ALAT BANTU dan ALAT PERAGA PENYULUHAN PERTANIAN

April 3, 2010 · Disimpan dalam PENYULUHAN PERTANIAN ALAT BANTU PENYULUHAN PERTANIAN Adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses mengajarnya selama kegiatan penyuluhan dilaksanakan. Ragam alat bantu penyuluhan yang diperlukam setiap penyuluh : 1. Kurikulum Memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan yang meliputi tujuan yang ingin dicapai, kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan oleh pendidik, daftar mata pelajaran yang akan disampaikan, dan rencana evaluasi yang akan dilaksanakan. 1. Lembar-lembar persiapan penyuluhan Berupa lembar persiapan menyuluh (LPM), lembar persiapan latihan (LPL) dan lembar persiapan kerja (LPK). 1. Papan penulis atau papan penempel Papan penempel yang biasa digunakan di lapangan adalah papan yang dilapisi dengan kain panel. Sedang di dalam ruang, digunakan papan bermagnit. 4. Alat tulis Disarankan penyuluh membawa alat tulis yang beragam warna baik itu kapur berwarna, pensil berwarna, bolpen dsb. 5. Sarana ruangan Beragam alat bantu dalam ruangan : pengeras suara, penata cahaya (lampu), dan penata udara (kipas angin atau AC). 6. Projector Alat bantu penyuluhan yang berupa beragam projektor : 1. Overhead projektor, untuk memproyeksikan tulisan dan atau gambar yang ditulis pada bahan tembus cahaya (plastik, transparancy sheet)

2. Solid projektor, semacam Overhead projektor tetapi untuk memproyeksikan bendabenda tembus cahaya. 3. Movie projektor, untuk memproyeksikan film dan film strip. 4. Slide projektor, untuk memproyeksikan gambar/tulisan yang direkam dan slide film. ALAT PERAGA PENYULUHAN Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah : 1. Benda Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Ada beberapa macam alat peraga berupa benda ini : 1. Sample atau contoh, yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya. Misalnya, contoh benih, contoh pupuk dll. 2. Model atau tiruan, biasanya digunakan jika benda asli sulit didapat, volumenya bisa terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus. Misal : contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah, ulat dll. 3. Specimen atau benda asli yang telah diawetkan karena benda asli sulit didapat. Dari ketigaanya, benda aslilah yang paling baik. 2. Barang cetakan Pamlet atau selebaran, yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran, ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya. a. Leaflet atau folder Perbedaan leaflet dengan pamflet adalah : 1) Umumnya dibagikan langsung oleh penyuluhnya.

2) Leaflet merupakan selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedang folder dilipat menjadi 3 (6 halaman) atau lebih. 3) Leaflet lebih banyak berisikan tulisan daripada gambar.

4) Ditujukan pada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilannya pada tahap minat, menilai dan mencoba. 5) Brosur atau booklet

6) Merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman dan maksimal 50 halaman. b.Placard dan poster Keduanya merupakan barang cetakan dengan ukuran relatif besar yang ditempel ditembok, pohon atau direntangkan di pinggir/tengah jalan. Placard lebih banyak berisi tulisan sedang poster lebih banyak berisi gambar. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman sasaran pada tahapan sadar dan minat. c. Flipchart atau peta singkap, adalah sekumpulan poster selebar kertas koran, yang digabungkan menjadi satu. d. Photo, dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. e. Flanelghrap, merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. 3. Gambar yang diproyeksikan Transparancy sheet adalah lembaran mika (plastik) bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan overhead proyektor. Biasa digunakan di dalam pertemuan kelompok di dalam ruangan . a. Slide film, suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang diberi bingkai untuk diproyeksikan di layar dengan menggunakan slide proyektor. Berupa gambar bisu(tidak bersuara). b. Film strip, seperti halnya slide film hanya saja masing-masing gambar tidak dipisahkan dan diberi bingkai, tetapi menjadi suatu rangkaian yang tak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. c. Movie film, obyek yang diproyeksikan tidak berujud bergambar gambar mati melainkan berupa gambar bergerak. Selain itu sudah diisi dengan suara dubbing. d. Video dan TV, seperti halnya dengan movie film, bedanya film positif yang dihasilkan tersimpan dalam kotak kaset dan penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya. 4. Lambang grafika 1. Grafik 2. Diagram

yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem yang ingin dijelaskan berdasar hubungan garis keturunan. digambarkan sebagai suatu tabel berisi keterangan tentang keadaan masingmasing bagian (sub sistem) dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. http://h0404055. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari sistem yang ingin dijelaskan berdasar alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan. pelaksanaan kegiatan penyuluhan selain menentukan topik atau materi penyuluhan yang akan diajarkan juga harus memetapkan alat peraga penyuluhan yang sesuai dengan sasarannya serta persiapan tentang sarana penyuluhan dalam hal ini adalah alat peraga penyuluhan dan pemilihan alat peraga tersebut guna membantu kelancaran kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan. dikenal beragam bagan atau shema yaitu : 1) Pictorial chart. 5) Organizational chart yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling berhubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. Oleh sebab itu. yaitu gambaran singkat tentang tingkat perkembangan yang dialami oleh masingmasing sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. shema atau chart Di dalam praktek. Terkait dengan itu. 3) Ginealogical chart.com/2010/04/03/alat-bantu-dan-alat-peraga-penyuluhan-pertanian/ ALAT PERAGA DAN PEMILIHAN ALAT PERAGA PENYULUHAN Penyuluhan merupakan pendidikan non formal dimana sistem pendidikannya terprogram di luar sekolah sehingga penyuluhan memerlukan perencanaan yang jelas mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan. 4) Flow chart. Pemilihan alat peraga ini harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat sasarannya serta alat peraga ini juga akan mempengaruhi proses belajar dalam penyuluhan tersebut.Lambang grafika ini tidak bisa digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah (variabel) tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu. . Persiapan sarana penyuluhan terutama alat peraga sangat membantu sasaran dalam menerima materi yang diajarkan oleh penyuluh.wordpress. yaitu gambar dari suatu sistem yang dilengkapi dengan rincian dari sub sistem yang menyusunnya. 1. alat peraga sangat perlu di dalam penyuluhan. 2) Tabula chart. Progress chart. Bagan.

Sehingga diharapkan dengan batuan alat peraga ini dapat memflash back kejadian dimasa lalu dan memprediksi kejadian dimasa mendatang misalnya dengan pemutaran film. 1996). alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat. benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud. Dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. Di samping itu. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. menurut Mardikanto (1985) mengartikan alat peraga sebagai berikut : Alat atau benda yang dapat diamati. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain. melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan. misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. Agak berbeda dengan pengertian tersebut. Dalam bidang pertanian sering terdapat benda-benda yang terlampau besar. proses tumbuhnya akar dan sebagainya. Banyak pula kejadian sehari-hari yang berkenaan dengan masalah pertanian yang akan lebih mudah dipelajari melalui alat peraga yang harus secara langsung diamati pada satu waktu atau dalam kesempatan tertentu saja. Misalnya demonstrasi cara mencangkok dan lain-lainnya (Hamalik. Misalnya angin kencang merusak tanaman. Banyak proses-proses yang harus dikerjakan dalam memepelajari ilmu pertanian yang memerlukan bantuan alat peraga agar lebih mudah dan lebih menarik minat sasaran penyuluhan. Sebaliknya juga banyak benda-benda yang sangat kecil yang sulit diamati dengan alat indera manusia. Tetapi di dalam praktek. 1990). benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata.Alat Peraga Penyuluhan Jahod Sumabrata mengemukakan bahwa alat-alat peraga adalah sesuatu (alat. serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya. Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan.       . diraba atau dirasakan oleh indera manusia. baik dengan penglihatan maupun dengan pendengaran. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga adalah sebagai berikut :   Banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. Peristiwa masa lampau atau kejadian yang akan terjadi masa datang sangat sulit diamati. sehingga sulit disediakan.

Dengan peragaan akan dapat menghemat waktu yang diperlukan penyuluh untuk menjelaskan materi yang ingin disampaikan/ dijelaskan. dari adanya pengetahuan dan beberapa keterangan yang jelas. Memberi kesan lebih mendalam . sehingga perlu ditetapkan suatu alat peraga penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. akhirnya dihubungkan dengan tingkat kemampuan yang ada pada dirinya. tahap mencoba dan tahap menerapkan. serta perhitungan untung rugi sudah melintas dalam pikirannya. sehingga lebih mengkonsentrasikan diri untuk mengikuti jalannya penyuluhan yang sedang dilaksanakan oleh penyuluh. apabila dirasakan ide atau praktek baru tersebut mampu untuk dilaksanakan kemudian diadakan kegiatan mencoba-coba secara kecil-kecilan. Tahap minat. sehingga sasaran tidak mudah melupakan kegiatan yang pernah diikutinya. Tahap mencoba. sehingga dapat menghadirkan terjadinya salah pengertian yang tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh penyuluhnya. Tahapantahapan tersebut adalah sebagai berikut :      Tahap kesadaran. disini seseorang sudah menerapkan sepenuhnya apa yang pernah diterimanya sebagai anjuran (Rokhman. dalam hal ini seseorang berada dalam keadaan sekedar mengetahui. penumbuhan minat. tahap kesadaran. Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda. Tahap perkembangan mental seseorang dapat digolongkan dalam tahap penumbuhan pertanian. demikian juga tahap perkembangan mental.Lebih lanjut. Tahap menilai. karena sasaran lebih cepat menerima dan memahami segala sesuatu yang dimaksudkan penyuluhnya. tahap menilai. Karena lewat pemahaman tentang materi yang diberikan dengan sarana alat peraga akan membantu penyuluh dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang diberikan kepada sasaran. Memperjelas pengertian tentang segala sesuatu yang diuraikan atau disampaikan penyuluh secara lisan . Membantu penyuluhan lebih efektif . melainkan memiliki fungsi yang beragam yaitu:      Menarik perhatian atau memusatkan perhatian sasaran . Ooy Sunarya (1978) mengemukakan bahwa alat peraga penyuluhan sebenarnya tidak sekedar berfungsi sebagai alat peraga atau penjelas. 2008). penyuluh dapat mengetahui sejauh mana sasaran memahami materi yang diberikan.  Benda . bagaiamana kemungkinan hasilnya dan bagaimabna yang sudah dilakukan orang lain. belum memahami secara mendalam apa yang termakna dalam hal yang baru diketahuinya. pada tahap ini seseorang sudah mulai aktif mencari keterangan-keterangan yang lebih banyak. dihubungkannya ide atau praktek baru itu dengan keadaan yang sudah terjadi dan pernah dialaminya. Tahap penerapan. keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda. Dengan Penggunaan alat peraga.

Salah satu alat peraga penyuluhan yang paling mudah diperoleh atau dibuat adalah yang berupa benda. Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba. Tentang benda yang dapat digunakan sebagai alat peraga ini, ada beberapa macam yaitu :
 

Sample/contoh , yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya (misal contoh benih, contoh pupuk dll). Model/tiruan, digunakan sebagai alat peraga jika benda asli sulit didapat, volumenya terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus (misalnya: contoh traktor, contoh bibit penghijauan, lebah dll). Specimen atau benda asli yang diawetkan karena benda asli sulit di dapat.

Dari ketiga benda tersebut yang paling baik adalah benda asli, hal ini disebabkan karena baik model maupun specimen seringkali warnanya tidak sesuai.

Barang cetakan

Media cetak disediakan untuk memenuhi bahan kebutuhan para petani dan masyarakat lain yang memerlukan dan mengambil manfaat dari adanya informasi. Seorang yang menyiapkan informasi untuk petani melalui media cetak hendaknya bertanya pada diri sendiri tentang;
    

untuk siapa media cetak ini disiapkan, apakah calon pembaca mengetahui pokok yang dibahas, informasi apa yang dapat disampaikan untuk menambah pengetahuan calon pembaca, kebijaksanaan apakah yang dapat membawa perubahan, apakah keputusan itu mungkin dapat diterapkan.

Salah satu jenis media cetak yang digunakan oleh penyuluh sebagai alat peraga , baik yang berupa gambar, tulisan, atau campuran keduanya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan adalah brosur. Media cetak (seperti brosur, leaflet, surat kabar dan majalah pertanian merupakan visualaid) yang berfungsi sebagai bahan publikasi untuk menyebarluaskan informasi pertanian , khususnya kepada masyarakat tani dan masyarakat ramai yang menaruh minat terhadap pembangunan pertanian .. Sedangkan Hanafi (1986) dalam Syafrudin (2008) mengemukakan ada beberapa keunggulan media cetak yaitu

 

orang yang membaca dapat mengatur kecepatan bacanya, berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang sedang dibaca dan mengulangi kalimat-kalimat yang dipandang penting, dapat menyimpan fakta-fakta, gambar-gambar dan memiliki kemampuan dalam mengatasi selektivitas.

Selanjutnya Kamath 1980 (dalam Syafrudin, 2008) mengemukakan sembilan butir keunggulan media cetak yaitu
o o o o o o o o o

merupakan media tertulis yang dapat mencapai sasaran yang luas pada masyarakat pembaca, merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan pesan, dapat diproduksi menurut kebutuhan serta relatif murah biayanya, merupakan alat informasi yang tepat dan akurat, yang dalam waktu singkat dapat sampai pada sasaran, apabila disusun secara tepat, dapat menarik dan menyenangkan pembacanya, dapat digunakan sebagai alat untuk melestarikan dan meningkatkan tugas harian dari pembacanya, merupakan alat untuk mengadakan kontak secara tetap dan bersambung dapat digunakan untuk menampilkan prestasi tokoh-tokoh masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya, dan merupakan alat yang tepat untuk melestarikan dan meningkatkan kemampuan pembaca dan menulis masyarakat.

Namun demikian media cetak tersebut memiliki beberapa kelemahan yaitu:
  

kurang tepat bila digunakan pada masyarakat yang memiliki kemampuan baca rendah atau buta huruf, kurang cepat mencapai sasaran, apabila dipakai sebagai satu-satunnya teknik untuk menyampai pesan di daerah pedesaan dan apabila tidak disiapkan secara seksama dan hati-hati justru akan kehilangan arti maksud dan tujuannya.

Rachmat 1991 (dalam Syafrudin, 2008) media cetak mempunyai sifat satu arah artinya tidak ada reaksi antara pesan-pesan komunikasi dan bersifat terbuka artinya ditujukan kepada publik yang tidak terbatas dan anonim serta mempunyai publik yang secara geografi tersebar. Oleh karena itu media cetak tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada pembacanya. Berkaitan dengan efek dari media cetak akan sangat tergantung dari sasaran atau penggunaanya. Sebab efek tidak ada seandainya sasaran atau pengguna tidak menyukai media tersebut, meskipun media itu sarat dengan informasi dan pengetahuan. Menurut Hanafi (1986) dalam Syafrudin, (2008) mengemukakan tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keefektifan media cetak yaitu:
o o o

dalam menyampaikan kode, pesan yang merupakan sekumpulan simpul hendaknya disusun sedemikian rupa, sehingga bermakna bagi sasaran, isi pesan hendaknya merupakan materi/bahan yang dipilih dan wujud pesan adalah bentuk pesan yang dipilih sumber (komunikan).

Selanjutnya menurut Kelsey dan Hearne 1995 (dalamSyafrudin, 2008) menyatakan bahwa untuk meningkatkan keefektifan media cetak disarankan agar media:

o o o o o

menyajikan topik yang sesuai dengan kebutuhan yang dianggap penting dan mendesak serta dapat diterapkan oleh masyarakat, menyajikan materi yang sesuai dengan masalah, minat dan tingkat pendidikan pembaca, menghindari konsep yang sukar, menyusun fakta secara logis sehingga pembaca dapat mengikuti secara bertahap, menggunakan ilustrasi foto dan gambar yang sesuai.

Selain itu menurut Ban & Hawkins 1999 dalam Syafrudin (2008) menyatakan bahwa agar publikasi terknis yang diterbitkan oleh dinas-dinas penyuluhan efektif bagi sasaran/penggunanya media cetak tersebut harus dikemas dalam bentuk yang mudah dimengerti (comprehensive), artinya dengan menggunakan bahasa yang sederhana, menyusun dan merangkaikan perbedaan pendapat dengan jelas dan hal-hal pokok dinyatakan dengan singkat dan jelas Setiap penyuluh dapat menggunakan beragam barang cetakan baik yang berupa gambar, tulisan atau campuran dari keduannya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan sebagai alat peraga. Adapun barang-barang cetakan tersebut adalah : 1. Pamflet atau selebaran , yaitu barang cetakan yang berupa selebar kertas bergambar atau bertulisan yang dibagi-bagikan oleh penyuluh secara langsung kepada sasarannya, disebarkan ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. Alat peraga seperti ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan minat sasarannya meskipun demikian, jika berisi informasi yang lebih lengkap dapat dimanfaatkan oleh sasaran pada tahapan menilai dan mencoba. 2. Leaflet atau Folder , sama hal nya dengan pamflet keduanya merupakan barang cetakan yang juga dibagi-bagikan kepada sasaran penyuluhan. Bedanya adalah umumnya dibagikan langsung oleh penyuluh, leaflet selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedangkan folder dilipat menjadi 3 (6 halaman ) atau lebih, leaflet dan folder lebih banyak berisikan tulisan daripada gambarnya dan keduanya ditujukan kepada sasaran untuk emepengaruhi pengrtahuan dan keterampilannya pada tahapan minat, menilai dan mencoba. 3. Brosur atau booklet , merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman, dan paling banyak 50 halaman. Booklet ini dimaksudkan untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran tetapi pada tahapan menilai, mencoba dan menerapkan. Dalam penggunaan media cetak brosur sebagai media pertanian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu
   

gaya bahasa, kata-kata dan istilah harus mudah dimengerti kalimatnya ringkas dan jelas sesuai dengan tingkat kemampuan sasaran, sebaiknya kata yang tertulis dilengkapi dengan gambar atau foto agar lebih jelas dan mudah dimengerti, tulisan atau materi yang disajikan harus bersifat nyata, baik, dan menguntungkan sesuai dengan kebutuhan sasaran harus mengandung daya penarik pembaca, kertas yang baik, berwarna, bergambar, atau bentuknya menarik untuk dibaca (Syafrudin, 2008).

merupakan alat peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit atau kain flanel. dan sikap. dengan bahasa yang setingkat dengan pengertian mereka. Masing-masing berisikan pesan terpisah yang jika digabungkan akan merupakan satu kesataun yang tidak terpisahkan yang ingin disampaikan secara utuh. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman pada tahapan sadar dan minat. Alat peraga ini digunakan didalam pertemuan kelompok di dalam ruangan terutama untuk memepengaruhi penegtahuan dan keterampilan sasaran. karena biasa digunakan dalam pertemuan kelompok. minat. dan penyajian yang menarik) dapat diserab oleh sasaran sangat dipengaruhi oleh faktor internal peternak yaitu pengetahuan. slide dan film strip. penegtahuan atau keterampilan. 5. Berbeda dengan placard yang banyak berisiskan tulisan. Adapun gambar yang diproyeksikan tersebut adalah : o Transparancy sheet . Flipcard atau peta singkap . Isi pesan ditulis sesuai dengan kemampuan daya serap pembaca. Placard dan poster . merupakan alat peraga yang dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. Karakteristik media cetak brosur (bahasa yang mudah dipahami. poster justru lebih banyak berisi gambar. menilai. Banyak dari alat peraga yang terproyeksikan ini penggunaannya dengan pendekatan kelompok tetapi untuk movie fil menggunakan pendekatan massal karena alat ini dapat menjangkau khalayak yang lebih besar. alat peraga ini lebih efektif dan efisien untuk disediakan bagi sasaran pada tahapan minat. Oleh sebab itu. sesuai kebutuhan.4. adalah lembaran mika bergambar dan atau bertulisan yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan OHP. adalah sekumpulan poster selebar kertas karton yang digabungkan menjadi satu. dengan pilihan pesan yang diminati dan menggunakan media yang mereka kenal dan menarik pesan. motivasi kerja.  Gambar yang diproyeksikan Meskipun alat peraga ini dinamakan gambar yang terproyeksi. Digunakan pada pertemuan kelompok untuk memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. . kadang-kadang juga banyak berisikan tulisan seperti transparancy. menilai Meskipun disajikan dalam bentuk dan cara yang berbeda semua lat peraga yang berupa barang cetakan ini harus memuat pesan yang lengakap yang mudah dipahami oleh sasarannya. mencoba. mencoba. Photo ini dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar. merupakan barang cetakan yang ukurannya relatif besar untuk ditempel atau direntangkan di pinggir jalan. Flipchart dan flanelgraph harus disampaikan dengan pendekatan langsung pada pertemuan kelompok atau kunjungan dan selain barang cetakan tersebut disampaikan dengan pendekatan tidaka langsung. Akan tetapi. baik gambar dan atau tulisan yang disampaikan harus komunikatif dan dengan tata warna yang menarik perhatian. Photo. 6. Flanelgraph. menilai. Flipcard dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap.

Film strip . adalah hasil karya fotografi yang jika diproyeksikan ke layar dapat menghasilkan gambar bergerak dan bersuara dan tersimpan dalam bentuk kotak kaset serta penyajiannya selalu dihubungkan dengan televisi sebagai layarnya. pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat. dan diletakkan pada bidang tertentu. kehadiran penyuluh dalam penggunaan alat peraga ini sangat diperlukan untuk memberikan penjelasan tentang pengertian dan tujuan pesan yang ingin disampaikan. terutama untuk memepengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar dan menilai serta juga dapat digunakan untuk pertemuan kelompok bagi sasaran sdampai dengan tahapan mencoba. Akan tetapi. yaitu : . menilai dan mencoba. mendemontrasikan hasil-hasil yang dicapai atau keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh oleh suatu inovasi. garis atau gambar-gambar tertentu yang mudah dipahami oleh sasarannya.o o o o Slide film . menilai dan mencoba. Sehingga. seolah-olah seluruh alat peraga yang berupa gambar ini dapat digunakan sendiri oleh sasaran penyuluhan tanpa didampingi sendiri oleh peenyuluhnya. Alat peraga ini digunakan untuk mengenalkan. adalah suatu hasil karya photografi yang berupa film positif yang dibingkai untuk diproyeksikan ke layar dengan menggunakan slide projector. sangat efektif untuk mempengaruhi sikap. dan keterampilan sasarannya pada tahapan minat.  Lambang grafika Lambang grafika merupakan alat peraga yang berupa gambar dengan keterangan tertulis seperlunya yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman sasaran dalam kegiatan penyuluhan. serta menjelaskan cara kerja suatu peralatan yang ditawarkan. dan diletakkan pada tempat-tempat yang dapat dilihat dengan jelas oleh sasarannya)atau disajian secara tidak langsung (dengan diproyeksikan). yaitu hubungan antara dua perubah yang digambarkan dalam bentuk titik. Dalam berbagai kasus penyajian grafik relatif lebih singkat dan lebih mudah dipahami dibanding jika disampaikan dalam bentuk narasi. Beberapa lambang grafika yang dimaksud adalah : Grafik. suatu hasil karya fotografi yang berupa film positif yang masingmasing gambar tidak dipisahkan dan tidak dibingkai tetapi menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam satu paket penyuluhan yang utuh. adalah hasil karya fotografi dimana obyek yang diproyeksikan tidak berujud gambar mati melainkan berupa gambar yang bergerak dan diisi dengan suara sehingga benar-benar alami. pengetahuan. Lambang grafika ini dapat disajian secara langsung (ditulis dan atau digambar pada bidang tertentu. Alat peraga ini digunakan di dalam pertemuan umum. Movie film . Berdasar uraian diatas kecauali tranparancy sheet. Di dalam praktek dikenal beragam grafik. Alat peraga ini digunkan dalam pertemuan kelompok untuk mempengaruhi sikap. Video dan TV .

schema atau chart. yaitu grafik yang disajikan berupa gambar atau bentukbentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. yaitu gambaran tentang hubungan antar sub sistem dari suatu sietem yang ingin dijelaskan. merupakan chart yang digambarkan sebagai suatu tabel berisikan keterangan tentang keadaan masing-masing bagian dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. Tabula chart . berupa gambar batang atau bidang segi empat mendatar atau tegak. berdasarkan hubungan garis keturunannya. Organizational chart . Jika dalam satu gambar ingin dibandingkan data yang berbeda dapat dilakukan dengan memberikan perbandingan luas atau volume dari bentuk-bentuk yang disajikan. merupakan gambar dari hubungan antar bagian atau sub sistem dari suatu sistem tertentu yang ingin dijelaskan. Progress chart. luas batang yang berbeda atau ciri-ciri tertentu yang berbeda pula. Pie chart atau segmented curve. grafik yang disajikan berupa gambar atau bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan data yang ingin ditampilkan. yaitu gambaran tingkat perekembangan yang ditunjukkan atau dialami oleh masing-masing sub sistem dalam suatu sistem yang ingin dijelaskan. dilakukan dengan cara memaku atau menempelkan lembar grafika pada tempat yang telah disediakanyang dinilai mudah diamati dengan jelas oleh sasaran. Ginealogical chart . Bagan. baik berupa garis lurus. Ada beragam bagan atau schema. yaitu : Pictorial chart . dilakukan dengan cara menempelkan atau melekatkan untuk sementara pada sustau tempat yang telah disediakan. Flow chart . Jika dalam satu gambar ingin disajiakn banyak grafik yang ingin dibandingkan dapat dilakukan dengan pemberian warna yang berbeda. berdasarkan alur kegiatan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing sub sistem yang bersangkutan.             Grafik garis . Pictorial statistical graph. Hinged-card chart . Grafik batang . yaitu gambaran tentang hubungan antar subsistem dari suatu sistem yang ingin dijelaskan. garis lengkung ataupun garis bergelombang. . Untuk menyajikan lambang grafika pada suatu tempat secara langsung tanpa proyektor dapat dilakukan dengan beragam cara yaitu :   Pin-up chart . merupakan lambang grafik yang tidak dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peubah tetapi hanya dapat digunakan untuk menjelaskan suatu benda atau peralatan tertentu. Area graph atau solid graph . Jika dalam satu gambar ingin disajikan banyak grafik yang menerangkan banyak data atau gejala yang dapat dibanding-bandingkan sebaiknya ditampilakn atau diberi warna yang ebrbeda dan mudah dibedakan. yaitu gambar dari suatu sistem tertentu yang dilengkapi rincian dari sub sistem yang menyusunnya. Perbandingan nilai untuk masingmasing data disajiakn dalam jumlah gambar yang berbeda yang memiliki satuan yang sama. Diagram. yaitu gambaran tentang struktur organisasi yang menunjukkan saling hubungan antar sub sistem dalam sistem yang ingin dijelaskan. yaitu grafik yang disajikan dalam bentuk lingkaran yang terbagi-bagi menurut perbandingan angka riil atau nilai prosentasenya.

Dalam pemilihan alat peraga ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat sasaran sehingga dengan begitu akan mempermudah proses belajar mengajarnya karena sasaran merasa butuh alat peraga tersebut guna membantu mereka dalam memperoleh informasi tentang pertanian. Mardikanto (1985). Untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. sangat penting sekali memperhatikan sasaran sebelum menentukan alat peraga yang akan digunakan. Hidden chart . yang ditemapatkan pada suatu tempat tetapi ditutupi atau disembunyikan dengan memberikan lapisan penutup tertentu (seperti pada album photo atau perangko). Berkaitan dengan itu. mencoba memberikan acuan tentang pemilihan lat peraga yaitu sebagai berikut : ALAT PERAGA Benda Barang cetakan PERUBAHAN PERILAKU YANG DIINGINKAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Model specimen Contoh model Contoh model Poster Brosur Brosur Placard Selebaran Photo Folder Flip-chart Leaflet Flanel graph Tranparancy Slide film Film strip Flip-chart Flanel graph Folder Leaflet Video &TV Slide Film Film strip Gambar yang diproyeksikan Video &TV Movie film Film strip . tersedia banyak alternatif alat peraga yang dapat digunakan tetapi dengan tingkat efektivitas dan tingkat kemahalan yang berbeda. sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya. Pengetahuan penting tentang pemilihan alat peraga adalah sebagai berikut :    Tidak semua alat peraga selalu tersedia atau mudah disediakan oleh penyuluhnya pada sembarang tempat dan waktu. Oleh sebeb itu. Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. Alat peraga yang mahal tidak selalu merupakan jaminan sebagai alat peraga yang efektif untuk tujuan perubahan perilaku tertentu. Pemilihan Alat Peraga Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian.

teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. demi terwujudnya kehidupan yang .21 Syafrudin.or. Kegagalan pembangunan pertanian mulai tampak dari produksi komoditi pertanian yang tidak stabil. Penyuluhan dapat diartikan sebagai proses perubahan sosial. Penerbit Pusat Penyuluhan Departemen Kehutanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta. harga beras tak dapat dikendalikan.42 laporan penyuluhan dan komunikasi pertanian sem. diakses dari www. Oemar.com/lapangan/penyul. kalaupun dikatakan masih tersisa komoditas pertanian yang relatif stabil.damandiri.id/file/syafrudinugmbab3.pdf. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. CV. Kegiatan penyuluhan harus dilaksanakan secara lebih baik dan efisien untuk dapat melayani kelompok sasaran yang lebih luas dan dilain pihak. agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua stakeholders (individu.rohman. Belajar dan Mengajar Ilmu Pertanian : Pendekatan Terpadu. apabila harga minyak mentah dunia dan semua kebutuhan pokok naik. Maju Mundur. Hamalik.htm tanggal 10 maret 2008 pukul 09. Namun jangan salah. 2 I.tripod.Pendekatan Film slide Tidak langsung Langsung Video&TV Langsung Tidak langsung DAFTAR PUSTAKA Langsung Tidak langsung Departemen Kehutanan. barangkali hanya beras. 1990. Mokh Khayatul. Media Cetak Brosur Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi http://www. 2008. PENDAHULUAN A. Pada saat ini sektor pertanian kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. ekonomi dan politik untuk memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses belajar bersama yang partisipatif. Diakses tgl 10 maret 2008 pukul 09. Kondisi ketahanan pangan makin gawat ketika alih fungsi lahan pertanian yang tak bisa dikendalikan. kelembagaan) yang terlibat dalam proses pembangunan. 2008. Bandung Rohman. kelompok. pemerintah akan lebih banyak menyerahkan kegiatan penyuluhan kepada pihak swasta. 1996. Saat ini kondisi pertanian di Indonesia memang kacau-balau karena pemerintah tidak memiliki kebijakan memadai selain itu ketergantungan pada impor tidak dipersiapkan dengan baik dan disesuaikan siklus kebutuhan. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan.

teknik. Bagi Petani a. better bussinnes. kondisi geografis. Penyuluhan pembangunan sebagai proses pemberdayaan masyarakat. pusat informasi.semakin berdaya. penyuluhan tidak boleh hanya menunggu aliran informasi dari sumber-sumber informasi (peneliti. Mahasiswa dapat melakukan penyuluhan terhadap praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan yang menyangkut sistem kerja metoda dan . dan lain-lain) agar tidak ketinggalan dan tetap dipercaya sebagai sumber informasi baru oleh kliennya. mandiri dan partisipasif yang semakin sejahtera dan berkelanjutan. penyuluh harus mengoptimalkan pemanfaatan segala sumberdaya yang dimiliki serta segala media atau sluran informasi yang dapat digunakan (media massa. menelaah dokumen dan mengumpulkan informasi tentang proses dan substansi Perencanaan Program/ Programa Penyuluhan Pertanian. d. Dalam konsep pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani atau masyarakat yang beradab dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan yang terbaik bagi kesejahteraan bersama. Bagi Mahasiswa a. B. Kabupaten Boyolali diharapkan dapat memberikan manfaat kepada : 1. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian di Desa Teras. Melainkan harus secara aktif berburu informasi yang bermanfaat dan atau dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi kliennya. 4. Mahasiswa dapat melakukan wawancara. tetapi untuk memfasilitasi masyarakat atau sasaran untuk mengadopsi strategi produksi dan pemasaran agar mempercepat terjadinya perubahanperubahan sosial. Dalam hubungan ini. b. sumberdaya penyuluh. 2. dab better living”. internet. Mahasiswa mampu menetapkan metode. 2. Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasar prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa. Kecamatan Teras. Menjalin kerjasama dan kerukunan antar petani. C. Petani dapat meningkatkan penghasilannya sehingga kualitas hidup petani pun dapat ikut naik. Inti dari kegiatan penyuluhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan. 3. Petani mendapat informasi baru tentang pertanian sehingga dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya saat ini. Mahasiswa mampu menggali masalah yang dihadapi sasaran penyuluhan. Kecamatan Teras. b. Kabupaten Boyolali bertujuan untuk : 1. dan kebijaksanaan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat). institusi pemerintah. Petani dapat saling sharing dengan petani lain dan juga penyuluh. politik dan ekonomi sehingga dalam jangka panjang mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakatnya. alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengembangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. dan lain-lain). memiliki tujuan utama yang tidak terbatas yaitu “better farming. Sebagai agen penyebar informasi. c. Manfaat Praktikum Melalui praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dari Desa Teras.

hubungan antar individu. b. Bagi pemerintah a. perubahan sosial (perilaku individu. keluarga dan kesejahteraan masyarakat (Mardikanto. rekayasa sosial. 1982). Efektivitas komunikasi tidak saja ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi saja. Mahasiswa dapat membantu tugas pemerintah daerah dalam melakukan peningkatan kualitas hidup masyarakat terkait fungsi pengabdian masyarakat. pendidikan non formal (luar-sekolah). penyebarluasan (informasi). 1994). teraba (tactile). dll). Kegiatan penyuluhan pertanian sangat diperlukan sebagai faktor pelancar pembangunan pertanian. 3. tercium (olfactory). Tugas pemerintah dalam usaha meninngkatkan kesejahteraan petani. II. atau menyentuh penerima. c. dan menciptakan efek berupa pengenalan dan pengertian. terkecap (gustatory). Komunikasi bukan jawabannya sendiri. Kegiatan penyuluhan diartikan dengan berbagai pemahaman seperti. 1986). . Komunikasi adalah suatu proses dimana pihak-pihak peserta saling menggunakan informasi dengan tujuan untuk mencapai pengertian yang sama (pengertian bersama) yang lebih baik mengenai masalahmasalah yang penting bagi semua pihak yang bersangkutan. tetapi juga oleh diri komunikator. penerangan/penjelasan. penguatan komunitas (community strengthening) (Arip. c. macam serta jenis dan nilai produksi sehingga tercapai suatu kenaikan pendapatan yang lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri. Mahasiswa dapat meningkatkan kualitas usaha pertanian pada tempat pelaksanaan praktikum sehingga dapat menigkatkan kualitas hidup petani sesuai dengan tujuan dari penyuluhan. Menurutnya massage dapat berupa signal terdengar (auditory). tetapi pada hakikatnya merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerima rangsangan dan pembangkitan balasan (Mardikanto.perlengkapan penyuluhan yang disiapkan atau digunakan. kelembagaan. LANDASAN TEORI A. dapat terbantu dengan kegiatan penyuluhan ini. terlihat (visual). pemberdayaan masyarakat (community empowerment). Fungsi komunikator mengemukakan pikiran dan perasaan dalam bentuk pesan untuk membuat komunikan menjadi tahu dan berubah sikap. Pemerintah dapat mengetahui permasalahan apa yang dihadapi oleh masyarakat terkhusus petani desa tersebut. pemasaran inovasi (teknis dan sosial). Pendapatan pemerintah dapat bertambah karena kualitas hidup masyarakat meningkat. d. perubahan perilaku. 2009). Pengertian Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Penyuluhan adalah suatu sistem pendidikan nonformil di luar sekolah bagi para petani dan keluarganya agar terjadi perubahan perilaku yang lebih rasional dengan belajar sambil berbuat (learning by doing) sampai mereka tahu mau dan mampu berswakarsa untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan guna terus memajukan usaha tani dan menaikan sejumlah mutu. Dari sini dapat diketahui bahwa sifat massage dapat dikenali dari indra pihak penerima yang menangkap signal tersebut (Effendi. nilai-nilai.

Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian meliputi keadaan sasaran. ada yang panas sekali. Teknik komunikasi yang bisa dilakukan pada umumnya ada tiga yaitu teknik komunikasi informasi adalah proses penyampaian pesan yang sifatnya “memberi tahu” atau memberikan penjelasan kepada orang lain. C. Metode dan Teknik Penyuluhan Metode penyuluhan digolongkan menjadi tiga golongan berdasarkan jumlah sasaran yang dapat dicapai yaitu metode berdasarkan pendekatan perseorangan. musim sangat erat hubungannya dengan kedaan usaha tani. dan antar masyarakat didalam dan diluar (Timmer. penyuluh berhubungan dengan sekelompok orang untuk menyampaikan pesannya. pengalaman dan kebutuhan. antara lain.Lebih dari itu. 1982). kedua yaitu keadaan usaha tani. sumber daya penyuluhan. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. dan yang terakhir adalah menurut keadaan psikolog sasarannya. minat. B. antar sesama stakeholders agribisnis. penyuluh berhubungan dengan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan. pelaksanaan utama pembangunan pertanian pada dasarnya adalah petani kecil yang merupakan golongan ekonomi lemah. lalu yang kedua metode penyuluhan berdasarkan hubungan penyuluh dengan sasaran dibagi menjadi dua yaitu komunikasi langsung dan tak langsung. menilai. Dalam metode ini. dan yang ketiga adalah teknik komunikasi coersive (koersif) adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan cara yang mengandung paksaan agar melakukan suatu tindakan atau kegiatan tertentu (Suprapto. kedua metode berdasarkan pendekatan kelompok. ada yang tidak terlalu panas. yang secara harfiah berarti hal membujuk atau meyakinkan. pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya. kedua yaitu teknik komunikasi persuasi. media cetak. penguasa dan masyarakat. sumber informasi dan penggunanya. Dalam hal ini. musim. dan yang terakhir adalah keadaan lapangan. 2009) Pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian didasari tingkat kemampuan penerimaan panca indera dan tahapan adopsi yang meliputi kesadaran. 2004) Dalam pemilihan metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. metode penyuluhan dibagi menjadi tiga mencakup media lisan. Dan kedudukan penyuluhan itu sebagai perantara atau jembatan anatara teori dan praktek. Komunikasi ini dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa. 1983). pertemuan-pertemuan kelompok juga media massa. Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan . misalnya melalui papan pengumuman. psikososial dan panca indera (STPP. Contohnya untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Arip. mecoba dan menerapkan. keadaan wilayah dan kebijakan pembangunan pertanian. 2009) Ada tiga cara pendekatan yang diterapkan dalam pemilihan metode penenlitian. Ragam metode dan teknik penyuluhan dapat didasari dari pendekatan jenis komunikasi. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. dan media terproyeksi. seperti topografi. sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. Metode ini dapat menjangkau sasaran yang lebih luas (massa) (Suriatna. produsen dan pelanggan. dan yang terakhir adalah metode berdasarkan pendekatan massal. yaitu berdasarkan media yang digunakan. 1987). istilah “persuasi” atau dalam bahasa Inggris “persuation” berasal dari kata latin persuasion. dan di bagi menjadi menjadi dua yaitu mencakup pendekatan massal dan pendekatan kelompok (Mardikanto. jenis tanah.

keempat yaitu alat tulis. bisa disarikan butir penting dari pembicaraan dengan jelas. alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran dalam tahapan minat. dan lembar persiapan kerja. (3) Pesan lebih mudah ditangkap melalui beberapa panca indra dibanding yang hanya melalui salah satu panca indera saja. Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. lembar persiapan pelatihan. pembaca lebih leluasa. dan yang terakhir adalah alat bantu proyektor (Soejitno. Ragam alat bantu yang dibutuhkan penyuluh yaitu. Cabai merah Besar (Capsicum annuum L. Alat bantu penyuluhan adalah alat-alat atau sarana penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses penyuluhan. 2002). kedua yaitu kurikulum yang memuat pernyataan tertulis tentang perencanaan pendidikan . dengan dukungn grafis dan bahan terdokumentasi. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Materi penyuluhan Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. tv. (4) Kemungkinan untuk mengurangi terjadinya penafsiran yang keliru. Terdiri dari Leaflet atau folder. 2009). Media cetak efektif utamanya bagi penduduk yang bisa baca tulis. ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter. brosur. . tergantung bagaimana digunakan. pamlet atau selebaran. (5) Beberapa alat bantu dapat membantu menyusun pesan secara sistematis (Mardikanto. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang. lembar persiapan penyuluh berupa lembar persiapan penyuluh. Sebagai bumbu. (2) Barang cetakan.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. pamflet. Alat peraga ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran sasarannya (Turindra. kelima yaitu sarana ruangan seperti pengeras suara. 2009) Keuntungan menggunakan alat bantu audio visual adalah (1) alat bantu dapat menangkap perhatian dari hadirin. penata cahaya dan penata udara. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. dan lain-lain (Slamet. yaitu barang cetakan berupa selembar kertas bergambar atau bertulisan dan dibagi-bagikan secara langsung oleh penyuluh kepada sasaran. satelit) dapat dikategorikan sebagai teknologi komunikasi baru (Arip. placard. 2009). movie. TV. menilai dan mencoba. Radio dan tv lebih tetap untuk mencapai banyak orang dengan cepat dengan ide yang cukup sesderhana. 1978). slide film. dan yang lebih modern lagi adalah video. poster. ketiga yaitu papan tulis. flipchart atau peta singkat yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu foto dan flanelgraph. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu. Elektronik media (radio. 1986). Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker. 2005). booklet. (2) Melalui alat bantu. namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung (Kardinan. Alat peraga penyuluhan adalah suatu alat yang berfungsi untuk memeragakan dan menjelaskan uraian tentang informasi yang akan disuluhkan. Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. komputer. buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan (Anonima. Aplikasi teknologi komunikasi dalam bidang pertanian memberikan hasil yang cukup baik. D.Di dalam penyuluhan dikenal beragam alat peraga di antaranya adalah (1) benda.

pergiliran tanaman. jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya). Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan. Bercak daun (Cercospora capsici). Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pengapuran saat pengolahan tanah. . Delsen dan Antracol. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi (Anonimc. 2010).Setiap tanaman selalu ada yang merusaknya yaitu berupa hama dan penyakit. Selain sebagai sumber karbohidrat. Tindakan akhir Penanggulangan Antraknosa menggunakan fungisida Kasumin. b. Serangan dimulai dari munculnya bercak kuning yang berubah menjadi cokelat kehitaman. Patogen penyakit menyerang leher akar yang ditendai dengan adanya miselium berwarna putih. tebukanazol. serangan cendawan ini menyebabkan layu tanaman secara tiba-tiba. tetapi juga tetap mengancam setelah usai panen. Penyakit-penyakit yang mengganggu tanaman cabai antara lain : a. Buah mengering dan keriput. Buah menjadi lunak dan membusuk. dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena). Jagung (Zea mays L. Dithane M-45. Phycosan. Antraknosa/patek/ (Colletotrichun capsici dan Gloesporium piperatum). c. (Anonimb. Atur jarak tanam untuk musim kemarau lebih rapat ( 50 cm x 70 cm ). diambil minyaknya (dari biji). Layu oleh cendawan Sclerotium rolfii Sacc. Tongkol jagung kaya akan pentosa. Daconil. dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). 2010). penyakit ini diperlihatkan dengan adanya bercak-bercak bulat kecil pada daun tanaman cabai. Difolatan. Semua cabai yang terserang dipanen setiap hari kemudian dimusnahkan. selain gandum dan padi. penyakit ini adalah penyakit yang sangat menakutkan bagi pekebun. perlakuan tanah dengan Basamid-G. dibuat tepung (dari biji. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Score secara bergantian. Topsin. yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. daun berwarna kuning kemudian menjadi cokelat. Penyakit ini juga menyerang buah yang masih hijau dan menyebabkan mati ujung. Pada kondisi lembab cendawan membentuk badan buah dalam lingkaran-lingkaran berwarna merah jambu.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting. Ada beberapa penyakit yang selalu mengganggu tanaman cabai secara umum dan cara pengendaliannya. selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun. Cara mengendalikan penyakit ini dengan menjaga kebersihan kebun dan menyemprotkan fungisida seperti Topsin. Serangan cendawan ini tidak terbatas pada saat buah masih tergantung. Derasol. jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Pengendalian penyakit ini dengan cara benih yang akan disemai direndam dulu dengan air hangat yang dicampur fungisida berbahan aktif tofanat. Thiram atau benomil selama 4 jam. musim penghujan lebih lebar ( 60 cm x 70 cm ). Benlate. Velimek.

b. Mata Pencaharian Tabel 3. Keadaan Umum Lokasi yang kami pilih untuk melaksanakan praktikum Penyuluhan dan Komunasi Pertanian adalah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali.2990 ha.1.237 . tanah teknis 75.0990 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3.2990 2 Tanah Teknis 75.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.III. a.1. No Jenis Tanah Luas Wilayah (ha) 1 Tanah Kering 225. No Jumlah keluarga tani Luas Wilayah (ha) 1 Pemilik lahan tidak menggarap 1.8000 ha.0990 ha yang terdiri dari tanah kering (tegal dan pekarangan) 225.1 Luas daerah wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa Desa Teras mempunyai luas wilayah total 334.8000 ha.1.1.1.8000 3 Lain-lain 19. Luas Daerah Wilayah Tabel 3. Khalayak Sasaran 1. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar wilayah Desa Teras adalah tanah kering (tegal dan pekarangan). dan lain-lain 75.4817 Jumlah 334.1. PERSIAPAN PENYULUHAN A.

1.237. domba 492 ekor.1.1.460 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3.1. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mata pencaharaian Desa Teras adalah buruh tani. Sedangkan pemilik lahan tidak menggarap 318 dan pemilik lahan penggarap 1. Sapi sebanyak 483 ekor.1. Sedangkan unggas yang lain yaitu bebek hanya 160 ekor. kelinci 79 ekor. Jumlah Hewan Ternak Tabel 3. d.2 Mata pencaharian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras sebagian besar beramata pencaharian sebagai buruh tani mempunyai luas wilayah total 1.1.5 .4 jumlah hasil pertanian wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali No Jenis hasil pertanian Luas lahan (ha) 1 Padi 92 2 Jagung 87 3 Ketela pohon 132 4 Kacang tanah 12.3 jumlah hewan ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali. kambing 366 ekor.573 Jumlah 3.573. c. kuda 6 ekor.1.128 Sumber : Monografi Desa Berdasarakan dari data tabel 3.2 Pemilik lahan penggarap 318 3 Buruh Tani 1. Jumlah hasil pertanian Tabel 3.864 6 Bebek 160 7 Kelinci 79 Jumlah 47.3 jumlah ternak wilayah Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa penduduk Desa Teras kebanyakan memelihara ayam sebanyak 45. No Jenis Ternak (ekor) 1 Kuda 6 2 Sapi 483 3 Kambing 366 4 Domba 492 5 Ayam 45.864.1.

Sejarah Kelompok Tani di Desa Teras Kelompok Tani di desa Teras dinamai dengan Kelompok Ngudi Mulyo II. Pada setiap pertemuan rutin yang diadakan setiap 35 hari sekali. 3. Modal Kelompok Tani Ngudi Mulyo II berasal dari Pemerintah.1. yaitu pada hari Kamis Wage. Ngudi Mulyo III.5 Pepaya 82 Jumlah 405. saat ini para petani Kelompok Tani Ngudi Mulyo II menggunakan menggunakan pestisida yang ternyata belum juga membasmi penyakit yang menyerang tanaman cabai. para petani dari Kelompok Tani Maju ini mengadakan iuran atau arisan sebesar Rp 5. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II pernah mengalami gagal panen pada saat penanaman cabai. Keadaan Pertanian a. ketela pohon 132 ha. Kegiatan Kelompok Tani Kegiatan yang dilakukan kelompok Tani Ngudi Mulyo II Desa Teras Kabupaten Teras Kecamatan Boyolali diantaranya pertemuan rutin kelompok tani yang dilaksanakan setiap Rabu Wage bertempat pertemuan di rumah warga dengan cara digilir.00 untuk mendukung keberlangsungan kegiatan kelompok tani mereka.4 jumlah hasul pertanian Desa Teras bertempat di kecamatan Teras kabupaten Boyolali tahun 2010 di atas dapat diketahui bahwa jumlah hasil pertanian Desa Teras paling banyak adalah padi ssebanyak 92 ha. Luas lahan yang digunakan untuk keperluan kelompok Tani Maju seluas 55 ha antara lain 15 ha lahan sawah dan 40 ha lahan tegal. Selain modal dari Pemerintah. Kelompok Tani (Struktur) a.000. hal ini dikarenakan serangan atau gangguan penyakit antraknosa. Tata Guna Lahan Pertanian Dari data monografi Desa Teras. Sedangkan yang lain seperti jagung 87 ha. Struktur Organisasi Kelompok Tani Ngudi Mulyo II Gambar 3. kacang tanah 12. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas lahan . Pertemuan ini diadakan secara bergilir atau keliling rumah dari tiap anggota Kelompok Tani Ngudi Mulyo II.1. Kecamatan Teras. maupun anorganik seperti Urea dan Za.1. d. Untuk menanggulangi penyakit antraknosa. Di desa Teras. Adapun kelompok tani Ngudi Mulyo II beranggotakan 43 orang yang berstatus aktif.5 ha. baik pupuk organik.2. b. 2. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga merealisasikan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) yang berupa padi non hibrida dan jagung hibrida. para petani dari Kelompok Tani Ngudi Mulyo II juga mengusahakan sendiri dengan membuat pupuk kandang. Kelompok Tani Ngudi Mulyo II melakukan pertemuan rutin setiap 35 hari sekali.1 bagan Struktur Pengurus “Kelompok Tani Ngudi Mulyo II” c. papaya 82 ha. berupa uang dan pupuk. Profil kelompok Tani Kelompok tani Ngudi Mulyo II di Desa Teras kabupaten Teras kecamatan Boyolali adalah salah satu dari kelompok tani yang ada yaitu Ngudi Mulyo I.5 Sumber : Monografi Desa Berdasarkan data tabel 3.

4. Kabupaten Boyolali adalah metode pendekatan kelompok. Penetapan Metode Penyuluhan Metode yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras.500. gejala yang ditimbulkan serta cara mengatasi hama tersebut.237 RTP (Rumah Tangga Petani) yang pemilik lahan tidak menggarap. Penggalian Permasalahan dan Perumusan Tujuan 1. C. dan para petani memanfaatkan sawah itu sebagai sumber penghasilan mereka.2990 ha tanah tegal dan pekarangan.000 per ha. Penetapan Metode dan Teknik Penyuluhan 1. Kabupaten Boyolali memang sedang mengalami beberapa permasalahan berupa: a. c. Kemerosotan produksi cabai hingga 60% karena cabai terserang hama Patek (disebabkan oleh cendawan antraknosa). Perumusan Tujuan Tujuan penyuluhan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Caracara Penanganannya” di Desa Teras. Dari kedua masalah tersebut setelah ditimbang dan didiskusikan bersama penyuluh Desa Teras. 2. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui luas tanaman padi tahun ini seluas 61 ha dengan hasil Rp. Permasalahan Pertanian yang sekarang ini sedang dijalankan oleh kelompok tani Ngudi Mulyo II. Dari data tersebut dapat disimpulkan masih banyak petani yang mempunyai sawah daripada tegal. Kabupaten Boyolali. 318 RTP yang pemilik lahan tidak menggarap. sehingga dapat meningkatkan hasil produksi cabai di Desa Teras. b. Pendekatan dilakukan terhadap kelompok petani. Petani mengetahui lebih lanjut apa itu hama patek. permasalahan yang akan disuluhkan tentang “Jenis Hama dan Penyakit yang Menyerang pada Tanaman Cabai serta Cara-cara Penanganannya”. Setelah mengadakan penyuluhan diharapkan petani dapat mempraktekan materi yang diberikan dalam penyuluhan. b. di mana para petani ini diajak dan dibimbing serta diarahkan secara berkelompok untuk melaksanakan sesuatu kegiatan yang tentunya lebih produktifatas dasar kerjasama. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa mengenai praktek Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Kabupaten Boyolali tahun 2010 diketahui jumlah rumah tangga yang memiliki tanah pertanian sebanyak 3. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Menurut data monografi Desa Teras. Sedanagkan pengeluarannya sebesar Rp. c. . dalam pelaksanaannya dengan berdiskusi. Kabupaten Boyolali masalah yang dihadapi saat ini adalah mengenai hama Patek yang menyerang tanaman cabai.8000 ha tanah sawah irigasi teknis dan 255. 270. Kecamatan Teras. dan 1.128 rumah tangga petani yang terdiri dari 1. Desa Teras. Penanganan jamur yang menyerang tanaman jagung sehingga hasil panen menurun drastis. Kecamatan Teras. Penyuluh berkomunikasi dengan kelompok tani pada waktu yang sama. Kecamatan Teras. Kecamatan Teras. B. Kabupaten Boyolali: a. Kecamatan Teras. Kecamatan Teras.000 per ha. Produksi Lahan Pertanian Menurut data monografi Desa Teras.pertanian keseluruhan di desa Teras sebesar 331. Kecamatan Teras. b.0990 ha yang terdiri dari 75. Permasalahan tersebut dipilih dikarenakan menurut keterangan dari penyuluh Desa Teras.573 RTP sebagai buruh tani.

Tempat yang digunakan untuk penyuluhan di tempat kegiatan sasaran yaitu rumah salah satu anggota kelompok tani Ngudi Mulyo II Desa Teras. Kecamatan Teras. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ketahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan. Kabupaten Boyolali adalah alat tulis.Dalam pendekatan kelompok ini bertujuan juga agar penyuluh tidak terlalu terkuras tenaganya. menghubungkan informasi baru dengan yang telah mereka ketahui dan jika perlu. Peranan agen penyuluhan berbeda. Penetapan Teknik Penyuluhan Teknik yang digunakan dalam penyuluhan di Desa Teras. Teknik ini dipilih karena member kesempatan untuk mempengaruhi perilaku pesertanya. Walaupun demikian. Kabupaten Boyolali adalah teknik diskusi. diskusi kelompok membantu anggotanya memadukan pengetahuan dengan memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan. D. Penentuan Alat Bantu dan Alat Peraga Penyuluhan 1. memperbarui pandangan. Alat Peraga Penyuluhan Alat peraga yang dipilih adalah hand out. Selain itu metode ini dipilih karena metodemetode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. 2. pertama-tama dapat melakukan pendekatan perorangan kepada ketua kelompok tani yaitu petani yang tergolong early adopter (yang sering menjadi tempat bertanya dan yang dapat mempengaruhi para petani lainnya) dan petani ini dapat menjadi kontak tani yang membantu menyebarkan pengetahuan dan ketrampilan kepada para anggota kelompoknya. Kecamatan Teras. Diskusi kelompok membantu proses alih teknologi dari ahlinya kepada kelompok walaupun media cetak dan bahan audio visual serta pidato lebih murah dan tertata rapi serta umumnya lebih efektif. . Kecamatan Teras. agen penyuluhan merupakan bagian dari anggota kelompok yang saling bertukar pikiran dan turut memecahkan masalah. Alasan memilih hand out sebagai alat peraga penyuluhan untuk memberikan informasi kepada sasaran. Alat Bantu Alat Bantu yang digunakan saat penyuluhan di Desa Teras. lembar persiapan penyuluhan serta ruangan atau tempat yang digunakan untuk penyuluhan. tidak seperti pada pidato/ceramah yang menempatkan agen penyuluhan sebagai sumber informasi sehingga statusnya lebih tinggi daripada hadirin. Hand out ditujukan kepada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan ketrampilan sasaran pada tahapan minat. Kabupaten Boyolali. menilai. 2. Pada kelompok diskusi. dan mencoba.

Kelembagaan penyuluhan pertanian di Desa Teras sudah terstruktur. Faktor-Faktor Mendukung Kebijakan yang dipakai dalam proses penyuluhan pertanian adalah Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 yang berisi tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. kegiatan penyuluhan pertaniannya dijadwalkan setiap Rabu Wage (35 hari sekali) . dan 4. Jadwal yang ada dipatuhi oleh kedua belah pihak. petani dan penyuluh pertanian dapat bekerja sama dengan baik. Penyuluhan dilakukan secara terjadwal sesuai kesepakatan BPP atau Penyuluh dengan petani. Melatih petani untuk selalu mengantisipasi pasar.IV. Pembuatan kebijakan berada pada tingkat Kabupaten untuk dimusyawarahkan di kecamatan (BPP) agar kebijakan dari pemerintah dapat disesuaikan dengan keadaan desa binaan. mulai dari pembahasan langsung dari masalah-masalah yang dihadapi oleh petani sampai penyuluhan mengenai inovasi dan informasi-informasi pertanian yang terbaru. Hal yang dilakukan penyuluh pertanian untuk meyakinkan petani adalah dengan melakukan penyuluhan secara langsung di lapangan. Kecamatan Teras. Kabupaten Boyolali. pengetahuan. B. sehingga penyuluhan pertanian berjalan dengan lancar. 3. Kegiatan dan materi penyuluhan pertanian bisa sesuai dengan kebutuhan sasaran yang telah dipersiapkan oleh pihak penyuluh sebelumnya. PELAKSANAAN PENYULUHAN A.00 WIB sampai dengan pukul 12. Perikanan. keterampilan. Di Desa Teras Kecamatan Teras. kami kelompok 34 mengikuti acara penyuluhan pertanian yang diadakan di Desa Teras. 2. serta perubahan sikap dari petani dan penyuluh. Dari beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). dan Kehutanan (SP3K). Mulai dari PPL sampai anggota kelompok tani.30 WIB. Menumbuhkan kemampuan petani untuk bermitra dalam menjalankan usaha. Program penyuluhan pertanian dilakukan dengan perencanaan kerja yang mengacu pada hasil pelaksanaan tahun yang lalu. Pelaksanaan sistem kerja penyuluhan pertanian. 12 Mei 2011 pukul 10. Meningkatkan kemandirian dalam berusaha tani. Beberapa kelompok tani bergabung menjadi satu kelompok yang disebut Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Waktu dan Tempat Penyuluhan Pada hari Kamis. Desa Teras terdapat kelompok tani dan Gapoktan yang merupakan gabungan lebih dari atau sama dengan jumlah minimal dari dua kelompok tani. Sistem kerja penyuluhan pertanian yang digunakan sangat beragam. Program yang dibuat meliputi : 1. Meningkatkan kemampuan. Petani rajin dalam berkonsultasi dengan .

Misalnya untuk mengetahui hama dan dampak dari adanya tikus di sawah petani. Faktor-faktor Menghambat Dalam kegiatan penyuluhan pertanian masih ada beberapa hal yang menghambat. minimnya administrasi dalam program penyuluhan mengakibatkan pelaksanaan kegitan penyuluhan menjadi kurang efektif dan efisien. Maka dari itu seharusnya pemerintah lehih memperhatikan program-progan di bidang pertanian khususnya dalam kegiatan penyuluhan ini. Metode kelompok yaitu suatu metode dengan mengumpulkan lebih dari lima puluh orang untuk mendapatkan informasi yang dibawa oleh penyuluh. Pada saat kami melakukan penyuluhan tempat yang digunakan yaitu salah satu rumah warga. Bisa juga dengan kertas karton untuk menulis tentang permasalahan yang perlu dibahas kemudian ditempel di tembok. Kemudian dilihat dari segi administrasi. Apabila membutuhkan sesuatu yang harus ada contohnya. Penguasaan penyuluh terhadap materi yang akan disampaikan juga termasuk . Petani sering menanyakan berbagai masalah yang terjadi dan memberikan masukan kepada penyuluh. Berbagai masalah tersebut kemudian didiskusikan bersama dengan kelompok petani yang lain untuk mencari solusi. Penyediaan tempat ataupun ruangan dalam penyelenggaraan penyuluhan sangat memadai. karakteristik dan latar belakang petani. gubuk penyuluhan dan balai desa. hama yang biasa menyerang tanaman. Proses penyuluhan tidak berlangsung secara formal. Sehingga menimbulkan suasana yang lebih santai namun tetap dalam kondisi kekeluargaan. Dalam praktikum penyuluhan materi yang disampaikan oleh penyuluh secara teoretis bertolak belakang dengan masalah yang ada di lapangan yang dihadapi sasaran. Di samping itu Penyuluh juga melihat pada Peta Desa untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan lancar serta efektif dan efisien. Informasi tersebut antara lain berupa batas wilayah desa. langsung berdiskusi dengan penyuluh. maka penyuluh mengajak petani langsung terjun ke lapangan agar mengetahui secara pasti. agar tidak membebani petani. Tempattempat yang yang digunakan adalah rumah warga secara bergilir. pupuk yang biasa digunakan petani. Penyuluh paling sering dalam memberikan informasi dengan cara langsung dengan pembicaraan dan diskusi langsung sehingga informasi langsung diterima oleh petani. Penyuluh sering menggunakan metode kelompok karena dengan menggunakan metode ini interaksi tanya jawab antara penyuluh pertanian dengan petani dapat berlangsung. penyuluhan pertanian dilakukan dengan bersendau gurau namun tetap mengacu pada permasalahan yang sedang dibahas bersama. dalam memberikan informasi lebih mudah diterima dan diterapkan oleh kelompok tani. Materi yang disampaikan penyuluh harus benar-benar dibutuhkan oleh sasaran. sehingga petani dengan cepat memberikan respon dan dapat partisipasi dalam banyak hal. Diantaranya yaitu kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat khususnya para petani dalam kegiatan penyuluhan. Kalau tidak dapat. pola tanam yang diterapkan di Desa Teras. Penyuluh tidak mengalami rintangan yang berarti dalam melakukan pengenalan kerja karena informasi yang dibutuhkan mudah dicari dari Balai Desa Teras dan Kecamatan Teras dengan jangka waktu kurang dari dua bulan. Sehingga para sasaran tidak menerima dengan baik apa yang penyuluh berikan.penyuluh mengenai maslah-maslah yang mereka hadapi. jumlah kelompok tani dan Gapoktan. Metode penyuluhan pertanian yang digunakan adalah metode kelompok. Selain itu. namun dilakukan dengan suasana santai. Kegiatan penyuluhan pertanian yang kami amati ada interaksi langsung antara penyuluh dan petani. petani dapat berdiskusi dengan ketua kelompok tani masing-masing. Perlengkapan yang lain adalah papan tulis yang kadang digunakan untuk menuliskan sesuatu yang penting bagi petani. C.

Saran Dari kegiatan penyuluhan kali ini terdapat beberapa kekurangan yang membuat petani kurang berkembang. 6. Pemahaman yang kurang dari materi penyuluhan dan ketidak lengkapan perlengkapan penyuluhan dapat menghambat kegiatan penyuluhan yang dilakukan. dan tikar sebagai alas duduk. alat bantu dan alat peraga penyuluhan. Metode penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah metode pendekatan kelompok. 2. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di desa Teras. sehingga materi yang disampaikan pun dapat diterima dengan baik oleh sasaran (petani). Masalah utama yang dihadapi petani di desa Teras adalah serangan penyakit patek. handout. materi harus dikuasai terlebih dahulu. Dalam kegiatan penyuluhan. Pada kegiatan penyuluhan kali ini menggunakan alat bantu buku tulis. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan : 1. . Penggunaan metode tersebut kurang efektif karena sasaran kurang memahami print out tersebut karena kurang dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami oleh sasaran. Maka penyuluh sebaiknya dalam merencanakan program penyuluhan. serta bahasa yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan. 9. Ketepatan terhadap sasaran juga harus diperhatikan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian. Melengkapi sarana dan prasarana dalam penyuluhan seperti papan tulis sehingga mempermudah penyuluh untuk menyampaikan materi. Faktor yang menghambat kegiatan penyuluhan adalah tempat penyuluhan. Ngudi Mulyo II dan Ngudi Mulyo III. Teknik penyuluhan yang digunakan pada kegiatan penyuluhan di kelompok tani Ngudi Mulyo II ini adalah teknik diskusi. 5. Pada kegiatan penyuluhan ini tidak digunakan alat peraga apapun. Petani di desa Teras bukanlah masyarakat laggard atau petani subsisten yang menolak inovasi baru. waktu penyuluhan. apabila tidak tepat sasaran maka penyuluhan tersebut dapat dikatakan kurang berhasil. Faktor yang mendukung kegiatan penyuluhan adalah sikap petani dan sikap pemerintah. 8. B.dalam kemampuan yang harus dimiliki oleh penyuluh. PENUTUP A. 4. Selain itu pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian juga merupakan suatu hal yang penting dalam pelaksanaan penyuluhan. Membangun tempat atau gedung khusus untuk melakukan penyuluhan sehingga proses penyuluhan dapat berjalan lebih efektif. Agar penyuluhan dapat tepat sasaran maka penyuluh harus lebih mengerti masalah apa yang sedang dialami oleh sasaran. Metode tersebut juga kurang menarik bagi para sasaran. 2. V. Kelemahan metode dan teknik yang digunakan penyuluh saat praktikum yaitu penyuluh hanya menggunakan print out materi yang diberikan kepada sasaran. Hal-hal yang membantu dalam penyuluhan seperti alat-alat bantu dan alat peraga penyuluhan lebih dilengkapi agar materi disampaikan dengan baik oleh penyuluh. Kelompok tani di desa ini terstruktur. 3. pulpen. 7. kabupaten Boyolali dapat disimpulkan bahwa : 1. Di desa Teras terdapat 3 kelompok tani yaitu Ngudi Mulyo I. kecamatan Teras. 10.

id/b4yu/2010/05/26/penyakit-tanamancabai. Dinamika Komunikasi. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16. http://blog.deptan. Tanaman Cabai. 2009. 2007. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08. Pemilihan Materi Penyuluhan. Bandung: Remadjakarya. 4 No. http://www. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. Effendi. Mengadakan hubungan kerja dengan suatu instansi pertanian seperti pabrik pupuk atau penyalur produk pertanian sehingga petani dapat melengkapi saran dan prasarananya. Herbenu. 2008.ub.html. Ibrahim. Makalah dan Skripsi: Tanaman Jagung. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 22. Onong U. http://id.00 WIB. Anonim. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08. Sapto. 2010. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011 pukul 08. Penyakit Tanaman Cabai. Membangun Sistem Keprofesian Penyuluh Pertanian Vol.go. DAFTAR PUSTAKA Anonim.00 WIB. 1986.00 WIB.blogspot.1.htm.html.00 WIB.ac. . http://makalahdanskripsi.com/2010/11/tanaman-jagung. http://masarip. Arip. Jurnal Ilmu Pertanian.3. Husodo. 2009.wikipedia. 3 No.Pengembangan Sumberdaya Petugas Penyuluh Lapangan PPL Pertanian Guna Menghadapi Persaingandan Meraih Peluang Kerja Vol. 5.00 WIB. 4. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. Menambah PPL dalam desa tersebut supaya kegiatan penyuluhan lebih sering dilakukan. 2010. Anonim. 1. Meningkatkan frekuensi dan kualitas penyuluhan seperti dengan kegiatan pemberian teori dan praktek setidaknya 1 minggu sekali sehingga petani lebih banyak mendapat pelajaran.id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab4.Jurnal Ilmu Pertanian.com/category/bahanmgajar. 2003. Alat Peraga Penyuluh Pertanian.org/wiki/Cabai.blog.friendster.

Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi. Tommy dan Fahrianoor.deptan. 2010 by Mega 3 Votes Mega Dewana Putri H0107018 Mudita Oktorina Nugrahani H0107019 .com/komunikasi-efektif-dalam-penyuluhan-pertanian. 1994. Kumpulan Bacaan Penyuluhan Pertanian Bogor.html.Kardinan. 1982. Rome: FAO. Metode Penyuluh Pertanian. M. The Human Side of Agriculture. Slamet. Soejitno. Petunjuk penyuluhan pertanian. Mardikanto. Dasar-dasar Teori Penyuluhan Pertanian. 2004. Sumardi. Modul Pendidikan dan Pelatihan Penyuluh Pertanian.go. 1968. Agricultural Extension. Surakarta: Penerbit Lembaga Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (LSP3). Surakarta. 1987. Burton E. W. 1978. Totok dan Sri Sutarni. http://azisturindra. Komunikasi Penyuluhan dalam Teori dan Praktek. Turindra. Tim STPP.05 WIB.pdf. www. Mardikanto. Mardikanto. 1982. 2009. Jakarta: PT. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian. 2005. Timmer. Komunikasi Efektif dalam Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Penebar Swadaya. Surakarta: UNS Press. Fakultas Pertanian UNS. Diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pada pukul 16. Jakarta: Soeroengan. Suprapto. Pengantar Penyuluhan Pertanian dalam Teori dan Praktik. 2002. Totok. Laporan Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Posted on Juni 20. (ed). New York: Vantage press. Suriatna.J.id/bpsdm/stppmagelang/download/alih_metod_pp. Totok dan Arip Wijianto. 1984.wordpress. 2009. Swanson. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran. Metoda dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Mediatama Sarana Perkasa. Institut Pertanian Bogor.

2005). sarana dan biaya. telepon. televisi. temu karya. Metode dalam penyuluhan pertanian meliputi metode pendekatan individu. kunjungan lapangan. Dalam penggunaan metode penyuluhan dapat dibedakan menjadi beberapa golongan berdasarkan: teknik komonikasi. A. dan magang. Teknik penyuluhan dapat dilakukan dengan metode misal contohnya kampanye. keadaan daerah.Nindi Sekar Wangi Nur Aisyah Susanti Indriya Wati 1. tujuan dan materi penyuluhan. Dimana. metode pendekatan kelompok dan metode pendekatan masal. . Menurut Slamet dan Mardikanto (1993). karateristik penyuluh. antara lain petani dan penyuluh pertanian. Cara perintah sedikit sekali dilakukan sementara paksaan malahan dihindarinya. suratmenyurat. pemutaran film. ceramah. jumlah sasaran dan indera penerima dari sasaran (Soehardiyono. misalnya : kunjungan rumah. Dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik antara lain : karakteristik sasaran. Sektor pertanian yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan perlu didukung kualitas sumber daya manusianya. siaran radio. Adapun teknik penyuluhan yang dilakukan dengan metode individual. Teknik penyuluhan adalah cara mempertemukan sasaran penyuluhan dengan materi penyuluhan. yang dalam prakteknya mempergunakan cara-cara seperti peniruan. pembujukan dan propaganda. Latar Belakang H0107021 H0107022 H0107025 Indonesia sebagai Negara agraris menempatkan pertanian sebagai sektor sentral yang didukung oleh tersebarnya sebagian besar penduduk Indonesia yang hidup sebagai petani dan tinggal di pedesaan. kursus tani. Metode penyuluhan pertanian dapat diartikan sebagai cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha (kelayan) beserta keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka lebih mudah memahami dan dapat mempermudah penerapan suatu inovasi.dll. dengan kondisi demikian maka diperlukan suatu upaya untuk membantu kelancaran pembangunan pertanian yaitu dengan adanya penyuluhan pertanian. sikap. Hal ini merupakan perwujudan dari : pengetahuan. Pentingnya metode penyuluhan dalam menunjang keberhasilan penyuluhan dan komunikasi pertanian menjadi hal yang perlu untuk diketahui secara komprehensif melalui pengalaman secara langsung di lapangan sebagai perbandingan empiris dari teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan mengenai kegiatan penyuluhan dan komunikasi. PENDAHULUAN 2. Wiriaatmadja (1977) mengartikan bahwa penyuluhan merupakan suatu sistem pendidikan (belajar-mengajar). dan keterampilan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung dengan indera manusia. serta kebijakan pemerintah. I. tujuan yang sebenarnya dari penyuluhan adalah terjadinya perubahan perilaku sasarannya.

3. Selain itu lahan pertanian di daerah ini khususnya padi sedang mengalami kendala. Tujuan Praktikum Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini bertujuan untuk : 1. Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan berdasa prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dengan menerapkan konsep pendidikan orang dewasa 1. Penentuan lokasi tersebut dengan pertimbangan masih aktifnya kelompok tani di desa yang bersangkutan untuk memudahkan berlangsungnya proses penyuluhan. Petani terdorong untuk melakukan perubahan 4. Kabupaten Karanganyar. dan kebijakan pemerintah (sekaligus penetapan alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang tepat) 4. diskusi dengan petani kemudian mencari informasi terkait serangan wereng tersebut dan saling bertukar informasi mengenai cara pengendalian yang dilakukan petani dengan teori yang didapatkan mahasiswa dari perkuliahan. dan kondisi kelompok tani yang bersangkutan. sumberdaya penyuluh. Petani terbantu dalam memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi 3. Bagi Petani 2. 4. B. Mahasiswa mampu menggali permasalahan yang dihadapi sasaran penyuluhan 2. Manfaat Praktikum Manfaat dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian ini adalah : 1. Mahasiswa mampu menetapkan metode. Mahasiswa mampu merumuskan tujuan penyuluhan 3. Bagi Mahasiswa Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani secara nyata di lapangan Mahasiswa menjadi termotivasi untuk menemukan solusi dari permasalahan yang muncul Sebagai sarana latihan bagi mahasiswa dalam rangka persiapan menuju dunia kerja 1. dan alat peraga penyuluhan yang tepat berdasar kondisi sasaran. Teknik penyuluhan yang digunakan mahasiswa adalah kunjungan lapang. Pemilihan metode menggunakan metode klasik semi modern dengan diskusi secara kelompok. teknik.Lokasi yang digunakan sebagai sasaran penyuluhan yaitu Desa Gedongan yang terletak di Kecamatan Colomadu. Serangan hama wereng sangat meresahkan warga. Alasan lain dari pemilihan metode tersebut yaitu keterbatasan biaya. tenaga praktikan. 1. tujuannya untuk memperlancar preses penyuluhan itu sendiri dimana waktu yang tersedia sangat singkat sehingga dapat termanfaatkan secara efisien. alat bantu. 2. Petani mendapatkan informasi-informasi terbaru terkait dengan kebijakan pemerintah maupun teknologi-teknologi pertanian yang sedang berkembang . Hal ini sempat membuat warga kaget karena serangan wereng terakhir pada tahun 1986. Memperoleh atau menambah kreativitas baik dalam upaya antisipasi maupun solusi pemecahan masalah 4. Bagi Pemerintah atau Instansi Terkait 2. kondisi geografis. C. Membantu menemukan solusi atas permasalahan yang ada 3. Termotivasi untuk melakukan perubahan seiring dengan perubahan jaman 1.

permodalan. Rasio petugas penyuluh dengan kaluarga petani di Jawa sekitar 1:800 dan untuk luar Jawa 1:1200. Penyuluhan pertanian secara subtansial telah meningkatkan tingkat adopsi teknologi.1. pendapatan. 1. mau dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat sekitarnya (Subejo. 1996). mereka menjadi tahu. Metode Penyuluhan Metode Penyuluhan Pertanian. 2001). teknologi. pola sikap (afektif) dan pola tindak/kerja (psikomotor). serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup”. selama ini telah dikembagkan groupbased approach karena sangat kecil kemungkinannya menerapkan individual-based approach seperti di sistem yang telah banyak diterapkan di negara-negara maju (Martaatmidjaja. yaitu: (1) pendekatan berdasarkan kelompok sasaran dari inovasi. Perikanan dan Kehutanan: ” penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar. 2010). information sharing untuk teknologi pedesaan tercakup didalamnya inovasi sederhana untuk petani miskin dan illeterate telah memberikan dampak yang besar serta meningkatkan produktifitas (World Bank. Dengan mepertimbangkan besarnya rasio. Metode dan Teknik Penyuluhan 1. dan (2) pendekatan berbasarkan cara penyampaian isi pesan yang terkandung dalam inovasi tersebut (Mardikanto. 1999) . 2002). sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. 2006). Penyuluhan pertanian di Indonesia dilayani oleh sekitar 35. II. A. Dalam melakukan komunikasi pertanian kepada masyarakat telah dikenal dua metode pendekatan. efisiensi usaha. dapat diartikan sebagai cara-cara penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui media komunikasi oleh penyuluh kepada petani beserta keluarganya. Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya serta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar m mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi. dan sumberdaya lainnya. B. Berdasarkan pengertian tersebut penyuluhan memegang peran strategis terhadap peningkatan kesejahteraan dan partisipasi pelaku utama dalam pembangunan daerah dan nasional (BPKP.000 penyuluh spesialis. Penyuluhan Penyuluhan adalah suatu sistem aktivitas manusia (human activities system) berupa proses pembelajaran secara nonformal dan kolaboratif (collaborative learning process) untuk petani dan keluarganya sehingga mereka mengalami perubahan (progresif change) pola pikir (cognitif). dan kesejahteraannya. soial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai (Departemen Pertanian. tingkat kesadaran dan tingkat produktifitas petani. Kontribusi penyuluhan tidak hanya untuk diseminasi teknologi yangsophisticated. Menurut Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. LANDASAN TEORI 2.000 petugas lapangan dan 3.

pekebun dan peternak beserta keluarganya. karena mempunyai beberapa keuntungan.dan salah satu cara peningkatan kualitas Sumber daya manusia. yang memang sedianya mampu merubah sasaran penyuluhan yakni petani dalam hal Pengetahuan. tenaga dan waktu. Dipandang dari segi komunikasi informasi. dan Keterampilan (PSK). 2000). 2004). tetap akan diperoleh hasil yang jauh lebih baik (Soedijanto. Better Living. misalnya cara bercocok tanam. Berdasarkan cara penyajian inovasi dalam rangka lebih menjamin efektivitas hasil komunikasi (khususnya dalam pertemuan kelompok). cara memelihara kesuburan tanah. (b) bagaimana petani kecil mampu dan mau berusaha tani secara menguntungkan. Better Business. (d) antara anggota kelompok dapat dilakukan reward and punishment system secara efektif dan efisien. 1. (b) d antara anggota kelompok yang satu dengan yang lainnya dapat saling memberi dan menerima informasi. Metode penyuluhan yang digunakan bisa melalui penerapan Sistem Teknologi Informasi dan Multimedia yang dianggap mampu meningkatkan keberhasilan serta mengatasi hambatan dalam pencapaian tujuan akhir dari aktivitas penyuluhan secara efektif.dapat di upayakan melalui penyuluhan pertanian (Muchtar. maka metode pendekatan kelompok jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan pendekatan massa. Dengan demikian. sebagai berikut: (a) penyebaran inovasi teknologi dapat dipantau atau dievaluasi secara baik karena jumlah anggota sasarannya jelas. Bagi penyuluh yang belum menguasai bagaimana menyelenggarakan diskusi atau demonstrasi jangan sekali-kali hanya sekedar mencoba. diskusi dan tanya jawab. 2009). baik dalam usahatani secara monokultur ataupun secara tumpangsari. maka digunakan pendekatan gabungan berikut: (a) ceramah. (b) demonstrasi cara dan demonstrasi hasil. dan (c) penggunaan alat bantu flipchart dan folder. terutama tentang hal-hal yang belum jelas. n Better Community (4B) dalam masyarakat petani itu sendiri (Anonima. dan (c) bagaimana petani kecil mampu meningkatkan kesejahteraannya atau bagaimana mereka dapat hidup sejahtera (Deptan. baik dalam mewujudkan komunikasi dua arah (two-way traffic communication) maupun peningkatan pemahaman serta kemampuan menerapkan inovasi yang diberikan. dan (e) lebih menghemat biaya.Metode yang digunakan dalam menyampaikan penyuluhan adalah hal yang sangat penting dalam mempengaruhi keefektifan pencapaian tujuan akhir dari adanya kegiatan penyuluhan yang bersangkutan. Sikap.2001). (c) akan terjadi akumulasi modal (fisik maupun non-fisik) sehingga dapat memperlancar jalannya komunikasi dalam kelompok yang bersangkutan. para petani akan lebih memahami dan mengerti tentang cara-cara menerapkan inovasi dalam praktek usahatani mereka (Padmowihardjo. 2009) Metode penyuluhan pertanian. Penyuluh harus pandai-pandai mengaplikasikan teknik penyuluhan. dan sebagainya. Teknik Penyuluhan Sistem kerja LAKU merupakan salah satu pendekatan pembangunan dapat di lakukan dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. dan pada akhirnya akan tercapainya Better Farming. karena jika petani satu kali saja dibohongi untuk seterusnya sukar untuk . cara memperlakukan teknologi lepas panen. Penggunaan metode gabungan ini cukup efektif. pengertian diterapkan dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) bagaimana petani kecil dapat bertani atau berusahatani dengan cara yang lebih baik.

Tujuan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian untuk mendorong terjadinya efek/perubahan perilaku yang sebanyak-banyaknya dari sasaran. papan magnit. yaitu (1) belajar konsep (concept learning). Alat Bantu dan Alat Peraga 1. (2) Belajar prinsip (principal learning). yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki. LPM ini. Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). (2) rumpun teori behaviorisme. seorang penyuluh perlu memahami filsafat pendidikan teori belajar/pembelajaran dan strategi pembelajaran. 2009). untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi gangguan komunikasi. Dalam metode kelompok. biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. C. Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya. Jenis-jenis belajar ada 3 (tiga). peta penegang. penyuluh dapat menggunakan papan planel. maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal (Anonimd. 2010). foto-foto dan gambar-gambar yang diperbesar (Anonimb. dan (3) Belajar pemecahan masalah (problem solving learning) Strategi pembelajaran mengandung makna untuk mengurangi sampai pada titik minimal penggunaan metode dan teknik penyuluhan dengan sasaran yang “pasif”. Di dalam LPM. Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. 1. dan (3) teori cognitive gestalt field. Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. Filsafat pendidikan yang dipakai dalam penyuluhan pertanian antara lain idealisme. Ada 3 (tiga) rumpun teori belajar yang dibahas dalam modul ini. Strategi pembelajaran lebih mengembangkan penggunaan metode dan teknik yang mendorong sasaran untuk “aktif” (Mardikanto. Untuk dapat memilih serta menggunakan metode dan teknik penyuluhan pertanian dengan baik. . papan tulis. untuk meningkatkan daya anut sasaran serta untuk mendorong munculnya sifat keterbukaan dan kemandirian petani (Anonimc. Metode dan teknik penyuluhan pertanian merupakan cara dan prosedur yang dilakukan penyuluh dalam menyampaikan pesan kepada sasaran agar terjadi perubahan perilaku sesuai tujuan yang ingin dicapai. 2000). pragmatisme dan realisme. di samping berisikan pokok-pokok bahasan. 2010). peta singkap.percaya lagi. yaitu (1) rumpun teori disiplin mental. Alat Bantu Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam.

2009). Bagaimanapun adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh dalam dalam merancang/merencanakan dan melaksanakan kegiatan penyuluhannya (Soerdiyanto. maka setiap penyuluh juga harus mempersiapkan beragam lembar persiapan penyuluhan yang berupa : a) Lembar persiapan menyuluh (LPM). pengatur cahaya. sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya yang akan memperlancar proses belajar dalam penyuluhan atau terjadi perubahan perilaku pada diri sasarannya (Anonime. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Anonimf. 2009). 2000). yang berisikan urutan kronologis tentang pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan selama penyuluhan dilaksanakan. alat tulis . yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. terutama jika ia akan menerapkan metoda kursus. yaitu serupa LPM yang dikhususkan untuk kegiatan penyuluhan yang menyangkum aspek pengetahuan dan keterampilan. Juga dicantumkan pula tentang metoda penyuluhan yang akan diterapkan serta alokasi waktu yang akan diperlukan. Alat bantu penyuluhan sangat beragam. sebenarnya belum cukup membantu kelancaran kegiatan peyuluhan di lapangan. 1978).b) Lembar persiapan latihan (LPL). Mengingat kegiatan peyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh sangatlah beragam. Tetapi. Di dalam kegiatan penyuluhan. Pemilihan alat peraga yang sesuai dengan kondisi masyarakat sasaran atau yang efektif dan efisien adalah hal yang sangat penting karena akan membantu tercapainya tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian. kurikulum merupakan suatu “paket” yang berisi rencana mengajar secara lengkap. . Karena itu. Kurikulum. 2009). pengatur udara) merupakan ragam alat bantu penyuluhan (Wastutiningsih. setiap penyuluh sebenarnya masih memerlukan “lembar persiapan penyuluhan” yang berisikan pokok-pokok kegiatan yang harus dikerjakan selama kegiatan penyuluhannya berlangsung. di samping berisikan pokok-pokok bahasan. lcd-infocus). biasanya hanya disiapkan untuk kegiatan penyuluhan mengenai aspek sikap pengetahuan. Alat bantu penyuluhan merupakan alat-alat atau perlengkapan yang diperlukan penyuluh guna memperlancar kegiatan penyuluhan. c) Lembar persiapan kerja (LPK). papan tulis – papan tempel. Adanya kurikulum yang telah dipersiapkan. hal ini tidak berarti bahwa untuk penyuluhan dengan menerapkan metoda yang lain tidak memerlukan kurikulum yang jelas. proyektor (overhead. slide. Di dalam LPM. LPM ini. b) Lembar persiapan latihan (LPL). adanya kurikulum akan sangat membantu penyuluh yang akan dilaksanakannya. perlengkapan ruangan (pengeras suara. Dengankata lain pemilihan alat peraga yang tepat. yaitu serupa LPM yang dipersiapkan manakala di dalam penyuluhan nanti akan dilaksanakan latihan menggunakan peralatan atau latihan ketrampilan (Mardikanto. c) Lembar persiapan kerja (LPK). Di dalam praktek.

dan lain-lain. Penggunaan alat peraga dalam penyuluhan pertanian bukan saja merupakan suatu kebutuhan melainkan suatu keharusan. dan kesempatan saat itu.1. serangan hama belalang yang merusak tanaman dan sebagainya (Hawkins. Sebagai contoh. Kemajuan teknologi telah sedemikian majunya sehingga pada saat sekarang sangat mudah untuk membuat dokumentasi dalam bentuk foto. 1. Alat Peraga Alat peraga merupakan alat/benda yang dapat diamati.2009). 2010). D. sebagai contoh pembuatan poster. Tentunya dapat berupa materi yang bisa langsung dipraktekkan dan mengemukakan kaitannya dengan teori yang mendasari . misalnya proses tumbuhnya sekumtum bunga. dalam studi pertanian terdapat unsur-unsur yang proses bekerjanya sangat lambat sehingga sulit dilihat dengan mata. agar materi lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran (Mardikanto. mencairkan atau menyelesaikan apa yang dibutuhkan kelompok tani sesuai kondisi. Di samping itu. video. karena selain mendengar ia juga melihat. Materi Penyuluhan Materi yang disajikan seyogyanya dapat menjawab. benda) yang dapat dilihat untuk menjelaskan apa yang dimaksud. melainkan seringkali juga alat atau benda yang dapat dilihat dan didengar (Departemen Kehutanan. 2007). Misalnya angin kencang merusak tanaman. Selain itu. karena dengan media ini bisa membuat petani mudah belajar. ada pula hal-hal atau kejadian dalam studi pertanian yang proses kerjanya sangat cepat sehingga memerlukan bantuan alat peraga untuk mempelajarinya seperti penggunaan film atau film strip dan lain-lain. proses tumbuhnya akar dan sebagainya. media ini juga perlu dikuasai oleh penyuluh pertanian. Teknologi multimedia yang perlu dikuasai oleh seorang penyuluh pertanian adalah fotografi. Seiring dengan kemajuan teknologi. Hal-hal seperti itu hanya dapat dipelajari lebih mudah dengan menggunakan alat peraga yang cocok untuk itu. Peranan teknologi multimedia sangat besar dalam penyebaran informasi. khususnya di bidang multimedia. Pertimbangan sarana dan biaya didasarkan atas bagaimana ketersediaanya sarana yang akan digunakan sebagai alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian. sebab bila berbeda-beda maka akan menimbulkan salah tafsir dan salah tindakan untuk selanjutnya. benda) yang dapat dilihat atau diamati dengan mata. Tetapi di dalam praktek. didengar. yang berfungsi sebagai alat untuk memperagakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. Alat-alat peraga adalah sesuatu (alat. tentunya sulit melakukan penyuluhan dengan menggunakan OHP (over head projector) atau menggunakan LCD/Komputer dan pemutaran film. alat peraga tidak selalu hanya merupakan sesuatu (alat. 1993). sehingga media ini merupakan media yang efektif bagi kegiatan penyuluhan pertanian (Anonimc. kecuali jika disediakan generator listrik (Anonimb. seorang penyuluh pertanian dituntut untuk menguasai teknologi. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat peraga antara lain : banyak konsep dalam bahan pengajaran pertanian yang memerlukan kesamaan persepsi dari pihak sasaran. video cd pertanian. 1996). disuatu daerah yang tidak ada listrik.

teknologi. tokoh masyarakat. juga ramah terhadap lingkungan. karena disamping tersedia di alam. dapat diperoleh dengan mudah. Nilaparvata lugens (Stal) termasuk dalam famili Delphacidae. Pengendalian OPT secara biologi dengan penggunaan musuh alami dianggap mempunyai prospek yang bagus. Kamboja. Materi ajaran tidak harus bersumber dari textbook. Syarat materi penyuluhan antara lain memberikan keuntungan secara nyata bagi sasaran. pertunjukan kesenian. better farming. pasca panen. Wereng cokelat (Brown Planthopper). 2003). tetapi dapat dari media-massa seperti koran. Kelayakan materi penyuluhan jika dilihat dari segi ekonomi harus menguntungkan. secara teknis dapat diterapkan. Musuh alami ini merupakan parasitoid telur penggerek batang padi dan mampu menekan populasi penggerek batang padi hingga 90% (CABI. 2004). melainkan dari siapa saja (Kartasapoetra. dinamika kelompok. atau pejabat. petani-nelayan. 2007). India. Malaysia. televisi. Taiwan. dll termasuk ceritera rakyat maupun pesan-pesan generasi-tua (para pendahulu). kepulauan Fiji. ditemukan oleh Stal pada tahun 1854. ekonomi pertanian. materi penyuluhan seringkali disebut sebagai informasi pertanian (suatu data/bahan yang diperlukan penyuluh. memiliki resiko kegagalan yang relatif kecil dan biaya rendah. pemasaran dan sebagainya (Arif. Serawak. masalah yang sedang dan akan dihadapi. meskipun melalui kegiatan penyuluhan diharapkan terjadi penyampaian inovasi yang berupa produk. tidak harus baru (up to date). ide. Wereng Cokelat tersebar di wilayah Palaeartik (Cina. tidak mempunyai efek samping yang merugikan. ordo Homoptera. 1987). tetapi dapat juga berupa cerita-cerita kuno atau praktek-praktek lama yang sebenarnya sudah pernah dilakukan tetapi telah lama ditinggalkan. 1988). Karena itu. di mana kondisi di lapangan terjadi. wilayah oriental (Bangladesh. dan Papua Nugini). majalah. adalah salah satu musuh alami yang selama ini telah berhasil mengendalikan serangan penggerek batang padi. dan Korea). tabloid. kebijakan. sebut saja pembudidayaan rumput laut yang menguntungkan. kepulauan Solomon. laporan-laporan. Kaledonia. dan better environment. Dalam bahasa teknis penyuluhan. namun jika selesai panen atau . pemeliharaan ayam buras semi intensif. terutama menyangkut : kegiatan yang sedang dan akan segera dilakukan. dan lain-lain. tidak bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. secara sosial dapat dipertanggungjawabkan dan tidak merusak lingkungan. Materi penyuluhan harus berangkat dari kebutuhan yang dirasakan (felt need). dan masyarakat tani). mudah dilakukan/dipergunakan dan segera memberikan hasil (Samsudin. manajemen usahatani. maupun pengalaman kerja dan pengalaman sehari-hari. Materi penyuluhan merupakan segala sesuatu yang disampaikan dalam penyuluhan pertanian. Sumber materi ajar tidak harus berasal dari orang-orang pintar. better business. uraikan sesuai tahapannya misalnya. perubahan-perubahan yang diperlukan atau diinginkan. teknis pemangkasan jambu mete. teknik memilih bibit yang baik. Jepang. menciptakan better living. Trichogramma spp. politik pertanian (Ibrahim. perjalanan. 2010). radio. Inovasi yang disampaikan harus yang terkait dengan kebutuhankebutuhan yang sedang dirasakan (Deptan. Mikronesia. manajemen pemeliharaan.sesuai idealnya anjuran yang diharapkan. Tanaman inang utama wereng cokelat adalah padi. Selain itu. Klasifikasi materi pokok penyuluhan pertanian dapat terbagi menjadi teknik pertanian. rincian kebutuhan modal awal. dll.

http://pustaka. 2009. 2008.id/DIHT/padi-palawija%20.htm Diakses Tanggal 12 Mei 2010 Anonimc. 2009. Didi.ugm. Perlengkapan dan Alat-alat yang Digunakan Penyuluh Pertanian.go. CABI.go. Hukum dan Undang-undang Penyuluhan.org/inclphp/buka. 1996.ut. pada periode berikutnya supaya diganti dengan palawija.htm Anonimd.php?d=lain+5&f=naskah_akademik_bab5. Anonime. 2008). Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Padi dan Palawija. 2008). 2010.id/website/index. http://www.blog. Sebagai contoh dalam pengendalian hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) diatur pola tanamnya.aditya2015. seperti :Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.) (Mutsanna. Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan.ppt.php?option=com_content&view=article&id=108:luht-4234metode-dan-teknik-penyuluhan-pertanian&Itemid=76&catid=31:fmipa BPKP. http://www. http://mablu.deptan. Ghalia Indonesia.).ac. Kebaikan dari pengendalian hama dengan mengatur pola tanam adalah dapat memperkecil kemungkinan terbentuknya hama biotipe baru (Aditya. 2008. Diakses 5 Juni 2010. Metode Penyuluhan.id/unit/hukum/uu/2006/16-06. Diakses 6 Juni 2010 . Diakses Tanggal 14 Mei 2010 Anonim b. Cara ini dimaksudkan untuk menghentikan berkembangnya populasi wereng. Jakarta.)kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp. http://www. 2008). Pendahuluan. khususnya yang memiliki inang spesifik.legalitas. Anonim a. Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian.friendster. Jenis-jenis Hama Tanaman Padi. Alat Bantu Penyuluhan Pertanian. Cara di atas dapat pula diterapkan pada hama lain. Jakarta. Darmadi. 2006.hama. DAFTAR PUSTAKA Aditya. 2004.web. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen. 2010. bisa keras semua atau membranus semua.ac.com/2007/09/metodepenyuluhan/.com/2008/01/24/jenis-jenis.padi. wereng ini dapat hidup pada tanaman inang lain seperti rumput teki ataupun jagung (Darmadi. sedang sayap belakang bersifat membranus.pdf. Pengendalian OPT. yakni setelah padi-padi. http://masarip.wordpress. Diakses 20 Mei 2010.bpkp.tidak ada tanman padi. www. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya.id/bpsdm/ruu_pp/ruupp_bab2. kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.

ugm.wordpress. http://abumutsanna. Samsudin. 2004). Jakarta Mardikanto. 2007. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian. Sustainable Development Department (SD)-FAO.go. serta proyektor (Apriantono.pdf Kartasapoetra. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum.deptan. Surakarta: Sebelas Maret University Press.id Diakses Tanggal 11 Mei 2010 Subejo.id/wpcontent/penyuluhan-pertanian-persimpanganjalan. http://www. Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Penyuluhan Pertanian.staff. penerjemah. 2010. sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. perlengkapan ruangan. A. Mardikanto.google. Penyuluhan Pertanian di Persimpangan Jalan. 2000. papan tulis atau papan penempel.G. 1996. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian. Bandung Soedijanto. Mutsanna. 2002. 2008. lembarlembar persiapan penyuluhan. Extention (Edisi 2). 1987. A.pdf Diakses Tanggal Mei 2010 Van Den Bein dan Hawkins. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Penyuluhan Pertanian.ac. Terjemahan dari Agricultural. Bumi Aksara. Padmo Wihardjo.wordpress.Deptan. M. Agnes Dwina Herdiastuti. Training for Agricultural and Rural Development: Group-based Extension Programmers for Natural Resource Conservation in Java. Penyelenggaraan Penyuluhan dalam Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis.id/bpsdm/stpp-magelang/download/ahli_pp_peserta. Kanisius http://20de. U. Jakarta. .com/2010/06/20/laporan-praktikum-penyuluhan-dan-komunikasi-pertanian/ Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan. Diakses 5 Juni 2010. 1994. 2000. and Rikhana. www. Penyuluhan Pembangunan Pertanian.S. 1988. Abu. T. subejo.co. alat tulis. T. Hama Tanaman. Martaamidjaja. Teknologi Penyuluhan Pertanian.com/2008/09/23/ penyakit-tanaman-padi. Bina Cipta. Perlengkapan yang disediakan. dan pendengaran).

Pertama adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses pendidikan. LAPORAN PENYULUHAN KOMUNIKASI PERTANIAN I. barang cetakan (pamflet. Secara garis besar. dan yang ketiga adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang terus–menerus. Macam alat peraga. Sektor pertanian pada saat ini. yang menjadi dasar dari penyuluhan dan komunikasi pertanian. leaflet. grafik. specimen. teknologi yang digunakan juga sangat sederhana sehingga dalam mengelola lahan pertanian kurang dalam memproduksi hasil pertanian yang berkualitas. brosur. 2003). film strip). Adapun arti dari penyuluhan yaitu proses penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan upaya perbaikan cara-cara bertani dan berusahatani demi tercapainya peningkatan produktivitas. bagan/skema (Mardikanto. histogram). diagram. Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. dapat digolongkan menjadi tiga bagian. Seorang petani sangat membutuhkan penyuluh yang dapat memberikan infomasi melalui kegiatan penyuluhan mengenai cara perbaikan lahan pertanian dengan berbagai teknologi modern yang akan diperkenalkan kepada petani agar petani dapat menggunakan teknologi baru tersebut untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan pertanian. kurang berkembang dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani sangat rendah. poster). Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara agraris. lambang Grafika. kedua adalah penyuluhan dan komunikasi pertanian sebagai proses yang demokrasi. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan luar negeri. gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. . booklet. bar. slide film.Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. dimana sektor pertanian seharusnya menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang utama. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. (line. model.

penyuluhan pertanian mutlak dijadikan kebutuhan. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah: 1. tanpa batas dan tanpa hambatan dengan mengggunakan media komunikasi baik verbal maupun non verbal.Penyuluhan dan komunikasi pertanian harus mampu menyelesaikan masalah–masalah yang sedang dihadapi petani di pedesaan. sehingga nantinya dapat dihasilkan penyuluh yang berkualitas. dan harapan dalam menata masa datang. Penyuluhan pertanian dapat dilaksanakan sepanjang masa. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian. Penyuluhan dan komunikasi pertanian dapat diartikan dengan usaha yang tak kenal waktu. Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian perlu mengetahui kegiatan dalam lingkup pertanian yaitu melalui mengikuti bagaimana berlangsungnya kegiatan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian agar dapat menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa jika nantinya akan menjadi seorang penyuluh. tantangan. Mulai dari masalah yang menyangkut proses produksi. .. Petani juga diberi kebebasan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha tanianya. Melalui kegiatan praktikum yang dilaksanaan mahasiswa pertanian. penyuluhan kurang efektif apabila tidak ada media komunikasi yang dapat mendukung dalan penyuluhan pertanian. Proses demokrasi pada penyuluhan dan komunikasi pertanian bukanlah paket resmi dari pemerinntah yang mesti ditelan mentah–mentah oleh petani. Melalui peningkatan cara penyuluhan akan semakin banyak petani yang melakukan dan menerapkan informasi yang telah diterimanya melalui kegiatan penyuluhan. Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian pada khususnya.masalah kehidupan petani lainnya. masalah pemasaran hasil pertanian yang efisisen hingga masalah . Penyuluhan pertanian dapat di tempuh oleh semua kalangan. Di sini petani diberi kebebasan untuk mengikuti proses penyuluhan pertanian. dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan informasi mengenai kegiatan penyuluhan pertanian. B. Dan yang lebih penting lagi. yang memberikan banyak informasi penting mengenai cara bercocok tanam kepada pertanian sehingga petani dapat meningkatkan produksi hasil pertanian untuk mensejahterakan masyarakat petani dan melalui peningkatan hasil usaha tani akan meningkatkan pendapatan bagi Negara melalui eksport beras ke luar negeri.

3. 5. Lingkup Kegiatan Tabel 1. 16 Juni 2009 16-18 Juni 2009 17-18 Juni 2009 19 Juni 2009 19 Juni 2009 Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian Sumber : Hasil Praktikum . Jadwal pelaksanaan praktikum No 1. 10. Kegiatan Asistensi praktikum Acara pembukaan Waktu 5 Juni 2009 11 Juni 2009 Tempat Fakultas Pertanian Balai Kecamatan Polokarto Desa Polokarto Desa Polokarto 3. 7.2. Agar mahasiswa memperoleh pengayakan pengalaman belajar tentang penyuluhan dan komunikasi pertanian diluar perkuliahan. 8. 2. C. 9. Memberikan pengalaman kepada mamhasiswa untuk mampu melakukan analisis sintesis dan evaluasi tentang praktek penyuluhan dan komunikasi pertanian dibanding dengan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan. Persiapan Pelaksanaan praktikum Wawancara dan pencatatan Pengumpulan dokumen Pembuatan laporan Konsultasi Responsi Pengumpulan laporan jadi 15 Juni 2009 16 Juni 2009 16 Juni 2009 6. 4.

.00 WIB di Kecamatan Polokarto. Kabupaten Sukoharjo. tanggal 15 Juni 2009 pukul 12. Lokasi Penelitian Praktikum peenyuluhan dan komunikasi pertanian dilaksanakan pada hari Senin.D.

1983 ). administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. kualifikasi dan fungsi personel penyuluhan. jumlah penyuluh yang diperlukan. melaksanakan. Informasi merupakan “critical resources” dalam kegiatan dan manajemen suatu organisasi termasuk penyuluh pertanian sendiri. Kelemahan umum yang sering dijumpai pada Dinas Penyuluhan adalah kurangnya jalinan komunikasi yang akrab dengan pusat-pusat informasi (lembaga penelitian. Administrasi Penyuluhan Dalam pengertian sehari-hari.II. dan pihak-pihak swasta yang seringkali berperan penting untuk menunjang kelancaran kegiatan penyuluhan ( Anonim. Kedua. tenaga-tenaga penunjang. 2009 ). mengoganisasi. kemudahan dan perlengkapan bagi penyuluh pertanian. perguruan tinggi dan pemberitaan). Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan. dan yang terakhir adalah hubungan dengan lembaga-lembaga lain ( Mardikanto. Fungsi administrasi adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap pemimpin atau manajer. mengkoordinasi. 2008 ). administrasi personalia yang meliputi manajemen personalia. Ketiga. Informasi merupakan data yang memiliki makna dan berguna serta dapat dikomunikasikan kepada penerima / pengguna untuk membuat suatu keputusan. Pengakuan tersebut berlanjut pada . seorang pemimpin dalam suatu organisasi sering pula disebut dengan administrator ( Kaliski. pengelolaan keuangan. kerjasama dengan pihak swasta yang berkepentingan dengan kegiatan penyuluhan serta sumber-sumber yang dapat digali dengan swadaya. B. oleh karena itu. hal yang terkaitan dengan sumber dana hendaknya dapat diupayakan sumber-sumber investasi dari instansi atau lembaga pemerintah. dan kelompokkelompok sukarela. Setelah adanya pengakuan dari Mentri Pertanian serta sebagian isi pidato Presiden di FAO yang menyatakan tentang pentingnya kegiatan penyuluhan pertanian. personalia dinas penyuluhan pertanian. Fungsi administrasi penyuluhan yang perlu diperhatikan adalah pertama. LANDASAN TEORI A. pelaporan dan evaluasi. Keempat. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Keberhasilan pertanian di Indonesia tidak banyak mendapat perhatian dari masyarakat luas. dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain.

Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Sistem kelembagaan penyuluhan pertanian dibangun untuk mengoptimalkan pemanfaatan semua sumberdaya nasional/daerah yang ada. kebijakan nasional dan standar-standar. kebijakan sarana dan prasarana. DT I (propinsi). pemerintah local yang terkait dengan pertanian mestinya memiliki lebih banyak sumber daya serta kebebasan yang lebih besar untuk mengembangkan kebijakan spesifik lokal dan teknologi local melalui kajian/penelitian di lembaga penelitian lokalnya. pangadaan sarana. sementara itu pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian bertanggungjawab hanya pada penyusunan dan manajemen strategi. bukan untuk saling melemahkan. DT II (Kab/Kodya). transparan. Pada awalnya diharapkan pelimpahan kewenangan ini akan mampu meningkatkan kinerja penyuluhan pertanian. Lembaga pelaksana penyuluhan di lapangan ada-lah BPP. koordinator. kebijakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Dengan dukungan anggaran yang besar. 2001). bermanfaat dan dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif. Penyuluhan dilaksanakan dengan berpedoman pada programa penyuluhan yang disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan. Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah. atau penunjang (rekruting tenaga. Programa Penyuluhan hanya dibuat di tingkat BPP (Slamet. fasilitator (dana. realistis. dll. kebijakan pembiayaan. telah diberikan kebebasan kepada regional agricultural services untuk mengambil inisiatif dalam mendesain kebijakan spesifik lokal. Dengan adanya otonomi daerah. serta kebijakan pembinaan dan pengawasan. 2002). dan Kecamatan perlu dibedakan secara jelas. Fungsi lembaga penyuluhan di pusat (nasional). demokratis dan bertanggung gugat (Anonim. Kebijakan Penyuluhan Pertanian meliputi kebijakan ketenagaan penyuluhan. lembaga yang lain fungsinya adalah penentu kebijakan. . pelatihan. informasi): BIPP. mulai tahun 2001 kewenangan di bidang penyuluhan pertanian dilimpahkan kepada pemerintahan kabupaten/kota. C. 1984).tindakan nyata berupa keputusan pemerinyah untuk menetapkan tenaga-tenaga penyluh pertanian (PPS/PPM/PPL) sebagai tenaga fungsionil dengan jenjang karir yang semakin jelas dibanding ketidakpastian dalam masa-masa sebelumnya (Mardikanto. Dengan lotonomi daerah ini. 2009). sarana. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian dari pusat sampai daerah di tingkat yang paling bawah lembaga penyuluhan pertanian terpisah dari lembaga yang punya fungsi berbeda. terpadu. Programa penyuluhan harus terukur. tanggung jawab pembangunan pertanian dalam kendali kepala daerah bukan lagi pegawai/dinas pertanian (Subejo.

Dari beberapa studi juga menunjukkan bahwa investasi di bidang penyuluhan pertanian memberikan tingkat pengembalian internal yang tinggi. Kelembagaan di Kecamatan. Informasi dari sumber lain seperti dari masyarakat secara langsung juga diperlukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang akan dilakukan dapat menjawab kebutuhan masyarakat (Anonim. D. Kelembagaan di Kecamatan merupakan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) atau lembaga lainnya yang mempunyai fungsi dan tugas yang sama. Production house. Kelembagaan di Propinsi meliputi Balai Diklat Pertanian/Agribisnis di Propinsi. Departemen Pertanian. 2004). Misalnya. dan Lembaga pemasaran (Anonim. Kelembagaan di Pusat meliputi Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Indonesia meliputi Kelembagaan di Pusat. ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan SK Bupati/Walikota. Kelembagaan di Kabupaten/Kota merupakan Unit Kerja Pengelola dan Penyelenggara Penyuluhan Pertanian (Badan/Kantor/Balai/UPTD Penyuluhan Pertanian atau yang berstatus Sub Dinas/Bagian dan Seksi yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah). Kelembagaan di Desa meliputi Kelompok Tani. kegiatan penyuluhan pertanian merupakan komponen penting dalam keseluruhan aspek pembangunan pertanian (Mawardi. Keadaan peralatan alat-alat bantu pengajaran. pemuka masyarakat maupun pemuka adat atau agama. 2004). maka . Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluhan pertanian dilakukan untuk mengetahui apa yang diperlukan oleh masyarakat di satu daerah. 2009). seandainya disuatu daerah belum ada listrik dan bahkan letaknya sukar untuk dicapai. Oleh karena itu. fasilitas-fasilitas yang ada. dan Kelembagaan di Desa. serta biaya yang tersedia juga akan menentukan metode apa yang harus digunakan dalam mengefektifkan kegiatan penyuluhan. Kelembagaan di Propinsi. Informasi dapat diperoleh baik dari dokumen tertulis maupun dari pejabat pemerintah. Badan diklat swasta. sehingga kegiatan yang akan dijalankan di daerah tersebut tidak sia-sia dan dapat memberikan manfaat bagi mereka. Kelompok tani merupakan mitra kerja sejajar penyuluh pertanian. Kelembagaan lainnya meliputi Perguruan tinggi. termasuk pembangunan kelembagaan penyuluhan pertanian adalah faktor yang memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan pembangunan pertanian.Pembangunan sumber daya manusia pertanian. Kelembagaan di Kota atau Kabupaten. Lembaga adapt. Oleh karena itu informasi mengenai lokasi. karakteristik masyarakat serta potensi daerah diperlukan sebagai bahan dasar untuk merancang suatu kegiatan. LSM.

Contoh: untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya (Anwar. 2000). 2006). sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. . jenis tanah. Secara umum pada pasal 22 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No 16 Tahun 2006 tentang SP3K menyatakan. (1) program penyuluhan pertanian disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan pertanian yang mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya untuk memfasilitasi kegiatan penyuluhan pertanian dan ayat (2) . Musim. Para penyuluh dalam pengenalan wilayah kerja penyuluhan. maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. keadaan lapangan seperti topografi. program penyuluhan pertanian kecamatan. E. dan sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. ada yang tidak terlalu panas. demokratis. yang pada pelaksanaannya akan membutuhkan biaya yang relatif besar (Mardikanto. program penyuluhan pertanian kabupaten/kota. realistis. dan bertanggung jawab. Kedua. antara lain. 2006). musim sangat erat hubungannya dengan keadaan usaha tani. Dan yang tidak kalah penting adalah Keadaan Lapangan. 2008). perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan. pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya. Perencanaan Program Penyuluhan Pertanian Pelaksanaan penyuluhan pertanian dilakukan harus sesuai dengan program penyuluhan pertanian. pedoman. Program penyuluhan pertanian dimaksudkan untuk memberikan arahan. program penyuluhan pertanian propinsi dan program penyuluhan pertanian nasional (Undang-undang No 16 Tahun 2006) (Deptan. Karena keterbatasan biaya maka penyuluh pertanian akan memilih metode diskusi kelompok daripada kursus tani. Dalam pelaksanaannya penyuluh pertanian dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi petani dan pelaku usaha pertanian (Deptan.daerah tersebut sulit untuk diadakan penyuluhan melalui pemutaran film walaupun biasanya cara ini bisa memberikan hasil yang efektif. ada daerah yang tidak bisa ditanami apa-apa. Program penyuluhan pertanian sebagaimana dimaksud ayat (1) harus terukur. ada yang panas sekali. Program penyuluhan pertanian terdiri dari program penyuluhan pertanian desa. Keaadaan Usaha Tani.

dan merumuskan tujuan dan pemecahan masalah yang menjanjikan kepuasan. penetapan cara mencapai tujuan (rencana kegiatan). yaitu suatu pernyataan yang dikeluarkan untuk menimbulkan pengertian dan perhatian mengenai suatu kegiatan. Rencana Kerja. Lebih jelasnya program berisi tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa perlu dilakukan. Perencanaan program harus dengan jelas dan tegas sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan atau kesalahpengertian dalam pelaksanaannya. perumusan rencana evaluasi dan terakhir rekonsidesari (Mardikanto. kapan. pengesahan program penyuluhan. perlu disusun adanya program. Tahapan-tahapan dalam perencanaan penyuluhan sebagai berikut pengumpulan data keadaan. pemilihan masalah yang ingin dipecahkan. perumusan alternative pemecahan masalah. dan siapa. dan kalender kerja. pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan. Analisis fakta dan keadaan Perencanaan program yang baik harus mengungkapkan hasil analisis fakta dan keadaan yang lengkap. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan ( National Food Crops Extension Project/ NFCEF). di mana. Sejalamn dengan itu proyel . Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. System kerja LAKU mengalami perluasan baik perluasan wilayah maupun komoditinya. identifikasi masalah. rencana kerja. analisis dan evaluasi fakta-fakta. 1993). Tujuan yang ingin dicapai dalam penyuluhan pertanian haruslah menjanjikan perbaikan kesejahteraan atau kepuasan masyarakat sasarannya (Mardikanto. Kalender kerja. 2009). Program. jelas dan menjamin keluwesan. yaitu suatu acara kegiatankegiatan yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan pelaksanaan program secara efisien yang menyangkut tentang bagaimana. pelaksanaan kegiatan. Kegiatan perencanaan penyuluhan pertanian dipergunakan untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian maka di dalam perencanaan tersebut.Penyuluhan pertanian dapat dikatakan baik apabila diukur berdasarkan ukuran-ukuran dalam hal analisis fakta dan keadaan. Pemilihan masalah berlandaskan pada kebutuhan hasil analisis fakta dan keadaan biasanya menghasilkan berbagai masalah baik masalah yang sudah dirasakan maupun belum dirasakan masyarakat setempat. F. perumusan tujuan dan/atau sasaran-sasaran. Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian System kerja LAKU ( Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit ) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . yaitu suatu rencana kerja yang disusun menurut urutan waktu dalam kegiatan penyuluhan petanian yang akan dilakukan (Anonim. 1996).

surat menyurat secara perorangan. Penggolongan berdasarkan hubungan jumlah dan penggolongan dari pada sasaran adalah metoda berdasarkan perorangan. demonstrtasi cara/hasil. penyuluh pertanian cepat mengetahui masalah yang ada di petani dan cepat memecahkannya. sikap dan ketrampilan petani. a. di saung. perlombaan. Penyuluhan pertanian sejak tahun 1976. penyuluh pertanian secara teratur mendapat tambahan pengetahuan/ kecakapan. Metode dengan pendekatan masal. misal kunjungan ke rumah petani. belajar perorangan. 2008). dan peternak. serta belajar praktek (Mardikanto. Salah satu pendekatan pembangunan dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yaitu petani. misalnya rapat (pertemuan umum). Metoda Penyuluhan Pertanian Metoda penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu metoda-metoda yang langsung (direct Communication/face to face Communication) dan metoda-metoda yang tidak langsung (indirect Communication). dan d. kursus tani. menggunakan pendekatan latihan dan kunjungan (LAKU). 2. di balai desa. 2008). Beberapa aspek positif sistim kerja LAKU diantaranya yaitu. sikap dan keterampilan. c. siaran . pekebun. dan lain-lain). sehingga pada tahun 1984 Indonesia mencapai swasembada beras.NFCEP diganti dengan NAEP (National Agricultural Extesion Project) 1984). demonstrasi pilot. dan musyawarah/diskusi kelompok/temu karya. Peningkatan kualitas sumber daya Manusia tersebut diupayakan antara lain melalui penyuluhan pertanian (Anonim. beserta keluarga intinya. misalnya pertemuan (di rumah. (Benor and Bexter. Sistem tersebut ternyata sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan. penyelenggaaan penyuluhan pertanian mendapatkan supervisi dan pengawasan yang teratur (Sinar Tani. Metoda dengan pendekatan kelompok. b. 2006). penyuluhan dilaksanakan melalui pendekatan kelompok.

model. pesan yang terproyeksi : seperti film/slide tanpa penjelasan vocal atau bisu. folder. Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. film strip). poster). 3. Metode-metode yang disampaikan melalui pendengaran. serta pertunjukan Kesenian (Anonim. Evaluasi ini dilakukan secara sistematik dan obyektif serta terdiri dari evaluasi saat kegiatan berlangsung sebelum kegiatan dimulai dan sesudah kegiatan selesai. Monitoring dimaksudkan untuk memastikan ketepatan sumberdaya penyuluhan pertanian serta pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyuluhan sesuai dengan jadwal kerja dan hasil yang . diagram. slide film. perlengkapan ruangan. sebaiknya berupa alat bantu dan alat peraga berupa bentuk riil yang dapat disediakan dan dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. brosur. pemuatan film/slide. penyebaran bahan tulisan (brosur. 2009). pemasangan Poster dan Spanduk. alat tulis. misalnya pesan yang tertulis. efektifitas dan dampak dari suatu kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan tujuan yang diharapkan. ceramah. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. 2003).pedesaan melalui radio/TV. misalnya siaran pedesaan melalui radio/TV. pidato. specimen. histogram). Perlengkapan yang disediakan. Macam alat peraga. Benda yang digolongkan lagi seperti sampel. hubungan telepon. Macam alat bantu penyuluhan antara lain kurikulum. Perlengkapan Penyuluhan Tersedianya perlengkapan penyuluhan (alat bantu dan alat peragaan terutama yang berkaitan dengan: penglihatan/pencahayaan. diraba atau dirasakan oleh indera manusia. 2008). G. leaflet. booklet dan sebagainya). 2004). barang cetakan (pamflet. dan pendengaran). Penggolongan berdasarkan indera penerima adalah metoda-metoda yang dilakukan dengan jalan melihat. serta proyektor (Apriantono. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dimaksudkan untuk menilai evisiensi. pesan yang bergambar. leaflet. bar. grafik. booklet. lembar-lembar persiapan penyuluhan. gambar yang diproyeksikan (transparansi sheet. bagan/skema (Mardikanto. lambang Grafika. papan tulis atau papan penempel. rapat (Julianto. (line.

Materi yang di supervisi antara lain. 2004). dan desa. rencana kerja penyuluh di tingkat provinsi. rencana kerja penyelenggara pelatihan. materi pelatihan yang diberikan oleh penyelenggara. 2005). .ditargetkan dan mengambil tindakan koreksi yang diperlukan bila terjadi penyimpangan dalam proses yang sedang berjalan (Deptan. merupakan pejabat yang berwenang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan di tingkat provinsi. kabupaten/kota. harus dapat mengecek apakah asumsi-asumsi yang dibuat pada tahap perencanaan masih valid. dan desa. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dibantu oleh Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. serta kesesuaian jadual pelaksanaan dan materi pelatihan yang telah direncanakan. Badan pelaksana penyuluhan pertanian. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi disesuaikan dengan jadual kegiatan sistem kerja dan kegiatan penyuluhan pertanian lainnya yang dianggap perlu di Wilayah Kerja BPP (Apriantono. kecamatan. harus dapat mengindikasikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam implementasi kegiatan. Yang harus diperhatikan dalam Evaluasi dan Monitoring adalah harus dapat menunjukkan apakah kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana. 2002). Badan Koordinasi Penyuluhan provinsi. kabupaten/kota. kecamatan. Evaluasi dan monitoring sangat penting dilakukan karena dapat melihat sampai sejauh manakah program pendampingan tersebut. serta harus dapat menilai apakah kegiatan masih relevan dengan kebutuhan penerima manfaat/sasaran (Anonim. Balai Penyuluhan Kecamatan.

Administrasi Penyuluhan Pertanian 1. Jumlah Tenaga Penyuluh di Kabupaten Sukoharjo Tahun No 1 2 3 Tahun 2007 2008 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 84 84 94 2007-2009 THL (Tenaga Harian Lepas) 11 29 23 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di Kabupaten Sukoharjo tahun 2007 PNS sebanyak 84. Pelaksanaan Penyuluhan Dan Komunikasi Pertanian Di Lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten A.III. Tabel 2. THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 11. . THL (Tenaga Kerja Lepas) sebanyak 29. Administrasi Personalia Jumlah penyuluh di Kabupaten Sukoharjo dapat dilihat dalam tabel: Tabel 1. tahun 2009 PNS sebanyak 94. THL (Tenaga Kerja Lepas) 23. Jumlah Tenaga Penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 No 1. tahun 2008 PNS sebanyak 84. Tahun 2009 Jumlah Penyuluh (PNS) 10 THL (Tenaga Harian Lepas) 2 Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah tenaga penyuluh di BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Palakarto Tahun 2009 yang PNS ada 10 orang dan yang THL ada 2 orang.

dan b. melaksanakan. Petugas BPP kecamatan mempunyai wewenang penuh untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh Petugas BPP kecamatan. B. penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. Pengendalian penyuluhan dilakukan di kabupaten melalui DENFAM dengan batas 5 ha dan melalui DEMPLOT (Demonstrasi Plotting) dengan dibatasi 1ha.2. Administrasi Keuangan Administrasi sering diartikan segala kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau persuratan. sehingga untuk memacu kelancaran kegiatan-kegiatan penyuluhan. pasal 6 yang memuat bahwa: 1. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. mengorganisasi. yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. . Kebijakan Penyuluhan Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. Administrasi sebagai manajemen operasi atau salah satu fungsi manajemen untuk merencanakan. dan kehutanan. 2. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan mengawasi fungsi-fungsi manajemen yang lain. Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. Mengenai masalah pendanaan UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto sama sekali tidak mengelola. Bab IV. Pengendalian Penyuluhan di Desa Polokarto. perikanan. dan Kehutanan. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah. mengkoordinasi. Perikanan.

program penyuluhan nasional. atau bupati/walikota C. yang sejalan denagn kebijakan dan progaram penyuluhan provinsi dan nasional. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Kelembagaan penyuluhan pertanian adalah suatu lembaga yang bertugas untuk mendukung dan memperlancar kegiatan penyuluhan pertanian sehingga kegiatan penyuluhan yang terjadi di lapangan menjadi lebih efektif. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan 5. gubernur. Nama Lembaga Badan Pengembangan SDM Tingkat Pusat Tugas / Fungsi Menyusun kebijakan nasional.serta pembiayaan penyuluhan Menyusun kebijakan dan program penyuluhan provinsi dan sejalan dengan kebijakan dan program penyuluhan nasional Menyusun kebijakan dan program penyuluhan kabupaten. Menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten/kota Menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi 2. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian No 1. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. Pos Penyuluhan Desa Desa . Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi 3. Tabel 4. standarisasi dan akreditasi penyuluh. Badan Pelaksana Penyuluh Kabupaten 4.3. sarana dan prasarana.

Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Pengenalan wilayah kerja penyuluh dimulai dari pengenalan wilayah desa tempat sasaran penyuluhan disebut dengan orientasi desa meliputi karakterisik desa dan potensinya. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. E. lahan pertanian beserta monografinya. Penyuluh Slamet Riyadi Wilayah Kerja Polokarto Masa Kerja 1 tahun Teknik Pengenalan mendapatkan dari kecamatan Sumber : Data Sekunder Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi. Kecamatan. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. dan Desa. Propinsi. D. Bimbingan tersebut meliputi kunjungan ke desa. kelompok tani. Kabupaten. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior. Di tingkat Pusat bernama Badan Pengembangan SDM yang terdiri atas satu lembaga. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian No 1. Tabel 5.dengan program penyuluhan Sumber : Data Sekunder Lembaga penyuluhan pertanian ada di tingkat Nasional. Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. kemudian ke kelompok tani serta peninjauan lapangan. bapak kepala desa. di tingkat Kabupaten bernama Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian yang terdiri dari satu lembaga. di tingkat desa bernama Pos Penyuluhan Pertanian Desa. di tingkat Propinsi bernama Badan Koordinasi Penyuluh yang terdiri atas satu lembaga. Perencanaan Program / Programa Penyuluhan Pertanian bimbingan . beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut. di tingkat Kecamatan bernama Balai Penyuluhan Pertanian yang teridri dari satu lembaga.

Perencanaan tersebut berupa perencanaan program. rencana kerja. Sistem Kerja Penyuluhan Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian meliputi sistem kerja penyuluhan pertanian dan implementasi yang digunakan di lapangan. Tabel 6. Tahap Perencanaan Program Penyuluhan No Tahap Perencanaan Proses/ Pelaksanaan Melihat potensi wilayah sasaran dalam monografi Analisis kondisi secara langsung Sumbang saran dalam pertemuan Penyampaian solusi permasalahan Gerakan bersama. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. metoda penyuluhan pertanian di lapangan. dan kalender kerja. Sistem Penyuluhan Keterangan LAKU (Latihan dan Sistem ini memiliki rencana kerja dalam setahun. Kecamatan Polokarto. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 1. Kunjungan) penyuluh mengunjungi petani secara teratur .Program penyuluhan yang baik membutuhkan perencanaan yang baik agar kegiatan penyuluhan tersebut dapat berjalan secara efektif. 1. F. aktif terjun langsung Menelaah hasil praktek di lapangan 1 Observasi data 2 Observasi lapangan 3 PRA/ Usulan/ permasalahan 4 Diskusi 5 Praktek di lapangan 6 Diskusi lanjut Sumber : Data Sekunder Tabel 6 menjelaskan tentang tahap-tahap perencanaan penyuluhan dan proses-proses pelaksanaan secara nyata di lapangan. Tabel 7. berbagai perlengkapan berupa alat bantu dan alat peraga penyuluhan pertanian yang mendukung kegiatan penyuluhan agar menjadi efektif. Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto.

antara lain kurikulum. Kabupaten Sukoharjo yakni terdapat metode pendekatan kelompok yang teknik pelaksanaanya melalui kelompok tani dan metode pendekatan individu. Sedangkan sistem penyuluhan pertanian yang paling efektif dilaksanakan yaitu sistem LAKU. alat tulis. Alat peraga adalah alat atau benda yang dapat diamati. serta proyektor. 2. perlengkapan ruangan. Kecamatan Polokarto. Metode Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. agar kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif Tabel 8. 3. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian Alat bantu penyuluhan pertanian merupakan alat yang digunakan dalam penyuluhan sehingga kegiatan penyuluhan menjadi lebih efektif.2. yaitu dengan mengadakan latihan dan kunjungan. papan tulis atau papan penempel. lembar-lembar persiapan penyuluhan. yang berfungsi sebagai alat untuk memeragakan dan atau menjelaskan uraian yang disampaikan secara lisan oleh penyuluh . Metode Pendekatan kelompok Pendekatan individu Teknik Pelaksanaan Melalui kelompok tani Dengan mengadakan kunjungan latihan dan Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa metode penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. 3. 2. Metode Penyuluhan Pertanian Metode penyuluhan pertanian adalah cara penyuluh mendekatkan dirinya kepada sasaran. Pertemuan Diskusi Mengadakan pengarahan terhadap kelompok tani Membahas permasalahan yang dihadapi petani. 1. ada sesi tanya jawab Sumber : Data Primer Tabel di atas menunjukkan bahwa sistem kerja penyuluhan pertanian di tingkat Desa Polokarto yaitu menggunakan sistem pertemuan dan diskusi. kecamatan Polokarto. diraba atau dirasakan oleh indera manusia.

Kecamatan Polokarto. Pelaksanaan Penyuluhan Hasil Penyuluhan Indikator Tepat sasaran Keterangan Sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi petani petani dalam 2. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian Monitoring dan Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu langkah dalam kegiatan penyuluhan pertanian agar program-program yang telah dilaksanakan tidak melenceng dari tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. 3. Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. Selain itu digunakan pula Buku panduan yang berisi materi yang akan disajikan. G. Tabel 10.guna membantu proses belajar mengajar sasaran penyuluhan agar materi penyuluhan lebih mudah diterima dan dipahami oleh sasaran penyuluhan yang bersangkutan. Berisi materi yang akan disajikan Memperjelas tujuan penyuluhan Sumber : Data Sekunder Tabel di atas menunjukkan bahwa perlengkapan penyuluhan pertanian terdiri dari Microphone dan sound system sebagai pengeras suara. Tujuan dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi adalah memperbaiki sistem kerja dari penyuluh sehingga menjadi lebih baik dan terarah. Tabel 9. Monitoring (Pemantauan) dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 No. 1. Perlengkapan (Alat Bantu Dan Alat Peraga) Penyuluhan Pertanian di Desa Polokarto. Banyak sedikitnya Keaktifan diskusi yang terjadi penyuluhan Sumber : Data Primer . Alat Bantu Mikrophone dan Sound system Buku Panduan Benih padi Alat Peraga Fungsi Sebagai alat pengeras suara 2. Sehingga penyuluhan dapat berjalan dengan efektif. Program 1.

. yang indikatornya tergantung banyak sedikitnya diskusi yang terjadi atau keaktifan petani dalam penyuluhan.Berdasarkan tabel. sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. monitoring (pemantauan) dan evaluasi penyuluhan pertanian di Kabupaten Sukoharjo yaitu menggunakan program pelaksanaan penyuluhan yang tepat sasaran. Selain itu terdapat program hasil penyuluhan.

PEMBAHASAN A. 16 tahun 2006 setelah di Kecamatan dibentuk BPP seharusnya ada otonomi tentang pembiayaan dimana BPP tersebut harus bisa mengolah sendiri biaya yang akan digunakan untuk kelangsungan kegiatan penyuluhan pertanian.000.00 untuk masing-masing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan. Perikanan. Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan. Kecamatan Polokarto dilakukan oleh pihak-pihak yang bertugas di BPP. Kebijakan Penyuluhan di tingkat Kabupaten Sukoharjo diatur dalam Undang-Undang No16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Kenyataannya di lapangan. Pembiayaan penyuluhan pertanian di Desa Polokarto ini dibantu oleh pemerintah pusat tetapi besarnya biaya yang diberikan pemerintah pusat tidak dikeahui secara pasti. Administrasi Penyuluhan Administrasi Penyuluhan Pertanian yang ada di Desa Polokarto.IV. pasal 6 yang memuat bahwa: 1. Kebijakan Penyuluhan Pertanian Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistemsistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkanswasembada pangan khususnya beras. Bab IV. Bagi penyuluh hanya ditransfer sejumlah Rp 250. dan Kehutanan. . Pengendalian penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Polokarto. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana. Sedangkan dananya berasal dari kabupaten. B. Sesuai dengan UU no. jagung dan kedelai serta dengan menganekaragamkan menu pangan non beras. Kecamatan Polokarto berdasarkan atas pembiayaan dan pengendalian penyuluhan. Hal ini berkaitan dengan dibentuknya BPP ini maka kegiatan pengendalian sepenuhnya dilakukan oleh BPP sebagai lembaga Penyuluhan yang bertangungjawab di tingkat Kecamatan. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. Kebijakan penyuluhan ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan asas dan tujuan sistem penyuluhan. bahwa petugas penyuluh pertanian dalam pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan kerjasama dan saling mengoreksi satu sama lain.

penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian. Kecamatan Polokarto dilaksanakan sesuai dengan ketetapan dari instansi Kabupaten maupun propinsi. Dalam menetapkan kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. Kecamatan Polokarto yang telah mencakup asas dan tujuan sistem penyuluhan yaitu memberikan pengetahuan. 3. yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan programa pada tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan. diharapkan dapat mengkoordinir kegiatan penyuluhan dengan baik dan berjalan sesuai dengan fungsi dari kelembagaan penyuluhan pertanian tersebut. Kelembagaan penyuluhan di Desa Polokarto. dan kehutanan. Hal ini terlihat dari pelaksanaan penyuluhan di Desa Polokarto. di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh. memungkinkan tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda. . di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh. Adanya kelembagaan penyuluhan di tiap tingkat daerah. baik secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama. Di tiap tingkat daerah membutuhkan jumlah penyuluh yang berbeda – beda karena didasarkan pada tugas yang dijalankan maupun luas wilayah kerja. Kecamatan Polokarto telah berjalan cukup baik. gubernur. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan menteri. penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah.2. atau bupati/walikota. Pelaksanaan Penyuluhan di Desa Polokarto. Sehingga bila di tiap tingkat daerah terdapat penyuluh yang cukup maka. Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. perikanan. dan b. kemampuan kepada petani untuk dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. Hal ini terlihat dari terdapatnya lembaga-lembaga penyuluhan dari tingkat desa sampai tingkat Kecamatan. di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa. C.

Beliau menjadi penyuluh sejak tahun 2008 yang lalu. Di sisi lain. Pada tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian yang bertugas menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten. seharusnya dalam wilayah yang sangat luas ditanggung lebih dari satu orang penyuluh. . Dalam melakukan penyuluhan Bapak Slamet Riyadi terdapat beberapa pihak yang membantu antara lain kelompok tani. lahan pertanian beserta monografinya. beserta perangkat desa berperan sebagai sumber informasi penyuluhan tersebut. Pengenalan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian Penyuluh di desa Polokarto ini bernama Bapak Slamet Riyadi. Hal-hal yang perlu dikenali dalam kunjungan bimbingan ini adalah ketua kelompok tani. Masalah yang kadang dialami oleh penyuluh adalah terlalu luasnya wilayah yang ditanggung sehingga tidak efektif dalam melakukan penyuluhan. Masalah-masalah yang dihadapi lembaga-lembaga pada tingkat kecamatan dan desa dapat disebabkan dana yang diberikan dari kabupaten mengalami kemacetan. bapak kepala desa. Untuk mengatasi masalah tersebut.Pada tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa yang bertugas menyusun perencanaan penyuluhan yang terintegrasi dengan program penyuluhan. Bimbingan tersebut dilakukan selama satu minggu. lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani. Cara mengatasi permasalahan itu yaitu selalu melakukan koordinasi dengan tingkat kabupaten agar dana yang yang telah dianggarkan untuk kegiatan penyuluhan desa dan kecamatan tidak mengalami hambatan dalam hal pelaksanaan kegiatan penyuluhan. D. permasalahan yang dialami masyarakat bisa segera tertangani tanpa terhalang oleh wilayah yang luas. Perencanaan Program / Program Penyuluhan Pertanian Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun. Sehingga dalam memberikan poenyuluhan lebih efektif dan masyarakat juga bisa menerapkan materi yang diberikan tepat waktu. Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. E. Hal ini berakibat kegiatan-kegiatan penyuluhan yang dirancang oleh masing-masing lembaga menjadi terhambat. Beliau melakukan pengenalan wilayah kerja dengan cara mendapatkan bimbingan dari kecamatan yang didampingi oleh penyuluh senior.

Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. Selain itu pelatihan bagi petani di Desa Polokarto dengan adanya kunjungan dari kelompok tani dari daerah lain. Penerapan sistem kerja LAKU diantaranya dengan pelaksanaan penyuluhan melalui pendekatan kelompok yaitu penyuluh menyesuaikan materi dengan kebutuhan dan kesulitan yang dihadapi petani. F. Setiap proses di masing-masing tingkat terdapat proses legitimasi agar kebijakan dan program itu sah secara undang-undang. latihan dan kunjungan yang berasal dari kelompok tani dari daerah lain. Kegiatan diskusi untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan inovasi yang akan diterapkan. dan pengolahan tanah sawah. telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Ceramah merupakan metoda bagi penyuluh untuk menyampaikan inovasi pertanian kepada petani di desa setempat. Pada Kecamtan Polokarto yang dilibatkan dalam legitimasi adalah Camat dan Koordinator Penyuluh. misal . persemaian. Pada tingkat desa orang-orang yang dilibatkan antara lain Lurah.Proses penyelesaian itu berupa perumusan perencanaan program penyuluhan dari tingkat desa yang akan membawa program itu ke tingkat Kecamatan. Kegiatan praktik ini dapat menjadi pertimbangan apakah . Praktik merupakan kegiatan untuk menerapkan inovasi yang telah disampaikan dan telah didiskusikan bersama. setelah dari tingkat Kecamatan lalu ke timgkat Kabupaten. Pada tingkat Propinsi melibatkan Gubernur dan Dinas Pertanian tingkat Propinsi. Sedangkan untuk tingkat pusat melibatkan Presiden dan Departemen Pertanian sebagai pengambil kebijaksanaan pertanian. Tingkat Kabupaten melibatkan Bupati dan Dinas Pertanian. Kemudian dari tingkat Propinsi perencanaan program tersebut akan di susun atau dibahas di tingkat pusat sehingga akan muncul beberapa kebijakan dan program untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. pengamatan OPT tikus. SLPTT. Pokok-pokok yang tercantum dalam Program Penyuluhan antara lain mengenai pengunaan benih unggul berlabel. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . selanjutnya membawa perencanaan program tersebut ke tingkat Provinsi. Pada tingkat Kecamatan melibatkan Camat dan para penyuluh pertanian. Diskusi merupakan komunikasi dua arah untuk membahas inovasi yang telah disampaikan oleh penyuluh. diskusi dan praktek. dan perangkat desa.

. Hal yang dievaluasi antara lain jam kerja penyuluh dan hasil kegiatan penyuluhan. Sifat wajib ini diharapkan agar proses monitoring dapat dilaksanakan secara rutin dan berkala. Hal ini bertujuan setelah petani mengetahui keunggulan suatu benih padi. Penyuluhan tersebut berlangsung dengan menggunakan metode kelompok dengan teknik diskusi yang menjelaskan tentang materi penyuluhan yang disampaikan. Monitoring yang dilakukan dari tingkat Kabupaten biasanya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga hal ini juga dapat dikatakan sebagai sidak penyuluhan. Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok tani atau langsung di lahan pertanian.inovasi terus diterapkan atau sebaliknya. Pelaksanaan secara rutin dan berkala dapat meningkatkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Pihak yang dilibatkan dalam proses monitoring dan evaluasi dalah penyuluh dan petani. Kecamatan Polokarto. Koordinasi ini bersifat wajib bagi pelaksana monitoring. maka petani diharapkan mau menggunakan benih yang diberikan dari tingkat pusat. Jika penerapan inovasi tersebut dipandang bermanfaat dan menguntungkan bagi petani maka inovasi tersebut akan terus diterapkan. G. Monitoring dan Evaluasi Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. Efetkivitas dari para penyuluh tersebut dapat meningkatkan tingkat keberhasilan dari program penyuluhan pertanian. Materi yang dibahas dapat keunggulan suatu benih padi. Proses monitoring sendiri dilakukan dengan berbagai cara antara lain turun langsung ke lapangan saat penyuluhan dilakukan. Tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah meningkatkan efektivitas kerja dari penyuluh pertanian. Penyuluhan pertanian di Desa Polokarto. Hal ini dapat diatasi dengan koordinasi setiap minggu di tingkat kabupaten. Kendala yang dihadapi dalam proses monitoring adalah koordinasi antar pihak kabupaten sehingga proses monitoring menjadi tidak berjalan sesuai dengan program monitoring.

Dana bagi penyuluh berasal dari kabupaten. Tingkat kelembagaan penyuluhan pertanian di Indonesia ada 5 tingkatan. yaitu dari tingkat nasional ada Badan Pengembangan SDM. 4. konsumsi serta distribusi dengan jalan memberdayakan masyarakat pertanian sehingga dapat tercapai pertanian yang tangguh.00 untuk masingmasing penyuluh demi kelancaran kegiatan penyuluhan. Di Desa Polokarto hanya terdapat satu orang penyuluh saja yang mendampingi dalam memecahkan segala permasalahan bidang pertanian yang dirasakan oleh petani. karena UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto hanya bertindak sebagai pelaksana. Di tingkat kecamatan untuk pembiayaan kegiatan penyuluhan. lalu dari masalah-masalah itu direncanakan cara-cara penyelesaian masalah yang dihadapi petani. mandiri menuju agroindustri. 5. 2. Kesimpulan 1. di tingkat kabupaten / kota ada Badan Pelaksana Penyuluh. .V. UPTD Pertanian Kecamatan Polokarto tidak mengalokasikan dana.000. Proses perumusan perencanaan program penyuluhan yang selama ini di praktekkan adalah melakukan penyuluhan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. di tingkat provinsi ada Badan Koordinasi Penyuluh. Basis pertanian bertumpu pada aspek produksi. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. di tingkat kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian dan di tingkat desa terdapat Pos Penyuluhan Desa. Program-program yang dilaksankan oleh Penyuluh Pertanian terdiri dari tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan dari program yang telah disusun. Arah kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan pertanian adalah membangaun sistem-sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan pasar dengan menempatkan swasembada pangan khususnya beras. dan hanya ditransfer sejumlah Rp 250. 7. 6. jagung dan kedelai serta dengqan menganekaragamkan menu pangan non beras. 3.

B. 10. Metoda yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian melalui ceramah. 9. Masyarakat petani seharusnya lebih terbuka dalam menerima inovasi yang diberikan oleh penyuluh agar dapat membantu terwujudnya program ataupun kebijakan penyuluhan pertanian.8. Sistem kerja LAKU (Latihan Dan Kunjungan / Trainning And Visit) yang diterapkan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian . Rekomendasi Berdasarkan hasil pembahasan yang diperoleh dari Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dapat direkomendasikan hal-hal sebagai berikut : 1. diskusi dan praktek. Penyuluh seharusnya lebih aktif dan komunikatif dalam penyampaian materi penyuluhan. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kegiatan penyuluhan. seperti memberikan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. . telah di laksanakan di Indonesia sejak tahun 1976 melalui Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan (National Food Crops Extension Project/ NFCEF). Proses monitoring dan evaluasi penyuluhan dilakukan oleh kelompok pejabat fungsional yang berada pada tingkat Kabupaten. 2. 3.

http://masarip. http://www. Diakses 15 Juni 2009.wordpress.wordpress. 2009. Totok. Diakses 15 Juni 2009. 2003. Perlengkapan Penyuluhan.com/2008/12/21/softskill-dan-strategi-komunikasi-pertanian/ . .friendster. Ari Julianto.or.wsmulyana. Redefinisi dan Revitalisasi Penyuluhan Pembangunan. 2009.id /research_agenda/ article.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Metode Penyuluhan. Diakses 15 Juni 2009 Anonim.blog. Diakses 15 Juni 2009 Mardikanto. dalam Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. 2008. 2009. Teori Difusi Inovasi .php?id=256 .coremap.com/2009/01/25/teori-difusiinovasi/ .com/ 2007/09/metode-penyuluhan. http://ronawajah. http://www. Soft Skill dan Strategi Komunikasi Pertanian. IPB Press – Bogor Slamet Mulyana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful