MAKALAH PERILAKU ORGANISASI

Kekuasaan Politik, Manajemen Stres, Budaya Organisasi, & Desain dan Struktur Organisasi

Di susun oleh : Razakky Arya P. Abdul Rozzak Rizky Tresiana P. (0910204273) (0910204210) (0910204215)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA (STIESIA) SURABAYA

2012
1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan kuasanya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Walaupun dalam proses penyelesaiannya penulis menghadapi sedikit kesulitan. Tujuan penulis membuat makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah perilaku organisasi di semester ganjil ini. Selain itu untuk memberikan informasi dan mengkaji materi tentang bagaimana peranan kekuasaan dan politik dalam suatu organisasi serta apa yang membedakan antara kekuasaan dan kepemimpinan. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini, terutama kepada dosen pada mata kuliah perilaku organisasi yang telah memberikan serta menjelaskan bahan kajian yang akan dibahas. Penulis sadar akan masih banyaknya kekurangan dalam makalah ini yang jauh dari sempurna, namun penulis telah berusaha untuk memberikan yang terbaik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi para pembaca. Atas segala perhatian dan partisipasinya penulis ucapkan terima kasih. Surabaya , 2012

Penulis,

2

.3 Jenis-jenis Organisasi……………………………………………………….10 Kesimpulan……………………………………………………………….7 Faktor Penyumbang Perilaku Politik……………………………………….14 BAB III BAB IV PENDAHULUAN …………………………………………………………...5 Politik dan Kekuasaan……………………………………………………… 6 1.23 4.15 PENDAHULUAN…………………………………………………………….5 Faktor Penyebab Perbedaan Struktur Organisasi……………………………24 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………… 3 ..4 Strategi Kekuasaan ………………………………………………………….10 BAB II PENDAHULUAN………………………………………………………….8 Faktor Individu………………………………………………………………8 1.2 Desain Organisasi………………………………………………………….4 1.2 Penyebab Stress……………………………………………………………12 2.1 Pengertian Stress………………………………………………………….1 Defiisi Kekuasaan………………………………………………………….15 3.3 Dasar-dasar Kekuasaan…………………………………………………….7 1.9 Faktor Organisasi……………………………………………………………9 1.DAFTAR ISI Halaman Judul……………………………………………………………………………1 Kata Pengantar……………………………………………………………………………2 Daftar isi………………………………………………………………………………….5 1. 4 1.…… 4 1.22 4.12 2..6 Realitas Politik………………………………………………………………7 1..3 Komponen Stress dalam Organisasi………………………………………. 3 BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………….20 4.12 2.20 4...2 Membedakan Kepemimpinan dan Kekuasaan………………………………4 1.1 Budaya Organisasi………………………………………………………….1 Pengertian Organisasi………………………………………………………....4 Struktur Organisasi………………………………………………………….20 4.

2 Membedakan Kepemimpinan dan Kekuasaan Kedua konsep kepemimpinan dan kekuasaan memiliki hubungan yang sangat erat.  Kekuasaan Paksaan yaitu ketergantungan pada rasa takut. Kekuasaan formal dapat berasal dari kemampuan untuk memaksa dari wewenang formal atau dari kendali atas informasi. Para pemimpin dapat menggunakan kekuasaan sebagai alat untuk mencapai tujuan kelompok. dan kekuasaan merupakan sarana untuk memudahkan pencapaian sasaran itu.1 Definisi Kekuasaan Kekuasaan adalah kapasitas atau potensi. 4 . Orang dapat memiliki kekuasaan tetapi tidak dapat memaksakan penggunaannya. Sedangkan kepemimpinan menuntut kongruensi antara sasaran pemimpin dan para pengikutnya. Perbedaan antara Kepemimpinan dan Kekuasaan berkaitan dengan kompatibilitas sasaran. Kepemimpinan berfokus pada pengaruh kebawah terhadap bawahan seseorang dan meminimalkan pentingnya pola pengaruh kesamping dan keatas. maka akan semakin besar kekuasaan orang lain terhadap dirinya dalam hubungan itu. Kekuasaan merupakan fungsi dari ketergantungan yang dimana semakin besar ketergantungan seseorang pada orang lain.  Kekuasaan Hadiah yaitu ketergantungan atau kepatuhan tercapai berdasarkan kemampuan mendistribusikan imbalan yang dipandang berharga atau bermanfaat oleh orang lain. Seseorang bereaksi terhadap kekuasaan ini karena rasa takut akan akibat buruk yang mungkin terjadi jika tidak mematuhi.Bab I Pendahuluan 1.  Kekuasaan hukum yaitu kekuasaan yang diterima seseorang sebagai hasil dari posisinya dalam hirarki formal organisasi.dasar Kekuasaan A. Kekuasaan tidak menuntut kompatibilitas sasaran tetapi menuntut sekedar ketergantungan.3 Dasar. Pemimpin mencapai sasaran. 1. Kekuasaan Formal Didasarkan pada posisi individu dalam organisasi. 1.

Tawar Menawar : Gunakan perundingan melalui pertukaran manfaat atau keuntungan. Kepakaran telah menjadi salah satu sumber pengaruh yang paling ampuh. kita menjadi semakin bergantung pada pakar untuk mencapai sasaran. karena dunia telah menjadi semakin berorientasi teknologi.   Otoritas Lebih Tinggi : Dapatkan dukungan dari tingkat lebih tinggi dalam organisasi untuk mendukung permintaan. mengulangi peringatan. mengancam memberikan penilaian kinerja yang tidak memuaskan atau menahan promosi. dan bersikap bersahabat sebelum mengemukakan permintaan. Koalisi : Dapatkan dukungan orang lain dalam organisasi untuk mendukung permintaan itu. penciptaan goodwill. 5 . Kekuasaan Personal Kekuasaan yang berasal dari karakteristik unik setiap individu. Kekuasaan Informasi yaitu kekuasaan yang berasal dari akses ked an kendali atas informasi. Ketegasan : Gunakan pendekatan yang langsung dan kuat seperti misalnya menuntut pemenuhan permintaan.  Kekuasaan Kharismatik yaitu perluasan dari kekuasaan rujukan yang muncul dari kepribadian dan gaya interpersonal seseorang. Karena pekerjaan menjadi lebih terspesialisasi.  Kekuasaan Rujukan yaitu pengaruh didasarkan pada identifikasi dengan orang yang mempunyai sumber daya atau cirri pribadi seseorang. bersikap rendah hati. memerintahkan individu melakukan apa yang diminta. dan menunjukan bahwa aturan menuntut pematuhan. keterampilan khusus. Sanksi : Gunakan imbalan dan hukuman yang ditentukan oleh organisasi seperti misalnya mencegah atau menjanjikan kenaikan gaji. atau pengetahuan. 1. B.  Kekuasaan Pakar yaitu pengaruh yang dimiliki sebagai akibat dari keahlian.4 Strategi Kekuasaan      Nalar : Gunakan Fakta dari data untuk membuat penyajian gagasan yang logis atau rasional Keramahan : Gunakan sanjungan.

untuk tujuan kita. definisi kita meliputi upaya-upaya untuk mempengaruhi sasaran. Perilaku politik sah mengacu pada politik sehari-hari yang normal. penyebaran desas-desus. dan mengembangkan kontak diluar organisasi melalui kegiatan professional seseorang. tetapi yang mempengaruhi atau berusaha mempengaruhi. Definisi ini meliputi unsur-unsur yang dimaksudkan banyak orang ketika mereka berbicara tentang politik organisasi.1. kita mendeskripsikannya mereka sedang sibuk berpolitik. merintangi kebijakan atau keputusan organisasi dengan tidak bertindak atau mematuhi secara berlebihan aturan-aturan. orang ingin membangun relung yang dapat mereka gunakan untuk mempengaruhi. memperoleh imbalan. Terdapat banyak definisi mengenai politik organisasi. disamping itu. Dipihak lain terdapat juga perilaku politik tidak sah yang melanggar aturan permainan yang berlaku. pengungkapan penyelewengan. dan memajukan karirnya. Perilaku politik itu berada diluar persyaratan pekerjaan spesifik seseorang. membentuk koalisi. distribusi keuntungan dan kerugian dan didalam organisasi tersebut. atau proses yang digunakan dalam pengambilan keputusan ketika kita menyatakan bahwa politik itu menyangkut distribusi keuntungan dan kerugian didalam organisasi itu. kita mendefinisikan perilaku politik dalam organisasi sebagai kegiatan-kegiatan yang tidak di isyaratkan sebagai bagian dari peran formal seseorang dalam organisasi. dan melobi atas nama atau melawan individu atau alternatif keputusan. mereka dengan keterampilan polotik yang baik mempunyai kemampuan menggunakan dasar-dasar kekuasaan mereka yang efektif. tetapi pada hakikatnya semua berfokus pada penggunaan kekuasaan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi atau pada perilaku anggota-anggotanya yang bersifat mementingkan diri sendiri dan tidak mendapat sanksi dari organisasi. megeluh ke penyelia anda melalui rantai komando. pertukaran dukungan dengan orang-orang lain dalam organisasi demi keuntungan timbal balik.5 Politik dalam Kekuasaan Bila orang-orang berkumpul dalam kelompok-kelompok. kekuasaan akan muncul. definisi kita cukup luas sehingga mencakup perilaku politik seperti menahan informasi utama dari pengambil keputusan. Mereka yang memburu kegiatan ekstrem semacam itu sering dideskripsikan sebagai individu-individu yang memainkan bola 6 . kriteria. pembocoran informasi rahasia mengenai kegiatan organisasi ke media massa. perilaku ini menuntut upaya penggunaan dasar kekuasaan seseorang. Bila karyawan dalam organisasi mengubah kekuasaan mereka menjadi tindakan.

mungkin kita tidak tahu mengapa politik itu harus ada? tidakkah mungkin bahwa organisasi bebas dari politik? itu mungkin tetapi sangat kecil kemungkinannya. Dalam beberapa organisasi. ada yang merupakan karakteristik individu. kekuatan ini menciptakan persaingan dikalangan anggota untuk memperebutkan sumber daya organisasi yang terbatas.7 Faktor Penyumbang Perilaku Politik Tidak semua kelompok atau organisasi secara politis sama. apakah benar atau tidak. Organisasi terdiri dari individu-individu dan kelompok-kelompok dengan nilai. ragam perilaku politik yang tidak sah dan ekstrem menghadapi resiko sangat nyata akan kehilangan keanggotaan organisasi atau sanksi ekstrem melawan mereka yang menggunakannya dan kemudian tidak lagi memiliki cukup kekuasan untuk menjamin bahwa politik itu akan berhasil. yang berasal 7 . dan protes simbolik seperti misalnya mengenakan pakaian tidak ortodok atau pin protes dan kelompok karyawan secara serentak tidak masuk dan menelepon menyatakan sakit. Anggaran departemen. Kegiatan tidak sah itu menyangkut sabotase. dan kepentingan yang berlainan. Sumber daya di dalam organisasi juga terbatas. pengunkapan penyelewengan.keras. orang yang mengabaikan fakta kehidupan ini melakukan sesuatu yang membahayakan diri mereka sendiri. Jika sumber daya itu melimpah semua anggota yang beraneka ragam dalam organisasi itu dapat memenuhi sasaran mereka. Sebagian besar semua tindakan politik organisasi berasal dari varietas sah.6 Realitas Politik Politik merupakan fakta kehidupan dalam organisasi. selanjutnya. perolehan satu orang atau kelompok sering dianggap mengorbankan orang-orang lain didalam organisasi. riset dan pengamatan baru-baru ini mengidentifikasi sejumlah faktor yang tampaknya mendorong perilaku politik. Alasannya prragmatis. 1. tanggung jawab proyek dan penyesuaian gaji hanyalah beberapa contoh sumber daya yang alokasinya akan tidak disepakati oleh anggota-anggota organisasi. tetapi karena sumber daya itu terbatas tidak semua kepentingan dapat dipenuhi. sasaran. Tetapi. alokasi ruangan. misalnya permainan politik terjadi secara terang-terangan dan merajalela. 1. Hal itu membentuk potensi konflik mengenai sumber daya. yang sering mengubah konflik potensial menjadi konflik nyata. dalam organisasi lain politik memainkan peran kecil dalam mempengaruhi hasil.

Pemantau diri yang tinggi lebih peka terhadap isarat social. memperlihatkan tingkat kompormitas sosial yang lebih tinggi. kepribadian Machiavellian yang di cirikan dengan tekad memanipulasi dan hasrat akan kekuasaan lebih merasa nyaman mengunakan politik sebagai cara memajukan kepentingan dirinya. kemungkinan kecil ia akan mencoba cara itu. Dan tidak mengejutkan.karena yakin dapat mengendalikan lingkungan mereka. semakin banyak seseorang berinvestasi kedalam organisasi yang berupa harapan akan mamfaat masa depan yang meningkat. kita mendapati bahwa karyawan yang merupakan pemantau diri tinggi. 1. alternatif yang di pahami dan pengharapan akan sukses oleh individu akan pengaruhi sejauh mana ia akan mengejar cara tindakan politik secara sah. 8 . dengan keterampilan politik yang tinggi dan karyawan tida berpengalaman dan yang salah mampertimbangkan peluang mereka. investasi dalam organisasi. dan mempunyai kebutuhan yang tinggi akan kekuasaan dan lebih besar kemungkinan melakukan prilaku politik. memiliki lokus kendali internal. Harapan besar akan sukses dalam penggunaan cara yang tidak sah akan mungkin di lakukan oleh individu yang berpengalaman maupun yang berkuasa. kebutuhan dan faktor-faktor lain tetentu yang kemungkinan besar terkait dengan prilaku politik. yang lain adalah hasil dari budaya atau lingkungan internal organisasi. lebih cendrung mengambil sikap proaktif dan berupaya memanipulasi situasi untuk mendukung mereka. reputasi yang bagus. atau kontak yang berpengaruh di luar organisasi. Dari segi ciri.dari ciri untuk orang-orang yang dipekrjakan oleh organisasi itu. jika individu mempunyai harapan kecil untuk sukses dalam menggunakan cara yang tidak sah.dan semakin kecil kemungkinan ia menggunakan cara yang tidak sah Semakin banyak seseorang memiliki kesempatan pekerjaan alternatif karena adanya pasaran kerja yang menguntungkan atau kepemilikan keterampilan dan pengetahuan yang langka yang langka. Akhirnya. Di samping itu. dan lebih besar kemungkinannya sangat trampil berprilaku politik dari pada diri yang rendah. Semakin dia siap menanggung resiko atas tindakan politik yang tidak sah.8 Faktor Individu Pada tingkat individu. Individu dengan lokus kendali internal.semakin banyak orang itu rugi jika didepak keluar. para peneliti mengidentifikasikan ciri kepribadian .

terancam oleh hilangnya sumber daya. orang-orang dapat melakukan tindakan politik untuk mengamankan apa yang mereka miliki. Jika seseorang menganggap bahwa karir keseluruhannya bergantung pada angka penjualan kuartal yang akan dating atau laporan produktifitas pabrik bulan depan.1. Ketika organisasi-organisasi melakukan perampingan untuk meningkatkan efisiensi. kemungkinan lebih besar politik akan muncul.9 Faktor Organisasi Kegiatan politik lebih merupakan fungsi dari karakteristik organisasi daripada variabel perbedaan individu. mereka akan berusaha keras agar tampak baik. meski jangkauan perilaku politik sangat beraneka ragam. 9 . Semakin sedikit kepercayaan dalam organisasi. kemungkinan besar akan merangsang konflik dan meningkatkan permainan politik. bila orang dituntut secara ketat bertanggung jawab atas hasil. kesempatan untuk promosi atau maju mendorong orang bersaing memperebutkan sumber daya yang terbatas dan berusaha mempengaruhi secara posirif hasil keputusan.. bukti lebih kuat mendukung bahwa situasi dan budaya tertentu meningkatkan politik. Semakin besar tekanan yang dirasakan oleh para karyawan untuk berkinerja dengan baik. lebih spesifik bila sumber daya organisasi menurun. Keputusan promosi jabatan senantiasa dijumpai sebagai salah satu yang paling politis dalam organisasi. pengurangan sumber daya harus dilakukan. Tekanan yang tinggi atas kinerja dan manajer senior yang mementingkan diri sendiri akan menciptakan lahan perkembangan permainan politik. karena banyak organisasi mempunyai banyak karyawan dengan karakteristik individual yang kita cantumkan. system evaluasi kinerja yang tidak jelas. terdapat motivasi untuk memastikan bahwa akan muncul angkaangka yang mendukung. Jadi kepercayaan yang tinggi seharusnya menekan tingkat perilaku politik secara umum dan menghambat tindakan tidak sah secara khusus. bila pola sumber daya yang ada itu berubah dan bila terdapat kesempatan untuk promosi. ambiguitas peran. pengambilan keputusan yang demokratis. Walaupun kita mengakui peran yang dapat dimainkan oleh perbedaan individu dalam memupuk permainan politik. Disamping itu budaya yang dicirikan dengan kepercayaan rendah. semakin besar kemungkinan meraka terlibat dalam permainan politik. teristimewa perubahan yang menyiratkan realokasi sumber daya secara berarti didalam organisasi. semakin tinggi tingkat perilaku politik dan semakin besar tingkat kemungkinan munculnya perilaku politik yang tidak sah. tetapi setiap perubahan.

dan penggunaannya sebagai dasar kekuasaan menghasilkan kinerja yang tinggi pada anggota-anggota kelompok. argumentative. penggunaan yang efektif atas kekuasaan pakar dan acuan seharusnya menyebabkan kinerja. Orang yang cerdik berpolitik diharapkan mendapatkan penilaian kinerja yang lebih tinggi dan oleh karena itu. maka kita akan terbantu bila mempunyai kekuasaan. kenaikan gaji yang lebih besar dan lebih banyak promosi dibanding mereka yang canggung berpolitik. 1. Terciptalah iklim yang mendukung permainan politik. persepsi tentang politik organisasi umumnya berhubungan dengan lebih rendahnya kepuasan 10 . dan kepuasan karyawan yang lebih tinggi. telah dikemukakan. sebaliknya kekuasaan paksaan. teristimewa bila mereka berhasil melakukan hal itu dan mendapat imbalan. Terdapat bukti bahwa orang-orang akan memberikan tanggapan secara berlainan terhadap berbagai dasar kekuasaan.Akhirnya bila para karyawan menyaksikan orang-orang di puncak menjalankan perilaku politik. Sedikit karyawan yang senang bila tidak berkuasa dalam pekerjaan dan organisasi mereka. tampak bahwa kompetensi menawarkan daya tarik yang luas. permainan politik yang dilakukan oleh manajemen puncak dalam arti tertentu memberikan izin kepada mereka yang lebih rendah dalam organisasi bermain politik dengan menyiratkan bahwa perilaku semacam itu dapat diterima. sebagai manajer yang ingin memaksimalkan kekuasaan. bagi karyawan yang keterampilan politiknya sedang atau yang tidak ingin bermain politik.10 Kesimpulan Jika kita ingin semua berjalan dalam kelompok atau organisasi. karena orang cenderung lebih menerima baik dan berkomitmen pada individu yang mereka kagumi atau yang pengetahuannya mereka hargai (bukannya seseorang yang mengandalkan posisinya untuk memberi imbalan atau memaksa mereka). dimana harapan kinerja yang di isyaratkan ke mereka melampui sumber daya dan kemampuan mereka. Kekuasaan pakar dan rujukan(acuan) berasal dari ciri pribadi individu. Mereka yang cerdik berpolitik juga cenderung memperlihatkan kepuasan kerja yang lebih tinggi. komitmen. dan temperamental maka itu mungkin karena mereka berada dalam posisi tidak berkuasa. misalnya bahwa ketika orang-orang dalam organisasi suka asal beda. kekuasaan imbalan dan kekuasaan yang sah pada hakikatnya diturunkan oleh organisasi. tentu akan meningkatkan ketergantungan orang lain pada manajer.

11 .kerja dan kinarja yang dilaporkan sendiri dan meningkatnya kecemasan. serta pengunduran diri karyawan.

stres yang disebabkan oleh sesuatu yang baik. jenis kelamin. seperti promosi jabatan.Bab II Pendahuluan 2. STRESOR EKSTRA ORGANISASI Stresor di luar organisasi berhubungan dengan efek dan perasaan negatif pada pekerjaan mencakup: – Perubahan sosial /teknologi mempunyai efek yang besar pada gaya hidup yang terbawa pada pekerjaan – – – – 12 Keluarga. 2. krisis keluarga Pindah tempat (relokasi) sekeluarga karena promosi Perubahan hidup . seperti sanksi.2005:441)  Distres. kehilangan pasangan karena kematian atau perceraian. Kecemasan hanya berada pada lingkup emosional dan psikologis. tekanan waktu. seperti menjadi lebih tua. buruk atau dihindari (Luthans. karir yang terhambat  Eustres. kelas sosial . Sedang Stres selain berada pada lingkup emosional dan psikologis dan juga pada lingkup fisik • • Stres bukan hanya ketegangan saraf Stres bukan sesuatu yang selalu merusak. orang yang dikasihi menderita sakit parah. tanggung jawab yang meningkat. stres yang disebabkan sesuatu yang buruk. Variabel sosiologis spt. tugas yang berkualitas. dan atau perilaku pada anggota organisasi. hubungan yang buruk. sakitnya anggota keluarga. seperti. ras. pertengkaran. psikologis.1 Pengertian STRES adalah respon adaptif terhadap situasi eksternal yang menghasilkan penyimpangan fisik.2 PENYEBAB STRESS 1. • Stres bukan hanya masalah kecemasan.

daya tahan terhadap provokasi. teknologi canggih  Struktur dan Desain Organisasi Contoh: sentralisasi dan formalisasi. 4.2. penerangan kurang 3. seperti perasaan orang mengenai kemampuan mengontrol situasi c. tidak sehat. tidak aman. 13 . bau . dimensi situasi dan disposisi individu dapat mempengaruhi stres a.  Kurangnya kohesivitas / kebersamaan kelompok  Kurangnya dukungan sosial Jika dukungan sosial kurang pada individu. Persepsi kontrol personal. d. STRESOR KELOMPOK Stresor kelompok dikategorikan menjadi. dingin. tidak ada kesempatan maju  Proses Organisasi Contoh: pengawasan yang ketat. kurangnya partisipasi  Kondisi Kerja Contoh: area kerja bising. STRESOR INDIVIDU Pada level individu. komunikasi satu arah. Ketidakberdayaan yang dipelajari. Daya tahan psikologis. panas. sedikit umpan balik . tekanan. penyusutan karyawan. aturan birokrasi. konflik lini-staf. maka situasi ini akan membuat stres. Ciri kepribadian b. orang yang menyerah pada situasi walaupun sebenarnya ia dapat melawannya. ambiguitas peran. STRESOR ORGANISASI Stresor organisasi yang potensial mencakup:  Kebijakan dan Strategi Organisasi Contoh. rotasi shift kerja.

STIMULUS/PEMICU • • • • Lingkungan Organisasi Kelompok Individu 2. RESPON • • • Frustrasi Kegelisahan Ketertekan 14 .3 KOMPONEN STRES DALAM ORGANISASI 1.2.

kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi. memikirkan dan merasakan berkenaan dengan masalah-masalah tersebut. Pengertian Budaya Organisasi Budaya organisasi memiliki makna yang luas. norma. Para ahli antropologi sering kali menggunakan istilah sociocultural. dengan maksud agar organisasi belajar mengatasi atau menanggulangi masalah-masalahnya yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan dengan cukup baik. antara lain:   Menurut Luthans ( 1998 ). dan ritual budaya tidak muncul begitu saja. Pengetahuan. adat. Budaya dan sub – budaya suatu bangsa mempengaruhi bagaimana transaksi organisasi dilakukan. Sarplin ( 1995 ) mendefinisikan budaya organisasi merupakan suatu sistem nilai. artifak. Individu dan kelompok dalam masyarakat memainkan suatu peran dalam perjalanan yang ditempuh oleh budaya selama beberapa waktu.1 BUDAYA ORGANISASI Masyarakat terdiri dari manusia dan budayanya. Manajemen perlu memahami budaya nasional dan berbagai karakteristik budaya organisasi. bahasa.Bab III Pendahuluan 3. agama. adat. diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu. budaya organisasi merupakan norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. tetapi berkembang melalui evolusi dan dipengaruhi oleh politik. 15 .  Schein ( 1992 ) mendefinisikan budaya organisasi sebagai suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan. budaya nasional merupakan suatu gabungan total dari keyakinan. rasa fleksibilitas dalam mengikuti perbedaan budaya nasional telah menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan oleh manajer dalam rencana yang mereka buat. Belajar bekerjasama dalam sebuah dunia yang dipengaruhi oleh perbedaan budaya nasional menjadi persyaratan utama manajemen yang efektif. diyakini bersama. Nilai. oleh karena itu. Mereka berpendapat bahwa budaya suatu bangsa dipelajari. peraturan. dan aspek budaya yang lain. dan bahwa budaya tersebut mendefinisikan batasan untuk berbagai kelompok yang berbeda dan berbagai aspek budaya nasional. ritual. 1. sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami. rasa hormat. dan institusi yang menentukan ciri populasi tersebut.

norma-norma. Gambaran itu menjadi dasar bagi perasaan pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu. Budaya organisasi juga mengacu ke sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. tampak bahwa budaya organisasi memiliki peran yang sangat strategis untuk mendorong dan meningkatkan efektifitas kinerja organisasi. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. dan seremoni yang dilakukan perusahaan. bahasa. bila diamati dengan lebih seksama. mitos. Riset paling baru mengemukakan tujuh karakteristik primer berikut yang bersama-sama menangkap hakikat dari budaya organisasi : a. budaya organisasi adalah sistem dari shared values. a.  Hodge. dan cara para anggota diharapkan berperilaku. yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan ( observable ) dan yang tidak kelihatan ( unobservable ). keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku. budaya organisasi mencakup beberapa aspek organisasi seperti arsitektur. cara penyelesaian urusan di dalamnya. kepercayaan. Peran budaya organisasi adalah sebagai alat untuk menentukan arah organisasi. peraturan. asumsi-asumsi para anggota organisasi untuk mengelola masalah dan keadaan-keadaan disekitarnya. legenda. merupakan seperangkat karakteristik utama yang dihargai oleh organisasi itu. Maka dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini.Perhatian terhadap detail c. bagaimana mengalokasikan sumber daya dan mengelola sumber daya 16 . seragam pola perilaku. Anthony dan Gales ( 1996 ) mendefinisikan budaya organisasi sebagai konstruksi dari dua tingkat karakteristik.Keagresifan g.Kemantapan Setiap karakteristik tersebut berada pada kontinum dari rendah ke tinggi. Sedangkan pada level unobservable. akan diperoleh gambaran gabungan atas budaya organisasi itu. Sistem makna bersama ini.Inovasi dan pengambilan resiko b. 2. mengarahkan apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. budaya organisasi mencakup shared values. Menurut Mondy dan Noe ( 1996 ).Orientasi orang e.Orientasi hasil d. khususnya kinerja manajemen dan kinerja ekonomi.Peran Budaya Organisasi Dari pengertian budaya organisasi di atas.  Pada level observable.Orientasi tim f.

3. yaitu: a. yaitu kepercayaan. b. melebihi batasan ketertarikan individu d. yaitu struktur dan proses organisasional purba yang dapat diamati tapi sulit ditafsirkan. b.Tingkat Budaya Schein membagi ke dalam tiga tingkatan budaya. 17 . dan juga sebagai alat untuk menghadapi masalah dan peluang dari lingkungan internal dan eksternal. maka semakin tinggi tingkat budayanya.Budaya mendorong stabilitas sistem sosial. Jika dihubungkan dengan nilai.Artifacts. •Semakin mendasar penataan nilai ( aspek kualitatif ). Budaya berfungsi untuk menyampaikan rasa identitas kepada anggota-anggota organisasi c. yaitu tujuan.organisasional. baik masalah-masalah yang menyangkut perubahan eksternal maupun masalah internal yang menyangkut persatuan dan keutuhan organisasi.Budaya memiliki suatu peran batas-batas penentu. strategi dan filsafat c. Basic Underlaying Assumptions. antara lain: a. tingkatan budaya dapat dibagi menurut kuantitas dan kualitas sharing ( keberbagian ) suatu nilai dalam masyarakat: •Semakin banyak anggota masyarakat ( aspek kuantitatif ) yang menganut. Pembentukan budaya akademisi dalam organisasi diawali oleh para pendiri (founder) institusi melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :  Seseorang mempunyai gagasan untuk mendirikan organisasi.Budaya bertugas sebagai pembentuk rasa dan mekanisme pengendalian yang memberikan panduan dan bentuk perilaku serta sikap karyawan 5. Budaya merupakan suatu ikatan sosial yang membantu mengikat kebersamaan organisasi dengan menyediakan standar-standar yang sesuai mengenai apa yang harus dikatakan dan dilakukan karyawan. semakin kuat budayanya 4. persepsi. yaitu budaya menciptakan perbedaan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. Espaused Values.Fungsi Budaya Budaya memiliki beberapa fungsi di dalam suatu organisasi. e.Budaya mempermudah penerusan komitmen hingga mencapai batasan yang lebih luas. memiliki dan menaati suatu nilai. perasaan yang menjadi sumber nilai dan tindakan.Hal-hal yang Mempengaruhi Budaya Organisasi Menurut Piti Sithi-Amnuai bahwa pembentukan budaya organisasi terjadi tatkala anggota organisasi belajar menghadapi masalah.

kredo dan keyakinan terhadap kemampuan pekerja Untuk mewujudkan tertanamnya budaya organisasi tersebut harus didahului oleh adanya integrasi atau kesatuan pandangan barulah pendekatan manajerial yang bisa dilaksanakan antara lain berupa :       Menciptakan bahasa yang sama dan warna konsep yang muncul. Mengembangkan syariat. misalnya ungkapan-ungkapan bersayap. norma. ungkapan slogan. Asumsi nilai yang berlaku sama ini dianggap sebagai faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi yang dapat dibagi menjadi :   Share things. Distribusi wewenang dan status. Menurut Vijay Sathe dengan melihat asumsi dasar yang diterapkan dalam suatu organisasi yang membagi “Sharing Assumption” Sharing berarti berbagi nilai yang sama atau nilai yang sama dianut oleh sebanyak mungkin warga organisasi. nguopin di Bali. 18 . ucapan selamat. misalnya pertemuan. biaya dan teknologi. Menentukan batas-batas antar kelompok. batik PGRI yang menjadi ciri khas organisasi tersebut Share sayings. Ia menggali dan mengarahkan sumber-sumber baik orang yang sepaham dan setujuan dengan dia (SDM). tharekat dan ma’rifat yang mendukung norma kebersamaan. kerja bakti. Baldatun thoyibatun wa robbun ghoffur diperguruan muhammadiyah.   Share doing. gaya. acara wisuda mahasiswa dan lain sebagainya. Menentukan imbalan dan ganjaran Menjelaskan perbedaan agama dan ideologi. aniversary. Bennet Silalahi bahwa budaya organisasi harus diarahkan pada penciptaan nilai (Values) yang pada intinya faktor yang terkandung dalam budaya organisasi harus mencakup faktor-faktor antara lain: : keyakinan. kegiatan sosial sebagai bentuk aktifitas rutin yang menjadi ciri khas suatu organisasi seperti istilah mapalus di Sulawesi. misalnya pakaian seragam seperti pakaian Korpri untuk PNS.  Mereka meletakan dasar organisasi berupa susunan organisasi dan tata kerja. nilai. Sedangkan menurut pendapat dari Dr. pemeo seprti didunia pendidikan terdapat istilah Tut wuri handayani. Share feeling. turut bela sungkawa.

Pelanggan/stakehoulder akademis Harapan perusahaan/organisasi Sistem informasi dan control Peraturan dan lingkungan perusahaan Prosedur dan kebijakan Sistem imbalan dan pengukuran Organisasi dan sumber daya Tujuan. nilai dan motto. 19 . faktor value dan integrasi dari Bennet ada beberapa faktor pembentuk budaya organisasi lainnya dari hasil penelitian David Drennan selama sepuluh tahun telah ditemukan dua belas faktor pembentuk budaya organisasi /perusahaan/budaya kerja/budaya akdemis yaitu :             Pengaruh dari pimpinan /pihak yayasan yang dominan Sejarah dan tradisi organisasi yang cukup lama. Teknologi. produksi dan jasa Industri dan kompetisinya/ persaingan.Selain share assumption dari Sathe.

dimana pemimpinnya juga mnejadi pemilik. Dikembangkan untuk mencapai tujuan Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun. tidak mahal untuk dikelola. Cepat. Rancangan ini dapat ditemukan pada organisasi usaha yang kecil.usaha menjahit pakaian. Kekuatan utama dari rancangan organisasi ini terletak pada kesederhanaanya. rentang kendali yang luas. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa diterapkan pada organisasi yang besar. pengembangan. Pengambilan 20 .1 Pengertian Organisasi Beberapa definisi tentang Organisasi menurut para ahli : Menurut ERNEST DALE: Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan.sedangkan perusahaan yang banyak formalisasi disebut organisasi mekanistik. dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok. wewenang yang terpusat pada seseorang saja. Rancangan Organisasi Rancangan organisasi adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang rendah. Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi 4. dan sedikit formalisasi. Contohnya : pedangan batik.BAB 4 Pendahuluan 4. Hal ini karena ketika diterapkan pada organisasi yang besar dimana formalisasi-nya yang rendah dan sentralisasinya yang tinggi akan menyebabkan kelebihan beban (overload) informasi di puncak.2 Desain organisasi 1. dan akuntabilitasnya jelas. fleksibel. Definisi UMUM: “Kelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan” CIRI-CIRI ORGANISASI:     Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan. Perusahaan yang formalisasinya sedikit di sebut organisasi organik.

Menyatukan beberapa kekhususan dalam departemen-departemen fungsional menghasilkan skala ekonomi. 21 . struktur dengan tugas-tugas yang beroperasi sangat rutin dicapai melalui spesialisasi. duplikasi yang minim pada personel dan perlatan. yang meminimalkan jumlah yang diperlukan sembari memungkinkan pengumpulan dan pembagian sumber-sumber daya khusus untuk seluruh produksi. Struktur Matrik Merupakan rancangan struktur organisasi lain yang populer. Kekuatan utama birokrasi adalah terletak pada kemampuannya menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar secara efisien. dan perusahaan konsultan managemen. Matrik mengkombinasi dua bentuk departementalisasi yaitu fungsional dan produk.Karakteristik struktur matrik ia mematahkan konsep kesatuan komando. dan karyawan memiliki kesempatan untuk berbicara “dengan bahasa yang sama” di antara rekan-rekan sejawat mereka. struktur birokrasi menjadi tidak efisien lagi karena diperlukan aturanaturan baru untuk menyelesaikan permasalah tersebut. 2. Sedangkan kelemahan struktur birokrasi adalah berlebihan dalam mengikuti aturan. Sedangkan kelemahannya adalah sulit mengkoordinasi tugas para spesialis fungsional yang beragam agar kegiatan mereka selesai tepat waktu dan tepat anggaran.rumah sakit. Artinya.Kelemahan utama dari struktur matrik adalah sering menyebabkan kebingungan yang dapat meningkatkan stres karena ada ambiguitas peran sekaligus dapat menciptakan konflik. Karyawan yang berada dalam struktur matrik memiliki dua atasan (misal manajer produksi dan manajer fungsional). ketika dihadapkan pada permasalahan baru. kurang inovatif dan birokrasi hanya efisien sepanjang karyawan menghadai masalah-masalah yang sebelumnya sudah diatur dengan jelas cara penyelesaiannya.terletak dalam kemampuanya untuk melakukan kegiatan-kegiatanya yang distandardisasi dengan cara yang efisien. Contohnya : penyusunan laporan keuangan setiap bulan. tidak ada ruang untuk modifikasi. Kekuatan departementalisasi fungsional terletak misalnya pada penyatuan para spesialis . 3.keputusan akan berjalan lambat karena tergantung kepada satu orang yaitu pemilik sekaligus pimpinan organisasi. Srtuktur Birokrasi Yaitu. Struktur ini dapat di temukan dalam organisasi-organisasi periklanan perguruan tinggi.kekuatan utama dari organisasi ini.

3 Jenis – Jenis Organisasi 1) Organisasi Mekanistik ( OM ) Organisasi yang formalisasi tinggi. Sumber informasi yang lengkap dan baik 2) Organisasi Organik (OO) Organisasi yang formalisasinya rendah.4. Ciri-ciri :    Teknologi yang intensif dan tepat guna Staf yang terampil Kendali dan fungsi teknikal disentralisasi 22 . dan di bidang teknologinya rendah. Ciri-cirnya :        Kerja yang berulang –ulang Pembagian kerja yang ketat Tingkat keterampilan rendah Pekerjaan terumuskan dengan jelas dan baik Saluran distribusi yang berpatok Sumber suplay yang jelas dan mantap. ciri-ciri :          Kerja tidak rutin Batasan pekerjaan tidak ketat Beragam sistim untuk distribusi Memerlukan orang dengan keterampilan tinggi Keterampilan klinikal diperlukan untuk menilai perubahan-perubahan Penggunaan minimal dari data sejarah Pengambilan keputusan decenralized Sruktur dan sistim kerja yang lentur Konflik antar profesional 3) Organisasi Campuran Dominasi teknologi (OCDT ) Organisasi yang formalisasi nya di bidang pemasaranya tinggi.

maka dalam organisasi ini terdapat tingkat formalisasi yang rendah. Model Organik 1. Pada organisasi yang berbentuk organic. terdapat ciri-ciri yaitu: adanya tingkat formalisasi yang tinggi. tingkat sentralisasi yang tinggi. terdapat ciri-ciri yaitu: adanya formalisasi dan sentralisasi pada tingkat moderat. diferensiasi lini-staf. 23 . adanya training-training yang bersifat formal atau wajib.Mostly Mechanistic. Pada jenis organisasi ini. training atau pengalaman kerja yang sedikit atau tidak terlalu penting. serta diperlukan training dan pengalaman untuk melakukan tugas pekerjaan. 1.formalisasi. 2. terdapat tingkat sentralisasi yang rendah.sentalisasi kekuasaan .4 Struktur Organisasi Struktur suatu organisasi merupakan suatu determinan kemampuan berfungsi secara efosien dan menyesuaikan terhadap lingkungannya. Organic.Mechanistic.4) Organisasi Campuran Dominansi Pasar (OCDP ) Formalisasi di bidang teknologi tinggi. Pada organisasi yang berbentuk mechanistic. ada span of control yang lebar serta adanya komunikasi yang bersifat vertikal dan tertulis. Model Mekanistik 1. Selain itu terdapat span of control yang sempit serta adanya komunikasi horisontal dalam organisasi. 4. 2. Ciri-ciri :     Teknologi dengan jaringan panjang Saluran Distribusi dipengaruhi oleh perubahan Lebih menjadi promoters dari pada sales Kedali yang di desentalisasi dalam fungisi pemasaran.di bidang pemasaran rendah. span of control yang bersifat moderat serta terjadi komunikasi tertulis maupun verbal dalam organisasi tersebut.serta tipe depertensasi. Aspek utama dalam struktur ini yaitu : tentang pengendalian dan diferensiasi vertikal.

pemasok dan komunitas finansial. Ukuran Ukuran adalah besarnya suatu organisasi yang terlihat dari jumlah orang dalam organisasi tersebut. Lingkungan. Teknologi organisasi adalah dasar dari subsistem produksi. 3. Teknologi Organisasi. 4. 24 . Strategi mencapai sasarannya. Selain itu diperlukan pengalaman kerja yang banyak dalam organisasi ini. Lebih tepatnya. Elemen kunci mencakup industri. termasuk teknik dan cara yang digunakan untuk mengubah input organisasi menjadi output. Lingkungan mencakup seluruh elemen di luar lingkup organisasi. Mostly Organic Pada organisasi yang berbentuk mostly organic Formalisasi dan sentralisasi yang diterapkan berada di tingkat moderat. 4. pemerintah. Terdapat span of control yang bersifat antara moderat sampai lebar serta lebih banyak komunikasi horisontal yang bersifat verbal dalam organisasi tersebut. struktur harus mengikuti strategi 2. Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi maka logis kalau strategi dan struktur harus terkait erat.5 Faktor penyebab perbedaan struktur organisasi Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk 1. pelanggan.2.

Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia. Stephen P.google.S (2002). Jakarta : Salemba Empat 25 .multiply. Psikologi Industri dan Organisasi.    Munandar. http://zainalmuttaqien. dan Judge Timothy A. Jakarta : PT..com Robbins Stephen P.com/journal/item/5/Kekuasaan_Dan_Politik_Dalam_Manaje men_    http://irwanprayitno.htm http//www. 2007.A.wexley. 2011. Jakarta : UI Press Kennenth n. 2003. Jilid 2.Bina aksara Robbins dan Judge. Perilaku Organisasi : Jakarta.DAFTAR PUSTAKA  Robbins. Perilaku Organisasi. Perilaku Organisasi: OrganizationalBehaviour Buku 2 Edisi 12: Jakarta : Salemba Empat. PT Indeks kelompok Gramedia.info/artikel/1213778798-pendidikan-dalam-perpsektif-politik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful