Gangguan penggunaan zat adalah suatu gangguan jiwa berupa penyimpangan perilaku yang berhubungan dengan pemakaian zat

yang dapatmempengaruhi sususan saraf pusat secara kurang lebih teratur sehingga menimbulkan gangguan fungsi sosial. Klasifikasi gngguan penggunaan zat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) penyalahgunaan zat, merupakan suatu pola penggunaan zat yang bersifat patologik, paling sedikit satu bulan lamanya, sehngga menimbulkan gangguan fungsi sosial atau okupasional. Pola penggunaan zat yang bersifat patologik dapat berupa intoksikasi sepanjang hari, terus menggunakan zat tersebut walaupun penderita mengetahui dirinya sedang menderita sakit fisik berat akibat zat tersebut, atau adanya kenyataan bahwa ia tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa menggunakan zat tersebut. Gangguan yang dapat terjadi adalah gangguaan fungsi sosial yang berupa ketidakmampuan memenuhi kewajiban terhadap keluarga atau kawan-kawannya karena perilakunya yang tidak wajar, impulsif, atau karena ekspresi perasaan agresif yang tidak wajar. Dapat pula berupa pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas akibat intoksokasi, serta perbuatan kriminal lainnya karena motivasi memperoleh uang (2) Ketergantungan zat, merupakan suatu bentuk gangguan penggunaan zat yang pada umunya lebih berat. Terdapat ketergantungan fisik yang ditandai dengan adanya toleransi atau sindroma putus zat. Zat-zat yang sering dipakai, yang dapat menyebabkan gangguan penggunaan zat dapat digolongkan sebagai berikut : 1. Opioida : misalnya morfin, heroin,oetidin,kodein, dan candu. 2. Ganja atau kanabis atau marihuana, hashish 3. Kokain dan daun koka 4. Alkohol ( etil alkohol ) yang terdapat dalam minuman keras 5. Amfetamin 6. Halusinogen, misalnya LSD, meskalin, psilosin, dan psilosibin 7. Sedativa dan hipnotika 8. Solven dan inhalansia 9. Nikotin yang terdapat dalam tembakau 10. Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, dan minuman kola Semua zat yang disebutkan di atas mempunyai pengaruh pada susunan saraf pusat sehingga disebut zat psikotropika psikoaktif. Tidak semua zat psikotropik dapat menimbulkan gangguan penggunaan zat. Zat psikotropik yang disebutkan diatas dapat menimbulkan adiksi. Oleh karena itu disebut zat adiktif. Obat antipsikosis dan antidepresi, hampir tidak pernah menimbulkan gangguan penggunaan zat. Opioida, ganja, hashish, kokain, dan koka menurut Undang-undang nomor 9 tahun 1976 disebut narkotika, walaupun secara farmakologik yang termasuk narkotika hanya opioida. Dalam buku-buku ilmu kedokteran, khususnya buku psikiatri, istilah " adiksi " dipakai untuk melukiskan keadaan " kecanduan " . Tetapi, dalam buku-buku baru, istilah adiksi tidak dipakai lagi. Sebagai gantinya, dipakai istilah " ketergantungan obat ". ketergantungan obat dibedakan atas ketergantungan fisik dan ketergantungan psikis. Sementara itu, arti adiksi dipersempit menjadi

sedativa. mengurangi sapai menghilangkan rasa nyeri. hilangnya rasa. Obat psikotropika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas mental dan prilaku. Obat ini biasanya digunakan untuk analgesik (anti rasa sakit). Dalam buku ini digunakan istilah "gangguan penggunaan zat " (substance use disorders) yang dibedakan menjadi penyalahgunaan zat (substance abuse) dan ketergantungan zat (substance dependence) sesuai dengan istilah yang dipakai dalam PPDGJ II ( Pedoman Penggolongan Diagnosis Jiwa di Indonesia. Keadaan yang demikian itu disebut "toleransi". Obat narkotika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap penurunan atau peubahan kesadaran. Kedua. antipasmodik (mengurangi rasa mulas dan mual) dan pramedikasi anestesi dalam praktik kedokteran (Maslim R. Obat in biasanya digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik. Beberapa ahli memberi arti adiksi sebagai bentuk ketergantungan yang berat pada hard drug (heroin. Obat psikotropika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap aktfitas mental dan perilaku. diperlukan jumlah yang makin lama makin banyak. sedangkan habituasi sebagai bentuk ketergantungan yang ringan.ketergantungan fisik. withdrawal syndrome ) merupakan gejala yang timbul bila seseorang yang ketergantungan pada suatu zat. dan hipnotika). pada suatu saat pemakainya dihentikan atau dikurangi jumlahnya. Gejala "putus zat" ( gejala lepas zat. Pada umumnya obat ini biasa digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik. Toleransi silang merupakan toleransi yang terjadi di antara zatzat yang khasiat farmakologiknya mirip. Penyakit Gangguan Jiwa. 1999). hilangnya rasa. Intoksifikasi merupakan suatu gangguan mental organik yang ditandai dengan perubahan psikologis dan perilaku sebagai akibat pemakaian zat. Sedangkan obat narkotika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap penurunan dan perubahan kesadaran. Untuk memperoleh khasiat seperti semula dari zat yang dipakai berulang kali. C. antitusif (mengurangi batuk). Dan Perbedaan Antara Obat Psikotropik Dan Narkotik Menurut Olson (1992) penyakit atau gangguan jiwa adalah penyakit neurotransmisi atau penyaluran listrik kimiawi-listrik antarneuron. Adapun penyebab dari itu semua adalah: Pertama.Ada pula yang mengganti ketergantungan obat menjadi ketergantungan zat kimia atau chemical dependence. sedangkan ketergantungan psikis juga disebut habituasi. Misalnya orang yang toleran terhadap alkohol. terlalu banyak neurotransmisi. terlalu sedikit neurotransmisi. Neurotransmisi. yaitu pada soft drug (ganja. 1983 ). . mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. karena terlalu sedikitnya NT yang diikat oleh reseptor pascasinaps (postsynaptic receptor). morfin). antipasmodik (mengurangi rasa mulas dan mual) dan pramedikasi anestesi dalam praktik kedokteran. Yang mana obat ini biasa digunakan untuk analgesic (anti rasa sakit). Masyarakat seringkali tidak dapat membedakan antara obat psikotropika dengan obat narkotika. Edisi II. juga toleran terhadap sedativa dan hipnotika. antitusif (mengurangi batuk).

Gangguan Depresi Adapun gejala sasaran diantaranya yaitu: Simtom neurovegetatif. Gangguan psikotik yang terjadi selama atau segera sesudah penggunaan zat psikoaktif (biasanya dalam waktu 48 jam). Yang perlu di ingat bahwa tujuan dari pemberian obat psikotropika ialah menghilangkan atau mengurangi gejala sasaran bukan menyembuhkan. Gejala Sasaran (Target Symptoms) Dalam Pengobatan Gangguan Jiwa Ada beberapa gejala sasaran untuk beberapa ganggguan jiwa. 3) Beberapa pasien atau keluarga pasien sangat percaya pada obat sehingga melalaikan psikoterapi. bukan merupakan manifestasi dari keadaan putus zat dengan delirium atau suatu onset lambat. Beberapa pasien lain menganggap bahwa hanya dengan sekali mnum obat mereka akan sembuh. 3. E. Beberapa bahkan memilih untuk mengambil pengobatan alternative. Kalau perlu dokter akan memberikan obat pengganti.Obat psikotropika maupun narkotika digunakan dalam ilmu kedokteran sebagai penyembuhan dari rasa sakit. seperti kokain dan amfetamin. Ini menyebabkan obat yang sudah tepat diberikan oleh dokter pun tidak akan ada gunanya. Pada penggunaan obat stimultan. Pasien-pasien ini selalu menghindar dari psikiater. Bila suatu obat tidak cocok. Variasi ini akan dipengaruhi pleh jenis zat yang digunakan dan kepribadian pengguna zat. aktifitas psikomotor dll. afek. Gangguan Mania Adapun gejala sasaran diantaranya yaitu: Kegiatn psikomotor yang tinggi. 4. yaitu: 1. Ada beberapa hal yang mungkin terjadi yang berkaitan dengan pengunaan obat psikotropika yang diberikan oleh dokter: 1) Ada kalanya pasien mengurangi dosis yang dianjurkan dengan alasan terganggu oleh rasa kantuk yang disebabkan obat. Gangguan Cemas Gejala dan sindrom sasarannya adalah pengalaman subjektif yang ditandai oleh keresahan atau kekhawatiran dll. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN Penyalahgunaan dan Ketergantungan adalah istilah klinis/medik-psikiatrik yang menunjukan ciri pemekaian yang bersifat patologik yang perlu di bedakan dengan . 2) Pemberian obat psikotropika haruslah sesuai dengan dosis tertentu dan memperhatikan efek samping yang mungkin terjadi. Gangguan Psikosis Adapun gejala sasaran diantaranya yaitu berhubungan dengan gejala atau simtom arousal. pasien perlu kembali ke dokter yang sama untuk meminta/ mendapatkan penjelasan mengenai kerja obat tersebut. gangguan psikotik yang diinduksi oleh obat umumnya berhubungan erat dengan tingginya dosis dan atau penggunaan zat yang bekepanjangan D. Gangguan psikotik yang disebabkan oleh zat psikoaktif dapat tampil dengan pola gejala yang bervariasi. 4) Beberapa pasien lain tidak mengkonsumsi obat psikotropika karena takut akan mengalami ketergantungan. 2. kurang tidur dll. simtom psikomotor dll.

perilaku agresif dan tak wajar. sering bolos sekolah atau kerja. hubungan dengan kawan terganggu. kesedihan. tak mapu mengurangi atau menghentikan. Faktor individu : . PENYALAHGUNAAN NAPZA Penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis. kekecewaaqn. maka sebaiknya tingkat-tingkat pemakaian tersebut memerlukan perhatian dan kewaspadaan keluarga dan masyarakat. 2. Agar tidak berlanjut pada tingkat yang lebih berat (ketergantungan).untuk memenuhi rasa ingin tahu. psikis dan gangguan fungsi sosial. dan sebagainnya.tingkat pemakaian psikologik-sosial. bila pemakaian NAPZA dihentikan atau dikurangi dosisnya. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan pada keluarga dan masyarakat. Keadaan ini akan menimbulkan gangguan fungsional atau okupasional yang ditandai oleh: tugas dan relasi dalam keluarga tak terpenuhi dengan baik. TINGKAT PEMAKAIAN NAPZA.sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik. Ketergantungan • (dependence use) : yaitu telah terjadi toleransi dan gejala putus zat. sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah (toleransi). • Penyalahgunaan (abuse): yaitu pemakaian sebagai suatu pola penggunaan yang bersifat patologik/klinis (menyimpang) yang ditandai oleh intoksikasi sepanjang hari. berusaha berulang kali mengendalikan. yaitu pemakaian NAPZA yang tujuannya ingin mencoba. Sebagian pemakai berhenti pada tahap ini. PENYEBAB PENYALAHGUANAAN NAPZA Penyebab penyalahgunaan NAPZA sangat kompleks akibat interaksi antara faktor yang terkait dengan individu. apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus zat (withdrawal syamptom). agar dapat melakukan kegiatannya sehari-hari secara “normal” 3. Tidak terdapat adanya penyebab tunggal (single cause) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalagunaan NAPZA adalah sebagian berikut : 1. Sebagian pemakai tetap bertahan pada tahap ini. • Pemakaian coba-coba (experimental use). melanggar hukum atau kriminal dan tak mampu berfungsi secara efektif. F.namun sebagian lagi meningkat pada tahap yang lebih berat Pemakaian • Situasional (situasional use) : yaitu pemakaian pada saat mengalami keadaan tertentu seperti ketegangan. faktor lingkungan dan faktor tersedianya zat (NAPZA). dengan maksud menghilangkan perasaan-perasaan tersebut. 1. terus menggunakan walaupun sakit fisiknya kambuh. yang belum bersifat patologik. KETERGANTUNGAN NAPZA Keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis. • Pemakaian sosial/rekreasi (social/recreational use) : yaitu pemakaian NAPZA dengan tujuan bersenang-senang.pada saat rekreasi atau santai. Oleh karena itu ia selalu berusaha memperoleh NAPZA yang dibutuhkannya dengan cara apapun. dan sebagian lain berlanjut pada tahap lebih berat.

pendiam f) Mudah mertsa bosan dan jenuh g) Keingintahuan yang besar untuk mencoba atau penasaran h) Keinginan untuk bersenang-senang (just for fun) i) Keinginan untuk mengikuti mode.ketidak mampuan. Faktor keluarga.malu dan lain-lain) o) p) Putus sekolah q) Kurang menghayati iman kepercayaannya 2.berselingkuh atau kawin lagi Orang tua terlalu sibuk atau tidak acuh d) Orang tua otoriter atau serba melarang e) Orang tua yang serba membolehkan (permisif) f) Kurangnya orang yang dapat dijadikan model atau teladan g) h) Orang tua kurang peduli dan tidak tahu dengan masalah NAPZA . kekecewaan. keperibadian dissosial.pemalu. kesepian dan kegetiran hidup. j) Keinginan untuk diterima dalam pergaulan. Ciri-ciri tersebut antara lain : Cenderung membrontak dan menolak otoritas a) Cenderung memiliki gangguan jiwa lain (komorbiditas) seperti Depresi. Faktor Lingkungan : Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik disekitar rumah. rendah diri dan memiliki citra diri negatif (low self-esteem) Sifat mudah kecewa. k) Identitas diri yang kabur. cenderung agresif dan destruktif e) Mudah murung.kegagalan. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna NAPZA. sehingga merasa diri kurang “jantan” l) m) Tidak siap mental untuk menghadapi tekanan pergaulan sehingga sulit mengambil keputusan untuk menolak tawaran NAPZA dengan tegas Kemampuan komunikasi rendah n) Melarikan diri sesuatu (kebosanan. teman sebaya maupun masyarakat.karena dianggap sebagai lambang keperkasaan dan kehidupan modern. Lingkungan Keluarga a) Kominikasi orang tua-anak kurang baik/efektif Hubungan dalam keluarga kurang harmonis/disfungsi dalam keluarga b) c) Orang tua bercerai. sekolah. sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik.Ccemas. Psikotik.terutama faktor orang tua yang ikut menjadi penyebab seorang anak atau remaja menjadi penyalahguna NAPZA antara lain adalah : a. b) Perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku c) d) Rasa kurang percaya diri (low selw-confidence).Kebanyakan penyalahgunaan NAPZA dimulai atau terdapat pada masa remaja. psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan NAPZA.

G. Mereka mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1) ANAK : Ciri-ciri pada anak yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA antara lain : . Beberapa keadaan yang patut dikenali atau diwaspadai adalah : 1. namun seseorang dengan ciri tertentu (kelompok risiko tinggi) mempunyai potensi lebih besar untuk menjadi penyalahguna NAPZA dibandingkan dengan yang tidak mempunyai ciri kelompok risiko tinggi. faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya/pergaulan tidak selalu sama besar perannya dalam menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA. mereka disebut juga Potential User (calon pemakai. Faktor Napza Mudahnya NAPZA didapat dimana-mana dengan harga “terjangkau” a) Banyaknya iklan minuman beralkohol dan rokok yang menarik untuk dicoba b) c) Khasiat farakologik NAPZA yang menenangkan. semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA. membuat euforia/fly/stone/high/teler dan lain-lain. Lingkungan Teman Sebaya a) Berteman dengan penyalahguna Tekanan atau ancaman teman kelompok atau pengedar b) d. Lingkungan masyarakat/sosial Lemahnya penegakan hukum a) Situasi politik.tapi sangat penting artinya untuk mencegah berlanjutnya masalah tersebut. menghilangkan nyeri.Faktor individu.menidurkan. DETEKSI DINI PENYALAHGUNAAN NAPZA Deteksi dini penyalahgunaan NAPZA bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi makin banyak faktor-faktor diatas. bisa saja seorang anak yang berasal dari keluarga yang harmonis dan cukup kominikatif menjadi penyalahguna NAPZA. golongan rentan).Penyalahguna NAPZA harus dipelajari kasus demi kasus.Karena faktor pergaulan.Tata tertib atau disiplin keluarga yang selalu berubah (kurang konsisten) i) Kurangnya kehidupan beragama atau menjalankan ibadah dalam keluarga j) k) Orang tua atau anggota keluarga yang menjadi penyalahduna NAPZA b. KELOMPOK RISIKO TINGGI Kelompok Risiko Tinggi adalah orang yang belum menjadi pemakai atau terlibat dalam penggunaan NAPZA tetapi mempunyai risiko untuk terlibat hal tersebut. . Lingkungan Sekolah a) Sekolah yang kurang disiplin Sekolah yang terletak dekat tempat hiburan dan penjual NAPZA b) c) Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif Adanya murid pengguna NAPZA d) c. sosial dan ekonomi yang kurang mendukung b) 3. Faktor-faktor tersebut diatas memang tidak selau membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Sekalipun tidak mudah untuk mengenalinya.

KELUARGA Ciri-ciri keluarga yang mempunyai risiko tinggi. JENIS NAPZA YANG DISALAHGUNAKAN .murung.sering bertengkar. Remaja yang cenderung merusak diri sendiri m) 3.Anak yang sulit memusatkan perhatian pada suatu kegiatan (tidak tekun) a) Anak yang sering sakit b) Anak yang mudah kecewa c) Anak yang mudah murung Anak yang sudah merokok sejak Sekolah Dasar d) Anak yang agresif dan destruktif e) Anak yang sering berbohong.orang tua berselingkuh atau ayah menikah lagi e) Orang tua yang tidak memiliki standar norma baik-buruk atau benar salahyang jelas f) Orang tua yang todak dapat menjadikan dirinya teladan g) Orang tua menjadi penyalahgunaan NAPZA h) H. kurang bergaul dengan lawan jenis). kurang percaya diri dan mempunyai citra diri negatif a) Remaja yang mempunyai sifat sangat tidak sabar b) Remaja yang diliputi rasa sedih (depresi) atau cemas (ansietas) c) Remaja yang cenderung melakukan sesuatu yang mengandung risiko tinggi/bahaya d) e) Remaja yang cenderung memberontak Remaja yang tidak mau mengikutu peraturan/tata nilai yang berlaku f) g) Remaja yang kurang taat beragama Remaja yang berkawan dengan penyalahguna NAPZA h) Remaja dengan motivasi belajar rendah i) j) Remaja yang tidak suka kegiatan ekstrakurikuler k) Remaja dengan hambatan atau penyimpangan dalam perkembangan psikoseksual (pepalu. l) Remaja yang mudah menjadi bosan.suka menyendiri. REMAJA : Ciri-ciri remaja yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA : Remaja yang mempunyai rasa rendah diri.antara lain Orang tua kurang komunikatif dengan anak a) Orang tua yang terlalu mengatur anak b) Orang tua yang terlalu menuntut anaknya secara berlebihan agar berprestasi diluar kemampuannya c) Orang tua yang kurang memberi perhatian pada anak karena terlalu sibuk d) Orang tua yang kurang harmonis.sulit bergaul.mencari atau melawan tatatertib f) Anak denga IQ taraf perbatasan (IQ 70-90) g) 2.jenuh. sering masturbasi.

daun koka. dan/atau tujuan ilmu pengetahuan serta menpunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. b) Narkotika Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan (Contoh : morfin. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. marihuana. candu. PSIKOTROPIKA Menurut Undang-undang RI No.5 tahun 1997 tentang Psikotropik. NARKOTIKA adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. ganja). Yang dimaksud dengan PSIKOTROPIKA adalah zat atau obat. baik alamiah maupun sintetis bukan Narkotika. NARKOTIKA dibedakan kedalam golongan-golongan : a) Narkotika Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan. (menurut Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika). d) PSIKOTROPIKA GOLONGAN IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan (Contoh : diazepam. dan lain-lain (2) Ganja atau kanabis.1. pasta kokain. 2. Psikotropika dibedakan dalam golongan-golongan sebagai berikut. metilfenidat atau ritalin) c) PSIKOTROPIKA GOLONGAN III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan (Contoh : pentobarbital. petidin. dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. . hashis (3) Kokain. herion (putauw). LSD) b) PSIKOTROPIKA GOLONGAN II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi. Flunitrazepam). kokain. dan dapat menimbulkan ketergantungan. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. Narkotika yang sering disalahgunakan adalah Narkotika Golongan I : (1) Opiat : morfin. (Contoh amfetamin.petidin) c) Narkotika Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan (Contoh : kodein). bromazepam. yaitu serbuk kokain. (Contoh : heroin/putauw. (Contoh : ekstasi. a) PSIKOTROPIKA GOLONGAN I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. shabu. hilangnya rasa.

. yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga. Golongan Stimulan (Upper) Adalah jenis NAPZA yang dapat merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja.Johny Walker.Golongan A : kadar etanol 1-5%. yang berpengaruh menekan susunan syaraf pusat. Rohip. Jenis ini menbuat pemakaiannya merasa tenang. klordiazepoxide. thinner dan lain-lain. Pada upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat. . BK. meliputi : a) Minuman berakohol. penghapus cat kuku. Jenis ini membuat pemakainya menjadi aktif. Psikotropika yang sering disalahgunakan antara lain : (1) Psikostimulansia : amfetamin. thinner. Mengandung etanol etil alkohol. heroin/putauw. rokok. segar dan . mushroom. nitrazepam. Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan NAPZA dapat digolongkan menjadi tiga golongan : 1. DUM. Manson House.Fenobarbital. dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari dalam kebudayaan tertentu. pendiam dan bahkan membuatnya tertidur dan tidak sadarkan diri. Bahan/ obat/zat yang disalahgunakan dapat juga diklasifikasikan sebagai berikut : .Sama sekali dilarang : Narkotoka golongan I dan Psikotropika Golongan I. memperkuat pengaruh obat/zat itu dalam tubuh manusia. klonazepam. (Bir) . Pil koplo dan lain-lain (3) Halusinogenika : Iysergic acid dyethylamide (LSD). yaitu : . Ada 3 golongan minuman berakohol.) b) Inhalansia (gas yang dihirup) dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik. . Vodca. Kamput. Sedatif (penenang). MG). obat tidur): MG. ekstasi. kodein). c) Tembakau : Pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Dum. (Berbagai jenis minuman anggur) .Penggunaan dengan resep dokter : amfetamin. harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. kantor dan sebagai pelumas mesin. Golongan ini termasuk Opioida (morfin. seperti pil BK. 2. pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja. Golongan Depresan (Downer) Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh.Golongan C : kadar etanol 20-45 %. 3. TKW. ZAT ADIKTIF LAIN Yang dimaksud disini adalah bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif diluar yang disebut Narkotika dan Psikotropika. dan tranquilizer (anti cemas) dan lain-lain. (Whiskey. antara lain : Lem. hipnotik (otot tidur). bensin. shabu (2) Sedatif & Hipnotika (obat penenang.Ada batas umur dalam penggunannya : alkohol.Diperjual belikan secara bebas : lem. karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang lebih berbahaya. pil Koplo. Yang sering disalah gunakan.Golongan B : kadar etanol 5-20%. sedatif hipnotika. Jika digunakan sebagai campuran dengan narkotika atau psikotropika.

kodein . Mereka mulai membentuk dunia mereka sendiri. propoksipen. charlie. Zat yang termasuk golongan ini adalah : Amfetamin (shabu. Kokain berupa kristal pitih. cpium. dimana putauw mempunyai kekuatan 10 kali melebihi morfin. happy dust. Biasanya dalam bentuk bubuk putih.Opioida sintetik : meperidin. kodein dan lainlain o Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian timbul rasa ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan sipemakai akan kehilangan rasa percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. hidromorfin . metadon o Nama lainnya adalah putauw.Opioida alamiah (opiat): morfin. Free base tidak berwarna/putih. methadon. sedangkan heroin yang tidak murni berwarna putih keabuan o Dihasilkan dari cairan getah opium poppy yang diolah menjadi morfin kemudian dengan proses tertentu menghasil putauw. brown sugar o Heroin yang murni berbentuk bubuk putih. Mulai sering melakukan manipulasi dan akhirnya menderita kesulitan keuangan yang mengakibatkan mereka melakukan pencurian atau tindak kriminal lainnya. Mescalin. srepet. black heroin. Golongan ini termasuk : Kanabis (ganja). Kafein. ptw. Golongan ini tidak digunakan dalam terapi medis.esktasi). Kokain 3.coke.Opioida semi sintetik : heroin/putauw. Atau dengan cara dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. putih. tidak berbau dan rasanya pahit. Cara pemakaiannya : dengan membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau benda-benda yang mempunyai permukaan datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot deperti sedotan. Penggunaan dengan cara dihirup akan berisiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Golongan Halusinogen Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu. o Opiat atau opioid biasanya digunakan dokter untuk menghilangkan rasa sakit yang sangat (analgetika kuat). Rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dari free base. Mereka merasa bahwa lingkungannya adalah musuh. snow salju. b) KOKAIN Kokain mempunyai dua bentuk yaitu : kokain hidroklorid dan free base. Nama jalanan dari kokain adalah koka. Opioid sintetik yang mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin.bersemangat. Berupa pethidin. Efek rasa dari . Talwin. LSD. Ada juga yang melalui suatu proses menjadi bentuk padat untuk dihirup asapnya yang populer disebut freebasing. Macam-macam bahan Narkotika dan Psikotropika yang terdapat di masyarakat serta akibat pemakaiannya : a) OPIOIDA Opioida dibagi dalam tiga golongan besar yaitu : .

ganja dan gelek. SEDATIF-HIPNOTIK (BENZODIAZEPIN) Digolongkan zat sedatif (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur) Nama jalanan dari Benzodiazepin : BK.digunakan dengan cara dihirup. Yang bisa digambarkan seperti halusinasi terhadap tempat. Hingga timbul obsesi terhadap halusinasi yang ia rasakan dan keinginan untuk hanyut didalamnya. 3. KANABIS Nama jalanan yang sering digunakan Gamja ialah : grass. tabs. LSD (Lysergic acid) Termasuk dalam golongan halusinogen. juga dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. pink heart. ice. Terdiri dari berbagai macam jenis antara lain : white doft.Contohnya : Aerosol. Penggunaan dibidang medis untuk pengobatan kecemasan dan stres serta sebagai hipnotik (obat tidur). rasa dari kanabis tergolong cepat.rasa gembira berlebih (euforia). Warna dan waktu. Bentuk yang bisa didapatkan seperti kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. crystal. SOLVENT / INHALANSIA Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama-lama membuat paranoid. Rohyp. kertas. 5. atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus (bong). snow white. trips. keabuan.uppers.pemakaian kokain ini membuat pemakai merasa segar.crystal. Lexo.MDMA (methylene dioxy methamphetamin). Cimeng. ada Cara menggunakannya dengan meletakkan juga yang berbentuk pil. cein.meth. Ada dua jenis amfetamin : . fantacy pils. kapsul. Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu. Aktif berkomonikasi. berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. MG.sensitif.whizz dan 1932 sebagai obat. cece. Nama lain : xtc. Pada tanaman ganja terkandung tiga zat utama yaitu tetrehidro kanabinol. Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan sulphate. dan dipasarkan tahun Nama jalannya : seed.marijuana.dengan nama jalanan : acid. 6. kehilangan nafsu makan.sipemakai : cenderung merasa lebih santai. Sedangkan yang berbentuk tablet biasanya diminum dengan air. Cara penggunaan : dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap. tripping.hasish.selera makan tinggi. LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit sejak Efek rasa ini bisa disebut pemakaian dan hilang setelah 8-12 jam. aica . petir yang dikemas dalam bentuk pil atau kapsul .kanabinol Cara penggunaannya adalah dihisap dengan cara dan kanabidio. sering berfantasi. inex. 7. mulai dikenal sekitar tahun 1980 dengan nama Ekstasi atau Ecstacy. crank.Methamfetamin ice. dikenal sebagai SHABU. Dum.SS. Efek dipadatkan mempunyai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. menambah rasa percaya diri. Nama lainnya shabu-shabu.kering pada mulut dan tenggorokan 4. Pemakaian benzodiazepin dapat melalui : oral.bhang.. AMPHETAMINES Nama generik amfetamin adalah D-pseudo epinefrin berhasil disintesa tahun 1887.intra vena dan rectal.

sering membolos. mengantuk. meninggal. Konsentrasi maksimum alkohol dicapai 30-90 menit setelah tegukan terakhir.begadang.takut air sehingga malas mandi. tiner. gula.kadang tidak pulang tanpa memberi tahu lebih dulu d) Sering mengurung diri. GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA 1) Perubahan Fisik Gejala fisik yang terjadi tergantung jenis zat yang digunakan. muntah. ALKOHOL Merupakan salah satu zat psikoaktif yang sering digunakan manusia.curiga b) Bila kelebihan disis (overdosis) : nafas sesak.mengantuk dikelas atau tampat kerja. gangguan fungsi paru.kurang bertanggung jawab. menghindar bertemu dengan anggota keluarga lain dirumah Sering mendapat telepon dan didatangi orang tidak dikenal oleh keluarga. agresif. Sekali diabsorbsi. etanol didistribisikan keseluruh jaringan tubuh dan cairan tubuh. Biasanya digunakan secara cairan untuk dry cleaning.kejang. kepala terasa berputar. mamun sering dengan penurunannya pula orang menjadi depresi.pemalas. Dari proses fermentasi diperoleh alkohol dengan kadar tidak lebih dari 15%.denyut jantung dan nadi lambat.diare. berlama-lama dikamar mandi. isi korek api gas. bicara pelo (cadel). c) Sering berpegian sampai larut malam. Perubahan Sikap dan Perilaku a) Prestasi sekolah menurun.tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan. apatis (acuh tak acuh). sari buah dan umbi-umbian. c) Bila sedang ketagihan (putus zat/sakau) : mata dan hidung berair. Efek yang ditimbulkan : pusing. tapi secara umum dapat digolongkan sebagai berikut : a) Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan. penampilan tidak sehat.kemudian menghilang e) f) Sering berbohong dan minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tak jelas . mual. Sering dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah maka orang akan menjadi euforia. Diperoleh dari proses fermentasi madu. 8. coba-coba oleh anak dibawah umur golongan kurang mampu/ anak jalanan. halusinasi ringan.sering tidak mengerjakan tugas sekolah. terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik) 2. dengan proses penyulingan di pabrik dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih Nama jalanan alkohol : booze. d) Pengaruh jangka panjang. gigi tidak terawat dan kropos. b) Pola tidur berubah.aibon. liver dan jantung.rasa sakit diseluruh tubuh. kesadaran menurun.sulit dibangunkan pagi hari. I.uap bensin. nafas lambat/berhenti.menguap terus menerus. drink tinggi bahkan mencapai 100%. kulit teraba dingin.

WHO (1969) memberikan batasan mengenai “Drug” (Obat). dan zat Adiktif (Membuat Ketagihan-Red) lainnya. tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut. psikotropika. Obat psikotropik adalah bahan atau zat (substansi) yang dapat mempengaruhi fungsi berfikir. Bahan-bahan tersebut seringkali disalahgunakan (drug abuse). narkoba dapat digolongkan menjadi tiga kategori. K. tertutup dan penuh rahasia J. Sehingga. mencuri. Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA. Sedangkan berdasarkan UU RI No 5/1997. pencuriga. bensin. mudah ters g) inggung. SUMBER RUJUKAN Declerg. Dari pengertian tersebut diketahui bahwa reaksi tubuh pada zat psikotropika ini sulit terlihat langsung karena berdampak jangka panjang pada mental dan perilaku. Sering bersikap emosional. Narkoba memang memiliki banyak jenis. yang dimaksud dengan narkotika adalah zat atau obat alamiah ataupun sintetis yang menyebabkan perubahan atau gangguan kesadaran. sehingga dapat mengakibatkan ketergantungan (drug dependence). menurut dokter Hendy.’’ terang psikiater yang berpraktek di RSU Dr. KESIMPULAN Masalah penyalahguanaan NARKOBA / NAPZA khususnya pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. kasar sikap bermusuhan. nikotin. Pengaruh NAPZA sangatlah buruk. yang dimaksud dengan psikotropika adalah zat atau obat alamiah atau sintetis dengan khasiat psikoaktif yang menyebabkan perubahan khas pada mental atau perilaku. Bahan-bahan yang masuk narkotika. masih ada zat adiktif lainnya seperti alkohol. melainkan menjadi tugas kita bersama. Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja. mengomengompas terlibat tindak kekerasan atau berurusan dengan polisi. baik dari segi kesehatan pribadinya. bahkan ada ratusan jenis Narkoba yang belakangan sudah diracik dengan sesama jenis narkoba atau obat lain sehingga dampaknya lebih buruk. psikotropika dan alkohol adalah bahan-bahan yang mempunyai efek tersebut. Berdasarkan UU RI No 22/1997. Jakarta: . ganja. 1994. dan thinner. Soetomo ini. mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau milik keluarga. maupun dampak sosial yang ditimbulkannya. marah. Tingkah Laku Abnormal. setiap zat (bahan) yang jika masuk dalam organisme hidup. perasaan dan tingkah laku pada orang yang memakainya. Tapi. narkotika. Sudut Pandang Perkembangan. Selain itu. Yaitu.penggunaannya. dampak yang bisa langsung terlihat adalah user (pengguna)akan kehilangan kesadarannya. L. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik. dalam dunia medis obat-obat haram tersebut biasa bisa dikelompokkan menjadi tiga kategori saja ‘‘Berdasarkan Undang-Undang. akan mengadakan perubahan pada satu atau lebih fungsi-fungsi organisme tersebut.

Grasindo Soekadji.com/2005/09/macam-narkoba-ganjacimeng.depkes.go.php?t=156065 http://www.id di akses 20 Oktober 2007 http://forum. Psikologi Abnormal dan Psikopatologi. Pengantar Psikologi.id/medika/arsip/052001/lak-1.kafegaul.html http://infonarkoba. Malang: STIT Malang http//:www.htm http://www. S.tempo.html http://www.blogspot.Jakarta Sulistyaningsih.html?news_id=70 .co. 1990.com/2007/09/lindungi-keluarga-dan-peranginapza.or.php? option=news&task=viewarticle&sid=1299&Itemid=2 http://infonarkoba.blogspot.go.id/berita-detail. 2002.dinkesjatim.blogspot.com/ http://pencerahanglobal.anti.id/index.com/showthread.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful