P. 1
Beralih Dari Pohon Faktor

Beralih Dari Pohon Faktor

|Views: 86|Likes:
Published by Fathur Rohman

More info:

Published by: Fathur Rohman on Sep 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/21/2014

pdf

text

original

BERALIH DARI POHON FAKTOR oleh : Abdullah Hasan, Fathur Rohman dan Mar’atus Sholiha Angkatan 2013 kelas

A A. Rumusan Masalah Matematika dapat kita pahami sebagai suatu ilmu dalam pendidikan atau sekolah. Matematika sebagai ilmu dapat di pahami sebagai suatu disiplin ilmu yang memiliki sifat tertentu, seperti: pola berpikir DeduktifAksiomatis, memiliki objek kajian yang abstrak dan yang lainnya. Sedangkan matematika dalam pendidikan biasanya di format dalam bentuk sedemikian rupa sehingga siswa mampu memahami matematika lebih sederhana, seperti: pola berpikir yang cenderung Induktif-Empiris yang artinya siswa di berikan beberapa contoh yang menghasilkan bentuk umum dari persamaan tertentu, objek kajiannya diupayakan ada di dunia nyata atau real dengan menghadirkan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari, dan sebagainya. Menurut Jenning dan Dunne (dalam Suharta, 2004:1), mengatakan bahwa kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika ke dalam situasi kehidupan nyata, ditambah kegiatan rutinitas guru yang dalam pembelajarannya di kelas tidak mengaitkan dengan skema yang telah dimiliki oleh siswa dan siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan kembali dan mengkonstruksi sendiri ide-ide matematika serta siswa dalam belajar matematika terpisah dari pengalaman mereka seharihari, sehingga membuat anak akan cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikan matematika. Selain masalah di atas, masalah matematika yang sering muncul adalah pada tingkatan tertentu materi sudah disampaikan dan siswa sudah dinyatakan mampu menyelesaikan, namun pada kenyataannya siswa tersebut tidak mampu menyelesaikannya. Sebagai contoh : siswa kelas VII yang mendapat pertanyaan mengenai mencari Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari suatu bilangan, kondisi idealnya adalah siswa mampu menyelesaikan itu karena konten materi ini sudah dipelajari dijenjang Sekolah Dasar kelas IV. Namun pada kenyataannya siswa tidak mampu menyelesaikannya. Hal ini terjadi dimungkinkan oleh pelaksanaan pembelajaran yang tidak bermakna sehingga membuat siswa akan cepat lupa. Dengan mempertimbangkan permasalahan tersebut maka penulis ingin menyampaikan strategi lain yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) agar siswa lebih mudah dalam memahaminya. B. Pembahasan

Pada proses pembelajaran matematika di sekolah, guru dalam menjelaskan konsep faktorisasi prima (prime decomposition), banyak menggunakan konsep pohon faktor atau yang biasa sering dikenal dengan “factor

trees”. Ini didasarkan pada banyaknya penelitian yang menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam mengajarkan faktorisasi prima menggunakan pohon faktor kepada siswa. Metode ini memiliki kelemahan karena guru dalam menyampaikan tidak menggunakan alat peraga dan sedikit memberikan tekanan pada pemahaman konsep. Mereka pada umumnya dapat membuat pohon faktor tetapi tidak dapat mengaplikasikan konsep pohon faktor ini ke dalam konteks kehidupan sehari-hari. Melihat permasalahan di atas, maka penulis menawarkan strategi lain dalam memahamkan siswa tentang faktorisasi prima dengan memanfaatkan alat peraga yang berupa kartu bilangan, sehingga dengan adanya alat tersebut dapat membantu pemahaman siswa terhadap faktorisasi prima. langkah-langkah yang dilakukan dalam menggunakan kartu bilangan prima adalah  Gunakan kartu bilangan prima tersebut untuk memfaktorisasi bilangan-bilangan dan menemukan semua faktor dari bilangan yang diberikan  Kenali dan kembangkan definisi dari FPB (faktor persekutuan terbesar), KPK (kelipatan persekutuan terkecil), faktor dan kelipatan  Rasionalkan keterbagian tanpa harus membagi bilangan  Menguraikan dan menyelesaikan pertanyaan Menentukan Faktor Aktifitas yang perlu dilakukan dalam menentukan faktor :  menemukan faktor-faktor dari suatu bilangan menggunakan faktorisasi prima  menggunakan bingkai atau tabel untuk membangun faktor-faktor dalam pasangan contoh 1 : mencari faktor dari 56 ? faktor-faktor dari 56 dengan faktorisasi prima adalah 2, 2, 2, 7 sebuah bingkai yang mengilustrasikan faktor dari 56 adalah 1 dan 56; 2 dan 28; 4 dan 14; 7 dan 8 Faktor pertama 2 2 2 7 contoh 2 : mencari faktor dari 36 ? faktor-faktor dari 36 dengan faktorisasi prima adalah 2, 2, 3, 3 sebuah bingkai yang mengilustrasikan faktor dari 36 adalah 1 dan 36; 2 dan 18; 3 dan 12; 4 dan 9; 6 dan 6 Faktor kedua 2 2 2 7 2 2 7 2 7 2 2 2

Faktor pertama 2 3 2 2 2 3

Faktor kedua 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3

Menentukan FPB dan KPK Dimulai dengan membuat diagram ven dan meletakkan kartu didalamnya Contoh : Menentukan FPB dan KPK dari 56 dan 36 ?

2 2 7 2

2 2 3
3

2 2 2 7 2 2 3 3

Dengan menggunakan diagram tersebut diperoleh FPB adalah hasil kali bilangan prima yang ada pada irisan yaitu 22 = 4, sedangkan KPK adalah hasil kali dari semua bilangan pada gabungan diagram ven yaitu 23 . 32 . 7 = 504

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->