ALAT BANTU dan ALAT PERAGA PENYULUHAN PERTANIAN

April 3, 2010 · Disimpan dalam PENYULUHAN PERTANIAN ALAT BANTU PENYULUHAN PERTANIAN Adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses mengajarnya selama kegiatan penyuluhan dilaksanakan. Ragam alat bantu penyuluhan yang diperlukam setiap penyuluh : 1. Kurikulum Memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan yang meliputi tujuan yang ingin dicapai, kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan oleh pendidik, daftar mata pelajaran yang akan disampaikan, dan rencana evaluasi yang akan dilaksanakan. 1. Lembar-lembar persiapan penyuluhan Berupa lembar persiapan menyuluh (LPM), lembar persiapan latihan (LPL) dan lembar persiapan kerja (LPK). 1. Papan penulis atau papan penempel Papan penempel yang biasa digunakan di lapangan adalah papan yang dilapisi dengan kain panel. Sedang di dalam ruang, digunakan papan bermagnit. 4. Alat tulis Disarankan penyuluh membawa alat tulis yang beragam warna baik itu kapur berwarna, pensil berwarna, bolpen dsb. 5. Sarana ruangan Beragam alat bantu dalam ruangan : pengeras suara, penata cahaya (lampu), dan penata udara (kipas angin atau AC). 6. Projector Alat bantu penyuluhan yang berupa beragam projektor : 1. Overhead projektor, untuk memproyeksikan tulisan dan atau gambar yang ditulis pada bahan tembus cahaya (plastik, transparancy sheet)

2. Solid projektor, semacam Overhead projektor tetapi untuk memproyeksikan bendabenda tembus cahaya. 3. Movie projektor, untuk memproyeksikan film dan film strip. 4. Slide projektor, untuk memproyeksikan gambar/tulisan yang direkam dan slide film. ALAT PERAGA PENYULUHAN Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah : 1. Benda Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Ada beberapa macam alat peraga berupa benda ini : 1. Sample atau contoh, yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya. Misalnya, contoh benih, contoh pupuk dll. 2. Model atau tiruan, biasanya digunakan jika benda asli sulit didapat, volumenya bisa terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus. Misal : contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah, ulat dll. 3. Specimen atau benda asli yang telah diawetkan karena benda asli sulit didapat. Dari ketigaanya, benda aslilah yang paling baik. 2. Barang cetakan Pamlet atau selebaran, yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran, ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya. a. Leaflet atau folder Perbedaan leaflet dengan pamflet adalah : 1) Umumnya dibagikan langsung oleh penyuluhnya.

2) Leaflet merupakan selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedang folder dilipat menjadi 3 (6 halaman) atau lebih. 3) Leaflet lebih banyak berisikan tulisan daripada gambar.

4) Ditujukan pada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilannya pada tahap minat, menilai dan mencoba. 5) Brosur atau booklet

6) Merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman dan maksimal 50 halaman. b.Placard dan poster Keduanya merupakan barang cetakan dengan ukuran relatif besar yang ditempel ditembok, pohon atau direntangkan di pinggir/tengah jalan. Placard lebih banyak berisi tulisan sedang poster lebih banyak berisi gambar. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman sasaran pada tahapan sadar dan minat. c. Flipchart atau peta singkap, adalah sekumpulan poster selebar kertas koran, yang digabungkan menjadi satu. d. Photo, dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. e. Flanelghrap, merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. 3. Gambar yang diproyeksikan Transparancy sheet adalah lembaran mika (plastik) bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan overhead proyektor. Biasa digunakan di dalam pertemuan kelompok di dalam ruangan . a. Slide film, suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang diberi bingkai untuk diproyeksikan di layar dengan menggunakan slide proyektor. Berupa gambar bisu(tidak bersuara). b. Film strip, seperti halnya slide film hanya saja masing-masing gambar tidak dipisahkan dan diberi bingkai, tetapi menjadi suatu rangkaian yang tak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. c. Movie film, obyek yang diproyeksikan tidak berujud bergambar gambar mati melainkan berupa gambar bergerak. Selain itu sudah diisi dengan suara dubbing. d. Video dan TV, seperti halnya dengan movie film, bedanya film positif yang dihasilkan tersimpan dalam kotak kaset dan penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya. 4. Lambang grafika 1. Grafik 2. Diagram

Oleh sebab itu. 4) Flow chart. Bagan. 3) Ginealogical chart. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari sistem yang ingin dijelaskan berdasar alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan. Terkait dengan itu. 2) Tabula chart.wordpress. shema atau chart Di dalam praktek. digambarkan sebagai suatu tabel berisi keterangan tentang keadaan masingmasing bagian (sub sistem) dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. 5) Organizational chart yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling berhubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. Progress chart.com/2010/04/03/alat-bantu-dan-alat-peraga-penyuluhan-pertanian/ ALAT PERAGA DAN PEMILIHAN ALAT PERAGA PENYULUHAN Penyuluhan merupakan pendidikan non formal dimana sistem pendidikannya terprogram di luar sekolah sehingga penyuluhan memerlukan perencanaan yang jelas mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan.Lambang grafika ini tidak bisa digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah (variabel) tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu. yaitu gambar dari suatu sistem yang dilengkapi dengan rincian dari sub sistem yang menyusunnya. http://h0404055. 1. pelaksanaan kegiatan penyuluhan selain menentukan topik atau materi penyuluhan yang akan diajarkan juga harus memetapkan alat peraga penyuluhan yang sesuai dengan sasarannya serta persiapan tentang sarana penyuluhan dalam hal ini adalah alat peraga penyuluhan dan pemilihan alat peraga tersebut guna membantu kelancaran kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan. . dikenal beragam bagan atau shema yaitu : 1) Pictorial chart. Pemilihan alat peraga ini harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat sasarannya serta alat peraga ini juga akan mempengaruhi proses belajar dalam penyuluhan tersebut. yaitu gambaran singkat tentang tingkat perkembangan yang dialami oleh masingmasing sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. Persiapan sarana penyuluhan terutama alat peraga sangat membantu sasaran dalam menerima materi yang diajarkan oleh penyuluh. alat peraga sangat perlu di dalam penyuluhan. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem yang ingin dijelaskan berdasar hubungan garis keturunan.

misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. Misalnya angin kencang merusak tanaman. Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan. serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya. Sehingga diharapkan dengan batuan alat peraga ini dapat memflash back kejadian dimasa lalu dan memprediksi kejadian dimasa mendatang misalnya dengan pemutaran film. menurut Mardikanto (1985) mengartikan alat peraga sebagai berikut : Alat atau benda yang dapat diamati. baik dengan penglihatan maupun dengan pendengaran. 1990). melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud. Tetapi di dalam praktek. Banyak pula kejadian sehari-hari yang berkenaan dengan masalah pertanian yang akan lebih mudah dipelajari melalui alat peraga yang harus secara langsung diamati pada satu waktu atau dalam kesempatan tertentu saja.       .Alat Peraga Penyuluhan Jahod Sumabrata mengemukakan bahwa alat-alat peraga adalah sesuatu (alat. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. Dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata. Banyak proses-proses yang harus dikerjakan dalam memepelajari ilmu pertanian yang memerlukan bantuan alat peraga agar lebih mudah dan lebih menarik minat sasaran penyuluhan. proses tumbuhnya akar dan sebagainya. Di samping itu. Peristiwa masa lampau atau kejadian yang akan terjadi masa datang sangat sulit diamati. Dalam bidang pertanian sering terdapat benda-benda yang terlampau besar. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain. alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat. Misalnya demonstrasi cara mencangkok dan lain-lainnya (Hamalik. 1996). sehingga sulit disediakan. Sebaliknya juga banyak benda-benda yang sangat kecil yang sulit diamati dengan alat indera manusia. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga adalah sebagai berikut :   Banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. Agak berbeda dengan pengertian tersebut.

disini seseorang sudah menerapkan sepenuhnya apa yang pernah diterimanya sebagai anjuran (Rokhman. Tahap menilai. apabila dirasakan ide atau praktek baru tersebut mampu untuk dilaksanakan kemudian diadakan kegiatan mencoba-coba secara kecil-kecilan. akhirnya dihubungkan dengan tingkat kemampuan yang ada pada dirinya. pada tahap ini seseorang sudah mulai aktif mencari keterangan-keterangan yang lebih banyak. Tahapantahapan tersebut adalah sebagai berikut :      Tahap kesadaran. Dengan Penggunaan alat peraga. sehingga perlu ditetapkan suatu alat peraga penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda. sehingga dapat menghadirkan terjadinya salah pengertian yang tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh penyuluhnya. tahap kesadaran. Ooy Sunarya (1978) mengemukakan bahwa alat peraga penyuluhan sebenarnya tidak sekedar berfungsi sebagai alat peraga atau penjelas. sehingga sasaran tidak mudah melupakan kegiatan yang pernah diikutinya. dihubungkannya ide atau praktek baru itu dengan keadaan yang sudah terjadi dan pernah dialaminya. Memberi kesan lebih mendalam .  Benda . melainkan memiliki fungsi yang beragam yaitu:      Menarik perhatian atau memusatkan perhatian sasaran . keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda. Tahap penerapan. bagaiamana kemungkinan hasilnya dan bagaimabna yang sudah dilakukan orang lain. Karena lewat pemahaman tentang materi yang diberikan dengan sarana alat peraga akan membantu penyuluh dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang diberikan kepada sasaran. Tahap perkembangan mental seseorang dapat digolongkan dalam tahap penumbuhan pertanian. demikian juga tahap perkembangan mental. Dengan peragaan akan dapat menghemat waktu yang diperlukan penyuluh untuk menjelaskan materi yang ingin disampaikan/ dijelaskan. sehingga lebih mengkonsentrasikan diri untuk mengikuti jalannya penyuluhan yang sedang dilaksanakan oleh penyuluh. tahap menilai. Membantu penyuluhan lebih efektif . 2008). penyuluh dapat mengetahui sejauh mana sasaran memahami materi yang diberikan. dari adanya pengetahuan dan beberapa keterangan yang jelas. serta perhitungan untung rugi sudah melintas dalam pikirannya. penumbuhan minat. Tahap minat. belum memahami secara mendalam apa yang termakna dalam hal yang baru diketahuinya. tahap mencoba dan tahap menerapkan. karena sasaran lebih cepat menerima dan memahami segala sesuatu yang dimaksudkan penyuluhnya. dalam hal ini seseorang berada dalam keadaan sekedar mengetahui. Memperjelas pengertian tentang segala sesuatu yang diuraikan atau disampaikan penyuluh secara lisan .Lebih lanjut. Tahap mencoba.

Salah satu alat peraga penyuluhan yang paling mudah diperoleh atau dibuat adalah yang berupa benda. Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Tentang benda yang dapat digunakan sebagai alat peraga ini, ada beberapa macam yaitu :
 

Sample/contoh , yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya (misal contoh benih, contoh pupuk dll). Model/tiruan, digunakan sebagai alat peraga jika benda asli sulit didapat, volumenya terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus (misalnya: contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah dll). Specimen atau benda asli yang diawetkan karena benda asli sulit di dapat.

Dari ketiga benda tersebut yang paling baik adalah benda asli, hal ini disebabkan karena baik model maupun specimen seringkali warnanya tidak sesuai.

Barang cetakan

Media cetak disediakan untuk memenuhi bahan kebutuhan para petani dan masyarakat lain yang memerlukan dan mengambil manfaat dari adanya informasi. Seorang yang menyiapkan informasi untuk petani melalui media cetak hendaknya bertanya pada diri sendiri tentang;
    

untuk siapa media cetak ini disiapkan, apakah calon pembaca mengetahui pokok yang dibahas, informasi apa yang dapat disampaikan untuk menambah pengetahuan calon pembaca, kebijaksanaan apakah yang dapat membawa perubahan, apakah keputusan itu mungkin dapat diterapkan.

Salah satu jenis media cetak yang digunakan oleh penyuluh sebagai alat peraga , baik yang berupa gambar, tulisan, atau campuran keduanya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan adalah brosur. Media cetak (seperti brosur, leaflet, surat kabar dan majalah pertanian merupakan visualaid) yang berfungsi sebagai bahan publikasi untuk menyebarluaskan informasi pertanian , khususnya kepada masyarakat tani dan masyarakat ramai yang menaruh minat terhadap pembangunan pertanian .. Sedangkan Hanafi (1986) dalam Syafrudin (2008) mengemukakan ada beberapa keunggulan media cetak yaitu

 

orang yang membaca dapat mengatur kecepatan bacanya, berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang sedang dibaca dan mengulangi kalimat-kalimat yang dipandang penting, dapat menyimpan fakta-fakta, gambar-gambar dan memiliki kemampuan dalam mengatasi selektivitas.

Selanjutnya Kamath 1980 (dalam Syafrudin, 2008) mengemukakan sembilan butir keunggulan media cetak yaitu
o o o o o o o o o

merupakan media tertulis yang dapat mencapai sasaran yang luas pada masyarakat pembaca, merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan pesan, dapat diproduksi menurut kebutuhan serta relatif murah biayanya, merupakan alat informasi yang tepat dan akurat, yang dalam waktu singkat dapat sampai pada sasaran, apabila disusun secara tepat, dapat menarik dan menyenangkan pembacanya, dapat digunakan sebagai alat untuk melestarikan dan meningkatkan tugas harian dari pembacanya, merupakan alat untuk mengadakan kontak secara tetap dan bersambung dapat digunakan untuk menampilkan prestasi tokoh-tokoh masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya, dan merupakan alat yang tepat untuk melestarikan dan meningkatkan kemampuan pembaca dan menulis masyarakat.

Namun demikian media cetak tersebut memiliki beberapa kelemahan yaitu:
  

kurang tepat bila digunakan pada masyarakat yang memiliki kemampuan baca rendah atau buta huruf, kurang cepat mencapai sasaran, apabila dipakai sebagai satu-satunnya teknik untuk menyampai pesan di daerah pedesaan dan apabila tidak disiapkan secara seksama dan hati-hati justru akan kehilangan arti maksud dan tujuannya.

Rachmat 1991 (dalam Syafrudin, 2008) media cetak mempunyai sifat satu arah artinya tidak ada reaksi antara pesan-pesan komunikasi dan bersifat terbuka artinya ditujukan kepada publik yang tidak terbatas dan anonim serta mempunyai publik yang secara geografi tersebar. Oleh karena itu media cetak tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada pembacanya. Berkaitan dengan efek dari media cetak akan sangat tergantung dari sasaran atau penggunaanya. Sebab efek tidak ada seandainya sasaran atau pengguna tidak menyukai media tersebut, meskipun media itu sarat dengan informasi dan pengetahuan. Menurut Hanafi (1986) dalam Syafrudin, (2008) mengemukakan tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keefektifan media cetak yaitu:
o o o

dalam menyampaikan kode, pesan yang merupakan sekumpulan simpul hendaknya disusun sedemikian rupa, sehingga bermakna bagi sasaran, isi pesan hendaknya merupakan materi/bahan yang dipilih dan wujud pesan adalah bentuk pesan yang dipilih sumber (komunikan).

Selanjutnya menurut Kelsey dan Hearne 1995 (dalamSyafrudin, 2008) menyatakan bahwa untuk meningkatkan keefektifan media cetak disarankan agar media:

o o o o o

menyajikan topik yang sesuai dengan kebutuhan yang dianggap penting dan mendesak serta dapat diterapkan oleh masyarakat, menyajikan materi yang sesuai dengan masalah, minat dan tingkat pendidikan pembaca, menghindari konsep yang sukar, menyusun fakta secara logis sehingga pembaca dapat mengikuti secara bertahap, menggunakan ilustrasi foto dan gambar yang sesuai.

Selain itu menurut Ban & Hawkins 1999 dalam Syafrudin (2008) menyatakan bahwa agar publikasi terknis yang diterbitkan oleh dinas-dinas penyuluhan efektif bagi sasaran/penggunanya media cetak tersebut harus dikemas dalam bentuk yang mudah dimengerti (comprehensive), artinya dengan menggunakan bahasa yang sederhana, menyusun dan merangkaikan perbedaan pendapat dengan jelas dan hal-hal pokok dinyatakan dengan singkat dan jelas Setiap penyuluh dapat menggunakan beragam barang cetakan baik yang berupa gambar, tulisan atau campuran dari keduannya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan sebagai alat peraga. Adapun barang-barang cetakan tersebut adalah : 1. Pamflet atau selebaran , yaitu barang cetakan yang berupa selebar kertas bergambar atau bertulisan yang dibagi-bagikan oleh penyuluh secara langsung kepada sasarannya, disebarkan ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga seperti ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan minat sasarannya meskipun demikian, jika berisi informasi yang lebih lengkap dapat dimanfaatkan oleh sasaran pada tahapan menilai dan mencoba. 2. Leaflet atau Folder , sama hal nya dengan pamflet keduanya merupakan barang cetakan yang juga dibagi-bagikan kepada sasaran penyuluhan. Bedanya adalah umumnya dibagikan langsung oleh penyuluh, leaflet selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedangkan folder dilipat menjadi 3 (6 halaman ) atau lebih, leaflet dan folder lebih banyak berisikan tulisan daripada gambarnya dan keduanya ditujukan kepada sasaran untuk emepengaruhi pengrtahuan dan keterampilannya pada tahapan minat, menilai dan mencoba. 3. Brosur atau booklet , merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman, dan paling banyak 50 halaman. Booklet ini dimaksudkan untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran tetapi pada tahapan menilai, mencoba dan menerapkan. Dalam penggunaan media cetak brosur sebagai media pertanian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu
   

gaya bahasa, kata-kata dan istilah harus mudah dimengerti kalimatnya ringkas dan jelas sesuai dengan tingkat kemampuan sasaran, sebaiknya kata yang tertulis dilengkapi dengan gambar atau foto agar lebih jelas dan mudah dimengerti, tulisan atau materi yang disajikan harus bersifat nyata, baik, dan menguntungkan sesuai dengan kebutuhan sasaran harus mengandung daya penarik pembaca, kertas yang baik, berwarna, bergambar, atau bentuknya menarik untuk dibaca (Syafrudin, 2008).

merupakan alat peraga yang dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman pada tahapan sadar dan minat. Photo. minat. menilai Meskipun disajikan dalam bentuk dan cara yang berbeda semua lat peraga yang berupa barang cetakan ini harus memuat pesan yang lengakap yang mudah dipahami oleh sasarannya. dengan pilihan pesan yang diminati dan menggunakan media yang mereka kenal dan menarik pesan. dengan bahasa yang setingkat dengan pengertian mereka.  Gambar yang diproyeksikan Meskipun alat peraga ini dinamakan gambar yang terproyeksi. Flipcard dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap. slide dan film strip. alat peraga ini lebih efektif dan efisien untuk disediakan bagi sasaran pada tahapan minat. Banyak dari alat peraga yang terproyeksikan ini penggunaannya dengan pendekatan kelompok tetapi untuk movie fil menggunakan pendekatan massal karena alat ini dapat menjangkau khalayak yang lebih besar. Isi pesan ditulis sesuai dengan kemampuan daya serap pembaca. Flipcard atau peta singkap . Placard dan poster . Digunakan pada pertemuan kelompok untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. dan sikap. Oleh sebab itu. menilai. karena biasa digunakan dalam pertemuan kelompok. Berbeda dengan placard yang banyak berisiskan tulisan. adalah lembaran mika bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan OHP. . penegtahuan atau keterampilan. Flanelgraph. Flipchart dan flanelgraph harus disampaikan dengan pendekatan langsung pada pertemuan kelompok atau kunjungan dan selain barang cetakan tersebut disampaikan dengan pendekatan tidaka langsung. 6. 5. Photo ini dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar. poster justru lebih banyak berisi gambar. menilai. Karakteristik media cetak brosur (bahasa yang mudah dipahami. mencoba. motivasi kerja. dan penyajian yang menarik) dapat diserab oleh sasaran sangat dipengaruhi oleh faktor internal peternak yaitu pengetahuan. baik gambar dan atau tulisan yang disampaikan harus komunikatif dan dengan tata warna yang menarik perhatian. kadang-kadang juga banyak berisikan tulisan seperti transparancy. merupakan barang cetakan yang ukurannya relatif besar untuk ditempel atau direntangkan di pinggir jalan. mencoba.4. merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. Akan tetapi. Masing-masing berisikan pesan terpisah yang jika digabungkan akan merupakan satu kesataun yang tidak terpisahkan yang ingin disampaikan secara utuh. Alat peraga ini digunakan didalam pertemuan kelompok di dalam ruangan terutama untuk memepengaruhi penegtahuan dan keterampilan sasaran. adalah sekumpulan poster selebar kertas karton yang digabungkan menjadi satu. sesuai kebutuhan. Adapun gambar yang diproyeksikan tersebut adalah : o Transparancy sheet .

Beberapa lambang grafika yang dimaksud adalah : Grafik. serta menjelaskan cara kerja suatu peralatan yang ditawarkan. terutama untuk memepengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar dan menilai serta juga dapat digunakan untuk pertemuan kelompok bagi sasaran sdampai dengan tahapan mencoba. pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. Akan tetapi. mendemontrasikan hasil-hasil yang dicapai atau keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh oleh suatu inovasi. adalah hasil karya fotografi dimana obyek yang diproyeksikan tidak berujud gambar mati melainkan berupa gambar yang bergerak dan diisi dengan suara sehingga benar-benar alami. pengetahuan. Alat peraga ini digunkan dalam pertemuan kelompok untuk mempengaruhi sikap. dan diletakkan pada bidang tertentu. Video dan TV . Lambang grafika ini dapat disajian secara langsung (ditulis dan atau digambar pada bidang tertentu. Alat peraga ini digunakan di dalam pertemuan umum. Di dalam praktek dikenal beragam grafik. kehadiran penyuluh dalam penggunaan alat peraga ini sangat diperlukan untuk memberikan penjelasan tentang pengertian dan tujuan pesan yang ingin disampaikan. seolah-olah seluruh alat peraga yang berupa gambar ini dapat digunakan sendiri oleh sasaran penyuluhan tanpa didampingi sendiri oleh peenyuluhnya. adalah hasil karya fotografi yang jika diproyeksikan ke layar dapat menghasilkan gambar bergerak dan bersuara dan tersimpan dalam bentuk kotak kaset serta penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya.  Lambang grafika Lambang grafika merupakan alat peraga yang berupa gambar dengan keterangan tertulis seperlunya yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman sasaran dalam kegiatan penyuluhan. dan keterampilan sasarannya pada tahapan minat. Dalam berbagai kasus penyajian grafik relatif lebih singkat dan lebih mudah dipahami dibanding jika disampaikan dalam bentuk narasi. dan diletakkan pada tempat-tempat yang dapat dilihat dengan jelas oleh sasarannya)atau disajian secara tidak langsung (dengan diproyeksikan). yaitu : . sangat efektif untuk mempengaruhi sikap.o o o o Slide film . adalah suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang dibingkai untuk diproyeksikan ke layar dengan menggunakan slide projector. Film strip . suatu hasil karya fotografi yang berupa film positif yang masingmasing gambar tidak dipisahkan dan tidak dibingkai tetapi menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. Movie film . yaitu hubungan antara dua perubah yang digambarkan dalam bentuk titik. Sehingga. menilai dan mencoba. menilai dan mencoba. garis atau gambar-gambar tertentu yang mudah dipahami oleh sasarannya. Berdasar uraian diatas kecauali tranparancy sheet. Alat peraga ini digunakan untuk mengenalkan.

schema atau chart. yaitu grafik yang disajikan dalam bentuk lingkaran yang terbagi-bagi menurut perbandingan angka riil atau nilai prosentasenya. Diagram. Perbandingan nilai untuk masingmasing data disajiakn dalam jumlah gambar yang berbeda yang memiliki satuan yang sama. . Ada beragam bagan atau schema. berdasarkan hubungan garis keturunannya. dilakukan dengan cara menempelkan atau melekatkan untuk sementara pada sustau tempat yang telah disediakan. Grafik batang . merupakan lambang grafik yang tidak dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu. Ginealogical chart . Hinged-card chart . grafik yang disajikan berupa gambar atau bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. Pie chart atau segmented curve. Tabula chart . baik berupa garis lurus. berupa gambar batang atau bidang segi empat mendatar atau tegak. yaitu gambaran tingkat perekembangan yang ditunjukkan atau dialami oleh masing-masing sub sistem dalam suatu sistem yang ingin dijelaskan. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari suatu sietem yang ingin dijelaskan. yaitu gambar dari suatu sistem tertentu yang dilengkapi rincian dari sub sistem yang menyusunnya. merupakan gambar dari hubungan antar bagian atau sub sistem dari suatu sistem tertentu yang ingin dijelaskan. garis lengkung ataupun garis bergelombang. Pictorial statistical graph. Bagan. berdasarkan alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan. merupakan chart yang digambarkan sebagai suatu tabel berisikan keterangan tentang keadaan masing-masing bagian dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. Progress chart. Jika dalam satu gambar ingin dibandingkan data yang berbeda dapat dilakukan dengan memberikan perbandingan luas atau volume dari bentuk-bentuk yang disajikan. yaitu gambaran tentang hubungan antar subsistem dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. Organizational chart . yaitu : Pictorial chart . Untuk menyajikan lambang grafika pada suatu tempat secara langsung tanpa proyektor dapat dilakukan dengan beragam cara yaitu :   Pin-up chart . luas batang yang berbeda atau ciri-ciri tertentu yang berbeda pula.             Grafik garis . yaitu grafik yang disajikan berupa gambar atau bentukbentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. dilakukan dengan cara memaku atau menempelkan lembar grafika pada tempat yang telah disediakanyang dinilai mudah diamati dengan jelas oleh sasaran. Jika dalam satu gambar ingin disajiakn banyak grafik yang ingin dibandingkan dapat dilakukan dengan pemberian warna yang berbeda. Jika dalam satu gambar ingin disajikan banyak grafik yang menerangkan banyak data atau gejala yang dapat dibanding-bandingkan sebaiknya ditampilakn atau diberi warna yang ebrbeda dan mudah dibedakan. Flow chart . Area graph atau solid graph . yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling hubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan.

Untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. Alat peraga yang mahal tidak selalu merupakan jaminan sebagai alat peraga yang efektif untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. yang ditemapatkan pada suatu tempat tetapi ditutupi atau disembunyikan dengan memberikan lapisan penutup tertentu (seperti pada album photo atau perangko). Mardikanto (1985). mencoba memberikan acuan tentang pemilihan lat peraga yaitu sebagai berikut : ALAT PERAGA Benda Barang cetakan PERUBAHAN PERILAKU YANG DIINGINKAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Model specimen Contoh model Contoh model Poster Brosur Brosur Placard Selebaran Photo Folder Flip-chart Leaflet Flanel graph Tranparancy Slide film Film strip Flip-chart Flanel graph Folder Leaflet Video &TV Slide Film Film strip Gambar yang diproyeksikan Video &TV Movie film Film strip . Pemilihan Alat Peraga Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian. tersedia banyak alternatif alat peraga yang dapat digunakan tetapi dengan tingkat efektivitas dan tingkat kemahalan yang berbeda. Dalam pemilihan alat peraga ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat sasaran sehingga dengan begitu akan mempermudah proses belajar mengajarnya karena sasaran merasa butuh alat peraga tersebut guna membantu mereka dalam memperoleh informasi tentang pertanian. Pengetahuan penting tentang pemilihan alat peraga adalah sebagai berikut :    Tidak semua alat peraga selalu tersedia atau mudah disediakan oleh penyuluhnya pada sembarang tempat dan waktu. Hidden chart . Oleh sebeb itu. sangat penting sekali memperhatikan sasaran sebelum menentukan alat peraga yang akan digunakan. sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya. Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. Berkaitan dengan itu.

htm tanggal 10 maret 2008 pukul 09.tripod. 1990. CV.21 Syafrudin.damandiri. pemerintah akan lebih banyak menyerahkan kegiatan penyuluhan kepada pihak swasta. Bandung Rohman. ekonomi dan politik untuk memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses belajar bersama yang partisipatif. Namun jangan salah. agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua stakeholders (individu.pdf.or. kalaupun dikatakan masih tersisa komoditas pertanian yang relatif stabil. kelompok. Belajar dan Mengajar Ilmu Pertanian : Pendekatan Terpadu. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. demi terwujudnya kehidupan yang . Mokh Khayatul. diakses dari www. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan. 1996. 2008. apabila harga minyak mentah dunia dan semua kebutuhan pokok naik.42 laporan penyuluhan dan komunikasi pertanian sem. Saat ini kondisi pertanian di Indonesia memang kacau-balau karena pemerintah tidak memiliki kebijakan memadai selain itu ketergantungan pada impor tidak dipersiapkan dengan baik dan disesuaikan siklus kebutuhan.id/file/syafrudinugmbab3. Media Cetak Brosur Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi http://www. Pada saat ini sektor pertanian kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. Oemar. Kegiatan penyuluhan harus dilaksanakan secara lebih baik dan efisien untuk dapat melayani kelompok sasaran yang lebih luas dan dilain pihak. kelembagaan) yang terlibat dalam proses pembangunan. Maju Mundur. Penyuluhan dapat diartikan sebagai proses perubahan sosial.rohman. 2 I. Hamalik.com/lapangan/penyul. harga beras tak dapat dikendalikan. 2008. Penerbit Pusat Penyuluhan Departemen Kehutanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta. Kondisi ketahanan pangan makin gawat ketika alih fungsi lahan pertanian yang tak bisa dikendalikan. Kegagalan pembangunan pertanian mulai tampak dari produksi komoditi pertanian yang tidak stabil. barangkali hanya beras. Diakses tgl 10 maret 2008 pukul 09.Pendekatan Film slide Tidak langsung Langsung Video&TV Langsung Tidak langsung DAFTAR PUSTAKA Langsung Tidak langsung Departemen Kehutanan. PENDAHULUAN A.

Mahasiswa dapat melakukan penyuluhan terhadap praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan yang menyangkut sistem kerja metoda dan . alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran.semakin berdaya. Petani dapat meningkatkan penghasilannya sehingga kualitas hidup petani pun dapat ikut naik. B. Dalam hubungan ini. Bagi Mahasiswa a. kondisi geografis. Penyuluhan pembangunan sebagai proses pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Boyolali bertujuan untuk : 1. dan lain-lain). penyuluh harus mengoptimalkan pemanfaatan segala sumberdaya yang dimiliki serta segala media atau sluran informasi yang dapat digunakan (media massa. better bussinnes. mandiri dan partisipasif yang semakin sejahtera dan berkelanjutan. Petani dapat saling sharing dengan petani lain dan juga penyuluh. 2. memiliki tujuan utama yang tidak terbatas yaitu “better farming. Inti dari kegiatan penyuluhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Mahasiswa mampu menetapkan metode. dab better living”. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan. Kecamatan Teras. menelaah dokumen dan mengumpulkan informasi tentang proses dan substansi Perencanaan Program/ Programa Penyuluhan Pertanian. Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasar prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa. pusat informasi. dan kebijaksanaan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat). b. b. c. C. penyuluhan tidak boleh hanya menunggu aliran informasi dari sumber-sumber informasi (peneliti. Petani mendapat informasi baru tentang pertanian sehingga dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya saat ini. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengembangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. Menjalin kerjasama dan kerukunan antar petani. institusi pemerintah. tetapi untuk memfasilitasi masyarakat atau sasaran untuk mengadopsi strategi produksi dan pemasaran agar mempercepat terjadinya perubahanperubahan sosial. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian di Desa Teras. dan lain-lain) agar tidak ketinggalan dan tetap dipercaya sebagai sumber informasi baru oleh kliennya. sumberdaya penyuluh. Mahasiswa dapat melakukan wawancara. Melainkan harus secara aktif berburu informasi yang bermanfaat dan atau dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi kliennya. 2. Kabupaten Boyolali diharapkan dapat memberikan manfaat kepada : 1. Bagi Petani a. Dalam konsep pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani atau masyarakat yang beradab dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan yang terbaik bagi kesejahteraan bersama. 4. Sebagai agen penyebar informasi. internet. teknik. d. Mahasiswa mampu menggali masalah yang dihadapi sasaran penyuluhan. Kecamatan Teras. Manfaat Praktikum Melalui praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dari Desa Teras. politik dan ekonomi sehingga dalam jangka panjang mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakatnya. 3.

atau menyentuh penerima. LANDASAN TEORI A. pemasaran inovasi (teknis dan sosial). Pemerintah dapat mengetahui permasalahan apa yang dihadapi oleh masyarakat terkhusus petani desa tersebut. c. . II. rekayasa sosial. teraba (tactile). Kegiatan penyuluhan pertanian sangat diperlukan sebagai faktor pelancar pembangunan pertanian. 3. Menurutnya massage dapat berupa signal terdengar (auditory). Dari sini dapat diketahui bahwa sifat massage dapat dikenali dari indra pihak penerima yang menangkap signal tersebut (Effendi. kelembagaan. b. Tugas pemerintah dalam usaha meninngkatkan kesejahteraan petani. Mahasiswa dapat membantu tugas pemerintah daerah dalam melakukan peningkatan kualitas hidup masyarakat terkait fungsi pengabdian masyarakat. penguatan komunitas (community strengthening) (Arip. perubahan perilaku. Bagi pemerintah a. hubungan antar individu. nilai-nilai. pemberdayaan masyarakat (community empowerment). d. 1982). dll). 1994). dan menciptakan efek berupa pengenalan dan pengertian. Pendapatan pemerintah dapat bertambah karena kualitas hidup masyarakat meningkat. macam serta jenis dan nilai produksi sehingga tercapai suatu kenaikan pendapatan yang lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri. 1986). keluarga dan kesejahteraan masyarakat (Mardikanto. Efektivitas komunikasi tidak saja ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi saja. tercium (olfactory). terlihat (visual). perubahan sosial (perilaku individu. Komunikasi bukan jawabannya sendiri. dapat terbantu dengan kegiatan penyuluhan ini. pendidikan non formal (luar-sekolah). Fungsi komunikator mengemukakan pikiran dan perasaan dalam bentuk pesan untuk membuat komunikan menjadi tahu dan berubah sikap. Komunikasi adalah suatu proses dimana pihak-pihak peserta saling menggunakan informasi dengan tujuan untuk mencapai pengertian yang sama (pengertian bersama) yang lebih baik mengenai masalahmasalah yang penting bagi semua pihak yang bersangkutan. tetapi juga oleh diri komunikator. penerangan/penjelasan. Mahasiswa dapat meningkatkan kualitas usaha pertanian pada tempat pelaksanaan praktikum sehingga dapat menigkatkan kualitas hidup petani sesuai dengan tujuan dari penyuluhan. Kegiatan penyuluhan diartikan dengan berbagai pemahaman seperti. Pengertian Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Penyuluhan adalah suatu sistem pendidikan nonformil di luar sekolah bagi para petani dan keluarganya agar terjadi perubahan perilaku yang lebih rasional dengan belajar sambil berbuat (learning by doing) sampai mereka tahu mau dan mampu berswakarsa untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan guna terus memajukan usaha tani dan menaikan sejumlah mutu. terkecap (gustatory). c. tetapi pada hakikatnya merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerima rangsangan dan pembangkitan balasan (Mardikanto. penyebarluasan (informasi). 2009).perlengkapan penyuluhan yang disiapkan atau digunakan.

1987). 1983). Contohnya untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Arip. 1982). ada yang tidak terlalu panas. media cetak. kedua yaitu keadaan usaha tani. Dalam metode ini. misalnya melalui papan pengumuman. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. dan yang ketiga adalah teknik komunikasi coersive (koersif) adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan cara yang mengandung paksaan agar melakukan suatu tindakan atau kegiatan tertentu (Suprapto. Metode ini dapat menjangkau sasaran yang lebih luas (massa) (Suriatna. Ragam metode dan teknik penyuluhan dapat didasari dari pendekatan jenis komunikasi. 2009) Ada tiga cara pendekatan yang diterapkan dalam pemilihan metode penenlitian. yaitu berdasarkan media yang digunakan. psikososial dan panca indera (STPP. kedua metode berdasarkan pendekatan kelompok. antara lain. Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian meliputi keadaan sasaran. dan yang terakhir adalah keadaan lapangan. musim sangat erat hubungannya dengan kedaan usaha tani. yang secara harfiah berarti hal membujuk atau meyakinkan. 2004) Dalam pemilihan metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. dan antar masyarakat didalam dan diluar (Timmer. sumber informasi dan penggunanya. lalu yang kedua metode penyuluhan berdasarkan hubungan penyuluh dengan sasaran dibagi menjadi dua yaitu komunikasi langsung dan tak langsung. menilai. B. Dan kedudukan penyuluhan itu sebagai perantara atau jembatan anatara teori dan praktek. seperti topografi. penyuluh berhubungan dengan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan. penyuluh berhubungan dengan sekelompok orang untuk menyampaikan pesannya. Teknik komunikasi yang bisa dilakukan pada umumnya ada tiga yaitu teknik komunikasi informasi adalah proses penyampaian pesan yang sifatnya “memberi tahu” atau memberikan penjelasan kepada orang lain. sumber daya penyuluhan. C. penguasa dan masyarakat. metode penyuluhan dibagi menjadi tiga mencakup media lisan. ada yang panas sekali. antar sesama stakeholders agribisnis. pertemuan-pertemuan kelompok juga media massa. dan media terproyeksi. keadaan wilayah dan kebijakan pembangunan pertanian. musim. dan yang terakhir adalah menurut keadaan psikolog sasarannya. produsen dan pelanggan. kedua yaitu teknik komunikasi persuasi. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa.Lebih dari itu. 2009) Pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian didasari tingkat kemampuan penerimaan panca indera dan tahapan adopsi yang meliputi kesadaran. Metode dan Teknik Penyuluhan Metode penyuluhan digolongkan menjadi tiga golongan berdasarkan jumlah sasaran yang dapat dicapai yaitu metode berdasarkan pendekatan perseorangan. pengalaman dan kebutuhan. mecoba dan menerapkan. dan di bagi menjadi menjadi dua yaitu mencakup pendekatan massal dan pendekatan kelompok (Mardikanto. dan yang terakhir adalah metode berdasarkan pendekatan massal. jenis tanah. minat. sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. pelaksanaan utama pembangunan pertanian pada dasarnya adalah petani kecil yang merupakan golongan ekonomi lemah. istilah “persuasi” atau dalam bahasa Inggris “persuation” berasal dari kata latin persuasion. Komunikasi ini dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. Dalam hal ini. Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan . pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya.

. pembaca lebih leluasa. Ragam alat bantu yang dibutuhkan penyuluh yaitu. Radio dan tv lebih tetap untuk mencapai banyak orang dengan cepat dengan ide yang cukup sesderhana. tergantung bagaimana digunakan. 2009). brosur. (3) Pesan lebih mudah ditangkap melalui beberapa panca indra dibanding yang hanya melalui salah satu panca indera saja. dan yang terakhir adalah alat bantu proyektor (Soejitno. dan yang lebih modern lagi adalah video. buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan (Anonima. yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran.Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah (1) benda. lembar persiapan penyuluh berupa lembar persiapan penyuluh. ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. slide film. Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. D. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker. ketiga yaitu papan tulis. (2) Melalui alat bantu. TV. satelit) dapat dikategorikan sebagai teknologi komunikasi baru (Arip. 2005). 1986). Aplikasi teknologi komunikasi dalam bidang pertanian memberikan hasil yang cukup baik. Media cetak efektif utamanya bagi penduduk yang bisa baca tulis. menilai dan mencoba. dan lembar persiapan kerja. tv. kedua yaitu kurikulum yang memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan . (2) Barang cetakan. bisa disarikan butir penting dari pembicaraan dengan jelas. Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya (Turindra. placard. lembar persiapan pelatihan. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang. pamflet. 2009). 1978). Alat peraga penyuluhan adalah suatu alat yang berfungsi untuk memeragakan dan menjelaskan uraian tentang informasi yang akan disuluhkan. Materi penyuluhan Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat. 2002). Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Elektronik media (radio. pamlet atau selebaran. flipchart atau peta singkat yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu foto dan flanelgraph.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Sebagai bumbu. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu. keempat yaitu alat tulis. (4) Kemungkinan untuk mengurangi terjadinya penafsiran yang keliru. Cabai merah Besar (Capsicum annuum L. Alat bantu penyuluhan adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses penyuluhan. booklet. movie. komputer. (5) Beberapa alat bantu dapat membantu menyusun pesan secara sistematis (Mardikanto. dengan dukungn grafis dan bahan terdokumentasi. dan lain-lain (Slamet. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. 2009) Keuntungan menggunakan alat bantu audio visual adalah (1) alat bantu dapat menangkap perhatian dari hadirin. namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung (Kardinan. penata cahaya dan penata udara. kelima yaitu sarana ruangan seperti pengeras suara. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. poster. Terdiri dari Leaflet atau folder.

Antraknosa/patek/ (Colletotrichun capsici dan Gloesporium piperatum). Ada beberapa penyakit yang selalu mengganggu tanaman cabai secara umum dan cara pengendaliannya. Buah menjadi lunak dan membusuk. Daconil. penyakit ini adalah penyakit yang sangat menakutkan bagi pekebun. perlakuan tanah dengan Basamid-G. selain gandum dan padi. jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Semua cabai yang terserang dipanen setiap hari kemudian dimusnahkan. Penyakit ini juga menyerang buah yang masih hijau dan menyebabkan mati ujung. Topsin. Tongkol jagung kaya akan pentosa. dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya). Bercak daun (Cercospora capsici). tebukanazol. penyakit ini diperlihatkan dengan adanya bercak-bercak bulat kecil pada daun tanaman cabai. . Pengendalian penyakit ini dengan cara benih yang akan disemai direndam dulu dengan air hangat yang dicampur fungisida berbahan aktif tofanat. Buah mengering dan keriput. Thiram atau benomil selama 4 jam. Layu oleh cendawan Sclerotium rolfii Sacc. Atur jarak tanam untuk musim kemarau lebih rapat ( 50 cm x 70 cm ). Benlate. 2010). Patogen penyakit menyerang leher akar yang ditendai dengan adanya miselium berwarna putih. pergiliran tanaman. tetapi juga tetap mengancam setelah usai panen.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting. Penyakit-penyakit yang mengganggu tanaman cabai antara lain : a. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pengapuran saat pengolahan tanah. musim penghujan lebih lebar ( 60 cm x 70 cm ). daun berwarna kuning kemudian menjadi cokelat.Setiap tanaman selalu ada yang merusaknya yaitu berupa hama dan penyakit. c. Delsen dan Antracol. dibuat tepung (dari biji. Velimek. Phycosan. Score secara bergantian. Tindakan akhir Penanggulangan Antraknosa menggunakan fungisida Kasumin. Cara mengendalikan penyakit ini dengan menjaga kebersihan kebun dan menyemprotkan fungisida seperti Topsin. yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. diambil minyaknya (dari biji). Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi (Anonimc. 2010). selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Jagung (Zea mays L. serangan cendawan ini menyebabkan layu tanaman secara tiba-tiba. dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena). Serangan dimulai dari munculnya bercak kuning yang berubah menjadi cokelat kehitaman. Difolatan. b. Serangan cendawan ini tidak terbatas pada saat buah masih tergantung. Pada kondisi lembab cendawan membentuk badan buah dalam lingkaran-lingkaran berwarna merah jambu. Selain sebagai sumber karbohidrat. Derasol. (Anonimb. Dithane M-45.

a.2990 2 Tanah Teknis 75. b.4817 Jumlah 334. No Jumlah keluarga tani Luas Wilayah (ha) 1 Pemilik lahan tidak menggarap 1. tanah teknis 75. Mata Pencaharian Tabel 3. PERSIAPAN PENYULUHAN A. dan lain-lain 75.1.1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa Desa Teras mempunyai luas wilayah total 334.1. Khalayak Sasaran 1.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.0990 ha yang terdiri dari tanah kering (tegal dan pekarangan) 225.1.0990 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3.8000 ha. Keadaan Umum Lokasi yang kami pilih untuk melaksanakan praktikum Penyuluhan dan Komunasi Pertanian adalah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali.III.237 .1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.8000 ha.1.1.1.8000 3 Lain-lain 19. No Jenis Tanah Luas Wilayah (ha) 1 Tanah Kering 225.2990 ha. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar wilayah Desa Teras adalah tanah kering (tegal dan pekarangan). Luas Daerah Wilayah Tabel 3.

3 jumlah hewan ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali.1.4 jumlah hasil pertanian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali No Jenis hasil pertanian Luas lahan (ha) 1 Padi 92 2 Jagung 87 3 Ketela pohon 132 4 Kacang tanah 12. Sedangkan pemilik lahan tidak menggarap 318 dan pemilik lahan penggarap 1.573 Jumlah 3. d. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mata pencaharaian Desa Teras adalah buruh tani.5 .460 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3. No Jenis Ternak (ekor) 1 Kuda 6 2 Sapi 483 3 Kambing 366 4 Domba 492 5 Ayam 45.1. kuda 6 ekor. kambing 366 ekor.2 Pemilik lahan penggarap 318 3 Buruh Tani 1.237.1.1.128 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3. kelinci 79 ekor. Sapi sebanyak 483 ekor.1.1.864 6 Bebek 160 7 Kelinci 79 Jumlah 47.864. domba 492 ekor. Jumlah hasil pertanian Tabel 3. Jumlah Hewan Ternak Tabel 3.1. c.1.573.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras sebagian besar beramata pencaharian sebagai buruh tani mempunyai luas wilayah total 1. Sedangkan unggas yang lain yaitu bebek hanya 160 ekor.3 jumlah ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras kebanyakan memelihara ayam sebanyak 45.

Keadaan Pertanian a. Pada setiap pertemuan rutin yang diadakan setiap 35 hari sekali. maupun anorganik seperti Urea dan Za. baik pupuk organik. hal ini dikarenakan serangan atau gangguan penyakit antraknosa. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II melakukan pertemuan rutin setiap 35 hari sekali. Sejarah Kelompok Tani di Desa Teras Kelompok Tani di desa Teras dinamai dengan Kelompok Ngudi Mulyo II. Struktur Organisasi Kelompok Tani Ngudi Mulyo II Gambar 3. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II pernah mengalami gagal panen pada saat penanaman cabai.1 bagan Struktur Pengurus “Kelompok Tani Ngudi Mulyo II” c. b. 3. Di desa Teras. kacang tanah 12.2. Untuk menanggulangi penyakit antraknosa.00 untuk mendukung keberlangsungan kegiatan kelompok tani mereka. yaitu pada hari Kamis Wage. papaya 82 ha. Selain modal dari Pemerintah. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga merealisasikan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) yang berupa padi non hibrida dan jagung hibrida. para petani dari Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga mengusahakan sendiri dengan membuat pupuk kandang.5 ha. berupa uang dan pupuk. Pertemuan ini diadakan secara bergilir atau keliling rumah dari tiap anggota Kelompok Tani Ngudi Mulyo II.4 jumlah hasul pertanian Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa jumlah hasil pertanian Desa Teras paling banyak adalah padi ssebanyak 92 ha. Adapun kelompok tani Ngudi Mulyo II beranggotakan 43 orang yang berstatus aktif. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas lahan . ketela pohon 132 ha.1. saat ini para petani Kelompok Tani Ngudi Mulyo II menggunakan menggunakan pestisida yang ternyata belum juga membasmi penyakit yang menyerang tanaman cabai.5 Pepaya 82 Jumlah 405. Tata Guna Lahan Pertanian Dari data monografi Desa Teras. Sedangkan yang lain seperti jagung 87 ha. para petani dari Kelompok Tani Maju ini mengadakan iuran atau arisan sebesar Rp 5. Luas lahan yang digunakan untuk keperluan kelompok Tani Maju seluas 55 ha antara lain 15 ha lahan sawah dan 40 ha lahan tegal. 2.1. Kegiatan Kelompok Tani Kegiatan yang dilakukan kelompok Tani Ngudi Mulyo II Desa Teras Kabupaten Teras Kecamatan Boyolali diantaranya pertemuan rutin kelompok tani yang dilaksanakan setiap Rabu Wage bertempat pertemuan di rumah warga dengan cara digilir. Kelompok Tani (Struktur) a. Profil kelompok Tani Kelompok tani Ngudi Mulyo II di Desa Teras kabupaten Teras kecamatan Boyolali adalah salah satu dari kelompok tani yang ada yaitu Ngudi Mulyo I.1.5 Sumber : Monografi Desa Berdasarkan data tabel 3.000. Ngudi Mulyo III. Modal Kelompok Tani Ngudi Mulyo II berasal dari Pemerintah. Kecamatan Teras. d.

Penanganan jamur yang menyerang tanaman jagung sehingga hasil panen menurun drastis. Penggalian Permasalahan dan Perumusan Tujuan 1.8000 ha tanah sawah irigasi teknis dan 255. Kabupaten Boyolali: a. Permasalahan Pertanian yang sekarang ini sedang dijalankan oleh kelompok tani Ngudi Mulyo II. Perumusan Tujuan Tujuan penyuluhan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Caracara Penanganannya” di Desa Teras. .500. Kabupaten Boyolali masalah yang dihadapi saat ini adalah mengenai hama Patek yang menyerang tanaman cabai. Kecamatan Teras. Kecamatan Teras.2990 ha tanah tegal dan pekarangan. Sedanagkan pengeluarannya sebesar Rp. Kecamatan Teras. Dari kedua masalah tersebut setelah ditimbang dan didiskusikan bersama penyuluh Desa Teras. Kabupaten Boyolali. Desa Teras. c. b. dalam pelaksanaannya dengan berdiskusi.000 per ha. Pendekatan dilakukan terhadap kelompok petani.573 RTP sebagai buruh tani. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Menurut data monografi Desa Teras. Kecamatan Teras. dan para petani memanfaatkan sawah itu sebagai sumber penghasilan mereka. C. b. di mana para petani ini diajak dan dibimbing serta diarahkan secara berkelompok untuk melaksanakan sesuatu kegiatan yang tentunya lebih produktifatas dasar kerjasama. c. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas tanaman padi tahun ini seluas 61 ha dengan hasil Rp. Kabupaten Boyolali adalah metode pendekatan kelompok. 2. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui jumlah rumah tangga yang memiliki tanah pertanian sebanyak 3. Kemerosotan produksi cabai hingga 60% karena cabai terserang hama Patek (disebabkan oleh cendawan antraknosa). Petani mengetahui lebih lanjut apa itu hama patek. gejala yang ditimbulkan serta cara mengatasi hama tersebut.000 per ha. Kecamatan Teras.pertanian keseluruhan di desa Teras sebesar 331. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa mengenai praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. B. sehingga dapat meningkatkan hasil produksi cabai di Desa Teras.0990 ha yang terdiri dari 75. Kecamatan Teras. 270. b. 4. Penetapan Metode Penyuluhan Metode yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras.128 rumah tangga petani yang terdiri dari 1. Kecamatan Teras. Dari data tersebut dapat disimpulkan masih banyak petani yang mempunyai sawah daripada tegal. 318 RTP yang pemilik lahan tidak menggarap. Produksi Lahan Pertanian Menurut data monografi Desa Teras. Setelah mengadakan penyuluhan diharapkan petani dapat mempraktekan materi yang diberikan dalam penyuluhan.237 RTP (Rumah Tangga Petani) yang pemilik lahan tidak menggarap. Penyuluh berkomunikasi dengan kelompok tani pada waktu yang sama. dan 1. Penetapan Metode dan Teknik Penyuluhan 1. Permasalahan tersebut dipilih dikarenakan menurut keterangan dari penyuluh Desa Teras. Kabupaten Boyolali memang sedang mengalami beberapa permasalahan berupa: a. permasalahan yang akan disuluhkan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Cara-cara Penanganannya”.

2. Peranan agen penyuluhan berbeda. pertama-tama dapat melakukan pendekatan perorangan kepada ketua kelompok tani yaitu petani yang tergolong early adopter (yang sering menjadi tempat bertanya dan yang dapat mempengaruhi para petani lainnya) dan petani ini dapat menjadi kontak tani yang membantu menyebarkan pengetahuan dan ketrampilan kepada para anggota kelompoknya. Tempat yang digunakan untuk penyuluhan di tempat kegiatan sasaran yaitu rumah salah satu anggota kelompok tani Ngudi Mulyo II Desa Teras. Alat Peraga Penyuluhan Alat peraga yang dipilih adalah hand out. Diskusi kelompok membantu proses alih teknologi dari ahlinya kepada kelompok walaupun media cetak dan bahan audio visual serta pidato lebih murah dan tertata rapi serta umumnya lebih efektif. Kabupaten Boyolali adalah teknik diskusi. Kabupaten Boyolali adalah alat tulis. Penentuan Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan 1. Penetapan Teknik Penyuluhan Teknik yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras. D.Dalam pendekatan kelompok ini bertujuan juga agar penyuluh tidak terlalu terkuras tenaganya. Pada kelompok diskusi. Walaupun demikian. Kabupaten Boyolali. Selain itu metode ini dipilih karena metodemetode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. Alat Bantu Alat Bantu yang digunakan saat penyuluhan di Desa Teras. diskusi kelompok membantu anggotanya memadukan pengetahuan dengan memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan. 2. menghubungkan informasi baru dengan yang telah mereka ketahui dan jika perlu. Alasan memilih hand out sebagai alat peraga penyuluhan untuk memberikan informasi kepada sasaran. . Kecamatan Teras. Teknik ini dipilih karena member kesempatan untuk mempengaruhi perilaku pesertanya. memperbarui pandangan. Kecamatan Teras. menilai. Kecamatan Teras. Hand out ditujukan kepada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran pada tahapan minat. tidak seperti pada pidato/ceramah yang menempatkan agen penyuluhan sebagai sumber informasi sehingga statusnya lebih tinggi daripada hadirin. lembar persiapan penyuluhan serta ruangan atau tempat yang digunakan untuk penyuluhan. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ketahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan. dan mencoba. agen penyuluhan merupakan bagian dari anggota kelompok yang saling bertukar pikiran dan turut memecahkan masalah.

Perikanan. kegiatan penyuluhan pertaniannya dijadwalkan setiap Rabu Wage (35 hari sekali) . 12 Mei 2011 pukul 10. Pelaksanaan sistem kerja penyuluhan pertanian. Waktu dan Tempat Penyuluhan Pada hari Kamis. sehingga penyuluhan pertanian berjalan dengan lancar. 3. Meningkatkan kemampuan. petani dan penyuluh pertanian dapat bekerja sama dengan baik. mulai dari pembahasan langsung dari masalah-masalah yang dihadapi oleh petani sampai penyuluhan mengenai inovasi dan informasi-informasi pertanian yang terbaru. Hal yang dilakukan penyuluh pertanian untuk meyakinkan petani adalah dengan melakukan penyuluhan secara langsung di lapangan. Di Desa Teras Kecamatan Teras. Melatih petani untuk selalu mengantisipasi pasar. Sistem kerja penyuluhan pertanian yang digunakan sangat beragam. Desa Teras terdapat kelompok tani dan Gapoktan yang merupakan gabungan lebih dari atau sama dengan jumlah minimal dari dua kelompok tani. PELAKSANAAN PENYULUHAN A. Beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Penyuluhan dilakukan secara terjadwal sesuai kesepakatan BPP atau Penyuluh dengan petani.IV. keterampilan. dan 4. Meningkatkan kemandirian dalam berusaha tani. Menumbuhkan kemampuan petani untuk bermitra dalam menjalankan usaha. Pembuatan kebijakan berada pada tingkat Kabupaten untuk dimusyawarahkan di kecamatan (BPP) agar kebijakan dari pemerintah dapat disesuaikan dengan keadaan desa binaan.30 WIB. serta perubahan sikap dari petani dan penyuluh. pengetahuan. Kecamatan Teras.00 WIB sampai dengan pukul 12. 2. Dari beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Jadwal yang ada dipatuhi oleh kedua belah pihak. B. Program yang dibuat meliputi : 1. Petani rajin dalam berkonsultasi dengan . Program penyuluhan pertanian dilakukan dengan perencanaan kerja yang mengacu pada hasil pelaksanaan tahun yang lalu. Mulai dari PPL sampai anggota kelompok tani. Faktor-Faktor Mendukung Kebijakan yang dipakai dalam proses penyuluhan pertanian adalah Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 yang berisi tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Kelembagaan penyuluhan pertanian di Desa Teras sudah terstruktur. dan Kehutanan (SP3K). Kegiatan dan materi penyuluhan pertanian bisa sesuai dengan kebutuhan sasaran yang telah dipersiapkan oleh pihak penyuluh sebelumnya. Kabupaten Boyolali. kami kelompok 34 mengikuti acara penyuluhan pertanian yang diadakan di Desa Teras.

namun dilakukan dengan suasana santai. Penyuluh sering menggunakan metode kelompok karena dengan menggunakan metode ini interaksi tanya jawab antara penyuluh pertanian dengan petani dapat berlangsung. Proses penyuluhan tidak berlangsung secara formal. Sehingga para sasaran tidak menerima dengan baik apa yang penyuluh berikan. Informasi tersebut antara lain berupa batas wilayah desa. dalam memberikan informasi lebih mudah diterima dan diterapkan oleh kelompok tani. petani dapat berdiskusi dengan ketua kelompok tani masing-masing. Berbagai masalah tersebut kemudian didiskusikan bersama dengan kelompok petani yang lain untuk mencari solusi. C. sehingga petani dengan cepat memberikan respon dan dapat partisipasi dalam banyak hal. Pada saat kami melakukan penyuluhan tempat yang digunakan yaitu salah satu rumah warga. Perlengkapan yang lain adalah papan tulis yang kadang digunakan untuk menuliskan sesuatu yang penting bagi petani. Kegiatan penyuluhan pertanian yang kami amati ada interaksi langsung antara penyuluh dan petani. Apabila membutuhkan sesuatu yang harus ada contohnya. Bisa juga dengan kertas karton untuk menulis tentang permasalahan yang perlu dibahas kemudian ditempel di tembok. Penguasaan penyuluh terhadap materi yang akan disampaikan juga termasuk . Faktor-faktor Menghambat Dalam kegiatan penyuluhan pertanian masih ada beberapa hal yang menghambat. Materi yang disampaikan penyuluh harus benar-benar dibutuhkan oleh sasaran. maka penyuluh mengajak petani langsung terjun ke lapangan agar mengetahui secara pasti. Metode kelompok yaitu suatu metode dengan mengumpulkan lebih dari lima puluh orang untuk mendapatkan informasi yang dibawa oleh penyuluh. langsung berdiskusi dengan penyuluh. Selain itu. Misalnya untuk mengetahui hama dan dampak dari adanya tikus di sawah petani. gubuk penyuluhan dan balai desa. Dalam praktikum penyuluhan materi yang disampaikan oleh penyuluh secara teoretis bertolak belakang dengan masalah yang ada di lapangan yang dihadapi sasaran. pupuk yang biasa digunakan petani. jumlah kelompok tani dan Gapoktan. agar tidak membebani petani. Kalau tidak dapat. Maka dari itu seharusnya pemerintah lehih memperhatikan program-progan di bidang pertanian khususnya dalam kegiatan penyuluhan ini. Petani sering menanyakan berbagai masalah yang terjadi dan memberikan masukan kepada penyuluh. Penyediaan tempat ataupun ruangan dalam penyelenggaraan penyuluhan sangat memadai. Metode penyuluhan pertanian yang digunakan adalah metode kelompok. Penyuluh paling sering dalam memberikan informasi dengan cara langsung dengan pembicaraan dan diskusi langsung sehingga informasi langsung diterima oleh petani. Agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan lancar serta efektif dan efisien. minimnya administrasi dalam program penyuluhan mengakibatkan pelaksanaan kegitan penyuluhan menjadi kurang efektif dan efisien. penyuluhan pertanian dilakukan dengan bersendau gurau namun tetap mengacu pada permasalahan yang sedang dibahas bersama. karakteristik dan latar belakang petani. pola tanam yang diterapkan di Desa Teras. Tempattempat yang yang digunakan adalah rumah warga secara bergilir. Kemudian dilihat dari segi administrasi. Diantaranya yaitu kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat khususnya para petani dalam kegiatan penyuluhan. hama yang biasa menyerang tanaman. Di samping itu Penyuluh juga melihat pada Peta Desa untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Penyuluh tidak mengalami rintangan yang berarti dalam melakukan pengenalan kerja karena informasi yang dibutuhkan mudah dicari dari Balai Desa Teras dan Kecamatan Teras dengan jangka waktu kurang dari dua bulan. Sehingga menimbulkan suasana yang lebih santai namun tetap dalam kondisi kekeluargaan.penyuluh mengenai maslah-maslah yang mereka hadapi.

Membangun tempat atau gedung khusus untuk melakukan penyuluhan sehingga proses penyuluhan dapat berjalan lebih efektif. 2. 6. 10. Di desa Teras terdapat 3 kelompok tani yaitu Ngudi Mulyo I. apabila tidak tepat sasaran maka penyuluhan tersebut dapat dikatakan kurang berhasil. Faktor yang mendukung kegiatan penyuluhan adalah sikap petani dan sikap pemerintah. serta bahasa yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan. pulpen.dalam kemampuan yang harus dimiliki oleh penyuluh. kecamatan Teras. Pemahaman yang kurang dari materi penyuluhan dan ketidak lengkapan perlengkapan penyuluhan dapat menghambat kegiatan penyuluhan yang dilakukan. 8. 7. 5. V. Faktor yang menghambat kegiatan penyuluhan adalah tempat penyuluhan. Maka penyuluh sebaiknya dalam merencanakan program penyuluhan. Pada kegiatan penyuluhan ini tidak digunakan alat peraga apapun. Teknik penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah teknik diskusi. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan : 1. dan tikar sebagai alas duduk. 9. . Pada kegiatan penyuluhan kali ini menggunakan alat bantu buku tulis. Agar penyuluhan dapat tepat sasaran maka penyuluh harus lebih mengerti masalah apa yang sedang dialami oleh sasaran. Metode penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah metode pendekatan kelompok. Penggunaan metode tersebut kurang efektif karena sasaran kurang memahami print out tersebut karena kurang dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami oleh sasaran. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di desa Teras. Petani di desa Teras bukanlah masyarakat laggard atau petani subsisten yang menolak inovasi baru. waktu penyuluhan. 3. handout. Ketepatan terhadap sasaran juga harus diperhatikan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian. Selain itu pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian juga merupakan suatu hal yang penting dalam pelaksanaan penyuluhan. Saran Dari kegiatan penyuluhan kali ini terdapat beberapa kekurangan yang membuat petani kurang berkembang. PENUTUP A. alat bantu dan alat peraga penyuluhan. 2. materi harus dikuasai terlebih dahulu. kabupaten Boyolali dapat disimpulkan bahwa : 1. Kelemahan metode dan teknik yang digunakan penyuluh saat praktikum yaitu penyuluh hanya menggunakan print out materi yang diberikan kepada sasaran. Melengkapi sarana dan prasarana dalam penyuluhan seperti papan tulis sehingga mempermudah penyuluh untuk menyampaikan materi. Hal-hal yang membantu dalam penyuluhan seperti alat-alat bantu dan alat peraga penyuluhan lebih dilengkapi agar materi disampaikan dengan baik oleh penyuluh. Metode tersebut juga kurang menarik bagi para sasaran. Masalah utama yang dihadapi petani di desa Teras adalah serangan penyakit patek. Dalam kegiatan penyuluhan. sehingga materi yang disampaikan pun dapat diterima dengan baik oleh sasaran (petani). B. Kelompok tani di desa ini terstruktur. Ngudi Mulyo II dan Ngudi Mulyo III. 4.

Mengadakan hubungan kerja dengan suatu instansi pertanian seperti pabrik pupuk atau penyalur produk pertanian sehingga petani dapat melengkapi saran dan prasarananya. 2003. 2007. Membangun Sistem Keprofesian Penyuluh Pertanian Vol. 2010. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08. 4 No.Jurnal Ilmu Pertanian. Makalah dan Skripsi: Tanaman Jagung. http://blog.00 WIB.ub. Dinamika Komunikasi.com/category/bahanmgajar. 4. http://masarip. Husodo. 1986.org/wiki/Cabai. Alat Peraga Penyuluh Pertanian.deptan. 2009. Anonim.3.ac. Herbenu. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08. Jurnal Ilmu Pertanian.htm. 1.blog. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08.blogspot. Tanaman Cabai.com/2010/11/tanaman-jagung. Arip. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. .go.id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab4.html. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Onong U. Sapto. Meningkatkan frekuensi dan kualitas penyuluhan seperti dengan kegiatan pemberian teori dan praktek setidaknya 1 minggu sekali sehingga petani lebih banyak mendapat pelajaran. Effendi. http://id.00 WIB. Bandung: Remadjakarya. 2009. 2008.friendster. http://makalahdanskripsi.id/b4yu/2010/05/26/penyakit-tanamancabai.wikipedia.00 WIB. Menambah PPL dalam desa tersebut supaya kegiatan penyuluhan lebih sering dilakukan.Pengembangan Sumberdaya Petugas Penyuluh Lapangan PPL Pertanian Guna Menghadapi Persaingandan Meraih Peluang Kerja Vol. Ibrahim. 5. 2010. http://www. Anonim. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian.00 WIB. Penyakit Tanaman Cabai. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 22.html. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16.1. Pemilihan Materi Penyuluhan. 3 No.00 WIB.

Laporan Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Posted on Juni 20. Surakarta. Metode Penyuluh Pertanian.com/komunikasi-efektif-dalam-penyuluhan-pertanian. Modul Pendidikan dan Pelatihan Penyuluh Pertanian. 2002. Sumardi. Turindra. Komunikasi Efektif dalam Penyuluhan Pertanian.Kardinan. W. 1978. Surakarta: Penerbit Lembaga Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (LSP3). Tim STPP. Totok. 2009. 2009. 1982. Dasar-dasar Teori Penyuluhan Pertanian.pdf. Swanson. 1984. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian. 1987. Mardikanto. Jakarta: Penebar Swadaya. (ed). Totok dan Sri Sutarni. Timmer. www. Jakarta: Soeroengan.05 WIB. M. Pengantar Penyuluhan Pertanian dalam Teori dan Praktik.go. Agricultural Extension. Petunjuk penyuluhan pertanian. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi. 2010 by Mega 3 Votes Mega Dewana Putri H0107018 Mudita Oktorina Nugrahani H0107019 .wordpress.html. Komunikasi Penyuluhan dalam Teori dan Praktek. http://azisturindra. The Human Side of Agriculture. Rome: FAO. Burton E. Suprapto. Surakarta: UNS Press. 1994. Mardikanto. Tommy dan Fahrianoor. Metoda dan Teknik Penyuluhan Pertanian. 2004. Fakultas Pertanian UNS. Kumpulan Bacaan Penyuluhan Pertanian Bogor. Suriatna. Slamet. 2005. Jakarta: PT.id/bpsdm/stppmagelang/download/alih_metod_pp. Mediatama Sarana Perkasa. 1982.J. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16. 1968. Soejitno.deptan. Mardikanto. New York: Vantage press. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran. Institut Pertanian Bogor. Totok dan Arip Wijianto.

misalnya : kunjungan rumah. kunjungan lapangan. temu karya. Sektor pertanian yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan perlu didukung kualitas sumber daya manusianya. sikap. . televisi. tujuan yang sebenarnya dari penyuluhan adalah terjadinya perubahan perilaku sasarannya. telepon. yang dalam prakteknya mempergunakan cara-cara seperti peniruan. PENDAHULUAN 2. Teknik penyuluhan dapat dilakukan dengan metode misal contohnya kampanye. Pentingnya metode penyuluhan dalam menunjang keberhasilan penyuluhan dan komunikasi pertanian menjadi hal yang perlu untuk diketahui secara komprehensif melalui pengalaman secara langsung di lapangan sebagai perbandingan empiris dari teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan mengenai kegiatan penyuluhan dan komunikasi. Dalam penggunaan metode penyuluhan dapat dibedakan menjadi beberapa golongan berdasarkan: teknik komonikasi. karateristik penyuluh. dengan kondisi demikian maka diperlukan suatu upaya untuk membantu kelancaran pembangunan pertanian yaitu dengan adanya penyuluhan pertanian. A. 2005). keadaan daerah. Adapun teknik penyuluhan yang dilakukan dengan metode individual. Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik antara lain : karakteristik sasaran. pembujukan dan propaganda. dan keterampilan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung dengan indera manusia. Menurut Slamet dan Mardikanto (1993). Cara perintah sedikit sekali dilakukan sementara paksaan malahan dihindarinya. Wiriaatmadja (1977) mengartikan bahwa penyuluhan merupakan suatu sistem pendidikan (belajar-mengajar). ceramah. Dimana. Hal ini merupakan perwujudan dari : pengetahuan. Teknik penyuluhan adalah cara mempertemukan sasaran penyuluhan dengan materi penyuluhan. jumlah sasaran dan indera penerima dari sasaran (Soehardiyono. pemutaran film. antara lain petani dan penyuluh pertanian.Nindi Sekar Wangi Nur Aisyah Susanti Indriya Wati 1. suratmenyurat. Latar Belakang H0107021 H0107022 H0107025 Indonesia sebagai Negara agraris menempatkan pertanian sebagai sektor sentral yang didukung oleh tersebarnya sebagian besar penduduk Indonesia yang hidup sebagai petani dan tinggal di pedesaan. Metode dalam penyuluhan pertanian meliputi metode pendekatan individu. sarana dan biaya. metode pendekatan kelompok dan metode pendekatan masal. I. serta kebijakan pemerintah. siaran radio. kursus tani.dll. tujuan dan materi penyuluhan. dan magang. Metode penyuluhan pertanian dapat diartikan sebagai cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha (kelayan) beserta keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka lebih mudah memahami dan dapat mempermudah penerapan suatu inovasi.

Bagi Mahasiswa Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani secara nyata di lapangan Mahasiswa menjadi termotivasi untuk menemukan solusi dari permasalahan yang muncul Sebagai sarana latihan bagi mahasiswa dalam rangka persiapan menuju dunia kerja 1. Alasan lain dari pemilihan metode tersebut yaitu keterbatasan biaya. 2. teknik. Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasa prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa 1. Petani terdorong untuk melakukan perubahan 4. sumberdaya penyuluh. Memperoleh atau menambah kreativitas baik dalam upaya antisipasi maupun solusi pemecahan masalah 4. Teknik penyuluhan yang digunakan mahasiswa adalah kunjungan lapang. dan kondisi kelompok tani yang bersangkutan. alat bantu. Mahasiswa mampu menggali permasalahan yang dihadapi sasaran penyuluhan 2. Penentuan lokasi tersebut dengan pertimbangan masih aktifnya kelompok tani di desa yang bersangkutan untuk memudahkan berlangsungnya proses penyuluhan. Serangan hama wereng sangat meresahkan warga. 1. Mahasiswa mampu menetapkan metode. Pemilihan metode menggunakan metode klasik semi modern dengan diskusi secara kelompok. Hal ini sempat membuat warga kaget karena serangan wereng terakhir pada tahun 1986. Membantu menemukan solusi atas permasalahan yang ada 3. tenaga praktikan. Manfaat Praktikum Manfaat dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini adalah : 1. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan 3. Termotivasi untuk melakukan perubahan seiring dengan perubahan jaman 1. kondisi geografis. B. dan kebijakan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat) 4. 4. 3. dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran. tujuannya untuk memperlancar preses penyuluhan itu sendiri dimana waktu yang tersedia sangat singkat sehingga dapat termanfaatkan secara efisien. Bagi Pemerintah atau Instansi Terkait 2. C. Petani mendapatkan informasi-informasi terbaru terkait dengan kebijakan pemerintah maupun teknologi-teknologi pertanian yang sedang berkembang . Kabupaten Karanganyar. Petani terbantu dalam memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi 3. Bagi Petani 2. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini bertujuan untuk : 1. Selain itu lahan pertanian di daerah ini khususnya padi sedang mengalami kendala. diskusi dengan petani kemudian mencari informasi terkait serangan wereng tersebut dan saling bertukar informasi mengenai cara pengendalian yang dilakukan petani dengan teori yang didapatkan mahasiswa dari perkuliahan.Lokasi yang digunakan sebagai sasaran penyuluhan yaitu Desa Gedongan yang terletak di Kecamatan Colomadu.

1999) . II. Penyuluhan Penyuluhan adalah suatu sistem aktivitas manusia (human activities system) berupa proses pembelajaran secara nonformal dan kolaboratif (collaborative learning process) untuk petani dan keluarganya sehingga mereka mengalami perubahan (progresif change) pola pikir (cognitif). dan (2) pendekatan berbasarkan cara penyampaian isi pesan yang terkandung dalam inovasi tersebut (Mardikanto. Rasio petugas penyuluh dengan kaluarga petani di Jawa sekitar 1:800 dan untuk luar Jawa 1:1200. pendapatan. B. 2010). Perikanan dan Kehutanan: ” penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar. 2006).1. dapat diartikan sebagai cara-cara penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui media komunikasi oleh penyuluh kepada petani beserta keluarganya. Metode dan Teknik Penyuluhan 1. A. 1996). Metode Penyuluhan Metode Penyuluhan Pertanian.000 penyuluh spesialis. pola sikap (afektif) dan pola tindak/kerja (psikomotor). Penyuluhan pertanian di Indonesia dilayani oleh sekitar 35. soial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai (Departemen Pertanian. Menurut Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. selama ini telah dikembagkan groupbased approach karena sangat kecil kemungkinannya menerapkan individual-based approach seperti di sistem yang telah banyak diterapkan di negara-negara maju (Martaatmidjaja. dan kesejahteraannya. yaitu: (1) pendekatan berdasarkan kelompok sasaran dari inovasi. dan sumberdaya lainnya. Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya serta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar m mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi. 1. 2001). tingkat kesadaran dan tingkat produktifitas petani. efisiensi usaha. permodalan. 2002). information sharing untuk teknologi pedesaan tercakup didalamnya inovasi sederhana untuk petani miskin dan illeterate telah memberikan dampak yang besar serta meningkatkan produktifitas (World Bank. Berdasarkan pengertian tersebut penyuluhan memegang peran strategis terhadap peningkatan kesejahteraan dan partisipasi pelaku utama dalam pembangunan daerah dan nasional (BPKP. Kontribusi penyuluhan tidak hanya untuk diseminasi teknologi yangsophisticated. mereka menjadi tahu. Penyuluhan pertanian secara subtansial telah meningkatkan tingkat adopsi teknologi. Dengan mepertimbangkan besarnya rasio.000 petugas lapangan dan 3. serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup”. teknologi. Dalam melakukan komunikasi pertanian kepada masyarakat telah dikenal dua metode pendekatan. sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. LANDASAN TEORI 2. mau dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat sekitarnya (Subejo.

karena jika petani satu kali saja dibohongi untuk seterusnya sukar untuk . n Better Community (4B) dalam masyarakat petani itu sendiri (Anonima. diskusi dan tanya jawab. dan sebagainya. misalnya cara bercocok tanam. dan (c) penggunaan alat bantu flipchart dan folder. Berdasarkan cara penyajian inovasi dalam rangka lebih menjamin efektivitas hasil komunikasi (khususnya dalam pertemuan kelompok). pekebun dan peternak beserta keluarganya.dapat di upayakan melalui penyuluhan pertanian (Muchtar. dan (e) lebih menghemat biaya. cara memelihara kesuburan tanah. 2009) Metode penyuluhan pertanian. Metode penyuluhan yang digunakan bisa melalui penerapan Sistem Teknologi Informasi dan Multimedia yang dianggap mampu meningkatkan keberhasilan serta mengatasi hambatan dalam pencapaian tujuan akhir dari aktivitas penyuluhan secara efektif. sebagai berikut: (a) penyebaran inovasi teknologi dapat dipantau atau dievaluasi secara baik karena jumlah anggota sasarannya jelas. (c) akan terjadi akumulasi modal (fisik maupun non-fisik) sehingga dapat memperlancar jalannya komunikasi dalam kelompok yang bersangkutan. Penggunaan metode gabungan ini cukup efektif. tenaga dan waktu. Better Business. Sikap. cara memperlakukan teknologi lepas panen. Bagi penyuluh yang belum menguasai bagaimana menyelenggarakan diskusi atau demonstrasi jangan sekali-kali hanya sekedar mencoba. 2000). Better Living. Penyuluh harus pandai-pandai mengaplikasikan teknik penyuluhan. 2004). dan Keterampilan (PSK). Dipandang dari segi komunikasi informasi. Teknik Penyuluhan Sistem kerja LAKU merupakan salah satu pendekatan pembangunan dapat di lakukan dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian.Metode yang digunakan dalam menyampaikan penyuluhan adalah hal yang sangat penting dalam mempengaruhi keefektifan pencapaian tujuan akhir dari adanya kegiatan penyuluhan yang bersangkutan. baik dalam mewujudkan komunikasi dua arah (two-way traffic communication) maupun peningkatan pemahaman serta kemampuan menerapkan inovasi yang diberikan. para petani akan lebih memahami dan mengerti tentang cara-cara menerapkan inovasi dalam praktek usahatani mereka (Padmowihardjo. (b) bagaimana petani kecil mampu dan mau berusaha tani secara menguntungkan. pengertian diterapkan dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) bagaimana petani kecil dapat bertani atau berusahatani dengan cara yang lebih baik. baik dalam usahatani secara monokultur ataupun secara tumpangsari. maka metode pendekatan kelompok jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan pendekatan massa. (d) antara anggota kelompok dapat dilakukan reward and punishment system secara efektif dan efisien. (b) d antara anggota kelompok yang satu dengan yang lainnya dapat saling memberi dan menerima informasi. terutama tentang hal-hal yang belum jelas. 1. tetap akan diperoleh hasil yang jauh lebih baik (Soedijanto.2001). karena mempunyai beberapa keuntungan. yang memang sedianya mampu merubah sasaran penyuluhan yakni petani dalam hal Pengetahuan. 2009). dan (c) bagaimana petani kecil mampu meningkatkan kesejahteraannya atau bagaimana mereka dapat hidup sejahtera (Deptan. maka digunakan pendekatan gabungan berikut: (a) ceramah. dan pada akhirnya akan tercapainya Better Farming. (b) demonstrasi cara dan demonstrasi hasil.dan salah satu cara peningkatan kualitas Sumber daya manusia. Dengan demikian.

maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal (Anonimd. 2010). Dalam metode kelompok. papan magnit. Untuk dapat memilih serta menggunakan metode dan teknik penyuluhan pertanian dengan baik. . Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya. peta singkap. Metode dan teknik penyuluhan pertanian merupakan cara dan prosedur yang dilakukan penyuluh dalam menyampaikan pesan kepada sasaran agar terjadi perubahan perilaku sesuai tujuan yang ingin dicapai. papan tulis. (2) rumpun teori behaviorisme. Tujuan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian untuk mendorong terjadinya efek/perubahan perilaku yang sebanyak-banyaknya dari sasaran. Di dalam LPM. yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. seorang penyuluh perlu memahami filsafat pendidikan teori belajar/pembelajaran dan strategi pembelajaran. di samping berisikan pokok-pokok bahasan. yaitu (1) belajar konsep (concept learning). 2010). Jenis-jenis belajar ada 3 (tiga). foto-foto dan gambar-gambar yang diperbesar (Anonimb. Ada 3 (tiga) rumpun teori belajar yang dibahas dalam modul ini. biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. yaitu (1) rumpun teori disiplin mental. pragmatisme dan realisme. C. peta penegang. Filsafat pendidikan yang dipakai dalam penyuluhan pertanian antara lain idealisme. Alat Bantu dan Alat Peraga 1. maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). 2009). Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. untuk meningkatkan daya anut sasaran serta untuk mendorong munculnya sifat keterbukaan dan kemandirian petani (Anonimc. penyuluh dapat menggunakan papan planel. Alat Bantu Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam. 1. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki. 2000). dan (3) teori cognitive gestalt field. Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. dan (3) Belajar pemecahan masalah (problem solving learning) Strategi pembelajaran mengandung makna untuk mengurangi sampai pada titik minimal penggunaan metode dan teknik penyuluhan dengan sasaran yang “pasif”. LPM ini. Strategi pembelajaran lebih mengembangkan penggunaan metode dan teknik yang mendorong sasaran untuk “aktif” (Mardikanto.percaya lagi. (2) Belajar prinsip (principal learning). Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi gangguan komunikasi.

adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh yang akan dilaksanakannya. Bagaimanapun adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh dalam dalam merancang/merencanakan dan melaksanakan kegiatan penyuluhannya (Soerdiyanto. Di dalam kegiatan penyuluhan. Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. Alat bantu penyuluhan sangat beragam. pengatur cahaya. yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. b) Lembar persiapan latihan (LPL). kurikulum merupakan suatu “paket” yang berisi rencana mengajar secara lengkap. 2009). Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. alat tulis . Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam. hal ini tidak berarti bahwa untuk penyuluhan dengan menerapkan metoda yang lain tidak memerlukan kurikulum yang jelas. Tetapi. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Mardikanto. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Anonimf. LPM ini. Karena itu. sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya (Anonime. maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). di samping berisikan pokok-pokok bahasan. biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. terutama jika ia akan menerapkan metoda kursus. yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. c) Lembar persiapan kerja (LPK). proyektor (overhead. pengatur udara) merupakan ragam alat bantu penyuluhan (Wastutiningsih. 2000). perlengkapan ruangan (pengeras suara.b) Lembar persiapan latihan (LPL). 1978). papan tulis – papan tempel. lcd-infocus). Di dalam LPM. . Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian. sebenarnya belum cukup membantu kelancaran kegiatan peyuluhan di lapangan. Adanya kurikulum yang telah dipersiapkan. yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. 2009). Kurikulum. Alat bantu penyuluhan merupakan alat-alat atau perlengkapan yang diperlukan penyuluh guna memperlancar kegiatan penyuluhan. 2009). setiap penyuluh sebenarnya masih memerlukan “lembar persiapan penyuluhan” yang berisikan pokok-pokok kegiatan yang harus dikerjakan selama kegiatan penyuluhannya berlangsung. c) Lembar persiapan kerja (LPK). slide. Di dalam praktek.

agar materi lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran (Mardikanto. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga antara lain : banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. media ini juga perlu dikuasai oleh penyuluh pertanian. sehingga media ini merupakan media yang efektif bagi kegiatan penyuluhan pertanian (Anonimc. Peranan teknologi multimedia sangat besar dalam penyebaran informasi. Sebagai contoh. 2010). Selain itu. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. yang berfungsi sebagai alat untuk memperagakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar. seorang penyuluh pertanian dituntut untuk menguasai teknologi. Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain. dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. proses tumbuhnya akar dan sebagainya. serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya (Hawkins. Materi Penyuluhan Materi yang disajikan seyogyanya dapat menjawab. benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata. Alat-alat peraga adalah sesuatu (alat. 1. karena selain mendengar ia juga melihat. Kemajuan teknologi telah sedemikian majunya sehingga pada saat sekarang sangat mudah untuk membuat dokumentasi dalam bentuk foto. 1996). dan lain-lain. sebagai contoh pembuatan poster. Pertimbangan sarana dan biaya didasarkan atas bagaimana ketersediaanya sarana yang akan digunakan sebagai alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian. mencairkan atau menyelesaikan apa yang dibutuhkan kelompok tani sesuai kondisi. video cd pertanian. tentunya sulit melakukan penyuluhan dengan menggunakan OHP (over head projector) atau menggunakan LCD/Komputer dan pemutaran film.2009). alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat. Alat Peraga Alat peraga merupakan alat/benda yang dapat diamati. video. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. Tetapi di dalam praktek. khususnya di bidang multimedia. dan kesempatan saat itu. D. misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud. Di samping itu. didengar.1. 2007). Seiring dengan kemajuan teknologi. 1993). melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan. Teknologi multimedia yang perlu dikuasai oleh seorang penyuluh pertanian adalah fotografi. karena dengan media ini bisa membuat petani mudah belajar. Misalnya angin kencang merusak tanaman. disuatu daerah yang tidak ada listrik. Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. Tentunya dapat berupa materi yang bisa langsung dipraktekkan dan mengemukakan kaitannya dengan teori yang mendasari . kecuali jika disediakan generator listrik (Anonimb.

Materi ajaran tidak harus bersumber dari textbook. Syarat materi penyuluhan antara lain memberikan keuntungan secara nyata bagi sasaran. 1988).sesuai idealnya anjuran yang diharapkan. rincian kebutuhan modal awal. Taiwan. perjalanan. pemeliharaan ayam buras semi intensif. tetapi dapat juga berupa cerita-cerita kuno atau praktek-praktek lama yang sebenarnya sudah pernah dilakukan tetapi telah lama ditinggalkan. maupun pengalaman kerja dan pengalaman sehari-hari. secara teknis dapat diterapkan. pertunjukan kesenian. Malaysia. dinamika kelompok. Kamboja. pemasaran dan sebagainya (Arif. meskipun melalui kegiatan penyuluhan diharapkan terjadi penyampaian inovasi yang berupa produk. Wereng Cokelat tersebar di wilayah Palaeartik (Cina. tokoh masyarakat. melainkan dari siapa saja (Kartasapoetra. India. teknik memilih bibit yang baik. Wereng cokelat (Brown Planthopper). majalah. Trichogramma spp. pasca panen. secara sosial dapat dipertanggungjawabkan dan tidak merusak lingkungan. materi penyuluhan seringkali disebut sebagai informasi pertanian (suatu data/bahan yang diperlukan penyuluh. masalah yang sedang dan akan dihadapi. Materi penyuluhan harus berangkat dari kebutuhan yang dirasakan (felt need). dan better environment. dan Korea). ekonomi pertanian. Mikronesia. laporan-laporan. Sumber materi ajar tidak harus berasal dari orang-orang pintar. dll termasuk ceritera rakyat maupun pesan-pesan generasi-tua (para pendahulu). tetapi dapat dari media-massa seperti koran. mudah dilakukan/dipergunakan dan segera memberikan hasil (Samsudin. ide. ditemukan oleh Stal pada tahun 1854. karena disamping tersedia di alam. Kelayakan materi penyuluhan jika dilihat dari segi ekonomi harus menguntungkan. 2010). Kaledonia. televisi. terutama menyangkut : kegiatan yang sedang dan akan segera dilakukan. Klasifikasi materi pokok penyuluhan pertanian dapat terbagi menjadi teknik pertanian. Nilaparvata lugens (Stal) termasuk dalam famili Delphacidae. Dalam bahasa teknis penyuluhan. kebijakan. ordo Homoptera. memiliki resiko kegagalan yang relatif kecil dan biaya rendah. 2003). menciptakan better living. Tanaman inang utama wereng cokelat adalah padi. Pengendalian OPT secara biologi dengan penggunaan musuh alami dianggap mempunyai prospek yang bagus. sebut saja pembudidayaan rumput laut yang menguntungkan. better business. tidak bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. juga ramah terhadap lingkungan. Serawak. tabloid. politik pertanian (Ibrahim. kepulauan Fiji. tidak harus baru (up to date). Selain itu. atau pejabat. Inovasi yang disampaikan harus yang terkait dengan kebutuhankebutuhan yang sedang dirasakan (Deptan. wilayah oriental (Bangladesh. dan lain-lain. petani-nelayan. namun jika selesai panen atau . Materi penyuluhan merupakan segala sesuatu yang disampaikan dalam penyuluhan pertanian. dan masyarakat tani). Karena itu. uraikan sesuai tahapannya misalnya. manajemen pemeliharaan. dan Papua Nugini). teknologi. better farming. teknis pemangkasan jambu mete. perubahan-perubahan yang diperlukan atau diinginkan. tidak mempunyai efek samping yang merugikan. Jepang. Musuh alami ini merupakan parasitoid telur penggerek batang padi dan mampu menekan populasi penggerek batang padi hingga 90% (CABI. radio. 2004). adalah salah satu musuh alami yang selama ini telah berhasil mengendalikan serangan penggerek batang padi. 2007). kepulauan Solomon. manajemen usahatani. dll. 1987). dapat diperoleh dengan mudah. di mana kondisi di lapangan terjadi.

ugm. Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan. pada periode berikutnya supaya diganti dengan palawija. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen.php?d=lain+5&f=naskah_akademik_bab5. 2008). Jenis-jenis Hama Tanaman Padi. http://masarip. Anonim a. Diakses 6 Juni 2010 . Perlengkapan dan Alat-alat yang Digunakan Penyuluh Pertanian. Hukum dan Undang-undang Penyuluhan. http://www. Jakarta. Kebaikan dari pengendalian hama dengan mengatur pola tanam adalah dapat memperkecil kemungkinan terbentuknya hama biotipe baru (Aditya. 2010. 2009. http://pustaka. Pengendalian OPT. 2009. 2010.hama. 2008).web.com/2007/09/metodepenyuluhan/.go. Anonime.htm Diakses Tanggal 12 Mei 2010 Anonimc.ppt.org/inclphp/buka. kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask. bisa keras semua atau membranus semua. sedang sayap belakang bersifat membranus.ac.ac.id/website/index. http://mablu. Pendahuluan.deptan.go. 1996.tidak ada tanman padi. Ghalia Indonesia. Diakses 20 Mei 2010. http://www. 2008.friendster. Diakses Tanggal 14 Mei 2010 Anonim b. DAFTAR PUSTAKA Aditya. Alat Bantu Penyuluhan Pertanian.padi.) (Mutsanna.htm Anonimd.id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab2.bpkp. Diakses 5 Juni 2010.aditya2015. Cara di atas dapat pula diterapkan pada hama lain. wereng ini dapat hidup pada tanaman inang lain seperti rumput teki ataupun jagung (Darmadi. 2008. Sebagai contoh dalam pengendalian hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) diatur pola tanamnya. 2006.ut. www. http://www. 2008). Didi.). Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya.id/unit/hukum/uu/2006/16-06.id/DIHT/padi-palawija%20. Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian.blog. khususnya yang memiliki inang spesifik. 2004. seperti :Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal. Darmadi.wordpress.pdf.com/2008/01/24/jenis-jenis. CABI. Jakarta. Cara ini dimaksudkan untuk menghentikan berkembangnya populasi wereng.)kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp.legalitas.php?option=com_content&view=article&id=108:luht-4234metode-dan-teknik-penyuluhan-pertanian&Itemid=76&catid=31:fmipa BPKP. Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Padi dan Palawija. Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Metode Penyuluhan. yakni setelah padi-padi.

Deptan.deptan.S. Samsudin. A. M. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Teknologi Penyuluhan Pertanian.id/bpsdm/stpp-magelang/download/ahli_pp_peserta. www. 2000. Sustainable Development Department (SD)-FAO. Penyelenggaraan Penyuluhan dalam Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum. serta proyektor (Apriantono. 2002. T. U.pdf Kartasapoetra. Jakarta Mardikanto.google. dan pendengaran). Diakses 5 Juni 2010. A. perlengkapan ruangan.com/2008/09/23/ penyakit-tanaman-padi.id/wpcontent/penyuluhan-pertanian-persimpanganjalan.wordpress. Abu. Bandung Soedijanto.co.wordpress. . 2008. 2000. T. Extention (Edisi 2). Kanisius http://20de. Penyuluhan Pertanian. http://abumutsanna. penerjemah.ac.pdf Diakses Tanggal Mei 2010 Van Den Bein dan Hawkins. lembarlembar persiapan penyuluhan. Perlengkapan yang disediakan. Mutsanna.ugm. Bumi Aksara. alat tulis.go. and Rikhana. papan tulis atau papan penempel. sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat.G. Training for Agricultural and Rural Development: Group-based Extension Programmers for Natural Resource Conservation in Java.staff. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Penyuluhan Pertanian.com/2010/06/20/laporan-praktikum-penyuluhan-dan-komunikasi-pertanian/ Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan. 2004). Padmo Wihardjo. 1988. Mardikanto. Martaamidjaja. Bina Cipta. 2007. Penyuluhan Pertanian di Persimpangan Jalan.id Diakses Tanggal 11 Mei 2010 Subejo. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian. Agnes Dwina Herdiastuti. 2010. subejo. 1996. Jakarta. Terjemahan dari Agricultural. Hama Tanaman. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian. http://www. 1994. 1987.

film strip). kedua adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang demokrasi. dapat digolongkan menjadi tiga bagian. brosur.Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. 2003). Pertama adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara agraris. Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. model. poster). Secara garis besar. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. dan yang ketiga adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang terus–menerus. Adapun arti dari penyuluhan yaitu proses penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan upaya perbaikan cara-cara bertani dan berusahatani demi tercapainya peningkatan produktivitas. . yang menjadi dasar dari penyuluhan dan komunikasi pertanian. kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. bagan/skema (Mardikanto. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. slide film. Sektor pertanian pada saat ini. booklet. specimen. PENDAHULUAN A. bar. Macam alat peraga. dimana sektor pertanian seharusnya menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang utama. barang cetakan (pamflet. lambang Grafika. teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. Seorang petani sangat membutuhkan penyuluh yang dapat memberikan infomasi melalui kegiatan penyuluhan mengenai cara perbaikan lahan pertanian dengan berbagai teknologi modern yang akan diperkenalkan kepada petani agar petani dapat menggunakan teknologi baru tersebut untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan pertanian. (line. leaflet. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. histogram). diagram. gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. LAPORAN PENYULUHAN KOMUNIKASI PERTANIAN I. grafik.

Di sini petani diberi kebebasan untuk mengikuti proses penyuluhan pertanian. tanpa batas dan tanpa hambatan dengan mengggunakan media komunikasi baik verbal maupun non verbal. Penyuluhan pertanian dapat dilaksanakan sepanjang masa. B. Mulai dari masalah yang menyangkut proses produksi. . Melalui kegiatan praktikum yang dilaksanaan mahasiswa pertanian. Petani juga diberi kebebasan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha tanianya.masalah kehidupan petani lainnya. Penyuluhan dan komunikasi pertanian dapat diartikan dengan usaha yang tak kenal waktu. penyuluhan pertanian mutlak dijadikan kebutuhan. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian. Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian perlu mengetahui kegiatan dalam lingkup pertanian yaitu melalui mengikuti bagaimana berlangsungnya kegiatan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian agar dapat menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa jika nantinya akan menjadi seorang penyuluh. dan harapan dalam menata masa datang. tantangan. Dan yang lebih penting lagi. yang memberikan banyak informasi penting mengenai cara bercocok tanam kepada pertanian sehingga petani dapat meningkatkan produksi hasil pertanian untuk mensejahterakan masyarakat petani dan melalui peningkatan hasil usaha tani akan meningkatkan pendapatan bagi Negara melalui eksport beras ke luar negeri. masalah pemasaran hasil pertanian yang efisisen hingga masalah . dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan informasi mengenai kegiatan penyuluhan pertanian. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah: 1. Penyuluhan pertanian dapat di tempuh oleh semua kalangan.. Proses demokrasi pada penyuluhan dan komunikasi pertanian bukanlah paket resmi dari pemerinntah yang mesti ditelan mentah–mentah oleh petani. Melalui peningkatan cara penyuluhan akan semakin banyak petani yang melakukan dan menerapkan informasi yang telah diterimanya melalui kegiatan penyuluhan. sehingga nantinya dapat dihasilkan penyuluh yang berkualitas. penyuluhan kurang efektif apabila tidak ada media komunikasi yang dapat mendukung dalan penyuluhan pertanian.Penyuluhan dan komunikasi pertanian harus mampu menyelesaikan masalah–masalah yang sedang dihadapi petani di pedesaan. Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian pada khususnya.

2. 5.2. Persiapan Pelaksanaan praktikum Wawancara dan pencatatan Pengumpulan dokumen Pembuatan laporan Konsultasi Responsi Pengumpulan laporan jadi 15 Juni 2009 16 Juni 2009 16 Juni 2009 6. 10. Memberikan pengalaman kepada mamhasiswa untuk mampu melakukan analisis sintesis dan evaluasi tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian dibanding dengan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan. Lingkup Kegiatan Tabel 1. Agar mahasiswa memperoleh pengayakan pengalaman belajar tentang penyuluhan dan komunikasi pertanian diluar perkuliahan. C. Jadwal pelaksanaan praktikum No 1. 4. 9. 16 Juni 2009 16-18 Juni 2009 17-18 Juni 2009 19 Juni 2009 19 Juni 2009 Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Sumber : Hasil Praktikum . 3. Kegiatan Asistensi praktikum Acara pembukaan Waktu 5 Juni 2009 11 Juni 2009 Tempat Fakultas Pertanian Balai Kecamatan Polokarto Desa Polokarto Desa Polokarto 3. 8. 7.

00 WIB di Kecamatan Polokarto. . tanggal 15 Juni 2009 pukul 12. Kabupaten Sukoharjo. Lokasi Penelitian Praktikum peenyuluhan dan komunikasi pertanian dilaksanakan pada hari Senin.D.

Kedua. Fungsi administrasi adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap pemimpin atau manajer. 2009 ). hal yang terkaitan dengan sumber dana hendaknya dapat diupayakan sumber-sumber investasi dari instansi atau lembaga pemerintah. kerjasama dengan pihak swasta yang berkepentingan dengan kegiatan penyuluhan serta sumber-sumber yang dapat digali dengan swadaya. Ketiga. dan pihak-pihak swasta yang seringkali berperan penting untuk menunjang kelancaran kegiatan penyuluhan ( Anonim. Informasi merupakan “critical resources” dalam kegiatan dan manajemen suatu organisasi termasuk penyuluh pertanian sendiri. personalia dinas penyuluhan pertanian. 1983 ). pelaporan dan evaluasi. administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. B. LANDASAN TEORI A. seorang pemimpin dalam suatu organisasi sering pula disebut dengan administrator ( Kaliski. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Keberhasilan pertanian di Indonesia tidak banyak mendapat perhatian dari masyarakat luas. kemudahan dan perlengkapan bagi penyuluh pertanian. jumlah penyuluh yang diperlukan. kualifikasi dan fungsi personel penyuluhan. dan kelompokkelompok sukarela. melaksanakan. mengoganisasi. Kelemahan umum yang sering dijumpai pada Dinas Penyuluhan adalah kurangnya jalinan komunikasi yang akrab dengan pusat-pusat informasi (lembaga penelitian. dan yang terakhir adalah hubungan dengan lembaga-lembaga lain ( Mardikanto. Setelah adanya pengakuan dari Mentri Pertanian serta sebagian isi pidato Presiden di FAO yang menyatakan tentang pentingnya kegiatan penyuluhan pertanian. oleh karena itu. Informasi merupakan data yang memiliki makna dan berguna serta dapat dikomunikasikan kepada penerima / pengguna untuk membuat suatu keputusan. Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan. administrasi personalia yang meliputi manajemen personalia. dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain. pengelolaan keuangan. 2008 ). Administrasi Penyuluhan Dalam pengertian sehari-hari. perguruan tinggi dan pemberitaan). Fungsi administrasi penyuluhan yang perlu diperhatikan adalah pertama. tenaga-tenaga penunjang. mengkoordinasi. Keempat.II. Pengakuan tersebut berlanjut pada .

realistis.tindakan nyata berupa keputusan pemerinyah untuk menetapkan tenaga-tenaga penyluh pertanian (PPS/PPM/PPL) sebagai tenaga fungsionil dengan jenjang karir yang semakin jelas dibanding ketidakpastian dalam masa-masa sebelumnya (Mardikanto. . dll. sementara itu pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian bertanggungjawab hanya pada penyusunan dan manajemen strategi. lembaga yang lain fungsinya adalah penentu kebijakan. 2009). Dengan dukungan anggaran yang besar. terpadu. Pada awalnya diharapkan pelimpahan kewenangan ini akan mampu meningkatkan kinerja penyuluhan pertanian. bukan untuk saling melemahkan. DT II (Kab/Kodya). bermanfaat dan dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif. pemerintah local yang terkait dengan pertanian mestinya memiliki lebih banyak sumber daya serta kebebasan yang lebih besar untuk mengembangkan kebijakan spesifik lokal dan teknologi local melalui kajian/penelitian di lembaga penelitian lokalnya. dan Kecamatan perlu dibedakan secara jelas. 2001). mulai tahun 2001 kewenangan di bidang penyuluhan pertanian dilimpahkan kepada pemerintahan kabupaten/kota. fasilitator (dana. tanggung jawab pembangunan pertanian dalam kendali kepala daerah bukan lagi pegawai/dinas pertanian (Subejo. transparan. Penyuluhan dilaksanakan dengan berpedoman pada programa penyuluhan yang disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian dari pusat sampai daerah di tingkat yang paling bawah lembaga penyuluhan pertanian terpisah dari lembaga yang punya fungsi berbeda. Dengan lotonomi daerah ini. Programa penyuluhan harus terukur. pelatihan. kebijakan nasional dan standar-standar. Fungsi lembaga penyuluhan di pusat (nasional). Kebijakan Penyuluhan Pertanian meliputi kebijakan ketenagaan penyuluhan. koordinator. 1984). kebijakan pembiayaan. serta kebijakan pembinaan dan pengawasan. Dengan adanya otonomi daerah. Lembaga pelaksana penyuluhan di lapangan ada-lah BPP. pangadaan sarana. kebijakan sarana dan prasarana. atau penunjang (rekruting tenaga. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Sistem kelembagaan penyuluhan pertanian dibangun untuk mengoptimalkan pemanfaatan semua sumberdaya nasional/daerah yang ada. C. Programa Penyuluhan hanya dibuat di tingkat BPP (Slamet. informasi): BIPP. 2002). DT I (propinsi). telah diberikan kebebasan kepada regional agricultural services untuk mengambil inisiatif dalam mendesain kebijakan spesifik lokal. Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah. sarana. kebijakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. demokratis dan bertanggung gugat (Anonim.

Informasi dari sumber lain seperti dari masyarakat secara langsung juga diperlukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang akan dilakukan dapat menjawab kebutuhan masyarakat (Anonim. Oleh karena itu. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Indonesia meliputi Kelembagaan di Pusat. dan Lembaga pemasaran (Anonim. serta biaya yang tersedia juga akan menentukan metode apa yang harus digunakan dalam mengefektifkan kegiatan penyuluhan. maka . ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan SK Bupati/Walikota. D. Kelembagaan di Kota atau Kabupaten. Kelembagaan lainnya meliputi Perguruan tinggi. Kelembagaan di Desa meliputi Kelompok Tani. dan Kelembagaan di Desa. Lembaga adapt. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluhan pertanian dilakukan untuk mengetahui apa yang diperlukan oleh masyarakat di satu daerah. fasilitas-fasilitas yang ada. Kelembagaan di Propinsi meliputi Balai Diklat Pertanian/Agribisnis di Propinsi. Kelembagaan di Kecamatan merupakan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) atau lembaga lainnya yang mempunyai fungsi dan tugas yang sama. Kelembagaan di Propinsi. 2004). karakteristik masyarakat serta potensi daerah diperlukan sebagai bahan dasar untuk merancang suatu kegiatan. LSM. 2009). seandainya disuatu daerah belum ada listrik dan bahkan letaknya sukar untuk dicapai. Departemen Pertanian. Oleh karena itu informasi mengenai lokasi. Kelembagaan di Kabupaten/Kota merupakan Unit Kerja Pengelola dan Penyelenggara Penyuluhan Pertanian (Badan/Kantor/Balai/UPTD Penyuluhan Pertanian atau yang berstatus Sub Dinas/Bagian dan Seksi yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah). termasuk pembangunan kelembagaan penyuluhan pertanian adalah faktor yang memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan pembangunan pertanian. Kelembagaan di Pusat meliputi Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Kelembagaan di Kecamatan. Badan diklat swasta. Keadaan peralatan alat-alat bantu pengajaran. Kelompok tani merupakan mitra kerja sejajar penyuluh pertanian. sehingga kegiatan yang akan dijalankan di daerah tersebut tidak sia-sia dan dapat memberikan manfaat bagi mereka. Informasi dapat diperoleh baik dari dokumen tertulis maupun dari pejabat pemerintah. 2004). kegiatan penyuluhan pertanian merupakan komponen penting dalam keseluruhan aspek pembangunan pertanian (Mawardi. Dari beberapa studi juga menunjukkan bahwa investasi di bidang penyuluhan pertanian memberikan tingkat pengembalian internal yang tinggi. Misalnya. Production house. pemuka masyarakat maupun pemuka adat atau agama.Pembangunan sumber daya manusia pertanian.

dan sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. pedoman. Dalam pelaksanaannya penyuluh pertanian dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi petani dan pelaku usaha pertanian (Deptan. Program penyuluhan pertanian terdiri dari program penyuluhan pertanian desa. realistis. Keaadaan Usaha Tani. 2000). Dan yang tidak kalah penting adalah Keadaan Lapangan. E.daerah tersebut sulit untuk diadakan penyuluhan melalui pemutaran film walaupun biasanya cara ini bisa memberikan hasil yang efektif. Para penyuluh dalam pengenalan wilayah kerja penyuluhan. 2008). demokratis. dan bertanggung jawab. Contoh: untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Anwar. Musim. sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. musim sangat erat hubungannya dengan keadaan usaha tani. program penyuluhan pertanian kabupaten/kota. Perencanaan Program Penyuluhan Pertanian Pelaksanaan penyuluhan pertanian dilakukan harus sesuai dengan program penyuluhan pertanian. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. 2006). program penyuluhan pertanian kecamatan. antara lain. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. 2006). Secara umum pada pasal 22 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No 16 Tahun 2006 tentang SP3K menyatakan. (1) program penyuluhan pertanian disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan pertanian yang mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya untuk memfasilitasi kegiatan penyuluhan pertanian dan ayat (2) . yang pada pelaksanaannya akan membutuhkan biaya yang relatif besar (Mardikanto. . keadaan lapangan seperti topografi. Program penyuluhan pertanian sebagaimana dimaksud ayat (1) harus terukur. ada yang tidak terlalu panas. ada yang panas sekali. program penyuluhan pertanian propinsi dan program penyuluhan pertanian nasional (Undang-undang No 16 Tahun 2006) (Deptan. jenis tanah. Program penyuluhan pertanian dimaksudkan untuk memberikan arahan. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa-apa. perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya. Karena keterbatasan biaya maka penyuluh pertanian akan memilih metode diskusi kelompok daripada kursus tani. Kedua.

dan kalender kerja. Tahapan-tahapan dalam perencanaan penyuluhan sebagai berikut pengumpulan data keadaan. pengesahan program penyuluhan. Kalender kerja. penetapan cara mencapai tujuan (rencana kegiatan). yaitu suatu acara kegiatankegiatan yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan pelaksanaan program secara efisien yang menyangkut tentang bagaimana. F. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan ( National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Tujuan yang ingin dicapai dalam penyuluhan pertanian haruslah menjanjikan perbaikan kesejahteraan atau kepuasan masyarakat sasarannya (Mardikanto. dan siapa. dan merumuskan tujuan dan pemecahan masalah yang menjanjikan kepuasan. analisis dan evaluasi fakta-fakta. perumusan rencana evaluasi dan terakhir rekonsidesari (Mardikanto. perumusan tujuan dan/atau sasaran-sasaran. pelaksanaan kegiatan. rencana kerja. di mana. yaitu suatu pernyataan yang dikeluarkan untuk menimbulkan pengertian dan perhatian mengenai suatu kegiatan. pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan. Pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan hasil analisis fakta dan keadaan biasanya menghasilkan berbagai masalah baik masalah yang sudah dirasakan maupun belum dirasakan masyarakat setempat.Penyuluhan pertanian dapat dikatakan baik apabila diukur berdasarkan ukuran-ukuran dalam hal analisis fakta dan keadaan. perlu disusun adanya program. Rencana Kerja. jelas dan menjamin keluwesan. Sejalamn dengan itu proyel . kapan. Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian System kerja LAKU ( Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit ) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . perumusan alternative pemecahan masalah. 1996). pemilihan masalah yang ingin dipecahkan. yaitu suatu rencana kerja yang disusun menurut urutan waktu dalam kegiatan penyuluhan petanian yang akan dilakukan (Anonim. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. Kegiatan perencanaan penyuluhan pertanian dipergunakan untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian maka di dalam perencanaan tersebut. Lebih jelasnya program berisi tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa perlu dilakukan. Perencanaan program harus dengan jelas dan tegas sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan atau kesalahpengertian dalam pelaksanaannya. 1993). identifikasi masalah. 2009). Program. System kerja LAKU mengalami perluasan baik perluasan wilayah maupun komoditinya. Analisis fakta dan keadaan Perencanaan program yang baik harus mengungkapkan hasil analisis fakta dan keadaan yang lengkap.

2006). Penggolongan berdasarkan hubungan jumlah dan penggolongan dari pada sasaran adalah metoda berdasarkan perorangan. b. 2008).NFCEP diganti dengan NAEP (National Agricultural Extesion Project) 1984). Metoda dengan pendekatan kelompok. dan lain-lain). sikap dan ketrampilan petani. penyuluhan dilaksanakan melalui pendekatan kelompok. a. sikap dan keterampilan. dan peternak. pekebun. surat menyurat secara perorangan. siaran . penyelenggaaan penyuluhan pertanian mendapatkan supervisi dan pengawasan yang teratur (Sinar Tani. Metoda Penyuluhan Pertanian Metoda penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu metoda-metoda yang langsung (direct Communication/face to face Communication) dan metoda-metoda yang tidak langsung (indirect Communication). penyuluh pertanian secara teratur mendapat tambahan pengetahuan/ kecakapan. misalnya pertemuan (di rumah. Beberapa aspek positif sistim kerja LAKU diantaranya yaitu. 2. Peningkatan kualitas sumber daya Manusia tersebut diupayakan antara lain melalui penyuluhan pertanian (Anonim. Metode dengan pendekatan masal. perlombaan. penyuluh pertanian cepat mengetahui masalah yang ada di petani dan cepat memecahkannya. (Benor and Bexter. misalnya rapat (pertemuan umum). serta belajar praktek (Mardikanto. sehingga pada tahun 1984 Indonesia mencapai swasembada beras. kursus tani. c. demonstrtasi cara/hasil. dan musyawarah/diskusi kelompok/temu karya. demonstrasi pilot. Salah satu pendekatan pembangunan dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yaitu petani. misal kunjungan ke rumah petani. di balai desa. dan d. 2008). Penyuluhan pertanian sejak tahun 1976. belajar perorangan. di saung. Sistem tersebut ternyata sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan. beserta keluarga intinya. menggunakan pendekatan latihan dan kunjungan (LAKU).

bar. lambang Grafika. Evaluasi ini dilakukan secara sistematik dan obyektif serta terdiri dari evaluasi saat kegiatan berlangsung sebelum kegiatan dimulai dan sesudah kegiatan selesai. Macam alat peraga. papan tulis atau papan penempel. serta pertunjukan Kesenian (Anonim. perlengkapan ruangan. barang cetakan (pamflet. 2008). model. G. histogram). Perlengkapan yang disediakan. 3. bagan/skema (Mardikanto. leaflet. poster). yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. film strip). 2009). folder. gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. pemasangan Poster dan Spanduk. brosur. booklet dan sebagainya). pesan yang bergambar. Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. pemuatan film/slide. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dimaksudkan untuk menilai evisiensi. misalnya pesan yang tertulis. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum. alat tulis. serta proyektor (Apriantono. efektifitas dan dampak dari suatu kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan tujuan yang diharapkan. slide film. 2003). Penggolongan berdasarkan indera penerima adalah metoda-metoda yang dilakukan dengan jalan melihat. booklet. ceramah. hubungan telepon. pesan yang terproyeksi : seperti film/slide tanpa penjelasan vocal atau bisu. (line. specimen. lembar-lembar persiapan penyuluhan. sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. pidato. diagram. Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. leaflet. grafik. Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan.pedesaan melalui radio/TV. 2004). Metode-metode yang disampaikan melalui pendengaran. rapat (Julianto. dan pendengaran). Monitoring dimaksudkan untuk memastikan ketepatan sumberdaya penyuluhan pertanian serta pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyuluhan sesuai dengan jadwal kerja dan hasil yang . penyebaran bahan tulisan (brosur. misalnya siaran pedesaan melalui radio/TV.

Yang harus diperhatikan dalam Evaluasi dan Monitoring adalah harus dapat menunjukkan apakah kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana. harus dapat mengindikasikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam implementasi kegiatan. Evaluasi dan monitoring sangat penting dilakukan karena dapat melihat sampai sejauh manakah program pendampingan tersebut. Badan Koordinasi Penyuluhan provinsi. 2002). . merupakan pejabat yang berwenang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan di tingkat provinsi. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dibantu oleh Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Balai Penyuluhan Kecamatan. kecamatan.ditargetkan dan mengambil tindakan koreksi yang diperlukan bila terjadi penyimpangan dalam proses yang sedang berjalan (Deptan. serta kesesuaian jadual pelaksanaan dan materi pelatihan yang telah direncanakan. serta harus dapat menilai apakah kegiatan masih relevan dengan kebutuhan penerima manfaat/sasaran (Anonim. Badan pelaksana penyuluhan pertanian. kabupaten/kota. dan desa. harus dapat mengecek apakah asumsi-asumsi yang dibuat pada tahap perencanaan masih valid. materi pelatihan yang diberikan oleh penyelenggara. kecamatan. rencana kerja penyuluh di tingkat provinsi. Materi yang di supervisi antara lain. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi disesuaikan dengan jadual kegiatan sistem kerja dan kegiatan penyuluhan pertanian lainnya yang dianggap perlu di Wilayah Kerja BPP (Apriantono. rencana kerja penyelenggara pelatihan. 2005). dan desa. kabupaten/kota. 2004).

THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 29.III. Administrasi Penyuluhan Pertanian 1. tahun 2009 PNS sebanyak 94. tahun 2008 PNS sebanyak 84. Jumlah Tenaga Penyuluh di Kabupaten Sukoharjo Tahun No 1 2 3 Tahun 2007 2008 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 84 84 94 2007-2009 THL (Tenaga Harian Lepas) 11 29 23 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di Kabupaten Sukoharjo tahun 2007 PNS sebanyak 84. THL (Tenaga Kerja Lepas) 23. Tahun 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 10 THL (Tenaga Harian Lepas) 2 Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 yang PNS ada 10 orang dan yang THL ada 2 orang. THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 11. Tabel 2. Pelaksanaan Penyuluhan Dan Komunikasi Pertanian Di Lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten A. Administrasi Personalia Jumlah penyuluh di Kabupaten Sukoharjo dapat dilihat dalam tabel: Tabel 1. . Jumlah Tenaga Penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 No 1.

perikanan. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 2. pasal 6 yang memuat bahwa: 1. melaksanakan. Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain. dan Kehutanan. B. Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan. Perikanan. dan b. Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a.2. penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. mengkoordinasi. Mengenai masalah pendanaan UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto sama sekali tidak mengelola. Bab IV. mengorganisasi. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah. sehingga untuk memacu kelancaran kegiatan-kegiatan penyuluhan. Pengendalian penyuluhan dilakukan di kabupaten melalui DENFAM dengan batas 5 ha dan melalui DEMPLOT (Demonstrasi Plotting) dengan dibatasi 1ha. Pengendalian Penyuluhan di Desa Polokarto. Administrasi Keuangan Administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. . Petugas BPP kecamatan mempunyai wewenang penuh untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. dan kehutanan. Kebijakan Penyuluhan Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh Petugas BPP kecamatan.

Pos Penyuluhan Desa Desa . Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Kelembagaan penyuluhan pertanian adalah suatu lembaga yang bertugas untuk mendukung dan memperlancar kegiatan penyuluhan pertanian sehingga kegiatan penyuluhan yang terjadi di lapangan menjadi lebih efektif. yang sejalan denagn kebijakan dan progaram penyuluhan provinsi dan nasional. standarisasi dan akreditasi penyuluh.serta pembiayaan penyuluhan Menyusun kebijakan dan program penyuluhan provinsi dan sejalan dengan kebijakan dan program penyuluhan nasional Menyusun kebijakan dan program penyuluhan kabupaten. Tabel 4.3. Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi 3. sarana dan prasarana. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. Menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten/kota Menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi 2. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan 5. gubernur. Nama Lembaga Badan Pengembangan SDM Tingkat Pusat Tugas / Fungsi Menyusun kebijakan nasional. program penyuluhan nasional. atau bupati/walikota C. Badan Pelaksana Penyuluh Kabupaten 4. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian No 1.

Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian No 1. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior. di tingkat Kecamatan bernama Balai Penyuluhan Pertanian yang teridri dari satu lembaga. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluh dimulai dari pengenalan wilayah desa tempat sasaran penyuluhan disebut dengan orientasi desa meliputi karakterisik desa dan potensinya. beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut. kemudian ke kelompok tani serta peninjauan lapangan. Di tingkat Pusat bernama Badan Pengembangan SDM yang terdiri atas satu lembaga.dengan program penyuluhan Sumber : Data Sekunder Lembaga penyuluhan pertanian ada di tingkat Nasional. lahan pertanian beserta monografinya. Propinsi. Perencanaan Program / Programa Penyuluhan Pertanian bimbingan . Tabel 5. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. dan Desa. Kecamatan. kelompok tani. Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. di tingkat Propinsi bernama Badan Koordinasi Penyuluh yang terdiri atas satu lembaga. E. di tingkat Kabupaten bernama Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian yang terdiri dari satu lembaga. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. Bimbingan tersebut meliputi kunjungan ke desa. Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi. Penyuluh Slamet Riyadi Wilayah Kerja Polokarto Masa Kerja 1 tahun Teknik Pengenalan mendapatkan dari kecamatan Sumber : Data Sekunder Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi. bapak kepala desa. di tingkat desa bernama Pos Penyuluhan Pertanian Desa. D. Kabupaten.

dan kalender kerja. Sistem Kerja Penyuluhan Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian meliputi sistem kerja penyuluhan pertanian dan implementasi yang digunakan di lapangan. Tahap Perencanaan Program Penyuluhan No Tahap Perencanaan Proses/ Pelaksanaan Melihat potensi wilayah sasaran dalam monografi Analisis kondisi secara langsung Sumbang saran dalam pertemuan Penyampaian solusi permasalahan Gerakan bersama. Tabel 7. 1. berbagai perlengkapan berupa alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian yang mendukung kegiatan penyuluhan agar menjadi efektif. Tabel 6. Sistem Penyuluhan Keterangan LAKU (Latihan dan Sistem ini memiliki rencana kerja dalam setahun.Program penyuluhan yang baik membutuhkan perencanaan yang baik agar kegiatan penyuluhan tersebut dapat berjalan secara efektif. Kunjungan) penyuluh mengunjungi petani secara teratur . metoda penyuluhan pertanian di lapangan. F. Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. rencana kerja. Perencanaan tersebut berupa perencanaan program. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. aktif terjun langsung Menelaah hasil praktek di lapangan 1 Observasi data 2 Observasi lapangan 3 PRA/ Usulan/ permasalahan 4 Diskusi 5 Praktek di lapangan 6 Diskusi lanjut Sumber : Data Sekunder Tabel 6 menjelaskan tentang tahap-tahap perencanaan penyuluhan dan proses-proses pelaksanaan secara nyata di lapangan. Kecamatan Polokarto.

Metode Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. Kecamatan Polokarto. agar kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif Tabel 8. 3.2. kecamatan Polokarto. antara lain kurikulum. 2. Pertemuan Diskusi Mengadakan pengarahan terhadap kelompok tani Membahas permasalahan yang dihadapi petani. papan tulis atau papan penempel. perlengkapan ruangan. lembar-lembar persiapan penyuluhan. ada sesi tanya jawab Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa sistem kerja penyuluhan pertanian di tingkat Desa Polokarto yaitu menggunakan sistem pertemuan dan diskusi. Sedangkan sistem penyuluhan pertanian yang paling efektif dilaksanakan yaitu sistem LAKU. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian Alat bantu penyuluhan pertanian merupakan alat yang digunakan dalam penyuluhan sehingga kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif. 3. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Metode Pendekatan kelompok Pendekatan individu Teknik Pelaksanaan Melalui kelompok tani Dengan mengadakan kunjungan latihan dan Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa metode penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. 2. Kabupaten Sukoharjo yakni terdapat metode pendekatan kelompok yang teknik pelaksanaanya melalui kelompok tani dan metode pendekatan individu. yaitu dengan mengadakan latihan dan kunjungan. serta proyektor. Metode Penyuluhan Pertanian Metode penyuluhan pertanian adalah cara penyuluh mendekatkan dirinya kepada sasaran. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh . 1. alat tulis.

Banyak sedikitnya Keaktifan diskusi yang terjadi penyuluhan Sumber : Data Primer . Berisi materi yang akan disajikan Memperjelas tujuan penyuluhan Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa perlengkapan penyuluhan pertanian terdiri dari Microphone dan sound system sebagai pengeras suara. Alat Bantu Mikrophone dan Sound system Buku Panduan Benih padi Alat Peraga Fungsi Sebagai alat pengeras suara 2. Pelaksanaan Penyuluhan Hasil Penyuluhan Indikator Tepat sasaran Keterangan Sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi petani petani dalam 2. Tabel 10. 1. Tujuan dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi adalah memperbaiki sistem kerja dari penyuluh sehingga menjadi lebih baik dan terarah. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No.guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. G. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian Monitoring dan Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu langkah dalam kegiatan penyuluhan pertanian agar program-program yang telah dilaksanakan tidak melenceng dari tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Sehingga penyuluhan dapat berjalan dengan efektif. 3. Program 1. Selain itu digunakan pula Buku panduan yang berisi materi yang akan disajikan. Tabel 9. Kecamatan Polokarto. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No.

sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi.Berdasarkan tabel. yang indikatornya tergantung banyak sedikitnya diskusi yang terjadi atau keaktifan petani dalam penyuluhan. Selain itu terdapat program hasil penyuluhan. monitoring (pemantauan) dan evaluasi penyuluhan pertanian di Kabupaten Sukoharjo yaitu menggunakan program pelaksanaan penyuluhan yang tepat sasaran. .

. dan Kehutanan. Kenyataannya di lapangan. Sedangkan dananya berasal dari kabupaten. bahwa petugas penyuluh pertanian dalam pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan kerjasama dan saling mengoreksi satu sama lain. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistemsistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkanswasembada pangan khususnya beras. jagung dan kedelai serta dengan menganekaragamkan menu pangan non beras.000. Sesuai dengan UU no. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh pihak-pihak yang bertugas di BPP.IV. Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. PEMBAHASAN A. Kecamatan Polokarto berdasarkan atas pembiayaan dan pengendalian penyuluhan. Hal ini berkaitan dengan dibentuknya BPP ini maka kegiatan pengendalian sepenuhnya dilakukan oleh BPP sebagai lembaga Penyuluhan yang bertangungjawab di tingkat Kecamatan. Pengendalian penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Polokarto. 16 tahun 2006 setelah di Kecamatan dibentuk BPP seharusnya ada otonomi tentang pembiayaan dimana BPP tersebut harus bisa mengolah sendiri biaya yang akan digunakan untuk kelangsungan kegiatan penyuluhan pertanian. Pembiayaan penyuluhan pertanian di Desa Polokarto ini dibantu oleh pemerintah pusat tetapi besarnya biaya yang diberikan pemerintah pusat tidak dikeahui secara pasti. B. Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan. Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. Administrasi Penyuluhan Administrasi Penyuluhan Pertanian yang ada di Desa Polokarto.00 untuk masing-masing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan. pasal 6 yang memuat bahwa: 1. Bagi penyuluh hanya ditransfer sejumlah Rp 250. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana. Bab IV. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. Perikanan.

2. Kecamatan Polokarto yang telah mencakup asas dan tujuan sistem penyuluhan yaitu memberikan pengetahuan. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan kehutanan. di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh. yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. C. perikanan. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. Hal ini terlihat dari terdapatnya lembaga-lembaga penyuluhan dari tingkat desa sampai tingkat Kecamatan. gubernur. diharapkan dapat mengkoordinir kegiatan penyuluhan dengan baik dan berjalan sesuai dengan fungsi dari kelembagaan penyuluhan pertanian tersebut. atau bupati/walikota. Kecamatan Polokarto telah berjalan cukup baik. penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. memungkinkan tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda. Kelembagaan penyuluhan di Desa Polokarto. Hal ini terlihat dari pelaksanaan penyuluhan di Desa Polokarto. Di tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda karena didasarkan pada tugas yang dijalankan maupun luas wilayah kerja. kemampuan kepada petani untuk dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Adanya kelembagaan penyuluhan di tiap tingkat daerah. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. Kecamatan Polokarto dilaksanakan sesuai dengan ketetapan dari instansi Kabupaten maupun propinsi. Pelaksanaan Penyuluhan di Desa Polokarto. . dan b. di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh. Sehingga bila di tiap tingkat daerah terdapat penyuluh yang cukup maka. 3. yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a.

Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. Perencanaan Program / Program Penyuluhan Pertanian Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun. E. Sehingga dalam memberikan poenyuluhan lebih efektif dan masyarakat juga bisa menerapkan materi yang diberikan tepat waktu. Untuk mengatasi masalah tersebut. lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani. D. Di sisi lain. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi. Masalah-masalah yang dihadapi lembaga-lembaga pada tingkat kecamatan dan desa dapat disebabkan dana yang diberikan dari kabupaten mengalami kemacetan. Cara mengatasi permasalahan itu yaitu selalu melakukan koordinasi dengan tingkat kabupaten agar dana yang yang telah dianggarkan untuk kegiatan penyuluhan desa dan kecamatan tidak mengalami hambatan dalam hal pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi terdapat beberapa pihak yang membantu antara lain kelompok tani. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior. seharusnya dalam wilayah yang sangat luas ditanggung lebih dari satu orang penyuluh. beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut. bapak kepala desa. Hal ini berakibat kegiatan-kegiatan penyuluhan yang dirancang oleh masing-masing lembaga menjadi terhambat. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. lahan pertanian beserta monografinya. Pada tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian yang bertugas menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten.Pada tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa yang bertugas menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi dengan program penyuluhan. . permasalahan yang dialami masyarakat bisa segera tertangani tanpa terhalang oleh wilayah yang luas. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. Masalah yang kadang dialami oleh penyuluh adalah terlalu luasnya wilayah yang ditanggung sehingga tidak efektif dalam melakukan penyuluhan.

setelah dari tingkat Kecamatan lalu ke timgkat Kabupaten. Sedangkan untuk tingkat pusat melibatkan Presiden dan Departemen Pertanian sebagai pengambil kebijaksanaan pertanian. selanjutnya membawa perencanaan program tersebut ke tingkat Provinsi.Proses penyelesaian itu berupa perumusan perencanaan program penyuluhan dari tingkat desa yang akan membawa program itu ke tingkat Kecamatan. Kemudian dari tingkat Propinsi perencanaan program tersebut akan di susun atau dibahas di tingkat pusat sehingga akan muncul beberapa kebijakan dan program untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Kegiatan praktik ini dapat menjadi pertimbangan apakah . Selain itu pelatihan bagi petani di Desa Polokarto dengan adanya kunjungan dari kelompok tani dari daerah lain. Ceramah merupakan metoda bagi penyuluh untuk menyampaikan inovasi pertanian kepada petani di desa setempat. Praktik merupakan kegiatan untuk menerapkan inovasi yang telah disampaikan dan telah didiskusikan bersama. Pada tingkat desa orang-orang yang dilibatkan antara lain Lurah. SLPTT. persemaian. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . pengamatan OPT tikus. Setiap proses di masing-masing tingkat terdapat proses legitimasi agar kebijakan dan program itu sah secara undang-undang. Kegiatan diskusi untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan inovasi yang akan diterapkan. Pokok-pokok yang tercantum dalam Program Penyuluhan antara lain mengenai pengunaan benih unggul berlabel. Pada Kecamtan Polokarto yang dilibatkan dalam legitimasi adalah Camat dan Koordinator Penyuluh. Diskusi merupakan komunikasi dua arah untuk membahas inovasi yang telah disampaikan oleh penyuluh. dan perangkat desa. misal . diskusi dan praktek. Pada tingkat Kecamatan melibatkan Camat dan para penyuluh pertanian. dan pengolahan tanah sawah. Tingkat Kabupaten melibatkan Bupati dan Dinas Pertanian. Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. F. Penerapan sistem kerja LAKU diantaranya dengan pelaksanaan penyuluhan melalui pendekatan kelompok yaitu penyuluh menyesuaikan materi dengan kebutuhan dan kesulitan yang dihadapi petani. Pada tingkat Propinsi melibatkan Gubernur dan Dinas Pertanian tingkat Propinsi. latihan dan kunjungan yang berasal dari kelompok tani dari daerah lain.

G. maka petani diharapkan mau menggunakan benih yang diberikan dari tingkat pusat. Penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. Tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah meningkatkan efektivitas kerja dari penyuluh pertanian. Pelaksanaan secara rutin dan berkala dapat meningkatkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Monitoring dan Evaluasi Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. Kecamatan Polokarto. Penyuluhan tersebut berlangsung dengan menggunakan metode kelompok dengan teknik diskusi yang menjelaskan tentang materi penyuluhan yang disampaikan. Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok tani atau langsung di lahan pertanian. Hal ini bertujuan setelah petani mengetahui keunggulan suatu benih padi. Jika penerapan inovasi tersebut dipandang bermanfaat dan menguntungkan bagi petani maka inovasi tersebut akan terus diterapkan. Koordinasi ini bersifat wajib bagi pelaksana monitoring. Proses monitoring sendiri dilakukan dengan berbagai cara antara lain turun langsung ke lapangan saat penyuluhan dilakukan. Monitoring yang dilakukan dari tingkat Kabupaten biasanya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga hal ini juga dapat dikatakan sebagai sidak penyuluhan. Sifat wajib ini diharapkan agar proses monitoring dapat dilaksanakan secara rutin dan berkala. Pihak yang dilibatkan dalam proses monitoring dan evaluasi dalah penyuluh dan petani. Materi yang dibahas dapat keunggulan suatu benih padi.inovasi terus diterapkan atau sebaliknya. Hal ini dapat diatasi dengan koordinasi setiap minggu di tingkat kabupaten. . Kendala yang dihadapi dalam proses monitoring adalah koordinasi antar pihak kabupaten sehingga proses monitoring menjadi tidak berjalan sesuai dengan program monitoring. Efetkivitas dari para penyuluh tersebut dapat meningkatkan tingkat keberhasilan dari program penyuluhan pertanian. Hal yang dievaluasi antara lain jam kerja penyuluh dan hasil kegiatan penyuluhan.

mandiri menuju agroindustri. 5. Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. Dana bagi penyuluh berasal dari kabupaten. 2.V. Basis pertanian bertumpu pada aspek produksi. 7. yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistem-sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkan swasembada pangan khususnya beras. .000. konsumsi serta distribusi dengan jalan memberdayakan masyarakat pertanian sehingga dapat tercapai pertanian yang tangguh. jagung dan kedelai serta dengqan menganekaragamkan menu pangan non beras. Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana. 3. 4. Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun. Kesimpulan 1. dan hanya ditransfer sejumlah Rp 250. di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh. di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa. lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. 6. Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan. Di Desa Polokarto hanya terdapat satu orang penyuluh saja yang mendampingi dalam memecahkan segala permasalahan bidang pertanian yang dirasakan oleh petani. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A.00 untuk masingmasing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan. di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh.

8. 9. diskusi dan praktek. 10. B. Rekomendasi Berdasarkan hasil pembahasan yang diperoleh dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dapat direkomendasikan hal-hal sebagai berikut : 1. Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. seperti memberikan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. 3. Penyuluh seharusnya lebih aktif dan komunikatif dalam penyampaian materi penyuluhan. 2. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kegiatan penyuluhan. Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . . telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Masyarakat petani seharusnya lebih terbuka dalam menerima inovasi yang diberikan oleh penyuluh agar dapat membantu terwujudnya program ataupun kebijakan penyuluhan pertanian.

com/2009/01/25/teori-difusiinovasi/ .php?id=256 . Ari Julianto. Metode Penyuluhan. dalam Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Diakses 15 Juni 2009 Anonim. 2008. Teori Difusi Inovasi .com/ 2007/09/metode-penyuluhan. Soft Skill dan Strategi Komunikasi Pertanian. http://www. http://ronawajah.wsmulyana. 2003. IPB Press – Bogor Slamet Mulyana. . http://www. Redefinisi dan Revitalisasi Penyuluhan Pembangunan.coremap. Totok. Diakses 15 Juni 2009. Perlengkapan Penyuluhan. 2009.wordpress. 2009. 2009. http://masarip.friendster. Diakses 15 Juni 2009 Mardikanto.blog. Diakses 15 Juni 2009.or.com/2008/12/21/softskill-dan-strategi-komunikasi-pertanian/ .id /research_agenda/ article.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful