P. 1
PENGERTIAN ILMU KIMIA

PENGERTIAN ILMU KIMIA

|Views: 53|Likes:
Published by Timothy Abdiel
Chemistry Task-Timothy Abdiel
Chemistry Task-Timothy Abdiel

More info:

Published by: Timothy Abdiel on Sep 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

I.

PENGERTIAN ILMU KIMIA Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang peristiwa atau fenomena yang terjadi dialam, lebih spesifiknya lagi mempelajari tentang materi dan perubahan yang menyertainya. ALAT-ALAT DAN FUNGSINYA a. Labu ukur

II.

Mencampur dan menampung larutan kimia b. Tabung reaksi

Menampung larutan dalam jumlah yang sedikit c. Beaker glass

Menampug larutan dalam jumlah yang banyak d. Gelas ukur

Mengukur volume larutan e. Pipet ukur

f.

Mengukur volume larutan Pipet tetes

Memindahkan beberapa tetes zat cair g. Mortar dan alu

Menggerus dan menghaluskan suatu zat h. Erlenmeyer

i.

Menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil penyaringan. Pembakar spirtus

j.

Membakar zat atau memanaskan suatu larutan Batang pengaduk

Mengaduk larutan k. Kertas saring

l.

Menyaring larutan Rak tabung reaksi

Tempat tabung reaksi m. Bola hisap

Menghisap larutan yang akan diukur n. Corong

Menyaring cairan kimia o. Buret

Mengeluarkan larutan dalam volume tertentu p. Pipet gondok

Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu

q. Lemari asam

r.

Menyimpan larutan yang bersifat asam Oven

Mengeringkan peralatan yang akan digunakan s. Neraca

t.

Mengukur jumlah zat yang diperlukan Bunsen

Keperluan penggunaan api u. Centrifuge

Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan v. Eksilator

Mendinginkan zat w. Corong pisah

Memisahkan larutan dan gas

III.

KESELAMATAN KERJA a. Jagalah agar semua senyawa dan pelarut jauh dari mulut, kulit, mata dan pakaian. b. Hindarilah dari menghirup uat atau debu. Untuk mencium gas kibaskas gas menggunakan tangan sampai bau tercium. c. Jangan mencicipi atau membawa makanan atau minuman dalam laboratorium. d. Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar. e. Menggunakan kacamata pengaman atau gunakan penutup yang lebih besar untuk menutupi seluruh wajah. f. Bagi yang menggunakan lensa kontak berhati-hati agar tidak ada bahan kimia yang masuk ke mata. Zat-zat yang bersifat korosif atau beracun dapat masuk dengan cepat ke bagian belakang lensa kontak, sehingga tidak mungkin dapat dicuci. g. Menggunakan sarung tangan bila diperlukan. Namun perlu diingat kerja menggunakan sarung tangan akan sedikit menghambat pekerjaan terutama dalam merangkai alat. h. Selama bekerja dilaboratorium harus menggunakan baju laboratorium dan harus dikancingkan dengan baik untuk melindungi diri dan mencegah kontaminasi pada baju yang digunakan sehari-hari. Baju laboratorium harus dicuci secara teratur dan berhati bila telah terkontaminasi. i. Jangan memanaskan, mencampur, menuang atau mengocok bahan kimia dekat wajah dan tubuh sendiri ataupun orang lain. j. Jangan mengambil larutan menggunakan mulut, selalu gunakan filer pipet. k. Berhati-hati terhadap asam dan basa kuat khusunya bila dipanaskan dan jangan pernah menambah air ke asam atau basa pekat. l. Bahan-bahan yang menghasilkan gas yang berbahaya harus ditangani di lemari asam dan menggunakan sarung tangan pelindung. Bahan-bahan tersebut antara lain adalah halida fosfor, brom, semua klorida asam, anhidrida asam, asam nitrat berasap, larutan amonia pekat, cairan amonia, belerang dioksida. m. Bahan-bahan kimia yang telah di ambil tidak boleh dikembalikan ke dalam botol stok dan jangan membuang pelarut ke wadah yang telah disediakan terutama bahan-bahan organik. Untuk bahan-bahan yang lain dibuang sesuai petunjuk pembimbing. n. Jangan pernah memanaskan cairan organik meskipun sedikit atau dekat api. Selalu gunakan penangas air atau penangas minyak atau mantel pemanas listrik. Bila bekerja dengan eter, petroleum eter dan karbon disulfida diperlukan perhatian khusus karena bersifat volatil dan mempunyai titik nyala yang rendah, sehingga harus dipastikan tidak ada nyala api atau sumber api. o. Jangan memanaskan cairan atau larutan terutama cairan organik ditempat yang nterbuka. Jika ingin dipanaskan harus menggunakan kondensor yang dapat disusun sebagai refluks atau destilasi. Untuk semua cairan organik jangan pernah menguapkan ke udara. p. Jangan pernah memanaskan sistem tertutup karena dapat terjadi ledakan. q. Beberapa pelarut misalnya eter dan hidrokarbon dapat membentuk peroksida yang eksplosif secara spontan waktu disimpan. Destilasi pelarut yang mengandung peroksida sangat berbahaya, sebab residu peroksida dapat meledak dengan hebat bila dipanaskan. Oleh karena itu pelarut seperti ini tidak boleh diuapkan atau didestilasi. SIMBOL-SIMBOL ZAT

IV.

Bahan kimia ini bersifat racun, bisa menimbulkan kematian atau sakit yang serius bila masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, menghirup uap, bau atau debu atau penyerapan kulit. Misalnya CCl4, H2S, C6H6

Bahan dengan tanda korosif bisa menyebabkan kerusakan jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas. Misalnya H2SO4, HNO3, HCl

Bahan kimia dengan tanda ini artinya bahan ini bisa mudah meledak dengan adanya panas, percikan bunga api, guncangan atau gesekan. Misalnya KClO3, NH4NO3

Bahan kimia dengan tanda ini menunjukan bahan ini menyebabkan iritasi, luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan bila kontak dengan kulit, dihirup atau ditelan. Misalnya NaOH, C6H5OH, Cl2

Bahan kimia dengan tanda ini menunjukkan bahan ini berbahaya bagi lingkungan dan gangguan ekologi. Sebelum dibuang harus melalui proses pengolahan limbah sehingga aman bagi lingkungan. Misalnya tributil timah klorida, tetraklorometan

Bahan kimia dengan tanda ini menunjukkan bahan ini biasanya tidak mudah terbakar tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar dapat meningkatkan resiko terbakar secara signifikan. Bahayanya dapat membakar bahan lain, penyebabnya timbul api atau sulitnya pemadaman api. Misalnya hidrogen peroksida, Kalium perklorat. Untuk keamanan hindari panas, bahan mudah terbakar atau reduktor

Bahan kimia dengan simbol ini mengandung material atau kombinasi material yang dapat memancarkan radiasi secara spontan. Misalnya Uranium, 90Co, Tritium

Bahan kimia dengan simbol ini mengandung gas yang mudah terbakar misalnya acetylene, hidrogen, LPG, CO, ethylene, butana, metana, propana

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->