Pertidaksamaan Jika Dikalikan dengan Bilangan Negatif, Harus Dibalik Tandanya?

Oleh : Rachmadi Widdiharto*)

Tulisan ini disajikan berangkat dari cukup seringnya para peserta diklat menanyakan hal sebagaimana pada judul di atas. Masalah ini muncul terutama pada mata Diklat Aljabar untuk Diklat Matematika SMP. Umumnya para guru pada saat menjelaskan kepada siswanya, lebih mengarah pada ‘pengumuman’, suatu informasi yang harus diterima tanpa reserve, siswa kurang diajak bernalar, kenapa itu bisa terjadi, apa sebabnya? Jika ada pertidaksamaan misalnya, kemudian untuk menentukan himpunan penyelesaian ada langkah yang harus dikalikan dengan , setelah dikalikan maka tandanya pertidaksamaannya dibalik. Kenapa harus dibalik, apa memang harus dibalik, bagaimana kalau tidak dibalik? Berikut adalah beberapa alternatif penyelesaiannya (serta remediasinya) yang mungkin bisa membantu para guru di sekolah. a. Menentukan Himpunan Penyelesaian Pertidaksamaan. Contoh Soal : Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut :

Penyelesaian Alternatif 1 : .................................. (kedua ruas ditambah ( .................................. (kedua ruas dikalikan ))
1 (− ) ) 2

.................................. (karena dikalikan negatif, maka tanda pertidaksamaan dibalik) Sehingga diperoleh himpunan penyelesaian :

Alternatif 2 : .................................. (kedua ruas ditambah ( .................................. (kedua ruas ditambah ( ................................... (kedua ruas ditambah ( )) )) ))

Pertdksmaan-RachmdW-12

. 5...... ada salah satu item Tes tentang pertidaksamaan.. rote learning... Tinjuan Sebuah Kasus...... Penyelesaian Alternatif 2 lebih baik dari pada Alternatif 1 karena ada upaya untuk meminimalisir ‘pengumuman’ meski ada penulisan ekspresi matematika yang kurang familiar bagi sebagian orang. biasanya variabel b. 28..... Mungkin hal inilah sebagai ’buah’ dari pembelajaran yang mengedepankan ’pengumuman’.. dan 41. ....... Salah satu pekerjaan siswa yang sempat penulis cermati adalah seperti berikut ini : Dari 512 siswa atau responden yang menjawab benar A adalah 17.33% menjawab B....... sementara pada langkah ke-6 siswa terjadi kesalahan karena ketika mengalikan kedua ruas dengan ... kalimat ini tidak ada bedanya dengan bentuk karena disebut lebih dahulu dalam membaca pertidaksamaan. (dapat pula disebutkan Sehingga diperoleh himpunan penyelesaian ) ) Perhatikan penyelesaian Alternatif 1....... 67% siswa tidak mengerjakan.... Hal itu terjadi karena nampaknya mereka sudah merasa bingung melihat notasi pertidaksamaan serta kurang memahami konsep pertidaksamaan...00% siswa menjawab C. sehingga anak lupa untuk membaliknya. Dari apa yang dikerjakan oleh siswa tersebut. alternatif remediasi yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut (Widdiharto. (kedua ruas dikalikan . Hanya sedikit siswa yang menjawab benar.......... dan bukan constructive learning.. Dalam pengucapannya. Pada Soal Tes Standar yang pernah dikembangkan PPPG Matematika pada tahun 2005... tampak penjelasan pada langkah (5) yakni “maka tanda pertidaksamaan dibalik” mengarah pada ‘pengumuman’ oleh guru.. notasi pertidaksamaannya tidak dibalik.......... Alternatif Remediasi yang Bisa Dilakukan Dari contoh kasus di atas.. yaitu pada langkah 8. 67%. 2008): Pertdksmaan-RachmdW-12 . c..... sebenarnya dia sudah cukup bagus dalam menyelesaikan operasi aljabar dari langkah ke-1 sampai ke-5.

Supaya pernyataan menjadi benar notasi pertidaksamaan harus dibalik. 6 > 3. 3. Supaya pernyataan tersebut menjadi benar notasi pertidaksamaan harus dibalik. misalnya: . 4. Setelah paham. Apabila kedua ruas dikalikan dengan (. misalnya 2 < 7. menjadi penyataan yang tidak benar. <. >. yaitu . Untuk menyelesaikan butir 2. b. maka menjadi pernyataan yang tidak benar. 2.1. (kedua ruas dikurangi 2) yang memenuhi 0 ο 4 yang tidak memenuhi Pada penggambaran dengan garis bilangan ini. Mengulang atau menjelaskan kembali tentang pemahaman pertidaksamaan. Apabila kedua ruas dikalikan dengan (−1) maka . . Kesimpulan : Dalam pengerjaan pertidaksamaan apabila kedua ruas dikalikan dengan bilangan negatif maka notasi pertidaksamaannya harus dibalik. kemudian mencobakannya untuk mengecek hasil yang diperoleh. dilanjutkan dengan pertidaksamaan yang memuat variabel dengan operasi penjumlahan atau pengurangan yang sederhana. ≥ pada bilangan bulat dengan contoh yang sederhana. 2 < 7 adalah pernyataan yang benar. sehingga akan kelihatan mana daerah yang memenuhi dan mana yang tidak memenuhi penyelesaian. yaitu . dan seterusnya. dan seterusnya. ≤ . d. 3 ≤ 3. yaitu . Pertdksmaan-RachmdW-12 . bisa dimulai dengan pembenaran induktif misalnya : a. c. dan seterusnya. Supaya pernyataan menjadi benar notasi pertidaksamaan harus dibalik. adalah pernyataan yang benar. Apabila kedua ruas dikalikan dengan maka . adalah pernyataan yang benar. Selanjutnya untuk menunjukkan bahwa apabila pertidaksamaan kedua ruas dikalikan dengan bilangan negatif. misalnya. − 3 < 5. menjadi pernyataan yang tidak benar. akan lebih baik jika digambarkan secara geometris yakni dengan garis bilangan (tidak secara aljabar semata). siswa bisa mengambil beberapa nilai.

<. Sifat Perkalian dan Implikasinya.tetap positif..tetap negatif. bilangan positif dikalikan bilangan positif ya.. pertidaksamaan ini berubah “nilai”-nya tatkala kita mengalikan kedua ruas dengan bilangan negatif. Pada pemahaman tentang konsep pertidaksamaan (yang notasinya : >. dan ≥ ) yang kita bandingkan adalah nilai-nya.. nilai-nya adalah lebih kecil dengan bilangan positif manapun. Sementara kita memahami bahwa yang namanya bilangan negatif itu. hasil kali dua bilangan negatif adalah bilangan positif. notasi pertidaksamaanya tidak berubah tandanya apabila dikalikan dengan bilangan positif. Dengan demikian untuk pertidaksamaan apabila dikalikan dengan bilangan positif tidak perlu merubah tandanya. 1994). dan semestinya guru memperhatikan fakta tersebut dalam memberikan penjelasan.. . permasalahan ini bisa ditunjukkan sebagai berikut: Diketahui Buktikan Bukti : : : . Pertdksmaan-RachmdW-12 . Artinya. Artinya.00000001 misalnya. Nilai juga lebih kecil dari pada 0. dan seterusnya. bahkan dengan bilangan 0 sekalipun.. akan sedikit menimbulkan ‘kejanggalan’. Namun demikian. Kekonsistenan sifat-sifat ini dapat ditunjukkan dengan pola. Bilangan negatif dikalikan dengan bilangan negatif akan diperoleh bilangan positif. dan sebagainya. Secara deduktif. d. . tidak merubah nilai awalnya (sebelum dikalikan). Pada pertidaksamaan. Beberapa sifat perkalian diantaranya adalah hasil kali bilangan positif dengan negatif adalah bilangan negatif. itu nilainya adalah lebih kecil dari pada bilangan positif 0. . Namun demikian jika memungkinkan tidak ada salahnya jika para guru juga memahami pembuktian secara deduktifnya. nampaknya pendekatan induktif ini cukup bisa diterima mengingat usia perkembangan mereka masih pada transisi dari concrete operations ke formal thought (Wadsworth. ≤.positif) …… (sifat distributif) …… (sifat aditif) …… (sifat perkalian) …… (arti bilangan negatif) Terbukti. Ini bisa terjadi karena dari sifat perkalian. Sifat-sifat tersebut apabila kita kaitkan dengan pertidaksamaan.Untuk siswa jenjang SMP. bilangan negatif dikalikan bilangan positif ya. sehingga …… (arti x > y) dengan dan …… (perkalian bil.

kemahiran matematika yang salah satunya reasoning and communication skill (Van de Walle. Matematika dibangun oleh sebuah asumsi. Aljabar. (1994). PPPPTK Matematika Yogyakarta Pertdksmaan-RachmdW-12 .berubah ( positif → negatif). bisa dipilih guru dalam membelajarkan siswanya khususnya tentang pertidaksamaan. Paradigma constructivism hendaknya juga dikedepankan. (1984).. definisi. Daftar Pustaka Krismanto Al (2009). semoga bermanfaat. dengan kebenaran konsisitensi yang mengikuti pola deduktif – aksomatis. Barry J. wacana pada Alternatif 2.berubah (negatif → positif). Widyaiswara PPPPTK Matematika Yogyakarta. pembuktian secara deduktif. “Pertidaksamaan jika dikalikan dengan bilangan negatif. Paket Fasilitasi KKG/MGMP Matematika SMP.. maupun sifat perkalian dan implikasinya sebagaimana disebutkan di atas. PPPPTK Matematika Yogyakarta Van de Walle. apa yang muncul pada masalah ini tidak lain adalah sesuatu yang tidak asing bagi dunia matematika. John A.. Elementary and Middle School MathematicsTeaching Developmentally. Widdiharto. sifat-sifat perkalian konsisten dengan kebenaran matematisnya maka deduktif maupun induktif sebagai implikasinya tetap bisa ditunjukkan. Dengan demikian agar tidak menimbulkan ‘kejanggalan’ dan tetap konsisten dengan konsep pertidaksamaan (bahwa yang dibandingkan adalah nilainya) maka notasi pertidaksamaan tandanya harus dibalik. Sejauh kesepakatan tentang konsep pertidaksamaan tetap dirujuk. Wadsworth. terimakasih. 2012 ______________________________________ *) Rachmadi Widdiharto. konsep. nilainya menjadi berubah dari nilai awalnya. ***medio oktober. maka jawabnya adalah “Ya’. namun diharapkan kepada para guru mohon untuk tidak begitu saja informasikan itu disajikan sebagai ‘pengumuman’ yang tanpa reserve.ketika kita kalikan kedua ruas dengan bilangan negatif. dan umumnya dalam mencerdaskan anak bangsa ini.1997) perlu juga diperhatikan. kesepakatan. harus dibalik tandanya?”. Rachmadi (2008). Bahan Ajar Diklat Guru Pengembang/Instruktur Matematika SMP Jenjang Dasar. Setidaknya.. Diagnostik Kesuliatan Belajar Matematika SMP dan Alternatif Remedinya . Addson Wesly.. Longman Inc. Piaget’s Theory of Cognitive and Affective Development. NY. Dengan demikian kembali pada pertanyaan judul di atas. sementara ketika bilangan negatif dikalikan bilangan negatif hasilnya menjadi positif .. Sebenarnya. ketika bilangan positif dikalikan bilangan negatif hasilnya menjadi negatif .. proses remediasi secara induktif. Artinya. Longman Inc.

Pertdksmaan-RachmdW-12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful