Edisi 3 - Maret 2013

6 Tahun Program 1.000 Tower
1.000 Tower 1.001 Masalah
Berbincang dengan

Duo Jusuf

Jusuf Kalla

“Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”.

Yusuf Asy’ari

“Program ini harus dilanjutkan”...

Program 1.000 Tower
Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower

5 April 2007 - 5 April 2013
Selamat Hari Otonomi Daerah XVII Tahun 2013 dengan tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kapasitas Pemerintahan Daerah untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat”

Sukseskan

2

Dewan Pembina: Cosmas Batubara, Siswono Yudho Husodo, Akbar Tandjung, Theo Sambuaga, Erna Witoelar, Soenarno, M. Yusuf Asy’ari dan Suharso Manoarfa. Dewan Penasehat: Djoko Kirmanto, Djan Faridz, Gamawan Fauzi dan Gembong Priyono Pemimpin Umum/Usaha/ Penanggung Jawab: Zulfi Syarif Koto. Wakil Pemimpin Umum: F. Teguh Satria, Indra Utama, Martin Roestamy dan Endrawan Natawiria Wakil Pemimpin Usaha: Endang Kawidjaja, Djaja Roeslim dan Reddy H. Sekretaris Pemimpin Umum/Usaha: M. Amry Pemimpin Redaksi: Oswar Mungkasa Redaktur: Nursalim, Hadist GP. Konsultan Hukum: Muhammad Joni Artistik dan Koordinasi Produksi: Agus Sumarno Manajer Iklan & Keuangan: Herawati. Administrasi dan Umum: Eduardo H, Asep Deni Kusnadi, Yuliandi Diterbitkan oleh: Yayasan LP P3I/The HUD Institute

Redaksi
S

dari

Edisi 3-Maret 2013

elamat bertemu kembali pembaca kami yang setia. Sudah cukup lama HUDmagz tidak hadir di hadapan Anda. Semuanya bukan tanpa maksud, tetapi kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan perubahan terhadap tampilan dan substansi dari majalah kita ini. Sekaligus juga kehadiran kami kali ini menunggu momen 6 tahun Program 1.000 Tower Rumah Susun yang diinisiasi oleh Jusuf Kalla ketika itu. Ya, sudah 6 tahun sejak dilaksanakannya ground breaking program 1.000 Tower pada tahun 2007. Namun kemajuan program ini masih belum sebagaimana yang diharapkan. Data terkini menunjukkan hanya 78 Tower yang berhasil dibangun. Ada apa dengan program 1.000 Tower ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada edisi kali ini kami menyajikan tema “Program 1.000 Tower. 1.000 Tower 1.001 Masalah”. Tentunya dengan harapan kita semua dapat menyelami secara obyektif permasalahan seputar belum berhasilnya program 1.000 Tower ini. Secara tersirat, hambatan utama yang dihadapi adalah terkendalanya perijinan, tidak terwujudnya insentif seperti keringanan pajak, dan rumitnya urusan pertanahan. Memahami akar masalah tentu akan bermakna ketika kita mendapat informasi dari tangan pertama baik sebagai penggagas, pelaksana, maupun pemerhati. Untuk itu, wawancara dengan Jusuf Kalla dan Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009) sangat membantu membuka pemahaman kita akan latar belakang dan inisiatif awal yang dilakukan. Sementara wawancara dengan para pengembang semakin memperdalam pemahaman kita terhadap kendala dan hambatan di lapangan. Tulisan dari pemerhati pun memberi warna tersendiri. Apapun, pada akhirnya program 1.000 Tower ini harus dilanjutkan. Angka backlog perumahan yang sedemikian besar membuat semua pihak seharusnya menyukseskan program ini. Kekurangan, kendala, dan hambatan mari kita pecahkan bersama dengan dilandasi semangat ingin membantu saudara kita yang belum beruntung bisa menempati rumah yang layak huni. Sudah saatnya kita bekerja cerdas, dan menggunakan hati nurani. Semoga keberadaan HUDmagz kali ini dapat memberi inspirasi bagi kita semua untuk menyukseskan program 1.000 Tower. Semoga. Selamat membaca. Jabat erat, Pemimpin Redaksi Oswar Mungkasa

Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln. Arya Putra No. 14A Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail.com hudmagz@gmail.com
Redaksi menerima kiriman naskah de­ ngan panjang tulisan maksimal 1.600 kata, melalui hudmagz@gmail.com, disertai data diri. Redaksi berhak melakukan perubahan naskah tanpa mengubah isi.

3

......... 42 “Gotong Royong Peduli Air”........................ Berbincang dengan Jusuf Kalla.................. 4 Sekapur Sirih............................................. n Inventarisasi Prinsip 67 6 12 Green Building dalam Desain Rumah Susun oleh Wied W................. n Bersinergi dengan Berbagai Pihak..............000 Tower............................................... 22 28 36 38 n Puncak HUT REI ke-41Berkarya Membangun Negeri .......................... n Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? oleh Tjuk Kuswartojo .................................. n Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung ................. 72 75 77 79 79 Profil n Bapertarum PNS .................... 81 85 87 88 “Tahun 2030... Laporan Khusus n Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan ...................................... n Hari Air Dunia 2013 di Indonesia Agenda ................................................. Perumnas Hidupkan Kembali Program 1.............. Firdaus.... n Wawancara Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas Ir............. Nursalim Msi ......... n Jas Merah: Landasan Kebijakan Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) oleh Zulfi Syarif Koto ................................ n 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit.000 Tower ...............................001 Masalah .............. 5 Laporan Utama 6 Tahun Program 1........... Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan ............................................ n Rapat Kerja Daerah REI Batam..................... n Info Situs ................................. 91 92 93 94 4 .................. n MRT Atasi Macet Jakarta? oleh Harun al-Rasyid Lubis ............. n n n Konsep n Sistem Pracetak Beton sebagai Sistem Konstruksi Hijau oleh Hari Nugraha Nurjaman........ MPS: “Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini” ................ 1....... Hairul Sitepu dan HR Sidjaba ......................................... n Metamorfosa AP2ERSI .................. 13 n Wawancara Jusuf Asy’ari “Program Ini Harus DIlanjutkan” ..................... Kota Pekanbaru menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera .............................................. Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah.....................................................000 Tower ......................................... ........................................................................ 90 Pendapat Serba Serbi Ragam Info n Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia................................................. Liputan 15 19 n Bank BTN Memasuki Usia ke-63 ... Hayu Parasati........................... n Pandangan Pemangku Kepentingan tentang Program 1.................................... S...........................................Daftar Isi Edisi 3-Maret 2013 n Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta Bagian Kedua (Tamat) oleh Yayat Supriatna.....T........................... 89 n Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.......................... n Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis oleh Adrianus Meliala........ n Kajian Teknis dan Teknologi Program 1................................ n Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial oleh Drs................... 3 Daftar Isi ....................................... n HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua ..........................................T.................................................... n Info Regulasi ................................. “Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”.....................................000 Tower ........000 Tower ........ Winaktoe....... n Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Membangun Bangunan di Atas Sungai Pencapaian dan Agenda ke Depan oleh Oswar Mungkasa ..................... 44 50 53 oleh Budi Prayitno ..........000 Tower 1............... Saling Silang Urusan 1.................... M...... n Info Buku ........................ .................. n Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru........................................ 57 59 62 64 Dari Redaksi .................................................................... H...

Menteri Pekerjaan Umum. sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan sosiologis masyarakat. dan 3 rumah sederhana. Selain penegasan dan pembaharuan terhadap materi-materi dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. Tentunya juga akan menjamin tersedianya rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah. yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Hunian Berimbang dan SE Mendagri No. keharmonisan sebuah komunitas dapat tercapai ketika konsep hunian berimbang dilaksanakan dengan benar. peninjauan kembali terhadap konsep lingkungan hunian berimbang agar lebih membumi dan dapat diterapkan. Selain itu. hunian berimbang hanya diartikan sekedar membangun 1 rumah mewah. Banyak hal yang menjadi penyebab sulitnya penerapan konsep hunian berimbang. Namun perlu juga disepakati luasan minimal yang dapat dikategorikan sebagai satu hamparan yang memenuhi standar kelayakan minimal terbentuknya suatu komunitas yang heterogen. pemukiman. keharmonisan kota membentuk keharmonisan wilayah. dan akhirnya keharmonisan wilayah berujung pada terbentuknya keharmonisan bangsa. Pada periode sebelumnya. Keharmonisan komunitas membentuk keharmonisan kawasan. Tetapi lebih sebagai ‘sumbangan’ pemangku kepentingan bagi perkembangan keharmonisan bangsa kita tercinta ini. Sebagai akibatnya. Di antaranya adalah tercantumnya lingkungan hunian berimbang dalam pasal 34 sampai 37. Ide ini yang kurang banyak dipahami oleh berbagai pemangku kepentingan bahkan di kalangan pemerintah sendiri. Konsep hunian berimbang banyak disalahpahami sebagai hanya sekedar mengurangi backlog. Pada akhirnya. Nomor 739/KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/ 1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang Pencantuman lingkungan hunian berimbang dalam undang-undang ini ditengarai merupakan upaya pemerintah untuk lebih mengefektifkan penerapan konsep hunian berimbang. (iii) menciptakan keserasian tempat bermukim baik secara sosial dan ekonomi (pasal 3 Permenpera Nomor 10/2012). Ide dasarnya bahwa keberadaan beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian akan menjamin terciptanya kerukunan di antara berbagai strata yang ada.Maret 2013 Hunian Berimbang Bukan Sekedar Pengurangan Angka Backlog Zulfi Syarif Koto Pemimpin Umum/Penanggung jawab ejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Namun yang sepertinya kurang disadari bersama oleh kita semua bahwa tujuan hunian berimbang tidak sekedar mengurangi backlog tetapi selain itu juga untuk (i) mewujudkan kerukunan antarberbagai golongan masyarakat dari berbagai profesi. sarana dan utilitas umum serta pembiayaan pembangunan perumahan. 5 . 2 rumah menengah. Tetapi lebih jauh lagi. (ii) mewujudkan subsidi silang untuk penyediaan prasarana. tanggal 3 Oktober 2011. tingkat ekonomi dan status sosial dalam perumahan. Menteri Negara Perumahan Rakyat) Nomor 648-384 Tahun 1992. lingkungan hunian berimbang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri (Menteri Dalam Negeri. Semoga (ZSK). Terkait dengan penguasaan tanah. Di atas semua itu. sekaligus juga sebagai bentuk kemitraan pemerintah dan pelaku usaha (pengembang) dalam penyediaan perumahan umum/publik. banyak hal baru yang juga tercantum dalam undang-undang yang baru ini. Hunian berimbang didefinisikan sebagai perumahan dan kawasan pemukiman yang diba­ ngun secara berimbang dengan komposisi tertentu dalam bentuk rumah tunggal dan rumah de­ ret antara rumah sederhana. tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembangunan bangsa. yaitu mengemukanya fungsi sosial tanah yang terjamin melalui distribusi dan struktur penguasaan tanah yang berkeadilan. Sebagai akibatnya.Sekapur Sirih Edisi 3 . keharmonisan kawasan membentuk keharmonisan kota. rumah menengah dan rumah mewah atau dalam bentuk rumah susun antara rumah susun umum dan rumah susun komersial (Pasal 1 Permenpera Nomor 10/2012). hunian berimbang dalam satu hamparan adalah suatu keniscayaan. Konsep hunian berimbang telah dikenal lama dalam ilmu perencanaan kota maupun sosiologi perkotaan. sebenarnya kita semua sudah sewajarnya melihat pembangunan perumahan bukan sekedar pembangunan fisik. konsep hunian berimbang juga diterjemahkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pelaku usaha. padahal filosofi utamanya adalah menjaga keserasian sosial dalam masyarakat melalui hidup berdampingan di antara beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian. Sehingga bukan sesuatu yang luar biasa ketika seluruh pemangku kepentingan melaksanakan konsep hunian berimbang bukan karena keterpaksaan akibat adanya ancaman sanksi. hunian berimbang mendorong terjadinya dekomodifikasi tanah. 648/3868/SJ. lingkungan hunian dan kawasan pemukiman. sehingga upaya mengefektifkannya tidak dapat hanya pada tataran pembaharuan regulasi setingkat undang-undang maupun peraturan menteri. banyak agenda yang harus dilaksanakan.

sehat dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.000 Tower berjalan tersendat-sendat kalau tidak mau dikatakan mati suri. Sementara penduduk yang relatif mampu memilih untuk bertempat tinggal di daerah ping­ giran kota. Pemerintah menyadari hal ini sehingga berinisiatif untuk memasilitasi pembangunan rumah susun secara masif di perkotaan.000 Tower terhitung dari saat pelak­ sanaan pemancangan pertama rusunami tanggal 5 April 2007. baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah. Perkembangan perkotaan yang sedemikian pesat mem­ bawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan perumahan di perkotaan sementara ketersediaan lahan perumahan semakin berkurang. benda bersama. berdasar Sensus Penduduk Indone­ sia tahun 2010. Salah satu jalan keluar dari kondisi ini adalah dengan menyediakan perumahan vertikal atau dikenal sebagai ru­ mah susun (rusun) atau apartemen. Untuk itu. ditunjukkan dengan pertam­ bahan penduduk yang sangat tinggi. Keppres ini dimaksudkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di perkotaan dengan mengedepankan efisiensi penggunaan tanah dan penataan permukiman serta mempercepat pembangun­ an rumah susun yang layak. Hanya sekitar 70-an Tower yang berhasil terbangun. penduduk Indonesia mencapai 237. dengan konsekuensi meningkatnya volume perjalanan dari dan ke daerah pinggiran kota.Laporan Utama 6 Tahun Program 1. Jika dibandingkan kon­ disi 30 tahun lalu. telah terjadi peningkatan lebih dari 2 kali lipat. fasilitasi. Tidak seperti harapan ketika awal pencanangan. terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama. Kondisi ini mendorong penduduk yang tidak mampu untuk bertempat tinggal di sekitar lokasi kerja yang kemudian berkembang menjadi kawasan kumuh di perkotaan.001 Masalah Saat ini kita telah memasuki usia 6 tahun perjalanan program 1. dan seterusnya. meningkatnya polusi.000 Tower 1. pembinaan. Pembangunan rusun di pusat kota atau dekat dengan lokasi bekerja dan berakti­ fitas. pengaturan. program 1. pada Rumah susun diartikan sebagai bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional. dengan intensitas bangunan tinggi. koordinasi.000 Tower. laporan utama ini pada intinya akan mengantar kita memahami ‘apa yang sebenarnya terjadi’ dengan program 1. Apabila kecenderungan pertumbuhan perkotaan ini terus berlangsung. pengawasan. 22 Tahun 2006 memiliki fungsi pengarah­ an. Sebagai gambaran. Inilah kemu­ dian yang menimbulkan terjadinya fenomena kemacetan.6 juta jiwa dan tidak kurang dari 54% penduduk In­ donesia bermukim di perkotaan. Langkah ini diawali dengan ditan­ datanganinya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2006 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pemba­ ngunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan pada tang­ gal 9 Desember 2006.000 Tower 1.000 Tower ini. pengendalian dan pengembangan teknologi. Setelah terbitnya Keppres Nomor 22 Tahun 2006. sarana. diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan dan penyediaan prasarana. Selain itu. Keppres No. dan utilitas (PSU) yang lebih efisien dan efektif.000 Tower erkembangan perkotaan di Indonesia saat ini sangat signifikan. sumber foto: istimewa P Kronologis Program 1. yang kemudian dikenal dengan nama Program 1. diperkirakan pada periode akhir Program Jangka Panjang Nasional tahun 2025 sekitar 68% penduduk Indonesia bermukim di perkotaan. dan tanah bersama (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) 6 .

Jakarta Timur.Maret 2013 lah menteri tampak hadir mendampingi presiden. yang ditandai dengan peman­ cangan pertama (ground breaking) Rusunami di Pulo Ge­ bang. khususnya bagi mereka yang belum mampu memiliki hunian di kawasan perkotaan. Semarang. serta Menpera dengan Me­ neg BUMN dan Kepala BPN. sehingga total yang telah serah terima kunci hanya 71 Tower. Walaupun demikian. Peresmian ini sekaligus juga menandai pemancangan pertama pembangunan rusun 1. sumber foto: istimewa Januari 2007 dilaksanakan Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden be­ serta anggota Kabinet Indonesia Bersatu dan Gubernur DKI Jakarta bertempat di Kantor Kementerian Negara Pe­ rumahan Rakyat. di Jalan SMA 14 Kelurahan Cawang. lahan milik PT. Bandung. Bandung Raya (1). lahan milik PT.000 tower serta mendorong minat para pelaku berpartisipasi dalam program Pemerintah. Sepanjang Juli hingga September 2007. (iv) program Menpera harus ambisius (dalam pengertian yang baik) dan progresif. dilakukan So­ sialisasi dan Kunjungan Lapangan ke 10 Kota Metropoli­ tan untuk menjaring informasi secara langsung tentang kesiap­ an Pemerintah Daerah dalam mendukung Pemba­ ngunan 1.Edisi 3 . subsidi selisih bunga dan subsidi bantuan pinjaman uang muka) bagi calon konsumen sebagai bentuk kemudahan. serta mengiden­ tifikasi bakal calon lokasi potensial. dengan harga yang dipasarkan mulai dari 99 juta-144juta. Gubernur DKI Ja­ karta Sutiyoso. lahan milik PT Cawang Housing Development – Bahama Group. dan Banjarmasin. Bodetabek (3). Rapat tersebut membahas Strategi Per­ cepatan Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan serta persiapan pemancangan proyek percontohan rumah susun sederhana milik (rusunami) di DKI Jakarta. Sejum­ 7 . Pada acara pemancangan tersebut juga dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman antara Menpera de­ ngan Mendagri dan Mensos. Makassar. Presiden memberikan 4 (empat) arahan pada saat itu yaitu (i) pastikan dengan benar besaran harga jual.000 Tower Pada saat awal dicanangkannya program 1. Dari jumlah tersebut. Skenario Awal dan Pencapaian Program 1. sampai Februari 2013. dan sejumlah pejabat BUMN. Secara bersamaan juga dilakukan pemancangan di lokasi-lokasi lain di Jakarta. dalam tahapan topping off mencapai 30 Tower. Apartemen rakyat ini memiliki luas 21-36 m² (tipe studio dan tipe dengan dua kamar). kualitas yang baik. terlihat dari pernyataan mi­ nat dari pengembang untuk setidaknya membangun 654 Tower lagi. tepatnya di atas lahan milik Perum Perumnas yang dikerjasamakan dengan PT. yaitu lahan milik BPLIP-DKI di Pulo Gadung. Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bak­ rie. sehingga muncul kemudian istilah lainnya yaitu Apartemen Bersubsidi (subsidi bebas PPN.000 Tower di 9 kota lain­ nya yaitu Surabaya. hanya terwujud pada beberapa lokasi saja yatu DKI Jakarta (67 Tower). pemancangan pertama dan dalam pembangunan sebanyak 30 Tower. Batam. Menko Perekonomian Boediono. Sangat jauh dari target awal pen­ canangannya. (iii) Menpera mengoordinasi­ kan semua pemangku kepentingan. dan penggunaan yang tepat. Bina Kualita Teknik di Jalan Binamarga. subsidi. Ja­ karta Timur. Primaland Internusa Develop­ ment. Rumah susun sederhana dapat diperoleh melalui status milik maupun sewa (rusunami/wa). Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Padang. Palembang. Jakarta Timur. Cipayung. Medan. minat pengembang untuk mem­ bangun masih cukup tinggi. (ii) segera matangkan rencana dan program pencanangan paling lambat awal Maret 2007. Akhirnya peresmian program terlaksana pada tanggal 5 April 2007 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Pulo Gebang. Jakarta Timur. antara lain Menteri Negara (Meneg) Perumahan Rakyat M. Meneg BUMN Sugiharto. Klender. Apartemen rakyat ini merupakan rumah susun sederhana milik yang dibangun dengan dukungan berbagai subsidi dari Pemerintah. Namun dalam perjalanannya. karena membangun rumah membuka lapangan kerja yang luas yang akan mengurangi pengangguran dan kesenjang­ an sosial atau salah satu upaya pengentasan kemiskinan. direncanakan program ini sampai tahun 2011 akan di­ laksanakan setidaknya di 10 kawasan perkotaan (seleng­ kapnya pada peta berikut). Yusuf Asy’ari. tentang Penyelenggaraan Pembangunan Perumahan Sosial Sederhana di kawasan Perkotaan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan untuk Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Ka­ wasan Perkotaan Bagi Masyarakat Menengah Bawah. Pintu Air Mas Group (PAM Group) di Jalan I Gusti Ngurah Rai. sehingga dalam waktu Rumah susun sederhana atau biasa disebut juga dengan nama apartemen rakyat yang dimaksud adalah hunian vertikal yang dibangun di daerah perkotaan yang ditujukan bagi MBM sebagai sasaran utama.000 Tower.

Distribusi lokasi selengkapnya pada Tabel di atas. 2013 JUMLAH TOWER DKI Bandung Surabaya Batam Makasar Balikpapan Jambi TOTAL Jakarta Bodetabek Raya 384 94 86 36 114 4 4 3 725 67 20 12 165 264 3 4 9 52 68 1 3 8 49 61 2 28 30 1 30 31 1 1 1 1 3 3 71 30 30 328 dekat akan bertambah lagi sebanyak 60 Tower.EKON/02/2008 tentang Tim Pelak­ sana Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan. Lalu kemudian melalui Permenpera Nomor 7 Tahun 2007 8 . menindaklanjuti Keppres Nomor 22 Tahun 2006. telah juga dikeluarkan Keputusan Menko Perekonomian Nomor KEP-07/M. Tabel Pencapaian Target Program 1. dan Keputusan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 15/KPTS/M/2007 dan Nomor 19/KPTS/M/2008 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Pem­ bangunan Rumah Susun di Perkotaan. serta beberapa keputusan tingkat menteri lainnya. Menjadi­ kan sampai akhir tahun 2013. Un­ dang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun telah berlaku. setidaknya terselesaikan seba­ nyak 131 Tower.EKON/03/2007 dan Nomor KEP-09/M.Laporan Utama Rencana Alokasi Target Program Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan 2007-2011 sumber: presentasi Zulfi Syarif Koto. walaupun kemudian peraturan pemerintahnya belum terselesaikan. Kementerian Keuangan kemudian melengkapi regulasi yang ada melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36 Tahun 2007. telah banyak yang dihasilkan. Selain itu. yang menetapkan batas maksimum harga jual rusunami yang mendapatkan fasilitas bebas PPN ada­ lah Rp. 2012. Sementara itu terdapat potensi tam­ bahan setidaknya dalam setahun kedepan sebanyak 328 Tower. Dari sisi regulasi. 144 juta dengan luasan minimum 36 m2. yang sampai saat ini masih dalam tahap pengajuan ijin dan penyusunan DED.000 Tower per Tahun 2013 No Lokasi 1 Peminatan 2 Serah Terima Kunci (STK) 3 Topping off (TO) Pelaksanaan pembangunan 4 fisik (konstruksi) dan groundbreaking (KONS) 5 Perijinan dan penyusunan DED TOTAL (STK+TO+KONS+DED) Sumber: Kemenpera.

Kedua peraturan ini selain menetapkan persyaratan keandalan bangunan gedung . terutama terkait ngan naiknya harga material bangunan. berupa kebutuhan akan Tim Koordinasi Daerah (TKD) telah terbentuk di DKI lokasi yang dekat ke tempat kerja untuk mengurangi biaya Jakarta. pada bagian Isu dan Kendala Pelaksanaan Program 1.001 masalah”. maupun perubahan gaya an Rumah Susun tertanggal 4 Oktober 2007 dan hidup masyarakat. Hal ini agaknya sedikit terlam­ Keputusan Gubernur Nomor 1. serta sanaan program ini mulai terkendala. penyempurnaan rencana tata ruang meru­ Rakyat Tahap II di DKI Jakarta yang ter­ pendukung. kesehatan. Walaupun belum berfungsi optimal. dan kota kau harganya.000 Tower ini da­ hingga kemudian mendorong terlaksana­ nya pemancangan Rusuna/Apartemen beberapa regulasi lam rencana tata ruang yang ada. lokasi yang terpilih cenderung ‘jauh’ dari lokasi kerja. di daerah pun telah di­ mah susun bersubsidi masih belum mendapat tanggapan lahirkan beberapa regulasi pendukung. Menariknya. namun lokasi dimaksud sudah tidak terjang­ Jawa Tengah. D. kota Palembang. khususnya MBR. Se­ telah dilahirkan ses internalisasi program 1. 1. namun tercatat merintah adalah paradoks lokasi. upaya Kementerian Perumahan Percepatan Pembangunan Rusuna di Kawasan Perkotaan.. Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. Rakyat untuk menaikkan patokan harga maksimum ru­ Tidak hanya di tingkat pusat. barulah kemudi­ Daerah Percepatan Pembangunan Rumah . Jawa Barat. 9 . sehingga isu susun. memasuki tahun 2008 pelak­ akhir peraturan ini disertakan contoh desain bangunan rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi. Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Per­ de­ penyesuaian harga jual rusunami mulai didengungkan.I.yang meliputi persyaratan keselamat­ an. Sementara sebagai upaya mendorong pemerintah dae­ Dampak kebijakan kenaikan BBM pada Mei 2008 mu­ rah memberikan insentif bagi pelaku pembangunan rumah lai dirasakan para pengembang rusuna. transportasi. Akibatnya. Sumatera Utara. 1 Tower di Kebun dampak pada tertundanya pembangunan rusun. Akibatnya.di daerah pun an mulai disadari perlunya melakukan pro­ Susun tertanggal 25 Oktober 2007.Edisi 3 . Sumatera Selatan.juga me­ sumber foto: istimewa rekomendasikan beberapa hal yang dapat membuat desain bangunan menjadi ekonomis. Setelah program 2007 tentang Pembentukan Tim Koordinasi berlangsung beberapa lama. Yogyakarta. Regulasi terkait persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi juga dirilis oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. 10 Tower di Cengkareng (PT Reka Rumanda). Untuk itu. baik berupa Nomor 136 Tahun 2007 tentang Percepatan Pembangun­ perubahan bangkitan lalulintas (volume kendaraan dari dan ke tujuan tertentu). Pe­ dari Kementerian Keuangan. pakan suatu keniscayaan agar pembangunan laksana pada tanggal 14 Desember 2007 di rumah susun tidak ‘menabrak’ aturan dalam lahan DP3K Kemayoran (3 Tower) oleh Gu­ rencana tata ruang yang telah disahkan melalui bernur DKI Jakarta bersamaan dengan peman­ perda masing-masing daerah. Pembangunan rumah susun di perkotaan mempunyai merintah Provinsi DKI Jakarta menindaklanjuti program ini dengan menerbitkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta multi dampak terhadap perkembangan kota. Ambil contoh.. Proses penyesuaian ini cangan pada 4 (empat) lokasi lainnya yaitu 5 Tower tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal pertama yang dihadapi pe­ (PT Rajawali Core Indonesia). dan ber­ di Kebagusan (PT Perdana Gapuraprima Tbk). mendagri Nomor 74 Tahun 2007 tentang Pedoman Pem­ berian Kemudahan Perijinan dan Insentif dalam rangka Bahkan sampai saat ini.000 Tower. dan kemudahan. keberadaan rumah susun Makassar.Maret 2013 ditetapkan skema penyaluran KPR sarusun bersubsidi dan bantuan uang muka bagi kelompok sasaran masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.000 Tower Seiring perjalanan waktu.478 Tahun bat disadari oleh pemerintah. yang kemudian kita kenali dengan jargon “1. estimasi biaya pembangunannya. Pembangunan rusun di perkotaan menghadapi dilema Jeruk (PT Anggana Development) dan 4 Tower di Cibubur terkait ketersediaan lahan. kenyamanan.

banyak kegiatan penyediaan air minum. sehingga upaya pengurangan biaya pembangunan rusun melalui penyediaan prasarana dan sarana tidak ter­ capai. Sepertinya memang program 1. Terjadi ba­ nyak kekisruhan dalam pembentukannya. khususnya bagi pemerintah daerah. harga jual melonjak di atas ketentuan peme­ 10 . Sekedar contoh. Perhatian terhadap aspek lingkungan masih perlu di­ tingkatkan. keringanan biaya sambungan air. terutama dengan belum tersedianya pedoman terkait aspek Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). dan tarif listrik. lahan yang tersedia pun masih banyak yang belum terbebas dari ‘masalah’. penyediaan kredit konstruksi. Termasuk juga masih banyak daerah yang belum menyiapkan regulasi berupa perda tentang rumah susun. Sebenarnya terdapat pilihan lain berupa pemanfaat­ an tanah milik BUMN/BUMD. Sebagai ilustrasi. Maka lengkap lah kesulitan yang dihadapi terkait ketersediaan lahan dan prosesnya. yang ternyata juga tidak mudah prosesnya. Strategi Pembenahan Program 1. penetapan PPH Final 1%. tetapi juga mencakup paska pembangunannya. Disamping. Proses sertifikasi tanah pun tidak semudah dan semurah yang dibayangkan. pembebasan pa­ jak. Belum lagi tidak adanya pembedaan antara proses program 1.000 Tower Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyiner­ gikan program 1. Dapat dikatakan bahwa keberpihakan terhadap program 1. Ketiadaan insentif baik berupa subsidi. Akibatnya. sementara harga jual di­ patok oleh pemerintah.000 Tower dengan proses pembangunan apartemen mewah. Bahkan ternyata lahan milik BUMN/ BUMD banyak yang masih disewakan atau bahkan disero­ bot pihak lain. listrik yang dibia­ yai APBN tidak bersinergi dengan kegiatan pembangunan rusun. Termasuk pem­ bentukan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) yang masih menghadapi kendala dalam prosesnya.000 Tower masih belum ada. belum termasuk biaya proses perijinan yang cukup besar yang perlu dike­ luarkan. Permasalahan pembangunan rumah susun tidak hanya terfokus pada proses pembangunan fisiknya saja. koordinasi masih menjadi hambatan besar. bahkan kemudian menjadi ceruk pasar tersendiri yang dikenal sebagai Apartemen Sederhana Milik (anami). Akibatnya sebagian biaya terbebankan kepada kon­ sumen. Sebagaimana yang sering terjadi dengan program pe­ merintah. Sementara prasarana dan sarana yang dibangun oleh pengembang ternyata kualitasnya kurang memadai. Hal yang senada pun terjadi antara berbagai ins­ titusi pemerintah pusat sendiri. yaitu ma­ halnya biaya transportasi ke tempat kerja. Terli­ hat tidak adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Di­ antara insentif yang dibutuhkan adalah keringanan Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB). Disamping itu. Hambatan yang masih banyak dikeluh­ kan diantaranya lamanya proses perijinan. Istilahnya belum ‘clear’ dan ‘clean’.000 Tower ini belum menjadi perhatian. Terlihat dari masih kurangnya insentif yang diberikan ke­ pada pengembang. dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)/Upaya Pe­ mantauan Lingkungan (UPL). mendorong pengembang melaku­ kan berbagai cara memperoleh dana segar dari konsumen. Rumah susun sederhana (rusuna) masih dianggap sama dengan apartemen mewah.000 Tower dengan program terkait baik sumber foto: istimewa sumber foto: istimewa menimbulkan masalah baru bagi penghuninya. terjadinya penyegelan beberapa kegiatan pembangunan rusun oleh pemerintah DKI Jakarta. Selain itu. penyediaan kredit konstruksi. penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) bagi tanah Negara (saat ini sedang direvisi PP Nomor 6 Tahun 2006).Laporan Utama rintah. kemudahan proses Kredit Pemilikan Sarusun. Salah satu yang selalu menjadi pertanyaan dari pengem­ bang adalah kepastian adanya insentif bagi mereka se­ hingga pengembang tetap tertarik membangun rusun. sanitasi. perubahan skema subsidi menjadi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditengarai tu­ rut mendorong terhambatnya pembangunan rusun.

000 Tower. ter­ insentif. dan berujung pada pemihakan pada program 1. Badan Pelaksana Penyelenggaraan Rumah Susun yang disikapi dengan melakukan upaya pe­ akan dibentuk sesuai mandat Undang-Undang Nomor manfaatan tanah terlantar khusus­ 20 Tahun 2011. nya tanah negara/BUMN/ Pembangunan Pembangunan rusunami melalui revisi pera­ rusunami membu. perlu pengambil keputusan di tingkat daerah menjadi lebih segera dipersiapkan RPP tentang Konsolidasi Tanah untuk baik.BUMD membutuhkan kerjasama turan perundangan terkait per­ tuhkan kerjasama tanahan. dan lainnya.000 dasi Tanah Perkotaan). Untuk itu. penghuni rusun. beberapa hal lum beruntung dapat menghuni rumah yang layak.000 mendo­ rong peremajaan kawasan kumuh perkotaan (saat Tower. regulasi. sumber foto: istimewa salah satunya insentif dalam Program 1. diberikan kepada rusunami campuran. Untuk itu. perbankan. Forum dapat dijadwalkan bertemu secara an bagi Kepentingan Umum. kesiapan seluruh pemangku kepentingan. sudah seharusnya dikem­ merintah dengan membangun dan memiliki bangkan pola-pola insentif tanah dengan status yang mem­ swasta. berian kemudahan mengakses. Tentunya program 1. aan. masuk peraturan pemerintah amanat Undang-Undang Masih kurangnya perhatian pemerintah daerah ter­ Nomor 20 Tahun 2011. pembi­ Selain itu insentif juga harus diberikan pemerintah dalam naan dan pemberdayaan institusi pemerintah daerah yang bentuk kemudahan perizinan (cepat. dan masyarakat. Diikuti dengan Revisi Perpres No­ Tower. ini baru berupa Keputusan Kepala BPN tentang Konsoli­ Untuk mempermudah pelaksanaan program 1. disikapi dengan mengada­ dari penetap­ an harga rusun yang lebih optimal mem­ kan sosialisasi dan advokasi secara berkala dan berkesi­ pertimbangkan kepentingan kelompok MBR/M dan nambungan. masyarakat menengah ke bawah.000 Tower adalah kesamaan visi dasi. pengembang. pemerintah daerah.Edisi 3 . ‘road map’. 11 . yang menarik bagi pihak berikan kepastian hukum kepada swasta untuk bisa terlibat. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Ban­ pemerintah/pemerintah daerah. Forum ini akan sangat membantu pelaksanaan tugas dari Ketersediaan lahan yang terkendala. Tentunya ini dapat dan kesiapan masyarakat kelompok sasaran untuk tinggal dilakukan jika tersedia suatu ‘grand design’ program 1. mudah.000 Tower diharapkan hal perpajakan. terutama untuk pem­ an­ tara pihak pemerintah an­ tara pihak pedengan swasta. Untuk itu. dan (iii).000 Tower. kemam­ menyediakan perumahan bagi saudara kita yang masih be­ puan membayar. Perhatian khusus perlu gunan (BPHTB). dan mu­ terkait menjadi suatu keniscayaan. Beberapa bentuk insentif yang diinginkan berkelanjutan. Tidak yang harus dianalisis terlebih dahulu. dibutuhkan suatu forum komunikasi diantara pe­ mor 65 Tahun 2006 tentang perubahan Perpres Nomor 36 mangku kepentingan yang dapat menjadi ajang penyele­ Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangun­ saian masalah. Penyempurnaan dapat dimulai hadap program 1. Kunci utama ke­ nota bene berasal dari kelompok MBR dapat terakomo­ berhasilan dari program 1. (ii) tingkat kemampuan masyarakat yang Tower yang dilengkapi ‘road map’ yang dapat menjadi acu­ menjadi kelompok sasaran. fnd. pedoman. dan lainnya. BS sebagai dasar pembentukan bank tanah. Selanjutnya. disertai keleng­ Diperlukan penyempurnaan regulasi yang dapat mem­ kapan yang dibutuhkan baik kebijakan. dari berbagai sumber). dengan memasukkan pem­ berkala atau sesuai kebutuhan.Maret 2013 yang dibiayai APBN maupun APBD. dan infor­ memberikan kepastian hukum jangka panjang atas tanah masi terkait program 1. dukungan Pemerintah untuk memasyarakatkan ‘grand design’. Forum ini sekaligus men­ bangunan Rusuna sebagai Kepentingan Umum serta revisi jadi ajang pertemuan Tim Koordinasi Pusat. Tim Koor­ PP Nomor 80 Tahun 1999 tentang KASIBA dan LISIBA dinasi Daerah. Prinsip dasar yang perlu dipertahankan pengembang. seperti minimalisasi jarak ke tempat kerja. masyarakat dan seluruh pemang­ adalah menjaga agar kepentingan penghuni rusun yang ku kepentingan belum saling bersinergi. dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). mekanisme insentif an bagi semua pemangku kepentingan. Kegiatan ini juga sekaligus bagian dari upaya pengembang. percepat pencapaian tujuan program 1.001 masalah ketika pemerintah. yaitu: (i) kemauan ada pilihan lain (om.000 Tower akan tetap terkendala Hal yang terkadang terlupakan adalah kepentingan para oleh 1.000 di rumah susun. se­ hingga dibutuhkan pembinaan dan pem­ oleh pihak swasta antara lain pembebasan Pajak Pertamba­ berdayaan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) oleh han Nilai (PPN). perbankan. Disamping itu.000 Tower sehingga pemahaman untuk penghuni/pemilik sarusunami. rah). Penyiapan ‘grand yang dapat diberikan untuk meningkatkan akses kelom­ design’ dan ‘road map’ didahului dengan pemetaan kondisi pok sasaran terhadap rusunami.

” katanya. Menteri Perumahan Rakyat. Dan ternyata banyak peminatnya. Agus Martowardojo. Sementara Direktur Jenderal Pajak. mereka juga telah menggelar rapat beberapa kali. Ketika dikonfirmasi. yang kini bernama Rumah Susun Sejahtera. Sejak 2007. Contohnya. Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung mengakui banyak sekali hambatan program rusunami di lapangan yang dikeluhkan pengembang sebagai pelaku. “Kami terus melakukan koordinasi dengan Menpera untuk menginventarisasi berbagai permasalahan yang menghambat pembangunan rusunami sekaligus mencari solusinya. tentunya faktor lokasi jadi salah satu pemicu. “bonus keuntungan luas” tidak lagi menarik pengembang. persoalan insentif perlu dimintakan pendapat ke Badan Kebijakan Fiskal dan Moneter. yang sebenarnya hanya terjangkau oleh kelas menengah. Khusus untuk DKI Jakarta. khususnya di DKI Jakarta. Sejak April 2012. “Jadi masih dibahas di internal mereka. Diantaranya insentif pembebasan pajak pertambahan nilai dari Kementerian Keuangan. Kemenpera juga telah menyurati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai kendala-kendala yang terkait dengan perizinan. saat terjadi penyegelan terhadap proyek Kalibata City (Agung Podomoro Group) oleh Pemda DKI Jakarta. Maklum permintaan Rusunami di Jakarta jumlahnya mencapai 728 menara hingga 2012 tapi realisasinya sangat jauh. Pria yang akrab disapa Ahok tersebut justru mempertanyakan pengekangan seperti apa yang dilakukan oleh Pemprov. dan Makassar karena permintaannya cukup tinggi. menurut Marpaung juga telah berkirim surat kepada Menteri Keuangan. Apartemen Sederhana Milik (Anami) Untuk menyiasati situasi sulit. Selain di Jakarta. Karena boleh dikatakan sudah tidak ada lagi pengembang yang menjual produk apartemen sederhana dengan harga patokan maksimal Rp 144 juta. Alasannya. mati suri. Fuad Rahmany. pihak Kemenpera sudah meminta revisi agar persoalan perizinan dipermudah. “Paska beberapa permasalahan soal rusunami yang terus menggerogoti program ini. Ketika ditanya mengenai persoalan tersebut usai menghadiri rapat di Kementerian Perekonomian. Selain insentif. Namun Fuad menggarisbawahi tidak pernah ada niat dari Kemenkeu untuk menghambat. kita sebagai pengusaha tetap ingin bisnis terus berjalan.” katanya. menjanjikan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah benar ada masalah pajak yang menghambat pembangunan rumah susun. “Kalau itu disederhanakan saya yakin pengembang akan kembali membangun Rusunami. Namun informasi yang diperoleh Marpaung. seperti dikutip tabloid PRIORITAS. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang membuat target pembangungan 1.” terang Maharso (fnd/aan) 12 . Dan lucunya program ini oleh Pemerintah DKI Jakarta yang saat itu dinakhodai oleh Fauzi Bowo seolah tak berkoordinasi dengan pemerintah pusat. “Saya belum memikirkan memberi insentif. kini mulai banyak pengembang tidak tertarik membangun rusunami subsidi. Buruknya Koordinasi Program 1.” terang Setyo Maharso Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia.” ujarnya.5. Maka kita pun bermain di kelas menengah dengan harga di atas rusunami. banyak pengembang mengonsep kembali rusunami menjadi apartemen sederhana hak milik (anami). “Nanti akan saya cek dulu seperti apa peraturannya. Hingga akhir Desember 2010 sudah diserahterimakan sebanyak 12 ribu unit rusunami. Hal ini menggambarkan buruknya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sehingga kebijakan KLB 6 yang ditetapkan pusat ternyata dengan mudah dipatahkan oleh pemerintah daerah sebagai “penguasa” setempat.000 Tower P sumber foto: istimewa embangunan Rusunami. Djan Faridz telah melayangkan empat surat usulan kepada Menteri Keuangan untuk menaikkan patokan harga maksimum rumah susun bersubsidi dari Rp 4 juta per meter persegi menjadi Rp 7 juta per meter persegi atau setara Rp 252 juta per unit. Agus hanya berkomentar singkat. tantangan lain yang dihadapi adalah soal per­ izinan. rusunami juga akan dikembangkan di Bandung. Di Jabodetabek pada saat ini ada sekitar 149 tower rusunami yang sudah mendapatkan izin dengan jumlah total jumlah unit sekitar 90 ribu. program yang di label pro rakyat ini tak sejalan antara maksud pemerintah pusat dan pelaksanaannya oleh pemerintah daerah. Selain Menkeu.” katanya. patokan harga maksimum rusun milik bersubsidi yang bebas PPN adalah Rp 4 juta per meter persegi atau Rp 144 juta per unit. Akibatnya. Alasannya.000 Tower memang kurang dalam urusan koordinasi. khususnya di Jakarta. Surat itu belum ditanggapi. Menteri Keuangan Agus Martowardoyo enggan berkomentar lebih jauh. bahwa KLB tidak boleh lebih dari 3.000 menara terhambat.” ujarnya. Djan Faridz. Produk ini dijual dengan harga Rp200 hingga Rp500 juta. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purmana juga belum bersedia berkomentar. “Jadi apabila mau memberikan insentif pun harus ada dasar hukumnya di UU. Menurut Marpaung kendala yang dihadapi bukan hanya dari sisi koefisien lantai bangunan tetapi juga proses sertifikasi.Laporan Utama Saling Silang Urusan 1. Menurutnya perpajakan telah diatur dalam Undang-Undang dan peraturan pelaksanaannya. Surabaya. Dengan kata lain.

EN : Menurut UDD 45 pasal 28 H bahwa hak bermukim ini adalah hak dasar. Artinya ada unsur sosial yang menjadi tugas pemerintah dan unsur ekonomi yang menjadi tugas perbankan dan pengusaha. jika dirunut kebelakang angka backlog ini semakin bertambah tahun demi tahun. Saat ini 51 % penduduk Indonesia tinggal di kota. perumahan harus dibangun terus menerus namun yang harus dicari solusinya adalah akibat pertumbuh­ an ekonomi yang berdampak pada kecenderungan migrasi penduduk ke kota. tumpah di sekitar kota. Keduanya adalah tugas Pemerintah.5 juta rumah baru per tahun.000 Tower. kebutuhan yang sangat penting yang menjadi kewajiban Pemerintah. Jusuf Kalla yang lebih sering disebut dengan inisial­ nya JK. tidak mengherankan jika kita butuh 2. Penataan perkotaan tentu berbeda dengan di desa. kedua unsur digabung untuk menjadi solusi untuk mengatasi kecenderung­ an migrasi penduduk ke kota. Harus ada solusi sosial-ekonomi dalam hal ini. Di kota dimana terjadi pertumbuhan industri. dimana peran negara ? JK : UUD 45 tidak mengatakan bahwa semua perumahan harus dibangun oleh negara.5 %. berbeda sifatnya dengan kebutuhan pangan yang habis terpakai sedangkan nilai perumahan terus menerus berkembang. Kini ditengah masa “istirahatnya” sebagai pejabat negara. Wawancara ini ditayangkan pada perhelatan Musyawarah Besar Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (MUBES AP2ERSI) di Grand Preanger – Bandung pada tanggal 17 April 2013. mantan wakil Presiden RI. perdagang­ an yang berakibat pada meningkatnya kebutuhan hunian. Jika pertumbuhan penduduk 1. menggagas dan mendorong konsep perumahan vertikal dengan program 1. Hunian vertikal pun jadi solusi dari alih fungsi lahan dari persawahan atau pertanian menjadi perumah­ an. banyak menyurahkan perhatiannya pada bidang sosial dan bidang yang berkenaan dengan kebutuhan dasar rakyat. akibatnya tanah mahal dan perlu penataan infrastruktur yang baik. harus dibuat hunian vertikal minimum empat lantai sekalipun di luar kota.Edisi 3 . penatagunaan tanah dan infrastruktur. pengusaha dan masyarakat banyak. Akibat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan lainnya maka pertumbuhan kebutuhan 13 . sementara itu dalam soal pemenuhan kebutuhan rumah. pertumbuhan ekonomi 6 % dengan hasrat untuk memiliki rumah baru yang terus menerus pada tiap tahunnya. JK tetap peduli pada bidang perumahan dalam konteks hak bermukim sebagai kebutuhan dan hak dasar warga bangsa. Jusuf Kalla. Berikut wawancara Endrawan Natawiria dengan Pak JK ditengah persiapan ke­ berangkatannya ke negeri jiran. katakanlah ada pertumbuhan 5 sampai 6 % per tahun maka diperkirakan dibutuhkan 2.5 juta rumah baru per tahun. Memang bukan hal yang mudah tetapi harus diingat bahwa petumbuhan pembangunan perumahan juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Solusi kemahalan lahan adalah hunian vertikal. Pada masa pemerintahannya mendampingi SBY. Jika tidak ditata dengan baik dan didukung infrastruktur yang memadai maka hancurlah kota itu. pemerintah menyandarkan pada produkti­ fitas para pengembang swasta. Sifatnya yang “bankable” membuat bidang perumahan mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah dan perbankan. Singkatnya.Maret 2013 Berbincang dengan Jusuf Kalla “Sedemikan Pentingnya Perumahan Hingga Pemerintah pun Membuat Kementerian Perumahan Rakyat” perumahan meningkat setiap tahun. Pembangunan perumahan bukan usaha sosial tapi menimbulkan manfaat ekonomi yang besar. EN : Berkenaan dengan besaran angka backlog perumah­ an kita yang tahun ini diperkirakan mencapai angka 15 juta. bagaimana pendapat bapak? JK : Kita tentu sepaham bahwa kebutuhan perumahan itu adalah kebutuhan pokok setelah pangan. Kewajiban negara adalah mem- sumber foto: istimewa ebagai negarawan.

apakah Bapak saat itu. Tiga hal yang harus dilakukan pemerintah dalam bidang perumahan. fungsi dan proporsinya. Pemerintah Daerah hendaknya mempunyai perangkat regulasi baik berupa Perda.Laporan Utama EN : Apa saran dan Petuah Pak Jk kepada para pengem­ bang yang peduli dan konsisten membangun rumah bagi MBR ? JK : Seperti yang telah saya sampaikan bahwa kebutuhan terhadap perumahan adalah kebutuhan pokok. menata perencanaan/planologinya dan lain-lain. Kerjasama banyak pihak ini akan berbuat baik JK : Memasuki era otonomi daerah. nya. Memang dan biaya perijinan bagi perumahan MBR dan perumahan dibutuhkan penguasaan teknis dan kemitraan yang baik untuk mewah? menyelenggarakannya. 14 . nilai ekonominya pun akan terus menerus meningkat. nya perijinan perumahan harus dipermudah sekaligus harus persawahan hingga kita harus mengimpor beras seperti sekadisiplin dalam menegakkan aturan. yaitu menyiapkan kredit jangka panjang. yang lebar antara “The Have” and “The Have not” yang akan Setiap orang harus selalu siap jika diminta untuk berbuat baik memicu konflik sosial. Ini adalah sebuah jawaban ketika lahan makin mahal maka ongkos membangun EN : Apakah Bapak setuju adanya pembeda perlakuan perumahan pun (rumah tapak-EN) makin mahal. tugas pemerintah untuk menyiapkannya. pasar. bangun infrastrukturnya seperti jalan. Bidang ini memang membutuhkan kejelian usaha dan memiliki dampak ekonomi-sosial jangka panjang. justru hal ini akan memberikan peluang pada pihak swasta. Nilai tanah dan bangunan rumah Faktanya solusi yang bapak pernah lakukan di banyak bidang untuk MBR tentu lebih murah daripada rumah mewah semasa menjadi pejabat pemerintah terasa sangat manfaat­ maka tarif atau biaya perijinannya pun harus lebih murah. Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi agar Pemerintah Daerah yang mengeluarkan perijinan mereka lebih berkontribusi dalam mendorong dan infrastruktur. JK : Menjadi satu pertimbangan. tangkan keuntungan bagi semua pihak. Pada meminta Bapak untuk memimpin negeri ini. Anda yang telah memilih profesi sebagai pengembang perumahan. JK : Mesti ada pembeda. bagi bangsa dan negaranya (EN). Hak dasar untuk bermukim tidak berarti pemerintah harus langsung membangun perumahan. Kewajiban pemerintah yang lainnya adalah menyiapkan pendanaan berupa kredit jangka panjang. dengan Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi terutama dalam Oleh karena itu. rusunawa atau rusunami. dalam hal ini Kemenegpera. Hal tersebut adalah sesuatu yang umum. Saya sebelum itupun perijinan perumahan telah ingin mengingatkan satu hal lagi berkenaan dan negara… diiatur oleh Pemerintah Daerah. Ketidakseimbang­ pengalaman dalam bidang pemerintahan jika diminta untuk an hunian akan berdampak sosial adanya jurang pemisah berbuat baik bagi bangsa dan negara maka saya harus siap. Pergub yang mengatur perijinan perumahan sesuai lokasi. Solusinya kedepan adalah perubahan pola fikir para terapan aturan yang baik akan menghindarkan kota dari keku.kita harus bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan para pengembang penggiat perumahan selalu siap untuk Rendah)? rakyat. saya selalu mengatakan bahwa kita harus selalu siap untuk berbuat baik kepada bangEN : Jadi Bapak sepakat dengan konsep hunian berim­ sa dan negara di bidang kita masing-masing. Pertanyaannya adalah jika rakyat Perumahan punya konsep proporsi perumahan 1:3:6. tugas pengusaha. sesuatu yang sudah kita fahami bersama. kalangan perbankan yang percepatan pemenuhan kebutuhan rumah menyiapkan KPR/kredit jangka panjang serta …. Perbup. adalah tugas semua orang untuk menyiapkannya. pertumperijinan itu keharusan untuk menghindari buhan penduduk kian meningkat.pengembang perumahan untuk mulai dan selalu membangun muhan. Kementerian manfaatnya oleh rakyat. Dulu. Sedemikan pentingnya hingga pemerintah pun membuat Kementerian EN : Para pengembang saat ini langsung bersentuhan Perumahan Rakyat. dan menyediakan lahan yang terjangkau daya beli rakyat. Bahwa dengan semakin terbatasnya lahan. Perencanaan kota dengan rang ini. Sekarang ada konsep hunian 1:2:3. peran negara bukan berarti mengambil alih seluruh peran bidang perumahan. bidang usaha yang memiliki misi sosial yang memiliki dampak ekonomi yang kuat bagi masyarakat di sekitar maupun bagi pengusahanya sendiri. dibutuhkan kerjasama semua fihak hal perijinan. Akronim JK saat ini mulai diartikan sebagai “Jalan Keluar”. Jika pengusaha bang? berbuat baik dalam bidang usahanya maka saya yang memiliki JK : Bukan hanya sepakat tetapi harus. Diantaranya peralihan dari Bahan Bakar Minyak Tanah Pemerintah Pusat pun memiliki Undang-undang. Peraturan menjadi gas yang semula banyak ditentang kini mulai terasa Pemerintah yang mengatur tentang hal ini. EN : Pertanyaan terakhir pak. diluar bidang perumahan. menyiapkan dan membangun infrastruktur. Bagaimana mengoptimalkan peran antara Pemerintah. rumah susun. Pengusaha Real Estate wajib membangun Rumah bersedia ? Sederhana. alih fungsi kekacauan namun harus di ingat oleh para Kepala lahan terus menerus dari lahan pertanian menjadi Pemerintahan Daerah bahwa demi kepentingan rakyatperumahan yang menganggu sediaan lahan pertanian. berdampak sosial ekonomi yang mendakepada bangsa peranan Pemerintah Daerah lebih kuat.

Himawan Arief. tiap minggu Bapak harus datang ke sini. Pada 2008 lalu. pasti tidak dibawa tiang-tiang pancang itu ke sini. dan Dirut Perum Perumnas. Bapak kan Menteri Perumahan Rakyat. Menpera pertama di era reformasi tersebut kembali berkisah 15 . “Jadi. Yusuf Asy’ari. Tapi. setahun sebelum pencanangan program rusun. Percepat ya. karena semuanya ada. lahan bekas bandara Kemayoran itu memang disewakan ke swasta. salah satu penyewa lahan bekas Bandara Kemayoran waktu itu juga dia tanya. dibutuhkan 70 ribu unit rumah landed house dan 42 ribu unit rusun per tahun. Raut muka Jusuf Kalla. Hanya semangatnya yang harus ditambah. dan ditanyakan lagi soal itu. saya waktu itu optimistis 2011 dapat dicapai 1.id “Program Ini Harus Dilanjutkan” begini“ lanjut Kalla di depan tamu yang waktu itu hadir Menteri BUMN Sofyan Djalil. Saya kira bisa. pencemaran. “Saya pikir saya datang akan lihat sepuluh tingkat. kapan MoU ditandatangani. Wakil Presiden RI (2004-2009) tampak serius. Pak Menteri (Menpera) tentu lebih sering. Tak cukup hanya pejabat yang dia semprot. dan Dirut PT Bank Tabungan Negara.news. Yusuf. Wapres telah memerintahkan DP3KK memutus kontrak sewa dan digunakan untuk membangun rusun. Kala itu pemerintah sangat optimis program yang dipelopori oleh Jusuf Kalla tersebut akan berjalan mulus. kawasan kumuh ringan dihuni 490 ribu KK. “Pak Gubernur.” katanya. seorang sopir tidak perlu mengeluarkan uang sampai 30 persen dari penghasilan untuk naik kereta dari Bogor ke kota.viva.” kenang Yusuf yang waktu itu memang menakhodai Kemenpera. Kalau peresmian rusun baru hadir. ” semprot-nya. Kepada HUDmagz. karena rusun yang dibangun Perum Perumnas tersebut baru pada tahap pemasangan tiang pancang.co. percepatan pembangunan rusun harus dilakukan karena mampu mengatasi 50-60 persen persoalan hidup masyarakat perkotaan. Hikayat Duo Jusuf di Rumah Susun K emayoran. pada para pejabat yang hadir. pasar pun ada. “Saya tidak malu. berarti Agustus sudah diserahkan. Mereka yang terkena semprot diantaranya: Menteri Perumahan Rakyat. dan kesejahteraan masyarakat miskin. medio Maret 2008. Direksi Pengelola dan Pelaksana Pembangunan Kawasan Kemayoran (DP3KK) Sekretariat Negara. saya malah senang diingatkan. “Dengan adanya rusun yang dekat dengan tempat bekerja. Waktu itu.000 tower rusunami. disambut tawa hadirin.Maret 2013 Wawancara Yusuf Asy’ari (Menteri Perumahan Rakyat 2004-2009) sumber foto: nasional. Pak Jusuf perhatiannya memang luar biasa soal program 1. sepulang menunaikan ibadah umroh. tetapi sudah 70 persen yang dipesan. Anda pasti akan melanjutkan tidur. yakni transportasi. Wapres juga menegur direksi DP3KK Sekretariat Negara yang hingga tiga bulan belum menyelesaikan perjanjian pelepasan lahan Bandar Udara Kemayoran. Menurut Yusuf. dan kawasan kumuh berat yang ilegal dihuni 82 ribu KK. Jadi. “Kalau tahun ini (2008-red) bisa dibangun 100 tower. mereka semua. tiap dua hari. kontraktor ada. kawasan kumuh berat dihuni 21 ribu kepala keluarga (KK). mengerti. bercelana biru.000 tower. disemprot Wapres di depan umum. Sulawesi Selatan. Pokoknya. Ini tanah rakyat yang punya. ingat betul waktu itu. sudah setahun lebih pembangunan rusun itu dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal. gak usah hadirlah. kapan bisa pindah dari kawasan Kemayoran. Yusuf mengatakan paling tidak dapat diselesaikan pembangunan 100 menara rumah susun. tersenyum. “Tidak usah ambil terlalu luas tanah rakyat. Yusuf. M. 15 Mei 1942 itu. Uang ada. Di DKI Jakarta saja. Tak tanggung-tanggung. kejengkelan sang wapres (wakil presiden-red) waktu itu. lengan pendek. Fauzi Bowo. Gubernur DKI Jakarta.Edisi 3 . Ia pasti tidak akan pernah melupakannya. Itu artinya pasarnya ada. banjir. penggunaan lahan. Ditemui di kediamannya. kalau diundang meresmikan kondomonium. Karena itu. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyowinoto. “ tegas Jusuf. Tadi pengembangnya bilang walau fisik baru selesai 30 persen. karena itu memang bagian dari tanggung jawab saya. Sudah tiga bulan kok masih diproses-proses terus. “Sekiranya saya tidak datang. Agustus bisa kan?” desak Kalla. lahan ada. bukan menteri perumahan elite. Ini tugas Bapak. Direktur Jakarta Auction.. Tak lupa. Iqbal Latanro. Yusuf Asy’ari. yang kala itu mengenakan kemeja putih. M. polusi.”ujar Yusuf. Ternyata masih I tulah sekelumit cerita bagaimana seriusnya sang wakil presiden menangani soal pembangunan 1. senin depan harus teken!” tegas pria kelahiran Bone.000 menara rusunami ini.

Kalau rumah-rumah kalangan menengah bawah ini dikembalikan ke pusat-pusat dan dekat dengan tempat kerja diharapkan akan memberikan keuntungan pada kesejahteraan mereka dan juga memurahkan biaya transportasi yang selama ini mahal mereka biayai. Dia mestinya terikat dong. mau tidak mau harus dipelopori oleh pemerintah. Cuma belakangan setelah Pak Sutiyoso diganti Pak Fauzi Bowo. Saya mau tanya Indonesia ini belum jelas pemerintah sebagai enabler atau provider. setuju dan menyanggupkan diri dalam hal memberikan keringanankeringanan. Pada 2004 akhir. Dua periode yang tidak ada ini sudah memporak-porandakan struktur yang ada. Di dunia. policy itu didukung oleh baik Kementerian Perumahan Rakyat dan pemerintah daerah. Itulah kemudian kenapa di Kementerian Perumahan Rakyat ada anggaran rusunawa. tanah luas. pemerintah menyediakan langsung. dan berbagai sengkerut yang terjadi plus perubahan kebijakan penggantinya yang tidak lagi melanjutkan kebijakan yang sudah ada sebelumnya. Tapi. Kita mesti kembali kepada situasi tahun 2005/2006. Mungkin struktur perekonomian sudah sesuai. Peran pemerintah ini berbeda dalam rusunawa dan rusunami. Kalau kita nggak cocok. Kementerian Negera Perumahan Rakyat baru ditimbulkan kembali setelah dua periode tidak ada.Laporan Utama tentang Jusuf Kalla. Tapi sebagai provider itu sebaliknya. sebagai salah satu dari seluruh kota yang akan diupayakan digerakkan rusunami ini. bos-nya waktu itu. Kedua. kalau kita kembali kepada peran pemerintah. Kemudian juga proyek perumahan swadaya. Kita melihat peran pemerintah dibagi dua dalam masalah perumahan ini. Karena itu di DKI. mengatur. Jadi harus dibangun kembali. upaya untuk memperbanyak hunian. seperti mobil. karena kita menyadari ada aspek-aspek swasta belum mau masuk dan ini perlu kita pionir maka kita mengusahakan supaya Kementerian Perumahan Rakyat diberi fungsi operasi terbatas. dan yang mau didebat. mendorong dan memfasilitasi agar orang lain atau rakyat itu membangun sendiri. dia ubah segala sesuatunya dengan pertimbangan kita lihat ketakutan bahwa dengan banyaknya rusunami akan ada kekumuhan baru. Dengan koordinasi wakil presiden. Pak JK itu orang yang paling gampang ditemui. Karena itu. kita debat. Saya lupa waktu itu kapan persisnya dia bilang soal itu. policy ini diganti. Mestinya waktu Pak Sutiyoso menjadi Gubernur kan Pak Fauzi Bowo menjadi wakil Gubernur. Tapi. tidak terhambat oleh faktor transportasi. Itu yang banyak dilakukan untuk rusunami. Dari berbagai diskusi. pembangunan perkotaan tidak ada yang melebar. Kemudian. Ini karena rakyat belum mau terjun ke situ. khususnya dalam hal ini adalah DKI yang selalu diajak ramairamai rapat. beliau akan menerima meskipun beliau punya argumentasi balik. panjang ceritanya. Jadi dari diskusi itu akhirnya cikal bakal program itu lahir? Kalau kita bicara cikal bakal program itu. Itu menyebabkan kita nyaman berdiskusi. ya ke atas. begitu dia menjadi Gubernur. orang yang paling gampang diajak bicara. Apakah dia menjadi enabler atau provider. di kota-kota besar di dunia ini yang tinggal di pusat kota orang miskin. peran pemerintah lebih berat ke enabler. tidak ada provider. Dan memang karena rakyat belum mau dan pihak swasta belum mau terjun ke situ. tapi naik karena di manapun juga tanah yang ada tidak diciptakan lagi sehingga makin lama semakin mahal. didapat beberapa usulan antara lain yang terkait dengan rusuna ini. 16 . Kalau dia jadi enabler. Orang-orang yang tinggal di pinggiran kota itu orang kaya yang punya fasilitas. Banyak toko-toko besar ada di pinggirpinggir kota sehingga tidak memacetkan lalu-lintas. dia mencoba. Tapi memang waktu itu kami intensif diskusi dengan Pak JK (Jusuf Kalla-red). Itu kesatu.000 tower itu tercetus? Kalau soal ide itu memang usulan dari Jusuf Kalla. Kutipannya: Bagaimana ide awal program 1. Di awal pembentukan kementerian. Artinya. kesimpulannya marilah kita galakkan pembangunan rusuna baik sewa maupun milik.

kita dorong semua masuk dulu rusunami. program ini harus dilanjutkan. tergantung pada pasar (fnd). Tetapi karena program ini program baru. meneruskan dan memperbaikinya karena sangat perlu. kita jangan merasa sayang atau merasa tidak boleh misalnya pihak swasta mendapat keuntungan. 20 lantai atau 30 lantai. Maksud saya. Demikian juga dengan pemerintah daerah di era otonomi daerah. Masih banyak daerah yang tidak mengerti aturan rumah susun. Pertama. Saya melihat winwin solution di situ. Kalau dibeli orang kaya pasti dipakai buat supirnya untuk pegawainya dan itu biarkan saja kata Pak JK. bagaimana Anda menanggapi peran Kemenpera sekarang yang sepertinya mulai mengarah menjadi penyedia (provider)? Fungsi itu bisa saja diemban. Bagaimana masalah di daerah lain di luar DKI Jakarta? Untuk menggerakkan rusunami di daerah perlu upaya yang lebih kencang. Jadi upaya kita bagaimana semua program kementerian itu di dukung juga oleh swasta. regulasi yang dulu dijanjikan pemerintah tidak kunjung datang akhirnya program ini tidak jalan. Sehingga saya di daerah dapat bantuan gratis dari teman-teman REI karena setiap Musda (musyawarah daerah-red. kalau kita bicara undang-undang rumah susun jangan bergelut yang 10 lantai. Karena itu kemudian Anda dekat dengan pengembang karena mau membujuk mereka bangun Rusunami? Saya memang harus mendekati pengembang. dia bilang nggak ada orang kaya yang menghuni rumah susun yang sempitsempit. Tidak ada dukungan akhirnya program ini mati suri. Ini cuma masalah waktu saja. tidak semuanya bisa efektif. Kalau saya lihat sekarang ini mandek di jalan. Lalu apa saran Anda terhadap Gubernur DKI yang baru agar program rusunami dapat berlanjut dan bisa diterapkan di lapangan? Kita berharap supaya beliau mau menengok kembali kebijakan yang diterapkan Pak Sutiyoso. Semua itu sebetulnya dari diskusidiskusi kami dengan Pak Jusuf Kalla. kebutuhan di daerah belum sekencang di DKI. Saya melihat dengan ketiadaan anggaran. Dia bisa saja tidak suka dengan keputusan seorang menteri dan tidak menjalankannya. sumber foto: fnd Banyak yang kemudian bilang rusunami itu akhirnya salah sasaran? Kadang-kadang salah sasaran itu istilah manis yang nggak jelas maknanya. Hal itu karena setiap ganti menteri. Mau tidak mau kebutuhannya (rusun-red.) REI sebagai kanwil-kanwil Kementerian Perumahan. Istilahnya jadi pionir saja. Tetapi intinya. saya mendekati teman-teman pengembang. ganti kebijakan. Cuma keuntungannya bisa diatur. peraturan perda-nya sendiri masih harus dibuat. Kenyataannya bahwa sekarang mati suri. Menurut saya.Maret 2013 Apakah soal kekumuhan itu tidak dipikirkan juga dimasa Sutiyoso? Sudah dan rapat itu dihadiri oleh Fauzi Bowo sendiri sebagai Wakil Gubernur waktu itu. Bagaimana tanggapan Anda? Iya itu yang saya sayangkan. Kedua. Rasanya dalam setiap musyawarah kerja DPD REI. 17 . Jadi menurut Anda sebaiknya program ini lanjut atau tidak? Kalau kita bicara masa sekarang. membatasi pada enabler saja juga tidak efektif. Itu karena kebutuhan kawasan perkotaan. ganti prioritas.) saya minta saya mau datang asal teman-teman mengundang seluruh bupatibupati di ibukota propinsi untuk rapat kerja. pada umumnya saya datang. kalau Kementerian Perumahan Rakyat mau jadi penyedia (provider). waktu saya tanya pada beberapa orang. Saya melihat. Bahkan dengan seorang wakil presiden pun dia berani tidak menjalankan perintah beliau karena merasa dia dipilih rakyat di daerahnya. Terpaksa kalau masyarakat belum bergerak ke situ. Tidak bisa sekaligus seluruh aturan dibikin.) akan dirasakan. Kenyataannya itu bisa terjadi. Hanya sebagai pendorong tadi. mau tidak mau dilanjutkan. waktu dia beli mungkin hidupnya tidak seperti sekarang. Bahkan ada yang bilang sudah mati suri. itu kalau terpaksa saja. Sekarang setelah pengembang mau bangun. Tapi bagaimana rakyat harus dibiasakan membuat rumah 2 lantai 3 lantai supaya secara kultural mereka terbiasa hidup di rumah susun. kemudian ada semacam kesepakatan bahwa saya untuk sementara akan memfungsikan DPD-DPD (dewan pimpinan daerah-red. Terakhir. Kenapa ini terjadi? Karena tidak ada kepastian hukum. Kalau kita ingin swasta mau masuk rusunami maka kita juga harus bisa mendorong mereka.Edisi 3 . Oleh karena itu. operasional ke daerah sangat terbatas. Menurut saya yang lebih liberal lagi itu pendapat Pak JK. Kita banyak bicara. Salah satunya.

sentosajakarta. HOLIDAY STYLE. 62 SITE OFFICE JL. S LUXURY LIVING HOLIDAY STYLE JAKARTA NOW SELLING HEAD OFFICE JL. 18 . pada lahan seluas 2. AMPERA RAYA NO. satu serviced residence dan satu menara perkantoran.7 Ha. Sentosa Residence Jakarta akan mencakup tujuh menara terintegrasi yang terdiri dari lima menara apartemen.com entosa Worldwide Resort menghadirkan kembali proyek terbaru di kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat dengan nama Sentosa Residence Jakarta. Kehadiran proyek ini merupakan kerja sama strategis Sentosa Worldwide Resort dengan Bahama Group.LUXURY LIVING. +62 21 42 888 000 f. Total jumlah unit apartemen Sentosa Residence Jakarta adalah 687 unit. 1 JAKARTA INDONESIA t. CEMPAKA PUTIH RAYA NO. +62 21 42 887 000 www.

Selain program kawasan baru. Dan tak semuanya dijual pada masyarakat karena sebanyak 122 akan dijadikan unit yang disewakan sebagai subsidi silang pengelolaan rusun setelah beropera­ si. Direktur Utama Perumnas menyata­ kan program pembangunan Rusunami Tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran ini terwujud dari sinergi Kemente­ rian BUMN. Pemprov DKI Jakarta dan PT. terlihat a­ ngin segar terkait pengembangan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). di lahan milik Perumnas Pulogebang Jakarta Timur.” imbuhnya. Ditengah mati surinya pembangunan rusunami ternya­ ta ruang untuk hunian bagi masyarakat kecil di kota masih terakomodir walau jumlahnya terbatas. ditetapkan kriteria-kriteria terten­ tu agar peruntukanya tepat sasaran. Tentunya akan mendapat tanggapan pasar yang tinggi. Perjalanan pro­ gram 1.000 Tower ini tak lepas dari peran Perumnas. Perumnas merupakan lokomotif pembangunan perumah­ an untuk masyarakat Indonesia. Himawan menambahkan. Untuk itu. program 200 tower dapat dikerjakan dalam jangka waktu 3 sampai 4 tahun dengan total 80 ribu unit hunian atau 320 ribu jiwa dapat dirumahkan. Jakarta Pusat. peremajaan rumah susun tua dan pemanfaatan lahan Perumnas yang banyak dihuni para penggarap. Tower A4 dan A5 rusunami Bandar Kemayoran ini akan menyediakan 512 unit hunian yang dijual dengan harga khusus.000 Tower J sumber foto-foto: perumnas elang 6 tahun Program 1. Saat ini di tanah tersebut. Pertengah­ an Maret lalu.Edisi 3 . Saat pertama kali program ini dicanangkan oleh Jusuf Kalla dan kemudian diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang. Pembangunan rusun oleh Perumnas ini merupakan kelanjutan dari program yang pernah diusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta mengenai program pembangunan 200 tower di atas lahan Perumnas. Mengingat kawasan ini sangat strategis dan dilengkapi dengan fasilitas memadai dan akan dijual dengan harga dibawah ketetapan pemerintah. Perumnas dia­ manatkan untuk membangun rumah murah yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Maret 2013 Bersinergi dengan Berbagai Pihak. Yudhoyono. Program ini juga dapat bergulir untuk membangun Tower berikutnya. telah berdiri Sentra Timur Residence yang dalam pembangunannya Perumnas berko­ laborasi dengan (PT Bakrie Pangripta Loka ) Bakrieland Development. Unit-unit tersebut memiliki 1 kamar tidur dan 1 ruang keluarga serta kamar mandi. Lebih jauh Himawan mengutarakan bahwa. Kementerian Perumahan Rakyat. Hutama Karya (Persero). “Percepatan 19 . secara berkesinambungan. Perumnas Hidupkan Kembali Program 1. juga pena­ taan kawasan kumuh dan padat di tanah Perumnas. Perjalanannya sedari tahun 1974 saat pertama kali didirikan. Sinergi Perumnas Sebagai BUMN yang bergerak pada bidang properti.000 Tower Rusun. Himawan Arief. Perum Perumnas melakukan prosesi ground­ breaking atas pembangunan rusunami tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran. Program ini didu­ kung oleh Kementerian BUMN melalui program PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) BUMN. ”Program ini merupakan terobos­ an yang sangat baik bagi masyarakat menengah ke bawah untuk tinggal di rumah yang relatif dekat dengan tempat kerjanya. Program ini nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan lebih banyak tower rusunami di Jakarta. Proyek ini dikonsep sebagai Central Bussines District (CBD) baru di wilayah timur Jakarta. Program Rusunami dapat terwujud apabila ada kerjasama antara Perum Perumnas dan Pemprov DKI Jakarta dalam penyediakan lahan baik milik Pemda maupun milik Perumnas.

Bakrieland dan Perumnas juga sukses menjual 3 tower di tahun 2008 di Sentra Timur Residence Tahap I yang terdiri dari Grey Tower (24 lantai. Jakarta Timur.” jelas Himawan.600 jiwa. Orange Tower yang memiliki 20 lantai dengan 390 unit hunian sudah terjual habis. Di tempat ini. Dan beberapa waktu lalu baru saja dilakukan topping off Tower 4. Perumnas juga akan merevi­ talisasi rusunami tua yang sudah dihuni puluhan tahun. Kondisi terkini pembangunan proyek Sentra Timur ini terfokus pada Sentra Timur Residence tahap II yang terbagi atas 3 menara yaitu Orange Tower. Perumnas juga akan membangun puluhan tower Rusunami di Pondok Kopi. berdampingan dengan terminal terpadu Sentra Timur Pulo Gebang didukung sarana Bus Way koridor 11.Laporan Utama pengembangan Sentra Timur Super Blok ini bertujuan un­ tuk membuat kawasan bisnis baru di Jakarta Timur yang dilengkapi dengan hunian dan berbagai pembangunan highrise building untuk menarik konsentrasi bisnis ke arah timur Jakarta. di Cengkareng Perumnas juga mengembangkan rusunami dengan nama CityPark yang berkolaborasi dengan PT Reka Rumanda Agung Abadi. dan Stasiun Kereta Api Cakung. pemerintah provinsi DKI Jakarta akan lebih memberikan ru­ ang kemudahan terkait hunian bagi masyarakat berpenghasilan ren­ dah. 431 unit) dengan total keseluruhan unit sebanyak 1. dukungan pemerintah daerah juga merupakan bagian yang tak terpisahkan. Green Tower (20 lantai 428 unit). 534 unit). Melalui konsep sinergi ini. Konsep rusun ini memin­ dahkan masyarakat yang berada di kawasan kumuh dan padat. Saat ini kita minta izin perubahan peruntukannya saja. Proyek ini berdiri di kawasan Bumi Indah Cengkareng mi­ lik Perumnas. dan Yellow tower (20 lantai. Selain itu. Topping off yang dilakukan pada awal April lalu tersebut menandakan proyek ini akan segera melaku­ kan serah-terima kunci yang dijadwalkan pada Desember 2013. Ruby Tower. sehingga mengurangi beban mobilitas.900 unit hunian atau setara dengan meru­ mahkan 35. Diharap­ kan di era Jokowi ini. Sentra Timur ini merupakan kawasan yang prospektif mengingat lokasi yang sangat strate­ gis di pinggir Tol JORR. Kita punya kawasan 400 hektar di Bumi Cengkareng dan kita akan bangun 20 tower untuk dihuni warga. 20 sumber foto: perumnas . Perumnas ten­ tunya akan mempercepat pembangunan hunian vertikal. peresmi­ annya langsung dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain bagian dari program pembangunan 1. Sedangkan untuk Ruby Tower telah diluncurkan pada Desember 2012 lalu dengan penjualan mencapai 70 persen hingga saat ini. Rencananya di Sentra Timur Residence akan dibangun 17 Tower atau lebih kurang 8. dan Tosca Tower. Sebelumnya. Selain membangun 20 tower Rusunami di Cengkareng. Sedangkan Tosca Tower akan siap diluncur­ kan pada Mei 2013 mendatang.” terang Himawan. akti­ fitas di pusat Jakarta.393 unit. Di CityPark ini telah terbangun 3 ribu unit rusunami dan sudah beroperasi sejak 2009 lalu. Ke depan di kawasan ini Perumnas berencana mem­ bangun 20 tower rusunami. Selain Pulogebang. “Proyek ini akan jalan tahun ini. juga merupakan bagian dari program 200 Tower yang digagas Perum Perumnas kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta yang sudah diusulkan kepada Gubernur DKI Joko Widodo beberapa waktu yang lalu. Bahkan juga diharapkan da­ pat merubah wajah kota menjadi lebih baik dengan memindahkan masyarakat yang berada di ka­ wasan kumuh dan padat ke rusu­ nami (aan).000 Tower.

Sukseskan Edisi 3 .000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 Program 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .000 Tower 5 April 2007 . REKA RUMANDA AGUNG ABADI Program 1.5 April 2013 PT.5 April 2013 PT.Maret 2013 Program 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. Primaland Internusa 21 Sukseskan .

Bally Saputra Datuk Jano Sati (CEO Riyadh Group Indonesia. 22 . swasta pasti juga tidak mau.5 yang menurut teman-teman jelas tidak menarik. Sehingga. Untuk Jakarta sumber foto: dok pribadi misalnya. Data terbaru menunjukkan. Dan itu saya rasa dirasakan oleh semua pengembang yang awalnya mau membangun rusunami. pria kelahiran Semarang. Termasuk saya tegaskan lagi REI tetap komit untuk membangun rusunami tentu dengan regulasi yang jelas dan mendukung. di DKI Jakarta hanya terbangun 79 menara dari target awal 258 menara atau sebanyak 32 proyek. Program 1. PPN (pajak pertambahan nilai-red.. Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013). Kita yakin kok.000 tower akan rampung 2 tahun yang akan datang. Tentu karena kami pebisnis kacamatanya adalah bagaimana supaya regulasi­ nya juga menguntungkan bagi kami pengembang.) misalnya di DKI Jakarta masih aturan lama maksimal 3. yaitu Setyo Maharso. Dengan catatan. Berikut petikan wawancara dengan beberapa nara sumber.Laporan Utama tentang Program 1. Itu sudah kami buktikan dengan banyaknya pengembang yang membangun apartemen milik begitu rusunami ini tidak jalan. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013). 4 November 1958 ini menceritakan bagaimana komitmen REI untuk tetap ingin membantu pemerintah menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan. Cakra Sarana Persada. Tidak ada insentif buat pengembang rusunami. Anggota kami sebagian besar kan terlibat membangun rumah bersubsidi program pemerintah. Berikut petikannya. tetapi kan tetap tidak bisa eksekusi (bangun-red). menjadi menarik untuk mengetahui pandangan pemangku kepentingan tentang pelaksanaan program 1. tentu Setyo mengerti benar dan jelas geram dengan berbagai langkah yang tidak pro bisnis yang kemudian diterapkan oleh pemerintah DKI Jakarta semasa gubenur Fauzi Bowo.000 Tower yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2007 silam belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Jadi kalau pembangunannya tidak jalan di lapangan bukan berarti pengembang tidak berminat. adalah salah satu rusunami pelopor. Belum lagi di luar Jakarta. Kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuat pengembang kebingungan sendiri. Tidak mungkin pengembang masuk. bagaimana dengan target REI? Kami yakin program rusunami 1. yang digawangi PT. kembali.216 juta. Mereka mau mengerjakannya.000 Tower. Itulah yang harus diperbaiki. miliknya.” Bukan berarti untuk rusunami REI juga sudah kibarkan ben­ dera Putih? Waktu dulu HUT REI ke 40 di Manado kami katakan kalau masalah rumah sejahtera susun ibaratnya pengembang sudah angkat ben­ dera putih atau menyerah. Tetapi kan REI tetap komit akan janjinya membantu program Pemerintah? Iya pasti. Pandangan Pemangku Kepentingan K “Program Rusunami Bisa Jalan Lagi Asalkan…. Tetapi tentu ada yang salah. Proyek rusunami ”East Park” di Jakarta Timur. Bagaimana tanggap­ an Anda?Apakah anggota REI juga sudah tidak berminat lagi membangunnya? Saya rasa teman-teman tetap komit untuk itu. Nah sekarang harga memang sudah dinaikan jadi Rp. Sampai saat ini. sejak tahun 2007 hingga sekarang. mari kita carikan jalan keluar bersama-sama kalau ingin program ini berlanjut. Padahal. Selama belum. tapi rugi. kembalikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang pernah diberikan pada zaman Gubernur DKI Sutiyoso menjadi 6. Lalu aturan lainnya. Kepada HUD Magazines. Program ini sejak awal mendapat dukungan REI. Soal KLB (Koefisien Lantai Bangun­ an-red. mereka tetap komit untuk itu. Terkait hal tersebut. kebutuhan terhadap rusun sangat besar dan dapat membantu mengurangi backlog perumahan. khusus untuk rumah tapak sejahtera. Lukas Sartono (Direktur Utama PT. Reddy Hartadji (Chief Executive Officer/CEO Bahama Group.000 Tower Perjalanan program 1. pasarnya besar. REI selama ini selalu di depan. agar secara bisnis kami tidak dirugikan dan kami punya tanggung jawab untuk membantu pemerintah. Tentu sebagai pebisnis kami harus berpikir ulang. regulasi yang lama dapat dikembalikan oleh Gubernur Jokowi sekarang. Ketua Umum DPP REI 2010-2013 etua Umum DPP REI ini boleh dikatakan adalah salah satu pelopor sekaligus merasakan sendiri bagaimana tidak kondusifnya berbagai aturan yang diterapkan pemerintah terkait program 1. Kalau harga usulan pengembang diterima maka bisa berjalan lagi.000 Tower sejak dicanangkan oleh Presiden RI tahun 2007 lalu nyaris mati suri. yang saya dengar dari rekanrekan. REI itu dengan pemerintah adalah mitra. Sanggar Hurip). Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra. Setyo Maharso. Jika regulasi yang ada mendukung. REI sudah banyak menyampaikan usulan baik lisan maupun tertulis agar program ini betul-betul berjalan dan dinikmati masyarakat. Kami sudah membangun lebih dari 3 juta unit rumah bersubsidi. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. tidak ada gebrakan.) misalnya belum disesuaikan. Presiden Direktur Bahama Development. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) 2010-2013.000 Tower di lapangan dan peluangnya ke depan.

Ia juga mengaku korban bujukan. Bahwa dengan KLB 3.2 juta bagaimana bisa bangunnya. ya ditingkatkan. Karena itu. dari sisi harga. sekarang dengan Rp. demikian nama proyek rusunaminya. dibalik perjalanan 6 tahun program 1. Misalnya. Hipotesanya benar apa nggak? Kalau hipotesanya itu bahwa ini bisa ditingkatkan.5 atau yang dulu itu kumuh apa nggak. Sudah ada rumusnya”. Bukan hanya sosialisasi. Berikut pe­ tikan wawancaranya. Dulu. dan beberapa kondotel. Itu tidak Rp. Dan orang-orang ini tidak tergusur karena akan tinggal di rusunami. Sebenarnya kalau bicara rusunami itu adalah alat untuk menyelesaikan daerah kumuh. Reddy Hartadji bangkit kembali melalui usaha impor anggur.000 tower itu sifatnya hanya pencanangan. daerah kumuh sekarang ada 13 hektar atau 20 hektar.Edisi 3 .2 juta itu. Tanggapan Anda mengenai penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Coba itu dievaluasi. Apa penyebab mandek-nya program 1.). disela-sela kesibukannya. Entah siapa yang membujuk dia. tinggal ketersediaan lahan.Kita harus sepakat dulu ini harus dievaluasi semua jangan sampai salah-salahan. Harapan Anda mengenai program rusunami? Yang punya kewenangan mengenai KLB (Koefisien Luas Bangunan) itu adalah di DKI. seperti Sea Sentosa di Pulau Dewata. Nah lahan ini harus ada satu kerja sama yang baik antara pengembang dan tanah-tanah di DKI. Tidak hanya suplai saja dan tidak hanya demand-nya saja. Tidak bisa dengan keputusan menteri. Ini kan sebenarnya dari rumah tapak (landed) ke rumah susun (vertical) kan perlu perubahan gaya hidup. tapi evaluasi bahwa harus ada satu titik rumah susun itu layak atau bahwa itu adalah alternatif yang baik. perlu pendidikan dan perlu tahapan. simbolik. Menara Kebun Jeruk. Menteng Square. tapi kita jangan bicara untung dulu lah. Berarti ujungnya adalah kita harus mendapatkan tanah yang Rp. Nah. proyek kerjasama dengan almamaternya. Kini dibawah grup Bahama.  Ia-lah pengusaha dibalik sukses proyek Botani Square. BUMN-nya mau apa nggak?. “Tinggal tunggu Gubenur. kalau itu tidak didasari oleh studi juga nggak ada gunanya. Nah.Maret 2013 Reddy Hartadji.2 juta per meter. tanahnya harus berapa. kemudian ada sebagian untuk dijadikan stadion atau untuk lapangan apa yang sosial tapi yang 6 hektar dijadikan rusunami. Reddy juga memiliki setumpuk portofolio di proyek residensial sampai hunian jangkung. Bagaimana menggairahkan kembali pengembang untuk membangun rusunami? Kalau pengembang kan very simple bahwa kembali lagi pengembang itu bisa bangun. Di tarik ke belakang. yang paling siap itu DKI Jakarta.1 juta harganya kan.216 juta itu sudah cukup bagus. Yang dulu berubah-berubah (aturannya).000 menara ia banyak terlibat sejak awal. pria bertubuh tambun ini menceritakan banyak masukan soal program populis bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan ini. Itu lebih penting. kita menganggap bahwa proses ini harus dijadikan suatu proses belajar.Ia hanya menjawab pendek. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1. Sebut saja Latumenten. Sekarang kalau tanah nggak bisa dapat Rp. Tapi perlu edukasi.2 juta itu kan. Proyek ini berhasil kalau ada titik temu (antara) suplai dan demand.1 juta. masalah lahan pemprov DKI harus turun tangan. Saya kira dengan harga Rp. Menara Cawang. Kita semua kalau ingin memajukan rusunami. Dan ketika ditanya apakah mau membangun rusunami lagi. Artinya. Presiden Direktur Bahama Development.2 juta per meter kalau itu full residence. sebelum akhirnya mendapatkan sejumlah momentum terbaik di dunia properti. Reddy adalah pelopornya. Sekarang aturannya sudah ada. Harus di evaluasi lima tahun terakhir ini apakah yang KLB 3. Tanyakanlah kepada BUMN.5 atau 5 itu berjalan atau tidak. siapa yang punya tanah Rp. Proses belajar ini tidak hanya kepada suplai (penawaran red. IPB. Bagaimana dengan permintaan rusunami? Banyak. dari sisi pengembang. Nah. Walaupun dia mengaku babak belur tetapi ia selalu bersyukur. REI merekomendasikan tidak lebih dari Rp. CEO Bahama Group. Begitu sajalah. kemudian bisa jualan dan bisa bangun. Tapi.000 to­ wer sejak diluncurkan tahun 2007 silam? Ya sebenarnya begini dari 2007 atau enam tahun terakhir ini kan istilahnya rusunami adalah proyek pasang surut. Dalam hal ini pengembang/deve­ loper (pemda DKI) dan sebagainya. Itu baru di titik berhasil. sumber foto: dok pribadi Bagaimana dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait rusunami? Justru kalau boleh dikatakan. rusunami yang ada sekarang di evaluasi terlebih dahulu. Pak Foke dengan KLB 6 ditakutkan akan ada daerah-daerah kumuh di rumah susun karena ketinggian. Bisa dijual Rp. selalu ada hikmah dibalik itu. Di kelas hunian jangkung bagi MBR. Dari sisi konsumennya pun harus ada suatu proses belajar. Ada satu proses evaluasi dari sisi suplai. 23 .000 Tower? Kembali lagi 1. pelan tapi pasti benderanya kian berkibar kencang. Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 “Evaluasi Menyeluruh Program Rusunami” S empat terpuruk akibat tergiur bisnis perkebunan.

Sejatinya ini adalah proyek apartemen sederhana atau yang dikenal sebagai rusunami. yang meliputi 3. terbuka hatinya baru bisa terang lagi cahaya rusunami. rencananya akan diba­ngun 7 menara apartemen dengan total 3. 24 . harus ada keseriusan dari pejabat yang lebih tinggi dari Menpera. termasuk harga jual. Soal keseluruhan aturan.Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra. Kuncinya. Bukan lagi Jalan di Tempat” Bagaimana Anda melihat permintaan rusunami? Sangat tinggi sekali. Tidak hanya soal perijinan. Jenis properti yang digarap pun semakin beragam. BUMN diambil tanahnya dibayar seharga Rp.). Di atas lahan seluas 5 Ha. pengembang ini  menorehkan jejak ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Tidak ada satupun yang jalan.Laporan Utama Bally Saputra Datuk Jano Sati Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia. Terobosan langsung dari Presiden? Ya. Jakarta Selatan. pengembang “urang awak” yang membangun apartemen Pancoran Riverside dengan jargon “Apartemen for Rakyat” itu. Tapi kalau masih sibuk dengan yang lain-lain masih belum bisa. bukan jalan di tempat lagi. Jadi. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 S “Program Rusunami Mundur. Jadi. swasta nyari yang menguntungkan karena program rumah murah ini kan program pemerintah.000 To­ wer sejak diluncurkan Tahun 2007 silam? Masih jalan di tempat. Jadi. fasilitas olah raga sehingga lebih bagus sosialisasinya daripada tinggal di landed (rumah tapak-red. Harapan Anda terhadap program rusunami? Harapan saya Presiden turun tangan. Melalui Keppres bisa kan tinggal menindaklanjuti memperbarui Keppres yang ada mengenai harga jual dan semua. Di Jakarta. ”Semula seluruh unit dijadikan rusunami.200 unit rusun dan sisanya apartemen komersial. dulu kan RI 1 langsung ditindaklanjuti RI 2 kan Pak Jusuf Kalla. Apa solusi agar pembangunan rusu­ nami kembali bergairah? Bukan hanya Kemenpera yang turun tangan.600 unit.Malahan jalannya mundur ke belakang. memang sama sekali tidak ada keseriusan peme­ rintah dalam hal pembangunan rumah susun milik di Indonesia. Ini untuk jangka panjang demand-nya sangat besar sekali. Itulah yang dialami dan tengah dirintis Riyadh Group Indonesia. Usai menancapkan taji di kota Padang dan beberapa daerah di Sumatera Barat. tak hanya perumah­ an  tapak juga hunian vertikal dan beberapa ruang komersial. Dan siapa bilang hidup dirumah susun orang tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Riyadh Group Indonesia melalui anak usahanya PT Graha Rayhan Tri Putra menggarap Pancoran Riverside.” kata Bally Saputra Datuk Jano Sati. minimal Presiden karena Menpera sendiri nanti nggak disetujui sama Menteri Keu­ angan. untuk sementara rusunami stop dulu. tidak hanya Menpera. Kita kan swasta. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1. perizinan yang sulit. Ini karena tidak adanya peran serta atau keseriusan dari pemerintah untuk mendukung terjadinya pembangunan rusunami ini baik dari Menpera maupun dari presiden sendiri. Portofolio vertikal perdananya itu berlokasi di kawasan Kalibata. keseriusan Presiden untuk memulai lagi (program rusunami). Jadi kita kerjain yang low cost apartemen saja. Menurut Anda bagaimana penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Itu sudah lama usulannya. Itu semua di bawah instansi presiden.  Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia Berikut petikan wawancara dengan Bally Saputra. masuk ke segmen apartemen menengah de­ ngan harga Rp 250-600 juta/unit. biaya tinggi dan harga patokan rusunami? Karena nggak ada regulasi yang dibikin pemerintah. Dulu udah oke masih Pak JK (Jusuf Kalla red. tetapi kondisi pasar dan masyarakat minta kuali­ tasnya ditingkatkan. Tetapi di te­ ngah jalan perseroan harus berputar haluan. Pendapat Anda mengenai bebagai kendala seperti regulasi. Saat ini sudah tidak ada lagi pembangunan rusunami? Sudah nggak ada lagi. Apalagi ada beberapa yang sudah berdiri dan orang sudah merasakan manfaatnya tinggal dan hidup di rumah susun dan apartemen. insentif pemerintah itu nggak ada yang jalan semua. Di Indonesia untuk masyarakat bawah tidak dipikirkan oleh pemerintah. punya fasilitas umum. sumber foto: dok pribadi Anda melihat ke depan apakah ada ti­ tik terang program rusunami kembali berjalan? Sampai saat ini gelap. kecuali Presiden dalam beberapa bulan ini terbuka matanya.).2 juta per meter. terutama Presiden harus turun tangan bahwa ketersediaan lahan di Indonesia akan semakin berkurang. Kalau nggak ada untung ngapain kita kerjain. Kalau hanya mengandalkan pasar.Kalau orang kaya saja dipikirin pemerintah. Kita harapkan buka mata dan buka hati untuk Presiden bagi program rusunami. tapi tidak bisa ditindaklanjuti karena peran presiden nggak jalan. sehingga kami masuk pasar komersial juga. Jangan dibebankan ke swasta. tapi nanti bisa dibangun rumah susun baik sewa maupun milik. ebuah pencapaian. Justru dengan (tinggal) di rumah susun sosialisasi lebih terarah de­ ngan baik karena tinggal berde­ katan. Kalau tanpa ada campur tangan Presiden jangan harap rusunami bisa bergerak lagi.

Sanggar Hurip Estate. Kalau tanah menurut saya kalau di Jakarta agak ke pinggir. Cuma kita harapkan juga dukungan dari pemerintah semakin lama semakin so­ lid. khusus untuk rumah susun apalagi.Edisi 3 . Perseroan telah memiliki beragam portfolio pengembangan properti dari berbagai segmen. adalah lakon dibalik kesuksesan perusahaan. kenyataannya di daerah insentif tidak ada sama sekali. terutama dukungannya. di mana pun kesulitan toh nantinya akan ada.Maret 2013 B “Kementerian Satu Step Selalu Terlambat” gori bersubsidi konsumen tetap tidak bisa akses. Perumahan Cihanjuang Estate. apapun keputusan dari kementerian itu satu step (langkah-red. Buat saya yang lebih penting bukan dari tanahnya. Tetapi sekarang aturan yang bagus itu dirubah lagi jadi setiap tahun pemerintah harus revisi harga. Demand nggak akan bisa berku­ rang se­ iring dengan perkembangan kota.” cetus Lukas. Bagaimana Anda melihat masa depan program ini? Harusnya kalau program untuk rakyat nggak boleh berhenti. Itu masih dimungkinkan. Direktur Utama PT Sanggar Hurip. program rusunami 1. antara lain Kompleks Ruko di Tegalega. PT. Apalagi Apartemen Sanggar Hurip . Karena itu kami sangat bersemangat membangunnya. rusun itu kan ada FLPP-nya yang digulirkan pemerintah yang disalurkan oleh perbankan. Dengan permintaan yang tinggi. Harapan terhadap program ini? Ini kan program pemerintah jadi nggak ada istilahnya untuk berhenti.Sekarang harga rusun walaupun masuk dalam kate- 25 . Menurut saya. agak ke tengah kota. tapi bukan artinya tidak bisa di realisasikan. juga harus mengeluarkan insentif yang konkrit bukan hanya diatas kertas. Ini yang kita lihat sangat terlambat. Kepada HUD Magazines. Pemerintah harus pro (mendukungred. terasa sangat jauh berbeda.Jadi ini bagaimana? Maksud saya begini. Seharusnya mendapat dukungan yang benar-benar penuh. Jadilah kemudian “Apartemen Sanggar Hurip . Petikannya. Komprehensif dukungan. cukup hanya melihat pokok kre­ ditnya masuk FLPP atau tidak. dan masih banyak lagi. Dari evaluasi sampai keluar itu kan butuh waktu paling nggak setengah tahun sampai setahun. Ini yang harus dikejar oleh orang yang benar-benar ingin tepat sasaran sebab masyarakat ini bisa hidup ditatanan modern. Perlu diperhatikan pengembangpengembang yang serius dalam hal penyuksesan 1. Itu kan penting sekali sehingga siapapun akan tertarik untuk menyukseskan program ini.Soekarno Hatta” sebagai proyek rumah susun milik pertama di Bandung. PT Sanggar Hurip adalah salah satu pengembang terkemuka di Bandung. Sanggar Hurip mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk ikut serta dalam menyukseskan “Program 1. Kita juga minta wujud nyata dukungannya. Bagaimana Anda melihat perkem­ bangan program 1. “Apartemen ini menunjang kebutuhan akan hunian di wilayah Bandung Timur yang sangat besar yaitu hunian dengan fasilitas lengkap serta dekat dengan pusat keramaian/kota. Dan pada saat keluar harga itu sudah nggak bisa cocok lagi dan sudah harus naik lagi. Tanggapan Anda mengenai sulitnya mencari lahan? Dari kementerian banyak memberikan solusi. dari kementerian itu satu step posisinya selalu terlambat.000 Tower”. Yang jadi masalah dukungannya. Sehingga tidak menarik lagi.)posisinya selalu terlambat. Misalnya dalam hal menda­ patkan izin. Tetap bisa direalisasi. Perumahan Margahayu Permai. sang pelopor Rusunami di Ka.000 tower yang digulirkan sejak 2007 silam mengalami mati suri. kualitas pengembangnya juga. Sekarang. Di mana lahan pemerintah yang bisa diaktifkan. keberpihakan dulunya sangat memperhatikan sekali kesulitan-kesulitan pengembang untuk menggolkan 1. saat ini dirasa kurang.000 to­ wer sejak di­ luncurkan tahun 2007 silam? Sejak program 1. Sekarang. Dulu ada aturan yang bagus. kemudahan dalam hal pembiayaan.sumber foto: dok pribadi wasan Bandung ini mengeluhkan berbagai hal. Misalnya harga rusun itu dievaluasi. pemerintah tidak perlu harus merevisi harga. Jawa Barat. Pasti tinggi demand-nya. Sayangnya akibat berbagai regulasi yang tidak mendukung proyek yang semula khusus untuk MBR dengan kepemilikan melalui KPR FLPP terpaksa harus disesuaikan dengan mekanisme pasar.Soekarno Hatta  juga termasuk dalam kawasan pengembangan kota Satelit Gede Bage yang mempunya prospek luar biasa bagus untuk segi ekonomi dan sosial bagi masyarakat Bandung karena letaknya berdekatan dengan Stadion Utama Sepak Bola Gede Bage (stadion olah raga bertaraf internasional). Akibatnya. Sanggar Hurip erdiri sejak tahun 1980.000 Tower ini.000 Tower. Ijin-ijin memang harus dimudahkan ka­ rena ini kan untuk MBR. Kedua. Sasaran pemerintah juga sa­ ngat bagus. Kalau di daerah. Artinya perlu revisi regulasi ? Regulasinya awalnya sudah bagus. Tapi. Lukas Sartono.). Saat ini yang saya tahu FLPP itu sangat sulit untuk dimohonkan. Kalau istilah turun atau berkurang itu nggak mungkin karena demand akan semakin banyak. di samping itu harga terjangkau untuk masyarakat.” cetusnya. (fnd) Lukas Sartono. Contohnya pada saat kita mengajukan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Pada tahun 2009. Direktur Utama PT. kita harus memodernisasi hunian terhadap MBR ini. Lukas Sartono. Di samping konsumen juga susah mau ambil KPR FLPP. Persoalan pembiayaan memang disini sangat harus diperhatikan. Perumahan Cisaranten Indah. “Soal harga.000 Tower ini dijalankan pertama kali. bagaimana prospek pemba­ ngunan rusunami? Betul. tapi harus komprehensif. Nggak akan mungkin turun.

Nah. bunga kepada penyandang dana talang­ an. Tapi bagi mereka yang ingin memiliki hunian murah di tengah kota ini tak masalah. “Dengan skema sewa-beli. dengan konsepnya yang sederhana ini. Namun ini tak mengurangi estetika ruangan. Dan yang paling memangkas pengeluaran adalah dalam setiap unit rusunami tak menggunakan plafon.” jelas Endang. saat pertama kali merencanakan pembangunan rusunami ini berpatokan pada ide awalnya bahwa rusunami ini diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. pribadi alam berbagai kesempatan pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat menyampaikan bahwa selain rumah murah tapak. Bahkan untuk tujuan lain. Ini dilakukan untuk mengurangi beban bangunan. terkait kedalaman pondasi bangunan yang tentunya akan mengurangi biaya pembangunan. investor tentunya akan lari karena bentuknya kurang menarik. Selanjutnya dengan ketinggian yang minim ini. Endang Kawidjaja menceri­ takan. berbagai elemen yang bisa disiasati diantaranya bangunan diminimalkan bentuk dan fungsinya. Direktur Utama PT. ketimbang membeli secara tunai. umpama pekerja katakanlah Jamsostek. masyarakat bawah dapat memiliki rusunami dengan syarat membayar 4 komponen. pemerintah juga berjanji akan memasilitasi kepemilikan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rusunami Delta Cakung tidak dikembangkan dalam ketinggian kebanyakan rusunami. program rusunami yang semula diperuntukkan bagi masyarakat bawah justru bergeser membidik pasar kalangan yang tak semestinya. Ini menunjukkan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat bawah sebagai pengguna langsung masih sangat bergantung pada fasilitas pembiayaan kredit yang diharapkan dapat lebih berpihak pada MBR. Hal ini memang banyak terjadi dalam penjualan rusunami. Direktur Utama PT. Konsep sewa-beli dapat berlangsung selama tiga tahun. Siasati Bangunan Sebenarnya banyak cara agar program merumahkan MBR khususnya yang berada di tengah kota mendapatkan hunian yang layak.” kata Endang. masyarakat bawah mengembalikan uang hasil akad untuk dikembalikan kepada penyandang dana. Instalasi air dan listrik yang dibalut pipa disusun rapi di dinding bagian atas dan samping.5 juta Rupiah/bulan. tak memerlukan lift untuk mengangkut penghuni rusunami ke lantai-lantai atas.” tegas Endang (aan). Pada tahun ketiga sewa-beli. “Ini juga karena tuntutan masyarakat. konsumen Delta Cakung. Namun dalam perjalanannya setelah adanya subsidi fasilitas lift barulah dioperasikan lift. Delta Pinang Mas/ Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Rumah Susun DPP APERSI 2010 – 2013 Agar Tak Salah Sasaran. Salah satu cara yang dilakukan oleh PT Delta Pinang Mas yang merupakan pengembang rusunami Delta Cakung adalah dengan menyiasati bentuk bangunan. Hampir 100 persen masyarakat menengah atas membeli unit rusunami dengan cara tunai. tingginya minat masyarakat bawah untuk menyicil atau mengangsur kredit hunian tanpa memperhitungkan suku bunga kredit. melalui skema sewa-beli. Berbagai urusan kredit yang membelit masyarakat bawah dalam proses kepemilikan rusunami justru menjadi celah bagi masyarakat menengah atas dalam memperoleh rusunami yang ditujukan untuk tujuan investasi. investor rusunami juga kerap memindahtangankan kepemilikan unit dengan harga jual setara apartemen menengah atas. serta biaya charge dan biaya administrasi selama sistem sewa-beli ini berlangsung. Ironisnya. Rencananya kita akan melakukan prosesi topping off dalam waktu dekat ini. karena potensi sewanya memang ada dan juga besar. Padahal. Untuk itu. dan selama itu masyarakat bawah dapat menyelesaikan proses perbankan. tingginya hanya 6 lantai yang terdiri dari 2 tower dengan total unit sebanyak 520. Kita pun akhirnya menggunakan fasilitas ini dengan bantuan dari Kemenpera. konsep ini hanya sebatas ucapan saja tak sesuai harapan dan tak berjalan. 26 . Terbukti dari 520 unit yang ada semuanya sudah terjual dan 90 persen penjualannya menggunakan FLPP. Maka tak heran kondisi di lapangan justru kian menyulitkan MBR untuk memiliki rumah tapak murah atau rusunami. Idenya berangkat dari kenyataan bahwa dari sepuluh calon pembeli rusunami dari masyarakat bawah. Sayang. pengembang rusunami Delta Cakung. hanya sekitar dua hingga tiga calon pembeli rusunami masyarakat bawah yang lolos verifikasi. Endang mengatakan sebagian besar masyarakat bawah bia­ sanya tidak lolos verifikasi perbankan karena berbagai urusan administrasi tidak terpenuhi seperti data sumber pendapatan yang mengharuskan memiliki penghasilan tidak kurang dari 4.Laporan Utama Endang Kawijaya. Delta Pinang Mas. karena dari sisi perawatan tentunya akan lebih mudah dan juga mengurangi biaya tinggi. “Dengan bentuk desain interior demikian. Salah satu solusi ditawarkan oleh Endang Kawidjaja. ternyata ada hal lain yang patut jadi pemikiran baru agar konsep rusunami ini tepat sasaran. di antaranya uang muka. kemudian disewakan kembali dengan tujuan agar imbal hasilnya dapat melebihi keuntungan deposito. Sewa-Beli Bisa Jadi Solusi D sumber foto: dok. Dia menjelaskan dalam urusan ini ada jalan keluar lain bagi masyarakat bawah untuk memiliki rusunami. Rusunami yang dibeli oleh kalangan mene­ ngah atas pun disewakan dengan nilai yang berlipat-lipat dari nilai kredit. Faktor verifikasi perbankan selalu menjadi ganjalan MBR tidak lolos uji kelayakan sebagai syarat memiliki hunian.

GRAHA RAYHAN TRI PUTRA Edisi 3 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Maret 2013 Program 1.5 April 2013 27 .PT.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .5 April 2013 Sukseskan Program 1.5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower Program 1.000 Tower 5 April 2007 .

dan biaya yang ekonomis. program ini terus dilanjutkan sampai saat ini. juga merupakan terobosan karena menggunakan suatu proto­ tipe desain dan sistem pembangunan prefab. Pada tanggal 5 April 2007. Gambar 1 Rumah Susun Sarijadi Bandung dengan Sistem Brecast Perum Perumnas melanjutkan program pembangunan rusun di kota-kota besar lain seperti di Jakarta. karena menentukan keseimbangan antara keandalan bangunan dan harga ba­ ngunan. Menjelang 6 tahun berlangsungnya program ini. yang secara realitas menentukan pasang-surutnya program ini. dilakukan ground breaking di Rumah Susun Milik Pu­ logebang Jakarta yang dilakukan sendiri oleh Presiden. padahal sampai tahun 1980 baru 22. seperti terlihat pada Gambar 2 dalam ku­ run waktu 1979 – 1995.Laporan Utama Program 1. Pembangunan dilakukan dengan mengguna­ kan suatu prototipe desain gedung 4 lantai yang dibangun dengan teknologi sistem prefab “Brecast” yang berasal dari Inggris. pada pelak­ sanaannya mengalami pasang surut.Ir. Tulisan ini menyajikan kaji aspek teknis dan teknologis yang dimulai dari kilas balik program rusun dari sejak pertama kali secara formal diterapkan pada tahun 1974.000 Tower DR. Dari aspek kebijakan. Pada tahun 2000. namun melihat esensi dan urgensinya ke masyarakat. regulasi khusus yang dibuat untuk mendukung pro­ gram 1. Hari Nugraha Nurjaman. dan memberi gambar­ an ba­ gaimana seharusnya program 1. pasang surut penerapan di lapangan. Salah satu persyaratan keberhasilannya adalah pemenuh­ an persyaratan teknis dan teknologis. Saat ini. melalui Keppres 22 Tahun 2006. yang didampingi oleh beberapa menteri terkait dan kepala daerah.4% penduduk di Indonesia tinggal di daerah perkotaan. Kilas Balik Aspek Teknis dan Teknologi Rumah Susun Program rumah susun secara sistematis dimulai dari sejak tahun pembangunannya di Sarijadi Bandung pada tahun 1974 oleh Perum Perumnas. Teknologi yang digunakan pada u­ mumnya juga sistem prefab. Sistem precast saat ini memang merupakan pilihan utama. Gambar 2 Rusun Terbangun Tahun 1979 – 1995 di Kota-kota Besar (Jakarta dan Palembang) Urbanisasi di Indonesia terus meningkat dengan cepat. karena belum ada industri konstruk­ si nasional yang menguasai teknologi ini pada bangun­ an gedung secara utuh. seperti terlihat pada Gambar 1. namun pada tahun itu boleh dikatakan pertama kali diterapkan di In­ donesia untuk bangunan gedung. serta masukan untuk pelaksanaan program ini ke depan. Pemerintah sudah mulai meng­ antisipasi fenomena ini dengan membuat suatu program pembangunan rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang lebih sistematis. dengan Perum Pe­ 28 . kecepatan. Dari aspek teknis dan teknologis. penduduk perkotaan sudah mencapai 40%. bangsa dan negara. hal ini merupakan antisipasi jauh ke depan bahwa masyarakat perkotaan akan tinggal di rumah vertikal.000 tower. karena meru­ pakan terobosan baik dari aspek kebijakan maupun dari aspek teknis dan teknologis. yang saat itu masih merupa­ kan teknologi impor. Sistem precast adalah sistem yang memang mempunyai keunggulan in­ trinsik yang lebih baik dari sistem konvensional dalam hal mutu. Pada tahun 1995. rusun-rusun itu menjadi terletak di pusat-pusat kota. Palembang dan Medan.000 tower pada saat ini dilaksanakan. Momen ini adalah sangat penting. MT* Kajian Teknis dan Teknologis P rogram 1000 Tower adalah program percepatan pembangunan rumah susun untuk masyarakat ber­ penghasilan menengah bawah perkotaan yang diga­ gas Pemerintah pada masa kabinet Indonesia Bersatu jilid I.

dengan kapasitas produksi massal dengan harga yang ekonomis. peneliti.Edisi 3 . yang lalu dilanjutkan dengan penelitian dan pengembangan sistem pracetak tahan gempa oleh beberapa industri konstruksi nasional dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Per­ mukiman (Puskim) Kementerian Pekerjaan Umum. desain dilaku­ kan secara khusus untuk tiap lokasi. Pada fasa ini lah terintis suatu sinergi yang baik antara pemerintah. Pelaksanaan program ini dilaku­ kan dalam kondisi negara yang berubah secara drastis. terjadi perubahan be­ sar pada pihak yang menangani rusun untuk MBR. Pada tahun 1998. Jamsostek dan lainnya. diikuti oleh beberapa sistem lain.2006 Gambar 3 Pembangunan Rusun Era Tahun 1995 . 29 . seperti terli­ hat pada Gambar 4. yang saat itu sudah itu terdiri dari sistem pracetak dan sistem formwork.2002 Pada fase inilah pemerintah mendorong pihak industri konstruksi nasional untuk mengembangkan sistem pra­ cetak secara mandiri. Program secara efektif dimulai tahun 2002.Maret 2013 rumnas menjadi ujung tombaknya. yang saat itu dijabat oleh Soeharto. maka dibuatlah prototipe desain rusunawa Kementerian Pekerjaan Umum T-24 (2006). Pelaksanaan rusun pada era ini dapat dilihat pada Gambar 5. Program ini di sokong oleh beberapa pemerintah kota be­ sar seperti Jakarta. sehingga sampai tahun 2002 tersedia 6 sistem pracetak tahan gempa untuk bangunan gedung bertingkat medium. serta beberapa Badan Usaha Milik Negara seperti PT Pelindo. seperti terlihat pada Gambar 3. di lokasi pembangunan rusun di Cengkareng. penemu dan indus­ tri konstruksi nasional sehingga secara teknis dan teknolo­ gis kemampuan industri konstruksi nasional berkembang Pada era reformasi yang mulai menampakkan kesta­ bilannya pada tahun 1999 – 2004. Pe­ merintah Pusat mengambil alih peran utama lewat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan lewat Kementerian Pekerjaan Umum (dengan berbagai variasi namanya). dalam menghasilkan rusun untuk MBR yang berkuali­ tas. Gambar 4 Sistem Pracetak yang Berkembang pada Kurun Waktu 1995 – 2002 Gambar 5 Pelaksanaan Rusuna pada 2002 . dan Batam. paten pertama dihasilkan oleh industri kon­ struksi nasional. Proses dimulai dari alih teknologi pada pembangunan rusun Cengkareng (1995). Peresmian program ini langsung dipimpin oleh Presiden. Pada awalnya. Surabaya. lewat program uji coba rumah susun di 10 kota besar di Indonesia. Dari segi teknis dan teknologis. masing-ma­ sing menggunakan desain prototipe antara 4 – 6 lantai dan menggunakan sistem pembangunan yang lebih baik dari sistem konvensional. teru­ tama dalam aspek hubungan pemerintah pusat dan daerah serta metoda pengadaan barang jasa yang harus mengikuti aturan implementasi APBN. namun seiring dengan kebutuhan yang semakin besar.

000 Tower dalam as­ pek persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi agar mendapatkan bangunan yang memenuhi persyaratan na­ mun ekonomis. misal­ nya direkomendasikan peng­ gunaan beton pracetak untuk dinding fasad serta beton ri­ ngan atau kalsiboard/gipsum untuk dinding partisi dalam. Pada bagian akhir. Berdasarkan studi dari berbagai desain dan penerapan sistem pracetak. disusunlah proto­ tipe rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum seperti terlihat pada Gambar 6. Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. Suatu studi dari berbagai penerap­ an sistem pracetak di berbagai daerah. juga merekomen­ dasikan beberapa hal yang da­ pat membuat desain bangunan menjadi ekonomis. Peraturan teknis dan teknologis ini menjadi bagian terintegrasi dari seperangkat peraturan lain dari berbagai Gambar 7 Prototipe Rusun Bertingkat Tinggi dari Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 Kementerian dan Pemerintah 1 3 30 . kenyamanan. serta estimasi biaya pembangunan­ nya untuk rusun bertingkat 8.000 Tower Untuk mendukung program 1. selain menetap­ kan persyaratan keandalan bangunan gedung.Laporan Utama Pada era ini. Nunukan dan Entikong. juga disam­ paikan contoh desain bangun­ an rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi. dan kemudahan. Kedua peraturan ini. Kementerian Pekerjaan Umum mener­ bitkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. walaupun dalam jumlah 1 blok rusun saja di berbagai daerah jauh dan terpencil seperti Jayapura. agar secara desain lebih efisien dan peningkatan kualitas dapat dilakukan secara kontinu ber­ dasarkan desain yang standar. seperti sistem pracetak dan sistem formwork. 15 dan 20 lantai seperti terli­ hat pada Gambar 7. kesehatan. penghawaan dan kendali bau dilakukan secara alami. yang meli­ puti persyaratan keselamatan. Pada aspek arsitektur dan Mechanical Engineering (ME) Gambar 6 Prototipe Rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum misalnya direkomendasikan pencahayaan. Regulasi Khusus untuk Mendukung Program 1. Pada aspek konstruksi. terbukti dapat di­ terapkan dengan harga yang tidak lebih mahal dari sistem konvensional. sistem pracetak tetap menjadi andalan implementasi program. misalnya direkomendasikan menggunakan sistem pem­ bangunan yang lebih baik dari konvensional. Pada aspek material.

000. Program ini mulai menghadapi cobaan berat pada akhir 2007 dan awal 2008. Pada waktu sebe­ lumnya.05/PRT/M/2007 (tipe yang lebih kecil. serta mengisi rusu­ nami program 1. Maka ter­ ciptalah suatu pasar baru. harga khusus untuk posisi tertentu) bahkan sampai penurunan kualitas desain sampai dibawah standar yang ditetapkan dalam Per­ men PU No.200.bahkan oleh para pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun -. yaitu krisis moneter yang mengakibatkan kenaikan drastis harga besi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang juga menaikkan hampir seluruh komponen harga bangunan.500. lewat pembangunan rusunami di lahan Perumnas di Pulogebang. Pengembang lalu menyikapinya secara pragmatis. ada kamar tidur yang tidak mendapat cahaya langsung. namun pihak pemerintah tidak mampu melakukan hal tersebut karena alasan-alasan “birokratis”. Peraturan tersebut pada dasarnya memberikan berbagai insentif.000. yang jelas hanya bisa dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. yaitu “apartemen murah’ de­ ngan harga dibawah Rp. karena secara finansial cukup menarik dan banyak insentif yang ditawarkan. seluruh asumsi dasar per­ hitungan yang digunakan dalam membuat regulasi pendu­ kung menjadi mentah.05/PRT/M/2007. Keseluruhan desain dan metoda pelaksanaan memenuhi persyaratan teknis dan teknologis dalam Permen PU No. fasilitas yang mem­ beri kemudahan perijinan. Hal ini diperlukan karena program 1.ke atas.Maret 2013 Daerah yang menyangkut harga jual. agar swasta dapat terlibat untuk mendukung program pengadaan perumah­ an bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di kota-kota besar. Program Rusunami bersama Pengembang Program 1. yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya .000. mulai dari penaikan harga secara halus (peningkatan kualitas. Gambar 8 Peresmian Program 1000 Tower di Rusunami Pulogebang Gambar 9 Beberapa Contoh Desain Rusunami yang Tidak Memenuhi Persyaratan Teknis 31 . seperti terlihat pada Gambar 9. fasilitas dalam bidang perpa­ jakan dan lain-lain.000.000 tower pada dasarnya membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk berpartisipasi.000 tower dengan penghuni yang tidak masuk kategori MBR. Sejak itu pengembang swasta mulai banyak yang masuk ke pembangunan rusunami. kamar mandi tidak ada ventilasi dan lainlain). ketika terjadi dua kali kejadian pen­ ting. apartemen umumnya berharga Rp. Penerapan di Lapangan (2007 -2012) a. Secara faktual. ko­ ridor lebih sempit.000 tower diresmikan oleh Presiden pada tanggal 5 April 2007.Edisi 3 .-. seper­ ti terlihat pada Gambar 8. Pengembang minta harga disesuai­ kan.

tepat waktu. yang secara efektif merevisi berbagai insentif. Pasar ini tadinya merupakan “exit” dari pengembang swasta yang terlanjur masuk ke program 1.000 tower. Di luar dari carut marut tersebut. Para pengembang swasta sudah menyatakan secara verbal akan kembali mendukung program 1. Pukulan paling mematikan adalah keluarnya revisi Per­ gub tentang rusun. Para pengembang swasta yang sudah masuk ke program ini -dengan sudah melakukan investasi. dan bahkan terkesan menganggap pengem­ bang berusaha mengambil untung “terlalu besar”. selagi dilakukan diskusi untuk menyepakati aturan teknis. Pasar ini tadinya tidak terpikirkan oleh pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun. Pasar ini ternyata sangat kuat. Di pihak pemerintah sendiri. tidak sepenuh­ nya bisa satu suara dalam menyikapi hal ini.masih berharap bahwa Pemerintah – yang sudah mengundang mereka masuk – untuk bisa ‘memahami’ entusiasisme mereka dalam mendu­ kung program 1. dan juga Pergub DKI (misalnya insentif KLB) belum secara selaras direvisi kembali.Laporan Utama Aspek penurunan kualitas desain inilah yang mendo­ rong Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK) mengirim surat secara khusus ke Gubernur DKI. Pemerintah melalui Kemenpera akhirnya merevisi harga jual rusunami menjadi Rp. untuk meninjau kembali persyaratan teknis rusunami. namun pada dasarnya sikap mereka adalah “wait and see” apakah peme­ rintah konsisten dalam merevisi regulasi yang terkait. tampil­ an baik. b.000 tower.000 tower.200 jutaan. namun aturan dari Kementerian lain yang mendu­ kung (misal perpajakan). hampir semua rusunawa diba­ ngun dengan prototipe T-24 dengan menggunakan metoda pracetak. ekonomis dan yang penting tidak bocor). Program Rusunawa dari APBN/APBD Program rusunawa dari APBN/APBD ditangani di pusat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). maka peningkatan kualitas dapat dilakukan secara sistematis. seperti terlihat pada Gambar 10. agar dapat dijual pada segmen pasar baru tersebut. Ancaman lain adalah tim penye­ lidik pajak yang mengancam akan memberi sanksi pidana bagi pengembang yang memberikan bagian dari rusunami yang diusulkan termasuk program 1.216 juta. serta di daerah oleh beberapa Pemda seperti Pemda DKI Jakarta dan Pemkot Surabaya. De­ ngan cara yang konsisten ini. Gambar 10 Pembangunan Rusunawa Kementerian PU 2007 – 2012 dengan prototipe T-24 Gambar 11 Menteri PU dalam Peresmian Rusunawa Kampus ITB 2011 32 . Pembagian tugas antara Kemen PU dan Kemenpera sebenarnya cukup jelas. kepada penghuni yang tidak memenuhi persyaratan MBR. melalui pembinaan yang berkesinambungan pada para pelaku pembangunannya.4 tahun setelah ditetapkan standar prototipe . yang memang terdiri dari banyak instansi. Kemen PU sampai saat ini konsisten mengembangkan program rusunawa berdasarkan aspek teknis dan teknolo­ gis. Jelas bahwa saat ini pengembang swasta sudah punya pilihan di pasar “Apartemen Murah”. yang kemudian di­ lakukannya “razia” penyegelan banyak rusunami yang tidak memiliki IMB. walau di lapangan terkadang masih tumpang tindih. Pada tahun 2012. Pihak DKI lalu membekukan proses perijinan rusunami. Pada tahun 2007 – 2012. yang menyebabkan pengembang rusunami harus membayar denda. dengan jumlah rusun yang dibangun meningkat secara proporsional. Diskusi aspek teknis ini berlangsung hampir 2 tahun sampai tahun 2009. namun dengan carut marut yang ada mereka memutuskan menjual produk yang sudah terlanjur dibangun dengan sama sekali tidak menggunakan fasilitas insentif pemerintah. sehing­ ga secara alami para pengembang menggunakan prinsipprinsip aspek teknis dan teknologis yang tercantum dalam Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 untuk mendapat­ kan bangunan yang efisien. Birokrasi tidak dapat memahami mengapa pengembang meminta penye­ suaian harga.000 tower. Baru pada tahun 2011 . suatu legasi yang tidak terbantahkan adalah munculnya pasar baru “Apar­ temen Murah” yang berharga Rp. Ke­ seluruhan sikap pemerintah ini dianggap “pengkhianatan”. seperti yang dinyatakan Menteri Pekerjaan Umum pada peresmian rusunawa mahasiswa Institut Teknologi Bandung di Jatinangor seperti terlihat pada Gambar 11. termasuk masalah kepadatan hunian yang berimbas ke insentif KLB yang ter­ cantum dalam Pergub Nomor 137/2007. sehingga para pengembang swasta secara resmi ramai-ra­ mai mengundurkan diri dari program 1.Kementerian PU menyatakan bahwa sudah di­ capai taraf mutu rusunawa yang baik (fungsional.000 tower. yaitu Pergub Nomor 29/2009. jadi tidak perlu bergantung lagi pada “janji-janji” pemerintah.

Untuk rusunawa “reguler” jumlah dilipat gandakan dengan pengurangan jumlah lantai hanya men­ jadi 2 – 3 lantai. se­ perti terlihat pada Gambar 12. Pengabaian ini menyebabkan banyaknya pembangunan rusun tahun 2012 yang tidak tepat waktu dan kualitas yang tidak baik. sehingga tidak memerlukan persiapan as­ pek teknis dan teknologis yang terlalu “serius”. Kemenpera justru meng­ gagas konsep rusun super tinggi (di atas 24 lantai). Uji Coba 10 lantai tipe 36 dan 24 Baru setelah aspek teknis dan teknologis dapat dikuasai dengan baik oleh para pelakunya. dan bahkan sebagian direncanakan di atas jembatan kali Cili­ wung. Konsep ini merupakan loncatan yang terlalu jauh dari aspek teknis dan teknologis. yaitu penggunaan desain prototipe dan metoda pracetak. Masukan untuk Program 1. Ada kesan bahwa bangunan 2 – 3 lantai “mudah” dibuat. Kemen PU berharap desain ini dapat menjadi contoh nyata bagi pihak-pihak lain yang akan membangun rusun bertingkat tinggi. dan dibuat sesuai tematik dominan penghuninya (misalnya tematik nelayan. Kemenpera sampai tahun 2011 mengikuti pola Ke­ men PU. dilakukan pem­ bangunan rusunawa bertingkat 10 double loaded corridor dengan kombinasi unit tipe 36 dan 24 di Rempoa. karena hal tersebut memang sudah merupakan kebutuhan khusus. Jika diikuti pasti akan 33 . program ini tidak dapat optimal dijalankan. Pada tahun 2012. serta peningkatan jumlah rusun per tahun secara gradual.Maret 2013 Gambar 12 Rusunawa Rempoa. di era Gubernur baru. yang dikhususkan untuk pegawai Kemen PU. Pencanangan ini dilakukan sendiri oleh Menteri PU pada tahun 2013. Kemen PU akan melang­ kah ke variasi desain prototipe yang lain. namun perlu dicatat bahwa tanpa didukung persiapan aspek teknis dan teknologi yang tepat. untuk DKI Jakarta. Pada tahun 2012. yaitu tipe yang lebih besar (mengarah ke tipe 36 sesuai dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) dan bertingkat tinggi. terlihat jelas aspek teknis dan teknologis adalah aspek alamiah penting yang harus diperhatikan oleh selu­ ruh pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam program 1. Sebagai uji coba. sehingga sampai saat ini belum bisa terwujud. Di sisi lain. Gubernur secara spesifik sudah menyampaikan agar de­ sain rusun tidak “kaku” dengan berbasis hanya fungsional.000 tower. Pemda DKI Jakarta sampai saat ini masih mengikuti pola Kemen PU untuk rusunawa bertingkat medium sam­ pai 6 lantai. Saat ini sedang terjadi diskusi yang intens antarberbagai pihak terkait. pasar tekstil). terjadi perubahan orientasi yang tidak sepenuhnya berdasar kajian teknis dan teknolo­ gis yang tepat.000 Tower ke Depan Berbagai pengalaman penerapan yang dijabarkan sebe­ lumnya. Pem­ da DKI bertekad untuk membangun rusun tingkat tinggi untuk MBR dalam jumlah yang sangat banyak.Edisi 3 . mempunyai pencirian etnik Betawi.

Untuk Pemda DKI. Dari aspek hukum. mempunyai ciri Betawi. sehingga program pembangunan rusunawa dapat dilakukan kembali dengan baik. yang pada tahun 2020 diperkirakan jumlahnya 60% tinggal di perkotaan. Cara pelelangan yang berpatok pada “harga terendah” sepertinya jika terapkan secara naif. Kemen PU saat ini sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan regulasi yang ada. Dengan pola yang ada. Keseluruhan harga produk dikaji dengan tim independen. agar pembangunan rusuna­ wa bertingkat tinggi dalam jumlah banyak dengan desain yang “tidak kaku”. yang pasti mendatangkan azab. aspek teknis dan teknologis merupakan aspek natural yang harus menjadi pertimbangan utama para penentu kebijakan (Pemerin­ tah) dan pemangku kepentingan (Pengembang dan para profesional). dengan re­ gulasi-regulasi di sektor lain terutama di sektor fiskal (di Kementerian Keuangan) dan insentif (di Pemda. Jika produk dan harganya sudah masuk daftar. Kementerian Perumahan Rakyat agar kembali ke “khittah” nya. dan kapasitas produksi. baik bertingkat me­ dium maupun bertingkat tinggi. sehingga cocok untuk antisipasi karakter Gubernur DKI yang baru. Untuk program rusunawa dari APBN/APBD. Hunian yang layak akan menjamin tumbuhnya masyarakat yang sehat dan kuat. juga perlu dibuat terobosan me­ ngenai cara pengadaan barang dan jasa bersumber dari APBN dan APBD. sehingga tidak terlalu berharap akan “janji-janji” pemerintah tersebut. sehingga peran Pemerintah sebenarnya sangat diharapkan disini. Akan sangat menarik jika konsep ini bisa diterapkan pada produk rusun dengan sistem prefabrikasi dengan desain prototipe tertentu yang sudah memenuhi kajian teknis dan teknologis yang benar. sedangkan Kemen­ pera sepertinya justru sedang “jatuh” dalam masalah ini.Laporan Utama membawa berkah. justru akan membawa azab. Penutup Pada setiap pekerjaan konstruksi. yang ditetapkan ke­ wajarannya oleh tim penilai khusus dan di­ sahkan bersama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Peme­ rintah (LKPP). Kemampuan faktual adalah peningkatan sumber daya manusia. sehingga dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak yang akan mengembangkan rusun. 34 . Untuk program rusunami yang konsepnya melibatkan pengembang. Program 1.000 tower. setiap rusun harus melalui proses tender desain dan tender pelaksana­ an. diharapkan dapat meningkatkan ke­ mampuan teknis dan teknologisnya baik secara faktual (de facto) maupun secara hukum (de jure). dan mempu­ nyai tematik sesuai fungsi sesuai harapan Gubernur dapat terlaksana nantinya dengan baik. Kemampuan secara hukum adalah membuat para pelaku konstruksi mempunyai sertifikat keahlian dan badan usa­ hanya mempunyai sertifikat badan usaha yang khusus un­ tuk teknologi non konvensional (misalnya seperti sistem pracetak dan sistem formwork untuk struktur) seperti yang digariskan oleh Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007. maka pengguna jasa dapat membeli langsung ke pemasok tanpa melalui tender. namun jika diabai­ kan atau diingkari. terutama di DKI). kualitas manajemen. agar apartemen rusun tingkat tinggi yang terjang­ kau akan tetap ada bagi masyarakat berpenghasilan me­ nengah bawah.000 tower pada dasarnya adalah program de­ ngan tujuan mulia untuk memberi kesempatan masyarakat berpenghasilan menengah bawah untuk mendapatkan hunian yang layak. peralatan pendukung. sama saja dengan pengingkaran hukum alam (yang me­ rupakan juga Hukum Tuhan).000 tower saat ini menunjukkan bahwa jika program di­ lakukan dengan pertimbangan teknis dan teknologis yang benar akan membahwa kemaslahatan. Cara ini sangat memotong waktu imple­ mentasi program dengan tetap dalam koridor hukum yang berlaku (sudah diterapkan misalnya pada normalisasi su­ ngai dengan turap beton). Pengalaman pembangunan rusun dari sejak dimulai secara sistematis sejak 1974 sampai pada program 1. Terdapat terobosan menarik yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemda DKI saat ini. lalu disahkan oleh LKPP. perlu persiapan yang baik dari aspek teknis dan teknologis. yang pada akhirnya akan membawa bangsa Indone­ sia menuju gerbang kemakmuran dan kesejahteraan se­ perti yang diinginkan oleh kita semua. Jadi keinginan Gubernur yang selalu disampaikan dalam tiap kesempatan “Jika lahan. Para pengembang memang saat ini sudah mem­ punyai pasar baru “Apartemen Murah Kelas 200 jutaan se­ bagai ekses dari program 1. Kemen­ terian Pekerjaan Umum diharapkan untuk terus konsis­ ten menjadikan aspek teknis dan teknologis sebagai dasar utama. biasanya justru gagal menghasilkan perencana dan barang yang tepat mutu dan waktu. *Anggota Tim Pakar HUD Institute/ Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I). perijinan dan dana sudah siap. pemerintah harus mendukung hal yang su­ dah diterobos Kemenpera yang sudah menaikkan harga jual berdasarkan kajian teknis dan teknologis. harga “Apartemen Murah” ini akan berangsur-angsur naik jika tidak ada penyeimbang. Pada pasal ini dapat dibuat standar harga produk. besok langsung cor” dapat terjembatani. dengan memanfaat­ kan peluang e-purchasing dalam Pasal 110 Perpres 70/2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Jika diabaikan atau bahkan diingkari. Untuk asosiasi. Berdasar­ kan pengalaman sifat pasar.

com 35 . 14A. Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail.com hudmagz@gmail.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. Arya Putra No.000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln.HUT Bank BTN ke 63 HUT REI ke 41 HUT Bapertarum PNS ke 20 HUT Otonomi Daerah ke 17 Sukseskan Program 1.

Laporan Khusus Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan P ertumbuhan kota-kota besar di Indonesia terbilang sangat pesat. Masyarakat didorong berperilaku hidup bersih dan sehat. Pengelolaan sampah juga menjadi kepedulian dengan memanfaatkan TPA sistem sanitary landfill dan melibatkan masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah. Intinya. yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang Madani”. serta jaringan jalan. pertambahan penduduk yang tinggi. setidaknya melalui visinya. Pertemuan ini juga menjadi ajang saling bertukar informasi antara pemerintah dan pengembang sehingga terbentuk kesamaan paradigma pembangunan kota. Peningkatan kapasitas layanan air minum pun dilakukan bekerja sama dengan investor. pengembangan sumber daya manusia melalui ‘gerakan’. Untuk mencegah pertumbuhan kawasan perumahan dan permukiman yang tidak terkendali. Firdaus. diperkirakan tahun 2013 angka 1 (satu) juta jiwa telah tercapai. Penyediaan fasilitas yang menjadi prioritas adalah saluran drainase yang didahului dengan penyusunan rencana induk pengembangan drainase sebagai upaya mengatasi sumber foto: istimewa banjir. dan bincang-bincang dengan walikota Pekanbaru. serta penduduknya yang multi etnis.47 persen per tahun. Birokrat tidak sekedar pegawai pemerintah tetapi juga 36 . pembangkit listrik tenaga sampah. Misalnya saja. ulama dan masyarakat yang dikenal dengan nama Sekolah Mengaji. penyiapan infrastruktur kota juga dilakukan sebagai antisipasi pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Peningkatan kapasitas listrik terpasang juga dilakukan melalui berbagai sumber baik pembangkit listrik tenaga uap dari batubara. menjadi pendorong tingginya laju pertumbuhan penduduk. Pelayanan kesehatan dengan pendekatan preventif. Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Langkah Antisipatif dan Kreatif Pemerintah kota Pekanbaru terlihat siap dalam menyongsong keberadaan kota Pekanbaru sebagai kota Metropolitan. Pembenahan pendidikan dilakukan melalui gerakan bersama antara pemerintah. Menjadi menarik kemudian melihat dari dekat bagaimana sebuah kota mempersiapkan diri menjadi sebuah metropolitan. Pembenahan birokrasi dilakukan dengan perubahan paradigma dari atasan-bawahan menjadi mitra kerja. Ciri-ciri sebuah metropolitan telah lama disandangnya. Terkait transportasi publik dilakukan penambahan jumlah bus kota. Tulisan ringkas ini merupakan hasil pengamatan langsung. Hal ini dibuktikan dengan langkah antisipatif pemerintah kota melalui penyebaran pusat kegiatan dengan memindahkan pusat pemerintahan kota ke wilayah yang lebih rendah kepadatannya. Selain itu. Setiap pimpinan unit menandatangani pakta integritas dan mempunyai indikator kinerja yang dievaluasi setiap 3 (tiga) bulan. H. penambahan koridor. Laju pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang cukup pesat mencapai 9. Langkah ini terbilang sistematis karena didahului oleh revisi tata ruang. Dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 4. dan pembangkit listrik tenaga gas. Di antara kota besar dengan jumlah penduduk yang mendekati 1 (satu) juta jiwa adalah kota Pekanbaru. Sekilas Kota Pekanbaru Sejak tahun 2010. Terjadi keterpaduan antara pendidikan formal dan pendidikan moral. Pekanbaru telah menjadi kota ketiga berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera. setelah Medan dan Palembang. pemerintah kota berinisiatif mengundang para pengembang yang mengajukan ijin untuk melakukan ekspose di hadapan walikota dan seluruh SKPD.05 persen per tahun (2011). Bahkan beberapa kota besar dalam waktu dekat akan naik kelas menjadi kota metropolitan. lapangan pekerjaan didominasi perdagangan dan jasa. dan pemangku kepentingan lainnya.

kerja sama BOT (build.7%). Di antaranya DPD APERSI Riau yang melakukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan rumah melalui penyediaan Rubrik Pojok APERSI bekerja sama dengan koran lokal. Upaya menjaga lingkungan hidup juga telah dilakukan (green city) melalui upaya penyiapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bekerja sama perguruan tinggi besar. Sumber: Pekanbaru dalam Angka 2012. sumber foto: www.1. namun terlihat upaya pemerintah kota Pekanbaru sudah menerapkan 3 (tiga) pendekatan pembangunan perkotaan. Kesesuaian dengan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN) Walaupun belum terjalin komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat yang sedang menyiapkan KSPN (lihat juga wawancara dengan Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas). dilakukan penyebaran pusat kegiatan melalui revisi rencana tata ruang. terdiri dari 12 kecamatan dan 58 kelurahan. yang cukup signifikan adalah tingkat urbanisasi yang tinggi dan kendala pembebasan lahan.com 11 Fakta Kota Pekanbaru Fakta1: Pekanbaru mencapai luas 632. Keluhan utama para pengembang adalah lamanya proses perijinan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. yaitu smart city.05% (terbesar di propinsi Riau).2 juta.1. Tingginya tingkat urbanisasi telah diantisipasi dengan penyediaan lapangan kerja informal. Dibutuhkan waktu setahun sebelum ijin yang dibutuhkan dapat diperoleh. Fakta 2: Lokasi Pekanbaru dipandang strategis karena berada tepat di te­ ngah-tengah propinsi Riau dan pulau Sumatera. dan kabupaten Pelalawan. yaitu 4.45% (proporsi terkecil di propinsi Riau. dan hotel (40%). Fakta 3: Jumlah penduduk mencapai 937. Keterbatasan anggaran disikapi dengan menarik investor bekerja sama dengan perusahaan daerah. Beberapa skema investasi yang akan dan sedang dilakukan adalah kerja sama perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan investor Australia untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah.45. selain mengoperasikan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah secara sanitary landfill. rumah makan.91. sosial. jasa kemasyarakat­ an. sehingga terdapat surplus sebesar Rp. kabupaten Kampar. Fakta 7: Pendapatan per kapita mencapai Rp. Kepadat­ an penduduk tertinggi mencapai 12. 37 .72 (terbesar di propinsi Riau).710 jiwa per km2.47%.Edisi 3 . penambahan kapasitas layanan fasilitas umum. Fakta 6: Penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan mencapai 3.Maret 2013 menjadi agen perubahan. dan kerja sama perusahaan daerah dengan investor domestik untuk membangun fiber optic bawah tanah dalam upaya menjadikan kota Pekanbaru sebagai cyber city. operate. Fakta 8: Pertumbuhan ekonomi sebesar 9. Fakta 11: Realisasi Pendapatan Daerah (Rp. Fakta 9: Terdapat 3 (tiga) perguruan tinggi besar yaitu Universitas Riau (30 ribu mahasiswa). Selain itu. Sementara kendala pembebasan lahan berdampak pada lambatnya pembangunan infrastruktur dan penyediaan perumahan.26 km2. dan penyediaan Pojok APERSI bekerja sama dengan pusat pertokoan lokal. Sementara agar kotanya nyaman ditinggali (liveable city).33%. Terkendala Pembebasan Lahan Di antara beragam permasalahan yang dihadapi. eceran. Hal ini berakibat pada menurunnya pasokan perumahan (OM). serta menjadikan keberagaman etnis sebagai obyek pariwisata budaya. Setidaknya terkait smart city. dbestlists. dan berbatasan dengan kabupaten Siak. Fakta 5: Penduduk sebagian terbesar bekerja pada lapangan usaha perdagangan besar. Universitas Islam Riau (16 ribu). liveable city dan green city. sementara hanya sedikit yang bekerja pada lapangan usaha pertanian (4. dilalui oleh su­ ngai Siak yang merupakan jalur kapal besar dari dan ke daerah peda­ laman. Perkembangan kota yang pesat juga diantisipasi oleh pengembang. dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (17 ribu) Fakta 10: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78. dibentuk forum komunikasi untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan pengembang. dengan tingkat pertumbuhan penduduk di atas rata-rata nasional. dan perorangan (26%). walaupun secara absolut bukan yang terkecil).54 triliun) lebih besar dari Realisasi Pengeluaran (Rp.16% de­ ngan pengangguran relatif besar mencapai 9. pemerintah kota sedang bersiap bekerja sama dengan swasta membangun fiber optic bawah tanah untuk mencapai Pekanbaru Cyber City. Selain itu.45 triliun).4 miliar. Hal ini diakui baik oleh pemerintah kota maupun para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI). Fakta 4: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 64. transfer) PDAM dengan investor Korea untuk penambahan layanan air minum.939 jiwa (2011). penyediaan lokasi berdagang pedagang kaki lima berikut bantuan modal memanfaatkan dana CSR (corporate Social responsibility) perusahaan dan pembentukan koperasi.

H. Terkait prasarana jalan. Selain itu. Tahun 2013. H. Sementara kondisi angkut­ an umum yang hanya tersedia 20 unit bus kota bantuan pemerintah pusat.Laporan Khusus Tahun 2030. menjadi menarik mendengarkan langsung dari Walikota Pekanbaru. Firdaus. Saat ini ada 2 koridor. propinsi dan kota. langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menyambut keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan dengan berbagai peluang.T. Terkait penyediaan infrastruktur metropolitan sebagai konsentrasi pertama anda. Untuk itu. dan kemacetan mulai terjadi. kondisi mulai membaik dengan penambahan SR dalam dua bulan terakhir. 38 . Pertama-tama kami ingin mengetahui konsep anda dalam menyikapi keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan? Penduduk kota Pekanbaru saat ini telah mencapai 1 (satu) juta jiwa. Tepatnya beliau dilantik pada 26 Januari 2012. Untuk itu. Kami merencanakan akan menambah tenaga listrik dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. Ter­ dapat 2 (dua) konsentrasi kami. Disamping juga. Pada awalnya terdapat 25 ribu SR (sambungan rumah red.000 ton per hari. Firdaus. PDAM Tirta Siak putus kontrak kerjasama dengan Belanda 3 tahun lalu.. direncanakan akan ada 6 koridor baru. Firdaus. H. Taksi berargo juga telah tersedia. Pria yang masih terlihat energik ini menerima kami dalam sebuah wawancara yang akrab di ruang kerja pribadinya di kediaman resmi Walikota Pekanbaru pada suatu siang medio Maret 2013. apa saja yang telah dan akan dilakukan? Banjir masih terjadi di bantaran sungai Siak dan be­ berapa daerah lainnya karena ketinggian yang rendah dan kondisi drainase yang kurang baik. Saat ini. dan pengembangan outer ring road yang tersambung ke rencana jalan tol Pekanbaru-Dumai. tantangan dan permasalahannya. seperti listrik. Untuk mengejar peningkatan jumlah layanan sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru. kami sedang mempersiapkan pengoperasian tambahan angkutan umum 70 unit. Kota Pekanbaru Menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera Pekanbaru sebagai salah satu kota besar di Indonesia telah berkembang cukup pesat sehingga penduduknya saat ini telah mencapai angka 1 juta jiwa. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PU. yang berarti Pekanbaru telah ‘naik kelas’ menjadi kota Metropoli­ tan. Diantaranya dengan membangun pembangkit listrik skala kecil dari non fosil berupa sampah yang berkapasitas 1. pada akhir ta­ hun 2013 akan beroperasi pembangkit listrik tenaga uap dari batubara dengan kapasitas 2 kali 110 MW (mega watt-red) di kecamatan Tenayan. yang akan menghasilkan 40 Kilo Watt per hari. Berikut ini petikan hasil wawancaranya. dilakukan penambahan jaringan jalan sehingga terjadi peningkatan rasio jaringan jalan. Hal ini dikare­ nakan perkembangan kota tertumpu di pusat kota. membangun fisik kota dengan menyediakan infrastruktur metropolitan.T. yaitu Pertama.membangun wilayah kota yang merata.000 SR. kami merencanakan akan memanfaatkan gas yang akan menghasilkan 30 Kilo Watt. S. sangat tidak memadai. Kami segera menyusun master plan drainase sebagai pedoman pembangunan pusat. Air menjadi persoalan.) tetapi ternyata empat tahun malah berkurang menjadi 14. Sebenarnya kerja­ sama dimulai 7 tahun lalu. PIP (pusat investasi pemerintah-red) Kemen­ terian Keuangan memberi bantuan investasi untuk meng ‘upgrade’. Kedua. baru menjabat selama setahun lebih. Sumber dananya berasal dari investasi swasta asing (Austra­ lia) bekerja sama dengan perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan membentuk sebuah konsorsium. M. dalam menyikapi perkembangan ini kami telah menyiapkan visi yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang madani”. Kemudian infrastruktur lain.

Masalah drainase antarperumahan yang mengakibat­ kan banjir. Selain itu.31 juta. dan Perumnas.47 persen per tahun. Kembali kepada perkembangan kota Pekanbaru yang demikian pesat. Pembangunan kota secara merata menjadi konsentrasi kedua. Pertama. RTH juga difungsikan sebagai tempat berolahraga. dilengkapi pusat rekreasi berupa kebun binatang dipadu dengan wisata air. pusat bisnis baru. Infrastruktur telekomunikasi dilayani oleh semua opera­ tor. Ini yang saya beri pengertian pada pengembang maupun asosiasi sebagai rumah besar para pengembang. terdapat dua kampus besar Universitas Riau (30. memindahkan pusat pemerintahan kota dari pusat kota sekarang ke wilayah bagian selatan Pekanbaru di kecamatan Tenayan Raya.Terdapat 3 (tiga) wilayah kecamatan yang akan dikembangkan. Tahun ini pengelolaan sampah sudah sanitary land fill. Akses tol ini termasuk hub MP3EI di Sumatera.500 miliar oleh perusahaan swasta nasional konsorsium dengan perusahaan daerah untuk membangun fiber optic bawah tanah. bagaimana kesiapan kota Pekanbaru? Tata ruang untuk perumahan sudah ditetapkan. yang tidak saling mendukung. Bahkan kita punya perda (pera­ turan daerah-red) untuk sumur resapan. Nantinya kebutuhan penyimpanan data akan terlayani untuk keselu­ ruhan kota. Rumbai Pesi­ sir sebagai kawasan pariwisata. namun kami membatasi jumlah tower nya agar tidak ter­ jadi ‘hutan tower’. RTH difungsikan sebagai kolam retensi untuk antisipasi berkurangnya daerah rawa. dengan menyiapkan sumur resapan. Total sambungan pada tahun 2018 akan mencapai 150 ribu SR. Apa langkah yang telah dan akan dilakukan? Pada tahun 2012 telah dilakukan revisi tata ruang. Saat ini. Bantaran sungai jadi water front city dikombinasikan dengan wisata air. telah disepakati investasi Rp. beberapa hal yang signifikan telah dilaku­ kan. Itu lah saya katakan pada teman pengembang untuk membangun masyarakat madani dimulai dengan perencanaan yang baik termasuk perencanaan perumahan. Terutama mengantisipasi tingginya tingkat pertumbuh­ an penduduk yang mencapai 4. Terkait dengan ekspose yang dilakukan sebelum memperoleh ijin prinsip membangun. selain menjaga banjir. RTH menjadi multi fungsi. termasuk terminal barang (darat dan laut). Operate. Tahun depan sampah akan jadi bahan baku listrik. Begitu dievaluasi di lapangan ternyata sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru 39 . Dalam revisi ini. Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk penyiapan RTH telah dimulai. Mulai tahun lalu telah dimulai pengadaan tanah dalam rangka memenuhi 30 per­ sen Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dalam upaya mencapai Pekanbaru sebagai Cyber City. para pengembang diminta untuk melakukan ekspose. terjadi lonjakan migrasi penduduk yang mendorong meningkatnya minat beli rumah khususnya MBR. Saat ini. dan CBD (Central Business District-red) baru sebagai super blok kota Pekanbaru.Edisi 3 . Ini merupakan ha­ sil kerjasama yang baik dengan APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia-red). Terkait bidang perumahan dan permukiman. REI (Real Estate Indonesia-red). Kami juga menjaga air tanah. Awalnya selama enam bulan pertama pro­ sesnya seperti biasa. Kami menyadari lahan yang terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara efisien dan efektif. kami juga menjalin kerjasama BOT (Build. Seperti kerjasama dengan Universitas Islam Riau.Maret 2013 200 ribu SR. apakah terdapat daerah kumuh disini? Alhamdulilah tidak ada yang kumuh.) 30 tahun dengan Korea yang saat ini sedang dalam tahapan studi kelayakan. Hasil evalu­ asi menunjukkan bahwa masalah lingkungan yang timbul terjadi karena ketidaksinkronan atau kurangnya koordinasi antarperumahan. Penyediaan tanah untuk masyarakat menjadi perhatian kita. Kenapa? Kita harapkan tidak ada celah sedikit pun untuk terjadinya konflik. Kita antisipasi. Ini menunjukkan kepedulian kami untuk menjaga lingkungan. sudah berjalan baik pada 7 sekolah dan sudah terkumpul dana Rp. apakah Anda masih punya cukup waktu untuk itu? Kita sempatkan. Kemudian juga diupayakan penataan ruang de­ ngan membagi kawasan berdasar fungsi tertentu sehingga masingmasing mempunyai daya tarik agar dapat memicu per­ tumbuhan. Sebelum mengeluarkan ijin prinsip membangun.300 mahasiswa) ditambah beberapa kampus kecil. Transfer red.000 mahasiswa) dan Universitas Islam Riau (26. Apa yang terjadi sekarang? Kemungkinan konflik terjadi karena perencanaan yang kurang matang dan pelaksanaan di lapangan yang tidak selalu bersinergi. yaitu kecamatan Tenayan sebagai pusat pemerintahan dan kawasan industri. berupa penyediaan RTH di da­ lam kampus. kami mulai mengambil kebijakan pembangunan rumah secara vertikal baik berupa rusunawa maupun rusunami. Keca­ matan Rumbai untuk perumahan. Masyarakat juga dilibatkan dalam mengelola bank sampah di sekolah. Direncanakan distribusi ke masyarakat tetap oleh PDAM. sejak bencana alam di Sumatera Barat. Selain itu di kecamatan Tampan. Ini bisa membuat masyarakat berkonflik. UNRI dan Politeknik. dan kantor kelurahan. yang berada di ruas jalan lingkar luar Pekanbaru yang mempunyai akses ke rencana jalan tol Pekanbaru–Dumai.

Satu tahun awal belum melakukan mutasi.). Meningkatkan pelayanan kesehatan dengan merubah paradigma. Walikota sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru yang lama berbeda cara berpikirnya dengan saya. bisa menangkap. 20 menit untuk membaca Al-Qur’an bersama. Kan butuh biaya besar dan tidak menyelesaikan masalah. Hanya diberi waktu 2 (dua) kali tiga bulan. Menyediakan waktu 40 menit sebelum jam pertama sekolah. Karenanya kami melakukan pembinaan PKL melalui pembentukan koperasi dan menyediakan tempat. Sekolah mengaji itu gerakan. Karenanya. Jadilah kota yang bersih sehat dan tertata rapi. 40 . Kita mengajak menyatukan persepsi untuk mencintai lingkungan yang bersih. Tahun lalu dari alokasi dana Rp. Dicegah di hulu. Kedua. Selama ini asumsinya (pelayanan kesehatan masyarakat-red) dengan menyediakan rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat yang bersifat kuratif.Laporan Khusus hasilnya tidak bisa (diterima-red). pemerintah-masyarakat. Mulai dari diri sendiri. jumlah personil terbatas. Paling PKL (pedagang kaki lima-red. dan pendidikan formal dan keagamaan. Diminta menandatangani pakta integritas. Kami juga bekerjasama dengan PTP V. Pemahaman yang sama dulu. dan seterusnya seluruh kota. Selain itu. Perubahan mendasar dalam manajemen. pemerintahmasyarakat-ulama. yang jadi andalan kami adalah jasa termasuk pasar dan PKL. Dibutuhkan perubahan sangat mendasar. Kembali kepada ajaran agama. Yang lalu ada bapak buah dan anak buah. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.) pada Raker APEKSI menyatakan beban tugas begitu berat. cintai lingkungan. Pemerintah tidak bisa dengan kekuatan sendiri tapi harus ada 3 (tiga) unsur yang bekerjasama yaitu pemerintah (ek­ sekutif dan legislatif ). Raker APEKSI (Aso­ siasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia-red. Semua pihak hadir karena ini menyamakan persepsi. Maka men­ jadi kepedulian kami. lambatnya pembangunan infrastruktur karena kesulitan pembebasan lahan. Telkom dan Pegadaian untuk menyedia­ kan bantuan modal untuk UMKM (Usaha Mikro. Kerugian besar buat bangsa ini jika BPN tidak cepat menangani ini. paradigma yang belum sama. Saat ini baru saja sekitar 2 (dua) bulan dilaku­ kan penggantian (staf dan pimpinan unit-red). Setiap bulan kami menerima migran sekitar 2.) juga membahas tentang pembebasan lahan. lingkungan permukim­ an. Ini perlu disuarakan.000 orang dengan tingkat pendidikan rendah. Menciptakan masyarakat sehat. Kalangan pengembang juga masih terkendala oleh lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses perijinan di BPN (OM). Pekanbaru tidak punya sumberdaya alam. Dua program andalan dalam pengembangan sumberdaya manusia. rumah tangga. dan 20 menit mendengar terjemahan dan pemahaman kandung­ an Al-Qur’an. Sekarang tidak menggunakan kata itu tapi mitra (partner) kerja. Kita sampaikan kepada mereka ini bukan untuk mempersulit. paham dan melaksana­ kannya. Pada saat ekspose tidak hanya di depan saya tapi termasuk SKPD (satuan kerja perangkat daerah-red) terkait. Percepatan pembangunan yang diinginkan membutuhkan dukungan sumberdaya manusia yang memadai. pembangunan kota Pekanbaru tidak hanya fisik kota tapi juga sumberdaya manusianya terutama karena mempunyai sumberdaya alam terbatas. Semua (urusan pembebasan tanah-red. perbankan. Kecepatan masih belum sama tapi sudah terlihat perubahan. lingkungan sehat juga gerakan. Kendala dan hambatan utama dalam menjalankan semua konsep ini? Sampai hari ini yang signifikan belum ada paling riakriak kecil. Deputi BPN (Badan Pertanahan Nasional-red. Bagaimana anda mengantisipasinya? Hasil penelitian salah satu perguruan tinggi terkemuka menyatakan bahwa 20-30 tahun mendatang kota Pekanbaru berpeluang menjadi kota nomor satu di pulau Sumatera. ini tidak dipungkiri menjadi kendala yang membuat lambatnya pelak­ sanaan pembangunan (pembebasan lahan-red. Ujungnya tercipta masyarakat agamis penuh toleransi dapat bekerja sama berdampingan tanpa membedakan suku agama. Pembangunan sumberdaya manusia penting. keluarga. dan sehat.86 miliar.). pertama terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. Setelah setahun baru dilakukan perubahan. Apalagi Tahun 2013 diberlakukan aturan yang baru. Konkritnya mulai Mei tahun lalu ada program Sekolah Me­ ngaji. pelayanan kesehatan. Konkritnya. Hasilnya. hanya cair Rp.30 miliar. Kecil dan Menengah-red. kemudian prestasi dievaluasi. Jadi selama enam bulan sampai setidaknya setahun ini akan diminta ekspose. Dirubah menjadi preventif. Ini semua dalam sebuah gerakan dan tidak sporadik. Pemba­ ngunan sumberdaya manusia dimulai dengan pemberian pemahaman ajaran agama. Pegawai di­ minta menjadi agen perubahan agar tercipta masyarakat yang madani. Sekarang sudah mulai terlihat hasilnya.) termasuk juga investasi dengan bekerjasama swasta untuk membangun Pasar Induk. Bagaimana dengan kesiapan aparatur? Saya menyadari kondisi sumberdaya manusia dari peme­ rintah.) tidak lagi di Tim 9 tapi di BPN.

Maret 2013 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Edisi 3 .000 Tower Sukseskan Program PEMERINTAH KOTA PEKANBARU 5 April 2007 .5 April 2013 41 .

Laporan Khusus

Wawancara Direktur Perkotaandan Perdesaan Bappenas

Ir. Hayu Parasati, MPS.

I

“Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini”
Sekarang ini prosesnya sedang dicoba ditetapkan melalui Perpres atau kalau memungkinkan jadi Undang-Undang. Indikatornya harus jelas ada bench marking (tolok ukur). Sementara itu, atas desakan stakeholder dibuatlah RUU Perkotaan yang sedang disiapkan di Kemendagri. Materinya sama. Secara paralel. Saat ini telah dibentuk Tim Koordinasi Pembangunan Perkotaaan (TKPP). Tim Pengarah Kemenko Perekonomian, Kemenpera, Kemen PU, Kemendagri, dan Bappenas. Koordinatornya Menteri PPN/KepalaBappenas. Salah satu tugas TKPP adalah menggodok KSPN melalui Pokja (kelompok kerja-red). Pokja dibentuk berdasar isu yang dibahas. Karena sedang menyusun KSPN maka dibentuklah Pokja KSPN. Sementara ini masih berjalan agak lambat, padahal isunya berkembang terus. Ada keinginan dari kalangan di luar pemerintah yang meminta dilibatkan dalam Pokja KSPN, termasuk juga perguruan tinggi. Bisa digambarkan garis besar substansi dari KSPN tersebut? Tentunya ada visi pembangunan perkotaan, yaitu Kota Berkelanjutan dan Berdaya Saing untuk Kesejahteraan Rakyat. Pendekatannya adalah smart city, green city, dan liveable city. Smart city diartikan sebagai kota inovatif, kreatif dan berbasis IT (information and technology-red), liveable city adalah kota layak huni, berkeadilan dan mengakui keragaman, dan green economy city adalah kota produktif, hijau dan berketahanan iklim. Pendekatan ini kemudian diterjemahkan masing-masing ke dalam bench marking atau tolok ukur. Sehingga pencapaiannya dapat terukur. Namun sampai saat ini, kami belum sepenuhnya berhasil menerjemahkan tolok ukur perkotaan tersebut ke dalam indikator dan parameter. Masing-masing (pendekatanred.) sudah dilakukan banyak lokakarya, yang seharusnya menyatu dan tidak terpisah.

ndonesia telah menjadi salah satu negara dengan populasi perkotaan terbesar di Asia Timur dan Pasifik. Pada tahun 2010, tercatat 49,8 persen penduduk Indonesia bermukim di wilayah perkotaan (Bank Dunia, 2012). Fenomena ini terus berlanjut, dan ditengarai dalam waktu dekat beberapa kota besar akan bertumbuh menjadi kota metropolitan, yaitu kota dengan jumlah penduduk minimum 1 (satu) juta jiwa. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, menjadi menarik untuk mengetahui antisipasi pemerintah baik berupa kebijakan, strategi maupun program yang dilaksanakan. HUDmagz berkesempatan mewawancarai Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas, Ir. Hayu Parasati, MPS. yang bertanggung jawab menyiapkan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). Berikut hasil wawancaranya. Bagaimana perkembangan penyusunan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN)? Kegiatan penyusunan KSPN dimulai dalam bentuk Proyek Reformasi Birokrasi Perkotaan di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.Mereka bikin implementasi di beberapa lokasi dan terdapat komponen kebijakannya berupa kebijakan pengelolaan perkotaan. Ternyata implementasinya jalan duluan karena TAnya (technical assistance/bantuan teknis-red), berupa penyusunan kebijakan, berlarut-larut. Implementasinya bikin pasar, terminal dan lainnya terlepas dari penyusunan kebijakannya. Sementara TA-nya tanggung. Reformasinya hanya menyangkut birokrasinya saja. Akhirnya diperbesar menjadi KSPN. Kebetulan pembangunan perkotaan dinamikanya tinggi tapi tidak punya payung kebijakan secara makro. Walaupun penyelesaiannya mengambil waktu yang cukup lama. Padahal sudah dilakukan diskusi dengan banyak pihak termasuk pemerintah daerah.

42

Edisi 3 - Maret 2013
Rencananya, agar workable (indikator dan parameterred.) maka dibagi dalam tahapan, yaitu standar minimum dan standar ideal. Tahun 2025, minimal ada kota yang memenuhi standar ideal. Ada SPP (Standar Pelayanan Perko­ taan) tahun 2025, semua perkotaan terpenuhi. Saat ini, Kemendagri sedang menyusun SPP tetapi hanya aspek pelayanan publik. Seharusnya menyangkut tiga pendekatan tadi, karena berbicara perkotaan banyak aspek lain yang perlu disentuh, seperti ketenagakerjaan dan lainnya. Jalannya paralel. Ibu-nya belum ada tapi anaknya sudah dibuat. Selain SPP, kita juga sudah punya indikator yang ditetap­ kan dalam RPJMN. Misalnya Indeks Kriminalitas salah satu bagian dari livable city. Ini dijadikan standar minimum saat ini. Kota-kota sendiri belum tahu jika terdapat indikator ini. SPP nanti akan menjadi Peraturan Pemerintah (PP). Jadi akhir tahun ini, regulasi terkait kebijakan pembangunan perkotaan seperti Perpres, dan PP dapat diselesaikan. Tentunya substansi kebijakannya masuk dalam RPJMN 20152019. Dengan demikian, kita berharap tahun 2015 sudah mulai dilaksanakan. Kalau melihat perkembangan perkotaan termasuk metropolitan saat ini, sepertinya berjalan sendiri saja. Apakah benar begitu? Ya, karena belum ada acuan. Belum ada kebijakan yang jelas. Walaupun demikian, sebenarnya kota-kota sudah banyak melakukan inisiatif bahkan inovasi yang kalau diperhatikan sebenarnya sejalan dengan apa yang sedang digodok menjadi kebijakan pembangunan perkotaan. Semua tergantung pimpinannya. Saat ini, pemerintah kota Surabaya, Yogya, Balikpapan, Makasar, Palembang, dan Denpasar telah bertemu dengan pemerintah pusat dan menyatakan minatnya untuk medapatkan fasilitasi dan pendampingan dalam rangka pembangunan perkotaan. TKPP menjadi satu-satunya pintu (one gate policy) dalam memasilitasi kota tersebut. Dibantu juga oleh Bank Dunia. TKPP diberdayakan secara nasional, kebijakan disiapkan segera, prosedur disiapkan dengan bantuan lembaga donor. Apakah dalam TKPP ada pembahasan isu perkotaan? Ada tetapi kaitannya dengan Jabodetabekjur (JakartaBogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur-red.), yaitu menyinkronkan pelaksanaan pembangunan antarwilayah melalui BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabekjur. Efektifitas BKSP dievaluasi. Ternyata terbatas hanya melakukan kompilasi saja tetapi pelaksanaannya tidak berperan. Telah di evaluasi bahwa pelaksanaan usulan BKSP harus diangkat ke atas minimal Wapres. Sebetulnya ada dasarnya yaitu Perpres tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTRKSN) Perkotaan. Tidak perlu jauh-jauh membahas isu yang akan ditangani, sementara ini tidak ada satu pun propinsi yang telah melaksanakan RTRKSN ini. Apakah ada koordinasi antara BKTRN dan TKPP? Selama ini sepertinya belum, karena TKPP sendiri belum efektif. Tadinya karena konsep utuh kebijakan perkotaan belum jadi, maka kami belum berani melakukan tindakan. Karena kan harus ada dasarnya. Bagaimana peran Bappenas dan kementerian teknis dalam konteks pembangunan perkotaan? Apakah keterlibatan masyarakat sudah diakomodasi? Saat ini yang aktif berperan dalam pembangunan perkotaan adalah Bappenas, Kementerian PU, Kementerian Dalam Negeri. Bappenas bertanggung jawab menyelesaikan KSPN termasuk menggolkan regulasinya baik berupa peraturan presiden atau bahkan undang-undang, dan menyiapkan program pembangunan perkotaan. Kementerian PU sudah lebih maju, misal Direktorat Jenderal Tata Ruang sudah menyusun konsep green city misalnya. Bahkan sudah juga mengembangkan beberapa parameter yang terkait dengan tupoksi mereka. Sebenarnya parameter yang telah ditetapkan oleh mereka telah mencakup keseluruhannya tetapi karena bukan tupoksi mereka sehingga tidak dielaborasi. Keterkaitan antara kota dan desa juga sudah mulai dielaborasi. Ada hal lain lagi. Nantinya RPIJM (Rencana Program Investasi Jangka Menengah-red.) yang ditangani oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum diselaraskan dengan KSPN. Kemendagri yang saat ini sedikit tertinggal. Sementara TKPP nantinya berperan menyebarluaskan informasi termasuk pembelajaran pembangunan perkotaan. Terkait keterlibatan masyarakat, masih dalam bentuk keterlibatan beberapa LSM seperti Rujak Center, dan beberapa individu dari perguruan tinggi dari berbagai daerah dan asosiasi perencana (OM).

43

Pendapat

Pencapaian dan Agenda Kedepan
Oswar Mungkasa2 Pengantar elaksanaan konsep desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama bahkan sejak sebelum kemerde­ kaan, dan mencapai puncaknya pada era reformasi dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan yang kemudian direvisi masing-masing menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004. Walaupun demikian, penerapan konsep desentralisasi dan otonomi daerah di Indo­ nesia sampai saat ini dianggap masih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Masih ditemukan banyak kele­ mahan dalam pelaksanaannya, baik dari kelengkapan regulasi, kesiapan pemerintah daerah, maupun penerimaan masyarakat sendiri. Terlepas dari itu semua, desentralisasi dan otonomi daerah telah menjadi suatu keniscayaan dengan mempertimbangkan amanat UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia yang telah menegaskan hal tersebut. Dengan demikian, menjadi lebih berharga kemudian meninjau kembali pencapaian se­ lama ini dan merumuskan agenda desentralisasi dan otonomi ke depan. Dengan keterbatasan yang ada, tulisan ini pada intinya mencoba merumuskan agenda tersebut. Pengertian dan Filosofi Secara formal, berdasar Undang-Undang Nomor 32 Ta­ hun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, desentralisasi diar­ tikan sebagai penyerahan kewenangan pemerintah oleh Pe­ merintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara otonomi daerah diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban daerah oto­ nom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan peme­ rintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004). Penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah

Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia:

1

Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengetahui bahwa setiap tanggal 25 April diperingati sebagai hari Otonomi Daerah di Indonesia. Hari otonomi daerah diperingati pertama kali pada tahun 1997. Untuk itu, tulisan ini dimaksud­ kan sebagai salah satu upaya memperingati Hari Otonomi Daerah tersebut. Selamat dan semoga otonomi daerah mencapai tujuannya menyejahterakan masyarakat Indonesia dalam waktu tidak lama lagi. Amin pusat kepada daerah otonom bermakna peralihan kewenang­ an secara delegasi, lazim disebut delegation of authority. De­ ngan demikian, pemberi delegasi kehilangan kewenangan itu, semua beralih kepada penerima delegasi. Berbeda ketika pe­ limpahan wewenang secara mandatum, pemberi mandat atau mandator tidak kehilangan kewenangan dimaksud. Mandat­ aris bertindak untuk dan atas nama mandator. Sebagai kon­ sekuensinya bahwasanya pemerintah pusat kehilangan ke­ wenangan dimaksud. Semua beralih menjadi tanggungjawab daerah otonom, kecuali urusan pemerin­ tahan yang oleh undang-undang dinyata­ kan sebagai urusan pemerintah pusat.3 Walaupun demikian, menurut Devas (1997), pengertian dan penafsiran ter­ hadap desentralisasi ternyata sangat be­ ragam, dan pendekatan terhadap desentralisasipun sangat bervariasi dari negara yang satu ke negara yang lain. Tetapi, secara umum definisi dan ruang lingkup desentralisasi selama ini banyak diacu adalah pendapat Rondinelli dan Bank Dunia (1999), bahwa desentralisasi adalah transfer kewenangan dan tanggungjawab fungsi-fungsi pemerintahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, lembaga semi-pemerintah, maupun kepada swasta.  Menurut Suwandi (2005), filosofi dari otonomi daerah adalah (i) eksistensi pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan secara demokratis; (ii) setiap kewenangan yang diserahkan ke daerah harus mampu menciptakan ke­ sejahteraan dan demokrasi; (iii) kesejahteraan dicapai melalui pelayanan publik; (iv) pelayanan pubik dapat bersifat pelayanan dasar maupun bersifat pengembangan sektor unggulan. Reformasi Regulasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah Dimulainya otonomi daerah pada era reformasi di Indo­ nesia ditandai dengan diterbitkannya Undang-Undang No­
1. Versi lengkap dari tulisan ini dengan judul Desentralisasi dan Otonomi daerah di Indonesia: Konsep, Pencapaian dan Agenda Ke Depan dapat di akses on line di www.academia.edu/2759012/Desentralisasi_dan_Otonomi_Daerah_di_ Indonesia_Konsep_Pencapaian_dan_Agenda_Kedepan 2. Pemimpin Redaksi HUD Magazines. (sandi.putra61@gmail.com) 3. Pasal 10 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 menetapkan, bahwasanya urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah pusat meliputi politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal, dan agama.

P

44

kota) (Wikepe­ layanan dasar seperti pendidikan dasar.Edisi 3 . meliputi poli­ Pencapaian Desentralisasi dan Otonomi Daerah tik luar negeri. (vii) kualitas pengelolaan pemerintahan ber­ 45 . dapat pembagian urusan yang spesifik. kepala daerah diberikan ke­ rah di Indonesia memasuki babak baru dengan terbitnya UU wenangan untuk memungut pajak/retribusi (tax assignment) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang dan pemberian bagi hasil penerimaan (revenue sharing) serta telah diundangkan pada tanggal 15 Oktober 2004. urusan yang bersifat con­ telah terbentuk daerah otonom baru sebanyak 217 buah yang current atau urusan yang dapat dikelola bersama antara pusat. terdiri dari 8 provinsi. (iii) pemenuhan hak dasar. artinya tidak saling membawahi. Selengkapnya pada Tabel 1. teknis dan fisik kewilayahan. Dengan provinsi. yang merupakan hasil revisi dayaan ekonomi.bantuan keuangan (grant) atau dikenal sebagai dana perim­ undang tersebut secara substansial mengubah  beberapa para­ bangan. Jumlah Total Daerah Otonom(*) 319 217 536 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sumber: Wikipedia. keamanan. Pembiayaan penyelenggaraan resmi dicanangkan per 1 Januari 2001. 175 kabupaten dan 34 Kota. kabupaten. pertahanan. (iv) lapangan yang sama dan sejajar. urusan yang sepenuhnya menjadi urusan Pemerintah Pusat. Hubungan antara Pemerintah Daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara Adapun indikator pengukuran efektifitas pelaksanaan oto­ dan bersifat kemitraan. yustisi. pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas Kemudian. kerja dan angka pengangguran. nasional. Oleh karenanya. perkataan lain terjadi peningkatan  68% dari jumlah daerah Dalam urusan bersama yang menjadi kewenangan daerah otonom tahun 1998 atau secara rata rata dalam satu tahun terbagi dua. Sedangkan yang bersifat pilihan adalah hal menunjukkan bahwa pelaksanaan otonomi daerah belum yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan mencapai tujuan yang hakiki dari otonomi daerah yaitu me­ kesejahteraan. Hal ini dimaksudkan sumbangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. dengan DAU yang bertujuan untuk mengurangi ke­ timpangan Berkenaan dengan pembagian urusan pemerintahan ter­ kemampuan keuangan antar daerah (horizontal imbalance). yang secara trasi. Kedua. 22 Tahun 1999. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan ber­ digma penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam UU dasarkan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN dan No. (v) pengembangan infrastruk­ Sementara berdasar UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang tur seperti jalan. dan agama. kesehatan. pelaksanaan desentralisasi dan otonomi dae­ beban APBD. Sub­ agar pembentukan daerah dapat menjamin terselenggaranya sidi Daerah Otonom dan Dana Inpres dihapuskan dan diganti pelayanan secara optimal. an kebutuhan hidup minimal. yakni urusan wajib dan urusan pilihan. layanan kepada masyarakat oleh Pemerintah Daerah harus berpedoman kepada Standar Tabel 1 Perkembangan Jumlah Daerah Otonom antara Tahun 1999 – 2013 Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan JUMLAH DAERAH OTONOM 1999 PERUBAHAN 2010 oleh Pemerintah. 26 8 34 Aspek penting lainnya adalah aspek Jumlah provinsi Jumlah kabupaten 234 175 409 demokratisasi yang diukur dari unsur keter­ libatan masyarakat dalam menentukan jumlah kota 59 34 93 pejabat publik di daerah. Oleh sebab itu. penerangan dan air minum. Urusan lahir 18 daerah otonom baru. Sehingga daerah otonom men­ wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pe­ jadi sebanyak 536 unit (propinsi. pelaksanaan pe­ hun 2011. Dalam pembentukan daerah. Kesimpulan ini merupakan Selanjutnya agar penyediaan pelayanan kepada masyarakat hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas pada ta­ mampu memenuhi ukuran kelayakan minimal. atau pun kabupaten/Kota. (vi) pember­ Perimbangan Keuangan Daerah. pengaturan pembiayaan dang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan daerah dilakukan berdasarkan asas desentralisasi.Maret 2013 mor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Un­ terhadap UU Nomor 25 Tahun 1999. dilakukan juga perubahan pola bantuan dan ministrasi. Pertama. dan tugas pembantuan. ningkatkan kesejahteraan rakyat. merintahan yang menugaskan. moneter dan fiskal Sejak dicanangkannya otonomi daerah pada tahun 2000. 2013). di antara lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan (ii) kualitas SDM. dekonsen­ Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. dipilih secara langsung oleh rakyat. pemenuh­ dia. Undang. prasarana lingkungan dasar Hasil evaluasi efektifitas pelaksanaan otonomi daerah dan sebagainya. Salah satunya adalah desentralisasi dan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka dekonsentrasi dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konti­ tugas pembantuan dibiayai atas beban anggaran tingkat pe­ num bukan bersifat dikotomis. UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mengatur persyaratan ad­ Selain itu. 2013 (*) Angka ini tidak termasuk 1kabupaten administratif dan 5 kota administratif di DKI Jakarta. Kedudukan yang setara bermakna bahwa nomi daerah yang dipergunakan adalah (i) angka Kemiskinan.

Perda yang bermasalah pada level kabupaten pada tahun 2006 bahkan mencapai 65. yang berdampak pada munculnya    risiko bawaan. Berdasarkan kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). berupa desentralisasi KKN dan duplikasi Perda yang justru berlawanan dengan spirit otonomi daerah. maka sejak era otonomi watak KKN lebih bersifat hori­ zontal dengan setiap lini penyelenggara pemerintah (daerah) mengambil bagian yang sama. (ii) perkembangan pereko­ nomian yang signifikan. (Jatmiko. (ii)  perangkat pemerintahan daerah memiliki komitmen yang makin kuat dalam pemberian layanan serta merasakan adanya tekanan yang berat dari masyarakat agar mereka meningkatkan kualitas pelayanan publik. disertai peningkatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. bahwa kebijakan de­ sentralisasi juga tak luput dari serangkaian permasalahan se­ perti munculnya pembengkakan organisasi daerah. Langkah ekstensifikasi pajak daerah akan menimbulkan 4. Pola ini menjadi sebuah pilihan utama karena ketidakmampuan pemerintah dalam mengembangkan sifat wirausaha (enterpreneurship). maupun non-pungutan.  Walaupun demikian. ditunjukkan dari terjadinya perencanaan ekonomi daerah yang lebih mempertimbangkan aspirasi masyarakat di daerah (bottom-up planning). Ditengarai beberapa faktor menjadi penyebab tum­ pang tindihnya regulasi sektoral yaitu (i) pertentangan antara undang-undang dengan peraturan pelaksanaannya. 2010) 46 . bukan optimalisasi. l Pelaksanaan otonomi daerah belum efektif Salah satu tujuan pelaksanaan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. (iii) benturan antara wewenang instansi pemerintah karena pembagian wewenang yang tidak sistematis.63% dari seluruh total Perda yang diproduksi. Langkah yang dilakukan adalah melalui pola tradisional dengan mengintensifkan dan mengekstensifkan pemungutan pajak dan retribusi. 2011). Masalahnya adalah. Di sisi lain. 2010). setidaknya berbagai kalangan mempercayai terdapat banyak hal positip dari penerapan konsep otonomi daerah di Indonesia. pendapatan per kapita.Pendapat dasar prinsip Kepemerintahan yang Baik (Good Governance). ternyata pelaksanaan otonomi daerah belum berhasil meningkatkan kesejahteraan secara signifikan. Tantangan dan Kendala Memperhatikan pengalaman pelaksanaan otonomi daerah. baik dalam bentuk pajak. Jika sebelumnya watak KKN lebih bersifat vertikal dengan institusi di atas mengambil bagian yang paling besar. (ii) kebi­ jakan instansi pusat saling bertentangan. Terlepas dari perdebatan tentang dampak positip dan negatip dari otonomi daerah. yaitu (i) meningkatnya kepedulian dan pengharga­ an terhadap partisipasi masyarakat dalam proses politik di tingkat lokal. sedangkan pada level propinsi dan kota di bawah 22%. terdapat 87 regulasi sektoral yang mengatur 31 urus­ an yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah. Namun berdasar hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). pertumbuhan ekonomi. (iv) perbedaan antara peraturan perun­ dangan dengan yurispudensi dan Surat Edaran Mahkamah Agung (Direktorat Otonomi Daerah. Menteri Keuangan pada tahun 2003 telah merekomendasikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk mencabut 206 Perda di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. pemerintah daerah mencoba meningkatkan penerimaan daerah akibat orientasi kepada PAD yang berlebihan. Sementara hasil kajian  IRDA  (2002) menunjukkan de­ sentralisasi berhasil mendorong terwujudnya tiga kondisi penting. l Ekstensifikasi sumber pendapatan Daerah yang berlebihan Salah satu konsekuensi otonomi daerah ada­ lah kewenangan daerah yang lebih besar dalam pengelolaan keuangannya.  SMERU (2002)  mengungkap fakta banyaknya daerah yang memberlakukan berbagai pu­ ngutan baru yang berpotensi menghambat iklim investasi dan gairah bisnis lokal (Utomo. 2012). Temuan lain oleh Hidayat (2003). retribusi. diantaranya (i) se­ makin meningkatnya tingkat kemandirian dan kemampuan daerah dalam mengelola pembangunan ekonomi daerahnya. ditandai dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). dapat dikategorikan beberapa isu utama yang perlu mendapat perhatian. bahwa daerah akan melakukan upaya maksimalisasi. (ii) terbukanya potensi kegaduhan yang disebab­ kan oleh ketidaksiapan daerah dan ketidakleng­ kapan desain regulasi untuk mengimplementasikan proses desentralisasi. dampak negatif juga terjadi dian­ taranya (i) banyak kebocoran (korupsi) dan peng­ gunaan anggaran yang tidak efisien dan efektif. serta semakin membaiknya fungsi in­ termediasi bank umum. yaitu l Tumpang tindih regulasi sektoral dan desentralisasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah. terjadinya oligarki politik oleh elit lokal maupun gejala pembangkangan daerah terhadap pemerintah pusat. dan (iii) pemerintah daerah saling bekerjasama dan berbagi informasi untuk menyelesaikan persoalan yang sama-sama mereka ha­ dapi. Pada kasus ini tentu saja pemerintah daerah telah berperan sebagai pen­ cari rente (Rent-Seeker) (Sari dkk. Isu. peningkatan PAD tersebut dibarengi dengan kebijakan-ke­ bijakan duplikatif sehingga sangat memberatkan masyarakat dan pelaku ekonomi pada khususnya4. perolehan pendapat­ an daerah. Sebagian besar perdaperda tersebut dianggap menjadi penyebab munculnya high cost economy (ekonomi biaya tinggi) sehingga tidak mendu­ kung upaya peningkatan iklim usaha di Indonesia. Contoh lainnya. Setidaknya 29 bidang urusan diantaranya tumpang tindih.

ditemui fakta bahwa pemekaran wilayah tersebut terlihat tidak disiapkan dengan baik sehingga ditemui kabupaten baru yang hanya berpenduduk 12 ribu jiwa. l Kondisi SDM aparatur pemerintahan dan legislatif yang be­ lum menunjang sepenuhnya pelaksanaan  otonomi daerah Keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah sangat ber­ gantung kepada kemampuan aparaturnya. sehingga loyalitas aparatur pemerintah cenderung lebih kuat kepada kekuatan politik dari pada kepentingan masyarakat l Partisipasi masyarakat masih belum memadai Masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi setiap kebijakan yang diberlakukan. Berdasar kajian Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerin­ tahan (2010). Kondisi ini bermuara pada masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang oto­ nomi daerah. Sebagai ilus­ trasi.Edisi 3 . yang ternyata masalah di atas juga disebabkan oleh lemahnya aturan per­ syaratan dan penahapan pembentukan daerah otonom baru. Di­ samping persoalan adanya ketimpangan antara besarnya dana yang dialokasikan dengan hasil yang dicapai dalam pemba­ ngun­ an daerah otonom baru serta munculnya konflik hori­ sontal yang cenderung semakin meningkat. kenaikan pangkat. (Harmantyo. Beberapa agenda yang dipandang perlu dan segera untuk dilakukan adalah: l Penyusunan Desain Besar Otonomi Daerah Tahun 20152025 Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama. yaitu (i) desain kebijakan sangat kental dengan pola pikir ‘inward looking’ sehingga penataan daerah diterjemahkan hanya sebagai pembentukan daerah otonom baru. dibutuhkan langkah nyata dalam menanggapi isu dimaksud. 2. l Belum optimalnya hasil pemekaran daerah Pemekaran wilayah merupakan salah satu dampak ikutan dari penerapan kebijakan desentralisasi di Indonesia. Beberapa faktor menyumbang pada terjadinya kondisi ini. yang langsung “bersentuhan” atau berkepentingan dengan kebijakan tersebut. yaitu hak daerah untuk menggali sumber keuangan dan bukan untuk memberikan pelayanan. 47 . sehingga kepenting­ an per daerah yang menjadi acuan. (ii) pola pembinaan karir yang belum mempunyai aturan yang jelas dan pasti. 2012). l Korupsi di Daerah masih marak Fenomena lain yang sejak lama menjadi kekhawatiran banyak kalangan berkaitan dengan implementasi otonomi daerah adalah bergesernya praktik korupsi dari pusat ke dae­ rah5. keterlibatan masyarakat dalam proses implementasi Otonomi Daerah belum terlihat jelas. pengurusan pensi­ un dan sebagainya. Dilain pihak. (v) pemberian bantuan fiktif. Oleh karenanya keterlibatan masyarakat menjadi suatu keniscayaan. (vi) penyelenggaraan proyek fiktif. di­ sebabkan antara lain pola rekruitmen yang belum sempurna (menyangkut perencanaan kebutuhan dan seleksi). bupati. dan wali kota (Sari dkk. (ii) bersifat parsial. Sebagai ilustrasi. Namun dengan banyaknya daerah otonom baru. 1. retribusi dan iuran (Sari dkk. pada tahun 2002 dialokasikan DAU sebesar Rp. Beberapa bentuk korupsi yang masih terjadi diantaranya (i) penggelembungan nilai barang dan jasa pada proses peng­ adaan barang dan jasa. penerimaan pajak. nelayan daerah lain tidak boleh me­ nangkap ikan di luar daerahnya (Sari dkk. tahun 2003 sebesar Rp. Secara umum.. Ditengarai rendahnya pencapaian ini banyak ditentukan oleh kapasitas dan integri­ tas sumberdaya manusia yang masih jauh dari memadai. terdapat sejumlah kelemahan dalam pelaksana­ an penataan daerah di Indonesia.. (vi) penyelewengan dana proyek. (iii) pungutan liar dalam penerimaan pe­ gawai. rumah ibadah. sehingga mempengaruhi terhadap semangat dan budaya kerja birokrasi.9 triliun. ber­ dampak terhadap semakin besarnya dana pembangunan dae­ rah otonom baru yang dialokasikan dari APBN. Bahkan pemahaman masyarakat cenderung bertentangan dengan jiwa otonomi daerah. sementara berdasar fakta pencapaian otonomi daerah.6 triliun dan pada tahun 2010 sebesar Rp.33 triliun. namun pelaksanaannya masih terkesan 5. (ii) Penghapusan barang inventaris dan aset negara (tanah). hanya 20 % pemerintah daerah mampu menyelenggarakan otonomi daerah dan ber­ buah kesejahteraan rakyat di daerah. bahkan terlihat bahwa pertambahan wilayah administratif kabupaten/ kota hasil pemekaran bertambah secara signifikan sejak dimu­ lainya kebijakan desentralisasi ini. 47.. panti asuhan dan jompo). Sepanjang 2004-2011 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat terdapat sebanyak 158 kasus korupsi yang menimpa kepala daerah yang terdiri atas gubernur. Akibatnya konsep “urusan” lebih dikaitkan dengan “keuangan”.Maret 2013 beban yang terlalu besar buat masyarakat umum dan pelaku ekonomi yang pada akhirnya berujung pada meningkatnya beban masyarakat secara tidak proporsional dan menimbul­ kan ekonomi biaya tinggi sehingga dapat melemahkan per­ tumbuhan ekonomi daerah. yaitu (a) masih rendahnya profesionalitas birokrasi. (vii) manipulasi hasil pe­ nerimaan penjualan. (iii) masih kuatnya pengaruh kekuat­ an politik pada birokrasi daerah. pada beberapa daerah. 2012). 2012) l Kesalahpersepsian terhadap keberhasilan otonomi daerah yang diukur dengan kemampuan keuangan daerah Keberhasilan otonomi daerah seringkali dipersepsikan sebagai keberhasilan suatu daerah hanya dalam aspek ke­ mampuan keuangan daerah. (iv) pemotongan uang bantuan sosial dan subsidi (sekolah. pembayaran gaji. 2011). Agenda ke Depan Memperhatikan isu utama dalam pelaksanaan otonomi daerah yang telah banyak mempengaruhi pelaksanaan otono­ mi daerah. karena masyarakat sesungguh­ nya adalah pelaku utama.

(7) perangkat daerah. Walaupun ada keleluasaan bagi daerah untuk bergerak sebelum NSPK keluar.  Situasi pembuatan kebijakan desentralisasi/otonomi dae­ rah yang cenderung terpecah-pecah sehingga menghasil­ kan peraturan perundang-undangan yang saling ber­ tentangan atau tidak tepat sasaran. padahal wilayah provinsi meliputi wilayah kabupaten/kota. (19) pembinaan dan peng­ awasan. perlu disiapkan langkah penyiapan naskah akademik dengan me­ libatkan berbagai pihak. dan Kriteria). namun sangat sedikit daerah yang­ berinovasi untuk menetapkan sendiri kualitas pelayanan publiknya (Dwipayana. yaitu:  Ketidakjelasan pembagian ke­ wenangan antara pemerintah pusat. beberapa hal yang perlu di­ lakukan adalah peningkatan kualitas para pimpinan dan staf perencana melalui pendidikan dan pelatihan perencanaan berkala. maupun daerah (perda). Aki­ batnya hasil evaluasi pelaksanaan otonomi daerah menjadi kurang berkualitas. peningkatan kualitas data. (13) pelayanan publik. l Peningkatan kualitas proses perencanaan pembangunan daerah Pembangunan daerah yang berkualitas masih sulit dica­ pai. (5) peran gubernur sebagai Wakil Peme­ rintah Pusat di Daerah. Prosedur. (3) daerah berciri kepulauan. juknis). yang terutama diakibatkan oleh kesulitan mengakses data pencapaian.Pendapat berubah-ubah bahkan pada era reformasi perubahan regu­ lasi terkait otonomi daerah berlangsung dalam waktu yang singkat. Salah satu masukan terkait revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 berasal dari Hakim Konstutusi Akil Mochtar (2012). (11) pembangunan daerah.  Pembagian kewenangan menjadi urusan wajib dan urus­ an pilihan yang belum jelas dan cenderung seragam untuk seluruh daerah sehingga menimbulkan banyak kesulitan karena tak seluruhnya sesuai dengan karaktersitik dan ke­ butuhan daerah. baik sektoral maupun yang terkait langsung dengan otonomi daerah. di­ sepakati terdapat beberapa isu yang belum mampu dijawab oleh desain desentralisasi saat ini. (18) desa. dan. ter­ masuk regulasi di pusat (undang-undang. (17) kerjasama antardaerah. (8) kecamatan. (15) kawasan perkotaan. l Penyempurnaan regulasi otonomi daerah dan sinkronisasi dengan regulasi sektoral terkait Agenda utama yang perlu dilakukan adalah sinkronisasi keseluruhan regulasi terkait otonomi daerah. dan pada saat bersamaan juga merupakan wakil pemerintah pusat di daerah. permen. (10) peraturan daerah.  Kerancuan yang terjadi menyusul model susunan pe­ merintahan yang menempatkan provinsi sebagai daerah otonom sebagaimana kabupaten/kota. (22) dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). Sebagai ilustrasi. dimana kelambanan di kementerian sektoral dalam mengeluarkan NSPK berimbas pada tidak adanya standar kualitas penye­ lenggaran urusan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. (4) pemi­ lihan kepala daerah. yang menyatakan bahwa setidaknya terdapat 22 isu strategis yang dirumuskan dalam RUU Pemerintahan Daerah antara lain: (1) pembentukan daerah otonom. (6) Muspida. Untuk itu. juklak. pemerintah daerah provinsi dengan kabupaten/kota). dan peningkatan kualitas rapat koordinasi wilayah. (20) tindakan hukum ter­ hadap aparatur Pemda. perlu dikembangkan konsep 48 . Untuk itu. tumpang tindih. (16) kawasan khusus. Desain Besar ini akan dilengkapi dengan peta jalan yang sekaligus merupakan masukan bagi penyusunan RPJMN Tahun 2015-2019. pembenahan sistem informasi. baik dalam lingkup nasional maupun lokal  Kecenderungan pemerintah nasional tidak melakukan penyesuaian kelembagaan dengan rezim desentralisasi se­­ hingga yang terjadi justru “pembengkakan” struktur kelembagaan di pusat. undang-undang otonomi daerah kemungkinan besar juga perlu direvisi.  Banyaknya urusan pemerintahan yang menyaratkan NSPK (Norma. Standar. Untuk itu. Sebagai konsekuensi logis­ nya. PP. 2011). (9) aparatur daerah. (2) pembagian urusan pemerintahan. (21) inovasi daerah. provinisi dan kabupaten/ kota yang berakibat pada per­ bedaan interprestasi. dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala dan tepat waktu. l Peningkatan kualitas pengendalian program melalui pengem­ bangan sistem informasi otonomi daerah yang menerapkan manajemen pengetahuan Salah satu kelemahan pelaksanaan otonomi daerah adalah tidak terpantaunya kegiatan secara memadai. ketika proses perencanaan pembangunan daerah belum mendapat perhatian. dan tarik-menarik kewenangan antarlevel peme­ rintahan (pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. (14) partisipasi masyarakat. (12) keuangan daerah. Berdasar penelitian dan diskusi yang diselenggarakan Pro­ gram Pascasarjana S2 Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada selama tahun 2008-2009. Undang-Undang Nomor 22 Ta­ hun 1999 hanya efektif selama 5 tahun dan direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.

Penataan daerah meliputi (i) pemekaran dan pembentukan daerah. yaitu (a) pembentukan daerah persiapan sebagai tahap awal sebelum ditetapkan sebagai daerah otonom. l Pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. ekologi. (ii) nilai dasar pembentukan daerah otonom terdiri atas efisiensi administrasi (daya saing daerah dan skala ekono­ mi dan jumlah beban propinsi) dan efektifitas adminis­ trasi (rentang kendali. dibutuhkan suatu forum yang dapat membantu mengakomodasi semua kepentingan. Untuk itu. dan lainnya. baik pemerintah. Untuk melihat jumlah ideal dari propinsi. peng­ olahan. yaitu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemerintahan dan mengaktualisasikan representasi lokal. (iv) demografi. (ii) penghapusan dan penggabungan daerah. yaitu geografi. 49 . dan rentang kendali. menyelenggarakan dengar pendapat publik. dengan melupakan bahwa filosofi otonomi daerah diantaranya adalah keterlibat­ an aktif masyarakat dalam proses ini. (iii) penyelesaian batas daerah. pemantauan dan evaluasi secara partisipatif Selama ini proses desentralisasi dan otonomi daerah ter­ lalu fokus pada aspek kepemerintahan. melibatkan masyarakat dalam pemantauan dan evaluasi secara partisipatif. dan pihak di luar pemerintah termasuk masyarakat. Dimulai dengan penyusunan sistem kepegawaian daerah yang berisi pola rekrutmen. dibutuhkan suatu grand design (desain besar) yang dapat menjadi suatu acuan bagi langkah pemekaran daerah. Saat ini telah tersedia suatu makalah kebijakan bertema Desain Besar Penataan Daerah6 di Indonesia. perairan kepulauan. dan ketahanan nasional. bahkan pada titik tertentu menjadi beban bagi pelaksanaan otonomi daerah. yaitu agama. (d) penetapan estimasi jumlah maksimal daerah otonom di Indonesia ta­ hun 2010-2025 (selengkapnya pada Tabel 2 ). Menjadi agenda pemerintah selanjutnya untuk mereview dan menginternalisasikan Desain Besar ini kedalam Desain Besar Otonomi Daerah dan regulasi terkait khususnya undang-undang otonomi daerah Beberapa ide utama dalam dokumen ini diantaranya ada­ lah (i) terdapat 4 (empat) elemen dasar penataan daerah. Diantara yang dapat dilakukan adalah efisiensi anggaran. yang merupa­ kan hasil kolaborasi berbagai pihak dengan dikoordinasikan bersama oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Partnership for Gover­ nance Reform). Untuk itu. Dimungkinkan juga pertukaran data dan informasi secara aktif diantara pemerintah daerah.Maret 2013 manajemen pengetahuan yang pada intinya menjaga aliran data dan informasi mulai dari pengumpulan data dasar. aksesibilitas dan potensi wilayah). (iv) pengalihan status daerah serta pemindahan ibukota (Kemitraan bagi Tata Pemerintahan. keterwakilan). demografi. revitalisasi perusa­ haan daerah. dan kerjasama dengan swasta. dengan pertimbangan jumlah penduduk. 2010). ketersediaan akses melalui keberadaan pusat informasi di tiap daerah. yaitu hidrologi. Beberapa hal yang akan tercakup adalah sistem informasi. dengan pertimbang­ an kepadatan penduduk. (v) geografi. Untuk itu. digunakan 7 (tujuh) formulasi dari berbagai sudut pandang. (vii) sosial ekono­ mi. l 6. (vi) perta­ hanan dan keamanan. sehingga keterlibatan pemangku kepentingan men­ jadi suatu keniscayaan. l Pengembangan alternatif sumber pembiayaan pemerintah daerah Kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah dalam mem­ peroleh sumber pembiayaan di daerah perlu disikapi dengan menyiapkan terobosan alternatif pembiayaan. (ii) manajemen pemerintahan. l Pembenahan forum komunikasi otonomi daerah Pelaksanaan otonomi daerah menjadi kepentingan semua pihak. sistem pendidikan pegawai. kondisi sosial ekonomi.Edisi 3 . luas wilayah. yang di­ padu dengan pengembangan reformasi birokrasi di daerah. dibutuhkan upaya bertahap untuk mulai melibatkan masyarakat dimulai dengan melaku­ kan sosialisasi secara intensif. persebaran dan etnis. mekanisme monitor­ ing dan evaluasi. sistem insentif/di­ sinsentif. Akibatnya masyarakat hanya menjadi obyek. (c) penataan daerah yang memiliki karakteristik khusus. l Pembenahan proses pemekaran daerah melalui penyusunan Desain Besar Penataan daerah Sebagaimana telah diketahui bahwa pemekaran daerah ternyata pada akhirnya tidak mendukung tujuan pelaksanaan otonomi daerah. Dengan demikian diharapkan dukungan masyarakat akan membantu meningkatkan kuali­ tas otonomi daerah. kabupaten/kota. Forum yang ada selama ini dapat dioptimalkan perannya dalam meningkatkan keterlibatan pemangku ke­ pentingan. topografi. tingkat kemakmuran. Tabel 2 Estimasi Jumlah Maksimal Kabupaten/Kota di Indonesia (2010-2025) Daerah otonom Jumlah provinsi Jumlah kabupaten/kota Jumlah daerah otonom 2010 33 491 524 Penambahan 11 54 65 2025(*) 44 545 589 (*) Diolah berdasarkan estimasi tim Desertada Kemendagri (2010) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembenah­ an birokrasi daerah melalui reformasi birokrasi Fenomena rendahnya kualitas sumberdaya manusia di daerah yang telah berlangsung lama perlu segera dihentikan. demokrasi pemerintahan (aspirasi dan kendali masyarakat. penjenjangan karir. sumber daya alam/buatan. pendistribusian dan bahkan meningkatkan data dan informasi tersebut menjadi pengetahuan. yaitu (i) administrasi publik. (iii) manajemen keuangan. (b) peng­ gabungan dan penyesuaian daerah otonom. budaya.

Skala pembangunan terlampau ke­ cil dibanding luas dan banyaknya rumah di permukiman kumuh. atau Kepunden (Semarang) sumber foto: istimewa 50 . tidak harus membayar iuran sanitasi maupun sampah dan ongkos pe­ meliharaan rumah pun ringan. Surabaya dan kota lain­ nya. Sukajadi (Bandung). di Suka­ jadi (Bandung). Pembangunan rumah susun di Kebon Kacang (Jakarta) juga merupakan eks­ perimen untuk menggantikan permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. Apalagi rencana pembangunan jang­ ka panjang telah mencanangkan kota tanpa permukiman kumuh 2025. Ka­ rena dengan sifat kebutuhan dan tingkat pendapatannya. Pada waktu itu belum ada undang-undang tentang perumahan dan permukiman. Apa yang dianggap uji coba dan contoh yang baik seperti rumah susun di Dupak dan Sombo (Sura­ baya). Karena selama itu. sekedar eksperimen untuk mendapatkan pengalam­ an teknis. UU ini beriringan dengan pembangunan rumah susun di Kebon Kacang. Misi tersebut belum akan berubah selama permukiman kumuh masih ada. Pertama untuk meningkatkan kualitas per­ kotaan dengan mengganti permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. Tahun 1990. kecua­ li harus menghadapi resiko tersebut. penyakit menular dan mungkin juga penggusuran. makin memberatkan masyarakat maupun pemerintah kota. Kedua untuk memenuhi kebutuhan akan rumah yang terus meningkat oleh per­ tambahan penduduk. Masalah inilah yang diatasi dengan membangun kota secara vertikal. pembangunan rumah susun memang tidak pernah sungguh-sung­ guh menjadi instrumen peningkat­ an kualitas permukiman kumuh. biasanya juga murah.Pendapat Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? Tjuk Kuswartojo* P embangunan rumah susun massal sebagai produk kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah pe­ rumahan dan perkotaan di Indonesia baru muncul awal tahun 80an. kehadiran payung hukum rumah susun mendahului payung hukum perumahan dan permukiman yang lebih menyeluruh dan komprehensif. Pertambahan penduduk dan per­ luasan kota yang tak terbendung. Palembang dan seba­ gainya oleh Perumnas sebagai al­ ternatif rumah sederhana. tetapi tidak memberikan hasil yang berarti. menjadikan kehidupan dan manajemen kota makin sulit. Rumah susun sebagai pengganti permukiman kumuh sudah diselenggarakan sejak 25 tahun yang lalu. dan sebagainya. Dengan demikian. semuanya terpaksa harus dihadapi. tidak ada pilihan lain bagi suatu lapisan masyarakat. Sementara itu. Apalagi resiko meng­ huni tersebut dikompensasikan juga dengan hubungan keakrab­ an sosial yang terbangun di kampung tersebut. Kalaupun rumah tersebut harus menyewa. muncul instruksi presiden untuk mena­ ngani permukiman kumuh pada tanah negara dan secara eksplisit menyatakan bahwa perbaikan permukiman ku­ muh itu dilakukan dengan membangun rumah susun. air gratis. yang ada adalah UU Nomor 6 Tahun 1962 tentang Pokok-Pokok Perumah­ an yang terfokus pada hubungan sewa menyewa perumahan. Bandung. Klender (Jakarta). Rumah Susun dan Rumah Menara: Dapatkah Mengganti Permukiman Kumuh? Kampung yang menjadi kumuh. penyakit oleh kondisi lingkungan. Sedang pembangunan rumah su­ sun di Klender (Jakarta). Resiko tinggi meng­ huni kampung kumuh seperti banjir. Dimulai dengan membangun rumah susun 4 lantai di Jakarta. Dengan demikian. kebakaran. peratur­ an pemerintah tentang persyaratan yang lebih teknis terkait rumah susun diterbitkan pada tahun 1988. sejak awal pembangun­ an rumah susun dianggap sebagai solusi untuk dua misi. kemudian diterbitkan undangundang rumah susun untuk memberi landasan hukum tentang kepemilikan dan kewajiban serta tanggung jawab penghuninya. adalah solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar beban menghuni lebih ringan dan terjangkau. Membangun tanpa menggusur. begitulah slogan yang dicanangkan. Persoalannya adalah bagaimana agar rumah susun menjadi solusi yang tepat dan efektif itulah yang menjadi soal. Kampung kumuh pasti de­ kat de­ ngan tempat mencari nafkah. Tahun 1985.

Walau­ kumuh. Tentu saja lis­ trik dan air harus mungkin trenyuh dan risau melihat sebaran.300. Tipe studio sekarang permukiman liar dan kumuh di Hongkong tahun lima­ disewakan dengan harga Rp. kebijakan tower ini harus karta juga dapat ditampung. Ketinggian bangunan itu sendiri. Kalibata dan Pulo Gebang. penghuni apartemen terkena kewajiban membayar ongkos Didorong oleh niat meningkatkan skala pembangun­ manajemen antara Rp. Bagaimana membiayainya. Seperti apa yang temen sederhana karena harganya pada waktu itu ”hanya” terjadi dengan tower Kalibata. Berbagai usaha kecil. rapannya bahwa perumahan ini tidak hanya pun demikian masih ada sisa pemikiran un­ diperuntukkan bagi penghuni permukiman tuk tetap membangun tower guna mengatasi kumuh saja. hijau yang luas. di mana lokasinya dan berapa Meski tidak menjadi keputusan dan pernyataan yang luas lahan yang dibutuhkan untuk memulainya. sayuran.Maret 2013 tidak direplikasi atau dikembangkan lebih lanjut. sesungguhnya Gubernur DKI Jakarta waktu itu meng­ otak atik struktur bangunan.000 jiwa menempati persil seluas 12 Ha. menjadi beban berat bagi sarana dan prasarana kota di ka­ Hadirlah kemudian kompleks apartemen ”sederhana” di wasan tersebut.180. ditambah dengan subsidi pemerin­ rah itu.900.rumah menara bangunan ini dilaksanakan tanpa menggusur.144 juta per Gubernur mengakibatkan beliau dituduh sebagai peng­ unit dua kamar tidur. Karena dengan kepadatan penduduk yang begitu tah serta kemudahan perizinan akhirnya Perumnas dan tinggi. yang akan menyelamatkan Bagaimana hubungannya dengan per­ Jakarta dari banjir dan juga memberi udara mukiman kumuh. tetapi oleh terfragmentasi sehingga tidak memberi efek nyata. terbang misalnya seluas 20 m2 harus menyediakan Rp. untuk mengganti rumah kumuh. Beliau-beliau tersebut pemeliharaan.000 orang/hektar. dokter dan agen Mengapa tower...Edisi 3 . Dengan demikian. wakil presiden dan beberapa menteri.000 de­ ngan helikopter mengamati permukiman sampai Rp. 30. Nah ini yang tidak ada. Selain itu. pasti beberapa pengembang mau membangun tower tersebut. Muncullah gagasan mem­ aktivitas ekonomi.000 gal di kampung.000 sampai Rp. segar. rumah susun lebih dari 10 mulai dari warung makanan. pembangunan rumah susun terkesan inkremental dan bukan oleh yang membutuhkan rumah. Mengapa bukan rumah susun empat/ ternyata rumah menara tidak menjawab soal lima lantai seperti yang telah ada. Karena Apartemen yang telah dibangun itu ternyata diserbu itu. Dengan eksplisit. apakah mengelola tower pengganti permukiman kumuh tersebut. Ha­ soal permukiman bung dengan permukiman kumuh. penjual sayurlantai. karena penggunaan tanahnya properti kecil-kecilan. tukang pijit. bayar juga. hambat pembangunan. para pengembang mau. tetapi nyatanya menjadi kebijakan yang tikan dan difasilitasi di kompleks tower. disertai dana subsidi untuk menghuni. tidak menjawab Tower yang diba­ngun tersebut nggak nyam­ pung maksimum 400 orang/hektar sedang tower bisa lebih dari 2. Karena lokasinya. tumbuh di kompleks kecil sehingga bisa diperoleh ruang terbuka tersebut. bangun tower. meminimkan kebutuh­ tidak terlalu suka dengan kebijakan towerisasi rumah mu­ an ruang dan utilitas. tentu saja permukiman kumuh. persyaratan yang diajukan Rp. Mungkin hanya suatu lontaran ide tanpa telaah puluhan tahun di permukiman kumuh juga perlu diperha­ yang mendalam. tetapi masyarakat yang saban kekumuhan di pinggiran Ciliwung. menun­ Kelapa Gading. pada suatu waktu di ta­ persegi per bulan.85 juta per unit satu kamar tidur dan Rp.000 sehingga tidak puluhan. seper­ investor kecil yang tidak terlalu menghitung pengembalian ti misalnya pembangunan rumah susun untuk mengatasi walaupun tetap mau untung. Walaupun demikian sehingga akhirnya rumah susun mengumuh juga. salon.15. Kalau hari naik di atap KRL mondar mandir ke Ja­ memang demikian. Memang benar pem­ agar penduduk yang dapat ditampung bisa . penyewa tipe studio hun 2007. Rumah susun bisa menam­ karena memang tidak ada yang harus digusur. Hubungan sosial yang terbangun selama tower. Disebut apar­ tut persyaratan teknis yang tinggi pula. Terlebih lagi karena manajemen pengoperasian terlalu jauh berbeda dengan indekosan sekitar Jalan dan pemeliharaan rumah susun tersebut sangat lemah Thamrin atau Jalan Gatot Subroto.000 per meter an massal dengan lebih cepat. masih menyibukkan para penjabat kementerian.000 per bulan untuk sumber foto: istimewa kumuh di Jakarta.. pengamatan dari helikopter itu meneguhkan kos tinggal di tower akan jauh lebih tinggi dari pada ting­ kebijakan perumahan yang dikenal dengan program 1. Karena pasti ong­ Begitulah.9. lebih banyak. 51 .. apartemen lokasi dan luasnya permukiman kumuh dan Gading Nias dan Kalibata kini tampak hidup menjadi yakin bahwa rumah menara adalah dan bahkan bisa menumbuhkan banyak solusi yang tepat. Ide itu memba­ harus diselesaikan soal siapa yang berhak dan bagaimana wa serta banyak soal.

mendapat respon masyarakat dan mempu­ nyai efek konstruktif. mengindikasikan ada kesenjangan antara pendapatan dan ongkos menghuni. Dari segi ini. Subsidi yang saat ini disediakan oleh pemerintah nasional. berla­ pis dan dengan kesenjangan yang tinggi menjadi soal be­ rat untuk dapat menentukan besaran dan sasaran subsidi dengan tepat. Pajak bumi dan bangunan pun akan menjadi lebih tinggi. selain subsidi ongkos konstruksi. Masalah yang sering dikemukakan para penjabat bahkan para tokoh perumahan konon adalah backlog membesar. yang perlu kita dicari adalah solu­ si. tetapi tidak jelas apa masalah yang sesungguhnya. Apalagi bila bangunan itu berupa menara lebih dari duapuluh lan­ tai. ternyata disambut dingin-dingin saja oleh masyarakat. apalagi masyarakat miskin yang tinggal di kampung kumuh . rumah susun adalah solusi. Keluhan Dinas Perumah­ an DKI Jakarta atas besarnya penunggak sewa perumahan Marunda yang konon ”hanya” Rp. tidak mungkin menang­ gung ongkos sewa rumah susun seperti Marunda. ongkos menghuni akan berlipat ganda sehingga tidak dapat di­ jangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. tetapi menjadi le­ bih keliru lagi karena tidak diungkapkan kekurangan itu dimana dan terjadi untuk lapisan masyarakat yang mana. intalasi keamanan dan lift akan menjadi beban menghuni. yang pasti tidak dalam jangka penggantian menteri atau pimpinan daerah. Istilah backlog yang digunakan menyatakan kekurangan rumah itu pun sesungguhnya keliru.000 per bulan.128. Masyarakat yang begitu beragam. Subsidi Ongkos Menghuni Ongkos pemeliharaan. air bersih. Masyarakat yang hi­ dup dibawah garis kemiskinan. *) Pemerhati kebijakan permukiman. Apalagi sebagian besar masyarakat tersebut berpenghasilan dari sumber-sumber informal yang sulit diketahui besarannya. tetapi banyak solusi yang ditawarkan bahkan dilaksa­ nakan. ada soal lain yang harus ditangani dengan sungguhsungguh. Kalaupun masalah itu dikemukakan. Kapan pencabutannya perlu dipantau dan dikaji secara mendalam. Walaupun demikian. penyediaan air bersih akan menjadi beban menghuni. sanitasi. Sering kita dengar. Subsidi beban menghuni tersebut mungkin bisa juga dihubungkan dengan beban pemerintah daerah untuk pe­ nanganan kebakaran dan pemeliharaan kesehatan. Keamanan konstruksi. Begitulah jadinya. tidak mungkin apartemen sesederhana apapun bisa menggantikan permu­ kiman kumuh. kecuali pemerintah juga memberikan sub­ sidi beban menghuni tersebut. perbaikan. mungkin akan mengatasi ongkos transpor dan me­ ngecilkan resiko menghuni. Masyarakat miskin yang tinggal di ko­ long jalan layang atau di genangan air memang tidak akan mampu tinggal di rumah susun sewa. sering hanya berupa masalah simptomatik dan bukan masalah yang mendasar. Ini bukan masalah simptomatik. Selain itu. yaitu bagaimana mengelola subsidi tersebut agar sumber foto: istimewa tepat sasaran. perkotaan dan lingkungan hidup 52 .Pendapat Rumah susun. Artinya pemerintah juga harus ikut menanggung ongkos pemeliharaan. apartemen murah atau apapun nama­ nya. Pemerintah Inggris baru mencabut susbsidi yang dilaksanakan lewat peru­ mahan publik (public housing). setelah subsidi terse­ but berlangsung selama lebih dari 50 tahun. ternyata tidak didasari pada pemahaman atas apa masalahnya. Pada waktunya subsidi memang dapat dicabut. tetapi kiralogi (ilmu kira-kira begitulah ) untuk retorika politik.

Namun. Namun. Masalah apa saja yang muncul dalam penghunian rusun bagi MBR di berba­ gai kota besar Indonesia?. Termarjinalisasi penghuni rusun Masalah ini terjadi karena MBR penghuni rusun tidak sanggup membiayai biaya angsuran dan biaya operasional hidup di rusun. dan kedua. b. c. K ata pemberdayaan masih terus didesakkan ke­ pada pemerintah oleh para pakar dan penggiat pembangunan guna membantu masyarakat mis­ kin (lemah) yang tak berdaya menghadapi permasalahan yang muncul dari implementasi kebijakan pembangunan. pemberdayaan sangat diperlukan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah (MBR) penghuni rumah susun (rusun) di perko­ taan. Nursalim. Hasil penelitian Fatwan Tadjung (1999) di Rusun Benhil DKI Jakarta yang me­ nyimpulkan masih 30 persen penghuni asli masih bertahan hidup di rusun dan selebihnya penghuni lain bukan kelompok sasaran. Adanya akses yang rendah bagi MBR untuk menghuni rusun dikarenakan persyaratan tertentu. Hal ini disebabkan oleh harga rusun tidak terjangkau MBR di satu sisi. penghuni­ nya adalah PNS dan lainnya yang tidak berhak atas rusun. terjangkau. terutama di DKI Jakarta. Berbagai masalah dan faktor penyebab dalam penghunian rusun bagi MBR dapat diidentifikasikan sebagai berikut: a. karakteristik sosial ekonomi dan budaya MBR yang lemah sering memunculkan permasalahan dalam penghunian rusun. Mengapa pemberdayaan diperlukan? Hal ini dikarenakan: Pertama. Bagi MBR. yang terjadi masih mun­ cul sejumlah permasalahan di dalamnya.Si. dan bagaimanakah implementasi pemberdayaan yang dapat mengatasi problem peng­ hunian sumber foto: istimewa rusun oleh MBR? Kedua hal tersebut akan dibahas dalam artikel pendek ini dan selanjutnya diharapkan memuncul­ kan diskursus tentang permasalahan penghunian rusun bagi MBR perkotaan. Gerakan pemberdayaan atau empowerment bagi MBR penghuni rusun diperlukan karena gerakan tersebut didasar­ kan pada gagasan “memberikan kekuatan (power) kepada yang lemah (powerless) sehingga dengan kepemilikan kekuat­ an seseorang dapat melaksanakan proses aktualisasi (Pranar­ ka. rendahnya akses MBR tersebut juga disebabkan oleh pe­ rilaku oknum pejabat di Dinas Perumahan yang tidak 53 . Demikian pula. Masalah dan faktor penyebab Pembangunan rusun ditujukan untuk mengatasi kebu­ tuhan perumahan MBR di perkotaan yang tidak mampu mendapatkan sarana dan prasarana tempat huni­ an (rumah) yang layak. dengan adanya keberdayaan yang tinggi dalam proses pembangun­ an rusun. dan di sisi lain disebabkan pengembang ingin rusun yang dibangunnya cepat terjual. kebijakan pembangunan rusun masih sering tidak berpihak kepada MBR. Mun­ culnya masalah ini disebabkan oleh adanya harga rusun tak terjangkau oleh MBR dan praktik pemasaran rusun sulit diakses MBR. dan berkelan­ jutan. masih nampak tingkat penghunian rusun belum optimal. Adanya fenome­ na ini membuktikan bahwa dalam peng­ hunian rusun telah terjadi marjinalisasi terhadap peng­ huni rusun. Penghunian rusun belum optimal Dalam kasus di beberapa kota besar di Indonesia. M. dalam proses pembangunan rusun dan pemanfaatannya masih menimbulkan banyak masalah bagi penghuni rusun yang hingga kini sulit terpecahkan. seperti kepemilikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan struk gaji sulit dipenuhi oleh MBR. Dalam ba­ nyak rusun yang ada.Maret 2013 Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial Drs. Pemberdayaan bagi MBR penghuni rusun telah sering di­ lakukan oleh pemerintah. Bias investasi pembangunan rusun Munculnya masalah ini terlihat dari penghunian rusun yang jatuh pada masyarakat non target group. 1996).Edisi 3 . Demikian pula. maka kesejahte­ raan hidup mereka dalam meng­ huni rusun dapat sustainable.

dan rusun dijadikan ke­ giatan tempat kriminal (transaksi narkoba). Belum adanya asuransi penghunian Hingga saat ini MBR penghuni rusun di berbagai kota besar di Indonesia masih belum tenang hidupnya jika mendapat musibah atau bencana seperti bangunan runtuh dan terjadinya kebakaran. Di samping itu. berkelanjut­ an dan kurang dapat melahirkan kader-kader penghuni rusun sebagai ahli pemberdayaan untuk diri mereka. Dari kenyataan implementasi pemberdayaan tersebut tidak berarti apa yang telah dilakukan pemerintah salah. dan lain-lain. ter­ lihat bahwa pemerintah wajib melakukan pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. Rusaknya sarana dan prasarana rusun Suatu realita yang dapat dijumpai. Disamping itu. Adapun ketidakefektifan pem­ berdayaan penghuni rusun melalui pendekatan “TRI DAYA” ada­ lah dalam implementasinya lebih terkesan bersifat proyek. rusun dalam keadaan kumuh. Sebagai aki­ batnya. ekonomi. ekonomi. seperti telah dipaparkan di depan telah memun­ culkan masalah ketidakmampuan bertahan hidup di rusun karena terbebani biaya operasional perawat­ an rusun yang tinggi. memperlihatkan kondisi fisik bangunan rusun yang se­ makin rusak dan kumuh. terutama pada peng­ huni rusunawa. Artinya. pemberdayaan tersebut belum memberikan kontribusi yang besar bagi kelangsung­ an hidup penghuni rusun. Hal ini karena tidak adanya per­ hatian pemerintah untuk peduli melindungi harta dan jiwa penghuni rusun. d. budaya kurang berkembang Pembangunan rusun di perko­ taan adalah untuk menyejahtera­ kan MBR. Akan tetapi implementasi pemberdayaan penghuni rusun perlu disempurnakan baik mengenai teknik pendekatan maupun pengaturan pihak-pihak yang terlibat dalam pem­ berdayaan penghuni rusun. Kegiatan sosialisasi dan pembinaan penghuni rusun dengan konsep pendekatan “TRI DAYA” (sosial. Dengan memperhatikan bunyi ketentuan tersebut. Kehidupan sosial. dalam kegiatan pembangunan rusun masih sering MBR tidak dilibatkan dalam perencanaan bentuk (desain) rusun yang akan ditempati. termasuk penghuni 54 . ekono­ mi. dan lingkung­ an belum dilakukan secara konprehensif. lembaga jasa swasta juga tidak tertarik memberikan layanan asuransi penghunian rusun karena dipandang tidak menguntungkan dan ba­ nyak ruginya bila dilakukan. Akan tetapi dalam implementasi. dan budaya hidup MBR di rusun semakin berkembang. Berbagai masalah penghunian rusun yang telah dipaparkan di muka men­ jadi bukti bahwa pemberdayaan penghuni rusun belum diimplementasikan secara tepat dan benar.Pendapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. misal di rusun di Penjaringan DKI Jakarta. e. dan lingkungan) telah dilakukan oleh pemerintah/ pemda. Sosialisasi sebagai pemberdayaan pada tahap awal pem­ bangunan rusun masih memosisikan masyarakat calon penghuni rusun sebagai obyek pembangunan. Dampak dari kondisi ini menimbulkan eksodus pindah ru­ mah yang jauh dari tempat beker­ janya sehingga menyebabkan be­ ban hidup untuk biaya sosial dan ekonomi menjadi semakin tinggi. f. kondisi ekonomi tidak semakin baik. Akan tetapi yang terjadi banyak penghuni men­ jual rusun dengan pindah ke lain tempat. Masalah ini muncul karena kurang adanya pembinaan pemerintah yang tepat dan intensif terhadap penghuni rusun. Sosialisasi yang dilakukan pemerintah lebih mengesankan pada mo­ bilisasi dan instruktif. terdapat dalam pasal 11 ayat (1) berbunyi ”Pemerintah melakukan pembinaan penyelenggaraan rumah susun secara nasional untuk me­ menuhi tertib penyelenggaraan rumah susun” dan pada ayat (2) butir g dinyatakan bahwa pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. Demikian pula. sebe­ narnya telah disertakan program pemberdayaan penghuni rusun. Munculnya masalah ini disebab­ kan oleh tingkat kesadaran penghuni yang masih rendah dalam memelihara rumah yang disewa. Dampak positif yang diharapkan adalah terwujudnya kehidupan yang harmonis para peng­ huni. Formalitas Pemberdayaan Dalam paket kebijakan pembangunan rusun. Hal ini dapat dibuktikan dari tindakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memecat seorang pejabat Dinas Perumahan yang menghalang-halangi masyarakat korban banjir me­ nempati rusun yang disediakan Pemda. sumber foto: Peduli Menara Latumeten program penguatan kehidupan sosi­ al. perkembangan tingkat ekonomi penghuni. Implementasi Pemberdayaan Kata pemberdayaan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rusun. Pemda DKI tidak melakukan pengawasan yang tegas dan terkesan membiarkan proses terjadinya kerusakan rusun yang berlarut-larut.

Penghunian rusun Pemberdayaan melalui “TRI DAYA” pada penghuni rusun. oleh pemerintah bersama masyarakat. ekonomi dan budaya penghuni rusun. tapi yang lebih penting untuk memenuhi kepentingan penghuni. (ii) bimbingan keterampilan kewirausahaan. Oleh karenanya. oleh pe­ merintah. Sedang­ kan siapa yang melaksanakan. (iii) memasilitasi kemudahan memper­ oleh modal ke lembaga keuangan bank dan non bank. Peran pemangku kepentingan pembangun rusun perlu ditingkatkan perannya sehingga mempercepat terwujud­ nya kehidupan penghuni rusun yang harmonis (sosial). kita dapat mengacu pada tahapan pemberdayaan seperti dikemukakan Prijono (1996). dengan cara sebagai berikut a. b. pembangunan dan penghunian rumah susun. Melalui pendekat­ an ini akan menimbulkan kepercayaan (trust) yang tinggi dari calon penghuni MBR bahwa pemerintah benar-benar memikirkan pemenuhan kebutuhan rumah yang layak.Maret 2013 rusun sehingga dapat membantu meningkatkan kehidup­ an sosial. (ii) Tahap partisipatoris. pemerintah wajib memberi­ kan insentif (pajak). Di samping itu. dari pemerintah bersama masyarakat. kesejahteraan keluarga (ekonomi). Uluran tangan yang diberikan dapat berwujud pemberian (i) jaminan asu­ ransi kepenghunian rusun. pendekatannya harus dirubah dari pendekatan proyek ke pendekatan non proyek. Namun. 55 . keberdayaan penghuni rusun juga harus diwujudkan dalam pilihan lokasi yang strategis dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi massal. dan lainnya kepada pengembang rusun MBR sehingga harga rusun tidak mahal baik untuk dimiliki atau disewa. yaitu (i) Tahap inisial. Untuk kepentingan pertama.Edisi 3 . Un­ tuk kepentingan kedua.com pada tahap awal pembangunan rusun porsi pemerintah dominan. Bagaimanakah imple­ mentasi pemberdayaan MBR dapat membantu memecah­ kan berbagai problem yang muncul dalam penghunian rusun? Implementasi yang tepat dalam pemberdayaan peng­ huni rusun dapat dilakukan pada tahap perencanaan. Seperti diungkapkan di depan bahwa kebijakan yang tepat bagi peningkatan kesejahteraan MBR penghuni rusun adalah dilakukan melalui pemberdayaan. pemberdayaan pada penghuni rusun harus di­ orientasikan pada terciptanya kemampuan daya beli dan sewa rusun. ekonomi. dan budaya penghuni rusun. untuk rakyat. dari pemerintah. untuk rakyat. segala keinginan dan harapan yang ada pada calon-calon penghuni rusun harus benar-benar didalami dan diakomodasi dalam pembuatan rencana pembangun­ an rusun. dan untuk rakyat. Dan.koran-jakarta. kemudahan berbagai perijinan. c. Perencanaan rusun Rusun dibangun tidak hanya untuk kepentingan pihak pembangun (swasta atau pemerintah). apa yang direncanakan pemerintah harus benar-benar untuk kepentingan MBR. Di samping itu. dari rakyat. Ketiga tahapan tersebut dapat dilakukan pada implementasi pemberdayaan masyarakat BMR peng­ huni rusun. dan didukung oleh pemerintah ber­ sama masyarakat. Sosialisasi program dan perencanaan rusun perlu dilakukan dengan pendekatan manusiawi dan komunikasi dua arah serta menerapkan bottom up planning. (iv) bimbingan keamanan dan ketertiban masyarakat. dan 3. Pemerintah/pemda dalam implementasi pember­ dayaan harus melibatkan peran serta masyarakat de­ ngan memberikan fasilitasi terbentuknya forum peran serta dalam pemanfaatan rusun (Pasal 132 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman). terjangkau. namun pemerintah harus mendengarkan aspi­ rasi MBR. yaitu penguatan kehidupan sosial. ekonomi. dan bu­ daya (lingkungan) seperti yang telah dilakukan pemerintah masih relevan untuk dilanjutkan. dan perilaku bersih dan betah tinggal di rusun (budaya). Pembangunan rusun Pada tahapan pembangunan rusun (rusunami dan rusunawa). sudah saatnya pemerintah/ pemda memasilitasi tersedianya tenaga pendamping dari masyarakat (LSM atau Perguruan Tinggi) untuk dilibat­ kan dalam kegiatan memberikan bimbingan dan pelatihan ke arah terwujudnya proses pembelajaran sosial. Meski sumber foto: www. (v) pe­ nyuluhan kebersihan lingkungan. Tahap emansipatif. pemerintah daerah harus berani menyusun RTRW yang memungkinkan MBR dapat ting­ gal di rusun yang dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi umum. dan berkelanjutan yang menjadi harapannya.

5 April 2013 .000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Pendapat Sukseskan 56 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Program 1.

Hal yang menjadi pertanyaan apakah untuk membangun Jakarta saat ini dan kedepannya masih tetap menggunakan rencana tata ruang atau tidak. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah tumpang tindih kewenangan yang tidak jarang menimbulkan ben­ turan konflik kepentingan disebabkan ego sektoral atau benturan kepentingan ekonomi. memiliki komitmen yang tinggi serta in­ tegritas yang kuat untuk berpihak pada sisi kepentingan publik yang lebih besar dalam penataan sistem tata ruang kota dan sistem tranportasinya. secara khusus pernah menyoroti perubahan tata guna lahan yang semakin sulit dikendalikan. sosial dan politik. Bahkan hasil evaluasi terhadap RTRW 2000-2010 menunjukkan indikasi ter­ ja­ dinya penyimpangan terhadap tata ruang cu­ kup tinggi. Arahan pengembangan transportasi yang dikembang­ kan adalah menjadikan angkutan umum sebagai tulang punggung sistem dan menerapkan kebijakan manajemen permintaan (TDM) serta penyediaan jaringan jalan seba­ gai pendukungnya. Faktor lemah­ nya penegakan hukum. bukan hanya disebabkan kelemahan aparatur. namun karena memang aturan yang disusun di dalam rencana tata ruang belum dilengkapi dengan berbagai ketentuan aturan pelaksanaannya. Tidak dapat ditutupi. sinergi kedua komponen termuat dalam aturan tentang struktur ruang dan sistem transportasi pada Pasal 17 hing­ ga Pasal 40. Jakarta memerlukan struktur birokrasi dan aktor pimpinan daerah yang kompeten. Percepatan Pembenahan Sistem Saat ini untuk membenahi masalah transportasi.Pendapat Edisi 3 . Pem­ prov DKI telah menerapkan kebijakan Pola Transportasi Makro. dimana letak kemandulan dari rencana tata ruang Jakarta? Terdapat beragam penyebab lemahnya implementasi suatu rencana tata ruang. Terjadinya inkonsistensi dan juga tidak konsekuennya dalam mengimplementasikan. kegagalan menyinergikan aspek tata guna lahan dan transportasi menjadikankota yang tidak rapi. Kondisi empiris menunjukkan bahwa bangkitan lalu lintas akibat perubahan tata guna lahan pada masa ber­ lakunya RTRW Jakarta 2000–2010 tidak mampu diwa­ dahi/dilayani oleh pertumbuhan jaringan transportasi. Pola Transportasi Makro ini memiliki tiga langkah strategi untuk mengatasi masalah kema­ cetan. Hal yang perlu dipertimbangkan dan mendapat catatan adalah apakah sistem dan jaring­ an transportasi yang diuraikan pada Pasal 21 yang terkait Sistem dan Jaringan Transportasi mampu mewa­ dahi kebutuhan mobilitas akibat pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dijabarkan pada Pasal 18. Sehingga dalam pelaksanaannya pun kerap terpaksa harus “meninggalkan” peraturan yang sudah ditetapkan. disertai kebijakan yang sering berubah-ubah karena tuntutan perkembangan zaman aki­ bat tekanan kapitalisme (neo-liberal) dan perubahan so­ sial yang dipengaruhi perkembangan teknologi yang amat cepat menjadi faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang.Maret 2013 Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta n Bagian kedua (Tamat) D Yayat Supriatna* i dalam Perda RTRW Jakarta 2030. Harian Kom­ pas (2010). melalui Peraturan Gubernur Nomor 103 Tahun 2007. Muat­ an materi yang perlu mendapat perhatian secara khusus di RTRW Jakarta 2030 adalah sistem pusat kegi­ atan yang direncanakan pada Pasal 18. 57 . dan pada akhirnya akan memberi kontribusi pada terciptanya kemacetan yang menetap. Jika tata ru­ ang tidak menjadi rujukan. seperti beragamnya penafsiran dan pemahaman yang terbatas terhadap setiap produk hu­ kum yang terkait dengan penataan ruang.

karena penundaan dan sekedar berwacana. Indikator banyaknya hambatan dan kelambatan sudah banyak yang diketahui. Hingga saat ini belum banyak tindakan yang sudah dilakukan untuk menata ratusan sepeda motor yang menyebar dan bergerombol di pintu-pintu masuk gedunggedung perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan di se­ antero Jakarta. di­ harapkan layanan yang mencakup beberapa simpul kegiat­ an utama di Jakarta dapat dipenuhi tanpa kendala. Masalah kemacetan tidak dapat diselesaikan hanya dengan wacana. sebagai alternatif pengganti monorail. Sementara untuk pembangunan jaringan LRT. 58 . LRT (Light Rapid Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit) yang diharapkan akan selesai pada tahun 2020. Dengan semakin tingginya jumlah pengguna busway. Pembenahan sistem transportasi perlu segera dilaku­ kan. sejak tahun 1974 Jakarta sudah memiliki lebih dari 12 Dokumen Rencana Sistem Transportasi yang minim realisasi. pencapaian pemba­ ngunan 15 koridor busway sudah harus tercapai pada tahun 2010. adalah keterkaitan dengan unsur-unsur penunjangnya seperti kepastian ter­ hadap pa­ sokan gasnya dan bagaimana menata ulang dengan jalurjalur busway yang sudah berjalan selama ini. Semua hasil kajian adalah hasil kerja keras para ahli dan masukan dari masyarakat. Jika mengkaji dari berbagai studi transportasi yang telah dilakukan di Jakarta. Hingga saat ini telah beroperasi 11 koridor. adalah dengan munculnya ribuan ojek sepeda motor sebagai sarana yang paling efektif mengatasi kemacetan. Kebijakan di tataran makro harus tegas dan jelas serta mampu menjelaskan siapa yang harus bertanggungjawab untuk menjalankan hak dan kewajibannya. Kendala terbesar untuk memba­ ngun infrastruktur dan pembenahan angkutan massal adalah masalah ruang/lahan. terdapat banyak catatan buruk yang harus diperbaiki.Pendapat antara lain melalui strategi pembangunan infra­ struktur jalan. baik pada tataran makro (kebijakan dan kewilayah­ an) hingga pada tataran mikro (tingkat operasional di lapang­ an). Koridor 1 sam­ pai 8 telah terpenuhi targetnya dari 2004 sampai 2007. tetapi diperlukan kerja keras serta konsisten dengan amanat yang telah diberikan. belum sepenuhnya berjalan karena berbagai ken­ dala operasional dan sosialisasi peraturannya yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat. menjadi catatan tersen­ diri tertundanya berbagai target pembangunan angkutan massal. Kita belum ba­ nyak mempunyai pengalaman dalam pengelolaan elevated bus­ line. *Staf Pengajar Teknik Planologi – Universitas Trisakti. Akibat keterbatasan ruang. Penerapan UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Peng­ adaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Kapasitas anggaran APBD yang terbatas dan mi­ nimnya dukungan finansial yang kuat dari peme­ rintah pusat men­ jadi kendala untuk menyelesaikan semua masalah di dalam sistem. sehingga masyarakat dapat memahami sejauh mana tingkat keserius­ an Pemprov DKI untuk membenahi angkutan umumnya. yang melingkupi LRT Monorail Green Line dan Blue Line. Setiap rencana perlu untuk segera ditindak lanjuti. Peneliti P4W –IPB serta Pengguna Komuter Line Bogor –Jakarta. Peru­ bahan konsep sebaiknya dikaji ulang dan disertai dengan me­ rubah ketentuan Peraturan Gubernur yang mengatur peri­ hal Pola Transportasi Makro. walau ada pertimbangan dengan adanya model seper­ ti ini diharapkan efektifitas layanan akan lebih me­ ningkat karena tidak adanya penyerobotan terhadap jalur bus ka­ rena bersifat khusus. Hal lain yang cukup menambah ruwet adalah terkait pembebasan lahan yang berlarut-larut akibat sengketa hukum dan harga pembebasan yang kadangkala sulit untuk mencari nilai kesepakatan. Penggiat di SUDForum. Berdasarkan rencana. masalah pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruk­ tur jalan dapat me­ nemukan jalan keluarnya. pembangunan angkutan massal. Tingginya nilai lahan dan semakin padatnya kota. dan semua dokumen rencana dibuat dengan biaya yang cukup besar. Hal ini didasarkan pertimbangan penahapan pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi dengan menyinergikan konsep pengembangan jaringan Bus Priority (Busway). Tetapi yang menjadi catatan penting dari pengelolaan Transjakarta. Terjadi kelambatan pembangunan yang seha­ rusnya dijelaskan kepada masyarakat faktor penyebabnya. Seharusnya berdasarkan target yang ditetapkan da­ lam Pergub 103 Tahun 2007. Esensi yang pa­ ling krusial untuk di tingkat makro adalah masalah finan­ sial. Hampir sebagian besar isi rencana jauh dari realisasi yang diharapkan. Fenomena yang menarik saat ini akibat tidak berjalannya sistem. salah satu rekomendasi yang penting untuk dijalankan Pemprov DKI adalah harus tetap konsisten dengan semua hasil rencana dan kebijakan yang telah disusun. Implikasi dari setiap penundaan adalah akan munculnya masalah baru yang lebih parah. yang dimulai sejak tahun 2005/2006 resmi dibatalkan oleh Gubernur sehingga tidak dapat diketahui bentuk ren­ cana alternatif apa yang akan dikembangkan selanjutnya. Termasuk di da­ lamnya upaya langkah-langkah percepatan yang dikemu­ kakan oleh Wakil Presiden terhadap 17 langkah strategis mengatasi kemacetan di Jakarta. Pengembangan BRT telah beroperasi sejak tahun 2004. waktu dan dana. Diharapkan dengan turunnya berbagai peraturan pelaksanaan dalam bentuk PP dan Perda yang dapat diberlakukan di wilayah Jakarta. upaya menambah ruas jalan semakin sulit. dan pe­ nerapan re­ gulasi untuk sisi pengendalian kendaraan pribadi. si­ sanya koridor 9 sampai 15 ditetapkan selesai 2007 sampai 2010. Direncanakan mengembangkan model elevated busline. Untuk meng­ atasi berbagai dilema dalam pembenahan transportasi di Jakarta.

Diperlukan keterpaduan kebijakan dan strategi untuk mempercepat implementasi pengembangan dan perbaikan angkutan umum. Ph. paralel dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap angkutan pribadi (mobil. motor). MRT Masa Depan Gambar 2.D Associate Professor. Angkutan Umum Berbasis Rel Masa Depan 59 . Target untuk menurunkan hingga 26% emisi rumah kaca pada tahun 2020 yang diungkap Presiden SBY dalam G20 Pittsburgh Summit. membangun jalan (tol) dalam kota yang memadai untuk mengakomodasi lalu lintas.Edisi 3 . polusi bertambah dan mutu lingkungan terus merosot. tidak mungkin lagi dicari jalan keluarnya melalui ritual predict and provide. Kenyataan yang terjadi. Hasilnya jalan semakin macet.Maret 2013 MRT Atasi Macet Jakarta? Harun al-Rasyid Lubis. dan memperpendek jarak pergerakan penduduk lewat penataan ruang kota yang efisien. Surabaya. terbukti menambah jalan malah mendorong pemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi. Metro Bandung dan Medan. Transportation Research Group Institut Teknologi Bandung K emacetan lalu lintas yang terjadi di kota-kota me­ tropolitan seperti Jabodetabek. seharusnya disambut dan merupakan pintu dialog kebijakan publik untuk merinci target dan action planning penataan transportasi kota yang Gambar 1.

60 . terkecuali ada program fokus dan kebijakan lain untuk menunjang target jangka pendek. Hal ini bisa direalisasi dalam jangka pendek. pengembangan KRL juga TransJakarta saat ini sulit dibayangkan potensi di atas dapat dicapai.Kota . busway dan kereta api KRL Jabodetabek.Kp Bandan 8. dan angkot. termasuk rencana monorel bila dipadukan bersama BRT Transjakarta total diperkirakan memiliki daya angkut riil saat ini tidak kurang dari 4 juta penumpang per hari.5 juta penumpang per hari. pembangunan MRT (mass rapid transit) koridor Utara-Selatan Tahap I. Gambar 3. Dengan kecepatan dan target pembangunan MRT. namun semua belum terintegrasi dengan apik. sampai kini dimaklumi baru sampai batas basa-basi.Barat sepanjang 87 km masih dalam tahap studi. Gambar 2. Tahap II HI. MRT Tahap I direncanakan beroperasi tahun 2016.Pendapat berkelanjutan. ticketing. Angkutan berbasis rel. Jarak Tempuh dan Kecepatan Angkutan Umum. Pemerintah DKI Jakarta dan DPR/DPRD. dengan target daya angkut setelah tiga tahun operasi ( 2020) berkisar 412 ribu per hari. menyajikan jaringan angkutan umum berbasis rel masa depan. Transjakarta (busway) dengan 12 koridor operasi hari ini sudah mengangkut 320 ribu penumpang per hari.2 juta penumpang per hari) dalam dua tahun mendatang. Lebak Bulus . bus konvesional.Bunderan HI sepanjang 15. asalkan ada kepemimpinan dan komitmen anggaran yang kuat terutama dari Pemerintah Pusat. hanya satu dari beragam jenis moda angkutan umum yang ada di Jakarta. yang sangat potensial dipadukan secara fisik. Moda yang berkapasitas besar ditempatkan pada koridor utama yang padat. Keberadaaan MRT sendiri. Tahap II target operasi tahun 2018. ini membutuhkan restrukturisasi yang sangat mendasar untuk memadukan beragam moda angkutan umum yang sudah ada. Setiap pengembangan koridor angkutan umum apapun jenisnya hampir dipastikan akan bersentuhan dengan trayek angkutan umum yang lama. yang berkapasitas lebih kecil ditempatkan sebagai pengumpan. Gambar 3 menunjukkan beragam kapasitas. lihat Gambar 1. Ragam Kapasitas. segera menyusul. dengan target daya angkut 630 ribu per hari (2037?). Sekarang melalui PT KCJ (anak perusahaan PT KAI) tengah berbenah operasi KRL dan menambah armada. jarak tempuh dan kecepatan moda angkutan umum yang dapat dirancang untuk saling menunjang. setelah berwacana selama 30 tahun.1 km. seperti bis. Akankah MRT dapat mengatasi macet Jakarta? Kebijakan pendukung apa yang penting untuk percepatan realisasi MRT dan target angkutnya? Saat ini sesungguhnya jaringan angkutan umum sudah lumayan banyak di Jakarta dan sekitarnya mencakup metromini. MRT Tahap III dan Tahap IV koridor Timur. bila fokus dengan 12 koridor saja dan ditambah dengan jalur-lalur pengumpan (feeder) diperkirakan bisa meng­ angkut 1. KRL sepanjang 150 km sudah beroperasi dan saat ini mengangkut sekitar 400 ribu penumpang per hari. Di Jakarta. Untuk kondisi Jakarta.2 km layang dan 6 km terowongan sekarang memasuki tahap konstruksi. dan dapat dilipatgandakan dalam jangka menengah. Daya angkut KRL ditargetkan berlipat tiga kali (1. maupun secara kelembagaan dalam jangka panjang.2 km terdiri dari 9. metromini.

akan menghasilkan manfaat ekstra. mengembangkan kapasitas lembaga. Upaya mengintegrasi paket kebijakan untuk mewu­ judkan transportasi yang berkelanjutan. Sesungguhnya ada strategi terpadu yang lebih komprehensif menyangkut bagaimana memadukan beragam paket instrumen kebijakan dalam upaya meningkatkan kinerja transportasi yang berkelanjutan. pembatasan waktu (flexi hours. misalnya. manajemen operasi. subsidi angkutan umum). serta dilengkapi fasilitas park & ride. Mengingat setiap paket kebijakan dapat memiliki dampak yang berbeda. kebanyakan baru terfokus sampai keterpaduan fisik transportasi khususnya jalan dan operasional angkutan umum: tingkat pelayanan. Upaya ini harus dimotori oleh Gubernur dan Kepala Daerah di sekitar wilayah metropolitan guna membangun protap perencanaan. daripada bila salah satu diimplementasi secara terpisah. merelokasi parkir onstreet dan mengadakan ruang parkir off-street untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan kapasitas jalan. Sehingga keberhasilan merancang strategi terpadu dapat didekati melalui dua prinsip: i) sinergi antarberagam instrumen paket kebijakan. memberikan insentif bagi pengembangan kawasan baru untuk mendukung investasi jalur perkeretaapian. Beberapa contoh dapat disampaikan. pilihan strategi dapat mencakup: a) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang me­ nyang­ kut beragam moda angkutan b) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang menyang­ kut pengadaan infrastruktur. baik di internal Pemda dan antarPemda se Jabodetabek.Maret 2013 Strategi Transportasi Terpadu yang Berkelanjutan Kebijakan pendukung lain yang diperlukan untuk mencapai target daya angkut di atas mencakup 2 hal berikut: (i) beragam upaya Transport Demand Management (TDM) baik yang menyangkut pembatasan fisik/ruang (kendali ruang parkir. tarif. atau pun bersinergi memberikan nilai positif. belum bermanfaat dan belum efektif berjalan. kesehatan dan pendidikan e) Keterpaduan otorita/kelembagaan antarpemerintah­ an. khususnya di kota metropolitan yang beragglome­ rasi. Keberadaan BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabek yang sudah ada. (ii) Transit Oriented Development (TOD). swasta dan peran serta masyarakat. penutupan jalan. tak dapat dihin­ dari memerlukan keterpaduan otorita atau kordinasi sesama kelembagaan publik. tiket elektronik. Sinergi diartikan bila dua paket dilaksanakan bersamaan. tata ruang dan angkutan dirancang sedemikian rupa agar untuk sampai ke tujuan. bisa jadi dua instrumen paket kebijakan bersifat counter-productive. plat kendaraan ganjil/ genap) maupun fiskal (jalan berbayar/ERP. Memilih pasangan-pasangan paket kebijakan yang saling mendukung merupakan kunci sinergisitas kebijakan dalam mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. atau ii) menghilangkan halangan (barrier) yang menghambat eksekusi suatu kebijakan. sembari berusaha memecahkan masalah-masalah jangka pendek (quick wins) yang mendukung implementasi agenda transportasi yang berkelanjutan.5 km selanjutnya. Dalam cakupan lebih sempit lembaga sejenis dapat dimulai dari badan Otorita Angkutan Umum saja. Dalam literatur “Implementing Sustainable Urban Travel Policies” (ECMT.5 atau 2. Wilayah metropolitan seperti Jabodetabek haruslah menyiapkan protap perencanaan transportasi yang dilengkapi kolaborasi institusi publik (pemda). menaikkan tarif parkir. tetapi le­ bih melebar mencakup bisnis kota. seperti menyiapkan fasilitas park & ride untuk mendukung pengembangan angkutan umum perkeretaapian ataupun bus. sehari-hari orang diarahkan menggunakan angkutan umum berbasis utama rel (kereta api) yang ditunjang oleh trayek umpan (feeder) moda angkutan umum lain. Pertanyaannya adalah tingkat keterpaduan dan keberlanjutan seperti apa yang ingin ditargetkan? Upaya dan debat tentang ini. hasilnya tidak sekedar penjumlahan manfaat (additive) dari masing-masing paket. kenyamanan akses berjalan kaki untuk jarak dekat dan bersepeda (tersedia gratis) untuk menjangkau 1. Istilah sinergi sumber foto: istimewa terkadang diartikan memiliki sifat komplementer dengan dua paket kebijakan bila diterapkan bersamaan akan berdampak saling mendukung dan menghasilkan dampak yang lebih luas. pembiayaan dan informasi c) Keterpaduan antarberagam upaya kebijakan tansporta­ si dan tata ruang d) Keterpaduan sektoral bukan hanya transportasi. traffic calming). masih merupakan barang langka dan sulit diwujudkan. 2002). 61 .Edisi 3 . Integrasi ataupun efektifitas kerjasama antarpemda dalam menangani permasalahan bersama menyangkut utilitas publik.

Menindaklanjuti tugas tersebut. dibentuk Peng­ urus Se­ mentara yang dipimpin Ir. pada 18 Februari 1972. Hatta. (iii) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan produktif dengan mengacu pada prinsip-prinsip ekonomi dan prinsip menjamin keamanan dan pemanfaatan aset-aset negara. dengan tugas utama saat pendirian postspaarbank (1897) sampai dengan Bank Tabungan Negara (1968) adalah bergerak dalam lingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan. Adapun jenis produknya yakni KPR subsidi. REI lahir dalam kondisi serba kekurangan. pakaian. Penegasan status Bank Tabungan Negara (BTN) seba­ gai bank milik negara ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1968. Sebagai tindak lanjut. (iv) Menerapkan kebijakan perumahan sesuai arahan kebijakan dan program pemerintah. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan dilaksanakannya Kongres Perumahan Rakyat Per­ tama di Bandung pada tanggal 25–30 Agustus 1950.Pendapat Jas Merah: Landasan Kebijakan Oleh Zulfi Syarif Koto* Landasan Penyelenggaraan Perumahan di Indonesia enyelenggaraan perumahan rakyat semula berawal dari lahirnya Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia yang diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui Resolusi 217 A. perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlu­ kan. Pem­ bangunan Jaya. Perumnas diarahkan untuk berperan: (i) Melayani kebutuhan perumahan rakyat sebagai kebutuhan publik..”. yang mengamanatkan kepada kita sebagai pewaris bangsa untuk secara bersama-sama menyelenggarakan pembangunan perumahan yang la­ yak bagi rakyat yang telah hidup merdeka. (ii) Mengembangkan aset publik untuk menunjang peran di atas. dan (iii) membentuk badan yang menangani pembangunan dan pembiayaan perumahan. REI belum mem­ punyai pengurus. sejak tahun 1976 Bank BTN menyalurkan pemberian Kredit Pemilik­ an Rumah (KPR). Kredit Swagriya.. H. Keterkaitan antara perumah­ an dan tata ruang muncul dalam dokumen Ke­ bijaksanaan dan Strategi Nasional Perumahan 1990 yang kemu­ dian diperkenalkan konsep perumahan dengan pen­ dekatan lingkungan hunian berimbang (1:3:6) berdasar Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri. Esensi dari kongres ini menyatakan bahwa Negara (harus) ikut campur dalam masalah perumahan rakyat secara sungguhsungguh. yang juga kemudian diikuti dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Ciputra dari PT. Seperti apa yang disampaikan dalam Pidato Wakil Presiden RI ketika itu. “Satu Rumah Sehat untuk Satu Keluarga”. Nomor 739/ KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Ling­ kungan Hunian yang Berimbang. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukiman I (1972). beradab dan bermartabat (memiliki harga diri). Kongres Perumahan Rakyat tahun 1950 telah menghasilkan 3 keputusan yaitu (i) setiap provinsi meng­ usahakan berdirinya perusahaan pembangunan perumahan rakyat. Sebelumnya persatuan Perusahaan Real Estate Indone­ sia (REI) didirikan pada hari Jumat bersejarah 11 Februari 1972 di Jakarta. potensi-potensi masyarakat lebih banyak di­ bahas dan salah satu rekomendasinya adalah dikembang­ kan Pembangun­ an Perumahan Bertumpu pada Kelompok (P2BPK). dan seterusnya . Dalam Pasal 25 ayat (1) resolusi tersebut menyatakan bah­ wa: ” Setiap orang berhak atas pangan. pemerintah memberikan tambahan tugas kepada Bank BTN sebagai wadah pembiayaan proyek pembangunan perumah­ an rakyat. Dalam perjalanannya peranan Bank BTN terhadap pembangunan perumahan bertambah luas dengan diluncurkannya KPR Non Subsidi dalam bentuk KPR Komersil. KP Rumah Toko (Ruko). Saat itu. Pada tanggal 10 Maret 1992 lahir Undang-Undang Nomor 4 tentang Perumahan dan Permukiman. (ii) dirumuskan norma dan syarat minimum perumahan rakyat dan segera ditetapkan da­ lam Undang-Undang. dan baru sepekan kemudian. dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember 1976. Pada tanggal 29 Januari 1974. Moh. karena itulah tanggal 10 De­ Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) P sember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN. Kredit Griya Multi dan Kredit Griya Sembada. dilahirkan Badan Usaha Milik Negara bidang perumahan dan permukiman yaitu PERUM PERUM­ NAS. di tingkat provinsi didirikan Yayasan Kas Pembangunan Perumahan Rakyat yang berfungsi sebagai lembaga pembiayaan yang bersifat koperatif. Sebagai tindak lanjutnya dikembangkan Lembaga Jas Merah: Adaptasi Judul Pidato Presiden RI (Bung Karno) dalam Peringatan HUT RI Tahun 1966: “JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH!!” 62 . di tingkat pusat dibentuk Djawa­ tan Perumahan Rakyat sebagai bagian dari Departemen Pekerjaan Umum. Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Rakyat (SKB Tiga Menteri) Nomor 648-384 Tahun 1992. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukim­ an II (1992).

Tentunya termasuk pe­ nguatan 3 (tiga) pilar pembangunan perumahan. maupun kota terhadap penyediaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. khususnya MBR. khususnya MBR semakin meningkat. perlu dirumuskan be­ berapa gagasan pemikiran yang paling tidak terdiri dari: a. atau kegotong royongan ma­ syarakat semakin meningkat. skema subsidi dan skema ban­ tuan infrastruktur perlu diperluas. menjadi konsep pendanaan yang juga mengakomodasikan dukungan dari berbagai sumberdaya pendanaan yang lebih luas dan beragam (consolidated fund). yaitu Kemenpera. e. sehingga consolidated fund dan multipurpose financing lebih bisa dilayani. Perumahan merupakan hak dasar rakyat. f. Komitmen. antara lain: (i) backlog perumahan semakin menurun. Bandung ini dikembangkan pembangunan perumahan bertumpu pada kelompok masyarakat dengan melakukan pergeseran orientasi dari menyediakan (provi­ ding) kepada memampukan (enabling). dana pensiun BUMN. Taspen.Edisi 3 . yang disertai penguatan kelembagaan perumahan dan kawasan per­ mukiman yang berkesinambungan di daerah. Disamping itu. memecahkan berbagai permasalahan. Melalui Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 1994. dan (viii) daya beli atau daya cicil ma­ syarakat menengah ke bawah. (v) kemitraan yang setara dan sinergis dengan para pemangku kepentingan PKP semakin meningkat dan terarah. *Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I)/the HUD Institute 63 . Jakarta dan Rancaekek. Insya Allah. Dalam uji coba yang dilakukan di Cengkareng. mengingat proporsi MBR di Indonesia masih cukup besar.Maret 2013 Keswadayaan Masyarakat (LSM) bidang pembangunan perumahan sebagai mitra pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat yang tidak mempunyai akses kepada kredit perbankan. misalnya Bapertarum PNS. Pada akhirnya. Komunikasi. (ii) luas­ an perumahan dan kawasan permukiman (PKP) kumuh semakin berkurang. khususnya MBR). (iv) keswa­ dayaan. dengan karakter pemimpin yang mampu menjalankan amanat konstitusi demi kepentingan rakyat (masyarakat menengah ke bawah. dan Kontrol. dan BTN. Kemente­ rian Perumahan Rak­ yat bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) mengembangkan P2BPK (Pembangunan Perumahan Bertumpu pada Kelompok) melalui proyek Community Based Low-Cost Housing Pro­ ject. sehingga urgensi­ nya keberadaan tabungan perumahan rakyat dapat segera direalisasikan dalam Undang-Undang (sesuai amanat da­ lam Pasal 124 UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang PKP). Kelemah­ an 6 K tersebut perlu dipadukan dengan elemen kepe­ mimpinan. Pembiayaan perumahan berbasis perbankan perlu dileng­ kapi dengan pembiayaan khusus perumahan yang di­ jalankan oleh lembaga keuangan bukan bank. Pada tahun 1992. (vii) stimulan fisik maupun non-fisik berupa insentif dan disinsentif dapat tepat waktu. kesetiakawanan. Asabri. tetapi politik perumahan harus lebih tegas dan berpihak kepada kaum lemah dan tidak mampu. BKP4N dibantu oleh Badan Pengen­ dalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Daerah Tingkat II (BP4D). dan melaksanakan pengawasan dan pengendalian di bidang pembangunan perumahan dan per­ mukiman. d. Kerjasama Swasta Pemerintah/Public-Private Partnership. mendorong kebersamaan dan kemitraan antarpelaku (ba­ dan usaha) secara maksimal melalui konsep PPP (Public private partnership) termasuk memasilitasi pemanfaatan dana CSR bagi pembangunan perumahan guna menyi­ kapi keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/ pemerintah daerah dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat. yang dikenal dengan isti­ lah Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Gagasan Pemikiran Kebijakan Penyelenggaraan Perumahan Rakyat Mempertimbangkan gambaran sejarah landasan kebijak­ an perumahan rakyat tersebut di atas. Kerjasama. Dengan demikian dibutuhkan upaya evalua­ si program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Perum Perumnas. diharapkan agar institusi perumahan rak­ yat (dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat) da­ pat memastikan atau mewujudkan beberapa hal. Keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/pemerintah daerah dalam penyediaan peru­ mahan bagi masyarakat perlu disikapi dengan upaya mendorong kemitraan antarpelaku (badan usaha). (iii) kepedulian atau keberpihak­ an pemda provinsi. b. Perlunya memperluas paradigma pendanaan perumahan. Di daerah. tepat mutu. Perumahan ada­ lah untuk semua golongan dan lapisan masyarakat. dan lain-lain secara maksimal melalui konsep Kesepakatan Bersama (MoU). termasuk memobilisasi skema pendanaan ru­ mah swadaya. yang semula hanya bertumpu pada dana pemerintah (APBN/APBD). kabupaten. dan tepat sasaran. khususnya MBR semakin meningkat. yang terdiri dari: Konsepsi. (vi) pemupukan dana murah. pembenahan dengan segera terhadap permasalahan 6 (enam) K dalam penyelenggaraan perumahan dan kawas­ an permukiman. PT. PT. Melekat dengan P2BPK dikembangkan mekanisme pembiayaan Kredit Tri­ guna (BTN) yang mencakup Kredit Pemilikan Kaveling Siap Bangun (KP-KSB). Keseluruhannya akhirnya bermuara pada Tabungan Perumahan Rakyat c. Koordinasi. Jamsostek. termasuk memasilitasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pembangunan perumahan dan permukiman. di­ bentuk Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangun­ an Perumahan dan Permukiman Nasional (BKP4N) yang tugasnya menyiapkan rumusan kebijaksanaan. masa tenor yang panjang dan bunga murah dapat terwujud.

maka orang bisa tidak berdaya apa-apa ketika ada orang iseng atau orang jahat hendak meng­ 64 . itulah penyusup model baru yang seringkali tampil perlente dan. sebagai suatu sistem penga­ manan wilayah paling mutakhir. dibangun­ lah pos jaga di tempat orang keluar-masuk. Dengan kata lain. dibuatlah pagar dari kawat berduri mengelilingi lahan tertentu. CCTV hanya melihat per­ gerakan orang. guna memahaminya. pohon atau monumen itu men­ simbolisasikan siapa yang menjadi pemilik tanah tersebut. oleh karenanya. Dengan fungsi baru ini. Ha­ nya saja. Agak berbeda adalah situasi di Eropa yang pada kebanyak­ an palang tertulis trespasser will be prosecuted. Secara teknis. atau di dalam lahan terdapat rumah dengan segala perangkatnya. maka pagar le­ bih berfungsi sebagai pencegah penyusup (intruder). termasuk di sini dasar hukum yang diacu. maka “pagar simbolik” ini cenderung tidak banyak lagi dimanfaatkan. entah itu berupa invader atau intruder. pencoleng atau bahkan pemulung. maka bongkahan batu yang ditumpuk teratur memanjang sudah cukup untuk ke­ mudian disebut pagar.Pendapat Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis Adrianus Meliala * J ika pagar berfungsi sebagai penghalang masuknya orang atau binatang yang tidak diundang. simbol kepemilikan lahan berubah menjadi patok yang terbuat dari batu dan semen atau berbentuk sebuah papan yang bertuliskan nama pemilik lahan. tidak disangka-sangka. maka bentuk pagar juga berubah ketimbang pagar yang dipakai untuk mempertahankan diri dari orang yang ingin menguasai (invader). Dengan dipagarinya suatu bidang tanah. Benteng-benteng khas dari kerajaankerajaan Eropa mencerminkan hal ini. bahkan juga dilengkapi Closed-Circuit Television (CCTV). Oleh karena itu pula. maling dan sebagainya. seperti sering dilakukan Etnis Gipsy di Eropa. Apa­ lagi jika ada orang yang membuat bangunan tidak permanen hingga semi-permanen. yang dibalik pagar ini milikku. kemudian memiliki se­ butan khusus yakni benteng (fortress). pagar sebenarnya cukup berupa ditancapkannya sebuah bambu berwarna tertentu. Terkait penyusup-penyusup itu. Tidak lupa pula. Kepemilikan Pada fungsinya yang paling purba. di mulut lahan. Di siang bolong pula. menjadi wajar jika tampilan pagar bisa beragam mewakili beragam fungsi­ nya tadi. Bambu. Tanpa pagar. apa anehnya? Jika pagar berfungsi sebagai pencegah hilangnya harta-benda yang terdapat dalam rumah. bisa dipergunakan tinjauan atau perspektif sosio-kriminologis. niat serta kesiapan orang untuk melakukan suatu tindak pidana. Pada ekstrim yang lain. Ketika jaman menjadi lebih maju. tetapi bisa jadi mun­ cul terang-terangan. Ketika simbol-simbol ini menjadi tidak atau kurang ber­ makna bagi sebagian orang. penyusup tidak sela­ manya dikenal sebagai pencuri. maling. Sehingga. Tidak cukup dengan itu. Ketika pemilik lahan itu bernama kerajaan. Pada kenyataannya. di mata orang-orang yang sudah siap dan punya tekad melakukan tin­ dak pidana.001 fungsi. yang sebe­ lah sana milikmu. terbukti dari adanya penguasaan lahan oleh orang yang tidak berhak. Ketika di dalam lahan terdapat properti yang lain. Jika ada kasus pembobolan ru­ mah berupa orang yang berpura-pura mengambil barang milik tuan rumah. Untuk fungsi itu. juga apa anehnya? Memang tidak aneh jika hanya dua hal di atas saja yang merupakan fungsi pagar. lihatlah Tembok Cina. Sebagai contoh. pagar merepresentasi­ kan suatu kepemilikan atas tanah. pagar cenderung dibangun tinggi-tinggi atau dikelilingi kawat berduri. Tak lupa pula disertai ancaman seperti “dilarang masuk” atau “dilarang mendirikan bangunan” dan sebagainya. didirikan­ nya sebuah pohon yang khas atau ditumpuknya batu menjadi semacam monumen. Alhasil. tidak melihat pada motif. melewati suatu wilayah tanpa ijin pun tidak boleh. saking besar dan panjangnya. Sebagai gan­ tinya. katakan­ lah terdapat peternakan atau perkebunan. Tembok yang gagah pun seakan takluk oleh para penipu ini. Inilah pula kelemahan CCTV. maka pagar atas suatu wilayah yang dikuasai raja pada dasarnya bernama pagar juga. Target Hardening Perbincangan di atas pada dasarnya terkait dengan pagar dalam fungsinya sebagai alat bantu si pemilik untuk memper­ tahankan diri dari gangguan. maka terciptalah konsepsi sederhana tentang kepemilikan lahan. pagar bisa memiliki 1. maka pagar itu disertai dengan persenjataan un­ tuk mempertahankan diri dan wilayah dari serangan lawan. di palang papan nama yang telah dibuat tertulis pula “awas anjing galak”. CCTV bukan lagi penghalang. Para penyusup itu kita ke­ nal dengan sebutan pencuri. atau kasus perampokan rumah oleh orang yang mengaku-aku orang dekat korban. Namanya saja benteng. Dewasa ini. hal itu disebut dengan maintaining defensible space.

katakanlah. Jika. katakanlah.Maret 2013 ganggu. dengan adanya pagar. adalah pemandangan sehari-hari. Tidak hanya itu. untuk apa tergantung pada masyarakat di lingkungan sekitar yang se­ ringkali lebay. Nuansa tradisional. Jika pemilik mengingin­ kan pagar yang tetap memungkinkan orang “melongok” ke dalam rumahnya yang megah. Hal ini memang ada benarnya. Tentunya ada saja orang yang memilih tidak mau meng­ andalkan pada enerji sosial dan lebih percaya sepenuhnya pada kemampuan diri sendiri. misalnya. De­ ngan kata lain. di pihak lain. dibangunlah pagar bergaya Yunani. semua rumah dalam cluster bisa dikatakan tidak berdaya apa-apa lagi (defenseless). Hal ini sering terjadi ketika ada penyusup yang masuk rumah. Dengan metode satu pintu. maka banyak perumahan memakai konsep cluster yang menyinergikan banyak hal. Komisioner pada Komisi Kepolisian Nasional Dapat dihubungi di adrianusmeliala@gmail. yang tentunya tidak terlalu mudah. tinggi dan tertutup pada dasarnya menempatkan rumah dan penghuni rumah dalam keadaan terisolasi dan. salah satunya. Namun demikian. telepon internal. Seiring dengan itu. keberadaan kita (dalam hal ini ru­ mah atau properti lainnya) menjadi lebih kuat. jika kita bukan seseorang yang kaya-raya. yang bisa bertemu kita pun bukanlah sembarang orang. Itulah prinsip target hardening. sebagai suatu target kejahatan. terjadinya kasus perampokan yang pelakunya orang dekat korban. pertahanan diri dibangun melalui sistem yang membatasi dan menyaring orang-orang yang hendak menemui mereka.com 65 . Guna memperlihatkan preferensi pemilik rumah. ju­ ga bisa dihadirkan melalui pagar. amat wajar apabila dilakukan pengamanan yang tidak hanya ketat tetapi juga berlapis dan bersenjata. jika pengamanan di pintu masuk lemah atau bobol (entah karena satpam tidak ada di tempat atau sudah diperdaya). Mengingat dalam rangka mempertahankan defensible space dan melakukan target hardening diperlukan biaya tidak sedikit. Tiba-tiba saja orang iseng atau jahat itu sudah ada di depan pintu rumah dan bisa segera masuk rumah dengan cara mencungkil pintu atau jendela. nilai atau besaran dari target yang hendak dilin­ dungi. aspek keamanan. tidak kontra produktif dengan perspektif pencegahan kejahatan (crime prevention) yang seyogyanya built-in atau termaktub dengan sendirinya dalam perencanaan rumah tinggal atau properti lainnya. Interaksi sosial yang minim. Atau. Kehidupan mereka amat “dipagari” oleh dinding-dinding unit tempat tinggal mereka. peng­ huni apartemen meninggal berhari-hari tanpa ada yang tahu. dengan pagar. Kemampuan finansial yang kuat serta kepercayaan diri dan ditunjang oleh perangkat komunikasi yang canggih. sifatnya sangat subyektif dan penuh cita rasa pribadi. apartemen atau asrama. Adrianus Meliala. orang hanya boleh keluar-masuk dari pintu yang selalu dijaga tersebut. Ph. jika terjadi apa-apa. kita memiliki uang yang amat banyak. Pagar yang terlalu kokoh. sehingga defensible space ditarik pada tingkat blok atau cluster. Singkatnya. bagi banyak orang dapat menggantikan dukungan enerji sosial jika terjadi ketidakamanan pada diri orang tersebut. orang lebih mampu bertahan. bah­ kan boleh dibilang tidak ada kontak sama sekali antarpenghu­ ni apartemen.D Kriminolog & Guru Besar FISIP UI. Unit tempat tinggal bukan lagi sebagai pagar. tidak bisa meman­ faatkan enerji sosial yang terdapat di luar rumah. tetapi sudah menjadi instrumen dalam rangka aktualisasi diri. pagar tidak lagi sekadar menjadi simbol ke­ pe­ milikan atau mekanisme mempertahankan diri. Inilah fenomena yang terjadi pada komunitas baru masyarakat perkotaan yang hidup di apartemen penca­ kar langit di Jakarta. misalnya. kehadiran pintu pagar yang angker plus satpam berkumis. tetapi telah menjadi “penjara baru” yang mengurung mereka sendiri. terlepas dari apakah itu rumah mewah atau rumah sederhana. *) Prof. Singkatnya. misalnya. Namun demikian. tidak mudah dikerjai. mendengar teriakan atau kegaduhan dari dalam rumah. seyogyanya keinginan untuk mengejar es­ tetika sekaligus pengedepanan status. Upaya untuk bertahan pun bisa dilakukan secara lebih ber­ variasi. Masih dalam rangka defensible space. Sebaliknya. muncul fenomena ketidakamanan model baru. Masalahnya. Dengan ban­ tuan CCTV. maka dapat diperkirakan tidak banyak pihak yang akan mengganggu kita. Inilah con­ toh ketika niat untuk meningkatkan status malah bisa beru­ jung pada ketidakamanan diri sendiri dan keluarga. Akibatnya. yang dengan demikian melumpuhkan semua sistem pengamanan yang ada.Edisi 3 . Nama­ nya juga orang dari kelas menengah hingga elite. adalah cara lain menancapkan status sosial pemilik rumah. jangankan intruder. Ujung-ujungnya. Sebaliknya. entah dengan cara melom­ pati atau membobol pagar. maka terhadap mere­ ka yang tinggal di hotel. Hal ini jauh lebih efisien dari segi biaya. bisa dibangun pagar bergaya Gothik yang penuh ukiran. Sebagai contoh. kunci yang diberi password atau dengan bantuan tenaga pengaman. rumah-rumah didalamnya tidak perlu lagi membuat pagar. Enerji so­ sial itu berasal dari kehadiran tetangga atau orang yang lewat (passers-by) yang bisa membantu saat. upaya tersebut perlu disesuaikan dengan bahaya yang mungkin datang serta probabilita datangnya bahaya dan. Status Pagar bisa menjadi tidak bisa diprediksi lagi tampilannya ketika dikaitkan dengan status sosial pemilik pagar tersebut. Oleh kare­ na itu. maka orang iseng atau jahat itu pertama-tama perlu melewati pagar terlebih dahulu. perlu di­ ingatkan terkait azas proporsionalitas dan fungsionalitas. dalam rangka “memperkeras” diri agar tidak menjadi target kejahatan yang mudah dikerjai.

L’Avenue AGUNG PODOMORO GROUP Green Bay Pluit 66 .

Bahan bangunan utama yang digunakan usaha menjaga kelestarian bumi.Maret 2013 sebagai Sistem Sistem Pracetak Beton Konstruksi Hijau: Studi Kasus Perbandingan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan di Pembangunan Rumah Susun di Batam Oleh: Hari Nugraha Nurjaman.Konsep Edisi 3 . dipelihara an sampai pada pembongkaran. pracetak sebagian dan pembangunan. sistem Pemanfaatan sumberdaya tersebut dapat berdampak pracetak sebagian. pa sistem pembangunan: sistem konvensional. diproduksi.2011 67 . Proses penyetaraan ini berkembang di dunia konstruksi internasio­ untuk perbandingan tiap item dilakukan dengan metoda nal sebagai respon atas isu pemanasan global (global LCA (life cycle analysis) melalui software Simapro 5. pat optimalisasi penggunaan energi selama konstruksi. Pembangunan Rusun di Batam 2010 . Hasil terhadap kerusakan alam.0 warming). mulai mulai dari tahap perencanaan. Bangunan Rusunawa terbuat penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi dari konstruksi beton. pemanfaat­ diambil dari alam. pertimbangkan optimalisasi energi dalam perencanaan yaitu secara konvensional. dipergunakan. dan sistem pra­ cetak penuh. Penelitian optimasi energi konstruksi dan a. proses industri dan menghasilkan output agar kita bisa karena menerapkan penggunaan material melakukan perbaikan proses dan dampak Bagian Kedua* dan metoda kerja yang efisien sehingga dida­ yang lebih aman ke lingkungan. Software ini ton merupakan suatu sistem pembangunan yang me­ mengalkulasi input seperti kuantitas bahan baku suatu menuhi kaidah konstruksi hijau (green construction). Prinsip dasar dari tipe pembangunan ini ada­ untuk menganalisis aspek lingkungan yang berhubungan lah penggunaan energi yang optimal secara integratif dengan suatu produk dan siklus hidupnya. konstruksi. Sistem pracetak be­ sampai dibongkar dan kembali ke alam. yang dilakukan dengan bebera­ sumberdaya alam sebagai bahan baku konstruksi. Analisis Bahan Baku Pembangunan Rusunawa dampak lingkungan dilakukan pada pembangunan ru­ Pembangunan rusunawa membutuhkan banyak mah susun di Batam. sehingga dapat menjadi bagian dalam pracetak penuh. Hairul Sitepu dan HR Sidjabat Konsep Perhitungan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan embangunan yang berkelanjutan (Sustainable Referensi perhitungan energi tiap item pekerjaan Construction) merupakan suatu topik yang saat konstruksi didasarkan referensi [5]. yang dalam pengerjaannya dapat para pelaku konstruksi nasional. agar juga mulai mem­ dilakukan melalui 3 alternatif pelaksanaan konstruksi. beserta kebutuhan masing-masing pada setiap jenis P Gambar 8.

kelebihan lain dari peng. Apabila pra­ cetak tersebut dipercaya dapat memberikan man. peningkatan jaminan lingkungan perairan akut. menjadi hanya 5-6 bulan.93 x 10-7 kPt) dan penggunaan han bangun­ an lebih efisien. yaitu: (1) kandungan racun paling besar (8. Selain penggunaan ba. Berdasarkan hasil pembobotan. Kebutuhan Bahan Bangunan Masing-masing Alternatif pada Tabel 2 Pada Tabel. Penghematan besi Cetakan kayu 41 m3 yang sangat signifikan ini didapat karena Perancah kayu 562 m3 sistem pracetak yang digunakan adalah sistem column-slab yang sangat efisien. Hal tersebut akan sangat kualitas. tidak diperlukan lagi pada pracetak Elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah sebagian dan pracetak penuh. Kondisi yang sama juga pada penggunaan kayu. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis sedikit diban­ dingkan beton konvensional.66 x 10-5 kPt). penggunaan tenaga kerja secara total lebih (5. b. gunaan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga adalah dalam pembiayaan yang berkurang secara cu. namun peng. (2) kandungan Gambar 9. baik sebagai perancah *) Teknologi Pracetak yang digunakan adalah dari salah satu produsen nasional maupun sebagai cetakan sebanyak 603 m3. berbahaya terhadap manusia dan organisme hidup lainnya yang akan memanfaatkan perairan tersebut.55 an dari semula 8 bulan.2 terlihat pemakaian besi tulangan beton pada pracetak sebagian berkurang secara signifikan.truk (1. gunaan tenaga kerja terampil lebih banyak di beton pra Kandungan racun lingkungan perairan kronis cetak [10]. LCA Beton Konvensional Hasil pembobotan menunjukkan bahwa hampir Hasil analisis skor tunggal menunjukkan bahwa besi seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak beton merupakan elemen yang memberikan dampak lingkungan dominan.19 kPt). yaitu: kup signifikan dan kecepatan pelaksanaan pembangun­ (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (5.kPt). dan sebagainya.(4.17 kPt). dari 180 ton pada konvensional menjadi 77 ton pada Besi tulangan beton 180 ton 77 ton 122 ton pracetak sebagian. relocability.13 kPt).Konsep pelaksanaan konstruksi dapat dilihat Tabel 2.56 kPt). lingkungan perairan kronis (5. Di.air untuk beton (3.55 kPt). disusul oleh semen (4. predicability.pencemaran tersebut tidak ditangani dengan serius faat lebih dibandingkan beton monolit terkait dengan dan benar dampaknya akan berlanjut ke pencemaran pe­ ngurangan waktu dan biaya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gibb [4] disebabkan oleh material-material mencemari badan yang mengemukakan bahwa beberapa prinsip beton air permukaan dalam jangka waktu yang lama. Sistem Pracetak Column Slab 68 . terutama dari komponen pelat yang menggunakan sistem grid prategang seperti terlihat pada Gambar 9. (2) kandungan racun lingkungan perairan akut lain pihak.dampak lingkungan dominan (impact categories).

(2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3. ka­ rena pe­ ningkatan volume penggunaan semen dan besi sebagai bahan pokok penyusun beton pracetak.0 kPt dengan penggunaan beton semi pracetak.57 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1. Seperti pada penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian.79 kPt). Jika dilihat dari kebutuhan energi pembangunan sistem konvensional merupakan sistem pembangunan yang terboros yaitu 272 kWh/m2.06 kPt). pasir dan bata merah. sehingga dampak lingkung­ an akibat pemanfaatan bata me­ rah berkurang secara signifikan. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perair­ an kronis (4. seperti semen. disusul sistem pra­ cetak penuh 219 kWh/m2.Maret 2013 racun lingkungan perairan akut (5. (3) kandungan racun lingkung­ an tanah kronis (3. beton pracetak sebagian. Seperti halnya dalam penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian.06 kPt).75 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1. Sementara perbedaan kemampuan antara penggunaan beton pracetak penuh dan beton Pracetak sebagian 6% (0.66 x 10-5 kPt).19 kPt).8 kPt dengan penggunaan beton pracetak penuh dan menjadi hanya 13.17 kPt). Kebutuhan energi konstruksi yang dianggap wajar untuk bangun­ an perumahan adalah 240 kWh/m2 [9] sehingga sumber foto: istimewa 69 . Dampak lingkungan secara keseluruhan akibat daur hidup kontributor proses penggunaan beton konvensional sebesar 18. dan beton pracetak penuh. disusul oleh besi beton (3. Hasil skor tunggal secara agregat menunjukkan penggunaan beton pracetak sebagian memiliki kinerja sedikit lebih baik dibandingkan dengan penggunaan beton pracetak penuh dalam hal dampak lingkungan yang ditimbulkan daur hidup kontributor prosesnya. dan yang paling hemat adalah sistem pracetak sebagian yaitu 175 kWh/m2. yaitu pembangunan rusunawa menggunakan beton konvensional. tetapi di sisi lain meningkatkan volume penggunaan beton pracetak. besi beton dan semen merupakan kontributor proses terbesar yang berdampak terhadap lingkungan. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (4. Bahan bangunan utama yang mempunyai dampak lingkungan terbesar adalah besi beton. disusul oleh semen (3. hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan. Pengurangan bahan baku dinding ini disubtitusi seluruhnya oleh beton pracetak. Hasil pembobotan menunjukkan hampir seluruh ele­ men berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan. d.8 kPt) dalam menurunkan dampak lingkungan. Analisis Perbandingan energi konstruksi alternatif berdasarkan analisis daur hidupnya (LCA) dilakukan terhadap tiga pilihan.6 kPt.7 kPt). bata merah.56 kPt) c. Sementara elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (5. (2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3. sebagaimana disajikan pada Tabel-3. kontributor proses yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (3. keramik dan sanitari. Hasil analisis skor tunggal menunjukkan besi beton merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar (6. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (3. semen.00 kPt). LCA Beton Pracetak Sebagian Hasil analisis skor tunggal penggunaan beton pracetak sebagian menunjukkan bahwa semen merupakan elemen yang bisa memberikan dampak paling besar (4. Hal ini bisa diturunkan menjadi hanya 13. LCA Beton Pracetak penuh Hal yang membedakan material yang digunakan dalam pembuatan rusuna menggunakan beton pracetak penuh dengan pracetak sebagian adalah pengurangan penggunaan bahan baku bagi pembuatan dinding dan plesterannya.12 x 10-5 kPt). e.81 kPt). alumini­ um. Bahkan dampak lingkungannya relatif lebih tinggi.91 kPt).82 kPt).Edisi 3 . Selain hal tersebut.59 kPt). (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (1.

Semua proses mulai dari pengambilan di alam. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. diolah. Jakarta. Berdasarkan beberapa hasil perbanding­ an diatas. Nurjaman (2007). (1988). Munich. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. sehingga mulai dari pengambilan di alam.11 x 108 2.R dan H. kawat. (2000).82 x 107 9. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures.Y (2011). Makasar. H. Pada perairan yang diperuntukkan bagi keperluan domestik. Waveland Press. Off-Site fabrication.39 x 107 1.A.9 1.11 x 107 Energi (kWh) 1.94 x 108 2.A. sehingga memenuhi kriteria konstruksi hijau yang sangat memperhatikan efisiensi energi. 10.43 x 107 1. Analisis juga menunjukkan bahwa sistem pra­ cetak sebagian adalah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem pra­ cetak penuh. K. pipa air dan pakai­ an. (3) kandung­ an racun lingkungan tanah kronis. pembakaran. Apabila rerata diame- Penutup Pelaksanaan konstruksi dengan meng­ gunakan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh mempunyai kelebihan dalam percepatan waktu pelaksanaan. 4. R. 6. yang pada gilirannya akan dapat mempertahankan penyerapan CO2. Kekurangan penggunaan beton pracetak sebagian adalah penggunaan tenaga kerja secara total lebih sedikit dibandingkan beton konvensional. biaya lebih murah dan penghematan penggunaan kayu dibanding konvensio­ nal.97 x 106 3. 9. Inc. USA. 70 .8 KWH bila dibandingkan dengan konvensional.65 x 106 ter pohon 1 m dan jarak pohon di hutan 25 m. me­ rupakan kontributor proses yang memiliki dampak terbesar dalam pembangunan rusunawa terhadap lingkungan. Indonesia. dan lain-lain se­ suai kebutuhan. sedangkan proses pembakaran akan berakibat pemanasan global dan pelepasan debu berakibat polusi udara.95 x 107 3. Pusat Pengembangan Perumahan Kemenpera. Bogor. Hampir seluruh elemen bahan bangunan berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis. Besi beton dan semen merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar. Secara umum semen terbuat dari batu kapur.F. pem­­ bangunan rumah susun bertingkat medium dengan sistem prace­ tak dapat dianggap memenuhi kriteria konstruksi hijau. New York.25 ha untuk setiap bangunan Rusunawa.92 x 107 2. Sistem Bangunan Pracetak untuk Rumah Susun dan Rumah Sehat Sederhana. penggilingan. Telaan Kualitas Air. sistem pelaksanaan pracetak sebagian merupakan yang paling ramah lingkungan. maka akan dapat dihemat hutan seluas 1. pasir silika. Nasir. (1999). H. clicker dan gypsum. pasir besi.Illinois. Achieving High Performance Building through Green Building Rating Tools in Indonesia.792. USA 5.68 x 106 2. Sustainability of Highrise Building. 3. Tanda-tanda terdapatnya pencemaran akibat besi di perairan adalah apabila terdapat suasana asam dalam kondisi aerob [2].53 x 107 1. Effendi. Selanjutnya dilakukan proses deform sesuai kebutuhan. PT Estop Indonesia. Jakarta. M and M.253.774. Germany. Gibb. (2001). pelat. batu bara dan limestone. proses produksi. Textbook of Limnology. Sijabat. bak mandi. Goedkoop. pemeliharaan sampai pembongkaran akan berdampak pada lingkungan.G. Kelarutan besi meningkat dengan menurunnya pH [3] Bahan lain yang memiliki dampak terbesar adalah semen.008. Sabbarudin. G. Diseminasi Peraturan Perundang-undangan Bangunan Gedung dan Lingkungan. lalu setelah melalui proses pendinginan dalam air. *) Bagian Pertama dimuat pada HUD Magazines Edisi Pertama daftar pustaka 1. Besi sebagai bahan baku pembuatan besi beton. Indonesia. PRé (Product Ecology Consultant). perakitan. tanah liat. Seminar Konstruksi Ramah Lingkungan. 8. Perbandingan Dampak Lingkungan Bahan Bangunan Utama Alternatif Pelaksanaan dan Bahan Bangunan Utama Potensi Pencemar Konvensional: -besi beton -semen -aluminium Pracetak sebagian: -semen -besi beton -bata merah Pracetak penuh: -besi beton -semen -keramik & sanitari Katagori Dampak Lingkungan (Pt) Racun perairan kronis 5. balok. Bahan bangunan lain yang berpengaruh pada sitem pracetak adalah kayu yang dapat dihemat sebesar 603 m3. Semua bahan baku ini dieksplorasi dari alam. dipanaskan dalam oven. Cole. Munich.N. Indonesia.29 x 107 Racun tanah kronis 2.199. akan diperoleh batangan atau lembaran besi. penggunaan. pemeliharaan sampai pembongkaran akan mencemari lingkungan.85 x 108 2. sementara air untuk beton dan penggunaan truk merupakan elemen dengan dampak terkecil. namun penggunaan tenaga kerja terampil lebih banyak. Germany. misalnya besi beton polos. 2. Data Sensus Penduduk. lalu dicampur. ulir.39 x 108 Racun perairan akut 4. Morgen. pencampuran. Standardisasi Pengujian Material Ramah Lingkungan. pember­ sihan. Secara umum besi terbuat dari biji besi. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures. kadar besi yang berlebihan dapat mengakibatkan warna kemerahan pada porselin.981. Jakarta. USA.18 x 108 2.97 x 107 3.7 806. (2010). C. Database Manual General Introduction. (2) kandungan racun lingkungan perair­ an akut.Konsep Tabel 3. BPS (2010). salah satu dampak yang akan muncul pencemaran pada perairan. pemilahan. (2011).9 1. Pelaksanaan konstruksi dengan pracetak sebagian juga dapat menghemat penggunaan energi sebesar 446. A. Proses eksplorasi sumber daya alam berpotensi pencemaran lingkungan perairan dan tanah. T Mielecke (2010).27 x 108 4. Oele. A. John Wiley and Son. New Icon of Dubai. Graubner. 7. Kementerian Pekerjaan Umum.

Edisi 3 .5 April 2013 Sukseskan APERSI 71 .Maret 2013 Program 1.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.

1979) serta embargo OPEC (1973). serta pakar ekologi menilai-ulang kebijak­ an membangun yang mendayagunakan sistem heating and cooling secara masif tersebut seiring dorongan akibat sejumlah dokumen. 1992) (Burberry. dokumen ini juga memberi perhatian khusus mengenai konservasi energi yang berlaku untuk berbagai tipe rumah susun (lowrise. 2003). UN World Commission on Environment and Development. operasional­ isasi. sejalan dengan upaya mengatasi isu energi di jamannya. sudut penyinaran matahari. desain. Pada era 1970-an. ahli lingkungan. 1979). • Pemanasan secara pasif (passive solar heat). (ii) reduksi dampak bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan (melalui orientasi. analisis pola dan durasi suhu. 72 . rumah (mi­ sal: Audubon House. • Konstruksi. serta pembangunan-kembali) (Office of the Federal Environmental Executive. perilaku angin sangat dibutuhkan sebagai dasar penetapan sistem pengendalian lingkungan. jika layak maka pemanfaatan sinar matahari. 2003) mengalami tantangan penyusutan sumberdaya akibat era minyak-murah II (1950-1974) (Burberry. Winaktoe* Konservasi Energi sebagai Isu-Historis Green Building dan Desain Rumah Susun reen building didefinisikan sebagai praktik (i) peningkatan efisiensi energi. serta material sebaiknya direncanakan untuk penyerapan dan penyimpanan panas. 1985). midrise. 1989]. Konservasi energi pada rumah susun pada dasarnya diarahkan untuk mengendalikan jumlah panas yang dilepaskan (heat loss) oleh selubung ba­ ngunan sedemikian sehingga area kaca sebaiknya direduksi sedangkan dinding/atap haruslah terinsulasi (Macsai dkk. USA. Inventarisasi G sebuah dokumen komprehensif berjudul “Housing” terbit pada tahun 1981 [mendahului Bruntland Report. 1987 dan AIA Committee on the Environment (COTE). serta ”Silent Spring” karya Rachel Carson (Cassidy. bagian-bagian bangunan harus tersambung erat untuk mencegah kebocoran (leakage) udara maupun air. konstruksi. sejumlah arsitek.0) yang muncul pada akhir tahun 1998 di Amerika Serikat. Isu energi ini menjadi fokus dari Leadership in Energy and Environmental Design (LEED versi 1. LEED menjadi salah satu alat penilaian peringkat green building yang populer dan kerap menjadi rujukan penyusunan alat penilaian di luar Amerika Serikat. desain bangunan disarankan untuk menyertakan perencanaan dan pemeliharaan agar suhu dapat dikelola secara optimum (mencegah overheating maupun overcooling). highrise).: istimewa Prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Wied W. Sebuah hal yang menarik bahwa di luar kerangka milestone tersebut. sejumlah tipe bangunan yang menjadi tonggak (milestone) periode 1970-1993 didominasi oleh perkantoran (misal: Environmental Defense Fund Offices. pepohonan. 1981) Adapun sejumlah advis rinci mengenai data peran­ cangan dan konservasi energi. jenis kaca. 2003). perbukitan dapat diinternalisasi ke dalam desain. Sebagaimana tercatat dalam White Paper on Sustain­ ability: A Report on the Green Building Movement. material yang digunakan suatu bangunan dan tapak. perge­ rakan matahari. • Pengendalian suhu udara (temperature control). yakni ”Design with Climate” karya Victor Olgyay. antara lain: • Data Iklim. air. Kesadaran konseptual green building ini muncul usai penggunaan teknologi era 1930-an (penggunaan HVAC secara masif serta ikon glass box architecture) (Cassidy.Konsep sumber foto/ill. hujan. pemeliharaan. ”Form and Stability” karya Ralph Knowles. • Orientasi.

Maret 2013 Perluasan Adopsi Prinsip-prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Pada kasus Indonesia. desain rumah susun diarahkan sebagai wahana yang mampu memelihara kesehatan penghuni melalui pengendalian terhadap berbagai elemen desain yang berpotensi meracuni air. keberadaan sistem penilai­ an green building. desain rumah susun diarahkan untuk memrioritaskan penggunaan material dengan nilai indikator lingkungan yang baik (embodied energy rendah. ventilation” (pencahayaan. • Material bangunan ramah lingkungan. maupun GBCI (Greenship) diperkirakan akan memperluas prinsip-prinsip yang harus diinternalisasi rumah susun. kebisingan/akustik. desain rumah susun diarahkan untuk mengendalikan laju panas (heat rate) yang memasuki selubung bangunan serta. reduksi limbah. Itikad positip Pemerintah Pusat. 3-14 Juni 1996) di Istanbul. Pada sisi lain. Pemerintah Daerah. Dana Mitra Lingkungan (DML) 73 . suhu. reduksi toksik.Edisi 3 . paling tidak. Selain efisiensi energi. *Green Development Initiatives. • Reduksi limbah. pencahayaan 17. 1994). efisiensi lahan akan melekat pada desain rumah susun. • Efisiensi lahan. material bangunan ramah lingkungan. relatif sejalan dengan prinsip efisiensi energi yang diusung green building movement maka ade­ quate shelter menyertakan ”lighting. secara bertahap. serta non-Pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip green building diharapkan dapat berimbas pada komoditas rumah susun pula. desain rumah susun diarahkan untuk melakukan upaya penghematan penggunaan air baik di dalam (aplikasi fixtures yang efisien) maupun di luar bangunan (reduksi run off serta meningkatkan ground­ water recharging). mampu didaur-ulang). Turki. embodied carbon yang rendah. heating. Kementerian Pekerjaan Umum (Draft Permen PU tentang Pedoman Teknis Bangunan Hijau). ventilasi) sebagai kriteria yang harus dipenuhi dalam membangun rumah layak. Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangunan Gedung Hijau yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta telah secara spesifik menempatkan rumah susun (minimum total luas lantai 50. substansi dari komponen yang hendak diinternalisasi antara lain: • Efisiensi energi. tanah. maka prinsip efisiensi air. • Kualitas udara ruang-dalam. pencahayaan 33%) (ITB. 1992) maupun residensial (AC 11%. Secara khusus. sebagaimana terindikasi melalui komposisi penggunaan listrik pada bangun­ an secara umum (AC 66%. • Efisiensi air. serta bau (odor). telah mendeklarasikan agar berbagai negara menjamin perwujudan ad­ equate shelter for all. udara. Manifestasi fisik dari prinsip green building tersebut dapat saja bervariasi namun. sebagaimana yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta (Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangun­ an Gedung Hijau). • Reduksi toksik. Kini merupakan momentum yang tepat untuk menyinergikan kriteria adequate shelter dengan regulasi green building agar rumah susun turut berkontribusi pada kesinambungan fungsi ekosistem.000 m2) sebagai subyek yang wajib mengaplikasikan prinsip-prinsip hijau (green). merestrukturisasi sumber-sumber energi listrik melalui pening­ katan proporsi penggunaan renewable energy. desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengelola produksi dan transformasi limbahnya agar tidak membebani ekosistem. desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengendalikan kenyamanantermal. Penutup United Nations Conference on Human Settlements (Habitat II. komponen bangunan yang berhubungan dengan kenyamanan-termal agaknya akan tetap mendominasi isu desain rumah susun. termasuk rumah susun. Pada kasus penerapan skema self build dan sweat policy yang melibatkan kontribusi tenaga penghuni sebagai bagian skema pembiayaan unit maka material juga haruslah memiliki indikator labour intensive serta cost effective. kualitas udara ruang-dalam.4%) (DJLEB. desain rumah susun diarahkan untuk mengoptimasi penggunaan lahan mengingat keterbatasan lahan-layak serta carbon footprint yang dihasilkan dari setiap pembangunan.

5 April 2013 Program 1.000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 74 Sukseskan .000 Tower Sukseskan BAPERTARUM-PNS Memperingati 6 Tahun Program 1.Program 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .

Memberikan kemampuan kepada PNS dan kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap dalam pemilikan rumah yang layak melalui bantuan pembiayaan dari dana tabungan perumahan PNS dan dana perumahan lain dari masyarakat non PNS. antara lain : 1. merupakan harapan setiap manusia untuk dapat memenuhinya.Profil Visi Menjadi pengelola Perumahan EdisiTabungan 3 . Menteri Dalam Negeri Satuan Pengawasan Internal (SPI) 3.9 juta orang dan tersebar di seluruh Indonesia tersebut terdiri dari berbagai golongan yaitu mulai dari golongan I sampai dengan IV. Dari tiga kebutuhan dasar tersebut . Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara 4. serta bantuan pemerintah dan bantuan fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan dan non perbankan. yang berarti juga terdapat perbedaan penghasilan. Tabungan perumahan PNS dapat membentuk dana untuk mengatasi kendala tersebut yang merupakan kegotong-royongan diantara Pegawai Negeri Sipil dalam upaya peningkatan kesejahteraan antara Pegawai Negeri Sipil. Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Sub Satuan Pengawasan Bidang Pelayanan Penyaluran Taperum-PNS Sub Satuan Pengawasan Bidang Operasional Divisi Perencanaan Propram dan Evaluasi Sub Divisi Pengembangan Sistem Informasi dan Pengolahan Data Divisi Umum Divisi Keuangan dan Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Pengelolaan Dana PNS Sub Divisi Propram dan Anggaran Sub Divisi Monitoring dan Evaluasi Sub Divisi Umum Sub Divisi Humas dan Protokol Sub Divisi Sumber Daya Sub Divisi Manusia Hukum (SDM) Sub Divisi Administrasi Keuangan 75 . Terbatasnya kemampuan Pegawai Negeri Sipil untuk membayar uangmuka pembelian rumah dengan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR 3.Maret 2013 (Taperum) PNS yang bereputasi baik dan dipercaya serta handal dalam pemupukan dan pengelolaan dana perumahan BAPERTARUM-PNS Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Misi R umah sebagai kebutuhan dasar manusia. sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 1994. Memberikan pelayanan yang terintegrasi dan memuaskan dengan pengelolaan serta pemupukan dana untuk pembiayaan perumahan yang bernilai bagi PNS dan masyarakat berpenghasilan tetap. disamping sandang dan pangan. 1. Yang melatarbelakangi didirikannya BAPERTARUM-PNS. 2. BAPERTARUM-PNS didirikan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 1993 tentang Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil untuk memiliki rumah yang layak. serta bantuan fasilitas teknis dengan bekerjasama secara kemitraan strategis dengan pihak terkait dalam pengadaan rumah 2. Menteri Keuangan 2. yang berpengaruh kepada kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Pegawai Negeri Sipil yang jumlahnya hampir mencapai 3. sehingga berkontribusi dalam mendukung pemerintah memenuhi kebutuhan rumah untuk masyarakat Struktur Organisasi Ketua: Struktur Organisasi Pelaksana Sekretariat Tetap Presiden Republik Indonesia Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Ketua Harian merangkap anggota: Menteri Negara Perumahan Rakyat Kepala Pelaksana Anggota: 1. pemenuhan kebutuhan akan rumah merupakan hal yang paling sulit dijangkau oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada khususnya. Sejak didirikan tahun 1993 BAPERTARUM-PNS telah melakukan beberapa kebijakan dan upaya yang bertujuan untuk semakin meningkatkan pelayanannya kepada PNS. terutama rumah.

Menjadi pemain utama ekonomi nasional yang didukung oleh tenaga kerja yang prima. produk berkualitas.5 April 2013 Sukseskan 76 . pelayanan terbaik. dan sistem yang terintegrasi.000 Tower 5 April 2007 . Visi Perusahaan Memberi berkah bagi masyarakat dengan membangun kepeloporan ekonomi nasional.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. Misi Perusahaan Program 1.

Atri Kusumaningsih M. KETUA IV secara virtual (pre-recorded). Pada MUBES yang bertajuk “Metamorfosa AP2ERSI menjadi Organisasi Nasional: Semakin Pro-Rakyat Pro-MBR” tersebut. yang mengagendakan tor. M. organisasi skala regional menjadi asosiasi WABENDUM II : Diana LB. Purwadhi : H.. Indonesia. Pada hari pertama tanggal 16 April 2013. DEWAN PENGURUS PUSAT lih H Ferry Sandiyana SE sebagai Ketua Endrawan Natawiria. Tag perjuangan AP2ERSI adalah Pro Rakyat-Pro MBR.BENDAHARA UMUM : Nina Herlina bisnis.Profil Edisi 3 . Insya allah dalam waktu dekat AP2ERSI akan be­ kerjasama dengan salah satu BUMN untuk membangun rumah murah bagi para pekerjanya. DKI SEKRETARIS UMUM : Drs. Zulfi Syarif Koto Umum AP2ERSI terpilih menyatakan. Dengan dukungan peme­ rintah dan banyak pihak kami yakin rencana untuk memba­ ngun perumahan rakyat yang termurah akan bisa terwujud.E. Ir. Sodik Mujahid Mpd. H. Agus Rachman S.M. Dr. Zulfi Syarif Koto Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta platform (The Hud Institute). : DR. Jawa Barat. Perkasa Alam S.H.T. Riau. Ahmad Zailani Mpd. ditindaklanjut dengan BOSOWA GROUP DEWAN PEMBINA : DR. Nugraha (Kemenegpera) dengan moderaOrganisasi AP2ERSI. DR.H.E. diimbuh pandangan dari seluruh DPD. Gunawan Agus Sumarno S. terjadi ba­ bertajuk “Solusi Pemenuhan Backlog Rumah Rakyat” de­ ngan nyak koreksi dan interupsi yang membahas perubahan Anggaran Pembicara Kunci. dukungan kepada H.E. (iii) Pemilihan Ketua Umum AP2ERSI masa bakti 2013-2018 giat perumahan di Jawa Barat memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi AP2ERSI saat ini untuk tetap konsisten sebagai asosiasi yang berpihak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ir. Dany Juanda datangani Nota Kesepahaman dengan PT Jawa Barat yang melahirkan AP2ERSI dari Cemerlang Mandiri Selaras (Distributor WABENDUM I : Hasan Kurniawan S. Endrawan Natawiria sebagai negarawan. (ii) Platform organisasi AP2ERSI sebagai asosiasi penggiat perumahan skala nasional. Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan KETUA I kami tidak bisa menghadirkan gagasan : R. disepakati 3 (tiga) agenda utama yaitu (i) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran RumahTangga AP2ERSI. bicara kunci karena pengalaman beliau KETUA UMUM : H Ferry Sandiyana SE Kepulauan Riau.. DPP S. H. Yusuf Fitriadi SE (Pikiran Rakyat). : Azhar Hariman S.E. Yusuf Fitriadi S. Dalam keterangannya Ketua pemilihan Ketua Umum. Pada persidangan Ke­ dua yang dipimpin oleh Ketua DPD Provinsi Aceh dan DPD Nusa Pada MUBES I AP2ERSI tersebut di selenggarakan Diskusi Panel Tenggara Barat didampingi Ketua Komite Pengarah. Lili Asdjudiredja Dalam sambutan Pelantikannya Ketua KETUA untuk bekerjasama dalam menyelengANGGOTA : Ir.Maret 2013 METAMORFOSA Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) sumber foto: AP2ERSI etelah enam tahun beraktifitas sebagai asosiasi penggiat perumahan di Jawa Barat. DEWAN PENASIHAT KETUA : Ir. karena kapasitas dan kredibilitasnya WASEKUM I : Drs.E. H. Limbong Semen BOSOWA Jawa Barat) yang akan penggiat perumahan skala nasional. Perubahan AP2ERSI menjadi asosiasi penggiat perumah­ an nasional dikukuhkan pada MUBES I AP2ERSI yang berlangsung pada tanggal 16-17 April 2013 di Grand Preanger–Bandung. Ferry Sandiyana KETUA VII Mengawali program kemitraannya. M.H. Sumatera Utara. Menteri Negara Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Ir Sri Hartoyo. menyatakan “kami Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) Umum dengan dukungan bulat dari DPD Asosiasi Pengembang memilih Pak JK (Jusuf Kalla) sebagai pemMasa Bakti 2013-2018 Provinsi Aceh. birokrat dan praktisi Jakarta. H. Persidangan Ketiga. Jusuf Kalla dan para panelis. Deputi bidang Pembiayaan Kemenegpera RI.T. Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat (AP2ERSI) kini siap untuk berkiprah sebagai asosiasi penggiat perumahan di tingkat nasional de­ ngan dukungan 8 (delapan) DPD tingkat Provinsi. Drs. H. Hampir senada mereka menyampaikan KETUA VI liau mendadak harus ke luar negeri”.. KETUA II : Adin Restiadi secara langsung dan terbuka dengan KETUA III dan fikiran beliau secara langsung tetapi : Nuslih Jamiat S. Agus Irsyad AP2ERSI pada MUBES I tersebut menan: Ir. Wahyu Nugroho ANGGOTA : Irwan A. berhasil terpiKomite Pengarah MUBES I AP2ERSI. Nusa Tenggara Ba. Sayang pada Diskusi panel kali ini rat. 77 . garakan pembangunan rumah murah di pengalaman enam tahun sebagai peng. Yomanius Untung Spd. karena beKETUA V : M. M. menyatakan menyambut baik dan menyatakan selamat datang kepada AP2ERSI untuk turut berkiprah dalam bidang perumahan nasio­ nal disertai harapan agar AP2ERSI akan memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan perumahan nasional . Kalimantan Utara. serta mengapresiasi perjuangan AP2ERSI WASEKUM II WASEKUM III : Ir.M. antusiasme peserta begitu besar sejak persidangan Pertama. Dua Program utama kami adalah pengembangan organisasi dan kemitraan.

5 April 2013 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .Sukseskan 78 Program 1.

Kredit. Teguh Satria (Ketua Umum DPP REI 2007-2010). Pameran ini hanya diikuti oleh satu bank (BTN) dengan banyak pengembang” kata Maryono. yang baru diangkat 28 Desember 2012. Zulfi Syarif Koto selaku Ketua Umum menyampaikan Laporan Tahunan. sedangkan sisanya 14% untuk non perumahan. yang pada intinya me­ nyoroti berbagai isu perumahan yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian para pemangku kepentingan.678 kantor layanan. Asset Bank BTN per Desember 2012 diperkirakan mencapai lebih dari Rp. dilanjutkan dengan pernyataan Pers Tahunan LP P3I /the HUD Institute dengan topik “Evaluasi Pembangunan Perumahan Rakyat Tahun 2012 dan Rekomendasi Tahun 2013”. Secara kumulatif sejak tahun 1974 Bank BTN telah HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua Lebih Fokus dan Berjejaring R apat Kerja dan Tasyakuran dalam rangka per­ ingatan ulang tahun kedua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indo­ nesia (LP P3I) atau dikenal sebagai the HUD Institute di­ laksanakan pada tanggal 14 Januari 2013 secara sederhana di Wisma PKBI Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Laba diperkirakan tumbuh masingmasing di kisaran 20% sampai dengan 30% dengan rasio keuangan yang sehat. “Kami sebagai pemimpin pasar di bidang KPR dengan menguasai pangsa KPR sekitar 25%. sejak tiga tahun lalu. Pernyataan Pers selengkapnya dapat diakses http://www. Menurut Maryono.Maret 2013 T Menajamkan Fokus Bisnis dan Mengutamakan Good Corporate Governance memberikan KPR lebih dari 3.100 Triliun. sementara pangsa KPR subsidi hingga 98%. Bank BTN Memasuki Usia ke-63 idak terasa BTN telah memasuki usia ke 63 pada tanggal 9 Februari 2013 lalu. “Ini bukti komitmen dan konsistensi Bank BTN dalam mewujud­ kan pembiayaan perumahan.1 juta orang di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan potensi pasar perumahan masih besar. yang pada intinya dapat diterima oleh Dewan Pembina yang diwakili oleh Yusuf Asy’ari. Tema yang diangkat adalah `Pesta KPR BTN Menuju Keluarga Sejahtera’. Peringatan dimulai pagi harinya dengan rapat terbatas anggota mendengarkan Laporan Pengurus dan tanggapan Dewan Pembina. Dalam 3 tahun terakhir Bank BTN telah menambah lebih dari 400 kan­ tor layanan. Turut hadir para anggota Dewan Pembina yaitu Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009). ”Kami menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 28 triliun tahun ini.” beber Maryono (OM. dan didominasi oleh proyek-proyek perumahan yang tersebar di Jabodetabek.” kata Maryono. Dengan demikian diharapkan isu perumahan menjadi lebih dipa­ hami oleh pengambil keputusan baik di tingkat pemerin­ tah pusat maupun daerah” jelas Zulfi. Bank BTN saat ini sudah masuk pada kelompok besar perbankan nasional. Direktur Utama BTN. Dalam rangkaian peringatan HUT BTN. Pada kesempatan tersebut. termasuk 2. kebutuhan rumah di Indonesia rata-rata sekitar 800 ribu unit. diikuti sekitar 218 developer yang menyajikan lebih dari 400 proyek perumahan. dari rumah subsidi.com/doc/120289940/Evaluasi-Pembangunan-Pe­ rumahan-Rakyat-Tahun-2012-dan-Rekomendasi-Tahun2013 (OM).922 outlet Kantor Pos. para pengurus. Dana Pihak Ketiga. Pada sesi siangnya. Pameran kali ini merupakan ajang pameran terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. termasuk wartawan. komposisi KPR subsidi akan ditingkatkan komposisinya menjadi 65%. Kedepan. Dijelaskan Maryono. hingga saat ini portofolio Bank BTN 86% di perumahan. hingga akhir tahun lalu Bank BTN memiliki 3. sedangkan sisanya untuk KPR non subsidi 35%. menengah maupun mewah dengan harga mulai Rp 65 juta hingga miliaran rupiah. sumber foto: LP P3I/the HUD Institute 79 . tapi yang bisa direalisasi baru sekitar 400 ribu unit. BTN menyelenggarakan BTN Property Expo. scribd. “Ke depannya LP P3I akan mulai memantapkan fokus kegiatan dan melebarkan jejaring ke daerah.Liputan Edisi 3 . dari berbagai sumber).

000 Tower 5 April 2007 .Sukseskan Program 1.000 Tower 80 .5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1.

Agus­ man Efendi. Disana hadir para sesepuh REI. REI adalah salah satunya yang menu­ rut kami harus merasakan bagaimana masyarakat Minang menjalankan tradisinya. Drs. Enggartiasto Lukito. seperti Gubernur. Siswono Yudo Husodo. Soekarjo W. Bupati/Walikota se Sumatera Barat dan pejabat instansi terkait. Ir. Kondisi ini tentunya tidak serta merta terwujud tanpa adanya prakarsa awal dan konsistensi sosok figur para pendi­ ri yang mendeklarasikan pembentukan REI oleh Ir. Esoknya. Ir. “Tidak semua tamu bisa menikmati makan bajamba di Istana Basa ini. Eric Samola. yakni 41 tahun. selain dijamu oleh penguasa negeri. Yan Mogi. serta instansi terkait. FX Teguh Satria. hingga periode ini yang di nakhodai Ir. maka perayaan kali ini juga diisi dengan kunjungan ke berbagai lokasi wisata. Malam Selamat Datang dilakukan di ke­ diaman dinas Gubernur Sumatera Barat. Lukman Purnomosidi. me­ ning­ katkan perannya menjadi mitra kerja strategis peme­ rintah dan men­ jalin kerjasama konstruktif dengan pemangku kepentingan dan berbagai lembaga. memberikan parameter positif bagi dunia usaha dan iklim investasi sehingga mampu melakukan perannya sebagai organisasi perusahaan yang memberikan manfaat bagi para anggotanya dan mendorong pertumbuh­ an industri properti dalam membangun negeri. Sumatera Barat. dan semangat para mantan Ketua Umum REI. Sedikitnya 700 orang tamu undangan dari seluruh Indonesia hadir selama 13-15 Maret 2013 lalu. Ir. diharapkan REI semakin mampu Berkarya Mem­ bangun Negeri mendukung program penyediaan perumahan dan permukiman yang seimbang dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuh­ an rumah bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Bupati Tanah Datar juga menghidangkan makanan tradisional Minangkabau dengan tradisi “Makan Bajamba”. REI telah berperan penting dalam memajukan dunia properti Indonesia. Di sana selain me­ nikmati berbagai hiburan tradisional. pada hari pertama HUT. Usia ke-41 bukanlah usia yang muda lagi bagi sebuah organisasi yang telah menorehkan berbagai prestasi di dunia properti Indonesia. industri pendukungnya. Puncak Perayaan HUT REI Puncak Peringatan HUT REI 41 tahun 2013 telah berlangsung di Padang. Setyo Maharso masih membingkai pigura REI mencapai tujuan menjadi organisasi yang semakin maju berperan memberi­ kan kontribusinya bagi seluruh anak negeri.Maret 2013 M Berkarya Membangun Negeri Puncak HUT REI ke-41 sumber foto: REI emasuki usia yang tidak muda lagi. Ir. Edwin Kawilarang. Ciputra pada tanggal 11 Februari 1972.Liputan Edisi 3 . Ke depan. para tamu undangan juga dijamu dengan berbagai pertunjukan kesenian daerah. Alm. MS Hidayat. Bupati dan Walikota. Seperti tradisi REI dalam merayakan HUT-nya setiap tahun. peserta mengunjungi objek wisata Istano Basa Pagaruyung. Ir. Alm. Ferri Soneville. Melewati masa waktu dengan berbagai ke­ ada­ an dan perubahan menjadikan REI semakin dewasa. Dan kedatangan 600 orang REI secara serentak di Istana Basa hari ini menurut kami sangat 81 . Ir. Sebagai mitra kerja Pemerintah dan ber­ sinergi dengan semua pemangku kepentingan. Selain kegiatan temu ramah dan presentasi peluang investasi daerah. Ir. Keberadaan REI sebagai organisasi perusahaan wadah pengembang bersama seluruh anggotanya yang telah 41 tahun berkiprah berperan di dalam sebuah perjalanan panjang penuh tantangan menempuh arah tujuan turut serta mengemban amanah berkontribusi kepada Negara dan Bangsa Indonesia demi memenuhi kebutuhan perumahan dan permukiman serta menggerakkan pertum­ buhan ekonomi nasional melalui berbagai jenis pembangunan properti. diharapkan peran REI makin berkibar dengan proaktif me­ nyelesaikan sejumlah masalah di industri properti. Momentum HUT REI ke 41 sangat penting bagi organisasi untuk sejenak merenung dan menengok kebela­ kang mengevaluasi tapak tilas sejarah perjalanannya dengan senantiasa merajut kebersamaan membangkitkan semangat daya juang dalam menghadapi tantangan dan peluang guna menapak hari esok yang lebih baik dan bermakna. perbank­ an.

Bupati. Sumatera Barat oleh Ketua DPD RI. Di Jam Gadang dan Pasar Atas. rom­ bongan selanjutnya menikmati berbagai acara wisata dan belanja kuliner. Irman Gusman.” jelasnya.” ucap Erlangga. Wakil Bupati Tanah Datar dalam sambutannya.000 Unit RST Yang istimewa dalam HUT REI ke 41 tahun ini adalah puncak perayaan HUT REI juga dibarengi dengan kegiatan Peresmian 100.” harap Hendri Arnis.Kami mengundang investor untuk melihat secara langsung potensi negeri kami. Ketua DPD RI. Belum lagi dampak setelah pembangunan dilaksanakan pasti kawasan itu akan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Tahun 2010 REI meresmi­ kan 100 ribu unit RST di Lamongan. Karena kalau hanya menunggu akan bersifat reaktif. Ketua DPD REI Jatim. Kemudian setelah memberikan kerangka konstruktif kita meng­ awalnya supaya menjadi kebijakan.  sumber foto: REI sumber foto: REI “Gubernur. Bukittinggi. para Bupati/walikota dan wakil Gubenur Sumatera Barat Pada kesempatan tersebut. kita mengharap­ kan bahwa REI ini tidak hanya menunggu kebijakan peme­ rintah. tapi harus lebih aktif memberikan kerangka konstruktif untuk kemajuan dunia properti Indonesia. Keesokan harinya rombongan menuju Pantai Air Manis Padang. dan walikota yang bagus adalah yang bisa menjadi contoh dalam upaya memfasilitasi dan mem­ berikan kemudahan agar pembangunan perumahan rakyat berjalan dengan baik di daerahnya masing-masing berupa infrastruktur. Jawa Timur.” kata Irman. dia menambahkan. PP Nomor 38 Tahun 2007 mengatur kewajiban bagi pemerintah daerah untuk juga melakukan pembangunan perumahan rakyat. Apalagi. Harusnya oleh pemerintah dimasukkan dalam kelompok sektor strategis sehingga saya yakin kalau itu masuk dalam kelompok sektor strategis maka kebijakankebijakan pemerintah akan menjadi diperhatikan karena masuk ke dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional. Irman Gus­ man berpesan agar para kepala daerah di seluruh Indonesia mendukung percepatan pengembangan perumahan sejenis bekerja sama dengan anggota REI dan instansi lainnya yang juga berkewajiban menyediakan perumahan untuk masyarakat. Pemerintah. sektor properti belum dimasukkan da­ lam kelompok itu.Liputan istimewa. Ke de­ pan kita harus lebih aktif sebagai suatu tim agar pemerintah mengeluarkan kebijakan di sektor properti ini. utamanya untuk golongan menengah ke bawah. Siangnya dilanjutkan dengan wisata keliling kota dan membantu program perbaikan ling­ kungan permukiman kumuh yang ada di kota Padang. “REI dalam usia yang ke-41 tahun ini. dilanjutkan ke Padang Panjang. Erlangga berharap sektor pro­ perti dimasukkan ke dalam kelompok sektor strategis terkait dengan pembangunan ekonomi nasional karena mengingat sektor ikutannya yang banyak sekali. Malamnya. Kali ini peresmian dilakukan di Perumahan Nuansa Griya Arosuka kabupaten Solok.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST) yang dibangun oleh anggota REI di seluruh Indonesia. “Yang sekarang. terutama untuk golongan menengah ke bawah. Hadir pada kegiatan peresmian tersebut adalah Menteri Perindustrian. Menurutnya industri properti diyakini dapat memberikan pengaruh kepada sektor lain. 82 . baik pusat maupun daerah harus memiliki komitmen dan kesungguhan untuk terus membangun peru­ mahan rakyat. Ini peresmian RST yang keempat. Selesai menikmati beragam sajian khas minang. Jawa Barat dan tahun 2007 juga 100 ribu unit di Semarang. Peresmian 100. Tahun 2008 sebanyak 100 ribu unit di Jonggol. ke depan REI tidak hanya menunggu kebijakan yang dikeluarkan pemerin­ tah. untuk selanjutnya beristirahat di kota Padang. kemudahan perizinan dan bantuan lain. tapi REI harus mampu memberikan konsep-konsep yang strategis kepada pemerintah untuk dijadikan kebijakan. Menurut Erlangga Satriagung. menikmati sate Mak Syukur.  Harapan Sejumlah Daerah REI sebagai sebuah organisasi yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor properti di Indonesia diharap­ kan berperan lebih aktif lagi memasuki usia ke-41. rom­ bong­ an kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bukit­ tinggi. Selain melakukan kegiatan wisata juga bakti sosial ke berbagai panti asuhan serta menyerahkan bantuan perbaik­ an sarana infrastruktur.

dilakukan Presiden RI. REI banyak berkontri­ busi terhadap kemajuan kota-kota di daerah. Padahal pemilihan lokasi tersebut menurut Setyo berdasarkan saran dan permintaan Presiden secara lisan. kota Padang akan mendapatkan sejumlah dampak positif. Alkudri. di ulang tahunnya yang ke-41. Rifa Yendi berharap. REI terus berkarya untuk negeri. REI juga sudah mendapatkan rekomendasi dari BTN serta gubernur. HUT REI itu kan juga ajang silaturahim. memiliki saluran air bersih. tetapi peluang.000 unit RST yang dibangun anggota REI pada tahun sebelumnya. Kami dari keluarga besar Sumatera mengucapkan terima kasih kepada REI diberi kepercayaan atas penyelenggaraan HUT REI ke-41 di Sumatera Barat dan ini istimewa rasanya bagi kami di daerah karena tidak hanya ulang tahun saja. Menpera menilai perumahan tersebut tidak layak.Maret 2013 Sebagai tuan rumah HUT REI ke-41. jalan yang layak. Setyo Maharso. karena seluruh rumah sudah terbangun dan menggunakan KPR FLPP. Namun tahun ini presiden tidak bisa hadir karena tidak turunnya rekomendasi dari kementerian teknis. (fendi). tidak dijelaskan Menpera. 83 . Ajang HUT REI ke-41. sewaktu membuka Rakernas REI 2012 lalu yang berjanji akan datang kembali meresmikan perumahan sederhana yang sudah dibangun oleh pengembang REI dan meminta lokasi peresmian RST. Ini akan membawa dampak positif bagi keluarga REI Sumatera Barat dan juga kepada pemerintah Sumatera Barat dan masyarakat Sumatera Ba­ rat. tetapi juga meningkatkan perekono­ mian dan menciptakan lapangan kerja baru.000 rumah sederhana. Ada juga MoU Kota Baru Mandiri. Mudah-mudahan rezeki ini tidak berkaitan dengan uang saja. Tidak hanya bagi anggotanya. Kita menginginkan REI suatu organisasi yang dapat melindungi anggota dan organisasi yang bisa tetap mengikuti perkembangan ekonomi sebagai roda perekonomian Indonesia. akhirnya batal hadir akibat tidak adanya rekomendasi dari Menteri Perumahan Rakyat. “Cuma tidak layaknya apa. lanjut Alkudri juga menjadi ajang silaturahim antaranggota yang dapat memberikan dampak positif bagi Sumatera Barat. Tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mela­ lui pajak dan retribusi. “Kita berharap ke depannya REI tetap eksis dalam arti kata tetap mengetahui permasalahan yang dihadapi anggota dan ada solusi yang terbaik. Padahal Deputi Pembiayaan Kemenpera sudah melihat langsung dan mengatakan sudah layak karena harga jualnya Rp 75 juta per unit. “Harapan kita mottonya silaturahim yang baik akan tumbuh rezeki. sebaiknya di luar wilayah pulau Jawa. Djan Faridz.” terang Maharso.Edisi 3 . REI sebagai organisasi profesi juga sangat membantu masyarakat dengan program-prgram yang menguntungkan baik bagi anggota maupun masyarakat. dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat. Jadi.” jelas Alkudri. Menurut Ketua DPD REI Sumatera Barat. “Penciptaan multiplier efek itu adalah menggerakkan 175 industri lainnya. bangunan sesuai spesifikasi. REI tetap eksis sebagai organisasi yang sangat memperhatikan anggotanya. ada juga peresmian 100. mengungkapkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sedianya meresmikan perumahan tersebut. sumber foto: REI Presiden Batal Hadir A di Acara Peresmian 100 ribu Unit RST walnya seperti peresmian 100. sesuai aturan KPR FLPP. Menurut Maharso. pengalaman dan jaringan” tutur Alkudri.” kata Rifa Yendi. ilmu. Sementara Ketua DPD REI Riau. kesempat­ an.

000 Tower 5 April 2007 .000 Tower REAL ESTATE INDONESIA 84 .5 April 2013 Sukseskan Memperingati 6 Tahun Program 1.Liputan Program 1.

Selain pengemPertemuan yang digagas oleh bang. penggerak peles­ (Economic and Social Council-ECOSOC). Jepang dan Malaysia. Setyo mengomentari an budaya. (OM) Sementara nara sumber yang S Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan sumber foto: detikfinance Sekilas FIABCI 85 . kapkan pertemuan ini untuk perti individual. di Asia Pasifik. Teguh Satria. pejabat Consultative di dalam Konsil Ekonomi dan Sosial donesia terbukti tidak mengurangi pemerintahan.” tambahnya. Taiwan.5 juta tenaga profesional dan 3. ekonomi bagi masyarakat. Untuk itu. dan mengoptimalkan kesempatan bahwa implementasi ide ini harus dimulai dari pengembang. yang intinya kami bangkan jejaring. negara yang terwakili dalam FIABCI. mengung­ 1. selaku Ketua Indonesian emangat menyerasikan pembangunan perkotaan dan Heritage yang pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata.Teguh Satria. Indonesia dapat kehilangan keunikannya liki tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. yang sional (International Real Estate Federation).” ujar Singapura dan Shanghai meru­ Ketua Umum Persatuan Perusa­ haan Real Estate Indonesia (REI) FIABCI adalah akronim bahasa Perancis “Federation pakan contoh kota yang berhasil Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis melakukan pengembangan kawasan Setyo Maharso. perbankan. pengembangan kawasan waris­ anggotanya meningkatkan pengetahuan. notaris. pers memegang peranan mua warisan budaya itu tidak bisa dikelola secara optimal penting dalam mengomunikasikan pesan pelestarian wa­ demi kepentingan wisata budaya dan penggalian potensi risan budaya bangsa ini. dana istilah asing.1995 REI pernah menegaskan re­ gulasi mengenai penggunaan nama REI ini dihadiri sekitar 150 pe­ tan dan lainnya. Terbukti dari nama-nama konstruksi. konsul. Setyo Maharso. Penggunaan nama In­ serta yang berasal dari berbagai elemen seperti arsitek. anggota FIABCI disini adalah mengeluarkan rekomendasi dan membuktikan. Penang. juga hadir nara sumber dari Australia. mengem. “Pak Ciputra telah tarian warisan budaya. Untuk itu. mony” di Bandung tanggal 23-24 Maret 2013. Pondok Indah dan saran atas hak properti dan perumahan bagi rakyat Puri Indah dapat laku dengan nama REI serta elemen terkait lainnya. ”Kota-kota di Indonesia memiliki banyak warisan pe­ yang berdampak pada berkurangnya daya tarik Indonesia ninggalan arsitektur bernilai tinggi. yang memasilitasi dan mendorong bisnis di seluruh dunia. Ardika menyambut baik per­ menekankan pentingnya pertemuan ini bagi Indonesia de­ temuan ini sebagai langkah mengembalikan kebanggaan ngan mempertimbangkan banyaknya potensi yang dimi­ kita semua terhadap warisan budaya bangsa sendiri.warisan budaya secara harmoni dan Asia Pasific. yang artinya Federasi Realestat Interna. pemangku kepentingan lainnya juga terlibat pada periode tahun 1992 sampai FIABCI bekerja sama dengan seperti broker properti. Singapura. Setyo Maharso. Ditam­ bahkannya pula. Sementara Presiden FIABCI Immobiliers”. Sementara I Gede Ardika. perlindungan warisan budaya mewarnai 16th FIAB­ dalam paparannya menekankan bahwa saat ini masyarakat CI Asia Pcific Regional Secretariat Summit yang ber­ kita tengah dalam kebingungan besar. Saat ini. FIABCI berimbang Pesan yang disampaikan oleh juga Ketua Umum DPP REI pe­ merupakan asosiasi nir laba dan sebuah federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili riode 2007-2010 ini. miskin. Sumber: Situs FIABCI Indonesia. Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Persatuan gedung dan berbagai fasilitas lainnya menggunakan nama Perusahaan Realestate Indonesia (REI).300 praktisi pro­ Ardika disambut baik oleh Ketua Umum DPP REI. Tugas utama nilai ekonomi. pengembangan kawasan secara 1977. Masyarakat kita tema “Cultural Heritage and Urban Develompent in Har­ seolah kehilangan kecintaannya pada berbagai kearifan dan identitas lokal.Liputan Edisi 3 . harmoni dan berimbang.Maret 2013 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit hadir selain dari Indonesia. dan merupakan salah satu perwakilan dari 60 Sementara Teguh mengingatkan. Namun. FIABCI memiliki status khusus sebagai Special Indonesia. Indonesia bergabung dengan FIABCI sejak tahun sudah seharusnya mendidik klien. menyamakan persepsi terkait Tujuan pembentukan FIABCI adalah membantu dan Presiden FIABCI Asia Pacific. hampir se­ sebagai tujuan wisata.

Presiden FIABCI Asia-Pasifik Teguh Satria ANCOL MANSION 86 .fiabci-asiapacific. Keanggotaannya terbuka bagi semua praktisi yang terlibat dalam disiplin real estate. Plaza No. 2 Jalan Kiara.com FIABCI Asia Pacific (Federasi Real Estate Internasional) FIABCI (The International Real Estate Federation) adalah asosiasi nir-laba yang memperoleh keistimewaan sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berstatus mitra konsultasi PBB dan merupakan federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili lebih dari 1. Mont’ Kiara Kuala Lumpur 50480 Email: info@fiabci-asiapacific Situs: www.300 individu praktisi real estate. FIABCI telah berusia 62 tahun dan tersebar di 60 negara dan bertujuan membawa dimensi internasional ke pasar lokal dan menyalurkan kesempatan bisnis real estate ke seluruh anggotanya.Alamat: Suite E 12-12 Wisma Sunrise.5 juta profesional dan 3.

pencemaran kualitas air sungai berstatus mutu tercemar ringan hingga berat akibat limbah rumah tangga maupun industri. Kini program penanaman berbagai jenis bambu. Per­ masalahan berupa fluktuasi debit air yang tidak terkendali yang mengaki­ batkan banjir. Kepala Badan Pe­ ngendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Ja­ karta Muhammad Tauhid dan Ketua Gerakan Ciliwung Bersih Erna Wi­ toelar. Acara dihadiri oleh masyarakat Komunitas Ciliwung. Jakarta Timur. juga diresmikan ‘polisi Ciliwung’. Semangat Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko yang kembali beraktivitas memperbaiki lahan pertanian perkotaan yang mereka kembangkan telah memperoleh perhatian dari berbagai pihak. Acara ini tidak terlepas dari kerja keras komunitas Ciliwung di Cikoko yaitu Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) yang dinakhodai oleh Usman. Pancoran.Baithasar Kambuaya MBA. maka kini komunitas Ciliwung telah menjadi solusi untuk lingkungannya (Miya-DML). Lokasi acara menjadi salah satu daerah kunjungan Kementerian sumber foto: DML Lingkungan Hidup Korea Selatan saat berkunjung ke Indonesia. yang telah menjadi salah satu praktek unggulan (best practice) di Indonesia. masih mewarnai keseharian sungai Cili­ wung. Kali ini dengan tema memperingati Hari Peduli Sampah diselenggarakan aksi bertema “Aksi Masyarakat untuk Penyelamat­ an Sungai Ciliwung” di Cikoko.Maret 2013 “Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung” ermasalahan Ciliwung berupa penurunan kualitas dan kuan­ titas air sungai masih belum memiliki solusi yang terpadu. Di lahan seluas 1. sepanjang + 2 km. 87 .Liputan Edisi 3 . sejak tahun 2012 telah ditanami ber­ bagai macam tanaman langka Jakarta. Walaupun kemudian pada Januari 2013 dihantam oleh debit air Ciliwung yang tinggi.Dr. Direktur Jenderal Cipta Karya P Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Imam Ernawi. penanaman pohon. Mereka terpaksa hidup di bantaran Ciliwung dan sering terjangkit penyakit akibat air Ciliwung yang tercemar. baik pemerintah dan dunia usaha untuk membantu usaha restorasi lahan pertanian perkotaan dan kegiatan pengolahan sampah mereka.500 m² di bantaran sungai Ciliwung yang terabaikan. Acara ini diisi dengan pemutaran film “Solusi Sampah oleh Komunitas Ciliwung”. Melalui Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko dan komunitas peduli Ciliwung lainnya yang berjumlah 25 komunitas di hulu hingga hilir Ciliwung. Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan komunitas masyarakat dan institusi lainnya secara berkala menyelenggarakan aksi dengan memanfaatkan momen tertentu. yang beranggotakan masyarakat Ci­ liwung dengan tugas mengawasi dan mencegah kegiatan yang merusak sungai Ciliwung. talk show. buah-buahan dan tanaman langka Jakarta akan dilaksanakan pada bantaran Ciliwung di daerah Cikoko. Tempat ini terpilih kare­ na Mat Peci yang diprakarsai oleh Kelompok Tani mengembangkan pertanian perkotaan beserta kegiatan daur ulang sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik men­ jadi barang daur ulang yang memi­ liki nilai tambah untuk membantu perekonomian mereka. Pada kesempatan ini. dan pameran daur ulang sampah. Masyarakat di bantaran Ciliwung sering dianggap sebagai sumber masalah daripada sebagai solusi. sayur mayur dan tanaman buahbuahan. Talk Show menghadirkan nara­ sumber Menteri Lingkungan Hidup Prof. Cawang. Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan dan 7 Organisasi Perempuan. sayur mayur. serta sampah yang dibuang ke sungai dari hulu hingga hilir Ciliwung. meskipun sumber pence­ maran juga berasal dari masyarakat yang tinggal jauh dari Ciliwung melalui kontribusi sampah mereka.

Liputan

“Bersama Menyelesaikan Masalah”

Rapat Kerja Daerah REI Batam

R

EI Khusus Batam baru saja (18 April 2013), menyeleng­ garakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan dengan tema “Bersama Kita Menyelesaikan Permasalahan Pengembang untuk Pembangunan Pro­ perti Berkualitas di Batam”. Rakerda dipersiapkan seba­ gai ajang konsultasi antara pengem­ bang de­ ngan pemerintah baik pusat maupun daerah. Pada rapat kerja tersebut turut hadir Ketua Umum DPP REI, wakil dari Kementerian Perumahan Rakyat, dan Kementerian Dalam Negeri yang berkesempatan menyampaikan pokok-pokok pemikiran. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat, Rildo Ananda Anwar, me­ negaskan pemerintah akan me­ nyiapkan lahan untuk membantu pembangunan perumahan, terutama yang berpenghasilan rendah. Selain itu, diingatkan juga tentang penting­ nya pertumbuhan industri properti dalam menggerakkan bidang usaha lain. “Hasil penelitian menyebutkan bahwa setiap kehadiran pengembang akan menggerakkan 140 bidang usaha,” papar Rildo. Pada kesem­ patan yang sama, Direktur Jenderal

Bina Pembangunan Daerah, yang diwakili oleh Direktur Perkotaan, mengingatkan perlunya sinkronisasi pembangunan perkotaan. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Soerya Respationo, menyoroti kendala perijinan sebagai akibat tidak adanya koordinasi yang baik antara Badan Pengusahaan Kawasan Batam dan pemerintah kota Batam yang berujung benturan kewenangan perijinan pengelolaan lahan. Ketua UmumDPP REI, Setyo Maharso, menekankan prospek pertumbuhan Batam sebagai Free Trade Zone (FTZ) perlu diantisipasi oleh pemerintah dengan mempermu­ dah pengurusan izin pembangunan properti yang diperlukan. “Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat mempermudah perizinan,” harapnya. Dari sisi pengembang, diharapkan pemerintah segera turun tangan membantu menyelesaikan status hutan lindung. Banyak ditemui lahan yang telah dibangun oleh pengembang dan telah bersertifikat, ternyata lokasinya merupakan kawasan hutan lindung. “Banyak pengembang di Batam yang menghadapi ketidakpastian hukum lahan setelah lahan-lahan dialokasikan,” ujar Djaja Roeslim,

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam.Bahkan, beberapa perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ternyata dibangun di sejumlah kawasan hutan lindung seperti Mukakuning. Selain itu, kendala proses perijinan IMB yang baru ternyata menjadikan biaya IMB membengkak. “Sekarang malah ada izin Amdal Lalin yang biayanya lebih besar dari pada mengurus IMB-nya,” sambung Djaja. Tak kalah pentingnya adalah keberadaan peraturan yang tidak sinkron. ”Yang kami alami di Batam, kami memiliki dua intitusi pemerintahan yaitu BP Batam dan Pemko Batam yang sering kali kita alami peraturannya tidak sinkron,” kata dia. REI Khusus Batam juga meng­ usulkan agar pemerintah segera menangani kawasan rumah liar atau rumah illegal melalui penyediaan rusunawa atau rusunami. Dengan catatan, dibangun pada lokasi yang dekat dengan sentra industri. Selain itu, usai Rakerda diseleng­ garakan BTN REI Ekspo di Mega Mall Batam Centre yang rutin diselenggarakan setiap Rakerda REI Batam (OM, dari berbagai sumber).

88

Agenda
Hari Air Dunia 2013 di Indonesia

Edisi 3 - Maret 2013

“Gotong Royong Peduli Air”

H

ari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret sebagai wadah untuk menyatukan fokus perhatian dunia kepada peran penting tersedianya air (minum) dan mengupayakan tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia dicetuskan untuk pertama kali pada saat Nations Conference on Environment and Development (UNCED) dan di umumkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Tiap tahun peringatan hari air dunia mempunyai tema yang berbeda, pada tahun 2013 ini Hari Air seDunia XXI, biasa disingkat HAD, mempunyai tema”Water Cooperation”. Tema “Wa­ ter Cooperation” ditujukan untuk meningkatkan kesadaran bekerja sama dalam menghadapi tantangan dalam pengelolaan air berupa peningkatan akses, alokasi serta pelayanan atas air. Biasanya per­ ingatan HAD dilakukan oleh berbagai pihak sesuai dengan temanya. Pemerintah sendiri baru akan mengadakan peringatan puncak HAD pada bulan Mei 2013. Salah satu kegiatan pe­ rayaan HAD yang cukup besar di Jakarta dilakukan secara bersamasama oleh sekitar 17 foto: GBC/DML institusi baik peme­ rintah, swasta, maupun LSM selama tiga hari pada tanggal 18, 21 dan 22 Maret 2013. Acara puncaknya dilaksanakan di sekretariat Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), yang dikoordinasikan oleh GCB bekerja sama dengan kelompok kerja Indonesia Water Mandate yang merupakan forum dukungan Indonesia Global Compact Network (IGCN) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Peringatan ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Asia Pulp & Paper (APP), PAM JAYA, PALYJA, Aetra, Nestlé Indonesia, Unilever, Express Group, SmartFM, Green Radio, Martina Berto, Coca-Cola Amatil Indonesia, Danone Aqua, Palang Merah Indonesia, PPM Manajemen. Rangkaian peringatan hari air sedunia tersebut dimulai dengan dialog yang bertema “Tantangan dan Solusi Permasalahan Air untuk Agenda Pasca 2015” pada tanggal 18 Maret 2013. Dilanjutkan pada tanggal 21 Maret2013 dengan pameran edukasi air, kunjung­ an ke instalasi air bersih Palyja untuk anak-anak dan ibu-ibu yang bertujuan agar mereka mengetahui bagaimana proses penjernihan air, sehingga mereka bisa menghargai air yang diperoleh. Diadakan juga pelatihan kesiapsiagaan banjir untuk ibu-ibu, anak-anak dan masyarakat. Selain itu, ada rangkaian aktivitas permainan bertema-

kan air untuk anak-anak, pertunjukan musik bertema lingkungan, dan dialog antarkomunitas peduli sungai dari Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, Bogor, Depok. Pada acara dialog tersebut, sesama komunitas yang peduli sungai saling belajar dan berbagi pengalaman dari apa saja yang sudah mereka lakukan terhadap sungai dan outputnya untuk pemeliharaan sungai. Komunitas peduli sungai Berantas merupa­ kan salah satu komunitas yang berhasil dalam memperbaiki kualitas air sungai dan mengumpulkan jenis flora fauna di sungai Berantas. Hal ini disebabkan karena Ecoton sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bekerja penuh di sungai ini mampu memadukan kegiatan antarkomunitas sungai Brantas dari hulu sampai hilir. Bersamaan dengan peringatan hari air sedunia pada tanggal 22 Maret2013, Forum Air Jakarta (FAJ) mendeklarasikan dirinya dengan motto “Bersama untuk Keterjaminan Air”. Pembentukan FAJ bertujuan menyediakan forum diskusi, wadah bekerja sama bagi semua pemangku kepentingan, untuk mencari solusi bagi ketersediaan sumber air minum yang berkelanjutan. Anggota FAJ sebagian besar merupakan penyelenggara acara Hari Air Dunia 2013 ini, yaitu PAM Jaya, PALYJA, Aetra, Badan Regulator Pelayanan Air Minum DKI Jakarta, Tim Koordinasi Pengelolaan SDA, Dewan SDA DKI Jakarta, Bappeda DKI, Forkami, Komunitas Ciliwung, Perum Jasa Tirta II, Perpamsi, KPAM DKI Jakarta, Dana Mitra Lingkungan, dan beberapa individu pemerhati masalah air minum di Jakarta. Pembentukan FAJ difasilitasi oleh Jejaring AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan). Salah satu komitmen menarik dinyatakan oleh Indonesia Global Compact Network (IGCN) yang menargetkan tersedianya tambahan lubang resapan biopori sebanyak 10.000 lubang di Jakarta dalam setahun ke depan. Pada tanggal 22 Maret 2013 yang merupakan puncak peringatan hari air sedunia ini diadakan Dialog Multi-stakeholder bertema ”Solusi Air Berbasis Masyarakat”. Peserta berasal dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, komunitas ciliwung, komunitassungai Brantas, komunitas sungai Gajahwong dan LSM yang peduli terhadap sungai Ciliwung. Dialog tersebut bertujuan untuk berbagi informasi kebijakan pemerintah serta pengalaman yang telah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan. Pada kesempatan HAD juga diserahkan bantuan dari hasil penggalangan dana GCB berupa beberapa mesin pencacah plastik, alat pembuat lubang biopori foto: GBC/DML dan alat pembuat gas berbahan baku kompos kepada beberapa komunitas sepanjang sungai Ciliwung (Miya GCB/ DML).

89

Agenda

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah

sumber foto: InSWA

K

amis siang tanggal 21 Februari lalu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rawasari, Jakarta Pusat menjadi pusat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. TPST Rawa­ sari pada hari itu dipenuhi oleh para pelaku, praktisi dan pemerhati pengelolaan sampah padat. Tepat tujuh tahun yang lalu, 69 rumah penduduk ambruk diterjang longsor ratusan kubik sampah TPA Leuwigajah. Sebanyak 157 nyawa menjadi korban tragedi pengelolaan sampah terbesar sepanjang sejarah di Indonesia, dua kampung terhapus dari peta karena tergulung longsoran sampah. ‘’Inilah musibah yang barangkali tercatat pertama kali dalam sejarah peradaban manusia, ratusan nyawa melayang gara-gara tertimbun sampah,’’ Wakil Ketua Umum InSWA Mohammad Helmy mengawali uraiannya mengingatkan setiap orang yang hadir untuk menoleh kembali kepada kejadian di TPA terbesar di Provinsi Jawa Barat itu. ‘’Jarak kampung yang terkena longsoran sampah lebih kurang 1,5 Km dari TPA Leuwigajah,’’ tambah Mohammad Helmy. Bayangkan betapa tingginya gunungan sampah tersebut hingga mampu menimbun dua kampung yang jaraknya cukup terbilang jauh dari TPA. Inilah cermin pengelolaan sampah yang umum dipraktikkan di negara berpenduduk 250 juta jiwa ini. Padahal sistem pembuang­ an sampah open dumping ini merupakan sistem paling primitif dalam terminologi pengelolaan sampah kota di manapun di dunia. Pengelolaan sampah kota belum menjadi program strategis peme­ rintah daerah. Sebagai gambaran betapa minimnya alokasi angga­­­ r­ an untuk pengelolaan sampah kota, seperti disebutkan Mohammad Helmy, adalah yang terjadi di salah kota di Kalimantan. Dengan produksi sampah 300 ton per hari, pemerintah daerah tersebut hanya mengalokasikan biaya operasionalnya Rp. 200 juta per tahun. ‘’Sungguh dana yang tidak layak untuk pengelolaan sampah di sebuah kota,’’ ujar Helmy prihatin. Perilaku Tidak Tertib dan Kendala Lahan Selain miskin dukungan pendanaan pengelolaan sampah, perilaku dan mental masyarakat yang miskin kesadaran membuang sampah dengan tertib juga cukup memusingkan. Pemerintah Jakarta Pusat, contohnya, telah menempatkan tong-tong sampah yang dirasa sangat cukup. Tapi tetap saja, masyarakat seakan tidak peduli dengan sampahnya. Contoh nyata bisa dilihat di kawasan Monas yang sampahnya masih terlihat berserakan, padahal jelas-jelas tong

sampah telah disediakan lebih dari cukup di sana. Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang diwakili sekretarisnya Bambang Musyawardana mengatakan, pemerintah memerlukan dukungan dalam mencari solusi yang tepat mengenai pendekatan dan strategi apa yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat. Selain hal itu, kendala yang saat ini di­ hadapi Jakarta Pusat adalah kekurangan lahan dalam mengimplementasikan Bank Sampah. ‘’Kami berharap pihak swasta bisa membantu program ini dari segi desain penempatan Bank Sampah agar tidak memerlukan lahan yang luas untuk pembangunannya,’’ ujar Bambang Musyawardana. Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat dan Kebersihan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Ajang P. Pinem mengatakan, pe­ ngelolaan sampah di tingkat masyarakat saat ini tergantung sekali pada seorang tokoh masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekaligus bisa menggerakkan masyarakatnya. Untuk pengelolaan skala komunal, TPST Rawasari menjadi percontohan, namun belum ada dua TPST yang seperti ini. Pemerintah Provinsi DKI sendiri, untuk perbaikan semua aspek pengelolaan sampah, menurutnya, telah melakukan beberapa langkah maju. Seperti dikatakan Ajang P Pinem, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang membuat Perda tentang Pengelolaan Sampah. ‘’Seperti diamanatkan UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun juga tanggung jawab masyarakat, pelaku industri serta pengelola kawasan,’’ kata Ajang menjelaskan. Apalagi dari sampah yang dihasilkan, tambahnya, komposisi terbesar berasal dari rumah tangga yakni 53%, diikuti industri sebanyak 47%. Menurut Ajang lagi, Perda pengelolaan sampah bertujuan agar pengelola kawasan seperti apartemen, mal, hotel, rumah sakit, pabrik-pabrik dan sebagainya harus bisa mengelola sampahnya sendiri hingga tuntas. Pengelola kawasan juga harus menyediakan sarana untuk pemilahan sampah dari sumber dan juga membuat program Bank Sampah di kawasannya. ‘’Dalam surat perjanjian pembangunan gedung untuk izin penggunaan bangunan juga tertulis kewajiban seperti itu. Surat Ijin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) mewajibkan setiap pengguna tanah memiliki Instalasi Pe­ ng­ olahan Air Limbah (IPAL), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta menyediakan sarana pengelolaan sampah. ‘’Dengan begitu nantinya akan mengurangi volume sampah yang di buang ke TPA,’’ papar Ajang mengakhiri (InSWA).

90

Phytoplankton akan mati karena tidak memperoleh cahaya matahari cukup yang berakibat turunnya oksigen terlarut. biaya. selain memperluas permukaan hijau. dan desain dapat diwujudkan. Pergerakan angin terhalang oleh bangunan. Sungai memiliki fungsi sebagai wind path (lorong angin) yang akan membantu pergerakan angin di kota. Secara alami. tetapi pembangunan satu bangunan yang melintang sungai akan memberi preseden bagi bangunan lain yang kemudian akan menutupi sungai. Dengan demikian. Membuat bangunan melintang sungai akan mengganggu fungsi tersebut. Orang suka melihat pemandangan dari atas jembatan karena salah satunya adalah efek indah kemenerusan aliran sungai. Sungai yang curam bahkan bisa menjadi urban canyon alami. Atmospheric boundary layer (lapisan batas atmosfir) di kota cukup tinggi karena padatnya bangunan. misalnya. Kolam dan sungai membantu mengurangi gejala UHI melalui proses pendinginan evaporatif (evaporative cooling).Maret 2013 Mengapa kita sebaiknya tidak membangun bangunan di atas sungai Di perkotaan. Lajur sungai menjadi kesempatan bagi angin untuk bergerak bebas dan mengembangkan kecepatan. kota juga perlu memperluas permukaan basah dan membiarkan permukaan basah yang secara alami sudah ada (seperti sungai) tetap terbuka. Sungai yang ditutupi akan mengganggu kehidupan biota tersebut. Ini diperlukan dalam ventilasi kota. Di atas sungai orang bisa mendapatkan pelepasan pandangan yang biasanya sesak (sumpek) oleh bangunan. Bangunan hunian melintang sungai dalam skala besar dihindari di seluruh dunia walau secara teknologi.Serba Serbi Edisi 3 . semacam kesepakatan tak tertulis yang ada di pikiran bawah sadar manusia (Budi Prayitno). Memang untuk skala kecil penutupan itu dapat ditolerir. sumber foto: istimewa 91 . Pemandangan alami tersebut tidak dapat digantikan oleh kemenerusan jalan raya. permukaan basah seperti kolam dan sungai berfungsi mengurangi gejala Urban Heat Island (UHI) akibat permukaan penyerap panas seperti aspal dan beton (termasuk atap dan dinding bangunan). terutama kota padat. Biota sungai tersebut memerlukan cahaya matahari. Jembatan yang melintang sungai dapat menjadi ornamen kota yang indah tetapi bangunan hunian yang melintang sungai akan sangat mengganggu. Sungai adalah tempat tumbuh dan berkembang biota sungai yang juga menjadi bagian biodiversitas kota yang saat ini menjadi isu penting pada perencanaan dan perancangan kota berkelanjutan. sungai menjadi penghias kota yang unik. Itu menjadi pesan yang jelas bahwa membuat bangunan hunian melintang di atas sungai tidak dapat diterima akal sehat.

Tony Travers Penerbit: KPMG International Tahun: 2010 Halaman: ii. menjadi menarik untuk mengetahui faktor yang berdampak terhadap keberhasilan maupun menjadi kendala proyek transportasi perkotaan. disimpulkan proyek tranportasi perkotaan yang paling berhasil adalah Manchester Metrolink Phase 1. Hal ini disebabkan pertumbuhan kota yang demikian cepat melampaui kemampuan pemerintah kota menyediakan transportasi publik yang memadai. Sementara proyek yang dipertimbangkan gagal pada ketiga ukuran keberhasilan adalah London Underground Limited Public Private Partnership (LUL PPP). dan Nottingham Express Transit (NET). Untuk itu. Keberhasilan dinilai dari 3 (tiga) hal. keberadaan sampah yang tidak tertangani. melalui upaya pengurangan timbulan sampah. Materi buku ini secara garis besar terbagi dalam 10 (sepuluh) bab yang membahas (i) teknologi dan pengembangan tata ruang sebagai katalisator pengembangan kota hijau. Laporan ini merupakan hasil penelitian yang diselenggarakan oleh KPMG International untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. Peristiwa kemacetan. air limbah yang mencemari lingkungan dan seterusnya telah menjadi fenomena biasa di perkotaan Indonesia.Info Buku B uku ini pada dasarnya mengungkapkan fenomena tingkat urbanisasi yang demikian tinggi di kota-kota Asia yang berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan perkotaan. mulai dari eksekutif maupun legislatif. pemerhati perkotaan. Judul: Success and Failure in Urban Transport Infrastructure Projects Penulis: Stephen Glaister. dilakukan penelitian terhadap 19 buah proyek transportasi perkotaan di 13 lokasi berbeda pada 9 negara. 22 berikut penjelasan terhadap signifikansi dampak dari masingmasing faktor. Hasil penelitian menunjukkan Manila MRT 2 tingkat keberhasilannya rendah. peran pemerintah pusat. terfokus pada (i) masalah lingkungan yang dihadapi kota Asia sebagai dampak urbanisasi. Dipertimbangkan terdapat 6 (enam) faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. (iv) pengembangan sistem transportasi menuju kota hijau. Judul: Green Cities Editor: Michael Lindfield dan Florian Steinberg Penerbit: Asian Development Bank (ADB). keefektifan proses pelelangan dan pembiayaannya. baik di tingkat kota Asia maupun global. pembaca diharapkan dapat memahami bahwa untuk mencapai kondisi kota hijau dibutuhkan upaya mengurangi penggunaan energi. (iii) upaya yang perlu dilakukan dalam menanganinya. termasuk juga tentunya para konsultan. Dengan demikian. bentuk dan desain kota. Pada bagian ini diperkenalkan beberapa upaya baik melalui teknologi dan pengaturan tata ruang yang dapat mengurangi penggunaan energi. misalnya program konsumsi energi rendah-karbon. London Dockland’s Light Railway (DLR). (viii) konsep smart cities. melalui pengelolaan proses urbanisasi. bahkan tidak sedikit yang gagal. Sebagian terbesar berupa kereta api. (iii) pendekatan energi sebagai bagian dari kota hijau. Berkaitan dengan rencana pembangunan Mass Rapid Transport (MRT) di DKI Jakarta. Richard Brown. kebijakan dan daya tahan. keberadaan buku ini mungkin bisa menjadi sumber pencerahan bagi para pengambil keputusan. (v) pemanfaatan air secara efisien. seperti pengolahan kembali air limbah. (vi) pengelolaan sampah padat. kefektifan perencanaan. 92 . sistem transportasi dan logistik dengan lebih efisien dan efektif. dan pengelolaan. mengurangi polusi udara dan air. (ii) implikasi masalah lingkungan tersebut terhadap lingkungan global. terdapat dua proyek MRT yang menjadi sasaran penelitian. Khususnya. dan pengolahan kembali. ketidaktersediaan air yang layak. kendali politik. Pemerintah dan Pemerintah DKI dapat belajar banyak dari hasil penelitian ini (OM). pemanfaatan air hujan. Hasilnya secara umum menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah keefektifan proses pelelangan dan pembiayaan untuk ketiga jenis ukuran keberhasilan. banjir. Roger Allport. kepadatan kota. dan pengajar di perguruan tinggi (OM). yaitu keuangan. 413 K ondisi transportasi khususnya di kota metropolitan dan kota besar telah menjadi prioritas pemerintah kota dimana pun di dunia. dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi semua pihak. yaitu Manila MRT 2 dan Manila MRT 3. Namun upaya pemerintah kota menyediakan fasilitas transportasi tidak selamanya berhasil. Dengan demikian. sehingga berdampak pada kemacetan. Proyek yang lainnya berada pada kondisi sedang saja. Berdasar perbandingan terhadap ketiga ukuran keberhasilan. Manila Tahun: 2012 Halaman: xiv. atau zero waste city. (ii) konsep-konsep kota hijau seperti green urbanism. Untuk mengetahui dampaknya. sementara Manila MRT 3 relatif lebih baik. Kondisi kota-kota di Indonesia dengan tingkat urbanisasi yang sangat tinggi mulai menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Pada intinya. setelah membaca buku ini. yaitu situasi dan gangguan terhadap proyek. (vii) sumber pembiayaan kota hijau. sebagian kecil bus dan jalan terowongan bawah tanah.

strategi yang tepat. kesepakatan. Untuk itu. maupun sebagai acuan penyusunan kebijakan pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota bersangkutan terkait percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. keberlanjutan dan keselarasan. sumber dana pengadaan tanah. dibutuhkan suatu Undang-Undang tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. berisikan pengaturan terkait pokok-pokok pengadaan tanah. kepastian. yang diketuai oleh Presiden dan Ketua Harian ditunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pemantauan dan Evaluasi MP3EI. namun demikian pengadaan tanah harus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan. keterbukaan. kewajiban dan peran serta masyarakat (OM).Info Regulasi Edisi 3 . Pada rubrik Regulasi kali ini. kemanfaatan. tata cara pengangkatan dan status tenaga profesional (PNS dan non PNS) (OM). eraturan Presiden (Perpres) ini diluncurkan sebagai dasar pelaksanaan MP3EI. hak. sebagai berikut. Keberadaan MP3EI merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 dan untuk melengkapi dokumen perencanaan agar perekonomian nasional lebih berdaya saing.Maret 2013 Terkait penyusunan dan pelaksanaan MP3EI. Sementara peraturan perundang-undangan belum dapat menjamin perolehan tanah untuk pelaksanaan pembangunan. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum bertujuan menyediakan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Dalam Perpres ini juga disebutkan KP3EI dibantu oleh Tim Kerja. (iv) penetapan KP3EI sumber foto: istimewa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum S alah satu kendala terbesar dalam pembangunan khususnya infrastruktur di Indonesia adalah ketersediaan tanah. demokratis dan adil. keikutsertaan. 93 . dan masyarakat dengan tetap menjamin kepentingan hukum Pihak yang Berhak. Secara rinci juga dijelaskan tentang sekretariat KP3EI mencakup kedudukan. Terjadi tarik menarik antara pemilik tanah dan pihak pemerintah sebagai pihak yang berkepentingan melaksanakan pembangunan untuk kepentingan umum. Prasyarat dan Strategi MP3EI. kesejah­ teraan. beberapa diantara regulasi tersebut disajikan secara ringkas. terdapat beberapa regulasi penting yang menjadi acuannya. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum dilaksanakan berdasarkan asas kemanusiaan. pimpinan. Dalam Perpres ditekankan bahwa MP3EI merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia untuk periode 15 (lima belas) tahun terhitung sejak tahun 2011 sampai tahun 2025. P Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) sebagai koordinator pelaksanaan MP3EI. keadilan. Dokumen MP3EI tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perpres ini. Secara khusus Perpres ini menetapkan beberapa hal utama yaitu (i) MP3EI terdiri dari 4 (empat) bagian meliputi Pendahuluan. dan KP3EI didukung oleh Sekretariat KP3EI. yang terdiri dari 7 bab dan 61 pasal. Undang-Undang ini ditetapkan pada tanggal 14 Januari 2012. (ii) fungsi MP3EI sebagai acuan para menteri dan pimpinan lembaga nonkementerian untuk menetapkan kebijakan sektoral. (iii) MP3EI merupakan acuan bagi badan usaha dalam menetapkan modal di Indonesia. Pelaksanaan. Koridor Ekonomi Indonesia. fokus dan terukur. negara. Kepentingan umum dianggap lebih prioritas dibanding kepentingan individu. penyelenggaraan pengadaan tanah. penetapan susunan organisasi dan tata kerja. MP3EI memberi arah yang lebih jelas.

dan berita ter­ kait FIABCI.Info Situs Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) www. Jika ingin bergabung dengan salah satu komunitas kota tua Jakarta. itus ini merupakan situs resmi Federasi Perusahaan Pengembang Dunia yang dikenal dengan singkat­ an FIABCI yang berasal dari singkatan bahasa Perancis. Tersedia beragam informasi terkait keberadaan kota tua Jakarta. juga tersedia informasi tentang bea siswa oleh yayasan yang dibentuk FIABCI. Sebagian terbesar isinya menyangkut MP3EI dimulai dari penjelasan ringkas KP3EI. sejarah kota tua. FIABCI (The International Real Estate Federation) www. Namun hal paling menarik dari situs ini adalah tersedianya layanan resources berupa kumpulan dokumen. agenda dan kegiatan. dan daftar komunitas terkait kota tua. Situs ini sangat menarik khususnya bagi para pencinta kota tua. Berita Koridor yang secara khusus mengungkapkan data terkait 6 (enam) koridor. Situs ini juga dilengkapi dengan Rencana Induk Kota Tua Jakarta yang dapat diunduh.worldgbc. kita juga bisa mengakses situs FIABCI regional. tetapi sebagai sebuah sumber data dan informasi terkait MP3EI. Hal yang paling menarik adalah ProxioPro yaitu sebuah layanan pe­ masaran dan jeja­ ring global eksklusif bagi profesional pro­ perti.org S itus ini dikelola oleh Unit Pengelola Kawasan Kota Tua yang diberi tugas oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mengelola kawasan kota tua Jakarta termasuk melaksanakan penyebarluasan informasi.kp3ei. FIABCI didirikan di Perancis oleh Federasi Nasional Manajer Properti Perancis (CNAB). Seputar KP3EI yang mengetengahkan berita kliping. inisiatif strategis. Taiwan. Melalui situs ini.org S World Green Building Council www. Tersedia juga video kota tua Jakarta dan beragam buku sejarah Batavia. agenda dan kegiatan. bahan presentasi. (OM) 94 . Melalui situs ini kita juga bisa meng­ akses situs FIABCI regional. regulasi. dan video yang dapat diunduh. sejarah. sisa memilih dari Daftar Komunitas yang ada di laman situs ini.go. dan Jawaban pertanyaan (FAQ) MP3EI. Walaupun beberapa informasi masih belum tersedia. Selain itu. Ber­ gabung dengan layanan ini memungkinkan kita dikenal oleh dunia internasional. Sebagaimana situs sejenis.000 agen properti di 100 negara. Disayangkan bahwa situs ini tidak termutakhirkan lagi setidaknya 6 (enam) bulan terakhir. Mengakses situs ini akan sangat membantu kita memahami apa dan sia­ pa. Termasuk juga kita dapat meng­ akses situs Green Building Coun­ cil Regional. latar belakang. dan daftar proyek investasi. Layanannya tanpa bayar. mulai dari petunjuk obyek wisata. disini tersedia juga apa dan siapa. yang sekaligus merupakan situs resmi MP3EI. Beberapa informasi tambahan dapat diperoleh dari situs ini melalui E-Library seperti buku MP3EI (edisi Bahasa dan Inggris). Berita terbaru adalah akan diselenggarakannya Kongres FIABCI ke 64 pada tanggal 24-29 Mei 2013 di Taichung. visi misi dan strategi utama MP3EI.id S itus ini merupakan situs KP3EI. Bagian paling menarik dari situs ini adalah tersedianya info terkini tentang agenda kegiatan maupun berita terkait kota tua Jakarta.org W orld Green Building Council sebagai pemilik situs ini menyiapkan dengan baik materi yang ter­ sedia. dan be­ rita terkait. Selain juga terdapat situs khusus Koridor Ekonomi Jawa. Situs KP3EI merupakan situs terlengkap tentang MP3EI. Kota Tua Jakarta kotatuajakarta.fiabci. Layanan ProxioPro menjangkau lebih dari 500. situs ini sudah cukup memadai.

Edisi 3 .Maret 2013 95 .

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 96 .Sukseskan Program 1.000 Tower 5 April 2007 .