P. 1
Deret Bowen Dan Klasifikasi Batuan Beku Asam Dan Basa

Deret Bowen Dan Klasifikasi Batuan Beku Asam Dan Basa

|Views: 231|Likes:
Published by Vanisa Syahra

More info:

Published by: Vanisa Syahra on Sep 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2015

pdf

text

original

DERET BOWEN DAN KLASIFIKASI BATUAN BEKU ASAM DAN BASA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah mineralogi Dosen pengampu : Dra. Sri Wardhani

Disusun oleh Vanisa Syahra 115090700111001

PROGRAM STUDI GEOFISIKA JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

................................................................................................................................ 13 ........................... 4 BAB I PENDAHULUAN ................ 12 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................................................................................................................................................................................... 8 Klasifikasi Batuan Beku ...................................................................................................... 12 Kesimpulan.... 7 BAB II PEMBAHASAN ... 2 DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................... 5 Rumusan Masalah ............................................................................................................. 5 Latar Belakang .................................................................................... 3 DAFTAR TABEL ............................................... 9 Deret Bowen ................................................................................................................2|Deret Bowen dan Batuan Beku Asam dan Basa DAFTAR ISI DAFTAR ISI............................................................................................................................................... 6 Tujuan Penulisan .......................................................................................................................................................................................................... 10 BAB III PENUTUP .................................................................................................................................................................................................. 8 Batuan Beku ..............................................................................

................................ 2008) .................................... 6 Gambar 3 Batuan Beku Basa (Lutgens & Tarbuck................ Plummer.........................3|Deret Bowen dan Batuan Beku Asam dan Basa DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Lapisan penyusun bumi ........ 10 ................................................................................................... & McGeary...................................................................................... 2012).. 2012) ................... 10 Gambar 6 Deret Bowen ........................ 9 Gambar 4 Batuan Beku Intermediate ................................................................... 10 Gambar 5 Batuan Beku Asam (Lutgens & Tarbuck.................... 5 Gambar 2 Siklus Batuan (Carlson...........

... 1957) ... Plummer................. & McGeary................................... 2008) .......... 6 Tabel 2 Contoh Batuan Beku Intrusif (Shaffer...........................4|Deret Bowen dan Batuan Beku Asam dan Basa DAFTAR TABEL Tabel 1 Karakteristik Kerak Bumi (Carlson..... 1957) .................................................... 8 Tabel 3 Contoh Batuan Beku Ekstrusif (Shaffer.. 9 ....

7 g/cm3 yang telah terpendam sekitar 4 miliar tahun yang lalu. mantel makin menguat sehingga batuan di dalamnya menjadi sangat panas dan mengalir terus menerus. Kerak bumi teratas rata-rata tersusun oleh batuan granit atau yang biasa disebut granodiorite. yaitu kerak bumi. Gambar 1 Lapisan penyusun bumi Kurang lebih 82% persen penyusun bumi merupakan mantle sebuah padatan yang tersusun atas batuan yang memiliki kedalaman sekitar 2900 km. Kerak bumi merupakan lapisan terluar yang terdiri dari dua bagian. namun lapisan selanjutnya memiliki bermacam-macam tipe batuan. Kerak samudera memiliki ketebalan sekitar 7 km dan tersusun oleh batuan beku basalt. Tipe batuan yang dominan pada mantel bumi adalah tipe peridotite. kerak benua tersusun oleh berbagai macam tipe batuan. Inti luar merupakan lapisan cair yang memiliki kedalaman . Inti bumi terbagi menjadi dua bagian yaitu inti dalam dan inti luar. Sedangkan mantel dalam terletak pada kedalaman 660 km hingga 2900 km.5|Deret Bowen dan Batuan Beku Asam dan Basa BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Bumi memiliki tiga lapisan terpenting. dan inti bumi. Sedangkan batuan di kerak samudera lebih muda yaitu sekitar 180 juta tahun yang lalu dan memiliki densitas yang lebih besar dari kerak benua yaitu sekitar 3 g/cm3. Mantel luar merupakan batas dari kerak bumi-mantel hingga kedalaman 660 km dan dibagi menjadi dua yaitu litosfer dan astenosfer. yang kaya akan magnesium dan besi mantel bumi terbagi menjadi dua yaitu mantel luar dan mantel dalam. Berbeda dengan kerak samudera yang memiliki komposisi kimia yang relatif sama di dalamnya. mantel bumi. Batuan yang berada di benua memiliki densitas sekitar 2. Karena tekanan bertambah yang disebabkan oleh tekanan dari batuan yang berada di atasnya. yaitu kerak benua dan kerak samudera. Sedangkan kerak benua memiliki ketebalan sekitar 35 km dan bahkan dapat mencapai 70 km untuk daerah pegunungan seperti Pegunungan Rocky dan Himalaya.

Setelah kontak dengan udara. Magma yang keluar ke permukaan bumi tersebut yang disebut lava. 2008) Rumusan Masalah    Bagaimana proses terbentuknya batuan beku menurut klasifikasi tempat terbentuknya? Apa saja macam-macam klasifikasi batuan beku menurut komposisi kimianya? Apakah deret bowen itu? . Karena pergerakan.6|Deret Bowen dan Batuan Beku Asam dan Basa 2270 km. dan tekanan yang sangat tinggi disertai dengan adanya zat radioaktif di dalam bumi yang mampu melelehkan batuan-batuan di sekitarnya sehingga menghasilkan magma yang dapat keluar ke permukaan. (Lutgens & Tarbuck. Gambar 2 Siklus Batuan (Carlson. suhu. Namun pada pembahasan makalah ini hanya akan dijelaskan bagaimana terbentuknya batuan beku serta klasifikasi kimia pada batuan tersebut. & McGeary. 2012) Tabel 1 Karakteristik Kerak Bumi (Carlson. lava akan membeku dan membentuk batuan beku. Plummer. 2005). Plummer. 2008) Lapisan-lapisan bumi tersebut mengalami pergerakan yang menghasilkan panas dan tekanan. Batuan beku tersebut akan mengalami pelapukan dan tererosi yang selanjutnya akan membentuk batuan sedimen (Anonymous. Sedangkan pada inti dalam memiliki kedalaman sekitar 1216 km yang memiliki temperatur cukup tinggi. Sehingga batuan-batuan di dalamnya mendapat tekanan dan suhu yang tinggi yang dapat menyebabkan batuan tersebut berubah komposisi atau strukturnya. & McGeary.

7|Deret Bowen dan Batuan Beku Asam dan Basa Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini ialah agar diketahuinya klasifikasi batuan beku ditinjau dari segi komposisi kimianya serta proses pembentukan batuan beku. Selain itu dapat diketahui untuk menentukan jenis komposisi kimia yang ada dalam batuan tersebut. .

Magma terdiri dari tiga bagian. Lava tersebut berkontak dengan udara di bumi yang akan menyebabkan ia mengeras dan menjadi batuan beku ekstrusif. Proses pembentukan batuan beku terjadi menjadi dua bagian. Tabel 2 Contoh Batuan Beku Intrusif (Shaffer. dan fase gas. besi. magnesium. Batuan beku intrusif memiliki tekstur yang kasar karena mineral yang menyusunnya terlihat dan kristalnya besar (Lutgens & Tarbuck. . Tekstur batuan beku ekstrusif cenderung lebih halus. magma tersusun oleh volatile. dan sodium. Pada fase padat.8|Deret Bowen dan Batuan Beku Asam dan Basa BAB II PEMBAHASAN Batuan Beku Magma merupakan lelehan dari suatu batuan di bawah permukaan yang kemudian mendingin dan memadat menjadi batuan beku. Mineral tersebut terlalu cepat mengkristal karena adanya kontak dengan udara (Lutgens & Tarbuck. Magma yang keluar tersebut merupakan lava. 2012). Magma yang terbentuk di bawah permukaan bumi disebut batuan beku intrusif. yaitu magma cair. 1957) Nama Batuan Granit Gambar Gabro Pegmatite Syenite Setelah batuan beku intrusif terbentuk. magma padat. kalsium. Pada fase cair. potassium. karena kristal mineral yang terbentuk lebih kecil. magma lelehan terdiri dari silikon dan oksida serta aluminium. sebagian magma yang masih cair akan meluap menuju permukaan. 2012). Volatile merupakan material yang menguap ke permukaan.

asam. basalt. 1. plagioclas feldspar. 2012).9-3. Gambar 3 Batuan Beku Basa (Lutgens & Tarbuck.2 (Blyth & Freitas.9|Deret Bowen dan Batuan Beku Asam dan Basa Tabel 3 Contoh Batuan Beku Ekstrusif (Shaffer. 2012) . sehingga perlu diklasifikasikan menurut komposisi kimianya. Contoh batuan beku basa adalah gabbro. Tekstur batuan tergantung pada proses pembentukan batuannya. Namun komposisi kimia yang menyusunnya juga berbeda-beda tiap batuannya. dan intermediate. dan dolerite. 1957) Nama Batuan Basalt Gambar Andesit Obsidian Pumice Rhyolite Klasifikasi Batuan Beku Batuan beku tidak hanya diklasifikasikan menurut proses pembentukannya. Memiliki berat jenis sekitar 2. Mineral yang menyusunnya ialah pyroxene. dan olivine (Lutgens & Tarbuck. Batuan Beku Basa Batuan beku basa biasanya berwarna gelap karena ia memiliki kandungan mineral ferromagnesium. kalsium. 1984). yaitu batuan beku basa.

muscovite. biotite. dan amphibole. sodium dan kalsium. Batuan Beku Intermediate Batuan beku intermediate biasanya tidak memiliki kuarsa. Warna batuan ini tidak begitu gelap. Memiliki densitas sekitar 2. Contoh batuan beku intermediate adalah diorite dan andesit. sodium. Keduanya merupakan batuan beku intrusif. 1984). plagioclase feldspar. plagioclas feldspar. Berat jenis granit 2. Tekstur pada kedua batuan tersebut adalah coarse-grained. 2012) Deret Bowen Gambar 6 Deret Bowen .87.10 | D e r e t B o w e n d a n B a t u a n B e k u A s a m d a n B a s a 2. Gambar 5 Batuan Beku Asam (Lutgens & Tarbuck.67 dan berat jenis granodiorite 2.72 (Blyth & Freitas. Gambar 4 Batuan Beku Intermediate (Lutgens & Tarbuck. 2012) 3. Mineral dominan yang menyusun batuan ini adalah amphibole. cenderung terang dengan presentase 0-25%. Batuan Beku Asam Contoh yang digunakan pada batuan beku asam adalah granite dan granodiorite. potassium feldspar. Mineral penyusunnya adalah kuarsa. Warna pada batuan beku intermediate tidak begitu gelap dengan presentase 25%-45%.

jika bentuk awal kristalnya tidak hilang. kemudian ferromagnesian akan menjadi amphibole dan pyroxene. & McGeary. 2008)   . (Carlson.L. Begitu pula. Dari deret Bowen. magma intermediate akan mengkristal menjadi diorite atau andesit. remaining magma akan lebih silicic daripada magma asli. beberapa mineral yang berada pada temperatur yang tinggi tetap stabil. Jika semua besi dan magnesium terpakai sebelum pyroxene mengkristal kembali menjadi amphibole. Pengkristalan pada discontinuous branch dan continuous branch terjadi pada waktu yang sama.11 | D e r e t B o w e n d a n B a t u a n B e k u A s a m d a n B a s a Pada awal abad 20. Seperti pada gambar 6. biotite dan plagioclase kaya sodium akan meleleh juga. Pyroxene bereaksi dengan lelehan. N. Selanjutnya. Plummer. Bowen melakukan suatu eksperimen untuk menentukan urutan kristalisasi mineral menurut pembekuan magma. dapat diturunkan beberapa konsep penting yang dibutuhkan dalam pemahaman batuan beku dan prosesnya:  Magma basa akan mengkristal menjadi pyroxene dan kalsium. Eksperimen Bowen menunjukkan bahwa pada saat pembekuan magma. Jika temperaturnya meningkat signifikan. kuarsa dan potassium feldspar meleleh terlebih dulu. Jika mineral terpisah dari magma. mineral di dalamnya akan meleleh. Hanya saja pada continuous branch mengandung plagioclas feldspar. dapat dilihat bahwa olivine mengkristal sebelum pyroxene dan pyroxene mengkristal sebelum amphibole.pyroxene mengkristal hingga semua lelehan terpakai atau suhu lebur amphibole tercapai. Sebagai contoh bentuk awal kristal olivine bereaksi dengan lelehan dan mengkristal kembali menjadi pyroxene saat suhu pengkristalan pyroxene tercapai. jika bentuk awal kristal tidak dihilangkan dari magma. Jika sebuah batu dipanaskan. Pada discontinuous branch yang hanya mengandung mineral ferromagnesian.

sehingga batuan beku diklasifikasikan menjadi tiga menurut komposisi mineralnya. atau asam dapat digunakan deret Bowen. Batuan beku intrusif maupun ekstrusif mengandung berbagai macam mineral. . dan intermediate. basa. yaitu batuan beku asam. intermediate. Untuk mengidentifikasi sebuah batuan beku apakah batuan tersebut merupakan batuan basa. sedangkan batuan beku ekstrusif terbentuk saat proses vulkanik yang mengeluarkan muntahan lava yang kemudian membeku karena terkena kontak dengan udara sehingga membentuk batuan beku ekstrusif.12 | D e r e t B o w e n d a n B a t u a n B e k u A s a m d a n B a s a BAB III PENUTUP Kesimpulan Batuan beku intrusif terbentuk di dalam kerak bumi.

C.. (1984). (2005). P. New York: Golden Press. J. Rocks and Minerals. Inc. C. (2012). New York: McGraw Hill Companies. & Freitas. & McGeary. M. D. Physical Geology:Earth Relevated 7th edition. K.. Carlson. A Geology for Engineers 7th Edition. (1957). Lutgens. E. . (2008). Oxford: Elsevier Butterworth-Heinemann. Shaffer. D. F.13 | D e r e t B o w e n d a n B a t u a n B e k u A s a m d a n B a s a DAFTAR PUSTAKA Anonymous. R. Inc. & Tarbuck.. Blyth.. Volcanoes and Earthquakes. F. London: Encyclopedia Britannica. Essentials of Geology. d. Plummer. Inc. New Jersey: Pearson Education. H. Inc.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->