BAB I PENDAHULUAN

A. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PT. Nippon Indosari Corpindo,Tbk
Perusahaan berdiri berdasarkan hadapan Notaris Liliana Arif akta nomor 24 tanggal 26 Mei 1994, dibuat di SH dan telah mendapat persetujuan yaitu atas

Gondoutomo,

Menteri Kehakiman Republik Indonesia nomor C2.11.525.NT.01.01.Th.94 pada tanggal 2 Agustus 1994. Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan Indonesia-Jepang, di mana penanaman modal ini telah mendapat Surat Persetujuan Presiden antara PT Sari Indoroti dengan Nissho Iwai Corporation dan Shikishima Baking Co. Ltd. Penanaman Modal Asing nomor B-91/Pres/02/1995 tanggal 16 Februari 1995 yang tertuang dalam Lampiran Surat Pemberitahuan 126/I/PMA/1995 tanggal 27 Februari 1995 tentang Persetujuan Presiden nomor Negara yang dikeluarkan oleh Menteri

Penggerak Dana Investasi, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal. Kemudian pada tanggal 8 Maret 1995 dengan akta nomor 11 didirikanlah perseroan terbatas dengan nama PT Nippon Kristianto, SH Indosari Corporation di hadapan notaris Beny yang berkedudukan di Jakarta dan diperbaiki dengan akta nomor 274 tentang akta pendirian perseroan dari Menteri

tanggal 29 April 1995 yang dibuat di hadapan notaris yang sama. Akta pendirian perseroan terbatas ini telah mendapat persetujuan pada tanggal 18 Mei 1995. Perseroan ini bergerak dalam bidang industri makanan, khususnya produk bakeri. Perusahaan didirikan di atas lahan seluas 10,227 m2 di Cikarang Industrial Estate, Bekasi, Jawa Barat. Perseroan ini memiliki kapasitas produksi awal sebesar 3,138 ton/tahun. Setelah proses konstruksi dan instalasi pabrik yang selesai pada bulan September 1996, perseroan memulai kegiatan produksinya dengan terlebih dahulu melakukan tes pasar pada bulan Oktober 1996 di mana saat itu diperkenalkan satu jenis roti tawar serta tiga jenis roti manis, dalam kemasan yang masih sederhana. Setelah tiga bulan melakukan riset pasar, maka pada bulan Januari 1997 diluncurkan kemasan perdana Sari Roti dengan desain yang diharapkan dapat lebih menarik perhatian konsumen. Pada tanggal 10 Maret 1997, dilakukan peresmian kegiatan operasional PT Nippon Indosari Corporation oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (pada saat itu) Prof. Dr. Sujudi. Dengan sasaran utama wanita karir dan ibu rumah tangga, perubahan skala
23

Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan nomor 02-6209.NT.01.01.Th.95

industri bakeri diharapkan dapat lebih meningkatkan mutu produk bakeri yang dihasilkan. Dari industri tradisional yang terkadang kurang higienis, pengemasan yang kurang menarik, serta tidak adanya jaminan pangan halal, dan menggunakan teknologi tradisional, menjadi produk berteknologi tinggi dengan kemasan yang menarik dan terjamin kehalalan serta higienitas produknya. Untuk lebih meningkatkan pemasaran dan nilai jual produk, maka dikembangkan pula beberapa variasi produk yang tetap mengacu pada mutu

internasional, namun dengan tidak meninggalkan cita rasa lokal. Pada bulan Januari 2001, diluncurkan pula merek dagang Boti dengan berbagai variasinya, dengan tujuan untuk memperluas pasar dan mencapai konsumen pada tingkat menengah ke bawah. Saat ini produk yang dipasarkan terdiri dari sekitar 8 jenis produk roti tawar dan lebih dari 15 jenis roti manis. Dengan misi untuk mejadi produsen produk bakeri terbesar di Indonesia, perseroan ini telah mengalami kemajuan pesat dari segi penjualan. Hal tersebut didukung pula oleh peningkatan jumlah outlet pemasaran produk serta armada distribusi yang diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi produk. Peningkatan produk ini harus diimbangi sampai di konsumen. Untuk itu yang ketat terhadap kualitas bahan baku produk pula dengan tetap terjaganya mutu produk yang diperlukan pula adanya pengawasan

serta tetap terjaga kehalalan, kesehatan, dan higienitas dari produk yang dihasilkan, karena merupakan jaminan terhadap kepuasan pelanggan. Sebagai kepedulian terhadap konsumen dan jaminan atas mutu produk yang Republik Indonesia, untuk serta telah mendapat Majelis dan produk Sari Roti sertifikat Ulama nomor dihasilkan, produk-produk yang dipasarkan telah terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan halal dari Lembaga nomor Indonesia, Pengkajian Pengawasan 00200009241298 Obat dan Makanan,

0010001560062001 untuk produk Boti. Namun produk roti merek Boti telah dihentikan poduksinya per Desember 2010. Saat ini pemasaran produk Sari Roti dilakukan melalui outlet reguler supermarket dan mini market, melalui agen-agen, serta melalui hotel dan restoran. Dengan jangkauan pemasaran yang luas serta promosi yang berkelanjutan, hasil survei pada tahun 2002 menunjukkan bahwa perseroan ni telah menjadi pemimpin bidang industri makanan produk bakeri. Dan saat ini jangkauan distribusi PT Nippon Indosari Corpindo Tbk telah mencangkup hampir seluruh wilayah di Pulau Jawa serta sebagian pulau Bali dengan mulai beroperasinya pabrik baru di PIER-Pasuruan, Jawa Timur sejak bulan September 2005 (soft opening) dan peresmian dilaksanakan pada tanggal 24 November 2005. Dengan semakin berkembangnya pasar dan permintaan dari konsumen yang cukup besar, maka sejak tanggal 15 Desember 2008 PT Nippon Indosari Coprindo Tbk

23

kue.893 5088 Fax : 021 – 893 5286 2. SH. Bekasi 17530. 86 tanggal 24 Februari 2010. Pabrik ini telah dilengkapi dengan peralatan produksi yang terbaru. Kegiatan usaha utama. dan untuk lebih mendekatkan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk dengan konsumennya. Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: a. Kawasan Industri PIER Jl. Rembang Industri Raya No. dilengkapi dengan fasilitas auditorium factory visit. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas. Ruangan ini digunakan untuk menerima konsumen dari berbagai segmen dan golongan yang hendak melihat proses produksi roti secara langsung. Kegiatan usaha penunjang yaitu: Memasarkan dan menjual segala jenis roti termasuk tetapi tidak terbatas pada macam-macam roti. 40-41 Cikarang. Telepon : 021 – 8984 0348 3. dibuat di hadapan FX Budi Santoso. Bekasi17530. Kawasan Industri Jababeka Blok U No. B. 33 Cikarang.893 5088 Fax : 021 – 893 5286 Alamat Pabrik : 1. Telepon : 021 . yaitu: Mendirikan pabrik dan memproduksi segala jenis roti termasuk tetapi tidak terbatas pada macam-macam jenis kue lainnya. Kawasan Industri Jababeka Blok W No. dan makanan lainnya. Maksud dan tujuan dari Persero ini ialah berusaha dalam bidang industry roti. roti tawar. Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana tersebut dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. maksud dan tujuan Perseroan adalah sebagai berikut: 1.mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri Jababeka Blok U. roti isi dan segala macam jenis kue lainnya. Notaris di Jakarta. RUANG LINGKUP USAHA Nama Perusahaan Alamat Perusahaan : : PT Nippon IndosariCorpindo Tbk. b. Bekasi 17530. Telepon : 021 . 40-41 Cikarang. 2. 29 23 . Kawasan Industri Jababeka Blok W No.

Pasuruan Plant 23 : 425. Cikarang Plant 2 3. Pasuruan Plant 4. Semarang Plant : Jawa Timur dan Bali : Jawa Tengah dan D.I. 1 Semarang. Tugu Wijaya III No. Semarang Plant : 4 line produksi : 2 line produksi : 3 line produksi : 2 line produksi Kapasitas Produksi : 1. Chiffon Cake. 1. Banten. Cikarang Plant 1 2.000 pack/hari : 315. Jawa Barat. Telepon : 0343 – 740 388 Fax : 0343 – 740 387 4. Cikarang Plant 2 3. Yogyakarta Jumlah Karyawan : 1. Cikarang Plant 2 3. Cikarang Plant 1 2. Cikarang Plant : Jabotabek. Pasuruan Plant 4. SARI CAKE. Roti Manis. Jawa Tengah 50152.000 pack/hari . Kawasan Industri Wijayakusuma Jl. Semarang Plant : ± 250 orang : ± 350 orang : ± 250 orang : ± 100 orang Lini Produksi : 1. Lampung. Produk Merek Produk Daerah pemasaran : : : Roti Tawar. SARI ROTI. Pasuruan Plant 3. dan sebagian Jawa Tengah 2.Pasuruan. Jawa Timur. Cikarang Plant 1 2.000 pack/hari : 425.

Kes/SK/I/1978. halal. Pedoman-pedoman yang menjadi acuan 23 . DAN KEBIJAKAN MUTU PERUSAHAAN Visi PT Nippon Indosari Corpindo Tbk adalah “Menjadi perusahaan terbesar di Indonesia dalam bidang bakeri products dengan menghasilkan dan mendistribusikan produk-produk bermutu tinggi dengan harga yang terjangkau bagi rakyat Indonesia”. dan dipelihara Perusahaan oleh seluruh mengikrarkan bersama untuk dapat dipahami. yaitu : membantu meningkatkan mutu hidup bangsa Indonesia dengan memproduksi dan mendistribusikan makanan yang bermutu tinggi. 3. Standar Nasional (SNI) 01-4852-1998 Pengendalian Titik Kritis (Hazard Analysis and Critical Control Point – HACCP) serta Pedoman Penerapannya. diterapkan. SSOP. beberapa dan HACCP. halal. atau PT Nippon regulasi teknis Indosari yang pedoman yang berwenang.000 pack/hari C. dan meningkatkan mutu kerja secara berkelanjutan. dan aman untuk dikonsumsi dalam rangka pencapaian visi dan misi perusahaan melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP). Pedoman BSN nomor 1004 – 2002 tentang Panduan Penyusunan Rencana Sistem Analisa Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis (HACCP) Tbk mengacu oleh pada lembaga GMP. PT menerapkan Nippon Indosari Corpindo Tbk mempunyai tanggung jawab untuk suatu kebijakan mutu yang menjadi kebijakan perusahaan. yang merupakan suatu gagasan untuk menghasilkan produk yang bermutu sesuai dengan harapan serta kebutuhan pelanggan. Perusahaan senantiasa menghasilkan produk yang bermutu tinggi. karyawan. Semarang Plant : 250. Di dalam melaksanakan Corpindo dikeluarkan adalah: 1. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. sehat. mengembangkan. sehat. Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Untuk mencapai visi tersebut. Menggalang partisipasi aktif dan positif seluruh karyawan dalam rangka memelihara. dan Sistem Jaminan Halal (SJH) sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. nomor 23/Men. MISI. dan aman bagi pelanggan. perusahaan memiliki misi. tanggal 24 Januari 1978 tentang Pedoman Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) atau Good Manufacturing Practices (GMP) atau Sanitation Standard Operating Procedures Indonesia (SSOP) untuk menjamin persyaratan higienis dan tentang Sistem Analisis dan sanitasi produk dan pengolahan 2. VISI.4.

Jawa Barat. berdekatan dengan bahan baku. dan gudang produk (finished goods). serta ketersediaan berbagai sarana pendukung lainnya (listrik. Jababeka XVII B Blok U nomor 33 Cikarang. ruang produksi. air.4. Codex Alimentarius Commission (CAC) RCP 1. Lantai pertama digunakan untuk proses produksi seperti ruang penerimaan bahan baku (raw material). gudang penyimpanan bahan. 23 . 4 Tahun 2003. kantin. Ada pun lantai kedua digunakan untuk ruang manajer PDQA. penanganan limbah) yang baik. Perusahaan ini memiliki lokasi yang cukup strategis karena akses transportasi berbagai supplier untuk menjangkaunya mudah. Bekasi. ruang office GA (General Affair). ruang pengemasan. ruang PDQA (Product Development and Quality Assurance). ruang scalling (penimbangan). PT Nippon Indosari Corpindo Tbk dibangun dengan dua lantai. tenaga kerja. LOKASI DAN LETAK PERUSAHAAN Lokasi pabrik PT Nippon Indosari Corpindo Tbk terletak di Jl. musholla. D. dan auditorium factory visit. Rev.

Saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100..854. Struktur Organisasi 2. Saham-saham yang ditawarkan dalam rangka penawaran umum perdana ini seluruhnya terdiri dari saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan. Saham-saham yang ditawarkan tersebut akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari perseroan yang telah ditempatkan dan disetro penuh.BAB II PEMBAHASAN A.275.. yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan FPPS. 23 .-. termasuk hak atas pembagian dividen.per saham yang akan ditawarkan dengan harga Rp 1.000. SIFAT – SIFAT ENTITAS 1.per saham. Investasi dan Pendanaan Perseroan dengan ini melakukan penawaran umum perdana sebesar Rp 151.

Prospek dan Strategi Usaha Peluang usaha di Indonesia dibidang makanan dan minuman adalah besar. Jumlah penduduk. ekonomi industri makanan dan minuman tetap bertumbuh. Dalam masa krisis.3. daya beli. pertumbuhan ekonomi di Indonesia merupakan faktor-faktor yang sangat signifikan dalam usaha makanan. Kepemilikan 4. Peningkatan daya beli masyarakat dan perubahan pola makanan. khususnya di daerah perkotaan yang membutuhkan produk makanan yang praktis akan meningkatkan produk roti. 23 .

Fax: (021) 8935286. Nippon Indosari Corpindo Tbk Kantor Pusat Kawasan Industri Jababeka Jl. 8935473 23 . Jababeka XII A. ltd. Bekasi – Jawa Barat Tel : (021) 8935088. sehat Memproduksi produk-produk baru baik roti maupun kue dan makanan ringan yang berbasis produk roti Memilih jalur distribusi yang tepat sehingga Perseroan dapat mendistribusikan produknya dengan cepat. bersih. perseroan didukung oleh shikishima baking co. Blok W No. Cikarang. tenaga ahli di bidang teknologi pembuatan roti. Selain memiliki fasilitas tersendiri untuk riset dan pengembangan. tepat. Selain itu. 40-41. Lokasi Fasilitas Utama dan Fasilitas Produksi PT. Riset dan Pengembangan Perseroan di dalam usahanya untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan diminati oleh konsumen. berupa laboratorium riset dan pengembangan yang lengkapo untuk roti. dan akurat Menjaga hubungan dengan pelanggan dalam posisi win-win Menunjukkan kepada konsumen akan kebersihan fasilitas produksi serta usaha perseroan untuk menjalankan GMP dan sanitasi Melakukan ekspansi dengan membangun pabrik di lokasi yang terdekat dengan konsumen 5.Dalam menghadapi prospek usaha ke depan. 6. halal. yang memberikan jasa know how. perseroan berencana untuk melaksanakan strategi usaha berikut ini : Menerapkan supply chain management (SCM) Menggunakan SAP sebagai software ERP (Entreprise Resuorces Planning) Melakukan pembangunan pabrik di daerah-daerah lain di Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan produk roti yang berkualitas.

8-10 Raya Medan . Pelita Raya I No. 40-41.Lubuk Pakam KM 19. 33 Cikarang. Sumatera Utara Pasuruan: Kawasan Industri PIER Jl. 1 –Semarang Jawa Tengah Tel: (021) 8935088.5 Tanjung Morawa – Kab. Blok W No. serta keanekaragaman makanan. melakukan usaha kecil dan menengah atau membuka toko roti dengan format waralaba.sariroti. Industri roti merupakan industri yang bersaing secara sempurna. Rembang Industri Raya No. Industri yang memproduksi secara massal seperti kegiatan usaha perseroan b. Industri toko roti Kegiatan industri tersebut seluruhnya memberikan pasokan produk roti untuk kebutuhan produk Indonesia. Investor dapat masuk dengan memproduksi secara massal. Tugu Wijaya III No. Sebagai industri yang bersaing secara sempurna. Fax: (024) 8660874 Kawasan Industri Jababeka Jl.Website : www. Jababeka XVII B. Persaingan Industri roti di Indonesia terdiri dari : a.com Pabrik Cikarang: Kawasan Industri Jababeka Jl. investor dapat masuk dan keluar dengan hambatan yang tidak terlalu tinggi. 28 Pasuruan 67152 – Jawa Timur Tel: (0343) 740388. Industri rumah tangga (usaha kecil) c. Tren industri selama lima tahun ke depan tetap berpotensi seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat dan kebutuhan akan jenis makanan yang praktis. Cikarang. Deli Serdang. Blok U No. Bekasi – Jawa Barat Medan: Kawasan Industri Medan Star Jl. Dalam 23 . Fax: (021) 8935286. Jababeka XII A. Fax: (0343) 740387 7. 8935473 Tel: (024) 8660545. Bekasi – Jawa Barat Semarang: Kawasan Industri Wijaya Kusuma Jl.

Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance) Untuk menjaga kepentingan seluruh stakeholder dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. sesuai dengan peraturan Bapepam No. OBJEKTIVITAS. yaitu suatu teknologi informasi yang membantu proses transaksi antara Perseroan dengan pelanggan dan pemasoknya. dimana kegiatan tersebut meliputi koordinasi. Dengan penggunaan SAP. produsen. B. sehat. IX. perseroan memiliki Komisaris Independen. Sebagai bukti komitmen menerapkan Good Corporate Governance. Sekretaris Perusahaan. kolaborasi dan integritas dan rantai proses di dalam dan di luar Perseroan.data dapat dianalisa dengan cepat dan akurat sehingga perseroan memiliki kekuatan yang kompetitif dibandingkan dengan perusahaan sejenis Melakukan pembangunan pabrik di daerah-daerah lain di Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan produk roti yang berkualitas. sebuah kegiatan (manajemen) yang mengawasi bahan-bahan informasi dan aspek keuangan dalam proses pergerakannya dari pemasok.7. dalam setiap kegiatan usaha perseroan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. bersih. STRATEGI DAN RISIKO BISNIS 1. Dengan melakukan SCM yang baik. halal. Strategi dan Rencana Pengembangan Perseroan menerapkan strategi dalam rangka mengembangkan usahanya: Menerapkan supply chain management (SCM). pengecer hingga konsumen. pesaing terdekat perseroan adalah perusahaan yang termasuk dalam industri roti yng diproduksi secara massal dan private lable. Memproduksi produk-produk baru baik roti maupun kue dan makanan ringan yang berbasis produk roti 23 .hal ini. 8. Departemen Audit Internal dan Komite Audit selambat lambatnya 6 bulan setelah tanggal pencatatan saham Perseroan. Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa berperilaku sesuai etika bisnis dan transparan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.1. distributor. Direktur Tidak Terafi liasi. Perseroan semakin efisien dan dapat memenangkan persaingan Menggunakan SAP sebagai software ERP (Entreprise Resuorces Planning).

supermarket. dan akurat. Minimarket. perseroan juga bekerjasama dengan para pedagang keliling dengan mendanai semua fasilitas gerobak roti. Selain itu. Pengembangan Lini Produk 23 . dan hypermarket merupakan jalur distribusi yang sesuai untuk produk perseroan.- Memilih jalur distribusi yang tepat sehingga Perseroan dapat mendistribusikan produknya dengan cepat. Perseroan juga menggunakan toko-toko tradisional lainnyaseperti toko P&D. Hal ini untuk mengatasi kendala umur simpan produk yang sangat pendek yaitu kurang dari 5 hari di pasar. kantin dan koperasi - Menjaga hubungan dengan pelanggan dalam posisi win-win Menunjukkan kepada konsumen akan kebersihan fasilitas produksi serta usaha perseroan untuk menjalankan GMP dan sanitasi dengan menerima kunjungan pabrik setiap hari senin-jumat. 2. tepat. Perseroan juga beriklan melalui media seperti TV yang menunjukkan keunggulan produk perseroan - Melakukan ekspansi dengan membangun pabrik di lokasi yang terdekat dengan konsumen. sehingga dapat membantu pendistribusian produk ke konsumen langsung dari rumah ke rumah.

5. sehingga untuk memenuhi permintaan pelanggan.3. Dengan demikian sampai awal 2011 Perseroan mengoperasikan 11 lini mesin. Perseroan menambah kapasitas produksi dengan memasang 2 lini mesin lagi. Rencana Ekspansi Rencana ekspansi Perseroan berupa perluasan wilayah operasi dan peningkatan kapasitas produksi pada pabrik yang telah ada. yaitu 5 lini mesin untuk roti tawar dan 6 lini mesin untuk roti manis. Tujuan rencana ini adalah sebagai tindak lanjut atas pemenuhan permintaan pasar yang semakin meningkat atas produk Perseroan. Perseroan mempunyai 2 lini mesin . Selain itu Perseroan menambah 1 lini mesin untuk membuat jenis roti manis di Pasuruan. Peseroan mengembangkan produk kue dengan memasang 1 lini mesin kue di pabrik pertama Jababeka Blok W. Mulai 2001 perseroan menjalankan 4 lini mesin. 2 lini untuk membuat roti tawar dan 2 lini untuk membuat roti manis Pada bulan Nopember 2005. Bekasi. Pada awal berdirinya. Tahun 2009. Pada Desember 2008. Satu lini untuk membuat roti tawar dan satu lini untuk membuat roti manis. 4. Kawasan Industri Jababeka Cikarang. Masyarakat Indonesia menyambut baik roti –roti produk Indosari. Pada 2010 di tempat produksi ketiga. Accounting Requirement Pemutakhiran Standar Akuntansi dan Ketentuan lainnya 23 . Pengembangan Lini Mesin Dalam menjalankan kegiatannya. memproduksi. Di sini konsumen dapat melihat dari dekat proses produksi segala jenis roti yang dilaku-kan oleh Perseroan secara higienis dan halal. Perseroan membuka pabrik ketiga dengan 2 lini mesin di Jababeka Blok U. Selain itu. Jawa Tengah dan Bali. Perseroan membuka pabrik kedua di Pasuruan. Hasil produksi dari pabrik ini digunakan untuk memasarkan produk Perseroan 4 ke seluruh daerah Jawa Timur. Perseroan melakukan aktivitas usahanya dengan mendirikan pabrik roti . Ekspansi ini akan didanai melalui pinjaman bank dan hasil kas neto dari aktivitas operasi. Jawa Barat. di tempat yang sama Perseroan membangun auditorium untuk menerima kunjungan konsumen. Penjualan dari bulan demi bulan terus bertumbuh.1 lini mesin untuk pembuatan jenis roti tawar dan 1 lini mesin untuk pembuatan jenis roti manis. pada 2001 Perseroan meningkatkan kapasitas produksi menjadi dua kali lipat dengan menambah dua lini mesin. Satu lini digunakan untuk jenis ro tawar dan satu lini mesin untuk jenis roti manis. memasarkan dan menjual roti tawar dan segala jenis roti lainnya. Jawa Timur dengan memasang 2 lini mesin.

60 ISAK No.55 (2011) PSAK No. mengingat produk yang dihasilkan merupakan produk yang tidak tahan lama.30 (2011) PSAK No.20 : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing : Aset Tetap : Imbalan Kerja : Biaya Pinjaman : Sewa : Akuntansi Pajak Penghasilan : Instrumen Keuangan: Penyajian : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran : Laba per Saham : Instrumen Keuangan: Pengungkapan : PSAK No. dalam proses produksi. Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya : Pajak Penghasilan . Resiko yang berhubungan dengan kegiatan operasional: • Kontaminasi atas produk yang dihasilkan perseroan baik pada saat sebelum diolah (masih bahan baku).26 (2011) PSAK No.Berikut ini ikhtisar revisi Standar Akuntansi yang relevan bagi Perseroan tetapi belum efektif diberlakukan pada tanggal 31 Desember 2011 (efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012) : PSAK No. maka secara tidak langsung pula berpengaruh terhadap kepercayaan pelanggan dan turunnya pendapatan yang diterima 23 .46 (Revisi 2010) PSAK No. maupun pada saat didistribusikan. atau Risiko bisnis 1. 24-Batas Aset Imbalan Pasti.10 (Revisi 2010) PSAK No.56 (Revisi 2011) PSAK No.24 (Revisi 2010) PSAK No.Perubahan Dalam Status Pajak Entitas Para Pemegang Saham Perseroan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari Standar dan Interpretasi yang direvisi dan yang baru tersebut terhadap laporan keuangan.50 (Revisi 2010) PSAK No. Apabila produk tercemar/terkontaminasi akan berdampak pada berkurangnya kepercayaan pelanggan dan berakibat turunnya pendapatan yang diterima • Umur produk yang relative singkat Keterlambatan penarikan produk yang kadaluwarsa dapat mengakibatkan masih beredarnya produk-produk yang telah rusak dan tidak layak dikonsumsi.15 ISAK No.16 (2011) PSAK No.

yang menjadikan biaya pembelian bahan baku bertambah. Sedangkan perusahaan tidak bisa seenaknya menaikkan harga jual kepada pelanggan. Apabila terjadi pemogokan tenaga kerja. gandum dihasilkan secara musiman dan tidak selalu tersedia pada saat dibutuhkan. mereka menggunakan pasokan gas dan listrik dari karyawan industri tempat pabrik-pabrik berdiri. • Ketersediaan pasokan energy Saat ini. Ketersediaan gandum yang berkurang di pasar dunia juga akan berdampak pada meningkatnya harga bahan baku tepung terigu yang digunakan Sari Roti. jika terjadi gejolak dalam permintaan dunia maka gandum sebagai sumber bahan baku akan menjadi langka yang mengakibatkan terkendalanya kegiatan operasional perusahaan. gula dan ragi. Dalam hal ini. energy utama yang digunakan Sari Roti adalah gas dan listrik. Selain itu. 2. Selain 23 . Apabila suku cadang tidak lagi tersedia memungkinkan akan meningkatnya biaya perbaikan dan pemeliharaan mesin yang selanjutnya berdampak pada profitabilitas. Risiko yang berhubungan dengan kondisi pasar dan penjualan • Fluktuasi mata uang asing Perseroan membeli beberapa bahan baku utama yang dipengaruhi oleh fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak langsung antara lain tepung terigu. Sebagai produk pertanian. perusahaan memerlukan suku cadang pengganti yang telah using ataupun rusak. kegiatan operasional dapat terganggu dan selanjutnya berakibat pada profitabilitas perusahaan • Risiko ketersediaan suku cadang Sari Roti menggunakan mesin mesin yang diproduksi oleh penyedia mesin tertentu yang memiliki teknologi dan hak paten atas produk yang dihasilkan. Ketersediaan pasokan energy yang terhambat akan menyebabkan terganggunya aktivitas produksi pabrik.• Ketersediaan gandum sebagai bahan baku tepung terigu Sari roti menggunakan bahan baku tepung terigu yang diolah dari gandum yang diimpor dan dibeli dari harga pasar internasional. hal ini akan berdampak pada tingkat penjualan pabrik • Resiko pemogokan tenaga kerja Tenaga kerja merupakan asset yang berharga untuk perusahaan karena aktivitas operasional perusahaan sangat bergantung pada produktivitas para karyawan.

maka Perseroan harus menghadapi risiko pesaingan usaha dengan pelanggannya sendiri. sangat besar kemungkinan akan ada Perseroan baru yang memproduksi produk sejenis dengan Perseroan. Demikian pula kemampuan penetrasi produk Perseroan di tingkat peritel juga terus ditingkatkan. Sementara pendapatan Perseroan dihasilkan dalam mata uang Rupiah. Perseroan terus melakukan inovasi-inovasi produk. Hal ini bisa menjadi pesaing bagi Perseroan. Selain itu. • Persaingan Usaha Semakin menariknya industri roti di Indonesia. semakin berkembangnya toko-toko modern di Indonesia. Konstribusi biaya karyawan produksi terhadap biaya produksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sekitar 5%. menjual dengan harga yang bersaing. Namun. politik dan sosial Indonesia turutmempengaruhi jalannya kegiatan usaha Perseroan. Risiko yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah dan lingkungan sosial Kenaikan upah minimum regional/ propinsi yang melebihi tingkat inflasi akan mempengaruhi biaya produksi Perseroan. Apabila terjadi kerusuhan ataupun huru hara 23 . yaitu dengan kekuatan manajemen distribusi yang dimiliki oleh Perseroan. Maka untuk menghadapi risiko ini Perseroan terus melakukan kegiatan operasionalnya secara efisien dan mengurangi waste atau tidak memenuhi standar. Perubahan kurs Rupiah terhadap mata uang asing yang terjadi secara signifikan dapat memberikan dampak kenaikan harga beberapa jenis bahan baku. Selain itu.itu. berbagai bahan kemasan atau beberapa jenis suku cadang mesin-mesin produksi. apabila upah minimum regional/ propinsi meningkat tajam dan tidak terkendali dengan baik maka biaya produksi akan meningkat cukup signifikan. politik dan sosial Kondisi ekonomi. Ketidakstabilan kondisi ekonomi. Untuk mengatasi kedua risiko ini. Perseroan berusaha untuk mengatasi kenaikan upah minimum regional/propinsi dengan meningkatkan harga jual produk Perseroan. suku cadang mesin-mesin dan bahan kemasan juga dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap valuta asing. yang melakukan proses produksi roti untuk dijual sendiri. politik dan sosial Indonesia dapat menyebabkan kerusuhan oleh buruh ataupun massa yang berada diluar kendali Perseroan. dan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan dan konsumennya. Hal tersebut tidak selalu dapat disertai dengan kenaikan harga jual produk Perseroandan karenanya akan berdampak negatif terhadap nilai penjualan dan tingkat profitabilitas. Selama ini. hal tersebut dapat berdampak pula pada daya beli konsumen Perseroan yang selanjutnya dapat menyebabkan penjualan Perseroan menurun. o Kestabilan kondisi ekonomi. Hal ini disebabkan karena Perseroan mengandalkan tenaga kerja dalam proses produksi.

Isu tersebut dapat memberikan gambaran yang tidak baik atas bahan baku yang digunakan serta proses produksi dan pengolahan yang dilakukan oleh Perseroan. politik. kinerja keuangan. FINANCIAL PERFORMANCE 23 . o Isu bahan pengawet dan kehalalan Mengingat produk Perseroan adalah makanan yang memiliki umur lebih dari satu hari. maka proses produksi Perseroan dapat terganggu. hasil operasi dan prospek usahanya. Perseroan menghadapi risiko adanya isu yang berkembang di tengah masyarakat sehubungan dengan bahan pengawet yang digunakan yang dapat membuat produk Perseroan bertahan untuk beberapa hari. Apabila terjadi bencana alam di Indonesia. Selain itu. dapat menganggu pengiriman bahan baku oleh supplier dan pendisribusian produk-produk yang dihasilkan Perseroan ke tempat peritel atau ke stock point. banjir dan lain-lain. Apabila isu-isu tersebut berkembang di tengah masyarakat maka terdapat kemungkinan permintaan pasar atas produk-produk Perseroan menjadi berkurang dan mengakibatkan turunnya penjualan Perseroan o Bencana alam Pabrik-pabrik Perseroan berada di wilayah Indonesia dan pendistribusian produk-produk Perseroan juga ditujukan ke pasar Indonesia. gunung berapi. C. Perseroan menghadapi risiko lamanya proses transportasi tersebut apabila terjadi bencana alam. Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap terjadinya bencana alam seperti gempa bumi. Hambatan dalam pendistribusian produk akan mengakibatkan umur produk menjadi pendek dan harus segera dapat terjual dan dikonsumsi. Selain itu. dan sosial Indonesia.yang disebabkan ketidakstabilan kondisi ekonomi. maka Perseroan dapat mengalami dampak negatif terhadap kegiatan usaha. dapat berkembang pula isu mengenai halal atau tidaknya produk yang dihasilkan Perseroan.

23 .

23 .

Penjelasan tentang Financial performance ASET Total aset pada tahun 2011 tercatat sebesar Rp759 miliar. - EKUITAS Total ekuitas pada tahun 2011 meningkat 20% menjadi Rp 546 miliar dari Rp 455 miliar di tahun 2010. meningkat sebesar 34% dari Rp568 miliar di tahun 2010. Liabilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang pada tahun 2011 masing-masing sebesar 70% dan 30% dibandingkan dengan 82% dan 18% pada tahun 2010. 23 . Hal ini terkait dengan penambahan hutang bank sejumlah Rp33 miliar dan hutang lain-lain sejumlah Rp66 miliar terkait dengan pengadaan pabrik baru. LIABILITAS Total Liabilitas tahun 2011 berjumlah Rp213 miliar. Medan & Cibitung sesuai dengan rencana ekspansi Perseroan. meningkat sebesar 89% dari Rp113 miliar di tahun 2010. terutama disebabkan oleh peningkatan Aset tetap. Kenaikan Liabilitas Jangka Panjang pada tahun 2011 disebabkan oleh pendanaan ekspansi Perseroan dengan menggunakan pinjaman bank. Aset Lancar dan Tidak Lancar pada tahun 2011 masingmasing sebesar 25% dan 75% dibandingkan dengan 37% dan 63% pada tahun 2010. Kenaikan Aset Tidak Lancar pada tahun 2011 disebabkan oleh pembangunan pabrik baru di Semarang.

SOLVABILITAS Rasio hutang terhadap ekuitas meningkat dari 0. • Untuk mengurangi resiko fluktuasi mata uang asing yang dibutuhkan untuk pembelian mesin. perseroan melakukan pencadangan dana dalam mata uang yang sama sesuai dengan kebutuhan. Bagian riset dan pengembangan melakukan uji kualitas dengan tujuan agar perseroan mempunyai pilihan lain bila terjadi permasalahan dari pemasok pertama tanpa mengubah kualitas produk perseroan. perseroan menggunakan mesin oven dengan burner yang dimodifikasi sehingga dapat menggunakan gas elpiji. seperti yang telah dijelaskan pada resiko usaha. • Perseroan mengantisipasi resiko persaingan dengan terus meningkatkan brand awareness atas produk perseroan sehingga tetap diminati dan dicari oleh konsumen langsungnya. Selain itu. Peningkatan ini karena hutang bank dan hutang lain-lain. Pengendalian Intern Perseroan melakukan usaha yang berkesinambungan dalam memperkuat Pengendalian Intern sebagai bagian dari usaha untuk mencapai Tata Kelola Perseroan yang baik. Untuk cadangan energy listrik. proses pengawasan atas pelaksanaan operasional Perseroan dilakukan oleh tiap-tiap departemen dan diawasi pelaksanaannya oleh Audit Internal dan Komite Audit. D. perseroan memiliki fasilitas genset yang dapat digunakan untuk sementara. Perseroan menetapkan manajemen resiko berupa: • Perseroan terus mencoba mencari pemasok untuk semua jenis bahan baku dari pemasok lain.2 kali pada tahun 2010 menjadi 0. Prosedur atau standar kerja didokumentasikan dengan baik dalam media yang dapat dengan mudah diakses oleh para karyawan.4 kali pada tahun 2011. Manajemen Resiko Dalam menghadapi resiko-resiko. 23 . hal ini konsisten dengan tahun 2010. Perseroan telah mensosialisasikan program "Kode Etik Perilaku dan Bisnis" kepada seluruh karyawan Seluruh pesan dan amanat manajemen dikomunikasikan dengan baik sehingga praktek operasi bisnis sesuai dengan nilai-nilai yang dianut Perseroan. • Dalam hal penyediaan energy. apabila terjadi kekurangan pasokan energy.- KOLEKTIBILITAS Tingkat koleksi piutang pada tahun 2011 rata-rata 46 hari. perseroan juga terus meningkatkan kualitas produk perseroan dan menciptakan varian-varian baru sesuai selera pasar.

Perseroan telah memenuhi ketentuan pemerintah di bidang ketenagakerjaan. Perseroan melakukan proses pengendalian mutu di setiap proses produksi. perseroan memberikan penjelasan kepada public melalui media massa sehingga menerima masyarakat yang ingin mengetahui proses produksi yang dilaksanakan oleh perseroan. • • • Untuk mengurangi ketergantungan perseroan pada penyedia mesin saat ini. masyarakat juga dapat masuk ke kawasan pabrik perseroan untuk melihat secara langsung proses pengoalahan yang dilakukan. bila diperlukan secara berkelompok. dimana masyarakat dapat menonton profil perseroan beserta proses-proses produksi yang dilaksanakan. bagian riset dan pengembangan senantiasa mencari alternative mesin-mesin dari pemasok lain. Dalam hal mengatasi isu-isu yang berkenaan dengan produk perseroan. sehingga dapat terhindar dari resiko kontaminasi. Selain itu perseroan memberikan fasilitas pada karyawan yang ckup untuk mengurangi pemogokkan.• Sebagai perusahaan yang menyadari bahwa tenaga kerja merupakan salah satu factor yang mendukung keberhasilan kegiatan usahanya. 23 . perseroan berusaha untuk senantiasa memperhatikan kebutuhan para karyawan. Perseroan menyediakan ruangan Auditorium.

KATA PENUTUP Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini. Kami banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Semoga makalah ini berguna bagi kami. 23 . pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful