P. 1
HUDmagz_3_FINAL_030513_stlh_RALAT

HUDmagz_3_FINAL_030513_stlh_RALAT

|Views: 17|Likes:
Published by Ferry Triwahyudi

More info:

Published by: Ferry Triwahyudi on Sep 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

Edisi 3 - Maret 2013

6 Tahun Program 1.000 Tower
1.000 Tower 1.001 Masalah
Berbincang dengan

Duo Jusuf

Jusuf Kalla

“Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”.

Yusuf Asy’ari

“Program ini harus dilanjutkan”...

Program 1.000 Tower
Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower

5 April 2007 - 5 April 2013
Selamat Hari Otonomi Daerah XVII Tahun 2013 dengan tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kapasitas Pemerintahan Daerah untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat”

Sukseskan

2

Dewan Pembina: Cosmas Batubara, Siswono Yudho Husodo, Akbar Tandjung, Theo Sambuaga, Erna Witoelar, Soenarno, M. Yusuf Asy’ari dan Suharso Manoarfa. Dewan Penasehat: Djoko Kirmanto, Djan Faridz, Gamawan Fauzi dan Gembong Priyono Pemimpin Umum/Usaha/ Penanggung Jawab: Zulfi Syarif Koto. Wakil Pemimpin Umum: F. Teguh Satria, Indra Utama, Martin Roestamy dan Endrawan Natawiria Wakil Pemimpin Usaha: Endang Kawidjaja, Djaja Roeslim dan Reddy H. Sekretaris Pemimpin Umum/Usaha: M. Amry Pemimpin Redaksi: Oswar Mungkasa Redaktur: Nursalim, Hadist GP. Konsultan Hukum: Muhammad Joni Artistik dan Koordinasi Produksi: Agus Sumarno Manajer Iklan & Keuangan: Herawati. Administrasi dan Umum: Eduardo H, Asep Deni Kusnadi, Yuliandi Diterbitkan oleh: Yayasan LP P3I/The HUD Institute

Redaksi
S

dari

Edisi 3-Maret 2013

elamat bertemu kembali pembaca kami yang setia. Sudah cukup lama HUDmagz tidak hadir di hadapan Anda. Semuanya bukan tanpa maksud, tetapi kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan perubahan terhadap tampilan dan substansi dari majalah kita ini. Sekaligus juga kehadiran kami kali ini menunggu momen 6 tahun Program 1.000 Tower Rumah Susun yang diinisiasi oleh Jusuf Kalla ketika itu. Ya, sudah 6 tahun sejak dilaksanakannya ground breaking program 1.000 Tower pada tahun 2007. Namun kemajuan program ini masih belum sebagaimana yang diharapkan. Data terkini menunjukkan hanya 78 Tower yang berhasil dibangun. Ada apa dengan program 1.000 Tower ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada edisi kali ini kami menyajikan tema “Program 1.000 Tower. 1.000 Tower 1.001 Masalah”. Tentunya dengan harapan kita semua dapat menyelami secara obyektif permasalahan seputar belum berhasilnya program 1.000 Tower ini. Secara tersirat, hambatan utama yang dihadapi adalah terkendalanya perijinan, tidak terwujudnya insentif seperti keringanan pajak, dan rumitnya urusan pertanahan. Memahami akar masalah tentu akan bermakna ketika kita mendapat informasi dari tangan pertama baik sebagai penggagas, pelaksana, maupun pemerhati. Untuk itu, wawancara dengan Jusuf Kalla dan Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009) sangat membantu membuka pemahaman kita akan latar belakang dan inisiatif awal yang dilakukan. Sementara wawancara dengan para pengembang semakin memperdalam pemahaman kita terhadap kendala dan hambatan di lapangan. Tulisan dari pemerhati pun memberi warna tersendiri. Apapun, pada akhirnya program 1.000 Tower ini harus dilanjutkan. Angka backlog perumahan yang sedemikian besar membuat semua pihak seharusnya menyukseskan program ini. Kekurangan, kendala, dan hambatan mari kita pecahkan bersama dengan dilandasi semangat ingin membantu saudara kita yang belum beruntung bisa menempati rumah yang layak huni. Sudah saatnya kita bekerja cerdas, dan menggunakan hati nurani. Semoga keberadaan HUDmagz kali ini dapat memberi inspirasi bagi kita semua untuk menyukseskan program 1.000 Tower. Semoga. Selamat membaca. Jabat erat, Pemimpin Redaksi Oswar Mungkasa

Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln. Arya Putra No. 14A Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail.com hudmagz@gmail.com
Redaksi menerima kiriman naskah de­ ngan panjang tulisan maksimal 1.600 kata, melalui hudmagz@gmail.com, disertai data diri. Redaksi berhak melakukan perubahan naskah tanpa mengubah isi.

3

.......................... 22 28 36 38 n Puncak HUT REI ke-41Berkarya Membangun Negeri ... n MRT Atasi Macet Jakarta? oleh Harun al-Rasyid Lubis ........................... n Inventarisasi Prinsip 67 6 12 Green Building dalam Desain Rumah Susun oleh Wied W.... Laporan Khusus n Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan .............. Firdaus...Daftar Isi Edisi 3-Maret 2013 n Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta Bagian Kedua (Tamat) oleh Yayat Supriatna................................ n HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua .......................... n Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis oleh Adrianus Meliala.................................................. Winaktoe. MPS: “Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini” ................................................................................ 90 Pendapat Serba Serbi Ragam Info n Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia.........................................................................000 Tower ................... 3 Daftar Isi ......... 57 59 62 64 Dari Redaksi ... 91 92 93 94 4 .................... 4 Sekapur Sirih............................... n n n Konsep n Sistem Pracetak Beton sebagai Sistem Konstruksi Hijau oleh Hari Nugraha Nurjaman.............. n Info Situs .......000 Tower.......................... Perumnas Hidupkan Kembali Program 1........ n Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial oleh Drs...................001 Masalah ............ H.............................................. Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah............................... 81 85 87 88 “Tahun 2030.. n Rapat Kerja Daerah REI Batam..................................... Nursalim Msi ............................... Kota Pekanbaru menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera .... Saling Silang Urusan 1........................... S. “Sedemikian pentingnya perumahan hingga pemerintah pun membuat Kementerian Perumahan Rakyat”.T. n Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru............................ n Hari Air Dunia 2013 di Indonesia Agenda ...T.................................................... n Jas Merah: Landasan Kebijakan Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) oleh Zulfi Syarif Koto ................. n Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Membangun Bangunan di Atas Sungai Pencapaian dan Agenda ke Depan oleh Oswar Mungkasa ..................... n Pandangan Pemangku Kepentingan tentang Program 1............ n Metamorfosa AP2ERSI .... Berbincang dengan Jusuf Kalla........... ....................................... n Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung ......000 Tower ........................ n Bersinergi dengan Berbagai Pihak.................................... n Wawancara Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas Ir................................ Hayu Parasati.................000 Tower 1................................ 72 75 77 79 79 Profil n Bapertarum PNS ....................................... Hairul Sitepu dan HR Sidjaba ...... n 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit........................... n Info Buku .. 89 n Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.................................................................................................... M.. n Info Regulasi ................................000 Tower ... 1.............................................................000 Tower ........................................... Liputan 15 19 n Bank BTN Memasuki Usia ke-63 .......... 13 n Wawancara Jusuf Asy’ari “Program Ini Harus DIlanjutkan” ................................................................................................ 44 50 53 oleh Budi Prayitno .... .............................. 5 Laporan Utama 6 Tahun Program 1..................................................... 42 “Gotong Royong Peduli Air”...... n Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? oleh Tjuk Kuswartojo .............................................. Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan .......................................................................... n Kajian Teknis dan Teknologi Program 1............

tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembangunan bangsa. sebenarnya kita semua sudah sewajarnya melihat pembangunan perumahan bukan sekedar pembangunan fisik. Sehingga bukan sesuatu yang luar biasa ketika seluruh pemangku kepentingan melaksanakan konsep hunian berimbang bukan karena keterpaksaan akibat adanya ancaman sanksi.Sekapur Sirih Edisi 3 . tanggal 3 Oktober 2011. banyak agenda yang harus dilaksanakan. Pada periode sebelumnya. Hunian berimbang didefinisikan sebagai perumahan dan kawasan pemukiman yang diba­ ngun secara berimbang dengan komposisi tertentu dalam bentuk rumah tunggal dan rumah de­ ret antara rumah sederhana. keharmonisan kota membentuk keharmonisan wilayah. Selain itu. pemukiman. hunian berimbang mendorong terjadinya dekomodifikasi tanah. sekaligus juga sebagai bentuk kemitraan pemerintah dan pelaku usaha (pengembang) dalam penyediaan perumahan umum/publik. rumah menengah dan rumah mewah atau dalam bentuk rumah susun antara rumah susun umum dan rumah susun komersial (Pasal 1 Permenpera Nomor 10/2012). 5 . keharmonisan sebuah komunitas dapat tercapai ketika konsep hunian berimbang dilaksanakan dengan benar. sehingga upaya mengefektifkannya tidak dapat hanya pada tataran pembaharuan regulasi setingkat undang-undang maupun peraturan menteri. Tetapi lebih jauh lagi.Maret 2013 Hunian Berimbang Bukan Sekedar Pengurangan Angka Backlog Zulfi Syarif Koto Pemimpin Umum/Penanggung jawab ejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. konsep hunian berimbang juga diterjemahkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pelaku usaha. hunian berimbang dalam satu hamparan adalah suatu keniscayaan. Ide ini yang kurang banyak dipahami oleh berbagai pemangku kepentingan bahkan di kalangan pemerintah sendiri. Konsep hunian berimbang telah dikenal lama dalam ilmu perencanaan kota maupun sosiologi perkotaan. Tentunya juga akan menjamin tersedianya rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah. Konsep hunian berimbang banyak disalahpahami sebagai hanya sekedar mengurangi backlog. padahal filosofi utamanya adalah menjaga keserasian sosial dalam masyarakat melalui hidup berdampingan di antara beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian. dan 3 rumah sederhana. Ide dasarnya bahwa keberadaan beragam strata sosial dalam satu lingkungan hunian akan menjamin terciptanya kerukunan di antara berbagai strata yang ada. Keharmonisan komunitas membentuk keharmonisan kawasan. Selain penegasan dan pembaharuan terhadap materi-materi dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. banyak hal baru yang juga tercantum dalam undang-undang yang baru ini. lingkungan hunian berimbang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri (Menteri Dalam Negeri. tingkat ekonomi dan status sosial dalam perumahan. Tetapi lebih sebagai ‘sumbangan’ pemangku kepentingan bagi perkembangan keharmonisan bangsa kita tercinta ini. (iii) menciptakan keserasian tempat bermukim baik secara sosial dan ekonomi (pasal 3 Permenpera Nomor 10/2012). 2 rumah menengah. Menteri Negara Perumahan Rakyat) Nomor 648-384 Tahun 1992. Di atas semua itu. Sebagai akibatnya. yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Hunian Berimbang dan SE Mendagri No. Namun perlu juga disepakati luasan minimal yang dapat dikategorikan sebagai satu hamparan yang memenuhi standar kelayakan minimal terbentuknya suatu komunitas yang heterogen. keharmonisan kawasan membentuk keharmonisan kota. Semoga (ZSK). sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan sosiologis masyarakat. dan akhirnya keharmonisan wilayah berujung pada terbentuknya keharmonisan bangsa. Menteri Pekerjaan Umum. yaitu mengemukanya fungsi sosial tanah yang terjamin melalui distribusi dan struktur penguasaan tanah yang berkeadilan. Sebagai akibatnya. Namun yang sepertinya kurang disadari bersama oleh kita semua bahwa tujuan hunian berimbang tidak sekedar mengurangi backlog tetapi selain itu juga untuk (i) mewujudkan kerukunan antarberbagai golongan masyarakat dari berbagai profesi. Pada akhirnya. Nomor 739/KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/ 1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang Pencantuman lingkungan hunian berimbang dalam undang-undang ini ditengarai merupakan upaya pemerintah untuk lebih mengefektifkan penerapan konsep hunian berimbang. peninjauan kembali terhadap konsep lingkungan hunian berimbang agar lebih membumi dan dapat diterapkan. (ii) mewujudkan subsidi silang untuk penyediaan prasarana. Terkait dengan penguasaan tanah. Banyak hal yang menjadi penyebab sulitnya penerapan konsep hunian berimbang. sarana dan utilitas umum serta pembiayaan pembangunan perumahan. hunian berimbang hanya diartikan sekedar membangun 1 rumah mewah. lingkungan hunian dan kawasan pemukiman. 648/3868/SJ. Di antaranya adalah tercantumnya lingkungan hunian berimbang dalam pasal 34 sampai 37.

Salah satu jalan keluar dari kondisi ini adalah dengan menyediakan perumahan vertikal atau dikenal sebagai ru­ mah susun (rusun) atau apartemen. dan seterusnya. pengaturan.000 Tower erkembangan perkotaan di Indonesia saat ini sangat signifikan. benda bersama. yang kemudian dikenal dengan nama Program 1. Setelah terbitnya Keppres Nomor 22 Tahun 2006. dan utilitas (PSU) yang lebih efisien dan efektif. diperkirakan pada periode akhir Program Jangka Panjang Nasional tahun 2025 sekitar 68% penduduk Indonesia bermukim di perkotaan.000 Tower ini. 22 Tahun 2006 memiliki fungsi pengarah­ an. Keppres ini dimaksudkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di perkotaan dengan mengedepankan efisiensi penggunaan tanah dan penataan permukiman serta mempercepat pembangun­ an rumah susun yang layak. Inilah kemu­ dian yang menimbulkan terjadinya fenomena kemacetan. Langkah ini diawali dengan ditan­ datanganinya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2006 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pemba­ ngunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan pada tang­ gal 9 Desember 2006. Sementara penduduk yang relatif mampu memilih untuk bertempat tinggal di daerah ping­ giran kota. pada Rumah susun diartikan sebagai bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional. Selain itu. Untuk itu. dan tanah bersama (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) 6 .Laporan Utama 6 Tahun Program 1. Jika dibandingkan kon­ disi 30 tahun lalu. Tidak seperti harapan ketika awal pencanangan. sumber foto: istimewa P Kronologis Program 1. ditunjukkan dengan pertam­ bahan penduduk yang sangat tinggi. Hanya sekitar 70-an Tower yang berhasil terbangun. pengendalian dan pengembangan teknologi. sehat dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan dan penyediaan prasarana. pengawasan. meningkatnya polusi. Sebagai gambaran. terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama. dengan konsekuensi meningkatnya volume perjalanan dari dan ke daerah pinggiran kota. pembinaan. telah terjadi peningkatan lebih dari 2 kali lipat. Apabila kecenderungan pertumbuhan perkotaan ini terus berlangsung.000 Tower 1. sarana. dengan intensitas bangunan tinggi. Pembangunan rusun di pusat kota atau dekat dengan lokasi bekerja dan berakti­ fitas. berdasar Sensus Penduduk Indone­ sia tahun 2010.001 Masalah Saat ini kita telah memasuki usia 6 tahun perjalanan program 1.000 Tower berjalan tersendat-sendat kalau tidak mau dikatakan mati suri.6 juta jiwa dan tidak kurang dari 54% penduduk In­ donesia bermukim di perkotaan. Perkembangan perkotaan yang sedemikian pesat mem­ bawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan perumahan di perkotaan sementara ketersediaan lahan perumahan semakin berkurang. Keppres No.000 Tower terhitung dari saat pelak­ sanaan pemancangan pertama rusunami tanggal 5 April 2007. koordinasi.000 Tower 1. laporan utama ini pada intinya akan mengantar kita memahami ‘apa yang sebenarnya terjadi’ dengan program 1. penduduk Indonesia mencapai 237. baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah. Pemerintah menyadari hal ini sehingga berinisiatif untuk memasilitasi pembangunan rumah susun secara masif di perkotaan. fasilitasi. program 1. Kondisi ini mendorong penduduk yang tidak mampu untuk bertempat tinggal di sekitar lokasi kerja yang kemudian berkembang menjadi kawasan kumuh di perkotaan.000 Tower.

Dari jumlah tersebut. subsidi. subsidi selisih bunga dan subsidi bantuan pinjaman uang muka) bagi calon konsumen sebagai bentuk kemudahan. Rumah susun sederhana dapat diperoleh melalui status milik maupun sewa (rusunami/wa). Apartemen rakyat ini memiliki luas 21-36 m² (tipe studio dan tipe dengan dua kamar). yang ditandai dengan peman­ cangan pertama (ground breaking) Rusunami di Pulo Ge­ bang. karena membangun rumah membuka lapangan kerja yang luas yang akan mengurangi pengangguran dan kesenjang­ an sosial atau salah satu upaya pengentasan kemiskinan. minat pengembang untuk mem­ bangun masih cukup tinggi. hanya terwujud pada beberapa lokasi saja yatu DKI Jakarta (67 Tower). pemancangan pertama dan dalam pembangunan sebanyak 30 Tower. Bandung Raya (1). Primaland Internusa Develop­ ment. Walaupun demikian. (ii) segera matangkan rencana dan program pencanangan paling lambat awal Maret 2007. Akhirnya peresmian program terlaksana pada tanggal 5 April 2007 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Pulo Gebang. sehingga muncul kemudian istilah lainnya yaitu Apartemen Bersubsidi (subsidi bebas PPN. sampai Februari 2013. Pintu Air Mas Group (PAM Group) di Jalan I Gusti Ngurah Rai. direncanakan program ini sampai tahun 2011 akan di­ laksanakan setidaknya di 10 kawasan perkotaan (seleng­ kapnya pada peta berikut). Padang. kualitas yang baik. Yusuf Asy’ari. Batam. Secara bersamaan juga dilakukan pemancangan di lokasi-lokasi lain di Jakarta. lahan milik PT. tentang Penyelenggaraan Pembangunan Perumahan Sosial Sederhana di kawasan Perkotaan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan untuk Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Ka­ wasan Perkotaan Bagi Masyarakat Menengah Bawah. Bandung. tepatnya di atas lahan milik Perum Perumnas yang dikerjasamakan dengan PT. Makassar. Ja­ karta Timur. (iii) Menpera mengoordinasi­ kan semua pemangku kepentingan. Medan. sehingga dalam waktu Rumah susun sederhana atau biasa disebut juga dengan nama apartemen rakyat yang dimaksud adalah hunian vertikal yang dibangun di daerah perkotaan yang ditujukan bagi MBM sebagai sasaran utama. Peresmian ini sekaligus juga menandai pemancangan pertama pembangunan rusun 1. yaitu lahan milik BPLIP-DKI di Pulo Gadung. Cipayung. dengan harga yang dipasarkan mulai dari 99 juta-144juta. khususnya bagi mereka yang belum mampu memiliki hunian di kawasan perkotaan. dilakukan So­ sialisasi dan Kunjungan Lapangan ke 10 Kota Metropoli­ tan untuk menjaring informasi secara langsung tentang kesiap­ an Pemerintah Daerah dalam mendukung Pemba­ ngunan 1. Pada acara pemancangan tersebut juga dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman antara Menpera de­ ngan Mendagri dan Mensos. dalam tahapan topping off mencapai 30 Tower. Skenario Awal dan Pencapaian Program 1.000 Tower Pada saat awal dicanangkannya program 1. Rapat tersebut membahas Strategi Per­ cepatan Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan serta persiapan pemancangan proyek percontohan rumah susun sederhana milik (rusunami) di DKI Jakarta. terlihat dari pernyataan mi­ nat dari pengembang untuk setidaknya membangun 654 Tower lagi. dan sejumlah pejabat BUMN. Bina Kualita Teknik di Jalan Binamarga. lahan milik PT. Sangat jauh dari target awal pen­ canangannya.000 Tower di 9 kota lain­ nya yaitu Surabaya. Palembang. Menko Perekonomian Boediono. Apartemen rakyat ini merupakan rumah susun sederhana milik yang dibangun dengan dukungan berbagai subsidi dari Pemerintah. Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bak­ rie. lahan milik PT Cawang Housing Development – Bahama Group.000 Tower. Jakarta Timur. serta mengiden­ tifikasi bakal calon lokasi potensial.Edisi 3 . sumber foto: istimewa Januari 2007 dilaksanakan Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden be­ serta anggota Kabinet Indonesia Bersatu dan Gubernur DKI Jakarta bertempat di Kantor Kementerian Negara Pe­ rumahan Rakyat. dan penggunaan yang tepat.000 tower serta mendorong minat para pelaku berpartisipasi dalam program Pemerintah. Semarang. serta Menpera dengan Me­ neg BUMN dan Kepala BPN. Presiden memberikan 4 (empat) arahan pada saat itu yaitu (i) pastikan dengan benar besaran harga jual. (iv) program Menpera harus ambisius (dalam pengertian yang baik) dan progresif. Gubernur DKI Ja­ karta Sutiyoso. Sepanjang Juli hingga September 2007. antara lain Menteri Negara (Meneg) Perumahan Rakyat M. Sejum­ 7 . Klender. dan Banjarmasin. Jakarta Timur. sehingga total yang telah serah terima kunci hanya 71 Tower. Bodetabek (3). Meneg BUMN Sugiharto. di Jalan SMA 14 Kelurahan Cawang. Jakarta Timur. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono.Maret 2013 lah menteri tampak hadir mendampingi presiden. Namun dalam perjalanannya.

Dari sisi regulasi. Selain itu. 2012. 144 juta dengan luasan minimum 36 m2. Un­ dang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun telah berlaku. Sementara itu terdapat potensi tam­ bahan setidaknya dalam setahun kedepan sebanyak 328 Tower. yang sampai saat ini masih dalam tahap pengajuan ijin dan penyusunan DED. Kementerian Keuangan kemudian melengkapi regulasi yang ada melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36 Tahun 2007. telah juga dikeluarkan Keputusan Menko Perekonomian Nomor KEP-07/M. Tabel Pencapaian Target Program 1. Menjadi­ kan sampai akhir tahun 2013. telah banyak yang dihasilkan.Laporan Utama Rencana Alokasi Target Program Pembangunan Rusunami di Kawasan Perkotaan 2007-2011 sumber: presentasi Zulfi Syarif Koto.000 Tower per Tahun 2013 No Lokasi 1 Peminatan 2 Serah Terima Kunci (STK) 3 Topping off (TO) Pelaksanaan pembangunan 4 fisik (konstruksi) dan groundbreaking (KONS) 5 Perijinan dan penyusunan DED TOTAL (STK+TO+KONS+DED) Sumber: Kemenpera. 2013 JUMLAH TOWER DKI Bandung Surabaya Batam Makasar Balikpapan Jambi TOTAL Jakarta Bodetabek Raya 384 94 86 36 114 4 4 3 725 67 20 12 165 264 3 4 9 52 68 1 3 8 49 61 2 28 30 1 30 31 1 1 1 1 3 3 71 30 30 328 dekat akan bertambah lagi sebanyak 60 Tower. Distribusi lokasi selengkapnya pada Tabel di atas. yang menetapkan batas maksimum harga jual rusunami yang mendapatkan fasilitas bebas PPN ada­ lah Rp. menindaklanjuti Keppres Nomor 22 Tahun 2006.EKON/02/2008 tentang Tim Pelak­ sana Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan. Lalu kemudian melalui Permenpera Nomor 7 Tahun 2007 8 . setidaknya terselesaikan seba­ nyak 131 Tower.EKON/03/2007 dan Nomor KEP-09/M. walaupun kemudian peraturan pemerintahnya belum terselesaikan. serta beberapa keputusan tingkat menteri lainnya. dan Keputusan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 15/KPTS/M/2007 dan Nomor 19/KPTS/M/2008 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Pem­ bangunan Rumah Susun di Perkotaan.

penyempurnaan rencana tata ruang meru­ Rakyat Tahap II di DKI Jakarta yang ter­ pendukung. terutama terkait ngan naiknya harga material bangunan.di daerah pun an mulai disadari perlunya melakukan pro­ Susun tertanggal 25 Oktober 2007. Pembangunan rusun di perkotaan menghadapi dilema Jeruk (PT Anggana Development) dan 4 Tower di Cibubur terkait ketersediaan lahan.I..yang meliputi persyaratan keselamat­ an. dan ber­ di Kebagusan (PT Perdana Gapuraprima Tbk). Setelah program 2007 tentang Pembentukan Tim Koordinasi berlangsung beberapa lama. Se­ telah dilahirkan ses internalisasi program 1. Menariknya. Kedua peraturan ini selain menetapkan persyaratan keandalan bangunan gedung . serta sanaan program ini mulai terkendala. Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. 1 Tower di Kebun dampak pada tertundanya pembangunan rusun. maupun perubahan gaya an Rumah Susun tertanggal 4 Oktober 2007 dan hidup masyarakat. Rakyat untuk menaikkan patokan harga maksimum ru­ Tidak hanya di tingkat pusat. Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Per­ de­ penyesuaian harga jual rusunami mulai didengungkan. baik berupa Nomor 136 Tahun 2007 tentang Percepatan Pembangun­ perubahan bangkitan lalulintas (volume kendaraan dari dan ke tujuan tertentu). lokasi yang terpilih cenderung ‘jauh’ dari lokasi kerja. D. Sementara sebagai upaya mendorong pemerintah dae­ Dampak kebijakan kenaikan BBM pada Mei 2008 mu­ rah memberikan insentif bagi pelaku pembangunan rumah lai dirasakan para pengembang rusuna.478 Tahun bat disadari oleh pemerintah. 10 Tower di Cengkareng (PT Reka Rumanda). Pe­ dari Kementerian Keuangan. Proses penyesuaian ini cangan pada 4 (empat) lokasi lainnya yaitu 5 Tower tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama. kota Palembang. 1. sehingga isu susun. Hal pertama yang dihadapi pe­ (PT Rajawali Core Indonesia). di daerah pun telah di­ mah susun bersubsidi masih belum mendapat tanggapan lahirkan beberapa regulasi pendukung. yang kemudian kita kenali dengan jargon “1. pakan suatu keniscayaan agar pembangunan laksana pada tanggal 14 Desember 2007 di rumah susun tidak ‘menabrak’ aturan dalam lahan DP3K Kemayoran (3 Tower) oleh Gu­ rencana tata ruang yang telah disahkan melalui bernur DKI Jakarta bersamaan dengan peman­ perda masing-masing daerah. kesehatan. namun tercatat merintah adalah paradoks lokasi. berupa kebutuhan akan Tim Koordinasi Daerah (TKD) telah terbentuk di DKI lokasi yang dekat ke tempat kerja untuk mengurangi biaya Jakarta. Jawa Barat. 9 .001 masalah”. memasuki tahun 2008 pelak­ akhir peraturan ini disertakan contoh desain bangunan rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi. namun lokasi dimaksud sudah tidak terjang­ Jawa Tengah..Maret 2013 ditetapkan skema penyaluran KPR sarusun bersubsidi dan bantuan uang muka bagi kelompok sasaran masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. kenyamanan. Regulasi terkait persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi juga dirilis oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. Hal ini agaknya sedikit terlam­ Keputusan Gubernur Nomor 1. estimasi biaya pembangunannya. transportasi. dan kemudahan.000 Tower.juga me­ sumber foto: istimewa rekomendasikan beberapa hal yang dapat membuat desain bangunan menjadi ekonomis. Walaupun belum berfungsi optimal. pada bagian Isu dan Kendala Pelaksanaan Program 1. Akibatnya. barulah kemudi­ Daerah Percepatan Pembangunan Rumah . upaya Kementerian Perumahan Percepatan Pembangunan Rusuna di Kawasan Perkotaan. Sumatera Utara. Ambil contoh. Yogyakarta. Untuk itu. Sumatera Selatan.Edisi 3 . Pembangunan rumah susun di perkotaan mempunyai merintah Provinsi DKI Jakarta menindaklanjuti program ini dengan menerbitkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta multi dampak terhadap perkembangan kota. keberadaan rumah susun Makassar.000 Tower ini da­ hingga kemudian mendorong terlaksana­ nya pemancangan Rusuna/Apartemen beberapa regulasi lam rencana tata ruang yang ada. khususnya MBR. Akibatnya.000 Tower Seiring perjalanan waktu. dan kota kau harganya. mendagri Nomor 74 Tahun 2007 tentang Pedoman Pem­ berian Kemudahan Perijinan dan Insentif dalam rangka Bahkan sampai saat ini.

Akibatnya. Istilahnya belum ‘clear’ dan ‘clean’. lahan yang tersedia pun masih banyak yang belum terbebas dari ‘masalah’. Belum lagi tidak adanya pembedaan antara proses program 1. Disamping. penyediaan kredit konstruksi. Hal yang senada pun terjadi antara berbagai ins­ titusi pemerintah pusat sendiri.000 Tower dengan program terkait baik sumber foto: istimewa sumber foto: istimewa menimbulkan masalah baru bagi penghuninya. Bahkan ternyata lahan milik BUMN/ BUMD banyak yang masih disewakan atau bahkan disero­ bot pihak lain. yaitu ma­ halnya biaya transportasi ke tempat kerja. Sebagaimana yang sering terjadi dengan program pe­ merintah. Sementara prasarana dan sarana yang dibangun oleh pengembang ternyata kualitasnya kurang memadai.000 Tower ini belum menjadi perhatian. kemudahan proses Kredit Pemilikan Sarusun. mendorong pengembang melaku­ kan berbagai cara memperoleh dana segar dari konsumen. Sebenarnya terdapat pilihan lain berupa pemanfaat­ an tanah milik BUMN/BUMD. Termasuk pem­ bentukan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) yang masih menghadapi kendala dalam prosesnya. terjadinya penyegelan beberapa kegiatan pembangunan rusun oleh pemerintah DKI Jakarta. sehingga upaya pengurangan biaya pembangunan rusun melalui penyediaan prasarana dan sarana tidak ter­ capai. penetapan PPH Final 1%. Akibatnya sebagian biaya terbebankan kepada kon­ sumen. Salah satu yang selalu menjadi pertanyaan dari pengem­ bang adalah kepastian adanya insentif bagi mereka se­ hingga pengembang tetap tertarik membangun rusun.000 Tower masih belum ada. Terjadi ba­ nyak kekisruhan dalam pembentukannya. Terli­ hat tidak adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Strategi Pembenahan Program 1. belum termasuk biaya proses perijinan yang cukup besar yang perlu dike­ luarkan. Disamping itu. khususnya bagi pemerintah daerah. Selain itu. Permasalahan pembangunan rumah susun tidak hanya terfokus pada proses pembangunan fisiknya saja. dan tarif listrik. harga jual melonjak di atas ketentuan peme­ 10 . Di­ antara insentif yang dibutuhkan adalah keringanan Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB). Termasuk juga masih banyak daerah yang belum menyiapkan regulasi berupa perda tentang rumah susun. sementara harga jual di­ patok oleh pemerintah. Sekedar contoh. Hambatan yang masih banyak dikeluh­ kan diantaranya lamanya proses perijinan. dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)/Upaya Pe­ mantauan Lingkungan (UPL). penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) bagi tanah Negara (saat ini sedang direvisi PP Nomor 6 Tahun 2006). tetapi juga mencakup paska pembangunannya. perubahan skema subsidi menjadi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditengarai tu­ rut mendorong terhambatnya pembangunan rusun. Proses sertifikasi tanah pun tidak semudah dan semurah yang dibayangkan. banyak kegiatan penyediaan air minum. bahkan kemudian menjadi ceruk pasar tersendiri yang dikenal sebagai Apartemen Sederhana Milik (anami).000 Tower dengan proses pembangunan apartemen mewah. Terlihat dari masih kurangnya insentif yang diberikan ke­ pada pengembang. Sebagai ilustrasi. terutama dengan belum tersedianya pedoman terkait aspek Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). pembebasan pa­ jak. penyediaan kredit konstruksi. listrik yang dibia­ yai APBN tidak bersinergi dengan kegiatan pembangunan rusun. yang ternyata juga tidak mudah prosesnya. Maka lengkap lah kesulitan yang dihadapi terkait ketersediaan lahan dan prosesnya. Ketiadaan insentif baik berupa subsidi. Dapat dikatakan bahwa keberpihakan terhadap program 1.000 Tower Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyiner­ gikan program 1. keringanan biaya sambungan air. Rumah susun sederhana (rusuna) masih dianggap sama dengan apartemen mewah. sanitasi.Laporan Utama rintah. Sepertinya memang program 1. koordinasi masih menjadi hambatan besar. Perhatian terhadap aspek lingkungan masih perlu di­ tingkatkan.

se­ hingga dibutuhkan pembinaan dan pem­ oleh pihak swasta antara lain pembebasan Pajak Pertamba­ berdayaan Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) oleh han Nilai (PPN). pedoman. ter­ insentif. diberikan kepada rusunami campuran. Penyiapan ‘grand yang dapat diberikan untuk meningkatkan akses kelom­ design’ dan ‘road map’ didahului dengan pemetaan kondisi pok sasaran terhadap rusunami. Tim Koor­ PP Nomor 80 Tahun 1999 tentang KASIBA dan LISIBA dinasi Daerah.000 dasi Tanah Perkotaan).000 Tower adalah kesamaan visi dasi. (ii) tingkat kemampuan masyarakat yang Tower yang dilengkapi ‘road map’ yang dapat menjadi acu­ menjadi kelompok sasaran.000 mendo­ rong peremajaan kawasan kumuh perkotaan (saat Tower. ‘road map’. ini baru berupa Keputusan Kepala BPN tentang Konsoli­ Untuk mempermudah pelaksanaan program 1. dari berbagai sumber). dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Disamping itu. Untuk itu. Kegiatan ini juga sekaligus bagian dari upaya pengembang. masyarakat menengah ke bawah.Maret 2013 yang dibiayai APBN maupun APBD. pemerintah daerah. Beberapa bentuk insentif yang diinginkan berkelanjutan. yaitu: (i) kemauan ada pilihan lain (om. pembi­ Selain itu insentif juga harus diberikan pemerintah dalam naan dan pemberdayaan institusi pemerintah daerah yang bentuk kemudahan perizinan (cepat. dan lainnya. seperti minimalisasi jarak ke tempat kerja. terutama untuk pem­ an­ tara pihak pemerintah an­ tara pihak pedengan swasta. kesiapan seluruh pemangku kepentingan. dibutuhkan suatu forum komunikasi diantara pe­ mor 65 Tahun 2006 tentang perubahan Perpres Nomor 36 mangku kepentingan yang dapat menjadi ajang penyele­ Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangun­ saian masalah. Badan Pelaksana Penyelenggaraan Rumah Susun yang disikapi dengan melakukan upaya pe­ akan dibentuk sesuai mandat Undang-Undang Nomor manfaatan tanah terlantar khusus­ 20 Tahun 2011. fnd. beberapa hal lum beruntung dapat menghuni rumah yang layak.Edisi 3 . disikapi dengan mengada­ dari penetap­ an harga rusun yang lebih optimal mem­ kan sosialisasi dan advokasi secara berkala dan berkesi­ pertimbangkan kepentingan kelompok MBR/M dan nambungan.001 masalah ketika pemerintah. sudah seharusnya dikem­ merintah dengan membangun dan memiliki bangkan pola-pola insentif tanah dengan status yang mem­ swasta. kemam­ menyediakan perumahan bagi saudara kita yang masih be­ puan membayar. Untuk itu. sumber foto: istimewa salah satunya insentif dalam Program 1. Selanjutnya. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Ban­ pemerintah/pemerintah daerah. percepat pencapaian tujuan program 1. pengembang.000 di rumah susun. mekanisme insentif an bagi semua pemangku kepentingan. dan berujung pada pemihakan pada program 1.000 Tower sehingga pemahaman untuk penghuni/pemilik sarusunami. Perhatian khusus perlu gunan (BPHTB). 11 . Kunci utama ke­ nota bene berasal dari kelompok MBR dapat terakomo­ berhasilan dari program 1. dan lainnya. penghuni rusun. perbankan. perbankan. Tentunya ini dapat dan kesiapan masyarakat kelompok sasaran untuk tinggal dilakukan jika tersedia suatu ‘grand design’ program 1. Forum ini sekaligus men­ bangunan Rusuna sebagai Kepentingan Umum serta revisi jadi ajang pertemuan Tim Koordinasi Pusat. rah). dan masyarakat. Forum ini akan sangat membantu pelaksanaan tugas dari Ketersediaan lahan yang terkendala. perlu pengambil keputusan di tingkat daerah menjadi lebih segera dipersiapkan RPP tentang Konsolidasi Tanah untuk baik.000 Tower. Prinsip dasar yang perlu dipertahankan pengembang. Penyempurnaan dapat dimulai hadap program 1. berian kemudahan mengakses. yang menarik bagi pihak berikan kepastian hukum kepada swasta untuk bisa terlibat. disertai keleng­ Diperlukan penyempurnaan regulasi yang dapat mem­ kapan yang dibutuhkan baik kebijakan. dan infor­ memberikan kepastian hukum jangka panjang atas tanah masi terkait program 1. dengan memasukkan pem­ berkala atau sesuai kebutuhan. dan mu­ terkait menjadi suatu keniscayaan. regulasi. BS sebagai dasar pembentukan bank tanah. Untuk itu. Tidak yang harus dianalisis terlebih dahulu. mudah. Forum dapat dijadwalkan bertemu secara an bagi Kepentingan Umum. aan. nya tanah negara/BUMN/ Pembangunan Pembangunan rusunami melalui revisi pera­ rusunami membu. dukungan Pemerintah untuk memasyarakatkan ‘grand design’.000 Tower diharapkan hal perpajakan.BUMD membutuhkan kerjasama turan perundangan terkait per­ tuhkan kerjasama tanahan. Diikuti dengan Revisi Perpres No­ Tower.000 Tower.000 Tower akan tetap terkendala Hal yang terkadang terlupakan adalah kepentingan para oleh 1. masyarakat dan seluruh pemang­ adalah menjaga agar kepentingan penghuni rusun yang ku kepentingan belum saling bersinergi. masuk peraturan pemerintah amanat Undang-Undang Masih kurangnya perhatian pemerintah daerah ter­ Nomor 20 Tahun 2011. dan (iii). Tentunya program 1.

Sejak April 2012.5. rusunami juga akan dikembangkan di Bandung.000 Tower P sumber foto: istimewa embangunan Rusunami. Alasannya. Menurut Marpaung kendala yang dihadapi bukan hanya dari sisi koefisien lantai bangunan tetapi juga proses sertifikasi. Sementara Direktur Jenderal Pajak. Di Jabodetabek pada saat ini ada sekitar 149 tower rusunami yang sudah mendapatkan izin dengan jumlah total jumlah unit sekitar 90 ribu. Alasannya. saat terjadi penyegelan terhadap proyek Kalibata City (Agung Podomoro Group) oleh Pemda DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Ahok tersebut justru mempertanyakan pengekangan seperti apa yang dilakukan oleh Pemprov. seperti dikutip tabloid PRIORITAS. Apartemen Sederhana Milik (Anami) Untuk menyiasati situasi sulit. kini mulai banyak pengembang tidak tertarik membangun rusunami subsidi. program yang di label pro rakyat ini tak sejalan antara maksud pemerintah pusat dan pelaksanaannya oleh pemerintah daerah. Djan Faridz. persoalan insentif perlu dimintakan pendapat ke Badan Kebijakan Fiskal dan Moneter. banyak pengembang mengonsep kembali rusunami menjadi apartemen sederhana hak milik (anami). Selain insentif. “Kalau itu disederhanakan saya yakin pengembang akan kembali membangun Rusunami. menjanjikan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah benar ada masalah pajak yang menghambat pembangunan rumah susun. “Paska beberapa permasalahan soal rusunami yang terus menggerogoti program ini. khususnya di Jakarta. Dan lucunya program ini oleh Pemerintah DKI Jakarta yang saat itu dinakhodai oleh Fauzi Bowo seolah tak berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Diantaranya insentif pembebasan pajak pertambahan nilai dari Kementerian Keuangan. Khusus untuk DKI Jakarta. kita sebagai pengusaha tetap ingin bisnis terus berjalan. Fuad Rahmany. Karena boleh dikatakan sudah tidak ada lagi pengembang yang menjual produk apartemen sederhana dengan harga patokan maksimal Rp 144 juta. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purmana juga belum bersedia berkomentar.” terang Setyo Maharso Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia. Dengan kata lain. Kemenpera juga telah menyurati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai kendala-kendala yang terkait dengan perizinan.000 Tower memang kurang dalam urusan koordinasi. Ketika dikonfirmasi. Contohnya. tantangan lain yang dihadapi adalah soal per­ izinan. mati suri. dan Makassar karena permintaannya cukup tinggi. Namun informasi yang diperoleh Marpaung. “Kami terus melakukan koordinasi dengan Menpera untuk menginventarisasi berbagai permasalahan yang menghambat pembangunan rusunami sekaligus mencari solusinya. Ketika ditanya mengenai persoalan tersebut usai menghadiri rapat di Kementerian Perekonomian. “Jadi apabila mau memberikan insentif pun harus ada dasar hukumnya di UU. mereka juga telah menggelar rapat beberapa kali. Agus hanya berkomentar singkat. “Nanti akan saya cek dulu seperti apa peraturannya.” katanya.” katanya. Dan ternyata banyak peminatnya. Surat itu belum ditanggapi. “bonus keuntungan luas” tidak lagi menarik pengembang. tentunya faktor lokasi jadi salah satu pemicu. Namun Fuad menggarisbawahi tidak pernah ada niat dari Kemenkeu untuk menghambat. khususnya di DKI Jakarta. yang kini bernama Rumah Susun Sejahtera. yang sebenarnya hanya terjangkau oleh kelas menengah. Maka kita pun bermain di kelas menengah dengan harga di atas rusunami. Akibatnya.” ujarnya.” ujarnya. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang membuat target pembangungan 1. Hingga akhir Desember 2010 sudah diserahterimakan sebanyak 12 ribu unit rusunami. Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung mengakui banyak sekali hambatan program rusunami di lapangan yang dikeluhkan pengembang sebagai pelaku. menurut Marpaung juga telah berkirim surat kepada Menteri Keuangan. “Jadi masih dibahas di internal mereka.000 menara terhambat. Hal ini menggambarkan buruknya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sehingga kebijakan KLB 6 yang ditetapkan pusat ternyata dengan mudah dipatahkan oleh pemerintah daerah sebagai “penguasa” setempat. Surabaya. Sejak 2007.” katanya. Selain di Jakarta. Menteri Keuangan Agus Martowardoyo enggan berkomentar lebih jauh. Menteri Perumahan Rakyat. Djan Faridz telah melayangkan empat surat usulan kepada Menteri Keuangan untuk menaikkan patokan harga maksimum rumah susun bersubsidi dari Rp 4 juta per meter persegi menjadi Rp 7 juta per meter persegi atau setara Rp 252 juta per unit. pihak Kemenpera sudah meminta revisi agar persoalan perizinan dipermudah. patokan harga maksimum rusun milik bersubsidi yang bebas PPN adalah Rp 4 juta per meter persegi atau Rp 144 juta per unit.Laporan Utama Saling Silang Urusan 1. Produk ini dijual dengan harga Rp200 hingga Rp500 juta. Menurutnya perpajakan telah diatur dalam Undang-Undang dan peraturan pelaksanaannya. bahwa KLB tidak boleh lebih dari 3. Selain Menkeu. Agus Martowardojo. Buruknya Koordinasi Program 1. Maklum permintaan Rusunami di Jakarta jumlahnya mencapai 728 menara hingga 2012 tapi realisasinya sangat jauh.” terang Maharso (fnd/aan) 12 . “Saya belum memikirkan memberi insentif.

bagaimana pendapat bapak? JK : Kita tentu sepaham bahwa kebutuhan perumahan itu adalah kebutuhan pokok setelah pangan. Akibat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan lainnya maka pertumbuhan kebutuhan 13 . Pada masa pemerintahannya mendampingi SBY. kebutuhan yang sangat penting yang menjadi kewajiban Pemerintah. Keduanya adalah tugas Pemerintah. EN : Berkenaan dengan besaran angka backlog perumah­ an kita yang tahun ini diperkirakan mencapai angka 15 juta. sementara itu dalam soal pemenuhan kebutuhan rumah. pengusaha dan masyarakat banyak. Sifatnya yang “bankable” membuat bidang perumahan mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah dan perbankan. Memang bukan hal yang mudah tetapi harus diingat bahwa petumbuhan pembangunan perumahan juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi.5 juta rumah baru per tahun. mantan wakil Presiden RI. Artinya ada unsur sosial yang menjadi tugas pemerintah dan unsur ekonomi yang menjadi tugas perbankan dan pengusaha. Jusuf Kalla yang lebih sering disebut dengan inisial­ nya JK. pertumbuhan ekonomi 6 % dengan hasrat untuk memiliki rumah baru yang terus menerus pada tiap tahunnya. tumpah di sekitar kota.5 %.Maret 2013 Berbincang dengan Jusuf Kalla “Sedemikan Pentingnya Perumahan Hingga Pemerintah pun Membuat Kementerian Perumahan Rakyat” perumahan meningkat setiap tahun. berbeda sifatnya dengan kebutuhan pangan yang habis terpakai sedangkan nilai perumahan terus menerus berkembang. Di kota dimana terjadi pertumbuhan industri. Wawancara ini ditayangkan pada perhelatan Musyawarah Besar Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (MUBES AP2ERSI) di Grand Preanger – Bandung pada tanggal 17 April 2013.Edisi 3 . pemerintah menyandarkan pada produkti­ fitas para pengembang swasta. Hunian vertikal pun jadi solusi dari alih fungsi lahan dari persawahan atau pertanian menjadi perumah­ an. Jusuf Kalla. EN : Menurut UDD 45 pasal 28 H bahwa hak bermukim ini adalah hak dasar. menggagas dan mendorong konsep perumahan vertikal dengan program 1. Pembangunan perumahan bukan usaha sosial tapi menimbulkan manfaat ekonomi yang besar. Kewajiban negara adalah mem- sumber foto: istimewa ebagai negarawan. Jika tidak ditata dengan baik dan didukung infrastruktur yang memadai maka hancurlah kota itu.000 Tower.5 juta rumah baru per tahun. tidak mengherankan jika kita butuh 2. Kini ditengah masa “istirahatnya” sebagai pejabat negara. Berikut wawancara Endrawan Natawiria dengan Pak JK ditengah persiapan ke­ berangkatannya ke negeri jiran. harus dibuat hunian vertikal minimum empat lantai sekalipun di luar kota. dimana peran negara ? JK : UUD 45 tidak mengatakan bahwa semua perumahan harus dibangun oleh negara. jika dirunut kebelakang angka backlog ini semakin bertambah tahun demi tahun. Jika pertumbuhan penduduk 1. Harus ada solusi sosial-ekonomi dalam hal ini. akibatnya tanah mahal dan perlu penataan infrastruktur yang baik. banyak menyurahkan perhatiannya pada bidang sosial dan bidang yang berkenaan dengan kebutuhan dasar rakyat. perumahan harus dibangun terus menerus namun yang harus dicari solusinya adalah akibat pertumbuh­ an ekonomi yang berdampak pada kecenderungan migrasi penduduk ke kota. Penataan perkotaan tentu berbeda dengan di desa. Saat ini 51 % penduduk Indonesia tinggal di kota. kedua unsur digabung untuk menjadi solusi untuk mengatasi kecenderung­ an migrasi penduduk ke kota. Singkatnya. perdagang­ an yang berakibat pada meningkatnya kebutuhan hunian. penatagunaan tanah dan infrastruktur. JK tetap peduli pada bidang perumahan dalam konteks hak bermukim sebagai kebutuhan dan hak dasar warga bangsa. Solusi kemahalan lahan adalah hunian vertikal. katakanlah ada pertumbuhan 5 sampai 6 % per tahun maka diperkirakan dibutuhkan 2.

Hak dasar untuk bermukim tidak berarti pemerintah harus langsung membangun perumahan. Nilai tanah dan bangunan rumah Faktanya solusi yang bapak pernah lakukan di banyak bidang untuk MBR tentu lebih murah daripada rumah mewah semasa menjadi pejabat pemerintah terasa sangat manfaat­ maka tarif atau biaya perijinannya pun harus lebih murah. Peraturan menjadi gas yang semula banyak ditentang kini mulai terasa Pemerintah yang mengatur tentang hal ini. Sekarang ada konsep hunian 1:2:3. alih fungsi kekacauan namun harus di ingat oleh para Kepala lahan terus menerus dari lahan pertanian menjadi Pemerintahan Daerah bahwa demi kepentingan rakyatperumahan yang menganggu sediaan lahan pertanian. Diantaranya peralihan dari Bahan Bakar Minyak Tanah Pemerintah Pusat pun memiliki Undang-undang.pengembang perumahan untuk mulai dan selalu membangun muhan. Jika pengusaha bang? berbuat baik dalam bidang usahanya maka saya yang memiliki JK : Bukan hanya sepakat tetapi harus. Bidang ini memang membutuhkan kejelian usaha dan memiliki dampak ekonomi-sosial jangka panjang. kalangan perbankan yang percepatan pemenuhan kebutuhan rumah menyiapkan KPR/kredit jangka panjang serta ….kita harus bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan para pengembang penggiat perumahan selalu siap untuk Rendah)? rakyat. Ketidakseimbang­ pengalaman dalam bidang pemerintahan jika diminta untuk an hunian akan berdampak sosial adanya jurang pemisah berbuat baik bagi bangsa dan negara maka saya harus siap. Kerjasama banyak pihak ini akan berbuat baik JK : Memasuki era otonomi daerah. pertumperijinan itu keharusan untuk menghindari buhan penduduk kian meningkat. menata perencanaan/planologinya dan lain-lain. Kewajiban pemerintah yang lainnya adalah menyiapkan pendanaan berupa kredit jangka panjang. bangun infrastrukturnya seperti jalan. 14 . Pergub yang mengatur perijinan perumahan sesuai lokasi. Tiga hal yang harus dilakukan pemerintah dalam bidang perumahan. Ini adalah sebuah jawaban ketika lahan makin mahal maka ongkos membangun EN : Apakah Bapak setuju adanya pembeda perlakuan perumahan pun (rumah tapak-EN) makin mahal. peran negara bukan berarti mengambil alih seluruh peran bidang perumahan. bagi bangsa dan negaranya (EN). JK : Menjadi satu pertimbangan. Memang dan biaya perijinan bagi perumahan MBR dan perumahan dibutuhkan penguasaan teknis dan kemitraan yang baik untuk mewah? menyelenggarakannya. tugas pengusaha. justru hal ini akan memberikan peluang pada pihak swasta. Pengusaha Real Estate wajib membangun Rumah bersedia ? Sederhana. Dulu. rumah susun. tugas pemerintah untuk menyiapkannya. EN : Pertanyaan terakhir pak. dalam hal ini Kemenegpera. tangkan keuntungan bagi semua pihak. diluar bidang perumahan. rusunawa atau rusunami. dan menyediakan lahan yang terjangkau daya beli rakyat. dengan Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi terutama dalam Oleh karena itu. Akronim JK saat ini mulai diartikan sebagai “Jalan Keluar”. Sedemikan pentingnya hingga pemerintah pun membuat Kementerian EN : Para pengembang saat ini langsung bersentuhan Perumahan Rakyat. Solusinya kedepan adalah perubahan pola fikir para terapan aturan yang baik akan menghindarkan kota dari keku. nya. nya perijinan perumahan harus dipermudah sekaligus harus persawahan hingga kita harus mengimpor beras seperti sekadisiplin dalam menegakkan aturan. fungsi dan proporsinya. pasar. menyiapkan dan membangun infrastruktur. Perbup. berdampak sosial ekonomi yang mendakepada bangsa peranan Pemerintah Daerah lebih kuat. Hal tersebut adalah sesuatu yang umum. Bagaimana mengoptimalkan peran antara Pemerintah. nilai ekonominya pun akan terus menerus meningkat. Pada meminta Bapak untuk memimpin negeri ini. saya selalu mengatakan bahwa kita harus selalu siap untuk berbuat baik kepada bangEN : Jadi Bapak sepakat dengan konsep hunian berim­ sa dan negara di bidang kita masing-masing. Saya sebelum itupun perijinan perumahan telah ingin mengingatkan satu hal lagi berkenaan dan negara… diiatur oleh Pemerintah Daerah. Pertanyaannya adalah jika rakyat Perumahan punya konsep proporsi perumahan 1:3:6. Pemerintah Kota/Kabupaten/Provinsi agar Pemerintah Daerah yang mengeluarkan perijinan mereka lebih berkontribusi dalam mendorong dan infrastruktur. Anda yang telah memilih profesi sebagai pengembang perumahan. adalah tugas semua orang untuk menyiapkannya.Laporan Utama EN : Apa saran dan Petuah Pak Jk kepada para pengem­ bang yang peduli dan konsisten membangun rumah bagi MBR ? JK : Seperti yang telah saya sampaikan bahwa kebutuhan terhadap perumahan adalah kebutuhan pokok. yang lebar antara “The Have” and “The Have not” yang akan Setiap orang harus selalu siap jika diminta untuk berbuat baik memicu konflik sosial. Perencanaan kota dengan rang ini. sesuatu yang sudah kita fahami bersama. JK : Mesti ada pembeda. Pemerintah Daerah hendaknya mempunyai perangkat regulasi baik berupa Perda. bidang usaha yang memiliki misi sosial yang memiliki dampak ekonomi yang kuat bagi masyarakat di sekitar maupun bagi pengusahanya sendiri. Kementerian manfaatnya oleh rakyat. yaitu menyiapkan kredit jangka panjang. apakah Bapak saat itu. Bahwa dengan semakin terbatasnya lahan. dibutuhkan kerjasama semua fihak hal perijinan.

000 tower. kalau diundang meresmikan kondomonium. berarti Agustus sudah diserahkan.viva. seorang sopir tidak perlu mengeluarkan uang sampai 30 persen dari penghasilan untuk naik kereta dari Bogor ke kota. Iqbal Latanro. “Sekiranya saya tidak datang. percepatan pembangunan rusun harus dilakukan karena mampu mengatasi 50-60 persen persoalan hidup masyarakat perkotaan. Pak Menteri (Menpera) tentu lebih sering. lengan pendek. polusi. setahun sebelum pencanangan program rusun.news. Tak tanggung-tanggung.Edisi 3 . M. Ini tugas Bapak. Hikayat Duo Jusuf di Rumah Susun K emayoran. Saya kira bisa. bercelana biru. mengerti. Direktur Jakarta Auction. Sulawesi Selatan. Tak cukup hanya pejabat yang dia semprot. tiap minggu Bapak harus datang ke sini. tiap dua hari. dan kesejahteraan masyarakat miskin. ingat betul waktu itu. kawasan kumuh ringan dihuni 490 ribu KK. salah satu penyewa lahan bekas Bandara Kemayoran waktu itu juga dia tanya. pada para pejabat yang hadir. Kepada HUDmagz. saya malah senang diingatkan.” kenang Yusuf yang waktu itu memang menakhodai Kemenpera. sudah setahun lebih pembangunan rusun itu dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yusuf. Raut muka Jusuf Kalla. lahan ada. Menpera pertama di era reformasi tersebut kembali berkisah 15 . disemprot Wapres di depan umum. Kala itu pemerintah sangat optimis program yang dipelopori oleh Jusuf Kalla tersebut akan berjalan mulus. “ tegas Jusuf. Ternyata masih I tulah sekelumit cerita bagaimana seriusnya sang wakil presiden menangani soal pembangunan 1.” katanya. Pada 2008 lalu. “Saya tidak malu. karena rusun yang dibangun Perum Perumnas tersebut baru pada tahap pemasangan tiang pancang. Pak Jusuf perhatiannya memang luar biasa soal program 1. dan Dirut Perum Perumnas. Anda pasti akan melanjutkan tidur. saya waktu itu optimistis 2011 dapat dicapai 1. banjir. Yusuf. Wakil Presiden RI (2004-2009) tampak serius.Maret 2013 Wawancara Yusuf Asy’ari (Menteri Perumahan Rakyat 2004-2009) sumber foto: nasional. senin depan harus teken!” tegas pria kelahiran Bone. Percepat ya. “Kalau tahun ini (2008-red) bisa dibangun 100 tower. “Pak Gubernur. kapan MoU ditandatangani. gak usah hadirlah. medio Maret 2008. pasar pun ada. dan kawasan kumuh berat yang ilegal dihuni 82 ribu KK. Jadi. Tak lupa. tetapi sudah 70 persen yang dipesan. Wapres telah memerintahkan DP3KK memutus kontrak sewa dan digunakan untuk membangun rusun.000 tower rusunami. disambut tawa hadirin. karena semuanya ada. Padahal. Mereka yang terkena semprot diantaranya: Menteri Perumahan Rakyat. Yusuf mengatakan paling tidak dapat diselesaikan pembangunan 100 menara rumah susun. sepulang menunaikan ibadah umroh. mereka semua.. Yusuf Asy’ari. “Dengan adanya rusun yang dekat dengan tempat bekerja. dibutuhkan 70 ribu unit rumah landed house dan 42 ribu unit rusun per tahun.000 menara rusunami ini. pencemaran. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyowinoto. Ditemui di kediamannya. Itu artinya pasarnya ada. Tapi. Karena itu. 15 Mei 1942 itu. Waktu itu. Ini tanah rakyat yang punya. ” semprot-nya. Pokoknya. penggunaan lahan. Bapak kan Menteri Perumahan Rakyat. yakni transportasi. Yusuf Asy’ari. Hanya semangatnya yang harus ditambah. dan ditanyakan lagi soal itu. M. tersenyum. Menurut Yusuf. “Saya pikir saya datang akan lihat sepuluh tingkat. Sudah tiga bulan kok masih diproses-proses terus. Fauzi Bowo. Agustus bisa kan?” desak Kalla. Tadi pengembangnya bilang walau fisik baru selesai 30 persen. Ia pasti tidak akan pernah melupakannya. Direksi Pengelola dan Pelaksana Pembangunan Kawasan Kemayoran (DP3KK) Sekretariat Negara. kontraktor ada. Uang ada. Wapres juga menegur direksi DP3KK Sekretariat Negara yang hingga tiga bulan belum menyelesaikan perjanjian pelepasan lahan Bandar Udara Kemayoran. bukan menteri perumahan elite. pasti tidak dibawa tiang-tiang pancang itu ke sini. Kalau peresmian rusun baru hadir. kapan bisa pindah dari kawasan Kemayoran. kawasan kumuh berat dihuni 21 ribu kepala keluarga (KK). Di DKI Jakarta saja. dan Dirut PT Bank Tabungan Negara.”ujar Yusuf. lahan bekas bandara Kemayoran itu memang disewakan ke swasta. “Jadi.id “Program Ini Harus Dilanjutkan” begini“ lanjut Kalla di depan tamu yang waktu itu hadir Menteri BUMN Sofyan Djalil.co. yang kala itu mengenakan kemeja putih. karena itu memang bagian dari tanggung jawab saya. “Tidak usah ambil terlalu luas tanah rakyat. Gubernur DKI Jakarta. Himawan Arief. kejengkelan sang wapres (wakil presiden-red) waktu itu.

mau tidak mau harus dipelopori oleh pemerintah. Itu yang banyak dilakukan untuk rusunami. Itulah kemudian kenapa di Kementerian Perumahan Rakyat ada anggaran rusunawa. Itu kesatu. peran pemerintah lebih berat ke enabler. Banyak toko-toko besar ada di pinggirpinggir kota sehingga tidak memacetkan lalu-lintas. 16 . setuju dan menyanggupkan diri dalam hal memberikan keringanankeringanan. Peran pemerintah ini berbeda dalam rusunawa dan rusunami. tidak terhambat oleh faktor transportasi. Dua periode yang tidak ada ini sudah memporak-porandakan struktur yang ada.000 tower itu tercetus? Kalau soal ide itu memang usulan dari Jusuf Kalla. orang yang paling gampang diajak bicara. Kalau dia jadi enabler. Ini karena rakyat belum mau terjun ke situ. Tapi. Kita melihat peran pemerintah dibagi dua dalam masalah perumahan ini. Kutipannya: Bagaimana ide awal program 1. tapi naik karena di manapun juga tanah yang ada tidak diciptakan lagi sehingga makin lama semakin mahal. ya ke atas. dia mencoba. Karena itu di DKI. Pada 2004 akhir. beliau akan menerima meskipun beliau punya argumentasi balik. Mungkin struktur perekonomian sudah sesuai. begitu dia menjadi Gubernur. seperti mobil. dan yang mau didebat. dia ubah segala sesuatunya dengan pertimbangan kita lihat ketakutan bahwa dengan banyaknya rusunami akan ada kekumuhan baru. Jadi harus dibangun kembali. sebagai salah satu dari seluruh kota yang akan diupayakan digerakkan rusunami ini. policy ini diganti. Dan memang karena rakyat belum mau dan pihak swasta belum mau terjun ke situ. Mestinya waktu Pak Sutiyoso menjadi Gubernur kan Pak Fauzi Bowo menjadi wakil Gubernur. di kota-kota besar di dunia ini yang tinggal di pusat kota orang miskin. pemerintah menyediakan langsung. Dari berbagai diskusi. mengatur. Kemudian. upaya untuk memperbanyak hunian. Kemudian juga proyek perumahan swadaya. pembangunan perkotaan tidak ada yang melebar. policy itu didukung oleh baik Kementerian Perumahan Rakyat dan pemerintah daerah. Orang-orang yang tinggal di pinggiran kota itu orang kaya yang punya fasilitas. karena kita menyadari ada aspek-aspek swasta belum mau masuk dan ini perlu kita pionir maka kita mengusahakan supaya Kementerian Perumahan Rakyat diberi fungsi operasi terbatas. bos-nya waktu itu. Apakah dia menjadi enabler atau provider. dan berbagai sengkerut yang terjadi plus perubahan kebijakan penggantinya yang tidak lagi melanjutkan kebijakan yang sudah ada sebelumnya. Itu menyebabkan kita nyaman berdiskusi. tanah luas. Kalau kita nggak cocok. Kita mesti kembali kepada situasi tahun 2005/2006. Saya mau tanya Indonesia ini belum jelas pemerintah sebagai enabler atau provider. Tapi. Kalau rumah-rumah kalangan menengah bawah ini dikembalikan ke pusat-pusat dan dekat dengan tempat kerja diharapkan akan memberikan keuntungan pada kesejahteraan mereka dan juga memurahkan biaya transportasi yang selama ini mahal mereka biayai. Di awal pembentukan kementerian. Saya lupa waktu itu kapan persisnya dia bilang soal itu. panjang ceritanya. Pak JK itu orang yang paling gampang ditemui. Dengan koordinasi wakil presiden. Tapi memang waktu itu kami intensif diskusi dengan Pak JK (Jusuf Kalla-red). Artinya. mendorong dan memfasilitasi agar orang lain atau rakyat itu membangun sendiri. Dia mestinya terikat dong. kalau kita kembali kepada peran pemerintah. Kementerian Negera Perumahan Rakyat baru ditimbulkan kembali setelah dua periode tidak ada. Cuma belakangan setelah Pak Sutiyoso diganti Pak Fauzi Bowo. kesimpulannya marilah kita galakkan pembangunan rusuna baik sewa maupun milik. Karena itu.Laporan Utama tentang Jusuf Kalla. didapat beberapa usulan antara lain yang terkait dengan rusuna ini. Jadi dari diskusi itu akhirnya cikal bakal program itu lahir? Kalau kita bicara cikal bakal program itu. tidak ada provider. Di dunia. kita debat. Kedua. Tapi sebagai provider itu sebaliknya. khususnya dalam hal ini adalah DKI yang selalu diajak ramairamai rapat.

Tidak ada dukungan akhirnya program ini mati suri. Jadi menurut Anda sebaiknya program ini lanjut atau tidak? Kalau kita bicara masa sekarang.) akan dirasakan. regulasi yang dulu dijanjikan pemerintah tidak kunjung datang akhirnya program ini tidak jalan. Terpaksa kalau masyarakat belum bergerak ke situ. Bagaimana tanggapan Anda? Iya itu yang saya sayangkan. Tidak bisa sekaligus seluruh aturan dibikin. Menurut saya. Kenyataannya itu bisa terjadi. tergantung pada pasar (fnd). kita dorong semua masuk dulu rusunami. Lalu apa saran Anda terhadap Gubernur DKI yang baru agar program rusunami dapat berlanjut dan bisa diterapkan di lapangan? Kita berharap supaya beliau mau menengok kembali kebijakan yang diterapkan Pak Sutiyoso. Tapi bagaimana rakyat harus dibiasakan membuat rumah 2 lantai 3 lantai supaya secara kultural mereka terbiasa hidup di rumah susun. Oleh karena itu. Tetapi intinya. Kalau kita ingin swasta mau masuk rusunami maka kita juga harus bisa mendorong mereka. Maksud saya. kita jangan merasa sayang atau merasa tidak boleh misalnya pihak swasta mendapat keuntungan. Mau tidak mau kebutuhannya (rusun-red. Dia bisa saja tidak suka dengan keputusan seorang menteri dan tidak menjalankannya. Saya melihat.Edisi 3 . peraturan perda-nya sendiri masih harus dibuat. Bagaimana masalah di daerah lain di luar DKI Jakarta? Untuk menggerakkan rusunami di daerah perlu upaya yang lebih kencang. Semua itu sebetulnya dari diskusidiskusi kami dengan Pak Jusuf Kalla. Kenapa ini terjadi? Karena tidak ada kepastian hukum. waktu saya tanya pada beberapa orang. 20 lantai atau 30 lantai. sumber foto: fnd Banyak yang kemudian bilang rusunami itu akhirnya salah sasaran? Kadang-kadang salah sasaran itu istilah manis yang nggak jelas maknanya. ganti kebijakan. kebutuhan di daerah belum sekencang di DKI. Kenyataannya bahwa sekarang mati suri. membatasi pada enabler saja juga tidak efektif. pada umumnya saya datang. Terakhir. dia bilang nggak ada orang kaya yang menghuni rumah susun yang sempitsempit. saya mendekati teman-teman pengembang. Hanya sebagai pendorong tadi. meneruskan dan memperbaikinya karena sangat perlu. Pertama. Kalau saya lihat sekarang ini mandek di jalan. Tetapi karena program ini program baru. Cuma keuntungannya bisa diatur. tidak semuanya bisa efektif. ganti prioritas.Maret 2013 Apakah soal kekumuhan itu tidak dipikirkan juga dimasa Sutiyoso? Sudah dan rapat itu dihadiri oleh Fauzi Bowo sendiri sebagai Wakil Gubernur waktu itu. waktu dia beli mungkin hidupnya tidak seperti sekarang. kemudian ada semacam kesepakatan bahwa saya untuk sementara akan memfungsikan DPD-DPD (dewan pimpinan daerah-red. Kita banyak bicara. 17 .) saya minta saya mau datang asal teman-teman mengundang seluruh bupatibupati di ibukota propinsi untuk rapat kerja. Kalau dibeli orang kaya pasti dipakai buat supirnya untuk pegawainya dan itu biarkan saja kata Pak JK. Istilahnya jadi pionir saja. Saya melihat winwin solution di situ. kalau Kementerian Perumahan Rakyat mau jadi penyedia (provider). Demikian juga dengan pemerintah daerah di era otonomi daerah. Kedua. bagaimana Anda menanggapi peran Kemenpera sekarang yang sepertinya mulai mengarah menjadi penyedia (provider)? Fungsi itu bisa saja diemban. Jadi upaya kita bagaimana semua program kementerian itu di dukung juga oleh swasta.) REI sebagai kanwil-kanwil Kementerian Perumahan. Hal itu karena setiap ganti menteri. Itu karena kebutuhan kawasan perkotaan. Bahkan dengan seorang wakil presiden pun dia berani tidak menjalankan perintah beliau karena merasa dia dipilih rakyat di daerahnya. program ini harus dilanjutkan. Saya melihat dengan ketiadaan anggaran. operasional ke daerah sangat terbatas. Ini cuma masalah waktu saja. Sekarang setelah pengembang mau bangun. Rasanya dalam setiap musyawarah kerja DPD REI. Karena itu kemudian Anda dekat dengan pengembang karena mau membujuk mereka bangun Rusunami? Saya memang harus mendekati pengembang. itu kalau terpaksa saja. kalau kita bicara undang-undang rumah susun jangan bergelut yang 10 lantai. mau tidak mau dilanjutkan. Sehingga saya di daerah dapat bantuan gratis dari teman-teman REI karena setiap Musda (musyawarah daerah-red. Masih banyak daerah yang tidak mengerti aturan rumah susun. Bahkan ada yang bilang sudah mati suri. Salah satunya. Menurut saya yang lebih liberal lagi itu pendapat Pak JK.

+62 21 42 888 000 f. pada lahan seluas 2. Sentosa Residence Jakarta akan mencakup tujuh menara terintegrasi yang terdiri dari lima menara apartemen. 62 SITE OFFICE JL.7 Ha. HOLIDAY STYLE. +62 21 42 887 000 www. S LUXURY LIVING HOLIDAY STYLE JAKARTA NOW SELLING HEAD OFFICE JL. AMPERA RAYA NO.LUXURY LIVING. satu serviced residence dan satu menara perkantoran.com entosa Worldwide Resort menghadirkan kembali proyek terbaru di kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat dengan nama Sentosa Residence Jakarta. 18 . Total jumlah unit apartemen Sentosa Residence Jakarta adalah 687 unit. Kehadiran proyek ini merupakan kerja sama strategis Sentosa Worldwide Resort dengan Bahama Group.sentosajakarta. 1 JAKARTA INDONESIA t. CEMPAKA PUTIH RAYA NO.

000 Tower J sumber foto-foto: perumnas elang 6 tahun Program 1. program 200 tower dapat dikerjakan dalam jangka waktu 3 sampai 4 tahun dengan total 80 ribu unit hunian atau 320 ribu jiwa dapat dirumahkan. Untuk itu. Saat pertama kali program ini dicanangkan oleh Jusuf Kalla dan kemudian diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang. juga pena­ taan kawasan kumuh dan padat di tanah Perumnas. peremajaan rumah susun tua dan pemanfaatan lahan Perumnas yang banyak dihuni para penggarap. Perumnas Hidupkan Kembali Program 1. Himawan Arief. Sinergi Perumnas Sebagai BUMN yang bergerak pada bidang properti. Selain program kawasan baru. “Percepatan 19 . Pertengah­ an Maret lalu.Edisi 3 . Ditengah mati surinya pembangunan rusunami ternya­ ta ruang untuk hunian bagi masyarakat kecil di kota masih terakomodir walau jumlahnya terbatas. Pemprov DKI Jakarta dan PT. Mengingat kawasan ini sangat strategis dan dilengkapi dengan fasilitas memadai dan akan dijual dengan harga dibawah ketetapan pemerintah. Unit-unit tersebut memiliki 1 kamar tidur dan 1 ruang keluarga serta kamar mandi. Perum Perumnas melakukan prosesi ground­ breaking atas pembangunan rusunami tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran. di lahan milik Perumnas Pulogebang Jakarta Timur. Program Rusunami dapat terwujud apabila ada kerjasama antara Perum Perumnas dan Pemprov DKI Jakarta dalam penyediakan lahan baik milik Pemda maupun milik Perumnas. Jakarta Pusat. Saat ini di tanah tersebut.000 Tower ini tak lepas dari peran Perumnas.Maret 2013 Bersinergi dengan Berbagai Pihak. Yudhoyono. Lebih jauh Himawan mengutarakan bahwa. ”Program ini merupakan terobos­ an yang sangat baik bagi masyarakat menengah ke bawah untuk tinggal di rumah yang relatif dekat dengan tempat kerjanya. Direktur Utama Perumnas menyata­ kan program pembangunan Rusunami Tower A4 dan A5 Bandar Kemayoran ini terwujud dari sinergi Kemente­ rian BUMN. telah berdiri Sentra Timur Residence yang dalam pembangunannya Perumnas berko­ laborasi dengan (PT Bakrie Pangripta Loka ) Bakrieland Development. Dan tak semuanya dijual pada masyarakat karena sebanyak 122 akan dijadikan unit yang disewakan sebagai subsidi silang pengelolaan rusun setelah beropera­ si. Pembangunan rusun oleh Perumnas ini merupakan kelanjutan dari program yang pernah diusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta mengenai program pembangunan 200 tower di atas lahan Perumnas. terlihat a­ ngin segar terkait pengembangan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini juga dapat bergulir untuk membangun Tower berikutnya. secara berkesinambungan. Perumnas merupakan lokomotif pembangunan perumah­ an untuk masyarakat Indonesia.” imbuhnya.000 Tower Rusun. Tentunya akan mendapat tanggapan pasar yang tinggi. Himawan menambahkan. Program ini didu­ kung oleh Kementerian BUMN melalui program PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) BUMN. Perumnas dia­ manatkan untuk membangun rumah murah yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kementerian Perumahan Rakyat. Perjalanan pro­ gram 1. Tower A4 dan A5 rusunami Bandar Kemayoran ini akan menyediakan 512 unit hunian yang dijual dengan harga khusus. Proyek ini dikonsep sebagai Central Bussines District (CBD) baru di wilayah timur Jakarta. Program ini nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan lebih banyak tower rusunami di Jakarta. ditetapkan kriteria-kriteria terten­ tu agar peruntukanya tepat sasaran. Hutama Karya (Persero). Perjalanannya sedari tahun 1974 saat pertama kali didirikan.

Bakrieland dan Perumnas juga sukses menjual 3 tower di tahun 2008 di Sentra Timur Residence Tahap I yang terdiri dari Grey Tower (24 lantai.Laporan Utama pengembangan Sentra Timur Super Blok ini bertujuan un­ tuk membuat kawasan bisnis baru di Jakarta Timur yang dilengkapi dengan hunian dan berbagai pembangunan highrise building untuk menarik konsentrasi bisnis ke arah timur Jakarta. Selain bagian dari program pembangunan 1. Orange Tower yang memiliki 20 lantai dengan 390 unit hunian sudah terjual habis. “Proyek ini akan jalan tahun ini. Di CityPark ini telah terbangun 3 ribu unit rusunami dan sudah beroperasi sejak 2009 lalu. Dan beberapa waktu lalu baru saja dilakukan topping off Tower 4. peresmi­ annya langsung dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. berdampingan dengan terminal terpadu Sentra Timur Pulo Gebang didukung sarana Bus Way koridor 11. Sebelumnya. Bahkan juga diharapkan da­ pat merubah wajah kota menjadi lebih baik dengan memindahkan masyarakat yang berada di ka­ wasan kumuh dan padat ke rusu­ nami (aan). 431 unit) dengan total keseluruhan unit sebanyak 1. Sedangkan Tosca Tower akan siap diluncur­ kan pada Mei 2013 mendatang. Ke depan di kawasan ini Perumnas berencana mem­ bangun 20 tower rusunami. Ruby Tower. Perumnas ten­ tunya akan mempercepat pembangunan hunian vertikal. Perumnas juga akan merevi­ talisasi rusunami tua yang sudah dihuni puluhan tahun. Rencananya di Sentra Timur Residence akan dibangun 17 Tower atau lebih kurang 8. Sentra Timur ini merupakan kawasan yang prospektif mengingat lokasi yang sangat strate­ gis di pinggir Tol JORR. di Cengkareng Perumnas juga mengembangkan rusunami dengan nama CityPark yang berkolaborasi dengan PT Reka Rumanda Agung Abadi. Selain Pulogebang. Saat ini kita minta izin perubahan peruntukannya saja. Diharap­ kan di era Jokowi ini. dan Stasiun Kereta Api Cakung.000 Tower. Jakarta Timur. juga merupakan bagian dari program 200 Tower yang digagas Perum Perumnas kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta yang sudah diusulkan kepada Gubernur DKI Joko Widodo beberapa waktu yang lalu. pemerintah provinsi DKI Jakarta akan lebih memberikan ru­ ang kemudahan terkait hunian bagi masyarakat berpenghasilan ren­ dah. Di tempat ini.393 unit. Topping off yang dilakukan pada awal April lalu tersebut menandakan proyek ini akan segera melaku­ kan serah-terima kunci yang dijadwalkan pada Desember 2013. Sedangkan untuk Ruby Tower telah diluncurkan pada Desember 2012 lalu dengan penjualan mencapai 70 persen hingga saat ini. Proyek ini berdiri di kawasan Bumi Indah Cengkareng mi­ lik Perumnas. Melalui konsep sinergi ini. dan Tosca Tower.” terang Himawan. Kondisi terkini pembangunan proyek Sentra Timur ini terfokus pada Sentra Timur Residence tahap II yang terbagi atas 3 menara yaitu Orange Tower.” jelas Himawan. Perumnas juga akan membangun puluhan tower Rusunami di Pondok Kopi.600 jiwa. 534 unit). dan Yellow tower (20 lantai. dukungan pemerintah daerah juga merupakan bagian yang tak terpisahkan. sehingga mengurangi beban mobilitas. Konsep rusun ini memin­ dahkan masyarakat yang berada di kawasan kumuh dan padat. Kita punya kawasan 400 hektar di Bumi Cengkareng dan kita akan bangun 20 tower untuk dihuni warga. Green Tower (20 lantai 428 unit). Selain membangun 20 tower Rusunami di Cengkareng. Selain itu. akti­ fitas di pusat Jakarta.900 unit hunian atau setara dengan meru­ mahkan 35. 20 sumber foto: perumnas .

Sukseskan Edisi 3 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 . Primaland Internusa 21 Sukseskan .000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 PT.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 . REKA RUMANDA AGUNG ABADI Program 1.5 April 2013 PT.Maret 2013 Program 1.

tapi rugi.. pria kelahiran Semarang. tetapi kan tetap tidak bisa eksekusi (bangun-red). Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra. tentu Setyo mengerti benar dan jelas geram dengan berbagai langkah yang tidak pro bisnis yang kemudian diterapkan oleh pemerintah DKI Jakarta semasa gubenur Fauzi Bowo. Setyo Maharso. agar secara bisnis kami tidak dirugikan dan kami punya tanggung jawab untuk membantu pemerintah. Cakra Sarana Persada.216 juta. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) 2010-2013. Bally Saputra Datuk Jano Sati (CEO Riyadh Group Indonesia. Pandangan Pemangku Kepentingan K “Program Rusunami Bisa Jalan Lagi Asalkan…. Kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuat pengembang kebingungan sendiri. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013).000 Tower. pasarnya besar. kembalikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang pernah diberikan pada zaman Gubernur DKI Sutiyoso menjadi 6. khusus untuk rumah tapak sejahtera.5 yang menurut teman-teman jelas tidak menarik. Kami sudah membangun lebih dari 3 juta unit rumah bersubsidi. Data terbaru menunjukkan. Berikut petikan wawancara dengan beberapa nara sumber. kembali. regulasi yang lama dapat dikembalikan oleh Gubernur Jokowi sekarang. Jadi kalau pembangunannya tidak jalan di lapangan bukan berarti pengembang tidak berminat. Soal KLB (Koefisien Lantai Bangun­ an-red.000 Tower sejak dicanangkan oleh Presiden RI tahun 2007 lalu nyaris mati suri.) misalnya di DKI Jakarta masih aturan lama maksimal 3. yang saya dengar dari rekanrekan. REI itu dengan pemerintah adalah mitra.Laporan Utama tentang Program 1. Presiden Direktur Bahama Development. Program 1. Lukas Sartono (Direktur Utama PT. adalah salah satu rusunami pelopor. Sampai saat ini. swasta pasti juga tidak mau. mari kita carikan jalan keluar bersama-sama kalau ingin program ini berlanjut.000 Tower Perjalanan program 1. Nah sekarang harga memang sudah dinaikan jadi Rp. di DKI Jakarta hanya terbangun 79 menara dari target awal 258 menara atau sebanyak 32 proyek. REI selama ini selalu di depan. mereka tetap komit untuk itu. Belum lagi di luar Jakarta. Tentu karena kami pebisnis kacamatanya adalah bagaimana supaya regulasi­ nya juga menguntungkan bagi kami pengembang. Anggota kami sebagian besar kan terlibat membangun rumah bersubsidi program pemerintah. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. miliknya. Terkait hal tersebut. 22 . Untuk Jakarta sumber foto: dok pribadi misalnya.000 tower akan rampung 2 tahun yang akan datang.000 Tower di lapangan dan peluangnya ke depan. Reddy Hartadji (Chief Executive Officer/CEO Bahama Group. Jika regulasi yang ada mendukung. Mereka mau mengerjakannya. Sehingga. Tidak mungkin pengembang masuk. Bagaimana tanggap­ an Anda?Apakah anggota REI juga sudah tidak berminat lagi membangunnya? Saya rasa teman-teman tetap komit untuk itu. 4 November 1958 ini menceritakan bagaimana komitmen REI untuk tetap ingin membantu pemerintah menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan. Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013). REI sudah banyak menyampaikan usulan baik lisan maupun tertulis agar program ini betul-betul berjalan dan dinikmati masyarakat. menjadi menarik untuk mengetahui pandangan pemangku kepentingan tentang pelaksanaan program 1. bagaimana dengan target REI? Kami yakin program rusunami 1. Termasuk saya tegaskan lagi REI tetap komit untuk membangun rusunami tentu dengan regulasi yang jelas dan mendukung. Itu sudah kami buktikan dengan banyaknya pengembang yang membangun apartemen milik begitu rusunami ini tidak jalan. kebutuhan terhadap rusun sangat besar dan dapat membantu mengurangi backlog perumahan. Tidak ada insentif buat pengembang rusunami. Kita yakin kok. Tetapi tentu ada yang salah. Ketua Umum DPP REI 2010-2013 etua Umum DPP REI ini boleh dikatakan adalah salah satu pelopor sekaligus merasakan sendiri bagaimana tidak kondusifnya berbagai aturan yang diterapkan pemerintah terkait program 1. Berikut petikannya. Tentu sebagai pebisnis kami harus berpikir ulang. Tetapi kan REI tetap komit akan janjinya membantu program Pemerintah? Iya pasti. Program ini sejak awal mendapat dukungan REI. Dan itu saya rasa dirasakan oleh semua pengembang yang awalnya mau membangun rusunami. Padahal. Sanggar Hurip).” Bukan berarti untuk rusunami REI juga sudah kibarkan ben­ dera Putih? Waktu dulu HUT REI ke 40 di Manado kami katakan kalau masalah rumah sejahtera susun ibaratnya pengembang sudah angkat ben­ dera putih atau menyerah.) misalnya belum disesuaikan. Selama belum. Proyek rusunami ”East Park” di Jakarta Timur. Itulah yang harus diperbaiki. Kepada HUD Magazines. yang digawangi PT. yaitu Setyo Maharso. tidak ada gebrakan. Kalau harga usulan pengembang diterima maka bisa berjalan lagi. Dengan catatan. Lalu aturan lainnya. PPN (pajak pertambahan nilai-red. sejak tahun 2007 hingga sekarang.000 Tower yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2007 silam belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

Saya kira dengan harga Rp. Hipotesanya benar apa nggak? Kalau hipotesanya itu bahwa ini bisa ditingkatkan.Maret 2013 Reddy Hartadji.  Ia-lah pengusaha dibalik sukses proyek Botani Square.000 tower itu sifatnya hanya pencanangan. siapa yang punya tanah Rp. Walaupun dia mengaku babak belur tetapi ia selalu bersyukur.Ia hanya menjawab pendek. tapi kita jangan bicara untung dulu lah. Dulu. pria bertubuh tambun ini menceritakan banyak masukan soal program populis bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan ini. “Tinggal tunggu Gubenur. REI merekomendasikan tidak lebih dari Rp.000 menara ia banyak terlibat sejak awal. Yang dulu berubah-berubah (aturannya). Dari sisi konsumennya pun harus ada suatu proses belajar. Itu baru di titik berhasil. tinggal ketersediaan lahan. kemudian ada sebagian untuk dijadikan stadion atau untuk lapangan apa yang sosial tapi yang 6 hektar dijadikan rusunami. Dan orang-orang ini tidak tergusur karena akan tinggal di rusunami. disela-sela kesibukannya. Artinya. Bahwa dengan KLB 3. Tanyakanlah kepada BUMN. Harus di evaluasi lima tahun terakhir ini apakah yang KLB 3.Kita harus sepakat dulu ini harus dievaluasi semua jangan sampai salah-salahan.000 to­ wer sejak diluncurkan tahun 2007 silam? Ya sebenarnya begini dari 2007 atau enam tahun terakhir ini kan istilahnya rusunami adalah proyek pasang surut. Sekarang kalau tanah nggak bisa dapat Rp. tapi evaluasi bahwa harus ada satu titik rumah susun itu layak atau bahwa itu adalah alternatif yang baik. Ia juga mengaku korban bujukan.). dibalik perjalanan 6 tahun program 1. rusunami yang ada sekarang di evaluasi terlebih dahulu. perlu pendidikan dan perlu tahapan. Sudah ada rumusnya”. Misalnya. Menteng Square. daerah kumuh sekarang ada 13 hektar atau 20 hektar. Nah lahan ini harus ada satu kerja sama yang baik antara pengembang dan tanah-tanah di DKI. kemudian bisa jualan dan bisa bangun. pelan tapi pasti benderanya kian berkibar kencang. Berikut pe­ tikan wawancaranya. demikian nama proyek rusunaminya.000 Tower? Kembali lagi 1. Bagaimana menggairahkan kembali pengembang untuk membangun rusunami? Kalau pengembang kan very simple bahwa kembali lagi pengembang itu bisa bangun. Sekarang aturannya sudah ada. Entah siapa yang membujuk dia. proyek kerjasama dengan almamaternya. Dalam hal ini pengembang/deve­ loper (pemda DKI) dan sebagainya.2 juta bagaimana bisa bangunnya. Karena itu. Tidak bisa dengan keputusan menteri. selalu ada hikmah dibalik itu. Apa penyebab mandek-nya program 1. Presiden Direktur Bahama Development. Proses belajar ini tidak hanya kepada suplai (penawaran red. Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 “Evaluasi Menyeluruh Program Rusunami” S empat terpuruk akibat tergiur bisnis perkebunan. sumber foto: dok pribadi Bagaimana dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait rusunami? Justru kalau boleh dikatakan. Pak Foke dengan KLB 6 ditakutkan akan ada daerah-daerah kumuh di rumah susun karena ketinggian.1 juta. Bisa dijual Rp.2 juta per meter. Nah. Tidak hanya suplai saja dan tidak hanya demand-nya saja. Kita semua kalau ingin memajukan rusunami. Tanggapan Anda mengenai penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Coba itu dievaluasi. Harapan Anda mengenai program rusunami? Yang punya kewenangan mengenai KLB (Koefisien Luas Bangunan) itu adalah di DKI. Berarti ujungnya adalah kita harus mendapatkan tanah yang Rp. kita menganggap bahwa proses ini harus dijadikan suatu proses belajar. Tapi. BUMN-nya mau apa nggak?. Di tarik ke belakang.2 juta per meter kalau itu full residence. Reddy Hartadji bangkit kembali melalui usaha impor anggur. Bagaimana dengan permintaan rusunami? Banyak. Di kelas hunian jangkung bagi MBR. sekarang dengan Rp. Begitu sajalah. Menara Kebun Jeruk. Kini dibawah grup Bahama. Nah. Proyek ini berhasil kalau ada titik temu (antara) suplai dan demand. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1. Menara Cawang. Dan ketika ditanya apakah mau membangun rusunami lagi. Reddy adalah pelopornya.5 atau yang dulu itu kumuh apa nggak. Nah. tanahnya harus berapa. dari sisi pengembang. seperti Sea Sentosa di Pulau Dewata. dari sisi harga. sebelum akhirnya mendapatkan sejumlah momentum terbaik di dunia properti. Itu lebih penting. dan beberapa kondotel. Reddy juga memiliki setumpuk portofolio di proyek residensial sampai hunian jangkung. kalau itu tidak didasari oleh studi juga nggak ada gunanya. simbolik.5 atau 5 itu berjalan atau tidak. IPB.2 juta itu kan. Sebut saja Latumenten.216 juta itu sudah cukup bagus. Tapi perlu edukasi. Sebenarnya kalau bicara rusunami itu adalah alat untuk menyelesaikan daerah kumuh. yang paling siap itu DKI Jakarta.Edisi 3 . Ada satu proses evaluasi dari sisi suplai. CEO Bahama Group. masalah lahan pemprov DKI harus turun tangan. ya ditingkatkan. 23 .1 juta harganya kan. Bukan hanya sosialisasi. Itu tidak Rp.2 juta itu. Ini kan sebenarnya dari rumah tapak (landed) ke rumah susun (vertical) kan perlu perubahan gaya hidup.

Dan siapa bilang hidup dirumah susun orang tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. harus ada keseriusan dari pejabat yang lebih tinggi dari Menpera. insentif pemerintah itu nggak ada yang jalan semua. masuk ke segmen apartemen menengah de­ ngan harga Rp 250-600 juta/unit. termasuk harga jual. Jadi. Kita harapkan buka mata dan buka hati untuk Presiden bagi program rusunami. tapi nanti bisa dibangun rumah susun baik sewa maupun milik. biaya tinggi dan harga patokan rusunami? Karena nggak ada regulasi yang dibikin pemerintah.Kalau orang kaya saja dipikirin pemerintah. Saat ini sudah tidak ada lagi pembangunan rusunami? Sudah nggak ada lagi. rencananya akan diba­ngun 7 menara apartemen dengan total 3. Melalui Keppres bisa kan tinggal menindaklanjuti memperbarui Keppres yang ada mengenai harga jual dan semua. BUMN diambil tanahnya dibayar seharga Rp. Harapan Anda terhadap program rusunami? Harapan saya Presiden turun tangan. Di atas lahan seluas 5 Ha. Kalau nggak ada untung ngapain kita kerjain. Bukan lagi Jalan di Tempat” Bagaimana Anda melihat permintaan rusunami? Sangat tinggi sekali. Pendapat Anda mengenai bebagai kendala seperti regulasi. Tidak ada satupun yang jalan. pengembang “urang awak” yang membangun apartemen Pancoran Riverside dengan jargon “Apartemen for Rakyat” itu. Ini karena tidak adanya peran serta atau keseriusan dari pemerintah untuk mendukung terjadinya pembangunan rusunami ini baik dari Menpera maupun dari presiden sendiri. Itulah yang dialami dan tengah dirintis Riyadh Group Indonesia. Jenis properti yang digarap pun semakin beragam.Presiden Direktur PT Graha Rayhan Tri Putra. Kalau hanya mengandalkan pasar. ”Semula seluruh unit dijadikan rusunami. Kita kan swasta. Apalagi ada beberapa yang sudah berdiri dan orang sudah merasakan manfaatnya tinggal dan hidup di rumah susun dan apartemen. Kalau tanpa ada campur tangan Presiden jangan harap rusunami bisa bergerak lagi. Soal keseluruhan aturan. Menurut Anda bagaimana penggunaan lahan BUMN untuk rusunami? Itu sudah lama usulannya. dulu kan RI 1 langsung ditindaklanjuti RI 2 kan Pak Jusuf Kalla.Malahan jalannya mundur ke belakang. Tapi kalau masih sibuk dengan yang lain-lain masih belum bisa. untuk sementara rusunami stop dulu. Jakarta Selatan. Dulu udah oke masih Pak JK (Jusuf Kalla red. Ini untuk jangka panjang demand-nya sangat besar sekali. minimal Presiden karena Menpera sendiri nanti nggak disetujui sama Menteri Keu­ angan. yang meliputi 3. Justru dengan (tinggal) di rumah susun sosialisasi lebih terarah de­ ngan baik karena tinggal berde­ katan. Jadi kita kerjain yang low cost apartemen saja. Usai menancapkan taji di kota Padang dan beberapa daerah di Sumatera Barat. bukan jalan di tempat lagi. Terobosan langsung dari Presiden? Ya. keseriusan Presiden untuk memulai lagi (program rusunami). sehingga kami masuk pasar komersial juga.200 unit rusun dan sisanya apartemen komersial. Jadi. punya fasilitas umum.600 unit. pengembang ini  menorehkan jejak ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sejatinya ini adalah proyek apartemen sederhana atau yang dikenal sebagai rusunami. terutama Presiden harus turun tangan bahwa ketersediaan lahan di Indonesia akan semakin berkurang. perizinan yang sulit. tidak hanya Menpera. Di Indonesia untuk masyarakat bawah tidak dipikirkan oleh pemerintah. Apa solusi agar pembangunan rusu­ nami kembali bergairah? Bukan hanya Kemenpera yang turun tangan.2 juta per meter. Riyadh Group Indonesia melalui anak usahanya PT Graha Rayhan Tri Putra menggarap Pancoran Riverside. ebuah pencapaian. Itu semua di bawah instansi presiden.).  Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia Berikut petikan wawancara dengan Bally Saputra. Bagaimana Anda melihat perkembangan program 1. tak hanya perumah­ an  tapak juga hunian vertikal dan beberapa ruang komersial. Jangan dibebankan ke swasta. Tidak hanya soal perijinan. sumber foto: dok pribadi Anda melihat ke depan apakah ada ti­ tik terang program rusunami kembali berjalan? Sampai saat ini gelap.).Laporan Utama Bally Saputra Datuk Jano Sati Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia. memang sama sekali tidak ada keseriusan peme­ rintah dalam hal pembangunan rumah susun milik di Indonesia. Tetapi di te­ ngah jalan perseroan harus berputar haluan. tetapi kondisi pasar dan masyarakat minta kuali­ tasnya ditingkatkan. terbuka hatinya baru bisa terang lagi cahaya rusunami.” kata Bally Saputra Datuk Jano Sati. Di Jakarta. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Rumah Susun DPP REI 2010-2013 S “Program Rusunami Mundur.000 To­ wer sejak diluncurkan Tahun 2007 silam? Masih jalan di tempat. Portofolio vertikal perdananya itu berlokasi di kawasan Kalibata. Jadi. 24 . Kuncinya. fasilitas olah raga sehingga lebih bagus sosialisasinya daripada tinggal di landed (rumah tapak-red. tapi tidak bisa ditindaklanjuti karena peran presiden nggak jalan. kecuali Presiden dalam beberapa bulan ini terbuka matanya. swasta nyari yang menguntungkan karena program rumah murah ini kan program pemerintah.

Karena itu kami sangat bersemangat membangunnya. Direktur Utama PT. Lukas Sartono. PT Sanggar Hurip adalah salah satu pengembang terkemuka di Bandung. sang pelopor Rusunami di Ka. Tapi.000 to­ wer sejak di­ luncurkan tahun 2007 silam? Sejak program 1. pemerintah tidak perlu harus merevisi harga. Kalau di daerah. Cuma kita harapkan juga dukungan dari pemerintah semakin lama semakin so­ lid. Jadilah kemudian “Apartemen Sanggar Hurip . “Apartemen ini menunjang kebutuhan akan hunian di wilayah Bandung Timur yang sangat besar yaitu hunian dengan fasilitas lengkap serta dekat dengan pusat keramaian/kota. Pemerintah harus pro (mendukungred. Akibatnya. Sekarang. Sekarang. apapun keputusan dari kementerian itu satu step (langkah-red. Harapan terhadap program ini? Ini kan program pemerintah jadi nggak ada istilahnya untuk berhenti. Contohnya pada saat kita mengajukan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan).000 Tower ini. Tetap bisa direalisasi.000 Tower”. Sayangnya akibat berbagai regulasi yang tidak mendukung proyek yang semula khusus untuk MBR dengan kepemilikan melalui KPR FLPP terpaksa harus disesuaikan dengan mekanisme pasar.” cetusnya. Perumahan Cihanjuang Estate. Perseroan telah memiliki beragam portfolio pengembangan properti dari berbagai segmen. Pada tahun 2009. di mana pun kesulitan toh nantinya akan ada. dari kementerian itu satu step posisinya selalu terlambat. program rusunami 1. Kalau istilah turun atau berkurang itu nggak mungkin karena demand akan semakin banyak. Itu masih dimungkinkan. Artinya perlu revisi regulasi ? Regulasinya awalnya sudah bagus. (fnd) Lukas Sartono. dan masih banyak lagi. Sasaran pemerintah juga sa­ ngat bagus. Dari evaluasi sampai keluar itu kan butuh waktu paling nggak setengah tahun sampai setahun.Soekarno Hatta  juga termasuk dalam kawasan pengembangan kota Satelit Gede Bage yang mempunya prospek luar biasa bagus untuk segi ekonomi dan sosial bagi masyarakat Bandung karena letaknya berdekatan dengan Stadion Utama Sepak Bola Gede Bage (stadion olah raga bertaraf internasional). Seharusnya mendapat dukungan yang benar-benar penuh. Sanggar Hurip mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk ikut serta dalam menyukseskan “Program 1. Buat saya yang lebih penting bukan dari tanahnya. khusus untuk rumah susun apalagi. Perumahan Margahayu Permai. Kalau tanah menurut saya kalau di Jakarta agak ke pinggir.Sekarang harga rusun walaupun masuk dalam kate- 25 . Ini yang harus dikejar oleh orang yang benar-benar ingin tepat sasaran sebab masyarakat ini bisa hidup ditatanan modern. Petikannya. Tetapi sekarang aturan yang bagus itu dirubah lagi jadi setiap tahun pemerintah harus revisi harga. Dengan permintaan yang tinggi. Lukas Sartono. Saat ini yang saya tahu FLPP itu sangat sulit untuk dimohonkan. Sanggar Hurip Estate. Ijin-ijin memang harus dimudahkan ka­ rena ini kan untuk MBR. Persoalan pembiayaan memang disini sangat harus diperhatikan. Menurut saya. kualitas pengembangnya juga. Bagaimana Anda melihat masa depan program ini? Harusnya kalau program untuk rakyat nggak boleh berhenti. “Soal harga. Ini yang kita lihat sangat terlambat.000 Tower.Edisi 3 .). antara lain Kompleks Ruko di Tegalega. terasa sangat jauh berbeda. Demand nggak akan bisa berku­ rang se­ iring dengan perkembangan kota. Direktur Utama PT Sanggar Hurip.sumber foto: dok pribadi wasan Bandung ini mengeluhkan berbagai hal. Pasti tinggi demand-nya.” cetus Lukas. kenyataannya di daerah insentif tidak ada sama sekali.)posisinya selalu terlambat. Sanggar Hurip erdiri sejak tahun 1980. Di samping konsumen juga susah mau ambil KPR FLPP. Nggak akan mungkin turun. Perlu diperhatikan pengembangpengembang yang serius dalam hal penyuksesan 1. Di mana lahan pemerintah yang bisa diaktifkan. agak ke tengah kota. kita harus memodernisasi hunian terhadap MBR ini. Kita juga minta wujud nyata dukungannya.000 tower yang digulirkan sejak 2007 silam mengalami mati suri.Soekarno Hatta” sebagai proyek rumah susun milik pertama di Bandung.000 Tower ini dijalankan pertama kali. di samping itu harga terjangkau untuk masyarakat. Apalagi Apartemen Sanggar Hurip . Jawa Barat. Dulu ada aturan yang bagus.Jadi ini bagaimana? Maksud saya begini. Dan pada saat keluar harga itu sudah nggak bisa cocok lagi dan sudah harus naik lagi. Kedua. tapi harus komprehensif. Bagaimana Anda melihat perkem­ bangan program 1. keberpihakan dulunya sangat memperhatikan sekali kesulitan-kesulitan pengembang untuk menggolkan 1. rusun itu kan ada FLPP-nya yang digulirkan pemerintah yang disalurkan oleh perbankan. adalah lakon dibalik kesuksesan perusahaan. Itu kan penting sekali sehingga siapapun akan tertarik untuk menyukseskan program ini. kemudahan dalam hal pembiayaan.Maret 2013 B “Kementerian Satu Step Selalu Terlambat” gori bersubsidi konsumen tetap tidak bisa akses. Tanggapan Anda mengenai sulitnya mencari lahan? Dari kementerian banyak memberikan solusi. cukup hanya melihat pokok kre­ ditnya masuk FLPP atau tidak. Sehingga tidak menarik lagi. PT. Perumahan Cisaranten Indah. saat ini dirasa kurang. Misalnya dalam hal menda­ patkan izin. juga harus mengeluarkan insentif yang konkrit bukan hanya diatas kertas. bagaimana prospek pemba­ ngunan rusunami? Betul. Misalnya harga rusun itu dievaluasi. tapi bukan artinya tidak bisa di realisasikan. terutama dukungannya. Yang jadi masalah dukungannya. Kepada HUD Magazines. Komprehensif dukungan.

Siasati Bangunan Sebenarnya banyak cara agar program merumahkan MBR khususnya yang berada di tengah kota mendapatkan hunian yang layak. Delta Pinang Mas/ Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Rumah Susun DPP APERSI 2010 – 2013 Agar Tak Salah Sasaran.5 juta Rupiah/bulan. Salah satu cara yang dilakukan oleh PT Delta Pinang Mas yang merupakan pengembang rusunami Delta Cakung adalah dengan menyiasati bentuk bangunan. tak memerlukan lift untuk mengangkut penghuni rusunami ke lantai-lantai atas. “Dengan bentuk desain interior demikian. Konsep sewa-beli dapat berlangsung selama tiga tahun. Ironisnya. tingginya hanya 6 lantai yang terdiri dari 2 tower dengan total unit sebanyak 520. 26 . masyarakat bawah mengembalikan uang hasil akad untuk dikembalikan kepada penyandang dana. Endang mengatakan sebagian besar masyarakat bawah bia­ sanya tidak lolos verifikasi perbankan karena berbagai urusan administrasi tidak terpenuhi seperti data sumber pendapatan yang mengharuskan memiliki penghasilan tidak kurang dari 4. karena dari sisi perawatan tentunya akan lebih mudah dan juga mengurangi biaya tinggi. Hampir 100 persen masyarakat menengah atas membeli unit rusunami dengan cara tunai. dan selama itu masyarakat bawah dapat menyelesaikan proses perbankan. Kita pun akhirnya menggunakan fasilitas ini dengan bantuan dari Kemenpera. Namun dalam perjalanannya setelah adanya subsidi fasilitas lift barulah dioperasikan lift. “Ini juga karena tuntutan masyarakat. investor rusunami juga kerap memindahtangankan kepemilikan unit dengan harga jual setara apartemen menengah atas. ternyata ada hal lain yang patut jadi pemikiran baru agar konsep rusunami ini tepat sasaran. pemerintah juga berjanji akan memasilitasi kepemilikan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). serta biaya charge dan biaya administrasi selama sistem sewa-beli ini berlangsung. Padahal. investor tentunya akan lari karena bentuknya kurang menarik. Selanjutnya dengan ketinggian yang minim ini. Direktur Utama PT. Faktor verifikasi perbankan selalu menjadi ganjalan MBR tidak lolos uji kelayakan sebagai syarat memiliki hunian. Instalasi air dan listrik yang dibalut pipa disusun rapi di dinding bagian atas dan samping. Direktur Utama PT. Bahkan untuk tujuan lain. Hal ini memang banyak terjadi dalam penjualan rusunami.Laporan Utama Endang Kawijaya. pengembang rusunami Delta Cakung. berbagai elemen yang bisa disiasati diantaranya bangunan diminimalkan bentuk dan fungsinya. Rusunami Delta Cakung tidak dikembangkan dalam ketinggian kebanyakan rusunami. Rencananya kita akan melakukan prosesi topping off dalam waktu dekat ini. Untuk itu. melalui skema sewa-beli. dengan konsepnya yang sederhana ini. umpama pekerja katakanlah Jamsostek. Rusunami yang dibeli oleh kalangan mene­ ngah atas pun disewakan dengan nilai yang berlipat-lipat dari nilai kredit. saat pertama kali merencanakan pembangunan rusunami ini berpatokan pada ide awalnya bahwa rusunami ini diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. karena potensi sewanya memang ada dan juga besar. ketimbang membeli secara tunai. Maka tak heran kondisi di lapangan justru kian menyulitkan MBR untuk memiliki rumah tapak murah atau rusunami. konsumen Delta Cakung. Ini menunjukkan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat bawah sebagai pengguna langsung masih sangat bergantung pada fasilitas pembiayaan kredit yang diharapkan dapat lebih berpihak pada MBR. program rusunami yang semula diperuntukkan bagi masyarakat bawah justru bergeser membidik pasar kalangan yang tak semestinya. Endang Kawidjaja menceri­ takan. bunga kepada penyandang dana talang­ an. tingginya minat masyarakat bawah untuk menyicil atau mengangsur kredit hunian tanpa memperhitungkan suku bunga kredit. terkait kedalaman pondasi bangunan yang tentunya akan mengurangi biaya pembangunan.” tegas Endang (aan). Dia menjelaskan dalam urusan ini ada jalan keluar lain bagi masyarakat bawah untuk memiliki rusunami. Nah. Terbukti dari 520 unit yang ada semuanya sudah terjual dan 90 persen penjualannya menggunakan FLPP. Sewa-Beli Bisa Jadi Solusi D sumber foto: dok. Pada tahun ketiga sewa-beli.” kata Endang. Sayang. Idenya berangkat dari kenyataan bahwa dari sepuluh calon pembeli rusunami dari masyarakat bawah. Dan yang paling memangkas pengeluaran adalah dalam setiap unit rusunami tak menggunakan plafon. Namun ini tak mengurangi estetika ruangan. Delta Pinang Mas. pribadi alam berbagai kesempatan pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat menyampaikan bahwa selain rumah murah tapak. Berbagai urusan kredit yang membelit masyarakat bawah dalam proses kepemilikan rusunami justru menjadi celah bagi masyarakat menengah atas dalam memperoleh rusunami yang ditujukan untuk tujuan investasi. konsep ini hanya sebatas ucapan saja tak sesuai harapan dan tak berjalan. Tapi bagi mereka yang ingin memiliki hunian murah di tengah kota ini tak masalah. hanya sekitar dua hingga tiga calon pembeli rusunami masyarakat bawah yang lolos verifikasi. kemudian disewakan kembali dengan tujuan agar imbal hasilnya dapat melebihi keuntungan deposito. Salah satu solusi ditawarkan oleh Endang Kawidjaja. masyarakat bawah dapat memiliki rusunami dengan syarat membayar 4 komponen.” jelas Endang. di antaranya uang muka. “Dengan skema sewa-beli. Ini dilakukan untuk mengurangi beban bangunan.

5 April 2013 27 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Maret 2013 Program 1. GRAHA RAYHAN TRI PUTRA Edisi 3 .000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .5 April 2013 Sukseskan Program 1.000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Program 1.000 Tower Sukseskan 5 April 2007 .5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1.PT.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.

bangsa dan negara. yang saat itu masih merupa­ kan teknologi impor. program ini terus dilanjutkan sampai saat ini. yang didampingi oleh beberapa menteri terkait dan kepala daerah. Pada tanggal 5 April 2007. karena menentukan keseimbangan antara keandalan bangunan dan harga ba­ ngunan. Dari aspek teknis dan teknologis.000 tower. Sistem precast saat ini memang merupakan pilihan utama. Momen ini adalah sangat penting. Menjelang 6 tahun berlangsungnya program ini. Kilas Balik Aspek Teknis dan Teknologi Rumah Susun Program rumah susun secara sistematis dimulai dari sejak tahun pembangunannya di Sarijadi Bandung pada tahun 1974 oleh Perum Perumnas. Sistem precast adalah sistem yang memang mempunyai keunggulan in­ trinsik yang lebih baik dari sistem konvensional dalam hal mutu. Tulisan ini menyajikan kaji aspek teknis dan teknologis yang dimulai dari kilas balik program rusun dari sejak pertama kali secara formal diterapkan pada tahun 1974. Pembangunan dilakukan dengan mengguna­ kan suatu prototipe desain gedung 4 lantai yang dibangun dengan teknologi sistem prefab “Brecast” yang berasal dari Inggris. Hari Nugraha Nurjaman. Pemerintah sudah mulai meng­ antisipasi fenomena ini dengan membuat suatu program pembangunan rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang lebih sistematis. juga merupakan terobosan karena menggunakan suatu proto­ tipe desain dan sistem pembangunan prefab. seperti terlihat pada Gambar 1. hal ini merupakan antisipasi jauh ke depan bahwa masyarakat perkotaan akan tinggal di rumah vertikal.000 Tower DR. regulasi khusus yang dibuat untuk mendukung pro­ gram 1. penduduk perkotaan sudah mencapai 40%. dan memberi gambar­ an ba­ gaimana seharusnya program 1.000 tower pada saat ini dilaksanakan. karena belum ada industri konstruk­ si nasional yang menguasai teknologi ini pada bangun­ an gedung secara utuh. melalui Keppres 22 Tahun 2006. dilakukan ground breaking di Rumah Susun Milik Pu­ logebang Jakarta yang dilakukan sendiri oleh Presiden.4% penduduk di Indonesia tinggal di daerah perkotaan. seperti terlihat pada Gambar 2 dalam ku­ run waktu 1979 – 1995. Salah satu persyaratan keberhasilannya adalah pemenuh­ an persyaratan teknis dan teknologis. serta masukan untuk pelaksanaan program ini ke depan. dan biaya yang ekonomis. Dari aspek kebijakan. pasang surut penerapan di lapangan. Pada tahun 2000. Saat ini. padahal sampai tahun 1980 baru 22. Pada tahun 1995.Laporan Utama Program 1. Gambar 1 Rumah Susun Sarijadi Bandung dengan Sistem Brecast Perum Perumnas melanjutkan program pembangunan rusun di kota-kota besar lain seperti di Jakarta. Palembang dan Medan. dengan Perum Pe­ 28 .Ir. pada pelak­ sanaannya mengalami pasang surut. namun melihat esensi dan urgensinya ke masyarakat. rusun-rusun itu menjadi terletak di pusat-pusat kota. Gambar 2 Rusun Terbangun Tahun 1979 – 1995 di Kota-kota Besar (Jakarta dan Palembang) Urbanisasi di Indonesia terus meningkat dengan cepat. kecepatan. Teknologi yang digunakan pada u­ mumnya juga sistem prefab. MT* Kajian Teknis dan Teknologis P rogram 1000 Tower adalah program percepatan pembangunan rumah susun untuk masyarakat ber­ penghasilan menengah bawah perkotaan yang diga­ gas Pemerintah pada masa kabinet Indonesia Bersatu jilid I. yang secara realitas menentukan pasang-surutnya program ini. namun pada tahun itu boleh dikatakan pertama kali diterapkan di In­ donesia untuk bangunan gedung. karena meru­ pakan terobosan baik dari aspek kebijakan maupun dari aspek teknis dan teknologis.

Maret 2013 rumnas menjadi ujung tombaknya. Pada awalnya. Gambar 4 Sistem Pracetak yang Berkembang pada Kurun Waktu 1995 – 2002 Gambar 5 Pelaksanaan Rusuna pada 2002 .2002 Pada fase inilah pemerintah mendorong pihak industri konstruksi nasional untuk mengembangkan sistem pra­ cetak secara mandiri. Pada fasa ini lah terintis suatu sinergi yang baik antara pemerintah. terjadi perubahan be­ sar pada pihak yang menangani rusun untuk MBR. Pelaksanaan rusun pada era ini dapat dilihat pada Gambar 5. desain dilaku­ kan secara khusus untuk tiap lokasi. penemu dan indus­ tri konstruksi nasional sehingga secara teknis dan teknolo­ gis kemampuan industri konstruksi nasional berkembang Pada era reformasi yang mulai menampakkan kesta­ bilannya pada tahun 1999 – 2004. diikuti oleh beberapa sistem lain. dan Batam. sehingga sampai tahun 2002 tersedia 6 sistem pracetak tahan gempa untuk bangunan gedung bertingkat medium. masing-ma­ sing menggunakan desain prototipe antara 4 – 6 lantai dan menggunakan sistem pembangunan yang lebih baik dari sistem konvensional. seperti terlihat pada Gambar 3. dalam menghasilkan rusun untuk MBR yang berkuali­ tas. seperti terli­ hat pada Gambar 4. Pelaksanaan program ini dilaku­ kan dalam kondisi negara yang berubah secara drastis. Surabaya. Pe­ merintah Pusat mengambil alih peran utama lewat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan lewat Kementerian Pekerjaan Umum (dengan berbagai variasi namanya).Edisi 3 . Peresmian program ini langsung dipimpin oleh Presiden. di lokasi pembangunan rusun di Cengkareng. 29 . Program ini di sokong oleh beberapa pemerintah kota be­ sar seperti Jakarta. Jamsostek dan lainnya. namun seiring dengan kebutuhan yang semakin besar. Dari segi teknis dan teknologis. peneliti. lewat program uji coba rumah susun di 10 kota besar di Indonesia. dengan kapasitas produksi massal dengan harga yang ekonomis. Proses dimulai dari alih teknologi pada pembangunan rusun Cengkareng (1995). Pada tahun 1998. yang saat itu sudah itu terdiri dari sistem pracetak dan sistem formwork. Program secara efektif dimulai tahun 2002. maka dibuatlah prototipe desain rusunawa Kementerian Pekerjaan Umum T-24 (2006). yang lalu dilanjutkan dengan penelitian dan pengembangan sistem pracetak tahan gempa oleh beberapa industri konstruksi nasional dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Per­ mukiman (Puskim) Kementerian Pekerjaan Umum. teru­ tama dalam aspek hubungan pemerintah pusat dan daerah serta metoda pengadaan barang jasa yang harus mengikuti aturan implementasi APBN. yang saat itu dijabat oleh Soeharto. paten pertama dihasilkan oleh industri kon­ struksi nasional. serta beberapa Badan Usaha Milik Negara seperti PT Pelindo.2006 Gambar 3 Pembangunan Rusun Era Tahun 1995 .

agar secara desain lebih efisien dan peningkatan kualitas dapat dilakukan secara kontinu ber­ dasarkan desain yang standar. disusunlah proto­ tipe rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum seperti terlihat pada Gambar 6. terbukti dapat di­ terapkan dengan harga yang tidak lebih mahal dari sistem konvensional. Pada aspek material. juga merekomen­ dasikan beberapa hal yang da­ pat membuat desain bangunan menjadi ekonomis. Pada bagian akhir.Laporan Utama Pada era ini. Peraturan teknis dan teknologis ini menjadi bagian terintegrasi dari seperangkat peraturan lain dari berbagai Gambar 7 Prototipe Rusun Bertingkat Tinggi dari Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 Kementerian dan Pemerintah 1 3 30 . seperti sistem pracetak dan sistem formwork.000 Tower dalam as­ pek persyaratan teknis dan rekomendasi teknologi agar mendapatkan bangunan yang memenuhi persyaratan na­ mun ekonomis. Regulasi Khusus untuk Mendukung Program 1. Suatu studi dari berbagai penerap­ an sistem pracetak di berbagai daerah. kenyamanan. walaupun dalam jumlah 1 blok rusun saja di berbagai daerah jauh dan terpencil seperti Jayapura. sistem pracetak tetap menjadi andalan implementasi program. Pedoman ini melengkapi peraturan yang sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. Nunukan dan Entikong. 15 dan 20 lantai seperti terli­ hat pada Gambar 7. misal­ nya direkomendasikan peng­ gunaan beton pracetak untuk dinding fasad serta beton ri­ ngan atau kalsiboard/gipsum untuk dinding partisi dalam. kesehatan. serta estimasi biaya pembangunan­ nya untuk rusun bertingkat 8. yang meli­ puti persyaratan keselamatan. selain menetap­ kan persyaratan keandalan bangunan gedung. misalnya direkomendasikan menggunakan sistem pem­ bangunan yang lebih baik dari konvensional. Kementerian Pekerjaan Umum mener­ bitkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/ PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. Pada aspek arsitektur dan Mechanical Engineering (ME) Gambar 6 Prototipe Rusunawa T24 Kementerian Pekerjaan Umum misalnya direkomendasikan pencahayaan. Pada aspek konstruksi. Berdasarkan studi dari berbagai desain dan penerapan sistem pracetak. dan kemudahan. juga disam­ paikan contoh desain bangun­ an rusun tingkat tinggi yang memenuhi rekomendasi.000 Tower Untuk mendukung program 1. Kedua peraturan ini. penghawaan dan kendali bau dilakukan secara alami.

200.000.000.000 tower pada dasarnya membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk berpartisipasi. agar swasta dapat terlibat untuk mendukung program pengadaan perumah­ an bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah di kota-kota besar.05/PRT/M/2007 (tipe yang lebih kecil.000 tower dengan penghuni yang tidak masuk kategori MBR. yaitu krisis moneter yang mengakibatkan kenaikan drastis harga besi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang juga menaikkan hampir seluruh komponen harga bangunan. Maka ter­ ciptalah suatu pasar baru.000 tower diresmikan oleh Presiden pada tanggal 5 April 2007. serta mengisi rusu­ nami program 1.05/PRT/M/2007. apartemen umumnya berharga Rp.-. Pada waktu sebe­ lumnya. Pengembang lalu menyikapinya secara pragmatis. Peraturan tersebut pada dasarnya memberikan berbagai insentif. yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya . ada kamar tidur yang tidak mendapat cahaya langsung. Penerapan di Lapangan (2007 -2012) a.000. karena secara finansial cukup menarik dan banyak insentif yang ditawarkan. lewat pembangunan rusunami di lahan Perumnas di Pulogebang.bahkan oleh para pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun -. Program Rusunami bersama Pengembang Program 1. fasilitas dalam bidang perpa­ jakan dan lain-lain. Sejak itu pengembang swasta mulai banyak yang masuk ke pembangunan rusunami. Pengembang minta harga disesuai­ kan. yaitu “apartemen murah’ de­ ngan harga dibawah Rp. Keseluruhan desain dan metoda pelaksanaan memenuhi persyaratan teknis dan teknologis dalam Permen PU No. fasilitas yang mem­ beri kemudahan perijinan. ko­ ridor lebih sempit. Secara faktual. Gambar 8 Peresmian Program 1000 Tower di Rusunami Pulogebang Gambar 9 Beberapa Contoh Desain Rusunami yang Tidak Memenuhi Persyaratan Teknis 31 . seperti terlihat pada Gambar 9.000. Program ini mulai menghadapi cobaan berat pada akhir 2007 dan awal 2008. ketika terjadi dua kali kejadian pen­ ting.Edisi 3 . seper­ ti terlihat pada Gambar 8. seluruh asumsi dasar per­ hitungan yang digunakan dalam membuat regulasi pendu­ kung menjadi mentah.500. kamar mandi tidak ada ventilasi dan lainlain).ke atas. namun pihak pemerintah tidak mampu melakukan hal tersebut karena alasan-alasan “birokratis”. harga khusus untuk posisi tertentu) bahkan sampai penurunan kualitas desain sampai dibawah standar yang ditetapkan dalam Per­ men PU No. mulai dari penaikan harga secara halus (peningkatan kualitas. Hal ini diperlukan karena program 1. yang jelas hanya bisa dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.Maret 2013 Daerah yang menyangkut harga jual.

masih berharap bahwa Pemerintah – yang sudah mengundang mereka masuk – untuk bisa ‘memahami’ entusiasisme mereka dalam mendu­ kung program 1. Program Rusunawa dari APBN/APBD Program rusunawa dari APBN/APBD ditangani di pusat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Pembagian tugas antara Kemen PU dan Kemenpera sebenarnya cukup jelas. Di pihak pemerintah sendiri. dan bahkan terkesan menganggap pengem­ bang berusaha mengambil untung “terlalu besar”. yaitu Pergub Nomor 29/2009. melalui pembinaan yang berkesinambungan pada para pelaku pembangunannya. seperti terlihat pada Gambar 10. hampir semua rusunawa diba­ ngun dengan prototipe T-24 dengan menggunakan metoda pracetak. Ancaman lain adalah tim penye­ lidik pajak yang mengancam akan memberi sanksi pidana bagi pengembang yang memberikan bagian dari rusunami yang diusulkan termasuk program 1. tepat waktu. Di luar dari carut marut tersebut. sehing­ ga secara alami para pengembang menggunakan prinsipprinsip aspek teknis dan teknologis yang tercantum dalam Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007 untuk mendapat­ kan bangunan yang efisien. Baru pada tahun 2011 . namun dengan carut marut yang ada mereka memutuskan menjual produk yang sudah terlanjur dibangun dengan sama sekali tidak menggunakan fasilitas insentif pemerintah. sehingga para pengembang swasta secara resmi ramai-ra­ mai mengundurkan diri dari program 1. Pukulan paling mematikan adalah keluarnya revisi Per­ gub tentang rusun. Para pengembang swasta yang sudah masuk ke program ini -dengan sudah melakukan investasi. Jelas bahwa saat ini pengembang swasta sudah punya pilihan di pasar “Apartemen Murah”. Ke­ seluruhan sikap pemerintah ini dianggap “pengkhianatan”. Pemerintah melalui Kemenpera akhirnya merevisi harga jual rusunami menjadi Rp. selagi dilakukan diskusi untuk menyepakati aturan teknis. yang kemudian di­ lakukannya “razia” penyegelan banyak rusunami yang tidak memiliki IMB. ekonomis dan yang penting tidak bocor). yang menyebabkan pengembang rusunami harus membayar denda. dan juga Pergub DKI (misalnya insentif KLB) belum secara selaras direvisi kembali. walau di lapangan terkadang masih tumpang tindih.Kementerian PU menyatakan bahwa sudah di­ capai taraf mutu rusunawa yang baik (fungsional.000 tower. dengan jumlah rusun yang dibangun meningkat secara proporsional. Diskusi aspek teknis ini berlangsung hampir 2 tahun sampai tahun 2009. suatu legasi yang tidak terbantahkan adalah munculnya pasar baru “Apar­ temen Murah” yang berharga Rp. Pihak DKI lalu membekukan proses perijinan rusunami.216 juta. Pasar ini tadinya merupakan “exit” dari pengembang swasta yang terlanjur masuk ke program 1. kepada penghuni yang tidak memenuhi persyaratan MBR. termasuk masalah kepadatan hunian yang berimbas ke insentif KLB yang ter­ cantum dalam Pergub Nomor 137/2007.000 tower.4 tahun setelah ditetapkan standar prototipe .000 tower. b. Pada tahun 2007 – 2012. maka peningkatan kualitas dapat dilakukan secara sistematis. Gambar 10 Pembangunan Rusunawa Kementerian PU 2007 – 2012 dengan prototipe T-24 Gambar 11 Menteri PU dalam Peresmian Rusunawa Kampus ITB 2011 32 . agar dapat dijual pada segmen pasar baru tersebut.200 jutaan. namun pada dasarnya sikap mereka adalah “wait and see” apakah peme­ rintah konsisten dalam merevisi regulasi yang terkait.Laporan Utama Aspek penurunan kualitas desain inilah yang mendo­ rong Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK) mengirim surat secara khusus ke Gubernur DKI. seperti yang dinyatakan Menteri Pekerjaan Umum pada peresmian rusunawa mahasiswa Institut Teknologi Bandung di Jatinangor seperti terlihat pada Gambar 11.000 tower. untuk meninjau kembali persyaratan teknis rusunami. De­ ngan cara yang konsisten ini. yang secara efektif merevisi berbagai insentif. Kemen PU sampai saat ini konsisten mengembangkan program rusunawa berdasarkan aspek teknis dan teknolo­ gis. Pada tahun 2012. yang memang terdiri dari banyak instansi. tampil­ an baik. jadi tidak perlu bergantung lagi pada “janji-janji” pemerintah. Pasar ini ternyata sangat kuat. Pasar ini tadinya tidak terpikirkan oleh pengembang swasta paling berpengalaman sekalipun. serta di daerah oleh beberapa Pemda seperti Pemda DKI Jakarta dan Pemkot Surabaya. tidak sepenuh­ nya bisa satu suara dalam menyikapi hal ini. Birokrasi tidak dapat memahami mengapa pengembang meminta penye­ suaian harga. namun aturan dari Kementerian lain yang mendu­ kung (misal perpajakan).000 tower. Para pengembang swasta sudah menyatakan secara verbal akan kembali mendukung program 1.

di era Gubernur baru. dan dibuat sesuai tematik dominan penghuninya (misalnya tematik nelayan. Pemda DKI Jakarta sampai saat ini masih mengikuti pola Kemen PU untuk rusunawa bertingkat medium sam­ pai 6 lantai. Kemenpera justru meng­ gagas konsep rusun super tinggi (di atas 24 lantai). Ada kesan bahwa bangunan 2 – 3 lantai “mudah” dibuat.000 tower. untuk DKI Jakarta. Saat ini sedang terjadi diskusi yang intens antarberbagai pihak terkait.Edisi 3 . Kemen PU berharap desain ini dapat menjadi contoh nyata bagi pihak-pihak lain yang akan membangun rusun bertingkat tinggi. sehingga sampai saat ini belum bisa terwujud. Kemen PU akan melang­ kah ke variasi desain prototipe yang lain. dan bahkan sebagian direncanakan di atas jembatan kali Cili­ wung. yaitu penggunaan desain prototipe dan metoda pracetak. mempunyai pencirian etnik Betawi. Pencanangan ini dilakukan sendiri oleh Menteri PU pada tahun 2013.Maret 2013 Gambar 12 Rusunawa Rempoa. serta peningkatan jumlah rusun per tahun secara gradual.000 Tower ke Depan Berbagai pengalaman penerapan yang dijabarkan sebe­ lumnya. dilakukan pem­ bangunan rusunawa bertingkat 10 double loaded corridor dengan kombinasi unit tipe 36 dan 24 di Rempoa. pasar tekstil). Sebagai uji coba. Masukan untuk Program 1. Pada tahun 2012. yaitu tipe yang lebih besar (mengarah ke tipe 36 sesuai dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun) dan bertingkat tinggi. Kemenpera sampai tahun 2011 mengikuti pola Ke­ men PU. Di sisi lain. terjadi perubahan orientasi yang tidak sepenuhnya berdasar kajian teknis dan teknolo­ gis yang tepat. Untuk rusunawa “reguler” jumlah dilipat gandakan dengan pengurangan jumlah lantai hanya men­ jadi 2 – 3 lantai. program ini tidak dapat optimal dijalankan. Pengabaian ini menyebabkan banyaknya pembangunan rusun tahun 2012 yang tidak tepat waktu dan kualitas yang tidak baik. terlihat jelas aspek teknis dan teknologis adalah aspek alamiah penting yang harus diperhatikan oleh selu­ ruh pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam program 1. se­ perti terlihat pada Gambar 12. karena hal tersebut memang sudah merupakan kebutuhan khusus. yang dikhususkan untuk pegawai Kemen PU. Jika diikuti pasti akan 33 . Konsep ini merupakan loncatan yang terlalu jauh dari aspek teknis dan teknologis. Pem­ da DKI bertekad untuk membangun rusun tingkat tinggi untuk MBR dalam jumlah yang sangat banyak. Pada tahun 2012. Uji Coba 10 lantai tipe 36 dan 24 Baru setelah aspek teknis dan teknologis dapat dikuasai dengan baik oleh para pelakunya. sehingga tidak memerlukan persiapan as­ pek teknis dan teknologis yang terlalu “serius”. namun perlu dicatat bahwa tanpa didukung persiapan aspek teknis dan teknologi yang tepat. Gubernur secara spesifik sudah menyampaikan agar de­ sain rusun tidak “kaku” dengan berbasis hanya fungsional.

baik bertingkat me­ dium maupun bertingkat tinggi.000 tower saat ini menunjukkan bahwa jika program di­ lakukan dengan pertimbangan teknis dan teknologis yang benar akan membahwa kemaslahatan. sehingga peran Pemerintah sebenarnya sangat diharapkan disini. perlu persiapan yang baik dari aspek teknis dan teknologis. aspek teknis dan teknologis merupakan aspek natural yang harus menjadi pertimbangan utama para penentu kebijakan (Pemerin­ tah) dan pemangku kepentingan (Pengembang dan para profesional). Para pengembang memang saat ini sudah mem­ punyai pasar baru “Apartemen Murah Kelas 200 jutaan se­ bagai ekses dari program 1. juga perlu dibuat terobosan me­ ngenai cara pengadaan barang dan jasa bersumber dari APBN dan APBD. diharapkan dapat meningkatkan ke­ mampuan teknis dan teknologisnya baik secara faktual (de facto) maupun secara hukum (de jure). sedangkan Kemen­ pera sepertinya justru sedang “jatuh” dalam masalah ini. Berdasar­ kan pengalaman sifat pasar. dengan re­ gulasi-regulasi di sektor lain terutama di sektor fiskal (di Kementerian Keuangan) dan insentif (di Pemda. Pengalaman pembangunan rusun dari sejak dimulai secara sistematis sejak 1974 sampai pada program 1. sehingga tidak terlalu berharap akan “janji-janji” pemerintah tersebut. Terdapat terobosan menarik yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemda DKI saat ini. Jika produk dan harganya sudah masuk daftar. Keseluruhan harga produk dikaji dengan tim independen. kualitas manajemen. sehingga dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak yang akan mengembangkan rusun. biasanya justru gagal menghasilkan perencana dan barang yang tepat mutu dan waktu. pemerintah harus mendukung hal yang su­ dah diterobos Kemenpera yang sudah menaikkan harga jual berdasarkan kajian teknis dan teknologis.000 tower pada dasarnya adalah program de­ ngan tujuan mulia untuk memberi kesempatan masyarakat berpenghasilan menengah bawah untuk mendapatkan hunian yang layak. setiap rusun harus melalui proses tender desain dan tender pelaksana­ an. Hunian yang layak akan menjamin tumbuhnya masyarakat yang sehat dan kuat. mempunyai ciri Betawi. Dengan pola yang ada. Kementerian Perumahan Rakyat agar kembali ke “khittah” nya. justru akan membawa azab. Jadi keinginan Gubernur yang selalu disampaikan dalam tiap kesempatan “Jika lahan. Cara pelelangan yang berpatok pada “harga terendah” sepertinya jika terapkan secara naif. Akan sangat menarik jika konsep ini bisa diterapkan pada produk rusun dengan sistem prefabrikasi dengan desain prototipe tertentu yang sudah memenuhi kajian teknis dan teknologis yang benar. Untuk asosiasi. lalu disahkan oleh LKPP. agar pembangunan rusuna­ wa bertingkat tinggi dalam jumlah banyak dengan desain yang “tidak kaku”. peralatan pendukung. maka pengguna jasa dapat membeli langsung ke pemasok tanpa melalui tender. Kemen­ terian Pekerjaan Umum diharapkan untuk terus konsis­ ten menjadikan aspek teknis dan teknologis sebagai dasar utama. Jika diabaikan atau bahkan diingkari. sehingga program pembangunan rusunawa dapat dilakukan kembali dengan baik. yang ditetapkan ke­ wajarannya oleh tim penilai khusus dan di­ sahkan bersama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Peme­ rintah (LKPP). dengan memanfaat­ kan peluang e-purchasing dalam Pasal 110 Perpres 70/2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. yang pasti mendatangkan azab. dan kapasitas produksi. sama saja dengan pengingkaran hukum alam (yang me­ rupakan juga Hukum Tuhan). Kemampuan secara hukum adalah membuat para pelaku konstruksi mempunyai sertifikat keahlian dan badan usa­ hanya mempunyai sertifikat badan usaha yang khusus un­ tuk teknologi non konvensional (misalnya seperti sistem pracetak dan sistem formwork untuk struktur) seperti yang digariskan oleh Permen PU Nomor 05/PRT/M/2007. 34 . dan mempu­ nyai tematik sesuai fungsi sesuai harapan Gubernur dapat terlaksana nantinya dengan baik. agar apartemen rusun tingkat tinggi yang terjang­ kau akan tetap ada bagi masyarakat berpenghasilan me­ nengah bawah. Pada pasal ini dapat dibuat standar harga produk. Kemen PU saat ini sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan regulasi yang ada.000 tower. yang pada akhirnya akan membawa bangsa Indone­ sia menuju gerbang kemakmuran dan kesejahteraan se­ perti yang diinginkan oleh kita semua.Laporan Utama membawa berkah. Cara ini sangat memotong waktu imple­ mentasi program dengan tetap dalam koridor hukum yang berlaku (sudah diterapkan misalnya pada normalisasi su­ ngai dengan turap beton). Program 1. besok langsung cor” dapat terjembatani. sehingga cocok untuk antisipasi karakter Gubernur DKI yang baru. Dari aspek hukum. Kemampuan faktual adalah peningkatan sumber daya manusia. Untuk program rusunami yang konsepnya melibatkan pengembang. harga “Apartemen Murah” ini akan berangsur-angsur naik jika tidak ada penyeimbang. yang pada tahun 2020 diperkirakan jumlahnya 60% tinggal di perkotaan. *Anggota Tim Pakar HUD Institute/ Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I). namun jika diabai­ kan atau diingkari. Penutup Pada setiap pekerjaan konstruksi. Untuk program rusunawa dari APBN/APBD. perijinan dan dana sudah siap. Untuk Pemda DKI. terutama di DKI).

000 Tower 5 April 2007 .com hudmagz@gmail. 14A.com 35 . Ciputat-Tangerang Selatan Email: lpp3hudjkt@gmail.HUT Bank BTN ke 63 HUT REI ke 41 HUT Bapertarum PNS ke 20 HUT Otonomi Daerah ke 17 Sukseskan Program 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. Arya Putra No.5 April 2013 Alamat Redaksi: Yayasan LP P3I/The HUD Institute Jln.

Menjadi menarik kemudian melihat dari dekat bagaimana sebuah kota mempersiapkan diri menjadi sebuah metropolitan. dan pemangku kepentingan lainnya. dan bincang-bincang dengan walikota Pekanbaru. Peningkatan kapasitas listrik terpasang juga dilakukan melalui berbagai sumber baik pembangkit listrik tenaga uap dari batubara.Laporan Khusus Kota Pekanbaru: Menyongsong Era Metropolitan P ertumbuhan kota-kota besar di Indonesia terbilang sangat pesat. pembangkit listrik tenaga sampah. penyiapan infrastruktur kota juga dilakukan sebagai antisipasi pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Peningkatan kapasitas layanan air minum pun dilakukan bekerja sama dengan investor. Selain itu. serta jaringan jalan. Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Terjadi keterpaduan antara pendidikan formal dan pendidikan moral. setidaknya melalui visinya. Terkait transportasi publik dilakukan penambahan jumlah bus kota. diperkirakan tahun 2013 angka 1 (satu) juta jiwa telah tercapai. Pembenahan pendidikan dilakukan melalui gerakan bersama antara pemerintah. Tulisan ringkas ini merupakan hasil pengamatan langsung. Dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 4. Masyarakat didorong berperilaku hidup bersih dan sehat. Penyediaan fasilitas yang menjadi prioritas adalah saluran drainase yang didahului dengan penyusunan rencana induk pengembangan drainase sebagai upaya mengatasi sumber foto: istimewa banjir.47 persen per tahun. Pengelolaan sampah juga menjadi kepedulian dengan memanfaatkan TPA sistem sanitary landfill dan melibatkan masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah. Bahkan beberapa kota besar dalam waktu dekat akan naik kelas menjadi kota metropolitan. Pekanbaru telah menjadi kota ketiga berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera. Pelayanan kesehatan dengan pendekatan preventif. pengembangan sumber daya manusia melalui ‘gerakan’. Sekilas Kota Pekanbaru Sejak tahun 2010. penambahan koridor. H. Intinya. pemerintah kota berinisiatif mengundang para pengembang yang mengajukan ijin untuk melakukan ekspose di hadapan walikota dan seluruh SKPD. Hal ini dibuktikan dengan langkah antisipatif pemerintah kota melalui penyebaran pusat kegiatan dengan memindahkan pusat pemerintahan kota ke wilayah yang lebih rendah kepadatannya. Birokrat tidak sekedar pegawai pemerintah tetapi juga 36 . Ciri-ciri sebuah metropolitan telah lama disandangnya. Di antara kota besar dengan jumlah penduduk yang mendekati 1 (satu) juta jiwa adalah kota Pekanbaru. yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang Madani”. Pembenahan birokrasi dilakukan dengan perubahan paradigma dari atasan-bawahan menjadi mitra kerja. setelah Medan dan Palembang. Untuk mencegah pertumbuhan kawasan perumahan dan permukiman yang tidak terkendali. Laju pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang cukup pesat mencapai 9. ulama dan masyarakat yang dikenal dengan nama Sekolah Mengaji. Langkah Antisipatif dan Kreatif Pemerintah kota Pekanbaru terlihat siap dalam menyongsong keberadaan kota Pekanbaru sebagai kota Metropolitan. pertambahan penduduk yang tinggi. menjadi pendorong tingginya laju pertumbuhan penduduk. Pertemuan ini juga menjadi ajang saling bertukar informasi antara pemerintah dan pengembang sehingga terbentuk kesamaan paradigma pembangunan kota. Misalnya saja. Setiap pimpinan unit menandatangani pakta integritas dan mempunyai indikator kinerja yang dievaluasi setiap 3 (tiga) bulan. serta penduduknya yang multi etnis. dan pembangkit listrik tenaga gas. Firdaus.05 persen per tahun (2011). lapangan pekerjaan didominasi perdagangan dan jasa. Langkah ini terbilang sistematis karena didahului oleh revisi tata ruang.

dbestlists. Fakta 3: Jumlah penduduk mencapai 937. dengan tingkat pertumbuhan penduduk di atas rata-rata nasional.2 juta. Fakta 7: Pendapatan per kapita mencapai Rp. Keterbatasan anggaran disikapi dengan menarik investor bekerja sama dengan perusahaan daerah. Setidaknya terkait smart city. Fakta 8: Pertumbuhan ekonomi sebesar 9. liveable city dan green city. dilalui oleh su­ ngai Siak yang merupakan jalur kapal besar dari dan ke daerah peda­ laman. Hal ini diakui baik oleh pemerintah kota maupun para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI). yaitu smart city. namun terlihat upaya pemerintah kota Pekanbaru sudah menerapkan 3 (tiga) pendekatan pembangunan perkotaan. Terkendala Pembebasan Lahan Di antara beragam permasalahan yang dihadapi. Perkembangan kota yang pesat juga diantisipasi oleh pengembang. penambahan kapasitas layanan fasilitas umum.45.Maret 2013 menjadi agen perubahan. Fakta 9: Terdapat 3 (tiga) perguruan tinggi besar yaitu Universitas Riau (30 ribu mahasiswa).Edisi 3 . Fakta 2: Lokasi Pekanbaru dipandang strategis karena berada tepat di te­ ngah-tengah propinsi Riau dan pulau Sumatera. rumah makan. sumber foto: www. Beberapa skema investasi yang akan dan sedang dilakukan adalah kerja sama perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan investor Australia untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah.33%.54 triliun) lebih besar dari Realisasi Pengeluaran (Rp. eceran. Fakta 4: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 64. sementara hanya sedikit yang bekerja pada lapangan usaha pertanian (4. Sementara kendala pembebasan lahan berdampak pada lambatnya pembangunan infrastruktur dan penyediaan perumahan. Keluhan utama para pengembang adalah lamanya proses perijinan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. dan hotel (40%).1. Hal ini berakibat pada menurunnya pasokan perumahan (OM).7%). Tingginya tingkat urbanisasi telah diantisipasi dengan penyediaan lapangan kerja informal. Fakta 11: Realisasi Pendapatan Daerah (Rp. penyediaan lokasi berdagang pedagang kaki lima berikut bantuan modal memanfaatkan dana CSR (corporate Social responsibility) perusahaan dan pembentukan koperasi.45 triliun). Kesesuaian dengan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN) Walaupun belum terjalin komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat yang sedang menyiapkan KSPN (lihat juga wawancara dengan Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas). dan kabupaten Pelalawan. operate.com 11 Fakta Kota Pekanbaru Fakta1: Pekanbaru mencapai luas 632. dan kerja sama perusahaan daerah dengan investor domestik untuk membangun fiber optic bawah tanah dalam upaya menjadikan kota Pekanbaru sebagai cyber city. terdiri dari 12 kecamatan dan 58 kelurahan. dan berbatasan dengan kabupaten Siak. Fakta 6: Penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan mencapai 3. serta menjadikan keberagaman etnis sebagai obyek pariwisata budaya. yaitu 4. Sementara agar kotanya nyaman ditinggali (liveable city). yang cukup signifikan adalah tingkat urbanisasi yang tinggi dan kendala pembebasan lahan. kabupaten Kampar. Upaya menjaga lingkungan hidup juga telah dilakukan (green city) melalui upaya penyiapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bekerja sama perguruan tinggi besar. dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (17 ribu) Fakta 10: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78. Fakta 5: Penduduk sebagian terbesar bekerja pada lapangan usaha perdagangan besar.05% (terbesar di propinsi Riau).939 jiwa (2011). sosial.45% (proporsi terkecil di propinsi Riau. Selain itu. selain mengoperasikan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah secara sanitary landfill. transfer) PDAM dengan investor Korea untuk penambahan layanan air minum. Selain itu. walaupun secara absolut bukan yang terkecil). dan penyediaan Pojok APERSI bekerja sama dengan pusat pertokoan lokal.47%. dilakukan penyebaran pusat kegiatan melalui revisi rencana tata ruang. dibentuk forum komunikasi untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan pengembang. Universitas Islam Riau (16 ribu).91.26 km2. pemerintah kota sedang bersiap bekerja sama dengan swasta membangun fiber optic bawah tanah untuk mencapai Pekanbaru Cyber City. sehingga terdapat surplus sebesar Rp. jasa kemasyarakat­ an. Kepadat­ an penduduk tertinggi mencapai 12.710 jiwa per km2. dan perorangan (26%).4 miliar.1. 37 .16% de­ ngan pengangguran relatif besar mencapai 9. Sumber: Pekanbaru dalam Angka 2012. Di antaranya DPD APERSI Riau yang melakukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan rumah melalui penyediaan Rubrik Pojok APERSI bekerja sama dengan koran lokal. kerja sama BOT (build.72 (terbesar di propinsi Riau). Dibutuhkan waktu setahun sebelum ijin yang dibutuhkan dapat diperoleh.

kondisi mulai membaik dengan penambahan SR dalam dua bulan terakhir.Laporan Khusus Tahun 2030. seperti listrik. Diantaranya dengan membangun pembangkit listrik skala kecil dari non fosil berupa sampah yang berkapasitas 1. Pertama-tama kami ingin mengetahui konsep anda dalam menyikapi keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan? Penduduk kota Pekanbaru saat ini telah mencapai 1 (satu) juta jiwa. Air menjadi persoalan.000 ton per hari. yaitu Pertama. Kedua. menjadi menarik mendengarkan langsung dari Walikota Pekanbaru. setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PU. dan pengembangan outer ring road yang tersambung ke rencana jalan tol Pekanbaru-Dumai.T. Tahun 2013. kami merencanakan akan memanfaatkan gas yang akan menghasilkan 30 Kilo Watt. Pada awalnya terdapat 25 ribu SR (sambungan rumah red. Terkait prasarana jalan. H. Saat ini. Tepatnya beliau dilantik pada 26 Januari 2012. Sumber dananya berasal dari investasi swasta asing (Austra­ lia) bekerja sama dengan perusahaan daerah propinsi dan kota Pekanbaru dengan membentuk sebuah konsorsium. Untuk mengejar peningkatan jumlah layanan sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru Satu Jam Bersama Walikota Pekanbaru. Kami segera menyusun master plan drainase sebagai pedoman pembangunan pusat. yang berarti Pekanbaru telah ‘naik kelas’ menjadi kota Metropoli­ tan.membangun wilayah kota yang merata. Firdaus. direncanakan akan ada 6 koridor baru. baru menjabat selama setahun lebih. Selain itu. Hal ini dikare­ nakan perkembangan kota tertumpu di pusat kota. Kami merencanakan akan menambah tenaga listrik dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. Kota Pekanbaru Menjadi Kota Nomor Satu di Pulau Sumatera Pekanbaru sebagai salah satu kota besar di Indonesia telah berkembang cukup pesat sehingga penduduknya saat ini telah mencapai angka 1 juta jiwa. Kemudian infrastruktur lain. propinsi dan kota. M. pada akhir ta­ hun 2013 akan beroperasi pembangkit listrik tenaga uap dari batubara dengan kapasitas 2 kali 110 MW (mega watt-red) di kecamatan Tenayan. dalam menyikapi perkembangan ini kami telah menyiapkan visi yaitu “Mewujudkan kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan yang madani”. Untuk itu. S. tantangan dan permasalahannya. Terkait penyediaan infrastruktur metropolitan sebagai konsentrasi pertama anda. H. Untuk itu. Firdaus.000 SR. Sebenarnya kerja­ sama dimulai 7 tahun lalu. membangun fisik kota dengan menyediakan infrastruktur metropolitan. Firdaus.. Sementara kondisi angkut­ an umum yang hanya tersedia 20 unit bus kota bantuan pemerintah pusat. Saat ini ada 2 koridor. langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menyambut keberadaan Pekanbaru sebagai kota metropolitan dengan berbagai peluang. dilakukan penambahan jaringan jalan sehingga terjadi peningkatan rasio jaringan jalan. PDAM Tirta Siak putus kontrak kerjasama dengan Belanda 3 tahun lalu. sangat tidak memadai. kami sedang mempersiapkan pengoperasian tambahan angkutan umum 70 unit. H. Berikut ini petikan hasil wawancaranya. dan kemacetan mulai terjadi.T. yang akan menghasilkan 40 Kilo Watt per hari. Pria yang masih terlihat energik ini menerima kami dalam sebuah wawancara yang akrab di ruang kerja pribadinya di kediaman resmi Walikota Pekanbaru pada suatu siang medio Maret 2013. Disamping juga.) tetapi ternyata empat tahun malah berkurang menjadi 14. PIP (pusat investasi pemerintah-red) Kemen­ terian Keuangan memberi bantuan investasi untuk meng ‘upgrade’. Ter­ dapat 2 (dua) konsentrasi kami. apa saja yang telah dan akan dilakukan? Banjir masih terjadi di bantaran sungai Siak dan be­ berapa daerah lainnya karena ketinggian yang rendah dan kondisi drainase yang kurang baik. Taksi berargo juga telah tersedia. 38 .

Kita antisipasi. Operate. dengan menyiapkan sumur resapan. para pengembang diminta untuk melakukan ekspose. Kami juga menjaga air tanah. Ini bisa membuat masyarakat berkonflik. Ini merupakan ha­ sil kerjasama yang baik dengan APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia-red). Sebelum mengeluarkan ijin prinsip membangun. Akses tol ini termasuk hub MP3EI di Sumatera. Bahkan kita punya perda (pera­ turan daerah-red) untuk sumur resapan. Nantinya kebutuhan penyimpanan data akan terlayani untuk keselu­ ruhan kota. Tahun depan sampah akan jadi bahan baku listrik. Dalam upaya mencapai Pekanbaru sebagai Cyber City.Edisi 3 .Maret 2013 200 ribu SR. Terkait bidang perumahan dan permukiman. selain menjaga banjir. Begitu dievaluasi di lapangan ternyata sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru 39 . RTH difungsikan sebagai kolam retensi untuk antisipasi berkurangnya daerah rawa. Tahun ini pengelolaan sampah sudah sanitary land fill. Selain itu di kecamatan Tampan. terdapat dua kampus besar Universitas Riau (30. Ini menunjukkan kepedulian kami untuk menjaga lingkungan. UNRI dan Politeknik.47 persen per tahun. Ini yang saya beri pengertian pada pengembang maupun asosiasi sebagai rumah besar para pengembang.31 juta. Transfer red. sejak bencana alam di Sumatera Barat. apakah terdapat daerah kumuh disini? Alhamdulilah tidak ada yang kumuh. apakah Anda masih punya cukup waktu untuk itu? Kita sempatkan. sudah berjalan baik pada 7 sekolah dan sudah terkumpul dana Rp. Dalam revisi ini. dilengkapi pusat rekreasi berupa kebun binatang dipadu dengan wisata air. kami juga menjalin kerjasama BOT (Build. Direncanakan distribusi ke masyarakat tetap oleh PDAM. Pertama. memindahkan pusat pemerintahan kota dari pusat kota sekarang ke wilayah bagian selatan Pekanbaru di kecamatan Tenayan Raya. dan CBD (Central Business District-red) baru sebagai super blok kota Pekanbaru. Kami menyadari lahan yang terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara efisien dan efektif.000 mahasiswa) dan Universitas Islam Riau (26. Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk penyiapan RTH telah dimulai. berupa penyediaan RTH di da­ lam kampus. kami mulai mengambil kebijakan pembangunan rumah secara vertikal baik berupa rusunawa maupun rusunami. bagaimana kesiapan kota Pekanbaru? Tata ruang untuk perumahan sudah ditetapkan. Seperti kerjasama dengan Universitas Islam Riau. Selain itu. Apa yang terjadi sekarang? Kemungkinan konflik terjadi karena perencanaan yang kurang matang dan pelaksanaan di lapangan yang tidak selalu bersinergi. REI (Real Estate Indonesia-red). Kemudian juga diupayakan penataan ruang de­ ngan membagi kawasan berdasar fungsi tertentu sehingga masingmasing mempunyai daya tarik agar dapat memicu per­ tumbuhan. Masalah drainase antarperumahan yang mengakibat­ kan banjir. dan Perumnas. telah disepakati investasi Rp. Rumbai Pesi­ sir sebagai kawasan pariwisata. yang tidak saling mendukung. Kembali kepada perkembangan kota Pekanbaru yang demikian pesat.) 30 tahun dengan Korea yang saat ini sedang dalam tahapan studi kelayakan. Saat ini. Saat ini. beberapa hal yang signifikan telah dilaku­ kan. Bantaran sungai jadi water front city dikombinasikan dengan wisata air.Terdapat 3 (tiga) wilayah kecamatan yang akan dikembangkan. Itu lah saya katakan pada teman pengembang untuk membangun masyarakat madani dimulai dengan perencanaan yang baik termasuk perencanaan perumahan. termasuk terminal barang (darat dan laut). namun kami membatasi jumlah tower nya agar tidak ter­ jadi ‘hutan tower’. Awalnya selama enam bulan pertama pro­ sesnya seperti biasa. Kenapa? Kita harapkan tidak ada celah sedikit pun untuk terjadinya konflik. Masyarakat juga dilibatkan dalam mengelola bank sampah di sekolah. yang berada di ruas jalan lingkar luar Pekanbaru yang mempunyai akses ke rencana jalan tol Pekanbaru–Dumai. Mulai tahun lalu telah dimulai pengadaan tanah dalam rangka memenuhi 30 per­ sen Ruang Terbuka Hijau (RTH). Terutama mengantisipasi tingginya tingkat pertumbuh­ an penduduk yang mencapai 4. dan kantor kelurahan. terjadi lonjakan migrasi penduduk yang mendorong meningkatnya minat beli rumah khususnya MBR. Terkait dengan ekspose yang dilakukan sebelum memperoleh ijin prinsip membangun. pusat bisnis baru. Hasil evalu­ asi menunjukkan bahwa masalah lingkungan yang timbul terjadi karena ketidaksinkronan atau kurangnya koordinasi antarperumahan. yaitu kecamatan Tenayan sebagai pusat pemerintahan dan kawasan industri. RTH juga difungsikan sebagai tempat berolahraga.300 mahasiswa) ditambah beberapa kampus kecil. RTH menjadi multi fungsi. Total sambungan pada tahun 2018 akan mencapai 150 ribu SR. Keca­ matan Rumbai untuk perumahan. Apa langkah yang telah dan akan dilakukan? Pada tahun 2012 telah dilakukan revisi tata ruang. Penyediaan tanah untuk masyarakat menjadi perhatian kita.500 miliar oleh perusahaan swasta nasional konsorsium dengan perusahaan daerah untuk membangun fiber optic bawah tanah. Infrastruktur telekomunikasi dilayani oleh semua opera­ tor. Pembangunan kota secara merata menjadi konsentrasi kedua.

Kendala dan hambatan utama dalam menjalankan semua konsep ini? Sampai hari ini yang signifikan belum ada paling riakriak kecil. Kita mengajak menyatukan persepsi untuk mencintai lingkungan yang bersih. dan 20 menit mendengar terjemahan dan pemahaman kandung­ an Al-Qur’an. Meningkatkan pelayanan kesehatan dengan merubah paradigma. lingkungan sehat juga gerakan.) juga membahas tentang pembebasan lahan. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. pertama terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. cintai lingkungan. Percepatan pembangunan yang diinginkan membutuhkan dukungan sumberdaya manusia yang memadai. Maka men­ jadi kepedulian kami. Kecil dan Menengah-red. Dicegah di hulu. pemerintahmasyarakat-ulama. Ini semua dalam sebuah gerakan dan tidak sporadik. Kita sampaikan kepada mereka ini bukan untuk mempersulit.). Jadi selama enam bulan sampai setidaknya setahun ini akan diminta ekspose. Kalangan pengembang juga masih terkendala oleh lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses perijinan di BPN (OM). Konkritnya. Setelah setahun baru dilakukan perubahan. 40 . Karenanya kami melakukan pembinaan PKL melalui pembentukan koperasi dan menyediakan tempat. Ujungnya tercipta masyarakat agamis penuh toleransi dapat bekerja sama berdampingan tanpa membedakan suku agama. Raker APEKSI (Aso­ siasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia-red.). Hasilnya. Karenanya. kemudian prestasi dievaluasi. Jadilah kota yang bersih sehat dan tertata rapi. Sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Kedua. Selama ini asumsinya (pelayanan kesehatan masyarakat-red) dengan menyediakan rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat yang bersifat kuratif. Kami juga bekerjasama dengan PTP V. jumlah personil terbatas.86 miliar.Laporan Khusus hasilnya tidak bisa (diterima-red). Semua (urusan pembebasan tanah-red. Diminta menandatangani pakta integritas. Perubahan mendasar dalam manajemen. Kan butuh biaya besar dan tidak menyelesaikan masalah. Deputi BPN (Badan Pertanahan Nasional-red. keluarga. Sekarang tidak menggunakan kata itu tapi mitra (partner) kerja. Pemba­ ngunan sumberdaya manusia dimulai dengan pemberian pemahaman ajaran agama.) pada Raker APEKSI menyatakan beban tugas begitu berat. Kerugian besar buat bangsa ini jika BPN tidak cepat menangani ini. Yang lalu ada bapak buah dan anak buah.000 orang dengan tingkat pendidikan rendah. lambatnya pembangunan infrastruktur karena kesulitan pembebasan lahan. Apalagi Tahun 2013 diberlakukan aturan yang baru. Sekolah mengaji itu gerakan. dan sehat. Pegawai di­ minta menjadi agen perubahan agar tercipta masyarakat yang madani. Menciptakan masyarakat sehat. Mulai dari diri sendiri.30 miliar. dan pendidikan formal dan keagamaan. Semua pihak hadir karena ini menyamakan persepsi. Dibutuhkan perubahan sangat mendasar. Pemerintah tidak bisa dengan kekuatan sendiri tapi harus ada 3 (tiga) unsur yang bekerjasama yaitu pemerintah (ek­ sekutif dan legislatif ). Walikota sumber foto: bagian humas pemkot Pekanbaru yang lama berbeda cara berpikirnya dengan saya. perbankan. Pada saat ekspose tidak hanya di depan saya tapi termasuk SKPD (satuan kerja perangkat daerah-red) terkait. Pembangunan sumberdaya manusia penting. Pekanbaru tidak punya sumberdaya alam. 20 menit untuk membaca Al-Qur’an bersama. Kecepatan masih belum sama tapi sudah terlihat perubahan. pemerintah-masyarakat. lingkungan permukim­ an. Hanya diberi waktu 2 (dua) kali tiga bulan. Bagaimana anda mengantisipasinya? Hasil penelitian salah satu perguruan tinggi terkemuka menyatakan bahwa 20-30 tahun mendatang kota Pekanbaru berpeluang menjadi kota nomor satu di pulau Sumatera. Saat ini baru saja sekitar 2 (dua) bulan dilaku­ kan penggantian (staf dan pimpinan unit-red). Setiap bulan kami menerima migran sekitar 2. paham dan melaksana­ kannya. Telkom dan Pegadaian untuk menyedia­ kan bantuan modal untuk UMKM (Usaha Mikro. Selain itu. paradigma yang belum sama. bisa menangkap. dan seterusnya seluruh kota.) tidak lagi di Tim 9 tapi di BPN. rumah tangga. pelayanan kesehatan. yang jadi andalan kami adalah jasa termasuk pasar dan PKL. Kembali kepada ajaran agama. hanya cair Rp. Ini perlu disuarakan. Paling PKL (pedagang kaki lima-red. Tahun lalu dari alokasi dana Rp. pembangunan kota Pekanbaru tidak hanya fisik kota tapi juga sumberdaya manusianya terutama karena mempunyai sumberdaya alam terbatas. Dua program andalan dalam pengembangan sumberdaya manusia. ini tidak dipungkiri menjadi kendala yang membuat lambatnya pelak­ sanaan pembangunan (pembebasan lahan-red. Dirubah menjadi preventif. Bagaimana dengan kesiapan aparatur? Saya menyadari kondisi sumberdaya manusia dari peme­ rintah. Konkritnya mulai Mei tahun lalu ada program Sekolah Me­ ngaji. Pemahaman yang sama dulu. Menyediakan waktu 40 menit sebelum jam pertama sekolah.) termasuk juga investasi dengan bekerjasama swasta untuk membangun Pasar Induk. Satu tahun awal belum melakukan mutasi.

Maret 2013 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower Sukseskan Program PEMERINTAH KOTA PEKANBARU 5 April 2007 .5 April 2013 41 .Edisi 3 .

Laporan Khusus

Wawancara Direktur Perkotaandan Perdesaan Bappenas

Ir. Hayu Parasati, MPS.

I

“Kebijakan Pembangunan Perkotaan akan Siap Tahun ini”
Sekarang ini prosesnya sedang dicoba ditetapkan melalui Perpres atau kalau memungkinkan jadi Undang-Undang. Indikatornya harus jelas ada bench marking (tolok ukur). Sementara itu, atas desakan stakeholder dibuatlah RUU Perkotaan yang sedang disiapkan di Kemendagri. Materinya sama. Secara paralel. Saat ini telah dibentuk Tim Koordinasi Pembangunan Perkotaaan (TKPP). Tim Pengarah Kemenko Perekonomian, Kemenpera, Kemen PU, Kemendagri, dan Bappenas. Koordinatornya Menteri PPN/KepalaBappenas. Salah satu tugas TKPP adalah menggodok KSPN melalui Pokja (kelompok kerja-red). Pokja dibentuk berdasar isu yang dibahas. Karena sedang menyusun KSPN maka dibentuklah Pokja KSPN. Sementara ini masih berjalan agak lambat, padahal isunya berkembang terus. Ada keinginan dari kalangan di luar pemerintah yang meminta dilibatkan dalam Pokja KSPN, termasuk juga perguruan tinggi. Bisa digambarkan garis besar substansi dari KSPN tersebut? Tentunya ada visi pembangunan perkotaan, yaitu Kota Berkelanjutan dan Berdaya Saing untuk Kesejahteraan Rakyat. Pendekatannya adalah smart city, green city, dan liveable city. Smart city diartikan sebagai kota inovatif, kreatif dan berbasis IT (information and technology-red), liveable city adalah kota layak huni, berkeadilan dan mengakui keragaman, dan green economy city adalah kota produktif, hijau dan berketahanan iklim. Pendekatan ini kemudian diterjemahkan masing-masing ke dalam bench marking atau tolok ukur. Sehingga pencapaiannya dapat terukur. Namun sampai saat ini, kami belum sepenuhnya berhasil menerjemahkan tolok ukur perkotaan tersebut ke dalam indikator dan parameter. Masing-masing (pendekatanred.) sudah dilakukan banyak lokakarya, yang seharusnya menyatu dan tidak terpisah.

ndonesia telah menjadi salah satu negara dengan populasi perkotaan terbesar di Asia Timur dan Pasifik. Pada tahun 2010, tercatat 49,8 persen penduduk Indonesia bermukim di wilayah perkotaan (Bank Dunia, 2012). Fenomena ini terus berlanjut, dan ditengarai dalam waktu dekat beberapa kota besar akan bertumbuh menjadi kota metropolitan, yaitu kota dengan jumlah penduduk minimum 1 (satu) juta jiwa. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, menjadi menarik untuk mengetahui antisipasi pemerintah baik berupa kebijakan, strategi maupun program yang dilaksanakan. HUDmagz berkesempatan mewawancarai Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas, Ir. Hayu Parasati, MPS. yang bertanggung jawab menyiapkan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). Berikut hasil wawancaranya. Bagaimana perkembangan penyusunan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN)? Kegiatan penyusunan KSPN dimulai dalam bentuk Proyek Reformasi Birokrasi Perkotaan di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.Mereka bikin implementasi di beberapa lokasi dan terdapat komponen kebijakannya berupa kebijakan pengelolaan perkotaan. Ternyata implementasinya jalan duluan karena TAnya (technical assistance/bantuan teknis-red), berupa penyusunan kebijakan, berlarut-larut. Implementasinya bikin pasar, terminal dan lainnya terlepas dari penyusunan kebijakannya. Sementara TA-nya tanggung. Reformasinya hanya menyangkut birokrasinya saja. Akhirnya diperbesar menjadi KSPN. Kebetulan pembangunan perkotaan dinamikanya tinggi tapi tidak punya payung kebijakan secara makro. Walaupun penyelesaiannya mengambil waktu yang cukup lama. Padahal sudah dilakukan diskusi dengan banyak pihak termasuk pemerintah daerah.

42

Edisi 3 - Maret 2013
Rencananya, agar workable (indikator dan parameterred.) maka dibagi dalam tahapan, yaitu standar minimum dan standar ideal. Tahun 2025, minimal ada kota yang memenuhi standar ideal. Ada SPP (Standar Pelayanan Perko­ taan) tahun 2025, semua perkotaan terpenuhi. Saat ini, Kemendagri sedang menyusun SPP tetapi hanya aspek pelayanan publik. Seharusnya menyangkut tiga pendekatan tadi, karena berbicara perkotaan banyak aspek lain yang perlu disentuh, seperti ketenagakerjaan dan lainnya. Jalannya paralel. Ibu-nya belum ada tapi anaknya sudah dibuat. Selain SPP, kita juga sudah punya indikator yang ditetap­ kan dalam RPJMN. Misalnya Indeks Kriminalitas salah satu bagian dari livable city. Ini dijadikan standar minimum saat ini. Kota-kota sendiri belum tahu jika terdapat indikator ini. SPP nanti akan menjadi Peraturan Pemerintah (PP). Jadi akhir tahun ini, regulasi terkait kebijakan pembangunan perkotaan seperti Perpres, dan PP dapat diselesaikan. Tentunya substansi kebijakannya masuk dalam RPJMN 20152019. Dengan demikian, kita berharap tahun 2015 sudah mulai dilaksanakan. Kalau melihat perkembangan perkotaan termasuk metropolitan saat ini, sepertinya berjalan sendiri saja. Apakah benar begitu? Ya, karena belum ada acuan. Belum ada kebijakan yang jelas. Walaupun demikian, sebenarnya kota-kota sudah banyak melakukan inisiatif bahkan inovasi yang kalau diperhatikan sebenarnya sejalan dengan apa yang sedang digodok menjadi kebijakan pembangunan perkotaan. Semua tergantung pimpinannya. Saat ini, pemerintah kota Surabaya, Yogya, Balikpapan, Makasar, Palembang, dan Denpasar telah bertemu dengan pemerintah pusat dan menyatakan minatnya untuk medapatkan fasilitasi dan pendampingan dalam rangka pembangunan perkotaan. TKPP menjadi satu-satunya pintu (one gate policy) dalam memasilitasi kota tersebut. Dibantu juga oleh Bank Dunia. TKPP diberdayakan secara nasional, kebijakan disiapkan segera, prosedur disiapkan dengan bantuan lembaga donor. Apakah dalam TKPP ada pembahasan isu perkotaan? Ada tetapi kaitannya dengan Jabodetabekjur (JakartaBogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur-red.), yaitu menyinkronkan pelaksanaan pembangunan antarwilayah melalui BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabekjur. Efektifitas BKSP dievaluasi. Ternyata terbatas hanya melakukan kompilasi saja tetapi pelaksanaannya tidak berperan. Telah di evaluasi bahwa pelaksanaan usulan BKSP harus diangkat ke atas minimal Wapres. Sebetulnya ada dasarnya yaitu Perpres tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTRKSN) Perkotaan. Tidak perlu jauh-jauh membahas isu yang akan ditangani, sementara ini tidak ada satu pun propinsi yang telah melaksanakan RTRKSN ini. Apakah ada koordinasi antara BKTRN dan TKPP? Selama ini sepertinya belum, karena TKPP sendiri belum efektif. Tadinya karena konsep utuh kebijakan perkotaan belum jadi, maka kami belum berani melakukan tindakan. Karena kan harus ada dasarnya. Bagaimana peran Bappenas dan kementerian teknis dalam konteks pembangunan perkotaan? Apakah keterlibatan masyarakat sudah diakomodasi? Saat ini yang aktif berperan dalam pembangunan perkotaan adalah Bappenas, Kementerian PU, Kementerian Dalam Negeri. Bappenas bertanggung jawab menyelesaikan KSPN termasuk menggolkan regulasinya baik berupa peraturan presiden atau bahkan undang-undang, dan menyiapkan program pembangunan perkotaan. Kementerian PU sudah lebih maju, misal Direktorat Jenderal Tata Ruang sudah menyusun konsep green city misalnya. Bahkan sudah juga mengembangkan beberapa parameter yang terkait dengan tupoksi mereka. Sebenarnya parameter yang telah ditetapkan oleh mereka telah mencakup keseluruhannya tetapi karena bukan tupoksi mereka sehingga tidak dielaborasi. Keterkaitan antara kota dan desa juga sudah mulai dielaborasi. Ada hal lain lagi. Nantinya RPIJM (Rencana Program Investasi Jangka Menengah-red.) yang ditangani oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum diselaraskan dengan KSPN. Kemendagri yang saat ini sedikit tertinggal. Sementara TKPP nantinya berperan menyebarluaskan informasi termasuk pembelajaran pembangunan perkotaan. Terkait keterlibatan masyarakat, masih dalam bentuk keterlibatan beberapa LSM seperti Rujak Center, dan beberapa individu dari perguruan tinggi dari berbagai daerah dan asosiasi perencana (OM).

43

Pendapat

Pencapaian dan Agenda Kedepan
Oswar Mungkasa2 Pengantar elaksanaan konsep desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama bahkan sejak sebelum kemerde­ kaan, dan mencapai puncaknya pada era reformasi dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan yang kemudian direvisi masing-masing menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004. Walaupun demikian, penerapan konsep desentralisasi dan otonomi daerah di Indo­ nesia sampai saat ini dianggap masih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Masih ditemukan banyak kele­ mahan dalam pelaksanaannya, baik dari kelengkapan regulasi, kesiapan pemerintah daerah, maupun penerimaan masyarakat sendiri. Terlepas dari itu semua, desentralisasi dan otonomi daerah telah menjadi suatu keniscayaan dengan mempertimbangkan amanat UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia yang telah menegaskan hal tersebut. Dengan demikian, menjadi lebih berharga kemudian meninjau kembali pencapaian se­ lama ini dan merumuskan agenda desentralisasi dan otonomi ke depan. Dengan keterbatasan yang ada, tulisan ini pada intinya mencoba merumuskan agenda tersebut. Pengertian dan Filosofi Secara formal, berdasar Undang-Undang Nomor 32 Ta­ hun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, desentralisasi diar­ tikan sebagai penyerahan kewenangan pemerintah oleh Pe­ merintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara otonomi daerah diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban daerah oto­ nom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan peme­ rintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004). Penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah

Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia:

1

Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengetahui bahwa setiap tanggal 25 April diperingati sebagai hari Otonomi Daerah di Indonesia. Hari otonomi daerah diperingati pertama kali pada tahun 1997. Untuk itu, tulisan ini dimaksud­ kan sebagai salah satu upaya memperingati Hari Otonomi Daerah tersebut. Selamat dan semoga otonomi daerah mencapai tujuannya menyejahterakan masyarakat Indonesia dalam waktu tidak lama lagi. Amin pusat kepada daerah otonom bermakna peralihan kewenang­ an secara delegasi, lazim disebut delegation of authority. De­ ngan demikian, pemberi delegasi kehilangan kewenangan itu, semua beralih kepada penerima delegasi. Berbeda ketika pe­ limpahan wewenang secara mandatum, pemberi mandat atau mandator tidak kehilangan kewenangan dimaksud. Mandat­ aris bertindak untuk dan atas nama mandator. Sebagai kon­ sekuensinya bahwasanya pemerintah pusat kehilangan ke­ wenangan dimaksud. Semua beralih menjadi tanggungjawab daerah otonom, kecuali urusan pemerin­ tahan yang oleh undang-undang dinyata­ kan sebagai urusan pemerintah pusat.3 Walaupun demikian, menurut Devas (1997), pengertian dan penafsiran ter­ hadap desentralisasi ternyata sangat be­ ragam, dan pendekatan terhadap desentralisasipun sangat bervariasi dari negara yang satu ke negara yang lain. Tetapi, secara umum definisi dan ruang lingkup desentralisasi selama ini banyak diacu adalah pendapat Rondinelli dan Bank Dunia (1999), bahwa desentralisasi adalah transfer kewenangan dan tanggungjawab fungsi-fungsi pemerintahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, lembaga semi-pemerintah, maupun kepada swasta.  Menurut Suwandi (2005), filosofi dari otonomi daerah adalah (i) eksistensi pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan secara demokratis; (ii) setiap kewenangan yang diserahkan ke daerah harus mampu menciptakan ke­ sejahteraan dan demokrasi; (iii) kesejahteraan dicapai melalui pelayanan publik; (iv) pelayanan pubik dapat bersifat pelayanan dasar maupun bersifat pengembangan sektor unggulan. Reformasi Regulasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah Dimulainya otonomi daerah pada era reformasi di Indo­ nesia ditandai dengan diterbitkannya Undang-Undang No­
1. Versi lengkap dari tulisan ini dengan judul Desentralisasi dan Otonomi daerah di Indonesia: Konsep, Pencapaian dan Agenda Ke Depan dapat di akses on line di www.academia.edu/2759012/Desentralisasi_dan_Otonomi_Daerah_di_ Indonesia_Konsep_Pencapaian_dan_Agenda_Kedepan 2. Pemimpin Redaksi HUD Magazines. (sandi.putra61@gmail.com) 3. Pasal 10 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 menetapkan, bahwasanya urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah pusat meliputi politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal, dan agama.

P

44

di antara lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan (ii) kualitas SDM. UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mengatur persyaratan ad­ Selain itu. pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas Kemudian. yang secara trasi. Kesimpulan ini merupakan Selanjutnya agar penyediaan pelayanan kepada masyarakat hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas pada ta­ mampu memenuhi ukuran kelayakan minimal. 22 Tahun 1999. yakni urusan wajib dan urusan pilihan. prasarana lingkungan dasar Hasil evaluasi efektifitas pelaksanaan otonomi daerah dan sebagainya. Kedudukan yang setara bermakna bahwa nomi daerah yang dipergunakan adalah (i) angka Kemiskinan. kesehatan. yang merupakan hasil revisi dayaan ekonomi. perkataan lain terjadi peningkatan  68% dari jumlah daerah Dalam urusan bersama yang menjadi kewenangan daerah otonom tahun 1998 atau secara rata rata dalam satu tahun terbagi dua. ningkatkan kesejahteraan rakyat. pengaturan pembiayaan dang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan daerah dilakukan berdasarkan asas desentralisasi. Pertama. teknis dan fisik kewilayahan. artinya tidak saling membawahi. Oleh sebab itu. Kedua. (vi) pember­ Perimbangan Keuangan Daerah. meliputi poli­ Pencapaian Desentralisasi dan Otonomi Daerah tik luar negeri. Sub­ agar pembentukan daerah dapat menjamin terselenggaranya sidi Daerah Otonom dan Dana Inpres dihapuskan dan diganti pelayanan secara optimal. Hubungan antara Pemerintah Daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara Adapun indikator pengukuran efektifitas pelaksanaan oto­ dan bersifat kemitraan. dapat pembagian urusan yang spesifik. pelaksanaan pe­ hun 2011.Maret 2013 mor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Un­ terhadap UU Nomor 25 Tahun 1999. 2013). an kebutuhan hidup minimal. terdiri dari 8 provinsi. (v) pengembangan infrastruk­ Sementara berdasar UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang tur seperti jalan. pertahanan. dan agama. pemenuh­ dia. Jumlah Total Daerah Otonom(*) 319 217 536 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sumber: Wikipedia. kerja dan angka pengangguran. urusan yang bersifat con­ telah terbentuk daerah otonom baru sebanyak 217 buah yang current atau urusan yang dapat dikelola bersama antara pusat. Sehingga daerah otonom men­ wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pe­ jadi sebanyak 536 unit (propinsi. Pembiayaan penyelenggaraan resmi dicanangkan per 1 Januari 2001. Undang. Oleh karenanya. atau pun kabupaten/Kota. 175 kabupaten dan 34 Kota. Dalam pembentukan daerah.bantuan keuangan (grant) atau dikenal sebagai dana perim­ undang tersebut secara substansial mengubah  beberapa para­ bangan. Hal ini dimaksudkan sumbangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. keamanan. yustisi. kabupaten. kepala daerah diberikan ke­ rah di Indonesia memasuki babak baru dengan terbitnya UU wenangan untuk memungut pajak/retribusi (tax assignment) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang dan pemberian bagi hasil penerimaan (revenue sharing) serta telah diundangkan pada tanggal 15 Oktober 2004. dilakukan juga perubahan pola bantuan dan ministrasi. dipilih secara langsung oleh rakyat. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan ber­ digma penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam UU dasarkan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN dan No. 2013 (*) Angka ini tidak termasuk 1kabupaten administratif dan 5 kota administratif di DKI Jakarta. Urusan lahir 18 daerah otonom baru. (iii) pemenuhan hak dasar. dengan DAU yang bertujuan untuk mengurangi ke­ timpangan Berkenaan dengan pembagian urusan pemerintahan ter­ kemampuan keuangan antar daerah (horizontal imbalance).Edisi 3 . moneter dan fiskal Sejak dicanangkannya otonomi daerah pada tahun 2000. Sedangkan yang bersifat pilihan adalah hal menunjukkan bahwa pelaksanaan otonomi daerah belum yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan mencapai tujuan yang hakiki dari otonomi daerah yaitu me­ kesejahteraan. Salah satunya adalah desentralisasi dan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka dekonsentrasi dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konti­ tugas pembantuan dibiayai atas beban anggaran tingkat pe­ num bukan bersifat dikotomis. layanan kepada masyarakat oleh Pemerintah Daerah harus berpedoman kepada Standar Tabel 1 Perkembangan Jumlah Daerah Otonom antara Tahun 1999 – 2013 Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan JUMLAH DAERAH OTONOM 1999 PERUBAHAN 2010 oleh Pemerintah. penerangan dan air minum. Selengkapnya pada Tabel 1. (iv) lapangan yang sama dan sejajar. (vii) kualitas pengelolaan pemerintahan ber­ 45 . kota) (Wikepe­ layanan dasar seperti pendidikan dasar. urusan yang sepenuhnya menjadi urusan Pemerintah Pusat. pelaksanaan desentralisasi dan otonomi dae­ beban APBD. 26 8 34 Aspek penting lainnya adalah aspek Jumlah provinsi Jumlah kabupaten 234 175 409 demokratisasi yang diukur dari unsur keter­ libatan masyarakat dalam menentukan jumlah kota 59 34 93 pejabat publik di daerah. dan tugas pembantuan. Dengan provinsi. dekonsen­ Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. nasional. merintahan yang menugaskan.

l Ekstensifikasi sumber pendapatan Daerah yang berlebihan Salah satu konsekuensi otonomi daerah ada­ lah kewenangan daerah yang lebih besar dalam pengelolaan keuangannya. bukan optimalisasi. yaitu (i) meningkatnya kepedulian dan pengharga­ an terhadap partisipasi masyarakat dalam proses politik di tingkat lokal.Pendapat dasar prinsip Kepemerintahan yang Baik (Good Governance). Ditengarai beberapa faktor menjadi penyebab tum­ pang tindihnya regulasi sektoral yaitu (i) pertentangan antara undang-undang dengan peraturan pelaksanaannya. serta semakin membaiknya fungsi in­ termediasi bank umum. yaitu l Tumpang tindih regulasi sektoral dan desentralisasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah. diantaranya (i) se­ makin meningkatnya tingkat kemandirian dan kemampuan daerah dalam mengelola pembangunan ekonomi daerahnya. (Jatmiko. (ii) perkembangan pereko­ nomian yang signifikan. bahwa daerah akan melakukan upaya maksimalisasi. pertumbuhan ekonomi. terdapat 87 regulasi sektoral yang mengatur 31 urus­ an yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah. baik dalam bentuk pajak. Masalahnya adalah. (iv) perbedaan antara peraturan perun­ dangan dengan yurispudensi dan Surat Edaran Mahkamah Agung (Direktorat Otonomi Daerah. Isu. berupa desentralisasi KKN dan duplikasi Perda yang justru berlawanan dengan spirit otonomi daerah. 2010). Pola ini menjadi sebuah pilihan utama karena ketidakmampuan pemerintah dalam mengembangkan sifat wirausaha (enterpreneurship). (ii) kebi­ jakan instansi pusat saling bertentangan. Tantangan dan Kendala Memperhatikan pengalaman pelaksanaan otonomi daerah. disertai peningkatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.  Walaupun demikian. (iii) benturan antara wewenang instansi pemerintah karena pembagian wewenang yang tidak sistematis. Namun berdasar hasil kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). maupun non-pungutan. (ii)  perangkat pemerintahan daerah memiliki komitmen yang makin kuat dalam pemberian layanan serta merasakan adanya tekanan yang berat dari masyarakat agar mereka meningkatkan kualitas pelayanan publik. bahwa kebijakan de­ sentralisasi juga tak luput dari serangkaian permasalahan se­ perti munculnya pembengkakan organisasi daerah. Pada kasus ini tentu saja pemerintah daerah telah berperan sebagai pen­ cari rente (Rent-Seeker) (Sari dkk. peningkatan PAD tersebut dibarengi dengan kebijakan-ke­ bijakan duplikatif sehingga sangat memberatkan masyarakat dan pelaku ekonomi pada khususnya4. 2011). Temuan lain oleh Hidayat (2003). dampak negatif juga terjadi dian­ taranya (i) banyak kebocoran (korupsi) dan peng­ gunaan anggaran yang tidak efisien dan efektif. Setidaknya 29 bidang urusan diantaranya tumpang tindih. (ii) terbukanya potensi kegaduhan yang disebab­ kan oleh ketidaksiapan daerah dan ketidakleng­ kapan desain regulasi untuk mengimplementasikan proses desentralisasi. Contoh lainnya. Perda yang bermasalah pada level kabupaten pada tahun 2006 bahkan mencapai 65. Jika sebelumnya watak KKN lebih bersifat vertikal dengan institusi di atas mengambil bagian yang paling besar. sedangkan pada level propinsi dan kota di bawah 22%. perolehan pendapat­ an daerah. pendapatan per kapita. l Pelaksanaan otonomi daerah belum efektif Salah satu tujuan pelaksanaan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Sebagian besar perdaperda tersebut dianggap menjadi penyebab munculnya high cost economy (ekonomi biaya tinggi) sehingga tidak mendu­ kung upaya peningkatan iklim usaha di Indonesia. dan (iii) pemerintah daerah saling bekerjasama dan berbagi informasi untuk menyelesaikan persoalan yang sama-sama mereka ha­ dapi. 2012). retribusi.63% dari seluruh total Perda yang diproduksi. ternyata pelaksanaan otonomi daerah belum berhasil meningkatkan kesejahteraan secara signifikan. yang berdampak pada munculnya    risiko bawaan.  SMERU (2002)  mengungkap fakta banyaknya daerah yang memberlakukan berbagai pu­ ngutan baru yang berpotensi menghambat iklim investasi dan gairah bisnis lokal (Utomo. Sementara hasil kajian  IRDA  (2002) menunjukkan de­ sentralisasi berhasil mendorong terwujudnya tiga kondisi penting. Langkah yang dilakukan adalah melalui pola tradisional dengan mengintensifkan dan mengekstensifkan pemungutan pajak dan retribusi. setidaknya berbagai kalangan mempercayai terdapat banyak hal positip dari penerapan konsep otonomi daerah di Indonesia. terjadinya oligarki politik oleh elit lokal maupun gejala pembangkangan daerah terhadap pemerintah pusat. Di sisi lain. pemerintah daerah mencoba meningkatkan penerimaan daerah akibat orientasi kepada PAD yang berlebihan. Menteri Keuangan pada tahun 2003 telah merekomendasikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk mencabut 206 Perda di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Terlepas dari perdebatan tentang dampak positip dan negatip dari otonomi daerah. 2010) 46 . maka sejak era otonomi watak KKN lebih bersifat hori­ zontal dengan setiap lini penyelenggara pemerintah (daerah) mengambil bagian yang sama. Langkah ekstensifikasi pajak daerah akan menimbulkan 4. ditandai dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). ditunjukkan dari terjadinya perencanaan ekonomi daerah yang lebih mempertimbangkan aspirasi masyarakat di daerah (bottom-up planning). Berdasarkan kajian Direktorat Otonomi Daerah Bappenas (2011). dapat dikategorikan beberapa isu utama yang perlu mendapat perhatian.

yaitu (a) masih rendahnya profesionalitas birokrasi. (ii) Penghapusan barang inventaris dan aset negara (tanah). (vii) manipulasi hasil pe­ nerimaan penjualan. di­ sebabkan antara lain pola rekruitmen yang belum sempurna (menyangkut perencanaan kebutuhan dan seleksi). sementara berdasar fakta pencapaian otonomi daerah.. (ii) bersifat parsial. kenaikan pangkat. hanya 20 % pemerintah daerah mampu menyelenggarakan otonomi daerah dan ber­ buah kesejahteraan rakyat di daerah. yang ternyata masalah di atas juga disebabkan oleh lemahnya aturan per­ syaratan dan penahapan pembentukan daerah otonom baru. bahkan terlihat bahwa pertambahan wilayah administratif kabupaten/ kota hasil pemekaran bertambah secara signifikan sejak dimu­ lainya kebijakan desentralisasi ini. l Belum optimalnya hasil pemekaran daerah Pemekaran wilayah merupakan salah satu dampak ikutan dari penerapan kebijakan desentralisasi di Indonesia. terdapat sejumlah kelemahan dalam pelaksana­ an penataan daerah di Indonesia. (iii) masih kuatnya pengaruh kekuat­ an politik pada birokrasi daerah. pengurusan pensi­ un dan sebagainya. Berdasar kajian Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerin­ tahan (2010). 47 . dibutuhkan langkah nyata dalam menanggapi isu dimaksud. penerimaan pajak. keterlibatan masyarakat dalam proses implementasi Otonomi Daerah belum terlihat jelas. 47. Beberapa agenda yang dipandang perlu dan segera untuk dilakukan adalah: l Penyusunan Desain Besar Otonomi Daerah Tahun 20152025 Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah telah berlangsung lama. (iv) pemotongan uang bantuan sosial dan subsidi (sekolah. tahun 2003 sebesar Rp. Sepanjang 2004-2011 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat terdapat sebanyak 158 kasus korupsi yang menimpa kepala daerah yang terdiri atas gubernur. (vi) penyelenggaraan proyek fiktif. Namun dengan banyaknya daerah otonom baru. yaitu hak daerah untuk menggali sumber keuangan dan bukan untuk memberikan pelayanan. Agenda ke Depan Memperhatikan isu utama dalam pelaksanaan otonomi daerah yang telah banyak mempengaruhi pelaksanaan otono­ mi daerah. panti asuhan dan jompo). ber­ dampak terhadap semakin besarnya dana pembangunan dae­ rah otonom baru yang dialokasikan dari APBN. (iii) pungutan liar dalam penerimaan pe­ gawai.Maret 2013 beban yang terlalu besar buat masyarakat umum dan pelaku ekonomi yang pada akhirnya berujung pada meningkatnya beban masyarakat secara tidak proporsional dan menimbul­ kan ekonomi biaya tinggi sehingga dapat melemahkan per­ tumbuhan ekonomi daerah. Sebagai ilus­ trasi. Beberapa bentuk korupsi yang masih terjadi diantaranya (i) penggelembungan nilai barang dan jasa pada proses peng­ adaan barang dan jasa. rumah ibadah. retribusi dan iuran (Sari dkk. l Kondisi SDM aparatur pemerintahan dan legislatif yang be­ lum menunjang sepenuhnya pelaksanaan  otonomi daerah Keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah sangat ber­ gantung kepada kemampuan aparaturnya. l Korupsi di Daerah masih marak Fenomena lain yang sejak lama menjadi kekhawatiran banyak kalangan berkaitan dengan implementasi otonomi daerah adalah bergesernya praktik korupsi dari pusat ke dae­ rah5. ditemui fakta bahwa pemekaran wilayah tersebut terlihat tidak disiapkan dengan baik sehingga ditemui kabupaten baru yang hanya berpenduduk 12 ribu jiwa. karena masyarakat sesungguh­ nya adalah pelaku utama. pada tahun 2002 dialokasikan DAU sebesar Rp.33 triliun. Bahkan pemahaman masyarakat cenderung bertentangan dengan jiwa otonomi daerah. sehingga kepenting­ an per daerah yang menjadi acuan. Oleh karenanya keterlibatan masyarakat menjadi suatu keniscayaan. dan wali kota (Sari dkk. yaitu (i) desain kebijakan sangat kental dengan pola pikir ‘inward looking’ sehingga penataan daerah diterjemahkan hanya sebagai pembentukan daerah otonom baru.6 triliun dan pada tahun 2010 sebesar Rp. pada beberapa daerah. yang langsung “bersentuhan” atau berkepentingan dengan kebijakan tersebut. 1. (vi) penyelewengan dana proyek. pembayaran gaji. Secara umum.. Dilain pihak. 2. bupati. 2011). namun pelaksanaannya masih terkesan 5. Beberapa faktor menyumbang pada terjadinya kondisi ini. Kondisi ini bermuara pada masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang oto­ nomi daerah. (Harmantyo. (ii) pola pembinaan karir yang belum mempunyai aturan yang jelas dan pasti. sehingga loyalitas aparatur pemerintah cenderung lebih kuat kepada kekuatan politik dari pada kepentingan masyarakat l Partisipasi masyarakat masih belum memadai Masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi setiap kebijakan yang diberlakukan. sehingga mempengaruhi terhadap semangat dan budaya kerja birokrasi. Sebagai ilustrasi. 2012). 2012) l Kesalahpersepsian terhadap keberhasilan otonomi daerah yang diukur dengan kemampuan keuangan daerah Keberhasilan otonomi daerah seringkali dipersepsikan sebagai keberhasilan suatu daerah hanya dalam aspek ke­ mampuan keuangan daerah.. 2012). Di­ samping persoalan adanya ketimpangan antara besarnya dana yang dialokasikan dengan hasil yang dicapai dalam pemba­ ngun­ an daerah otonom baru serta munculnya konflik hori­ sontal yang cenderung semakin meningkat. nelayan daerah lain tidak boleh me­ nangkap ikan di luar daerahnya (Sari dkk. Ditengarai rendahnya pencapaian ini banyak ditentukan oleh kapasitas dan integri­ tas sumberdaya manusia yang masih jauh dari memadai.Edisi 3 . (v) pemberian bantuan fiktif.9 triliun. Akibatnya konsep “urusan” lebih dikaitkan dengan “keuangan”.

pembenahan sistem informasi. baik sektoral maupun yang terkait langsung dengan otonomi daerah. namun sangat sedikit daerah yang­ berinovasi untuk menetapkan sendiri kualitas pelayanan publiknya (Dwipayana. undang-undang otonomi daerah kemungkinan besar juga perlu direvisi. l Peningkatan kualitas pengendalian program melalui pengem­ bangan sistem informasi otonomi daerah yang menerapkan manajemen pengetahuan Salah satu kelemahan pelaksanaan otonomi daerah adalah tidak terpantaunya kegiatan secara memadai. Undang-Undang Nomor 22 Ta­ hun 1999 hanya efektif selama 5 tahun dan direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. pemerintah daerah provinsi dengan kabupaten/kota). Desain Besar ini akan dilengkapi dengan peta jalan yang sekaligus merupakan masukan bagi penyusunan RPJMN Tahun 2015-2019.Pendapat berubah-ubah bahkan pada era reformasi perubahan regu­ lasi terkait otonomi daerah berlangsung dalam waktu yang singkat. Berdasar penelitian dan diskusi yang diselenggarakan Pro­ gram Pascasarjana S2 Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada selama tahun 2008-2009. ketika proses perencanaan pembangunan daerah belum mendapat perhatian. yang menyatakan bahwa setidaknya terdapat 22 isu strategis yang dirumuskan dalam RUU Pemerintahan Daerah antara lain: (1) pembentukan daerah otonom. (18) desa. l Penyempurnaan regulasi otonomi daerah dan sinkronisasi dengan regulasi sektoral terkait Agenda utama yang perlu dilakukan adalah sinkronisasi keseluruhan regulasi terkait otonomi daerah. tumpang tindih. (22) dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). Prosedur. (3) daerah berciri kepulauan. juklak. Sebagai konsekuensi logis­ nya. perlu disiapkan langkah penyiapan naskah akademik dengan me­ libatkan berbagai pihak. (20) tindakan hukum ter­ hadap aparatur Pemda. dimana kelambanan di kementerian sektoral dalam mengeluarkan NSPK berimbas pada tidak adanya standar kualitas penye­ lenggaran urusan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Walaupun ada keleluasaan bagi daerah untuk bergerak sebelum NSPK keluar. Salah satu masukan terkait revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 berasal dari Hakim Konstutusi Akil Mochtar (2012). padahal wilayah provinsi meliputi wilayah kabupaten/kota. (7) perangkat daerah. dan Kriteria). juknis). dan peningkatan kualitas rapat koordinasi wilayah. provinisi dan kabupaten/ kota yang berakibat pada per­ bedaan interprestasi. Aki­ batnya hasil evaluasi pelaksanaan otonomi daerah menjadi kurang berkualitas. (4) pemi­ lihan kepala daerah. (21) inovasi daerah. (5) peran gubernur sebagai Wakil Peme­ rintah Pusat di Daerah. dan tarik-menarik kewenangan antarlevel peme­ rintahan (pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. PP. (17) kerjasama antardaerah. (8) kecamatan. 2011). (16) kawasan khusus.  Pembagian kewenangan menjadi urusan wajib dan urus­ an pilihan yang belum jelas dan cenderung seragam untuk seluruh daerah sehingga menimbulkan banyak kesulitan karena tak seluruhnya sesuai dengan karaktersitik dan ke­ butuhan daerah.  Kerancuan yang terjadi menyusul model susunan pe­ merintahan yang menempatkan provinsi sebagai daerah otonom sebagaimana kabupaten/kota. (2) pembagian urusan pemerintahan. maupun daerah (perda). Untuk itu.  Situasi pembuatan kebijakan desentralisasi/otonomi dae­ rah yang cenderung terpecah-pecah sehingga menghasil­ kan peraturan perundang-undangan yang saling ber­ tentangan atau tidak tepat sasaran. Standar. dan pada saat bersamaan juga merupakan wakil pemerintah pusat di daerah. (19) pembinaan dan peng­ awasan.  Banyaknya urusan pemerintahan yang menyaratkan NSPK (Norma. permen. (14) partisipasi masyarakat. peningkatan kualitas data. (11) pembangunan daerah. di­ sepakati terdapat beberapa isu yang belum mampu dijawab oleh desain desentralisasi saat ini. l Peningkatan kualitas proses perencanaan pembangunan daerah Pembangunan daerah yang berkualitas masih sulit dica­ pai. (9) aparatur daerah. (13) pelayanan publik. Sebagai ilustrasi. beberapa hal yang perlu di­ lakukan adalah peningkatan kualitas para pimpinan dan staf perencana melalui pendidikan dan pelatihan perencanaan berkala. (12) keuangan daerah. (10) peraturan daerah. Untuk itu. baik dalam lingkup nasional maupun lokal  Kecenderungan pemerintah nasional tidak melakukan penyesuaian kelembagaan dengan rezim desentralisasi se­­ hingga yang terjadi justru “pembengkakan” struktur kelembagaan di pusat. yaitu:  Ketidakjelasan pembagian ke­ wenangan antara pemerintah pusat. (15) kawasan perkotaan. dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala dan tepat waktu. (6) Muspida. perlu dikembangkan konsep 48 . ter­ masuk regulasi di pusat (undang-undang. Untuk itu. dan. yang terutama diakibatkan oleh kesulitan mengakses data pencapaian.

Dengan demikian diharapkan dukungan masyarakat akan membantu meningkatkan kuali­ tas otonomi daerah. dan lainnya. kondisi sosial ekonomi. penjenjangan karir. dibutuhkan upaya bertahap untuk mulai melibatkan masyarakat dimulai dengan melaku­ kan sosialisasi secara intensif.Edisi 3 . (ii) nilai dasar pembentukan daerah otonom terdiri atas efisiensi administrasi (daya saing daerah dan skala ekono­ mi dan jumlah beban propinsi) dan efektifitas adminis­ trasi (rentang kendali. Beberapa hal yang akan tercakup adalah sistem informasi. menyelenggarakan dengar pendapat publik. keterwakilan). (b) peng­ gabungan dan penyesuaian daerah otonom. yaitu hidrologi. dengan pertimbang­ an kepadatan penduduk. yaitu (i) administrasi publik. tingkat kemakmuran. persebaran dan etnis. (v) geografi. Diantara yang dapat dilakukan adalah efisiensi anggaran. bahkan pada titik tertentu menjadi beban bagi pelaksanaan otonomi daerah. sumber daya alam/buatan. yang di­ padu dengan pengembangan reformasi birokrasi di daerah. l Pembenahan proses pemekaran daerah melalui penyusunan Desain Besar Penataan daerah Sebagaimana telah diketahui bahwa pemekaran daerah ternyata pada akhirnya tidak mendukung tujuan pelaksanaan otonomi daerah. topografi. (vi) perta­ hanan dan keamanan. l Pembenahan forum komunikasi otonomi daerah Pelaksanaan otonomi daerah menjadi kepentingan semua pihak. yaitu agama. yaitu geografi. dan rentang kendali. (vii) sosial ekono­ mi. 2010). dibutuhkan suatu forum yang dapat membantu mengakomodasi semua kepentingan. yang merupa­ kan hasil kolaborasi berbagai pihak dengan dikoordinasikan bersama oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Partnership for Gover­ nance Reform). Untuk itu. sehingga keterlibatan pemangku kepentingan men­ jadi suatu keniscayaan. (iv) pengalihan status daerah serta pemindahan ibukota (Kemitraan bagi Tata Pemerintahan. Menjadi agenda pemerintah selanjutnya untuk mereview dan menginternalisasikan Desain Besar ini kedalam Desain Besar Otonomi Daerah dan regulasi terkait khususnya undang-undang otonomi daerah Beberapa ide utama dalam dokumen ini diantaranya ada­ lah (i) terdapat 4 (empat) elemen dasar penataan daerah. digunakan 7 (tujuh) formulasi dari berbagai sudut pandang. pendistribusian dan bahkan meningkatkan data dan informasi tersebut menjadi pengetahuan. l 6. demografi. ketersediaan akses melalui keberadaan pusat informasi di tiap daerah. Saat ini telah tersedia suatu makalah kebijakan bertema Desain Besar Penataan Daerah6 di Indonesia. dan ketahanan nasional. l Pengembangan alternatif sumber pembiayaan pemerintah daerah Kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah dalam mem­ peroleh sumber pembiayaan di daerah perlu disikapi dengan menyiapkan terobosan alternatif pembiayaan. Untuk itu. peng­ olahan. melibatkan masyarakat dalam pemantauan dan evaluasi secara partisipatif. mekanisme monitor­ ing dan evaluasi. Akibatnya masyarakat hanya menjadi obyek. budaya. (c) penataan daerah yang memiliki karakteristik khusus. Dimulai dengan penyusunan sistem kepegawaian daerah yang berisi pola rekrutmen. yaitu (a) pembentukan daerah persiapan sebagai tahap awal sebelum ditetapkan sebagai daerah otonom. dengan pertimbangan jumlah penduduk. Dimungkinkan juga pertukaran data dan informasi secara aktif diantara pemerintah daerah. Tabel 2 Estimasi Jumlah Maksimal Kabupaten/Kota di Indonesia (2010-2025) Daerah otonom Jumlah provinsi Jumlah kabupaten/kota Jumlah daerah otonom 2010 33 491 524 Penambahan 11 54 65 2025(*) 44 545 589 (*) Diolah berdasarkan estimasi tim Desertada Kemendagri (2010) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembenah­ an birokrasi daerah melalui reformasi birokrasi Fenomena rendahnya kualitas sumberdaya manusia di daerah yang telah berlangsung lama perlu segera dihentikan. 49 . revitalisasi perusa­ haan daerah. baik pemerintah. (ii) manajemen pemerintahan. Untuk itu. Penataan daerah meliputi (i) pemekaran dan pembentukan daerah. yaitu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemerintahan dan mengaktualisasikan representasi lokal. kabupaten/kota. sistem insentif/di­ sinsentif. l Pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. (iv) demografi. dengan melupakan bahwa filosofi otonomi daerah diantaranya adalah keterlibat­ an aktif masyarakat dalam proses ini. perairan kepulauan. demokrasi pemerintahan (aspirasi dan kendali masyarakat. (iii) manajemen keuangan. (d) penetapan estimasi jumlah maksimal daerah otonom di Indonesia ta­ hun 2010-2025 (selengkapnya pada Tabel 2 ). ekologi. Forum yang ada selama ini dapat dioptimalkan perannya dalam meningkatkan keterlibatan pemangku ke­ pentingan. luas wilayah. sistem pendidikan pegawai. dan pihak di luar pemerintah termasuk masyarakat. Untuk melihat jumlah ideal dari propinsi. aksesibilitas dan potensi wilayah). pemantauan dan evaluasi secara partisipatif Selama ini proses desentralisasi dan otonomi daerah ter­ lalu fokus pada aspek kepemerintahan. (ii) penghapusan dan penggabungan daerah. (iii) penyelesaian batas daerah.Maret 2013 manajemen pengetahuan yang pada intinya menjaga aliran data dan informasi mulai dari pengumpulan data dasar. dan kerjasama dengan swasta. dibutuhkan suatu grand design (desain besar) yang dapat menjadi suatu acuan bagi langkah pemekaran daerah.

Pembangunan rumah susun di Kebon Kacang (Jakarta) juga merupakan eks­ perimen untuk menggantikan permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. Masalah inilah yang diatasi dengan membangun kota secara vertikal. Ka­ rena dengan sifat kebutuhan dan tingkat pendapatannya. Kampung kumuh pasti de­ kat de­ ngan tempat mencari nafkah. Apa yang dianggap uji coba dan contoh yang baik seperti rumah susun di Dupak dan Sombo (Sura­ baya). Membangun tanpa menggusur. Kalaupun rumah tersebut harus menyewa. Resiko tinggi meng­ huni kampung kumuh seperti banjir. kecua­ li harus menghadapi resiko tersebut. Rumah susun sebagai pengganti permukiman kumuh sudah diselenggarakan sejak 25 tahun yang lalu. sejak awal pembangun­ an rumah susun dianggap sebagai solusi untuk dua misi. tidak ada pilihan lain bagi suatu lapisan masyarakat. Dengan demikian. Bandung. tidak harus membayar iuran sanitasi maupun sampah dan ongkos pe­ meliharaan rumah pun ringan. atau Kepunden (Semarang) sumber foto: istimewa 50 . Dimulai dengan membangun rumah susun 4 lantai di Jakarta. makin memberatkan masyarakat maupun pemerintah kota. Pertambahan penduduk dan per­ luasan kota yang tak terbendung. Pada waktu itu belum ada undang-undang tentang perumahan dan permukiman. kehadiran payung hukum rumah susun mendahului payung hukum perumahan dan permukiman yang lebih menyeluruh dan komprehensif.Pendapat Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Menara: Solusi Masalah Apa? Tjuk Kuswartojo* P embangunan rumah susun massal sebagai produk kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah pe­ rumahan dan perkotaan di Indonesia baru muncul awal tahun 80an. penyakit menular dan mungkin juga penggusuran. Surabaya dan kota lain­ nya. Sementara itu. muncul instruksi presiden untuk mena­ ngani permukiman kumuh pada tanah negara dan secara eksplisit menyatakan bahwa perbaikan permukiman ku­ muh itu dilakukan dengan membangun rumah susun. pembangunan rumah susun memang tidak pernah sungguh-sung­ guh menjadi instrumen peningkat­ an kualitas permukiman kumuh. Tahun 1990. kemudian diterbitkan undangundang rumah susun untuk memberi landasan hukum tentang kepemilikan dan kewajiban serta tanggung jawab penghuninya. dan sebagainya. penyakit oleh kondisi lingkungan. sekedar eksperimen untuk mendapatkan pengalam­ an teknis. Dengan demikian. Karena selama itu. Skala pembangunan terlampau ke­ cil dibanding luas dan banyaknya rumah di permukiman kumuh. Persoalannya adalah bagaimana agar rumah susun menjadi solusi yang tepat dan efektif itulah yang menjadi soal. Sukajadi (Bandung). yang ada adalah UU Nomor 6 Tahun 1962 tentang Pokok-Pokok Perumah­ an yang terfokus pada hubungan sewa menyewa perumahan. Klender (Jakarta). Tahun 1985. begitulah slogan yang dicanangkan. biasanya juga murah. di Suka­ jadi (Bandung). air gratis. tetapi tidak memberikan hasil yang berarti. Kedua untuk memenuhi kebutuhan akan rumah yang terus meningkat oleh per­ tambahan penduduk. Misi tersebut belum akan berubah selama permukiman kumuh masih ada. adalah solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar beban menghuni lebih ringan dan terjangkau. kebakaran. semuanya terpaksa harus dihadapi. Pertama untuk meningkatkan kualitas per­ kotaan dengan mengganti permu­ kiman kumuh dengan rumah susun. Apalagi rencana pembangunan jang­ ka panjang telah mencanangkan kota tanpa permukiman kumuh 2025. peratur­ an pemerintah tentang persyaratan yang lebih teknis terkait rumah susun diterbitkan pada tahun 1988. Rumah Susun dan Rumah Menara: Dapatkah Mengganti Permukiman Kumuh? Kampung yang menjadi kumuh. menjadikan kehidupan dan manajemen kota makin sulit. Apalagi resiko meng­ huni tersebut dikompensasikan juga dengan hubungan keakrab­ an sosial yang terbangun di kampung tersebut. Palembang dan seba­ gainya oleh Perumnas sebagai al­ ternatif rumah sederhana. UU ini beriringan dengan pembangunan rumah susun di Kebon Kacang. Sedang pembangunan rumah su­ sun di Klender (Jakarta).

Edisi 3 . Beliau-beliau tersebut pemeliharaan. Mengapa bukan rumah susun empat/ ternyata rumah menara tidak menjawab soal lima lantai seperti yang telah ada.144 juta per Gubernur mengakibatkan beliau dituduh sebagai peng­ unit dua kamar tidur. tentu saja permukiman kumuh.. terbang misalnya seluas 20 m2 harus menyediakan Rp. Karena lokasinya. dokter dan agen Mengapa tower. meminimkan kebutuh­ tidak terlalu suka dengan kebijakan towerisasi rumah mu­ an ruang dan utilitas.85 juta per unit satu kamar tidur dan Rp. segar.000 sampai Rp. Seperti apa yang temen sederhana karena harganya pada waktu itu ”hanya” terjadi dengan tower Kalibata. 51 . yang akan menyelamatkan Bagaimana hubungannya dengan per­ Jakarta dari banjir dan juga memberi udara mukiman kumuh. Ha­ soal permukiman bung dengan permukiman kumuh.900. Karena dengan kepadatan penduduk yang begitu tah serta kemudahan perizinan akhirnya Perumnas dan tinggi.000 per meter an massal dengan lebih cepat. tetapi oleh terfragmentasi sehingga tidak memberi efek nyata. sayuran.000 per bulan untuk sumber foto: istimewa kumuh di Jakarta.000 sehingga tidak puluhan. pada suatu waktu di ta­ persegi per bulan. tukang pijit. Karena Apartemen yang telah dibangun itu ternyata diserbu itu. penghuni apartemen terkena kewajiban membayar ongkos Didorong oleh niat meningkatkan skala pembangun­ manajemen antara Rp. Selain itu. para pengembang mau. Walau­ kumuh. apakah mengelola tower pengganti permukiman kumuh tersebut. Nah ini yang tidak ada. persyaratan yang diajukan Rp. Memang benar pem­ agar penduduk yang dapat ditampung bisa .300. sesungguhnya Gubernur DKI Jakarta waktu itu meng­ otak atik struktur bangunan. kebijakan tower ini harus karta juga dapat ditampung. Ketinggian bangunan itu sendiri. Walaupun demikian sehingga akhirnya rumah susun mengumuh juga. bangun tower. untuk mengganti rumah kumuh. tetapi nyatanya menjadi kebijakan yang tikan dan difasilitasi di kompleks tower.. Disebut apar­ tut persyaratan teknis yang tinggi pula. rumah susun lebih dari 10 mulai dari warung makanan. tidak menjawab Tower yang diba­ngun tersebut nggak nyam­ pung maksimum 400 orang/hektar sedang tower bisa lebih dari 2. Bagaimana membiayainya. Mungkin hanya suatu lontaran ide tanpa telaah puluhan tahun di permukiman kumuh juga perlu diperha­ yang mendalam. tetapi masyarakat yang saban kekumuhan di pinggiran Ciliwung. rapannya bahwa perumahan ini tidak hanya pun demikian masih ada sisa pemikiran un­ diperuntukkan bagi penghuni permukiman tuk tetap membangun tower guna mengatasi kumuh saja.. lebih banyak. Dengan eksplisit. disertai dana subsidi untuk menghuni. ditambah dengan subsidi pemerin­ rah itu. Muncullah gagasan mem­ aktivitas ekonomi. masih menyibukkan para penjabat kementerian.9.180. tumbuh di kompleks kecil sehingga bisa diperoleh ruang terbuka tersebut. Kalau hari naik di atap KRL mondar mandir ke Ja­ memang demikian.000 jiwa menempati persil seluas 12 Ha. Tentu saja lis­ trik dan air harus mungkin trenyuh dan risau melihat sebaran. penjual sayurlantai. menjadi beban berat bagi sarana dan prasarana kota di ka­ Hadirlah kemudian kompleks apartemen ”sederhana” di wasan tersebut.15. pasti beberapa pengembang mau membangun tower tersebut.Maret 2013 tidak direplikasi atau dikembangkan lebih lanjut. Tipe studio sekarang permukiman liar dan kumuh di Hongkong tahun lima­ disewakan dengan harga Rp.rumah menara bangunan ini dilaksanakan tanpa menggusur. di mana lokasinya dan berapa Meski tidak menjadi keputusan dan pernyataan yang luas lahan yang dibutuhkan untuk memulainya. karena penggunaan tanahnya properti kecil-kecilan. pengamatan dari helikopter itu meneguhkan kos tinggal di tower akan jauh lebih tinggi dari pada ting­ kebijakan perumahan yang dikenal dengan program 1. penyewa tipe studio hun 2007. Dengan demikian. hambat pembangunan.000 gal di kampung. apartemen lokasi dan luasnya permukiman kumuh dan Gading Nias dan Kalibata kini tampak hidup menjadi yakin bahwa rumah menara adalah dan bahkan bisa menumbuhkan banyak solusi yang tepat. Kalibata dan Pulo Gebang.000 de­ ngan helikopter mengamati permukiman sampai Rp. bayar juga. Ide itu memba­ harus diselesaikan soal siapa yang berhak dan bagaimana wa serta banyak soal. Hubungan sosial yang terbangun selama tower. salon. Karena pasti ong­ Begitulah. hijau yang luas. seper­ investor kecil yang tidak terlalu menghitung pengembalian ti misalnya pembangunan rumah susun untuk mengatasi walaupun tetap mau untung. menun­ Kelapa Gading. pembangunan rumah susun terkesan inkremental dan bukan oleh yang membutuhkan rumah. Berbagai usaha kecil. Terlebih lagi karena manajemen pengoperasian terlalu jauh berbeda dengan indekosan sekitar Jalan dan pemeliharaan rumah susun tersebut sangat lemah Thamrin atau Jalan Gatot Subroto.. Rumah susun bisa menam­ karena memang tidak ada yang harus digusur. 30.000 orang/hektar. wakil presiden dan beberapa menteri.

tetapi kiralogi (ilmu kira-kira begitulah ) untuk retorika politik. Subsidi Ongkos Menghuni Ongkos pemeliharaan. Subsidi beban menghuni tersebut mungkin bisa juga dihubungkan dengan beban pemerintah daerah untuk pe­ nanganan kebakaran dan pemeliharaan kesehatan. Dari segi ini. tidak mungkin apartemen sesederhana apapun bisa menggantikan permu­ kiman kumuh. Begitulah jadinya. tidak mungkin menang­ gung ongkos sewa rumah susun seperti Marunda. rumah susun adalah solusi. Pemerintah Inggris baru mencabut susbsidi yang dilaksanakan lewat peru­ mahan publik (public housing). Pajak bumi dan bangunan pun akan menjadi lebih tinggi. Walaupun demikian. mungkin akan mengatasi ongkos transpor dan me­ ngecilkan resiko menghuni. berla­ pis dan dengan kesenjangan yang tinggi menjadi soal be­ rat untuk dapat menentukan besaran dan sasaran subsidi dengan tepat. perbaikan. kecuali pemerintah juga memberikan sub­ sidi beban menghuni tersebut. Kalaupun masalah itu dikemukakan. Istilah backlog yang digunakan menyatakan kekurangan rumah itu pun sesungguhnya keliru. Masyarakat yang hi­ dup dibawah garis kemiskinan. Ini bukan masalah simptomatik. perkotaan dan lingkungan hidup 52 . penyediaan air bersih akan menjadi beban menghuni. Apalagi sebagian besar masyarakat tersebut berpenghasilan dari sumber-sumber informal yang sulit diketahui besarannya.000 per bulan. Selain itu. ternyata disambut dingin-dingin saja oleh masyarakat. selain subsidi ongkos konstruksi. sanitasi.Pendapat Rumah susun. Masalah yang sering dikemukakan para penjabat bahkan para tokoh perumahan konon adalah backlog membesar. sering hanya berupa masalah simptomatik dan bukan masalah yang mendasar. yang perlu kita dicari adalah solu­ si. setelah subsidi terse­ but berlangsung selama lebih dari 50 tahun. ternyata tidak didasari pada pemahaman atas apa masalahnya. Kapan pencabutannya perlu dipantau dan dikaji secara mendalam. Pada waktunya subsidi memang dapat dicabut. yaitu bagaimana mengelola subsidi tersebut agar sumber foto: istimewa tepat sasaran. Keluhan Dinas Perumah­ an DKI Jakarta atas besarnya penunggak sewa perumahan Marunda yang konon ”hanya” Rp. Keamanan konstruksi. apalagi masyarakat miskin yang tinggal di kampung kumuh .128. Sering kita dengar. Apalagi bila bangunan itu berupa menara lebih dari duapuluh lan­ tai. intalasi keamanan dan lift akan menjadi beban menghuni. *) Pemerhati kebijakan permukiman. mengindikasikan ada kesenjangan antara pendapatan dan ongkos menghuni. Subsidi yang saat ini disediakan oleh pemerintah nasional. yang pasti tidak dalam jangka penggantian menteri atau pimpinan daerah. air bersih. mendapat respon masyarakat dan mempu­ nyai efek konstruktif. tetapi menjadi le­ bih keliru lagi karena tidak diungkapkan kekurangan itu dimana dan terjadi untuk lapisan masyarakat yang mana. Masyarakat yang begitu beragam. Artinya pemerintah juga harus ikut menanggung ongkos pemeliharaan. tetapi banyak solusi yang ditawarkan bahkan dilaksa­ nakan. Masyarakat miskin yang tinggal di ko­ long jalan layang atau di genangan air memang tidak akan mampu tinggal di rumah susun sewa. apartemen murah atau apapun nama­ nya. ada soal lain yang harus ditangani dengan sungguhsungguh. ongkos menghuni akan berlipat ganda sehingga tidak dapat di­ jangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. tetapi tidak jelas apa masalah yang sesungguhnya.

Masalah dan faktor penyebab Pembangunan rusun ditujukan untuk mengatasi kebu­ tuhan perumahan MBR di perkotaan yang tidak mampu mendapatkan sarana dan prasarana tempat huni­ an (rumah) yang layak. Masalah apa saja yang muncul dalam penghunian rusun bagi MBR di berba­ gai kota besar Indonesia?. Adanya fenome­ na ini membuktikan bahwa dalam peng­ hunian rusun telah terjadi marjinalisasi terhadap peng­ huni rusun. kebijakan pembangunan rusun masih sering tidak berpihak kepada MBR. Pemberdayaan bagi MBR penghuni rusun telah sering di­ lakukan oleh pemerintah.Edisi 3 . rendahnya akses MBR tersebut juga disebabkan oleh pe­ rilaku oknum pejabat di Dinas Perumahan yang tidak 53 . K ata pemberdayaan masih terus didesakkan ke­ pada pemerintah oleh para pakar dan penggiat pembangunan guna membantu masyarakat mis­ kin (lemah) yang tak berdaya menghadapi permasalahan yang muncul dari implementasi kebijakan pembangunan. Mengapa pemberdayaan diperlukan? Hal ini dikarenakan: Pertama.Maret 2013 Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun sebagai Proses Pembelajaran Sosial Drs. Dalam ba­ nyak rusun yang ada. M. seperti kepemilikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan struk gaji sulit dipenuhi oleh MBR. Namun. dan bagaimanakah implementasi pemberdayaan yang dapat mengatasi problem peng­ hunian sumber foto: istimewa rusun oleh MBR? Kedua hal tersebut akan dibahas dalam artikel pendek ini dan selanjutnya diharapkan memuncul­ kan diskursus tentang permasalahan penghunian rusun bagi MBR perkotaan. masih nampak tingkat penghunian rusun belum optimal. Bagi MBR.Si. maka kesejahte­ raan hidup mereka dalam meng­ huni rusun dapat sustainable. penghuni­ nya adalah PNS dan lainnya yang tidak berhak atas rusun. Adanya akses yang rendah bagi MBR untuk menghuni rusun dikarenakan persyaratan tertentu. Penghunian rusun belum optimal Dalam kasus di beberapa kota besar di Indonesia. Hasil penelitian Fatwan Tadjung (1999) di Rusun Benhil DKI Jakarta yang me­ nyimpulkan masih 30 persen penghuni asli masih bertahan hidup di rusun dan selebihnya penghuni lain bukan kelompok sasaran. Termarjinalisasi penghuni rusun Masalah ini terjadi karena MBR penghuni rusun tidak sanggup membiayai biaya angsuran dan biaya operasional hidup di rusun. Demikian pula. Gerakan pemberdayaan atau empowerment bagi MBR penghuni rusun diperlukan karena gerakan tersebut didasar­ kan pada gagasan “memberikan kekuatan (power) kepada yang lemah (powerless) sehingga dengan kepemilikan kekuat­ an seseorang dapat melaksanakan proses aktualisasi (Pranar­ ka. 1996). dalam proses pembangunan rusun dan pemanfaatannya masih menimbulkan banyak masalah bagi penghuni rusun yang hingga kini sulit terpecahkan. karakteristik sosial ekonomi dan budaya MBR yang lemah sering memunculkan permasalahan dalam penghunian rusun. Bias investasi pembangunan rusun Munculnya masalah ini terlihat dari penghunian rusun yang jatuh pada masyarakat non target group. terjangkau. c. Nursalim. yang terjadi masih mun­ cul sejumlah permasalahan di dalamnya. dan kedua. dan di sisi lain disebabkan pengembang ingin rusun yang dibangunnya cepat terjual. Berbagai masalah dan faktor penyebab dalam penghunian rusun bagi MBR dapat diidentifikasikan sebagai berikut: a. Demikian pula. terutama di DKI Jakarta. b. Namun. dengan adanya keberdayaan yang tinggi dalam proses pembangun­ an rusun. Mun­ culnya masalah ini disebabkan oleh adanya harga rusun tak terjangkau oleh MBR dan praktik pemasaran rusun sulit diakses MBR. pemberdayaan sangat diperlukan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah (MBR) penghuni rumah susun (rusun) di perko­ taan. dan berkelan­ jutan. Hal ini disebabkan oleh harga rusun tidak terjangkau MBR di satu sisi.

berkelanjut­ an dan kurang dapat melahirkan kader-kader penghuni rusun sebagai ahli pemberdayaan untuk diri mereka. ter­ lihat bahwa pemerintah wajib melakukan pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. Dengan memperhatikan bunyi ketentuan tersebut. terutama pada peng­ huni rusunawa. Berbagai masalah penghunian rusun yang telah dipaparkan di muka men­ jadi bukti bahwa pemberdayaan penghuni rusun belum diimplementasikan secara tepat dan benar. Disamping itu. pemberdayaan tersebut belum memberikan kontribusi yang besar bagi kelangsung­ an hidup penghuni rusun. Akan tetapi yang terjadi banyak penghuni men­ jual rusun dengan pindah ke lain tempat. Sebagai aki­ batnya. dalam kegiatan pembangunan rusun masih sering MBR tidak dilibatkan dalam perencanaan bentuk (desain) rusun yang akan ditempati. ekonomi.Pendapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dari tindakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memecat seorang pejabat Dinas Perumahan yang menghalang-halangi masyarakat korban banjir me­ nempati rusun yang disediakan Pemda. rusun dalam keadaan kumuh. Demikian pula. kondisi ekonomi tidak semakin baik. Kegiatan sosialisasi dan pembinaan penghuni rusun dengan konsep pendekatan “TRI DAYA” (sosial. perkembangan tingkat ekonomi penghuni. misal di rusun di Penjaringan DKI Jakarta. d. Rusaknya sarana dan prasarana rusun Suatu realita yang dapat dijumpai. memperlihatkan kondisi fisik bangunan rusun yang se­ makin rusak dan kumuh. dan budaya hidup MBR di rusun semakin berkembang. Masalah ini muncul karena kurang adanya pembinaan pemerintah yang tepat dan intensif terhadap penghuni rusun. Dari kenyataan implementasi pemberdayaan tersebut tidak berarti apa yang telah dilakukan pemerintah salah. Adapun ketidakefektifan pem­ berdayaan penghuni rusun melalui pendekatan “TRI DAYA” ada­ lah dalam implementasinya lebih terkesan bersifat proyek. Formalitas Pemberdayaan Dalam paket kebijakan pembangunan rusun. dan lingkung­ an belum dilakukan secara konprehensif. Pemda DKI tidak melakukan pengawasan yang tegas dan terkesan membiarkan proses terjadinya kerusakan rusun yang berlarut-larut. sumber foto: Peduli Menara Latumeten program penguatan kehidupan sosi­ al. Munculnya masalah ini disebab­ kan oleh tingkat kesadaran penghuni yang masih rendah dalam memelihara rumah yang disewa. termasuk penghuni 54 . budaya kurang berkembang Pembangunan rusun di perko­ taan adalah untuk menyejahtera­ kan MBR. dan lingkungan) telah dilakukan oleh pemerintah/ pemda. Belum adanya asuransi penghunian Hingga saat ini MBR penghuni rusun di berbagai kota besar di Indonesia masih belum tenang hidupnya jika mendapat musibah atau bencana seperti bangunan runtuh dan terjadinya kebakaran. lembaga jasa swasta juga tidak tertarik memberikan layanan asuransi penghunian rusun karena dipandang tidak menguntungkan dan ba­ nyak ruginya bila dilakukan. Artinya. sebe­ narnya telah disertakan program pemberdayaan penghuni rusun. Kehidupan sosial. Akan tetapi implementasi pemberdayaan penghuni rusun perlu disempurnakan baik mengenai teknik pendekatan maupun pengaturan pihak-pihak yang terlibat dalam pem­ berdayaan penghuni rusun. terdapat dalam pasal 11 ayat (1) berbunyi ”Pemerintah melakukan pembinaan penyelenggaraan rumah susun secara nasional untuk me­ menuhi tertib penyelenggaraan rumah susun” dan pada ayat (2) butir g dinyatakan bahwa pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pemberdayaan pemangku kepentingan rumah susun. ekonomi. Implementasi Pemberdayaan Kata pemberdayaan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rusun. Di samping itu. Dampak positif yang diharapkan adalah terwujudnya kehidupan yang harmonis para peng­ huni. dan rusun dijadikan ke­ giatan tempat kriminal (transaksi narkoba). Akan tetapi dalam implementasi. ekono­ mi. Dampak dari kondisi ini menimbulkan eksodus pindah ru­ mah yang jauh dari tempat beker­ janya sehingga menyebabkan be­ ban hidup untuk biaya sosial dan ekonomi menjadi semakin tinggi. Sosialisasi yang dilakukan pemerintah lebih mengesankan pada mo­ bilisasi dan instruktif. e. dan lain-lain. Sosialisasi sebagai pemberdayaan pada tahap awal pem­ bangunan rusun masih memosisikan masyarakat calon penghuni rusun sebagai obyek pembangunan. seperti telah dipaparkan di depan telah memun­ culkan masalah ketidakmampuan bertahan hidup di rusun karena terbebani biaya operasional perawat­ an rusun yang tinggi. f. Hal ini karena tidak adanya per­ hatian pemerintah untuk peduli melindungi harta dan jiwa penghuni rusun.

kemudahan berbagai perijinan. (iv) bimbingan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sedang­ kan siapa yang melaksanakan. kesejahteraan keluarga (ekonomi). pendekatannya harus dirubah dari pendekatan proyek ke pendekatan non proyek. yaitu (i) Tahap inisial. Perencanaan rusun Rusun dibangun tidak hanya untuk kepentingan pihak pembangun (swasta atau pemerintah). dari pemerintah. Oleh karenanya. dan 3. Dan. dan bu­ daya (lingkungan) seperti yang telah dilakukan pemerintah masih relevan untuk dilanjutkan. untuk rakyat. dan lainnya kepada pengembang rusun MBR sehingga harga rusun tidak mahal baik untuk dimiliki atau disewa. 55 .Edisi 3 . terjangkau. ekonomi dan budaya penghuni rusun. Seperti diungkapkan di depan bahwa kebijakan yang tepat bagi peningkatan kesejahteraan MBR penghuni rusun adalah dilakukan melalui pemberdayaan. segala keinginan dan harapan yang ada pada calon-calon penghuni rusun harus benar-benar didalami dan diakomodasi dalam pembuatan rencana pembangun­ an rusun. Untuk kepentingan pertama. Tahap emansipatif. (ii) bimbingan keterampilan kewirausahaan. dan berkelanjutan yang menjadi harapannya. Bagaimanakah imple­ mentasi pemberdayaan MBR dapat membantu memecah­ kan berbagai problem yang muncul dalam penghunian rusun? Implementasi yang tepat dalam pemberdayaan peng­ huni rusun dapat dilakukan pada tahap perencanaan. dari rakyat. dan perilaku bersih dan betah tinggal di rusun (budaya). oleh pemerintah bersama masyarakat. pemberdayaan pada penghuni rusun harus di­ orientasikan pada terciptanya kemampuan daya beli dan sewa rusun. sudah saatnya pemerintah/ pemda memasilitasi tersedianya tenaga pendamping dari masyarakat (LSM atau Perguruan Tinggi) untuk dilibat­ kan dalam kegiatan memberikan bimbingan dan pelatihan ke arah terwujudnya proses pembelajaran sosial. (ii) Tahap partisipatoris. (iii) memasilitasi kemudahan memper­ oleh modal ke lembaga keuangan bank dan non bank. ekonomi. apa yang direncanakan pemerintah harus benar-benar untuk kepentingan MBR. Namun. namun pemerintah harus mendengarkan aspi­ rasi MBR. Sosialisasi program dan perencanaan rusun perlu dilakukan dengan pendekatan manusiawi dan komunikasi dua arah serta menerapkan bottom up planning. kita dapat mengacu pada tahapan pemberdayaan seperti dikemukakan Prijono (1996). c.koran-jakarta. untuk rakyat.Maret 2013 rusun sehingga dapat membantu meningkatkan kehidup­ an sosial. Penghunian rusun Pemberdayaan melalui “TRI DAYA” pada penghuni rusun. Pemerintah/pemda dalam implementasi pember­ dayaan harus melibatkan peran serta masyarakat de­ ngan memberikan fasilitasi terbentuknya forum peran serta dalam pemanfaatan rusun (Pasal 132 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman). pemerintah wajib memberi­ kan insentif (pajak). dan untuk rakyat. ekonomi. dengan cara sebagai berikut a. Uluran tangan yang diberikan dapat berwujud pemberian (i) jaminan asu­ ransi kepenghunian rusun. (v) pe­ nyuluhan kebersihan lingkungan. yaitu penguatan kehidupan sosial. keberdayaan penghuni rusun juga harus diwujudkan dalam pilihan lokasi yang strategis dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi massal. Ketiga tahapan tersebut dapat dilakukan pada implementasi pemberdayaan masyarakat BMR peng­ huni rusun. tapi yang lebih penting untuk memenuhi kepentingan penghuni. Un­ tuk kepentingan kedua. Melalui pendekat­ an ini akan menimbulkan kepercayaan (trust) yang tinggi dari calon penghuni MBR bahwa pemerintah benar-benar memikirkan pemenuhan kebutuhan rumah yang layak. pemerintah daerah harus berani menyusun RTRW yang memungkinkan MBR dapat ting­ gal di rusun yang dekat dengan tempat kerja dan sarana transportasi umum. pembangunan dan penghunian rumah susun. Pembangunan rusun Pada tahapan pembangunan rusun (rusunami dan rusunawa). b. Di samping itu. Peran pemangku kepentingan pembangun rusun perlu ditingkatkan perannya sehingga mempercepat terwujud­ nya kehidupan penghuni rusun yang harmonis (sosial). Di samping itu. oleh pe­ merintah. Meski sumber foto: www. dan didukung oleh pemerintah ber­ sama masyarakat.com pada tahap awal pembangunan rusun porsi pemerintah dominan. dan budaya penghuni rusun. dari pemerintah bersama masyarakat.

000 Tower 5 April 2007 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 .Pendapat Sukseskan 56 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Program 1.

seperti beragamnya penafsiran dan pemahaman yang terbatas terhadap setiap produk hu­ kum yang terkait dengan penataan ruang.Pendapat Edisi 3 . Terjadinya inkonsistensi dan juga tidak konsekuennya dalam mengimplementasikan. memiliki komitmen yang tinggi serta in­ tegritas yang kuat untuk berpihak pada sisi kepentingan publik yang lebih besar dalam penataan sistem tata ruang kota dan sistem tranportasinya. secara khusus pernah menyoroti perubahan tata guna lahan yang semakin sulit dikendalikan. Arahan pengembangan transportasi yang dikembang­ kan adalah menjadikan angkutan umum sebagai tulang punggung sistem dan menerapkan kebijakan manajemen permintaan (TDM) serta penyediaan jaringan jalan seba­ gai pendukungnya. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah tumpang tindih kewenangan yang tidak jarang menimbulkan ben­ turan konflik kepentingan disebabkan ego sektoral atau benturan kepentingan ekonomi. Jika tata ru­ ang tidak menjadi rujukan. dimana letak kemandulan dari rencana tata ruang Jakarta? Terdapat beragam penyebab lemahnya implementasi suatu rencana tata ruang. Pem­ prov DKI telah menerapkan kebijakan Pola Transportasi Makro. Kondisi empiris menunjukkan bahwa bangkitan lalu lintas akibat perubahan tata guna lahan pada masa ber­ lakunya RTRW Jakarta 2000–2010 tidak mampu diwa­ dahi/dilayani oleh pertumbuhan jaringan transportasi. Bahkan hasil evaluasi terhadap RTRW 2000-2010 menunjukkan indikasi ter­ ja­ dinya penyimpangan terhadap tata ruang cu­ kup tinggi. Hal yang perlu dipertimbangkan dan mendapat catatan adalah apakah sistem dan jaring­ an transportasi yang diuraikan pada Pasal 21 yang terkait Sistem dan Jaringan Transportasi mampu mewa­ dahi kebutuhan mobilitas akibat pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dijabarkan pada Pasal 18. bukan hanya disebabkan kelemahan aparatur. 57 . Muat­ an materi yang perlu mendapat perhatian secara khusus di RTRW Jakarta 2030 adalah sistem pusat kegi­ atan yang direncanakan pada Pasal 18. kegagalan menyinergikan aspek tata guna lahan dan transportasi menjadikankota yang tidak rapi. Faktor lemah­ nya penegakan hukum. Harian Kom­ pas (2010).Maret 2013 Menata Transportasi dan Tata Ruang Jakarta n Bagian kedua (Tamat) D Yayat Supriatna* i dalam Perda RTRW Jakarta 2030. dan pada akhirnya akan memberi kontribusi pada terciptanya kemacetan yang menetap. Sehingga dalam pelaksanaannya pun kerap terpaksa harus “meninggalkan” peraturan yang sudah ditetapkan. Jakarta memerlukan struktur birokrasi dan aktor pimpinan daerah yang kompeten. sinergi kedua komponen termuat dalam aturan tentang struktur ruang dan sistem transportasi pada Pasal 17 hing­ ga Pasal 40. Tidak dapat ditutupi. melalui Peraturan Gubernur Nomor 103 Tahun 2007. namun karena memang aturan yang disusun di dalam rencana tata ruang belum dilengkapi dengan berbagai ketentuan aturan pelaksanaannya. Percepatan Pembenahan Sistem Saat ini untuk membenahi masalah transportasi. sosial dan politik. disertai kebijakan yang sering berubah-ubah karena tuntutan perkembangan zaman aki­ bat tekanan kapitalisme (neo-liberal) dan perubahan so­ sial yang dipengaruhi perkembangan teknologi yang amat cepat menjadi faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang. Hal yang menjadi pertanyaan apakah untuk membangun Jakarta saat ini dan kedepannya masih tetap menggunakan rencana tata ruang atau tidak. Pola Transportasi Makro ini memiliki tiga langkah strategi untuk mengatasi masalah kema­ cetan.

Implikasi dari setiap penundaan adalah akan munculnya masalah baru yang lebih parah. Diharapkan dengan turunnya berbagai peraturan pelaksanaan dalam bentuk PP dan Perda yang dapat diberlakukan di wilayah Jakarta. karena penundaan dan sekedar berwacana. sejak tahun 1974 Jakarta sudah memiliki lebih dari 12 Dokumen Rencana Sistem Transportasi yang minim realisasi. Jika mengkaji dari berbagai studi transportasi yang telah dilakukan di Jakarta. Indikator banyaknya hambatan dan kelambatan sudah banyak yang diketahui. sebagai alternatif pengganti monorail. Kebijakan di tataran makro harus tegas dan jelas serta mampu menjelaskan siapa yang harus bertanggungjawab untuk menjalankan hak dan kewajibannya. Peneliti P4W –IPB serta Pengguna Komuter Line Bogor –Jakarta. yang melingkupi LRT Monorail Green Line dan Blue Line. Pengembangan BRT telah beroperasi sejak tahun 2004. Penerapan UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Peng­ adaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.Pendapat antara lain melalui strategi pembangunan infra­ struktur jalan. Hal ini didasarkan pertimbangan penahapan pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi dengan menyinergikan konsep pengembangan jaringan Bus Priority (Busway). Berdasarkan rencana. Penggiat di SUDForum. Hampir sebagian besar isi rencana jauh dari realisasi yang diharapkan. walau ada pertimbangan dengan adanya model seper­ ti ini diharapkan efektifitas layanan akan lebih me­ ningkat karena tidak adanya penyerobotan terhadap jalur bus ka­ rena bersifat khusus. Tingginya nilai lahan dan semakin padatnya kota. Dengan semakin tingginya jumlah pengguna busway. Untuk meng­ atasi berbagai dilema dalam pembenahan transportasi di Jakarta. Tetapi yang menjadi catatan penting dari pengelolaan Transjakarta. Koridor 1 sam­ pai 8 telah terpenuhi targetnya dari 2004 sampai 2007. Kapasitas anggaran APBD yang terbatas dan mi­ nimnya dukungan finansial yang kuat dari peme­ rintah pusat men­ jadi kendala untuk menyelesaikan semua masalah di dalam sistem. di­ harapkan layanan yang mencakup beberapa simpul kegiat­ an utama di Jakarta dapat dipenuhi tanpa kendala. Pembenahan sistem transportasi perlu segera dilaku­ kan. Sementara untuk pembangunan jaringan LRT. baik pada tataran makro (kebijakan dan kewilayah­ an) hingga pada tataran mikro (tingkat operasional di lapang­ an). si­ sanya koridor 9 sampai 15 ditetapkan selesai 2007 sampai 2010. Masalah kemacetan tidak dapat diselesaikan hanya dengan wacana. Kita belum ba­ nyak mempunyai pengalaman dalam pengelolaan elevated bus­ line. adalah keterkaitan dengan unsur-unsur penunjangnya seperti kepastian ter­ hadap pa­ sokan gasnya dan bagaimana menata ulang dengan jalurjalur busway yang sudah berjalan selama ini. *Staf Pengajar Teknik Planologi – Universitas Trisakti. Direncanakan mengembangkan model elevated busline. Kendala terbesar untuk memba­ ngun infrastruktur dan pembenahan angkutan massal adalah masalah ruang/lahan. Hingga saat ini belum banyak tindakan yang sudah dilakukan untuk menata ratusan sepeda motor yang menyebar dan bergerombol di pintu-pintu masuk gedunggedung perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan di se­ antero Jakarta. 58 . dan semua dokumen rencana dibuat dengan biaya yang cukup besar. Fenomena yang menarik saat ini akibat tidak berjalannya sistem. LRT (Light Rapid Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit) yang diharapkan akan selesai pada tahun 2020. upaya menambah ruas jalan semakin sulit. dan pe­ nerapan re­ gulasi untuk sisi pengendalian kendaraan pribadi. sehingga masyarakat dapat memahami sejauh mana tingkat keserius­ an Pemprov DKI untuk membenahi angkutan umumnya. Seharusnya berdasarkan target yang ditetapkan da­ lam Pergub 103 Tahun 2007. Peru­ bahan konsep sebaiknya dikaji ulang dan disertai dengan me­ rubah ketentuan Peraturan Gubernur yang mengatur peri­ hal Pola Transportasi Makro. Akibat keterbatasan ruang. salah satu rekomendasi yang penting untuk dijalankan Pemprov DKI adalah harus tetap konsisten dengan semua hasil rencana dan kebijakan yang telah disusun. terdapat banyak catatan buruk yang harus diperbaiki. belum sepenuhnya berjalan karena berbagai ken­ dala operasional dan sosialisasi peraturannya yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat. tetapi diperlukan kerja keras serta konsisten dengan amanat yang telah diberikan. yang dimulai sejak tahun 2005/2006 resmi dibatalkan oleh Gubernur sehingga tidak dapat diketahui bentuk ren­ cana alternatif apa yang akan dikembangkan selanjutnya. Hal lain yang cukup menambah ruwet adalah terkait pembebasan lahan yang berlarut-larut akibat sengketa hukum dan harga pembebasan yang kadangkala sulit untuk mencari nilai kesepakatan. Hingga saat ini telah beroperasi 11 koridor. Setiap rencana perlu untuk segera ditindak lanjuti. masalah pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruk­ tur jalan dapat me­ nemukan jalan keluarnya. pencapaian pemba­ ngunan 15 koridor busway sudah harus tercapai pada tahun 2010. Termasuk di da­ lamnya upaya langkah-langkah percepatan yang dikemu­ kakan oleh Wakil Presiden terhadap 17 langkah strategis mengatasi kemacetan di Jakarta. pembangunan angkutan massal. Esensi yang pa­ ling krusial untuk di tingkat makro adalah masalah finan­ sial. Terjadi kelambatan pembangunan yang seha­ rusnya dijelaskan kepada masyarakat faktor penyebabnya. waktu dan dana. Semua hasil kajian adalah hasil kerja keras para ahli dan masukan dari masyarakat. menjadi catatan tersen­ diri tertundanya berbagai target pembangunan angkutan massal. adalah dengan munculnya ribuan ojek sepeda motor sebagai sarana yang paling efektif mengatasi kemacetan.

Transportation Research Group Institut Teknologi Bandung K emacetan lalu lintas yang terjadi di kota-kota me­ tropolitan seperti Jabodetabek. dan memperpendek jarak pergerakan penduduk lewat penataan ruang kota yang efisien. terbukti menambah jalan malah mendorong pemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi. motor).Edisi 3 .D Associate Professor. Ph. Metro Bandung dan Medan. seharusnya disambut dan merupakan pintu dialog kebijakan publik untuk merinci target dan action planning penataan transportasi kota yang Gambar 1. tidak mungkin lagi dicari jalan keluarnya melalui ritual predict and provide. Diperlukan keterpaduan kebijakan dan strategi untuk mempercepat implementasi pengembangan dan perbaikan angkutan umum. MRT Masa Depan Gambar 2. Surabaya. paralel dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap angkutan pribadi (mobil. membangun jalan (tol) dalam kota yang memadai untuk mengakomodasi lalu lintas. Target untuk menurunkan hingga 26% emisi rumah kaca pada tahun 2020 yang diungkap Presiden SBY dalam G20 Pittsburgh Summit. Angkutan Umum Berbasis Rel Masa Depan 59 . Hasilnya jalan semakin macet. Kenyataan yang terjadi.Maret 2013 MRT Atasi Macet Jakarta? Harun al-Rasyid Lubis. polusi bertambah dan mutu lingkungan terus merosot.

yang berkapasitas lebih kecil ditempatkan sebagai pengumpan. dan angkot. Angkutan berbasis rel. Setiap pengembangan koridor angkutan umum apapun jenisnya hampir dipastikan akan bersentuhan dengan trayek angkutan umum yang lama. Daya angkut KRL ditargetkan berlipat tiga kali (1. ini membutuhkan restrukturisasi yang sangat mendasar untuk memadukan beragam moda angkutan umum yang sudah ada. Untuk kondisi Jakarta. busway dan kereta api KRL Jabodetabek. terkecuali ada program fokus dan kebijakan lain untuk menunjang target jangka pendek.2 km layang dan 6 km terowongan sekarang memasuki tahap konstruksi. Gambar 3. pengembangan KRL juga TransJakarta saat ini sulit dibayangkan potensi di atas dapat dicapai.1 km.2 km terdiri dari 9. Lebak Bulus . Sekarang melalui PT KCJ (anak perusahaan PT KAI) tengah berbenah operasi KRL dan menambah armada. MRT Tahap III dan Tahap IV koridor Timur. Moda yang berkapasitas besar ditempatkan pada koridor utama yang padat. lihat Gambar 1.Barat sepanjang 87 km masih dalam tahap studi. bus konvesional. jarak tempuh dan kecepatan moda angkutan umum yang dapat dirancang untuk saling menunjang. menyajikan jaringan angkutan umum berbasis rel masa depan. Pemerintah DKI Jakarta dan DPR/DPRD. Akankah MRT dapat mengatasi macet Jakarta? Kebijakan pendukung apa yang penting untuk percepatan realisasi MRT dan target angkutnya? Saat ini sesungguhnya jaringan angkutan umum sudah lumayan banyak di Jakarta dan sekitarnya mencakup metromini.Kp Bandan 8. setelah berwacana selama 30 tahun. Transjakarta (busway) dengan 12 koridor operasi hari ini sudah mengangkut 320 ribu penumpang per hari. Gambar 2. sampai kini dimaklumi baru sampai batas basa-basi.Pendapat berkelanjutan. maupun secara kelembagaan dalam jangka panjang. namun semua belum terintegrasi dengan apik.Bunderan HI sepanjang 15. metromini.2 juta penumpang per hari) dalam dua tahun mendatang. Jarak Tempuh dan Kecepatan Angkutan Umum. Tahap II HI. Tahap II target operasi tahun 2018. bila fokus dengan 12 koridor saja dan ditambah dengan jalur-lalur pengumpan (feeder) diperkirakan bisa meng­ angkut 1. ticketing. Dengan kecepatan dan target pembangunan MRT. dengan target daya angkut 630 ribu per hari (2037?).5 juta penumpang per hari. Gambar 3 menunjukkan beragam kapasitas. KRL sepanjang 150 km sudah beroperasi dan saat ini mengangkut sekitar 400 ribu penumpang per hari. Hal ini bisa direalisasi dalam jangka pendek. dengan target daya angkut setelah tiga tahun operasi ( 2020) berkisar 412 ribu per hari. segera menyusul.Kota . asalkan ada kepemimpinan dan komitmen anggaran yang kuat terutama dari Pemerintah Pusat. 60 . pembangunan MRT (mass rapid transit) koridor Utara-Selatan Tahap I. Di Jakarta. MRT Tahap I direncanakan beroperasi tahun 2016. Keberadaaan MRT sendiri. hanya satu dari beragam jenis moda angkutan umum yang ada di Jakarta. termasuk rencana monorel bila dipadukan bersama BRT Transjakarta total diperkirakan memiliki daya angkut riil saat ini tidak kurang dari 4 juta penumpang per hari. yang sangat potensial dipadukan secara fisik. dan dapat dilipatgandakan dalam jangka menengah. Ragam Kapasitas. seperti bis.

daripada bila salah satu diimplementasi secara terpisah. swasta dan peran serta masyarakat. menaikkan tarif parkir. hasilnya tidak sekedar penjumlahan manfaat (additive) dari masing-masing paket. Memilih pasangan-pasangan paket kebijakan yang saling mendukung merupakan kunci sinergisitas kebijakan dalam mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. sembari berusaha memecahkan masalah-masalah jangka pendek (quick wins) yang mendukung implementasi agenda transportasi yang berkelanjutan. 61 . Dalam literatur “Implementing Sustainable Urban Travel Policies” (ECMT. Sinergi diartikan bila dua paket dilaksanakan bersamaan. bisa jadi dua instrumen paket kebijakan bersifat counter-productive. kebanyakan baru terfokus sampai keterpaduan fisik transportasi khususnya jalan dan operasional angkutan umum: tingkat pelayanan. masih merupakan barang langka dan sulit diwujudkan. akan menghasilkan manfaat ekstra. Dalam cakupan lebih sempit lembaga sejenis dapat dimulai dari badan Otorita Angkutan Umum saja. tiket elektronik. pilihan strategi dapat mencakup: a) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang me­ nyang­ kut beragam moda angkutan b) Keterpaduan antarinstrumen kebijakan yang menyang­ kut pengadaan infrastruktur. Sehingga keberhasilan merancang strategi terpadu dapat didekati melalui dua prinsip: i) sinergi antarberagam instrumen paket kebijakan. Sesungguhnya ada strategi terpadu yang lebih komprehensif menyangkut bagaimana memadukan beragam paket instrumen kebijakan dalam upaya meningkatkan kinerja transportasi yang berkelanjutan. misalnya.Maret 2013 Strategi Transportasi Terpadu yang Berkelanjutan Kebijakan pendukung lain yang diperlukan untuk mencapai target daya angkut di atas mencakup 2 hal berikut: (i) beragam upaya Transport Demand Management (TDM) baik yang menyangkut pembatasan fisik/ruang (kendali ruang parkir. kesehatan dan pendidikan e) Keterpaduan otorita/kelembagaan antarpemerintah­ an.5 km selanjutnya. khususnya di kota metropolitan yang beragglome­ rasi. 2002). Wilayah metropolitan seperti Jabodetabek haruslah menyiapkan protap perencanaan transportasi yang dilengkapi kolaborasi institusi publik (pemda). kenyamanan akses berjalan kaki untuk jarak dekat dan bersepeda (tersedia gratis) untuk menjangkau 1. tata ruang dan angkutan dirancang sedemikian rupa agar untuk sampai ke tujuan. atau ii) menghilangkan halangan (barrier) yang menghambat eksekusi suatu kebijakan.Edisi 3 . mengembangkan kapasitas lembaga. Pertanyaannya adalah tingkat keterpaduan dan keberlanjutan seperti apa yang ingin ditargetkan? Upaya dan debat tentang ini. pembiayaan dan informasi c) Keterpaduan antarberagam upaya kebijakan tansporta­ si dan tata ruang d) Keterpaduan sektoral bukan hanya transportasi. (ii) Transit Oriented Development (TOD). tak dapat dihin­ dari memerlukan keterpaduan otorita atau kordinasi sesama kelembagaan publik. baik di internal Pemda dan antarPemda se Jabodetabek. Istilah sinergi sumber foto: istimewa terkadang diartikan memiliki sifat komplementer dengan dua paket kebijakan bila diterapkan bersamaan akan berdampak saling mendukung dan menghasilkan dampak yang lebih luas. penutupan jalan. Mengingat setiap paket kebijakan dapat memiliki dampak yang berbeda. Upaya ini harus dimotori oleh Gubernur dan Kepala Daerah di sekitar wilayah metropolitan guna membangun protap perencanaan. seperti menyiapkan fasilitas park & ride untuk mendukung pengembangan angkutan umum perkeretaapian ataupun bus. atau pun bersinergi memberikan nilai positif. pembatasan waktu (flexi hours. subsidi angkutan umum). memberikan insentif bagi pengembangan kawasan baru untuk mendukung investasi jalur perkeretaapian. serta dilengkapi fasilitas park & ride. Beberapa contoh dapat disampaikan. tetapi le­ bih melebar mencakup bisnis kota. tarif. Upaya mengintegrasi paket kebijakan untuk mewu­ judkan transportasi yang berkelanjutan.5 atau 2. Keberadaan BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) Jabodetabek yang sudah ada. merelokasi parkir onstreet dan mengadakan ruang parkir off-street untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan kapasitas jalan. traffic calming). manajemen operasi. sehari-hari orang diarahkan menggunakan angkutan umum berbasis utama rel (kereta api) yang ditunjang oleh trayek umpan (feeder) moda angkutan umum lain. Integrasi ataupun efektifitas kerjasama antarpemda dalam menangani permasalahan bersama menyangkut utilitas publik. belum bermanfaat dan belum efektif berjalan. plat kendaraan ganjil/ genap) maupun fiskal (jalan berbayar/ERP.

(ii) Mengembangkan aset publik untuk menunjang peran di atas. Moh. Kredit Griya Multi dan Kredit Griya Sembada. perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlu­ kan. potensi-potensi masyarakat lebih banyak di­ bahas dan salah satu rekomendasinya adalah dikembang­ kan Pembangun­ an Perumahan Bertumpu pada Kelompok (P2BPK). dibentuk Peng­ urus Se­ mentara yang dipimpin Ir. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan dilaksanakannya Kongres Perumahan Rakyat Per­ tama di Bandung pada tanggal 25–30 Agustus 1950. dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember 1976. Pada tanggal 10 Maret 1992 lahir Undang-Undang Nomor 4 tentang Perumahan dan Permukiman. pemerintah memberikan tambahan tugas kepada Bank BTN sebagai wadah pembiayaan proyek pembangunan perumah­ an rakyat. Dalam Pasal 25 ayat (1) resolusi tersebut menyatakan bah­ wa: ” Setiap orang berhak atas pangan. H. dan baru sepekan kemudian. Esensi dari kongres ini menyatakan bahwa Negara (harus) ikut campur dalam masalah perumahan rakyat secara sungguhsungguh. Pem­ bangunan Jaya. Hatta. Dalam perjalanannya peranan Bank BTN terhadap pembangunan perumahan bertambah luas dengan diluncurkannya KPR Non Subsidi dalam bentuk KPR Komersil. (iii) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan produktif dengan mengacu pada prinsip-prinsip ekonomi dan prinsip menjamin keamanan dan pemanfaatan aset-aset negara. dengan tugas utama saat pendirian postspaarbank (1897) sampai dengan Bank Tabungan Negara (1968) adalah bergerak dalam lingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan. pada 18 Februari 1972. Pada tanggal 29 Januari 1974. pakaian. “Satu Rumah Sehat untuk Satu Keluarga”. REI belum mem­ punyai pengurus.. di tingkat pusat dibentuk Djawa­ tan Perumahan Rakyat sebagai bagian dari Departemen Pekerjaan Umum. Sebagai tindak lanjutnya dikembangkan Lembaga Jas Merah: Adaptasi Judul Pidato Presiden RI (Bung Karno) dalam Peringatan HUT RI Tahun 1966: “JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH!!” 62 .. yang juga kemudian diikuti dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. (ii) dirumuskan norma dan syarat minimum perumahan rakyat dan segera ditetapkan da­ lam Undang-Undang. dan seterusnya . Ciputra dari PT. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukiman I (1972). Perumnas diarahkan untuk berperan: (i) Melayani kebutuhan perumahan rakyat sebagai kebutuhan publik. Sebagai tindak lanjut. Saat itu. Keterkaitan antara perumah­ an dan tata ruang muncul dalam dokumen Ke­ bijaksanaan dan Strategi Nasional Perumahan 1990 yang kemu­ dian diperkenalkan konsep perumahan dengan pen­ dekatan lingkungan hunian berimbang (1:3:6) berdasar Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri. Penegasan status Bank Tabungan Negara (BTN) seba­ gai bank milik negara ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1968. Nomor 739/ KPTS/1992 dan Nomor 09/KPTS/1992 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Ling­ kungan Hunian yang Berimbang. karena itulah tanggal 10 De­ Penyediaan Rumah untuk Rakyat (MBR) P sember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN. Pada Lokakarya Nasional Perumahan dan Permukim­ an II (1992). Seperti apa yang disampaikan dalam Pidato Wakil Presiden RI ketika itu. Kongres Perumahan Rakyat tahun 1950 telah menghasilkan 3 keputusan yaitu (i) setiap provinsi meng­ usahakan berdirinya perusahaan pembangunan perumahan rakyat. (iv) Menerapkan kebijakan perumahan sesuai arahan kebijakan dan program pemerintah.”. dan (iii) membentuk badan yang menangani pembangunan dan pembiayaan perumahan. Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Rakyat (SKB Tiga Menteri) Nomor 648-384 Tahun 1992. dilahirkan Badan Usaha Milik Negara bidang perumahan dan permukiman yaitu PERUM PERUM­ NAS. yang mengamanatkan kepada kita sebagai pewaris bangsa untuk secara bersama-sama menyelenggarakan pembangunan perumahan yang la­ yak bagi rakyat yang telah hidup merdeka. Adapun jenis produknya yakni KPR subsidi.Pendapat Jas Merah: Landasan Kebijakan Oleh Zulfi Syarif Koto* Landasan Penyelenggaraan Perumahan di Indonesia enyelenggaraan perumahan rakyat semula berawal dari lahirnya Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia yang diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui Resolusi 217 A. Sebelumnya persatuan Perusahaan Real Estate Indone­ sia (REI) didirikan pada hari Jumat bersejarah 11 Februari 1972 di Jakarta. di tingkat provinsi didirikan Yayasan Kas Pembangunan Perumahan Rakyat yang berfungsi sebagai lembaga pembiayaan yang bersifat koperatif. Kredit Swagriya. KP Rumah Toko (Ruko). REI lahir dalam kondisi serba kekurangan. beradab dan bermartabat (memiliki harga diri). Menindaklanjuti tugas tersebut. sejak tahun 1976 Bank BTN menyalurkan pemberian Kredit Pemilik­ an Rumah (KPR).

kabupaten. Keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/pemerintah daerah dalam penyediaan peru­ mahan bagi masyarakat perlu disikapi dengan upaya mendorong kemitraan antarpelaku (badan usaha). khususnya MBR. antara lain: (i) backlog perumahan semakin menurun. Komunikasi. memecahkan berbagai permasalahan. Kerjasama Swasta Pemerintah/Public-Private Partnership. PT. Kelemah­ an 6 K tersebut perlu dipadukan dengan elemen kepe­ mimpinan. masa tenor yang panjang dan bunga murah dapat terwujud. mendorong kebersamaan dan kemitraan antarpelaku (ba­ dan usaha) secara maksimal melalui konsep PPP (Public private partnership) termasuk memasilitasi pemanfaatan dana CSR bagi pembangunan perumahan guna menyi­ kapi keterbatasan sumberdaya pendanaan pemerintah/ pemerintah daerah dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat. Pembiayaan perumahan berbasis perbankan perlu dileng­ kapi dengan pembiayaan khusus perumahan yang di­ jalankan oleh lembaga keuangan bukan bank. sehingga consolidated fund dan multipurpose financing lebih bisa dilayani. (vii) stimulan fisik maupun non-fisik berupa insentif dan disinsentif dapat tepat waktu. (ii) luas­ an perumahan dan kawasan permukiman (PKP) kumuh semakin berkurang. d. Disamping itu. Bandung ini dikembangkan pembangunan perumahan bertumpu pada kelompok masyarakat dengan melakukan pergeseran orientasi dari menyediakan (provi­ ding) kepada memampukan (enabling). khususnya MBR). (vi) pemupukan dana murah. Jakarta dan Rancaekek. sehingga urgensi­ nya keberadaan tabungan perumahan rakyat dapat segera direalisasikan dalam Undang-Undang (sesuai amanat da­ lam Pasal 124 UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang PKP). yang semula hanya bertumpu pada dana pemerintah (APBN/APBD). skema subsidi dan skema ban­ tuan infrastruktur perlu diperluas. Tentunya termasuk pe­ nguatan 3 (tiga) pilar pembangunan perumahan. Gagasan Pemikiran Kebijakan Penyelenggaraan Perumahan Rakyat Mempertimbangkan gambaran sejarah landasan kebijak­ an perumahan rakyat tersebut di atas. Kerjasama. termasuk memobilisasi skema pendanaan ru­ mah swadaya. mengingat proporsi MBR di Indonesia masih cukup besar. khususnya MBR semakin meningkat. yang dikenal dengan isti­ lah Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). khususnya MBR semakin meningkat. Pada tahun 1992. Kemente­ rian Perumahan Rak­ yat bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) mengembangkan P2BPK (Pembangunan Perumahan Bertumpu pada Kelompok) melalui proyek Community Based Low-Cost Housing Pro­ ject. yang disertai penguatan kelembagaan perumahan dan kawasan per­ mukiman yang berkesinambungan di daerah.Edisi 3 . Taspen. pembenahan dengan segera terhadap permasalahan 6 (enam) K dalam penyelenggaraan perumahan dan kawas­ an permukiman. Perum Perumnas. dana pensiun BUMN. dan lain-lain secara maksimal melalui konsep Kesepakatan Bersama (MoU). Keseluruhannya akhirnya bermuara pada Tabungan Perumahan Rakyat c. Insya Allah. Melalui Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 1994. atau kegotong royongan ma­ syarakat semakin meningkat. yang terdiri dari: Konsepsi. (iv) keswa­ dayaan. di­ bentuk Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangun­ an Perumahan dan Permukiman Nasional (BKP4N) yang tugasnya menyiapkan rumusan kebijaksanaan. BKP4N dibantu oleh Badan Pengen­ dalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Daerah Tingkat II (BP4D). *Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I)/the HUD Institute 63 . Perumahan ada­ lah untuk semua golongan dan lapisan masyarakat. e. dan Kontrol. menjadi konsep pendanaan yang juga mengakomodasikan dukungan dari berbagai sumberdaya pendanaan yang lebih luas dan beragam (consolidated fund). dan tepat sasaran. Komitmen. Koordinasi. kesetiakawanan. Perlunya memperluas paradigma pendanaan perumahan. f. maupun kota terhadap penyediaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. diharapkan agar institusi perumahan rak­ yat (dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat) da­ pat memastikan atau mewujudkan beberapa hal. PT. dan melaksanakan pengawasan dan pengendalian di bidang pembangunan perumahan dan per­ mukiman. Di daerah. (v) kemitraan yang setara dan sinergis dengan para pemangku kepentingan PKP semakin meningkat dan terarah. b. Pada akhirnya. termasuk memasilitasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pembangunan perumahan dan permukiman. dan BTN. tetapi politik perumahan harus lebih tegas dan berpihak kepada kaum lemah dan tidak mampu. Melekat dengan P2BPK dikembangkan mekanisme pembiayaan Kredit Tri­ guna (BTN) yang mencakup Kredit Pemilikan Kaveling Siap Bangun (KP-KSB). Dengan demikian dibutuhkan upaya evalua­ si program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Jamsostek. Asabri. dan (viii) daya beli atau daya cicil ma­ syarakat menengah ke bawah. (iii) kepedulian atau keberpihak­ an pemda provinsi. misalnya Bapertarum PNS. yaitu Kemenpera. perlu dirumuskan be­ berapa gagasan pemikiran yang paling tidak terdiri dari: a.Maret 2013 Keswadayaan Masyarakat (LSM) bidang pembangunan perumahan sebagai mitra pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat yang tidak mempunyai akses kepada kredit perbankan. tepat mutu. dengan karakter pemimpin yang mampu menjalankan amanat konstitusi demi kepentingan rakyat (masyarakat menengah ke bawah. Perumahan merupakan hak dasar rakyat. Dalam uji coba yang dilakukan di Cengkareng.

niat serta kesiapan orang untuk melakukan suatu tindak pidana. melewati suatu wilayah tanpa ijin pun tidak boleh. maka pagar itu disertai dengan persenjataan un­ tuk mempertahankan diri dan wilayah dari serangan lawan. Alhasil. di mulut lahan. atau di dalam lahan terdapat rumah dengan segala perangkatnya. Dengan kata lain. pagar sebenarnya cukup berupa ditancapkannya sebuah bambu berwarna tertentu. yang dibalik pagar ini milikku. sebagai suatu sistem penga­ manan wilayah paling mutakhir. Bambu. di mata orang-orang yang sudah siap dan punya tekad melakukan tin­ dak pidana. Sebagai gan­ tinya. Ketika jaman menjadi lebih maju. Dengan dipagarinya suatu bidang tanah. Inilah pula kelemahan CCTV. Pada kenyataannya. katakan­ lah terdapat peternakan atau perkebunan. Tidak cukup dengan itu. Target Hardening Perbincangan di atas pada dasarnya terkait dengan pagar dalam fungsinya sebagai alat bantu si pemilik untuk memper­ tahankan diri dari gangguan. Tak lupa pula disertai ancaman seperti “dilarang masuk” atau “dilarang mendirikan bangunan” dan sebagainya. CCTV bukan lagi penghalang. maka orang bisa tidak berdaya apa-apa ketika ada orang iseng atau orang jahat hendak meng­ 64 . Ketika simbol-simbol ini menjadi tidak atau kurang ber­ makna bagi sebagian orang. Terkait penyusup-penyusup itu. entah itu berupa invader atau intruder. Agak berbeda adalah situasi di Eropa yang pada kebanyak­ an palang tertulis trespasser will be prosecuted. juga apa anehnya? Memang tidak aneh jika hanya dua hal di atas saja yang merupakan fungsi pagar.001 fungsi. Ketika pemilik lahan itu bernama kerajaan. bahkan juga dilengkapi Closed-Circuit Television (CCTV). Jika ada kasus pembobolan ru­ mah berupa orang yang berpura-pura mengambil barang milik tuan rumah. dibuatlah pagar dari kawat berduri mengelilingi lahan tertentu. maka pagar le­ bih berfungsi sebagai pencegah penyusup (intruder). Benteng-benteng khas dari kerajaankerajaan Eropa mencerminkan hal ini. termasuk di sini dasar hukum yang diacu. pohon atau monumen itu men­ simbolisasikan siapa yang menjadi pemilik tanah tersebut.Pendapat Pagar: Tinjauan Sosio-Kriminologis Adrianus Meliala * J ika pagar berfungsi sebagai penghalang masuknya orang atau binatang yang tidak diundang. tidak disangka-sangka. oleh karenanya. Sebagai contoh. itulah penyusup model baru yang seringkali tampil perlente dan. dibangun­ lah pos jaga di tempat orang keluar-masuk. Kepemilikan Pada fungsinya yang paling purba. kemudian memiliki se­ butan khusus yakni benteng (fortress). lihatlah Tembok Cina. tetapi bisa jadi mun­ cul terang-terangan. yang sebe­ lah sana milikmu. simbol kepemilikan lahan berubah menjadi patok yang terbuat dari batu dan semen atau berbentuk sebuah papan yang bertuliskan nama pemilik lahan. Pada ekstrim yang lain. maka pagar atas suatu wilayah yang dikuasai raja pada dasarnya bernama pagar juga. Namanya saja benteng. hal itu disebut dengan maintaining defensible space. tidak melihat pada motif. pagar merepresentasi­ kan suatu kepemilikan atas tanah. pagar cenderung dibangun tinggi-tinggi atau dikelilingi kawat berduri. Ha­ nya saja. saking besar dan panjangnya. Oleh karena itu pula. maling dan sebagainya. pagar bisa memiliki 1. di palang papan nama yang telah dibuat tertulis pula “awas anjing galak”. Tembok yang gagah pun seakan takluk oleh para penipu ini. Ketika di dalam lahan terdapat properti yang lain. Apa­ lagi jika ada orang yang membuat bangunan tidak permanen hingga semi-permanen. Sehingga. Dewasa ini. Tidak lupa pula. maka “pagar simbolik” ini cenderung tidak banyak lagi dimanfaatkan. Untuk fungsi itu. menjadi wajar jika tampilan pagar bisa beragam mewakili beragam fungsi­ nya tadi. apa anehnya? Jika pagar berfungsi sebagai pencegah hilangnya harta-benda yang terdapat dalam rumah. seperti sering dilakukan Etnis Gipsy di Eropa. didirikan­ nya sebuah pohon yang khas atau ditumpuknya batu menjadi semacam monumen. Dengan fungsi baru ini. atau kasus perampokan rumah oleh orang yang mengaku-aku orang dekat korban. bisa dipergunakan tinjauan atau perspektif sosio-kriminologis. terbukti dari adanya penguasaan lahan oleh orang yang tidak berhak. Para penyusup itu kita ke­ nal dengan sebutan pencuri. Secara teknis. pencoleng atau bahkan pemulung. maka bentuk pagar juga berubah ketimbang pagar yang dipakai untuk mempertahankan diri dari orang yang ingin menguasai (invader). CCTV hanya melihat per­ gerakan orang. maling. penyusup tidak sela­ manya dikenal sebagai pencuri. maka bongkahan batu yang ditumpuk teratur memanjang sudah cukup untuk ke­ mudian disebut pagar. maka terciptalah konsepsi sederhana tentang kepemilikan lahan. guna memahaminya. Di siang bolong pula. Tanpa pagar.

*) Prof. Akibatnya. jangankan intruder. seyogyanya keinginan untuk mengejar es­ tetika sekaligus pengedepanan status. sebagai suatu target kejahatan. Nama­ nya juga orang dari kelas menengah hingga elite. kunci yang diberi password atau dengan bantuan tenaga pengaman. tetapi telah menjadi “penjara baru” yang mengurung mereka sendiri. maka dapat diperkirakan tidak banyak pihak yang akan mengganggu kita. misalnya. adalah pemandangan sehari-hari. katakanlah. muncul fenomena ketidakamanan model baru. bah­ kan boleh dibilang tidak ada kontak sama sekali antarpenghu­ ni apartemen. orang hanya boleh keluar-masuk dari pintu yang selalu dijaga tersebut. jika terjadi apa-apa. mendengar teriakan atau kegaduhan dari dalam rumah.Edisi 3 . Atau. Kehidupan mereka amat “dipagari” oleh dinding-dinding unit tempat tinggal mereka. jika pengamanan di pintu masuk lemah atau bobol (entah karena satpam tidak ada di tempat atau sudah diperdaya). salah satunya. Interaksi sosial yang minim. di pihak lain. Tentunya ada saja orang yang memilih tidak mau meng­ andalkan pada enerji sosial dan lebih percaya sepenuhnya pada kemampuan diri sendiri. peng­ huni apartemen meninggal berhari-hari tanpa ada yang tahu. dengan adanya pagar. entah dengan cara melom­ pati atau membobol pagar. sehingga defensible space ditarik pada tingkat blok atau cluster. kehadiran pintu pagar yang angker plus satpam berkumis. terlepas dari apakah itu rumah mewah atau rumah sederhana. Sebaliknya. tidak bisa meman­ faatkan enerji sosial yang terdapat di luar rumah. Inilah fenomena yang terjadi pada komunitas baru masyarakat perkotaan yang hidup di apartemen penca­ kar langit di Jakarta. maka orang iseng atau jahat itu pertama-tama perlu melewati pagar terlebih dahulu. untuk apa tergantung pada masyarakat di lingkungan sekitar yang se­ ringkali lebay. Mengingat dalam rangka mempertahankan defensible space dan melakukan target hardening diperlukan biaya tidak sedikit. Namun demikian. Nuansa tradisional. bagi banyak orang dapat menggantikan dukungan enerji sosial jika terjadi ketidakamanan pada diri orang tersebut. Seiring dengan itu. terjadinya kasus perampokan yang pelakunya orang dekat korban. Dengan ban­ tuan CCTV. ju­ ga bisa dihadirkan melalui pagar. rumah-rumah didalamnya tidak perlu lagi membuat pagar. Oleh kare­ na itu. keberadaan kita (dalam hal ini ru­ mah atau properti lainnya) menjadi lebih kuat. telepon internal. Hal ini memang ada benarnya. Inilah con­ toh ketika niat untuk meningkatkan status malah bisa beru­ jung pada ketidakamanan diri sendiri dan keluarga. Enerji so­ sial itu berasal dari kehadiran tetangga atau orang yang lewat (passers-by) yang bisa membantu saat. aspek keamanan. amat wajar apabila dilakukan pengamanan yang tidak hanya ketat tetapi juga berlapis dan bersenjata. Adrianus Meliala. bisa dibangun pagar bergaya Gothik yang penuh ukiran. Masih dalam rangka defensible space. Dengan metode satu pintu. Namun demikian. Komisioner pada Komisi Kepolisian Nasional Dapat dihubungi di adrianusmeliala@gmail. Jika. Masalahnya. upaya tersebut perlu disesuaikan dengan bahaya yang mungkin datang serta probabilita datangnya bahaya dan.D Kriminolog & Guru Besar FISIP UI. tinggi dan tertutup pada dasarnya menempatkan rumah dan penghuni rumah dalam keadaan terisolasi dan. pagar tidak lagi sekadar menjadi simbol ke­ pe­ milikan atau mekanisme mempertahankan diri. adalah cara lain menancapkan status sosial pemilik rumah. Itulah prinsip target hardening. Jika pemilik mengingin­ kan pagar yang tetap memungkinkan orang “melongok” ke dalam rumahnya yang megah. Guna memperlihatkan preferensi pemilik rumah. semua rumah dalam cluster bisa dikatakan tidak berdaya apa-apa lagi (defenseless). Upaya untuk bertahan pun bisa dilakukan secara lebih ber­ variasi. Status Pagar bisa menjadi tidak bisa diprediksi lagi tampilannya ketika dikaitkan dengan status sosial pemilik pagar tersebut. nilai atau besaran dari target yang hendak dilin­ dungi. Unit tempat tinggal bukan lagi sebagai pagar. Hal ini jauh lebih efisien dari segi biaya. dibangunlah pagar bergaya Yunani. kita memiliki uang yang amat banyak. Hal ini sering terjadi ketika ada penyusup yang masuk rumah. Ph. yang bisa bertemu kita pun bukanlah sembarang orang.Maret 2013 ganggu. katakanlah. tidak mudah dikerjai. Sebaliknya. dalam rangka “memperkeras” diri agar tidak menjadi target kejahatan yang mudah dikerjai. pertahanan diri dibangun melalui sistem yang membatasi dan menyaring orang-orang yang hendak menemui mereka. orang lebih mampu bertahan. maka banyak perumahan memakai konsep cluster yang menyinergikan banyak hal. Ujung-ujungnya. Pagar yang terlalu kokoh. misalnya. yang tentunya tidak terlalu mudah. Singkatnya.com 65 . jika kita bukan seseorang yang kaya-raya. Tiba-tiba saja orang iseng atau jahat itu sudah ada di depan pintu rumah dan bisa segera masuk rumah dengan cara mencungkil pintu atau jendela. sifatnya sangat subyektif dan penuh cita rasa pribadi. Tidak hanya itu. tetapi sudah menjadi instrumen dalam rangka aktualisasi diri. misalnya. Kemampuan finansial yang kuat serta kepercayaan diri dan ditunjang oleh perangkat komunikasi yang canggih. maka terhadap mere­ ka yang tinggal di hotel. apartemen atau asrama. dengan pagar. De­ ngan kata lain. perlu di­ ingatkan terkait azas proporsionalitas dan fungsionalitas. tidak kontra produktif dengan perspektif pencegahan kejahatan (crime prevention) yang seyogyanya built-in atau termaktub dengan sendirinya dalam perencanaan rumah tinggal atau properti lainnya. Sebagai contoh. Singkatnya. yang dengan demikian melumpuhkan semua sistem pengamanan yang ada.

L’Avenue AGUNG PODOMORO GROUP Green Bay Pluit 66 .

pertimbangkan optimalisasi energi dalam perencanaan yaitu secara konvensional. sehingga dapat menjadi bagian dalam pracetak penuh. mulai mulai dari tahap perencanaan. dipelihara an sampai pada pembongkaran. Pembangunan Rusun di Batam 2010 . Penelitian optimasi energi konstruksi dan a. dipergunakan. diproduksi. Analisis Bahan Baku Pembangunan Rusunawa dampak lingkungan dilakukan pada pembangunan ru­ Pembangunan rusunawa membutuhkan banyak mah susun di Batam. dan sistem pra­ cetak penuh. Sistem pracetak be­ sampai dibongkar dan kembali ke alam. Prinsip dasar dari tipe pembangunan ini ada­ untuk menganalisis aspek lingkungan yang berhubungan lah penggunaan energi yang optimal secara integratif dengan suatu produk dan siklus hidupnya. pemanfaat­ diambil dari alam. Bangunan Rusunawa terbuat penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi dari konstruksi beton. beserta kebutuhan masing-masing pada setiap jenis P Gambar 8. Hairul Sitepu dan HR Sidjabat Konsep Perhitungan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan embangunan yang berkelanjutan (Sustainable Referensi perhitungan energi tiap item pekerjaan Construction) merupakan suatu topik yang saat konstruksi didasarkan referensi [5]. pat optimalisasi penggunaan energi selama konstruksi. Hasil terhadap kerusakan alam.Konsep Edisi 3 . pa sistem pembangunan: sistem konvensional. agar juga mulai mem­ dilakukan melalui 3 alternatif pelaksanaan konstruksi.2011 67 . proses industri dan menghasilkan output agar kita bisa karena menerapkan penggunaan material melakukan perbaikan proses dan dampak Bagian Kedua* dan metoda kerja yang efisien sehingga dida­ yang lebih aman ke lingkungan. pracetak sebagian dan pembangunan. Software ini ton merupakan suatu sistem pembangunan yang me­ mengalkulasi input seperti kuantitas bahan baku suatu menuhi kaidah konstruksi hijau (green construction).0 warming). yang dilakukan dengan bebera­ sumberdaya alam sebagai bahan baku konstruksi. Bahan bangunan utama yang digunakan usaha menjaga kelestarian bumi. Proses penyetaraan ini berkembang di dunia konstruksi internasio­ untuk perbandingan tiap item dilakukan dengan metoda nal sebagai respon atas isu pemanasan global (global LCA (life cycle analysis) melalui software Simapro 5. sistem Pemanfaatan sumberdaya tersebut dapat berdampak pracetak sebagian. yang dalam pengerjaannya dapat para pelaku konstruksi nasional.Maret 2013 sebagai Sistem Sistem Pracetak Beton Konstruksi Hijau: Studi Kasus Perbandingan Energi Konstruksi dan Dampak Lingkungan di Pembangunan Rumah Susun di Batam Oleh: Hari Nugraha Nurjaman. konstruksi.

Sistem Pracetak Column Slab 68 . (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis sedikit diban­ dingkan beton konvensional.66 x 10-5 kPt). Hal ini sesuai dengan pernyataan Gibb [4] disebabkan oleh material-material mencemari badan yang mengemukakan bahwa beberapa prinsip beton air permukaan dalam jangka waktu yang lama. predicability. dari 180 ton pada konvensional menjadi 77 ton pada Besi tulangan beton 180 ton 77 ton 122 ton pracetak sebagian. terutama dari komponen pelat yang menggunakan sistem grid prategang seperti terlihat pada Gambar 9. yaitu: (1) kandungan racun paling besar (8.56 kPt). disusul oleh semen (4.truk (1. tidak diperlukan lagi pada pracetak Elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah sebagian dan pracetak penuh. Apabila pra­ cetak tersebut dipercaya dapat memberikan man. Berdasarkan hasil pembobotan. (2) kandungan racun lingkungan perairan akut lain pihak. lingkungan perairan kronis (5. gunaan tenaga kerja terampil lebih banyak di beton pra Kandungan racun lingkungan perairan kronis cetak [10].93 x 10-7 kPt) dan penggunaan han bangun­ an lebih efisien.19 kPt).dampak lingkungan dominan (impact categories).2 terlihat pemakaian besi tulangan beton pada pracetak sebagian berkurang secara signifikan. menjadi hanya 5-6 bulan. baik sebagai perancah *) Teknologi Pracetak yang digunakan adalah dari salah satu produsen nasional maupun sebagai cetakan sebanyak 603 m3. berbahaya terhadap manusia dan organisme hidup lainnya yang akan memanfaatkan perairan tersebut.air untuk beton (3. b.13 kPt). Selain penggunaan ba.Konsep pelaksanaan konstruksi dapat dilihat Tabel 2. Kondisi yang sama juga pada penggunaan kayu. gunaan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga adalah dalam pembiayaan yang berkurang secara cu. peningkatan jaminan lingkungan perairan akut. (2) kandungan Gambar 9. LCA Beton Konvensional Hasil pembobotan menunjukkan bahwa hampir Hasil analisis skor tunggal menunjukkan bahwa besi seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak beton merupakan elemen yang memberikan dampak lingkungan dominan. kelebihan lain dari peng. Penghematan besi Cetakan kayu 41 m3 yang sangat signifikan ini didapat karena Perancah kayu 562 m3 sistem pracetak yang digunakan adalah sistem column-slab yang sangat efisien.17 kPt). namun peng. Hal tersebut akan sangat kualitas. Kebutuhan Bahan Bangunan Masing-masing Alternatif pada Tabel 2 Pada Tabel.pencemaran tersebut tidak ditangani dengan serius faat lebih dibandingkan beton monolit terkait dengan dan benar dampaknya akan berlanjut ke pencemaran pe­ ngurangan waktu dan biaya. dan sebagainya. penggunaan tenaga kerja secara total lebih (5.kPt).55 kPt).(4. Di. relocability. yaitu: kup signifikan dan kecepatan pelaksanaan pembangun­ (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (5.55 an dari semula 8 bulan.

sebagaimana disajikan pada Tabel-3. keramik dan sanitari.00 kPt). (2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3.81 kPt). (2) kandungan racun lingkungan perairan akut (3.91 kPt). Seperti halnya dalam penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian. Sementara elemen yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (5. Kebutuhan energi konstruksi yang dianggap wajar untuk bangun­ an perumahan adalah 240 kWh/m2 [9] sehingga sumber foto: istimewa 69 .12 x 10-5 kPt). semen. Hasil pembobotan menunjukkan hampir seluruh ele­ men berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan. alumini­ um. kontributor proses yang memberikan dampak paling kecil adalah air untuk beton (3. Seperti pada penggunaan beton konvensional dan beton pracetak sebagian.06 kPt). yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perair­ an kronis (4. Selain hal tersebut.6 kPt. LCA Beton Pracetak penuh Hal yang membedakan material yang digunakan dalam pembuatan rusuna menggunakan beton pracetak penuh dengan pracetak sebagian adalah pengurangan penggunaan bahan baku bagi pembuatan dinding dan plesterannya.19 kPt). d. Pengurangan bahan baku dinding ini disubtitusi seluruhnya oleh beton pracetak. Hal ini bisa diturunkan menjadi hanya 13.7 kPt). (3) kandungan racun lingkung­ an tanah kronis (3. yaitu pembangunan rusunawa menggunakan beton konvensional.Maret 2013 racun lingkungan perairan akut (5. beton pracetak sebagian.0 kPt dengan penggunaan beton semi pracetak. Analisis Perbandingan energi konstruksi alternatif berdasarkan analisis daur hidupnya (LCA) dilakukan terhadap tiga pilihan. tetapi di sisi lain meningkatkan volume penggunaan beton pracetak.75 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1.Edisi 3 .79 kPt).06 kPt). dan beton pracetak penuh. seperti semen.57 x 10-7 kPt) dan penggunaan truk (1. ka­ rena pe­ ningkatan volume penggunaan semen dan besi sebagai bahan pokok penyusun beton pracetak. Hasil analisis skor tunggal menunjukkan besi beton merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar (6.8 kPt) dalam menurunkan dampak lingkungan. disusul sistem pra­ cetak penuh 219 kWh/m2. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (3. pasir dan bata merah. hampir seluruh elemen berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan.59 kPt).17 kPt).66 x 10-5 kPt).8 kPt dengan penggunaan beton pracetak penuh dan menjadi hanya 13. disusul oleh semen (3. Jika dilihat dari kebutuhan energi pembangunan sistem konvensional merupakan sistem pembangunan yang terboros yaitu 272 kWh/m2. bata merah. Sementara perbedaan kemampuan antara penggunaan beton pracetak penuh dan beton Pracetak sebagian 6% (0. sehingga dampak lingkung­ an akibat pemanfaatan bata me­ rah berkurang secara signifikan. Bahan bangunan utama yang mempunyai dampak lingkungan terbesar adalah besi beton. Bahkan dampak lingkungannya relatif lebih tinggi. e.56 kPt) c. Hasil skor tunggal secara agregat menunjukkan penggunaan beton pracetak sebagian memiliki kinerja sedikit lebih baik dibandingkan dengan penggunaan beton pracetak penuh dalam hal dampak lingkungan yang ditimbulkan daur hidup kontributor prosesnya. Dampak lingkungan secara keseluruhan akibat daur hidup kontributor proses penggunaan beton konvensional sebesar 18. disusul oleh besi beton (3. dan yang paling hemat adalah sistem pracetak sebagian yaitu 175 kWh/m2. (3) kandungan racun lingkungan tanah kronis (1. besi beton dan semen merupakan kontributor proses terbesar yang berdampak terhadap lingkungan.82 kPt). yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis (4. LCA Beton Pracetak Sebagian Hasil analisis skor tunggal penggunaan beton pracetak sebagian menunjukkan bahwa semen merupakan elemen yang bisa memberikan dampak paling besar (4.

perakitan. PRé (Product Ecology Consultant).792.95 x 107 3. kawat. Makasar. 70 . dipanaskan dalam oven. (1999). 9.92 x 107 2. Pusat Pengembangan Perumahan Kemenpera. A. misalnya besi beton polos. Apabila rerata diame- Penutup Pelaksanaan konstruksi dengan meng­ gunakan beton pracetak sebagian dan pracetak penuh mempunyai kelebihan dalam percepatan waktu pelaksanaan. pemeliharaan sampai pembongkaran akan berdampak pada lingkungan. (2000). Cole. Effendi. yaitu: (1) kandungan racun lingkungan perairan kronis. Goedkoop. akan diperoleh batangan atau lembaran besi. ulir. Indonesia. (2011). Sijabat.Konsep Tabel 3. Database Manual General Introduction. Telaan Kualitas Air. kadar besi yang berlebihan dapat mengakibatkan warna kemerahan pada porselin. K. BPS (2010). pencampuran.18 x 108 2. Bahan bangunan lain yang berpengaruh pada sitem pracetak adalah kayu yang dapat dihemat sebesar 603 m3.11 x 107 Energi (kWh) 1. Nurjaman (2007). Germany. (2010). USA. sehingga mulai dari pengambilan di alam. Nasir. pembakaran. John Wiley and Son. Kementerian Pekerjaan Umum. Jakarta.39 x 107 1.97 x 106 3. sehingga memenuhi kriteria konstruksi hijau yang sangat memperhatikan efisiensi energi.43 x 107 1. lalu dicampur. Standardisasi Pengujian Material Ramah Lingkungan. pemilahan.774. Gibb. Bogor.Y (2011). sementara air untuk beton dan penggunaan truk merupakan elemen dengan dampak terkecil. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Seminar Konstruksi Ramah Lingkungan.R dan H. salah satu dampak yang akan muncul pencemaran pada perairan. Selanjutnya dilakukan proses deform sesuai kebutuhan.N. Besi beton dan semen merupakan kontributor proses yang bisa memberikan dampak paling besar. Sistem Bangunan Pracetak untuk Rumah Susun dan Rumah Sehat Sederhana. Sustainability of Highrise Building. C.68 x 106 2.94 x 108 2. A. lalu setelah melalui proses pendinginan dalam air. Pelaksanaan konstruksi dengan pracetak sebagian juga dapat menghemat penggunaan energi sebesar 446. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures. Sabbarudin. Semua bahan baku ini dieksplorasi dari alam.53 x 107 1. Secara umum besi terbuat dari biji besi. *) Bagian Pertama dimuat pada HUD Magazines Edisi Pertama daftar pustaka 1.9 1. 6.97 x 107 3. penggunaan. 7. biaya lebih murah dan penghematan penggunaan kayu dibanding konvensio­ nal.82 x 107 9. (1988). Kekurangan penggunaan beton pracetak sebagian adalah penggunaan tenaga kerja secara total lebih sedikit dibandingkan beton konvensional. proses produksi. M and M. Munich. Off-Site fabrication. Jakarta. Morgen.7 806. H. G. pember­ sihan. USA 5. Secara umum semen terbuat dari batu kapur. dan lain-lain se­ suai kebutuhan. High Rise Towers and Tall Buildings 2010 Design and Construction of Safe and Sustainable Highrise Structures. PT Estop Indonesia. Diseminasi Peraturan Perundang-undangan Bangunan Gedung dan Lingkungan.A. Analisis juga menunjukkan bahwa sistem pra­ cetak sebagian adalah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem pra­ cetak penuh. Berdasarkan beberapa hasil perbanding­ an diatas. sedangkan proses pembakaran akan berakibat pemanasan global dan pelepasan debu berakibat polusi udara. penggilingan. R. diolah. Graubner. 8. Waveland Press. T Mielecke (2010).253.008. Inc. Semua proses mulai dari pengambilan di alam.25 ha untuk setiap bangunan Rusunawa. Jakarta. pasir silika.27 x 108 4. Pada perairan yang diperuntukkan bagi keperluan domestik. namun penggunaan tenaga kerja terampil lebih banyak.9 1.A. pasir besi. me­ rupakan kontributor proses yang memiliki dampak terbesar dalam pembangunan rusunawa terhadap lingkungan. Textbook of Limnology. Achieving High Performance Building through Green Building Rating Tools in Indonesia. Besi sebagai bahan baku pembuatan besi beton. tanah liat.G. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. yang pada gilirannya akan dapat mempertahankan penyerapan CO2.8 KWH bila dibandingkan dengan konvensional. Indonesia. Oele. Perbandingan Dampak Lingkungan Bahan Bangunan Utama Alternatif Pelaksanaan dan Bahan Bangunan Utama Potensi Pencemar Konvensional: -besi beton -semen -aluminium Pracetak sebagian: -semen -besi beton -bata merah Pracetak penuh: -besi beton -semen -keramik & sanitari Katagori Dampak Lingkungan (Pt) Racun perairan kronis 5. sistem pelaksanaan pracetak sebagian merupakan yang paling ramah lingkungan. pem­­ bangunan rumah susun bertingkat medium dengan sistem prace­ tak dapat dianggap memenuhi kriteria konstruksi hijau. Munich. Kelarutan besi meningkat dengan menurunnya pH [3] Bahan lain yang memiliki dampak terbesar adalah semen. clicker dan gypsum.199.85 x 108 2. 3.Illinois. (2) kandungan racun lingkungan perair­ an akut. batu bara dan limestone. Germany. Proses eksplorasi sumber daya alam berpotensi pencemaran lingkungan perairan dan tanah. Tanda-tanda terdapatnya pencemaran akibat besi di perairan adalah apabila terdapat suasana asam dalam kondisi aerob [2]. (2001). 4. pelat.F. 10. maka akan dapat dihemat hutan seluas 1. bak mandi. Indonesia. Data Sensus Penduduk.11 x 108 2. balok. New York. pemeliharaan sampai pembongkaran akan mencemari lingkungan. H.981. Hampir seluruh elemen bahan bangunan berpotensi menimbulkan tiga dampak lingkungan dominan.39 x 108 Racun perairan akut 4. pipa air dan pakai­ an.29 x 107 Racun tanah kronis 2. USA. 2. New Icon of Dubai. (3) kandung­ an racun lingkungan tanah kronis.65 x 106 ter pohon 1 m dan jarak pohon di hutan 25 m.

Maret 2013 Program 1.Edisi 3 .5 April 2013 Sukseskan APERSI 71 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .

antara lain: • Data Iklim. 1979) serta embargo OPEC (1973). 1979). bagian-bagian bangunan harus tersambung erat untuk mencegah kebocoran (leakage) udara maupun air. jenis kaca.: istimewa Prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Wied W. air. midrise. highrise). material yang digunakan suatu bangunan dan tapak. 2003). UN World Commission on Environment and Development. pemeliharaan. serta pembangunan-kembali) (Office of the Federal Environmental Executive. • Pemanasan secara pasif (passive solar heat). • Pengendalian suhu udara (temperature control). ”Form and Stability” karya Ralph Knowles. 1992) (Burberry. rumah (mi­ sal: Audubon House. 72 . • Orientasi. Kesadaran konseptual green building ini muncul usai penggunaan teknologi era 1930-an (penggunaan HVAC secara masif serta ikon glass box architecture) (Cassidy. ahli lingkungan. analisis pola dan durasi suhu. 1985). serta pakar ekologi menilai-ulang kebijak­ an membangun yang mendayagunakan sistem heating and cooling secara masif tersebut seiring dorongan akibat sejumlah dokumen. desain bangunan disarankan untuk menyertakan perencanaan dan pemeliharaan agar suhu dapat dikelola secara optimum (mencegah overheating maupun overcooling). hujan. • Konstruksi. Winaktoe* Konservasi Energi sebagai Isu-Historis Green Building dan Desain Rumah Susun reen building didefinisikan sebagai praktik (i) peningkatan efisiensi energi.0) yang muncul pada akhir tahun 1998 di Amerika Serikat. perbukitan dapat diinternalisasi ke dalam desain. LEED menjadi salah satu alat penilaian peringkat green building yang populer dan kerap menjadi rujukan penyusunan alat penilaian di luar Amerika Serikat. 1987 dan AIA Committee on the Environment (COTE). perilaku angin sangat dibutuhkan sebagai dasar penetapan sistem pengendalian lingkungan.Konsep sumber foto/ill. 2003) mengalami tantangan penyusutan sumberdaya akibat era minyak-murah II (1950-1974) (Burberry. dokumen ini juga memberi perhatian khusus mengenai konservasi energi yang berlaku untuk berbagai tipe rumah susun (lowrise. Pada era 1970-an. Konservasi energi pada rumah susun pada dasarnya diarahkan untuk mengendalikan jumlah panas yang dilepaskan (heat loss) oleh selubung ba­ ngunan sedemikian sehingga area kaca sebaiknya direduksi sedangkan dinding/atap haruslah terinsulasi (Macsai dkk. sudut penyinaran matahari. 1981) Adapun sejumlah advis rinci mengenai data peran­ cangan dan konservasi energi. Inventarisasi G sebuah dokumen komprehensif berjudul “Housing” terbit pada tahun 1981 [mendahului Bruntland Report. pepohonan. Sebagaimana tercatat dalam White Paper on Sustain­ ability: A Report on the Green Building Movement. Sebuah hal yang menarik bahwa di luar kerangka milestone tersebut. Isu energi ini menjadi fokus dari Leadership in Energy and Environmental Design (LEED versi 1. yakni ”Design with Climate” karya Victor Olgyay. serta material sebaiknya direncanakan untuk penyerapan dan penyimpanan panas. USA. perge­ rakan matahari. serta ”Silent Spring” karya Rachel Carson (Cassidy. jika layak maka pemanfaatan sinar matahari. 1989]. konstruksi. sejumlah tipe bangunan yang menjadi tonggak (milestone) periode 1970-1993 didominasi oleh perkantoran (misal: Environmental Defense Fund Offices. sejalan dengan upaya mengatasi isu energi di jamannya. (ii) reduksi dampak bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan (melalui orientasi. 2003). sejumlah arsitek. operasional­ isasi. desain.

000 m2) sebagai subyek yang wajib mengaplikasikan prinsip-prinsip hijau (green).Edisi 3 . Dana Mitra Lingkungan (DML) 73 . *Green Development Initiatives. desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengendalikan kenyamanantermal. keberadaan sistem penilai­ an green building. desain rumah susun diarahkan untuk melakukan upaya penghematan penggunaan air baik di dalam (aplikasi fixtures yang efisien) maupun di luar bangunan (reduksi run off serta meningkatkan ground­ water recharging). komponen bangunan yang berhubungan dengan kenyamanan-termal agaknya akan tetap mendominasi isu desain rumah susun. Selain efisiensi energi. heating. substansi dari komponen yang hendak diinternalisasi antara lain: • Efisiensi energi. secara bertahap. udara. • Efisiensi lahan. • Reduksi limbah. Pada sisi lain. efisiensi lahan akan melekat pada desain rumah susun. telah mendeklarasikan agar berbagai negara menjamin perwujudan ad­ equate shelter for all.Maret 2013 Perluasan Adopsi Prinsip-prinsip Green Building dalam Desain Rumah Susun Pada kasus Indonesia. maupun GBCI (Greenship) diperkirakan akan memperluas prinsip-prinsip yang harus diinternalisasi rumah susun. • Material bangunan ramah lingkungan. serta non-Pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip green building diharapkan dapat berimbas pada komoditas rumah susun pula. maka prinsip efisiensi air. sebagaimana yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta (Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangun­ an Gedung Hijau). pencahayaan 17. • Reduksi toksik. desain rumah susun diarahkan sebagai wahana yang mampu memelihara kesehatan penghuni melalui pengendalian terhadap berbagai elemen desain yang berpotensi meracuni air. Penutup United Nations Conference on Human Settlements (Habitat II. desain rumah susun diarahkan untuk mengendalikan laju panas (heat rate) yang memasuki selubung bangunan serta. 1994). desain rumah susun diarahkan untuk mampu mengelola produksi dan transformasi limbahnya agar tidak membebani ekosistem. ventilation” (pencahayaan. 1992) maupun residensial (AC 11%. Turki. Pergub Nomor 38/2012 tentang Bangunan Gedung Hijau yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta telah secara spesifik menempatkan rumah susun (minimum total luas lantai 50. Kementerian Pekerjaan Umum (Draft Permen PU tentang Pedoman Teknis Bangunan Hijau). mampu didaur-ulang). kebisingan/akustik. 3-14 Juni 1996) di Istanbul. Pada kasus penerapan skema self build dan sweat policy yang melibatkan kontribusi tenaga penghuni sebagai bagian skema pembiayaan unit maka material juga haruslah memiliki indikator labour intensive serta cost effective. Itikad positip Pemerintah Pusat. ventilasi) sebagai kriteria yang harus dipenuhi dalam membangun rumah layak. serta bau (odor). Kini merupakan momentum yang tepat untuk menyinergikan kriteria adequate shelter dengan regulasi green building agar rumah susun turut berkontribusi pada kesinambungan fungsi ekosistem. embodied carbon yang rendah. reduksi toksik. pencahayaan 33%) (ITB. sebagaimana terindikasi melalui komposisi penggunaan listrik pada bangun­ an secara umum (AC 66%. relatif sejalan dengan prinsip efisiensi energi yang diusung green building movement maka ade­ quate shelter menyertakan ”lighting. tanah. reduksi limbah. • Kualitas udara ruang-dalam. suhu. desain rumah susun diarahkan untuk memrioritaskan penggunaan material dengan nilai indikator lingkungan yang baik (embodied energy rendah. • Efisiensi air. merestrukturisasi sumber-sumber energi listrik melalui pening­ katan proporsi penggunaan renewable energy. desain rumah susun diarahkan untuk mengoptimasi penggunaan lahan mengingat keterbatasan lahan-layak serta carbon footprint yang dihasilkan dari setiap pembangunan. termasuk rumah susun. material bangunan ramah lingkungan. Pemerintah Daerah. paling tidak.4%) (DJLEB. Manifestasi fisik dari prinsip green building tersebut dapat saja bervariasi namun. Secara khusus. kualitas udara ruang-dalam.

Program 1.000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 74 Sukseskan .000 Tower Sukseskan BAPERTARUM-PNS Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .5 April 2013 Program 1.

Maret 2013 (Taperum) PNS yang bereputasi baik dan dipercaya serta handal dalam pemupukan dan pengelolaan dana perumahan BAPERTARUM-PNS Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Misi R umah sebagai kebutuhan dasar manusia. Menteri Keuangan 2. Terbatasnya kemampuan Pegawai Negeri Sipil untuk membayar uangmuka pembelian rumah dengan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR 3. Yang melatarbelakangi didirikannya BAPERTARUM-PNS. terutama rumah. antara lain : 1. 1. disamping sandang dan pangan. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara 4. serta bantuan pemerintah dan bantuan fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan dan non perbankan. 2. Pegawai Negeri Sipil yang jumlahnya hampir mencapai 3. Menteri Dalam Negeri Satuan Pengawasan Internal (SPI) 3. yang berpengaruh kepada kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Tabungan perumahan PNS dapat membentuk dana untuk mengatasi kendala tersebut yang merupakan kegotong-royongan diantara Pegawai Negeri Sipil dalam upaya peningkatan kesejahteraan antara Pegawai Negeri Sipil. Memberikan pelayanan yang terintegrasi dan memuaskan dengan pengelolaan serta pemupukan dana untuk pembiayaan perumahan yang bernilai bagi PNS dan masyarakat berpenghasilan tetap. Memberikan kemampuan kepada PNS dan kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap dalam pemilikan rumah yang layak melalui bantuan pembiayaan dari dana tabungan perumahan PNS dan dana perumahan lain dari masyarakat non PNS. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil untuk memiliki rumah yang layak.Profil Visi Menjadi pengelola Perumahan EdisiTabungan 3 . serta bantuan fasilitas teknis dengan bekerjasama secara kemitraan strategis dengan pihak terkait dalam pengadaan rumah 2. sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 1994. yang berarti juga terdapat perbedaan penghasilan. pemenuhan kebutuhan akan rumah merupakan hal yang paling sulit dijangkau oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada khususnya. Dari tiga kebutuhan dasar tersebut . Sejak didirikan tahun 1993 BAPERTARUM-PNS telah melakukan beberapa kebijakan dan upaya yang bertujuan untuk semakin meningkatkan pelayanannya kepada PNS. BAPERTARUM-PNS didirikan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 1993 tentang Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil. Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Sub Satuan Pengawasan Bidang Pelayanan Penyaluran Taperum-PNS Sub Satuan Pengawasan Bidang Operasional Divisi Perencanaan Propram dan Evaluasi Sub Divisi Pengembangan Sistem Informasi dan Pengolahan Data Divisi Umum Divisi Keuangan dan Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Penyaluran Dana Sub Divisi Administrasi Pengelolaan Dana PNS Sub Divisi Propram dan Anggaran Sub Divisi Monitoring dan Evaluasi Sub Divisi Umum Sub Divisi Humas dan Protokol Sub Divisi Sumber Daya Sub Divisi Manusia Hukum (SDM) Sub Divisi Administrasi Keuangan 75 . merupakan harapan setiap manusia untuk dapat memenuhinya.9 juta orang dan tersebar di seluruh Indonesia tersebut terdiri dari berbagai golongan yaitu mulai dari golongan I sampai dengan IV. sehingga berkontribusi dalam mendukung pemerintah memenuhi kebutuhan rumah untuk masyarakat Struktur Organisasi Ketua: Struktur Organisasi Pelaksana Sekretariat Tetap Presiden Republik Indonesia Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil Ketua Harian merangkap anggota: Menteri Negara Perumahan Rakyat Kepala Pelaksana Anggota: 1.

Misi Perusahaan Program 1.000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1. dan sistem yang terintegrasi.5 April 2013 Sukseskan 76 .000 Tower 5 April 2007 .Menjadi pemain utama ekonomi nasional yang didukung oleh tenaga kerja yang prima. pelayanan terbaik. Visi Perusahaan Memberi berkah bagi masyarakat dengan membangun kepeloporan ekonomi nasional. produk berkualitas.

Deputi bidang Pembiayaan Kemenegpera RI. Riau. Persidangan Ketiga. Dua Program utama kami adalah pengembangan organisasi dan kemitraan.M. Kalimantan Utara.T. DR. Drs. Ir. H.. Dany Juanda datangani Nota Kesepahaman dengan PT Jawa Barat yang melahirkan AP2ERSI dari Cemerlang Mandiri Selaras (Distributor WABENDUM I : Hasan Kurniawan S.Profil Edisi 3 . Hampir senada mereka menyampaikan KETUA VI liau mendadak harus ke luar negeri”.H. : Azhar Hariman S. (iii) Pemilihan Ketua Umum AP2ERSI masa bakti 2013-2018 giat perumahan di Jawa Barat memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi AP2ERSI saat ini untuk tetap konsisten sebagai asosiasi yang berpihak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). birokrat dan praktisi Jakarta. 77 .BENDAHARA UMUM : Nina Herlina bisnis. Ferry Sandiyana KETUA VII Mengawali program kemitraannya. (ii) Platform organisasi AP2ERSI sebagai asosiasi penggiat perumahan skala nasional.. Agus Rachman S. Perubahan AP2ERSI menjadi asosiasi penggiat perumah­ an nasional dikukuhkan pada MUBES I AP2ERSI yang berlangsung pada tanggal 16-17 April 2013 di Grand Preanger–Bandung.Maret 2013 METAMORFOSA Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) sumber foto: AP2ERSI etelah enam tahun beraktifitas sebagai asosiasi penggiat perumahan di Jawa Barat. terjadi ba­ bertajuk “Solusi Pemenuhan Backlog Rumah Rakyat” de­ ngan nyak koreksi dan interupsi yang membahas perubahan Anggaran Pembicara Kunci. Yusuf Fitriadi S. Sumatera Utara. Nusa Tenggara Ba. berhasil terpiKomite Pengarah MUBES I AP2ERSI. Dr. M. Lili Asdjudiredja Dalam sambutan Pelantikannya Ketua KETUA untuk bekerjasama dalam menyelengANGGOTA : Ir. Zulfi Syarif Koto Umum AP2ERSI terpilih menyatakan. Yomanius Untung Spd. diimbuh pandangan dari seluruh DPD. H.H. Limbong Semen BOSOWA Jawa Barat) yang akan penggiat perumahan skala nasional. Menteri Negara Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Ir Sri Hartoyo. Ir. yang mengagendakan tor. Perkasa Alam S.E. Zulfi Syarif Koto Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta platform (The Hud Institute). Agus Irsyad AP2ERSI pada MUBES I tersebut menan: Ir. H.T. Jawa Barat. M. Atri Kusumaningsih M..M.H. Dalam keterangannya Ketua pemilihan Ketua Umum. Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan KETUA I kami tidak bisa menghadirkan gagasan : R. Pada MUBES yang bertajuk “Metamorfosa AP2ERSI menjadi Organisasi Nasional: Semakin Pro-Rakyat Pro-MBR” tersebut. Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat (AP2ERSI) kini siap untuk berkiprah sebagai asosiasi penggiat perumahan di tingkat nasional de­ ngan dukungan 8 (delapan) DPD tingkat Provinsi. M. KETUA IV secara virtual (pre-recorded). organisasi skala regional menjadi asosiasi WABENDUM II : Diana LB. Nugraha (Kemenegpera) dengan moderaOrganisasi AP2ERSI. karena kapasitas dan kredibilitasnya WASEKUM I : Drs. menyatakan menyambut baik dan menyatakan selamat datang kepada AP2ERSI untuk turut berkiprah dalam bidang perumahan nasio­ nal disertai harapan agar AP2ERSI akan memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan perumahan nasional . disepakati 3 (tiga) agenda utama yaitu (i) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran RumahTangga AP2ERSI. dukungan kepada H. Pada persidangan Ke­ dua yang dipimpin oleh Ketua DPD Provinsi Aceh dan DPD Nusa Pada MUBES I AP2ERSI tersebut di selenggarakan Diskusi Panel Tenggara Barat didampingi Ketua Komite Pengarah. karena beKETUA V : M. antusiasme peserta begitu besar sejak persidangan Pertama. DKI SEKRETARIS UMUM : Drs. Dengan dukungan peme­ rintah dan banyak pihak kami yakin rencana untuk memba­ ngun perumahan rakyat yang termurah akan bisa terwujud. Jusuf Kalla dan para panelis. ditindaklanjut dengan BOSOWA GROUP DEWAN PEMBINA : DR. Ahmad Zailani Mpd. Endrawan Natawiria sebagai negarawan. KETUA II : Adin Restiadi secara langsung dan terbuka dengan KETUA III dan fikiran beliau secara langsung tetapi : Nuslih Jamiat S. Wahyu Nugroho ANGGOTA : Irwan A. bicara kunci karena pengalaman beliau KETUA UMUM : H Ferry Sandiyana SE Kepulauan Riau. Pada hari pertama tanggal 16 April 2013. Indonesia.E. H. Yusuf Fitriadi SE (Pikiran Rakyat). Insya allah dalam waktu dekat AP2ERSI akan be­ kerjasama dengan salah satu BUMN untuk membangun rumah murah bagi para pekerjanya. Gunawan Agus Sumarno S. H. Sodik Mujahid Mpd. Tag perjuangan AP2ERSI adalah Pro Rakyat-Pro MBR. serta mengapresiasi perjuangan AP2ERSI WASEKUM II WASEKUM III : Ir. : DR.E. garakan pembangunan rumah murah di pengalaman enam tahun sebagai peng. Purwadhi : H. DEWAN PENGURUS PUSAT lih H Ferry Sandiyana SE sebagai Ketua Endrawan Natawiria. DPP S.E.E. menyatakan “kami Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI) Umum dengan dukungan bulat dari DPD Asosiasi Pengembang memilih Pak JK (Jusuf Kalla) sebagai pemMasa Bakti 2013-2018 Provinsi Aceh. Sayang pada Diskusi panel kali ini rat. DEWAN PENASIHAT KETUA : Ir.

000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.5 April 2013 .000 Tower 5 April 2007 .Sukseskan 78 Program 1.

Pameran kali ini merupakan ajang pameran terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. menengah maupun mewah dengan harga mulai Rp 65 juta hingga miliaran rupiah. sedangkan sisanya untuk KPR non subsidi 35%.922 outlet Kantor Pos. para pengurus. yang pada intinya dapat diterima oleh Dewan Pembina yang diwakili oleh Yusuf Asy’ari. sejak tiga tahun lalu. termasuk wartawan. sedangkan sisanya 14% untuk non perumahan. Kredit. Pada kesempatan tersebut. Menurut Maryono. dan didominasi oleh proyek-proyek perumahan yang tersebar di Jabodetabek. Peringatan dimulai pagi harinya dengan rapat terbatas anggota mendengarkan Laporan Pengurus dan tanggapan Dewan Pembina. Kedepan. hingga akhir tahun lalu Bank BTN memiliki 3.Liputan Edisi 3 . Bank BTN Memasuki Usia ke-63 idak terasa BTN telah memasuki usia ke 63 pada tanggal 9 Februari 2013 lalu. Tema yang diangkat adalah `Pesta KPR BTN Menuju Keluarga Sejahtera’.” kata Maryono. “Ke depannya LP P3I akan mulai memantapkan fokus kegiatan dan melebarkan jejaring ke daerah. Dana Pihak Ketiga. Direktur Utama BTN.678 kantor layanan. dilanjutkan dengan pernyataan Pers Tahunan LP P3I /the HUD Institute dengan topik “Evaluasi Pembangunan Perumahan Rakyat Tahun 2012 dan Rekomendasi Tahun 2013”. BTN menyelenggarakan BTN Property Expo.Maret 2013 T Menajamkan Fokus Bisnis dan Mengutamakan Good Corporate Governance memberikan KPR lebih dari 3. Zulfi Syarif Koto selaku Ketua Umum menyampaikan Laporan Tahunan. scribd. Teguh Satria (Ketua Umum DPP REI 2007-2010). hingga saat ini portofolio Bank BTN 86% di perumahan. Bank BTN saat ini sudah masuk pada kelompok besar perbankan nasional. dari berbagai sumber). sumber foto: LP P3I/the HUD Institute 79 . tapi yang bisa direalisasi baru sekitar 400 ribu unit. Secara kumulatif sejak tahun 1974 Bank BTN telah HUD Institute Rayakan Usianya yang Kedua Lebih Fokus dan Berjejaring R apat Kerja dan Tasyakuran dalam rangka per­ ingatan ulang tahun kedua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indo­ nesia (LP P3I) atau dikenal sebagai the HUD Institute di­ laksanakan pada tanggal 14 Januari 2013 secara sederhana di Wisma PKBI Kebayoran Baru Jakarta Selatan. termasuk 2. “Ini bukti komitmen dan konsistensi Bank BTN dalam mewujud­ kan pembiayaan perumahan. Pernyataan Pers selengkapnya dapat diakses http://www. yang pada intinya me­ nyoroti berbagai isu perumahan yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian para pemangku kepentingan. Asset Bank BTN per Desember 2012 diperkirakan mencapai lebih dari Rp. Dalam 3 tahun terakhir Bank BTN telah menambah lebih dari 400 kan­ tor layanan. dari rumah subsidi. Turut hadir para anggota Dewan Pembina yaitu Yusuf Asy’ari (Menpera 2004-2009). “Kami sebagai pemimpin pasar di bidang KPR dengan menguasai pangsa KPR sekitar 25%. yang baru diangkat 28 Desember 2012. komposisi KPR subsidi akan ditingkatkan komposisinya menjadi 65%. Ini menunjukkan potensi pasar perumahan masih besar.com/doc/120289940/Evaluasi-Pembangunan-Pe­ rumahan-Rakyat-Tahun-2012-dan-Rekomendasi-Tahun2013 (OM). ”Kami menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 28 triliun tahun ini. Pameran ini hanya diikuti oleh satu bank (BTN) dengan banyak pengembang” kata Maryono.1 juta orang di seluruh Indonesia. kebutuhan rumah di Indonesia rata-rata sekitar 800 ribu unit. diikuti sekitar 218 developer yang menyajikan lebih dari 400 proyek perumahan. Laba diperkirakan tumbuh masingmasing di kisaran 20% sampai dengan 30% dengan rasio keuangan yang sehat. Dengan demikian diharapkan isu perumahan menjadi lebih dipa­ hami oleh pengambil keputusan baik di tingkat pemerin­ tah pusat maupun daerah” jelas Zulfi. Dalam rangkaian peringatan HUT BTN.” beber Maryono (OM. sementara pangsa KPR subsidi hingga 98%. Dijelaskan Maryono. Pada sesi siangnya.100 Triliun.

Sukseskan Program 1.000 Tower 80 .5 April 2013 Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .

yakni 41 tahun. Ir. Alm. peserta mengunjungi objek wisata Istano Basa Pagaruyung. Alm. Yan Mogi. Ciputra pada tanggal 11 Februari 1972. Di sana selain me­ nikmati berbagai hiburan tradisional. Ke depan. Ferri Soneville. Melewati masa waktu dengan berbagai ke­ ada­ an dan perubahan menjadikan REI semakin dewasa. Ir. serta instansi terkait. MS Hidayat. Enggartiasto Lukito. Ir.Maret 2013 M Berkarya Membangun Negeri Puncak HUT REI ke-41 sumber foto: REI emasuki usia yang tidak muda lagi. perbank­ an. Disana hadir para sesepuh REI. Momentum HUT REI ke 41 sangat penting bagi organisasi untuk sejenak merenung dan menengok kebela­ kang mengevaluasi tapak tilas sejarah perjalanannya dengan senantiasa merajut kebersamaan membangkitkan semangat daya juang dalam menghadapi tantangan dan peluang guna menapak hari esok yang lebih baik dan bermakna. FX Teguh Satria. industri pendukungnya. Bupati dan Walikota. Edwin Kawilarang. Siswono Yudo Husodo. Drs. Ir. Seperti tradisi REI dalam merayakan HUT-nya setiap tahun. Bupati Tanah Datar juga menghidangkan makanan tradisional Minangkabau dengan tradisi “Makan Bajamba”. Lukman Purnomosidi. Agus­ man Efendi. diharapkan peran REI makin berkibar dengan proaktif me­ nyelesaikan sejumlah masalah di industri properti.Liputan Edisi 3 . hingga periode ini yang di nakhodai Ir. REI adalah salah satunya yang menu­ rut kami harus merasakan bagaimana masyarakat Minang menjalankan tradisinya. Keberadaan REI sebagai organisasi perusahaan wadah pengembang bersama seluruh anggotanya yang telah 41 tahun berkiprah berperan di dalam sebuah perjalanan panjang penuh tantangan menempuh arah tujuan turut serta mengemban amanah berkontribusi kepada Negara dan Bangsa Indonesia demi memenuhi kebutuhan perumahan dan permukiman serta menggerakkan pertum­ buhan ekonomi nasional melalui berbagai jenis pembangunan properti. Puncak Perayaan HUT REI Puncak Peringatan HUT REI 41 tahun 2013 telah berlangsung di Padang. Esoknya. “Tidak semua tamu bisa menikmati makan bajamba di Istana Basa ini. diharapkan REI semakin mampu Berkarya Mem­ bangun Negeri mendukung program penyediaan perumahan dan permukiman yang seimbang dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuh­ an rumah bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Sebagai mitra kerja Pemerintah dan ber­ sinergi dengan semua pemangku kepentingan. Setyo Maharso masih membingkai pigura REI mencapai tujuan menjadi organisasi yang semakin maju berperan memberi­ kan kontribusinya bagi seluruh anak negeri. Kondisi ini tentunya tidak serta merta terwujud tanpa adanya prakarsa awal dan konsistensi sosok figur para pendi­ ri yang mendeklarasikan pembentukan REI oleh Ir. Malam Selamat Datang dilakukan di ke­ diaman dinas Gubernur Sumatera Barat. Dan kedatangan 600 orang REI secara serentak di Istana Basa hari ini menurut kami sangat 81 . Bupati/Walikota se Sumatera Barat dan pejabat instansi terkait. dan semangat para mantan Ketua Umum REI. me­ ning­ katkan perannya menjadi mitra kerja strategis peme­ rintah dan men­ jalin kerjasama konstruktif dengan pemangku kepentingan dan berbagai lembaga. seperti Gubernur. Usia ke-41 bukanlah usia yang muda lagi bagi sebuah organisasi yang telah menorehkan berbagai prestasi di dunia properti Indonesia. Sumatera Barat. Eric Samola. memberikan parameter positif bagi dunia usaha dan iklim investasi sehingga mampu melakukan perannya sebagai organisasi perusahaan yang memberikan manfaat bagi para anggotanya dan mendorong pertumbuh­ an industri properti dalam membangun negeri. Selain kegiatan temu ramah dan presentasi peluang investasi daerah. REI telah berperan penting dalam memajukan dunia properti Indonesia. Ir. para tamu undangan juga dijamu dengan berbagai pertunjukan kesenian daerah. Soekarjo W. Sedikitnya 700 orang tamu undangan dari seluruh Indonesia hadir selama 13-15 Maret 2013 lalu. Ir. maka perayaan kali ini juga diisi dengan kunjungan ke berbagai lokasi wisata. selain dijamu oleh penguasa negeri. pada hari pertama HUT. Ir.

Wakil Bupati Tanah Datar dalam sambutannya.  sumber foto: REI sumber foto: REI “Gubernur. Kemudian setelah memberikan kerangka konstruktif kita meng­ awalnya supaya menjadi kebijakan. Tahun 2008 sebanyak 100 ribu unit di Jonggol. ke depan REI tidak hanya menunggu kebijakan yang dikeluarkan pemerin­ tah. 82 . baik pusat maupun daerah harus memiliki komitmen dan kesungguhan untuk terus membangun peru­ mahan rakyat. Menurutnya industri properti diyakini dapat memberikan pengaruh kepada sektor lain. Selain melakukan kegiatan wisata juga bakti sosial ke berbagai panti asuhan serta menyerahkan bantuan perbaik­ an sarana infrastruktur. Sumatera Barat oleh Ketua DPD RI. Ketua DPD REI Jatim. tapi REI harus mampu memberikan konsep-konsep yang strategis kepada pemerintah untuk dijadikan kebijakan. Jawa Barat dan tahun 2007 juga 100 ribu unit di Semarang. Keesokan harinya rombongan menuju Pantai Air Manis Padang.” jelasnya. utamanya untuk golongan menengah ke bawah. “REI dalam usia yang ke-41 tahun ini. sektor properti belum dimasukkan da­ lam kelompok itu. Karena kalau hanya menunggu akan bersifat reaktif.” ucap Erlangga. Ke de­ pan kita harus lebih aktif sebagai suatu tim agar pemerintah mengeluarkan kebijakan di sektor properti ini. Tahun 2010 REI meresmi­ kan 100 ribu unit RST di Lamongan. Hadir pada kegiatan peresmian tersebut adalah Menteri Perindustrian. Irman Gusman. Bupati. Ketua DPD RI. Menurut Erlangga Satriagung. dan walikota yang bagus adalah yang bisa menjadi contoh dalam upaya memfasilitasi dan mem­ berikan kemudahan agar pembangunan perumahan rakyat berjalan dengan baik di daerahnya masing-masing berupa infrastruktur. Belum lagi dampak setelah pembangunan dilaksanakan pasti kawasan itu akan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Di Jam Gadang dan Pasar Atas. “Yang sekarang.  Harapan Sejumlah Daerah REI sebagai sebuah organisasi yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor properti di Indonesia diharap­ kan berperan lebih aktif lagi memasuki usia ke-41. kemudahan perizinan dan bantuan lain. Pemerintah. Jawa Timur.” kata Irman.” harap Hendri Arnis. Bukittinggi.000 Unit RST Yang istimewa dalam HUT REI ke 41 tahun ini adalah puncak perayaan HUT REI juga dibarengi dengan kegiatan Peresmian 100.Liputan istimewa. Kali ini peresmian dilakukan di Perumahan Nuansa Griya Arosuka kabupaten Solok. Siangnya dilanjutkan dengan wisata keliling kota dan membantu program perbaikan ling­ kungan permukiman kumuh yang ada di kota Padang. dia menambahkan. para Bupati/walikota dan wakil Gubenur Sumatera Barat Pada kesempatan tersebut. rom­ bong­ an kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bukit­ tinggi. Ini peresmian RST yang keempat. kita mengharap­ kan bahwa REI ini tidak hanya menunggu kebijakan peme­ rintah.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST) yang dibangun oleh anggota REI di seluruh Indonesia. Peresmian 100. PP Nomor 38 Tahun 2007 mengatur kewajiban bagi pemerintah daerah untuk juga melakukan pembangunan perumahan rakyat. Apalagi. untuk selanjutnya beristirahat di kota Padang. Selesai menikmati beragam sajian khas minang. Irman Gus­ man berpesan agar para kepala daerah di seluruh Indonesia mendukung percepatan pengembangan perumahan sejenis bekerja sama dengan anggota REI dan instansi lainnya yang juga berkewajiban menyediakan perumahan untuk masyarakat. Harusnya oleh pemerintah dimasukkan dalam kelompok sektor strategis sehingga saya yakin kalau itu masuk dalam kelompok sektor strategis maka kebijakankebijakan pemerintah akan menjadi diperhatikan karena masuk ke dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional. Malamnya. tapi harus lebih aktif memberikan kerangka konstruktif untuk kemajuan dunia properti Indonesia. rom­ bongan selanjutnya menikmati berbagai acara wisata dan belanja kuliner. Erlangga berharap sektor pro­ perti dimasukkan ke dalam kelompok sektor strategis terkait dengan pembangunan ekonomi nasional karena mengingat sektor ikutannya yang banyak sekali. menikmati sate Mak Syukur. terutama untuk golongan menengah ke bawah.Kami mengundang investor untuk melihat secara langsung potensi negeri kami. dilanjutkan ke Padang Panjang.

sewaktu membuka Rakernas REI 2012 lalu yang berjanji akan datang kembali meresmikan perumahan sederhana yang sudah dibangun oleh pengembang REI dan meminta lokasi peresmian RST. Kita menginginkan REI suatu organisasi yang dapat melindungi anggota dan organisasi yang bisa tetap mengikuti perkembangan ekonomi sebagai roda perekonomian Indonesia. dilakukan Presiden RI. mengungkapkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sedianya meresmikan perumahan tersebut. kesempat­ an. memiliki saluran air bersih. pengalaman dan jaringan” tutur Alkudri. REI terus berkarya untuk negeri. Menurut Maharso. REI sebagai organisasi profesi juga sangat membantu masyarakat dengan program-prgram yang menguntungkan baik bagi anggota maupun masyarakat. Alkudri. lanjut Alkudri juga menjadi ajang silaturahim antaranggota yang dapat memberikan dampak positif bagi Sumatera Barat. Padahal Deputi Pembiayaan Kemenpera sudah melihat langsung dan mengatakan sudah layak karena harga jualnya Rp 75 juta per unit. kota Padang akan mendapatkan sejumlah dampak positif. tetapi peluang. di ulang tahunnya yang ke-41. Sementara Ketua DPD REI Riau. Ada juga MoU Kota Baru Mandiri. “Harapan kita mottonya silaturahim yang baik akan tumbuh rezeki. Tidak hanya bagi anggotanya. sumber foto: REI Presiden Batal Hadir A di Acara Peresmian 100 ribu Unit RST walnya seperti peresmian 100. Tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mela­ lui pajak dan retribusi. Jadi. bangunan sesuai spesifikasi. tidak dijelaskan Menpera. Setyo Maharso. HUT REI itu kan juga ajang silaturahim. “Penciptaan multiplier efek itu adalah menggerakkan 175 industri lainnya. sesuai aturan KPR FLPP.000 rumah sederhana. Namun tahun ini presiden tidak bisa hadir karena tidak turunnya rekomendasi dari kementerian teknis. dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat. sebaiknya di luar wilayah pulau Jawa. “Cuma tidak layaknya apa. Padahal pemilihan lokasi tersebut menurut Setyo berdasarkan saran dan permintaan Presiden secara lisan. Ini akan membawa dampak positif bagi keluarga REI Sumatera Barat dan juga kepada pemerintah Sumatera Barat dan masyarakat Sumatera Ba­ rat. Rifa Yendi berharap. Menpera menilai perumahan tersebut tidak layak.000 unit RST yang dibangun anggota REI pada tahun sebelumnya. ada juga peresmian 100. akhirnya batal hadir akibat tidak adanya rekomendasi dari Menteri Perumahan Rakyat. 83 . jalan yang layak. Menurut Ketua DPD REI Sumatera Barat. Djan Faridz. “Kita berharap ke depannya REI tetap eksis dalam arti kata tetap mengetahui permasalahan yang dihadapi anggota dan ada solusi yang terbaik.” terang Maharso. karena seluruh rumah sudah terbangun dan menggunakan KPR FLPP.Edisi 3 . ilmu. Ajang HUT REI ke-41. REI banyak berkontri­ busi terhadap kemajuan kota-kota di daerah.” jelas Alkudri. tetapi juga meningkatkan perekono­ mian dan menciptakan lapangan kerja baru.Maret 2013 Sebagai tuan rumah HUT REI ke-41. REI tetap eksis sebagai organisasi yang sangat memperhatikan anggotanya. Kami dari keluarga besar Sumatera mengucapkan terima kasih kepada REI diberi kepercayaan atas penyelenggaraan HUT REI ke-41 di Sumatera Barat dan ini istimewa rasanya bagi kami di daerah karena tidak hanya ulang tahun saja. (fendi).” kata Rifa Yendi. REI juga sudah mendapatkan rekomendasi dari BTN serta gubernur. Mudah-mudahan rezeki ini tidak berkaitan dengan uang saja.

000 Tower REAL ESTATE INDONESIA 84 .5 April 2013 Sukseskan Memperingati 6 Tahun Program 1.000 Tower 5 April 2007 .Liputan Program 1.

dan merupakan salah satu perwakilan dari 60 Sementara Teguh mengingatkan. penggerak peles­ (Economic and Social Council-ECOSOC). perlindungan warisan budaya mewarnai 16th FIAB­ dalam paparannya menekankan bahwa saat ini masyarakat CI Asia Pcific Regional Secretariat Summit yang ber­ kita tengah dalam kebingungan besar. yang sional (International Real Estate Federation). Setyo mengomentari an budaya. anggota FIABCI disini adalah mengeluarkan rekomendasi dan membuktikan. yang artinya Federasi Realestat Interna. FIABCI memiliki status khusus sebagai Special Indonesia. kapkan pertemuan ini untuk perti individual. Sumber: Situs FIABCI Indonesia.1995 REI pernah menegaskan re­ gulasi mengenai penggunaan nama REI ini dihadiri sekitar 150 pe­ tan dan lainnya.Liputan Edisi 3 . Taiwan. mengem. dana istilah asing. “Pak Ciputra telah tarian warisan budaya. Ditam­ bahkannya pula. Untuk itu. ekonomi bagi masyarakat. Masyarakat kita tema “Cultural Heritage and Urban Develompent in Har­ seolah kehilangan kecintaannya pada berbagai kearifan dan identitas lokal. Setyo Maharso. Setyo Maharso. Indonesia bergabung dengan FIABCI sejak tahun sudah seharusnya mendidik klien. Tugas utama nilai ekonomi.warisan budaya secara harmoni dan Asia Pasific. mony” di Bandung tanggal 23-24 Maret 2013. pers memegang peranan mua warisan budaya itu tidak bisa dikelola secara optimal penting dalam mengomunikasikan pesan pelestarian wa­ demi kepentingan wisata budaya dan penggalian potensi risan budaya bangsa ini.” ujar Singapura dan Shanghai meru­ Ketua Umum Persatuan Perusa­ haan Real Estate Indonesia (REI) FIABCI adalah akronim bahasa Perancis “Federation pakan contoh kota yang berhasil Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis melakukan pengembangan kawasan Setyo Maharso. Jepang dan Malaysia. pengembangan kawasan secara 1977. pengembangan kawasan waris­ anggotanya meningkatkan pengetahuan. di Asia Pasifik. Namun. miskin. yang intinya kami bangkan jejaring. juga hadir nara sumber dari Australia. mengung­ 1. negara yang terwakili dalam FIABCI. konsul.Teguh Satria. dan mengoptimalkan kesempatan bahwa implementasi ide ini harus dimulai dari pengembang. Penang. Untuk itu.300 praktisi pro­ Ardika disambut baik oleh Ketua Umum DPP REI. (OM) Sementara nara sumber yang S Pembangunan Perkotaan dan Perlindungan Warisan Budaya Seiring Sejalan sumber foto: detikfinance Sekilas FIABCI 85 . Selain pengemPertemuan yang digagas oleh bang. Sementara Presiden FIABCI Immobiliers”. Ardika menyambut baik per­ menekankan pentingnya pertemuan ini bagi Indonesia de­ temuan ini sebagai langkah mengembalikan kebanggaan ngan mempertimbangkan banyaknya potensi yang dimi­ kita semua terhadap warisan budaya bangsa sendiri. Saat ini. Pondok Indah dan saran atas hak properti dan perumahan bagi rakyat Puri Indah dapat laku dengan nama REI serta elemen terkait lainnya. hampir se­ sebagai tujuan wisata. Terbukti dari nama-nama konstruksi. menyamakan persepsi terkait Tujuan pembentukan FIABCI adalah membantu dan Presiden FIABCI Asia Pacific. Indonesia dapat kehilangan keunikannya liki tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. selaku Ketua Indonesian emangat menyerasikan pembangunan perkotaan dan Heritage yang pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata. notaris. perbankan. Sementara I Gede Ardika. pemangku kepentingan lainnya juga terlibat pada periode tahun 1992 sampai FIABCI bekerja sama dengan seperti broker properti. Teguh Satria. pejabat Consultative di dalam Konsil Ekonomi dan Sosial donesia terbukti tidak mengurangi pemerintahan. Penggunaan nama In­ serta yang berasal dari berbagai elemen seperti arsitek.Maret 2013 16th FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit hadir selain dari Indonesia. FIABCI berimbang Pesan yang disampaikan oleh juga Ketua Umum DPP REI pe­ merupakan asosiasi nir laba dan sebuah federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili riode 2007-2010 ini. Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Persatuan gedung dan berbagai fasilitas lainnya menggunakan nama Perusahaan Realestate Indonesia (REI).5 juta tenaga profesional dan 3. yang memasilitasi dan mendorong bisnis di seluruh dunia. Singapura. harmoni dan berimbang.” tambahnya. ”Kota-kota di Indonesia memiliki banyak warisan pe­ yang berdampak pada berkurangnya daya tarik Indonesia ninggalan arsitektur bernilai tinggi.

fiabci-asiapacific.Alamat: Suite E 12-12 Wisma Sunrise. Mont’ Kiara Kuala Lumpur 50480 Email: info@fiabci-asiapacific Situs: www. FIABCI telah berusia 62 tahun dan tersebar di 60 negara dan bertujuan membawa dimensi internasional ke pasar lokal dan menyalurkan kesempatan bisnis real estate ke seluruh anggotanya.com FIABCI Asia Pacific (Federasi Real Estate Internasional) FIABCI (The International Real Estate Federation) adalah asosiasi nir-laba yang memperoleh keistimewaan sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berstatus mitra konsultasi PBB dan merupakan federasi dari 120 organisasi real estate profesional yang mewakili lebih dari 1. Plaza No.300 individu praktisi real estate. 2 Jalan Kiara.5 juta profesional dan 3. Presiden FIABCI Asia-Pasifik Teguh Satria ANCOL MANSION 86 . Keanggotaannya terbuka bagi semua praktisi yang terlibat dalam disiplin real estate.

Melalui Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko dan komunitas peduli Ciliwung lainnya yang berjumlah 25 komunitas di hulu hingga hilir Ciliwung. Acara dihadiri oleh masyarakat Komunitas Ciliwung. yang beranggotakan masyarakat Ci­ liwung dengan tugas mengawasi dan mencegah kegiatan yang merusak sungai Ciliwung.Liputan Edisi 3 . Masyarakat di bantaran Ciliwung sering dianggap sebagai sumber masalah daripada sebagai solusi.Baithasar Kambuaya MBA. Direktur Jenderal Cipta Karya P Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Imam Ernawi. 87 .Dr. yang telah menjadi salah satu praktek unggulan (best practice) di Indonesia. Mereka terpaksa hidup di bantaran Ciliwung dan sering terjangkit penyakit akibat air Ciliwung yang tercemar. Kepala Badan Pe­ ngendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Ja­ karta Muhammad Tauhid dan Ketua Gerakan Ciliwung Bersih Erna Wi­ toelar. Kali ini dengan tema memperingati Hari Peduli Sampah diselenggarakan aksi bertema “Aksi Masyarakat untuk Penyelamat­ an Sungai Ciliwung” di Cikoko. Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan dan 7 Organisasi Perempuan. Acara ini tidak terlepas dari kerja keras komunitas Ciliwung di Cikoko yaitu Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) yang dinakhodai oleh Usman. Lokasi acara menjadi salah satu daerah kunjungan Kementerian sumber foto: DML Lingkungan Hidup Korea Selatan saat berkunjung ke Indonesia. Pancoran. buah-buahan dan tanaman langka Jakarta akan dilaksanakan pada bantaran Ciliwung di daerah Cikoko. Jakarta Timur.500 m² di bantaran sungai Ciliwung yang terabaikan. Talk Show menghadirkan nara­ sumber Menteri Lingkungan Hidup Prof. sayur mayur dan tanaman buahbuahan. dan pameran daur ulang sampah. masih mewarnai keseharian sungai Cili­ wung. Kini program penanaman berbagai jenis bambu. baik pemerintah dan dunia usaha untuk membantu usaha restorasi lahan pertanian perkotaan dan kegiatan pengolahan sampah mereka. Tempat ini terpilih kare­ na Mat Peci yang diprakarsai oleh Kelompok Tani mengembangkan pertanian perkotaan beserta kegiatan daur ulang sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik men­ jadi barang daur ulang yang memi­ liki nilai tambah untuk membantu perekonomian mereka. Acara ini diisi dengan pemutaran film “Solusi Sampah oleh Komunitas Ciliwung”. penanaman pohon. Di lahan seluas 1. Pada kesempatan ini. pencemaran kualitas air sungai berstatus mutu tercemar ringan hingga berat akibat limbah rumah tangga maupun industri. Semangat Masyarakat Peduli Ciliwung di Cikoko yang kembali beraktivitas memperbaiki lahan pertanian perkotaan yang mereka kembangkan telah memperoleh perhatian dari berbagai pihak. Walaupun kemudian pada Januari 2013 dihantam oleh debit air Ciliwung yang tinggi. talk show. Cawang. juga diresmikan ‘polisi Ciliwung’. Per­ masalahan berupa fluktuasi debit air yang tidak terkendali yang mengaki­ batkan banjir. maka kini komunitas Ciliwung telah menjadi solusi untuk lingkungannya (Miya-DML). meskipun sumber pence­ maran juga berasal dari masyarakat yang tinggal jauh dari Ciliwung melalui kontribusi sampah mereka. sayur mayur.Maret 2013 “Aksi Masyarakat untuk Penyelamatan Sungai Ciliwung” ermasalahan Ciliwung berupa penurunan kualitas dan kuan­ titas air sungai masih belum memiliki solusi yang terpadu. sejak tahun 2012 telah ditanami ber­ bagai macam tanaman langka Jakarta. Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan komunitas masyarakat dan institusi lainnya secara berkala menyelenggarakan aksi dengan memanfaatkan momen tertentu. serta sampah yang dibuang ke sungai dari hulu hingga hilir Ciliwung. sepanjang + 2 km.

Liputan

“Bersama Menyelesaikan Masalah”

Rapat Kerja Daerah REI Batam

R

EI Khusus Batam baru saja (18 April 2013), menyeleng­ garakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan dengan tema “Bersama Kita Menyelesaikan Permasalahan Pengembang untuk Pembangunan Pro­ perti Berkualitas di Batam”. Rakerda dipersiapkan seba­ gai ajang konsultasi antara pengem­ bang de­ ngan pemerintah baik pusat maupun daerah. Pada rapat kerja tersebut turut hadir Ketua Umum DPP REI, wakil dari Kementerian Perumahan Rakyat, dan Kementerian Dalam Negeri yang berkesempatan menyampaikan pokok-pokok pemikiran. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat, Rildo Ananda Anwar, me­ negaskan pemerintah akan me­ nyiapkan lahan untuk membantu pembangunan perumahan, terutama yang berpenghasilan rendah. Selain itu, diingatkan juga tentang penting­ nya pertumbuhan industri properti dalam menggerakkan bidang usaha lain. “Hasil penelitian menyebutkan bahwa setiap kehadiran pengembang akan menggerakkan 140 bidang usaha,” papar Rildo. Pada kesem­ patan yang sama, Direktur Jenderal

Bina Pembangunan Daerah, yang diwakili oleh Direktur Perkotaan, mengingatkan perlunya sinkronisasi pembangunan perkotaan. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Soerya Respationo, menyoroti kendala perijinan sebagai akibat tidak adanya koordinasi yang baik antara Badan Pengusahaan Kawasan Batam dan pemerintah kota Batam yang berujung benturan kewenangan perijinan pengelolaan lahan. Ketua UmumDPP REI, Setyo Maharso, menekankan prospek pertumbuhan Batam sebagai Free Trade Zone (FTZ) perlu diantisipasi oleh pemerintah dengan mempermu­ dah pengurusan izin pembangunan properti yang diperlukan. “Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat mempermudah perizinan,” harapnya. Dari sisi pengembang, diharapkan pemerintah segera turun tangan membantu menyelesaikan status hutan lindung. Banyak ditemui lahan yang telah dibangun oleh pengembang dan telah bersertifikat, ternyata lokasinya merupakan kawasan hutan lindung. “Banyak pengembang di Batam yang menghadapi ketidakpastian hukum lahan setelah lahan-lahan dialokasikan,” ujar Djaja Roeslim,

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam.Bahkan, beberapa perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ternyata dibangun di sejumlah kawasan hutan lindung seperti Mukakuning. Selain itu, kendala proses perijinan IMB yang baru ternyata menjadikan biaya IMB membengkak. “Sekarang malah ada izin Amdal Lalin yang biayanya lebih besar dari pada mengurus IMB-nya,” sambung Djaja. Tak kalah pentingnya adalah keberadaan peraturan yang tidak sinkron. ”Yang kami alami di Batam, kami memiliki dua intitusi pemerintahan yaitu BP Batam dan Pemko Batam yang sering kali kita alami peraturannya tidak sinkron,” kata dia. REI Khusus Batam juga meng­ usulkan agar pemerintah segera menangani kawasan rumah liar atau rumah illegal melalui penyediaan rusunawa atau rusunami. Dengan catatan, dibangun pada lokasi yang dekat dengan sentra industri. Selain itu, usai Rakerda diseleng­ garakan BTN REI Ekspo di Mega Mall Batam Centre yang rutin diselenggarakan setiap Rakerda REI Batam (OM, dari berbagai sumber).

88

Agenda
Hari Air Dunia 2013 di Indonesia

Edisi 3 - Maret 2013

“Gotong Royong Peduli Air”

H

ari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret sebagai wadah untuk menyatukan fokus perhatian dunia kepada peran penting tersedianya air (minum) dan mengupayakan tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia dicetuskan untuk pertama kali pada saat Nations Conference on Environment and Development (UNCED) dan di umumkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Tiap tahun peringatan hari air dunia mempunyai tema yang berbeda, pada tahun 2013 ini Hari Air seDunia XXI, biasa disingkat HAD, mempunyai tema”Water Cooperation”. Tema “Wa­ ter Cooperation” ditujukan untuk meningkatkan kesadaran bekerja sama dalam menghadapi tantangan dalam pengelolaan air berupa peningkatan akses, alokasi serta pelayanan atas air. Biasanya per­ ingatan HAD dilakukan oleh berbagai pihak sesuai dengan temanya. Pemerintah sendiri baru akan mengadakan peringatan puncak HAD pada bulan Mei 2013. Salah satu kegiatan pe­ rayaan HAD yang cukup besar di Jakarta dilakukan secara bersamasama oleh sekitar 17 foto: GBC/DML institusi baik peme­ rintah, swasta, maupun LSM selama tiga hari pada tanggal 18, 21 dan 22 Maret 2013. Acara puncaknya dilaksanakan di sekretariat Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), yang dikoordinasikan oleh GCB bekerja sama dengan kelompok kerja Indonesia Water Mandate yang merupakan forum dukungan Indonesia Global Compact Network (IGCN) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Peringatan ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Asia Pulp & Paper (APP), PAM JAYA, PALYJA, Aetra, Nestlé Indonesia, Unilever, Express Group, SmartFM, Green Radio, Martina Berto, Coca-Cola Amatil Indonesia, Danone Aqua, Palang Merah Indonesia, PPM Manajemen. Rangkaian peringatan hari air sedunia tersebut dimulai dengan dialog yang bertema “Tantangan dan Solusi Permasalahan Air untuk Agenda Pasca 2015” pada tanggal 18 Maret 2013. Dilanjutkan pada tanggal 21 Maret2013 dengan pameran edukasi air, kunjung­ an ke instalasi air bersih Palyja untuk anak-anak dan ibu-ibu yang bertujuan agar mereka mengetahui bagaimana proses penjernihan air, sehingga mereka bisa menghargai air yang diperoleh. Diadakan juga pelatihan kesiapsiagaan banjir untuk ibu-ibu, anak-anak dan masyarakat. Selain itu, ada rangkaian aktivitas permainan bertema-

kan air untuk anak-anak, pertunjukan musik bertema lingkungan, dan dialog antarkomunitas peduli sungai dari Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, Bogor, Depok. Pada acara dialog tersebut, sesama komunitas yang peduli sungai saling belajar dan berbagi pengalaman dari apa saja yang sudah mereka lakukan terhadap sungai dan outputnya untuk pemeliharaan sungai. Komunitas peduli sungai Berantas merupa­ kan salah satu komunitas yang berhasil dalam memperbaiki kualitas air sungai dan mengumpulkan jenis flora fauna di sungai Berantas. Hal ini disebabkan karena Ecoton sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bekerja penuh di sungai ini mampu memadukan kegiatan antarkomunitas sungai Brantas dari hulu sampai hilir. Bersamaan dengan peringatan hari air sedunia pada tanggal 22 Maret2013, Forum Air Jakarta (FAJ) mendeklarasikan dirinya dengan motto “Bersama untuk Keterjaminan Air”. Pembentukan FAJ bertujuan menyediakan forum diskusi, wadah bekerja sama bagi semua pemangku kepentingan, untuk mencari solusi bagi ketersediaan sumber air minum yang berkelanjutan. Anggota FAJ sebagian besar merupakan penyelenggara acara Hari Air Dunia 2013 ini, yaitu PAM Jaya, PALYJA, Aetra, Badan Regulator Pelayanan Air Minum DKI Jakarta, Tim Koordinasi Pengelolaan SDA, Dewan SDA DKI Jakarta, Bappeda DKI, Forkami, Komunitas Ciliwung, Perum Jasa Tirta II, Perpamsi, KPAM DKI Jakarta, Dana Mitra Lingkungan, dan beberapa individu pemerhati masalah air minum di Jakarta. Pembentukan FAJ difasilitasi oleh Jejaring AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan). Salah satu komitmen menarik dinyatakan oleh Indonesia Global Compact Network (IGCN) yang menargetkan tersedianya tambahan lubang resapan biopori sebanyak 10.000 lubang di Jakarta dalam setahun ke depan. Pada tanggal 22 Maret 2013 yang merupakan puncak peringatan hari air sedunia ini diadakan Dialog Multi-stakeholder bertema ”Solusi Air Berbasis Masyarakat”. Peserta berasal dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, komunitas ciliwung, komunitassungai Brantas, komunitas sungai Gajahwong dan LSM yang peduli terhadap sungai Ciliwung. Dialog tersebut bertujuan untuk berbagi informasi kebijakan pemerintah serta pengalaman yang telah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan. Pada kesempatan HAD juga diserahkan bantuan dari hasil penggalangan dana GCB berupa beberapa mesin pencacah plastik, alat pembuat lubang biopori foto: GBC/DML dan alat pembuat gas berbahan baku kompos kepada beberapa komunitas sepanjang sungai Ciliwung (Miya GCB/ DML).

89

Agenda

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
Mengenang Kembali Tragedi Leuwigajah

sumber foto: InSWA

K

amis siang tanggal 21 Februari lalu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rawasari, Jakarta Pusat menjadi pusat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. TPST Rawa­ sari pada hari itu dipenuhi oleh para pelaku, praktisi dan pemerhati pengelolaan sampah padat. Tepat tujuh tahun yang lalu, 69 rumah penduduk ambruk diterjang longsor ratusan kubik sampah TPA Leuwigajah. Sebanyak 157 nyawa menjadi korban tragedi pengelolaan sampah terbesar sepanjang sejarah di Indonesia, dua kampung terhapus dari peta karena tergulung longsoran sampah. ‘’Inilah musibah yang barangkali tercatat pertama kali dalam sejarah peradaban manusia, ratusan nyawa melayang gara-gara tertimbun sampah,’’ Wakil Ketua Umum InSWA Mohammad Helmy mengawali uraiannya mengingatkan setiap orang yang hadir untuk menoleh kembali kepada kejadian di TPA terbesar di Provinsi Jawa Barat itu. ‘’Jarak kampung yang terkena longsoran sampah lebih kurang 1,5 Km dari TPA Leuwigajah,’’ tambah Mohammad Helmy. Bayangkan betapa tingginya gunungan sampah tersebut hingga mampu menimbun dua kampung yang jaraknya cukup terbilang jauh dari TPA. Inilah cermin pengelolaan sampah yang umum dipraktikkan di negara berpenduduk 250 juta jiwa ini. Padahal sistem pembuang­ an sampah open dumping ini merupakan sistem paling primitif dalam terminologi pengelolaan sampah kota di manapun di dunia. Pengelolaan sampah kota belum menjadi program strategis peme­ rintah daerah. Sebagai gambaran betapa minimnya alokasi angga­­­ r­ an untuk pengelolaan sampah kota, seperti disebutkan Mohammad Helmy, adalah yang terjadi di salah kota di Kalimantan. Dengan produksi sampah 300 ton per hari, pemerintah daerah tersebut hanya mengalokasikan biaya operasionalnya Rp. 200 juta per tahun. ‘’Sungguh dana yang tidak layak untuk pengelolaan sampah di sebuah kota,’’ ujar Helmy prihatin. Perilaku Tidak Tertib dan Kendala Lahan Selain miskin dukungan pendanaan pengelolaan sampah, perilaku dan mental masyarakat yang miskin kesadaran membuang sampah dengan tertib juga cukup memusingkan. Pemerintah Jakarta Pusat, contohnya, telah menempatkan tong-tong sampah yang dirasa sangat cukup. Tapi tetap saja, masyarakat seakan tidak peduli dengan sampahnya. Contoh nyata bisa dilihat di kawasan Monas yang sampahnya masih terlihat berserakan, padahal jelas-jelas tong

sampah telah disediakan lebih dari cukup di sana. Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang diwakili sekretarisnya Bambang Musyawardana mengatakan, pemerintah memerlukan dukungan dalam mencari solusi yang tepat mengenai pendekatan dan strategi apa yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat. Selain hal itu, kendala yang saat ini di­ hadapi Jakarta Pusat adalah kekurangan lahan dalam mengimplementasikan Bank Sampah. ‘’Kami berharap pihak swasta bisa membantu program ini dari segi desain penempatan Bank Sampah agar tidak memerlukan lahan yang luas untuk pembangunannya,’’ ujar Bambang Musyawardana. Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat dan Kebersihan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Ajang P. Pinem mengatakan, pe­ ngelolaan sampah di tingkat masyarakat saat ini tergantung sekali pada seorang tokoh masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekaligus bisa menggerakkan masyarakatnya. Untuk pengelolaan skala komunal, TPST Rawasari menjadi percontohan, namun belum ada dua TPST yang seperti ini. Pemerintah Provinsi DKI sendiri, untuk perbaikan semua aspek pengelolaan sampah, menurutnya, telah melakukan beberapa langkah maju. Seperti dikatakan Ajang P Pinem, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang membuat Perda tentang Pengelolaan Sampah. ‘’Seperti diamanatkan UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun juga tanggung jawab masyarakat, pelaku industri serta pengelola kawasan,’’ kata Ajang menjelaskan. Apalagi dari sampah yang dihasilkan, tambahnya, komposisi terbesar berasal dari rumah tangga yakni 53%, diikuti industri sebanyak 47%. Menurut Ajang lagi, Perda pengelolaan sampah bertujuan agar pengelola kawasan seperti apartemen, mal, hotel, rumah sakit, pabrik-pabrik dan sebagainya harus bisa mengelola sampahnya sendiri hingga tuntas. Pengelola kawasan juga harus menyediakan sarana untuk pemilahan sampah dari sumber dan juga membuat program Bank Sampah di kawasannya. ‘’Dalam surat perjanjian pembangunan gedung untuk izin penggunaan bangunan juga tertulis kewajiban seperti itu. Surat Ijin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) mewajibkan setiap pengguna tanah memiliki Instalasi Pe­ ng­ olahan Air Limbah (IPAL), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta menyediakan sarana pengelolaan sampah. ‘’Dengan begitu nantinya akan mengurangi volume sampah yang di buang ke TPA,’’ papar Ajang mengakhiri (InSWA).

90

Memang untuk skala kecil penutupan itu dapat ditolerir. Biota sungai tersebut memerlukan cahaya matahari. Sungai yang ditutupi akan mengganggu kehidupan biota tersebut. Sungai adalah tempat tumbuh dan berkembang biota sungai yang juga menjadi bagian biodiversitas kota yang saat ini menjadi isu penting pada perencanaan dan perancangan kota berkelanjutan. Di atas sungai orang bisa mendapatkan pelepasan pandangan yang biasanya sesak (sumpek) oleh bangunan. Atmospheric boundary layer (lapisan batas atmosfir) di kota cukup tinggi karena padatnya bangunan. Dengan demikian. Pemandangan alami tersebut tidak dapat digantikan oleh kemenerusan jalan raya. misalnya. kota juga perlu memperluas permukaan basah dan membiarkan permukaan basah yang secara alami sudah ada (seperti sungai) tetap terbuka. biaya. Sungai memiliki fungsi sebagai wind path (lorong angin) yang akan membantu pergerakan angin di kota. Secara alami. Pergerakan angin terhalang oleh bangunan. sungai menjadi penghias kota yang unik. sumber foto: istimewa 91 . Itu menjadi pesan yang jelas bahwa membuat bangunan hunian melintang di atas sungai tidak dapat diterima akal sehat. Ini diperlukan dalam ventilasi kota. Lajur sungai menjadi kesempatan bagi angin untuk bergerak bebas dan mengembangkan kecepatan. dan desain dapat diwujudkan.Serba Serbi Edisi 3 . terutama kota padat. Orang suka melihat pemandangan dari atas jembatan karena salah satunya adalah efek indah kemenerusan aliran sungai. semacam kesepakatan tak tertulis yang ada di pikiran bawah sadar manusia (Budi Prayitno). Membuat bangunan melintang sungai akan mengganggu fungsi tersebut.Maret 2013 Mengapa kita sebaiknya tidak membangun bangunan di atas sungai Di perkotaan. selain memperluas permukaan hijau. Kolam dan sungai membantu mengurangi gejala UHI melalui proses pendinginan evaporatif (evaporative cooling). Bangunan hunian melintang sungai dalam skala besar dihindari di seluruh dunia walau secara teknologi. Phytoplankton akan mati karena tidak memperoleh cahaya matahari cukup yang berakibat turunnya oksigen terlarut. Sungai yang curam bahkan bisa menjadi urban canyon alami. permukaan basah seperti kolam dan sungai berfungsi mengurangi gejala Urban Heat Island (UHI) akibat permukaan penyerap panas seperti aspal dan beton (termasuk atap dan dinding bangunan). tetapi pembangunan satu bangunan yang melintang sungai akan memberi preseden bagi bangunan lain yang kemudian akan menutupi sungai. Jembatan yang melintang sungai dapat menjadi ornamen kota yang indah tetapi bangunan hunian yang melintang sungai akan sangat mengganggu.

Berdasar perbandingan terhadap ketiga ukuran keberhasilan. Hasil penelitian menunjukkan Manila MRT 2 tingkat keberhasilannya rendah. Manila Tahun: 2012 Halaman: xiv. melalui upaya pengurangan timbulan sampah. Materi buku ini secara garis besar terbagi dalam 10 (sepuluh) bab yang membahas (i) teknologi dan pengembangan tata ruang sebagai katalisator pengembangan kota hijau. Judul: Green Cities Editor: Michael Lindfield dan Florian Steinberg Penerbit: Asian Development Bank (ADB). sebagian kecil bus dan jalan terowongan bawah tanah. baik di tingkat kota Asia maupun global. Peristiwa kemacetan. bentuk dan desain kota. kefektifan perencanaan. mengurangi polusi udara dan air. melalui pengelolaan proses urbanisasi. Proyek yang lainnya berada pada kondisi sedang saja. dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi semua pihak. kepadatan kota. Sebagian terbesar berupa kereta api. Hal ini disebabkan pertumbuhan kota yang demikian cepat melampaui kemampuan pemerintah kota menyediakan transportasi publik yang memadai. dan pengolahan kembali. Khususnya. keberadaan sampah yang tidak tertangani. Pemerintah dan Pemerintah DKI dapat belajar banyak dari hasil penelitian ini (OM). dan Nottingham Express Transit (NET). London Dockland’s Light Railway (DLR). (vii) sumber pembiayaan kota hijau. Namun upaya pemerintah kota menyediakan fasilitas transportasi tidak selamanya berhasil. banjir. sistem transportasi dan logistik dengan lebih efisien dan efektif. dan pengelolaan. Laporan ini merupakan hasil penelitian yang diselenggarakan oleh KPMG International untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. (v) pemanfaatan air secara efisien. kendali politik. yaitu keuangan. pemanfaatan air hujan. sementara Manila MRT 3 relatif lebih baik. (iii) pendekatan energi sebagai bagian dari kota hijau. Dengan demikian. Hasilnya secara umum menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah keefektifan proses pelelangan dan pembiayaan untuk ketiga jenis ukuran keberhasilan. Tony Travers Penerbit: KPMG International Tahun: 2010 Halaman: ii. dilakukan penelitian terhadap 19 buah proyek transportasi perkotaan di 13 lokasi berbeda pada 9 negara. pemerhati perkotaan. Pada bagian ini diperkenalkan beberapa upaya baik melalui teknologi dan pengaturan tata ruang yang dapat mengurangi penggunaan energi. terdapat dua proyek MRT yang menjadi sasaran penelitian. Keberhasilan dinilai dari 3 (tiga) hal. mulai dari eksekutif maupun legislatif. yaitu Manila MRT 2 dan Manila MRT 3. Dipertimbangkan terdapat 6 (enam) faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek transportasi perkotaan. 92 . Pada intinya. (ii) implikasi masalah lingkungan tersebut terhadap lingkungan global. peran pemerintah pusat. Kondisi kota-kota di Indonesia dengan tingkat urbanisasi yang sangat tinggi mulai menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. (viii) konsep smart cities. kebijakan dan daya tahan. 22 berikut penjelasan terhadap signifikansi dampak dari masingmasing faktor. disimpulkan proyek tranportasi perkotaan yang paling berhasil adalah Manchester Metrolink Phase 1. 413 K ondisi transportasi khususnya di kota metropolitan dan kota besar telah menjadi prioritas pemerintah kota dimana pun di dunia. seperti pengolahan kembali air limbah. dan pengajar di perguruan tinggi (OM). keberadaan buku ini mungkin bisa menjadi sumber pencerahan bagi para pengambil keputusan. Berkaitan dengan rencana pembangunan Mass Rapid Transport (MRT) di DKI Jakarta. Dengan demikian. keefektifan proses pelelangan dan pembiayaannya. (iii) upaya yang perlu dilakukan dalam menanganinya. Judul: Success and Failure in Urban Transport Infrastructure Projects Penulis: Stephen Glaister. Richard Brown. (vi) pengelolaan sampah padat. bahkan tidak sedikit yang gagal. Sementara proyek yang dipertimbangkan gagal pada ketiga ukuran keberhasilan adalah London Underground Limited Public Private Partnership (LUL PPP). Roger Allport. menjadi menarik untuk mengetahui faktor yang berdampak terhadap keberhasilan maupun menjadi kendala proyek transportasi perkotaan. misalnya program konsumsi energi rendah-karbon. (ii) konsep-konsep kota hijau seperti green urbanism. yaitu situasi dan gangguan terhadap proyek. ketidaktersediaan air yang layak.Info Buku B uku ini pada dasarnya mengungkapkan fenomena tingkat urbanisasi yang demikian tinggi di kota-kota Asia yang berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan perkotaan. (iv) pengembangan sistem transportasi menuju kota hijau. Untuk itu. termasuk juga tentunya para konsultan. setelah membaca buku ini. air limbah yang mencemari lingkungan dan seterusnya telah menjadi fenomena biasa di perkotaan Indonesia. terfokus pada (i) masalah lingkungan yang dihadapi kota Asia sebagai dampak urbanisasi. sehingga berdampak pada kemacetan. atau zero waste city. pembaca diharapkan dapat memahami bahwa untuk mencapai kondisi kota hijau dibutuhkan upaya mengurangi penggunaan energi. Untuk mengetahui dampaknya.

(iii) MP3EI merupakan acuan bagi badan usaha dalam menetapkan modal di Indonesia. fokus dan terukur. Keberadaan MP3EI merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 dan untuk melengkapi dokumen perencanaan agar perekonomian nasional lebih berdaya saing. (ii) fungsi MP3EI sebagai acuan para menteri dan pimpinan lembaga nonkementerian untuk menetapkan kebijakan sektoral. Prasyarat dan Strategi MP3EI. dan KP3EI didukung oleh Sekretariat KP3EI. penyelenggaraan pengadaan tanah. tata cara pengangkatan dan status tenaga profesional (PNS dan non PNS) (OM). Terjadi tarik menarik antara pemilik tanah dan pihak pemerintah sebagai pihak yang berkepentingan melaksanakan pembangunan untuk kepentingan umum. yang diketuai oleh Presiden dan Ketua Harian ditunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.Maret 2013 Terkait penyusunan dan pelaksanaan MP3EI. sebagai berikut. Secara khusus Perpres ini menetapkan beberapa hal utama yaitu (i) MP3EI terdiri dari 4 (empat) bagian meliputi Pendahuluan. Dalam Perpres ditekankan bahwa MP3EI merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia untuk periode 15 (lima belas) tahun terhitung sejak tahun 2011 sampai tahun 2025. Pemantauan dan Evaluasi MP3EI. strategi yang tepat. beberapa diantara regulasi tersebut disajikan secara ringkas. P Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) sebagai koordinator pelaksanaan MP3EI. Untuk itu.Info Regulasi Edisi 3 . maupun sebagai acuan penyusunan kebijakan pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota bersangkutan terkait percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. pimpinan. berisikan pengaturan terkait pokok-pokok pengadaan tanah. 93 . Pada rubrik Regulasi kali ini. kesepakatan. kesejah­ teraan. keikutsertaan. Dokumen MP3EI tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perpres ini. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum bertujuan menyediakan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum dilaksanakan berdasarkan asas kemanusiaan. demokratis dan adil. Koridor Ekonomi Indonesia. negara. Sementara peraturan perundang-undangan belum dapat menjamin perolehan tanah untuk pelaksanaan pembangunan. yang terdiri dari 7 bab dan 61 pasal. eraturan Presiden (Perpres) ini diluncurkan sebagai dasar pelaksanaan MP3EI. dibutuhkan suatu Undang-Undang tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Pelaksanaan. namun demikian pengadaan tanah harus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan. terdapat beberapa regulasi penting yang menjadi acuannya. kepastian. sumber dana pengadaan tanah. kemanfaatan. Undang-Undang ini ditetapkan pada tanggal 14 Januari 2012. MP3EI memberi arah yang lebih jelas. hak. keberlanjutan dan keselarasan. (iv) penetapan KP3EI sumber foto: istimewa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum S alah satu kendala terbesar dalam pembangunan khususnya infrastruktur di Indonesia adalah ketersediaan tanah. Kepentingan umum dianggap lebih prioritas dibanding kepentingan individu. kewajiban dan peran serta masyarakat (OM). dan masyarakat dengan tetap menjamin kepentingan hukum Pihak yang Berhak. keterbukaan. Secara rinci juga dijelaskan tentang sekretariat KP3EI mencakup kedudukan. keadilan. Dalam Perpres ini juga disebutkan KP3EI dibantu oleh Tim Kerja. penetapan susunan organisasi dan tata kerja.

org W orld Green Building Council sebagai pemilik situs ini menyiapkan dengan baik materi yang ter­ sedia. Sebagian terbesar isinya menyangkut MP3EI dimulai dari penjelasan ringkas KP3EI. latar belakang. Taiwan. Situs KP3EI merupakan situs terlengkap tentang MP3EI. Beberapa informasi tambahan dapat diperoleh dari situs ini melalui E-Library seperti buku MP3EI (edisi Bahasa dan Inggris). FIABCI didirikan di Perancis oleh Federasi Nasional Manajer Properti Perancis (CNAB). Berita terbaru adalah akan diselenggarakannya Kongres FIABCI ke 64 pada tanggal 24-29 Mei 2013 di Taichung. dan video yang dapat diunduh. Tersedia beragam informasi terkait keberadaan kota tua Jakarta. bahan presentasi. Sebagaimana situs sejenis. Hal yang paling menarik adalah ProxioPro yaitu sebuah layanan pe­ masaran dan jeja­ ring global eksklusif bagi profesional pro­ perti. dan Jawaban pertanyaan (FAQ) MP3EI. mulai dari petunjuk obyek wisata. Seputar KP3EI yang mengetengahkan berita kliping. Tersedia juga video kota tua Jakarta dan beragam buku sejarah Batavia. inisiatif strategis. Disayangkan bahwa situs ini tidak termutakhirkan lagi setidaknya 6 (enam) bulan terakhir. dan daftar proyek investasi. Kota Tua Jakarta kotatuajakarta. itus ini merupakan situs resmi Federasi Perusahaan Pengembang Dunia yang dikenal dengan singkat­ an FIABCI yang berasal dari singkatan bahasa Perancis.go. regulasi. disini tersedia juga apa dan siapa. Berita Koridor yang secara khusus mengungkapkan data terkait 6 (enam) koridor. Jika ingin bergabung dengan salah satu komunitas kota tua Jakarta.id S itus ini merupakan situs KP3EI. sejarah kota tua. Walaupun beberapa informasi masih belum tersedia. dan daftar komunitas terkait kota tua. agenda dan kegiatan. (OM) 94 . FIABCI (The International Real Estate Federation) www. situs ini sudah cukup memadai.kp3ei. Selain itu. Selain juga terdapat situs khusus Koridor Ekonomi Jawa.fiabci.000 agen properti di 100 negara. Namun hal paling menarik dari situs ini adalah tersedianya layanan resources berupa kumpulan dokumen. Melalui situs ini. yang sekaligus merupakan situs resmi MP3EI.Info Situs Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) www. Situs ini sangat menarik khususnya bagi para pencinta kota tua. agenda dan kegiatan. visi misi dan strategi utama MP3EI.org S itus ini dikelola oleh Unit Pengelola Kawasan Kota Tua yang diberi tugas oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mengelola kawasan kota tua Jakarta termasuk melaksanakan penyebarluasan informasi. Layanan ProxioPro menjangkau lebih dari 500. juga tersedia informasi tentang bea siswa oleh yayasan yang dibentuk FIABCI. dan be­ rita terkait. Mengakses situs ini akan sangat membantu kita memahami apa dan sia­ pa. tetapi sebagai sebuah sumber data dan informasi terkait MP3EI. Termasuk juga kita dapat meng­ akses situs Green Building Coun­ cil Regional. sisa memilih dari Daftar Komunitas yang ada di laman situs ini. Ber­ gabung dengan layanan ini memungkinkan kita dikenal oleh dunia internasional. Layanannya tanpa bayar.org S World Green Building Council www. Situs ini juga dilengkapi dengan Rencana Induk Kota Tua Jakarta yang dapat diunduh. sejarah. kita juga bisa mengakses situs FIABCI regional. Bagian paling menarik dari situs ini adalah tersedianya info terkini tentang agenda kegiatan maupun berita terkait kota tua Jakarta. Melalui situs ini kita juga bisa meng­ akses situs FIABCI regional. dan berita ter­ kait FIABCI.worldgbc.

Edisi 3 .Maret 2013 95 .

5 April 2013 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 96 .000 Tower Memperingati 6 Tahun Program 1.Sukseskan Program 1.000 Tower 5 April 2007 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->