P. 1
PEMERIKSAAN BAKTERI

PEMERIKSAAN BAKTERI

|Views: 16|Likes:

More info:

Published by: Gilang Ridha Fathurrahman on Sep 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

[Type the document subtitle

]

PEMERIKSAAN BAKTERI YANG MENIMBULKAN KERACUNAN MAKANAN (FOOD POISONING) DAN BAKTERI YANG MENIMBULKAN SAKIT LEWAT MAKANAN (FOOD BORNE DESEASES)
BAKTERI DAN JAMUR YANG DIPERIKSA A. Food Poisoning 1. Vibrio para haemolyticus (mulai 300.000/gram) 2. Staphylococcus aureus (500.000/gram) 3. Bacillus cereus (1.000.000/gram) 4. Clostridium botulinum, Cl. perfringens (lebih 1.000.000/gram) 5. Aspergillus flavus (60 mg racun / 1 kg sampel) 6. Pseudomonas coccovenenans B. Food Borne Deseases 1. Vibrio cholerae, Vibrio El Tor, Vibrio NAG 2. Salmonella 3. Shigella 4. Escherichia coli (EPEC, ETEC, EIEC, EHEC) 5. Yersinia enterocolitica 6. Campylobacter sp. 7. Aeromonas sp. ISOLASI DAN DIAGNOSE a. Untuk bakteri lihat cara isolasi dan diagnose pada masing-masing bakteri b. Untuk jamur lihat cara pemeriksaan jamur SPESIMEN a. Makanan, minuman, air, muntahan dan feses b. Tempe bongkrek, tempe gembus dan oncom CATATAN a. Di dalam isolasi dan diagnose, apabila diketemukan bakteri lain, harus juga dilaporkan b. Hanya untuk spesimen berupa tempe dan terutama yang berasal dari daerah aliran sungai Serayu, Banyumas dan sekitarnya

Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan

Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto

sebelum dibuka dikocok dahulu ± 25 kali. Pengambilan spesimen Pada dasarnya pengambilan spesimen harus dilaksanakan secara aseptis dengan alat yang steril. terus dibakar. tinggal ditarik dengan pinset steril. Tangan dibersihkan dengan kapas beralkohol. Vibrio cholera. 3. plastiknya diambil dahulu kemudian tutup kaleng dibasahi dengan alkohol. coli d. Pembukaan kaleng/botol tempat makanan/minuman 1. Staphylococcus aureus i. sendok disteril dengan dibakar menggunakan alkohol. Kadang-kadang juga pH dan sisa chlor Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . yaitu : a. bahan yang diambil untuk pemeriksaan adalah yang ada dibawah permukaan atau dibagian tengah (spesimen padat). Setelah dingin dibuka dengan alat pembuka kaleng/botol. Setelah dibuka. 2. Clostridium perfringens. MPN E. Angka kuman (tidak selalu) b.PEMERIKSAAN MAKANAN. coli patogen h. Mould dan Yeast PEMERIKSAAN AIR Yang diperiksa. botulinum. yang sudah dibakar. Enterococci l. Parahaemolyticus e. PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN Yang diperiksa yaitu : a. Shigella g. El Tor. gelas ukur. Bacillus cereus j. Cl. deficille k. tutupnya dibasahi alkohol terus dibakar. pipet. Salmonella f. Kalau kaleng tutup plastik. Kalau kalengnya sudah dilengkapi dengan tarikan pembuka kaleng. labu erlenmeyer disteril dengan oven 180 OC selama 1 jam atau 120 OC selama 12 jam. B. Begitu pula kalau minuman di dalam botol. MINUMAN DAN AIR SECARA BAKTERIOLOGIS PENATALAKSANAAN SPESIMEN A. Untuk spesimen cair. E. Angka kuman (TPC) b. MPN coliform c. Cl. MPN coliform tinja d. MPN coliform c.

Di baca dan dicatat pertumbuhan pada TSIA. Koloni yang tersangka Salmonella ditanam pada gula-gula pendek TSIA. Minimal 50 gram makanan sampel dimasukkan ke dalam 250 ml enrichment media (Selenite Broth. atau sisa pengenceran untuk angka kuman boleh juga digunakan. 100 x dan 1000 x diambil masing-masing 1ml dimasukkan ke dalam petri dish steril (1 seri pengenceran ada 3 dish) 2. PERHITUNGAN BAKTERI ENTEROPATOGENIK DAN BAKTERI INDIKATOR DI DALAM MAKANAN DENGAN METODE PLATE A. Sim dan SC. BAKTERI YAN DIHITUNG 1. Enterococci 2. Seterusnya boleh ditanam pada media gula-gula panjang dan media identifikasi yang lainnya. Jumlah media yang dituang adalah 15 – 20 ml per dish. SIM dan Simmon’s Citrat Agar. PENUANGAN MEDIA DAN MEDIA YANG DIGUNAKAN 1. 4. Jenis media yang dituang untuk pemeriksaan : Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . 4. Masuk inkubator 37 OC selama 24 jam. Tetrathionat Broth. Coliform b. 3. PENGENCERAN SAMPEL Dilakukan seperti pada pemeriksaan angka kuman. Dicampur sampai homogen. Kemudian diinkubasi dengan posisi terbalik. Tiap-tiap pengenceran sampel 10 x. pada suhu 37 OC selama 48 jam. Kalau cocok diteruskan dengan slide agglutinasi dengan serum anti Salmonella polyvalent dan monovalen. Dari enrichment media ditanam pada Salmonella Shigella Agar dan Mc Conkey Agar. Bacillus cereus d. C. diamkan di atas meja sampai media memadat. Clostridium perfringens 3. Kepada 1 seri pengenceran dituang media sesuai dengan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Mould dan Yeast B.PEMERIKSAAN SALMONELLA MAKANAN STANDART MUTU Di dalam minimal 50 gram makanan yang diperiksa tidak boleh ada Salmonella PELAKSANAAN PEMERIKSAAN 1. Staphylococcus aureus c. dicocokkan dengan tabel serum biokimia Salmonella. Masuk inkubator 37 OC selama 24 jam 3. Bakteri Enteropatogenik a. 5. Vibrio parahaemolyticus b. Escherichia coli c. Bakteri Indikator a. Rapport medium) 2.

dengan menggunakan jarum ose. Inkubasi pada suhu 37 OC selama 2 x 24 jam d. Diambil sampel air kemih 5 ml atau feses sebanyak 5 gr b.1 ml Inkubasi pada suhu 37 OC selama 1 x 24 jam. 0. a. Setelah inkubasi selesai. Siapkan 3 tabung berisi LBDS dan 6 tabung LBSS (dibagi dua) Inokulasi tabung LBDS dengan 10 ml air sampel. Jumlah gas pada masing-masing kelompok medium dicocokan dengan tabel MPN untuk mengetahui jumlah bakteri coliform dalam sampel. ISOLASI E. ISOLASI I. g. PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM a. atau d. c. e. pada dua pengenceran terakhir (10-5 dan 10-6) diambil 0. b. Amati pertumbuhan koloni yang terbentuk : E. Sampel mutahan diambil ± 1 gram dan dihaluskan b. 3 tabung LBSS diinokulasi dengan 1 ml dan 3 tabung LBSS yang lain diinokulasi dengan 0.2. dituang media yang akan digunakan sesuai dengan jenis pemeriksaan. hanya saja koloni yang dihitung adalah koloni yang sesuai dengan ciri-ciri bakteri yang dihitung.6. PERHITUNGAN KOLONI Perhitungan seperti angka kuman. e. Violet Red Bile Agar Tergitol 7 Agar Thiosulfat Citrat Bile Sukrosa Agar + NaCl 6 % Mannitol Salt Agar + 5 % Egg Yolk Bacillus cereus Agar Egg Yolk Handfort Agar modified KF Streptococci Agar Potato Dextrose Agar (inkubasi 30 . f. c. Amati terbentuknya gas yang terperangkap pada tabung durham. 37 OC d. h. Masukkan dalam medium Lactose Broth (LB) dan diinkubasi selama 1 x 24 jam.1 ml dengan mikropipet masukkan dalam medium Mac Conkey atau EMBA dan diratakan dengan drugalsky c. d. ISOLASI Salmonella dan Shigella a. b. masukkan dalam medium Selenith Broth (SB) dan diinkubasi selama 1 x 24 jam. II. 37 OC c. coli a.1. Lakukan pengenceran sampai 10-6 . Coliform Escherichia coli Vibrio parahaemolyticus Staphylococcus aureus Bacillus cereus Clostridium perfringens Enterococci Mould dan Yeast : : : : : : : : D. Setelah inkubasi selesai : d. Inkubasi pada suhu 37 OC selama 2 x 24 jam Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . coli pada medium Mac Conkey akan tampak berwarna merah tua dengan koloni besar dan EMBA akan tampak berwarna merah tua dengan kilap logam. E.1 ml dengan mikropipet masukkan dalam medium SSA dan diratakan dengan drugalsky e. inokulasikan pada medium SSA secara streak atau kuadran. d.37 OC selama 4 – 5 hari) Contoh sterilitas dibuat 1 petri dish steril diisi dengan 1 ml pelarut.

putih. ISOLASI Staphylococcus aureus a.ISOLASI Bacillus cereus a. Amati pertumbuhan koloni yang terbentuk : bulat. Koser’s Citrat : (+) apabila terjadi kekeruhan (bakteri tumbuh dengan memanfaatkan citrat sebagai satu-satunya sumber karbon). 3. Dilakukan penanaman pada media Agar plate d. Amati pertumbuhan koloni yang terbentuk : koloni warna merah atau bening keruh dan pada bagian tengahnya berwarna hitam menunjukkan adanya koloni Salmonella. Spesimen di lakukan pengenceran sampai tingkatan tertentu b. Pengenceran terakhir dilakukan penanaman secara streak plate dan spread plate pada media MSA atau MSA-darah c. Kemudian diinkubasi pada suhu 37 OC. Methyle red : ditambah indikator methyle red. (+) apabila terbentuk cincin warna merah (terbentuk indole) b. 4. Inkubasi selama 2 x 24 jam pada suhu 37 OC d. coli hasil isolasi disiapkan. IDENTIFIKASI E. cembung. Amati pertumbuhan koloni yang terbentuk : pada media MSA : bulat. Hasil positif dimasukan sebanyak 1 ose ke dalam medium IMViC (Indole Methyl Red Voges Proskauer Koser’s Citrat). Koloni yang di duga E. Masukan dalam medium LB + indikator warna (preenrichment) yang didalamnya terdapat tabung durham. Koloni yang terbentuk Salmonella pada media SSA (koloni berwarna merah atau bening keruh dan pada bagian tengahnya berwarna hitam) dan Shigella koloni warna merah atau bening keruh dan pada bagian tengahnya tidak berwarna hitam. inkubasi pada suhu 37 OC selama 1 x 24 jam. (+) apabila terbentuk warna merah (terbentuk asetil methyl karbinol) d. Voges Proskauer : ditambah KOH dan α naftol. tepi tidak rata. sedangkan pada MSAdarah : bulat. keping. Pengenceran terakhir dilakukan pemanasan pada air mendidih (membunuh bakteri selain Bacillus) c. putih sampai abu-abu dengan zona jernih disekeliling koloni (hemolisis). II. Inkubasi selama 2 x 24 jam pada suhu 37 OC e. untuk Indole dan Voges Proskauer selama 2 x 24 jam sedangkan Methyl Red dan Koser’s Citrat 4 x 24 jam. (+) apabila berwarna merah (terbentuk asam) c. Amati perubahan warna pada masing-masing medium : a. 2. Spesimen di lakukan pengenceran sampai tingkatan tertentu b. Indole : ditambah covak indole reagent. IDENTIFIKASI Salmonella dan Shigella 1. III. coli 1. F. Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . menjalar IV. Amati terbentuknya gas pada tabung durham (+) dan perubahan warna media (asam) (+). sedangkan Shigella koloni warna merah atau bening keruh dan pada bagian tengahnya tidak berwarna hitam.f. cembung. IDENTIFIKASI I. berwarna kuning dengan zona kuning disekeliling koloni.

Apabila dijumpai gram positif berbentuk batang dilanjutkan ke media uji 2. SIMA (tusukan) dan UA (tusukan) untuk identifikasi jenis Salmonella. SIMA : hidrogen sulfida (H 2S) negatif. IDENTIFIKASI Staphylococcus aureus 1. indole (+ / -) dan motiliti (tidak motil / -) (3). 3. UA negatif (tidak terjadi perubahan warna media). Dibaca dan dicatat pertumbuhan pada media uji 4. Dicocokan dengan table ciri-ciri Bacillus IV. uji positif : katalase test. TSIA lereng merah (alkalis). staphylase test. Amati pertumbuhan koloni dan perubahan media identifikasi. antrachis B. TSIA lereng merah (alkalis). (3). Koloni yang tersangka Bacillus kemudian dilakukan pewarnaan gram. Koloni kemudian dilakukan pewarnaan gram. Salmonella : (1). 4. Tabel Identifikasi Bacillus : No. 3. D-Nase test test. (2). Hasil pengamatan menunjukkan. III. D-Nase test test. dasar kuning (asam) dan gas (+ / -). Koloni tersebut kemudian ditumbuhkan pada media tegak miring TSIA (goresan dan tusukan). cereus B. koagulase test (inkubasi 37 OC selama 24 jam) dan oksidase test. dilanjut katalase test. Jika Staphylococcus gram positif. subtilis B. Koloni yang tersangka Staphylococcus dilakukan pewarnaan gram 2. thuringensis Mo Lec Glu Lac Man Mal Suc G 6% Sta Nit AnO2 GL + + + + + + + + + + + +/+/+/++ + +/+ + + + + + + + + + + + + Keterangan : ON : oval tidak mengembang Mo : motilitas Lec : lecitinase Glu : glukosa Lac : lactose Man : manitol Mal : maltosa Suc : sukrosa G 6% : kaldu NaCl 6% Sta : starch Nit : reduksi nitrat AnO2 : pertumbuhan pada nutrient agar anaerob GL : globule lipid BS ON ON ON ON Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . SIMA : hidrogen sulfida (H2S) positif.IDENTIFIKASI Bacillus cereus 1. UA negatif (tidak terjadi perubahan warna media). Shigella : (1). indole (-) dan motiliti (aktif / +). (2). Inkubasi pada suhu 37 OC selama 1 x 24 jam 3. 1 2 3 4 Spesies B.2. Apabila pengamatan menunjukkan batang gram negatif maka dilanjutkan ke uji biokimia. koagulase test (inkubasi 37 OC selama 24 jam) dan uji negatif : oksidase test. Inkubasi pada suhu 35 OC selama 1 x 24 jam. dasar kuning (asam) dan gas (+ / -). staphylase test.

2 9.1 ml 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 MPN per 100 ml 3 6 9 3 6.1 9.4 13 16 19 3.2 12 6.1 20 26 15 20 27 34 21 28 35 42 29 36 44 53 23 39 64 95 43 75 120 160 93 150 210 290 240 460 1100 >1100 Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto .3 12 16 9.Tabel MPN per 100 ml sampel menggunakan 3 seri tabung untuk setiap pengenceran 10 ml 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ml 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 0.3 11 15 19 11 15 20 24 16 20 24 29 10 ml 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 ml 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 0.1 ml 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 MPN per 100 ml 9.1 14.2 11 15 7.6 7.

antibodi bersifat thermolabil dan tidak tahan apabila kena sinar matahari. tidak mudah hancur dan terurai oleh cairan-cairan tubuh (darah. dibuat dalam reticulo endothelial system (sumsum tulang. dikatakan reaksi Widall positif berarti serum orang tersebut mempunyai antibodi terhadap S. Reaksi Widall dipakai untuk menegakkan diagnosis penyeakit tifus abdominalis. memilih donor yang tepat pada transplantasi jaringan. limfa dan sebagainya) Sifat antibodi : 1. Antibodi ini dapat berupa antibakteri. baik setelah vaksinasi. dan Vi dari laboratorium. liver) 5. antivirus maupun antitoksin. Antigen adalah zat yang dapat merangsang terbentuknya antibodi apabila dimasukkan dalam jaringan tubuh Antibodi adalah zat yang dihasilkan tubuh setelah dimasuki suatu antigen. Reaksi Widall negatif artinya tidak memiliki antibodi terhadap S. karena itu harus disimpan pada tempat yang dingin dan gelap. Aglutinasi O berbentuk butir-butir pasir yang tidak hilang apabila dikocok 2. Reaksi serologi dapat digunakan sebagai : 1. typhi. Mengukur titer atau kadar Tes serologi berdasarkan pada terjadinya ikatan antigen antibodi. Serum penderita yang diduga mengandung suatu antibodi. dapat direaksikan dengan antigen secara spesifik 4. Apabila terjadi aglutinasi. direaksikan dengan antigen yang sudah diketahui jenisnya. Sel bakteri. Jumlah antibodi (titer antibodi) yang terdapat di dalam serum penderita dapat dipakai sebagai dasar untuk diagnosa penyakitnya. Selain dapat dipakai untuk menentukan jenis kuman yang diasingkan dari penderita. reaksi Widall dipakai untuk mendiagnosis penyakit typus abdominalis yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Beberapa jenis karbohidrat dan lemak. peninggian titer aglutinin H disebabkan vaksinasi dan peninggian titer aglutinin Vi menunjukkan karier. Menentukan antigen atau antibodi apabila salah satu dari hal tersebut telah diketahui 2. H. tetapi apabila berikatan dengan suatu protein akan bersifat antigen. typhi. terdiri dari suatu zat yqang menempel pada gamma globulin 2.UJI SEROLOGI Serologi adalah telaah ilmu tentang reaksi antara antigen dengan antibodi di dalam serum. berada dalam keadaan larut dalam cairan badan (serum) 3. dengan jalan mereaksikan serum seseorang dengan antigen O. selalu berupa protein yang mempunyai berat molekul lebih dari 10. Apabila terjadi reaksi (reaksi positif). bergantung dari antigen yang masuk. berarti penderita sebel. H antigen (flagellar antigen) dan Vi antigen (virulensi antigen) ada juga pustaka menambahkan K antigen (kapsul antigen). Aglutinasi Vi berbentuk awan Reaksi Widall adalah reaksi serum (sero-test) untuk mengetahui ada tidaknnya antibodi terhadap Salmonella typhi. Sifat antigen : 1. juga dapat digunakan untuk menentukan golongan darah sebelum melakukan transfusi darah. Contoh. Peninggian titer aglutinin O menunjukkan adanya infeksi yang aktif. virus maupun toksinnya yang terdiri atas protein akan bertindak sebagai antigen apabila sehingga merangsang dibentuknya antibodi. yaitu : O antigen (somatik antigen). Aglutinasi H berbentuk butir-butir pasir yang hilang apabila dikocok 3.000 2.umnya telah pernah terinfeksi oleh antigen tersebut. sehingga merangsang terbentuknya Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . kelenjar limfa. Pada reaksi aglutinasinya : 1. Salmonella typhi mempunyai tiga macam antigen. apabila masuk dalam jaringan tubuh tidak akan bersifat antigen. setelah sembuh dari penyakit tifus ataupun sedang menderita tifus.

Misalnya. pada mulanya dianggap sebagai faktor penting untuk menentukan virulensi kuman. serum darah penderita tyfus : Objeck glass. Amati masing-masing. Untuk titernya dihitung kelipatannya. Pekerjaan diteruskan hingga reksi negatif. antigen somatik) berlainan dengan antigen dari flagel (antigen H) dan hasil aglutinasinya jelas berbeda. Tujuan Bahan Alat : Menguji secara serologi mikroba patogen yang menyebabkan penyakit : Antigen Salmonella typhi H. Istilah Reaksi Antigen dengan Antibodi Antigen Antibodi Reaksi Aglutinogen Aglutinin Aglutinasi Precipinogen Precipitin Precipitasi Sel bakteri Bakteriolysin Bakteriolisis Toksin Antitoksin Flokulasi Weil Felix (1971) menemukan bahwa antigen badan kuman (antigen O. seseorang menjadi alergi terhadap obat sulfa atau penisilin. titer yang tinggi menunjukkan adanya infeksi atau pernah divaksinasi. Antibodi O. typhi H) 3. didapat dengan cara menyuntikan kuman yang masih bergerak dalam bentuk suspensi kuman hidup atau dimatikan dan antigen somatiknya dirusak dengan formalin. Antibodi Vi. ke dalam tubuh binatang percobaan. Titer 1/320 Ambil 5 μl serum (antibodi) + 40 μl (1 tetes) reagen Widall (antigen S. Antigen Vi dapat dihilangkan dengan cara pembiakkan berulangkali. hanya terdapat pada kuman yang baru diasingkan dan terbatas pada Salmonella typhi serta beberapa jenis salmonella lainnya dan kuman enterik non patogen. Pada manusia. typhi H) 4. kependekan dari virulensi. Titer 1/80 Ambil 20 μl serum (antibodi) + 40 μl (1 tetes) reagen Widall (antigen S. typhi H) 2. Antibodi H. didapat dengan cara menyuntikan kuman yang flagelanya telah dirusak dengan mencampur alkohol dan dieram pada suhu 37 OC selama 24-36 jam. Biasanya titer yang diperoleh tidak begitu tinggi karena aglutinasi sel kuman diperlukan lebih banyak molekul antibodi. dapat merupakan hapten karena berikatan dengan protein tubuh sehingga merangsang dibentuknya antibodi. dan apabila tidak terjasi aglutinasi (tidak ada antigen Salmonella typhi H pada serum penderita) maka reaksi negatif 5. Titer 1/160 Ambil 10 μl serum (antibodi) + 40 μl (1 tetes) reagen Widall (antigen S. Titer yang didapat biasanya tinggi karena antibodi H mempunyai afinitas tinggi terhadap flagela dan mudah menyebabkan bergerombolnya flagela. apabila terjadi aglutinasi maka reaksi positif. pipet tetes Prosedur : 1. tetapi kemudian ternyata antigen Vi tidak sepenting reaksi aglutinasi dengan serum yang mengandung antibodi O. Karbohidrat atau lemak yang dapat berikatan dengan protein dan bersifat antigen disebut HAPTEN. tetapi tidak ada hubungannya dengan derajat kekebalan tubuh karena antigen H tidak berhubungan dengan virulensi. Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto .antibodi. Obat-obat tertentu apabila diberikan kepada seseorang yang sensitiv. Vi. mikropipet segala ukuran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->