BAB 1 PENDAHULUAN A.

Latar belakang Masalah Ditinjau dari segi usianya, Ilmu Sosial Budaya sekarang ini memiliki sedikit perubahan dibandingkan yang terdahulu. Dengan adanya perkembangan modern, mata kuliah ini semakin diperlukan khususnya sebagai calon SKM. Ilmu sosial budaya mengajarkan tentang kehidupan manusia sebagai makhluk individu dan sosial. Tentunya mengkaji hal ini lebih mendalam akan memberikan dampak positif menempatkan bermasyarakat. Dengan demikian dalam materi kuliah ini dapat kita ketahui, diantaranya manusia sebagai makhluk budaya, manusia sebagai makhluk yang kompleks, mengetahui dan mengenal manusia, serta berkomunikasi dengan manusia lain. Sebab berkembangnya Ilmu Sosial Budaya itu terletak pada tujuan apa yang dapat di pelajari ke masa depannya. Manusia sebagai makhluk individu merupakan perpaduan antara faktor fenotip dan genotip yang mempunyai ciri khas dan dapat kita sebut dengan kepribadian. Manusia sebagai makhluk sosial hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah dan rohaniah. Mempelajari makalah ini merupakan salah satu sarana dalam tata kehidupan untuk menghadapi perbedaan yang timbul antara manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Serta dapat mengetahui
1

agar dapat sosial yang

diri

sebagai

individu

dan

makhluk

pengembangan yang terjadi di dalam kehidupan makhluk individu dan makhluk sosial.

B. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk individu dan masyarakat ? 2. Apakah pengertian masyarakat dan sebutkan cirri-cirinya ? 3. Jelaskan perbedaan masyarakat desa dan kota ? 4. Jelaskan Interaksi social dan pelapisan social ? 5. Jelaskan stratifikasi Sosial dalam kehidupan masyarakat ?

C. Tujuan 1. Memahami pengertian manusia sebagai makhluk individu dan masyarakat ? 2. Memahami pengertian masyarakat dan sebutkan cirri-cirinya ? 3. Memahami perbedaan masyarakat desa dan kota ? 4. Memahami Interaksi social dan pelapisan social ? 5. Memahami stratifikasi Sosial dalam kehidupan masyarakat

2

BAB II

PEMBAHASAN

A. Individu dan Masyarakat 1. Manusia sebagai Makhluk Individu Individu, berasal dari kata in (tidak) dan divided (terbagi) – (b.inggris), dan individum- tak terbagi (b.latin). Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu, manakala unsur- unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Dalam kamus B.Indonesia – W.J.S Poerwadarmita “Manusia

adalah makhluk yang berakal budi (sebagai lawan binatang)” Arti akal budi adalah daya pikir (untuk menmgerti dan sebagainya) dan daya ikhtiar (untuk melakukan sesuatu sebagai alat batin untuk menimbang baik-buruk, benar salah). Menurut Aristoteles, di alam ini ada 3 jenis makhluk yang berjiwa, yang tarafnya bertingkat- tingkat. 1. Anima Vegetativa: yakni roh tumbuh- tumbuhan yang fungsinya hanya terbatas pada makan dan berkembang biak. 2. Anima Sensitiva: yaitu roh hewan yang berfungsi mengindera, menggunakan nafsu/ perasaannya untuk bergerak dan bertindak.

3

3. Anima Intelektiva. yaitu: roh manusia yang diantara fungsinya yang penting adalah berpikir, dan berkehendak. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri, tidak ada yang persis sama, walaupun kembar. Ciri seorang individu, dikenali lewat ciri fisik, sifat/karakter   Fisik: gemuk, kurus, lansing, atau kulitnya coklat, hitam, putih Sifat: periang, sabar, cerewet

Berdasarkan fungsi psikis, CARL GUSTAF YUNG seorang ahli jiwa, membedakan manusia menjadi dua holongan menurut arah perhatiannya: 1. Tipe ekstrovesi: Jika perhatiannya ditujukan keluar, dan orangnya disebut ekstrovet: orang ini lebih mementingkan lingkungannya / mengutamakan kepentingan umum dibandingkan didri sendiri. 2. Tipe introversi, perhatiannya diarahkan ke dalam dirinya sendiri dan orangnya dianamakan intovert. Orang yang bertipe seperti ini lebih mementingkan dirinya sendiri.

Dalam bahasa Latin individu berasal dari kata individuum, artinya yang tak terbagi. Dalam bahasa Inggris individu berasal dari kata in dan divided. Kata in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan divided artinya terbagi. Jadi, individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan.

4

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya.

Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotipe dan fenotipe. Faktor genotipe adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan dibawa individu sejak lahir. Faktor fenotipe merupakan faktor lingkungan.

Karakteristik yang khas dari seseorang disebut dengan kepribadian. Menurut Nursyid Sumaatmadja kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi biopsikofisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan.

2. Manusia sebagai Makhluk Sosial

Sosial berkenan dengan masyarakat ,socius: teman, sosiologis: logos: ilmu. Secara harfiah sosisologi berarti ilmu pengetahuan tentang pertemanan. Atau secara lebih luas, ilmu pengetahuan yang mempelajari interakaksi antar manusia di dalam masayarakat

Selama manusia hidup ia tidak akan pernah lepas dari pengaruh masyarakat. Di rumah, di sekolah, di lingkungan yang lebih besar manusia tidak lepas dari

5

Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya.pengaruh orang lain. Cooley berpendapat bahwa looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap. Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain. Pada tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. cenderung untuk berteman dengan sesame artis lagi. yaitu makhluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. 6 . Cooley member nama looking-glass self untuk melihat bahwa seseorang dipengaruhi oleh orang lain. Dengan demikian. Misalnya. sering kali didasari atas kesamaan cirri atau kepentingannya masing-masing. orang kaya cenderung berteman lagi dengan orang kaya. Orang yang berprofesi sebagai artis. Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. akan terbentuk kelompokkelompok sosial dalam masyarakat yang didasari olehnkesamaan cirri atau kepentingan. Manusia memiliki kebutuhan untuk mencari kawan atau teman. Manusia dikatakan makhluk sosial juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk bersosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Manusia dikatakan juga sebagai makhluk sosial. karena manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Menurutnya pengembangan diri manusia ini berlangsung melalui beberapa tahap. game stage.Salah satu teori perana dikaitkan dengan sosialisasi oleh teori George Herbert Mead. 2. and Society (1972). sebab dugaan yang dianut orang yang berprasangka tidak didasarkan atas pengetahuan. Namun dalam kaitannya dengan hubungan antarkelompok istilah ini mengacu pada sikap permusuhan yang ditujukan kepada suatu kelompok tetentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai cirri-ciri yang tidak menyenangkan. Sikap ini dinamakan prasangka. yaitu: 1. Manusia tunduk pada aturan. yaitu play stage. Dapat disimpulkan bahwa mausia dikatakan sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Self. maupun bukti-bukti yang cukup memadai. Dalam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. dan generalized other. 4. Prasangka (prejudice) merupakan suatu istilah yang mempunyai makna. 3. norma sosial. pengalaman. 7 . Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain. Mead menguraikan tahap-tahap perkembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain.

baik pencemaran udara. daya. dan atau komponen lain kedalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. relatif mudah untuk ditemukan. dengan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. 8 . termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya. Mengingat bahwa pembangunan merupakan aktifitas utama dari setiap Negara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warganya. energi. dan makhluk hidup. Manusia sebagai Makhluk yang Berhubungan dengan Lingkungan Hidup Lingkungan. keadaan. dapat dikatakan bahwa kerusakan lingkungan sudah merupakan bagian yang tidak dapat dihindarkan dari kegiatan pembangunan. Oleh karena itu fakta yang menunjukkan bahwa tingkat kerusakan lingkungan sudah sangat tinggi dan cenderung makin meninggi.3. bagaimanapun juga akan tercemar. Berita tentang terjadinya pencemaran lingkungan. yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. air maupun tanah dengan segala aspek yang terdapat didalamnya sering kita temukan baik di dalam media massa cetak maupun media elektronik. yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda. zat. Fenomena mengindikasikan bahwa kerusakan lingkunagn sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

kenikmatan hidup. Oleh karena itu perlindungan lingkungan merupakan suatu keharusan apabila meninginkan lingkungan yang lestari sehingga kegiatan ekonomi dan kegiatan lain dapat berkesinambungan. pemeliharaan. dan pengembangan lingkungan hidup. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengelolaan lingkungan hidup merupakan penaggulangan dampak negatif kegiatan manusia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu lingkungan. 3. serta keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam. 2. Apabila demikian halnya maka pengelolaan lingkungan hidup merupakan suatu keharusan. pengendalian. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan hidup untuk generasi sekarang maupun yang akan datang. Dengan telah ditentukannya tujuan pengelolaan lingkungan hidup maka tugas selanjutnya ialah menetukan strategi. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan. kebijaksanaan dan langkah/ taktik pengelolaan lingkungan hidup. pemulihan.Lingkungan yang tercemar akibat kegiatan manusia maupun proses alam akan berdampak negative pada kesehatan. keindahan. efisiensi. Mewujudkan manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup. Memperoleh keselamatan hubungan antara manusia dan lingkungan. 5. pengawasan. Pengelolaanlingkunganhidupbertujuan : 1. 9 . kemudahan. penataan. 4. Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

selain dampak sosial ekonomis proyek. memerlukan usaha yang sungguh-sungguh terutama dalam hal : 1. langkah atau taktik adalah upaya terinci untuk mencapai tujuan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. 10 . serta yang membuat laporan tahunan situasi kualitas lingkungan pertahun. Evaluasi terus-menerus terhadap program-program lingkungan serta persyaratan-persyaratan pembangunan proyek-proyek yang harus memenuhi atau mengajukan laporan. Inventarisasi situasi lingkungan sekarang 2. Berbagai kebijaksanaan yang baik untuk mengelola lingkungan hidup dapat ditempuh dan ditujukan pada keadaan udara.Strategi dalam hal ini adalah haluan dalam garis besar sedang kebijaksanaan adalah upaya atau tindakan umum untuk mencapai tujuan. air. 3. Perlindungan lingkungan yang bertujuan memperoleh kualitas lingkungan yang baik. tanah serta segala racun di dalam lingkungan. Lembaga serta organisasi yang khusus menangani masalah lingkungan baik di pusat maupun di daerah terutama menentukan penyimpangan. kepada siapa denda harus dibayar. juga dampak proyek pada lingkungan hidup. baik sekarang maupun yang akan datang. Cara penyelesaian soal secara ilmiah. denda. terencana dan politis 4.

peraturan pelaksanannya serta kebijaksanaan pemerintah. jembatan. bahan. Teknik Penilaian Dampak Pembangunan Terhadap Lingkungan Ada empat segi pendekatan / teknik penilaian dampak pembangunan terhadap lingkungan yaitu :  Segi Manfaat Dari segi manfaat ada empat pendekatan : 1. pertanian. Undang-undang inilah yang akan menjadi pokok dasar tolak undang-undang lain. juga pengaruh pada produk di sektor produsen dan rumah tangga. pengaruh pada sistem yang dibangun manusia yaitu gedung. 4 tahun 1982. 11 .Kebijaksanaan Lingkungan Sementara ini telah diundangkan Undangundang RI No. Kualitas lingkungan disini adalah faktor produksi. Perubahan dalam kualitas lingkungan menjurus pada perubahan dalam produktivitas dan biaya produksi. Untuk dapat menilai apakah kebijaksanaan itu cukup baik atau tidak tergantung pada apakah kebijaksanaan tersebut memenuhi kriteria tertentu. sehingga harga-harga serta tingkat hasil juga berubah dan ini dapat diukur. kehutanan. Teknik Nilai Pasar / Produktivitas Teknik ini biasanya dipakai untuk meneliti pengaruh pembangunan sistem alami seperti pada perikanan. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk menggantikan Undang-undang No.

Barang-barang dan jasa-jasa lingkungan yang dapat dipasarkan. Pendekatan Pasar Pengganti (Surrogate Market) Pendekatan ini dibagi dalam : a. sehingga manfaat tambahan penawaran jasa lingkungan mengakibatkan berkurangnya pembelian barang privat. Pendekatan Nilai Tanah Lainnya Misalnya diadakan pemeliharaan barang-barang lingkungan untuk maksud sejarah. Pendekatan Selisih Upah Seperti diketahui upah tergantung pada permintaan dan penawaran terhadap tenaga kerja. 3. terutama untuk generasi mendatang. Pendekatan Nilai Milik Nilai tanah atau milik dipakai untuk menentukan kesediaan orang untuk membayar barang lingkungan. Jasa lingkungan merupakan subtitut barang privat yang dapat dipasarkan. Pendekatan Nilai Tanah a. Secara teoritis permintaan terhadap tenaga kerja tergantung pada produk fisik marjinal 12 .2. b. kebudayaan. yaitu pemanfaatan nilai pasar untuk mengestimasi secara tidak langsung suatu kurva permintaan barang lingkungan sehingga dapat dihitung manfaat atau kerugian dari perubahan dalam kualitas atau suplai di lingkungan tertentu. pendidikan. Misalnya kolam renang swasta merupakan subtitut danau atau sungai. ilmiah dan lain-lain.

Proses) atau Kompensasi Dengan acara pengendalian atau proses perhitungan ganti rugi atau kompensasi/pampasan dibayarkanlah kepada mereka yang menderita rugi atau kerusakan. sejumlah uang agar mereka menyerahkan hak terhadap barang lingkungan. Dengan demikian jelas perbaikan lingkungan akan berpengaruh besar pada tingginya upah. misalnya untuk mencari nilai kurva permintaan “barang-barang” rekreasi. d. Oleh karena itu pengendalian polusi udara. sedang penawaran tenaga kerja tergantung pada kondisi kerja dan kondisi hidup. Pendekatan Pemanfaatan Data Litigasi (Acara. Misalnya saja untuk penangkapan ikan di Cilacap diberikan ganti rugi sebesar rata-rata keuntungan tahunan mereka dibagi dengan tingkat bunga yang berlaku agar mereka menyerahkan hak menangkap ikan mereka di daerah yang tercemar oleh pabrik-pabrik di industrial estate Cilacap. c. Pendekatan Berdasarkan Biaya Perjalanan / Bepergian Pendekatan ini dipakai untuk menilai barang-barang yang “underpriced” atau dinilai terlalu rendah. Biasanya makin tinggi penghasilan seseorang makin besar permintaan terhadap barang rekreasi. perbaikan keindahan atau amenities kota dan pengurangan resiko kesehatan akan mempertinggi tingkat upah di kota-kota.(marginal physical product) tenaga kerja. 13 .

Hanya saja disini digunakan gambar. Wawancara kemauan membayar atau menerima kompensasi atau pampasan yang terdiri atas : 1) Pendekatan Tawar Menawar Asumsi pada pendekatan tawar-menawar ini ialah bahwa harga barang-barang atau jasa berbeda tergantung pada perubahan dalam jumlah kualitas yang disuplai. 14 . Pernilaian didasarkan pada kesediaan orang untuk membayar sekelompok barang yang lebih baik atau kesediaan menerima pembayaran bila diperoleh barang dan jasa yang lebih inferior. Pendekatan dengan Menggunakan Teknik Survey Teknik ini ada 2 macam yang semuanya berdasarkan wawancara di lapangan.e. Orang ditanya untuk menilai kelompok-kelompok yang terdiri dari berbagai barang dan jasa. 2) Konsep Alokasi Anggaran Konsep alokasi anggaran pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari konsep tawar-menawar.gambar menarik dan responden diminta untuk memilih tempat-tempat mana yang ia lebih senangi dari tempat-tempat lain dan seberapa besar anggaran yang ia bersedia untuk menyediakan demi kepergian ke tempat yang ia senangi itu.

Nilai barang lingkungan yang dikonversi adalah sebesar usaha melindungi tanah tersebut dari erosi dengan cara menutup tanah dengan alat pelindung tertentu. terdiri dari : a. Teknik Analisis Biaya. Segi Biaya Dari segi biaya teknik / penilaian dibagi ke dalam : 1. Pendekatan Proyek Bayangan Pendekatan dengan berdasarkan pada Proyek Bayangan dilaksanakan dengan mengemukakan secara hipotesis suatu proyek yang dapat ditanggulangi persoalannya dengan berbagai alternative bayangan. 15 . c. Teknik Pengeluaran Preventif Teknik Pengeluaran Preventif mengestimasi nilai minimum kualitas lingkungan berdasarkan kesediaan orang mengeluarkan biaya untuk menghilangkan atau paling tidak mengurangi akibat buruk lingkungan b. Pendekatan Biaya Ganti Pendekatan Biaya Ganti misalnya diterapkan pada kasus konservasi tanah pegunungan. Nilai tanah kemudian terdiri dari nilai atau harga pelindung dan kebaikan atau manfaat yang diperoleh dari ditiadakannya banjir di bagian-bagian bawah.

usaha pengolahan dan jasa. Teknik Programasi Linier Teknik Programasi Linier juga dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan kualitas lingkungan. Misalnya mengurangi SO dapat dengan berbagai cara. Berapa masing-masing biayanya. Mana yang paling dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka mengurangi SO sampai mendekati angka nol lb/kwh dengan biaya yang dapat ditenggang. di suatu daerah dihasilkan tenaga listrik sebesar 2. Misalkan saja. Jadi dengan teknik input-output dapat dicari dampak pembangunan terhadap lingkungan. Tetapi penggunaan teknik ini mengandung berbagai batasan.000 MW dan terdapat wisatawan sebanyak 1. menggunakan batubarayang baik. 1.1) Teknik Analisis Keefektifan Biaya Analisis keaktifan biaya juga hamper sama. Data yang perlu ada misalnya berhubungan dengan variabel kualitas lingkungan seperti tata guna tanah. yaitu dengan meninggikan cerobong asap.  Teknik Input-Output Teknik Input-Output yang dikembangkan oleh Wassily Leontief itu dapat diterapkan pada masalah yang berhubungan dengan kualitas lingkungan. emisi SOx dan emisi debu pada misalnya sector-sektor pertanian. dan lainlain.500 orang dari suatu keadaan dimana diperlukan dana 16 . beralih memanfaatkan BBM dengan sulfur rendah.

Di Negara penduduk merupakan salah satu modal dasar pembangunan.investasi sebesar Rp 900 juta dan tenaga kerja sebanyak 500 orang untuk suatu proyek. Hubungan Penduduk dengan Lingkungan dan Kesejahteraan.Lingkungan alam seperti tanah. serta diketahui bahwa setiap MW tenaga listrik (x1) memerlukan Rp 300. dan kepribadian. Manusia membuat. mencangkup tingkat pendidikan. pertumbuhan. jalan. menciptakan. Hal yang berkaitan dengan penduduk Negara meliputi: a. dan perimbangan penduduk di tiap wilayah Negara ( Winarno. saluran. dirombak untuk menampung berbagai fasilitas kebutuhan manusia. mengerjakan. pendidikan. etos kerja. Aspek kualitas penduduk. penduduk tidak hanya sebagai sasaran pembangunan. persebaran. Sejak awal. perataan. Air 17 . hiburan. Misalnya. Aspek kuantitas penduduk yang mencangkup jumlah penduduk.000. manusia merupakan subjek sekaligus objek dalam perjalanan hidupnya guna mendapatkan kesejahteraan. dan lain-lain. 2007).keterampilan. perumahan dan fasilitas lain seperti pelayanan kesehatan. tetapi juga merupakan pelaku pembangunan.000. dan memperbaiki berbagai hal yang di tunjuk untuk kepentingan hidupnya. Sebagai modal dasar atau asset pembangunan. pasar.00 dan pelayanan sebanyak 2 orang.00 investasi dan tenaga kerja sebanyak 1 orang dan lagi setiap wisatawan (x2) memerlukan investasi sebesar Rp 200. b.

Jadi. Orang-orang yang dapat dipandang sebagai 18 . Kerusakan lingkungan hidup merupakan problema besar yang di alami umat manusia sekarang ini. alam sebagai faktor yang menentukan. demokrasi. yaitu paham determinisme. Berkenaan dengan hubungan antara manusia dengan alam paling tidak ada tiga paham. kolam. perombakan lingkungan berakibatkan pada kerusakan lingkungan itu sendiri. Lingkungan telah kehilangan daya dukung lingkungan sebagai akibat tindakan manusia yang berlebihan. dan air mancur air jaga untuk pembangkit listrik. Bahkan. Tidak jarang. yaitu kerusakan lingkungan hidup. tetapi juga sebagai sarana rekreasi seperti taman. Contohnya. dan paham optimisme teknologi. jumlah penduduk semakin besar menyebabkan pemukiman yang terus berkembang dan akhirnya berpengaru besar pula terhadap lingkungan Perubahan lingkungan sebagai akibat tindakan manusia tidak jarang memberikan dampak negative. paham posibilisme.tidak hanya di manfaatkan untuk kebutuhan makan dan minum. isu tentang HAM. dan lingkungan. Determinisme alam menempatkan manusia sebagai makhluk yang tunduk pada alam. pembangunan perumahan dan vila-vila di lereng pegunungan telah mengakibatkan banjir besar pada daerah di bawahnya.

Huntington berpandangan bahwa iklim sangat menentukan perkembangan kebudayaan manusia. struggle for existence). Manusia dengan kemampuan budayanya dapat memilih kegiatan yang cocok sesuai denga kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh alam lingkungannya. Ratzel melihat bahwa populasi manusia dengan perkembangan kebudayaannya ditentukan oleh kondisi alam. Alam lingkungan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Friederich Ratzel. dan yang kuat akan bertahan hidup (survival of the fittest). dalam teori evolusinya. seleksi alam (nature selection). dan Elsworth Huntingtong.tokoh paham determinisme antara lain Charles Darwin. bahwa makhluk hidup secara berkesinambungan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan. tidak lagi dipandang sebagai faktor yang menentukan. Pada perkembangan tersebut terjadi perjuangan hidup (struggle for life. faktor alam sangan menentukan. Dalam proses perkembangan kehidupan tadi. Kemajuan dan penerapan teknologi telah membawa kemajuan pemanfaatan sumber daya alam bagi kepentinga pembangunan yang menjadi penopang kesejahteraan umat manusia. Atas dasar 19 . Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan telah menjadi dasar pesatnya kemajuan teknologi. Menurut Charles Darwin (1809-1882).

dan tindakan. sikap. complex 20 .” Pada konsep ini. invariably including self maintenance and selfperpetuation.” “Masyarakat adalah sekumpulan yanng terorganisir dari orang-orang yang berinteraksi yang mana kegiatannya berpusat pada tujuan bersama. and of action. masyarakat lebih dicirikan oleh interaksi. attitudes. PENGERTIAN MASYARAKAT DAN CIRI-CIRINYA 1. keyakinan. b.hal tersebut muncul motto “ teknologi merupakan tulang punggung pembangunan”. Mereka percaya bahwa televisi bertanggung jawab dalam membentuk. yaitu : a. atau mendoktrin konsepsi pemirsanya mengenai raelitas sosial yang ada disekelilingnya. B. dan yang manacenderung untuk berbagi mengenai percaya. Pengertian masyarakat menurut para ahli. dan tindakan sejumlah manusia yang sedikit banyak berkecenderungan sama. Krech Crutchfield and Ballachey “A society is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered around a set of common goals. and who tend to share common believe. Fairchilde “Society is a group human beings cooperating in the pursuit of several of their major interest. the concept of society includes continuity. kegiatan. tujuan.

hubungan asosiasional yang kompleks. karakteristik dari masyarakat itu sendiri adalah adanya sekelompok manusia yang menunjukkan perhatianya bersama secara mendasar. Hunt “A society is a relatively independent.” Dengan demikian. self-perpetuating human group who occupy territory.” “Masyarakat adalah sekelompok manusia yang bekerja sama dalam mengejar beberapa kepentingan utama mereka. women. karakteristik dari masyarakat itu terutama terletak pada kelompok manusia yang bebas dan bersifat kekal. berbagi budaya. dan komposisi termasuk perwakilan dari jenis manusia yang mendasar. and children. share a culture. termasuk memelihara diri dan kelangsungan hidup. c. wanita. Paul B. dan memiliki sebagian besar hubungan mereka dalam kelompok ini.” “Masyarakat adalah relatif independen. dan anak-anak. menempati kawasan 21 . Horton & C. and have most their association within this group.associational relationships. specifically men. konsep masyarakat termasuk kesinambungan. pemeliharaan kekelan bersama perwakilan manusia menurut sejenisnya yang berhubungan satu sama lain secara berkesinambungan jadi relasi manusia sebagai suatu bentuk masyarakat tidak terjadi dalam waktu yang singkat. khususnya laki-laki. and a composition including representatives of fundamental human types. sekelompok manusia mengabadikan diri menempati wilayah.” Menurut konsep ini.

yang menghasilkan kebudayaan. berlandaskan perhatian dan tujuan bersama. masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektivitas manusia yang melakukan antar hubungan. 22 . Paul B. Hunt Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri. serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. Yang utama. sedikit banyak bersifat kekal. mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut. e. f.tertentu. Koentjaraningrat Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu. hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama. justru yang ada yaitu mengenai persamaannya. Di antara istilah (konsep) masyarakat yang telah dikemukakan di atas. Selo Soemardjan Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama. tidak ada perbedaan ungkapan yang mendasar. Horton & C. tinggal di suatu wilayah tertentu. memiliki kebudayaan serta terjalin dalam suatu hubungan di antara anggota-anggotanya. d. dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

i. Karl Marx Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompokkelompok yang terbagi secara ekonomi. Ralph Linton Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri sendiri dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas. yang mana interaksi sebagian besar adalah antara perorangan yang berada di dalam kelompok masyarakat tersebut. tradisi. 23 . sikap. j.P Gillin Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan. k.L Gillin dan J. Emile Durkheim Masyarakat adalah suatu sisitem yang dibentuk dari hubungan antar anggota sehingga menampilkan suatu realitas tertentu yang mempunyai ciricirinya sendiri. h. J. dan perasaan persatuan yang sama. Anne Ahira Masyarakat merupakan sekelompok orang yang membentuk suatu sistem yang semi tertutup ataupun semi terbuka.g.

Memiliki kepercayaan. Kelompok manusia b. dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan. Sudah terbentuk lama c. Sudah memiliki system social atau struktur social tersendiri d.J Herskovits Masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasi dan mengikuti satu cara hidup tertentu. Keseluruhan yang selalu berubah disebut masyarakat. sikap. Kumpulan orang yang terorganisasi b. dan perilaku yang dimiliki bersama Ciri-ciri atau unsur masyarakat menurut Fairchilde yaitu: a. Ciri-ciri masyarakat yaitu : Ciri-ciri masyarakat menurut Krech Crutchfield and Ballachey yaitu: a. Mac Iver dan Page Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara. Adanya keterpaduan atau kesatuan diri berlandaskan kepentingan utama c. M. 2. dari pengawasan tingkah laku serta kebebasan manusia. m. Adanya pertahanan dan kekekalan diri 24 .l. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial dan masyarakat selalu berubah.

Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan. c. Ciri-ciri masyarakat menurut Marion Levy yaitu: a. Saling setia pada sistem tindakan utama. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat. d.d. Memiliki kebudayaan e. Ada sistem tindakan utama. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat. c. Memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan Ciri-ciri masyarakat menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat yaitu: a. Hunt yaitu: a. Berangotakan minimal dua orang. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota. b. b. Adanya hubungan yang pelik diantara anggotanya Ciri-ciri masyarakat menurut Paul B. 25 . Horton & C. Kelompok manusia b. Adanya kesinambungan e. Sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal c. Menempati suatu kawasan d.

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota. MASYARAKAT KOTA DAN MASYARAKAT DESA 1. Yang terpenting di sini adalah manusia perorangan atau individu. bila dibandingkan dengan kehidupan warga masyarakat desa yang cenderung ke arah keagamaan. a. sebab perbedaan kepentingan. perbedaan agama.d. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia. yaitu : Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. kehidupan masyarakat berada dalam lingkungan ekonomi. perdagangan. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain. C. b. dan sebagainya. gereja. seperti : di masjid. Pengertian masyarakat kota Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Sedangkan di luar itu. 26 . Kegiatan-kegiatan keagamaan hanya setempat di tempattempat peribadatan. cara kehidupan demikian mempunyai kecenderungan ke arah keduniawian. paham politik.

Dengan melihat perbedaan-perbedaan yang ada mudah-mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan. iklim. 27 .2.   Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasa. sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan. Dengan ciri-cirinya masyarakat pedesaan sebagai berikut:  Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa. ekonomi. Perbedaan Desa dan Kota yaitu: Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. keadaan alam. Landis : Desa adalah penduduknya kurang dari 2. 3. Pengertian Desa Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartohadikusuma mengemukakan sebagai berikut.500 jiwa. sosial. Desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Menurut Bintarto desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi. kekayaan alam. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti. Sedangkan menurut Paul H. politik dan kultural yang terdapat di situ (suatu daerah) dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.

Stratifikasi sosial e. Mobilitas . Solidaritas sosial. Mata pencaharian. Lingkungan hidup c. Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional 28 . c. Jumlah dan kepadatan penduduk b. Corak kehidupan sosial d.Ciri-ciri tersebut antara lain : a.sosial f. dan h. Pola interaksi sosial g.

” b. Booner dalam bukunya. Menurut H. antar kelompok orang. di mana kelakuan individu yang satu memengaruhi. dan lain-lain. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi social.D. saling berbicara dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama mengadakan persaingan. atau bahkan mungkin berkelahi. Interaksi sosial Ada beberapa pengertian interaksi social yang ada dilingkungan masyarakat. Pergaulan hidup semacam ini baru akan terjadi apabila manusia dalam hal ini orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia bekerja sama. INTERAKSI SOSIAL DAN PELAPISAN SOSIAL Manusia berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok social. Maka dapat dikatakan bahwa interaksi social adalah proses-proses social. pertikaian. mengubah. social psychology. memberikan rumusan interaksi social. 1. berjabat tangan. bahwa “interaksi social adalah hubungan antara dua individu atau lebih. yang menunjuk pada hubungan-hubungan social dinamis. atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. dan orang perorangan dengan kelompok. Menurut Gillin and Gillin (1954) yang menyatakan bahwa interaksi social adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual. Apabila dua orang bertemu interaksi social dimulai. di antaranya : a. 29 . pada saat itu mereka saling menegur.

b) Factor sugesti Dalam psikologi sugesti dibagi dua : (1) Autosugesti.c. antara individu dengan kelompok. (2) Heterosugesti. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya dengan interaksi social adalah hampir sama. yaitu sugesti terhadap diri sendiri yang datang dari dirinya sendiri. 30 . yaitu sugesti yang dating dari orang lain. yaitu : a) Factor imitasi Factor imitasi mempunyai peranan sangat penting dalam proses interaksi social. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat membawa seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku. lalu diterima oleh orang lain diluarnya. oleh karena itu interaksi social merupakan syarat utama terjadinya aktifitasaktifitas social. antara kelompok dengan kelompok. sedangkan pada sugesti seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya. Interaksi social merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu. 1) Interaksi Social sebagai Factor Utama dalam Kehidupan Bentuk umum proses-proses social adalah interaksi social. Bedanya ialah bahwa dalam imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya. Adapun factor-faktor yang mendasari berlangsungnya interaksi social.

Bahkan orang dapat tiba-tiba merasa tertarik pada orang lain dengan sendirinya karena keseluruhan cara-cara tingkah laku menarik baginya. melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses identifikasi. walaupun didalam kenyataannya proses tadi memang masih kompleks. 2) Syarat-syarat terjadinya interaksi social 31 . baik secara lahiriah maupun bathiniah. c) Factor identifikasi Indentifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional. Hal-hal tersebut diatas merupakan factor-faktor minimal yang menjadi dasar bagi berlangsungnya proses interaksi social. d) Factor simpati Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain.Dalam ilmu jiwa social sugesti dapat dirumuskan sebagai satu proses dimana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu. sehingga kadangkadang sulit untuk mengadakan perbedaan yang tegas antar factorfaktor tersebut.

oleh karena itu orang dapat mengadankan hubungan dengan orang lain tanpa harus terjadi kontak secara fisik. Suatu kontak terjadi tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan kontak berhubungan langsung 32 . akan tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Yang bersifat positif yaitu yang dapat mengarahkan pada suatu kerja sama.Untuk terjadinya suatu interaksi social diperlukan adanya syarat-syarat yang harus ada. (3) Antara kelompok manusi dengan kelompok manusia lainnya. Kontak social dapat bersifat primer dan sekunder. Sebagai gejala social kontak tidak perlu terjadi dengan saling menyentuh saja. Kontak social ada yang bersifat negative dan positif. yaitu : (1) Antara orang perorangan (2) Antara orang perorangan dengan suatu kelompok atau sebaliknya. sedangkan yang bersifat negative yaitu yang dapat mengarahkan seseorang pada suatu pertentangan bahkan dapat menyebabkan tidak terjadinya interaksi social. yaitu : a) Adanya kontak social (social contact) Secara harfiah kontak berarti “bersama-sama menyentuh”. Kontak social dapat terjadi dan berlangsung dalam tiga bentuk.

Apabila antara penyampai pesan dengan penerima pesan memiliki pengertian yang sama terhadap pesan tersebut. atau sikap-sikap tertentu. maka inilah yang dikatakan dengan terjadinya komunikasi. pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. dan pertentangan (conflict). persaingan (competition). atas dasar bahwa segala macam bentuk interaksi tersebut dapat dijumpai pada semua kelompok manusia.dengan bertemu dan bertatap muka. Menurut Gillin and Gillin . Ada tiga bentuk kerja sama : a. Sebaliknya kontak sekunder memerlukan perantara. 3) Bentuk-bentuk interaksi social Bentuk interakis social dapat beruapa kerja sama (cooperation). 33 . ada dua macam bentuk interaksi social : a) Bentuk interaksi asosiatif (1) Kerja sama (cooperation) Kerja sama merupakan bentuk interaksi social yang pokok. gerak-gerik badan. Bargaining. b) Adanya komunikasi Seseorang memberikan tafsiran pada tingkah laku atau perasaanperasaan orang lain dalam bentuk pembicaraan. Karena kerja sama dapat menggambarkan sebagian besar bentuk interaksi social.

Cooperation. sehubungan dengan norma-norma social dan nilai social yang berlaku di masyarakat. Bentukbentuk dari akomodasi antara lain : a. dimana pihak yangterlibat masing-masing mengurangi tuntutannya. proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi. d. (2) Akomodasi (accommodation) Istilah akomodasi digunakan dalam dua arti. c. suatu bentuk akomodasi. Arbitration. agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. tidak sanggup untuk mencapai sendiri. Compromise.b. hampir menyerupai arbitration diundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada. suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan. yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena ada paksaan. 34 . kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Coalition. c. Mediation. Coercion. berarti suatu kenyataan adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang perorangan dan kelompok manusia. yaitu untuk menunjuk pada suatu keadaan. b.

h. bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. akan tetapi gejala-gejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian.e. merupakan suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang. Adjudication. Tolerantion. suatu usaha untuk memepertemukan keinginan pihak yang berselisih. berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. yaitu perselisihan perkara atau sengketa di pengadilan. g. perasaan tidak suka yang disembunyikan dan kebecian terhadap kepribadian orang. f. bagi tercapainya suatu persetujuan bersama. (2) Kontravensi (contravention) Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang. (3) Pertentangan (conflict) 35 . Conciliation. Stelemate. b) Bentuk interaksi disosiatif (1) Persaingan (competition) Bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa menggunakan kekerasan.

kekayaan. pengamen. Perwujudannya adalah adanya 36 . pemulung. pekerjaan. menengah. pedagang. Dari faktor pekerjaan kita mengetahui adanya kelompok petani. Pertentangan kelas social. Keberadaannya merupakan konsikuensi logis dari beberapa faktor yang selalu ada dalam kehidupan manusia. Dari faktor kekayaan kita mengetahui adanya golongan miskin. dan sebagainya. Pertentangan rasional. Pertentangan politik. dan kaya. 2. pertentangan antar individu b. pemusik. Bentuk-bentuknya antara lain : a. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). menengah. pendidikan. dan sebagainya. Pelapisan sosial Pelapisan sosial merupakan gejala alami yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dari faktor keturunan kita mengetahui adanya golongan yang berpendidikan rendah. Pertentangan pribadi. Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. pertentangan yang timbuk karena perbedaan ras c. biasanya terjadi di antara partai-partai politik untuk memperoleh kekuasaan Negara. d.Suatu bentuk interaksi individu atau kelompok social yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menetang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. yaitu berkaitan dengan keturunan. pertentangan yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan antara kelas social. dan tinggi.

Pelapisan sosial yang terjadi secara alamiah tidak dapat dilepaskan oleh kecendrungan bakat. pangan. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. dan papan. minat. Adapun pelapisan sosial yang sengaja direncanakan oleh manusia dapat diperhatikan pada organisasi politik seperti pembagian kekuasaan. 37 . P. Misalnya dilingkungan pantai berkembang masyarakat nelayan. yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. yakni secara alamiah dan secara disengaja atau direncanakan oleh manusia.lapisan-lapisan di dalam masyarakat. yakni mereka yang berkecukupan dalam hal kebutuhan sandang. Dasar-Dasar Pembentukan Pelapisan Sosial Proses terbentuknya pelapisan sosial dapat terjadi melalui dua cara. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand. dan dukungan lingkungan.J. b) Masyarakat kelas menengah (middle class) merupakan kelompok orang yang berkecukupan. di sekitar lahan yang subur berkembang masyarakat petani. 1) Pelapisan Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi Di pandang dari sudut ekonomi terdapat tiga lapisan masyarakat : a) Masyarakat kelas atas (upper class) merupakan kelompok orang kaya yang diliputi dengan kemewahan. pembentukan organisasi politik. dan banyak lagi contoh-contoh lain yang berhubungan dengan proses pelapisan sosial secara alamiah. dan lain sebagainya. a. ada lapisan yang tinggi dan ada lapisanlapisan di bawahnya.

dan lain-lain. sedang. yakni ditinjau dari sudut obyektif dan subyektif. ras. apakah seseorang memiliki status sosial lebih tinggi atau lebih rendah dalam kehidupan sosial. status sosial merupakan hasil penilaian orang lain terhadap diri seseorang yang terkait dengan siapa seseorang tersebut berhubungan. Secara obyektif. b) Kepemilikan. pangan dan papan. Talcot Parsons mengemukakan lima kriteria sebagai berikut: a) Kelahiran. seperti jenis kelamin.Z.c) masyarakat kelas bawah (lower class) merupakan sekelompok orang miskin yang sering mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sandang. secara subyektif seorang bisa saja memberikan penilaian terhadap orang lain. Robert M. apakah lebih tinggi atau lebih rendah statusnya dalam kehidupan bermasyarakat. status sosial merupakan suatu tatanan hak dan kewajiban yang secara hierarkis terdapat dalam suatu struktur formal sebuah organisasi. Secara subyektif. Dalam kaitan ini. Untuk memberikan penilaian. 38 . yakni status yang diperoleh berdasarkan kelahiran. seperti miskin. kebangsawwanan. 2) Pelapisan Sosial Bersdasarkan Kriteria Sosial Sehubungan dengan status sosial. dan kaya. Lawang mengemukakan dua pengertian. yakni status yang dipeeroleh berdasarkan harta yang diperoleh berdasarkan harta yang dimiliki oleh seseorang.

kelembutan. tipe oligarkhis. Adapun dalam referensi lain dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut: 39 . yakni status yang diperoleh berdasarkan kemampuan untuk memengaruhi orang lain sehingga bersedia mengikuti segala sesuatu yang diinginkan. yaitu tipe kasta. dan tipe demokratis. dan lain-lain. d) Otoritas. e) Prestasi. Mac Iver mengemukakan tiga pola umum dalam sistem pelapisan kekuasaan. Pola pelapisan sosial tipe kasta memiliki garis pemisah yang sangat tegas dan sulit ditembus. Pola pelapisan kekuasaan tipe kasta ini dapat diperhatikan pada sistem kekuasaan yang terdapat pada kerajaan-kerajaan. yakni status yang diperoleh berdasarkan prestasi yang dicapai. 3) Pelapisan Sosial Berdasarkan Kriteria Politik Status sosial yang berdasarkan kriteria politik merupakan penggolongan anggota masyarakat berdasarkan tingkat kekuasaan yang dimiliki. Pola pelapisan kekuasaan tipe oligharkis juga menggambarkan adanya garis pemisah yang tegas antara tiap-tiap lapisan. akan tetapi perbedaan antara tiap-tiap pelapisan tersebut tidak terlalu kaku. dan lain sebagainya. pekerjaan.c) Kualitas pribadi. maka semakin tinggi pula statusnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Semakin besar kekuasaan yang dimiliki. kebijaksanaan. baik dalam hal berusaha. yakni status yang diperoleh berdasarkan kualitaskualitas kepribadian yang tidak dimiliki oleh orang lain. seperti kecerdasan. pendidikan.

40 . Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional. cara berpakaiannya. para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur. demikian pula sebaliknya. sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya. maupun kebiasaannya dalam berbelanja. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal. barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial.1) Ukuran Kekayaan Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada. kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. benda-benda tersier yang dimilikinya. 3) Ukuran Kehormatan Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukran kekayaan atau kekuasaan. biasanya mereka sangat menghoramti orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat. atau sebaliknya. barang siapa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. 2) Ukuran Kekuasaan dan Wewenang Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan.

yaitu kemundahan hidup dan gaya hidup tersendiri. doktorandus. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. jika dibandingkan orang miskin (lapisan bawah). doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. misalnya dokter. Pengaruh Pelapisan Sosial Adanya pelapisan sosial dapat mengakibatkan atau memengaruhi tindakantindakan warga masyarakat dalam interaksi sosialnya. dan orang kaya akan punya gaya hidup tertentu yang berbeda dengan orang miskin. misalnya dengan membeli skripsi. menyuap. Pelapisan masyarakat memengaruhi munculnya Life Chesser dan life stile tertentu dalam masyarakat. b. Pola tindakan individiindividu masyarakat sebagai kensekuensi dari adanya perbedaan status dan peran sosial akan muncul dengan sendirinya. orang kaya (lapisan atas) akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam hidupnya. Misalnya. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya. ijazah palsu dan seterusnya.4) Ukuran Ilmu Pengetahuan Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. 41 . sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan). insinyur. atau profesi yang disandang oleh seseorang.

prestise. Definisi yang lebih spesifik mengenai stratifikasi sosial antara lain dikemukakan oleh Sorokin (1959) dalam Soekanto (1990) bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). 1993). nilai-nilai sosial. Robert M. Perwujudannya adalah adanya kelas tinggi dan kelas rendah. Sedangkan dasar dan inti lapisan masyarakat itu adalah tidak adanya keseimbangan atau ketidaksamaan dalam pembagian hak.Z. tanggung jawab. Sorokin. dan pengaruhnya di antara anggota-anggota masyarakat. lawang stratifikasi social adalah penggolongan orangorang yang termasuk dalam suatu system social tertentu kedalam lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan. STRATIFIKASI SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT Stratifikasi Sosial Stratifikasi sosial merupakan pembedaan anggota masyarakat berdasarkan status (Susanto.E. previlese. mereka membagi golongan masyarakat dengan tingkatan-tingkatan tertentu mulai dari pemuka 42 . Stratifikasi social dapat terjadi dengan sengaja maupun tidak disengaja (terjadi dengan sendirinya). Sebagai contoh dalam kehidupan masyarakat bali yang masih menganut system kasta dalam kehidupannya. stratifikasi social sangatlah berpengaruh. Dalam kehidupan bermasyarakat. stratifikasi social adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan kelas-kelas secara bertingkat. Drs. Sebelum membahas lebih lanjut berikut adalah macam-macam definisi stratifikasi social : Pitirim A. kewajiban.

Segi pendidikan. diantaranya : a. Misalnya. Mobilitas horizontal Dapat dilihat dari criteria yang dipakai dalam melihat klasifikasi social dalam kehidupan masyarakat. Dalam stratifikasi social terdapat perpindahan / mobilitas. b.agama. karena semakin tinggi pendidikan seseorang. fasilitas pribadi yang dimilikinya. 43 . dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang telah ditempuh oleh sesorang. bangsawan/pegawai pemerintah dan masyarakat biasa. Sebagai contoh. semakin tinggi pula kedudukan pada masyarakat. seorang anak petani yang yang awalnya dari lower class kemudian bersekolah hingga ke peguruan tinggi kedokteran lalu lulus dengan nilai sempurna dan ia pun sukses dalam bidangnya dan berubah tingkat menjadi upper class. Upper class b. Dan mobilitas terbagi menjadi 2. yaitu : 1. jadi setiap masyarakat dapat berpindah kedudukan mulai dari lower class sampai upper class.harta yang mereka miliki serta menempati posisi paling atas dalam kehidupan masyarakat. Mobilitas vertikal 2. Lower class Dalam masyarakat bali pada zaman sekarang system kasta yang di anut ialah system kasta terbuka. Segi kekayaan dapat dilihat dari pola hidup. Middle class c. Dalam penggolongan terdapat beberapa tingkatan : a.

diferensiasi lebih menekankan pada kedudukan dan peranan. Teori Pembentukan Pelapisan Sosial Diferensiasi dan ketidaksamaan sosial mempunyai potensi untuk menimbulkan stratifikasi sosial dalam masyarakat. Misalnya seorang presiden yang meniliki wewenang atas Negara dan rakyatnya. Segi kekuasaan. Sedangkan yang bernasib buruk berada di posisi yang amat tidak 44 . Stratifikasi sosial dapat terjadi sejalan dengan proses pertumbuhan atau dibentuk secara sengaja dibuat untuk mencapai tujuan bersama. Diferensiasi sosial merupakan pengelompokan masyarakat secara horizontal berdasarkan pada ciri-ciri tertentu. maka akan terjadi ketergantungan antar individu yang satu dengan yang lain.c. Seperti apa yang dikemukakan Karl Marx yaitu karena adanya pembagian kerja dalam masyarakat. Seorang yang sukses dalam mengumpulkan semua sumber daya yang ada dan berhasil dalam kedudukannya dalam sebuah masyarakat akan semakin banyak yang akan diraihnya. dapat dilihat betapa berpengaruh seseorang yang mempunyai kekuasaan dalam masyarakat. konflik sosial. Pembagian Kerja Jika dalam sebuah masyarakat terdapat pembagian kerja. dan hak kepemilikan. karena dia dapat memiliki wewenag dalam kehidupan masyarakat. Berbeda dengan ketidaksamaan sosial yang lebih menekankan pada kemampuan untuk mengakses sumberdaya.

barang siapa yang memiliki kekayaan paling banyak. Ukuran kekuasaan. Ukuran semacam ini banyak dijumpai pada 45 .menguntungkan. kerbau. Lalu. barang siapa yang memiliki kekuasaan atau yang mempunyai wewenang terbesar menempati lapisan atas. Kekayaan tersebut. Hak Kepemilikan Hak kepemilikan adalah lanjutan dari konflik sosial yang terjadi karena kelangkaan pada sumber daya. Pak Carik. orang yang paling disegani dan dihormati. 2. dan tanah. (Calhoun dalam Soekanto. 1990) adalah sebagai berikut : 1. mereka akan memiliki gaya hidup (life style) yang berbeda dari yang lain serta menunjukannya dalam simbol-simbol sosial tertentu. Ukuran kehormatan. Ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolong-golongkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan. Tokoh masyarakat (Tomas). Setelah semua akses yang ada mereka dapatkan. termasuk dalam lapisan teratas. maka mereka akan mendapatkan kesempatan hidup (life change) dari yang lain. Ukuran kekayaan. misalnya : rumah. sawah. mendapat tempat yang teratas. Contoh: Pak Kades. Semua itu adalah penyebab terjadinya stratifikasi sosial yang berawal dari ketidaksamaan dalam kekuasaan dalam mengakses sumber daya. 3. Maka yang memenangkan konflik sosial akan mendapat akses dan kontrol lebih lebih dan terjadi kelangkaan pada hak kepemilikan terhadap sumber daya tersebut.

Contoh masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup adalah masyarakat berkasta. Sifat Sistem Pelapisan Masyarakat Sifat sistem pelapisan di dalam suatu masyarakat menurut Soekanto (1990) dapat bersifat tertutup (closed social stratification) dan terbuka (open social stratification). Biasanya mereka adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa. Ukuran pengetahuan. 4. satu-satunya jalan untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran (mobilitas yang demikian sangat terbatas atau bahkan mungkin tidak ada). 46 . Barang siapa yang berilmu maka dianggap sebagai orang pintar. pengetahuan sebagai ukuran. baik yang merupakan gerak ke atas maupun ke bawah. dipakai oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. sebagian masyarakat feodal atau masyarakat yang dasar stratifikasinya tergantung pada perbedaan rasial. Di dalam sistem yang demikian. Contohnya adalah dalam masyarakat demokratis. Sistem terbuka.maysarakat tradisional. masyarakat memiliki kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan. Sistem tertutup membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dalam suatu lapisan ke lapisan yang lain.

Unsur-Unsur Lapisan Masyarakat Hal yang mewujudkan unsur dalam teori sosiologi tentang sistem lapisan masyarakat menurut Soekanto (1990) adalah kedudukan (status) dan peranan (role). Kedudukan ini bersifat terbuka bagi siapa saja. Kedudukan sosial artinya tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain. yaitu kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. 47 . Kedudukan (status) diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. misalnya masyarakat feodal (bangsawan. Kadang-kadang dibedakan lagi satu macam kedudukan. Pada umumnya ascribed status dijumpai pada masyarakat dengan sistem lapisan yang tertutup. prestise-nya. kasta) 2) Achieved-status. tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya. Masyarakat pada umumnya mengembangkan dua macam kedudukan. yaitu: 1) Ascribed-status. yaitu Assigned status yang merupakan kedudukan yang diberikan. yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan. dan hak-hak serta kewajibannya. Assigned status sering memiliki hubungan erat dengan achieved stastus. dalam arti lingkungan pergaulannya. setiap orang dapat menjadi hakim asalkan memenuhi persyaratan tertentu. Misalnya.

gerak sosial horisontal yaitu peralihan status individu atau kelompok dari suatu kelompok sosial lainnya yang sederajat. maka dia menjalankan suatu peranan. Peranan melekat pada diri seseorang harus dibedakan dengan posisi dalam pergaulan kemasyarakatan. Sorokin (1959) dalam Soekanto (1990) menyebutkan ada dua gerak sosial yang mendasar yaitu. Misalnya seorang petani kecil beralih menjadi pedagang kecil. gerak sosial vertikal yaitu peralihan individu atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat. Kedua. Posisi seseorang dalam masyarakat merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu pada organisasi masyarakat. Status sosial tetap sama dan relatif bersifat stabil. Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya. pertama. Sorokin (1959) dalam Soekanto (1990) menyebutkan bahwa sesuai dengan arahnya gerak sosial vertikal secara khusus dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 48 .Peranan (role) merupakan aspek dinamis kedudukan. Mobilitas Sosial Soekanto (1990) mendefinisikan gerak sosial sebagai suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

Proses mobilitas sosial vertikal yang melalui saluran tertentu dinamakan sirkulasi sosial. organisasi politik. Menurut Sorokin (1959) dalam Soekanto (1990) mobilitas sosial vertikal mempunyai saluran-salurannya dalam masyarakat. Gerak sosial vertikal naik (sosial climbing). keahlian. ekonomi. lembaga keagamaan (menaikkan kedudukan oarang-orang dari lapisan rendah). Gerak sosial vertikal turun (sosial sinking).1. Di sekitar kita ada orang yang menempati jabatan tinggi seperti gubernur dan wali kota dan jabatan rendah 49 . Dampak Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada pembeda-bedaan yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat. dan perkawinan. berupa: masuknya individuindividu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi yang telah ada sebelumnya atau pembentukan suatu kelompok baru yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu-individu pembentuk kelompok itu. Saluran yang terpenting di antaranya adalah angkatan bersenjata. sekolah (menjadi saluran gerak sosial vertikal bagi orang-orang dari lapisan rendah yang berhasil masuk dari sekolah untuk orang-orang lapisan atas). berupa: turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya atau turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa suatu disintegrasi dalam kelompok sebagai kesatuan. 2.

b) Dampak Negatif : Dampak Negatif ada 3 aspek yaitu : 1) Konflik antar Kelas Dalam Masyarakat. privilese dan prestise. usia atau umur. suku.lapisan sosial karena ukuran . dan lain sebagainya juga membedakan manusia yang satu dengan yang lain. orang biasa saja dan ada orang miskin. kekuasaan dan pendidikan. Beragamnya orang yang ada di suatu lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial (pengkelas-kelasan) atau diferensiasi sosial (pembeda-bedaan). terdapat lapisan . keyakinan dan lain-lain. Di rt atau rw kita ada orang kaya. Statifikasi sosial menurut Max Weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan. Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial saja. agama.orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata contoh : seorang anak miskin berusaha berlajar dengan giat agar mendapatkan kekayaan dimasa depan. kemampuan. Perbedaan ras.seperti camat dan lurah. dan Stratifikasi sosial ini memiliki dampak positif maupun Negatif yaitu : a) Dampak Positif : Orang . Kelompok dalam 50 . namun juga terjadi akibat perbedaan ciri fisik. Di sekolah ada kepala sekolah dan ada staf sekolah. jenis kelamin. cakep jelek. tinggi badan.Ukuran seperti kekayaan. pendidikan.

kelas sosial.lapisan . 2) Konflik Antar Kelompok Sosial Di dalam masyarakat terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam diantaranya. profesi. 51 . suku dan ras. Bila.lapisan tadi disebut kelas . kelompok sosial berdasarkan ideologi. agama.nilai lama dan generasi muda yang ingin mengadakan perubahan Contoh : Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan oleh generasi muda tetapi bertentangan dengan generasi tua. menggambarkan adanya konflik antar kelas antara buruh dengan pengusaha. salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain makan akan terjadi pemaksaan Contoh : Tawuran antar pelajar. apabila terjadi perbedaan kepentingan maka akan muncul konflik antar kelas Contoh : Demontrasi buruh yang menuntut kenaikan upah. 3) Konflik Antar Generasi Konflik antar generasi terjadi antar generasi tua yang mempertahankan nilai .

BAB III PENUTUP A.J.unsur tersebut menyatu dalam dirinya. unsur fisik dan psikis. manakala unsur. Dalam kamus B.S Poerwadarmita “Manusia adalah makhluk yang berakal budi (sebagai lawan binatang)” Arti akal budi adalah daya pikir (untuk menmgerti dan sebagainya) dan daya ikhtiar (untuk melakukan sesuatu sebagai alat batin untuk 52 .Indonesia – W. unsur raga dan jiwa. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu.

Adanya kesinambungan e. Masyarakat adalah kumpulan sekian banyak individu kecil ataubesar yang terikat oleh satuan. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. tidak ada manusia yang persis sama. Adapun interaksi sosial adalah prosesproses sosial. Adapun ciri-ciri atau unsur masyarakat menurut Fairchilde yaitu: a. benar salah). Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. dan 53 . Adanya hubungan yang pelik diantara anggotanya Antara sesama manusia atau makhluk hidup saling berinteraksi sosial satu dengan yang lainnya. yang menunjuk pada hubungan-hubungan social dinamis.menimbang baik-buruk. pada saat itu mereka untuk berbagi mengenai percaya. Adanya keterpaduan atau kesatuan diri berlandaskan kepentingan utama c. Adanya pertahanan dan kekekalan diri d. Apabila dua orang bertemu interaksi social dimulai. dan yang manacenderung tindakan. adat ritus atau hukum khas dalam hidup bersama. sikap. Pengertian manusia menurut Krech Crutchfield and Ballachey masyarakat adalah sekumpulan yang terorganisir dari orang-orang yang berinteraksi yang mana kegiatannya berpusat pada tujuan bersama. Kelompok manusia b. Masyarakat perkotaan sering disebut urban community.

unsur fisik dan psikis. berjabat tangan. Dalam suatau kelompok masayarakat memiliki perbedaan anggota msayarakat berdasarkan status. B. stratifikasi ini juga sangat berpengaruh dalam kehidupan bemasyarakat. seperti kekayaan ataupun jabatan antara satu dengan yang lainnya yang disebut dengan stratifikasi sosial. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi social. unsur raga dan jiwa. jadi individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi. Bila seseorang hanya tinggal raga. maka dia tidak dikatakan sebagai individu. fisik. merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan 54 .saling menegur. atau jasmaninya saja. Saran Adapun saran penulis kepada pembaca adalah sebagai berikut : Diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang manusia sebagai makhluk individu yang memiliki unsur jasmani dan rohani. atau bahkan mungkin berkelahi.

55 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful