HUDmagz_3_FINAL_030513_stlh_RALAT

Edisi 3 - Maret 2013

6 Tahun Program 1.000 Tower
1.000 Tower 1.001 Masalah
Berbincang dengan

Duo Jusuf

Jusuf Kalla

“Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”.

Yusuf Asy’ari

“Program ini harus dilanjutkan”...

Program 1.000 Tower
Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower

5 April 2007 - 5 April 2013
Selamat Hari Otonomi Daerah XVII Tahun 2013 dengan tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kapasitas Pemerintahan Daerah untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat”

Sukseskan

2

Dewan Pembina: Cosmas Batubara, Siswono Yudho Husodo, Akbar Tandjung, Theo Sambuaga, Erna Witoelar, Soenarno, M. Yusuf Asy’ari dan Suharso Manoarfa. Dewan Penasehat: Djoko Kirmanto, Djan Faridz, Gamawan Fauzi dan Gembong Priyono Pemimpin Umum/Usaha/ Penanggung Jawab: Zulfi Syarif Koto. Wakil Pemimpin Umum: F. Teguh Satria, Indra Utama, Martin Roestamy dan Endrawan Natawiria Wakil Pemimpin Usaha: Endang Kawidjaja, Djaja Roeslim dan Reddy H. Sekretaris Pemimpin Umum/Usaha: M. Amry Pemimpin Redaksi: Oswar Mungkasa Redaktur: Nursalim, Hadist GP. Konsultan Hukum: Muhammad Joni Artistik dan Koordinasi Produksi: Agus Sumarno Manajer Iklan & Keuangan: Herawati. Administrasi dan Umum: Eduardo H, Asep Deni Kusnadi, Yuliandi Diterbitkan oleh: Yayasan LP P3I/The HUD Institute

Redaksi
S

dari

Edisi 3-Maret 2013

elamat bertemu kembali pembaca kami yang setia. Sudah cukup lama HUDmagz tidak hadir di hadapan Anda. Semuanya bukan tanpa maksud, tetapi kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan perubahan terhadap tampilan dan substansi dari majalah kita ini. Sekaligus juga kehadiran kami kali ini menunggu momen 6 tahun Program 1.000 Tower Rumah Susun yang diinisiasi oleh Jusuf Kalla ketika itu. Ya, sudah 6 tahun sejak dilaksanakannya ground breaking program 1.000 Tower pada tahun 2007. Namun kemajuan program ini masih belum sebagaimana yang diharapkan. Data terkini menunjukkan hanya 78 Tower yang berhasil dibangun. Ada apa dengan program 1.000 Tower ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada edisi kali ini kami menyajikan tema “Program 1.000 Tower. 1.000 Tower 1.001 Masalah”. Tentunya dengan harapan kita semua dapat menyelami secara obyektif permasalahan seputar belum berhasilnya program 1.000 Tower ini. Secara tersirat, hambatan utama yang dihadapi adalah terkendalanya perijinan, tidak terwujudnya insentif seperti keringanan pajak, dan rumitnya urusan pertanahan. Memahami akar masalah tentu akan bermakna ketika kita mendapat informasi dari tangan pertama baik sebagai penggagas, pelaksana, maupun pemerhati. Untuk itu, wawancara dengan Jusuf Kalla dan Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009) sangat membantu membuka pemahaman kita akan latar belakang dan inisiatif awal yang dilakukan. Sementara wawancara dengan para pengembang semakin memperdalam pemahaman kita terhadap kendala dan hambatan di lapangan. Tulisan dari pemerhati pun memberi warna tersendiri. Apapun, pada akhirnya program 1.000 Tower ini harus dilanjutkan. Angka backlog perumahan yang sedemikian besar membuat semua pihak seharusnya menyukseskan program ini. Kekurangan, kendala, dan hambatan mari kita pecahkan bersama dengan dilandasi semangat ingin membantu saudara kita yang belum beruntung bisa menempati rumah yang layak huni. Sudah saatnya kita bekerja cerdas, dan menggunakan hati nurani. Semoga keberadaan HUDmagz kali ini dapat memberi inspirasi bagi kita semua untuk menyukseskan program 1.000 Tower. Semoga. Selamat membaca. Jabat erat, Pemimpin Redaksi Oswar Mungkasa

Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln. Arya Putra No. 14A Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail.com hudmagz@gmail.com
Redaksi menerima kiriman naskah de­ ngan panjang tulisan maksimal 1.600 kata, melalui hudmagz@gmail.com, disertai data diri. Redaksi berhak melakukan perubahan naskah tanpa mengubah isi.

3

... n Bersinergi dengan Berbagai Pihak......... n HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua ............................................................................T........... Perumnas Hidupkan Kembali Program 1.........001 Masalah ............. n Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Membangun Bangunan di Atas Sungai Pencapaian dan Agenda ke Depan oleh Oswar Mungkasa ............ 57 59 62 64 Dari Redaksi ............................................................. Hayu Parasati................................................................................... MPS: “Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini” ............................... n Inventarisasi Prinsip 67 6 12 Green Building dalam Desain Rumah Susun oleh Wied W..................... n Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru................ . Berbincang dengan Jusuf Kalla....... 89 n Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional................. S.. 44 50 53 oleh Budi Prayitno .................... 42 “Gotong Royong Peduli Air”.......................... n Hari Air Dunia 2013 di Indonesia Agenda ... n 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit... n Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? oleh Tjuk Kuswartojo ................. Liputan 15 19 n Bank BTN Memasuki Usia ke-63 .000 Tower ............................................ 22 28 36 38 n Puncak HUT REI ke-41Berkarya Membangun Negeri ..................... Laporan Khusus n Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan ................. n Info Buku ....000 Tower ................ Saling Silang Urusan 1................................................................. H...................................... 72 75 77 79 79 Profil n Bapertarum PNS . “Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”... n Info Regulasi ......... 91 92 93 94 4 .................. n Rapat Kerja Daerah REI Batam.....................................................................................................000 Tower........000 Tower ............ n n n Konsep n Sistem Pracetak Beton sebagai Sistem Konstruksi Hijau oleh Hari Nugraha Nurjaman.... Firdaus...000 Tower ......................... n Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial oleh Drs............................... n Metamorfosa AP2ERSI ........................................... M......... n Info Situs .....000 Tower 1............................ Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah...................................... 13 n Wawancara Jusuf Asy’ari “Program Ini Harus DIlanjutkan” .... 5 Laporan Utama 6 Tahun Program 1.................................... Nursalim Msi ....... Hairul Sitepu dan HR Sidjaba ............................................................................ 4 Sekapur Sirih...................... .............................................................. n Jas Merah: Landasan Kebijakan Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) oleh Zulfi Syarif Koto ........................ n Pandangan Pemangku Kepentingan tentang Program 1............................................... 90 Pendapat Serba Serbi Ragam Info n Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia.................... n Kajian Teknis dan Teknologi Program 1.......................................... Kota Pekanbaru menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera ...... 1.... n Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis oleh Adrianus Meliala. 81 85 87 88 “Tahun 2030... n Wawancara Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas Ir...... 3 Daftar Isi ............................................T............................................................................................... Winaktoe.........................Daftar Isi Edisi 3-Maret 2013 n Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta Bagian Kedua (Tamat) oleh Yayat Supriatna..................... n MRT Atasi Macet Jakarta? oleh Harun al-Rasyid Lubis ....................................................................... n Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung ........ Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan ...........................................................

Pada periode sebelumnya. Semoga (ZSK). Konsep hunian berimbang telah dikenal lama dalam ilmu perencanaan kota maupun sosiologi perkotaan. sekaligus juga sebagai bentuk kemitraan pemerintah dan pelaku usaha (pengembang) dalam penyediaan perumahan umum/publik. hunian berimbang mendorong terjadinya dekomodifikasi tanah. Di antaranya adalah tercantumnya lingkungan hunian berimbang dalam pasal 34 sampai 37. banyak hal baru yang juga tercantum dalam undang-undang yang baru ini.Sekapur Sirih Edisi 3 . 2 rumah menengah. tingkat ekonomi dan status sosial dalam perumahan. Hunian berimbang didefinisikan sebagai perumahan dan kawasan pemukiman yang diba­ ngun secara berimbang dengan komposisi tertentu dalam bentuk rumah tunggal dan rumah de­ ret antara rumah sederhana. Di atas semua itu. sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan sosiologis masyarakat. Tetapi lebih jauh lagi. Menteri Pekerjaan Umum. pemukiman. Menteri Negara Perumahan Rakyat) Nomor 648-384 Tahun 1992. Namun yang sepertinya kurang disadari bersama oleh kita semua bahwa tujuan hunian berimbang tidak sekedar mengurangi backlog tetapi selain itu juga untuk (i) mewujudkan kerukunan antarberbagai golongan masyarakat dari berbagai profesi. keharmonisan kawasan membentuk keharmonisan kota. Banyak hal yang menjadi penyebab sulitnya penerapan konsep hunian berimbang. Sebagai akibatnya. sarana dan utilitas umum serta pembiayaan pembangunan perumahan. Selain itu. sebenarnya kita semua sudah sewajarnya melihat pembangunan perumahan bukan sekedar pembangunan fisik. hunian berimbang hanya diartikan sekedar membangun 1 rumah mewah. dan 3 rumah sederhana. banyak agenda yang harus dilaksanakan. Keharmonisan komunitas membentuk keharmonisan kawasan. padahal filosofi utamanya adalah menjaga keserasian sosial dalam masyarakat melalui hidup berdampingan di antara beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian. tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembangunan bangsa. keharmonisan kota membentuk keharmonisan wilayah. (iii) menciptakan keserasian tempat bermukim baik secara sosial dan ekonomi (pasal 3 Permenpera Nomor 10/2012).Maret 2013 Hunian Berimbang Bukan Sekedar Pengurangan Angka Backlog Zulfi Syarif Koto Pemimpin Umum/Penanggung jawab ejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Tetapi lebih sebagai ‘sumbangan’ pemangku kepentingan bagi perkembangan keharmonisan bangsa kita tercinta ini. Selain penegasan dan pembaharuan terhadap materi-materi dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. Ide ini yang kurang banyak dipahami oleh berbagai pemangku kepentingan bahkan di kalangan pemerintah sendiri. Tentunya juga akan menjamin tersedianya rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah. sehingga upaya mengefektifkannya tidak dapat hanya pada tataran pembaharuan regulasi setingkat undang-undang maupun peraturan menteri. Sebagai akibatnya. Terkait dengan penguasaan tanah. rumah menengah dan rumah mewah atau dalam bentuk rumah susun antara rumah susun umum dan rumah susun komersial (Pasal 1 Permenpera Nomor 10/2012). Sehingga bukan sesuatu yang luar biasa ketika seluruh pemangku kepentingan melaksanakan konsep hunian berimbang bukan karena keterpaksaan akibat adanya ancaman sanksi. peninjauan kembali terhadap konsep lingkungan hunian berimbang agar lebih membumi dan dapat diterapkan. dan akhirnya keharmonisan wilayah berujung pada terbentuknya keharmonisan bangsa. konsep hunian berimbang juga diterjemahkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pelaku usaha. hunian berimbang dalam satu hamparan adalah suatu keniscayaan. (ii) mewujudkan subsidi silang untuk penyediaan prasarana. Namun perlu juga disepakati luasan minimal yang dapat dikategorikan sebagai satu hamparan yang memenuhi standar kelayakan minimal terbentuknya suatu komunitas yang heterogen. lingkungan hunian berimbang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri (Menteri Dalam Negeri. keharmonisan sebuah komunitas dapat tercapai ketika konsep hunian berimbang dilaksanakan dengan benar. lingkungan hunian dan kawasan pemukiman. 5 . yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Hunian Berimbang dan SE Mendagri No. Pada akhirnya. Konsep hunian berimbang banyak disalahpahami sebagai hanya sekedar mengurangi backlog. yaitu mengemukanya fungsi sosial tanah yang terjamin melalui distribusi dan struktur penguasaan tanah yang berkeadilan. tanggal 3 Oktober 2011. 648/3868/SJ. Ide dasarnya bahwa keberadaan beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian akan menjamin terciptanya kerukunan di antara berbagai strata yang ada. Nomor 739/KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/ 1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang Pencantuman lingkungan hunian berimbang dalam undang-undang ini ditengarai merupakan upaya pemerintah untuk lebih mengefektifkan penerapan konsep hunian berimbang.

Keppres ini dimaksudkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di perkotaan dengan mengedepankan efisiensi penggunaan tanah dan penataan permukiman serta mempercepat pembangun­ an rumah susun yang layak. diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan dan penyediaan prasarana. Pembangunan rusun di pusat kota atau dekat dengan lokasi bekerja dan berakti­ fitas. pada Rumah susun diartikan sebagai bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional.001 Masalah Saat ini kita telah memasuki usia 6 tahun perjalanan program 1. fasilitasi. pengaturan. Apabila kecenderungan pertumbuhan perkotaan ini terus berlangsung.000 Tower 1. dengan intensitas bangunan tinggi. Keppres No. Setelah terbitnya Keppres Nomor 22 Tahun 2006. Kondisi ini mendorong penduduk yang tidak mampu untuk bertempat tinggal di sekitar lokasi kerja yang kemudian berkembang menjadi kawasan kumuh di perkotaan. koordinasi. laporan utama ini pada intinya akan mengantar kita memahami ‘apa yang sebenarnya terjadi’ dengan program 1. Sementara penduduk yang relatif mampu memilih untuk bertempat tinggal di daerah ping­ giran kota. sumber foto: istimewa P Kronologis Program 1. sehat dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. dan utilitas (PSU) yang lebih efisien dan efektif. penduduk Indonesia mencapai 237. pengawasan. baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah. 22 Tahun 2006 memiliki fungsi pengarah­ an. pembinaan. pengendalian dan pengembangan teknologi. terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama. diperkirakan pada periode akhir Program Jangka Panjang Nasional tahun 2025 sekitar 68% penduduk Indonesia bermukim di perkotaan. Untuk itu. meningkatnya polusi. Pemerintah menyadari hal ini sehingga berinisiatif untuk memasilitasi pembangunan rumah susun secara masif di perkotaan.Laporan Utama 6 Tahun Program 1.000 Tower 1.000 Tower erkembangan perkotaan di Indonesia saat ini sangat signifikan. Jika dibandingkan kon­ disi 30 tahun lalu. Tidak seperti harapan ketika awal pencanangan.000 Tower terhitung dari saat pelak­ sanaan pemancangan pertama rusunami tanggal 5 April 2007.000 Tower berjalan tersendat-sendat kalau tidak mau dikatakan mati suri. Inilah kemu­ dian yang menimbulkan terjadinya fenomena kemacetan. yang kemudian dikenal dengan nama Program 1. benda bersama. dan tanah bersama (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) 6 . dengan konsekuensi meningkatnya volume perjalanan dari dan ke daerah pinggiran kota.000 Tower.6 juta jiwa dan tidak kurang dari 54% penduduk In­ donesia bermukim di perkotaan. Salah satu jalan keluar dari kondisi ini adalah dengan menyediakan perumahan vertikal atau dikenal sebagai ru­ mah susun (rusun) atau apartemen. Selain itu. sarana. dan seterusnya.000 Tower ini. ditunjukkan dengan pertam­ bahan penduduk yang sangat tinggi. Sebagai gambaran. berdasar Sensus Penduduk Indone­ sia tahun 2010. telah terjadi peningkatan lebih dari 2 kali lipat. Langkah ini diawali dengan ditan­ datanganinya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2006 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pemba­ ngunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan pada tang­ gal 9 Desember 2006. Perkembangan perkotaan yang sedemikian pesat mem­ bawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan perumahan di perkotaan sementara ketersediaan lahan perumahan semakin berkurang. Hanya sekitar 70-an Tower yang berhasil terbangun. program 1.

Jakarta Timur.000 Tower di 9 kota lain­ nya yaitu Surabaya. (iii) Menpera mengoordinasi­ kan semua pemangku kepentingan. Bandung Raya (1). sehingga dalam waktu Rumah susun sederhana atau biasa disebut juga dengan nama apartemen rakyat yang dimaksud adalah hunian vertikal yang dibangun di daerah perkotaan yang ditujukan bagi MBM sebagai sasaran utama. Ja­ karta Timur. Skenario Awal dan Pencapaian Program 1. dan sejumlah pejabat BUMN. Walaupun demikian. sehingga total yang telah serah terima kunci hanya 71 Tower. tepatnya di atas lahan milik Perum Perumnas yang dikerjasamakan dengan PT. pemancangan pertama dan dalam pembangunan sebanyak 30 Tower. lahan milik PT. Batam. Apartemen rakyat ini memiliki luas 21-36 m² (tipe studio dan tipe dengan dua kamar). Namun dalam perjalanannya. Meneg BUMN Sugiharto. Padang. (ii) segera matangkan rencana dan program pencanangan paling lambat awal Maret 2007. Palembang. sehingga muncul kemudian istilah lainnya yaitu Apartemen Bersubsidi (subsidi bebas PPN. Medan. Yusuf Asy’ari. Bodetabek (3). karena membangun rumah membuka lapangan kerja yang luas yang akan mengurangi pengangguran dan kesenjang­ an sosial atau salah satu upaya pengentasan kemiskinan. Akhirnya peresmian program terlaksana pada tanggal 5 April 2007 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Pulo Gebang. dan Banjarmasin. Bina Kualita Teknik di Jalan Binamarga. direncanakan program ini sampai tahun 2011 akan di­ laksanakan setidaknya di 10 kawasan perkotaan (seleng­ kapnya pada peta berikut). tentang Penyelenggaraan Pembangunan Perumahan Sosial Sederhana di kawasan Perkotaan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan untuk Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Ka­ wasan Perkotaan Bagi Masyarakat Menengah Bawah. di Jalan SMA 14 Kelurahan Cawang. Menko Perekonomian Boediono. Pada acara pemancangan tersebut juga dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman antara Menpera de­ ngan Mendagri dan Mensos. hanya terwujud pada beberapa lokasi saja yatu DKI Jakarta (67 Tower). subsidi selisih bunga dan subsidi bantuan pinjaman uang muka) bagi calon konsumen sebagai bentuk kemudahan. Klender. (iv) program Menpera harus ambisius (dalam pengertian yang baik) dan progresif.000 tower serta mendorong minat para pelaku berpartisipasi dalam program Pemerintah. yang ditandai dengan peman­ cangan pertama (ground breaking) Rusunami di Pulo Ge­ bang. Dari jumlah tersebut. yaitu lahan milik BPLIP-DKI di Pulo Gadung.000 Tower Pada saat awal dicanangkannya program 1. terlihat dari pernyataan mi­ nat dari pengembang untuk setidaknya membangun 654 Tower lagi. Sepanjang Juli hingga September 2007. Sangat jauh dari target awal pen­ canangannya. Bandung. dalam tahapan topping off mencapai 30 Tower. Pintu Air Mas Group (PAM Group) di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Jakarta Timur. lahan milik PT. sampai Februari 2013. Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bak­ rie.Maret 2013 lah menteri tampak hadir mendampingi presiden. Primaland Internusa Develop­ ment. Semarang. Sejum­ 7 . minat pengembang untuk mem­ bangun masih cukup tinggi. kualitas yang baik. dilakukan So­ sialisasi dan Kunjungan Lapangan ke 10 Kota Metropoli­ tan untuk menjaring informasi secara langsung tentang kesiap­ an Pemerintah Daerah dalam mendukung Pemba­ ngunan 1. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. khususnya bagi mereka yang belum mampu memiliki hunian di kawasan perkotaan. subsidi. dengan harga yang dipasarkan mulai dari 99 juta-144juta. Makassar. Apartemen rakyat ini merupakan rumah susun sederhana milik yang dibangun dengan dukungan berbagai subsidi dari Pemerintah. antara lain Menteri Negara (Meneg) Perumahan Rakyat M. serta Menpera dengan Me­ neg BUMN dan Kepala BPN. Rapat tersebut membahas Strategi Per­ cepatan Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan serta persiapan pemancangan proyek percontohan rumah susun sederhana milik (rusunami) di DKI Jakarta. sumber foto: istimewa Januari 2007 dilaksanakan Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden be­ serta anggota Kabinet Indonesia Bersatu dan Gubernur DKI Jakarta bertempat di Kantor Kementerian Negara Pe­ rumahan Rakyat. Gubernur DKI Ja­ karta Sutiyoso. Cipayung. Jakarta Timur. Rumah susun sederhana dapat diperoleh melalui status milik maupun sewa (rusunami/wa).000 Tower. serta mengiden­ tifikasi bakal calon lokasi potensial. Presiden memberikan 4 (empat) arahan pada saat itu yaitu (i) pastikan dengan benar besaran harga jual. lahan milik PT Cawang Housing Development – Bahama Group. dan penggunaan yang tepat. Secara bersamaan juga dilakukan pemancangan di lokasi-lokasi lain di Jakarta. Peresmian ini sekaligus juga menandai pemancangan pertama pembangunan rusun 1.Edisi 3 .

Menjadi­ kan sampai akhir tahun 2013.EKON/03/2007 dan Nomor KEP-09/M. Kementerian Keuangan kemudian melengkapi regulasi yang ada melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36 Tahun 2007. Distribusi lokasi selengkapnya pada Tabel di atas. yang sampai saat ini masih dalam tahap pengajuan ijin dan penyusunan DED. Sementara itu terdapat potensi tam­ bahan setidaknya dalam setahun kedepan sebanyak 328 Tower. 144 juta dengan luasan minimum 36 m2.EKON/02/2008 tentang Tim Pelak­ sana Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan.000 Tower per Tahun 2013 No Lokasi 1 Peminatan 2 Serah Terima Kunci (STK) 3 Topping off (TO) Pelaksanaan pembangunan 4 fisik (konstruksi) dan groundbreaking (KONS) 5 Perijinan dan penyusunan DED TOTAL (STK+TO+KONS+DED) Sumber: Kemenpera. walaupun kemudian peraturan pemerintahnya belum terselesaikan. menindaklanjuti Keppres Nomor 22 Tahun 2006. yang menetapkan batas maksimum harga jual rusunami yang mendapatkan fasilitas bebas PPN ada­ lah Rp. setidaknya terselesaikan seba­ nyak 131 Tower. Dari sisi regulasi.Laporan Utama Rencana Alokasi Target Program Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan 2007-2011 sumber: presentasi Zulfi Syarif Koto. 2013 JUMLAH TOWER DKI Bandung Surabaya Batam Makasar Balikpapan Jambi TOTAL Jakarta Bodetabek Raya 384 94 86 36 114 4 4 3 725 67 20 12 165 264 3 4 9 52 68 1 3 8 49 61 2 28 30 1 30 31 1 1 1 1 3 3 71 30 30 328 dekat akan bertambah lagi sebanyak 60 Tower. Tabel Pencapaian Target Program 1. Un­ dang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun telah berlaku. 2012. serta beberapa keputusan tingkat menteri lainnya. Selain itu. telah juga dikeluarkan Keputusan Menko Perekonomian Nomor KEP-07/M. dan Keputusan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 15/KPTS/M/2007 dan Nomor 19/KPTS/M/2008 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Pem­ bangunan Rumah Susun di Perkotaan. Lalu kemudian melalui Permenpera Nomor 7 Tahun 2007 8 . telah banyak yang dihasilkan.

I. Untuk itu.. Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Per­ de­ penyesuaian harga jual rusunami mulai didengungkan. 1 Tower di Kebun dampak pada tertundanya pembangunan rusun.. lokasi yang terpilih cenderung ‘jauh’ dari lokasi kerja. Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. transportasi.001 masalah”. 1. Se­ telah dilahirkan ses internalisasi program 1. Kedua peraturan ini selain menetapkan persyaratan keandalan bangunan gedung . Jawa Barat. penyempurnaan rencana tata ruang meru­ Rakyat Tahap II di DKI Jakarta yang ter­ pendukung.yang meliputi persyaratan keselamat­ an. D. 10 Tower di Cengkareng (PT Reka Rumanda). pakan suatu keniscayaan agar pembangunan laksana pada tanggal 14 Desember 2007 di rumah susun tidak ‘menabrak’ aturan dalam lahan DP3K Kemayoran (3 Tower) oleh Gu­ rencana tata ruang yang telah disahkan melalui bernur DKI Jakarta bersamaan dengan peman­ perda masing-masing daerah. memasuki tahun 2008 pelak­ akhir peraturan ini disertakan contoh desain bangunan rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi. Sementara sebagai upaya mendorong pemerintah dae­ Dampak kebijakan kenaikan BBM pada Mei 2008 mu­ rah memberikan insentif bagi pelaku pembangunan rumah lai dirasakan para pengembang rusuna. maupun perubahan gaya an Rumah Susun tertanggal 4 Oktober 2007 dan hidup masyarakat.Maret 2013 ditetapkan skema penyaluran KPR sarusun bersubsidi dan bantuan uang muka bagi kelompok sasaran masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. dan kemudahan. di daerah pun telah di­ mah susun bersubsidi masih belum mendapat tanggapan lahirkan beberapa regulasi pendukung. Yogyakarta.000 Tower Seiring perjalanan waktu. Rakyat untuk menaikkan patokan harga maksimum ru­ Tidak hanya di tingkat pusat. kesehatan.478 Tahun bat disadari oleh pemerintah.di daerah pun an mulai disadari perlunya melakukan pro­ Susun tertanggal 25 Oktober 2007. Akibatnya. upaya Kementerian Perumahan Percepatan Pembangunan Rusuna di Kawasan Perkotaan. Pembangunan rusun di perkotaan menghadapi dilema Jeruk (PT Anggana Development) dan 4 Tower di Cibubur terkait ketersediaan lahan. Pe­ dari Kementerian Keuangan. Setelah program 2007 tentang Pembentukan Tim Koordinasi berlangsung beberapa lama. pada bagian Isu dan Kendala Pelaksanaan Program 1. dan kota kau harganya. namun lokasi dimaksud sudah tidak terjang­ Jawa Tengah.juga me­ sumber foto: istimewa rekomendasikan beberapa hal yang dapat membuat desain bangunan menjadi ekonomis. namun tercatat merintah adalah paradoks lokasi. barulah kemudi­ Daerah Percepatan Pembangunan Rumah . kenyamanan. Hal pertama yang dihadapi pe­ (PT Rajawali Core Indonesia). Sumatera Selatan. Regulasi terkait persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi juga dirilis oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. Akibatnya. kota Palembang.000 Tower. Hal ini agaknya sedikit terlam­ Keputusan Gubernur Nomor 1.000 Tower ini da­ hingga kemudian mendorong terlaksana­ nya pemancangan Rusuna/Apartemen beberapa regulasi lam rencana tata ruang yang ada. terutama terkait ngan naiknya harga material bangunan. yang kemudian kita kenali dengan jargon “1. dan ber­ di Kebagusan (PT Perdana Gapuraprima Tbk). khususnya MBR. baik berupa Nomor 136 Tahun 2007 tentang Percepatan Pembangun­ perubahan bangkitan lalulintas (volume kendaraan dari dan ke tujuan tertentu). keberadaan rumah susun Makassar. Menariknya. 9 . Proses penyesuaian ini cangan pada 4 (empat) lokasi lainnya yaitu 5 Tower tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama. Walaupun belum berfungsi optimal. mendagri Nomor 74 Tahun 2007 tentang Pedoman Pem­ berian Kemudahan Perijinan dan Insentif dalam rangka Bahkan sampai saat ini. estimasi biaya pembangunannya. sehingga isu susun. Sumatera Utara. serta sanaan program ini mulai terkendala.Edisi 3 . Ambil contoh. berupa kebutuhan akan Tim Koordinasi Daerah (TKD) telah terbentuk di DKI lokasi yang dekat ke tempat kerja untuk mengurangi biaya Jakarta. Pembangunan rumah susun di perkotaan mempunyai merintah Provinsi DKI Jakarta menindaklanjuti program ini dengan menerbitkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta multi dampak terhadap perkembangan kota.

Dapat dikatakan bahwa keberpihakan terhadap program 1. Sekedar contoh. Rumah susun sederhana (rusuna) masih dianggap sama dengan apartemen mewah. Belum lagi tidak adanya pembedaan antara proses program 1. Termasuk juga masih banyak daerah yang belum menyiapkan regulasi berupa perda tentang rumah susun. pembebasan pa­ jak. kemudahan proses Kredit Pemilikan Sarusun. yang ternyata juga tidak mudah prosesnya. Akibatnya.000 Tower dengan program terkait baik sumber foto: istimewa sumber foto: istimewa menimbulkan masalah baru bagi penghuninya. Istilahnya belum ‘clear’ dan ‘clean’.000 Tower Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyiner­ gikan program 1. Strategi Pembenahan Program 1. penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) bagi tanah Negara (saat ini sedang direvisi PP Nomor 6 Tahun 2006). Terjadi ba­ nyak kekisruhan dalam pembentukannya. penetapan PPH Final 1%. mendorong pengembang melaku­ kan berbagai cara memperoleh dana segar dari konsumen.Laporan Utama rintah. Disamping. Selain itu. dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)/Upaya Pe­ mantauan Lingkungan (UPL). Terlihat dari masih kurangnya insentif yang diberikan ke­ pada pengembang. keringanan biaya sambungan air. Permasalahan pembangunan rumah susun tidak hanya terfokus pada proses pembangunan fisiknya saja.000 Tower masih belum ada. koordinasi masih menjadi hambatan besar. tetapi juga mencakup paska pembangunannya. sanitasi. belum termasuk biaya proses perijinan yang cukup besar yang perlu dike­ luarkan. sehingga upaya pengurangan biaya pembangunan rusun melalui penyediaan prasarana dan sarana tidak ter­ capai. lahan yang tersedia pun masih banyak yang belum terbebas dari ‘masalah’. Sementara prasarana dan sarana yang dibangun oleh pengembang ternyata kualitasnya kurang memadai. listrik yang dibia­ yai APBN tidak bersinergi dengan kegiatan pembangunan rusun. Di­ antara insentif yang dibutuhkan adalah keringanan Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB). dan tarif listrik. Perhatian terhadap aspek lingkungan masih perlu di­ tingkatkan. penyediaan kredit konstruksi. Bahkan ternyata lahan milik BUMN/ BUMD banyak yang masih disewakan atau bahkan disero­ bot pihak lain. harga jual melonjak di atas ketentuan peme­ 10 . Maka lengkap lah kesulitan yang dihadapi terkait ketersediaan lahan dan prosesnya. Salah satu yang selalu menjadi pertanyaan dari pengem­ bang adalah kepastian adanya insentif bagi mereka se­ hingga pengembang tetap tertarik membangun rusun. bahkan kemudian menjadi ceruk pasar tersendiri yang dikenal sebagai Apartemen Sederhana Milik (anami). perubahan skema subsidi menjadi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditengarai tu­ rut mendorong terhambatnya pembangunan rusun. Termasuk pem­ bentukan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) yang masih menghadapi kendala dalam prosesnya. Sebenarnya terdapat pilihan lain berupa pemanfaat­ an tanah milik BUMN/BUMD. terjadinya penyegelan beberapa kegiatan pembangunan rusun oleh pemerintah DKI Jakarta. Sebagaimana yang sering terjadi dengan program pe­ merintah. Hal yang senada pun terjadi antara berbagai ins­ titusi pemerintah pusat sendiri. Sebagai ilustrasi. Akibatnya sebagian biaya terbebankan kepada kon­ sumen.000 Tower dengan proses pembangunan apartemen mewah. yaitu ma­ halnya biaya transportasi ke tempat kerja. Ketiadaan insentif baik berupa subsidi. Proses sertifikasi tanah pun tidak semudah dan semurah yang dibayangkan. terutama dengan belum tersedianya pedoman terkait aspek Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). sementara harga jual di­ patok oleh pemerintah. Hambatan yang masih banyak dikeluh­ kan diantaranya lamanya proses perijinan. Terli­ hat tidak adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sepertinya memang program 1. penyediaan kredit konstruksi. khususnya bagi pemerintah daerah. banyak kegiatan penyediaan air minum.000 Tower ini belum menjadi perhatian. Disamping itu.

beberapa hal lum beruntung dapat menghuni rumah yang layak. masuk peraturan pemerintah amanat Undang-Undang Masih kurangnya perhatian pemerintah daerah ter­ Nomor 20 Tahun 2011.000 di rumah susun. nya tanah negara/BUMN/ Pembangunan Pembangunan rusunami melalui revisi pera­ rusunami membu. ter­ insentif. ‘road map’. penghuni rusun. perbankan. pemerintah daerah.000 dasi Tanah Perkotaan). masyarakat menengah ke bawah. (ii) tingkat kemampuan masyarakat yang Tower yang dilengkapi ‘road map’ yang dapat menjadi acu­ menjadi kelompok sasaran.000 mendo­ rong peremajaan kawasan kumuh perkotaan (saat Tower. Penyempurnaan dapat dimulai hadap program 1. seperti minimalisasi jarak ke tempat kerja. disertai keleng­ Diperlukan penyempurnaan regulasi yang dapat mem­ kapan yang dibutuhkan baik kebijakan. yang menarik bagi pihak berikan kepastian hukum kepada swasta untuk bisa terlibat.000 Tower akan tetap terkendala Hal yang terkadang terlupakan adalah kepentingan para oleh 1. dukungan Pemerintah untuk memasyarakatkan ‘grand design’.Maret 2013 yang dibiayai APBN maupun APBD. Forum ini sekaligus men­ bangunan Rusuna sebagai Kepentingan Umum serta revisi jadi ajang pertemuan Tim Koordinasi Pusat. perlu pengambil keputusan di tingkat daerah menjadi lebih segera dipersiapkan RPP tentang Konsolidasi Tanah untuk baik. terutama untuk pem­ an­ tara pihak pemerintah an­ tara pihak pedengan swasta. Tentunya ini dapat dan kesiapan masyarakat kelompok sasaran untuk tinggal dilakukan jika tersedia suatu ‘grand design’ program 1.000 Tower adalah kesamaan visi dasi.000 Tower diharapkan hal perpajakan. dan lainnya. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Ban­ pemerintah/pemerintah daerah.Edisi 3 . Untuk itu.000 Tower. Perhatian khusus perlu gunan (BPHTB). Forum dapat dijadwalkan bertemu secara an bagi Kepentingan Umum. Forum ini akan sangat membantu pelaksanaan tugas dari Ketersediaan lahan yang terkendala. dan berujung pada pemihakan pada program 1. disikapi dengan mengada­ dari penetap­ an harga rusun yang lebih optimal mem­ kan sosialisasi dan advokasi secara berkala dan berkesi­ pertimbangkan kepentingan kelompok MBR/M dan nambungan.001 masalah ketika pemerintah. rah). dan lainnya. mudah. Selanjutnya. Beberapa bentuk insentif yang diinginkan berkelanjutan. pedoman. percepat pencapaian tujuan program 1. 11 . Kegiatan ini juga sekaligus bagian dari upaya pengembang. diberikan kepada rusunami campuran. Penyiapan ‘grand yang dapat diberikan untuk meningkatkan akses kelom­ design’ dan ‘road map’ didahului dengan pemetaan kondisi pok sasaran terhadap rusunami. dan masyarakat. kemam­ menyediakan perumahan bagi saudara kita yang masih be­ puan membayar. yaitu: (i) kemauan ada pilihan lain (om. Tim Koor­ PP Nomor 80 Tahun 1999 tentang KASIBA dan LISIBA dinasi Daerah. dibutuhkan suatu forum komunikasi diantara pe­ mor 65 Tahun 2006 tentang perubahan Perpres Nomor 36 mangku kepentingan yang dapat menjadi ajang penyele­ Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangun­ saian masalah. mekanisme insentif an bagi semua pemangku kepentingan. dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). dan mu­ terkait menjadi suatu keniscayaan.000 Tower sehingga pemahaman untuk penghuni/pemilik sarusunami. kesiapan seluruh pemangku kepentingan. perbankan. Disamping itu.BUMD membutuhkan kerjasama turan perundangan terkait per­ tuhkan kerjasama tanahan. dari berbagai sumber). ini baru berupa Keputusan Kepala BPN tentang Konsoli­ Untuk mempermudah pelaksanaan program 1. Tentunya program 1. dengan memasukkan pem­ berkala atau sesuai kebutuhan. BS sebagai dasar pembentukan bank tanah. fnd. dan infor­ memberikan kepastian hukum jangka panjang atas tanah masi terkait program 1. se­ hingga dibutuhkan pembinaan dan pem­ oleh pihak swasta antara lain pembebasan Pajak Pertamba­ berdayaan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) oleh han Nilai (PPN). Untuk itu. pembi­ Selain itu insentif juga harus diberikan pemerintah dalam naan dan pemberdayaan institusi pemerintah daerah yang bentuk kemudahan perizinan (cepat. masyarakat dan seluruh pemang­ adalah menjaga agar kepentingan penghuni rusun yang ku kepentingan belum saling bersinergi. aan. regulasi. sudah seharusnya dikem­ merintah dengan membangun dan memiliki bangkan pola-pola insentif tanah dengan status yang mem­ swasta. Kunci utama ke­ nota bene berasal dari kelompok MBR dapat terakomo­ berhasilan dari program 1. pengembang. berian kemudahan mengakses.000 Tower. Diikuti dengan Revisi Perpres No­ Tower. Badan Pelaksana Penyelenggaraan Rumah Susun yang disikapi dengan melakukan upaya pe­ akan dibentuk sesuai mandat Undang-Undang Nomor manfaatan tanah terlantar khusus­ 20 Tahun 2011. dan (iii). Untuk itu. Prinsip dasar yang perlu dipertahankan pengembang. sumber foto: istimewa salah satunya insentif dalam Program 1. Tidak yang harus dianalisis terlebih dahulu.

Maklum permintaan Rusunami di Jakarta jumlahnya mencapai 728 menara hingga 2012 tapi realisasinya sangat jauh. Fuad Rahmany. Karena boleh dikatakan sudah tidak ada lagi pengembang yang menjual produk apartemen sederhana dengan harga patokan maksimal Rp 144 juta. Surabaya. Menteri Perumahan Rakyat. yang kini bernama Rumah Susun Sejahtera. Menurutnya perpajakan telah diatur dalam Undang-Undang dan peraturan pelaksanaannya. banyak pengembang mengonsep kembali rusunami menjadi apartemen sederhana hak milik (anami). khususnya di DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purmana juga belum bersedia berkomentar. pihak Kemenpera sudah meminta revisi agar persoalan perizinan dipermudah. Agus hanya berkomentar singkat.” katanya.5. Selain Menkeu. Dan lucunya program ini oleh Pemerintah DKI Jakarta yang saat itu dinakhodai oleh Fauzi Bowo seolah tak berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Diantaranya insentif pembebasan pajak pertambahan nilai dari Kementerian Keuangan. “bonus keuntungan luas” tidak lagi menarik pengembang. Selain di Jakarta. mati suri.” katanya. saat terjadi penyegelan terhadap proyek Kalibata City (Agung Podomoro Group) oleh Pemda DKI Jakarta. menjanjikan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah benar ada masalah pajak yang menghambat pembangunan rumah susun. program yang di label pro rakyat ini tak sejalan antara maksud pemerintah pusat dan pelaksanaannya oleh pemerintah daerah. Sejak 2007. Selain insentif. bahwa KLB tidak boleh lebih dari 3.” ujarnya. kini mulai banyak pengembang tidak tertarik membangun rusunami subsidi. “Kami terus melakukan koordinasi dengan Menpera untuk menginventarisasi berbagai permasalahan yang menghambat pembangunan rusunami sekaligus mencari solusinya. Namun Fuad menggarisbawahi tidak pernah ada niat dari Kemenkeu untuk menghambat. “Paska beberapa permasalahan soal rusunami yang terus menggerogoti program ini. Di Jabodetabek pada saat ini ada sekitar 149 tower rusunami yang sudah mendapatkan izin dengan jumlah total jumlah unit sekitar 90 ribu. Kemenpera juga telah menyurati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai kendala-kendala yang terkait dengan perizinan. Menurut Marpaung kendala yang dihadapi bukan hanya dari sisi koefisien lantai bangunan tetapi juga proses sertifikasi.000 Tower memang kurang dalam urusan koordinasi. Apartemen Sederhana Milik (Anami) Untuk menyiasati situasi sulit. Maka kita pun bermain di kelas menengah dengan harga di atas rusunami.” ujarnya. Surat itu belum ditanggapi. Buruknya Koordinasi Program 1. “Jadi masih dibahas di internal mereka. tentunya faktor lokasi jadi salah satu pemicu.000 Tower P sumber foto: istimewa embangunan Rusunami. Alasannya. Khusus untuk DKI Jakarta. Contohnya. patokan harga maksimum rusun milik bersubsidi yang bebas PPN adalah Rp 4 juta per meter persegi atau Rp 144 juta per unit. “Saya belum memikirkan memberi insentif. Alasannya.” terang Maharso (fnd/aan) 12 . menurut Marpaung juga telah berkirim surat kepada Menteri Keuangan. Ketika ditanya mengenai persoalan tersebut usai menghadiri rapat di Kementerian Perekonomian. tantangan lain yang dihadapi adalah soal per­ izinan. Produk ini dijual dengan harga Rp200 hingga Rp500 juta. Dengan kata lain. Ketika dikonfirmasi. Agus Martowardojo. kita sebagai pengusaha tetap ingin bisnis terus berjalan. Sementara Direktur Jenderal Pajak. Dan ternyata banyak peminatnya. “Jadi apabila mau memberikan insentif pun harus ada dasar hukumnya di UU. persoalan insentif perlu dimintakan pendapat ke Badan Kebijakan Fiskal dan Moneter. rusunami juga akan dikembangkan di Bandung.” terang Setyo Maharso Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia. Pria yang akrab disapa Ahok tersebut justru mempertanyakan pengekangan seperti apa yang dilakukan oleh Pemprov. dan Makassar karena permintaannya cukup tinggi. Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung mengakui banyak sekali hambatan program rusunami di lapangan yang dikeluhkan pengembang sebagai pelaku. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang membuat target pembangungan 1. Hal ini menggambarkan buruknya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sehingga kebijakan KLB 6 yang ditetapkan pusat ternyata dengan mudah dipatahkan oleh pemerintah daerah sebagai “penguasa” setempat. “Nanti akan saya cek dulu seperti apa peraturannya. seperti dikutip tabloid PRIORITAS. yang sebenarnya hanya terjangkau oleh kelas menengah. mereka juga telah menggelar rapat beberapa kali. Namun informasi yang diperoleh Marpaung. Djan Faridz.000 menara terhambat. Djan Faridz telah melayangkan empat surat usulan kepada Menteri Keuangan untuk menaikkan patokan harga maksimum rumah susun bersubsidi dari Rp 4 juta per meter persegi menjadi Rp 7 juta per meter persegi atau setara Rp 252 juta per unit. Hingga akhir Desember 2010 sudah diserahterimakan sebanyak 12 ribu unit rusunami.” katanya. Akibatnya. Sejak April 2012.Laporan Utama Saling Silang Urusan 1. “Kalau itu disederhanakan saya yakin pengembang akan kembali membangun Rusunami. khususnya di Jakarta. Menteri Keuangan Agus Martowardoyo enggan berkomentar lebih jauh.

tumpah di sekitar kota. sementara itu dalam soal pemenuhan kebutuhan rumah.000 Tower. kedua unsur digabung untuk menjadi solusi untuk mengatasi kecenderung­ an migrasi penduduk ke kota. pengusaha dan masyarakat banyak. Singkatnya. perdagang­ an yang berakibat pada meningkatnya kebutuhan hunian. perumahan harus dibangun terus menerus namun yang harus dicari solusinya adalah akibat pertumbuh­ an ekonomi yang berdampak pada kecenderungan migrasi penduduk ke kota. Jika tidak ditata dengan baik dan didukung infrastruktur yang memadai maka hancurlah kota itu. Jusuf Kalla. banyak menyurahkan perhatiannya pada bidang sosial dan bidang yang berkenaan dengan kebutuhan dasar rakyat. dimana peran negara ? JK : UUD 45 tidak mengatakan bahwa semua perumahan harus dibangun oleh negara. Keduanya adalah tugas Pemerintah. Wawancara ini ditayangkan pada perhelatan Musyawarah Besar Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (MUBES AP2ERSI) di Grand Preanger – Bandung pada tanggal 17 April 2013.5 juta rumah baru per tahun. kebutuhan yang sangat penting yang menjadi kewajiban Pemerintah. menggagas dan mendorong konsep perumahan vertikal dengan program 1. Pembangunan perumahan bukan usaha sosial tapi menimbulkan manfaat ekonomi yang besar. JK tetap peduli pada bidang perumahan dalam konteks hak bermukim sebagai kebutuhan dan hak dasar warga bangsa. Saat ini 51 % penduduk Indonesia tinggal di kota. Di kota dimana terjadi pertumbuhan industri. Pada masa pemerintahannya mendampingi SBY. Kewajiban negara adalah mem- sumber foto: istimewa ebagai negarawan. Penataan perkotaan tentu berbeda dengan di desa.5 %. jika dirunut kebelakang angka backlog ini semakin bertambah tahun demi tahun. mantan wakil Presiden RI. Berikut wawancara Endrawan Natawiria dengan Pak JK ditengah persiapan ke­ berangkatannya ke negeri jiran. Sifatnya yang “bankable” membuat bidang perumahan mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah dan perbankan.Edisi 3 . EN : Menurut UDD 45 pasal 28 H bahwa hak bermukim ini adalah hak dasar. pertumbuhan ekonomi 6 % dengan hasrat untuk memiliki rumah baru yang terus menerus pada tiap tahunnya. Artinya ada unsur sosial yang menjadi tugas pemerintah dan unsur ekonomi yang menjadi tugas perbankan dan pengusaha. tidak mengherankan jika kita butuh 2. pemerintah menyandarkan pada produkti­ fitas para pengembang swasta. penatagunaan tanah dan infrastruktur. Solusi kemahalan lahan adalah hunian vertikal. Memang bukan hal yang mudah tetapi harus diingat bahwa petumbuhan pembangunan perumahan juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi. EN : Berkenaan dengan besaran angka backlog perumah­ an kita yang tahun ini diperkirakan mencapai angka 15 juta. Kini ditengah masa “istirahatnya” sebagai pejabat negara.Maret 2013 Berbincang dengan Jusuf Kalla “Sedemikan Pentingnya Perumahan Hingga Pemerintah pun Membuat Kementerian Perumahan Rakyat” perumahan meningkat setiap tahun. katakanlah ada pertumbuhan 5 sampai 6 % per tahun maka diperkirakan dibutuhkan 2. Akibat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan lainnya maka pertumbuhan kebutuhan 13 . Hunian vertikal pun jadi solusi dari alih fungsi lahan dari persawahan atau pertanian menjadi perumah­ an.5 juta rumah baru per tahun. harus dibuat hunian vertikal minimum empat lantai sekalipun di luar kota. Jika pertumbuhan penduduk 1. bagaimana pendapat bapak? JK : Kita tentu sepaham bahwa kebutuhan perumahan itu adalah kebutuhan pokok setelah pangan. berbeda sifatnya dengan kebutuhan pangan yang habis terpakai sedangkan nilai perumahan terus menerus berkembang. akibatnya tanah mahal dan perlu penataan infrastruktur yang baik. Harus ada solusi sosial-ekonomi dalam hal ini. Jusuf Kalla yang lebih sering disebut dengan inisial­ nya JK.

Dulu. Bagaimana mengoptimalkan peran antara Pemerintah. Pada meminta Bapak untuk memimpin negeri ini. Ini adalah sebuah jawaban ketika lahan makin mahal maka ongkos membangun EN : Apakah Bapak setuju adanya pembeda perlakuan perumahan pun (rumah tapak-EN) makin mahal. yaitu menyiapkan kredit jangka panjang. Bahwa dengan semakin terbatasnya lahan. bangun infrastrukturnya seperti jalan. Kementerian manfaatnya oleh rakyat. nya. rumah susun. kalangan perbankan yang percepatan pemenuhan kebutuhan rumah menyiapkan KPR/kredit jangka panjang serta …. pasar. adalah tugas semua orang untuk menyiapkannya. Anda yang telah memilih profesi sebagai pengembang perumahan. menata perencanaan/planologinya dan lain-lain. Tiga hal yang harus dilakukan pemerintah dalam bidang perumahan. Perbup. fungsi dan proporsinya. diluar bidang perumahan. Nilai tanah dan bangunan rumah Faktanya solusi yang bapak pernah lakukan di banyak bidang untuk MBR tentu lebih murah daripada rumah mewah semasa menjadi pejabat pemerintah terasa sangat manfaat­ maka tarif atau biaya perijinannya pun harus lebih murah. Pertanyaannya adalah jika rakyat Perumahan punya konsep proporsi perumahan 1:3:6. Akronim JK saat ini mulai diartikan sebagai “Jalan Keluar”. Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi agar Pemerintah Daerah yang mengeluarkan perijinan mereka lebih berkontribusi dalam mendorong dan infrastruktur. menyiapkan dan membangun infrastruktur. nilai ekonominya pun akan terus menerus meningkat. JK : Mesti ada pembeda. 14 . justru hal ini akan memberikan peluang pada pihak swasta. Perencanaan kota dengan rang ini. Jika pengusaha bang? berbuat baik dalam bidang usahanya maka saya yang memiliki JK : Bukan hanya sepakat tetapi harus. Pemerintah Daerah hendaknya mempunyai perangkat regulasi baik berupa Perda. dengan Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi terutama dalam Oleh karena itu.pengembang perumahan untuk mulai dan selalu membangun muhan. Kewajiban pemerintah yang lainnya adalah menyiapkan pendanaan berupa kredit jangka panjang. Ketidakseimbang­ pengalaman dalam bidang pemerintahan jika diminta untuk an hunian akan berdampak sosial adanya jurang pemisah berbuat baik bagi bangsa dan negara maka saya harus siap. Sedemikan pentingnya hingga pemerintah pun membuat Kementerian EN : Para pengembang saat ini langsung bersentuhan Perumahan Rakyat. saya selalu mengatakan bahwa kita harus selalu siap untuk berbuat baik kepada bangEN : Jadi Bapak sepakat dengan konsep hunian berim­ sa dan negara di bidang kita masing-masing. Solusinya kedepan adalah perubahan pola fikir para terapan aturan yang baik akan menghindarkan kota dari keku. pertumperijinan itu keharusan untuk menghindari buhan penduduk kian meningkat. peran negara bukan berarti mengambil alih seluruh peran bidang perumahan. sesuatu yang sudah kita fahami bersama. dibutuhkan kerjasama semua fihak hal perijinan. Sekarang ada konsep hunian 1:2:3. Hak dasar untuk bermukim tidak berarti pemerintah harus langsung membangun perumahan. yang lebar antara “The Have” and “The Have not” yang akan Setiap orang harus selalu siap jika diminta untuk berbuat baik memicu konflik sosial. bidang usaha yang memiliki misi sosial yang memiliki dampak ekonomi yang kuat bagi masyarakat di sekitar maupun bagi pengusahanya sendiri. dan menyediakan lahan yang terjangkau daya beli rakyat. bagi bangsa dan negaranya (EN). apakah Bapak saat itu. Peraturan menjadi gas yang semula banyak ditentang kini mulai terasa Pemerintah yang mengatur tentang hal ini. Pergub yang mengatur perijinan perumahan sesuai lokasi. Saya sebelum itupun perijinan perumahan telah ingin mengingatkan satu hal lagi berkenaan dan negara… diiatur oleh Pemerintah Daerah. tugas pemerintah untuk menyiapkannya. Diantaranya peralihan dari Bahan Bakar Minyak Tanah Pemerintah Pusat pun memiliki Undang-undang. Pengusaha Real Estate wajib membangun Rumah bersedia ? Sederhana. Bidang ini memang membutuhkan kejelian usaha dan memiliki dampak ekonomi-sosial jangka panjang. Kerjasama banyak pihak ini akan berbuat baik JK : Memasuki era otonomi daerah. nya perijinan perumahan harus dipermudah sekaligus harus persawahan hingga kita harus mengimpor beras seperti sekadisiplin dalam menegakkan aturan.Laporan Utama EN : Apa saran dan Petuah Pak Jk kepada para pengem­ bang yang peduli dan konsisten membangun rumah bagi MBR ? JK : Seperti yang telah saya sampaikan bahwa kebutuhan terhadap perumahan adalah kebutuhan pokok. tugas pengusaha. JK : Menjadi satu pertimbangan.kita harus bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan para pengembang penggiat perumahan selalu siap untuk Rendah)? rakyat. berdampak sosial ekonomi yang mendakepada bangsa peranan Pemerintah Daerah lebih kuat. alih fungsi kekacauan namun harus di ingat oleh para Kepala lahan terus menerus dari lahan pertanian menjadi Pemerintahan Daerah bahwa demi kepentingan rakyatperumahan yang menganggu sediaan lahan pertanian. Memang dan biaya perijinan bagi perumahan MBR dan perumahan dibutuhkan penguasaan teknis dan kemitraan yang baik untuk mewah? menyelenggarakannya. dalam hal ini Kemenegpera. tangkan keuntungan bagi semua pihak. Hal tersebut adalah sesuatu yang umum. rusunawa atau rusunami. EN : Pertanyaan terakhir pak.

Direktur Jakarta Auction. senin depan harus teken!” tegas pria kelahiran Bone. Kepada HUDmagz. Mereka yang terkena semprot diantaranya: Menteri Perumahan Rakyat. “Kalau tahun ini (2008-red) bisa dibangun 100 tower. kawasan kumuh ringan dihuni 490 ribu KK. Ini tanah rakyat yang punya. Anda pasti akan melanjutkan tidur. lahan bekas bandara Kemayoran itu memang disewakan ke swasta. Karena itu. kalau diundang meresmikan kondomonium. dan kawasan kumuh berat yang ilegal dihuni 82 ribu KK. mereka semua. “Dengan adanya rusun yang dekat dengan tempat bekerja. yakni transportasi. Tak cukup hanya pejabat yang dia semprot.”ujar Yusuf. Pak Jusuf perhatiannya memang luar biasa soal program 1. M. Direksi Pengelola dan Pelaksana Pembangunan Kawasan Kemayoran (DP3KK) Sekretariat Negara. Yusuf mengatakan paling tidak dapat diselesaikan pembangunan 100 menara rumah susun.. Gubernur DKI Jakarta. disemprot Wapres di depan umum. tiap dua hari. lahan ada. Sulawesi Selatan.000 menara rusunami ini. Menpera pertama di era reformasi tersebut kembali berkisah 15 . Sudah tiga bulan kok masih diproses-proses terus. Kalau peresmian rusun baru hadir. karena semuanya ada. Yusuf. Wapres telah memerintahkan DP3KK memutus kontrak sewa dan digunakan untuk membangun rusun. kapan MoU ditandatangani. lengan pendek. pasti tidak dibawa tiang-tiang pancang itu ke sini. pasar pun ada. “Jadi. Iqbal Latanro. pencemaran. kejengkelan sang wapres (wakil presiden-red) waktu itu. berarti Agustus sudah diserahkan. Tapi. “Saya tidak malu. Yusuf. Tak tanggung-tanggung. “ tegas Jusuf.Edisi 3 . Uang ada. polusi. Ternyata masih I tulah sekelumit cerita bagaimana seriusnya sang wakil presiden menangani soal pembangunan 1. Jadi. Kala itu pemerintah sangat optimis program yang dipelopori oleh Jusuf Kalla tersebut akan berjalan mulus.” kenang Yusuf yang waktu itu memang menakhodai Kemenpera.Maret 2013 Wawancara Yusuf Asy’ari (Menteri Perumahan Rakyat 2004-2009) sumber foto: nasional. percepatan pembangunan rusun harus dilakukan karena mampu mengatasi 50-60 persen persoalan hidup masyarakat perkotaan. dan ditanyakan lagi soal itu. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyowinoto. Ditemui di kediamannya. karena itu memang bagian dari tanggung jawab saya. Menurut Yusuf. penggunaan lahan. sepulang menunaikan ibadah umroh. Yusuf Asy’ari. ingat betul waktu itu. dan Dirut Perum Perumnas. Pada 2008 lalu. Pokoknya. M.000 tower. Wapres juga menegur direksi DP3KK Sekretariat Negara yang hingga tiga bulan belum menyelesaikan perjanjian pelepasan lahan Bandar Udara Kemayoran. ” semprot-nya. tersenyum. Himawan Arief. karena rusun yang dibangun Perum Perumnas tersebut baru pada tahap pemasangan tiang pancang.id “Program Ini Harus Dilanjutkan” begini“ lanjut Kalla di depan tamu yang waktu itu hadir Menteri BUMN Sofyan Djalil. tetapi sudah 70 persen yang dipesan. Raut muka Jusuf Kalla. yang kala itu mengenakan kemeja putih.000 tower rusunami. dan Dirut PT Bank Tabungan Negara. Ini tugas Bapak. bukan menteri perumahan elite. tiap minggu Bapak harus datang ke sini. Hikayat Duo Jusuf di Rumah Susun K emayoran. kawasan kumuh berat dihuni 21 ribu kepala keluarga (KK). bercelana biru.news. “Pak Gubernur. gak usah hadirlah.co. Pak Menteri (Menpera) tentu lebih sering. medio Maret 2008. “Saya pikir saya datang akan lihat sepuluh tingkat. banjir. saya malah senang diingatkan. Tak lupa. dan kesejahteraan masyarakat miskin. setahun sebelum pencanangan program rusun. Padahal. Hanya semangatnya yang harus ditambah. kontraktor ada. 15 Mei 1942 itu. Yusuf Asy’ari. Ia pasti tidak akan pernah melupakannya. seorang sopir tidak perlu mengeluarkan uang sampai 30 persen dari penghasilan untuk naik kereta dari Bogor ke kota. Percepat ya. Wakil Presiden RI (2004-2009) tampak serius. dibutuhkan 70 ribu unit rumah landed house dan 42 ribu unit rusun per tahun.viva. “Tidak usah ambil terlalu luas tanah rakyat. saya waktu itu optimistis 2011 dapat dicapai 1.” katanya. Saya kira bisa. salah satu penyewa lahan bekas Bandara Kemayoran waktu itu juga dia tanya. kapan bisa pindah dari kawasan Kemayoran. Tadi pengembangnya bilang walau fisik baru selesai 30 persen. Waktu itu. disambut tawa hadirin. Itu artinya pasarnya ada. mengerti. “Sekiranya saya tidak datang. Agustus bisa kan?” desak Kalla. Bapak kan Menteri Perumahan Rakyat. pada para pejabat yang hadir. Fauzi Bowo. sudah setahun lebih pembangunan rusun itu dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di DKI Jakarta saja.

pemerintah menyediakan langsung. kalau kita kembali kepada peran pemerintah. seperti mobil. Dua periode yang tidak ada ini sudah memporak-porandakan struktur yang ada. Kementerian Negera Perumahan Rakyat baru ditimbulkan kembali setelah dua periode tidak ada. Kemudian. tidak terhambat oleh faktor transportasi. Kutipannya: Bagaimana ide awal program 1. tanah luas. karena kita menyadari ada aspek-aspek swasta belum mau masuk dan ini perlu kita pionir maka kita mengusahakan supaya Kementerian Perumahan Rakyat diberi fungsi operasi terbatas. Mungkin struktur perekonomian sudah sesuai. Kita melihat peran pemerintah dibagi dua dalam masalah perumahan ini. orang yang paling gampang diajak bicara. Banyak toko-toko besar ada di pinggirpinggir kota sehingga tidak memacetkan lalu-lintas. Mestinya waktu Pak Sutiyoso menjadi Gubernur kan Pak Fauzi Bowo menjadi wakil Gubernur. panjang ceritanya. dan yang mau didebat. upaya untuk memperbanyak hunian. Ini karena rakyat belum mau terjun ke situ. Tapi. begitu dia menjadi Gubernur. Peran pemerintah ini berbeda dalam rusunawa dan rusunami. Jadi harus dibangun kembali. bos-nya waktu itu. Artinya. Di dunia. Jadi dari diskusi itu akhirnya cikal bakal program itu lahir? Kalau kita bicara cikal bakal program itu. Kalau rumah-rumah kalangan menengah bawah ini dikembalikan ke pusat-pusat dan dekat dengan tempat kerja diharapkan akan memberikan keuntungan pada kesejahteraan mereka dan juga memurahkan biaya transportasi yang selama ini mahal mereka biayai. pembangunan perkotaan tidak ada yang melebar. 16 . policy ini diganti. setuju dan menyanggupkan diri dalam hal memberikan keringanankeringanan. Kedua. didapat beberapa usulan antara lain yang terkait dengan rusuna ini. Karena itu. Tapi sebagai provider itu sebaliknya. Apakah dia menjadi enabler atau provider. Orang-orang yang tinggal di pinggiran kota itu orang kaya yang punya fasilitas. di kota-kota besar di dunia ini yang tinggal di pusat kota orang miskin. Di awal pembentukan kementerian. Kita mesti kembali kepada situasi tahun 2005/2006. peran pemerintah lebih berat ke enabler. Itu menyebabkan kita nyaman berdiskusi. Dengan koordinasi wakil presiden. tidak ada provider. tapi naik karena di manapun juga tanah yang ada tidak diciptakan lagi sehingga makin lama semakin mahal. beliau akan menerima meskipun beliau punya argumentasi balik. Itu kesatu. Pada 2004 akhir. Dari berbagai diskusi. Kalau dia jadi enabler. Cuma belakangan setelah Pak Sutiyoso diganti Pak Fauzi Bowo. kita debat. Tapi. Saya mau tanya Indonesia ini belum jelas pemerintah sebagai enabler atau provider.Laporan Utama tentang Jusuf Kalla.000 tower itu tercetus? Kalau soal ide itu memang usulan dari Jusuf Kalla. sebagai salah satu dari seluruh kota yang akan diupayakan digerakkan rusunami ini. mau tidak mau harus dipelopori oleh pemerintah. ya ke atas. Itulah kemudian kenapa di Kementerian Perumahan Rakyat ada anggaran rusunawa. dan berbagai sengkerut yang terjadi plus perubahan kebijakan penggantinya yang tidak lagi melanjutkan kebijakan yang sudah ada sebelumnya. mengatur. Kemudian juga proyek perumahan swadaya. Kalau kita nggak cocok. mendorong dan memfasilitasi agar orang lain atau rakyat itu membangun sendiri. Dan memang karena rakyat belum mau dan pihak swasta belum mau terjun ke situ. khususnya dalam hal ini adalah DKI yang selalu diajak ramairamai rapat. policy itu didukung oleh baik Kementerian Perumahan Rakyat dan pemerintah daerah. dia ubah segala sesuatunya dengan pertimbangan kita lihat ketakutan bahwa dengan banyaknya rusunami akan ada kekumuhan baru. Saya lupa waktu itu kapan persisnya dia bilang soal itu. kesimpulannya marilah kita galakkan pembangunan rusuna baik sewa maupun milik. Dia mestinya terikat dong. Karena itu di DKI. Pak JK itu orang yang paling gampang ditemui. Tapi memang waktu itu kami intensif diskusi dengan Pak JK (Jusuf Kalla-red). Itu yang banyak dilakukan untuk rusunami. dia mencoba.

kalau Kementerian Perumahan Rakyat mau jadi penyedia (provider).Maret 2013 Apakah soal kekumuhan itu tidak dipikirkan juga dimasa Sutiyoso? Sudah dan rapat itu dihadiri oleh Fauzi Bowo sendiri sebagai Wakil Gubernur waktu itu. saya mendekati teman-teman pengembang. dia bilang nggak ada orang kaya yang menghuni rumah susun yang sempitsempit. kalau kita bicara undang-undang rumah susun jangan bergelut yang 10 lantai. Sehingga saya di daerah dapat bantuan gratis dari teman-teman REI karena setiap Musda (musyawarah daerah-red. Kenyataannya bahwa sekarang mati suri. Salah satunya. kemudian ada semacam kesepakatan bahwa saya untuk sementara akan memfungsikan DPD-DPD (dewan pimpinan daerah-red. Jadi menurut Anda sebaiknya program ini lanjut atau tidak? Kalau kita bicara masa sekarang. Saya melihat winwin solution di situ. Masih banyak daerah yang tidak mengerti aturan rumah susun. Bahkan ada yang bilang sudah mati suri. membatasi pada enabler saja juga tidak efektif. Rasanya dalam setiap musyawarah kerja DPD REI. Kalau dibeli orang kaya pasti dipakai buat supirnya untuk pegawainya dan itu biarkan saja kata Pak JK. Pertama. Kenapa ini terjadi? Karena tidak ada kepastian hukum.) REI sebagai kanwil-kanwil Kementerian Perumahan. Bagaimana masalah di daerah lain di luar DKI Jakarta? Untuk menggerakkan rusunami di daerah perlu upaya yang lebih kencang. Semua itu sebetulnya dari diskusidiskusi kami dengan Pak Jusuf Kalla. Kalau saya lihat sekarang ini mandek di jalan. Tetapi karena program ini program baru. 17 . Terakhir. ganti kebijakan. bagaimana Anda menanggapi peran Kemenpera sekarang yang sepertinya mulai mengarah menjadi penyedia (provider)? Fungsi itu bisa saja diemban. Bagaimana tanggapan Anda? Iya itu yang saya sayangkan. kebutuhan di daerah belum sekencang di DKI. Demikian juga dengan pemerintah daerah di era otonomi daerah. program ini harus dilanjutkan. Tidak ada dukungan akhirnya program ini mati suri. mau tidak mau dilanjutkan. Cuma keuntungannya bisa diatur. regulasi yang dulu dijanjikan pemerintah tidak kunjung datang akhirnya program ini tidak jalan. Mau tidak mau kebutuhannya (rusun-red. kita jangan merasa sayang atau merasa tidak boleh misalnya pihak swasta mendapat keuntungan. 20 lantai atau 30 lantai. Saya melihat dengan ketiadaan anggaran. tidak semuanya bisa efektif. Tetapi intinya. Dia bisa saja tidak suka dengan keputusan seorang menteri dan tidak menjalankannya. operasional ke daerah sangat terbatas. Sekarang setelah pengembang mau bangun. Kedua. kita dorong semua masuk dulu rusunami. peraturan perda-nya sendiri masih harus dibuat. Menurut saya. Istilahnya jadi pionir saja. Maksud saya. Bahkan dengan seorang wakil presiden pun dia berani tidak menjalankan perintah beliau karena merasa dia dipilih rakyat di daerahnya. Saya melihat. Oleh karena itu. Kenyataannya itu bisa terjadi. Kita banyak bicara. meneruskan dan memperbaikinya karena sangat perlu.) akan dirasakan.Edisi 3 . Lalu apa saran Anda terhadap Gubernur DKI yang baru agar program rusunami dapat berlanjut dan bisa diterapkan di lapangan? Kita berharap supaya beliau mau menengok kembali kebijakan yang diterapkan Pak Sutiyoso. Menurut saya yang lebih liberal lagi itu pendapat Pak JK. waktu dia beli mungkin hidupnya tidak seperti sekarang. pada umumnya saya datang. waktu saya tanya pada beberapa orang. Tapi bagaimana rakyat harus dibiasakan membuat rumah 2 lantai 3 lantai supaya secara kultural mereka terbiasa hidup di rumah susun. Jadi upaya kita bagaimana semua program kementerian itu di dukung juga oleh swasta. Kalau kita ingin swasta mau masuk rusunami maka kita juga harus bisa mendorong mereka. sumber foto: fnd Banyak yang kemudian bilang rusunami itu akhirnya salah sasaran? Kadang-kadang salah sasaran itu istilah manis yang nggak jelas maknanya. Karena itu kemudian Anda dekat dengan pengembang karena mau membujuk mereka bangun Rusunami? Saya memang harus mendekati pengembang. Tidak bisa sekaligus seluruh aturan dibikin. Hal itu karena setiap ganti menteri. Terpaksa kalau masyarakat belum bergerak ke situ. Ini cuma masalah waktu saja.) saya minta saya mau datang asal teman-teman mengundang seluruh bupatibupati di ibukota propinsi untuk rapat kerja. Itu karena kebutuhan kawasan perkotaan. tergantung pada pasar (fnd). itu kalau terpaksa saja. ganti prioritas. Hanya sebagai pendorong tadi.

com entosa Worldwide Resort menghadirkan kembali proyek terbaru di kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat dengan nama Sentosa Residence Jakarta.7 Ha. 1 JAKARTA INDONESIA t.LUXURY LIVING. Kehadiran proyek ini merupakan kerja sama strategis Sentosa Worldwide Resort dengan Bahama Group. HOLIDAY STYLE. Total jumlah unit apartemen Sentosa Residence Jakarta adalah 687 unit. +62 21 42 887 000 www. +62 21 42 888 000 f. S LUXURY LIVING HOLIDAY STYLE JAKARTA NOW SELLING HEAD OFFICE JL.sentosajakarta. Sentosa Residence Jakarta akan mencakup tujuh menara terintegrasi yang terdiri dari lima menara apartemen. CEMPAKA PUTIH RAYA NO. pada lahan seluas 2. AMPERA RAYA NO. 62 SITE OFFICE JL. satu serviced residence dan satu menara perkantoran. 18 .

”Program ini merupakan terobos­ an yang sangat baik bagi masyarakat menengah ke bawah untuk tinggal di rumah yang relatif dekat dengan tempat kerjanya. Lebih jauh Himawan mengutarakan bahwa. Untuk itu. ditetapkan kriteria-kriteria terten­ tu agar peruntukanya tepat sasaran. di lahan milik Perumnas Pulogebang Jakarta Timur. terlihat a­ ngin segar terkait pengembangan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan lebih banyak tower rusunami di Jakarta. juga pena­ taan kawasan kumuh dan padat di tanah Perumnas. Tower A4 dan A5 rusunami Bandar Kemayoran ini akan menyediakan 512 unit hunian yang dijual dengan harga khusus. Hutama Karya (Persero). Kementerian Perumahan Rakyat. Mengingat kawasan ini sangat strategis dan dilengkapi dengan fasilitas memadai dan akan dijual dengan harga dibawah ketetapan pemerintah. Program Rusunami dapat terwujud apabila ada kerjasama antara Perum Perumnas dan Pemprov DKI Jakarta dalam penyediakan lahan baik milik Pemda maupun milik Perumnas. Perjalanan pro­ gram 1. Pembangunan rusun oleh Perumnas ini merupakan kelanjutan dari program yang pernah diusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta mengenai program pembangunan 200 tower di atas lahan Perumnas.” imbuhnya. Program ini juga dapat bergulir untuk membangun Tower berikutnya. Pemprov DKI Jakarta dan PT. Proyek ini dikonsep sebagai Central Bussines District (CBD) baru di wilayah timur Jakarta. Yudhoyono. secara berkesinambungan.000 Tower Rusun. Saat ini di tanah tersebut.Edisi 3 . Perumnas dia­ manatkan untuk membangun rumah murah yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini didu­ kung oleh Kementerian BUMN melalui program PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) BUMN. Himawan menambahkan. Direktur Utama Perumnas menyata­ kan program pembangunan Rusunami Tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran ini terwujud dari sinergi Kemente­ rian BUMN. program 200 tower dapat dikerjakan dalam jangka waktu 3 sampai 4 tahun dengan total 80 ribu unit hunian atau 320 ribu jiwa dapat dirumahkan. Tentunya akan mendapat tanggapan pasar yang tinggi. Saat pertama kali program ini dicanangkan oleh Jusuf Kalla dan kemudian diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang. Dan tak semuanya dijual pada masyarakat karena sebanyak 122 akan dijadikan unit yang disewakan sebagai subsidi silang pengelolaan rusun setelah beropera­ si.000 Tower J sumber foto-foto: perumnas elang 6 tahun Program 1. Perumnas Hidupkan Kembali Program 1. “Percepatan 19 . Himawan Arief. Pertengah­ an Maret lalu. telah berdiri Sentra Timur Residence yang dalam pembangunannya Perumnas berko­ laborasi dengan (PT Bakrie Pangripta Loka ) Bakrieland Development. Ditengah mati surinya pembangunan rusunami ternya­ ta ruang untuk hunian bagi masyarakat kecil di kota masih terakomodir walau jumlahnya terbatas. Perjalanannya sedari tahun 1974 saat pertama kali didirikan. Jakarta Pusat. Sinergi Perumnas Sebagai BUMN yang bergerak pada bidang properti. peremajaan rumah susun tua dan pemanfaatan lahan Perumnas yang banyak dihuni para penggarap.Maret 2013 Bersinergi dengan Berbagai Pihak. Unit-unit tersebut memiliki 1 kamar tidur dan 1 ruang keluarga serta kamar mandi. Perumnas merupakan lokomotif pembangunan perumah­ an untuk masyarakat Indonesia.000 Tower ini tak lepas dari peran Perumnas. Perum Perumnas melakukan prosesi ground­ breaking atas pembangunan rusunami tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran. Selain program kawasan baru.

Kondisi terkini pembangunan proyek Sentra Timur ini terfokus pada Sentra Timur Residence tahap II yang terbagi atas 3 menara yaitu Orange Tower. Selain membangun 20 tower Rusunami di Cengkareng. Orange Tower yang memiliki 20 lantai dengan 390 unit hunian sudah terjual habis. dan Yellow tower (20 lantai. Green Tower (20 lantai 428 unit). Sebelumnya. Selain Pulogebang.393 unit. Sentra Timur ini merupakan kawasan yang prospektif mengingat lokasi yang sangat strate­ gis di pinggir Tol JORR. Perumnas juga akan membangun puluhan tower Rusunami di Pondok Kopi. Perumnas ten­ tunya akan mempercepat pembangunan hunian vertikal. Ruby Tower. Saat ini kita minta izin perubahan peruntukannya saja.” terang Himawan. 431 unit) dengan total keseluruhan unit sebanyak 1. Topping off yang dilakukan pada awal April lalu tersebut menandakan proyek ini akan segera melaku­ kan serah-terima kunci yang dijadwalkan pada Desember 2013. dukungan pemerintah daerah juga merupakan bagian yang tak terpisahkan. Sedangkan Tosca Tower akan siap diluncur­ kan pada Mei 2013 mendatang. berdampingan dengan terminal terpadu Sentra Timur Pulo Gebang didukung sarana Bus Way koridor 11.600 jiwa. Ke depan di kawasan ini Perumnas berencana mem­ bangun 20 tower rusunami. pemerintah provinsi DKI Jakarta akan lebih memberikan ru­ ang kemudahan terkait hunian bagi masyarakat berpenghasilan ren­ dah. Bahkan juga diharapkan da­ pat merubah wajah kota menjadi lebih baik dengan memindahkan masyarakat yang berada di ka­ wasan kumuh dan padat ke rusu­ nami (aan). Dan beberapa waktu lalu baru saja dilakukan topping off Tower 4. dan Tosca Tower. sehingga mengurangi beban mobilitas. 534 unit).900 unit hunian atau setara dengan meru­ mahkan 35. 20 sumber foto: perumnas . peresmi­ annya langsung dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. dan Stasiun Kereta Api Cakung.000 Tower. di Cengkareng Perumnas juga mengembangkan rusunami dengan nama CityPark yang berkolaborasi dengan PT Reka Rumanda Agung Abadi. Melalui konsep sinergi ini. Diharap­ kan di era Jokowi ini. Di tempat ini. Perumnas juga akan merevi­ talisasi rusunami tua yang sudah dihuni puluhan tahun.” jelas Himawan.Laporan Utama pengembangan Sentra Timur Super Blok ini bertujuan un­ tuk membuat kawasan bisnis baru di Jakarta Timur yang dilengkapi dengan hunian dan berbagai pembangunan highrise building untuk menarik konsentrasi bisnis ke arah timur Jakarta. Proyek ini berdiri di kawasan Bumi Indah Cengkareng mi­ lik Perumnas. Jakarta Timur. “Proyek ini akan jalan tahun ini. akti­ fitas di pusat Jakarta. Di CityPark ini telah terbangun 3 ribu unit rusunami dan sudah beroperasi sejak 2009 lalu. Bakrieland dan Perumnas juga sukses menjual 3 tower di tahun 2008 di Sentra Timur Residence Tahap I yang terdiri dari Grey Tower (24 lantai. Kita punya kawasan 400 hektar di Bumi Cengkareng dan kita akan bangun 20 tower untuk dihuni warga. Sedangkan untuk Ruby Tower telah diluncurkan pada Desember 2012 lalu dengan penjualan mencapai 70 persen hingga saat ini. Selain bagian dari program pembangunan 1. Konsep rusun ini memin­ dahkan masyarakat yang berada di kawasan kumuh dan padat. Selain itu. Rencananya di Sentra Timur Residence akan dibangun 17 Tower atau lebih kurang 8. juga merupakan bagian dari program 200 Tower yang digagas Perum Perumnas kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta yang sudah diusulkan kepada Gubernur DKI Joko Widodo beberapa waktu yang lalu.

000 Tower 5 April 2007 .000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 PT. REKA RUMANDA AGUNG ABADI Program 1.Maret 2013 Program 1.5 April 2013 Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 PT.Sukseskan Edisi 3 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. Primaland Internusa 21 Sukseskan .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.

4 November 1958 ini menceritakan bagaimana komitmen REI untuk tetap ingin membantu pemerintah menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan. Cakra Sarana Persada. Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra.000 Tower sejak dicanangkan oleh Presiden RI tahun 2007 lalu nyaris mati suri. Kalau harga usulan pengembang diterima maka bisa berjalan lagi. Kepada HUD Magazines. bagaimana dengan target REI? Kami yakin program rusunami 1. kebutuhan terhadap rusun sangat besar dan dapat membantu mengurangi backlog perumahan. Padahal.) misalnya belum disesuaikan. Lukas Sartono (Direktur Utama PT. Berikut petikannya. 22 . Kita yakin kok. Sanggar Hurip). Setyo Maharso. Nah sekarang harga memang sudah dinaikan jadi Rp. sejak tahun 2007 hingga sekarang. Termasuk saya tegaskan lagi REI tetap komit untuk membangun rusunami tentu dengan regulasi yang jelas dan mendukung. adalah salah satu rusunami pelopor. Tetapi tentu ada yang salah. swasta pasti juga tidak mau.216 juta. pasarnya besar.5 yang menurut teman-teman jelas tidak menarik. yang digawangi PT. REI sudah banyak menyampaikan usulan baik lisan maupun tertulis agar program ini betul-betul berjalan dan dinikmati masyarakat. menjadi menarik untuk mengetahui pandangan pemangku kepentingan tentang pelaksanaan program 1. yang saya dengar dari rekanrekan. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. tetapi kan tetap tidak bisa eksekusi (bangun-red). Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) 2010-2013. kembali. REI selama ini selalu di depan. Jika regulasi yang ada mendukung.. Mereka mau mengerjakannya. mereka tetap komit untuk itu.000 Tower Perjalanan program 1. Presiden Direktur Bahama Development. tidak ada gebrakan. Soal KLB (Koefisien Lantai Bangun­ an-red. Selama belum. Anggota kami sebagian besar kan terlibat membangun rumah bersubsidi program pemerintah. Dan itu saya rasa dirasakan oleh semua pengembang yang awalnya mau membangun rusunami. Lalu aturan lainnya. Program 1. agar secara bisnis kami tidak dirugikan dan kami punya tanggung jawab untuk membantu pemerintah. Kami sudah membangun lebih dari 3 juta unit rumah bersubsidi. miliknya.000 tower akan rampung 2 tahun yang akan datang. khusus untuk rumah tapak sejahtera. Itulah yang harus diperbaiki. di DKI Jakarta hanya terbangun 79 menara dari target awal 258 menara atau sebanyak 32 proyek. Terkait hal tersebut. Untuk Jakarta sumber foto: dok pribadi misalnya. Bally Saputra Datuk Jano Sati (CEO Riyadh Group Indonesia. mari kita carikan jalan keluar bersama-sama kalau ingin program ini berlanjut. yaitu Setyo Maharso. Kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuat pengembang kebingungan sendiri. Itu sudah kami buktikan dengan banyaknya pengembang yang membangun apartemen milik begitu rusunami ini tidak jalan. Berikut petikan wawancara dengan beberapa nara sumber. Tidak ada insentif buat pengembang rusunami. Pandangan Pemangku Kepentingan K “Program Rusunami Bisa Jalan Lagi Asalkan….” Bukan berarti untuk rusunami REI juga sudah kibarkan ben­ dera Putih? Waktu dulu HUT REI ke 40 di Manado kami katakan kalau masalah rumah sejahtera susun ibaratnya pengembang sudah angkat ben­ dera putih atau menyerah. Sehingga. tentu Setyo mengerti benar dan jelas geram dengan berbagai langkah yang tidak pro bisnis yang kemudian diterapkan oleh pemerintah DKI Jakarta semasa gubenur Fauzi Bowo. Bagaimana tanggap­ an Anda?Apakah anggota REI juga sudah tidak berminat lagi membangunnya? Saya rasa teman-teman tetap komit untuk itu. Proyek rusunami ”East Park” di Jakarta Timur. PPN (pajak pertambahan nilai-red.000 Tower.) misalnya di DKI Jakarta masih aturan lama maksimal 3. regulasi yang lama dapat dikembalikan oleh Gubernur Jokowi sekarang. Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013).Laporan Utama tentang Program 1.000 Tower yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2007 silam belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Belum lagi di luar Jakarta. Program ini sejak awal mendapat dukungan REI. Tidak mungkin pengembang masuk. Data terbaru menunjukkan. Jadi kalau pembangunannya tidak jalan di lapangan bukan berarti pengembang tidak berminat. pria kelahiran Semarang. REI itu dengan pemerintah adalah mitra. Tentu sebagai pebisnis kami harus berpikir ulang. Tetapi kan REI tetap komit akan janjinya membantu program Pemerintah? Iya pasti. tapi rugi. kembalikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang pernah diberikan pada zaman Gubernur DKI Sutiyoso menjadi 6. Ketua Umum DPP REI 2010-2013 etua Umum DPP REI ini boleh dikatakan adalah salah satu pelopor sekaligus merasakan sendiri bagaimana tidak kondusifnya berbagai aturan yang diterapkan pemerintah terkait program 1. Reddy Hartadji (Chief Executive Officer/CEO Bahama Group.000 Tower di lapangan dan peluangnya ke depan. Tentu karena kami pebisnis kacamatanya adalah bagaimana supaya regulasi­ nya juga menguntungkan bagi kami pengembang. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013). Dengan catatan. Sampai saat ini.

sumber foto: dok pribadi Bagaimana dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait rusunami? Justru kalau boleh dikatakan. Bukan hanya sosialisasi. Ia juga mengaku korban bujukan.5 atau 5 itu berjalan atau tidak. Misalnya. Nah lahan ini harus ada satu kerja sama yang baik antara pengembang dan tanah-tanah di DKI. Reddy Hartadji bangkit kembali melalui usaha impor anggur. sekarang dengan Rp. demikian nama proyek rusunaminya. dibalik perjalanan 6 tahun program 1. Bahwa dengan KLB 3. Ada satu proses evaluasi dari sisi suplai. kemudian ada sebagian untuk dijadikan stadion atau untuk lapangan apa yang sosial tapi yang 6 hektar dijadikan rusunami. Yang dulu berubah-berubah (aturannya). proyek kerjasama dengan almamaternya. BUMN-nya mau apa nggak?.Edisi 3 .Maret 2013 Reddy Hartadji. Menteng Square. masalah lahan pemprov DKI harus turun tangan. disela-sela kesibukannya. Harapan Anda mengenai program rusunami? Yang punya kewenangan mengenai KLB (Koefisien Luas Bangunan) itu adalah di DKI.2 juta bagaimana bisa bangunnya. tapi kita jangan bicara untung dulu lah.000 to­ wer sejak diluncurkan tahun 2007 silam? Ya sebenarnya begini dari 2007 atau enam tahun terakhir ini kan istilahnya rusunami adalah proyek pasang surut. Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 “Evaluasi Menyeluruh Program Rusunami” S empat terpuruk akibat tergiur bisnis perkebunan. Bagaimana dengan permintaan rusunami? Banyak.000 menara ia banyak terlibat sejak awal. ya ditingkatkan. Menara Cawang. dan beberapa kondotel. Dan ketika ditanya apakah mau membangun rusunami lagi. tinggal ketersediaan lahan. kalau itu tidak didasari oleh studi juga nggak ada gunanya. Presiden Direktur Bahama Development. Tapi perlu edukasi. tapi evaluasi bahwa harus ada satu titik rumah susun itu layak atau bahwa itu adalah alternatif yang baik. kita menganggap bahwa proses ini harus dijadikan suatu proses belajar. Tapi. dari sisi harga. Tidak bisa dengan keputusan menteri. daerah kumuh sekarang ada 13 hektar atau 20 hektar. Harus di evaluasi lima tahun terakhir ini apakah yang KLB 3. Berikut pe­ tikan wawancaranya. Apa penyebab mandek-nya program 1. seperti Sea Sentosa di Pulau Dewata. Nah. perlu pendidikan dan perlu tahapan.000 tower itu sifatnya hanya pencanangan. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1. tanahnya harus berapa.2 juta itu. IPB. simbolik. Hipotesanya benar apa nggak? Kalau hipotesanya itu bahwa ini bisa ditingkatkan.Kita harus sepakat dulu ini harus dievaluasi semua jangan sampai salah-salahan. Dulu.5 atau yang dulu itu kumuh apa nggak. rusunami yang ada sekarang di evaluasi terlebih dahulu. sebelum akhirnya mendapatkan sejumlah momentum terbaik di dunia properti. Di tarik ke belakang. Bagaimana menggairahkan kembali pengembang untuk membangun rusunami? Kalau pengembang kan very simple bahwa kembali lagi pengembang itu bisa bangun. Bisa dijual Rp. Proyek ini berhasil kalau ada titik temu (antara) suplai dan demand.  Ia-lah pengusaha dibalik sukses proyek Botani Square. Di kelas hunian jangkung bagi MBR. Itu lebih penting. Sebut saja Latumenten. dari sisi pengembang. CEO Bahama Group.2 juta itu kan. REI merekomendasikan tidak lebih dari Rp. kemudian bisa jualan dan bisa bangun. Itu baru di titik berhasil. Dalam hal ini pengembang/deve­ loper (pemda DKI) dan sebagainya. Itu tidak Rp.000 Tower? Kembali lagi 1. Tidak hanya suplai saja dan tidak hanya demand-nya saja. pria bertubuh tambun ini menceritakan banyak masukan soal program populis bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan ini. Menara Kebun Jeruk. Nah. Begitu sajalah.). Saya kira dengan harga Rp.Ia hanya menjawab pendek.2 juta per meter kalau itu full residence. Dari sisi konsumennya pun harus ada suatu proses belajar. Reddy adalah pelopornya. Walaupun dia mengaku babak belur tetapi ia selalu bersyukur. Nah. Sebenarnya kalau bicara rusunami itu adalah alat untuk menyelesaikan daerah kumuh.1 juta harganya kan. Berarti ujungnya adalah kita harus mendapatkan tanah yang Rp. pelan tapi pasti benderanya kian berkibar kencang. 23 . Kini dibawah grup Bahama. selalu ada hikmah dibalik itu. Kita semua kalau ingin memajukan rusunami. Sekarang kalau tanah nggak bisa dapat Rp. Dan orang-orang ini tidak tergusur karena akan tinggal di rusunami. Ini kan sebenarnya dari rumah tapak (landed) ke rumah susun (vertical) kan perlu perubahan gaya hidup. Tanggapan Anda mengenai penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Coba itu dievaluasi. Sekarang aturannya sudah ada. “Tinggal tunggu Gubenur. Tanyakanlah kepada BUMN. siapa yang punya tanah Rp. Proses belajar ini tidak hanya kepada suplai (penawaran red. yang paling siap itu DKI Jakarta.1 juta. Entah siapa yang membujuk dia. Reddy juga memiliki setumpuk portofolio di proyek residensial sampai hunian jangkung.216 juta itu sudah cukup bagus. Pak Foke dengan KLB 6 ditakutkan akan ada daerah-daerah kumuh di rumah susun karena ketinggian.2 juta per meter. Artinya. Sudah ada rumusnya”. Karena itu.

Riyadh Group Indonesia melalui anak usahanya PT Graha Rayhan Tri Putra menggarap Pancoran Riverside.Malahan jalannya mundur ke belakang. sehingga kami masuk pasar komersial juga. Melalui Keppres bisa kan tinggal menindaklanjuti memperbarui Keppres yang ada mengenai harga jual dan semua. Itulah yang dialami dan tengah dirintis Riyadh Group Indonesia. Itu semua di bawah instansi presiden. yang meliputi 3. pengembang ini  menorehkan jejak ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. sumber foto: dok pribadi Anda melihat ke depan apakah ada ti­ tik terang program rusunami kembali berjalan? Sampai saat ini gelap.Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra. Kita kan swasta. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 S “Program Rusunami Mundur. Tidak ada satupun yang jalan. Soal keseluruhan aturan. perizinan yang sulit. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1. rencananya akan diba­ngun 7 menara apartemen dengan total 3. Di Jakarta.200 unit rusun dan sisanya apartemen komersial. dulu kan RI 1 langsung ditindaklanjuti RI 2 kan Pak Jusuf Kalla. biaya tinggi dan harga patokan rusunami? Karena nggak ada regulasi yang dibikin pemerintah. untuk sementara rusunami stop dulu. Justru dengan (tinggal) di rumah susun sosialisasi lebih terarah de­ ngan baik karena tinggal berde­ katan. kecuali Presiden dalam beberapa bulan ini terbuka matanya. punya fasilitas umum. tidak hanya Menpera.). Jadi.600 unit. Kuncinya. memang sama sekali tidak ada keseriusan peme­ rintah dalam hal pembangunan rumah susun milik di Indonesia. ebuah pencapaian.” kata Bally Saputra Datuk Jano Sati. swasta nyari yang menguntungkan karena program rumah murah ini kan program pemerintah. Kalau nggak ada untung ngapain kita kerjain. tetapi kondisi pasar dan masyarakat minta kuali­ tasnya ditingkatkan. Ini untuk jangka panjang demand-nya sangat besar sekali. Menurut Anda bagaimana penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Itu sudah lama usulannya. Jakarta Selatan. Tidak hanya soal perijinan. Kita harapkan buka mata dan buka hati untuk Presiden bagi program rusunami. tapi nanti bisa dibangun rumah susun baik sewa maupun milik. keseriusan Presiden untuk memulai lagi (program rusunami). Harapan Anda terhadap program rusunami? Harapan saya Presiden turun tangan. Ini karena tidak adanya peran serta atau keseriusan dari pemerintah untuk mendukung terjadinya pembangunan rusunami ini baik dari Menpera maupun dari presiden sendiri. Bukan lagi Jalan di Tempat” Bagaimana Anda melihat permintaan rusunami? Sangat tinggi sekali. Dulu udah oke masih Pak JK (Jusuf Kalla red. termasuk harga jual. BUMN diambil tanahnya dibayar seharga Rp.Kalau orang kaya saja dipikirin pemerintah. Kalau hanya mengandalkan pasar. Di atas lahan seluas 5 Ha. Jangan dibebankan ke swasta.Laporan Utama Bally Saputra Datuk Jano Sati Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia. fasilitas olah raga sehingga lebih bagus sosialisasinya daripada tinggal di landed (rumah tapak-red. Sejatinya ini adalah proyek apartemen sederhana atau yang dikenal sebagai rusunami.000 To­ wer sejak diluncurkan Tahun 2007 silam? Masih jalan di tempat. Jenis properti yang digarap pun semakin beragam. terutama Presiden harus turun tangan bahwa ketersediaan lahan di Indonesia akan semakin berkurang. Pendapat Anda mengenai bebagai kendala seperti regulasi. Tapi kalau masih sibuk dengan yang lain-lain masih belum bisa. Apalagi ada beberapa yang sudah berdiri dan orang sudah merasakan manfaatnya tinggal dan hidup di rumah susun dan apartemen. tak hanya perumah­ an  tapak juga hunian vertikal dan beberapa ruang komersial. pengembang “urang awak” yang membangun apartemen Pancoran Riverside dengan jargon “Apartemen for Rakyat” itu. Usai menancapkan taji di kota Padang dan beberapa daerah di Sumatera Barat. tapi tidak bisa ditindaklanjuti karena peran presiden nggak jalan. Di Indonesia untuk masyarakat bawah tidak dipikirkan oleh pemerintah.). Tetapi di te­ ngah jalan perseroan harus berputar haluan.  Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia Berikut petikan wawancara dengan Bally Saputra. Saat ini sudah tidak ada lagi pembangunan rusunami? Sudah nggak ada lagi. Dan siapa bilang hidup dirumah susun orang tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. 24 . Jadi. Apa solusi agar pembangunan rusu­ nami kembali bergairah? Bukan hanya Kemenpera yang turun tangan. harus ada keseriusan dari pejabat yang lebih tinggi dari Menpera. Terobosan langsung dari Presiden? Ya. Kalau tanpa ada campur tangan Presiden jangan harap rusunami bisa bergerak lagi. bukan jalan di tempat lagi. masuk ke segmen apartemen menengah de­ ngan harga Rp 250-600 juta/unit. terbuka hatinya baru bisa terang lagi cahaya rusunami. Jadi kita kerjain yang low cost apartemen saja.2 juta per meter. insentif pemerintah itu nggak ada yang jalan semua. Jadi. Portofolio vertikal perdananya itu berlokasi di kawasan Kalibata. minimal Presiden karena Menpera sendiri nanti nggak disetujui sama Menteri Keu­ angan. ”Semula seluruh unit dijadikan rusunami.

dari kementerian itu satu step posisinya selalu terlambat. Sanggar Hurip Estate. Nggak akan mungkin turun.Jadi ini bagaimana? Maksud saya begini. “Apartemen ini menunjang kebutuhan akan hunian di wilayah Bandung Timur yang sangat besar yaitu hunian dengan fasilitas lengkap serta dekat dengan pusat keramaian/kota. Ini yang kita lihat sangat terlambat. Ini yang harus dikejar oleh orang yang benar-benar ingin tepat sasaran sebab masyarakat ini bisa hidup ditatanan modern. Direktur Utama PT. Karena itu kami sangat bersemangat membangunnya. di samping itu harga terjangkau untuk masyarakat. Kepada HUD Magazines.000 Tower.Maret 2013 B “Kementerian Satu Step Selalu Terlambat” gori bersubsidi konsumen tetap tidak bisa akses. rusun itu kan ada FLPP-nya yang digulirkan pemerintah yang disalurkan oleh perbankan. Sekarang. Bagaimana Anda melihat masa depan program ini? Harusnya kalau program untuk rakyat nggak boleh berhenti. apapun keputusan dari kementerian itu satu step (langkah-red. Tetap bisa direalisasi. Lukas Sartono. Perseroan telah memiliki beragam portfolio pengembangan properti dari berbagai segmen. Artinya perlu revisi regulasi ? Regulasinya awalnya sudah bagus. sang pelopor Rusunami di Ka. Sayangnya akibat berbagai regulasi yang tidak mendukung proyek yang semula khusus untuk MBR dengan kepemilikan melalui KPR FLPP terpaksa harus disesuaikan dengan mekanisme pasar. Misalnya harga rusun itu dievaluasi.). Tanggapan Anda mengenai sulitnya mencari lahan? Dari kementerian banyak memberikan solusi. terutama dukungannya. PT Sanggar Hurip adalah salah satu pengembang terkemuka di Bandung.000 to­ wer sejak di­ luncurkan tahun 2007 silam? Sejak program 1. Direktur Utama PT Sanggar Hurip.sumber foto: dok pribadi wasan Bandung ini mengeluhkan berbagai hal. Dulu ada aturan yang bagus.Soekarno Hatta  juga termasuk dalam kawasan pengembangan kota Satelit Gede Bage yang mempunya prospek luar biasa bagus untuk segi ekonomi dan sosial bagi masyarakat Bandung karena letaknya berdekatan dengan Stadion Utama Sepak Bola Gede Bage (stadion olah raga bertaraf internasional). Perumahan Cisaranten Indah. juga harus mengeluarkan insentif yang konkrit bukan hanya diatas kertas. Pada tahun 2009. Lukas Sartono. Ijin-ijin memang harus dimudahkan ka­ rena ini kan untuk MBR. Kalau tanah menurut saya kalau di Jakarta agak ke pinggir. tapi bukan artinya tidak bisa di realisasikan. Kedua. Cuma kita harapkan juga dukungan dari pemerintah semakin lama semakin so­ lid. Itu kan penting sekali sehingga siapapun akan tertarik untuk menyukseskan program ini.” cetusnya. kita harus memodernisasi hunian terhadap MBR ini. Contohnya pada saat kita mengajukan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Komprehensif dukungan. Jawa Barat.Soekarno Hatta” sebagai proyek rumah susun milik pertama di Bandung. Bagaimana Anda melihat perkem­ bangan program 1. saat ini dirasa kurang. Kita juga minta wujud nyata dukungannya. program rusunami 1. Kalau istilah turun atau berkurang itu nggak mungkin karena demand akan semakin banyak. agak ke tengah kota. kenyataannya di daerah insentif tidak ada sama sekali. (fnd) Lukas Sartono. Sasaran pemerintah juga sa­ ngat bagus. di mana pun kesulitan toh nantinya akan ada. Kalau di daerah. bagaimana prospek pemba­ ngunan rusunami? Betul. dan masih banyak lagi. Pasti tinggi demand-nya. Persoalan pembiayaan memang disini sangat harus diperhatikan. Menurut saya. Tetapi sekarang aturan yang bagus itu dirubah lagi jadi setiap tahun pemerintah harus revisi harga. Petikannya. Harapan terhadap program ini? Ini kan program pemerintah jadi nggak ada istilahnya untuk berhenti. Di mana lahan pemerintah yang bisa diaktifkan. Dengan permintaan yang tinggi. tapi harus komprehensif.Sekarang harga rusun walaupun masuk dalam kate- 25 . Apalagi Apartemen Sanggar Hurip .” cetus Lukas. Yang jadi masalah dukungannya. Seharusnya mendapat dukungan yang benar-benar penuh.)posisinya selalu terlambat. kualitas pengembangnya juga. Itu masih dimungkinkan. cukup hanya melihat pokok kre­ ditnya masuk FLPP atau tidak. Dari evaluasi sampai keluar itu kan butuh waktu paling nggak setengah tahun sampai setahun.000 Tower”. Demand nggak akan bisa berku­ rang se­ iring dengan perkembangan kota.000 Tower ini. Jadilah kemudian “Apartemen Sanggar Hurip . PT. Buat saya yang lebih penting bukan dari tanahnya. Sekarang. pemerintah tidak perlu harus merevisi harga. keberpihakan dulunya sangat memperhatikan sekali kesulitan-kesulitan pengembang untuk menggolkan 1.000 Tower ini dijalankan pertama kali. kemudahan dalam hal pembiayaan. adalah lakon dibalik kesuksesan perusahaan. Dan pada saat keluar harga itu sudah nggak bisa cocok lagi dan sudah harus naik lagi. Di samping konsumen juga susah mau ambil KPR FLPP. Saat ini yang saya tahu FLPP itu sangat sulit untuk dimohonkan. Misalnya dalam hal menda­ patkan izin. Tapi. Pemerintah harus pro (mendukungred. Sehingga tidak menarik lagi.000 tower yang digulirkan sejak 2007 silam mengalami mati suri. khusus untuk rumah susun apalagi. Akibatnya. “Soal harga. Sanggar Hurip erdiri sejak tahun 1980. terasa sangat jauh berbeda. Sanggar Hurip mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk ikut serta dalam menyukseskan “Program 1. Perumahan Margahayu Permai. antara lain Kompleks Ruko di Tegalega. Perumahan Cihanjuang Estate.Edisi 3 . Perlu diperhatikan pengembangpengembang yang serius dalam hal penyuksesan 1.

Siasati Bangunan Sebenarnya banyak cara agar program merumahkan MBR khususnya yang berada di tengah kota mendapatkan hunian yang layak. Sayang. program rusunami yang semula diperuntukkan bagi masyarakat bawah justru bergeser membidik pasar kalangan yang tak semestinya. Rencananya kita akan melakukan prosesi topping off dalam waktu dekat ini. Hal ini memang banyak terjadi dalam penjualan rusunami. Berbagai urusan kredit yang membelit masyarakat bawah dalam proses kepemilikan rusunami justru menjadi celah bagi masyarakat menengah atas dalam memperoleh rusunami yang ditujukan untuk tujuan investasi. bunga kepada penyandang dana talang­ an. tingginya minat masyarakat bawah untuk menyicil atau mengangsur kredit hunian tanpa memperhitungkan suku bunga kredit. hanya sekitar dua hingga tiga calon pembeli rusunami masyarakat bawah yang lolos verifikasi. pengembang rusunami Delta Cakung. karena potensi sewanya memang ada dan juga besar. dengan konsepnya yang sederhana ini. masyarakat bawah dapat memiliki rusunami dengan syarat membayar 4 komponen. tak memerlukan lift untuk mengangkut penghuni rusunami ke lantai-lantai atas. Endang Kawidjaja menceri­ takan. Faktor verifikasi perbankan selalu menjadi ganjalan MBR tidak lolos uji kelayakan sebagai syarat memiliki hunian. 26 . Salah satu solusi ditawarkan oleh Endang Kawidjaja. “Dengan bentuk desain interior demikian. Bahkan untuk tujuan lain. Rusunami Delta Cakung tidak dikembangkan dalam ketinggian kebanyakan rusunami. Ironisnya. investor tentunya akan lari karena bentuknya kurang menarik. pemerintah juga berjanji akan memasilitasi kepemilikan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). di antaranya uang muka. Namun dalam perjalanannya setelah adanya subsidi fasilitas lift barulah dioperasikan lift. ternyata ada hal lain yang patut jadi pemikiran baru agar konsep rusunami ini tepat sasaran. Delta Pinang Mas/ Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Rumah Susun DPP APERSI 2010 – 2013 Agar Tak Salah Sasaran. umpama pekerja katakanlah Jamsostek. Selanjutnya dengan ketinggian yang minim ini. tingginya hanya 6 lantai yang terdiri dari 2 tower dengan total unit sebanyak 520.Laporan Utama Endang Kawijaya. terkait kedalaman pondasi bangunan yang tentunya akan mengurangi biaya pembangunan. Idenya berangkat dari kenyataan bahwa dari sepuluh calon pembeli rusunami dari masyarakat bawah. konsep ini hanya sebatas ucapan saja tak sesuai harapan dan tak berjalan. ketimbang membeli secara tunai. Pada tahun ketiga sewa-beli. karena dari sisi perawatan tentunya akan lebih mudah dan juga mengurangi biaya tinggi. Ini menunjukkan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat bawah sebagai pengguna langsung masih sangat bergantung pada fasilitas pembiayaan kredit yang diharapkan dapat lebih berpihak pada MBR. Untuk itu. kemudian disewakan kembali dengan tujuan agar imbal hasilnya dapat melebihi keuntungan deposito. Dia menjelaskan dalam urusan ini ada jalan keluar lain bagi masyarakat bawah untuk memiliki rusunami. dan selama itu masyarakat bawah dapat menyelesaikan proses perbankan. Namun ini tak mengurangi estetika ruangan. Sewa-Beli Bisa Jadi Solusi D sumber foto: dok. Rusunami yang dibeli oleh kalangan mene­ ngah atas pun disewakan dengan nilai yang berlipat-lipat dari nilai kredit. investor rusunami juga kerap memindahtangankan kepemilikan unit dengan harga jual setara apartemen menengah atas. Direktur Utama PT.” tegas Endang (aan). Ini dilakukan untuk mengurangi beban bangunan. serta biaya charge dan biaya administrasi selama sistem sewa-beli ini berlangsung.5 juta Rupiah/bulan. Endang mengatakan sebagian besar masyarakat bawah bia­ sanya tidak lolos verifikasi perbankan karena berbagai urusan administrasi tidak terpenuhi seperti data sumber pendapatan yang mengharuskan memiliki penghasilan tidak kurang dari 4. Hampir 100 persen masyarakat menengah atas membeli unit rusunami dengan cara tunai. melalui skema sewa-beli. masyarakat bawah mengembalikan uang hasil akad untuk dikembalikan kepada penyandang dana. Maka tak heran kondisi di lapangan justru kian menyulitkan MBR untuk memiliki rumah tapak murah atau rusunami. Konsep sewa-beli dapat berlangsung selama tiga tahun. Kita pun akhirnya menggunakan fasilitas ini dengan bantuan dari Kemenpera. Padahal. Delta Pinang Mas. Tapi bagi mereka yang ingin memiliki hunian murah di tengah kota ini tak masalah. pribadi alam berbagai kesempatan pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat menyampaikan bahwa selain rumah murah tapak. Direktur Utama PT.” kata Endang. Salah satu cara yang dilakukan oleh PT Delta Pinang Mas yang merupakan pengembang rusunami Delta Cakung adalah dengan menyiasati bentuk bangunan.” jelas Endang. Instalasi air dan listrik yang dibalut pipa disusun rapi di dinding bagian atas dan samping. saat pertama kali merencanakan pembangunan rusunami ini berpatokan pada ide awalnya bahwa rusunami ini diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. “Dengan skema sewa-beli. berbagai elemen yang bisa disiasati diantaranya bangunan diminimalkan bentuk dan fungsinya. Terbukti dari 520 unit yang ada semuanya sudah terjual dan 90 persen penjualannya menggunakan FLPP. konsumen Delta Cakung. Nah. “Ini juga karena tuntutan masyarakat. Dan yang paling memangkas pengeluaran adalah dalam setiap unit rusunami tak menggunakan plafon.

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .Maret 2013 Program 1. GRAHA RAYHAN TRI PUTRA Edisi 3 .000 Tower Program 1.000 Tower 5 April 2007 .PT.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .5 April 2013 27 .5 April 2013 Sukseskan Program 1.

Saat ini. Pada tahun 2000. dan biaya yang ekonomis.Laporan Utama Program 1. kecepatan. Tulisan ini menyajikan kaji aspek teknis dan teknologis yang dimulai dari kilas balik program rusun dari sejak pertama kali secara formal diterapkan pada tahun 1974.Ir. Pada tahun 1995. Gambar 2 Rusun Terbangun Tahun 1979 – 1995 di Kota-kota Besar (Jakarta dan Palembang) Urbanisasi di Indonesia terus meningkat dengan cepat. hal ini merupakan antisipasi jauh ke depan bahwa masyarakat perkotaan akan tinggal di rumah vertikal. Sistem precast saat ini memang merupakan pilihan utama. Pada tanggal 5 April 2007. seperti terlihat pada Gambar 1.000 Tower DR. bangsa dan negara. Menjelang 6 tahun berlangsungnya program ini. padahal sampai tahun 1980 baru 22. Pembangunan dilakukan dengan mengguna­ kan suatu prototipe desain gedung 4 lantai yang dibangun dengan teknologi sistem prefab “Brecast” yang berasal dari Inggris.000 tower. Sistem precast adalah sistem yang memang mempunyai keunggulan in­ trinsik yang lebih baik dari sistem konvensional dalam hal mutu. yang didampingi oleh beberapa menteri terkait dan kepala daerah. pasang surut penerapan di lapangan. MT* Kajian Teknis dan Teknologis P rogram 1000 Tower adalah program percepatan pembangunan rumah susun untuk masyarakat ber­ penghasilan menengah bawah perkotaan yang diga­ gas Pemerintah pada masa kabinet Indonesia Bersatu jilid I. program ini terus dilanjutkan sampai saat ini. penduduk perkotaan sudah mencapai 40%. Dari aspek kebijakan. dan memberi gambar­ an ba­ gaimana seharusnya program 1. namun melihat esensi dan urgensinya ke masyarakat. regulasi khusus yang dibuat untuk mendukung pro­ gram 1.000 tower pada saat ini dilaksanakan. Palembang dan Medan. yang saat itu masih merupa­ kan teknologi impor. Salah satu persyaratan keberhasilannya adalah pemenuh­ an persyaratan teknis dan teknologis. yang secara realitas menentukan pasang-surutnya program ini. namun pada tahun itu boleh dikatakan pertama kali diterapkan di In­ donesia untuk bangunan gedung. serta masukan untuk pelaksanaan program ini ke depan. Pemerintah sudah mulai meng­ antisipasi fenomena ini dengan membuat suatu program pembangunan rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang lebih sistematis. pada pelak­ sanaannya mengalami pasang surut. juga merupakan terobosan karena menggunakan suatu proto­ tipe desain dan sistem pembangunan prefab. Dari aspek teknis dan teknologis. Momen ini adalah sangat penting. dengan Perum Pe­ 28 . dilakukan ground breaking di Rumah Susun Milik Pu­ logebang Jakarta yang dilakukan sendiri oleh Presiden. Gambar 1 Rumah Susun Sarijadi Bandung dengan Sistem Brecast Perum Perumnas melanjutkan program pembangunan rusun di kota-kota besar lain seperti di Jakarta.4% penduduk di Indonesia tinggal di daerah perkotaan. seperti terlihat pada Gambar 2 dalam ku­ run waktu 1979 – 1995. rusun-rusun itu menjadi terletak di pusat-pusat kota. Kilas Balik Aspek Teknis dan Teknologi Rumah Susun Program rumah susun secara sistematis dimulai dari sejak tahun pembangunannya di Sarijadi Bandung pada tahun 1974 oleh Perum Perumnas. karena belum ada industri konstruk­ si nasional yang menguasai teknologi ini pada bangun­ an gedung secara utuh. Teknologi yang digunakan pada u­ mumnya juga sistem prefab. karena meru­ pakan terobosan baik dari aspek kebijakan maupun dari aspek teknis dan teknologis. Hari Nugraha Nurjaman. melalui Keppres 22 Tahun 2006. karena menentukan keseimbangan antara keandalan bangunan dan harga ba­ ngunan.

dan Batam. desain dilaku­ kan secara khusus untuk tiap lokasi. Surabaya. peneliti. Program secara efektif dimulai tahun 2002. Pelaksanaan program ini dilaku­ kan dalam kondisi negara yang berubah secara drastis. 29 .Maret 2013 rumnas menjadi ujung tombaknya. namun seiring dengan kebutuhan yang semakin besar. di lokasi pembangunan rusun di Cengkareng. Pada tahun 1998. yang lalu dilanjutkan dengan penelitian dan pengembangan sistem pracetak tahan gempa oleh beberapa industri konstruksi nasional dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Per­ mukiman (Puskim) Kementerian Pekerjaan Umum. teru­ tama dalam aspek hubungan pemerintah pusat dan daerah serta metoda pengadaan barang jasa yang harus mengikuti aturan implementasi APBN. yang saat itu dijabat oleh Soeharto. terjadi perubahan be­ sar pada pihak yang menangani rusun untuk MBR.2002 Pada fase inilah pemerintah mendorong pihak industri konstruksi nasional untuk mengembangkan sistem pra­ cetak secara mandiri. seperti terlihat pada Gambar 3. Proses dimulai dari alih teknologi pada pembangunan rusun Cengkareng (1995). Gambar 4 Sistem Pracetak yang Berkembang pada Kurun Waktu 1995 – 2002 Gambar 5 Pelaksanaan Rusuna pada 2002 . maka dibuatlah prototipe desain rusunawa Kementerian Pekerjaan Umum T-24 (2006). Pada awalnya. Dari segi teknis dan teknologis. Program ini di sokong oleh beberapa pemerintah kota be­ sar seperti Jakarta. dalam menghasilkan rusun untuk MBR yang berkuali­ tas. diikuti oleh beberapa sistem lain. lewat program uji coba rumah susun di 10 kota besar di Indonesia. Pada fasa ini lah terintis suatu sinergi yang baik antara pemerintah. penemu dan indus­ tri konstruksi nasional sehingga secara teknis dan teknolo­ gis kemampuan industri konstruksi nasional berkembang Pada era reformasi yang mulai menampakkan kesta­ bilannya pada tahun 1999 – 2004. Pe­ merintah Pusat mengambil alih peran utama lewat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan lewat Kementerian Pekerjaan Umum (dengan berbagai variasi namanya). Pelaksanaan rusun pada era ini dapat dilihat pada Gambar 5. sehingga sampai tahun 2002 tersedia 6 sistem pracetak tahan gempa untuk bangunan gedung bertingkat medium. Jamsostek dan lainnya. yang saat itu sudah itu terdiri dari sistem pracetak dan sistem formwork.Edisi 3 . serta beberapa Badan Usaha Milik Negara seperti PT Pelindo.2006 Gambar 3 Pembangunan Rusun Era Tahun 1995 . paten pertama dihasilkan oleh industri kon­ struksi nasional. masing-ma­ sing menggunakan desain prototipe antara 4 – 6 lantai dan menggunakan sistem pembangunan yang lebih baik dari sistem konvensional. seperti terli­ hat pada Gambar 4. Peresmian program ini langsung dipimpin oleh Presiden. dengan kapasitas produksi massal dengan harga yang ekonomis.

misalnya direkomendasikan menggunakan sistem pem­ bangunan yang lebih baik dari konvensional. seperti sistem pracetak dan sistem formwork.Laporan Utama Pada era ini. serta estimasi biaya pembangunan­ nya untuk rusun bertingkat 8. Pada aspek material. Peraturan teknis dan teknologis ini menjadi bagian terintegrasi dari seperangkat peraturan lain dari berbagai Gambar 7 Prototipe Rusun Bertingkat Tinggi dari Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 Kementerian dan Pemerintah 1 3 30 . yang meli­ puti persyaratan keselamatan. Pada aspek konstruksi. juga merekomen­ dasikan beberapa hal yang da­ pat membuat desain bangunan menjadi ekonomis. walaupun dalam jumlah 1 blok rusun saja di berbagai daerah jauh dan terpencil seperti Jayapura. 15 dan 20 lantai seperti terli­ hat pada Gambar 7. Kementerian Pekerjaan Umum mener­ bitkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. misal­ nya direkomendasikan peng­ gunaan beton pracetak untuk dinding fasad serta beton ri­ ngan atau kalsiboard/gipsum untuk dinding partisi dalam. terbukti dapat di­ terapkan dengan harga yang tidak lebih mahal dari sistem konvensional. Pada bagian akhir. kesehatan.000 Tower dalam as­ pek persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi agar mendapatkan bangunan yang memenuhi persyaratan na­ mun ekonomis. agar secara desain lebih efisien dan peningkatan kualitas dapat dilakukan secara kontinu ber­ dasarkan desain yang standar. disusunlah proto­ tipe rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum seperti terlihat pada Gambar 6. Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. Suatu studi dari berbagai penerap­ an sistem pracetak di berbagai daerah. Pada aspek arsitektur dan Mechanical Engineering (ME) Gambar 6 Prototipe Rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum misalnya direkomendasikan pencahayaan. Berdasarkan studi dari berbagai desain dan penerapan sistem pracetak. juga disam­ paikan contoh desain bangun­ an rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi. Kedua peraturan ini. dan kemudahan. penghawaan dan kendali bau dilakukan secara alami. Nunukan dan Entikong. kenyamanan. Regulasi Khusus untuk Mendukung Program 1. selain menetap­ kan persyaratan keandalan bangunan gedung.000 Tower Untuk mendukung program 1. sistem pracetak tetap menjadi andalan implementasi program.

fasilitas dalam bidang perpa­ jakan dan lain-lain. Pengembang minta harga disesuai­ kan. Program ini mulai menghadapi cobaan berat pada akhir 2007 dan awal 2008.000.000 tower dengan penghuni yang tidak masuk kategori MBR. seluruh asumsi dasar per­ hitungan yang digunakan dalam membuat regulasi pendu­ kung menjadi mentah. Penerapan di Lapangan (2007 -2012) a. ko­ ridor lebih sempit. fasilitas yang mem­ beri kemudahan perijinan. yaitu “apartemen murah’ de­ ngan harga dibawah Rp.200.bahkan oleh para pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun -. kamar mandi tidak ada ventilasi dan lainlain).000. namun pihak pemerintah tidak mampu melakukan hal tersebut karena alasan-alasan “birokratis”. lewat pembangunan rusunami di lahan Perumnas di Pulogebang.-. ketika terjadi dua kali kejadian pen­ ting.Edisi 3 . Peraturan tersebut pada dasarnya memberikan berbagai insentif. Secara faktual.000.05/PRT/M/2007 (tipe yang lebih kecil. apartemen umumnya berharga Rp.500.Maret 2013 Daerah yang menyangkut harga jual. karena secara finansial cukup menarik dan banyak insentif yang ditawarkan. yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya . yang jelas hanya bisa dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. ada kamar tidur yang tidak mendapat cahaya langsung. serta mengisi rusu­ nami program 1. Keseluruhan desain dan metoda pelaksanaan memenuhi persyaratan teknis dan teknologis dalam Permen PU No. agar swasta dapat terlibat untuk mendukung program pengadaan perumah­ an bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di kota-kota besar. harga khusus untuk posisi tertentu) bahkan sampai penurunan kualitas desain sampai dibawah standar yang ditetapkan dalam Per­ men PU No. seperti terlihat pada Gambar 9.ke atas. Pengembang lalu menyikapinya secara pragmatis.000 tower pada dasarnya membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk berpartisipasi. Hal ini diperlukan karena program 1. Gambar 8 Peresmian Program 1000 Tower di Rusunami Pulogebang Gambar 9 Beberapa Contoh Desain Rusunami yang Tidak Memenuhi Persyaratan Teknis 31 . yaitu krisis moneter yang mengakibatkan kenaikan drastis harga besi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang juga menaikkan hampir seluruh komponen harga bangunan. Sejak itu pengembang swasta mulai banyak yang masuk ke pembangunan rusunami. Program Rusunami bersama Pengembang Program 1. mulai dari penaikan harga secara halus (peningkatan kualitas. seper­ ti terlihat pada Gambar 8. Maka ter­ ciptalah suatu pasar baru. Pada waktu sebe­ lumnya.05/PRT/M/2007.000.000 tower diresmikan oleh Presiden pada tanggal 5 April 2007.

000 tower.4 tahun setelah ditetapkan standar prototipe .000 tower. sehingga para pengembang swasta secara resmi ramai-ra­ mai mengundurkan diri dari program 1. Di pihak pemerintah sendiri. serta di daerah oleh beberapa Pemda seperti Pemda DKI Jakarta dan Pemkot Surabaya. tepat waktu. yaitu Pergub Nomor 29/2009. Pada tahun 2007 – 2012. dan bahkan terkesan menganggap pengem­ bang berusaha mengambil untung “terlalu besar”. Ke­ seluruhan sikap pemerintah ini dianggap “pengkhianatan”. tampil­ an baik.Laporan Utama Aspek penurunan kualitas desain inilah yang mendo­ rong Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK) mengirim surat secara khusus ke Gubernur DKI. yang menyebabkan pengembang rusunami harus membayar denda. selagi dilakukan diskusi untuk menyepakati aturan teknis.masih berharap bahwa Pemerintah – yang sudah mengundang mereka masuk – untuk bisa ‘memahami’ entusiasisme mereka dalam mendu­ kung program 1.000 tower. suatu legasi yang tidak terbantahkan adalah munculnya pasar baru “Apar­ temen Murah” yang berharga Rp. yang memang terdiri dari banyak instansi. sehing­ ga secara alami para pengembang menggunakan prinsipprinsip aspek teknis dan teknologis yang tercantum dalam Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 untuk mendapat­ kan bangunan yang efisien. De­ ngan cara yang konsisten ini. Para pengembang swasta sudah menyatakan secara verbal akan kembali mendukung program 1. Pada tahun 2012. Ancaman lain adalah tim penye­ lidik pajak yang mengancam akan memberi sanksi pidana bagi pengembang yang memberikan bagian dari rusunami yang diusulkan termasuk program 1. ekonomis dan yang penting tidak bocor).200 jutaan. hampir semua rusunawa diba­ ngun dengan prototipe T-24 dengan menggunakan metoda pracetak.Kementerian PU menyatakan bahwa sudah di­ capai taraf mutu rusunawa yang baik (fungsional. seperti terlihat pada Gambar 10. untuk meninjau kembali persyaratan teknis rusunami. walau di lapangan terkadang masih tumpang tindih. Di luar dari carut marut tersebut. Kemen PU sampai saat ini konsisten mengembangkan program rusunawa berdasarkan aspek teknis dan teknolo­ gis.000 tower. Pukulan paling mematikan adalah keluarnya revisi Per­ gub tentang rusun. dengan jumlah rusun yang dibangun meningkat secara proporsional. namun dengan carut marut yang ada mereka memutuskan menjual produk yang sudah terlanjur dibangun dengan sama sekali tidak menggunakan fasilitas insentif pemerintah. Pasar ini tadinya merupakan “exit” dari pengembang swasta yang terlanjur masuk ke program 1. yang kemudian di­ lakukannya “razia” penyegelan banyak rusunami yang tidak memiliki IMB. Program Rusunawa dari APBN/APBD Program rusunawa dari APBN/APBD ditangani di pusat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Baru pada tahun 2011 . namun pada dasarnya sikap mereka adalah “wait and see” apakah peme­ rintah konsisten dalam merevisi regulasi yang terkait. Para pengembang swasta yang sudah masuk ke program ini -dengan sudah melakukan investasi. agar dapat dijual pada segmen pasar baru tersebut. Jelas bahwa saat ini pengembang swasta sudah punya pilihan di pasar “Apartemen Murah”.216 juta. dan juga Pergub DKI (misalnya insentif KLB) belum secara selaras direvisi kembali. Diskusi aspek teknis ini berlangsung hampir 2 tahun sampai tahun 2009. namun aturan dari Kementerian lain yang mendu­ kung (misal perpajakan). termasuk masalah kepadatan hunian yang berimbas ke insentif KLB yang ter­ cantum dalam Pergub Nomor 137/2007. Pembagian tugas antara Kemen PU dan Kemenpera sebenarnya cukup jelas.000 tower. yang secara efektif merevisi berbagai insentif. b. Pemerintah melalui Kemenpera akhirnya merevisi harga jual rusunami menjadi Rp. melalui pembinaan yang berkesinambungan pada para pelaku pembangunannya. Pasar ini ternyata sangat kuat. jadi tidak perlu bergantung lagi pada “janji-janji” pemerintah. Gambar 10 Pembangunan Rusunawa Kementerian PU 2007 – 2012 dengan prototipe T-24 Gambar 11 Menteri PU dalam Peresmian Rusunawa Kampus ITB 2011 32 . Pihak DKI lalu membekukan proses perijinan rusunami. seperti yang dinyatakan Menteri Pekerjaan Umum pada peresmian rusunawa mahasiswa Institut Teknologi Bandung di Jatinangor seperti terlihat pada Gambar 11. tidak sepenuh­ nya bisa satu suara dalam menyikapi hal ini. Pasar ini tadinya tidak terpikirkan oleh pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun. Birokrasi tidak dapat memahami mengapa pengembang meminta penye­ suaian harga. kepada penghuni yang tidak memenuhi persyaratan MBR. maka peningkatan kualitas dapat dilakukan secara sistematis.

Untuk rusunawa “reguler” jumlah dilipat gandakan dengan pengurangan jumlah lantai hanya men­ jadi 2 – 3 lantai. pasar tekstil). untuk DKI Jakarta. yang dikhususkan untuk pegawai Kemen PU. Uji Coba 10 lantai tipe 36 dan 24 Baru setelah aspek teknis dan teknologis dapat dikuasai dengan baik oleh para pelakunya.000 tower. program ini tidak dapat optimal dijalankan. Konsep ini merupakan loncatan yang terlalu jauh dari aspek teknis dan teknologis. Pengabaian ini menyebabkan banyaknya pembangunan rusun tahun 2012 yang tidak tepat waktu dan kualitas yang tidak baik. Masukan untuk Program 1. Kemenpera sampai tahun 2011 mengikuti pola Ke­ men PU. Pem­ da DKI bertekad untuk membangun rusun tingkat tinggi untuk MBR dalam jumlah yang sangat banyak. Jika diikuti pasti akan 33 . terjadi perubahan orientasi yang tidak sepenuhnya berdasar kajian teknis dan teknolo­ gis yang tepat. namun perlu dicatat bahwa tanpa didukung persiapan aspek teknis dan teknologi yang tepat. sehingga sampai saat ini belum bisa terwujud. Kemenpera justru meng­ gagas konsep rusun super tinggi (di atas 24 lantai). Di sisi lain. dilakukan pem­ bangunan rusunawa bertingkat 10 double loaded corridor dengan kombinasi unit tipe 36 dan 24 di Rempoa. serta peningkatan jumlah rusun per tahun secara gradual. Pada tahun 2012. karena hal tersebut memang sudah merupakan kebutuhan khusus. Pencanangan ini dilakukan sendiri oleh Menteri PU pada tahun 2013. di era Gubernur baru. Kemen PU berharap desain ini dapat menjadi contoh nyata bagi pihak-pihak lain yang akan membangun rusun bertingkat tinggi. Pada tahun 2012. Gubernur secara spesifik sudah menyampaikan agar de­ sain rusun tidak “kaku” dengan berbasis hanya fungsional. yaitu tipe yang lebih besar (mengarah ke tipe 36 sesuai dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) dan bertingkat tinggi. se­ perti terlihat pada Gambar 12.Maret 2013 Gambar 12 Rusunawa Rempoa. dan dibuat sesuai tematik dominan penghuninya (misalnya tematik nelayan. Saat ini sedang terjadi diskusi yang intens antarberbagai pihak terkait. mempunyai pencirian etnik Betawi. Pemda DKI Jakarta sampai saat ini masih mengikuti pola Kemen PU untuk rusunawa bertingkat medium sam­ pai 6 lantai. yaitu penggunaan desain prototipe dan metoda pracetak.Edisi 3 . sehingga tidak memerlukan persiapan as­ pek teknis dan teknologis yang terlalu “serius”. Kemen PU akan melang­ kah ke variasi desain prototipe yang lain. terlihat jelas aspek teknis dan teknologis adalah aspek alamiah penting yang harus diperhatikan oleh selu­ ruh pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam program 1.000 Tower ke Depan Berbagai pengalaman penerapan yang dijabarkan sebe­ lumnya. Sebagai uji coba. dan bahkan sebagian direncanakan di atas jembatan kali Cili­ wung. Ada kesan bahwa bangunan 2 – 3 lantai “mudah” dibuat.

perijinan dan dana sudah siap. Penutup Pada setiap pekerjaan konstruksi. peralatan pendukung. dengan memanfaat­ kan peluang e-purchasing dalam Pasal 110 Perpres 70/2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Pengalaman pembangunan rusun dari sejak dimulai secara sistematis sejak 1974 sampai pada program 1. sedangkan Kemen­ pera sepertinya justru sedang “jatuh” dalam masalah ini. Dengan pola yang ada. sehingga cocok untuk antisipasi karakter Gubernur DKI yang baru.000 tower pada dasarnya adalah program de­ ngan tujuan mulia untuk memberi kesempatan masyarakat berpenghasilan menengah bawah untuk mendapatkan hunian yang layak. yang ditetapkan ke­ wajarannya oleh tim penilai khusus dan di­ sahkan bersama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Peme­ rintah (LKPP). Kemen PU saat ini sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan regulasi yang ada. sehingga tidak terlalu berharap akan “janji-janji” pemerintah tersebut. Kementerian Perumahan Rakyat agar kembali ke “khittah” nya. perlu persiapan yang baik dari aspek teknis dan teknologis. Akan sangat menarik jika konsep ini bisa diterapkan pada produk rusun dengan sistem prefabrikasi dengan desain prototipe tertentu yang sudah memenuhi kajian teknis dan teknologis yang benar. Untuk Pemda DKI. 34 . Untuk program rusunawa dari APBN/APBD. aspek teknis dan teknologis merupakan aspek natural yang harus menjadi pertimbangan utama para penentu kebijakan (Pemerin­ tah) dan pemangku kepentingan (Pengembang dan para profesional). Kemampuan faktual adalah peningkatan sumber daya manusia. Pada pasal ini dapat dibuat standar harga produk. yang pada akhirnya akan membawa bangsa Indone­ sia menuju gerbang kemakmuran dan kesejahteraan se­ perti yang diinginkan oleh kita semua. sama saja dengan pengingkaran hukum alam (yang me­ rupakan juga Hukum Tuhan). Jika produk dan harganya sudah masuk daftar. kualitas manajemen. juga perlu dibuat terobosan me­ ngenai cara pengadaan barang dan jasa bersumber dari APBN dan APBD. Keseluruhan harga produk dikaji dengan tim independen. Cara ini sangat memotong waktu imple­ mentasi program dengan tetap dalam koridor hukum yang berlaku (sudah diterapkan misalnya pada normalisasi su­ ngai dengan turap beton). Terdapat terobosan menarik yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemda DKI saat ini. namun jika diabai­ kan atau diingkari. Berdasar­ kan pengalaman sifat pasar. Jadi keinginan Gubernur yang selalu disampaikan dalam tiap kesempatan “Jika lahan. dan kapasitas produksi. yang pasti mendatangkan azab. diharapkan dapat meningkatkan ke­ mampuan teknis dan teknologisnya baik secara faktual (de facto) maupun secara hukum (de jure). maka pengguna jasa dapat membeli langsung ke pemasok tanpa melalui tender. dan mempu­ nyai tematik sesuai fungsi sesuai harapan Gubernur dapat terlaksana nantinya dengan baik. sehingga dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak yang akan mengembangkan rusun. sehingga program pembangunan rusunawa dapat dilakukan kembali dengan baik. justru akan membawa azab.000 tower. Kemampuan secara hukum adalah membuat para pelaku konstruksi mempunyai sertifikat keahlian dan badan usa­ hanya mempunyai sertifikat badan usaha yang khusus un­ tuk teknologi non konvensional (misalnya seperti sistem pracetak dan sistem formwork untuk struktur) seperti yang digariskan oleh Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007.000 tower saat ini menunjukkan bahwa jika program di­ lakukan dengan pertimbangan teknis dan teknologis yang benar akan membahwa kemaslahatan. lalu disahkan oleh LKPP. agar apartemen rusun tingkat tinggi yang terjang­ kau akan tetap ada bagi masyarakat berpenghasilan me­ nengah bawah. Untuk program rusunami yang konsepnya melibatkan pengembang. Hunian yang layak akan menjamin tumbuhnya masyarakat yang sehat dan kuat. pemerintah harus mendukung hal yang su­ dah diterobos Kemenpera yang sudah menaikkan harga jual berdasarkan kajian teknis dan teknologis. mempunyai ciri Betawi. biasanya justru gagal menghasilkan perencana dan barang yang tepat mutu dan waktu. Dari aspek hukum. Jika diabaikan atau bahkan diingkari. sehingga peran Pemerintah sebenarnya sangat diharapkan disini.Laporan Utama membawa berkah. harga “Apartemen Murah” ini akan berangsur-angsur naik jika tidak ada penyeimbang. terutama di DKI). baik bertingkat me­ dium maupun bertingkat tinggi. dengan re­ gulasi-regulasi di sektor lain terutama di sektor fiskal (di Kementerian Keuangan) dan insentif (di Pemda. Kemen­ terian Pekerjaan Umum diharapkan untuk terus konsis­ ten menjadikan aspek teknis dan teknologis sebagai dasar utama. besok langsung cor” dapat terjembatani. Program 1. setiap rusun harus melalui proses tender desain dan tender pelaksana­ an. Para pengembang memang saat ini sudah mem­ punyai pasar baru “Apartemen Murah Kelas 200 jutaan se­ bagai ekses dari program 1. yang pada tahun 2020 diperkirakan jumlahnya 60% tinggal di perkotaan. agar pembangunan rusuna­ wa bertingkat tinggi dalam jumlah banyak dengan desain yang “tidak kaku”. Untuk asosiasi. *Anggota Tim Pakar HUD Institute/ Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I). Cara pelelangan yang berpatok pada “harga terendah” sepertinya jika terapkan secara naif.

com hudmagz@gmail. 14A. Arya Putra No.HUT Bank BTN ke 63 HUT REI ke 41 HUT Bapertarum PNS ke 20 HUT Otonomi Daerah ke 17 Sukseskan Program 1.5 April 2013 Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln.com 35 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail.000 Tower 5 April 2007 .

Langkah ini terbilang sistematis karena didahului oleh revisi tata ruang. serta penduduknya yang multi etnis. lapangan pekerjaan didominasi perdagangan dan jasa. diperkirakan tahun 2013 angka 1 (satu) juta jiwa telah tercapai. Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Bahkan beberapa kota besar dalam waktu dekat akan naik kelas menjadi kota metropolitan. setelah Medan dan Palembang. penambahan koridor. Intinya.05 persen per tahun (2011). Birokrat tidak sekedar pegawai pemerintah tetapi juga 36 . dan pembangkit listrik tenaga gas.Laporan Khusus Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan P ertumbuhan kota-kota besar di Indonesia terbilang sangat pesat. dan pemangku kepentingan lainnya. Pelayanan kesehatan dengan pendekatan preventif. penyiapan infrastruktur kota juga dilakukan sebagai antisipasi pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Masyarakat didorong berperilaku hidup bersih dan sehat. menjadi pendorong tingginya laju pertumbuhan penduduk.47 persen per tahun. Untuk mencegah pertumbuhan kawasan perumahan dan permukiman yang tidak terkendali. Pengelolaan sampah juga menjadi kepedulian dengan memanfaatkan TPA sistem sanitary landfill dan melibatkan masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah. pertambahan penduduk yang tinggi. Laju pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang cukup pesat mencapai 9. Misalnya saja. Pertemuan ini juga menjadi ajang saling bertukar informasi antara pemerintah dan pengembang sehingga terbentuk kesamaan paradigma pembangunan kota. Penyediaan fasilitas yang menjadi prioritas adalah saluran drainase yang didahului dengan penyusunan rencana induk pengembangan drainase sebagai upaya mengatasi sumber foto: istimewa banjir. Tulisan ringkas ini merupakan hasil pengamatan langsung. Dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 4. dan bincang-bincang dengan walikota Pekanbaru. Setiap pimpinan unit menandatangani pakta integritas dan mempunyai indikator kinerja yang dievaluasi setiap 3 (tiga) bulan. Sekilas Kota Pekanbaru Sejak tahun 2010. Langkah Antisipatif dan Kreatif Pemerintah kota Pekanbaru terlihat siap dalam menyongsong keberadaan kota Pekanbaru sebagai kota Metropolitan. Peningkatan kapasitas listrik terpasang juga dilakukan melalui berbagai sumber baik pembangkit listrik tenaga uap dari batubara. Terjadi keterpaduan antara pendidikan formal dan pendidikan moral. Di antara kota besar dengan jumlah penduduk yang mendekati 1 (satu) juta jiwa adalah kota Pekanbaru. pembangkit listrik tenaga sampah. Pembenahan pendidikan dilakukan melalui gerakan bersama antara pemerintah. Terkait transportasi publik dilakukan penambahan jumlah bus kota. pemerintah kota berinisiatif mengundang para pengembang yang mengajukan ijin untuk melakukan ekspose di hadapan walikota dan seluruh SKPD. Peningkatan kapasitas layanan air minum pun dilakukan bekerja sama dengan investor. setidaknya melalui visinya. Hal ini dibuktikan dengan langkah antisipatif pemerintah kota melalui penyebaran pusat kegiatan dengan memindahkan pusat pemerintahan kota ke wilayah yang lebih rendah kepadatannya. Selain itu. Pekanbaru telah menjadi kota ketiga berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera. yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang Madani”. pengembangan sumber daya manusia melalui ‘gerakan’. Menjadi menarik kemudian melihat dari dekat bagaimana sebuah kota mempersiapkan diri menjadi sebuah metropolitan. ulama dan masyarakat yang dikenal dengan nama Sekolah Mengaji. Pembenahan birokrasi dilakukan dengan perubahan paradigma dari atasan-bawahan menjadi mitra kerja. Ciri-ciri sebuah metropolitan telah lama disandangnya. serta jaringan jalan. Firdaus. H.

Beberapa skema investasi yang akan dan sedang dilakukan adalah kerja sama perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan investor Australia untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah. transfer) PDAM dengan investor Korea untuk penambahan layanan air minum. serta menjadikan keberagaman etnis sebagai obyek pariwisata budaya. Perkembangan kota yang pesat juga diantisipasi oleh pengembang. Setidaknya terkait smart city. Keluhan utama para pengembang adalah lamanya proses perijinan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Kesesuaian dengan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN) Walaupun belum terjalin komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat yang sedang menyiapkan KSPN (lihat juga wawancara dengan Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas).54 triliun) lebih besar dari Realisasi Pengeluaran (Rp. terdiri dari 12 kecamatan dan 58 kelurahan. dengan tingkat pertumbuhan penduduk di atas rata-rata nasional. Fakta 5: Penduduk sebagian terbesar bekerja pada lapangan usaha perdagangan besar.45.com 11 Fakta Kota Pekanbaru Fakta1: Pekanbaru mencapai luas 632. Fakta 3: Jumlah penduduk mencapai 937.16% de­ ngan pengangguran relatif besar mencapai 9. kabupaten Kampar. dan perorangan (26%).47%. yaitu smart city. Sementara kendala pembebasan lahan berdampak pada lambatnya pembangunan infrastruktur dan penyediaan perumahan.45 triliun). Tingginya tingkat urbanisasi telah diantisipasi dengan penyediaan lapangan kerja informal. dilakukan penyebaran pusat kegiatan melalui revisi rencana tata ruang. dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (17 ribu) Fakta 10: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78. 37 . dan kabupaten Pelalawan.Edisi 3 . Terkendala Pembebasan Lahan Di antara beragam permasalahan yang dihadapi. dbestlists. rumah makan.33%. dan kerja sama perusahaan daerah dengan investor domestik untuk membangun fiber optic bawah tanah dalam upaya menjadikan kota Pekanbaru sebagai cyber city. Dibutuhkan waktu setahun sebelum ijin yang dibutuhkan dapat diperoleh. Fakta 8: Pertumbuhan ekonomi sebesar 9. Fakta 2: Lokasi Pekanbaru dipandang strategis karena berada tepat di te­ ngah-tengah propinsi Riau dan pulau Sumatera.7%). Fakta 7: Pendapatan per kapita mencapai Rp. sementara hanya sedikit yang bekerja pada lapangan usaha pertanian (4. eceran. Fakta 4: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 64. Fakta 6: Penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan mencapai 3. dan hotel (40%). Sumber: Pekanbaru dalam Angka 2012. Upaya menjaga lingkungan hidup juga telah dilakukan (green city) melalui upaya penyiapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bekerja sama perguruan tinggi besar. Fakta 11: Realisasi Pendapatan Daerah (Rp. selain mengoperasikan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah secara sanitary landfill.26 km2.72 (terbesar di propinsi Riau). kerja sama BOT (build.710 jiwa per km2. Universitas Islam Riau (16 ribu). Hal ini diakui baik oleh pemerintah kota maupun para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI). Fakta 9: Terdapat 3 (tiga) perguruan tinggi besar yaitu Universitas Riau (30 ribu mahasiswa).4 miliar. liveable city dan green city. sehingga terdapat surplus sebesar Rp. penyediaan lokasi berdagang pedagang kaki lima berikut bantuan modal memanfaatkan dana CSR (corporate Social responsibility) perusahaan dan pembentukan koperasi.939 jiwa (2011). dan berbatasan dengan kabupaten Siak.1. dilalui oleh su­ ngai Siak yang merupakan jalur kapal besar dari dan ke daerah peda­ laman. sosial. dibentuk forum komunikasi untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan pengembang. Hal ini berakibat pada menurunnya pasokan perumahan (OM). Sementara agar kotanya nyaman ditinggali (liveable city).91. Selain itu. operate. yang cukup signifikan adalah tingkat urbanisasi yang tinggi dan kendala pembebasan lahan.45% (proporsi terkecil di propinsi Riau. Selain itu. jasa kemasyarakat­ an. yaitu 4. Kepadat­ an penduduk tertinggi mencapai 12. pemerintah kota sedang bersiap bekerja sama dengan swasta membangun fiber optic bawah tanah untuk mencapai Pekanbaru Cyber City. Di antaranya DPD APERSI Riau yang melakukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan rumah melalui penyediaan Rubrik Pojok APERSI bekerja sama dengan koran lokal.1.2 juta. penambahan kapasitas layanan fasilitas umum. sumber foto: www.Maret 2013 menjadi agen perubahan. dan penyediaan Pojok APERSI bekerja sama dengan pusat pertokoan lokal. walaupun secara absolut bukan yang terkecil). namun terlihat upaya pemerintah kota Pekanbaru sudah menerapkan 3 (tiga) pendekatan pembangunan perkotaan.05% (terbesar di propinsi Riau). Keterbatasan anggaran disikapi dengan menarik investor bekerja sama dengan perusahaan daerah.

Kami merencanakan akan menambah tenaga listrik dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. pada akhir ta­ hun 2013 akan beroperasi pembangkit listrik tenaga uap dari batubara dengan kapasitas 2 kali 110 MW (mega watt-red) di kecamatan Tenayan. Kota Pekanbaru Menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera Pekanbaru sebagai salah satu kota besar di Indonesia telah berkembang cukup pesat sehingga penduduknya saat ini telah mencapai angka 1 juta jiwa. Pada awalnya terdapat 25 ribu SR (sambungan rumah red. M. Firdaus. kami sedang mempersiapkan pengoperasian tambahan angkutan umum 70 unit. kondisi mulai membaik dengan penambahan SR dalam dua bulan terakhir. Sebenarnya kerja­ sama dimulai 7 tahun lalu. apa saja yang telah dan akan dilakukan? Banjir masih terjadi di bantaran sungai Siak dan be­ berapa daerah lainnya karena ketinggian yang rendah dan kondisi drainase yang kurang baik. PDAM Tirta Siak putus kontrak kerjasama dengan Belanda 3 tahun lalu.. Disamping juga. propinsi dan kota. yang akan menghasilkan 40 Kilo Watt per hari. Untuk mengejar peningkatan jumlah layanan sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru. Ter­ dapat 2 (dua) konsentrasi kami. Sementara kondisi angkut­ an umum yang hanya tersedia 20 unit bus kota bantuan pemerintah pusat. langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menyambut keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan dengan berbagai peluang. Untuk itu. Saat ini. Air menjadi persoalan. Kedua. Untuk itu. menjadi menarik mendengarkan langsung dari Walikota Pekanbaru. S. Kami segera menyusun master plan drainase sebagai pedoman pembangunan pusat. Tahun 2013.000 SR. Terkait prasarana jalan. baru menjabat selama setahun lebih. tantangan dan permasalahannya. Pertama-tama kami ingin mengetahui konsep anda dalam menyikapi keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan? Penduduk kota Pekanbaru saat ini telah mencapai 1 (satu) juta jiwa. yang berarti Pekanbaru telah ‘naik kelas’ menjadi kota Metropoli­ tan. direncanakan akan ada 6 koridor baru. Diantaranya dengan membangun pembangkit listrik skala kecil dari non fosil berupa sampah yang berkapasitas 1. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PU. Terkait penyediaan infrastruktur metropolitan sebagai konsentrasi pertama anda. Kemudian infrastruktur lain. Saat ini ada 2 koridor. Taksi berargo juga telah tersedia. sangat tidak memadai.membangun wilayah kota yang merata. H.T. dilakukan penambahan jaringan jalan sehingga terjadi peningkatan rasio jaringan jalan. Berikut ini petikan hasil wawancaranya. membangun fisik kota dengan menyediakan infrastruktur metropolitan. Firdaus.) tetapi ternyata empat tahun malah berkurang menjadi 14. Pria yang masih terlihat energik ini menerima kami dalam sebuah wawancara yang akrab di ruang kerja pribadinya di kediaman resmi Walikota Pekanbaru pada suatu siang medio Maret 2013.T. H. dalam menyikapi perkembangan ini kami telah menyiapkan visi yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang madani”. PIP (pusat investasi pemerintah-red) Kemen­ terian Keuangan memberi bantuan investasi untuk meng ‘upgrade’. kami merencanakan akan memanfaatkan gas yang akan menghasilkan 30 Kilo Watt. seperti listrik.Laporan Khusus Tahun 2030. Hal ini dikare­ nakan perkembangan kota tertumpu di pusat kota. dan kemacetan mulai terjadi.000 ton per hari. Firdaus. dan pengembangan outer ring road yang tersambung ke rencana jalan tol Pekanbaru-Dumai. 38 . Selain itu. yaitu Pertama. Sumber dananya berasal dari investasi swasta asing (Austra­ lia) bekerja sama dengan perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan membentuk sebuah konsorsium. Tepatnya beliau dilantik pada 26 Januari 2012. H.

kami juga menjalin kerjasama BOT (Build. Nantinya kebutuhan penyimpanan data akan terlayani untuk keselu­ ruhan kota. Kenapa? Kita harapkan tidak ada celah sedikit pun untuk terjadinya konflik. REI (Real Estate Indonesia-red). Total sambungan pada tahun 2018 akan mencapai 150 ribu SR. Selain itu di kecamatan Tampan. Awalnya selama enam bulan pertama pro­ sesnya seperti biasa. RTH difungsikan sebagai kolam retensi untuk antisipasi berkurangnya daerah rawa. Terkait dengan ekspose yang dilakukan sebelum memperoleh ijin prinsip membangun. Pembangunan kota secara merata menjadi konsentrasi kedua. pusat bisnis baru. yang berada di ruas jalan lingkar luar Pekanbaru yang mempunyai akses ke rencana jalan tol Pekanbaru–Dumai. Saat ini.Terdapat 3 (tiga) wilayah kecamatan yang akan dikembangkan. dengan menyiapkan sumur resapan. Apa langkah yang telah dan akan dilakukan? Pada tahun 2012 telah dilakukan revisi tata ruang.47 persen per tahun.500 miliar oleh perusahaan swasta nasional konsorsium dengan perusahaan daerah untuk membangun fiber optic bawah tanah. Bahkan kita punya perda (pera­ turan daerah-red) untuk sumur resapan. Kami menyadari lahan yang terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara efisien dan efektif. yang tidak saling mendukung. sudah berjalan baik pada 7 sekolah dan sudah terkumpul dana Rp. dilengkapi pusat rekreasi berupa kebun binatang dipadu dengan wisata air. Kita antisipasi. Infrastruktur telekomunikasi dilayani oleh semua opera­ tor.31 juta. terdapat dua kampus besar Universitas Riau (30. termasuk terminal barang (darat dan laut). Pertama. Seperti kerjasama dengan Universitas Islam Riau. Begitu dievaluasi di lapangan ternyata sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru 39 . Terkait bidang perumahan dan permukiman. selain menjaga banjir. Masalah drainase antarperumahan yang mengakibat­ kan banjir. Direncanakan distribusi ke masyarakat tetap oleh PDAM. Penyediaan tanah untuk masyarakat menjadi perhatian kita. Itu lah saya katakan pada teman pengembang untuk membangun masyarakat madani dimulai dengan perencanaan yang baik termasuk perencanaan perumahan. telah disepakati investasi Rp. Masyarakat juga dilibatkan dalam mengelola bank sampah di sekolah.000 mahasiswa) dan Universitas Islam Riau (26. Saat ini. UNRI dan Politeknik. Selain itu. Tahun depan sampah akan jadi bahan baku listrik.) 30 tahun dengan Korea yang saat ini sedang dalam tahapan studi kelayakan. Dalam revisi ini. para pengembang diminta untuk melakukan ekspose. Kami juga menjaga air tanah. Operate. apakah Anda masih punya cukup waktu untuk itu? Kita sempatkan. Mulai tahun lalu telah dimulai pengadaan tanah dalam rangka memenuhi 30 per­ sen Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hasil evalu­ asi menunjukkan bahwa masalah lingkungan yang timbul terjadi karena ketidaksinkronan atau kurangnya koordinasi antarperumahan. sejak bencana alam di Sumatera Barat. RTH juga difungsikan sebagai tempat berolahraga. Keca­ matan Rumbai untuk perumahan. dan Perumnas. yaitu kecamatan Tenayan sebagai pusat pemerintahan dan kawasan industri. Kembali kepada perkembangan kota Pekanbaru yang demikian pesat. Rumbai Pesi­ sir sebagai kawasan pariwisata. Ini bisa membuat masyarakat berkonflik. Tahun ini pengelolaan sampah sudah sanitary land fill. beberapa hal yang signifikan telah dilaku­ kan. Bantaran sungai jadi water front city dikombinasikan dengan wisata air. Kemudian juga diupayakan penataan ruang de­ ngan membagi kawasan berdasar fungsi tertentu sehingga masingmasing mempunyai daya tarik agar dapat memicu per­ tumbuhan.Maret 2013 200 ribu SR. bagaimana kesiapan kota Pekanbaru? Tata ruang untuk perumahan sudah ditetapkan.300 mahasiswa) ditambah beberapa kampus kecil. Ini yang saya beri pengertian pada pengembang maupun asosiasi sebagai rumah besar para pengembang. Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk penyiapan RTH telah dimulai. Akses tol ini termasuk hub MP3EI di Sumatera. terjadi lonjakan migrasi penduduk yang mendorong meningkatnya minat beli rumah khususnya MBR.Edisi 3 . namun kami membatasi jumlah tower nya agar tidak ter­ jadi ‘hutan tower’. Sebelum mengeluarkan ijin prinsip membangun. Dalam upaya mencapai Pekanbaru sebagai Cyber City. berupa penyediaan RTH di da­ lam kampus. dan CBD (Central Business District-red) baru sebagai super blok kota Pekanbaru. Ini merupakan ha­ sil kerjasama yang baik dengan APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia-red). apakah terdapat daerah kumuh disini? Alhamdulilah tidak ada yang kumuh. Apa yang terjadi sekarang? Kemungkinan konflik terjadi karena perencanaan yang kurang matang dan pelaksanaan di lapangan yang tidak selalu bersinergi. Terutama mengantisipasi tingginya tingkat pertumbuh­ an penduduk yang mencapai 4. Ini menunjukkan kepedulian kami untuk menjaga lingkungan. Transfer red. memindahkan pusat pemerintahan kota dari pusat kota sekarang ke wilayah bagian selatan Pekanbaru di kecamatan Tenayan Raya. RTH menjadi multi fungsi. kami mulai mengambil kebijakan pembangunan rumah secara vertikal baik berupa rusunawa maupun rusunami. dan kantor kelurahan.

Paling PKL (pedagang kaki lima-red. Percepatan pembangunan yang diinginkan membutuhkan dukungan sumberdaya manusia yang memadai.). Apalagi Tahun 2013 diberlakukan aturan yang baru. pemerintah-masyarakat. Tahun lalu dari alokasi dana Rp.30 miliar. lambatnya pembangunan infrastruktur karena kesulitan pembebasan lahan. Dua program andalan dalam pengembangan sumberdaya manusia. Maka men­ jadi kepedulian kami. Semua pihak hadir karena ini menyamakan persepsi. Selain itu. Kedua.) termasuk juga investasi dengan bekerjasama swasta untuk membangun Pasar Induk. Karenanya. Karenanya kami melakukan pembinaan PKL melalui pembentukan koperasi dan menyediakan tempat. pertama terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. Setiap bulan kami menerima migran sekitar 2. Diminta menandatangani pakta integritas. Yang lalu ada bapak buah dan anak buah. cintai lingkungan. Sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Kita mengajak menyatukan persepsi untuk mencintai lingkungan yang bersih. perbankan. Kan butuh biaya besar dan tidak menyelesaikan masalah. Kerugian besar buat bangsa ini jika BPN tidak cepat menangani ini. ini tidak dipungkiri menjadi kendala yang membuat lambatnya pelak­ sanaan pembangunan (pembebasan lahan-red. Raker APEKSI (Aso­ siasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia-red. Selama ini asumsinya (pelayanan kesehatan masyarakat-red) dengan menyediakan rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat yang bersifat kuratif.) juga membahas tentang pembebasan lahan. Kita sampaikan kepada mereka ini bukan untuk mempersulit. Perubahan mendasar dalam manajemen. Konkritnya.) pada Raker APEKSI menyatakan beban tugas begitu berat.000 orang dengan tingkat pendidikan rendah. keluarga. Menciptakan masyarakat sehat. Sekolah mengaji itu gerakan. jumlah personil terbatas. pemerintahmasyarakat-ulama. lingkungan sehat juga gerakan. lingkungan permukim­ an. Ini perlu disuarakan. Semua (urusan pembebasan tanah-red. yang jadi andalan kami adalah jasa termasuk pasar dan PKL. 20 menit untuk membaca Al-Qur’an bersama. Pemba­ ngunan sumberdaya manusia dimulai dengan pemberian pemahaman ajaran agama. Mulai dari diri sendiri. Setelah setahun baru dilakukan perubahan. kemudian prestasi dievaluasi.86 miliar. Satu tahun awal belum melakukan mutasi. Jadi selama enam bulan sampai setidaknya setahun ini akan diminta ekspose. dan sehat. dan pendidikan formal dan keagamaan. Dicegah di hulu. Kami juga bekerjasama dengan PTP V. Hasilnya.Laporan Khusus hasilnya tidak bisa (diterima-red). Dibutuhkan perubahan sangat mendasar. paradigma yang belum sama. Kecil dan Menengah-red. hanya cair Rp. Jadilah kota yang bersih sehat dan tertata rapi. Kendala dan hambatan utama dalam menjalankan semua konsep ini? Sampai hari ini yang signifikan belum ada paling riakriak kecil. Saat ini baru saja sekitar 2 (dua) bulan dilaku­ kan penggantian (staf dan pimpinan unit-red). Ini semua dalam sebuah gerakan dan tidak sporadik. Pada saat ekspose tidak hanya di depan saya tapi termasuk SKPD (satuan kerja perangkat daerah-red) terkait. Hanya diberi waktu 2 (dua) kali tiga bulan. Kecepatan masih belum sama tapi sudah terlihat perubahan. Bagaimana dengan kesiapan aparatur? Saya menyadari kondisi sumberdaya manusia dari peme­ rintah. bisa menangkap. Sekarang tidak menggunakan kata itu tapi mitra (partner) kerja. Menyediakan waktu 40 menit sebelum jam pertama sekolah. Ujungnya tercipta masyarakat agamis penuh toleransi dapat bekerja sama berdampingan tanpa membedakan suku agama. Pemerintah tidak bisa dengan kekuatan sendiri tapi harus ada 3 (tiga) unsur yang bekerjasama yaitu pemerintah (ek­ sekutif dan legislatif ). paham dan melaksana­ kannya. Pegawai di­ minta menjadi agen perubahan agar tercipta masyarakat yang madani. 40 . Pekanbaru tidak punya sumberdaya alam. Walikota sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru yang lama berbeda cara berpikirnya dengan saya. Pemahaman yang sama dulu.). dan 20 menit mendengar terjemahan dan pemahaman kandung­ an Al-Qur’an. Konkritnya mulai Mei tahun lalu ada program Sekolah Me­ ngaji. Kalangan pengembang juga masih terkendala oleh lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses perijinan di BPN (OM). Bagaimana anda mengantisipasinya? Hasil penelitian salah satu perguruan tinggi terkemuka menyatakan bahwa 20-30 tahun mendatang kota Pekanbaru berpeluang menjadi kota nomor satu di pulau Sumatera. Dirubah menjadi preventif. pelayanan kesehatan.) tidak lagi di Tim 9 tapi di BPN. Deputi BPN (Badan Pertanahan Nasional-red. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Pembangunan sumberdaya manusia penting. dan seterusnya seluruh kota. Meningkatkan pelayanan kesehatan dengan merubah paradigma. pembangunan kota Pekanbaru tidak hanya fisik kota tapi juga sumberdaya manusianya terutama karena mempunyai sumberdaya alam terbatas. Telkom dan Pegadaian untuk menyedia­ kan bantuan modal untuk UMKM (Usaha Mikro. Kembali kepada ajaran agama. rumah tangga.

5 April 2013 41 .000 Tower Sukseskan Program PEMERINTAH KOTA PEKANBARU 5 April 2007 .Edisi 3 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Maret 2013 1.

Laporan Khusus

Wawancara Direktur Perkotaandan Perdesaan Bappenas

Ir. Hayu Parasati, MPS.

I

“Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini”
Sekarang ini prosesnya sedang dicoba ditetapkan melalui Perpres atau kalau memungkinkan jadi Undang-Undang. Indikatornya harus jelas ada bench marking (tolok ukur). Sementara itu, atas desakan stakeholder dibuatlah RUU Perkotaan yang sedang disiapkan di Kemendagri. Materinya sama. Secara paralel. Saat ini telah dibentuk Tim Koordinasi Pembangunan Perkotaaan (TKPP). Tim Pengarah Kemenko Perekonomian, Kemenpera, Kemen PU, Kemendagri, dan Bappenas. Koordinatornya Menteri PPN/KepalaBappenas. Salah satu tugas TKPP adalah menggodok KSPN melalui Pokja (kelompok kerja-red). Pokja dibentuk berdasar isu yang dibahas. Karena sedang menyusun KSPN maka dibentuklah Pokja KSPN. Sementara ini masih berjalan agak lambat, padahal isunya berkembang terus. Ada keinginan dari kalangan di luar pemerintah yang meminta dilibatkan dalam Pokja KSPN, termasuk juga perguruan tinggi. Bisa digambarkan garis besar substansi dari KSPN tersebut? Tentunya ada visi pembangunan perkotaan, yaitu Kota Berkelanjutan dan Berdaya Saing untuk Kesejahteraan Rakyat. Pendekatannya adalah smart city, green city, dan liveable city. Smart city diartikan sebagai kota inovatif, kreatif dan berbasis IT (information and technology-red), liveable city adalah kota layak huni, berkeadilan dan mengakui keragaman, dan green economy city adalah kota produktif, hijau dan berketahanan iklim. Pendekatan ini kemudian diterjemahkan masing-masing ke dalam bench marking atau tolok ukur. Sehingga pencapaiannya dapat terukur. Namun sampai saat ini, kami belum sepenuhnya berhasil menerjemahkan tolok ukur perkotaan tersebut ke dalam indikator dan parameter. Masing-masing (pendekatanred.) sudah dilakukan banyak lokakarya, yang seharusnya menyatu dan tidak terpisah.

ndonesia telah menjadi salah satu negara dengan populasi perkotaan terbesar di Asia Timur dan Pasifik. Pada tahun 2010, tercatat 49,8 persen penduduk Indonesia bermukim di wilayah perkotaan (Bank Dunia, 2012). Fenomena ini terus berlanjut, dan ditengarai dalam waktu dekat beberapa kota besar akan bertumbuh menjadi kota metropolitan, yaitu kota dengan jumlah penduduk minimum 1 (satu) juta jiwa. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, menjadi menarik untuk mengetahui antisipasi pemerintah baik berupa kebijakan, strategi maupun program yang dilaksanakan. HUDmagz berkesempatan mewawancarai Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas, Ir. Hayu Parasati, MPS. yang bertanggung jawab menyiapkan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). Berikut hasil wawancaranya. Bagaimana perkembangan penyusunan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN)? Kegiatan penyusunan KSPN dimulai dalam bentuk Proyek Reformasi Birokrasi Perkotaan di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.Mereka bikin implementasi di beberapa lokasi dan terdapat komponen kebijakannya berupa kebijakan pengelolaan perkotaan. Ternyata implementasinya jalan duluan karena TAnya (technical assistance/bantuan teknis-red), berupa penyusunan kebijakan, berlarut-larut. Implementasinya bikin pasar, terminal dan lainnya terlepas dari penyusunan kebijakannya. Sementara TA-nya tanggung. Reformasinya hanya menyangkut birokrasinya saja. Akhirnya diperbesar menjadi KSPN. Kebetulan pembangunan perkotaan dinamikanya tinggi tapi tidak punya payung kebijakan secara makro. Walaupun penyelesaiannya mengambil waktu yang cukup lama. Padahal sudah dilakukan diskusi dengan banyak pihak termasuk pemerintah daerah.

42

Edisi 3 - Maret 2013
Rencananya, agar workable (indikator dan parameterred.) maka dibagi dalam tahapan, yaitu standar minimum dan standar ideal. Tahun 2025, minimal ada kota yang memenuhi standar ideal. Ada SPP (Standar Pelayanan Perko­ taan) tahun 2025, semua perkotaan terpenuhi. Saat ini, Kemendagri sedang menyusun SPP tetapi hanya aspek pelayanan publik. Seharusnya menyangkut tiga pendekatan tadi, karena berbicara perkotaan banyak aspek lain yang perlu disentuh, seperti ketenagakerjaan dan lainnya. Jalannya paralel. Ibu-nya belum ada tapi anaknya sudah dibuat. Selain SPP, kita juga sudah punya indikator yang ditetap­ kan dalam RPJMN. Misalnya Indeks Kriminalitas salah satu bagian dari livable city. Ini dijadikan standar minimum saat ini. Kota-kota sendiri belum tahu jika terdapat indikator ini. SPP nanti akan menjadi Peraturan Pemerintah (PP). Jadi akhir tahun ini, regulasi terkait kebijakan pembangunan perkotaan seperti Perpres, dan PP dapat diselesaikan. Tentunya substansi kebijakannya masuk dalam RPJMN 20152019. Dengan demikian, kita berharap tahun 2015 sudah mulai dilaksanakan. Kalau melihat perkembangan perkotaan termasuk metropolitan saat ini, sepertinya berjalan sendiri saja. Apakah benar begitu? Ya, karena belum ada acuan. Belum ada kebijakan yang jelas. Walaupun demikian, sebenarnya kota-kota sudah banyak melakukan inisiatif bahkan inovasi yang kalau diperhatikan sebenarnya sejalan dengan apa yang sedang digodok menjadi kebijakan pembangunan perkotaan. Semua tergantung pimpinannya. Saat ini, pemerintah kota Surabaya, Yogya, Balikpapan, Makasar, Palembang, dan Denpasar telah bertemu dengan pemerintah pusat dan menyatakan minatnya untuk medapatkan fasilitasi dan pendampingan dalam rangka pembangunan perkotaan. TKPP menjadi satu-satunya pintu (one gate policy) dalam memasilitasi kota tersebut. Dibantu juga oleh Bank Dunia. TKPP diberdayakan secara nasional, kebijakan disiapkan segera, prosedur disiapkan dengan bantuan lembaga donor. Apakah dalam TKPP ada pembahasan isu perkotaan? Ada tetapi kaitannya dengan Jabodetabekjur (JakartaBogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur-red.), yaitu menyinkronkan pelaksanaan pembangunan antarwilayah melalui BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabekjur. Efektifitas BKSP dievaluasi. Ternyata terbatas hanya melakukan kompilasi saja tetapi pelaksanaannya tidak berperan. Telah di evaluasi bahwa pelaksanaan usulan BKSP harus diangkat ke atas minimal Wapres. Sebetulnya ada dasarnya yaitu Perpres tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTRKSN) Perkotaan. Tidak perlu jauh-jauh membahas isu yang akan ditangani, sementara ini tidak ada satu pun propinsi yang telah melaksanakan RTRKSN ini. Apakah ada koordinasi antara BKTRN dan TKPP? Selama ini sepertinya belum, karena TKPP sendiri belum efektif. Tadinya karena konsep utuh kebijakan perkotaan belum jadi, maka kami belum berani melakukan tindakan. Karena kan harus ada dasarnya. Bagaimana peran Bappenas dan kementerian teknis dalam konteks pembangunan perkotaan? Apakah keterlibatan masyarakat sudah diakomodasi? Saat ini yang aktif berperan dalam pembangunan perkotaan adalah Bappenas, Kementerian PU, Kementerian Dalam Negeri. Bappenas bertanggung jawab menyelesaikan KSPN termasuk menggolkan regulasinya baik berupa peraturan presiden atau bahkan undang-undang, dan menyiapkan program pembangunan perkotaan. Kementerian PU sudah lebih maju, misal Direktorat Jenderal Tata Ruang sudah menyusun konsep green city misalnya. Bahkan sudah juga mengembangkan beberapa parameter yang terkait dengan tupoksi mereka. Sebenarnya parameter yang telah ditetapkan oleh mereka telah mencakup keseluruhannya tetapi karena bukan tupoksi mereka sehingga tidak dielaborasi. Keterkaitan antara kota dan desa juga sudah mulai dielaborasi. Ada hal lain lagi. Nantinya RPIJM (Rencana Program Investasi Jangka Menengah-red.) yang ditangani oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum diselaraskan dengan KSPN. Kemendagri yang saat ini sedikit tertinggal. Sementara TKPP nantinya berperan menyebarluaskan informasi termasuk pembelajaran pembangunan perkotaan. Terkait keterlibatan masyarakat, masih dalam bentuk keterlibatan beberapa LSM seperti Rujak Center, dan beberapa individu dari perguruan tinggi dari berbagai daerah dan asosiasi perencana (OM).

43

Pendapat

Pencapaian dan Agenda Kedepan
Oswar Mungkasa2 Pengantar elaksanaan konsep desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama bahkan sejak sebelum kemerde­ kaan, dan mencapai puncaknya pada era reformasi dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan yang kemudian direvisi masing-masing menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004. Walaupun demikian, penerapan konsep desentralisasi dan otonomi daerah di Indo­ nesia sampai saat ini dianggap masih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Masih ditemukan banyak kele­ mahan dalam pelaksanaannya, baik dari kelengkapan regulasi, kesiapan pemerintah daerah, maupun penerimaan masyarakat sendiri. Terlepas dari itu semua, desentralisasi dan otonomi daerah telah menjadi suatu keniscayaan dengan mempertimbangkan amanat UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia yang telah menegaskan hal tersebut. Dengan demikian, menjadi lebih berharga kemudian meninjau kembali pencapaian se­ lama ini dan merumuskan agenda desentralisasi dan otonomi ke depan. Dengan keterbatasan yang ada, tulisan ini pada intinya mencoba merumuskan agenda tersebut. Pengertian dan Filosofi Secara formal, berdasar Undang-Undang Nomor 32 Ta­ hun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, desentralisasi diar­ tikan sebagai penyerahan kewenangan pemerintah oleh Pe­ merintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara otonomi daerah diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban daerah oto­ nom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan peme­ rintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004). Penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah

Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia:

1

Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengetahui bahwa setiap tanggal 25 April diperingati sebagai hari Otonomi Daerah di Indonesia. Hari otonomi daerah diperingati pertama kali pada tahun 1997. Untuk itu, tulisan ini dimaksud­ kan sebagai salah satu upaya memperingati Hari Otonomi Daerah tersebut. Selamat dan semoga otonomi daerah mencapai tujuannya menyejahterakan masyarakat Indonesia dalam waktu tidak lama lagi. Amin pusat kepada daerah otonom bermakna peralihan kewenang­ an secara delegasi, lazim disebut delegation of authority. De­ ngan demikian, pemberi delegasi kehilangan kewenangan itu, semua beralih kepada penerima delegasi. Berbeda ketika pe­ limpahan wewenang secara mandatum, pemberi mandat atau mandator tidak kehilangan kewenangan dimaksud. Mandat­ aris bertindak untuk dan atas nama mandator. Sebagai kon­ sekuensinya bahwasanya pemerintah pusat kehilangan ke­ wenangan dimaksud. Semua beralih menjadi tanggungjawab daerah otonom, kecuali urusan pemerin­ tahan yang oleh undang-undang dinyata­ kan sebagai urusan pemerintah pusat.3 Walaupun demikian, menurut Devas (1997), pengertian dan penafsiran ter­ hadap desentralisasi ternyata sangat be­ ragam, dan pendekatan terhadap desentralisasipun sangat bervariasi dari negara yang satu ke negara yang lain. Tetapi, secara umum definisi dan ruang lingkup desentralisasi selama ini banyak diacu adalah pendapat Rondinelli dan Bank Dunia (1999), bahwa desentralisasi adalah transfer kewenangan dan tanggungjawab fungsi-fungsi pemerintahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, lembaga semi-pemerintah, maupun kepada swasta.  Menurut Suwandi (2005), filosofi dari otonomi daerah adalah (i) eksistensi pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan secara demokratis; (ii) setiap kewenangan yang diserahkan ke daerah harus mampu menciptakan ke­ sejahteraan dan demokrasi; (iii) kesejahteraan dicapai melalui pelayanan publik; (iv) pelayanan pubik dapat bersifat pelayanan dasar maupun bersifat pengembangan sektor unggulan. Reformasi Regulasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah Dimulainya otonomi daerah pada era reformasi di Indo­ nesia ditandai dengan diterbitkannya Undang-Undang No­
1. Versi lengkap dari tulisan ini dengan judul Desentralisasi dan Otonomi daerah di Indonesia: Konsep, Pencapaian dan Agenda Ke Depan dapat di akses on line di www.academia.edu/2759012/Desentralisasi_dan_Otonomi_Daerah_di_ Indonesia_Konsep_Pencapaian_dan_Agenda_Kedepan 2. Pemimpin Redaksi HUD Magazines. (sandi.putra61@gmail.com) 3. Pasal 10 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 menetapkan, bahwasanya urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah pusat meliputi politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal, dan agama.

P

44

kabupaten. an kebutuhan hidup minimal. Oleh sebab itu. dilakukan juga perubahan pola bantuan dan ministrasi. yang secara trasi. Urusan lahir 18 daerah otonom baru. pelaksanaan pe­ hun 2011.Maret 2013 mor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Un­ terhadap UU Nomor 25 Tahun 1999. Hal ini dimaksudkan sumbangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. terdiri dari 8 provinsi. Hubungan antara Pemerintah Daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara Adapun indikator pengukuran efektifitas pelaksanaan oto­ dan bersifat kemitraan. 2013). di antara lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan (ii) kualitas SDM. 26 8 34 Aspek penting lainnya adalah aspek Jumlah provinsi Jumlah kabupaten 234 175 409 demokratisasi yang diukur dari unsur keter­ libatan masyarakat dalam menentukan jumlah kota 59 34 93 pejabat publik di daerah. Salah satunya adalah desentralisasi dan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka dekonsentrasi dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konti­ tugas pembantuan dibiayai atas beban anggaran tingkat pe­ num bukan bersifat dikotomis. Dalam pembentukan daerah. kepala daerah diberikan ke­ rah di Indonesia memasuki babak baru dengan terbitnya UU wenangan untuk memungut pajak/retribusi (tax assignment) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang dan pemberian bagi hasil penerimaan (revenue sharing) serta telah diundangkan pada tanggal 15 Oktober 2004. dan tugas pembantuan. pertahanan. 22 Tahun 1999. Undang. pelaksanaan desentralisasi dan otonomi dae­ beban APBD.bantuan keuangan (grant) atau dikenal sebagai dana perim­ undang tersebut secara substansial mengubah  beberapa para­ bangan. dengan DAU yang bertujuan untuk mengurangi ke­ timpangan Berkenaan dengan pembagian urusan pemerintahan ter­ kemampuan keuangan antar daerah (horizontal imbalance). Sedangkan yang bersifat pilihan adalah hal menunjukkan bahwa pelaksanaan otonomi daerah belum yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan mencapai tujuan yang hakiki dari otonomi daerah yaitu me­ kesejahteraan. Dengan provinsi. Kedua. Kesimpulan ini merupakan Selanjutnya agar penyediaan pelayanan kepada masyarakat hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas pada ta­ mampu memenuhi ukuran kelayakan minimal. (vi) pember­ Perimbangan Keuangan Daerah. pemenuh­ dia. kerja dan angka pengangguran. layanan kepada masyarakat oleh Pemerintah Daerah harus berpedoman kepada Standar Tabel 1 Perkembangan Jumlah Daerah Otonom antara Tahun 1999 – 2013 Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan JUMLAH DAERAH OTONOM 1999 PERUBAHAN 2010 oleh Pemerintah. Selengkapnya pada Tabel 1. Sub­ agar pembentukan daerah dapat menjamin terselenggaranya sidi Daerah Otonom dan Dana Inpres dihapuskan dan diganti pelayanan secara optimal. dipilih secara langsung oleh rakyat. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan ber­ digma penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam UU dasarkan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN dan No. Kedudukan yang setara bermakna bahwa nomi daerah yang dipergunakan adalah (i) angka Kemiskinan. dapat pembagian urusan yang spesifik. merintahan yang menugaskan. kesehatan. Jumlah Total Daerah Otonom(*) 319 217 536 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sumber: Wikipedia.Edisi 3 . yang merupakan hasil revisi dayaan ekonomi. (vii) kualitas pengelolaan pemerintahan ber­ 45 . artinya tidak saling membawahi. Oleh karenanya. keamanan. nasional. Sehingga daerah otonom men­ wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pe­ jadi sebanyak 536 unit (propinsi. ningkatkan kesejahteraan rakyat. urusan yang sepenuhnya menjadi urusan Pemerintah Pusat. (iii) pemenuhan hak dasar. Pembiayaan penyelenggaraan resmi dicanangkan per 1 Januari 2001. dekonsen­ Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Pertama. atau pun kabupaten/Kota. UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mengatur persyaratan ad­ Selain itu. teknis dan fisik kewilayahan. 175 kabupaten dan 34 Kota. 2013 (*) Angka ini tidak termasuk 1kabupaten administratif dan 5 kota administratif di DKI Jakarta. pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas Kemudian. meliputi poli­ Pencapaian Desentralisasi dan Otonomi Daerah tik luar negeri. dan agama. pengaturan pembiayaan dang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan daerah dilakukan berdasarkan asas desentralisasi. moneter dan fiskal Sejak dicanangkannya otonomi daerah pada tahun 2000. prasarana lingkungan dasar Hasil evaluasi efektifitas pelaksanaan otonomi daerah dan sebagainya. (v) pengembangan infrastruk­ Sementara berdasar UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang tur seperti jalan. perkataan lain terjadi peningkatan  68% dari jumlah daerah Dalam urusan bersama yang menjadi kewenangan daerah otonom tahun 1998 atau secara rata rata dalam satu tahun terbagi dua. kota) (Wikepe­ layanan dasar seperti pendidikan dasar. urusan yang bersifat con­ telah terbentuk daerah otonom baru sebanyak 217 buah yang current atau urusan yang dapat dikelola bersama antara pusat. yustisi. penerangan dan air minum. (iv) lapangan yang sama dan sejajar. yakni urusan wajib dan urusan pilihan.

yang berdampak pada munculnya    risiko bawaan. 2010). berupa desentralisasi KKN dan duplikasi Perda yang justru berlawanan dengan spirit otonomi daerah. Sebagian besar perdaperda tersebut dianggap menjadi penyebab munculnya high cost economy (ekonomi biaya tinggi) sehingga tidak mendu­ kung upaya peningkatan iklim usaha di Indonesia. Terlepas dari perdebatan tentang dampak positip dan negatip dari otonomi daerah. dampak negatif juga terjadi dian­ taranya (i) banyak kebocoran (korupsi) dan peng­ gunaan anggaran yang tidak efisien dan efektif. (Jatmiko. Menteri Keuangan pada tahun 2003 telah merekomendasikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk mencabut 206 Perda di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. bahwa daerah akan melakukan upaya maksimalisasi. (ii) perkembangan pereko­ nomian yang signifikan. Namun berdasar hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). Sementara hasil kajian  IRDA  (2002) menunjukkan de­ sentralisasi berhasil mendorong terwujudnya tiga kondisi penting. baik dalam bentuk pajak. (ii)  perangkat pemerintahan daerah memiliki komitmen yang makin kuat dalam pemberian layanan serta merasakan adanya tekanan yang berat dari masyarakat agar mereka meningkatkan kualitas pelayanan publik. (ii) terbukanya potensi kegaduhan yang disebab­ kan oleh ketidaksiapan daerah dan ketidakleng­ kapan desain regulasi untuk mengimplementasikan proses desentralisasi. Isu. (iv) perbedaan antara peraturan perun­ dangan dengan yurispudensi dan Surat Edaran Mahkamah Agung (Direktorat Otonomi Daerah. yaitu l Tumpang tindih regulasi sektoral dan desentralisasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah.63% dari seluruh total Perda yang diproduksi. Langkah ekstensifikasi pajak daerah akan menimbulkan 4. Masalahnya adalah. pemerintah daerah mencoba meningkatkan penerimaan daerah akibat orientasi kepada PAD yang berlebihan. disertai peningkatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. perolehan pendapat­ an daerah. ditandai dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).  Walaupun demikian. peningkatan PAD tersebut dibarengi dengan kebijakan-ke­ bijakan duplikatif sehingga sangat memberatkan masyarakat dan pelaku ekonomi pada khususnya4. Contoh lainnya. terjadinya oligarki politik oleh elit lokal maupun gejala pembangkangan daerah terhadap pemerintah pusat. Tantangan dan Kendala Memperhatikan pengalaman pelaksanaan otonomi daerah. l Ekstensifikasi sumber pendapatan Daerah yang berlebihan Salah satu konsekuensi otonomi daerah ada­ lah kewenangan daerah yang lebih besar dalam pengelolaan keuangannya.Pendapat dasar prinsip Kepemerintahan yang Baik (Good Governance). terdapat 87 regulasi sektoral yang mengatur 31 urus­ an yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah. Jika sebelumnya watak KKN lebih bersifat vertikal dengan institusi di atas mengambil bagian yang paling besar. 2011). setidaknya berbagai kalangan mempercayai terdapat banyak hal positip dari penerapan konsep otonomi daerah di Indonesia. (iii) benturan antara wewenang instansi pemerintah karena pembagian wewenang yang tidak sistematis. Temuan lain oleh Hidayat (2003). Pola ini menjadi sebuah pilihan utama karena ketidakmampuan pemerintah dalam mengembangkan sifat wirausaha (enterpreneurship). Ditengarai beberapa faktor menjadi penyebab tum­ pang tindihnya regulasi sektoral yaitu (i) pertentangan antara undang-undang dengan peraturan pelaksanaannya. Langkah yang dilakukan adalah melalui pola tradisional dengan mengintensifkan dan mengekstensifkan pemungutan pajak dan retribusi. 2010) 46 . ternyata pelaksanaan otonomi daerah belum berhasil meningkatkan kesejahteraan secara signifikan. Perda yang bermasalah pada level kabupaten pada tahun 2006 bahkan mencapai 65. bahwa kebijakan de­ sentralisasi juga tak luput dari serangkaian permasalahan se­ perti munculnya pembengkakan organisasi daerah. yaitu (i) meningkatnya kepedulian dan pengharga­ an terhadap partisipasi masyarakat dalam proses politik di tingkat lokal. serta semakin membaiknya fungsi in­ termediasi bank umum. diantaranya (i) se­ makin meningkatnya tingkat kemandirian dan kemampuan daerah dalam mengelola pembangunan ekonomi daerahnya. 2012). bukan optimalisasi. Setidaknya 29 bidang urusan diantaranya tumpang tindih. pendapatan per kapita. sedangkan pada level propinsi dan kota di bawah 22%. ditunjukkan dari terjadinya perencanaan ekonomi daerah yang lebih mempertimbangkan aspirasi masyarakat di daerah (bottom-up planning). dan (iii) pemerintah daerah saling bekerjasama dan berbagi informasi untuk menyelesaikan persoalan yang sama-sama mereka ha­ dapi. maupun non-pungutan. Pada kasus ini tentu saja pemerintah daerah telah berperan sebagai pen­ cari rente (Rent-Seeker) (Sari dkk. l Pelaksanaan otonomi daerah belum efektif Salah satu tujuan pelaksanaan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Di sisi lain.  SMERU (2002)  mengungkap fakta banyaknya daerah yang memberlakukan berbagai pu­ ngutan baru yang berpotensi menghambat iklim investasi dan gairah bisnis lokal (Utomo. maka sejak era otonomi watak KKN lebih bersifat hori­ zontal dengan setiap lini penyelenggara pemerintah (daerah) mengambil bagian yang sama. Berdasarkan kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). (ii) kebi­ jakan instansi pusat saling bertentangan. retribusi. dapat dikategorikan beberapa isu utama yang perlu mendapat perhatian. pertumbuhan ekonomi.

. yaitu (i) desain kebijakan sangat kental dengan pola pikir ‘inward looking’ sehingga penataan daerah diterjemahkan hanya sebagai pembentukan daerah otonom baru. 2012). panti asuhan dan jompo). 1. nelayan daerah lain tidak boleh me­ nangkap ikan di luar daerahnya (Sari dkk.33 triliun. Di­ samping persoalan adanya ketimpangan antara besarnya dana yang dialokasikan dengan hasil yang dicapai dalam pemba­ ngun­ an daerah otonom baru serta munculnya konflik hori­ sontal yang cenderung semakin meningkat. (v) pemberian bantuan fiktif. 47 . pada tahun 2002 dialokasikan DAU sebesar Rp. Sebagai ilus­ trasi. Kondisi ini bermuara pada masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang oto­ nomi daerah. kenaikan pangkat. Berdasar kajian Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerin­ tahan (2010). (iii) pungutan liar dalam penerimaan pe­ gawai. (iii) masih kuatnya pengaruh kekuat­ an politik pada birokrasi daerah. retribusi dan iuran (Sari dkk. Agenda ke Depan Memperhatikan isu utama dalam pelaksanaan otonomi daerah yang telah banyak mempengaruhi pelaksanaan otono­ mi daerah. hanya 20 % pemerintah daerah mampu menyelenggarakan otonomi daerah dan ber­ buah kesejahteraan rakyat di daerah. sehingga loyalitas aparatur pemerintah cenderung lebih kuat kepada kekuatan politik dari pada kepentingan masyarakat l Partisipasi masyarakat masih belum memadai Masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi setiap kebijakan yang diberlakukan. (ii) Penghapusan barang inventaris dan aset negara (tanah). 2. sementara berdasar fakta pencapaian otonomi daerah. penerimaan pajak.Maret 2013 beban yang terlalu besar buat masyarakat umum dan pelaku ekonomi yang pada akhirnya berujung pada meningkatnya beban masyarakat secara tidak proporsional dan menimbul­ kan ekonomi biaya tinggi sehingga dapat melemahkan per­ tumbuhan ekonomi daerah. Sebagai ilustrasi. pada beberapa daerah. dibutuhkan langkah nyata dalam menanggapi isu dimaksud. namun pelaksanaannya masih terkesan 5. rumah ibadah. (vi) penyelenggaraan proyek fiktif. (Harmantyo. l Belum optimalnya hasil pemekaran daerah Pemekaran wilayah merupakan salah satu dampak ikutan dari penerapan kebijakan desentralisasi di Indonesia. keterlibatan masyarakat dalam proses implementasi Otonomi Daerah belum terlihat jelas.9 triliun. bahkan terlihat bahwa pertambahan wilayah administratif kabupaten/ kota hasil pemekaran bertambah secara signifikan sejak dimu­ lainya kebijakan desentralisasi ini. ditemui fakta bahwa pemekaran wilayah tersebut terlihat tidak disiapkan dengan baik sehingga ditemui kabupaten baru yang hanya berpenduduk 12 ribu jiwa. terdapat sejumlah kelemahan dalam pelaksana­ an penataan daerah di Indonesia. di­ sebabkan antara lain pola rekruitmen yang belum sempurna (menyangkut perencanaan kebutuhan dan seleksi). 2012). dan wali kota (Sari dkk. Beberapa bentuk korupsi yang masih terjadi diantaranya (i) penggelembungan nilai barang dan jasa pada proses peng­ adaan barang dan jasa. pengurusan pensi­ un dan sebagainya. (ii) bersifat parsial. ber­ dampak terhadap semakin besarnya dana pembangunan dae­ rah otonom baru yang dialokasikan dari APBN. Sepanjang 2004-2011 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat terdapat sebanyak 158 kasus korupsi yang menimpa kepala daerah yang terdiri atas gubernur. sehingga kepenting­ an per daerah yang menjadi acuan. bupati. l Korupsi di Daerah masih marak Fenomena lain yang sejak lama menjadi kekhawatiran banyak kalangan berkaitan dengan implementasi otonomi daerah adalah bergesernya praktik korupsi dari pusat ke dae­ rah5. karena masyarakat sesungguh­ nya adalah pelaku utama. (vi) penyelewengan dana proyek. pembayaran gaji. Secara umum. (ii) pola pembinaan karir yang belum mempunyai aturan yang jelas dan pasti.. Dilain pihak. (iv) pemotongan uang bantuan sosial dan subsidi (sekolah. Beberapa faktor menyumbang pada terjadinya kondisi ini. 2011). Akibatnya konsep “urusan” lebih dikaitkan dengan “keuangan”. 47. Beberapa agenda yang dipandang perlu dan segera untuk dilakukan adalah: l Penyusunan Desain Besar Otonomi Daerah Tahun 20152025 Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama. sehingga mempengaruhi terhadap semangat dan budaya kerja birokrasi. tahun 2003 sebesar Rp. Bahkan pemahaman masyarakat cenderung bertentangan dengan jiwa otonomi daerah. yang langsung “bersentuhan” atau berkepentingan dengan kebijakan tersebut. yang ternyata masalah di atas juga disebabkan oleh lemahnya aturan per­ syaratan dan penahapan pembentukan daerah otonom baru. yaitu hak daerah untuk menggali sumber keuangan dan bukan untuk memberikan pelayanan.Edisi 3 . Oleh karenanya keterlibatan masyarakat menjadi suatu keniscayaan. Ditengarai rendahnya pencapaian ini banyak ditentukan oleh kapasitas dan integri­ tas sumberdaya manusia yang masih jauh dari memadai.6 triliun dan pada tahun 2010 sebesar Rp. Namun dengan banyaknya daerah otonom baru. (vii) manipulasi hasil pe­ nerimaan penjualan.. 2012) l Kesalahpersepsian terhadap keberhasilan otonomi daerah yang diukur dengan kemampuan keuangan daerah Keberhasilan otonomi daerah seringkali dipersepsikan sebagai keberhasilan suatu daerah hanya dalam aspek ke­ mampuan keuangan daerah. l Kondisi SDM aparatur pemerintahan dan legislatif yang be­ lum menunjang sepenuhnya pelaksanaan  otonomi daerah Keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah sangat ber­ gantung kepada kemampuan aparaturnya. yaitu (a) masih rendahnya profesionalitas birokrasi.

pembenahan sistem informasi. dan Kriteria). Prosedur. Untuk itu. dan. (12) keuangan daerah. pemerintah daerah provinsi dengan kabupaten/kota). Untuk itu. Undang-Undang Nomor 22 Ta­ hun 1999 hanya efektif selama 5 tahun dan direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. dan tarik-menarik kewenangan antarlevel peme­ rintahan (pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.  Banyaknya urusan pemerintahan yang menyaratkan NSPK (Norma. (4) pemi­ lihan kepala daerah. (10) peraturan daerah. juknis). permen. (20) tindakan hukum ter­ hadap aparatur Pemda. Untuk itu.  Kerancuan yang terjadi menyusul model susunan pe­ merintahan yang menempatkan provinsi sebagai daerah otonom sebagaimana kabupaten/kota. yang menyatakan bahwa setidaknya terdapat 22 isu strategis yang dirumuskan dalam RUU Pemerintahan Daerah antara lain: (1) pembentukan daerah otonom. l Peningkatan kualitas pengendalian program melalui pengem­ bangan sistem informasi otonomi daerah yang menerapkan manajemen pengetahuan Salah satu kelemahan pelaksanaan otonomi daerah adalah tidak terpantaunya kegiatan secara memadai. juklak. Aki­ batnya hasil evaluasi pelaksanaan otonomi daerah menjadi kurang berkualitas. namun sangat sedikit daerah yang­ berinovasi untuk menetapkan sendiri kualitas pelayanan publiknya (Dwipayana. peningkatan kualitas data. (18) desa. Walaupun ada keleluasaan bagi daerah untuk bergerak sebelum NSPK keluar. (14) partisipasi masyarakat. Sebagai ilustrasi. (21) inovasi daerah. (2) pembagian urusan pemerintahan. provinisi dan kabupaten/ kota yang berakibat pada per­ bedaan interprestasi. maupun daerah (perda). yang terutama diakibatkan oleh kesulitan mengakses data pencapaian. yaitu:  Ketidakjelasan pembagian ke­ wenangan antara pemerintah pusat. padahal wilayah provinsi meliputi wilayah kabupaten/kota. (15) kawasan perkotaan.Pendapat berubah-ubah bahkan pada era reformasi perubahan regu­ lasi terkait otonomi daerah berlangsung dalam waktu yang singkat. Sebagai konsekuensi logis­ nya.  Pembagian kewenangan menjadi urusan wajib dan urus­ an pilihan yang belum jelas dan cenderung seragam untuk seluruh daerah sehingga menimbulkan banyak kesulitan karena tak seluruhnya sesuai dengan karaktersitik dan ke­ butuhan daerah. (3) daerah berciri kepulauan. l Penyempurnaan regulasi otonomi daerah dan sinkronisasi dengan regulasi sektoral terkait Agenda utama yang perlu dilakukan adalah sinkronisasi keseluruhan regulasi terkait otonomi daerah. (16) kawasan khusus. beberapa hal yang perlu di­ lakukan adalah peningkatan kualitas para pimpinan dan staf perencana melalui pendidikan dan pelatihan perencanaan berkala. Desain Besar ini akan dilengkapi dengan peta jalan yang sekaligus merupakan masukan bagi penyusunan RPJMN Tahun 2015-2019. (6) Muspida. l Peningkatan kualitas proses perencanaan pembangunan daerah Pembangunan daerah yang berkualitas masih sulit dica­ pai. (22) dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). undang-undang otonomi daerah kemungkinan besar juga perlu direvisi. ketika proses perencanaan pembangunan daerah belum mendapat perhatian. Salah satu masukan terkait revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 berasal dari Hakim Konstutusi Akil Mochtar (2012). (9) aparatur daerah. dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala dan tepat waktu. perlu dikembangkan konsep 48 . baik sektoral maupun yang terkait langsung dengan otonomi daerah. (8) kecamatan. (19) pembinaan dan peng­ awasan. PP. ter­ masuk regulasi di pusat (undang-undang. 2011). (17) kerjasama antardaerah. dimana kelambanan di kementerian sektoral dalam mengeluarkan NSPK berimbas pada tidak adanya standar kualitas penye­ lenggaran urusan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. tumpang tindih. dan peningkatan kualitas rapat koordinasi wilayah. di­ sepakati terdapat beberapa isu yang belum mampu dijawab oleh desain desentralisasi saat ini. dan pada saat bersamaan juga merupakan wakil pemerintah pusat di daerah. (13) pelayanan publik. baik dalam lingkup nasional maupun lokal  Kecenderungan pemerintah nasional tidak melakukan penyesuaian kelembagaan dengan rezim desentralisasi se­­ hingga yang terjadi justru “pembengkakan” struktur kelembagaan di pusat. Standar. Berdasar penelitian dan diskusi yang diselenggarakan Pro­ gram Pascasarjana S2 Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada selama tahun 2008-2009. perlu disiapkan langkah penyiapan naskah akademik dengan me­ libatkan berbagai pihak.  Situasi pembuatan kebijakan desentralisasi/otonomi dae­ rah yang cenderung terpecah-pecah sehingga menghasil­ kan peraturan perundang-undangan yang saling ber­ tentangan atau tidak tepat sasaran. (11) pembangunan daerah. (7) perangkat daerah. (5) peran gubernur sebagai Wakil Peme­ rintah Pusat di Daerah.

dan ketahanan nasional. yaitu agama. Diantara yang dapat dilakukan adalah efisiensi anggaran. (b) peng­ gabungan dan penyesuaian daerah otonom. Tabel 2 Estimasi Jumlah Maksimal Kabupaten/Kota di Indonesia (2010-2025) Daerah otonom Jumlah provinsi Jumlah kabupaten/kota Jumlah daerah otonom 2010 33 491 524 Penambahan 11 54 65 2025(*) 44 545 589 (*) Diolah berdasarkan estimasi tim Desertada Kemendagri (2010) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembenah­ an birokrasi daerah melalui reformasi birokrasi Fenomena rendahnya kualitas sumberdaya manusia di daerah yang telah berlangsung lama perlu segera dihentikan. l Pembenahan forum komunikasi otonomi daerah Pelaksanaan otonomi daerah menjadi kepentingan semua pihak. l Pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. (vi) perta­ hanan dan keamanan. bahkan pada titik tertentu menjadi beban bagi pelaksanaan otonomi daerah. peng­ olahan. Untuk itu. l Pengembangan alternatif sumber pembiayaan pemerintah daerah Kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah dalam mem­ peroleh sumber pembiayaan di daerah perlu disikapi dengan menyiapkan terobosan alternatif pembiayaan. Akibatnya masyarakat hanya menjadi obyek. tingkat kemakmuran. Dengan demikian diharapkan dukungan masyarakat akan membantu meningkatkan kuali­ tas otonomi daerah. Dimulai dengan penyusunan sistem kepegawaian daerah yang berisi pola rekrutmen. (ii) nilai dasar pembentukan daerah otonom terdiri atas efisiensi administrasi (daya saing daerah dan skala ekono­ mi dan jumlah beban propinsi) dan efektifitas adminis­ trasi (rentang kendali. yaitu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemerintahan dan mengaktualisasikan representasi lokal. menyelenggarakan dengar pendapat publik. 49 . (d) penetapan estimasi jumlah maksimal daerah otonom di Indonesia ta­ hun 2010-2025 (selengkapnya pada Tabel 2 ). Beberapa hal yang akan tercakup adalah sistem informasi. dan kerjasama dengan swasta. Untuk itu. (iii) manajemen keuangan. yang merupa­ kan hasil kolaborasi berbagai pihak dengan dikoordinasikan bersama oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Partnership for Gover­ nance Reform). revitalisasi perusa­ haan daerah. digunakan 7 (tujuh) formulasi dari berbagai sudut pandang. (iii) penyelesaian batas daerah. Untuk melihat jumlah ideal dari propinsi. dengan pertimbangan jumlah penduduk. Penataan daerah meliputi (i) pemekaran dan pembentukan daerah. yaitu (i) administrasi publik. (ii) penghapusan dan penggabungan daerah. (iv) pengalihan status daerah serta pemindahan ibukota (Kemitraan bagi Tata Pemerintahan. (vii) sosial ekono­ mi. demografi. Dimungkinkan juga pertukaran data dan informasi secara aktif diantara pemerintah daerah. kondisi sosial ekonomi. Untuk itu. yang di­ padu dengan pengembangan reformasi birokrasi di daerah. dibutuhkan suatu grand design (desain besar) yang dapat menjadi suatu acuan bagi langkah pemekaran daerah. sehingga keterlibatan pemangku kepentingan men­ jadi suatu keniscayaan. persebaran dan etnis. pendistribusian dan bahkan meningkatkan data dan informasi tersebut menjadi pengetahuan. l Pembenahan proses pemekaran daerah melalui penyusunan Desain Besar Penataan daerah Sebagaimana telah diketahui bahwa pemekaran daerah ternyata pada akhirnya tidak mendukung tujuan pelaksanaan otonomi daerah. penjenjangan karir. sumber daya alam/buatan. yaitu geografi. keterwakilan). Forum yang ada selama ini dapat dioptimalkan perannya dalam meningkatkan keterlibatan pemangku ke­ pentingan. sistem insentif/di­ sinsentif. dan rentang kendali. dengan melupakan bahwa filosofi otonomi daerah diantaranya adalah keterlibat­ an aktif masyarakat dalam proses ini. topografi.Edisi 3 . ekologi. yaitu (a) pembentukan daerah persiapan sebagai tahap awal sebelum ditetapkan sebagai daerah otonom. mekanisme monitor­ ing dan evaluasi. yaitu hidrologi. dan pihak di luar pemerintah termasuk masyarakat. pemantauan dan evaluasi secara partisipatif Selama ini proses desentralisasi dan otonomi daerah ter­ lalu fokus pada aspek kepemerintahan. kabupaten/kota. (v) geografi. aksesibilitas dan potensi wilayah). baik pemerintah. dan lainnya. perairan kepulauan. (ii) manajemen pemerintahan. dibutuhkan upaya bertahap untuk mulai melibatkan masyarakat dimulai dengan melaku­ kan sosialisasi secara intensif. l 6. Menjadi agenda pemerintah selanjutnya untuk mereview dan menginternalisasikan Desain Besar ini kedalam Desain Besar Otonomi Daerah dan regulasi terkait khususnya undang-undang otonomi daerah Beberapa ide utama dalam dokumen ini diantaranya ada­ lah (i) terdapat 4 (empat) elemen dasar penataan daerah. (iv) demografi. demokrasi pemerintahan (aspirasi dan kendali masyarakat. dengan pertimbang­ an kepadatan penduduk. melibatkan masyarakat dalam pemantauan dan evaluasi secara partisipatif. 2010). dibutuhkan suatu forum yang dapat membantu mengakomodasi semua kepentingan. budaya. Saat ini telah tersedia suatu makalah kebijakan bertema Desain Besar Penataan Daerah6 di Indonesia. ketersediaan akses melalui keberadaan pusat informasi di tiap daerah. (c) penataan daerah yang memiliki karakteristik khusus. luas wilayah.Maret 2013 manajemen pengetahuan yang pada intinya menjaga aliran data dan informasi mulai dari pengumpulan data dasar. sistem pendidikan pegawai.

Misi tersebut belum akan berubah selama permukiman kumuh masih ada. Sukajadi (Bandung). Pada waktu itu belum ada undang-undang tentang perumahan dan permukiman. Bandung. Sementara itu. sejak awal pembangun­ an rumah susun dianggap sebagai solusi untuk dua misi. Dengan demikian. tidak harus membayar iuran sanitasi maupun sampah dan ongkos pe­ meliharaan rumah pun ringan. begitulah slogan yang dicanangkan. Apa yang dianggap uji coba dan contoh yang baik seperti rumah susun di Dupak dan Sombo (Sura­ baya). Pembangunan rumah susun di Kebon Kacang (Jakarta) juga merupakan eks­ perimen untuk menggantikan permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. kemudian diterbitkan undangundang rumah susun untuk memberi landasan hukum tentang kepemilikan dan kewajiban serta tanggung jawab penghuninya. Klender (Jakarta). Tahun 1990. Apalagi resiko meng­ huni tersebut dikompensasikan juga dengan hubungan keakrab­ an sosial yang terbangun di kampung tersebut. Ka­ rena dengan sifat kebutuhan dan tingkat pendapatannya. kebakaran. air gratis. yang ada adalah UU Nomor 6 Tahun 1962 tentang Pokok-Pokok Perumah­ an yang terfokus pada hubungan sewa menyewa perumahan. semuanya terpaksa harus dihadapi. kecua­ li harus menghadapi resiko tersebut. muncul instruksi presiden untuk mena­ ngani permukiman kumuh pada tanah negara dan secara eksplisit menyatakan bahwa perbaikan permukiman ku­ muh itu dilakukan dengan membangun rumah susun. Tahun 1985. pembangunan rumah susun memang tidak pernah sungguh-sung­ guh menjadi instrumen peningkat­ an kualitas permukiman kumuh. Sedang pembangunan rumah su­ sun di Klender (Jakarta). atau Kepunden (Semarang) sumber foto: istimewa 50 . UU ini beriringan dengan pembangunan rumah susun di Kebon Kacang. menjadikan kehidupan dan manajemen kota makin sulit. Palembang dan seba­ gainya oleh Perumnas sebagai al­ ternatif rumah sederhana. adalah solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar beban menghuni lebih ringan dan terjangkau. Karena selama itu. penyakit oleh kondisi lingkungan. Surabaya dan kota lain­ nya. Resiko tinggi meng­ huni kampung kumuh seperti banjir. Kampung kumuh pasti de­ kat de­ ngan tempat mencari nafkah. Skala pembangunan terlampau ke­ cil dibanding luas dan banyaknya rumah di permukiman kumuh. peratur­ an pemerintah tentang persyaratan yang lebih teknis terkait rumah susun diterbitkan pada tahun 1988. Dimulai dengan membangun rumah susun 4 lantai di Jakarta. dan sebagainya. Persoalannya adalah bagaimana agar rumah susun menjadi solusi yang tepat dan efektif itulah yang menjadi soal. tetapi tidak memberikan hasil yang berarti. penyakit menular dan mungkin juga penggusuran. Masalah inilah yang diatasi dengan membangun kota secara vertikal. Membangun tanpa menggusur. Apalagi rencana pembangunan jang­ ka panjang telah mencanangkan kota tanpa permukiman kumuh 2025. kehadiran payung hukum rumah susun mendahului payung hukum perumahan dan permukiman yang lebih menyeluruh dan komprehensif. Pertama untuk meningkatkan kualitas per­ kotaan dengan mengganti permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. Pertambahan penduduk dan per­ luasan kota yang tak terbendung.Pendapat Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? Tjuk Kuswartojo* P embangunan rumah susun massal sebagai produk kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah pe­ rumahan dan perkotaan di Indonesia baru muncul awal tahun 80an. biasanya juga murah. Rumah susun sebagai pengganti permukiman kumuh sudah diselenggarakan sejak 25 tahun yang lalu. di Suka­ jadi (Bandung). Kedua untuk memenuhi kebutuhan akan rumah yang terus meningkat oleh per­ tambahan penduduk. Dengan demikian. sekedar eksperimen untuk mendapatkan pengalam­ an teknis. Rumah Susun dan Rumah Menara: Dapatkah Mengganti Permukiman Kumuh? Kampung yang menjadi kumuh. Kalaupun rumah tersebut harus menyewa. tidak ada pilihan lain bagi suatu lapisan masyarakat. makin memberatkan masyarakat maupun pemerintah kota.

Karena pasti ong­ Begitulah. Tipe studio sekarang permukiman liar dan kumuh di Hongkong tahun lima­ disewakan dengan harga Rp.000 jiwa menempati persil seluas 12 Ha. para pengembang mau. Ketinggian bangunan itu sendiri. 30. lebih banyak. penjual sayurlantai. Muncullah gagasan mem­ aktivitas ekonomi. apartemen lokasi dan luasnya permukiman kumuh dan Gading Nias dan Kalibata kini tampak hidup menjadi yakin bahwa rumah menara adalah dan bahkan bisa menumbuhkan banyak solusi yang tepat. 51 . Ide itu memba­ harus diselesaikan soal siapa yang berhak dan bagaimana wa serta banyak soal. Berbagai usaha kecil. Beliau-beliau tersebut pemeliharaan. Mungkin hanya suatu lontaran ide tanpa telaah puluhan tahun di permukiman kumuh juga perlu diperha­ yang mendalam. tidak menjawab Tower yang diba­ngun tersebut nggak nyam­ pung maksimum 400 orang/hektar sedang tower bisa lebih dari 2. sesungguhnya Gubernur DKI Jakarta waktu itu meng­ otak atik struktur bangunan.144 juta per Gubernur mengakibatkan beliau dituduh sebagai peng­ unit dua kamar tidur.. tukang pijit. Karena dengan kepadatan penduduk yang begitu tah serta kemudahan perizinan akhirnya Perumnas dan tinggi. tumbuh di kompleks kecil sehingga bisa diperoleh ruang terbuka tersebut.. Dengan demikian. rumah susun lebih dari 10 mulai dari warung makanan. untuk mengganti rumah kumuh.000 sampai Rp. pembangunan rumah susun terkesan inkremental dan bukan oleh yang membutuhkan rumah. bayar juga. terbang misalnya seluas 20 m2 harus menyediakan Rp. disertai dana subsidi untuk menghuni. Seperti apa yang temen sederhana karena harganya pada waktu itu ”hanya” terjadi dengan tower Kalibata. yang akan menyelamatkan Bagaimana hubungannya dengan per­ Jakarta dari banjir dan juga memberi udara mukiman kumuh.. meminimkan kebutuh­ tidak terlalu suka dengan kebijakan towerisasi rumah mu­ an ruang dan utilitas. Terlebih lagi karena manajemen pengoperasian terlalu jauh berbeda dengan indekosan sekitar Jalan dan pemeliharaan rumah susun tersebut sangat lemah Thamrin atau Jalan Gatot Subroto. salon. rapannya bahwa perumahan ini tidak hanya pun demikian masih ada sisa pemikiran un­ diperuntukkan bagi penghuni permukiman tuk tetap membangun tower guna mengatasi kumuh saja. pasti beberapa pengembang mau membangun tower tersebut. menjadi beban berat bagi sarana dan prasarana kota di ka­ Hadirlah kemudian kompleks apartemen ”sederhana” di wasan tersebut. Bagaimana membiayainya. persyaratan yang diajukan Rp. Disebut apar­ tut persyaratan teknis yang tinggi pula.9. pada suatu waktu di ta­ persegi per bulan. Ha­ soal permukiman bung dengan permukiman kumuh. Karena lokasinya.000 per bulan untuk sumber foto: istimewa kumuh di Jakarta. di mana lokasinya dan berapa Meski tidak menjadi keputusan dan pernyataan yang luas lahan yang dibutuhkan untuk memulainya. Nah ini yang tidak ada.15. penyewa tipe studio hun 2007. Walau­ kumuh. Karena Apartemen yang telah dibangun itu ternyata diserbu itu. Tentu saja lis­ trik dan air harus mungkin trenyuh dan risau melihat sebaran. tetapi nyatanya menjadi kebijakan yang tikan dan difasilitasi di kompleks tower.000 de­ ngan helikopter mengamati permukiman sampai Rp.000 gal di kampung. kebijakan tower ini harus karta juga dapat ditampung. tetapi oleh terfragmentasi sehingga tidak memberi efek nyata. masih menyibukkan para penjabat kementerian. apakah mengelola tower pengganti permukiman kumuh tersebut. bangun tower.rumah menara bangunan ini dilaksanakan tanpa menggusur.300.000 sehingga tidak puluhan. sayuran. Rumah susun bisa menam­ karena memang tidak ada yang harus digusur. Walaupun demikian sehingga akhirnya rumah susun mengumuh juga. segar.180. Dengan eksplisit.. Memang benar pem­ agar penduduk yang dapat ditampung bisa . ditambah dengan subsidi pemerin­ rah itu. Kalibata dan Pulo Gebang. wakil presiden dan beberapa menteri. Selain itu. dokter dan agen Mengapa tower.Maret 2013 tidak direplikasi atau dikembangkan lebih lanjut.000 per meter an massal dengan lebih cepat.000 orang/hektar. menun­ Kelapa Gading.85 juta per unit satu kamar tidur dan Rp.Edisi 3 .900. karena penggunaan tanahnya properti kecil-kecilan. tetapi masyarakat yang saban kekumuhan di pinggiran Ciliwung. hambat pembangunan. Hubungan sosial yang terbangun selama tower. pengamatan dari helikopter itu meneguhkan kos tinggal di tower akan jauh lebih tinggi dari pada ting­ kebijakan perumahan yang dikenal dengan program 1. penghuni apartemen terkena kewajiban membayar ongkos Didorong oleh niat meningkatkan skala pembangun­ manajemen antara Rp. hijau yang luas. seper­ investor kecil yang tidak terlalu menghitung pengembalian ti misalnya pembangunan rumah susun untuk mengatasi walaupun tetap mau untung. tentu saja permukiman kumuh. Kalau hari naik di atap KRL mondar mandir ke Ja­ memang demikian. Mengapa bukan rumah susun empat/ ternyata rumah menara tidak menjawab soal lima lantai seperti yang telah ada.

Masyarakat yang begitu beragam. yang perlu kita dicari adalah solu­ si. Selain itu. rumah susun adalah solusi. tetapi kiralogi (ilmu kira-kira begitulah ) untuk retorika politik.000 per bulan. Apalagi sebagian besar masyarakat tersebut berpenghasilan dari sumber-sumber informal yang sulit diketahui besarannya. penyediaan air bersih akan menjadi beban menghuni. Apalagi bila bangunan itu berupa menara lebih dari duapuluh lan­ tai. tetapi tidak jelas apa masalah yang sesungguhnya. Masyarakat miskin yang tinggal di ko­ long jalan layang atau di genangan air memang tidak akan mampu tinggal di rumah susun sewa. perbaikan. tidak mungkin apartemen sesederhana apapun bisa menggantikan permu­ kiman kumuh. Pajak bumi dan bangunan pun akan menjadi lebih tinggi. setelah subsidi terse­ but berlangsung selama lebih dari 50 tahun. Subsidi beban menghuni tersebut mungkin bisa juga dihubungkan dengan beban pemerintah daerah untuk pe­ nanganan kebakaran dan pemeliharaan kesehatan. yang pasti tidak dalam jangka penggantian menteri atau pimpinan daerah. *) Pemerhati kebijakan permukiman. Istilah backlog yang digunakan menyatakan kekurangan rumah itu pun sesungguhnya keliru. Sering kita dengar. apalagi masyarakat miskin yang tinggal di kampung kumuh . Pada waktunya subsidi memang dapat dicabut. Keamanan konstruksi. Dari segi ini. Subsidi Ongkos Menghuni Ongkos pemeliharaan. Artinya pemerintah juga harus ikut menanggung ongkos pemeliharaan. tidak mungkin menang­ gung ongkos sewa rumah susun seperti Marunda. Keluhan Dinas Perumah­ an DKI Jakarta atas besarnya penunggak sewa perumahan Marunda yang konon ”hanya” Rp. selain subsidi ongkos konstruksi. sering hanya berupa masalah simptomatik dan bukan masalah yang mendasar. tetapi banyak solusi yang ditawarkan bahkan dilaksa­ nakan. intalasi keamanan dan lift akan menjadi beban menghuni. Ini bukan masalah simptomatik. Begitulah jadinya. Subsidi yang saat ini disediakan oleh pemerintah nasional. apartemen murah atau apapun nama­ nya. tetapi menjadi le­ bih keliru lagi karena tidak diungkapkan kekurangan itu dimana dan terjadi untuk lapisan masyarakat yang mana. ongkos menghuni akan berlipat ganda sehingga tidak dapat di­ jangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Masyarakat yang hi­ dup dibawah garis kemiskinan. ada soal lain yang harus ditangani dengan sungguhsungguh. Walaupun demikian. Masalah yang sering dikemukakan para penjabat bahkan para tokoh perumahan konon adalah backlog membesar. Kapan pencabutannya perlu dipantau dan dikaji secara mendalam.Pendapat Rumah susun. mendapat respon masyarakat dan mempu­ nyai efek konstruktif.128. Pemerintah Inggris baru mencabut susbsidi yang dilaksanakan lewat peru­ mahan publik (public housing). kecuali pemerintah juga memberikan sub­ sidi beban menghuni tersebut. yaitu bagaimana mengelola subsidi tersebut agar sumber foto: istimewa tepat sasaran. air bersih. ternyata tidak didasari pada pemahaman atas apa masalahnya. ternyata disambut dingin-dingin saja oleh masyarakat. mungkin akan mengatasi ongkos transpor dan me­ ngecilkan resiko menghuni. mengindikasikan ada kesenjangan antara pendapatan dan ongkos menghuni. perkotaan dan lingkungan hidup 52 . berla­ pis dan dengan kesenjangan yang tinggi menjadi soal be­ rat untuk dapat menentukan besaran dan sasaran subsidi dengan tepat. Kalaupun masalah itu dikemukakan. sanitasi.

penghuni­ nya adalah PNS dan lainnya yang tidak berhak atas rusun. yang terjadi masih mun­ cul sejumlah permasalahan di dalamnya. Berbagai masalah dan faktor penyebab dalam penghunian rusun bagi MBR dapat diidentifikasikan sebagai berikut: a. Hasil penelitian Fatwan Tadjung (1999) di Rusun Benhil DKI Jakarta yang me­ nyimpulkan masih 30 persen penghuni asli masih bertahan hidup di rusun dan selebihnya penghuni lain bukan kelompok sasaran. Demikian pula. c. kebijakan pembangunan rusun masih sering tidak berpihak kepada MBR. Adanya fenome­ na ini membuktikan bahwa dalam peng­ hunian rusun telah terjadi marjinalisasi terhadap peng­ huni rusun. terjangkau. Mun­ culnya masalah ini disebabkan oleh adanya harga rusun tak terjangkau oleh MBR dan praktik pemasaran rusun sulit diakses MBR. Masalah apa saja yang muncul dalam penghunian rusun bagi MBR di berba­ gai kota besar Indonesia?. seperti kepemilikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan struk gaji sulit dipenuhi oleh MBR. Termarjinalisasi penghuni rusun Masalah ini terjadi karena MBR penghuni rusun tidak sanggup membiayai biaya angsuran dan biaya operasional hidup di rusun. dan berkelan­ jutan. Demikian pula. dan bagaimanakah implementasi pemberdayaan yang dapat mengatasi problem peng­ hunian sumber foto: istimewa rusun oleh MBR? Kedua hal tersebut akan dibahas dalam artikel pendek ini dan selanjutnya diharapkan memuncul­ kan diskursus tentang permasalahan penghunian rusun bagi MBR perkotaan. dengan adanya keberdayaan yang tinggi dalam proses pembangun­ an rusun. masih nampak tingkat penghunian rusun belum optimal. b. dalam proses pembangunan rusun dan pemanfaatannya masih menimbulkan banyak masalah bagi penghuni rusun yang hingga kini sulit terpecahkan.Edisi 3 . maka kesejahte­ raan hidup mereka dalam meng­ huni rusun dapat sustainable. Penghunian rusun belum optimal Dalam kasus di beberapa kota besar di Indonesia.Maret 2013 Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial Drs. Pemberdayaan bagi MBR penghuni rusun telah sering di­ lakukan oleh pemerintah. K ata pemberdayaan masih terus didesakkan ke­ pada pemerintah oleh para pakar dan penggiat pembangunan guna membantu masyarakat mis­ kin (lemah) yang tak berdaya menghadapi permasalahan yang muncul dari implementasi kebijakan pembangunan. rendahnya akses MBR tersebut juga disebabkan oleh pe­ rilaku oknum pejabat di Dinas Perumahan yang tidak 53 . Namun. Mengapa pemberdayaan diperlukan? Hal ini dikarenakan: Pertama. Dalam ba­ nyak rusun yang ada.Si. karakteristik sosial ekonomi dan budaya MBR yang lemah sering memunculkan permasalahan dalam penghunian rusun. Nursalim. M. pemberdayaan sangat diperlukan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah (MBR) penghuni rumah susun (rusun) di perko­ taan. Gerakan pemberdayaan atau empowerment bagi MBR penghuni rusun diperlukan karena gerakan tersebut didasar­ kan pada gagasan “memberikan kekuatan (power) kepada yang lemah (powerless) sehingga dengan kepemilikan kekuat­ an seseorang dapat melaksanakan proses aktualisasi (Pranar­ ka. 1996). Namun. Hal ini disebabkan oleh harga rusun tidak terjangkau MBR di satu sisi. dan di sisi lain disebabkan pengembang ingin rusun yang dibangunnya cepat terjual. dan kedua. Adanya akses yang rendah bagi MBR untuk menghuni rusun dikarenakan persyaratan tertentu. terutama di DKI Jakarta. Bias investasi pembangunan rusun Munculnya masalah ini terlihat dari penghunian rusun yang jatuh pada masyarakat non target group. Masalah dan faktor penyebab Pembangunan rusun ditujukan untuk mengatasi kebu­ tuhan perumahan MBR di perkotaan yang tidak mampu mendapatkan sarana dan prasarana tempat huni­ an (rumah) yang layak. Bagi MBR.

terdapat dalam pasal 11 ayat (1) berbunyi ”Pemerintah melakukan pembinaan penyelenggaraan rumah susun secara nasional untuk me­ menuhi tertib penyelenggaraan rumah susun” dan pada ayat (2) butir g dinyatakan bahwa pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. lembaga jasa swasta juga tidak tertarik memberikan layanan asuransi penghunian rusun karena dipandang tidak menguntungkan dan ba­ nyak ruginya bila dilakukan. Formalitas Pemberdayaan Dalam paket kebijakan pembangunan rusun. Masalah ini muncul karena kurang adanya pembinaan pemerintah yang tepat dan intensif terhadap penghuni rusun. rusun dalam keadaan kumuh. Dengan memperhatikan bunyi ketentuan tersebut. dan lingkung­ an belum dilakukan secara konprehensif. Demikian pula. seperti telah dipaparkan di depan telah memun­ culkan masalah ketidakmampuan bertahan hidup di rusun karena terbebani biaya operasional perawat­ an rusun yang tinggi. Dari kenyataan implementasi pemberdayaan tersebut tidak berarti apa yang telah dilakukan pemerintah salah. termasuk penghuni 54 . Sosialisasi sebagai pemberdayaan pada tahap awal pem­ bangunan rusun masih memosisikan masyarakat calon penghuni rusun sebagai obyek pembangunan. Implementasi Pemberdayaan Kata pemberdayaan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rusun. Kegiatan sosialisasi dan pembinaan penghuni rusun dengan konsep pendekatan “TRI DAYA” (sosial. Akan tetapi dalam implementasi. d. e. Hal ini karena tidak adanya per­ hatian pemerintah untuk peduli melindungi harta dan jiwa penghuni rusun. Belum adanya asuransi penghunian Hingga saat ini MBR penghuni rusun di berbagai kota besar di Indonesia masih belum tenang hidupnya jika mendapat musibah atau bencana seperti bangunan runtuh dan terjadinya kebakaran. Rusaknya sarana dan prasarana rusun Suatu realita yang dapat dijumpai. ter­ lihat bahwa pemerintah wajib melakukan pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. Sosialisasi yang dilakukan pemerintah lebih mengesankan pada mo­ bilisasi dan instruktif. perkembangan tingkat ekonomi penghuni. Dampak dari kondisi ini menimbulkan eksodus pindah ru­ mah yang jauh dari tempat beker­ janya sehingga menyebabkan be­ ban hidup untuk biaya sosial dan ekonomi menjadi semakin tinggi. terutama pada peng­ huni rusunawa. Munculnya masalah ini disebab­ kan oleh tingkat kesadaran penghuni yang masih rendah dalam memelihara rumah yang disewa. f. pemberdayaan tersebut belum memberikan kontribusi yang besar bagi kelangsung­ an hidup penghuni rusun. misal di rusun di Penjaringan DKI Jakarta. Sebagai aki­ batnya. Adapun ketidakefektifan pem­ berdayaan penghuni rusun melalui pendekatan “TRI DAYA” ada­ lah dalam implementasinya lebih terkesan bersifat proyek. Berbagai masalah penghunian rusun yang telah dipaparkan di muka men­ jadi bukti bahwa pemberdayaan penghuni rusun belum diimplementasikan secara tepat dan benar.Pendapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. berkelanjut­ an dan kurang dapat melahirkan kader-kader penghuni rusun sebagai ahli pemberdayaan untuk diri mereka. ekono­ mi. ekonomi. Di samping itu. dan lain-lain. sumber foto: Peduli Menara Latumeten program penguatan kehidupan sosi­ al. sebe­ narnya telah disertakan program pemberdayaan penghuni rusun. memperlihatkan kondisi fisik bangunan rusun yang se­ makin rusak dan kumuh. dan budaya hidup MBR di rusun semakin berkembang. Disamping itu. ekonomi. Akan tetapi yang terjadi banyak penghuni men­ jual rusun dengan pindah ke lain tempat. Akan tetapi implementasi pemberdayaan penghuni rusun perlu disempurnakan baik mengenai teknik pendekatan maupun pengaturan pihak-pihak yang terlibat dalam pem­ berdayaan penghuni rusun. dan rusun dijadikan ke­ giatan tempat kriminal (transaksi narkoba). Kehidupan sosial. dalam kegiatan pembangunan rusun masih sering MBR tidak dilibatkan dalam perencanaan bentuk (desain) rusun yang akan ditempati. dan lingkungan) telah dilakukan oleh pemerintah/ pemda. Dampak positif yang diharapkan adalah terwujudnya kehidupan yang harmonis para peng­ huni. kondisi ekonomi tidak semakin baik. Hal ini dapat dibuktikan dari tindakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memecat seorang pejabat Dinas Perumahan yang menghalang-halangi masyarakat korban banjir me­ nempati rusun yang disediakan Pemda. budaya kurang berkembang Pembangunan rusun di perko­ taan adalah untuk menyejahtera­ kan MBR. Pemda DKI tidak melakukan pengawasan yang tegas dan terkesan membiarkan proses terjadinya kerusakan rusun yang berlarut-larut. Artinya.

Maret 2013 rusun sehingga dapat membantu meningkatkan kehidup­ an sosial. dan lainnya kepada pengembang rusun MBR sehingga harga rusun tidak mahal baik untuk dimiliki atau disewa. pemerintah wajib memberi­ kan insentif (pajak). yaitu penguatan kehidupan sosial.koran-jakarta. sudah saatnya pemerintah/ pemda memasilitasi tersedianya tenaga pendamping dari masyarakat (LSM atau Perguruan Tinggi) untuk dilibat­ kan dalam kegiatan memberikan bimbingan dan pelatihan ke arah terwujudnya proses pembelajaran sosial. Penghunian rusun Pemberdayaan melalui “TRI DAYA” pada penghuni rusun. pemberdayaan pada penghuni rusun harus di­ orientasikan pada terciptanya kemampuan daya beli dan sewa rusun. Sedang­ kan siapa yang melaksanakan. Peran pemangku kepentingan pembangun rusun perlu ditingkatkan perannya sehingga mempercepat terwujud­ nya kehidupan penghuni rusun yang harmonis (sosial). ekonomi dan budaya penghuni rusun. Perencanaan rusun Rusun dibangun tidak hanya untuk kepentingan pihak pembangun (swasta atau pemerintah). Bagaimanakah imple­ mentasi pemberdayaan MBR dapat membantu memecah­ kan berbagai problem yang muncul dalam penghunian rusun? Implementasi yang tepat dalam pemberdayaan peng­ huni rusun dapat dilakukan pada tahap perencanaan.Edisi 3 . keberdayaan penghuni rusun juga harus diwujudkan dalam pilihan lokasi yang strategis dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi massal. dengan cara sebagai berikut a. Melalui pendekat­ an ini akan menimbulkan kepercayaan (trust) yang tinggi dari calon penghuni MBR bahwa pemerintah benar-benar memikirkan pemenuhan kebutuhan rumah yang layak. untuk rakyat. Pemerintah/pemda dalam implementasi pember­ dayaan harus melibatkan peran serta masyarakat de­ ngan memberikan fasilitasi terbentuknya forum peran serta dalam pemanfaatan rusun (Pasal 132 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman). kemudahan berbagai perijinan. dan bu­ daya (lingkungan) seperti yang telah dilakukan pemerintah masih relevan untuk dilanjutkan. dari pemerintah bersama masyarakat. tapi yang lebih penting untuk memenuhi kepentingan penghuni. Namun. Untuk kepentingan pertama. Ketiga tahapan tersebut dapat dilakukan pada implementasi pemberdayaan masyarakat BMR peng­ huni rusun. Oleh karenanya. pendekatannya harus dirubah dari pendekatan proyek ke pendekatan non proyek. apa yang direncanakan pemerintah harus benar-benar untuk kepentingan MBR. Di samping itu. Seperti diungkapkan di depan bahwa kebijakan yang tepat bagi peningkatan kesejahteraan MBR penghuni rusun adalah dilakukan melalui pemberdayaan. Pembangunan rusun Pada tahapan pembangunan rusun (rusunami dan rusunawa).com pada tahap awal pembangunan rusun porsi pemerintah dominan. oleh pe­ merintah. kita dapat mengacu pada tahapan pemberdayaan seperti dikemukakan Prijono (1996). ekonomi. Sosialisasi program dan perencanaan rusun perlu dilakukan dengan pendekatan manusiawi dan komunikasi dua arah serta menerapkan bottom up planning. oleh pemerintah bersama masyarakat. terjangkau. (ii) bimbingan keterampilan kewirausahaan. segala keinginan dan harapan yang ada pada calon-calon penghuni rusun harus benar-benar didalami dan diakomodasi dalam pembuatan rencana pembangun­ an rusun. (v) pe­ nyuluhan kebersihan lingkungan. namun pemerintah harus mendengarkan aspi­ rasi MBR. b. 55 . (iv) bimbingan keamanan dan ketertiban masyarakat. pembangunan dan penghunian rumah susun. untuk rakyat. ekonomi. (ii) Tahap partisipatoris. yaitu (i) Tahap inisial. dari pemerintah. dan didukung oleh pemerintah ber­ sama masyarakat. pemerintah daerah harus berani menyusun RTRW yang memungkinkan MBR dapat ting­ gal di rusun yang dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi umum. kesejahteraan keluarga (ekonomi). Di samping itu. Un­ tuk kepentingan kedua. dan 3. dan perilaku bersih dan betah tinggal di rusun (budaya). Uluran tangan yang diberikan dapat berwujud pemberian (i) jaminan asu­ ransi kepenghunian rusun. c. Tahap emansipatif. Meski sumber foto: www. (iii) memasilitasi kemudahan memper­ oleh modal ke lembaga keuangan bank dan non bank. Dan. dan budaya penghuni rusun. dan untuk rakyat. dan berkelanjutan yang menjadi harapannya. dari rakyat.

5 April 2013 .000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Pendapat Sukseskan 56 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Program 1.

Jakarta memerlukan struktur birokrasi dan aktor pimpinan daerah yang kompeten. Hal yang perlu dipertimbangkan dan mendapat catatan adalah apakah sistem dan jaring­ an transportasi yang diuraikan pada Pasal 21 yang terkait Sistem dan Jaringan Transportasi mampu mewa­ dahi kebutuhan mobilitas akibat pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dijabarkan pada Pasal 18. sosial dan politik. melalui Peraturan Gubernur Nomor 103 Tahun 2007. Pem­ prov DKI telah menerapkan kebijakan Pola Transportasi Makro. Faktor lemah­ nya penegakan hukum. kegagalan menyinergikan aspek tata guna lahan dan transportasi menjadikankota yang tidak rapi. namun karena memang aturan yang disusun di dalam rencana tata ruang belum dilengkapi dengan berbagai ketentuan aturan pelaksanaannya. Tidak dapat ditutupi. Terjadinya inkonsistensi dan juga tidak konsekuennya dalam mengimplementasikan. Hal yang menjadi pertanyaan apakah untuk membangun Jakarta saat ini dan kedepannya masih tetap menggunakan rencana tata ruang atau tidak. 57 . secara khusus pernah menyoroti perubahan tata guna lahan yang semakin sulit dikendalikan. Jika tata ru­ ang tidak menjadi rujukan. Sehingga dalam pelaksanaannya pun kerap terpaksa harus “meninggalkan” peraturan yang sudah ditetapkan. dan pada akhirnya akan memberi kontribusi pada terciptanya kemacetan yang menetap. memiliki komitmen yang tinggi serta in­ tegritas yang kuat untuk berpihak pada sisi kepentingan publik yang lebih besar dalam penataan sistem tata ruang kota dan sistem tranportasinya. sinergi kedua komponen termuat dalam aturan tentang struktur ruang dan sistem transportasi pada Pasal 17 hing­ ga Pasal 40. Muat­ an materi yang perlu mendapat perhatian secara khusus di RTRW Jakarta 2030 adalah sistem pusat kegi­ atan yang direncanakan pada Pasal 18. Pola Transportasi Makro ini memiliki tiga langkah strategi untuk mengatasi masalah kema­ cetan. Harian Kom­ pas (2010).Maret 2013 Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta n Bagian kedua (Tamat) D Yayat Supriatna* i dalam Perda RTRW Jakarta 2030. seperti beragamnya penafsiran dan pemahaman yang terbatas terhadap setiap produk hu­ kum yang terkait dengan penataan ruang. Bahkan hasil evaluasi terhadap RTRW 2000-2010 menunjukkan indikasi ter­ ja­ dinya penyimpangan terhadap tata ruang cu­ kup tinggi. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah tumpang tindih kewenangan yang tidak jarang menimbulkan ben­ turan konflik kepentingan disebabkan ego sektoral atau benturan kepentingan ekonomi. bukan hanya disebabkan kelemahan aparatur. Kondisi empiris menunjukkan bahwa bangkitan lalu lintas akibat perubahan tata guna lahan pada masa ber­ lakunya RTRW Jakarta 2000–2010 tidak mampu diwa­ dahi/dilayani oleh pertumbuhan jaringan transportasi. Arahan pengembangan transportasi yang dikembang­ kan adalah menjadikan angkutan umum sebagai tulang punggung sistem dan menerapkan kebijakan manajemen permintaan (TDM) serta penyediaan jaringan jalan seba­ gai pendukungnya. Percepatan Pembenahan Sistem Saat ini untuk membenahi masalah transportasi. dimana letak kemandulan dari rencana tata ruang Jakarta? Terdapat beragam penyebab lemahnya implementasi suatu rencana tata ruang. disertai kebijakan yang sering berubah-ubah karena tuntutan perkembangan zaman aki­ bat tekanan kapitalisme (neo-liberal) dan perubahan so­ sial yang dipengaruhi perkembangan teknologi yang amat cepat menjadi faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang.Pendapat Edisi 3 .

si­ sanya koridor 9 sampai 15 ditetapkan selesai 2007 sampai 2010. Akibat keterbatasan ruang. Direncanakan mengembangkan model elevated busline. Hingga saat ini belum banyak tindakan yang sudah dilakukan untuk menata ratusan sepeda motor yang menyebar dan bergerombol di pintu-pintu masuk gedunggedung perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan di se­ antero Jakarta. Diharapkan dengan turunnya berbagai peraturan pelaksanaan dalam bentuk PP dan Perda yang dapat diberlakukan di wilayah Jakarta. tetapi diperlukan kerja keras serta konsisten dengan amanat yang telah diberikan. adalah dengan munculnya ribuan ojek sepeda motor sebagai sarana yang paling efektif mengatasi kemacetan. Hal ini didasarkan pertimbangan penahapan pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi dengan menyinergikan konsep pengembangan jaringan Bus Priority (Busway). Peru­ bahan konsep sebaiknya dikaji ulang dan disertai dengan me­ rubah ketentuan Peraturan Gubernur yang mengatur peri­ hal Pola Transportasi Makro. sehingga masyarakat dapat memahami sejauh mana tingkat keserius­ an Pemprov DKI untuk membenahi angkutan umumnya. Penggiat di SUDForum. Peneliti P4W –IPB serta Pengguna Komuter Line Bogor –Jakarta. 58 . Hingga saat ini telah beroperasi 11 koridor. Implikasi dari setiap penundaan adalah akan munculnya masalah baru yang lebih parah. pembangunan angkutan massal. yang melingkupi LRT Monorail Green Line dan Blue Line. Indikator banyaknya hambatan dan kelambatan sudah banyak yang diketahui. Setiap rencana perlu untuk segera ditindak lanjuti. Esensi yang pa­ ling krusial untuk di tingkat makro adalah masalah finan­ sial. karena penundaan dan sekedar berwacana. Terjadi kelambatan pembangunan yang seha­ rusnya dijelaskan kepada masyarakat faktor penyebabnya. dan pe­ nerapan re­ gulasi untuk sisi pengendalian kendaraan pribadi. Termasuk di da­ lamnya upaya langkah-langkah percepatan yang dikemu­ kakan oleh Wakil Presiden terhadap 17 langkah strategis mengatasi kemacetan di Jakarta. Kendala terbesar untuk memba­ ngun infrastruktur dan pembenahan angkutan massal adalah masalah ruang/lahan. Penerapan UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Peng­ adaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. sebagai alternatif pengganti monorail. Pembenahan sistem transportasi perlu segera dilaku­ kan. salah satu rekomendasi yang penting untuk dijalankan Pemprov DKI adalah harus tetap konsisten dengan semua hasil rencana dan kebijakan yang telah disusun. LRT (Light Rapid Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit) yang diharapkan akan selesai pada tahun 2020. di­ harapkan layanan yang mencakup beberapa simpul kegiat­ an utama di Jakarta dapat dipenuhi tanpa kendala. waktu dan dana. baik pada tataran makro (kebijakan dan kewilayah­ an) hingga pada tataran mikro (tingkat operasional di lapang­ an).Pendapat antara lain melalui strategi pembangunan infra­ struktur jalan. Fenomena yang menarik saat ini akibat tidak berjalannya sistem. Berdasarkan rencana. Tetapi yang menjadi catatan penting dari pengelolaan Transjakarta. Tingginya nilai lahan dan semakin padatnya kota. Koridor 1 sam­ pai 8 telah terpenuhi targetnya dari 2004 sampai 2007. walau ada pertimbangan dengan adanya model seper­ ti ini diharapkan efektifitas layanan akan lebih me­ ningkat karena tidak adanya penyerobotan terhadap jalur bus ka­ rena bersifat khusus. Seharusnya berdasarkan target yang ditetapkan da­ lam Pergub 103 Tahun 2007. upaya menambah ruas jalan semakin sulit. belum sepenuhnya berjalan karena berbagai ken­ dala operasional dan sosialisasi peraturannya yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat. yang dimulai sejak tahun 2005/2006 resmi dibatalkan oleh Gubernur sehingga tidak dapat diketahui bentuk ren­ cana alternatif apa yang akan dikembangkan selanjutnya. terdapat banyak catatan buruk yang harus diperbaiki. Hal lain yang cukup menambah ruwet adalah terkait pembebasan lahan yang berlarut-larut akibat sengketa hukum dan harga pembebasan yang kadangkala sulit untuk mencari nilai kesepakatan. Hampir sebagian besar isi rencana jauh dari realisasi yang diharapkan. Dengan semakin tingginya jumlah pengguna busway. sejak tahun 1974 Jakarta sudah memiliki lebih dari 12 Dokumen Rencana Sistem Transportasi yang minim realisasi. Untuk meng­ atasi berbagai dilema dalam pembenahan transportasi di Jakarta. Semua hasil kajian adalah hasil kerja keras para ahli dan masukan dari masyarakat. masalah pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruk­ tur jalan dapat me­ nemukan jalan keluarnya. adalah keterkaitan dengan unsur-unsur penunjangnya seperti kepastian ter­ hadap pa­ sokan gasnya dan bagaimana menata ulang dengan jalurjalur busway yang sudah berjalan selama ini. Kapasitas anggaran APBD yang terbatas dan mi­ nimnya dukungan finansial yang kuat dari peme­ rintah pusat men­ jadi kendala untuk menyelesaikan semua masalah di dalam sistem. Jika mengkaji dari berbagai studi transportasi yang telah dilakukan di Jakarta. *Staf Pengajar Teknik Planologi – Universitas Trisakti. Masalah kemacetan tidak dapat diselesaikan hanya dengan wacana. Kebijakan di tataran makro harus tegas dan jelas serta mampu menjelaskan siapa yang harus bertanggungjawab untuk menjalankan hak dan kewajibannya. Pengembangan BRT telah beroperasi sejak tahun 2004. Kita belum ba­ nyak mempunyai pengalaman dalam pengelolaan elevated bus­ line. pencapaian pemba­ ngunan 15 koridor busway sudah harus tercapai pada tahun 2010. Sementara untuk pembangunan jaringan LRT. menjadi catatan tersen­ diri tertundanya berbagai target pembangunan angkutan massal. dan semua dokumen rencana dibuat dengan biaya yang cukup besar.

Ph. Diperlukan keterpaduan kebijakan dan strategi untuk mempercepat implementasi pengembangan dan perbaikan angkutan umum. membangun jalan (tol) dalam kota yang memadai untuk mengakomodasi lalu lintas. tidak mungkin lagi dicari jalan keluarnya melalui ritual predict and provide. Hasilnya jalan semakin macet. terbukti menambah jalan malah mendorong pemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi. polusi bertambah dan mutu lingkungan terus merosot.Edisi 3 . Metro Bandung dan Medan.D Associate Professor. Angkutan Umum Berbasis Rel Masa Depan 59 .Maret 2013 MRT Atasi Macet Jakarta? Harun al-Rasyid Lubis. Target untuk menurunkan hingga 26% emisi rumah kaca pada tahun 2020 yang diungkap Presiden SBY dalam G20 Pittsburgh Summit. motor). Kenyataan yang terjadi. paralel dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap angkutan pribadi (mobil. Transportation Research Group Institut Teknologi Bandung K emacetan lalu lintas yang terjadi di kota-kota me­ tropolitan seperti Jabodetabek. Surabaya. MRT Masa Depan Gambar 2. dan memperpendek jarak pergerakan penduduk lewat penataan ruang kota yang efisien. seharusnya disambut dan merupakan pintu dialog kebijakan publik untuk merinci target dan action planning penataan transportasi kota yang Gambar 1.

Transjakarta (busway) dengan 12 koridor operasi hari ini sudah mengangkut 320 ribu penumpang per hari. namun semua belum terintegrasi dengan apik. Jarak Tempuh dan Kecepatan Angkutan Umum. setelah berwacana selama 30 tahun. dan dapat dilipatgandakan dalam jangka menengah. Tahap II HI. KRL sepanjang 150 km sudah beroperasi dan saat ini mengangkut sekitar 400 ribu penumpang per hari. yang sangat potensial dipadukan secara fisik. Dengan kecepatan dan target pembangunan MRT.Pendapat berkelanjutan. asalkan ada kepemimpinan dan komitmen anggaran yang kuat terutama dari Pemerintah Pusat.Kota . dengan target daya angkut setelah tiga tahun operasi ( 2020) berkisar 412 ribu per hari. Hal ini bisa direalisasi dalam jangka pendek. Sekarang melalui PT KCJ (anak perusahaan PT KAI) tengah berbenah operasi KRL dan menambah armada. Keberadaaan MRT sendiri. jarak tempuh dan kecepatan moda angkutan umum yang dapat dirancang untuk saling menunjang. terkecuali ada program fokus dan kebijakan lain untuk menunjang target jangka pendek. sampai kini dimaklumi baru sampai batas basa-basi. bus konvesional. Ragam Kapasitas. busway dan kereta api KRL Jabodetabek. dengan target daya angkut 630 ribu per hari (2037?). maupun secara kelembagaan dalam jangka panjang. hanya satu dari beragam jenis moda angkutan umum yang ada di Jakarta.5 juta penumpang per hari. Di Jakarta. Setiap pengembangan koridor angkutan umum apapun jenisnya hampir dipastikan akan bersentuhan dengan trayek angkutan umum yang lama. 60 . Pemerintah DKI Jakarta dan DPR/DPRD. dan angkot.1 km. metromini.Kp Bandan 8. Untuk kondisi Jakarta. Daya angkut KRL ditargetkan berlipat tiga kali (1. ticketing. ini membutuhkan restrukturisasi yang sangat mendasar untuk memadukan beragam moda angkutan umum yang sudah ada. Moda yang berkapasitas besar ditempatkan pada koridor utama yang padat. MRT Tahap III dan Tahap IV koridor Timur.Bunderan HI sepanjang 15. pembangunan MRT (mass rapid transit) koridor Utara-Selatan Tahap I.2 km terdiri dari 9. Angkutan berbasis rel. Tahap II target operasi tahun 2018. Gambar 3 menunjukkan beragam kapasitas. Akankah MRT dapat mengatasi macet Jakarta? Kebijakan pendukung apa yang penting untuk percepatan realisasi MRT dan target angkutnya? Saat ini sesungguhnya jaringan angkutan umum sudah lumayan banyak di Jakarta dan sekitarnya mencakup metromini. yang berkapasitas lebih kecil ditempatkan sebagai pengumpan. Gambar 3. MRT Tahap I direncanakan beroperasi tahun 2016. seperti bis. segera menyusul.Barat sepanjang 87 km masih dalam tahap studi. termasuk rencana monorel bila dipadukan bersama BRT Transjakarta total diperkirakan memiliki daya angkut riil saat ini tidak kurang dari 4 juta penumpang per hari. lihat Gambar 1. menyajikan jaringan angkutan umum berbasis rel masa depan. bila fokus dengan 12 koridor saja dan ditambah dengan jalur-lalur pengumpan (feeder) diperkirakan bisa meng­ angkut 1.2 juta penumpang per hari) dalam dua tahun mendatang. Gambar 2.2 km layang dan 6 km terowongan sekarang memasuki tahap konstruksi. Lebak Bulus . pengembangan KRL juga TransJakarta saat ini sulit dibayangkan potensi di atas dapat dicapai.

61 . subsidi angkutan umum). Upaya ini harus dimotori oleh Gubernur dan Kepala Daerah di sekitar wilayah metropolitan guna membangun protap perencanaan. Sesungguhnya ada strategi terpadu yang lebih komprehensif menyangkut bagaimana memadukan beragam paket instrumen kebijakan dalam upaya meningkatkan kinerja transportasi yang berkelanjutan. Istilah sinergi sumber foto: istimewa terkadang diartikan memiliki sifat komplementer dengan dua paket kebijakan bila diterapkan bersamaan akan berdampak saling mendukung dan menghasilkan dampak yang lebih luas. penutupan jalan. Beberapa contoh dapat disampaikan. manajemen operasi. sehari-hari orang diarahkan menggunakan angkutan umum berbasis utama rel (kereta api) yang ditunjang oleh trayek umpan (feeder) moda angkutan umum lain. hasilnya tidak sekedar penjumlahan manfaat (additive) dari masing-masing paket. tak dapat dihin­ dari memerlukan keterpaduan otorita atau kordinasi sesama kelembagaan publik. Wilayah metropolitan seperti Jabodetabek haruslah menyiapkan protap perencanaan transportasi yang dilengkapi kolaborasi institusi publik (pemda). tarif. Mengingat setiap paket kebijakan dapat memiliki dampak yang berbeda. seperti menyiapkan fasilitas park & ride untuk mendukung pengembangan angkutan umum perkeretaapian ataupun bus. sembari berusaha memecahkan masalah-masalah jangka pendek (quick wins) yang mendukung implementasi agenda transportasi yang berkelanjutan. pilihan strategi dapat mencakup: a) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang me­ nyang­ kut beragam moda angkutan b) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang menyang­ kut pengadaan infrastruktur.5 km selanjutnya. daripada bila salah satu diimplementasi secara terpisah. Upaya mengintegrasi paket kebijakan untuk mewu­ judkan transportasi yang berkelanjutan. plat kendaraan ganjil/ genap) maupun fiskal (jalan berbayar/ERP. pembiayaan dan informasi c) Keterpaduan antarberagam upaya kebijakan tansporta­ si dan tata ruang d) Keterpaduan sektoral bukan hanya transportasi. masih merupakan barang langka dan sulit diwujudkan. mengembangkan kapasitas lembaga. merelokasi parkir onstreet dan mengadakan ruang parkir off-street untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan kapasitas jalan.Edisi 3 . serta dilengkapi fasilitas park & ride.5 atau 2. menaikkan tarif parkir. swasta dan peran serta masyarakat. Dalam literatur “Implementing Sustainable Urban Travel Policies” (ECMT. Keberadaan BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabek yang sudah ada. kenyamanan akses berjalan kaki untuk jarak dekat dan bersepeda (tersedia gratis) untuk menjangkau 1. Pertanyaannya adalah tingkat keterpaduan dan keberlanjutan seperti apa yang ingin ditargetkan? Upaya dan debat tentang ini. 2002). pembatasan waktu (flexi hours. misalnya. kebanyakan baru terfokus sampai keterpaduan fisik transportasi khususnya jalan dan operasional angkutan umum: tingkat pelayanan.Maret 2013 Strategi Transportasi Terpadu yang Berkelanjutan Kebijakan pendukung lain yang diperlukan untuk mencapai target daya angkut di atas mencakup 2 hal berikut: (i) beragam upaya Transport Demand Management (TDM) baik yang menyangkut pembatasan fisik/ruang (kendali ruang parkir. bisa jadi dua instrumen paket kebijakan bersifat counter-productive. memberikan insentif bagi pengembangan kawasan baru untuk mendukung investasi jalur perkeretaapian. khususnya di kota metropolitan yang beragglome­ rasi. tetapi le­ bih melebar mencakup bisnis kota. Dalam cakupan lebih sempit lembaga sejenis dapat dimulai dari badan Otorita Angkutan Umum saja. kesehatan dan pendidikan e) Keterpaduan otorita/kelembagaan antarpemerintah­ an. Integrasi ataupun efektifitas kerjasama antarpemda dalam menangani permasalahan bersama menyangkut utilitas publik. belum bermanfaat dan belum efektif berjalan. tiket elektronik. akan menghasilkan manfaat ekstra. Memilih pasangan-pasangan paket kebijakan yang saling mendukung merupakan kunci sinergisitas kebijakan dalam mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. tata ruang dan angkutan dirancang sedemikian rupa agar untuk sampai ke tujuan. (ii) Transit Oriented Development (TOD). atau ii) menghilangkan halangan (barrier) yang menghambat eksekusi suatu kebijakan. Sinergi diartikan bila dua paket dilaksanakan bersamaan. baik di internal Pemda dan antarPemda se Jabodetabek. atau pun bersinergi memberikan nilai positif. traffic calming). Sehingga keberhasilan merancang strategi terpadu dapat didekati melalui dua prinsip: i) sinergi antarberagam instrumen paket kebijakan.

Kongres Perumahan Rakyat tahun 1950 telah menghasilkan 3 keputusan yaitu (i) setiap provinsi meng­ usahakan berdirinya perusahaan pembangunan perumahan rakyat. H. REI lahir dalam kondisi serba kekurangan. (iv) Menerapkan kebijakan perumahan sesuai arahan kebijakan dan program pemerintah. Perumnas diarahkan untuk berperan: (i) Melayani kebutuhan perumahan rakyat sebagai kebutuhan publik. Sebagai tindak lanjutnya dikembangkan Lembaga Jas Merah: Adaptasi Judul Pidato Presiden RI (Bung Karno) dalam Peringatan HUT RI Tahun 1966: “JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH!!” 62 . Moh. Dalam perjalanannya peranan Bank BTN terhadap pembangunan perumahan bertambah luas dengan diluncurkannya KPR Non Subsidi dalam bentuk KPR Komersil. dan seterusnya . Kredit Swagriya. Pada tanggal 10 Maret 1992 lahir Undang-Undang Nomor 4 tentang Perumahan dan Permukiman. pada 18 Februari 1972. Ciputra dari PT. “Satu Rumah Sehat untuk Satu Keluarga”. perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlu­ kan. Kredit Griya Multi dan Kredit Griya Sembada.. yang juga kemudian diikuti dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Sebelumnya persatuan Perusahaan Real Estate Indone­ sia (REI) didirikan pada hari Jumat bersejarah 11 Februari 1972 di Jakarta. Penegasan status Bank Tabungan Negara (BTN) seba­ gai bank milik negara ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1968. karena itulah tanggal 10 De­ Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) P sember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN. REI belum mem­ punyai pengurus. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan dilaksanakannya Kongres Perumahan Rakyat Per­ tama di Bandung pada tanggal 25–30 Agustus 1950. potensi-potensi masyarakat lebih banyak di­ bahas dan salah satu rekomendasinya adalah dikembang­ kan Pembangun­ an Perumahan Bertumpu pada Kelompok (P2BPK). (ii) dirumuskan norma dan syarat minimum perumahan rakyat dan segera ditetapkan da­ lam Undang-Undang. Pem­ bangunan Jaya. Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Rakyat (SKB Tiga Menteri) Nomor 648-384 Tahun 1992. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukiman I (1972). dan baru sepekan kemudian. dan (iii) membentuk badan yang menangani pembangunan dan pembiayaan perumahan. Dalam Pasal 25 ayat (1) resolusi tersebut menyatakan bah­ wa: ” Setiap orang berhak atas pangan. Seperti apa yang disampaikan dalam Pidato Wakil Presiden RI ketika itu. dilahirkan Badan Usaha Milik Negara bidang perumahan dan permukiman yaitu PERUM PERUM­ NAS. di tingkat pusat dibentuk Djawa­ tan Perumahan Rakyat sebagai bagian dari Departemen Pekerjaan Umum. dengan tugas utama saat pendirian postspaarbank (1897) sampai dengan Bank Tabungan Negara (1968) adalah bergerak dalam lingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan. Nomor 739/ KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Ling­ kungan Hunian yang Berimbang. (iii) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan produktif dengan mengacu pada prinsip-prinsip ekonomi dan prinsip menjamin keamanan dan pemanfaatan aset-aset negara. dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember 1976. di tingkat provinsi didirikan Yayasan Kas Pembangunan Perumahan Rakyat yang berfungsi sebagai lembaga pembiayaan yang bersifat koperatif. dibentuk Peng­ urus Se­ mentara yang dipimpin Ir. Saat itu. Keterkaitan antara perumah­ an dan tata ruang muncul dalam dokumen Ke­ bijaksanaan dan Strategi Nasional Perumahan 1990 yang kemu­ dian diperkenalkan konsep perumahan dengan pen­ dekatan lingkungan hunian berimbang (1:3:6) berdasar Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri. Pada tanggal 29 Januari 1974. (ii) Mengembangkan aset publik untuk menunjang peran di atas. Sebagai tindak lanjut. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukim­ an II (1992). Hatta. pemerintah memberikan tambahan tugas kepada Bank BTN sebagai wadah pembiayaan proyek pembangunan perumah­ an rakyat.”.. beradab dan bermartabat (memiliki harga diri). KP Rumah Toko (Ruko). Menindaklanjuti tugas tersebut.Pendapat Jas Merah: Landasan Kebijakan Oleh Zulfi Syarif Koto* Landasan Penyelenggaraan Perumahan di Indonesia enyelenggaraan perumahan rakyat semula berawal dari lahirnya Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia yang diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui Resolusi 217 A. Adapun jenis produknya yakni KPR subsidi. sejak tahun 1976 Bank BTN menyalurkan pemberian Kredit Pemilik­ an Rumah (KPR). yang mengamanatkan kepada kita sebagai pewaris bangsa untuk secara bersama-sama menyelenggarakan pembangunan perumahan yang la­ yak bagi rakyat yang telah hidup merdeka. Esensi dari kongres ini menyatakan bahwa Negara (harus) ikut campur dalam masalah perumahan rakyat secara sungguhsungguh. pakaian.

Perum Perumnas. tetapi politik perumahan harus lebih tegas dan berpihak kepada kaum lemah dan tidak mampu. Komunikasi. mendorong kebersamaan dan kemitraan antarpelaku (ba­ dan usaha) secara maksimal melalui konsep PPP (Public private partnership) termasuk memasilitasi pemanfaatan dana CSR bagi pembangunan perumahan guna menyi­ kapi keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/ pemerintah daerah dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat. pembenahan dengan segera terhadap permasalahan 6 (enam) K dalam penyelenggaraan perumahan dan kawas­ an permukiman. Dengan demikian dibutuhkan upaya evalua­ si program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Jakarta dan Rancaekek. Perumahan ada­ lah untuk semua golongan dan lapisan masyarakat. (ii) luas­ an perumahan dan kawasan permukiman (PKP) kumuh semakin berkurang. yang semula hanya bertumpu pada dana pemerintah (APBN/APBD). sehingga consolidated fund dan multipurpose financing lebih bisa dilayani. dan melaksanakan pengawasan dan pengendalian di bidang pembangunan perumahan dan per­ mukiman. Koordinasi. maupun kota terhadap penyediaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. (vi) pemupukan dana murah. PT. Pada tahun 1992. perlu dirumuskan be­ berapa gagasan pemikiran yang paling tidak terdiri dari: a. sehingga urgensi­ nya keberadaan tabungan perumahan rakyat dapat segera direalisasikan dalam Undang-Undang (sesuai amanat da­ lam Pasal 124 UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang PKP). Taspen. Perumahan merupakan hak dasar rakyat. Insya Allah. Jamsostek. diharapkan agar institusi perumahan rak­ yat (dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat) da­ pat memastikan atau mewujudkan beberapa hal. e. dengan karakter pemimpin yang mampu menjalankan amanat konstitusi demi kepentingan rakyat (masyarakat menengah ke bawah. (iii) kepedulian atau keberpihak­ an pemda provinsi. Tentunya termasuk pe­ nguatan 3 (tiga) pilar pembangunan perumahan. tepat mutu. dana pensiun BUMN. termasuk memasilitasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pembangunan perumahan dan permukiman. termasuk memobilisasi skema pendanaan ru­ mah swadaya. Kelemah­ an 6 K tersebut perlu dipadukan dengan elemen kepe­ mimpinan. mengingat proporsi MBR di Indonesia masih cukup besar. khususnya MBR semakin meningkat. masa tenor yang panjang dan bunga murah dapat terwujud. khususnya MBR. f. PT. dan tepat sasaran. skema subsidi dan skema ban­ tuan infrastruktur perlu diperluas. Kerjasama. Pada akhirnya. Keseluruhannya akhirnya bermuara pada Tabungan Perumahan Rakyat c. Di daerah. Pembiayaan perumahan berbasis perbankan perlu dileng­ kapi dengan pembiayaan khusus perumahan yang di­ jalankan oleh lembaga keuangan bukan bank. memecahkan berbagai permasalahan. kabupaten. Keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/pemerintah daerah dalam penyediaan peru­ mahan bagi masyarakat perlu disikapi dengan upaya mendorong kemitraan antarpelaku (badan usaha). (v) kemitraan yang setara dan sinergis dengan para pemangku kepentingan PKP semakin meningkat dan terarah. BKP4N dibantu oleh Badan Pengen­ dalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Daerah Tingkat II (BP4D). khususnya MBR). dan Kontrol.Maret 2013 Keswadayaan Masyarakat (LSM) bidang pembangunan perumahan sebagai mitra pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat yang tidak mempunyai akses kepada kredit perbankan. Melalui Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 1994. yaitu Kemenpera. Komitmen. Bandung ini dikembangkan pembangunan perumahan bertumpu pada kelompok masyarakat dengan melakukan pergeseran orientasi dari menyediakan (provi­ ding) kepada memampukan (enabling). Kemente­ rian Perumahan Rak­ yat bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) mengembangkan P2BPK (Pembangunan Perumahan Bertumpu pada Kelompok) melalui proyek Community Based Low-Cost Housing Pro­ ject. dan lain-lain secara maksimal melalui konsep Kesepakatan Bersama (MoU). kesetiakawanan. atau kegotong royongan ma­ syarakat semakin meningkat. d. yang dikenal dengan isti­ lah Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Asabri. di­ bentuk Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangun­ an Perumahan dan Permukiman Nasional (BKP4N) yang tugasnya menyiapkan rumusan kebijaksanaan. (iv) keswa­ dayaan. *Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I)/the HUD Institute 63 . dan (viii) daya beli atau daya cicil ma­ syarakat menengah ke bawah. Kerjasama Swasta Pemerintah/Public-Private Partnership. Dalam uji coba yang dilakukan di Cengkareng. b. Gagasan Pemikiran Kebijakan Penyelenggaraan Perumahan Rakyat Mempertimbangkan gambaran sejarah landasan kebijak­ an perumahan rakyat tersebut di atas. (vii) stimulan fisik maupun non-fisik berupa insentif dan disinsentif dapat tepat waktu.Edisi 3 . yang terdiri dari: Konsepsi. misalnya Bapertarum PNS. khususnya MBR semakin meningkat. Melekat dengan P2BPK dikembangkan mekanisme pembiayaan Kredit Tri­ guna (BTN) yang mencakup Kredit Pemilikan Kaveling Siap Bangun (KP-KSB). dan BTN. antara lain: (i) backlog perumahan semakin menurun. yang disertai penguatan kelembagaan perumahan dan kawasan per­ mukiman yang berkesinambungan di daerah. Perlunya memperluas paradigma pendanaan perumahan. menjadi konsep pendanaan yang juga mengakomodasikan dukungan dari berbagai sumberdaya pendanaan yang lebih luas dan beragam (consolidated fund). Disamping itu.

001 fungsi. Kepemilikan Pada fungsinya yang paling purba. maka pagar atas suatu wilayah yang dikuasai raja pada dasarnya bernama pagar juga. Tak lupa pula disertai ancaman seperti “dilarang masuk” atau “dilarang mendirikan bangunan” dan sebagainya. maka orang bisa tidak berdaya apa-apa ketika ada orang iseng atau orang jahat hendak meng­ 64 . kemudian memiliki se­ butan khusus yakni benteng (fortress). tetapi bisa jadi mun­ cul terang-terangan. di mata orang-orang yang sudah siap dan punya tekad melakukan tin­ dak pidana. Benteng-benteng khas dari kerajaankerajaan Eropa mencerminkan hal ini. Tidak cukup dengan itu. Jika ada kasus pembobolan ru­ mah berupa orang yang berpura-pura mengambil barang milik tuan rumah. Ketika pemilik lahan itu bernama kerajaan. maka bongkahan batu yang ditumpuk teratur memanjang sudah cukup untuk ke­ mudian disebut pagar. pagar sebenarnya cukup berupa ditancapkannya sebuah bambu berwarna tertentu. termasuk di sini dasar hukum yang diacu. dibangun­ lah pos jaga di tempat orang keluar-masuk. lihatlah Tembok Cina. pagar merepresentasi­ kan suatu kepemilikan atas tanah. Oleh karena itu pula. Tidak lupa pula. Sehingga. Sebagai gan­ tinya. Dengan fungsi baru ini. maka bentuk pagar juga berubah ketimbang pagar yang dipakai untuk mempertahankan diri dari orang yang ingin menguasai (invader). Bambu. katakan­ lah terdapat peternakan atau perkebunan. di mulut lahan. di palang papan nama yang telah dibuat tertulis pula “awas anjing galak”. Ketika simbol-simbol ini menjadi tidak atau kurang ber­ makna bagi sebagian orang. Para penyusup itu kita ke­ nal dengan sebutan pencuri. bahkan juga dilengkapi Closed-Circuit Television (CCTV). maka terciptalah konsepsi sederhana tentang kepemilikan lahan. penyusup tidak sela­ manya dikenal sebagai pencuri. maling dan sebagainya.Pendapat Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis Adrianus Meliala * J ika pagar berfungsi sebagai penghalang masuknya orang atau binatang yang tidak diundang. Untuk fungsi itu. Alhasil. atau kasus perampokan rumah oleh orang yang mengaku-aku orang dekat korban. Sebagai contoh. juga apa anehnya? Memang tidak aneh jika hanya dua hal di atas saja yang merupakan fungsi pagar. sebagai suatu sistem penga­ manan wilayah paling mutakhir. yang sebe­ lah sana milikmu. pohon atau monumen itu men­ simbolisasikan siapa yang menjadi pemilik tanah tersebut. maling. itulah penyusup model baru yang seringkali tampil perlente dan. Terkait penyusup-penyusup itu. Dewasa ini. Di siang bolong pula. terbukti dari adanya penguasaan lahan oleh orang yang tidak berhak. Ketika jaman menjadi lebih maju. simbol kepemilikan lahan berubah menjadi patok yang terbuat dari batu dan semen atau berbentuk sebuah papan yang bertuliskan nama pemilik lahan. guna memahaminya. Agak berbeda adalah situasi di Eropa yang pada kebanyak­ an palang tertulis trespasser will be prosecuted. Ketika di dalam lahan terdapat properti yang lain. maka pagar le­ bih berfungsi sebagai pencegah penyusup (intruder). Inilah pula kelemahan CCTV. CCTV hanya melihat per­ gerakan orang. oleh karenanya. Tembok yang gagah pun seakan takluk oleh para penipu ini. didirikan­ nya sebuah pohon yang khas atau ditumpuknya batu menjadi semacam monumen. pagar cenderung dibangun tinggi-tinggi atau dikelilingi kawat berduri. dibuatlah pagar dari kawat berduri mengelilingi lahan tertentu. maka pagar itu disertai dengan persenjataan un­ tuk mempertahankan diri dan wilayah dari serangan lawan. Dengan dipagarinya suatu bidang tanah. hal itu disebut dengan maintaining defensible space. entah itu berupa invader atau intruder. saking besar dan panjangnya. pencoleng atau bahkan pemulung. Tanpa pagar. pagar bisa memiliki 1. yang dibalik pagar ini milikku. maka “pagar simbolik” ini cenderung tidak banyak lagi dimanfaatkan. apa anehnya? Jika pagar berfungsi sebagai pencegah hilangnya harta-benda yang terdapat dalam rumah. seperti sering dilakukan Etnis Gipsy di Eropa. melewati suatu wilayah tanpa ijin pun tidak boleh. menjadi wajar jika tampilan pagar bisa beragam mewakili beragam fungsi­ nya tadi. Ha­ nya saja. Target Hardening Perbincangan di atas pada dasarnya terkait dengan pagar dalam fungsinya sebagai alat bantu si pemilik untuk memper­ tahankan diri dari gangguan. Secara teknis. Pada ekstrim yang lain. Namanya saja benteng. atau di dalam lahan terdapat rumah dengan segala perangkatnya. Pada kenyataannya. CCTV bukan lagi penghalang. niat serta kesiapan orang untuk melakukan suatu tindak pidana. tidak disangka-sangka. tidak melihat pada motif. Dengan kata lain. Apa­ lagi jika ada orang yang membuat bangunan tidak permanen hingga semi-permanen. bisa dipergunakan tinjauan atau perspektif sosio-kriminologis.

tinggi dan tertutup pada dasarnya menempatkan rumah dan penghuni rumah dalam keadaan terisolasi dan. Seiring dengan itu. Oleh kare­ na itu. upaya tersebut perlu disesuaikan dengan bahaya yang mungkin datang serta probabilita datangnya bahaya dan. yang tentunya tidak terlalu mudah. Sebaliknya.Edisi 3 . mendengar teriakan atau kegaduhan dari dalam rumah. maka orang iseng atau jahat itu pertama-tama perlu melewati pagar terlebih dahulu. muncul fenomena ketidakamanan model baru. Singkatnya. tetapi sudah menjadi instrumen dalam rangka aktualisasi diri. maka terhadap mere­ ka yang tinggal di hotel. Nama­ nya juga orang dari kelas menengah hingga elite. orang lebih mampu bertahan. Dengan ban­ tuan CCTV. Unit tempat tinggal bukan lagi sebagai pagar. keberadaan kita (dalam hal ini ru­ mah atau properti lainnya) menjadi lebih kuat. dengan pagar. pagar tidak lagi sekadar menjadi simbol ke­ pe­ milikan atau mekanisme mempertahankan diri. salah satunya. bagi banyak orang dapat menggantikan dukungan enerji sosial jika terjadi ketidakamanan pada diri orang tersebut.D Kriminolog & Guru Besar FISIP UI. Inilah con­ toh ketika niat untuk meningkatkan status malah bisa beru­ jung pada ketidakamanan diri sendiri dan keluarga. Kehidupan mereka amat “dipagari” oleh dinding-dinding unit tempat tinggal mereka. Mengingat dalam rangka mempertahankan defensible space dan melakukan target hardening diperlukan biaya tidak sedikit. misalnya. aspek keamanan. adalah cara lain menancapkan status sosial pemilik rumah.Maret 2013 ganggu. jika pengamanan di pintu masuk lemah atau bobol (entah karena satpam tidak ada di tempat atau sudah diperdaya). Sebagai contoh. entah dengan cara melom­ pati atau membobol pagar.com 65 . Guna memperlihatkan preferensi pemilik rumah. yang bisa bertemu kita pun bukanlah sembarang orang. apartemen atau asrama. Dengan metode satu pintu. amat wajar apabila dilakukan pengamanan yang tidak hanya ketat tetapi juga berlapis dan bersenjata. untuk apa tergantung pada masyarakat di lingkungan sekitar yang se­ ringkali lebay. Upaya untuk bertahan pun bisa dilakukan secara lebih ber­ variasi. kehadiran pintu pagar yang angker plus satpam berkumis. Pagar yang terlalu kokoh. sebagai suatu target kejahatan. Status Pagar bisa menjadi tidak bisa diprediksi lagi tampilannya ketika dikaitkan dengan status sosial pemilik pagar tersebut. De­ ngan kata lain. Kemampuan finansial yang kuat serta kepercayaan diri dan ditunjang oleh perangkat komunikasi yang canggih. kunci yang diberi password atau dengan bantuan tenaga pengaman. Komisioner pada Komisi Kepolisian Nasional Dapat dihubungi di adrianusmeliala@gmail. Atau. bah­ kan boleh dibilang tidak ada kontak sama sekali antarpenghu­ ni apartemen. Jika pemilik mengingin­ kan pagar yang tetap memungkinkan orang “melongok” ke dalam rumahnya yang megah. Sebaliknya. jangankan intruder. Tidak hanya itu. dalam rangka “memperkeras” diri agar tidak menjadi target kejahatan yang mudah dikerjai. dibangunlah pagar bergaya Yunani. tidak kontra produktif dengan perspektif pencegahan kejahatan (crime prevention) yang seyogyanya built-in atau termaktub dengan sendirinya dalam perencanaan rumah tinggal atau properti lainnya. misalnya. ju­ ga bisa dihadirkan melalui pagar. Itulah prinsip target hardening. seyogyanya keinginan untuk mengejar es­ tetika sekaligus pengedepanan status. Masih dalam rangka defensible space. Tentunya ada saja orang yang memilih tidak mau meng­ andalkan pada enerji sosial dan lebih percaya sepenuhnya pada kemampuan diri sendiri. telepon internal. orang hanya boleh keluar-masuk dari pintu yang selalu dijaga tersebut. Akibatnya. tetapi telah menjadi “penjara baru” yang mengurung mereka sendiri. sehingga defensible space ditarik pada tingkat blok atau cluster. Tiba-tiba saja orang iseng atau jahat itu sudah ada di depan pintu rumah dan bisa segera masuk rumah dengan cara mencungkil pintu atau jendela. Hal ini jauh lebih efisien dari segi biaya. Interaksi sosial yang minim. tidak mudah dikerjai. Hal ini sering terjadi ketika ada penyusup yang masuk rumah. terlepas dari apakah itu rumah mewah atau rumah sederhana. di pihak lain. peng­ huni apartemen meninggal berhari-hari tanpa ada yang tahu. semua rumah dalam cluster bisa dikatakan tidak berdaya apa-apa lagi (defenseless). sifatnya sangat subyektif dan penuh cita rasa pribadi. maka banyak perumahan memakai konsep cluster yang menyinergikan banyak hal. perlu di­ ingatkan terkait azas proporsionalitas dan fungsionalitas. jika terjadi apa-apa. yang dengan demikian melumpuhkan semua sistem pengamanan yang ada. Ph. Inilah fenomena yang terjadi pada komunitas baru masyarakat perkotaan yang hidup di apartemen penca­ kar langit di Jakarta. Masalahnya. maka dapat diperkirakan tidak banyak pihak yang akan mengganggu kita. misalnya. katakanlah. Nuansa tradisional. Jika. Adrianus Meliala. tidak bisa meman­ faatkan enerji sosial yang terdapat di luar rumah. Singkatnya. jika kita bukan seseorang yang kaya-raya. kita memiliki uang yang amat banyak. Namun demikian. Enerji so­ sial itu berasal dari kehadiran tetangga atau orang yang lewat (passers-by) yang bisa membantu saat. nilai atau besaran dari target yang hendak dilin­ dungi. katakanlah. bisa dibangun pagar bergaya Gothik yang penuh ukiran. rumah-rumah didalamnya tidak perlu lagi membuat pagar. terjadinya kasus perampokan yang pelakunya orang dekat korban. Ujung-ujungnya. dengan adanya pagar. *) Prof. adalah pemandangan sehari-hari. Hal ini memang ada benarnya. pertahanan diri dibangun melalui sistem yang membatasi dan menyaring orang-orang yang hendak menemui mereka. Namun demikian.

L’Avenue AGUNG PODOMORO GROUP Green Bay Pluit 66 .

dipergunakan. mulai mulai dari tahap perencanaan. pemanfaat­ diambil dari alam. pat optimalisasi penggunaan energi selama konstruksi. yang dilakukan dengan bebera­ sumberdaya alam sebagai bahan baku konstruksi. Sistem pracetak be­ sampai dibongkar dan kembali ke alam. sistem Pemanfaatan sumberdaya tersebut dapat berdampak pracetak sebagian. sehingga dapat menjadi bagian dalam pracetak penuh. beserta kebutuhan masing-masing pada setiap jenis P Gambar 8. yang dalam pengerjaannya dapat para pelaku konstruksi nasional. diproduksi.0 warming). konstruksi.2011 67 . agar juga mulai mem­ dilakukan melalui 3 alternatif pelaksanaan konstruksi. proses industri dan menghasilkan output agar kita bisa karena menerapkan penggunaan material melakukan perbaikan proses dan dampak Bagian Kedua* dan metoda kerja yang efisien sehingga dida­ yang lebih aman ke lingkungan. pracetak sebagian dan pembangunan. Proses penyetaraan ini berkembang di dunia konstruksi internasio­ untuk perbandingan tiap item dilakukan dengan metoda nal sebagai respon atas isu pemanasan global (global LCA (life cycle analysis) melalui software Simapro 5. Prinsip dasar dari tipe pembangunan ini ada­ untuk menganalisis aspek lingkungan yang berhubungan lah penggunaan energi yang optimal secara integratif dengan suatu produk dan siklus hidupnya. Bangunan Rusunawa terbuat penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi dari konstruksi beton. Hairul Sitepu dan HR Sidjabat Konsep Perhitungan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan embangunan yang berkelanjutan (Sustainable Referensi perhitungan energi tiap item pekerjaan Construction) merupakan suatu topik yang saat konstruksi didasarkan referensi [5]. Pembangunan Rusun di Batam 2010 . pertimbangkan optimalisasi energi dalam perencanaan yaitu secara konvensional. Hasil terhadap kerusakan alam. dipelihara an sampai pada pembongkaran. Penelitian optimasi energi konstruksi dan a. pa sistem pembangunan: sistem konvensional. Analisis Bahan Baku Pembangunan Rusunawa dampak lingkungan dilakukan pada pembangunan ru­ Pembangunan rusunawa membutuhkan banyak mah susun di Batam. dan sistem pra­ cetak penuh.Konsep Edisi 3 . Software ini ton merupakan suatu sistem pembangunan yang me­ mengalkulasi input seperti kuantitas bahan baku suatu menuhi kaidah konstruksi hijau (green construction). Bahan bangunan utama yang digunakan usaha menjaga kelestarian bumi.Maret 2013 sebagai Sistem Sistem Pracetak Beton Konstruksi Hijau: Studi Kasus Perbandingan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan di Pembangunan Rumah Susun di Batam Oleh: Hari Nugraha Nurjaman.

56 kPt). Hal tersebut akan sangat kualitas.2 terlihat pemakaian besi tulangan beton pada pracetak sebagian berkurang secara signifikan. LCA Beton Konvensional Hasil pembobotan menunjukkan bahwa hampir Hasil analisis skor tunggal menunjukkan bahwa besi seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak beton merupakan elemen yang memberikan dampak lingkungan dominan. relocability. tidak diperlukan lagi pada pracetak Elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah sebagian dan pracetak penuh. Apabila pra­ cetak tersebut dipercaya dapat memberikan man.17 kPt).(4.66 x 10-5 kPt). baik sebagai perancah *) Teknologi Pracetak yang digunakan adalah dari salah satu produsen nasional maupun sebagai cetakan sebanyak 603 m3. yaitu: kup signifikan dan kecepatan pelaksanaan pembangun­ (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (5. gunaan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga adalah dalam pembiayaan yang berkurang secara cu.dampak lingkungan dominan (impact categories). Penghematan besi Cetakan kayu 41 m3 yang sangat signifikan ini didapat karena Perancah kayu 562 m3 sistem pracetak yang digunakan adalah sistem column-slab yang sangat efisien. dan sebagainya. lingkungan perairan kronis (5. Kebutuhan Bahan Bangunan Masing-masing Alternatif pada Tabel 2 Pada Tabel.kPt).air untuk beton (3.13 kPt).truk (1. peningkatan jaminan lingkungan perairan akut. penggunaan tenaga kerja secara total lebih (5. Kondisi yang sama juga pada penggunaan kayu. Sistem Pracetak Column Slab 68 . terutama dari komponen pelat yang menggunakan sistem grid prategang seperti terlihat pada Gambar 9. dari 180 ton pada konvensional menjadi 77 ton pada Besi tulangan beton 180 ton 77 ton 122 ton pracetak sebagian. predicability. yaitu: (1) kandungan racun paling besar (8. Di. gunaan tenaga kerja terampil lebih banyak di beton pra Kandungan racun lingkungan perairan kronis cetak [10]. (2) kandungan racun lingkungan perairan akut lain pihak. Berdasarkan hasil pembobotan. namun peng.Konsep pelaksanaan konstruksi dapat dilihat Tabel 2. (2) kandungan Gambar 9.pencemaran tersebut tidak ditangani dengan serius faat lebih dibandingkan beton monolit terkait dengan dan benar dampaknya akan berlanjut ke pencemaran pe­ ngurangan waktu dan biaya. kelebihan lain dari peng. menjadi hanya 5-6 bulan.55 kPt). disusul oleh semen (4.19 kPt). Selain penggunaan ba. b. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gibb [4] disebabkan oleh material-material mencemari badan yang mengemukakan bahwa beberapa prinsip beton air permukaan dalam jangka waktu yang lama. berbahaya terhadap manusia dan organisme hidup lainnya yang akan memanfaatkan perairan tersebut.93 x 10-7 kPt) dan penggunaan han bangun­ an lebih efisien. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis sedikit diban­ dingkan beton konvensional.55 an dari semula 8 bulan.

Seperti halnya dalam penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perair­ an kronis (4.81 kPt). Kebutuhan energi konstruksi yang dianggap wajar untuk bangun­ an perumahan adalah 240 kWh/m2 [9] sehingga sumber foto: istimewa 69 . seperti semen. Hal ini bisa diturunkan menjadi hanya 13. bata merah.91 kPt). yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (4. Hasil skor tunggal secara agregat menunjukkan penggunaan beton pracetak sebagian memiliki kinerja sedikit lebih baik dibandingkan dengan penggunaan beton pracetak penuh dalam hal dampak lingkungan yang ditimbulkan daur hidup kontributor prosesnya.57 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1.0 kPt dengan penggunaan beton semi pracetak. tetapi di sisi lain meningkatkan volume penggunaan beton pracetak. Jika dilihat dari kebutuhan energi pembangunan sistem konvensional merupakan sistem pembangunan yang terboros yaitu 272 kWh/m2. e.12 x 10-5 kPt).06 kPt). sebagaimana disajikan pada Tabel-3.06 kPt). d. keramik dan sanitari. beton pracetak sebagian. disusul sistem pra­ cetak penuh 219 kWh/m2. semen. dan beton pracetak penuh.Maret 2013 racun lingkungan perairan akut (5. Selain hal tersebut.19 kPt).56 kPt) c. disusul oleh semen (3. Hasil pembobotan menunjukkan hampir seluruh ele­ men berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan. Analisis Perbandingan energi konstruksi alternatif berdasarkan analisis daur hidupnya (LCA) dilakukan terhadap tiga pilihan. dan yang paling hemat adalah sistem pracetak sebagian yaitu 175 kWh/m2. Dampak lingkungan secara keseluruhan akibat daur hidup kontributor proses penggunaan beton konvensional sebesar 18. pasir dan bata merah. LCA Beton Pracetak Sebagian Hasil analisis skor tunggal penggunaan beton pracetak sebagian menunjukkan bahwa semen merupakan elemen yang bisa memberikan dampak paling besar (4.6 kPt.75 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1.8 kPt dengan penggunaan beton pracetak penuh dan menjadi hanya 13. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (3. sehingga dampak lingkung­ an akibat pemanfaatan bata me­ rah berkurang secara signifikan. besi beton dan semen merupakan kontributor proses terbesar yang berdampak terhadap lingkungan.79 kPt). (2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3. Sementara perbedaan kemampuan antara penggunaan beton pracetak penuh dan beton Pracetak sebagian 6% (0. (2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3.82 kPt). disusul oleh besi beton (3. kontributor proses yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (3. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (1. LCA Beton Pracetak penuh Hal yang membedakan material yang digunakan dalam pembuatan rusuna menggunakan beton pracetak penuh dengan pracetak sebagian adalah pengurangan penggunaan bahan baku bagi pembuatan dinding dan plesterannya. Hasil analisis skor tunggal menunjukkan besi beton merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar (6. alumini­ um.17 kPt).66 x 10-5 kPt).8 kPt) dalam menurunkan dampak lingkungan. hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan.00 kPt). Bahkan dampak lingkungannya relatif lebih tinggi. Sementara elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (5.Edisi 3 .59 kPt). Bahan bangunan utama yang mempunyai dampak lingkungan terbesar adalah besi beton. yaitu pembangunan rusunawa menggunakan beton konvensional. Pengurangan bahan baku dinding ini disubtitusi seluruhnya oleh beton pracetak. Seperti pada penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian.7 kPt). (3) kandungan racun lingkung­ an tanah kronis (3. ka­ rena pe­ ningkatan volume penggunaan semen dan besi sebagai bahan pokok penyusun beton pracetak.

pelat. akan diperoleh batangan atau lembaran besi.94 x 108 2.199.774. Jakarta. (2000). Kementerian Pekerjaan Umum. Nasir. Jakarta. kawat. Standardisasi Pengujian Material Ramah Lingkungan. H.F. BPS (2010). 4. (3) kandung­ an racun lingkungan tanah kronis.43 x 107 1. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. C. pember­ sihan.9 1. Inc.97 x 107 3. Tanda-tanda terdapatnya pencemaran akibat besi di perairan adalah apabila terdapat suasana asam dalam kondisi aerob [2]. perakitan. Effendi.N. Indonesia. me­ rupakan kontributor proses yang memiliki dampak terbesar dalam pembangunan rusunawa terhadap lingkungan. Germany.8 KWH bila dibandingkan dengan konvensional.92 x 107 2. Munich. Achieving High Performance Building through Green Building Rating Tools in Indonesia. Goedkoop. pencampuran.65 x 106 ter pohon 1 m dan jarak pohon di hutan 25 m. Berdasarkan beberapa hasil perbanding­ an diatas.Y (2011). Proses eksplorasi sumber daya alam berpotensi pencemaran lingkungan perairan dan tanah.18 x 108 2. G.95 x 107 3. *) Bagian Pertama dimuat pada HUD Magazines Edisi Pertama daftar pustaka 1. Hampir seluruh elemen bahan bangunan berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan.A. salah satu dampak yang akan muncul pencemaran pada perairan. K. R. Semua bahan baku ini dieksplorasi dari alam. Secara umum besi terbuat dari biji besi. Pada perairan yang diperuntukkan bagi keperluan domestik. 8. M and M.11 x 107 Energi (kWh) 1. maka akan dapat dihemat hutan seluas 1. penggilingan. Besi sebagai bahan baku pembuatan besi beton.G. pasir besi. USA. Munich. Gibb. misalnya besi beton polos.Illinois. Sabbarudin. ulir. PT Estop Indonesia. lalu dicampur. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures. diolah.9 1. pemilahan. 10. Perbandingan Dampak Lingkungan Bahan Bangunan Utama Alternatif Pelaksanaan dan Bahan Bangunan Utama Potensi Pencemar Konvensional: -besi beton -semen -aluminium Pracetak sebagian: -semen -besi beton -bata merah Pracetak penuh: -besi beton -semen -keramik & sanitari Katagori Dampak Lingkungan (Pt) Racun perairan kronis 5. sehingga mulai dari pengambilan di alam. (2011). dipanaskan dalam oven. balok. Graubner. Oele. Sistem Bangunan Pracetak untuk Rumah Susun dan Rumah Sehat Sederhana. Data Sensus Penduduk. Germany. Diseminasi Peraturan Perundang-undangan Bangunan Gedung dan Lingkungan. (2001). biaya lebih murah dan penghematan penggunaan kayu dibanding konvensio­ nal. dan lain-lain se­ suai kebutuhan. Indonesia.82 x 107 9. PRé (Product Ecology Consultant). namun penggunaan tenaga kerja terampil lebih banyak. Telaan Kualitas Air.25 ha untuk setiap bangunan Rusunawa. Selanjutnya dilakukan proses deform sesuai kebutuhan. Cole.Konsep Tabel 3. bak mandi. Textbook of Limnology. Makasar.981. Off-Site fabrication.27 x 108 4. (2010).68 x 106 2. Kekurangan penggunaan beton pracetak sebagian adalah penggunaan tenaga kerja secara total lebih sedikit dibandingkan beton konvensional. H.253.29 x 107 Racun tanah kronis 2. John Wiley and Son. Bahan bangunan lain yang berpengaruh pada sitem pracetak adalah kayu yang dapat dihemat sebesar 603 m3. sistem pelaksanaan pracetak sebagian merupakan yang paling ramah lingkungan. Kelarutan besi meningkat dengan menurunnya pH [3] Bahan lain yang memiliki dampak terbesar adalah semen. Pelaksanaan konstruksi dengan pracetak sebagian juga dapat menghemat penggunaan energi sebesar 446. Seminar Konstruksi Ramah Lingkungan. pemeliharaan sampai pembongkaran akan mencemari lingkungan.11 x 108 2. sementara air untuk beton dan penggunaan truk merupakan elemen dengan dampak terkecil.39 x 107 1. tanah liat. (1988). proses produksi. 2. Secara umum semen terbuat dari batu kapur.008. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan.A. (2) kandungan racun lingkungan perair­ an akut. USA 5. A. New Icon of Dubai.R dan H. Bogor.85 x 108 2. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures. 70 .7 806. pasir silika. Apabila rerata diame- Penutup Pelaksanaan konstruksi dengan meng­ gunakan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh mempunyai kelebihan dalam percepatan waktu pelaksanaan. USA. Sijabat.97 x 106 3. (1999). lalu setelah melalui proses pendinginan dalam air. sehingga memenuhi kriteria konstruksi hijau yang sangat memperhatikan efisiensi energi. pem­­ bangunan rumah susun bertingkat medium dengan sistem prace­ tak dapat dianggap memenuhi kriteria konstruksi hijau. Database Manual General Introduction. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis. A. penggunaan. pipa air dan pakai­ an. 3. 9. pemeliharaan sampai pembongkaran akan berdampak pada lingkungan. Pusat Pengembangan Perumahan Kemenpera. New York. Jakarta. Waveland Press. Besi beton dan semen merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar. 7. sedangkan proses pembakaran akan berakibat pemanasan global dan pelepasan debu berakibat polusi udara. Indonesia. clicker dan gypsum. Sustainability of Highrise Building. 6. batu bara dan limestone. yang pada gilirannya akan dapat mempertahankan penyerapan CO2. T Mielecke (2010).792. Analisis juga menunjukkan bahwa sistem pra­ cetak sebagian adalah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem pra­ cetak penuh. Semua proses mulai dari pengambilan di alam. Nurjaman (2007).39 x 108 Racun perairan akut 4. Morgen. pembakaran. kadar besi yang berlebihan dapat mengakibatkan warna kemerahan pada porselin.53 x 107 1.

Maret 2013 Program 1.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Edisi 3 .5 April 2013 Sukseskan APERSI 71 .

• Konstruksi. dokumen ini juga memberi perhatian khusus mengenai konservasi energi yang berlaku untuk berbagai tipe rumah susun (lowrise. jika layak maka pemanfaatan sinar matahari. konstruksi.0) yang muncul pada akhir tahun 1998 di Amerika Serikat. midrise.: istimewa Prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Wied W. Pada era 1970-an.Konsep sumber foto/ill. 72 . 2003). ahli lingkungan. serta pakar ekologi menilai-ulang kebijak­ an membangun yang mendayagunakan sistem heating and cooling secara masif tersebut seiring dorongan akibat sejumlah dokumen. Isu energi ini menjadi fokus dari Leadership in Energy and Environmental Design (LEED versi 1. Inventarisasi G sebuah dokumen komprehensif berjudul “Housing” terbit pada tahun 1981 [mendahului Bruntland Report. hujan. perilaku angin sangat dibutuhkan sebagai dasar penetapan sistem pengendalian lingkungan. ”Form and Stability” karya Ralph Knowles. LEED menjadi salah satu alat penilaian peringkat green building yang populer dan kerap menjadi rujukan penyusunan alat penilaian di luar Amerika Serikat. highrise). sejumlah tipe bangunan yang menjadi tonggak (milestone) periode 1970-1993 didominasi oleh perkantoran (misal: Environmental Defense Fund Offices. USA. analisis pola dan durasi suhu. Kesadaran konseptual green building ini muncul usai penggunaan teknologi era 1930-an (penggunaan HVAC secara masif serta ikon glass box architecture) (Cassidy. rumah (mi­ sal: Audubon House. (ii) reduksi dampak bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan (melalui orientasi. serta ”Silent Spring” karya Rachel Carson (Cassidy. pepohonan. perge­ rakan matahari. 1989]. 2003). 1985). Konservasi energi pada rumah susun pada dasarnya diarahkan untuk mengendalikan jumlah panas yang dilepaskan (heat loss) oleh selubung ba­ ngunan sedemikian sehingga area kaca sebaiknya direduksi sedangkan dinding/atap haruslah terinsulasi (Macsai dkk. 1987 dan AIA Committee on the Environment (COTE). • Orientasi. desain bangunan disarankan untuk menyertakan perencanaan dan pemeliharaan agar suhu dapat dikelola secara optimum (mencegah overheating maupun overcooling). sejalan dengan upaya mengatasi isu energi di jamannya. desain. sudut penyinaran matahari. yakni ”Design with Climate” karya Victor Olgyay. Sebuah hal yang menarik bahwa di luar kerangka milestone tersebut. operasional­ isasi. pemeliharaan. 2003) mengalami tantangan penyusutan sumberdaya akibat era minyak-murah II (1950-1974) (Burberry. UN World Commission on Environment and Development. bagian-bagian bangunan harus tersambung erat untuk mencegah kebocoran (leakage) udara maupun air. 1981) Adapun sejumlah advis rinci mengenai data peran­ cangan dan konservasi energi. air. • Pemanasan secara pasif (passive solar heat). sejumlah arsitek. jenis kaca. antara lain: • Data Iklim. 1979). serta material sebaiknya direncanakan untuk penyerapan dan penyimpanan panas. 1979) serta embargo OPEC (1973). • Pengendalian suhu udara (temperature control). perbukitan dapat diinternalisasi ke dalam desain. Sebagaimana tercatat dalam White Paper on Sustain­ ability: A Report on the Green Building Movement. 1992) (Burberry. Winaktoe* Konservasi Energi sebagai Isu-Historis Green Building dan Desain Rumah Susun reen building didefinisikan sebagai praktik (i) peningkatan efisiensi energi. serta pembangunan-kembali) (Office of the Federal Environmental Executive. material yang digunakan suatu bangunan dan tapak.

desain rumah susun diarahkan untuk melakukan upaya penghematan penggunaan air baik di dalam (aplikasi fixtures yang efisien) maupun di luar bangunan (reduksi run off serta meningkatkan ground­ water recharging). efisiensi lahan akan melekat pada desain rumah susun. ventilation” (pencahayaan. desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengendalikan kenyamanantermal. • Efisiensi air. Manifestasi fisik dari prinsip green building tersebut dapat saja bervariasi namun.000 m2) sebagai subyek yang wajib mengaplikasikan prinsip-prinsip hijau (green). serta non-Pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip green building diharapkan dapat berimbas pada komoditas rumah susun pula. Pemerintah Daerah. sebagaimana yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta (Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangun­ an Gedung Hijau). keberadaan sistem penilai­ an green building. • Kualitas udara ruang-dalam. heating. Pada kasus penerapan skema self build dan sweat policy yang melibatkan kontribusi tenaga penghuni sebagai bagian skema pembiayaan unit maka material juga haruslah memiliki indikator labour intensive serta cost effective. pencahayaan 33%) (ITB. Pada sisi lain. relatif sejalan dengan prinsip efisiensi energi yang diusung green building movement maka ade­ quate shelter menyertakan ”lighting. komponen bangunan yang berhubungan dengan kenyamanan-termal agaknya akan tetap mendominasi isu desain rumah susun. Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangunan Gedung Hijau yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta telah secara spesifik menempatkan rumah susun (minimum total luas lantai 50.4%) (DJLEB. Kini merupakan momentum yang tepat untuk menyinergikan kriteria adequate shelter dengan regulasi green building agar rumah susun turut berkontribusi pada kesinambungan fungsi ekosistem. ventilasi) sebagai kriteria yang harus dipenuhi dalam membangun rumah layak. • Reduksi toksik. Kementerian Pekerjaan Umum (Draft Permen PU tentang Pedoman Teknis Bangunan Hijau). reduksi toksik. maka prinsip efisiensi air. 3-14 Juni 1996) di Istanbul. pencahayaan 17. termasuk rumah susun. tanah. Selain efisiensi energi. udara. substansi dari komponen yang hendak diinternalisasi antara lain: • Efisiensi energi. embodied carbon yang rendah. 1994). desain rumah susun diarahkan untuk mengendalikan laju panas (heat rate) yang memasuki selubung bangunan serta. material bangunan ramah lingkungan. paling tidak. 1992) maupun residensial (AC 11%. serta bau (odor). Secara khusus. *Green Development Initiatives. secara bertahap. desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengelola produksi dan transformasi limbahnya agar tidak membebani ekosistem. Itikad positip Pemerintah Pusat. Penutup United Nations Conference on Human Settlements (Habitat II. telah mendeklarasikan agar berbagai negara menjamin perwujudan ad­ equate shelter for all. kualitas udara ruang-dalam. mampu didaur-ulang). merestrukturisasi sumber-sumber energi listrik melalui pening­ katan proporsi penggunaan renewable energy. reduksi limbah. Turki. • Reduksi limbah. Dana Mitra Lingkungan (DML) 73 . desain rumah susun diarahkan sebagai wahana yang mampu memelihara kesehatan penghuni melalui pengendalian terhadap berbagai elemen desain yang berpotensi meracuni air. kebisingan/akustik. maupun GBCI (Greenship) diperkirakan akan memperluas prinsip-prinsip yang harus diinternalisasi rumah susun. desain rumah susun diarahkan untuk mengoptimasi penggunaan lahan mengingat keterbatasan lahan-layak serta carbon footprint yang dihasilkan dari setiap pembangunan. desain rumah susun diarahkan untuk memrioritaskan penggunaan material dengan nilai indikator lingkungan yang baik (embodied energy rendah. • Efisiensi lahan.Maret 2013 Perluasan Adopsi Prinsip-prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Pada kasus Indonesia. • Material bangunan ramah lingkungan. sebagaimana terindikasi melalui komposisi penggunaan listrik pada bangun­ an secara umum (AC 66%.Edisi 3 . suhu.

000 Tower Sukseskan BAPERTARUM-PNS Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 74 Sukseskan .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Program 1.5 April 2013 Program 1.000 Tower 5 April 2007 .

merupakan harapan setiap manusia untuk dapat memenuhinya.Maret 2013 (Taperum) PNS yang bereputasi baik dan dipercaya serta handal dalam pemupukan dan pengelolaan dana perumahan BAPERTARUM-PNS Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Misi R umah sebagai kebutuhan dasar manusia. serta bantuan fasilitas teknis dengan bekerjasama secara kemitraan strategis dengan pihak terkait dalam pengadaan rumah 2. terutama rumah. Pegawai Negeri Sipil yang jumlahnya hampir mencapai 3. Memberikan kemampuan kepada PNS dan kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap dalam pemilikan rumah yang layak melalui bantuan pembiayaan dari dana tabungan perumahan PNS dan dana perumahan lain dari masyarakat non PNS. Menteri Dalam Negeri Satuan Pengawasan Internal (SPI) 3. Yang melatarbelakangi didirikannya BAPERTARUM-PNS. pemenuhan kebutuhan akan rumah merupakan hal yang paling sulit dijangkau oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada khususnya. antara lain : 1. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara 4. yang berarti juga terdapat perbedaan penghasilan. Menteri Keuangan 2. 1.9 juta orang dan tersebar di seluruh Indonesia tersebut terdiri dari berbagai golongan yaitu mulai dari golongan I sampai dengan IV. disamping sandang dan pangan. 2. Memberikan pelayanan yang terintegrasi dan memuaskan dengan pengelolaan serta pemupukan dana untuk pembiayaan perumahan yang bernilai bagi PNS dan masyarakat berpenghasilan tetap. BAPERTARUM-PNS didirikan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 1993 tentang Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil. serta bantuan pemerintah dan bantuan fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan dan non perbankan. Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Sub Satuan Pengawasan Bidang Pelayanan Penyaluran Taperum-PNS Sub Satuan Pengawasan Bidang Operasional Divisi Perencanaan Propram dan Evaluasi Sub Divisi Pengembangan Sistem Informasi dan Pengolahan Data Divisi Umum Divisi Keuangan dan Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Pengelolaan Dana PNS Sub Divisi Propram dan Anggaran Sub Divisi Monitoring dan Evaluasi Sub Divisi Umum Sub Divisi Humas dan Protokol Sub Divisi Sumber Daya Sub Divisi Manusia Hukum (SDM) Sub Divisi Administrasi Keuangan 75 .Profil Visi Menjadi pengelola Perumahan EdisiTabungan 3 . sehingga berkontribusi dalam mendukung pemerintah memenuhi kebutuhan rumah untuk masyarakat Struktur Organisasi Ketua: Struktur Organisasi Pelaksana Sekretariat Tetap Presiden Republik Indonesia Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Ketua Harian merangkap anggota: Menteri Negara Perumahan Rakyat Kepala Pelaksana Anggota: 1. sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 1994. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil untuk memiliki rumah yang layak. Dari tiga kebutuhan dasar tersebut . Sejak didirikan tahun 1993 BAPERTARUM-PNS telah melakukan beberapa kebijakan dan upaya yang bertujuan untuk semakin meningkatkan pelayanannya kepada PNS. yang berpengaruh kepada kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Terbatasnya kemampuan Pegawai Negeri Sipil untuk membayar uangmuka pembelian rumah dengan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR 3. Tabungan perumahan PNS dapat membentuk dana untuk mengatasi kendala tersebut yang merupakan kegotong-royongan diantara Pegawai Negeri Sipil dalam upaya peningkatan kesejahteraan antara Pegawai Negeri Sipil.

produk berkualitas. Visi Perusahaan Memberi berkah bagi masyarakat dengan membangun kepeloporan ekonomi nasional.000 Tower 5 April 2007 . Misi Perusahaan Program 1. pelayanan terbaik.5 April 2013 Sukseskan 76 .Menjadi pemain utama ekonomi nasional yang didukung oleh tenaga kerja yang prima.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. dan sistem yang terintegrasi.

Indonesia.Maret 2013 METAMORFOSA Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) sumber foto: AP2ERSI etelah enam tahun beraktifitas sebagai asosiasi penggiat perumahan di Jawa Barat. KETUA IV secara virtual (pre-recorded).E. Drs. H. Yomanius Untung Spd. Perubahan AP2ERSI menjadi asosiasi penggiat perumah­ an nasional dikukuhkan pada MUBES I AP2ERSI yang berlangsung pada tanggal 16-17 April 2013 di Grand Preanger–Bandung. Wahyu Nugroho ANGGOTA : Irwan A. Yusuf Fitriadi S. H. Dany Juanda datangani Nota Kesepahaman dengan PT Jawa Barat yang melahirkan AP2ERSI dari Cemerlang Mandiri Selaras (Distributor WABENDUM I : Hasan Kurniawan S. (ii) Platform organisasi AP2ERSI sebagai asosiasi penggiat perumahan skala nasional. Agus Rachman S. Jusuf Kalla dan para panelis. M. H. Jawa Barat. Agus Irsyad AP2ERSI pada MUBES I tersebut menan: Ir. : Azhar Hariman S. Sumatera Utara. Ir.E. ditindaklanjut dengan BOSOWA GROUP DEWAN PEMBINA : DR..E. Ir.H. Dua Program utama kami adalah pengembangan organisasi dan kemitraan.M. Dalam keterangannya Ketua pemilihan Ketua Umum. dukungan kepada H.T. Zulfi Syarif Koto Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta platform (The Hud Institute). Endrawan Natawiria sebagai negarawan. Pada hari pertama tanggal 16 April 2013. Nusa Tenggara Ba. Limbong Semen BOSOWA Jawa Barat) yang akan penggiat perumahan skala nasional. Perkasa Alam S. antusiasme peserta begitu besar sejak persidangan Pertama. organisasi skala regional menjadi asosiasi WABENDUM II : Diana LB. Sayang pada Diskusi panel kali ini rat. diimbuh pandangan dari seluruh DPD. H. yang mengagendakan tor. Gunawan Agus Sumarno S.E. Hampir senada mereka menyampaikan KETUA VI liau mendadak harus ke luar negeri”. H. Purwadhi : H. berhasil terpiKomite Pengarah MUBES I AP2ERSI. Nugraha (Kemenegpera) dengan moderaOrganisasi AP2ERSI. Lili Asdjudiredja Dalam sambutan Pelantikannya Ketua KETUA untuk bekerjasama dalam menyelengANGGOTA : Ir. Insya allah dalam waktu dekat AP2ERSI akan be­ kerjasama dengan salah satu BUMN untuk membangun rumah murah bagi para pekerjanya. Dengan dukungan peme­ rintah dan banyak pihak kami yakin rencana untuk memba­ ngun perumahan rakyat yang termurah akan bisa terwujud.Profil Edisi 3 . terjadi ba­ bertajuk “Solusi Pemenuhan Backlog Rumah Rakyat” de­ ngan nyak koreksi dan interupsi yang membahas perubahan Anggaran Pembicara Kunci. M. Pada persidangan Ke­ dua yang dipimpin oleh Ketua DPD Provinsi Aceh dan DPD Nusa Pada MUBES I AP2ERSI tersebut di selenggarakan Diskusi Panel Tenggara Barat didampingi Ketua Komite Pengarah. KETUA II : Adin Restiadi secara langsung dan terbuka dengan KETUA III dan fikiran beliau secara langsung tetapi : Nuslih Jamiat S. Menteri Negara Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Ir Sri Hartoyo. disepakati 3 (tiga) agenda utama yaitu (i) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran RumahTangga AP2ERSI. : DR. Atri Kusumaningsih M. DR. Ferry Sandiyana KETUA VII Mengawali program kemitraannya.M. karena kapasitas dan kredibilitasnya WASEKUM I : Drs. menyatakan “kami Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) Umum dengan dukungan bulat dari DPD Asosiasi Pengembang memilih Pak JK (Jusuf Kalla) sebagai pemMasa Bakti 2013-2018 Provinsi Aceh. Deputi bidang Pembiayaan Kemenegpera RI. menyatakan menyambut baik dan menyatakan selamat datang kepada AP2ERSI untuk turut berkiprah dalam bidang perumahan nasio­ nal disertai harapan agar AP2ERSI akan memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan perumahan nasional . Dr. (iii) Pemilihan Ketua Umum AP2ERSI masa bakti 2013-2018 giat perumahan di Jawa Barat memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi AP2ERSI saat ini untuk tetap konsisten sebagai asosiasi yang berpihak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Persidangan Ketiga. Kalimantan Utara. Ahmad Zailani Mpd. Pada MUBES yang bertajuk “Metamorfosa AP2ERSI menjadi Organisasi Nasional: Semakin Pro-Rakyat Pro-MBR” tersebut. serta mengapresiasi perjuangan AP2ERSI WASEKUM II WASEKUM III : Ir. DEWAN PENASIHAT KETUA : Ir..T. Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat (AP2ERSI) kini siap untuk berkiprah sebagai asosiasi penggiat perumahan di tingkat nasional de­ ngan dukungan 8 (delapan) DPD tingkat Provinsi. 77 ..E. Zulfi Syarif Koto Umum AP2ERSI terpilih menyatakan. DEWAN PENGURUS PUSAT lih H Ferry Sandiyana SE sebagai Ketua Endrawan Natawiria. Yusuf Fitriadi SE (Pikiran Rakyat). DKI SEKRETARIS UMUM : Drs. karena beKETUA V : M.BENDAHARA UMUM : Nina Herlina bisnis. DPP S. bicara kunci karena pengalaman beliau KETUA UMUM : H Ferry Sandiyana SE Kepulauan Riau. birokrat dan praktisi Jakarta.H. M. garakan pembangunan rumah murah di pengalaman enam tahun sebagai peng. Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan KETUA I kami tidak bisa menghadirkan gagasan : R.H. Sodik Mujahid Mpd. Tag perjuangan AP2ERSI adalah Pro Rakyat-Pro MBR. Riau.

5 April 2013 .Sukseskan 78 Program 1.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.

yang pada intinya me­ nyoroti berbagai isu perumahan yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian para pemangku kepentingan. Peringatan dimulai pagi harinya dengan rapat terbatas anggota mendengarkan Laporan Pengurus dan tanggapan Dewan Pembina. dan didominasi oleh proyek-proyek perumahan yang tersebar di Jabodetabek. scribd. Teguh Satria (Ketua Umum DPP REI 2007-2010). diikuti sekitar 218 developer yang menyajikan lebih dari 400 proyek perumahan. Dalam rangkaian peringatan HUT BTN. Kredit. Bank BTN Memasuki Usia ke-63 idak terasa BTN telah memasuki usia ke 63 pada tanggal 9 Februari 2013 lalu. hingga akhir tahun lalu Bank BTN memiliki 3. Zulfi Syarif Koto selaku Ketua Umum menyampaikan Laporan Tahunan. Direktur Utama BTN. sedangkan sisanya untuk KPR non subsidi 35%.Maret 2013 T Menajamkan Fokus Bisnis dan Mengutamakan Good Corporate Governance memberikan KPR lebih dari 3. ”Kami menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 28 triliun tahun ini. Pernyataan Pers selengkapnya dapat diakses http://www.” kata Maryono. komposisi KPR subsidi akan ditingkatkan komposisinya menjadi 65%.” beber Maryono (OM. menengah maupun mewah dengan harga mulai Rp 65 juta hingga miliaran rupiah. sumber foto: LP P3I/the HUD Institute 79 . termasuk 2. tapi yang bisa direalisasi baru sekitar 400 ribu unit. Pameran ini hanya diikuti oleh satu bank (BTN) dengan banyak pengembang” kata Maryono. “Ke depannya LP P3I akan mulai memantapkan fokus kegiatan dan melebarkan jejaring ke daerah. Dengan demikian diharapkan isu perumahan menjadi lebih dipa­ hami oleh pengambil keputusan baik di tingkat pemerin­ tah pusat maupun daerah” jelas Zulfi. BTN menyelenggarakan BTN Property Expo. Menurut Maryono. sementara pangsa KPR subsidi hingga 98%. yang pada intinya dapat diterima oleh Dewan Pembina yang diwakili oleh Yusuf Asy’ari.678 kantor layanan. Ini menunjukkan potensi pasar perumahan masih besar. Laba diperkirakan tumbuh masingmasing di kisaran 20% sampai dengan 30% dengan rasio keuangan yang sehat. Kedepan. Dana Pihak Ketiga. para pengurus. termasuk wartawan.922 outlet Kantor Pos. Dijelaskan Maryono. Dalam 3 tahun terakhir Bank BTN telah menambah lebih dari 400 kan­ tor layanan. Turut hadir para anggota Dewan Pembina yaitu Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009). Asset Bank BTN per Desember 2012 diperkirakan mencapai lebih dari Rp.com/doc/120289940/Evaluasi-Pembangunan-Pe­ rumahan-Rakyat-Tahun-2012-dan-Rekomendasi-Tahun2013 (OM). sedangkan sisanya 14% untuk non perumahan. “Ini bukti komitmen dan konsistensi Bank BTN dalam mewujud­ kan pembiayaan perumahan. dari berbagai sumber).1 juta orang di seluruh Indonesia. dilanjutkan dengan pernyataan Pers Tahunan LP P3I /the HUD Institute dengan topik “Evaluasi Pembangunan Perumahan Rakyat Tahun 2012 dan Rekomendasi Tahun 2013”. hingga saat ini portofolio Bank BTN 86% di perumahan. Secara kumulatif sejak tahun 1974 Bank BTN telah HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua Lebih Fokus dan Berjejaring R apat Kerja dan Tasyakuran dalam rangka per­ ingatan ulang tahun kedua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indo­ nesia (LP P3I) atau dikenal sebagai the HUD Institute di­ laksanakan pada tanggal 14 Januari 2013 secara sederhana di Wisma PKBI Kebayoran Baru Jakarta Selatan. yang baru diangkat 28 Desember 2012.Liputan Edisi 3 . Pada kesempatan tersebut. Pameran kali ini merupakan ajang pameran terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tema yang diangkat adalah `Pesta KPR BTN Menuju Keluarga Sejahtera’. “Kami sebagai pemimpin pasar di bidang KPR dengan menguasai pangsa KPR sekitar 25%. Bank BTN saat ini sudah masuk pada kelompok besar perbankan nasional. dari rumah subsidi. kebutuhan rumah di Indonesia rata-rata sekitar 800 ribu unit. sejak tiga tahun lalu.100 Triliun. Pada sesi siangnya.

5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower 80 .Sukseskan Program 1.

Bupati Tanah Datar juga menghidangkan makanan tradisional Minangkabau dengan tradisi “Makan Bajamba”. Drs. Ferri Soneville. memberikan parameter positif bagi dunia usaha dan iklim investasi sehingga mampu melakukan perannya sebagai organisasi perusahaan yang memberikan manfaat bagi para anggotanya dan mendorong pertumbuh­ an industri properti dalam membangun negeri. FX Teguh Satria. Ir. Puncak Perayaan HUT REI Puncak Peringatan HUT REI 41 tahun 2013 telah berlangsung di Padang. perbank­ an. para tamu undangan juga dijamu dengan berbagai pertunjukan kesenian daerah. me­ ning­ katkan perannya menjadi mitra kerja strategis peme­ rintah dan men­ jalin kerjasama konstruktif dengan pemangku kepentingan dan berbagai lembaga. MS Hidayat. pada hari pertama HUT. Sumatera Barat. maka perayaan kali ini juga diisi dengan kunjungan ke berbagai lokasi wisata. Di sana selain me­ nikmati berbagai hiburan tradisional. Ir. yakni 41 tahun. Momentum HUT REI ke 41 sangat penting bagi organisasi untuk sejenak merenung dan menengok kebela­ kang mengevaluasi tapak tilas sejarah perjalanannya dengan senantiasa merajut kebersamaan membangkitkan semangat daya juang dalam menghadapi tantangan dan peluang guna menapak hari esok yang lebih baik dan bermakna. industri pendukungnya.Maret 2013 M Berkarya Membangun Negeri Puncak HUT REI ke-41 sumber foto: REI emasuki usia yang tidak muda lagi. peserta mengunjungi objek wisata Istano Basa Pagaruyung. Sedikitnya 700 orang tamu undangan dari seluruh Indonesia hadir selama 13-15 Maret 2013 lalu. Setyo Maharso masih membingkai pigura REI mencapai tujuan menjadi organisasi yang semakin maju berperan memberi­ kan kontribusinya bagi seluruh anak negeri. Malam Selamat Datang dilakukan di ke­ diaman dinas Gubernur Sumatera Barat. Kondisi ini tentunya tidak serta merta terwujud tanpa adanya prakarsa awal dan konsistensi sosok figur para pendi­ ri yang mendeklarasikan pembentukan REI oleh Ir. Eric Samola. Seperti tradisi REI dalam merayakan HUT-nya setiap tahun. REI adalah salah satunya yang menu­ rut kami harus merasakan bagaimana masyarakat Minang menjalankan tradisinya. Alm. Sebagai mitra kerja Pemerintah dan ber­ sinergi dengan semua pemangku kepentingan. Ir. Dan kedatangan 600 orang REI secara serentak di Istana Basa hari ini menurut kami sangat 81 . Ir. Soekarjo W. hingga periode ini yang di nakhodai Ir. Agus­ man Efendi. Esoknya. Edwin Kawilarang. diharapkan REI semakin mampu Berkarya Mem­ bangun Negeri mendukung program penyediaan perumahan dan permukiman yang seimbang dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuh­ an rumah bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Usia ke-41 bukanlah usia yang muda lagi bagi sebuah organisasi yang telah menorehkan berbagai prestasi di dunia properti Indonesia. dan semangat para mantan Ketua Umum REI. selain dijamu oleh penguasa negeri. Melewati masa waktu dengan berbagai ke­ ada­ an dan perubahan menjadikan REI semakin dewasa. Disana hadir para sesepuh REI. Yan Mogi. “Tidak semua tamu bisa menikmati makan bajamba di Istana Basa ini. Ke depan. Lukman Purnomosidi. Enggartiasto Lukito. serta instansi terkait. Bupati dan Walikota. Bupati/Walikota se Sumatera Barat dan pejabat instansi terkait. Alm. REI telah berperan penting dalam memajukan dunia properti Indonesia. seperti Gubernur. diharapkan peran REI makin berkibar dengan proaktif me­ nyelesaikan sejumlah masalah di industri properti.Liputan Edisi 3 . Siswono Yudo Husodo. Selain kegiatan temu ramah dan presentasi peluang investasi daerah. Keberadaan REI sebagai organisasi perusahaan wadah pengembang bersama seluruh anggotanya yang telah 41 tahun berkiprah berperan di dalam sebuah perjalanan panjang penuh tantangan menempuh arah tujuan turut serta mengemban amanah berkontribusi kepada Negara dan Bangsa Indonesia demi memenuhi kebutuhan perumahan dan permukiman serta menggerakkan pertum­ buhan ekonomi nasional melalui berbagai jenis pembangunan properti. Ir. Ir. Ciputra pada tanggal 11 Februari 1972. Ir.

kita mengharap­ kan bahwa REI ini tidak hanya menunggu kebijakan peme­ rintah. “Yang sekarang. Tahun 2008 sebanyak 100 ribu unit di Jonggol. 82 .Liputan istimewa. Jawa Barat dan tahun 2007 juga 100 ribu unit di Semarang. Ini peresmian RST yang keempat. menikmati sate Mak Syukur. ke depan REI tidak hanya menunggu kebijakan yang dikeluarkan pemerin­ tah. Ketua DPD RI. Sumatera Barat oleh Ketua DPD RI. Jawa Timur. Siangnya dilanjutkan dengan wisata keliling kota dan membantu program perbaikan ling­ kungan permukiman kumuh yang ada di kota Padang.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST) yang dibangun oleh anggota REI di seluruh Indonesia. Hadir pada kegiatan peresmian tersebut adalah Menteri Perindustrian. untuk selanjutnya beristirahat di kota Padang. Peresmian 100. sektor properti belum dimasukkan da­ lam kelompok itu. Tahun 2010 REI meresmi­ kan 100 ribu unit RST di Lamongan. Di Jam Gadang dan Pasar Atas.  sumber foto: REI sumber foto: REI “Gubernur. rom­ bongan selanjutnya menikmati berbagai acara wisata dan belanja kuliner. rom­ bong­ an kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bukit­ tinggi. Kemudian setelah memberikan kerangka konstruktif kita meng­ awalnya supaya menjadi kebijakan. Keesokan harinya rombongan menuju Pantai Air Manis Padang.” kata Irman. Menurut Erlangga Satriagung. dia menambahkan. tapi REI harus mampu memberikan konsep-konsep yang strategis kepada pemerintah untuk dijadikan kebijakan. Apalagi. Harusnya oleh pemerintah dimasukkan dalam kelompok sektor strategis sehingga saya yakin kalau itu masuk dalam kelompok sektor strategis maka kebijakankebijakan pemerintah akan menjadi diperhatikan karena masuk ke dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional.” ucap Erlangga. Pemerintah. Irman Gusman. utamanya untuk golongan menengah ke bawah.000 Unit RST Yang istimewa dalam HUT REI ke 41 tahun ini adalah puncak perayaan HUT REI juga dibarengi dengan kegiatan Peresmian 100. baik pusat maupun daerah harus memiliki komitmen dan kesungguhan untuk terus membangun peru­ mahan rakyat.  Harapan Sejumlah Daerah REI sebagai sebuah organisasi yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor properti di Indonesia diharap­ kan berperan lebih aktif lagi memasuki usia ke-41. Malamnya. Selain melakukan kegiatan wisata juga bakti sosial ke berbagai panti asuhan serta menyerahkan bantuan perbaik­ an sarana infrastruktur.” harap Hendri Arnis. “REI dalam usia yang ke-41 tahun ini. Erlangga berharap sektor pro­ perti dimasukkan ke dalam kelompok sektor strategis terkait dengan pembangunan ekonomi nasional karena mengingat sektor ikutannya yang banyak sekali. Bukittinggi. Ketua DPD REI Jatim. Kali ini peresmian dilakukan di Perumahan Nuansa Griya Arosuka kabupaten Solok. kemudahan perizinan dan bantuan lain. Ke de­ pan kita harus lebih aktif sebagai suatu tim agar pemerintah mengeluarkan kebijakan di sektor properti ini. dan walikota yang bagus adalah yang bisa menjadi contoh dalam upaya memfasilitasi dan mem­ berikan kemudahan agar pembangunan perumahan rakyat berjalan dengan baik di daerahnya masing-masing berupa infrastruktur. Menurutnya industri properti diyakini dapat memberikan pengaruh kepada sektor lain. terutama untuk golongan menengah ke bawah. tapi harus lebih aktif memberikan kerangka konstruktif untuk kemajuan dunia properti Indonesia. para Bupati/walikota dan wakil Gubenur Sumatera Barat Pada kesempatan tersebut. dilanjutkan ke Padang Panjang.Kami mengundang investor untuk melihat secara langsung potensi negeri kami. Wakil Bupati Tanah Datar dalam sambutannya. Bupati.” jelasnya. Selesai menikmati beragam sajian khas minang. Irman Gus­ man berpesan agar para kepala daerah di seluruh Indonesia mendukung percepatan pengembangan perumahan sejenis bekerja sama dengan anggota REI dan instansi lainnya yang juga berkewajiban menyediakan perumahan untuk masyarakat. PP Nomor 38 Tahun 2007 mengatur kewajiban bagi pemerintah daerah untuk juga melakukan pembangunan perumahan rakyat. Karena kalau hanya menunggu akan bersifat reaktif. Belum lagi dampak setelah pembangunan dilaksanakan pasti kawasan itu akan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

akhirnya batal hadir akibat tidak adanya rekomendasi dari Menteri Perumahan Rakyat. mengungkapkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sedianya meresmikan perumahan tersebut. Tidak hanya bagi anggotanya. Jadi. ilmu. Kita menginginkan REI suatu organisasi yang dapat melindungi anggota dan organisasi yang bisa tetap mengikuti perkembangan ekonomi sebagai roda perekonomian Indonesia.” jelas Alkudri.” terang Maharso. tidak dijelaskan Menpera. bangunan sesuai spesifikasi. REI terus berkarya untuk negeri. “Cuma tidak layaknya apa. sumber foto: REI Presiden Batal Hadir A di Acara Peresmian 100 ribu Unit RST walnya seperti peresmian 100. memiliki saluran air bersih. REI tetap eksis sebagai organisasi yang sangat memperhatikan anggotanya. Ada juga MoU Kota Baru Mandiri. tetapi peluang. sesuai aturan KPR FLPP. Rifa Yendi berharap. sewaktu membuka Rakernas REI 2012 lalu yang berjanji akan datang kembali meresmikan perumahan sederhana yang sudah dibangun oleh pengembang REI dan meminta lokasi peresmian RST. Setyo Maharso.Maret 2013 Sebagai tuan rumah HUT REI ke-41. karena seluruh rumah sudah terbangun dan menggunakan KPR FLPP. ada juga peresmian 100. dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat. Ini akan membawa dampak positif bagi keluarga REI Sumatera Barat dan juga kepada pemerintah Sumatera Barat dan masyarakat Sumatera Ba­ rat. Menurut Ketua DPD REI Sumatera Barat. “Penciptaan multiplier efek itu adalah menggerakkan 175 industri lainnya. sebaiknya di luar wilayah pulau Jawa. REI banyak berkontri­ busi terhadap kemajuan kota-kota di daerah. Sementara Ketua DPD REI Riau. Padahal Deputi Pembiayaan Kemenpera sudah melihat langsung dan mengatakan sudah layak karena harga jualnya Rp 75 juta per unit.” kata Rifa Yendi.000 rumah sederhana. Mudah-mudahan rezeki ini tidak berkaitan dengan uang saja. Djan Faridz. 83 . REI juga sudah mendapatkan rekomendasi dari BTN serta gubernur. Ajang HUT REI ke-41. kota Padang akan mendapatkan sejumlah dampak positif. Namun tahun ini presiden tidak bisa hadir karena tidak turunnya rekomendasi dari kementerian teknis. tetapi juga meningkatkan perekono­ mian dan menciptakan lapangan kerja baru. dilakukan Presiden RI. Menurut Maharso. Alkudri. jalan yang layak. Menpera menilai perumahan tersebut tidak layak.000 unit RST yang dibangun anggota REI pada tahun sebelumnya. “Harapan kita mottonya silaturahim yang baik akan tumbuh rezeki. Tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mela­ lui pajak dan retribusi. (fendi). “Kita berharap ke depannya REI tetap eksis dalam arti kata tetap mengetahui permasalahan yang dihadapi anggota dan ada solusi yang terbaik. HUT REI itu kan juga ajang silaturahim.Edisi 3 . Padahal pemilihan lokasi tersebut menurut Setyo berdasarkan saran dan permintaan Presiden secara lisan. kesempat­ an. di ulang tahunnya yang ke-41. REI sebagai organisasi profesi juga sangat membantu masyarakat dengan program-prgram yang menguntungkan baik bagi anggota maupun masyarakat. lanjut Alkudri juga menjadi ajang silaturahim antaranggota yang dapat memberikan dampak positif bagi Sumatera Barat. Kami dari keluarga besar Sumatera mengucapkan terima kasih kepada REI diberi kepercayaan atas penyelenggaraan HUT REI ke-41 di Sumatera Barat dan ini istimewa rasanya bagi kami di daerah karena tidak hanya ulang tahun saja. pengalaman dan jaringan” tutur Alkudri.

000 Tower 5 April 2007 .000 Tower REAL ESTATE INDONESIA 84 .Liputan Program 1.5 April 2013 Sukseskan Memperingati 6 Tahun Program 1.

pers memegang peranan mua warisan budaya itu tidak bisa dikelola secara optimal penting dalam mengomunikasikan pesan pelestarian wa­ demi kepentingan wisata budaya dan penggalian potensi risan budaya bangsa ini. mengung­ 1. mony” di Bandung tanggal 23-24 Maret 2013. Indonesia dapat kehilangan keunikannya liki tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. mengem. kapkan pertemuan ini untuk perti individual. Masyarakat kita tema “Cultural Heritage and Urban Develompent in Har­ seolah kehilangan kecintaannya pada berbagai kearifan dan identitas lokal.1995 REI pernah menegaskan re­ gulasi mengenai penggunaan nama REI ini dihadiri sekitar 150 pe­ tan dan lainnya. Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Persatuan gedung dan berbagai fasilitas lainnya menggunakan nama Perusahaan Realestate Indonesia (REI). “Pak Ciputra telah tarian warisan budaya. miskin.warisan budaya secara harmoni dan Asia Pasific. Setyo Maharso. Penggunaan nama In­ serta yang berasal dari berbagai elemen seperti arsitek.5 juta tenaga profesional dan 3. (OM) Sementara nara sumber yang S Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan sumber foto: detikfinance Sekilas FIABCI 85 . FIABCI berimbang Pesan yang disampaikan oleh juga Ketua Umum DPP REI pe­ merupakan asosiasi nir laba dan sebuah federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili riode 2007-2010 ini.Maret 2013 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit hadir selain dari Indonesia. Sumber: Situs FIABCI Indonesia. pejabat Consultative di dalam Konsil Ekonomi dan Sosial donesia terbukti tidak mengurangi pemerintahan. Untuk itu. Untuk itu. pemangku kepentingan lainnya juga terlibat pada periode tahun 1992 sampai FIABCI bekerja sama dengan seperti broker properti.Liputan Edisi 3 . konsul. ekonomi bagi masyarakat. dana istilah asing. ”Kota-kota di Indonesia memiliki banyak warisan pe­ yang berdampak pada berkurangnya daya tarik Indonesia ninggalan arsitektur bernilai tinggi. dan mengoptimalkan kesempatan bahwa implementasi ide ini harus dimulai dari pengembang. Teguh Satria. Pondok Indah dan saran atas hak properti dan perumahan bagi rakyat Puri Indah dapat laku dengan nama REI serta elemen terkait lainnya.” ujar Singapura dan Shanghai meru­ Ketua Umum Persatuan Perusa­ haan Real Estate Indonesia (REI) FIABCI adalah akronim bahasa Perancis “Federation pakan contoh kota yang berhasil Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis melakukan pengembangan kawasan Setyo Maharso. yang sional (International Real Estate Federation). Indonesia bergabung dengan FIABCI sejak tahun sudah seharusnya mendidik klien. anggota FIABCI disini adalah mengeluarkan rekomendasi dan membuktikan. yang memasilitasi dan mendorong bisnis di seluruh dunia. Tugas utama nilai ekonomi. perbankan. harmoni dan berimbang.” tambahnya. Ardika menyambut baik per­ menekankan pentingnya pertemuan ini bagi Indonesia de­ temuan ini sebagai langkah mengembalikan kebanggaan ngan mempertimbangkan banyaknya potensi yang dimi­ kita semua terhadap warisan budaya bangsa sendiri. Terbukti dari nama-nama konstruksi. pengembangan kawasan secara 1977. Sementara I Gede Ardika. negara yang terwakili dalam FIABCI. Namun. juga hadir nara sumber dari Australia. dan merupakan salah satu perwakilan dari 60 Sementara Teguh mengingatkan. yang intinya kami bangkan jejaring. hampir se­ sebagai tujuan wisata. perlindungan warisan budaya mewarnai 16th FIAB­ dalam paparannya menekankan bahwa saat ini masyarakat CI Asia Pcific Regional Secretariat Summit yang ber­ kita tengah dalam kebingungan besar. yang artinya Federasi Realestat Interna. FIABCI memiliki status khusus sebagai Special Indonesia. Setyo mengomentari an budaya. Penang. penggerak peles­ (Economic and Social Council-ECOSOC). Sementara Presiden FIABCI Immobiliers”.300 praktisi pro­ Ardika disambut baik oleh Ketua Umum DPP REI. menyamakan persepsi terkait Tujuan pembentukan FIABCI adalah membantu dan Presiden FIABCI Asia Pacific. di Asia Pasifik. Singapura. Setyo Maharso. Selain pengemPertemuan yang digagas oleh bang. Saat ini. pengembangan kawasan waris­ anggotanya meningkatkan pengetahuan. selaku Ketua Indonesian emangat menyerasikan pembangunan perkotaan dan Heritage yang pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata.Teguh Satria. Ditam­ bahkannya pula. Jepang dan Malaysia. notaris. Taiwan.

300 individu praktisi real estate. Mont’ Kiara Kuala Lumpur 50480 Email: info@fiabci-asiapacific Situs: www.fiabci-asiapacific.5 juta profesional dan 3. Plaza No.com FIABCI Asia Pacific (Federasi Real Estate Internasional) FIABCI (The International Real Estate Federation) adalah asosiasi nir-laba yang memperoleh keistimewaan sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berstatus mitra konsultasi PBB dan merupakan federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili lebih dari 1.Alamat: Suite E 12-12 Wisma Sunrise. FIABCI telah berusia 62 tahun dan tersebar di 60 negara dan bertujuan membawa dimensi internasional ke pasar lokal dan menyalurkan kesempatan bisnis real estate ke seluruh anggotanya. 2 Jalan Kiara. Presiden FIABCI Asia-Pasifik Teguh Satria ANCOL MANSION 86 . Keanggotaannya terbuka bagi semua praktisi yang terlibat dalam disiplin real estate.

Direktur Jenderal Cipta Karya P Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Imam Ernawi. Kini program penanaman berbagai jenis bambu. pencemaran kualitas air sungai berstatus mutu tercemar ringan hingga berat akibat limbah rumah tangga maupun industri. dan pameran daur ulang sampah. Di lahan seluas 1. sejak tahun 2012 telah ditanami ber­ bagai macam tanaman langka Jakarta. Acara ini diisi dengan pemutaran film “Solusi Sampah oleh Komunitas Ciliwung”. Masyarakat di bantaran Ciliwung sering dianggap sebagai sumber masalah daripada sebagai solusi. masih mewarnai keseharian sungai Cili­ wung. Pada kesempatan ini. sayur mayur dan tanaman buahbuahan. 87 . Talk Show menghadirkan nara­ sumber Menteri Lingkungan Hidup Prof. Melalui Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko dan komunitas peduli Ciliwung lainnya yang berjumlah 25 komunitas di hulu hingga hilir Ciliwung. maka kini komunitas Ciliwung telah menjadi solusi untuk lingkungannya (Miya-DML).Dr.Maret 2013 “Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung” ermasalahan Ciliwung berupa penurunan kualitas dan kuan­ titas air sungai masih belum memiliki solusi yang terpadu. yang telah menjadi salah satu praktek unggulan (best practice) di Indonesia. Jakarta Timur.Baithasar Kambuaya MBA. Semangat Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko yang kembali beraktivitas memperbaiki lahan pertanian perkotaan yang mereka kembangkan telah memperoleh perhatian dari berbagai pihak. Kali ini dengan tema memperingati Hari Peduli Sampah diselenggarakan aksi bertema “Aksi Masyarakat untuk Penyelamat­ an Sungai Ciliwung” di Cikoko. serta sampah yang dibuang ke sungai dari hulu hingga hilir Ciliwung.500 m² di bantaran sungai Ciliwung yang terabaikan. sayur mayur. Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan komunitas masyarakat dan institusi lainnya secara berkala menyelenggarakan aksi dengan memanfaatkan momen tertentu. Acara dihadiri oleh masyarakat Komunitas Ciliwung. meskipun sumber pence­ maran juga berasal dari masyarakat yang tinggal jauh dari Ciliwung melalui kontribusi sampah mereka. talk show. sepanjang + 2 km. Walaupun kemudian pada Januari 2013 dihantam oleh debit air Ciliwung yang tinggi. buah-buahan dan tanaman langka Jakarta akan dilaksanakan pada bantaran Ciliwung di daerah Cikoko. Pancoran. Lokasi acara menjadi salah satu daerah kunjungan Kementerian sumber foto: DML Lingkungan Hidup Korea Selatan saat berkunjung ke Indonesia. juga diresmikan ‘polisi Ciliwung’.Liputan Edisi 3 . Mereka terpaksa hidup di bantaran Ciliwung dan sering terjangkit penyakit akibat air Ciliwung yang tercemar. Kepala Badan Pe­ ngendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Ja­ karta Muhammad Tauhid dan Ketua Gerakan Ciliwung Bersih Erna Wi­ toelar. Acara ini tidak terlepas dari kerja keras komunitas Ciliwung di Cikoko yaitu Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) yang dinakhodai oleh Usman. yang beranggotakan masyarakat Ci­ liwung dengan tugas mengawasi dan mencegah kegiatan yang merusak sungai Ciliwung. Tempat ini terpilih kare­ na Mat Peci yang diprakarsai oleh Kelompok Tani mengembangkan pertanian perkotaan beserta kegiatan daur ulang sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik men­ jadi barang daur ulang yang memi­ liki nilai tambah untuk membantu perekonomian mereka. Cawang. Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan dan 7 Organisasi Perempuan. Per­ masalahan berupa fluktuasi debit air yang tidak terkendali yang mengaki­ batkan banjir. penanaman pohon. baik pemerintah dan dunia usaha untuk membantu usaha restorasi lahan pertanian perkotaan dan kegiatan pengolahan sampah mereka.

Liputan

“Bersama Menyelesaikan Masalah”

Rapat Kerja Daerah REI Batam

R

EI Khusus Batam baru saja (18 April 2013), menyeleng­ garakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan dengan tema “Bersama Kita Menyelesaikan Permasalahan Pengembang untuk Pembangunan Pro­ perti Berkualitas di Batam”. Rakerda dipersiapkan seba­ gai ajang konsultasi antara pengem­ bang de­ ngan pemerintah baik pusat maupun daerah. Pada rapat kerja tersebut turut hadir Ketua Umum DPP REI, wakil dari Kementerian Perumahan Rakyat, dan Kementerian Dalam Negeri yang berkesempatan menyampaikan pokok-pokok pemikiran. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat, Rildo Ananda Anwar, me­ negaskan pemerintah akan me­ nyiapkan lahan untuk membantu pembangunan perumahan, terutama yang berpenghasilan rendah. Selain itu, diingatkan juga tentang penting­ nya pertumbuhan industri properti dalam menggerakkan bidang usaha lain. “Hasil penelitian menyebutkan bahwa setiap kehadiran pengembang akan menggerakkan 140 bidang usaha,” papar Rildo. Pada kesem­ patan yang sama, Direktur Jenderal

Bina Pembangunan Daerah, yang diwakili oleh Direktur Perkotaan, mengingatkan perlunya sinkronisasi pembangunan perkotaan. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Soerya Respationo, menyoroti kendala perijinan sebagai akibat tidak adanya koordinasi yang baik antara Badan Pengusahaan Kawasan Batam dan pemerintah kota Batam yang berujung benturan kewenangan perijinan pengelolaan lahan. Ketua UmumDPP REI, Setyo Maharso, menekankan prospek pertumbuhan Batam sebagai Free Trade Zone (FTZ) perlu diantisipasi oleh pemerintah dengan mempermu­ dah pengurusan izin pembangunan properti yang diperlukan. “Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat mempermudah perizinan,” harapnya. Dari sisi pengembang, diharapkan pemerintah segera turun tangan membantu menyelesaikan status hutan lindung. Banyak ditemui lahan yang telah dibangun oleh pengembang dan telah bersertifikat, ternyata lokasinya merupakan kawasan hutan lindung. “Banyak pengembang di Batam yang menghadapi ketidakpastian hukum lahan setelah lahan-lahan dialokasikan,” ujar Djaja Roeslim,

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam.Bahkan, beberapa perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ternyata dibangun di sejumlah kawasan hutan lindung seperti Mukakuning. Selain itu, kendala proses perijinan IMB yang baru ternyata menjadikan biaya IMB membengkak. “Sekarang malah ada izin Amdal Lalin yang biayanya lebih besar dari pada mengurus IMB-nya,” sambung Djaja. Tak kalah pentingnya adalah keberadaan peraturan yang tidak sinkron. ”Yang kami alami di Batam, kami memiliki dua intitusi pemerintahan yaitu BP Batam dan Pemko Batam yang sering kali kita alami peraturannya tidak sinkron,” kata dia. REI Khusus Batam juga meng­ usulkan agar pemerintah segera menangani kawasan rumah liar atau rumah illegal melalui penyediaan rusunawa atau rusunami. Dengan catatan, dibangun pada lokasi yang dekat dengan sentra industri. Selain itu, usai Rakerda diseleng­ garakan BTN REI Ekspo di Mega Mall Batam Centre yang rutin diselenggarakan setiap Rakerda REI Batam (OM, dari berbagai sumber).

88

Agenda
Hari Air Dunia 2013 di Indonesia

Edisi 3 - Maret 2013

“Gotong Royong Peduli Air”

H

ari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret sebagai wadah untuk menyatukan fokus perhatian dunia kepada peran penting tersedianya air (minum) dan mengupayakan tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia dicetuskan untuk pertama kali pada saat Nations Conference on Environment and Development (UNCED) dan di umumkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Tiap tahun peringatan hari air dunia mempunyai tema yang berbeda, pada tahun 2013 ini Hari Air seDunia XXI, biasa disingkat HAD, mempunyai tema”Water Cooperation”. Tema “Wa­ ter Cooperation” ditujukan untuk meningkatkan kesadaran bekerja sama dalam menghadapi tantangan dalam pengelolaan air berupa peningkatan akses, alokasi serta pelayanan atas air. Biasanya per­ ingatan HAD dilakukan oleh berbagai pihak sesuai dengan temanya. Pemerintah sendiri baru akan mengadakan peringatan puncak HAD pada bulan Mei 2013. Salah satu kegiatan pe­ rayaan HAD yang cukup besar di Jakarta dilakukan secara bersamasama oleh sekitar 17 foto: GBC/DML institusi baik peme­ rintah, swasta, maupun LSM selama tiga hari pada tanggal 18, 21 dan 22 Maret 2013. Acara puncaknya dilaksanakan di sekretariat Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), yang dikoordinasikan oleh GCB bekerja sama dengan kelompok kerja Indonesia Water Mandate yang merupakan forum dukungan Indonesia Global Compact Network (IGCN) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Peringatan ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Asia Pulp & Paper (APP), PAM JAYA, PALYJA, Aetra, Nestlé Indonesia, Unilever, Express Group, SmartFM, Green Radio, Martina Berto, Coca-Cola Amatil Indonesia, Danone Aqua, Palang Merah Indonesia, PPM Manajemen. Rangkaian peringatan hari air sedunia tersebut dimulai dengan dialog yang bertema “Tantangan dan Solusi Permasalahan Air untuk Agenda Pasca 2015” pada tanggal 18 Maret 2013. Dilanjutkan pada tanggal 21 Maret2013 dengan pameran edukasi air, kunjung­ an ke instalasi air bersih Palyja untuk anak-anak dan ibu-ibu yang bertujuan agar mereka mengetahui bagaimana proses penjernihan air, sehingga mereka bisa menghargai air yang diperoleh. Diadakan juga pelatihan kesiapsiagaan banjir untuk ibu-ibu, anak-anak dan masyarakat. Selain itu, ada rangkaian aktivitas permainan bertema-

kan air untuk anak-anak, pertunjukan musik bertema lingkungan, dan dialog antarkomunitas peduli sungai dari Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, Bogor, Depok. Pada acara dialog tersebut, sesama komunitas yang peduli sungai saling belajar dan berbagi pengalaman dari apa saja yang sudah mereka lakukan terhadap sungai dan outputnya untuk pemeliharaan sungai. Komunitas peduli sungai Berantas merupa­ kan salah satu komunitas yang berhasil dalam memperbaiki kualitas air sungai dan mengumpulkan jenis flora fauna di sungai Berantas. Hal ini disebabkan karena Ecoton sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bekerja penuh di sungai ini mampu memadukan kegiatan antarkomunitas sungai Brantas dari hulu sampai hilir. Bersamaan dengan peringatan hari air sedunia pada tanggal 22 Maret2013, Forum Air Jakarta (FAJ) mendeklarasikan dirinya dengan motto “Bersama untuk Keterjaminan Air”. Pembentukan FAJ bertujuan menyediakan forum diskusi, wadah bekerja sama bagi semua pemangku kepentingan, untuk mencari solusi bagi ketersediaan sumber air minum yang berkelanjutan. Anggota FAJ sebagian besar merupakan penyelenggara acara Hari Air Dunia 2013 ini, yaitu PAM Jaya, PALYJA, Aetra, Badan Regulator Pelayanan Air Minum DKI Jakarta, Tim Koordinasi Pengelolaan SDA, Dewan SDA DKI Jakarta, Bappeda DKI, Forkami, Komunitas Ciliwung, Perum Jasa Tirta II, Perpamsi, KPAM DKI Jakarta, Dana Mitra Lingkungan, dan beberapa individu pemerhati masalah air minum di Jakarta. Pembentukan FAJ difasilitasi oleh Jejaring AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan). Salah satu komitmen menarik dinyatakan oleh Indonesia Global Compact Network (IGCN) yang menargetkan tersedianya tambahan lubang resapan biopori sebanyak 10.000 lubang di Jakarta dalam setahun ke depan. Pada tanggal 22 Maret 2013 yang merupakan puncak peringatan hari air sedunia ini diadakan Dialog Multi-stakeholder bertema ”Solusi Air Berbasis Masyarakat”. Peserta berasal dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, komunitas ciliwung, komunitassungai Brantas, komunitas sungai Gajahwong dan LSM yang peduli terhadap sungai Ciliwung. Dialog tersebut bertujuan untuk berbagi informasi kebijakan pemerintah serta pengalaman yang telah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan. Pada kesempatan HAD juga diserahkan bantuan dari hasil penggalangan dana GCB berupa beberapa mesin pencacah plastik, alat pembuat lubang biopori foto: GBC/DML dan alat pembuat gas berbahan baku kompos kepada beberapa komunitas sepanjang sungai Ciliwung (Miya GCB/ DML).

89

Agenda

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah

sumber foto: InSWA

K

amis siang tanggal 21 Februari lalu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rawasari, Jakarta Pusat menjadi pusat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. TPST Rawa­ sari pada hari itu dipenuhi oleh para pelaku, praktisi dan pemerhati pengelolaan sampah padat. Tepat tujuh tahun yang lalu, 69 rumah penduduk ambruk diterjang longsor ratusan kubik sampah TPA Leuwigajah. Sebanyak 157 nyawa menjadi korban tragedi pengelolaan sampah terbesar sepanjang sejarah di Indonesia, dua kampung terhapus dari peta karena tergulung longsoran sampah. ‘’Inilah musibah yang barangkali tercatat pertama kali dalam sejarah peradaban manusia, ratusan nyawa melayang gara-gara tertimbun sampah,’’ Wakil Ketua Umum InSWA Mohammad Helmy mengawali uraiannya mengingatkan setiap orang yang hadir untuk menoleh kembali kepada kejadian di TPA terbesar di Provinsi Jawa Barat itu. ‘’Jarak kampung yang terkena longsoran sampah lebih kurang 1,5 Km dari TPA Leuwigajah,’’ tambah Mohammad Helmy. Bayangkan betapa tingginya gunungan sampah tersebut hingga mampu menimbun dua kampung yang jaraknya cukup terbilang jauh dari TPA. Inilah cermin pengelolaan sampah yang umum dipraktikkan di negara berpenduduk 250 juta jiwa ini. Padahal sistem pembuang­ an sampah open dumping ini merupakan sistem paling primitif dalam terminologi pengelolaan sampah kota di manapun di dunia. Pengelolaan sampah kota belum menjadi program strategis peme­ rintah daerah. Sebagai gambaran betapa minimnya alokasi angga­­­ r­ an untuk pengelolaan sampah kota, seperti disebutkan Mohammad Helmy, adalah yang terjadi di salah kota di Kalimantan. Dengan produksi sampah 300 ton per hari, pemerintah daerah tersebut hanya mengalokasikan biaya operasionalnya Rp. 200 juta per tahun. ‘’Sungguh dana yang tidak layak untuk pengelolaan sampah di sebuah kota,’’ ujar Helmy prihatin. Perilaku Tidak Tertib dan Kendala Lahan Selain miskin dukungan pendanaan pengelolaan sampah, perilaku dan mental masyarakat yang miskin kesadaran membuang sampah dengan tertib juga cukup memusingkan. Pemerintah Jakarta Pusat, contohnya, telah menempatkan tong-tong sampah yang dirasa sangat cukup. Tapi tetap saja, masyarakat seakan tidak peduli dengan sampahnya. Contoh nyata bisa dilihat di kawasan Monas yang sampahnya masih terlihat berserakan, padahal jelas-jelas tong

sampah telah disediakan lebih dari cukup di sana. Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang diwakili sekretarisnya Bambang Musyawardana mengatakan, pemerintah memerlukan dukungan dalam mencari solusi yang tepat mengenai pendekatan dan strategi apa yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat. Selain hal itu, kendala yang saat ini di­ hadapi Jakarta Pusat adalah kekurangan lahan dalam mengimplementasikan Bank Sampah. ‘’Kami berharap pihak swasta bisa membantu program ini dari segi desain penempatan Bank Sampah agar tidak memerlukan lahan yang luas untuk pembangunannya,’’ ujar Bambang Musyawardana. Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat dan Kebersihan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Ajang P. Pinem mengatakan, pe­ ngelolaan sampah di tingkat masyarakat saat ini tergantung sekali pada seorang tokoh masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekaligus bisa menggerakkan masyarakatnya. Untuk pengelolaan skala komunal, TPST Rawasari menjadi percontohan, namun belum ada dua TPST yang seperti ini. Pemerintah Provinsi DKI sendiri, untuk perbaikan semua aspek pengelolaan sampah, menurutnya, telah melakukan beberapa langkah maju. Seperti dikatakan Ajang P Pinem, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang membuat Perda tentang Pengelolaan Sampah. ‘’Seperti diamanatkan UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun juga tanggung jawab masyarakat, pelaku industri serta pengelola kawasan,’’ kata Ajang menjelaskan. Apalagi dari sampah yang dihasilkan, tambahnya, komposisi terbesar berasal dari rumah tangga yakni 53%, diikuti industri sebanyak 47%. Menurut Ajang lagi, Perda pengelolaan sampah bertujuan agar pengelola kawasan seperti apartemen, mal, hotel, rumah sakit, pabrik-pabrik dan sebagainya harus bisa mengelola sampahnya sendiri hingga tuntas. Pengelola kawasan juga harus menyediakan sarana untuk pemilahan sampah dari sumber dan juga membuat program Bank Sampah di kawasannya. ‘’Dalam surat perjanjian pembangunan gedung untuk izin penggunaan bangunan juga tertulis kewajiban seperti itu. Surat Ijin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) mewajibkan setiap pengguna tanah memiliki Instalasi Pe­ ng­ olahan Air Limbah (IPAL), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta menyediakan sarana pengelolaan sampah. ‘’Dengan begitu nantinya akan mengurangi volume sampah yang di buang ke TPA,’’ papar Ajang mengakhiri (InSWA).

90

Biota sungai tersebut memerlukan cahaya matahari. sumber foto: istimewa 91 . Lajur sungai menjadi kesempatan bagi angin untuk bergerak bebas dan mengembangkan kecepatan. Kolam dan sungai membantu mengurangi gejala UHI melalui proses pendinginan evaporatif (evaporative cooling). Pemandangan alami tersebut tidak dapat digantikan oleh kemenerusan jalan raya. Atmospheric boundary layer (lapisan batas atmosfir) di kota cukup tinggi karena padatnya bangunan. Ini diperlukan dalam ventilasi kota. Sungai yang ditutupi akan mengganggu kehidupan biota tersebut. Dengan demikian. Sungai adalah tempat tumbuh dan berkembang biota sungai yang juga menjadi bagian biodiversitas kota yang saat ini menjadi isu penting pada perencanaan dan perancangan kota berkelanjutan. Di atas sungai orang bisa mendapatkan pelepasan pandangan yang biasanya sesak (sumpek) oleh bangunan. Pergerakan angin terhalang oleh bangunan. kota juga perlu memperluas permukaan basah dan membiarkan permukaan basah yang secara alami sudah ada (seperti sungai) tetap terbuka. Bangunan hunian melintang sungai dalam skala besar dihindari di seluruh dunia walau secara teknologi. semacam kesepakatan tak tertulis yang ada di pikiran bawah sadar manusia (Budi Prayitno). sungai menjadi penghias kota yang unik.Serba Serbi Edisi 3 . Memang untuk skala kecil penutupan itu dapat ditolerir. dan desain dapat diwujudkan. Phytoplankton akan mati karena tidak memperoleh cahaya matahari cukup yang berakibat turunnya oksigen terlarut. tetapi pembangunan satu bangunan yang melintang sungai akan memberi preseden bagi bangunan lain yang kemudian akan menutupi sungai. Sungai memiliki fungsi sebagai wind path (lorong angin) yang akan membantu pergerakan angin di kota. Orang suka melihat pemandangan dari atas jembatan karena salah satunya adalah efek indah kemenerusan aliran sungai. permukaan basah seperti kolam dan sungai berfungsi mengurangi gejala Urban Heat Island (UHI) akibat permukaan penyerap panas seperti aspal dan beton (termasuk atap dan dinding bangunan). biaya. selain memperluas permukaan hijau. Secara alami.Maret 2013 Mengapa kita sebaiknya tidak membangun bangunan di atas sungai Di perkotaan. Jembatan yang melintang sungai dapat menjadi ornamen kota yang indah tetapi bangunan hunian yang melintang sungai akan sangat mengganggu. Membuat bangunan melintang sungai akan mengganggu fungsi tersebut. misalnya. terutama kota padat. Itu menjadi pesan yang jelas bahwa membuat bangunan hunian melintang di atas sungai tidak dapat diterima akal sehat. Sungai yang curam bahkan bisa menjadi urban canyon alami.

dilakukan penelitian terhadap 19 buah proyek transportasi perkotaan di 13 lokasi berbeda pada 9 negara. pemerhati perkotaan. dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi semua pihak.Info Buku B uku ini pada dasarnya mengungkapkan fenomena tingkat urbanisasi yang demikian tinggi di kota-kota Asia yang berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan perkotaan. air limbah yang mencemari lingkungan dan seterusnya telah menjadi fenomena biasa di perkotaan Indonesia. yaitu Manila MRT 2 dan Manila MRT 3. dan pengajar di perguruan tinggi (OM). banjir. 22 berikut penjelasan terhadap signifikansi dampak dari masingmasing faktor. dan pengelolaan. Kondisi kota-kota di Indonesia dengan tingkat urbanisasi yang sangat tinggi mulai menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. bentuk dan desain kota. Dengan demikian. melalui pengelolaan proses urbanisasi. Pada intinya. kepadatan kota. Untuk itu. (iii) pendekatan energi sebagai bagian dari kota hijau. Keberhasilan dinilai dari 3 (tiga) hal. 413 K ondisi transportasi khususnya di kota metropolitan dan kota besar telah menjadi prioritas pemerintah kota dimana pun di dunia. bahkan tidak sedikit yang gagal. sehingga berdampak pada kemacetan. Laporan ini merupakan hasil penelitian yang diselenggarakan oleh KPMG International untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. Hasilnya secara umum menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah keefektifan proses pelelangan dan pembiayaan untuk ketiga jenis ukuran keberhasilan. Pada bagian ini diperkenalkan beberapa upaya baik melalui teknologi dan pengaturan tata ruang yang dapat mengurangi penggunaan energi. misalnya program konsumsi energi rendah-karbon. terfokus pada (i) masalah lingkungan yang dihadapi kota Asia sebagai dampak urbanisasi. (iv) pengembangan sistem transportasi menuju kota hijau. peran pemerintah pusat. dan pengolahan kembali. 92 . yaitu situasi dan gangguan terhadap proyek. pemanfaatan air hujan. disimpulkan proyek tranportasi perkotaan yang paling berhasil adalah Manchester Metrolink Phase 1. London Dockland’s Light Railway (DLR). kebijakan dan daya tahan. Hal ini disebabkan pertumbuhan kota yang demikian cepat melampaui kemampuan pemerintah kota menyediakan transportasi publik yang memadai. Dengan demikian. Untuk mengetahui dampaknya. Manila Tahun: 2012 Halaman: xiv. seperti pengolahan kembali air limbah. setelah membaca buku ini. Proyek yang lainnya berada pada kondisi sedang saja. Berkaitan dengan rencana pembangunan Mass Rapid Transport (MRT) di DKI Jakarta. (vii) sumber pembiayaan kota hijau. Judul: Success and Failure in Urban Transport Infrastructure Projects Penulis: Stephen Glaister. menjadi menarik untuk mengetahui faktor yang berdampak terhadap keberhasilan maupun menjadi kendala proyek transportasi perkotaan. kendali politik. sistem transportasi dan logistik dengan lebih efisien dan efektif. keberadaan buku ini mungkin bisa menjadi sumber pencerahan bagi para pengambil keputusan. (iii) upaya yang perlu dilakukan dalam menanganinya. (vi) pengelolaan sampah padat. Namun upaya pemerintah kota menyediakan fasilitas transportasi tidak selamanya berhasil. Peristiwa kemacetan. Dipertimbangkan terdapat 6 (enam) faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. mengurangi polusi udara dan air. Materi buku ini secara garis besar terbagi dalam 10 (sepuluh) bab yang membahas (i) teknologi dan pengembangan tata ruang sebagai katalisator pengembangan kota hijau. keefektifan proses pelelangan dan pembiayaannya. Sebagian terbesar berupa kereta api. yaitu keuangan. sementara Manila MRT 3 relatif lebih baik. baik di tingkat kota Asia maupun global. Berdasar perbandingan terhadap ketiga ukuran keberhasilan. Tony Travers Penerbit: KPMG International Tahun: 2010 Halaman: ii. Hasil penelitian menunjukkan Manila MRT 2 tingkat keberhasilannya rendah. keberadaan sampah yang tidak tertangani. terdapat dua proyek MRT yang menjadi sasaran penelitian. Sementara proyek yang dipertimbangkan gagal pada ketiga ukuran keberhasilan adalah London Underground Limited Public Private Partnership (LUL PPP). (ii) implikasi masalah lingkungan tersebut terhadap lingkungan global. melalui upaya pengurangan timbulan sampah. Judul: Green Cities Editor: Michael Lindfield dan Florian Steinberg Penerbit: Asian Development Bank (ADB). ketidaktersediaan air yang layak. Richard Brown. (v) pemanfaatan air secara efisien. mulai dari eksekutif maupun legislatif. Khususnya. sebagian kecil bus dan jalan terowongan bawah tanah. atau zero waste city. Roger Allport. termasuk juga tentunya para konsultan. pembaca diharapkan dapat memahami bahwa untuk mencapai kondisi kota hijau dibutuhkan upaya mengurangi penggunaan energi. (ii) konsep-konsep kota hijau seperti green urbanism. kefektifan perencanaan. (viii) konsep smart cities. dan Nottingham Express Transit (NET). Pemerintah dan Pemerintah DKI dapat belajar banyak dari hasil penelitian ini (OM).

(iii) MP3EI merupakan acuan bagi badan usaha dalam menetapkan modal di Indonesia. sebagai berikut. keikutsertaan. (ii) fungsi MP3EI sebagai acuan para menteri dan pimpinan lembaga nonkementerian untuk menetapkan kebijakan sektoral. Undang-Undang ini ditetapkan pada tanggal 14 Januari 2012. Pelaksanaan. penetapan susunan organisasi dan tata kerja. Terjadi tarik menarik antara pemilik tanah dan pihak pemerintah sebagai pihak yang berkepentingan melaksanakan pembangunan untuk kepentingan umum. Dalam Perpres ini juga disebutkan KP3EI dibantu oleh Tim Kerja. yang diketuai oleh Presiden dan Ketua Harian ditunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Secara khusus Perpres ini menetapkan beberapa hal utama yaitu (i) MP3EI terdiri dari 4 (empat) bagian meliputi Pendahuluan. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum bertujuan menyediakan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. kemanfaatan. eraturan Presiden (Perpres) ini diluncurkan sebagai dasar pelaksanaan MP3EI. kepastian. Kepentingan umum dianggap lebih prioritas dibanding kepentingan individu. Sementara peraturan perundang-undangan belum dapat menjamin perolehan tanah untuk pelaksanaan pembangunan. P Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) sebagai koordinator pelaksanaan MP3EI. MP3EI memberi arah yang lebih jelas. berisikan pengaturan terkait pokok-pokok pengadaan tanah. Koridor Ekonomi Indonesia. keberlanjutan dan keselarasan. negara. keterbukaan. dan KP3EI didukung oleh Sekretariat KP3EI. kesejah­ teraan. Secara rinci juga dijelaskan tentang sekretariat KP3EI mencakup kedudukan. namun demikian pengadaan tanah harus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan. yang terdiri dari 7 bab dan 61 pasal. 93 . kewajiban dan peran serta masyarakat (OM). kesepakatan. Pada rubrik Regulasi kali ini. terdapat beberapa regulasi penting yang menjadi acuannya. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum dilaksanakan berdasarkan asas kemanusiaan. (iv) penetapan KP3EI sumber foto: istimewa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum S alah satu kendala terbesar dalam pembangunan khususnya infrastruktur di Indonesia adalah ketersediaan tanah. sumber dana pengadaan tanah. Dalam Perpres ditekankan bahwa MP3EI merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia untuk periode 15 (lima belas) tahun terhitung sejak tahun 2011 sampai tahun 2025. beberapa diantara regulasi tersebut disajikan secara ringkas. penyelenggaraan pengadaan tanah. keadilan. Prasyarat dan Strategi MP3EI. Untuk itu. maupun sebagai acuan penyusunan kebijakan pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota bersangkutan terkait percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. dan masyarakat dengan tetap menjamin kepentingan hukum Pihak yang Berhak. Pemantauan dan Evaluasi MP3EI. Dokumen MP3EI tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perpres ini. tata cara pengangkatan dan status tenaga profesional (PNS dan non PNS) (OM). fokus dan terukur. pimpinan.Maret 2013 Terkait penyusunan dan pelaksanaan MP3EI. strategi yang tepat. demokratis dan adil. dibutuhkan suatu Undang-Undang tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.Info Regulasi Edisi 3 . hak. Keberadaan MP3EI merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 dan untuk melengkapi dokumen perencanaan agar perekonomian nasional lebih berdaya saing.

situs ini sudah cukup memadai. Situs ini juga dilengkapi dengan Rencana Induk Kota Tua Jakarta yang dapat diunduh. disini tersedia juga apa dan siapa. dan daftar proyek investasi. Berita terbaru adalah akan diselenggarakannya Kongres FIABCI ke 64 pada tanggal 24-29 Mei 2013 di Taichung. inisiatif strategis. juga tersedia informasi tentang bea siswa oleh yayasan yang dibentuk FIABCI. Melalui situs ini kita juga bisa meng­ akses situs FIABCI regional. latar belakang. Walaupun beberapa informasi masih belum tersedia. bahan presentasi. dan video yang dapat diunduh.fiabci.kp3ei. Situs KP3EI merupakan situs terlengkap tentang MP3EI. Seputar KP3EI yang mengetengahkan berita kliping. dan daftar komunitas terkait kota tua. kita juga bisa mengakses situs FIABCI regional. FIABCI didirikan di Perancis oleh Federasi Nasional Manajer Properti Perancis (CNAB). Hal yang paling menarik adalah ProxioPro yaitu sebuah layanan pe­ masaran dan jeja­ ring global eksklusif bagi profesional pro­ perti. mulai dari petunjuk obyek wisata. Disayangkan bahwa situs ini tidak termutakhirkan lagi setidaknya 6 (enam) bulan terakhir.worldgbc. tetapi sebagai sebuah sumber data dan informasi terkait MP3EI.000 agen properti di 100 negara. regulasi. Selain juga terdapat situs khusus Koridor Ekonomi Jawa.Info Situs Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) www.org S World Green Building Council www. Melalui situs ini. Ber­ gabung dengan layanan ini memungkinkan kita dikenal oleh dunia internasional. Tersedia juga video kota tua Jakarta dan beragam buku sejarah Batavia. Namun hal paling menarik dari situs ini adalah tersedianya layanan resources berupa kumpulan dokumen. Berita Koridor yang secara khusus mengungkapkan data terkait 6 (enam) koridor. yang sekaligus merupakan situs resmi MP3EI. dan be­ rita terkait. Termasuk juga kita dapat meng­ akses situs Green Building Coun­ cil Regional.org W orld Green Building Council sebagai pemilik situs ini menyiapkan dengan baik materi yang ter­ sedia. Beberapa informasi tambahan dapat diperoleh dari situs ini melalui E-Library seperti buku MP3EI (edisi Bahasa dan Inggris). Tersedia beragam informasi terkait keberadaan kota tua Jakarta. Jika ingin bergabung dengan salah satu komunitas kota tua Jakarta. sejarah kota tua. Selain itu. Taiwan. FIABCI (The International Real Estate Federation) www. Bagian paling menarik dari situs ini adalah tersedianya info terkini tentang agenda kegiatan maupun berita terkait kota tua Jakarta. sejarah. Situs ini sangat menarik khususnya bagi para pencinta kota tua. Layanan ProxioPro menjangkau lebih dari 500.org S itus ini dikelola oleh Unit Pengelola Kawasan Kota Tua yang diberi tugas oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mengelola kawasan kota tua Jakarta termasuk melaksanakan penyebarluasan informasi. sisa memilih dari Daftar Komunitas yang ada di laman situs ini. agenda dan kegiatan. Sebagian terbesar isinya menyangkut MP3EI dimulai dari penjelasan ringkas KP3EI. dan berita ter­ kait FIABCI. itus ini merupakan situs resmi Federasi Perusahaan Pengembang Dunia yang dikenal dengan singkat­ an FIABCI yang berasal dari singkatan bahasa Perancis. Mengakses situs ini akan sangat membantu kita memahami apa dan sia­ pa. agenda dan kegiatan.id S itus ini merupakan situs KP3EI. dan Jawaban pertanyaan (FAQ) MP3EI. visi misi dan strategi utama MP3EI. (OM) 94 . Sebagaimana situs sejenis. Layanannya tanpa bayar. Kota Tua Jakarta kotatuajakarta.go.

Edisi 3 .Maret 2013 95 .

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Sukseskan Program 1.000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 96 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful