P. 1
Prinsip Kurikulum

Prinsip Kurikulum

|Views: 82|Likes:
Published by Nur Mazidah

More info:

Published by: Nur Mazidah on Sep 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

Prinsip Pengembangan Kurikulum

Artikel Pendidikan, Kurikulum dan Pembelajaran, Manajemen Kurikulum, Pendidikan, Teori Pendidikan

P

engembangan

kurikulum adalah

istilah

yang

komprehensif,

didalamnya

mencakup:perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalampengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas; (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu : 1. Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponenkomponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). 2. Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya

berilmu. teknologi. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. sehat. dan pengembangan diri secara terpadu. Menyeluruh dan berkesinambungan. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. perkembangan. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. 4.penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. Berpusat pada potensi. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. cakap. Oleh karena itu. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. dan seni. teknologi. 4. berakhlak mulia. kebutuhan. Belajar sepanjang hayat. antar jenjang pendidikan. keterampilan berpikir. 3. 3. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prinsip efisiensi. dunia usaha dan dunia kerja. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. 2. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Prinsip kontinuitas. tanpa membedakan agama. keterampilan akademik. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. suku. baik secara vertikal. dan jenjang serta jenis pendidikan. maupun secara horizontal. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. biaya. 5. baik secara kualitas maupun kuantitas. muatan lokal. pengembangan keterampilan pribadi. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. perkembangan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. yaitu : 1. kondisi daerah. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. serta status sosial ekonomi dan gender. 6. keterampilan sosial. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. 5. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. baik yang di dalam tingkat kelas. nonformal dan informal. Prinsip efektivitas. kreatif. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. kebutuhan. budaya dan adat istiadat. dan seni. dengan .

Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. KTSP merupakan kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan kesenjangan ekonomi. potensi sekolah / daerah. Prinsip mana yang sesuai dengan KTSP??? Dalam standar nasional Pendidikan ( SNP pasal 1. nasional maupun global. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. model konsp kurikulum. khususnya oleh guru dan kepala sekolah. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Percepatan arus informasi dalam era globalisasi dewasa ini menuntut semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi. Dalam penyusunan KTSP terdapat beberapa prinsip. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Hal tersebut mutlak diperlukan karena akan menjadi penopang utama pembangunan nasional yang mandiri dan berkeadilan. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. kemiskinan. Salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan tersebut adalah kurikulum. karena kurikulum merupakn komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan. dan tahapan pekembangan kurikulum yang akan dijelaskan dalam artikel ini. yang semula dicanangkan tahun 2020 dipercepat menjadi 2015. baik oleh pengelola maupun penyelenggara . berbangsa dan bernegara. Millenium Development Goals adalah era pasar bebas atauera globalisasai sebagi era persaingan mutu atau kualitas. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. misi. karakteristik sekolah / daerah. ayat 15 ) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) adalah kurikulum operational yang disusun dan dilaksanakan masing-masing satuan pendidikan. dan strategi agar sesuai dengan kebutuhan dan tidak ketinggalaan zaman. good governance and clean governance serta menjadi jalan keluar bagi bangsa Indonesia dari multidimensi krisis.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan pengembangan manusia seutuhnya. yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Oleh karena itu pembangunan SDM berkualitas merupakan suau keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar. tujuan. social budaya masyarakat setempat dan karakteristik peserta didik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pemerintah telah mempercepat pencanangan Millenium Development Goals. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ) . Penyesuaian tersebut secara langsung mengubah tatanan dalam system pendidikan. yang selalu berkembang serta arah 7. Sistem pendidikan nasional harus senantiasa dikembangkan dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di tingkat local.

2. Perkembangan. Sekolah dalam menyelenggarakan kurikulum harus relevan dan konsisten disesuaikan dengan 1. Kebutuhan. No. Prinsip kepraktisan / efisiensi Kurikulum juga harus memiliki sifat praktis artinya kurikulum tersebut mudah dilaksanakan dan mudah diterapkan dalam dunia pendidikan menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam masyarakat. 3. dapt diterpakan dengan media pembelajaran yang sederhana dan memerlukan biaya yang murah. 22 Tahun 2006 ) 1. Prinsip kontinuitas Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan artinya dalam pembelajaran itu terdapat proses yang terus menerus dan kurikulum juga harus mempunyai sifat berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas yang lain. kemampuan dan latar belakang anak. Prinsip relevensi Kurikulum harus memiliki relevansi keluar dan di dalam kurikulum itu sendiri. Prinsip fleksibilitas Kurikulum hendaknya memiliki sifat lentur atau fleksibel yaitu kurikulum itu disesuaikan dengan kondisi daerah . berakhlak . Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa siswa memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum sebagai berikut ( Permendiknas. waktu. serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. 1. KTSP dikembangkan dengan kondisi satuan pendidikan. Sedangkan prinsip khususnya yang berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan BSPN. di bawah supervisi dinas pendidikan kabupaten / kota. 1. potensi dan karakteristik daerah. KTSP untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Prinsip efektifitas Prinsip kurikulum harus efektif baik secara kontinuitas maupun kualitas. Kebijakan dalam mengembangkan kurikulum KTSP itu sendiri prinsip umumnya yaitu sesuai yang dikemukakan oleh Nana Syodih Sukmadinata ( 2005: 150-155 ) 1. Kurikulum dibuat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam daerah tersebut. 1. Dalam prinsip ini kurikulum harus sesuai dengan tujuan dan isi kurikulum itu sendiri.Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ) adalah sebagai berikut : 1. dan Kepentingan Siswa dan Lingkungannya. Berpusat pada Potensi. dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan.

Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik siswa. Tanggap terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Relevan dengan Kebutuhan Kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemegang kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. kondisi daerah. keterampilan berpikir. dan pengembangan diri secara terpadu. budaya. dan in-formal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. 4. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa. Karena itu. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu. perkembangan. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. berbangsa. dan jender. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi siswa disesuaikan dengan potensi. kreatif. muatan lokal. Teknologi dan Seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahu-an. status sosial ekonomi. pembudayaan. 7. KTSP cenderung memiliki model yang mana????? . berilmu. 3. Seimbang antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah. cakap. dan kepentingan siswa serta tuntutan lingkungan. suku. Belajar Sepanjang Hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar siswa untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. 5. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat.mulia. Menyeluruh dan Berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. nonformal. sebab apabila dari prinsp-prinsip tersebut ada yang kurang maka dalam pelaksanaan tujuan KTSP tersebut tidak akan tercapai atau hasilnya tidak akan maksimal baik kuantitatif maupun kualitatif. dunia usaha dan dunia kerja. dan pemberdayaan siswa yang berlangsung sepanjang hayat. keterampilan sosial. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. kebutuhan. teknologi. 6. dan seni. jenjang dan jenis pendidikan. 1. adat istiadat. sehat. Dalam prinsip-prinsip tersebut harusnya bisa dilaksanakan semua dalam KTSP sekolah. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. pengembangan keterampilan pribadi. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. dan bernegara. keterampilan akademik.

Model konsep kurikulum yang manakah yang menjadi dasar pijakan kurikulum KTSP? KTSP. Isi pendidikan berupa permasalahan yang ada di masyarakat. model kurikulum rekonstruksi sosial. pada dasarnya merupakan penyempurnaan model dari KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang diujicobakan oleh Depdiknas secara nasional. proses pendidikannya berupa transfer IPTEK. Karena dalam realitas. Kurikulum berbasis kompetensi adalah salah satu jenis dari model konsep kurikulum teknologis. karena materi disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak. Proses pendidikan adalah upaya transfer ilmu pengetahuan masa lampau yang dianggap baik. sedang evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana IPTEK mampu dikuasai oleh siswa. 3. 4. Metode pembelajaran lebih banyak pada upaya diskusi dan penilaian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan siswa dalam proses pemecahan masalah dan sejauh mana masalah mampu dipecahkan dalam proses pembelajaran. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.Menurut Sukmadinata (2005: 81-100). Materi pelajaran berupa ilmu pengetahuan. dan model kurikulum teknologis. Beragam dan terpadu Tanggap terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan . Dalam kurikulum ini tidak ada materi standar. Karakter yang ada pada model konsep lainnya tetap ada. Dengan demikian KTSP menggunakan model konsep kurikulum teknologis. Keberhasilan pendidikan dilihat dari sejauh mana siswa menguasai bahan ajar yang dipalajarinya. Berpusat pada potensi. hanya tidak dominan. 2. yaitu kurikulum yang didasarkan pada penggunaan metode ilmiah dalam penyusunan kurikulum dan isi kurikulum adalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus dikuasai untuk menghadapi kehidupan. tapi tidak berarti nilai esensial dari model konsep kurikulum lainnya diabaikan. Kurikulum rekonstruksi sosial. untuk selanjutnya dibahas dan dipecahkan dengan menggunakan khasanah keilmuan yang ada yang dipandang relevan untuk memecahkan masalah. Proses pembelajaran lebih banyak upaya pembimbingan anak untuk menyalurkan minat dan perhatiannya. konsep-konsep tersebut saling melengkapi. KBK itu sendiri adalah kurikulum yang berbasis kompetensi. Hal ini bisa dilihat dalam prinsip-prinsip pengembangan KTSP dan acuan operasional penyususunan KTSP yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Kurikulum subjek akademik berorientasi pada pembentukan manusia intelek. Model kurikulum teknologis. adalah model kurikulum yang berorientasi pada kepedulian sekolah untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. Model kurikulum personal yaitu kurikulum yang berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara maksimal. Ada dua jenis teknologi yang digunakan dalam jenis kurikulum ini yaitu teknologi perangkat lunak dan teknologi perangkat keras. perkembangan. model kurikulum personal. kebutuhan. terdapat empat model konsep kurikulum yaitu model kurikulum subjek akademik. sistem nilai yang dianggap baik dan harus disampaikan secara turun temurun. Isi pendidikan menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun konsep kurikulum teknologis menjadi tulang punggung pengembangan KTSP. Secara umum prinsip-prinsip pengembangan KTSP meliputi: 1. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh ma-na siswa merasa senang dalam menjalani aktivitas.

kurikulum 2006/KTSP menerapkan pendekatan dekonsentrasi. aspek sosial masyarakat. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. 6. 7. dan spiritual juga tidak dilepaskan. 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasinal dan niai-nilai kebangsaan 10) Kondisi sosal budaya masyarakat setempat 11) Kesetaraan gender 12) Karaktrsitik satuan pendidikan.5. unsur kemanusiaan. Tahapan perkembangan kurikulum yang paling lemah?????? Menurut (Hamalik. kecerdasan. Studi kelayakan dan kebutuhan Sebelum melakukan pengembangan kurikulum terlebih dahulu melakukan kegiatan analisis kebutuhan program dan merumuskan dasar – dasar pertimbangan bagi pengembangan kurikulum tersebut.143) 1. yaitu campuran antara setralistik dan desentralistik. penguasaan mata pelajaran/ipteks. Untuk itu si pengembang perlu melakukan studi dokumentasi atau studi lapangan. sosial.2007:142. Sedangkan acuan operasional penyusunan KTSP harus memperhatikan hal-hal berikut ini: 1) Peningkatan iman dan taqwa serta ahlak mulia 2) Peningkatan potensi. Meskipun berbasis kompetensi tidak berarti hanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperhatikan. dan aspek Ketuhanan juga diperhatikan. Dari sejumlah prinsip dan acuan operasional KTSP di atas tampak bahwa pengembangan potensi diri siswa sebagai individu. Sedangkan apabila ditinjau dari model pendekatan pengembangannya. Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dankepentingan daerah. .

kemungkina pelaksanaan dan keberhasilan. Pelaksanaan penilaian dan pemantauan kurikulum Selama pelaksanaan kurikulum perlu dilakukan penilaian dan pemantauan yang berkenaan dengan desain kurikulum dan hasil pelaksanaan kurikulum serta dampaknya. Penyusunan konsep awal perencanaan kurikulum Konsep awal ini dirumuskan berdasarkan rumusan kemampuan. Pelaksanaan perbaikan dan penyesuaian Berdasarkan penilaian dan pemantauan kurikulum diperoleh data dan informasi yang akurat. atau melakukan penyesuaian kurikulumdengan keadaan. 1. ini angat berpengaruh terhadap sekolah yang kekurangan guru. kurikulum dilaksanakan kesekolah –sekolah diseluruh daerah di indonesia. Tahapan pengembangan kurikulum yang lemah diindonesia Dari ke 7 tahapan pengembangan kurikulum diatas menurut kelomppok kami tahapan yang paling lemah diindonesia adalah tahap ke 4 pada pelaksanaan uji coba kurikulum dilapangan. 1. karena sekolah yang berada di daerah – daerah materi pelajarannya maupun sarana pembelajarannya tidak sama dengan sekolah yang telah diujikan (cenderung lebih rendah) sehingga kurikulum tersebut sulit di diterima di daerah – daerah akibatnya dalam pelaksanaannya kurikulum barudiadakan pelatihan kepada guru –guru maupun kepala sekolah hal ini menyebabkan banyak biaya yang dikeluarkan negara dan siswa sering ditinggal gurunya untuk pelatihan. Karena tahap ke 7 merupakan tahap perbaikan dan penyesuaian. isi. Pelaksanaan kurikulum Ada 2 kegiatan yang perlu dilakukan ialah : 1. 1. uji coba dilapangan hanya dilakukan pada kota – kota besar dan sekolah – sekolah yang sudah dikenalatau sekolah – sekolah yang sudah berkualitas baik sehingga bila kurikulum yang diujikan sukses di sekolah – sekolah tersebut ini berakibat ketahapan 5 yaitu pelaksanaan kurikulum. Pelaksanaan uji coba kurikulum dilapangan Pengujian kurikulumdilapangan dimaksud untuk mengetahui tingkat keandalannya. Pengembangan rencana untuk melaksanakan kurikulum Penyusun rencana ini mecangkup penyusun silabus. Kegiatan desiminasi.1. 1. Perbaikan dilakukan beberapa aspek dalam kurikulum tersebut. selanjutnyamerumuskan tujuan. padahal KTSP itu isinya sama . yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk melakukan pada kurikulum tersebut bila diperlukan. Pelaksanaan kurikulum secara menyeluruh yang mencakup semua satuan pendidikan pada jenjang yang sama. dan lain – lain yang berkaitan dengan pelaksnaan kurikulum. Selain 2 tahap diatas kami memilih tahap ke 7 sebagai tahap yang lemah dalam pelaksanaan kurikulum diindonesia. 3. pengembangan bahan pelajaran dan sumber – sumber materi lainnya. yakni pelaksanaan kurikulum dalam lingkup sampel yang lebih luas. strategi pembelajaransesuai dengan pola kurikulum sistematik. orang indonesia lebih senang memilih yang baru daripada memperbaiki yang sudah ada hal ini yang terjadi pada perkembangan kurikulum dari KBK yang dianggap gagal oleh masyarakat sehingga lahirlah kurikulum KTSP. hambatan dan masalah yang timbul dan faktor – faktor pendukung yang tersedia. 2.

Sebenarnya KBK bisa diperbaiki dan melakukan penyesuaian kurikulum tersebut ke seluruh wilayah di indonesia.dengan KBK. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->