P. 1
Referat KB

Referat KB

|Views: 61|Likes:
Published by Tiara Rahmawati

More info:

Published by: Tiara Rahmawati on Sep 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2014

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • BAB II PEMBAHASAN
  • Definisi
  • A.Keluarga berencana alamiah / kontrasepsi alamiah
  • I.Pantang berkala (sistem kalender)
  • II.Metode suhu basal/suhu tubuh basal(STB)
  • III.Metode ovulasi billings (MOB)
  • IV.Simptotermal (STB+Mukosa Servik)
  • V.Senggama terputus - pra-ejakulasi atau pancaran ekstravaginal
  • VI.Metode amenore laktasi(MAL)
  • B.Metode barier
  • I.Kondom
  • KONDOM Baik digunakan Tidak baik digunakan
  • II.Diafragma
  • Cara Kerja
  • Keterbatasan
  • Pemasangan Diafragma
  • Pelepasan Diafragma
  • III.Spermisida
  • Jenis
  • Pilihan
  • Manfaat
  • Petunjuk Umum
  • Aerosol (busa)
  • Krim dan Jeli
  • Suppositoria
  • IV.AKDR/IUD
  • Jenis- jenis AKDR
  • Keuntungan
  • Efek samping dan kerugian
  • Kontraindikasi
  • Efektivitas
  • Persyaratan Pemakaian
  • Pemasangan AKDR
  • Pemasangan post plasenta
  • Pemasangan segera pasca persalinan
  • Pemasangan IUD transcesarian
  • Pemasangan IUD interval
  • Cara mengeluarkan AKDR
  • C.Kontrasepsi hormonal
  • I.PIL
  • Efektifitas
  • Efek Samping
  • Kriteria Yang Dapat Menggunakan Pil Kombinasi
  • Kriteria Yang Tidak Dapat Menggunakan Pil Kombinasi
  • Waktu Mulai Menggunakan Pil Kombinasi
  • 2.Minipill
  • Jenis Mini Pil
  • Kerugian
  • Indikasi
  • Kontra Indikasi
  • 5.Morning after pill
  • 1)Mifepristone
  • 2)Ormeloxifene
  • II.Suntikan
  • Yang tidak boleh menggunakan
  • Waktu mulai
  • III.Sub-kutis/bawah kulit : Implant
  • Mekanisme kerja
  • Efek samping
  • Waktu Pemasangan
  • Macam-macam
  • D. Kontrasepsi Mantap
  • I.Sterilisasi perempuan / Tubektomi
  • Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi
  • Kapan Dilakukan
  • II.Vasektomi
  • BAB III KONTRASEPSI PASCAPERSALINAN DAN PASCAKEGUGURAN
  • A.Metoda kontrasepi pasca persalinan
  • Metode
  • kontrasepsi Waktu pascapersalinan Ciri-ciri khusus
  • B.KONTRASEPSI PASCA ABORTUS
  • kontrasepsi Waktu mulai Ciri-ciri khusus
  • BAB IV
  • KESIMPULAN
  • DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN Sebagaimana diketahui keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat yang dapat mencerminkan kualitas dari

suatu negara. Keluarga yang sejahtera, sehat, harmonis, berkualitas, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan idaman dari setiap keluarga, oleh karena itu program-program Keluarga Berencana telah dirubah visinya dari mewujudkan NKKBS menjadi “Keluarga Berkualitas Tahun 2015”1. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari visi tersebut terlihat bahwa program Keluarga Berencana memiliki andil yang penting dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk. Keluarga berencana merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama. Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan keluarga berencana1. Perwujudan nyata dalam partisipasi program Keluarga Berencana adalah dengan menggunakan kontrasepsi. Tetapi dilain pihak terdapat kendala berupa banyaknya jenis kontrasepsi yang beredar dipasaran dan masyarakat hanya mampu menyebut jenis alat atau obat kontrasepsi tersebut sedangkan informasi-infomasi mengenai keuntungan, kekurangan, kontraindikasi maupun efek samping dari kontrasepsi tersebut tidak mereka dapatkan, belum lagi adanya pandangan-pandangan atau norma budaya lingkungan dan orang tua yang dapat membuat pengguna (akseptor) menjadi ragu-ragu dalam menggunakan kontrasepsi tersebut. Untuk itu diperlukan suatu layanan konseling agar dapat menjelaskan secara benar setiap kontrasepsi dengan jelas mengenai keuntungan, kerugian, efek samping maupun kontraindikasinya. Penggunaan alat dan obat kontrasepsi memang tidak dapat lepas dari efek samping dan risiko yang kadang-kadang dapat merugikan kesehatan, namun demikian yang harus dipikirkan adalah benefit/ keuntungan dari penggunaan alat/ obat kontrasepsi tersebut yang lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi.

Adapun syarat metode kontrasepsi yang ideal adalah1 : • • • • • Aman, artinya tidak menimbulkan komplikasi yang berat bila digunakan Berdaya guna, dalam arti bila digunakan sesuai dengan aturan akan dapat mencegah kehamilan Dapat diterima, bukan hanya oleh akseptor tapi juga oleh lingkungan budaya di masyarakat Terjangkau harganya oleh masyarakat Bila metode tersebut dihentikan penggunaannya, kesuburan akan segera pulih, kecuali untuk kontrasepsi mantap. Pengaturan kelahiran memiliki benefit (keuntungan) kesehatan yang nyata, salah satu contoh pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium, penggunaan kondom Program KB menentukan kualitas keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain memberi keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, KB juga dapat mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti HIV.

2

BAB II PEMBAHASAN Definisi Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperm yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut.1,2 Kontrasepsi yang bagus: • • • • • • Efektivitas yang tinggi Efek samping yang minimal Reversible Melindungi dari STD Mudah didapatkan Tidak ada kontraindikasi

Tujuan kontrasepsi • • • Menunda kehamilan: sampai usia 20 tahun Menjarangkan kehamilan:20-35 Menghentikan kehamilan/tidak hamil lagi:35 keatas

Urutan pemilihan kontrasepsi yang rasional1: Tunda (<20 thn) 1) Pil Jarangkan 2-4 tahun Menghentikan (20-35 thn) 1) IUD (>35thn) 1) Sterilisasi

3

2) IUD 3) Implant

2) Suntik 3) Pil

2) IUD 3) Implant 4) Suntik 5) pil

4) Suntikan 4) Implan 5) Sterilisasi Jenis kontrasepsi: 1) Kontrasepsi alamiah

Pantang berkala, suhu tubuh basal (STB), metode ovulasi billings (MOB), simptotermal (STB+Mukosa Servik), senggama terputus, laktasi. 2) Kontrasepsi barier mekanik Kondom, diafragma, spermisida, AKDR 3) Kontrasepsi hormonal Bentuk pil, suntikan, implant 4) Kontrasepsi mantap Tubektomi, vasektomi

Efektivitas

4

Merokok 5 .A.Keluarga berencana alamiah / kontrasepsi alamiah Profil dan mekanisme kerja  Belajar mengetahui kapan masa subur  Efektif jika tertib  Tidak ada efek samping  Sanggama dihindari pada masa subur  Yang dapat menggunakan: 1. Paritas berapapun 3. Kurus atau gemuk 4. Semua perempuan 2.

Alasan agama atau filosofi 7. Pasangan tidak mau bekerja sama 4.5. Belum mendapat haid 3. Tidak dapat menggunakan metode lain  Yang tidak menggunakan: 1. Pantang berkala (sistem kalender) Cara kerja: hindari senggama diwaktu subur. Tidak suka menyentuh daerah genital I. Kehamilan merupakan resiko tinggi 2. II. Metode suhu basal/suhu tubuh basal(STB) Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh 6 . Alasan kesehatan tertentu 6.

(progesterone tinggi membuat suhu tubuh lebih tinggi). kemungkinan suhu tubuh. Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah banguntidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya. Karena. jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan. bila sel telur/ovum berhasil dibuahi. Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari.5-360C. Stres. maka korpus luteum akan terus memproduksi hormon progesteron. Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Merokok dan atau minum alkohol.3 Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subuur / ovulasi. Faktor yang mempengaruhi metode suhu basal tubuh antara lain: • • Penyakit. Suhu normal tubuh sekitar 35. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). • • • III. Pada waktu ovulasi. atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral. suhu akan turun terlebih dahulu (hormone turun mendadak) dan naik menjadi 37-380C kemudian tidak akan kembali pada suhu 350C. Begitu sebaliknya. Metode ovulasi billings (MOB) Efektivitas 9-20 hamil/100 prempuan/tahun 7 . Pada saat itulah terjadi masa subur / ovulasi. Hal ini terjadi karena produksi progesteron menurun. Gangguan tidur. tidak Hal terjadi masa ini terjadi subur/ovulasi sehingga dikarenakan tidak tidak terjadi kenaikan adanya korpus luteum yang memproduksi progesteron. kemudian akan turun kembali sekitar 20C dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal sebelum menstruasi. per vagina. akibatnya suhu tubuh tetap tinggi.

8 . 2.3 Pemeriksaan lendir: 1) lendir jernih. lendir serviks akan mengalir dari vagina. Tidak efektif bila digunakan sendiri. Ovulasi hanya terjadi pada satu hari di setiap siklus dan sel telur akan hidup 12-24 jam. Lendir / mukosa serviks ini tidak hanya dihasilkan oleh sel leher rahim tetapi juga oleh sel-sel vagina. kekuningan dan lengket atau kering menunjukkan masa tidak subur sehigga aman untuk berhubungan. keruh. 2. kecuali dibuahi sel sperma. Kelebihan 1. Tidak cocok untuk wanita yang tidak menyukai menyentuh alat kelaminnya. Keterbatasan 1. Pada saat menjelang ovulasi. sebaiknya dikombinasikan dengan metode kontrasepsilain (misal metode simptothermal). lendir pada masa subur berperan menjaga kelangsungan hidup sperma selama 3-5 hari. Mudah digunakan. licin.Cara kerja: mengenali masa subur dari siklus menstruasi dengan mengamati lendir serviks dan perubahan rasa pada vulva menjelang hari-hari ovulasi. Oleh karena itu. mulus menunjukkan masa subur 2) Lendir kental. Tidak memerlukan biaya.

3. Ketika menggunakan metode ini bersamasama.3 Metode simptothermal akan lebih akurat memprediksikan hari aman pada wanita daripada menggunakan salah satu metode saja. Wanita yang memiliki infeksi saluran reproduksi dapat mengaburkan tanda-tanda kesuburan. Menyusui. 6. Tetapi ada teori lain mengamati kesuburan serviks dan yaitu perubahan suhu basal tubuh. Simptotermal (STB+Mukosa Servik) Metode simptothermal merupakan metode keluarga berencana alamiah (KBA) yang yang mengidentifikasi masa menyatakan bahwa subur dari siklus metode ini menstruasi wanita. Perimenopause. • keuntungan: . Spermisida. 2.Alamiah 9 . • Prinsipnya adalah menghindari deposit sperma di dalam fornix atau vagina untuk menghindarkan terjadinya pertemuan ovum dan sperma dalam periode subur.3. perubahan mukosa/lendir perhitungan masa subur melalui metode kalender. Metode tiga indikator ini mengkombinasikan metode suhu basal tubuh dan mukosa serviks. 2. Penggunaan kontrasepsi hormonal termasuk kontrasepsi darurat. Senggama terputus . maka tanda-tanda dari satu dengan yang lainnya akan saling melengkapi. Operasi serviks dengan cryotherapy atau electrocautery. Infeksi penyakit menular seksual.pra-ejakulasi atau pancaran ekstravaginal • Pengeluaran penis dari vagina sesaat sebelum terjadinya ejakulasi. 7. Hal yang Mempengaruhi Pola Lendir Serviks 1. Wanita yang menghasilkan sedikit lendir. Terkena vaginitis. 4. V. 5. Efektifitas 4-18 kehamilan/100 perempuan/tahun. 4. IV.

paling sedikit 1x pada malam hari (tidak 10 .Dapat dikombinasikan dgn berbagai metode KB alamiah yang lain . dengan penghisapan ASI yang intensif secara berulang kali akan menekan sekresi hormone GnRH sehingga sekresi FHS&LH rendah dan menekan perkembangan folikel di ovarium dan menekan ovulasi.yaitu. • Tidak dianjurkan pada:  pria dengan ejakulasi dini  pria yang sulit melakukan sanggama terputus  perempuan dengan pasangan yang sulit kerja sama  pasangan yang sulit berkomunikasi VI.Tak ada efek samping . Efektivitas 2 hamil/100/6bulan.Tidak butuh biaya dan persiapan khusus. Metode amenore laktasi(MAL) MLA merupakan metode kontrasepsi alamiah yang mengandalkan (rely on) pemberian ASI pada bayinya. 1. Instruksi yang diberikan.Efektif bila dilakukan dgn benar . memberikan ASI secara penuh (full breast feeding). Keterbatasan yaitu.Tidak mengganggu produksi ASI . tidak melindungi pengguna dari PMS (HIV/AIDS). tidak haid 4-6 bulan sejak melahirkan bayinya. tingkat efektivitas tergantung tingkat eksklusifitas menyusui bayi. Mekanisme kerjanya.2 Hanya dianjurkan pada perempuan: Menyusui eksklusif (8-10x per hari dengan interval <4jam) sejak bayi lahir sampai bayi berusia 6 bulan. dari kedua payudara (sekitar 8-10x sehari).. pada wanita yang bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam.

B.3 Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet). plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan. yaitu 0. Kondom akan efektif apabila pemakaiannya baik dan benar.1. kondom juga dapat dipakai bersamaan dengan kontrasepsi lain untuk mencegah PMS. KONDOM Baik digunakan Ingin berpartisipasi dalam program KB Tidak baik digunakan Mempunyai pasangan yang beresiko tinggi apabila terjadi kehamilan Ingin segera mendapatkan kontrasepsi Ingin kontrasepsi sementara Ingin kontrasepsi tambahan Alergi terhadap bahan dasar kondom Menginginkan kontrasepsi jangka panjang Tidak mau terganggu dalam persiapan untuk melakukan hubungan seksual Hanya ingin menggunakan Tidak peduli dengan berbagai alat kontrasepsi saat berhubungan Beresiko tinggi tertular/menularkan PMS persyaratankontrasepsi Cara pakai yang benar: 11 . berbentuk silinder. Metode barier I. jangan gantikan jadwal pemberian ASI dengan makanan/cairan lain . Kondom Kondom tidak hanya mencegah kehamilan.boleh > 4-6jam diantara 2 pemberian). Selain itu. dengan muaranya berpinggir tebal.02 mm. Efektifitas 12-14 hamil/100/tahun. yang digulung berbentuk rata.Selalu gunakan metode kontrasepsi pendukung misalnya kondom.2. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis. tetapi juga mencegah penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Standar kondom dilihat dari ketebalannya.

• Tahap 4 Buka gulungan kondom secara perlahan ke arah pangkal penis. Pastikan posisi kondom tidak berubah selama coitus. Jangan menggunakan gigi. lepas kondom saat penis masih ereksi. • Tahap 2 Buka kemasan kondom secara hati-hati dari tepi. benda tajam saat membuka kemasan. dan sebelum melakukan hubungan badan. tarik kembali gulungan ke pangkal penis. 2. Kondom perempuan 12 . sambil menekan ujung kondom. Pastikan gulungan kondom berada di sisi luar. • Tahap 6 Buang dan bungkus kondom bekas pakai ke tempat yang aman. Hindari kontak penis dan kondom dari pasangan anda. jika kondom menggulung.1. • Tahap 5 Setelah ejakulasi. • Tahap 3 Tekan ujung kondom dengan jari dan jempol untuk menghindari udara masuk ke dalam kondom. dan arah robekan ke arah tengah. • Kondom lelaki Tahap 1 Kondom dipasang saat penis ereksi.

• Tahap 2 Sebelum hubungan seksual. kemudian tekan sehingga sisi ring yang berseberangan akan bersentuhan dan bentuk inner ring menjadi lonjong. Pastikan kondom jangan sampai berputar. Jangan menggunakan gigi. Posisi dapat dilakukan secara berdiri satu kaki di atas kursi. dan arah robekan ke arah tengah. dan outer ring (ring yang besar) tetap berada di luar. gunakan jari telujuk untuk menekan inner ring lebih jauh ke dalam vagina. dan dengan jari lain pada sisi yang berseberangan. 13 . • Tahap 3 Pegang inner ring kondom. • Tahap 4 Atur posisi yang nyaman. perhatikan kondom wanita mempunyai ring yang lebar (outer ring) untuk bagian luar dan ring yang kecil ( inner ring) untuk bagian dalam.Buka kemasan kondom secara hati-hati dari tepi. Bantu penis masuk ke dalam kondom. lalu tekan dengan ibu jari pada sisi ring. jongkok maupun berbaring. • Tahap 6 Berikan sedikit minyak pelicin pada penis atau bagian dalam kondom. • Tahap 5 Masukkan inner ring ke dalam vagina dengan hati-hati. benda tajam saat membuka kemasan. Sewaktu kondom masuk ke dalam vagina.

keluarkan kondom secara hati-hati dengan memutar bagian outer ring untuk menjaga air mani yang tertampung di dalam kondom tidak tumpah.3 Beberapa jenis diafragma. Flat spring (Diafragma pegas datar). terbuat dari lateks (karet) yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutupi serviks. Jangan buang di toilet. Buang kondom bekas pakai ke tempat yang aman (tempat sampah). II. Jenis ini memiliki pegas kumparan spiral dan jauh lebih lunak dari pegas datar. Jenis ini cocok untuk vagina normal dan disarankan untuk pemakaian pertama kali. 3. Manfaat 14 . Coil spring (Diafragma pegas kumparan). 2. Jenis ini cocok untuk wanita yang vaginanya kencang dan peka terhadap tekanan. Jenis ini bermanfaat pada dinding vagina yang tampak kendur atau panjang dan posisi serviksmenyebabkan pemasangan sulit.• Tahap 7 Pasca coitus. Memiliki pegas jam yang kuat dan mudah dipasang. Arching spring. Diafragma Diafragma adalah kap berbentuk bulat. Sebagai alat untuk menempatkan spermisida. dan menimbulkan tekanan kuat pada dinding vagina. Keluarkan kondom secara hati-hati. Mencegah masuknya sperma melalui kanalis servikalis ke uterus dan saluran telur (tuba falopi). Tipe ini merupakan kombinasi dari flat spring dan coil spring.2. 2. Cara Kerja 1. 1. cembung.1.

Pemeriksaan pelvik diperlukan untuk memastikan ketepatan pemasangan. Efektif bila digunakan dengan benar. Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah dipersiapkan sebelumnya. Pastikan diafragma tidak berlubang. Tidak mengganggu kesehatan klien. Memerlukan motivasi dari pengguna agar selalu berkesinambungan dalam penggunaan alat kontrasepsi ini. • Tahap 2 Cari posisi yang nyaman Posisi pada dapat saat dengan pemasangan diafragma. 7. 1. Dapat menampung darah menstruasi. bila digunakan dengan spermisida). 5. 2.1. bila digunakan saat haid. 4. Pemasangan Diafragma Dipasang 6 jam sebelum dan pasca sanggama. • Tahap 1 Kosongkan kandung kemih dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Efektifitas tidak terlalu tinggi (angka kegagalan 6-16 kehamilan per 100 perempuan per 5. Harus masih terpasang selama 6 jam pasca senggama. Dapat menyebabkan infeksi saluran uretra. 4. dan dilepas <24 jam pasca sanggama. 6. Oleskan spemisida pada kap diafragma secara merata. berbaring ataupun sambil jongkok. Keberhasilan kontrasepsi ini tergantung pada cara penggunaan yang benar. Memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual. Tepi diafragma melipat menjadi dua 15 . 3. Keterbatasan tahun pertama. duduk di tepi kursi. mengangkat satu kaki ke atas kursi. Pisahkan bibir vulva. Tidak mengganggu produksi ASI. 6. 3. Tidak mempunyai pengaruh sistemik. 2.

kemudian keringkan sebelum disimpan kembali di tempatnya 16 . Jikahubungan seksual berlangsung di atas 6 jam setelah pemasangan. Cuci dengan sabun dan air. • Tahap 3 Masukkan diafragma ke dalam vagina jauh ke belakang. Spermisida harus berada di dalam kap. Jangan meninggalkan diafragma di dalam vagina lebih dari 24 jam. dorong bagian depan pinggiran ke jari atas di ke balik tulang pubis. • Tahap 2 Tarik diafragma turun dan tarik keluar.dengan sisi yang lain. Sarungkan • Tahap 1 Sebelum melepas diafragma. Letakkan jari telunjuk di tengah kap untuk pegangan yang kuat. cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. tambahkan spermisida ke dalam vagina. Pelepasan Diafragma Masukkan menyentuh serviks. \ Perhatian Diafragma masih terpasang dalam vagina sampai 6 jam setelah berakhir hubungan seksual. Kait bagian ujungdiafragma dengan jari telunjuk dan tengah untuk memecah penampung. dalam vagina sampai karetnya dan pastikan serviks telah terlindungi.

4. 2. Penggunaannya dianjurkan menunggu 10-15 menit setelah dimasukkan (insersi) 3. Tidak mengganggu kesehatan klien. 2. suppositoria atau dissolvable film. Menyebabkan sel selaput sel sperma pecah. Cara Kerja 1. Tablet vagina. 7. 3. Aerosol (busa). Memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual termasuk HBV dan HIV/AIDS. sangat mudah dibawa disimpan. suppositoria dan sebelum hubungan seksual.III. Spermisida Spermisida adalah alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia (non oksinol-9) yang digunakan untuk membunuh sperma. 9. Pilihan 1. 3. Aerosol (busa) akan efektif setelah dimasukkan (insersi). Menurunkan kemampuan pembuahan sel telur. Tidak mengganggu produksi ASI. Cara pemakaian 17 . 4. Mudah digunakan. 2. 6. Memperlambat motilitas sperma. Efektif seketika (busa dan krim). 3. Jenis 1. Jenis spermisida jeli biasanya digunakan bersamaan dengan diafragma. 8. Aerosol dianjurkan bila spermisida digunakan film sebagai pilihan pertama dan atau metodekontrasepsi lain tidak sesuai dengan kondisi klien. Manfaat 1. Tidak memerlukan resep ataupun pemeriksaan medik. Tidak mempunyai pengaruh sistemik. Krim. Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual. Sebagai pendukung metode lain. Tablet vagina. 5. 2.

baik cara pemakaian maupun penyimpanan dari setiap produk (misal: kocok terlebih dahulu sebelum diisi ke dalam aplikator). 3. Sebagai alat kontrasepsi. Petunjuk Umum 1. 4. tidak memerlukan waktu tunggu karena langsung larut dan bekerja aktif. spermisida dapat digunakan sendiri. Ulangi pemberian spermisida. vaginal contraceptive film/tissue. Di bawah ini merupakan cara pemakaian alat kontrasepsi spermisida sesuai dengan bentuknya: Aerosol (busa) Cara pemakaian: Sebelum digunakan. krim dan jeli. antara lain: aerosol (busa). 2. Menempatkan spermisida jauh ke dalam vagina agar kanalis servikalis tertutup secara keseluruhan. maupun suppositoria. Contraceptive Technology menyatakan bahwa angka kegagalan dari alat kontrasepsi spermisida ini 18 persen per tahun apabila digunakan dengan benar dan konsisten dan 29 persen apabila digunakan tidak sesuai petunjuk dan kurang berkesinambungan. Perhatikan petunjuk pemakaian spermisida. akan jauh lebih efektif bila dikombinasikan dengan alat kontrasepsi lain seperti kondom.cervical caps ataupun spons. Namun demikian. 6. 5. kocok tempat aerosol 20-30menit. Jarak tunggu 10-15 menit pasca insersi spermisida sebelum melakukan hubungan seksual. bila dalam 1-2 jam pasca insersi belum terjadi senggama atau perlu spermisida tambahan bila senggama dilanjutkan berulang kali. spermisida harus diaplikasikan dengan benar sebelum melakukan hubungan seksual. Bentuk spermisida bermacammacam. Kecuali bentuk spermisida aerosol (busa). diafragma. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengisi aplikator (busa atau krim) daninsersi spermisida.Sebagai alat kontrasepsi. Tempatkan 18 .

Masukkan aplikator menit ke sebelum melakukan hubungan seksual. Pegang aplikator dan dorong sampai krim atau jeli keluar. Cara memasukkan spermisida bentuk busa.kontainer dengan posisi ke atas. Dorong sampai busa keluar. Kontrasepsi Vagina Film/Tissue 19 . krim atau jeli dengan inserter. Aplikator segera dicuci menggunakan sabun dan air kemudian keringkan. tidak lebih dari satu jam sebelum melakukan hubungan seksual. Krim atau jeli biasanya digunakan dengan diafragma atau kap serviks. Krim dan Jeli Cara pemakaian: Krim dan jeli dapat dimasukkan ke dalam vagina dengan aplikator dan atau mengoles di ataspenis. Masukkan spermisida 10-15 Isi aplikator dengan krim atau jeli. Spermisida aerosol (busa) dimasukkan dengan segera. Ketika menarik aplikator. Masukkan aplikator ke dalam vagina mendekati serviks dengan posisi berbaring. dalam vagina mendekatiserviks. letakkan aplikator pada mulut kontainer dan tekan untuk mengisi busa. atau dapat juga digunakan bersama kondom. Aplikator sebaiknya digunakan untuk pribadi. Aplikator segera dicuci menggunakan sabun dan air kemudian keringkan. Kemudian tarik aplikator keluar dari vagina. pastikan untuk tidak menarik kembali pendorong karena busa dapat masuk kembali ke pendorong.

Tunggu sekitar 15 menit agar film larut dan bekerja efektif. Cara memasukkan spermisida bentuk suppositoria. Suppositoria Cara pemakaian: Suppositoria merupakan spermisida berbentuk kapsul yang dapat larut dalam vagina. 20 . Sediakan selalu tablet vagina atausuppositoria. Sambil berbaring masukkan masukkan suppositoria jauh ke dalam vagina. Masukkan jari Anda ke dalam vagina dan dorong film ke dalam vagina mendekati serviks. Keadaan jari yang kering dan cara memasukkan film secepat mungkin ke dalam vagina. akan membantu penempelan dan jari tidak menjadi lengket. Tunggu 10-15 menit sebelum melakukan hubungan seksual. menggunakannya.Cara pemakaian: Sebelum membuka kemasan. Lepaskan tablet vagina atau suppositoria dari kemasan. terlebih dahulu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Spermisida bentuk film/tissue ini berupa kotak-kotak Untuk tipis yang larut dalam serviks. Cuci tangandengan sabun dan air mengalir sebelum membuka kemasan. lipat film menjadi dua dan kemudian letakkan di ujung jari.

bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Ada 3 ukuran multi load. yaitu standar. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. dan 30 mm (tebal. Copper-7 AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Untuk meudahkan kontrol. dan mini. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. c.3: a. b. Copper-T AKDR berbentuk T. 21 . Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2.jenis AKDR Jenis alat kontrasepsi dalam rahim / IUD yang sering digunakan di Indonesia antara lain1. sebab terbuat dari bahan plastik.IV. Lippes Loop AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene. dipasang benang pada ekornya. benang putih) untuk tipe D. tipe B 27.6 cm. terbuat dari bahan polyethelen di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Coper-T. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Keuntungan lain dari spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus. Multi Load AKDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. small (kecil).5 mm 9 (benang hitam). Tipe A berukuran 25 mm (benang biru). tipe C berukuran 30 mm (benang kuning). AKDR/IUD Jenis.2. d.

a.Saf-T-Coil c. 0.Lippes-Loop b.Copper-T (Gyne-T) e.8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan).Multiload g. Aman untuk ibu menyusui – tidak mengganggu kualitas dan kuantitas ASI • • • • Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi) Dapat digunakan sampai menopause Tidak ada interaksi dengan obat-obat Membantu mencegah kehamilan ektopik 22 . paling tidak 10 tahun • • • IUD dapat efektif segera setelah pemasangan Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti) Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Pencegah kehamilan jangka panjang yang ampuh.Copper-7 (Gravigard) f.6 – 0. Hubungan intim jadi lebih nyaman karena rasa aman terhadap risiko kehamilan • • Tidak ada efek samping hormonal dengan CuT-380A Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Progesterone IUD Keuntungan • Sangat efektif.Dana-Super d.

Biasanya menghilang dalam 1 – 2 hari h. Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan e. Komplikasi lain: • • • c. Klien tidak dapat melepas AKDR sendiri i. termasuk pemeriksaan plevik diperlukan dalam pemasangan AKDR. Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR. Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. sebagian perempuan tidak mau melakukan ini. Prosedur medis. Seringkali perempuan takut selama pemasangan g. Penyakit radang panggul memicu infertilitas f. Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. Untuk melakukan ini perempuan harus memasukkan jarinya ke dalam vagina. k. Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila AKDR dipasang segera setelah melahirkan) Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal j. Tidak mencegah IMS termasuk HIV / AIDS d. Efek samping yang umum terjadi: • Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan) Haid lebih lama dan banyak Perdarahan (spotting) antarmenstruasi Saat haid lebih sakit Merasakan sakit selama 3 – 5 hari setelah pemasangan Perdarahan berta pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia Perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangannya benar) • • • b. 23 .• Setelah IUD dikeluarkan. bisa langsung subur Efek samping dan kerugian a.

8 kehamilan per 100 pemakai wanita pada tahun pertama pemakaian. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus. Mekanisme kerja • Menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang disertai dengan sebukan leukosit yang dapat menghancurkan blastokista atau sperma. • Pada pemeriksaan cairan uterus pada pemakai AKDR sering kali dijumpai pula selsel makrofag (fagosit) yang mengandung spermatozoa. Nova T dan Copper T 200 (CuT-200) dapat dipakai 3-5 tahun. Tipe Multiload dapat dipakai sampai 4 tahun. enukleasi mioma dan sebagainya 4) Kelainan yang jinak serviks uteri seperti erosio porsiones uteri Mutlak 1) Kehamilan 2) Adanya infeksi yang aktif pada traktus genitalis 3) Adanya tumor ganas pada traktus genitalis 4) Adanya metroragia yag belum disembuhkan 5) Pasangan yang tidak lestari Efektivitas IUD sangat efektif. Cu T 380A dapat untuk 8 tahun .Kontraindikasi Relatif 1) Mioma uteri dengan adanya perubahan bentuk rongga uterus 2) Insufisiensi serviks uteri 3) Uterus dengan parut pada dindingnya seperti pada bekas seksio sesarea. 24 . Kegagalan rata-rata 0. • • Pemadatan endometriosis oleh lekosit. (efektivitasnya 92-94%) dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil.

misalnya: 1. AKDR juga dapat digunakan pada ibu dalam segala kemungkinan keadaan. Yang Dapat Menggunakan Syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum seseorang akan memilih AKDR (IUD) adalah: 1) Usia reproduktif 2) Keadaan nulipara 3) Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang 4) Menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi 5) Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya 6) Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi 7) Resiko rendah dari IMS 8) Tidak menghendaki metode hormonal 9) Tidak menyukai untuk mengingat-ingat minum pil setiap hari 10) Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 – 5 hari senggama Pada umumnya seorang ibu dapat menggunakan AKDR dengan aman dan efektif. Sedang menyusi Begitu juga ibu dalam keadaan seperti di bawah ini: 1) Penderita tumor jinak payudara 2) Penderita kanker payudara 3) Pusing-pusing. Sedang memakai antibiotika atau antikejang 4. dengan membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilisasi Persyaratan Pemakaian A. Perokok 2. Gemuk ataupun kurus 5. sakit kepala 25 . Pasca keguguran atau kegagalan kehamilan apabila tidak terlihat adanya infeksi 3.• IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu.

sipilis. dsb) 3) Perdarahan dari kemaluan yang tidak diketahui penyebabnya 4) Tumor jinak atau ganas dalam rahim 5) Kelainan bawaan rahim 6) Penyakit gula (diabetes militus) 7) Penyakit kurang darah 8) Belum pernah melahirkan 9) Adanya perkiraan hamil 10) Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm. Yang Tidak Diperkenankan Menggunakan 1) Kehamilan 2) Penyakit kelamin (gonorrhoe.4) Tekanan darah tinggi 5) Varises di tungkai atau di vulva 6) Penderita penyakit jantung (termasuk penyakit jantung katup dapat diberi antibiotika sebelum pemasangan AKDR) 7) Pernah menderita stroke 8) Penderita diabetes 9) Penderita penyakit hati atau empedu 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) Malaria Skistosomiasis (tanpa anemia) Penyakit tiroid Epilepsi Nonpelvik TBC Setelah kehamilan ektopik Setelah pembedahan pelvic. AIDS. perdarahan di leher rahim. dan kanker rahim 11) Peralatan Yang Diperlukan Untuk Pemasangan 1. B. Lampu 26 . alat kemaluan.

Penggunaan inserter IUD interval tidak bisa digunakan pada pemasangan post plasenta . Apusan bakleriologis (apabila diindikasikan) 4. Wadah sekali pakai untuk instrument yang sudah dipakai dan sampah klinis 8. Pemasangan bisa dilakukan dengan menggunakan ringed forceps atau secara manual. Baki/bengkok steril (wadah untuk instrument pemasangan) 9.hari pertama atau pada hari terakhir haid. Sarung tangan bersih 7. Pemasangan IUD pasca persalinan bisa dibagi menjadi 3 . 11. Dilakukan pada hari. tumpul yang steril 12. Pemasangan AKDR a. Sewaktu haid sedang berlangsung. Forseps steril 10 inci untuk memegang spons 10. Lidi kapas 5. Larutan antiseptik 6. karena ukuran inserter yang pendek sehingga tidak bisa mencapai fundus selain itu . karena uterus yang masih lunak sehingga memungkinkan terjadinya perforasi lebih besar dibandingkan dengan menggunakan ringed forceps atau secara manual. Pada saat ini serviks masih berdilatasi sehingga memungkinkan untuk penggunaan tangan atau forsep.2. 1 Keuntungannya: 1) Pemasangan lebih mudah oleh karena serviks pada waktu itu agak terbuka dan lembek 2) Rasa nyeri tidak seberapa keras 3) Perdarahan yang timbul sebagai alat pemasangan tidak seberapa dirasakan 4) Kemungkinan pemasangan AKDR pada uterus yang sedang hamil tidak ada b. Speculum dua katup 3. 1 27 Sonde uterus lentur steril yang berskala sentimeter Forseps jaringan 12 inci atau tenaklum satu-gigi dengan ujung Gunting yang cukup panjang sehingga dapat memotong benang Sewaktu postpartum. macam Pemasangan post plasenta Pemasangan IUD dalam 10 menit setelah lahirnya plasenta pada persalinan pervaginam.

f. karena kemungkinan terjadinya perforasi yang lebih tinggi. 1 Pemasangan IUD transcesarian Pemasangan pada transcesarian dilakukan sebelum penjahitan insisi uterus. Bisa dilakukan dengan meletakkan IUD pada fundus uteri secara manual atau dengan menggunakan alat. Teknik pemasangan IUD pada saat ini masih bisa dengan menggunakan ringed forsep . Pemasangan Pasca abortus Trimester 1 : bisa dilakukan dengan teknik pemasangan IUD interval karena serviks berdilatasi minimal dan hanya inserter IUD yang bisa masuk kedalam kavum uteri. Pemasangan IUD setelah 48 jam sampai 4 minggu pasca persalinan tidak dianjurkan karena angka kejadian ekspulsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemasangan segera pasca persalinan dan pemasangan IUD interval. karena serviks masih berdilatasi. e.Pemasangan segera pasca persalinan Pemasangan IUD pada masa ini dilakukan setelah periode post plasenta sampai 48 jam pasca persalinan. Beberapa hari setelah haid terakhir Masa interval ( antara dua haid) After morning (dalam waktu 72 jam setelah berhubungan) Teknik Pemasangan AKDR 28 . 1 d. Pemasangan. 1 Pemasangan IUD interval Merupakan pemasangan IUD yang dilakukan lebih dari 4 minggu pasca persalinan. IUD dilakukan dengan menggunakan inserter IUD c. forsep digunakan jika serviks cukup berdilatasi. 1 Trimester 2 : bisa dilakukan dengan menggunakan teknik interval atau dengan menggunakan teknik forsep . Selain itu ukuran uterus relatif tidak mengalami perbesaran dan lebih kaku sehingga mempunyai angka resiko perforasi yang kecil . tetapi tidak bisa dilakukan secara manual. Penggunaan inserter IUD interval sebaiknya tidak digunakan.

Selanjutnya. pendorong juga dikeluarkan. seperti ada mioma uterus 29 . Spekulum dimasukkan ke dalam vagina dan serviks uteri dibersihkan dengan larutan antiseptik (sol. pendorong menahan AKDR dalam posisinya. ekspulsi yang tidak disadari oleh akseptor 4.kadang benang AKDR tidak tampak di ostium uteri eksternum. Kemudian. dengan pinset atau dengan cunam. sambil mengeluarkan tabung penyalur perlahan. akseptor menjadi hamil 2. Betadine atau tingtura jodii). Kadang. perubahan letak AKDR.3 cm keluar dari ostium uteri dan akhirnya speculum diangkat. sehingga benang AKDR tertarik ke dalam rongga uterus. dilakukan pemeriksaan bimanual untuk mengetahui letak. perforasi uterus 3. Sekarang dengan cunam serviks dijepit bibir depan porsio uteri dan dimasukkan sonde ke dalam uterus untuk menentukan arah poros dan panjangnya kanalis servikalis serta kaum uteri. akseptor dibaringkan di atas meja ginekologik dalam posisi litotomi. dilakukan 1 minggu sesudahnya Pemeriksaan kedua 3 bukan kemudian dan selanjutnya tiap 6 bulan Cara mengeluarkan AKDR Mengeluarkan AKDR biasanya dilakukan dengan jalan menarik benang AKDR yang keluar dari ostium uteri eksternum dengan dua jari.lahan. 4 Tabung penyalur digerakkan di dalam uterus. AKDR dimasukkan ke dalam uterus melalui ostium uteri eksternum sambil mengadakan tarikan ringan pada cunam serviks. sesuai dengan arah poros kavum uteri sampai tercapai ujung atas kavum uteri yang telah ditentukan lebih dahulu dengan sonde uterus. Pemeriksaan lanjutan • • Pemeriksaan sesudah AKDR dipasang. 4 Tidak terlihatnya benang AKDR ini dapat disebabkan oleh 1. cunam dilepaskan. benang AKDR digunting sehingga 2½. bentuk dan besar uterus. Setelah tabung penyalur keluar dari uterus.Setelah kandung kencing dikosongkan.

C. Haid terjadi setiap empat kali setahun selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 dari pil terakhir yang tidak aktif. PIL Pil KB atau oral contraceptives pill berisi hormon estrogen dan/atau progesteron yang bertujuan untuk mengendalikan kelahiran atau mencegah kehamilan dengan menghambat pelepasan sel telur dari ovarium setiap bulannya. Kontrasepsi hormonal I. dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. berupa. Jenis Pil KB 1. Pil KB akan efektif dan aman apabila digunakan secara benar dan konsisten tetapi secara umum tidak sepenuhnya melindungi wanita dari infeksi penyakit menular seksual. 2. Paket konvensional biasanya berisi 21 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif atau 24 pil aktif dan 4 pil tidak aktif. Conventional Pack. Jenis pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill antara lain: 1. Bifasik. Merupakan pil kombinasi yang berisi 84 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif. Haid terjadi setiap bulan selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 dari pil terakhir yang tidak aktif. 30 . Continuous Dosing Or Extended Cycle. 1 2. Monofasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dalam dosis yang sama. Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill Mengandung hormon estrogen dan progesteron dalam bentuk hormon aktif dan tidak aktif. Tersedia juga pil KB yang mengandung 28 pil dengan hormon aktif yang dapat mencegah haid. Monofasik. 1.

31 . artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam waktu 3 bulan. Menghambat ovulasi. Memiliki efektifitas tinggi. Memperlambat transportasi ovum. 3. Mencegah implantasi. 5. Mudah dihentikan setiap waktu. Trifasik. 1 Cara Kerja 1. 2.Bifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan dua dosis yang berbeda. Siklus haid teratur. 2. 4. 8. apabila diminum secara teratur. Efektifitas Efektifitas pil kombinasi lebih dari 99 persen. Mengentalkan lendir serviks. Trifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan tiga dosis yang berbeda. dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. 7. kurang dari 1 dari ini 100 wanita yang juga merupakan menggunakan pil metode yang kombinasi akan hamil setiap tahunnya. Resiko terhadap kesehatan kecil. Manfaat Pil kombinasi memberikan manfaat antara lain: 1. 4. 6. Dapat mengurangi ketegangan sebelum menstruasi (pre menstrual tension). Tidak mengganggu hubungan seksual. apabila digunakan dengan benar dan konsisten. Dapat mengurangi kejadian anemia. 5. 1 3. dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. Metode paling reversibel. 3. Menekan perkembangan telur yang telah dibuahi. 10. Ini berarti. Dapat digunakan dalam jangka panjang. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat. 9. Dapat digunakan pada usia remaja sampai menopause.

3. Nyeri payudara. seperti: 1. emboli paru. 4. Pusing. Wanita dalam usia reproduksi. 4. 6. 8. Wanita yang telah atau belum memiki anak. stroke dan kanker leher rahim.11. Mahal. serangan jantung. Wanita yang menginginkan metode kontrasepsi dengan efektifitas tinggi. Wanita yang gemuk atau kurus. Membantu mengurangi kejadian kehamilan ektopik. Mual (terjadi pada 3 bulan pertama). 9. Pada kasus-kasus tertentu dapat menimbulkan depresi. Kenaikan berat badan. Peningkatan resiko trombosis vena. Wanita setelah melahirkan dan tidak menyusui. Pil kombinasi mempunyai keterbatasan antara lain: 1. Perdarahan bercak atau spotting (terjadi pada 3 bulan pertama). kelainan jinak pada payudara. 3. 2. Tidak mencegah penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B maupun HIV/AIDS. Peningkatan tekanan darah dan retensi cairan. 4. kanker radang ovarium. Pengguna harus disiplin minum pil setiap hari.kista Keterbatasan ovarium. Kembung. dismenorea dan jerawat. Amenorea. Tidak boleh digunakan pada wanita menyusui. 2. 5. 5. 3. 32 . perubahan suasana hati dan penurunan libido. 7. 2. penyakit panggul. 10. kanker endometrium. Efek Samping Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pil kombinasi ini antara lain: 1. Kriteria Yang Dapat Menggunakan Pil Kombinasi Pada prinsipnya hampir semua wanita yang ingin menggunakan pil kombinasi diperbolehkan.

diketahui atau diduga neoplasma yang tergantung estrogen. riwayat tromboplebitis atau tromboemboli. Selain itu. Waktu Mulai Menggunakan Pil Kombinasi 1. adenoma hepar. asma. perdarahan abnormal genetalia yang tidak diketahui penyebabnya. diketahui atau diduga karsinoma endometrium. kelainan payudara jinak. hipertensi. 12. Kontra indikasi absolute. 11. perokok berat. diketahui atau diduga hamil. Wanita yang menyusui secara eksklusif. Wanita yang dicurigai hamil atau benar hamil. 3. 7. kolestasis selamakehamilan. 8. diabetes gestational atau pre diabetes. mata dan saraf. Kontra indikasi relative. hepatitis atau mononukleosis tahun lalu. 3. penyakit radang panggul. 2. 2. karsinoma atau tumortumor jinak hepar. Wanita yang menderita tuberkulosis pasif. 33 . endometriosis atau tumor jinak ovarium. fase akut mononukleosis. Wanita yang tidak dapat disiplin minum pil setiap hari. Wanita dengan varises vena. kelainan serebrovaskuler atau penyakit jantung koroner. umur lebih 35 tahun. Wanita dengan siklus haid tidak teratur. Wanita dengan penyakit tiroid. Kriteria Yang Tidak Dapat Menggunakan Pil Kombinasi 1. 13. kolitis ulseratif. Wanita dengan perdarahan haid berlebihan sehingga menyebabkan anemia. riwayat kehamilan ektopik. 10. tumor hati yang ada sebelum pemakaian pil kontrasepsi atau produk lain yang mengandung estrogen. saudara) yang terkena penyakit reumatik yang fatal atau tidak fatal atau menderita DM sebelum usia 50 tahun. diketahui atau diduga karsinoma mammae. tromboplebitis atau tromboemboli. gangguan fungsi hati. kriteria lain yang tidak dapat menggunakan pil kombinasi adalah: 1. 9. sakit kepala (migrain). Wanita dengan nyeri haid hebat. penyakit sickle cell. Wanita dengan diabetus melitus tanpa komplikasi pada ginjal. pembuluh darah. Wanita pasca keguguran/abortus. Sewaktu mendapat haid. 2. varises. disfungsi jantung atau ginjal. Hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid.6. depresi. riwayat keluarga (orang tua.

norod mengandung 0. Cara Kerja 1) Menghambat ovulasi. 2) Mini pil dalam kemasan dengan isi 35 pil.5 mg etinodial diassetat. 3) Mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma. 5) Femulen mengandung 0. Efektifitas Pil progestin atau mini pil sangat efektif (98. Efektifitas penggunaan mini pil akan berkurang pada saat mengkonsumsi obat anti konvulsan (fenitoin).mengandung 75 mikro gram desogestrel. Setelah melahirkan (pasca keguguran.5 persen). barbiturat. Dosis progestin yang digunakan 0. 34 . 4. 2) Penggunaan mini pil jangan sampai ada yang lupa. Minipill.5 mg norgeestrel. dan obat anti tuberculosi (rifampisin). setelah 3 bulan tidak menyusui.03-0. setelah 6 bulan pemberian ASI). Saat ingin berhenti kontrasepsi hormonal jenis suntikan dan ingin ganti pil kombinasi.5 mg linestrenol. 3) Ourette. NOR-QD. Jenis Mini Pil 1) Mini pil dalam kemasan dengan isi 28 pil.05 mg per tablet. 4) Exluton mengandung 0. noegest mengandung 0. 3) Senggama dilakukan 3-20 jam setelah minum mini pil. mengandung 300 mikro gram levonogestrel atau 350 mikro gram noretindron. carbenzemide.3. Mini pil adalah pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron dalam dosis rendah. Penggunaan yang benar dan konsisten sangat mempengaruhi tingkat efektifitasnya.35 mg noretindron. Contoh mini pil antara lain: 1) Micrinor. Pil mini atau pil progestin disebut juga pil menyusui. Adapun cara untuk menjaga kehandalan mini pil antara lain: 1) Minum pil setiap hari pada saat yang sama. 2. 2) Microval. 2) Mencegah implantasi. microlut mengandunng 0. noregeston. 4) Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma menjadi terganggu.03 mg levonogestrol. noriday.

8) Tidak mengandung estrogen. kencing manis yang belum mengalami komplikasi dapat menggunakan. antara lain: 1) Memerlukan biaya. 35 . 4) Mengurangi nyeri haid. nyeri kepala dan depresi.Manfaat Mini pil mempunyai manfaat kontrasepsi sebagai berikut: 1) Sangat efektif apabila digunakan dengan benar dan konsisten. 5) Mencegah kanker endometrium. 5) Kesuburan cepat kembali. 2) Mengurangi kejadian anemia. 3) Efektifitas berkurang apabila menyusui juga berkurang. 6) Angka kegagalan tinggi apabila penggunaan tidak benar dan konsisten. 5) Mini pil harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama. 7) Dapat dihentikan setiap saat. 2) Tidak mempengaruhi ASI. 7) Tidak melindungi dari penyakit menular seksual termasuk HBV dan HIV/AIDS. 2) Harus selalu tersedia. 3) Menurunkan pembekuan darah. Mini pil mempunyai manfaat non kontrasepsi sebagai berikut: 1) Mengurangi jumlah darah haid. 3) Nyaman dan mudah digunakan. 9) Mengurangi gejala pre menstrual sindrom. 4) Hubungan seksual tidak terganggu. 6) Melindungi dari penyakit radang panggul. 8) Tidak menyebabkan peningkaan tekanan darah. 4) Penggunaan mini pil bersamaan dengan obat tuberkulosis atau epilepsi akan mengakibatkan efektifitas menjadi rendah. Kerugian Kontrasepsi pil progestin atau mini pil mempunyai kerugian. 7) Penderita endometriosis. 6) Efek samping sedikit.

Indikasi Kriteria yang boleh menggunakan pil progestin atau mini pil antara lain: 1) Wanita usia reproduksi. tetapi sangat jarang. 4) Mual. 6) Tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg atau dengan masalah pembekuan darah. paru atau mata).8) Mini pil tidak menjamin akan melindungi dari kista ovarium bagi wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik. 6) Wanita pelupa sehingga sering tidak minum pil. 2) Peningkatan/penurunan berat badan. amenorea dan haid tidak teratur). Efek Samping Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan pil progestin atau mini pil antara lain: 1) Gangguan haid (perdarahan bercak. 4) Riwayat kehamilan ektopik. 3) Payudara tegang. 7) Tidak boleh mengkonsumsi estrogen atau lebih senang menggunakan progestin. 7) Dermatitis atau jerawat. 5) Pusing. 2) Wanita yang diduga hamil atau hamil. 6) Perubahan mood. 8) Perokok segala usia. 8) Hirsutisme (pertumbuhan rambut atau bulu yang berlebihan pada daerah muka). 36 . 5) Pasca keguguran. 4) Menginginkan metode kontrasepsi efektif selama masa menyusui. 3) Pasca persalinan dan tidak menyusui. 3) Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid. spotting. Kontra Indikasi 1) Wanita usia tua dengan perdarahan yang tidak diketahui penyebabnya. 5) Riwayat kanker payudara atau penderita kanker payudara. 7) Gangguan tromboemboli aktif (bekuan di tungkai. 2) Wanita yang telah memiliki anak maupun yang belum mempunyai anak.

10) Riwayat stroke. Mifepristone adalah alat kontrasepsi oral harian yang mengandung anti progesteron yang digunakan dalam uji klinis penelitian. 2) Ormeloxifene. 9) Wanita dengan mioma uterus. diberikan IM sebulan sekali (cyclofem) . namun masih terbatas antara lain: 1) Mifepristone. depo noretisteron enantat (depo noristerat) mengandung 200 mg noretindrone enatat. diberikan setiap 2 bulan secara IM Cara kerja 37 . Sedangkan kontrasepsi suntikan progestin mengandung 150 mg DMPA diberikan setiap 3 bulan secara IM. penyakit hati aktif atau tumor hati jinak maupun ganas. estrogen hanya diberikan selama 14–16 hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen selama 5–7 hari terakhir. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut. Pil sekuenseal. II. Ormeloxifene dikenal juga sebagai centchroman adalah alat kontrasepsi oral yang berupa modulator reseptor estrogen yang digunakan 1-2 kali per minggu dan hanya tersedia di India. seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor. Pil hormon yang mengandung estrogen yang ”long acting” yaitu biasanya pil ini terutama diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang. Suntikan Kontrasepsi suntikan kombinasi mengandung 25mg DMPA dan 5mg Estradiol sipionat. Morning after pill. Morning after pill merupakan pil yang mengandung hormon estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja. diberikan IM sebulan sekali. Pil ini dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus.8) Ikterus. 3. 5. Jenis kontrasepsi oral yang lain dan sudah tersedia. 50 mg Noretindron enantat dan 5 mg Estradiol valerat. 4. Once a month pill.

tidak menyusui E. Penyakit hepatitis E. Keganasan payudara Waktu mulai A. Jika > hari ke 7. Menyusui postpartum < 6minggu C.A. Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine I. Menekan ovulasi B. Usia > 35 tahun yang merokok F. pastikan tidak hamil. diberikan sesuai dengan jadwal F. Beralih dari kontrasepsi hormonal. dapat diberikan segera atau menunggu saat haid 38 . Bila haid (-). Dalam waktu 7 hari siklus haid B. Perubahan pada endometrium Yang tidak boleh menggunakan A. Mengkentalkan lendir C. Hamil atau diduga hamil B. Beralih dari kontrasepsi non hormonal. tidak boleh koitus atau menggunakan pelindung selama 7hari D. Riwayat kelainan tromboemboli dgn DM > 20 tahun H. Riwayat stroke dgn tekanan darah tinggi G. diberikan setiap saat. tidak boleh koitus atau menggunakan pelindung selama 7 hari C. Perdarahan pervaginam yang belum jelas D. Pascapersalinan 3minggu.

3 – 0. Levonorgestrel adalah suatu progestin yang dipakai juga dalam pil KB seperti mini-pill atau kombinasi atau pun pada AKDR yang bioaktif. sakit kepala. Kadang-kadang terjadi perubahan pada libido dan berat badan. Gangguan pola haid. 2.Sub-kutis/bawah kulit : Implant Norplant adalah suatu alat kontrasepsi yang mengandung levonorgestrel yang dibungkus dalam kapsul silastic-silicone dan disusukkan dibawah kulit sebanyak 6 kapsul dan masingmasing kapsul panjangnya 34 mm dan berisi 36 mg levonorgestrel. Keuntungan 1. Efektivitas antara 0. 4. Efek kontrasepsi norplabt merupakan gabungan dari ketiga mekanisme kerja tersebut di atas. Efek samping 1. Cara ini cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen 2. Daya guna norplant cukup tingi. Pada sebagian kasus dapat pula menghalangi terjadinya ovulasi. 3. Amenore. 39 . seperti terjadinya spotting. Tidak menaikkan tekanan darah. 5 Mekanisme kerja Mengentalkan lendir serviks uteri sehingga menyulitkan penetrasi sperma. perdarahan memanjang atau lebih sering berdarah ( metrorrhagia ). 80 % sampai 90 % wanita daat menjadi hamil kembali.5 /100wanita/tahun. Menurut data-data klinis yang ada dalam waktu satu tahun setelah pengangkatan Norplant. Setiap hari sebanyak 30 mcg levonorgestrel dilepaskan ke dalam darah secara difusi melalui dinding kapsul. 5. Menimbulkan perubahan-perubahan pada endometrium sehingga tidak cocok untuk implantasi zygote. Selain itu cara Norplant ini dapat digunakan untuk jangka panjang ( 5 tahun dan bersifat reversibel. Resiko terjadinya kehamilan ektopik lebih kecil jika dibandingkan dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Perdarahan yang terjadi lebih ringan 3. anoreksia.III. Mual-mual. pening. 4.

Norplant 6 batang . Macam-macam . neurosis ).5. Indikasi a.Impanon /Norplant 1 batang D. sehingga adanya kehamilan dapat disingkirkan. Oleh karena jumlah progestin yang dikeluarkan ke dalam darah sangat kecil. Sterilisasi perempuan / Tubektomi Dengan mengoklusi tuba falopii (mengikat dan memotong atau memasang cincin). 6. Wanita-wanita yang ingin memakai kontrasepsi untuk jangka waktu yang lama tetapi tidak bersedia menjalani kontap atau menggunakan AKDR b. varikosis 6. Kelainan jiwa ( psikosis. Penderita penyakit hati 3. Waktu Pemasangan Sewaktu haid berlangsung atau masa pra-ovulasi dari siklus haid.Norplant 2 batang . Diabetes mellitus 8. sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum. 1 Manfaat 40 . 5. Kanker payudara 4. maka efek samping yang terjadi tidak sesering pada penggunaaan KB. Timbulnya jerawat. Kelainan kardiovaskuler. Riwayat kehamilan ektopik 7. Kontrasepsi Mantap I. Kehamilan atau disangka hamil 2. Wanita-wanita yang tidak boleh menggunakan pil KB yang mengandung estrogen Kontraindikasi 1.

Kontrasepsi • • • • • • • Sangat efektif (0. Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstrasi (fase proliferasi) Pasca persalinan: • minilap: didalam waktu 2 hari atau setelah 6 minggu atau 12 minggu laparoskopi: tidak tepat untuk klien-klien pasca persalinan Pasca keguguran: 41 . Nonkontrasepsi • Berkurangnya resiko kanker ovarium. Umur sekitar 30 tahun dengan 3 anak hidup 3. Umur termuda 25 tahun dengan 4 anak hidup 2. Umur sekitar 35 tahun dengan 2 anak hidup Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi • • • • • • • Hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai) Perdarahan vaginal yang belum jelas penyebabnya Infeksi sistemik atau pelvik yang akut Belum memberikan persetujuan tertulis Kapan Dilakukan Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini secara rasional pasien tersebut tidak hamil.2-4 kehamilan per 100 perempan selama tahun pertama penggunaan) Permanen Tidak mempengaruhi proses menyusui (breast feeding) Tidak bergantung pada faktor senggama Pembedahan sederhana dapat dilakukan dengan anastesi lokal Tidak ada efek samping dalam jangka panjang Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi hormon ovarium. Sebaiknya tubektomi sukarela dilakukan pada wanita yang memenuhi syarat berikut: 1.

terjadinya hematoma karena perdarahan kapiler. 4 Kegagalan vasektomi dapat terjadi oleh karena terjadi rekanalisasi spontan. Vasektomi Seorang yang telah mengalami vasektomi baru dapat dikatakan betul-betul steril jika dia telah mengalami 8-12 kali ejakulasi setelah vasectomy. 42 . tidak diketahui adanya anomali vas deferns misalnya ada 2 vas deferens pada kanan atau kiri. koitus dilakukan sebelum kantong seminalnya batul-betul kosong. Dilakukan dengan cara operasi. yang bersangkutan dianjurkan pada saat koitus memakai kontrasepsi lain. reasa nyari. Oleh karena itu sebelum hal tersebut diatas tercapai. gagal mengenal dan memotong vas deferens. 1 Komplikasi vasektomi antara lain adalah infeksi pada sayatan. dapat dengan operasi kecil atau (minor Surgery) Gambar 6. epididimitis dan granuloma.II. Vasektomi Trismester I: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik (minilap atau laparoskopi) Trismester II: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik (minilap saja) Pengikatan / pemotongan vas deferens kiri dan kanan pad pria untuk mencegah transport spermatozoa dari testis melalui vasa ke arah uretra.

43 .

BAB III KONTRASEPSI PASCAPERSALINAN DAN PASCAKEGUGURAN A. Gambar 1. 1 1. Waktu untuk memulai suatu kontrasepsi tergantung dari status menyusui ibu. Wanita menyusui Wanita yang menyusui tidak perlu menggunakan kontrasepsi pada 6 minggu pasca persalinan dan 6 bulan jika mereka menggunakan MAL. Kondom. Metoda kontrasepsi pada wanita menyusui 2. Metoda yang bisa digunakan jika pasangan melakukan hubungan seksual meskipun segera setelah melahirkan adalah : Spermisida. Wanita tidak menyusui 44 . Koitus interuptus. Gambar berikut menunjukkan waktu yang direkomendasikan untuk memulai kontrasepsi pada wanita menyusui. Metoda kontrasepi pasca persalinan Semua metoda kontrasepsi bisa diberikan pada ibu pada masa pascapersalinan.

Waktu pascapersalinan Ciri-ciri khusus 45 . tunda sampai 6 bulan • Jika tidak menyusui dapat dimulai • Kontrasepsi kombinasi dapat mengurangi ASI dan mempengaruhi tumbuh-kembang bayi. • Kontrasepsi kombinasi dapat meningkatkan masalah pembekuan darah.Meskipun sebagian besar wanita yang tidak menyusui akan mendapat haid dalam 4-6 minggu pascapersalinan. • Sebaiknya tidak dipakai dalam 6 minggu. Efektivitas tinggi sampai 6 bulan pascapersalinan dan sebelum haid Manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi Memberikan waktu untuk memilih metode kontrasepsi yang lain pill kombinasi Jika menyusui: • jangan dipakai sebelum 6-8minggu pascapersalinan. Gambar 2. hanya 1/3 dari menstruasi pertama yang terjadi ovulasi dan hanya sebagian kecil yang terjadi kehamilan. Metoda kontrasepsi pada wanita yang tidak menyusui Metode kontrasepsi MAL Mulai segera pasca persalinan.6 bulan pasca persalinan • Jika pakai MAL.

atau 4b jam pasca persalinan • Jika tidak. Tubektomi • Dapat dilakukan dalam 48 jam pascapersalinan • Jika tidak. insersi ditunda sampai 4-6 minggu • Jika sudah haid. insersi dilakukan setelah yakin tidak hamil. sewaktu SC. KONTRASEPSI PASCA ABORTUS Kontrasepsi pasca abortus dapat segera dimulai segera karena ovulasi dapat terjadi 11 hari sesudah terapi abortus.6 46 . 5. progestin mempengaruhi tumbuhkembang bayi B. jangan digunakan sebelum 6 minggu • Jika tidak menyusui dapat segera digunakan • Jika dengan MAL.3 minggu pascapersalinan Mini pill • Jika menyusui. tunda sampai 6 minggu pasca persalinan • Tidak ada pengaruh terhadap ASI • Minilaparatomi pascapersalinan paling mudah dilakukan dalam 48jam pascapersalinan • Tidak ada pengaruh terhadap ASI • Selama 6 minggu pascaperalinan. dapat dimulai setelah yakin tidak hamil AKDR • Dapat dipasang lansung. dapat ditunda samapi 6 bulan • Jika tidak menyusui >6 minggu pascapersalinan atau sudah dapat haid.

Metode kontrasepsi • Pill kombinasi • Mini pill • Suntikan kombinasi • Implan AKDR Trismester I Waktu mulai Ciri-ciri khusus Segera dimulai • Dapat segera dimulai walaupun terdapat infeksi • Sangat efektif • Langsung efektif • Mengurangi anemia • AKDR dapat langsung dipasang bila tidak ada infeksi • Tunda pemsangan hingga infeksi sembuh. perdarahan diatasi. • TS I. kecuali bila terjadi perdarahan yang banyak Minilaparatomi. anemia teratasi • Bila ada infeksi tunda hingga 3 bulan infeksi teratasi Kondom/ spermisida KB alamiah Tubektomi Tidak dianjurkan Dapat segera dilakukan. sama dengan waktu interval • TS II. sama dengan pascapersalinan Mulai segera sewaktu berhubungan Metode sementara 47 .

yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan Sumber Daya Manusia pada umumnya dan untuk menciptakan keluarga yang sehat. Dan usaha –usaha pencegahan itu dapat bersifat sementara. kekurangan. jujur. maka masyarakat harus dapat memperoleh informasi yang benar. dan terbuka mengenai kelebihan. sejahtera dan harmonis pada khususnya. 48 . Ada pun maksud dan tujuan dari program KB tersebut ialah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Dalam hal ini setiap calon peserta KB (akseptor KB) bebas dalam menentukan dan memilih jenis alat dan obat kontrasepsi yang paling cocok untuk dirinya. efektivitas dan efisiensi. dan kontrasindikasi dari masing-masing alat atau obat tersebut dari para penyelenggara KB tersebut. Untuk dapat memilih mana alat atau obat kontrasepsi yang kiranya cocok untuk mereka baik dalam hal rasionalitas. dapat juga bersifat permanent. efek samping.BAB IV KESIMPULAN Kontrasepsi ialah suatu usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Lesnewski R.org/afp 7. Edisi kedua cetakan ketiga.Volume 2. Sarwono. Edisi pertama. Gant NF. Jakarta. Saifuddin A B.jhu. Jakarta. Jakarta.cetakan kedua. Yayasan Bina Pustaka sarwono. Wiknjosastro H. Prine L Initiating Hormonal Contraception www. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.edu/english/6read/6multi/pg/ppc1. 2. 6. 2002. Cunningham F G. 2002 3.reproline. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Saifuddin A B. Jakarta.htm#Introduction 49 . Edisi ke-21. Kontrasepsi. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Edisi kedua. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2006. 2006 4. Dalam Ilmu Kandungan.DAFTAR PUSTAKA 1. Williams Obstetri. Jakarta. Postpartum accessed from from Contraception accessed http://www. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2001 5.aafp. Ilmu Kandungan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->