P. 1
Jurnal Transportasi

Jurnal Transportasi

|Views: 328|Likes:
Published by Putri Prmata Sari
Artikel tentang transportasi, dasar dasar rekayasa transportasi lalu lintas, teknik sipil
Artikel tentang transportasi, dasar dasar rekayasa transportasi lalu lintas, teknik sipil

More info:

Published by: Putri Prmata Sari on Sep 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2014

pdf

text

original

Sections

  • A Latar Belakang
  • B Perumusan Masalah
  • C Tujuan Penelitian
  • D Batasan Masalah
  • E. Manfaat Penelitian
  • F. Keaslian Penelitian
  • Model yang
  • Dependent (Y) Independent (X)
  • A Kondisi Geografis dan Batas Wilayah
  • B Luas Wilayah
  • Kota Kendari 295,89 100
  • C Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk
  • Jumlah Penduduk Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk
  • Kota Kendari 205.450 289.966 3,54
  • D Persebaran dan Kepadatan Penduduk
  • Jumlah
  • Penduduk
  • Kepadatan
  • Jumlah/Total 295,89 289.966 980
  • E. Kesehatan
  • Tahun Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas
  • Puskesmas
  • F. Letak dan Sketsa Rumah Sakit
  • A. Konsep Pergerakan
  • B. Karakteristik Pergerakan
  • C. Bangkitan Perjalanan
  • D. Pemodelan Transportasi
  • E. Model Bangkitan Perjalanan
  • 1. Definisi Dasar Model Bangkitan Perjalanan
  • 2. Klasifikasi Pergerakan
  • F. Perjalanan dan Bepergian
  • G. Pola Tata Guna Lahan Perkotaan
  • H. Lahan dan Transportasi
  • I. Pola Jalan Sebagai Indikator Morfologi Kota
  • J. Perkembangan Fisik Kota
  • K. Pengertian Satatistik
  • M. Pendekatan Analisis
  • A. Regresi Linear Berganda (Multiple Linear)
  • B. Uji model regresi
  • 1. Analisis Varians
  • 2. Uji T
  • D. Hipotesis
  • E. Populasi Dan Sampel
  • F. Cara Mengumpulkan Data
  • A. Lokasi dan Waktu Penelitian
  • B. Populasi dan Sampel
  • C. Sumber Data
  • y Data Primer
  • y Data Sekunder
  • D. Teknik Pengumpulan Data
  • E. Variabel Penelitian
  • F. Teknik Analisis Data
  • G. Definisi Operasional
  • H. Konsep Operasional

1

I PENDAHULUAN
A Latar Belakang Lalu-lintas merupakan permasalahan rumit yang sering terjadi disetiap daerah perkotaan. Permasalahan tersebut sangat dipengaruhi oleh sarana angkutan yang digunakan untuk melakukan pergerakan ke tempat aktivitas. Hal ini disebabkan oleh adanya pembangunan perkotaan yang terkonsentrasi dan tata guna lahan dengan kepadatan tinggi. Perkembangan jaringan jalan kota yang tidak mampu mengejar perkembangan sarana transportasi, telah menyebabkan kota yang sedang tumbuh menghadapi tantangan yang sangat pelik. Disatu pihak kota dihadapkan pada kenyataan meningkatnya kebutuhan penggunaan lahan untuk ruang kehidupan dan aktifitas penduduknya, dilain pihak kota dihadapkan pada tantangan penyediaan sarana dan prasarana transportasi. Keterbatasan sarana transportasi angkutan umum penumpang dan rute-rute angkutan umum penumpang menyebabkan seseorang memilih untuk

mempergunakan sarana transportasi pribadi dalam melakukan aktivitas. Akibatnya pada pola perjalanan aktivitas dimana seseorang atau sekelompok orang (penduduk) melakukan kegiatan secara hampir bersamaan baik untuk kegiatan pendidikan, bekerja serta kesehatan maupun sosial lainnya menyebabkan terjadinya lonjakan kebutuhan pada sarana transportasi yang besar. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok dari manusia, hal inilah yang menyebabkan tarikan ke fasilitas kesehatan menjadi sangat besar, ketika tarikan yang besar terjadi di suatu temapat maka di perlukanlah sarana angkutan

2

kota yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi besarnya tarikan yang terjadi tersebut. Ketika fasilitas kesehatan yang ada tersebut tidak dilayani oleh rute angkutan kota maka masyarakat akan menggunkanan alternatif lain untuk menuju ke fasilitas kesehatan tersebut seperti becak, ojek dan taksi yang mana hal tersebut memerlukan biaya yang lebih mahal daripada penggunaan kendaraan pribadi dan angkutan umum penumpang seperti angkutan kota. Dalam beberapa hal ketika sebuah fasilitas kesehatan dibuat di daerah yang belum memliki rute untuk melayani tarikan masyarakat ke fasilitas kesehatan maka dibutuhkan sebuah perencanan yang matang untuk dapat menunjang besarnya tarikan yang akan terjadi nantinya, permasalahan lain adalah ketika jumlah angkutan kota yang ada masih sangat kurang untuk melayani besarnya tarikan yang nantinya ditimbulkan oleh berdirinya fasilitas kesehatan tersebut juga harus diperhatikan agar kemudian dapat ditambahkan agar dapat memenuhi kebutuhan akan tarikan yang terjadi oleh berdirinya fasilitas kesehatan tersebut. Perkiraan jumlah perjalanan yang tertarik menuju suatu zona tujuan atau dengan kata lain perjalanan yang datang ke suatu lokasi tata guna lahan adalah sangat penting mengingat perkiraan jumlah tarikan perjalanan digunakan sebagai pertimbangan dalam merencanakan sistim transportasi dimasa yang akan datang. Perkiraan jumlah tarikan perjalanan ini dapat dibuat suatu model dan pada umumnya model ini memperkirakan jumlah total perjalanan yang tertarik sesuai dengan maksud dan tujuan berdasarkan karakteristik tata guna lahan dan sosial ekonomi dari setiap tempat (zona) yang menjadi tarikan lalu-lintas. Beberapa model utama yang sering digunakan, yaitu model grafis dan model matematis.

3

Model matematis menggunakan persamaan atau fungsi matematika sebagai media dalam usaha mencerminkan realita Terkait dengan hal diatas penulis tertarik untuk mangambil judul ANALISIS TARIKAN PERJALANAN MENUJU FASILITAS KESEHATAN DI KOTA KENDARI. B Perumusan Masalah Dengan adanya fenomena tersebut, maka diambil rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana model tarikan perjalanan orang ke fasilitas Kesehatan di Kota Kendari. 2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya tarikan yang terjadi ke Fasilitas-fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Kendari. C Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian adalah : 1. Mengetahui model tarikan perjalanan orang ke fasilitas Kesehatan di Kota Kendari. 2. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya tarikan yang terjadi ke fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Kendari. D Batasan Masalah Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi hanya pada besarnya tarikan yang akan terjadi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada di Kota Kendari. Dengan memperhatikan masalah yang diangkat dan keterbatasan dari penulis maka dalam penelitian ini peneliti hanya mengkhususkan lokasi penelitian di 4

4

fasilitas kesehatan yang ada yaitu : RSUP Sultra, RS Bhayangkara, RS Santa Anna serta RS dr. R. Ismoyo. E. Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan dari hasil karya ini dapat dipakai sebagai : 1. Bahan pembelajaran bagi mahasiswa lainnya untuk menyelesaikan tugas akhirnya, yang mengambil permasalahan yang hampir sama mengenai transportasi. 2. Hasil penulisan ini bisa menjadi salah satu tolak ukur Pemerintah dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang transportasi dan kesehatan. F. Keaslian Penelitian Dalam penelitian ini penulis mengambil bahan pembelajaran dan masukan sebagai bahan pembanding dalam menyelesaikan penulisan ini dari berbagai hasil karya tulis dari mahasiswa-mahasiswa yang telah menyelasaikan skripsinya diantaranya adalah : Kertarajasa E, (2007), menulis tentang Karakteristik dan Tingkat Bangkitan Lalu Lintas Rumah Sakit di Semarang, adapun kesamaan dengan penlitian ini adalah obyek yang digunakan adalah fasilitas kesehatan. Sedangkan perbedaannya terletak pada lokasi yang diteliti yaiu kartarajasa menliti Rumah Sakit yang berada di Semarang sedangkan penelitian ini di lakukan di Kendari. Sudarlin (2010), menulis tentang Analisis Pemodelan Bangkitan

Pergerakan Lalulintas pada Tata Guna Lahan SMPN di Kota Kendari. Adapun kesamaan dengan penelitian ini adalah pemodelan regresi dengan linear berganda

5

yang menggunakan Program SPSS, sedangkan perbedaannya terletak pada pokok bahasan yang diteliti yaitu Sudarlin meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi bangkitan pergerakan Lalulintas pada tata guna lahan SMPN di Kota Kendari, sedangkan penelitian ini menulis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan ke fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Kendari. Limbu, A.T (2010), menulis tentang Analisis Bangkitan dan Aksesibilitas Transportasi Lingkungan Perumahan di Kecamatan Poasia Kota Kendari. Adapun kesamaan dengan penelitian ini adalah pemodelan regresi dengan linear berganda yang menggunakan Program SPSS, sedangkan perbedaannya terletak pada pokok bahasan yang diteliti yaitu Amos meneliti tentang faktor-faktor yang

mempengaruhi terjadinya bangkitan dan aksesibilitas dari Kompleks Perumahan di kecamatan Poasia, sedangkan penelitian ini menulis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan ke fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Kendari. Tengkano, S. (2010), menulis tentang Analisis Model Demand Bandar Udara Haluoleo Kendari Adapun kesamaan dengan penelitian ini adalah pemodelan regresi dengan linear berganda yang menggunakan Program SPSS, sedangkan perbedaannya terletak pada pokok bahasan yang diteliti yaitu Tengkano meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan penumpang di Bandara Haluoleo Kendari, sedangkan penelitian ini menulis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan ke fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Kendari.

sedangkan perbedaannya terletak pada pokok bahasan yang diteliti yaitu Rachmad meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi bangkitan perjalanan penumpang Angkutan Feri Kendari Wawonii. sedangkan penelitian ini menulis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan ke fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Kendari. .6 Rachmad (2010). Adapun kesamaan dengan penelitian ini adalah pemodelan regresi dengan linear berganda yang menggunakan Program SPSS. menulis tentang Analisis Bangkitan Perjalanan Penumpang Dengan Moda Angkutan Feri Rute Kendari ± Wawonii.

7 + 0. Pendekatan Agregat Kartarajasa 2007 E. Sudarlin 2010 Analisis Pemodelan Bangkitan Pergerakan Pada Tata Guna Lahan SMPN di Kota Kendari Jumlah Kendaraan Pengantar Siswa Model 0.983 0. Tahun Judul R2 Ket. Karakteristik dan Tingkat Volume Lalu Bangkitan Lalu Lintas Lintas Rumah Sakit di Semarang Y = 219.7 Tabel 1.280 (X3) + 1.57 + 0.365X4 2.103 (X6) 7 .862 (X4) + 2.781 (X8 Pendekatan tarikan ( Y = & X11) Agregat -452.331 (X11) Model Bangkitan (Y = 100461.908 +0.506 (X8) + 142.1 Maping Hasil Penelitian Terdahulu Nama Peneliti Variabel Dependent (Y) Independent (X) (X1) Luas Lahan (X2) Luas Bangunan (X3) Jumlah Tempat Tidur (X4) Jumlah Pegawai (X1) Jumlah Siswa (X2) Jumlah Guru (X3) Luas Sekolah (X4) Jumlah Kelas (X5) Kapasitas Kelas (X6) Jumlah Ruang Kelas (X7) Luas Kelas rata-rata (X8) Luas Total Ruang Kelas Model yang dihasilkan No 1.

Yg Sekolah Model yang dihasilkan R2 Ket.009 + X7) 0. Tahun 2010 Judul Analisis Bangkitan dan Aksesibilitas Transportasi Lingkungan Perumahan di Kecamatan Poasia Kota Kendari Variabel Dependent (Y) Independent (X) (X1) Tipe Rumah (X2) Pendapatan Keluarga/bulan (X3) Jumlah Anggota Keluarga (X4) Kepemiliakn Mobil X5) Kepemilikan Sepeda Motor (X6) Jumlah Anggota Keluarga yang bekerja (X7) Jumlah Anggota Kel. Pendekatan Bangkitan Agregat X2. A. Aksesibilitas Perjalanan Y = 1. Nama Peneliti Tulak.8 Lanjutan Tabel 1. Perjalanan Y = 2.275 X7 Jmlh. X5.1 No 3.545X2 8 .L.298 (X1. Jumlah 0.239 + .

9 Lanjutan Tabel 1.6%) No 4. Pendekatan Agregat 9 . Variabel Dependent (Y) Independent (X) Jumlah Penumpang (X1) Jumlah Penduduk (X2) PDRB perkapita (X3) Jumlah Eksport (X4) Jumlah Industri (X5) Jumlah Pergerakan Pesawat (X6) Jumlah Wisatawan (X7) Jumlah Tenaga Kerja (X8) Tamu Menginap di Hotel Model yang dihasilkan Y=73446.1 Nama Peneliti Tengkano.996 (X2 & X5 = 99. S.036X2 + 72.300 + 0. Tahun 2010 Judul Analisis Model Transport Demand Bandar Udara Haluoleo Kendari Ket.463X5 R2 0.

827X6 + 1.317 0.438 + 0.Wawonii Y = 1.995X7 Sumber : Skripsi Teknik Sipil 10 .1 Variabel Dependent (Y) Independent (X) (X1) Jenis Kelamin (X2) Usia (X3) Jenis Pekerjaan (X4) Pendidikan Terakhir (X5) Pendapatan/Bulan (X6) Kepemilikan Sepeda Motor (X7) Kepemilikan Mobil (X8) Jenis Perjalanan (X9) Maksud Perjalanan (X10) Biaya Perjalanan (X11) Kenyamanan (X12) Ketepatan Waktu Perjalanan (X13) Lama Perjalanan (X14) Keamanan (X15) Jadwal Keberangkatan No 5 Nama Peneliti Rachmad Tahun 2011 Judul Model yang dihasilkan R2 Ket.10 Lanjutan Tabel 1. Pendekatan Agregat Analisis Bangkitan Frekuensi Perjalanan Penumpang Perjalanan Dengan Moda NAgkutan Keluar Feri Rute Kendari .

B Luas Wilayah Wilayah Kota Kendari terletak di jazirah Tenggara Pulau Sulawesi.89 Km atau 0.70 persen dari luas daratan Provinsi Sulawesi Tenggara. Sepintas tentang letak wilayah Kota Kendari sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Konawe. Luas wilayah menurut Kecamatan sangat beragam..4 o 3¶ 11`` Lintang Selatan dan membentang dari Barat ke Timur diantara 122 o 23¶ . Luas wilayah daratan Kota Kendari 295.11 II GAMBARAN UMUM LOKASI A Kondisi Geografis dan Batas Wilayah Wilayah Kota Kendari dengan ibu kotanya Kendari dan sekaligus juga sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara secara geografis terletak di bagian Selatan Garis Khatulistiwa berada di antara 3o 54¶ 30``. Kota Kendari terbentuk dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1995 yang disyahkan pada tanggal 3 Agustus 1995 dengan status Kotamadya Daerah Tk. Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Kendari. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Konawe Selatan. .122 o 39` Bujur Timur. Kecamatan Puuwatu. kemudian menyusul Kecamatan Baruga. Kecamatan Mandonga. II Kendari. Kecamatan Abeli merupakan wilayah kecamatan yang paling luas. Wilayah daratannya terdapat di daratan Pulau Sulawesi mengelilingi Teluk Kendari dan terdapat satu pulau yaitu Pulau Bungkutoko. sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Konawe Selatan. Kecamatan Poasia.

163 19. 9.89 % 7.455 18.89 16. 8. 7. Kecamatan Wua-Wua. 8. Kecamatan Kendari. Tabel 2.61 7.50 4.12 6.35 43.13 19. 6. 2. 10. 7.407 24.77 100 No 1.43 3.135 25. 5. 3.12 Kecamatan Kambu.450 2010 36.1 12.208 31.368 27.830 205.145 14. 9.966 Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun (%) 1.61 23. Kecamatan 2000 Mandonga Baruga Puuwatu Kadia Wua-wua Poasia Abeli Kambu Kendari Kendari Barat Kota Kendari 29.17 14.77 1. 2.77 3.557 42.77 7. 4.58 42.34 2.244 24.324 16.98 7.08 4. 6. 2 Penududuk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Kendari Menurut Kecamatan 2000 ± 2010 Jumlah Penduduk No 1.749 39. dan Kecamatan Kadia.782 9.83 1.55 22.545 14. 10.82 6.1 Luas Wilayah Kota Kendari Menurut Kecamatan Luas Km2 23.977 22. 5. 4. 3.54 Sumber : BPS Kota Kendari (Kendari Dalam Angka 2011) .650 11.02 3.23 5. Kecamatan Kendari Barat.76 14.438 27. Kecamatan Mandonga Baruga Puuwatu Kadia Wua-wua Poasia Abeli Kambu Kendari Kendari Barat Kota Kendari Sumber : BPS Kota Kendari (Kendari Dalam Angka 2011) C Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Tabel 2.71 9.345 38.166 21.52 49.36 49.928 289.98 295.19 8.71 16.

80 persen penduduk kota Kendari tinggal di wilayah Kendari Barat.13 Penduduk kota Kendari berdasarkan Sensus Penduduk 2000 berjumlah 205. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk adalah angka yang menunjukkan tingkat pertumbuhan penduduk per tahun dalam jangka waktu tertentu. sebanyak 14. Kadia merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk paling tinggi yaitu sebesar 4.240 jiwa. Ketika dilakukan Survei Penduduk Antarsensus (Supas) pada tahun 2005. diketahui jumlah penduduk kota Kendari meningkat menjadi 226. Bila dilihat berdasarkan rasio jenis kelamin. hanya 6. Selama . Biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 perempuan.68 persen tinggal di Kecamatan baruga. Rasio jenis kelamin penduduk Kota Kendari sebesar 101. dan selebihnya tersebar pada 8 kecamatan dengan persebaran yang bervariasi. terdapat 102 penduduk laki-laki untuk tiap 100 penduduk perempuan.313 jiwa per km sedangkan Baruga merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk paling rendah yaitu sebesar 391 jiwa per km . di kota Kendari terdapat lebih banyak penduduk laki-laki daripada perempuan.98. Penduduk tersebut tersebar dengan persebaran yang tidak merata. Pada tahun 2010. Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Di samping itu. Atau dengan kata lain.966 jiwa. Kepadatan penduduk adalah banyaknya penduduk per km persegi.056 jiwa. dilakukan penghitungan kepadatan penduduk pada masing-masing wilayah Kecamatan. Jumlah penduduk terakhir pada tahun 2010 berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 tercatat sebanyak 289.

Wua-wua merupakan kecamatan dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi yaitu sebesar 8.14 periode tahun 2000 sampai dengan tahun 2010. laju pertumbuhan penduduk kota Kendari sebesar 3. masing-masing mengalami peningkatan jumlah penduduk dengan persebaran penduduk yang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.368 jiwa. untuk laju pertumbuhan penduduk menurut kecamatan.977 jiwa.928 jiwa.438 jiwa.54 persen per tahun. Penyebab utama terjadinya persebaran penduduk di Kecamatan Kendari Barat karena Kecamatan Kendari Barat merupakan kecamatan pecahan dari Kecamatan Kendari dimana Kendari merupakan Kota Lama dan Kendari Barat merupakan pusat perkantoran dan sebagian kampus Unhalu masih berada di Kecamatan ini.749 jiwa.407 jiwa. Puwatu 27.02 persen per tahun. Selanjutnya Kendari Barat merupakan kecamatan dengan laju pertumbuhan penduduk paling rendah yaitu sebesar 1. D Persebaran dan Kepadatan Penduduk Persebaran penduduk Kota Kendari tahun 2010 terpusat di Kecamatan Kendari Barat berkisar 42. Untuk penduduk Kecamatan Baruga sebesar 19. Wua-Wua 24. penyebaran penduduk cukup tinggi disebabkan karena meningkatnya kegiatan ekonomi dengan dibangunnya toko/mall dan hotel.163 Jiwa yang merupakan Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga.244 jiwa. Terkecuali . Secara umum. Poasia 24. menyusul Kecamatan Kadia 39.35 jiwa. Hal ini menjadi penyebab padatnya penduduk di Kecamatan Kendari Barat.23 persen per tahun. Abeli 22. Sedangkan kecamatan mandonga jumlah penduduknya mencapai 36.244 jiwa dan Kambu 27. Kadia 39.

976 574 452 944 1.52 49. 10.61 23.3 Peresebaran Penduduk Kota Kendari Menurut Kecamatan No 1. 9.35 43.36 49. 3.135 25.3 Tabel 2.95 persen menjadi 25. Kepadatan penduduk di Kota Kendari tejadi di Kecamatan Kadi yang mencapai 4.868 980 Sumber : BPS Kota Kendari (Kendari Dalam Angka 2011) E. Untuk mencapai sasaran pembangunan sebagai mana tersebut di atas baik di bidang kesehatan maupun di bidang program keluarga berencana.313 jiwa/km2. Kesehatan Pembangunan kesehatan di Kota Kendari dititik beratkan pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.557 jiwa pada tahun 2010.977 22.307 1.749 39.868 jiwa/km2 dan 1. 6. Di susul Kecamatan Kendari barat dan Mandonga sebesar 1.557 42.548 391 650 4. 5.244 24. Kecamatan Mandonga Baruga Puuwatu Kadia Wua-wua Poasia Abeli Kambu Kendari Kendari Barat Jumlah/Total Luas Wilayah (km2 ) 23.13 19.163 19. 2. 4. Demikian pula halnya pelaksanaan program Keluarga Berencana diarahkan menciptakana Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).98 295.313 1. Untuk lengakpnya di sajikan pada tabel 2.368 27.1 12.58 42.438 27.89 Jumlah Penduduk (Jiwa 36.966 Kepadatan Penduduk (jiwa/km2 ) 1.548 jiwa/km2.407 24.71 9.15 Kecamatn Kendari yang mengalami penurunan jumlah penduduk sebesar 0. 7. selama tahun .928 289.55 22. 8.

RSUP Provinsi Sulawesi Tenggara RUANG PERAWATAN KANTOR LAB IGD Gambar 2.1 : Sketsa Lokasi RSUP Provinsi Sulawesi Tenggara . Tabel 2.16 2005 ± 2010 dalam wilayah ini diupayakan pelaksanaan kesehatan dan keluarga berencana sampai ke pelosok pedesaaan.4 Fasilitas Kesehatan di Kota Kendari Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Rumah Sakit 8 10 11 11 11 12 Puskesmas 10 11 7 8 13 14 Puskesmas Pembantu 18 17 20 20 16 18 Puskesmas Plus 2 3 3 4 4 4 Sumber : BPS Kota Kendari (Kendari Dalam Angka 2011) F. Pada table 2. 18 unit Puskesmas Pembantu dan 4 unit Puskesmas Plus.4 dapat dilihat bahwa pada tahun 2010 jumlah fasilitas kesehatan terdiri dari 12 unit Rumah Sakit. 14 unit Puskesmas. Letak dan Sketsa Rumah Sakit 1.

RS dr. terdapat dua pintu masuk kedalam rumah sakit tersebut. di Rumah Sakit tersebut hanya terdapat dua pintu masuk kedalam rumah sakit dengan pintu masuk menghadap jalan dengan dua jalur dan dua lajur. R. Ratulangi No 65 Kendari. 65 Kendari. satu pintu masuk menghadap . OPERASI APOTIK Gambar 2. R. Dr. di Rumah Sakit tersebut terdapat 5 pintu masuk dimana 3 diantaraya adalah pintu masuk ke dalam fasilitas perawatan dan Instalasi Gawat Darurat. Ismoyo masuk klasifikasi rumah sakit yang bertipe D.17 RSUP Prov. Sultra. Sultra terletak di Jl. Moh Hatta No. DR. Ismoyo RS dr. RUANG PERAWATAN KANTOR R. RSUP Prov Sultra masuk Klasifikasi Rumah Sakit Type C 2. terletak di Jl. satu pintu masuk kedalam laboratorium dan satu pintu masuk ke kantor RSUP Prov. Laute. R.2 : Sketsa RS dr. 1. Tetapi hanya satu pintu untuk masuk kendaraan bermotor yaiut pintu gerbang yang menghadap langsung dengan Jl . RS Santa Anna RS Santa Anna terletak di jl. Laute No. Ismoyo 3. Satu pintu hanya untuk pejalan kaki saja.

RS Bhayangkara RS Bhayangkara terletak di Jl. Lawata No 7 Kendari.18 jalan Moh. RUANG PERAWATAN KANTIN Gambar 2. Rumah Sakit Santa Anna masih termasuk Klasifikasi Rumah Sakit yang bertipe D. Hatta dengan dua jalur dan dua lajur. terdapat dua pintu masuk kedalam Rumah Sakit dimana Kedua pintu masuknya mengahdap jalan yang sama yaitu Jl. Bhayangkara . RUANG PERAWATAN IGD Gambar 2.4 : Sketsa Lokasi RS. Satu pintu masuk meghadap jalan perumahan masyarakat.3 Sketsa RS Santa Anna 4. Lawata dengan dua jalur dan satu lajur.

Konsep Pergerakan Tamin. Dalam aktivitas ini kebanyakan . seperti mencari nafkah dan mendapatkan barang serta pelayanan. misalnya yang menyangkut pertanyaan mengapa orang melakukan perjalanan. yang berkaitan dengan bekerja. Ciri pergerakan tidak spasial adalah semua ciri pergerakan yang berkaitan dengan aspek tidak spasial. dan jenis angkutan apa yang digunakan. ke dan dari toko dan keluar untuk keperluan pribadi serta yang berkaitan dengan belanja atau bisnis pribadi. Terjadinya pergerakan dapat dikelompokkan berdasarkan maksud perjalanan sebagai berikut: 1. Aktivitas ekonomi. (1997) menyatakan dalam sistem transportasi terdapat konsep dasar pergerakan dalam daerah perkotaan yang merupakan prinsip dasar dan titik tolak kajian di bidang transportasi. Klasifikasi perjalanannya adalah dari dan ke tempat kerja.19 III TINJAUAN PUSTAKA A. yaitu: 1. Konsep tersebut terbagi dalam dua bagian. seperti menciptakan dan menjaga hubungan pribadi. Pergerakan Tidak Spasial Pergerakan tidak spasial (tanpa batas ruang) di dalam kota. ke dan dari tempat pertemuan bukan di rumah. 2. Aktivitas sosial. Klasifikasi perjalannya berupa ke dan dari rumah teman. seperti sebab terjadinya pergerakan. kapan orang melakukan perjalan. a. waktu terjadinya pergerakan dan jenis moda yang digunakan.

Aktivitas kebudayaan. di negara sedang berkembang jumlahnya sekitar 85 % penduduk.20 fasilitas terdapat dalam lingkungan keluarga dan tidak menghasilkan banyak perjalanan serta terkombinasi dengan perjalanan hiburan. Karena pola kerja biasanya dimulai pukul 08. dengan demikian waktu perjalanan sangat tergantung pada maksud perjalanan. klasifikasi perjalannya adalah ke dan dari tempat rekreasi atau yang berkaitan dengan perjalanan dan berkendaraan untuk berekreasi. Aktivitas pendidikan. maka waktu perjalanan untuk maksud perjalanan kerja biasanya mengikuti pola kerjanya. .00 dan berakhir pada pukul 16. Aktivitas ini biasanya terjadi pada sebagian besar penduduk yang berusia 5-22 tahun. 5. maka sangat penting diamati secara cermat. Waktu terjadinya pergerakan sangat tergantung pada kapan seseorang melakukan aktivitasnya sehari-hari. klasifikasi perjalanan ini adalah ke dan dari sekolah. Aktivitas ini berupa perjalanan kebudayaan dan hiburan dan sangat sulit dibedakan. 4. Waktu terjadinya pergerakan. b. Aktivitas ini biasa terjadi seperti mengunjungi restoran. kunjungan sosial (termasuk perjalanan hari libur). Perjalanan ke tempat kerja atau perjalanan dengan maksud bekerja biasanya merupakan perjalanan yang dominan. kampus dan lain-lain.00. 3. Aktivitas rekreasi dan hiburan. klasifikasi perjalannya adalah ke dan dari daerah budaya serta pertemuan politik.

biaya dan tingkat kenyamanan. Dalam melakukan perjalanan pada umumnya orang akan dihadapkan pada pilihan moda angkutan seperti mobil. Dalam menentukan pilihan jenis angkutan. 2. Dalam hal ini konsep dasarnya adalah bahwa suatu perjalanan dilakukan untuk kegiatan tertentu di lokasi yang dituju. Konsep paling mendasar yang menjelaskan terjadinya pergerakan atau perjalanan selalu dikaitkan dengan pola hubungan antar distribusi spasial perjalanan dengan distribusi tata guna lahan yang terdapat pada suatu wilayah. dan lokasi kegiatan tersebut ditentukan oleh pola tata guna lahan kota tersebut.21 c. a. angkutan umum. Jenis sarana angkutan yang dipergunakan. pesawat terbang atau kereta api. Meskipun dapat diketahui faktor yang menyebabkan seseorang memilih jenis moda yang digunakan. termasuk pola tata lahan. oleh karenanya faktor tata guna lahan sangat berperan. pada kenyataannya sangatlah sulit merumuskan mekanisme pemilihan moda. orang mempertimbangkan berbagai faktor yaitu maksud perjalanan. jarak tempuh. Pergerakan Spasial Pergerakan spasial (dengan batas ruang) di dalam kota. Pola perjalanan orang. Perjalanan terbentuk karena adanya aktivitas yang dilakukan bukan di tempat tinggal sehingga pola tata guna lahan suatu kota akan sangat . Ciri perjalanan spasial. pola perjalan orang dan pola perjalan barang. yaitu pola perjalanan orang dan pola perjalanan barang.

Dalam hal ini pola penyebaran spasial yang sangat berperan adalah sebaran spasial dari daerah industri. Kenyataan sederhana ini menentukan dasar ciri pola perjalanan orang di kota. Pola perjalanan barang sangat dipengaruhi oleh aktivitas produksi dan konsumsi yang sangat tergantung pada pola tata guna lahan pemukiman (konsumsi) serta industri dan pertanian (produksi). . ini menunjukkan bahwa perumahan merupakan daerah konsumsi yang dominan. pada jam sibuk pagi hari akan terjadi arus lalu lintas perjalanan orang menuju ke pusat kota dari daerah perumahan dan sibuk sore dicirikan oleh arus lalu lintas perjalanan orang dari pusat kota ke sekitar daerah perumahan. Selain itu pola perjalanan barang sangat dipengaruhi oleh pola rantai distribusi yang menghubungkan pusat produksi ke daerah konsumsi. Pada lokasi yang kepadatan penduduknya lebih tinggi dari kesempatan kerja yang tersedia. perkantoran dan pemukiman. b. dan mereka harus melakukan perjalanan ke pusat kota untuk bekerja.22 mempengaruhi pola perjalanan orang. 80 % perjalanan barang yang dilakukan di kota menuju daerah perumahan. Di sini terlihat bahwa semakin jauh jarak dari pusat kota semakin semakin banyak daerah perumahan dan semakin sedikit kesempatan kerja yang berakibat semakin banyak perjalanan yang terjadi antara daerah tersebut yang menuju pusat kota. Pola perjalanan barang. terjadi surplus penduduk.

pola perjalanan orang.lintas suatu zona tergantung pada beberapa faktor yang berhubungan dengan kondisi atau tata guna lahan setempat. Sedangkan karakteristik pergerakan non spasial adalah semua karakteristik yang berkaitan dengan aspek-aspek sebab terjadinya pergerakan. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi perjalanan di perkotaan adalah jumlah penduduk. besarnya penghasilan. Lalu-lintas dalam kota secara keseluruhan adalah sebanding dengan jumlah penduduk kota dengan perjalanan ke tempat kerja merupakan kategori terbesar dan biasanya berhubungan secara linier dengan . Karakteristik pergerakan spasial mencakup semua karakteristk yang berehubungan dengan aspek. tata guna lahan. tipe pengembang kota. Karakteristik Pergerakan Arus atau volume lalu-lintas pada suatu prasarana lalu-lintas diukur berdasarkan jumlah kendaraan yang melewati ruas tertentu dalam selang waktu tertentu. Pada prinsipnya karakteristik pergerakan dapat dibedakan menjadi dua kelompok utama yaitu pergerakan spasial dan pergerakan non spasial.aspek orientasi dari pergerakan itu sendiri seperti tata guna lahan. dan jenis sarana transportasi yang digunakan. dan pola perjalanan barang. para ahli mendefinisikan konsep-konsep teoritis dalam usaha mempelajari dan memahami pergerakan. rasio penduduk terhadap kepemilikan kendaraan. Arus lalu. Besarnya arus lalulintas biasanya bervariasi menurut jam. hari dan bulan bahkan tahunan.23 B. Berdasarkan karaktaristik pergerakannya. waktu terjadinya pergerakan. Pergerkan didalam suatu wilayah mempunyai karakteristik yang sama yang berlaku hampir pada semua wilayah yang lain. lapangan pekerjaan. dan maksud perjalanan.

misalnya dari tempat kerja menuju restoran. Bangkitan perjalanan yang terjadi merupakan perkiraan jumlah pergerakan . (1995) menyatakan perjalanan dengan aneka angkutan dan atau aneka maksud perjalanan disederhanakan menjadi perjalanan yang ditandai dengan satu jenis angkutan dan satu maksud dengan mengabaikan tahap-tahap antara pemberhentian untuk maksud sekunder. Perjalanan terbesar yang menuju pusat kota berasal dari daerah-daerah permukiman yang paling dekat pusat kota. kebijaksanaan parkir dan aksesibilitas angkutan umum. sedangkan proporsi perjalanan dengan angkutan pribadi pada daerah diluar pusat kota meningkat dengan menurunnya pelayanan angkutan umum di daerah tersebut.24 jumlah penduduk. Banyaknya perjalanan ketempat kerja dengan mobil terutama tergantung pada tingkat pemilikan mobil. Perjalanan sering kali dianggap sebagai produksi dari suatu guna lahan dan tertarik oleh guna lahan lainnya. yaitu perjalanan yang berangkat dan berakhir di rumah. Biasanya proporsi jumlah pekerjaan di area pusat kota berbanding jumlah keseluruhan perjalanan dalam kota menurun perlahan dengan meningkatnya ukuran kota. tipe pekerjaan dan ketersediaan angkutan umum. Bangkitan Perjalanan Hobbs. Proporsi perjalanan yang berorientasi kepusat kota bukan hanya ditentukan oleh ukuran tetapi oleh fungsi dan perkembangan kota tersebut. dari tempat belanja ke gedung bioskop. Perjalanan yang berbasis bukan dari rumah terutama adalah perjalanan antar tata guna lahan penarik. Sekitar tiga perempat dari semua perjalanan berbasis dari rumah tinggal. dari kantor ke dokter atau rumah sakit dan lain-lain. C.

1 (Tamin. Representasi sederhana bangkitan perjalanan dan tarikan perjalanan dapat diperlihatkan dalam Gambar 3.1. Jumlah lalu-lintas bergantung pada kegiatan kota. Bangkitan perjalanan mencakup tentang perjalanan yang meninggalkan suatu lokasi dan perjalanan yang menuju lokasi tersebut. Pemodelan Transportasi Perkiraan jumlah perjalanan yang tertarik menuju suatu zona tujuan atau . Z. Gambar 3. D.Z.. 1997).1. O D Origin (Asal Tujuan) Destinatiaon (Tujuan/tarikan) Gambar 3..25 yang tertarik kesuatu tata guna lahan atau zona dimana merupakan fungsi tata guna lahan yang menghasilkan pergerakan lalu-lintas per satuan waktu. karena penyebab lalu-lintas ialah kebutuhan manusia untuk melakukan kegiatan berhubungan dan mengangkut barang kebutuhannya. Lalu lintas yang menuju atau tiba ke suatu lokasi. O. 2000) : 1. Bangkitan dan Tarikan Lalu-lintas Bangkitan pergerakan adalah tahapan pemodelan yang memperkirakan jumlah pergerakan yang berasal dari suatu zona atau tata guna lahan dan jumlah pergerakan yang tertarik ke suatu tata guna lahan atau zona. O. Bangkitan dan tarikan lalu lintas mencakup (Tamin. Lalu lintas yang meninggalkan lokasi 2.

Model Pemilihan Rute (Trip Assignment) . Penelitian tentang model perencanaan transportasi selalu dilandasi oleh empat tahapan yang berkesinambungan yang disebut four steps model sebagai berikut (Tamin. Beberapa model utama yang sering digunakan. 2000). Perkiraan jumlah tarikan perjalanan ini dapat dibuat suatu model dan pada umumnya model ini memperkirakan jumlah total perjalanan yang tertarik sesuai dengan maksud dan tujuan berdasarkan karakteristik tata guna lahan dan sosial ekonomi dari setiap tempat (zona) yang menjadi tarikan lalu-lintas (Morlock. 2000): a. yaitu model grafis dan model matematis. Model Pemilihan Moda (Modal Split) d. khususnya untuk transportasi. warna.26 dengan kata lain perjalanan yang datang ke suatu lokasi tata guna lahan adalah sangat penting mengingat perkiraan jumlah tarikan perjalanan digunakan sebagai pertimbangan dalam merencanakan sistim transportasi di masa yang akan datang. Model grafis adalah model yang menggunakan gambar. karena kita perlu mengilustrasikan terjadinya pergerakan arah dan besarnya) yang terjadi yang beroperasi secara spasial (ruang). Model Bangkitan Pergerakan (Trip Generation) b. Model matematis menggunakan persamaan atau fungsi matematika sebagai media dalam usaha mencerminkan realita (Tamin. dan bentuk sebagai media penyampaian informasi mengenai keadaan yang sebenarnya (realita). Model grafis sangat diperlukan. 1988). Model Sebaran Pergerakan (Trip Distribution c.

E. Teknik analisa regresi merupakan adalah suatu teknik berdasar metode statistik. Salah satu cara untuk menghasilkan model tarikan pergerakan adalah menggunakan teknik analisa regresi. sehingga generation diartikan sebagai bangkitan. Definisi Dasar Model Bangkitan Perjalanan Bangkitan Perjalanan (Trip Generation) adalah diambil dari istilah asing yang terdiri dari 2 suku kata. dalam ilmu transportasi biasanya analisis keduanya harus dipisahkan. Kawasan yang menghasilkan atau memproduksi perjalanan adalah kawasan perumahan (household zone). Trip artinya perjalanan yang menurut Morlok (1985) perjalanan didefinisikan sebagai pergerakan satu arah dari zona asal ke zona tujuan. yang merupakan tahap paling awal adalah trip generation atau bangkitan pergerakan yang terdiri dari trip production (produksi pergerakan) dan trip attraction (tarikan pergerakan). Generation berasal dari kata dasar to generate (= verb = kata kerja) yang artinya membangkitkan. (Tamin. sedangkan kawasan yang . yang dapat digunakan untuk menghasilkan hubungan dalam bentuk numerik untuk melihat bagaimana dua variabel (Simple Regresi) atau lebih (Multiple Regresi) saling berkait. Meskipun pergerakan sering diartikan dengan pergerakan pulang pergi. yaitu trip dan generation. 2000). Jadi trip generation atau bangkitan perjalanan artinya jumlah pergerakan atau perjalanan yang dilakukan/dibangkitkan dari suatu zona atau kawasan tertentu. Model Bangkitan Perjalanan 1.27 Dari keempat tahap tersebut.

Pergerakan berbasis rumah Merupakan pergerakan yang salah satu zona (asal atau tujuan ) atau kedua-duanya (asal dan tujuan adalah rumah). Pergerakan satu arah dari zona asal ke zona tujuan. c. Meskipun perubahan rute terpaksa dilakukan. termasuk termasuk pergerakan perjalanan kaki. pertokoan. Definisi dasar yang berhubungan dengan model bangkitan adalah sebagai berikut : a. dan tempat rekreasi. pergerakan bisnis antara dua tempat kerja. analisis pergerakan pulang dan perjalanan pergi harus dipisahkan. Pergarakan berbasis non rumah Pergerakan yang berbasis bukan rumah merupakan perjalanan yang berasal dari tempat selain rumah antara lain pergerakan antara tempat kerjadan toko.28 cenderung untuk menarik perjalanan adalah kawasan perkantoran. Perjalanan Dalam ilmu transportasi. b. Bangkitan pergerakan Digunakan untuk suatu pergerakan berbasis rumah yang mempunyai tempat asal dan tujuan adalah rumah atau pergerakan yang dibangkitkan oleh pergerakan yang berbasis bukan rumah. Apabila secara kebetulan berhenti dalam suatu pergerakan. d. pendidikan. e. Tarikan pergerakan Digunakan untuk suatu pergerakan berbasis rumah yang mempunyai tempat asal dan tujuan bukan rumah atau pergerakan . maka tidak dianggap sebagai tujuan perjalanan.

kalau kita berbicara masalah bepergian. Klasifikasi Pergerakan a. b. Berdasarkan jenis orang Prilaku pergerakan seseorang tergantung dari keadaan sosial ekonominya. tingkat pemilikan kendaraan serta ukuran dan struktur rumah tangga. Berdasarkan waktu Pergerakan biasanya dikelompokkan menjadi pergerakan pada jam sibuk dan pada jam tidak sibuk.al (1972) dalam Warpani (1990). Proporsi pergerakan yang dilakukan oleh setiap tujuan pergerakan sangat bervariasi sepanjang hari. Perjalanan dan Bepergian Menurut Abler et. F.29 yang tertarik oleh pergerakan yang berbasis bukan rumah. tekanan utama adalah pada hubungan antara tempat asal dan . f. Tahapan bangkitan pergerakan Digunakan untuk menetapkan besarnya bangkitan pergerakan yang dihasilkan oleh rumah tangga (baik untuk pergerakan yang berbasis rumah maupun berbasis bukan rumah) pada selang waktu tertentu (per jam atau per hari). pergerakan ke tempat belanja. yaitu pendapatan. Berdasarkan tujuan pergerakan Untuk pergerakan berbasis rumah terdapat lima kategori tujuan pergerakan yang sering dipergunakan yaitu pergerakan ke tempat kerja. pergerakan ke sekolah. 2. c. pergerakan untuk kepentingan sosial dan lain sebagainya.

waktu. lintasan dan peristiwa serta kegairahan yang diperoleh sepanjang jalan. sedangkan bila kita bicara masalah perjalanan kita memperhatikan lintasan. 1999). bepergian dinyatakan dalam kekerapan dilakukan. Meningkatnya pertumbuhan dan sebaran penduduk pada kawasan perkotaan. G. 2. unsur kegiatan jasa angkutan selain tentu saja ada unsur bepergian di dalamnya. Antara lain Teori Jalur Sepusat atau Teori Konsentrik (consentric zone theory). bepergian dan perjalanan dipandang berbeda. jarak. . Lahan dan Transportasi Persoalan transportasi dalam kaitannya dengan pertumbuhan wilayah perkotaan pada dasarnya dapat diindikasikan oleh 3 (tiga) aspek. Sedangkan perjalanan dilakukan dengan tujuan menikmati kegiatan perjalanan itu sendiri atau karena ada maksud tertentu. yaitu: 1. sedangkan perjalanan dinyatakan dalam biaya. JT. H. kecepatan dan semua yang terjadi atau kita lihat sepanjang. Perbedaan dalam struktur pengembangan perkotaan memiliki konsekuensi terhadap permintaan dan penyediaan jasa transportasi.30 dan tujuan. Pola Tata Guna Lahan Perkotaan Pola tata guna lahan perkotaan memiliki ciri dan struktur yang berbeda dengan tata guna lahan pedesaan (Jayadinata. Dengan demikian. Meningkatnya kegiatan sosial-ekonomi yang ada di dalamnya. alat angkut (kendaraan). Teori Sektor (sector theory) dan Teori Pusat Lipat Ganda (multiple nuclei concept) dan Teori Poros. Untuk menganalisis struktur perkotaan dan distribusi kegiatan dalam ruang serta untuk memahami pola kebutuhan transportasi sekarang dan masa yang akan datang maka teori pola tata guna lahan perkotaan dapat dibedakan dalam beberapa teori.

31 3. Perubahan dalam sistem permintaan transportasi. seperti adanya kemajuan teknologi angkutan. seperti pertumbuhan dan populasi. Sebagai suatu sistem. serta penghematan energi. Perubahan tata nilai dalam pengambilan keputusan transportasi. keamanan dan lain sebagainya). peningkatan pendapatan serta perubahan guna lahan akan mempengaruhi permintaan terhadap jasa transportasi. terdapat 3 (tiga) demensi perubahan secara kritis mempengaruhi sistem transportasi. Berbagai tindak perlakuan terhadap sistem kegiatan akan saling mempengaruhi sistem transportasi. b. tentunya interaksi antar elemen ruang akan saling mempengaruhi secara dinamis. yaitu: a. dalam usaha mempelajari dan menganalisis sistem transportasi dan kaitannya dengan sistem kegiatan. Perubahan pada kemajuan tehnologi. Selanjutnya. sistem . c. menyatakan adanya 3 (tiga) unsur yang saling berinteraksi yaitu sistem kegiatan (activity system). baik dalam bentuk lalu lintas orang maupun lalu lintas barang. Interaksi yang terjadi antara ketiga aspek tersebut dipresentasikan dalam wujud arus pergerakan. kenyamanan. Menurut Manheim (1979) di dalam kaitannya dengan perlakuan atau intervensi terhadap sistem transportasi. Manhein (1979). khususnya yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan angkutan (kecepatan. demikian pula berlaku sebaliknya. baik jumlah permintaan ataupun perubahan sebaran permintaan pada kerangka ruang atau waktu. Perkembangan dan perubahan guna lahan.

Pola Jalan Sebagai Indikator Morfologi Kota Yunus HS (1999). ada 3 (tiga) di kawasan perkotaan. karakteristik kegiatan sosio-ekonomi. ataupun karakteristik guna lahannya serta sistem transportasinya. akan tetapi juga akan mempengaruhi pola struktur ruang geografis yang akan terjadi. Pola jalan sangat mempengaruhi pola keruangan kota. Lebih jauh Vaughan (1978). I. diindikasikan oleh adanya pertumbuhan arus pergerakan kendaraan yang sangat pesat pada setiap ruas jalan yang ada. Kasus pertumbuhan wilayah perkotaan pada dasarnya ditujukan oleh meningkatnya aktivitas kota serta perkembangan fisik kota. baik karakteristik penduduk. bahkan interaksi arus . menyatakan bahwa interaksi antar unsur tersebut tidak saja mempengaruhi besaran kegiatan unsur. Salah satu dampak yang sangat dirasakan. khususnya untuk melayani interaksi antar pusat pelayanan yang ada pergerakan menerus. Sebagai contoh implikasi dari adanya peningkatan arus kendaraan pada sebagian ruas jalan yang ada di kawasan perkotaan adalah terhadap peningkatan kebutuhan prasarana sarana transportasi yang memadai.32 transportasi (transportation system) dan sistem pergerakan (flow). Interaksi antar ketiga unsur tersebut akan saling mempengaruhi. dalam arti setiap perlakuan/intervensi pada salah satu unsur akan mempengaruhi unsur yang lain. pada dasarnya harus selalu mengacu kepada pola dan karakteristik pertumbuhan wilayah serta berbagai aspek yang ada di dalamnya. Karenanya dalam usaha untuk mempelajari dan menganalisis sistem transportasi suatu wilayah atau kawasan. pola jalan di kota merupakan salah satu unsur dari morfologi kota.

Proses perembetan kenampakan fisik perkotaan ke arah keluar disebut dengan urban sprawl. Oleh karena ketersediaan ruang di dalam kota tetap dan terbatas. perekonomian. Gejala pengambil alihan non urban oleh penggunaan lahan urban di daerah pinggiran kota disebut invasion. Perkembangan Fisik Kota Menurut Yunus HS (1999). maka peningkatan kebutuhan ruang untuk tinggal dan kedudukan fungsi-fungsi selalu akan mengambil ruang di daerah pinggiran kota. ribbon development/lineair development/axial development. leap frog development/checker board developent. meningkatnya jumlah penduduk perkotaan serta meningkatnya tuntutan kebutuhan kehidupan dalam aspek politik. sosial budaya dan teknologi telah mengakibatkan meningkatnya kegiatan penduduk perkotaan yang akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan ruang perkotaan yang besar.33 tipe sistem pola jalan yang dikenal. . Secara garis besar proses perluasan areal perkotaan (urban sprawl) dibedakan menjadi concentric development/low density continous development. yaitu: pola jalan yang tidak teratur (irregular system). pola jalan radial konsentris (radial concentric system) dan pola jalan bersudut siku atau grid (rectangular of grid system). Pengertian Satatistik Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan atau berkaitan dengan suatu masalah tertentu. J. K.

2. variabel independen atau variabel penjelas. Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas. 1. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen. Variabel Respon disebut juga variabel dependent yaitu variabel yang keberadaannya diperngaruhi oleh variabel lainnya dan dinotasikan dengan Y. penyusunan rancangan penelitian. Regresi Linear Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. penentuan sampel. yang kemudian data tersebut diinterpretasikan sehingga bermakna. L. Statistik adalah sebagai alat pengolah data angka. perumusan hipotesis. pengembangan alat pengambil data. Variabel Prediktor disebut juga variabel independent yaitu variabel yang bebas (tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya) dan dinotasikan dengan X. Statistik dapat berguna dalam penyusunan model. dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat. dan analisis data. teknik atau cara mengumpulkan. mengolah. Secara umum regresi linear terdiri dari dua. menganalisis dan menginterprestasikan data untuk disajikan secara lengkap dalam bentuk yang mudah dipahami penggunannya. . Stasistik dapat juga diartikan sebagai metode/asas-asas guna mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka berbicara.34 Statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode. yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat.

jumlah kendaraan yang ia punyai. 2. Oleh karena itu kita memahami atribut-atribut manusia. dan lain-lain. perkembangan wilayah dan pola tata guna lahan sebuah zona.35 Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial. maka . Pendekatan Analisis Ada dua pendekatan analisis yang dipakai dalam mengestimasi kebutuhan perjalanan pada tahap bangkitan perjalanan ini. Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions). Kedua pendekatan ini mempunyai ketergantungan dengan basisi perjalanan yang ditinjau dan akhirnya dengan metode apa yang akan digunakan untuk analisis 1. terutama penelitian ekonomi. Pendekatan Disagregat Merupakan pendekatan yang dilakukan per individu dengan memahami langsung atribut-atribut elemen yang lebih kecil seperti: faktor-faktor yang berpengaruh menimbulkaan perjalanan tetapi melekat pada diri orang yang melakukan perjalanan (trip maker) atau manusia di antaranya. struktur dan ukuran rumah tangga di mana dia berdiam. penduduk zona. M. Pendekatan Agregat Merupakan pendekatan yang dilakukan secara menyeluruh (total) dengan memahami atribut-atribut Zona. pendapatan pelaku perjalanan. baik zona asal atau tujuan seperti social ekonomi suatu zona. berarti pendekatan cara ini kita lakukan apabila perjalanannya berbasis zona. Kalau dikaitkan dengan basis perjalanan.

.36 pendekatan ini sangat erat kaitannya dengan basis perjalanan rumah (home base trip) dengan beranggapan bahwa setiap individu pelaku perjalanan akan mengawali perjalanan selalu dari rumah yang berlokasi pada zona-zona permukiman dengan maksud perjalanan tertentu sesuai dengan aktivitasnya.

.... = konstanta (intersept) dan = koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas... Persamaan ..... heteroskedastisitas dan asumsi yang akan dating. Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan asumsi klasik yang secara statistik harus dipenuhi... Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung..... ... Perkiraan terbaik untuk parameter hubungan matematis yang ditunjukkan dua variabel atau lebih adalah dengan metode analisis regresi.. + bn Xn... Regresi Linear Berganda (Multiple Linear) Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana...37 IV LANDASAN TEORI A...... (4..... hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah..1) Keterangan : Y X a b = variabel bebas. = variabel-variabel (peubah) bebas. multikolinearitas. Asumsi klasik tersebut meliputi asumsi normalitas... autokorelasi. Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS....... Metode ini menghasilkan suatu persamaan pendekatan untuk meramalkan total jumlah bangkitan perjalanan yang dapat digunakan sebagai alat prakiraan perjalanan umumnya adalah: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + ............... tetapi secara parsial tidak....... Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan.

2) Uji F dan 3 ) uji t.38 linearitas. maka perlu dilakukan uji individu dengan hipotesa : H0 H1 : ȕi = 0 : ȕi  0 Untuk pengujian ini digunakan statistik uji t. Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda adalah 1) koefisien determinasi. Uji serentak Uji serentak merupakan uji terhadap nilai-nilai koefisien regresi (b) secara bersama-sama dengan hipotesa H0 H1 : ȕi =ȕ2 = «=ȕp = 0 : Minimal ada ȕ1 yang tidak sama dengan nol (0) Statistik uji yang dipakai untuk melakukan uji serentak ini adalah statistik uji F b. Koefisien determinasi sebaiknya menggunakan adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan. . yaitu : a. Uji individu Jika hasil pada uji serentak menunjukkan bahwa H0 ditolak. Persamaan regresi sebaiknya dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih akurat jika telah diketahui signifikansinya. B. Uji model regresi Uji model regresi sebaiknya dilakukan dengan dua macam.

karena pengujiannya menggunakan uji FSnedecor .. Supaya sahih (valid) dalam menafsirkan hasilnya. E. Dengan ide semacam ini. analisis varians menguji dua varians (atau ragam) berdasarkan hipotesis nol bahwa kedua varians itu sama. Analisis Varians Analisis varians (analysis of variance. Secara umum. dan analisis variansi. Analisis varians secara statistika dipahami sebagai suatu teknik untuk menganalisa variasi sekelompok set data dan menyajikannya dalam ukuran-ukuran parameter tertentu yang bersifat kuantitatif (Walpole. seperti analisis ragam.39 C. Uji f dan Koefisien Determinasi (R2) 1.. Varians pertama adalah varians antarcontoh (among samples) dan varians kedua adalah varians di dalam masing-masing contoh (within samples). Dalam literatur Indonesia metode ini dikenal dengan berbagai nama lain. sidik ragam. Ia merupakan pengembangan dari masalah Behrens-Fisher. Data berdistribusi normal. sehingga uji-F juga dipakai dalam pengambilan keputusan. R. ANOVA) adalah suatu metode analisis statistika yang termasuk ke dalam cabang statistika inferensi. analisis varians menggantungkan diri pada empat asumsi yang harus dipenuhi dalam perancangan percobaan: 1. analisis varians dengan dua contoh akan memberikan hasil yang sama dengan uji-t untuk dua rerata (mean). (1985). Analisa Varians Uji T.

yang harus dapat diatur dengan perancangan percobaan yang tepat 4. psikologi. penggunaannya sangat luas di berbagai bidang. Selain itu. Komponen-komponen menjumlah). mulai dari eksperimen laboratorium kemasyarakatan. Akibatnya. Varians atau ragamnya homogen. Dalam analisis regresi.40 2. karena hanya digunakan satu penduga (estimate) untuk varians dalam contoh 3. Menurut klasifikasinya. Masing-masing contoh saling bebas. Analisis varians umumnya digunakan untuk mengetahui perbedaan antara dua kelompok atau lebih data dimana data tersebut menggambarkan suatu karakteristik dari populasi atau sampel yang berbeda. Dengan menggunakan analisis varians. nilai-nilai hasil prediksi yang dihasilkan dari perhitungan koefisien-koefisien prediktor perlu diuji ketepatannya dengan data hasil pengamatan di lapangan. dan dalam modelnya bersifat aditif (saling . dikenal sebagai homoskedastisitas. Analisis varians relatif mudah dimodifikasi dan dapat dikembangkan untuk berbagai bentuk percobaan yang lebih rumit. Salah satu kegunaan dari analisis varians banyak dijumpai dalam analisis regresi. ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara nilai prediksi dan data pengamatan akan mudah dilihat. analisis ini juga masih memiliki keterkaitan dengan analisis regresi. analisis varians dapat dibedakan menjadi dua hingga eksperimen periklanan.

.............. yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen..... (4........ sedangkan persamaan berdasarkan populasi seperti dalam persamaan 4. S2) n x 2.....S2) ൌ  ௡ σ ௫ଶିሺσ ௫ሻଶ ௡ሺ௡ିଵሻ ௡ σ ௫ଶିሺσ ௫ሻଶ ௡ ..41 yaitu analisis varians satu arah (one way classification) dan analisis varians dua arah (two way classification).S2) ൌ  V(S1... Menurut kuantitas datanya........4. Persamaan dasar varians berdasarkan sampel seperti dalam persamaan 4...............3) Keterangan V(S1.05. (4..... = Varians antara set data S1 dan S2 = jumlah data = data variabel . Jika suatu sampel memiliki ukuran terlalu kecil (n < 30) dibandingkan dengan populasinya........ Apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan maka kita menerima hipotesis alternatif.......... Salah satu kegunaan yang paling baik dari uji T dalam analisis regresi adalah pendugaan parameter sampel terhadap populasi......5............. Dalam uji T dikenal adanya distribusi T..........2) .. Uji T Derajat signifikansi yang digunakan adalah 0....... maka uji T dapat digunakan untuk melihat apakah suatu parameter layak ditaksir terhadap populasinya atau tidak... V(S1....... analisis varians dapat dibedakan menjadi analisis berdasarkan sampel dan analisis berdasarkan populasi.............4)..... dimana nilai T dirumuskan seperti persamaan (4....

........4) Keterangan : X µ ı S n 3..... Dalam beberapa penggunaan ststistik. uji F juga berguna terutama untuk melihat standarisasi nilai koefisien satu atau lebih variabel praduga hasil dari sampel. Karena uji F banyak dipakai dalam analisis varian dimana suatu eksperimen atau penelitian hendak diukur. Apabila nilai F hasil perhitungan lebih besar daripada nilai F menurut tabel maka hipotesis alternatif... (4.. Derajat kepercayaan yang digunakan adalah 0... uji F sering kali dipakai untuk mengukur independensi ataupun variabelitas antar kelompok data eksperimen................... suatu koefisien dapat dilihat apakah dapat dianggap mendekati nilai eksperimen atau penelitian atau tidak dengan melihat dua hal yaitu varians antar data dan residu antar data ekspektasi dengan = nilai rata-rata sampel = nilai rata-rata populasi = standar deviasi dari populasi = standar deviasi sampel = jumlah anggota sampel .. Dengan uji F.... Uji F Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen............................. Dalam uji regresi...05. yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.......42 ܶ ൌ ሺ೉షഋሻ ሺ഑Ȁξ೙ ඥ௦ଶȀఙଶ ....

. Koefisien Determinasi....43 eksperimentasi....5) Keterangan : U.. (4.. secara fisik adalah akibat prediktor. Koefisien determinasi akan menjelaskan seberapa besar perubahan atau variasi suatu variabel bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi pada variabel yang lain...... Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar hubungan dari beberapa variabel dalam pengertian yang lebih jelas...7 sebagai berikut ini : ‫ ܨ‬ൌ  ௏Ȁ௩ଶ ௎Ȁ௩ଵ ....... Biasanya model regresi dengan nilai R2 sebesar 70% atau lebih dianggap cukup baik..... yaitu Y... Rumus koefisien determinasi adalah sebagai berikut : ....... yang menyata-kan kontribusi regresi.... makin besar pula kontri-busi atau peranan prediktor terhadap variasi respon.... Persamaan dasar dari nilai F adalah seperti dalam persamaan 4.... meskipun tidak selalu... v2 = = nilai kelompok data yang diajukan drajat kebebasan untuk kelompok data U dan V 4... Makin besar nilai R2........... R2 Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar hubungan dari beberapa variabel dalam pengertian yang lebih jelas.......... terhadap variasi total variabel respon......... V v1. Koefisien determinasi akan menjelaskan seberapa besar perubahan atau variasi suatu variabel bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi pada variabel yang lain Koefisien ini dinyatakan dalam %......

...´ Secara umum ada tiga bentuk hipotesis: 1.. Ada dua rumusan hipotesis... Hipotesis merupakan kesimpulan sementara yang masih harus diuji kebenarannya...... jika hal ini berhasil....... maka meneliti akan mengatakan ³...... berhasil menolak hipotesis (H0) yang mengatakan... Hipotesis sepihak (kanan) H0 : ĭ ” ĭ0 H1 : ĭ > ĭ0 3. yaitu: hipotesis null (H0) dan hipotesis alternatif (H1)... Tujuan pengujian hipotesis adalah ³menolak H0 ´......44 R2 ! JK Regresi JK Total § (YÖ  Y ) i n 2 ! i !1 n .......´. maka peneliti akan mengatakan ³... Hipotesis dua pihak (two tailed) H0 : ĭ = ĭ0 H1 : ĭ  ĭ0 2.. Hipotesis sepihak (kiri) H0 : ĭ • ĭ0 H1 : ĭ < ĭ0 .. Hipotesis Hipotesis statistik didefinisikan sebagai pernyataan matematis tentang parameter populasi yang akan diuji sejauhmana suatu data sampel mendukung kebenaran hipotesis tersebut.................. Jika pengujian ini gagal.6) § (Yi  Y ) 2 i !1 D.. (4..... gagal menolak hipotesis (H0 ) yang mengatakan..

Hipotesis dua pihak hanyalah dipakai jika peneliti kurang yakin tentang nilai parameter yang diharapkan 4. pengujian hipotesis komparatif dan asosiasi. Perlu ditegaskan bahwa penerimaan suatu hipotesis statistik adalah merupakan akibat dari ketidakcukupan bukti untuk menolaknya. Bukti data dari sampel yang tidak konsisten dengan hipotesis membawa kita pada penolakan hipotesis tersebut. dan tidak berimplikasi bahwa hipotesis itu benar. Secara umum. Oleh karena itu kita mengambil sampel random dari populasi tersebut dan menggunakan informasi yang dikandung sampel itu untuk memutuskan apakah hipotesis tersebut kemungkinan besar benar atau salah. Pengujian hipotesis asosiasi berkaitan dengan menguji antara dua variabel. . Contoh korelasi antara pendapatan dan pengeluaran harus ditentukan berdasarkan teori/substansi. pengujian hipotesis dibedakan 2.45 Beberapa catatan: 1. Perumusan hipotesis harus didukung oleh landasan teoritis yang tepat sehingga kebenaran hipotesis dapat dipertanggung jawabkan. 3. Benar atau salahnya hipotesis tidak akan pernah diketahui dengan pasti kecuali bila kita memeriksa seluruh populasi. Pengujian hipotesis komparasi berkaitan dengan pengujian perbedaan (difference) mean antara dua kelompok atau lebih. Dianjurkan peneliti berusaha memilih hipotesis sepihak karena menunjukkan kedalaman pengetahuan peneliti terhadap permasalahan yang akan diselesaikan. demikian juga sebaliknya. 2. 5.

Sample juga dibedakan menjadi dua jenis yaitu : a. Sampel orang atau individu adalah sampel yang terdiri atas orang-orang (dapat pula berupa benda-benda) yang merupakan bagian dari populasinya yang menjadi obyek perhatian. 3. Populasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu : a. Meskipun populasi merupakan gambaran yang ideal. Populasi orang atau individu adalah keseluruhan orang atau individu (dapat pula berupa benda-benda) yang menjadi obyek perhatian. Populasi dan sample masing-masing mempunyai karakteristik yang dapat diukur atau dihitung. Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data lebih singkat. Karakteristik untuk populasi disebut parameter dan untuk sample disebut statistik. 2. Ada beberapa alasan mengapa penelitian dilakukan menggunakan sample: 1. Sampel data adalah sebagaian karakteristik dari suatu populasi yang menjadi obyek perhatian. b. Populasi data adalah populasi yang terdiri atas keseluruhan karakteristik yang menjadi obyek perhatian. b. Biaya lebih murah.46 E. Populasi Dan Sampel Populasi adalah keseluruhan pengamatan atau obyek yang menjadi perhatian sedangkan Sample adalah bagian dari populasi yang menjadi perhatian. Pada umumnya yang dipakai adalah sample. Data yang diperoleh justru lebih akurat. tetapi sangat jarang penelitian dilakukan memakai populasi. .

2. data harus dikumpulkan dengan cara dan proses yang benar. F. 5. 3. Wawancara (interview) yaitu cara untuk mengumpulkan data dengan mengadakan tatap muka secara langsung. Sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman orang yang diwawancarai. Ada dua jenis wawancara yaitu wawancara berstruktur (structured interview) dan wawancara takberstruktur (unstructured interview). sedangkan wawancara takberstruktur adalah wawancara yang tidak secara ketat ditentukan sebelumnya. Pertanyaan tidak boleh yang bersifat pribadi. Jelas dan tidak meragukan. Wawancara takberstruktur lebih fleksibel karena pertanyaannya dapat dikembangkan meskipun harus tetap pada pencapaian sasaran yang telah ditentukan. Wawancara harus dilakukan dengan memakai suatu pedoman wawancara yang berisi daftar pertanyaan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Wawancara berstruktur adalah wawancara yang jenis dan urutan dari sejumlah pertanyaannya sudah disusun sebelumnya. . Ciri-ciri pertanyaan yang baik adalah : 1. Terdapat beberapa cara atau teknik untuk mengumpulkan data yaitu : 1. Tidak menggiring pada jawaban tertentu. 4.47 4. Cara Mengumpulkan Data Untuk memperoleh data yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Sesuai dengan masalah atau tujuan penelitian. Dengan statistika inferensia dapat dilakukan generalisasi.

2. Kelemahannya adalah bisa terjadi kesalahan interpretasi terhadap kejadian yang diamati. biayanya lebih murah dan dapat memperoleh jawaban yang sifatnya pribadi. Tes kecerdasan dan bakat. bisa jadi tidak semua pertanyaan terjawab bahkan tidak semua lembar jawaban dikembalikan. Kelebihannya adalah dapat dilakukan dalam skala besar. Tes kepribadian.48 Kelebihan dari wawancara adalah data yang diperlukan langsung diperoleh sehingga lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. 3. Observasi (pengamatan) adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati obyek penelitian atau kejadian baik berupa manusia. Kuesioner (angket) adalah cara mengumpulkan data dengan mengirim atau menggunakan kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan. Kekurangannya adalah tidak dapat dilakukan dalam skala besar dan sulit memperoleh keterangan yang sifatnya pribadi. . 2. Beberapa contoh tes skala obyektif yaitu : 1. Data yang diperoleh adalah untuk mengetahui sikap dan perilaku manusia. Tes dan Skala Obyektif adalah cara mengumpulkan data dengan memberikan tes kepada obyek yang diteliti. Kelemahannya adalah jawaban bisa tidak akurat. Cara ini banyak dilakukan pada tes psikologi untuk mengukur karakteristik kepribadian seseorang. benda mati atau gejala alam. 4. benda mati maupun gejala alam. Kebaikan dari observasi adalah data yang dieroleh lebih dapat dipercaya.

Kelemahan dari metode ini adalah obyek yang sama dapat disimpulkan berbeda oleh pengamat yang berbeda. Tes sikap. 4.49 3. . Tes prestasi belajar. 5. Tes tentang nilai. dsb. Metode proyektif adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati atau menganalisis suatu obyek melalui ekspresi luar dari obyek tersebut dalam bentuk karya lukisan atau tulisan. Metode ini dipakai dalam psikologi untuk mengetahui sikap. 5. emosi dan kepribadian seseorang.

R. R. METODE PENELITIAN A. serta RSUP ini akan pindah lokasi ke Kecamatan Baruga dimana armada Angkutan Kota ditrayek tersebut sangat kurang. . 3. RS dr. 2. jadi diharapkan dengan hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu tinjauan untuk mengetahui seberapa besar tambahan Angkutan Kota yang harus ditetapkan untuk melayani pergerakan ke RSUP baru. RS. Lokasi dan Waktu Penelitian y Lokasi penelitian Lokasi Penelitian berada di Kota Kendari tepatnya di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada di Kota Kendari yang dinilai menimbulkan tarikan yang besar seperti Rumah Sakit Umum Negeri dan Swasta di antaranya RSUP Provinsi Sulawesi Tenggara. Ismoyo. Bhayangkara. RS Santa Anna serta RS. RS Santa Anna diambil sebagai sampel karena Rumah Sakit ini merupakan salah satu Rumah Sakit Swasta yang cukup besar yang ada di Kota kendari yang mana tarikan yang terjadi di Rumah Sakit ini dinilai akan menimbulkan tarikan yang besar. RSU Provinsi Sultra diambil sebagai sampel karena tarikan yang terjadi di Rumah Sakit tersebut diyakini sangat besar.50 V. Ismoyo diambil sebagai sampel karena Rumah Sakit ini merupakan salah satu Rumah Sakit Swasta yang cukup besar dengan . Adapun alasan memilih ke empat Rumah Sakit tersebut adalah : 1. Dr.

Sumber Data y Data Primer Data primer adalah jumlah tarikan yang terjadi data diambil dengan melakukan survey tarikan yang terjadi di fasilitas kesehatan yang diteliti selama 3 hari dalam satu minggu (Senin. RS Bhayangkara diambil sebagai sampel karena Rumah Sakit ini dinilai menimbulkan tarikan yang besar dan trayek yang melayani ke Rumah Sakit ini dinilai kurang. B. y Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember sampai dengan bulan Januari. 4. Proposal dikerjakan selama 3 Minggu. . Data primer dan data sekunder dianalisis selama 2 minggu sampai pelaksanaan seminar hasil. Jum¶at dan Minggu).51 fasilitias yang lengkap sehingga dinilai akan menimbulkan tarikan yang besar. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus atau sampling jenuh (non Probability Sampling). Pengumpulan data dilaksankan selama 2 minggu dengan rincian selama 1 minggu pengumpulan data primer dan 1 minggu pengumpulan data sekunder selama 1 munggu pula. C. Dan perbaikan hasil selama 1 minggu sampai dengan pelaksanaan ujian akhir. Populasi dan Sampel Populasi dari penelitan ini adalah Jumlah Tarikan yang terjadi dalam hal ini adalah masyarakat yang berkunjung ke Rumah Sakit yang ada di Kota kendari.

8. 9. Kapasitas ruang rawat inap VIP (pasien).52 y Data Sekunder Data sekunder diambil dengan meminta langsung ke pihak-pihak yang berwenang di Rumah Sakit yang diteliti. Luas lahan parkir (m2 ) . Jumlah Perawat (orang) 7. Jumlah Ruang Rawat Inap Klas II(Ruangan) 13. Jumlah Ruang Rawat Inap VIP (Ruangan) 15. Jumlah Dokter Gigi (orang) 6. 10. Jumlah Ruang Rawat Inap Klas III(Ruangan) 14. Luas bangunan (m2) 16. Jumlah Dokter Umum (orang) 5. Jumlah pasien/bulan (orang) 2. 11. Jumlah Dokter Spesialis (orang) 4. Kapasitas ruang rawat inap kelas II (pasien). dan pihak-pihak lain yang dibutuhkan dalam penelitian ini seperti BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Kendari dan mengambil lewat internet. Kapasitas ruang rawat inap kelas I (pasien). Jumlah pegawai (orang) 3. Kapasitas ruang rawat inap kelas III (pasien). Jumlah Ruang Rawat Inap Klas I(Ruangan) 12. adapun data-data Sekunder yang diambil adalah sebagai berikut: 1.

hari pendek yaitu hari jum¶at. Pengambilan data-data pendukung di peroleh dari pihak-pihak yang berwenang di Rumah Sakit yang di teliti dan instansi-instansi terkait dalam penelitian ini. Survey dilakukan selama 12 jam dari pukul 06. : Kapasitas ruang rawat inap kelas II (pasien).53 17. 00 ± 18. Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kota Kendari 19. Data Geografis Kota Kendari D. Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah : (X1) (X2) (X3) (X4) (X5) (X6) (X7) (X8) : Jumlah pasien/bulan (orang) : Jumlah pegawai (orang) : Jumlah Dokter Spesialis (orang) : Jumlah Dokter Umum (orang) : Jumlah Dokter Gigi (orang) : Jumlah Perawat (orang) : Kapasitas ruang rawat inap kelas I (pasien). E.00. Variabel Terikat (Y) adalah Jumlah Tarikan ke fasilitas kesehatan pada jam puncak. Jumlah Penduduk Kota Kendari 18. 2. Teknik Pengumpulan Data Pengambilan data tarikan dilakukan dengan melakukan survey selama tiga hari dalam satu minggu dengan memperhatikan hari kerja yaitu hari senin. dan hari akhir minggu yaitu hari minggu. . Variabel Penelitian 1.

VIP) (Orang). b. . Analisa Regresi Multilinier. Analisa regresi digunakan untuk melihat hubungan antar variabel bebas dan tak bebas. Luas Bangunan (m2 ). Sedangkan yang termasuk kandidat variabel bebas dapat berupa Jumlah pasien/bulan (orang). III. Dalam penelitian ini yang termasuk variabel tak bebas adalah jumlah tarikan yang terjadi ke Fasilitas Kesehatan. Kapasitas ruang inap Klas (I. II. Data-data yang sudah ada diolah dengan menggunakan Regresi Linear berganda dengan menggunakan bantuan Program SPSS. Analisa Varians Analisa varians digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara model yang dihasilkan dengan data yang didapatkan . Jumlah pegawai (orang). : Kapasitas ruang rawat inap VIP (pasien). : Jumlah Ruang Rawat Inap Klas I(Ruangan) : Jumlah Ruang Rawat Inap Klas II(Ruangan) : Jumlah Ruang Rawat Inap Klas III(Ruangan) : Jumlah Ruang Rawat Inap VIP (Ruangan) : Luas bangunan (m2) : Luas lahan parkir (m2 ) Teknik Analisis Data Analisa data untuk mengetahui model besarnya tarikan perjalanan ke fasilitas kesehatan adalah sebagai berikut: a. : Kapasitas ruang rawat inap kelas III (pasien).54 (X9) (X10) (X11) (X12) X13 X14 X15 X16 F.

Definisi Operasional Dalam penelitian ini variabel-variabel yang digunakan memiliki batasan dalam pengertian dan ukuruan-ukuran: 1. Analisis data untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya tarikan yang terjadi ke fasilitas Kesehatan adalah sebagai berikut a. Jumlah pegawai adalah jumlah keseluruhan pekerja yang ada di lingkup Rumah Sakit/Puskesmas yang diukur dalam satuan orang . c. G. Uji t Uji t dapat digunakan untuk melihat apakah suatu parameter layak ditaksir terhadap populasinya atau tidak. 2.. Uji F uji F dirgunakan terutama untuk melihat standarisasi nilai koefisien satu atau lebih variabel praduga hasil dari sampel. Jumlah Pasien per Bulannya adalah jumlah Orang yang berobat menginap di Rumah Sakit tiap Bulan yang diukur dalam satuan orang. Analisis ini memiliki makna yang berlawanan dengan uji Chi kuadrat. Jumlah tarikan adalah jumlah orang yang datang ke fasilitas kesehatan baik sebagai pasien ataupun untuk menjenguk dan sekedar mengambil obat yang diukur dalam satuan orang. 3.55 dari hasil pengamatan. b. Uji Determinasi R2 Uji determinsi di gunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengaruh antara 2 variabel.

Konsep Operasional Tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam penelitian ini adalah : 1. H. Selanjutnya. Kapaistas Ruang rawat Inap Kelas II adalah kemampuan ruangan menampung pasien ekonomi menegah yang diukur dalam satuan pasien. 6. Penelitian ini dimulai dengan mengenali latar belakang permasalahan pada daerah studi. . 7. Luas Lahan Parkir adalah luas lahan kosong Rumah Sakit dan Pusmesas yang di pakai untuk menampung kendaraan yang diukur dalam satuan m2. 8. Beberapa permasalahan dikelompokkan menjadi permasalahan utama dan permasalahan skunder. 2. Luas bangunan adalah luas keseluruhan bangunan dan tanah Rumah Sakit yang diukur dalam satuan m2. dirumuskan tujuan-tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini. 9.56 4.butir tujuan harus mencerminkan permasalahan yang ingin dijawab dari dilaksanakannya penelitian ini. Kapaistas Ruang rawat Inap VIP adalah kemampuan ruangan menampung pasien ekonomi menegah ke atas yang diukur dalam satuan pasien. 5. Butir. Kapaistas Ruang rawat Inap Kelas I adalah kemampuan ruangan menampung pasien ekonomi menegah keatas yang diukur dalam satuan pasien. Kapaistas Ruang rawat Inap Kelas III adalah kemampuan ruangan menampung pasien ekonomi menegah ke bawah yang diukur dalam satuan pasien.

diambil beberapa metode dan pendekatan penelitian yang didasarkan pada berbagai kajian pustaka yang ada. Untuk membantu memahami pola kerja dan cara berfikir penelitian ini. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data pengamatan dan data sekunder untuk mendapatkan hasil-hasil yang dapat menjawab tujuantujuan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya.57 3. 5. Selanjutnya adalah proses pengumpulan data. 6. Langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan mengenai model tarikan yang terjadi ke fasilitas kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. . pengematan dan pustaka dan metode yang berkaitan dengan analisis data seperti regresi linier berbasis zona dan uji statistik inferensi lainnya. Data yang dikumpulkan adalah data-data sekunder dan data primer. 4.

1 Bagan Alir Penelitian . RUANG RAWAT INAP VIP (Ruang) JUMLAH RUANG RAWAT INAP KLAS I (Ruang) JUMLAH RUANG RAWAT INAP KLAS II (Ruang) JUMLAH RUANG RAWAT INAP KLAS III (Ruang) JUMLAH RUANG RAWAT INAP VIP(Ruang) LUAS BANGUNAN (m2) LUAS LAHAN PARKIR (m2) VALIDASI MODEL MODEL TERPILIH Gambar 5. RUANG RAWAT INAP KELAS II (Ruang) KAP. RUANG RAWAT INAP KELAS III (Ruang) KAP. RUANG RAWAT INAP KLAS I(Ruang) KAP.58 Bagan Alir Penelitian PERJALANAN ORANG DALAM KOTA KE FASILITAS UMUM KE FASILITAS KESEHATAN KE FASILITAS PENDIDIKAN KE FASILITAS EKONOMI PENDEKATAN PENELITIAN AGREGAT / ZOANA DISAGREGAT / RUMAH TANGGA DEPENDEN VARIABEL INDEPENDEN VARIABEL Y = JUMLAH TARIKAN X1 = X2 = X3 = X4 = X5 = X6 = X7 = X8 = X9 = X10 = X11 = X12 = X13 = X14 = X15 = X16 = JUMLAH PASIEN/HARI (Orang) JUMLAH PEGAWAI(Orang) JUMLAH DOKTER SPESIALIS (Orang) JUMLAH DOKTER UMUM (Orang) JUMLAH DOKTER GIGI (Orang) JUMLAH PERAWAT (Orang) KAP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->