P. 1
Panduan SQL

Panduan SQL

|Views: 3,101|Likes:
Published by altaf_izzat

More info:

Published by: altaf_izzat on Jun 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2013

pdf

text

original

Laboratorium Database

Page 1 of 55

Panduan Praktikum

Basis Data & Sistem Basis Data

( ORACLE SQL*Plus 3.3 )

By David

1

Laboratorium Database

Page 2 of 55

Daftar isi……………………………..
Daftar isi ………………………………………………………….. 2 Konsep Dasar Basis Data Pengertian SQL, perintah – perintah umum SQL…………..3 ORACLE • • • • • • • • • • • SQL*Plus 3.3 SELECT …………………………………………… 4 Operasi select berdasar kondisi tertentu…………… 11 Nesting function…………………………………… 14 Query dengan multi table ( join ) ……………………19 Group function……………………………………… 22 Subquery…………………………………………… 25 Menspesifikasikan variabel pada saat Runtime …… 28 CREATE TABLE………………………………… 33 Oracle data dictionary……………………………… 41 Memanipulasi data dengan DML ……………………43 Alter table dan Constraint…………………………… 48

By David

2

Laboratorium Database

Page 3 of 55

Panduan Praktikum Basis Data & Sistem Basis Data
Konsep Dasar Basis Data
Basis Data / Database : Adalah kumpulan dari data/table yang terelasi atau saling berhubungan, dimana database tersebut dapat terdiri dari satu table atau lebih. • Table / entity Sekelompok record data, terdiri dari data/informasi yang sejenis • Baris / Record / Tuple / row Kumpulan dari beberapa item/field yang memberikan informasi yang bermanfaat. • Kolom / Field / atribut / column Sebuah item data yang menyusun record / baris / tuple • Primary key Adalah suatu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unique antra record satu dengan record yang lainnya dan juga merupakan suatu atribut yang mewakili setiap kejadian dari entity • Foreign key Adalah suatu atribut atau satu set atribut yang melengkapi suatu relationship dimana atribut tersebut mengacu ke sebuah primary key pada base table ( Induk ) • Constraint Adalah suatu aturan – aturan (batasan) yang berlaku terhadap suatu atribut atau entity DBMS (Database Manajemen System) : Adalah sistem software yang multiguna, yang menyediakan fasilitas untuk mendefinisikan, membangun, dan memanipulasi basis data untuk aplikasi yang beraneka ragam.

Pengertian SQL
Adalah bahasa standar yang digunakan untuk memanipulasi database relational

Perintah – Perintah SQL secara umum
DDL ( Data Definitiom Language ) Digunakan untuk menspesifikasikan skema konseptual Contoh : • Create • Drop

By David

3

Laboratorium Database

Page 4 of 55

Alter

DML ( Data Manipulation Language ) Digunakan untuk melakukan manipulasi data ( setelah dilakukan proses kompilasi skema konseptual), contoh : • Insert • Update • Delete

ORACLE / SQL *Plus 3.3
Adalah tool yang dimiliki oleh Oracle yang digunakan untuk melakukan / mengeksekusi statement SQL dan PL / SQL PERINTAH SELECT • Penggunaan perintah SELECT sederhana Syntax SELECT [ DISTINCT ] FROM [ Table ]; Contoh 1. Menampilkan semua baris dan column (semua data) Dapatkan semua data yang terdapat dalam table s_dept SQL>SELECT * 1 FROM s_dept ; Hasilnya ID 10 31 32 41 50 Sales Operations Administration NAME Finance Sales 2 1 1 REGION_ID 1 1 { *, Column [ Alias ], … }

By David

4

Laboratorium Database

Page 5 of 55

Untuk menampilkan “Struktur table” digunakan perintah sebagai berikut : SQL>DESCRIBE Table_name ; Atau SQL>DESC Table_name ; Contoh Tampilkan struktur table dari Table s_dept ; SQL>DESCRIBE s_dept; Atau SQL>DESC s_dept ; Hasilnya Name ID NAME REGION_ID Null? NOT NULL NOT NULL Type .

NUMBER(7) VARCHAR2(25) NUMBER(7)

2. Menampilkan semua baris dengan memilih kolom yang spesifik / khusus Contoh Dapatkan semua nomor departemen (dept_id), nama pegawai (last_name), dan kode manager (manager_id) dari table s_dept ! SQL>SELECT dept_id , last_name , manager_id 1 FROM s_emp ; DEPT_ID 50 41 31 10 50 41 LAST_NAME Velasquez Ngao Nagayama Quick-To-See Ropeburn Urguhart MANAGER_ID

1 1 1 1 2

By David

5

Laboratorium Database

Page 6 of 55

… 3. Melakukan operasi aritmatika pada column Operasi aritmatika dapat dilakukan untuk colum yang memiliki type data numerik. Operator yang dapat digunakan untuk melakukan operasi tersebut adalah “ +, -, *, / “ Contoh SQL>SELECT last_name, salary, 12*salary+100 1 FROM s_emp ; Hasil dari query tersebut akan menampilkan nama pegawai, gaji, dan colum gaji yang telah dikenai operasi aritmatika dimana data yang ditampilkan adalah gaji pegawai dikalikan 12 lalu ditambahkan dengan 100, sehingga hasil dari query tersebut dapat dilihat sebagai berikut : LAST_NAME Velasquez Ngao Nagayama … SALARY 2500 1450 1400 17500 16900 12 * SALARY + 100 30100

4. Menggunakan Alias untuk mengganti nama column pada saat query dijalankan Secara default, nama column yang ditampilkan pada saat kita melakukan operasi SELECT akan sama dengan apa yang kita tuliskan dalam query, jika diinginkan untuk merubah tampilan nama column agar lebih mudah dipahami, maka column dapat ditampilkan dengan menggunakan nama lain (alias) begitu juga pada table. Contoh SQL>SELECT Em.last_name,Em. salary, 2 12*Em.salary+100 AS Annual_Salary 3 FROM s_emp Em ; atau SQL>SELECT Em.last_name, Em.salary, 12*Em.salary+100 Annual_Salary 2 FROM s_emp Em;

By David

6

Laboratorium Database

Page 7 of 55

LAST_NAME Velasquez Ngao Nagayama …

SALARY 2500 1450 1400

Annual_Salary 30100 17500 16900

Perhatikan bahwa pada column yang menampilkan 12*salary+100 akan ditampilkan dengan nama alias Annual_Salary seprti pada hasil query di atas, sedangkan untuk nama table memiliki nama alias Em. coba bandingkan dengan contoh yang sama sebelumnya. Jika nama alias yang akan ditampilkan terdiri dari beberapa kata, maka harus ditulis dengan diapit oleh tanda “” Contoh SQL>SELECT last_name, salary, 12*salary+100 AS “Annual Salary” 2 FROM s_emp ; 5. Operator penggabungan ( | | ) Operator penggabungan digunakan untuk menggabungkan beberapa column menjadi sebuah column. Penggabungan ini menggunakan operator | | Contoh SQL>SELECT first_name | | ‘ ‘ | | last_name | | ‘, ‘ | | title Pegawai, 2 salary Gaji 3 FROM s_emp ; PEGAWAI Carmen Velasquez, President LaDoris Ngao, VP, Operations Midori Nagayama, VP, Sales Mark Quick-To-See, VP, Finance … GAJI 2500 1450 1400 1450

6. Menangani column yang memiliki nilai NULL Jika suatu column tidak memilik nilai, maka column tersebut disebut sebagai NULL, atau column yang mengandung NULL. NULL tidak sama

By David

7

Laboratorium Database

Page 8 of 55

dengan 0, dan juga tidak sama dengan spasi karena 0 adalah angka dan spasi adalah karakter. Column NULL tersebut juga dapat dikenai operasi aritmatika seperti layaknya column yang memiliki nilai numerik SQL>SELECT last_name, title, salary, salary* commission_pct / 100 Comm 2 FROM s_emp ; LAST_NAME … Havel Magee Giljum Sedeghi Nguyen Dumas Madoro … Fungsi NVL() Fungsi NVL() digunakan untuk merubah column yang mengandung nilai NULL sesuai dengan argumen yang dikehendaki. Perubahan ini hanya bersifat sementaradan tidak permanen, dengan kata lain perubahan ini hanya tampak pada saat query dijalankan. Contoh SQL>SELECT last_name, salary, salary* NVL(commission_pct,0) / 100 2 COMM 3 FROM s_emp ; LAST_NAME … Havel Magee Giljum Sedeghi Nguyen Dumas Madoro … Numerik TITLE Warehouse Manager Sales Representative Sales Representative Sales Representative Sales Representative Sales Representative Stock Clerk COMM 0 140 186.25 151.5 228.75 253.75 0 TITLE Warehouse Manager Sales Representative Sales Representative Sales Representative Sales Representative Sales Representative Stock Clerk COMM

140 186.25 151.5 228.75 253.75

NVL(number,9)

By David

8

Laboratorium Database

Page 9 of 55

Date Char / Varchar2

NVL(date_column,’01-JAN-98’) NVL(character_column,’Unavailable’)

7. Penggunanan keyword DISTINCT ( Data ditampilkan secara Unique ) SQL>SELECT salary 2 FROM s_emp ; SALARY 2500 1450 1400 1450 … Secara default jika kita menjalankan query di atas, maka data dari gaji (salary) akan ditampilkan semuanya ( ditampilkan dengan tidak unique ). Tetapi jika diinginkan untuk ditampilkan secara unique, maka dapat dilakukan dengan menggunakan perintah DISTINCT seperti pada contoh di bawah ini

SQL>SELECT DISTINC salary 2 FROM s_emp ; SALARY 750 795 800 850 …

Perintah DISTINCT juga otomatis akan mengurutkan data yang ditampilkan secara Ascending

DISTINCT dengan multi column

By David

9

Laboratorium Database

Page 10 of 55

Untuk penggunaan DISTINCT yang melibatkan banyak column, maka data yang ditampilkan adalah data unique dari kombinasi column – column yang terdapat dalam query Contoh: SQL>SELECT DISTINC dept_id, title 2 FROM s_emp ; DEPT_ID 41 41 41 42 42 43 TITLE

… Stock Clerk VP, Operations Warehouse Manager Stock Clerk Warehouse Manager Stock Clerk …

8. SQL *Plus Editing Commands
• • •

A[PPEND] : Menambahkan text di akhir baris dari suatu query (SQL Buffer) L[IST] : Menampilkan semua query yang aktif di SQL Buffer R[UN] : Menjalankan query yang aktif di SQL Buffer

9. SQL * Plus File Command
• • • • • •

SAVE

: Digunakan untuk menyimpan query ke dalam Disk ( Media Penyimpanan) GET : Mengambil query yang ada di media penyimpanan dan mengaktifkannya kedalam SQL Buffer START : Menjalankan query yang ada di media penyimpanan @file_name : Sama dengan perintah START EDIT : Mengoperasikan text editor SQL Buffer EXIT : Keluar dari SQL

10. Mengatur format tampilan dengan COLUMN Sintax COL[UMN] [{column_name|alias} {option …}] Option – option yang tersedia • CLE[AR] : Menghilangkan efek dari Column Format • FOR[MAT] : Merubah fornat tampilan suatu column • HEA[DING] text : Mengatur column heading • JUS[TIFY] : Mengatur justify dari column heading

By David

10

Laboratorium Database

Page 11 of 55

• • •

NOPRI[NT] NUL[L] text PRI[N]

: Menghide column : Mengganti dengan text pada column yang NULL : Menampilkan column

Contoh COLUMN last_name HEADING ‘Emloyee | Name’ FORMAT A15 COLUMN salary JUSTIFY LEFT FORMAT $99,999.99 COLUMN start_date FORMAT A9 NULL ‘Not hired’ • Operasi SELECT dengan menggunakan batasan / kondisi tertentu 1. Operasi SELECT dengan menggunakan ORDER BY Penggunaan ORDER BY pada operasi SELECT akan mengakibatkan data yang ditampilkan akan berurut sesuai dengan column yang ditentukan. Berbeda dengan perintah DISTINCT dimana dalam penggunaan ORDER BY semua data akan ditampilkan walaupun data tersebut sudah pernah ditampilkan sebelumnya Syntax SELECT column_name FROM table_name [ORDER BY {column,expr} [ASC|DESC]]; Contoh SELECT last_name, dept_id, start_date FROM s_emp ORDER BY last_name; Hasilnya LAST_NAME Biri Catchpole Chang Dancs Dumas Giljum Havel DEPT_ID 43 44 44 45 35 32 45 START_DATE 07-APR-90 09-FEB-92 30-NOV-90 17-MAR-91 09-OCT-91 18-JAN-92 27-FEB-91

Secara default data yang ditampilkan dengan ORDER BY akan terurut secara ASCENDING, jika diinginkan untuk menampilkan data yang terurut secara

By David

11

Laboratorium Database

Page 12 of 55

DESCENDING maka dapat digunakan perintah DESC mengikuti perintah ORDER BY seperti yang dapat dilihat pada syntax di atas Seperti juga pada DISTINCT, ORDER BY juga dapat menampilkan data secara terurut berdasarkan lebih dari satu column seperti yang dapat dilihat pada contoh di bawah ini SELECT last_name, dept_id, salary FROM s_emp ORDER BY dept_id, salary; Hasil LAST_NAME Quick-To-See Nagayama Magee Giljum Sedeghi Nguyen Patel … DEPT_ID 10 31 31 32 33 34 34 SALARY 1450 1400 1400 1490 1515 1525 795

2. Operasi SELECT dengan menggunakan WHERE Penggunaan WHERE dalam operasi SELECT akan mengakibatkan data yang ditampilkan adalah hanya data – data tertentu yang memenuhi kondisi yang disyaratkan dalam WHERE. Contoh SELECT first_name, last_name, title FROM s_emp WHERE last_name = ‘Magee’; Hasil FIRST_NAME LAST_NAME TITLE Colin Magee Sales Representative Operator – operator yang digunakan • = : WHERE dept_id = 41; • < : WHERE dept_id < 41; • > : WHERE dept_id > 41; • <= / >=

By David

12

Laboratorium Database

Page 13 of 55

SQL operator • BETWEEN … AND … Digunakan untuk menampilkan data yang memiliki kondisi column yang nilainya berada diantara range yang ditentukan Contoh SELECT * FROM s_emp WHERE dept_id BETWEEN 34 AND 41; • IN Digunakan untuk menapilkan data yang nilai columnnya berada dalam daftar / list yang ditentukan Contoh SELECT * FROM s_emp WHERE region_id IN (1,3); LIKE Digunakan untuk menampilkan data yang nilai columnya memiliki karakter/kata/bagian yang menyerupai kondisi yang ditetapkan. Contoh SELECT last_name FROM s_emp WHERE last_name LIKE ‘M%’; Maksud dari query di atas adalah ingin ditampilkan data Employee yang memiliki nama depan yamg huruf depannya adalah ‘M’ dengan huruf lainnya sembarang ( tanda % mewakili sederetan karakter sedangkan tanda _ mewakili sebuah karakter ) IS NULL Digunakan untuk menampilkan data – data yang memiliki column yang nilainya adalah NULL Contoh SELECT * FROM s_emp WHERE commission_pct IS NULL;

Logical Operator • AND Jika kedua kondisi terpenuhi, maka data tersebut akan ditampilkan Contoh SELECT last_name, salary, dept_id, title FROM s_emp WHERE dept_id = 41 AND title = ‘Stock Clerk’; • OR Jika salah satu kondisi dipenuhi, maka data tersebut akan ditampilkan Contoh SELECT last_name, salary, dept_id, title FROM s_emp
By David 13

Laboratorium Database

Page 14 of 55

WHERE dept_id = 41 OR title = ‘Stock Clerk’; NOT Akan menampilkan data yang nilainya tidak sama dengan kondisi yang diinginkan Contoh SELECT last_name, salary, dept_id, title FROM s_emp WHERE NOT dept_id = 41

Operasi SELECT yang menggunakan Manipulation Function 1. Character Function • LOWER Fungsi ini digunakan untuk merubah nilai dari column menjadi huruf kecil (lowercase) • UPPER Fungsi ini digunakan untuk merubah nilai dari column menjadi huruf kapital (Uppercase) • INITCAP Fungsi ini digunakan untuk merubah huruf hanya awal dari nilai column menjadi huruf kapital Contoh SELECT LOWER(first_name | | ‘ ‘ | | last_name) VP, INITCAP(userid) USERID, UPPER(title) TITLE FROM s_emp WHERE UPPER(title) LIKE ‘VP%’; Hasil VP ladoris ngao midori nagayama mark quick-to-see audry ropeburn • • Lngao Mnagayam Mquickto Aropebur USERID TITLE VP, OPERATIONS VP, SALES VP, FINANCE VP, ADMINISTRATOR

CONCAT Digunakan untuk menggabungkan nilai dari dua buah column SUBSTR Digunakan untuk mengambil beberapa karakter tertentu dari suatu colum value
14

By David

Laboratorium Database

Page 15 of 55

LENGTH Digunakan untuk menghitung panjang dari suatu karakter Contoh SELECT CONCAT(name, country) Customer, LENGTH(name) Length_Name, SUBSTR(name,1,3) Kode FROM s_customer WHERE credit_rating = ‘GOOD’; CUSTOMER Delhi SportsIndia Sweet RockNigeria LENGTH_NAME 12 10 KODE Del Swe

2. Numeric Function • ROUND Digunakan untuk membulatkan suatu nilai pecahan, dimana aturan pembulatannya adalah jika nilai kurang dari lima maka akan dibulatkan ke bawah, jika nilai lebih atau sama dengan lima maka akan dibulatkan ke atas • TRUNC Digunakan untuk membulatan suatu nilai pecahan, dimana aturan pembulatannya adalah selalu dilakukan pembulatan ke bawah. • MOD Digunakan untuk menampilkan sisa dari suatu proses pembagian Contoh SELECT ROUND(45.923,2), ROUND(45.293,0), ROUND(45.293,-1), TRUNC(45.293,2), TRUNC(45.293), TRUNC(45.293,-1), MOD(1600,300) FROM SYS.DUAL; Hasil ROUND(45.293,2) 45.92 ROUND(45.293,0) ROUND(45.293,-1) 46 50

TRUNC(45.293,2) TRUNC(45.293) TRUNC(45.293,-1) MOD(1600,300) 45.92 45 40 100 SYS.DUAL adalah sebuah table dummy, yaitu sebuah table yang dimiliki oleh SYS yang hanya terdiri dari satu column dengan nilai ‘X’. Dual ini berguna pada saat kita menginginkan pengembalian suatu nilai yang tidak terdapat dalam data user. 3. Date format • Menampilkan tanggal system

By David

15

Laboratorium Database

Page 16 of 55

Contoh SELECT SYSDATE FROM SYS.DUAL; SYSDATE adalah sebuah fungsi yang digunakan untuk mengambil tanggal dan jam (waktu) sistem Melakukan operasi matematika terhadap tanggal Operasi – operasi matematika dapat juga ,dilakukan terhadap data yang bertype tanggal Contoh SELECT last_name, (sysdate – start_date) / 7 Weeks FROM s_emp WHERE dept_id = 43; Hasil LAST_NAME Biri Markarian Newman WEEKS 297.226498 238.083641 230.083641

4. Date Function • MONTHS_BETWEEN(date1, date2) Menampilkan jumlah bulan yang berada dalam selang waktu yang ditentukan. • ADD_MONTHS(date, n) Menjumlahkan tanggal dengan sebuah angka n, dimana n dapat bernilai positif dan atau n dapat bernilai negatif Contoh SELECT id, start_date, MONTHS_BETWEEN(sysdate, start_date) Tenure, ADD_MONTHS(start_date, 6) Review FROM s_emp WHERE MONTHS_BETWEEN(sysdate, start_date) < 48; • NEXT_DAY(date,’char’) Mendapatkan tanggal dari hari yang dinginkan dimana tanggal yang ditampilkan adalah berdasarkan hari spesifik yang pertama kali ditemukan setelah hari ini LAST_DAY(date) Digunakan untuk mendapatkan tanggal dari hari terakhir pada bulan yang diinginkan berdasarkan inputan tanggal (date)

By David

16

Laboratorium Database

Page 17 of 55

Contoh SELECT product_id, NEXT_DAY(restock_date,’FRIDAY’), LAST_DAY(restock_date) FROM s_inventory WHERE restock_date IS NOT NULL ORDER BY restock_date; Hasil PRODUCT_ID 30433 40422 50532 • NEXT_DAY( 11-SEP-92 12-FEB-93 16-APR-93 LASTDAY( 30-SEP-92 28-FEB-93 30-APR-93

ROUND(date,’fmt’) Digunakan untuk membulatkan tanggal berdasarkan format BULAN atau TAHUN, aturan pembulatannya sama dengan aturan pembulatan pada Numerik value TRUNC(date,’fmt’) Digunakan untuk membulatkan tanggal berdasarkan format BULAN atau ANGKA, aturan pembulatan selalu dilakukan dengan membulatkan ke bawah. Contoh SELECT ROUND(‘25-MAY-95’,’MONTH’), ROUND(‘25-MAY-95’,’MONTH’), TRUNC(‘25-MAY-95’,’MONTH’), TRUNC(‘25-MAY-95’,’MONTH’) FROM sys.dual; Hasil ROUND(’2 01-JUN-95 ROUND(‘2 TRUNC(‘25 TRUNC(‘2 01-JAN-95 01-MAY-95 01-JAN-95

5. Convesion Function • TO_CHAR(number/date, [‘fmt’]) Mengkonversi data numerik atau date menjadi data karakter (VARCHAR2) dengan format model ‘fmt’. Contoh SELECT id, TO_CHAR(date_ordered,’MM/YY’)

By David

17

Laboratorium Database

Page 18 of 55

FROM s_ord WHERE sales_rep_id = 11; Untuk format penulisan tanggal selain format seperti pada contoh di atas juga terdapat format – format sebagai berikut : • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • SCC atau CC YYYY : Menampilkan abad dari tanggal yang diinputkan : Menampilkan tahun dari tanggal yang diinputkan sebanyak 4 digit : Sama dengan YYYY tetapi ditampilkan dengan 2 digit : Menampilkan ejaan tahun dari tanggal yang

YY YEAR diinputkan Q : Menyatakan qurtal dari tanggal yang diinputkan MM : Menampilkan bulan dari tanggal yang diinputkan MONTH : Menampilkan ejaan dari nama bulan MON : Sama dengan MONTH tetapi hanya ditampilkan 3 huruf RM : Menampilkan bulan dalam bentuk Romawi WW : Menampilkan minggu yang ke sekian dari total bulan dalam satu tahun W : Menampilkan minggu ke sekian dari total minggu dalam satu bulan DDD : Menampilkan hari yang ke sekian dari total hari dalam satu tahun DD : Menampilkan hari yang ke sekian dari total hari dalam satu bulan D : Menampilkan hari yang ke sekian dari total hari dalam satu minggu DAY : Menampilkan nama hari dari tanggal yang diinputkan DY : Sama dengan DAY bedanya adalah nama hari ditampilkan dalam 3 huruf HH24:MI:SS AM : Menampilkan waktu sistem DDSPTH : Menampilkan ejaan dari tanggal yang diinputkan $99999 L99999 : Untuk menampilkan numerik dengan format $99999 : Sama dengan $99999

TO_NUMBER Mengkonversikan data yang bertype string menjadi data yang bertype number ( numerik ) Contoh SELECT TO_NUMBER(‘000101’)

By David

18

Laboratorium Database

Page 19 of 55

FROM SYS.DUAL; • TO_DATE Mengkonversikan data yang bertype string menjadi data yang bertype date Contoh SELECT id, total, date_ordered FROM s_ord WHERE date_ordered = TO_DATE(‘September 7, 1992’,’Month dd, YYYY’);

6. Nesting Single Row Function Contoh : SELECT CONCAT( UPPER(last_name) , SUBSTR(title,3) ) “Vice President” FROM s_emp WHERE title LIKE ‘VP%’; • Operasi SELECT dengan melibatkan banyak table Apakan JOIN itu Join digunakan dalam operasi query untuk mendapatkan data yang berasal dari banyak table 1. Cartesian Product Ketika operasi join antara dua table atau lebih tidak dikenakan suatu kondisi tertentu yang merefrensikan kedua table tersebut, maka hasil dari operasi join tesebut dinamakan Cartesian Product, dimana data yang akan ditampilkan adalah kombinasi dari data kedua table atau lebih Contoh SELECT s_dept.name, s_emp.last_name FROM s_dept, s_emp; 2. Equijoin Untuk mendapatkan nama dari departemen dimana employee bekerja, dapat dilakukan operasi penggabungan pada table s_emp dan table s_dept dimana untuk operasi JOIN dilakukan dengan cara menyamakan nilai dari column dept_id pada table s_emp dengan column id pada table s_dept. Hubungan yang terjadi antara table s_emp dengan s_dept pada contoh di atas disebut dengan equijoin.

By David

19

Laboratorium Database

Page 20 of 55

Contoh SELECT s_dept.id “Kode Departemen”, s_dept.name Departemen, S_region.id “Kode Wilayah”, s_region.name AS Wilayah FROM s_dept, s_region WHERE s_dept.regionid = s_region.id ORDER BY s_dept.id; Hasil KODE DEPARTEMEN DEPARTEMEN KODE WILAYAH WILAYAH 10 Finance 1 North America 31 … 12 rows selected Sales 1 North America

Contoh Dapatkan nama employee, kode departemen dan nama departemen dari employee yang bernama ‘Menchu’ SELECT Em.last_name, Em.dept_id, De.name FROM s_emp Em, s_dept De WHERE Em.dept_id = De.id AND INITCAP(Em.last_name) = ‘Menchu’; Hasil LAST_NAME Menchu DEPT_ID NAME 42 Operations

3. Non Equijoin Jika penggabungan antara 2 buah table (table s_emp dan salgrade) dimana tidak terdapat column pada table pertama (table s_emp) yang berkoresponden secara langsung terhadap column pada table kedua (table salgrade), maka hubungan tersebut dapat disebut dengan Non Equijoin Contoh Dapatkan nama employee, gaji dan grade dari masing – masing employee dimana data yang ditampilkan adalah terurut berdasarkan nama employee. SELECT e.last_name, e.salary, s.grade FROM s_emp e, salgrade s WHERE e.salary BETWEEN losal AND hisal ORDER BY e.last_name; Hasil

By David

20

Laboratorium Database

Page 21 of 55

LAST_NAME Biri Catchpole Chang Dancs Dumas …

SALARY 1100 1300 800 860 1450

GRADE 1 2 1 1 3

25 rows selected 4. Outer Join Dalam penggabungan antara 2 tabel, dimana salah satu atau lebih columnya terhubung satu sama lain, tetapi pada salah satu column table yang terelasi tersebut terdapat nilai yang tidak terefrensikan ke column table lainnya ( column bernilai NULL ), maka kejadian tersebut dalam operasi penggabungan disebut Outer Join Contoh Dapatkan nama employee, id, nama customer dimana data yang ditampilkan terurut berdasarkan id SELECT e.last_name, e.id, c.name FROM s_emp e, s_customer c WHERE e.id ( + ) = c.sales_rept_id ORDER BY e.id; Hasil LAST_NAME … Dumas Dumas Dumas Dumas Dumas … 15 rows selected Penggunaan tanda (+) akan menyebabkan baris yang tidak memiliki nilai yang terefrensi akan ditampilkan apa adanya ( kosong ) walaupun pada kenyataannya yang ditampilkan adalah baris yang pada salah satu column tidak memiliki nilai. Jika tanda tersebut tidak digunakan maka baris tersebut tidak ditampilkan. 5. Self Join ID NAME 15 Kam's Sporting Goods 15 Sportique 15 Muench Sports 15 Sporta Russia 15 Kuhn's Sports Sweet Rock Sports

By David

21

Laboratorium Database

Page 22 of 55

Operasi penggabungan juga dapat dilakukan dengan cara menggabungkan sebuah table dengan table itu sendiri. Dalam hal ini diasumsikan bahwa table yang di gabungkan terdiri atas 2 table yang berbeda (tetapi pada kenyataannya adalah sama). Hal ini dimungkinkan dengan cara memberikan nama alis yang berbeda terhadap kedua table tersebut. Contoh Dapatkan id employee, nama employee, id manager serta nama manager dari table employee SELECT Em.id, Em.last_name, Em.manager_id, Mgr.last_name FROM s_emp Em, s_emp Mgr WHERE Em.manager_id = Mgr.id; Hasil ID LAST_NAME 2 Ngao 3 Nagayama 4 Quick-To-See 5 Ropeburn 6 Urguhart 10 Havel … 24 rows selected • Operasi SELECT dengan melibatkan banyak table dengan mengunakan Group Function serta penggunaan ORDER BY & HAVING Dalam melakukan suatu query dapat dilakukan terhadap sekelompok data yang memiliki minimal sebuah kondisi yang sama dengan cara menggunakan Group Function. Group Function yang terdapat dalam SQL*Plus 3.3 adalah • • • • AVG() MAX() MIN() SUM() : Menghitung rata – rata nilai dari sekelompok data : Menampilkan nilai terbesar dari sekelompok data : Menampilkan nilai terkecil dari sekelompok data : Menghitung total nilai column tertentu dari sekelompok data MANAGER_ID 1 1 1 1 2 2 LAST_NAME Velasquez Velasquez Velasquez Velasquez Ngao Ngao

Contoh Dapatkan rata – rata gaji, gaji terkecil, gaji terbesar dan total gaji dari data gaji employee SELECT AVG(salary), MAX(salary), MIN(salary), SUM(salary)
By David 22

Laboratorium Database

Page 23 of 55

FROM s_emp WHERE UPPER(title) LIKE ‘SALES%’; Hasil AVG(SALARY) MAX(SALARY) MIN(SALARY) SUM(SALARY) 1476 1525 1400 7380 Contoh Dapatkan nama employee dengan urutan abjad terdepan ( terkecil ) dan nama employee dengan urutan abjad terbelakang ( terbesar ) dari data employee SELECT MIN(last_name), MAX(last_name) FROM s_emp; Hasil MIN(LAST_NAME) Biri • • • MAX(LAST_NAME) Velasquez

COUNT() : Mendapatkan jumlah baris / data yang dihasilkan oleh query STDDEV() : Menghitung standard deviasi dari sekelompuk data dengan mengabaikan nilai NULL VARIANCE() : Mendapatkan varian dari sekelompok data Contoh Dapatkan total employee yang bekerja pada departemen 31 SELECT COUNT(*) FROM s_emp WHERE dept_id = 31; Hasil COUNT(*) 2 Contoh Dapatkan kode departemen, nama departemen dan jumlah employee yang bekerja pada departemen tersebut SELECT dept_id Departemen, d.name Nama, COUNT(e.id) Jumlah FROM s_emp e, s_dept d WHERE e.dept_id = d.id GROUP BY e.dept_id, d.name;

By David

23

Laboratorium Database

Page 24 of 55

Hasil DEPARTEMEN 10 31 32 33 34 35 41 42 43 44 45 50 12 rows selected.

NAME JUMLAH Finance 1 Sales 2 Sales 1 Sales 1 Sales 2 Sales 1 Operations 4 Operations 3 Operations 3 Operations 2 Operations 3 Administration 2

Contoh Dapatkan kode departemen, nama departemen dan total gaji, varian dan standard deviasi dari employee yang bekerja pada masing – masing departemen tersebut

SELECT e.dept_id, d.name, SUM(e.salary), VARIANCE(e.salary), STDDEV(e.salary) FROM s_emp e, s_dept d WHERE e.dept_id = d.id GROUP BY e.dept_id, d.name ; Hasil KODE 10 31 32 33 34 35 41 42 43 44 45 50 NAMA Finance Sales Sales Sales Sales Sales Operations Operations Operations Operations Operations Administration TOTAL VARIAN 1450 0 2800 0 1490 0 1515 0 2320 266450 1450 0 4990 53691.667 3245 62258.333 2700 32500 2100 125000 3267 50043 4050 451250 DEVIASI 0 0 0 0 516.18795 0 231.71462 249.5162 180.27756 353.55339 223.70293 671.75144

By David

24

Laboratorium Database

Page 25 of 55

12 rows selected. Contoh Dapatkan data dari departemen (id, dan rata – rata gaji ) dari employee yang rata – rata gaji employe yang bekerja di departemen tersebut > 2000 SELECT dept_id, AVG(salary) FROM s_emp GROUP BY dept_id HAVING AVG(salary) > 2000; Hasil DEPT_ID 50 1 row selected. AVG(SALARY) 2025

Sintak operasi SELECT secara lengkap adalah
SELECT column, group_function FROM tables [alias] [WHERE conditions] [GROUP BYgroup_by_expression] [HAVING group_condition] [ORDER BYcolumn]; • Subqueries Yang dimaksud dengan subquery adalah sebuah query (operasi SELECT) yang mengandung query lain di dalamnya. Subquery sangat berguna untuk menghasilkan query yang nilai dari kondisinya merupakan nilai yang belum diketahui Contoh Dapatkan data id, last_name dan title dari employee yang bekerja didalam departemen dimana employee ‘BIRI’ bekerja SELECT id, last_name, title FROM s_emp WHERE dept_id = ( SELECT dept_id FROM s_emp WHERE UPPER(last_name) = ‘BIRI’); Hasil

By David

25

Laboratorium Database

Page 26 of 55

ID 8 20 21 Contoh

LAST_NAME Biri Newman Markarian

TITLE Warehouse Manager Stock Clerk Stock Clerk

Dapatkan data id, last_name, title, salary dari employee yang memiliki salary berada di bawah gaji rata – rata SELECT id, last_name, title, salary FROM s_emp WHERE salary < ( SELECT AVG(salary) FROM s_emp); Hasil ID 6 7 8 17 18 19 20 21 22 23 24 25 LAST_NAME Urguhart Menchu Biri Smith Nozaki Patel Newman Markarian Chang Patel Dancs Schwartz TITLE Warehouse Manager Warehouse Manager Warehouse Manager Stock Clerk Stock Clerk Stock Clerk Stock Clerk Stock Clerk Stock Clerk Stock Clerk Stock Clerk Stock Clerk SALARY 1200 1250 1100 940 1200 795 750 850 800 795 860 1100

12 rows selected. Contoh Dapatkan data employee yang bekerja pada departemen yang bernama ‘Finance’ atau departemen yang memiliki region_id = 2 SELECT last_name, first_name, title FROM s_emp WHERE dept_id IN ( SELECT id FROM s_dept WHERE name = ‘Finance’ OR region_id = 2);

By David

26

Laboratorium Database

Page 27 of 55

Hasil LAST_NAME Quick-To-See Menchu Giljum Nozaki Patel 5 rows selected. Contoh

FIRST_NAME Mark Roberta Henry Akira Vikram

TITLE VP, Finance Warehouse Manager Sales Representativ Stock Clerk Stock Clerk

Dapatkan data dept_id dan rata – rata salary dari masing masing departemen yang lebih besar dari rata – rata salary employee yang bekerja pada departemen yang memiliki dept_id = 32 SELECT dept_id, AVG(salary) FROM s_emp GROUP BY dept_id HAVING AVG(salary) > ( SELECT AVG(salary) FROM s_emp WHERE dept_id = 32);

Hasil DEPT_ID 33 50 2 rows selected. Contoh

AVG(SALARY) 1515 2025

Dapatkan data pekerjaan (title dan rata – rata gaji) yang memiliki rata – rata gaji terendah dari semua title yang ada. SELECT title, AVG(salary) FROM s_emp GROUP BY title HAVING AVG(salary) < ( SELECT MIN(AVG(salary)) FROM s_emp

By David

27

Laboratorium Database

Page 28 of 55

GROUP BY tite ); TITLE Stock Clerk 1 row selected. AVG(SALARY) 949

Menspesifikasikan variabel pada saat eksekusi Dalam menjalankan sebuah query, kita dapat memasukkan kondisi – kondisi yang kita inginkan pada saat query di jalankan ( dieksekusi ), dengan kata lain kita dapat melakukan interaksi secara langsung terhadap data – data yang kita inginkan walaupun query sudah dibuat terlebih dahulu. Hal tersebut di atas dimungkinkan karena dalam pembuatan query kita dapat menspesifikasikan beberapa variabel sehingga pada saat query dijalankan kita tinggal memberikan ( mengisikan ) data – data yang kita butuhkan kedalam variabel tersebut sehingga query yang dihasilkan bersifat dinamis 1. Dengan menggunakan single Ampersand (karakter &) Dengan menggunakan variabel yang diawali dengan karakter &, user dapat menampilkan data tertentu secara dinamis. Pada saat query dijalankan user akan mengisikan data yang dibutuhkan pada prompt yang disediakan,

Contoh Buatlah sebuah query yang akan menampilkan id, last_name dan salary dari employee yang bekerja pada departemen tertentu. Kode departemen tersebut dapat diisi langsung oleh user pada saat query dijalankan SELECT id, last_name, salary FROM s_emp WHERE dept_id = &Nomor_Departemen; Hasil Enter value for Nomor_Departemen : 31 ID 3 11 LAST_NAME Nagayama Magee SALARY 1400 1400

By David

28

Laboratorium Database

Page 29 of 55

Perhatikan query tersebut, dalam query tersebut digunakan sebuah variabel Nomor_Departemen dimana pada saat query dieksekusi sql akan menampilkan suatu perintah agar user menginputkan data yang dibutuhkan untuk mengisi nilai dari variabel Nomor_Departemen. Dan perhatikan hasil dari query setelah user menginputkan sebuah nilai untuk variabel Nomor_Departemen ( yaitu 31 ), maka data yang ditampilkan adalah data employee yang berada dalam departemen yang bernomor sama dengan nilai dari variabel Nomor_departemen yaitu 31. Penggunaan Ampersand (karakter &) untuk data bertype string atau Date Dalam query di sebelumnya, data yang diinputkan untuk variabel Nomor_departemen adalah bertype numerik. Jika data yang akan diinputkan bertype selain numerik ( string atau date ) maka penggunana variabel selain diawali dengan karakter & juga harus diapit oleh tanda petik tunggal (‘&nama_variabel’) Contoh Dapatkan data – data untuk id, last_name, salary dari employeeyang memiliki title tertentu dimana untuk title dapat diinputkan melalui keyboard SELECT id, last_name, salary FROM s_emp WHERE title = ‘&Jabatan’; Hasil Enter value for jabatan: President old 3: WHERE title = '&Jabatan' new 3: WHERE title = 'President' ID 1 LAST_NAME Velasquez SALARY 2500

Jika pada query di atas variabel Jabatan tidak diapit oleh tanda petik tunggal, maka yang harus diingat pada saat menginputkan data adalah , data harus diapit oleh tanda petik tunggal Contoh Sama dengan sool di atas SELECT id, last_name, salary FROM s_emp WHERE title = &Jabatan;

By David

29

Laboratorium Database

Page 30 of 55

Hasil Enter value for jabatan: ‘President’ old 3: WHERE title = &Jabatan new 3: WHERE title = 'President' ID 1 LAST_NAME Velasquez SALARY 2500

Menspesifikasikan column name, expresi dan text pada saat eksekusi Contoh Tampilkan struktur dari table s_ord, setelah itu tampilkan kode (id) dan sembarang column lain dari table s_order dimana data yang ditampilkan kondisinya berdasarkan keinginan user ( user dapat memilih kondisi sesuai dengan keinginan user ) SELECT id, &culomn_name FROM s_ord WHERE &condition; Hasil Enter value for culomn_name: total AS Jumlah_Barang old 1: SELECT id, &culomn_name new 1: SELECT id, total AS Jumlah_Barang Enter value for condition: UPPER(payment_type) = 'CASH' old 3: WHERE &condition new 3: WHERE UPPER(payment_type) = 'CASH' ID 103 110 111 98 JUMLAH_BARANG 377 1539.13 2770 595

2. Menggunakan command DEFINE / UNDEFINE Selain dengan menggunakan ampersand dapat juga meenggunakan cara lain dengan cara mendefinisikan sebuah variabel beserta typenya serta inisialisasinya dan kemudian variabel yang didefinisikan tersebut digunakan dalam operasi query Contoh

By David

30

Laboratorium Database

Page 31 of 55

SQL>DEFINE dname = sales Jika diinginkan untuk melihat hasil dari variabel yang telah didefinisikan di dalam memori maka dapat digunakan perintah di bawah ini SQL>DEFINE dname Hasil DEFINE dname = “sales” (CHAR)

Penggunaan variabel yang telah didefinisikan dalam operasi query dapat dilihat pada query di bawah ini SELECT name FROM s_dept WHERE lower(name) = ‘&dname’ Hasil old 3: WHERE lower(name) = '&dname' new 3: WHERE lower(name) = 'sales' NAME Sales Sales Sales Sales Sales Untuk menghilangkan variabel yang sudah didefinisikan dari memori maka dapat digunakan perintah UNDEFINE SQL>UNDEFINE dname 3. Menggunakan command ACCEPT (script) Penggunaan ACCEPT hampir sama dengan penggunaan karakter ampersand perbedaan yang mendasar adalah bahwa dalam penggunaan ACCEPT variabel yang didefinisikan dapat diikuti oleh format tertentu. ACCEPT banyak digunakan dalam pembuatan SCRIPT (query yang disimpan dalam file) Contoh Sebelum query di bawah ini dijalankan, simpan dengan nama script1 Dan setelah itu jalankan query dengan cara SQL>START SCRIPT1

By David

31

Laboratorium Database

Page 32 of 55

ACCEPT vcolumn PROMPT ‘Inputkan Column yang diinginkan : ’ ACCEPT vkondisi PROMPT ‘Inputkan type pembayaran : ‘ SELECT &vcolumn FROM s_ord WHERE &vkondisi; Hasil SQL>START SCRIPT1 SQL> ACCEPT vcolumn PROMPT 'Inputkan Column yang diinginkan : ' Inputkan Column yang diinginkan : id, total SQL> ACCEPT vkondisi PROMPT 'Inputkan type pembayaran : ' Inputkan type pembayaran : payment_type = 'CASH' SQL> SELECT &vcolumn 2 FROM s_ord 3 WHERE &vkondisi 4 / old 1: SELECT &vcolumn new 1: SELECT id, total old 3: WHERE &vkondisi new 3: WHERE payment_type = 'CASH' ID TOTAL 103 377 110 1539.13 111 2770 98 595 4. Mempassing nilai / parameter ke dalam script Sebuah atau beberapa nilai dapat di passing ke dalam sebuah script pada saat sebuah script dijalankan. Nilai – nilai tersebut merupakan parameter – parameter yang akan dioperasikan bersama sama dengan query yang terkandung dalam script tersebut. Penggunaan script dengan menggunakan passing parameter hampir sama dengan pembuatan file – file .BAT yang kita kenal dalam DOS, yaitu dengan menggunakan notasi & diikuti dengan nomor Contoh Simpanlah script ini dengan nama script2 SET ECHO OFF SELECT id, last_name, salary FROM s_emp

By David

32

Laboratorium Database

Page 33 of 55

WHERE title = ‘&1’ / SET ECHO ON Hasil SQL> start script2 President old 3: WHERE title = '&1' new 3: WHERE title = 'President' ID 1 LAST_NAME Velasquez SALARY 2500

Dalam script di atas (President) adalah parameter yang dipassingkan ke dalam script pada saat script tersebut dijalankan

PEMBUATAN TABLE Dalam pembuatan table yang harus diingat adalah perlunya untuk mendesain database sebaik mungkin, karena baik tidaknya sistem yang dibuat tergantung dari database yang didesain ( pelajari kembali tentang database yang pernah anda dapatkan pada matakuliah Basis Data ) Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan table adalah bentuk relation type –nya. Dari bentuk ini dapat kita tentukan hubungan antara table dan setelah melalui proses normalisasi ( jika dianggap perlu ), barulah dapat ditentukan integrity constraint dari masing – masing table tersebut Integrity constraint mencakup : • Entity integrity constraint Yaitu tidak adanya nilai dari primary key yang NULL dan nilai yang dikandung haruslah UNIQUE • Referential integrity constraint Nilai dari foreign key ( kunci tamu pada table child ) harus sama dengan nilai dari primary key pada base table yang menjadi acuan, atau diset menjadi NULL ( tidak mengacu ke sebuah nilai ) • Column integrity constraint Nilai dari column harus sama dengan type data pada saat column tersebut didefinisikan • User-defined integrity constraint Merupakan nilai yang disesuaikan dengan kebutuhan / aturan yang berlaku, contoh dalam sebuah kasus dimana untuk data employee yang baru diterima dan belum memiliki departemen tempat bekerja, maka defaultnya adalah untuk dept_id diisi nilai = 1

By David

33

Laboratorium Database

Page 34 of 55

Penjelasan tentang Primary key dan Foreign key dapat anda lihat pada halaman 1 dari buku panduan praktikum ini

Pembuatan Table Secara umum syntax dari pembuatan table adalah sebagai berikut CREATE TABLE [schema.]table_name ( column_name data_type [DEFAULT expr] [column _constraint] , … [table_constraint] );

penjelasan schema table_name DEFAULT expr column_name column_constraint table_constraint : sama dengan nama dari pemilik (owner’s name) : Nama dari table : Nilai default dari column yang harus dipenuhi saat operasi insert dilakukan : Adalah nama dari column : Adalah integrity constraint yang merupakan bagian dari pendefinisian sebuah column : Adalah integrity constraint yang merupakan bagian dari pendefinisian sebuah table ( constraint table )

Aturan penamaan • Harus diawali dengan huruf • Panjangnya max 30 karakter • Karakter – karakter yang dapat digunakan A-Z, a-z, 0-9, _, $, dan # • Nama dari table / column haruslah belum pernah didefinisikan sebelumnya • Bukan merupakan reserved word dari ORACLE 7.3 Type – type data dalam ORACLE 7

By David

34

Laboratorium Database

Page 35 of 55

• •

VARCHAR2(size) CHAR(size)

: Variable yang menampung string dimana panjangnya berkisar 1 – 2000 karaktaer : Variabel yang menampung string yang panjangnya berkisar 1 – 255

Perbedaan utama dari VARCHAR2 dan CHAR adalah 1. Panjang VARCHAR2 adalah max 2000 karakter, CHAR adalah 255 Karakter 2. Jika sebuah column didefinisikan terhadap masing – masing type data (VARCHAR2 dan CHAR) dengan panjang 20 karakter, jika diinputkan data yang panjangnya 10, maka untuk column yang type datanya VARCHAR2, data isimpan denganpanjang 10 karakter, sedangkan untuk type data CHAR, data disimpan sepanjang 20 karakter dengan 10 karakter sisanya adalah blank. • • • • NUMBER NUMBER(p,s) DATE LONG : Variabel yang menampung data numerik tanpa desimal : Variabel yang menampung data numerik yang panjangnya p dengan s digit desimal : Variabel yang menampung data date dan jam : Variabel yang digunakan untuk menampung data yang memiliki nilai panjang karakter diatas 2 gigabyte. Hanya satu column setiap tablenya yang diperbolehkan menggunakan type data ini : Hampir sama dengan VARCHAR2 dan LONG, tetapi digunakan untuk disimpan dalam dengan berorientasi byte atau data biner dimana tidak diinterpretasikan oleh Oracle 7 Server : Menyatakan bahwa column tersebut tidak boleh bernilai NULL : Menyatakan bahwa nilai yang terkandung dalam column tersebut harus unique (berbeda) terhadap column yang sama pada baris di lain dalam sebuah table yang sama : Menyatakan bahwa column tersebut merupakan primary key dimana nilai yang dikandungnya tidak boleh NULL dan harus unique : Menyatakan bahwa column tersebut mengacu terhadap column yang merupakan primary key pada table yang lain : Memberikan ketentuan nilai pada column diman nilai yang boleh diinputkan adalah sesuai dengan yang dikehendaki
35

RAW and LONGROW

Data Integrity Constraint • NOT NULL • UNIQUE

• • •

PRIMARY KEY

FOREIGN KEY CHECK

By David

Laboratorium Database

Page 36 of 55

Secara umum jika kita mendefinisikan sebuah constraint, dan kita tidak memberikan nama terhadap constraint tersebut maka secara otomatis Oracle akan memberikan nama terhadap constraint yang kita definisikan Dalam pendefinisian constraint ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan langsung didefinisikan pada saat pembuatan sebuah table atau setelah table di buat, selain constraint dapat dikenakan column, pemberian constraint dapat juga dilakukan terhadap table Contoh NOT NULL constraint CREATE TABLE friend ( last_name VARCHAR2(25) CONSTRAINT friend_last_name_NN NOT NULL, phone VARCHAR2(7) NOT NULL ); Perhatikan kedua column yang dideklarasikan dalam table friend tersebut, untuk column last_name dideklarasikan dengan cara memberikan nama constraint yaitu friend_last_name_nn pada column last_name sedangkan untuk column phone langsung ditetapkan bahwa column tersebut memiliki constraint NOT NULL, dan untuk nama secara otomatis diberikan oleh Oracle SYNTAX CONSTRAINT Column_name [CONSTRAINT constraint_name] constraint_type Atau Column_name column_type [CONSTRAINT constraint_name] constraint_type (column, …) ,

Contoh UNIQUE constraint CREATE TABLE friend ( last_name VARCHAR2(25) CONSTRAINT friend_last_name_UK UNIQUE,

By David

36

Laboratorium Database

Page 37 of 55

phone )

VARCHAR2(7) UNIQUE

Contoh PRIMARY KEY constraint CREATE TABLE karyawan ( id NUMBER(4) CONSTRAINT karyawan_id_PK PRIMARY KEY, last_name VARCHAR2(25) CONSTRAINT friend_last_name_NN NOT NULL, phone VARCHAR2(7) ) Untuk lebih jelasnya perhatikan cara pengimplementasian struktur table di bawah ini menjadi sebuah table lengkap dengan constraint – constraint yang telah disebutkan terlebih dahulu Nama Table Nama column Key type NN / UK FK table FK column Type data Length : WILAYAH : : : : : : : KODE PK NN,UK Number 7 NAMA NN Char 25

Cara pengimplemantasian CREATE TABLE wilayah ( Kode NUMBER(7) CONSTRAINT wilayah_Kode_PK PRIMARY KEY, Nama CHAR(25) CONSTRAINT wilayah_Nama_NN NOT NULL );

Nama Table

: DEPARTEMEN

By David

37

Laboratorium Database

Page 38 of 55

Nama column Key type NN / UK FK table FK column Type data Length

: : : : : : :

ID PK NN,UK1 Number 7

NAMA NN,UK2 Char 25

KDWIL UK2 WILAYAH KODE Number 7

Cara pengimplemantasian CREATE TABLE departemen ( Id NUMBER(7) CONSTRAINT departemen_Id_PK PRIMARY KEY, Nama CHAR(25) CONSTRAINT departemen_Nama_NN NOT NULL, KdWil NUMBER(7) CONSTRAINT departemen_KdWil_FK REFERENCESS Wilayah (Kode), CONSTRAINT departemen_Nama_KdWil_UK UNIQUE (Nama, KdWil) ); Keterangan : Perhatikan contoh di atas ! Pada contoh di atas telah melibatkan hubunga antara 2 table yaitu table wilayah dan table departemen itu sendiri. Hubungan antara kedua table tersebut diwakili oleh column KdWil (yang merupakan FOREIGN KEY) pada table departemen yang direferensikan dengan column Kode (yang merupakan PRIMARY KEY) pada table wilayah. Perhatikan cara mereferensikannya. Selain itu pada contoh di atas juga telah ditentukan sebuah constraint untuk table departemen ( constraint table ), dimana constraint tersebut menyatakan bahwa kombinasi untuk column Nama dan KdWil pada table tersebut haruslah UNIQUE Nama Table Nama column Key type Default NN / UK FK table FK column : KARYAWAN : NIP : PK : : NN,UK : : Nama TglMasuk Gaji sysdate Departemen Id NoDep Komisi

By David

38

Laboratorium Database

Page 39 of 55

Type data Length Nama column Key type Default NN / UK FK table FK column Type data Length

: Number : 7 : : : : : : : : UserId NN, UK Varchar2 8

Char 25

Number 7

Number Number 11,2 7

Number 4,2

CREATE TABLE karyawan ( NIP NUMBER(7) CONSTRAINT karyawan_NIP_PK PRIMARY KEY , Nama CHAR(25) , UserId VARCHAR(2) CONSTRAINT karyawan_UserId_NN NOT NULL CONSTRAINT karyawan_UserId_UK UNIQUE , TglMasuk DATE DEFAULT SYSDATE, Gaji NUMBER(11,2) , NoDep NUMBER(7) CONSTRAINT karyawan_NoDep_FK REFERENCES Departemen (Id) , Komisi NUMBER(4,2) CONSTRAINT karyawan_Komisi_CK CHECK ( Komisi IN(10, 12.5, 15, 17.5, 20)) );

Keterangan : Contoh di atas merupakan sebuah contoh yang cukup lengkap, Perhatikan contoh di atas Column NIP memiliki constraint PRIMARY KEY, sedangkan column Nama tidak memiliki constraint. Untuk column UserId memiliki dua buah constraint yaitu NOT NULL dan UNIQUE Column TglMasuk memiliki default SYSDATE ( tanggal sistem pada saat data karyawan dimasukkan ) yang maksudnya adalah jika dalam menginputkan data karyawan

By David

39

Laboratorium Database

Page 40 of 55

dimana untuk column TglMasuk tidak ikut diinputkan, maka secara default TglMasuk akan diisi dengan tanggal sistem Column NoDep bereferensi dengan column Id pada table DEPARTEMEN, sedangkan untuk column Komisi data yang diinputkan untuk column ini hanya boleh diisi dengan ketentuan nilai harus diantara salah satu nilai berikut yaitu 10, 12.5, 15, 17.5 dan 20. Dengan kata lain jika pada saat data diinputkan dan pada column Komisi nilai yang diinputkan diluar dari ketentuan maka secara otomatis proses penginputan data karyawan akan ditolak

Penggunaan ON DELETE CASCADE pada Constraint FOREIGN KEY Dalam pendeklaraian sebuah column yang memiliki constraint FOREIGN KEY dapat ditambahkan command ON DELETE CASCADE yang maksudnya adalah jika data yang menjadi acuan (column pada base table yang menjadi acuan) dihapus , maka secara otomatis data pada table yang mengacu base table tersebut akan dihapus Contoh Pada soal di atas untuk column NoDep akan ditambahkan command ON DELETE CASCADE … NoDep NUMBER(7) CONSTRAINT karyawan_NoDep_FK REFERENCES Departemen (Id) ON DELETE CASCADE , … Membuat table dengan menggunakan subquery Dalam pembuatan table, selain dengan cara di atas, dapat juga dilakukan dengan cara melakukan subquery. Maksudnya adalah kita membuat table berdasarkan table yang sudah pernah ada. Syntax CREATE TABLE table_name AS SELECT column_name FROM table_name WHERE condition;

By David

40

Laboratorium Database

Page 41 of 55

Contoh Buatlah sebuah table pegawai yang merupakan subquery dari table karyawan CREATE TABLE pegawai AS SELECT * FROM karyawan; Hasil yang didapatkan dari Create table di atas adalah sebuah table pegawai dengan struktur yang sama dengan table karyawan dan data data yang ada di dalam table pegawai sama persis dengan data pada table karyawan Contoh Buatlah sebuah table dengan nama s_emp41 yang merupakan subquery dari table s_emp dimana hanya column id, last_name, userid, dan start_date saja yang diambil dari column table s_emp dan data pegawai yang diambil hanya yang ber dept_id = 41 CREATE TABLE s_emp41 AS SELECT id, last_name, user_id, start_date FROM s_emp WHERE dept_id = 41; Hasil dari create table di atas adalah sebuah table s_emp41 dengan struktur table id, last_name, userid dan start_date sedangkan datanya adalah employee yang memiliki dept_id = 41 ( sesuai dengan kondisi yang ditentukan )

ORACLE DATA DICTIONARY

Oracle data dictionary adalah salah satu komponen yang penting dari Oracle 7 Server, dimana dalam komponen ini terdapat sekumpulan table dan view yang menampilkan referensi secara read-only terhadap database yang berupa • User tables - Merupakan sekumpulan table yang telah terbentuk dan di maintenance oleh user - Mengandung informasi tentang user Data dictionary - Sekumpulan dari table yang telah dibentuk dan di maintenance oleh Oracle 7 Server - Mengandung informasi tenteng database
By David 41

Laboratorium Database

Page 42 of 55

Gambaran tentang data dictionary Dibuat pada saat database dibuat Di update dan di meintenance oleh Oracle 7 Server Mengandung data dictionary views Informasi yang terkandung dalam dictionary • Nama – nama dari Oracle 7 Server user • Database object names • Table constraint • Auditing information

Contoh 1 Menampilkan semua views data dictionary yang dapat diakses oleh user SELECT * FROM DICTIONARY;

Contoh 2 Menampilkan struktur dari User_Objecs View DESCRIBE user_objects Contoh 3 Menampilkan semua object_name dan object_type dari user_object (owner) SELECT object_name, object_type FROM user_objects Contoh 4 Menampilkan constraint dari sebuah table SELECT constraint_name, constraint_type, search_condition r_constraint_name FROM user_constraints WHERE table_name =’S_EMP’; Contoh 5 Menampilkan column constraint pada sebuah table
By David 42

Laboratorium Database

Page 43 of 55

SELECT constraint_name, column_name FROM user_cons_columns WHERE table_name = ‘S_EMP’;

MEMANIPULASI DATA ( DML ) Dalam pembahasan kali ini adalah tentang memanipulasi data data dari table yang pernah dibuat.Perintah perintah yang akan dibahas untuk memanipulasi data (DML) dalam SQL diantaranya adalah • Melakukan Insert data (baris) ke dalam table ( Operasi Insert ) Untuk menambah atau menyisipkan sebuah baris ke dalam sabuah table digunakan perintah INSERT. Dengan menggunakan syntax ini, hanya sebuah baris yang dapat disisipkan kedalam table. Syantax INSERT INTO table_name [ (column [ , column … ] ) ] VALUES ( value [ , value … ] );

Dalam melakukan insert ke dalam sebuah table, sebelumnya kita harus mengetahui struktur tablenya terlebih dahulu. Selain itu kita juga harus mengetahui constraint – constraint yang berlaku baik constraint pada table maupun constraint pada column Khusus untuk data yang bertype string ( Char & Varchar2 ) dan tanggal (Date), dalam melakukan proses insert harys diapit oleh tanda ‘ ’ (petik tunggal) Contoh 1 Menyisipkan data dengan semua column - columnnya ( lengkap ) INSERT INTO s_dept VALUES ( 11, ‘Finance’, 2); Contoh 2 Menyisipkan baris yang mengandung NULL

By David

43

Laboratorium Database

Page 44 of 55

INSERT INTO s_dept VALUES ( 12, ‘MIS’, NULL) Atau INSERT INTO s_dept (id, name) VALUES (12, ‘MIS’) Contoh 3 Menyisipkan dengan hanya beberapa column saja INSERT INTO s_emp (id, last_name, userid) VALUES (26, ‘Donna’, ‘SFCL26’) Pada contoh 3 di atas dapat juga dilakukan operasi penyisipan dimana nilai yang disisipkan adalah nilai dari beberapa column dari table Contoh 4 Menyisipkan dengan menggunakan nilai khusus ( special values ) INSERT INTO s_emp (id, last_name, first_name, userid, salary, start_date) VALUES (26, ‘Donna’, ‘Smith’, USER, NULL, SYSDATE); Perhatikan contoh 4 untuk nilai dari column userid, salary dan start_date dimana nilai yang dimasukkan adalah masing – masing nama user, NULL dan tanggal system Contoh 5 Menyisipkan spesific Date dan Time INSERT INTO s_emp (id, last_name, first_name, userid, salary, start_date) VALUES (26, ‘Donna’, ‘Smith’, USER, NULL, TO_DATE(‘01-JAN-96 08:00’ , ‘DD-MM-YY HH:MI’ ); Contoh 6 Menyisipkan nilai dengan cara langsung diinputkan oleh user pada saat dieksekusi ( menggunakan variabel ) INSERT INTO s_dept VALUES (&Kode_Departemen, ‘&Nama_departemen’, &Kode_Wilayah); Contoh 7 Menyisipkan baris dengan menggunakan script

By David

44

Laboratorium Database

Page 45 of 55

ACCEPT No_Dep PROMPT ‘Inputkan Kode Departemen : ’ ACCEPT Nama_Dep PROMPT ‘Inputkan Nama Departemen : ’ ACCEPT Wil_Dep PROMPT ‘Inputkan Kode Wilayah Departemen : ’ INSERT INTO s_dept(id, name, region_id) VALUES (&No_Dep, ‘&Nama_Dep’, &Wil_Dep); Contoh 8 Menyisipkan baris dengan cara mengambil nilai dari table lain (dengan menggunakan subquery) INSERT INTO history(id, last_name, salary, title, start_date) SELECT id, last_name, salary, title, start_date) FROM s_emp WHERE start_date < ‘01-JAN-94’; Mengupdate data pada sebuah table Memodifikasi data yang ada di dalam table dapat menggunakan perintah UPDATE, yang memiliki syntax

UPDATE table_name SET column = value [ WHERE condition ];

[ , column =

value]

Dalam melakukan operasi update juga harus diperhatikan constraint – constraint baik constraint yang menyertai table maupun constraint yang menyertai column

Contoh 1 Mengupdate sebuah column pada baris tertentu UPDATE s_emp SET dept_id = 10 WHERE id = 2; Contoh 2 Mengupdate beberapa column pada baris tertentu UPDATE s_emp

By David

45

Laboratorium Database

Page 46 of 55

SET dept_id = 32, salary = 2250 WHERE id = 1; Contoh 3 Mengupdate semua baris pada table UPDATE s_emp SET commission_pct = 10;

Menghapus data Penghapusan baris pada sebuah table dapat dilakukan dengan menggunakan perintah DELETE, Syntax

DELETE table-name [ WHERE condition ];

Contoh 1 Menghapus data tertentu DELETE s_emp WHERE id = 13; Contoh 2 Menghapus semua baris pada table DELETE s_emp; dalam melakukan penghapusan data tersebut, yang harus diperhatikan adalah untuk column yang diacu oleh table lain (base table). Maksudnya adalah jika data pada baris tersebut direlasikan ke table lain, dan data pada base table tersebut dihapus, maka otomatis akan disalahkan oleh Oracle karena data pada Base Table tetrsebut masih diacu oleh table lain Misal data pada departen untuk column id dengan nilai 41 dihapus, maka otomatis akan disalahkan. Mengapa ? karena baris data tersebut diacu oleh table karyawan dimana ada data employee yang memiliki NoDep = 41, Kecuali pada saat

By David

46

Laboratorium Database

Page 47 of 55

pembuatan table dimana untuk column yang mengacu ke table lain menggunakan perintah ON DELETE CASCADE maka jika data pada base table dihapus, maka secara otomatis data yang mengacu juga akan dihapus Contoh DELETE s_dept WHERE id = 41;

Penggunaan COMMIT, ROLLBACK dan SAVEPOINT

COMMIT

INSERT
SAVEPOINT Maker A

UPDATE
SAVEPOINT Maker B

INSERT DELETE

ROLLBACK

ROLLBACK ROLLBACK to A

ROLLBACK to B

By David

47

Laboratorium Database

Page 48 of 55

Dalam Oracle 7 Server kita diberikan keleluasaan yang lebih fleksibel dalam hal melakukan manipulasi terhadap data • COMMIT Dalam melakukan query, perubahan data – data yang terjadi akibat dari operasi query sebenarnya tidak langsung disimpan ke dalam media penyimpanan, tetapi ditampung di dalam buffer. Jika diketikkan perintah COMMIT, maka semua hasil dari perubahan yang terjadi dalam operasi query yang pernah dilakukan akan disimpan kedalam media penyimpanan. Khusus untuk perintah – perintah DDL seperti CREATE TABLE, DROP TABLE, ALTER TABLE dimana hasil dari operasi tersebut akan langsung disimpan kedalam media penyimpanan ( otomatis commit dijalankan ) SAVEPOINT Digunakan untuk memberikan suatu batasan ( tanda ) terhadap query – query yang kita lakukan ( untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di atas ) jika kita telah menandai sebuah area, dan setelah itu kita melanjutkan melakukan query, dan setelah itu kita tidak menginginkan perubahan yang telah kita pada query yang letaknya di bawah query yang kita lakukan di simpan kedalam media penyimpanan maka kita dapat kembali kepada area ( titik ) yang telah ditandai sebelumnya dan melakukan commit sehingga perubahan perubahan yang tidak kita ingini dapat dibatalkan ROLLBACK TO … Sudah dijelaskan di atas bahwa kita dapat kembali pada area yang kita tandai, maka untuk kembali ke area tersebut digunakan ROLLBACK TO area_name, jika hanya dituliskan ROLLBACK saja, secara default akan kembali ke awal ( pada saat login ) atau pada COMMIT terakhir yang pernah dilakukan.

Merubah Struktur Tabel dan Constraint (Altering Table And Constraints) Setelah membuat tabel – tabel, mungkin Anda perlu mengubah struktur dari tabel, yang mungkin diakibatkan karena kebutuhan user yang berubahsehingga diperlukan penambahan sebuah kolom atau lebih, definisi kolom perlu diubah atau Anda ingin mengaktifkan / menon-aktifkan Constraint. Pada bab ini akan menjelaskan bagaimana Anda dapat merubah struktur tabel, juga menambah dan menghapus Constraint dengan perintah ALTER TABLE. Di akhir bab ini Anda akan mampu untuk : • • • • • Menambah dan memodifikasi kolom Menambah, mengaktifkan, atau menghapus constraint Menghapus Sebuah Tabel Menghapus semua baris dari tabel / menghapus semua isi tabel ? Mengubah nama dari obyek (tabel,…) ?
48

By David

Laboratorium Database

Page 49 of 55

• •

Menambah komentar ke obyek dan menampilkan komentar dari kamus data Perintah ALTER TABEL dapat dipakai untuk : - Menambah dan memodifikasi kolom - Menambah dan menghapus Constraint - Mengaktifkan / menon-aktifkan Constraint Perintah DROP TABEL menghapus semua tabel dan struktur tabel Perintah lain yang digunakan untuk mengubah sebuah tabel antara lain RENAME, TRUNCATE, COMMENT Sebuah commit otomatis akan terjadi ketika Anda menjalankan perintah DDL.

• • •

Jika Anda ingin menghapus sebuah tabel, dalam artian menghapus semua isi tabel dan strukturnya, dapat digunakan perintah DROP TABEL. Perintah – perintah lain yang dapat dipakai untuk memanipulasi sebuah tabel yang dibahas dalam bab ini : • RENAME, perintah untuk mengubah nama tabel • TRUNCATE, perintah untuk menghapus semua isi dari tabel • COMMENT, perintah untuk menambah sebuah komentar tentang sebuah tabel pada kamus data Semua perintah di atas adalah perintah Data Definition Language (DDL). Ketika Anda menjalankan salah satu perintah di atas maka sebuah commit otomatis terjadi, Anda tidak dapat mellakukan ROLL BACK terhadap perintah tersebut. Maka Anda harus berhati-hati dalam menggunakan perintah – perintah di atas. Menambah Sebuah Kolom • • • Menambah sebuah kolom baru Mendefinisikan default value untuk kolom baru tersebut Menkondisikan kolom harus berisi sebuah nilai atau tidak boleh kosong Sintak : ALTER TABEL tabel_name ADD ( column type [DEFAULT expr] [NOT NULL] [ , column type] …); keterangan : - Tabel_name adalah nama dari tabel - column adalah nama dari kolom yang baru - type adalah tipe data dan panjang dari kolom yang baru - DEFAULT expr adalah default value yang spesifik untuk kolom baru - NOT NULL adalah menambah sebuah constraint NOT NULL untuk kolom baru Column tidak dapat dihapus Contoh : - Menambah sebuah kolom komentar untuk tabel S_REGION

By David

49

Laboratorium Database

Page 50 of 55

SQL> ALTER TABEL s_region 2 ADD comments VARCHAR2 (255) CONSTRAINT s_region_comments_nn NOT NULL;

Memodifikasi Sebuah Kolom • Mengubah tipe data, ukuran, default value, dan constraint NOT NULL dari sebuah kolom Syntax : ALTER TABEL tabel_name MODIFY ( column type[DEFAULT expr] [NOT NULL] [, column type]…); keterangan : Tabel_name adalah nama dari tabel column adalah nama dari kolom yang baru type adalah tipe data dan panjang dari kolom yang baru DEFAULT expr adalah default value yang spesifik untuk kolom baru NOT NULL adalah menambah sebuah constraint NOT NULL untuk kolom baru

Kegunaan : - Menambah lebar atau presisi dari sebuah kolom numerik - Mengurangi lebar dari sebuah kolom jika kolom kosong atau jika tabelnya kosong - Mengubah tipe data jika kolom kosong - Mengkonversi sebuah kolom bertipe CHAR ke tipe VARCHAR2 atau mengkonversi dari kolom bertipe VARCHAR2 ke tipe data CHAR jika kolom kosong atau Anda tidak mengubah ukurannya - Sebuah perubahan pada default value dari sebuah kolom hanya berpengaruh pada subsequent insertions ke tabel - Penambahan sebuah constraint NOT NULL hanya dapat dilakukan jika tidak ada baris dalam kolom tersebut yang kosong Contoh : - Menambah panjang maximum dari kolom TITLE dalam tabel S_EMP menjadi 50 karakter

By David

50

Laboratorium Database

Page 51 of 55

SQL> ALTER TABEL s_emp 2 MODIFY title VARCHAR2 (50) ; Anda dapat mengubah definisi dari sebuah kolom dengan menggunakan perintah ALTER TABEL digabung dengan klausa MODIFY. Modifikasi terhadap kolom dapat dilakukan meliputi tipe data dari kolom, ukuran, default value, and constraint NOT NULL dari kolom. Menambah Constraint • • • Menambah atau menghapus, tapi bukan untuk memodifikasi sebuah constraint Mengaktifkan atau menon-aktifkan constraint Menambah sebuah constraint NOT NULL dengan menggunakan klausa MODIFY

Syntax : ALTER TABLE tabel_name ADD [CONSTRAINT constraint_name] type ( column ); keterangan : - tabel_name adalah nama tabel - constraint_name adalah nama dari constraint - type adalah tipe dari constraint - column adalah adalah nama dari kolom yang akan menggunakan constraint yang dibuat Menambah sebuah constraint foreign key ke dalam tabel yang mengindikasikan bahwa seorang manajer harus sudah ada seperti validasi employee dalam tabel S_EMP. Contoh : SQL> ALTER TABLE s_emp 2 ADD CONSTRAINT s_emp_manager_id_fk 3 FOREIGN KEY (manager_id) 4 REFERENCES s_emp(id); Menghapus Constraint Contoh : • Menghapus constraint dari manager dari tabel S_EMP

By David

51

Laboratorium Database

Page 52 of 55

SQL> ALTER TABLE s_emp 2 DROP CONSTRAINT s_emp_manager_id_fk; • Menghapus constraint PRIMARY KEY pada tabel S_DEPT dan menghapus hubungan constraint PRIMARY KEY pada kolom S_EMP>DEPT_ID

SQL> ALTER TABLE s_dept 2 DROP PRIMARY KEY CASCADE; Untuk menghapus sebuah constraint Anda dapat mengidentifikasi nama constraint dari USER_CONSTRAINTS data dictionary view dan USER_CONS_COLUMNS. Kemudian menggunakan perintah ALTER TABEL dengan klausa DROP. Option CASCADE dari klausa DROP menyebabkan constraint yang berhubungan ( tergantung pada ) constraint yang dihapus juga ikut dihapus. SQL> ALTER TABLE tabel_name 2 DROP PRIMARY KEY | UNIQUE (column) | 3 CONSTRAINT constraint [ CASCADE ] ;

keterangan : - tabel_name adalah nama tabel - constraint adalah nama dari constraint - column adalah adalah nama dari kolom yang akan menggunakan constraint yang dibuat Menon-aktifkan dan Mengaktifkan Constraint Syntax : SQL> ALTER TABLE s_emp 2 DISABLE | ENABLE CONSTRAINT constraint_name [CASCADE] ; Menon-aktifkan Constraint • Meneksekusi klausa DISABLE dari perintah ALTER TABLE untuk mendeaktifkan sebuah integrity constraint • Memakai CASCADE option untuk menon-aktifkan dependent integrity constraints SQL> ALTER TABLE s_emp 2 DISABLE CONSTRAINT s_emp_id_pk CASCADE ;

By David

52

Laboratorium Database

Page 53 of 55

Mengaktifkan Constraint • Mengaktifkan sebuah constraint yang sedang didisable dalam sebuah definisi tabel dengan menggunakan klausa ENABLE

SQL> ALTER TABLE s_emp 2 ENABLE CONSTRAINT s_emp_id_pk ; Menghapus Table Ketika diinginkan untuk mengapus table yang telah dibuat, maka kita dapat menggunakan perintah DROP TABLE, syntax-nya adalah DROP TABLE table_name [CASCADE CONSTRAINT] Contoh Menghapus table karyawan DELETE TABLE karyawan;

Mengganti nama Object ( Table ) Jika diinginkan untuk merubah nama dari table ( object ), digunakan perintah RENAME, syntaxnyaadalah RENAME old_name TO new_name; Contoh Merubah s_ord menjadi s_order RENAME s_ord TO s_order; Perintah TRUNCATE Perintsh TRUNCATE digunakan untuk menghapus semua data ( baris ) di dalam sebuah table

By David

53

Laboratorium Database

Page 54 of 55

Contoh TRUNCATE TABLE s_item; Memberikan Comments pada table dan column Comment dapat diberikan terhadap sebuah table maupun column. Comment ini digunakan untuk memberikan keterangan terhadap object tertentu ( table atau column ) Pemberian suatu comment pada sebuah table dapat dilakukan dengan menggunakan perintah : COMMENT ON TABLE table_name IS comments_name; Contoh COMMENT ON TABLE s_emp IS ‘Employee Information’;

Pemberian comment pada sebuah column dapat menggunakan perintah : COMMENT ON COLUMN s_emp.last_name IS ‘Employee name’; Menampilkan Comments Comments yang bisa ditampilkan meliputi • ALL_COL_COMMENTS Digunakan untuk menampilkan semua column comments yang ada pada table tertentu Contoh SELECT * FROM ALL_COL_COMMENTS WHERE table_name = ‘S_EMP’; • USER_COL_COMMETS Digunakan untuk menampilkan user column comments yang ada table tertentu Contoh

By David

54

Laboratorium Database

Page 55 of 55

SELECT * FROM USER_COL_COLUMN WHERE table_name = ‘S_EMP’; • ALL_TAB_COMMENTS Digunakan untuk menampilkan semua table comments yang ada Contoh SELECT * FROM ALL_TAB_COMMENTS WHERE table_name = ‘S_EMP’; • USER_TAB_COMMETS Digunakan untuk menampilkan user table comments yang ada Contoh SELECT * FROM USER_TAB_COMMENTS WHERE table_name = ‘S_EMP’;

*********** (Aha) ***********

By David

55

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->