ALAT BANTU dan ALAT PERAGA PENYULUHAN PERTANIAN

April 3, 2010 · Disimpan dalam PENYULUHAN PERTANIAN ALAT BANTU PENYULUHAN PERTANIAN Adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses mengajarnya selama kegiatan penyuluhan dilaksanakan. Ragam alat bantu penyuluhan yang diperlukam setiap penyuluh : 1. Kurikulum Memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan yang meliputi tujuan yang ingin dicapai, kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan oleh pendidik, daftar mata pelajaran yang akan disampaikan, dan rencana evaluasi yang akan dilaksanakan. 1. Lembar-lembar persiapan penyuluhan Berupa lembar persiapan menyuluh (LPM), lembar persiapan latihan (LPL) dan lembar persiapan kerja (LPK). 1. Papan penulis atau papan penempel Papan penempel yang biasa digunakan di lapangan adalah papan yang dilapisi dengan kain panel. Sedang di dalam ruang, digunakan papan bermagnit. 4. Alat tulis Disarankan penyuluh membawa alat tulis yang beragam warna baik itu kapur berwarna, pensil berwarna, bolpen dsb. 5. Sarana ruangan Beragam alat bantu dalam ruangan : pengeras suara, penata cahaya (lampu), dan penata udara (kipas angin atau AC). 6. Projector Alat bantu penyuluhan yang berupa beragam projektor : 1. Overhead projektor, untuk memproyeksikan tulisan dan atau gambar yang ditulis pada bahan tembus cahaya (plastik, transparancy sheet)

2. Solid projektor, semacam Overhead projektor tetapi untuk memproyeksikan bendabenda tembus cahaya. 3. Movie projektor, untuk memproyeksikan film dan film strip. 4. Slide projektor, untuk memproyeksikan gambar/tulisan yang direkam dan slide film. ALAT PERAGA PENYULUHAN Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah : 1. Benda Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Ada beberapa macam alat peraga berupa benda ini : 1. Sample atau contoh, yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya. Misalnya, contoh benih, contoh pupuk dll. 2. Model atau tiruan, biasanya digunakan jika benda asli sulit didapat, volumenya bisa terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus. Misal : contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah, ulat dll. 3. Specimen atau benda asli yang telah diawetkan karena benda asli sulit didapat. Dari ketigaanya, benda aslilah yang paling baik. 2. Barang cetakan Pamlet atau selebaran, yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran, ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya. a. Leaflet atau folder Perbedaan leaflet dengan pamflet adalah : 1) Umumnya dibagikan langsung oleh penyuluhnya.

2) Leaflet merupakan selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedang folder dilipat menjadi 3 (6 halaman) atau lebih. 3) Leaflet lebih banyak berisikan tulisan daripada gambar.

4) Ditujukan pada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilannya pada tahap minat, menilai dan mencoba. 5) Brosur atau booklet

6) Merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman dan maksimal 50 halaman. b.Placard dan poster Keduanya merupakan barang cetakan dengan ukuran relatif besar yang ditempel ditembok, pohon atau direntangkan di pinggir/tengah jalan. Placard lebih banyak berisi tulisan sedang poster lebih banyak berisi gambar. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman sasaran pada tahapan sadar dan minat. c. Flipchart atau peta singkap, adalah sekumpulan poster selebar kertas koran, yang digabungkan menjadi satu. d. Photo, dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. e. Flanelghrap, merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. 3. Gambar yang diproyeksikan Transparancy sheet adalah lembaran mika (plastik) bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan overhead proyektor. Biasa digunakan di dalam pertemuan kelompok di dalam ruangan . a. Slide film, suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang diberi bingkai untuk diproyeksikan di layar dengan menggunakan slide proyektor. Berupa gambar bisu(tidak bersuara). b. Film strip, seperti halnya slide film hanya saja masing-masing gambar tidak dipisahkan dan diberi bingkai, tetapi menjadi suatu rangkaian yang tak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. c. Movie film, obyek yang diproyeksikan tidak berujud bergambar gambar mati melainkan berupa gambar bergerak. Selain itu sudah diisi dengan suara dubbing. d. Video dan TV, seperti halnya dengan movie film, bedanya film positif yang dihasilkan tersimpan dalam kotak kaset dan penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya. 4. Lambang grafika 1. Grafik 2. Diagram

alat peraga sangat perlu di dalam penyuluhan. pelaksanaan kegiatan penyuluhan selain menentukan topik atau materi penyuluhan yang akan diajarkan juga harus memetapkan alat peraga penyuluhan yang sesuai dengan sasarannya serta persiapan tentang sarana penyuluhan dalam hal ini adalah alat peraga penyuluhan dan pemilihan alat peraga tersebut guna membantu kelancaran kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem yang ingin dijelaskan berdasar hubungan garis keturunan. http://h0404055.wordpress. 5) Organizational chart yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling berhubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. Terkait dengan itu. 2) Tabula chart. 3) Ginealogical chart. Bagan. 1. 4) Flow chart. Persiapan sarana penyuluhan terutama alat peraga sangat membantu sasaran dalam menerima materi yang diajarkan oleh penyuluh. dikenal beragam bagan atau shema yaitu : 1) Pictorial chart.Lambang grafika ini tidak bisa digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah (variabel) tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu. . Progress chart. Oleh sebab itu. yaitu gambaran singkat tentang tingkat perkembangan yang dialami oleh masingmasing sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. shema atau chart Di dalam praktek. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari sistem yang ingin dijelaskan berdasar alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan. Pemilihan alat peraga ini harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat sasarannya serta alat peraga ini juga akan mempengaruhi proses belajar dalam penyuluhan tersebut. digambarkan sebagai suatu tabel berisi keterangan tentang keadaan masingmasing bagian (sub sistem) dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. yaitu gambar dari suatu sistem yang dilengkapi dengan rincian dari sub sistem yang menyusunnya.com/2010/04/03/alat-bantu-dan-alat-peraga-penyuluhan-pertanian/ ALAT PERAGA DAN PEMILIHAN ALAT PERAGA PENYULUHAN Penyuluhan merupakan pendidikan non formal dimana sistem pendidikannya terprogram di luar sekolah sehingga penyuluhan memerlukan perencanaan yang jelas mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan.

Tetapi di dalam praktek.       . Banyak pula kejadian sehari-hari yang berkenaan dengan masalah pertanian yang akan lebih mudah dipelajari melalui alat peraga yang harus secara langsung diamati pada satu waktu atau dalam kesempatan tertentu saja. sehingga sulit disediakan. Dalam bidang pertanian sering terdapat benda-benda yang terlampau besar. benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud. baik dengan penglihatan maupun dengan pendengaran. Di samping itu. Sehingga diharapkan dengan batuan alat peraga ini dapat memflash back kejadian dimasa lalu dan memprediksi kejadian dimasa mendatang misalnya dengan pemutaran film. 1990). yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat. Dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan. 1996). Banyak proses-proses yang harus dikerjakan dalam memepelajari ilmu pertanian yang memerlukan bantuan alat peraga agar lebih mudah dan lebih menarik minat sasaran penyuluhan. Agak berbeda dengan pengertian tersebut. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. Peristiwa masa lampau atau kejadian yang akan terjadi masa datang sangat sulit diamati. Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan. serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya.Alat Peraga Penyuluhan Jahod Sumabrata mengemukakan bahwa alat-alat peraga adalah sesuatu (alat. Misalnya demonstrasi cara mencangkok dan lain-lainnya (Hamalik. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. Sebaliknya juga banyak benda-benda yang sangat kecil yang sulit diamati dengan alat indera manusia. misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. Misalnya angin kencang merusak tanaman. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga adalah sebagai berikut :   Banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata. proses tumbuhnya akar dan sebagainya. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain. menurut Mardikanto (1985) mengartikan alat peraga sebagai berikut : Alat atau benda yang dapat diamati.

sehingga sasaran tidak mudah melupakan kegiatan yang pernah diikutinya. demikian juga tahap perkembangan mental. Dengan Penggunaan alat peraga. tahap kesadaran. bagaiamana kemungkinan hasilnya dan bagaimabna yang sudah dilakukan orang lain. serta perhitungan untung rugi sudah melintas dalam pikirannya. Dengan peragaan akan dapat menghemat waktu yang diperlukan penyuluh untuk menjelaskan materi yang ingin disampaikan/ dijelaskan. penyuluh dapat mengetahui sejauh mana sasaran memahami materi yang diberikan. penumbuhan minat. Tahap menilai. apabila dirasakan ide atau praktek baru tersebut mampu untuk dilaksanakan kemudian diadakan kegiatan mencoba-coba secara kecil-kecilan. Karena lewat pemahaman tentang materi yang diberikan dengan sarana alat peraga akan membantu penyuluh dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang diberikan kepada sasaran. dari adanya pengetahuan dan beberapa keterangan yang jelas. Ooy Sunarya (1978) mengemukakan bahwa alat peraga penyuluhan sebenarnya tidak sekedar berfungsi sebagai alat peraga atau penjelas. Memperjelas pengertian tentang segala sesuatu yang diuraikan atau disampaikan penyuluh secara lisan . dalam hal ini seseorang berada dalam keadaan sekedar mengetahui. sehingga perlu ditetapkan suatu alat peraga penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. Tahap penerapan. Membantu penyuluhan lebih efektif . tahap mencoba dan tahap menerapkan. sehingga lebih mengkonsentrasikan diri untuk mengikuti jalannya penyuluhan yang sedang dilaksanakan oleh penyuluh. keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda. Tahap perkembangan mental seseorang dapat digolongkan dalam tahap penumbuhan pertanian. melainkan memiliki fungsi yang beragam yaitu:      Menarik perhatian atau memusatkan perhatian sasaran . karena sasaran lebih cepat menerima dan memahami segala sesuatu yang dimaksudkan penyuluhnya. Tahap minat. akhirnya dihubungkan dengan tingkat kemampuan yang ada pada dirinya. 2008). dihubungkannya ide atau praktek baru itu dengan keadaan yang sudah terjadi dan pernah dialaminya. Memberi kesan lebih mendalam . Tahap mencoba.Lebih lanjut. sehingga dapat menghadirkan terjadinya salah pengertian yang tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh penyuluhnya.  Benda . pada tahap ini seseorang sudah mulai aktif mencari keterangan-keterangan yang lebih banyak. tahap menilai. Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda. disini seseorang sudah menerapkan sepenuhnya apa yang pernah diterimanya sebagai anjuran (Rokhman. belum memahami secara mendalam apa yang termakna dalam hal yang baru diketahuinya. Tahapantahapan tersebut adalah sebagai berikut :      Tahap kesadaran.

Salah satu alat peraga penyuluhan yang paling mudah diperoleh atau dibuat adalah yang berupa benda. Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Tentang benda yang dapat digunakan sebagai alat peraga ini, ada beberapa macam yaitu :
 

Sample/contoh , yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya (misal contoh benih, contoh pupuk dll). Model/tiruan, digunakan sebagai alat peraga jika benda asli sulit didapat, volumenya terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus (misalnya: contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah dll). Specimen atau benda asli yang diawetkan karena benda asli sulit di dapat.

Dari ketiga benda tersebut yang paling baik adalah benda asli, hal ini disebabkan karena baik model maupun specimen seringkali warnanya tidak sesuai.

Barang cetakan

Media cetak disediakan untuk memenuhi bahan kebutuhan para petani dan masyarakat lain yang memerlukan dan mengambil manfaat dari adanya informasi. Seorang yang menyiapkan informasi untuk petani melalui media cetak hendaknya bertanya pada diri sendiri tentang;
    

untuk siapa media cetak ini disiapkan, apakah calon pembaca mengetahui pokok yang dibahas, informasi apa yang dapat disampaikan untuk menambah pengetahuan calon pembaca, kebijaksanaan apakah yang dapat membawa perubahan, apakah keputusan itu mungkin dapat diterapkan.

Salah satu jenis media cetak yang digunakan oleh penyuluh sebagai alat peraga , baik yang berupa gambar, tulisan, atau campuran keduanya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan adalah brosur. Media cetak (seperti brosur, leaflet, surat kabar dan majalah pertanian merupakan visualaid) yang berfungsi sebagai bahan publikasi untuk menyebarluaskan informasi pertanian , khususnya kepada masyarakat tani dan masyarakat ramai yang menaruh minat terhadap pembangunan pertanian .. Sedangkan Hanafi (1986) dalam Syafrudin (2008) mengemukakan ada beberapa keunggulan media cetak yaitu

 

orang yang membaca dapat mengatur kecepatan bacanya, berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang sedang dibaca dan mengulangi kalimat-kalimat yang dipandang penting, dapat menyimpan fakta-fakta, gambar-gambar dan memiliki kemampuan dalam mengatasi selektivitas.

Selanjutnya Kamath 1980 (dalam Syafrudin, 2008) mengemukakan sembilan butir keunggulan media cetak yaitu
o o o o o o o o o

merupakan media tertulis yang dapat mencapai sasaran yang luas pada masyarakat pembaca, merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan pesan, dapat diproduksi menurut kebutuhan serta relatif murah biayanya, merupakan alat informasi yang tepat dan akurat, yang dalam waktu singkat dapat sampai pada sasaran, apabila disusun secara tepat, dapat menarik dan menyenangkan pembacanya, dapat digunakan sebagai alat untuk melestarikan dan meningkatkan tugas harian dari pembacanya, merupakan alat untuk mengadakan kontak secara tetap dan bersambung dapat digunakan untuk menampilkan prestasi tokoh-tokoh masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya, dan merupakan alat yang tepat untuk melestarikan dan meningkatkan kemampuan pembaca dan menulis masyarakat.

Namun demikian media cetak tersebut memiliki beberapa kelemahan yaitu:
  

kurang tepat bila digunakan pada masyarakat yang memiliki kemampuan baca rendah atau buta huruf, kurang cepat mencapai sasaran, apabila dipakai sebagai satu-satunnya teknik untuk menyampai pesan di daerah pedesaan dan apabila tidak disiapkan secara seksama dan hati-hati justru akan kehilangan arti maksud dan tujuannya.

Rachmat 1991 (dalam Syafrudin, 2008) media cetak mempunyai sifat satu arah artinya tidak ada reaksi antara pesan-pesan komunikasi dan bersifat terbuka artinya ditujukan kepada publik yang tidak terbatas dan anonim serta mempunyai publik yang secara geografi tersebar. Oleh karena itu media cetak tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada pembacanya. Berkaitan dengan efek dari media cetak akan sangat tergantung dari sasaran atau penggunaanya. Sebab efek tidak ada seandainya sasaran atau pengguna tidak menyukai media tersebut, meskipun media itu sarat dengan informasi dan pengetahuan. Menurut Hanafi (1986) dalam Syafrudin, (2008) mengemukakan tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keefektifan media cetak yaitu:
o o o

dalam menyampaikan kode, pesan yang merupakan sekumpulan simpul hendaknya disusun sedemikian rupa, sehingga bermakna bagi sasaran, isi pesan hendaknya merupakan materi/bahan yang dipilih dan wujud pesan adalah bentuk pesan yang dipilih sumber (komunikan).

Selanjutnya menurut Kelsey dan Hearne 1995 (dalamSyafrudin, 2008) menyatakan bahwa untuk meningkatkan keefektifan media cetak disarankan agar media:

o o o o o

menyajikan topik yang sesuai dengan kebutuhan yang dianggap penting dan mendesak serta dapat diterapkan oleh masyarakat, menyajikan materi yang sesuai dengan masalah, minat dan tingkat pendidikan pembaca, menghindari konsep yang sukar, menyusun fakta secara logis sehingga pembaca dapat mengikuti secara bertahap, menggunakan ilustrasi foto dan gambar yang sesuai.

Selain itu menurut Ban & Hawkins 1999 dalam Syafrudin (2008) menyatakan bahwa agar publikasi terknis yang diterbitkan oleh dinas-dinas penyuluhan efektif bagi sasaran/penggunanya media cetak tersebut harus dikemas dalam bentuk yang mudah dimengerti (comprehensive), artinya dengan menggunakan bahasa yang sederhana, menyusun dan merangkaikan perbedaan pendapat dengan jelas dan hal-hal pokok dinyatakan dengan singkat dan jelas Setiap penyuluh dapat menggunakan beragam barang cetakan baik yang berupa gambar, tulisan atau campuran dari keduannya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan sebagai alat peraga. Adapun barang-barang cetakan tersebut adalah : 1. Pamflet atau selebaran , yaitu barang cetakan yang berupa selebar kertas bergambar atau bertulisan yang dibagi-bagikan oleh penyuluh secara langsung kepada sasarannya, disebarkan ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga seperti ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan minat sasarannya meskipun demikian, jika berisi informasi yang lebih lengkap dapat dimanfaatkan oleh sasaran pada tahapan menilai dan mencoba. 2. Leaflet atau Folder , sama hal nya dengan pamflet keduanya merupakan barang cetakan yang juga dibagi-bagikan kepada sasaran penyuluhan. Bedanya adalah umumnya dibagikan langsung oleh penyuluh, leaflet selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedangkan folder dilipat menjadi 3 (6 halaman ) atau lebih, leaflet dan folder lebih banyak berisikan tulisan daripada gambarnya dan keduanya ditujukan kepada sasaran untuk emepengaruhi pengrtahuan dan keterampilannya pada tahapan minat, menilai dan mencoba. 3. Brosur atau booklet , merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman, dan paling banyak 50 halaman. Booklet ini dimaksudkan untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran tetapi pada tahapan menilai, mencoba dan menerapkan. Dalam penggunaan media cetak brosur sebagai media pertanian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu
   

gaya bahasa, kata-kata dan istilah harus mudah dimengerti kalimatnya ringkas dan jelas sesuai dengan tingkat kemampuan sasaran, sebaiknya kata yang tertulis dilengkapi dengan gambar atau foto agar lebih jelas dan mudah dimengerti, tulisan atau materi yang disajikan harus bersifat nyata, baik, dan menguntungkan sesuai dengan kebutuhan sasaran harus mengandung daya penarik pembaca, kertas yang baik, berwarna, bergambar, atau bentuknya menarik untuk dibaca (Syafrudin, 2008).

Flanelgraph. menilai Meskipun disajikan dalam bentuk dan cara yang berbeda semua lat peraga yang berupa barang cetakan ini harus memuat pesan yang lengakap yang mudah dipahami oleh sasarannya. dan penyajian yang menarik) dapat diserab oleh sasaran sangat dipengaruhi oleh faktor internal peternak yaitu pengetahuan. Flipcard dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap. mencoba. minat. Digunakan pada pertemuan kelompok untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. Banyak dari alat peraga yang terproyeksikan ini penggunaannya dengan pendekatan kelompok tetapi untuk movie fil menggunakan pendekatan massal karena alat ini dapat menjangkau khalayak yang lebih besar. Akan tetapi. kadang-kadang juga banyak berisikan tulisan seperti transparancy.  Gambar yang diproyeksikan Meskipun alat peraga ini dinamakan gambar yang terproyeksi.4. sesuai kebutuhan. merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. adalah sekumpulan poster selebar kertas karton yang digabungkan menjadi satu. menilai. alat peraga ini lebih efektif dan efisien untuk disediakan bagi sasaran pada tahapan minat. Alat peraga ini digunakan didalam pertemuan kelompok di dalam ruangan terutama untuk memepengaruhi penegtahuan dan keterampilan sasaran. merupakan alat peraga yang dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. merupakan barang cetakan yang ukurannya relatif besar untuk ditempel atau direntangkan di pinggir jalan. penegtahuan atau keterampilan. Photo ini dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar. dengan pilihan pesan yang diminati dan menggunakan media yang mereka kenal dan menarik pesan. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman pada tahapan sadar dan minat. poster justru lebih banyak berisi gambar. Adapun gambar yang diproyeksikan tersebut adalah : o Transparancy sheet . Isi pesan ditulis sesuai dengan kemampuan daya serap pembaca. . 5. slide dan film strip. mencoba. baik gambar dan atau tulisan yang disampaikan harus komunikatif dan dengan tata warna yang menarik perhatian. dengan bahasa yang setingkat dengan pengertian mereka. karena biasa digunakan dalam pertemuan kelompok. Photo. adalah lembaran mika bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan OHP. menilai. 6. Flipcard atau peta singkap . motivasi kerja. Masing-masing berisikan pesan terpisah yang jika digabungkan akan merupakan satu kesataun yang tidak terpisahkan yang ingin disampaikan secara utuh. Flipchart dan flanelgraph harus disampaikan dengan pendekatan langsung pada pertemuan kelompok atau kunjungan dan selain barang cetakan tersebut disampaikan dengan pendekatan tidaka langsung. Oleh sebab itu. Karakteristik media cetak brosur (bahasa yang mudah dipahami. Placard dan poster . dan sikap. Berbeda dengan placard yang banyak berisiskan tulisan.

pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. dan diletakkan pada bidang tertentu.  Lambang grafika Lambang grafika merupakan alat peraga yang berupa gambar dengan keterangan tertulis seperlunya yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman sasaran dalam kegiatan penyuluhan. yaitu : . garis atau gambar-gambar tertentu yang mudah dipahami oleh sasarannya. Alat peraga ini digunakan di dalam pertemuan umum. terutama untuk memepengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar dan menilai serta juga dapat digunakan untuk pertemuan kelompok bagi sasaran sdampai dengan tahapan mencoba. Lambang grafika ini dapat disajian secara langsung (ditulis dan atau digambar pada bidang tertentu. mendemontrasikan hasil-hasil yang dicapai atau keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh oleh suatu inovasi. yaitu hubungan antara dua perubah yang digambarkan dalam bentuk titik. adalah suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang dibingkai untuk diproyeksikan ke layar dengan menggunakan slide projector. menilai dan mencoba. seolah-olah seluruh alat peraga yang berupa gambar ini dapat digunakan sendiri oleh sasaran penyuluhan tanpa didampingi sendiri oleh peenyuluhnya. menilai dan mencoba. Berdasar uraian diatas kecauali tranparancy sheet. adalah hasil karya fotografi yang jika diproyeksikan ke layar dapat menghasilkan gambar bergerak dan bersuara dan tersimpan dalam bentuk kotak kaset serta penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya. adalah hasil karya fotografi dimana obyek yang diproyeksikan tidak berujud gambar mati melainkan berupa gambar yang bergerak dan diisi dengan suara sehingga benar-benar alami. Alat peraga ini digunkan dalam pertemuan kelompok untuk mempengaruhi sikap. Dalam berbagai kasus penyajian grafik relatif lebih singkat dan lebih mudah dipahami dibanding jika disampaikan dalam bentuk narasi. Film strip . Movie film . serta menjelaskan cara kerja suatu peralatan yang ditawarkan. Di dalam praktek dikenal beragam grafik. Sehingga. suatu hasil karya fotografi yang berupa film positif yang masingmasing gambar tidak dipisahkan dan tidak dibingkai tetapi menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. kehadiran penyuluh dalam penggunaan alat peraga ini sangat diperlukan untuk memberikan penjelasan tentang pengertian dan tujuan pesan yang ingin disampaikan. dan diletakkan pada tempat-tempat yang dapat dilihat dengan jelas oleh sasarannya)atau disajian secara tidak langsung (dengan diproyeksikan). Alat peraga ini digunakan untuk mengenalkan. sangat efektif untuk mempengaruhi sikap. Akan tetapi. Beberapa lambang grafika yang dimaksud adalah : Grafik. dan keterampilan sasarannya pada tahapan minat. Video dan TV .o o o o Slide film . pengetahuan.

. merupakan chart yang digambarkan sebagai suatu tabel berisikan keterangan tentang keadaan masing-masing bagian dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. Ginealogical chart . Bagan. yaitu gambar dari suatu sistem tertentu yang dilengkapi rincian dari sub sistem yang menyusunnya. schema atau chart. yaitu gambaran tentang hubungan antar subsistem dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. Progress chart. Organizational chart . merupakan lambang grafik yang tidak dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu.             Grafik garis . merupakan gambar dari hubungan antar bagian atau sub sistem dari suatu sistem tertentu yang ingin dijelaskan. Jika dalam satu gambar ingin disajikan banyak grafik yang menerangkan banyak data atau gejala yang dapat dibanding-bandingkan sebaiknya ditampilakn atau diberi warna yang ebrbeda dan mudah dibedakan. berupa gambar batang atau bidang segi empat mendatar atau tegak. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari suatu sietem yang ingin dijelaskan. yaitu grafik yang disajikan berupa gambar atau bentukbentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. Hinged-card chart . berdasarkan hubungan garis keturunannya. Diagram. grafik yang disajikan berupa gambar atau bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. Pictorial statistical graph. Jika dalam satu gambar ingin disajiakn banyak grafik yang ingin dibandingkan dapat dilakukan dengan pemberian warna yang berbeda. dilakukan dengan cara memaku atau menempelkan lembar grafika pada tempat yang telah disediakanyang dinilai mudah diamati dengan jelas oleh sasaran. Untuk menyajikan lambang grafika pada suatu tempat secara langsung tanpa proyektor dapat dilakukan dengan beragam cara yaitu :   Pin-up chart . yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling hubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. Tabula chart . Pie chart atau segmented curve. Jika dalam satu gambar ingin dibandingkan data yang berbeda dapat dilakukan dengan memberikan perbandingan luas atau volume dari bentuk-bentuk yang disajikan. Perbandingan nilai untuk masingmasing data disajiakn dalam jumlah gambar yang berbeda yang memiliki satuan yang sama. yaitu grafik yang disajikan dalam bentuk lingkaran yang terbagi-bagi menurut perbandingan angka riil atau nilai prosentasenya. baik berupa garis lurus. yaitu : Pictorial chart . yaitu gambaran tingkat perekembangan yang ditunjukkan atau dialami oleh masing-masing sub sistem dalam suatu sistem yang ingin dijelaskan. dilakukan dengan cara menempelkan atau melekatkan untuk sementara pada sustau tempat yang telah disediakan. Flow chart . garis lengkung ataupun garis bergelombang. berdasarkan alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan. Grafik batang . Ada beragam bagan atau schema. luas batang yang berbeda atau ciri-ciri tertentu yang berbeda pula. Area graph atau solid graph .

 Hidden chart . Pengetahuan penting tentang pemilihan alat peraga adalah sebagai berikut :    Tidak semua alat peraga selalu tersedia atau mudah disediakan oleh penyuluhnya pada sembarang tempat dan waktu. Oleh sebeb itu. mencoba memberikan acuan tentang pemilihan lat peraga yaitu sebagai berikut : ALAT PERAGA Benda Barang cetakan PERUBAHAN PERILAKU YANG DIINGINKAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Model specimen Contoh model Contoh model Poster Brosur Brosur Placard Selebaran Photo Folder Flip-chart Leaflet Flanel graph Tranparancy Slide film Film strip Flip-chart Flanel graph Folder Leaflet Video &TV Slide Film Film strip Gambar yang diproyeksikan Video &TV Movie film Film strip . Berkaitan dengan itu. Untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. yang ditemapatkan pada suatu tempat tetapi ditutupi atau disembunyikan dengan memberikan lapisan penutup tertentu (seperti pada album photo atau perangko). tersedia banyak alternatif alat peraga yang dapat digunakan tetapi dengan tingkat efektivitas dan tingkat kemahalan yang berbeda. Alat peraga yang mahal tidak selalu merupakan jaminan sebagai alat peraga yang efektif untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. Mardikanto (1985). sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya. sangat penting sekali memperhatikan sasaran sebelum menentukan alat peraga yang akan digunakan. Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. Pemilihan Alat Peraga Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian. Dalam pemilihan alat peraga ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat sasaran sehingga dengan begitu akan mempermudah proses belajar mengajarnya karena sasaran merasa butuh alat peraga tersebut guna membantu mereka dalam memperoleh informasi tentang pertanian.

Penyuluhan Pembangunan Kehutanan. demi terwujudnya kehidupan yang . Penerbit Pusat Penyuluhan Departemen Kehutanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta.Pendekatan Film slide Tidak langsung Langsung Video&TV Langsung Tidak langsung DAFTAR PUSTAKA Langsung Tidak langsung Departemen Kehutanan.id/file/syafrudinugmbab3.com/lapangan/penyul. Media Cetak Brosur Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi http://www. 2008. Maju Mundur. apabila harga minyak mentah dunia dan semua kebutuhan pokok naik. diakses dari www. teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. kalaupun dikatakan masih tersisa komoditas pertanian yang relatif stabil. Namun jangan salah. Oemar. ekonomi dan politik untuk memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses belajar bersama yang partisipatif. Saat ini kondisi pertanian di Indonesia memang kacau-balau karena pemerintah tidak memiliki kebijakan memadai selain itu ketergantungan pada impor tidak dipersiapkan dengan baik dan disesuaikan siklus kebutuhan. CV. Pada saat ini sektor pertanian kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. Diakses tgl 10 maret 2008 pukul 09. PENDAHULUAN A. Kegiatan penyuluhan harus dilaksanakan secara lebih baik dan efisien untuk dapat melayani kelompok sasaran yang lebih luas dan dilain pihak. Belajar dan Mengajar Ilmu Pertanian : Pendekatan Terpadu.21 Syafrudin.htm tanggal 10 maret 2008 pukul 09.tripod. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua stakeholders (individu. harga beras tak dapat dikendalikan. barangkali hanya beras. 1990.rohman. pemerintah akan lebih banyak menyerahkan kegiatan penyuluhan kepada pihak swasta.or. Hamalik.pdf. kelembagaan) yang terlibat dalam proses pembangunan. Mokh Khayatul. Kegagalan pembangunan pertanian mulai tampak dari produksi komoditi pertanian yang tidak stabil. kelompok. Penyuluhan dapat diartikan sebagai proses perubahan sosial.damandiri.42 laporan penyuluhan dan komunikasi pertanian sem. 1996. 2008. Bandung Rohman. 2 I. Kondisi ketahanan pangan makin gawat ketika alih fungsi lahan pertanian yang tak bisa dikendalikan.

tetapi untuk memfasilitasi masyarakat atau sasaran untuk mengadopsi strategi produksi dan pemasaran agar mempercepat terjadinya perubahanperubahan sosial. Kabupaten Boyolali bertujuan untuk : 1. kondisi geografis. Dalam hubungan ini. b. 2. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian di Desa Teras. mandiri dan partisipasif yang semakin sejahtera dan berkelanjutan. penyuluhan tidak boleh hanya menunggu aliran informasi dari sumber-sumber informasi (peneliti. Petani dapat meningkatkan penghasilannya sehingga kualitas hidup petani pun dapat ikut naik. 3. Manfaat Praktikum Melalui praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dari Desa Teras. c. menelaah dokumen dan mengumpulkan informasi tentang proses dan substansi Perencanaan Program/ Programa Penyuluhan Pertanian. dan lain-lain) agar tidak ketinggalan dan tetap dipercaya sebagai sumber informasi baru oleh kliennya. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan. dab better living”. B. teknik. Mahasiswa mampu menetapkan metode. penyuluh harus mengoptimalkan pemanfaatan segala sumberdaya yang dimiliki serta segala media atau sluran informasi yang dapat digunakan (media massa. Bagi Petani a. dan lain-lain). Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasar prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa. Sebagai agen penyebar informasi. C. sumberdaya penyuluh. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengembangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. pusat informasi. Bagi Mahasiswa a. Menjalin kerjasama dan kerukunan antar petani. Inti dari kegiatan penyuluhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Mahasiswa mampu menggali masalah yang dihadapi sasaran penyuluhan. institusi pemerintah. Mahasiswa dapat melakukan penyuluhan terhadap praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan yang menyangkut sistem kerja metoda dan . Petani dapat saling sharing dengan petani lain dan juga penyuluh.semakin berdaya. Kecamatan Teras. Mahasiswa dapat melakukan wawancara. better bussinnes. internet. politik dan ekonomi sehingga dalam jangka panjang mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakatnya. Kecamatan Teras. Penyuluhan pembangunan sebagai proses pemberdayaan masyarakat. 2. Dalam konsep pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani atau masyarakat yang beradab dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan yang terbaik bagi kesejahteraan bersama. b. Melainkan harus secara aktif berburu informasi yang bermanfaat dan atau dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi kliennya. 4. dan kebijaksanaan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat). Kabupaten Boyolali diharapkan dapat memberikan manfaat kepada : 1. memiliki tujuan utama yang tidak terbatas yaitu “better farming. alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran. d. Petani mendapat informasi baru tentang pertanian sehingga dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya saat ini.

tercium (olfactory).perlengkapan penyuluhan yang disiapkan atau digunakan. c. pemberdayaan masyarakat (community empowerment). 1994). penguatan komunitas (community strengthening) (Arip. c. kelembagaan. Bagi pemerintah a. perubahan perilaku. penerangan/penjelasan. penyebarluasan (informasi). dll). teraba (tactile). dan menciptakan efek berupa pengenalan dan pengertian. Pendapatan pemerintah dapat bertambah karena kualitas hidup masyarakat meningkat. tetapi juga oleh diri komunikator. Pengertian Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Penyuluhan adalah suatu sistem pendidikan nonformil di luar sekolah bagi para petani dan keluarganya agar terjadi perubahan perilaku yang lebih rasional dengan belajar sambil berbuat (learning by doing) sampai mereka tahu mau dan mampu berswakarsa untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan guna terus memajukan usaha tani dan menaikan sejumlah mutu. b. perubahan sosial (perilaku individu. macam serta jenis dan nilai produksi sehingga tercapai suatu kenaikan pendapatan yang lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri. 3. terlihat (visual). Mahasiswa dapat meningkatkan kualitas usaha pertanian pada tempat pelaksanaan praktikum sehingga dapat menigkatkan kualitas hidup petani sesuai dengan tujuan dari penyuluhan. Menurutnya massage dapat berupa signal terdengar (auditory). terkecap (gustatory). 1982). hubungan antar individu. Dari sini dapat diketahui bahwa sifat massage dapat dikenali dari indra pihak penerima yang menangkap signal tersebut (Effendi. pendidikan non formal (luar-sekolah). 1986). d. Tugas pemerintah dalam usaha meninngkatkan kesejahteraan petani. Kegiatan penyuluhan diartikan dengan berbagai pemahaman seperti. pemasaran inovasi (teknis dan sosial). Pemerintah dapat mengetahui permasalahan apa yang dihadapi oleh masyarakat terkhusus petani desa tersebut. keluarga dan kesejahteraan masyarakat (Mardikanto. Mahasiswa dapat membantu tugas pemerintah daerah dalam melakukan peningkatan kualitas hidup masyarakat terkait fungsi pengabdian masyarakat. rekayasa sosial. nilai-nilai. Komunikasi adalah suatu proses dimana pihak-pihak peserta saling menggunakan informasi dengan tujuan untuk mencapai pengertian yang sama (pengertian bersama) yang lebih baik mengenai masalahmasalah yang penting bagi semua pihak yang bersangkutan. Kegiatan penyuluhan pertanian sangat diperlukan sebagai faktor pelancar pembangunan pertanian. 2009). Fungsi komunikator mengemukakan pikiran dan perasaan dalam bentuk pesan untuk membuat komunikan menjadi tahu dan berubah sikap. II. atau menyentuh penerima. Efektivitas komunikasi tidak saja ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi saja. tetapi pada hakikatnya merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerima rangsangan dan pembangkitan balasan (Mardikanto. Komunikasi bukan jawabannya sendiri. . dapat terbantu dengan kegiatan penyuluhan ini. LANDASAN TEORI A.

antar sesama stakeholders agribisnis. 1983). yaitu berdasarkan media yang digunakan. kedua metode berdasarkan pendekatan kelompok. dan yang ketiga adalah teknik komunikasi coersive (koersif) adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan cara yang mengandung paksaan agar melakukan suatu tindakan atau kegiatan tertentu (Suprapto. minat. media cetak. 1987). Metode ini dapat menjangkau sasaran yang lebih luas (massa) (Suriatna. pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya. keadaan wilayah dan kebijakan pembangunan pertanian. dan yang terakhir adalah menurut keadaan psikolog sasarannya. Dan kedudukan penyuluhan itu sebagai perantara atau jembatan anatara teori dan praktek. kedua yaitu keadaan usaha tani. kedua yaitu teknik komunikasi persuasi. psikososial dan panca indera (STPP. metode penyuluhan dibagi menjadi tiga mencakup media lisan. dan di bagi menjadi menjadi dua yaitu mencakup pendekatan massal dan pendekatan kelompok (Mardikanto. 2004) Dalam pemilihan metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. istilah “persuasi” atau dalam bahasa Inggris “persuation” berasal dari kata latin persuasion. Contohnya untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Arip. Ragam metode dan teknik penyuluhan dapat didasari dari pendekatan jenis komunikasi. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa. dan antar masyarakat didalam dan diluar (Timmer. Dalam metode ini. sumber daya penyuluhan. Komunikasi ini dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. musim sangat erat hubungannya dengan kedaan usaha tani. yang secara harfiah berarti hal membujuk atau meyakinkan. jenis tanah. penyuluh berhubungan dengan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan. Metode dan Teknik Penyuluhan Metode penyuluhan digolongkan menjadi tiga golongan berdasarkan jumlah sasaran yang dapat dicapai yaitu metode berdasarkan pendekatan perseorangan. C. pelaksanaan utama pembangunan pertanian pada dasarnya adalah petani kecil yang merupakan golongan ekonomi lemah. pertemuan-pertemuan kelompok juga media massa. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. misalnya melalui papan pengumuman. pengalaman dan kebutuhan. 1982). antara lain. dan media terproyeksi. musim. penguasa dan masyarakat. dan yang terakhir adalah keadaan lapangan. dan yang terakhir adalah metode berdasarkan pendekatan massal. 2009) Pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian didasari tingkat kemampuan penerimaan panca indera dan tahapan adopsi yang meliputi kesadaran. 2009) Ada tiga cara pendekatan yang diterapkan dalam pemilihan metode penenlitian. Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian meliputi keadaan sasaran. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. Teknik komunikasi yang bisa dilakukan pada umumnya ada tiga yaitu teknik komunikasi informasi adalah proses penyampaian pesan yang sifatnya “memberi tahu” atau memberikan penjelasan kepada orang lain. ada yang tidak terlalu panas. ada yang panas sekali. sumber informasi dan penggunanya. Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan . B. lalu yang kedua metode penyuluhan berdasarkan hubungan penyuluh dengan sasaran dibagi menjadi dua yaitu komunikasi langsung dan tak langsung. seperti topografi. mecoba dan menerapkan. Dalam hal ini. produsen dan pelanggan.Lebih dari itu. menilai. penyuluh berhubungan dengan sekelompok orang untuk menyampaikan pesannya.

menilai dan mencoba. brosur. TV. Ragam alat bantu yang dibutuhkan penyuluh yaitu. Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. 1978). 2002). 2009). kelima yaitu sarana ruangan seperti pengeras suara. (4) Kemungkinan untuk mengurangi terjadinya penafsiran yang keliru. (2) Barang cetakan. keempat yaitu alat tulis. booklet. ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Sebagai bumbu. 2009) Keuntungan menggunakan alat bantu audio visual adalah (1) alat bantu dapat menangkap perhatian dari hadirin. pembaca lebih leluasa. . Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung (Kardinan. Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya (Turindra. Cabai merah Besar (Capsicum annuum L. yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran. bisa disarikan butir penting dari pembicaraan dengan jelas. (3) Pesan lebih mudah ditangkap melalui beberapa panca indra dibanding yang hanya melalui salah satu panca indera saja. kedua yaitu kurikulum yang memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan . dengan dukungn grafis dan bahan terdokumentasi. buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan (Anonima. Alat bantu penyuluhan adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses penyuluhan. Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. lembar persiapan penyuluh berupa lembar persiapan penyuluh. lembar persiapan pelatihan. ketiga yaitu papan tulis. placard. slide film. Media cetak efektif utamanya bagi penduduk yang bisa baca tulis. D. pamflet. Aplikasi teknologi komunikasi dalam bidang pertanian memberikan hasil yang cukup baik. dan yang terakhir adalah alat bantu proyektor (Soejitno. dan yang lebih modern lagi adalah video. dan lembar persiapan kerja. pamlet atau selebaran. 1986). Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker. Radio dan tv lebih tetap untuk mencapai banyak orang dengan cepat dengan ide yang cukup sesderhana. movie. Alat peraga penyuluhan adalah suatu alat yang berfungsi untuk memeragakan dan menjelaskan uraian tentang informasi yang akan disuluhkan. 2009). Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi.Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah (1) benda. 2005). flipchart atau peta singkat yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu foto dan flanelgraph. Elektronik media (radio. dan lain-lain (Slamet. satelit) dapat dikategorikan sebagai teknologi komunikasi baru (Arip. poster. Materi penyuluhan Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat. tv. Terdiri dari Leaflet atau folder. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu. komputer. tergantung bagaimana digunakan. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. penata cahaya dan penata udara. (5) Beberapa alat bantu dapat membantu menyusun pesan secara sistematis (Mardikanto. (2) Melalui alat bantu.

Derasol. Pengendalian penyakit ini dengan cara benih yang akan disemai direndam dulu dengan air hangat yang dicampur fungisida berbahan aktif tofanat. Tongkol jagung kaya akan pentosa.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting. Thiram atau benomil selama 4 jam. Patogen penyakit menyerang leher akar yang ditendai dengan adanya miselium berwarna putih. musim penghujan lebih lebar ( 60 cm x 70 cm ). tetapi juga tetap mengancam setelah usai panen. dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena). Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi (Anonimc. Daconil. Topsin. 2010). penyakit ini diperlihatkan dengan adanya bercak-bercak bulat kecil pada daun tanaman cabai. yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Serangan dimulai dari munculnya bercak kuning yang berubah menjadi cokelat kehitaman. Tindakan akhir Penanggulangan Antraknosa menggunakan fungisida Kasumin. Delsen dan Antracol. Score secara bergantian. selain gandum dan padi. penyakit ini adalah penyakit yang sangat menakutkan bagi pekebun. tebukanazol. 2010). Semua cabai yang terserang dipanen setiap hari kemudian dimusnahkan. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan. Antraknosa/patek/ (Colletotrichun capsici dan Gloesporium piperatum). Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. pergiliran tanaman. perlakuan tanah dengan Basamid-G. Pada kondisi lembab cendawan membentuk badan buah dalam lingkaran-lingkaran berwarna merah jambu. Dithane M-45. Difolatan. jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya). Buah menjadi lunak dan membusuk. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pengapuran saat pengolahan tanah. serangan cendawan ini menyebabkan layu tanaman secara tiba-tiba. dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). Serangan cendawan ini tidak terbatas pada saat buah masih tergantung. b.Setiap tanaman selalu ada yang merusaknya yaitu berupa hama dan penyakit. Cara mengendalikan penyakit ini dengan menjaga kebersihan kebun dan menyemprotkan fungisida seperti Topsin. Buah mengering dan keriput. Jagung (Zea mays L. Phycosan. Bercak daun (Cercospora capsici). Penyakit-penyakit yang mengganggu tanaman cabai antara lain : a. c. Selain sebagai sumber karbohidrat. (Anonimb. Layu oleh cendawan Sclerotium rolfii Sacc. Benlate. daun berwarna kuning kemudian menjadi cokelat. Velimek. Penyakit ini juga menyerang buah yang masih hijau dan menyebabkan mati ujung. diambil minyaknya (dari biji). Atur jarak tanam untuk musim kemarau lebih rapat ( 50 cm x 70 cm ). Ada beberapa penyakit yang selalu mengganggu tanaman cabai secara umum dan cara pengendaliannya. dibuat tepung (dari biji. selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun. .

Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar wilayah Desa Teras adalah tanah kering (tegal dan pekarangan).0990 ha yang terdiri dari tanah kering (tegal dan pekarangan) 225.1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.0990 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3. b. Luas Daerah Wilayah Tabel 3.2990 ha. No Jumlah keluarga tani Luas Wilayah (ha) 1 Pemilik lahan tidak menggarap 1.1. dan lain-lain 75. tanah teknis 75.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali. Keadaan Umum Lokasi yang kami pilih untuk melaksanakan praktikum Penyuluhan dan Komunasi Pertanian adalah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali. PERSIAPAN PENYULUHAN A.1.8000 ha.III.4817 Jumlah 334.1. Mata Pencaharian Tabel 3.1. Khalayak Sasaran 1.237 .1. No Jenis Tanah Luas Wilayah (ha) 1 Tanah Kering 225.8000 3 Lain-lain 19.2990 2 Tanah Teknis 75.8000 ha.1. a.1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa Desa Teras mempunyai luas wilayah total 334.

1.128 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3.864.1.460 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3. Jumlah Hewan Ternak Tabel 3.237.573 Jumlah 3. kelinci 79 ekor.2 Pemilik lahan penggarap 318 3 Buruh Tani 1. Jumlah hasil pertanian Tabel 3.1.1.5 . c. d. Sedangkan pemilik lahan tidak menggarap 318 dan pemilik lahan penggarap 1.864 6 Bebek 160 7 Kelinci 79 Jumlah 47.1.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras sebagian besar beramata pencaharian sebagai buruh tani mempunyai luas wilayah total 1. kambing 366 ekor.3 jumlah hewan ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali.573.1.3 jumlah ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras kebanyakan memelihara ayam sebanyak 45.1. kuda 6 ekor. No Jenis Ternak (ekor) 1 Kuda 6 2 Sapi 483 3 Kambing 366 4 Domba 492 5 Ayam 45. Sedangkan unggas yang lain yaitu bebek hanya 160 ekor. domba 492 ekor. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mata pencaharaian Desa Teras adalah buruh tani. Sapi sebanyak 483 ekor.1.4 jumlah hasil pertanian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali No Jenis hasil pertanian Luas lahan (ha) 1 Padi 92 2 Jagung 87 3 Ketela pohon 132 4 Kacang tanah 12.

00 untuk mendukung keberlangsungan kegiatan kelompok tani mereka. Adapun kelompok tani Ngudi Mulyo II beranggotakan 43 orang yang berstatus aktif. para petani dari Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga mengusahakan sendiri dengan membuat pupuk kandang. Pertemuan ini diadakan secara bergilir atau keliling rumah dari tiap anggota Kelompok Tani Ngudi Mulyo II. ketela pohon 132 ha. Kecamatan Teras. Pada setiap pertemuan rutin yang diadakan setiap 35 hari sekali. Sedangkan yang lain seperti jagung 87 ha. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II pernah mengalami gagal panen pada saat penanaman cabai. Sejarah Kelompok Tani di Desa Teras Kelompok Tani di desa Teras dinamai dengan Kelompok Ngudi Mulyo II.4 jumlah hasul pertanian Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa jumlah hasil pertanian Desa Teras paling banyak adalah padi ssebanyak 92 ha. baik pupuk organik. Keadaan Pertanian a. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga merealisasikan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) yang berupa padi non hibrida dan jagung hibrida. Ngudi Mulyo III.000. Modal Kelompok Tani Ngudi Mulyo II berasal dari Pemerintah.5 Pepaya 82 Jumlah 405.5 ha. Kegiatan Kelompok Tani Kegiatan yang dilakukan kelompok Tani Ngudi Mulyo II Desa Teras Kabupaten Teras Kecamatan Boyolali diantaranya pertemuan rutin kelompok tani yang dilaksanakan setiap Rabu Wage bertempat pertemuan di rumah warga dengan cara digilir. Tata Guna Lahan Pertanian Dari data monografi Desa Teras. b.1. Profil kelompok Tani Kelompok tani Ngudi Mulyo II di Desa Teras kabupaten Teras kecamatan Boyolali adalah salah satu dari kelompok tani yang ada yaitu Ngudi Mulyo I. maupun anorganik seperti Urea dan Za. Kelompok Tani (Struktur) a.1.1.2. hal ini dikarenakan serangan atau gangguan penyakit antraknosa. Untuk menanggulangi penyakit antraknosa. kacang tanah 12. 2. yaitu pada hari Kamis Wage. Selain modal dari Pemerintah. Di desa Teras. berupa uang dan pupuk. para petani dari Kelompok Tani Maju ini mengadakan iuran atau arisan sebesar Rp 5.1 bagan Struktur Pengurus “Kelompok Tani Ngudi Mulyo II” c. d. Struktur Organisasi Kelompok Tani Ngudi Mulyo II Gambar 3. papaya 82 ha. 3. Luas lahan yang digunakan untuk keperluan kelompok Tani Maju seluas 55 ha antara lain 15 ha lahan sawah dan 40 ha lahan tegal.5 Sumber : Monografi Desa Berdasarkan data tabel 3. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas lahan . Kelompok Tani Ngudi Mulyo II melakukan pertemuan rutin setiap 35 hari sekali. saat ini para petani Kelompok Tani Ngudi Mulyo II menggunakan menggunakan pestisida yang ternyata belum juga membasmi penyakit yang menyerang tanaman cabai.

Pendekatan dilakukan terhadap kelompok petani. c. Kecamatan Teras. b. Kecamatan Teras. Permasalahan tersebut dipilih dikarenakan menurut keterangan dari penyuluh Desa Teras. Permasalahan Pertanian yang sekarang ini sedang dijalankan oleh kelompok tani Ngudi Mulyo II. Kecamatan Teras.500. Kabupaten Boyolali masalah yang dihadapi saat ini adalah mengenai hama Patek yang menyerang tanaman cabai. gejala yang ditimbulkan serta cara mengatasi hama tersebut. 270. di mana para petani ini diajak dan dibimbing serta diarahkan secara berkelompok untuk melaksanakan sesuatu kegiatan yang tentunya lebih produktifatas dasar kerjasama. Kabupaten Boyolali: a. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui jumlah rumah tangga yang memiliki tanah pertanian sebanyak 3. Kemerosotan produksi cabai hingga 60% karena cabai terserang hama Patek (disebabkan oleh cendawan antraknosa). dalam pelaksanaannya dengan berdiskusi. Kecamatan Teras. . Penetapan Metode dan Teknik Penyuluhan 1. dan para petani memanfaatkan sawah itu sebagai sumber penghasilan mereka.8000 ha tanah sawah irigasi teknis dan 255. Perumusan Tujuan Tujuan penyuluhan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Caracara Penanganannya” di Desa Teras.pertanian keseluruhan di desa Teras sebesar 331. Penggalian Permasalahan dan Perumusan Tujuan 1. Penyuluh berkomunikasi dengan kelompok tani pada waktu yang sama. 318 RTP yang pemilik lahan tidak menggarap. Dari data tersebut dapat disimpulkan masih banyak petani yang mempunyai sawah daripada tegal. Kabupaten Boyolali. Produksi Lahan Pertanian Menurut data monografi Desa Teras. b. C. Kecamatan Teras.000 per ha.2990 ha tanah tegal dan pekarangan. 4. permasalahan yang akan disuluhkan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Cara-cara Penanganannya”. Kabupaten Boyolali adalah metode pendekatan kelompok. Penetapan Metode Penyuluhan Metode yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras. 2. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas tanaman padi tahun ini seluas 61 ha dengan hasil Rp. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa mengenai praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.573 RTP sebagai buruh tani.000 per ha. Dari kedua masalah tersebut setelah ditimbang dan didiskusikan bersama penyuluh Desa Teras. dan 1. B. Desa Teras. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Menurut data monografi Desa Teras. Setelah mengadakan penyuluhan diharapkan petani dapat mempraktekan materi yang diberikan dalam penyuluhan.0990 ha yang terdiri dari 75. Sedanagkan pengeluarannya sebesar Rp. Penanganan jamur yang menyerang tanaman jagung sehingga hasil panen menurun drastis. sehingga dapat meningkatkan hasil produksi cabai di Desa Teras. c. Kabupaten Boyolali memang sedang mengalami beberapa permasalahan berupa: a. Kecamatan Teras. Kecamatan Teras.237 RTP (Rumah Tangga Petani) yang pemilik lahan tidak menggarap.128 rumah tangga petani yang terdiri dari 1. b. Petani mengetahui lebih lanjut apa itu hama patek.

Kecamatan Teras. 2. Kabupaten Boyolali adalah alat tulis. D. Hand out ditujukan kepada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran pada tahapan minat. Penetapan Teknik Penyuluhan Teknik yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras. Alat Peraga Penyuluhan Alat peraga yang dipilih adalah hand out. dan mencoba. Tempat yang digunakan untuk penyuluhan di tempat kegiatan sasaran yaitu rumah salah satu anggota kelompok tani Ngudi Mulyo II Desa Teras. agen penyuluhan merupakan bagian dari anggota kelompok yang saling bertukar pikiran dan turut memecahkan masalah.Dalam pendekatan kelompok ini bertujuan juga agar penyuluh tidak terlalu terkuras tenaganya. diskusi kelompok membantu anggotanya memadukan pengetahuan dengan memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan. Walaupun demikian. menghubungkan informasi baru dengan yang telah mereka ketahui dan jika perlu. 2. Kabupaten Boyolali. Alasan memilih hand out sebagai alat peraga penyuluhan untuk memberikan informasi kepada sasaran. lembar persiapan penyuluhan serta ruangan atau tempat yang digunakan untuk penyuluhan. Kecamatan Teras. tidak seperti pada pidato/ceramah yang menempatkan agen penyuluhan sebagai sumber informasi sehingga statusnya lebih tinggi daripada hadirin. Kabupaten Boyolali adalah teknik diskusi. memperbarui pandangan. Diskusi kelompok membantu proses alih teknologi dari ahlinya kepada kelompok walaupun media cetak dan bahan audio visual serta pidato lebih murah dan tertata rapi serta umumnya lebih efektif. Teknik ini dipilih karena member kesempatan untuk mempengaruhi perilaku pesertanya. menilai. pertama-tama dapat melakukan pendekatan perorangan kepada ketua kelompok tani yaitu petani yang tergolong early adopter (yang sering menjadi tempat bertanya dan yang dapat mempengaruhi para petani lainnya) dan petani ini dapat menjadi kontak tani yang membantu menyebarkan pengetahuan dan ketrampilan kepada para anggota kelompoknya. . Penentuan Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan 1. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ketahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan. Alat Bantu Alat Bantu yang digunakan saat penyuluhan di Desa Teras. Pada kelompok diskusi. Selain itu metode ini dipilih karena metodemetode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. Kecamatan Teras. Peranan agen penyuluhan berbeda.

Beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Pembuatan kebijakan berada pada tingkat Kabupaten untuk dimusyawarahkan di kecamatan (BPP) agar kebijakan dari pemerintah dapat disesuaikan dengan keadaan desa binaan. serta perubahan sikap dari petani dan penyuluh. Desa Teras terdapat kelompok tani dan Gapoktan yang merupakan gabungan lebih dari atau sama dengan jumlah minimal dari dua kelompok tani. B. Sistem kerja penyuluhan pertanian yang digunakan sangat beragam. mulai dari pembahasan langsung dari masalah-masalah yang dihadapi oleh petani sampai penyuluhan mengenai inovasi dan informasi-informasi pertanian yang terbaru. Dari beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). petani dan penyuluh pertanian dapat bekerja sama dengan baik. Perikanan.IV. Pelaksanaan sistem kerja penyuluhan pertanian. 12 Mei 2011 pukul 10. Meningkatkan kemandirian dalam berusaha tani. Program penyuluhan pertanian dilakukan dengan perencanaan kerja yang mengacu pada hasil pelaksanaan tahun yang lalu. Kecamatan Teras. dan 4. dan Kehutanan (SP3K). 3. Penyuluhan dilakukan secara terjadwal sesuai kesepakatan BPP atau Penyuluh dengan petani. Menumbuhkan kemampuan petani untuk bermitra dalam menjalankan usaha.30 WIB.00 WIB sampai dengan pukul 12. Melatih petani untuk selalu mengantisipasi pasar. pengetahuan. Di Desa Teras Kecamatan Teras. Jadwal yang ada dipatuhi oleh kedua belah pihak. 2. Mulai dari PPL sampai anggota kelompok tani. PELAKSANAAN PENYULUHAN A. sehingga penyuluhan pertanian berjalan dengan lancar. Faktor-Faktor Mendukung Kebijakan yang dipakai dalam proses penyuluhan pertanian adalah Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 yang berisi tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Meningkatkan kemampuan. Hal yang dilakukan penyuluh pertanian untuk meyakinkan petani adalah dengan melakukan penyuluhan secara langsung di lapangan. Program yang dibuat meliputi : 1. kegiatan penyuluhan pertaniannya dijadwalkan setiap Rabu Wage (35 hari sekali) . kami kelompok 34 mengikuti acara penyuluhan pertanian yang diadakan di Desa Teras. Waktu dan Tempat Penyuluhan Pada hari Kamis. Kegiatan dan materi penyuluhan pertanian bisa sesuai dengan kebutuhan sasaran yang telah dipersiapkan oleh pihak penyuluh sebelumnya. keterampilan. Kabupaten Boyolali. Kelembagaan penyuluhan pertanian di Desa Teras sudah terstruktur. Petani rajin dalam berkonsultasi dengan .

Informasi tersebut antara lain berupa batas wilayah desa. penyuluhan pertanian dilakukan dengan bersendau gurau namun tetap mengacu pada permasalahan yang sedang dibahas bersama. gubuk penyuluhan dan balai desa. langsung berdiskusi dengan penyuluh. maka penyuluh mengajak petani langsung terjun ke lapangan agar mengetahui secara pasti. Metode penyuluhan pertanian yang digunakan adalah metode kelompok. Petani sering menanyakan berbagai masalah yang terjadi dan memberikan masukan kepada penyuluh. Tempattempat yang yang digunakan adalah rumah warga secara bergilir. Maka dari itu seharusnya pemerintah lehih memperhatikan program-progan di bidang pertanian khususnya dalam kegiatan penyuluhan ini. Penguasaan penyuluh terhadap materi yang akan disampaikan juga termasuk . Penyuluh paling sering dalam memberikan informasi dengan cara langsung dengan pembicaraan dan diskusi langsung sehingga informasi langsung diterima oleh petani. agar tidak membebani petani. Agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan lancar serta efektif dan efisien. Materi yang disampaikan penyuluh harus benar-benar dibutuhkan oleh sasaran. hama yang biasa menyerang tanaman. Berbagai masalah tersebut kemudian didiskusikan bersama dengan kelompok petani yang lain untuk mencari solusi. Perlengkapan yang lain adalah papan tulis yang kadang digunakan untuk menuliskan sesuatu yang penting bagi petani. Selain itu. jumlah kelompok tani dan Gapoktan. C. Kemudian dilihat dari segi administrasi. Faktor-faktor Menghambat Dalam kegiatan penyuluhan pertanian masih ada beberapa hal yang menghambat. petani dapat berdiskusi dengan ketua kelompok tani masing-masing. minimnya administrasi dalam program penyuluhan mengakibatkan pelaksanaan kegitan penyuluhan menjadi kurang efektif dan efisien. Di samping itu Penyuluh juga melihat pada Peta Desa untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. pupuk yang biasa digunakan petani. Apabila membutuhkan sesuatu yang harus ada contohnya. Kegiatan penyuluhan pertanian yang kami amati ada interaksi langsung antara penyuluh dan petani. Misalnya untuk mengetahui hama dan dampak dari adanya tikus di sawah petani. namun dilakukan dengan suasana santai. Dalam praktikum penyuluhan materi yang disampaikan oleh penyuluh secara teoretis bertolak belakang dengan masalah yang ada di lapangan yang dihadapi sasaran. Penyediaan tempat ataupun ruangan dalam penyelenggaraan penyuluhan sangat memadai. Penyuluh sering menggunakan metode kelompok karena dengan menggunakan metode ini interaksi tanya jawab antara penyuluh pertanian dengan petani dapat berlangsung. Bisa juga dengan kertas karton untuk menulis tentang permasalahan yang perlu dibahas kemudian ditempel di tembok. Sehingga menimbulkan suasana yang lebih santai namun tetap dalam kondisi kekeluargaan. sehingga petani dengan cepat memberikan respon dan dapat partisipasi dalam banyak hal. Diantaranya yaitu kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat khususnya para petani dalam kegiatan penyuluhan. Pada saat kami melakukan penyuluhan tempat yang digunakan yaitu salah satu rumah warga. Metode kelompok yaitu suatu metode dengan mengumpulkan lebih dari lima puluh orang untuk mendapatkan informasi yang dibawa oleh penyuluh. dalam memberikan informasi lebih mudah diterima dan diterapkan oleh kelompok tani. Sehingga para sasaran tidak menerima dengan baik apa yang penyuluh berikan. Kalau tidak dapat. Penyuluh tidak mengalami rintangan yang berarti dalam melakukan pengenalan kerja karena informasi yang dibutuhkan mudah dicari dari Balai Desa Teras dan Kecamatan Teras dengan jangka waktu kurang dari dua bulan. pola tanam yang diterapkan di Desa Teras. karakteristik dan latar belakang petani.penyuluh mengenai maslah-maslah yang mereka hadapi. Proses penyuluhan tidak berlangsung secara formal.

Pada kegiatan penyuluhan ini tidak digunakan alat peraga apapun. Metode penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah metode pendekatan kelompok. PENUTUP A. 2. pulpen.dalam kemampuan yang harus dimiliki oleh penyuluh. . Faktor yang menghambat kegiatan penyuluhan adalah tempat penyuluhan. 8. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan : 1. B. 5. 2. waktu penyuluhan. kabupaten Boyolali dapat disimpulkan bahwa : 1. Metode tersebut juga kurang menarik bagi para sasaran. materi harus dikuasai terlebih dahulu. Pemahaman yang kurang dari materi penyuluhan dan ketidak lengkapan perlengkapan penyuluhan dapat menghambat kegiatan penyuluhan yang dilakukan. Pada kegiatan penyuluhan kali ini menggunakan alat bantu buku tulis. Membangun tempat atau gedung khusus untuk melakukan penyuluhan sehingga proses penyuluhan dapat berjalan lebih efektif. Hal-hal yang membantu dalam penyuluhan seperti alat-alat bantu dan alat peraga penyuluhan lebih dilengkapi agar materi disampaikan dengan baik oleh penyuluh. apabila tidak tepat sasaran maka penyuluhan tersebut dapat dikatakan kurang berhasil. Di desa Teras terdapat 3 kelompok tani yaitu Ngudi Mulyo I. Maka penyuluh sebaiknya dalam merencanakan program penyuluhan. Kelompok tani di desa ini terstruktur. sehingga materi yang disampaikan pun dapat diterima dengan baik oleh sasaran (petani). handout. Ngudi Mulyo II dan Ngudi Mulyo III. 3. 4. Saran Dari kegiatan penyuluhan kali ini terdapat beberapa kekurangan yang membuat petani kurang berkembang. Selain itu pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian juga merupakan suatu hal yang penting dalam pelaksanaan penyuluhan. Petani di desa Teras bukanlah masyarakat laggard atau petani subsisten yang menolak inovasi baru. serta bahasa yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan. Faktor yang mendukung kegiatan penyuluhan adalah sikap petani dan sikap pemerintah. Agar penyuluhan dapat tepat sasaran maka penyuluh harus lebih mengerti masalah apa yang sedang dialami oleh sasaran. dan tikar sebagai alas duduk. 6. Masalah utama yang dihadapi petani di desa Teras adalah serangan penyakit patek. Ketepatan terhadap sasaran juga harus diperhatikan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian. V. Kelemahan metode dan teknik yang digunakan penyuluh saat praktikum yaitu penyuluh hanya menggunakan print out materi yang diberikan kepada sasaran. 9. 7. Dalam kegiatan penyuluhan. alat bantu dan alat peraga penyuluhan. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di desa Teras. 10. kecamatan Teras. Melengkapi sarana dan prasarana dalam penyuluhan seperti papan tulis sehingga mempermudah penyuluh untuk menyampaikan materi. Teknik penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah teknik diskusi. Penggunaan metode tersebut kurang efektif karena sasaran kurang memahami print out tersebut karena kurang dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami oleh sasaran.

Herbenu. Tanaman Cabai.wikipedia. Anonim. 2010. .deptan. Husodo. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16. Effendi. http://www. 5. 1986. Penyakit Tanaman Cabai. Pemilihan Materi Penyuluhan. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 22.00 WIB. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. 2008. Bandung: Remadjakarya. http://blog. Dinamika Komunikasi.htm.friendster. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian.html.org/wiki/Cabai.Pengembangan Sumberdaya Petugas Penyuluh Lapangan PPL Pertanian Guna Menghadapi Persaingandan Meraih Peluang Kerja Vol. 4 No.com/category/bahanmgajar.3. Sapto.ub. 3 No.blogspot. Meningkatkan frekuensi dan kualitas penyuluhan seperti dengan kegiatan pemberian teori dan praktek setidaknya 1 minggu sekali sehingga petani lebih banyak mendapat pelajaran.1. http://masarip. 2009. 4. Makalah dan Skripsi: Tanaman Jagung.go. Alat Peraga Penyuluh Pertanian.00 WIB. Jurnal Ilmu Pertanian. Anonim.blog. 2003.id/b4yu/2010/05/26/penyakit-tanamancabai. Arip.00 WIB. Ibrahim. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08.ac. DAFTAR PUSTAKA Anonim.html. 2010.00 WIB. Membangun Sistem Keprofesian Penyuluh Pertanian Vol. 2007. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08.Jurnal Ilmu Pertanian.00 WIB.id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab4. http://id. Onong U. 1.com/2010/11/tanaman-jagung. Menambah PPL dalam desa tersebut supaya kegiatan penyuluhan lebih sering dilakukan. 2009. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08. Mengadakan hubungan kerja dengan suatu instansi pertanian seperti pabrik pupuk atau penyalur produk pertanian sehingga petani dapat melengkapi saran dan prasarananya. http://makalahdanskripsi.

id/bpsdm/stppmagelang/download/alih_metod_pp. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian. 2010 by Mega 3 Votes Mega Dewana Putri H0107018 Mudita Oktorina Nugrahani H0107019 . Laporan Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Posted on Juni 20. Mardikanto. 1994. New York: Vantage press.wordpress. 1978. Kumpulan Bacaan Penyuluhan Pertanian Bogor. 2004.html. 2009.05 WIB. Pengantar Penyuluhan Pertanian dalam Teori dan Praktik. Jakarta: PT. Surakarta: Penerbit Lembaga Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (LSP3). Burton E. 1984. Tim STPP. 2009. Turindra. Sumardi. Totok dan Sri Sutarni. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran. Rome: FAO. Fakultas Pertanian UNS. Soejitno. Slamet. Totok. Jakarta: Soeroengan.com/komunikasi-efektif-dalam-penyuluhan-pertanian. M.pdf. Mardikanto. Metode Penyuluh Pertanian.deptan. Suriatna. Institut Pertanian Bogor. Dasar-dasar Teori Penyuluhan Pertanian. (ed). http://azisturindra. 1982. Komunikasi Penyuluhan dalam Teori dan Praktek.J. Komunikasi Efektif dalam Penyuluhan Pertanian. www. Suprapto. Metoda dan Teknik Penyuluhan Pertanian. The Human Side of Agriculture.Kardinan. 1982. Mediatama Sarana Perkasa. Surakarta: UNS Press. 2005. 1987. Totok dan Arip Wijianto. Jakarta: Penebar Swadaya. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi.go. Petunjuk penyuluhan pertanian. Modul Pendidikan dan Pelatihan Penyuluh Pertanian. Timmer. 2002. 1968. Mardikanto. Agricultural Extension. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16. Swanson. W. Surakarta. Tommy dan Fahrianoor.

televisi. kunjungan lapangan. karateristik penyuluh. Wiriaatmadja (1977) mengartikan bahwa penyuluhan merupakan suatu sistem pendidikan (belajar-mengajar). I. Dalam penggunaan metode penyuluhan dapat dibedakan menjadi beberapa golongan berdasarkan: teknik komonikasi. . Teknik penyuluhan dapat dilakukan dengan metode misal contohnya kampanye. metode pendekatan kelompok dan metode pendekatan masal. tujuan dan materi penyuluhan. keadaan daerah.Nindi Sekar Wangi Nur Aisyah Susanti Indriya Wati 1. Cara perintah sedikit sekali dilakukan sementara paksaan malahan dihindarinya. suratmenyurat. pemutaran film. 2005). Teknik penyuluhan adalah cara mempertemukan sasaran penyuluhan dengan materi penyuluhan. pembujukan dan propaganda. Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik antara lain : karakteristik sasaran. yang dalam prakteknya mempergunakan cara-cara seperti peniruan. telepon. sikap. antara lain petani dan penyuluh pertanian. A. dan magang. Latar Belakang H0107021 H0107022 H0107025 Indonesia sebagai Negara agraris menempatkan pertanian sebagai sektor sentral yang didukung oleh tersebarnya sebagian besar penduduk Indonesia yang hidup sebagai petani dan tinggal di pedesaan. Sektor pertanian yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan perlu didukung kualitas sumber daya manusianya. ceramah. dengan kondisi demikian maka diperlukan suatu upaya untuk membantu kelancaran pembangunan pertanian yaitu dengan adanya penyuluhan pertanian. misalnya : kunjungan rumah. sarana dan biaya. Metode dalam penyuluhan pertanian meliputi metode pendekatan individu. tujuan yang sebenarnya dari penyuluhan adalah terjadinya perubahan perilaku sasarannya. Pentingnya metode penyuluhan dalam menunjang keberhasilan penyuluhan dan komunikasi pertanian menjadi hal yang perlu untuk diketahui secara komprehensif melalui pengalaman secara langsung di lapangan sebagai perbandingan empiris dari teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan mengenai kegiatan penyuluhan dan komunikasi. serta kebijakan pemerintah. Dimana. Menurut Slamet dan Mardikanto (1993). Hal ini merupakan perwujudan dari : pengetahuan. PENDAHULUAN 2. siaran radio. dan keterampilan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung dengan indera manusia. jumlah sasaran dan indera penerima dari sasaran (Soehardiyono. kursus tani.dll. Adapun teknik penyuluhan yang dilakukan dengan metode individual. temu karya. Metode penyuluhan pertanian dapat diartikan sebagai cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha (kelayan) beserta keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka lebih mudah memahami dan dapat mempermudah penerapan suatu inovasi.

Petani mendapatkan informasi-informasi terbaru terkait dengan kebijakan pemerintah maupun teknologi-teknologi pertanian yang sedang berkembang . dan kondisi kelompok tani yang bersangkutan. tenaga praktikan. tujuannya untuk memperlancar preses penyuluhan itu sendiri dimana waktu yang tersedia sangat singkat sehingga dapat termanfaatkan secara efisien. Memperoleh atau menambah kreativitas baik dalam upaya antisipasi maupun solusi pemecahan masalah 4. Pemilihan metode menggunakan metode klasik semi modern dengan diskusi secara kelompok. Bagi Mahasiswa Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani secara nyata di lapangan Mahasiswa menjadi termotivasi untuk menemukan solusi dari permasalahan yang muncul Sebagai sarana latihan bagi mahasiswa dalam rangka persiapan menuju dunia kerja 1. teknik. Membantu menemukan solusi atas permasalahan yang ada 3. alat bantu. Selain itu lahan pertanian di daerah ini khususnya padi sedang mengalami kendala. sumberdaya penyuluh. Mahasiswa mampu menetapkan metode. Serangan hama wereng sangat meresahkan warga. 1. Manfaat Praktikum Manfaat dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini adalah : 1. Kabupaten Karanganyar. Teknik penyuluhan yang digunakan mahasiswa adalah kunjungan lapang. Termotivasi untuk melakukan perubahan seiring dengan perubahan jaman 1. C. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan 3. Bagi Petani 2. diskusi dengan petani kemudian mencari informasi terkait serangan wereng tersebut dan saling bertukar informasi mengenai cara pengendalian yang dilakukan petani dengan teori yang didapatkan mahasiswa dari perkuliahan. 4. Penentuan lokasi tersebut dengan pertimbangan masih aktifnya kelompok tani di desa yang bersangkutan untuk memudahkan berlangsungnya proses penyuluhan. B. 2. Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasa prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa 1.Lokasi yang digunakan sebagai sasaran penyuluhan yaitu Desa Gedongan yang terletak di Kecamatan Colomadu. Petani terbantu dalam memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi 3. Bagi Pemerintah atau Instansi Terkait 2. dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran. Mahasiswa mampu menggali permasalahan yang dihadapi sasaran penyuluhan 2. Petani terdorong untuk melakukan perubahan 4. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini bertujuan untuk : 1. kondisi geografis. Hal ini sempat membuat warga kaget karena serangan wereng terakhir pada tahun 1986. dan kebijakan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat) 4. 3. Alasan lain dari pemilihan metode tersebut yaitu keterbatasan biaya.

Perikanan dan Kehutanan: ” penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar. dan (2) pendekatan berbasarkan cara penyampaian isi pesan yang terkandung dalam inovasi tersebut (Mardikanto. 1. selama ini telah dikembagkan groupbased approach karena sangat kecil kemungkinannya menerapkan individual-based approach seperti di sistem yang telah banyak diterapkan di negara-negara maju (Martaatmidjaja. dapat diartikan sebagai cara-cara penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui media komunikasi oleh penyuluh kepada petani beserta keluarganya. dan kesejahteraannya. dan sumberdaya lainnya. II. LANDASAN TEORI 2. Menurut Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Metode Penyuluhan Metode Penyuluhan Pertanian. Berdasarkan pengertian tersebut penyuluhan memegang peran strategis terhadap peningkatan kesejahteraan dan partisipasi pelaku utama dalam pembangunan daerah dan nasional (BPKP. 2006). Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya serta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar m mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi. 2001). 1996). serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup”. sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. A.000 penyuluh spesialis. tingkat kesadaran dan tingkat produktifitas petani. Rasio petugas penyuluh dengan kaluarga petani di Jawa sekitar 1:800 dan untuk luar Jawa 1:1200. mau dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat sekitarnya (Subejo. Kontribusi penyuluhan tidak hanya untuk diseminasi teknologi yangsophisticated.1. Penyuluhan Penyuluhan adalah suatu sistem aktivitas manusia (human activities system) berupa proses pembelajaran secara nonformal dan kolaboratif (collaborative learning process) untuk petani dan keluarganya sehingga mereka mengalami perubahan (progresif change) pola pikir (cognitif). pendapatan. efisiensi usaha. teknologi. yaitu: (1) pendekatan berdasarkan kelompok sasaran dari inovasi. information sharing untuk teknologi pedesaan tercakup didalamnya inovasi sederhana untuk petani miskin dan illeterate telah memberikan dampak yang besar serta meningkatkan produktifitas (World Bank. B. Penyuluhan pertanian di Indonesia dilayani oleh sekitar 35. 2010). permodalan. Dalam melakukan komunikasi pertanian kepada masyarakat telah dikenal dua metode pendekatan. 1999) . soial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai (Departemen Pertanian. 2002). Penyuluhan pertanian secara subtansial telah meningkatkan tingkat adopsi teknologi. Metode dan Teknik Penyuluhan 1.000 petugas lapangan dan 3. mereka menjadi tahu. Dengan mepertimbangkan besarnya rasio. pola sikap (afektif) dan pola tindak/kerja (psikomotor).

tetap akan diperoleh hasil yang jauh lebih baik (Soedijanto. pengertian diterapkan dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) bagaimana petani kecil dapat bertani atau berusahatani dengan cara yang lebih baik. yang memang sedianya mampu merubah sasaran penyuluhan yakni petani dalam hal Pengetahuan. sebagai berikut: (a) penyebaran inovasi teknologi dapat dipantau atau dievaluasi secara baik karena jumlah anggota sasarannya jelas.dapat di upayakan melalui penyuluhan pertanian (Muchtar.Metode yang digunakan dalam menyampaikan penyuluhan adalah hal yang sangat penting dalam mempengaruhi keefektifan pencapaian tujuan akhir dari adanya kegiatan penyuluhan yang bersangkutan.2001). (c) akan terjadi akumulasi modal (fisik maupun non-fisik) sehingga dapat memperlancar jalannya komunikasi dalam kelompok yang bersangkutan. terutama tentang hal-hal yang belum jelas. (b) d antara anggota kelompok yang satu dengan yang lainnya dapat saling memberi dan menerima informasi. Better Living. maka digunakan pendekatan gabungan berikut: (a) ceramah. (d) antara anggota kelompok dapat dilakukan reward and punishment system secara efektif dan efisien. 1. n Better Community (4B) dalam masyarakat petani itu sendiri (Anonima. Dipandang dari segi komunikasi informasi. (b) demonstrasi cara dan demonstrasi hasil. dan (e) lebih menghemat biaya. para petani akan lebih memahami dan mengerti tentang cara-cara menerapkan inovasi dalam praktek usahatani mereka (Padmowihardjo. Dengan demikian. (b) bagaimana petani kecil mampu dan mau berusaha tani secara menguntungkan. diskusi dan tanya jawab. cara memelihara kesuburan tanah. cara memperlakukan teknologi lepas panen. Penyuluh harus pandai-pandai mengaplikasikan teknik penyuluhan. 2000). baik dalam usahatani secara monokultur ataupun secara tumpangsari.dan salah satu cara peningkatan kualitas Sumber daya manusia. dan (c) bagaimana petani kecil mampu meningkatkan kesejahteraannya atau bagaimana mereka dapat hidup sejahtera (Deptan. dan pada akhirnya akan tercapainya Better Farming. 2009). Metode penyuluhan yang digunakan bisa melalui penerapan Sistem Teknologi Informasi dan Multimedia yang dianggap mampu meningkatkan keberhasilan serta mengatasi hambatan dalam pencapaian tujuan akhir dari aktivitas penyuluhan secara efektif. Penggunaan metode gabungan ini cukup efektif. karena jika petani satu kali saja dibohongi untuk seterusnya sukar untuk . Teknik Penyuluhan Sistem kerja LAKU merupakan salah satu pendekatan pembangunan dapat di lakukan dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. dan (c) penggunaan alat bantu flipchart dan folder. maka metode pendekatan kelompok jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan pendekatan massa. pekebun dan peternak beserta keluarganya. tenaga dan waktu. baik dalam mewujudkan komunikasi dua arah (two-way traffic communication) maupun peningkatan pemahaman serta kemampuan menerapkan inovasi yang diberikan. misalnya cara bercocok tanam. dan sebagainya. Better Business. 2004). Berdasarkan cara penyajian inovasi dalam rangka lebih menjamin efektivitas hasil komunikasi (khususnya dalam pertemuan kelompok). karena mempunyai beberapa keuntungan. dan Keterampilan (PSK). 2009) Metode penyuluhan pertanian. Bagi penyuluh yang belum menguasai bagaimana menyelenggarakan diskusi atau demonstrasi jangan sekali-kali hanya sekedar mencoba. Sikap.

2009). untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi gangguan komunikasi. Di dalam LPM. Alat Bantu Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam. Filsafat pendidikan yang dipakai dalam penyuluhan pertanian antara lain idealisme. foto-foto dan gambar-gambar yang diperbesar (Anonimb. seorang penyuluh perlu memahami filsafat pendidikan teori belajar/pembelajaran dan strategi pembelajaran. 2000). penyuluh dapat menggunakan papan planel. 2010). peta singkap. Ada 3 (tiga) rumpun teori belajar yang dibahas dalam modul ini. papan tulis. dan (3) Belajar pemecahan masalah (problem solving learning) Strategi pembelajaran mengandung makna untuk mengurangi sampai pada titik minimal penggunaan metode dan teknik penyuluhan dengan sasaran yang “pasif”. Jenis-jenis belajar ada 3 (tiga). Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. yaitu (1) rumpun teori disiplin mental. Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. 2010). pragmatisme dan realisme. 1. . di samping berisikan pokok-pokok bahasan. Dalam metode kelompok. C. Alat Bantu dan Alat Peraga 1.percaya lagi. Tujuan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian untuk mendorong terjadinya efek/perubahan perilaku yang sebanyak-banyaknya dari sasaran. papan magnit. (2) rumpun teori behaviorisme. yaitu (1) belajar konsep (concept learning). maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). dan (3) teori cognitive gestalt field. biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. peta penegang. untuk meningkatkan daya anut sasaran serta untuk mendorong munculnya sifat keterbukaan dan kemandirian petani (Anonimc. Strategi pembelajaran lebih mengembangkan penggunaan metode dan teknik yang mendorong sasaran untuk “aktif” (Mardikanto. (2) Belajar prinsip (principal learning). yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. Untuk dapat memilih serta menggunakan metode dan teknik penyuluhan pertanian dengan baik. Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya. Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. Metode dan teknik penyuluhan pertanian merupakan cara dan prosedur yang dilakukan penyuluh dalam menyampaikan pesan kepada sasaran agar terjadi perubahan perilaku sesuai tujuan yang ingin dicapai. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki. LPM ini. maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal (Anonimd.

1978). Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam. hal ini tidak berarti bahwa untuk penyuluhan dengan menerapkan metoda yang lain tidak memerlukan kurikulum yang jelas. sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya (Anonime. 2000). yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. c) Lembar persiapan kerja (LPK). Adanya kurikulum yang telah dipersiapkan. lcd-infocus). Di dalam kegiatan penyuluhan. sebenarnya belum cukup membantu kelancaran kegiatan peyuluhan di lapangan. pengatur udara) merupakan ragam alat bantu penyuluhan (Wastutiningsih. yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. Tetapi. perlengkapan ruangan (pengeras suara. Di dalam LPM. Alat bantu penyuluhan merupakan alat-alat atau perlengkapan yang diperlukan penyuluh guna memperlancar kegiatan penyuluhan. pengatur cahaya. 2009). Di dalam praktek. alat tulis . terutama jika ia akan menerapkan metoda kursus. slide. LPM ini. Alat bantu penyuluhan sangat beragam. Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian. di samping berisikan pokok-pokok bahasan. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Anonimf. yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. Karena itu.b) Lembar persiapan latihan (LPL). Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. Kurikulum. b) Lembar persiapan latihan (LPL). c) Lembar persiapan kerja (LPK). biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. 2009). papan tulis – papan tempel. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Mardikanto. setiap penyuluh sebenarnya masih memerlukan “lembar persiapan penyuluhan” yang berisikan pokok-pokok kegiatan yang harus dikerjakan selama kegiatan penyuluhannya berlangsung. maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). 2009). . Bagaimanapun adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh dalam dalam merancang/merencanakan dan melaksanakan kegiatan penyuluhannya (Soerdiyanto. Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. proyektor (overhead. kurikulum merupakan suatu “paket” yang berisi rencana mengajar secara lengkap. adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh yang akan dilaksanakannya.

dan kesempatan saat itu. agar materi lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran (Mardikanto. 2010). Kemajuan teknologi telah sedemikian majunya sehingga pada saat sekarang sangat mudah untuk membuat dokumentasi dalam bentuk foto. yang berfungsi sebagai alat untuk memperagakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar. kecuali jika disediakan generator listrik (Anonimb. melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan. Materi Penyuluhan Materi yang disajikan seyogyanya dapat menjawab. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain. 1993). benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud. D. Sebagai contoh. 1996). alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat. Tetapi di dalam praktek. video. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. khususnya di bidang multimedia. mencairkan atau menyelesaikan apa yang dibutuhkan kelompok tani sesuai kondisi. tentunya sulit melakukan penyuluhan dengan menggunakan OHP (over head projector) atau menggunakan LCD/Komputer dan pemutaran film. proses tumbuhnya akar dan sebagainya. sehingga media ini merupakan media yang efektif bagi kegiatan penyuluhan pertanian (Anonimc. Alat Peraga Alat peraga merupakan alat/benda yang dapat diamati. dan lain-lain. disuatu daerah yang tidak ada listrik. Seiring dengan kemajuan teknologi. karena dengan media ini bisa membuat petani mudah belajar. Misalnya angin kencang merusak tanaman. Pertimbangan sarana dan biaya didasarkan atas bagaimana ketersediaanya sarana yang akan digunakan sebagai alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian. Peranan teknologi multimedia sangat besar dalam penyebaran informasi. benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata. Selain itu. Alat-alat peraga adalah sesuatu (alat.2009). Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga antara lain : banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. Teknologi multimedia yang perlu dikuasai oleh seorang penyuluh pertanian adalah fotografi. serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya (Hawkins. Di samping itu. 2007). video cd pertanian. sebagai contoh pembuatan poster. dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. didengar. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. media ini juga perlu dikuasai oleh penyuluh pertanian.1. Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan. 1. Tentunya dapat berupa materi yang bisa langsung dipraktekkan dan mengemukakan kaitannya dengan teori yang mendasari . seorang penyuluh pertanian dituntut untuk menguasai teknologi. karena selain mendengar ia juga melihat.

sesuai idealnya anjuran yang diharapkan. Taiwan. tidak harus baru (up to date). dll termasuk ceritera rakyat maupun pesan-pesan generasi-tua (para pendahulu). majalah. tabloid. terutama menyangkut : kegiatan yang sedang dan akan segera dilakukan. Musuh alami ini merupakan parasitoid telur penggerek batang padi dan mampu menekan populasi penggerek batang padi hingga 90% (CABI. Wereng cokelat (Brown Planthopper). tidak mempunyai efek samping yang merugikan. 2010). Kelayakan materi penyuluhan jika dilihat dari segi ekonomi harus menguntungkan. Jepang. 1988). Malaysia. petani-nelayan. 1987). Kamboja. memiliki resiko kegagalan yang relatif kecil dan biaya rendah. 2003). dan Korea). karena disamping tersedia di alam. rincian kebutuhan modal awal. better business. Inovasi yang disampaikan harus yang terkait dengan kebutuhankebutuhan yang sedang dirasakan (Deptan. maupun pengalaman kerja dan pengalaman sehari-hari. dan masyarakat tani). wilayah oriental (Bangladesh. laporan-laporan. atau pejabat. kepulauan Fiji. sebut saja pembudidayaan rumput laut yang menguntungkan. Materi penyuluhan merupakan segala sesuatu yang disampaikan dalam penyuluhan pertanian. televisi. tidak bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. kepulauan Solomon. Kaledonia. radio. menciptakan better living. pasca panen. Dalam bahasa teknis penyuluhan. politik pertanian (Ibrahim. manajemen pemeliharaan. mudah dilakukan/dipergunakan dan segera memberikan hasil (Samsudin. Nilaparvata lugens (Stal) termasuk dalam famili Delphacidae. manajemen usahatani. kebijakan. pertunjukan kesenian. dinamika kelompok. 2007). Trichogramma spp. masalah yang sedang dan akan dihadapi. pemasaran dan sebagainya (Arif. dan better environment. Wereng Cokelat tersebar di wilayah Palaeartik (Cina. dll. Syarat materi penyuluhan antara lain memberikan keuntungan secara nyata bagi sasaran. Serawak. Karena itu. materi penyuluhan seringkali disebut sebagai informasi pertanian (suatu data/bahan yang diperlukan penyuluh. melainkan dari siapa saja (Kartasapoetra. tetapi dapat dari media-massa seperti koran. Mikronesia. adalah salah satu musuh alami yang selama ini telah berhasil mengendalikan serangan penggerek batang padi. Pengendalian OPT secara biologi dengan penggunaan musuh alami dianggap mempunyai prospek yang bagus. pemeliharaan ayam buras semi intensif. teknologi. Klasifikasi materi pokok penyuluhan pertanian dapat terbagi menjadi teknik pertanian. meskipun melalui kegiatan penyuluhan diharapkan terjadi penyampaian inovasi yang berupa produk. juga ramah terhadap lingkungan. tokoh masyarakat. tetapi dapat juga berupa cerita-cerita kuno atau praktek-praktek lama yang sebenarnya sudah pernah dilakukan tetapi telah lama ditinggalkan. Materi penyuluhan harus berangkat dari kebutuhan yang dirasakan (felt need). Materi ajaran tidak harus bersumber dari textbook. perjalanan. dan lain-lain. namun jika selesai panen atau . secara sosial dapat dipertanggungjawabkan dan tidak merusak lingkungan. ekonomi pertanian. teknik memilih bibit yang baik. ide. Tanaman inang utama wereng cokelat adalah padi. teknis pemangkasan jambu mete. better farming. dan Papua Nugini). perubahan-perubahan yang diperlukan atau diinginkan. ditemukan oleh Stal pada tahun 1854. secara teknis dapat diterapkan. India. Sumber materi ajar tidak harus berasal dari orang-orang pintar. 2004). dapat diperoleh dengan mudah. ordo Homoptera. Selain itu. di mana kondisi di lapangan terjadi. uraikan sesuai tahapannya misalnya.

Hukum dan Undang-undang Penyuluhan.id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab2.htm Anonimd. Anonim a. http://mablu. Jenis-jenis Hama Tanaman Padi. kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.bpkp.htm Diakses Tanggal 12 Mei 2010 Anonimc.ppt.ut.ac. Metode Penyuluhan. http://www. 2008). 2008.id/DIHT/padi-palawija%20.com/2007/09/metodepenyuluhan/.id/website/index.com/2008/01/24/jenis-jenis. Diakses Tanggal 14 Mei 2010 Anonim b.go.pdf. Kebaikan dari pengendalian hama dengan mengatur pola tanam adalah dapat memperkecil kemungkinan terbentuknya hama biotipe baru (Aditya. 2008). Perlengkapan dan Alat-alat yang Digunakan Penyuluh Pertanian. Diakses 20 Mei 2010. http://pustaka. 2004. pada periode berikutnya supaya diganti dengan palawija. Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen. Darmadi. 2008. Didi. khususnya yang memiliki inang spesifik.php?d=lain+5&f=naskah_akademik_bab5. http://masarip. yakni setelah padi-padi.hama. 2009.padi. Cara ini dimaksudkan untuk menghentikan berkembangnya populasi wereng. 2010. Alat Bantu Penyuluhan Pertanian.go. Diakses 6 Juni 2010 . sedang sayap belakang bersifat membranus.web. Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian.ugm. http://www. DAFTAR PUSTAKA Aditya. seperti :Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya.)kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp. Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Padi dan Palawija. Anonime.legalitas. 2009.tidak ada tanman padi. Jakarta. 2010. CABI. wereng ini dapat hidup pada tanaman inang lain seperti rumput teki ataupun jagung (Darmadi. 2006.) (Mutsanna. Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera.friendster.org/inclphp/buka. 1996.deptan.).blog. Sebagai contoh dalam pengendalian hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) diatur pola tanamnya. Diakses 5 Juni 2010.wordpress. Cara di atas dapat pula diterapkan pada hama lain. bisa keras semua atau membranus semua. 2008). http://www.aditya2015.php?option=com_content&view=article&id=108:luht-4234metode-dan-teknik-penyuluhan-pertanian&Itemid=76&catid=31:fmipa BPKP. Pengendalian OPT. Ghalia Indonesia. Jakarta.ac. www.id/unit/hukum/uu/2006/16-06. Pendahuluan.

T. Kanisius http://20de. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Bumi Aksara. and Rikhana. 2008. Penyelenggaraan Penyuluhan dalam Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis. www.id/bpsdm/stpp-magelang/download/ahli_pp_peserta. alat tulis. Jakarta Mardikanto. A. Penyuluhan Pertanian. perlengkapan ruangan. 2002. Mardikanto. 2000. 2000. Teknologi Penyuluhan Pertanian. dan pendengaran). Agnes Dwina Herdiastuti. 1994. Jakarta.google. Terjemahan dari Agricultural. 1988.wordpress. Diakses 5 Juni 2010. Padmo Wihardjo.com/2010/06/20/laporan-praktikum-penyuluhan-dan-komunikasi-pertanian/ Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan. 2010. A. Hama Tanaman. Mutsanna. sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. http://www. Extention (Edisi 2).G.id Diakses Tanggal 11 Mei 2010 Subejo. T. 2004). Sustainable Development Department (SD)-FAO. Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Penyuluhan Pertanian. penerjemah. Martaamidjaja. papan tulis atau papan penempel. serta proyektor (Apriantono. 1996. .staff. subejo. Bina Cipta. lembarlembar persiapan penyuluhan. Abu. Bandung Soedijanto.com/2008/09/23/ penyakit-tanaman-padi. http://abumutsanna. Penyuluhan Pertanian di Persimpangan Jalan. Surakarta: Sebelas Maret University Press. 1987. 2007.go.id/wpcontent/penyuluhan-pertanian-persimpanganjalan. Perlengkapan yang disediakan.wordpress.S.ac. Samsudin.pdf Diakses Tanggal Mei 2010 Van Den Bein dan Hawkins. U. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum.ugm.co. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian. Training for Agricultural and Rural Development: Group-based Extension Programmers for Natural Resource Conservation in Java.Deptan.deptan.pdf Kartasapoetra. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. M.

film strip). specimen. lambang Grafika. (line. histogram). LAPORAN PENYULUHAN KOMUNIKASI PERTANIAN I. kedua adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang demokrasi. grafik. bar. Macam alat peraga. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. poster). Seorang petani sangat membutuhkan penyuluh yang dapat memberikan infomasi melalui kegiatan penyuluhan mengenai cara perbaikan lahan pertanian dengan berbagai teknologi modern yang akan diperkenalkan kepada petani agar petani dapat menggunakan teknologi baru tersebut untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan pertanian. Adapun arti dari penyuluhan yaitu proses penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan upaya perbaikan cara-cara bertani dan berusahatani demi tercapainya peningkatan produktivitas. gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. 2003). Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. yang menjadi dasar dari penyuluhan dan komunikasi pertanian. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara agraris. Pertama adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses pendidikan. bagan/skema (Mardikanto.Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. diagram. slide film. teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. brosur. booklet. barang cetakan (pamflet. dan yang ketiga adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang terus–menerus. kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. . leaflet. model. Secara garis besar. PENDAHULUAN A. dimana sektor pertanian seharusnya menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang utama. Sektor pertanian pada saat ini. dapat digolongkan menjadi tiga bagian.

Proses demokrasi pada penyuluhan dan komunikasi pertanian bukanlah paket resmi dari pemerinntah yang mesti ditelan mentah–mentah oleh petani. Penyuluhan pertanian dapat di tempuh oleh semua kalangan. . Penyuluhan dan komunikasi pertanian dapat diartikan dengan usaha yang tak kenal waktu. penyuluhan pertanian mutlak dijadikan kebutuhan. Di sini petani diberi kebebasan untuk mengikuti proses penyuluhan pertanian. Melalui peningkatan cara penyuluhan akan semakin banyak petani yang melakukan dan menerapkan informasi yang telah diterimanya melalui kegiatan penyuluhan. tantangan. B. Petani juga diberi kebebasan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha tanianya. penyuluhan kurang efektif apabila tidak ada media komunikasi yang dapat mendukung dalan penyuluhan pertanian.masalah kehidupan petani lainnya.Penyuluhan dan komunikasi pertanian harus mampu menyelesaikan masalah–masalah yang sedang dihadapi petani di pedesaan. masalah pemasaran hasil pertanian yang efisisen hingga masalah . Dan yang lebih penting lagi. Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian pada khususnya.. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian. Penyuluhan pertanian dapat dilaksanakan sepanjang masa. tanpa batas dan tanpa hambatan dengan mengggunakan media komunikasi baik verbal maupun non verbal. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah: 1. sehingga nantinya dapat dihasilkan penyuluh yang berkualitas. Melalui kegiatan praktikum yang dilaksanaan mahasiswa pertanian. Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian perlu mengetahui kegiatan dalam lingkup pertanian yaitu melalui mengikuti bagaimana berlangsungnya kegiatan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian agar dapat menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa jika nantinya akan menjadi seorang penyuluh. Mulai dari masalah yang menyangkut proses produksi. yang memberikan banyak informasi penting mengenai cara bercocok tanam kepada pertanian sehingga petani dapat meningkatkan produksi hasil pertanian untuk mensejahterakan masyarakat petani dan melalui peningkatan hasil usaha tani akan meningkatkan pendapatan bagi Negara melalui eksport beras ke luar negeri. dan harapan dalam menata masa datang. dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan informasi mengenai kegiatan penyuluhan pertanian.

Jadwal pelaksanaan praktikum No 1. C. Persiapan Pelaksanaan praktikum Wawancara dan pencatatan Pengumpulan dokumen Pembuatan laporan Konsultasi Responsi Pengumpulan laporan jadi 15 Juni 2009 16 Juni 2009 16 Juni 2009 6. Kegiatan Asistensi praktikum Acara pembukaan Waktu 5 Juni 2009 11 Juni 2009 Tempat Fakultas Pertanian Balai Kecamatan Polokarto Desa Polokarto Desa Polokarto 3. 2. 3. Memberikan pengalaman kepada mamhasiswa untuk mampu melakukan analisis sintesis dan evaluasi tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian dibanding dengan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan. 7. 4. 9. 5. Lingkup Kegiatan Tabel 1. Agar mahasiswa memperoleh pengayakan pengalaman belajar tentang penyuluhan dan komunikasi pertanian diluar perkuliahan.2. 10. 16 Juni 2009 16-18 Juni 2009 17-18 Juni 2009 19 Juni 2009 19 Juni 2009 Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Sumber : Hasil Praktikum . 8.

tanggal 15 Juni 2009 pukul 12. . Lokasi Penelitian Praktikum peenyuluhan dan komunikasi pertanian dilaksanakan pada hari Senin.D. Kabupaten Sukoharjo.00 WIB di Kecamatan Polokarto.

administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. pelaporan dan evaluasi. mengkoordinasi. Informasi merupakan “critical resources” dalam kegiatan dan manajemen suatu organisasi termasuk penyuluh pertanian sendiri. kemudahan dan perlengkapan bagi penyuluh pertanian. tenaga-tenaga penunjang. dan pihak-pihak swasta yang seringkali berperan penting untuk menunjang kelancaran kegiatan penyuluhan ( Anonim. B. Fungsi administrasi penyuluhan yang perlu diperhatikan adalah pertama. dan yang terakhir adalah hubungan dengan lembaga-lembaga lain ( Mardikanto. Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan. administrasi personalia yang meliputi manajemen personalia. Kedua. Keempat. seorang pemimpin dalam suatu organisasi sering pula disebut dengan administrator ( Kaliski. oleh karena itu. Administrasi Penyuluhan Dalam pengertian sehari-hari. 2009 ). perguruan tinggi dan pemberitaan). 2008 ). mengoganisasi. personalia dinas penyuluhan pertanian. Kelemahan umum yang sering dijumpai pada Dinas Penyuluhan adalah kurangnya jalinan komunikasi yang akrab dengan pusat-pusat informasi (lembaga penelitian. jumlah penyuluh yang diperlukan.II. 1983 ). kualifikasi dan fungsi personel penyuluhan. Informasi merupakan data yang memiliki makna dan berguna serta dapat dikomunikasikan kepada penerima / pengguna untuk membuat suatu keputusan. dan kelompokkelompok sukarela. Fungsi administrasi adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap pemimpin atau manajer. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Keberhasilan pertanian di Indonesia tidak banyak mendapat perhatian dari masyarakat luas. LANDASAN TEORI A. dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain. melaksanakan. Pengakuan tersebut berlanjut pada . Setelah adanya pengakuan dari Mentri Pertanian serta sebagian isi pidato Presiden di FAO yang menyatakan tentang pentingnya kegiatan penyuluhan pertanian. hal yang terkaitan dengan sumber dana hendaknya dapat diupayakan sumber-sumber investasi dari instansi atau lembaga pemerintah. pengelolaan keuangan. kerjasama dengan pihak swasta yang berkepentingan dengan kegiatan penyuluhan serta sumber-sumber yang dapat digali dengan swadaya. Ketiga.

lembaga yang lain fungsinya adalah penentu kebijakan. serta kebijakan pembinaan dan pengawasan. bukan untuk saling melemahkan. Fungsi lembaga penyuluhan di pusat (nasional). realistis.tindakan nyata berupa keputusan pemerinyah untuk menetapkan tenaga-tenaga penyluh pertanian (PPS/PPM/PPL) sebagai tenaga fungsionil dengan jenjang karir yang semakin jelas dibanding ketidakpastian dalam masa-masa sebelumnya (Mardikanto. . 2001). DT II (Kab/Kodya). transparan. Programa penyuluhan harus terukur. kebijakan pembiayaan. Lembaga pelaksana penyuluhan di lapangan ada-lah BPP. demokratis dan bertanggung gugat (Anonim. DT I (propinsi). Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah. 1984). C. Dengan adanya otonomi daerah. sarana. tanggung jawab pembangunan pertanian dalam kendali kepala daerah bukan lagi pegawai/dinas pertanian (Subejo. mulai tahun 2001 kewenangan di bidang penyuluhan pertanian dilimpahkan kepada pemerintahan kabupaten/kota. kebijakan nasional dan standar-standar. Dengan lotonomi daerah ini. pemerintah local yang terkait dengan pertanian mestinya memiliki lebih banyak sumber daya serta kebebasan yang lebih besar untuk mengembangkan kebijakan spesifik lokal dan teknologi local melalui kajian/penelitian di lembaga penelitian lokalnya. Pada awalnya diharapkan pelimpahan kewenangan ini akan mampu meningkatkan kinerja penyuluhan pertanian. kebijakan sarana dan prasarana. bermanfaat dan dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif. Programa Penyuluhan hanya dibuat di tingkat BPP (Slamet. telah diberikan kebebasan kepada regional agricultural services untuk mengambil inisiatif dalam mendesain kebijakan spesifik lokal. Dengan dukungan anggaran yang besar. pangadaan sarana. terpadu. pelatihan. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Sistem kelembagaan penyuluhan pertanian dibangun untuk mengoptimalkan pemanfaatan semua sumberdaya nasional/daerah yang ada. sementara itu pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian bertanggungjawab hanya pada penyusunan dan manajemen strategi. dan Kecamatan perlu dibedakan secara jelas. kebijakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 2002). Kelembagaan Penyuluhan Pertanian dari pusat sampai daerah di tingkat yang paling bawah lembaga penyuluhan pertanian terpisah dari lembaga yang punya fungsi berbeda. atau penunjang (rekruting tenaga. Kebijakan Penyuluhan Pertanian meliputi kebijakan ketenagaan penyuluhan. Penyuluhan dilaksanakan dengan berpedoman pada programa penyuluhan yang disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan. informasi): BIPP. koordinator. 2009). fasilitator (dana. dll.

Dari beberapa studi juga menunjukkan bahwa investasi di bidang penyuluhan pertanian memberikan tingkat pengembalian internal yang tinggi. Lembaga adapt. karakteristik masyarakat serta potensi daerah diperlukan sebagai bahan dasar untuk merancang suatu kegiatan.Pembangunan sumber daya manusia pertanian. sehingga kegiatan yang akan dijalankan di daerah tersebut tidak sia-sia dan dapat memberikan manfaat bagi mereka. dan Lembaga pemasaran (Anonim. Misalnya. kegiatan penyuluhan pertanian merupakan komponen penting dalam keseluruhan aspek pembangunan pertanian (Mawardi. Kelembagaan di Kecamatan merupakan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) atau lembaga lainnya yang mempunyai fungsi dan tugas yang sama. Production house. dan Kelembagaan di Desa. Departemen Pertanian. Informasi dapat diperoleh baik dari dokumen tertulis maupun dari pejabat pemerintah. fasilitas-fasilitas yang ada. ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan SK Bupati/Walikota. Kelembagaan di Kabupaten/Kota merupakan Unit Kerja Pengelola dan Penyelenggara Penyuluhan Pertanian (Badan/Kantor/Balai/UPTD Penyuluhan Pertanian atau yang berstatus Sub Dinas/Bagian dan Seksi yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah). seandainya disuatu daerah belum ada listrik dan bahkan letaknya sukar untuk dicapai. Kelembagaan di Pusat meliputi Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluhan pertanian dilakukan untuk mengetahui apa yang diperlukan oleh masyarakat di satu daerah. termasuk pembangunan kelembagaan penyuluhan pertanian adalah faktor yang memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan pembangunan pertanian. pemuka masyarakat maupun pemuka adat atau agama. Kelembagaan di Desa meliputi Kelompok Tani. maka . Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Indonesia meliputi Kelembagaan di Pusat. Badan diklat swasta. Kelembagaan di Propinsi meliputi Balai Diklat Pertanian/Agribisnis di Propinsi. 2009). LSM. Kelembagaan di Propinsi. 2004). Oleh karena itu. serta biaya yang tersedia juga akan menentukan metode apa yang harus digunakan dalam mengefektifkan kegiatan penyuluhan. Informasi dari sumber lain seperti dari masyarakat secara langsung juga diperlukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang akan dilakukan dapat menjawab kebutuhan masyarakat (Anonim. Oleh karena itu informasi mengenai lokasi. Kelompok tani merupakan mitra kerja sejajar penyuluh pertanian. 2004). Kelembagaan di Kota atau Kabupaten. Kelembagaan di Kecamatan. Kelembagaan lainnya meliputi Perguruan tinggi. D. Keadaan peralatan alat-alat bantu pengajaran.

Perencanaan Program Penyuluhan Pertanian Pelaksanaan penyuluhan pertanian dilakukan harus sesuai dengan program penyuluhan pertanian. . Program penyuluhan pertanian sebagaimana dimaksud ayat (1) harus terukur. perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. 2008). Dan yang tidak kalah penting adalah Keadaan Lapangan. sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. Keaadaan Usaha Tani. ada yang panas sekali. jenis tanah. Secara umum pada pasal 22 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No 16 Tahun 2006 tentang SP3K menyatakan. Dalam pelaksanaannya penyuluh pertanian dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi petani dan pelaku usaha pertanian (Deptan. dan sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 2006). pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya. yang pada pelaksanaannya akan membutuhkan biaya yang relatif besar (Mardikanto. pedoman. keadaan lapangan seperti topografi. antara lain. Program penyuluhan pertanian terdiri dari program penyuluhan pertanian desa. realistis. E. 2006). Karena keterbatasan biaya maka penyuluh pertanian akan memilih metode diskusi kelompok daripada kursus tani. 2000). dan bertanggung jawab. Musim. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa-apa. Kedua. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. program penyuluhan pertanian kecamatan. (1) program penyuluhan pertanian disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan pertanian yang mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya untuk memfasilitasi kegiatan penyuluhan pertanian dan ayat (2) . Contoh: untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Anwar. Program penyuluhan pertanian dimaksudkan untuk memberikan arahan.daerah tersebut sulit untuk diadakan penyuluhan melalui pemutaran film walaupun biasanya cara ini bisa memberikan hasil yang efektif. program penyuluhan pertanian kabupaten/kota. demokratis. musim sangat erat hubungannya dengan keadaan usaha tani. program penyuluhan pertanian propinsi dan program penyuluhan pertanian nasional (Undang-undang No 16 Tahun 2006) (Deptan. Para penyuluh dalam pengenalan wilayah kerja penyuluhan. ada yang tidak terlalu panas. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan.

System kerja LAKU mengalami perluasan baik perluasan wilayah maupun komoditinya. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan ( National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Sejalamn dengan itu proyel . penetapan cara mencapai tujuan (rencana kegiatan). perumusan alternative pemecahan masalah. 1996). jelas dan menjamin keluwesan. Rencana Kerja. F. pengesahan program penyuluhan. dan merumuskan tujuan dan pemecahan masalah yang menjanjikan kepuasan. Program. rencana kerja. yaitu suatu pernyataan yang dikeluarkan untuk menimbulkan pengertian dan perhatian mengenai suatu kegiatan. Kegiatan perencanaan penyuluhan pertanian dipergunakan untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian maka di dalam perencanaan tersebut. di mana.Penyuluhan pertanian dapat dikatakan baik apabila diukur berdasarkan ukuran-ukuran dalam hal analisis fakta dan keadaan. perumusan tujuan dan/atau sasaran-sasaran. Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian System kerja LAKU ( Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit ) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . perumusan rencana evaluasi dan terakhir rekonsidesari (Mardikanto. perlu disusun adanya program. Pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan hasil analisis fakta dan keadaan biasanya menghasilkan berbagai masalah baik masalah yang sudah dirasakan maupun belum dirasakan masyarakat setempat. Kalender kerja. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. Tahapan-tahapan dalam perencanaan penyuluhan sebagai berikut pengumpulan data keadaan. pemilihan masalah yang ingin dipecahkan. pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penyuluhan pertanian haruslah menjanjikan perbaikan kesejahteraan atau kepuasan masyarakat sasarannya (Mardikanto. dan siapa. yaitu suatu acara kegiatankegiatan yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan pelaksanaan program secara efisien yang menyangkut tentang bagaimana. 2009). Analisis fakta dan keadaan Perencanaan program yang baik harus mengungkapkan hasil analisis fakta dan keadaan yang lengkap. pelaksanaan kegiatan. identifikasi masalah. analisis dan evaluasi fakta-fakta. yaitu suatu rencana kerja yang disusun menurut urutan waktu dalam kegiatan penyuluhan petanian yang akan dilakukan (Anonim. Lebih jelasnya program berisi tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa perlu dilakukan. kapan. 1993). Perencanaan program harus dengan jelas dan tegas sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan atau kesalahpengertian dalam pelaksanaannya. dan kalender kerja.

pekebun. perlombaan. Metode dengan pendekatan masal. misal kunjungan ke rumah petani. Metoda Penyuluhan Pertanian Metoda penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu metoda-metoda yang langsung (direct Communication/face to face Communication) dan metoda-metoda yang tidak langsung (indirect Communication). a. sikap dan keterampilan. dan lain-lain). dan d. Penggolongan berdasarkan hubungan jumlah dan penggolongan dari pada sasaran adalah metoda berdasarkan perorangan. Beberapa aspek positif sistim kerja LAKU diantaranya yaitu. (Benor and Bexter. Penyuluhan pertanian sejak tahun 1976. sehingga pada tahun 1984 Indonesia mencapai swasembada beras. b. 2008). surat menyurat secara perorangan. kursus tani. dan peternak. Metoda dengan pendekatan kelompok. siaran . serta belajar praktek (Mardikanto. penyuluh pertanian cepat mengetahui masalah yang ada di petani dan cepat memecahkannya. misalnya rapat (pertemuan umum). 2008). menggunakan pendekatan latihan dan kunjungan (LAKU). demonstrtasi cara/hasil. penyuluh pertanian secara teratur mendapat tambahan pengetahuan/ kecakapan. 2. dan musyawarah/diskusi kelompok/temu karya. Peningkatan kualitas sumber daya Manusia tersebut diupayakan antara lain melalui penyuluhan pertanian (Anonim. 2006). Sistem tersebut ternyata sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan. demonstrasi pilot.NFCEP diganti dengan NAEP (National Agricultural Extesion Project) 1984). di saung. beserta keluarga intinya. c. sikap dan ketrampilan petani. misalnya pertemuan (di rumah. Salah satu pendekatan pembangunan dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yaitu petani. penyelenggaaan penyuluhan pertanian mendapatkan supervisi dan pengawasan yang teratur (Sinar Tani. penyuluhan dilaksanakan melalui pendekatan kelompok. belajar perorangan. di balai desa.

yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. (line. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum. lambang Grafika. specimen. grafik. serta pertunjukan Kesenian (Anonim. poster). barang cetakan (pamflet. ceramah. booklet. penyebaran bahan tulisan (brosur. 3. pidato. G. folder. efektifitas dan dampak dari suatu kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan tujuan yang diharapkan. rapat (Julianto. Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan. model. Metode-metode yang disampaikan melalui pendengaran. Perlengkapan yang disediakan. pesan yang terproyeksi : seperti film/slide tanpa penjelasan vocal atau bisu. sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. serta proyektor (Apriantono. bagan/skema (Mardikanto. leaflet. film strip). 2004). misalnya pesan yang tertulis. leaflet. slide film. pemasangan Poster dan Spanduk. Penggolongan berdasarkan indera penerima adalah metoda-metoda yang dilakukan dengan jalan melihat. gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. alat tulis. Evaluasi ini dilakukan secara sistematik dan obyektif serta terdiri dari evaluasi saat kegiatan berlangsung sebelum kegiatan dimulai dan sesudah kegiatan selesai. Macam alat peraga. misalnya siaran pedesaan melalui radio/TV. lembar-lembar persiapan penyuluhan. dan pendengaran). pemuatan film/slide. 2009). bar. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dimaksudkan untuk menilai evisiensi. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. perlengkapan ruangan. histogram). Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. booklet dan sebagainya). diagram. 2003).pedesaan melalui radio/TV. brosur. Monitoring dimaksudkan untuk memastikan ketepatan sumberdaya penyuluhan pertanian serta pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyuluhan sesuai dengan jadwal kerja dan hasil yang . papan tulis atau papan penempel. pesan yang bergambar. 2008). hubungan telepon.

. rencana kerja penyelenggara pelatihan. serta harus dapat menilai apakah kegiatan masih relevan dengan kebutuhan penerima manfaat/sasaran (Anonim. dan desa. kabupaten/kota. dan desa. serta kesesuaian jadual pelaksanaan dan materi pelatihan yang telah direncanakan. kecamatan. Evaluasi dan monitoring sangat penting dilakukan karena dapat melihat sampai sejauh manakah program pendampingan tersebut. Badan pelaksana penyuluhan pertanian. Badan Koordinasi Penyuluhan provinsi. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi disesuaikan dengan jadual kegiatan sistem kerja dan kegiatan penyuluhan pertanian lainnya yang dianggap perlu di Wilayah Kerja BPP (Apriantono. Materi yang di supervisi antara lain. Yang harus diperhatikan dalam Evaluasi dan Monitoring adalah harus dapat menunjukkan apakah kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana. Balai Penyuluhan Kecamatan. 2005). harus dapat mengecek apakah asumsi-asumsi yang dibuat pada tahap perencanaan masih valid. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dibantu oleh Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. 2002). kecamatan. harus dapat mengindikasikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam implementasi kegiatan. kabupaten/kota. merupakan pejabat yang berwenang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan di tingkat provinsi. 2004).ditargetkan dan mengambil tindakan koreksi yang diperlukan bila terjadi penyimpangan dalam proses yang sedang berjalan (Deptan. rencana kerja penyuluh di tingkat provinsi. materi pelatihan yang diberikan oleh penyelenggara.

III. tahun 2008 PNS sebanyak 84. Jumlah Tenaga Penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 No 1. Administrasi Penyuluhan Pertanian 1. Tabel 2. tahun 2009 PNS sebanyak 94. . Pelaksanaan Penyuluhan Dan Komunikasi Pertanian Di Lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten A. THL (Tenaga Kerja Lepas) 23. THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 11. Administrasi Personalia Jumlah penyuluh di Kabupaten Sukoharjo dapat dilihat dalam tabel: Tabel 1. THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 29. Tahun 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 10 THL (Tenaga Harian Lepas) 2 Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 yang PNS ada 10 orang dan yang THL ada 2 orang. Jumlah Tenaga Penyuluh di Kabupaten Sukoharjo Tahun No 1 2 3 Tahun 2007 2008 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 84 84 94 2007-2009 THL (Tenaga Harian Lepas) 11 29 23 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di Kabupaten Sukoharjo tahun 2007 PNS sebanyak 84.

Kebijakan Penyuluhan Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. melaksanakan. Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh Petugas BPP kecamatan. mengkoordinasi. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. mengorganisasi. .2. Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. Pengendalian Penyuluhan di Desa Polokarto. perikanan. dan b. 2. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan Kehutanan. dan kehutanan. Perikanan. Pengendalian penyuluhan dilakukan di kabupaten melalui DENFAM dengan batas 5 ha dan melalui DEMPLOT (Demonstrasi Plotting) dengan dibatasi 1ha. pasal 6 yang memuat bahwa: 1. Petugas BPP kecamatan mempunyai wewenang penuh untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. B. Bab IV. Administrasi Keuangan Administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. Mengenai masalah pendanaan UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto sama sekali tidak mengelola. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah. dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain. penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. sehingga untuk memacu kelancaran kegiatan-kegiatan penyuluhan. Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan.

Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan 5. atau bupati/walikota C. yang sejalan denagn kebijakan dan progaram penyuluhan provinsi dan nasional. Nama Lembaga Badan Pengembangan SDM Tingkat Pusat Tugas / Fungsi Menyusun kebijakan nasional. Badan Pelaksana Penyuluh Kabupaten 4. sarana dan prasarana. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi 3. Tabel 4. Menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten/kota Menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi 2. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian No 1. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Kelembagaan penyuluhan pertanian adalah suatu lembaga yang bertugas untuk mendukung dan memperlancar kegiatan penyuluhan pertanian sehingga kegiatan penyuluhan yang terjadi di lapangan menjadi lebih efektif. gubernur.serta pembiayaan penyuluhan Menyusun kebijakan dan program penyuluhan provinsi dan sejalan dengan kebijakan dan program penyuluhan nasional Menyusun kebijakan dan program penyuluhan kabupaten. program penyuluhan nasional. standarisasi dan akreditasi penyuluh.3. Pos Penyuluhan Desa Desa .

Bimbingan tersebut meliputi kunjungan ke desa. dan Desa. Kecamatan. Di tingkat Pusat bernama Badan Pengembangan SDM yang terdiri atas satu lembaga. D. Perencanaan Program / Programa Penyuluhan Pertanian bimbingan . bapak kepala desa. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluh dimulai dari pengenalan wilayah desa tempat sasaran penyuluhan disebut dengan orientasi desa meliputi karakterisik desa dan potensinya. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian No 1. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. Kabupaten. Penyuluh Slamet Riyadi Wilayah Kerja Polokarto Masa Kerja 1 tahun Teknik Pengenalan mendapatkan dari kecamatan Sumber : Data Sekunder Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi. di tingkat Kabupaten bernama Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian yang terdiri dari satu lembaga. di tingkat Propinsi bernama Badan Koordinasi Penyuluh yang terdiri atas satu lembaga. di tingkat Kecamatan bernama Balai Penyuluhan Pertanian yang teridri dari satu lembaga. di tingkat desa bernama Pos Penyuluhan Pertanian Desa. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. kelompok tani. Tabel 5. kemudian ke kelompok tani serta peninjauan lapangan. E. Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut.dengan program penyuluhan Sumber : Data Sekunder Lembaga penyuluhan pertanian ada di tingkat Nasional. lahan pertanian beserta monografinya. Propinsi. Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior.

Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Kecamatan Polokarto. Tahap Perencanaan Program Penyuluhan No Tahap Perencanaan Proses/ Pelaksanaan Melihat potensi wilayah sasaran dalam monografi Analisis kondisi secara langsung Sumbang saran dalam pertemuan Penyampaian solusi permasalahan Gerakan bersama. F. berbagai perlengkapan berupa alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian yang mendukung kegiatan penyuluhan agar menjadi efektif. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. Sistem Kerja Penyuluhan Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian meliputi sistem kerja penyuluhan pertanian dan implementasi yang digunakan di lapangan. aktif terjun langsung Menelaah hasil praktek di lapangan 1 Observasi data 2 Observasi lapangan 3 PRA/ Usulan/ permasalahan 4 Diskusi 5 Praktek di lapangan 6 Diskusi lanjut Sumber : Data Sekunder Tabel 6 menjelaskan tentang tahap-tahap perencanaan penyuluhan dan proses-proses pelaksanaan secara nyata di lapangan. Kunjungan) penyuluh mengunjungi petani secara teratur . dan kalender kerja. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. 1. Tabel 6.Program penyuluhan yang baik membutuhkan perencanaan yang baik agar kegiatan penyuluhan tersebut dapat berjalan secara efektif. Perencanaan tersebut berupa perencanaan program. metoda penyuluhan pertanian di lapangan. Sistem Penyuluhan Keterangan LAKU (Latihan dan Sistem ini memiliki rencana kerja dalam setahun. rencana kerja. Tabel 7.

Kabupaten Sukoharjo yakni terdapat metode pendekatan kelompok yang teknik pelaksanaanya melalui kelompok tani dan metode pendekatan individu. Kecamatan Polokarto. perlengkapan ruangan. yaitu dengan mengadakan latihan dan kunjungan. 1. ada sesi tanya jawab Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa sistem kerja penyuluhan pertanian di tingkat Desa Polokarto yaitu menggunakan sistem pertemuan dan diskusi. Metode Pendekatan kelompok Pendekatan individu Teknik Pelaksanaan Melalui kelompok tani Dengan mengadakan kunjungan latihan dan Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa metode penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. 2. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian Alat bantu penyuluhan pertanian merupakan alat yang digunakan dalam penyuluhan sehingga kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif.2. Sedangkan sistem penyuluhan pertanian yang paling efektif dilaksanakan yaitu sistem LAKU. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh . papan tulis atau papan penempel. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Pertemuan Diskusi Mengadakan pengarahan terhadap kelompok tani Membahas permasalahan yang dihadapi petani. antara lain kurikulum. Metode Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. agar kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif Tabel 8. 3. Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. 2. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. Metode Penyuluhan Pertanian Metode penyuluhan pertanian adalah cara penyuluh mendekatkan dirinya kepada sasaran. lembar-lembar persiapan penyuluhan. kecamatan Polokarto. serta proyektor. alat tulis. 3.

Kecamatan Polokarto. G. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No.guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. Alat Bantu Mikrophone dan Sound system Buku Panduan Benih padi Alat Peraga Fungsi Sebagai alat pengeras suara 2. Selain itu digunakan pula Buku panduan yang berisi materi yang akan disajikan. 3. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Tujuan dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi adalah memperbaiki sistem kerja dari penyuluh sehingga menjadi lebih baik dan terarah. Program 1. Tabel 9. Banyak sedikitnya Keaktifan diskusi yang terjadi penyuluhan Sumber : Data Primer . Sehingga penyuluhan dapat berjalan dengan efektif. Pelaksanaan Penyuluhan Hasil Penyuluhan Indikator Tepat sasaran Keterangan Sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi petani petani dalam 2. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian Monitoring dan Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu langkah dalam kegiatan penyuluhan pertanian agar program-program yang telah dilaksanakan tidak melenceng dari tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Berisi materi yang akan disajikan Memperjelas tujuan penyuluhan Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa perlengkapan penyuluhan pertanian terdiri dari Microphone dan sound system sebagai pengeras suara. 1. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Tabel 10.

.Berdasarkan tabel. sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. monitoring (pemantauan) dan evaluasi penyuluhan pertanian di Kabupaten Sukoharjo yaitu menggunakan program pelaksanaan penyuluhan yang tepat sasaran. yang indikatornya tergantung banyak sedikitnya diskusi yang terjadi atau keaktifan petani dalam penyuluhan. Selain itu terdapat program hasil penyuluhan.

bahwa petugas penyuluh pertanian dalam pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan kerjasama dan saling mengoreksi satu sama lain. Kecamatan Polokarto berdasarkan atas pembiayaan dan pengendalian penyuluhan. Pengendalian penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Polokarto. Kenyataannya di lapangan. . Bab IV. Bagi penyuluh hanya ditransfer sejumlah Rp 250. PEMBAHASAN A. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana. Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Sesuai dengan UU no. Sedangkan dananya berasal dari kabupaten. Administrasi Penyuluhan Administrasi Penyuluhan Pertanian yang ada di Desa Polokarto. Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh pihak-pihak yang bertugas di BPP. B.IV.000. 16 tahun 2006 setelah di Kecamatan dibentuk BPP seharusnya ada otonomi tentang pembiayaan dimana BPP tersebut harus bisa mengolah sendiri biaya yang akan digunakan untuk kelangsungan kegiatan penyuluhan pertanian.00 untuk masing-masing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan. jagung dan kedelai serta dengan menganekaragamkan menu pangan non beras. Perikanan. Pembiayaan penyuluhan pertanian di Desa Polokarto ini dibantu oleh pemerintah pusat tetapi besarnya biaya yang diberikan pemerintah pusat tidak dikeahui secara pasti. pasal 6 yang memuat bahwa: 1. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistemsistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkanswasembada pangan khususnya beras. Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan. Hal ini berkaitan dengan dibentuknya BPP ini maka kegiatan pengendalian sepenuhnya dilakukan oleh BPP sebagai lembaga Penyuluhan yang bertangungjawab di tingkat Kecamatan. dan Kehutanan.

gubernur. yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. Kelembagaan penyuluhan di Desa Polokarto. Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. C. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah. kemampuan kepada petani untuk dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa. Kecamatan Polokarto yang telah mencakup asas dan tujuan sistem penyuluhan yaitu memberikan pengetahuan. Kecamatan Polokarto dilaksanakan sesuai dengan ketetapan dari instansi Kabupaten maupun propinsi. Hal ini terlihat dari terdapatnya lembaga-lembaga penyuluhan dari tingkat desa sampai tingkat Kecamatan. memungkinkan tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. . Sehingga bila di tiap tingkat daerah terdapat penyuluh yang cukup maka. dan b. Di tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda karena didasarkan pada tugas yang dijalankan maupun luas wilayah kerja.2. dan kehutanan. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. Kecamatan Polokarto telah berjalan cukup baik. diharapkan dapat mengkoordinir kegiatan penyuluhan dengan baik dan berjalan sesuai dengan fungsi dari kelembagaan penyuluhan pertanian tersebut. yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. Hal ini terlihat dari pelaksanaan penyuluhan di Desa Polokarto. penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. perikanan. di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh. di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh. Pelaksanaan Penyuluhan di Desa Polokarto. 3. atau bupati/walikota. Adanya kelembagaan penyuluhan di tiap tingkat daerah.

bapak kepala desa. Di sisi lain. lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani. Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi terdapat beberapa pihak yang membantu antara lain kelompok tani. Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. Perencanaan Program / Program Penyuluhan Pertanian Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun. lahan pertanian beserta monografinya. permasalahan yang dialami masyarakat bisa segera tertangani tanpa terhalang oleh wilayah yang luas. Sehingga dalam memberikan poenyuluhan lebih efektif dan masyarakat juga bisa menerapkan materi yang diberikan tepat waktu. D. Masalah-masalah yang dihadapi lembaga-lembaga pada tingkat kecamatan dan desa dapat disebabkan dana yang diberikan dari kabupaten mengalami kemacetan. Untuk mengatasi masalah tersebut. seharusnya dalam wilayah yang sangat luas ditanggung lebih dari satu orang penyuluh. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. Pada tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian yang bertugas menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten. beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut. E. Cara mengatasi permasalahan itu yaitu selalu melakukan koordinasi dengan tingkat kabupaten agar dana yang yang telah dianggarkan untuk kegiatan penyuluhan desa dan kecamatan tidak mengalami hambatan dalam hal pelaksanaan kegiatan penyuluhan. . Masalah yang kadang dialami oleh penyuluh adalah terlalu luasnya wilayah yang ditanggung sehingga tidak efektif dalam melakukan penyuluhan. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior. Hal ini berakibat kegiatan-kegiatan penyuluhan yang dirancang oleh masing-masing lembaga menjadi terhambat.Pada tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa yang bertugas menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi dengan program penyuluhan. Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi.

dan pengolahan tanah sawah. Selain itu pelatihan bagi petani di Desa Polokarto dengan adanya kunjungan dari kelompok tani dari daerah lain.Proses penyelesaian itu berupa perumusan perencanaan program penyuluhan dari tingkat desa yang akan membawa program itu ke tingkat Kecamatan. Kegiatan diskusi untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan inovasi yang akan diterapkan. dan perangkat desa. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Kemudian dari tingkat Propinsi perencanaan program tersebut akan di susun atau dibahas di tingkat pusat sehingga akan muncul beberapa kebijakan dan program untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. Sedangkan untuk tingkat pusat melibatkan Presiden dan Departemen Pertanian sebagai pengambil kebijaksanaan pertanian. Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. Kegiatan praktik ini dapat menjadi pertimbangan apakah . SLPTT. Ceramah merupakan metoda bagi penyuluh untuk menyampaikan inovasi pertanian kepada petani di desa setempat. pengamatan OPT tikus. Pada tingkat Kecamatan melibatkan Camat dan para penyuluh pertanian. latihan dan kunjungan yang berasal dari kelompok tani dari daerah lain. misal . F. Pada Kecamtan Polokarto yang dilibatkan dalam legitimasi adalah Camat dan Koordinator Penyuluh. Praktik merupakan kegiatan untuk menerapkan inovasi yang telah disampaikan dan telah didiskusikan bersama. setelah dari tingkat Kecamatan lalu ke timgkat Kabupaten. Diskusi merupakan komunikasi dua arah untuk membahas inovasi yang telah disampaikan oleh penyuluh. persemaian. Pokok-pokok yang tercantum dalam Program Penyuluhan antara lain mengenai pengunaan benih unggul berlabel. Setiap proses di masing-masing tingkat terdapat proses legitimasi agar kebijakan dan program itu sah secara undang-undang. diskusi dan praktek. selanjutnya membawa perencanaan program tersebut ke tingkat Provinsi. Tingkat Kabupaten melibatkan Bupati dan Dinas Pertanian. Penerapan sistem kerja LAKU diantaranya dengan pelaksanaan penyuluhan melalui pendekatan kelompok yaitu penyuluh menyesuaikan materi dengan kebutuhan dan kesulitan yang dihadapi petani. Pada tingkat desa orang-orang yang dilibatkan antara lain Lurah. Pada tingkat Propinsi melibatkan Gubernur dan Dinas Pertanian tingkat Propinsi. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian .

Koordinasi ini bersifat wajib bagi pelaksana monitoring. Monitoring yang dilakukan dari tingkat Kabupaten biasanya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga hal ini juga dapat dikatakan sebagai sidak penyuluhan. G. Penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. Kendala yang dihadapi dalam proses monitoring adalah koordinasi antar pihak kabupaten sehingga proses monitoring menjadi tidak berjalan sesuai dengan program monitoring. Monitoring dan Evaluasi Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. Materi yang dibahas dapat keunggulan suatu benih padi. Tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah meningkatkan efektivitas kerja dari penyuluh pertanian. Hal ini bertujuan setelah petani mengetahui keunggulan suatu benih padi. Kecamatan Polokarto. Pihak yang dilibatkan dalam proses monitoring dan evaluasi dalah penyuluh dan petani. Penyuluhan tersebut berlangsung dengan menggunakan metode kelompok dengan teknik diskusi yang menjelaskan tentang materi penyuluhan yang disampaikan. Pelaksanaan secara rutin dan berkala dapat meningkatkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan.inovasi terus diterapkan atau sebaliknya. Hal ini dapat diatasi dengan koordinasi setiap minggu di tingkat kabupaten. Sifat wajib ini diharapkan agar proses monitoring dapat dilaksanakan secara rutin dan berkala. Jika penerapan inovasi tersebut dipandang bermanfaat dan menguntungkan bagi petani maka inovasi tersebut akan terus diterapkan. Hal yang dievaluasi antara lain jam kerja penyuluh dan hasil kegiatan penyuluhan. Efetkivitas dari para penyuluh tersebut dapat meningkatkan tingkat keberhasilan dari program penyuluhan pertanian. maka petani diharapkan mau menggunakan benih yang diberikan dari tingkat pusat. Proses monitoring sendiri dilakukan dengan berbagai cara antara lain turun langsung ke lapangan saat penyuluhan dilakukan. Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok tani atau langsung di lahan pertanian. .

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. 4. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana. konsumsi serta distribusi dengan jalan memberdayakan masyarakat pertanian sehingga dapat tercapai pertanian yang tangguh. Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun. Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistem-sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkan swasembada pangan khususnya beras.V. di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa. di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh. Di Desa Polokarto hanya terdapat satu orang penyuluh saja yang mendampingi dalam memecahkan segala permasalahan bidang pertanian yang dirasakan oleh petani. Dana bagi penyuluh berasal dari kabupaten. mandiri menuju agroindustri. di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh. jagung dan kedelai serta dengqan menganekaragamkan menu pangan non beras. Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. . 7.00 untuk masingmasing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan. Basis pertanian bertumpu pada aspek produksi. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan.000. 2. dan hanya ditransfer sejumlah Rp 250. 3. 6. Kesimpulan 1. yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. 5. lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani.

Rekomendasi Berdasarkan hasil pembahasan yang diperoleh dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dapat direkomendasikan hal-hal sebagai berikut : 1. 2.8. 9. 3. seperti memberikan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. 10. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). . diskusi dan praktek. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kegiatan penyuluhan. Penyuluh seharusnya lebih aktif dan komunikatif dalam penyampaian materi penyuluhan. Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. Masyarakat petani seharusnya lebih terbuka dalam menerima inovasi yang diberikan oleh penyuluh agar dapat membantu terwujudnya program ataupun kebijakan penyuluhan pertanian. B.

php?id=256 . Diakses 15 Juni 2009. dalam Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. IPB Press – Bogor Slamet Mulyana. Perlengkapan Penyuluhan. . Diakses 15 Juni 2009.blog. 2008.wsmulyana. Diakses 15 Juni 2009 Anonim.com/2008/12/21/softskill-dan-strategi-komunikasi-pertanian/ . http://masarip. Soft Skill dan Strategi Komunikasi Pertanian.friendster.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009.com/ 2007/09/metode-penyuluhan. Ari Julianto. Totok. 2003.id /research_agenda/ article. 2009. http://www. Metode Penyuluhan. http://ronawajah.wordpress. Diakses 15 Juni 2009 Mardikanto.or. Teori Difusi Inovasi . http://www.wordpress.coremap.com/2009/01/25/teori-difusiinovasi/ . 2009. Redefinisi dan Revitalisasi Penyuluhan Pembangunan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful