P. 1
Alat Bantu Dan Alat Peraga Penyuluhan

Alat Bantu Dan Alat Peraga Penyuluhan

|Views: 1,419|Likes:

More info:

Published by: Yoghi Satria Pratama on Sep 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2014

pdf

text

original

ALAT BANTU dan ALAT PERAGA PENYULUHAN PERTANIAN

April 3, 2010 · Disimpan dalam PENYULUHAN PERTANIAN ALAT BANTU PENYULUHAN PERTANIAN Adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses mengajarnya selama kegiatan penyuluhan dilaksanakan. Ragam alat bantu penyuluhan yang diperlukam setiap penyuluh : 1. Kurikulum Memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan yang meliputi tujuan yang ingin dicapai, kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan oleh pendidik, daftar mata pelajaran yang akan disampaikan, dan rencana evaluasi yang akan dilaksanakan. 1. Lembar-lembar persiapan penyuluhan Berupa lembar persiapan menyuluh (LPM), lembar persiapan latihan (LPL) dan lembar persiapan kerja (LPK). 1. Papan penulis atau papan penempel Papan penempel yang biasa digunakan di lapangan adalah papan yang dilapisi dengan kain panel. Sedang di dalam ruang, digunakan papan bermagnit. 4. Alat tulis Disarankan penyuluh membawa alat tulis yang beragam warna baik itu kapur berwarna, pensil berwarna, bolpen dsb. 5. Sarana ruangan Beragam alat bantu dalam ruangan : pengeras suara, penata cahaya (lampu), dan penata udara (kipas angin atau AC). 6. Projector Alat bantu penyuluhan yang berupa beragam projektor : 1. Overhead projektor, untuk memproyeksikan tulisan dan atau gambar yang ditulis pada bahan tembus cahaya (plastik, transparancy sheet)

2. Solid projektor, semacam Overhead projektor tetapi untuk memproyeksikan bendabenda tembus cahaya. 3. Movie projektor, untuk memproyeksikan film dan film strip. 4. Slide projektor, untuk memproyeksikan gambar/tulisan yang direkam dan slide film. ALAT PERAGA PENYULUHAN Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah : 1. Benda Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Ada beberapa macam alat peraga berupa benda ini : 1. Sample atau contoh, yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya. Misalnya, contoh benih, contoh pupuk dll. 2. Model atau tiruan, biasanya digunakan jika benda asli sulit didapat, volumenya bisa terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus. Misal : contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah, ulat dll. 3. Specimen atau benda asli yang telah diawetkan karena benda asli sulit didapat. Dari ketigaanya, benda aslilah yang paling baik. 2. Barang cetakan Pamlet atau selebaran, yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran, ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya. a. Leaflet atau folder Perbedaan leaflet dengan pamflet adalah : 1) Umumnya dibagikan langsung oleh penyuluhnya.

2) Leaflet merupakan selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedang folder dilipat menjadi 3 (6 halaman) atau lebih. 3) Leaflet lebih banyak berisikan tulisan daripada gambar.

4) Ditujukan pada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilannya pada tahap minat, menilai dan mencoba. 5) Brosur atau booklet

6) Merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman dan maksimal 50 halaman. b.Placard dan poster Keduanya merupakan barang cetakan dengan ukuran relatif besar yang ditempel ditembok, pohon atau direntangkan di pinggir/tengah jalan. Placard lebih banyak berisi tulisan sedang poster lebih banyak berisi gambar. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman sasaran pada tahapan sadar dan minat. c. Flipchart atau peta singkap, adalah sekumpulan poster selebar kertas koran, yang digabungkan menjadi satu. d. Photo, dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. e. Flanelghrap, merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. 3. Gambar yang diproyeksikan Transparancy sheet adalah lembaran mika (plastik) bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan overhead proyektor. Biasa digunakan di dalam pertemuan kelompok di dalam ruangan . a. Slide film, suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang diberi bingkai untuk diproyeksikan di layar dengan menggunakan slide proyektor. Berupa gambar bisu(tidak bersuara). b. Film strip, seperti halnya slide film hanya saja masing-masing gambar tidak dipisahkan dan diberi bingkai, tetapi menjadi suatu rangkaian yang tak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. c. Movie film, obyek yang diproyeksikan tidak berujud bergambar gambar mati melainkan berupa gambar bergerak. Selain itu sudah diisi dengan suara dubbing. d. Video dan TV, seperti halnya dengan movie film, bedanya film positif yang dihasilkan tersimpan dalam kotak kaset dan penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya. 4. Lambang grafika 1. Grafik 2. Diagram

shema atau chart Di dalam praktek. 1. Persiapan sarana penyuluhan terutama alat peraga sangat membantu sasaran dalam menerima materi yang diajarkan oleh penyuluh.wordpress. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem yang ingin dijelaskan berdasar hubungan garis keturunan. Terkait dengan itu. 5) Organizational chart yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling berhubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. 4) Flow chart. Pemilihan alat peraga ini harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat sasarannya serta alat peraga ini juga akan mempengaruhi proses belajar dalam penyuluhan tersebut. digambarkan sebagai suatu tabel berisi keterangan tentang keadaan masingmasing bagian (sub sistem) dari suatu sistem yang ingin dijelaskan.com/2010/04/03/alat-bantu-dan-alat-peraga-penyuluhan-pertanian/ ALAT PERAGA DAN PEMILIHAN ALAT PERAGA PENYULUHAN Penyuluhan merupakan pendidikan non formal dimana sistem pendidikannya terprogram di luar sekolah sehingga penyuluhan memerlukan perencanaan yang jelas mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan. dikenal beragam bagan atau shema yaitu : 1) Pictorial chart. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari sistem yang ingin dijelaskan berdasar alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan. . http://h0404055. Oleh sebab itu. alat peraga sangat perlu di dalam penyuluhan.Lambang grafika ini tidak bisa digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah (variabel) tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu. 3) Ginealogical chart. Bagan. 2) Tabula chart. yaitu gambaran singkat tentang tingkat perkembangan yang dialami oleh masingmasing sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. pelaksanaan kegiatan penyuluhan selain menentukan topik atau materi penyuluhan yang akan diajarkan juga harus memetapkan alat peraga penyuluhan yang sesuai dengan sasarannya serta persiapan tentang sarana penyuluhan dalam hal ini adalah alat peraga penyuluhan dan pemilihan alat peraga tersebut guna membantu kelancaran kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan. yaitu gambar dari suatu sistem yang dilengkapi dengan rincian dari sub sistem yang menyusunnya. Progress chart.

benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat. baik dengan penglihatan maupun dengan pendengaran. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga adalah sebagai berikut :   Banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan. Peristiwa masa lampau atau kejadian yang akan terjadi masa datang sangat sulit diamati. Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. Tetapi di dalam praktek. menurut Mardikanto (1985) mengartikan alat peraga sebagai berikut : Alat atau benda yang dapat diamati. Sehingga diharapkan dengan batuan alat peraga ini dapat memflash back kejadian dimasa lalu dan memprediksi kejadian dimasa mendatang misalnya dengan pemutaran film.Alat Peraga Penyuluhan Jahod Sumabrata mengemukakan bahwa alat-alat peraga adalah sesuatu (alat. sehingga sulit disediakan. Dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. Banyak pula kejadian sehari-hari yang berkenaan dengan masalah pertanian yang akan lebih mudah dipelajari melalui alat peraga yang harus secara langsung diamati pada satu waktu atau dalam kesempatan tertentu saja. proses tumbuhnya akar dan sebagainya. Misalnya demonstrasi cara mencangkok dan lain-lainnya (Hamalik. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain. serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya. 1996). Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan. Sebaliknya juga banyak benda-benda yang sangat kecil yang sulit diamati dengan alat indera manusia. Di samping itu. benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. 1990). Banyak proses-proses yang harus dikerjakan dalam memepelajari ilmu pertanian yang memerlukan bantuan alat peraga agar lebih mudah dan lebih menarik minat sasaran penyuluhan. Agak berbeda dengan pengertian tersebut. Dalam bidang pertanian sering terdapat benda-benda yang terlampau besar. misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. Misalnya angin kencang merusak tanaman.       .

Tahap minat. Tahap perkembangan mental seseorang dapat digolongkan dalam tahap penumbuhan pertanian. penumbuhan minat. serta perhitungan untung rugi sudah melintas dalam pikirannya. apabila dirasakan ide atau praktek baru tersebut mampu untuk dilaksanakan kemudian diadakan kegiatan mencoba-coba secara kecil-kecilan. Tahap penerapan. keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda. Tahap menilai. dalam hal ini seseorang berada dalam keadaan sekedar mengetahui. Ooy Sunarya (1978) mengemukakan bahwa alat peraga penyuluhan sebenarnya tidak sekedar berfungsi sebagai alat peraga atau penjelas. penyuluh dapat mengetahui sejauh mana sasaran memahami materi yang diberikan. akhirnya dihubungkan dengan tingkat kemampuan yang ada pada dirinya. dari adanya pengetahuan dan beberapa keterangan yang jelas. Memperjelas pengertian tentang segala sesuatu yang diuraikan atau disampaikan penyuluh secara lisan . sehingga perlu ditetapkan suatu alat peraga penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. belum memahami secara mendalam apa yang termakna dalam hal yang baru diketahuinya. tahap menilai. pada tahap ini seseorang sudah mulai aktif mencari keterangan-keterangan yang lebih banyak. Dengan peragaan akan dapat menghemat waktu yang diperlukan penyuluh untuk menjelaskan materi yang ingin disampaikan/ dijelaskan. Tahap mencoba. Tahapantahapan tersebut adalah sebagai berikut :      Tahap kesadaran. Dengan Penggunaan alat peraga. Karena lewat pemahaman tentang materi yang diberikan dengan sarana alat peraga akan membantu penyuluh dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang diberikan kepada sasaran. tahap mencoba dan tahap menerapkan. 2008). sehingga dapat menghadirkan terjadinya salah pengertian yang tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh penyuluhnya. sehingga lebih mengkonsentrasikan diri untuk mengikuti jalannya penyuluhan yang sedang dilaksanakan oleh penyuluh.Lebih lanjut. karena sasaran lebih cepat menerima dan memahami segala sesuatu yang dimaksudkan penyuluhnya. sehingga sasaran tidak mudah melupakan kegiatan yang pernah diikutinya. melainkan memiliki fungsi yang beragam yaitu:      Menarik perhatian atau memusatkan perhatian sasaran . demikian juga tahap perkembangan mental. tahap kesadaran. dihubungkannya ide atau praktek baru itu dengan keadaan yang sudah terjadi dan pernah dialaminya. bagaiamana kemungkinan hasilnya dan bagaimabna yang sudah dilakukan orang lain. Membantu penyuluhan lebih efektif . Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda. disini seseorang sudah menerapkan sepenuhnya apa yang pernah diterimanya sebagai anjuran (Rokhman.  Benda . Memberi kesan lebih mendalam .

Salah satu alat peraga penyuluhan yang paling mudah diperoleh atau dibuat adalah yang berupa benda. Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Tentang benda yang dapat digunakan sebagai alat peraga ini, ada beberapa macam yaitu :
 

Sample/contoh , yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya (misal contoh benih, contoh pupuk dll). Model/tiruan, digunakan sebagai alat peraga jika benda asli sulit didapat, volumenya terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus (misalnya: contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah dll). Specimen atau benda asli yang diawetkan karena benda asli sulit di dapat.

Dari ketiga benda tersebut yang paling baik adalah benda asli, hal ini disebabkan karena baik model maupun specimen seringkali warnanya tidak sesuai.

Barang cetakan

Media cetak disediakan untuk memenuhi bahan kebutuhan para petani dan masyarakat lain yang memerlukan dan mengambil manfaat dari adanya informasi. Seorang yang menyiapkan informasi untuk petani melalui media cetak hendaknya bertanya pada diri sendiri tentang;
    

untuk siapa media cetak ini disiapkan, apakah calon pembaca mengetahui pokok yang dibahas, informasi apa yang dapat disampaikan untuk menambah pengetahuan calon pembaca, kebijaksanaan apakah yang dapat membawa perubahan, apakah keputusan itu mungkin dapat diterapkan.

Salah satu jenis media cetak yang digunakan oleh penyuluh sebagai alat peraga , baik yang berupa gambar, tulisan, atau campuran keduanya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan adalah brosur. Media cetak (seperti brosur, leaflet, surat kabar dan majalah pertanian merupakan visualaid) yang berfungsi sebagai bahan publikasi untuk menyebarluaskan informasi pertanian , khususnya kepada masyarakat tani dan masyarakat ramai yang menaruh minat terhadap pembangunan pertanian .. Sedangkan Hanafi (1986) dalam Syafrudin (2008) mengemukakan ada beberapa keunggulan media cetak yaitu

 

orang yang membaca dapat mengatur kecepatan bacanya, berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang sedang dibaca dan mengulangi kalimat-kalimat yang dipandang penting, dapat menyimpan fakta-fakta, gambar-gambar dan memiliki kemampuan dalam mengatasi selektivitas.

Selanjutnya Kamath 1980 (dalam Syafrudin, 2008) mengemukakan sembilan butir keunggulan media cetak yaitu
o o o o o o o o o

merupakan media tertulis yang dapat mencapai sasaran yang luas pada masyarakat pembaca, merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan pesan, dapat diproduksi menurut kebutuhan serta relatif murah biayanya, merupakan alat informasi yang tepat dan akurat, yang dalam waktu singkat dapat sampai pada sasaran, apabila disusun secara tepat, dapat menarik dan menyenangkan pembacanya, dapat digunakan sebagai alat untuk melestarikan dan meningkatkan tugas harian dari pembacanya, merupakan alat untuk mengadakan kontak secara tetap dan bersambung dapat digunakan untuk menampilkan prestasi tokoh-tokoh masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya, dan merupakan alat yang tepat untuk melestarikan dan meningkatkan kemampuan pembaca dan menulis masyarakat.

Namun demikian media cetak tersebut memiliki beberapa kelemahan yaitu:
  

kurang tepat bila digunakan pada masyarakat yang memiliki kemampuan baca rendah atau buta huruf, kurang cepat mencapai sasaran, apabila dipakai sebagai satu-satunnya teknik untuk menyampai pesan di daerah pedesaan dan apabila tidak disiapkan secara seksama dan hati-hati justru akan kehilangan arti maksud dan tujuannya.

Rachmat 1991 (dalam Syafrudin, 2008) media cetak mempunyai sifat satu arah artinya tidak ada reaksi antara pesan-pesan komunikasi dan bersifat terbuka artinya ditujukan kepada publik yang tidak terbatas dan anonim serta mempunyai publik yang secara geografi tersebar. Oleh karena itu media cetak tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada pembacanya. Berkaitan dengan efek dari media cetak akan sangat tergantung dari sasaran atau penggunaanya. Sebab efek tidak ada seandainya sasaran atau pengguna tidak menyukai media tersebut, meskipun media itu sarat dengan informasi dan pengetahuan. Menurut Hanafi (1986) dalam Syafrudin, (2008) mengemukakan tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keefektifan media cetak yaitu:
o o o

dalam menyampaikan kode, pesan yang merupakan sekumpulan simpul hendaknya disusun sedemikian rupa, sehingga bermakna bagi sasaran, isi pesan hendaknya merupakan materi/bahan yang dipilih dan wujud pesan adalah bentuk pesan yang dipilih sumber (komunikan).

Selanjutnya menurut Kelsey dan Hearne 1995 (dalamSyafrudin, 2008) menyatakan bahwa untuk meningkatkan keefektifan media cetak disarankan agar media:

o o o o o

menyajikan topik yang sesuai dengan kebutuhan yang dianggap penting dan mendesak serta dapat diterapkan oleh masyarakat, menyajikan materi yang sesuai dengan masalah, minat dan tingkat pendidikan pembaca, menghindari konsep yang sukar, menyusun fakta secara logis sehingga pembaca dapat mengikuti secara bertahap, menggunakan ilustrasi foto dan gambar yang sesuai.

Selain itu menurut Ban & Hawkins 1999 dalam Syafrudin (2008) menyatakan bahwa agar publikasi terknis yang diterbitkan oleh dinas-dinas penyuluhan efektif bagi sasaran/penggunanya media cetak tersebut harus dikemas dalam bentuk yang mudah dimengerti (comprehensive), artinya dengan menggunakan bahasa yang sederhana, menyusun dan merangkaikan perbedaan pendapat dengan jelas dan hal-hal pokok dinyatakan dengan singkat dan jelas Setiap penyuluh dapat menggunakan beragam barang cetakan baik yang berupa gambar, tulisan atau campuran dari keduannya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan sebagai alat peraga. Adapun barang-barang cetakan tersebut adalah : 1. Pamflet atau selebaran , yaitu barang cetakan yang berupa selebar kertas bergambar atau bertulisan yang dibagi-bagikan oleh penyuluh secara langsung kepada sasarannya, disebarkan ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga seperti ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan minat sasarannya meskipun demikian, jika berisi informasi yang lebih lengkap dapat dimanfaatkan oleh sasaran pada tahapan menilai dan mencoba. 2. Leaflet atau Folder , sama hal nya dengan pamflet keduanya merupakan barang cetakan yang juga dibagi-bagikan kepada sasaran penyuluhan. Bedanya adalah umumnya dibagikan langsung oleh penyuluh, leaflet selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedangkan folder dilipat menjadi 3 (6 halaman ) atau lebih, leaflet dan folder lebih banyak berisikan tulisan daripada gambarnya dan keduanya ditujukan kepada sasaran untuk emepengaruhi pengrtahuan dan keterampilannya pada tahapan minat, menilai dan mencoba. 3. Brosur atau booklet , merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman, dan paling banyak 50 halaman. Booklet ini dimaksudkan untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran tetapi pada tahapan menilai, mencoba dan menerapkan. Dalam penggunaan media cetak brosur sebagai media pertanian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu
   

gaya bahasa, kata-kata dan istilah harus mudah dimengerti kalimatnya ringkas dan jelas sesuai dengan tingkat kemampuan sasaran, sebaiknya kata yang tertulis dilengkapi dengan gambar atau foto agar lebih jelas dan mudah dimengerti, tulisan atau materi yang disajikan harus bersifat nyata, baik, dan menguntungkan sesuai dengan kebutuhan sasaran harus mengandung daya penarik pembaca, kertas yang baik, berwarna, bergambar, atau bentuknya menarik untuk dibaca (Syafrudin, 2008).

Flanelgraph. Banyak dari alat peraga yang terproyeksikan ini penggunaannya dengan pendekatan kelompok tetapi untuk movie fil menggunakan pendekatan massal karena alat ini dapat menjangkau khalayak yang lebih besar. Flipcard dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap. Isi pesan ditulis sesuai dengan kemampuan daya serap pembaca. menilai Meskipun disajikan dalam bentuk dan cara yang berbeda semua lat peraga yang berupa barang cetakan ini harus memuat pesan yang lengakap yang mudah dipahami oleh sasarannya. mencoba. Photo ini dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar.  Gambar yang diproyeksikan Meskipun alat peraga ini dinamakan gambar yang terproyeksi. dengan bahasa yang setingkat dengan pengertian mereka. adalah sekumpulan poster selebar kertas karton yang digabungkan menjadi satu. 5. Akan tetapi. kadang-kadang juga banyak berisikan tulisan seperti transparancy. poster justru lebih banyak berisi gambar. alat peraga ini lebih efektif dan efisien untuk disediakan bagi sasaran pada tahapan minat. 6. Placard dan poster . adalah lembaran mika bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan OHP. dan penyajian yang menarik) dapat diserab oleh sasaran sangat dipengaruhi oleh faktor internal peternak yaitu pengetahuan. dengan pilihan pesan yang diminati dan menggunakan media yang mereka kenal dan menarik pesan. menilai. karena biasa digunakan dalam pertemuan kelompok.4. . Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman pada tahapan sadar dan minat. Flipchart dan flanelgraph harus disampaikan dengan pendekatan langsung pada pertemuan kelompok atau kunjungan dan selain barang cetakan tersebut disampaikan dengan pendekatan tidaka langsung. mencoba. Adapun gambar yang diproyeksikan tersebut adalah : o Transparancy sheet . sesuai kebutuhan. Photo. merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. minat. Flipcard atau peta singkap . slide dan film strip. motivasi kerja. merupakan barang cetakan yang ukurannya relatif besar untuk ditempel atau direntangkan di pinggir jalan. Alat peraga ini digunakan didalam pertemuan kelompok di dalam ruangan terutama untuk memepengaruhi penegtahuan dan keterampilan sasaran. Masing-masing berisikan pesan terpisah yang jika digabungkan akan merupakan satu kesataun yang tidak terpisahkan yang ingin disampaikan secara utuh. Karakteristik media cetak brosur (bahasa yang mudah dipahami. penegtahuan atau keterampilan. dan sikap. menilai. Berbeda dengan placard yang banyak berisiskan tulisan. Digunakan pada pertemuan kelompok untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. merupakan alat peraga yang dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. baik gambar dan atau tulisan yang disampaikan harus komunikatif dan dengan tata warna yang menarik perhatian. Oleh sebab itu.

suatu hasil karya fotografi yang berupa film positif yang masingmasing gambar tidak dipisahkan dan tidak dibingkai tetapi menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. mendemontrasikan hasil-hasil yang dicapai atau keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh oleh suatu inovasi. Dalam berbagai kasus penyajian grafik relatif lebih singkat dan lebih mudah dipahami dibanding jika disampaikan dalam bentuk narasi. menilai dan mencoba. Beberapa lambang grafika yang dimaksud adalah : Grafik. serta menjelaskan cara kerja suatu peralatan yang ditawarkan. terutama untuk memepengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar dan menilai serta juga dapat digunakan untuk pertemuan kelompok bagi sasaran sdampai dengan tahapan mencoba. sangat efektif untuk mempengaruhi sikap. Alat peraga ini digunkan dalam pertemuan kelompok untuk mempengaruhi sikap. Di dalam praktek dikenal beragam grafik. menilai dan mencoba. dan diletakkan pada bidang tertentu. yaitu : . dan diletakkan pada tempat-tempat yang dapat dilihat dengan jelas oleh sasarannya)atau disajian secara tidak langsung (dengan diproyeksikan). yaitu hubungan antara dua perubah yang digambarkan dalam bentuk titik. dan keterampilan sasarannya pada tahapan minat. seolah-olah seluruh alat peraga yang berupa gambar ini dapat digunakan sendiri oleh sasaran penyuluhan tanpa didampingi sendiri oleh peenyuluhnya. Lambang grafika ini dapat disajian secara langsung (ditulis dan atau digambar pada bidang tertentu. Sehingga. Video dan TV .  Lambang grafika Lambang grafika merupakan alat peraga yang berupa gambar dengan keterangan tertulis seperlunya yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman sasaran dalam kegiatan penyuluhan.o o o o Slide film . adalah hasil karya fotografi dimana obyek yang diproyeksikan tidak berujud gambar mati melainkan berupa gambar yang bergerak dan diisi dengan suara sehingga benar-benar alami. garis atau gambar-gambar tertentu yang mudah dipahami oleh sasarannya. pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. kehadiran penyuluh dalam penggunaan alat peraga ini sangat diperlukan untuk memberikan penjelasan tentang pengertian dan tujuan pesan yang ingin disampaikan. Alat peraga ini digunakan untuk mengenalkan. adalah suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang dibingkai untuk diproyeksikan ke layar dengan menggunakan slide projector. Berdasar uraian diatas kecauali tranparancy sheet. Movie film . Film strip . pengetahuan. adalah hasil karya fotografi yang jika diproyeksikan ke layar dapat menghasilkan gambar bergerak dan bersuara dan tersimpan dalam bentuk kotak kaset serta penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya. Alat peraga ini digunakan di dalam pertemuan umum. Akan tetapi.

garis lengkung ataupun garis bergelombang. Tabula chart . Untuk menyajikan lambang grafika pada suatu tempat secara langsung tanpa proyektor dapat dilakukan dengan beragam cara yaitu :   Pin-up chart . luas batang yang berbeda atau ciri-ciri tertentu yang berbeda pula. yaitu grafik yang disajikan dalam bentuk lingkaran yang terbagi-bagi menurut perbandingan angka riil atau nilai prosentasenya. yaitu grafik yang disajikan berupa gambar atau bentukbentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. Ada beragam bagan atau schema. berdasarkan alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan. baik berupa garis lurus. Jika dalam satu gambar ingin dibandingkan data yang berbeda dapat dilakukan dengan memberikan perbandingan luas atau volume dari bentuk-bentuk yang disajikan. grafik yang disajikan berupa gambar atau bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. Ginealogical chart . merupakan chart yang digambarkan sebagai suatu tabel berisikan keterangan tentang keadaan masing-masing bagian dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. yaitu gambaran tentang hubungan antar subsistem dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. Bagan. Pictorial statistical graph. merupakan gambar dari hubungan antar bagian atau sub sistem dari suatu sistem tertentu yang ingin dijelaskan. dilakukan dengan cara menempelkan atau melekatkan untuk sementara pada sustau tempat yang telah disediakan.             Grafik garis . Jika dalam satu gambar ingin disajikan banyak grafik yang menerangkan banyak data atau gejala yang dapat dibanding-bandingkan sebaiknya ditampilakn atau diberi warna yang ebrbeda dan mudah dibedakan. Grafik batang . merupakan lambang grafik yang tidak dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu. yaitu gambaran tingkat perekembangan yang ditunjukkan atau dialami oleh masing-masing sub sistem dalam suatu sistem yang ingin dijelaskan. yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling hubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. Flow chart . berdasarkan hubungan garis keturunannya. Progress chart. Pie chart atau segmented curve. yaitu gambar dari suatu sistem tertentu yang dilengkapi rincian dari sub sistem yang menyusunnya. . Area graph atau solid graph . Hinged-card chart . Diagram. yaitu : Pictorial chart . yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari suatu sietem yang ingin dijelaskan. Organizational chart . dilakukan dengan cara memaku atau menempelkan lembar grafika pada tempat yang telah disediakanyang dinilai mudah diamati dengan jelas oleh sasaran. berupa gambar batang atau bidang segi empat mendatar atau tegak. schema atau chart. Jika dalam satu gambar ingin disajiakn banyak grafik yang ingin dibandingkan dapat dilakukan dengan pemberian warna yang berbeda. Perbandingan nilai untuk masingmasing data disajiakn dalam jumlah gambar yang berbeda yang memiliki satuan yang sama.

Alat peraga yang mahal tidak selalu merupakan jaminan sebagai alat peraga yang efektif untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. Pengetahuan penting tentang pemilihan alat peraga adalah sebagai berikut :    Tidak semua alat peraga selalu tersedia atau mudah disediakan oleh penyuluhnya pada sembarang tempat dan waktu. Berkaitan dengan itu. Untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. yang ditemapatkan pada suatu tempat tetapi ditutupi atau disembunyikan dengan memberikan lapisan penutup tertentu (seperti pada album photo atau perangko). Hidden chart . Oleh sebeb itu. Pemilihan Alat Peraga Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian. mencoba memberikan acuan tentang pemilihan lat peraga yaitu sebagai berikut : ALAT PERAGA Benda Barang cetakan PERUBAHAN PERILAKU YANG DIINGINKAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Model specimen Contoh model Contoh model Poster Brosur Brosur Placard Selebaran Photo Folder Flip-chart Leaflet Flanel graph Tranparancy Slide film Film strip Flip-chart Flanel graph Folder Leaflet Video &TV Slide Film Film strip Gambar yang diproyeksikan Video &TV Movie film Film strip . Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. Dalam pemilihan alat peraga ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat sasaran sehingga dengan begitu akan mempermudah proses belajar mengajarnya karena sasaran merasa butuh alat peraga tersebut guna membantu mereka dalam memperoleh informasi tentang pertanian. Mardikanto (1985). tersedia banyak alternatif alat peraga yang dapat digunakan tetapi dengan tingkat efektivitas dan tingkat kemahalan yang berbeda. sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya. sangat penting sekali memperhatikan sasaran sebelum menentukan alat peraga yang akan digunakan.

Oemar. apabila harga minyak mentah dunia dan semua kebutuhan pokok naik. Mokh Khayatul. pemerintah akan lebih banyak menyerahkan kegiatan penyuluhan kepada pihak swasta.or. Kegagalan pembangunan pertanian mulai tampak dari produksi komoditi pertanian yang tidak stabil.42 laporan penyuluhan dan komunikasi pertanian sem. Penyuluhan dapat diartikan sebagai proses perubahan sosial. 1990.Pendekatan Film slide Tidak langsung Langsung Video&TV Langsung Tidak langsung DAFTAR PUSTAKA Langsung Tidak langsung Departemen Kehutanan.tripod.com/lapangan/penyul. 2008. Namun jangan salah. CV. 1996. Bandung Rohman. Kondisi ketahanan pangan makin gawat ketika alih fungsi lahan pertanian yang tak bisa dikendalikan. demi terwujudnya kehidupan yang .rohman. kelompok.pdf.htm tanggal 10 maret 2008 pukul 09. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. Belajar dan Mengajar Ilmu Pertanian : Pendekatan Terpadu. diakses dari www. barangkali hanya beras.id/file/syafrudinugmbab3. teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan. PENDAHULUAN A. kelembagaan) yang terlibat dalam proses pembangunan. ekonomi dan politik untuk memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses belajar bersama yang partisipatif. kalaupun dikatakan masih tersisa komoditas pertanian yang relatif stabil. 2008. Media Cetak Brosur Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi http://www. Maju Mundur. Hamalik. Pada saat ini sektor pertanian kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. 2 I. Diakses tgl 10 maret 2008 pukul 09. Kegiatan penyuluhan harus dilaksanakan secara lebih baik dan efisien untuk dapat melayani kelompok sasaran yang lebih luas dan dilain pihak. Penerbit Pusat Penyuluhan Departemen Kehutanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta.damandiri. agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua stakeholders (individu. Saat ini kondisi pertanian di Indonesia memang kacau-balau karena pemerintah tidak memiliki kebijakan memadai selain itu ketergantungan pada impor tidak dipersiapkan dengan baik dan disesuaikan siklus kebutuhan.21 Syafrudin. harga beras tak dapat dikendalikan.

C. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengembangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. Manfaat Praktikum Melalui praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dari Desa Teras. Petani mendapat informasi baru tentang pertanian sehingga dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya saat ini. mandiri dan partisipasif yang semakin sejahtera dan berkelanjutan. Dalam hubungan ini. penyuluh harus mengoptimalkan pemanfaatan segala sumberdaya yang dimiliki serta segala media atau sluran informasi yang dapat digunakan (media massa. kondisi geografis. c. alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran. memiliki tujuan utama yang tidak terbatas yaitu “better farming. Kecamatan Teras. Petani dapat saling sharing dengan petani lain dan juga penyuluh. 3. Petani dapat meningkatkan penghasilannya sehingga kualitas hidup petani pun dapat ikut naik. internet. Bagi Mahasiswa a. Mahasiswa mampu menetapkan metode. politik dan ekonomi sehingga dalam jangka panjang mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakatnya. Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasar prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa. Kabupaten Boyolali diharapkan dapat memberikan manfaat kepada : 1. Menjalin kerjasama dan kerukunan antar petani. Penyuluhan pembangunan sebagai proses pemberdayaan masyarakat. sumberdaya penyuluh. Melainkan harus secara aktif berburu informasi yang bermanfaat dan atau dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi kliennya. dan lain-lain). Kabupaten Boyolali bertujuan untuk : 1. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan. B. Dalam konsep pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani atau masyarakat yang beradab dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan yang terbaik bagi kesejahteraan bersama. Bagi Petani a. d. better bussinnes. 2. Sebagai agen penyebar informasi. pusat informasi. institusi pemerintah. 4. dan lain-lain) agar tidak ketinggalan dan tetap dipercaya sebagai sumber informasi baru oleh kliennya. Kecamatan Teras. tetapi untuk memfasilitasi masyarakat atau sasaran untuk mengadopsi strategi produksi dan pemasaran agar mempercepat terjadinya perubahanperubahan sosial. dan kebijaksanaan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat). menelaah dokumen dan mengumpulkan informasi tentang proses dan substansi Perencanaan Program/ Programa Penyuluhan Pertanian. 2. teknik. dab better living”.semakin berdaya. b. b. Mahasiswa dapat melakukan wawancara. penyuluhan tidak boleh hanya menunggu aliran informasi dari sumber-sumber informasi (peneliti. Inti dari kegiatan penyuluhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Mahasiswa mampu menggali masalah yang dihadapi sasaran penyuluhan. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian di Desa Teras. Mahasiswa dapat melakukan penyuluhan terhadap praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan yang menyangkut sistem kerja metoda dan .

1994). Fungsi komunikator mengemukakan pikiran dan perasaan dalam bentuk pesan untuk membuat komunikan menjadi tahu dan berubah sikap. macam serta jenis dan nilai produksi sehingga tercapai suatu kenaikan pendapatan yang lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri. Mahasiswa dapat meningkatkan kualitas usaha pertanian pada tempat pelaksanaan praktikum sehingga dapat menigkatkan kualitas hidup petani sesuai dengan tujuan dari penyuluhan. terlihat (visual). teraba (tactile). penguatan komunitas (community strengthening) (Arip. dan menciptakan efek berupa pengenalan dan pengertian. pemasaran inovasi (teknis dan sosial). Pendapatan pemerintah dapat bertambah karena kualitas hidup masyarakat meningkat. rekayasa sosial. Tugas pemerintah dalam usaha meninngkatkan kesejahteraan petani. nilai-nilai. pemberdayaan masyarakat (community empowerment). d. kelembagaan. 3. 2009). Mahasiswa dapat membantu tugas pemerintah daerah dalam melakukan peningkatan kualitas hidup masyarakat terkait fungsi pengabdian masyarakat. b. 1986). tetapi pada hakikatnya merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerima rangsangan dan pembangkitan balasan (Mardikanto. Komunikasi adalah suatu proses dimana pihak-pihak peserta saling menggunakan informasi dengan tujuan untuk mencapai pengertian yang sama (pengertian bersama) yang lebih baik mengenai masalahmasalah yang penting bagi semua pihak yang bersangkutan. Menurutnya massage dapat berupa signal terdengar (auditory). atau menyentuh penerima. tetapi juga oleh diri komunikator. tercium (olfactory). penyebarluasan (informasi). Kegiatan penyuluhan pertanian sangat diperlukan sebagai faktor pelancar pembangunan pertanian. Pengertian Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Penyuluhan adalah suatu sistem pendidikan nonformil di luar sekolah bagi para petani dan keluarganya agar terjadi perubahan perilaku yang lebih rasional dengan belajar sambil berbuat (learning by doing) sampai mereka tahu mau dan mampu berswakarsa untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan guna terus memajukan usaha tani dan menaikan sejumlah mutu. II. 1982). terkecap (gustatory). keluarga dan kesejahteraan masyarakat (Mardikanto. perubahan perilaku. Bagi pemerintah a. c. LANDASAN TEORI A. perubahan sosial (perilaku individu.perlengkapan penyuluhan yang disiapkan atau digunakan. Komunikasi bukan jawabannya sendiri. pendidikan non formal (luar-sekolah). . Dari sini dapat diketahui bahwa sifat massage dapat dikenali dari indra pihak penerima yang menangkap signal tersebut (Effendi. Pemerintah dapat mengetahui permasalahan apa yang dihadapi oleh masyarakat terkhusus petani desa tersebut. penerangan/penjelasan. hubungan antar individu. dapat terbantu dengan kegiatan penyuluhan ini. c. dll). Efektivitas komunikasi tidak saja ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi saja. Kegiatan penyuluhan diartikan dengan berbagai pemahaman seperti.

musim sangat erat hubungannya dengan kedaan usaha tani. mecoba dan menerapkan. media cetak. dan yang terakhir adalah keadaan lapangan. dan yang terakhir adalah metode berdasarkan pendekatan massal. 2009) Ada tiga cara pendekatan yang diterapkan dalam pemilihan metode penenlitian. 1982). pelaksanaan utama pembangunan pertanian pada dasarnya adalah petani kecil yang merupakan golongan ekonomi lemah. misalnya melalui papan pengumuman. sumber informasi dan penggunanya. kedua yaitu keadaan usaha tani. sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. istilah “persuasi” atau dalam bahasa Inggris “persuation” berasal dari kata latin persuasion. metode penyuluhan dibagi menjadi tiga mencakup media lisan. Dalam hal ini. seperti topografi. yaitu berdasarkan media yang digunakan. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. lalu yang kedua metode penyuluhan berdasarkan hubungan penyuluh dengan sasaran dibagi menjadi dua yaitu komunikasi langsung dan tak langsung. dan di bagi menjadi menjadi dua yaitu mencakup pendekatan massal dan pendekatan kelompok (Mardikanto. yang secara harfiah berarti hal membujuk atau meyakinkan. 2004) Dalam pemilihan metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. Contohnya untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Arip. penyuluh berhubungan dengan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan. Dalam metode ini. dan yang ketiga adalah teknik komunikasi coersive (koersif) adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan cara yang mengandung paksaan agar melakukan suatu tindakan atau kegiatan tertentu (Suprapto. pengalaman dan kebutuhan. antara lain. antar sesama stakeholders agribisnis. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa. kedua metode berdasarkan pendekatan kelompok. 1983). musim. Teknik komunikasi yang bisa dilakukan pada umumnya ada tiga yaitu teknik komunikasi informasi adalah proses penyampaian pesan yang sifatnya “memberi tahu” atau memberikan penjelasan kepada orang lain. B. jenis tanah. produsen dan pelanggan. pertemuan-pertemuan kelompok juga media massa. kedua yaitu teknik komunikasi persuasi. dan yang terakhir adalah menurut keadaan psikolog sasarannya. menilai. penguasa dan masyarakat. minat. C. penyuluh berhubungan dengan sekelompok orang untuk menyampaikan pesannya. 2009) Pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian didasari tingkat kemampuan penerimaan panca indera dan tahapan adopsi yang meliputi kesadaran. ada yang tidak terlalu panas. Metode ini dapat menjangkau sasaran yang lebih luas (massa) (Suriatna. Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian meliputi keadaan sasaran. Komunikasi ini dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. ada yang panas sekali. Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan . sumber daya penyuluhan. Ragam metode dan teknik penyuluhan dapat didasari dari pendekatan jenis komunikasi. keadaan wilayah dan kebijakan pembangunan pertanian. 1987). psikososial dan panca indera (STPP. dan antar masyarakat didalam dan diluar (Timmer.Lebih dari itu. pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya. dan media terproyeksi. Dan kedudukan penyuluhan itu sebagai perantara atau jembatan anatara teori dan praktek. Metode dan Teknik Penyuluhan Metode penyuluhan digolongkan menjadi tiga golongan berdasarkan jumlah sasaran yang dapat dicapai yaitu metode berdasarkan pendekatan perseorangan.

Ragam alat bantu yang dibutuhkan penyuluh yaitu. dan lain-lain (Slamet. 2002). Alat peraga penyuluhan adalah suatu alat yang berfungsi untuk memeragakan dan menjelaskan uraian tentang informasi yang akan disuluhkan. penata cahaya dan penata udara. lembar persiapan pelatihan. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker. keempat yaitu alat tulis. TV. dan yang lebih modern lagi adalah video. yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang. (2) Melalui alat bantu. buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan (Anonima. booklet. Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. (5) Beberapa alat bantu dapat membantu menyusun pesan secara sistematis (Mardikanto. . kelima yaitu sarana ruangan seperti pengeras suara. pamlet atau selebaran. brosur. Aplikasi teknologi komunikasi dalam bidang pertanian memberikan hasil yang cukup baik. Radio dan tv lebih tetap untuk mencapai banyak orang dengan cepat dengan ide yang cukup sesderhana. lembar persiapan penyuluh berupa lembar persiapan penyuluh. Elektronik media (radio. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. kedua yaitu kurikulum yang memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan . 2009). Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya (Turindra. dan lembar persiapan kerja.Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah (1) benda. dan yang terakhir adalah alat bantu proyektor (Soejitno. pembaca lebih leluasa. namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung (Kardinan. dengan dukungn grafis dan bahan terdokumentasi. (4) Kemungkinan untuk mengurangi terjadinya penafsiran yang keliru. satelit) dapat dikategorikan sebagai teknologi komunikasi baru (Arip. 1978). 1986). poster. Cabai merah Besar (Capsicum annuum L. Terdiri dari Leaflet atau folder. Media cetak efektif utamanya bagi penduduk yang bisa baca tulis. 2009) Keuntungan menggunakan alat bantu audio visual adalah (1) alat bantu dapat menangkap perhatian dari hadirin. D. ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. 2009). bisa disarikan butir penting dari pembicaraan dengan jelas. flipchart atau peta singkat yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu foto dan flanelgraph. ketiga yaitu papan tulis.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. tergantung bagaimana digunakan. komputer. slide film. pamflet. menilai dan mencoba. Sebagai bumbu. (2) Barang cetakan. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu. alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat. Alat bantu penyuluhan adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses penyuluhan. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. 2005). tv. placard. movie. (3) Pesan lebih mudah ditangkap melalui beberapa panca indra dibanding yang hanya melalui salah satu panca indera saja. Materi penyuluhan Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker.

daun berwarna kuning kemudian menjadi cokelat. Daconil. Penyakit-penyakit yang mengganggu tanaman cabai antara lain : a. Derasol. penyakit ini diperlihatkan dengan adanya bercak-bercak bulat kecil pada daun tanaman cabai. dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena). Bercak daun (Cercospora capsici). Jagung (Zea mays L. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi (Anonimc. diambil minyaknya (dari biji). Layu oleh cendawan Sclerotium rolfii Sacc. Thiram atau benomil selama 4 jam. Serangan dimulai dari munculnya bercak kuning yang berubah menjadi cokelat kehitaman. Benlate. Cara mengendalikan penyakit ini dengan menjaga kebersihan kebun dan menyemprotkan fungisida seperti Topsin. Buah mengering dan keriput. Selain sebagai sumber karbohidrat. 2010). Patogen penyakit menyerang leher akar yang ditendai dengan adanya miselium berwarna putih. jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya). Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan. Atur jarak tanam untuk musim kemarau lebih rapat ( 50 cm x 70 cm ). . Serangan cendawan ini tidak terbatas pada saat buah masih tergantung. Dithane M-45. Penyakit ini juga menyerang buah yang masih hijau dan menyebabkan mati ujung. penyakit ini adalah penyakit yang sangat menakutkan bagi pekebun. b. tetapi juga tetap mengancam setelah usai panen. Antraknosa/patek/ (Colletotrichun capsici dan Gloesporium piperatum). Pengendalian penyakit ini dengan cara benih yang akan disemai direndam dulu dengan air hangat yang dicampur fungisida berbahan aktif tofanat. Semua cabai yang terserang dipanen setiap hari kemudian dimusnahkan. dibuat tepung (dari biji. Velimek. selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun.Setiap tanaman selalu ada yang merusaknya yaitu berupa hama dan penyakit. dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. c. tebukanazol. selain gandum dan padi. Topsin. perlakuan tanah dengan Basamid-G. musim penghujan lebih lebar ( 60 cm x 70 cm ). serangan cendawan ini menyebabkan layu tanaman secara tiba-tiba. Ada beberapa penyakit yang selalu mengganggu tanaman cabai secara umum dan cara pengendaliannya. (Anonimb. Pada kondisi lembab cendawan membentuk badan buah dalam lingkaran-lingkaran berwarna merah jambu. Buah menjadi lunak dan membusuk. Score secara bergantian. Tongkol jagung kaya akan pentosa. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pengapuran saat pengolahan tanah. Tindakan akhir Penanggulangan Antraknosa menggunakan fungisida Kasumin. 2010). Phycosan. yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting. pergiliran tanaman. Delsen dan Antracol. jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Difolatan.

1. Mata Pencaharian Tabel 3.2990 2 Tanah Teknis 75.1.4817 Jumlah 334.8000 3 Lain-lain 19.1.1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali. b.8000 ha. No Jenis Tanah Luas Wilayah (ha) 1 Tanah Kering 225.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.0990 ha yang terdiri dari tanah kering (tegal dan pekarangan) 225. Luas Daerah Wilayah Tabel 3. Khalayak Sasaran 1.1.237 .1.0990 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar wilayah Desa Teras adalah tanah kering (tegal dan pekarangan). dan lain-lain 75. a. No Jumlah keluarga tani Luas Wilayah (ha) 1 Pemilik lahan tidak menggarap 1. Keadaan Umum Lokasi yang kami pilih untuk melaksanakan praktikum Penyuluhan dan Komunasi Pertanian adalah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali.1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa Desa Teras mempunyai luas wilayah total 334. PERSIAPAN PENYULUHAN A.1.8000 ha.III. tanah teknis 75.2990 ha.

1.1. d.1. Sedangkan unggas yang lain yaitu bebek hanya 160 ekor.1. kuda 6 ekor.1.460 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mata pencaharaian Desa Teras adalah buruh tani.864. Sedangkan pemilik lahan tidak menggarap 318 dan pemilik lahan penggarap 1.4 jumlah hasil pertanian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali No Jenis hasil pertanian Luas lahan (ha) 1 Padi 92 2 Jagung 87 3 Ketela pohon 132 4 Kacang tanah 12.573 Jumlah 3.2 Pemilik lahan penggarap 318 3 Buruh Tani 1.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras sebagian besar beramata pencaharian sebagai buruh tani mempunyai luas wilayah total 1.864 6 Bebek 160 7 Kelinci 79 Jumlah 47. Jumlah hasil pertanian Tabel 3.5 .237.3 jumlah hewan ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali. kambing 366 ekor.128 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3. c. No Jenis Ternak (ekor) 1 Kuda 6 2 Sapi 483 3 Kambing 366 4 Domba 492 5 Ayam 45.1.1. domba 492 ekor.1.3 jumlah ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras kebanyakan memelihara ayam sebanyak 45. kelinci 79 ekor. Jumlah Hewan Ternak Tabel 3.573. Sapi sebanyak 483 ekor.

Profil kelompok Tani Kelompok tani Ngudi Mulyo II di Desa Teras kabupaten Teras kecamatan Boyolali adalah salah satu dari kelompok tani yang ada yaitu Ngudi Mulyo I. Luas lahan yang digunakan untuk keperluan kelompok Tani Maju seluas 55 ha antara lain 15 ha lahan sawah dan 40 ha lahan tegal. para petani dari Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga mengusahakan sendiri dengan membuat pupuk kandang.2. maupun anorganik seperti Urea dan Za. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II melakukan pertemuan rutin setiap 35 hari sekali.000. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas lahan . b. Pertemuan ini diadakan secara bergilir atau keliling rumah dari tiap anggota Kelompok Tani Ngudi Mulyo II. ketela pohon 132 ha. berupa uang dan pupuk. 3. Kelompok Tani (Struktur) a. papaya 82 ha. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga merealisasikan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) yang berupa padi non hibrida dan jagung hibrida.00 untuk mendukung keberlangsungan kegiatan kelompok tani mereka. Keadaan Pertanian a. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II pernah mengalami gagal panen pada saat penanaman cabai. Untuk menanggulangi penyakit antraknosa. Adapun kelompok tani Ngudi Mulyo II beranggotakan 43 orang yang berstatus aktif.5 Sumber : Monografi Desa Berdasarkan data tabel 3.1. Sedangkan yang lain seperti jagung 87 ha. Selain modal dari Pemerintah. Sejarah Kelompok Tani di Desa Teras Kelompok Tani di desa Teras dinamai dengan Kelompok Ngudi Mulyo II. Kecamatan Teras. saat ini para petani Kelompok Tani Ngudi Mulyo II menggunakan menggunakan pestisida yang ternyata belum juga membasmi penyakit yang menyerang tanaman cabai. Kegiatan Kelompok Tani Kegiatan yang dilakukan kelompok Tani Ngudi Mulyo II Desa Teras Kabupaten Teras Kecamatan Boyolali diantaranya pertemuan rutin kelompok tani yang dilaksanakan setiap Rabu Wage bertempat pertemuan di rumah warga dengan cara digilir. baik pupuk organik. yaitu pada hari Kamis Wage. Tata Guna Lahan Pertanian Dari data monografi Desa Teras. 2. Modal Kelompok Tani Ngudi Mulyo II berasal dari Pemerintah. Di desa Teras. hal ini dikarenakan serangan atau gangguan penyakit antraknosa.4 jumlah hasul pertanian Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa jumlah hasil pertanian Desa Teras paling banyak adalah padi ssebanyak 92 ha. Struktur Organisasi Kelompok Tani Ngudi Mulyo II Gambar 3. Pada setiap pertemuan rutin yang diadakan setiap 35 hari sekali.1. Ngudi Mulyo III. d.1.5 Pepaya 82 Jumlah 405.1 bagan Struktur Pengurus “Kelompok Tani Ngudi Mulyo II” c. kacang tanah 12.5 ha. para petani dari Kelompok Tani Maju ini mengadakan iuran atau arisan sebesar Rp 5.

128 rumah tangga petani yang terdiri dari 1.000 per ha. Kemerosotan produksi cabai hingga 60% karena cabai terserang hama Patek (disebabkan oleh cendawan antraknosa). .573 RTP sebagai buruh tani. Kabupaten Boyolali memang sedang mengalami beberapa permasalahan berupa: a. Kecamatan Teras. Permasalahan Pertanian yang sekarang ini sedang dijalankan oleh kelompok tani Ngudi Mulyo II. sehingga dapat meningkatkan hasil produksi cabai di Desa Teras.pertanian keseluruhan di desa Teras sebesar 331. Kabupaten Boyolali adalah metode pendekatan kelompok.8000 ha tanah sawah irigasi teknis dan 255. C. Permasalahan tersebut dipilih dikarenakan menurut keterangan dari penyuluh Desa Teras. dalam pelaksanaannya dengan berdiskusi. b. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui jumlah rumah tangga yang memiliki tanah pertanian sebanyak 3. Penanganan jamur yang menyerang tanaman jagung sehingga hasil panen menurun drastis. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas tanaman padi tahun ini seluas 61 ha dengan hasil Rp.237 RTP (Rumah Tangga Petani) yang pemilik lahan tidak menggarap. permasalahan yang akan disuluhkan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Cara-cara Penanganannya”. Penyuluh berkomunikasi dengan kelompok tani pada waktu yang sama. Penggalian Permasalahan dan Perumusan Tujuan 1. di mana para petani ini diajak dan dibimbing serta diarahkan secara berkelompok untuk melaksanakan sesuatu kegiatan yang tentunya lebih produktifatas dasar kerjasama. Setelah mengadakan penyuluhan diharapkan petani dapat mempraktekan materi yang diberikan dalam penyuluhan.500. Desa Teras. Kabupaten Boyolali. 4. c. Perumusan Tujuan Tujuan penyuluhan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Caracara Penanganannya” di Desa Teras.2990 ha tanah tegal dan pekarangan. dan para petani memanfaatkan sawah itu sebagai sumber penghasilan mereka. 318 RTP yang pemilik lahan tidak menggarap. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Menurut data monografi Desa Teras. b. Kecamatan Teras. Kabupaten Boyolali masalah yang dihadapi saat ini adalah mengenai hama Patek yang menyerang tanaman cabai. 2. gejala yang ditimbulkan serta cara mengatasi hama tersebut. Penetapan Metode Penyuluhan Metode yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras. Kecamatan Teras. Kecamatan Teras. Produksi Lahan Pertanian Menurut data monografi Desa Teras. B. Penetapan Metode dan Teknik Penyuluhan 1. Dari kedua masalah tersebut setelah ditimbang dan didiskusikan bersama penyuluh Desa Teras. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa mengenai praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Kabupaten Boyolali: a. b.000 per ha. Kecamatan Teras. Kecamatan Teras. Petani mengetahui lebih lanjut apa itu hama patek. Pendekatan dilakukan terhadap kelompok petani. c. Dari data tersebut dapat disimpulkan masih banyak petani yang mempunyai sawah daripada tegal. Sedanagkan pengeluarannya sebesar Rp. 270. Kecamatan Teras.0990 ha yang terdiri dari 75. dan 1.

Selain itu metode ini dipilih karena metodemetode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. Alat Peraga Penyuluhan Alat peraga yang dipilih adalah hand out. Kecamatan Teras. menghubungkan informasi baru dengan yang telah mereka ketahui dan jika perlu. Tempat yang digunakan untuk penyuluhan di tempat kegiatan sasaran yaitu rumah salah satu anggota kelompok tani Ngudi Mulyo II Desa Teras. Alat Bantu Alat Bantu yang digunakan saat penyuluhan di Desa Teras. Penentuan Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan 1. memperbarui pandangan. Kecamatan Teras. 2. Teknik ini dipilih karena member kesempatan untuk mempengaruhi perilaku pesertanya. tidak seperti pada pidato/ceramah yang menempatkan agen penyuluhan sebagai sumber informasi sehingga statusnya lebih tinggi daripada hadirin. Kecamatan Teras. D. Kabupaten Boyolali adalah alat tulis. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ketahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan. Hand out ditujukan kepada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran pada tahapan minat. Alasan memilih hand out sebagai alat peraga penyuluhan untuk memberikan informasi kepada sasaran. pertama-tama dapat melakukan pendekatan perorangan kepada ketua kelompok tani yaitu petani yang tergolong early adopter (yang sering menjadi tempat bertanya dan yang dapat mempengaruhi para petani lainnya) dan petani ini dapat menjadi kontak tani yang membantu menyebarkan pengetahuan dan ketrampilan kepada para anggota kelompoknya. dan mencoba. . Peranan agen penyuluhan berbeda. Pada kelompok diskusi. Diskusi kelompok membantu proses alih teknologi dari ahlinya kepada kelompok walaupun media cetak dan bahan audio visual serta pidato lebih murah dan tertata rapi serta umumnya lebih efektif. agen penyuluhan merupakan bagian dari anggota kelompok yang saling bertukar pikiran dan turut memecahkan masalah. Kabupaten Boyolali. lembar persiapan penyuluhan serta ruangan atau tempat yang digunakan untuk penyuluhan. Kabupaten Boyolali adalah teknik diskusi.Dalam pendekatan kelompok ini bertujuan juga agar penyuluh tidak terlalu terkuras tenaganya. 2. Walaupun demikian. menilai. Penetapan Teknik Penyuluhan Teknik yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras. diskusi kelompok membantu anggotanya memadukan pengetahuan dengan memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan.

sehingga penyuluhan pertanian berjalan dengan lancar. Meningkatkan kemampuan. petani dan penyuluh pertanian dapat bekerja sama dengan baik. serta perubahan sikap dari petani dan penyuluh. Dari beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). pengetahuan. dan 4. Hal yang dilakukan penyuluh pertanian untuk meyakinkan petani adalah dengan melakukan penyuluhan secara langsung di lapangan. PELAKSANAAN PENYULUHAN A. mulai dari pembahasan langsung dari masalah-masalah yang dihadapi oleh petani sampai penyuluhan mengenai inovasi dan informasi-informasi pertanian yang terbaru. Jadwal yang ada dipatuhi oleh kedua belah pihak.IV. kami kelompok 34 mengikuti acara penyuluhan pertanian yang diadakan di Desa Teras. B. Pelaksanaan sistem kerja penyuluhan pertanian. keterampilan. Perikanan. Mulai dari PPL sampai anggota kelompok tani. Kabupaten Boyolali. Kelembagaan penyuluhan pertanian di Desa Teras sudah terstruktur. dan Kehutanan (SP3K).30 WIB. Faktor-Faktor Mendukung Kebijakan yang dipakai dalam proses penyuluhan pertanian adalah Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 yang berisi tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. kegiatan penyuluhan pertaniannya dijadwalkan setiap Rabu Wage (35 hari sekali) . Desa Teras terdapat kelompok tani dan Gapoktan yang merupakan gabungan lebih dari atau sama dengan jumlah minimal dari dua kelompok tani. 2. Program penyuluhan pertanian dilakukan dengan perencanaan kerja yang mengacu pada hasil pelaksanaan tahun yang lalu. Melatih petani untuk selalu mengantisipasi pasar. Petani rajin dalam berkonsultasi dengan .00 WIB sampai dengan pukul 12. Pembuatan kebijakan berada pada tingkat Kabupaten untuk dimusyawarahkan di kecamatan (BPP) agar kebijakan dari pemerintah dapat disesuaikan dengan keadaan desa binaan. Waktu dan Tempat Penyuluhan Pada hari Kamis. Di Desa Teras Kecamatan Teras. Sistem kerja penyuluhan pertanian yang digunakan sangat beragam. Kegiatan dan materi penyuluhan pertanian bisa sesuai dengan kebutuhan sasaran yang telah dipersiapkan oleh pihak penyuluh sebelumnya. Penyuluhan dilakukan secara terjadwal sesuai kesepakatan BPP atau Penyuluh dengan petani. Beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). 3. 12 Mei 2011 pukul 10. Meningkatkan kemandirian dalam berusaha tani. Menumbuhkan kemampuan petani untuk bermitra dalam menjalankan usaha. Kecamatan Teras. Program yang dibuat meliputi : 1.

Kegiatan penyuluhan pertanian yang kami amati ada interaksi langsung antara penyuluh dan petani. Sehingga para sasaran tidak menerima dengan baik apa yang penyuluh berikan. maka penyuluh mengajak petani langsung terjun ke lapangan agar mengetahui secara pasti. Perlengkapan yang lain adalah papan tulis yang kadang digunakan untuk menuliskan sesuatu yang penting bagi petani. Faktor-faktor Menghambat Dalam kegiatan penyuluhan pertanian masih ada beberapa hal yang menghambat. Penyuluh sering menggunakan metode kelompok karena dengan menggunakan metode ini interaksi tanya jawab antara penyuluh pertanian dengan petani dapat berlangsung. pola tanam yang diterapkan di Desa Teras. Penguasaan penyuluh terhadap materi yang akan disampaikan juga termasuk . pupuk yang biasa digunakan petani. Metode kelompok yaitu suatu metode dengan mengumpulkan lebih dari lima puluh orang untuk mendapatkan informasi yang dibawa oleh penyuluh. C. karakteristik dan latar belakang petani. dalam memberikan informasi lebih mudah diterima dan diterapkan oleh kelompok tani. sehingga petani dengan cepat memberikan respon dan dapat partisipasi dalam banyak hal. Kemudian dilihat dari segi administrasi. Diantaranya yaitu kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat khususnya para petani dalam kegiatan penyuluhan. gubuk penyuluhan dan balai desa. hama yang biasa menyerang tanaman. Agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan lancar serta efektif dan efisien. jumlah kelompok tani dan Gapoktan.penyuluh mengenai maslah-maslah yang mereka hadapi. Sehingga menimbulkan suasana yang lebih santai namun tetap dalam kondisi kekeluargaan. Dalam praktikum penyuluhan materi yang disampaikan oleh penyuluh secara teoretis bertolak belakang dengan masalah yang ada di lapangan yang dihadapi sasaran. Apabila membutuhkan sesuatu yang harus ada contohnya. Pada saat kami melakukan penyuluhan tempat yang digunakan yaitu salah satu rumah warga. Petani sering menanyakan berbagai masalah yang terjadi dan memberikan masukan kepada penyuluh. Bisa juga dengan kertas karton untuk menulis tentang permasalahan yang perlu dibahas kemudian ditempel di tembok. Metode penyuluhan pertanian yang digunakan adalah metode kelompok. Berbagai masalah tersebut kemudian didiskusikan bersama dengan kelompok petani yang lain untuk mencari solusi. langsung berdiskusi dengan penyuluh. Penyediaan tempat ataupun ruangan dalam penyelenggaraan penyuluhan sangat memadai. Maka dari itu seharusnya pemerintah lehih memperhatikan program-progan di bidang pertanian khususnya dalam kegiatan penyuluhan ini. minimnya administrasi dalam program penyuluhan mengakibatkan pelaksanaan kegitan penyuluhan menjadi kurang efektif dan efisien. Penyuluh tidak mengalami rintangan yang berarti dalam melakukan pengenalan kerja karena informasi yang dibutuhkan mudah dicari dari Balai Desa Teras dan Kecamatan Teras dengan jangka waktu kurang dari dua bulan. Di samping itu Penyuluh juga melihat pada Peta Desa untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Tempattempat yang yang digunakan adalah rumah warga secara bergilir. Selain itu. Informasi tersebut antara lain berupa batas wilayah desa. agar tidak membebani petani. petani dapat berdiskusi dengan ketua kelompok tani masing-masing. Materi yang disampaikan penyuluh harus benar-benar dibutuhkan oleh sasaran. Misalnya untuk mengetahui hama dan dampak dari adanya tikus di sawah petani. namun dilakukan dengan suasana santai. Proses penyuluhan tidak berlangsung secara formal. penyuluhan pertanian dilakukan dengan bersendau gurau namun tetap mengacu pada permasalahan yang sedang dibahas bersama. Penyuluh paling sering dalam memberikan informasi dengan cara langsung dengan pembicaraan dan diskusi langsung sehingga informasi langsung diterima oleh petani. Kalau tidak dapat.

PENUTUP A. Membangun tempat atau gedung khusus untuk melakukan penyuluhan sehingga proses penyuluhan dapat berjalan lebih efektif. apabila tidak tepat sasaran maka penyuluhan tersebut dapat dikatakan kurang berhasil. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan : 1. 7. Kelompok tani di desa ini terstruktur.dalam kemampuan yang harus dimiliki oleh penyuluh. Hal-hal yang membantu dalam penyuluhan seperti alat-alat bantu dan alat peraga penyuluhan lebih dilengkapi agar materi disampaikan dengan baik oleh penyuluh. Pada kegiatan penyuluhan kali ini menggunakan alat bantu buku tulis. Di desa Teras terdapat 3 kelompok tani yaitu Ngudi Mulyo I. Ketepatan terhadap sasaran juga harus diperhatikan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian. Teknik penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah teknik diskusi. Maka penyuluh sebaiknya dalam merencanakan program penyuluhan. materi harus dikuasai terlebih dahulu. Penggunaan metode tersebut kurang efektif karena sasaran kurang memahami print out tersebut karena kurang dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami oleh sasaran. . Metode tersebut juga kurang menarik bagi para sasaran. 8. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di desa Teras. kabupaten Boyolali dapat disimpulkan bahwa : 1. Masalah utama yang dihadapi petani di desa Teras adalah serangan penyakit patek. 3. 9. Metode penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah metode pendekatan kelompok. Faktor yang mendukung kegiatan penyuluhan adalah sikap petani dan sikap pemerintah. Pemahaman yang kurang dari materi penyuluhan dan ketidak lengkapan perlengkapan penyuluhan dapat menghambat kegiatan penyuluhan yang dilakukan. V. dan tikar sebagai alas duduk. handout. Saran Dari kegiatan penyuluhan kali ini terdapat beberapa kekurangan yang membuat petani kurang berkembang. alat bantu dan alat peraga penyuluhan. Dalam kegiatan penyuluhan. Faktor yang menghambat kegiatan penyuluhan adalah tempat penyuluhan. 2. serta bahasa yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan. Petani di desa Teras bukanlah masyarakat laggard atau petani subsisten yang menolak inovasi baru. 10. B. 2. 5. Kelemahan metode dan teknik yang digunakan penyuluh saat praktikum yaitu penyuluh hanya menggunakan print out materi yang diberikan kepada sasaran. Pada kegiatan penyuluhan ini tidak digunakan alat peraga apapun. Selain itu pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian juga merupakan suatu hal yang penting dalam pelaksanaan penyuluhan. 6. waktu penyuluhan. 4. pulpen. sehingga materi yang disampaikan pun dapat diterima dengan baik oleh sasaran (petani). kecamatan Teras. Ngudi Mulyo II dan Ngudi Mulyo III. Melengkapi sarana dan prasarana dalam penyuluhan seperti papan tulis sehingga mempermudah penyuluh untuk menyampaikan materi. Agar penyuluhan dapat tepat sasaran maka penyuluh harus lebih mengerti masalah apa yang sedang dialami oleh sasaran.

com/category/bahanmgajar. 3 No. Membangun Sistem Keprofesian Penyuluh Pertanian Vol. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 22.Pengembangan Sumberdaya Petugas Penyuluh Lapangan PPL Pertanian Guna Menghadapi Persaingandan Meraih Peluang Kerja Vol. 4 No.ub. Dinamika Komunikasi. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16.deptan. http://blog. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08. Anonim. Ibrahim. Sapto.00 WIB. Onong U. Penyakit Tanaman Cabai. Herbenu. http://www. 2010. 1986.00 WIB. 2010.00 WIB. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Tanaman Cabai. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. 2003.wikipedia. 4.org/wiki/Cabai. Alat Peraga Penyuluh Pertanian.00 WIB.htm.id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab4. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. 2008. Jurnal Ilmu Pertanian. Effendi.00 WIB.html.friendster. http://masarip.3. 2009.go.id/b4yu/2010/05/26/penyakit-tanamancabai.Jurnal Ilmu Pertanian. 1.ac. Husodo.blog. Arip. 2007.1. 2009.html.com/2010/11/tanaman-jagung. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08. Mengadakan hubungan kerja dengan suatu instansi pertanian seperti pabrik pupuk atau penyalur produk pertanian sehingga petani dapat melengkapi saran dan prasarananya. . Menambah PPL dalam desa tersebut supaya kegiatan penyuluhan lebih sering dilakukan. Bandung: Remadjakarya. Anonim.blogspot. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08. Meningkatkan frekuensi dan kualitas penyuluhan seperti dengan kegiatan pemberian teori dan praktek setidaknya 1 minggu sekali sehingga petani lebih banyak mendapat pelajaran. Makalah dan Skripsi: Tanaman Jagung. http://makalahdanskripsi. http://id. Pemilihan Materi Penyuluhan. 5.

Jakarta: Penebar Swadaya. 2005. Tommy dan Fahrianoor. Kumpulan Bacaan Penyuluhan Pertanian Bogor. Surakarta. 2002. New York: Vantage press. Totok. Metoda dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Fakultas Pertanian UNS. Soejitno. Suriatna. The Human Side of Agriculture. Metode Penyuluh Pertanian. Slamet. Jakarta: PT. Dasar-dasar Teori Penyuluhan Pertanian. 1987. Mardikanto. W.com/komunikasi-efektif-dalam-penyuluhan-pertanian.go.05 WIB. 1982. Jakarta: Soeroengan. 1982. Suprapto. Komunikasi Penyuluhan dalam Teori dan Praktek. www. Surakarta: Penerbit Lembaga Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (LSP3).id/bpsdm/stppmagelang/download/alih_metod_pp. http://azisturindra. Timmer. Turindra. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi.wordpress. 1968. Sumardi. Surakarta: UNS Press.deptan.html. Modul Pendidikan dan Pelatihan Penyuluh Pertanian. (ed). Komunikasi Efektif dalam Penyuluhan Pertanian. 2010 by Mega 3 Votes Mega Dewana Putri H0107018 Mudita Oktorina Nugrahani H0107019 . Mediatama Sarana Perkasa. Totok dan Arip Wijianto. 2004. 1984. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian. Agricultural Extension.Kardinan. Laporan Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Posted on Juni 20. Burton E. Institut Pertanian Bogor. Petunjuk penyuluhan pertanian. Mardikanto. Totok dan Sri Sutarni. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran. Mardikanto. Pengantar Penyuluhan Pertanian dalam Teori dan Praktik. 1994.J.pdf. Swanson. Rome: FAO. 1978. 2009. 2009. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16. M. Tim STPP.

Nindi Sekar Wangi Nur Aisyah Susanti Indriya Wati 1. Pentingnya metode penyuluhan dalam menunjang keberhasilan penyuluhan dan komunikasi pertanian menjadi hal yang perlu untuk diketahui secara komprehensif melalui pengalaman secara langsung di lapangan sebagai perbandingan empiris dari teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan mengenai kegiatan penyuluhan dan komunikasi. PENDAHULUAN 2. Metode dalam penyuluhan pertanian meliputi metode pendekatan individu. Hal ini merupakan perwujudan dari : pengetahuan. Wiriaatmadja (1977) mengartikan bahwa penyuluhan merupakan suatu sistem pendidikan (belajar-mengajar). jumlah sasaran dan indera penerima dari sasaran (Soehardiyono. Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik antara lain : karakteristik sasaran. keadaan daerah. siaran radio. tujuan dan materi penyuluhan. serta kebijakan pemerintah. I. suratmenyurat. karateristik penyuluh. televisi. A. pembujukan dan propaganda. metode pendekatan kelompok dan metode pendekatan masal. Adapun teknik penyuluhan yang dilakukan dengan metode individual. pemutaran film. Latar Belakang H0107021 H0107022 H0107025 Indonesia sebagai Negara agraris menempatkan pertanian sebagai sektor sentral yang didukung oleh tersebarnya sebagian besar penduduk Indonesia yang hidup sebagai petani dan tinggal di pedesaan. kursus tani. Teknik penyuluhan dapat dilakukan dengan metode misal contohnya kampanye. yang dalam prakteknya mempergunakan cara-cara seperti peniruan. Teknik penyuluhan adalah cara mempertemukan sasaran penyuluhan dengan materi penyuluhan. Sektor pertanian yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan perlu didukung kualitas sumber daya manusianya. Menurut Slamet dan Mardikanto (1993). sarana dan biaya. temu karya. misalnya : kunjungan rumah. . sikap. Metode penyuluhan pertanian dapat diartikan sebagai cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha (kelayan) beserta keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka lebih mudah memahami dan dapat mempermudah penerapan suatu inovasi. dengan kondisi demikian maka diperlukan suatu upaya untuk membantu kelancaran pembangunan pertanian yaitu dengan adanya penyuluhan pertanian. dan magang. Dalam penggunaan metode penyuluhan dapat dibedakan menjadi beberapa golongan berdasarkan: teknik komonikasi. tujuan yang sebenarnya dari penyuluhan adalah terjadinya perubahan perilaku sasarannya. ceramah. antara lain petani dan penyuluh pertanian. Dimana. kunjungan lapangan. 2005). Cara perintah sedikit sekali dilakukan sementara paksaan malahan dihindarinya. telepon.dll. dan keterampilan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung dengan indera manusia.

Petani terdorong untuk melakukan perubahan 4. Petani mendapatkan informasi-informasi terbaru terkait dengan kebijakan pemerintah maupun teknologi-teknologi pertanian yang sedang berkembang . Kabupaten Karanganyar. Bagi Pemerintah atau Instansi Terkait 2. 1. 2. Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasa prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa 1. dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran. tenaga praktikan. Manfaat Praktikum Manfaat dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini adalah : 1. dan kondisi kelompok tani yang bersangkutan. Hal ini sempat membuat warga kaget karena serangan wereng terakhir pada tahun 1986. 3. dan kebijakan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat) 4. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan 3. Petani terbantu dalam memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi 3. C. Termotivasi untuk melakukan perubahan seiring dengan perubahan jaman 1. 4. Membantu menemukan solusi atas permasalahan yang ada 3. Serangan hama wereng sangat meresahkan warga. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini bertujuan untuk : 1. Mahasiswa mampu menetapkan metode. tujuannya untuk memperlancar preses penyuluhan itu sendiri dimana waktu yang tersedia sangat singkat sehingga dapat termanfaatkan secara efisien. Memperoleh atau menambah kreativitas baik dalam upaya antisipasi maupun solusi pemecahan masalah 4. teknik.Lokasi yang digunakan sebagai sasaran penyuluhan yaitu Desa Gedongan yang terletak di Kecamatan Colomadu. Bagi Petani 2. Penentuan lokasi tersebut dengan pertimbangan masih aktifnya kelompok tani di desa yang bersangkutan untuk memudahkan berlangsungnya proses penyuluhan. Teknik penyuluhan yang digunakan mahasiswa adalah kunjungan lapang. alat bantu. Alasan lain dari pemilihan metode tersebut yaitu keterbatasan biaya. Pemilihan metode menggunakan metode klasik semi modern dengan diskusi secara kelompok. kondisi geografis. sumberdaya penyuluh. Bagi Mahasiswa Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani secara nyata di lapangan Mahasiswa menjadi termotivasi untuk menemukan solusi dari permasalahan yang muncul Sebagai sarana latihan bagi mahasiswa dalam rangka persiapan menuju dunia kerja 1. Selain itu lahan pertanian di daerah ini khususnya padi sedang mengalami kendala. B. Mahasiswa mampu menggali permasalahan yang dihadapi sasaran penyuluhan 2. diskusi dengan petani kemudian mencari informasi terkait serangan wereng tersebut dan saling bertukar informasi mengenai cara pengendalian yang dilakukan petani dengan teori yang didapatkan mahasiswa dari perkuliahan.

1. serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup”. Metode dan Teknik Penyuluhan 1. Dalam melakukan komunikasi pertanian kepada masyarakat telah dikenal dua metode pendekatan. dapat diartikan sebagai cara-cara penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui media komunikasi oleh penyuluh kepada petani beserta keluarganya. Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya serta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar m mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi. 1996). Berdasarkan pengertian tersebut penyuluhan memegang peran strategis terhadap peningkatan kesejahteraan dan partisipasi pelaku utama dalam pembangunan daerah dan nasional (BPKP. Penyuluhan pertanian di Indonesia dilayani oleh sekitar 35. 2010). teknologi. Perikanan dan Kehutanan: ” penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar. 1999) . Dengan mepertimbangkan besarnya rasio. A. 2002). Kontribusi penyuluhan tidak hanya untuk diseminasi teknologi yangsophisticated. Rasio petugas penyuluh dengan kaluarga petani di Jawa sekitar 1:800 dan untuk luar Jawa 1:1200. tingkat kesadaran dan tingkat produktifitas petani. pendapatan. mereka menjadi tahu. LANDASAN TEORI 2. yaitu: (1) pendekatan berdasarkan kelompok sasaran dari inovasi. efisiensi usaha. Penyuluhan pertanian secara subtansial telah meningkatkan tingkat adopsi teknologi. selama ini telah dikembagkan groupbased approach karena sangat kecil kemungkinannya menerapkan individual-based approach seperti di sistem yang telah banyak diterapkan di negara-negara maju (Martaatmidjaja. soial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai (Departemen Pertanian. Menurut Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. 1. Metode Penyuluhan Metode Penyuluhan Pertanian. dan kesejahteraannya. information sharing untuk teknologi pedesaan tercakup didalamnya inovasi sederhana untuk petani miskin dan illeterate telah memberikan dampak yang besar serta meningkatkan produktifitas (World Bank. Penyuluhan Penyuluhan adalah suatu sistem aktivitas manusia (human activities system) berupa proses pembelajaran secara nonformal dan kolaboratif (collaborative learning process) untuk petani dan keluarganya sehingga mereka mengalami perubahan (progresif change) pola pikir (cognitif). B. sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. permodalan. mau dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat sekitarnya (Subejo. 2001). dan sumberdaya lainnya. II. pola sikap (afektif) dan pola tindak/kerja (psikomotor).000 penyuluh spesialis. dan (2) pendekatan berbasarkan cara penyampaian isi pesan yang terkandung dalam inovasi tersebut (Mardikanto.000 petugas lapangan dan 3. 2006).

2004). (d) antara anggota kelompok dapat dilakukan reward and punishment system secara efektif dan efisien. Better Business. Penyuluh harus pandai-pandai mengaplikasikan teknik penyuluhan. (c) akan terjadi akumulasi modal (fisik maupun non-fisik) sehingga dapat memperlancar jalannya komunikasi dalam kelompok yang bersangkutan. tenaga dan waktu. sebagai berikut: (a) penyebaran inovasi teknologi dapat dipantau atau dievaluasi secara baik karena jumlah anggota sasarannya jelas. terutama tentang hal-hal yang belum jelas. 2009) Metode penyuluhan pertanian. 2000). pekebun dan peternak beserta keluarganya. 1. (b) bagaimana petani kecil mampu dan mau berusaha tani secara menguntungkan. Penggunaan metode gabungan ini cukup efektif. Better Living. karena jika petani satu kali saja dibohongi untuk seterusnya sukar untuk . baik dalam mewujudkan komunikasi dua arah (two-way traffic communication) maupun peningkatan pemahaman serta kemampuan menerapkan inovasi yang diberikan. para petani akan lebih memahami dan mengerti tentang cara-cara menerapkan inovasi dalam praktek usahatani mereka (Padmowihardjo. dan (c) penggunaan alat bantu flipchart dan folder. dan Keterampilan (PSK). dan (e) lebih menghemat biaya. (b) demonstrasi cara dan demonstrasi hasil. 2009). Dengan demikian. Bagi penyuluh yang belum menguasai bagaimana menyelenggarakan diskusi atau demonstrasi jangan sekali-kali hanya sekedar mencoba. dan sebagainya. cara memelihara kesuburan tanah. n Better Community (4B) dalam masyarakat petani itu sendiri (Anonima.dan salah satu cara peningkatan kualitas Sumber daya manusia. pengertian diterapkan dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) bagaimana petani kecil dapat bertani atau berusahatani dengan cara yang lebih baik. Berdasarkan cara penyajian inovasi dalam rangka lebih menjamin efektivitas hasil komunikasi (khususnya dalam pertemuan kelompok). maka digunakan pendekatan gabungan berikut: (a) ceramah.2001).Metode yang digunakan dalam menyampaikan penyuluhan adalah hal yang sangat penting dalam mempengaruhi keefektifan pencapaian tujuan akhir dari adanya kegiatan penyuluhan yang bersangkutan.dapat di upayakan melalui penyuluhan pertanian (Muchtar. diskusi dan tanya jawab. Teknik Penyuluhan Sistem kerja LAKU merupakan salah satu pendekatan pembangunan dapat di lakukan dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. (b) d antara anggota kelompok yang satu dengan yang lainnya dapat saling memberi dan menerima informasi. karena mempunyai beberapa keuntungan. yang memang sedianya mampu merubah sasaran penyuluhan yakni petani dalam hal Pengetahuan. misalnya cara bercocok tanam. maka metode pendekatan kelompok jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan pendekatan massa. cara memperlakukan teknologi lepas panen. Metode penyuluhan yang digunakan bisa melalui penerapan Sistem Teknologi Informasi dan Multimedia yang dianggap mampu meningkatkan keberhasilan serta mengatasi hambatan dalam pencapaian tujuan akhir dari aktivitas penyuluhan secara efektif. dan (c) bagaimana petani kecil mampu meningkatkan kesejahteraannya atau bagaimana mereka dapat hidup sejahtera (Deptan. tetap akan diperoleh hasil yang jauh lebih baik (Soedijanto. Sikap. dan pada akhirnya akan tercapainya Better Farming. baik dalam usahatani secara monokultur ataupun secara tumpangsari. Dipandang dari segi komunikasi informasi.

untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi gangguan komunikasi. yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. Metode dan teknik penyuluhan pertanian merupakan cara dan prosedur yang dilakukan penyuluh dalam menyampaikan pesan kepada sasaran agar terjadi perubahan perilaku sesuai tujuan yang ingin dicapai. yaitu (1) rumpun teori disiplin mental. peta penegang. Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya. pragmatisme dan realisme. Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. (2) rumpun teori behaviorisme. papan magnit. Alat Bantu Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam. LPM ini. maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal (Anonimd. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki. Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. (2) Belajar prinsip (principal learning). papan tulis. C. foto-foto dan gambar-gambar yang diperbesar (Anonimb. dan (3) Belajar pemecahan masalah (problem solving learning) Strategi pembelajaran mengandung makna untuk mengurangi sampai pada titik minimal penggunaan metode dan teknik penyuluhan dengan sasaran yang “pasif”. biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. Alat Bantu dan Alat Peraga 1. di samping berisikan pokok-pokok bahasan. yaitu (1) belajar konsep (concept learning). . maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). Untuk dapat memilih serta menggunakan metode dan teknik penyuluhan pertanian dengan baik. Strategi pembelajaran lebih mengembangkan penggunaan metode dan teknik yang mendorong sasaran untuk “aktif” (Mardikanto. Ada 3 (tiga) rumpun teori belajar yang dibahas dalam modul ini. seorang penyuluh perlu memahami filsafat pendidikan teori belajar/pembelajaran dan strategi pembelajaran. penyuluh dapat menggunakan papan planel. Jenis-jenis belajar ada 3 (tiga). Di dalam LPM. untuk meningkatkan daya anut sasaran serta untuk mendorong munculnya sifat keterbukaan dan kemandirian petani (Anonimc. Filsafat pendidikan yang dipakai dalam penyuluhan pertanian antara lain idealisme. Dalam metode kelompok. 2010). 2000). peta singkap. Tujuan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian untuk mendorong terjadinya efek/perubahan perilaku yang sebanyak-banyaknya dari sasaran. 2009). Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. 2010). 1.percaya lagi. dan (3) teori cognitive gestalt field.

Alat bantu penyuluhan sangat beragam. hal ini tidak berarti bahwa untuk penyuluhan dengan menerapkan metoda yang lain tidak memerlukan kurikulum yang jelas. yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. alat tulis . Di dalam kegiatan penyuluhan. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Anonimf. kurikulum merupakan suatu “paket” yang berisi rencana mengajar secara lengkap. 2000). sebenarnya belum cukup membantu kelancaran kegiatan peyuluhan di lapangan. c) Lembar persiapan kerja (LPK). biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. papan tulis – papan tempel. Di dalam praktek. adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh yang akan dilaksanakannya. yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. di samping berisikan pokok-pokok bahasan. c) Lembar persiapan kerja (LPK). LPM ini. 2009). 2009). Bagaimanapun adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh dalam dalam merancang/merencanakan dan melaksanakan kegiatan penyuluhannya (Soerdiyanto. setiap penyuluh sebenarnya masih memerlukan “lembar persiapan penyuluhan” yang berisikan pokok-pokok kegiatan yang harus dikerjakan selama kegiatan penyuluhannya berlangsung. . Adanya kurikulum yang telah dipersiapkan. slide. terutama jika ia akan menerapkan metoda kursus. b) Lembar persiapan latihan (LPL). pengatur cahaya. proyektor (overhead. 1978). perlengkapan ruangan (pengeras suara. sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya (Anonime.b) Lembar persiapan latihan (LPL). Alat bantu penyuluhan merupakan alat-alat atau perlengkapan yang diperlukan penyuluh guna memperlancar kegiatan penyuluhan. pengatur udara) merupakan ragam alat bantu penyuluhan (Wastutiningsih. Di dalam LPM. yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. 2009). Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam. lcd-infocus). Kurikulum. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Mardikanto. maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian. Karena itu. Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. Tetapi.

benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud.1. 1996). sehingga media ini merupakan media yang efektif bagi kegiatan penyuluhan pertanian (Anonimc. Teknologi multimedia yang perlu dikuasai oleh seorang penyuluh pertanian adalah fotografi. karena dengan media ini bisa membuat petani mudah belajar. Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. Di samping itu. sebagai contoh pembuatan poster. Alat Peraga Alat peraga merupakan alat/benda yang dapat diamati. proses tumbuhnya akar dan sebagainya. video cd pertanian. tentunya sulit melakukan penyuluhan dengan menggunakan OHP (over head projector) atau menggunakan LCD/Komputer dan pemutaran film. agar materi lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran (Mardikanto. serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya (Hawkins. Materi Penyuluhan Materi yang disajikan seyogyanya dapat menjawab. video. 2010). diraba atau dirasakan oleh indera manusia. media ini juga perlu dikuasai oleh penyuluh pertanian. khususnya di bidang multimedia. karena selain mendengar ia juga melihat. disuatu daerah yang tidak ada listrik. Sebagai contoh.2009). misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. 1993). didengar. dan kesempatan saat itu. melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan. Selain itu. Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan. seorang penyuluh pertanian dituntut untuk menguasai teknologi. dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. dan lain-lain. alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat. yang berfungsi sebagai alat untuk memperagakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. mencairkan atau menyelesaikan apa yang dibutuhkan kelompok tani sesuai kondisi. Alat-alat peraga adalah sesuatu (alat. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga antara lain : banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. 1. Tentunya dapat berupa materi yang bisa langsung dipraktekkan dan mengemukakan kaitannya dengan teori yang mendasari . kecuali jika disediakan generator listrik (Anonimb. Misalnya angin kencang merusak tanaman. Tetapi di dalam praktek. Seiring dengan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi telah sedemikian majunya sehingga pada saat sekarang sangat mudah untuk membuat dokumentasi dalam bentuk foto. 2007). D. Peranan teknologi multimedia sangat besar dalam penyebaran informasi. benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata. Pertimbangan sarana dan biaya didasarkan atas bagaimana ketersediaanya sarana yang akan digunakan sebagai alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain.

manajemen pemeliharaan. secara teknis dapat diterapkan. Nilaparvata lugens (Stal) termasuk dalam famili Delphacidae. pemasaran dan sebagainya (Arif. Wereng cokelat (Brown Planthopper). dan better environment. 1987). karena disamping tersedia di alam.sesuai idealnya anjuran yang diharapkan. politik pertanian (Ibrahim. meskipun melalui kegiatan penyuluhan diharapkan terjadi penyampaian inovasi yang berupa produk. Kamboja. Karena itu. atau pejabat. ordo Homoptera. materi penyuluhan seringkali disebut sebagai informasi pertanian (suatu data/bahan yang diperlukan penyuluh. wilayah oriental (Bangladesh. pasca panen. juga ramah terhadap lingkungan. adalah salah satu musuh alami yang selama ini telah berhasil mengendalikan serangan penggerek batang padi. perubahan-perubahan yang diperlukan atau diinginkan. Dalam bahasa teknis penyuluhan. 2010). tokoh masyarakat. ditemukan oleh Stal pada tahun 1854. televisi. melainkan dari siapa saja (Kartasapoetra. rincian kebutuhan modal awal. kebijakan. ide. manajemen usahatani. tabloid. tetapi dapat dari media-massa seperti koran. Inovasi yang disampaikan harus yang terkait dengan kebutuhankebutuhan yang sedang dirasakan (Deptan. 2004). menciptakan better living. Musuh alami ini merupakan parasitoid telur penggerek batang padi dan mampu menekan populasi penggerek batang padi hingga 90% (CABI. secara sosial dapat dipertanggungjawabkan dan tidak merusak lingkungan. Sumber materi ajar tidak harus berasal dari orang-orang pintar. Tanaman inang utama wereng cokelat adalah padi. ekonomi pertanian. radio. pemeliharaan ayam buras semi intensif. dan Korea). dll. dapat diperoleh dengan mudah. dan Papua Nugini). memiliki resiko kegagalan yang relatif kecil dan biaya rendah. Mikronesia. di mana kondisi di lapangan terjadi. kepulauan Fiji. Materi penyuluhan harus berangkat dari kebutuhan yang dirasakan (felt need). Malaysia. perjalanan. pertunjukan kesenian. dan masyarakat tani). Materi penyuluhan merupakan segala sesuatu yang disampaikan dalam penyuluhan pertanian. Materi ajaran tidak harus bersumber dari textbook. Selain itu. Taiwan. tidak harus baru (up to date). uraikan sesuai tahapannya misalnya. laporan-laporan. mudah dilakukan/dipergunakan dan segera memberikan hasil (Samsudin. majalah. dinamika kelompok. masalah yang sedang dan akan dihadapi. Kaledonia. India. maupun pengalaman kerja dan pengalaman sehari-hari. tetapi dapat juga berupa cerita-cerita kuno atau praktek-praktek lama yang sebenarnya sudah pernah dilakukan tetapi telah lama ditinggalkan. Trichogramma spp. Klasifikasi materi pokok penyuluhan pertanian dapat terbagi menjadi teknik pertanian. 2007). 2003). better farming. teknik memilih bibit yang baik. terutama menyangkut : kegiatan yang sedang dan akan segera dilakukan. dan lain-lain. sebut saja pembudidayaan rumput laut yang menguntungkan. tidak bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. petani-nelayan. Jepang. Serawak. Pengendalian OPT secara biologi dengan penggunaan musuh alami dianggap mempunyai prospek yang bagus. teknis pemangkasan jambu mete. teknologi. Syarat materi penyuluhan antara lain memberikan keuntungan secara nyata bagi sasaran. better business. tidak mempunyai efek samping yang merugikan. 1988). Kelayakan materi penyuluhan jika dilihat dari segi ekonomi harus menguntungkan. namun jika selesai panen atau . kepulauan Solomon. dll termasuk ceritera rakyat maupun pesan-pesan generasi-tua (para pendahulu). Wereng Cokelat tersebar di wilayah Palaeartik (Cina.

padi.ac. Diakses 20 Mei 2010. sedang sayap belakang bersifat membranus. http://www. www. seperti :Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.org/inclphp/buka. http://www.com/2008/01/24/jenis-jenis. http://masarip. http://www. 2009. Didi. 2004.deptan.blog.ut. bisa keras semua atau membranus semua. wereng ini dapat hidup pada tanaman inang lain seperti rumput teki ataupun jagung (Darmadi. Jakarta. 2008).friendster.php?option=com_content&view=article&id=108:luht-4234metode-dan-teknik-penyuluhan-pertanian&Itemid=76&catid=31:fmipa BPKP. CABI. Cara di atas dapat pula diterapkan pada hama lain. kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.bpkp.web. Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Pendahuluan. Sebagai contoh dalam pengendalian hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) diatur pola tanamnya. pada periode berikutnya supaya diganti dengan palawija. http://mablu. 1996. khususnya yang memiliki inang spesifik.ugm. 2009. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya.tidak ada tanman padi.id/DIHT/padi-palawija%20. 2008).pdf.wordpress.). yakni setelah padi-padi.htm Anonimd. 2010. Pengendalian OPT. Diakses 5 Juni 2010. Diakses 6 Juni 2010 .) (Mutsanna. 2008. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen. 2010. Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Padi dan Palawija. 2008). Darmadi.id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab2. Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan.go. Anonim a.aditya2015. 2006. Alat Bantu Penyuluhan Pertanian.legalitas.com/2007/09/metodepenyuluhan/. Perlengkapan dan Alat-alat yang Digunakan Penyuluh Pertanian.php?d=lain+5&f=naskah_akademik_bab5.id/unit/hukum/uu/2006/16-06. Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Ghalia Indonesia. Hukum dan Undang-undang Penyuluhan. Cara ini dimaksudkan untuk menghentikan berkembangnya populasi wereng. Kebaikan dari pengendalian hama dengan mengatur pola tanam adalah dapat memperkecil kemungkinan terbentuknya hama biotipe baru (Aditya. DAFTAR PUSTAKA Aditya.ac. Metode Penyuluhan.hama.htm Diakses Tanggal 12 Mei 2010 Anonimc. Jakarta. Diakses Tanggal 14 Mei 2010 Anonim b. Jenis-jenis Hama Tanaman Padi.go.)kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp.ppt. 2008.id/website/index. http://pustaka. Anonime.

Bandung Soedijanto. Jakarta Mardikanto. Abu. Bumi Aksara. Mutsanna. U. 2010. Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Penyuluhan Pertanian. Kanisius http://20de.google. sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. Perlengkapan yang disediakan. and Rikhana. Terjemahan dari Agricultural. Extention (Edisi 2). Surakarta: Sebelas Maret University Press. Samsudin.ugm. lembarlembar persiapan penyuluhan.go.wordpress.S. 1994. papan tulis atau papan penempel. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian. http://www. http://abumutsanna. 2007. Martaamidjaja. A.deptan. 2002. Bina Cipta. Agnes Dwina Herdiastuti.pdf Diakses Tanggal Mei 2010 Van Den Bein dan Hawkins. Hama Tanaman. 2000. . 2000. perlengkapan ruangan.com/2010/06/20/laporan-praktikum-penyuluhan-dan-komunikasi-pertanian/ Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan. Penyuluhan Pertanian di Persimpangan Jalan. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum. 2004). Mardikanto. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Training for Agricultural and Rural Development: Group-based Extension Programmers for Natural Resource Conservation in Java. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian.G.staff. 1988. Diakses 5 Juni 2010.com/2008/09/23/ penyakit-tanaman-padi. subejo.wordpress.pdf Kartasapoetra. Penyuluhan Pertanian.co. A. T. Jakarta. dan pendengaran).id Diakses Tanggal 11 Mei 2010 Subejo. Teknologi Penyuluhan Pertanian. 1996.ac. Sustainable Development Department (SD)-FAO. 2008. serta proyektor (Apriantono.Deptan. Penyelenggaraan Penyuluhan dalam Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis. T.id/wpcontent/penyuluhan-pertanian-persimpanganjalan.id/bpsdm/stpp-magelang/download/ahli_pp_peserta. M. alat tulis. penerjemah. www. 1987. Padmo Wihardjo. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

dan yang ketiga adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang terus–menerus. histogram). diraba atau dirasakan oleh indera manusia. . (line. model.Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. poster). grafik. slide film. dimana sektor pertanian seharusnya menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang utama. kedua adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang demokrasi. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara agraris. PENDAHULUAN A. Secara garis besar. film strip). bagan/skema (Mardikanto. gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. lambang Grafika. dapat digolongkan menjadi tiga bagian. Pertama adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses pendidikan. booklet. teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. bar. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. Sektor pertanian pada saat ini. LAPORAN PENYULUHAN KOMUNIKASI PERTANIAN I. leaflet. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. Adapun arti dari penyuluhan yaitu proses penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan upaya perbaikan cara-cara bertani dan berusahatani demi tercapainya peningkatan produktivitas. Seorang petani sangat membutuhkan penyuluh yang dapat memberikan infomasi melalui kegiatan penyuluhan mengenai cara perbaikan lahan pertanian dengan berbagai teknologi modern yang akan diperkenalkan kepada petani agar petani dapat menggunakan teknologi baru tersebut untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan pertanian. yang menjadi dasar dari penyuluhan dan komunikasi pertanian. kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. diagram. Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. Macam alat peraga. 2003). specimen. barang cetakan (pamflet. brosur.

Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian. Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian pada khususnya.masalah kehidupan petani lainnya. sehingga nantinya dapat dihasilkan penyuluh yang berkualitas. Mulai dari masalah yang menyangkut proses produksi. Petani juga diberi kebebasan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha tanianya. Dan yang lebih penting lagi. Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian perlu mengetahui kegiatan dalam lingkup pertanian yaitu melalui mengikuti bagaimana berlangsungnya kegiatan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian agar dapat menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa jika nantinya akan menjadi seorang penyuluh. Penyuluhan dan komunikasi pertanian dapat diartikan dengan usaha yang tak kenal waktu. Penyuluhan pertanian dapat di tempuh oleh semua kalangan. tantangan. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah: 1. yang memberikan banyak informasi penting mengenai cara bercocok tanam kepada pertanian sehingga petani dapat meningkatkan produksi hasil pertanian untuk mensejahterakan masyarakat petani dan melalui peningkatan hasil usaha tani akan meningkatkan pendapatan bagi Negara melalui eksport beras ke luar negeri. Penyuluhan pertanian dapat dilaksanakan sepanjang masa. dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan informasi mengenai kegiatan penyuluhan pertanian. dan harapan dalam menata masa datang. penyuluhan kurang efektif apabila tidak ada media komunikasi yang dapat mendukung dalan penyuluhan pertanian. B. . tanpa batas dan tanpa hambatan dengan mengggunakan media komunikasi baik verbal maupun non verbal. Melalui peningkatan cara penyuluhan akan semakin banyak petani yang melakukan dan menerapkan informasi yang telah diterimanya melalui kegiatan penyuluhan. Di sini petani diberi kebebasan untuk mengikuti proses penyuluhan pertanian. Proses demokrasi pada penyuluhan dan komunikasi pertanian bukanlah paket resmi dari pemerinntah yang mesti ditelan mentah–mentah oleh petani. masalah pemasaran hasil pertanian yang efisisen hingga masalah . Melalui kegiatan praktikum yang dilaksanaan mahasiswa pertanian. penyuluhan pertanian mutlak dijadikan kebutuhan..Penyuluhan dan komunikasi pertanian harus mampu menyelesaikan masalah–masalah yang sedang dihadapi petani di pedesaan.

8. C. 2. 4. 10. 16 Juni 2009 16-18 Juni 2009 17-18 Juni 2009 19 Juni 2009 19 Juni 2009 Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Sumber : Hasil Praktikum . 3. Jadwal pelaksanaan praktikum No 1. Kegiatan Asistensi praktikum Acara pembukaan Waktu 5 Juni 2009 11 Juni 2009 Tempat Fakultas Pertanian Balai Kecamatan Polokarto Desa Polokarto Desa Polokarto 3. 9. Persiapan Pelaksanaan praktikum Wawancara dan pencatatan Pengumpulan dokumen Pembuatan laporan Konsultasi Responsi Pengumpulan laporan jadi 15 Juni 2009 16 Juni 2009 16 Juni 2009 6. 7. Lingkup Kegiatan Tabel 1. 5.2. Agar mahasiswa memperoleh pengayakan pengalaman belajar tentang penyuluhan dan komunikasi pertanian diluar perkuliahan. Memberikan pengalaman kepada mamhasiswa untuk mampu melakukan analisis sintesis dan evaluasi tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian dibanding dengan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan.

tanggal 15 Juni 2009 pukul 12. . Lokasi Penelitian Praktikum peenyuluhan dan komunikasi pertanian dilaksanakan pada hari Senin.D.00 WIB di Kecamatan Polokarto. Kabupaten Sukoharjo.

Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan. melaksanakan. kerjasama dengan pihak swasta yang berkepentingan dengan kegiatan penyuluhan serta sumber-sumber yang dapat digali dengan swadaya. seorang pemimpin dalam suatu organisasi sering pula disebut dengan administrator ( Kaliski. administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain. hal yang terkaitan dengan sumber dana hendaknya dapat diupayakan sumber-sumber investasi dari instansi atau lembaga pemerintah. Ketiga. dan kelompokkelompok sukarela. 1983 ). Informasi merupakan “critical resources” dalam kegiatan dan manajemen suatu organisasi termasuk penyuluh pertanian sendiri. pengelolaan keuangan. Fungsi administrasi penyuluhan yang perlu diperhatikan adalah pertama. Pengakuan tersebut berlanjut pada . jumlah penyuluh yang diperlukan. mengoganisasi. Administrasi Penyuluhan Dalam pengertian sehari-hari. kemudahan dan perlengkapan bagi penyuluh pertanian. pelaporan dan evaluasi. LANDASAN TEORI A. Fungsi administrasi adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap pemimpin atau manajer. dan yang terakhir adalah hubungan dengan lembaga-lembaga lain ( Mardikanto. Keempat. Kedua. Setelah adanya pengakuan dari Mentri Pertanian serta sebagian isi pidato Presiden di FAO yang menyatakan tentang pentingnya kegiatan penyuluhan pertanian. personalia dinas penyuluhan pertanian. oleh karena itu. dan pihak-pihak swasta yang seringkali berperan penting untuk menunjang kelancaran kegiatan penyuluhan ( Anonim. mengkoordinasi. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Keberhasilan pertanian di Indonesia tidak banyak mendapat perhatian dari masyarakat luas. tenaga-tenaga penunjang.II. Informasi merupakan data yang memiliki makna dan berguna serta dapat dikomunikasikan kepada penerima / pengguna untuk membuat suatu keputusan. Kelemahan umum yang sering dijumpai pada Dinas Penyuluhan adalah kurangnya jalinan komunikasi yang akrab dengan pusat-pusat informasi (lembaga penelitian. 2009 ). kualifikasi dan fungsi personel penyuluhan. perguruan tinggi dan pemberitaan). 2008 ). B. administrasi personalia yang meliputi manajemen personalia.

fasilitator (dana. serta kebijakan pembinaan dan pengawasan. C. Dengan adanya otonomi daerah. Programa penyuluhan harus terukur. kebijakan sarana dan prasarana. koordinator. lembaga yang lain fungsinya adalah penentu kebijakan. pangadaan sarana. sementara itu pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian bertanggungjawab hanya pada penyusunan dan manajemen strategi. 1984). transparan. terpadu. telah diberikan kebebasan kepada regional agricultural services untuk mengambil inisiatif dalam mendesain kebijakan spesifik lokal. Kebijakan Penyuluhan Pertanian meliputi kebijakan ketenagaan penyuluhan. . bukan untuk saling melemahkan. Penyuluhan dilaksanakan dengan berpedoman pada programa penyuluhan yang disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan. sarana. pemerintah local yang terkait dengan pertanian mestinya memiliki lebih banyak sumber daya serta kebebasan yang lebih besar untuk mengembangkan kebijakan spesifik lokal dan teknologi local melalui kajian/penelitian di lembaga penelitian lokalnya. atau penunjang (rekruting tenaga. 2001). dan Kecamatan perlu dibedakan secara jelas. bermanfaat dan dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Sistem kelembagaan penyuluhan pertanian dibangun untuk mengoptimalkan pemanfaatan semua sumberdaya nasional/daerah yang ada. informasi): BIPP. pelatihan. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian dari pusat sampai daerah di tingkat yang paling bawah lembaga penyuluhan pertanian terpisah dari lembaga yang punya fungsi berbeda. 2002). Dengan dukungan anggaran yang besar. kebijakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. tanggung jawab pembangunan pertanian dalam kendali kepala daerah bukan lagi pegawai/dinas pertanian (Subejo. 2009). Lembaga pelaksana penyuluhan di lapangan ada-lah BPP. Dengan lotonomi daerah ini. kebijakan pembiayaan. demokratis dan bertanggung gugat (Anonim. DT II (Kab/Kodya). kebijakan nasional dan standar-standar.tindakan nyata berupa keputusan pemerinyah untuk menetapkan tenaga-tenaga penyluh pertanian (PPS/PPM/PPL) sebagai tenaga fungsionil dengan jenjang karir yang semakin jelas dibanding ketidakpastian dalam masa-masa sebelumnya (Mardikanto. mulai tahun 2001 kewenangan di bidang penyuluhan pertanian dilimpahkan kepada pemerintahan kabupaten/kota. Programa Penyuluhan hanya dibuat di tingkat BPP (Slamet. Fungsi lembaga penyuluhan di pusat (nasional). DT I (propinsi). Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah. dll. Pada awalnya diharapkan pelimpahan kewenangan ini akan mampu meningkatkan kinerja penyuluhan pertanian. realistis.

Keadaan peralatan alat-alat bantu pengajaran. Informasi dari sumber lain seperti dari masyarakat secara langsung juga diperlukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang akan dilakukan dapat menjawab kebutuhan masyarakat (Anonim. 2004). Production house.Pembangunan sumber daya manusia pertanian. Kelembagaan di Kecamatan. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluhan pertanian dilakukan untuk mengetahui apa yang diperlukan oleh masyarakat di satu daerah. Kelembagaan di Desa meliputi Kelompok Tani. Misalnya. Lembaga adapt. fasilitas-fasilitas yang ada. Kelembagaan di Propinsi meliputi Balai Diklat Pertanian/Agribisnis di Propinsi. Kelembagaan di Pusat meliputi Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Kelembagaan di Kota atau Kabupaten. seandainya disuatu daerah belum ada listrik dan bahkan letaknya sukar untuk dicapai. Departemen Pertanian. Oleh karena itu informasi mengenai lokasi. dan Lembaga pemasaran (Anonim. serta biaya yang tersedia juga akan menentukan metode apa yang harus digunakan dalam mengefektifkan kegiatan penyuluhan. pemuka masyarakat maupun pemuka adat atau agama. Dari beberapa studi juga menunjukkan bahwa investasi di bidang penyuluhan pertanian memberikan tingkat pengembalian internal yang tinggi. ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan SK Bupati/Walikota. sehingga kegiatan yang akan dijalankan di daerah tersebut tidak sia-sia dan dapat memberikan manfaat bagi mereka. maka . Kelompok tani merupakan mitra kerja sejajar penyuluh pertanian. Oleh karena itu. Informasi dapat diperoleh baik dari dokumen tertulis maupun dari pejabat pemerintah. Kelembagaan lainnya meliputi Perguruan tinggi. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Indonesia meliputi Kelembagaan di Pusat. kegiatan penyuluhan pertanian merupakan komponen penting dalam keseluruhan aspek pembangunan pertanian (Mawardi. Badan diklat swasta. Kelembagaan di Kabupaten/Kota merupakan Unit Kerja Pengelola dan Penyelenggara Penyuluhan Pertanian (Badan/Kantor/Balai/UPTD Penyuluhan Pertanian atau yang berstatus Sub Dinas/Bagian dan Seksi yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah). termasuk pembangunan kelembagaan penyuluhan pertanian adalah faktor yang memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan pembangunan pertanian. Kelembagaan di Propinsi. 2004). karakteristik masyarakat serta potensi daerah diperlukan sebagai bahan dasar untuk merancang suatu kegiatan. 2009). LSM. Kelembagaan di Kecamatan merupakan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) atau lembaga lainnya yang mempunyai fungsi dan tugas yang sama. dan Kelembagaan di Desa. D.

perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. program penyuluhan pertanian kabupaten/kota. yang pada pelaksanaannya akan membutuhkan biaya yang relatif besar (Mardikanto. (1) program penyuluhan pertanian disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan pertanian yang mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya untuk memfasilitasi kegiatan penyuluhan pertanian dan ayat (2) .daerah tersebut sulit untuk diadakan penyuluhan melalui pemutaran film walaupun biasanya cara ini bisa memberikan hasil yang efektif. 2006). Kedua. Musim. 2000). E. . Dan yang tidak kalah penting adalah Keadaan Lapangan. program penyuluhan pertanian propinsi dan program penyuluhan pertanian nasional (Undang-undang No 16 Tahun 2006) (Deptan. dan bertanggung jawab. pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya. ada yang tidak terlalu panas. 2006). musim sangat erat hubungannya dengan keadaan usaha tani. program penyuluhan pertanian kecamatan. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa-apa. 2008). demokratis. Contoh: untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Anwar. Dalam pelaksanaannya penyuluh pertanian dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi petani dan pelaku usaha pertanian (Deptan. realistis. Para penyuluh dalam pengenalan wilayah kerja penyuluhan. dan sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Program penyuluhan pertanian sebagaimana dimaksud ayat (1) harus terukur. Secara umum pada pasal 22 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No 16 Tahun 2006 tentang SP3K menyatakan. Program penyuluhan pertanian dimaksudkan untuk memberikan arahan. Karena keterbatasan biaya maka penyuluh pertanian akan memilih metode diskusi kelompok daripada kursus tani. keadaan lapangan seperti topografi. ada yang panas sekali. Perencanaan Program Penyuluhan Pertanian Pelaksanaan penyuluhan pertanian dilakukan harus sesuai dengan program penyuluhan pertanian. jenis tanah. pedoman. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. Program penyuluhan pertanian terdiri dari program penyuluhan pertanian desa. antara lain. Keaadaan Usaha Tani. sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan.

Lebih jelasnya program berisi tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa perlu dilakukan. perumusan tujuan dan/atau sasaran-sasaran. analisis dan evaluasi fakta-fakta. Sejalamn dengan itu proyel . 1993). pemilihan masalah yang ingin dipecahkan. perumusan rencana evaluasi dan terakhir rekonsidesari (Mardikanto. yaitu suatu rencana kerja yang disusun menurut urutan waktu dalam kegiatan penyuluhan petanian yang akan dilakukan (Anonim. System kerja LAKU mengalami perluasan baik perluasan wilayah maupun komoditinya. jelas dan menjamin keluwesan. di mana. 1996). Kalender kerja. yaitu suatu acara kegiatankegiatan yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan pelaksanaan program secara efisien yang menyangkut tentang bagaimana. rencana kerja. Pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan hasil analisis fakta dan keadaan biasanya menghasilkan berbagai masalah baik masalah yang sudah dirasakan maupun belum dirasakan masyarakat setempat. dan kalender kerja. Rencana Kerja. Tahapan-tahapan dalam perencanaan penyuluhan sebagai berikut pengumpulan data keadaan. Program. Analisis fakta dan keadaan Perencanaan program yang baik harus mengungkapkan hasil analisis fakta dan keadaan yang lengkap. dan merumuskan tujuan dan pemecahan masalah yang menjanjikan kepuasan. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. dan siapa. perlu disusun adanya program. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan ( National Food Crops Extension Project/ NFCEF).Penyuluhan pertanian dapat dikatakan baik apabila diukur berdasarkan ukuran-ukuran dalam hal analisis fakta dan keadaan. pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan. 2009). kapan. F. yaitu suatu pernyataan yang dikeluarkan untuk menimbulkan pengertian dan perhatian mengenai suatu kegiatan. penetapan cara mencapai tujuan (rencana kegiatan). Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian System kerja LAKU ( Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit ) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . perumusan alternative pemecahan masalah. pengesahan program penyuluhan. Perencanaan program harus dengan jelas dan tegas sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan atau kesalahpengertian dalam pelaksanaannya. identifikasi masalah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penyuluhan pertanian haruslah menjanjikan perbaikan kesejahteraan atau kepuasan masyarakat sasarannya (Mardikanto. Kegiatan perencanaan penyuluhan pertanian dipergunakan untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian maka di dalam perencanaan tersebut. pelaksanaan kegiatan.

dan musyawarah/diskusi kelompok/temu karya. dan d. Penyuluhan pertanian sejak tahun 1976. menggunakan pendekatan latihan dan kunjungan (LAKU). 2. Metode dengan pendekatan masal. siaran . sehingga pada tahun 1984 Indonesia mencapai swasembada beras. penyuluh pertanian secara teratur mendapat tambahan pengetahuan/ kecakapan. belajar perorangan. misalnya rapat (pertemuan umum). sikap dan keterampilan. Metoda dengan pendekatan kelompok. surat menyurat secara perorangan. c. 2008). a. dan peternak. sikap dan ketrampilan petani. 2008). misalnya pertemuan (di rumah. kursus tani. Metoda Penyuluhan Pertanian Metoda penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu metoda-metoda yang langsung (direct Communication/face to face Communication) dan metoda-metoda yang tidak langsung (indirect Communication). serta belajar praktek (Mardikanto. demonstrasi pilot. 2006). Beberapa aspek positif sistim kerja LAKU diantaranya yaitu. di balai desa. di saung. penyuluh pertanian cepat mengetahui masalah yang ada di petani dan cepat memecahkannya. penyelenggaaan penyuluhan pertanian mendapatkan supervisi dan pengawasan yang teratur (Sinar Tani.NFCEP diganti dengan NAEP (National Agricultural Extesion Project) 1984). (Benor and Bexter. demonstrtasi cara/hasil. b. beserta keluarga intinya. penyuluhan dilaksanakan melalui pendekatan kelompok. misal kunjungan ke rumah petani. Penggolongan berdasarkan hubungan jumlah dan penggolongan dari pada sasaran adalah metoda berdasarkan perorangan. Peningkatan kualitas sumber daya Manusia tersebut diupayakan antara lain melalui penyuluhan pertanian (Anonim. Sistem tersebut ternyata sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan. perlombaan. Salah satu pendekatan pembangunan dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yaitu petani. pekebun. dan lain-lain).

2008). leaflet. 2009). perlengkapan ruangan. pemasangan Poster dan Spanduk. pidato. Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. Macam alat peraga. G. Perlengkapan yang disediakan. lambang Grafika. Monitoring dimaksudkan untuk memastikan ketepatan sumberdaya penyuluhan pertanian serta pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyuluhan sesuai dengan jadwal kerja dan hasil yang . sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. dan pendengaran). slide film. booklet dan sebagainya). Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. ceramah. Evaluasi ini dilakukan secara sistematik dan obyektif serta terdiri dari evaluasi saat kegiatan berlangsung sebelum kegiatan dimulai dan sesudah kegiatan selesai. penyebaran bahan tulisan (brosur. serta pertunjukan Kesenian (Anonim. poster). lembar-lembar persiapan penyuluhan. Penggolongan berdasarkan indera penerima adalah metoda-metoda yang dilakukan dengan jalan melihat. Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan. hubungan telepon. booklet. papan tulis atau papan penempel. serta proyektor (Apriantono. (line. misalnya pesan yang tertulis. barang cetakan (pamflet. brosur. pesan yang terproyeksi : seperti film/slide tanpa penjelasan vocal atau bisu. bar. histogram). grafik. efektifitas dan dampak dari suatu kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan tujuan yang diharapkan. model. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dimaksudkan untuk menilai evisiensi. 2003). pesan yang bergambar. Metode-metode yang disampaikan melalui pendengaran. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. alat tulis. film strip). bagan/skema (Mardikanto. leaflet. 2004). yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. diagram. misalnya siaran pedesaan melalui radio/TV. rapat (Julianto.pedesaan melalui radio/TV. pemuatan film/slide. specimen. gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. folder. 3.

ditargetkan dan mengambil tindakan koreksi yang diperlukan bila terjadi penyimpangan dalam proses yang sedang berjalan (Deptan. . harus dapat mengindikasikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam implementasi kegiatan. serta kesesuaian jadual pelaksanaan dan materi pelatihan yang telah direncanakan. dan desa. 2004). dan desa. Badan pelaksana penyuluhan pertanian. kabupaten/kota. kabupaten/kota. merupakan pejabat yang berwenang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan di tingkat provinsi. Yang harus diperhatikan dalam Evaluasi dan Monitoring adalah harus dapat menunjukkan apakah kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana. materi pelatihan yang diberikan oleh penyelenggara. kecamatan. 2002). harus dapat mengecek apakah asumsi-asumsi yang dibuat pada tahap perencanaan masih valid. Materi yang di supervisi antara lain. Badan Koordinasi Penyuluhan provinsi. Evaluasi dan monitoring sangat penting dilakukan karena dapat melihat sampai sejauh manakah program pendampingan tersebut. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dibantu oleh Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi disesuaikan dengan jadual kegiatan sistem kerja dan kegiatan penyuluhan pertanian lainnya yang dianggap perlu di Wilayah Kerja BPP (Apriantono. Balai Penyuluhan Kecamatan. 2005). kecamatan. serta harus dapat menilai apakah kegiatan masih relevan dengan kebutuhan penerima manfaat/sasaran (Anonim. rencana kerja penyuluh di tingkat provinsi. rencana kerja penyelenggara pelatihan.

THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 29. Jumlah Tenaga Penyuluh di Kabupaten Sukoharjo Tahun No 1 2 3 Tahun 2007 2008 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 84 84 94 2007-2009 THL (Tenaga Harian Lepas) 11 29 23 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di Kabupaten Sukoharjo tahun 2007 PNS sebanyak 84. tahun 2009 PNS sebanyak 94.III. Tabel 2. tahun 2008 PNS sebanyak 84. Jumlah Tenaga Penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 No 1. THL (Tenaga Kerja Lepas) 23. . Tahun 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 10 THL (Tenaga Harian Lepas) 2 Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 yang PNS ada 10 orang dan yang THL ada 2 orang. THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 11. Administrasi Penyuluhan Pertanian 1. Administrasi Personalia Jumlah penyuluh di Kabupaten Sukoharjo dapat dilihat dalam tabel: Tabel 1. Pelaksanaan Penyuluhan Dan Komunikasi Pertanian Di Lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten A.

yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. pasal 6 yang memuat bahwa: 1. Pengendalian penyuluhan dilakukan di kabupaten melalui DENFAM dengan batas 5 ha dan melalui DEMPLOT (Demonstrasi Plotting) dengan dibatasi 1ha. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh Petugas BPP kecamatan. Administrasi Keuangan Administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. Kebijakan Penyuluhan Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah. Perikanan. melaksanakan.2. Petugas BPP kecamatan mempunyai wewenang penuh untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Bab IV. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. Mengenai masalah pendanaan UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto sama sekali tidak mengelola. . dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain. perikanan. sehingga untuk memacu kelancaran kegiatan-kegiatan penyuluhan. mengorganisasi. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan. mengkoordinasi. dan b. dan kehutanan. 2. B. dan Kehutanan. Pengendalian Penyuluhan di Desa Polokarto.

Menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten/kota Menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi 2. Nama Lembaga Badan Pengembangan SDM Tingkat Pusat Tugas / Fungsi Menyusun kebijakan nasional. standarisasi dan akreditasi penyuluh. Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi 3. program penyuluhan nasional. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan 5. sarana dan prasarana. Pos Penyuluhan Desa Desa . Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian No 1. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Kelembagaan penyuluhan pertanian adalah suatu lembaga yang bertugas untuk mendukung dan memperlancar kegiatan penyuluhan pertanian sehingga kegiatan penyuluhan yang terjadi di lapangan menjadi lebih efektif. gubernur. Badan Pelaksana Penyuluh Kabupaten 4. yang sejalan denagn kebijakan dan progaram penyuluhan provinsi dan nasional.3.serta pembiayaan penyuluhan Menyusun kebijakan dan program penyuluhan provinsi dan sejalan dengan kebijakan dan program penyuluhan nasional Menyusun kebijakan dan program penyuluhan kabupaten. Tabel 4. atau bupati/walikota C.

Di tingkat Pusat bernama Badan Pengembangan SDM yang terdiri atas satu lembaga. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluh dimulai dari pengenalan wilayah desa tempat sasaran penyuluhan disebut dengan orientasi desa meliputi karakterisik desa dan potensinya. E. bapak kepala desa. Tabel 5. Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. Propinsi. D. Kecamatan. di tingkat Kabupaten bernama Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian yang terdiri dari satu lembaga. di tingkat desa bernama Pos Penyuluhan Pertanian Desa.dengan program penyuluhan Sumber : Data Sekunder Lembaga penyuluhan pertanian ada di tingkat Nasional. kelompok tani. dan Desa. di tingkat Propinsi bernama Badan Koordinasi Penyuluh yang terdiri atas satu lembaga. Bimbingan tersebut meliputi kunjungan ke desa. Kabupaten. di tingkat Kecamatan bernama Balai Penyuluhan Pertanian yang teridri dari satu lembaga. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian No 1. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. Perencanaan Program / Programa Penyuluhan Pertanian bimbingan . Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi. beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. kemudian ke kelompok tani serta peninjauan lapangan. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior. Penyuluh Slamet Riyadi Wilayah Kerja Polokarto Masa Kerja 1 tahun Teknik Pengenalan mendapatkan dari kecamatan Sumber : Data Sekunder Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi. lahan pertanian beserta monografinya.

Program penyuluhan yang baik membutuhkan perencanaan yang baik agar kegiatan penyuluhan tersebut dapat berjalan secara efektif. rencana kerja. F. Kunjungan) penyuluh mengunjungi petani secara teratur . Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Sistem Kerja Penyuluhan Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian meliputi sistem kerja penyuluhan pertanian dan implementasi yang digunakan di lapangan. Tabel 6. berbagai perlengkapan berupa alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian yang mendukung kegiatan penyuluhan agar menjadi efektif. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. 1. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. Sistem Penyuluhan Keterangan LAKU (Latihan dan Sistem ini memiliki rencana kerja dalam setahun. aktif terjun langsung Menelaah hasil praktek di lapangan 1 Observasi data 2 Observasi lapangan 3 PRA/ Usulan/ permasalahan 4 Diskusi 5 Praktek di lapangan 6 Diskusi lanjut Sumber : Data Sekunder Tabel 6 menjelaskan tentang tahap-tahap perencanaan penyuluhan dan proses-proses pelaksanaan secara nyata di lapangan. Tahap Perencanaan Program Penyuluhan No Tahap Perencanaan Proses/ Pelaksanaan Melihat potensi wilayah sasaran dalam monografi Analisis kondisi secara langsung Sumbang saran dalam pertemuan Penyampaian solusi permasalahan Gerakan bersama. Kecamatan Polokarto. metoda penyuluhan pertanian di lapangan. dan kalender kerja. Perencanaan tersebut berupa perencanaan program. Tabel 7.

1. 3. papan tulis atau papan penempel. 3. serta proyektor. Pertemuan Diskusi Mengadakan pengarahan terhadap kelompok tani Membahas permasalahan yang dihadapi petani. Metode Penyuluhan Pertanian Metode penyuluhan pertanian adalah cara penyuluh mendekatkan dirinya kepada sasaran. perlengkapan ruangan. alat tulis. ada sesi tanya jawab Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa sistem kerja penyuluhan pertanian di tingkat Desa Polokarto yaitu menggunakan sistem pertemuan dan diskusi. Sedangkan sistem penyuluhan pertanian yang paling efektif dilaksanakan yaitu sistem LAKU. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. antara lain kurikulum. Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. kecamatan Polokarto. Kabupaten Sukoharjo yakni terdapat metode pendekatan kelompok yang teknik pelaksanaanya melalui kelompok tani dan metode pendekatan individu. lembar-lembar persiapan penyuluhan. Kecamatan Polokarto. Metode Pendekatan kelompok Pendekatan individu Teknik Pelaksanaan Melalui kelompok tani Dengan mengadakan kunjungan latihan dan Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa metode penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. Metode Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. agar kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif Tabel 8. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian Alat bantu penyuluhan pertanian merupakan alat yang digunakan dalam penyuluhan sehingga kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh . yaitu dengan mengadakan latihan dan kunjungan. 2. 2.2.

Selain itu digunakan pula Buku panduan yang berisi materi yang akan disajikan. Pelaksanaan Penyuluhan Hasil Penyuluhan Indikator Tepat sasaran Keterangan Sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi petani petani dalam 2. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Tabel 10. Alat Bantu Mikrophone dan Sound system Buku Panduan Benih padi Alat Peraga Fungsi Sebagai alat pengeras suara 2. Tujuan dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi adalah memperbaiki sistem kerja dari penyuluh sehingga menjadi lebih baik dan terarah. Sehingga penyuluhan dapat berjalan dengan efektif. Banyak sedikitnya Keaktifan diskusi yang terjadi penyuluhan Sumber : Data Primer . Kecamatan Polokarto. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian Monitoring dan Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu langkah dalam kegiatan penyuluhan pertanian agar program-program yang telah dilaksanakan tidak melenceng dari tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Tabel 9. 3. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Program 1. Berisi materi yang akan disajikan Memperjelas tujuan penyuluhan Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa perlengkapan penyuluhan pertanian terdiri dari Microphone dan sound system sebagai pengeras suara. 1.guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. G.

yang indikatornya tergantung banyak sedikitnya diskusi yang terjadi atau keaktifan petani dalam penyuluhan. Selain itu terdapat program hasil penyuluhan.Berdasarkan tabel. monitoring (pemantauan) dan evaluasi penyuluhan pertanian di Kabupaten Sukoharjo yaitu menggunakan program pelaksanaan penyuluhan yang tepat sasaran. . sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi.

jagung dan kedelai serta dengan menganekaragamkan menu pangan non beras. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistemsistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkanswasembada pangan khususnya beras. 16 tahun 2006 setelah di Kecamatan dibentuk BPP seharusnya ada otonomi tentang pembiayaan dimana BPP tersebut harus bisa mengolah sendiri biaya yang akan digunakan untuk kelangsungan kegiatan penyuluhan pertanian. Sesuai dengan UU no. Hal ini berkaitan dengan dibentuknya BPP ini maka kegiatan pengendalian sepenuhnya dilakukan oleh BPP sebagai lembaga Penyuluhan yang bertangungjawab di tingkat Kecamatan. PEMBAHASAN A.000. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh pihak-pihak yang bertugas di BPP. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. Bagi penyuluh hanya ditransfer sejumlah Rp 250. Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan. . Bab IV. B. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana. Administrasi Penyuluhan Administrasi Penyuluhan Pertanian yang ada di Desa Polokarto. dan Kehutanan. Kenyataannya di lapangan. bahwa petugas penyuluh pertanian dalam pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan kerjasama dan saling mengoreksi satu sama lain. Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. pasal 6 yang memuat bahwa: 1. Sedangkan dananya berasal dari kabupaten. Pembiayaan penyuluhan pertanian di Desa Polokarto ini dibantu oleh pemerintah pusat tetapi besarnya biaya yang diberikan pemerintah pusat tidak dikeahui secara pasti. Perikanan. Kecamatan Polokarto berdasarkan atas pembiayaan dan pengendalian penyuluhan.IV. Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. Pengendalian penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Polokarto.00 untuk masing-masing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan.

dan kehutanan. memungkinkan tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda. Kecamatan Polokarto dilaksanakan sesuai dengan ketetapan dari instansi Kabupaten maupun propinsi. 3. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah. . kemampuan kepada petani untuk dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Kecamatan Polokarto yang telah mencakup asas dan tujuan sistem penyuluhan yaitu memberikan pengetahuan. diharapkan dapat mengkoordinir kegiatan penyuluhan dengan baik dan berjalan sesuai dengan fungsi dari kelembagaan penyuluhan pertanian tersebut. Kelembagaan penyuluhan di Desa Polokarto. di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa. Pelaksanaan Penyuluhan di Desa Polokarto. Adanya kelembagaan penyuluhan di tiap tingkat daerah. yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. Hal ini terlihat dari pelaksanaan penyuluhan di Desa Polokarto. gubernur. Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. perikanan. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Sehingga bila di tiap tingkat daerah terdapat penyuluh yang cukup maka.2. C. penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh. Kecamatan Polokarto telah berjalan cukup baik. Hal ini terlihat dari terdapatnya lembaga-lembaga penyuluhan dari tingkat desa sampai tingkat Kecamatan. dan b. Di tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda karena didasarkan pada tugas yang dijalankan maupun luas wilayah kerja. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh. atau bupati/walikota.

Cara mengatasi permasalahan itu yaitu selalu melakukan koordinasi dengan tingkat kabupaten agar dana yang yang telah dianggarkan untuk kegiatan penyuluhan desa dan kecamatan tidak mengalami hambatan dalam hal pelaksanaan kegiatan penyuluhan. . Di sisi lain. E. Hal ini berakibat kegiatan-kegiatan penyuluhan yang dirancang oleh masing-masing lembaga menjadi terhambat. seharusnya dalam wilayah yang sangat luas ditanggung lebih dari satu orang penyuluh. Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi terdapat beberapa pihak yang membantu antara lain kelompok tani. Masalah yang kadang dialami oleh penyuluh adalah terlalu luasnya wilayah yang ditanggung sehingga tidak efektif dalam melakukan penyuluhan.Pada tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa yang bertugas menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi dengan program penyuluhan. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi. D. Masalah-masalah yang dihadapi lembaga-lembaga pada tingkat kecamatan dan desa dapat disebabkan dana yang diberikan dari kabupaten mengalami kemacetan. lahan pertanian beserta monografinya. beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut. lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani. Pada tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian yang bertugas menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten. Untuk mengatasi masalah tersebut. permasalahan yang dialami masyarakat bisa segera tertangani tanpa terhalang oleh wilayah yang luas. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior. Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. Perencanaan Program / Program Penyuluhan Pertanian Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. Sehingga dalam memberikan poenyuluhan lebih efektif dan masyarakat juga bisa menerapkan materi yang diberikan tepat waktu. bapak kepala desa. Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani.

dan perangkat desa. Pokok-pokok yang tercantum dalam Program Penyuluhan antara lain mengenai pengunaan benih unggul berlabel. misal . Diskusi merupakan komunikasi dua arah untuk membahas inovasi yang telah disampaikan oleh penyuluh. Kegiatan praktik ini dapat menjadi pertimbangan apakah . Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . Praktik merupakan kegiatan untuk menerapkan inovasi yang telah disampaikan dan telah didiskusikan bersama. setelah dari tingkat Kecamatan lalu ke timgkat Kabupaten. Kemudian dari tingkat Propinsi perencanaan program tersebut akan di susun atau dibahas di tingkat pusat sehingga akan muncul beberapa kebijakan dan program untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. diskusi dan praktek. Pada tingkat desa orang-orang yang dilibatkan antara lain Lurah. Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. Pada Kecamtan Polokarto yang dilibatkan dalam legitimasi adalah Camat dan Koordinator Penyuluh. Pada tingkat Kecamatan melibatkan Camat dan para penyuluh pertanian. Sedangkan untuk tingkat pusat melibatkan Presiden dan Departemen Pertanian sebagai pengambil kebijaksanaan pertanian. Ceramah merupakan metoda bagi penyuluh untuk menyampaikan inovasi pertanian kepada petani di desa setempat. Selain itu pelatihan bagi petani di Desa Polokarto dengan adanya kunjungan dari kelompok tani dari daerah lain. persemaian.Proses penyelesaian itu berupa perumusan perencanaan program penyuluhan dari tingkat desa yang akan membawa program itu ke tingkat Kecamatan. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Setiap proses di masing-masing tingkat terdapat proses legitimasi agar kebijakan dan program itu sah secara undang-undang. Tingkat Kabupaten melibatkan Bupati dan Dinas Pertanian. Penerapan sistem kerja LAKU diantaranya dengan pelaksanaan penyuluhan melalui pendekatan kelompok yaitu penyuluh menyesuaikan materi dengan kebutuhan dan kesulitan yang dihadapi petani. Pada tingkat Propinsi melibatkan Gubernur dan Dinas Pertanian tingkat Propinsi. F. selanjutnya membawa perencanaan program tersebut ke tingkat Provinsi. latihan dan kunjungan yang berasal dari kelompok tani dari daerah lain. dan pengolahan tanah sawah. pengamatan OPT tikus. SLPTT. Kegiatan diskusi untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan inovasi yang akan diterapkan.

Kendala yang dihadapi dalam proses monitoring adalah koordinasi antar pihak kabupaten sehingga proses monitoring menjadi tidak berjalan sesuai dengan program monitoring. Materi yang dibahas dapat keunggulan suatu benih padi. maka petani diharapkan mau menggunakan benih yang diberikan dari tingkat pusat. Koordinasi ini bersifat wajib bagi pelaksana monitoring. Pelaksanaan secara rutin dan berkala dapat meningkatkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Monitoring dan Evaluasi Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. Efetkivitas dari para penyuluh tersebut dapat meningkatkan tingkat keberhasilan dari program penyuluhan pertanian. Hal yang dievaluasi antara lain jam kerja penyuluh dan hasil kegiatan penyuluhan. G. Jika penerapan inovasi tersebut dipandang bermanfaat dan menguntungkan bagi petani maka inovasi tersebut akan terus diterapkan. Sifat wajib ini diharapkan agar proses monitoring dapat dilaksanakan secara rutin dan berkala. Monitoring yang dilakukan dari tingkat Kabupaten biasanya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga hal ini juga dapat dikatakan sebagai sidak penyuluhan.inovasi terus diterapkan atau sebaliknya. Penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. Tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah meningkatkan efektivitas kerja dari penyuluh pertanian. Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok tani atau langsung di lahan pertanian. . Pihak yang dilibatkan dalam proses monitoring dan evaluasi dalah penyuluh dan petani. Hal ini bertujuan setelah petani mengetahui keunggulan suatu benih padi. Penyuluhan tersebut berlangsung dengan menggunakan metode kelompok dengan teknik diskusi yang menjelaskan tentang materi penyuluhan yang disampaikan. Proses monitoring sendiri dilakukan dengan berbagai cara antara lain turun langsung ke lapangan saat penyuluhan dilakukan. Kecamatan Polokarto. Hal ini dapat diatasi dengan koordinasi setiap minggu di tingkat kabupaten.

Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. 2. 7. 6. Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun.000. Basis pertanian bertumpu pada aspek produksi. yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani. di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa.00 untuk masingmasing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan. Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. Di Desa Polokarto hanya terdapat satu orang penyuluh saja yang mendampingi dalam memecahkan segala permasalahan bidang pertanian yang dirasakan oleh petani. di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh. Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistem-sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkan swasembada pangan khususnya beras. 3. mandiri menuju agroindustri. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana.V. konsumsi serta distribusi dengan jalan memberdayakan masyarakat pertanian sehingga dapat tercapai pertanian yang tangguh. di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh. Kesimpulan 1. dan hanya ditransfer sejumlah Rp 250. jagung dan kedelai serta dengqan menganekaragamkan menu pangan non beras. 4. 5. Dana bagi penyuluh berasal dari kabupaten. . Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan.

. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kegiatan penyuluhan. diskusi dan praktek. B. Penyuluh seharusnya lebih aktif dan komunikatif dalam penyampaian materi penyuluhan. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . 9. seperti memberikan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. 3.8. Rekomendasi Berdasarkan hasil pembahasan yang diperoleh dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dapat direkomendasikan hal-hal sebagai berikut : 1. Masyarakat petani seharusnya lebih terbuka dalam menerima inovasi yang diberikan oleh penyuluh agar dapat membantu terwujudnya program ataupun kebijakan penyuluhan pertanian. 10. Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. 2.

Diakses 15 Juni 2009 Mardikanto. Perlengkapan Penyuluhan.coremap. Metode Penyuluhan.wordpress. Soft Skill dan Strategi Komunikasi Pertanian. http://masarip.id /research_agenda/ article. 2009.com/ 2007/09/metode-penyuluhan.wordpress. Diakses 15 Juni 2009. Ari Julianto.php?id=256 .DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. .friendster. Teori Difusi Inovasi .com/2008/12/21/softskill-dan-strategi-komunikasi-pertanian/ . 2008. Totok.or. http://www.com/2009/01/25/teori-difusiinovasi/ . Diakses 15 Juni 2009 Anonim.wsmulyana. http://ronawajah. 2003. dalam Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. Diakses 15 Juni 2009. Redefinisi dan Revitalisasi Penyuluhan Pembangunan. 2009. IPB Press – Bogor Slamet Mulyana.blog. http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->