ALAT BANTU dan ALAT PERAGA PENYULUHAN PERTANIAN

April 3, 2010 · Disimpan dalam PENYULUHAN PERTANIAN ALAT BANTU PENYULUHAN PERTANIAN Adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses mengajarnya selama kegiatan penyuluhan dilaksanakan. Ragam alat bantu penyuluhan yang diperlukam setiap penyuluh : 1. Kurikulum Memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan yang meliputi tujuan yang ingin dicapai, kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan oleh pendidik, daftar mata pelajaran yang akan disampaikan, dan rencana evaluasi yang akan dilaksanakan. 1. Lembar-lembar persiapan penyuluhan Berupa lembar persiapan menyuluh (LPM), lembar persiapan latihan (LPL) dan lembar persiapan kerja (LPK). 1. Papan penulis atau papan penempel Papan penempel yang biasa digunakan di lapangan adalah papan yang dilapisi dengan kain panel. Sedang di dalam ruang, digunakan papan bermagnit. 4. Alat tulis Disarankan penyuluh membawa alat tulis yang beragam warna baik itu kapur berwarna, pensil berwarna, bolpen dsb. 5. Sarana ruangan Beragam alat bantu dalam ruangan : pengeras suara, penata cahaya (lampu), dan penata udara (kipas angin atau AC). 6. Projector Alat bantu penyuluhan yang berupa beragam projektor : 1. Overhead projektor, untuk memproyeksikan tulisan dan atau gambar yang ditulis pada bahan tembus cahaya (plastik, transparancy sheet)

2. Solid projektor, semacam Overhead projektor tetapi untuk memproyeksikan bendabenda tembus cahaya. 3. Movie projektor, untuk memproyeksikan film dan film strip. 4. Slide projektor, untuk memproyeksikan gambar/tulisan yang direkam dan slide film. ALAT PERAGA PENYULUHAN Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah : 1. Benda Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Ada beberapa macam alat peraga berupa benda ini : 1. Sample atau contoh, yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya. Misalnya, contoh benih, contoh pupuk dll. 2. Model atau tiruan, biasanya digunakan jika benda asli sulit didapat, volumenya bisa terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus. Misal : contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah, ulat dll. 3. Specimen atau benda asli yang telah diawetkan karena benda asli sulit didapat. Dari ketigaanya, benda aslilah yang paling baik. 2. Barang cetakan Pamlet atau selebaran, yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran, ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya. a. Leaflet atau folder Perbedaan leaflet dengan pamflet adalah : 1) Umumnya dibagikan langsung oleh penyuluhnya.

2) Leaflet merupakan selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedang folder dilipat menjadi 3 (6 halaman) atau lebih. 3) Leaflet lebih banyak berisikan tulisan daripada gambar.

4) Ditujukan pada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilannya pada tahap minat, menilai dan mencoba. 5) Brosur atau booklet

6) Merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman dan maksimal 50 halaman. b.Placard dan poster Keduanya merupakan barang cetakan dengan ukuran relatif besar yang ditempel ditembok, pohon atau direntangkan di pinggir/tengah jalan. Placard lebih banyak berisi tulisan sedang poster lebih banyak berisi gambar. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman sasaran pada tahapan sadar dan minat. c. Flipchart atau peta singkap, adalah sekumpulan poster selebar kertas koran, yang digabungkan menjadi satu. d. Photo, dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. e. Flanelghrap, merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. 3. Gambar yang diproyeksikan Transparancy sheet adalah lembaran mika (plastik) bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan overhead proyektor. Biasa digunakan di dalam pertemuan kelompok di dalam ruangan . a. Slide film, suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang diberi bingkai untuk diproyeksikan di layar dengan menggunakan slide proyektor. Berupa gambar bisu(tidak bersuara). b. Film strip, seperti halnya slide film hanya saja masing-masing gambar tidak dipisahkan dan diberi bingkai, tetapi menjadi suatu rangkaian yang tak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. c. Movie film, obyek yang diproyeksikan tidak berujud bergambar gambar mati melainkan berupa gambar bergerak. Selain itu sudah diisi dengan suara dubbing. d. Video dan TV, seperti halnya dengan movie film, bedanya film positif yang dihasilkan tersimpan dalam kotak kaset dan penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya. 4. Lambang grafika 1. Grafik 2. Diagram

yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem yang ingin dijelaskan berdasar hubungan garis keturunan. 3) Ginealogical chart. 4) Flow chart.com/2010/04/03/alat-bantu-dan-alat-peraga-penyuluhan-pertanian/ ALAT PERAGA DAN PEMILIHAN ALAT PERAGA PENYULUHAN Penyuluhan merupakan pendidikan non formal dimana sistem pendidikannya terprogram di luar sekolah sehingga penyuluhan memerlukan perencanaan yang jelas mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan. yaitu gambar dari suatu sistem yang dilengkapi dengan rincian dari sub sistem yang menyusunnya. pelaksanaan kegiatan penyuluhan selain menentukan topik atau materi penyuluhan yang akan diajarkan juga harus memetapkan alat peraga penyuluhan yang sesuai dengan sasarannya serta persiapan tentang sarana penyuluhan dalam hal ini adalah alat peraga penyuluhan dan pemilihan alat peraga tersebut guna membantu kelancaran kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan. Pemilihan alat peraga ini harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat sasarannya serta alat peraga ini juga akan mempengaruhi proses belajar dalam penyuluhan tersebut. . dikenal beragam bagan atau shema yaitu : 1) Pictorial chart. 2) Tabula chart. alat peraga sangat perlu di dalam penyuluhan. Persiapan sarana penyuluhan terutama alat peraga sangat membantu sasaran dalam menerima materi yang diajarkan oleh penyuluh.Lambang grafika ini tidak bisa digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah (variabel) tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu. shema atau chart Di dalam praktek. yaitu gambaran singkat tentang tingkat perkembangan yang dialami oleh masingmasing sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. 5) Organizational chart yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling berhubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. 1.wordpress. Bagan. digambarkan sebagai suatu tabel berisi keterangan tentang keadaan masingmasing bagian (sub sistem) dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. Oleh sebab itu. Progress chart. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari sistem yang ingin dijelaskan berdasar alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan. http://h0404055. Terkait dengan itu.

Misalnya demonstrasi cara mencangkok dan lain-lainnya (Hamalik. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. Di samping itu. Misalnya angin kencang merusak tanaman. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain. 1990). melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan.Alat Peraga Penyuluhan Jahod Sumabrata mengemukakan bahwa alat-alat peraga adalah sesuatu (alat. Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan. Sehingga diharapkan dengan batuan alat peraga ini dapat memflash back kejadian dimasa lalu dan memprediksi kejadian dimasa mendatang misalnya dengan pemutaran film. 1996). Tetapi di dalam praktek. benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud. alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat.       . serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya. benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata. baik dengan penglihatan maupun dengan pendengaran. Banyak proses-proses yang harus dikerjakan dalam memepelajari ilmu pertanian yang memerlukan bantuan alat peraga agar lebih mudah dan lebih menarik minat sasaran penyuluhan. Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. proses tumbuhnya akar dan sebagainya. Sebaliknya juga banyak benda-benda yang sangat kecil yang sulit diamati dengan alat indera manusia. Agak berbeda dengan pengertian tersebut. Peristiwa masa lampau atau kejadian yang akan terjadi masa datang sangat sulit diamati. misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. Banyak pula kejadian sehari-hari yang berkenaan dengan masalah pertanian yang akan lebih mudah dipelajari melalui alat peraga yang harus secara langsung diamati pada satu waktu atau dalam kesempatan tertentu saja. sehingga sulit disediakan. Dalam bidang pertanian sering terdapat benda-benda yang terlampau besar. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga adalah sebagai berikut :   Banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. menurut Mardikanto (1985) mengartikan alat peraga sebagai berikut : Alat atau benda yang dapat diamati. Dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan.

Tahap menilai. akhirnya dihubungkan dengan tingkat kemampuan yang ada pada dirinya. sehingga dapat menghadirkan terjadinya salah pengertian yang tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh penyuluhnya. Memperjelas pengertian tentang segala sesuatu yang diuraikan atau disampaikan penyuluh secara lisan . 2008). Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda. demikian juga tahap perkembangan mental. sehingga sasaran tidak mudah melupakan kegiatan yang pernah diikutinya. dari adanya pengetahuan dan beberapa keterangan yang jelas. dalam hal ini seseorang berada dalam keadaan sekedar mengetahui. Ooy Sunarya (1978) mengemukakan bahwa alat peraga penyuluhan sebenarnya tidak sekedar berfungsi sebagai alat peraga atau penjelas. Dengan Penggunaan alat peraga. bagaiamana kemungkinan hasilnya dan bagaimabna yang sudah dilakukan orang lain. serta perhitungan untung rugi sudah melintas dalam pikirannya. Tahap minat. apabila dirasakan ide atau praktek baru tersebut mampu untuk dilaksanakan kemudian diadakan kegiatan mencoba-coba secara kecil-kecilan. Tahap mencoba. pada tahap ini seseorang sudah mulai aktif mencari keterangan-keterangan yang lebih banyak. sehingga perlu ditetapkan suatu alat peraga penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. Karena lewat pemahaman tentang materi yang diberikan dengan sarana alat peraga akan membantu penyuluh dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang diberikan kepada sasaran. penumbuhan minat. tahap kesadaran. penyuluh dapat mengetahui sejauh mana sasaran memahami materi yang diberikan. disini seseorang sudah menerapkan sepenuhnya apa yang pernah diterimanya sebagai anjuran (Rokhman. tahap mencoba dan tahap menerapkan. tahap menilai.Lebih lanjut.  Benda . karena sasaran lebih cepat menerima dan memahami segala sesuatu yang dimaksudkan penyuluhnya. sehingga lebih mengkonsentrasikan diri untuk mengikuti jalannya penyuluhan yang sedang dilaksanakan oleh penyuluh. Membantu penyuluhan lebih efektif . Dengan peragaan akan dapat menghemat waktu yang diperlukan penyuluh untuk menjelaskan materi yang ingin disampaikan/ dijelaskan. Tahap penerapan. melainkan memiliki fungsi yang beragam yaitu:      Menarik perhatian atau memusatkan perhatian sasaran . Tahapantahapan tersebut adalah sebagai berikut :      Tahap kesadaran. Tahap perkembangan mental seseorang dapat digolongkan dalam tahap penumbuhan pertanian. Memberi kesan lebih mendalam . keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda. belum memahami secara mendalam apa yang termakna dalam hal yang baru diketahuinya. dihubungkannya ide atau praktek baru itu dengan keadaan yang sudah terjadi dan pernah dialaminya.

Salah satu alat peraga penyuluhan yang paling mudah diperoleh atau dibuat adalah yang berupa benda. Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Tentang benda yang dapat digunakan sebagai alat peraga ini, ada beberapa macam yaitu :
 

Sample/contoh , yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya (misal contoh benih, contoh pupuk dll). Model/tiruan, digunakan sebagai alat peraga jika benda asli sulit didapat, volumenya terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus (misalnya: contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah dll). Specimen atau benda asli yang diawetkan karena benda asli sulit di dapat.

Dari ketiga benda tersebut yang paling baik adalah benda asli, hal ini disebabkan karena baik model maupun specimen seringkali warnanya tidak sesuai.

Barang cetakan

Media cetak disediakan untuk memenuhi bahan kebutuhan para petani dan masyarakat lain yang memerlukan dan mengambil manfaat dari adanya informasi. Seorang yang menyiapkan informasi untuk petani melalui media cetak hendaknya bertanya pada diri sendiri tentang;
    

untuk siapa media cetak ini disiapkan, apakah calon pembaca mengetahui pokok yang dibahas, informasi apa yang dapat disampaikan untuk menambah pengetahuan calon pembaca, kebijaksanaan apakah yang dapat membawa perubahan, apakah keputusan itu mungkin dapat diterapkan.

Salah satu jenis media cetak yang digunakan oleh penyuluh sebagai alat peraga , baik yang berupa gambar, tulisan, atau campuran keduanya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan adalah brosur. Media cetak (seperti brosur, leaflet, surat kabar dan majalah pertanian merupakan visualaid) yang berfungsi sebagai bahan publikasi untuk menyebarluaskan informasi pertanian , khususnya kepada masyarakat tani dan masyarakat ramai yang menaruh minat terhadap pembangunan pertanian .. Sedangkan Hanafi (1986) dalam Syafrudin (2008) mengemukakan ada beberapa keunggulan media cetak yaitu

 

orang yang membaca dapat mengatur kecepatan bacanya, berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang sedang dibaca dan mengulangi kalimat-kalimat yang dipandang penting, dapat menyimpan fakta-fakta, gambar-gambar dan memiliki kemampuan dalam mengatasi selektivitas.

Selanjutnya Kamath 1980 (dalam Syafrudin, 2008) mengemukakan sembilan butir keunggulan media cetak yaitu
o o o o o o o o o

merupakan media tertulis yang dapat mencapai sasaran yang luas pada masyarakat pembaca, merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan pesan, dapat diproduksi menurut kebutuhan serta relatif murah biayanya, merupakan alat informasi yang tepat dan akurat, yang dalam waktu singkat dapat sampai pada sasaran, apabila disusun secara tepat, dapat menarik dan menyenangkan pembacanya, dapat digunakan sebagai alat untuk melestarikan dan meningkatkan tugas harian dari pembacanya, merupakan alat untuk mengadakan kontak secara tetap dan bersambung dapat digunakan untuk menampilkan prestasi tokoh-tokoh masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya, dan merupakan alat yang tepat untuk melestarikan dan meningkatkan kemampuan pembaca dan menulis masyarakat.

Namun demikian media cetak tersebut memiliki beberapa kelemahan yaitu:
  

kurang tepat bila digunakan pada masyarakat yang memiliki kemampuan baca rendah atau buta huruf, kurang cepat mencapai sasaran, apabila dipakai sebagai satu-satunnya teknik untuk menyampai pesan di daerah pedesaan dan apabila tidak disiapkan secara seksama dan hati-hati justru akan kehilangan arti maksud dan tujuannya.

Rachmat 1991 (dalam Syafrudin, 2008) media cetak mempunyai sifat satu arah artinya tidak ada reaksi antara pesan-pesan komunikasi dan bersifat terbuka artinya ditujukan kepada publik yang tidak terbatas dan anonim serta mempunyai publik yang secara geografi tersebar. Oleh karena itu media cetak tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada pembacanya. Berkaitan dengan efek dari media cetak akan sangat tergantung dari sasaran atau penggunaanya. Sebab efek tidak ada seandainya sasaran atau pengguna tidak menyukai media tersebut, meskipun media itu sarat dengan informasi dan pengetahuan. Menurut Hanafi (1986) dalam Syafrudin, (2008) mengemukakan tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keefektifan media cetak yaitu:
o o o

dalam menyampaikan kode, pesan yang merupakan sekumpulan simpul hendaknya disusun sedemikian rupa, sehingga bermakna bagi sasaran, isi pesan hendaknya merupakan materi/bahan yang dipilih dan wujud pesan adalah bentuk pesan yang dipilih sumber (komunikan).

Selanjutnya menurut Kelsey dan Hearne 1995 (dalamSyafrudin, 2008) menyatakan bahwa untuk meningkatkan keefektifan media cetak disarankan agar media:

o o o o o

menyajikan topik yang sesuai dengan kebutuhan yang dianggap penting dan mendesak serta dapat diterapkan oleh masyarakat, menyajikan materi yang sesuai dengan masalah, minat dan tingkat pendidikan pembaca, menghindari konsep yang sukar, menyusun fakta secara logis sehingga pembaca dapat mengikuti secara bertahap, menggunakan ilustrasi foto dan gambar yang sesuai.

Selain itu menurut Ban & Hawkins 1999 dalam Syafrudin (2008) menyatakan bahwa agar publikasi terknis yang diterbitkan oleh dinas-dinas penyuluhan efektif bagi sasaran/penggunanya media cetak tersebut harus dikemas dalam bentuk yang mudah dimengerti (comprehensive), artinya dengan menggunakan bahasa yang sederhana, menyusun dan merangkaikan perbedaan pendapat dengan jelas dan hal-hal pokok dinyatakan dengan singkat dan jelas Setiap penyuluh dapat menggunakan beragam barang cetakan baik yang berupa gambar, tulisan atau campuran dari keduannya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan sebagai alat peraga. Adapun barang-barang cetakan tersebut adalah : 1. Pamflet atau selebaran , yaitu barang cetakan yang berupa selebar kertas bergambar atau bertulisan yang dibagi-bagikan oleh penyuluh secara langsung kepada sasarannya, disebarkan ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga seperti ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan minat sasarannya meskipun demikian, jika berisi informasi yang lebih lengkap dapat dimanfaatkan oleh sasaran pada tahapan menilai dan mencoba. 2. Leaflet atau Folder , sama hal nya dengan pamflet keduanya merupakan barang cetakan yang juga dibagi-bagikan kepada sasaran penyuluhan. Bedanya adalah umumnya dibagikan langsung oleh penyuluh, leaflet selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedangkan folder dilipat menjadi 3 (6 halaman ) atau lebih, leaflet dan folder lebih banyak berisikan tulisan daripada gambarnya dan keduanya ditujukan kepada sasaran untuk emepengaruhi pengrtahuan dan keterampilannya pada tahapan minat, menilai dan mencoba. 3. Brosur atau booklet , merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman, dan paling banyak 50 halaman. Booklet ini dimaksudkan untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran tetapi pada tahapan menilai, mencoba dan menerapkan. Dalam penggunaan media cetak brosur sebagai media pertanian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu
   

gaya bahasa, kata-kata dan istilah harus mudah dimengerti kalimatnya ringkas dan jelas sesuai dengan tingkat kemampuan sasaran, sebaiknya kata yang tertulis dilengkapi dengan gambar atau foto agar lebih jelas dan mudah dimengerti, tulisan atau materi yang disajikan harus bersifat nyata, baik, dan menguntungkan sesuai dengan kebutuhan sasaran harus mengandung daya penarik pembaca, kertas yang baik, berwarna, bergambar, atau bentuknya menarik untuk dibaca (Syafrudin, 2008).

Alat peraga ini digunakan didalam pertemuan kelompok di dalam ruangan terutama untuk memepengaruhi penegtahuan dan keterampilan sasaran. menilai Meskipun disajikan dalam bentuk dan cara yang berbeda semua lat peraga yang berupa barang cetakan ini harus memuat pesan yang lengakap yang mudah dipahami oleh sasarannya. adalah lembaran mika bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan OHP. Oleh sebab itu. merupakan alat peraga yang dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. Masing-masing berisikan pesan terpisah yang jika digabungkan akan merupakan satu kesataun yang tidak terpisahkan yang ingin disampaikan secara utuh. karena biasa digunakan dalam pertemuan kelompok. Isi pesan ditulis sesuai dengan kemampuan daya serap pembaca. 5. adalah sekumpulan poster selebar kertas karton yang digabungkan menjadi satu. dengan bahasa yang setingkat dengan pengertian mereka. Photo.4. . alat peraga ini lebih efektif dan efisien untuk disediakan bagi sasaran pada tahapan minat. menilai. mencoba. dan penyajian yang menarik) dapat diserab oleh sasaran sangat dipengaruhi oleh faktor internal peternak yaitu pengetahuan. baik gambar dan atau tulisan yang disampaikan harus komunikatif dan dengan tata warna yang menarik perhatian. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman pada tahapan sadar dan minat.  Gambar yang diproyeksikan Meskipun alat peraga ini dinamakan gambar yang terproyeksi. poster justru lebih banyak berisi gambar. sesuai kebutuhan. Flanelgraph. Flipcard atau peta singkap . dan sikap. Banyak dari alat peraga yang terproyeksikan ini penggunaannya dengan pendekatan kelompok tetapi untuk movie fil menggunakan pendekatan massal karena alat ini dapat menjangkau khalayak yang lebih besar. Placard dan poster . merupakan barang cetakan yang ukurannya relatif besar untuk ditempel atau direntangkan di pinggir jalan. Photo ini dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar. mencoba. penegtahuan atau keterampilan. kadang-kadang juga banyak berisikan tulisan seperti transparancy. Flipcard dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap. Digunakan pada pertemuan kelompok untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. Akan tetapi. menilai. slide dan film strip. dengan pilihan pesan yang diminati dan menggunakan media yang mereka kenal dan menarik pesan. 6. merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. motivasi kerja. Adapun gambar yang diproyeksikan tersebut adalah : o Transparancy sheet . Karakteristik media cetak brosur (bahasa yang mudah dipahami. Berbeda dengan placard yang banyak berisiskan tulisan. Flipchart dan flanelgraph harus disampaikan dengan pendekatan langsung pada pertemuan kelompok atau kunjungan dan selain barang cetakan tersebut disampaikan dengan pendekatan tidaka langsung. minat.

Video dan TV . Dalam berbagai kasus penyajian grafik relatif lebih singkat dan lebih mudah dipahami dibanding jika disampaikan dalam bentuk narasi. seolah-olah seluruh alat peraga yang berupa gambar ini dapat digunakan sendiri oleh sasaran penyuluhan tanpa didampingi sendiri oleh peenyuluhnya. mendemontrasikan hasil-hasil yang dicapai atau keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh oleh suatu inovasi. Akan tetapi. dan keterampilan sasarannya pada tahapan minat. serta menjelaskan cara kerja suatu peralatan yang ditawarkan. dan diletakkan pada tempat-tempat yang dapat dilihat dengan jelas oleh sasarannya)atau disajian secara tidak langsung (dengan diproyeksikan). menilai dan mencoba. terutama untuk memepengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar dan menilai serta juga dapat digunakan untuk pertemuan kelompok bagi sasaran sdampai dengan tahapan mencoba. pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. Berdasar uraian diatas kecauali tranparancy sheet. sangat efektif untuk mempengaruhi sikap. Film strip . adalah hasil karya fotografi dimana obyek yang diproyeksikan tidak berujud gambar mati melainkan berupa gambar yang bergerak dan diisi dengan suara sehingga benar-benar alami. kehadiran penyuluh dalam penggunaan alat peraga ini sangat diperlukan untuk memberikan penjelasan tentang pengertian dan tujuan pesan yang ingin disampaikan. Alat peraga ini digunakan untuk mengenalkan. Movie film . Di dalam praktek dikenal beragam grafik. dan diletakkan pada bidang tertentu. yaitu hubungan antara dua perubah yang digambarkan dalam bentuk titik. pengetahuan. Alat peraga ini digunkan dalam pertemuan kelompok untuk mempengaruhi sikap. adalah hasil karya fotografi yang jika diproyeksikan ke layar dapat menghasilkan gambar bergerak dan bersuara dan tersimpan dalam bentuk kotak kaset serta penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya. suatu hasil karya fotografi yang berupa film positif yang masingmasing gambar tidak dipisahkan dan tidak dibingkai tetapi menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. adalah suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang dibingkai untuk diproyeksikan ke layar dengan menggunakan slide projector. yaitu : . Sehingga. Alat peraga ini digunakan di dalam pertemuan umum.o o o o Slide film . Lambang grafika ini dapat disajian secara langsung (ditulis dan atau digambar pada bidang tertentu. Beberapa lambang grafika yang dimaksud adalah : Grafik.  Lambang grafika Lambang grafika merupakan alat peraga yang berupa gambar dengan keterangan tertulis seperlunya yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman sasaran dalam kegiatan penyuluhan. garis atau gambar-gambar tertentu yang mudah dipahami oleh sasarannya. menilai dan mencoba.

Flow chart . Area graph atau solid graph . yaitu gambaran tingkat perekembangan yang ditunjukkan atau dialami oleh masing-masing sub sistem dalam suatu sistem yang ingin dijelaskan. Tabula chart . Jika dalam satu gambar ingin disajiakn banyak grafik yang ingin dibandingkan dapat dilakukan dengan pemberian warna yang berbeda. Diagram. grafik yang disajikan berupa gambar atau bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. luas batang yang berbeda atau ciri-ciri tertentu yang berbeda pula. merupakan gambar dari hubungan antar bagian atau sub sistem dari suatu sistem tertentu yang ingin dijelaskan. dilakukan dengan cara memaku atau menempelkan lembar grafika pada tempat yang telah disediakanyang dinilai mudah diamati dengan jelas oleh sasaran. merupakan lambang grafik yang tidak dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu. Jika dalam satu gambar ingin disajikan banyak grafik yang menerangkan banyak data atau gejala yang dapat dibanding-bandingkan sebaiknya ditampilakn atau diberi warna yang ebrbeda dan mudah dibedakan. Organizational chart . yaitu : Pictorial chart . yaitu grafik yang disajikan berupa gambar atau bentukbentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. berupa gambar batang atau bidang segi empat mendatar atau tegak. yaitu gambar dari suatu sistem tertentu yang dilengkapi rincian dari sub sistem yang menyusunnya. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari suatu sietem yang ingin dijelaskan. dilakukan dengan cara menempelkan atau melekatkan untuk sementara pada sustau tempat yang telah disediakan. yaitu gambaran tentang hubungan antar subsistem dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. Grafik batang . Untuk menyajikan lambang grafika pada suatu tempat secara langsung tanpa proyektor dapat dilakukan dengan beragam cara yaitu :   Pin-up chart . baik berupa garis lurus. merupakan chart yang digambarkan sebagai suatu tabel berisikan keterangan tentang keadaan masing-masing bagian dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. berdasarkan hubungan garis keturunannya. Pictorial statistical graph. Progress chart. schema atau chart. berdasarkan alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan. Perbandingan nilai untuk masingmasing data disajiakn dalam jumlah gambar yang berbeda yang memiliki satuan yang sama. Ada beragam bagan atau schema. yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling hubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. Jika dalam satu gambar ingin dibandingkan data yang berbeda dapat dilakukan dengan memberikan perbandingan luas atau volume dari bentuk-bentuk yang disajikan. garis lengkung ataupun garis bergelombang. Ginealogical chart . Bagan. Pie chart atau segmented curve. .             Grafik garis . Hinged-card chart . yaitu grafik yang disajikan dalam bentuk lingkaran yang terbagi-bagi menurut perbandingan angka riil atau nilai prosentasenya.

Mardikanto (1985). Dalam pemilihan alat peraga ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat sasaran sehingga dengan begitu akan mempermudah proses belajar mengajarnya karena sasaran merasa butuh alat peraga tersebut guna membantu mereka dalam memperoleh informasi tentang pertanian. mencoba memberikan acuan tentang pemilihan lat peraga yaitu sebagai berikut : ALAT PERAGA Benda Barang cetakan PERUBAHAN PERILAKU YANG DIINGINKAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Model specimen Contoh model Contoh model Poster Brosur Brosur Placard Selebaran Photo Folder Flip-chart Leaflet Flanel graph Tranparancy Slide film Film strip Flip-chart Flanel graph Folder Leaflet Video &TV Slide Film Film strip Gambar yang diproyeksikan Video &TV Movie film Film strip . sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya. tersedia banyak alternatif alat peraga yang dapat digunakan tetapi dengan tingkat efektivitas dan tingkat kemahalan yang berbeda. Berkaitan dengan itu. Pengetahuan penting tentang pemilihan alat peraga adalah sebagai berikut :    Tidak semua alat peraga selalu tersedia atau mudah disediakan oleh penyuluhnya pada sembarang tempat dan waktu. Hidden chart . Alat peraga yang mahal tidak selalu merupakan jaminan sebagai alat peraga yang efektif untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. Pemilihan Alat Peraga Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian. Oleh sebeb itu. yang ditemapatkan pada suatu tempat tetapi ditutupi atau disembunyikan dengan memberikan lapisan penutup tertentu (seperti pada album photo atau perangko). sangat penting sekali memperhatikan sasaran sebelum menentukan alat peraga yang akan digunakan. Untuk tujuan perubahan perilaku tertentu.

rohman. Mokh Khayatul. 2008. diakses dari www. Kegagalan pembangunan pertanian mulai tampak dari produksi komoditi pertanian yang tidak stabil. barangkali hanya beras.or. Oemar. ekonomi dan politik untuk memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses belajar bersama yang partisipatif. 2008.damandiri. harga beras tak dapat dikendalikan. Saat ini kondisi pertanian di Indonesia memang kacau-balau karena pemerintah tidak memiliki kebijakan memadai selain itu ketergantungan pada impor tidak dipersiapkan dengan baik dan disesuaikan siklus kebutuhan. kelembagaan) yang terlibat dalam proses pembangunan.21 Syafrudin. teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. Bandung Rohman. PENDAHULUAN A. Belajar dan Mengajar Ilmu Pertanian : Pendekatan Terpadu. Diakses tgl 10 maret 2008 pukul 09. 2 I. demi terwujudnya kehidupan yang . Penerbit Pusat Penyuluhan Departemen Kehutanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta.tripod. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. Maju Mundur. Kondisi ketahanan pangan makin gawat ketika alih fungsi lahan pertanian yang tak bisa dikendalikan. Kegiatan penyuluhan harus dilaksanakan secara lebih baik dan efisien untuk dapat melayani kelompok sasaran yang lebih luas dan dilain pihak. Pada saat ini sektor pertanian kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. Namun jangan salah. pemerintah akan lebih banyak menyerahkan kegiatan penyuluhan kepada pihak swasta. Penyuluhan dapat diartikan sebagai proses perubahan sosial.42 laporan penyuluhan dan komunikasi pertanian sem.pdf.com/lapangan/penyul. 1996. CV. apabila harga minyak mentah dunia dan semua kebutuhan pokok naik. kelompok. agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua stakeholders (individu.id/file/syafrudinugmbab3. Hamalik.htm tanggal 10 maret 2008 pukul 09. kalaupun dikatakan masih tersisa komoditas pertanian yang relatif stabil. 1990.Pendekatan Film slide Tidak langsung Langsung Video&TV Langsung Tidak langsung DAFTAR PUSTAKA Langsung Tidak langsung Departemen Kehutanan. Media Cetak Brosur Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi http://www.

B. Mahasiswa mampu menggali masalah yang dihadapi sasaran penyuluhan. Penyuluhan pembangunan sebagai proses pemberdayaan masyarakat. penyuluh harus mengoptimalkan pemanfaatan segala sumberdaya yang dimiliki serta segala media atau sluran informasi yang dapat digunakan (media massa. 3.semakin berdaya. dan kebijaksanaan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat). sumberdaya penyuluh. Inti dari kegiatan penyuluhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasar prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa. politik dan ekonomi sehingga dalam jangka panjang mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakatnya. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan. C. institusi pemerintah. Petani mendapat informasi baru tentang pertanian sehingga dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya saat ini. dab better living”. kondisi geografis. Petani dapat meningkatkan penghasilannya sehingga kualitas hidup petani pun dapat ikut naik. internet. menelaah dokumen dan mengumpulkan informasi tentang proses dan substansi Perencanaan Program/ Programa Penyuluhan Pertanian. alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengembangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. Petani dapat saling sharing dengan petani lain dan juga penyuluh. Mahasiswa dapat melakukan penyuluhan terhadap praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan yang menyangkut sistem kerja metoda dan . mandiri dan partisipasif yang semakin sejahtera dan berkelanjutan. pusat informasi. Kabupaten Boyolali bertujuan untuk : 1. dan lain-lain). dan lain-lain) agar tidak ketinggalan dan tetap dipercaya sebagai sumber informasi baru oleh kliennya. Bagi Mahasiswa a. memiliki tujuan utama yang tidak terbatas yaitu “better farming. Dalam konsep pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani atau masyarakat yang beradab dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan yang terbaik bagi kesejahteraan bersama. Sebagai agen penyebar informasi. better bussinnes. d. Kabupaten Boyolali diharapkan dapat memberikan manfaat kepada : 1. tetapi untuk memfasilitasi masyarakat atau sasaran untuk mengadopsi strategi produksi dan pemasaran agar mempercepat terjadinya perubahanperubahan sosial. penyuluhan tidak boleh hanya menunggu aliran informasi dari sumber-sumber informasi (peneliti. Mahasiswa mampu menetapkan metode. teknik. Bagi Petani a. Dalam hubungan ini. Manfaat Praktikum Melalui praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dari Desa Teras. Kecamatan Teras. Melainkan harus secara aktif berburu informasi yang bermanfaat dan atau dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi kliennya. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian di Desa Teras. Kecamatan Teras. 2. 4. 2. b. Menjalin kerjasama dan kerukunan antar petani. c. Mahasiswa dapat melakukan wawancara. b.

II. dll). pemasaran inovasi (teknis dan sosial). dan menciptakan efek berupa pengenalan dan pengertian. Kegiatan penyuluhan diartikan dengan berbagai pemahaman seperti. d. penguatan komunitas (community strengthening) (Arip. Komunikasi adalah suatu proses dimana pihak-pihak peserta saling menggunakan informasi dengan tujuan untuk mencapai pengertian yang sama (pengertian bersama) yang lebih baik mengenai masalahmasalah yang penting bagi semua pihak yang bersangkutan. perubahan perilaku. 1982). c. tetapi pada hakikatnya merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerima rangsangan dan pembangkitan balasan (Mardikanto. hubungan antar individu. Menurutnya massage dapat berupa signal terdengar (auditory). Pemerintah dapat mengetahui permasalahan apa yang dihadapi oleh masyarakat terkhusus petani desa tersebut. Kegiatan penyuluhan pertanian sangat diperlukan sebagai faktor pelancar pembangunan pertanian. 1986). macam serta jenis dan nilai produksi sehingga tercapai suatu kenaikan pendapatan yang lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri. 3. Tugas pemerintah dalam usaha meninngkatkan kesejahteraan petani. tercium (olfactory). c. LANDASAN TEORI A. terkecap (gustatory). rekayasa sosial. pemberdayaan masyarakat (community empowerment). terlihat (visual). tetapi juga oleh diri komunikator. b. Fungsi komunikator mengemukakan pikiran dan perasaan dalam bentuk pesan untuk membuat komunikan menjadi tahu dan berubah sikap. penerangan/penjelasan. perubahan sosial (perilaku individu. Dari sini dapat diketahui bahwa sifat massage dapat dikenali dari indra pihak penerima yang menangkap signal tersebut (Effendi. . keluarga dan kesejahteraan masyarakat (Mardikanto. 2009). Pendapatan pemerintah dapat bertambah karena kualitas hidup masyarakat meningkat. dapat terbantu dengan kegiatan penyuluhan ini. atau menyentuh penerima. teraba (tactile). Pengertian Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Penyuluhan adalah suatu sistem pendidikan nonformil di luar sekolah bagi para petani dan keluarganya agar terjadi perubahan perilaku yang lebih rasional dengan belajar sambil berbuat (learning by doing) sampai mereka tahu mau dan mampu berswakarsa untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan guna terus memajukan usaha tani dan menaikan sejumlah mutu. pendidikan non formal (luar-sekolah). nilai-nilai. 1994). Komunikasi bukan jawabannya sendiri.perlengkapan penyuluhan yang disiapkan atau digunakan. kelembagaan. Mahasiswa dapat membantu tugas pemerintah daerah dalam melakukan peningkatan kualitas hidup masyarakat terkait fungsi pengabdian masyarakat. Efektivitas komunikasi tidak saja ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi saja. Bagi pemerintah a. penyebarluasan (informasi). Mahasiswa dapat meningkatkan kualitas usaha pertanian pada tempat pelaksanaan praktikum sehingga dapat menigkatkan kualitas hidup petani sesuai dengan tujuan dari penyuluhan.

C. penyuluh berhubungan dengan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan. Teknik komunikasi yang bisa dilakukan pada umumnya ada tiga yaitu teknik komunikasi informasi adalah proses penyampaian pesan yang sifatnya “memberi tahu” atau memberikan penjelasan kepada orang lain. kedua yaitu keadaan usaha tani. Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan . Komunikasi ini dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. 2004) Dalam pemilihan metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. ada yang tidak terlalu panas. minat. 2009) Pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian didasari tingkat kemampuan penerimaan panca indera dan tahapan adopsi yang meliputi kesadaran. antara lain. penyuluh berhubungan dengan sekelompok orang untuk menyampaikan pesannya. yang secara harfiah berarti hal membujuk atau meyakinkan. dan yang ketiga adalah teknik komunikasi coersive (koersif) adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan cara yang mengandung paksaan agar melakukan suatu tindakan atau kegiatan tertentu (Suprapto. menilai. dan yang terakhir adalah metode berdasarkan pendekatan massal. produsen dan pelanggan. 1987). dan antar masyarakat didalam dan diluar (Timmer. penguasa dan masyarakat. antar sesama stakeholders agribisnis. ada yang panas sekali. kedua metode berdasarkan pendekatan kelompok. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. dan di bagi menjadi menjadi dua yaitu mencakup pendekatan massal dan pendekatan kelompok (Mardikanto.Lebih dari itu. psikososial dan panca indera (STPP. Dalam hal ini. sumber informasi dan penggunanya. Metode dan Teknik Penyuluhan Metode penyuluhan digolongkan menjadi tiga golongan berdasarkan jumlah sasaran yang dapat dicapai yaitu metode berdasarkan pendekatan perseorangan. pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya. keadaan wilayah dan kebijakan pembangunan pertanian. Metode ini dapat menjangkau sasaran yang lebih luas (massa) (Suriatna. pelaksanaan utama pembangunan pertanian pada dasarnya adalah petani kecil yang merupakan golongan ekonomi lemah. 2009) Ada tiga cara pendekatan yang diterapkan dalam pemilihan metode penenlitian. lalu yang kedua metode penyuluhan berdasarkan hubungan penyuluh dengan sasaran dibagi menjadi dua yaitu komunikasi langsung dan tak langsung. Contohnya untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Arip. 1983). 1982). jenis tanah. kedua yaitu teknik komunikasi persuasi. dan media terproyeksi. musim sangat erat hubungannya dengan kedaan usaha tani. sumber daya penyuluhan. pengalaman dan kebutuhan. Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian meliputi keadaan sasaran. yaitu berdasarkan media yang digunakan. musim. Ragam metode dan teknik penyuluhan dapat didasari dari pendekatan jenis komunikasi. dan yang terakhir adalah menurut keadaan psikolog sasarannya. Dalam metode ini. Dan kedudukan penyuluhan itu sebagai perantara atau jembatan anatara teori dan praktek. mecoba dan menerapkan. misalnya melalui papan pengumuman. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. media cetak. seperti topografi. metode penyuluhan dibagi menjadi tiga mencakup media lisan. dan yang terakhir adalah keadaan lapangan. pertemuan-pertemuan kelompok juga media massa. istilah “persuasi” atau dalam bahasa Inggris “persuation” berasal dari kata latin persuasion. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa. B.

. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. 1986). lembar persiapan penyuluh berupa lembar persiapan penyuluh. tv. komputer. 2005). (5) Beberapa alat bantu dapat membantu menyusun pesan secara sistematis (Mardikanto. poster. TV. menilai dan mencoba. dan yang lebih modern lagi adalah video. alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat. Materi penyuluhan Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. lembar persiapan pelatihan. pamflet. kelima yaitu sarana ruangan seperti pengeras suara. tergantung bagaimana digunakan.Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah (1) benda. Aplikasi teknologi komunikasi dalam bidang pertanian memberikan hasil yang cukup baik. movie. Ragam alat bantu yang dibutuhkan penyuluh yaitu. Alat bantu penyuluhan adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses penyuluhan. penata cahaya dan penata udara. (3) Pesan lebih mudah ditangkap melalui beberapa panca indra dibanding yang hanya melalui salah satu panca indera saja.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan (Anonima. bisa disarikan butir penting dari pembicaraan dengan jelas. namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung (Kardinan. 2009). keempat yaitu alat tulis. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu. pamlet atau selebaran. ketiga yaitu papan tulis. Terdiri dari Leaflet atau folder. Radio dan tv lebih tetap untuk mencapai banyak orang dengan cepat dengan ide yang cukup sesderhana. dan lain-lain (Slamet. Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya (Turindra. 2009) Keuntungan menggunakan alat bantu audio visual adalah (1) alat bantu dapat menangkap perhatian dari hadirin. Alat peraga penyuluhan adalah suatu alat yang berfungsi untuk memeragakan dan menjelaskan uraian tentang informasi yang akan disuluhkan. ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. kedua yaitu kurikulum yang memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan . Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker. Cabai merah Besar (Capsicum annuum L. booklet. (4) Kemungkinan untuk mengurangi terjadinya penafsiran yang keliru. D. (2) Melalui alat bantu. Sebagai bumbu. Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Media cetak efektif utamanya bagi penduduk yang bisa baca tulis. placard. slide film. (2) Barang cetakan. dengan dukungn grafis dan bahan terdokumentasi. 1978). brosur. satelit) dapat dikategorikan sebagai teknologi komunikasi baru (Arip. yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran. dan yang terakhir adalah alat bantu proyektor (Soejitno. pembaca lebih leluasa. Elektronik media (radio. 2009). flipchart atau peta singkat yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu foto dan flanelgraph. 2002). dan lembar persiapan kerja.

Setiap tanaman selalu ada yang merusaknya yaitu berupa hama dan penyakit. Antraknosa/patek/ (Colletotrichun capsici dan Gloesporium piperatum). (Anonimb. Serangan cendawan ini tidak terbatas pada saat buah masih tergantung. jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. selain gandum dan padi. Daconil. . tebukanazol. Score secara bergantian.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting. dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). Derasol. Velimek. c. Tindakan akhir Penanggulangan Antraknosa menggunakan fungisida Kasumin. jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya). Pada kondisi lembab cendawan membentuk badan buah dalam lingkaran-lingkaran berwarna merah jambu. Patogen penyakit menyerang leher akar yang ditendai dengan adanya miselium berwarna putih. Phycosan. Semua cabai yang terserang dipanen setiap hari kemudian dimusnahkan. tetapi juga tetap mengancam setelah usai panen. Cara mengendalikan penyakit ini dengan menjaga kebersihan kebun dan menyemprotkan fungisida seperti Topsin. Bercak daun (Cercospora capsici). serangan cendawan ini menyebabkan layu tanaman secara tiba-tiba. Topsin. pergiliran tanaman. daun berwarna kuning kemudian menjadi cokelat. 2010). Penyakit-penyakit yang mengganggu tanaman cabai antara lain : a. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Pengendalian penyakit ini dengan cara benih yang akan disemai direndam dulu dengan air hangat yang dicampur fungisida berbahan aktif tofanat. dibuat tepung (dari biji. Layu oleh cendawan Sclerotium rolfii Sacc. Selain sebagai sumber karbohidrat. 2010). b. Atur jarak tanam untuk musim kemarau lebih rapat ( 50 cm x 70 cm ). Difolatan. yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung (Zea mays L. dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena). Tongkol jagung kaya akan pentosa. perlakuan tanah dengan Basamid-G. Thiram atau benomil selama 4 jam. Buah menjadi lunak dan membusuk. Serangan dimulai dari munculnya bercak kuning yang berubah menjadi cokelat kehitaman. selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun. penyakit ini adalah penyakit yang sangat menakutkan bagi pekebun. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi (Anonimc. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan. Buah mengering dan keriput. Penyakit ini juga menyerang buah yang masih hijau dan menyebabkan mati ujung. penyakit ini diperlihatkan dengan adanya bercak-bercak bulat kecil pada daun tanaman cabai. Dithane M-45. musim penghujan lebih lebar ( 60 cm x 70 cm ). Benlate. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pengapuran saat pengolahan tanah. Ada beberapa penyakit yang selalu mengganggu tanaman cabai secara umum dan cara pengendaliannya. diambil minyaknya (dari biji). Delsen dan Antracol.

Keadaan Umum Lokasi yang kami pilih untuk melaksanakan praktikum Penyuluhan dan Komunasi Pertanian adalah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali.8000 ha. b. No Jumlah keluarga tani Luas Wilayah (ha) 1 Pemilik lahan tidak menggarap 1.0990 ha yang terdiri dari tanah kering (tegal dan pekarangan) 225.1.1.1.2990 ha.8000 ha. tanah teknis 75. PERSIAPAN PENYULUHAN A.1.237 .0990 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3. Khalayak Sasaran 1. Mata Pencaharian Tabel 3. a.1.8000 3 Lain-lain 19.4817 Jumlah 334. No Jenis Tanah Luas Wilayah (ha) 1 Tanah Kering 225.1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa Desa Teras mempunyai luas wilayah total 334. Luas Daerah Wilayah Tabel 3. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar wilayah Desa Teras adalah tanah kering (tegal dan pekarangan). dan lain-lain 75.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.III.1.2990 2 Tanah Teknis 75.1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.

Jumlah hasil pertanian Tabel 3.864.1.1. Sedangkan unggas yang lain yaitu bebek hanya 160 ekor. kambing 366 ekor.128 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3. domba 492 ekor. Sedangkan pemilik lahan tidak menggarap 318 dan pemilik lahan penggarap 1.4 jumlah hasil pertanian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali No Jenis hasil pertanian Luas lahan (ha) 1 Padi 92 2 Jagung 87 3 Ketela pohon 132 4 Kacang tanah 12. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mata pencaharaian Desa Teras adalah buruh tani.1.237. Sapi sebanyak 483 ekor. c.573 Jumlah 3.2 Pemilik lahan penggarap 318 3 Buruh Tani 1.3 jumlah hewan ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali. d. kuda 6 ekor.3 jumlah ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras kebanyakan memelihara ayam sebanyak 45.1. No Jenis Ternak (ekor) 1 Kuda 6 2 Sapi 483 3 Kambing 366 4 Domba 492 5 Ayam 45.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras sebagian besar beramata pencaharian sebagai buruh tani mempunyai luas wilayah total 1. kelinci 79 ekor.1.1. Jumlah Hewan Ternak Tabel 3.460 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3.864 6 Bebek 160 7 Kelinci 79 Jumlah 47.573.5 .1.1.

kacang tanah 12. saat ini para petani Kelompok Tani Ngudi Mulyo II menggunakan menggunakan pestisida yang ternyata belum juga membasmi penyakit yang menyerang tanaman cabai.5 Sumber : Monografi Desa Berdasarkan data tabel 3. 2.5 Pepaya 82 Jumlah 405. berupa uang dan pupuk. yaitu pada hari Kamis Wage. para petani dari Kelompok Tani Maju ini mengadakan iuran atau arisan sebesar Rp 5.5 ha. Kelompok Tani (Struktur) a.00 untuk mendukung keberlangsungan kegiatan kelompok tani mereka. b. ketela pohon 132 ha. Pertemuan ini diadakan secara bergilir atau keliling rumah dari tiap anggota Kelompok Tani Ngudi Mulyo II.2.1. para petani dari Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga mengusahakan sendiri dengan membuat pupuk kandang. Kegiatan Kelompok Tani Kegiatan yang dilakukan kelompok Tani Ngudi Mulyo II Desa Teras Kabupaten Teras Kecamatan Boyolali diantaranya pertemuan rutin kelompok tani yang dilaksanakan setiap Rabu Wage bertempat pertemuan di rumah warga dengan cara digilir. baik pupuk organik. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II pernah mengalami gagal panen pada saat penanaman cabai. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II melakukan pertemuan rutin setiap 35 hari sekali. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas lahan . Sejarah Kelompok Tani di Desa Teras Kelompok Tani di desa Teras dinamai dengan Kelompok Ngudi Mulyo II. Struktur Organisasi Kelompok Tani Ngudi Mulyo II Gambar 3. Di desa Teras.1. Tata Guna Lahan Pertanian Dari data monografi Desa Teras.1. Kecamatan Teras.1 bagan Struktur Pengurus “Kelompok Tani Ngudi Mulyo II” c.000. 3. papaya 82 ha. d. Profil kelompok Tani Kelompok tani Ngudi Mulyo II di Desa Teras kabupaten Teras kecamatan Boyolali adalah salah satu dari kelompok tani yang ada yaitu Ngudi Mulyo I.4 jumlah hasul pertanian Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa jumlah hasil pertanian Desa Teras paling banyak adalah padi ssebanyak 92 ha. maupun anorganik seperti Urea dan Za. hal ini dikarenakan serangan atau gangguan penyakit antraknosa. Luas lahan yang digunakan untuk keperluan kelompok Tani Maju seluas 55 ha antara lain 15 ha lahan sawah dan 40 ha lahan tegal. Sedangkan yang lain seperti jagung 87 ha. Modal Kelompok Tani Ngudi Mulyo II berasal dari Pemerintah. Ngudi Mulyo III. Adapun kelompok tani Ngudi Mulyo II beranggotakan 43 orang yang berstatus aktif. Selain modal dari Pemerintah. Keadaan Pertanian a. Untuk menanggulangi penyakit antraknosa. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga merealisasikan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) yang berupa padi non hibrida dan jagung hibrida. Pada setiap pertemuan rutin yang diadakan setiap 35 hari sekali.

Permasalahan tersebut dipilih dikarenakan menurut keterangan dari penyuluh Desa Teras. c. Kabupaten Boyolali. C. dan 1. Dari kedua masalah tersebut setelah ditimbang dan didiskusikan bersama penyuluh Desa Teras. Kabupaten Boyolali masalah yang dihadapi saat ini adalah mengenai hama Patek yang menyerang tanaman cabai. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa mengenai praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. b. Penetapan Metode Penyuluhan Metode yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras. Permasalahan Pertanian yang sekarang ini sedang dijalankan oleh kelompok tani Ngudi Mulyo II. b. Kecamatan Teras. Pendekatan dilakukan terhadap kelompok petani. Dari data tersebut dapat disimpulkan masih banyak petani yang mempunyai sawah daripada tegal.0990 ha yang terdiri dari 75. Kecamatan Teras. Kabupaten Boyolali adalah metode pendekatan kelompok. Kecamatan Teras. B.573 RTP sebagai buruh tani.500. dan para petani memanfaatkan sawah itu sebagai sumber penghasilan mereka.237 RTP (Rumah Tangga Petani) yang pemilik lahan tidak menggarap. Petani mengetahui lebih lanjut apa itu hama patek. di mana para petani ini diajak dan dibimbing serta diarahkan secara berkelompok untuk melaksanakan sesuatu kegiatan yang tentunya lebih produktifatas dasar kerjasama. 2. 270. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas tanaman padi tahun ini seluas 61 ha dengan hasil Rp. Penyuluh berkomunikasi dengan kelompok tani pada waktu yang sama.pertanian keseluruhan di desa Teras sebesar 331. Sedanagkan pengeluarannya sebesar Rp.8000 ha tanah sawah irigasi teknis dan 255. Kabupaten Boyolali memang sedang mengalami beberapa permasalahan berupa: a. Kecamatan Teras. b.000 per ha. Penggalian Permasalahan dan Perumusan Tujuan 1. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui jumlah rumah tangga yang memiliki tanah pertanian sebanyak 3. permasalahan yang akan disuluhkan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Cara-cara Penanganannya”. sehingga dapat meningkatkan hasil produksi cabai di Desa Teras.128 rumah tangga petani yang terdiri dari 1. Kecamatan Teras. Produksi Lahan Pertanian Menurut data monografi Desa Teras. Kemerosotan produksi cabai hingga 60% karena cabai terserang hama Patek (disebabkan oleh cendawan antraknosa). Kabupaten Boyolali: a. Kecamatan Teras. .000 per ha. Kecamatan Teras. 4. Perumusan Tujuan Tujuan penyuluhan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Caracara Penanganannya” di Desa Teras. c. Setelah mengadakan penyuluhan diharapkan petani dapat mempraktekan materi yang diberikan dalam penyuluhan. Desa Teras.2990 ha tanah tegal dan pekarangan. Penetapan Metode dan Teknik Penyuluhan 1. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Menurut data monografi Desa Teras. dalam pelaksanaannya dengan berdiskusi. gejala yang ditimbulkan serta cara mengatasi hama tersebut. 318 RTP yang pemilik lahan tidak menggarap. Penanganan jamur yang menyerang tanaman jagung sehingga hasil panen menurun drastis.

Kecamatan Teras.Dalam pendekatan kelompok ini bertujuan juga agar penyuluh tidak terlalu terkuras tenaganya. Kecamatan Teras. 2. menilai. 2. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ketahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan. pertama-tama dapat melakukan pendekatan perorangan kepada ketua kelompok tani yaitu petani yang tergolong early adopter (yang sering menjadi tempat bertanya dan yang dapat mempengaruhi para petani lainnya) dan petani ini dapat menjadi kontak tani yang membantu menyebarkan pengetahuan dan ketrampilan kepada para anggota kelompoknya. Alat Peraga Penyuluhan Alat peraga yang dipilih adalah hand out. diskusi kelompok membantu anggotanya memadukan pengetahuan dengan memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan. lembar persiapan penyuluhan serta ruangan atau tempat yang digunakan untuk penyuluhan. Tempat yang digunakan untuk penyuluhan di tempat kegiatan sasaran yaitu rumah salah satu anggota kelompok tani Ngudi Mulyo II Desa Teras. Kabupaten Boyolali adalah alat tulis. Pada kelompok diskusi. tidak seperti pada pidato/ceramah yang menempatkan agen penyuluhan sebagai sumber informasi sehingga statusnya lebih tinggi daripada hadirin. . Selain itu metode ini dipilih karena metodemetode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. D. menghubungkan informasi baru dengan yang telah mereka ketahui dan jika perlu. memperbarui pandangan. Penetapan Teknik Penyuluhan Teknik yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras. Teknik ini dipilih karena member kesempatan untuk mempengaruhi perilaku pesertanya. Kabupaten Boyolali. Walaupun demikian. dan mencoba. Hand out ditujukan kepada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran pada tahapan minat. agen penyuluhan merupakan bagian dari anggota kelompok yang saling bertukar pikiran dan turut memecahkan masalah. Diskusi kelompok membantu proses alih teknologi dari ahlinya kepada kelompok walaupun media cetak dan bahan audio visual serta pidato lebih murah dan tertata rapi serta umumnya lebih efektif. Peranan agen penyuluhan berbeda. Kecamatan Teras. Alat Bantu Alat Bantu yang digunakan saat penyuluhan di Desa Teras. Alasan memilih hand out sebagai alat peraga penyuluhan untuk memberikan informasi kepada sasaran. Penentuan Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan 1. Kabupaten Boyolali adalah teknik diskusi.

Pelaksanaan sistem kerja penyuluhan pertanian. Penyuluhan dilakukan secara terjadwal sesuai kesepakatan BPP atau Penyuluh dengan petani. Melatih petani untuk selalu mengantisipasi pasar. petani dan penyuluh pertanian dapat bekerja sama dengan baik. Jadwal yang ada dipatuhi oleh kedua belah pihak. Hal yang dilakukan penyuluh pertanian untuk meyakinkan petani adalah dengan melakukan penyuluhan secara langsung di lapangan. Meningkatkan kemandirian dalam berusaha tani. Di Desa Teras Kecamatan Teras. Kabupaten Boyolali. Program yang dibuat meliputi : 1. Sistem kerja penyuluhan pertanian yang digunakan sangat beragam. dan 4. keterampilan. 12 Mei 2011 pukul 10. dan Kehutanan (SP3K). Perikanan. Petani rajin dalam berkonsultasi dengan .30 WIB. Kegiatan dan materi penyuluhan pertanian bisa sesuai dengan kebutuhan sasaran yang telah dipersiapkan oleh pihak penyuluh sebelumnya. Program penyuluhan pertanian dilakukan dengan perencanaan kerja yang mengacu pada hasil pelaksanaan tahun yang lalu. Mulai dari PPL sampai anggota kelompok tani. kegiatan penyuluhan pertaniannya dijadwalkan setiap Rabu Wage (35 hari sekali) . Desa Teras terdapat kelompok tani dan Gapoktan yang merupakan gabungan lebih dari atau sama dengan jumlah minimal dari dua kelompok tani. Faktor-Faktor Mendukung Kebijakan yang dipakai dalam proses penyuluhan pertanian adalah Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 yang berisi tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Meningkatkan kemampuan. pengetahuan. Menumbuhkan kemampuan petani untuk bermitra dalam menjalankan usaha.IV. B. serta perubahan sikap dari petani dan penyuluh. Beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Dari beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). kami kelompok 34 mengikuti acara penyuluhan pertanian yang diadakan di Desa Teras. Kecamatan Teras. 2. Pembuatan kebijakan berada pada tingkat Kabupaten untuk dimusyawarahkan di kecamatan (BPP) agar kebijakan dari pemerintah dapat disesuaikan dengan keadaan desa binaan. mulai dari pembahasan langsung dari masalah-masalah yang dihadapi oleh petani sampai penyuluhan mengenai inovasi dan informasi-informasi pertanian yang terbaru. PELAKSANAAN PENYULUHAN A. 3. sehingga penyuluhan pertanian berjalan dengan lancar.00 WIB sampai dengan pukul 12. Kelembagaan penyuluhan pertanian di Desa Teras sudah terstruktur. Waktu dan Tempat Penyuluhan Pada hari Kamis.

Sehingga para sasaran tidak menerima dengan baik apa yang penyuluh berikan. namun dilakukan dengan suasana santai. Kegiatan penyuluhan pertanian yang kami amati ada interaksi langsung antara penyuluh dan petani. Maka dari itu seharusnya pemerintah lehih memperhatikan program-progan di bidang pertanian khususnya dalam kegiatan penyuluhan ini. Materi yang disampaikan penyuluh harus benar-benar dibutuhkan oleh sasaran. Metode kelompok yaitu suatu metode dengan mengumpulkan lebih dari lima puluh orang untuk mendapatkan informasi yang dibawa oleh penyuluh. Penyuluh paling sering dalam memberikan informasi dengan cara langsung dengan pembicaraan dan diskusi langsung sehingga informasi langsung diterima oleh petani. Informasi tersebut antara lain berupa batas wilayah desa. Misalnya untuk mengetahui hama dan dampak dari adanya tikus di sawah petani. Apabila membutuhkan sesuatu yang harus ada contohnya. Dalam praktikum penyuluhan materi yang disampaikan oleh penyuluh secara teoretis bertolak belakang dengan masalah yang ada di lapangan yang dihadapi sasaran. Metode penyuluhan pertanian yang digunakan adalah metode kelompok. agar tidak membebani petani. Penyuluh sering menggunakan metode kelompok karena dengan menggunakan metode ini interaksi tanya jawab antara penyuluh pertanian dengan petani dapat berlangsung. pupuk yang biasa digunakan petani. dalam memberikan informasi lebih mudah diterima dan diterapkan oleh kelompok tani. Kalau tidak dapat. sehingga petani dengan cepat memberikan respon dan dapat partisipasi dalam banyak hal. Tempattempat yang yang digunakan adalah rumah warga secara bergilir. Petani sering menanyakan berbagai masalah yang terjadi dan memberikan masukan kepada penyuluh. Di samping itu Penyuluh juga melihat pada Peta Desa untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Kemudian dilihat dari segi administrasi. petani dapat berdiskusi dengan ketua kelompok tani masing-masing. Selain itu. minimnya administrasi dalam program penyuluhan mengakibatkan pelaksanaan kegitan penyuluhan menjadi kurang efektif dan efisien. Perlengkapan yang lain adalah papan tulis yang kadang digunakan untuk menuliskan sesuatu yang penting bagi petani. pola tanam yang diterapkan di Desa Teras. karakteristik dan latar belakang petani. C. Berbagai masalah tersebut kemudian didiskusikan bersama dengan kelompok petani yang lain untuk mencari solusi. Pada saat kami melakukan penyuluhan tempat yang digunakan yaitu salah satu rumah warga. gubuk penyuluhan dan balai desa. jumlah kelompok tani dan Gapoktan. Faktor-faktor Menghambat Dalam kegiatan penyuluhan pertanian masih ada beberapa hal yang menghambat. Bisa juga dengan kertas karton untuk menulis tentang permasalahan yang perlu dibahas kemudian ditempel di tembok. Sehingga menimbulkan suasana yang lebih santai namun tetap dalam kondisi kekeluargaan. Penyediaan tempat ataupun ruangan dalam penyelenggaraan penyuluhan sangat memadai. langsung berdiskusi dengan penyuluh.penyuluh mengenai maslah-maslah yang mereka hadapi. Penyuluh tidak mengalami rintangan yang berarti dalam melakukan pengenalan kerja karena informasi yang dibutuhkan mudah dicari dari Balai Desa Teras dan Kecamatan Teras dengan jangka waktu kurang dari dua bulan. Penguasaan penyuluh terhadap materi yang akan disampaikan juga termasuk . maka penyuluh mengajak petani langsung terjun ke lapangan agar mengetahui secara pasti. penyuluhan pertanian dilakukan dengan bersendau gurau namun tetap mengacu pada permasalahan yang sedang dibahas bersama. Proses penyuluhan tidak berlangsung secara formal. Diantaranya yaitu kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat khususnya para petani dalam kegiatan penyuluhan. Agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan lancar serta efektif dan efisien. hama yang biasa menyerang tanaman.

6. Ketepatan terhadap sasaran juga harus diperhatikan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian. 5. waktu penyuluhan. handout. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan : 1. Kelemahan metode dan teknik yang digunakan penyuluh saat praktikum yaitu penyuluh hanya menggunakan print out materi yang diberikan kepada sasaran. Penggunaan metode tersebut kurang efektif karena sasaran kurang memahami print out tersebut karena kurang dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami oleh sasaran. Dalam kegiatan penyuluhan. Agar penyuluhan dapat tepat sasaran maka penyuluh harus lebih mengerti masalah apa yang sedang dialami oleh sasaran. Metode tersebut juga kurang menarik bagi para sasaran. Pemahaman yang kurang dari materi penyuluhan dan ketidak lengkapan perlengkapan penyuluhan dapat menghambat kegiatan penyuluhan yang dilakukan. materi harus dikuasai terlebih dahulu. dan tikar sebagai alas duduk. B. 4. Hal-hal yang membantu dalam penyuluhan seperti alat-alat bantu dan alat peraga penyuluhan lebih dilengkapi agar materi disampaikan dengan baik oleh penyuluh. Faktor yang menghambat kegiatan penyuluhan adalah tempat penyuluhan. . 2. alat bantu dan alat peraga penyuluhan. Metode penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah metode pendekatan kelompok. Pada kegiatan penyuluhan ini tidak digunakan alat peraga apapun. apabila tidak tepat sasaran maka penyuluhan tersebut dapat dikatakan kurang berhasil. Selain itu pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian juga merupakan suatu hal yang penting dalam pelaksanaan penyuluhan. sehingga materi yang disampaikan pun dapat diterima dengan baik oleh sasaran (petani). Teknik penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah teknik diskusi. Maka penyuluh sebaiknya dalam merencanakan program penyuluhan. Melengkapi sarana dan prasarana dalam penyuluhan seperti papan tulis sehingga mempermudah penyuluh untuk menyampaikan materi. pulpen. 3. serta bahasa yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan. Petani di desa Teras bukanlah masyarakat laggard atau petani subsisten yang menolak inovasi baru. Faktor yang mendukung kegiatan penyuluhan adalah sikap petani dan sikap pemerintah. 9.dalam kemampuan yang harus dimiliki oleh penyuluh. 10. 2. kabupaten Boyolali dapat disimpulkan bahwa : 1. V. Pada kegiatan penyuluhan kali ini menggunakan alat bantu buku tulis. Saran Dari kegiatan penyuluhan kali ini terdapat beberapa kekurangan yang membuat petani kurang berkembang. Kelompok tani di desa ini terstruktur. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di desa Teras. Masalah utama yang dihadapi petani di desa Teras adalah serangan penyakit patek. Ngudi Mulyo II dan Ngudi Mulyo III. kecamatan Teras. Di desa Teras terdapat 3 kelompok tani yaitu Ngudi Mulyo I. 8. PENUTUP A. 7. Membangun tempat atau gedung khusus untuk melakukan penyuluhan sehingga proses penyuluhan dapat berjalan lebih efektif.

Membangun Sistem Keprofesian Penyuluh Pertanian Vol. http://www. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16.1. Meningkatkan frekuensi dan kualitas penyuluhan seperti dengan kegiatan pemberian teori dan praktek setidaknya 1 minggu sekali sehingga petani lebih banyak mendapat pelajaran. 2010.00 WIB. 1986.org/wiki/Cabai. Effendi. 2003. 2010. 2008. Onong U. 2009.html.html.wikipedia. Husodo. 2007. Makalah dan Skripsi: Tanaman Jagung. Arip.id/b4yu/2010/05/26/penyakit-tanamancabai. 3 No. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08.3. Alat Peraga Penyuluh Pertanian. Dinamika Komunikasi. Anonim.blog. Menambah PPL dalam desa tersebut supaya kegiatan penyuluhan lebih sering dilakukan.deptan. DAFTAR PUSTAKA Anonim.com/2010/11/tanaman-jagung. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 22. 5. Bandung: Remadjakarya. http://id.blogspot.Jurnal Ilmu Pertanian.00 WIB.00 WIB. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian. Pemilihan Materi Penyuluhan. .Pengembangan Sumberdaya Petugas Penyuluh Lapangan PPL Pertanian Guna Menghadapi Persaingandan Meraih Peluang Kerja Vol. 1. 4. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08.com/category/bahanmgajar. http://makalahdanskripsi. Tanaman Cabai. http://blog.friendster.00 WIB. Herbenu. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08.00 WIB.htm. http://masarip. Sapto.go. Penyakit Tanaman Cabai.ac.ub. 2009.id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab4. Ibrahim. Mengadakan hubungan kerja dengan suatu instansi pertanian seperti pabrik pupuk atau penyalur produk pertanian sehingga petani dapat melengkapi saran dan prasarananya. Anonim. 4 No. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian.

Modul Pendidikan dan Pelatihan Penyuluh Pertanian. Mediatama Sarana Perkasa. Petunjuk penyuluhan pertanian. Fakultas Pertanian UNS. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi.wordpress. Swanson. Rome: FAO. Surakarta. Institut Pertanian Bogor. Totok.05 WIB. Totok dan Sri Sutarni. Suprapto. 2010 by Mega 3 Votes Mega Dewana Putri H0107018 Mudita Oktorina Nugrahani H0107019 . Komunikasi Efektif dalam Penyuluhan Pertanian. Dasar-dasar Teori Penyuluhan Pertanian. 1968. 1984. Surakarta: Penerbit Lembaga Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (LSP3). Surakarta: UNS Press. The Human Side of Agriculture.pdf. W. 1994. Jakarta: Penebar Swadaya.Kardinan. Mardikanto. Sumardi. Soejitno. 2009. http://azisturindra. 1982. Laporan Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Posted on Juni 20. Timmer. Metode Penyuluh Pertanian. 2004. Turindra. Pengantar Penyuluhan Pertanian dalam Teori dan Praktik.com/komunikasi-efektif-dalam-penyuluhan-pertanian. Jakarta: Soeroengan. Tim STPP. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran. 2002. (ed). 1987. Mardikanto. Jakarta: PT. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian.J. 1978. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16. 2005. Slamet. www. Tommy dan Fahrianoor.html. Agricultural Extension. 2009. Komunikasi Penyuluhan dalam Teori dan Praktek. Burton E.deptan. Metoda dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Mardikanto. M.id/bpsdm/stppmagelang/download/alih_metod_pp. Kumpulan Bacaan Penyuluhan Pertanian Bogor. New York: Vantage press.go. Suriatna. 1982. Totok dan Arip Wijianto.

misalnya : kunjungan rumah. Latar Belakang H0107021 H0107022 H0107025 Indonesia sebagai Negara agraris menempatkan pertanian sebagai sektor sentral yang didukung oleh tersebarnya sebagian besar penduduk Indonesia yang hidup sebagai petani dan tinggal di pedesaan. I. siaran radio. temu karya. Adapun teknik penyuluhan yang dilakukan dengan metode individual. PENDAHULUAN 2. pembujukan dan propaganda. serta kebijakan pemerintah. Metode penyuluhan pertanian dapat diartikan sebagai cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha (kelayan) beserta keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka lebih mudah memahami dan dapat mempermudah penerapan suatu inovasi. .Nindi Sekar Wangi Nur Aisyah Susanti Indriya Wati 1. telepon. karateristik penyuluh. dengan kondisi demikian maka diperlukan suatu upaya untuk membantu kelancaran pembangunan pertanian yaitu dengan adanya penyuluhan pertanian. Teknik penyuluhan adalah cara mempertemukan sasaran penyuluhan dengan materi penyuluhan. televisi. Wiriaatmadja (1977) mengartikan bahwa penyuluhan merupakan suatu sistem pendidikan (belajar-mengajar). tujuan yang sebenarnya dari penyuluhan adalah terjadinya perubahan perilaku sasarannya. sikap. Metode dalam penyuluhan pertanian meliputi metode pendekatan individu. Hal ini merupakan perwujudan dari : pengetahuan. kursus tani. Pentingnya metode penyuluhan dalam menunjang keberhasilan penyuluhan dan komunikasi pertanian menjadi hal yang perlu untuk diketahui secara komprehensif melalui pengalaman secara langsung di lapangan sebagai perbandingan empiris dari teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan mengenai kegiatan penyuluhan dan komunikasi. A. ceramah. kunjungan lapangan. antara lain petani dan penyuluh pertanian. dan keterampilan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung dengan indera manusia. Dalam penggunaan metode penyuluhan dapat dibedakan menjadi beberapa golongan berdasarkan: teknik komonikasi. keadaan daerah. Cara perintah sedikit sekali dilakukan sementara paksaan malahan dihindarinya.dll. Teknik penyuluhan dapat dilakukan dengan metode misal contohnya kampanye. jumlah sasaran dan indera penerima dari sasaran (Soehardiyono. Dimana. metode pendekatan kelompok dan metode pendekatan masal. pemutaran film. dan magang. Menurut Slamet dan Mardikanto (1993). sarana dan biaya. 2005). yang dalam prakteknya mempergunakan cara-cara seperti peniruan. tujuan dan materi penyuluhan. suratmenyurat. Sektor pertanian yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan perlu didukung kualitas sumber daya manusianya. Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik antara lain : karakteristik sasaran.

Selain itu lahan pertanian di daerah ini khususnya padi sedang mengalami kendala. dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran. diskusi dengan petani kemudian mencari informasi terkait serangan wereng tersebut dan saling bertukar informasi mengenai cara pengendalian yang dilakukan petani dengan teori yang didapatkan mahasiswa dari perkuliahan. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini bertujuan untuk : 1. 4. Bagi Petani 2. tenaga praktikan. Petani terbantu dalam memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi 3. Alasan lain dari pemilihan metode tersebut yaitu keterbatasan biaya. B. alat bantu. Termotivasi untuk melakukan perubahan seiring dengan perubahan jaman 1. teknik. Serangan hama wereng sangat meresahkan warga. Bagi Pemerintah atau Instansi Terkait 2. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan 3. 1. 2. Bagi Mahasiswa Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani secara nyata di lapangan Mahasiswa menjadi termotivasi untuk menemukan solusi dari permasalahan yang muncul Sebagai sarana latihan bagi mahasiswa dalam rangka persiapan menuju dunia kerja 1. Mahasiswa mampu menggali permasalahan yang dihadapi sasaran penyuluhan 2. C. Petani mendapatkan informasi-informasi terbaru terkait dengan kebijakan pemerintah maupun teknologi-teknologi pertanian yang sedang berkembang .Lokasi yang digunakan sebagai sasaran penyuluhan yaitu Desa Gedongan yang terletak di Kecamatan Colomadu. Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasa prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa 1. Manfaat Praktikum Manfaat dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini adalah : 1. dan kebijakan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat) 4. Penentuan lokasi tersebut dengan pertimbangan masih aktifnya kelompok tani di desa yang bersangkutan untuk memudahkan berlangsungnya proses penyuluhan. Pemilihan metode menggunakan metode klasik semi modern dengan diskusi secara kelompok. dan kondisi kelompok tani yang bersangkutan. sumberdaya penyuluh. 3. Mahasiswa mampu menetapkan metode. Kabupaten Karanganyar. Hal ini sempat membuat warga kaget karena serangan wereng terakhir pada tahun 1986. tujuannya untuk memperlancar preses penyuluhan itu sendiri dimana waktu yang tersedia sangat singkat sehingga dapat termanfaatkan secara efisien. Membantu menemukan solusi atas permasalahan yang ada 3. kondisi geografis. Teknik penyuluhan yang digunakan mahasiswa adalah kunjungan lapang. Memperoleh atau menambah kreativitas baik dalam upaya antisipasi maupun solusi pemecahan masalah 4. Petani terdorong untuk melakukan perubahan 4.

efisiensi usaha. yaitu: (1) pendekatan berdasarkan kelompok sasaran dari inovasi. information sharing untuk teknologi pedesaan tercakup didalamnya inovasi sederhana untuk petani miskin dan illeterate telah memberikan dampak yang besar serta meningkatkan produktifitas (World Bank. Dalam melakukan komunikasi pertanian kepada masyarakat telah dikenal dua metode pendekatan. B. Penyuluhan Penyuluhan adalah suatu sistem aktivitas manusia (human activities system) berupa proses pembelajaran secara nonformal dan kolaboratif (collaborative learning process) untuk petani dan keluarganya sehingga mereka mengalami perubahan (progresif change) pola pikir (cognitif). 2006). Dengan mepertimbangkan besarnya rasio. dapat diartikan sebagai cara-cara penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui media komunikasi oleh penyuluh kepada petani beserta keluarganya.000 petugas lapangan dan 3. 1996). sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. teknologi. 1. pola sikap (afektif) dan pola tindak/kerja (psikomotor). II. serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup”. LANDASAN TEORI 2. 2002). Rasio petugas penyuluh dengan kaluarga petani di Jawa sekitar 1:800 dan untuk luar Jawa 1:1200. selama ini telah dikembagkan groupbased approach karena sangat kecil kemungkinannya menerapkan individual-based approach seperti di sistem yang telah banyak diterapkan di negara-negara maju (Martaatmidjaja. mau dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat sekitarnya (Subejo. Penyuluhan pertanian di Indonesia dilayani oleh sekitar 35. Kontribusi penyuluhan tidak hanya untuk diseminasi teknologi yangsophisticated. Penyuluhan pertanian secara subtansial telah meningkatkan tingkat adopsi teknologi. dan kesejahteraannya. Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya serta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar m mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi. permodalan. 2001). 1999) . dan (2) pendekatan berbasarkan cara penyampaian isi pesan yang terkandung dalam inovasi tersebut (Mardikanto.000 penyuluh spesialis. Metode Penyuluhan Metode Penyuluhan Pertanian. Perikanan dan Kehutanan: ” penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar. pendapatan. Berdasarkan pengertian tersebut penyuluhan memegang peran strategis terhadap peningkatan kesejahteraan dan partisipasi pelaku utama dalam pembangunan daerah dan nasional (BPKP. soial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai (Departemen Pertanian. Metode dan Teknik Penyuluhan 1. dan sumberdaya lainnya. A. tingkat kesadaran dan tingkat produktifitas petani.1. mereka menjadi tahu. Menurut Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. 2010).

cara memelihara kesuburan tanah.2001). maka digunakan pendekatan gabungan berikut: (a) ceramah. 2009) Metode penyuluhan pertanian. Dengan demikian. tenaga dan waktu. Sikap. sebagai berikut: (a) penyebaran inovasi teknologi dapat dipantau atau dievaluasi secara baik karena jumlah anggota sasarannya jelas. Penyuluh harus pandai-pandai mengaplikasikan teknik penyuluhan. Berdasarkan cara penyajian inovasi dalam rangka lebih menjamin efektivitas hasil komunikasi (khususnya dalam pertemuan kelompok). baik dalam usahatani secara monokultur ataupun secara tumpangsari. (b) bagaimana petani kecil mampu dan mau berusaha tani secara menguntungkan. 1. karena jika petani satu kali saja dibohongi untuk seterusnya sukar untuk . dan pada akhirnya akan tercapainya Better Farming. (d) antara anggota kelompok dapat dilakukan reward and punishment system secara efektif dan efisien. cara memperlakukan teknologi lepas panen. karena mempunyai beberapa keuntungan. Better Business. pengertian diterapkan dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) bagaimana petani kecil dapat bertani atau berusahatani dengan cara yang lebih baik. 2009). dan (c) penggunaan alat bantu flipchart dan folder. 2000). dan (e) lebih menghemat biaya.dapat di upayakan melalui penyuluhan pertanian (Muchtar. Bagi penyuluh yang belum menguasai bagaimana menyelenggarakan diskusi atau demonstrasi jangan sekali-kali hanya sekedar mencoba. yang memang sedianya mampu merubah sasaran penyuluhan yakni petani dalam hal Pengetahuan. dan (c) bagaimana petani kecil mampu meningkatkan kesejahteraannya atau bagaimana mereka dapat hidup sejahtera (Deptan. n Better Community (4B) dalam masyarakat petani itu sendiri (Anonima. misalnya cara bercocok tanam. maka metode pendekatan kelompok jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan pendekatan massa.Metode yang digunakan dalam menyampaikan penyuluhan adalah hal yang sangat penting dalam mempengaruhi keefektifan pencapaian tujuan akhir dari adanya kegiatan penyuluhan yang bersangkutan. dan sebagainya. Metode penyuluhan yang digunakan bisa melalui penerapan Sistem Teknologi Informasi dan Multimedia yang dianggap mampu meningkatkan keberhasilan serta mengatasi hambatan dalam pencapaian tujuan akhir dari aktivitas penyuluhan secara efektif. (b) demonstrasi cara dan demonstrasi hasil. Penggunaan metode gabungan ini cukup efektif. pekebun dan peternak beserta keluarganya. dan Keterampilan (PSK). terutama tentang hal-hal yang belum jelas. 2004). tetap akan diperoleh hasil yang jauh lebih baik (Soedijanto.dan salah satu cara peningkatan kualitas Sumber daya manusia. (c) akan terjadi akumulasi modal (fisik maupun non-fisik) sehingga dapat memperlancar jalannya komunikasi dalam kelompok yang bersangkutan. baik dalam mewujudkan komunikasi dua arah (two-way traffic communication) maupun peningkatan pemahaman serta kemampuan menerapkan inovasi yang diberikan. Better Living. Teknik Penyuluhan Sistem kerja LAKU merupakan salah satu pendekatan pembangunan dapat di lakukan dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. para petani akan lebih memahami dan mengerti tentang cara-cara menerapkan inovasi dalam praktek usahatani mereka (Padmowihardjo. diskusi dan tanya jawab. Dipandang dari segi komunikasi informasi. (b) d antara anggota kelompok yang satu dengan yang lainnya dapat saling memberi dan menerima informasi.

pragmatisme dan realisme. untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi gangguan komunikasi. 2010). 2000). Dalam metode kelompok. untuk meningkatkan daya anut sasaran serta untuk mendorong munculnya sifat keterbukaan dan kemandirian petani (Anonimc. Jenis-jenis belajar ada 3 (tiga). Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki. LPM ini. foto-foto dan gambar-gambar yang diperbesar (Anonimb. penyuluh dapat menggunakan papan planel. Alat Bantu Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam. yaitu (1) belajar konsep (concept learning). peta penegang. yaitu (1) rumpun teori disiplin mental. papan tulis. papan magnit. dan (3) teori cognitive gestalt field. maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). 2009). . Untuk dapat memilih serta menggunakan metode dan teknik penyuluhan pertanian dengan baik. Metode dan teknik penyuluhan pertanian merupakan cara dan prosedur yang dilakukan penyuluh dalam menyampaikan pesan kepada sasaran agar terjadi perubahan perilaku sesuai tujuan yang ingin dicapai. biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. 2010). Ada 3 (tiga) rumpun teori belajar yang dibahas dalam modul ini. peta singkap. C. dan (3) Belajar pemecahan masalah (problem solving learning) Strategi pembelajaran mengandung makna untuk mengurangi sampai pada titik minimal penggunaan metode dan teknik penyuluhan dengan sasaran yang “pasif”. seorang penyuluh perlu memahami filsafat pendidikan teori belajar/pembelajaran dan strategi pembelajaran.percaya lagi. Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. Di dalam LPM. Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. Strategi pembelajaran lebih mengembangkan penggunaan metode dan teknik yang mendorong sasaran untuk “aktif” (Mardikanto. yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal (Anonimd. (2) Belajar prinsip (principal learning). Filsafat pendidikan yang dipakai dalam penyuluhan pertanian antara lain idealisme. Alat Bantu dan Alat Peraga 1. Tujuan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian untuk mendorong terjadinya efek/perubahan perilaku yang sebanyak-banyaknya dari sasaran. Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. (2) rumpun teori behaviorisme. di samping berisikan pokok-pokok bahasan. 1.

pengatur cahaya. . perlengkapan ruangan (pengeras suara. Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam. 1978). 2009). Alat bantu penyuluhan sangat beragam. Adanya kurikulum yang telah dipersiapkan. adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh yang akan dilaksanakannya. Di dalam LPM. Di dalam praktek. LPM ini. 2000). c) Lembar persiapan kerja (LPK). maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). terutama jika ia akan menerapkan metoda kursus. proyektor (overhead. di samping berisikan pokok-pokok bahasan. Tetapi. yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. lcd-infocus). Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. Karena itu. b) Lembar persiapan latihan (LPL). Alat bantu penyuluhan merupakan alat-alat atau perlengkapan yang diperlukan penyuluh guna memperlancar kegiatan penyuluhan. hal ini tidak berarti bahwa untuk penyuluhan dengan menerapkan metoda yang lain tidak memerlukan kurikulum yang jelas. 2009). kurikulum merupakan suatu “paket” yang berisi rencana mengajar secara lengkap. 2009). pengatur udara) merupakan ragam alat bantu penyuluhan (Wastutiningsih.b) Lembar persiapan latihan (LPL). alat tulis . biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. Di dalam kegiatan penyuluhan. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Mardikanto. setiap penyuluh sebenarnya masih memerlukan “lembar persiapan penyuluhan” yang berisikan pokok-pokok kegiatan yang harus dikerjakan selama kegiatan penyuluhannya berlangsung. sebenarnya belum cukup membantu kelancaran kegiatan peyuluhan di lapangan. Bagaimanapun adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh dalam dalam merancang/merencanakan dan melaksanakan kegiatan penyuluhannya (Soerdiyanto. c) Lembar persiapan kerja (LPK). slide. sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya (Anonime. Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian. Kurikulum. yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Anonimf. papan tulis – papan tempel.

sebagai contoh pembuatan poster. alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat. media ini juga perlu dikuasai oleh penyuluh pertanian. Seiring dengan kemajuan teknologi. karena selain mendengar ia juga melihat. Di samping itu. benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata. mencairkan atau menyelesaikan apa yang dibutuhkan kelompok tani sesuai kondisi. 2007). Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. D. 2010). proses tumbuhnya akar dan sebagainya. dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. Tentunya dapat berupa materi yang bisa langsung dipraktekkan dan mengemukakan kaitannya dengan teori yang mendasari . yang berfungsi sebagai alat untuk memperagakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar. Pertimbangan sarana dan biaya didasarkan atas bagaimana ketersediaanya sarana yang akan digunakan sebagai alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian. didengar. tentunya sulit melakukan penyuluhan dengan menggunakan OHP (over head projector) atau menggunakan LCD/Komputer dan pemutaran film. video cd pertanian. sehingga media ini merupakan media yang efektif bagi kegiatan penyuluhan pertanian (Anonimc. Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan. dan lain-lain. melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan. 1. Alat-alat peraga adalah sesuatu (alat. Materi Penyuluhan Materi yang disajikan seyogyanya dapat menjawab. Selain itu. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga antara lain : banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. Sebagai contoh. khususnya di bidang multimedia. Kemajuan teknologi telah sedemikian majunya sehingga pada saat sekarang sangat mudah untuk membuat dokumentasi dalam bentuk foto. Misalnya angin kencang merusak tanaman. kecuali jika disediakan generator listrik (Anonimb. 1996). karena dengan media ini bisa membuat petani mudah belajar. Peranan teknologi multimedia sangat besar dalam penyebaran informasi.1. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. seorang penyuluh pertanian dituntut untuk menguasai teknologi. Alat Peraga Alat peraga merupakan alat/benda yang dapat diamati. 1993). Tetapi di dalam praktek.2009). disuatu daerah yang tidak ada listrik. serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya (Hawkins. Teknologi multimedia yang perlu dikuasai oleh seorang penyuluh pertanian adalah fotografi. agar materi lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran (Mardikanto. dan kesempatan saat itu. misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. video.

India. juga ramah terhadap lingkungan. Pengendalian OPT secara biologi dengan penggunaan musuh alami dianggap mempunyai prospek yang bagus. pemeliharaan ayam buras semi intensif. Materi penyuluhan harus berangkat dari kebutuhan yang dirasakan (felt need). Syarat materi penyuluhan antara lain memberikan keuntungan secara nyata bagi sasaran. 2007). 1988). laporan-laporan. dan Papua Nugini). teknologi. pertunjukan kesenian. Serawak. menciptakan better living. adalah salah satu musuh alami yang selama ini telah berhasil mengendalikan serangan penggerek batang padi. tidak harus baru (up to date). dan masyarakat tani). Kelayakan materi penyuluhan jika dilihat dari segi ekonomi harus menguntungkan. karena disamping tersedia di alam. ordo Homoptera. 2010). memiliki resiko kegagalan yang relatif kecil dan biaya rendah. 1987). meskipun melalui kegiatan penyuluhan diharapkan terjadi penyampaian inovasi yang berupa produk. Sumber materi ajar tidak harus berasal dari orang-orang pintar. wilayah oriental (Bangladesh.sesuai idealnya anjuran yang diharapkan. dan better environment. terutama menyangkut : kegiatan yang sedang dan akan segera dilakukan. Trichogramma spp. Wereng Cokelat tersebar di wilayah Palaeartik (Cina. mudah dilakukan/dipergunakan dan segera memberikan hasil (Samsudin. Nilaparvata lugens (Stal) termasuk dalam famili Delphacidae. Materi ajaran tidak harus bersumber dari textbook. tidak mempunyai efek samping yang merugikan. Kaledonia. Taiwan. petani-nelayan. di mana kondisi di lapangan terjadi. dan Korea). pemasaran dan sebagainya (Arif. ekonomi pertanian. teknis pemangkasan jambu mete. secara teknis dapat diterapkan. dll termasuk ceritera rakyat maupun pesan-pesan generasi-tua (para pendahulu). rincian kebutuhan modal awal. Musuh alami ini merupakan parasitoid telur penggerek batang padi dan mampu menekan populasi penggerek batang padi hingga 90% (CABI. secara sosial dapat dipertanggungjawabkan dan tidak merusak lingkungan. 2004). masalah yang sedang dan akan dihadapi. perubahan-perubahan yang diperlukan atau diinginkan. tokoh masyarakat. Materi penyuluhan merupakan segala sesuatu yang disampaikan dalam penyuluhan pertanian. Mikronesia. perjalanan. Dalam bahasa teknis penyuluhan. radio. Inovasi yang disampaikan harus yang terkait dengan kebutuhankebutuhan yang sedang dirasakan (Deptan. ide. sebut saja pembudidayaan rumput laut yang menguntungkan. tidak bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. Selain itu. kepulauan Solomon. manajemen usahatani. better business. teknik memilih bibit yang baik. melainkan dari siapa saja (Kartasapoetra. tetapi dapat dari media-massa seperti koran. kepulauan Fiji. dan lain-lain. Kamboja. Malaysia. Tanaman inang utama wereng cokelat adalah padi. pasca panen. manajemen pemeliharaan. tabloid. Klasifikasi materi pokok penyuluhan pertanian dapat terbagi menjadi teknik pertanian. dll. dinamika kelompok. politik pertanian (Ibrahim. uraikan sesuai tahapannya misalnya. atau pejabat. better farming. materi penyuluhan seringkali disebut sebagai informasi pertanian (suatu data/bahan yang diperlukan penyuluh. Jepang. Karena itu. maupun pengalaman kerja dan pengalaman sehari-hari. ditemukan oleh Stal pada tahun 1854. 2003). kebijakan. dapat diperoleh dengan mudah. majalah. tetapi dapat juga berupa cerita-cerita kuno atau praktek-praktek lama yang sebenarnya sudah pernah dilakukan tetapi telah lama ditinggalkan. televisi. namun jika selesai panen atau . Wereng cokelat (Brown Planthopper).

Diakses 5 Juni 2010. Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian. wereng ini dapat hidup pada tanaman inang lain seperti rumput teki ataupun jagung (Darmadi. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen. pada periode berikutnya supaya diganti dengan palawija.go. Jakarta. Pengendalian OPT. Diakses 6 Juni 2010 .)kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp. www. http://www. Cara di atas dapat pula diterapkan pada hama lain. Hukum dan Undang-undang Penyuluhan.com/2007/09/metodepenyuluhan/. Jakarta.htm Diakses Tanggal 12 Mei 2010 Anonimc.tidak ada tanman padi. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya. 1996.go. http://mablu. kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.aditya2015. http://pustaka. Kebaikan dari pengendalian hama dengan mengatur pola tanam adalah dapat memperkecil kemungkinan terbentuknya hama biotipe baru (Aditya. Metode Penyuluhan.) (Mutsanna. 2009.com/2008/01/24/jenis-jenis.pdf.org/inclphp/buka. khususnya yang memiliki inang spesifik.php?option=com_content&view=article&id=108:luht-4234metode-dan-teknik-penyuluhan-pertanian&Itemid=76&catid=31:fmipa BPKP.legalitas.padi.id/unit/hukum/uu/2006/16-06. http://www.blog.deptan. 2006.bpkp.ppt. seperti :Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.). Perlengkapan dan Alat-alat yang Digunakan Penyuluh Pertanian. Cara ini dimaksudkan untuk menghentikan berkembangnya populasi wereng.web. Alat Bantu Penyuluhan Pertanian. Diakses Tanggal 14 Mei 2010 Anonim b.hama. DAFTAR PUSTAKA Aditya. sedang sayap belakang bersifat membranus.id/DIHT/padi-palawija%20.ac. Sebagai contoh dalam pengendalian hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) diatur pola tanamnya. Anonime. 2009. yakni setelah padi-padi. Anonim a. 2008).id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab2.htm Anonimd. Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. 2008). http://www. Ghalia Indonesia. Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan. 2010. http://masarip. 2008. Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Padi dan Palawija. Jenis-jenis Hama Tanaman Padi. bisa keras semua atau membranus semua. Darmadi.friendster. Pendahuluan. 2008. 2010. 2004. CABI. 2008). Diakses 20 Mei 2010.ugm. Didi.ac.ut.id/website/index.php?d=lain+5&f=naskah_akademik_bab5.wordpress.

Extention (Edisi 2).G.pdf Kartasapoetra. Mutsanna. Padmo Wihardjo. Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Penyuluhan Pertanian. Training for Agricultural and Rural Development: Group-based Extension Programmers for Natural Resource Conservation in Java.staff. Sustainable Development Department (SD)-FAO. 2010.Deptan. Jakarta.com/2008/09/23/ penyakit-tanaman-padi. www. 2002.id/wpcontent/penyuluhan-pertanian-persimpanganjalan. T. Surakarta: Sebelas Maret University Press. 1996.co.id Diakses Tanggal 11 Mei 2010 Subejo. Bandung Soedijanto.S. dan pendengaran).wordpress. Perlengkapan yang disediakan. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum. 2007.id/bpsdm/stpp-magelang/download/ahli_pp_peserta. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Jakarta Mardikanto. and Rikhana. 2004). lembarlembar persiapan penyuluhan. A.google. 2000. sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian. Kanisius http://20de.wordpress. 1994. Penyuluhan Pertanian. 1987. Bumi Aksara. Abu. papan tulis atau papan penempel. http://abumutsanna. Diakses 5 Juni 2010.ugm. serta proyektor (Apriantono.deptan.ac. Bina Cipta. . Penyelenggaraan Penyuluhan dalam Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis. A. Terjemahan dari Agricultural. penerjemah. Agnes Dwina Herdiastuti. U. Penyuluhan Pertanian di Persimpangan Jalan. Mardikanto. Martaamidjaja. subejo. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian. perlengkapan ruangan. M. Teknologi Penyuluhan Pertanian. 2000. 2008. Samsudin.go. http://www. T. 1988.pdf Diakses Tanggal Mei 2010 Van Den Bein dan Hawkins. alat tulis.com/2010/06/20/laporan-praktikum-penyuluhan-dan-komunikasi-pertanian/ Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan. Hama Tanaman.

barang cetakan (pamflet. diagram. leaflet. PENDAHULUAN A. brosur. kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. kedua adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang demokrasi. grafik. Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. histogram). . Adapun arti dari penyuluhan yaitu proses penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan upaya perbaikan cara-cara bertani dan berusahatani demi tercapainya peningkatan produktivitas. bar. 2003). diraba atau dirasakan oleh indera manusia. specimen. Macam alat peraga. yang menjadi dasar dari penyuluhan dan komunikasi pertanian. model.Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. Secara garis besar. dan yang ketiga adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang terus–menerus. booklet. teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. Sektor pertanian pada saat ini. bagan/skema (Mardikanto. (line. Seorang petani sangat membutuhkan penyuluh yang dapat memberikan infomasi melalui kegiatan penyuluhan mengenai cara perbaikan lahan pertanian dengan berbagai teknologi modern yang akan diperkenalkan kepada petani agar petani dapat menggunakan teknologi baru tersebut untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan pertanian. film strip). poster). gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. dapat digolongkan menjadi tiga bagian. slide film. LAPORAN PENYULUHAN KOMUNIKASI PERTANIAN I. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara agraris. lambang Grafika. dimana sektor pertanian seharusnya menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang utama. Pertama adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses pendidikan.

. masalah pemasaran hasil pertanian yang efisisen hingga masalah . tanpa batas dan tanpa hambatan dengan mengggunakan media komunikasi baik verbal maupun non verbal. Di sini petani diberi kebebasan untuk mengikuti proses penyuluhan pertanian. Penyuluhan dan komunikasi pertanian dapat diartikan dengan usaha yang tak kenal waktu. Penyuluhan pertanian dapat dilaksanakan sepanjang masa. Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian pada khususnya. yang memberikan banyak informasi penting mengenai cara bercocok tanam kepada pertanian sehingga petani dapat meningkatkan produksi hasil pertanian untuk mensejahterakan masyarakat petani dan melalui peningkatan hasil usaha tani akan meningkatkan pendapatan bagi Negara melalui eksport beras ke luar negeri.masalah kehidupan petani lainnya.Penyuluhan dan komunikasi pertanian harus mampu menyelesaikan masalah–masalah yang sedang dihadapi petani di pedesaan. sehingga nantinya dapat dihasilkan penyuluh yang berkualitas. dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan informasi mengenai kegiatan penyuluhan pertanian. Penyuluhan pertanian dapat di tempuh oleh semua kalangan. penyuluhan kurang efektif apabila tidak ada media komunikasi yang dapat mendukung dalan penyuluhan pertanian. Mulai dari masalah yang menyangkut proses produksi. dan harapan dalam menata masa datang. Melalui peningkatan cara penyuluhan akan semakin banyak petani yang melakukan dan menerapkan informasi yang telah diterimanya melalui kegiatan penyuluhan.. Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian perlu mengetahui kegiatan dalam lingkup pertanian yaitu melalui mengikuti bagaimana berlangsungnya kegiatan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian agar dapat menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa jika nantinya akan menjadi seorang penyuluh. Melalui kegiatan praktikum yang dilaksanaan mahasiswa pertanian. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian. B. Dan yang lebih penting lagi. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah: 1. Proses demokrasi pada penyuluhan dan komunikasi pertanian bukanlah paket resmi dari pemerinntah yang mesti ditelan mentah–mentah oleh petani. penyuluhan pertanian mutlak dijadikan kebutuhan. Petani juga diberi kebebasan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha tanianya. tantangan.

Agar mahasiswa memperoleh pengayakan pengalaman belajar tentang penyuluhan dan komunikasi pertanian diluar perkuliahan. 2. 3. 7. Jadwal pelaksanaan praktikum No 1. Memberikan pengalaman kepada mamhasiswa untuk mampu melakukan analisis sintesis dan evaluasi tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian dibanding dengan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan. Lingkup Kegiatan Tabel 1. 9. Kegiatan Asistensi praktikum Acara pembukaan Waktu 5 Juni 2009 11 Juni 2009 Tempat Fakultas Pertanian Balai Kecamatan Polokarto Desa Polokarto Desa Polokarto 3.2. 5. Persiapan Pelaksanaan praktikum Wawancara dan pencatatan Pengumpulan dokumen Pembuatan laporan Konsultasi Responsi Pengumpulan laporan jadi 15 Juni 2009 16 Juni 2009 16 Juni 2009 6. 10. 4. C. 16 Juni 2009 16-18 Juni 2009 17-18 Juni 2009 19 Juni 2009 19 Juni 2009 Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Sumber : Hasil Praktikum . 8.

00 WIB di Kecamatan Polokarto. tanggal 15 Juni 2009 pukul 12. Lokasi Penelitian Praktikum peenyuluhan dan komunikasi pertanian dilaksanakan pada hari Senin.D. Kabupaten Sukoharjo. .

personalia dinas penyuluhan pertanian. pengelolaan keuangan. Ketiga. mengoganisasi. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Keberhasilan pertanian di Indonesia tidak banyak mendapat perhatian dari masyarakat luas. B. Kelemahan umum yang sering dijumpai pada Dinas Penyuluhan adalah kurangnya jalinan komunikasi yang akrab dengan pusat-pusat informasi (lembaga penelitian. Keempat. perguruan tinggi dan pemberitaan). kerjasama dengan pihak swasta yang berkepentingan dengan kegiatan penyuluhan serta sumber-sumber yang dapat digali dengan swadaya. dan kelompokkelompok sukarela. Pengakuan tersebut berlanjut pada . dan yang terakhir adalah hubungan dengan lembaga-lembaga lain ( Mardikanto. Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan. seorang pemimpin dalam suatu organisasi sering pula disebut dengan administrator ( Kaliski. Kedua. Fungsi administrasi adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap pemimpin atau manajer. administrasi personalia yang meliputi manajemen personalia. Setelah adanya pengakuan dari Mentri Pertanian serta sebagian isi pidato Presiden di FAO yang menyatakan tentang pentingnya kegiatan penyuluhan pertanian. administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. pelaporan dan evaluasi. hal yang terkaitan dengan sumber dana hendaknya dapat diupayakan sumber-sumber investasi dari instansi atau lembaga pemerintah. 2008 ). dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain. LANDASAN TEORI A. dan pihak-pihak swasta yang seringkali berperan penting untuk menunjang kelancaran kegiatan penyuluhan ( Anonim. 2009 ). jumlah penyuluh yang diperlukan. Informasi merupakan “critical resources” dalam kegiatan dan manajemen suatu organisasi termasuk penyuluh pertanian sendiri. 1983 ). tenaga-tenaga penunjang.II. melaksanakan. Administrasi Penyuluhan Dalam pengertian sehari-hari. kemudahan dan perlengkapan bagi penyuluh pertanian. Informasi merupakan data yang memiliki makna dan berguna serta dapat dikomunikasikan kepada penerima / pengguna untuk membuat suatu keputusan. oleh karena itu. kualifikasi dan fungsi personel penyuluhan. Fungsi administrasi penyuluhan yang perlu diperhatikan adalah pertama. mengkoordinasi.

lembaga yang lain fungsinya adalah penentu kebijakan. Dengan lotonomi daerah ini. bermanfaat dan dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif. sementara itu pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian bertanggungjawab hanya pada penyusunan dan manajemen strategi. kebijakan sarana dan prasarana. DT II (Kab/Kodya). transparan. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Sistem kelembagaan penyuluhan pertanian dibangun untuk mengoptimalkan pemanfaatan semua sumberdaya nasional/daerah yang ada. kebijakan nasional dan standar-standar. . sarana. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian dari pusat sampai daerah di tingkat yang paling bawah lembaga penyuluhan pertanian terpisah dari lembaga yang punya fungsi berbeda. demokratis dan bertanggung gugat (Anonim. Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah. tanggung jawab pembangunan pertanian dalam kendali kepala daerah bukan lagi pegawai/dinas pertanian (Subejo. dan Kecamatan perlu dibedakan secara jelas. 2002). Pada awalnya diharapkan pelimpahan kewenangan ini akan mampu meningkatkan kinerja penyuluhan pertanian. terpadu. 2001). 2009). Fungsi lembaga penyuluhan di pusat (nasional). Lembaga pelaksana penyuluhan di lapangan ada-lah BPP. telah diberikan kebebasan kepada regional agricultural services untuk mengambil inisiatif dalam mendesain kebijakan spesifik lokal. dll. pangadaan sarana. 1984). Penyuluhan dilaksanakan dengan berpedoman pada programa penyuluhan yang disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan. pelatihan. fasilitator (dana. kebijakan pembiayaan. koordinator. Dengan adanya otonomi daerah. kebijakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian.tindakan nyata berupa keputusan pemerinyah untuk menetapkan tenaga-tenaga penyluh pertanian (PPS/PPM/PPL) sebagai tenaga fungsionil dengan jenjang karir yang semakin jelas dibanding ketidakpastian dalam masa-masa sebelumnya (Mardikanto. bukan untuk saling melemahkan. Programa Penyuluhan hanya dibuat di tingkat BPP (Slamet. DT I (propinsi). Dengan dukungan anggaran yang besar. pemerintah local yang terkait dengan pertanian mestinya memiliki lebih banyak sumber daya serta kebebasan yang lebih besar untuk mengembangkan kebijakan spesifik lokal dan teknologi local melalui kajian/penelitian di lembaga penelitian lokalnya. C. serta kebijakan pembinaan dan pengawasan. mulai tahun 2001 kewenangan di bidang penyuluhan pertanian dilimpahkan kepada pemerintahan kabupaten/kota. informasi): BIPP. Kebijakan Penyuluhan Pertanian meliputi kebijakan ketenagaan penyuluhan. atau penunjang (rekruting tenaga. Programa penyuluhan harus terukur. realistis.

Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluhan pertanian dilakukan untuk mengetahui apa yang diperlukan oleh masyarakat di satu daerah. Production house. sehingga kegiatan yang akan dijalankan di daerah tersebut tidak sia-sia dan dapat memberikan manfaat bagi mereka. Oleh karena itu. 2004). 2004). dan Lembaga pemasaran (Anonim. fasilitas-fasilitas yang ada. Badan diklat swasta. Kelembagaan di Kecamatan. Kelembagaan di Desa meliputi Kelompok Tani. LSM. Kelembagaan di Kecamatan merupakan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) atau lembaga lainnya yang mempunyai fungsi dan tugas yang sama. Informasi dapat diperoleh baik dari dokumen tertulis maupun dari pejabat pemerintah. serta biaya yang tersedia juga akan menentukan metode apa yang harus digunakan dalam mengefektifkan kegiatan penyuluhan. D.Pembangunan sumber daya manusia pertanian. Kelompok tani merupakan mitra kerja sejajar penyuluh pertanian. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Indonesia meliputi Kelembagaan di Pusat. pemuka masyarakat maupun pemuka adat atau agama. Lembaga adapt. termasuk pembangunan kelembagaan penyuluhan pertanian adalah faktor yang memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan pembangunan pertanian. Misalnya. Kelembagaan di Propinsi meliputi Balai Diklat Pertanian/Agribisnis di Propinsi. Dari beberapa studi juga menunjukkan bahwa investasi di bidang penyuluhan pertanian memberikan tingkat pengembalian internal yang tinggi. Kelembagaan di Pusat meliputi Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. 2009). Keadaan peralatan alat-alat bantu pengajaran. Informasi dari sumber lain seperti dari masyarakat secara langsung juga diperlukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang akan dilakukan dapat menjawab kebutuhan masyarakat (Anonim. dan Kelembagaan di Desa. Departemen Pertanian. Kelembagaan di Kota atau Kabupaten. karakteristik masyarakat serta potensi daerah diperlukan sebagai bahan dasar untuk merancang suatu kegiatan. Kelembagaan di Kabupaten/Kota merupakan Unit Kerja Pengelola dan Penyelenggara Penyuluhan Pertanian (Badan/Kantor/Balai/UPTD Penyuluhan Pertanian atau yang berstatus Sub Dinas/Bagian dan Seksi yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah). seandainya disuatu daerah belum ada listrik dan bahkan letaknya sukar untuk dicapai. kegiatan penyuluhan pertanian merupakan komponen penting dalam keseluruhan aspek pembangunan pertanian (Mawardi. maka . Kelembagaan lainnya meliputi Perguruan tinggi. Kelembagaan di Propinsi. Oleh karena itu informasi mengenai lokasi. ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan SK Bupati/Walikota.

Dalam pelaksanaannya penyuluh pertanian dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi petani dan pelaku usaha pertanian (Deptan. jenis tanah. program penyuluhan pertanian kabupaten/kota. Karena keterbatasan biaya maka penyuluh pertanian akan memilih metode diskusi kelompok daripada kursus tani. Program penyuluhan pertanian sebagaimana dimaksud ayat (1) harus terukur. 2000). demokratis. musim sangat erat hubungannya dengan keadaan usaha tani. keadaan lapangan seperti topografi. Perencanaan Program Penyuluhan Pertanian Pelaksanaan penyuluhan pertanian dilakukan harus sesuai dengan program penyuluhan pertanian. Kedua. yang pada pelaksanaannya akan membutuhkan biaya yang relatif besar (Mardikanto. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa-apa.daerah tersebut sulit untuk diadakan penyuluhan melalui pemutaran film walaupun biasanya cara ini bisa memberikan hasil yang efektif. antara lain. ada yang panas sekali. (1) program penyuluhan pertanian disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan pertanian yang mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya untuk memfasilitasi kegiatan penyuluhan pertanian dan ayat (2) . program penyuluhan pertanian propinsi dan program penyuluhan pertanian nasional (Undang-undang No 16 Tahun 2006) (Deptan. perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. Secara umum pada pasal 22 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No 16 Tahun 2006 tentang SP3K menyatakan. Program penyuluhan pertanian terdiri dari program penyuluhan pertanian desa. program penyuluhan pertanian kecamatan. Program penyuluhan pertanian dimaksudkan untuk memberikan arahan. dan bertanggung jawab. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. 2006). Para penyuluh dalam pengenalan wilayah kerja penyuluhan. Keaadaan Usaha Tani. realistis. ada yang tidak terlalu panas. E. 2008). dan sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Contoh: untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Anwar. Dan yang tidak kalah penting adalah Keadaan Lapangan. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya. pedoman. Musim. . sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. 2006).

perumusan tujuan dan/atau sasaran-sasaran. perumusan rencana evaluasi dan terakhir rekonsidesari (Mardikanto. rencana kerja. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan ( National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Kalender kerja. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. dan siapa. Tujuan yang ingin dicapai dalam penyuluhan pertanian haruslah menjanjikan perbaikan kesejahteraan atau kepuasan masyarakat sasarannya (Mardikanto. Perencanaan program harus dengan jelas dan tegas sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan atau kesalahpengertian dalam pelaksanaannya. perumusan alternative pemecahan masalah. F. perlu disusun adanya program. Lebih jelasnya program berisi tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa perlu dilakukan. Program. System kerja LAKU mengalami perluasan baik perluasan wilayah maupun komoditinya. dan kalender kerja. Kegiatan perencanaan penyuluhan pertanian dipergunakan untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian maka di dalam perencanaan tersebut. kapan. yaitu suatu pernyataan yang dikeluarkan untuk menimbulkan pengertian dan perhatian mengenai suatu kegiatan. jelas dan menjamin keluwesan. Pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan hasil analisis fakta dan keadaan biasanya menghasilkan berbagai masalah baik masalah yang sudah dirasakan maupun belum dirasakan masyarakat setempat. Sejalamn dengan itu proyel . di mana. 1993). identifikasi masalah. dan merumuskan tujuan dan pemecahan masalah yang menjanjikan kepuasan. yaitu suatu rencana kerja yang disusun menurut urutan waktu dalam kegiatan penyuluhan petanian yang akan dilakukan (Anonim. pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan. Rencana Kerja. Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian System kerja LAKU ( Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit ) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . Tahapan-tahapan dalam perencanaan penyuluhan sebagai berikut pengumpulan data keadaan. 2009). pelaksanaan kegiatan. penetapan cara mencapai tujuan (rencana kegiatan). Analisis fakta dan keadaan Perencanaan program yang baik harus mengungkapkan hasil analisis fakta dan keadaan yang lengkap. analisis dan evaluasi fakta-fakta. pengesahan program penyuluhan. pemilihan masalah yang ingin dipecahkan. 1996).Penyuluhan pertanian dapat dikatakan baik apabila diukur berdasarkan ukuran-ukuran dalam hal analisis fakta dan keadaan. yaitu suatu acara kegiatankegiatan yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan pelaksanaan program secara efisien yang menyangkut tentang bagaimana.

misalnya pertemuan (di rumah. a. penyelenggaaan penyuluhan pertanian mendapatkan supervisi dan pengawasan yang teratur (Sinar Tani. perlombaan. dan lain-lain). demonstrasi pilot. Peningkatan kualitas sumber daya Manusia tersebut diupayakan antara lain melalui penyuluhan pertanian (Anonim. pekebun. menggunakan pendekatan latihan dan kunjungan (LAKU). Sistem tersebut ternyata sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan. 2. surat menyurat secara perorangan. b. Metoda dengan pendekatan kelompok. 2008). serta belajar praktek (Mardikanto. Penyuluhan pertanian sejak tahun 1976. dan peternak. 2006). c. siaran . penyuluh pertanian cepat mengetahui masalah yang ada di petani dan cepat memecahkannya. sehingga pada tahun 1984 Indonesia mencapai swasembada beras. 2008). kursus tani. beserta keluarga intinya. Metode dengan pendekatan masal. belajar perorangan. Metoda Penyuluhan Pertanian Metoda penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu metoda-metoda yang langsung (direct Communication/face to face Communication) dan metoda-metoda yang tidak langsung (indirect Communication). misal kunjungan ke rumah petani. dan d. di balai desa. sikap dan ketrampilan petani. Beberapa aspek positif sistim kerja LAKU diantaranya yaitu. demonstrtasi cara/hasil. Penggolongan berdasarkan hubungan jumlah dan penggolongan dari pada sasaran adalah metoda berdasarkan perorangan. (Benor and Bexter. penyuluhan dilaksanakan melalui pendekatan kelompok. sikap dan keterampilan. dan musyawarah/diskusi kelompok/temu karya. di saung.NFCEP diganti dengan NAEP (National Agricultural Extesion Project) 1984). misalnya rapat (pertemuan umum). penyuluh pertanian secara teratur mendapat tambahan pengetahuan/ kecakapan. Salah satu pendekatan pembangunan dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yaitu petani.

pemuatan film/slide. sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. lambang Grafika. leaflet. folder. 2003). misalnya siaran pedesaan melalui radio/TV. serta proyektor (Apriantono.pedesaan melalui radio/TV. penyebaran bahan tulisan (brosur. 3. leaflet. model. hubungan telepon. booklet dan sebagainya). dan pendengaran). efektifitas dan dampak dari suatu kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan. Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. Perlengkapan yang disediakan. lembar-lembar persiapan penyuluhan. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. pidato. Monitoring dimaksudkan untuk memastikan ketepatan sumberdaya penyuluhan pertanian serta pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyuluhan sesuai dengan jadwal kerja dan hasil yang . (line. bagan/skema (Mardikanto. Metode-metode yang disampaikan melalui pendengaran. 2004). alat tulis. Penggolongan berdasarkan indera penerima adalah metoda-metoda yang dilakukan dengan jalan melihat. poster). diraba atau dirasakan oleh indera manusia. ceramah. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dimaksudkan untuk menilai evisiensi. rapat (Julianto. specimen. pesan yang bergambar. film strip). brosur. papan tulis atau papan penempel. slide film. grafik. barang cetakan (pamflet. misalnya pesan yang tertulis. G. diagram. bar. pesan yang terproyeksi : seperti film/slide tanpa penjelasan vocal atau bisu. 2008). Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. booklet. pemasangan Poster dan Spanduk. Evaluasi ini dilakukan secara sistematik dan obyektif serta terdiri dari evaluasi saat kegiatan berlangsung sebelum kegiatan dimulai dan sesudah kegiatan selesai. Macam alat peraga. perlengkapan ruangan. serta pertunjukan Kesenian (Anonim. 2009). gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. histogram).

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi disesuaikan dengan jadual kegiatan sistem kerja dan kegiatan penyuluhan pertanian lainnya yang dianggap perlu di Wilayah Kerja BPP (Apriantono. 2004). Yang harus diperhatikan dalam Evaluasi dan Monitoring adalah harus dapat menunjukkan apakah kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana. rencana kerja penyelenggara pelatihan. kabupaten/kota. Balai Penyuluhan Kecamatan. materi pelatihan yang diberikan oleh penyelenggara. Evaluasi dan monitoring sangat penting dilakukan karena dapat melihat sampai sejauh manakah program pendampingan tersebut. 2002). harus dapat mengindikasikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam implementasi kegiatan. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dibantu oleh Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. kecamatan. dan desa. Badan Koordinasi Penyuluhan provinsi. Badan pelaksana penyuluhan pertanian. kabupaten/kota. harus dapat mengecek apakah asumsi-asumsi yang dibuat pada tahap perencanaan masih valid. serta kesesuaian jadual pelaksanaan dan materi pelatihan yang telah direncanakan.ditargetkan dan mengambil tindakan koreksi yang diperlukan bila terjadi penyimpangan dalam proses yang sedang berjalan (Deptan. rencana kerja penyuluh di tingkat provinsi. merupakan pejabat yang berwenang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan di tingkat provinsi. Materi yang di supervisi antara lain. . 2005). kecamatan. serta harus dapat menilai apakah kegiatan masih relevan dengan kebutuhan penerima manfaat/sasaran (Anonim. dan desa.

tahun 2009 PNS sebanyak 94. THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 29. Tabel 2. Pelaksanaan Penyuluhan Dan Komunikasi Pertanian Di Lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten A. Jumlah Tenaga Penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 No 1. tahun 2008 PNS sebanyak 84. Jumlah Tenaga Penyuluh di Kabupaten Sukoharjo Tahun No 1 2 3 Tahun 2007 2008 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 84 84 94 2007-2009 THL (Tenaga Harian Lepas) 11 29 23 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di Kabupaten Sukoharjo tahun 2007 PNS sebanyak 84.III. THL (Tenaga Kerja Lepas) 23. Tahun 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 10 THL (Tenaga Harian Lepas) 2 Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 yang PNS ada 10 orang dan yang THL ada 2 orang. Administrasi Penyuluhan Pertanian 1. THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 11. Administrasi Personalia Jumlah penyuluh di Kabupaten Sukoharjo dapat dilihat dalam tabel: Tabel 1. .

Administrasi Keuangan Administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain. Kebijakan Penyuluhan Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Pengendalian Penyuluhan di Desa Polokarto. . Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. dan Kehutanan. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Mengenai masalah pendanaan UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto sama sekali tidak mengelola. Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. mengorganisasi. dan kehutanan. melaksanakan. Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan. yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. dan b. perikanan. Perikanan. Petugas BPP kecamatan mempunyai wewenang penuh untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh Petugas BPP kecamatan. sehingga untuk memacu kelancaran kegiatan-kegiatan penyuluhan. mengkoordinasi. 2. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah. pasal 6 yang memuat bahwa: 1. Bab IV.2. Pengendalian penyuluhan dilakukan di kabupaten melalui DENFAM dengan batas 5 ha dan melalui DEMPLOT (Demonstrasi Plotting) dengan dibatasi 1ha. B.

Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan 5. Nama Lembaga Badan Pengembangan SDM Tingkat Pusat Tugas / Fungsi Menyusun kebijakan nasional. Pos Penyuluhan Desa Desa . gubernur. atau bupati/walikota C.3. standarisasi dan akreditasi penyuluh. yang sejalan denagn kebijakan dan progaram penyuluhan provinsi dan nasional. Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. sarana dan prasarana. Tabel 4. Menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten/kota Menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi 2.serta pembiayaan penyuluhan Menyusun kebijakan dan program penyuluhan provinsi dan sejalan dengan kebijakan dan program penyuluhan nasional Menyusun kebijakan dan program penyuluhan kabupaten. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Kelembagaan penyuluhan pertanian adalah suatu lembaga yang bertugas untuk mendukung dan memperlancar kegiatan penyuluhan pertanian sehingga kegiatan penyuluhan yang terjadi di lapangan menjadi lebih efektif. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian No 1. Badan Pelaksana Penyuluh Kabupaten 4. program penyuluhan nasional.

di tingkat Kecamatan bernama Balai Penyuluhan Pertanian yang teridri dari satu lembaga. kelompok tani. Kabupaten. Penyuluh Slamet Riyadi Wilayah Kerja Polokarto Masa Kerja 1 tahun Teknik Pengenalan mendapatkan dari kecamatan Sumber : Data Sekunder Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi. Propinsi. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluh dimulai dari pengenalan wilayah desa tempat sasaran penyuluhan disebut dengan orientasi desa meliputi karakterisik desa dan potensinya. E. lahan pertanian beserta monografinya. kemudian ke kelompok tani serta peninjauan lapangan. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. di tingkat Kabupaten bernama Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian yang terdiri dari satu lembaga. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior. Tabel 5. Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi. beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut. Perencanaan Program / Programa Penyuluhan Pertanian bimbingan . Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian No 1.dengan program penyuluhan Sumber : Data Sekunder Lembaga penyuluhan pertanian ada di tingkat Nasional. Bimbingan tersebut meliputi kunjungan ke desa. di tingkat Propinsi bernama Badan Koordinasi Penyuluh yang terdiri atas satu lembaga. Kecamatan. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. bapak kepala desa. dan Desa. di tingkat desa bernama Pos Penyuluhan Pertanian Desa. D. Di tingkat Pusat bernama Badan Pengembangan SDM yang terdiri atas satu lembaga.

Program penyuluhan yang baik membutuhkan perencanaan yang baik agar kegiatan penyuluhan tersebut dapat berjalan secara efektif. berbagai perlengkapan berupa alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian yang mendukung kegiatan penyuluhan agar menjadi efektif. rencana kerja. Kecamatan Polokarto. Kunjungan) penyuluh mengunjungi petani secara teratur . aktif terjun langsung Menelaah hasil praktek di lapangan 1 Observasi data 2 Observasi lapangan 3 PRA/ Usulan/ permasalahan 4 Diskusi 5 Praktek di lapangan 6 Diskusi lanjut Sumber : Data Sekunder Tabel 6 menjelaskan tentang tahap-tahap perencanaan penyuluhan dan proses-proses pelaksanaan secara nyata di lapangan. Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Perencanaan tersebut berupa perencanaan program. Tahap Perencanaan Program Penyuluhan No Tahap Perencanaan Proses/ Pelaksanaan Melihat potensi wilayah sasaran dalam monografi Analisis kondisi secara langsung Sumbang saran dalam pertemuan Penyampaian solusi permasalahan Gerakan bersama. Tabel 7. F. metoda penyuluhan pertanian di lapangan. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. dan kalender kerja. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Sistem Kerja Penyuluhan Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian meliputi sistem kerja penyuluhan pertanian dan implementasi yang digunakan di lapangan. Sistem Penyuluhan Keterangan LAKU (Latihan dan Sistem ini memiliki rencana kerja dalam setahun. Tabel 6. 1.

lembar-lembar persiapan penyuluhan. Metode Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. yaitu dengan mengadakan latihan dan kunjungan. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. Pertemuan Diskusi Mengadakan pengarahan terhadap kelompok tani Membahas permasalahan yang dihadapi petani. perlengkapan ruangan. 3. ada sesi tanya jawab Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa sistem kerja penyuluhan pertanian di tingkat Desa Polokarto yaitu menggunakan sistem pertemuan dan diskusi.2. 3. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian Alat bantu penyuluhan pertanian merupakan alat yang digunakan dalam penyuluhan sehingga kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif. serta proyektor. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh . Kecamatan Polokarto. Metode Penyuluhan Pertanian Metode penyuluhan pertanian adalah cara penyuluh mendekatkan dirinya kepada sasaran. papan tulis atau papan penempel. kecamatan Polokarto. agar kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif Tabel 8. 2. Kabupaten Sukoharjo yakni terdapat metode pendekatan kelompok yang teknik pelaksanaanya melalui kelompok tani dan metode pendekatan individu. alat tulis. 2. 1. antara lain kurikulum. Metode Pendekatan kelompok Pendekatan individu Teknik Pelaksanaan Melalui kelompok tani Dengan mengadakan kunjungan latihan dan Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa metode penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. Sedangkan sistem penyuluhan pertanian yang paling efektif dilaksanakan yaitu sistem LAKU.

Selain itu digunakan pula Buku panduan yang berisi materi yang akan disajikan. 3. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian Monitoring dan Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu langkah dalam kegiatan penyuluhan pertanian agar program-program yang telah dilaksanakan tidak melenceng dari tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Berisi materi yang akan disajikan Memperjelas tujuan penyuluhan Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa perlengkapan penyuluhan pertanian terdiri dari Microphone dan sound system sebagai pengeras suara. Alat Bantu Mikrophone dan Sound system Buku Panduan Benih padi Alat Peraga Fungsi Sebagai alat pengeras suara 2. Tabel 9. G. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Program 1. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Banyak sedikitnya Keaktifan diskusi yang terjadi penyuluhan Sumber : Data Primer . Pelaksanaan Penyuluhan Hasil Penyuluhan Indikator Tepat sasaran Keterangan Sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi petani petani dalam 2. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Sehingga penyuluhan dapat berjalan dengan efektif. 1. Tujuan dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi adalah memperbaiki sistem kerja dari penyuluh sehingga menjadi lebih baik dan terarah. Tabel 10.guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. Kecamatan Polokarto.

Selain itu terdapat program hasil penyuluhan.Berdasarkan tabel. . monitoring (pemantauan) dan evaluasi penyuluhan pertanian di Kabupaten Sukoharjo yaitu menggunakan program pelaksanaan penyuluhan yang tepat sasaran. yang indikatornya tergantung banyak sedikitnya diskusi yang terjadi atau keaktifan petani dalam penyuluhan. sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi.

jagung dan kedelai serta dengan menganekaragamkan menu pangan non beras. Pengendalian penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Polokarto. Sesuai dengan UU no. bahwa petugas penyuluh pertanian dalam pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan kerjasama dan saling mengoreksi satu sama lain. B. Kenyataannya di lapangan. Hal ini berkaitan dengan dibentuknya BPP ini maka kegiatan pengendalian sepenuhnya dilakukan oleh BPP sebagai lembaga Penyuluhan yang bertangungjawab di tingkat Kecamatan. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh pihak-pihak yang bertugas di BPP.00 untuk masing-masing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan. Bagi penyuluh hanya ditransfer sejumlah Rp 250. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. . Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. Bab IV. Sedangkan dananya berasal dari kabupaten. Pembiayaan penyuluhan pertanian di Desa Polokarto ini dibantu oleh pemerintah pusat tetapi besarnya biaya yang diberikan pemerintah pusat tidak dikeahui secara pasti.IV. dan Kehutanan. Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan. 16 tahun 2006 setelah di Kecamatan dibentuk BPP seharusnya ada otonomi tentang pembiayaan dimana BPP tersebut harus bisa mengolah sendiri biaya yang akan digunakan untuk kelangsungan kegiatan penyuluhan pertanian. pasal 6 yang memuat bahwa: 1.000. Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Administrasi Penyuluhan Administrasi Penyuluhan Pertanian yang ada di Desa Polokarto. Perikanan. Kecamatan Polokarto berdasarkan atas pembiayaan dan pengendalian penyuluhan. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistemsistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkanswasembada pangan khususnya beras. PEMBAHASAN A.

yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. kemampuan kepada petani untuk dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Kelembagaan penyuluhan di Desa Polokarto. Pelaksanaan Penyuluhan di Desa Polokarto.2. memungkinkan tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda. C. Adanya kelembagaan penyuluhan di tiap tingkat daerah. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. Hal ini terlihat dari pelaksanaan penyuluhan di Desa Polokarto. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah. diharapkan dapat mengkoordinir kegiatan penyuluhan dengan baik dan berjalan sesuai dengan fungsi dari kelembagaan penyuluhan pertanian tersebut. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa. yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. Di tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda karena didasarkan pada tugas yang dijalankan maupun luas wilayah kerja. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. 3. Sehingga bila di tiap tingkat daerah terdapat penyuluh yang cukup maka. Kecamatan Polokarto dilaksanakan sesuai dengan ketetapan dari instansi Kabupaten maupun propinsi. Kecamatan Polokarto yang telah mencakup asas dan tujuan sistem penyuluhan yaitu memberikan pengetahuan. Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. . gubernur. di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. dan b. dan kehutanan. Hal ini terlihat dari terdapatnya lembaga-lembaga penyuluhan dari tingkat desa sampai tingkat Kecamatan. Kecamatan Polokarto telah berjalan cukup baik. atau bupati/walikota. di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh. perikanan.

lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani. D. Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior. Pada tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian yang bertugas menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten. Sehingga dalam memberikan poenyuluhan lebih efektif dan masyarakat juga bisa menerapkan materi yang diberikan tepat waktu. Hal ini berakibat kegiatan-kegiatan penyuluhan yang dirancang oleh masing-masing lembaga menjadi terhambat. Perencanaan Program / Program Penyuluhan Pertanian Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun. bapak kepala desa. Masalah-masalah yang dihadapi lembaga-lembaga pada tingkat kecamatan dan desa dapat disebabkan dana yang diberikan dari kabupaten mengalami kemacetan. beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut. Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi terdapat beberapa pihak yang membantu antara lain kelompok tani. Cara mengatasi permasalahan itu yaitu selalu melakukan koordinasi dengan tingkat kabupaten agar dana yang yang telah dianggarkan untuk kegiatan penyuluhan desa dan kecamatan tidak mengalami hambatan dalam hal pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. seharusnya dalam wilayah yang sangat luas ditanggung lebih dari satu orang penyuluh. lahan pertanian beserta monografinya.Pada tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa yang bertugas menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi dengan program penyuluhan. Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. Masalah yang kadang dialami oleh penyuluh adalah terlalu luasnya wilayah yang ditanggung sehingga tidak efektif dalam melakukan penyuluhan. E. permasalahan yang dialami masyarakat bisa segera tertangani tanpa terhalang oleh wilayah yang luas. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. Untuk mengatasi masalah tersebut. Di sisi lain. .

Kemudian dari tingkat Propinsi perencanaan program tersebut akan di susun atau dibahas di tingkat pusat sehingga akan muncul beberapa kebijakan dan program untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. misal . Setiap proses di masing-masing tingkat terdapat proses legitimasi agar kebijakan dan program itu sah secara undang-undang. F. Sedangkan untuk tingkat pusat melibatkan Presiden dan Departemen Pertanian sebagai pengambil kebijaksanaan pertanian. Pokok-pokok yang tercantum dalam Program Penyuluhan antara lain mengenai pengunaan benih unggul berlabel. dan pengolahan tanah sawah. Kegiatan diskusi untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan inovasi yang akan diterapkan. persemaian. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . Tingkat Kabupaten melibatkan Bupati dan Dinas Pertanian. dan perangkat desa. Pada tingkat Kecamatan melibatkan Camat dan para penyuluh pertanian. diskusi dan praktek. Kegiatan praktik ini dapat menjadi pertimbangan apakah . selanjutnya membawa perencanaan program tersebut ke tingkat Provinsi. Ceramah merupakan metoda bagi penyuluh untuk menyampaikan inovasi pertanian kepada petani di desa setempat. Pada tingkat desa orang-orang yang dilibatkan antara lain Lurah. pengamatan OPT tikus. Pada Kecamtan Polokarto yang dilibatkan dalam legitimasi adalah Camat dan Koordinator Penyuluh. Praktik merupakan kegiatan untuk menerapkan inovasi yang telah disampaikan dan telah didiskusikan bersama. Selain itu pelatihan bagi petani di Desa Polokarto dengan adanya kunjungan dari kelompok tani dari daerah lain. Diskusi merupakan komunikasi dua arah untuk membahas inovasi yang telah disampaikan oleh penyuluh. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). latihan dan kunjungan yang berasal dari kelompok tani dari daerah lain. SLPTT. Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. Penerapan sistem kerja LAKU diantaranya dengan pelaksanaan penyuluhan melalui pendekatan kelompok yaitu penyuluh menyesuaikan materi dengan kebutuhan dan kesulitan yang dihadapi petani. Pada tingkat Propinsi melibatkan Gubernur dan Dinas Pertanian tingkat Propinsi. setelah dari tingkat Kecamatan lalu ke timgkat Kabupaten.Proses penyelesaian itu berupa perumusan perencanaan program penyuluhan dari tingkat desa yang akan membawa program itu ke tingkat Kecamatan.

G. Efetkivitas dari para penyuluh tersebut dapat meningkatkan tingkat keberhasilan dari program penyuluhan pertanian. Kecamatan Polokarto. Monitoring yang dilakukan dari tingkat Kabupaten biasanya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga hal ini juga dapat dikatakan sebagai sidak penyuluhan. Jika penerapan inovasi tersebut dipandang bermanfaat dan menguntungkan bagi petani maka inovasi tersebut akan terus diterapkan. maka petani diharapkan mau menggunakan benih yang diberikan dari tingkat pusat. Kendala yang dihadapi dalam proses monitoring adalah koordinasi antar pihak kabupaten sehingga proses monitoring menjadi tidak berjalan sesuai dengan program monitoring. Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok tani atau langsung di lahan pertanian. Pihak yang dilibatkan dalam proses monitoring dan evaluasi dalah penyuluh dan petani. Hal yang dievaluasi antara lain jam kerja penyuluh dan hasil kegiatan penyuluhan. Pelaksanaan secara rutin dan berkala dapat meningkatkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Monitoring dan Evaluasi Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. Tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah meningkatkan efektivitas kerja dari penyuluh pertanian.inovasi terus diterapkan atau sebaliknya. Koordinasi ini bersifat wajib bagi pelaksana monitoring. Proses monitoring sendiri dilakukan dengan berbagai cara antara lain turun langsung ke lapangan saat penyuluhan dilakukan. Hal ini dapat diatasi dengan koordinasi setiap minggu di tingkat kabupaten. . Penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. Hal ini bertujuan setelah petani mengetahui keunggulan suatu benih padi. Materi yang dibahas dapat keunggulan suatu benih padi. Penyuluhan tersebut berlangsung dengan menggunakan metode kelompok dengan teknik diskusi yang menjelaskan tentang materi penyuluhan yang disampaikan. Sifat wajib ini diharapkan agar proses monitoring dapat dilaksanakan secara rutin dan berkala.

00 untuk masingmasing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan. 6. 3. Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun. 7.000. Di Desa Polokarto hanya terdapat satu orang penyuluh saja yang mendampingi dalam memecahkan segala permasalahan bidang pertanian yang dirasakan oleh petani. 5. di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa. konsumsi serta distribusi dengan jalan memberdayakan masyarakat pertanian sehingga dapat tercapai pertanian yang tangguh.V. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. Dana bagi penyuluh berasal dari kabupaten. Kesimpulan 1. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistem-sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkan swasembada pangan khususnya beras. yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. jagung dan kedelai serta dengqan menganekaragamkan menu pangan non beras. mandiri menuju agroindustri. Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. Basis pertanian bertumpu pada aspek produksi. Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. 4. 2. Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan. . di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh. lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani. dan hanya ditransfer sejumlah Rp 250. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana. di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh.

Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. Masyarakat petani seharusnya lebih terbuka dalam menerima inovasi yang diberikan oleh penyuluh agar dapat membantu terwujudnya program ataupun kebijakan penyuluhan pertanian. Rekomendasi Berdasarkan hasil pembahasan yang diperoleh dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dapat direkomendasikan hal-hal sebagai berikut : 1. Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. seperti memberikan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). 9. Penyuluh seharusnya lebih aktif dan komunikatif dalam penyampaian materi penyuluhan. . B. 3. 10. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kegiatan penyuluhan. 2. diskusi dan praktek. Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian .8.

com/2009/01/25/teori-difusiinovasi/ .wsmulyana.coremap. http://ronawajah. Diakses 15 Juni 2009. Soft Skill dan Strategi Komunikasi Pertanian.com/2008/12/21/softskill-dan-strategi-komunikasi-pertanian/ .wordpress. http://masarip. Totok. .or. Metode Penyuluhan. http://www. Ari Julianto. Redefinisi dan Revitalisasi Penyuluhan Pembangunan.friendster.blog. Teori Difusi Inovasi . 2003. http://www. 2009. Diakses 15 Juni 2009 Anonim. Perlengkapan Penyuluhan.DAFTAR PUSTAKA Anonim.com/ 2007/09/metode-penyuluhan. IPB Press – Bogor Slamet Mulyana. 2009. 2008. Diakses 15 Juni 2009.php?id=256 . Diakses 15 Juni 2009 Mardikanto. dalam Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. 2009.wordpress.id /research_agenda/ article.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful