromammaria yang berisi jaringan ikat jarang.

1

Pada perempuan muda, payudara cenderung menonjol kedepan dari dasar yang sirkular, pada perempuan yang lebih tua cenderung menggantung. Payudara mencapai ukuran maksimal selama masa laktasi.

Penampang sagital

Tampak anterior dengan sebagian kulit dibuang untuk memperlihatkan struktur internal.

2

Procesus axilaris yang menembus fascia profunda dan meluas ke axilla.

Perdarahan Arteri Mammaria mendapatkan darah dari rami perforans arteri toracicae interna dan arteri intercostalis. Arteri axilaris juga mengalirkan darah keglandula mammaria, yaitu melalui cabang-cabangnya, arteri thoracica lateralis dan arteri

thoracoacromialis. Vena Vena mengikuti arteri.

Aliran limfe Aliran limfe glandula mammaria penting sekali diklinik mengingat sering timbulnya kanker pada glandula ini dan penyebaran sel-sel ganas sepanjang pembuluh kimf menuju ke kelenjar limf. Untuk keperluan paktis, aliran limf mammaria dibagi menjadi kuadran-kuadran. Kuadran lateral mengalirkan cairan limfenya ke nodi axilaris anterior atau 3

kelompok pectoralis (terletak tepat pesterior terhadap pinggir bawah muskulus pectoralis major). Kuadran medial mengalirkan cairan limfnya melalui pembuluhpembuluh yang menembus ruangan intercostalis dan masuk kedalam kelompok nodi thoracales interna (terletak didalam cavitas thoracis di sepanjang arteri thorasica interna). Beberapa pembuluh limf mengikuti arteri intercostalis posterior dan mengalirkan cairan limfnya ke posterior kedalam nodi intercostalis posterior (terletak disepanjang arteri intercostalis posterior); beberapa pembuluh

berhubungan dengan pembuluh limf dari payudara sisi yang lain dan berhubungan juga dengan kelenjar di dinding anterior abdomen.

Kelainan payudara dapat berupa kelainan bawaan dari lahir dan dapat berupa kelainan yang didapat setelah seseorang tumbuh dewasa seperti dari infeksi dan tumor. PEMERIKSAAN FISIK Anamnesa penderita kelainan payudara harus meliputi riwayat reproduksi dan ginekologi. Pada inspeksi pasien dapat diminta untuk duduk tegak dan berbaring. Mulai inspeksi: a. Bentuk kedua payudara b. Warna kulit c. Lekukan d. Retraksi papila

4

yang digerakkan secara perlahan pada setiap kuadran payudara dengan alur melingkar. Penderita hipoplasia akan memiliki payudara yang tidak akan berubah menjadi payudara wanita dewasa.e. 5 . Hipoplasia Hypoplasia atau sering juga disebut breast hypomastia. Proses yang normal terjadi tidak muncul saat seorang gadis memasuki masa pubertas. dapat berpengaruh pada kemampuan fungsinya sebagai satu organ seksual. Hypomastia sendiri dapat terjadi karena beberapa sebab. g. dan diharapkan payudara akan terpacu untuk cepat berkembang menjadi payudara dewasa. A. Hipomastia jika terjadi pada kedua payudara. Bisa juga dilakukan pemijatan pada puting susu untuk mengetahui adanya pengeluaran cairan berupa darah atau bukan. Penyebab Hipoplasia Payudara Hipoplasia dapat terjadi sebagai akibat kondisi kurangnya jumlah hormon dalan tubuh seorang gadis. meski dengan payudara yang “tidak pernah dewasa” dengan fungsi kelenjar susu yang “terbatas” tetap mampu menyusui secara normal. sehingga bentuk dadanya tetap seperti anak-anak. kelainan hormonal atau sekedar karena akil baligh yang terlambat. yang sebagian belum dapat dipastikan. Kebalikannya hipertrofi payudara dewasa atau makromastia jarang disebabkan oleh kelainan hormonal melainkan lebih karena obesitas. jari tengah dan jari manis. terapi hormon dapat menjadi solusi. merupakan kondisi dimana satu atau kedua payudara tidak pernah dewasa atau bertumbuhkembang tidak sebagaimana mestinya. kondisi hypomastia ini akan berpengaruh terhadap kondisi emosional penderitanya. Namun banyak juga wanita. f. Namun yang jelas. Hipomastia pada sebagian wanita juga berpengaruh terhadap kemampuan menyusui. h. Jika diketahui saat awal pertumbuhan payudara. Ulkus Benjolan Cekungan kulit (dimpling) Seperti kulit jeruk Palpasi lebih baik dilakukan pada pasien yang berbaring dengan bantal tipis di punggung. KELAINAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Bila payudara perempuan dewasa tidak berkembang kemungkinan penyebabnya dapat meliputi agenesis ovarium. Palpasi dilakukan dengan ruas pertama dari jari telunjuk. sehingga tidak jarang kemudian penanganan medis dilakukan untuk membuat bentuk payudara menjadi lebih harmonis terhadap tubuh secara keseluruhan.

sehingga payudara gadis harus dijaga agar tidak terjadi kerusakan. Tetapi banyak juga wanita dengan kondisi hipoplasia ini memilih untuk memasang implant payudara untuk mendapatkan bentuk payudara normal. Hipomastia juga dapat terjadi sebagai akibat adanya kerusakan jaringan karena trauma atau luka.Hipomastia juga dapat terjadi karena berbagai ketidak normalan tubuh. yang mengarah pada terjadinya ketidakmampuan tubuh “mendewasakan” payudara. Hypoplasia pada kedua payudara Hypoplasia pada salah satu payudara Penanganan Hipoplasia Payudara Terapi hormon dapat diberikan namun harus dibawah pengawasan dokter ahli untuk menekan sekecil mungkin munculnya efek samping. maka kondisi ini disebut asimetrical breast atau payudara simetris. yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon estrogen dan testosteron. Bayi yang baru lahir. ginekomastia bukan masalah serius. Penyebab lain masih belum jelas.Payudara sakit 6 . dimana sebagian pasien tidak menunjukkan penyebab khusus mengapa payudara mereka tidak pernah tumbuh dengan normal.Jaringan kelenjar payudara membengkak . Struktur payudara sangat rapuh saat masih gadis. Gejala: . sehingga merusak bintil bakal payudara. Ginekomastia adalah pengembangan kelenjar susu abnormal besar pada lakilaki yang mengakibatkan pembesaran payudara. khususnya pada pasien muda usia. Laki-laki dan anak laki-laki dengan ginekomastia kadangkadang mengalami nyeri di dada mereka dan mungkin merasa malu. tetapi bisa jadi sulit untuk mengatasinya. B. anak laki-laki memasuki masa puber dan orang tua sering mengalami ginekomastia sebagai akibat dari perubahan kadar hormone. Ginekomastia Ginekomastia adalah pembengkakan pada jaringan payudara pada laki-laki. Jika hypoplasia terjadi di salah satu payudara dan bila perbedaan antara kedua payudara tersebut melebihi 1 ukuran cup bra.Umumnya.

adalah kondisi dimana jaringan payudaranya tidak ada. Dalam beberapa kasus. Dalam dunia kedokteran. adalah kondisi dimana payudara hanya tumbuh di satu sisi. Unilateral amastia. areola dan jaringan payudaranya (jaringan pengisi payudara). mulai puting. dan muncul sebagai sifat bawaan lahir atau congenital. hanya kulit puting dan areola. Amastia Amastia adalah keadaan dimana tidak terdapat kelenjar payudara. merupakan kondisi dimana jaringan payudara. abnormalitas payudara amastia sering rancu dengan amazia. C. pembedahan untuk mengangkat jaringan payudara juga dapat menjadi pilihan. Breast aplasia atau amastia. dimana puting dan areola sebagai petunjuk letak payudaranya tidak ada sejak lahir. Dua hal ini sebenarnya berbeda. 7 . areola dan puting payudara tidak ada pada tubuh seorang wanita. Bilateral amastia adalah kondisi dimana kedua payudara tidak tumbuh . 2. dada akan terlihat halus mulus. Pada pertumbuhan normal. payudara dan puting akan muncul pada tempatnya. biasanya dikatakan sebagai kecacatan lahir (multiple congenital anomalies) yang biasanya juga akan terkait bagian tubuh yang lain. Yang terjadi adalah payudara yang benar-benar kempes. Bila amastia adalah ketiadaan payudara secara lengkap. Namun pada penderita amastia. namun puting dan areolanya masih ada. yang sering dikaitkan dengan tidak tumbuhnya otot pertoral yang seharusnya tumbuh di depan dada.Tatalaksana: Ginekomastia bisa hilang dengan sendirinya. Amazia. Amastia jarang terjadi. Ginekomastia juga dapat diobati dengan obat yang membantu menyeimbangkan kadar hormon. Amastia muncul dalam dua kondisi : 1.

Jika hal ini terjadi maka disebut supernumerary nipples atau polythelia.Unilateral Amastia Bilateral Amastia Wanita dengan amastia dapat memperbaiki penampilan payudara dengan operasi pembesaran payudara (augmentation mammoplasty). biasanya kosong tidak ada kelenjar susunya. terletak (hampir) di tengah-tengah payudaranya dan dikelilingi oleh area sensitif yang berwarna yang bernama areola. E. Hal ini disebut „witch‟s milk‟. namun ada juga kemungkinan tidak menghilang. Janin manusia mengalami perkembangan beberapa puting disepanjang garis-garis susu (milk lines) yang dimulai dari axilla (ketiak) turun sepanjang otot perut terus sampai kedua selangkangan kiri dan kanan. Kelenjar Montgomery berisi pelumas agar saat wanita menyusui kulit areola dan puting tidak lecet. Zat warna kulit (pigment) puting dan areola adalah pigment cokelat (eumelanin) dan lebih banyak mengandung pigment merah (pheomelanin). Rata-rata puting wanita berukuran sekitar 1 cm. maka areoala dan puting biasanya lebih gelap saat hamil dan menyusui. Polythelia Hampir semua manusia memiliki dua puting pada tubuhnya. Paparan suhu dingin dan menyusui merupakan penyebab utama puting mengalami ereksi. yang disebabkan pengaruh estrogen ibu saat dalam 8 . kalaupun ada kemungkinannya sangat kecil. Athelia Athelia adalah keadaan dimana tidak adanya puting payudara. Tonjolan puting dibentuk oleh sel otot silindris dan di areola terdapat bintil-bintil kecil yang disebut „Montgomery bodies‟. Ereksi puting merupakan bentuk refleks pilomotor yang menyebabkan puting dan areola berbintil-bintil. D. Terkadang bayi (laki dan perempuan) saat lahir menghasilkan air susu. Kehamilan juga meningkatkan pigmentasi. Puting-puting ini akan menghilang sebelum kelahiran. Saat hamil dan menyusui akan lebih panjang dan biasanya permanen (tidak kembali ke bentuk semula).

Hal ini normal-normal saja dan akan berhenti beberapa hari setelah kelahiran. 9 .kandungan dan bereaksi terhadap bayi. Mamma aksesoris Adalah terdapatnya lebih dari dua payudara atau papila mamma tanpa jaringan payudara yang terlentak di garis susu mulai dari aksila sampai regio inguinal. F.

Mastitis Infeksi Payudara (Mastitis) adalah suatu infeksi pada jaringan payudara. Juga bila waktu mens dimana payudara normal suka mengeras. Kelainan ini sering di dapat.G. Bila anomali tersebut mengganggu atau adanya kekuatiran bila terjadi karsinoma tidak mudah diketahui. Operasi tersebut harus dilakukan dengan tenang dan sebaliknya dengan narkosa agar yang dianggap benar-benar jaringan kelenjar payudara yang dimaksud. 10 . Mamma aberan Merupakan kelainan dimana jaringan payudara berkembang tidak pada tempatnya. maka dapat dilakukan extirpasi. bukan jaringan lemak subkutan. INFEKSI PAYUDARA a. Infeksi payudara biasanya disebabkan oleh bakteri yang banyak ditemukan pada kulit yang normal (Staphylococcus aureus). Areola dan 3. Dalam praktek sehari-hari akan di temukan kasus tersebut. Papilla mama Kadang-kadang ketiga unsur tersebut ditemukan secara histopatologik. bisa terbentuk abses payudara (penimbunan nanah di dalam payudara). Menurut Haagensen mamma aberan ditemukan 2 kali lebih banyak pada wanita dari pada laki-laki. Parenkim kelenjar susu 2. Klinkaefuss malaporkan adanya polymastia pada 4 generasi. sehingga pasien sering mengeluh sakit pada daerah ini. misalnya karsinoma mamma. Terdapat payudara atau papillae mamma yang lebih dari dua. tapi kadang-kadang hanya satu unsur saja. Anomalis tersebut ada hubungannya dengan keturunan. daerah berkembangnya jaringan payudara sampai ke ketiak (axilla). Pada anomali tersebut bisa ditemukan segala penyakit yang bisa menghinggapi payudara. Ada 3 unsur terdapat pada mamma aberan tersebut : 1. dia ikut mengeras dan pada waktu laktasi terdapat pengeluaran air susu juga. dsb. Terdapat pada keluarga-keluarga tertentu. Letaknya pada garis susu dari axilla sampai ke inguinal tapi kebanyakan di axilla. Pada infeksi yang berat atau tidak diobati. Bakteri seringkali berasal dari mulut bayi dan masuk ke dalam saluran air susu melalui sobekan atau retakan di kulit (biasanya pada puting susu).

11 . jenis ini banyak diidap wanita hamil atau menyusui. yang berarti pelebaran saluran karena adanya penyumbatan pada saluran di payudara. bukan mustahil langkah mastektomi/ pengangkatan payudara harus dilakukan. mastitis jenis ini juga disebabkan kuman staphylococcus. Hal ini dikarenakan air susu merupakan media yang subur bagi pengembangbiakan berbagai jenis kuman. Jenis kuman yang paling umum ditemui pada mastitis jenis ini ialah Staphylococcus aureus. Mastitis supurativa Mastitis jenis ini ialah yang paling sering ditemui. Sekitar 90 % penyebab utama mastitis jenis ini ialah akibat kuman yang menginfeksi payudara ibu. bahkan sifilis. Sekitar 1-3% wanita menyusui mengalami mastitis pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan. mastitis pueperalis. Pada wanita usia 45 tahun ke atas atau pada usia memasuki menopause. infeksi payudara berhubungan dengan peradangan menahun dari saluran air susu yang terletak di bawah puting susu. tapi bisa juga dilakukan penularan sebaliknya.Mastitis biasanya terjadi pada wanita yang menyusui dan paling sering terjadi dalam waktu 1-3 bulan setelah melahirkan. Keadaan ini dikenal juga dengan sebutan mamary duct ectasia. kuman TBC. Infeksi kuman TBC memerlukan penanganan yang ekstra intensif. Mastitis pueperalis Mastitis pueperalis atau disebut juga lactational mastitis. Bila penanganan tidak tuntas. Mastitis periductal Mastitis periductal biasanya muncul pada wanita di usia menjelang menopause. Ketiga jenis mastitis ini muncul akibat penyebab yang berbeda dan muncul dalam kondisi yang juga berbeda. 2. 3. yang biasanya terletak di belakang puting payudara. yang bisa ditransmisi ke puting ibu melalui kontak langsung. Selain itu bisa juga disebabkan oleh jamur. Ibu yang sedang menyusui. Ada tiga jenis mastitis yaitu mastitis periductal. 1. penyebab utamanya tidak jelas diketahui. Saluran yang tersumbat ini menyebabkan payudara lebih mudah mengalami infeksi. Hasil akhirnya ialah reaksi peradangan yang disebut mastitis periductal. Faktor penyebab penyumbatan yang utama ialah jaringan yang mati dan air susu itu sendiri. dan mastitis supurativa. Perubahan hormonal di dalam tubuh wanita menyebabkan penyumbatan saluran air susu oleh sel-sel kulit yang mati. beberapa pemicu reaksi peradangan ialah perubahan hormonal dan aktivitas menyusui di masa lalu. Mirip dengan jenis sebelumnya. bisa mendapatkan kuman ini dari kontak dengan mulut bayi. Pada wanita pasca menopause. Tumpukan jaringan mati dan air susu di saluran payudara ini menyebabkan buntunya saluran dan pada akhirnya malah melebarkan saluran di belakangnya.

Gejala: 1. bisa mengandung nanah) Gatal-gatal Pembesaran kelenjar getah bening ketiak pada sisi yang sama dengan payudara yang terkena Demam Benjolan/penebalan ini berwarna merah. Nanah ini terbentuk dari kumpulan bakteri. bisa dilakukan mammografi atau biopsi payudara. Diagnosa: Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Bila ditemukan gejala menetesnya cairan dari putting. bahkan hingga menurunnya kesadaran. nyeri bila ditekan. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukan bahan kontras. Jika tidak sedang menyusui. 2. juga terasa panas dan nyeri. nanah ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain hingga menyebabkan rasa meriang/demam tinggi dan menggigil. keringat banyak. apalagi bila benjolan ini sebagai bisul yang pecah. Pada beberapa kondisi. Benjolan yang ada pada mastitis bukan seperti kanker yang bentuknya keras. jaringan. 4. melainkan berupa penebalan yang berisi cairan. maka penampilannya jadi mengerikan selain nyeri yang menyertainya. 7. dengan demikian dapat diketahui adanya sumbatan atau polip pada saluran tersebut. Bahayanya. turunnya daya tahan tubuh. Radang biasanya menyerang salah satu payudara saja. 6. terkadang dilakukan juga langkah 12 . mastitis bisa menyebabkan keluarnya cairan dari daerah puting. 5. terkadang berkembang menjadi suatu abses/ kumpulan nanah dalam rongga baru di jaringan kelenjar payudara. Nyeri yang timbul ialah berupa rasa „nyut-nyut‟ di daerah payudara. dimana akan dilakukan foto di saluran payudara. tapi tidak menutup kemungkinan bisa menyebar hingga kedua payudara terinfeksi. Dalam kasus mastitis periductal. maka perlu dilakukan pemeriksaan yang disebut duktografi. Nyeri payudara Benjolan pada payudara Pembengkakan salah satu payudara Jaringan payudara membengkak. Pada mastitis yang disebabkan infeksi kuman. kemerahan dan teraba hangat Nipple discharge (keluar cairan dari puting susu. Terkadang perasaan seperti puting tertarik juga dialami. cairan ini berwarna putih kekuningan serupa nanah. 8. Lain dengan kanker payudara dimana cairan yang keluar dari puting biasanya merah atau kuning kecoklatan seperti noda darah. 3. dan leukosit baik yang mati ataupun yang hidup.

Pencegahan: 1. Berikutnya. maka harus dilakukan operasi berupa insisi dan drainase. minimal untuk menyingkirkan kemungkinan tumor atau kanker.  Diberikan antibiotik dan untuk mencegah pembengkakan. maka operasi yang memakan waktu sekitar ½ -1 jam akan ditutup dengan melakukan penjahitan luka secara situasional. Untuk mencegah pembengkakan dan penyumbatan saluran. Menyusui secara bergantian payudara kiri dan kanan 2. ibu yang sedang menyusui dan dalam masa pengobatan dianjurkan tidak menyusui bayinya. yaitu operasi penyayatan dan penyaluran nanah. Bila langkah ini selesai dilakukan. maka dilakukan bius umum pada pasien. daerah payudara dibersihkan dahulu dengan cairan desinfektan khusus. apalagi yang mengandung nanah. yaitu pada saat benjolan tersebut melunak / matang agar mudah dikeluarkan. Setelah itu baru bisa dilakukan penyayatan pada daerah benjolan. Kemudian dokter akan melakukan drainase yaitu memberikan saluran khusus yang digunakan untuk mengalirkan nanah yang ada. tapi bila mastitis disebabkan infeksi kuman. sebaiknya dilakukan pemijatan dan pemompaan air susu pada payudara yang terkena.  Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri ( analgetik ) misalnya acetaminophen atau ibuprofen. kosongkan payudara dengan cara memompanya 13 . 4 kali/hari. Dosis dan cara pemberian antibiotik ditentukan berdasarkan berat ringannya infeksi dan berat badan seseorang. Pemberian antibiotik dilakukan sesuai dosis. Perlu diingat bahwa operasi pengeluaran nanah ini harus dilakukan pada waktu yang tepat. Perlu diingat.  Terapi pada Benjolan: Sedangkan bila ternyata ditemukan benjolan tersebut diduga suatu abses. pada tahap ini dokter akan mencoba membersihkan radang tersebut secara mekanik debridement. Kedua obat tersebut aman untuk ibu menyusui dan bayinya. Tatalaksana:  Dilakukan pengompresan hangat pada payudara selama 15-20 menit.biopsi bila disertai massa tumor. Langkah operasi diawali dengan pembiusan pasien. Biasanya dilakukan bius lokal saja.

Gunakan teknik menyusui yang baik dan benar untuk mencegah robekan/luka pada puting susu 4. tumor. yang memancarkan ke payudara. penyumbatan ASI. Menjaga kebersihan puting susu 5. dan dapat dirasakan di payudara. Penyebab lainnya dapat termasuk rasa sakit rematik dalam rongga dada dan di leher. jika eksisi yang tidak lengkap akan menimbulkan kekambuhan nantinya. Nyeri yang tidak normal biasanya disebabkan karena infeksi (radang). Hampir 80% wanita pernah merasakan nyeri pada payudara selama kehidupan mereka.3. saat dan sesudah menstruasi. Nyeritidak bervariasi dengan siklus menstruasi. Banyak wanita dengan Mastalgia lebih khawatir tentang konsekuensi dari kanker daripada tentang rasa sakit itu sendiri. Nyeri dapat berkisar dari ketidaknyamanan kecil untuk rasa sakit parah melumpuhkan dalam beberapa kasus. Sering tampak retraksi dibawah puting akibat proses kronik berupa fibrosis. biasanya di pinggir aerola. seperti otot di dekatnya atau sendi. 14 .Dapat terbentuk abses yang mengakibatkan fistel. Fistel biasanya harus dieksisi (fistulektomi). Salah satu penyebab nyeri payudara nonsiklik adalah trauma. Fistel Paraaerola Disebabkan karena pada salah satu duktus tersumbat dan melebar karena sekret kental sehingga menyebabkan perangsangan dan peradangan disekitar duktus. Nyeri ini ada yang bersifat normal ada juga yang tidak normal.Umumnya. Kelainan ini sering menjadi kronik dan berulang jika penanganan tidak tepat. Proses ini ditandai dengan keluarnya cairan hemoragik atau serosa dari papila mamma. rasa sakit hadir sepanjang waktu dan dalam satu lokasi tertentu. atau pukulan ke payudara. Nyeri nonsiklik dapat berasal dari payudara atau mungkin berasal dari tempat lain. MASTALGIA (NYERI pada PAYUDARA) Definisi Nyeri pada payudara (breast pain) disebut juga mastalgia dalam istilah kedokteran. Penyebab Nyeri yang normal biasanya disebabkan karena pengaruh hormonal pada saat sebelum. Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui b. atau keluarnya bahan kental seperti mentega dari satu duktus.

Nyeritidak bervariasi dengan siklus menstruasi.Jenis yang paling umum dari nyeri payudara berhubungan dengan siklus menstruasi dan hampir selalu hormonal. penelitian lebih lanjut diperlukan dalam rangka untuk menarik kesimpulan ini. Hormon tidak dapat memberikan jawaban total untuk nyeri payudara siklis. ada riwayat trauma pada payudara. 15 . fibroadenomamammae. Nyeri biasanya terdapat pada wanita muda dan akan hilang saat menopause. mastitis (infeksi pada payudara) dan kanker payudara. rasa sakit hadir sepanjang waktu dan dalam satu lokasi tertentu. Hormon juga dapat mempengaruhi siklus nyeri payudara sebagai akibat dari stres . Rasa sakit dapat menjadi hampir tak terlihat atau sangat parah sehingga perempuan itu tidak bisa memakai pakaian ketat atau mentolerir kontak dekat apapun. Klasifikasi Mastalgia terbagi atas dua yaitu mastalgia siklus (cyclical) dan mastalgia bukan siklus (non cyclical). jika nyeri bukan karena siklus haid maka harus di cari penyebabnya karena itu anda perlu konsultasi ke dokter. Beberapa wanita mulai memiliki nyeri sekitar waktu ovulasi yang berlanjut sampai awal siklus menstruasi mereka. kadang dapat timbul benjolan pada payudara pada saat menjelang haid dan hilang setelah haid. Gejala Nyeri pada mastalgia cyclical dapat meluas ke ketiak hingga ke jari dan hilang setelah haid selesai. Tatalaksana Nyeri karena siklus haid biasanya hilang sendiri setelah haid selesai.Umumnya. Nyeri payudara bukan karena siklus haid. Satu studi telah menyarankan bahwa beberapa wanita dengan siklus Mastalgia memiliki rasio penurunan progesteron terhadap estrogen pada paruh kedua dari siklus menstruasi. biasanya nyeri ini mengenai satu payudara. Nyeri biasanya mengenai kedua payudara. karena sakit sering lebih parah pada satu payudara daripada yang lain (hormon akan cenderung mempengaruhi kedua payudara sama). namun jika terasa sudah sangat mengganggu dapat menggunakan analgetik (penghilang nyeri).nyeri payudara dapat meningkatkan atau mengubah pola dengan perubahan hormon yang terjadi selama masa stres. Anda dapat melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) untuk mencari benjolan pada payudara. Penelitian lain menemukan bahwa kelainan pada hormon prolaktin dapat mempengaruhi nyeri payudara. kista. Rasa sakit dapat dirasakan hanya dalam satu payudara atau mungkin dirasakan sebagai sensasi memancar di wilayah bawah lengan. Namun. Mastalgia cyclical adalah mastalgia yang disebabkan karena siklus menstruasi yang dipengaruhi oleh perubahan hormonal. Banyak peneliti percaya bahwa kombinasi dari aktivitas hormonal dan sesuatu pada payudara yang merespon kegiatan ini mungkin memegang jawabannya.

fibrosis. Ini mungkin termasuk:  Pil pengontrol kelahiran  Bromokriptin (yang blok prolaktin di hipotalamus)  Danazol. Tergantung di mana rasa sakit berasal. Manifestasi dari kelainan ini terdapat benjolan fibrokistik biasanya multipel. Dalam beberapa kasus. obat anti-inflamasi. Biasanya payudara teraba lebih keras dan benjolan pada payudara membesar sesaat sebelum menstruasi. pengobatan mungkin termasuk analgesik. biopsi daerah juga diperlukan. dilakukan pemeriksaan mammogram. Selain itu. Pengobatan untuk nyeri payudara nonsiklik: Menentukan pengobatan yang tepat untuk nyeri payudara nonsiklik lebih sulit. dan rasa nyeri. Penyakit fibrokistik pada umumnya terjadi pada wanita berusia 25-50 tahun (>50%). Wanita dengan kelainan fibrokistik mengalami nyeri payudara siklik berkaitan dengan adanya perubahan hormon estrogen dan progesteron. dan kompres. Umumnya.Pengobatan untuk nyeri payudara siklis:  Menghindari kafein  Vitamin E  Evening Primrose Oil (trigliserida alami)  Diet rendah lemak Dalam beberapa kasus. terdapat penebalan. keras. estrogen blocker Hormon tambahan dan penghambat hormon mungkin memiliki efek samping. Kista dapat membesar dan terasa sangat nyeri selama periode menstruasi karena hubungannya dengan perubahan hormonal tiap bulannya. tetapi juga karena rasa sakit tidak hormonal. bukan hanya karena sulit untuk menentukan di mana rasa sakit datang. TUMOR JINAK PAYUDARA A. Jika ditentukan bahwa rasa sakit ini disebabkan oleh kista. benjolan konsistensi lunak. Benjolan ini harus dibedakan dengan keganasan. hormon tambahan dan berbagai penghambat hormon juga diresepkan. Kelainan fibrokistik pada payudara adalah kondisi yang ditandai penambahan jaringan fibrous dan glandular. 16 . hormon laki-laki  Hormon tiroid  Tamoxifen ®. risiko dan manfaat dari pengobatan tersebut harus hati-hati. adanya kista. kista akan disedot. Kelainan Fibrokistik Penyakit fibrokistik atau dikenal juga sebagai mammary displasia adalah benjolan payudara yang sering dialami oleh sebagian besar wanita.

Penatalaksanaan galaktokel sama seperti kista lainnya. Berdasarkan pengamatan dibawah mikroskop. Kelainan fibrokistik dapat diketahui dari pemeriksaan fisik. C. walaupun dapat juga keras dan susah digerakkan. Apabila cairan yang keluar dari puting bukanlah darah dan berasal dari beberapa kelenjar. Benjolan biasanya menghilang setelah wanita memasuki fase menopause. biasanya tanpa melakukan tindakan apapun.Gejala tersebut menghilang seminggu setelah menstruasi selesai. Apabila keluar cairan dari puting. atau kehijauan. Daerah dengan fibrosis tampak elastis. Sedangkan bila melibatkan lobulus. D. Perubahan fibrokistik biasanya ditemukan pada kedua payudara baik di kuadran atas maupun bawah. Pembengkakan payudara biasanya berkurang setelah menstruasi berhenti. Apabila hiperplasi melibatkan duktus maka disebut hiperplasia duktus. galaktokel tidak bersifat seperti kanker. maka diperlukan pemeriksaan mammogram dan pemeriksaan ulangan setelah periode menstruasi berikutnya. benjolan dapat digerakkan. Apabila diagnosis masih diragukan atau galaktokel menimbulkan rasa tidak nyaman. Fibrosis Sesuai dengan asal katanya “fibrosis”. B. maka dapat dilakukan drainase dengan aspirasi jarum halus. Fibrosis tidak meningkatkan resiko untuk terjadinya kanker dan tidak memerlukan tindakan yang khusus. maka kemungkinan benjolan tersebut jinak. Apabila melalui pemeriksaan fisik didapatkan benjolan difus (tidak memiliki batas jelas). sebaiknya diperiksakan tes hemoccult untuk pemeriksaan sel keganasan. Biopsi dilakukan terutama untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis kanker. konsistensi padat dan keras pada perabaan. maka disebut hiperplasia lobular. Fibrosis menunjukkan penambahan jaringan fibrous. cair. terutama berada di bagian atas-luar payudara tanpa ada benjolan yang dominan. bahan yang sama dengan pembentuk ligamen dan jaringan parut. baik bening. Seperti kista lainnya. atau biopsi. yaitu terdiri atas fibrosis dan kista. mammogram. hiperplasia dapat dikelompokkan menjadi tipe biasa dan atipikal. Hiperplasia tipe biasa 17 . Evaluasi pada wanita dengan penyakit fibrokistik harus dilakukan dengan seksama untuk membedakannya dengan keganasan. Galaktokel Galaktokel adalah kista berisi susu yang terjadi pada wanita yang sedang hamil atau menyusui. Biasanya galaktokel tampak rata. Hiperplasi Epitelial Hiperplasi epitel ( disebut juga kelainan payudara proliferatif) adalah pertumbuhan abnormal dari sel-sel yang membatasi antar duktus atau lobulus.

Apabila telah didiagnosis menderita hiperplasia terutama hiperplasia atipikal. Hiperplasi epitelial biasanya didiagnosa melalui biopsi jarum atau biopsi melalui pembedahan. maka kumpulan lobulus dengan adenosis ini kemungkinan dapat diraba.5 sampai 2 kali lipat dibandingkan wanita tanpa abnormalitas payudara. F. dan kanker. Lesi jinak yang berasal dari duktus laktiferus dan 75% tumbuh di bawah areola mamma ini memberikan gejala berupa sekresi cairan berdarah dari puting susu. Namun dengan biopsi melalui pembedahan sabat dianjurkan untuk memastikan tidak terjadinya kanker. Ada juga pasien 18 . Resikonya adalah 1. namun kondisi ini termasuk jinak dan bukanlah kanker. adenosis sklerotik. berarti diperlukan pemantauan yang lebih oleh dokter. Hal ini dikarenakan mengalami hiperplasia akan meningkatkan kemungkinan untuk berkembang menjadi kanker payudara di masa yang akan datang. dokter akan sulit membedakan tumor ini dengan kanker melalui pemeriksaan fisik payudara. Kalsifikasi dapat terbentuk pada adenosis. Sangat penting untuk digarisbawahi walaupun merupakan tumor. Papilloma seringkali melibatkan sejumlah besar kelenjar susu. Apabila pembesaran lobulus saling berdekatan satu sama lain. Adenosis Adenosis adalah temuan yang sering didapat pada wanita dengan kelainan fibrokistik. E. Papilloma Intraduktal Papilloma intraduktal adalah pertumbuhan menyerupai kutil dengan disertai tangkai yang tumbuh dari dalam payudara yang berasal dari jaringan glandular dan jaringan fibrovaskular. Apabila adenosis dan adenosis sklerotik cukup luas sehingga dapat diraba. diantaranya adenosis agregasi. Biopsi melalui aspirasi jarum halus biasanya dapat menunjukkan apakah tumor ini jinak atau tidak. Hiperplasia atipikal mengindikasikan peningkatan yang sedang yaitu 4 sampai 5 kali lipat dibandingkan wanita tanpa abnormalitas payudara. Adenosis sklerotik adalah tipe khusus dari adenosis dimana pembesaran lobulus disertai dengan parut seperti jaringan fibrous.mengindikasikan peningkatan yang tipis dari resiko seorang wanita untuk berkembang menjadi kanker payudara. sehingga makin membingungkan diagnosis. Adenosis adalah pembesaran lobulus payudara. Banyak istilah lain yang digunakan untuk kondisi ini. yang mencakup kelenjar-kelenjar yang lebih banyak dari biasanya. Hampir 90% dari Papilloma Intraduktus adalah dari tipe soliter dengan diameternya kurang dari 1cm dan sering timbul pada duktus laktiferus dan hampir 70% dari pasien datang dengan nipple discharge yang serous dan bercampur darah. misalnya pemeriksaan fisik payudara yang rutin dan mammografi setiap setahun sekali. atau tumor adenosis.

Secara histologi.5 – 2 kali untuk terjadinya karsinoma mammae. Kasus terbaru menunjukkan bahwa pada laki-laki penyakit ini terkait dengan penggunaan phenothiazine. Etiologi dan patogenesis dari penyakit ini masih belum jelas. biopsi jarum bisa dilakukan. Diperkirakan hampir 25% dari Papilloma Intraduktus multiple adalah bilateral. Papilloma Intraduktus ini terkait dengan proliferasi dari epitel fibrokistik yang hiperplasia. Papilloma dapat juga ditemukan di duktus yang kecil di daerah yang jauh dari puting. Terapi untuk papilloma adalah dengan mengangkat papilloma serta bagian duktus dimana papilloma tersebut ditemukan. dan sisanya adalah campuran perubahan fibrokistik ataupun ektasia duktus. Menurut komuniti dari College of American Pathologist. Papilloma Intraduktus subareolar soliter atau intrakistik adalah benigna. tumor ini terdiri dari papilla multiple yang setiap satunya terdiri dari jaringan ikat dan dilapisi sel epitel kuboidal atau silinder yang biasanya terdiri dari dua lapisan dengan lapisan terluar epitel menutupi lapisan mioepitel. hampir setengahnya adalah papilloma. Walaupun papilloma bisa dicurigai dari pemeriksaan terhadap discharge. wanita dengan lesi ini mempunyai risiko 1. telah terjadi pertentangan apakah penyakit ini merupakan prekursor bagi karsinoma papillary atau merupakan predisposisi untuk meningkatkan resiko terjadinya karsinoma. Apabila papilloma cukup besar. Kista juga bisa terbentuk hasil dari duktus yang mengalami obstruksi.yang datang dengan keluhan massa pada area subareola walaupun massa ini lebih sering ditemukan pada pemeriksaan fisis. Pasien dengan Papilloma Intraduktus multiple biasanya tidak gejala nipple discharge dan biasanya terjadi pada duktus yang kecil. dimana biasanya dengan melakukan insisi pada tepi sekeliling areola. Papilloma dapat juga didiagnosa melalui pemeriksaan pencitraan pada duktus payudara yaitu dengan duktogram atau galaktogram. Dari kepustakaan dikatakan bahwa. namun banyak dokter menganggap pemeriksaan tersebut tidak begitu bermanfaat. Ukurannya adalah 2-3 mm dan terlihat seperti broad-based atau pedunculated polypoid epithelial lesion yang bisa mengobstruksi dan melebarkan duktus terkait. 19 . Perubahan payudara jinak yang menyebabkan keluarnya sekresi cairan dari puting. Massa yang teraba sebenarnya adalah duktus yang berdilatasi. Namun. Papilloma Intraduktus ini bisa terjadi pada laki-laki. Keadaan ini seringkali tumbuh dalam jumlah banyak dan juga mungkin disertai hiperplasi epitelial.

atau dapat membaik dengan melakukan pengkompresan dengan air hangat dan obat-obat antibiotik. Dengan biopsi jarum atau dengan tindakan pembedahan eksisi sangat diperlukan untuk membedakan nekrosis lemak dengan kanker. Karena kebanyakan kanker payudara berkonsistensi keras. Ektasia Duktus Ektasia duktus merupakan pelebaran dan pengerasan dari duktus. daerah yang mengalami nekrosis lemak dengan jaringan parut sulit untuk dibedakan dengan kanker jika hanya dari pemeriksaan fisik ataupun mammogram sekalipun. Secara histopatologik terdapat nekrosis jaringan lemak yang kemudian menjadi fibrosis. sel-sel lemak akan mati dan mengeluarkan isi sel. beberapa area dari nekrosis dapat berespon berbeda-beda terhadap cedera. duktus yang abnormal dapat diangkat melalui pembedahan dengan cara insisi pada tepi areola. dan lengket. dicirikan dengan sekresi puting yang berwarna hijau atau hitam pekat. Menurut American Cancer Society. Desamping pembentukan jaringan parut. H.G.Kondisi ini umumnya tidak memerlukan tindakan apapun. Nekrosis lemak berupa massa keras yang sering agak nyeri tetapi tidak membesar. Nekrosis Lemak Nekrosis lemak terjadi bila jaringan payudara yang berlemak rusak. Pada puting serta daerah disekitarnya akan terasa sakit serta tampak kemerahan. Ketika tubuh berusaha memperbaiki jaringan payudara yang rusak. Ektasia duktus adalah kondisi yang biasanya menyerang wanita usia sekitar 40 sampai 50 tahun. Apabila keluhan tidak membaik. Nekrosis lemak dapat juga terjadi akibat terapi radiasi. Kadang terdapat retraksi kulit dan batasnya tidak rata. Ektasia duktus adalah kelainan jinak yang walaupun begitu dapat mengacaukan diagnosis dengan kanker dikarenakan benjolan yang keras di sekitar duktus yang abnormal akibat terbentuknya jaringan parut. daerah yang mengalami kerusakan tergantikan menjadi jaringan parut. bisa terjadi spontan atau akibat dari cedera yang mengenai payudara. yang membentuk kumpulan seperti kantong-kantong berisi cairan berminyak dan disebut kista 20 .

Kista juga bisa muncul pada usia 40 tahunan. Benjolan ini biasanya ditemukan pada wanita muda. jenis benjolan ini biasanya menghilang. Denga penyebab yang tidak jelas diketahui. Kalau dipijat. Fibroadenoma Fibroadenoma adalah benjolan padat yang kecil dan jinak pada payudara yang teridiri dari jaringan kelenjar dan fibrosa. Kista Kista adalah benjolan di payudara yang muncul di akhir siklus haid dan umumnya tidak berbahaya.minyak. Setelah masa haid. seringkali ditemukan pada remaja putri. Ukuran kista ada yang kecil dan ada yang besar sampai sebesar telur. Kista minyak dapat ditemukan melalui aspirasi jarum halus. I. beberapa tahun sebelum memasuki masa menopause. batasnya jelas dan bisa dirasakan pada SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). urat daging dan kulit). Teraba kenyal karena mengandung kolagen (serat protein yan gkuat yang ditemukan di dalam tulang rawan. Gejala: Benjolan mudah digerakkan. Kista payudara adalah kantong berisi cairan yang cenderung membesar di akhir siklus haid ketika tubuh menahan lebih banyak cairan. J. yang sekaligus merupakan tindakan untuk terapinya. kista bisa sedikit berubah bentuk dan sebagian besar bisa bergerak di bawah kulit. 21 .

Tekan secara perlahan. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan. terutama pada payudara bagian bawah. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara. payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut. Dengan posisi seperti ini. 3. kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. 4 dan 5 akan 22 . Angkat lengan kiri. perhatikan payudara. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jarijari tangan kanan. Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak. 5. Pemeriksaan no. 2.SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) 1. ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu. 6. Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan. tekan bahu dan sikut ke arah depan. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Masih berdiri di depan cermin. dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari tangan kiri. 4. mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Dalam keadaan normal. Berdiri di depan cermin. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan. telusuri payudara kiri.

8. SADARI bisa dilakukan sendiri di rumah setiap bulan usai siklus haid. 5. Ada rasa nyeri pada payudara tanpa adanya penyebab yang jelas. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara untuk mendeteksi kelainan pada payudara. Perubahan ukuran dan bentuk payudara. Buatlah patokan tanggal untuk melakukan tes SADARI pada tanggal-tanggal yang mudah diingat. 3. Apa yang harus dilihat disadari saat melakukan SADARI? 1. Keluar cairan dari puting susu padahal tidak sedang menyusui. 7. Jika ditemukan kelainan-kelainan seperti tersebut di atas atau terasa ada perubahan maka bandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya. Teraba benjolan. Teraba benjolan di ketiak atau leher. 6.lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin. Penebalan kulit. 4. Pengerutan kulit. 2. 23 . Pembengkakan lengan atas.

Diagnosa: Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaa fisik. Kulit payudara di atas tumor tersebut dapat berwarna kemerahan dan hangat saat disentuh. Namun meski sangat jarang. maka harus dibuang melalui pembedahan K. cystosarcoma phyllodes. Nama phyllodes diambil dari bahasa Yunani “phullon” yang berarti daun karena pola pertumbuhannnya yang berbentuk seperti daun. Tipe tumor ini dapat tumbuh dengan sangat cepat-benjolan dapat tumbuh besar bahkan hanya dalam waktu 2 minggu! Seringkali tumor phyllodes rancu dengan fibroadenoma. dengan sisi permukaan halus di dalam jaringan payudara anda. Hampir semua wanita yang didiagnosis penyakit ini merupakan wanita yang telah masuk masa premenopausal (hampir menopause). tumor phylodes akan terlihat batas-batasnya dengan jelas. bukan tidak mungkin seorang gadis terkena tumor jenis ini. cystosarcoma phylloides kadang juga disebut “giant fibroadenomas” Gejala Tumor Phyllodes: Tumor phyllodes akan dirasakan sebagai satu benjolan yang kenyal. Kedua kondisi ini sering saling keliru. Diagnosis Tumor Phyllodes: Pada hasil mammogram. 24 . PT.Untuk membantu menegakkan diagnosa biasanya dilakukan aspirasi jarum atau biopsi. Benjolan cenderung berbentuk bundar dan memiliki pinggiran yang dapat dibedakan dengan jaringan payudara di sekitarnya. sehingga seringkali teraba seperti ada kelereng di dalam jaringan payudara. Tumor ini dapat bersifat jinak (harmless). Jika fibroadenoma terus membesar. Tipe tumor ini disebut “sarcoma” karena lebih sering muncul pada jaringan konektif (stroma) dibandingkan jaringan epilithial (saluran dan kantong susu) payudara. Pada kasus seperti ini. Tatalaksana: Fibroadenoma seringkali berhenti tumbuh atau bahkan mengecil dengan sendirinya. keduanya menghasilkan citra yang sangat jelas batas-batas tumornya. namun juga bisa ganas (cancerous). Baik dengan mammogram maupun USG payudara. Tumor Filoides Tumor Phylllodes merupakan tipe tumor payudara yang sangat jarang terjadi. Nama lain tumor phyllodes antara lain: phylloides tumor. tumor biasanya tidak diangkat.

Jumlah sel yang bentuknya tidak normal (irregularly shaped cells) dalam jaringan sample. akan menjadi ganas dan menyebar. Stadium Tumor Phyllodes: Hampir semua kasus kanker payudara diklasifikasikan dari stadium 1 sampai 4. Dua karakteristik yang diperhatikan adalah: 1. namun untuk tumor Phyllodes ini berbeda.Jika anda berusia 45 tahun atau lebih ada kemungkinan tumor muncul kembali. apakah tumor tersebut masuk klasifikasi jinak atau ganas. Berdasar dua kriteria di atas. Hampir semua tumor phylodes masuk kategori jinak. bahkan setelah menjalani operasi.Untuk pasien yang terdiagnosis dengan tumor ganas. Jika ada sel yang tertinggal. ahli patologi akan menguji sel sample di laboratorium. diketahui bahwa hasil MRI memberi gambar pencitraan paling akurat dan sangat membantu dokter bedah untuk merencanakan operasi pengangkatan. 25 . USG dan MRI payudara. Sel yang diambil dari needle biopsy dapat diuji di laboratorium. Tingkat Kesembuhan Tumor Phyllodes: Tingkat kesembuhan penderita tumor Phyllodes setelah operasi pengangkatan sangat bagus. Kecepatan perkembangbiakan/pembelahan sel 2. tingkat kesembuhannya sangat bervariasi. Tumor ganas memiliki peluang untuk menjadi kanker.Mammogram T. Namun hasilnya sering rancu dengan fibroadenoma. Setelah operasi biopsy dilakukan.Phyllodes Batas tumornya sangat jelas Tumor payudara ini tidak ditemui di sekitar jaringan payudara yang mengalami mikrokalsifikasi (penumpukan kalsium dalam payudara membentuk lapisan atau massa yang keras). Untuk diagnosis dan hasil yang lebih pasti. maka akan dapat ditentukan. dapat dilakukan biopsy dengan mengambil sample jaringan melalui operasi kecil Pada penelitian yang dilakukan dokter di Italia. meskipun sangat kecil. membandingkan hasil mammogram.

Sel yang menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain disebut metastases. 26 . TatalaksanaTumor Phyllodes: Operasi pengangkatan tumor merupakan penangangan standar. tulang. cancerous) atau jinak (benign.Tumor yang besar akan diangkat dengan operasi mastectomy. hati. Tumor yang bersifat ganas akan menyusup dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat. Massa ini disebut tumor. kemoterapi.Tumor dapat bersifat ganas (malignant. non-cancerous). biasanya akan diangkat dengan operasilumpectomy. harus tetap mewaspadainya karena faktor kecepatan perkembangbiakan sel tumor yang sangat mengerikan. ataupun hormonal dengan baik.Tumor ganas berpeluang muncul kembali.Pada beberapa kasus.Payudara secara umum terdiri dari dua tipe jaringan: jaringan glandular (kelenjar) dan jaringan stromal (penopang). Operasi Phyllodes pada seorang gadis Meskipun sangat jarang terjadi. meski telah diobati dan dapat menyebar ke paru. kelenjar limfe ikut berperan dalam penyebaran sel tumor. Tumor tipe ini tidak merespon terapi radiasi. Jika tumor secara relatif kecil dan jinak. TUMOR GANAS PAYUDARA Kanker payudara merujuk pada pertumbuhan serta perkembangbiakan sel abnormal yang muncul pada jaringan payudara. Satu kelompok sel akan membelah secara cepat dan membentuk benjolan atau masaa jaringan ekstra. dan dinding dada. Satu kelompok sel dalam sebuah tumor juga dapat pecah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Istilah kanker payudara merujuk pada tumor ganas yang telah berkembang dari sel-sel yang ada di dalam payudara.

semakin besar resiko bagi anak-anak dan kakak beradik terkena kanker. tingkat kematian akibat kanker payudara telah menurun di tahun 2008 dengan dikembangkan dan disosialisasikannya program deteksi awal serta semakin efektifnya penanganan kanker payudara. serta penyebab terbesar kedua kematian wanita setelah kanker paru. Pengetahuan terkini tentang ilmu pengetahuan medis menyangkut kanker belum memadai. Kanker dapat menurun dalam keluarga. c) Usia 27 . Statistik memperlihatkan bahwa dua dari tiga kasus kanker payudara tampaknya terjadi secara acak atau merupakan peristiwa-peristiwa kebetulan. Resiko bahkan lebih besar jika lebih dari satu kerabat terdekat misalnya Ibu dan kakak/adik –perempuan mengidap kanker payudara. a) Geografi.Jaringan kelenjar mencakup kelenjar susu (lobules) dan saluran susu (the milk passage. Jika orang tua dan kakak beradik menderita kanker payudara. sebuah jaringan yang berisi system kekebalan yang bertugas mengeluarkan cairan dan kotoran selular. Sangat menyedihkan bahwa meskipun ada kemajuan ilmu pengetahuan yang begitu canggih. resikonya lebih tinggi bagi anak dan kakak beradi lainnya. Faktor Resiko Lebih dari 70% dari wanita yang terdiagnosa kanker payudara tidak mempunyai faktor resiko yang dapat terindikasi. b) Riwayat Keluarga dan Sifat Genetika. milk duct). Ini berarti bahwa wanita tanpa faktor resiko dapat berakhir dengan kanker payudara. Beruntung. Semakin muda usia Ibu atau kakak/adik perempuan terdiagnosa kanker misalnya sebelum usia 50 tahun. Resiko terbesar jika Ibu menderita kanker pada kedua payudaranya sebelum usia 35 tahun. kita masih belum mampu menentukan penyebab aktual kanker payudara. Payudara juga dibentuk oleh jaringan lymphatic. Penyebab Kanker Payudara Tidak seorangpun mengetahui jawabannya. utamanya pada kasus-kasus kanker payudara. Tingkat kanker payudara di negara maju atau negara industri adalah lebih tinggi dibanding di negara yang terbelakang. Kini kita mengetahui bahwa individu yang memiliki gen kerentanan atau gen BRCA 1 dan 2 mempunyai resiko tinggi mengidap kanker payudara dalam bagian akhir kehidupan mereka. Budaya dan Tradisi. Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian wanita berusia 4055 tahun. Meningkatnya resiko terkena kanker payudara bergantung pada seberapa dekat hubungan keluarga. Sedangkan jaringan penopang meliputi jaringan lemak dan jaringan serat konektif.

Tetapi pengaruh terpenting terhadap resiko kanker payudara terletak pada usia kehamilan tua untuk bayi yang pertama. Ukuran Payudara. Status Sosial. Pada umumnya. terutama pada wanita kidal disbanding wanita tangan kanan. Australia dan Eropa memiliki ukuran payudara yang besar dan mereka memiliki resiko tinggi mengidap kanker payudara. Usia Menarche Merupakan usia dimulainya menstruasi pertama. Wanita yang mempunyai bayi pertama sebelum usianya 18 tahun mempunyai perlindungan penuh terhadap kanker payudara. keju. Statistik memperlihatkan bahwa kalangan wanita dengan pendapatan atau gaji lebih tinggi memiliki resiko terkena kanker payudara yang lebih tinggi.d) e) f) g) h) i) Kanker payudara berkaitan dengan usia. Tidak memiliki anak atau terlambat memiliki anak yang pertama mempunyai resiko lebih tinggi mengidap kanker payudara. Kecenderungan Payudara Kiri. sementara tinggi badan yang pendek mengurangi resiko.hamburger. Tinggi Badan. Kanker payudara jarang terjadi pada wanita di bawah usia 30 tahun. 28 . Diet. Pengkonsumsian makanan dan minuman seperti : susu. wanita Amerika. Makanan mempengaruhi kesehatan kita dan menentukan arah dan kemajuan penyembuhan mereka. Usia menopause Semakin lambat wanita memulai menopause. Berat Badan. Pengamatan yang dilakukan selama 50 tahun mengindikasikan bahwa 20% lebih banyak wanita memiliki kecenderungan mengidap kanker pada payudara kirinya. Ada bukti yang menyimpulkan bahwa meningkatnya tinggi badan berkaitan dengan meningkatnya resiko kanker payudara. Sekitar 80% dari semua kasus kanker payudara terjadi pada wanita di atas 50 tahun. Kegemukan diantara wanita pasca menopause meningkatkan resiko kanker payudara. Usia Pada Kehamilan Pertama Memiliki bayi tidak disangsikan lagi melindungi seorang ibu terkena kanker payudara. es krim. Dengan meningkatnya jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang Ibu. kripik kentang. Ini kemungkinan akibat meningkatnya produksi hormone oleh lemak berlebihan di dalam tubuh. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mereka membeli dan mengkonsumsi makanan-makanan mewah. Diestimasi bahwa tingkat kanker payudara meningkat sekitar 5% untuk setiap tahun penurunan usia menarche. h. Mereka yang mengalami menarche pada usia dini mempunyai resiko lebih tinggi mengidap kanker payudara. semakin tinggi resikonya mengidap kanker payudara. g. f. semakin rendah resiko kanker payudaranya. daging dan lemak.

minum pil KB pada usia tua meningkatkan resiko kanker payudara. Resiko kanker payudara akan meningkat sebesar 3 hingga 4 kali pada wanita-wanita yang menjalani radiasi dalam 29 . pancreas dan usus besar. endometrium. Ini mengurangi peluang pendeteksian dini kanker payudara ketika mereka menjalani mamografi. Estrogen/ Progesteron: Kadar estrogen tinggi berkaitan dengan meningkatnya resiko kanker payudara b. alkohol dan rokok meningkatkan resiko kanker payudara. Radiasi: Semakin muda seseorang terkena radiasi. Wanita yang menjalani HRT bisa meningkatkan kepadatan jaringan payudara mereka. c. Olahraga: Wanita premenopause yang melaksanakan olahraga sekitar 4 jam per minggu mengurangi resiko kanker payudara mereka sebanyak 58%. Wanita yang menjalani HRT mempunyai lebih banyak persoalan dalam memerangi kanker payudara jika mereka menderitanya. Kemunculan kanker payudara meningkat drastis setelah menopause. oesophagus. Sedangkan pengkonsumsian buah dan sayuran mengurangi resiko terkena kanker dan dapat memberikan efek perlindungan kira-kira 50% terhadap kanker lambung. Diethylstilbesterol (DES): Mengkonsumsi daging dari hewan yang diberi makan DES menempatkan konsumen pada resiko besar terkena kanker. alangkah baiknya anda mempertimbangkan kembali untuk menjalani HRT. Ini karena olahraga membakar lemak dalam tubuh. Terapi Pengganti Hormon atau Hormone Replacement Therapy(HRT). Dewasa ini tidak selalu perlu untuk meminum pil dosis tinggi lagi karena pil dosis renah sudah cukup efektif. Hormon a. terdapat dalam dua bentuk dosis tinggi dan dosis rendah . semakin besar resiko kanker payudara berikutnya.j) k) l) m) n) makanan berenergi tinggi. d. Menyusui: Wanita yang menyusui bayi mereka mempunyai 25% lebih sedikit resiko kanker payudara dibanding mereka yang yang memberi susu botol. paru-paru. Jika anda berusia di atas 35 tahun. Kegemukan: Mereka yang kegemukan mengalami resiko lebih tinggi meninggal akibat kanker payudara disbanding mereka yang bertubuh kurus. kemungkina ada peluang kecil bahwa resiko anda mengidap kanker payudara juga meningkat. Pil KB. Gadis-gadis muda mengalami resiko lebih besar kanker payudara ketika terkena pada jumlah radiasi yang sama dengan waita yang lebih tua. Jika anda menjalani HRT. Jika anda mempunyai riwayat keluarga kanker payudara.

Menarke dini (kurang dari 12 tahun) 4. lobular neoplasia) Kata “in situ” merujuk pada kanker yang tidak menyebar dari area dimana kanker mulai muncul. Kontrasepsi oral 9. Banyak dokter tidak mengklasifikasikan LCIS sebagai kanker payudara dan sering “menantang” pasien untuk dilakukannya biopsy payudara saat investigasi 30 . yaitu kanker payudara invasive dan kanker payudara non-invasif. justru perlu lebih diwaspadai karena merupakan tanda meningkatnya risiko kanker payudara. Berdasar tingkat prevalensinya. Jadi jika dirangkum. 2. pertumbuhan jumlah sel jelas terlihat. Obesitas setelah menopause 8. jika dibandingkan dengan wanita-wanita yang tidak menjalani radiasi ketika mereka masih gadis muda. Riwayat penyakit payudara jinak 7. merupakan bentuk kanker payudara non-invasif yang paling umum terjadi (90%). kanker payudara dibagi menjadi dua. Kanker Payudara Non-Invasif Sel kanker terkunci dalam saluran susu dan tidak menyerang lemak dan jaringan konektif payudara di sekitarnya. Ductal carcinoma in situ (DCIS). Kanker dapat bersifat invasif (menyerang) tanpa selalu menyebar (metastatic) ke simpul limfe atau organ lain dalam tubuh. 1. Swart 2011) Kanker payudara berdasar sifat serangannya. Pada LCIS. Faktor risiko terjadinya kanker payudara: 1.kehidupan mereka. Lobular carcinoma in situ (LCIS. Status sosial ekonomi tinggi (Smeltzer 2000. Riwayat pribadi tentang kanker payudara 2.Lobular carcinoma in situ (LCIS) meski lebih jarang. Nulipara dan usia maternal lanjut saat kelahiran anak pertama (>30 tahun) 5. yaitu yang umum terjadi dan jarang terjadi. Jenis Kanker Payudara yang Umum Terjadi 1. Anak perempuan dan saudara perempuan dari wanita dengan kanker payudara 3. Terapi penggantian hormon estrogen atau progesterone 10. berada di dalam kelenjar susu (lobules). Menopouse pada usia lanjut 6. Gaya hidup 11. terbagi menjadi 2 (dua). Kanker Payudara Invasif Sel kanker merusak saluran dan dinding kelenjar susu serta menyerang lemak dan jaringan konektif payudara di sekitarnya.

4. Terdapat beberapa tipe DCIS. dibandingkan dengan wanita dengan jenis kanker invasif yang lebih umum terjadi. Jenis Kanker Payudara yang Jarang Terjadi 1. ILC terjadi 10% sampai 15% dari seluruh kejadian kanker payudara.medis dilakukan. Infiltrating ductal carcinoma (IDC) Dikenal sebagai invasive ductal carcinoma. menyerang jaringan lemak payudara dan kemungkinan juga terjadi di bagian tubuh yang lain. terbentuk oleh sel kanker yang memproduksi mucus (lendir). dengan catatan. 2. sekitar 80% dari seluruh diagnosis kanker payudara. Infiltrating lobular carcinoma (ILC) Juga dikenal sebagai invasive lobular carcinoma. Sebagai contoh. 2. ILC mulai terjadi di dalam kelenjar susu (lobules) payudara. Pasien LCIS dimonitor dengan ketat setiap empat bulan sekali oleh dokter dengan melakukan uji klinis payudara. 3. Mucinous carcinoma Juga disebut colloid carcinoma. kanker tidak menyebar dari saluran susu ke jaringan lemak payudara dan bagian lain dari tubuh. Mucinos carcinoma merupakan satu jenis kanker payudara yang jarang terjadi. Wanita dengan kanker jenis ini memiliki tingkat bertahan hidup cukup baik. Ductal carcinoma in situ (DCIS) Merupakan tipe kanker payudara non-invasif yang paling umum terjadi. Dengan deteksi dini. yang merujuk pada DCIS dengan necrosis (area dengan sel kanker yang mati atau mengalami degenerasi). 31 . tetapi sering menyebar (metastatizes) ke bagian tubuh yang lain. DCIS seringkali terdeteksi pada mammogram sebagai microcalcifications (tumpukan kalsium dalam jumlah kecil). Medullary carcinoma hanya terjadi sekitar 5% dari seluruh kejadian kanker payudara. Pencegahan lain yang juga mungkin dilakukan adalah dengan memberikan obat seperti tamoxifen atau prophylactic mastectomy (pengangkatan payudara yang dilakukan sebagai usaha preventif). ductal comedocarcinoma. ditambah mamogarfi setiap tahunnya. rerata tingkat bertahan hidup penderita DCIS mencapai hampir 100%. Medullary carcinoma Merupakan satu jenis kanker payudara invasive yang membentuk satu batas yang tidak lazim antara jaringan tumor dan jaringan normal. IDC merupakan tipe kanker payudara yang paling umum terjadi. IDC terjadi di dalam saluran susu payudara dan menjebol dinding saluran.

3. mengerak. Area yang terserang eksim kemudian akan menjadi borok. namun jika terjadi. Penyakit ini dimulai dengan timbulnya rasa gatal. Inflammatory breast cancer Merupakan kondisi dimana payudara terlihat meradang (merah dan hangat) dengan cekungan dan atau pinggiran yang tebal yang disebabkan oleh sel kanker yang menyumbat pembuluh limfe kulit pembungkus payudara. 5. sedangkan Paget‟s disease tidak. Tubular carcinoma Merupakan satu tipe khusus dari kanker payudara invasive. Jenis kanker ini terjadi sekitar 2% dari keseluruhan diagnosis kanker payudara. Paget’s disease of the nipple Paget‟s disease puting payudara muncul dalam bentuk penyakit kulit eksim (eczematous) yang menyerang areola dan puting. diikuti keluarnya cairan bercampur darah dari puting. Diagnosis dapat diketahui secara pasti dengan melakukan biopsy kulit yang mengandung sel tipikal Paget. Lima puluh persen penderita Paget‟s disease memiliki massa di payudara yang dapat diraba/dirasakan keberadaannya. Puting akan tertarik ke dalam atau berubah bentuk. Diagnosis Paget‟s Disease Kondisi yang terjadi sering rancu dengan dermatitis. Paget‟s disease biasanya bersifat unilateral atau hanya terjadi pada salah satu payudara.Muncul pada payudara wanita yang biasanya juga penderita invasive intraductal carcinoma. 32 . Paget‟s disease muncul sekitar 1% – 2% dari seluruh kejadian kanker payudara. Wanita dengan tubular carcinoma biasanya memiliki harapan kesembuhan cukup baik. serta sensasi seperti ditusuk-tusuk dan terbakar di salah satu puting. Batas borok (luka) jelas sangat terlihat dengan bentuk tak beraturan. perkembangannya sangat cepat. namun penyakit gatalgatal (pruritus) yang berkaitan dengan dermatitis biasanya akan sembuh dengan pengobatan topical steroid. 4. dan pecah-pecah. Meski kanker payudara jenis inflammatoty ini jarang terjadi (sekitar 1%).

merupakan kanker payudara yang dapat bersifat jinak maupun ganas. detil menstruasi. mammogram dilakukan setelah ada diagnosis. catatan kelahiran. pasien akan diminta untuk mengisi formulir yang berisi informasi tingkat risiko kanker payudara serta mamografi yang dibutuhkan. Tumor phylloides berkembang di dalam jaringan konektif payudara dan dapat ditangani dengan operasi pengangkatan. Sinar X tambahan dari sudut lain ataupun pencitraan khusus pada area tertentu (yang diduga ada kanker) pun dilakukan. Mencakup dua pencitraan sinar X untuk masing-masing payudara. Terdapat dua tipe mammogram. kontrasepsi yang digunakan. serta terapi sulih hormonal (biasanya untuk wanita yang telah menopause). Mamografi Mamografi (mammography) merupakan metode pencitraan payudara dengan menggunakan sinar X berdosis rendah. pasien akan diminta keterangannya tentang apakah ada benjolan payudara. implant payudara. a. operasi payudara yang pernah dijalani. wanita dengan kanker payudara yang ditangani dengan lumpectomy atau pengangkatan benjolan payudara). Pemeriksaan Kanker Payudara 1. Biasanya. Tumor payudara ini sangat jarang terjadi. dan sebelum dilakukan mammogram. 6. Diperkirakan 98% penderita bertahan hidup 5 tahun setelah mastektomi dilakukan. Sebelum pemeriksaan. usia.Penanganan Paget‟s Disease Puting Payudara Radikal mastectomy merupakan penanganan bagi penderita Paget‟s disease puting payudara. Tes yang sesungguhnya disebut mammogram. namun pasien juga dapat langsung datang ke tempat pemeriksaan (self-referral). Screening mammogram ditujukan untuk wanita dengan payudara yang tak bermasalah. b. kurang dari 10 wanita meninggal karena kanker payudara jenis ini setiap tahun di Amerika. Tingkat kesembuhan secara umum baik. Mammogram sangat dianjurkan kepada wanita usia 40 tahun ke atas. Diagnostic mammogram yang dilakukan untuk mengevaluasi ketidaknormalan pada pasien baru ataupun pasien lama yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan (sebagai contoh. jika diketahui secara dini. cairan yang keluar dari puting 33 . Phylloides tumor Juga disebut phyllodes. Pasien dimintai keterangan tentang data diri dan sejarah kanker di keluarganya. Informasi tentang SADARI (periksa payudara sendiri) serta isu kesehatan payudara lainnya biasanya juga diberikan sebagai tambahan penjelasan.

Penyinaran dilakukan satu per satu payudara dengan menempatkan payudara di atas penjepit lembar filem dari plastik atau metal. pasien berposisi di samping mesin mamografi. sinar X tambahan akan direkomendasikan dan dapat dilakukan pada waktu yang sama. Posisi ini disebut frontal-position. yang menekan payudara dari atas ke bawah. dan beberapa hal lain terkait tanda-tanda kanker payudara. Posisi ini disebut oblique-position. Posisi Saat Mammogram Pasien akan diminta membuka baju dari pinggang ke atas dan diganti dengan pakaian rumah sakit. sedangkan sudutnya menyentuh ketiak. Jika ditemukan area yang dicurigai atau menampakkan ketidaknormalan. Tekanan yang baik dapat dirasakan tidak nyaman. tetapi hal ini diperlukan untuk menghasilkan gambar yang jelas dari seluruh jaringan payudara. Proses berlangsung hanya beberapa detik saat sinar X dipancarkan.payudara. payudara akan ditekan sedatar mungkin diantara penjepit filem dan kotak plastic yang disebut paddle. Pasien dengan mammogram diagnostic dapat membutuhkan waktu sampai 1 jam. Prosedur ini akan diulang untuk payudara satunya. Sinar X tambahan dan teknik khusus biasanya diperlukan untuk mammogram diagnostic. Kemudian. Kemudian berdiri di depan mesin mamografi. dua untuk masing-masing payudara. Paddle akan menekan payudara kembali beberapa detik saat sinar X dipancarkan. mammogram lanjutan akan dilakukan beberapa hari kemudian. Penjepit filem akan dinaikan sehingga sisinya persis dengan posisi luar payudara. nyeri payudara. Mamogram dilihat dan diintepretasikan oleh seorang ahli radiology. Totalnya empat sinar X. Perkembangan Teknologi Mamografi Digital Sebuah riset penting bernama DMIST (Digital Mammographic Imaging Screening Trial) yang disponsori New England Journal of 34 . Langkah selanjutnya. Pemeriksaan dengan mamografi biasanya membutuhkan waktu 15 sampai 30 menit. Namun biasanya.

Ultrasonografi USG payudara (breast ultrasound) yang juga dikenal dengan sonography atau ultrasonography. tidak dapat dilakukan perubahan ataupun pengulangan. gambar dihasilkan di lembar filem tersebut. Dengan teknologi digital. sering digunakan untuk mengevaluasi ketidaknormalan payudara yang ditemukan pada hasil mammography screening atau mammography diagnostic atau uji klinis payudara. 2. Riset DMIST memperlihatkan bahwa mamografi digital secara signifikan terbukti lebih baik daripada mamografi filem. Jika gambar kurang terang. tidak dapat diperbaiki. Wanita dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi harus berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan mamografi sebelum usia 40 tahun. National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan: 1. Pada mamografi dengan filem (telah digunakan selama 35 tahun). sensitivitas yang lebih tinggi dapat diciptakan dan akan sangat membantu pasien dengan ketidaknormalan payudara. Wanita usia 40 tahun harus periksa mamografi setiap satu atau dua tahun 2.Medicine menunjukkan bahwa 65% wanita akan diuntungkan dari penggunaan digital mamografi. dibandingkan mamografi tradisional yang menggunakan filem. Sekali gambar dihasilkan. 3. dalam pemeriksaan pada wanita di bawah 50 tahun. Wanita usia 50 tahun keatas harus periksa setiap satu atau dua tahun. gambar dapat diolah serta disimpan langsung di dalam komputer. USG memberi kebebasan orientasi pencitraan payudara hampir dari arah 35 . Teknologi digital telah mampu menangkap 30% lebih banyak ketidaknormalan payudara wanita yang melakukan pemeriksaan ini. Berbeda dengan mamografi digital yang menghasilkan gambar elektronik. Di Amerika. atau wanita segala usia dengan payudara yang memiliki kepadatan sangat tinggi.

namun kurang dalam hal detil dan kalah baik dengan hasil mammography tradisional sekalipun. di dalam payudara. Namun. USG versus Mammography USG memiliki resolusi kontras yang sangat baik. USG tidak memiliki resolusi spasial yang baik seperti pada mammography sehingga tidak dapat memberikan gambar (citra) sedetil hasil mammography. Saat ini FDA hanya menyetujui mammography sebagai metode deteksi kanker payudara pada wanita tanpa gejala kanker payudara (asymptomatic women). karena fleksibilitas alat yang digerakkan tangan untuk memeriksa seluruh bagian payudara. Food and Drug Administration (FDA) tidak merekomendasikan USG payudara sebagai metode deteksi kanker payudara. Lebih jauh.manapun. 36 . USG sangat bagus untuk mencitrakan kista payudara: kantung bulat.S. Meski USG memiliki kemampuan gambar yang kontras. Lubang-lubang Hitam di Sebelah Kiri adalah Kista Jika hasil pemeriksaan USG dan mammogram keduanya memberikan hasil negative (tidak terlihat tanda adanya kanker). Karenanya badan administrasi makanan dan obat Amerika – U. berisi cairan. maka seorang pasien akan menjalani proses lanjutan berupa biopsy payudara yang disebut fine needle aspiration biopsy (FNAB) di area yang dicurigai tersebut. Hasil USG Payudara. USG dengan cepat dapat menemukan kista (selalu non kanker) ataupun pertambahan volume jaringan padat (dense mass) yang biasanya dirujuk dilakukannya biopsy untuk menentukan apakah jaringan tersebut bersifat ganas (cancerous). tetapi dokter masih curiga karena adanya massa padat ataupun penebalan payudara. USG dapat menemukan kista dan membedakannya dengan area jaringan payudara normal dengan gambar yang jelas. USG digunakan untuk menyelidiki ketidaknormalan yang ditemukan pada hasil mammography atau uji payudara.

USG kurang baik dalam mendeteksi kanker payudara karena : 1. Resolusi spasial yang rendah sehingga tidak mampu menghasilkan gambar detil. Kedalaman lokasi ketidaknormalan di dalam payudara. yaitu penumpukan kalsium yang merupakan indikasi pertama terjadinya kanker payudara. Tidak dapat mendokumentasikan jaringan payudara yang telah diperiksa. Kegagalan hasil (kontras-hitam putih) dapat terjadi. 4. tapi tidak terlihat pada gambar mammography atau USG. maka fine needle aspiration biopsy (FNAB) akan dilakukan. Kekurangan USG USG membutuhkan waktu untuk menangkap ketidaknormalan payudara berdasar: 1. 3. 37 . Tidak dapat mendeteksi penumpukan kalsium pada tumor payudara. 2. 2. Contohnya. Jika hal tersebut terjadi. Pada kasus dimana ketidaknormalan tidak terlihat pada mammography atau USG. beberapa ketidaknormalan payudara terlewat dari deteksi kedua pemeriksaan ini. mammography mampu memberikan citra kalsifikasi dengan sangat baik. Kontras gambar antara jaringan normal dan tidak normal. peluang terjadinya kanker payudara sangat kecil. Efektivitsnya sangat bergantung kecakapan dan kerampilan operator. benjolan dapat dirasakan. 5. Faktor peralatan dan operator. Sebaliknya. Kurang dari 30% hasil biopsi yang menunjukkan hasil kanker. 3.Hasil Pencitraan dengan Mammography Digital dan Tradisional USG juga tidak mampu mendeteksi terjadinya kalsifikasi mikro (microcalcifications). Meski hampir seluruh benjolan payudara dapat ditemukan dengan mammography atau USG.

Dimana MRI memungkinkan deteksi dari beberapa tumor pada wanita-wanita berisiko tinggi. Mammography mendeteksi suatu jumlah total dari 18 tumor. Demikian juga. dimana 22 darinya tidak tampak pada mammogram yang berhubungan dengannya. Pemeriksaan USG akan berakhir setelah 20 atau 30 menit. dimana delapan darinya tidak teridentifikasi oleh MRI. Penggunaan rutin dari MRI mempunyai banyak keterbatasan. dokter atau petugas akan menggesergeserkan transduser di payudara. gelombang suara akan memantul dari benda padat tersebut dan pola pantulannya diterjemahkan oleh komputer menjadi gambar yang dikenali/diindikasikan sebagai massa solid. Pantulan gelombang suara dari payudara ditangkap oleh tranduser dan kemudian diterjemahkan oleh sebuah komputer menjadi sebuah gambar (citra) yang terlihat di layar monitor.USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar (citra) payudara. ia juga mendeteksi lebih banyak luka-luka yang tidak 38 . Gelombang suara frekuensi tinggi tersebut dipancarkan dari sebuah tranduser ke payudara. Selama pemeriksaan pasien akan merasakan sedikit tekanan dari transduser. Payudara akan diolesi dengan gel. Saat pemeriksaan dimulai. Komputer akan menganalisis pantulan suara tersebut dan menggambarkannya di layar monitor. namun akan lebih lama jika operator sulit menemukan ketidaknormalan yang dilaporkan. beberapa tumor diidentifikasikan oleh MRI yang tidak dideteksi oleh mammography. Ketika mammograpy konvensional mendeteksi banyak kanker pada suatu stadium awal. pasien akan berbaring pada tempat khusus. Transduser akan memancarkan dan menangkap pantulan gelombang suara. Jika sebuah kista payudara sedang digambarkan. Bentuk dan intensitas pantulan begantung pada kepadatan jaringan payudara. hampir seluruh gelombang suara akan melewati kista serta menghasilkan pantulan yang lemah. Jika tumor payudara yang digambarkan. beberapa tumor yang tampak pada mammograms yang tidak terlihat pada scan MRI. MRI menjurus pada identifikasi dari 32 tumor. Gel tersebut berfungsi sebagai pelumas kulit dan membantu transmisi gelombang suara. USG tidak menggunakan radiasi dan bebas rasa sakit. Sebelum pemeriksaan dimulai. Magnetic resonance imaging (MRI) scanning Penelitan baru-baru ini telah menunjukan bahwa MRI scanning mungkin adalah suatu alat screening yang bermanfaat untuk kanker payudara pada populasi-populasi tertentu yang berisiko tinggi. 3.

Tes ini mengukur protein yang dibuat oleh gen HER2 pada skala 0 (tidak ada) sampai 3+. Imunohistokimia Tes imunohistokimia adalah tes yang dilakukan pada jaringan setelah pembedahan payudara. Fine-needle aspiration biopsy (FNAB): menggunakan jarum kecil yang dimasukkan melalui kulit payudara dan dari ujung jarum tersebut. Mempunyai suatu mutasi BRCA1 atau BRCA2. indikasi dari suatu risiko kanker payudara yang diwariskan yang kuat. Kenyataannya. Tindak biopsy payudara biasanya dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut benjolan payudara yang ditemukan saat pemeriksaan dengan mammogram atau USG payudara.bersifat kanker. 4. yang menjurus pada pemeriksaan-pemeriksaan lebih lanjut yang lebih banyak dan prosedur-prosedur medis yang tidak perlu. Hasil biopsy payudara akan memberikan jawaban apakah contoh jaringan payudara pada benjolan merupakan bersifat kanker-ganas (malignant) atau non kanker-jinak (benign). contoh jaringan diambil untukkemudian diperiksa. Biopsi Biopsi payudara (breast biopsy) merupakan tindakan untuk mengambil contoh jaringan payudara dan dilihat di bawah lensa mikroskop untuk mengetahui adanya sel kanker payudara. Mempunyai seorang saudara tingkat satu dengan suatu mutasi BRCA1 atau BRCA2 namun belum dites untuk mutasinya. Tumor dengan skor 3+ dianggap positif HER2. Terdapat beberapa cara untuk melakukan biopsy payudara: a. para ahli percaya bahwa screening dengan MRI adalah tidak praktis untuk wanita-wanita yang tidak mempunyai suatu risiko peningkatan kanker payudara. b. MRI juga adalah kira-kira 10 kali lebih mahal (biaya rata-rata $1000 sampai $1500) dari pada mammography. Menerima radiasi dada untuk merawat penyakit Hodgkin atau kanker-kanker lainnya. FNAB biasanya digunakan untuk mengambil contoh jaringan benjolan 39 . 5. MRI menjurus pada sebanyak dua kali pemeriksaanpemeriksaan yang tidak perlu dan tiga kali operasi-operasi biopsi payudara yang tidak perlu dari pada screening dengan mammography saja. Karena keterbatasan-keterbatasan ini. atau c. misalnya berumur antara 10 dan 30. MRI payudara tahunan direkomendasikan untuk wanita-wanita yang: a.

maka akan kempis setelah semua cairan diambil. Jarum dimasukkan. tipe biopsy lain akan dilakukan. Biopsi jenis ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan unit penyedot yang secara perlahan akan mengambil contoh jaringan yang lebih besar. Jika dokter tidak dapat merasakan adanya benjolan. Sentinel Node Biopsi (Stereotactic biopsy): menggunakan sinar X tipe khusus dengan jarum yang sama tipenya dengan core needle biopsy. Biopsi terbuka (Open biopsy): biopsy terbuka dengan mengiris kulit dan mengambil sebagian atau seluruh benjolan. Stereotactic biopsy hanya diberlakukan untuk kasus-kasus tertentu dan hanya dokter ahli yang mengijinkan dilakukannya biopsy ini. dan contoh jaringan diambil seukuran ujung pensil. 40 . Jika benar kista. tetapi terlihat saat pemeriksaan dengan mammogram atau USG payudara. Teknik ini dapat menemukan benjolan yang tidak dapat dirasakan dengan rabaan. Core needle biopsy: menggunakan jarum yang lebih besar dengan bentuk ujung yang khusus. Sayatan kecil dibuat di kulit payudara untuk memudahkan jarum masuk ke payudara dengan panduan sinar X.yang padat atau berisi cairan (kista). d. b. jarum atau kabel khusus akan dimasukkan ke area yang dicurigai saat pemeriksaan mammogram sebelum pembedahan dilakukan. c. Pemeriksaan dan biopsy lanjutan akan dilakukan jika ditemukan masalah (tanda-tanda adanya kanker) pada biopsi pertama. Gambar jarum atau kabel tersebut akan membantu dokter menentukan area di mana benjolan terjadi dan menentukan sayatan bedah yang harus dilakukan untuk mengambil benjolan tersebut. Jika tidak ada cairan. menembus kulit sampai ke benjolan.

b. dan kelenjar-kelenjar intermammaria bagi yang letaknya medial dan sentral. Bila menginfiltrasi ke kulit. pemeriksaan benjolan dan biopsi. Benjolan ganas pada mulanya sama seperti jinak tapi bila membesar. Pemeriksaan radiologik berupa mammografi bisa membantu. leher. Letak tumor disebutkan berada di kuadran mana. Metastasis Stasiun pertama adalah kelenjar limfe axilla bagi tumor-tumor yang letaknya di lateral. Payudara dibagi 4 kuadran dengan 1 sentral yakni: a. aksila kontralateral dan ke kulit dada (setelit-satelit). Lalu ke supraklavikula dan leher. atau ke paru-paru. kelenjar supraklavikula kontralateral. tengkorak). Diagnosis ditegakkan atas dasar anamnesis (usia. sekitar puting susu. tanda adanya infiltrasi. cepat lambat pertumbuhan). 41 . humerus. bila hasilnya ganas. Sebagian besar merupakan benjolan yang tidak nyeri. hepar. medial atas dan medial bawah. Biopsi merupakan pemeriksaan yang terakhir setelah anamnesis dan pemerikaan fisik-diagnostik. agar daerah biopsi dan insisinya masuk ke dalam preparat mastektomi. Selanjutnya metastase jauh (hematogen) ke tulang-tulang (vertebra. sentral. Arah insisi biopsi harus disesuaikan dengan arah insisi mastektomi yang akan dikerjakan.Gejala-gejala klinik / diagnostik. b. femur. ginjal. Juga ke payudara sebelahnya. maka benjolan tersebut mulai tidak mudah digerakkan dari sekitarnya. pelvis. bawah. a. maka tampak kulit tersebut seperti kulit jeruk. maka akan tampak lekukan dan bila benjolannya besar dan seluruhnya melekat pada kulit dan mengadakan tanda-tanda peradangan pada saluran limfe di kulit. kuadran lateral atas.

kelenjar bisa tidak teraba. OTH = lainlain T2 T3 Ket T4 : : : : N NX N0 N1 N2 N3 KET M MX M0 M1 : : : : : : : : : : : Didepan TNM tersebut dapat ditambah huruf p yang artinya klasifikasi tersebut telah diperbaiki oleh penemuan hasil pemeriksaan histopatologik pada terapi definitif (bedah). T4d karsinoma inflamatori Kelenjar regioner yang berada di axilla dan infra klavikular Kelenjar tidak dapat ditentukan (misalnya telah diangkat sebelumnya) Tidak teraba kelenjar aksila homorateral Kelenjar aksila homolateral yang tidak melekat (movable) Kelenjar aksila homolateral yang melekat sama lain atau pada jaringan sekitarnya Kelenjar mamaria interna homolateral edema pada pada lengan bisa disebabkan obstruksi saluran limfe. OSS = tulang . misalnya pT2pN1pMO. Metastase jauh Metastase jauh tidak dapat ditentukan Tidak ada metastase jauh Metastase jauh termasuk kelainan kulit diluar daerah payudara dan kelenjar supraklavikula Untuk M1 dapat ditambah keterangan lokalisasi metastase. otot-otot interkostal dan m. tapi tidak termasuk m. EYE = mata . seratus anterior. tapi tidak lebih dari 1 cm pada ukuran terbesar. Awalan y bila terapi definitif didahului terapi lain (misalnya radiasi). T4b. pektroalis. dengan pelekatan pada dinding anterior. kecuali yang disebut T4b dan T4d bisa terdapat T1. T4c = T4a dan T4b. Tumor ukuran berapa saja dengan penyebaran langsung ke dinding toraks atau kulit pada payudara bersangkutan. BRA = otak . 42 .5 cm . T4a. T2 atau T3 tanpa merubah klasifikasi. MAR = sumsum tulang SKI = kulit . 0. LYM = KGB . retraksi papilla atau perubahan lain pada kulit.Klasifikasi TNM Klasifikasi tumor mamma dibuat menurut TNM: T TIS TO TX T1 : : : : : Tumor primer ( luasnya ditentukan secara klinis) Pre-invasiva carcinoma : karsinoma in situ infiltrating intraductal ca dan penyakit paget pada papilla tanpa teraba tumor. T1c lebih dari 1 cm tapi tidak lebih dari 2 cm pada ukuran terbesar Tumor >2 cm tapi < 5 cm pada ukuran terbesar Tumor > 5 cm pada ukuran terbesar Lekukan pada kulit. Awalan p berarti klasifikasi setelah residif.5 cm atau kurang pada ukuran terbesar T1b lebih dari 0. dengan oedema pada payudara infiltrasi atau ulserasi kulit payudara (termasuk peau d‟orange = kulit jeruk) atau satelit kulit pada payudar a yang bersangkutan. misalnya M1 PUL (=di paru-paru) M1 HEP(= di hepar). Kelenjar supraklavikula sekarang masuk M1 (Lym). Dinding toraks adalah iga. Tidak ada bukti adanya tumor primer Tumor primer tidak dapat di tentukan Tumor 2 cm atau kurang pada ukuran terbesar T1a. PLE = pleura .

dan derajat (Doenges. T a b e l t i n d a k a 43 .Tingkat penyakit : Stage Stage Stage 0 I IIA T1s T1 T0 T1 T2 T2 T3 T0 T1 T2 T3 T4 setiap T Setiap T N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1. dan lokasi tumor. 1. Pembedahan: Tujuan utama terapi lokal adalah untuk menyingkirkan adanya kanker lokal. ukuran. Prosedur yang paling sering digunakan untuk penatalaksanaan kanker payudara lokal badalah mansektomi dengan atau tanpa rekonstruksi dan bedah penyelamatan kanker payudara yang dikombinasikan dengan terapi radiasi.N2 setiap N N3 setiap N } } } } } } } } } } } } } dengan M0 IIB Stage IIIA M0 M0 IIIB Stage IV M1 TATALAKSANA Pengobatan untuk kanker payudara tergantung pada tipe. 2000). Wiknjosastro et al 2007). Smetzer 2002. Pengobatan untuk kanker payudara yaitu : (Bobak 2005.

sewaktu pasien masih diatas meja operasi. sekarang sedang dalam penelitian. 44 . tindakan terapi dimulai pada waktu biopsi di mana hasil biopsi tersebut bisa ditentukan secara sediaan baku. Kalau tumor sudah dekat ke fascia pektoralis sebaiknya mastektomi radikal jangan yang dimodified.Sebelum pembedahan direncanakan. bila ganas dilakukan mastektomi. Reseksi segmental ditambah diseksi kelenjar axilla dan ditambah radiasi tumor ganas yang < 2 cm diameter. Bila hasilnya jinak. Mastektomi radikal atau mastektomi simpel yang diperluas (mastektomi radikal hal yang di ”modified”). diketahui hasilnya. maka cukup diekstirpasi.

Sekarang dilakukan orang lagi disertai pengangkatan jaringan kelenjar axilla. Kadang-kadang memotong otot pektoralis minor. 4. Bila benjolan pada mamma tersebut inoperabel (seluruh tumor telah melekat pada kulit atau adanya kelenjar kenlenjar supraklavikuler atau adanya “limfangitis karsinomatosa” atau kelenjar-kelenjar axilla sudah melekat atau oederma pada lengan atau ada metastase jauh atau ada ulserasi). (ovarektomi pada wanita premenopause. atau kemoterapi. Dulu dipergunakan untuk karsinoma yang kecil.  Mastektomi radikal : yakni mastektomi simpel diperluas ditambah pengangkatan otot-otot pektoralis mayor dan minor. yakni mastektomi simpel ditambah pengangkatan kelenjar-kelenjar limfe axilla (diseksi Axilla). maka dilakukan radiasi pada mamma dan kelenjar-kelenjar axilla serta supraklavikula. 45 . Atau radiasi eksterna dengan / tanpa pemberian kemoterapi adjuvan (QUART atau kwadranektomi). yang ternyata banyak residif. Post mastektomi bergantung kepada keadaan kelenjar-kelenjar dan gambaran waktu operasi. dimana kemudian diikuti dengan penyinaran memakai jarum-jarum radioaktif. Terapi Hormonal Bila radiasi tidak memungkinkan (metastase jauh) atau sudah pernah mendapat radiasi sebelumnya. maka dapat diberikan terapi hormon. tapi diinsisi sebagian tumor tersebut (ini untuk tumor-tumor yang suspek ganas dan besar). Rekonstruksi Payudara 3.  Reseksi segmental : Suatu segmen yang diangkat untuk penyakitpenyakit duktitis yang terbatas pada satu segmen. 2.  Mastektomi supra radikal : yakni mastektomi radikal ditambah pengangkatan kelenjar-kelenjar limfe intermamaria (sekarang tidak dikerjakan orang lagi).Istilah-istilah  Biopsi insisi : Tidak seluruh tumor diangkat. Bisa diberi radiasi tambahan. Radiasi Radiasi dianjurkan untuk wanita yang mengalami kanker stadium I dan II.  Biopsi ekstirpasi/eksisi : tumor diangkat seluruhnya.  Mastektomi yang diperluas (extended) atau masektomi radikal yang di “modified”. pemberian estrogen.  Mastektomi simpel : seluruh mamma diangkat termasuk papilla mamma. tetapi residif. Terapi penyinaran radiasi biasanya dilakukan setelah insisi massa tumor untuk mengurangi kecenderungan kambuh dan untuk menyingkirkan kanker residual.

sehingga perlu diawasi Keadaan Umum. kemoterapi. 6. 46 . muntah. sehingga perlu diberikan khemoterapi adjuvan selama 6 bulan menurut suatu skema tertentu. Leukosit. kemoterapi diberikan dalam beberapa siklus.) Tetapi pengobatan hormon dan khemoterapi tersebut mempunyai skema dan pengawasan tertentu (khemoterapi itu toksik. Transplantasi sumsum tulang Kemoterapi dan radiasi menyebabkan toksisitas terhadap sumsum tulang. Bonnadonna mengatakan bila terdapat kelenjar aksila yang mengandung metastase. dsb. methotrexate. hormonal. Pada beberapa kasus. perubahan rasa kecap. dermatitis. Prosedurnya mencakup pengangkatan susmsum tulang dari pasien dan memberikan kemoterapi dosis tinggi. Susmsum tulang pasien. atau khemoterapi (Cyclophosphamida atau endoxan. 5 fluorouracyl.atau anti estrogen pada wanita post-menopause). keletihan. monoklonal antibodi. mukositis. flourouracil (F). Kemoterapi biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi agar lebih banyak sel kanker yang dapat dibunuh melalui berbagai jalur yang berbeda. tergantung pada kanker payudara yang diderita. diberikan dalam bentuk infus atau dalam bentuk oral (tablet). dsb) dapat diberikan pada pasien yang kondisi dan keadaan umumnya baik dengan tujuan untuk menghilangkan tumor dengan cepat (berpacu dengan waktu). Kemoterapi Kemoterapi adalah pemberian obat untuk membunuh sel-sel kanker. dsb). Kemoterapi tidak hanya diberikan sebagai single drug regiment tetapi multiple drug regiment. Kemoterapi diberikan untuk menyingkirkan penyebaran penyakit mikrometastatik. maka di tempat-tempat lain kemungkinan besar sudah ada mikrometastase. Preparat kemoterapi yang sering digunakan adalah cytoxan (C). penambahan berat badan. Program kemoterapi untuk kanker payudara menggabungkan beberapa preparat untuk meningkatkan penghancuran sel tumor dan untuk meminimalkan resistensi medikal. Hemoglobin. trombosit. 5. dan siklus kemoterapi final diberikan setelah radiasi. methotrexate (M). sehingga saat ini banyak dikembangkan transplantasi susmsum tulang. alopesia (rambut rontok). dan adryamicyn (A). yang dipisahkan dari efek kemoterapi kemudian diinfuskan kembali secara intravena. Efek samping fisik kemoterapi yang umum adalah mual. Umumnya terapi agresif (kombinasi lebih dari 2 macam modalitas. Kombinasi kemoterapi bisa berbeda-beda dari satu pasien ke pasien lainnya. antara lain: radiasi. target terapi. Kemoterapi digunakan setelah mastektomi.

Yang penting juga adalah residif lokal yang sangat merisaukan pasien. Stadium I : 5-year survival rate bisa mencapai 90%. Hal tersebut dapat dihindarkan bila teknik pengoperasiannya baik. 47 .Prognosis Bila tidak diobati 5-year survival rate 16 – 22% sedangkan 10-year survival rate 1. Survival rate tergantung kepada stadium waktu pasien dilakukan pengobatan dan jenis tumor. sedangkan stadium III menurun jelas menjadi lebih kurang 20%. juga penentuan indikasi operasi adalah penting untuk mencegah timbulnya residif lokal.5%.

Jakarta.unair.tri-kobe.org http://www. 2006. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 5.gov/medlineplus/ency/imagepages/9359. Hal: 672 – 675 2.id/files/pdf/health/Mengenal%20Benjolan%20di%2 0Payudara. Snell. 6. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. 4. Jakarta: EGC 3. Edisi 6. http://www.breastcancer. 2004 Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah.ac.DAFTAR PUSTAKA 1. Alih bahasa: Liliana Sugiharto. Richard S.pdf 8.2. 7.ht 48 . Sjamsuhidajat.nih. Wim de Jong.com/gynecomastia/adults/ http://www.org http://www.cosmetic-md.org http://www.nlm. http://cancerinfo.itd.breast-plastic-surgery. Ed. Hemoroid.

49 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful