Edisi 3 - Maret 2013

6 Tahun Program 1.000 Tower
1.000 Tower 1.001 Masalah
Berbincang dengan

Duo Jusuf

Jusuf Kalla

“Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”.

Yusuf Asy’ari

“Program ini harus dilanjutkan”...

Program 1.000 Tower
Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower

5 April 2007 - 5 April 2013
Selamat Hari Otonomi Daerah XVII Tahun 2013 dengan tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kapasitas Pemerintahan Daerah untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat”

Sukseskan

2

Dewan Pembina: Cosmas Batubara, Siswono Yudho Husodo, Akbar Tandjung, Theo Sambuaga, Erna Witoelar, Soenarno, M. Yusuf Asy’ari dan Suharso Manoarfa. Dewan Penasehat: Djoko Kirmanto, Djan Faridz, Gamawan Fauzi dan Gembong Priyono Pemimpin Umum/Usaha/ Penanggung Jawab: Zulfi Syarif Koto. Wakil Pemimpin Umum: F. Teguh Satria, Indra Utama, Martin Roestamy dan Endrawan Natawiria Wakil Pemimpin Usaha: Endang Kawidjaja, Djaja Roeslim dan Reddy H. Sekretaris Pemimpin Umum/Usaha: M. Amry Pemimpin Redaksi: Oswar Mungkasa Redaktur: Nursalim, Hadist GP. Konsultan Hukum: Muhammad Joni Artistik dan Koordinasi Produksi: Agus Sumarno Manajer Iklan & Keuangan: Herawati. Administrasi dan Umum: Eduardo H, Asep Deni Kusnadi, Yuliandi Diterbitkan oleh: Yayasan LP P3I/The HUD Institute

Redaksi
S

dari

Edisi 3-Maret 2013

elamat bertemu kembali pembaca kami yang setia. Sudah cukup lama HUDmagz tidak hadir di hadapan Anda. Semuanya bukan tanpa maksud, tetapi kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan perubahan terhadap tampilan dan substansi dari majalah kita ini. Sekaligus juga kehadiran kami kali ini menunggu momen 6 tahun Program 1.000 Tower Rumah Susun yang diinisiasi oleh Jusuf Kalla ketika itu. Ya, sudah 6 tahun sejak dilaksanakannya ground breaking program 1.000 Tower pada tahun 2007. Namun kemajuan program ini masih belum sebagaimana yang diharapkan. Data terkini menunjukkan hanya 78 Tower yang berhasil dibangun. Ada apa dengan program 1.000 Tower ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada edisi kali ini kami menyajikan tema “Program 1.000 Tower. 1.000 Tower 1.001 Masalah”. Tentunya dengan harapan kita semua dapat menyelami secara obyektif permasalahan seputar belum berhasilnya program 1.000 Tower ini. Secara tersirat, hambatan utama yang dihadapi adalah terkendalanya perijinan, tidak terwujudnya insentif seperti keringanan pajak, dan rumitnya urusan pertanahan. Memahami akar masalah tentu akan bermakna ketika kita mendapat informasi dari tangan pertama baik sebagai penggagas, pelaksana, maupun pemerhati. Untuk itu, wawancara dengan Jusuf Kalla dan Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009) sangat membantu membuka pemahaman kita akan latar belakang dan inisiatif awal yang dilakukan. Sementara wawancara dengan para pengembang semakin memperdalam pemahaman kita terhadap kendala dan hambatan di lapangan. Tulisan dari pemerhati pun memberi warna tersendiri. Apapun, pada akhirnya program 1.000 Tower ini harus dilanjutkan. Angka backlog perumahan yang sedemikian besar membuat semua pihak seharusnya menyukseskan program ini. Kekurangan, kendala, dan hambatan mari kita pecahkan bersama dengan dilandasi semangat ingin membantu saudara kita yang belum beruntung bisa menempati rumah yang layak huni. Sudah saatnya kita bekerja cerdas, dan menggunakan hati nurani. Semoga keberadaan HUDmagz kali ini dapat memberi inspirasi bagi kita semua untuk menyukseskan program 1.000 Tower. Semoga. Selamat membaca. Jabat erat, Pemimpin Redaksi Oswar Mungkasa

Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln. Arya Putra No. 14A Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail.com hudmagz@gmail.com
Redaksi menerima kiriman naskah de­ ngan panjang tulisan maksimal 1.600 kata, melalui hudmagz@gmail.com, disertai data diri. Redaksi berhak melakukan perubahan naskah tanpa mengubah isi.

3

.............................................................................. Winaktoe.................................. 72 75 77 79 79 Profil n Bapertarum PNS ................. n Pandangan Pemangku Kepentingan tentang Program 1....Daftar Isi Edisi 3-Maret 2013 n Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta Bagian Kedua (Tamat) oleh Yayat Supriatna...................................... n Hari Air Dunia 2013 di Indonesia Agenda ................................................................... n Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial oleh Drs...... Perumnas Hidupkan Kembali Program 1............................................................ n Kajian Teknis dan Teknologi Program 1.................... n Bersinergi dengan Berbagai Pihak............................ n Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru........... Hairul Sitepu dan HR Sidjaba ....... Berbincang dengan Jusuf Kalla............................... 42 “Gotong Royong Peduli Air”............................................. n MRT Atasi Macet Jakarta? oleh Harun al-Rasyid Lubis ..... 81 85 87 88 “Tahun 2030. 3 Daftar Isi ...... 13 n Wawancara Jusuf Asy’ari “Program Ini Harus DIlanjutkan” .........T........... n Info Regulasi ........................................ Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah............................................................... 44 50 53 oleh Budi Prayitno .............................................. 1..................... Saling Silang Urusan 1............... MPS: “Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini” ... n Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung ......................... “Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”...................................................................... n 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit...................... n Metamorfosa AP2ERSI ........ ..........................000 Tower .... M. n Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? oleh Tjuk Kuswartojo .. Liputan 15 19 n Bank BTN Memasuki Usia ke-63 ... Laporan Khusus n Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan ................................................................001 Masalah ........ n HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua .....................................000 Tower ......................000 Tower 1............... n Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis oleh Adrianus Meliala.............................000 Tower . Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan ...................................... n Jas Merah: Landasan Kebijakan Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) oleh Zulfi Syarif Koto .................................. Firdaus............. 5 Laporan Utama 6 Tahun Program 1........000 Tower ................... n Wawancara Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas Ir.. 22 28 36 38 n Puncak HUT REI ke-41Berkarya Membangun Negeri ..................................... 57 59 62 64 Dari Redaksi ............... Nursalim Msi .................. 91 92 93 94 4 .. H.........T... n n n Konsep n Sistem Pracetak Beton sebagai Sistem Konstruksi Hijau oleh Hari Nugraha Nurjaman.......................................................... n Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Membangun Bangunan di Atas Sungai Pencapaian dan Agenda ke Depan oleh Oswar Mungkasa .................................................................................... 90 Pendapat Serba Serbi Ragam Info n Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia.................................................... 4 Sekapur Sirih... 89 n Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.. n Info Buku .......................... n Rapat Kerja Daerah REI Batam.... n Inventarisasi Prinsip 67 6 12 Green Building dalam Desain Rumah Susun oleh Wied W............................................000 Tower............................................................................................................ ...... Kota Pekanbaru menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera .... Hayu Parasati............................................................... n Info Situs ....... S......

lingkungan hunian dan kawasan pemukiman. Sehingga bukan sesuatu yang luar biasa ketika seluruh pemangku kepentingan melaksanakan konsep hunian berimbang bukan karena keterpaksaan akibat adanya ancaman sanksi. Tentunya juga akan menjamin tersedianya rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah. Namun perlu juga disepakati luasan minimal yang dapat dikategorikan sebagai satu hamparan yang memenuhi standar kelayakan minimal terbentuknya suatu komunitas yang heterogen. Semoga (ZSK). keharmonisan kota membentuk keharmonisan wilayah. yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Hunian Berimbang dan SE Mendagri No.Sekapur Sirih Edisi 3 . Nomor 739/KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/ 1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang Pencantuman lingkungan hunian berimbang dalam undang-undang ini ditengarai merupakan upaya pemerintah untuk lebih mengefektifkan penerapan konsep hunian berimbang. Pada akhirnya. hunian berimbang hanya diartikan sekedar membangun 1 rumah mewah. keharmonisan kawasan membentuk keharmonisan kota. Menteri Pekerjaan Umum. Sebagai akibatnya. banyak agenda yang harus dilaksanakan. sehingga upaya mengefektifkannya tidak dapat hanya pada tataran pembaharuan regulasi setingkat undang-undang maupun peraturan menteri. Selain itu. lingkungan hunian berimbang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri (Menteri Dalam Negeri. 5 . hunian berimbang dalam satu hamparan adalah suatu keniscayaan. Di atas semua itu. dan 3 rumah sederhana. keharmonisan sebuah komunitas dapat tercapai ketika konsep hunian berimbang dilaksanakan dengan benar. tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembangunan bangsa. Ide dasarnya bahwa keberadaan beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian akan menjamin terciptanya kerukunan di antara berbagai strata yang ada. Ide ini yang kurang banyak dipahami oleh berbagai pemangku kepentingan bahkan di kalangan pemerintah sendiri. Sebagai akibatnya. Konsep hunian berimbang banyak disalahpahami sebagai hanya sekedar mengurangi backlog. tingkat ekonomi dan status sosial dalam perumahan. padahal filosofi utamanya adalah menjaga keserasian sosial dalam masyarakat melalui hidup berdampingan di antara beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian. Keharmonisan komunitas membentuk keharmonisan kawasan. sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan sosiologis masyarakat. (ii) mewujudkan subsidi silang untuk penyediaan prasarana. banyak hal baru yang juga tercantum dalam undang-undang yang baru ini. 2 rumah menengah. Namun yang sepertinya kurang disadari bersama oleh kita semua bahwa tujuan hunian berimbang tidak sekedar mengurangi backlog tetapi selain itu juga untuk (i) mewujudkan kerukunan antarberbagai golongan masyarakat dari berbagai profesi. sebenarnya kita semua sudah sewajarnya melihat pembangunan perumahan bukan sekedar pembangunan fisik. 648/3868/SJ. Pada periode sebelumnya. Menteri Negara Perumahan Rakyat) Nomor 648-384 Tahun 1992. Tetapi lebih jauh lagi. Terkait dengan penguasaan tanah. tanggal 3 Oktober 2011. konsep hunian berimbang juga diterjemahkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pelaku usaha.Maret 2013 Hunian Berimbang Bukan Sekedar Pengurangan Angka Backlog Zulfi Syarif Koto Pemimpin Umum/Penanggung jawab ejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. peninjauan kembali terhadap konsep lingkungan hunian berimbang agar lebih membumi dan dapat diterapkan. hunian berimbang mendorong terjadinya dekomodifikasi tanah. rumah menengah dan rumah mewah atau dalam bentuk rumah susun antara rumah susun umum dan rumah susun komersial (Pasal 1 Permenpera Nomor 10/2012). dan akhirnya keharmonisan wilayah berujung pada terbentuknya keharmonisan bangsa. sekaligus juga sebagai bentuk kemitraan pemerintah dan pelaku usaha (pengembang) dalam penyediaan perumahan umum/publik. sarana dan utilitas umum serta pembiayaan pembangunan perumahan. Banyak hal yang menjadi penyebab sulitnya penerapan konsep hunian berimbang. Selain penegasan dan pembaharuan terhadap materi-materi dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. yaitu mengemukanya fungsi sosial tanah yang terjamin melalui distribusi dan struktur penguasaan tanah yang berkeadilan. pemukiman. Konsep hunian berimbang telah dikenal lama dalam ilmu perencanaan kota maupun sosiologi perkotaan. Hunian berimbang didefinisikan sebagai perumahan dan kawasan pemukiman yang diba­ ngun secara berimbang dengan komposisi tertentu dalam bentuk rumah tunggal dan rumah de­ ret antara rumah sederhana. Tetapi lebih sebagai ‘sumbangan’ pemangku kepentingan bagi perkembangan keharmonisan bangsa kita tercinta ini. Di antaranya adalah tercantumnya lingkungan hunian berimbang dalam pasal 34 sampai 37. (iii) menciptakan keserasian tempat bermukim baik secara sosial dan ekonomi (pasal 3 Permenpera Nomor 10/2012).

meningkatnya polusi. Salah satu jalan keluar dari kondisi ini adalah dengan menyediakan perumahan vertikal atau dikenal sebagai ru­ mah susun (rusun) atau apartemen. Hanya sekitar 70-an Tower yang berhasil terbangun. Keppres ini dimaksudkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di perkotaan dengan mengedepankan efisiensi penggunaan tanah dan penataan permukiman serta mempercepat pembangun­ an rumah susun yang layak.000 Tower. Pembangunan rusun di pusat kota atau dekat dengan lokasi bekerja dan berakti­ fitas. koordinasi. Jika dibandingkan kon­ disi 30 tahun lalu. Langkah ini diawali dengan ditan­ datanganinya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2006 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pemba­ ngunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan pada tang­ gal 9 Desember 2006. Tidak seperti harapan ketika awal pencanangan. dengan intensitas bangunan tinggi. Keppres No. berdasar Sensus Penduduk Indone­ sia tahun 2010. Perkembangan perkotaan yang sedemikian pesat mem­ bawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan perumahan di perkotaan sementara ketersediaan lahan perumahan semakin berkurang.6 juta jiwa dan tidak kurang dari 54% penduduk In­ donesia bermukim di perkotaan.000 Tower berjalan tersendat-sendat kalau tidak mau dikatakan mati suri. sehat dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.000 Tower 1. diperkirakan pada periode akhir Program Jangka Panjang Nasional tahun 2025 sekitar 68% penduduk Indonesia bermukim di perkotaan. Setelah terbitnya Keppres Nomor 22 Tahun 2006. dan tanah bersama (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) 6 . 22 Tahun 2006 memiliki fungsi pengarah­ an. pengaturan. telah terjadi peningkatan lebih dari 2 kali lipat. dan utilitas (PSU) yang lebih efisien dan efektif. pengawasan. Pemerintah menyadari hal ini sehingga berinisiatif untuk memasilitasi pembangunan rumah susun secara masif di perkotaan. sarana. Sebagai gambaran. Kondisi ini mendorong penduduk yang tidak mampu untuk bertempat tinggal di sekitar lokasi kerja yang kemudian berkembang menjadi kawasan kumuh di perkotaan. pembinaan. pada Rumah susun diartikan sebagai bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional. benda bersama. yang kemudian dikenal dengan nama Program 1. diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan dan penyediaan prasarana. dan seterusnya.001 Masalah Saat ini kita telah memasuki usia 6 tahun perjalanan program 1. dengan konsekuensi meningkatnya volume perjalanan dari dan ke daerah pinggiran kota. penduduk Indonesia mencapai 237. baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah. Sementara penduduk yang relatif mampu memilih untuk bertempat tinggal di daerah ping­ giran kota.000 Tower erkembangan perkotaan di Indonesia saat ini sangat signifikan.000 Tower 1. program 1.Laporan Utama 6 Tahun Program 1. sumber foto: istimewa P Kronologis Program 1. pengendalian dan pengembangan teknologi. Apabila kecenderungan pertumbuhan perkotaan ini terus berlangsung.000 Tower terhitung dari saat pelak­ sanaan pemancangan pertama rusunami tanggal 5 April 2007. terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama. ditunjukkan dengan pertam­ bahan penduduk yang sangat tinggi. laporan utama ini pada intinya akan mengantar kita memahami ‘apa yang sebenarnya terjadi’ dengan program 1. Inilah kemu­ dian yang menimbulkan terjadinya fenomena kemacetan.000 Tower ini. fasilitasi. Selain itu. Untuk itu.

dan sejumlah pejabat BUMN. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. sehingga dalam waktu Rumah susun sederhana atau biasa disebut juga dengan nama apartemen rakyat yang dimaksud adalah hunian vertikal yang dibangun di daerah perkotaan yang ditujukan bagi MBM sebagai sasaran utama.Edisi 3 . yang ditandai dengan peman­ cangan pertama (ground breaking) Rusunami di Pulo Ge­ bang. sumber foto: istimewa Januari 2007 dilaksanakan Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden be­ serta anggota Kabinet Indonesia Bersatu dan Gubernur DKI Jakarta bertempat di Kantor Kementerian Negara Pe­ rumahan Rakyat. Semarang. Primaland Internusa Develop­ ment. dengan harga yang dipasarkan mulai dari 99 juta-144juta. subsidi selisih bunga dan subsidi bantuan pinjaman uang muka) bagi calon konsumen sebagai bentuk kemudahan. Walaupun demikian. Batam.000 Tower Pada saat awal dicanangkannya program 1. direncanakan program ini sampai tahun 2011 akan di­ laksanakan setidaknya di 10 kawasan perkotaan (seleng­ kapnya pada peta berikut). Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bak­ rie. Jakarta Timur. Gubernur DKI Ja­ karta Sutiyoso. tentang Penyelenggaraan Pembangunan Perumahan Sosial Sederhana di kawasan Perkotaan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan untuk Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Ka­ wasan Perkotaan Bagi Masyarakat Menengah Bawah. minat pengembang untuk mem­ bangun masih cukup tinggi. Skenario Awal dan Pencapaian Program 1. Peresmian ini sekaligus juga menandai pemancangan pertama pembangunan rusun 1. Rapat tersebut membahas Strategi Per­ cepatan Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan serta persiapan pemancangan proyek percontohan rumah susun sederhana milik (rusunami) di DKI Jakarta. terlihat dari pernyataan mi­ nat dari pengembang untuk setidaknya membangun 654 Tower lagi. Palembang. Bandung Raya (1). Akhirnya peresmian program terlaksana pada tanggal 5 April 2007 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Pulo Gebang. Menko Perekonomian Boediono. di Jalan SMA 14 Kelurahan Cawang. sampai Februari 2013. khususnya bagi mereka yang belum mampu memiliki hunian di kawasan perkotaan. Namun dalam perjalanannya. Ja­ karta Timur. Cipayung. Apartemen rakyat ini memiliki luas 21-36 m² (tipe studio dan tipe dengan dua kamar). yaitu lahan milik BPLIP-DKI di Pulo Gadung. Bandung. serta mengiden­ tifikasi bakal calon lokasi potensial. dan penggunaan yang tepat. (iii) Menpera mengoordinasi­ kan semua pemangku kepentingan. Jakarta Timur. kualitas yang baik. dan Banjarmasin. Pintu Air Mas Group (PAM Group) di Jalan I Gusti Ngurah Rai. sehingga total yang telah serah terima kunci hanya 71 Tower. Sangat jauh dari target awal pen­ canangannya. Yusuf Asy’ari.Maret 2013 lah menteri tampak hadir mendampingi presiden. lahan milik PT. antara lain Menteri Negara (Meneg) Perumahan Rakyat M. lahan milik PT. Meneg BUMN Sugiharto. Bodetabek (3).000 Tower. Apartemen rakyat ini merupakan rumah susun sederhana milik yang dibangun dengan dukungan berbagai subsidi dari Pemerintah. sehingga muncul kemudian istilah lainnya yaitu Apartemen Bersubsidi (subsidi bebas PPN. Sepanjang Juli hingga September 2007. Padang. (ii) segera matangkan rencana dan program pencanangan paling lambat awal Maret 2007.000 tower serta mendorong minat para pelaku berpartisipasi dalam program Pemerintah. Pada acara pemancangan tersebut juga dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman antara Menpera de­ ngan Mendagri dan Mensos. Jakarta Timur. hanya terwujud pada beberapa lokasi saja yatu DKI Jakarta (67 Tower). karena membangun rumah membuka lapangan kerja yang luas yang akan mengurangi pengangguran dan kesenjang­ an sosial atau salah satu upaya pengentasan kemiskinan. Medan. Makassar. Secara bersamaan juga dilakukan pemancangan di lokasi-lokasi lain di Jakarta.000 Tower di 9 kota lain­ nya yaitu Surabaya. Sejum­ 7 . serta Menpera dengan Me­ neg BUMN dan Kepala BPN. lahan milik PT Cawang Housing Development – Bahama Group. Klender. subsidi. Rumah susun sederhana dapat diperoleh melalui status milik maupun sewa (rusunami/wa). Presiden memberikan 4 (empat) arahan pada saat itu yaitu (i) pastikan dengan benar besaran harga jual. dilakukan So­ sialisasi dan Kunjungan Lapangan ke 10 Kota Metropoli­ tan untuk menjaring informasi secara langsung tentang kesiap­ an Pemerintah Daerah dalam mendukung Pemba­ ngunan 1. tepatnya di atas lahan milik Perum Perumnas yang dikerjasamakan dengan PT. dalam tahapan topping off mencapai 30 Tower. pemancangan pertama dan dalam pembangunan sebanyak 30 Tower. Dari jumlah tersebut. (iv) program Menpera harus ambisius (dalam pengertian yang baik) dan progresif. Bina Kualita Teknik di Jalan Binamarga.

walaupun kemudian peraturan pemerintahnya belum terselesaikan. 2013 JUMLAH TOWER DKI Bandung Surabaya Batam Makasar Balikpapan Jambi TOTAL Jakarta Bodetabek Raya 384 94 86 36 114 4 4 3 725 67 20 12 165 264 3 4 9 52 68 1 3 8 49 61 2 28 30 1 30 31 1 1 1 1 3 3 71 30 30 328 dekat akan bertambah lagi sebanyak 60 Tower. Tabel Pencapaian Target Program 1. telah juga dikeluarkan Keputusan Menko Perekonomian Nomor KEP-07/M. Kementerian Keuangan kemudian melengkapi regulasi yang ada melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36 Tahun 2007. menindaklanjuti Keppres Nomor 22 Tahun 2006. yang menetapkan batas maksimum harga jual rusunami yang mendapatkan fasilitas bebas PPN ada­ lah Rp. telah banyak yang dihasilkan. Dari sisi regulasi. Distribusi lokasi selengkapnya pada Tabel di atas. dan Keputusan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 15/KPTS/M/2007 dan Nomor 19/KPTS/M/2008 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Pem­ bangunan Rumah Susun di Perkotaan. yang sampai saat ini masih dalam tahap pengajuan ijin dan penyusunan DED. Lalu kemudian melalui Permenpera Nomor 7 Tahun 2007 8 . Un­ dang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun telah berlaku.000 Tower per Tahun 2013 No Lokasi 1 Peminatan 2 Serah Terima Kunci (STK) 3 Topping off (TO) Pelaksanaan pembangunan 4 fisik (konstruksi) dan groundbreaking (KONS) 5 Perijinan dan penyusunan DED TOTAL (STK+TO+KONS+DED) Sumber: Kemenpera.Laporan Utama Rencana Alokasi Target Program Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan 2007-2011 sumber: presentasi Zulfi Syarif Koto. Menjadi­ kan sampai akhir tahun 2013. Selain itu. setidaknya terselesaikan seba­ nyak 131 Tower. 144 juta dengan luasan minimum 36 m2. Sementara itu terdapat potensi tam­ bahan setidaknya dalam setahun kedepan sebanyak 328 Tower. 2012.EKON/03/2007 dan Nomor KEP-09/M. serta beberapa keputusan tingkat menteri lainnya.EKON/02/2008 tentang Tim Pelak­ sana Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan.

Pembangunan rusun di perkotaan menghadapi dilema Jeruk (PT Anggana Development) dan 4 Tower di Cibubur terkait ketersediaan lahan.juga me­ sumber foto: istimewa rekomendasikan beberapa hal yang dapat membuat desain bangunan menjadi ekonomis. baik berupa Nomor 136 Tahun 2007 tentang Percepatan Pembangun­ perubahan bangkitan lalulintas (volume kendaraan dari dan ke tujuan tertentu). Sumatera Selatan. Akibatnya.000 Tower Seiring perjalanan waktu. serta sanaan program ini mulai terkendala. Untuk itu. mendagri Nomor 74 Tahun 2007 tentang Pedoman Pem­ berian Kemudahan Perijinan dan Insentif dalam rangka Bahkan sampai saat ini. 1 Tower di Kebun dampak pada tertundanya pembangunan rusun. memasuki tahun 2008 pelak­ akhir peraturan ini disertakan contoh desain bangunan rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi. di daerah pun telah di­ mah susun bersubsidi masih belum mendapat tanggapan lahirkan beberapa regulasi pendukung. namun tercatat merintah adalah paradoks lokasi. kota Palembang. Ambil contoh. Walaupun belum berfungsi optimal. D. barulah kemudi­ Daerah Percepatan Pembangunan Rumah . dan ber­ di Kebagusan (PT Perdana Gapuraprima Tbk). Regulasi terkait persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi juga dirilis oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi.001 masalah”. 1. Menariknya.478 Tahun bat disadari oleh pemerintah. lokasi yang terpilih cenderung ‘jauh’ dari lokasi kerja.di daerah pun an mulai disadari perlunya melakukan pro­ Susun tertanggal 25 Oktober 2007. sehingga isu susun. transportasi. Jawa Barat.000 Tower ini da­ hingga kemudian mendorong terlaksana­ nya pemancangan Rusuna/Apartemen beberapa regulasi lam rencana tata ruang yang ada. berupa kebutuhan akan Tim Koordinasi Daerah (TKD) telah terbentuk di DKI lokasi yang dekat ke tempat kerja untuk mengurangi biaya Jakarta. kenyamanan. Hal pertama yang dihadapi pe­ (PT Rajawali Core Indonesia). Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun.. Pe­ dari Kementerian Keuangan. 10 Tower di Cengkareng (PT Reka Rumanda). estimasi biaya pembangunannya.Edisi 3 . dan kemudahan. Kedua peraturan ini selain menetapkan persyaratan keandalan bangunan gedung . yang kemudian kita kenali dengan jargon “1. Akibatnya. 9 . Setelah program 2007 tentang Pembentukan Tim Koordinasi berlangsung beberapa lama. pada bagian Isu dan Kendala Pelaksanaan Program 1. keberadaan rumah susun Makassar. penyempurnaan rencana tata ruang meru­ Rakyat Tahap II di DKI Jakarta yang ter­ pendukung. Se­ telah dilahirkan ses internalisasi program 1.yang meliputi persyaratan keselamat­ an.. Hal ini agaknya sedikit terlam­ Keputusan Gubernur Nomor 1. maupun perubahan gaya an Rumah Susun tertanggal 4 Oktober 2007 dan hidup masyarakat.000 Tower. Pembangunan rumah susun di perkotaan mempunyai merintah Provinsi DKI Jakarta menindaklanjuti program ini dengan menerbitkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta multi dampak terhadap perkembangan kota.I. Rakyat untuk menaikkan patokan harga maksimum ru­ Tidak hanya di tingkat pusat. pakan suatu keniscayaan agar pembangunan laksana pada tanggal 14 Desember 2007 di rumah susun tidak ‘menabrak’ aturan dalam lahan DP3K Kemayoran (3 Tower) oleh Gu­ rencana tata ruang yang telah disahkan melalui bernur DKI Jakarta bersamaan dengan peman­ perda masing-masing daerah. Yogyakarta. upaya Kementerian Perumahan Percepatan Pembangunan Rusuna di Kawasan Perkotaan. Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Per­ de­ penyesuaian harga jual rusunami mulai didengungkan. Sumatera Utara. terutama terkait ngan naiknya harga material bangunan. khususnya MBR. kesehatan. namun lokasi dimaksud sudah tidak terjang­ Jawa Tengah. dan kota kau harganya. Sementara sebagai upaya mendorong pemerintah dae­ Dampak kebijakan kenaikan BBM pada Mei 2008 mu­ rah memberikan insentif bagi pelaku pembangunan rumah lai dirasakan para pengembang rusuna. Proses penyesuaian ini cangan pada 4 (empat) lokasi lainnya yaitu 5 Tower tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama.Maret 2013 ditetapkan skema penyaluran KPR sarusun bersubsidi dan bantuan uang muka bagi kelompok sasaran masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Belum lagi tidak adanya pembedaan antara proses program 1. yang ternyata juga tidak mudah prosesnya. dan tarif listrik. koordinasi masih menjadi hambatan besar. Selain itu. terjadinya penyegelan beberapa kegiatan pembangunan rusun oleh pemerintah DKI Jakarta. terutama dengan belum tersedianya pedoman terkait aspek Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Sepertinya memang program 1. penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) bagi tanah Negara (saat ini sedang direvisi PP Nomor 6 Tahun 2006). Proses sertifikasi tanah pun tidak semudah dan semurah yang dibayangkan. harga jual melonjak di atas ketentuan peme­ 10 .000 Tower masih belum ada. Sebenarnya terdapat pilihan lain berupa pemanfaat­ an tanah milik BUMN/BUMD. Termasuk juga masih banyak daerah yang belum menyiapkan regulasi berupa perda tentang rumah susun. kemudahan proses Kredit Pemilikan Sarusun. keringanan biaya sambungan air. Akibatnya. Hambatan yang masih banyak dikeluh­ kan diantaranya lamanya proses perijinan. perubahan skema subsidi menjadi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditengarai tu­ rut mendorong terhambatnya pembangunan rusun. Sekedar contoh. dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)/Upaya Pe­ mantauan Lingkungan (UPL). mendorong pengembang melaku­ kan berbagai cara memperoleh dana segar dari konsumen. sanitasi. sehingga upaya pengurangan biaya pembangunan rusun melalui penyediaan prasarana dan sarana tidak ter­ capai. Sementara prasarana dan sarana yang dibangun oleh pengembang ternyata kualitasnya kurang memadai.000 Tower Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyiner­ gikan program 1. Terlihat dari masih kurangnya insentif yang diberikan ke­ pada pengembang. banyak kegiatan penyediaan air minum.000 Tower dengan program terkait baik sumber foto: istimewa sumber foto: istimewa menimbulkan masalah baru bagi penghuninya. Istilahnya belum ‘clear’ dan ‘clean’. penyediaan kredit konstruksi. Perhatian terhadap aspek lingkungan masih perlu di­ tingkatkan. Di­ antara insentif yang dibutuhkan adalah keringanan Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB). Akibatnya sebagian biaya terbebankan kepada kon­ sumen. Ketiadaan insentif baik berupa subsidi. Sebagai ilustrasi. Termasuk pem­ bentukan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) yang masih menghadapi kendala dalam prosesnya.000 Tower ini belum menjadi perhatian. Bahkan ternyata lahan milik BUMN/ BUMD banyak yang masih disewakan atau bahkan disero­ bot pihak lain. Terjadi ba­ nyak kekisruhan dalam pembentukannya. bahkan kemudian menjadi ceruk pasar tersendiri yang dikenal sebagai Apartemen Sederhana Milik (anami). pembebasan pa­ jak. lahan yang tersedia pun masih banyak yang belum terbebas dari ‘masalah’. Hal yang senada pun terjadi antara berbagai ins­ titusi pemerintah pusat sendiri. Sebagaimana yang sering terjadi dengan program pe­ merintah. yaitu ma­ halnya biaya transportasi ke tempat kerja. khususnya bagi pemerintah daerah. Strategi Pembenahan Program 1. Disamping. belum termasuk biaya proses perijinan yang cukup besar yang perlu dike­ luarkan. Terli­ hat tidak adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. tetapi juga mencakup paska pembangunannya. listrik yang dibia­ yai APBN tidak bersinergi dengan kegiatan pembangunan rusun. penyediaan kredit konstruksi. Salah satu yang selalu menjadi pertanyaan dari pengem­ bang adalah kepastian adanya insentif bagi mereka se­ hingga pengembang tetap tertarik membangun rusun. Maka lengkap lah kesulitan yang dihadapi terkait ketersediaan lahan dan prosesnya. Disamping itu.Laporan Utama rintah. penetapan PPH Final 1%. sementara harga jual di­ patok oleh pemerintah.000 Tower dengan proses pembangunan apartemen mewah. Permasalahan pembangunan rumah susun tidak hanya terfokus pada proses pembangunan fisiknya saja. Dapat dikatakan bahwa keberpihakan terhadap program 1. Rumah susun sederhana (rusuna) masih dianggap sama dengan apartemen mewah.

mekanisme insentif an bagi semua pemangku kepentingan.000 Tower adalah kesamaan visi dasi. terutama untuk pem­ an­ tara pihak pemerintah an­ tara pihak pedengan swasta. perlu pengambil keputusan di tingkat daerah menjadi lebih segera dipersiapkan RPP tentang Konsolidasi Tanah untuk baik. Disamping itu. Tim Koor­ PP Nomor 80 Tahun 1999 tentang KASIBA dan LISIBA dinasi Daerah. Penyiapan ‘grand yang dapat diberikan untuk meningkatkan akses kelom­ design’ dan ‘road map’ didahului dengan pemetaan kondisi pok sasaran terhadap rusunami. perbankan. percepat pencapaian tujuan program 1. Perhatian khusus perlu gunan (BPHTB). masyarakat menengah ke bawah. dan mu­ terkait menjadi suatu keniscayaan. dari berbagai sumber).Maret 2013 yang dibiayai APBN maupun APBD.000 Tower akan tetap terkendala Hal yang terkadang terlupakan adalah kepentingan para oleh 1. (ii) tingkat kemampuan masyarakat yang Tower yang dilengkapi ‘road map’ yang dapat menjadi acu­ menjadi kelompok sasaran. Tidak yang harus dianalisis terlebih dahulu. pemerintah daerah. yang menarik bagi pihak berikan kepastian hukum kepada swasta untuk bisa terlibat. BS sebagai dasar pembentukan bank tanah. dukungan Pemerintah untuk memasyarakatkan ‘grand design’. berian kemudahan mengakses. pengembang. Penyempurnaan dapat dimulai hadap program 1. Diikuti dengan Revisi Perpres No­ Tower. Prinsip dasar yang perlu dipertahankan pengembang. Untuk itu. perbankan. dan berujung pada pemihakan pada program 1. dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selanjutnya.Edisi 3 .000 Tower sehingga pemahaman untuk penghuni/pemilik sarusunami. ini baru berupa Keputusan Kepala BPN tentang Konsoli­ Untuk mempermudah pelaksanaan program 1.000 di rumah susun. dengan memasukkan pem­ berkala atau sesuai kebutuhan. rah). Tentunya program 1. ‘road map’.000 mendo­ rong peremajaan kawasan kumuh perkotaan (saat Tower. Untuk itu.000 Tower. dibutuhkan suatu forum komunikasi diantara pe­ mor 65 Tahun 2006 tentang perubahan Perpres Nomor 36 mangku kepentingan yang dapat menjadi ajang penyele­ Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangun­ saian masalah. Untuk itu. pembi­ Selain itu insentif juga harus diberikan pemerintah dalam naan dan pemberdayaan institusi pemerintah daerah yang bentuk kemudahan perizinan (cepat. se­ hingga dibutuhkan pembinaan dan pem­ oleh pihak swasta antara lain pembebasan Pajak Pertamba­ berdayaan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) oleh han Nilai (PPN). pedoman.000 Tower diharapkan hal perpajakan. masuk peraturan pemerintah amanat Undang-Undang Masih kurangnya perhatian pemerintah daerah ter­ Nomor 20 Tahun 2011. dan masyarakat. Forum ini sekaligus men­ bangunan Rusuna sebagai Kepentingan Umum serta revisi jadi ajang pertemuan Tim Koordinasi Pusat.000 Tower. ter­ insentif. dan lainnya. Kunci utama ke­ nota bene berasal dari kelompok MBR dapat terakomo­ berhasilan dari program 1. dan infor­ memberikan kepastian hukum jangka panjang atas tanah masi terkait program 1. disertai keleng­ Diperlukan penyempurnaan regulasi yang dapat mem­ kapan yang dibutuhkan baik kebijakan. Forum ini akan sangat membantu pelaksanaan tugas dari Ketersediaan lahan yang terkendala. aan. kemam­ menyediakan perumahan bagi saudara kita yang masih be­ puan membayar. diberikan kepada rusunami campuran. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Ban­ pemerintah/pemerintah daerah. sumber foto: istimewa salah satunya insentif dalam Program 1.001 masalah ketika pemerintah. seperti minimalisasi jarak ke tempat kerja. regulasi. Kegiatan ini juga sekaligus bagian dari upaya pengembang. mudah. Tentunya ini dapat dan kesiapan masyarakat kelompok sasaran untuk tinggal dilakukan jika tersedia suatu ‘grand design’ program 1. nya tanah negara/BUMN/ Pembangunan Pembangunan rusunami melalui revisi pera­ rusunami membu. disikapi dengan mengada­ dari penetap­ an harga rusun yang lebih optimal mem­ kan sosialisasi dan advokasi secara berkala dan berkesi­ pertimbangkan kepentingan kelompok MBR/M dan nambungan. fnd. Badan Pelaksana Penyelenggaraan Rumah Susun yang disikapi dengan melakukan upaya pe­ akan dibentuk sesuai mandat Undang-Undang Nomor manfaatan tanah terlantar khusus­ 20 Tahun 2011. kesiapan seluruh pemangku kepentingan. 11 . dan (iii). masyarakat dan seluruh pemang­ adalah menjaga agar kepentingan penghuni rusun yang ku kepentingan belum saling bersinergi.000 dasi Tanah Perkotaan). Beberapa bentuk insentif yang diinginkan berkelanjutan. penghuni rusun. sudah seharusnya dikem­ merintah dengan membangun dan memiliki bangkan pola-pola insentif tanah dengan status yang mem­ swasta.BUMD membutuhkan kerjasama turan perundangan terkait per­ tuhkan kerjasama tanahan. Forum dapat dijadwalkan bertemu secara an bagi Kepentingan Umum. yaitu: (i) kemauan ada pilihan lain (om. dan lainnya. beberapa hal lum beruntung dapat menghuni rumah yang layak.

“Kalau itu disederhanakan saya yakin pengembang akan kembali membangun Rusunami. Contohnya. menurut Marpaung juga telah berkirim surat kepada Menteri Keuangan. seperti dikutip tabloid PRIORITAS. Dan lucunya program ini oleh Pemerintah DKI Jakarta yang saat itu dinakhodai oleh Fauzi Bowo seolah tak berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Dengan kata lain. Alasannya. Menurut Marpaung kendala yang dihadapi bukan hanya dari sisi koefisien lantai bangunan tetapi juga proses sertifikasi. Hingga akhir Desember 2010 sudah diserahterimakan sebanyak 12 ribu unit rusunami. Hal ini menggambarkan buruknya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sehingga kebijakan KLB 6 yang ditetapkan pusat ternyata dengan mudah dipatahkan oleh pemerintah daerah sebagai “penguasa” setempat.” terang Setyo Maharso Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia. dan Makassar karena permintaannya cukup tinggi. kini mulai banyak pengembang tidak tertarik membangun rusunami subsidi. patokan harga maksimum rusun milik bersubsidi yang bebas PPN adalah Rp 4 juta per meter persegi atau Rp 144 juta per unit. persoalan insentif perlu dimintakan pendapat ke Badan Kebijakan Fiskal dan Moneter. pihak Kemenpera sudah meminta revisi agar persoalan perizinan dipermudah.000 Tower memang kurang dalam urusan koordinasi. “Nanti akan saya cek dulu seperti apa peraturannya. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang membuat target pembangungan 1. Dan ternyata banyak peminatnya. Agus Martowardojo. “Jadi apabila mau memberikan insentif pun harus ada dasar hukumnya di UU. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purmana juga belum bersedia berkomentar. “Kami terus melakukan koordinasi dengan Menpera untuk menginventarisasi berbagai permasalahan yang menghambat pembangunan rusunami sekaligus mencari solusinya. banyak pengembang mengonsep kembali rusunami menjadi apartemen sederhana hak milik (anami). khususnya di DKI Jakarta. khususnya di Jakarta. Karena boleh dikatakan sudah tidak ada lagi pengembang yang menjual produk apartemen sederhana dengan harga patokan maksimal Rp 144 juta. Akibatnya. saat terjadi penyegelan terhadap proyek Kalibata City (Agung Podomoro Group) oleh Pemda DKI Jakarta. tantangan lain yang dihadapi adalah soal per­ izinan. “bonus keuntungan luas” tidak lagi menarik pengembang. Menteri Keuangan Agus Martowardoyo enggan berkomentar lebih jauh. yang kini bernama Rumah Susun Sejahtera. Apartemen Sederhana Milik (Anami) Untuk menyiasati situasi sulit. mereka juga telah menggelar rapat beberapa kali. Namun informasi yang diperoleh Marpaung.” ujarnya. Maklum permintaan Rusunami di Jakarta jumlahnya mencapai 728 menara hingga 2012 tapi realisasinya sangat jauh. “Jadi masih dibahas di internal mereka. Ketika dikonfirmasi. “Paska beberapa permasalahan soal rusunami yang terus menggerogoti program ini. yang sebenarnya hanya terjangkau oleh kelas menengah. program yang di label pro rakyat ini tak sejalan antara maksud pemerintah pusat dan pelaksanaannya oleh pemerintah daerah.000 Tower P sumber foto: istimewa embangunan Rusunami.” terang Maharso (fnd/aan) 12 . Surabaya.” ujarnya. Sejak 2007. Produk ini dijual dengan harga Rp200 hingga Rp500 juta. Buruknya Koordinasi Program 1. Surat itu belum ditanggapi.” katanya. kita sebagai pengusaha tetap ingin bisnis terus berjalan. Djan Faridz telah melayangkan empat surat usulan kepada Menteri Keuangan untuk menaikkan patokan harga maksimum rumah susun bersubsidi dari Rp 4 juta per meter persegi menjadi Rp 7 juta per meter persegi atau setara Rp 252 juta per unit. Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung mengakui banyak sekali hambatan program rusunami di lapangan yang dikeluhkan pengembang sebagai pelaku. Menteri Perumahan Rakyat. Kemenpera juga telah menyurati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai kendala-kendala yang terkait dengan perizinan. Fuad Rahmany.000 menara terhambat.5. bahwa KLB tidak boleh lebih dari 3. Maka kita pun bermain di kelas menengah dengan harga di atas rusunami. “Saya belum memikirkan memberi insentif. Selain insentif. Selain di Jakarta. Sejak April 2012. Khusus untuk DKI Jakarta. mati suri. Pria yang akrab disapa Ahok tersebut justru mempertanyakan pengekangan seperti apa yang dilakukan oleh Pemprov. Djan Faridz.Laporan Utama Saling Silang Urusan 1. Ketika ditanya mengenai persoalan tersebut usai menghadiri rapat di Kementerian Perekonomian. rusunami juga akan dikembangkan di Bandung. menjanjikan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah benar ada masalah pajak yang menghambat pembangunan rumah susun. Selain Menkeu. Di Jabodetabek pada saat ini ada sekitar 149 tower rusunami yang sudah mendapatkan izin dengan jumlah total jumlah unit sekitar 90 ribu. tentunya faktor lokasi jadi salah satu pemicu. Sementara Direktur Jenderal Pajak. Namun Fuad menggarisbawahi tidak pernah ada niat dari Kemenkeu untuk menghambat. Agus hanya berkomentar singkat. Diantaranya insentif pembebasan pajak pertambahan nilai dari Kementerian Keuangan. Menurutnya perpajakan telah diatur dalam Undang-Undang dan peraturan pelaksanaannya.” katanya. Alasannya.” katanya.

Akibat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan lainnya maka pertumbuhan kebutuhan 13 .5 %. sementara itu dalam soal pemenuhan kebutuhan rumah. JK tetap peduli pada bidang perumahan dalam konteks hak bermukim sebagai kebutuhan dan hak dasar warga bangsa. Solusi kemahalan lahan adalah hunian vertikal. perdagang­ an yang berakibat pada meningkatnya kebutuhan hunian. Artinya ada unsur sosial yang menjadi tugas pemerintah dan unsur ekonomi yang menjadi tugas perbankan dan pengusaha. kedua unsur digabung untuk menjadi solusi untuk mengatasi kecenderung­ an migrasi penduduk ke kota. Jika tidak ditata dengan baik dan didukung infrastruktur yang memadai maka hancurlah kota itu. jika dirunut kebelakang angka backlog ini semakin bertambah tahun demi tahun. banyak menyurahkan perhatiannya pada bidang sosial dan bidang yang berkenaan dengan kebutuhan dasar rakyat. menggagas dan mendorong konsep perumahan vertikal dengan program 1. Kewajiban negara adalah mem- sumber foto: istimewa ebagai negarawan. pertumbuhan ekonomi 6 % dengan hasrat untuk memiliki rumah baru yang terus menerus pada tiap tahunnya. Jika pertumbuhan penduduk 1.5 juta rumah baru per tahun. Keduanya adalah tugas Pemerintah. Pada masa pemerintahannya mendampingi SBY. mantan wakil Presiden RI. berbeda sifatnya dengan kebutuhan pangan yang habis terpakai sedangkan nilai perumahan terus menerus berkembang. Saat ini 51 % penduduk Indonesia tinggal di kota. tidak mengherankan jika kita butuh 2. Jusuf Kalla yang lebih sering disebut dengan inisial­ nya JK.Edisi 3 . penatagunaan tanah dan infrastruktur. Berikut wawancara Endrawan Natawiria dengan Pak JK ditengah persiapan ke­ berangkatannya ke negeri jiran. Di kota dimana terjadi pertumbuhan industri. Wawancara ini ditayangkan pada perhelatan Musyawarah Besar Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (MUBES AP2ERSI) di Grand Preanger – Bandung pada tanggal 17 April 2013. harus dibuat hunian vertikal minimum empat lantai sekalipun di luar kota. kebutuhan yang sangat penting yang menjadi kewajiban Pemerintah. EN : Menurut UDD 45 pasal 28 H bahwa hak bermukim ini adalah hak dasar. dimana peran negara ? JK : UUD 45 tidak mengatakan bahwa semua perumahan harus dibangun oleh negara. Harus ada solusi sosial-ekonomi dalam hal ini. perumahan harus dibangun terus menerus namun yang harus dicari solusinya adalah akibat pertumbuh­ an ekonomi yang berdampak pada kecenderungan migrasi penduduk ke kota. Singkatnya.5 juta rumah baru per tahun.Maret 2013 Berbincang dengan Jusuf Kalla “Sedemikan Pentingnya Perumahan Hingga Pemerintah pun Membuat Kementerian Perumahan Rakyat” perumahan meningkat setiap tahun. tumpah di sekitar kota. Penataan perkotaan tentu berbeda dengan di desa. Kini ditengah masa “istirahatnya” sebagai pejabat negara. Jusuf Kalla. pemerintah menyandarkan pada produkti­ fitas para pengembang swasta. bagaimana pendapat bapak? JK : Kita tentu sepaham bahwa kebutuhan perumahan itu adalah kebutuhan pokok setelah pangan. Hunian vertikal pun jadi solusi dari alih fungsi lahan dari persawahan atau pertanian menjadi perumah­ an. akibatnya tanah mahal dan perlu penataan infrastruktur yang baik. pengusaha dan masyarakat banyak.000 Tower. Pembangunan perumahan bukan usaha sosial tapi menimbulkan manfaat ekonomi yang besar. katakanlah ada pertumbuhan 5 sampai 6 % per tahun maka diperkirakan dibutuhkan 2. Sifatnya yang “bankable” membuat bidang perumahan mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah dan perbankan. Memang bukan hal yang mudah tetapi harus diingat bahwa petumbuhan pembangunan perumahan juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi. EN : Berkenaan dengan besaran angka backlog perumah­ an kita yang tahun ini diperkirakan mencapai angka 15 juta.

Diantaranya peralihan dari Bahan Bakar Minyak Tanah Pemerintah Pusat pun memiliki Undang-undang. 14 . yang lebar antara “The Have” and “The Have not” yang akan Setiap orang harus selalu siap jika diminta untuk berbuat baik memicu konflik sosial. dan menyediakan lahan yang terjangkau daya beli rakyat. Sekarang ada konsep hunian 1:2:3. pasar. Bahwa dengan semakin terbatasnya lahan. alih fungsi kekacauan namun harus di ingat oleh para Kepala lahan terus menerus dari lahan pertanian menjadi Pemerintahan Daerah bahwa demi kepentingan rakyatperumahan yang menganggu sediaan lahan pertanian. Bidang ini memang membutuhkan kejelian usaha dan memiliki dampak ekonomi-sosial jangka panjang. Peraturan menjadi gas yang semula banyak ditentang kini mulai terasa Pemerintah yang mengatur tentang hal ini. Hal tersebut adalah sesuatu yang umum. rumah susun. EN : Pertanyaan terakhir pak. Akronim JK saat ini mulai diartikan sebagai “Jalan Keluar”.Laporan Utama EN : Apa saran dan Petuah Pak Jk kepada para pengem­ bang yang peduli dan konsisten membangun rumah bagi MBR ? JK : Seperti yang telah saya sampaikan bahwa kebutuhan terhadap perumahan adalah kebutuhan pokok. kalangan perbankan yang percepatan pemenuhan kebutuhan rumah menyiapkan KPR/kredit jangka panjang serta …. pertumperijinan itu keharusan untuk menghindari buhan penduduk kian meningkat. Memang dan biaya perijinan bagi perumahan MBR dan perumahan dibutuhkan penguasaan teknis dan kemitraan yang baik untuk mewah? menyelenggarakannya. menata perencanaan/planologinya dan lain-lain. bidang usaha yang memiliki misi sosial yang memiliki dampak ekonomi yang kuat bagi masyarakat di sekitar maupun bagi pengusahanya sendiri. Saya sebelum itupun perijinan perumahan telah ingin mengingatkan satu hal lagi berkenaan dan negara… diiatur oleh Pemerintah Daerah.kita harus bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan para pengembang penggiat perumahan selalu siap untuk Rendah)? rakyat. Pengusaha Real Estate wajib membangun Rumah bersedia ? Sederhana. tangkan keuntungan bagi semua pihak. JK : Menjadi satu pertimbangan. dibutuhkan kerjasama semua fihak hal perijinan. apakah Bapak saat itu. Dulu. sesuatu yang sudah kita fahami bersama. Pertanyaannya adalah jika rakyat Perumahan punya konsep proporsi perumahan 1:3:6. fungsi dan proporsinya. bagi bangsa dan negaranya (EN). adalah tugas semua orang untuk menyiapkannya. Sedemikan pentingnya hingga pemerintah pun membuat Kementerian EN : Para pengembang saat ini langsung bersentuhan Perumahan Rakyat. dalam hal ini Kemenegpera. Pada meminta Bapak untuk memimpin negeri ini. Tiga hal yang harus dilakukan pemerintah dalam bidang perumahan. Jika pengusaha bang? berbuat baik dalam bidang usahanya maka saya yang memiliki JK : Bukan hanya sepakat tetapi harus. justru hal ini akan memberikan peluang pada pihak swasta. nya. menyiapkan dan membangun infrastruktur. Nilai tanah dan bangunan rumah Faktanya solusi yang bapak pernah lakukan di banyak bidang untuk MBR tentu lebih murah daripada rumah mewah semasa menjadi pejabat pemerintah terasa sangat manfaat­ maka tarif atau biaya perijinannya pun harus lebih murah. Pemerintah Daerah hendaknya mempunyai perangkat regulasi baik berupa Perda. Perencanaan kota dengan rang ini. Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi agar Pemerintah Daerah yang mengeluarkan perijinan mereka lebih berkontribusi dalam mendorong dan infrastruktur. yaitu menyiapkan kredit jangka panjang. Kerjasama banyak pihak ini akan berbuat baik JK : Memasuki era otonomi daerah. diluar bidang perumahan. nya perijinan perumahan harus dipermudah sekaligus harus persawahan hingga kita harus mengimpor beras seperti sekadisiplin dalam menegakkan aturan. peran negara bukan berarti mengambil alih seluruh peran bidang perumahan. Kewajiban pemerintah yang lainnya adalah menyiapkan pendanaan berupa kredit jangka panjang. JK : Mesti ada pembeda. saya selalu mengatakan bahwa kita harus selalu siap untuk berbuat baik kepada bangEN : Jadi Bapak sepakat dengan konsep hunian berim­ sa dan negara di bidang kita masing-masing. tugas pengusaha. Perbup. Pergub yang mengatur perijinan perumahan sesuai lokasi. nilai ekonominya pun akan terus menerus meningkat. berdampak sosial ekonomi yang mendakepada bangsa peranan Pemerintah Daerah lebih kuat. Bagaimana mengoptimalkan peran antara Pemerintah. dengan Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi terutama dalam Oleh karena itu. Solusinya kedepan adalah perubahan pola fikir para terapan aturan yang baik akan menghindarkan kota dari keku. bangun infrastrukturnya seperti jalan.pengembang perumahan untuk mulai dan selalu membangun muhan. Ini adalah sebuah jawaban ketika lahan makin mahal maka ongkos membangun EN : Apakah Bapak setuju adanya pembeda perlakuan perumahan pun (rumah tapak-EN) makin mahal. Hak dasar untuk bermukim tidak berarti pemerintah harus langsung membangun perumahan. Kementerian manfaatnya oleh rakyat. Ketidakseimbang­ pengalaman dalam bidang pemerintahan jika diminta untuk an hunian akan berdampak sosial adanya jurang pemisah berbuat baik bagi bangsa dan negara maka saya harus siap. rusunawa atau rusunami. tugas pemerintah untuk menyiapkannya. Anda yang telah memilih profesi sebagai pengembang perumahan.

Yusuf Asy’ari. senin depan harus teken!” tegas pria kelahiran Bone. tersenyum. Wakil Presiden RI (2004-2009) tampak serius. Kala itu pemerintah sangat optimis program yang dipelopori oleh Jusuf Kalla tersebut akan berjalan mulus. Tapi. percepatan pembangunan rusun harus dilakukan karena mampu mengatasi 50-60 persen persoalan hidup masyarakat perkotaan. Ini tugas Bapak. berarti Agustus sudah diserahkan. “Kalau tahun ini (2008-red) bisa dibangun 100 tower. sudah setahun lebih pembangunan rusun itu dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.000 menara rusunami ini. Menurut Yusuf. Padahal. bercelana biru. Yusuf. disemprot Wapres di depan umum. Wapres juga menegur direksi DP3KK Sekretariat Negara yang hingga tiga bulan belum menyelesaikan perjanjian pelepasan lahan Bandar Udara Kemayoran. ” semprot-nya. Di DKI Jakarta saja. Yusuf. Pak Menteri (Menpera) tentu lebih sering. tiap minggu Bapak harus datang ke sini.000 tower rusunami. Hikayat Duo Jusuf di Rumah Susun K emayoran. Mereka yang terkena semprot diantaranya: Menteri Perumahan Rakyat. medio Maret 2008. disambut tawa hadirin. saya waktu itu optimistis 2011 dapat dicapai 1. banjir. kejengkelan sang wapres (wakil presiden-red) waktu itu. Direktur Jakarta Auction. Fauzi Bowo. penggunaan lahan. pada para pejabat yang hadir.. salah satu penyewa lahan bekas Bandara Kemayoran waktu itu juga dia tanya.news. Jadi. yakni transportasi. “Sekiranya saya tidak datang.id “Program Ini Harus Dilanjutkan” begini“ lanjut Kalla di depan tamu yang waktu itu hadir Menteri BUMN Sofyan Djalil. Sudah tiga bulan kok masih diproses-proses terus. 15 Mei 1942 itu. seorang sopir tidak perlu mengeluarkan uang sampai 30 persen dari penghasilan untuk naik kereta dari Bogor ke kota. Ia pasti tidak akan pernah melupakannya. Tadi pengembangnya bilang walau fisik baru selesai 30 persen. kalau diundang meresmikan kondomonium. “Dengan adanya rusun yang dekat dengan tempat bekerja.Edisi 3 . kapan bisa pindah dari kawasan Kemayoran. Uang ada. dan ditanyakan lagi soal itu. Ini tanah rakyat yang punya. Ternyata masih I tulah sekelumit cerita bagaimana seriusnya sang wakil presiden menangani soal pembangunan 1. kapan MoU ditandatangani. karena rusun yang dibangun Perum Perumnas tersebut baru pada tahap pemasangan tiang pancang. ingat betul waktu itu. Menpera pertama di era reformasi tersebut kembali berkisah 15 . Ditemui di kediamannya. karena semuanya ada. kawasan kumuh ringan dihuni 490 ribu KK. Yusuf mengatakan paling tidak dapat diselesaikan pembangunan 100 menara rumah susun. mengerti. pasar pun ada. dan Dirut Perum Perumnas. Raut muka Jusuf Kalla. “Jadi. Waktu itu.” kenang Yusuf yang waktu itu memang menakhodai Kemenpera.” katanya. Pokoknya. Percepat ya. Gubernur DKI Jakarta. bukan menteri perumahan elite. M. M. Kalau peresmian rusun baru hadir. Yusuf Asy’ari. Hanya semangatnya yang harus ditambah. Tak lupa. “Pak Gubernur. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyowinoto. Wapres telah memerintahkan DP3KK memutus kontrak sewa dan digunakan untuk membangun rusun. Sulawesi Selatan. dan kesejahteraan masyarakat miskin. lengan pendek. mereka semua. Saya kira bisa. setahun sebelum pencanangan program rusun. pencemaran.co. Bapak kan Menteri Perumahan Rakyat. karena itu memang bagian dari tanggung jawab saya. yang kala itu mengenakan kemeja putih. tetapi sudah 70 persen yang dipesan. lahan bekas bandara Kemayoran itu memang disewakan ke swasta. Agustus bisa kan?” desak Kalla. lahan ada.000 tower. kontraktor ada. dan Dirut PT Bank Tabungan Negara. Pada 2008 lalu. kawasan kumuh berat dihuni 21 ribu kepala keluarga (KK). “ tegas Jusuf. saya malah senang diingatkan. sepulang menunaikan ibadah umroh. Tak cukup hanya pejabat yang dia semprot. Pak Jusuf perhatiannya memang luar biasa soal program 1. Anda pasti akan melanjutkan tidur. dibutuhkan 70 ribu unit rumah landed house dan 42 ribu unit rusun per tahun. tiap dua hari.”ujar Yusuf. Karena itu. gak usah hadirlah. “Tidak usah ambil terlalu luas tanah rakyat. dan kawasan kumuh berat yang ilegal dihuni 82 ribu KK. Tak tanggung-tanggung. Himawan Arief. pasti tidak dibawa tiang-tiang pancang itu ke sini.viva.Maret 2013 Wawancara Yusuf Asy’ari (Menteri Perumahan Rakyat 2004-2009) sumber foto: nasional. Kepada HUDmagz. polusi. “Saya pikir saya datang akan lihat sepuluh tingkat. “Saya tidak malu. Itu artinya pasarnya ada. Direksi Pengelola dan Pelaksana Pembangunan Kawasan Kemayoran (DP3KK) Sekretariat Negara. Iqbal Latanro.

Kita mesti kembali kepada situasi tahun 2005/2006. setuju dan menyanggupkan diri dalam hal memberikan keringanankeringanan. Kita melihat peran pemerintah dibagi dua dalam masalah perumahan ini. Pada 2004 akhir. policy ini diganti. Itu yang banyak dilakukan untuk rusunami. Dia mestinya terikat dong. mengatur. karena kita menyadari ada aspek-aspek swasta belum mau masuk dan ini perlu kita pionir maka kita mengusahakan supaya Kementerian Perumahan Rakyat diberi fungsi operasi terbatas. panjang ceritanya. dan berbagai sengkerut yang terjadi plus perubahan kebijakan penggantinya yang tidak lagi melanjutkan kebijakan yang sudah ada sebelumnya. Tapi. Itulah kemudian kenapa di Kementerian Perumahan Rakyat ada anggaran rusunawa. dia ubah segala sesuatunya dengan pertimbangan kita lihat ketakutan bahwa dengan banyaknya rusunami akan ada kekumuhan baru. Itu menyebabkan kita nyaman berdiskusi. Tapi memang waktu itu kami intensif diskusi dengan Pak JK (Jusuf Kalla-red). didapat beberapa usulan antara lain yang terkait dengan rusuna ini. Karena itu. Jadi dari diskusi itu akhirnya cikal bakal program itu lahir? Kalau kita bicara cikal bakal program itu. Dari berbagai diskusi. Saya lupa waktu itu kapan persisnya dia bilang soal itu. Tapi. Karena itu di DKI. Jadi harus dibangun kembali. Kalau rumah-rumah kalangan menengah bawah ini dikembalikan ke pusat-pusat dan dekat dengan tempat kerja diharapkan akan memberikan keuntungan pada kesejahteraan mereka dan juga memurahkan biaya transportasi yang selama ini mahal mereka biayai. Itu kesatu. Di dunia. policy itu didukung oleh baik Kementerian Perumahan Rakyat dan pemerintah daerah. kita debat. Kemudian. Kalau kita nggak cocok. begitu dia menjadi Gubernur. ya ke atas. dan yang mau didebat. Peran pemerintah ini berbeda dalam rusunawa dan rusunami. khususnya dalam hal ini adalah DKI yang selalu diajak ramairamai rapat. Ini karena rakyat belum mau terjun ke situ. dia mencoba. Dan memang karena rakyat belum mau dan pihak swasta belum mau terjun ke situ. Di awal pembentukan kementerian. mau tidak mau harus dipelopori oleh pemerintah. Dua periode yang tidak ada ini sudah memporak-porandakan struktur yang ada. di kota-kota besar di dunia ini yang tinggal di pusat kota orang miskin. tanah luas. Artinya. Tapi sebagai provider itu sebaliknya. tidak ada provider. kalau kita kembali kepada peran pemerintah. sebagai salah satu dari seluruh kota yang akan diupayakan digerakkan rusunami ini. Mungkin struktur perekonomian sudah sesuai. peran pemerintah lebih berat ke enabler. seperti mobil. pemerintah menyediakan langsung. bos-nya waktu itu. orang yang paling gampang diajak bicara.000 tower itu tercetus? Kalau soal ide itu memang usulan dari Jusuf Kalla. Orang-orang yang tinggal di pinggiran kota itu orang kaya yang punya fasilitas. Apakah dia menjadi enabler atau provider. Kemudian juga proyek perumahan swadaya. Kementerian Negera Perumahan Rakyat baru ditimbulkan kembali setelah dua periode tidak ada. tapi naik karena di manapun juga tanah yang ada tidak diciptakan lagi sehingga makin lama semakin mahal. Pak JK itu orang yang paling gampang ditemui. Kedua. pembangunan perkotaan tidak ada yang melebar. Saya mau tanya Indonesia ini belum jelas pemerintah sebagai enabler atau provider.Laporan Utama tentang Jusuf Kalla. 16 . kesimpulannya marilah kita galakkan pembangunan rusuna baik sewa maupun milik. Cuma belakangan setelah Pak Sutiyoso diganti Pak Fauzi Bowo. Banyak toko-toko besar ada di pinggirpinggir kota sehingga tidak memacetkan lalu-lintas. tidak terhambat oleh faktor transportasi. Kalau dia jadi enabler. Dengan koordinasi wakil presiden. upaya untuk memperbanyak hunian. mendorong dan memfasilitasi agar orang lain atau rakyat itu membangun sendiri. Kutipannya: Bagaimana ide awal program 1. beliau akan menerima meskipun beliau punya argumentasi balik. Mestinya waktu Pak Sutiyoso menjadi Gubernur kan Pak Fauzi Bowo menjadi wakil Gubernur.

Cuma keuntungannya bisa diatur. kebutuhan di daerah belum sekencang di DKI. Bahkan ada yang bilang sudah mati suri. bagaimana Anda menanggapi peran Kemenpera sekarang yang sepertinya mulai mengarah menjadi penyedia (provider)? Fungsi itu bisa saja diemban. Saya melihat. Rasanya dalam setiap musyawarah kerja DPD REI. saya mendekati teman-teman pengembang. waktu dia beli mungkin hidupnya tidak seperti sekarang. Demikian juga dengan pemerintah daerah di era otonomi daerah. Tidak bisa sekaligus seluruh aturan dibikin. Hanya sebagai pendorong tadi. Jadi menurut Anda sebaiknya program ini lanjut atau tidak? Kalau kita bicara masa sekarang. dia bilang nggak ada orang kaya yang menghuni rumah susun yang sempitsempit. Maksud saya. tergantung pada pasar (fnd). Salah satunya. Kita banyak bicara. Hal itu karena setiap ganti menteri. peraturan perda-nya sendiri masih harus dibuat. pada umumnya saya datang. Oleh karena itu. Kalau dibeli orang kaya pasti dipakai buat supirnya untuk pegawainya dan itu biarkan saja kata Pak JK. kalau Kementerian Perumahan Rakyat mau jadi penyedia (provider).Edisi 3 . Tetapi karena program ini program baru. Sekarang setelah pengembang mau bangun. Kalau kita ingin swasta mau masuk rusunami maka kita juga harus bisa mendorong mereka. Tidak ada dukungan akhirnya program ini mati suri. Menurut saya. Terakhir.Maret 2013 Apakah soal kekumuhan itu tidak dipikirkan juga dimasa Sutiyoso? Sudah dan rapat itu dihadiri oleh Fauzi Bowo sendiri sebagai Wakil Gubernur waktu itu. Sehingga saya di daerah dapat bantuan gratis dari teman-teman REI karena setiap Musda (musyawarah daerah-red. Istilahnya jadi pionir saja. sumber foto: fnd Banyak yang kemudian bilang rusunami itu akhirnya salah sasaran? Kadang-kadang salah sasaran itu istilah manis yang nggak jelas maknanya. ganti prioritas.) saya minta saya mau datang asal teman-teman mengundang seluruh bupatibupati di ibukota propinsi untuk rapat kerja. Tetapi intinya. mau tidak mau dilanjutkan. Pertama. membatasi pada enabler saja juga tidak efektif. Mau tidak mau kebutuhannya (rusun-red. 17 . program ini harus dilanjutkan.) akan dirasakan. Kenapa ini terjadi? Karena tidak ada kepastian hukum. kita dorong semua masuk dulu rusunami. tidak semuanya bisa efektif. Saya melihat winwin solution di situ. Menurut saya yang lebih liberal lagi itu pendapat Pak JK. Kenyataannya itu bisa terjadi. Ini cuma masalah waktu saja. Bagaimana masalah di daerah lain di luar DKI Jakarta? Untuk menggerakkan rusunami di daerah perlu upaya yang lebih kencang. Tapi bagaimana rakyat harus dibiasakan membuat rumah 2 lantai 3 lantai supaya secara kultural mereka terbiasa hidup di rumah susun. Bahkan dengan seorang wakil presiden pun dia berani tidak menjalankan perintah beliau karena merasa dia dipilih rakyat di daerahnya. Karena itu kemudian Anda dekat dengan pengembang karena mau membujuk mereka bangun Rusunami? Saya memang harus mendekati pengembang. Kenyataannya bahwa sekarang mati suri. kalau kita bicara undang-undang rumah susun jangan bergelut yang 10 lantai. Masih banyak daerah yang tidak mengerti aturan rumah susun. Terpaksa kalau masyarakat belum bergerak ke situ. Dia bisa saja tidak suka dengan keputusan seorang menteri dan tidak menjalankannya. Semua itu sebetulnya dari diskusidiskusi kami dengan Pak Jusuf Kalla. Jadi upaya kita bagaimana semua program kementerian itu di dukung juga oleh swasta. Saya melihat dengan ketiadaan anggaran. waktu saya tanya pada beberapa orang. kita jangan merasa sayang atau merasa tidak boleh misalnya pihak swasta mendapat keuntungan.) REI sebagai kanwil-kanwil Kementerian Perumahan. itu kalau terpaksa saja. ganti kebijakan. Itu karena kebutuhan kawasan perkotaan. kemudian ada semacam kesepakatan bahwa saya untuk sementara akan memfungsikan DPD-DPD (dewan pimpinan daerah-red. meneruskan dan memperbaikinya karena sangat perlu. Kedua. Lalu apa saran Anda terhadap Gubernur DKI yang baru agar program rusunami dapat berlanjut dan bisa diterapkan di lapangan? Kita berharap supaya beliau mau menengok kembali kebijakan yang diterapkan Pak Sutiyoso. operasional ke daerah sangat terbatas. Bagaimana tanggapan Anda? Iya itu yang saya sayangkan. Kalau saya lihat sekarang ini mandek di jalan. 20 lantai atau 30 lantai. regulasi yang dulu dijanjikan pemerintah tidak kunjung datang akhirnya program ini tidak jalan.

7 Ha. AMPERA RAYA NO.sentosajakarta. +62 21 42 888 000 f. +62 21 42 887 000 www. 18 .com entosa Worldwide Resort menghadirkan kembali proyek terbaru di kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat dengan nama Sentosa Residence Jakarta. Total jumlah unit apartemen Sentosa Residence Jakarta adalah 687 unit. CEMPAKA PUTIH RAYA NO. satu serviced residence dan satu menara perkantoran. pada lahan seluas 2. Kehadiran proyek ini merupakan kerja sama strategis Sentosa Worldwide Resort dengan Bahama Group. 62 SITE OFFICE JL. HOLIDAY STYLE. 1 JAKARTA INDONESIA t. S LUXURY LIVING HOLIDAY STYLE JAKARTA NOW SELLING HEAD OFFICE JL.LUXURY LIVING. Sentosa Residence Jakarta akan mencakup tujuh menara terintegrasi yang terdiri dari lima menara apartemen.

Maret 2013 Bersinergi dengan Berbagai Pihak. peremajaan rumah susun tua dan pemanfaatan lahan Perumnas yang banyak dihuni para penggarap. Program ini nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan lebih banyak tower rusunami di Jakarta. Program ini juga dapat bergulir untuk membangun Tower berikutnya. Jakarta Pusat.000 Tower J sumber foto-foto: perumnas elang 6 tahun Program 1. Sinergi Perumnas Sebagai BUMN yang bergerak pada bidang properti. di lahan milik Perumnas Pulogebang Jakarta Timur. Kementerian Perumahan Rakyat. Perumnas Hidupkan Kembali Program 1. ditetapkan kriteria-kriteria terten­ tu agar peruntukanya tepat sasaran. Perumnas merupakan lokomotif pembangunan perumah­ an untuk masyarakat Indonesia. Perjalanannya sedari tahun 1974 saat pertama kali didirikan. Saat pertama kali program ini dicanangkan oleh Jusuf Kalla dan kemudian diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang. Himawan Arief. Dan tak semuanya dijual pada masyarakat karena sebanyak 122 akan dijadikan unit yang disewakan sebagai subsidi silang pengelolaan rusun setelah beropera­ si. ”Program ini merupakan terobos­ an yang sangat baik bagi masyarakat menengah ke bawah untuk tinggal di rumah yang relatif dekat dengan tempat kerjanya.Edisi 3 . terlihat a­ ngin segar terkait pengembangan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mengingat kawasan ini sangat strategis dan dilengkapi dengan fasilitas memadai dan akan dijual dengan harga dibawah ketetapan pemerintah. Program Rusunami dapat terwujud apabila ada kerjasama antara Perum Perumnas dan Pemprov DKI Jakarta dalam penyediakan lahan baik milik Pemda maupun milik Perumnas. Proyek ini dikonsep sebagai Central Bussines District (CBD) baru di wilayah timur Jakarta. Saat ini di tanah tersebut. Perjalanan pro­ gram 1.000 Tower Rusun. Selain program kawasan baru.000 Tower ini tak lepas dari peran Perumnas. Ditengah mati surinya pembangunan rusunami ternya­ ta ruang untuk hunian bagi masyarakat kecil di kota masih terakomodir walau jumlahnya terbatas. Perum Perumnas melakukan prosesi ground­ breaking atas pembangunan rusunami tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran. Perumnas dia­ manatkan untuk membangun rumah murah yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tower A4 dan A5 rusunami Bandar Kemayoran ini akan menyediakan 512 unit hunian yang dijual dengan harga khusus. Hutama Karya (Persero). Himawan menambahkan.” imbuhnya. Program ini didu­ kung oleh Kementerian BUMN melalui program PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) BUMN. Pembangunan rusun oleh Perumnas ini merupakan kelanjutan dari program yang pernah diusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta mengenai program pembangunan 200 tower di atas lahan Perumnas. “Percepatan 19 . Unit-unit tersebut memiliki 1 kamar tidur dan 1 ruang keluarga serta kamar mandi. Yudhoyono. Direktur Utama Perumnas menyata­ kan program pembangunan Rusunami Tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran ini terwujud dari sinergi Kemente­ rian BUMN. juga pena­ taan kawasan kumuh dan padat di tanah Perumnas. Lebih jauh Himawan mengutarakan bahwa. Pemprov DKI Jakarta dan PT. Tentunya akan mendapat tanggapan pasar yang tinggi. Pertengah­ an Maret lalu. telah berdiri Sentra Timur Residence yang dalam pembangunannya Perumnas berko­ laborasi dengan (PT Bakrie Pangripta Loka ) Bakrieland Development. Untuk itu. secara berkesinambungan. program 200 tower dapat dikerjakan dalam jangka waktu 3 sampai 4 tahun dengan total 80 ribu unit hunian atau 320 ribu jiwa dapat dirumahkan.

000 Tower. Perumnas ten­ tunya akan mempercepat pembangunan hunian vertikal. berdampingan dengan terminal terpadu Sentra Timur Pulo Gebang didukung sarana Bus Way koridor 11. 20 sumber foto: perumnas . Kita punya kawasan 400 hektar di Bumi Cengkareng dan kita akan bangun 20 tower untuk dihuni warga. 431 unit) dengan total keseluruhan unit sebanyak 1. Dan beberapa waktu lalu baru saja dilakukan topping off Tower 4.900 unit hunian atau setara dengan meru­ mahkan 35. Di CityPark ini telah terbangun 3 ribu unit rusunami dan sudah beroperasi sejak 2009 lalu. Green Tower (20 lantai 428 unit). peresmi­ annya langsung dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kondisi terkini pembangunan proyek Sentra Timur ini terfokus pada Sentra Timur Residence tahap II yang terbagi atas 3 menara yaitu Orange Tower. Selain Pulogebang. 534 unit). Ke depan di kawasan ini Perumnas berencana mem­ bangun 20 tower rusunami. Orange Tower yang memiliki 20 lantai dengan 390 unit hunian sudah terjual habis. Jakarta Timur. sehingga mengurangi beban mobilitas. Selain itu. Ruby Tower. Proyek ini berdiri di kawasan Bumi Indah Cengkareng mi­ lik Perumnas. Sentra Timur ini merupakan kawasan yang prospektif mengingat lokasi yang sangat strate­ gis di pinggir Tol JORR. Sedangkan untuk Ruby Tower telah diluncurkan pada Desember 2012 lalu dengan penjualan mencapai 70 persen hingga saat ini.600 jiwa.393 unit. di Cengkareng Perumnas juga mengembangkan rusunami dengan nama CityPark yang berkolaborasi dengan PT Reka Rumanda Agung Abadi.” terang Himawan. Topping off yang dilakukan pada awal April lalu tersebut menandakan proyek ini akan segera melaku­ kan serah-terima kunci yang dijadwalkan pada Desember 2013. Melalui konsep sinergi ini. dan Tosca Tower. Saat ini kita minta izin perubahan peruntukannya saja.” jelas Himawan. Di tempat ini. dan Yellow tower (20 lantai. Perumnas juga akan membangun puluhan tower Rusunami di Pondok Kopi. Diharap­ kan di era Jokowi ini. Konsep rusun ini memin­ dahkan masyarakat yang berada di kawasan kumuh dan padat.Laporan Utama pengembangan Sentra Timur Super Blok ini bertujuan un­ tuk membuat kawasan bisnis baru di Jakarta Timur yang dilengkapi dengan hunian dan berbagai pembangunan highrise building untuk menarik konsentrasi bisnis ke arah timur Jakarta. Selain bagian dari program pembangunan 1. dan Stasiun Kereta Api Cakung. Bahkan juga diharapkan da­ pat merubah wajah kota menjadi lebih baik dengan memindahkan masyarakat yang berada di ka­ wasan kumuh dan padat ke rusu­ nami (aan). Perumnas juga akan merevi­ talisasi rusunami tua yang sudah dihuni puluhan tahun. Sedangkan Tosca Tower akan siap diluncur­ kan pada Mei 2013 mendatang. akti­ fitas di pusat Jakarta. juga merupakan bagian dari program 200 Tower yang digagas Perum Perumnas kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta yang sudah diusulkan kepada Gubernur DKI Joko Widodo beberapa waktu yang lalu. Rencananya di Sentra Timur Residence akan dibangun 17 Tower atau lebih kurang 8. Sebelumnya. “Proyek ini akan jalan tahun ini. pemerintah provinsi DKI Jakarta akan lebih memberikan ru­ ang kemudahan terkait hunian bagi masyarakat berpenghasilan ren­ dah. Selain membangun 20 tower Rusunami di Cengkareng. dukungan pemerintah daerah juga merupakan bagian yang tak terpisahkan. Bakrieland dan Perumnas juga sukses menjual 3 tower di tahun 2008 di Sentra Timur Residence Tahap I yang terdiri dari Grey Tower (24 lantai.

Maret 2013 Program 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. Primaland Internusa 21 Sukseskan . REKA RUMANDA AGUNG ABADI Program 1.5 April 2013 PT.5 April 2013 Program 1.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .5 April 2013 PT.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .Sukseskan Edisi 3 .

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) 2010-2013. Sehingga. Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013). Itu sudah kami buktikan dengan banyaknya pengembang yang membangun apartemen milik begitu rusunami ini tidak jalan. Padahal. Dan itu saya rasa dirasakan oleh semua pengembang yang awalnya mau membangun rusunami. REI selama ini selalu di depan. Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra.. mereka tetap komit untuk itu. Bally Saputra Datuk Jano Sati (CEO Riyadh Group Indonesia. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. tentu Setyo mengerti benar dan jelas geram dengan berbagai langkah yang tidak pro bisnis yang kemudian diterapkan oleh pemerintah DKI Jakarta semasa gubenur Fauzi Bowo. Tentu karena kami pebisnis kacamatanya adalah bagaimana supaya regulasi­ nya juga menguntungkan bagi kami pengembang. Anggota kami sebagian besar kan terlibat membangun rumah bersubsidi program pemerintah. Jadi kalau pembangunannya tidak jalan di lapangan bukan berarti pengembang tidak berminat. menjadi menarik untuk mengetahui pandangan pemangku kepentingan tentang pelaksanaan program 1.000 Tower Perjalanan program 1. Tetapi tentu ada yang salah. PPN (pajak pertambahan nilai-red. regulasi yang lama dapat dikembalikan oleh Gubernur Jokowi sekarang. kembali. Kepada HUD Magazines. Mereka mau mengerjakannya. Termasuk saya tegaskan lagi REI tetap komit untuk membangun rusunami tentu dengan regulasi yang jelas dan mendukung. Tentu sebagai pebisnis kami harus berpikir ulang. Tidak mungkin pengembang masuk. Dengan catatan. Selama belum. Kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuat pengembang kebingungan sendiri. Belum lagi di luar Jakarta. sejak tahun 2007 hingga sekarang. Ketua Umum DPP REI 2010-2013 etua Umum DPP REI ini boleh dikatakan adalah salah satu pelopor sekaligus merasakan sendiri bagaimana tidak kondusifnya berbagai aturan yang diterapkan pemerintah terkait program 1. Presiden Direktur Bahama Development. Setyo Maharso. kembalikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang pernah diberikan pada zaman Gubernur DKI Sutiyoso menjadi 6. tidak ada gebrakan. bagaimana dengan target REI? Kami yakin program rusunami 1. Itulah yang harus diperbaiki. Program ini sejak awal mendapat dukungan REI. Terkait hal tersebut.Laporan Utama tentang Program 1. adalah salah satu rusunami pelopor. Pandangan Pemangku Kepentingan K “Program Rusunami Bisa Jalan Lagi Asalkan…. Cakra Sarana Persada. Lalu aturan lainnya.216 juta. 4 November 1958 ini menceritakan bagaimana komitmen REI untuk tetap ingin membantu pemerintah menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan. yang saya dengar dari rekanrekan. Tetapi kan REI tetap komit akan janjinya membantu program Pemerintah? Iya pasti.000 Tower yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2007 silam belum menunjukkan perkembangan yang berarti.000 Tower. Kita yakin kok. Lukas Sartono (Direktur Utama PT. agar secara bisnis kami tidak dirugikan dan kami punya tanggung jawab untuk membantu pemerintah. Berikut petikan wawancara dengan beberapa nara sumber.000 Tower di lapangan dan peluangnya ke depan.5 yang menurut teman-teman jelas tidak menarik. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013). yang digawangi PT. Kami sudah membangun lebih dari 3 juta unit rumah bersubsidi.) misalnya di DKI Jakarta masih aturan lama maksimal 3. Jika regulasi yang ada mendukung. Sanggar Hurip).” Bukan berarti untuk rusunami REI juga sudah kibarkan ben­ dera Putih? Waktu dulu HUT REI ke 40 di Manado kami katakan kalau masalah rumah sejahtera susun ibaratnya pengembang sudah angkat ben­ dera putih atau menyerah. di DKI Jakarta hanya terbangun 79 menara dari target awal 258 menara atau sebanyak 32 proyek. swasta pasti juga tidak mau. REI sudah banyak menyampaikan usulan baik lisan maupun tertulis agar program ini betul-betul berjalan dan dinikmati masyarakat.) misalnya belum disesuaikan. mari kita carikan jalan keluar bersama-sama kalau ingin program ini berlanjut. Kalau harga usulan pengembang diterima maka bisa berjalan lagi. Proyek rusunami ”East Park” di Jakarta Timur. Bagaimana tanggap­ an Anda?Apakah anggota REI juga sudah tidak berminat lagi membangunnya? Saya rasa teman-teman tetap komit untuk itu. Untuk Jakarta sumber foto: dok pribadi misalnya. REI itu dengan pemerintah adalah mitra. Soal KLB (Koefisien Lantai Bangun­ an-red. tapi rugi. Program 1.000 Tower sejak dicanangkan oleh Presiden RI tahun 2007 lalu nyaris mati suri. tetapi kan tetap tidak bisa eksekusi (bangun-red). pria kelahiran Semarang. Berikut petikannya. miliknya. khusus untuk rumah tapak sejahtera. Sampai saat ini. Tidak ada insentif buat pengembang rusunami. 22 . Reddy Hartadji (Chief Executive Officer/CEO Bahama Group.000 tower akan rampung 2 tahun yang akan datang. yaitu Setyo Maharso. kebutuhan terhadap rusun sangat besar dan dapat membantu mengurangi backlog perumahan. Data terbaru menunjukkan. Nah sekarang harga memang sudah dinaikan jadi Rp. pasarnya besar.

“Tinggal tunggu Gubenur. Tidak bisa dengan keputusan menteri.216 juta itu sudah cukup bagus. Misalnya. pria bertubuh tambun ini menceritakan banyak masukan soal program populis bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan ini. proyek kerjasama dengan almamaternya. Bisa dijual Rp. Itu baru di titik berhasil. Sebenarnya kalau bicara rusunami itu adalah alat untuk menyelesaikan daerah kumuh. Harus di evaluasi lima tahun terakhir ini apakah yang KLB 3.1 juta harganya kan.2 juta per meter kalau itu full residence. Ini kan sebenarnya dari rumah tapak (landed) ke rumah susun (vertical) kan perlu perubahan gaya hidup. kalau itu tidak didasari oleh studi juga nggak ada gunanya.2 juta per meter.2 juta bagaimana bisa bangunnya. BUMN-nya mau apa nggak?.Kita harus sepakat dulu ini harus dievaluasi semua jangan sampai salah-salahan. Artinya. Proses belajar ini tidak hanya kepada suplai (penawaran red. Sekarang aturannya sudah ada. Menteng Square. Tanyakanlah kepada BUMN. dan beberapa kondotel.). Entah siapa yang membujuk dia. Presiden Direktur Bahama Development. Hipotesanya benar apa nggak? Kalau hipotesanya itu bahwa ini bisa ditingkatkan. Pak Foke dengan KLB 6 ditakutkan akan ada daerah-daerah kumuh di rumah susun karena ketinggian. Menara Cawang. sumber foto: dok pribadi Bagaimana dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait rusunami? Justru kalau boleh dikatakan. disela-sela kesibukannya. seperti Sea Sentosa di Pulau Dewata. Dalam hal ini pengembang/deve­ loper (pemda DKI) dan sebagainya. perlu pendidikan dan perlu tahapan. ya ditingkatkan. dari sisi pengembang.Edisi 3 . REI merekomendasikan tidak lebih dari Rp. Nah. sekarang dengan Rp. CEO Bahama Group. 23 . tinggal ketersediaan lahan. Bahwa dengan KLB 3.Ia hanya menjawab pendek. Tidak hanya suplai saja dan tidak hanya demand-nya saja. daerah kumuh sekarang ada 13 hektar atau 20 hektar. selalu ada hikmah dibalik itu. Nah. Tanggapan Anda mengenai penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Coba itu dievaluasi. Ia juga mengaku korban bujukan. Walaupun dia mengaku babak belur tetapi ia selalu bersyukur. Sebut saja Latumenten. Bukan hanya sosialisasi. Apa penyebab mandek-nya program 1. IPB. Tapi. kita menganggap bahwa proses ini harus dijadikan suatu proses belajar.5 atau yang dulu itu kumuh apa nggak. Kita semua kalau ingin memajukan rusunami. Reddy juga memiliki setumpuk portofolio di proyek residensial sampai hunian jangkung. Dari sisi konsumennya pun harus ada suatu proses belajar. Dan ketika ditanya apakah mau membangun rusunami lagi. tapi evaluasi bahwa harus ada satu titik rumah susun itu layak atau bahwa itu adalah alternatif yang baik. kemudian ada sebagian untuk dijadikan stadion atau untuk lapangan apa yang sosial tapi yang 6 hektar dijadikan rusunami. masalah lahan pemprov DKI harus turun tangan. rusunami yang ada sekarang di evaluasi terlebih dahulu. Nah lahan ini harus ada satu kerja sama yang baik antara pengembang dan tanah-tanah di DKI. Berikut pe­ tikan wawancaranya.2 juta itu kan. Begitu sajalah. Berarti ujungnya adalah kita harus mendapatkan tanah yang Rp. Di tarik ke belakang. Harapan Anda mengenai program rusunami? Yang punya kewenangan mengenai KLB (Koefisien Luas Bangunan) itu adalah di DKI. sebelum akhirnya mendapatkan sejumlah momentum terbaik di dunia properti. Tapi perlu edukasi. kemudian bisa jualan dan bisa bangun. Bagaimana menggairahkan kembali pengembang untuk membangun rusunami? Kalau pengembang kan very simple bahwa kembali lagi pengembang itu bisa bangun. demikian nama proyek rusunaminya. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1. siapa yang punya tanah Rp. Sudah ada rumusnya”. Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 “Evaluasi Menyeluruh Program Rusunami” S empat terpuruk akibat tergiur bisnis perkebunan.Maret 2013 Reddy Hartadji. Menara Kebun Jeruk. Ada satu proses evaluasi dari sisi suplai. Itu lebih penting. Sekarang kalau tanah nggak bisa dapat Rp. Nah. Kini dibawah grup Bahama. Itu tidak Rp. Karena itu.2 juta itu. Di kelas hunian jangkung bagi MBR.5 atau 5 itu berjalan atau tidak. Dan orang-orang ini tidak tergusur karena akan tinggal di rusunami.1 juta. Proyek ini berhasil kalau ada titik temu (antara) suplai dan demand. Bagaimana dengan permintaan rusunami? Banyak. pelan tapi pasti benderanya kian berkibar kencang.000 tower itu sifatnya hanya pencanangan. dari sisi harga. dibalik perjalanan 6 tahun program 1. Dulu.000 Tower? Kembali lagi 1.  Ia-lah pengusaha dibalik sukses proyek Botani Square. simbolik. Saya kira dengan harga Rp. tapi kita jangan bicara untung dulu lah. Reddy Hartadji bangkit kembali melalui usaha impor anggur.000 menara ia banyak terlibat sejak awal.000 to­ wer sejak diluncurkan tahun 2007 silam? Ya sebenarnya begini dari 2007 atau enam tahun terakhir ini kan istilahnya rusunami adalah proyek pasang surut. yang paling siap itu DKI Jakarta. Yang dulu berubah-berubah (aturannya). Reddy adalah pelopornya. tanahnya harus berapa.

). biaya tinggi dan harga patokan rusunami? Karena nggak ada regulasi yang dibikin pemerintah. Kita kan swasta. Itu semua di bawah instansi presiden. 24 . Di Jakarta. keseriusan Presiden untuk memulai lagi (program rusunami).2 juta per meter. Soal keseluruhan aturan. ”Semula seluruh unit dijadikan rusunami. Pendapat Anda mengenai bebagai kendala seperti regulasi. Sejatinya ini adalah proyek apartemen sederhana atau yang dikenal sebagai rusunami. ebuah pencapaian. tapi nanti bisa dibangun rumah susun baik sewa maupun milik. pengembang “urang awak” yang membangun apartemen Pancoran Riverside dengan jargon “Apartemen for Rakyat” itu.Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra. Kuncinya. Jadi kita kerjain yang low cost apartemen saja. Jadi. Tetapi di te­ ngah jalan perseroan harus berputar haluan. insentif pemerintah itu nggak ada yang jalan semua. masuk ke segmen apartemen menengah de­ ngan harga Rp 250-600 juta/unit. Portofolio vertikal perdananya itu berlokasi di kawasan Kalibata. Kita harapkan buka mata dan buka hati untuk Presiden bagi program rusunami. Jakarta Selatan. sehingga kami masuk pasar komersial juga. Terobosan langsung dari Presiden? Ya. termasuk harga jual. Apa solusi agar pembangunan rusu­ nami kembali bergairah? Bukan hanya Kemenpera yang turun tangan.Kalau orang kaya saja dipikirin pemerintah. Apalagi ada beberapa yang sudah berdiri dan orang sudah merasakan manfaatnya tinggal dan hidup di rumah susun dan apartemen. Melalui Keppres bisa kan tinggal menindaklanjuti memperbarui Keppres yang ada mengenai harga jual dan semua. Kalau tanpa ada campur tangan Presiden jangan harap rusunami bisa bergerak lagi. bukan jalan di tempat lagi.).Malahan jalannya mundur ke belakang. Tapi kalau masih sibuk dengan yang lain-lain masih belum bisa.000 To­ wer sejak diluncurkan Tahun 2007 silam? Masih jalan di tempat. dulu kan RI 1 langsung ditindaklanjuti RI 2 kan Pak Jusuf Kalla. Saat ini sudah tidak ada lagi pembangunan rusunami? Sudah nggak ada lagi. tidak hanya Menpera. minimal Presiden karena Menpera sendiri nanti nggak disetujui sama Menteri Keu­ angan. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1. Bukan lagi Jalan di Tempat” Bagaimana Anda melihat permintaan rusunami? Sangat tinggi sekali. Tidak ada satupun yang jalan. untuk sementara rusunami stop dulu. Justru dengan (tinggal) di rumah susun sosialisasi lebih terarah de­ ngan baik karena tinggal berde­ katan. tapi tidak bisa ditindaklanjuti karena peran presiden nggak jalan. Di atas lahan seluas 5 Ha. terutama Presiden harus turun tangan bahwa ketersediaan lahan di Indonesia akan semakin berkurang. Jangan dibebankan ke swasta. Ini untuk jangka panjang demand-nya sangat besar sekali. rencananya akan diba­ngun 7 menara apartemen dengan total 3.600 unit. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 S “Program Rusunami Mundur. Harapan Anda terhadap program rusunami? Harapan saya Presiden turun tangan. perizinan yang sulit. BUMN diambil tanahnya dibayar seharga Rp. kecuali Presiden dalam beberapa bulan ini terbuka matanya. Di Indonesia untuk masyarakat bawah tidak dipikirkan oleh pemerintah. tak hanya perumah­ an  tapak juga hunian vertikal dan beberapa ruang komersial. Usai menancapkan taji di kota Padang dan beberapa daerah di Sumatera Barat. Jadi. harus ada keseriusan dari pejabat yang lebih tinggi dari Menpera. Dan siapa bilang hidup dirumah susun orang tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. pengembang ini  menorehkan jejak ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. yang meliputi 3. Kalau hanya mengandalkan pasar. Tidak hanya soal perijinan.200 unit rusun dan sisanya apartemen komersial. Menurut Anda bagaimana penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Itu sudah lama usulannya. Kalau nggak ada untung ngapain kita kerjain. Jadi. Dulu udah oke masih Pak JK (Jusuf Kalla red.Laporan Utama Bally Saputra Datuk Jano Sati Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia. Jenis properti yang digarap pun semakin beragam.  Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia Berikut petikan wawancara dengan Bally Saputra. Itulah yang dialami dan tengah dirintis Riyadh Group Indonesia. tetapi kondisi pasar dan masyarakat minta kuali­ tasnya ditingkatkan. fasilitas olah raga sehingga lebih bagus sosialisasinya daripada tinggal di landed (rumah tapak-red. Riyadh Group Indonesia melalui anak usahanya PT Graha Rayhan Tri Putra menggarap Pancoran Riverside. swasta nyari yang menguntungkan karena program rumah murah ini kan program pemerintah. sumber foto: dok pribadi Anda melihat ke depan apakah ada ti­ tik terang program rusunami kembali berjalan? Sampai saat ini gelap. punya fasilitas umum. Ini karena tidak adanya peran serta atau keseriusan dari pemerintah untuk mendukung terjadinya pembangunan rusunami ini baik dari Menpera maupun dari presiden sendiri.” kata Bally Saputra Datuk Jano Sati. memang sama sekali tidak ada keseriusan peme­ rintah dalam hal pembangunan rumah susun milik di Indonesia. terbuka hatinya baru bisa terang lagi cahaya rusunami.

Tetapi sekarang aturan yang bagus itu dirubah lagi jadi setiap tahun pemerintah harus revisi harga.000 Tower ini dijalankan pertama kali. kemudahan dalam hal pembiayaan. di samping itu harga terjangkau untuk masyarakat. tapi bukan artinya tidak bisa di realisasikan.000 Tower. Lukas Sartono. cukup hanya melihat pokok kre­ ditnya masuk FLPP atau tidak. khusus untuk rumah susun apalagi.Soekarno Hatta” sebagai proyek rumah susun milik pertama di Bandung. Tanggapan Anda mengenai sulitnya mencari lahan? Dari kementerian banyak memberikan solusi. bagaimana prospek pemba­ ngunan rusunami? Betul. Saat ini yang saya tahu FLPP itu sangat sulit untuk dimohonkan.Sekarang harga rusun walaupun masuk dalam kate- 25 . Demand nggak akan bisa berku­ rang se­ iring dengan perkembangan kota. Pasti tinggi demand-nya. Tapi. Ini yang harus dikejar oleh orang yang benar-benar ingin tepat sasaran sebab masyarakat ini bisa hidup ditatanan modern. Dengan permintaan yang tinggi. Kalau istilah turun atau berkurang itu nggak mungkin karena demand akan semakin banyak. rusun itu kan ada FLPP-nya yang digulirkan pemerintah yang disalurkan oleh perbankan. Pemerintah harus pro (mendukungred. Persoalan pembiayaan memang disini sangat harus diperhatikan. Menurut saya. terutama dukungannya.” cetusnya. Komprehensif dukungan. Sekarang. Sanggar Hurip mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk ikut serta dalam menyukseskan “Program 1. Lukas Sartono. Dari evaluasi sampai keluar itu kan butuh waktu paling nggak setengah tahun sampai setahun. PT. Direktur Utama PT Sanggar Hurip. sang pelopor Rusunami di Ka. Perumahan Margahayu Permai. Nggak akan mungkin turun. Harapan terhadap program ini? Ini kan program pemerintah jadi nggak ada istilahnya untuk berhenti. saat ini dirasa kurang. Dan pada saat keluar harga itu sudah nggak bisa cocok lagi dan sudah harus naik lagi. kualitas pengembangnya juga. Kalau tanah menurut saya kalau di Jakarta agak ke pinggir. Tetap bisa direalisasi.Maret 2013 B “Kementerian Satu Step Selalu Terlambat” gori bersubsidi konsumen tetap tidak bisa akses. Sekarang. Kalau di daerah. dari kementerian itu satu step posisinya selalu terlambat. Dulu ada aturan yang bagus. Buat saya yang lebih penting bukan dari tanahnya. Karena itu kami sangat bersemangat membangunnya. Pada tahun 2009. Perumahan Cisaranten Indah. Apalagi Apartemen Sanggar Hurip . Cuma kita harapkan juga dukungan dari pemerintah semakin lama semakin so­ lid. program rusunami 1. Yang jadi masalah dukungannya.sumber foto: dok pribadi wasan Bandung ini mengeluhkan berbagai hal. juga harus mengeluarkan insentif yang konkrit bukan hanya diatas kertas. Di mana lahan pemerintah yang bisa diaktifkan. Contohnya pada saat kita mengajukan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). pemerintah tidak perlu harus merevisi harga. kita harus memodernisasi hunian terhadap MBR ini. Kita juga minta wujud nyata dukungannya. Kedua. “Apartemen ini menunjang kebutuhan akan hunian di wilayah Bandung Timur yang sangat besar yaitu hunian dengan fasilitas lengkap serta dekat dengan pusat keramaian/kota. Seharusnya mendapat dukungan yang benar-benar penuh. Di samping konsumen juga susah mau ambil KPR FLPP. Perseroan telah memiliki beragam portfolio pengembangan properti dari berbagai segmen. PT Sanggar Hurip adalah salah satu pengembang terkemuka di Bandung. Jadilah kemudian “Apartemen Sanggar Hurip . Kepada HUD Magazines. Itu masih dimungkinkan. dan masih banyak lagi.Jadi ini bagaimana? Maksud saya begini. Sanggar Hurip Estate.Soekarno Hatta  juga termasuk dalam kawasan pengembangan kota Satelit Gede Bage yang mempunya prospek luar biasa bagus untuk segi ekonomi dan sosial bagi masyarakat Bandung karena letaknya berdekatan dengan Stadion Utama Sepak Bola Gede Bage (stadion olah raga bertaraf internasional). Sehingga tidak menarik lagi.000 Tower”. “Soal harga. Ijin-ijin memang harus dimudahkan ka­ rena ini kan untuk MBR. adalah lakon dibalik kesuksesan perusahaan. kenyataannya di daerah insentif tidak ada sama sekali. Sayangnya akibat berbagai regulasi yang tidak mendukung proyek yang semula khusus untuk MBR dengan kepemilikan melalui KPR FLPP terpaksa harus disesuaikan dengan mekanisme pasar. Sasaran pemerintah juga sa­ ngat bagus. antara lain Kompleks Ruko di Tegalega. Jawa Barat. terasa sangat jauh berbeda. apapun keputusan dari kementerian itu satu step (langkah-red. Misalnya harga rusun itu dievaluasi.). Bagaimana Anda melihat perkem­ bangan program 1.000 Tower ini. Direktur Utama PT. Itu kan penting sekali sehingga siapapun akan tertarik untuk menyukseskan program ini. Sanggar Hurip erdiri sejak tahun 1980. (fnd) Lukas Sartono. Perumahan Cihanjuang Estate. Ini yang kita lihat sangat terlambat. tapi harus komprehensif.000 to­ wer sejak di­ luncurkan tahun 2007 silam? Sejak program 1. Perlu diperhatikan pengembangpengembang yang serius dalam hal penyuksesan 1.Edisi 3 . Misalnya dalam hal menda­ patkan izin. di mana pun kesulitan toh nantinya akan ada. keberpihakan dulunya sangat memperhatikan sekali kesulitan-kesulitan pengembang untuk menggolkan 1. Petikannya.” cetus Lukas.000 tower yang digulirkan sejak 2007 silam mengalami mati suri. Bagaimana Anda melihat masa depan program ini? Harusnya kalau program untuk rakyat nggak boleh berhenti.)posisinya selalu terlambat. Artinya perlu revisi regulasi ? Regulasinya awalnya sudah bagus. Akibatnya. agak ke tengah kota.

Bahkan untuk tujuan lain. Berbagai urusan kredit yang membelit masyarakat bawah dalam proses kepemilikan rusunami justru menjadi celah bagi masyarakat menengah atas dalam memperoleh rusunami yang ditujukan untuk tujuan investasi. Ini menunjukkan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat bawah sebagai pengguna langsung masih sangat bergantung pada fasilitas pembiayaan kredit yang diharapkan dapat lebih berpihak pada MBR. program rusunami yang semula diperuntukkan bagi masyarakat bawah justru bergeser membidik pasar kalangan yang tak semestinya. Ironisnya. konsep ini hanya sebatas ucapan saja tak sesuai harapan dan tak berjalan. Instalasi air dan listrik yang dibalut pipa disusun rapi di dinding bagian atas dan samping. Hampir 100 persen masyarakat menengah atas membeli unit rusunami dengan cara tunai. Namun dalam perjalanannya setelah adanya subsidi fasilitas lift barulah dioperasikan lift. Padahal. umpama pekerja katakanlah Jamsostek. Rusunami yang dibeli oleh kalangan mene­ ngah atas pun disewakan dengan nilai yang berlipat-lipat dari nilai kredit. Salah satu cara yang dilakukan oleh PT Delta Pinang Mas yang merupakan pengembang rusunami Delta Cakung adalah dengan menyiasati bentuk bangunan. “Ini juga karena tuntutan masyarakat. Sayang. Tapi bagi mereka yang ingin memiliki hunian murah di tengah kota ini tak masalah.5 juta Rupiah/bulan. investor rusunami juga kerap memindahtangankan kepemilikan unit dengan harga jual setara apartemen menengah atas. tak memerlukan lift untuk mengangkut penghuni rusunami ke lantai-lantai atas. “Dengan skema sewa-beli. dengan konsepnya yang sederhana ini. investor tentunya akan lari karena bentuknya kurang menarik. terkait kedalaman pondasi bangunan yang tentunya akan mengurangi biaya pembangunan. Untuk itu. Selanjutnya dengan ketinggian yang minim ini. Kita pun akhirnya menggunakan fasilitas ini dengan bantuan dari Kemenpera.” jelas Endang. di antaranya uang muka. pemerintah juga berjanji akan memasilitasi kepemilikan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Konsep sewa-beli dapat berlangsung selama tiga tahun.Laporan Utama Endang Kawijaya. dan selama itu masyarakat bawah dapat menyelesaikan proses perbankan. masyarakat bawah dapat memiliki rusunami dengan syarat membayar 4 komponen. masyarakat bawah mengembalikan uang hasil akad untuk dikembalikan kepada penyandang dana. Delta Pinang Mas. Idenya berangkat dari kenyataan bahwa dari sepuluh calon pembeli rusunami dari masyarakat bawah. tingginya minat masyarakat bawah untuk menyicil atau mengangsur kredit hunian tanpa memperhitungkan suku bunga kredit. karena potensi sewanya memang ada dan juga besar.” kata Endang. Pada tahun ketiga sewa-beli. bunga kepada penyandang dana talang­ an. Namun ini tak mengurangi estetika ruangan. saat pertama kali merencanakan pembangunan rusunami ini berpatokan pada ide awalnya bahwa rusunami ini diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. “Dengan bentuk desain interior demikian. kemudian disewakan kembali dengan tujuan agar imbal hasilnya dapat melebihi keuntungan deposito. tingginya hanya 6 lantai yang terdiri dari 2 tower dengan total unit sebanyak 520. Dan yang paling memangkas pengeluaran adalah dalam setiap unit rusunami tak menggunakan plafon. Salah satu solusi ditawarkan oleh Endang Kawidjaja. konsumen Delta Cakung. Hal ini memang banyak terjadi dalam penjualan rusunami. Direktur Utama PT. ternyata ada hal lain yang patut jadi pemikiran baru agar konsep rusunami ini tepat sasaran. Sewa-Beli Bisa Jadi Solusi D sumber foto: dok. Rencananya kita akan melakukan prosesi topping off dalam waktu dekat ini. Direktur Utama PT. Endang mengatakan sebagian besar masyarakat bawah bia­ sanya tidak lolos verifikasi perbankan karena berbagai urusan administrasi tidak terpenuhi seperti data sumber pendapatan yang mengharuskan memiliki penghasilan tidak kurang dari 4. Endang Kawidjaja menceri­ takan. pengembang rusunami Delta Cakung. hanya sekitar dua hingga tiga calon pembeli rusunami masyarakat bawah yang lolos verifikasi.” tegas Endang (aan). Maka tak heran kondisi di lapangan justru kian menyulitkan MBR untuk memiliki rumah tapak murah atau rusunami. Siasati Bangunan Sebenarnya banyak cara agar program merumahkan MBR khususnya yang berada di tengah kota mendapatkan hunian yang layak. Delta Pinang Mas/ Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Rumah Susun DPP APERSI 2010 – 2013 Agar Tak Salah Sasaran. pribadi alam berbagai kesempatan pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat menyampaikan bahwa selain rumah murah tapak. Dia menjelaskan dalam urusan ini ada jalan keluar lain bagi masyarakat bawah untuk memiliki rusunami. Ini dilakukan untuk mengurangi beban bangunan. Rusunami Delta Cakung tidak dikembangkan dalam ketinggian kebanyakan rusunami. karena dari sisi perawatan tentunya akan lebih mudah dan juga mengurangi biaya tinggi. Faktor verifikasi perbankan selalu menjadi ganjalan MBR tidak lolos uji kelayakan sebagai syarat memiliki hunian. serta biaya charge dan biaya administrasi selama sistem sewa-beli ini berlangsung. Terbukti dari 520 unit yang ada semuanya sudah terjual dan 90 persen penjualannya menggunakan FLPP. 26 . berbagai elemen yang bisa disiasati diantaranya bangunan diminimalkan bentuk dan fungsinya. melalui skema sewa-beli. Nah. ketimbang membeli secara tunai.

PT.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Program 1.5 April 2013 Sukseskan Program 1.5 April 2013 27 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1. GRAHA RAYHAN TRI PUTRA Edisi 3 .000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .Maret 2013 Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.

000 Tower DR. dilakukan ground breaking di Rumah Susun Milik Pu­ logebang Jakarta yang dilakukan sendiri oleh Presiden. Teknologi yang digunakan pada u­ mumnya juga sistem prefab. dan memberi gambar­ an ba­ gaimana seharusnya program 1.Laporan Utama Program 1.000 tower pada saat ini dilaksanakan.Ir. Menjelang 6 tahun berlangsungnya program ini. karena belum ada industri konstruk­ si nasional yang menguasai teknologi ini pada bangun­ an gedung secara utuh. Hari Nugraha Nurjaman. Gambar 1 Rumah Susun Sarijadi Bandung dengan Sistem Brecast Perum Perumnas melanjutkan program pembangunan rusun di kota-kota besar lain seperti di Jakarta. Momen ini adalah sangat penting. dan biaya yang ekonomis. Pada tanggal 5 April 2007. melalui Keppres 22 Tahun 2006. yang saat itu masih merupa­ kan teknologi impor. karena menentukan keseimbangan antara keandalan bangunan dan harga ba­ ngunan. MT* Kajian Teknis dan Teknologis P rogram 1000 Tower adalah program percepatan pembangunan rumah susun untuk masyarakat ber­ penghasilan menengah bawah perkotaan yang diga­ gas Pemerintah pada masa kabinet Indonesia Bersatu jilid I. namun pada tahun itu boleh dikatakan pertama kali diterapkan di In­ donesia untuk bangunan gedung. Gambar 2 Rusun Terbangun Tahun 1979 – 1995 di Kota-kota Besar (Jakarta dan Palembang) Urbanisasi di Indonesia terus meningkat dengan cepat. pada pelak­ sanaannya mengalami pasang surut. Dari aspek kebijakan.000 tower. Pada tahun 1995. program ini terus dilanjutkan sampai saat ini. Pembangunan dilakukan dengan mengguna­ kan suatu prototipe desain gedung 4 lantai yang dibangun dengan teknologi sistem prefab “Brecast” yang berasal dari Inggris. Salah satu persyaratan keberhasilannya adalah pemenuh­ an persyaratan teknis dan teknologis.4% penduduk di Indonesia tinggal di daerah perkotaan. hal ini merupakan antisipasi jauh ke depan bahwa masyarakat perkotaan akan tinggal di rumah vertikal. serta masukan untuk pelaksanaan program ini ke depan. yang didampingi oleh beberapa menteri terkait dan kepala daerah. Sistem precast adalah sistem yang memang mempunyai keunggulan in­ trinsik yang lebih baik dari sistem konvensional dalam hal mutu. seperti terlihat pada Gambar 2 dalam ku­ run waktu 1979 – 1995. yang secara realitas menentukan pasang-surutnya program ini. namun melihat esensi dan urgensinya ke masyarakat. dengan Perum Pe­ 28 . Dari aspek teknis dan teknologis. Sistem precast saat ini memang merupakan pilihan utama. padahal sampai tahun 1980 baru 22. bangsa dan negara. penduduk perkotaan sudah mencapai 40%. karena meru­ pakan terobosan baik dari aspek kebijakan maupun dari aspek teknis dan teknologis. pasang surut penerapan di lapangan. juga merupakan terobosan karena menggunakan suatu proto­ tipe desain dan sistem pembangunan prefab. seperti terlihat pada Gambar 1. rusun-rusun itu menjadi terletak di pusat-pusat kota. Pada tahun 2000. regulasi khusus yang dibuat untuk mendukung pro­ gram 1. Saat ini. Kilas Balik Aspek Teknis dan Teknologi Rumah Susun Program rumah susun secara sistematis dimulai dari sejak tahun pembangunannya di Sarijadi Bandung pada tahun 1974 oleh Perum Perumnas. kecepatan. Palembang dan Medan. Pemerintah sudah mulai meng­ antisipasi fenomena ini dengan membuat suatu program pembangunan rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang lebih sistematis. Tulisan ini menyajikan kaji aspek teknis dan teknologis yang dimulai dari kilas balik program rusun dari sejak pertama kali secara formal diterapkan pada tahun 1974.

penemu dan indus­ tri konstruksi nasional sehingga secara teknis dan teknolo­ gis kemampuan industri konstruksi nasional berkembang Pada era reformasi yang mulai menampakkan kesta­ bilannya pada tahun 1999 – 2004. Program ini di sokong oleh beberapa pemerintah kota be­ sar seperti Jakarta.Edisi 3 .2002 Pada fase inilah pemerintah mendorong pihak industri konstruksi nasional untuk mengembangkan sistem pra­ cetak secara mandiri.Maret 2013 rumnas menjadi ujung tombaknya. Surabaya. terjadi perubahan be­ sar pada pihak yang menangani rusun untuk MBR. peneliti. Pada awalnya. serta beberapa Badan Usaha Milik Negara seperti PT Pelindo. diikuti oleh beberapa sistem lain. seperti terli­ hat pada Gambar 4. yang saat itu sudah itu terdiri dari sistem pracetak dan sistem formwork. teru­ tama dalam aspek hubungan pemerintah pusat dan daerah serta metoda pengadaan barang jasa yang harus mengikuti aturan implementasi APBN. Proses dimulai dari alih teknologi pada pembangunan rusun Cengkareng (1995). Dari segi teknis dan teknologis. Gambar 4 Sistem Pracetak yang Berkembang pada Kurun Waktu 1995 – 2002 Gambar 5 Pelaksanaan Rusuna pada 2002 . lewat program uji coba rumah susun di 10 kota besar di Indonesia. Pe­ merintah Pusat mengambil alih peran utama lewat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan lewat Kementerian Pekerjaan Umum (dengan berbagai variasi namanya). 29 . dalam menghasilkan rusun untuk MBR yang berkuali­ tas. yang saat itu dijabat oleh Soeharto. Peresmian program ini langsung dipimpin oleh Presiden. seperti terlihat pada Gambar 3. dan Batam. Pelaksanaan program ini dilaku­ kan dalam kondisi negara yang berubah secara drastis. paten pertama dihasilkan oleh industri kon­ struksi nasional. Jamsostek dan lainnya. namun seiring dengan kebutuhan yang semakin besar. Pelaksanaan rusun pada era ini dapat dilihat pada Gambar 5. yang lalu dilanjutkan dengan penelitian dan pengembangan sistem pracetak tahan gempa oleh beberapa industri konstruksi nasional dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Per­ mukiman (Puskim) Kementerian Pekerjaan Umum. Pada fasa ini lah terintis suatu sinergi yang baik antara pemerintah. maka dibuatlah prototipe desain rusunawa Kementerian Pekerjaan Umum T-24 (2006). Pada tahun 1998. desain dilaku­ kan secara khusus untuk tiap lokasi. dengan kapasitas produksi massal dengan harga yang ekonomis. di lokasi pembangunan rusun di Cengkareng. sehingga sampai tahun 2002 tersedia 6 sistem pracetak tahan gempa untuk bangunan gedung bertingkat medium.2006 Gambar 3 Pembangunan Rusun Era Tahun 1995 . masing-ma­ sing menggunakan desain prototipe antara 4 – 6 lantai dan menggunakan sistem pembangunan yang lebih baik dari sistem konvensional. Program secara efektif dimulai tahun 2002.

disusunlah proto­ tipe rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum seperti terlihat pada Gambar 6. Suatu studi dari berbagai penerap­ an sistem pracetak di berbagai daerah. Peraturan teknis dan teknologis ini menjadi bagian terintegrasi dari seperangkat peraturan lain dari berbagai Gambar 7 Prototipe Rusun Bertingkat Tinggi dari Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 Kementerian dan Pemerintah 1 3 30 . 15 dan 20 lantai seperti terli­ hat pada Gambar 7. penghawaan dan kendali bau dilakukan secara alami. sistem pracetak tetap menjadi andalan implementasi program. Regulasi Khusus untuk Mendukung Program 1. Kedua peraturan ini. kenyamanan. Pada bagian akhir. agar secara desain lebih efisien dan peningkatan kualitas dapat dilakukan secara kontinu ber­ dasarkan desain yang standar. kesehatan. dan kemudahan. Berdasarkan studi dari berbagai desain dan penerapan sistem pracetak. Nunukan dan Entikong. Pada aspek konstruksi.Laporan Utama Pada era ini. misal­ nya direkomendasikan peng­ gunaan beton pracetak untuk dinding fasad serta beton ri­ ngan atau kalsiboard/gipsum untuk dinding partisi dalam. Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun.000 Tower Untuk mendukung program 1.000 Tower dalam as­ pek persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi agar mendapatkan bangunan yang memenuhi persyaratan na­ mun ekonomis. Pada aspek arsitektur dan Mechanical Engineering (ME) Gambar 6 Prototipe Rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum misalnya direkomendasikan pencahayaan. Kementerian Pekerjaan Umum mener­ bitkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. walaupun dalam jumlah 1 blok rusun saja di berbagai daerah jauh dan terpencil seperti Jayapura. yang meli­ puti persyaratan keselamatan. Pada aspek material. juga merekomen­ dasikan beberapa hal yang da­ pat membuat desain bangunan menjadi ekonomis. selain menetap­ kan persyaratan keandalan bangunan gedung. seperti sistem pracetak dan sistem formwork. juga disam­ paikan contoh desain bangun­ an rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi. serta estimasi biaya pembangunan­ nya untuk rusun bertingkat 8. misalnya direkomendasikan menggunakan sistem pem­ bangunan yang lebih baik dari konvensional. terbukti dapat di­ terapkan dengan harga yang tidak lebih mahal dari sistem konvensional.

000. ada kamar tidur yang tidak mendapat cahaya langsung. lewat pembangunan rusunami di lahan Perumnas di Pulogebang. Secara faktual. yaitu krisis moneter yang mengakibatkan kenaikan drastis harga besi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang juga menaikkan hampir seluruh komponen harga bangunan. fasilitas yang mem­ beri kemudahan perijinan. Program Rusunami bersama Pengembang Program 1. Keseluruhan desain dan metoda pelaksanaan memenuhi persyaratan teknis dan teknologis dalam Permen PU No. Program ini mulai menghadapi cobaan berat pada akhir 2007 dan awal 2008. apartemen umumnya berharga Rp. ko­ ridor lebih sempit. Sejak itu pengembang swasta mulai banyak yang masuk ke pembangunan rusunami. yaitu “apartemen murah’ de­ ngan harga dibawah Rp. seluruh asumsi dasar per­ hitungan yang digunakan dalam membuat regulasi pendu­ kung menjadi mentah.000. Pada waktu sebe­ lumnya. serta mengisi rusu­ nami program 1. namun pihak pemerintah tidak mampu melakukan hal tersebut karena alasan-alasan “birokratis”.000 tower pada dasarnya membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk berpartisipasi. Hal ini diperlukan karena program 1.-.Edisi 3 .Maret 2013 Daerah yang menyangkut harga jual. seper­ ti terlihat pada Gambar 8. Pengembang lalu menyikapinya secara pragmatis. mulai dari penaikan harga secara halus (peningkatan kualitas.05/PRT/M/2007. fasilitas dalam bidang perpa­ jakan dan lain-lain. Maka ter­ ciptalah suatu pasar baru. agar swasta dapat terlibat untuk mendukung program pengadaan perumah­ an bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di kota-kota besar. yang jelas hanya bisa dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.000 tower dengan penghuni yang tidak masuk kategori MBR.200. Pengembang minta harga disesuai­ kan.000. Peraturan tersebut pada dasarnya memberikan berbagai insentif. Penerapan di Lapangan (2007 -2012) a. seperti terlihat pada Gambar 9.500.000 tower diresmikan oleh Presiden pada tanggal 5 April 2007. ketika terjadi dua kali kejadian pen­ ting. Gambar 8 Peresmian Program 1000 Tower di Rusunami Pulogebang Gambar 9 Beberapa Contoh Desain Rusunami yang Tidak Memenuhi Persyaratan Teknis 31 . yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya . karena secara finansial cukup menarik dan banyak insentif yang ditawarkan. kamar mandi tidak ada ventilasi dan lainlain).05/PRT/M/2007 (tipe yang lebih kecil.bahkan oleh para pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun -. harga khusus untuk posisi tertentu) bahkan sampai penurunan kualitas desain sampai dibawah standar yang ditetapkan dalam Per­ men PU No.ke atas.000.

tidak sepenuh­ nya bisa satu suara dalam menyikapi hal ini. yaitu Pergub Nomor 29/2009.4 tahun setelah ditetapkan standar prototipe . Program Rusunawa dari APBN/APBD Program rusunawa dari APBN/APBD ditangani di pusat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Pada tahun 2012. seperti terlihat pada Gambar 10.Laporan Utama Aspek penurunan kualitas desain inilah yang mendo­ rong Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK) mengirim surat secara khusus ke Gubernur DKI. suatu legasi yang tidak terbantahkan adalah munculnya pasar baru “Apar­ temen Murah” yang berharga Rp. Jelas bahwa saat ini pengembang swasta sudah punya pilihan di pasar “Apartemen Murah”. Ancaman lain adalah tim penye­ lidik pajak yang mengancam akan memberi sanksi pidana bagi pengembang yang memberikan bagian dari rusunami yang diusulkan termasuk program 1. jadi tidak perlu bergantung lagi pada “janji-janji” pemerintah. Pada tahun 2007 – 2012. ekonomis dan yang penting tidak bocor).000 tower. namun dengan carut marut yang ada mereka memutuskan menjual produk yang sudah terlanjur dibangun dengan sama sekali tidak menggunakan fasilitas insentif pemerintah. Baru pada tahun 2011 . melalui pembinaan yang berkesinambungan pada para pelaku pembangunannya. b. agar dapat dijual pada segmen pasar baru tersebut. Gambar 10 Pembangunan Rusunawa Kementerian PU 2007 – 2012 dengan prototipe T-24 Gambar 11 Menteri PU dalam Peresmian Rusunawa Kampus ITB 2011 32 . Birokrasi tidak dapat memahami mengapa pengembang meminta penye­ suaian harga.000 tower. Pukulan paling mematikan adalah keluarnya revisi Per­ gub tentang rusun. Pembagian tugas antara Kemen PU dan Kemenpera sebenarnya cukup jelas. Pasar ini ternyata sangat kuat.000 tower. yang memang terdiri dari banyak instansi. De­ ngan cara yang konsisten ini. seperti yang dinyatakan Menteri Pekerjaan Umum pada peresmian rusunawa mahasiswa Institut Teknologi Bandung di Jatinangor seperti terlihat pada Gambar 11. yang secara efektif merevisi berbagai insentif. dan juga Pergub DKI (misalnya insentif KLB) belum secara selaras direvisi kembali.masih berharap bahwa Pemerintah – yang sudah mengundang mereka masuk – untuk bisa ‘memahami’ entusiasisme mereka dalam mendu­ kung program 1. yang kemudian di­ lakukannya “razia” penyegelan banyak rusunami yang tidak memiliki IMB. termasuk masalah kepadatan hunian yang berimbas ke insentif KLB yang ter­ cantum dalam Pergub Nomor 137/2007. walau di lapangan terkadang masih tumpang tindih.216 juta. Di luar dari carut marut tersebut. serta di daerah oleh beberapa Pemda seperti Pemda DKI Jakarta dan Pemkot Surabaya. sehing­ ga secara alami para pengembang menggunakan prinsipprinsip aspek teknis dan teknologis yang tercantum dalam Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 untuk mendapat­ kan bangunan yang efisien.200 jutaan. Ke­ seluruhan sikap pemerintah ini dianggap “pengkhianatan”.000 tower. namun pada dasarnya sikap mereka adalah “wait and see” apakah peme­ rintah konsisten dalam merevisi regulasi yang terkait. tampil­ an baik. Pasar ini tadinya merupakan “exit” dari pengembang swasta yang terlanjur masuk ke program 1. yang menyebabkan pengembang rusunami harus membayar denda. Diskusi aspek teknis ini berlangsung hampir 2 tahun sampai tahun 2009. Pihak DKI lalu membekukan proses perijinan rusunami. sehingga para pengembang swasta secara resmi ramai-ra­ mai mengundurkan diri dari program 1. kepada penghuni yang tidak memenuhi persyaratan MBR. hampir semua rusunawa diba­ ngun dengan prototipe T-24 dengan menggunakan metoda pracetak. selagi dilakukan diskusi untuk menyepakati aturan teknis. Para pengembang swasta sudah menyatakan secara verbal akan kembali mendukung program 1. Pasar ini tadinya tidak terpikirkan oleh pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun. dengan jumlah rusun yang dibangun meningkat secara proporsional. maka peningkatan kualitas dapat dilakukan secara sistematis. dan bahkan terkesan menganggap pengem­ bang berusaha mengambil untung “terlalu besar”.Kementerian PU menyatakan bahwa sudah di­ capai taraf mutu rusunawa yang baik (fungsional. namun aturan dari Kementerian lain yang mendu­ kung (misal perpajakan).000 tower. Kemen PU sampai saat ini konsisten mengembangkan program rusunawa berdasarkan aspek teknis dan teknolo­ gis. tepat waktu. Pemerintah melalui Kemenpera akhirnya merevisi harga jual rusunami menjadi Rp. Para pengembang swasta yang sudah masuk ke program ini -dengan sudah melakukan investasi. untuk meninjau kembali persyaratan teknis rusunami. Di pihak pemerintah sendiri.

Kemenpera sampai tahun 2011 mengikuti pola Ke­ men PU. mempunyai pencirian etnik Betawi. karena hal tersebut memang sudah merupakan kebutuhan khusus.000 Tower ke Depan Berbagai pengalaman penerapan yang dijabarkan sebe­ lumnya. Kemenpera justru meng­ gagas konsep rusun super tinggi (di atas 24 lantai). Uji Coba 10 lantai tipe 36 dan 24 Baru setelah aspek teknis dan teknologis dapat dikuasai dengan baik oleh para pelakunya. se­ perti terlihat pada Gambar 12. untuk DKI Jakarta. Pem­ da DKI bertekad untuk membangun rusun tingkat tinggi untuk MBR dalam jumlah yang sangat banyak. namun perlu dicatat bahwa tanpa didukung persiapan aspek teknis dan teknologi yang tepat. dan dibuat sesuai tematik dominan penghuninya (misalnya tematik nelayan. serta peningkatan jumlah rusun per tahun secara gradual. yang dikhususkan untuk pegawai Kemen PU. sehingga tidak memerlukan persiapan as­ pek teknis dan teknologis yang terlalu “serius”. Sebagai uji coba. pasar tekstil). sehingga sampai saat ini belum bisa terwujud. Masukan untuk Program 1. Jika diikuti pasti akan 33 .000 tower. Di sisi lain. di era Gubernur baru. Pada tahun 2012. dilakukan pem­ bangunan rusunawa bertingkat 10 double loaded corridor dengan kombinasi unit tipe 36 dan 24 di Rempoa. Pencanangan ini dilakukan sendiri oleh Menteri PU pada tahun 2013. Kemen PU berharap desain ini dapat menjadi contoh nyata bagi pihak-pihak lain yang akan membangun rusun bertingkat tinggi. Pada tahun 2012. yaitu tipe yang lebih besar (mengarah ke tipe 36 sesuai dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) dan bertingkat tinggi. Ada kesan bahwa bangunan 2 – 3 lantai “mudah” dibuat.Maret 2013 Gambar 12 Rusunawa Rempoa. Untuk rusunawa “reguler” jumlah dilipat gandakan dengan pengurangan jumlah lantai hanya men­ jadi 2 – 3 lantai. Pengabaian ini menyebabkan banyaknya pembangunan rusun tahun 2012 yang tidak tepat waktu dan kualitas yang tidak baik. yaitu penggunaan desain prototipe dan metoda pracetak. Gubernur secara spesifik sudah menyampaikan agar de­ sain rusun tidak “kaku” dengan berbasis hanya fungsional. Pemda DKI Jakarta sampai saat ini masih mengikuti pola Kemen PU untuk rusunawa bertingkat medium sam­ pai 6 lantai. program ini tidak dapat optimal dijalankan.Edisi 3 . terjadi perubahan orientasi yang tidak sepenuhnya berdasar kajian teknis dan teknolo­ gis yang tepat. Kemen PU akan melang­ kah ke variasi desain prototipe yang lain. terlihat jelas aspek teknis dan teknologis adalah aspek alamiah penting yang harus diperhatikan oleh selu­ ruh pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam program 1. Konsep ini merupakan loncatan yang terlalu jauh dari aspek teknis dan teknologis. dan bahkan sebagian direncanakan di atas jembatan kali Cili­ wung. Saat ini sedang terjadi diskusi yang intens antarberbagai pihak terkait.

Untuk program rusunami yang konsepnya melibatkan pengembang. maka pengguna jasa dapat membeli langsung ke pemasok tanpa melalui tender. lalu disahkan oleh LKPP. agar pembangunan rusuna­ wa bertingkat tinggi dalam jumlah banyak dengan desain yang “tidak kaku”. dengan re­ gulasi-regulasi di sektor lain terutama di sektor fiskal (di Kementerian Keuangan) dan insentif (di Pemda. agar apartemen rusun tingkat tinggi yang terjang­ kau akan tetap ada bagi masyarakat berpenghasilan me­ nengah bawah. dan mempu­ nyai tematik sesuai fungsi sesuai harapan Gubernur dapat terlaksana nantinya dengan baik. sehingga program pembangunan rusunawa dapat dilakukan kembali dengan baik. yang pada akhirnya akan membawa bangsa Indone­ sia menuju gerbang kemakmuran dan kesejahteraan se­ perti yang diinginkan oleh kita semua. Dengan pola yang ada. mempunyai ciri Betawi. sehingga tidak terlalu berharap akan “janji-janji” pemerintah tersebut.000 tower. juga perlu dibuat terobosan me­ ngenai cara pengadaan barang dan jasa bersumber dari APBN dan APBD. Kementerian Perumahan Rakyat agar kembali ke “khittah” nya. *Anggota Tim Pakar HUD Institute/ Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I). Akan sangat menarik jika konsep ini bisa diterapkan pada produk rusun dengan sistem prefabrikasi dengan desain prototipe tertentu yang sudah memenuhi kajian teknis dan teknologis yang benar. Kemen­ terian Pekerjaan Umum diharapkan untuk terus konsis­ ten menjadikan aspek teknis dan teknologis sebagai dasar utama. Jadi keinginan Gubernur yang selalu disampaikan dalam tiap kesempatan “Jika lahan. sehingga cocok untuk antisipasi karakter Gubernur DKI yang baru.000 tower saat ini menunjukkan bahwa jika program di­ lakukan dengan pertimbangan teknis dan teknologis yang benar akan membahwa kemaslahatan. Para pengembang memang saat ini sudah mem­ punyai pasar baru “Apartemen Murah Kelas 200 jutaan se­ bagai ekses dari program 1.000 tower pada dasarnya adalah program de­ ngan tujuan mulia untuk memberi kesempatan masyarakat berpenghasilan menengah bawah untuk mendapatkan hunian yang layak. sedangkan Kemen­ pera sepertinya justru sedang “jatuh” dalam masalah ini. sehingga dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak yang akan mengembangkan rusun. harga “Apartemen Murah” ini akan berangsur-angsur naik jika tidak ada penyeimbang. Pada pasal ini dapat dibuat standar harga produk. dan kapasitas produksi. perijinan dan dana sudah siap. diharapkan dapat meningkatkan ke­ mampuan teknis dan teknologisnya baik secara faktual (de facto) maupun secara hukum (de jure). Keseluruhan harga produk dikaji dengan tim independen. Cara ini sangat memotong waktu imple­ mentasi program dengan tetap dalam koridor hukum yang berlaku (sudah diterapkan misalnya pada normalisasi su­ ngai dengan turap beton). dengan memanfaat­ kan peluang e-purchasing dalam Pasal 110 Perpres 70/2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. 34 . perlu persiapan yang baik dari aspek teknis dan teknologis. Pengalaman pembangunan rusun dari sejak dimulai secara sistematis sejak 1974 sampai pada program 1. yang pasti mendatangkan azab. Program 1. yang pada tahun 2020 diperkirakan jumlahnya 60% tinggal di perkotaan. Untuk asosiasi. justru akan membawa azab. Jika diabaikan atau bahkan diingkari. besok langsung cor” dapat terjembatani. Kemampuan secara hukum adalah membuat para pelaku konstruksi mempunyai sertifikat keahlian dan badan usa­ hanya mempunyai sertifikat badan usaha yang khusus un­ tuk teknologi non konvensional (misalnya seperti sistem pracetak dan sistem formwork untuk struktur) seperti yang digariskan oleh Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007. terutama di DKI). kualitas manajemen. Hunian yang layak akan menjamin tumbuhnya masyarakat yang sehat dan kuat. Untuk Pemda DKI. namun jika diabai­ kan atau diingkari. Kemampuan faktual adalah peningkatan sumber daya manusia. aspek teknis dan teknologis merupakan aspek natural yang harus menjadi pertimbangan utama para penentu kebijakan (Pemerin­ tah) dan pemangku kepentingan (Pengembang dan para profesional).Laporan Utama membawa berkah. Untuk program rusunawa dari APBN/APBD. sehingga peran Pemerintah sebenarnya sangat diharapkan disini. setiap rusun harus melalui proses tender desain dan tender pelaksana­ an. pemerintah harus mendukung hal yang su­ dah diterobos Kemenpera yang sudah menaikkan harga jual berdasarkan kajian teknis dan teknologis. yang ditetapkan ke­ wajarannya oleh tim penilai khusus dan di­ sahkan bersama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Peme­ rintah (LKPP). baik bertingkat me­ dium maupun bertingkat tinggi. sama saja dengan pengingkaran hukum alam (yang me­ rupakan juga Hukum Tuhan). Cara pelelangan yang berpatok pada “harga terendah” sepertinya jika terapkan secara naif. Kemen PU saat ini sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan regulasi yang ada. biasanya justru gagal menghasilkan perencana dan barang yang tepat mutu dan waktu. Penutup Pada setiap pekerjaan konstruksi. Jika produk dan harganya sudah masuk daftar. Terdapat terobosan menarik yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemda DKI saat ini. Berdasar­ kan pengalaman sifat pasar. Dari aspek hukum. peralatan pendukung.

000 Tower 5 April 2007 .com 35 . Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail. 14A.com hudmagz@gmail.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln.HUT Bank BTN ke 63 HUT REI ke 41 HUT Bapertarum PNS ke 20 HUT Otonomi Daerah ke 17 Sukseskan Program 1. Arya Putra No.

lapangan pekerjaan didominasi perdagangan dan jasa. Peningkatan kapasitas layanan air minum pun dilakukan bekerja sama dengan investor. Langkah Antisipatif dan Kreatif Pemerintah kota Pekanbaru terlihat siap dalam menyongsong keberadaan kota Pekanbaru sebagai kota Metropolitan. Peningkatan kapasitas listrik terpasang juga dilakukan melalui berbagai sumber baik pembangkit listrik tenaga uap dari batubara.05 persen per tahun (2011). Pembenahan pendidikan dilakukan melalui gerakan bersama antara pemerintah. setidaknya melalui visinya. Pembenahan birokrasi dilakukan dengan perubahan paradigma dari atasan-bawahan menjadi mitra kerja. Tulisan ringkas ini merupakan hasil pengamatan langsung. Penyediaan fasilitas yang menjadi prioritas adalah saluran drainase yang didahului dengan penyusunan rencana induk pengembangan drainase sebagai upaya mengatasi sumber foto: istimewa banjir. Bahkan beberapa kota besar dalam waktu dekat akan naik kelas menjadi kota metropolitan. Sekilas Kota Pekanbaru Sejak tahun 2010. setelah Medan dan Palembang. diperkirakan tahun 2013 angka 1 (satu) juta jiwa telah tercapai. Dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 4. pertambahan penduduk yang tinggi. Firdaus. serta penduduknya yang multi etnis. Terjadi keterpaduan antara pendidikan formal dan pendidikan moral.47 persen per tahun. Masyarakat didorong berperilaku hidup bersih dan sehat. penambahan koridor. yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang Madani”. dan pemangku kepentingan lainnya. Menjadi menarik kemudian melihat dari dekat bagaimana sebuah kota mempersiapkan diri menjadi sebuah metropolitan. Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Intinya. Selain itu. Pengelolaan sampah juga menjadi kepedulian dengan memanfaatkan TPA sistem sanitary landfill dan melibatkan masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah. Birokrat tidak sekedar pegawai pemerintah tetapi juga 36 . serta jaringan jalan. dan bincang-bincang dengan walikota Pekanbaru. Misalnya saja. Ciri-ciri sebuah metropolitan telah lama disandangnya. Terkait transportasi publik dilakukan penambahan jumlah bus kota. menjadi pendorong tingginya laju pertumbuhan penduduk. Setiap pimpinan unit menandatangani pakta integritas dan mempunyai indikator kinerja yang dievaluasi setiap 3 (tiga) bulan. Pertemuan ini juga menjadi ajang saling bertukar informasi antara pemerintah dan pengembang sehingga terbentuk kesamaan paradigma pembangunan kota. penyiapan infrastruktur kota juga dilakukan sebagai antisipasi pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan langkah antisipatif pemerintah kota melalui penyebaran pusat kegiatan dengan memindahkan pusat pemerintahan kota ke wilayah yang lebih rendah kepadatannya. pengembangan sumber daya manusia melalui ‘gerakan’.Laporan Khusus Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan P ertumbuhan kota-kota besar di Indonesia terbilang sangat pesat. ulama dan masyarakat yang dikenal dengan nama Sekolah Mengaji. Untuk mencegah pertumbuhan kawasan perumahan dan permukiman yang tidak terkendali. H. Laju pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang cukup pesat mencapai 9. Pelayanan kesehatan dengan pendekatan preventif. dan pembangkit listrik tenaga gas. Pekanbaru telah menjadi kota ketiga berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera. pemerintah kota berinisiatif mengundang para pengembang yang mengajukan ijin untuk melakukan ekspose di hadapan walikota dan seluruh SKPD. Langkah ini terbilang sistematis karena didahului oleh revisi tata ruang. pembangkit listrik tenaga sampah. Di antara kota besar dengan jumlah penduduk yang mendekati 1 (satu) juta jiwa adalah kota Pekanbaru.

dilalui oleh su­ ngai Siak yang merupakan jalur kapal besar dari dan ke daerah peda­ laman. walaupun secara absolut bukan yang terkecil). Tingginya tingkat urbanisasi telah diantisipasi dengan penyediaan lapangan kerja informal.72 (terbesar di propinsi Riau). dilakukan penyebaran pusat kegiatan melalui revisi rencana tata ruang. sosial. pemerintah kota sedang bersiap bekerja sama dengan swasta membangun fiber optic bawah tanah untuk mencapai Pekanbaru Cyber City. Fakta 7: Pendapatan per kapita mencapai Rp. Selain itu.54 triliun) lebih besar dari Realisasi Pengeluaran (Rp. Fakta 3: Jumlah penduduk mencapai 937. Fakta 6: Penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan mencapai 3. liveable city dan green city. Fakta 9: Terdapat 3 (tiga) perguruan tinggi besar yaitu Universitas Riau (30 ribu mahasiswa). Universitas Islam Riau (16 ribu). Fakta 11: Realisasi Pendapatan Daerah (Rp. kabupaten Kampar. Perkembangan kota yang pesat juga diantisipasi oleh pengembang. Fakta 2: Lokasi Pekanbaru dipandang strategis karena berada tepat di te­ ngah-tengah propinsi Riau dan pulau Sumatera.45.1.Maret 2013 menjadi agen perubahan. operate. eceran.33%.7%). terdiri dari 12 kecamatan dan 58 kelurahan.Edisi 3 . namun terlihat upaya pemerintah kota Pekanbaru sudah menerapkan 3 (tiga) pendekatan pembangunan perkotaan. Kesesuaian dengan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN) Walaupun belum terjalin komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat yang sedang menyiapkan KSPN (lihat juga wawancara dengan Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas). Sumber: Pekanbaru dalam Angka 2012. Keluhan utama para pengembang adalah lamanya proses perijinan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.05% (terbesar di propinsi Riau). dan kabupaten Pelalawan. dbestlists. dibentuk forum komunikasi untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan pengembang. sumber foto: www.1. kerja sama BOT (build.4 miliar. Beberapa skema investasi yang akan dan sedang dilakukan adalah kerja sama perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan investor Australia untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah. dan berbatasan dengan kabupaten Siak. dengan tingkat pertumbuhan penduduk di atas rata-rata nasional. Kepadat­ an penduduk tertinggi mencapai 12. dan perorangan (26%). Dibutuhkan waktu setahun sebelum ijin yang dibutuhkan dapat diperoleh. Upaya menjaga lingkungan hidup juga telah dilakukan (green city) melalui upaya penyiapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bekerja sama perguruan tinggi besar.45 triliun).2 juta. sehingga terdapat surplus sebesar Rp. Hal ini diakui baik oleh pemerintah kota maupun para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI). jasa kemasyarakat­ an.91. Selain itu. Fakta 5: Penduduk sebagian terbesar bekerja pada lapangan usaha perdagangan besar.47%. dan hotel (40%).com 11 Fakta Kota Pekanbaru Fakta1: Pekanbaru mencapai luas 632. yaitu 4. dan kerja sama perusahaan daerah dengan investor domestik untuk membangun fiber optic bawah tanah dalam upaya menjadikan kota Pekanbaru sebagai cyber city. yaitu smart city. 37 . dan penyediaan Pojok APERSI bekerja sama dengan pusat pertokoan lokal. Terkendala Pembebasan Lahan Di antara beragam permasalahan yang dihadapi. dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (17 ribu) Fakta 10: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78. yang cukup signifikan adalah tingkat urbanisasi yang tinggi dan kendala pembebasan lahan. Di antaranya DPD APERSI Riau yang melakukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan rumah melalui penyediaan Rubrik Pojok APERSI bekerja sama dengan koran lokal.710 jiwa per km2. transfer) PDAM dengan investor Korea untuk penambahan layanan air minum. sementara hanya sedikit yang bekerja pada lapangan usaha pertanian (4. Sementara agar kotanya nyaman ditinggali (liveable city). Keterbatasan anggaran disikapi dengan menarik investor bekerja sama dengan perusahaan daerah. rumah makan.939 jiwa (2011). Fakta 8: Pertumbuhan ekonomi sebesar 9. Sementara kendala pembebasan lahan berdampak pada lambatnya pembangunan infrastruktur dan penyediaan perumahan. serta menjadikan keberagaman etnis sebagai obyek pariwisata budaya. selain mengoperasikan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah secara sanitary landfill.26 km2. Fakta 4: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 64.16% de­ ngan pengangguran relatif besar mencapai 9. penambahan kapasitas layanan fasilitas umum.45% (proporsi terkecil di propinsi Riau. Setidaknya terkait smart city. Hal ini berakibat pada menurunnya pasokan perumahan (OM). penyediaan lokasi berdagang pedagang kaki lima berikut bantuan modal memanfaatkan dana CSR (corporate Social responsibility) perusahaan dan pembentukan koperasi.

sangat tidak memadai. dilakukan penambahan jaringan jalan sehingga terjadi peningkatan rasio jaringan jalan. Untuk mengejar peningkatan jumlah layanan sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru.. Kemudian infrastruktur lain. Tepatnya beliau dilantik pada 26 Januari 2012. PIP (pusat investasi pemerintah-red) Kemen­ terian Keuangan memberi bantuan investasi untuk meng ‘upgrade’. Untuk itu. PDAM Tirta Siak putus kontrak kerjasama dengan Belanda 3 tahun lalu.Laporan Khusus Tahun 2030. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PU. Kedua. kami sedang mempersiapkan pengoperasian tambahan angkutan umum 70 unit.T.000 ton per hari. menjadi menarik mendengarkan langsung dari Walikota Pekanbaru. dalam menyikapi perkembangan ini kami telah menyiapkan visi yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang madani”. tantangan dan permasalahannya.T.membangun wilayah kota yang merata. Hal ini dikare­ nakan perkembangan kota tertumpu di pusat kota. Kota Pekanbaru Menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera Pekanbaru sebagai salah satu kota besar di Indonesia telah berkembang cukup pesat sehingga penduduknya saat ini telah mencapai angka 1 juta jiwa. Diantaranya dengan membangun pembangkit listrik skala kecil dari non fosil berupa sampah yang berkapasitas 1. apa saja yang telah dan akan dilakukan? Banjir masih terjadi di bantaran sungai Siak dan be­ berapa daerah lainnya karena ketinggian yang rendah dan kondisi drainase yang kurang baik. 38 . H. Sementara kondisi angkut­ an umum yang hanya tersedia 20 unit bus kota bantuan pemerintah pusat. yang berarti Pekanbaru telah ‘naik kelas’ menjadi kota Metropoli­ tan. Taksi berargo juga telah tersedia. Sebenarnya kerja­ sama dimulai 7 tahun lalu. propinsi dan kota. dan pengembangan outer ring road yang tersambung ke rencana jalan tol Pekanbaru-Dumai. Pada awalnya terdapat 25 ribu SR (sambungan rumah red. Firdaus. H.000 SR. Terkait penyediaan infrastruktur metropolitan sebagai konsentrasi pertama anda.) tetapi ternyata empat tahun malah berkurang menjadi 14. Firdaus. Firdaus. yang akan menghasilkan 40 Kilo Watt per hari. Pria yang masih terlihat energik ini menerima kami dalam sebuah wawancara yang akrab di ruang kerja pribadinya di kediaman resmi Walikota Pekanbaru pada suatu siang medio Maret 2013. Kami segera menyusun master plan drainase sebagai pedoman pembangunan pusat. Sumber dananya berasal dari investasi swasta asing (Austra­ lia) bekerja sama dengan perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan membentuk sebuah konsorsium. pada akhir ta­ hun 2013 akan beroperasi pembangkit listrik tenaga uap dari batubara dengan kapasitas 2 kali 110 MW (mega watt-red) di kecamatan Tenayan. Untuk itu. kami merencanakan akan memanfaatkan gas yang akan menghasilkan 30 Kilo Watt. M. Air menjadi persoalan. baru menjabat selama setahun lebih. Terkait prasarana jalan. S. Pertama-tama kami ingin mengetahui konsep anda dalam menyikapi keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan? Penduduk kota Pekanbaru saat ini telah mencapai 1 (satu) juta jiwa. Berikut ini petikan hasil wawancaranya. Saat ini. yaitu Pertama. Disamping juga. Tahun 2013. Selain itu. seperti listrik. Saat ini ada 2 koridor. H. direncanakan akan ada 6 koridor baru. langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menyambut keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan dengan berbagai peluang. Ter­ dapat 2 (dua) konsentrasi kami. kondisi mulai membaik dengan penambahan SR dalam dua bulan terakhir. dan kemacetan mulai terjadi. Kami merencanakan akan menambah tenaga listrik dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. membangun fisik kota dengan menyediakan infrastruktur metropolitan.

para pengembang diminta untuk melakukan ekspose. dan Perumnas. Selain itu di kecamatan Tampan. yang tidak saling mendukung. namun kami membatasi jumlah tower nya agar tidak ter­ jadi ‘hutan tower’. Rumbai Pesi­ sir sebagai kawasan pariwisata.Maret 2013 200 ribu SR. beberapa hal yang signifikan telah dilaku­ kan.31 juta. Nantinya kebutuhan penyimpanan data akan terlayani untuk keselu­ ruhan kota. Itu lah saya katakan pada teman pengembang untuk membangun masyarakat madani dimulai dengan perencanaan yang baik termasuk perencanaan perumahan. termasuk terminal barang (darat dan laut). Penyediaan tanah untuk masyarakat menjadi perhatian kita. Ini menunjukkan kepedulian kami untuk menjaga lingkungan. kami mulai mengambil kebijakan pembangunan rumah secara vertikal baik berupa rusunawa maupun rusunami. Kami juga menjaga air tanah. dan kantor kelurahan. Bantaran sungai jadi water front city dikombinasikan dengan wisata air. Masalah drainase antarperumahan yang mengakibat­ kan banjir. sudah berjalan baik pada 7 sekolah dan sudah terkumpul dana Rp. dengan menyiapkan sumur resapan. Kembali kepada perkembangan kota Pekanbaru yang demikian pesat. yang berada di ruas jalan lingkar luar Pekanbaru yang mempunyai akses ke rencana jalan tol Pekanbaru–Dumai. pusat bisnis baru. Apa yang terjadi sekarang? Kemungkinan konflik terjadi karena perencanaan yang kurang matang dan pelaksanaan di lapangan yang tidak selalu bersinergi. Pertama. sejak bencana alam di Sumatera Barat. Terkait bidang perumahan dan permukiman.000 mahasiswa) dan Universitas Islam Riau (26. RTH juga difungsikan sebagai tempat berolahraga. Ini yang saya beri pengertian pada pengembang maupun asosiasi sebagai rumah besar para pengembang. Total sambungan pada tahun 2018 akan mencapai 150 ribu SR. Dalam revisi ini. Kita antisipasi. Direncanakan distribusi ke masyarakat tetap oleh PDAM. apakah terdapat daerah kumuh disini? Alhamdulilah tidak ada yang kumuh. Akses tol ini termasuk hub MP3EI di Sumatera. Ini bisa membuat masyarakat berkonflik. Sebelum mengeluarkan ijin prinsip membangun. yaitu kecamatan Tenayan sebagai pusat pemerintahan dan kawasan industri. memindahkan pusat pemerintahan kota dari pusat kota sekarang ke wilayah bagian selatan Pekanbaru di kecamatan Tenayan Raya.Terdapat 3 (tiga) wilayah kecamatan yang akan dikembangkan. Operate.500 miliar oleh perusahaan swasta nasional konsorsium dengan perusahaan daerah untuk membangun fiber optic bawah tanah. Bahkan kita punya perda (pera­ turan daerah-red) untuk sumur resapan. dilengkapi pusat rekreasi berupa kebun binatang dipadu dengan wisata air. Infrastruktur telekomunikasi dilayani oleh semua opera­ tor. apakah Anda masih punya cukup waktu untuk itu? Kita sempatkan.Edisi 3 . Hasil evalu­ asi menunjukkan bahwa masalah lingkungan yang timbul terjadi karena ketidaksinkronan atau kurangnya koordinasi antarperumahan. bagaimana kesiapan kota Pekanbaru? Tata ruang untuk perumahan sudah ditetapkan. RTH menjadi multi fungsi. Terkait dengan ekspose yang dilakukan sebelum memperoleh ijin prinsip membangun. dan CBD (Central Business District-red) baru sebagai super blok kota Pekanbaru. Awalnya selama enam bulan pertama pro­ sesnya seperti biasa. Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk penyiapan RTH telah dimulai. Keca­ matan Rumbai untuk perumahan. Ini merupakan ha­ sil kerjasama yang baik dengan APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia-red). Saat ini. berupa penyediaan RTH di da­ lam kampus. Dalam upaya mencapai Pekanbaru sebagai Cyber City. Saat ini. Tahun depan sampah akan jadi bahan baku listrik.47 persen per tahun. Seperti kerjasama dengan Universitas Islam Riau. REI (Real Estate Indonesia-red). Begitu dievaluasi di lapangan ternyata sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru 39 . RTH difungsikan sebagai kolam retensi untuk antisipasi berkurangnya daerah rawa. Apa langkah yang telah dan akan dilakukan? Pada tahun 2012 telah dilakukan revisi tata ruang. Selain itu. Kenapa? Kita harapkan tidak ada celah sedikit pun untuk terjadinya konflik. telah disepakati investasi Rp. Terutama mengantisipasi tingginya tingkat pertumbuh­ an penduduk yang mencapai 4. Kemudian juga diupayakan penataan ruang de­ ngan membagi kawasan berdasar fungsi tertentu sehingga masingmasing mempunyai daya tarik agar dapat memicu per­ tumbuhan. terdapat dua kampus besar Universitas Riau (30. Tahun ini pengelolaan sampah sudah sanitary land fill. Kami menyadari lahan yang terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara efisien dan efektif. Masyarakat juga dilibatkan dalam mengelola bank sampah di sekolah. UNRI dan Politeknik. kami juga menjalin kerjasama BOT (Build. terjadi lonjakan migrasi penduduk yang mendorong meningkatnya minat beli rumah khususnya MBR. Mulai tahun lalu telah dimulai pengadaan tanah dalam rangka memenuhi 30 per­ sen Ruang Terbuka Hijau (RTH). selain menjaga banjir.) 30 tahun dengan Korea yang saat ini sedang dalam tahapan studi kelayakan. Transfer red. Pembangunan kota secara merata menjadi konsentrasi kedua.300 mahasiswa) ditambah beberapa kampus kecil.

pembangunan kota Pekanbaru tidak hanya fisik kota tapi juga sumberdaya manusianya terutama karena mempunyai sumberdaya alam terbatas. Telkom dan Pegadaian untuk menyedia­ kan bantuan modal untuk UMKM (Usaha Mikro.Laporan Khusus hasilnya tidak bisa (diterima-red). Kita mengajak menyatukan persepsi untuk mencintai lingkungan yang bersih. Semua pihak hadir karena ini menyamakan persepsi. Pemba­ ngunan sumberdaya manusia dimulai dengan pemberian pemahaman ajaran agama. Menciptakan masyarakat sehat. Mulai dari diri sendiri. Pekanbaru tidak punya sumberdaya alam. Hasilnya. dan pendidikan formal dan keagamaan. Ujungnya tercipta masyarakat agamis penuh toleransi dapat bekerja sama berdampingan tanpa membedakan suku agama.86 miliar. keluarga. Paling PKL (pedagang kaki lima-red. lingkungan sehat juga gerakan.). Bagaimana dengan kesiapan aparatur? Saya menyadari kondisi sumberdaya manusia dari peme­ rintah. Sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Saat ini baru saja sekitar 2 (dua) bulan dilaku­ kan penggantian (staf dan pimpinan unit-red). Dicegah di hulu. Maka men­ jadi kepedulian kami. Selain itu. Konkritnya. Konkritnya mulai Mei tahun lalu ada program Sekolah Me­ ngaji. 20 menit untuk membaca Al-Qur’an bersama. pemerintah-masyarakat. kemudian prestasi dievaluasi. Setelah setahun baru dilakukan perubahan. Kembali kepada ajaran agama. Pada saat ekspose tidak hanya di depan saya tapi termasuk SKPD (satuan kerja perangkat daerah-red) terkait. Jadi selama enam bulan sampai setidaknya setahun ini akan diminta ekspose. Semua (urusan pembebasan tanah-red. perbankan. Percepatan pembangunan yang diinginkan membutuhkan dukungan sumberdaya manusia yang memadai. paradigma yang belum sama.) juga membahas tentang pembebasan lahan. Apalagi Tahun 2013 diberlakukan aturan yang baru. Selama ini asumsinya (pelayanan kesehatan masyarakat-red) dengan menyediakan rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat yang bersifat kuratif. Meningkatkan pelayanan kesehatan dengan merubah paradigma. Kecil dan Menengah-red. ini tidak dipungkiri menjadi kendala yang membuat lambatnya pelak­ sanaan pembangunan (pembebasan lahan-red. Pemerintah tidak bisa dengan kekuatan sendiri tapi harus ada 3 (tiga) unsur yang bekerjasama yaitu pemerintah (ek­ sekutif dan legislatif ). Yang lalu ada bapak buah dan anak buah.30 miliar.000 orang dengan tingkat pendidikan rendah. Raker APEKSI (Aso­ siasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia-red.) termasuk juga investasi dengan bekerjasama swasta untuk membangun Pasar Induk. Kalangan pengembang juga masih terkendala oleh lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses perijinan di BPN (OM). jumlah personil terbatas. Walikota sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru yang lama berbeda cara berpikirnya dengan saya. pertama terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. cintai lingkungan. pemerintahmasyarakat-ulama. hanya cair Rp. lingkungan permukim­ an. Ini perlu disuarakan.). Karenanya. Dirubah menjadi preventif. Pegawai di­ minta menjadi agen perubahan agar tercipta masyarakat yang madani. Ini semua dalam sebuah gerakan dan tidak sporadik. dan 20 menit mendengar terjemahan dan pemahaman kandung­ an Al-Qur’an. Perubahan mendasar dalam manajemen. paham dan melaksana­ kannya. Dua program andalan dalam pengembangan sumberdaya manusia. lambatnya pembangunan infrastruktur karena kesulitan pembebasan lahan. Kedua. Kendala dan hambatan utama dalam menjalankan semua konsep ini? Sampai hari ini yang signifikan belum ada paling riakriak kecil. Dibutuhkan perubahan sangat mendasar. Sekarang tidak menggunakan kata itu tapi mitra (partner) kerja. Kami juga bekerjasama dengan PTP V. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.) tidak lagi di Tim 9 tapi di BPN. Karenanya kami melakukan pembinaan PKL melalui pembentukan koperasi dan menyediakan tempat. Bagaimana anda mengantisipasinya? Hasil penelitian salah satu perguruan tinggi terkemuka menyatakan bahwa 20-30 tahun mendatang kota Pekanbaru berpeluang menjadi kota nomor satu di pulau Sumatera. Hanya diberi waktu 2 (dua) kali tiga bulan. Pemahaman yang sama dulu. Kan butuh biaya besar dan tidak menyelesaikan masalah. Deputi BPN (Badan Pertanahan Nasional-red. dan seterusnya seluruh kota. pelayanan kesehatan. Setiap bulan kami menerima migran sekitar 2. bisa menangkap. Tahun lalu dari alokasi dana Rp. Pembangunan sumberdaya manusia penting. Kecepatan masih belum sama tapi sudah terlihat perubahan. Diminta menandatangani pakta integritas.) pada Raker APEKSI menyatakan beban tugas begitu berat. Kita sampaikan kepada mereka ini bukan untuk mempersulit. Menyediakan waktu 40 menit sebelum jam pertama sekolah. dan sehat. Satu tahun awal belum melakukan mutasi. yang jadi andalan kami adalah jasa termasuk pasar dan PKL. rumah tangga. 40 . Jadilah kota yang bersih sehat dan tertata rapi. Sekolah mengaji itu gerakan. Kerugian besar buat bangsa ini jika BPN tidak cepat menangani ini.

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Edisi 3 .Maret 2013 1.5 April 2013 41 .000 Tower Sukseskan Program PEMERINTAH KOTA PEKANBARU 5 April 2007 .

Laporan Khusus

Wawancara Direktur Perkotaandan Perdesaan Bappenas

Ir. Hayu Parasati, MPS.

I

“Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini”
Sekarang ini prosesnya sedang dicoba ditetapkan melalui Perpres atau kalau memungkinkan jadi Undang-Undang. Indikatornya harus jelas ada bench marking (tolok ukur). Sementara itu, atas desakan stakeholder dibuatlah RUU Perkotaan yang sedang disiapkan di Kemendagri. Materinya sama. Secara paralel. Saat ini telah dibentuk Tim Koordinasi Pembangunan Perkotaaan (TKPP). Tim Pengarah Kemenko Perekonomian, Kemenpera, Kemen PU, Kemendagri, dan Bappenas. Koordinatornya Menteri PPN/KepalaBappenas. Salah satu tugas TKPP adalah menggodok KSPN melalui Pokja (kelompok kerja-red). Pokja dibentuk berdasar isu yang dibahas. Karena sedang menyusun KSPN maka dibentuklah Pokja KSPN. Sementara ini masih berjalan agak lambat, padahal isunya berkembang terus. Ada keinginan dari kalangan di luar pemerintah yang meminta dilibatkan dalam Pokja KSPN, termasuk juga perguruan tinggi. Bisa digambarkan garis besar substansi dari KSPN tersebut? Tentunya ada visi pembangunan perkotaan, yaitu Kota Berkelanjutan dan Berdaya Saing untuk Kesejahteraan Rakyat. Pendekatannya adalah smart city, green city, dan liveable city. Smart city diartikan sebagai kota inovatif, kreatif dan berbasis IT (information and technology-red), liveable city adalah kota layak huni, berkeadilan dan mengakui keragaman, dan green economy city adalah kota produktif, hijau dan berketahanan iklim. Pendekatan ini kemudian diterjemahkan masing-masing ke dalam bench marking atau tolok ukur. Sehingga pencapaiannya dapat terukur. Namun sampai saat ini, kami belum sepenuhnya berhasil menerjemahkan tolok ukur perkotaan tersebut ke dalam indikator dan parameter. Masing-masing (pendekatanred.) sudah dilakukan banyak lokakarya, yang seharusnya menyatu dan tidak terpisah.

ndonesia telah menjadi salah satu negara dengan populasi perkotaan terbesar di Asia Timur dan Pasifik. Pada tahun 2010, tercatat 49,8 persen penduduk Indonesia bermukim di wilayah perkotaan (Bank Dunia, 2012). Fenomena ini terus berlanjut, dan ditengarai dalam waktu dekat beberapa kota besar akan bertumbuh menjadi kota metropolitan, yaitu kota dengan jumlah penduduk minimum 1 (satu) juta jiwa. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, menjadi menarik untuk mengetahui antisipasi pemerintah baik berupa kebijakan, strategi maupun program yang dilaksanakan. HUDmagz berkesempatan mewawancarai Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas, Ir. Hayu Parasati, MPS. yang bertanggung jawab menyiapkan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). Berikut hasil wawancaranya. Bagaimana perkembangan penyusunan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN)? Kegiatan penyusunan KSPN dimulai dalam bentuk Proyek Reformasi Birokrasi Perkotaan di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.Mereka bikin implementasi di beberapa lokasi dan terdapat komponen kebijakannya berupa kebijakan pengelolaan perkotaan. Ternyata implementasinya jalan duluan karena TAnya (technical assistance/bantuan teknis-red), berupa penyusunan kebijakan, berlarut-larut. Implementasinya bikin pasar, terminal dan lainnya terlepas dari penyusunan kebijakannya. Sementara TA-nya tanggung. Reformasinya hanya menyangkut birokrasinya saja. Akhirnya diperbesar menjadi KSPN. Kebetulan pembangunan perkotaan dinamikanya tinggi tapi tidak punya payung kebijakan secara makro. Walaupun penyelesaiannya mengambil waktu yang cukup lama. Padahal sudah dilakukan diskusi dengan banyak pihak termasuk pemerintah daerah.

42

Edisi 3 - Maret 2013
Rencananya, agar workable (indikator dan parameterred.) maka dibagi dalam tahapan, yaitu standar minimum dan standar ideal. Tahun 2025, minimal ada kota yang memenuhi standar ideal. Ada SPP (Standar Pelayanan Perko­ taan) tahun 2025, semua perkotaan terpenuhi. Saat ini, Kemendagri sedang menyusun SPP tetapi hanya aspek pelayanan publik. Seharusnya menyangkut tiga pendekatan tadi, karena berbicara perkotaan banyak aspek lain yang perlu disentuh, seperti ketenagakerjaan dan lainnya. Jalannya paralel. Ibu-nya belum ada tapi anaknya sudah dibuat. Selain SPP, kita juga sudah punya indikator yang ditetap­ kan dalam RPJMN. Misalnya Indeks Kriminalitas salah satu bagian dari livable city. Ini dijadikan standar minimum saat ini. Kota-kota sendiri belum tahu jika terdapat indikator ini. SPP nanti akan menjadi Peraturan Pemerintah (PP). Jadi akhir tahun ini, regulasi terkait kebijakan pembangunan perkotaan seperti Perpres, dan PP dapat diselesaikan. Tentunya substansi kebijakannya masuk dalam RPJMN 20152019. Dengan demikian, kita berharap tahun 2015 sudah mulai dilaksanakan. Kalau melihat perkembangan perkotaan termasuk metropolitan saat ini, sepertinya berjalan sendiri saja. Apakah benar begitu? Ya, karena belum ada acuan. Belum ada kebijakan yang jelas. Walaupun demikian, sebenarnya kota-kota sudah banyak melakukan inisiatif bahkan inovasi yang kalau diperhatikan sebenarnya sejalan dengan apa yang sedang digodok menjadi kebijakan pembangunan perkotaan. Semua tergantung pimpinannya. Saat ini, pemerintah kota Surabaya, Yogya, Balikpapan, Makasar, Palembang, dan Denpasar telah bertemu dengan pemerintah pusat dan menyatakan minatnya untuk medapatkan fasilitasi dan pendampingan dalam rangka pembangunan perkotaan. TKPP menjadi satu-satunya pintu (one gate policy) dalam memasilitasi kota tersebut. Dibantu juga oleh Bank Dunia. TKPP diberdayakan secara nasional, kebijakan disiapkan segera, prosedur disiapkan dengan bantuan lembaga donor. Apakah dalam TKPP ada pembahasan isu perkotaan? Ada tetapi kaitannya dengan Jabodetabekjur (JakartaBogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur-red.), yaitu menyinkronkan pelaksanaan pembangunan antarwilayah melalui BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabekjur. Efektifitas BKSP dievaluasi. Ternyata terbatas hanya melakukan kompilasi saja tetapi pelaksanaannya tidak berperan. Telah di evaluasi bahwa pelaksanaan usulan BKSP harus diangkat ke atas minimal Wapres. Sebetulnya ada dasarnya yaitu Perpres tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTRKSN) Perkotaan. Tidak perlu jauh-jauh membahas isu yang akan ditangani, sementara ini tidak ada satu pun propinsi yang telah melaksanakan RTRKSN ini. Apakah ada koordinasi antara BKTRN dan TKPP? Selama ini sepertinya belum, karena TKPP sendiri belum efektif. Tadinya karena konsep utuh kebijakan perkotaan belum jadi, maka kami belum berani melakukan tindakan. Karena kan harus ada dasarnya. Bagaimana peran Bappenas dan kementerian teknis dalam konteks pembangunan perkotaan? Apakah keterlibatan masyarakat sudah diakomodasi? Saat ini yang aktif berperan dalam pembangunan perkotaan adalah Bappenas, Kementerian PU, Kementerian Dalam Negeri. Bappenas bertanggung jawab menyelesaikan KSPN termasuk menggolkan regulasinya baik berupa peraturan presiden atau bahkan undang-undang, dan menyiapkan program pembangunan perkotaan. Kementerian PU sudah lebih maju, misal Direktorat Jenderal Tata Ruang sudah menyusun konsep green city misalnya. Bahkan sudah juga mengembangkan beberapa parameter yang terkait dengan tupoksi mereka. Sebenarnya parameter yang telah ditetapkan oleh mereka telah mencakup keseluruhannya tetapi karena bukan tupoksi mereka sehingga tidak dielaborasi. Keterkaitan antara kota dan desa juga sudah mulai dielaborasi. Ada hal lain lagi. Nantinya RPIJM (Rencana Program Investasi Jangka Menengah-red.) yang ditangani oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum diselaraskan dengan KSPN. Kemendagri yang saat ini sedikit tertinggal. Sementara TKPP nantinya berperan menyebarluaskan informasi termasuk pembelajaran pembangunan perkotaan. Terkait keterlibatan masyarakat, masih dalam bentuk keterlibatan beberapa LSM seperti Rujak Center, dan beberapa individu dari perguruan tinggi dari berbagai daerah dan asosiasi perencana (OM).

43

Pendapat

Pencapaian dan Agenda Kedepan
Oswar Mungkasa2 Pengantar elaksanaan konsep desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama bahkan sejak sebelum kemerde­ kaan, dan mencapai puncaknya pada era reformasi dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan yang kemudian direvisi masing-masing menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004. Walaupun demikian, penerapan konsep desentralisasi dan otonomi daerah di Indo­ nesia sampai saat ini dianggap masih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Masih ditemukan banyak kele­ mahan dalam pelaksanaannya, baik dari kelengkapan regulasi, kesiapan pemerintah daerah, maupun penerimaan masyarakat sendiri. Terlepas dari itu semua, desentralisasi dan otonomi daerah telah menjadi suatu keniscayaan dengan mempertimbangkan amanat UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia yang telah menegaskan hal tersebut. Dengan demikian, menjadi lebih berharga kemudian meninjau kembali pencapaian se­ lama ini dan merumuskan agenda desentralisasi dan otonomi ke depan. Dengan keterbatasan yang ada, tulisan ini pada intinya mencoba merumuskan agenda tersebut. Pengertian dan Filosofi Secara formal, berdasar Undang-Undang Nomor 32 Ta­ hun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, desentralisasi diar­ tikan sebagai penyerahan kewenangan pemerintah oleh Pe­ merintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara otonomi daerah diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban daerah oto­ nom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan peme­ rintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004). Penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah

Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia:

1

Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengetahui bahwa setiap tanggal 25 April diperingati sebagai hari Otonomi Daerah di Indonesia. Hari otonomi daerah diperingati pertama kali pada tahun 1997. Untuk itu, tulisan ini dimaksud­ kan sebagai salah satu upaya memperingati Hari Otonomi Daerah tersebut. Selamat dan semoga otonomi daerah mencapai tujuannya menyejahterakan masyarakat Indonesia dalam waktu tidak lama lagi. Amin pusat kepada daerah otonom bermakna peralihan kewenang­ an secara delegasi, lazim disebut delegation of authority. De­ ngan demikian, pemberi delegasi kehilangan kewenangan itu, semua beralih kepada penerima delegasi. Berbeda ketika pe­ limpahan wewenang secara mandatum, pemberi mandat atau mandator tidak kehilangan kewenangan dimaksud. Mandat­ aris bertindak untuk dan atas nama mandator. Sebagai kon­ sekuensinya bahwasanya pemerintah pusat kehilangan ke­ wenangan dimaksud. Semua beralih menjadi tanggungjawab daerah otonom, kecuali urusan pemerin­ tahan yang oleh undang-undang dinyata­ kan sebagai urusan pemerintah pusat.3 Walaupun demikian, menurut Devas (1997), pengertian dan penafsiran ter­ hadap desentralisasi ternyata sangat be­ ragam, dan pendekatan terhadap desentralisasipun sangat bervariasi dari negara yang satu ke negara yang lain. Tetapi, secara umum definisi dan ruang lingkup desentralisasi selama ini banyak diacu adalah pendapat Rondinelli dan Bank Dunia (1999), bahwa desentralisasi adalah transfer kewenangan dan tanggungjawab fungsi-fungsi pemerintahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, lembaga semi-pemerintah, maupun kepada swasta.  Menurut Suwandi (2005), filosofi dari otonomi daerah adalah (i) eksistensi pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan secara demokratis; (ii) setiap kewenangan yang diserahkan ke daerah harus mampu menciptakan ke­ sejahteraan dan demokrasi; (iii) kesejahteraan dicapai melalui pelayanan publik; (iv) pelayanan pubik dapat bersifat pelayanan dasar maupun bersifat pengembangan sektor unggulan. Reformasi Regulasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah Dimulainya otonomi daerah pada era reformasi di Indo­ nesia ditandai dengan diterbitkannya Undang-Undang No­
1. Versi lengkap dari tulisan ini dengan judul Desentralisasi dan Otonomi daerah di Indonesia: Konsep, Pencapaian dan Agenda Ke Depan dapat di akses on line di www.academia.edu/2759012/Desentralisasi_dan_Otonomi_Daerah_di_ Indonesia_Konsep_Pencapaian_dan_Agenda_Kedepan 2. Pemimpin Redaksi HUD Magazines. (sandi.putra61@gmail.com) 3. Pasal 10 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 menetapkan, bahwasanya urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah pusat meliputi politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal, dan agama.

P

44

dapat pembagian urusan yang spesifik. an kebutuhan hidup minimal. Sehingga daerah otonom men­ wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pe­ jadi sebanyak 536 unit (propinsi. kepala daerah diberikan ke­ rah di Indonesia memasuki babak baru dengan terbitnya UU wenangan untuk memungut pajak/retribusi (tax assignment) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang dan pemberian bagi hasil penerimaan (revenue sharing) serta telah diundangkan pada tanggal 15 Oktober 2004. perkataan lain terjadi peningkatan  68% dari jumlah daerah Dalam urusan bersama yang menjadi kewenangan daerah otonom tahun 1998 atau secara rata rata dalam satu tahun terbagi dua. 26 8 34 Aspek penting lainnya adalah aspek Jumlah provinsi Jumlah kabupaten 234 175 409 demokratisasi yang diukur dari unsur keter­ libatan masyarakat dalam menentukan jumlah kota 59 34 93 pejabat publik di daerah. (iii) pemenuhan hak dasar. UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mengatur persyaratan ad­ Selain itu. Dalam pembentukan daerah. dengan DAU yang bertujuan untuk mengurangi ke­ timpangan Berkenaan dengan pembagian urusan pemerintahan ter­ kemampuan keuangan antar daerah (horizontal imbalance). prasarana lingkungan dasar Hasil evaluasi efektifitas pelaksanaan otonomi daerah dan sebagainya. (v) pengembangan infrastruk­ Sementara berdasar UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang tur seperti jalan. Salah satunya adalah desentralisasi dan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka dekonsentrasi dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konti­ tugas pembantuan dibiayai atas beban anggaran tingkat pe­ num bukan bersifat dikotomis. atau pun kabupaten/Kota. Undang. dipilih secara langsung oleh rakyat. ningkatkan kesejahteraan rakyat. pelaksanaan pe­ hun 2011. meliputi poli­ Pencapaian Desentralisasi dan Otonomi Daerah tik luar negeri. Sub­ agar pembentukan daerah dapat menjamin terselenggaranya sidi Daerah Otonom dan Dana Inpres dihapuskan dan diganti pelayanan secara optimal. 2013). di antara lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan (ii) kualitas SDM. dilakukan juga perubahan pola bantuan dan ministrasi. kesehatan. Oleh karenanya. moneter dan fiskal Sejak dicanangkannya otonomi daerah pada tahun 2000. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan ber­ digma penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam UU dasarkan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN dan No. pemenuh­ dia. keamanan. Kesimpulan ini merupakan Selanjutnya agar penyediaan pelayanan kepada masyarakat hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas pada ta­ mampu memenuhi ukuran kelayakan minimal. (vii) kualitas pengelolaan pemerintahan ber­ 45 . urusan yang bersifat con­ telah terbentuk daerah otonom baru sebanyak 217 buah yang current atau urusan yang dapat dikelola bersama antara pusat. dan tugas pembantuan. pengaturan pembiayaan dang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan daerah dilakukan berdasarkan asas desentralisasi.bantuan keuangan (grant) atau dikenal sebagai dana perim­ undang tersebut secara substansial mengubah  beberapa para­ bangan. 22 Tahun 1999. Hal ini dimaksudkan sumbangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. dan agama. Pertama. pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas Kemudian. Sedangkan yang bersifat pilihan adalah hal menunjukkan bahwa pelaksanaan otonomi daerah belum yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan mencapai tujuan yang hakiki dari otonomi daerah yaitu me­ kesejahteraan. yang merupakan hasil revisi dayaan ekonomi. yustisi. merintahan yang menugaskan. terdiri dari 8 provinsi. 175 kabupaten dan 34 Kota. layanan kepada masyarakat oleh Pemerintah Daerah harus berpedoman kepada Standar Tabel 1 Perkembangan Jumlah Daerah Otonom antara Tahun 1999 – 2013 Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan JUMLAH DAERAH OTONOM 1999 PERUBAHAN 2010 oleh Pemerintah. Dengan provinsi. pertahanan. yang secara trasi. penerangan dan air minum.Edisi 3 . Oleh sebab itu. Kedua. urusan yang sepenuhnya menjadi urusan Pemerintah Pusat. kerja dan angka pengangguran. teknis dan fisik kewilayahan. (iv) lapangan yang sama dan sejajar. artinya tidak saling membawahi. Jumlah Total Daerah Otonom(*) 319 217 536 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sumber: Wikipedia. (vi) pember­ Perimbangan Keuangan Daerah. Kedudukan yang setara bermakna bahwa nomi daerah yang dipergunakan adalah (i) angka Kemiskinan. Hubungan antara Pemerintah Daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara Adapun indikator pengukuran efektifitas pelaksanaan oto­ dan bersifat kemitraan.Maret 2013 mor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Un­ terhadap UU Nomor 25 Tahun 1999. nasional. yakni urusan wajib dan urusan pilihan. Selengkapnya pada Tabel 1. Pembiayaan penyelenggaraan resmi dicanangkan per 1 Januari 2001. dekonsen­ Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. kabupaten. Urusan lahir 18 daerah otonom baru. kota) (Wikepe­ layanan dasar seperti pendidikan dasar. pelaksanaan desentralisasi dan otonomi dae­ beban APBD. 2013 (*) Angka ini tidak termasuk 1kabupaten administratif dan 5 kota administratif di DKI Jakarta.

diantaranya (i) se­ makin meningkatnya tingkat kemandirian dan kemampuan daerah dalam mengelola pembangunan ekonomi daerahnya. (ii) perkembangan pereko­ nomian yang signifikan. 2010). bukan optimalisasi. serta semakin membaiknya fungsi in­ termediasi bank umum. berupa desentralisasi KKN dan duplikasi Perda yang justru berlawanan dengan spirit otonomi daerah. yaitu l Tumpang tindih regulasi sektoral dan desentralisasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah. disertai peningkatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. maupun non-pungutan. peningkatan PAD tersebut dibarengi dengan kebijakan-ke­ bijakan duplikatif sehingga sangat memberatkan masyarakat dan pelaku ekonomi pada khususnya4. Di sisi lain. Masalahnya adalah. terjadinya oligarki politik oleh elit lokal maupun gejala pembangkangan daerah terhadap pemerintah pusat. Berdasarkan kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). Langkah yang dilakukan adalah melalui pola tradisional dengan mengintensifkan dan mengekstensifkan pemungutan pajak dan retribusi. perolehan pendapat­ an daerah. Langkah ekstensifikasi pajak daerah akan menimbulkan 4. dan (iii) pemerintah daerah saling bekerjasama dan berbagi informasi untuk menyelesaikan persoalan yang sama-sama mereka ha­ dapi. pertumbuhan ekonomi. retribusi. sedangkan pada level propinsi dan kota di bawah 22%.  Walaupun demikian. (ii) terbukanya potensi kegaduhan yang disebab­ kan oleh ketidaksiapan daerah dan ketidakleng­ kapan desain regulasi untuk mengimplementasikan proses desentralisasi. pemerintah daerah mencoba meningkatkan penerimaan daerah akibat orientasi kepada PAD yang berlebihan. Contoh lainnya. Jika sebelumnya watak KKN lebih bersifat vertikal dengan institusi di atas mengambil bagian yang paling besar. (iii) benturan antara wewenang instansi pemerintah karena pembagian wewenang yang tidak sistematis. (ii) kebi­ jakan instansi pusat saling bertentangan. 2010) 46 . Namun berdasar hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). Sementara hasil kajian  IRDA  (2002) menunjukkan de­ sentralisasi berhasil mendorong terwujudnya tiga kondisi penting. Ditengarai beberapa faktor menjadi penyebab tum­ pang tindihnya regulasi sektoral yaitu (i) pertentangan antara undang-undang dengan peraturan pelaksanaannya.Pendapat dasar prinsip Kepemerintahan yang Baik (Good Governance). Menteri Keuangan pada tahun 2003 telah merekomendasikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk mencabut 206 Perda di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. ternyata pelaksanaan otonomi daerah belum berhasil meningkatkan kesejahteraan secara signifikan. l Pelaksanaan otonomi daerah belum efektif Salah satu tujuan pelaksanaan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. 2012).63% dari seluruh total Perda yang diproduksi. Terlepas dari perdebatan tentang dampak positip dan negatip dari otonomi daerah. Isu. dampak negatif juga terjadi dian­ taranya (i) banyak kebocoran (korupsi) dan peng­ gunaan anggaran yang tidak efisien dan efektif. Sebagian besar perdaperda tersebut dianggap menjadi penyebab munculnya high cost economy (ekonomi biaya tinggi) sehingga tidak mendu­ kung upaya peningkatan iklim usaha di Indonesia. setidaknya berbagai kalangan mempercayai terdapat banyak hal positip dari penerapan konsep otonomi daerah di Indonesia. (Jatmiko. Pola ini menjadi sebuah pilihan utama karena ketidakmampuan pemerintah dalam mengembangkan sifat wirausaha (enterpreneurship). (ii)  perangkat pemerintahan daerah memiliki komitmen yang makin kuat dalam pemberian layanan serta merasakan adanya tekanan yang berat dari masyarakat agar mereka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada kasus ini tentu saja pemerintah daerah telah berperan sebagai pen­ cari rente (Rent-Seeker) (Sari dkk. Temuan lain oleh Hidayat (2003). maka sejak era otonomi watak KKN lebih bersifat hori­ zontal dengan setiap lini penyelenggara pemerintah (daerah) mengambil bagian yang sama. pendapatan per kapita. bahwa daerah akan melakukan upaya maksimalisasi. yaitu (i) meningkatnya kepedulian dan pengharga­ an terhadap partisipasi masyarakat dalam proses politik di tingkat lokal. bahwa kebijakan de­ sentralisasi juga tak luput dari serangkaian permasalahan se­ perti munculnya pembengkakan organisasi daerah. baik dalam bentuk pajak. Perda yang bermasalah pada level kabupaten pada tahun 2006 bahkan mencapai 65. dapat dikategorikan beberapa isu utama yang perlu mendapat perhatian. yang berdampak pada munculnya    risiko bawaan. terdapat 87 regulasi sektoral yang mengatur 31 urus­ an yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah. ditunjukkan dari terjadinya perencanaan ekonomi daerah yang lebih mempertimbangkan aspirasi masyarakat di daerah (bottom-up planning). ditandai dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). 2011). Setidaknya 29 bidang urusan diantaranya tumpang tindih. l Ekstensifikasi sumber pendapatan Daerah yang berlebihan Salah satu konsekuensi otonomi daerah ada­ lah kewenangan daerah yang lebih besar dalam pengelolaan keuangannya.  SMERU (2002)  mengungkap fakta banyaknya daerah yang memberlakukan berbagai pu­ ngutan baru yang berpotensi menghambat iklim investasi dan gairah bisnis lokal (Utomo. Tantangan dan Kendala Memperhatikan pengalaman pelaksanaan otonomi daerah. (iv) perbedaan antara peraturan perun­ dangan dengan yurispudensi dan Surat Edaran Mahkamah Agung (Direktorat Otonomi Daerah.

terdapat sejumlah kelemahan dalam pelaksana­ an penataan daerah di Indonesia. Beberapa faktor menyumbang pada terjadinya kondisi ini. sehingga loyalitas aparatur pemerintah cenderung lebih kuat kepada kekuatan politik dari pada kepentingan masyarakat l Partisipasi masyarakat masih belum memadai Masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi setiap kebijakan yang diberlakukan. (ii) bersifat parsial. (ii) Penghapusan barang inventaris dan aset negara (tanah). Sepanjang 2004-2011 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat terdapat sebanyak 158 kasus korupsi yang menimpa kepala daerah yang terdiri atas gubernur. sehingga kepenting­ an per daerah yang menjadi acuan. dibutuhkan langkah nyata dalam menanggapi isu dimaksud. (vii) manipulasi hasil pe­ nerimaan penjualan. Ditengarai rendahnya pencapaian ini banyak ditentukan oleh kapasitas dan integri­ tas sumberdaya manusia yang masih jauh dari memadai. penerimaan pajak. yaitu (i) desain kebijakan sangat kental dengan pola pikir ‘inward looking’ sehingga penataan daerah diterjemahkan hanya sebagai pembentukan daerah otonom baru.33 triliun. 1. Oleh karenanya keterlibatan masyarakat menjadi suatu keniscayaan. pada beberapa daerah. (iv) pemotongan uang bantuan sosial dan subsidi (sekolah.9 triliun. Beberapa bentuk korupsi yang masih terjadi diantaranya (i) penggelembungan nilai barang dan jasa pada proses peng­ adaan barang dan jasa. Bahkan pemahaman masyarakat cenderung bertentangan dengan jiwa otonomi daerah. Kondisi ini bermuara pada masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang oto­ nomi daerah. (vi) penyelewengan dana proyek. (v) pemberian bantuan fiktif. (vi) penyelenggaraan proyek fiktif. sementara berdasar fakta pencapaian otonomi daerah. retribusi dan iuran (Sari dkk. panti asuhan dan jompo). rumah ibadah. keterlibatan masyarakat dalam proses implementasi Otonomi Daerah belum terlihat jelas. 2012). (Harmantyo. dan wali kota (Sari dkk. tahun 2003 sebesar Rp. Sebagai ilustrasi.. Namun dengan banyaknya daerah otonom baru. 2011). namun pelaksanaannya masih terkesan 5. ditemui fakta bahwa pemekaran wilayah tersebut terlihat tidak disiapkan dengan baik sehingga ditemui kabupaten baru yang hanya berpenduduk 12 ribu jiwa. 2012).Maret 2013 beban yang terlalu besar buat masyarakat umum dan pelaku ekonomi yang pada akhirnya berujung pada meningkatnya beban masyarakat secara tidak proporsional dan menimbul­ kan ekonomi biaya tinggi sehingga dapat melemahkan per­ tumbuhan ekonomi daerah. 2012) l Kesalahpersepsian terhadap keberhasilan otonomi daerah yang diukur dengan kemampuan keuangan daerah Keberhasilan otonomi daerah seringkali dipersepsikan sebagai keberhasilan suatu daerah hanya dalam aspek ke­ mampuan keuangan daerah. yang langsung “bersentuhan” atau berkepentingan dengan kebijakan tersebut.. Di­ samping persoalan adanya ketimpangan antara besarnya dana yang dialokasikan dengan hasil yang dicapai dalam pemba­ ngun­ an daerah otonom baru serta munculnya konflik hori­ sontal yang cenderung semakin meningkat. Secara umum.. Sebagai ilus­ trasi. pengurusan pensi­ un dan sebagainya. (iii) pungutan liar dalam penerimaan pe­ gawai. pembayaran gaji. yaitu hak daerah untuk menggali sumber keuangan dan bukan untuk memberikan pelayanan. pada tahun 2002 dialokasikan DAU sebesar Rp. 47 . bupati. (iii) masih kuatnya pengaruh kekuat­ an politik pada birokrasi daerah. sehingga mempengaruhi terhadap semangat dan budaya kerja birokrasi. Dilain pihak. nelayan daerah lain tidak boleh me­ nangkap ikan di luar daerahnya (Sari dkk.Edisi 3 . 2.6 triliun dan pada tahun 2010 sebesar Rp. Akibatnya konsep “urusan” lebih dikaitkan dengan “keuangan”. (ii) pola pembinaan karir yang belum mempunyai aturan yang jelas dan pasti. yang ternyata masalah di atas juga disebabkan oleh lemahnya aturan per­ syaratan dan penahapan pembentukan daerah otonom baru. yaitu (a) masih rendahnya profesionalitas birokrasi. l Korupsi di Daerah masih marak Fenomena lain yang sejak lama menjadi kekhawatiran banyak kalangan berkaitan dengan implementasi otonomi daerah adalah bergesernya praktik korupsi dari pusat ke dae­ rah5. hanya 20 % pemerintah daerah mampu menyelenggarakan otonomi daerah dan ber­ buah kesejahteraan rakyat di daerah. 47. l Belum optimalnya hasil pemekaran daerah Pemekaran wilayah merupakan salah satu dampak ikutan dari penerapan kebijakan desentralisasi di Indonesia. bahkan terlihat bahwa pertambahan wilayah administratif kabupaten/ kota hasil pemekaran bertambah secara signifikan sejak dimu­ lainya kebijakan desentralisasi ini. Beberapa agenda yang dipandang perlu dan segera untuk dilakukan adalah: l Penyusunan Desain Besar Otonomi Daerah Tahun 20152025 Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama. Berdasar kajian Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerin­ tahan (2010). kenaikan pangkat. karena masyarakat sesungguh­ nya adalah pelaku utama. l Kondisi SDM aparatur pemerintahan dan legislatif yang be­ lum menunjang sepenuhnya pelaksanaan  otonomi daerah Keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah sangat ber­ gantung kepada kemampuan aparaturnya. Agenda ke Depan Memperhatikan isu utama dalam pelaksanaan otonomi daerah yang telah banyak mempengaruhi pelaksanaan otono­ mi daerah. di­ sebabkan antara lain pola rekruitmen yang belum sempurna (menyangkut perencanaan kebutuhan dan seleksi). ber­ dampak terhadap semakin besarnya dana pembangunan dae­ rah otonom baru yang dialokasikan dari APBN.

(21) inovasi daerah. (13) pelayanan publik. pembenahan sistem informasi. beberapa hal yang perlu di­ lakukan adalah peningkatan kualitas para pimpinan dan staf perencana melalui pendidikan dan pelatihan perencanaan berkala. Salah satu masukan terkait revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 berasal dari Hakim Konstutusi Akil Mochtar (2012).  Banyaknya urusan pemerintahan yang menyaratkan NSPK (Norma. dan tarik-menarik kewenangan antarlevel peme­ rintahan (pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Standar. juklak. (14) partisipasi masyarakat. (16) kawasan khusus.  Pembagian kewenangan menjadi urusan wajib dan urus­ an pilihan yang belum jelas dan cenderung seragam untuk seluruh daerah sehingga menimbulkan banyak kesulitan karena tak seluruhnya sesuai dengan karaktersitik dan ke­ butuhan daerah. namun sangat sedikit daerah yang­ berinovasi untuk menetapkan sendiri kualitas pelayanan publiknya (Dwipayana. provinisi dan kabupaten/ kota yang berakibat pada per­ bedaan interprestasi. juknis). Untuk itu. dimana kelambanan di kementerian sektoral dalam mengeluarkan NSPK berimbas pada tidak adanya standar kualitas penye­ lenggaran urusan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Prosedur. perlu dikembangkan konsep 48 .  Situasi pembuatan kebijakan desentralisasi/otonomi dae­ rah yang cenderung terpecah-pecah sehingga menghasil­ kan peraturan perundang-undangan yang saling ber­ tentangan atau tidak tepat sasaran. permen. Walaupun ada keleluasaan bagi daerah untuk bergerak sebelum NSPK keluar. (12) keuangan daerah.  Kerancuan yang terjadi menyusul model susunan pe­ merintahan yang menempatkan provinsi sebagai daerah otonom sebagaimana kabupaten/kota. yaitu:  Ketidakjelasan pembagian ke­ wenangan antara pemerintah pusat. Sebagai konsekuensi logis­ nya. (17) kerjasama antardaerah. Berdasar penelitian dan diskusi yang diselenggarakan Pro­ gram Pascasarjana S2 Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada selama tahun 2008-2009. PP. Undang-Undang Nomor 22 Ta­ hun 1999 hanya efektif selama 5 tahun dan direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Desain Besar ini akan dilengkapi dengan peta jalan yang sekaligus merupakan masukan bagi penyusunan RPJMN Tahun 2015-2019. (6) Muspida. Untuk itu. (18) desa. (10) peraturan daerah. baik sektoral maupun yang terkait langsung dengan otonomi daerah. l Penyempurnaan regulasi otonomi daerah dan sinkronisasi dengan regulasi sektoral terkait Agenda utama yang perlu dilakukan adalah sinkronisasi keseluruhan regulasi terkait otonomi daerah. (15) kawasan perkotaan. (20) tindakan hukum ter­ hadap aparatur Pemda. (19) pembinaan dan peng­ awasan. dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala dan tepat waktu. undang-undang otonomi daerah kemungkinan besar juga perlu direvisi. dan Kriteria). (9) aparatur daerah. 2011). di­ sepakati terdapat beberapa isu yang belum mampu dijawab oleh desain desentralisasi saat ini. (11) pembangunan daerah. (5) peran gubernur sebagai Wakil Peme­ rintah Pusat di Daerah. (7) perangkat daerah. l Peningkatan kualitas proses perencanaan pembangunan daerah Pembangunan daerah yang berkualitas masih sulit dica­ pai. yang menyatakan bahwa setidaknya terdapat 22 isu strategis yang dirumuskan dalam RUU Pemerintahan Daerah antara lain: (1) pembentukan daerah otonom. (4) pemi­ lihan kepala daerah. maupun daerah (perda). ter­ masuk regulasi di pusat (undang-undang. Aki­ batnya hasil evaluasi pelaksanaan otonomi daerah menjadi kurang berkualitas. (3) daerah berciri kepulauan. Sebagai ilustrasi. l Peningkatan kualitas pengendalian program melalui pengem­ bangan sistem informasi otonomi daerah yang menerapkan manajemen pengetahuan Salah satu kelemahan pelaksanaan otonomi daerah adalah tidak terpantaunya kegiatan secara memadai. (2) pembagian urusan pemerintahan. yang terutama diakibatkan oleh kesulitan mengakses data pencapaian. peningkatan kualitas data. padahal wilayah provinsi meliputi wilayah kabupaten/kota.Pendapat berubah-ubah bahkan pada era reformasi perubahan regu­ lasi terkait otonomi daerah berlangsung dalam waktu yang singkat. dan pada saat bersamaan juga merupakan wakil pemerintah pusat di daerah. perlu disiapkan langkah penyiapan naskah akademik dengan me­ libatkan berbagai pihak. dan. ketika proses perencanaan pembangunan daerah belum mendapat perhatian. (8) kecamatan. dan peningkatan kualitas rapat koordinasi wilayah. Untuk itu. baik dalam lingkup nasional maupun lokal  Kecenderungan pemerintah nasional tidak melakukan penyesuaian kelembagaan dengan rezim desentralisasi se­­ hingga yang terjadi justru “pembengkakan” struktur kelembagaan di pusat. pemerintah daerah provinsi dengan kabupaten/kota). (22) dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). tumpang tindih.

(iii) penyelesaian batas daerah. yaitu geografi. dibutuhkan suatu grand design (desain besar) yang dapat menjadi suatu acuan bagi langkah pemekaran daerah. (vii) sosial ekono­ mi. ketersediaan akses melalui keberadaan pusat informasi di tiap daerah. yaitu hidrologi. tingkat kemakmuran. yang di­ padu dengan pengembangan reformasi birokrasi di daerah. Menjadi agenda pemerintah selanjutnya untuk mereview dan menginternalisasikan Desain Besar ini kedalam Desain Besar Otonomi Daerah dan regulasi terkait khususnya undang-undang otonomi daerah Beberapa ide utama dalam dokumen ini diantaranya ada­ lah (i) terdapat 4 (empat) elemen dasar penataan daerah. dibutuhkan suatu forum yang dapat membantu mengakomodasi semua kepentingan. kondisi sosial ekonomi. pemantauan dan evaluasi secara partisipatif Selama ini proses desentralisasi dan otonomi daerah ter­ lalu fokus pada aspek kepemerintahan. yaitu agama. Untuk melihat jumlah ideal dari propinsi. Dimungkinkan juga pertukaran data dan informasi secara aktif diantara pemerintah daerah. Beberapa hal yang akan tercakup adalah sistem informasi. (iii) manajemen keuangan. Dengan demikian diharapkan dukungan masyarakat akan membantu meningkatkan kuali­ tas otonomi daerah. sehingga keterlibatan pemangku kepentingan men­ jadi suatu keniscayaan. digunakan 7 (tujuh) formulasi dari berbagai sudut pandang. aksesibilitas dan potensi wilayah). (vi) perta­ hanan dan keamanan. l Pembenahan forum komunikasi otonomi daerah Pelaksanaan otonomi daerah menjadi kepentingan semua pihak. (c) penataan daerah yang memiliki karakteristik khusus. Untuk itu. peng­ olahan. pendistribusian dan bahkan meningkatkan data dan informasi tersebut menjadi pengetahuan. dan kerjasama dengan swasta. yaitu (a) pembentukan daerah persiapan sebagai tahap awal sebelum ditetapkan sebagai daerah otonom. Forum yang ada selama ini dapat dioptimalkan perannya dalam meningkatkan keterlibatan pemangku ke­ pentingan. perairan kepulauan. (iv) pengalihan status daerah serta pemindahan ibukota (Kemitraan bagi Tata Pemerintahan. dan ketahanan nasional. Untuk itu. bahkan pada titik tertentu menjadi beban bagi pelaksanaan otonomi daerah. dengan pertimbang­ an kepadatan penduduk. demografi. ekologi. Dimulai dengan penyusunan sistem kepegawaian daerah yang berisi pola rekrutmen. topografi.Edisi 3 . (v) geografi. yaitu (i) administrasi publik. (ii) penghapusan dan penggabungan daerah. keterwakilan). (d) penetapan estimasi jumlah maksimal daerah otonom di Indonesia ta­ hun 2010-2025 (selengkapnya pada Tabel 2 ). revitalisasi perusa­ haan daerah. (b) peng­ gabungan dan penyesuaian daerah otonom. Saat ini telah tersedia suatu makalah kebijakan bertema Desain Besar Penataan Daerah6 di Indonesia. persebaran dan etnis. l Pembenahan proses pemekaran daerah melalui penyusunan Desain Besar Penataan daerah Sebagaimana telah diketahui bahwa pemekaran daerah ternyata pada akhirnya tidak mendukung tujuan pelaksanaan otonomi daerah. dengan pertimbangan jumlah penduduk. kabupaten/kota. (ii) nilai dasar pembentukan daerah otonom terdiri atas efisiensi administrasi (daya saing daerah dan skala ekono­ mi dan jumlah beban propinsi) dan efektifitas adminis­ trasi (rentang kendali. Diantara yang dapat dilakukan adalah efisiensi anggaran. mekanisme monitor­ ing dan evaluasi. Tabel 2 Estimasi Jumlah Maksimal Kabupaten/Kota di Indonesia (2010-2025) Daerah otonom Jumlah provinsi Jumlah kabupaten/kota Jumlah daerah otonom 2010 33 491 524 Penambahan 11 54 65 2025(*) 44 545 589 (*) Diolah berdasarkan estimasi tim Desertada Kemendagri (2010) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembenah­ an birokrasi daerah melalui reformasi birokrasi Fenomena rendahnya kualitas sumberdaya manusia di daerah yang telah berlangsung lama perlu segera dihentikan. l 6. Penataan daerah meliputi (i) pemekaran dan pembentukan daerah. dan lainnya.Maret 2013 manajemen pengetahuan yang pada intinya menjaga aliran data dan informasi mulai dari pengumpulan data dasar. (iv) demografi. sumber daya alam/buatan. l Pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. l Pengembangan alternatif sumber pembiayaan pemerintah daerah Kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah dalam mem­ peroleh sumber pembiayaan di daerah perlu disikapi dengan menyiapkan terobosan alternatif pembiayaan. 49 . demokrasi pemerintahan (aspirasi dan kendali masyarakat. sistem pendidikan pegawai. menyelenggarakan dengar pendapat publik. dibutuhkan upaya bertahap untuk mulai melibatkan masyarakat dimulai dengan melaku­ kan sosialisasi secara intensif. yang merupa­ kan hasil kolaborasi berbagai pihak dengan dikoordinasikan bersama oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Partnership for Gover­ nance Reform). dengan melupakan bahwa filosofi otonomi daerah diantaranya adalah keterlibat­ an aktif masyarakat dalam proses ini. melibatkan masyarakat dalam pemantauan dan evaluasi secara partisipatif. yaitu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemerintahan dan mengaktualisasikan representasi lokal. 2010). dan pihak di luar pemerintah termasuk masyarakat. budaya. (ii) manajemen pemerintahan. penjenjangan karir. Untuk itu. dan rentang kendali. baik pemerintah. sistem insentif/di­ sinsentif. Akibatnya masyarakat hanya menjadi obyek. luas wilayah.

dan sebagainya. Apa yang dianggap uji coba dan contoh yang baik seperti rumah susun di Dupak dan Sombo (Sura­ baya).Pendapat Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? Tjuk Kuswartojo* P embangunan rumah susun massal sebagai produk kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah pe­ rumahan dan perkotaan di Indonesia baru muncul awal tahun 80an. Resiko tinggi meng­ huni kampung kumuh seperti banjir. Klender (Jakarta). Sedang pembangunan rumah su­ sun di Klender (Jakarta). Sementara itu. Skala pembangunan terlampau ke­ cil dibanding luas dan banyaknya rumah di permukiman kumuh. Kalaupun rumah tersebut harus menyewa. Bandung. Pertambahan penduduk dan per­ luasan kota yang tak terbendung. di Suka­ jadi (Bandung). Apalagi rencana pembangunan jang­ ka panjang telah mencanangkan kota tanpa permukiman kumuh 2025. makin memberatkan masyarakat maupun pemerintah kota. pembangunan rumah susun memang tidak pernah sungguh-sung­ guh menjadi instrumen peningkat­ an kualitas permukiman kumuh. Pada waktu itu belum ada undang-undang tentang perumahan dan permukiman. Pembangunan rumah susun di Kebon Kacang (Jakarta) juga merupakan eks­ perimen untuk menggantikan permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. penyakit oleh kondisi lingkungan. Palembang dan seba­ gainya oleh Perumnas sebagai al­ ternatif rumah sederhana. UU ini beriringan dengan pembangunan rumah susun di Kebon Kacang. kecua­ li harus menghadapi resiko tersebut. Kampung kumuh pasti de­ kat de­ ngan tempat mencari nafkah. Kedua untuk memenuhi kebutuhan akan rumah yang terus meningkat oleh per­ tambahan penduduk. yang ada adalah UU Nomor 6 Tahun 1962 tentang Pokok-Pokok Perumah­ an yang terfokus pada hubungan sewa menyewa perumahan. sekedar eksperimen untuk mendapatkan pengalam­ an teknis. tidak harus membayar iuran sanitasi maupun sampah dan ongkos pe­ meliharaan rumah pun ringan. Karena selama itu. Apalagi resiko meng­ huni tersebut dikompensasikan juga dengan hubungan keakrab­ an sosial yang terbangun di kampung tersebut. semuanya terpaksa harus dihadapi. Dimulai dengan membangun rumah susun 4 lantai di Jakarta. kemudian diterbitkan undangundang rumah susun untuk memberi landasan hukum tentang kepemilikan dan kewajiban serta tanggung jawab penghuninya. atau Kepunden (Semarang) sumber foto: istimewa 50 . Rumah susun sebagai pengganti permukiman kumuh sudah diselenggarakan sejak 25 tahun yang lalu. Tahun 1990. Tahun 1985. sejak awal pembangun­ an rumah susun dianggap sebagai solusi untuk dua misi. menjadikan kehidupan dan manajemen kota makin sulit. biasanya juga murah. Dengan demikian. Rumah Susun dan Rumah Menara: Dapatkah Mengganti Permukiman Kumuh? Kampung yang menjadi kumuh. Membangun tanpa menggusur. air gratis. tetapi tidak memberikan hasil yang berarti. kehadiran payung hukum rumah susun mendahului payung hukum perumahan dan permukiman yang lebih menyeluruh dan komprehensif. Masalah inilah yang diatasi dengan membangun kota secara vertikal. adalah solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar beban menghuni lebih ringan dan terjangkau. Dengan demikian. peratur­ an pemerintah tentang persyaratan yang lebih teknis terkait rumah susun diterbitkan pada tahun 1988. Misi tersebut belum akan berubah selama permukiman kumuh masih ada. Persoalannya adalah bagaimana agar rumah susun menjadi solusi yang tepat dan efektif itulah yang menjadi soal. muncul instruksi presiden untuk mena­ ngani permukiman kumuh pada tanah negara dan secara eksplisit menyatakan bahwa perbaikan permukiman ku­ muh itu dilakukan dengan membangun rumah susun. Surabaya dan kota lain­ nya. Ka­ rena dengan sifat kebutuhan dan tingkat pendapatannya. begitulah slogan yang dicanangkan. kebakaran. penyakit menular dan mungkin juga penggusuran. tidak ada pilihan lain bagi suatu lapisan masyarakat. Pertama untuk meningkatkan kualitas per­ kotaan dengan mengganti permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. Sukajadi (Bandung).

pada suatu waktu di ta­ persegi per bulan.rumah menara bangunan ini dilaksanakan tanpa menggusur.900. sayuran. yang akan menyelamatkan Bagaimana hubungannya dengan per­ Jakarta dari banjir dan juga memberi udara mukiman kumuh. menjadi beban berat bagi sarana dan prasarana kota di ka­ Hadirlah kemudian kompleks apartemen ”sederhana” di wasan tersebut.85 juta per unit satu kamar tidur dan Rp. meminimkan kebutuh­ tidak terlalu suka dengan kebijakan towerisasi rumah mu­ an ruang dan utilitas. dokter dan agen Mengapa tower. Bagaimana membiayainya.Edisi 3 . tumbuh di kompleks kecil sehingga bisa diperoleh ruang terbuka tersebut. Karena pasti ong­ Begitulah. untuk mengganti rumah kumuh.000 per bulan untuk sumber foto: istimewa kumuh di Jakarta.000 sehingga tidak puluhan.9. Ketinggian bangunan itu sendiri. Karena dengan kepadatan penduduk yang begitu tah serta kemudahan perizinan akhirnya Perumnas dan tinggi. Dengan eksplisit. Walau­ kumuh. Kalau hari naik di atap KRL mondar mandir ke Ja­ memang demikian.Maret 2013 tidak direplikasi atau dikembangkan lebih lanjut. rapannya bahwa perumahan ini tidak hanya pun demikian masih ada sisa pemikiran un­ diperuntukkan bagi penghuni permukiman tuk tetap membangun tower guna mengatasi kumuh saja. rumah susun lebih dari 10 mulai dari warung makanan. Dengan demikian. Memang benar pem­ agar penduduk yang dapat ditampung bisa . Berbagai usaha kecil. para pengembang mau. persyaratan yang diajukan Rp. hijau yang luas. penyewa tipe studio hun 2007. pengamatan dari helikopter itu meneguhkan kos tinggal di tower akan jauh lebih tinggi dari pada ting­ kebijakan perumahan yang dikenal dengan program 1. tentu saja permukiman kumuh. di mana lokasinya dan berapa Meski tidak menjadi keputusan dan pernyataan yang luas lahan yang dibutuhkan untuk memulainya. kebijakan tower ini harus karta juga dapat ditampung. tidak menjawab Tower yang diba­ngun tersebut nggak nyam­ pung maksimum 400 orang/hektar sedang tower bisa lebih dari 2. seper­ investor kecil yang tidak terlalu menghitung pengembalian ti misalnya pembangunan rumah susun untuk mengatasi walaupun tetap mau untung. Tentu saja lis­ trik dan air harus mungkin trenyuh dan risau melihat sebaran. apakah mengelola tower pengganti permukiman kumuh tersebut. sesungguhnya Gubernur DKI Jakarta waktu itu meng­ otak atik struktur bangunan.000 jiwa menempati persil seluas 12 Ha. masih menyibukkan para penjabat kementerian. Beliau-beliau tersebut pemeliharaan. penghuni apartemen terkena kewajiban membayar ongkos Didorong oleh niat meningkatkan skala pembangun­ manajemen antara Rp. tetapi masyarakat yang saban kekumuhan di pinggiran Ciliwung. karena penggunaan tanahnya properti kecil-kecilan. Rumah susun bisa menam­ karena memang tidak ada yang harus digusur.144 juta per Gubernur mengakibatkan beliau dituduh sebagai peng­ unit dua kamar tidur. Mengapa bukan rumah susun empat/ ternyata rumah menara tidak menjawab soal lima lantai seperti yang telah ada..000 gal di kampung.. hambat pembangunan. Hubungan sosial yang terbangun selama tower.000 per meter an massal dengan lebih cepat.300. bangun tower.000 de­ ngan helikopter mengamati permukiman sampai Rp. Disebut apar­ tut persyaratan teknis yang tinggi pula. penjual sayurlantai. terbang misalnya seluas 20 m2 harus menyediakan Rp.15. Tipe studio sekarang permukiman liar dan kumuh di Hongkong tahun lima­ disewakan dengan harga Rp. Mungkin hanya suatu lontaran ide tanpa telaah puluhan tahun di permukiman kumuh juga perlu diperha­ yang mendalam.180. Karena Apartemen yang telah dibangun itu ternyata diserbu itu. apartemen lokasi dan luasnya permukiman kumuh dan Gading Nias dan Kalibata kini tampak hidup menjadi yakin bahwa rumah menara adalah dan bahkan bisa menumbuhkan banyak solusi yang tepat. Kalibata dan Pulo Gebang. disertai dana subsidi untuk menghuni. 51 . Selain itu..000 orang/hektar. Karena lokasinya. tukang pijit. 30. ditambah dengan subsidi pemerin­ rah itu. Muncullah gagasan mem­ aktivitas ekonomi.000 sampai Rp. pembangunan rumah susun terkesan inkremental dan bukan oleh yang membutuhkan rumah. tetapi nyatanya menjadi kebijakan yang tikan dan difasilitasi di kompleks tower. Nah ini yang tidak ada. segar. Walaupun demikian sehingga akhirnya rumah susun mengumuh juga. wakil presiden dan beberapa menteri.. lebih banyak. tetapi oleh terfragmentasi sehingga tidak memberi efek nyata. Terlebih lagi karena manajemen pengoperasian terlalu jauh berbeda dengan indekosan sekitar Jalan dan pemeliharaan rumah susun tersebut sangat lemah Thamrin atau Jalan Gatot Subroto. salon. Seperti apa yang temen sederhana karena harganya pada waktu itu ”hanya” terjadi dengan tower Kalibata. menun­ Kelapa Gading. bayar juga. Ide itu memba­ harus diselesaikan soal siapa yang berhak dan bagaimana wa serta banyak soal. Ha­ soal permukiman bung dengan permukiman kumuh. pasti beberapa pengembang mau membangun tower tersebut.

000 per bulan. tidak mungkin apartemen sesederhana apapun bisa menggantikan permu­ kiman kumuh. Walaupun demikian. penyediaan air bersih akan menjadi beban menghuni. tetapi tidak jelas apa masalah yang sesungguhnya. Subsidi Ongkos Menghuni Ongkos pemeliharaan. tetapi banyak solusi yang ditawarkan bahkan dilaksa­ nakan. Sering kita dengar. Kapan pencabutannya perlu dipantau dan dikaji secara mendalam. Pada waktunya subsidi memang dapat dicabut. ternyata tidak didasari pada pemahaman atas apa masalahnya. Keamanan konstruksi. tidak mungkin menang­ gung ongkos sewa rumah susun seperti Marunda. Pajak bumi dan bangunan pun akan menjadi lebih tinggi. Begitulah jadinya. ongkos menghuni akan berlipat ganda sehingga tidak dapat di­ jangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. kecuali pemerintah juga memberikan sub­ sidi beban menghuni tersebut. Pemerintah Inggris baru mencabut susbsidi yang dilaksanakan lewat peru­ mahan publik (public housing). tetapi menjadi le­ bih keliru lagi karena tidak diungkapkan kekurangan itu dimana dan terjadi untuk lapisan masyarakat yang mana. sanitasi. Dari segi ini. apartemen murah atau apapun nama­ nya. intalasi keamanan dan lift akan menjadi beban menghuni. Subsidi yang saat ini disediakan oleh pemerintah nasional. ada soal lain yang harus ditangani dengan sungguhsungguh. Apalagi bila bangunan itu berupa menara lebih dari duapuluh lan­ tai. perbaikan. Istilah backlog yang digunakan menyatakan kekurangan rumah itu pun sesungguhnya keliru. *) Pemerhati kebijakan permukiman. yang perlu kita dicari adalah solu­ si. sering hanya berupa masalah simptomatik dan bukan masalah yang mendasar.128. apalagi masyarakat miskin yang tinggal di kampung kumuh . yang pasti tidak dalam jangka penggantian menteri atau pimpinan daerah. Apalagi sebagian besar masyarakat tersebut berpenghasilan dari sumber-sumber informal yang sulit diketahui besarannya.Pendapat Rumah susun. setelah subsidi terse­ but berlangsung selama lebih dari 50 tahun. mendapat respon masyarakat dan mempu­ nyai efek konstruktif. mengindikasikan ada kesenjangan antara pendapatan dan ongkos menghuni. Selain itu. Artinya pemerintah juga harus ikut menanggung ongkos pemeliharaan. Masyarakat miskin yang tinggal di ko­ long jalan layang atau di genangan air memang tidak akan mampu tinggal di rumah susun sewa. Masyarakat yang begitu beragam. Keluhan Dinas Perumah­ an DKI Jakarta atas besarnya penunggak sewa perumahan Marunda yang konon ”hanya” Rp. tetapi kiralogi (ilmu kira-kira begitulah ) untuk retorika politik. Subsidi beban menghuni tersebut mungkin bisa juga dihubungkan dengan beban pemerintah daerah untuk pe­ nanganan kebakaran dan pemeliharaan kesehatan. mungkin akan mengatasi ongkos transpor dan me­ ngecilkan resiko menghuni. selain subsidi ongkos konstruksi. berla­ pis dan dengan kesenjangan yang tinggi menjadi soal be­ rat untuk dapat menentukan besaran dan sasaran subsidi dengan tepat. rumah susun adalah solusi. yaitu bagaimana mengelola subsidi tersebut agar sumber foto: istimewa tepat sasaran. Masalah yang sering dikemukakan para penjabat bahkan para tokoh perumahan konon adalah backlog membesar. Kalaupun masalah itu dikemukakan. Masyarakat yang hi­ dup dibawah garis kemiskinan. air bersih. Ini bukan masalah simptomatik. ternyata disambut dingin-dingin saja oleh masyarakat. perkotaan dan lingkungan hidup 52 .

M. seperti kepemilikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan struk gaji sulit dipenuhi oleh MBR. Hal ini disebabkan oleh harga rusun tidak terjangkau MBR di satu sisi. dan bagaimanakah implementasi pemberdayaan yang dapat mengatasi problem peng­ hunian sumber foto: istimewa rusun oleh MBR? Kedua hal tersebut akan dibahas dalam artikel pendek ini dan selanjutnya diharapkan memuncul­ kan diskursus tentang permasalahan penghunian rusun bagi MBR perkotaan. dalam proses pembangunan rusun dan pemanfaatannya masih menimbulkan banyak masalah bagi penghuni rusun yang hingga kini sulit terpecahkan. karakteristik sosial ekonomi dan budaya MBR yang lemah sering memunculkan permasalahan dalam penghunian rusun. Termarjinalisasi penghuni rusun Masalah ini terjadi karena MBR penghuni rusun tidak sanggup membiayai biaya angsuran dan biaya operasional hidup di rusun. pemberdayaan sangat diperlukan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah (MBR) penghuni rumah susun (rusun) di perko­ taan.Maret 2013 Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial Drs. Adanya fenome­ na ini membuktikan bahwa dalam peng­ hunian rusun telah terjadi marjinalisasi terhadap peng­ huni rusun. Nursalim. Berbagai masalah dan faktor penyebab dalam penghunian rusun bagi MBR dapat diidentifikasikan sebagai berikut: a. dan di sisi lain disebabkan pengembang ingin rusun yang dibangunnya cepat terjual. b. dengan adanya keberdayaan yang tinggi dalam proses pembangun­ an rusun. terjangkau. Namun. c. Dalam ba­ nyak rusun yang ada. penghuni­ nya adalah PNS dan lainnya yang tidak berhak atas rusun. 1996). terutama di DKI Jakarta. Bagi MBR. Demikian pula. Demikian pula. K ata pemberdayaan masih terus didesakkan ke­ pada pemerintah oleh para pakar dan penggiat pembangunan guna membantu masyarakat mis­ kin (lemah) yang tak berdaya menghadapi permasalahan yang muncul dari implementasi kebijakan pembangunan.Edisi 3 . Adanya akses yang rendah bagi MBR untuk menghuni rusun dikarenakan persyaratan tertentu. Penghunian rusun belum optimal Dalam kasus di beberapa kota besar di Indonesia. Mun­ culnya masalah ini disebabkan oleh adanya harga rusun tak terjangkau oleh MBR dan praktik pemasaran rusun sulit diakses MBR. yang terjadi masih mun­ cul sejumlah permasalahan di dalamnya. Hasil penelitian Fatwan Tadjung (1999) di Rusun Benhil DKI Jakarta yang me­ nyimpulkan masih 30 persen penghuni asli masih bertahan hidup di rusun dan selebihnya penghuni lain bukan kelompok sasaran. Namun. Bias investasi pembangunan rusun Munculnya masalah ini terlihat dari penghunian rusun yang jatuh pada masyarakat non target group. dan kedua. Mengapa pemberdayaan diperlukan? Hal ini dikarenakan: Pertama. Gerakan pemberdayaan atau empowerment bagi MBR penghuni rusun diperlukan karena gerakan tersebut didasar­ kan pada gagasan “memberikan kekuatan (power) kepada yang lemah (powerless) sehingga dengan kepemilikan kekuat­ an seseorang dapat melaksanakan proses aktualisasi (Pranar­ ka.Si. Pemberdayaan bagi MBR penghuni rusun telah sering di­ lakukan oleh pemerintah. dan berkelan­ jutan. Masalah dan faktor penyebab Pembangunan rusun ditujukan untuk mengatasi kebu­ tuhan perumahan MBR di perkotaan yang tidak mampu mendapatkan sarana dan prasarana tempat huni­ an (rumah) yang layak. maka kesejahte­ raan hidup mereka dalam meng­ huni rusun dapat sustainable. masih nampak tingkat penghunian rusun belum optimal. rendahnya akses MBR tersebut juga disebabkan oleh pe­ rilaku oknum pejabat di Dinas Perumahan yang tidak 53 . Masalah apa saja yang muncul dalam penghunian rusun bagi MBR di berba­ gai kota besar Indonesia?. kebijakan pembangunan rusun masih sering tidak berpihak kepada MBR.

terdapat dalam pasal 11 ayat (1) berbunyi ”Pemerintah melakukan pembinaan penyelenggaraan rumah susun secara nasional untuk me­ menuhi tertib penyelenggaraan rumah susun” dan pada ayat (2) butir g dinyatakan bahwa pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. Sosialisasi sebagai pemberdayaan pada tahap awal pem­ bangunan rusun masih memosisikan masyarakat calon penghuni rusun sebagai obyek pembangunan. rusun dalam keadaan kumuh. dan lingkung­ an belum dilakukan secara konprehensif. Pemda DKI tidak melakukan pengawasan yang tegas dan terkesan membiarkan proses terjadinya kerusakan rusun yang berlarut-larut. Hal ini dapat dibuktikan dari tindakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memecat seorang pejabat Dinas Perumahan yang menghalang-halangi masyarakat korban banjir me­ nempati rusun yang disediakan Pemda. berkelanjut­ an dan kurang dapat melahirkan kader-kader penghuni rusun sebagai ahli pemberdayaan untuk diri mereka. e. Artinya. dan lingkungan) telah dilakukan oleh pemerintah/ pemda. Sosialisasi yang dilakukan pemerintah lebih mengesankan pada mo­ bilisasi dan instruktif. perkembangan tingkat ekonomi penghuni. Masalah ini muncul karena kurang adanya pembinaan pemerintah yang tepat dan intensif terhadap penghuni rusun. lembaga jasa swasta juga tidak tertarik memberikan layanan asuransi penghunian rusun karena dipandang tidak menguntungkan dan ba­ nyak ruginya bila dilakukan. Belum adanya asuransi penghunian Hingga saat ini MBR penghuni rusun di berbagai kota besar di Indonesia masih belum tenang hidupnya jika mendapat musibah atau bencana seperti bangunan runtuh dan terjadinya kebakaran. dan budaya hidup MBR di rusun semakin berkembang. Disamping itu. Akan tetapi dalam implementasi. terutama pada peng­ huni rusunawa. budaya kurang berkembang Pembangunan rusun di perko­ taan adalah untuk menyejahtera­ kan MBR. Hal ini karena tidak adanya per­ hatian pemerintah untuk peduli melindungi harta dan jiwa penghuni rusun. termasuk penghuni 54 . Akan tetapi implementasi pemberdayaan penghuni rusun perlu disempurnakan baik mengenai teknik pendekatan maupun pengaturan pihak-pihak yang terlibat dalam pem­ berdayaan penghuni rusun. memperlihatkan kondisi fisik bangunan rusun yang se­ makin rusak dan kumuh. Munculnya masalah ini disebab­ kan oleh tingkat kesadaran penghuni yang masih rendah dalam memelihara rumah yang disewa. dan rusun dijadikan ke­ giatan tempat kriminal (transaksi narkoba). Demikian pula. Implementasi Pemberdayaan Kata pemberdayaan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rusun. ekonomi. kondisi ekonomi tidak semakin baik. Dengan memperhatikan bunyi ketentuan tersebut. Formalitas Pemberdayaan Dalam paket kebijakan pembangunan rusun. ekonomi. sumber foto: Peduli Menara Latumeten program penguatan kehidupan sosi­ al. Akan tetapi yang terjadi banyak penghuni men­ jual rusun dengan pindah ke lain tempat. Dampak positif yang diharapkan adalah terwujudnya kehidupan yang harmonis para peng­ huni.Pendapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. f. misal di rusun di Penjaringan DKI Jakarta. ter­ lihat bahwa pemerintah wajib melakukan pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. dalam kegiatan pembangunan rusun masih sering MBR tidak dilibatkan dalam perencanaan bentuk (desain) rusun yang akan ditempati. ekono­ mi. Adapun ketidakefektifan pem­ berdayaan penghuni rusun melalui pendekatan “TRI DAYA” ada­ lah dalam implementasinya lebih terkesan bersifat proyek. Di samping itu. Kehidupan sosial. sebe­ narnya telah disertakan program pemberdayaan penghuni rusun. Berbagai masalah penghunian rusun yang telah dipaparkan di muka men­ jadi bukti bahwa pemberdayaan penghuni rusun belum diimplementasikan secara tepat dan benar. Dari kenyataan implementasi pemberdayaan tersebut tidak berarti apa yang telah dilakukan pemerintah salah. Rusaknya sarana dan prasarana rusun Suatu realita yang dapat dijumpai. d. pemberdayaan tersebut belum memberikan kontribusi yang besar bagi kelangsung­ an hidup penghuni rusun. Dampak dari kondisi ini menimbulkan eksodus pindah ru­ mah yang jauh dari tempat beker­ janya sehingga menyebabkan be­ ban hidup untuk biaya sosial dan ekonomi menjadi semakin tinggi. Sebagai aki­ batnya. dan lain-lain. Kegiatan sosialisasi dan pembinaan penghuni rusun dengan konsep pendekatan “TRI DAYA” (sosial. seperti telah dipaparkan di depan telah memun­ culkan masalah ketidakmampuan bertahan hidup di rusun karena terbebani biaya operasional perawat­ an rusun yang tinggi.

namun pemerintah harus mendengarkan aspi­ rasi MBR. terjangkau. dan untuk rakyat. b. yaitu (i) Tahap inisial. pembangunan dan penghunian rumah susun. untuk rakyat. dengan cara sebagai berikut a. dan lainnya kepada pengembang rusun MBR sehingga harga rusun tidak mahal baik untuk dimiliki atau disewa. Seperti diungkapkan di depan bahwa kebijakan yang tepat bagi peningkatan kesejahteraan MBR penghuni rusun adalah dilakukan melalui pemberdayaan. (ii) Tahap partisipatoris.koran-jakarta. (ii) bimbingan keterampilan kewirausahaan. Bagaimanakah imple­ mentasi pemberdayaan MBR dapat membantu memecah­ kan berbagai problem yang muncul dalam penghunian rusun? Implementasi yang tepat dalam pemberdayaan peng­ huni rusun dapat dilakukan pada tahap perencanaan. Di samping itu. untuk rakyat. Meski sumber foto: www. dari pemerintah bersama masyarakat. (v) pe­ nyuluhan kebersihan lingkungan. pemberdayaan pada penghuni rusun harus di­ orientasikan pada terciptanya kemampuan daya beli dan sewa rusun. pendekatannya harus dirubah dari pendekatan proyek ke pendekatan non proyek. Uluran tangan yang diberikan dapat berwujud pemberian (i) jaminan asu­ ransi kepenghunian rusun. kesejahteraan keluarga (ekonomi). ekonomi.Maret 2013 rusun sehingga dapat membantu meningkatkan kehidup­ an sosial. Tahap emansipatif. Oleh karenanya. 55 . Perencanaan rusun Rusun dibangun tidak hanya untuk kepentingan pihak pembangun (swasta atau pemerintah).com pada tahap awal pembangunan rusun porsi pemerintah dominan. tapi yang lebih penting untuk memenuhi kepentingan penghuni. Pembangunan rusun Pada tahapan pembangunan rusun (rusunami dan rusunawa). dan didukung oleh pemerintah ber­ sama masyarakat. Dan. apa yang direncanakan pemerintah harus benar-benar untuk kepentingan MBR. Ketiga tahapan tersebut dapat dilakukan pada implementasi pemberdayaan masyarakat BMR peng­ huni rusun. dan berkelanjutan yang menjadi harapannya. (iv) bimbingan keamanan dan ketertiban masyarakat. Un­ tuk kepentingan kedua. Peran pemangku kepentingan pembangun rusun perlu ditingkatkan perannya sehingga mempercepat terwujud­ nya kehidupan penghuni rusun yang harmonis (sosial). segala keinginan dan harapan yang ada pada calon-calon penghuni rusun harus benar-benar didalami dan diakomodasi dalam pembuatan rencana pembangun­ an rusun. Sosialisasi program dan perencanaan rusun perlu dilakukan dengan pendekatan manusiawi dan komunikasi dua arah serta menerapkan bottom up planning. ekonomi.Edisi 3 . dari rakyat. dan perilaku bersih dan betah tinggal di rusun (budaya). yaitu penguatan kehidupan sosial. dari pemerintah. sudah saatnya pemerintah/ pemda memasilitasi tersedianya tenaga pendamping dari masyarakat (LSM atau Perguruan Tinggi) untuk dilibat­ kan dalam kegiatan memberikan bimbingan dan pelatihan ke arah terwujudnya proses pembelajaran sosial. dan bu­ daya (lingkungan) seperti yang telah dilakukan pemerintah masih relevan untuk dilanjutkan. c. (iii) memasilitasi kemudahan memper­ oleh modal ke lembaga keuangan bank dan non bank. Penghunian rusun Pemberdayaan melalui “TRI DAYA” pada penghuni rusun. dan 3. Untuk kepentingan pertama. keberdayaan penghuni rusun juga harus diwujudkan dalam pilihan lokasi yang strategis dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi massal. dan budaya penghuni rusun. pemerintah daerah harus berani menyusun RTRW yang memungkinkan MBR dapat ting­ gal di rusun yang dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi umum. Sedang­ kan siapa yang melaksanakan. ekonomi dan budaya penghuni rusun. Namun. kita dapat mengacu pada tahapan pemberdayaan seperti dikemukakan Prijono (1996). Melalui pendekat­ an ini akan menimbulkan kepercayaan (trust) yang tinggi dari calon penghuni MBR bahwa pemerintah benar-benar memikirkan pemenuhan kebutuhan rumah yang layak. oleh pe­ merintah. kemudahan berbagai perijinan. Pemerintah/pemda dalam implementasi pember­ dayaan harus melibatkan peran serta masyarakat de­ ngan memberikan fasilitasi terbentuknya forum peran serta dalam pemanfaatan rusun (Pasal 132 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman). Di samping itu. oleh pemerintah bersama masyarakat. pemerintah wajib memberi­ kan insentif (pajak).

000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Pendapat Sukseskan 56 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Program 1.5 April 2013 .

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah tumpang tindih kewenangan yang tidak jarang menimbulkan ben­ turan konflik kepentingan disebabkan ego sektoral atau benturan kepentingan ekonomi. Pola Transportasi Makro ini memiliki tiga langkah strategi untuk mengatasi masalah kema­ cetan. Hal yang perlu dipertimbangkan dan mendapat catatan adalah apakah sistem dan jaring­ an transportasi yang diuraikan pada Pasal 21 yang terkait Sistem dan Jaringan Transportasi mampu mewa­ dahi kebutuhan mobilitas akibat pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dijabarkan pada Pasal 18.Pendapat Edisi 3 . Tidak dapat ditutupi. dan pada akhirnya akan memberi kontribusi pada terciptanya kemacetan yang menetap. Jika tata ru­ ang tidak menjadi rujukan. Bahkan hasil evaluasi terhadap RTRW 2000-2010 menunjukkan indikasi ter­ ja­ dinya penyimpangan terhadap tata ruang cu­ kup tinggi. Sehingga dalam pelaksanaannya pun kerap terpaksa harus “meninggalkan” peraturan yang sudah ditetapkan. Terjadinya inkonsistensi dan juga tidak konsekuennya dalam mengimplementasikan. Faktor lemah­ nya penegakan hukum.Maret 2013 Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta n Bagian kedua (Tamat) D Yayat Supriatna* i dalam Perda RTRW Jakarta 2030. sinergi kedua komponen termuat dalam aturan tentang struktur ruang dan sistem transportasi pada Pasal 17 hing­ ga Pasal 40. sosial dan politik. Harian Kom­ pas (2010). Arahan pengembangan transportasi yang dikembang­ kan adalah menjadikan angkutan umum sebagai tulang punggung sistem dan menerapkan kebijakan manajemen permintaan (TDM) serta penyediaan jaringan jalan seba­ gai pendukungnya. disertai kebijakan yang sering berubah-ubah karena tuntutan perkembangan zaman aki­ bat tekanan kapitalisme (neo-liberal) dan perubahan so­ sial yang dipengaruhi perkembangan teknologi yang amat cepat menjadi faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang. Pem­ prov DKI telah menerapkan kebijakan Pola Transportasi Makro. dimana letak kemandulan dari rencana tata ruang Jakarta? Terdapat beragam penyebab lemahnya implementasi suatu rencana tata ruang. Jakarta memerlukan struktur birokrasi dan aktor pimpinan daerah yang kompeten. Percepatan Pembenahan Sistem Saat ini untuk membenahi masalah transportasi. kegagalan menyinergikan aspek tata guna lahan dan transportasi menjadikankota yang tidak rapi. Muat­ an materi yang perlu mendapat perhatian secara khusus di RTRW Jakarta 2030 adalah sistem pusat kegi­ atan yang direncanakan pada Pasal 18. melalui Peraturan Gubernur Nomor 103 Tahun 2007. seperti beragamnya penafsiran dan pemahaman yang terbatas terhadap setiap produk hu­ kum yang terkait dengan penataan ruang. Kondisi empiris menunjukkan bahwa bangkitan lalu lintas akibat perubahan tata guna lahan pada masa ber­ lakunya RTRW Jakarta 2000–2010 tidak mampu diwa­ dahi/dilayani oleh pertumbuhan jaringan transportasi. bukan hanya disebabkan kelemahan aparatur. memiliki komitmen yang tinggi serta in­ tegritas yang kuat untuk berpihak pada sisi kepentingan publik yang lebih besar dalam penataan sistem tata ruang kota dan sistem tranportasinya. secara khusus pernah menyoroti perubahan tata guna lahan yang semakin sulit dikendalikan. 57 . namun karena memang aturan yang disusun di dalam rencana tata ruang belum dilengkapi dengan berbagai ketentuan aturan pelaksanaannya. Hal yang menjadi pertanyaan apakah untuk membangun Jakarta saat ini dan kedepannya masih tetap menggunakan rencana tata ruang atau tidak.

Kita belum ba­ nyak mempunyai pengalaman dalam pengelolaan elevated bus­ line. tetapi diperlukan kerja keras serta konsisten dengan amanat yang telah diberikan. Terjadi kelambatan pembangunan yang seha­ rusnya dijelaskan kepada masyarakat faktor penyebabnya. Direncanakan mengembangkan model elevated busline. Hingga saat ini belum banyak tindakan yang sudah dilakukan untuk menata ratusan sepeda motor yang menyebar dan bergerombol di pintu-pintu masuk gedunggedung perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan di se­ antero Jakarta. Berdasarkan rencana. Hampir sebagian besar isi rencana jauh dari realisasi yang diharapkan. yang dimulai sejak tahun 2005/2006 resmi dibatalkan oleh Gubernur sehingga tidak dapat diketahui bentuk ren­ cana alternatif apa yang akan dikembangkan selanjutnya. adalah keterkaitan dengan unsur-unsur penunjangnya seperti kepastian ter­ hadap pa­ sokan gasnya dan bagaimana menata ulang dengan jalurjalur busway yang sudah berjalan selama ini. Tingginya nilai lahan dan semakin padatnya kota. *Staf Pengajar Teknik Planologi – Universitas Trisakti. sebagai alternatif pengganti monorail. Esensi yang pa­ ling krusial untuk di tingkat makro adalah masalah finan­ sial. masalah pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruk­ tur jalan dapat me­ nemukan jalan keluarnya. Koridor 1 sam­ pai 8 telah terpenuhi targetnya dari 2004 sampai 2007. Sementara untuk pembangunan jaringan LRT. Seharusnya berdasarkan target yang ditetapkan da­ lam Pergub 103 Tahun 2007. Pengembangan BRT telah beroperasi sejak tahun 2004. karena penundaan dan sekedar berwacana. pembangunan angkutan massal. sejak tahun 1974 Jakarta sudah memiliki lebih dari 12 Dokumen Rencana Sistem Transportasi yang minim realisasi. si­ sanya koridor 9 sampai 15 ditetapkan selesai 2007 sampai 2010. LRT (Light Rapid Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit) yang diharapkan akan selesai pada tahun 2020. waktu dan dana. adalah dengan munculnya ribuan ojek sepeda motor sebagai sarana yang paling efektif mengatasi kemacetan. Pembenahan sistem transportasi perlu segera dilaku­ kan. sehingga masyarakat dapat memahami sejauh mana tingkat keserius­ an Pemprov DKI untuk membenahi angkutan umumnya. Fenomena yang menarik saat ini akibat tidak berjalannya sistem. dan pe­ nerapan re­ gulasi untuk sisi pengendalian kendaraan pribadi. Termasuk di da­ lamnya upaya langkah-langkah percepatan yang dikemu­ kakan oleh Wakil Presiden terhadap 17 langkah strategis mengatasi kemacetan di Jakarta. salah satu rekomendasi yang penting untuk dijalankan Pemprov DKI adalah harus tetap konsisten dengan semua hasil rencana dan kebijakan yang telah disusun. Penggiat di SUDForum. dan semua dokumen rencana dibuat dengan biaya yang cukup besar. Dengan semakin tingginya jumlah pengguna busway. belum sepenuhnya berjalan karena berbagai ken­ dala operasional dan sosialisasi peraturannya yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Kebijakan di tataran makro harus tegas dan jelas serta mampu menjelaskan siapa yang harus bertanggungjawab untuk menjalankan hak dan kewajibannya. Tetapi yang menjadi catatan penting dari pengelolaan Transjakarta. Untuk meng­ atasi berbagai dilema dalam pembenahan transportasi di Jakarta. baik pada tataran makro (kebijakan dan kewilayah­ an) hingga pada tataran mikro (tingkat operasional di lapang­ an). Peru­ bahan konsep sebaiknya dikaji ulang dan disertai dengan me­ rubah ketentuan Peraturan Gubernur yang mengatur peri­ hal Pola Transportasi Makro. Hal ini didasarkan pertimbangan penahapan pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi dengan menyinergikan konsep pengembangan jaringan Bus Priority (Busway). di­ harapkan layanan yang mencakup beberapa simpul kegiat­ an utama di Jakarta dapat dipenuhi tanpa kendala. terdapat banyak catatan buruk yang harus diperbaiki. Kapasitas anggaran APBD yang terbatas dan mi­ nimnya dukungan finansial yang kuat dari peme­ rintah pusat men­ jadi kendala untuk menyelesaikan semua masalah di dalam sistem. Jika mengkaji dari berbagai studi transportasi yang telah dilakukan di Jakarta. Kendala terbesar untuk memba­ ngun infrastruktur dan pembenahan angkutan massal adalah masalah ruang/lahan. Penerapan UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Peng­ adaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Masalah kemacetan tidak dapat diselesaikan hanya dengan wacana. Hal lain yang cukup menambah ruwet adalah terkait pembebasan lahan yang berlarut-larut akibat sengketa hukum dan harga pembebasan yang kadangkala sulit untuk mencari nilai kesepakatan. Peneliti P4W –IPB serta Pengguna Komuter Line Bogor –Jakarta. Implikasi dari setiap penundaan adalah akan munculnya masalah baru yang lebih parah. upaya menambah ruas jalan semakin sulit. yang melingkupi LRT Monorail Green Line dan Blue Line. pencapaian pemba­ ngunan 15 koridor busway sudah harus tercapai pada tahun 2010. Indikator banyaknya hambatan dan kelambatan sudah banyak yang diketahui. menjadi catatan tersen­ diri tertundanya berbagai target pembangunan angkutan massal. Semua hasil kajian adalah hasil kerja keras para ahli dan masukan dari masyarakat. Akibat keterbatasan ruang. Diharapkan dengan turunnya berbagai peraturan pelaksanaan dalam bentuk PP dan Perda yang dapat diberlakukan di wilayah Jakarta. walau ada pertimbangan dengan adanya model seper­ ti ini diharapkan efektifitas layanan akan lebih me­ ningkat karena tidak adanya penyerobotan terhadap jalur bus ka­ rena bersifat khusus. 58 .Pendapat antara lain melalui strategi pembangunan infra­ struktur jalan. Setiap rencana perlu untuk segera ditindak lanjuti. Hingga saat ini telah beroperasi 11 koridor.

Ph. Surabaya.D Associate Professor. Angkutan Umum Berbasis Rel Masa Depan 59 . Target untuk menurunkan hingga 26% emisi rumah kaca pada tahun 2020 yang diungkap Presiden SBY dalam G20 Pittsburgh Summit. Metro Bandung dan Medan. membangun jalan (tol) dalam kota yang memadai untuk mengakomodasi lalu lintas. Diperlukan keterpaduan kebijakan dan strategi untuk mempercepat implementasi pengembangan dan perbaikan angkutan umum.Edisi 3 . polusi bertambah dan mutu lingkungan terus merosot.Maret 2013 MRT Atasi Macet Jakarta? Harun al-Rasyid Lubis. terbukti menambah jalan malah mendorong pemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi. MRT Masa Depan Gambar 2. motor). Transportation Research Group Institut Teknologi Bandung K emacetan lalu lintas yang terjadi di kota-kota me­ tropolitan seperti Jabodetabek. dan memperpendek jarak pergerakan penduduk lewat penataan ruang kota yang efisien. Kenyataan yang terjadi. tidak mungkin lagi dicari jalan keluarnya melalui ritual predict and provide. paralel dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap angkutan pribadi (mobil. seharusnya disambut dan merupakan pintu dialog kebijakan publik untuk merinci target dan action planning penataan transportasi kota yang Gambar 1. Hasilnya jalan semakin macet.

Barat sepanjang 87 km masih dalam tahap studi.Bunderan HI sepanjang 15. Untuk kondisi Jakarta. metromini. Akankah MRT dapat mengatasi macet Jakarta? Kebijakan pendukung apa yang penting untuk percepatan realisasi MRT dan target angkutnya? Saat ini sesungguhnya jaringan angkutan umum sudah lumayan banyak di Jakarta dan sekitarnya mencakup metromini. Transjakarta (busway) dengan 12 koridor operasi hari ini sudah mengangkut 320 ribu penumpang per hari.2 km terdiri dari 9. Angkutan berbasis rel. jarak tempuh dan kecepatan moda angkutan umum yang dapat dirancang untuk saling menunjang. pembangunan MRT (mass rapid transit) koridor Utara-Selatan Tahap I. Ragam Kapasitas. Moda yang berkapasitas besar ditempatkan pada koridor utama yang padat. pengembangan KRL juga TransJakarta saat ini sulit dibayangkan potensi di atas dapat dicapai. termasuk rencana monorel bila dipadukan bersama BRT Transjakarta total diperkirakan memiliki daya angkut riil saat ini tidak kurang dari 4 juta penumpang per hari. busway dan kereta api KRL Jabodetabek. hanya satu dari beragam jenis moda angkutan umum yang ada di Jakarta. asalkan ada kepemimpinan dan komitmen anggaran yang kuat terutama dari Pemerintah Pusat.Kp Bandan 8. dengan target daya angkut 630 ribu per hari (2037?). Lebak Bulus . MRT Tahap I direncanakan beroperasi tahun 2016. Pemerintah DKI Jakarta dan DPR/DPRD. dan dapat dilipatgandakan dalam jangka menengah. Gambar 3 menunjukkan beragam kapasitas. Jarak Tempuh dan Kecepatan Angkutan Umum. menyajikan jaringan angkutan umum berbasis rel masa depan. maupun secara kelembagaan dalam jangka panjang. dan angkot. Keberadaaan MRT sendiri.Kota . 60 . seperti bis. yang sangat potensial dipadukan secara fisik. lihat Gambar 1. Tahap II HI. sampai kini dimaklumi baru sampai batas basa-basi. Daya angkut KRL ditargetkan berlipat tiga kali (1. setelah berwacana selama 30 tahun. ticketing.2 juta penumpang per hari) dalam dua tahun mendatang. namun semua belum terintegrasi dengan apik. bus konvesional. bila fokus dengan 12 koridor saja dan ditambah dengan jalur-lalur pengumpan (feeder) diperkirakan bisa meng­ angkut 1. Di Jakarta. Setiap pengembangan koridor angkutan umum apapun jenisnya hampir dipastikan akan bersentuhan dengan trayek angkutan umum yang lama.1 km. KRL sepanjang 150 km sudah beroperasi dan saat ini mengangkut sekitar 400 ribu penumpang per hari. ini membutuhkan restrukturisasi yang sangat mendasar untuk memadukan beragam moda angkutan umum yang sudah ada. MRT Tahap III dan Tahap IV koridor Timur. Tahap II target operasi tahun 2018. Sekarang melalui PT KCJ (anak perusahaan PT KAI) tengah berbenah operasi KRL dan menambah armada. Gambar 2. Hal ini bisa direalisasi dalam jangka pendek.2 km layang dan 6 km terowongan sekarang memasuki tahap konstruksi. terkecuali ada program fokus dan kebijakan lain untuk menunjang target jangka pendek. segera menyusul.Pendapat berkelanjutan. yang berkapasitas lebih kecil ditempatkan sebagai pengumpan. dengan target daya angkut setelah tiga tahun operasi ( 2020) berkisar 412 ribu per hari. Dengan kecepatan dan target pembangunan MRT.5 juta penumpang per hari. Gambar 3.

sembari berusaha memecahkan masalah-masalah jangka pendek (quick wins) yang mendukung implementasi agenda transportasi yang berkelanjutan. baik di internal Pemda dan antarPemda se Jabodetabek. merelokasi parkir onstreet dan mengadakan ruang parkir off-street untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan kapasitas jalan. Upaya ini harus dimotori oleh Gubernur dan Kepala Daerah di sekitar wilayah metropolitan guna membangun protap perencanaan. masih merupakan barang langka dan sulit diwujudkan. bisa jadi dua instrumen paket kebijakan bersifat counter-productive. traffic calming). Mengingat setiap paket kebijakan dapat memiliki dampak yang berbeda. Sehingga keberhasilan merancang strategi terpadu dapat didekati melalui dua prinsip: i) sinergi antarberagam instrumen paket kebijakan. 2002). serta dilengkapi fasilitas park & ride. daripada bila salah satu diimplementasi secara terpisah. kesehatan dan pendidikan e) Keterpaduan otorita/kelembagaan antarpemerintah­ an. khususnya di kota metropolitan yang beragglome­ rasi. swasta dan peran serta masyarakat. Beberapa contoh dapat disampaikan. belum bermanfaat dan belum efektif berjalan. memberikan insentif bagi pengembangan kawasan baru untuk mendukung investasi jalur perkeretaapian.Edisi 3 . tiket elektronik. Integrasi ataupun efektifitas kerjasama antarpemda dalam menangani permasalahan bersama menyangkut utilitas publik. atau pun bersinergi memberikan nilai positif. pembiayaan dan informasi c) Keterpaduan antarberagam upaya kebijakan tansporta­ si dan tata ruang d) Keterpaduan sektoral bukan hanya transportasi. menaikkan tarif parkir. tetapi le­ bih melebar mencakup bisnis kota. akan menghasilkan manfaat ekstra.5 km selanjutnya. Dalam cakupan lebih sempit lembaga sejenis dapat dimulai dari badan Otorita Angkutan Umum saja. Sinergi diartikan bila dua paket dilaksanakan bersamaan. Istilah sinergi sumber foto: istimewa terkadang diartikan memiliki sifat komplementer dengan dua paket kebijakan bila diterapkan bersamaan akan berdampak saling mendukung dan menghasilkan dampak yang lebih luas. seperti menyiapkan fasilitas park & ride untuk mendukung pengembangan angkutan umum perkeretaapian ataupun bus. pilihan strategi dapat mencakup: a) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang me­ nyang­ kut beragam moda angkutan b) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang menyang­ kut pengadaan infrastruktur. 61 . tarif.5 atau 2. (ii) Transit Oriented Development (TOD). hasilnya tidak sekedar penjumlahan manfaat (additive) dari masing-masing paket. Pertanyaannya adalah tingkat keterpaduan dan keberlanjutan seperti apa yang ingin ditargetkan? Upaya dan debat tentang ini. tata ruang dan angkutan dirancang sedemikian rupa agar untuk sampai ke tujuan. pembatasan waktu (flexi hours. Keberadaan BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabek yang sudah ada. Upaya mengintegrasi paket kebijakan untuk mewu­ judkan transportasi yang berkelanjutan. penutupan jalan. Wilayah metropolitan seperti Jabodetabek haruslah menyiapkan protap perencanaan transportasi yang dilengkapi kolaborasi institusi publik (pemda). Memilih pasangan-pasangan paket kebijakan yang saling mendukung merupakan kunci sinergisitas kebijakan dalam mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. kenyamanan akses berjalan kaki untuk jarak dekat dan bersepeda (tersedia gratis) untuk menjangkau 1. tak dapat dihin­ dari memerlukan keterpaduan otorita atau kordinasi sesama kelembagaan publik.Maret 2013 Strategi Transportasi Terpadu yang Berkelanjutan Kebijakan pendukung lain yang diperlukan untuk mencapai target daya angkut di atas mencakup 2 hal berikut: (i) beragam upaya Transport Demand Management (TDM) baik yang menyangkut pembatasan fisik/ruang (kendali ruang parkir. kebanyakan baru terfokus sampai keterpaduan fisik transportasi khususnya jalan dan operasional angkutan umum: tingkat pelayanan. misalnya. Dalam literatur “Implementing Sustainable Urban Travel Policies” (ECMT. sehari-hari orang diarahkan menggunakan angkutan umum berbasis utama rel (kereta api) yang ditunjang oleh trayek umpan (feeder) moda angkutan umum lain. subsidi angkutan umum). Sesungguhnya ada strategi terpadu yang lebih komprehensif menyangkut bagaimana memadukan beragam paket instrumen kebijakan dalam upaya meningkatkan kinerja transportasi yang berkelanjutan. atau ii) menghilangkan halangan (barrier) yang menghambat eksekusi suatu kebijakan. manajemen operasi. plat kendaraan ganjil/ genap) maupun fiskal (jalan berbayar/ERP. mengembangkan kapasitas lembaga.

beradab dan bermartabat (memiliki harga diri). sejak tahun 1976 Bank BTN menyalurkan pemberian Kredit Pemilik­ an Rumah (KPR). pemerintah memberikan tambahan tugas kepada Bank BTN sebagai wadah pembiayaan proyek pembangunan perumah­ an rakyat. Menindaklanjuti tugas tersebut. Pada tanggal 10 Maret 1992 lahir Undang-Undang Nomor 4 tentang Perumahan dan Permukiman. Kredit Griya Multi dan Kredit Griya Sembada. Sebagai tindak lanjut. Seperti apa yang disampaikan dalam Pidato Wakil Presiden RI ketika itu. Kredit Swagriya.”. REI belum mem­ punyai pengurus. REI lahir dalam kondisi serba kekurangan. Pem­ bangunan Jaya. Adapun jenis produknya yakni KPR subsidi. “Satu Rumah Sehat untuk Satu Keluarga”.Pendapat Jas Merah: Landasan Kebijakan Oleh Zulfi Syarif Koto* Landasan Penyelenggaraan Perumahan di Indonesia enyelenggaraan perumahan rakyat semula berawal dari lahirnya Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia yang diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui Resolusi 217 A. Sebagai tindak lanjutnya dikembangkan Lembaga Jas Merah: Adaptasi Judul Pidato Presiden RI (Bung Karno) dalam Peringatan HUT RI Tahun 1966: “JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH!!” 62 . Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan dilaksanakannya Kongres Perumahan Rakyat Per­ tama di Bandung pada tanggal 25–30 Agustus 1950. perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlu­ kan. dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember 1976. potensi-potensi masyarakat lebih banyak di­ bahas dan salah satu rekomendasinya adalah dikembang­ kan Pembangun­ an Perumahan Bertumpu pada Kelompok (P2BPK).. (ii) Mengembangkan aset publik untuk menunjang peran di atas. (iv) Menerapkan kebijakan perumahan sesuai arahan kebijakan dan program pemerintah. Pada tanggal 29 Januari 1974. dan (iii) membentuk badan yang menangani pembangunan dan pembiayaan perumahan. dan baru sepekan kemudian. (ii) dirumuskan norma dan syarat minimum perumahan rakyat dan segera ditetapkan da­ lam Undang-Undang. Keterkaitan antara perumah­ an dan tata ruang muncul dalam dokumen Ke­ bijaksanaan dan Strategi Nasional Perumahan 1990 yang kemu­ dian diperkenalkan konsep perumahan dengan pen­ dekatan lingkungan hunian berimbang (1:3:6) berdasar Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri. Dalam Pasal 25 ayat (1) resolusi tersebut menyatakan bah­ wa: ” Setiap orang berhak atas pangan. Dalam perjalanannya peranan Bank BTN terhadap pembangunan perumahan bertambah luas dengan diluncurkannya KPR Non Subsidi dalam bentuk KPR Komersil. dibentuk Peng­ urus Se­ mentara yang dipimpin Ir. Sebelumnya persatuan Perusahaan Real Estate Indone­ sia (REI) didirikan pada hari Jumat bersejarah 11 Februari 1972 di Jakarta. dilahirkan Badan Usaha Milik Negara bidang perumahan dan permukiman yaitu PERUM PERUM­ NAS. Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Rakyat (SKB Tiga Menteri) Nomor 648-384 Tahun 1992. di tingkat pusat dibentuk Djawa­ tan Perumahan Rakyat sebagai bagian dari Departemen Pekerjaan Umum. Moh. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukim­ an II (1992). yang juga kemudian diikuti dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukiman I (1972). yang mengamanatkan kepada kita sebagai pewaris bangsa untuk secara bersama-sama menyelenggarakan pembangunan perumahan yang la­ yak bagi rakyat yang telah hidup merdeka. Kongres Perumahan Rakyat tahun 1950 telah menghasilkan 3 keputusan yaitu (i) setiap provinsi meng­ usahakan berdirinya perusahaan pembangunan perumahan rakyat. Penegasan status Bank Tabungan Negara (BTN) seba­ gai bank milik negara ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1968. dan seterusnya . H. Nomor 739/ KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Ling­ kungan Hunian yang Berimbang.. pada 18 Februari 1972. dengan tugas utama saat pendirian postspaarbank (1897) sampai dengan Bank Tabungan Negara (1968) adalah bergerak dalam lingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan. Hatta. (iii) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan produktif dengan mengacu pada prinsip-prinsip ekonomi dan prinsip menjamin keamanan dan pemanfaatan aset-aset negara. KP Rumah Toko (Ruko). di tingkat provinsi didirikan Yayasan Kas Pembangunan Perumahan Rakyat yang berfungsi sebagai lembaga pembiayaan yang bersifat koperatif. karena itulah tanggal 10 De­ Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) P sember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN. pakaian. Ciputra dari PT. Perumnas diarahkan untuk berperan: (i) Melayani kebutuhan perumahan rakyat sebagai kebutuhan publik. Esensi dari kongres ini menyatakan bahwa Negara (harus) ikut campur dalam masalah perumahan rakyat secara sungguhsungguh. Saat itu.

f. (ii) luas­ an perumahan dan kawasan permukiman (PKP) kumuh semakin berkurang. yaitu Kemenpera. BKP4N dibantu oleh Badan Pengen­ dalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Daerah Tingkat II (BP4D). Disamping itu. Pembiayaan perumahan berbasis perbankan perlu dileng­ kapi dengan pembiayaan khusus perumahan yang di­ jalankan oleh lembaga keuangan bukan bank. dan Kontrol. Insya Allah. Gagasan Pemikiran Kebijakan Penyelenggaraan Perumahan Rakyat Mempertimbangkan gambaran sejarah landasan kebijak­ an perumahan rakyat tersebut di atas.Maret 2013 Keswadayaan Masyarakat (LSM) bidang pembangunan perumahan sebagai mitra pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat yang tidak mempunyai akses kepada kredit perbankan. e. khususnya MBR. Keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/pemerintah daerah dalam penyediaan peru­ mahan bagi masyarakat perlu disikapi dengan upaya mendorong kemitraan antarpelaku (badan usaha). Perumahan merupakan hak dasar rakyat. sehingga urgensi­ nya keberadaan tabungan perumahan rakyat dapat segera direalisasikan dalam Undang-Undang (sesuai amanat da­ lam Pasal 124 UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang PKP). termasuk memasilitasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pembangunan perumahan dan permukiman. Perumahan ada­ lah untuk semua golongan dan lapisan masyarakat. misalnya Bapertarum PNS. antara lain: (i) backlog perumahan semakin menurun. Taspen. (vii) stimulan fisik maupun non-fisik berupa insentif dan disinsentif dapat tepat waktu. perlu dirumuskan be­ berapa gagasan pemikiran yang paling tidak terdiri dari: a. Perlunya memperluas paradigma pendanaan perumahan. skema subsidi dan skema ban­ tuan infrastruktur perlu diperluas. Komunikasi. mendorong kebersamaan dan kemitraan antarpelaku (ba­ dan usaha) secara maksimal melalui konsep PPP (Public private partnership) termasuk memasilitasi pemanfaatan dana CSR bagi pembangunan perumahan guna menyi­ kapi keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/ pemerintah daerah dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat. sehingga consolidated fund dan multipurpose financing lebih bisa dilayani. maupun kota terhadap penyediaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. dan lain-lain secara maksimal melalui konsep Kesepakatan Bersama (MoU). (iv) keswa­ dayaan. Kelemah­ an 6 K tersebut perlu dipadukan dengan elemen kepe­ mimpinan. *Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I)/the HUD Institute 63 . termasuk memobilisasi skema pendanaan ru­ mah swadaya. dan melaksanakan pengawasan dan pengendalian di bidang pembangunan perumahan dan per­ mukiman. Di daerah. khususnya MBR). dengan karakter pemimpin yang mampu menjalankan amanat konstitusi demi kepentingan rakyat (masyarakat menengah ke bawah. khususnya MBR semakin meningkat. pembenahan dengan segera terhadap permasalahan 6 (enam) K dalam penyelenggaraan perumahan dan kawas­ an permukiman. yang semula hanya bertumpu pada dana pemerintah (APBN/APBD). d. Pada akhirnya. Komitmen. Melalui Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 1994. dana pensiun BUMN. PT. Jakarta dan Rancaekek. Jamsostek. yang terdiri dari: Konsepsi. tepat mutu. mengingat proporsi MBR di Indonesia masih cukup besar. Kerjasama Swasta Pemerintah/Public-Private Partnership. Asabri. Pada tahun 1992. yang disertai penguatan kelembagaan perumahan dan kawasan per­ mukiman yang berkesinambungan di daerah. kesetiakawanan. Dengan demikian dibutuhkan upaya evalua­ si program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). (v) kemitraan yang setara dan sinergis dengan para pemangku kepentingan PKP semakin meningkat dan terarah. dan (viii) daya beli atau daya cicil ma­ syarakat menengah ke bawah. b. diharapkan agar institusi perumahan rak­ yat (dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat) da­ pat memastikan atau mewujudkan beberapa hal. yang dikenal dengan isti­ lah Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). atau kegotong royongan ma­ syarakat semakin meningkat. (vi) pemupukan dana murah. Melekat dengan P2BPK dikembangkan mekanisme pembiayaan Kredit Tri­ guna (BTN) yang mencakup Kredit Pemilikan Kaveling Siap Bangun (KP-KSB). kabupaten. menjadi konsep pendanaan yang juga mengakomodasikan dukungan dari berbagai sumberdaya pendanaan yang lebih luas dan beragam (consolidated fund). Koordinasi. Bandung ini dikembangkan pembangunan perumahan bertumpu pada kelompok masyarakat dengan melakukan pergeseran orientasi dari menyediakan (provi­ ding) kepada memampukan (enabling). Dalam uji coba yang dilakukan di Cengkareng. PT. khususnya MBR semakin meningkat. dan tepat sasaran. Kemente­ rian Perumahan Rak­ yat bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) mengembangkan P2BPK (Pembangunan Perumahan Bertumpu pada Kelompok) melalui proyek Community Based Low-Cost Housing Pro­ ject. masa tenor yang panjang dan bunga murah dapat terwujud. (iii) kepedulian atau keberpihak­ an pemda provinsi. di­ bentuk Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangun­ an Perumahan dan Permukiman Nasional (BKP4N) yang tugasnya menyiapkan rumusan kebijaksanaan. memecahkan berbagai permasalahan. Perum Perumnas. Kerjasama. tetapi politik perumahan harus lebih tegas dan berpihak kepada kaum lemah dan tidak mampu.Edisi 3 . Keseluruhannya akhirnya bermuara pada Tabungan Perumahan Rakyat c. dan BTN. Tentunya termasuk pe­ nguatan 3 (tiga) pilar pembangunan perumahan.

kemudian memiliki se­ butan khusus yakni benteng (fortress). bahkan juga dilengkapi Closed-Circuit Television (CCTV). Sehingga. Alhasil. maka terciptalah konsepsi sederhana tentang kepemilikan lahan. Ketika jaman menjadi lebih maju. katakan­ lah terdapat peternakan atau perkebunan. pagar cenderung dibangun tinggi-tinggi atau dikelilingi kawat berduri. termasuk di sini dasar hukum yang diacu. pagar bisa memiliki 1. lihatlah Tembok Cina. atau di dalam lahan terdapat rumah dengan segala perangkatnya. bisa dipergunakan tinjauan atau perspektif sosio-kriminologis. maka orang bisa tidak berdaya apa-apa ketika ada orang iseng atau orang jahat hendak meng­ 64 . didirikan­ nya sebuah pohon yang khas atau ditumpuknya batu menjadi semacam monumen. yang sebe­ lah sana milikmu. pencoleng atau bahkan pemulung. Tanpa pagar. Pada kenyataannya. tidak melihat pada motif. CCTV hanya melihat per­ gerakan orang. tetapi bisa jadi mun­ cul terang-terangan. simbol kepemilikan lahan berubah menjadi patok yang terbuat dari batu dan semen atau berbentuk sebuah papan yang bertuliskan nama pemilik lahan. Tembok yang gagah pun seakan takluk oleh para penipu ini. maling. Tidak cukup dengan itu. seperti sering dilakukan Etnis Gipsy di Eropa. Jika ada kasus pembobolan ru­ mah berupa orang yang berpura-pura mengambil barang milik tuan rumah. terbukti dari adanya penguasaan lahan oleh orang yang tidak berhak. CCTV bukan lagi penghalang. maka pagar le­ bih berfungsi sebagai pencegah penyusup (intruder). juga apa anehnya? Memang tidak aneh jika hanya dua hal di atas saja yang merupakan fungsi pagar. melewati suatu wilayah tanpa ijin pun tidak boleh. dibuatlah pagar dari kawat berduri mengelilingi lahan tertentu. dibangun­ lah pos jaga di tempat orang keluar-masuk. di mata orang-orang yang sudah siap dan punya tekad melakukan tin­ dak pidana. atau kasus perampokan rumah oleh orang yang mengaku-aku orang dekat korban. saking besar dan panjangnya. Ketika di dalam lahan terdapat properti yang lain. Sebagai gan­ tinya. Target Hardening Perbincangan di atas pada dasarnya terkait dengan pagar dalam fungsinya sebagai alat bantu si pemilik untuk memper­ tahankan diri dari gangguan. apa anehnya? Jika pagar berfungsi sebagai pencegah hilangnya harta-benda yang terdapat dalam rumah. niat serta kesiapan orang untuk melakukan suatu tindak pidana. pohon atau monumen itu men­ simbolisasikan siapa yang menjadi pemilik tanah tersebut. Inilah pula kelemahan CCTV. Bambu. Apa­ lagi jika ada orang yang membuat bangunan tidak permanen hingga semi-permanen. tidak disangka-sangka. entah itu berupa invader atau intruder. menjadi wajar jika tampilan pagar bisa beragam mewakili beragam fungsi­ nya tadi. Untuk fungsi itu. Kepemilikan Pada fungsinya yang paling purba. Benteng-benteng khas dari kerajaankerajaan Eropa mencerminkan hal ini. Di siang bolong pula.Pendapat Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis Adrianus Meliala * J ika pagar berfungsi sebagai penghalang masuknya orang atau binatang yang tidak diundang. maka bongkahan batu yang ditumpuk teratur memanjang sudah cukup untuk ke­ mudian disebut pagar. Sebagai contoh. di mulut lahan. yang dibalik pagar ini milikku. Ha­ nya saja. Tidak lupa pula. Oleh karena itu pula. guna memahaminya. maka pagar itu disertai dengan persenjataan un­ tuk mempertahankan diri dan wilayah dari serangan lawan. oleh karenanya. Dewasa ini. Dengan dipagarinya suatu bidang tanah. Tak lupa pula disertai ancaman seperti “dilarang masuk” atau “dilarang mendirikan bangunan” dan sebagainya. di palang papan nama yang telah dibuat tertulis pula “awas anjing galak”. penyusup tidak sela­ manya dikenal sebagai pencuri. Dengan fungsi baru ini. Para penyusup itu kita ke­ nal dengan sebutan pencuri. itulah penyusup model baru yang seringkali tampil perlente dan. Namanya saja benteng. maling dan sebagainya. maka pagar atas suatu wilayah yang dikuasai raja pada dasarnya bernama pagar juga. pagar sebenarnya cukup berupa ditancapkannya sebuah bambu berwarna tertentu. maka bentuk pagar juga berubah ketimbang pagar yang dipakai untuk mempertahankan diri dari orang yang ingin menguasai (invader). maka “pagar simbolik” ini cenderung tidak banyak lagi dimanfaatkan.001 fungsi. pagar merepresentasi­ kan suatu kepemilikan atas tanah. sebagai suatu sistem penga­ manan wilayah paling mutakhir. Ketika pemilik lahan itu bernama kerajaan. hal itu disebut dengan maintaining defensible space. Ketika simbol-simbol ini menjadi tidak atau kurang ber­ makna bagi sebagian orang. Terkait penyusup-penyusup itu. Dengan kata lain. Pada ekstrim yang lain. Agak berbeda adalah situasi di Eropa yang pada kebanyak­ an palang tertulis trespasser will be prosecuted. Secara teknis.

Jika pemilik mengingin­ kan pagar yang tetap memungkinkan orang “melongok” ke dalam rumahnya yang megah. De­ ngan kata lain. Hal ini jauh lebih efisien dari segi biaya. orang hanya boleh keluar-masuk dari pintu yang selalu dijaga tersebut. katakanlah. orang lebih mampu bertahan. Nuansa tradisional. salah satunya. bagi banyak orang dapat menggantikan dukungan enerji sosial jika terjadi ketidakamanan pada diri orang tersebut. pagar tidak lagi sekadar menjadi simbol ke­ pe­ milikan atau mekanisme mempertahankan diri. Sebaliknya. tinggi dan tertutup pada dasarnya menempatkan rumah dan penghuni rumah dalam keadaan terisolasi dan. yang tentunya tidak terlalu mudah. mendengar teriakan atau kegaduhan dari dalam rumah. Enerji so­ sial itu berasal dari kehadiran tetangga atau orang yang lewat (passers-by) yang bisa membantu saat. Tidak hanya itu. jika kita bukan seseorang yang kaya-raya. sehingga defensible space ditarik pada tingkat blok atau cluster. tetapi sudah menjadi instrumen dalam rangka aktualisasi diri. Oleh kare­ na itu. *) Prof. Inilah fenomena yang terjadi pada komunitas baru masyarakat perkotaan yang hidup di apartemen penca­ kar langit di Jakarta. adalah cara lain menancapkan status sosial pemilik rumah. Kemampuan finansial yang kuat serta kepercayaan diri dan ditunjang oleh perangkat komunikasi yang canggih.com 65 . muncul fenomena ketidakamanan model baru. Jika. kunci yang diberi password atau dengan bantuan tenaga pengaman. semua rumah dalam cluster bisa dikatakan tidak berdaya apa-apa lagi (defenseless). Dengan ban­ tuan CCTV. Guna memperlihatkan preferensi pemilik rumah. jika pengamanan di pintu masuk lemah atau bobol (entah karena satpam tidak ada di tempat atau sudah diperdaya). Kehidupan mereka amat “dipagari” oleh dinding-dinding unit tempat tinggal mereka. tidak bisa meman­ faatkan enerji sosial yang terdapat di luar rumah. maka terhadap mere­ ka yang tinggal di hotel.D Kriminolog & Guru Besar FISIP UI. untuk apa tergantung pada masyarakat di lingkungan sekitar yang se­ ringkali lebay. apartemen atau asrama. Komisioner pada Komisi Kepolisian Nasional Dapat dihubungi di adrianusmeliala@gmail. jangankan intruder. Itulah prinsip target hardening. pertahanan diri dibangun melalui sistem yang membatasi dan menyaring orang-orang yang hendak menemui mereka. tetapi telah menjadi “penjara baru” yang mengurung mereka sendiri. Masalahnya. Hal ini sering terjadi ketika ada penyusup yang masuk rumah. Interaksi sosial yang minim. Status Pagar bisa menjadi tidak bisa diprediksi lagi tampilannya ketika dikaitkan dengan status sosial pemilik pagar tersebut. nilai atau besaran dari target yang hendak dilin­ dungi. terlepas dari apakah itu rumah mewah atau rumah sederhana. upaya tersebut perlu disesuaikan dengan bahaya yang mungkin datang serta probabilita datangnya bahaya dan. Seiring dengan itu. di pihak lain. keberadaan kita (dalam hal ini ru­ mah atau properti lainnya) menjadi lebih kuat.Maret 2013 ganggu. Ph. maka dapat diperkirakan tidak banyak pihak yang akan mengganggu kita. sifatnya sangat subyektif dan penuh cita rasa pribadi. Unit tempat tinggal bukan lagi sebagai pagar. Namun demikian. rumah-rumah didalamnya tidak perlu lagi membuat pagar.Edisi 3 . tidak kontra produktif dengan perspektif pencegahan kejahatan (crime prevention) yang seyogyanya built-in atau termaktub dengan sendirinya dalam perencanaan rumah tinggal atau properti lainnya. jika terjadi apa-apa. amat wajar apabila dilakukan pengamanan yang tidak hanya ketat tetapi juga berlapis dan bersenjata. Namun demikian. Nama­ nya juga orang dari kelas menengah hingga elite. perlu di­ ingatkan terkait azas proporsionalitas dan fungsionalitas. Atau. entah dengan cara melom­ pati atau membobol pagar. misalnya. telepon internal. Sebagai contoh. bah­ kan boleh dibilang tidak ada kontak sama sekali antarpenghu­ ni apartemen. Ujung-ujungnya. Akibatnya. tidak mudah dikerjai. seyogyanya keinginan untuk mengejar es­ tetika sekaligus pengedepanan status. peng­ huni apartemen meninggal berhari-hari tanpa ada yang tahu. katakanlah. bisa dibangun pagar bergaya Gothik yang penuh ukiran. misalnya. sebagai suatu target kejahatan. Tiba-tiba saja orang iseng atau jahat itu sudah ada di depan pintu rumah dan bisa segera masuk rumah dengan cara mencungkil pintu atau jendela. dengan pagar. Singkatnya. Singkatnya. aspek keamanan. misalnya. Masih dalam rangka defensible space. kita memiliki uang yang amat banyak. maka banyak perumahan memakai konsep cluster yang menyinergikan banyak hal. kehadiran pintu pagar yang angker plus satpam berkumis. Sebaliknya. adalah pemandangan sehari-hari. terjadinya kasus perampokan yang pelakunya orang dekat korban. ju­ ga bisa dihadirkan melalui pagar. Adrianus Meliala. Tentunya ada saja orang yang memilih tidak mau meng­ andalkan pada enerji sosial dan lebih percaya sepenuhnya pada kemampuan diri sendiri. Pagar yang terlalu kokoh. dibangunlah pagar bergaya Yunani. dalam rangka “memperkeras” diri agar tidak menjadi target kejahatan yang mudah dikerjai. dengan adanya pagar. Dengan metode satu pintu. Inilah con­ toh ketika niat untuk meningkatkan status malah bisa beru­ jung pada ketidakamanan diri sendiri dan keluarga. yang dengan demikian melumpuhkan semua sistem pengamanan yang ada. yang bisa bertemu kita pun bukanlah sembarang orang. Mengingat dalam rangka mempertahankan defensible space dan melakukan target hardening diperlukan biaya tidak sedikit. maka orang iseng atau jahat itu pertama-tama perlu melewati pagar terlebih dahulu. Hal ini memang ada benarnya. Upaya untuk bertahan pun bisa dilakukan secara lebih ber­ variasi.

L’Avenue AGUNG PODOMORO GROUP Green Bay Pluit 66 .

Penelitian optimasi energi konstruksi dan a. yang dalam pengerjaannya dapat para pelaku konstruksi nasional. Bangunan Rusunawa terbuat penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi dari konstruksi beton. pa sistem pembangunan: sistem konvensional. pertimbangkan optimalisasi energi dalam perencanaan yaitu secara konvensional. diproduksi. dipergunakan.Konsep Edisi 3 . dipelihara an sampai pada pembongkaran. pemanfaat­ diambil dari alam. konstruksi. Hairul Sitepu dan HR Sidjabat Konsep Perhitungan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan embangunan yang berkelanjutan (Sustainable Referensi perhitungan energi tiap item pekerjaan Construction) merupakan suatu topik yang saat konstruksi didasarkan referensi [5]. Hasil terhadap kerusakan alam. mulai mulai dari tahap perencanaan. dan sistem pra­ cetak penuh. proses industri dan menghasilkan output agar kita bisa karena menerapkan penggunaan material melakukan perbaikan proses dan dampak Bagian Kedua* dan metoda kerja yang efisien sehingga dida­ yang lebih aman ke lingkungan. Pembangunan Rusun di Batam 2010 . Sistem pracetak be­ sampai dibongkar dan kembali ke alam. Bahan bangunan utama yang digunakan usaha menjaga kelestarian bumi.0 warming).Maret 2013 sebagai Sistem Sistem Pracetak Beton Konstruksi Hijau: Studi Kasus Perbandingan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan di Pembangunan Rumah Susun di Batam Oleh: Hari Nugraha Nurjaman. beserta kebutuhan masing-masing pada setiap jenis P Gambar 8. pat optimalisasi penggunaan energi selama konstruksi. yang dilakukan dengan bebera­ sumberdaya alam sebagai bahan baku konstruksi. Proses penyetaraan ini berkembang di dunia konstruksi internasio­ untuk perbandingan tiap item dilakukan dengan metoda nal sebagai respon atas isu pemanasan global (global LCA (life cycle analysis) melalui software Simapro 5. agar juga mulai mem­ dilakukan melalui 3 alternatif pelaksanaan konstruksi. pracetak sebagian dan pembangunan.2011 67 . Prinsip dasar dari tipe pembangunan ini ada­ untuk menganalisis aspek lingkungan yang berhubungan lah penggunaan energi yang optimal secara integratif dengan suatu produk dan siklus hidupnya. sehingga dapat menjadi bagian dalam pracetak penuh. sistem Pemanfaatan sumberdaya tersebut dapat berdampak pracetak sebagian. Software ini ton merupakan suatu sistem pembangunan yang me­ mengalkulasi input seperti kuantitas bahan baku suatu menuhi kaidah konstruksi hijau (green construction). Analisis Bahan Baku Pembangunan Rusunawa dampak lingkungan dilakukan pada pembangunan ru­ Pembangunan rusunawa membutuhkan banyak mah susun di Batam.

19 kPt). dan sebagainya.dampak lingkungan dominan (impact categories). peningkatan jaminan lingkungan perairan akut.(4. lingkungan perairan kronis (5.Konsep pelaksanaan konstruksi dapat dilihat Tabel 2. kelebihan lain dari peng. predicability. (2) kandungan racun lingkungan perairan akut lain pihak. Apabila pra­ cetak tersebut dipercaya dapat memberikan man.kPt).56 kPt). Hal ini sesuai dengan pernyataan Gibb [4] disebabkan oleh material-material mencemari badan yang mengemukakan bahwa beberapa prinsip beton air permukaan dalam jangka waktu yang lama. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis sedikit diban­ dingkan beton konvensional.13 kPt).55 an dari semula 8 bulan. (2) kandungan Gambar 9. tidak diperlukan lagi pada pracetak Elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah sebagian dan pracetak penuh.air untuk beton (3.pencemaran tersebut tidak ditangani dengan serius faat lebih dibandingkan beton monolit terkait dengan dan benar dampaknya akan berlanjut ke pencemaran pe­ ngurangan waktu dan biaya. Berdasarkan hasil pembobotan. Selain penggunaan ba. menjadi hanya 5-6 bulan.55 kPt). gunaan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga adalah dalam pembiayaan yang berkurang secara cu.93 x 10-7 kPt) dan penggunaan han bangun­ an lebih efisien. b. Kondisi yang sama juga pada penggunaan kayu. relocability.2 terlihat pemakaian besi tulangan beton pada pracetak sebagian berkurang secara signifikan. dari 180 ton pada konvensional menjadi 77 ton pada Besi tulangan beton 180 ton 77 ton 122 ton pracetak sebagian. baik sebagai perancah *) Teknologi Pracetak yang digunakan adalah dari salah satu produsen nasional maupun sebagai cetakan sebanyak 603 m3. penggunaan tenaga kerja secara total lebih (5. namun peng. yaitu: kup signifikan dan kecepatan pelaksanaan pembangun­ (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (5. Penghematan besi Cetakan kayu 41 m3 yang sangat signifikan ini didapat karena Perancah kayu 562 m3 sistem pracetak yang digunakan adalah sistem column-slab yang sangat efisien. terutama dari komponen pelat yang menggunakan sistem grid prategang seperti terlihat pada Gambar 9. Hal tersebut akan sangat kualitas.truk (1. disusul oleh semen (4. Kebutuhan Bahan Bangunan Masing-masing Alternatif pada Tabel 2 Pada Tabel. Di. yaitu: (1) kandungan racun paling besar (8. gunaan tenaga kerja terampil lebih banyak di beton pra Kandungan racun lingkungan perairan kronis cetak [10].66 x 10-5 kPt). LCA Beton Konvensional Hasil pembobotan menunjukkan bahwa hampir Hasil analisis skor tunggal menunjukkan bahwa besi seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak beton merupakan elemen yang memberikan dampak lingkungan dominan. Sistem Pracetak Column Slab 68 . berbahaya terhadap manusia dan organisme hidup lainnya yang akan memanfaatkan perairan tersebut.17 kPt).

kontributor proses yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (3.79 kPt).8 kPt) dalam menurunkan dampak lingkungan.59 kPt). (2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3.19 kPt). besi beton dan semen merupakan kontributor proses terbesar yang berdampak terhadap lingkungan. (3) kandungan racun lingkung­ an tanah kronis (3.06 kPt).57 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (3.17 kPt).7 kPt).0 kPt dengan penggunaan beton semi pracetak. Bahkan dampak lingkungannya relatif lebih tinggi. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perair­ an kronis (4. keramik dan sanitari. Dampak lingkungan secara keseluruhan akibat daur hidup kontributor proses penggunaan beton konvensional sebesar 18. Seperti pada penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian. Analisis Perbandingan energi konstruksi alternatif berdasarkan analisis daur hidupnya (LCA) dilakukan terhadap tiga pilihan. sebagaimana disajikan pada Tabel-3. Kebutuhan energi konstruksi yang dianggap wajar untuk bangun­ an perumahan adalah 240 kWh/m2 [9] sehingga sumber foto: istimewa 69 . (2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3. hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan. Jika dilihat dari kebutuhan energi pembangunan sistem konvensional merupakan sistem pembangunan yang terboros yaitu 272 kWh/m2.12 x 10-5 kPt). tetapi di sisi lain meningkatkan volume penggunaan beton pracetak. Sementara elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (5. beton pracetak sebagian. Hasil pembobotan menunjukkan hampir seluruh ele­ men berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan. semen. bata merah.82 kPt). Hasil analisis skor tunggal menunjukkan besi beton merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar (6. alumini­ um. Pengurangan bahan baku dinding ini disubtitusi seluruhnya oleh beton pracetak.8 kPt dengan penggunaan beton pracetak penuh dan menjadi hanya 13.6 kPt. LCA Beton Pracetak penuh Hal yang membedakan material yang digunakan dalam pembuatan rusuna menggunakan beton pracetak penuh dengan pracetak sebagian adalah pengurangan penggunaan bahan baku bagi pembuatan dinding dan plesterannya. e.66 x 10-5 kPt). (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (1. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (4. disusul oleh besi beton (3.Edisi 3 .06 kPt). Selain hal tersebut. ka­ rena pe­ ningkatan volume penggunaan semen dan besi sebagai bahan pokok penyusun beton pracetak. sehingga dampak lingkung­ an akibat pemanfaatan bata me­ rah berkurang secara signifikan.81 kPt). dan beton pracetak penuh.Maret 2013 racun lingkungan perairan akut (5. Sementara perbedaan kemampuan antara penggunaan beton pracetak penuh dan beton Pracetak sebagian 6% (0.75 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1. Bahan bangunan utama yang mempunyai dampak lingkungan terbesar adalah besi beton. disusul sistem pra­ cetak penuh 219 kWh/m2. Seperti halnya dalam penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian. pasir dan bata merah. seperti semen. disusul oleh semen (3.91 kPt).56 kPt) c. d.00 kPt). yaitu pembangunan rusunawa menggunakan beton konvensional. LCA Beton Pracetak Sebagian Hasil analisis skor tunggal penggunaan beton pracetak sebagian menunjukkan bahwa semen merupakan elemen yang bisa memberikan dampak paling besar (4. dan yang paling hemat adalah sistem pracetak sebagian yaitu 175 kWh/m2. Hal ini bisa diturunkan menjadi hanya 13. Hasil skor tunggal secara agregat menunjukkan penggunaan beton pracetak sebagian memiliki kinerja sedikit lebih baik dibandingkan dengan penggunaan beton pracetak penuh dalam hal dampak lingkungan yang ditimbulkan daur hidup kontributor prosesnya.

Selanjutnya dilakukan proses deform sesuai kebutuhan. (2010). sedangkan proses pembakaran akan berakibat pemanasan global dan pelepasan debu berakibat polusi udara. Pusat Pengembangan Perumahan Kemenpera. pembakaran. sehingga mulai dari pengambilan di alam.11 x 107 Energi (kWh) 1. yang pada gilirannya akan dapat mempertahankan penyerapan CO2.97 x 107 3. Nasir.29 x 107 Racun tanah kronis 2. 6.792. New Icon of Dubai. C. Morgen. 10. kawat. Telaan Kualitas Air. sistem pelaksanaan pracetak sebagian merupakan yang paling ramah lingkungan. Munich. Kelarutan besi meningkat dengan menurunnya pH [3] Bahan lain yang memiliki dampak terbesar adalah semen.253.82 x 107 9.8 KWH bila dibandingkan dengan konvensional.11 x 108 2. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures.008.68 x 106 2. Indonesia. proses produksi. pasir silika. pemeliharaan sampai pembongkaran akan berdampak pada lingkungan. Textbook of Limnology. pelat.A.9 1.25 ha untuk setiap bangunan Rusunawa. Kekurangan penggunaan beton pracetak sebagian adalah penggunaan tenaga kerja secara total lebih sedikit dibandingkan beton konvensional. bak mandi.Y (2011). Waveland Press. Bogor. Standardisasi Pengujian Material Ramah Lingkungan. pem­­ bangunan rumah susun bertingkat medium dengan sistem prace­ tak dapat dianggap memenuhi kriteria konstruksi hijau.94 x 108 2.Konsep Tabel 3. penggunaan.N. Oele. (2) kandungan racun lingkungan perair­ an akut. Diseminasi Peraturan Perundang-undangan Bangunan Gedung dan Lingkungan. Munich.A. pencampuran. pasir besi. dipanaskan dalam oven. Hampir seluruh elemen bahan bangunan berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan. Kementerian Pekerjaan Umum. A. H. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures. sehingga memenuhi kriteria konstruksi hijau yang sangat memperhatikan efisiensi energi. Indonesia. USA 5. (1999). Inc. ulir. Jakarta.39 x 107 1. pemilahan. R. (3) kandung­ an racun lingkungan tanah kronis. akan diperoleh batangan atau lembaran besi. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Analisis juga menunjukkan bahwa sistem pra­ cetak sebagian adalah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem pra­ cetak penuh. Pelaksanaan konstruksi dengan pracetak sebagian juga dapat menghemat penggunaan energi sebesar 446. USA. Secara umum besi terbuat dari biji besi. pember­ sihan. Semua bahan baku ini dieksplorasi dari alam. (1988). K. pemeliharaan sampai pembongkaran akan mencemari lingkungan. sementara air untuk beton dan penggunaan truk merupakan elemen dengan dampak terkecil. *) Bagian Pertama dimuat pada HUD Magazines Edisi Pertama daftar pustaka 1. Semua proses mulai dari pengambilan di alam. (2000). Germany. Jakarta. John Wiley and Son.199. (2001).27 x 108 4. salah satu dampak yang akan muncul pencemaran pada perairan. Germany. 70 .774. Jakarta.18 x 108 2. PT Estop Indonesia. H. (2011).R dan H. Sustainability of Highrise Building. Seminar Konstruksi Ramah Lingkungan.9 1. maka akan dapat dihemat hutan seluas 1. Proses eksplorasi sumber daya alam berpotensi pencemaran lingkungan perairan dan tanah. dan lain-lain se­ suai kebutuhan. Data Sensus Penduduk. tanah liat. Achieving High Performance Building through Green Building Rating Tools in Indonesia. 3.53 x 107 1.65 x 106 ter pohon 1 m dan jarak pohon di hutan 25 m. M and M. biaya lebih murah dan penghematan penggunaan kayu dibanding konvensio­ nal. Off-Site fabrication. BPS (2010). Berdasarkan beberapa hasil perbanding­ an diatas. Indonesia. me­ rupakan kontributor proses yang memiliki dampak terbesar dalam pembangunan rusunawa terhadap lingkungan. penggilingan.G. Pada perairan yang diperuntukkan bagi keperluan domestik. perakitan.43 x 107 1. Perbandingan Dampak Lingkungan Bahan Bangunan Utama Alternatif Pelaksanaan dan Bahan Bangunan Utama Potensi Pencemar Konvensional: -besi beton -semen -aluminium Pracetak sebagian: -semen -besi beton -bata merah Pracetak penuh: -besi beton -semen -keramik & sanitari Katagori Dampak Lingkungan (Pt) Racun perairan kronis 5.39 x 108 Racun perairan akut 4. T Mielecke (2010). Graubner.Illinois. Secara umum semen terbuat dari batu kapur. PRé (Product Ecology Consultant). 4.7 806. balok. Apabila rerata diame- Penutup Pelaksanaan konstruksi dengan meng­ gunakan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh mempunyai kelebihan dalam percepatan waktu pelaksanaan. USA. Nurjaman (2007).97 x 106 3.85 x 108 2. New York.F.92 x 107 2. lalu dicampur. 9. diolah. batu bara dan limestone. Database Manual General Introduction. A. namun penggunaan tenaga kerja terampil lebih banyak. Goedkoop. 8. Gibb. 7. Makasar. 2.981. Besi beton dan semen merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Cole. G. kadar besi yang berlebihan dapat mengakibatkan warna kemerahan pada porselin. Effendi. Bahan bangunan lain yang berpengaruh pada sitem pracetak adalah kayu yang dapat dihemat sebesar 603 m3. Besi sebagai bahan baku pembuatan besi beton. Sistem Bangunan Pracetak untuk Rumah Susun dan Rumah Sehat Sederhana. misalnya besi beton polos. Sabbarudin.95 x 107 3. lalu setelah melalui proses pendinginan dalam air. clicker dan gypsum. Sijabat. pipa air dan pakai­ an. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis. Tanda-tanda terdapatnya pencemaran akibat besi di perairan adalah apabila terdapat suasana asam dalam kondisi aerob [2].

Maret 2013 Program 1.Edisi 3 .000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 Sukseskan APERSI 71 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.

desain. antara lain: • Data Iklim. pemeliharaan. serta pembangunan-kembali) (Office of the Federal Environmental Executive. 1992) (Burberry. perge­ rakan matahari. 1979) serta embargo OPEC (1973). ahli lingkungan. sejumlah tipe bangunan yang menjadi tonggak (milestone) periode 1970-1993 didominasi oleh perkantoran (misal: Environmental Defense Fund Offices. sudut penyinaran matahari. pepohonan. 2003). 1985). Winaktoe* Konservasi Energi sebagai Isu-Historis Green Building dan Desain Rumah Susun reen building didefinisikan sebagai praktik (i) peningkatan efisiensi energi.0) yang muncul pada akhir tahun 1998 di Amerika Serikat. Kesadaran konseptual green building ini muncul usai penggunaan teknologi era 1930-an (penggunaan HVAC secara masif serta ikon glass box architecture) (Cassidy. sejalan dengan upaya mengatasi isu energi di jamannya. Konservasi energi pada rumah susun pada dasarnya diarahkan untuk mengendalikan jumlah panas yang dilepaskan (heat loss) oleh selubung ba­ ngunan sedemikian sehingga area kaca sebaiknya direduksi sedangkan dinding/atap haruslah terinsulasi (Macsai dkk. 2003). konstruksi. air. ”Form and Stability” karya Ralph Knowles. Sebuah hal yang menarik bahwa di luar kerangka milestone tersebut. 1979). material yang digunakan suatu bangunan dan tapak. • Pengendalian suhu udara (temperature control). UN World Commission on Environment and Development. highrise).: istimewa Prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Wied W. (ii) reduksi dampak bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan (melalui orientasi. 1981) Adapun sejumlah advis rinci mengenai data peran­ cangan dan konservasi energi. Inventarisasi G sebuah dokumen komprehensif berjudul “Housing” terbit pada tahun 1981 [mendahului Bruntland Report. perilaku angin sangat dibutuhkan sebagai dasar penetapan sistem pengendalian lingkungan. serta ”Silent Spring” karya Rachel Carson (Cassidy. 1987 dan AIA Committee on the Environment (COTE). • Pemanasan secara pasif (passive solar heat). hujan. Isu energi ini menjadi fokus dari Leadership in Energy and Environmental Design (LEED versi 1. dokumen ini juga memberi perhatian khusus mengenai konservasi energi yang berlaku untuk berbagai tipe rumah susun (lowrise. USA. 72 . Pada era 1970-an. • Konstruksi. midrise. yakni ”Design with Climate” karya Victor Olgyay. perbukitan dapat diinternalisasi ke dalam desain. serta pakar ekologi menilai-ulang kebijak­ an membangun yang mendayagunakan sistem heating and cooling secara masif tersebut seiring dorongan akibat sejumlah dokumen. sejumlah arsitek.Konsep sumber foto/ill. jenis kaca. analisis pola dan durasi suhu. serta material sebaiknya direncanakan untuk penyerapan dan penyimpanan panas. jika layak maka pemanfaatan sinar matahari. bagian-bagian bangunan harus tersambung erat untuk mencegah kebocoran (leakage) udara maupun air. Sebagaimana tercatat dalam White Paper on Sustain­ ability: A Report on the Green Building Movement. • Orientasi. operasional­ isasi. LEED menjadi salah satu alat penilaian peringkat green building yang populer dan kerap menjadi rujukan penyusunan alat penilaian di luar Amerika Serikat. 1989]. rumah (mi­ sal: Audubon House. 2003) mengalami tantangan penyusutan sumberdaya akibat era minyak-murah II (1950-1974) (Burberry. desain bangunan disarankan untuk menyertakan perencanaan dan pemeliharaan agar suhu dapat dikelola secara optimum (mencegah overheating maupun overcooling).

substansi dari komponen yang hendak diinternalisasi antara lain: • Efisiensi energi. desain rumah susun diarahkan untuk mengoptimasi penggunaan lahan mengingat keterbatasan lahan-layak serta carbon footprint yang dihasilkan dari setiap pembangunan. desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengendalikan kenyamanantermal. Itikad positip Pemerintah Pusat. kualitas udara ruang-dalam. serta bau (odor). keberadaan sistem penilai­ an green building. desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengelola produksi dan transformasi limbahnya agar tidak membebani ekosistem. ventilation” (pencahayaan. • Kualitas udara ruang-dalam. Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangunan Gedung Hijau yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta telah secara spesifik menempatkan rumah susun (minimum total luas lantai 50.Edisi 3 . embodied carbon yang rendah. secara bertahap. mampu didaur-ulang). reduksi limbah. maka prinsip efisiensi air. Dana Mitra Lingkungan (DML) 73 . telah mendeklarasikan agar berbagai negara menjamin perwujudan ad­ equate shelter for all. reduksi toksik. Penutup United Nations Conference on Human Settlements (Habitat II. Kini merupakan momentum yang tepat untuk menyinergikan kriteria adequate shelter dengan regulasi green building agar rumah susun turut berkontribusi pada kesinambungan fungsi ekosistem. sebagaimana yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta (Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangun­ an Gedung Hijau). suhu. ventilasi) sebagai kriteria yang harus dipenuhi dalam membangun rumah layak. efisiensi lahan akan melekat pada desain rumah susun. 1994). • Reduksi toksik. tanah. • Reduksi limbah. 3-14 Juni 1996) di Istanbul.000 m2) sebagai subyek yang wajib mengaplikasikan prinsip-prinsip hijau (green). • Material bangunan ramah lingkungan. Selain efisiensi energi. 1992) maupun residensial (AC 11%. kebisingan/akustik. termasuk rumah susun. Manifestasi fisik dari prinsip green building tersebut dapat saja bervariasi namun. desain rumah susun diarahkan untuk mengendalikan laju panas (heat rate) yang memasuki selubung bangunan serta. serta non-Pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip green building diharapkan dapat berimbas pada komoditas rumah susun pula. Pada kasus penerapan skema self build dan sweat policy yang melibatkan kontribusi tenaga penghuni sebagai bagian skema pembiayaan unit maka material juga haruslah memiliki indikator labour intensive serta cost effective.Maret 2013 Perluasan Adopsi Prinsip-prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Pada kasus Indonesia. merestrukturisasi sumber-sumber energi listrik melalui pening­ katan proporsi penggunaan renewable energy. pencahayaan 17. komponen bangunan yang berhubungan dengan kenyamanan-termal agaknya akan tetap mendominasi isu desain rumah susun. Pada sisi lain. paling tidak. Turki. pencahayaan 33%) (ITB. Pemerintah Daerah. desain rumah susun diarahkan untuk melakukan upaya penghematan penggunaan air baik di dalam (aplikasi fixtures yang efisien) maupun di luar bangunan (reduksi run off serta meningkatkan ground­ water recharging).4%) (DJLEB. material bangunan ramah lingkungan. sebagaimana terindikasi melalui komposisi penggunaan listrik pada bangun­ an secara umum (AC 66%. Secara khusus. Kementerian Pekerjaan Umum (Draft Permen PU tentang Pedoman Teknis Bangunan Hijau). • Efisiensi lahan. • Efisiensi air. desain rumah susun diarahkan sebagai wahana yang mampu memelihara kesehatan penghuni melalui pengendalian terhadap berbagai elemen desain yang berpotensi meracuni air. heating. *Green Development Initiatives. udara. maupun GBCI (Greenship) diperkirakan akan memperluas prinsip-prinsip yang harus diinternalisasi rumah susun. relatif sejalan dengan prinsip efisiensi energi yang diusung green building movement maka ade­ quate shelter menyertakan ”lighting. desain rumah susun diarahkan untuk memrioritaskan penggunaan material dengan nilai indikator lingkungan yang baik (embodied energy rendah.

000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower Sukseskan BAPERTARUM-PNS Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 Program 1.5 April 2013 74 Sukseskan .Program 1.

Menteri Dalam Negeri Satuan Pengawasan Internal (SPI) 3. antara lain : 1. serta bantuan pemerintah dan bantuan fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan dan non perbankan. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara 4. terutama rumah. yang berarti juga terdapat perbedaan penghasilan. Pegawai Negeri Sipil yang jumlahnya hampir mencapai 3. 2. Sejak didirikan tahun 1993 BAPERTARUM-PNS telah melakukan beberapa kebijakan dan upaya yang bertujuan untuk semakin meningkatkan pelayanannya kepada PNS. pemenuhan kebutuhan akan rumah merupakan hal yang paling sulit dijangkau oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada khususnya. disamping sandang dan pangan. 1. Dari tiga kebutuhan dasar tersebut . sehingga berkontribusi dalam mendukung pemerintah memenuhi kebutuhan rumah untuk masyarakat Struktur Organisasi Ketua: Struktur Organisasi Pelaksana Sekretariat Tetap Presiden Republik Indonesia Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Ketua Harian merangkap anggota: Menteri Negara Perumahan Rakyat Kepala Pelaksana Anggota: 1. Menteri Keuangan 2. Yang melatarbelakangi didirikannya BAPERTARUM-PNS. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil untuk memiliki rumah yang layak. sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 1994. Memberikan pelayanan yang terintegrasi dan memuaskan dengan pengelolaan serta pemupukan dana untuk pembiayaan perumahan yang bernilai bagi PNS dan masyarakat berpenghasilan tetap.Maret 2013 (Taperum) PNS yang bereputasi baik dan dipercaya serta handal dalam pemupukan dan pengelolaan dana perumahan BAPERTARUM-PNS Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Misi R umah sebagai kebutuhan dasar manusia. yang berpengaruh kepada kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.Profil Visi Menjadi pengelola Perumahan EdisiTabungan 3 . BAPERTARUM-PNS didirikan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 1993 tentang Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil.9 juta orang dan tersebar di seluruh Indonesia tersebut terdiri dari berbagai golongan yaitu mulai dari golongan I sampai dengan IV. Terbatasnya kemampuan Pegawai Negeri Sipil untuk membayar uangmuka pembelian rumah dengan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR 3. serta bantuan fasilitas teknis dengan bekerjasama secara kemitraan strategis dengan pihak terkait dalam pengadaan rumah 2. Memberikan kemampuan kepada PNS dan kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap dalam pemilikan rumah yang layak melalui bantuan pembiayaan dari dana tabungan perumahan PNS dan dana perumahan lain dari masyarakat non PNS. merupakan harapan setiap manusia untuk dapat memenuhinya. Tabungan perumahan PNS dapat membentuk dana untuk mengatasi kendala tersebut yang merupakan kegotong-royongan diantara Pegawai Negeri Sipil dalam upaya peningkatan kesejahteraan antara Pegawai Negeri Sipil. Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Sub Satuan Pengawasan Bidang Pelayanan Penyaluran Taperum-PNS Sub Satuan Pengawasan Bidang Operasional Divisi Perencanaan Propram dan Evaluasi Sub Divisi Pengembangan Sistem Informasi dan Pengolahan Data Divisi Umum Divisi Keuangan dan Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Pengelolaan Dana PNS Sub Divisi Propram dan Anggaran Sub Divisi Monitoring dan Evaluasi Sub Divisi Umum Sub Divisi Humas dan Protokol Sub Divisi Sumber Daya Sub Divisi Manusia Hukum (SDM) Sub Divisi Administrasi Keuangan 75 .

000 Tower 5 April 2007 .Menjadi pemain utama ekonomi nasional yang didukung oleh tenaga kerja yang prima. pelayanan terbaik.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. produk berkualitas.5 April 2013 Sukseskan 76 . dan sistem yang terintegrasi. Visi Perusahaan Memberi berkah bagi masyarakat dengan membangun kepeloporan ekonomi nasional. Misi Perusahaan Program 1.

Drs. Sayang pada Diskusi panel kali ini rat.T. Purwadhi : H. Deputi bidang Pembiayaan Kemenegpera RI. yang mengagendakan tor. Dany Juanda datangani Nota Kesepahaman dengan PT Jawa Barat yang melahirkan AP2ERSI dari Cemerlang Mandiri Selaras (Distributor WABENDUM I : Hasan Kurniawan S. Dr. birokrat dan praktisi Jakarta. : DR. serta mengapresiasi perjuangan AP2ERSI WASEKUM II WASEKUM III : Ir. Wahyu Nugroho ANGGOTA : Irwan A. DKI SEKRETARIS UMUM : Drs. H.E. Perubahan AP2ERSI menjadi asosiasi penggiat perumah­ an nasional dikukuhkan pada MUBES I AP2ERSI yang berlangsung pada tanggal 16-17 April 2013 di Grand Preanger–Bandung. M.M. H. berhasil terpiKomite Pengarah MUBES I AP2ERSI. Yomanius Untung Spd.H. KETUA II : Adin Restiadi secara langsung dan terbuka dengan KETUA III dan fikiran beliau secara langsung tetapi : Nuslih Jamiat S. Indonesia. Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan KETUA I kami tidak bisa menghadirkan gagasan : R. Hampir senada mereka menyampaikan KETUA VI liau mendadak harus ke luar negeri”. M. terjadi ba­ bertajuk “Solusi Pemenuhan Backlog Rumah Rakyat” de­ ngan nyak koreksi dan interupsi yang membahas perubahan Anggaran Pembicara Kunci.H.E. Zulfi Syarif Koto Umum AP2ERSI terpilih menyatakan. Agus Rachman S. H.. DR. Yusuf Fitriadi S. Riau. Zulfi Syarif Koto Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta platform (The Hud Institute). karena kapasitas dan kredibilitasnya WASEKUM I : Drs. DEWAN PENASIHAT KETUA : Ir. Jusuf Kalla dan para panelis. Nugraha (Kemenegpera) dengan moderaOrganisasi AP2ERSI. Yusuf Fitriadi SE (Pikiran Rakyat). menyatakan “kami Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) Umum dengan dukungan bulat dari DPD Asosiasi Pengembang memilih Pak JK (Jusuf Kalla) sebagai pemMasa Bakti 2013-2018 Provinsi Aceh. (iii) Pemilihan Ketua Umum AP2ERSI masa bakti 2013-2018 giat perumahan di Jawa Barat memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi AP2ERSI saat ini untuk tetap konsisten sebagai asosiasi yang berpihak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sodik Mujahid Mpd. Persidangan Ketiga. Gunawan Agus Sumarno S. DEWAN PENGURUS PUSAT lih H Ferry Sandiyana SE sebagai Ketua Endrawan Natawiria. Pada MUBES yang bertajuk “Metamorfosa AP2ERSI menjadi Organisasi Nasional: Semakin Pro-Rakyat Pro-MBR” tersebut. Agus Irsyad AP2ERSI pada MUBES I tersebut menan: Ir. Dengan dukungan peme­ rintah dan banyak pihak kami yakin rencana untuk memba­ ngun perumahan rakyat yang termurah akan bisa terwujud. Sumatera Utara. KETUA IV secara virtual (pre-recorded). Dalam keterangannya Ketua pemilihan Ketua Umum.BENDAHARA UMUM : Nina Herlina bisnis. Lili Asdjudiredja Dalam sambutan Pelantikannya Ketua KETUA untuk bekerjasama dalam menyelengANGGOTA : Ir.E. menyatakan menyambut baik dan menyatakan selamat datang kepada AP2ERSI untuk turut berkiprah dalam bidang perumahan nasio­ nal disertai harapan agar AP2ERSI akan memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan perumahan nasional . antusiasme peserta begitu besar sejak persidangan Pertama. Jawa Barat. Pada persidangan Ke­ dua yang dipimpin oleh Ketua DPD Provinsi Aceh dan DPD Nusa Pada MUBES I AP2ERSI tersebut di selenggarakan Diskusi Panel Tenggara Barat didampingi Ketua Komite Pengarah. Ir. 77 . Ahmad Zailani Mpd. Nusa Tenggara Ba. Pada hari pertama tanggal 16 April 2013. M. Ir.Maret 2013 METAMORFOSA Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) sumber foto: AP2ERSI etelah enam tahun beraktifitas sebagai asosiasi penggiat perumahan di Jawa Barat.Profil Edisi 3 . garakan pembangunan rumah murah di pengalaman enam tahun sebagai peng. Tag perjuangan AP2ERSI adalah Pro Rakyat-Pro MBR. DPP S.H. H.M. Perkasa Alam S. diimbuh pandangan dari seluruh DPD. (ii) Platform organisasi AP2ERSI sebagai asosiasi penggiat perumahan skala nasional.. Endrawan Natawiria sebagai negarawan. dukungan kepada H. organisasi skala regional menjadi asosiasi WABENDUM II : Diana LB. karena beKETUA V : M. Kalimantan Utara. ditindaklanjut dengan BOSOWA GROUP DEWAN PEMBINA : DR. : Azhar Hariman S. Menteri Negara Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Ir Sri Hartoyo. Atri Kusumaningsih M.T. Insya allah dalam waktu dekat AP2ERSI akan be­ kerjasama dengan salah satu BUMN untuk membangun rumah murah bagi para pekerjanya. Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat (AP2ERSI) kini siap untuk berkiprah sebagai asosiasi penggiat perumahan di tingkat nasional de­ ngan dukungan 8 (delapan) DPD tingkat Provinsi. Dua Program utama kami adalah pengembangan organisasi dan kemitraan. H. disepakati 3 (tiga) agenda utama yaitu (i) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran RumahTangga AP2ERSI.E.E. Limbong Semen BOSOWA Jawa Barat) yang akan penggiat perumahan skala nasional. Ferry Sandiyana KETUA VII Mengawali program kemitraannya.. bicara kunci karena pengalaman beliau KETUA UMUM : H Ferry Sandiyana SE Kepulauan Riau.

5 April 2013 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .Sukseskan 78 Program 1.

hingga saat ini portofolio Bank BTN 86% di perumahan.1 juta orang di seluruh Indonesia. Laba diperkirakan tumbuh masingmasing di kisaran 20% sampai dengan 30% dengan rasio keuangan yang sehat. “Kami sebagai pemimpin pasar di bidang KPR dengan menguasai pangsa KPR sekitar 25%. sedangkan sisanya 14% untuk non perumahan. Dijelaskan Maryono. Dalam 3 tahun terakhir Bank BTN telah menambah lebih dari 400 kan­ tor layanan. Dengan demikian diharapkan isu perumahan menjadi lebih dipa­ hami oleh pengambil keputusan baik di tingkat pemerin­ tah pusat maupun daerah” jelas Zulfi. BTN menyelenggarakan BTN Property Expo. Pada sesi siangnya. dari berbagai sumber). komposisi KPR subsidi akan ditingkatkan komposisinya menjadi 65%. sementara pangsa KPR subsidi hingga 98%.Maret 2013 T Menajamkan Fokus Bisnis dan Mengutamakan Good Corporate Governance memberikan KPR lebih dari 3. Kredit.922 outlet Kantor Pos. sedangkan sisanya untuk KPR non subsidi 35%. scribd. sumber foto: LP P3I/the HUD Institute 79 . Zulfi Syarif Koto selaku Ketua Umum menyampaikan Laporan Tahunan. yang pada intinya dapat diterima oleh Dewan Pembina yang diwakili oleh Yusuf Asy’ari. “Ini bukti komitmen dan konsistensi Bank BTN dalam mewujud­ kan pembiayaan perumahan. hingga akhir tahun lalu Bank BTN memiliki 3. para pengurus. yang baru diangkat 28 Desember 2012. Dana Pihak Ketiga. termasuk wartawan. Bank BTN Memasuki Usia ke-63 idak terasa BTN telah memasuki usia ke 63 pada tanggal 9 Februari 2013 lalu.100 Triliun. tapi yang bisa direalisasi baru sekitar 400 ribu unit. Secara kumulatif sejak tahun 1974 Bank BTN telah HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua Lebih Fokus dan Berjejaring R apat Kerja dan Tasyakuran dalam rangka per­ ingatan ulang tahun kedua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indo­ nesia (LP P3I) atau dikenal sebagai the HUD Institute di­ laksanakan pada tanggal 14 Januari 2013 secara sederhana di Wisma PKBI Kebayoran Baru Jakarta Selatan.Liputan Edisi 3 . Bank BTN saat ini sudah masuk pada kelompok besar perbankan nasional. dilanjutkan dengan pernyataan Pers Tahunan LP P3I /the HUD Institute dengan topik “Evaluasi Pembangunan Perumahan Rakyat Tahun 2012 dan Rekomendasi Tahun 2013”. Peringatan dimulai pagi harinya dengan rapat terbatas anggota mendengarkan Laporan Pengurus dan tanggapan Dewan Pembina.” kata Maryono. sejak tiga tahun lalu. Ini menunjukkan potensi pasar perumahan masih besar. dan didominasi oleh proyek-proyek perumahan yang tersebar di Jabodetabek. Kedepan. Turut hadir para anggota Dewan Pembina yaitu Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009). Teguh Satria (Ketua Umum DPP REI 2007-2010). Pernyataan Pers selengkapnya dapat diakses http://www. “Ke depannya LP P3I akan mulai memantapkan fokus kegiatan dan melebarkan jejaring ke daerah. Dalam rangkaian peringatan HUT BTN. Menurut Maryono. menengah maupun mewah dengan harga mulai Rp 65 juta hingga miliaran rupiah. ”Kami menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 28 triliun tahun ini.678 kantor layanan. diikuti sekitar 218 developer yang menyajikan lebih dari 400 proyek perumahan. Pada kesempatan tersebut. Tema yang diangkat adalah `Pesta KPR BTN Menuju Keluarga Sejahtera’. dari rumah subsidi. Direktur Utama BTN.com/doc/120289940/Evaluasi-Pembangunan-Pe­ rumahan-Rakyat-Tahun-2012-dan-Rekomendasi-Tahun2013 (OM).” beber Maryono (OM. termasuk 2. yang pada intinya me­ nyoroti berbagai isu perumahan yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian para pemangku kepentingan. Asset Bank BTN per Desember 2012 diperkirakan mencapai lebih dari Rp. Pameran ini hanya diikuti oleh satu bank (BTN) dengan banyak pengembang” kata Maryono. kebutuhan rumah di Indonesia rata-rata sekitar 800 ribu unit. Pameran kali ini merupakan ajang pameran terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sukseskan Program 1.5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 80 .000 Tower 5 April 2007 .

Ir. Selain kegiatan temu ramah dan presentasi peluang investasi daerah. Ir. seperti Gubernur. maka perayaan kali ini juga diisi dengan kunjungan ke berbagai lokasi wisata. Drs. Eric Samola.Maret 2013 M Berkarya Membangun Negeri Puncak HUT REI ke-41 sumber foto: REI emasuki usia yang tidak muda lagi. Dan kedatangan 600 orang REI secara serentak di Istana Basa hari ini menurut kami sangat 81 . Usia ke-41 bukanlah usia yang muda lagi bagi sebuah organisasi yang telah menorehkan berbagai prestasi di dunia properti Indonesia. perbank­ an.Liputan Edisi 3 . Seperti tradisi REI dalam merayakan HUT-nya setiap tahun. serta instansi terkait. Siswono Yudo Husodo. Disana hadir para sesepuh REI. Agus­ man Efendi. Ciputra pada tanggal 11 Februari 1972. Ir. REI adalah salah satunya yang menu­ rut kami harus merasakan bagaimana masyarakat Minang menjalankan tradisinya. Sedikitnya 700 orang tamu undangan dari seluruh Indonesia hadir selama 13-15 Maret 2013 lalu. industri pendukungnya. Alm. Esoknya. peserta mengunjungi objek wisata Istano Basa Pagaruyung. Edwin Kawilarang. Ke depan. Bupati dan Walikota. Enggartiasto Lukito. FX Teguh Satria. Momentum HUT REI ke 41 sangat penting bagi organisasi untuk sejenak merenung dan menengok kebela­ kang mengevaluasi tapak tilas sejarah perjalanannya dengan senantiasa merajut kebersamaan membangkitkan semangat daya juang dalam menghadapi tantangan dan peluang guna menapak hari esok yang lebih baik dan bermakna. Sebagai mitra kerja Pemerintah dan ber­ sinergi dengan semua pemangku kepentingan. MS Hidayat. dan semangat para mantan Ketua Umum REI. diharapkan peran REI makin berkibar dengan proaktif me­ nyelesaikan sejumlah masalah di industri properti. Ferri Soneville. Ir. memberikan parameter positif bagi dunia usaha dan iklim investasi sehingga mampu melakukan perannya sebagai organisasi perusahaan yang memberikan manfaat bagi para anggotanya dan mendorong pertumbuh­ an industri properti dalam membangun negeri. Ir. Yan Mogi. Puncak Perayaan HUT REI Puncak Peringatan HUT REI 41 tahun 2013 telah berlangsung di Padang. Lukman Purnomosidi. Alm. Melewati masa waktu dengan berbagai ke­ ada­ an dan perubahan menjadikan REI semakin dewasa. Ir. “Tidak semua tamu bisa menikmati makan bajamba di Istana Basa ini. REI telah berperan penting dalam memajukan dunia properti Indonesia. Setyo Maharso masih membingkai pigura REI mencapai tujuan menjadi organisasi yang semakin maju berperan memberi­ kan kontribusinya bagi seluruh anak negeri. me­ ning­ katkan perannya menjadi mitra kerja strategis peme­ rintah dan men­ jalin kerjasama konstruktif dengan pemangku kepentingan dan berbagai lembaga. hingga periode ini yang di nakhodai Ir. Ir. pada hari pertama HUT. Sumatera Barat. yakni 41 tahun. Malam Selamat Datang dilakukan di ke­ diaman dinas Gubernur Sumatera Barat. Soekarjo W. Di sana selain me­ nikmati berbagai hiburan tradisional. Kondisi ini tentunya tidak serta merta terwujud tanpa adanya prakarsa awal dan konsistensi sosok figur para pendi­ ri yang mendeklarasikan pembentukan REI oleh Ir. Bupati/Walikota se Sumatera Barat dan pejabat instansi terkait. diharapkan REI semakin mampu Berkarya Mem­ bangun Negeri mendukung program penyediaan perumahan dan permukiman yang seimbang dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuh­ an rumah bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. para tamu undangan juga dijamu dengan berbagai pertunjukan kesenian daerah. selain dijamu oleh penguasa negeri. Keberadaan REI sebagai organisasi perusahaan wadah pengembang bersama seluruh anggotanya yang telah 41 tahun berkiprah berperan di dalam sebuah perjalanan panjang penuh tantangan menempuh arah tujuan turut serta mengemban amanah berkontribusi kepada Negara dan Bangsa Indonesia demi memenuhi kebutuhan perumahan dan permukiman serta menggerakkan pertum­ buhan ekonomi nasional melalui berbagai jenis pembangunan properti. Bupati Tanah Datar juga menghidangkan makanan tradisional Minangkabau dengan tradisi “Makan Bajamba”.

Ketua DPD REI Jatim. Tahun 2008 sebanyak 100 ribu unit di Jonggol. Hadir pada kegiatan peresmian tersebut adalah Menteri Perindustrian.  sumber foto: REI sumber foto: REI “Gubernur. Jawa Barat dan tahun 2007 juga 100 ribu unit di Semarang. ke depan REI tidak hanya menunggu kebijakan yang dikeluarkan pemerin­ tah. baik pusat maupun daerah harus memiliki komitmen dan kesungguhan untuk terus membangun peru­ mahan rakyat. “REI dalam usia yang ke-41 tahun ini. tapi harus lebih aktif memberikan kerangka konstruktif untuk kemajuan dunia properti Indonesia. Erlangga berharap sektor pro­ perti dimasukkan ke dalam kelompok sektor strategis terkait dengan pembangunan ekonomi nasional karena mengingat sektor ikutannya yang banyak sekali.Kami mengundang investor untuk melihat secara langsung potensi negeri kami. Malamnya.000 Unit RST Yang istimewa dalam HUT REI ke 41 tahun ini adalah puncak perayaan HUT REI juga dibarengi dengan kegiatan Peresmian 100. Menurutnya industri properti diyakini dapat memberikan pengaruh kepada sektor lain. Apalagi.” kata Irman. Kemudian setelah memberikan kerangka konstruktif kita meng­ awalnya supaya menjadi kebijakan.” ucap Erlangga. rom­ bong­ an kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bukit­ tinggi.” harap Hendri Arnis.Liputan istimewa. Irman Gusman. Irman Gus­ man berpesan agar para kepala daerah di seluruh Indonesia mendukung percepatan pengembangan perumahan sejenis bekerja sama dengan anggota REI dan instansi lainnya yang juga berkewajiban menyediakan perumahan untuk masyarakat. “Yang sekarang. Jawa Timur. Bupati. Ke de­ pan kita harus lebih aktif sebagai suatu tim agar pemerintah mengeluarkan kebijakan di sektor properti ini. Tahun 2010 REI meresmi­ kan 100 ribu unit RST di Lamongan. para Bupati/walikota dan wakil Gubenur Sumatera Barat Pada kesempatan tersebut. dilanjutkan ke Padang Panjang. kemudahan perizinan dan bantuan lain. Kali ini peresmian dilakukan di Perumahan Nuansa Griya Arosuka kabupaten Solok. Ini peresmian RST yang keempat. dan walikota yang bagus adalah yang bisa menjadi contoh dalam upaya memfasilitasi dan mem­ berikan kemudahan agar pembangunan perumahan rakyat berjalan dengan baik di daerahnya masing-masing berupa infrastruktur.  Harapan Sejumlah Daerah REI sebagai sebuah organisasi yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor properti di Indonesia diharap­ kan berperan lebih aktif lagi memasuki usia ke-41.” jelasnya. tapi REI harus mampu memberikan konsep-konsep yang strategis kepada pemerintah untuk dijadikan kebijakan. Menurut Erlangga Satriagung. 82 . Sumatera Barat oleh Ketua DPD RI. terutama untuk golongan menengah ke bawah. dia menambahkan. kita mengharap­ kan bahwa REI ini tidak hanya menunggu kebijakan peme­ rintah. Di Jam Gadang dan Pasar Atas. Harusnya oleh pemerintah dimasukkan dalam kelompok sektor strategis sehingga saya yakin kalau itu masuk dalam kelompok sektor strategis maka kebijakankebijakan pemerintah akan menjadi diperhatikan karena masuk ke dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional. menikmati sate Mak Syukur. utamanya untuk golongan menengah ke bawah. untuk selanjutnya beristirahat di kota Padang. Siangnya dilanjutkan dengan wisata keliling kota dan membantu program perbaikan ling­ kungan permukiman kumuh yang ada di kota Padang. Wakil Bupati Tanah Datar dalam sambutannya. PP Nomor 38 Tahun 2007 mengatur kewajiban bagi pemerintah daerah untuk juga melakukan pembangunan perumahan rakyat. Peresmian 100. rom­ bongan selanjutnya menikmati berbagai acara wisata dan belanja kuliner. Selesai menikmati beragam sajian khas minang. sektor properti belum dimasukkan da­ lam kelompok itu. Ketua DPD RI. Keesokan harinya rombongan menuju Pantai Air Manis Padang.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST) yang dibangun oleh anggota REI di seluruh Indonesia. Karena kalau hanya menunggu akan bersifat reaktif. Bukittinggi. Belum lagi dampak setelah pembangunan dilaksanakan pasti kawasan itu akan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah. Selain melakukan kegiatan wisata juga bakti sosial ke berbagai panti asuhan serta menyerahkan bantuan perbaik­ an sarana infrastruktur.

Kami dari keluarga besar Sumatera mengucapkan terima kasih kepada REI diberi kepercayaan atas penyelenggaraan HUT REI ke-41 di Sumatera Barat dan ini istimewa rasanya bagi kami di daerah karena tidak hanya ulang tahun saja. dilakukan Presiden RI.Edisi 3 . REI banyak berkontri­ busi terhadap kemajuan kota-kota di daerah. Mudah-mudahan rezeki ini tidak berkaitan dengan uang saja. sewaktu membuka Rakernas REI 2012 lalu yang berjanji akan datang kembali meresmikan perumahan sederhana yang sudah dibangun oleh pengembang REI dan meminta lokasi peresmian RST. di ulang tahunnya yang ke-41. Ajang HUT REI ke-41. Kita menginginkan REI suatu organisasi yang dapat melindungi anggota dan organisasi yang bisa tetap mengikuti perkembangan ekonomi sebagai roda perekonomian Indonesia. Ini akan membawa dampak positif bagi keluarga REI Sumatera Barat dan juga kepada pemerintah Sumatera Barat dan masyarakat Sumatera Ba­ rat. akhirnya batal hadir akibat tidak adanya rekomendasi dari Menteri Perumahan Rakyat. Ada juga MoU Kota Baru Mandiri. (fendi). sebaiknya di luar wilayah pulau Jawa. 83 . Tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mela­ lui pajak dan retribusi. kota Padang akan mendapatkan sejumlah dampak positif. lanjut Alkudri juga menjadi ajang silaturahim antaranggota yang dapat memberikan dampak positif bagi Sumatera Barat.000 rumah sederhana. sumber foto: REI Presiden Batal Hadir A di Acara Peresmian 100 ribu Unit RST walnya seperti peresmian 100. Jadi.000 unit RST yang dibangun anggota REI pada tahun sebelumnya. Tidak hanya bagi anggotanya. REI tetap eksis sebagai organisasi yang sangat memperhatikan anggotanya. bangunan sesuai spesifikasi. tetapi peluang. Menurut Ketua DPD REI Sumatera Barat. REI terus berkarya untuk negeri. “Kita berharap ke depannya REI tetap eksis dalam arti kata tetap mengetahui permasalahan yang dihadapi anggota dan ada solusi yang terbaik. REI sebagai organisasi profesi juga sangat membantu masyarakat dengan program-prgram yang menguntungkan baik bagi anggota maupun masyarakat. kesempat­ an. karena seluruh rumah sudah terbangun dan menggunakan KPR FLPP.” terang Maharso. ilmu. ada juga peresmian 100. REI juga sudah mendapatkan rekomendasi dari BTN serta gubernur. “Cuma tidak layaknya apa.” jelas Alkudri. “Harapan kita mottonya silaturahim yang baik akan tumbuh rezeki. pengalaman dan jaringan” tutur Alkudri. Sementara Ketua DPD REI Riau. mengungkapkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sedianya meresmikan perumahan tersebut. Menpera menilai perumahan tersebut tidak layak. Padahal pemilihan lokasi tersebut menurut Setyo berdasarkan saran dan permintaan Presiden secara lisan. tidak dijelaskan Menpera.” kata Rifa Yendi. dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat. Rifa Yendi berharap. Setyo Maharso. Namun tahun ini presiden tidak bisa hadir karena tidak turunnya rekomendasi dari kementerian teknis. memiliki saluran air bersih. Menurut Maharso. Alkudri. Djan Faridz. Padahal Deputi Pembiayaan Kemenpera sudah melihat langsung dan mengatakan sudah layak karena harga jualnya Rp 75 juta per unit.Maret 2013 Sebagai tuan rumah HUT REI ke-41. “Penciptaan multiplier efek itu adalah menggerakkan 175 industri lainnya. tetapi juga meningkatkan perekono­ mian dan menciptakan lapangan kerja baru. jalan yang layak. sesuai aturan KPR FLPP. HUT REI itu kan juga ajang silaturahim.

000 Tower 5 April 2007 .Liputan Program 1.000 Tower REAL ESTATE INDONESIA 84 .5 April 2013 Sukseskan Memperingati 6 Tahun Program 1.

juga hadir nara sumber dari Australia. konsul. Sementara I Gede Ardika.1995 REI pernah menegaskan re­ gulasi mengenai penggunaan nama REI ini dihadiri sekitar 150 pe­ tan dan lainnya. FIABCI memiliki status khusus sebagai Special Indonesia. Ardika menyambut baik per­ menekankan pentingnya pertemuan ini bagi Indonesia de­ temuan ini sebagai langkah mengembalikan kebanggaan ngan mempertimbangkan banyaknya potensi yang dimi­ kita semua terhadap warisan budaya bangsa sendiri. dan merupakan salah satu perwakilan dari 60 Sementara Teguh mengingatkan. Sementara Presiden FIABCI Immobiliers”. perbankan. Setyo mengomentari an budaya. Namun. di Asia Pasifik. “Pak Ciputra telah tarian warisan budaya. mengem.” ujar Singapura dan Shanghai meru­ Ketua Umum Persatuan Perusa­ haan Real Estate Indonesia (REI) FIABCI adalah akronim bahasa Perancis “Federation pakan contoh kota yang berhasil Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis melakukan pengembangan kawasan Setyo Maharso. Masyarakat kita tema “Cultural Heritage and Urban Develompent in Har­ seolah kehilangan kecintaannya pada berbagai kearifan dan identitas lokal. Sumber: Situs FIABCI Indonesia. FIABCI berimbang Pesan yang disampaikan oleh juga Ketua Umum DPP REI pe­ merupakan asosiasi nir laba dan sebuah federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili riode 2007-2010 ini. mony” di Bandung tanggal 23-24 Maret 2013. miskin. harmoni dan berimbang. penggerak peles­ (Economic and Social Council-ECOSOC). Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Persatuan gedung dan berbagai fasilitas lainnya menggunakan nama Perusahaan Realestate Indonesia (REI). notaris. yang intinya kami bangkan jejaring.5 juta tenaga profesional dan 3. kapkan pertemuan ini untuk perti individual. Taiwan. Jepang dan Malaysia. Penang. Ditam­ bahkannya pula. Saat ini. pemangku kepentingan lainnya juga terlibat pada periode tahun 1992 sampai FIABCI bekerja sama dengan seperti broker properti. dana istilah asing. pers memegang peranan mua warisan budaya itu tidak bisa dikelola secara optimal penting dalam mengomunikasikan pesan pelestarian wa­ demi kepentingan wisata budaya dan penggalian potensi risan budaya bangsa ini. hampir se­ sebagai tujuan wisata. Indonesia bergabung dengan FIABCI sejak tahun sudah seharusnya mendidik klien. Indonesia dapat kehilangan keunikannya liki tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. ”Kota-kota di Indonesia memiliki banyak warisan pe­ yang berdampak pada berkurangnya daya tarik Indonesia ninggalan arsitektur bernilai tinggi. Untuk itu. (OM) Sementara nara sumber yang S Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan sumber foto: detikfinance Sekilas FIABCI 85 . negara yang terwakili dalam FIABCI. mengung­ 1. anggota FIABCI disini adalah mengeluarkan rekomendasi dan membuktikan. Pondok Indah dan saran atas hak properti dan perumahan bagi rakyat Puri Indah dapat laku dengan nama REI serta elemen terkait lainnya.Teguh Satria. Tugas utama nilai ekonomi. Singapura.” tambahnya. Untuk itu.Liputan Edisi 3 . Terbukti dari nama-nama konstruksi. ekonomi bagi masyarakat. pengembangan kawasan secara 1977.300 praktisi pro­ Ardika disambut baik oleh Ketua Umum DPP REI. yang sional (International Real Estate Federation).warisan budaya secara harmoni dan Asia Pasific. dan mengoptimalkan kesempatan bahwa implementasi ide ini harus dimulai dari pengembang. menyamakan persepsi terkait Tujuan pembentukan FIABCI adalah membantu dan Presiden FIABCI Asia Pacific. selaku Ketua Indonesian emangat menyerasikan pembangunan perkotaan dan Heritage yang pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata. Setyo Maharso. pejabat Consultative di dalam Konsil Ekonomi dan Sosial donesia terbukti tidak mengurangi pemerintahan. Setyo Maharso. Teguh Satria. Selain pengemPertemuan yang digagas oleh bang. perlindungan warisan budaya mewarnai 16th FIAB­ dalam paparannya menekankan bahwa saat ini masyarakat CI Asia Pcific Regional Secretariat Summit yang ber­ kita tengah dalam kebingungan besar. yang artinya Federasi Realestat Interna.Maret 2013 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit hadir selain dari Indonesia. Penggunaan nama In­ serta yang berasal dari berbagai elemen seperti arsitek. pengembangan kawasan waris­ anggotanya meningkatkan pengetahuan. yang memasilitasi dan mendorong bisnis di seluruh dunia.

com FIABCI Asia Pacific (Federasi Real Estate Internasional) FIABCI (The International Real Estate Federation) adalah asosiasi nir-laba yang memperoleh keistimewaan sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berstatus mitra konsultasi PBB dan merupakan federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili lebih dari 1. Plaza No.300 individu praktisi real estate. Presiden FIABCI Asia-Pasifik Teguh Satria ANCOL MANSION 86 . Keanggotaannya terbuka bagi semua praktisi yang terlibat dalam disiplin real estate. FIABCI telah berusia 62 tahun dan tersebar di 60 negara dan bertujuan membawa dimensi internasional ke pasar lokal dan menyalurkan kesempatan bisnis real estate ke seluruh anggotanya. Mont’ Kiara Kuala Lumpur 50480 Email: info@fiabci-asiapacific Situs: www. 2 Jalan Kiara.5 juta profesional dan 3.Alamat: Suite E 12-12 Wisma Sunrise.fiabci-asiapacific.

pencemaran kualitas air sungai berstatus mutu tercemar ringan hingga berat akibat limbah rumah tangga maupun industri. Walaupun kemudian pada Januari 2013 dihantam oleh debit air Ciliwung yang tinggi. Di lahan seluas 1. yang beranggotakan masyarakat Ci­ liwung dengan tugas mengawasi dan mencegah kegiatan yang merusak sungai Ciliwung. 87 . penanaman pohon.Maret 2013 “Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung” ermasalahan Ciliwung berupa penurunan kualitas dan kuan­ titas air sungai masih belum memiliki solusi yang terpadu. dan pameran daur ulang sampah. Masyarakat di bantaran Ciliwung sering dianggap sebagai sumber masalah daripada sebagai solusi. Tempat ini terpilih kare­ na Mat Peci yang diprakarsai oleh Kelompok Tani mengembangkan pertanian perkotaan beserta kegiatan daur ulang sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik men­ jadi barang daur ulang yang memi­ liki nilai tambah untuk membantu perekonomian mereka. Cawang. Pada kesempatan ini.500 m² di bantaran sungai Ciliwung yang terabaikan. masih mewarnai keseharian sungai Cili­ wung. Semangat Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko yang kembali beraktivitas memperbaiki lahan pertanian perkotaan yang mereka kembangkan telah memperoleh perhatian dari berbagai pihak.Baithasar Kambuaya MBA. buah-buahan dan tanaman langka Jakarta akan dilaksanakan pada bantaran Ciliwung di daerah Cikoko. Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan komunitas masyarakat dan institusi lainnya secara berkala menyelenggarakan aksi dengan memanfaatkan momen tertentu. meskipun sumber pence­ maran juga berasal dari masyarakat yang tinggal jauh dari Ciliwung melalui kontribusi sampah mereka. Melalui Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko dan komunitas peduli Ciliwung lainnya yang berjumlah 25 komunitas di hulu hingga hilir Ciliwung. Lokasi acara menjadi salah satu daerah kunjungan Kementerian sumber foto: DML Lingkungan Hidup Korea Selatan saat berkunjung ke Indonesia. Acara ini tidak terlepas dari kerja keras komunitas Ciliwung di Cikoko yaitu Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) yang dinakhodai oleh Usman. Pancoran. Direktur Jenderal Cipta Karya P Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Imam Ernawi. Kini program penanaman berbagai jenis bambu. juga diresmikan ‘polisi Ciliwung’. Jakarta Timur. Per­ masalahan berupa fluktuasi debit air yang tidak terkendali yang mengaki­ batkan banjir. Kali ini dengan tema memperingati Hari Peduli Sampah diselenggarakan aksi bertema “Aksi Masyarakat untuk Penyelamat­ an Sungai Ciliwung” di Cikoko. Acara ini diisi dengan pemutaran film “Solusi Sampah oleh Komunitas Ciliwung”. Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan dan 7 Organisasi Perempuan. maka kini komunitas Ciliwung telah menjadi solusi untuk lingkungannya (Miya-DML). serta sampah yang dibuang ke sungai dari hulu hingga hilir Ciliwung.Dr. baik pemerintah dan dunia usaha untuk membantu usaha restorasi lahan pertanian perkotaan dan kegiatan pengolahan sampah mereka. Acara dihadiri oleh masyarakat Komunitas Ciliwung. sejak tahun 2012 telah ditanami ber­ bagai macam tanaman langka Jakarta. Mereka terpaksa hidup di bantaran Ciliwung dan sering terjangkit penyakit akibat air Ciliwung yang tercemar.Liputan Edisi 3 . sepanjang + 2 km. sayur mayur. talk show. Kepala Badan Pe­ ngendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Ja­ karta Muhammad Tauhid dan Ketua Gerakan Ciliwung Bersih Erna Wi­ toelar. yang telah menjadi salah satu praktek unggulan (best practice) di Indonesia. sayur mayur dan tanaman buahbuahan. Talk Show menghadirkan nara­ sumber Menteri Lingkungan Hidup Prof.

Liputan

“Bersama Menyelesaikan Masalah”

Rapat Kerja Daerah REI Batam

R

EI Khusus Batam baru saja (18 April 2013), menyeleng­ garakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan dengan tema “Bersama Kita Menyelesaikan Permasalahan Pengembang untuk Pembangunan Pro­ perti Berkualitas di Batam”. Rakerda dipersiapkan seba­ gai ajang konsultasi antara pengem­ bang de­ ngan pemerintah baik pusat maupun daerah. Pada rapat kerja tersebut turut hadir Ketua Umum DPP REI, wakil dari Kementerian Perumahan Rakyat, dan Kementerian Dalam Negeri yang berkesempatan menyampaikan pokok-pokok pemikiran. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat, Rildo Ananda Anwar, me­ negaskan pemerintah akan me­ nyiapkan lahan untuk membantu pembangunan perumahan, terutama yang berpenghasilan rendah. Selain itu, diingatkan juga tentang penting­ nya pertumbuhan industri properti dalam menggerakkan bidang usaha lain. “Hasil penelitian menyebutkan bahwa setiap kehadiran pengembang akan menggerakkan 140 bidang usaha,” papar Rildo. Pada kesem­ patan yang sama, Direktur Jenderal

Bina Pembangunan Daerah, yang diwakili oleh Direktur Perkotaan, mengingatkan perlunya sinkronisasi pembangunan perkotaan. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Soerya Respationo, menyoroti kendala perijinan sebagai akibat tidak adanya koordinasi yang baik antara Badan Pengusahaan Kawasan Batam dan pemerintah kota Batam yang berujung benturan kewenangan perijinan pengelolaan lahan. Ketua UmumDPP REI, Setyo Maharso, menekankan prospek pertumbuhan Batam sebagai Free Trade Zone (FTZ) perlu diantisipasi oleh pemerintah dengan mempermu­ dah pengurusan izin pembangunan properti yang diperlukan. “Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat mempermudah perizinan,” harapnya. Dari sisi pengembang, diharapkan pemerintah segera turun tangan membantu menyelesaikan status hutan lindung. Banyak ditemui lahan yang telah dibangun oleh pengembang dan telah bersertifikat, ternyata lokasinya merupakan kawasan hutan lindung. “Banyak pengembang di Batam yang menghadapi ketidakpastian hukum lahan setelah lahan-lahan dialokasikan,” ujar Djaja Roeslim,

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam.Bahkan, beberapa perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ternyata dibangun di sejumlah kawasan hutan lindung seperti Mukakuning. Selain itu, kendala proses perijinan IMB yang baru ternyata menjadikan biaya IMB membengkak. “Sekarang malah ada izin Amdal Lalin yang biayanya lebih besar dari pada mengurus IMB-nya,” sambung Djaja. Tak kalah pentingnya adalah keberadaan peraturan yang tidak sinkron. ”Yang kami alami di Batam, kami memiliki dua intitusi pemerintahan yaitu BP Batam dan Pemko Batam yang sering kali kita alami peraturannya tidak sinkron,” kata dia. REI Khusus Batam juga meng­ usulkan agar pemerintah segera menangani kawasan rumah liar atau rumah illegal melalui penyediaan rusunawa atau rusunami. Dengan catatan, dibangun pada lokasi yang dekat dengan sentra industri. Selain itu, usai Rakerda diseleng­ garakan BTN REI Ekspo di Mega Mall Batam Centre yang rutin diselenggarakan setiap Rakerda REI Batam (OM, dari berbagai sumber).

88

Agenda
Hari Air Dunia 2013 di Indonesia

Edisi 3 - Maret 2013

“Gotong Royong Peduli Air”

H

ari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret sebagai wadah untuk menyatukan fokus perhatian dunia kepada peran penting tersedianya air (minum) dan mengupayakan tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia dicetuskan untuk pertama kali pada saat Nations Conference on Environment and Development (UNCED) dan di umumkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Tiap tahun peringatan hari air dunia mempunyai tema yang berbeda, pada tahun 2013 ini Hari Air seDunia XXI, biasa disingkat HAD, mempunyai tema”Water Cooperation”. Tema “Wa­ ter Cooperation” ditujukan untuk meningkatkan kesadaran bekerja sama dalam menghadapi tantangan dalam pengelolaan air berupa peningkatan akses, alokasi serta pelayanan atas air. Biasanya per­ ingatan HAD dilakukan oleh berbagai pihak sesuai dengan temanya. Pemerintah sendiri baru akan mengadakan peringatan puncak HAD pada bulan Mei 2013. Salah satu kegiatan pe­ rayaan HAD yang cukup besar di Jakarta dilakukan secara bersamasama oleh sekitar 17 foto: GBC/DML institusi baik peme­ rintah, swasta, maupun LSM selama tiga hari pada tanggal 18, 21 dan 22 Maret 2013. Acara puncaknya dilaksanakan di sekretariat Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), yang dikoordinasikan oleh GCB bekerja sama dengan kelompok kerja Indonesia Water Mandate yang merupakan forum dukungan Indonesia Global Compact Network (IGCN) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Peringatan ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Asia Pulp & Paper (APP), PAM JAYA, PALYJA, Aetra, Nestlé Indonesia, Unilever, Express Group, SmartFM, Green Radio, Martina Berto, Coca-Cola Amatil Indonesia, Danone Aqua, Palang Merah Indonesia, PPM Manajemen. Rangkaian peringatan hari air sedunia tersebut dimulai dengan dialog yang bertema “Tantangan dan Solusi Permasalahan Air untuk Agenda Pasca 2015” pada tanggal 18 Maret 2013. Dilanjutkan pada tanggal 21 Maret2013 dengan pameran edukasi air, kunjung­ an ke instalasi air bersih Palyja untuk anak-anak dan ibu-ibu yang bertujuan agar mereka mengetahui bagaimana proses penjernihan air, sehingga mereka bisa menghargai air yang diperoleh. Diadakan juga pelatihan kesiapsiagaan banjir untuk ibu-ibu, anak-anak dan masyarakat. Selain itu, ada rangkaian aktivitas permainan bertema-

kan air untuk anak-anak, pertunjukan musik bertema lingkungan, dan dialog antarkomunitas peduli sungai dari Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, Bogor, Depok. Pada acara dialog tersebut, sesama komunitas yang peduli sungai saling belajar dan berbagi pengalaman dari apa saja yang sudah mereka lakukan terhadap sungai dan outputnya untuk pemeliharaan sungai. Komunitas peduli sungai Berantas merupa­ kan salah satu komunitas yang berhasil dalam memperbaiki kualitas air sungai dan mengumpulkan jenis flora fauna di sungai Berantas. Hal ini disebabkan karena Ecoton sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bekerja penuh di sungai ini mampu memadukan kegiatan antarkomunitas sungai Brantas dari hulu sampai hilir. Bersamaan dengan peringatan hari air sedunia pada tanggal 22 Maret2013, Forum Air Jakarta (FAJ) mendeklarasikan dirinya dengan motto “Bersama untuk Keterjaminan Air”. Pembentukan FAJ bertujuan menyediakan forum diskusi, wadah bekerja sama bagi semua pemangku kepentingan, untuk mencari solusi bagi ketersediaan sumber air minum yang berkelanjutan. Anggota FAJ sebagian besar merupakan penyelenggara acara Hari Air Dunia 2013 ini, yaitu PAM Jaya, PALYJA, Aetra, Badan Regulator Pelayanan Air Minum DKI Jakarta, Tim Koordinasi Pengelolaan SDA, Dewan SDA DKI Jakarta, Bappeda DKI, Forkami, Komunitas Ciliwung, Perum Jasa Tirta II, Perpamsi, KPAM DKI Jakarta, Dana Mitra Lingkungan, dan beberapa individu pemerhati masalah air minum di Jakarta. Pembentukan FAJ difasilitasi oleh Jejaring AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan). Salah satu komitmen menarik dinyatakan oleh Indonesia Global Compact Network (IGCN) yang menargetkan tersedianya tambahan lubang resapan biopori sebanyak 10.000 lubang di Jakarta dalam setahun ke depan. Pada tanggal 22 Maret 2013 yang merupakan puncak peringatan hari air sedunia ini diadakan Dialog Multi-stakeholder bertema ”Solusi Air Berbasis Masyarakat”. Peserta berasal dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, komunitas ciliwung, komunitassungai Brantas, komunitas sungai Gajahwong dan LSM yang peduli terhadap sungai Ciliwung. Dialog tersebut bertujuan untuk berbagi informasi kebijakan pemerintah serta pengalaman yang telah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan. Pada kesempatan HAD juga diserahkan bantuan dari hasil penggalangan dana GCB berupa beberapa mesin pencacah plastik, alat pembuat lubang biopori foto: GBC/DML dan alat pembuat gas berbahan baku kompos kepada beberapa komunitas sepanjang sungai Ciliwung (Miya GCB/ DML).

89

Agenda

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah

sumber foto: InSWA

K

amis siang tanggal 21 Februari lalu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rawasari, Jakarta Pusat menjadi pusat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. TPST Rawa­ sari pada hari itu dipenuhi oleh para pelaku, praktisi dan pemerhati pengelolaan sampah padat. Tepat tujuh tahun yang lalu, 69 rumah penduduk ambruk diterjang longsor ratusan kubik sampah TPA Leuwigajah. Sebanyak 157 nyawa menjadi korban tragedi pengelolaan sampah terbesar sepanjang sejarah di Indonesia, dua kampung terhapus dari peta karena tergulung longsoran sampah. ‘’Inilah musibah yang barangkali tercatat pertama kali dalam sejarah peradaban manusia, ratusan nyawa melayang gara-gara tertimbun sampah,’’ Wakil Ketua Umum InSWA Mohammad Helmy mengawali uraiannya mengingatkan setiap orang yang hadir untuk menoleh kembali kepada kejadian di TPA terbesar di Provinsi Jawa Barat itu. ‘’Jarak kampung yang terkena longsoran sampah lebih kurang 1,5 Km dari TPA Leuwigajah,’’ tambah Mohammad Helmy. Bayangkan betapa tingginya gunungan sampah tersebut hingga mampu menimbun dua kampung yang jaraknya cukup terbilang jauh dari TPA. Inilah cermin pengelolaan sampah yang umum dipraktikkan di negara berpenduduk 250 juta jiwa ini. Padahal sistem pembuang­ an sampah open dumping ini merupakan sistem paling primitif dalam terminologi pengelolaan sampah kota di manapun di dunia. Pengelolaan sampah kota belum menjadi program strategis peme­ rintah daerah. Sebagai gambaran betapa minimnya alokasi angga­­­ r­ an untuk pengelolaan sampah kota, seperti disebutkan Mohammad Helmy, adalah yang terjadi di salah kota di Kalimantan. Dengan produksi sampah 300 ton per hari, pemerintah daerah tersebut hanya mengalokasikan biaya operasionalnya Rp. 200 juta per tahun. ‘’Sungguh dana yang tidak layak untuk pengelolaan sampah di sebuah kota,’’ ujar Helmy prihatin. Perilaku Tidak Tertib dan Kendala Lahan Selain miskin dukungan pendanaan pengelolaan sampah, perilaku dan mental masyarakat yang miskin kesadaran membuang sampah dengan tertib juga cukup memusingkan. Pemerintah Jakarta Pusat, contohnya, telah menempatkan tong-tong sampah yang dirasa sangat cukup. Tapi tetap saja, masyarakat seakan tidak peduli dengan sampahnya. Contoh nyata bisa dilihat di kawasan Monas yang sampahnya masih terlihat berserakan, padahal jelas-jelas tong

sampah telah disediakan lebih dari cukup di sana. Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang diwakili sekretarisnya Bambang Musyawardana mengatakan, pemerintah memerlukan dukungan dalam mencari solusi yang tepat mengenai pendekatan dan strategi apa yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat. Selain hal itu, kendala yang saat ini di­ hadapi Jakarta Pusat adalah kekurangan lahan dalam mengimplementasikan Bank Sampah. ‘’Kami berharap pihak swasta bisa membantu program ini dari segi desain penempatan Bank Sampah agar tidak memerlukan lahan yang luas untuk pembangunannya,’’ ujar Bambang Musyawardana. Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat dan Kebersihan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Ajang P. Pinem mengatakan, pe­ ngelolaan sampah di tingkat masyarakat saat ini tergantung sekali pada seorang tokoh masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekaligus bisa menggerakkan masyarakatnya. Untuk pengelolaan skala komunal, TPST Rawasari menjadi percontohan, namun belum ada dua TPST yang seperti ini. Pemerintah Provinsi DKI sendiri, untuk perbaikan semua aspek pengelolaan sampah, menurutnya, telah melakukan beberapa langkah maju. Seperti dikatakan Ajang P Pinem, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang membuat Perda tentang Pengelolaan Sampah. ‘’Seperti diamanatkan UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun juga tanggung jawab masyarakat, pelaku industri serta pengelola kawasan,’’ kata Ajang menjelaskan. Apalagi dari sampah yang dihasilkan, tambahnya, komposisi terbesar berasal dari rumah tangga yakni 53%, diikuti industri sebanyak 47%. Menurut Ajang lagi, Perda pengelolaan sampah bertujuan agar pengelola kawasan seperti apartemen, mal, hotel, rumah sakit, pabrik-pabrik dan sebagainya harus bisa mengelola sampahnya sendiri hingga tuntas. Pengelola kawasan juga harus menyediakan sarana untuk pemilahan sampah dari sumber dan juga membuat program Bank Sampah di kawasannya. ‘’Dalam surat perjanjian pembangunan gedung untuk izin penggunaan bangunan juga tertulis kewajiban seperti itu. Surat Ijin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) mewajibkan setiap pengguna tanah memiliki Instalasi Pe­ ng­ olahan Air Limbah (IPAL), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta menyediakan sarana pengelolaan sampah. ‘’Dengan begitu nantinya akan mengurangi volume sampah yang di buang ke TPA,’’ papar Ajang mengakhiri (InSWA).

90

Ini diperlukan dalam ventilasi kota. Pergerakan angin terhalang oleh bangunan. permukaan basah seperti kolam dan sungai berfungsi mengurangi gejala Urban Heat Island (UHI) akibat permukaan penyerap panas seperti aspal dan beton (termasuk atap dan dinding bangunan). Atmospheric boundary layer (lapisan batas atmosfir) di kota cukup tinggi karena padatnya bangunan.Maret 2013 Mengapa kita sebaiknya tidak membangun bangunan di atas sungai Di perkotaan. misalnya. Jembatan yang melintang sungai dapat menjadi ornamen kota yang indah tetapi bangunan hunian yang melintang sungai akan sangat mengganggu. terutama kota padat. Biota sungai tersebut memerlukan cahaya matahari. Secara alami. Itu menjadi pesan yang jelas bahwa membuat bangunan hunian melintang di atas sungai tidak dapat diterima akal sehat. Di atas sungai orang bisa mendapatkan pelepasan pandangan yang biasanya sesak (sumpek) oleh bangunan. selain memperluas permukaan hijau. Lajur sungai menjadi kesempatan bagi angin untuk bergerak bebas dan mengembangkan kecepatan. Membuat bangunan melintang sungai akan mengganggu fungsi tersebut. Memang untuk skala kecil penutupan itu dapat ditolerir. Pemandangan alami tersebut tidak dapat digantikan oleh kemenerusan jalan raya. sumber foto: istimewa 91 . Bangunan hunian melintang sungai dalam skala besar dihindari di seluruh dunia walau secara teknologi. Orang suka melihat pemandangan dari atas jembatan karena salah satunya adalah efek indah kemenerusan aliran sungai. Dengan demikian. semacam kesepakatan tak tertulis yang ada di pikiran bawah sadar manusia (Budi Prayitno).Serba Serbi Edisi 3 . dan desain dapat diwujudkan. Sungai yang ditutupi akan mengganggu kehidupan biota tersebut. Kolam dan sungai membantu mengurangi gejala UHI melalui proses pendinginan evaporatif (evaporative cooling). Phytoplankton akan mati karena tidak memperoleh cahaya matahari cukup yang berakibat turunnya oksigen terlarut. tetapi pembangunan satu bangunan yang melintang sungai akan memberi preseden bagi bangunan lain yang kemudian akan menutupi sungai. kota juga perlu memperluas permukaan basah dan membiarkan permukaan basah yang secara alami sudah ada (seperti sungai) tetap terbuka. Sungai adalah tempat tumbuh dan berkembang biota sungai yang juga menjadi bagian biodiversitas kota yang saat ini menjadi isu penting pada perencanaan dan perancangan kota berkelanjutan. Sungai yang curam bahkan bisa menjadi urban canyon alami. biaya. sungai menjadi penghias kota yang unik. Sungai memiliki fungsi sebagai wind path (lorong angin) yang akan membantu pergerakan angin di kota.

Laporan ini merupakan hasil penelitian yang diselenggarakan oleh KPMG International untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. dan pengelolaan. sebagian kecil bus dan jalan terowongan bawah tanah. (iv) pengembangan sistem transportasi menuju kota hijau. Judul: Green Cities Editor: Michael Lindfield dan Florian Steinberg Penerbit: Asian Development Bank (ADB). sehingga berdampak pada kemacetan. 413 K ondisi transportasi khususnya di kota metropolitan dan kota besar telah menjadi prioritas pemerintah kota dimana pun di dunia. keefektifan proses pelelangan dan pembiayaannya. pembaca diharapkan dapat memahami bahwa untuk mencapai kondisi kota hijau dibutuhkan upaya mengurangi penggunaan energi. Tony Travers Penerbit: KPMG International Tahun: 2010 Halaman: ii. Manila Tahun: 2012 Halaman: xiv. (ii) implikasi masalah lingkungan tersebut terhadap lingkungan global. (viii) konsep smart cities. (iii) upaya yang perlu dilakukan dalam menanganinya. bahkan tidak sedikit yang gagal. Peristiwa kemacetan. Dipertimbangkan terdapat 6 (enam) faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. Pada intinya. keberadaan sampah yang tidak tertangani. dilakukan penelitian terhadap 19 buah proyek transportasi perkotaan di 13 lokasi berbeda pada 9 negara. (vi) pengelolaan sampah padat. dan Nottingham Express Transit (NET). sementara Manila MRT 3 relatif lebih baik. (vii) sumber pembiayaan kota hijau. dan pengajar di perguruan tinggi (OM). Hasil penelitian menunjukkan Manila MRT 2 tingkat keberhasilannya rendah. Hal ini disebabkan pertumbuhan kota yang demikian cepat melampaui kemampuan pemerintah kota menyediakan transportasi publik yang memadai. setelah membaca buku ini. peran pemerintah pusat. kendali politik. termasuk juga tentunya para konsultan. Berkaitan dengan rencana pembangunan Mass Rapid Transport (MRT) di DKI Jakarta. Pada bagian ini diperkenalkan beberapa upaya baik melalui teknologi dan pengaturan tata ruang yang dapat mengurangi penggunaan energi. kepadatan kota. dan pengolahan kembali. melalui upaya pengurangan timbulan sampah. Namun upaya pemerintah kota menyediakan fasilitas transportasi tidak selamanya berhasil. ketidaktersediaan air yang layak. (iii) pendekatan energi sebagai bagian dari kota hijau. pemanfaatan air hujan. (v) pemanfaatan air secara efisien. yaitu keuangan. (ii) konsep-konsep kota hijau seperti green urbanism. air limbah yang mencemari lingkungan dan seterusnya telah menjadi fenomena biasa di perkotaan Indonesia. Dengan demikian. Berdasar perbandingan terhadap ketiga ukuran keberhasilan. keberadaan buku ini mungkin bisa menjadi sumber pencerahan bagi para pengambil keputusan. terdapat dua proyek MRT yang menjadi sasaran penelitian. pemerhati perkotaan. Roger Allport. bentuk dan desain kota. kefektifan perencanaan. Richard Brown. Judul: Success and Failure in Urban Transport Infrastructure Projects Penulis: Stephen Glaister. Sebagian terbesar berupa kereta api. dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi semua pihak. kebijakan dan daya tahan. Untuk itu. Hasilnya secara umum menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah keefektifan proses pelelangan dan pembiayaan untuk ketiga jenis ukuran keberhasilan. Keberhasilan dinilai dari 3 (tiga) hal. terfokus pada (i) masalah lingkungan yang dihadapi kota Asia sebagai dampak urbanisasi. misalnya program konsumsi energi rendah-karbon. London Dockland’s Light Railway (DLR). Sementara proyek yang dipertimbangkan gagal pada ketiga ukuran keberhasilan adalah London Underground Limited Public Private Partnership (LUL PPP). Pemerintah dan Pemerintah DKI dapat belajar banyak dari hasil penelitian ini (OM). melalui pengelolaan proses urbanisasi. 92 . seperti pengolahan kembali air limbah. Khususnya. Untuk mengetahui dampaknya. atau zero waste city. 22 berikut penjelasan terhadap signifikansi dampak dari masingmasing faktor. yaitu Manila MRT 2 dan Manila MRT 3. disimpulkan proyek tranportasi perkotaan yang paling berhasil adalah Manchester Metrolink Phase 1. Dengan demikian. banjir. sistem transportasi dan logistik dengan lebih efisien dan efektif. yaitu situasi dan gangguan terhadap proyek. baik di tingkat kota Asia maupun global. mulai dari eksekutif maupun legislatif.Info Buku B uku ini pada dasarnya mengungkapkan fenomena tingkat urbanisasi yang demikian tinggi di kota-kota Asia yang berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan perkotaan. menjadi menarik untuk mengetahui faktor yang berdampak terhadap keberhasilan maupun menjadi kendala proyek transportasi perkotaan. mengurangi polusi udara dan air. Materi buku ini secara garis besar terbagi dalam 10 (sepuluh) bab yang membahas (i) teknologi dan pengembangan tata ruang sebagai katalisator pengembangan kota hijau. Proyek yang lainnya berada pada kondisi sedang saja. Kondisi kota-kota di Indonesia dengan tingkat urbanisasi yang sangat tinggi mulai menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Undang-Undang ini ditetapkan pada tanggal 14 Januari 2012. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum bertujuan menyediakan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. terdapat beberapa regulasi penting yang menjadi acuannya. 93 . Koridor Ekonomi Indonesia. Kepentingan umum dianggap lebih prioritas dibanding kepentingan individu. dan KP3EI didukung oleh Sekretariat KP3EI. (ii) fungsi MP3EI sebagai acuan para menteri dan pimpinan lembaga nonkementerian untuk menetapkan kebijakan sektoral. Dokumen MP3EI tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perpres ini. fokus dan terukur. MP3EI memberi arah yang lebih jelas. Pelaksanaan. pimpinan. kepastian. Dalam Perpres ditekankan bahwa MP3EI merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia untuk periode 15 (lima belas) tahun terhitung sejak tahun 2011 sampai tahun 2025. dibutuhkan suatu Undang-Undang tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. (iii) MP3EI merupakan acuan bagi badan usaha dalam menetapkan modal di Indonesia. Pemantauan dan Evaluasi MP3EI. (iv) penetapan KP3EI sumber foto: istimewa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum S alah satu kendala terbesar dalam pembangunan khususnya infrastruktur di Indonesia adalah ketersediaan tanah. strategi yang tepat. Secara rinci juga dijelaskan tentang sekretariat KP3EI mencakup kedudukan. Terjadi tarik menarik antara pemilik tanah dan pihak pemerintah sebagai pihak yang berkepentingan melaksanakan pembangunan untuk kepentingan umum.Maret 2013 Terkait penyusunan dan pelaksanaan MP3EI. yang terdiri dari 7 bab dan 61 pasal. Keberadaan MP3EI merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 dan untuk melengkapi dokumen perencanaan agar perekonomian nasional lebih berdaya saing. eraturan Presiden (Perpres) ini diluncurkan sebagai dasar pelaksanaan MP3EI. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum dilaksanakan berdasarkan asas kemanusiaan. yang diketuai oleh Presiden dan Ketua Harian ditunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. hak. namun demikian pengadaan tanah harus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan. berisikan pengaturan terkait pokok-pokok pengadaan tanah. Untuk itu. tata cara pengangkatan dan status tenaga profesional (PNS dan non PNS) (OM). Pada rubrik Regulasi kali ini. kesejah­ teraan. Secara khusus Perpres ini menetapkan beberapa hal utama yaitu (i) MP3EI terdiri dari 4 (empat) bagian meliputi Pendahuluan. beberapa diantara regulasi tersebut disajikan secara ringkas. penyelenggaraan pengadaan tanah. maupun sebagai acuan penyusunan kebijakan pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota bersangkutan terkait percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. keterbukaan. Dalam Perpres ini juga disebutkan KP3EI dibantu oleh Tim Kerja. sumber dana pengadaan tanah. sebagai berikut. keikutsertaan. kesepakatan. dan masyarakat dengan tetap menjamin kepentingan hukum Pihak yang Berhak. kemanfaatan. Prasyarat dan Strategi MP3EI. Sementara peraturan perundang-undangan belum dapat menjamin perolehan tanah untuk pelaksanaan pembangunan. keberlanjutan dan keselarasan. demokratis dan adil. keadilan. P Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) sebagai koordinator pelaksanaan MP3EI. penetapan susunan organisasi dan tata kerja. kewajiban dan peran serta masyarakat (OM). negara.Info Regulasi Edisi 3 .

situs ini sudah cukup memadai. Ber­ gabung dengan layanan ini memungkinkan kita dikenal oleh dunia internasional. Situs ini sangat menarik khususnya bagi para pencinta kota tua. Jika ingin bergabung dengan salah satu komunitas kota tua Jakarta. dan daftar komunitas terkait kota tua. Tersedia juga video kota tua Jakarta dan beragam buku sejarah Batavia. tetapi sebagai sebuah sumber data dan informasi terkait MP3EI. sisa memilih dari Daftar Komunitas yang ada di laman situs ini.Info Situs Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) www.org S itus ini dikelola oleh Unit Pengelola Kawasan Kota Tua yang diberi tugas oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mengelola kawasan kota tua Jakarta termasuk melaksanakan penyebarluasan informasi. sejarah. sejarah kota tua. Taiwan. mulai dari petunjuk obyek wisata.worldgbc. agenda dan kegiatan. Berita Koridor yang secara khusus mengungkapkan data terkait 6 (enam) koridor. FIABCI (The International Real Estate Federation) www. latar belakang. Termasuk juga kita dapat meng­ akses situs Green Building Coun­ cil Regional. inisiatif strategis. dan video yang dapat diunduh. FIABCI didirikan di Perancis oleh Federasi Nasional Manajer Properti Perancis (CNAB). bahan presentasi. Walaupun beberapa informasi masih belum tersedia. (OM) 94 . Seputar KP3EI yang mengetengahkan berita kliping. Situs KP3EI merupakan situs terlengkap tentang MP3EI. Tersedia beragam informasi terkait keberadaan kota tua Jakarta. visi misi dan strategi utama MP3EI. dan berita ter­ kait FIABCI. dan daftar proyek investasi. Selain juga terdapat situs khusus Koridor Ekonomi Jawa. itus ini merupakan situs resmi Federasi Perusahaan Pengembang Dunia yang dikenal dengan singkat­ an FIABCI yang berasal dari singkatan bahasa Perancis. disini tersedia juga apa dan siapa. Sebagaimana situs sejenis.org S World Green Building Council www. Bagian paling menarik dari situs ini adalah tersedianya info terkini tentang agenda kegiatan maupun berita terkait kota tua Jakarta. Situs ini juga dilengkapi dengan Rencana Induk Kota Tua Jakarta yang dapat diunduh.fiabci. kita juga bisa mengakses situs FIABCI regional. Hal yang paling menarik adalah ProxioPro yaitu sebuah layanan pe­ masaran dan jeja­ ring global eksklusif bagi profesional pro­ perti. Layanan ProxioPro menjangkau lebih dari 500. Kota Tua Jakarta kotatuajakarta. Selain itu. Mengakses situs ini akan sangat membantu kita memahami apa dan sia­ pa. Beberapa informasi tambahan dapat diperoleh dari situs ini melalui E-Library seperti buku MP3EI (edisi Bahasa dan Inggris).org W orld Green Building Council sebagai pemilik situs ini menyiapkan dengan baik materi yang ter­ sedia. Sebagian terbesar isinya menyangkut MP3EI dimulai dari penjelasan ringkas KP3EI. Melalui situs ini kita juga bisa meng­ akses situs FIABCI regional.go. Namun hal paling menarik dari situs ini adalah tersedianya layanan resources berupa kumpulan dokumen.kp3ei. yang sekaligus merupakan situs resmi MP3EI. Disayangkan bahwa situs ini tidak termutakhirkan lagi setidaknya 6 (enam) bulan terakhir. dan Jawaban pertanyaan (FAQ) MP3EI. Melalui situs ini. dan be­ rita terkait. regulasi. juga tersedia informasi tentang bea siswa oleh yayasan yang dibentuk FIABCI. Layanannya tanpa bayar.id S itus ini merupakan situs KP3EI. agenda dan kegiatan.000 agen properti di 100 negara. Berita terbaru adalah akan diselenggarakannya Kongres FIABCI ke 64 pada tanggal 24-29 Mei 2013 di Taichung.

Maret 2013 95 .Edisi 3 .

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .Sukseskan Program 1.5 April 2013 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 96 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful