BAB I

DINASTI ABBASIYAH
Standar Kompetensi : Memahami Perkembangan Masyarakat Islam Pada Masa Bani Abbasiyah Kompetensi Dasar : 6.1. Menceritakan sejarah berdirinya Bani Abbasiyah 6.2. Mendeskripsikan perkembangan kebudayaan / peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah Indikator : 6.1.1. Menjelaskan sejarah berdirinya Bani Abbasiyah 6.1.2. Menyebutkan proses terbentuknya sejarah Bani Abbasiyah 6.1.3. Menampilkan tokoh tokoh yang berperan dalam sejarah berdirinya Bani Abbasiyah 6.1.4. Mengidentifikasi faktor pendukung sejarah berdirinya Bani Abbasiyah

A. RUNTUHNYA DINASTI BANI UMAYYAH

1. Kemunduran Dinasti Bani Umayyah

Terdapat lima kholifah yang dianggap menonjol dalam masa pemerintahan bani umayyah, mereka yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Muawiyah bin Abi Sufyan Abdul Malik bin Marwan Al-Walid bin Abdul Malik Umar bin Abdul Aziz Hisyam bin Abdul Malik Namun setelah pemerintahan Hisyam, para kholifah tidak ada yang dapat menjaga stabilitas keamanan dalam Negara, mereka tidak dapat mengatasi para pemberontak, bahkan terjadi perpecahan dalam keluarga besar Bani Umayyah

Irwan Setiawan, S.Pd.I

1|Page

Sebab-sebab kemunduran Dinasti Bani Umayyah antara lain adalah :

1.

Kekuasaan Kholifah yang absolut Semua kebijakan kholifah tidak dapat diganggu gugat

2.

Gaya hidup Kholifah yang bermewah-mewahan Para Kholifah telah mengikuti gaya hidup para bangsawan Bizantium

3.

Tidak adanya peraturan khusus tentang tata cara pengangkatan kholifah Hal ini menyebabkan terjadi perebutan kekuasaan diantara putra mahkota

4.

Banyaknya gerakan pemberontakan yang dilakukan selama pemerintahan bani Umayyah Diantaranya adalah Golongan Syi‟ah, Khawarij, dan keluarga Bani Abbasiyyah

5.

Pertentangan antara golongan Arab utara dan Arab selatan Pertikaian itu terjadi antara Arab Utara, (Quraisy-Mudhariyah) dan Arab Selatan

(Yaman-Himariyah) dan Bani Umayyah lebih condong memihak pada kelompok Arab Selatan 6. Kekecewaan para tokoh agama tentang kebijakan pemerintah Kebijakan Kholifah yang tidak sesuai dengan syari‟at Islam diantaranya Berfoya-foya, dan selalu mencacimaki keluarga Ali.

2. Keruntuhan Dinasti bani Umayyah Keluarga Bani Abbasiyyah sudah mulai menyusun kekuatan untuk dapat menggulingkan pemerintahan bani Umayyah sejak pemerintahan Kholifah Umar bin Abdul Aziz yang bersikap arif sehingga memberi kebebasan kelompok-kelompok lain untuk melakukan dakwah (Propaganda), namun kegiatan tersebut masih besifat rahasia. Perang Zab Hulu adalah perang terakhir Dinasti bani Umayyah, Perang antara Kholifah Marwan bin Muhammad melawan pasukan Abu Muslim Al-Khurasani. Dalam perang ini terjadi pembersihan etnis keluarga besar Dinasti bani Umayyah.

Irwan Setiawan, S.Pd.I

2|Page

Hanya ada satu dari keturunan Bani Umayyah yang dapat selamat, yaitu : Abdurrahman Ad-Dakhil, beliau dapat menyelamatkan diri sampai ke Andalusia (Spanyol) dan mendirikan Dinasti Bani Umayyah II disana. Sebab-sebab runtuhnya Dinasti Bani Umayyah adalah : 1. Figur Kholifah yang lemah Ada kholifah yang merupakan keturunan dari budak belian 2. Hak istimewa bangsa arab dan syuriah Karena keluarga bani Umayyah berasal dari Syuriah, maka sebagian besar para pejabat Negara berasal dari sana, sehingga menimbulkan kecemburuan social antara orang arab lainnya terutama orang-orang Islam dari Persia 3. Pemerintahan yang korup dan tidak demokrasi Sistem pemerintahan turun temurun telah menyalahi pemerintahan Khulafaur Rosyidin, selain itu karena para pejabat Negara merupakansatu keluarga maka praktik korupsi tidak dapat diadili 4. Terjadinya perebutan kekuasaan dalam anggota keluarga Dinasti bani Umayyah Hal ini terjadi pada masa pemerintahan Marwan bin Hakam yang menginginkan kedua anaknya menjabat sebagai kholifah (Abdul malik dan Abdul Aziz) 5. Tidak adanya pemimpin politik dan militer yang handal Setelah pemerintahan Hisyam, para Kholifah bani Umayyah bersifat lemah sehingga gagal mengatasi pemberontakan-2 yang terjadi 6. Munculnya gerakan para pemberontak Karena para Kholifah lemah, system pemerintahan kacau, dan para pejabat hanya mengutamakan kepentingannya pribadi untuk memperkaya diri dan berfoya-foya, hal ini mendorong terjadinya banyak pemberontakan 7. Serangan dari kelompok Abu Muslim Al-Khurasani dan Abul Abbas As-Shaffah Panglima Abu Muslim bersatu dengan Abul Abbas sehingga terbentuk sebuah kekuatan besar yang berusaha meruntuhkan kekuasaan bani Umayyah

Irwan Setiawan, S.Pd.I

3|Page

3. Harus bersikap adil dan bijaksana dalam menjalankan kekuasaan 4. o Berdirinya Dinasti Abbasiyah dilatar belakangi oleh terjadinya kekacauan dalam kehidupan bernegara Dinasti Umayyah.I 4|Page . Proses Berdirinya Dinasti Abbasiyah 1. B. Kesalahan dan kekeliruan Dinasti umayyah yang menyebabkan runtuhnya dinasti tersebut : o Dinasti ini menganakemaskan (mengistimewakan) bangsa Arab atas bangsa lainnya dan menganggap rendah kaum muslim non Aran Irwan Setiawan. Dinasti sebelumya Abbasiyah yaitu merupakan kelanjutan yang dari telah Dinasti Umayyah o Dinamakan Dinasti Abbasiyah karena para pendiri dan penguasanya merupakan keturunan Abbas bin Abdul Mutholib.Pd. S. paman Rosulululloh. Dekat dengan tuhan dan taat menjalankan syari‟at Islam 5. Tidak boleh rakus terhadap kekuasaan 2. Latar Belakang berdirinya Dinasti Abbasiyah o Pemerintahan pemerintahan digulingkannya. Hikmah Dari Runtuhnya Dinasti Bani Umayyah 1. Tidak boleh boros dalam menggunakan uang Negara 3. miskin. o Menjelang runtuhnya Dinasti Umayyah ini para khalifah dan pejabat negara lainnya melakukan kekeliruan dan kesalahan yang menyebabkan terjadinya kekacauan tersebut. o Nama Abbasiyah berasal dari kata Al-Abbas dan Abbas itu adalah nama seorang keturunan Bani Hasyim. Dekat dengan rakyat dan mengasihi fakir.

yaitu bergaya hidup mewah dan berfoya-foya meniru gaya hidup penguasa Romawi. Kelompok-kelompok yang merasa tidak puas terhadap Dinasti Umayyah yang menyebabkan runtuhnya dinasti tersebut : 1. sehingga orang-orang Mawali merasa kecewa atas perlakuan ini. Kelompok muslim non Arab (Mawali) yang memprotes kedudukan mereka sebagai warga kelas dua dibawah warga muslim Arab. sehingga suku yang tidak mendapat dukungan merasa kecewa. S. Dinasti ini juga mengingkari salah satu isi dari perjanjian ”Ammul Jamaah” yaitu setalah jabatan khalifah Muawiyah berakhir kekuasaan akan diserahkan pada musyawarah kaum muslimin tetapi Muawiyah dan penerusnya justru mengangkat putra mahkota.I 5|Page . Kelompok muslim Arab di Mekah. Kelompok Syiah dan Khawarij yang menganggap Dinasti Umayyah telah merampas kekhalifahan. o Banyak diantara pemimpin Dinasti Umayyah melakukan pelanggaran terhadap ajaran Islam. 2. penguasa Dinasti Umayyah mendukung salah satu suku yaitu suku Himyariyah. 3.Pd. o Dinasti ini memihak pada salah satu golongan dari suku Arab yang bersaing Dalam persaingan antara Arab Utara (Mudariyah) dan Arab Selatan (Himyariyah).(Mawali). sehingga para penguasa Dinasti ini memiliki figur yang lemah. dan Irak yang merasa sakit hati atas perlakuan istimewa terhadap penududuk Suriah Irwan Setiawan. Madinah. o Dinasti ini selalu menindas para pengikut Ali dan Bani Hasyim.

 Di samping itu untuk meraih simpati umat dan dukungan kaum Syiah mereka tidak mengusung nama Bani Abbas tetapi mengusung nama Bani Hasyim.Pd.  Untuk mencari dukungan masyarakat luas.  Persamaan nasib sebagai kelompok yang tertindas inilah yang membuat ketiga kelompok itu mendukung propaganda ini. Paman Nabi Muhammad. Kelompok muslim yang saleh.  Jadi latar belakang lahirnya Dinasti Abbasiyah.  Mereka mempropagandakan bahwa “menggulingkan kekuasaan pemerintah Dinasti Umayyah merupakan perintah agama”. baik Arab maupun non Arab yang menganggap keluarga Dinasti Umayyah bergaya hidup mewah jauh dari ajaran Islam.  Gerakan mereka didukung oleh kaum Syiah.4. yaitu kekecewaan yang menumpuk dan bersatu akibat dari kekeliruan dan kesalahan para penguasa Dinasti Umayyah dalam mengambil kebijakan. S. Khawarij dan Mawali di kota Khurasan yang sebelumnya selalu ditindas oleh Dinasti Umayyah. Irwan Setiawan.  Kelompok-kelompok tersebut membentuk suatu kekuatan gabungan yang dikoordinasi dan dipimpin oleh keturunan AlAbbas. Mereka mengatakan bahwa jabatan khalifah merupakan hak keluarga Nabi. kelompok Dinasti Abbasiyah melakukan propaganda yang mereka sebut sebagai Gerakan Dakwah.I 6|Page .

 Gerakan menentang Dinasti Umayyah semakin membesar saat Dinasti Umayyah dijabat khalifah yang terkahir yaitu Marwan bin Muhammad (Marwan II). Membentuk gerakan di bawah tanah dengan melakukan propaganda (menyusun kekuatan secara diam-diam) dengan tokohnya antara lain :  Muhammad Al-Abbas  Ibrahim Al Imam  Abu Muslim Al-Khurasani Dari ketiga tokoh propaganda tesebut Abu Muslim Al Khurasani merupakan propagandis yang paling sukses dan terkenal. Proses Pembentukan Dinasti Abbasiyah 1. Menggunakan nama Bani Hasyim (Ahlul Bait).Pd. Pendiri Dinasti Abbasiyah Dinasti ini didirikan oleh Abu Abbas As Saffah (As Saffah berarti penumpah darah. artinya keturunan Bani Abbas tidak memperlihatkan sikap bermusuhan dengan Bani Umayyah atau siapapun. Irwan Setiawan. 3. 2. S. Langkah-langkah Bani Abbas untuk mendirikan Daulat Abbasiyah : 1.I 7|Page . Menerapkan politik bersahabat. 2. Ia diberi gelar ini karena ia memiliki kemauan yang keras dan tidak segansegan untuk menumpahkan darah guna mewujudkan keinginannya). Hal ini dimaksudkan agar mendapat simpati umat dan dukungan dari kelompok pendukung Ali (Syiah).

Irwan Setiawan.Pd. S. Ia juga menerapkan persamaan hak kepada seluruh warga negara. namun tertutup dengan gerakan bawah tanah. Strategi ini ternyata berhasil menghimpun kekuatan besar dan dahsyat yang tidak bisa dibendung lagi oleh golongan manapun juga. Pada waktu itu Umar bin Abdul Aziz memimpin dengan adil. tentram dan stabil. Para tokoh pendiri Dinasti Abbasiyah menetapkan tiga kota sebagai pusat kegiatan. Negara dalam keadaan aman.I 8|Page . di mana waktu itu pemerintahan Dinasti Umayyah mencapai puncak kekacauan yang sulit diatasi.4. yaitu : Humaymah sebagai pusat perencanaan organisasi. Kondisi ini memberi peluang pada Bani Abbas untuk menyusun kekuatan dengan melakukan gerakan bawah tanah dan propaganda di kota Al Humayah. Kufah sebagai kota penghubung dan Khurasan sebagai pusat gerakan praktis Proses berdirinya Dinasti Abbasiyah dimulai dari tahap persiapan dan perencanaan yang dilakukan oleh Ali bin Abdulloh bin Abbas. Peluang emas yang dimiliki Bani Abbas untuk merebut kekuasaan Bani Umayyah itu terjadi pada masa Kholifah Marwan Bin Muhammad (127 – 132 H/745 – 750 M) yakni kholifah Bani Umayyah terakhir. para tokoh pendiri Dinasti ini menerapkan cara kepemimpinan yang bersifat kolektif (kolegial leadership). Gerakan bawah tanah dan propaganda untuk mendirikan Dinasti Abbasiyah ini dimulai ketika Dinasti Umayyah berada di bawah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz (717720 M). Menjadikan Khurasan sebagai pusat kegiatan gerakan Bani Abbas yang dipimpin oleh Abu Muslim Al-Khurasani. Dalam perjuangannya untuk mendirikan Dinasti Abbasiyah.

Ia banyak memperoleh dukungan di kota Khurasan. Ibrahim Al Imam menyuruhnya untuk merebut kota Khurasan dan menyingkirkan orang-orang Arab yang mendukung Dinasti Umayyah. Selanjutnya komando perlawanan diambil alih keponakan Ibrahim Al Imam yang bernama Abdulloh bin Muhammad yang dikenal sebagai Abu Abbas As Saffah. S. Hal itu dilakukan karena belum berani melawan Dinasti Umayyah secara terang-terangan.Pd.Pemimpin gerakan Bani Abbasiyah pada waktu itu adalah Muhammad bin Ali (wafat tahun 743 M) kemudian diteruskan anaknya Ibrahim Al Imam dengan mengangkat Abu Muslim Al Khurasani sebagai panglima perang Abu Muslim Al-Khurasani merupakan seorang pemuda yang pemberani. gerakan dakwah dan propaganda dilakukan secara diam-diam. Sebelum Abu Muslim Al Khurasani diangkat sebagai panglima perang. Namun rencana ini tercium oleh khalifah Marwan II dan akhirnya Ibrahim Al Imam ditangkap dan dipenjara hingga meninggal. Muhammad bin Ali bin Abdullah. Ia tetap menunjuk Abu Muslim Al Khurasani untuk menjadi panglima dan melakukan perlawanan di Khurasan. Pada tahun 747 M setelah Abu Muslim Al Khurasani diangkat menjadi panglima perang.I 9|Page . Irwan Setiawan. Abu Muslim Al Khurasani mengajak golongan Syiah. Tokoh-tokoh pendiri Bani Abbasiyah 1. Pernah dalam sehari ia berhasil menarik simpati penduduk dari sekitar 60 desa di sekitar Merv. pada usia 19 tahun ia diangkat sebagai panglima perang oleh Ibrahim Al Imam. golongan Alawiyyin (Bani Ali) untuk menentang Bani Umayyah yang telah menindas mereka.

Irwan Setiawan. Silsilah Bani Abbasiyah Qusyai dipandang sebagai tokoh besar yang mengumpulkan kembali sukusuku turunan Fibri yang bergelar Quraisy. S. Dari keturunan Hasyim itulah lahir Bani Abbas yang disebut Abbasiyah dan keluarganya Ali yang disebut Alawiyin. Ibrahim al Imam.2. 2. Hasyim merupakan tokoh besar yang pertama merintis kebijaksanaan mengirimkan kafilah dagang Mekah ke utara pada musim panas dan ke selatan pada musim dingin. 3. sebab mereka sendiri keturunan langsung dari Nabi Ibrahim AS.I 10 | P a g e . Silsilah Bani Abbasiyah dan Khalifah-khalifah Dinasti Abbasiyah 1. Abu Ja‟far al Mansyur. Abul Abbas as-Shaffah 5.Pd. Abu Muslim Al Khurasani. 4. Suku-suku ini mula-mula terpencar dan bertempat tinggal di Bakkah (Mekah) dan sekitarnya yang dipandang sebagai tanah suci oleh bangsa Arab.

Keluarga Abasiyah Irwan Setiawan.Pd.I 11 | P a g e .Dalam silsilah Bani Umayyah terdapat tiga keluarga besar yang saling bersaing memperebutkan kekuasaan. Keluarga Alawiyyin (didukung oleh kaum Syiah) 2. Keluarga Umayyah 3. yaitu : 1. S.

I 12 | P a g e .Pd. Harun Ar-Rasyid (170 – 193H = 786-809M) 6. Al-Muhtadi (255 – 256H = 869-870M) 6. Al-Mu‟tain (248 – 252H = 862-866M) 4. Periode pertama Kholifah Dinasti Abbasiyah pada periode pertama adalah sebagai berikut : 1. b. Al-Mu‟taz (252 – 255H = 866-869M) 5. Abu Abbas As-Saffah (132 – 136H = 750-754M) 2. Al-Muktafi (289 – 295H = 902-908M) Irwan Setiawan. Abdullah Al-Amin (193 – 198H = 809-813M) 7. Al Mu‟tashim Billah (218 – 227H = 833-842M) 9. S. Al-Muntshir (247 – 248H = 861-862M) 3. Muhammad Al-Hadi (169 – 170H = 785 – 786M) 5. Muhammad Al-Mahdi (158-169H = 775-785M) 4. Al Ma‟mun (198 – 218 = 813 – 833 M) 8. Abu Ja‟far Al-Watsiq (227 – 232H = 842-847M).2. Khalifah-khalifah Dinasti Abbasiyah a. Abu Ja‟far Al-Mansur (136 – 158H = 754-775M) 3. Al-Mu‟tamid (256 – 279H = 870-892M) 7. Periode Kedua Khalifah Dinasti Abbasiyah pada periode kedua adalah sebagai berikut : 1. Al-Mu‟tadhid (279 – 289H = 892-902M) 8. Al-Mutawakil (232 – 247H = 847-861M) 2.

I 13 | P a g e . Periode keempat Khalifah Dinasti Abbasiyah pada periode keempat adalah sebagai berikut : 1. Al-Mustaqfi (333 – 334H = 945-946M).9. Al-Qoyyim (422 – 467H = 1031-1075M) 2. An-Nashir (575 – 622H = 1180-1125M) Irwan Setiawan. Al-Qodir (381 – 422H = 991-1031M) d. Al-Mustadi (566 – 575H = 1171-1180M) 9. Al-Mustanjid (555 – 566H = 1160-1171M) 8. Al-Mustazhir (487 – 512H = 1094-1118M) 4. Periode Ketiga Kholifah Dinasti Abbasiyah pada periode ketiga adalah sebagai berikut : 1. S. At-Tho‟I (363 – 381H = 974–991M) 3. Al-Rasyid (529 – 530H = 1135-1136M) 6. Al-Muti (334 – 363H = 946-974M) 2. Al-Muttaqi (329 – 333H = 941-945M) 13. Al-Muktafi (530 – 555H = 1136-1160M) 7. c.Pd. Al-Qohir (320 – 322H = 932-934M) 11. Al-Muqtadi (295 320H = 908-932M) 10. Ar-Rodhi (322 – 329H = 934-941M) 12. Al-Musytarsid (512 – 529H = 1118-1135M) 5. Al-Muqtadi (467 – 487H = 1075-1094M) 3.

khalifah Al-Mansyur memandang bahwa kota Anbar tidak cocok lagi sebagai pusat pemerintahan. Latar belakang dipilihnya kota Bagdad adalah : Irwan Setiawan. Periode kelima Kholifah Dinasti Abbasiyah pada periode kelima adalah sebagai berikut : 1. Hirah.e. Dengan adanya pemberontakan itu. 3. Al-Musta‟shim (640 – 656H = 1242-1258M) Dari ke-37 khalifah ini setidaknya terdapat tiga khalifah yang menonjol yaitu Abu Ja‟far Al Mansur. S. Al-Mustanshir (623 – 640H = 1226-1242M) 3. Dari ketiga khalifah yang menonjol ini khalifah yang terkenal dari Dinasti Abbasiyah adalah Harun Ar Rasyid. Baghdad Sebagai Pusat Kekuasaan Kota-kota yang pernah dijadikan Ibu Kota Abbasiyah adalah Kuffah. Kemudian beliau memindahkan pusat pemerintahannya ke kota Bagdad.I 14 | P a g e . Harun Ar Rasyid dan Abdulloh Al Ma‟mun.Pd. Anbar (Hasyimiah) dan Baghdad. Az-Zahir (622 – 623H = 1225-1226M) 2. selanjutnya ibu kota pindah ke kota Anbar (Hasyimiah). Perpindahan ibu kota dari Kuffah ke Hirah disebabkan karena penduduk kota Kuffah mayoritas pendukung Ali dan dianggap tidak setia kepada golongan Abbas. sedangkan kota Hirah hanya pilihan yang bersifat sementara.

Selalu mengutamakan kepentingan agama. maka kita dapat mengambil hikmah dan suri tauladan antara lain sebagai berikut : 1. rintangan bahkan penuh pengorbanan baik berupa waktu. Wilayah Bahgdad cukup luas dan tanahnya subur. Jumlah tenaga kerjanya kurang lebih 100. 2.000 hasta persegi. Kuffah. 3. Di luar kota dibangun kota-kota satelit yang ditata rapi dan indah. Pendiri kota Baghdad adalah kholifah Abu Ja‟far Al -Mansyur dan arsitek yang membangun kota itu adalah Hajjaj Bin Arthah dan Amran Bin Wahdhah Para pekerjanya yang berpengalaman dari Syam. Manshul. 2. Bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita tanpa pantang menyerah walaupun banyak hambatan. Dailami dan lain-lain. S.Pd. Setelah kita membaca sejarah berdirinya Bani Abbasiyah. Adanya pemberontakan Rowandiyah terhadap kholifah Abu Ja‟far Al-Mansyur.000 hasta persegi dan mesjid agung seluas 40.1.000 orang. Di tengah kota dibangun istana “Qashruzzahab” atau istana keemasan dengan luas 160. Bekerja sama dan saling menolong sesama umat Islam segala usaha. tenaga bahkan nyawa demi tercapai cita-cita yang diinginkan. Kota Bagdad bentuknya bundar dengan gaya bangunan seni Islami. 3. materi. serta dibangun istana “Qashrulkhuldi” (Istana Abadi). Mengambil ibrah dan meneladani peristiwa Sejarah Dinasti Abbasiyah.I 15 | P a g e . Letak Bagdad sangat strategis dan mudah dijangkau oleh berbagai wilayah. Basrah. 4. Irwan Setiawan.

dan negara. inovatif dan siap menerima kritik konstruktif. dinamis.4. Punya pandangan hidup yang lebih baik yang berdasarkan pada norma susila. Ajaklah temanmu mendiskusikan peristiwa proses berdirinya Bani Abbasiyah! Irwan Setiawan. Sebutkan kelompok-kelompok yang tidak senang dengan kepemimpinan Dinasti Umayyah ! 3. 5. Tugas individu Catatlah perilaku tokoh-tokoh pendiri Bani Abbasiyah! b. norma hukum dan norma agama. Ajaklah temanmu merangkum peristiwa yang melatarbelakangi berdirinya Bani Abbasiyah! 2.Pd. Jelaskan usaha-usaha yang dilakukan oleh Abu Muslim Al Khurasani dalam usahanya membangun Dinasti Abbasiyah! 5. Mengapa kelompok-kelompok tersebut tidak menyenangi kepimimpinan Dinasti Umayyah? 4. Sebutkan empat tokoh pendiri Bani Abbasiyah! 2. Berani berjuang demi nusa. bangsa. EVALUASI Jawablah pertanyaan – pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. Tugas kelompok 1. norma budaya. 6. Hidup yang optimis. Sebutkan latar belakang dipilihnya Bagdad sebagai ibukota Daulat Bani Abbasiyah!  PENUGASAN a. S.I 16 | P a g e .

BAB II PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYAH Standar Kompetensi Memahami perkembangan Islam pada Masa Bani Abbasiyah Kompetensi Dasar Mendiskripsikan perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah Indikator 6. Dengan demikian mereka mampu memberikan sumbangan yang penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.2.2.1.3.Pd. Pada masa Bani Abbasiyah wilayah pemerintahan islam meluas sampai ke Spanyol di barat dan India di timur. S.I 17 | P a g e . Menjelaskan perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah 6. Menunjukkan sebab perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah 6.2. Pada masa itu Bagdad dan Andalusia menjadi pusat Irwan Setiawan.2.  Kemajuan kebudayaan perkembangan kebudayaan berjalan seiring dengan penyebaran islam. Mengidentifikasi munculnya tokoh dari perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada Bani Abbasiyah 1. PerkembanganKebudayaan Islam Pada Masa Bani Abbasiyah  Kondisi sosial Muslim non Arab merasa diangkat derajatnya hak-hak mereka disamakan bahkan dalam beberapa periode masyarakat muslim non Arab memegang peranan yang sangat penting dalam pemerintahan dan tidak ada pembedaan kelas antara penduduk Arab dan non Arab.

Kaum muslim Arab 2. sistem pemerintahan dan kebijaksanaan militer. Kaum non muslim (zimmi) Irwan Setiawan. Periode kedua mulai tahun 232-334 H / 847-946 M.Pd. peride ketiga mulai tahun 334. Dalam setiap periode terjadi perubahan pemegang kekuasaan. Periode pertama mulai tahun 132 – 232H/750-847 M.1075 M.sehingga muncullah kelas dalam masyarakat Arab : 1. S. dan periode ke lima mulai tahun 623 – 656 H/1225–1258 M. Bangsa-bangsa non Arab yang telah masuk dalam wilayah islam memakai bahasa Arab dan adat istiadat Arab dalam kehidupan sehari-hari. Kaum muslim non Arab (mawali) 3.464 H /946.I 18 | P a g e . Kondisi Sosial Menyebarnya Islam sampai ke luar jazirah Arab membuat bangsa arab berinteraksi dengan bangsa non Arab.peradaban dan ilmu pengetahuan.  Kemajuan politik dan militer Perkembangan politik dan militer Bani Abbasiyah terbagi ke dalam lima periode. periode ke empat mulai tahun 464 – 623 H / 1075 – 1225 M. A.

punya peran penting selama satu abad. Keluarga Barmak Dipimpin oleh Khalid bin Barmak. Ia adalah putra-putra Buwaih yang berasal dari Dailami yang tinggal di pegunungan barat daya Laut Kaspia. Mereka terdiri Ali bin Buwaih berkuasa di Isfahan. Sehingga pada masa ini pengaruh dari orang non arab pun sangat besar. Dinasti Buwaihiyah Mereka berasal dari golongan Syi‟ah. Setiap masyarakat punya hak yang sama dalam hal berpendapat dan berkarya. kemudian diganti anaknya Yahya bin Khalid. termasuk dalam hal pemerintahan. Jasa besar Khalid bin Barmak adalah menumpas pemberontakan di Mesopotamia.I 19 | P a g e . Mereka menyamakan antara orang arab maupun non arab.Akan tetapi karena runtuhnya Dinast Umayyah karena adanya perbedaan perlakuan terhadap masyarakat maka kemudian Dinasti Abbasiyah berusaha menghapus kelas-kelas sosial tersebut. Hasan bin Buwaih berkuasa di Ray dan Jabal dan Ahmad bin Buwaih yang berkuasa di Al Ahwaz dan Khuzistan.kemudian Ja‟far bin Yahya. Mereka diakui sebagai Irwan Setiawan.Pd. Beberapa Keluarga yang berperan penting dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah: 1. S. Selain itu saudaranya Fadl bin Yahya jadi Gubernur Persia Barat dan Khurasan 2. Dia diangkat sebagai Wazir yang pertama kali. Ia punya peran besar dalam gerakan dakwah dan proses berdirinya dinasti Abbasiyah. Kemudian dia jadi Gubernur disana.

S.Sultan oleh khalifah Abbasiyah. sehingga pengertian arab tidak hanya bagi orang yang di jazirah arab saja. palestina. Pakaian kebesarannya adalah pakaian arab. ia juga terpengaruh budaya arab.I 20 | P a g e . maroko. Wanita kristen Sisilia meniru mode pakaian Islam Irwan Setiawan.Pd. gerejanya dihiasi dg ukiran dan tulisan arab. Bangsa non arab yang telah masuk wilayah Islam mempergunakan bahasa arab dan adat istiadat arab dalam kehidupan sehari-hari. Banyak bangsa ini yang lupa bahasa dan budaya mereka sendiri. Pada saat ini Baghdad dan Andalusia sebagai pusat peradaban dan ilmu pengetahuan. suriah. dan al jazair. 2. Perkembangan Kebudayaan pada masa Bani Abbasiyah Wilayah yang telah ditaklukkan penduduknya masuk Islam dengan sukarela setelah mengetahui kemajuan peradaban arab dan rapinya pemerintahan Islam Banyak wilayah yang ditaklukan ter-arabkan seperti: Mesir. Ketika Roger II menjadi raja. Dinasti Seljuk Kedudukannya hampir sama dengan dinasti Buwaihiyah. Mereka jadi penguasa yang sesungguhnya sementara khalifah hanya sebagai simbol saja. sebaliknya mereka mengakui kekhalifahan Dinasti Abbasiyah 3. Di Sisilia hal yg hampir sama terjadi Raja Roger I dari Normandia menjadikan istananya sbg tempat pertemuan para filosof. dokter dan ahli islam lainnya (meniru Harun Arasyid).

raja dinasti Seljuk yang menguasai Persia. Irwan Setiawan. Dalam sajaknya selalu mencari pembuktian logis dlm menghadapi problem-problem filsafat. Al Qusyairi. Az Zamakhsyari. Banyak sastrawan dan Budayawan yang muncul saat Islam menguasai Jundisabur.I 21 | P a g e . Ibnu Maskawaih. masjid dan bangunan lainnya. Seorang penyair yang juga ahli bidang matematika. Karyanya “Rubaiat”. Khurasan. Dia bekerja pada Sultan Maliksyah. Bukti kemajuan budaya masa Bani Abasiyah  Munculnya sastrawan dan budayawan seperti : Umar Khayam. ikut berperan juga bangsa india dan Yunani. Umar Khayam Lahir di Nisabur.Pd. astronomi dan filsafat. seperti: Istana. a. Dia juga seorang sufi yang mengkritik dan mengoreksi para ilmuwan. Harran.Masa Harun Arasyid dan Al Makmun peradaban Islam mencapai puncak kejayaan. AnNafisi. S. b. Sastrawan dan Budayawan tersebut antara lain: 1. Al Kindi  Adanya peninggalan-peninggalan bersejarah. Antiokia dan Iskandariyah.

karyanya : Asas al Balaghah.2.  Masjid Alaudin Kaskobad di Nedge. Az Zamakhsyari Dia adalah pakar bahasa dan kesusastraan arab.  Masjid Talkhatan Baba di Mery. c. al Mustaqim fi Amsal al arab. Pembangunan masjid sbg pusat kegiatan umat Islam seperti :  Masjid al Mansur oleh Abu Ja‟far al Mansyur  masjid Raya Ar Risyafah oleh al Mahdi  Masjid Jami‟ Qosr al Khilafah oleh al Muktafi  Masjid Raya Samarra oleh al Mutawakkil. S.  dan sebagainya d.  Masjid Agung Isfahan oleh Al Malik Syah. Al Mufrad wa al Mua‟allaf fi an Nahwi. Peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut antara lain:    Istana Al Hasyimiyah yg didirikan oleh Abu Abbas Assafah Pembangunan kota Baghdad pada masa Abu Ja‟far al Mansyur. Fungsi masjid pada masa Bani Abbasiyah    Sebagai tempat sholat Sebagai tempat bermusyawarah Sebagai tempat berkumpulnya para ulama dan ilmuwan yang mendiskusikan berbagai macam ilmu pengetahuan (tempat belajar) Irwan Setiawan.Pd.I 22 | P a g e .

yaitu ketika terjadi perang saudara antara al Amin dan al Ma‟mun. di bagi 5 periode :      Periode Pengaruh Persia Pertama Periode Pengaruh Turki Pertama Periode Pengaruh Persia Kedua Periode Pengaruh Turki Kedua Periode Non Pengaruh 1.Pd. S. Al Mahdi 775-785 M 4. Al Amin 809-813 M Irwan Setiawan. bibit kemunduran Bani Abbas sudah muncul pada periode ini.I 23 | P a g e . Harun Ar Rasyid 786-809 M 6. Khalifah Bani Abbasiyah yang memerintah pada periode pertama : 1. Periode ini merupakan masa keemasan dan kejayaan Bani Abbas.Perkembangan Politik dan Militer Bani Abbasiyah. walaupun demikian. Periode Pengaruh Persia Pertama Dinamakan demikian karena periode ini terdapat satu keluarga bangsawan Persia yang sangat berpengaruh dalam pemerintahan Bani Abbasiyah. Abu Abbas As-Saffah 750-754 M 2. Abu Ja‟far al Mansur 754-775 M 3. Al Hadi 785-786 M 5. yakni keluarga Barmak.

S. Al Mutawakkil 847-861 M 2. Al Muhtadi 869-870 M 6. Al Musta‟in 862-866 M 4. Al Wasiq 842-847 M 2.I 24 | P a g e .tasim serta al Wasiq pd periode pertama. Periode Pengaruh Turki Pertama Disebut demikian karena tentara Turki yang menjadi tentara Bani Abbasiyah sangat mendominasi pemerintahan.Pd. Al Muntasir 861-862 M 3. Pada periode ini pengaruh mereka sangat kuat Bahkan mereka dapat mempengaruhi pengangkatan atau pemberhentian khalifah. Al Ma‟mun 813-833 M 8.7. Al Mu‟taz 866-869 M 5. Mereka diangkat oleh Khalifah al Mu. Al Mu‟tamid 870-892 M 7. Al Mu‟tasim 833-842 M 9. Khalifah yg memerintah pada periode kedua : 1. Al Mu‟tadid 892-902 M Irwan Setiawan.

Al Muti 946-974 M 3. Ar Radi 934-940 M 12. yakni pelaksana kekuasaan dan pemerintahan Bani Abasiyah. al : 1. Al Qadir 991-1031 M 5.I 25 | P a g e . Al Muktafi 902-908 M 9. yaitu Bani Buwaih. At Ta‟i 974-991 M 4. Khalifah-khalifah yang berkuasa.8. Al Muktadir 908-932 M 10. Al Muttaqi 940-944 M 3.Pd. Khalifah pada masa ini hanya sebagai simbul Istana. Al Muktafi 944-946 M 2. S. Al Qa‟im 1031-1075 M Irwan Setiawan. Al Qahir 932-934 M 11. Periode Pengaruh Persia kedua Disebut demikian karena pada masa ini sebuah golongan dari bangsa Persia berperan penting dalam pemerintahan Bani Abbasiyah.Mereka memegang jabatan amir-al umara.

I 26 | P a g e . yakni pelaksana kekuasaan dan pemerintahn Bani Abbasiyah Khalifah pada periode ini adalah : 1. Al Mustazir 1094-1118 M 4. yakni Bani Seljuk. Al Muqtadi 1075-1094 M 3.Pd. Al Mustadi 1170-1180 9. Ar Rasyid 1135-1136 6.4. Al Mustanjid 1160-1170 8. mereka juga memegang jabatan amirul-umara. An Nasir 1180-1225 Irwan Setiawan. Al Mustarsid 1118-1135 5. S. Sama halnya dengan Bani Buwaih. Al Muqtafi 1136-1160 7. Al Qa‟im 1031-1075 M 2. Periode Pengaruh Turki Kedua Disebut demikian karena pada saat ini sebuah golongan dari bangsa Turki berperan penting dalam pemerintahan Bani Abbasiyah.

Akan tetapi.5. kekuatan politik dan militer Bani Abbasiyah sudah lemah sehingga kekuasaan mereka tinggal meliputi wilayah Irak dan sekitarnya saja. Periode Non Pengaruh Pada periode ini Bani Abbasiyah sudah tidak lagi dipengaruhi pihak manapun. Al Musta‟sim 1242-1258 M Irwan Setiawan. Bani Abbasiyah runtuh pada tahun 1258 M karena serangan Bangsa Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan.Pd. S. An Nasir 1180-1225 M 2. Al Mustansir 1226-1242 M 4. Khalifah pada periode kelima ini antara lain : 1.I 27 | P a g e . Az Zahir 1225-1226 M 3.

Lembaga Pemerintahan  Pengangkatan wazir (perdana menteri) sebagai pembantu khalifah dalam menjalankan roda pemerintahan.I . karena merupakan pusat kegiatan politik. S.Perbedaan sikap politik antara Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah Bani Umayyah  Dalam segala bidang masih bercorak arab murni Bani Abbasiyah  Dalam berbagai bidang sudah mulai bercampur dengan corak persia.  Pembentukan Diwanul Kitabah yang dipimpin oleh Raisul Kitabah(sekretaris negara)  Raisul Kitabah dibantu oleh beberapa sekertaris : 28 | P a g e Irwan Setiawan.ekonomi sosial dan budaya. turki dan lainnya.   Kebebasan berpikir sebagai hak asasi manusia diakui sepenuhnya.Pd. Para menteri keturunan persia diberi hak yang penuh dalam menjalankan pemerintahan sehingga mereka memegang peranan yang penting dalam pembinaan Tamaddun Islam.  Baghdad jadi kota terbuka sehingga segala bangsa yang menganut berbagai keyakinan dijinkan bermukim di dalamnya.

panglima besar angkatan perangnya bernama Amirul Umara  Pembentukan Baitul Maal (kas negara)    Perbendaharaan negara/Diwanul khazanah Urusan Hasil bumi /Diwanul Azra‟a Perlengkapan tentara/Diwanul Khazainushsilah  Pembentukan Mahkamah Agung   Al Qadla. hakimnya Al Mustashib  An Nashar Fil Mazhalim. hakimnya Shahibul Madzalim Irwan Setiawan. hakimnya disebut qadli Al Hisbah.     Katibul Rasa‟il/urusan persuratan Katibul Kharaj/urusan keuangan atau pajak Katibul Jundi/urusan tentara atau kemiliteran Katibul Qudha/urusan kehakiman Katibul Syurtan /urusan kepolisian   Pengangkatan Amir (pemimpin dari Imarat) dan Syaikh al Quran Pembentukan Angkatan Bersenjata. menyelesaikan perkara banding dari tingkat al qadla dan al hisbah. S.I 29 | P a g e . perdata maupun pidana.Pd. mengurus perkara agama. mengurus masalah umum.

astronomi. matematika. yaitu tentara sukarela Lima karakteristik pemerintahan Bani Abbasiyah  Khalifah dari keturunan arab murni sedangkan menteri. panglima dan pegawainya dari Mawali (ket.  Madrasah-madrasah 30 | P a g e Irwan Setiawan.Pd. gubernur . Persia)     Baghdad sebagai ibu kota Ilmu pengetahuan dipandang sesuatu yang sangat penting dan mulia pengakuan terhadap kebebasan berpikir sebagai bagian dari hak asasi manusia para menteri bukan arab diberikan kebebasan penuh dalam menjalankan pemerintahan dan mengembangkan peradaban Islam Kemajuan Ilmu Pendidikan Bukti perkembangan pendidikan dan pengetahuan : 1. optika. S. geografi. Untuk belajar ilmu kedokteran. sejarah.Kemajuan dalam bidang Militer  Angkatan perang pada masa bani Abbasiyah terdiri dari :   Al Jundul Murtaziqah Al Jundul Muthauwilah. Berdirinya lembaga-lembaga pendidikan :  Darul Hikmah.yang didirikan Harun Al-Rasyid dan disempurnakan oleh Kholifah Al-Ma‟mun. filsafat.I . fisika.  Darul Hikmah ini merupakan perguruan tinggi (universitas) yang luas dan memiliki perpustakaan besar. dan lain-lain.

sarjana. Mesir dll 3. S. Majelis Mumadharuh. Sebagai perpustakaan yang menyediakan buku-buku / literature dari berbagai sumber dan bahasa. Persia ) ke dalam bahasa Arab. sehingga menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi umat Islam. Damaskus.. Berdirinya kota pendidikan seperti : Mekah.Pd. Madinah. ahli pikir dan pujangga untuk membahas masalah-masalah ilmiah. As Suda Ilmu Hadits : Imam Bukhori Ilmu Tasawuf Peran Baitul Hikmah dalam Transformasi Ilmu Pengetahuan 1. India. Berkembangnya Ilmu Naqli spt :    Ilmu tafsir : Ibnu Jarir ath Thobari. Irwan Setiawan. Sebagai lembaga penterjemah buku-buku / karya-karya asing ( Yunani.  Berdirinya perguruan tinggi “An -Nizhamiyah”. yaitu majelis tempat pertemuan para ulama. Guru besarnya “Imam AlGhazali” 2. Dari kegiatan ini dapat melahirkan karya-karya besar dalam ilmu pengetahuan baik dalam ilmu Filsafat. Kuffah. Sebagai pusat kegiatan studi dan riset keilmuwan. Astronomi maupun Kedokteran.I 31 | P a g e . 2. sehingga buku-buku asing tersebut dapat diketahui isinya oleh umat Islam dan dapat dikembangkan oleh ilmuwanilmuwan muslim. Kairawan. Hijjaj. 3.

2. Sebagai tempat para ahli / ilmuwan muslim berkumpul untuk membahas dan berdiskusi tentang suatu ilmu atau masalah. 3. Ilmu pengetahuan semakin berkembang. Dari kegiatan ini dapat melahirkan ilmuwan-ilmuwan Muslim yang terkenal sepanjang sejarah baik ilmuwan dibidang Filsafat. 4. Ilmu Astronomi. Irwan Setiawan. Astronomi maupun Kedokteran. Bidang-bidang Ilmu Pengetahuan yang Berkembang pada Masa Dinasti Abbasiyah 1. Melahirkan karya-karya besar dalam ilmu pengetahuan. Ilmu Kedokteran 3. S.I 32 | P a g e .4. Ilmu Filsafat 2. Dampak Positif Berdirinya Baitul Hikmah 1. Peradaban dan kebudayaan Islam semakin maju. Melahirkan ahli-ahli / ilmuwan-ilmuwan di bidang ilmu pengetahuan.Pd.

Faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah 1. Kitab Ar Risalah dan lain-lain. 2. Adanya kontak antara Islam (Arab) dengan Persi. seperti : Imam Syafii. Irwan Setiawan. Hanafi dan Hambali ( 4 imam mazhab fiqh ). S.I 33 | P a g e . di mana Persia banyak berperan dalam pengembangan tradisi keilmuwan Yunani. Lahirnya karya-karya besar dan monumental di bidang ilmu agama Islam. seperti : Kutubussitah (enam kitab Hadist). Tafsir At Tabari. Menengah dan tingkat Atas. 3. tempat membahas dan mendiskusikan persoalan agama yang dianggap sulit untuk dipecahkan. Abu Dawud. Imam Bukhori. salah satunya melalui Akademi Jundishabur.Bidang-bidang Ilmu Agama Islam yang berkembang pada masa Dinasti Abbbasiyah Perkembangan dan kemajuan Ilmu Agama Islam pada masa Dinasti Abbasiyah ini ditandai dengan : 1. At Tirmizi. Malik. An Nasai dan Ibnu Majah ( 6 imam dalam ilmu Hadist ) 2. Berdirinya Madrasah-madrasah mulai dari tingkat Dasar. Muslim. Kitab Al Muwatta. Munculnya tokoh-tokoh / ulama-ulama besar dalam ilmu agama Islam yang memiliki integritas tinggi.Pd. 4. Peran keluarga Barmak yang sengaja dipanggil khalifah harun Ar Rasyid untuk mendidik keluarga istana dalam pengembangan keilmuwan. Berdirinya Majlis Munadzaroh.

Didirikannya pabrik kertas.3. Adanya gerakan penerjemahan karya-karya Yunani ke dalam bahasa Arab. Para khalifah Dinasti Abbasiyah tidak memprioritaskan perluasan wilayah Islam karena wilayah kekuasaan Islam waktu itu sudah sangat luas. Banyak ilmuwan besar muslim yang melahirkan karya besar pada masa ini. Irwan Setiawan. S. diskusi dan mengadakan penelitian. Oleh karena itu pemerintah dapat lebih berkonsentrasi mengurus urusan dalam negeri. Dan juga memudahkan penyalinan naskahnaskah asing ke dalam bahasa Arab secara besar-besaran. Besarnya perhatian para khalifah Dinasti Abbasiyah terhadap ilmu pengetahuan terutama Harun Ar Rasyid dan Al Ma‟mun yang sangat mencintai ilmu. yang memungkinkan masyarakat dapat memperoleh kertas dengan harga yang murah.Salah satu bentuk penghargaan adalah ”para penerjemah diberi hadiah emas seberat buku yang berhasil ia terjemahkan”.I 34 | P a g e . 4. India dan Arab. Berdirinya lembaga Baitul Hikmah sebagai tempat penterjemahan. Yunani. 7.Pd. Pada waktu itu para penguasa dan masyarakat memberi penghargaan yang besar kepada para penerjemah. 5. 8. Mengambil ibrah dari perkembangan kebudayaan Islam pada masa Bani Abbasiyah 1. Adanya percampuran berbagai kebudayaan seperti Persia. 6. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah telah memberikan dampak positif terhadap kehidupan umat Islam.

Hampir semua ilmu pengetahuan yang berkembang dasar-dasarnya telah ditemukan pada masa Abbasiyah. Kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban menjadikan masyarakat Dinasti Abbasiyah hidup tenteram. budaya dan ilmu pengetahuan berikutnya. Bagaimana bentuk penghargaan terhadap para penterjemah ! 5. Tugas Individu Bacalah dan ceritakan kembali kemajuan dibidang sosial dan kebudayaan pada masa Bani Abbasiyah 2. Apa yang menjadi alasan filsuf Islam berpendirian bahwa tujuan filsafat mirip dengan tujuan agama! 3. 2.I 35 | P a g e . 3. Sebutkan fungsi Baitul Hikmah pada masa Dinasti Abbasiyah! PENUGASAN 1. perekonomian pun berjalan stabil. Tunjukkan bukti-bukti kemajuan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah! 2. Para kholifahnya berhasil mengatsi muusuh-musuhnya. EVALUASI Jawablah pertanyaan – pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. Irwan Setiawan.Pd. Tugas Kelompok Diskusikan bersama temanmu kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan pada masa Bani Abbasiyah. sosial. Jelaskan peran ilmu astronomi dengan pelaksanaan beberapa ketentuan agama Islam ! 4. Islam benar-benar mencapai puncak peradaban dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan peradaban dunia. Pada masa Abbasiyah.Penemuan-penemuan ilmiah dibidang politik. S.

Indikator 6.Pd. yaitu alAmin.3.3. Mengklasifikasi kemajuan ilmuwan muslim masa Bani Abbasiyah 6. Pada masa pemerintahan khalifah-khalifah besar Dinasti Abbasiyah. Mengidentifikasi kebudayaan/peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah A. Ia lahir pada tahun 801 M (pada masa pemerintahan Harun ar-Rasyid) dan meninggal pada tahun 869 M. ia diangkat sebagai guru dan tabib kerajaan. al-Wasiq.BAB III TOKOH-TOKOH MUSLIM DAN PERANANNYA DALAM KEMAJUAN KEBUDAYAAN/ PERADABAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYAH Standar Kompetensi : Memahami perkembangan Islam pada masa bani Abbasiyah Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi Tokoh-tokoh Ilmuwan Muslim dan perannya dalam kemajuankebudayaan /peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah. Mengklasifikasi Tokoh ilmuwan muslim masa Bani Abbasiyah 6.I 36 | P a g e . al-Ma‟mun. S.3. al-Mu‟tasim.3. yaitu suku Kindah. dan al-Mutawakkil. Tokoh-tokoh dan Hasil Karya di Bidang Filsafat a. Irwan Setiawan.2. Al-Kindi lahir di Kufah dan nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya‟qub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin a lAsy‟as bin Qais al-Kindi.4. Al – Kindi Al Kindi adalah filsuf besar pertama Islam.3.1. Menunjukkan peran tokoh ilmuwan muslim pada pada masa Bani Abbasiyah 6. Nama al-Kindi berasal dari nama salah satu suku Arab yang besar sebelum Islam. Kemajuan Dinasti Abbasiyah di Bidang Ilmu Pengetahuan 1.

dan meteorologi. pengetahuan filsafat masih didominasi orang-orang Kristen Suriah. ilmu hitung. astrologi. Karya –karya itu dapat dikelompokkan dalam bidang filsafat.Pd. psikologi.Al-Kindi dikenal sebagai filsuf muslim yang pertama karena ia adalah orang Islam pertama yang mendalami ilmu-ilmu filsafat. Ia juga dikenal sebagai pemikir muslim pertama yang menyelaraskan filsafat dan agama. Salah satu karya Al Kindi di bidang filsafat adalah Risalah fi Madkhal al Mantiq bi Istifa al Qawl fih yang berisi tentang sebuah pengatar logika. medis. Ia melukiskan filsafat sebagai ilmu dari segala ilmu dan kearifan dari segala kearifan. astronomi.I 37 | P a g e . al-Kindi juga menyimpulkan karya-karya filsafat Helenisme. musik. geometri. Karya tersebut kebanyakan berupa risalah-risalah pendek dan banyak yang sudah tidak ditemukan lagi. politik. S. Dari karya-karyanya itu dapat diketahui bahwa al- Irwan Setiawan. Al-Kindi memandang filsafat sebagai ilmu yang mulia. Selain menerjemahkan. Filsafat bertujuan untuk memperkuat kedudukan agama dan merupakan bagian dari kebudayaan Islam Gambar : Al-Kindi Ibnu Ishaq Al-Kindi Karya Al Kindi Karya-karya al-Kindi berjumlah kurang lebih 270 buah. logika. Hingga abad ke-7 M.

ilmu politik. Plato dan Aristoteles) dan Uyun al-Masail (pokok-pokok Persoalan). S. dan musik. ia pindah ke Baghdad dan tinggal di sana selama 20 tahun serta mempelajari filsafat. matematika. b. etika. dan bahasa Persi. ilmu politik.Pd. Ia selalu berpindah tempat dari waktu ke waktu. Gambar : Al-Farabi Dua karya yang termasyur adalah al-Jam’u Baina Ra’yi al- Hakimaini (mempertemukan dua pendapat filsuf. fisika. AlFarabi banyak belajar agama. kimia.Kindi adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam. ilmu jiwa. Al-farabi Al-Farabi lahir di Farab pada tahun 870 M dan wafat di Aleppo (Suriah) pada tahun 950 M. dan musik. bahasa Arab. bahasa Turki. Setelah dewasa. Irwan Setiawan. Ia dikenal rajin belajar serta memiliki otak yang cerdas. logika.I 38 | P a g e . Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzlag al-Farabi. Al-Farabi mengarang beberapa buku dalam berbagai bidang diantaranya logika.

2. tetapi mengalami kerusakan. 1.Pd. Bentuk negara ini dipimpin oleh para nabi dan dilanjutkan oleh filsuf. Negara orang-orang bodoh adalah negara yang penduduknya tidak mengenal kebahagiaan. Negara yang berubah-ubah (al-Madinah al-Mutabaddilah) Penduduk negara ini awalnya mempunyai pikirkan dan pendapat seperti yang dimiliki penduduk negara utama. Negara sesat (al-Madinah ad-Dallah) Negara sesat adalah negara yang pemimpinnya menganggap dirinya mendapat wahyu. negara yang berubah-ubah. S. negara orang-orang bodoh. tetapi tingkah laku mereka sama dengan penduduk negara orangorang bodoh. Ia kemudian menipu orang banyak dengan ucapan dan perbuatannya Irwan Setiawan. 3. Negara orang-orang fasik (al-Madinah al-Fasiqah) Negara orang-orang fasik adalah negara yang penduduknya mengenal kebahagiaan. negara orang-orang fasik.I 39 | P a g e . 5.Pendapat Al Farabi Tentang Negara Ada Lima bentuk Negara yaitu : negara utama. dan negara sesat. 4. Negara Utama (al-Madinah al Fadlilah) Negara utama adalah negara yang penduduknya berada dalam kebahagiaan.

000 lembar kertas. Karya Ar-Razi mencapai 232 buku risalah dan kebanyakan dalam bidang kedokteran. Karya tulis Ar-Razi yang terbesar adalah Al-Hawi. Ia pernah menulis dalam setahun lebih dari 20. Buku tersebut diterjemahkan kedalam bahasa Latin pada tahun 1279 M. Arab. S. Ar Razi Ar Razi adalah seorang dokter dan filsafat besar. Gambar : Ar-Razi Kesungguhan Ar-Razi dalam belajar. ilmu logika. buku ini membahas penyakit Irwan Setiawan. Bukunya yang lain adalah Fial Judari Hasbat. dan menulis sangat luar biasa. ilmu astronomi. ilmu sastra.c. beliau mempelajari beberapa ilmu pengetahuan seperti ilmu matematika. meneliti. Kemudian beliau memusatkan perhatiannya pada ilmu kedokteran dan ilmu filsafat. dan suriah yang ditulis dari hasil penelitian Ar-Razi sendiri.I 40 | P a g e . Buku ini berisi ilmu kedokteran Yunani.Pd. yaitu sebuah ensiklopedia kedokteran yang berjumlah 20 Jilid. sejak itu buku tersebut dipakai sebagai rujukan di universitas-universitas Eropa hingga abad ke 17 M. beliau dilahirkan di Rayy (Taheran) pada tahun 865 M dan wafat tahun 932 M. dan ilmu kimia.

Kebanyakan tulisan itu menggunakan bahasa Arab. d. S. Ia merupakan seorang dokter dan filsuf Islam yang ternama. ia mempelajari matematika. fisika. Ibnu Sina mempelajari Al-Qur‟an dan ilmu-ilmu agama. Buku-bukunya yang terkenal.Pd. Ia dilahirkan di Afsyanah. Bukhara pada tahun 890 M dan meninggal di Hamdan pada tahun 1037 M. sedangkan sebagian lain menggunakan bahasa Persia. Setelah itu. metafisika. Irwan Setiawan. Asy-Syifa’ (Penyembuhan). dan kedokteran.campak dan cacar yang diterjemahkan kedalam bahasa Latin.I 41 | P a g e . Sejak kecil. Gambar : Ibnu Sina Karya Ibnu Sina Ibnu Sina meninggalkan tidak kurang dari 200 karya tulis. Di Barat ia dikenal dengan nama Avicenna. antara lain seperti berikut : 1. Sebuah buku yang menjadi literature penting dalam dunia kedokteran di Eropa. logika. astronomi. Ibnu Sina Ibnu Sina memiliki nama asli Abu al-Husain bin Abdullah. geometri. Pada tahun 1866 M buku ini dicetak untuk yang ke 40 kalinya.

Ibnu Maskawaih merupakan seorang pemikir muslim yang produktif Karya Ibnu Miskawaih Beberapa karya tulisnya yang sampai kini masih ada.I 42 | P a g e . Ia juga pernah mengabdi kepada Adud Daulah. Tajarib al-Umam (Pengalaman Bangsa-bangsa) Irwan Setiawan. Abu al-Fath Ali bin Muhammad. Selain itu. Kedua orang tersebut menjadi menteri pada masa Dinasti Buwaihiyah. Ibnu Maskawaih Ibnu Maskawaih lahir pada tahun 941 M dan meninggal pada tahun 1030 M. ia juga seorang moralis.2. serta ahli ilmu kimia. Nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Ya‟kub bin Maskawaih terkenal sebagai ahli sejarah dan filsafat. penyair. Al-Fauz al-Asgar (Kemenangan Kecil) 3. 5. S. Al-Qanun fit-Tibb (Peraturan-peraturan dalam Kedokteran) 3. Mantiq al-Masyriqiyyin (Logika Timur). Al-Fauz al-Akbar (Kemenangan Besar) 2. Al-Isyarat wa at-Tanbihat (Isyarat dalam Penjelasan) 4. Ia pernah mengabdi kepada Abu Fadl al-Amid sebagai pustakawan. e.Pd. Setelah itu. seorang penguasa Dinasti Buwaihiyah. Ibnu Maskawaih mempunyai hubungan yang baik dengan para penguasa pada zamannya. „Uyun al Hikmah ( Mata air Hikmah ). antara lain sebagai berikut : 1. ia mengabdi kepada putranya.

dan sufi termasyhur sepanjang sejarah Islam. Uns al-Farid (Kesenangan yang tiada tara) 5. sebuah kota kecil di dekat Tus.Pd. Ia lahir pada tahun 1058 M danmeninggal pada tahun 1111 M. Tahzib alAkhlaq.I 43 | P a g e . Jawidan Khirad (Ungkapan Bijak) 8. Al-Gazali adalah seorang pemikir. Gambar : Al-Gazali Irwan Setiawan. filsuf. teolog. Al-Gazali Al-Gazali lahir di kota Gazalah. Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad at-Tusi al-Gazali. S. As-Siyas (Aturan hidup) 7. Tartib as-Sa’adah (Akhlaq dan politik) 6. Khurasan. yaitu Tartib as-Sa’adah. Tahzib al-Akhlaq (Pembinaan Akhlaq) Pemikiran filosofis Ibnu Maskawaih yang ditunjukkan pada etika dan moral dimuat dalam tiga bukunyaq.4. dan Jawidan Khirad f.

dan ilmu kalam. ia pergi ke Nisabur dan memasuki Madrasah Nizamiyah. dan kehidupan spiritual para wali. Di sana. Maqasid al-falasiyah (Tujuan dari Filsuf) 2. fiqh dan tasawuf maka Ia mendapat gelar Hujjatul Islam. tasawwuf. Karya Al Ghazali Di Nisabur ini. yaitu madrasah yang didirikan oleh Nizamuk Mulk. dan autobiografi dalam bahasa Arab dan Persia. baik filsafat. fiqih. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Jurjan dan berguru pada Imam Abu Nasr al-Isma‟il.Pd. Dari ar-Razikani. ilmu mantiq. bakat menulis al-Gazali berkembang. perdana menteri dari Dinasti Saljuk. riwayat hidup. Berisi tentang perpaduan antara fiqh dan tasawuf dan merupakan buku yang terkenal dalam ilmu tasawuf dan ilmu kalam. Al-Munqiz min ad-Dalal (Penyelamat dari Kesesatan) Irwan Setiawan. 4. al-Gazali berguru kepada Imam Haramah al-Juwaini tentang ilmu usul fiqih. Ia menulis hampir 100 buku tentang teologi. Karena keahliannya diberbagai bidang ilmu. al-Gazali diangkat sebagai asisten yang menggantikan alJuwaini mengajar jika ia berhalangan hadir. Diantara bukunya yang terkenal adalah sebagai berikut : 1. Sepeninggal ayahnya.Ia lahir dari keluarga sederhana yang taat beragama. Tahafut al-Falasiyah (Kekacauan para Filsuf) 3.I 44 | P a g e . Ihya’Ulumudin (Menghidupkan ilmu-ilmu Agama). Beberapa tahun kemudian. seorang temah ayahnya dan sufi besar. S. Karena bakatnya. ia dan saudaranya dititipkan pada Ahmad bin Muhammad ar-Razikani. akhlak. Pendidikannya dimulai dengan belajar Al-Qur‟an dari ayahnya sendiri. ilmu kalam. al-Gazali mempelajari ilmu fiqih.

Ulasan-ulasannya terhadap filsafat Aristoteles berpengaruh besar pada kalangan ilmuwan di Eropa sehingga muncul di sana suatu aliran filsafat yang dinisbahkan pada namanya. S. seperti biologi. Di Barat/Eropa dia dikenal dengan nama Averroes.I 45 | P a g e . kedokteran. Salah satu dampak pemikiran Ibnu Rusyd di Eropa adalah terjadinya kebebasan berpikir di sana. dan Tahafut at-Tahafut (Kerancauan Berpikir dalam buku kerancauan filsafat). Ibnu Rusyd Ia seorang filsuf ulung yang juga ahli ilmu Al-Qur‟an dan ilmu-ilmu yang lain. Spanyol pada tahun 1126 M dan meninggal di Maroko pada tahun 1198 M. yaitu Averroisme. Gambar : Ibn Rusyd Karya Ibnu Rusyd Diantara karyanya ialah Fasl al-Maqal fi ma baina asy-Syari’ah wal Hikmah minal Ittisal (Pembeda yang jelas hubungan antara Syariat dan Filsafat). Buku terakhir ini ditujukan untuk Irwan Setiawan. dan astronomi. Ibnu Rusyd lahir di Cordova.Pd. Al-Kasyf’an Manahij al-Adillah fi Aqaid al-Millah (Menyingkap Metodologi Dalil dalam Akidah Agama).g.

sebuah kumpulan aforisme medis. 2.I 46 | P a g e . Ibnu Rusyd juga seorang dokter dan ahli hukum Islam (fiqih). Ibnu Musawah Nama lengkapnya adalah Abu Zakariya Yuhana bin Musawah. 2. sebuah deskripsi tentang musim sepanjang tahun. Jabir bin Hayyan Jabir bin Hayyan dikenal sebagai seorang ahli kimia dan dokter termasyhur. Ia lahir di Tus pada tahun 721 M dan meninggal pada tahun 815 M di Kufah.Pd. ia ikut menyingkir ke Kufah hingga wafat. Ia pernah menjadi dokter istana dan terkenal sebagai dokter spesialis diet. Kariernya sebagai dokter dimulai sejak masa khalifah Harun ar-Rasyid hingga al-Mutawakkil. Kitab fiqihnya yang terkenal adalahBidayatul Mujtahid (Permulaan bagi Mujtahid). Seiring dengan tersingkirnya keluarga Barmak pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid. Ia dekat dengan keluarga khalifah Dinasti Abbasiyah di Baghdad karena hubungan baiknya dengan keluarga Barmak.membantah pendapat-pendapat al-Gazali dalam buku Tahafut alFalasifah (Kerancauan Filsafat). Tokoh – tokoh dan Hasil Karya di Bidang Kedokteran 1. Ia seorang dokter yang masyhur pada abad ke-9 M/3 H. danKitab al-Azmina. Diantara karyanya yang terpenting ialah An-Nawadir at-Tibbiyah. ia terkenal dengan nama Geber. Irwan Setiawan. Selain seorang filsuf. S. Ia juga banyak berjasa dalam menerjelahkan bukubuku kedokteran Yunani. Di Barat.

Pada tahun 1866 M. buku tersebut dipakai sebagai rujukan di universitas –universitas Eropa hingga abad ke-17 M. Ia lahir di Ray pada tahun 865 M dan wafat pada tahun 932 M di kota yang sama. dan menulis sangat luar biasa. ia memusatkan perhatiannya pada kedokteran. dan kimia. sastra. Ia pernah menulis dalam setahun lebih dari 20. Ar-Razi Ar-Razi adalah seorang dokter dan filsuf besar pada zamannya. matematika. Nama lengkapnya Abu bakar Muhammad bin Zakaria ar Razi. Buku ini membahas penyakit campak dan cacar yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin.Pd. Irwan Setiawan. Jabir bin Hayyan juga menulis tentang logika. sebuah Ensiklopedi Kedokteran yang berjumlah 20 jilid. buku itu dicetak untuk yang ke-40 kalinya. logika. Bukunya yang lain adalah Fi al-Judari wa al-Hasbat. Sejak itu.I 47 | P a g e . kedokteran. Karya tulisnya berjumlah hamper 80 buah dan banyak diterjemahkan ke dalam bahasa latin. dan fisika. astronomi. Karya tulisnya yang terbesar adalah al-Hawi. Setelah mempelajari matematika. dan filsafat. Arab. Diantara karya tulisnya adalah at-Tajmi’ dan az-Zi’biq asy-Syargiy 3. Karya ar-Razi mencapai 232 buku atau risalah dan kebanyakan dalam bidang kedokteran. Ia berasal dari Persia. Kesungguhan ar-Razi untuk belajar. Buku ini mengandung ilmu kedokteran Yunani.Selain ilmu kimia. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada tahun 1279 M. dan Suriah yang ditulis dari hasil penelitian ar-Razi sendiri. S.000 lembar kertas. meneliti.

geometri. kedokteran. Di Barat ia dikenal dengan nama Avicenna. sebuah buku yang berbicara tentang naiknya tanda-tanda zodiac. Ibnu Sina Ketika membicarakan filsafat.Pd. Ia wafat pada tahun 929 M di Kasr al -Jis. Tokoh-tokoh dan Hasil Karya di Bidang Astronomi 1. Astronom yang dilahirkan sekitar tahun 858 M ini bekerja di observatorium yang dibangun oleh Khalifah al-Ma‟mun. sebelah Timur Sungai Tigris/ Dajlah. dan kesenian. Ibnu Sina juga memberikan diagnosis ilmiah tentang penyakit ankylostomisis dan menyebutkan cacing pita sebagai penyebabnya. Buku ini membedakan antara mediastinum dan pleurisy (pembengkakan pada paru-paru). utamanya asma dan TBC) melalui pernafasan dan penyebaran berbagai penyakit melalui air dan debu. Diantara karyanya ialah Kitab al-Buruj fi ma baina Arba’ al-Falak. S. Al-Battani Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Jabir bin Sinan alBattani. astronomi. dan memberikan penyelesaian terhadap persoalan-persoalan 48 | P a g e Irwan Setiawan. Karya monumentalnya berjudul Al-Qanun fit-Tibb. karyanya mencapai 200 buah yang meliputi filsafat. Konon. Ia termasuk astronom Arab terbesar. mengenai kemungkinan penalaran wabah penyakit phthisis (penyakit saluran pernafasan. Sekitar 170 jenis obat-obatan disebutkan dalam buku ini. Buku ini merupakan kumpulan pemikiran kedokteran Yunani-Arab. teologi.4. kita telah mengenal Ibnu Sina. 3. Karya Ibnu Sina ini dipakai sebagai buku panduan bagi para mahasiswa yang mempelajarai kedokteran dari abad ke-12 sampai abad ke-17 M. filologi.I .

I 49 | P a g e . Al Khawarizmi Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. ia juga ahli dalam bidang kedokteran. Irwan Setiawan. Pada tahun 1048 M ia meninggal di Ghazna. Ia hidup pada tahun 780-850 M/194.astrologis.Di samping ahli dibidang astronomi ia juga ahli di bidang matematika. Ilmuwan bernama lengkap Abu ar-Rayhan Muhamamd bin Ahmad al-Biruni ini lahir di pinggiran kota Khawirizmi pada tahun 973 M. 2. Selain ahli astronomi.266 H. Selama hidupnya ia telah menulis banyak buku. S. Salah satu jasanya di bidang matematika adalah menyusun buku tentang al jabar ( dalam bahasa Inggris disebut Al goritme ) yang berjudul Muktasar fi Hissab al jabiwa al muqaballah ( Ringkasan Perhitungan Al jabar dan Perbandingan ) yang disusun pada tahun 825 pada masa pemerintahan Al Makmun. dan matematika. dan Maqalid ‘Ilm al-Hay’ah (kunci ilmu perbintangan). 3. seperti Kitab at-Tafhim li Awa’il Sina’i at Tanjim (berisi astronomi. aritmatika dan astrologi). geometri. Ia telah berjasa dalam menentukan arah kiblat. Ia dikenal sebagai Bapak Al Jabar dan di Barat / Eropa dikenal dengan nama Algoarisme / Algorisme. Kitabnya yang berjudul Risalat fi Tahqiq Akdar al-Ittisalat berisi uraian mengenali penentuan secara tepat kuantitas dari penerapan-penerapan astrologis. Karya lainnya adalah alQanun al-Ma’udi (ketentuan-ketentuan al-Mas‟udi).Pd. Kitab al-Hind (buku tenang India). Al-Biruni Al-Biruni adalah saintis muslim terkemuka pada masa Abbasiyah. fisika.

Tafsir al-Musnad al-Kabir. 4.000 hadits yang diketahuinya Irwan Setiawan. Tokoh-tokoh yang Berperan dalam Bidang Ilmu Agama Islam dan Karyakaryanya 1. atTarikh. dan Kitab al-Kura.Di samping itu ia juga berhasil menemukan angka “nol” ( 0 ) yang dalam bahasa Arab disebut “sifr” dalam bukunya Al jam’wa at Tafriq bi Hisab al Hind ( Menambah dan memecah dengan perhitungan India ). Kitab al-illal. Hadits-hadits yang dimuat dalam Shahih Muslim adalah hadits yang telah disepakati dan disaring dari 300. kemudian dikembangkan oleh umat Islam (Arab). kemudian berkembang lagi menjadi angka (bilangan) Latin.  MUSLIM. Tokoh-tokoh Ilmu Hadist. Tokoh-tokoh Ilmu Hadist. karya terbesarnya adalah al-Jami’as-Shahih Muslim yang lebih dikenal dengan sebutan Shahih Muslim. sehingga angka 1 sampai 9 dan angka nol ( 0 ) disebut sebagai angka (bilangan) Arab. at-Tarikh as-Sagir.Pd. Tokoh-tokoh Ilmu Tafsir. Asami as-Sahab. Kitab ad-Duafa. al-Ausat. Tokoh-tokoh Ilmu Tasawuf. Perkembangan dan Karya Besarnya 4. Perkembangan dan Karya Besarnya  BUKHARI. S. Perkembangan dan Karya Besarnya 2. 1. Perkembangan dan Karya Besarnya 3. Perkembangan dan Karya Besarnya.I 50 | P a g e . Tokoh-tokoh Ilmu Fiqh. karyanya antara lain Sahih al-Bukhari. Pada mulanya angka 1 sampai 9 berasal dari Hindu (India).

as-Sunan al-Kubra (Sunah-sunah yang Agung). diantara kelebihan Sunan at-Tirmidzi adalah pencantuman riwayat dari sahabat lain mengenai suatu masalah yang dibahas dalam hadits pokok. Kitab at-Tamyiz (Kitab Pembeda). Para ulama memasukkan kitab tersebut ke dalam kutubus-sittahh atau enam hadits utama. dan tafsir.  AN-NASA’I menulis beberapa kitab. Irwan Setiawan. Apabila kitab Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim hanya dapat dipahami oleh seorang ahli. Musnad Ali (Hadits dari Ali).  AT TIRMIDZI . Khasa’is Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib (Keistimewaan Amirul Mu‟minin Ali bin Abi Thalib). Kitab ini memuat 5. Kitab adDuafa (Kitab tentang Orang-orang Kecil). maupun bertentangan secara langsung atau tidak langsung.Pd. ABU DAWUD. Sunan at-Tirmizi dapat dipahami oleh siapa pun. Tidak kurang dari 13 judul kitab telah ditulis untuk mengulas karya tersebut dalam bentuk syarh (komentar). as-Sunan al-Mujtaba’ (Sunah-Sunah Pilihan) yang terkenal dengan Sunan an Nasa’i. Hal itu membuat pembahasan suatu masalah dalam Sunan at-Tirmizi lebih mudah dipahami daripada dalam Sahih al-Bukhari atau Sahih at-Tirmizi lebih mudah dipahami daripada dalam Sahih al-Bukhari atau Sahih Muslim. mukhtasar (ringkasan). dan tahzib (revisi).800 hadits dari sekitar 500. Kitab Sunan Abi Dawud merupakan yang paling popular diantara karangan-karangan Abu Dawud yang berjumlah 20 judul. karyanya yaitu Sunan Abi Dawud.I 51 | P a g e . danMusnad Malik (Kitab Hadits dari Malik). Kitab as-Sunan al-Mujtaba’ atau lebih dikenal Sunan An Nasa’i merupakan kitab yang terkenal dari Imam an-Nasa‟i pada saat ini. berbeda. baik yang isinya semakna.000 hadits yang dikumpulkannya.716 hadits dan termasuk dalamkutubussittah. S. Kitab hadits itu memuat 4.

Pd. 3. Kitab Mustakhrij Yaitu kitab yang dihasilkan dengan metode istikhraj.Usaha-usaha untuk memelihara hadits diantaranya sebagai berikut : 1. Mengumpulkan hadits-hadits yang masih berserakkan ke dalam bagian-bagian yang lebih sistematis 4. Memperbaiki susunan kitab-kitab hadits 3. Kitab Atraf Yaitu kitab yang menyebut sebagian dari teks atau matan hadits saja. 2. lalu meriwayatkannya dengan sanad sendiri yang berbeda dari sanad ulama tersebut. Kitab Mustadrak Irwan Setiawan. S.I 52 | P a g e . kemudian menjelaskan seluruh sanad dari matan itu. Membuat kitab syarah atau penjelasan terhadap kitab-kitab hadits terdahulu Beberapa jenis kitab yang dihasilkan para ulama dalam periode ini adalah sebagai berikut : 1. Cara kerja metode ini adalah mengambil hadits dari seorang ulama hadits tertentu. Menghafal hadits-hadits 2.

Dalam kitab itu. Fakhruddin Ar Razi. 4. dan Tahzib al-Asar (Sebuah buku dalam bidang hadits) Fakhruddin Ar Razi.Yaitu kitab yang menghimpun hadits-hadits yang memiliki syarah dari al-Bukhari dan Muslim atau salah satu diantara keduanya. Tarikh ar-Rijal (Sejarah Para Tokoh).I 53 | P a g e .Bayan fi Tafsir Al-Qur’an yang bisa disingkat atTafsir atau Tafsir Tabari. S. diantaranya Tarikh ar-Rasul wa al-Muluk (Sejarah para Rasul dan Rajaraja). Karya terbesar at-Tabari di bidang tafsir adalah sebuah kitab yang berjudul Jami’al. Kitab Jami’ Yaitu kitab yang menghimpun hadits-hadits yang telah termuat dalam kitab-kitab yang telah ada 2. at-Tabari menyebutkan bahwa tafsir yang baik adalah tafsir yang juga menghargai pendapat para Sahabat dan Tabiin. Perkembangan dan Karya Besarnya    Abu Ja’far Muhammad bin Jarir at Thabari.Pd. Az Zamakhsyari Abu Ja’far Muhammad bin Jarir at Thabari. Selain dalam ilmu Tafsir Ia juga menghasilkan beberapa karya lain. Irwan Setiawan. Tokoh-tokoh Ilmu Tafsir.

Nama lengkap Abu Abdullah Muhamamd bin Umar bin Usain at-Taimi alBakhri. Ia juga dikenal dengan nama ar-Razi atau Imam Fatkhruddin. Ia lahir di Ray, Iran pada tahun 1149 M dan meninggal di Heart, Afganistan pada tahun 1209 M.

Beberapa karyanya dalam ilmu kalam adalah al-Matalib al-Aliyah min alllm al-Ilahi, Asas Taqdis dan al-Arba’in fi Usuluddin. Dalam bidang tasawwuf karyanya adalah hikmah al-Irsyad dan an-Nazar ila Lata’if al-Assas dan Kitab Syarh ‘Uyun al-Hikmah. Dalam bidang filsafat karyanya adalah Kitab Syarh Qism al-Ilahiyat min al-Isyarah li Ibn Sina dan Lubah al-Isyarah. Ia juga menuliskan buku dalam bidang sejarah, antara lain Kitab Manaqib al-Imam asy-Syafi’i dan Kitab Syarh Saqt al-Zind li al-Mu’ri. Salah satu bukunya dalam bidang usul fiqih adalah al-Mahsuf fi ‘Ilm Usul al-Fiqh.

Az Zamakhsyari

Az-Zamakhsyari memiliki nama lengkap Abu Kasim Mahmud bin Umar az-Zamakhsari. Ia lahir di Khawarizmi tahun 1075 M dan meninggal di Jurjaniyah tahun 1134 M.

Karya tafsir az-Zamakhsyari yang sangat terkenal adalah al-Kasyaf an Haqaid at-Tanzil wa Uyun al-Aqawil (Penyingkap Tabir Hakikat Wahyu dan Mata Air Hikmah) yang selesai ditulis pada tahun 1134 M. Dalam kitab ini, azZamakhsyari menafsirkan ayat-ayat Al-Qur‟an dengan merunjuk pada balaghoh atau keindahan retorika untuk membuktikan sebagian aspek mukjizat AlQur‟an. Kitab ini dikritik karena disisipi pandangan Muktazilah.

Irwan Setiawan, S.Pd.I

54 | P a g e

3. Tokoh-tokoh Ilmu Fiqh, Perkembangan dan Karya Besarnya

Imam Hanafi,

Imam Hanafi lahir di Kufah pada tahun 699 M/80 H dan meninggal di Baghdad pada tahun 776 M/157 H. Imam Hanafi memiliki banyak guru dari kalangan tabiin, seperti Ata‟ bin bin Abi Rabah, Imam Nafi Maula bin Amr, dan Imam Hammad bin Abi Sulaiman. Selain mendalami ilmu fiqih, Imam Hanafi juga mendalami hadits dan tafsir. Kedua ilmu itu sangat erat kaitannya denga ilmu fiqih. Dalam menetapkan sebuah hukum, Imam Hanafi menggunakan beberapa dasar, yaitu Al-Qur‟an, sunah Rasulullah SAW, fatwa dari sahabat, kias, istihsan, ijmak, dan urf. Pemikirannya dalam fiqh sebagian besar diikuti oleh umat Islam di Turki, Mesir, Turkistan, Afganistan, India dan Pakistan.

Imam Malik,

Imam Malik merupakan keturunan Yaman yang lahir di Madinah pada tahun 715 M/93 H dan meninggal di kota yang sama pada tahun 795 M/179 H. Nama lengkapnya adalah Abdullah Malik bin Abi Amir bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al-Asbani. Kitab termasyhur yang ditulis oleh Imam Malik adalah al-Muwatta‟. Inilah kitab hukum Islam tertua yang sampai pada kita. Kitab itu ditulis atas permintaan Khalifah al-Mansur dan selesai penulisannya pada masa Khalifah al-

Irwan Setiawan, S.Pd.I

55 | P a g e

Mahdi. Kitab itu merupakan kitab hadits sekaligus kitab fiqih karena berisi hadits-hadits yang berkaitan dengan bidang-bidang fiqih

Imam Syafi’I Imam Syafi‟i lahir di Gaza, Palestina pada tahun 767 M/150 H dan meninggal di Fustat, Kairo pada tahun 820 M/204 H

Beberapa karya tulisnya adalah ar-Risalah (membahas tentang usul fiqih), al-Umm (membahas kitab fiqih yang menyeluruh), al-Musnad (berisi haditshadits nabi), dan ikhtilaf al-Hadits (hadits mengenai perbedaan-perbedaan dalam hadits).

Imam Hambali

Imam Hambali lahir di Baghdad pada tahun 708 M/164 H dan meninggal di tempat yang sama pada tahun 855 M/241 H. Nama lengkapnya Ahmad bin Muhammad bin Hambal.Ia hidup pada masa khalifah al Makmun sampai masa al Mutawakkil

Karya besar dalam ilmu hadits yaitu Kitab al-Musnad yang menghimpun 40.000 hadits yang disusun berdasarkan tertib nama sahabat yang

meriwayatkannya, kebanyakan hadits dalam kitab al-Musnad berderajat sahih dan hanya sedikit sekali yang berderajat dhaif.

Irwan Setiawan, S.Pd.I

56 | P a g e

Abu Nasr as Sarraj at Tusi yang menulis Kitab al Luma’ Adapun tasawuf yang bersifat filsafat adalah tasawuf yang sudah tercampur dengan metafisika. Junaid al Baghdadi. 2. S. Kitab alIllahh. Tokoh-tokoh Ilmu Tasawuf. Diantara tokoh tasawuf Suni adalah : 1. Ia meninggalkan beberapa karya antara lain ar-Ri’ayat li Huquqillah (menjaga hak-hak Alloh. menurut pendapatnya memperdalam pengenalan kepada Alloh harus bersamaan dengan pengingkatan amal dan disiplin diri.Beberapa karya tulisnya yang lain adalah Kitab as Salah. 3. Kitab al-Manasikh al-Kahir. Kitab al-Muqaddam wa al-Muakhkhar. Tasawuf model ini juga disebut tasawuf filsafat. Ar Roddu „ala az Zindiq (sebuah risalah tentang sanggahannya terhadap ajaran Muktazilah ). mengajarkan kita disiplin diri atau muhasabah). Diantara tokohnya adalah : Irwan Setiawan.I 57 | P a g e . Kitab al-Wara. Al-Haris bin Asad al-Muhasibi yang wafat tahun 838 M di Baghdad. Kitab an-Nasikh wal Munsukh. Fasl fi mahabbah (mengungkap kecintaannya kepada Tuhan). Kitab At Tarikh (Kitab Sejarah). Kitab Al Wasaya (mengurai perilaku hidup zuhud). dan Kitab Ta’at ar-Rasul 4. Perkembangan dan Karya Besarnya. Tafsir Al-Qur’an.Pd.

Abu Yazid al-Bustami yang wafat tahun 875 M di Bistam. 2. Zunnun al-Misri yang wafat tahun 899 M di Iskandariah. 3. bahwa sebuah negara menjadi kuat dikarenakan militernya kuat. Selain ahli tasawuf ia juga dikenal ahli kimia dan ahli tulisan Mesir kuno ( hieroglif ). Kemajuan Abbasiyah merupakan buah dari setrategi politik yang dikembangkan dengan pendekatan kepentingan bersama.Pd. Ia sering disebut sebagai bapak teori ma‟rifat. rakyat menjadi kuat karena mendapatkan pengayoman. Bani abbasiyah dapat mengendalikan dari berbagai kepentingan untuk satu tujuan yaitu kemulyaan Islam. Irwan Setiawan. Penguatan di bidang militer akan menciptakan stabilitas politik yang dikembangkan dan berdampak positif pada kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan. S. bukan militerisme tetapi militer yang membesarkan rakyat dan dibesarkan rakyat untuk tujuan daulat rakyat. 3. Bani Abbasiyah cukup cerdas dari pengalaman. Husain bin Mansur al Hallaj yang terkenal dengan teorinya hulul dan al Haqiqat al Muhammadiyah.1. Identifikasi Kebudayaan / Beradaban Pada Masa Bani Abbasiyah Dengan ringkas pengidentifikasian terangkum sebagai berikut : 1. ketentraman dari militer yang memang untuk membela rakyat. 2. ketenangan . kesejahteraan dan keadilan masyarakat secara menyeluruh. 3. Militer yang dibangun abbasiyah. 4.I 58 | P a g e . ekonomi.sosial dan kebudayaan.

Abu Yazid al bistami Irwan Setiawan. Kedisiplinan. para menteri.5. yaitu bersatu untuk memakmurkan dunia Islam dan meninggikan kalimat Allah di muka bumi. wazir. Ilmu Tasawuf : Kharis bin Asad al Muhasibi. ketertiban dengan dasar kejujuran dan pengabdian yang dilaksan akan oleh semua fihak. An Nasa‟I dan Ibnu Majah 2. menjadikan kekhalifahan sangatlah berwibawa dimata lawan dan kawan. Az Zamakhsyari 3. Sealain itu hal yang prinsipil dan organ. para pejabat negara. Sistem politik dengan mengedepankan demokrasi atau musyawarah dengan seluruh jajaran kekhalifahan bersama rakyat dan membuahkan keputusan yang memuaskan di semua fihak. sehingga mengalami kejayaan sampai 500 tahun. Muslim. Ini semua merupakan kemurahan dan karunia Allah SWT.Pd. Imam Syafi‟I dan Imam hambali 4. 8. dengan tetap menjaga kehormatan pribadi dan keteladanan umum. 7. Abu Thalib al Maki.  Tokoh Ilmuwan Muslim Masa Bani Abbasiyah 1. gubenur sampai dengan pimpinan ditingkat paling bawah. Dzunun al Misri. At Tirmidzi . S. Ilmu Hadis : Bukhari. Ilmu Fiqih : Imam Hanafi. Abu Nashr as Sarraj at Tusi.I 59 | P a g e . Tafsir : Abu Ja‟far Muhammad bin Jarir at Thabari. yaitu berkat rahmat Alla SWT. Imam Malik. Penataan internal mulai dari khalifah secara pribadi. Abu Bakar al Kalabasi. Abu Dawud. Fakhruddin Ar Razi.Kekhalifahan ini didirikan dengan tekat satu. 6. Yang diberikan dinasti abbasiyah.

al Kindi. Ibnu Sahal. Abu Hasan dan Raihan al Biruni 3.  Kemajuan Abbasiyah merupakan buah dari setrategi politik yang dikembangkan dengan pendekatan kepentingan bersama. Ilmuwan Muslim Masa Bani Abbasiyah 1. Ibnu Sinna. rakyat menjadi kuat karena mendapatkan pengayoman.  Prestasi Bani Abbasiyah :  Bani Abbasiyah cukup cerdas dari pengalaman. S.sosial dan kebudayaan. ekonomi. bukan militerisme tetapi militer yang membesarkan rakyat dan dibesarkan rakyat untuk tujuan daulat rakyat. Ibnu Maskawaih dan Al Ghozali 2. Al Farabi.  Militer yang dibangun abbasiyah. Ibnu Rusydi. Abu Bakar ar Razi dan Ali bin Abbass 4. Bani abbasiyah dapat mengendalikan Irwan Setiawan. Jabir Batani. Al Fazari dan Al Farghani. Al Khawarizmi.  Penguatan di bidang militer akan menciptakan stabilitas politik yang dikembangkan dan berdampak positif pada kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan. Ilmu Astronomi : Abu Mansur Al Fallaki. Ilmu Matematika : Al Kindi. Ilmu Kedokteran : Ibnu Sina.I 60 | P a g e . Ar Razi. Ilmu Filsafat : Al Kindi.Pd. Jabir bin Hayyan. ketentraman dari militer yang memang untuk membela rakyat. bahwa sebuah negara menjadi kuat dikarenakan militernya kuat. ketenangan .

para pejabat negara. Ini semua merupakan kemurahan dan karunia Allah SWT. dengan tetap menjaga kehormatan pribadi dan keteladanan umum.  Sealain itu hal yang prinsipil dan organ. S.  Penataan internal mulai dari khalifah secara pribadi.Kekhalifahan ini didirikan dengan tekat satu.Pd. sehingga mengalami kejayaan sampai 500 tahun.I 61 | P a g e .  Sistem politik dengan mengedepankan demokrasi atau musyawarah dengan seluruh jajaran kekhalifahan bersama rakyat dan membuahkan keputusan yang memuaskan di semua fihak. wazir. menjadikan kekhalifahan sangatlah berwibawa dimata lawan dan kawan. yaitu bersatu untuk memakmurkan dunia Islam dan meninggikan kalimat Allah di muka bumi. yaitu berkat rahmat Alla SWT. kesejahteraan dan keadilan masyarakat secara menyeluruh. para menteri. ketertiban dengan dasar kejujuran dan pengabdian yang dilaksan akan oleh semua fihak.dari berbagai kepentingan untuk satu tujuan yaitu kemulyaan Islam.  Kedisiplinan. Yang diberikan dinasti abbasiyah. Irwan Setiawan. gubenur sampai dengan pimpinan ditingkat paling bawah.

Tugas Kelompok Ajaklah temanmu mendiskusikan tentang tokoh ilmuwan muslim dan perannya dalam kemajuan kebudayaan Islam pada masa bani abbasiyah.Pd.. Apa yang dimaksud dengan Ta‟assub Madzab. Sebutkan enam Kitab Hadist yang termasuk Kutubus-sitah! Irwan Setiawan.I 62 | P a g e . b. Jawablah pertanyaan – pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. S. dan apa dampaknya terhadap perkembangan perkemb angan hukum Islam! 5. Sebutkan tokoh-tokoh ilmuwan bidang ilmu tafsir pada masa bani abbasiyah ! 2.EVALUASI a. Tugas Individu Pelajarilah materi tentang tokoh-tokoh ilmuwan muslim masa bani abbasiyah beserta karyanya. Sebutkan 4 imam madzhab dalam ilmu fiqih ! 3. Jelaskan perbedaan antara ilmu tasawuf Sunni dengan ilmu tasawuf filasafat ! 4.

Peserta didik mampu mengaitkan ibrah nilai nilai positif dari perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada masa Dinasti Bani Abbasiyah untuk masa kini 2.BAB IV MENGAMBIL IBRAH DARI PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN / PERADABAN ISLAM PADA MASA ABBASIYAH PADA MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG Standar Kompetensi : Perkembangan Islam Masa Bani abbasiyah Kompetensi Dasar : Mengambil Ibrah dari Perkembangan Kebudayaan / Peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah Untuk masa kini dan yang akan datang Indikator 1. S.Pd. Mengubah prilaku nilai-nilai negatif ke nilai-nilai positif yang bisa diteladani dari ketekunan perkembangan kebudayaan/peradaban Islam Bani Abbasiyah 5. Mendemonstrasikan kegigihan para tokoh perkembangan kebudayaan/peradaban Islam Bani Abbasiyah Irwan Setiawan.I 63 | P a g e . Mengelompokkan nilai nilai positif yang bisa diteladani dari ketekunan perkembangan kebuda-yaan/peradaban Islam Bani Abbasiyah 4. Peserta didik mampu menunjukkan contoh negatif dari perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah 3.

I 64 | P a g e . Persia.” 2. dan sebagainya. dan India melainkan karena mendapat ”cahaya Al -Qur‟an dan Hadits-hadits Rasululllah SAW. harta. Nilai-nilai Negatif dari Perkembangan Kebudayaan/peradaban Islam pada masa Abbassiyah Irwan Setiawan. Ke-Istiqomahan mereka dalam menegakkan Islam 2. Keikhlasan mereka baik jiwa. India. dan waktu hanya satu untuk kemajuan Islam dan mencari ridho Allah swt B. Para ulama bener-benar menegakkan dasar dan prinsip : ilmu amaliah dan amal ilmiah 3. Penerapan Nilai Keseimbangan antar Sistem Pemerintahan dan Kekuatan Rakyat Kemajuan peradaban dan kebudayaan Bani Abbasiyah dapat menandingi dan mengalahkan kemajuan peradaban-peradaban sebelumnya seperti dari Bangsa Yunani. Nilai-nilai Positif dari Perkembangan Kebudayaan/peradaban Islam pada masa Abbassiyah 1.A. S. Sebab peradaban Bani Abbasiyah. Nilai Kesungguhan dan Kebersamaan Khalifah dalam memajukan Negara dengan Keihlasan para Ilmuwan dan Ulama Adapun hikmah yang dapat diambil umat Islam atas peran ulama dan para ilmuwan antara lain : 1. Byzantium. tidak hanya mendapat pencerahan ilmu-ilmu Yunani.Pd. raga.

2. 5.Pd. bukan militerisme tetapi militer yang membesarkan rakyat dan dibesarkan rakyat untuk tujuan daulat rakyat. C. sedangkan rezim baru tidak peduli dengan sistem keturunan. rakyat menjadi kuat karena mendapatkan pengayoman. Identifikasi kebudayaan/Peradaban pada masa Dinasti Abbasiyah 1. 4. ketentraman dari militer yang memang untuk membela rakyat. dan sebagainya yang melahirkan ideologi baru.I 65 | P a g e . Irwan Setiawan. bahwa sebuah negara menjadi kuat dikarenakan militernya kuat. Militer yang dibangun abbasiyah. ketenangan . Perbedaan pendapat antara tradisi muslim Arab dan muslim Non-Arab. melahirkansikap konsumtif di lingkungan keluarga khalifah. Bani Abbasiyah cukup cerdas dari pengalaman. 6. Keturunan khalifah yang merasa berhak untuk melanjutkan kekhalifahan. Kepemimpinan pada generasi kedua tidak cakap sebagaimana pemimpin generasi sebelumnya. Perpecahan antar bangsa keturunan Arab dan bangsa non-Arab (‟Ajam). Kehidupan keduniaan akibat kemajuan di segala bidang. Munculnya beragam aliran keagamaan seperti: Syiah. Ismailiyah. S. 7. 2. 3. Qaramithah.Adapun sebab-sebab dampak negatif atau kemunduran Bani Abbasiyah antara lain: 1. sehingga cukup melelahkan militer Islam. 8. Adanya perang yang berlangsung sampai 2 abad. Sikap keirian kaum Dzimmy terhadap kemajuan Islam secara signifikan.

Penataan internal mulai dari khalifah secara pribadi. Ini semua merupakan kemurahan dan karunia Allah SWT. yaitu bersatu untuk memakmurkan dunia Islam dan meninggikan kalimat Allah di muka bumi. Bani abbasiyah dapat mengendalikan dari berbagai kepentingan untuk satu tujuan yaitu kemulyaan Islam. para pejabat negara. yaitu berkat rahmat Alla SWT. Sealain itu hal yang prinsipil dan organ. Penguatan di bidang militer akan menciptakan stabilitas politik yang dikembangkan dan berdampak positif pada kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan. 5. 6. dengan tetap menjaga kehormatan pribadi dan keteladanan umum. wazir. Yang diberikan dinasti abbasiyah.sosial dan kebudayaan. Irwan Setiawan. menjadikan kekhalifahan sangatlah berwibawa dimata lawan dan kawan. sehingga mengalami kejayaan sampai 500 tahun.Kekhalifahan ini didirikan dengan tekat satu. Sistem politik dengan mengedepankan demokrasi atau musyawarah dengan seluruh jajaran kekhalifahan bersama rakyat dan membuahkan keputusan yang memuaskan di semua fihak. S. ekonomi. Kemajuan Abbasiyah merupakan buah dari setrategi politik yang dikembangkan dengan pendekatan kepentingan bersama. gubenur sampai dengan pimpinan ditingkat paling bawah. 4. para menteri. ketertiban dengan dasar kejujuran dan pengabdian yang dilaksan akan oleh semua fihak. 7.Pd. Kedisiplinan.3. kesejahteraan dan keadilan masyarakat secara menyeluruh.I 66 | P a g e . 8.

Berkembangnya ilmu fiqih serta munculnmya ulama-ulama fiqih dan karya besarnya. Muncul ulama-ulama hadits dan karya besarnya sehingga umat Islam tidak akan ragu lagi dan ditipu oleh hadits-hadits palsu karana haditshadits tersebut sudah teruji kesahihannya.Pd. S. Perkembangan ilmu tasawuf sangat berperan dalam kehidupan umat agar manusia tidak terbuai dengan urusan keduniaan saja. dan makna kandungan Al Qur‟an sebagai pedonam dalam kehidupan sehari-hari 4. berpola hidup sederhana dan menjauhi hal-hal yang bertentangan dengan agama. Dampak Perkembangan Ilmu Agama Bagi Perkembangan Umat Dampak positif tersebut antara lain sebagai berikut : 1.D.I 67 | P a g e . 2. Irwan Setiawan. Adanya pembukuan dan penyeleksian hadits akan memudahkan umat Islam mengikuti teladan hidup dari Rasul 3. Berkembangnya ilmu tafsir akan mempermudah umat Islam mengetahui isi. maka umat Islam bebas memilih mazhab yang akan menjadi panutan dalam menentukan hukum dan tidak akan buta mazhab yag kadang menimbulkan perpecahan 5.

Tunjukkan 3(tiga) contoh dampak negatif dari kemunduran perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah ! 3. Tunjukkan 3 (tiga) dampak positif dari perkembangan kebudayaan/peradaban Islam Bani Abbasiyah! Irwan Setiawan.Pd. Tugas individu Bacalah dan ceritakan kembali ibrah dari perkembangan kebudayaan / peradaban islam pada masa bani abbasiyah untuk masa kini dan yang akan datang.EVALUASI A. Sebutkan ibrah nilai nilai positif dari perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada masa Dinasti Bani Abbasiyah untuk masa kini ! 2. Tulislah 4 (empat) contoh nilai nilai positif yang bisa diteladani dari ketekunan perkembangan kebuda-yaan/peradaban Islam Bani Abbasiyah ! 4. Tugas kelompok Mencari buku / literatur yang berkaitan dengan hasil ibrah dari perkembangan kebudayaan / peradaban islam pada masa bani abbasiyah untuk masa kini dan yang akan datang di perpustakaan Jawablah pertanyaan – pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. B. S.I 68 | P a g e .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.