P. 1
KB

KB

|Views: 33|Likes:
Published by Raz Simarmata
for u
for u

More info:

Published by: Raz Simarmata on Sep 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia dengan kelahiran 5.000.000 per tahun.Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan keluarga berencana yang merupakan sisi masing – masing mata uang. Bila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan dikhawatirkan hasil pembangunan tidak akan berarti. Keluarga berencana sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada “catur warga” atau zero population growth (pertumbuhan seimbang). Gerakan keluarga berencana nasional Indonesia telah berumur panjang (sejak 1970) dan masyarakat dunia menganggap Indonesia berhasil menurunkan angka kelahiran dengan bermakna.Masyarakat dapat menerima hampir semua metode medis teknis keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah. Pada dasarnya tujuan KB nasional mencakup dua hal, yaitu kuantitatif dan kualitatif.Tujuan kuantitatif adalah menurunkan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk. Sedangkan tujuan kualitatif adalah untuk menciptakan atau mewujudkan norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Tujuan gerakan KB nasional dapat dirinci sebagai berikut (BKKBN, 1994): 1. Menurunkan tingkat kelahiran dengan mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat dan potensi yang ada. 2. Meningkatkan jumlah peserta KB dan tercapainya pemerataan serta kualitas peserta KB yang menggunakan alat kontrasepsi efektif dan mantap dengan pelayanan bermutu. 3. Mengembangkan usaha – usaha untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, memperpanjang harapan hidup, menurunkan tingkat kematian bayi dan anak – anak di bawah usia lima tahun serta memperkecil kematian ibu karena resiko kehamilan dan persalinan. 4. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah kependudukan yang menjurus kearah penerimaan, penghayatan dan pengalaman norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera sebagai cara hidup yang layak dan bertanggung jawab. 5. Meningkatkan peranan dan tanggung jawab wanita, pria dan generasi muda dalam pelaksanaan upaya – upaya penanggulangan masalah kependudukan. 6. Mencapai kematapan, kesadaran, tanggung jawab dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan gerakan KB nasional sehingga lebih mampu meningkatkan kemandiriannya di wilayah masing – masing.

Keperawatan Maternitas

Page 1

7. Mengembangkan usaha – usaha peningkatan mutu sumber daya manusia untuk meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat dalam mempercepat pelembagaan nilai – nilai keluarga kecil. 8. Memeratakan penggarapan gerakan KB ke seluruh wilayah tanah air dan lapisan masyarakat perkotaan, pedesaan, transmigrasi, kumuh, miskin dan daerah pantai. 9. Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga dan atau pengelolaan gerakan KB nasional yang mampu memberikan pelayanan KB yang dapat menunjang seluruh lapisan masyarakat di sleuruh pelosok tanah air dengan kualitas yang tinggi dan kenyamanan yang memenuhi harapan. Pemerintah meluncurkan gagasan baru; yaitu kaluarga berencana mandiri artinya masyarakat memilih metode KB dengan biaya sendiri melalui KB lingkaran biru dan KB lingkaran emas dan mengarahkan pada pelayanan metode kontrasepsi efektif (MKE) yang meliputi AKDR, suntikan KB, susuk KB, dan kontap.

B. Tujan Penulisan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui dan memahami asuhan keperawatan keluarga berencana. 2. Tujuan Khusus a) Mengetahui jenis dan metode kontrasepsi keluarga berencana. b) Mengetahui keuntungan dan kerugian dari masing – masing metode kontrasepsi keluarga berencana

C. Manfaat Penulisan Sebagai penambah pengetahuan tentang jenis serta metode kontrasepsi dalam program keluarga berencana.

Keperawatan Maternitas

Page 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Keluarga Berencana Pengertian Keluarga Berencana (KB) secara umum adalah suatu usaha mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya dan bagi ayah serta keluarganya atau masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai kaibat langsung dari kelahiran tersebut. Sedangkan pengertian khususnya, kehidupan berencana dalam kehidupan sehari – hari berkisar pada pencegahan kontrasepsi atau pencegahan terjadinya pembuahan atau mencegah pertemuan antara sel mani dari laki – laki dan sel telur dari wanita sekitar persetubuhan (Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung). Menurut WHO, B adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk: 1. Mendapatkan objektif – objektif tertentu. 2. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. 3. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan. 4. Mengatur interval saat kehamilan. 5. Menentukan jumlah anak dalam keluarga. Menurut BKKBN (1995) dikutip dari Sukma Kemala (2002), kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut.

B. Jenis dan Metode Kontrasepsi 1. Keluarga Berencana Metode Sederhana Metode KB sederhana adalah metode KB yang digunakan tanpa bantuan orang lain. Yang termasuk metode KB sederhana adalah kondom, pantang berkala, senggama terputus, dan spermisid. Metode ini akan lebih efektif bila penggunaannya diperhitungkan dengan masa subur. a. Kondom Cara kerja kondom adalah menampung spermatozoa sehingga tidak masuk ke dalam kanalis serviks.Konsep kerja kondom adalah menghalangi tertumpahnya sperma ke dalam vagina sehingga spermatozoa tidak mungkin masuk ke dalam rahim dan seterusnya.Kegagalan kondom terjadi bila karet kondom bocor atau robek, dan menarik penis setelah lemah sehingga sebagian sperma dapat masuk vagina.
Keperawatan Maternitas Page 3

Keuntungan kontrasepsi kondom adalah murah, mudah didapatkan (gratis), tidak memerlukan pengawasan medis, berfungsi ganda, dan dipakai oleh kalangan yang berpendidikan. Sedangkan kerugiannya adalah kenikmatan terganggu, mungkin alergi terhadap karet atau jelinya yang mengandung spermisid, dan sulit dipasarkan kepada masyarakat dengan pendidikan rendah. Kondom yang dipakai bersamaan dengan pantang berkala mempunyai efektivitas yang makin meningkat. b. Pantang berkala Syarat utama pantang berkala adalah patrun menstruasi teratur dan kerja sama dengan suami harus baik. Patrun menstruasi merupakan syarat penting karena dengan menstruasi teratur dapat memberikan petunjuk masa subur. Perhitungan masa subur dpaat dilakukan bersama suami sehingga suami – istri mempunyai pengertian yang sama. Kerja sama dengan suami perlu sitekankan karena masa hidup ovum dan spermatozoa dalam alat genitalia wanita cukup panjang. Hidup ovum terbatas sekitar 48 jam, spermatozoa di dalam tubuh wanita dapat hidup selama 72 jam. Metode pantang berkala dikenal 2 sistem, yaitu menggunakan sistem kalender dan menggunakan penilaian suhu basal. 1) Pantang berkala dengan sistem kalender. Sistem ini dikenal dengan nama sistem Ogino – Knaus, nama orang yang meneliti terjadinya ovulasi sekitar 12 sampai 16 hari sebelum menstruasi.Metode ini memerlukan sistem menstruais yang teratur sehingga dapat memperhitungkan masa subur untuk menghindari kehamilan dengan tidak melakukan hubungan seks. Masa subur wanita dapat dihitung dengan melakukan perhitungan minggu subur sebagai berikut :   Menstruasi eanita teratur antara 26 sampai 30 hari. Masa subur dapat diperhitungkan, yaitu menstruasi hari pertama ditambah 12 yang merupakan hari pertama minggu subur dan akhir minggu subur adalah hari pertama menstruasi ditambah 19.  Puncak minggu subur adalah hari pertama menstruasi ditambah 14.

2) Pantang berkala dengan sistem suhu basal. Telah diketahui bahwa penurunan suhu basal sebanyak 0,5 sampai 1 derajat Celcius pada hari ke – 12 samapi ke – 13 menstruasi, ketika ovulasi terjadi pada hari ke – 14. Setelah menstruasi suhu akan naik lebih dari suhu basal sehingga siklus menstruasi yang disertai “ovulasi” terdapat temperatur “bifasik”.

Keperawatan Maternitas

Page 4

c. Senggama terputus Konsep “metode senggama terputus” adalah mengeluarkan kemaluan menjelang terjadinya ejakulasi.Senggama terputus merupakan metode tertua di dunia, karena tertulis pada kitab tua dan diajarkan kepada masyarakat. Kekurangan metode ini adalah mengganggu kepuasan kedua belah pihak; kegagalan hamil sekitar 30 sampai 35% karena semen keluar sebelum mencapai puncak kenikmatan, terlambat mengeluarkan kemaluan, semen yang tertumpah di luar sebagian dapat masuk ke genitalia; dan dapat menimbulkan ketegangan jiwa kedua belah pihak. d. Spermisida Spermisida adalah zat kimia yang dapat melumpuhkan samapi mematikan spermatozoa yang digunakan menjelang berhubungan seks.Setelah pemasangan sekitar 5 sampai 10 menit, hubungan seksual dapat dilakukan agar spermisida dapat berfungsi. Kekurangan spermisida :     Merepotkan menjelang hubungan senggama. Nilai kepuasan berkurang. Dapat menimbulkan iritasi atau alergi. Kejadian hamil tinggi sekitar 30 sampai 35% karena pemasangan tidak sempurna atau terlalu cepat melakukan senggama. 2. Keluarga Berencana Metode Efektif (MEK) Kontrasepsi Hormonal Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hormonal telah mempelajari bahwa estrogen dan progesteron memberikan umpan balik terhadap kelenjar hipofisis melalui hipotalamus sehingga terjadi hambatan terhadap perkembangan folikel dan proses ovulasi. Melalui hipotalamus dan hipofisis, estrogen dapat menghambat pengeluaran folikel stimulating hormone (FSH) sehingga perkembangan dan kematangan folikel de graaf tidak terjadi. Di samping itu progesteron dapat menghambat pengeluaran hormone Luteizing (LH).Estrogen mempercepat peristaltik tuba sehingga hasil konsepsi mencapai uterus – endometrium yang belum siap untuk menerima implantasi. Fungsi komponen progesteron:     Rangsangan balik ke hipotalamus dan hipofisis, sehingga pengeluaran LH tidak terjadi dan menghambat ovulasi. Progesteron mengubah endometrium, sehingga kapasitas spermatozoa tidak berlangsung. Mngentalkan lender serviks sehingga sulit ditembus spermatozoa. Menghambat peristaltik tuba, menyulitkan konsepsi.
Page 5

Keperawatan Maternitas

Menghindari implantasi, melalui perubahan struktur endometrium.

1) Kontrasepsi Hormonal Pil Kontrasepsi hormonal pil telah mengalami penelitian panjang, sehingga sebagian besar wanita dapat menerima tanpa kesulitan, dengan patrun menstruasi normal serta durasi antara 4 sampai 6 hari.Di samping durasi 4 sampai 6 hari, masih terdapat patrun menstruasi wanita.Wanita tergolong durasi menstruasi kurang dari 4 hari, memerlukan pil KB dengan efek estrogen tinggi.Wanita dengan durasi menstruasi lebih dari 6 hari memerlukan pil KB dengan efek estrogen yang rendah. Berbagai nama paten KB pil di pasaran Progesteron kuat Anovlar Gynovlar Norlestrine Anacycline Ovosta Eugynon Norinyl Microgynon 60 ED Microgynon 30 ED Sifat khusus kontrasepsi hormonal dengan komponen estrogen menyebabkan pemakainya mudah tersinggung, tegang, retensi air dan garam, berat badan bertambah, menimbulkan nyeri kepala, perdarahan banyak saat menstruasi, meningkatkan pengeluaran leukorea, menimbulkan perlunakan serviks.Sedangkan dengan komponenprogesteron menyebabkan payudara tegang, akne (kukulan), kulit dan rambut kering, menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, liang senggama kering. Berbagai pabrik farmasi mengeluarkan pil KB sebagai berikut:   Pil kombinasi. Sejak semula telah terdapat kombinasi komponen progesteron dan estrogen. Pil sekuensial. Pil ini mengandung komponen yang disesuaikan dengan system hormonal tubuh. Dua belas pil pertama hanya mengandung estrogen, pil ketigabelas dan seterusnya merupakan kombinasi.   Progesterone. Pil ini hanya mengandung progesteron dan digunakan ibu postpartum. After morning pill. Pil ini digunakan segera setelah hubungan seksual. Sistem kemasan pil KB diatur dengan sistem 28 dan sistem 22/21.Sistem 28 (peserta KB pil terus minum pil tanpa pernah berhenti).Sistem 22/21 (pesertaKB pil
Keperawatan Maternitas Page 6

Progesteron lemah Ovulen Volidan Lyndiol Noracycline Conovid E Previson Ortho novum Nuvacim

berhenti minum pil selama 7 sampai 8 hari dengan mendapat kesempatan menstruasi).Untuk memudahkan masyarakat, pil KB sistem 28 lebih banyak digunakan karena mudah memberikan penjelasan, terutama bagi mereka dengan pendidikan rendah. Petunjuk pemakaian KB pil:     Minumlah pil KB dengan teratur. Bila lup, pil KB yang harus diminum menjadi dua buah. Bila perdarahan, tidak memerlukan perhatian karena belum beradaptasi. Gangguan ringan dalam bentuk: mual dan muntah, sebaiknya diatasi.

Pedoman untuk memulai memberikan pil KB: a) Pada postpartum dapat diberikan Expluton yang mengandung komponen progesteron.    Tidak mengganggu pengeluaran ASI. Efektif sampai laktasi dihentikan. Kesulitan dapat timbul: perdarahan spotting (bercak), tidak menstruasi berkepanjangan. b) Post-abortus atau hari kelima menstruasi. Dapat digunakan pil KB system sekuensial atau sistem kombinasi. c) Ganti cara pemakaian pil KB.    Segera dapat mulai minum pil KB. Dapat digunakan kombinasi atau sekuensial. Dapat terjadi perubahan patrun menstruasi.

Keadaan yang tidak memperbolehkan pil KB untuk digunakan, seperti pada tromboflebitis, keganasan payudara atau organ lainnya, pada kehamilan, penyakit hati, kencing manis, gangguan mental, dan perdarahan yang tidak jelas. Keuntungan memakai KB pil a) Bila diminum pil sesuai dengan aturan dijamin berhasil 100% b) Dapat dipakai pengobatan terhadap beberapa masalah:     Ketegangan menjelang menstruasi. Perdarahan menstruasi yang tidak teratur. Nyeri saat menstruasi. Pengobatan pasangan mandul.

c) Pengobatan penyakit endometritis. d) Dapat meningkatkan libido. Kerugian memakai KB pil a) Harus minum pil secara teratur. b) Dalam waktu panjang dapat menekan fungsi ovarium.
Keperawatan Maternitas Page 7

c) Penyulit ringan (berat badan bertambah, rambut rontok, tumbuh akne, mual sampai muntah). d) Memengaruhi fungsi hati dan ginjal.

2) Kontrasepsi Hormonal Suntikan Tingginya minat pemakai suntikan KB oleh karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan. Berikut nama suntikan KB yang umu digunakan:        Depo provera yang mengandung medroxyprogesteron acetat 150 mg, Cyclofem yang mengandung medroxyprogesteron acetat 50 mg, Norigest 200 mg yang merupakan derivate progesteron.

Mekanisme kerja komponen progesterone atau derivate testosterone adalah: Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum. Mengentalkan lendir serviks, sehingga sulit ditembus spermatozoa. Mengganggu peristaltik tuba fallopii, sehingga konsepsi dihambat. Mengganggu suasana endometrium, sehingga tidak sempurna untuk implantasi hasil konsepsi. Waktu pemberian KB suntikan adalah pasca persalinan, pasca abortus, dan interval.Jadwal waktu suntikan berikutnya diperhitungkan dengan pedoman Depoprovera (interval 12 minggu), Norigest (interval 8 minggu), dan Cyclofem (interval 4 minggu). Suntikan KB Cyclofem merupakan suntikan KB masa depan, karena mempunyai keuntungan tenggang waktu setiap 4 minggu, peserta suntikan Cyclofem dapat mengalami menstruasi, dan pemberian aman, efektif, dan relatif mudah. Keuntungan memakai KB suntikan        Pemberiannya sederhana setiap 8 – 12 minggu. Tingkat efektivitasnya tinggi. Hubungan seks dengan suntikan KB bebas. Pengawasan medis yang ringan. Dapat diberikan pascaoperasi, pasca – keguguran atau pascamenstruasi. Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi. Suntikan KB Cyclofem diberikan setiap bulan dan peserta KB akan mendapatkan menstruasi.

Kerugian memakai KB suntikan   Perdarahan yang tidak menentu. Terjadi amenorea (tidak dating bulan) berkepanjangan.
Page 8

Keperawatan Maternitas

 

Masih terjadi kemungkinan hamil. Kerugian atau penyulit inilah yang menyebabkan peserta KB menghentikan suntikan KB.

3) Kontrasepsi Hormonal Susuk (Norplant atau Implan). Susuk KB disebut alat KB bawah kulit (AKBK). Pemasangan norplant (susuk KB) sederhana dan dapat diajarkan, tetapi masalah mencabut susuk KB memerlukan perhatian karena sulit dicari metode yang mudah, murah, dan aman; dan dijumpai penyulit dan komplikasi saat mencabut. Teknik pemasangan susuk KB Prinsip pemasangan susuk KB adalah dipasang pada lengan kiri atas dan pemasangan seperti kipas mekar dengan 6 kapsul. a. Rekayasa tempat pemasangan dengan tepat seperti kipas terbuka. b. Tempat pemasangan di lengan kiri atas, dipati rasa dengan lidokain 2%. c. Dibuat insisi kecil, sehingga trokar dapat masuk. d. Trokar ditusukkan subkutan sampai batasnya. e. Kapsul dimasukkan ke dalam trokar, dan didorong dengan alat pendorong sampai terasa tertahan. f. Untuk menempatkan kapsul, trokar ditarik keluar. g. Untuk meyakikan bahwa kapsul telah ditempatnya, alat pendorong dimasukkan sampai terasa tidak ada tahanan. h. Setelah kapsul dipasang, bekas insisi ditutup dengan plester. Setiap kapsul susuk KB mengandung 36 mg Levonorgestrel yang akan dikeluarkan setiap harinya sebanyak 80 mcg.Konsep mekanisme kerjanya sebagai progesterone yang dapat menghalangi pngeluaran LH sehingga tidak terjadi ovulasi, mengentalkan lender serviks dan menghalangi migrasi spermatozoa, dan

menyebabkan situasi endometrium tidak siap menjadi tempat nidasi. Pada pencabutan banyak dijumpai kesulitan sehingga diupayakan untuk merekayasa teknik pencabutan sebagai berikut. a) Metode standar. Tempat pencabutan didesinfektan kemudian ditutup dengan duk. Diberikan anestesi local dengan lidokain 2%. Insisi dibuat pada sekitar tempat insersi susuk KB. Pencabutan dengan cara: b) Teknik U. Tempat pencabutan didesinfektan keudian ditutup dengan duk steril. Insisi dibuat sejajar dengan pemasangan susuk KB. Jaringan penutup susuk KB dibersihkan. Alat U dipakai memegang kapsul, ditarik ke arah insisi, jaringan ikatnya dibersihkan dan selanjutnya kapsul ditarik keluar. c) Teknik tusuk (Ma) pencabutan susuk KB. Konsep pencabutan adalah susuk KB dipasang melalui tusukan dan dicabut dengan teknik tusuk (Ma). Pembuatan “alat
Keperawatan Maternitas Page 9

tusuk” pencabut susuk KB (Ma) adalah sebagai berikut: ambil kawat sepanjang 7 sampai 8 cm, kemudian salah satu ujungnya diruncingkan dan diperkecil, dan dilengkungkan 90 derajat untuk mempermudah menusukkannya ke dalam kapsul susuk KB. Ujung lainnya dilengkungkan satu bidang dengan lengkungan yang runcing, dan digunakan sebagai pegangan. Perlengkapan untuk mencabut susuk KB dengan “teknik tusuk” (Ma) sederhana adalah:          Duk steril yang berlubang 5 cm Pisau tajam untuk membuat insisi Sebuah klem arteri untuk memperdalam dan menyisihkan jaringan ikat penutup kapsul untuk kapsul susuk KB Pinset bedah untuk memegnag kapsul susuk KB Alat tusuk, pencabut susuk KB (Ma) yang dibuat sendiri Sebuah spuit 5 cc Lidokain ampul Plester untuk menutup luka insisi Bahan desinfektan dan kassa steril

Tahap pencabutan susuk KB dengan teknik tusuk (Ma) sebagai berikut: a) Tahap desinfektan. Desinfeksi lapangan operasi dengan betadin/isodin, yodium – alkohol, atau bahan desinfektan lainnya. Setelah steril, lapangan operasi ditutup dengan duk steril. b) Tahap insisi luka tempat pencabutan.  Anestesi lokal. Tempat susuk KB dipasang dengan lidokain. Anestesi di bawah kapsul susuk KB sehingga dapat mendorong ke permukaan kulit. Anestesi diratakan dan ditunggu sekitar 2 menit.  Insisi tempat pencabutan. Dilakukan melintang di bagian pangkal susuk KB ditusukkan. Insisi diperdalam dan jaringan ikat lemak yang melekat pada kapsul susuk KB sebagian dibersihkan dengan klem arteri. c) Tahap pencabutan susuk KB. Tangan kanan mendorong satu kapsul KB ke arah luka insisi. Tangan kiri memegang pinset atau klem arteri untuk menjepit atau menangkap kapsul susuk KB. Kapsul susuk ditarik semaksimal mungkin ke arah luka insisi. Setelah kapsul susuk KB yang elastis terpegang oleh pinset atau klem arteri, untuk mengeluarkannya dapat ditempuh dua cara:  Bersihkan kapsul susuk KB dari jaringan ikat dengan pisau yang dipegang oleh tangan kanan sampai tampak putih. Setelah tampak putih, alat tusuk ditusukkan pada kapsul terus mengait keluar.

Keperawatan Maternitas

Page 10

Tangan kanan mengambil alat tusuk dan menusukkan ke dlaam kapsul serta mengungkit kapsul ke arah luka insisi. Pinset atau klem arteri dilepaskan dari tangan kiri. Tangan kiri mengambil pisau untuk membebaskan sedikit demi sedikit kapsul dari jaringan ikat. Kapsul terus diungkit ke arah luka insisi dan selanjutnya dengan mudah dapat dikeluarkan dari implantasinya.

Penutupan luka insisi. Luka insisi ditutup dengan plester (band aid). Untuk profilaksis diberikan antibiotika dan analgesik. Kontrol kembali setelah 5 sampai 7 hari. Keuntungan memakai KB susuk a) Dipasang selama lima tahun. b) Control medis ringan. c) Dapat dilayani di daerah pedesaan. d) Penyulit medis tidak terlalu tinggi. e) Biaya murah. Kerugian memakai KB susuk a) Menimbulkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi dan terjadi perdarahan yang tidak teratur. b) Berat badan bertambah. c) Menimbulkan akne, ketegangan payudara. d) Liang senggama terasa kering.

3. Kontrasepsi Mekanis a. Pengertian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Adalah suatu alat yang dimasukkan kedalam rahim yang bentuknya bermacammacam.Ada yang dari polietiline, ada yang dililit tembaga atau tidak dan ada yang batangnya berisi hormon progesteron. b. Mekanisme Kerja AKDR Mekanisme kerja AKDR adalah Meningkatkan getaran saluran telur sehingga waktu blastokista sampai ke rahim, endometrium belum siap menerima nidasi.Selain itu, menimbulkan reaksi jaringan, sel darah putih melarutkan blastokista dan lilitan logam menyebabkan reaksi anti fertilisasi. Namun secara lokal mekanisme kerja AKDR adalah sebagai berikut: 1) AKDR merupakan benda asing dalam rahim sehingga menimbulkan reaksi benda asing dengan timbunan leokosit, makrofag dan limfosit. 2) AKDR menimbulkan perubahan cairan, prostaglandin, yang menghalangi kapasitas spermatozoa.

Keperawatan Maternitas

Page 11

3) Pemadatan endometrium oleh leokosit, makrofag dan limfosit menyebabkan blastokista mungkin dirusak oleh makrifag dan balstokista tidak mempu melaksanankan nidasi. 4) Ion Cu yang dikeluarkan AKDR dengan Cupper menyebabkan gangguan gerak spermatozoa sehingga mengurangi kemampuan untuk melaksanakan konsepsi. c. Keuntungan AKDR Alat kontrasepsi dalam rahim dapat diterima masyarakat dunia, termasuk Indonesia dan menempati urutan ketiga dalam pemakaian. Keuntungan dari AKDR adalah: 1) Dapat diterima masyarakat dengan baik. 2) Pemasangan tidak memelukan teknis medis yang sulit. 3) Kontrol medis yang ringan. 4) Penyulit tidak terlalu berat. 5) Pulihnya kesuburan setelah AKDR dicanut berlangsung baik. d. Kerugian AKDR AKDR bukanlah alat kontrasepsi yang sempurna, sehingga masih terdapat beberapa kerugian sebagai berikut: 1) Masih terjadi kehamilan dengan AKDR in situ. 2) Terdapat mendarahan; spotting dan menometroragia. 3) Leokorea, sehingga menguras protein tubuh dan liang senggana terasa lebih basah. 4) Dapat terjadi infeksi. 5) Tingkat akhir infeksi menimbulkan kemandulan primer atau sekunder dan kehamilan ektopik. 6) Tali AKDR dapat menimbulkan perlukaan portio uteri dan mengganggu hubungan seksual. e. Kapan Waktu Pemasangan AKDR dan Kontraindikasinya Alat kontrasepsi dalam rahim dipasang diluar hamil dan saat selesai menstruasi. Sekitar tahun 1970, Lippes loop D dipasang pada program postpartum. Pemasangan program postpartum belum memuaskan karena banyak terjadi ekpulsi dan masyarakat segan untuk kembali.Ekspulsi terutama terjadi pada pemasangan pascapersalinan. Dan AKDR dapat dipasang pada: 1) Bersamaan dengan menstruasi. 2) Segera setelah bersih menstruasi. 3) Pada masa akhir puerperium. 4) Tiga bulan pasca persalinan. 5) Bersamaan dengan seccio sesarea.
Keperawatan Maternitas Page 12

6) Bersamaan dengan abortus dan kuretage. 7) Hari kedua-ketiga pascapersalinan. Kontra indikasi AKDR adalah: 1) Pada wanita yang belum pernah melahirkan dan ada perkiraan kehamilan. 2) Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti; perdarahan yang tidak normal dari alat kemaluan, perdarahan dileher rahim dan kanker rahim. 3) Terdapat infeksi genetalia; menimbulkan eksaserbasi (kambuh) infeksi dan keadaan patologis lokal; frungkle, stenosis vagina;infeksi vagina. f. Macam-Macam AKDR dan Cara Pemasangan 1) Copper-T Berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen dan diberi lilitan kawat tembaha halus. Lilitan kawat tembaga ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik. Cara pemasangan: a) Buka bungkus steril Copper-T. b) Masukkan AKDR kedalam introdusor melalui ujungnya sampai batas tertentu dengan menggunakan sarung tangan steril. c) Masukkan AKDR yang sudah terpasanga pada introdusor kedalam rahim sampai menyentuh fundus uteri dan ditarik sedikit. d) Pendorong pada intodusor mendorong AKDR hingga terpasang. e) Kemudian introdusor dan pendorongnya ditarik keluar. 2) Cooper-7 Berbentuk angka 7 dengan ukuran batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga yang mempunyai luas permukaan 200 mm2. Prosedur pemasangannya hampir sama dengan Copper-T. 3) Multi Load atau Medusa Terbuat dari polyethelene, tanagn kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2untuk menambah efektivitas. Tersedia dalam 3 ukuran, standart, small dan mini. Cara pemasanganny adalah: a) Pembungkus AKDR dibuka menjelang pemasangan. b) Teknik pemasangan langsung dengan mendorong sampai mencapai fundus uteri, tanpa berhenti. c) Setelah mencapai fundus uteri introdusornya ditarik. d) Tali AKDR dipotong sependek mungkin. e) Sterilitas pemasangan Medusa atau Mulitload lebih terjamin, komplikasi perporasi terjadi saat pemasangan AKDR.

Keperawatan Maternitas

Page 13

4) Lippes Loop Dari bahan polyethelene.Berbentuk seperti spiral atau huruf S bersambung. Terdapat 4 jenis yaitu, tipe A beukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan tipe D 30 mm (benang putih). Cara pemasangannya adalah sebagai berikut: a) Lippes Loop dimasukkan ke dalam introdusor dari pangkal, sampai mendekati ujung proksimal. b) Tali AKDR dapat dipotong terlebih dahulu, sesuai dengan keinginan atau dipotong kemudian setelah pemasangan. c) Intodusor dimasukkan ke dalam rahim, sesuai dengan dalamnya rahim. d) Pendorong AKDR dimasukkan kedalam intodusor, untuk mendorong sehingga Lippes Loop terpasang e) f) Setelah terpasang, maka intodusor dan pendorongnya ditarik bersama. Tali AKDR dapat dipotong sependeknya mungkin untuk menghindari sentuhaan penis dan menghindari infeksi.

4. Kontrasepsi Mantap Kontrasepsi mantap atau sterilisasi merupakan metode KB yang paling efektif, murah, aman dan mempunyai nilai demografi yang tinggi. Kontap sampai saat ini belum masuk program gerakan keluarga berencana nasional Indonesia., namun pelayanan kontrasepsi mantap dapat diterima masyarakat, dan makin lama makin besar jumlahnya dengan usia semakin muda. Fungsi bidan terutama KIE dan KIM tentang kontrasepsi mantap sebagai berikut : 1) Bagaimana kontrasepsi mantap itu ? Kontrasepsi mantap mempunyai ciri-ciri :    Sifatnya relatif permanen, artinya untuk melakukan rekanalisasi memerlukan waktu dan biaya. Perlu dilakukan konseling yang mantap, karena metode ini sifatnya permanen. Dalam jangka panjang relatif murah, aman, dan tanpa komplikasi.

2) Dimana tempat pelayanan kontrasepsi mantap ? Pelayanan kontrasepsi mantap dapat dilakukan : a. Vasektomi (kontap pria)    Puskesmas Tempat pelayanan kesehatan dengan fasilitas dokter ahli bedah, pemerintah maupun swasta. Tindaka vasektomi murah dan ringan sehingga dapat dilakukan dilapangan (puskesmas).
Keperawatan Maternitas Page 14

b. Kontap wanita  Rumah sakit dimana terdapat kamar bedah, rumah sakir pemerintah maupun swasta. 3) Kapan kontap dapat dilaksanakan ? Masih dijumpai rumor dalam masyarakat bahwa untuk dapat pelayanan kontap wanita, perlu hamil.Rumor ini perlu diperhatikan, karena kontap wanita pun dapat dilayani setiap saat dikehendaki. Perlu disampaikan bahwa kontap sebagian besar dilakukan pada saat wanita masih di rawat di rumah sakit, yaitu:      Setelah melahirkan Setelah keguguran Bersamaan dengan tindakan menggugurkan kandungan Pada saat tindakan operasi besar wanita diantaranya: bersamaan dengan operasi melahirkan atau bersamaan dengan operasi kandungan Setiap saat dikehendaki. Sekali lagi ditekankan bahwa untuk mendapatkan pelayanan kontap wanita dapar dilakukan setiap saat dikehendaki dan tidak perlu hamil terlebih dahulu. Teknik sterilisasi vagina Manuaba Pada prinsipnya melakukan insisi dan membuka forniks posterior dan melalui tempat tersebut dilakukan sterilisasi pada tuba.Alat penting yang digunakan pada teknik sterilisasi vagina Manuaba adalah rektoskop. Melalui lubang rektoskop penutupan tuba dapat dilakukan dengan cara Pomeroy, fimbriektomi, pemasangan cincin Falope, dan termokauter. Kerangka pikir vasektomi tuba (Ma) Ovarium sebagai sumber hormon wanita yang utama tidak ada hubungan dengan tuba sebagai saluran perjalanan ovum, spermatozoa, konsepsi, dan hasil konsepsi menuju fundus uteri untuk melaksanakan nidasi (implantasi). Ovarium menerima aliran dari arteri parst asenden melalui ramus ovarika dan berasal dari arteria cabang langsung aorta.Penyaluran hormon di tuangkan melalui vena terkait menuju sirkulasi umum. Nontraumatic tubal occlusion technique(NTTOT) yang dikembangkan sama sekali tidak menganggu vaskularisasi ovarium. Diharapkan ovarium tidak akan mengalami gangguan fungsi sebagai sumber hormon. Untuk mengatur wanita mencapai klimaks terium alami asumsi demikian perlu dibuktikan dengan penelitian hormonal. NTTOT yang mempergunakan 2 klem arteri tajam(buatan sendiri) masih di jumpai trauma langsung tuba dapat memperpanjang waktu operasi. Dengan menggunaka alat vasektomi kit BKKBN, dikembangkan vasektomi tuba(Ma) dimana

Keperawatan Maternitas

Page 15

tuba tidak mengalami trauma sehingga penutupan tuba dapat dikerjakan dengan mudah dan sederhana. Peralatan vasektomi tuba(Ma) Alat utama untuk melakukan vasektomi tuba(Ma) adalah “alat vasektomi BKKBN” dan dilengkapi dengan :     Alat laparotomi abdomen Sebuah spuit 5 cc Cloret atau aquabedes steril Untuk penutupan tuba: benang sutra tuba, alat termokauter, dan cincin falope dan aplikatornya. Alat-alat ini lebih sederhana dari peralatan NTTOT. Edema mesosalping di buat dengan menyuntikan choret atau aquabedes steril dan tuba fallopi tampak jelas berwarna putih.Edema mesosalping mendorong atau memisahkan ramus tubarius dan ramus ovarika arteri uterina parst asenden, sehingga padda penutupan tuba, pembukuh darah tidak mengalami kerusakan. Setelah edema mesosalping, di cari tempat yang bebas dari pembuluh darah kapiler untuk di tusuk dengan dissecting clamp, sambil mendorong tuba ke arah tusukan. Tuba fallopi akan tersembul, kearah luka tusukan dan dengan mudah dapat di pegang dengan fixing clamp. Jaringan ikat disekitar tuba di bersikan dan tuba dapat di tutup dengan jalan mengikat dan memotong bersama, mengikat dan memotong terpisah,memasang cincin fallope dan merusak tuba dengan termokauter. Pada bekas tusukan messosalping diobservasi, dan bila tidak terjadi pendarahan aktif tidak perlu dijahit. Kapan vasektomi tuba (Ma) dapat dilaksanakan Seperti pada NTTOT maka vasektomi tuba(Ma) dapat dilaksanakan bersamaan dengan seksio sesaria, bersamaan dengan laparotomi penyakit kandungan atau bedah dan usus mini laparotomi pada post partum, post abortus, danbersamaan dengan menstrual regulation atau postcontraceptive regulation. Keuntungan dan kerugian vasektomi tuba (Ma) Prinsip vasektomi tuba(Ma) kreasi baru kontap wanita, dibandingkan dengan NTTOT mempunyai kesamaan. Pada NTTOT masih di jumpai trauma tuba sehingga menghambat penutupan, sedangkan pada vasektomi tuba (Ma) dengan menggunakan fixing clamp maka tuba tidak mengalami trauma apapun sehingga tidak menganggu jalannya penutupan tuba. Keduanya mempunyai keuntungan sama, yaitu wanita dengan kontap NTTOT atau vasektomi tuba(Ma) akan menghadapi dan mencapai klimaksterium dalam

Keperawatan Maternitas

Page 16

suasana alami. Kerugiannya bahwa tehnik ini memerlukan waktu operasi lebih panjang. Operasi kontap dengan laparoskop Operasi endoskopi adalah operasi dengan jalan memasukan alat optik dan alat operasi ke dalam rongga tubuh.Dengan ketetapan demikian maka perkembangan teknik operasi dengan menggunakan endoskopi berkembang dengan pesat.Di negara maju, operasi ini berkembang dengan pesat, sehingga dapat mengurangi rawat inap, rasa sakit, dan penyulit lainnya dari operasi laparatomi biasa. Sebagai gambaran bagaimana operasi kontap dilakukakan dengan endoskopi dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Koldoskopi      Melakukan operasi kontap melalui dinding forniks vagina belakang .situasi penederita sadar, dan dalam kedudukan kaki (lutut) dada. Laparoskopi Membuat lubang melalui dinding abdomen dibawah pusat dan diatas simpisi. Penderita di anastesi (tidur) sehingga aman untuk operasi. Kedudukan penderita tidur terlentang.

Dalam operasi untuk menutup tuba fallopi dapat dilakukan dengan jalan termokauter, aplikasi cincin falope, dan pemasangan hemoklip. Keuntungan operasi kontap dengan laparoskopi adalah masa rawat inap pendek, tidak banyak memerlukan pengawasan setelah operasi, dan dapat dilakukan secara masal.Sedangkan kerugiannya adalah memerlukan keterampilan khusus, biasanya relatif mahal bila jumlah operasi sedikit, dan metode penutupan tuba terbatas. Menstrual Regulation (MR) atau Post Conceptive Regulation Kegagalan menghindari kehamilan dengan berabgai metode atau terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki, maka melakukan gugur kandung merupakan salah satu pemecahan. Untuk menghindari kesan melakukan pengguguran, maka diciptakan beberapa istilah : 1. Menstrual regulation (MR): Melakukan isapan ke dalam kavum uteri, dengan tekanan negatif sehingga hasil konsepsi dapat dikeluarkan. Tindakan ini dilakukan bila terlambat menstruasi belum melebihi waktu 14 hari. Teknik menstruasi regulation a. Manual    Kateter Karman dimasukan kedalam kavum uteri Tekanan negatif dibuat dengan spuit besar Kateter Karman dipakai merusak lapisan dalam endometrium, sehingga lumat (hancur).
Keperawatan Maternitas Page 17

 

Hasilnya diisap dalam spuit besar itu Hasil patologi klinik menunjukan bahwa sebagian besar kehamilan telah terjadi.

b. Dengan aspirasi pompa listrik.   Kateter Karman dimasukan ke dalam kavum uteri. Kateter Karman dipakai merusak lapisan rahim sehingga lumat dan diikuti dengan isapan pompa pengisap listrik. 2. Post conceptive regulation Post conceptive regulation menunjukan bahwa telah konsepsi bahkan niadasi, kemudian digugurkan. Trlambat menstruasi lebih dari 14 hari. Dengan cara manual memakai kateter Karman tidak akan bersih sehingga melakukan kuretage. 3. Dilatasi dan kuretage Dilatasi dan kuretage memberikan pengertian bahwa kehamilan sudah pasti tejadi dalam rahim, dimana keterlambatan menstruasi lebih dari 4 sampai 12 minggu.Untuk dapat menggagalkan kehamilan perlu dilakukakn dilatasi (mebuka kanalis servikalis yang masih tertutup) dan kuretage (membersihkan dengan alat kuretage).Untuk mempercepat pekerjaan dilakukan dengan alat pengisap pompa listrik yang kuat, dengan kateter Karman yang besar. Medis teknis untuk melakukan gugur kandung cukup banyak, tetapi tidaklah perlu dijabarkan dengan berbagai pertimbangan : 1. Undang-undang kesehatan No. 30 tahun 1992 2. Pertimbangan moral yang berkaitan dengan;     Ajaran agama yang dianut setiap bidan Kode etik pekerjaan bidan Kaedah masyarakat Kaedah hukum yang akan menghukum setiap tindakan melanggar hukum termasuk gugur kandung. 3. Komplikasi tindakan medis yang menimbulkan:     Pendarahan Infeksi dan infertilitas Trauma perforasi Kemungkinan degenerasi ganas menjadi korio karsinoma

Dengan pertimbangan antara resiko dan keuntungan bila bidan mengambil tindakan ini, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter puskesmas atau dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan.

Keperawatan Maternitas

Page 18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->